Anda di halaman 1dari 15

PROPOSAL

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI


SESI I DAN II

Disusun Oleh:
1. Astrid Andryana N. (P27820108008)
2. Fathoni Eko Adi S. (P27820108016)
3. Feny Andriani (P27820108017)
4. Nanik Ratnawati (P27820108028)
5. Thurfah Kustiati (P27820108034)
6. Vina Intihatus S. (P27820108039)
7. Ary Kurnia (P27820108043)
8. Claudia C.P.P. (P27820108044)
9. Ferri Kusnadi (P27820108053)
10. Gloria Paradita (P27820108057)
11. Okky Andhika M. (P27820108067)
12. Suhartiningsih (P27820108075)

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA
JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI KEPERAWATAN SOETOMO
SURABAYA
2010
Lembar Pengesahan

Proposal Terapi Aktifitas Kelompok Sosialisasi sesi I dan II pada pasien


Harga Diri Rendah Di Ruang Gelatik RS Jiwa Menur Surabaya telah di periksa
dan di sahkan sebagai praktik klinik DIII Program Studi Keperawatan Soetomo
Surabaya yang dilaksanakan pada tanggal 23 November 2010.

Surabaya, 21 November 2010

Ketua Kelompok Sekertaris

Astrid Andryana N. Feni Andriani


NIM. P27820108008 NIM. P27820108017

Mengetahui,
Kepala Ruangan Gelatik Pembimbing Ruangan Gelatik

SISWO, S.Kep. SODIKIN, S.Kep.


NIP. NIP.
PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI
(TAKS : MENARIK DIRI)
BAB I
PENDAHULUAN

1. DEFINISI TAK (Terapi Aktivitas Kelompok)


Terapi aktivitas kelompok adalah terapi modalitas yang dilakukan
perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah keperawatan yang
sama. Aktivitas yang digunakan sebagai terapi, dan kelompok digunakan
sebagai target asuhan. Di dalam kelompok terjadi dinamika interaksi yang
saling bergantung, saling membutuhkan dan menjadi laboratorium tempat klien
berlatih perilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku lama yang
maladaptive.

2. JENIS – JENIS TAK (Terapi Aktivitas Kelompok)


Terapi Aktifitas Kelompok berdasarkan masalah keperawatan jiwa
yang paling banyak ditemukan dikelompok sebagai berikut :
a. TAK sosialisasi (untuk klien dengan menarik diri yang sudah sampai pada
tahap mampu berinteraksi dalam kelompok kecil dan sehat secara fisik).
b. TAK stimulasi sensori (untuk klien yang mengalami gangguan sensori).
c. TAK orientasi realita (untuk klien halusinasi yang telah mengontrol
halusinasinya, klien waham yang telah dapat berorientasi kepada realita dan
sehat secara fisik).
d. TAK stimulasi persepsi : halusinasi (untuk klien dengan halusinasi)
e. TAK peningkatan harga diri (untuk klien dengan HDR)
f. TAK penyaluran energy (untuk klien perilaku kekerasan yang telah dapat
mengekspresikan marahnya secara konstruktif, klien menarik diri yang
dapat berhubungan dengan orang lain secara bertahap dan sehat secara
fisik).
3. PERSIAPAN LINGKUNGAN
 Ventilasi baik
 Penerangan cukup
 Suasana tenang
 Pengaturan posisi tempat duduk (setting)

4. PERAN DAN FUNGSI TERAPIS


a. Leader
Tugas:
 Memimpin jalannya terapi aktifitas kelompok.
 Merencanakan, mengontrol, dan mengatur jalannya terapi.
 Membuka acara
 Menyampaikan materi sesuai tujuan TAK.
 Memimpin diskusi kelompok
 Menutup acara diskusi.
b. Co Leader
Tugas:
 Mendampingi Leader
 Mengambil alih posisi Leader jika Leader blocking
 Menyerahkan kembali posisi kepada leader
c. Fasilitator
Tugas:
 Ikut serta dalam kegiatan kelompok
 Memberikan stimulus dan motivator pada anggota kelompok untuk
aktif mengikuti jalannya terapi
d. Observer
Tugas
 Mencatat serta mengamati respon klien (dicatat pada format yang
tersedia).
 Mengawasi jalannya aktivitas kelompok dari mulai persiapan, proses,
hingga penutupan.
e. Operator
 Mengatur alur permainan (Menghidupkan dan mematikan musik)
 Timer (Mengatur waktu).

5. PROSES SELEKSI
 Berdasarkan observasi perilaku sehari-hari klien yang dikelola oleh
perawat.
 Berdasarkan informasi dan diskusi mengenai perilaku klien sehari-hari
serta kemungkinan dilakukan kelompok pada klien tersebut dengan
perawat ruangan.
 Melakukan kontak mata pada klien untuk mengikuti aktivitas yang akan
lakukan.
BAB II
APLIKASI TAK SOSIALISASI : MENARIK DIRI

Terapi Aktivitas Kelompok (TAK): Sosialisasi (TAKS) adalah upaya


memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan dengan masalah
hubungan sosial.
a. Tujuan :
a. Tujuan umum
Klien dapat meningkatkan hubungan sosial dalam kelompok secara
bertahap.
b. Tujuan khusus
 Klien mampu memperkenalkan diri
 Klien mampu berkenalan dengan anggota keluarga kelompok
 Klien mampu bercakap – cakap dengan anggota kelompok
 Klien mampu menyampaikan dan membicarakan topik percakapan
 Klien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi
padaorang lain.
 Klien mampu bekerja sama dalam permainan sosial kelompok
 Klien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan
TAKS yang telah dilakukan.

b. Aktivitas dan Indikasi


Aktivitas TAKS dilakukan 2 sesi yang melatih kemampuan sosialisasi klien.
Klien yang mempunyai indikasi TAKS adalah klien dengan gangguan
hubungan sosial berikut :
1. Klien harga diri rendah yang cukup kooperatif
2. Klien yang yang sulit mengungkapkan perasaannya melalui komunikasi
verbal
3. Klien dengan gangguan harga diri rendah yang telah dapat berinteraksi
dengan orang lain.
4. Klien dengan kondisi fisik yang dalam keadaan sehat (tidak sedang
mengidap penyakit fisik tertentu seperti diare, thypid, dan lain-lain)

c. Setting
Klien dan terapis duduk bersama dalam satu lingkaran.
Ruangan yang nyaman dan tenang.

L
K Coo O
oo
F
K Op

K
F

F
K
K F

Keterangan :
L : Leader
Co : Co Leader
F : Fasilitator
O : Observer
K : Klien
Op : Operator

Petunjuk
Klien duduk melingkar bersama perawat.

d. Metode TAKS
Dinamika kelompok
Diskusi dan tanya jawab
Bermain peran atau stimulasi
e. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Terapi Aktifitas Kelompok ini dilaksanakan pada:
Hari, Tanggal          : Selasa, 23 November 2010
Waktu                     : Pukul 10.00 WIB s.d selesai
Tempat                    : Ruang Gelatik RSJ Menur

f. Nama Klien dan Ruangan


Klien yang mengikuti kegiatan berjumlah 6 orang, sedangkan sisanya sebagai
cadangan jika klien yang ditunjuk berhalangan.Adapun nama-nama klien
yang akan mengikuti TAK serta pasien sebagai cadangan yaitu:
Klien peserta TAK:
1. Ali Mawardi
2. Khoirudin
3. Ikan Panji
4. Imam Bukhori
5. Prasetyo Dwi
6. Sukono

g. Media dan Alat


Bola
Handphone (MP3)
Speaker
Balon
Sprei

h. Susunan Pelaksana
Susunan TAKS sebagai berikut:
a. Leader : Gloria Paradita
b. Co. Leader : Claudia C.P.P.
c. Fasilitator 1 : Fathoni Eko A.S.
d. Fasilitator 2 : Nanik Ratnawati
e. Fasilitator 3 : Vina Intihatus S
f. Fasilitator 4 : Okky Andhika M.
g. Fasilitator 5 : Astrid Andryana
h. Fasilitator 6 : Thurfah Kustiati
i. Observer : Feny Andriani
j. Operator : Ferri Kusnadi

k. Langkah Kegiatan
1. Persiapan
Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu isolasi sosial: menarik diri
Membuat kontrak dengan klien
Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan :
Memberikan salam terapeutik: salam dari terapis
Evaluasi / validasi: menanyakan perasaan klien saat ini
Kontrak:
 Menjelaskan tujuan kegiatan yaitu memperkenalkan diri
 Menjelaskan aturan main sebagai berikut :
 Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok harus
meminta izin kepada terapis.
 Lama kegiatan kurang lebih 45 menit.
 Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.
3. Tahap kerja
 Jelaskan kegiatan yaitu music pada Handphone akan di hidupkan,
serta bola diedarkan berlawanan arah jarum jam. Dan pada saat tape di
matikan, maka anggota kelompok yang memegang bola
memperkenalkan diri.
 Hidupkan kaset pada handphone dan edarkan bola berlawanan jarum
jam.
 Pada saat music di hentikan, anggota kelompok yang memegang bola
mendapat giliran untuk menyebutkan: salam, nama lengkap, nama
panggilan, hoby, dan asal di mulai dari terapis sebagai contoh.
 Tulis nama panggilan pada kertas atau papan nama dan temple atau
pakai.
 Ulangi sampai semua anggota kelompok mendapat giliran.
 Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan
memberi tepuk tangan.
4. Tahap terminasi.
 Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
 Memberi pujian atas keberhasilan kelompok.
 Rencana tindak lanjut.
 Menganjurkan tiap anggota kelompok melatih memperkenalkan diri
kepada orang lain di kehidupan sehari-hari.
 Masukkan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal kegiatanharian
klien.
 Kontrak yang akan dating.
 Menyepakati kegiatan berikut yaitu berkenalan dengan anggota
kelompok.
 Menyiapkan waktu dan tempat

l. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Input
a. Tim berjumlah 10 orang yang terdiri atas 1 leader, 1 co-leader, 6
fasilitator, 1 observer dan 1 operator.
b. Lingkungan memiliki syarat luas dan sirkulasi baik.
c. Peralatan mp3 sound system berfungsi dengan baik.
d. Tersedia bola
e. Klien, tidak ada kesulitan memilih klien yang sesuai dengan kriteria
dan karakteristik klien untuk melakukan terapi aktivitas kelompok
sosialisasi.
2. Evaluasi Proses
a. Leader menjelaskan aturan main dengan jelas.
b. Fasilitator menempatkan diri di tengah-tengah klien.
c. Observer menempatkan diri di tempat yang memungkinkan untuk
dapat mengawasi jalannya permainan.
d. 70% klien yang mengikuti permainan dapat mengikuti kegiatan
dengan aktif dari awal sampai selesai.
3. Evaluasi Output
Setelah mengadakan terapi aktivitas kelompok sosialisasi dengan 8 klien
yang diamati, hasil yang diharapkan adalah sebagai berikut;
a. 70% klien yang mengikuti permainan dapat mengikuti kegiatan
dengan aktif dari awal sampai selesai.
b. 70% klien dapat meningkatkan komunkasi non verbal: bergerak
mengikuti instruksi, ekspresi wajah cerah, berani kontak mata.
c. 70% klien dapat meningkatkan komunikasi verbal (menyapa klien lain
atau perawat, mengungkapkan perasaan dengan perawat).
d. 70% klien dapat meningkatkan kemampuan akan kegiatan kelompok
(mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai).
e. 70% klien mampu melakukan hubungan sosial dengan lingkungannya
(mau berinteraksi dengan perawat / klien lain)
TAKS SESI I
A. TUJUAN
Klien mampu memperkenalkan diri dengan menyebutkan : nama lengkap,
nama panggilan, asal, dan hobi.

B. EVALUASI DAN DOKUMENTASI SESI I


EVALUASI
Sesi I TAKS : Kemampuan Memperkenalkan Diri
a. Kemampuan Verbal
No Aspek yang dinilai Nama Klien
Ali M. Khoirudin Ikan Panji Imam B. Prasetyo D. Sukono

1. Menyebutkan nama
lengkap

2. Menyebutkan nama
panggilan

3. Menyebutkan asal

4. Menyebutkan hobi

Jumlah

b. Kemampuan non verbal


No Aspek yang dinilai Nama Klien
Ali M. Khoirudin Ikan Panji Imam B. Prasetyo D. Sukono

1. Kontak mata

2. Duduk tegak

3. Menggunakan
bahasa tubuh yang
sesuai

4. Mengikuti kegiatan
awal sampai akhir

Jumlah

Petunjuk :
1. Di bawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien yang ikut TAK.
2. Untuk tiap klien, semua aspek dinilai dengan memberi tanda cek list (√)
jika ditemukan kemampuan pada klien, atau tanda (×) jika tidak
ditemukan.
3. Jumlah kemampuan yang ditemukan, jika 3 atau 4 klien mampu, dan jika
0,1 atau 2 klien belum mampu

C. DOKUMENTASI
Dokumentasi kemampuan yang dimiliki klien ketika TAK`pada satatan
proses keperawatan tiap klien. Misalnya, klien mengikuti sesi I TAKS, klien
mampu memperkenalkan diri secara verbal dan non verbal, dianjurkan
memperkenalkan diri pada klien lain di ruang rawat (buat jadwal)

TAK SESI II
A. TUJUAN
Klien mampu mengungkapkan perasaan yang dialami sekarang.

B. EVALUASI DAN DOKUMENTASI SESI II


EVALUASI
Sesi II TAKS : Kemampuan Berkenalan
a. Kemampuan Verbal
Nama Klien
No Aspek yang dinilai
Ali M. Khoirudin Ikan Panji Imam B. Prasetyo D. Sukono

1. Perasaan Senang

2. Perasaan Sedih

3. Perasaan Datar

4. Perasaan tak terkaji

Jumlah

Petunjuk :
1. Di bawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien yang ikut TAK.
2. Untuk tiap klien, semua aspek dinilai dengan memberi tanda cek list (√)
jika ditemukan kemampuan pada klien, atau tanda (×) jika tidak
ditemukan.
3. Jumlah kemampuan yang ditemukan, jika 3 atau 4 klien mampu, dan jika
0,1 atau 2 klien belum mampu.

b. Kemampuan non verbal


Nama klien
No Aspekyangdinilai Ali M. Khoirudin Ikan Panji Imam B. Prasetyo D. Sukono

1. Kontak mata
2. Duduk tegak
Menggunakan bahasa
3.
tubuh yang sesuai
Mengikuti kegiatan
4.
awal sampai akhir
Jumlah

Petunjuk :
1. Di bawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien yang ikut TAK.
2. Untuk tiap klien, semua aspek dinilai dengan memberi tanda cek list (√)
jika ditemukan kemampuan pada klien, atau tanda (×) jika tidak
ditemukan.
3. Jumlah kemampuan yang ditemukan, jika 3 atau 4 klien mampu, dan jika
0,1 atau 2 klien belum mampu

C. DOKUMENTASI
Dokumentasi kemampuan yang dimiliki klien ketika TAK`pada catatan
proses keperawatan tiap klien. Misalnya, klien mengikuti sesi II TAKS, klien
mampu mengungkapkan perasaan yang dirasakan saat terapi.

DAFTAR PUSTAKA

Herawaty, Netty, Materi Kuliah Terapi Aktivitas Kelompok, 1999


Gail Wiscart Stuart, Sandra J. Sundereen, Buku Saku Keperawatan Jiwa, Edisi 3,
EGC, Jakarta 1995

Anda mungkin juga menyukai