TOKOH-TOKOH IR. SOEKARNO MOH. HATTA MOH. YAMIN DR.

RADJIMAN WEDYODINIGRAT SUKARNI SAYUTI MELIK AHMAD SOEBARDJO SUTAN SJAHRIR CHAIRUL SALEH SUHUD FATMAWATI YUSUF KANTO MUWARDI SYUDANCO SINGGIH LATIF LAKSAMANA MUDA MAEDA ADAM MALIK BM DIAH Dr. Buntaran Dr. Syamsi Mr. Iwa Kusumasumantri WIKANA DARWIS MR. SOEPOMO KH WACHID HASYIM

A.A MARAMIS Babak I : Rapat Pertama BPUPKI .ABDUL KAHAR MUZAKIR ABIOKESNO TJOCKROSOEJOSO H. AGUS ALIM MR.

kesejahteraan rakyat. Untuk sementara saran Pak Min kami tampung. saya minta perhatiannya. Soepomo. Soepomo. (mengetuk palu) M. pembahasan mengenai dasar Negara akan kita lanjutkan esok hari. pada tanggal 31 Mei 2010. Yamin Radjiman M. : Oh. : Baiklah. Adakah yang punya saran lain? : Baik. rapat pun dibuka dan rapat dimulai pada keesokan harinya. : Baiklah coba Anda sampaikan. . Mufakat dan Demokrasi. : Saya ingin menyampaikan ide saya. boleh. baiklah. . Baiklah. karena tidak ada yang memberi usulan lagi. saya meminta saudara-saudara sekalian dapat menyampaikan usulan dasar Negara kita. Pak. saya ingin menyampaikan beberapa butir ide dasar Negara yang menurut saya cocok untuk pribadi bangsa ini. Saya harap saudara bisa memberi ide yang lebih banyak lagi mengenai dasar Negara. tanggal 29 Mei 1945 dengan tema dasar negara. Saya harap saudara sudah menyiapkan ide ide cemerlang pada rapat berikutnya. Saya harap saudara dapat menyampaikan ide yang cukup cemerlang.Di Gedung Volksraad yang bernama Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6 Jakarta pada tahun 1925. Baiklah. . adakah yang memiliki ide lain untuk disampaikan? (suasana ribut. peri keTuhanan. pada tanggal 31 Mei 1945 . berdiskusi satu dengan yang lain) Radjiman Hari itu rapat pun selesai. Oleh karena itu. Soepomo. Radjiman : Saudara sekalian. Radjiman : Baiklah. Pak Min. kita lanjutkan rapat kita dengan pembahasan dasar Negara. Persatuan. kemudian Mr. hari ini kita akan membahas tentang dasar Negara kita. . Mr. Mengenai dasar Negara. Soepomo mengangkat tangannya) Soepomo Radjiman Soepomo Radjiman Suasana ribut kembali dan peserta rapat mulai ramai membahas ide dasar Negara yang disampaikan oleh Mr. (ribut) Radjiman : (mengetuk palu) Baiklah. dan Musyawarah. rapat saya tutup. silakan sampaikan ide Anda. Keadilan Sosial. Kekeluargaan. Rapat berikutnya akan diadakan dua hari lagi. peri kemanusiaan. boleh. dilakasanakan rapat perdana BPUPKI. Saat itu tanggal 28 Mei 1945. Yamin Radjiman (mulai ribut. Apakah ada yang punya pendapat? : Saya memiliki ide tentang asas Negara kita. Untuk hari ini rapat sampai di sini saja. Baiklah. para peserta rapat. : Ide yang cukup bagus. . Mr. kemudian pada rapat berikutnya. dan peri kerakyatan? : Hmmmm. : Bagaimana kalau asas Negara kita peri kebangsaan.

lima sila. Apalagi bangsa Indonesia ini sangat beragam sukunya. Panitia kecil beranggotakan 9 orang dan dikenal pula sebagai Panitia Sembilan. masih belum ditemukan kesepakatan untuk perumusan dasar negara. sejauh ini.Keesokan harinya. rapat pembahasan dasar Negara diselenggarakan kembali. Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan. Semua konsep yang saya sampaikan merupakan satu kesatuan. siapa yang memiliki ide mengenai dasar Negara? : (mengangkat tangan) Saya ingin menyampaikan usulan saya. Wachid H. yaitu Gotong Royong. Kesejahteraan Sosial. Trisila juga dapat di’peras’ ke dalam Ekasila. dan Ketuhanan Yang Maha Esa. karena dasar Negara tidak bisa sembarangan. Sosiodemokrasi. Silakan. yang berisikan Sosionasionalisme. Lima asas dasar Negara kita. Hatta Achmad S. banyak sekali ide-ide yang masuk. tanggal 1 Juni 1945. : Baiklah. Lima sila tersebut antara lain. apakah saudara sekalian setuju mengenai ide Pancasila ini? : Baiklah. dan Ketuhanan Yang Berkebudayaan. Mufakat atau Demokrasi. : Masih banyak hal yang perlu kita bicarakan dengan beberapa tokoh-tokoh masyarakat. : Hmm… Pancasila. Pancasila berarti lima sila. Moh. tetapi masih belum cocok dengan pribadi dan kondisi bangsa Indonesia. (Suasana agak ribut) Soekarno Radjiman Soekarno Radjiman Peserta Rapat : Setuju! Radjiman Rapat pun terus berlanjut. Sampai akhir rapat pertama. : Tampaknya rapat pertama BPUPKI belum memberikan hasil yang cukup mengenai dasar Negara kita. Oleh karena itu. : Ya. Pancasila dapat di’peras’ lagi menjadi Trisila. : Ya. Yamin. Agus Salim . Selain itu. Kebangsaan Indonesia. ada baiknya kita bicarakan mengenai dasar Negara dengan beberapa tokoh agama. Bapak Ketua. sehingga akhirnya dibentuklah panitia kecil untuk menggodok berbagai masukan. Tetapi. Baiklah. kita sepakat akan menggunakan Pancasila. sehingga dalam perumusan dasar Negara dapat sesuai dengan pribadi bangsa yang sesungguhnya. Itulah ide dari saya. kita harus membahas mengenai isi pancasila dari beberapa usulan yang telah disampaikan oleh Muh. Langsung saja. Radjiman : Saudara-saudara sekalian. : Saya memiliki ide dasar Negara yang saya sebut dengan Pancasila. isi dari Pancasila itu sendiri masih perlu perbaikan. Saya rasa itu merupakan ide yang bagus. Mr. Bung Karno. dan Bung Karno. kita mulai rapat pembahasan dasar Negara hari ini. Pak. Soepomo. Pancasila.

rapat pleno BPUPKI menerima laporan Panitia Perancang UUD yang dibacakan oleh Ir. Mr. menampung berbagai aspirasi mengenai dasar Negara dan menggodoknya hingga menjadi dasar Negara yang cocok dengan bangsa Indonesia. dan pulau-pulau sekitarnya. Dalam rapat ini dibentuk Panitia Perancang Undang-Undang Dasar beranggotakan 19 orang dengan ketua Ir. pada tanggal 10-17 Juli 1945 diadakan rapat kedua BPUPKI yang membahas tentang bentuk negara. berdasarkan hasil keputusan dari diskusi bersama beberapa tokoh nasionalis dan tokoh agama. : Berdasarkan hasil keputusan mufakat mengenai wilayah Negara. Setelah mengundang dan berdiskusi dengan 4 orang dari kaum kebangsaan (nasionalis) dan 4 orang dari pihak Islam. A. Achmad Soebardjo. Mr. Papua. Timor-Portugis. Mr.A. Agus Salim. Mr. kewarganegaraan. wilayah Hindia Belanda dahulu. dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Abikoesno Selanjutnya. wilayah negara. ditambah dengan Malaya. keluarlah hasil mufakat tersebut. Persatuan Indonesia. Pada tanggal 13 Juli 1945 Panitia Perancang UUD mengadakan sidang untuk membahas hasil kerja panitia kecil perancang UUD tersebut. kalau begitu mari kita undang beberapa tokoh agama dan tokoh nasionalis agar mereka bisa menyampaikan gagasan baru mengenai dasar Negara. Soekarno. Setelah rapat pertama BPUPKI selesai. akan diadakan pemungutan suara. Hatta : Baiklah saudara sekalian. Dalam laporan . Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. pembelaan negara. rancangan Undang-Undang Dasar. Panitia Pembelaan Tanah Air dengan ketua Abikoesno Tjokrosoejoso dan Panitia Ekonomi dan Keuangan diketuai Mohamad Hatta. Setelah pemungutan suara. Isi dari Piagam Jakarta antara lain. pendidikan dan pengajaran. pada tanggal 11 Juli 1945 Panitia Perancang UUD membentuk lagi panitia kecil beranggotakan 7 orang. dan Dr. ekonomi dan keuangan. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. daerah mana saja yang termasuk wilayah Negara kita.P. saya akan membacakan wilayah-wilayah yang termasuk wilayah Negara kita. Soekiman. Soepomo. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Soekarno : Baiklah.A. Maramis. Soekarno. Tentunya mereka akan sangat membantu kita dalam perumusan dasar Negara. Yaitu. tanggal 22 Juni 1945 Panitia Sembilan kembali bertemu dan menghasilkan rumusan dasar negara yang dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter). H. Pada tanggal 14 Juli 1945. Tetapi kita juga tetap menjalankan tugas kita. antara lain. Mr. Singgih. Dr. Moh. Soekarno : Baiklah. Wongsonegoro. R. kita juga harus mengundang beberapa tokoh nasionalis yang dapat memberikan masukan tentang dasar Negara. Borneo Utara. dalam pembahasan wilayah Negara.A Maramis : Tak hanya itu. Prof. telah dihasilkan rumusan dasar Negara bernama Piagam Jakarta.

Saya mendengar berita tersebut dari radio BBC. : Berita apa. Tanggal 15 Agustus 1945. Silakan masuk. : Ya. tapi apakah para pemuda sedang berkumpul disini? Ada baiknya para pemuda mengetahui berita ini. Babak II : Peristiwa Rengasdengklok Kekalahan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya telah membuka jalan bagi tercapainya kemerdekaan Indonesia. Jusuf Kunto. Pak? : Akan saya beritahu. Kaisar Hirohito secara resmi mengumumkan penyerahan Jepang kepada Sekutu. : Ini merupakan momentum yang kita tunggu-tunggu! Dengan kekalahan Jepang. Pak. tentu saja! Kita harus segera memproklamasi kemerdekaan Negara kita! Kita bisa bebas dari jajahan Jepang! Sutan Sjahrir : Ada baiknya kalau kalian mengadakan rapat secepatnya mengenai proklamasi kemerdekaan Negara kita. Chairul Saleh memanggil teman-temannya. dengan ini saya sampaikan bahwa Jepang menyerah kepada Sekutu. pembukaan UUD. dan batang tubuh UUD. Peristiwa tersebut memaksa Jepang menyerah kepada Sekutu. ini beritanya. Baru saja Kaisar Hirohiro menyatakan penyerahan itu secara resmi.tersebut tercantum tiga masalah pokok yaitu: pernyataan Indonesia merdeka. Shodancho Singgih dan beberapa pemuda lainnya. . Oh Pak Sutan Sjahrir. yakni Darwis. akhirnya diketahui juga oleh rakyat Indonesia melalui siaran berita radio BBC (British Broadcasting Corporation). Soekarni. yang menjatuhkan banyak sekali korban jiwa. Saya akan panggilkan yang lain. Sutan Sjahrir : (masuk ke dalam rumah) Saya ingin memberitahukan berita yang sangat penting. Hirohito : Setelah jatuhnya bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki. Sutan Sjahrir : Assalamualaikum! Chairul S Chairul S Sutan Sjahrir Chairul S : Waalaikumsalam. Wikana. Jepang kalah ditandai dengan dibomnya kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 dan kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Kekalahan Jepang yang semula dirahasiakan tentara Jepang. Sutan Sjahrir : Baiklah. Jepang baru saja menyatakan bahwa mereka menyerah terhadap Sekutu setelah kota Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh Sekutu. kebetulan kami sedang berkumpul. Sutan Sjahrir yang mendengar siaran tersebut langsung memberitahu golongan pemuda. berarti kita memiliki kesempatan untuk menyatakan kemerdekaan! Chairul Saleh : Jepang menyerah??? Berita bagus! Bagus sekali! Wikana Darwis : Ya.

Chairul S : Baiklah. Soekarni Kemudian. mari kita segera persiapkan kemerdekaan Negara kita! Inilah saat yang tepat. Siapapun yang menghalangi keinginan bangsa ini untuk merdeka. bukan tergantung kepada Negara lain! Maka dari itu. Kita tidak mau dijajah lagi! Kita sebagai bangsa yang bermartabat. kita akan rapat membahas proklamasi kemerdekaan Negara kita di Gedung Mikrobiologi pukul lima sore! : Baiklah Chairul. : Halah! Buat apa kita menunggu rapat PPKI! Para golongan tua seharusnya tahu bahwa inilah saat yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan kita! : Ya. oleh karena itu. buat apa menunggu rapat PPKI dan menunggu keputusan Jepang??? : Setujuuuuu!!! : Baiklah. langsung saja hari ini kita mengadakan rapat! Soekarni. saudara! Banyak sekali yang menginginkan kemerdekaan. kita tidak bisa menunggu lagi! : Betul. kita akan segera menemui golongan tua untuk membahas kemerdekaan ini. tetapi kita harus menunggu momentum yang tepat. Hatta tampaknya masih menunggu rapat PPKI untuk membahas kemerdekaan Indonesia. 13. Ir. para pemuda mengadakan rapat mengenai proklamasi kemerdekaan Indonesia di Gedung Mikrobiologi di Jl.Chairul S : Baiklah. Sudah saatnya kita merdeka. Wikana. kemerdekaan itu hak kita. Jadi. tadi Sutan Sjahrir memberi sebuah berita yang cukup menggembirakan untuk kita. dengan kekalahan Jepang ini. memiliki harga diri. Dengan dinyatakan penyerahan tersebut. Darwis. kemerdekaan ini berdasarkan hasil jerih payah perjuangan para pahlawan selama ini. tentunya kita memiliki peluang besar untuk segera menyatakan kemerdekaan Negara kita! : Kita tidak bisa selamanya dijajah oleh Negara lain. dan tidak ingin terjerat oleh belenggu para penjajah! : Ya. saudaraku! Tapi masih ada satu hal yang masih mengganjal. Kaisar Hirohito telah mengumumkan kekalahannya secara resmi hari ini juga. tanggal 15 Agustus. kalian berangkat ke rumah Ir. Saya juga akan mempersiapkan keperluan rapat bersama teman-teman. rakyat Indonesia! Kita berhak memerdekakan bangsa ini. umumkan kepada para pemuda lainnya. Nah. Jepang menyerah kepada Sekutu setelah kota Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh Sekutu. saudaraku sekalian. Pegangsaan Timur no. Dan sekarang momentum yang tepat itu! : Kita sebagai golongan muda sudah ingin Negara kita merdeka. Soekarno dan Moh. ada sebuah peluang besar bagi kita untuk memproklamasikan kemerdekaan Negara kita! : Ya. Soekarno dan Pemuda IV Pemuda III Soekarni Singgih Pemuda I Wikana Pemuda II Soekarni Pemuda lain Chairul S . tidak bisa ditolerir! : Hak kita untuk merdeka itu merupakan hak kita sendiri. kita harus segera memerdekakan bangsa ini! Tak hanya itu.

: Silakan duduk dulu. Hatta Soekarno : Buat apa kita terburu-buru. Dik. Semoga pertemuan dengan tokoh golongan tua akan membuahkan hasil yang baik. : Ya. Berita tersebut tersiarkan di radio BBC. Ada hal yang sangat penting yang ingin kami sampaikan kepada beliau. Chairul S : Oke. Yakinkan mereka agar kita segera memproklamasikan Negara ini. dan kebetulan Sutan Sjahrir mendengar berita tersebut. saya dan Wikana akan berangkat sekarang. (sambil duduk) : Betul. Moh. Saya akan panggilkan bapak dan Pak Hatta. Dik. Begini. bisakah kami bertemu juga dengan Pak Hatta? : Baiklah. ada Pak Hatta juga? Hmm kebetulan sekali. Bu? Darwis dan Wikana masuk ke rumah Ir. Soekarno dan Moh. Setelah itu. Mari kita berdoa bersama agar bangsa ini segera merdeka. Pak. kemudian beliau menyampaikan kepada kami. Ada apa. ya. Fatmawati Setelah itu. Darwis dan Wikana berangkat menuju rumah Ir. Wikana Fatmawati Fatmawati Fatmawati Wikana : (mengetuk pintu) Assalamualaikum. Darwis : Ya. keputusan untuk merdeka ini tidak bisa sembarangan. ada berita bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu pada hari ini. . : Wah. Hatta. Pak. Ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk segera memproklamasikan bangsa ini. setelah kota Nagasaki dan Hiroshima di bom atom oleh Sekutu. Soekarno Wikana : Oh Wikana dan Darwis. Semoga bangsa ini diberikan berkah agar bisa menjadi Negara yang mandiri dan bebas dari penjajah. Kekalahan Jepang tersebut membuka peluang kita untuk segera memerdekakan bangsa ini. Kita harus mengadakan perundingan terlebih dahulu agar persiapan kemerdekaan kita lebih matang. Tunggu sebentar. Dik? Masalah kemerdekaan ini harus kita bahas bersama di dalam rapat PPKI. : Waalaikumsalam. keduanya memasuki ruang tamu. Darwis : Selamat malam. Fatmawati memanggil Ir. Silakan masuk dulu. tidak akan efektif. Hatta untuk membicarakan masalah ini. (membukakan pintu) : Oooh.Moh. Darwis : Ya. ada. Bu. Bapak sedang ada di rumah. Ibu Fatmawati. Bu. Kebetulan bapak sedang berbincang dengan Pak Hatta di ruang makan. Maaf. Ibu panggilkan bapak sebentar ya. Kemudian. Kalau mendadak seperti ini. rapat hari ini selesai. Dik. Darwis : Baik. Dik? Tampaknya ada hal penting yang ingin kalian sampaikan. Ada suatu hal yang penting yang ingin kamui sampaikan. Soekarno dan Moh. Hatta. Soekarno.

Kalau kita menunggu keputusan Jepang. : Betul. : (menahan emosi) Baiklah kalau itu keputusan bapak sekalian… Wikana Darwis : Kami berdua mohon pamit. Pak. tetapi harus dimusyawarahkan terlebih dahulu agar persiapannya lebih matang. Dik… : Kami pamit dulu. justru itu tidak akan efektif. Kita semua menginginkan kemerdekaan. Chairul?? . Tentunya hal itu akan menghalangi Negara kita untuk segera merdeka. : Bersabarlah. Kekalahan Jepang ini merupakan momen yang tepat untuk segera memproklamasikan kemerdekaan kita. Untuk itu. Hatta Wikana : Baiklah. Pak. tidak akan ada proklamasi. Kita tidak perlu menunggu rapat dan menunggu keputusan Jepang. tapi kalau seperti itu. Pak.Wikana : Maaf. tentunya peluang kita untuk merdeka semakin kecil. Kami harus mengurusi keperluan para pemuda untuk esok hari. bisa-bisa bangsa ini selamanya tidak bisa merdeka! : Ah saya heran mengapa harus menunggu rapat PPKI dulu! Ini darurat sekali! : Kalau begini terus. Pak! Soekarno Moh. sehingga rencana kemerdekaan Negara kita terus tertunda-tunda. Kita sekarang memiliki celah untuk itu. Hatta masih berada di Jakarta. Hatta : Hmm tidak bisa begitu. : Begini. sebaiknya adik bersabar dahulu. Masalah kemerdekaan yang begitu vital ini harus dibahas bersama dahulu bersama anggota PPKI yang lainnya. Oleh karena itu. saya khawatir beliau akan terpengaruh oleh Jepang. kita pasti akan membahas masalah kemerdekaan Negara kita sesegera mungkin. inilah saat yang tepat. kalau Bapak Soekarno dan Bapak Moh. kita harus membawa tokoh tersebut ke suatu tempat yang jauh dari jangkauan tentara Jepang. (berdiri bersama Darwis) Darwis : Assalamualaikum… SoekarnoHatta : Waalaikumsalam… (Darwis dan Wikana keluar dari rumah) Setelah pertemuan itu. Wikana dan Darwis langsung melapor kepada Chairul Saleh dan pemuda lainnya. Kita harus menyusun rencana agar kita bisa segera memproklamasikan kemerdekaan kita! : Tampaknya kita harus menculik beberapa tokoh penting golongan tua. Chairul S Soekarni Singgih Wikana Chairul S Chairul S : Gawat sekali keputusan beliau! Kita tidak bisa menunggu lagi! : Kalau kelamaan. kita akan semakin jauh dari merdeka. Soekarno Moh. Darwis : Untuk apa. Pak! Darwis : Betul sekali. Pak. Kalau masih menunggu rapat.

Singgih Chairul S : Rengasdengklok saja. Itu merupakan cara yang efektif untuk menghalau Jepang mempengaruhi tokoh tersebut. kau yang memimpin rombongan. Kita harus segera memerdekakan bangsa ini. hal ini bisa mempercepat kemerdekaan Negara kita! : Baiklah. Singgih Tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04. : Kemana? Ada apa memangnya? : Sebaiknya bapak lekas berganti pakaian dan langsung ikut bersama kami. Disana kita juga bisa mengawasi gerak-gerik tentara Jepang. saya akan membahas proses penculikan ini bersama teman-teman saya. kita bawa kemana tokoh tersebut? Tempat yang jauh dari pantauan atau jangkauan tentara Jepang. : Oke oke. Kalau bapak tidak ikut. Singgih Soekarno Singgih Soekarno Soekarni : (mengetuk pintu) Assalamualaikum! : (membukakan pintu) Waalaikumsalam. para pemuda yang dipimpin oleh Shodancho Singgih bergegas menuju rumah Ir. saya setuju. Tunggu sebentar. Ini penting sekali. Dik? Tak lama kemudian… . segera berangkat menuju rumah Moh. kita rencanakan dini hari nanti kita akan menculik tokoh tersebut. Selain itu. Dik. rombongan akan dijaga oleh PETA. : Lho ada apa memangnya. : Baiklah. Sementara Wikana. Singgih. : Baiklah. Singgih Moh. Soekarno dan Moh. Dik? : Kami dari golongan muda ingin membawa bapak pergi dari sini.30 WIB. para pemuda bersama Soekarno berserta Ibu Fatmawati dan anaknya.. Ibu Fatmawati dan anak bapak juga ikut. Kalau bisa. Hatta. akan gawat. Hatta Singgih Moh. Wah ada apa ini subuh-subuh kemari. bagus kalau begitu. Tepatnya tanggal 17 Agustus! Soekarni Darwis : Oke. kalau begitu. Dik? : Kami dari golongan muda ingin membawa bapak untuk pergi dari sini. (agak lama menunggu jawaban dari dalam rumah) Soekarno Setelah menunggu Soekarno. Bapak Soekarno juga telah ikut bersama kami. Tak hanya itu. Saya ke dalam sebentar. Hatta untuk membawa mereka ke Rengasdengklok. Pak! Kami mohon bapak ikut bersama kami. sebaiknya. Tempat itu jauh dari jalan raya dan jauh dari pantauan Jepang. Pak. (membukakan pintu) Ada apa.Singgih : Ya. baiklah. Guntur Sukarno Putra. Hatta : Assalamualaikum! (mengetuk pintu) : Waalaikumsalam. kau menetap di Jakarta untuk mengawasi perkembangan disini.

sehingga kekuatan mereka berkurang drastis. Soekarni beserta para pemuda lainnya berusaha meyakinkan Ir. Untuk itu. Memang dengan peluang yang terbuka lebar saat ini. ada kesepakatan antara Wikana dari golongan muda bersama Ahmad Soebardjo dari golongan tua untuk menyelenggarakan proklamasi di Jakarta. semua ini harus berdasarkan keputusan bersama. kami siap melawan mereka. : Tidak bisa begitu. di Jakarta. Hatta : Bapak sebaiknya berganti pakaian dan segera ikut kami pergi. Soekarno Singgih : Mau dibawa kemana kami. Wikana Ahmad S : Jadi. Mereka merupakan tokoh penting. Soekarno dan Moh. Pak! Justru dengan adanya campur tangan Jepang. Tentunya harus ada kesepakatan bersama dan bahas ini dengan Jepang. kedua tokoh tersebut segera dibawa ke Rengasdengklok. : Ya. Pak! Mereka tidak akan melepaskan kita begitu saja. Kami ingin membicarakan masalah ini bersama tokoh lainnya. bagaimana dengan Bapak Soekarno dan Bapak Moh. Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia tanpa ada campur tangan Jepang. Dik? : Sebaiknya bapak tunggu saja dahulu. Dik. Singgih. Tetapi. kita akan semakin jauh dengan ‘MERDEKA’. Keputusan ini akan menentukan nasib bangsa kita kedepan. apapun caranya. tidak lagi menunggu rapat untuk memutuskan itu semua! : Bagaimanapun juga. Sementara itu. proklamasi akan dilaksanakan di Jakarta. Bangsa ini sudah menanti-nanti saat ini sejak dahulu. saya mengerti. kami semua siap melawan Jepang. Hatta? Saya ingin keselamatan mereka terjamin. tetap saja masalah kemerdekaan ini harus dimusyawarahkan bersama yang lain. kecuali jika kita segera memproklamasikan kemerdekaan kita disaat Jepang menderita kekalahan! : Lagipula. segera memproklamasi kemerdekaan. : Kami tidak setuju jika kemerdekaan dilaksanakan begitu mendadak.Soekarni Moh. sudah saatnya kita bergerak. mereka dibawa ke sebuah rumah milik seorang warga keturunan Tionghoa bernama Jiauw Ki Song. demi memerdekakan bangsa ini. Dik. Soekarno Soekarni Singgih Moh. apapun tantangannya. Hatta. Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Dik. demi kemerdekaan bangsa ini! : Walaupun begitu. Disana. Pak! : Baik. (masuk ke dalam rumah) Setelah menjemput Moh. Singgih : Kami dari golongan pemuda memohon sekali kepada bapak sekalian. tolong percepat kemerdekaan bangsa Indonesia! Sudah saatnya kita memproklamir kemerdekaan kita. Untuk pelaksanaannya. . baik… Tunggu sebentar. Setibanya di Rengasdengklok. Pak. Hatta Soekarno Upaya meyakinkan kedua tokoh tersebut tampak kurang berhasil. sebaiknya proklamasi ini segera dilaksanakan.

kau juga ikut menjemput Bapak Soekarno dan Bapak Hatta. kalau begitu kita berangkat sekarang! Rombongan yang terdiri dari Ahmad Soebardjo. izinkan saya bertemu dengan beliau dan membawa mereka ke Jakarta. Oleh karena itu. saya mengerti. Beliau berada di Rengasdengklok. untuk apa? Bukankah beliau sedang diamankan disini? Sudiro : Kami sudah membuat kesepakatan mengenai kemerdekaan Indonesia. : Baiklah. Subeno . agar mereka tidak terpengaruh oleh Jepang. Oleh karena itu. dan Jusuf Kunto segera berangkat menuju Rengasdengklok untuk menjemput Ir. mari kita segera menjemput Bapak Soekarno dan Bapak Hatta. Sudiro. : Tenang saja. Tetapi. Soekarno dan Moh. Ahmad S : Kemerdekaan Indonesia akan segera dilaksanakan besok. komandan kompi PETA yang menjaga rumah yang didiami Ir. : Tapi dia Laksamana dari Jepang.Wikana : Bapak tenang saja. Kita harus segera menjemput beliau agar bisa mempersiapkan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Memang itu yang diinginkan oleh segenap bangsa Indonesia sekarang. dimana nanti akan diadakan persiapan kemerdekaan? Saya tidak yakin jika dilaksanakan disini. Hatta sudah kami amankan. Jusuf. kemerdekaan Indonesia akan segera dilaksanakan. Masalah tempat persiapannya. Ada apa kemari? : Bapak Ahmad Soebardjo ingin menjemput Bapak Soekarno dan Bapak Moh. Hatta. Subeno Jusuf Kunto Subeno : Sudiro. Saya jamin. Jusuf. kalau begitu mari kita jemput beliau. seorang Laksamana bernama Laksamana Muda Maeda bersedia menjadikan rumahnya sebagai tempat perundingan persiapan kemerdekaan. : Hmm… Baiklah. Silakan bapak masuk dahulu untuk menemui Bapak Soekarno dan Bapak Hatta untuk menjemput beliau. Setibanya disana. : Lah. beliau telah menjamin keselamatan mereka selama berada dirumahnya. Maka dari itu. : Ya. Ahmad S Jusuf Kunto Ahmad S Sudiro Ahmad S Wikana Jusuf Kanto Sudiro : Oke. Soekarno dan keluarga beserta Moh. Bapak Soekarno dan Bapak Moh. yaitu kemerdekaan. Pak! Bahaya! : Tenang Dik. : Baiklah. Hatta. saya ingin menjemput Bapak Soekarno dan Bapak Hatta untuk kembali ke Jakarta agar beliau bisa mempersiapkan kemerdekaan sesegera mungkin. Bapak Soekarno dan Bapak Hatta perlu kembali ke Jakarta. Sudiro. mereka bertemu Subeno. kau bersiap-siap menuju Rengasdengklok untuk menjemput Bapak Soekarno dan Bapak Hatta. Untuk mempersiapkan itu semua. Hatta. saya sudah memiliki tempat yang aman sekali untuk ditempati. saya sudah mempersiapkan kendaraannya. : Baiklah.

1 untuk menyusun teks proklamasi kemerdekaan. mereka langsung menuju rumah Laksamana Muda Maeda. Ir. . (berjabat tangan) Maeda : Ya. Beliau menjelaskan keadaan saat itu. Moh. B. Hatta) Ir.Setelah itu. Imam Bonjol No. Pak. yang disaksikan pula oleh Sayuti Melik. Ahmad Soebardjo. Disana. Ahmad Soebardjo menemui Soekarno dan Moh. Silakan. sudah saatnya bangsa Indonesia merdeka. Hatta. Hatta. Laksamana telah mengizinkan kami untuk menggunakan rumah Anda untuk merumuskan teks proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Bapak Ahmad Soebardjo. M Diah. (berjabat tangan) : Terima kasih. dan Moh. Babak III : Perumusan Teks Proklamasi Setibanya di Jakarta. Hatta kembali menuju Jakarta. Soekarno beserta keluarga. di Jl. Kemudian. Mereka segera merumuskan naskah proklamasi di ruang makan. dan Moh. Maeda Ahmad S : Selamat datang. Ahmad Soebardjo menemui Laksamana Muda Maeda. dan Sudiro. Ahmad Soebardjo memasuki rumah Laksamana Muda Maeda. Beliau meyakinkan kedua tokoh tersebut agar segera melaksanakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Ir. Saya akan menjamin keselamatan Anda semua disini selama merumuskan teks proklamasi di rumah saya. Soekarno. Ahmad Soebardjo menelepon Laksamana Muda Maeda dahulku untuk memberitahukan bahwa mereka akan menuju kesana. Soekarno. Saya dengan senang hati menyambut Anda sekalian dan menyambut kemerdekaan bangsa Indonesia. (memasuki rumahnya bersama Ahmad Soebardjo. Soekarni.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful