Anda di halaman 1dari 3

1.

Dari penjelasan diatas, tolong jelaskan kimia reaksi apa saja yang terdapat pada
setiap tahap pembentukan batubara mulai dari tumbuhan –peat – dst…. Hingga -
Antrasit .
Gambarkan Rumus Kimia, dan Rantai Karbon setiap masing2 tahapannya?

Jawab :

Komposisi Kimia Batubara


Batubara merupakan senyawa hidrokarbon padat yang terdapat di alam dengan komposisi
yang cukup kompleks. Pada dasarnya terdapat dua jenis material yang membentuk
batubara, yaitu :

1. Combustible Material, yaitu bahan atau material yang dapat dibakar/dioksidasi


oleh oksigen. Material tersebut umumnya terdiri dari :
• karbon padat (fixed carbon)
• senyawa hidrokarbon
• senyawa sulfur
• senyawa nitrogen, dan beberapa senyawa lainnya dalam jumlah kecil.
2. Non Combustible Material, yaitu bahan atau material yang tidak dapat
dibakar/dioksidasi oleh oksigen. Material tersebut umumnya terediri dari aenvawa
anorganik (Si02, A1203, Fe203, Ti02, Mn304, CaO, MgO, Na20, K20, dan
senyawa logam lainnya dalam jumlah yang kecil) yang akan membentuk abu/ash
dalam batubara. Kandungan non combustible material ini umumnya diingini
karena akan mengurangi nilai bakarnya.
Pada proses pembentukan batubara/coalification, dengan bantuan faktor ti:ika dan
kimia alam, selulosa yang berasal dari tanaman akan mengalami pcruhahan
menjadi lignit, subbituminus, bituminus, atau antrasit. Proses transformasi ini
dapat digambarkan dengan persamaan reaksi sebagai berikut

5(C6Hlo05) C20H2204 + 3CH4 + 8H,0 + 6C02 + CO


Selulosa lignit gas metan

6(C6H1005) C22H2003 + 5CH4 + 1OH20 + 8C02 + CO


Cellulose bituminous gas metan

Untuk proses coalification fase lanjut dengan waktu yang cukup lama atau dengan
bantuan pemanasan, maka unsur senyawa karbon padat yang terbentuk akan
bertambah sehingga grade batubara akan menjadi lebih tinggi. Pada fase ini
hidrogen yang terikat pada air yang terbentuk akan menjadi semakin sedikit.

Proses pembentukan batubara dari tumbuhan melalui dua tahap, yaitu :


1. Tahap pembentukan gambut (peat) dari tumbuhan yang disebut proses
peatification. Gambut adalah batuan sediment organic yang dapat terbakar
yang berasal dari tumpukan hancuran atau bagian dari tumbuhan yang
terhumifikasi dan dalam keadaan tertutup udara ( dibawah air ), tidak padat,
kandungan air lebih dari 75 %, dan kandungan mineral lebih kecil dari 50%
dalam kondisi kering.
2. Tahap pembentukan batubara dari gambut yang disebut proses coalification
Lapisan gambut yang terbentuk kemudian ditutupi oleh suatu lapisan
sediment, maka lapisan gambut tersebut mengalami tekanan dari lapisan
sediment di atasnya. Tekanan yang meningkatakan mengakibatkan
peningkatan temperature. Disamping itu temperature juga akan meningkat
dengan bertambahnya kedalaman, disebut gradient geotermik. Kenaikan
temperature dan tekanan dapat juga disebabkan oleh aktivitas magma, proses
pembentukan gunung api serta aktivitas tektonik lainnya.
Peningkatan tekanan dan temperature pada lapisan gambut akan
mengkonversi gambut menjadi batubara dimana terjadi proses pengurangan
kandungan air, pelepasan gas gas ( CO2, H2O, CO, CH4 ), penigkatan
kepadatan dan kekerasan serta peningkatan nilai kalor.
Komposisi batubara terdiri dari unsur C, H, O, N, S, P, dan unsur unsur lain
(air, gas, abu)
Secara Horisontal maupun Vertikal endapan batubara bersifat
heterogen.Perbedaan secara horisontal disebabkan oleh:
-Perbedaan kondisi lapisan tanah penutup
-Mineral pengotor yang dibawa oleh sedimen rawa.
Perbedaann vertical terajdi karena:
Pengendapan berkali2, endapan yang paling bawah yang paling tua dengan
kualitas terbaik.
Teori berdasarkan Tempat terbentuknya
Teori Insitu :
Bahan2 pembentuk lapisan batubara terbentuk ditempat dimana tumbuh2an
asal itu berada. Dengan demikian setelah tumb mati, belum mengalami proses
transportasi segera tertutup oleh lapisan sedimen dan mengalami proses
coalification.
Ciri :
-Penyebaran luas dan merata
-Kualitas lebih baik
Cth : Muara Enim
Teori Drift:
Bahan2 pembtk lapisan batubara terjadi ditempat yang berbeda dengan tempat
tumbuhan semula hidup dan berkembang. Dengan demikian tumbuhan yang
telah mati mengalami transportasi oleh media air dan terakumulasi disuatu
tempat, tertutup oleh lapisan sedimen dan mengalami coalification.
Ciri :
-Penyebaran tdk luas ttp banyak
-kualitas kurang baik (mengandung psr pengotor).
Cth : pengendapan delta di aliran sungai mahakam.
Reaksi Pembentukan BB
5(C6H10O5) à C20H22O4 + 3CH4 + 8H2O +6CO2 + CO
Cellulosa Lignit gas metan
5(C6H10O5)à C20H22O4 + 3CH4 + 8H2O +6CO2 + CO
Cellulosa bitumine gas metan

Biokimia geokimia
Tahap penggambutan (peatification) adalah tahap dimana sisa-sisa tumbuhan yang
terakumulasi tersimpan dalam kondisi reduksi di daerah rawa dengan sistem pengeringan
yang buruk dan selalu tergenang air pada kedalaman 0,5 – 10 meter. Material tumbuhan
yang busuk ini melepaskan H, N, O, dan C dalam bentuk senyawa CO2, H2O, dan NH3
untuk menjadi humus. Selanjutnya oleh bakteri anaerobik dan fungi diubah menjadi
gambut (Stach, 1982, op cit Susilawati 1992).
Tahap pembatubaraan (coalification) merupakan gabungan proses biologi, kimia, dan
fisika yang terjadi karena pengaruh pembebanan dari sedimen yang menutupinya,
temperatur, tekanan, dan waktu terhadap komponen organik dari gambut (Stach, 1982, op
cit Susilawati 1992). Pada tahap ini prosentase karbon akan meningkat, sedangkan
prosentase hidrogen dan oksigen akan berkurang (Fischer, 1927, op cit Susilawati 1992).
Proses ini akan menghasilkan batubara dalam berbagai tingkat kematangan material
organiknya mulai dari lignit, sub bituminus, bituminus, semi antrasit, antrasit, hingga
meta antrasit.

• Tahap Diagenetik atau Biokimia, dimulai pada saat material tanaman terdeposisi hingga
lignit terbentuk. Agen utama yang berperan dalam proses perubahan ini adalah kadar air,
tingkat oksidasi dan gangguan biologis yang dapat menyebabkan proses pembusukan
(dekomposisi) dan kompaksi material organik serta membentuk gambut.
• Tahap Malihan atau Geokimia, meliputi proses perubahan dari lignit menjadi bituminus
dan akhirnya antrasit.