BUKU PETUNJUK SERVICE

3C1-F8197-B0

EAS20040

V-IXION SERVICE MANUAL ©2007 oleh Yamaha Motor Co., Ltd. Edisi pertama, February 2007 dialih bahasakan oleh Technical Publication Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing di cetak di Indonesia

EAS00002

PENDAHULUAN
Buku petunjuk service ini, dibuat oleh Yamaha Motor Company, Ltd. dan dialih bahasakan oleh Technical Publication Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. diharapkan dapat dipakai oleh Mekanik Bengkel resmi Yamaha. Kami menyadari bahwa tidak mungkin menjelaskan seluruh pelajaran Teknik perbaikan sepeda motor dalam satu buku ini saja. Sehingga kami meyarankan kepada para Mekanik harus terlebih dahulu menguasai dasar-dasar perawatan sepeda motor Yamaha. Tanpa pengetahuan ini, usaha perbaikan model ini akan kurang baik dan tidak sempurna

Yamaha Motor Indonesia, terus menerus berusaha meningkatkan kualitas produksinya. Untuk itu, jika ada perubahan yang mendasar dalam spesifikasi dan prosedur pengerjan, akan kami sampaikan keseluruh jaringan Yamaha melalui buletin " Service Information"

CATATAN Desain dan spesifikasi, sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti perkembangan model.
EAS00004

INFORMASI PENTING YANG ADA DIDALAM BUKU INI :
Informasi penting secara khusus ditandai dengan tanda-tanda sebagai berikut :

Q
PERINGATAN

Simbol ini mengharuskan anda HATI-HATI MENYANGKUT KESELAMATAN ANDA !

memberikan petunjuk khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kecelakaan bagi pengendara, dan orang lain yang sedang memeriksa dan memperbaiki sepeda motor. Perlu perhatian khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kerusakan pada sepeda motor. Memberikan keterangan tambahan, untuk mempermudah pengerjaan service.

cPERHATIAN

CATATAN :

EAS20090

CARA MEMBACA DENGAN CEPAT BUKU SERVICE MANUAL
Buku petunjuk ini dibuat dengan format yang "ringan" agar mudah dan cepat di mengerti oleh mekanik YAMAHA. Berisi penjelasan yang luas dan menyeluruh tentang cara-cara Pemasangan, Pelepasan, Pembongkaran, Perakitan dan prosedur Pemeriksaan • Buku ini terdiri dari beberapa Bab utama yang didalamnya terdapat beberapa judul "1" tertulis pada bagian atas dari halaman. • Sub judul “2” tercetak dengan huruf yang lebih kecil. • Untuk membantu mengidentifikasi komponen, dan mengklarifikasi tahap-tahap proses, dijelaskan dengan gambar diagram "3". dimulai dengan cara melepas, dan cara membongkar. • Nomor “4” pada setiap gambar diberikan nomor komponen, yang merupakan nomor urutan tahap pelepasan komponen. • Symbol “5” merupakan indikasi komponen yang harus dilumasi atau diganti. lihat bagian “SYMBOLS” (terdapat simbol pelumas dll) • Tabel instruksi pekerjaan “6” berhubungan dengan gambar diagram diatasnya. berisi pekerjaan yang harus dilakukan, nama komponen, catatan, keterangan, dll) • Nomor “7” terdiri dari berbagai informasi (misalnya special tools dan data-data teknik) dan diberi garis yang berbentuk bujur sangkar.

1

3

7

5 4

6 2

EAS20100

SIMBOL
Simbol dibawah dibuat untuk mempermudah memahami dan mengerti cara membaca buku .
CATATAN:

Simbol disamping tidak selalu ada di dalam setiap model sepeda motor

1

2

3

4

5

6

7

8

1. Dapat dilakukan perbaikan dalam kondisi mesin terpasang 2. Menambah cairan 3. Pelumasan 4. Alat spesial/Special tool 5. Torsi pengencangan 6. Batas keausan/kelonggaran 7. Putaran mesin 8. Service data kelistrikan 9. Oli mesin 10. Oli Gear 11. Gemuk Molybdenum-disulfide 12. Minyak rem 13. Gemuk Bearing roda. 14. Gemuk Lithium-soap-based 15. Gemuk Molybdenum-disulfide 16. Gemuk Silicone 17. Berikan cairan pengunci (LOCTITE®). 18. Ganti dengan spare part baru.

T.

R.

9
E

10
G

11
M

12
BF

13
B

14
LS

15
M

16
S

17
LT

18

Baru

EAS20110 DAFTAR ISI INFORMASI UMUM SPESIFIKASI PEMERIKSAAN BERKALA DAN PENYETELAN RANGKA/CHASSIS MESIN SISTIM PENDINGINAN SISTIM BAHAN BAKAR SISTIM KELISTRIKAN MENGATASI MASALAH/TROUBLESHOOTING 1 2 3 4 5 6 7 8 9 .

.

1-2 SISTIM FI .............................1-4 LOCK WASHERS/PLATES DAN COTTER PINS ................................................................................................................................................................1-4 PENGGANTIAN SPARE PART.........................................INFORMASI UMUM IDENTIFIKASI SEPEDA MOTOR ................ 1-7 1 .................................................................... 1-6 ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS .................. 1-5 MEMERIKSA SISTIM PENYAMBUNGAN ................................... 1-1 TEKNOLOGI MASA DEPAN......................1-4 GASKETS....1-2 GAMBARAN TENTANG SISTIM FI .................................................... 1-3 INFORMASI PENTING ............................ 1-5 CIRCLIPS ....................................................................................................................................................................................... 1-1 NOMOR SERI RANGKA .......................................................................................................................................................... 1-1 NOMOR SERI MESIN .......1-4 BEARINGS DAN OIL SEALS .................................................. OIL SEALS DAN O-RINGS ........................................................................................... 1-4 PERSIAPAN UNTUK MEMBONGKAR DAN MEMASANG............................................

1 EAS20160 NOMOR IDENTIFIKASI MESIN Nomor Mesin “1” tercetak pada crankcase dibagian kiri bawah CATATAN: Desain dan spesifikasi sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.IDENTIFIKASI EAS20130 IDENTIFIKASI EAS20140 NOMOR IDENTIFIKASI RANGKA Nomor Rangka “1” tercetak pada rangka bagian belakang di bawah tempat duduk. 1 1-1 .

yang diatur oleh ukuran Main Jet (spuyer) yang digunakan. 6. berdasarkan kondisi pengendaraan dan temperatur atmosfir. 10 9 1-2 . atau pengendaraan dengan beban berat. dan pengurangan emisi gas Translate by slamet edc buang. 2. 9. mampu menghasilkan perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih optimum disetiap saat. diukur dari volume udara dan bahan bakar.TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS20170 TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS3C11022 GAMBARAN TENTANG SISTIM FI Fungsi utama dari sistim suplai bahan bakar. Untuk memnuhi kebutuhan tersebut. sehingga akan diperoleh perbandingan udara-bahan bakar yang optimum disegala kondisi pengendaraan. meningkatkan respon mesin. mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar yang bervariasi itu melalui ukuran jetnya. Sistim bahan bakar. Pada sistim ini. Pada sistim karburator. maka diperlukan perangkat yang mampu mengontrol perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih akurat. perbandingan campuran udara dan bahan bakar yang disuplai ke ruang bakar. 7. untuk menggantikan sistim karburator. misalnya pada akselerasi. intake air temperature sensor) 11.. model ini sengaja dilengkapi kontrol Fuel Injection (FI) secara electronic.bahan bakar yang optimal. intake air pressure sensor. Crankshaft position sensor 1. 4. tetapi jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar bervariasi tergantung dari kondisi pengendaraan. Meskipun udara yang masuk volumenya sama. 3. 5. 8. deselerasi. 10. adalah mensuplai sejumlah bahan bakar ke ruang bakar sesuai perbandingan udara . konsumsi bahan bakar yang lebih baik. Dengan menggunakan "microprocessor" yang mengtur volume injeksi bahan bakar sesuai kondisi pengendaraan yang dideteksi oleh bermacam-macam sensor. Sehubungan dengan semakin besarnya tuntutan terhadap kemampuan mesin & pengontrolan emisi gas buang yang ketat. Penggunakan sistim FI telah mampu menghasilkan suplai bahan bakar dengan keakurasian yang lebih tinggi. 1 2 3 4 5 6 7 8 11 Engine trouble warning light Ignition coil Busi/Spark plug Coolant temperature sensor Fuel injector Pompa bahan bakar/Fuel pump Lean angle sensor ECU (engine control unit) FID (fast idle solenoid) Unit Throttle body sensor (terdiri dari throttle position sensor.

50 kg/cm². berdasarkan masukan dari sinyal-sinyal yang diperoleh dari throttle position sensor. 4. Semakin lama injector diberikan sinyal (durasi injeksi). 5. Pressure regulator berfungsi menjaga supaya tekanan bahan bakar yang ke injector tetap konstan hanya 250 kPa (2. lean angle sensor dan coolant temperatur sensor. semakin sedikit bahan bakar yang disuplai. Semakin pendek waktu injektor diberikan sinyal. sehingga sejumlah bahan-bakar terinjeksi kedalam intake manifold. sesuai dengan kondisi jalan dan pengendaraan. 10. 7. intakeair temperatur sensor. 3. 13. 11. fuel passage terbuka. 2. Air system C. Pompa bahan bakar/Fuel pump Fuel injector Ignition coil Coolant temperature sensor ECU (engine control unit) Lean angle sensor Crankshaft position sensor FID (fast idle solenoid) Rumah saringan udara/Air filter case Throttle body U n i t Throttle body sensor Intake air temperature sensor Throttle position sensor 14. 9. Timing injeksi ditentukan berdasarkan sinyal dari crankshaft position sensor. 6. 12. Intake air pressure sensor A. Ketika ECU memberikan sinyal kepada injector. Fuel system B.6 psi). semakin banyak bahan bakar yang disuplai. Control system 1-3 .TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS3C11023 FI SYSTEM Fuel Pump mensuplai bahan bakar ke injector melalui fuel filter. 5 2 3 8 4 6 1 9 11 12 13 14 10 7 1. Durasi injeksi dan timing injeksi semuanya dikontrol oleh ECU. 35. Sehingga volume bahanbakar yang dibutuhkan mesin dapat disuplai setiap saat. 8. crankshaft position sensor. intake air pressure sensor.

perhatikan suku cadang yang kerjanya saling berpasangan. lumasi semua permukaan singgung dengan oli. bersihkan semua suku-cadang. EAS20210 2. 1. 2. tetapi kualitasnya jauh berbeda. Jangan mengganti hanya salah satu bagian saja. ganti lock washer/plat “1” dan cotter pins. cylinder. jika salah satu harus diganti. dan gemuk. EAS20220 Oil Lidah/Lip Per/Spring Gemuk/Grease 4. jika kerjanya saling berpasangan. 3. dan lumasi gemuk. fungsi dan penampilannya hampir sama. 1-4 . Pada saat melepas. pada bagian dalam dari seal. ganti semua komponen gaskets. EAS20200 LOCK WASHERS/PLATES DAN COTTER PINS Setelah dibongkar. GASKETS. Setelah baut dikencangkan sesuai spesifikasi. 3. seals dan O-rings. Pergunakan oli. pada bidang yang rata. dan cairan pembersih yang tersedia di pasaran lihat bagian “SPECIAL TOOLS” halaman 1-7. hal ini akan sangat membantu dan mempercepat saat memasang. bersihkan terlebih dahulu semua kotoran yang menempel pada sepeda motor. 5.INFORMASI PENTING EAS20180 INFORMASI PENTING EAS20190 PERSIAPAN SEBELUM MEMBONGKAR DAN MERAKIT 1. misalnya gear. pada saat membongkar mesin. Selama membongkar mesin. dan tempatkan sesuai dengan urutan membongkar. OIL SEALS DAN O-RINGS 1. Sebelum dipasang. pemakaian suku cadang yang imitasi. 4. PENGGANTIAN SUKU CADANG Pergunakan suku cadang asli Yamaha untuk penggantian semua spare part. Pergunakan alat permbersih yang sesuai. bengkokkan lock washer. Jauhklan semua komponen dari sumber panas. Sebelum melakukan pembongkaran. yang disarankan Yamaha. dengan sisi baut. piston. dan bersihkan permukaan sambungan 2. gantilah satu set.

pastikan permukaan yang tajam “2” berada pada sisi yang berlawanan dengan arah gaya tekan “3” . tanda huruf atau angka harus menghadap ke luar (tampak dari luar) “1”. hal ini akan merusak permukaan singgung dari bearing.INFORMASI PENTING EAS20230 BEARING DAN SEAL OLI Pemasangan bearing dan seal oli. Untuk circlip piston. begitu juga bagian luar dari bearing. lumasi bagian dalam dari seal oli dengan gemuk light coat of lithium-soap-based. (Clip piston hanya dapat digunakan sekali) pada sat memasang clip “1”. 1-5 . sebelum digunakan kembali. selalu ganti dengan yang baru. EAS20240 CIRCLIP Periksa semua Circlip. ECA13300 PERHATIAN: Jangan memutar bearing dengan udara bertekanan. lumasi dengan oli sebelum dipasang.

Pasangkan: • Kabel • Coupler • Connector CATATAN: Pastikan semua penyambungan terpasang kuat 5. • Untuk menghasilkan pemeriksaan yang sempurna. dan connector. karat. Lepaskan: • Kabel • Coupler • Connector 2. 4. tekuk pin kearah atas. dari debu. kelembaban kandungan air. couplers. dll. Periksa: • Kabel • Coupler • Connector lembab → semprot dengan udara bertekanan karat/debu → Cabut dan pasang connector beberapa kali. bersihklan terminal. Periksa: • Semua penyambungan kabel Sambungan kendor → perbaiki CATATAN: Jika pin pengait “1” telah rata. lakukan langkah pemeriksan tahap (1) hingga (3). pergunakan cairan pembersih. yang ada di pasar. • jika memeriksa kabel bodi. 1.MEMERIKSA SISTIM PENYAMBUNGAN EAS20250 MEMERIKSA SAMBUNGAN Periksa kabel. 3. Periksa: • Sistim penyambungan (dengan pocket tester) 1-6 . Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: • jika tidak tersambung.

8-69. pergunakan awalan dengan nomor “90890-”. 8-67. 8-70. nama Special tools. 8-64. lihat list dibawah agar tidak terjadi kesalahan order. pergunakan nomor part dengan awalan “YM-”. CATATAN: • Untuk U. 8-61. diperlukan untuk melakukan penyetelan. Nomor part. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C Illustrasi halaman untuk reverensi 1-6. “YU-”. 8-59. Nama Tool/No Tool. 5-35. • Untuk negara lain. 8-68.ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS EAS20260 ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Alat-alat khusus dibawah ini. dan Canada. atau keduanya setiap negara berbeda Jika akan melakukan pemesanan. 8-66.A. dan pemasangan yang sempurna. 8-60. atau “ACC-”. pembongkaran. 8-73 3-4 Tappet adjusting tool 90890-01311 Six piece tappet set YM-A5970 FI diagnostic tool 90890-03182 3-5.S. 8-72. 4-46 1-7 . selalu pergunakan alat yang tepat untuk mencegah terjadinya kerusakan yang disebabkan kesalahan dalam penggunaan alat. 8-71. 8-65. 8-35 Timing light 90890-03141 Inductive clamp timing light YU-03141 Compression gauge 90890-03081 Engine compression tester YU-33223 Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 3-8 3-8 3-21.

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor Tool T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 Fork seal driver weight 90890-01367 Replacement hammer YM-A9409-7 Illustrasi Halaman untuk referensi 4-38.5 mm) YM-04116 5-17. 4-40 4-40 YM-A9409-7/YM-A5142-4 Fork seal driver attachment (ø33) 90890-01368 Replacement 33 mm YM-A9409-4 Fork seal driver 90890-01442 Adjustable fork seal driver (36–46 mm) YM-01442 Slide hammer bolt 90890-01085 Slide hammer bolt 8 mm YU-01083-2 Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 4-40 4-40 5-14 5-17. 5-22 5-18 1-8 . 5-22 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 Valve guide remover (ø4.5) 90890-04116 Valve guide remover (4.

1215 90890-85505 (Three Bond No. Valve guide installer (ø4.5 mm) YM-04117 Valve guide reamer (ø4.5) 90890-04118 Valve guide reamer (4.ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Tool No. 5-31.1215®) 5-30. 5-32 5-30 5-32.5) 90890-04117 Valve guide installer (4.5 mm) YM-04118 Piston pin puller set 90890-01304 Piston pin puller YU-01304 Illustrasi halaman untuk referensi 5-18 5-18 5-24 YU-01304 Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A Flywheel puller 90890-01362 Heavy duty puller YU-33270-B Yamaha bond No. 5-63 1-9 .

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 Illustrasi Halaman untuk reverensi 5-41. 5-43 Thickness gauge 90890-03180 Feeler gauge set YU-26900-9 Crankcase separating tool 90890-01135 Crankcase separator YU-01135-B 5-41 5-65 Crankshaft installer pot 90890-01274 Installing pot YU-90058 5-66 YU-90058/YU-90059 Crankshaft installer bolt 90890-01275 Bolt YU-90060 5-66 1-10 .

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool Adapter (M12) 90890-01278 Adapter #3 YU-90063 Spacer (crankshaft installer) 90890-04081 Pot spacer YM-91044 Illustrasi Halaman untuk reverensi 5-66 5-66 YM-91044 Radiator cap tester 90890-01325 Radiator pressure tester YU-24460-01 6-3 YU-24460-01 Radiator cap tester adapter 90890-01352 Radiator pressure tester adapter YU-33984 6-3 YU-33984 Mechanical seal installer 90890-04145 6-8 1-11 .

Middle driven shaft bearing driver 90890-04058 Bearing driver 40 mm YM-04058 Pressure gauge 90890-03153 YU-03153 Illustrasi Halaman untuk reverensi 6-8 7-6 Fuel pressure adapter 90890-03186 7-6 Vacuum/pressure pump gauge set 90890-06756 Mityvac brake bleeding tool YS-42423 Ignition checker 90890-06754 Opama pet-4000 spark checker YM-34487 Digital circuit tester 90890-03174 Model 88 Multimeter with tachometer YU-A1927 7-12 8-68 8-72 1-12 .ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool.

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS 1-13 .

............................................................2-33 2 ............................................................................SPESIFIKASI SPESIFIKASI UMUM ...............2-15 SPESIFIKASI TORSI PENGENCANGAN UMUM ....................................................................................................................................................................................2-16 TORSI PENGENCANGAN RANGKA/CHASSIS ......................................................... 2-20 BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS .................... 2-25 JALUR PELUMASAN OLI MESIN ...................................2-2 SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS.................2-27 DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN.... 2-22 RANGKA/CHASSIS....................................................................................................2-9 SPESIFIKASI KELISTRIKAN .............................. 2-1 SPESIFIKASI MESIN ..2-24 DIAGRAM PELUMASAN DAN JALUR PELUMASAN......................................................................................................................................... 2-12 TORSI PENGENCANGAN .2-31 JALUR KABEL .......................................................2-15 TORSI PENGENCANGAN MESIN...........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................2-22 MESIN......................................................................2-25 DIAGRAM PELUMASAN ................

0 kg (452 lb) 2-1 .5 in) 167 mm (6.7 in) 790 mm (31.1 in) 1282 mm (50.8 in) 1035 mm (40.SPESIFIKASI SECARA UMUM EAS20280 SPESIFIKASI SECARA UMUM Model Model Dimensi Panjang Lebar Tinggi Tinggi tempat duduk Jarak sumbu roda Jarak ketanah Kemampuan berbelok Berat Dengan oli dan bahan bakar Beban maksimum 3C11 2000 mm (78.57 in) 2080 mm (81.9 in) 125.0 kg (276 lb) 205.7 in) 705 mm (27.

2–78.84 US qt) (0.0071 in) 9.0 L (3.17 US gal) (2.95 L (1.24 × .01 Imp.13–0.22 Imp.64 Imp. SOHC 149.5 psi) (4.8 kgf/cm²) Electric starter dan kickstarter Regular unleaded (bensin tanpa timbal) 12.25 L (0.05 kgf/cm²) 5YP/NIPPON THERMOSTAT 2-2 .70 Imp.23 kgf/cm²) 4.31 in) 10.84 Imp.gal) Basah SAE20W40 atau SAE20W50 API service tipe SG atau yang lebih tinggi dengan standart JASO MA 1.0043 in) 0.4 psi) (0.88 Imp.06–0.qt) Kertas/Paper Gear pump Kurang dari 0.23 mm (0.8 cm³ Cylinder tnggal 57.0051–0.25 mm (0.0024–0.7 mm (2.38 L (0.79 L (0.18 mm (0.5 psi) (5.4–5.qt) 0.06 US qt) (0.4 kPa (5.rumah pumpa Limit Kelonggaran rumah pompa -ke-inner-danouter-rotor Limit Ketebalan Rotor Tekanan kerja buka Relief valve Pendingin cairan 4-langkah.0098 in) 0.26 US qt) (0.qt) 1.40 :1 510 kPa (72.3929 in) 39.5–17.2–122.95–9.78 kgf/cm²) Sistim pendinginan Kapasitas air Radiator capacity (dan jalur) Kapasitas Radiator Kapasitas tangki reservoir (hingga tanda batas atas) Tekana buka tutup radiator Tekanan Valve relief Thermostat Model/pabrikan 0.6–82.6 kPa (13.qt) 0.0059 in) 0.11 mm (0.00 L (1.1 kgf/cm²) 440–580 kPa (62.7 psi) (0.3917–0.SPESIFIKASI MESIN EAS20290 SPESIFIKASI MESIN Mesin Tipe mesin Colume cylinder/Displacement Posisi cylinder Diameter × Langkah Perbandingan kompresi Tekanan kompresi standart Minimum–maximum Sistim starter Bahan bakar Bahan bakar yang disarankan Kapasitas tangki bensin Oli mesin Sistim pelumasan Tipe Oli mesin yang disarankan Kapasitas oli mesin Total keseluruhan Tanpa membuka saringan oli Dengan membuak saringan oli Filter oli Tipe filter oli Pompa Oli Tipe pompa oli Kelonggaran Inner-rotor-ke-outer Limit Kelonggaran Outer-rotor-ke.0071 in) 0.15 L (1.33 Imp.39–0.0091 in) 0..0 × 58.qt) 0.22 US qt) (1.8 psi) (0.qt) 93.93–1.40 US qt) (0.18 mm (0.9 kPa (0.15 mm (0.00 US qt) (0.7–11.98 mm (0.

173 mm (0.9871–0.042 mm (1.973 mm (0.1631 in) 25.50 cm³ (0.919 mm (0.0 mm (0.0 mm (0.9850–0.0012 in) Camshaft Sistim penggerak Dimensi Camshaft Masuk A Limit Masuk B Limit Buang A Limit Buang B Limit Rantai/Chain drive (kiri) 29.9911 in) 24.7–0.543 mm (1.03 mm (0.5–83.12 in) 198.119 mm (0.03 mm (0.019–25.5 °C (176.073–25.in) 0.0 mm (7.1788–1.9810 in) A B Batas kebengkokan Camshaft 0.94 in) Single suction centrifugal pump 1/2 (0.1828 in) 29.743 mm (1.9832 in) 29.031 in) 9.500) NGK/CR8E DENSO/U24ESR-N 0.842 mm (1.80 in) 128.30 °F) 95.8 mm (0.643–29.SPESIFIKASI MESIN Temperature klep terbuka Temperature klep terbuka penuh Tinggi angkat klep (terbuka penuh) Dimensi Radiator Lebar Tinggi Tebal Pompa air Tipe pompa air Perbandingan putaran Busi/Spark plug Pabrikan/model Pabrikan/model Celah busi Cylinder head Volume Batas kebengkokan 80.1749 in) 25.1670–1.90–182.9889 in) 24.942–30.60–0.0 °C (203.00 °F) 3.04 in) 24.0012 in) 2-3 .1710 in) 29.64 cu.90–10.028–0.0 mm (5.

0079–0.1746 in) 4.475 mm (0.037 mm (0.010–0.90 mm (0.000 mm (0. valve seat.6732 in) A Lebar permukaan B (masuk) Lebar permukaan B (buang) 1.966–9.538–2.512 mm (0.90–17.1776 in) 0.0197–0.490 mm (0.SPESIFIKASI MESIN Rantai Timing Model/jumlah links System tensioner Rocker arm/as rocker arm Diameter dalam Rocker arm Limit Diameter luar As Rocker arm Limit Kelonggaran Rocker-arm-ke-as rocker-arm Limit Valve.90 mm (0.0031 in) 0.538–2.3928 in) 9.7638–0.3917 in) 0.034 mm (0.24 mm (0.0354 in) 0.138 mm (0.3937 in) 10.90–1.1776 in) 4.0354 in) D Diameter batang klep (masuk) Limit Diameter batang klep (buang) Limit Diameter dalam Valve guide (masuk) Diameter dalam valve guide (buang) Kelonggaran batang klep-ke-valve-guide (masuk) 4.0 mm (0.40–19.20–0.90–1.1752 in) 4.0055 in) 0.976 mm (0.3924–0.0004–0.0004–0.10 mm (0.0842 in) B Permukaan singgung C (masuk) Permukaan singgung C (buang) 0.1762 in) 4.0606–0.0013 in) 0.030 mm (0.0039–0.0015 in) 2-4 .50–0.985–10.10 mm (0.08 mm (0. valve guide Kelonggaran klep (dingin) Masuk Buang Dimensi batang klep Diameter kepala A (masuk) Diametr kepala A (buang) SILENT CHAIN/96 Automatic 9.009–0.14 mm (0.500–4.3949 in) 9.475–4.0606–0.435 mm (0.1768 in) 4.10–0.1756–0.0842 in) 1.450 mm (0.3931–0.950 mm (0.0354–0.460–4.0354–0.0197–0.10 mm (0.0433 in) 0.50–0.0094 in) 19.1772–0.500–4.1772–0.512 mm (0.7717 in) 16.138 mm (0.1762–0.6654–0.0433 in) C Sisa ketebalan kepala D (masuk) Sisa ketebalan kepala D (buang) 0.

41 lb/in) (2.2437 in) 2-5 .73 kgf/mm) 140–162 N (31.42 lbf) (14.41 lb/in) (2.990 mm (2.30 mm (1.62 mm (1.0010–0.SPESIFIKASI MESIN Limit Kelonggaran batang klep-ke-valve-guide (buang) Limit Kebengkokan batang klep 0.58 N/mm (208.28–16.58 N/mm (208.0039 in) 0.2435–2.62 mm (1.0018 in) 0.71 mm (1.15 mm (0.0004 in) Per klep/Valve spring Panjang bebas per (masuk) Limit Panjang bebas per (buang) Limit Panjang per terpasang (masuk) Panjang per terpasang (buang) Tekanan per K1 (masuk) Tekanan per K2 (masuk) Tekanan per K1 (buang) Tekanan per K2 (buang) Tekanan per kondisi terpasang (masuk) Tekanan per kondisi terpasang (buang) Batas kemiringan (masuk) Batas kemiringan (buang) 41.56 in) 41.47–36.5°/1.54 N/mm (134.5°/0.020–0.47–36.40 kgf/mm) 36.64 in) 39.2427–2.071 in) Arah lilitan per (masuk) Arah lilitan per (buang) Cylinder Diameter Batas ketirusan Batas keovalan Piston Kelonggaran Piston ke-cylinder Limit Diameter D Kekanan Kekanan 56.8 mm (2.42 lbf) (14.54 N/mm (134.71 mm (1.05 mm (0.5°/1.010 mm (0.39 in) 35.985–57.100 mm (0.87 lb/in) (3.30 mm (1.87 lb/in) (3.965–56.0008–0.0020 in) 0.0020 in) 0.56 in) 35.5°/0.05 mm (0.025–0.080 mm (0.39 in) 23.73 kgf/mm) 23.2445 in) 0.045 mm (0.0032 in) 0.0059 in) 56.0020 in) 0.64 in) 39.071 in) 2.28–16.52 kgf) 2.052 mm (0.40 kgf/mm) 36.52 kgf) 140–162 N (31.010 mm (2.8 mm (2.

0039 in) Taper 0.0598 in) B T Celah ring (terpasang) Kelonggaran samping alur 0.5502 in) 0.80 × 2.040–0 .70 mm (0.5513–0.0001–0.0315 × 0.0098 in) 0.160 mm (0.ke lubang Pin Piston Limit Ring piston Ring pertama Tipe Ring Dimensions (B × T) 0.5517 in) 14.0098 in) 0.0008–0.20–0.10 mm (0.52 mm (0.0 mm (0.10–0.0079–0.043 mm (0.020–0.013 mm (0.0276 in) 0.0157 in) 0.80 × 2.055 mm (0.50 × 1.0591 × 0.0016–0.0315 × 0.0039 in) 1.002–0.065 mm (0.40 mm (0.0098 in) Sisi pemasukan 14.995–14.975 mm (0.25 mm (0.0827 in) B T Celah ring (terpasang) Limit Kelonggaran samping alur Limit Ring kedua Tipe Ring Dimensions (B × T) 0.100 mm (0.068 mm (0.0039–0.100 mm (0.SPESIFIKASI MESIN Ketinggian pengukuran H 5.018 mm (0.25 mm (0.0063 in) 2-6 .25 mm (0.0012–0.0026 in) 0.20 in) H D Offset Arah Offset Diameter lubang pin piston Limit Diameter luar Pin piston Limit Kelonggaran Pin Piston .0039–0.5529 in) 13.0022 in) 0.10–0.0787 in) B T Celah ring (terpasang) Limit Kelonggaran samping alur Limit Ring oli Dimensions (B × T) 0.0007 in) 0.00 mm (0.030–0.40 mm (0.5510–0.000 mm (0.0157 in) 0.002–14.5512 in) 13.0027 in) Barrel 0.

110–0.114–0.80 mm (0.90–3.122 in) 2. multiple-disc Inner push.53 in) 36.890 in) 0.057–0.0161 in) 0.888–1.SPESIFIKASI MESIN Connecting rod Small end inside diameter Poros engkol/Crankshaft Lebar A Batas kebengkokan C Kelonggaran samping Big end D Kelonggaran keatas Big end E 14.410 mm (0. 34/12 (2.10 mm (0.75 mm (0.95–48.39–0.90–3.122 in) 2.5518–0.0079 in) 38.10 mm (0.069 in) 4 buah 0.004–0.0197 in) Constant mesh 5-kecepatan roda gigi miring/Helical gear 73/24 (3. cam push 10.122 in) 2.0043–0.0012 in) 0.59 in) 2.833) 2-7 .028 mm (0.45–1.114–0.110 in) 3 buah 1.0–15.00 mm (1.0006 in) C C E D A Balancer Metode penggerak Balancer Kopling/Clutch Tipe kopling Metode pelepasan kopling Gerak bebas tuas koplinmg Ketebalan Friction plate 3 Batas keausan Jumlah plat Ketebalan Friction plate 2 Batas keausan Jumlah plat ketebalan Friction plate 1 Batas keausan Jumlah plat Ketebalan Clutch plate Jumlah Plate Batas ketebalan Panjang bebas per kopling Panjang minimum Jumlah Per Batas kebengkokan push rod Transmisi Tipe Transmisi Sistim reduksi Primary Perbandingan reduksi Primary Sistim reduksi Secondary Perbandingan reduksi Secondary Pengoperasian Perbandingan ratio 1st Gear Basah.014 mm (0.45 in) 4 buah 0.80 mm (1.90–3.0 mm (0.110 in) 1 buah 2.5523 in) 47.80 mm (0.74 mm (1.10 mm (0.114–0.110 in) 1 buah 2.20 mm (0.80 mm (0.030 mm (0.0002–0.015–14.042) Rantai/Chain drive 42/14 (3.000) Pengoperasian kaki kiri.500 mm (0.

89 mm (0.00 °F) 50.1874–0.000 V pada 20.789–4.76–5.0–70.500 r/min 85.957) 0.7–6.0 °C (185.0 °C (112.1925 in) Ratchet Kick synchronous Dry element 1100–87H10/1 AC28/1 MIKUNI 3C11 00 #50 248–372 Ω pada 20 °C (68 °F) 0.00 °F) 3.429) 24/21 (1.300–1.0012 in) Shift drum dan guide bar 5.2268–0.0–5.SPESIFIKASI MESIN 2nd 3rd 4th 5th Kebengkokan maksimum Main axle Kebengkokan maksimum Drive axle Mekanisme perpindahan gigi Tipe Shift mechanism Ketebalan Shift fork-L Ketebalan Shift fork-C.89 mm (0.00–158.32 kPa 5.143) 22/23 (0.0012 in) 0.3 kΩ 310–326 Ω pada 80 °C (176 °F) 1.0–95.0 mm (0.00–101.03 mm (0. -R Kickstarter Tipe Kickstarter Decompresi Tipe Saringan udara Saringan udara Fuel injector Model/jumlah Throttle body Type/jumlah Pabrikan ID mark Ukuran Throttle valve Fuel injection sensor Tahanan Crankshaft position sensor Voltase Intake air pressure sensor Tahanan Intake air temperature sensor Tahanan Coolant temperature sensor Putaran langsam Putaran langsam mesin Temperatur air pendingin Temperatur Oli Gerak bebas handel gas 30/16 (1.03 mm (0.20 in) 2-8 .12–0.00–203.2319 in) 4.875) 30/21 (1.76–4.

0 mm (3.00 kgf/cm²) Rem depan Tipe Pengoperasian Single disc brake Tangan kiri 2-9 .02 in) Dengan ban dalam 2.0 mm (0.85 Aluminum 105.0 mm (4.00 kgf/cm²) Kondisi kecepatan tinggi Depan 175 kPa (25 psi) (1.0 mm (4.60 Aluminum 115.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.0 mm (0.02 in) Cast wheel 17 × 1.04 in) 0.0 mm (0.13 in) 1.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.00° 100.5 mm (0.04 in) Tekanan angin ban (diukur dalam kondisi dingin) Kondisi beban 0–90 kg (0–198 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.04 in) 0.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS EAS20300 SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Rangka/Chassis Tipe Rangka/Frame Caster angle Trail Roda depan Tipe roda Ukuran pelek/rim Material pelek/rim Gerakan roda Batas kebongkokan keatas Batas kebengkokan ke samping Roda belakang Tipe roda Ukuran pelek/rim Material pelek/rim Gerakan roda Batas kebengkokan ke atas Batas kebengkokan ke samping Ban depan Tipe Ukuran/Size Pabrikan/model Pabrikan/model Kedalaman minimum alur ban (depan) Ban belakang Tipe Ukuran/Size Pabrikan/model Pabrikan/model Kedalaman minimum alur ban (belakang) Pressed backbone 26.5 mm (0.0 mm (0.00 kgf/cm²) Kondisi beban 90–205 kg (198–452 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.94 in) Cast wheel 17 × 1.75–17 41P IRC/NR72 DUNLOP/D102FA 1.53 in) 1.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.04 in) Dengan ban dalam 90/90–17M/C 49P IRC/NR72 DUNLOP/D102A 1.

8 mm (14.00 mm (0.21 in) 0.8 mm (0.0 × 4.0 mm (0.0 mm (0.0 mm (2.0 mm (1.0 mm (5.12 in) 363.00–2.8 mm (0.12 in) 131.0 mm (9.8 mm (13.16 in) 3.16 in) 2.5 mm (0.05 in) 48.03 in) 11.03 in) 5. trailing 130.00 in × 2) DOT 3 atau DOT 4 Tromol/Drum brake Kaki kanan 35.40 mm × 2 (1.0 mm (0.50 N/mm (19.38 in) 20.0 mm (1.36 kgf/mm) 5.97 in) 2-10 .76–5.5 mm (14.18 in) Leading.0 mm (2.14 in) 0.89 in) Ball dan angular bearing 43.79–1.32 in) 356.30 in) Tidak Fork oil 10W atau yang sejajar 231.81 US oz) (8.40 N/mm (30.77 in) 3.0 mm (0.0059 in) 5.oz) 109.0 mm (1.0 mm (1.3 mm (0.0–130.15 Imp.0 mm (5.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Piringan rem depan Diameter disc × ketebalan Ketebalan minimum disc brake Kebengkokan minimum disc brake Ketebalan kampas rem (dalam) Limit Ketebalan kampas rem (luar) Limit Diameter dalam Master cylinder Diameter dalam Caliper cylinder Minyak rem yang dsarankan Rem belakang Tipe Pengoperasian Posisi pedal rem Gerak bebas pedal rem Rem tromol belakang Tipe rem tromol Diameter dalam rem tromol Limit Ketebalan sepatu rem Limit Panjang bebas per rem Panjang bebas per rem 2 Kemudi/Steering Tipe bearing kemudi/Steering Posisi penguncian kemudi (kiri) Posisi penguncian kemudi (kanan) Suspensi depan Tipe Tipe peredaman /shock absorber Gerakan roda depan Panjang bebas per fork Limit Panjang collar Panjang terpasang Tekanan per K1 Tekanan per K2 Langkah per K1 Langkah per K2 Diameter luar Inner tube Terdapat per tambahan Oli yang disarankan Kapasitas oli shock depan Ketinggian oli dari atas Suspensi belakang Tipe Tipe peredaman/shock absorber Pergerakan shock absorber belakang 245.0 cm³ (7.83 lb/in) (0.0° 43.04 in) 88.3 mm (0.46 in) 349.65 × 0.0° Telescopic fork Per/peredam oli 130.15 mm (0.0 mm (4.16 in) 4.12 in) 33.0 mm (3.0–70.29 in) Lengan ayun (link suspension) Per/peredam oli 50.76 in) 70.55 kgf/mm) 0.21 in) 0.43 in) 25.0 mm (5.99 lb/in) (0.08 in) 52.0–30.

00–1.79–1.0–50.48 lb/in) (8.16 in) 88.09 in) 428H/FSCM 120 20–40 mm (0.4 mm (0.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Panjang bebas per Panjang terpasang Tekanan per K1 Langkah per K1 Terdapat per tambahan Lengan ayun/Swingarm Gerak bebas lengan ayun ke samping (axial) Rantai penggerak Tipe/pabrikan Jumlah mata rantai Kekencangan rantai Panjang mata rantai15-mata (limit) 166.57 in) 193.62 in) 2-11 .5 mm (6.5 mm (7.00 N/mm (502.97 kgf/mm) 0.56 in) 156.0 mm (0.5 mm (6.97 in) Tidak 2.

0 W × 2 12 Volt.9 V 14.0°/1400 r/min 3C100/MORIC 2JN/MORIC 6.) Engine control unit Model/pabrikan Coil pengapian/Ignition coil Model/pabrikan Loncatan bunga api minimum Tahanan Primary coil Tahanan Secondary coil Spark plug cap Material Tahanan AC magneto Model/pabrikan Standard output Tahanan Stator coil Rectifier/regulator Tipe Regulator Model/pabrikan Voltase Regulator (DC) Kapasitas Rectifier Voltase Withstand Battery Model Voltase.0 V YTZ5S 12 Volt.64 Ω pada 20 °C (68 °F) 8.A.0 W × 1 12 Volt.0 W × 2 12 Volt.0 A 200.25 kΩ F3C1/MORIC 14.16–2. 1.0 W × 1 12 Volt. watt × jumlah Lampu depan/Headlight Lampu posisi/Auxiliary light Lampu belakang / rem Lampu sein depan Lampu sein belakang Lampu Meter Lampu Meter (meter bahan bakar) 12 Volt Transistorized coil ignition (digital) Digital 5.1–14. 3. 35 W/35. 3. 5.0 mm (0.0 W/21.35 Amper Halogen bulb 12 Volt. 10.5 Ah PT YUASA BATTERY INDONESIA 0.75–6.SPESIFIKASI KELISTRIKAN EAS20310 SPESIFIKASI KELISTRIKAN Voltase Voltase Sistim pengapian Sistim pengapian Tie penggerseran Saat pengapian/Ignition timing (Sblm.448–0. 5.64–12. SHINDENGEN INDONESIA 14.T.0 V 160 W 5000 r/min 0.0 W × 1 12 Volt.7 W × 1 2-12 . 10.4 W × 2 12 Volt.24 in) 2. kapasitas Pabrikan Amper pengisian 10 Jam Lampu depan/Headlight Tipe Bohlam Bohlam voltase.M.96 kΩ pada 20 °C (68 °F) Resin 3.672 Ω pada 20 °C (68 °F) Semi conductor-short circuit 3C1/PT.

0–100.11–21.0 Ω pada 20 °C (68 °F) 90.05 in) 5TP/OMRON 50.0 Ω pada 20 °C (68 °F) 3C1/OMRON 54.0–66.69 in) 16.4 W 3C1/PT.0 W × 1 14 V. 3.0 W × 1 14 V.6 mm (0.0315–0.CHAO LONG CO.0 kali/menit 10 W × 2+3.LTD 4.30–4.0 W × 1 14 V.14 in) 3.28 in) 3.0 W × 1 Constant mesh 3C1/MORIC 0.20 kW 0. 3.0–95.0 A 54.50 mm (0.00–66.0–10. self-canceling Frequensi kedip Watt Sender bahan bakar/Fuel sender Model/pabrikan Tahanan Sender unit (penuh) Tahanan Sender unit (kosong) Starting circuit cut-off relay Model/pabrikan Tahanan Coil Relay kipas Model/pabrikan 14 V.65 in) 1. 3.17 oz) (400–600 gf) 17.00 Ω Plane 1 buah UBH-F21/MITSUBA 1.SPESIFIKASI KELISTRIKAN Lampu indikator Lampu indikator netral Lampu indikator belok Lampu indikator lampu jauh Lampu peringatan temperatur mesin Lampu peringatan mesin bermasalah/Engine trouble Sistim kelistrikan starter Tipe Sistem Motor Starter Model/pabrikan Power output Tahanan Armature coil Panjang sikat/Brush overall length Limit Tekanan per brush Diameter commutator Limit Kedalaman alur comutator Starter relay Model/pabrikan Amper Tahanan Coil Klakson/Horn Tipe Klakson/Horn Jumlah Model/pabrikan Amper Maximum Tahanan Coil Kemampuan/Performance Relay sinyal belok Tipe Relay Model/pabrikan Terdapat.0 mm (0.88 N (14.35 mm (0.0 Ω 3C1/OMRON 2-13 .80 Ω pada 20 °C 97–107 dB/2 m Condenser FZ222SD/DENSO Tidak 75.0 W × 1 14 V.5 Amper 4.0385 Ω 7. 3. 3.6 mm (0..92–5.

0 Amper 2-14 .SPESIFIKASI KELISTRIKAN Tahanan Coil Sekring/Fuse Sekring 54.0 Ω 20.0–66.

5 3.0 ft·lb 4. Semua pengencangan dikencangkan dengan ulir kering (tanpa diberi oli) kondisi bersih dan dalam suhu ruang.TORSI PENGENCANGAN EAS00029 SPESIFIKASI PENGENCANGAN SECARA UMUM Tabel dibawah ini menunjukkan pengencangan standart sesuai ulir standart ISO.0 5. Untuk komponen dan rakitan khusus dapat menggunakan ketentuanketentuan yang ada didalam buku petunjuk ini Untuk menghindari defleksi dari komponen yang dikencangkan dengan banyak baut.6 1.3 11 22 40 61 94 2-15 . secara bertahap hingga batas torsi yang ditentukan. A: Ukuran baut/mur B: Diameter luar ulir A (mur) B (baut) 10 mm 12 mm 14 mm 17 mm 19 mm 22 mm 6 mm 8 mm 10 mm 12 mm 14 mm 16 mm Torsi pengencangan secara umum Nm 6 15 30 55 85 130 m·kg 0. kencangkan dengan pola silang.5 13.5 8.

11 ft·lb) 7 Nm (0.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.0 m·kg.0 m·kg.0 m·kg.0 m·kg.2 m·kg.1 ft·lb) 15 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.2 ft·lb) Yamaha bond No.1 ft·lb) 10 Nm (1. 5.2 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg. 36 ft·lb) 7 Nm (0. 16 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.2 m·kg.TORSI PENGENCANGAN EAS20340 TORSI PENGENCANGAN MESIN Bagian Baut Cylinder head Baut Cylinder head Busi/Spark plug Baut penutup cylinder head Baut unit Air cut-off valve Baut check oli Baut stud cylinder head (sisi pipa pembuangan) Baut penguras coolant Mur gear balancer driven Mur pengunci setelan klep Baut sprocket camshaft Baut camshaft retainer Baut Timing chain guide ukuran Jml ulir M8 M6 M10 M6 M6 M6 M8 M6 M10 M5 M8 M6 M6 4 2 1 5 2 1 2 1 1 4 1 2 1 Torsi pengencangan 22 Nm (2.1 ft·lb) 30 Nm (3.7 ft·lb) 2 Nm (0.0 m·kg. 7.9 ft·lb) 32 Nm (3.0 m·kg.2 ft·lb) Baut unit pompa air Baut penutup rumah pompa air Baut as Impeller retainer Baut penutup Thermostat Baut unit Pompa oli Baut penguras mesin Baut penutup saringan oli Baut oli baffle plate Baut manifold pemasukan Baut Injector Baut clem joint Throttle body Baut clem join rumah saringan Baut rumah Air filter Baut Resonator Mur pengunci (throttle cable) Mur knalpot Baut knalpot Baut protektor pipa knalpot M6 M6 M6 M6 M5 M35 M6 M6 M6 M6 M4 M4 M6 M6 M6 M8 M8 M6 3 4 2 2 2 1 3 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 2 10 Nm (1.7 m·kg.2 ft·lb) 13 Nm (1. 1. 9.1 ft·lb) 15 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1. 14 ft·lb) 8 Nm (0. 5. 7. 5.2 ft·lb) 7 Nm (0. 1215 (Three bond 1215®) Keterangan E E Baut timing chain tensioner M6 2 10 Nm (1. 5.7 m·kg.2 ft·lb) 12 Nm (1. 7.0 m·kg.2 ft·lb) 4 Nm (0. 7.8 ft·lb) LT LT LT LT LT LT 2-16 .1 ft·lb) 50 Nm (5.4 ft·lb) 10 Nm (1. 22 ft·lb) 7 Nm (0.4 ft·lb) 10 Nm (1.2 m·kg. 23 ft·lb) 10 Nm (1. 2.3 m·kg.0 m·kg.0 m·kg. 8. 1.4 ft·lb) 2 Nm (0.0 m·kg.5 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7.0 m·kg. 7.8 m·kg. 7. 7. 7. 5.2 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.4 m·kg.0 m·kg. 7.7 m·kg. 7.2 m·kg. 7.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.5 m·kg. 7. 11 ft·lb) 20 Nm (2.0 m·kg. 5.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7.7 m·kg.

2 m·kg.1 ft·lb) 10 Nm (1.1 ft·lb) 12 Nm (1.9 m·kg. 7.0 m·kg. 13 ft·lb) LT Keterangan LT Stake LT LT LT LT LT 2-17 .2 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 18 Nm (1.2 ft·lb) 50 Nm (5.0 m·kg.8 m·kg.7 m·kg. 8. 20 ft·lb) 14 Nm (1. 50 ft·lb) 20 Nm (2.8 ft·lb) 10 Nm (1. 43 ft·lb) 12 Nm (1. 7.5 ft·lb) 7 Nm (0. 5. 8.7 ft·lb) 8 Nm (0.7 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7.7 m·kg. 6.0 m·kg.0 m·kg. 5.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.2 ft·lb) 7 Nm (0. 7. 7. 7.0 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1. 36 ft·lb) 28 Nm (2.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7. 7. 14 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg. 5.2 m·kg.0 m·kg.8 ft·lb) 70 Nm (7.8 m·kg. 8.2 ft·lb) 70 Nm (7.8 m·kg.7 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.4 m·kg. 5. 5. 7.0 m·kg.2 m·kg. 10 ft·lb) 12 Nm (1.8 m·kg.0 m·kg.TORSI PENGENCANGAN Bagian Baut protector knalpot Baut Crankcase Baut penutup generator Baut penutup kopling Baut penutup sprocket Mur tuas Kickstarter Baut stoper tuas kickstarter Baut Starter clutch Baut guide ratchet gear Mur gear primary drive Baut per kopling Mur pengunci setelan kopling Mur clutch boss Mur pengunci setelan kopling Mur tuas kopling Baut holder tuas kopling Baut retainer drive sprocket Baut bearing retainer Baut Shift drum segment Baut stopper lever Baut stator coil Baut crankshaft position sensor Mur rotor generator Neutral switch Baut motor starter Sensor temperatur coolant ukuran Jml ulir M6 M6 M6 M6 M6 M12 M8 M6 M6 M12 M6 M6 M14 M8 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M12 M10 M6 M12 2 12 8 10 2 1 2 3 2 1 4 1 1 1 1 1 2 2 1 1 3 2 1 1 2 1 Torsi pengencangan 8 Nm (0.0 m·kg.0 m·kg.1 ft·lb) 7 Nm (0. 50 ft·lb) 9 Nm (0.7 ft·lb) 60 Nm (6.0 m·kg.

7 5 9 8 9 4 2.13 11 10 2-18 .TORSI PENGENCANGAN Urutan pengencangan baut Cylinder head: 1 3 5 6 4 Urutan pengencangan baut penutup Generator : 2 1.6 5 7 8 4 9 3.10 Urutan pengencangan baut penutup rumah kopling: 6 1.11 2.12 3.

12 10 11 2-19 . crankcase kiri B.6 7 8 5 4 3.TORSI PENGENCANGAN Urutan pengencangan baut crankcase : A B 14 1. crankcase kanan 15 9 2.13 A.

6.TORSI PENGENCANGAN EAS20350 TORSI PENGENCANGAN RANGKA/CHASSIS Bagian Baut Ignition coil Mur dudukan mesin (depan) Mur dudukan mesin (belakang bagian bawah) Mur dudukan mesin (belakang bagian atas) Baut fender belakang Bracket kunci jok Baut Rectifier/regulator Mur atas unit shock absorber belakang Mur as roda belakang Mur Relay arm Mur bagian bawah connecting arm unit schock absorber belakang Mur bawah unit schock absorber belakang Mur as pivot lengan ayun Baut penutup rantai Baut union selang rem Baut caliper rem depan Mur as roda depan Baut disc brake depan Baut bleeding (caliper rem depan) Baut holder rem depan Baut fender depan Mur ring kemudi (torsi pengencangan awal) Mur ring kemudi (torsi pengencangan akhir) Baut steering stem Mur unit Meter Rumah lampu depan dan mur unit sein Baut bracket unit Meter Baut kunci kontak Baut pin bracket atas Baut pin bracket bawah Baut cap fork depan Ukuran Jml ulir M6 M10 M10 M10 M6 M6 M6 M10 M14 M10 M10 M10 M12 M6 M10 M10 M12 M8 M7 M6 M6 M25 M25 M10 M6 M8 M6 M6 M8 M10 M30 2 1 1 1 6 2 2 1 1 2 1 1 1 2 2 2 1 5 1 1 4 1 1 1 3 2 4 2 2 2 2 Torsi pengencangan 9 Nm (0. 6.4 m·kg. 19 ft·lb) 35 Nm (3.4 m·kg. 17 ft·lb) 6 Nm (0. 12 ft·lb) 7 Nm (0.9 m·kg.5 ft·lb) 49 Nm (4.1 ft·lb) 44 Nm (4.5 m·kg.3 m·kg.0 m·kg.9 m·kg. 5. 7. 22 ft·lb) 23 Nm (2. 35 ft·lb) 49 Nm (4.7 m·kg. 32 ft·lb) 44 Nm (4.1 m·kg.3 m·kg.7 m·kg.0 m·kg. 32 ft·lb) 44 Nm (4.4 m·kg.2 ft·lb) 26 Nm (2. 5.6 m·kg.3 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg. 25 ft·lb) 60 Nm (6. 17 ft·lb) See NOTE. See NOTE. 35 ft·lb) 13 Nm (1.7 m·kg.7 m·kg.3 m·kg.0 m·kg. 5. 50 ft·lb) 10 Nm (1.1 ft·lb) 7 Nm (0. LT Keterangan LS LS LS LS LS LS LS 2-20 . 15 ft·lb) 30 Nm (3. 35 ft·lb) 9 Nm (0. 4.8 m·kg. 32 ft·lb) 70 Nm (7. 43 ft·lb) 23 Nm (2. 5.1 ft·lb) 9 Nm (0.9 m·kg.5 ft·lb) 48 Nm (4.7 m·kg.5 m·kg.4 ft·lb) 35 Nm (3. 6. 5.4 m·kg.9 m·kg. 5.1 ft·lb) 17 Nm (1. 32 ft·lb) 80 Nm (8.9 m·kg. 58 ft·lb) 44 Nm (4.7 m·kg.5 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg. 25 ft·lb) 7 Nm (0. 35 ft·lb) 49 Nm (4.1 ft·lb) 21 Nm (2. 9.6 m·kg.0 m·kg.1 ft·lb) 7 Nm (0.9 m·kg.

7.6 m·kg. 5. 17 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg.2 ft·lb) 45 Nm (4.9 ft·lb) 7 Nm (0.4 ft·lb) dengan kunci torsi 2-21 .1 ft·lb) 26 Nm (2. 9.1 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1.1 ft·lb) 43 Nm (4.8 ft·lb) 7 Nm (0. 19 ft·lb) 6 Nm (0.9 m·kg. 4. 5. 2. 5.7 m·kg. 19 ft·lb) 7 Nm (0. 7.3 m·kg.0 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.dan baut panel belakang Baut Grab bar Baut reservoir collant Baut Radiator Baut kipas radiator Baut ujung Grip Baut holder master cylinder remdepan Baut holder tangkai memudi atas Baut tuas rem depan Mur tuas rem depan Mur plat sepatu rem.0 m·kg.6 m·kg. 22 ft·lb) 44 Nm (4. 32 ft·lb) Keterangan LT 1.3 m·kg. Dan selanjutnya kencangkan kembali mur ring bawah 13 Nm (1.7 m·kg.1 ft·lb) 26 Nm (2.3 ft·lb) 6 Nm (0.1 ft·lb) 10 Nm (1.9 m·kg.1 ft·lb) 7 Nm (0. Untuk mengencangkan mur steering.pertama-tama kencangkan mur ring bawah dengan torsi 48 Nm (4.4 m·kg.0 m·kg.0 m·kg.6 m·kg.TORSI PENGENCANGAN Bagian Baut Damper rod Baut bracket unit sein depan dan unit meter Baut Horn Baut tangki dan frame Baut bracket tangki dan rangka Tangki bensin dan baut bracket tangki bensin Baut retainer pompa bensin Baut penutup samping belakang Penutup samping belakang. 5.2 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg. 32 ft·lb) 10 Nm (1.5 m·kg. 7. 31 ft·lb) 10 Nm (1. 5.6 m·kg.3 ft·lb) 19 Nm (1.3 m·kg. 2. 4.2 ft·lb) 8 Nm (0. 5.7 m·kg. 5.2 ft·lb) 4 Nm (0. 7. 7. 5.1 ft·lb) 7 Nm (0. 13 ft·lb) 10 Nm (1.lb) dengan kunci torsi dan selanjutnya kendorkan.4 m·kg. 13 ft·lb) 19 Nm (1.7 m·kg.0 m·kg. dan batang torsi rem belakang Batang torsi rem belakang mur lengan ayun Baut camshaft tuas rem Baut panel depan Baut penutup samping Mur sprocket roda belakang Baut pedal rem Baut Footrest kanan dan plat heel kanan Baut pedal pemindah gigi Baut plat Heel Baut standart samping CATATAN: Ukuran Jml ulir M10 M6 M6 M6 M6 M6 M5 M6 M6 M8 M6 M6 M6 M6 M6 M8 M6 M6 M8 M8 M6 M6 M6 M8 M6 M10 M6 M8 M10 2 4 1 2 2 2 6 2 2 4 2 2 2 2 2 4 1 1 1 1 1 4 2 6 1 1 1 4 1 Torsi pengencangan 23 Nm (2.0 m·kg.8m-kg 35 ft.8 m·kg.1 ft·lb) 7 Nm (0. 5.1 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg.7 m·kg.0 m·kg. 7.7 m·kg.0 m·kg.2 ft·lb) 30 Nm (3. 5. 7.

Camshaft lobes Decompression cam Valve stem seal Valve stem (pemasukan dan pembuangan) Ujung Valve stem (pemasukan dan pembuangan) As Rocker arm Rocker arm permukaan bagian dalam Pin tuas Decompression Seal oli (clutch cover) Oil pump driven gear Rotor pompa oli (masuk dan keluar) Ratchet gear dan kickstarter gear Permukaan dalam Kickstarter idle gear Kickstarter Permukaan dalam Starter clutch idle gear As Starter clutch idle gear Permukaan dalam Starter clutch gear inner dan thrust surface Starter clutch rollers Tuas Clutch lever Bagian dalam Primary driven gear Clutch push rod (panjang dan pendek) dan ball Mur Clutch boss dan lock washer contact surface Transmission gears (wheel dan pinion) dan collar Shift forks dan shift fork guide bar Shift drum Shift shaft LS Jenis pelumas LS E E E E E M E M M M E M M E E E M E E E E E E E E E E M E E E 2-22 .BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS EAS20360 BAGIAN YANG DILUMASI DAN TIPE PELUMAS EAS20370 MESIN/ENGINE Bagian yang dilumas Seal oli bagian dalam Bearings O-rings Baut cylinder head dan washers Connecting rod big end thrust surface Piston. dan permukaan dalam cylinder Bagian dalam balancer driven gear . Piston rings.

1215®) Yamaha bond No.1215®) Permukaan sambungan Crankcase Baut rantai timing/Timing chain tensioner bolts 2-23 . 1215 (Three Bond No. 1215 (Three Bond No.BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS Bagian yang dilumas Crankshaft position sensor/gromet kabel unit stator Jenis pelumas Yamaha bond No. 1215 (Three Bond No.1215®) Yamaha bond No.

Camshaft rem belakang Engsel pedal rem Engsel tuas rem Pin as engsel rem Bracket caliper rem bagian dalam. Pijakan kaki pembonceng Engsel pedal pemindah gigi Mur dan Baut dudukan mesin Jenis pelumas LS LS LS LS LS LS LS S S S S S LS LS S LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS E 2-24 .BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS EAS20380 RANGKA/CHASSIS Bagian yang dilumas Seal oli roda depan Permukaan luar as roda depan Permukan dalam Speedometer gear unit Seal oli hub roda belakang Permukan dalam hub roda belakang Permukaan luar as roda belakang Ulir Mur as roda belakang. Rumah kabel handel gas bagian dalam Ujung kabel kopling Permukaan dalam baut as tuas rem Bearing kemudi Seal debu steering/emudi Ulir Mur dan Baut (relay arm dan flame) Ulir Mur dan Baut (connecting rod dan relay arm) Ulir Mur dan Baut (rear shock absorber dan relay arm) Ulir Mur dan Baut (connecting rod dan swingarm) Permukaan dalam Bearing (relay arm dan swingarm) Seal Oli (relay arm dan swingarm) Collars (relay arm dan swingarm) As pivot dan ulir mur Permukaan luar as Pivot Permukaan luar bushing Swingarm Penutup debu Swingarm Engsel standart tengah Engsel standart samping Engsel pijakan kaki pembonceng.

JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN EAS20390 JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN EAS20400 JALUR ALIRAN OLI MESIN 4 2 3 1 5 6 2-25 .

2. 3. 5.JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN 1. 6. 4. Pompa Oli Elemen saringan oli Crankshaft Camshaft As Utama/Main axle As penggerak/Drive axle 2-26 .

JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN EAS20410 DIAGRAM PELUMASAN 1 2 3 A 4 5 6 7 2-27 .

6. 3. 7. Tuas penekan kopling/Clutch push lever Main axle Drive axle Crankshaft Saringan oli/Oil filter Unit pompa oli Saringan oli strainer Ke arah cylinder head 2-28 . A.JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN 1. 2. 4. 5.

JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAM 1 2 3 4 2-29 .

JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN 1. 3. 2. 4. Camshaft Crankshaft As utama/Main axle As penggerakDrive axle 2-30 .

DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN EAS20420 DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN 1 2 3 4 7 5 1 4 6 2-31 .

6. Reservoir air pendingin/Coolant reservoir Selang pemasukan Radiator/Radiator inlet hose Selang reservoir air pendingin/Coolant reservoir hose Radiator Pompa air/Water pump Selang pengeluaran Radiator/Radiator outlet hose Selang pernafasan Pompa air/Water pump breather hose 2-32 . 5. 3. 4. 7.DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN 1. 2.

JALUR KABEL EAS20430 JALUR KABEL C 6 A 1 6 8 9 14 6 15 14 12 A 8 B 2 3 4 H B-B I 7 6 A 5 5 4 14 4 14 3 G 8 13 6 6 5 12 13 6 F 9 12 11 E 2 10 D B B 15 9 17 16 11 2-33 .

17. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel kunci kontak kabel switch lampu rem depan. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel unit meter kabel sein depan kiri. H. B. dan kabel switch tangkai kemudikiri. Ikat kabel tangkai kemudi kanan. Kabel switch saklar tangkai kemudi kiri 7.JALUR KABEL 1. Selang rem depan 3. Kabel lampu senja/lampu posisi. Kabel switch kopling 8. Kable kopling 9. Kabel kunci kontak. Ikat kabel tangkai kemudi kiri dan kabel switch kopling dengan plastik pengikat. E. dan kabel switch lampu rem depan dengan plastik pengikat. Kabel kunci kontak/Main switch 13. Kabel switch lampu rem depan 5. D. Kabel Speedometer 11. kabel switch rem depan. 15. Kabel lampu sein depan kanan 14. Masukkan kabel kopling kedalam guide. 2-34 . Masukkan kabel tangkai kemudi kanan. dan kabel tangkai kemudi kanan. Kabel lampu sein depan kiri 10. Kabel klakson/Horn 2. kabel unit meter dan kabel switch tangkai kemudi kiri kedalam lubang yang terdapat pada rumah lampu depan. C. I. Masukkan kabel speedometer kedalam guide. Kabel switch saklar tangkai kemudi kanan 6. F. Kabel gas/Throttle cable 4. Kabel lampu depan/Headlight. kedalam lubang bagian atas pada rumah lampu depan G. Masukkan kabel bodi.dan kabel switch tangkai kemudi kanan. Masukkan selang rem depan kedalam guide. Kabel unit meter. kabel lampu switch rem depan. A. Kabel bodi/Wire harness 12. kabel kunci kontak. 16.

JALUR KABEL 12 C 10 11 5 4 A-A B-B C-C 11 10 12 B B A 7 8 9 1 2 3 4 5 6 6 A C C A B 2-35 .

Kabel Busi/Spark plug 9. Selang reservoir air pendingin 3. Throttle body 2. Selang rem depan A. Ignition coil 8. 2-36 . Selang vacum Air induction system 10. Kabel saklar tangkai kemudi kanan 11. Kabel gas/Throttle cable 7. Masukkan kabel bodi kedalam guide. Masukkan selang rem depan kedalam guide. Kabel switch lampu rem depan 12. C. B. Kabel sensor temperatur air pendingin/coolant 6. Selang pemasukan Radiator 5. Kabel bodi/Wire harness 4. Ikat selang rem depan pada grommet yang terdapat diantara bracket bawah.JALUR KABEL 1. dan bracket lampu depan.

JALUR KABEL 1 2 3 B A 5 4 2-37 .

Jangan sampai ujung plastik pengikat menyentuh benda lain. Ikat kabel bodi/ wire harness. Jangan sampai ujung plastik pengikat menyentuh benda lain.JALUR KABEL 1. 3. 2. dan kabel switch lampu rem belakang pada rangka dengan plastic locking tie. kabel motor starter. B. ECU (engine control unit) Condenser Kabel bodi/Wire harness Kabel Starter motor Switch lampu rem belakang A. Ikat kabel bodi/wire harness pada rangka dengan plastic locking tie. 2-38 . 4. 5.

JALUR KABEL 3 2 4 A-A A A 3 4 1 5 A 6 B B 7 B A 11 10 9 8 2-39 .

Kebel switch neutral 10.JALUR KABEL 1. Kabel kopling 6. Ikat kabel gas dengan holder yang terdapat pada tutup radiator. Kabel bodi 7. Guide kabel kopling B. Selang rem depan 3. Kabel gas/Throttle cable 5. Kabel speedometer A. Kabel Klakson/Horn 2. Kabel unit Throttle body sensor 11. Kabel crankshaft position sensor/stator coil 9. Kabel saklar tangkai kemudi kiri 4. Selang tangki reservoir 8. 2-40 .

JALUR KABEL 6 5 4 1 2 A 3 7 8 B E C F 10 9 A D A 2-41 .

Kabel lampu belakang/rem 7. Selang pernafasan tangki reservoir 9. Kabel Crankshaft position sensor/stator coil A. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. Ikat kabel crankshaft position sensor/stator coil. Kabel lampu sein kiri belakang. B. Kabel Negative battery 3. C. Tepatkan selang pernafasan coolant reservoir diantara bracket mesin di bagian bawah. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. Kabel switch Neutral 10. Masukan selang pernafasan coolant reservoir pada lubang yang terdapat pada penuntun kabel. Ikat kabel negative battery ke frame dengan plastik pengikat. 40 mm (1. F. 8. dan kabel negative battery ke frame dengan plastic pengikat. E. D.57 in) 2-42 . Battery 4. kabel neutral switch.JALUR KABEL 1. Kabel bodi/Wire harness 2. Kabel kunci tempat duduk 6. Jalur kabel negative battery berada didepan pin. Rectifier/regulator 5.

JALUR KABEL I 1 A B A-A 16 1 15 2 3 14 4 C H 5 D 13 6 12 7 A 11 10 8 E A G 9 F 2-43 .

2-44 . Ikat kabel bodi ke frame dengan plastic pengikat. Selang pernafasan Pompa air/Water pump 16. Kabel gas/Throttle cable 5. Ikat selang coolant reservoir ke chassis dengan clamp plastik. G.20 in) dari ujung pengikat I. Kabel pompa bahan bakar 8.18 in). Kabel coolant temperature sensor 4. Kabel Bus/Spark plug 15. Kabel motor kipas Radiator 3. Pastikan posisi kabel gas berada disebelah kanan selang vacuum air induction system . Selang vacuum Air induction system 6. B. Air intake duct 10. Lebih dari 30 mm (1. D. Kabel bodi/Wire harness 7. Ikat kabel pompa bahan bakar ke bracket ignition coil dengan plastik pengikat. Kabel kopling A. Kabel unit Throttle body sensor 13. Selang tangki reservoir 2. dan potong kelebihan plastik dengan jarak 5 mm (0. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. C. Kabel Fuel injector 9. Selang pernafasan Coolant reservoir 11. Ikat kabel bodi dengan holder. H. Jalur kabel FID (fast idle solenoid) dan kabel fuel injector mengelilingi selang air intake duct. F. Tepatkan kabel kipas radiator pada lubang yang terdapat pada penutup radiator. E. Ikat kabel bodi dengan memasukkan nok yang terdapat pada plastic ke lubang yang ada pada rangka/frame. Kabel Ignition coil 14.JALUR KABEL 1. Kabel FID (fast idle solenoid) 12.

JALUR KABEL B A 18 19 17 D 16 15 1 2 3 4 C 20 2 B 5 21 14 E B 6 A 7 13 5 F 12 4 8 C A 9 B-B 10 9 G H I J 11 11 10 C 2-45 .

Kabel starter motor 20. Battery 18. I. Pasang box sekring. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada lubang yang terdapat pada penutup connector. Kabel lampu belakang/rem 11. dan tempatkan kabel box sekring diatas kabel starter motor dan kabel starter relay. Tutup kabel lampu belakang/rem dan kabel sinyal belok belakang dengan penutup connector. Pasang battery. Ke arah depan 2-46 . Relay motor kipas radiator 8.JALUR KABEL 1. Kabel sinyal sein belakang kiri 12. Lean angle sensor 4. Relay sinyal belok 13. Starting circuit cut-off relay 9. Karet band pengikat Battery A. Kabel box sekring/Fuse box 21. seperti pada gambar illustrasi. Kabel negative battery 17. dan tepatkan connector pada posisi. Pasang kabel negative battery pada kabel bodi. Kabel starter relay 19. ECU (engine control unit) 7. D. H. Jalur kabel sinyal self-diagnosis dibawah condensor dan mengelilingi bracket condensor. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada lubang yang terdapat pada penutup connector. Box sekring/Fuse box 3. Rectifier/regulator 15. B. Kabel kunci jok/Seat lock 14. C. J. Tepatkan kabel lampu belakang/rem pada lubang yang terdapat pada penutup connector. Starter relay 16. Kabel positive battery 2. Condenser 5. Kabel sinyal sein belakang kanan 10. dan ikat semua kabel pada Battery dengan band battery F. Kabel sinyal Self-diagnosis 6. E. G. Tekan kabel starter motor dan kabel starter relay ke bawah diantara battery dan fender.

JALUR KABEL 2-47 .

...................................... 3-14 MENGGANTI COOLANT................ 3-13 MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN/ EXHAUST SYSTEM..................................................................................3-17 MENYETEL REM BELAKANG ............. 3-3 MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN ........ 3-24 MELUMASI SUSPENSI BELAKANG ............................................................................3-7 MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN/IGNITION TIMING..........................................................................................................................................3-24 MELUMASI PEDAL PEMINDAH GIGI............................................................3-1 PERAWATN BERKAL DAN JARAK WAKTU PELUMASAN .............................................. 3-18 MEMBUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM ..............................................................................................................................3-23 ...............3-20 MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/STEERING HEAD .................................................................................................................................................................................... 3-13 MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN CYLINDER HEAD.... 3-8 MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN................................................................................3-10 MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING.................3-24 MELUMASI ENGSEL TUAS REM ............................................... 3-17 MEMERIKSA KAMPAS REM DEPAN. 3-14 RANGKA/CHASSIS .3-22 MEMERIKSA RODA ............................ 3-20 MEMERIKSA FORK DEPAN .................................................................................. 3-18 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG.............................................................................................................................................................................................3-1 PENDAHULUAN .................................................................. MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL .3-24 MELUMASI PEDAL REM ......................................... 3-1 MESIN .......................................................................... 3-13 MEMERIKSA SISTIM PENDINGINAN...............3-24 MELUMASI ENGSEL TUAS KOPLING.....3-4 MENYETEL VOLUME GAS BUANG/ EXHAUST GAS VOLUME ........... 3-3 MENYETEL KELONGGARAN KLEP .....................................................................................................................3-13 MEMERIKSA KETINGGIAN COOLANT .............................................................. 3-11 MEMBERSIHKAN ELEMENT SARINGAN UDARA........................................................................................................................................................ 3-12 MEMERIKSA SELANG BAHAN BAKAR ......... 3-9 MENGGANTI OLI MESIN .......3-7 MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI..........3-17 MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM...............................................................................3-17 MEMERIKSA SELANG REM DEPAN ...................................... 3-24 MELUMASI ENGSEL STANDART TENGAH .......3-24 3 ................................................................. 3-21 MEMERIKSA BAN .......3-19 MELUMASI RANTAI ................................................PERAWATAN BERKALA DAN PENYETELAN PERAWATAN BERKALA .......................... 3-18 MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI .......................... 3-24 MELUMASI ENGSEL STANDART SAMPING ..................................... 3-6 MEMERIKSA BUSI ............................................. 3-12 MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA ........ 3-18 MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG...........................3-5 MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS .................................................................................................

................................. 3-25 MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN. 3-25 ................................................................................................................................................ 3-25 MEMERIKSA SEKRING.......... 3-25 MENYETEL ARAH SINAR LAMPU DEPAN ................................. 3-25 MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY......................SISTIM KELISTRIKAN ...........................................

.

• Ganti kampas rem . • Periksa cara kerja. 7 * Rem belakang • Periksa cara kerja. 19 * lay arm . √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIKSAAN 0. • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. Ini perlu dilakukan untuk mengurangi biaya operasional. • Periksa kondisi • Bersihkan dan setel celah busi. terpasangdengan kencang. • Periksa cara kerja. • Ganti. Baut pengikat dan sekrup. • Setel kekencangan rantai dan lumasi dengan oli mesin. • Pastikan Mur. dan umur sepeda motor akan lebih panjang. tindakan ini diberlakukan untuk sepeda motor yang sedang diservice. engsel. dan kebocoran. ketinggian minyak rem. re.5 3 6 9 12 TAHUNAN √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 * Saluran bahan bakar 2 Busi/Spark plug 6 * Rem depan Jika kondisi harus diganti √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Jika kondisi harus diganti 8 * Selang rem 9 * Roda 10 * Ban 11 * Bearing roda 12 * Lengan ayun/Swingarm Setiap 4 tahun • Periksa kondisi bearing. Tambah angin jika diperlukan.• Periksa cara kerja. • Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based. maupun sepeda motor yang baru. • Periksa kekendoran rantai dan kondisi rantai. 3 * Klep/Valves 4 5 Element saringan udara Kopling/clutch • Periksa kelonggaran klep • setel . • Periksa kelancaran gerak dan kekendoran kemudi. √ Setiap 24000 km setiap 500 km dan setelah sepeda motor dicuci atau habis kehujanan √ √ √ √ √ 13 Rantai penggerak 14 * Bearing kemudi 15 * Sambungan rangka 16 Strandart samping. • Periksa kelurusan dan keretakan. Periksa tekanan angin ban. dan setel gerak bebas pedal rem. • Ganti sepatu rem • Periksa dari kebocoran dan keretakan. akan menjamin operasional. • Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based. • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. connecting arm 20 Fuel injection • Periksa putaran langsam mesin. BAGIAN PEKERJAAAN YANG DILAKUKAN • Periksa selang bensin dari keretakan. • • • • Periksa kedalaman alur ban Ganti jika diperlukan. Standart tengah Setiap 24000 km √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 17 * Fork depan 18 * Unit Shock absorber Suspensi belakang. • Ganti. • Periksa cara kerja. • Bersihkan.engsel sambungan • Lumasi dengan lithium-soap-based . dan biaya perawatan sepeda motor. • Periksa cara kerja dan gerak samping. 3-1 . • Lumasi.PERAWATAN BERKALA EAS20450 PERAWATAN BERKALA EAS20460 PENDAHULUAN Bab ini berisi informasi penting yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan dan penyetelan Prosedur perawatan ini jika diikuti. • Ganti. Mekanik harus menguasai seluruh bab ini. termasuk didalamnya biaya yang mengharuskan "over houl". EAS3C11003 PERAWATAN BERKALA DAN JARAK WAKTU PELUMASAN NO. • Setel.

atau jika kondisi sudah mengharuskan ganti 3-2 . • Periksa cara kerja. • Periksa cara kerja • Setel lampu jauh 21 22 Oli mesin Elemen saringan Oli 23 * Sistim pendinginan 24 * 25 26 * Switch rem depan dan rem belakang Komponen yang bergerak dan kabel Alur rumah handel gas dan kabel 27 * Air induction system 28 29 * Knalpot dan pipa knalpot Saklar lampu dan saklar sinyal EAS3C11004 CATATAN: • Filter saringan udara harus sering dibersihkan dari jadwal yang ada. • Periksa baut klem dari kekendoran. dan ganti minyak rem dengan yang baru. • Setiap dua tahun.5 3 6 9 12 √ √ √ √ √ √ √ √ √ Setiap 3 tahun √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ NO. BAGIAN PEKERJAAN YANG DILAKUKAN • Ganti • Periksa ketinggian oli mesin dan kebocoran • Ganti. ganti komponen bagian dalam dari master cylinder dan caliper. dan kebocoran selang. • Periksa air cut-off valve. • ganti jika retak-retak dan bocor. dan jika perlu tambahkan minyak rem. • Ganti selang rem setiap empat tahun. reed valve.PERAWATAN BERKALA PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIKSAAN TAHUNAN 0. jika pemakaian di tempat yang berdebu • Perawatan Hydraulic rem. • Lumasi. • Ganti YAMAHA GENUINE COOLANT. • Lumasi alur rumah handel gas dan kabel gas. • Pemeriksaan harian. • Periksa ketinggian air pendingin dan kebocoran. • Periksa gerak bebas • Setel gerak bebas handel gas.

• Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. a. CATATAN: Kelonggaran/ celah klep (dingin) Masuk 0. Buka: • Panel depan • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM ” halaman 4-1. • Pada saat mengukur celah klep. d.10–0. Setel: • Celah/kelonggaran klep.MESIN EAS20471 MESIN EAS20520 MENYETEL KELONGGARAN KLEP Ikuti petunjuk dibawah ini. 6. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Mengukur celah klep. Lepas: • Air cut-off valve • Reed valve • Plat reed valve lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” pada halaman 7-9. Masukkan thickness gauge “2” diantara ujung batang klep dan ujung baut penyetel.14 mm (0. 1 1 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5.0055 in) Buang 0.24 mm (0. jika akan melakukan penyetelan klep. Kendorkan mur pengunci “1”. Buka: • Baut Cap Timing mark “1” • Baut Cap Crankshaft “2” b a c. 1.0094 in) a.0039–0. Putar crankshaft ke arah kiri. 3. 2. Tepatkan tanda TMA “a” pada rotor generator dengan tanda penepat “b” yang terdapat pada penutup generator. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3-3 . Lepaskan: • Cap Busi/Spark plug cap • Selang vacuum Air induction system • Selang sistim Air induction system (3-cabang ke air cut-off valve) lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” pada halaman 7-9. Ukur: • Kelonggaran klep Diluar spesifikasi → Setel. harus dalam kondisi mesin dingin. Ukur celah klep dengan thickness gauge “1”. Periksa penepatan tanda timing pada lubang timing. b. posisi piston harus pada posisi Titik Mati Atas (TMA). atau pada temperatur ruang. b.20–0. • Penutup cylinder head • Gasket penutup cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6.0079–0. 4. diluar spesifikasi → setel. pada saat langkah kompresi.

Periksa: • Putaran langsam mesin.) 4. a b 3 • Gasket penutup cylinder head Baru • Penutup cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. Pasang: • Digital tachometer (pada kabel busi) 5. dan tekanan kompresi dalam kondisi standart. (Selang bensin jangan dicabut. diluar spesifikasi → Setel Putaran langsam mesin 1. agar setelan tidak ikut berputar dan kenencangkan mur pengunci sesuai spesifikasi. R. • Tempat duduk/jok • Panel depan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Jika celah klep berubah. EAS20610 Kearah “a” Kelonggaran klep bertambah Kearah “b” Kelonggaran klep berkurang Tappet adjusting tool 90890-01311 Six piece tappet set YM-A5970 • Tahan baut penyetel. Pasang: • Baut cap crankshaft (dengan O-ring Baru ) • Baut Cap Timing mark (dengan O-ring Baru ) T. • Cap Busi/Spark plug cap 10. Buka: • Panel samping kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. lakukan kembali langkah penyetelan klep. Pasang : 1 2 c. 7. saringan udara harus dalam kondisi bersih. 2. hingga didapat kelonggaran klep yang sesuai. 1. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 7.7 m·kg. 9. Setel: • Putaran langsam mesin d. Pasang: • Selang air induction system (3-cabang joint ke air cut-off valve) • Selang vacum Air induction system lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9.MESIN 8. 3.1 ft·lb) MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN CATATAN: Untuk mendapatkan putaran langsam yang sempurna. 5. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau ke arah “b” hingga didapat kelonggaran yang sesuai spesifikasi. Hidupkan mesin untuk pemanasan beberapa saat.500 r/min 6.300–1. Mur pengunci/Locknut 7 Nm (0. 3-4 . • Plat reed valve • Reed valve • Air cut-off valve lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. Angkat bagian depan tangki. Periksa kembali celah klep e.

7. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. Cabut : • Connector Self-diagnosis signal “1” 4. Battery harus dalam kondisi terisi penuh. Lepaskan: • Digital tachometer 9. Pasang: • Tanghki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.Setel: • Gerak bebas handel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS” halaman 3-6. Gerak bebas handel gas 3.Pasang: • Panel sisi kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. dan selanjutnya setel volume gas buang 1. 10. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”.MESIN a. 3. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. ECA3C11023 MENYETEL VOLUME CO GAS BUANG NOTE: Pastikan kadar CO pada tingkat standard. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Hidupkan mesin. Setelah dipilih mode penyetelan “CO”. 3-5 . dan putar kunci konyak kerah “ON”.20 in) EAS20600 3 FI Diagnostic Tool 2 DIAG 1 6. Tekan tombol “MODE”. Putar pilot screw “1” kearah “a” atau “b”. Kearah “b” Putaran langsam berkurang. 11. hingga didapat putaran langsam yang sesuai spesifikasi. “1”. Pasang: • FI diagnostic tool “2” PERHATIAN: Untuk menghasilkan penyetelan yang sempurna. Akan tampil tulisan “C1” pada layar LCD pada FI diagnostic tool.0–5.0 mm (0. tekan tombol "MODE" 8. Tekan tombol “UP” untuk memilih mode penyetelan CO “CO” atau mode diagnostic “DIAG". MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM FI diagnostic tool 90890-03182 1 a b 2 1 Kearah “a” Putaran langsam bertambah. • Lampu “POWER” (Hijau) “3” akan menyala 8. 2.12–0. CATATAN: • Akan tampak tulisan “DIAG” pada layar LCD “2” pada alat FI diagnostic tool. dan selanjutnya tekan tombol "MODE" 9.

Geser karet penutup setelan “1” b.Lepaskan: • FI diagnostic tool 14. Kendorkan mur pengunci “1” pada kabel akselerator.0 mm (0. Putar mur penyetel “2” ke arah “a” atau “b” hingga didapat gerak bebas handel gas yang sesuai dengan spesifikasi.20 in) FI Diagnostic Tool 1400rpm C1 : -10 2.Putar kunci kontak ke arah “OFF” 13.Lepaskan tombol “DOWN” dan “UP” jika setelan sudah dipilih.12–0.Pasang : • Jok/Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.Pasang: • Connector Self-diagnosis signal 15. Periksa: • Gerak bebas handel gas “a” Diluar spesifikasi → Setel. CATATAN: Setelan sisi Throttle bodi a. Setel: • Gerak bebas handel gas MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 10. Kendorkan mur pengunci “2”. Putar mur penyetel “3” kearah “a” atau “b” hingga didapat gerak bebas handel gas yang sesuai dengan spesifikasi. b. EAS20660 1 a b 2 CATATAN: MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS. Kearah “b” Gerak bebas handel gas berkurang. lakukan penyetelan pada sisi tangkai kemudi.Setel kadar CO dengan menekan tombol “UP” dan “DOWN”. • Untuk menambah kadar CO tekan tombol “UP”. Kerah “b” Gerak bebas handel gas berkurang. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Tangkai kemudi a. CATATAN: Jika spesifikasi gerak bebas sulit didapatkan pada penyetelan sisi throttle body. c.0–5. • Untuk mengurangi kadar CO tekan tombol “DOWN”. Kearah “a” Gerak bebas handel gas bertambah. 11.MESIN Gerak bebas handel gas 3. Kearah “a” Gerak bebas handel gas bertambah. 3-6 . 12. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk menghasilkan setelan handel gas yang sempurna putaran langsam harus sudah disetel 1. c. Kencangkan Mur pengunci Kondisi kadar CO dan putaran langsam mesin akan tampak pada layar LCD yang ada pada FI diagnostic tool.

4. Pasang: • Cap Busi 10. putih ke abu-abuan 6. Lepaskan: • cap Busi/Spark plug cap 3.4 ft·lb) MEMERIKSA BUSI/ SPARK PLUG 1. Bersihkan: • Busi/Spark plug (dengan pembersih busi atau sikat) MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN CATATAN: Untuk menghasilkan pemeriksaan saat pengapian yang sempurna.028–0. dan putaran mesin tetap stabil LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20690 8. agar kotoran tidak terjatuh kedalam cylinder melalui lubang busi. Kembalikan posisi karet penutup setelan. Periksa: • Electrode “1” Rusak/Aus → Ganti busi • Insulator “2” Warna tidak normal → Ganti busi Warna normal. Buka: • Baut cap Timing mark “1” 1 3-7 .7–0. Periksa: • Tipe Busi/Spark plug Tidak sesuai → Ganti. R. hidupkan mesin. b 1 a 3 2 Celah busi 0. dan gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri. pastikan kabel yang berhubungan dengan pengapian.Pasang: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. bersihkan gasket dan permukaan dudukan busi dari kotoran. 1.031 in) d. dengan udara bertekanan. Ukur : • Kerenggangan busi “a” (dengan thickness gauge) Diluar spesifikasi → Setel celah busi. PERHATIAN: Sebelum melepas busi. EAS20700 T.3 m·kg. Buka: • Busi/Spark plug ECA13330 CATATAN: Sebelum memasang busi. EWA12930 PERINGATAN Setelah menyetel gerak bebas handel gas. Pasang: • Busi/Spark plug Busi/Spark plug 13 Nm (1. dalam kondisi terpasang sempurna dan tidak terdapat karat. Kencangkan mur pengunci e.MESIN 7. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. pastikan kabel gas tidak tertarik. 9. Pabrikan/model NGK/CR8E Pabrikan/model DENSO/U24ESR-N 5. 9. bersihkan lubang dikitar busi. 2.8 mm (0.

2. 3.) 4. 3. 6. 4. tenaga mesin akan berkurang. pemakaian bensin boros. 7. Tanda tidak tepat → Periksa sistim pengapian. untuk menghindari kotoran masuk kedalam cylinder melalui lubang busi.500 r/min b. Pasang: • Baut cap Timing mark (dengan O-ring Baru ) EAS20710 MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI CATATAN: Jika tekanan kompresi tidak standart. dan biarkan beberapa saat pada putaran langsam.) 8. dan selanjutnya matikan mesin. Buka: • Cap Busi 5. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. bersihkan lubang disekitar busi dengan udara bertekanan. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 1 5. Pasangkan: • Timing light “1” • Digital tachometer Timing light 90890-03141 Inductive clamp timing light YU-03141 6.300–1. 8. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. (Selang bensin jangan dicabut. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan. Pasang: • Compression gauge “1” Compression gauge 90890-03081 Engine compression tester YU-33223 a b CATATAN: Penyetelan saat pengapian tidak dapat dilakukan LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3-8 . Putaran langsam mesin 1. (selang bensin jangan dilepaskan. dengan tanda “b” yang terdapat pada rotor generator. Periksa: • Saat pengapian/Ignition timing a. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Lepaskan: • Busi/Spark plug ECA3C11007 PERHATIAN: Sebelum melepas busi. Angkat bagian depan tangki. Lepas: • Digital tachometer • Timing light 7. Periksa tanda penepatan “a” yang ada pada tutup generator.MESIN 2. Angkat tangki bensin bagian depan. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Ukur: • Kelonggaran klep diluar spesifikasi → Setel lihat bagian “MENYETEL KELONGGARAN KLEP” halaman 3-3.

Standart tekanan kompresi (tergantung ketinggian air laut) 510 kPa (72.1 kgf/cm²) Minimum–maximum 440–580 kPa (62. atau yang lebih tinggi. periksa cylinder head.Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Jika tekanan kompresi lebih tinggi dari spesifikasi maksimum. hingga tekanan kompresi stabil.4 ft·lb) 1 9.3 m·kg. Jika tekanan kompresi dibawah spesifikasi minimum. 1 Lebih tinggi dibanding. biarkan mesin berhenti beberapa saat agar oli mengendap. Dengan handel gas terbuka penuh. Ukur: • Tekanan kompresi Diluar spesifikasi → lihat langkah (c) dan (d). b. Hidupkan mesin untuk beberapa saat. putar mesin. c. masukan dipstick ke lubang oli tanpa diputar.Pasang: • Cap busi/Spark plug cap 14. 10. dan tidak bertambah lagi. ada endapan carbon → Bersihkan. 3-9 .8 kgf/cm²) a.5 psi) (5. masukkan sedikit oli kedalam lubang busi dan periksa kembali tekanan kompresi. kepala klep dan kepala piston dimungkinkan ada endapan carbon. 3. Tegakkan sepeda motor dengan sempurna.Pasang: • Busi/Spark plug Busi/Spark plug 13 Nm (1. CATATAN: • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor dalam posisi rata 2. 9. Klep. d. (dan lihat tabel dibawah) Tekanan kompresi (dengan oli dimasukkan ke dalam cylinder melalui lubang busi) Kondisi Diagnosa MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 13. T. Putar kunci kontak ke “ON”.Pasang: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Gasket cylinder head atau Sama dengan tanpa oli Piston dimungkinkan rusak → Perbaiki LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 1 b a Tipe Oli : Tingkatan oli yang disarankan SAE20W40 atau SAE20W50 API service tipe SG JASO standard MA.4–5. Periksa: • Ketinggian oli mesin Batas ketinggian oli mesin harus berada diantara batas garis minimum “a” dan batas garis maksimum “b”.Buka: • Compression gauge 11.MESIN • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. R. Jika berada dibawah batas minimum → Tambahkan dengan oli yang disarankan. 12. CATATAN: • Sebelum memeriksa ketinggian oli.5 psi) (4. • Pada saat memeriksa dengan dipstick “1”. EAS28920 MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN 1.6–82. dan selanjutnya matikan mesin.ring piston aus atau kan jika tanpa oli patah → ganti/perbaiki Piston.

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3-10 . CATATAN: Sebelum memeriksa ketinggian oli. agar oli mengendap. 11. Pasang O-ring baru “3”.15 L (1. 23 ft·lb) T.Periksa kembali: • Mesin (dari kemungkinan ada kebocoran oli) 4. dengan posisi tepat dibawah baut penguras oli. tunggu beberapa saat. b.22 US qt) (1.2 m·kg.84 Imp. Buka dipstick/tutup lubang oli “1” dan elemen saringan oli bawah “2”. R. tunggu beberapa saat.qt) Tanpa membuka element filter oli : 0.01 Imp.qt) 5 4 3 2 2 Dengan membuka element filter oli : 1.0 m·kg. Pasang: • Dipstick/penutup lubang pengisi oli 10. a. Tempatkan nampan dibawah mesin. biarkan mesin berhenti beberapa saat agar oli mengendap. ikuti prosedur di bawah ini. 4. dan matikan.00 L (1.2 ft·lb) MENGGANTI OLI MESIN 1. T. Pasang element filter dan penutup element filter.95 L (1. Baut penutup element filter oli 10 Nm (1. 2.00 US qt) (0.MESIN ECA3C11024 PERHATIAN: Jangan sampai material lain masuk kedalam crankcase. 1 8. 5.qt) 9. R. Isi: • Oli ke Crankcase (dengan kapasitas dan spesifikasi oli yang disarankan) Kapasitas oli Kapasitas total 1. Buka: • Dipstick (penutup lubang pemasukan oli) “1” • Baut penguras oli mesin “2” • O-ring “3” • Per/Spring “4” • Saringan oli bawah/Engine oil strainer “5” LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6. Jika saringan oli bawah juga akan dibersihkan.88 Imp. EAS20810 2 Baru 3 1 c. Periksa: • Saringan oli mesin bawah/strainer Kotor→ bersihkan 7. Periksa kembali ketinggian oli mesin. Hidupkan mesin beberapa saat. Pasang: • Saringan oli bawah/strainer • Per/Spring • O-ring Baru • Baut penguras mesin Baut penguras mesin 32 Nm (3. lalu matikan. 7. 3. untuk pemanasan dan selanjutnya matikan mesin. Hidupkan mesin beberapa saat.Hidupkan mesin beberapa saat. Kuras: • Oli mesin (keseluruhan dari dalam crankcase) 5.06 US qt) (0.

Setel : • Gerak bebas kabel kopling Setelan pada sisi tangkai kemudi a. Putar baut penyetel “2” ke arah “a” atau “b” hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang disarankan. Kendorkan mur pengunci “1”. c. Hidupkan mesin dalam kondisi langsam.Periksa: • Tekanan aliran oli a. dari kerusakan atau kebocoran. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20870 MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING 1. Kencangkan baut pemeriksa aliran oli.7 m·kg. lakukan penyetelan pada penyetel di bagian sisi mesin . Gerak bebas kabel kopling 10.MESIN 12. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau "b" hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang disarankan.59 in) T. Buka secara perlahan baut pemeriksa oli “1”.1 ft·lb) 3 a b d. d. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2. Kearah “a” Gerak bebas kopling bertambah Kearah “b” Gerak bebas kopling berkurang 3-11 . Kencangkan mur pengunci e. Tutup kembali karet penutup setelan CATATAN: Jika gerak bebas kopling sulit di dapat. matikan mesin dan periksa penyebabnya.0 mm (0.Periksa: • Ketinggian oli mesin lihat bagian “MEMERIKSA OLI MESIN" halaman 3-9. Kearah “a” Gerak bebas kopling bertambah Kearah “b” Gerak bebas kopling berkurang MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 1 2 b. 13. Periksa jalur aliran oli. c. Kendorkan mur pengunci “2”. jika tidak ada oli yang keluar. R. dan periksa adakah oli mengalir keluar dari lubang pemeriksa aliran oli. Hidupkan mesin kembali. b. element filter oli. Singkap karet penutup setelan “1” b. 5.0–15. Periksa: • Gerak bebas kabel kopling “a” Diluar spesifikasi → Setel. dan periksa kembali aliran oli e. Setelan pada sisi mesin a. lihat bagian “POMPA OLI” halaman 5-49. pompa oli. Baut pemeriksa aliran oli 7 Nm (0. dari penyetelan sisi tangkai kemudi.39–0. setelah masalah ditemukan.

CATATAN: Pastikan saringan udara terpasang dengan sempurna. Jika terdapat debu dan air. Periksa: • Joint Throttle body “1” • Joint rumah saringan udara mesin “2” Retak/rusak → Ganti. 1. Dan dimungkinkan akan mempengaruhi kerja throttle body. 5. hal ini akan mengakibatkan keausan komponen mesin bagian dalam. dan kerusakan mesin.9 m·kg. a b 2 1 1 c. 2. 3-12 . dan indikator debu. PERHATIAN: 1 Jangan menjalankan mesin tanpa saringan udara terpasang. pada rumah saringan.5 ft·lb) 4. buka: • Penutup saringan udara “1” • Saringan udara T. dan panas mesin yang berlebihan / overheating. Periksa: • Saringan udara Rusak → Ganti. semprot dari dalam keluar pada saringan udara. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKIBENSIN” halaman 7-1. EAS3C11007 1 MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA 1. R. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. dan mengakibatkan kemampuan mesin yang buruk. Kencangkan mur pengunci Mur pengunci 9 Nm (0. bersihkan saringan udara. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Bersihkan: • Saringan udara “1” Semprot dengan udara bertekanan. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2. Pasang : • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. rumah saringan udara. Pasang: • Saringan udara • Penutup rumah saringan udara (terdapat gaskets) ECA3C11025 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20921 MEMBERSIHKAN SARINGAN UDARA MESIN CATATAN : Yang terlihat pada gambar “1” adalah indikator kondisi saringan udara. 6.MESIN 3. 6.

Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Pasang : • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 11 ft·lb) Baut knalpot 20 Nm (2. 2 1 3. pada jalur yang benar. 1. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.5 m·kg. 1 3 EAS21110 MEMERIKSA KETINGGIAN AIR PENDINGIN 1. 1 MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN 1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Periksa: • Selang bensin “1” retak/bocor → Ganti Sambungan kendor → Perbaiki. 2. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Periksa : • Selang pernafasan cylinder head “1” retak/bocor → Ganti. EAS21080 MEMERIKSA SALURAN BENSIN 1. Periksa: • Kekencangan baut pengikat knalpot • Mur knalpot “3” • Mur knalpot “4” Mur knalpot 15 Nm (1. R.4 ft·lb) T. EAS21050 4 4 2 MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN MESIN PADA CYLINDER HEAD 1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2.MESIN ECA14920 PERHATIAN: Pastikan jalur selang pernafasan mesin. EAS21030 1 3. Sambungan kendor → perbaiki. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang rata CATATAN: • Sanggah sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor dalam kondisi rata 3-13 . • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Periksa: • Knalpot “1” Bocor/retak → Perbaiki/ganti • Gasket knalpot “2” ada kebocoran → ganti 2. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 3.0 m·kg.

buka penutup samping kiri. 3-14 . Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. a b 4 2 5 1 3 1 3. Jika penambahan dengan air. • Tempat duduk/jok • Panel depan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 4. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Buka: • Panel depan • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. atau coolant yang disarankan. Periksa : • Ketinggian air pendingin/coolant Ketinggian air pendingin/ coolant harus berada diantara batas atas “a” dan batas minimum "b" Jika berada pada batas minimum → Tambah air/coolant hingga tanda batas atas CATATAN: untuk membuka tutup tangki reservoir “1”. 2. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 2. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. pergunakan air yang bersih. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan dan selanjutnya matikan mesin. 3. pastikan air penambahan dalam kondisi tidak mengandung garam. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. dan periksa kandungan coolant. EAS21130 ECA13470 PERHATIAN: • Tambahkan air. jika tidak tersedia.MESIN EAS21120 2. Periksa : • Radiator “1” • Selang masuk Radiator “2” • Selang keluar Radiator “3” • Selang reservoir coolant “4” • Selang pernafasan Pompa air “5” retak/rusak → ganti lihat bagian “RADIATOR” halaman 6-1. Periksa: • Ketinggian air pendingin/Coolant CATATAN: MENGGANTI AIR PENDINGIN/ COOLANT 1. Buka: • Tutup radiator “1” Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin. • Pergunakan hanya air destilasi. tunggu beberapa saat agar air mengendap. • Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Rumah saringan udara lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. atau asam. MEMERIKSA SITIM PENDINGINAN 1. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.

dan segera bawa ke dokter. Pasang: • Selang reservoir coolant 10.26 US qt) (0. R.qt) Penanganan air pendingin/coolant Coolant dapat merusak komponen-komponen lainnya.7 m·Kg. untuk itu jangan membuka tutup radiator jika radiator dalam kondisi panas. dan secara perlahan. sekali lagi kearah kiri. mempunyai tekanan yang tinggi.22 Imp. tekanan air yang panas akan menyemprot keluar. EWA13040 .25 L (0. 4.1 ft·lb) 11. Kuras: • Air pendingin/Coolant (keseluruhan dari mesin dan radiator) 5.1 ft·lb) 9. Buka: • Baut penguras air pendingin/Coolant “1” (terdapat washer tembaga) 7. Pasang: • Reservoir coolant Baut reservoir coolant 7 Nm (0. Kuras : • Air pendingin/Coolant (dari reservoir coolant ) 8. sambil ditekan kedalam. putar tutup radiator satu kali kekiri biarkan tekanan panas dari dalam radiator keluar setelah dirasakan tidak ada tekanan yang keluar.Pasang: • Baut penguras air pendingin/coolant (terdapat washer tembaga Baru ) Baut penguras air pendingin/coolant 7 Nm (0. Buka : • Reservoir coolant“2” • Tutup reservoir coolant “3” PERINGATAN • Jika coolant terpecik ke mata. Jika radiator telah dingin.79 L (0.Isi: • Air pendingin/coolant (dengan kapasitas dan tipe pendingin yang disarankan) Coolant yang disarankan : YAMAHA GENUINE COOLANT High-quality ethylene glycol antifreeze containing corrosion inhibitors untuk aluminum engines Perbandingan campuran 1:1 ( coolant : air ) Kapasitas Radiator (termasuk jalur selang) 0. untuk membuka tutup radiator.84 US qt) (0. untuk itu hati-hati dalam penanganannya. 3-15 . cuci dengan air. putar tutup radiator. Lepaskan: • Selang reservoir coolant “1” 6. dan mengakibatkan kecelakaan yang serius. 5. 5. . 3. T. dan lepaskan tutup radiator.7 m·Kg.70 Imp.qt) Kapasitas reservoir (hingga batas atas) 0.MESIN 3 2 1 EWA13030 PERINGATAN Air didalam radiator yang panas. Tempatkan kain lap diatas tutup radiator. ikuti petunjuk berikut ini.

• Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.Hidupkan mesin beberapa saat. periksa segera kandungan antifreeze jika memungkinkan. 3-16 . biarkan mesin berhenti sesaat agar air pendingin mengendap.Periksa: • Permukaan air pendingin/Coolant level lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN AIR PENDINGIN” halaman 3-13. jika hal ini terpaksa dilakukan. pergunakan air yang tidak mengandung asam atau garam. dan selanjutnya matikan mesin. 17.Pasang: • Rumah saringan udara lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. segera rendam dan cuci dengan air dan sabun 9 Jika coolant tertelan. untuk itu segera bawa kedokter. dapat mengakibatkan mual. • Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.Pasang: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 9Pergunakan hanya air destilasi.9 9 9Jika coolant menyiram pakaian.Isi: • Air pendingin/coolant reservoir (dengan air pendingin/ coolant hingga batas atas “a”) a 14. MESIN 18. cPERHATIAN 9Penambahan air dengan air biasa akan mempengaruhi kandungan antifreeze di dalam coolant.Pasang: • Tutup reservoir coolant 15.Pasang: • Radiator cap 13. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. segera bersihkan dan cuci dengan air. 9Jangan mencampur antara dua tipe coolant 12. jika air destilasi tidak tersedia. CATATAN: Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin. 9Jika cairan coolant menyentuh permukaan cat. 16.

Setel: • Lampu rem belakang lihat bagian “MENYETEL LAMPU REM BELAKANG” halaman 3-18. dan pemampuan pengereman yang buruk. segera bersihkan dengan kain lap. dan cat.0–30. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar CATATAN: MENYETEL REM BELAKANG 1. Kearah “a” Gerak bebas pedal rem bertambah Kearah “b” Gerak bebas pedal rem berkurang MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM EWA13090 PERINGATAN • Pergunakan minyak rem yang disarankan. pe makaian minyak rem yang kurang bagus.RANGKA/CHASSIS EAS21140 EAS21240 RANGKA/CHASSIS EAS21220 MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM 1. • Pada saat penambahan minyak rem. 3-17 .0 mm (0. Periksa: • Ketinggian minyak rem Jika berada di batas bawah “a” → Isi dengan minyak rem yang disarankan.79–1. untuk itu. • Penambahan minyak rem. ECA13540 a b 1 PERHATIAN: ECA3C11018 Minyak rem dapat mengakibatkan kerusakan komponen plastik. Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4 a a 2. CATATAN: PERHATIAN Setelah menyetel gerak bebas pedal rem. Gerak bebas pedal rem 20. jangan sampai kandungan air masuk ke reservoir. dalam posisi tegak lurus.18 in) • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor. Periksa: • Gerak bebas pedal rem “a” Diluar spesifikasi → Setel. MEMERIKSA KAMPAS REM Ikuti prosedur pemeriksaan kampas rem dibawah ini. Percampuran dua minyak rem akan mengakibatkan reaksi kimia yang memperburuk pengereman. dan menimbulkan gelembung gelembung udara. harus sama dengan minyak rem yang telah ada. pastikan rem tidak mencengkeram tromol rem LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk menjamin ketinggian minyak rem yang benar. Setel: • Gerak bebas pedal rem a.. pastikan posisi tangki reservoir minyak rem. EAS21250 3. akan mengakibatkan kerusakan seal karet. dalam posisi lurus 2. Putar mur penyetel “1” kearah “a” atau ke “b” hingga didapat spesifikasi standart. air akan memperendah titik didih.

Operasikan pedal rem belakang. Setel: • Saat mulai menyala lampu rem belakang a. 2 1 1 EAS21330 MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG CATATAN: EAS21270 MEMERIKSA SELANG REM DEPAN 1.RANGKA/CHASSIS 1. sebelum rem bekerja. Periksa : • Indikator keausan sepatu rem “1” mendekati batas keausan “2” → ganti sepatu rem satu set. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21340 BUANG ANGIN/BLEEDING SISTEM HYDRAULIC REM EWA13100 PERINGATAN Lakukan tindakan bleeding hydraulic rem jika : • Setelah membongkar sistim hydraulic • Membuka atau mengganti selang rem. Periksa: • Saat nyala lampu rem belakang Tidak tepat → Setel 2. 1. Tahan bodi switch lampu rem “1” agar tidak ikut berputar. EAS21310 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG 1. lihat bagaian “REM DEPAN” halaman 4-14. Periksa: • Selang rem “1” Retak/rusak/bocor → Ganti Switch lampu rem belakang bekerja berdasarkan pergerakan pedal rem. Tegakkan sepeda motor dan mainkan rem depan beberapa kali. lihat bagian “REM BELAKANG” halaman 4-26. 2. 2. Tarik tuas rem. Periksa: • Selang rem Ada kebocoran → ganti selang rem. pada saat menyetel mur penyetel “2” kearah “a” atau “b” hingga lampu rem menyala beberapa saat. Periksa : • Kampas rem depan Jika sampai batas keausan “1” menyentuh disc → Ganti kampas rem satu set lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. • Minyak rem terlalu rendah 3-18 . Switch lampu rem harus disetel dengan kondisi lampu rem menyala terlebih dahulu sebelum rem mulai mengerem. 4. Periksa: • Klem selang rem Kendor → kencangkan 3. Kearah “a” Lampu rem menyala lebih cepat Kearah “b” Lampu rem menyala lebih lambat MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 2.

Isi tangki reservoir rem hingga batas atas dengan minyak rem yang disarankan. akan membebani mesin. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang datar EWA13120 T. f. Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah. 2 PERINGATAN 1 Sanggah sepeda motor dengan sempurna. Buka: • Tutup master cylinder rem “1” g. akan menimbulkan kecelakaan yang tidak diharapkan.6 m·kg. Tempatkan ujung selang plastik yang lain pacawan penampung. b. tuas rem beberapa kali. Tarik secara penuh tuas rem. karena posisi tuas rem dalam kondisi mengerem. untuk menghindari bahaya terbalik. biarkan beberapa saat agar minyak rem mengendap. akan berakibat udara masuk pada sistim rem. Buang udara/Bleed: • Sistim Hydraulic rem a. 3-19 . i. ECA13550 cPERHATIAN Apabila kekencangan rantai terlalu kencang. Isi minyak rem pada reservoir hingga batas atas dengan minyak rem yang disarankan. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM k. Pasang diaphragma reservoir master cylinder c. Ulangi tahap (e) hingga (h) hingga gelembunggelembung udara keluar dari sistim pengereman melalui selang trasparan. Kencangkan baut bleding sesuai spesifikasi Baut bleeding 6 Nm (0. Kendorkan baut bleeding CATATAN: 1 Kendorkan baut bleeding. dan jika rantai terputus. R. pastikan minyak rem tersedia cukup pada reservoir jika hal ini tidak diperhatikan. CATATAN: d. j. dan angkat roda belakang dari tanah. agar gelembung udara mengalir keatas. 9 Jika mengalami kesulitan.RANGAK/CHASSIS • Pengereman tidak maksimal 1. Pasang: • Tutup master cylinder rrem EAS21420 MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI CATATAN: Pemeriksaan kekencangan rantai. Tarik secara perlahan. harus di lakukan pada titik terkencang dari posisi rantai. Pasangkan plastik transparan pada ujung baut bleeding “2”. periksa kemampuan pengereman LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3.3 ft·lb) CATATAN 9 Hati-hati pada saat mengisi minyak rem pada reservoir jangan sampai tumpah. Kencangkan baut bleeding. dan lepaskan ikatan tuas rem. dan suku cadang lainnya. dan udara keatas. h. dan mengharuskan anda melakukan prosedur total bleeding yang memakan waktu yang cukup lama. 2. ikat dan jangan dilepaskan. dan tekanan dalam sistim rem akan keluar. 9 Pada saat melakukan bleeding / buang udara. lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM” halaman 3-17. EWA13110 PERINGATAN Setelah melakukan tindakan bleeding. 4. ikat tuas rem pada tangkai kemudi. Jaga kekencangan rantai pada batas spesifikasi 1. e.

Kendorkan mur as roda belakang “4” Putar plat penyetel kekencangan rantai “5” ke arah “a” atau “b” hingga didapat kekencangan rantai yang sesuai spesifikasi. sehingga perlu perawatan yang teratur. R. Jika rantai tidak dirawat dengan benar. Kearah “a” Rantai bertambah kencang Kearah “b” Rantai bertambah kendor MELUMASI RANTAI PENGGERAK Rantai penggerak roda bekerja dengan banyak komponen part yang saling menunjang.9 m·kg. Mur as roda belakang 80 Nm (8. 3. khusus untuk rantai tanpa -O-ring. 1 CATATAN : 2 Untuk menjamin kelurusan roda. e. dan goyanggoyangkan kedepan dan kebelakang Goyang/kendor → Setel bearing kemudi/ steering head. untuk menghindari bahaya terbalik. Setel : • Gerak bebas pedal rem belakang lihat bagian “MENYETEL REM TROMOL BELAKANG” halaman 3-17. EAS21510 MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/ STEERING HEAD 1. pergunakan minyak tanah untuk membersihkan.79–1. 2. Periksa: • Kemudi/Steering head Pegang fork bagian bawah. Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai khusus tanpa O-ring. 4. Kencangkan mur as roda 3-20 . kanan dan kiri f. Putar roda belakang dan cari titik terkencang dari posisi rantai. maka akan cepat mengalami keausan. c. lumasi dengan oli mesin. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN b a 5 4 3 Sanggah sepeda motor dengan sempurna. R. Periksa : • Kekencangan rantai “a” Diluar spesifikasi → setel. hingga roda depan terangkat dari tanah. EAS21450 Lakukan pemeriksaan rantai pada posisi antara As sprocket depan dan As sprocket belakang. d. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Kekencangan rantai 20–40 mm (0. b. samakan posisi kedua plat penyetel. 58 ft·lb) g.0 m·kg. dan keringkan dengan kain lap. T.57 in) CATATAN: 5.. khususnya. EWA13130 PERINGATAN Selalu pergunakan cotter pin yang baru. CATATAN : Sanggah sepeda motor dengan penyangga. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Kendorkan mur penyetel rem belakang “1”. satu dengan yang lainnya. Kencangkan mur batang torsi rem Mur batang torsi 19 Nm (1. T. Lepaskan cotter pin “2” Kendorkan mur batang torsi “3”. Setel : • Kekencangan rantai a. atau pelumas rantai. pada daerah yang berdebu.RANGKA/CHASSIS 2. 13 ft·lb) h. Pasangkan cotter pin.

dan kencangkan kembali yang kedua kalinya dengan kunci torsi dan steering nut wrench. atau ke kiri. 4. Pasangkan mur ring atas dengan tangan.4 ft·lb) T. Pasang lock washer “1” CATATAN: Pastikan pengait lock washer “a” tepat masuk pada kedua alur mur atas dan bawah “b”. untuk menghindari bahaya terbalik. h. Periksa: • Inner tube Baret/aus → Ganti T. lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD” e. dan tepatkan alur antar kedua ring nut. dan tepatkan alur ring kedua mur dengan steering nut wrench. 3. Kendorkan mur ring bawah “4” secara penuh. R. 35 ft·lb) MEMERIKSA FORK DEPAN 1. dan periksa bearing atas dan bearing bawah.RANGKA/CHASSIS c. lepaskan bracket kemudi bawah. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar. Pasang mur ring atas “2”. jika terasa berat. Buka lock washer “1”. 9. EAS21530 Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 Mur ring bawah (torsi pengencangan awal) 48 Nm (4. jika perlu tahan ring mur bawah. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. b. f. dengan cara membelokkan kemudi kekanan. Buka: • Bracket atas lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD” halaman 4-43. jangan terlalu kencang Mur ring bawah (torsi pengencangan final) 13 Nm (1. CATATAN: Setel kunci torque menyudut kekanan dengan steering nut wrench. 3-21 . Kencangkan mur ring bawah “4” dengan steering nut wrench “5”. 2. R. Periksa kelancaran gerak kemudi. EWA13140 PERINGATAN Pengencangan mur bawah. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM d. Setel: • Kemudi/Steering head a.8 m·kg. dan washer karet “3”.3 m·kg. Pasang: • Bracket atas lihat bagian “KEMUDI/STEERING” halaman 4-43. mur ring atas "2". Pasang washer karet “3”. g.

dan kecepatan sepeda motor. Kedalaman alur 2. Indikator keausan Batas keausan (depan) 1.RANGKA/CHASSIS • Seal oli Ada kebocoran oli → Ganti 3. Periksa : • Cara kerja fork depan Tekan tangkai kemudi kebawah.0 mm (0.00 kgf/cm²) BEBAN MAKSIMUM 205. Periksa: • Tekanan angin ban Diluar spesifikasi → tambah angin PERINGATAN Sangat berbahaya. Jika alur ban sudah dalam batas keausan. aksesoris.0 mm (0. dan aksesoris EWA13190 EAS21660 MEMERIKSA BAN Ikuti prosedur dibawah ini. barang bawaan.0 kg (452 lb) * total beban: pengendara. berkendara dengan ban yang buruk. ganti ban dengan yang baru. 2. sebaiknya dilakukan pada saat temperatur udara luar.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. Pergerakan tidak lancar → Perbaiki lihat bagian “FORK DEPAN” halaman 4-35. Tegakkan sepeda motor. dan gerakkan tangkai kemudi kebawah dan keatas 4. dan periksa kelancaran pergerakan tekanan balik suspensi. 1. pembonceng. dapat mengakibatkan kecelakaan.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. • Pengoperasian melebihi beban maksimum. sama dengan temperatur udara ban • Tekanan angin ban. untuk melakukan pemeriksaan ban. Tekanan angin ban (diukur dalam kondisi dingin) Kondisi beban 0–90 kg (0–198 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.00 kgf/cm²) Kondisi beban 90–205 kg (198–452 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.04 in) Batas keausan (belakang) 1. Periksa: • Permukaan ban Retak/aus → Ganti ban EWA3C11010 PERINGATAN • Pemeriksaan angin ban.04 in) 3-22 . barang bawaan.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. dan keatas beberapa kali. pengendara. 1. tarik tuas rem. harus disesuaikan deberat beban dari penumpang.00 kgf/cm²) Kecepatan tinggi Depan 175 kPa (25 psi) (1. Dinding samping 3.

pergunakan dalam kecepatan normal jangan menggunakan kecepatan tinggi. pastikan ban dalam terpasang dengan sempurna.RANGKA/CHASSIS PERINGATAN 9Jangan menggunakan ban tubless. dengan pelek bukan tubless. 9Sehabis mengganti ban dalam. 9 Jika menggunakan ban dalam. untuk pemeriksaan roda. tipe dan model ban depan dan belakang harus sama dengan model ban. 1. tapi segera ganti dengan ban yang baru jika kondisi telah memungkinkan untuk mengganti. Ban depan B.75–17 41P Pabrikan / model IRC/NR72 Pabrikan / model DUNLOP/D102FA EAS21670 MEMERIKSA RODA Ikuti prosedur dibawah ini. 9Selalu lakukan penggantian ban dalam dan ban luar satu set. pastikan ban dalam telah terpasang dengan tepat pada alur pelek 9Tidak dibenarkan menambal ban dalam yang bocor. Yamaha tidak memberikan jaminan "handling characteristic" jika memakai tipe dan bentuk ban yang berbeda dari yang disarankan Yamaha Ban depan Ukuran 2. atau setelah dibongkar. PERINGATAN Setelah dilakukan uji coba yang intensive oleh Yamaha Motor Co Ltd. maka untuk mengganti ban luar. Periksa: • Roda Aus/retak-retak → Ganti 3-23 . dalam pemakaian dibawah jarak 100 Km. ban belakang CATATAN: Pelek dengan ban dalam dengan ban dalam Pelek tanpa ban dalam EWA14090 dengan ban dalam / tidak Untuk ban yang dilengkapi tanda arah putaran “1”: • Pasang dengan posisi "tanda arah panah" mengarah ke arah putaran ban. 9Untuk menghindari ban dalam terjepit. bersamaan. dalam keadaan darurat. sangat berbahaya dapat mengakibatkan kecelakaan dan fatal bagi pengendara. • Tepatkan tanda marking “2” dengan posisi dudukan klep/pentil. untuk itu. A B Ban belakang ukuran 90/90–17M/C 49P Pabrikan/model IRC/NR72 Pabrikan/model DUNLOP/D102A PERINGATAN 9 Ban baru biasanya mempunyai daya cengkeraman pada permukaan jalan yang kurang. bawaan dari pabrik. kencangkan mur pengunci klep udara "1" 9 A. hal ini bisa dilakukan.

EAS21690 MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL Ikuti prosedur dibawah ini. dan komponen yang bergerak.RANGKA/CHASSIS EWA13260 PERINGATAN Jangan memperbaiki ban roda yang aus/ retak. EAS3C11038 MELUMASI TUAS KOPLING Lumasi engsel tuas kopling. dan masukkan beberapa tetes oli kedalam lubang ujung pembungkus kabel. 1. EAS3C11041 Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based MELUMASI PEDAL REM Lumasi engsel pedal rem dan komponen metal yang bergesekan. Periksa: • Kabel bagian luar Rusak → ganti 2. 3-24 . untuk melakukan pemeriksaan dan pelumasan kabel. untuk itu. akan mengakibatkan kerusakan kabel di bagian dalam. Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS3C11039 MELUMASI TUAS REM Lumasi engsel tuas rem. Pelumas yang disarankan Gemuk Silicone EAS3C11040 MELUMASI PEDALPEMINDAH GIGI Lumasi engsel pedal pemindah gigi. Periksa: • Kelancaran kerja kabel penggerak Tidak lancar → Lumasi Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based CATATAN: MELUMASI STANDART TENGAH Lumasi engsel standart tengah dan komponen metal yang bergesekan Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS21740 MELUMASI SHOCK ABSORBER BELAKANG Lumasi engsel shock absorber belakang dan komponen yang bergesekan Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based Arahkan kabel mengarah ke atas. ganti kabel satu set dengan kabel bagian dalam. EWA13270 PERINGATAN MELUMASI STANDART SAMPING Lumasi engsel standart samping dan komponen metal yang bergesekan Pelumas uyang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS21730 Kerusakan kabel bagian luar. lakukan tindakan balancing roda. Pelumas yang disarankan Gemuk Silicone EAS21720 CATATAN: Sehabis melakukan penggantian ban luar.

hal ini akan mengakibatkan umur dari bohlam akan menjadi pendek. EAS21780 MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN 1. jauhkan dari kandungan oli dan cairan lain. Pasang: • Penutup bohlam 7. PERHATIAN: MEMERIKSA SEKRING lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” halaman 8-55. Setel: • Arah sinar lampu (keatas) Gerakkan rumah lampu depan “1” kearah “a” atau “b”. biarkan lampu dalam kondisi dingin 5. Pasang: • Bohlam lampu Baru Pasangkan bohlam lampu pengganti. Pasang: • Lensa lampu depan EAS21800 MENYETEL POSISI ARAH SINAR LAMPU 1. dan tangan anda.SISTIM KELISTRIKAN EAS21750 EWA13320 SISTIM KELISTRIKAN EAS21760 PERINGATAN MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” halaman 8-55. dan efek penyinaran akan menjadi buruk. Buka: • Penutup bohlam “3” 6. Sambung: • Coupler kabel lampu 8. Kearah “a” Arah sinar lampu keatas Kearah “b” Arah sinar lampu kebawah 2 3 4. pada holder lampu depan. Buka: • Lensa lampu depan “1” Jangan menyentuh langsung kaca bohlam. jika kaca bohlam tersentuh oleh cairan oli. dalam kondisi panas jauhkan dari benda yang mudah terbakar. bersihkan dengan kain lap yang mengandung thinner. EAS21770 Pada umumnya lampu depan. Lepaskan: • Coupler lampu depan “2” 3. Lepaskan: • Bohlam lampu depan “4” b 4 1 a 3-25 . 1 2.

............................................................................................................................ 4-4 MELEPAS RODA DEPAN....................4-21 MERAKIT CALIPER R E M D E P A N .........4-12 MEMERIKSA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG ..................................4-20 MELEPAS CALIPER REM DEPAN.............. 4-1 MEMASANG RUMAH SARINGAN UDARA ...................... 4-7 MEMASANG RODA DEPAN...4-12 MEMASANG RODA BELAKANG (TROMOL) .................................. 4-22 MEMASANG CALIPER REM DEPAN ......................................................................................... 4-23 MEMERIKSA MASTER CYLINDER REM DEPAN............................................................................................................................................................................................................................................................................................................ 4-14 PENDAHULUAN..........................4-6 MEMERIKSA GEAR UNIT SPEEDOMETER .........4-7 MENYETEL KESEIMBANGAN/BALANCE RODA DEPAN ......................................................................................................... 4-3 RODA DEPAN.................................................. 4-27 MEMASANG PLAT SEPATU REM BELAKANG .............4-13 REM DEPAN..........4-21 MEMERIKSA CALIPER REM DEPAN ....4-12 MEMERIKSA RODA BELAKANG.........4-23 MEMASANG MASTER CYLINDER REM DEPAN............................................................................... 4-26 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG...............................................................4-12 MEMERIKSA HUB RODA BELAKANG..................................................................................................4-22 MELEPAS MASTER CYLINDER R E M D E P A N ............4-28 TANGKAI KEMUDI .............................. 4-7 MEMASANG RODA DEPAN (CAKRAM) .......................................................................................................... 4-32 MEMASANG TANGKAI KEMUDI .............................................................4-32 MEMERIKSA TANGKAI KEMUDI ..............................................................................4-23 REM BELAKANG ................4-6 MEMERIKSA RODA DEPAN ..................................................4-30 MELEPAS TANGKAI KEMUDI ... 4-27 MEMERIKSA KEAUSAN REM BELAKANG ...............................4-32 4 ....................................RANGKA/CHASSIS RANGKA UMUM ...............................4-10 MELEPAS RODA BELAKANG (TROMOL)............................... 4-19 MEMERIKSA CAKRAM RODA DEPAN .......................4-19 MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN ........................................................................................................................................4-23 MEMBONGKAR MASTER CYLINDER REM DEPAN ..................4-21 MEMBONGKAR CALIPER REM DEPAN...............4-6 MEMASANG RODA DEPAN............................................................................... 4-8 RODA BELAKANG.......................................................................................................................................................................................

...........................4-49 LENGAN AYUN/SWINGARM................................................. 4-55 MEMERIKSA RANTAI .............................................................................................. 4-46 MEMASANG KEMUDI/STEERING HEAD .............................4-41 KEMUDI/STEERING HEAD....................................4-48 MELEPAS UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG............... 4-43 MELEPAS BRACKET BAWAH................................4-39 MERAKIT GARPU DEPAN.........................................GARPU DEPAN........................4-46 UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG ...................................... 4-53 MEMERIKSA LENGAN AYUN/ SWINGARM .................4-51 MELEPAS LENGAN AYUN/SWINGARM..... 4-46 MEMERIKSA KEMUDI/ STEERING HEAD ..............................................................4-53 RANTAI PENGGERAK.............................................................................................................................4-38 MEMERIKSA GARPU DEPAN .......................... 4-53 MEMASANG LENGAN AYUN/SWINGARM ........4-49 MEMERIKSA CONNECTING ARM DAN RELAY ARM... 4-39 MEMASANG GARPU DEPAN ................................................................................4-49 MEMASANG UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG..............................................................................4-49 MEMASANG RELAY ARM..........4-38 MEMBONGKAR GARPU DEPAN........................................................4-49 MEMERIKSA UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG ...........................................4-57 ................................................................................................................................................................................................................................................................................................4-56 MEMASANG RANTAI ..................................4-35 MELEPAS GARPU DEPAN.........................................................................................................

.

5. 3 5 9 26 Nm (2.7 m • kg. 5. 19 ft • Ib) T. R. R. T. Keterangan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas. 5. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 R.RANGKA UMUM EAS21830 RANGKA UMUM Membuka tempat duduk dan covers 7 Nm (0.7 m • kg. 5. R.1 ft • Ib) T.7 m • kg. 6 2 1 7 Nm (0.7 m • kg.1 ft • Ib) 7 Nm (0. R. 5. T.1 ft • Ib) T.1 ft • Ib) R. 4-1 .1 ft • Ib) Nama komponen Panel depan kiri Panel depan kanan Tempat duduk/jok Pegangan pembonceng Panel belakang Penutup samping kiri Penutup samping kanan Penutup samping kiri Penutup samping kanan 8 Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 7 Nm (0. T. 4 7 7 Nm (0.7 m • kg.6 m • kg.

RANGKA UMUM Melepas rumah saringan udara 1 2 7 4 3 2 Nm (0. 1.0 m • kg.0 m • kg.2 ft • Ib) T. R. Keterangan 4-2 . 6 5 Nama komponen Tempat duduk/penutup samping dan kanan Tangki bensin 1 2 3 4 5 6 7 Rumah saringan udara Saringan udara Baut klem joint rumah saringan udaraAir Rumah saringan udara Selang pernafasan cylinder head Selang Air induction system (rumah saringan udara ke joint 3 cabang ) Silincer Air filter case 1 1 1 1 1 1 1 Jumlah 10 Nm (1. Nomor R. T.4 ft • Ib) 10 Nm (1. 7.2 ft • Ib) lihat "RANGKA UMUM" halaman 4-1 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 7-1. R. 7.2 m • kg. Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas T. Kendorkan.

Pasanmg: • Klem joint rumah saringan udara CATATAN: Tepatkan "nok" “a” yang terdapat pada rumah saringan udara dengan slot “b” pada klem joint a b 4-3 .RANGKA UMUM EAS3C11027 MEMASANG RUMAH SARINGAN UDARA 1.

R.0 m • kg. R. 43 ft • Ib) T. 5 4 Komponen yang dilepas Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. 3 LT 1 2 LS 60 Nm (6.RODA DEPAN EAS21870 RODA DEPAN Melepas roda depan dan disc brake 23 Nm (2.3 m • kg. 17 ft • Ib) LS (5 6 7 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 Kabel speedometer Mur as roda depan As roda depan Roda depan Gear unit speedometer Collar Disc brake ( T. kebalikan dari prosedur melepas 4-4 .

RODA DEPAN Melepas roda depan LS Baru 1 2 3 4 Nomor 1 2 3 4 Seal oli Bearing Spacer Bearing Komponen yang d iilepas Jumlah 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas. 4-5 .

4-6 . Angkat: • Roda depan CATATAN: Sanggah sepeda motor dengan penyanggah hingga roda depan terangkat dari tanah. Buka seal oli “1” dengan obeng minus CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM untuk menjaga agar hub tidak rusak. Buka: • Seal oli • Bearing roda a.5 mm (0. 3. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang datar EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna untuk menghindari bahaya terbalik 2. Lepas: • Roda depan • Gear unit speedometer • Collar CATATAN: LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21920 MEMERIKSA RODA DEPAN 1. Periksa: • As roda Gelindingkan as roda pada meja datar bengkok → Ganti EWA13460 Jangan menarik tuas rem depan. Buka bearing roda “3” dengan bearing puller. Bersihkan bagian luar dari hub roda depan b. 3. 2. Periksa: • Ban • Roda depan Rusak/Aus → Ganti lihat bagian “MEMERIKSA BAN” halaman 3-22 dan “MEMERIKSA RODA” halaman 3-23. EAS21910 PERINGATAN Jangan membengkokkan as roda yang bengkok. pada saat roda depan dilepas. tempatkan kain"2" diantara obeng dan hub.0 mm (0.04 in) kebengkokan ke arah samping 0.02 in) c. MEMBONGKAR RODA DEPAN 1. Ukur: • Kebengkokan ke arah atas “1” • Kebengkokan ke arah bawah “2” Kebengkokan diluar spesifikasi → Ganti kebengkokan ke arah atas 1.RODA DEPAN EAS21890 MELEPAS RODA DEPAN 1.

alat balancer EAS21940 MEMERIKSA UNIT GEAR SPEEDOMETER 1. Pada saat roda berhenti. • Pada saat menyetel keseimbangan/balance roda. Lepas: • Pemberat/balancer yang ada 2. Pada saat roda berhenti. Pasang: • Bearing roda • Seal oli Baru a. beri tanda “X1” pada bagian bawah roda MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MERAKIT RODA DEPAN 1. • Seal oli Aus/bocor → Ganti LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21970 MENYETEL KESEIMBANGAN RODA DEPAN/ BALANCE CATATAN: • Setelah mengganti ban. 1. Putar roda 90° dari posisi tanda “X 1” seperti posisi pada gambar. Putar: • Roda depan secara perlahan CATATAN: Tempatkan roda depan pada. dengan prosedur kebalikan dari melepas ECA3C11009 Baru MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERHATIAN: Penekanan pemasangan jangan sampai menekan inner race“1” atau ball “2”. Periksa: • Bearing roda Bearing roda longgar atau macet → Ganti bearing roda. Pergunakan socket “4” untuk menekan bagian luar/outer race dari bearing dan seal oli. atau keduanya roda harus disetel keseimbangannya/ balance.RODA DEPAN 4. d. 4-7 . Pasang bearing baru dan seal oli. Lepaskan roda e. disc brake harus terpasang. penekanan hanya boleh pada outer race “3”. beri tanda “X 2” pada bagian bawah roda. Periksa: • Unit gear speedometer Bengkok/rusak/aus → Ganti EAS21960 a. Putar roda depan b. roda. CATATAN: c.

pasang kembali pemberat. d. Putar roda 90° pada alat balancer seperti pada gambar. c. Jika roda hanya berhenti pada titik tertentu.3 m·kg. ulangi langkah balancer kembali. Pasang balancer pemberat “1” pada arah yang berlawanan dengan tanda “X”. Putar roda depan beberapa kali. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2. 17 ft·lb) LOCTITE® CATATAN: Kencangkan baut piringan rem. Pasang: • Roda depan 4. dan pastikan titik berat jatuh merata disemua bagian. Periksa: • Piringan rem depan lihat bagian “MEMERIKSA PIRINGAN REM DEPAN” halaman 4-19. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21990 3. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM f. R.RODA DEPAN a. T. Lumasi: • As roda/Wheel axle • Lidah seal oli • Gear unit speedometer Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 4. berikan pemberat yang berlawanan dari tanda LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL b. Ulangi langkah (b) dan (c) hingga roda betulbetul seimbang/ balance. ulangi langkah (c) hingga (e) beberapa kali hingga roda dapat berhenti di berbagai titik secara merata g. Setel: • Keseimbangan roda depan a. CATATAN: Mulai dengan pemberat yang ringan b. Jika titik berat tidak merata. Jika keseimbangan masih belum merata. dengan pola silang. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG RODA DEPAN (DISC) 1. Periksa: • Keseimbagngan roda depan 4-8 . 3. Pasang: • Disc rem depan Baut disc rem depan 23 Nm (2.

dan periksa apakah shock absorber dapat menekan kembali (rebound) dengan sempurna. 5. Pasang: • Roda depan CATATAN: Pastikan slot “a” pada gear unit speedometer masuk kedalam alur “b” pada outer tube. tekan tangkai kemudi kebawah beberapa kali. Kencangkan: • As roda As roda 60 Nm (6.RODA D EPAN CATATAN: EWA3C11009 Pasang roda dengan tanda arah panah “1” kearah putaran roda.0 m·kg. 43 ft·lb) T. 6. R. Pasang: • Gear unit speedometer CATATAN: Pastikan "nok" pada gear unit speedometer masuk pada alur yang terdapat pada hub roda. 4-9 . PERINGATAN Pastikan jalur selang rem pada posisi yang benar ECA14140 PERHATIAN: Sebelum mengencangkan mur as roda. a b 7.

RODA BELAKANG EAS22020 RODA BELAKANG melepas roda belakang dan sepatu rem 80 Nm (8. 9 12 4 1 11 6 LS 8 10 Baru 2 5 3 8 7 10 19 Nm (1. 58 ft • Ib) 9 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 .9 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas 4-10 .0 m • kg. R. 13 ft • Ib) LS T. Komponen yang dilepas Mur penyetel pedal rem belakang Batang rem Per Pin Batang torsi rem Mur as roda belakang As roda belakang Plat penyetel rantai Collar Collar Roda belakang Sepatu rem Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. T R.

0 m • kg.RODA BELAKANG Membongkar roda belakang 10 Nm (1. 31 ft • Ib) T. LS S 7 8 7 43 Nm (4. R.3 m • kg.2 ft • Ib) S T. R. kebalikan dari prosedur melepas 4-11 . 7. 6 5 6 2 (6) 3 Baru 4 LS 1 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 Komponen yang dilepas Sprocket roda belakang Collar Seal oli Bearing Hub roda belakang Damper hub roda belakang Bearing Spacer Jumlah 1 1 1 1 1 4 2 1 Keterangan Untuk pemasangan.

Lepas: • rem belakang CATATAN: 3 Tekan roda belakang ke depan. Periksa: • Ban • Roda belakang Risak/Aus/Retak → Ganti lihat bagian “MEMERIKSA BAN” halaman 3-22 dan “MEMERIKSA RODA” halaman 3-23. Unjung gear bengkok → Ganti rantai. dan sprocket belakang satu set. MEMERIKA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang rata EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. Periksa: • As roda • Roda belakang • Bearing roda • Seal oli lihat bagian “MEMERIKSA RODA DEPAN” halaman 4-6. Roller rantai 2. sprocket depan. khususnya pada permukaan singgung dengan sprocket. T. Bersihkan hub roda belakang. EAS22110 Tempatkan sepeda motor pada tempat yang datar dan angkat roda belakang 2. 2. Kondisi bagus 1. untuk menghindari bahaya terbalik CATATAN: 3. dan sprocket belakang satu set. untuk melepas pin dari batang rem. 2 1 4 3. Periksa: • Sprocket roda belakang Keausan lebih dari 1/4 gigi “a” → Ganti rantai. periksa: • Hub roda belakang retak/aus → Ganti • Damper hub roda belakang Pecah/mengecil → Ganti EAS22120 Tekan kebawah pedal rem. Ukur : • Keolengan roda kearah atas • Keolengan roda ke arah samping lihat bagian “MEMERIKSA RODA DEPAN” halaman 4-6. Ganti: • Sprocket roda belakang a. dengan tulisan pada sprocket menghadap ke luar. Mur sprocket roda belakang 43 Nm (4. 4-12 . Lepas baut pengunci pada sprocket roda belakang. dan lepaskan rantai dari gear sprocket. sprocket depan. Buka: • Mur penyetel rem belakang “1” • Batang rem “2” • Per/Spring “3” • Pin “4” CATATAN: MEMERIKSA HUB RODA BELAKANG 1. 31 ft·lb) MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM CATATAN: • Pasang sprocket roda belakang. 2. R. Pasang sprocket roda yang baru.3 m·kg. EAS22090 b. b.RODA BELAKANG EAS22060 MELEPAS RODA BELAKANG (TROMOL) 1. c. Sprocket roda belakang MEMERIKSA RODA BELAKANG 1.

4-13 . Pasang : • Sprocket roda belakang lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG” halaman 4-12 3.79–1.0 mm (0.0 m·kg. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS22180 MEMASANG RODA BELAKANG (TROMOL) 1. Setel : • Gerak bebas pedal rem lihat bagian “MENYETEL REM TROMOL RODA BELAKANG” halaman 3-17.79–1. R.RODA BELAKANG • Kencangkan mur pengunci pada tempatnya dengan pola silang.18 in) T. 58 ft·lb) 6. Lumasi : • As roda • Bearing roda Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 4. Kekencangan rantai 20–40 mm (0. Setel: • kekencangan rantai lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19.57 in) 5. Lumasi: • Seal oli Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 2. Kencangkan: • Mur roda belakang Mur roda belakang 80 Nm (8.0–30. Gerak bebas pedal rem 20.

REM DEPAN
EAS22210

REM DEPAN
Melepas kampas rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

T.

R.

1 2

3 2
T.

Nomor

1 2 3 4 5 6 7

R.

5 4

7

6
Komponen yang dilepas Jumlah

35 Nm (3,5 m • kg, 25 ft • Ib)

Ikuti prosedur dibawah ini, untuk melepas caliper rem depan. Holder selang rem Baut caliper rem depan Caliper rem depan Clip kampas rem Pin kampas rem Kampas rem depan Per kampas rem 1 2 1 2 1 2 1 Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas

T.

R.

Keterangan

4-14

REM DEPAN
Melepas master cylinder rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

.
R.

2 1 11

3 5
6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

4

T.

R.

S

10 Baru 8 7 9

12 6

6 Nm (0,6 m • kg, 4.3 ft • Ib)

T.

R.

26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)

Nomor

.
R.

Komponen yang dilepas Minyak rem

Jumlah

Keterangan Kuras minyak rem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Kaca spion Tutup reservoir master cylinder rem Holder diaphragma reservoir master cylinder Plat diaphragma reservoir master cylinder Plate Swirch lampu rem depan Baut union selang rem Washer tembaga Selang rem Tuas rem Holder master cylinder rem depan Master cylinder rem depan

1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Untruk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-15

REM DEPAN
Membongkar master cylinder rem depan

5

4 Baru

3 2 Baru 1

Nomor 1 2 3 4 5

Komponen yang dilepas Pelindung debu/Dust boot Circlip Washer Kit master cylinder rem Bodi master cylinder rem

Jumlah 1 1 1 1 1

Keterangan

Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-16

REM DEPAN
Melepas caliper rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)
T.

T.

R.

5 1 4

2 Baru 3 6

5

Nomor

T.

1 2 3 4 5 6

R.

35 Nm (3,5 m • kg, 25 ft • Ib)

Komponen yang dilepas

Minyak rem Holder selang rem Baut union selang rem Washer tembaga Selang rem depan Baut caliper rem depan Caliper rem depan 1 1 2 1 2 1

R.

Jumlah

Keterangan Ikuti prosedur dibawah ini untuk melepas caliper rem depan Kurasrem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.

Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas.

4-17

REM DEPAN
Membongkar caliper rem depan

7 1 1 6

6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

T.

R.

2

8

9 Baru 4
S

10 Baru

8
BF

S

9 Baru 10 Baru

S

5 3
Nomor komponen yang dilepas Jumlah keterangan Ikuti prosedur dibawah ini untuk membongkar caliper rem depan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Clip kampas rem Pin kampas rem Kampas rem Per kampas rem Bracket caliper rem Bodi caliper rem Baut bleeding/buang angin Piston caliper rem Seal piston caliper rem Seal debu caliper rem 2 1 2 1 1 1 1 2 2 2 Untuk merakit, kebalikan dari prosedur memebongkar

4-18

REM DEPAN
EAS22220

PENDAHULUAN
EWA 14100

PERINGATAN

Komponen bagian dalam disc brake, jarang sekali dilakukan pembongkaran Tetapi harus selalu dilakukan pemeriksaan dan perawatan : 9Jangan melakukan pembongkaran, jika tidak diperlukan. 9Jika ada bagian dalam sistim disc brake yang harus dilepas, kuras minyak rem, bersihkan bagian dalam dan isi minyak rem, pada batas yang telah ditentukan, setelah itu, lakukan bleeding/buang udara. 9Jangan menggunakan cairan pembersih, untuk membersihkan komponen dalam. 9Untuk pencucian komponen bagian dalam pergunakan minyak rem. 9Minyak rem dapat merusak plastik dan permukaan cat, untuk itu segera bersihkan jika minyak rem menyentuh plastik dan cat. 9Hindari mata anda dari percikan minyak rem, ini akan mengakibatkan luka yang serius TINDAKAN PERTAMA JIKA MATA ANDA TERKENA PERCIKAN MINYAK REM 9Rendam dengan air selama 15 menit dan, segera bawa kedokter untuk pengobatan
EAS22230

a. Tegakkan sepeda motor dengan penyanggah di bawah hingga roda depan terangkat b. Sebelum memerika keolengan piringan rem gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri untuk memastikan gerak bebas roda c. Lepas caliper rem. d. Pasangkan dial gauge pada sisi permukaan piringan rem. e. Posisi titik pengukuran pada 5 mm (0.20 in) dari garis luar piringan. 4. Ukur: • Ketebalan piringan rem Ukur ketebalan piringan dengan berbagai lokasi pengukuran. diluar spesifikasi → Ganti

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

Ketebalan piringan rem 3,5 mm (0,14 in) 5. Setel : • Kebengkokan piringan rem a. Buka baut pengikat piringan b. Geser piringan rem, dengan satu lubang c. Pasang piringan rem Baut piringan rem depan 23 Nm (2,3 m·kg, 17 ft·lb) LOCTITE®
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA DISC REM DEPAN 1. Lepas: • Roda depan lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-4. 2. Periksa: • Piringan rem Aus/oleng → Ganti 3. Ukur: • Kebengkokan piringan rem diluar spesifikasi → perbaiki /ganti

CATATAN:

Kencangkan baut pengikat piringan rem dengan pola silang.

T.

R.

Kebengkokan piringan rem 0,15 mm (0,0059 in)

4-19

REM DEPAN
2. Pasang: • Kampas rem • Per kampas rem
CATATAN:

Menggantianti kampas rem baru harus diikuti dengan mengganti per kampas rem satu set. a. Pasangkan plastik transparan “1” pada ujung baut bleeding “2”. dan tempatkan ujung selang yang lain pada penampung.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

d. Ukur kebengkokan piringan rem. e. Jika masih diluar batas spesifikasi, ulangi lagi proses semula hingga didapat keolengan piringan rem sesuai spesifikasi. f. Jika tetap tidak bisa sesuai dengan spesifikasi ganti piringan rem.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

6. Pasang: • Roda depan lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-4.
EAS22260

MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN
CATATAN :

b. Kendorkan baut bleeding, dan tekan piston caliper pada rem caliper dengan jari. c. Kencangkan baut bleeding baut bleeding 6 Nm (0,6 m·kg, 4,3 ft·lb)

Pada saat mengganti kampas rem, tidak perlu membuka selang rem atau membongkar caliper rem.
T.

R.

1. Ukur: • Keausan kampas rem “a” diluar spesifikasi → Ganti kampas rem satu set. Ketebalan kampas rem (dalam) 5,3 mm (0,21 in) Limit 0,8 mm (0,03 in) Ketebalan kampas rem (luar) 5,3 mm (0,21 in) Limit 0,8 mm (0,03 in)

d. Pasang kampas rem baru dan per kampas rem yang baru satu set.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

3. Periksa: • Ketinggian minyak rem dibawah tanda batas minimum “a” → Isi dengan minyak rem hingga batas maksimum. lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM” halaman 3-17.

a

a

4. Periksa: • Cara kerja tuas rem Ngempos, tidak pakem → Bleeding udara pada sistim rem hydraulic. lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING REM HYDRAULIC” halaman 3-18.

4-20

REM DEPAN
EAS22290

MELEPAS CALIPER REM DEPAN
CATATAN:

b. Buka seal piston caliper dan seal debu.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS22380

Sebelum membongkar caliper rem, kuras minyak rem dari sistim hydraulic rem 1. Buka: • Baut union selang rem. • Washer tembaga • Selang rem
CATATAN:

MEMERIKSA CALIPER REM DEPAN Jadwal anjuran penggantian komponen rem hydraulic Kampas rem Seal piston Seal debu Selang rem Minyak rem Jika sudah aus Setiap dua tahun Setiap dua tahun Setiap empat tahun Setiap dua tahun, dan setiap membongkar sistim pengereman

Masukkan ujung selang rem, kedalam penampung dan pompa minyak rem, dengan hati-hati.
EAS22320

MEMEBONGKAR CALIPER REM 1. buka: • Piston caliper rem “1” • Seal piston caliper rem “2” • Seal debu caliper rem “3”

1. Periksa: • Piston caliper rem “1” Karat/baret/aus → Ganti piston caliper rem • Caliper cylinder rem “2” Baret/aus → Ganti unit caliper rem. • Bodi caliper rem “3” retrak/rusak → Ganti unit caliper rem

1 2 3 1 2
a. Tiup dengan udara bertekanan pada lubang nepel selang “a” untuk mengeluarkan piston dari caliper rem.
EWA13550

• Jalur aliran minyak rem (Bodi caliper rem) Tersumbat → Tiup dengan udara bertekanan

EWA3C11012

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

PERINGATAN

Setiap membongkar caliper rem, ganti seal piston dan seal debu.

PERINGATAN

3

• Bungkus caliper piston dengan kain lap. untuk menghindari piston melejit keluar, tiup dengan udara bertekanan dari lubang nepel. • Jangan coba melihat jalannya piston keluar.

2

2

1
2. Periksa: • Bracket caliper rem. Retak/rusak → Ganti

a

4-21

REM DEPAN
EAS22400

ASSEMBLING THE FRONT BRAKE CALIPER
WARNING

9Sebelum merakit, pastikan komponen bagian dalam telah dibersihkan dan dilumasi dengan minyak rem yang baru. 9Jangan menggunakan cairan pembersih untuk membersihkan komponen bagian dalam, hal ini akan merusak seal dan merubah bentuk. 9Jika membongkar caliper rem, ganti seal piston, seal debu, caliper rem dengan yang baru.

3. Pasang : • Per kampas rem • Kampas rem • Caliper rem • Holder selang rem Baut caliper rem 35 Nm (3,5 m·kg, 25 ft·lb) Holder selang rem 7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb)

Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4
EAS22420

lihat bagian “MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN” halaman 4-20. 4. Isi: • Reservoir master cylinder rem (dengan kapasitas dan tipe yang disarankan) Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4
PERINGATAN

T.

R.

MEMASANG CALIPER REM DEPAN 1. Pasang: • Caliper rem (sementara) • Washer tembaga Baru • Selang rem • Baut union selang rem Baut union selang rem 26 Nm (2,6 m·kg, 19 ft·lb)

EWA13530

PERINGATAN

Tempatkan jalur selang rem, sesuai dengan jalurnya, untuk menjamin keselamatan berkendara lihat "JALUR KABEL” halaman 2-33.
ECA14170

PERHATIAN :

Pada saat memasang selang rem pada caliper rem “1”, pastikan pipa ujung selang "a" menyentuh nok “b” yang terdapat pada caliper rem.

9Pergunakan hanya minyak rem yang disarankan, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan seal karet, dan kemampuan pengereman yang buruk. 9Penambahan minyak rem harus sama dengan minyak rem yang telah ada dalam sistim rem, percampuran antara dua jenis minyak rem, akan mengakibatkan pengereman yang buruk. 9Pada saat penambahan minyak rem, hati-hati jangan sampai kandungan air masuk kedalam master cylinder, hal ini akan membuat titik didih minyak rem menjadi rendah, dan mudah timbul gelembung-gelembung udara.
ECA13540

2. Lepas: • Caliper rem

T.

R.

PERHATIAN

Minyak rem dapat merusak permukaan cat, dan komponen yang terbuat dari plastik. untuk itu segera bersihkan jika tersiram minyak rem 5. Buang udara/Bleeding: • Sistim rem lihat bagian “BLEEDING / BUANG UDARA SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18. 6. Periksa: • Ketinggian minyak rem dibawah batas minimum “a” → Isi dengan munyak rem yang disarankan, lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN REM” halaman 3-17.

b a 1

4-22

REM DEPAN
EAS22500

a

MEMERIKSA MASTER CYLINDER REM DEPAN 1. Periksa: • Master cylinder rem “1” rusak/retak/aus → Ganti • Jalur aliran minyak rem “2” (pada bodi master cylinder) Tersumbat → Tiup dengan udara bertekanan

7. Periksa: • Pengoperasian tuas rem terasa ngempos, tidak pakem → Buang udara / bleeding sistim pengereman. lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.
EAS22490

1

2

MELEPAS MASTER CYLINDER REM DEPAN
CATATAN:

Sebelum melepas master cylinder rem depan, kuras minyak rem, dari semua sistim pengereman. 1. Lepaskan: • Switch lampu rem depan “1”
CATATAN:

Tekan pengait, untuk melepas switch rem depan yang terdapat pada master cylinder.

2. Periksa: • Kit master cylinder rusak/retak/aus → Ganti 3. Periksa: • Reservoir master cylinder rem retak/rusak → Ganti • Diaphragma reservoir master cylinder rusak/sobek → Ganti 4. Periksa: • Selang rem retak/bocor → Ganti
EAS22520

MERAKIT MASTER CYLINDER REM DEPAN
EWA13520

PERINGATAN

• Sebelum merakit komponen master cylinder bagian dalam, bersihkan komponen dengan minyak rem yang baru. • Jangan menggunakan cairan pencuci lain selain minyak rem. 2. Buka: • Baut union selang rem • Washer tembaga • Selang rem
CATATAN:
EAS22530

Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4 MEMASANG MASTER CYLINDER REM DEPAN 1. Pasang: • Master cylinder rem “1” • Holder master cylinder rem “2” Baut holder master cylinder rem 7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb)

Agar minyak rem tidak berhamburan, tempatkan penampung dibawah master cylinder dan di ujung selang rem.

T.

R.

4-23

REM DEPAN
CATATAN:

• Pasang holder master cylinder rem, dengan tanda “UP” menghadap ke atas • Tepatkan sambungan holder master cylinder, dengan tanda titik “a” yang ada pada tangkai kemudi • Pertama kencangkan baut atas , lalu bagian bawah

3. Isi: • Reservoir master cylinder (dengan kapasitas dan spesifikasi minyak rem yang disarankan) Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT4
EWA 13540

1

PERINGATAN

UP

a
2. Pasang: • Washer tembaga“1” Baru • Selang rem “2” • Baut union selang rem “3” Baut union selang rem 26 Nm (2,6 m·kg, 19 ft·lb)

2

9Pergunakan hanya minyak rem yang disarankan, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan seal karet, dan kemampuan pengereman yang buruk. 9Penambahan minyak rem harus sama dengan minyak rem yang telah ada dalam sistim rem, percampuran antara dua jenis minyak rem, akan mengakibatkan pengereman yang buruk. 9Pada saat penambahan minyak rem, hati-hati jangan sampai kandungan air masuk kedalam master cylinder, hal ini akan membuat titik didih minyak rem menjadi rendah, dan mudah timbul gelembung-gelembung udara.
ECA13540

EWA13530

PERINGATAN

Tempatkan selang rem sesuai jalurnya, untuk menjamin keselamatan berkendara. lihat bagian "JALUR KABEL” halaman 2-33.
CATATAN:

• Pasang selang rem, pada master cylinder dengan sudut pemasangan, seperti terlihat pada gambar. • Dengan menahan selang rem pada posisi ini, kencangkan baut union selang rem. • Gerakan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri untuk memastikan selang rem tidak menyentuh komponen yang lain (misalnya kabel, roda, kawat, dll) perbaiki jika ada gesekan.

T.

R.

PERHATIAN

Minyak rem dapat merusak permukaan cat, dan komponen part yang terbuat dari plastik, untuk itu, bersihkan segera jika menyentuh.
4. Buang udara/Bleeding: • Sistim rem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM REM HYDRAULIC” halaman 3-18. 5. Periksa: • Ketinggian minyak rem Pada batas minimum “a” → Isi dengan minyak rem yang disarankan lihat bagian “MEMERIKSA MINYAK REM" halaman 3-17.

a

1 Baru 3 2
60–80˚

6. Periksa: • Cara kerja tuas rem Ngempos, tidak pakem → Buang udara /bleding hydraulic rem

4-24

REM DEPAN lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18. 4-25 .

31 ft • Ib) T. (6) Baru LS Nomor komponen yang dilepas Unit sepatu rem Jumlah Keterangan lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10. R. 7. kebalikan dari prosedur melepas 4-26 .2 ft • Ib) S T.3 m • kg. 1 2 3 4 5 6 Sepatu rem Per sepatu rem Tuas cam rem Indikator keausan sepatu rem Camshaft rem Plat sepatu rem 2 2 1 1 1 1 Untuk pemasangan.0 m • kg. 5 6 2 LS 1 S 2 43 Nm (4.REM BELAKANG EAS22550 REM BELAKANG Membongkar sepatu rem 3 4 10 Nm (1. R.

Periksa: • Kampas sepatu rem Permukaan licin → perbaiki gosok permukaan kampas rem dengan amplas CATATAN: a Setelah mengamplas permukaan kampas rem. dengan tanda marking “a” seperti posisi pada gambar MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM R.0 mm (0.12 in) Limit 131. Ukur : • Ketebalan kampas sepatu rem “a” diluar spesifikasi → Ganti Ketebalan kampas rem 4. 7. 4-27 . CATATAN: Baut tuas camshaft rem 10 Nm (1. jika ketebalan kampas rem sudah mendekati batas keausan 3. Pasang: • Camshaft rem “1” • Indikator keausan sepatu rem “2” • Tuas camshaft rem “3” EWA3C11004 PERINGATAN T.2 ft. Pasang camshaft rem.16 in) 1 a b.0 mm (5.16 in) Limit 2. Periksa: • Permukaan dalam tromol rem ada kandungan oli → bersihkan bersihkan kandungan oli. Periksa: • Camshaft rem Ruask/aus → Ganti EAS22690 MERAKIT PLAT SEPATU REM BELAKANG 1.08 in) 4.0 mm (0. Ukur: • Diameter dalam tromol rem “a” diluar spesifikasi → ganti roda Diametr dalam tromol rem 130.0 m. Masukkan nok “b” indikator keausan rem dengan alur yang terdapat pada as camshaft.kg. Retak-retak → Perbaiki gosok permukaan dengan amplas halus 5. Jangan sampai terdapat kandungan oli dan gemuk pada permukaan kampas rem. Ganti sepatu rem satu set. bersihkan permukaan dengan kain lap 2.0 mm (5.lb) a. dengan kain yang dibasahi thinner.REM BELAKANG EAS22681 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG 1.

• Pasang per sepatu rem seperti pada gambar EWA3C11005 Setelah sepatu rem yang baru terpasang. B Baru 1 A-A 3 c B-B d. lihat “MENYETEL REM TROMOL BELAKANG” pada halaman 3-17. 2. 1. keausan tromol rem dapat diperiksa dengan melihat tanda batas keausan kampas rem “a” yang terdapat pada plat sepatu rem a PERINGATAN Jangan sampai kandungan gemuk menyentuh permukaan kampas sepatu rem. Tepatkan sambungan tuas camshaft “c” dengan alur pada as camshaft. Periksa: • Gerak bebas pedal rem belakang jika gerak bebas pedal rem tidak sesuai. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11037 MEMERIKSA KEAUSAN TROMOL REM BELAKANG CATATAN: 2. 4-28 . • Jangan sampai per terlepas pada saat pemasangan. pada tuas rem jika mendekati garis batas keausan. rubah posisi tuas camshaft rem. Pastikan posisi sepatu rem tepat pada posisi.REM BELAKANG Baru 1 A S A B c. Pasang : • Per sepatu rem “1” • Sepatu rem CATATAN: Baru • Lumasi pin pivot rem dengan gemuk coat of silicone. Periksa: • Posisi indikator batas keausan.

REM BELAKANG 3. dan periksa indikator batas keausan kampas rem pada plat sepatu rem Jauh dari tanda keausan → tromol dapat dipakai Mendekati batas → ganti roda 4-29 . tekan tuas camshaft rem secara penuh sesuai arah panah pada gambar. dengan menekan pedal rem belakang ke bawah.

R. 5. 5. 5.1 ft • Ib) T. R.TANGKAI KEMUDI EAS22840 TANGKAI KEMUDI Melepas tangkai kemudi 7 Nm (0. R.7 m • kg.1 ft • Ib) 26 Nm (2.1 ft • Ib) Jumlah 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Keterangan T.7 m • kg. R. 13 15 3 12 11 14 16 7 Nm (0. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kompone yang dilepas Kaca spion Plastik pengikat Ujung tangkai kemudi Saklar tangkai kemudi kanan Kabel gas Handel gas Switch lampu rem depan Holder master cylinder rem depan Spacer Unit master cylinder rem depan Kabel kopling Coupler switch koling Saklar tangkai kemudi kiri Switch kopling Handel gas Tuas kopling 4-30 .1 ft • Ib) T. 7 Nm (0. 19 ft • Ib) 7 Nm (0.7 m • kg.6 m • kg. 18 5 10 7 2 17 19 2 LS T. 3 1 6 LS 4 LS 9 1 8 T. 5.7 m • kg. LS R.

19 ft • Ib) 7 Nm (0.7 m • kg.TANGKAI KEMUDI Melepas tangkai kemudi 7 Nm (0.7 m • kg.1 ft • Ib) T.1 ft • Ib) Jumlah 1 2 1 Untuk pemasangan. 3 1 6 LS 4 LS 9 1 8 T. 5. 13 15 3 12 11 14 16 7 Nm (0. R.7 m • kg. 5. 7 Nm (0. R. 18 5 10 7 2 17 19 2 LS T.7 m • kg. 5. R.1 ft • Ib) 26 Nm (2. 5.6 m • kg. Nomor 17 18 19 Komponen yang dilepas Holder tuas kopling Holder tangkai kemudi atas Tangkai kemudi 4-31 . LS R. R. kebalikan dari prosedur melepas keterangan T.1 ft • Ib) T.

PERHATIAN • Pertama kencangkan baut holder bagian depan. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna untuk menghindari bahaya terbalik 2.6 m·kg. dan selanjutnya kencangkan baut bagian belakang • Gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri jika menyentuh tangki bensin. setel posisi tangkai kemudi CATATAN: R. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 MEMASANG TANGKAI KEMUDI 1. 2. untuk menghindari bahaya terbalik. Periksa: • Tangkai kemudi Bengkok/retak → Ganti EWA13690 (DEPAN) PERINGATAN Jangan mencoba meluruskan tangkai kemudi yang bengkok. Pasang: • Tangkai kemudi “1” • Holder tangkai kemudi atas “2” Baut holder tangkai kemudi atas 26 Nm (2. 3. 3. sangat berbahaya. Buka: • Pegangan kemudi “1” CATATAN: Tepatkan tanda titik “a” yang terdapat pada tangkai kemudi. Lepaskan: • Switch lampu rem depan “1” CATATAN : Sanggah sepeda motor dengan sempurna. dan secara perlahan lepas pegangan kemudi dari tangkai kemudi 2 2 1 a EAS22880 MEMERIKSA TANGKAI KEMUDI 1.TANGKAI KEMUDI EAS22860 EAS22911 MELEPAS TANGKAI KEMUDI 1. 19 ft·lb) Tekan pengait yang terdapat pada switch lampu rem depan yang berada pada master cylinder. ECA14250 T. Pasang : • Holder tuas kopling “1” CATATAN: Tepatkan celah holder tangkai kemudi dengan tanda titik “a” yang terdapat pada tangkai kemudi 4-32 . diantara pegangan kemudi dan tangkai kemudi. dengan permukaan atas holder bagian bawah Semprot dengan udara bertekanan.

• Masukkan ujung kabel gas pada lubang yang terdapat pada saklar tangkai kemudi. berikan celah 3 mm (0. Lumasi dengan tipis coat of rubber adhesive pada ujung tangkai kemudi b. Pasang: • Master cylinder rem • Holder master cylinder rem lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. 4-33 . Bersihkan kelebihan rubber adhesive dengan kain bersih. 8. Pasang: • Kabel kopling CATATAN: Masukkan nok “a” yang ada pada saklar tangkai kemudi pada lubang “b” pada tangkai klemudi Lumasi ujung kabel gas dengan sedikit gemuk coat of lithium-soap. Pasang: • Pegangan kemudi “1” • Ujung pegangan “2” a.12 in) antara handel gas dan ujung tangkai kemudi.04–0. dan pasangkan handel gas • Masukkan nok “a” yang ada pada saklar tangkai kemudi dengan lubang “b” pada tangkai • Berikan jarak 1–3 mm (0.TANGKAI KEMUDI 1 a 4. dan pasangkan handel gas pada tangkai kemudi. hingga penuh ke tangkai kemudi c. Pasang: • Handel gas “1” • Kabel gas “2” • Saklar tangkai kemudi kanan “3” • Ujung pegangan CATATAN: a 1 b 5. dan bagian dalam dari handel gas dengan gemuk coat of the lithium-soap-based . 7. EWA3C11006 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERINGATAN Jangan sentuh pegangan tangkai kemudi hingga adhesive mengering CATATAN: • Lumasi ujung kabel gas. Pasang: • Saklar tangkai kemudi kiri “1” CATATAN: LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6. Masukkan pegangan tangkai kemudi.12 in) "a" diantara pegangan tangkai kemudi dengan ujung pegangan.

TANGKAI KEMUDI 3 b 1 2 a c 9. Setel: • Gerak bebas kabel kopling lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING” halaman 3-11. Gerak bebas handel gas 3.0 mm (0.59 in) 10.0–5. Gerak bebas kabel kopling 10.12–0.39–0.0–15.0 mm (0.20 in) 4-34 .Setel: • Gerak bebas kabel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS” halaman 3-6.

Kendorkan Kendorkan Kendorkan 1 2 3 4 5 6 T.GARPU DEPAN EAS22950 GARPU DEPAN Melepas kaki garpu depan 21 Nm (2.5 ft • Ib) Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan ikuti prosedur dibawah. 30 Nm (3. untuk melepas kaki garpu depan Roda depan Caliper rem depan lihat bagian “RODA DEPAN” halaman 4-4.1 m • kg.3 m • kg. 17 ft • Ib) T. 1 1 1 1 1 1 untuk pemasangan. R. lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. 6. kebalikan dari prosedur melepas. 3 5 2 4 1 6 9 Nm (0. 15 ft • Ib) 23 Nm (2. R. R. 22 ft • Ib) Nomor T. Fender depan Cap karet Baut pinch bracket atas Baut cap Baut pinch bracket bawah Kaki garpu depan 4-35 .9 m • kg.0 m • kg. T. R.

3 m • kg. R. R. 17 ft • Ib) Keterangan Ikuti prosedur dibawah ini. 1 2 Baru 3 4 12 6 Baru 5 7 Baru 14 Baru 10 15 11 13 8 LT 9 Baru 23 Nm (2.3 m • kg.GARPU DEPAN Membongkar kaki garpu depan 23 Nm (2. T. Nomor Komponen yang dilepas Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Baut cap O-ring Spacer Washer Per garpu Seal debu Clip seal oli Baut damper rod Washer tembaga Damper rod Per rebound Inner tube Stopper Oil flow Seal oli 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4-36 . untuk melepas kaki garpu depan. 17 ft • Ib) T.

1 2 Baru 3 4 12 6 Baru 5 7 Baru 14 Baru 10 15 11 13 8 LT 9 Baru 23 Nm (2. 4-37 .3 m • kg.GARPU DEPAN Membongkar kaki garpu depan 23 Nm (2. Nomor 15 Komponen yang dilepas Outer tube Jumlah 1 untuk pemasangan. 17 ft • Ib) T. 17 ft • Ib) keterangan T.3 m • kg. R. kebalikan dari prosedur melepas. R.

T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 3 3. dan bawah. Kuras: • Oli garpu depan CATATAN: Masukkan inner tube beberapa kali. Kendorkan: • Baut pinc bracket atas “1” • baut cap “2” • Baut pinch bracket bawah “3” EWA13640 2.GARPU DEPAN EAS22960 MEMELPAS KAKI GARPU DEPAN Untuk melepas kaki garpu depan ikuti prosedur di bawah ini. sanggah kaki garpu depan. 2. PERINGATAN Sebelum melepas baut pinch atas. CATATAN: tempatkan penyanggah di bawah motor. 1. ikuti prosedur di bawah ini. socket wrench “2” dan T-handle "3". Lepas: • Baut damper rod “1” • Washer tembaga CATATAN: Tahan damper rod dengan kunci "L" 12-mm. hingga roda depan terangkat dari tanah. 1. Lepas • Garpu depan EAS22980 MELEPAS KAKI GARPU DEPAN Untuk melepas kaki garpu depan. untuk menghindari bahaya terbalik. 2 1 3. Lepas: • Seal debu “1” • Clip seal oli “2” (dengan obeng minus) ECA14180 PERHATIAN: Jangan sampai melukai inner tube. buka baut damper rod. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN sanggah sepeda motor dengan sempurna. untuk memompa oli garpu keluar 4-38 .

32 in) Limit 356. • Ketinggian oli yang tidak sama akan berakibat pengendalian yang tidak stabil. untuk merakit kaki garpu depan. pastikan komponen dibawah ini diganti –Seal oli –Seal debu • Sebelum merakit kaki garpu depan. 1. Lumasi: • Permukaan luar Inner tube 3. 2. 2 1 3 a 2. Pasang : • Washer tembaga Baru • Baut damper rod 5. 4-39 . Periksa: • Damper rod Rusak/Aus → Ganti tersumbat → Tiup keluar dengan udara bertekanan pada lubang-lubang. Jangan sampai merusak inner tube.8 mm (14. EAS23020 1 3 2 4. Pasang : • Inner tube “1” (ke dalam outer tube “2”) • Stopper oli flow “3” PERHATIAN: Pada saat membongkar dan memasang garpu depan jangan sampai ada material lain masuk ke dalam garpu depan.5 mm (14. Periksa: • Inner tube • Outer tube Bengkok/baret/luka → Ganti EWA13650 CATATAN : • Pada saat merakit garpu depan. 1. untuk memeriksa kaki garpu depan.. • Stopper oli flow rusak → Ganti ECA3C11026 Pelumas yang disarankan Oli fork 10W atau yang sejajar 3. EWA13660 PERINGATAN • Pastikan ketinggian oli garpu sama tinggi antara kanan dan kiri. Kencangkan: • Baut damper rod “1” MERAKIT KAKI GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini.04 in) PERHATIAN Pada saat memasang damper rod masukkan dengan hati-hati ke dalam inner tube “3” hingga berada dibagian bawah inner tube. Ukur: • Panjang bebas per “a” diluar spesifikasi → Ganti Panjang bebas per 363. Pasang: • Damper rod “1” • Per rebound “2” ECA3C11010 PERINGATAN Jangan meluruskan inner tube yang bengkok hal ini sangat berbahaya. pastikan semua komponen dalam kondisi bersih.GARPU DEPAN EAS23010 MEMERIKSA KAKI GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini.

bungkus bagian atas garpu depan dengan plastik. 17 ft·lb) LOCTITE® CATATAN: Tahan damper rod dengan kunsi "L" 12-mm /socket wrench “2” dan T-handle "3". Baru 8. Fork seal driver weight 90890-01367 Replacement hammer YM-A9409-7 Fork seal driver attachment (ø33) 90890-01368 Replacement 33 mm YM-A9409-4 T. T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 6. CATATAN: • Sebelum memasang seal oli. kencangkan baut damper rod. • Sebelum memasang seal oli. Pasang : • Clip seal oli “1” CATATAN: Baru Masukkan clip seal oli kedalam alur yang terdapat pada outer tube. Baru 7. lumasi seal dengan gemuk lithium soap base. Pasang: • Seal debu “1” Baru (dengan fork seal driver “2”) Fork seal driver 90890-01442 Adjustable fork seal driver (36–46 mm) YM-01442 4-40 . berada di atas.3 m·kg.GARPU DEPAN Baut Damper rod 23 Nm (2. untuk melindungi seal dari goresan. Pasang: • Seal oli “1” Baru (dengan fork seal driver “2” dan adapter “3”) ECA14220 PERHATIAN: Pastikan nomor yang terdapat pada seal. R. • Lumasi bagian luar dari inner tube dengan oli fork.

• Baut cap “2” Baut cap 23 Nm (2. T. Isi: • Garpu depan (dengan kapasitas dan tipe oli fork yang disarankan) Kapasitas 231. Kencangkan: • Baut pinch bracket bawah “1” Baut pinch bracket bawah 30 Nm (3.0 mm (4. Pasang: • Garpu depan Kencangkan sementara baut pinch atas dan baut pinch bracket. 15 ft·lb) EWA13680 11. dan tanpa per terpasang) diluar spesifikasi → setel Ketinggian oli fork 109. R.15 Imp. T. pada posisi yang benar.oz) Oli fork yang disarankan Oli fork 10W atau yang sejajar 10.1 m·kg. tegakkan inner tube. 4-41 .0 m·kg. 2.81 US oz) (8. CATATAN: Pastikan bagian atas ujung inner tube berada pada rata dengan bagian atas bracket atas. R.GARPU DEPAN CATATAN: • Pasang per. Baru 9. 17 ft·lb) • Baut pinch bracket atas “3” Baut pich bracket atas 21 Nm (2.29 in) CATATAN: a 1 2 EAS23050 MEMASANG GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini. 22 ft·lb) • Pada saat mengisi oli fork. dengan posisi jarak ulir per yang pendek "a". dengan outer tube tertekan penuh. T. gerakan inner tube ke atas dan kebawah untuk mendistribusikan oli.Ukur: • ketinggian oli fork “a” (dari bagian atas inner tube.0 cm³ (7. untuk memasang garpu depan. R.3 m·kg. lumasi O-ring dengan gemuk. 1. • Setelah terisi. berada di bagian atas • Sebelum memasang baut cap .Pasang: • Per/Spring “1” • Washer “2” • Spacer • Baut cap (terdapat O-ring) Baru PERINGATAN Pastikan jalur selang rem . • Kencangkan baut cap untuk sementara.

GARPU DEPAN 1 2 3 4-42 .

4 9 8 7 16 7 Nm (0. Nomor Komponen yang dilepas Roda depan Garpu depan Tangkai kemudi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Unit lensa lampu depan Coupler kabel lampu depan Coupler kabel lampu posisi Coupler kable unit meter /connector Coupler kabel saklar tangkai kemudi kiri/connector Connector sinyal kiri depan Connector sinyak kanan depan Coupler kunci kontak Coupler switch rem depan Coupler kabel saklar tangkai kemudi kanan Rumah lampu depan Unit sein depan kiri Unit sein depan kanan 4-43 .7 m • kg.1 ft • Ib) 17 Nm (1. 5.7 m • kg. lihat bagian " TANGKAI KEMUDI” hal 4-30. 12 ft • Ib) Jumlah Keterangan lihat bagian to “RODA DEPAN” halaman 4-4. 13 1 2 5 5 6 (3) 4 17 15 3 10 T. 17 Nm (1.1 ft • Ib) 7 Nm (0. T. 5. 12 ft • Ib) T. R.7 m • kg.KEMUDI EAS23090 KEMUDI Lepaskan lampu depan dan unit meter 14 7 Nm (0. R. R. 5. 12 11 T.7 m • kg. T. lihat bagian “GARPU DEPAN” halaman 4-35.1 ft • Ib) R.7 m • kg. 1 1 1 2/2 2/2 2 2 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan R.

17 Nm (1. R. 5.1 ft • Ib) 17 Nm (1. Nomor 14 15 16 17 Komponen yang dilepas Unit meter Connector klakson Klakson/Horn Bracket unit meter 4-44 .1 ft • Ib) 7 Nm (0. 12 ft • Ib) Jumlah 1 2 1 1 Untuk pemasangan. Lepaskan Keterangan R. kebalikan dari prosedur melepas. 12 ft • Ib) T. R. 13 1 2 5 5 6 (3) 4 17 15 3 10 T. 4 9 8 7 16 7 Nm (0. R.7 m • kg.7 m • kg.1 ft • Ib) R. T.7 m • kg. 5. 12 11 T. T.KEMUDI Melepas lampu depan dan unit meter 14 7 Nm (0.7 m • kg.7 m • kg. 5.

9.5 m • kg. R. 4-45 . 5. R.4 ft • lb) T. R. 25 ft • Ib) 2 T. 35 ft • lb) 2nd 13 Nm (1.8 m • kg. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kunci kontak Baut stem kemudi Bracket atas Washer pengunci Mur ring atas Washer karet Mur ring bawah Bracket bawah Penutup bearing Bearing inner race atas Bearing atas Bearing outer race atas Bearing bawah/Outer race Bearing inner race bawah Seal debu 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas. Nomor Komponen yang dilepas Unit meter/Bracket unit meter Jumlah Keterangan lihat bagian “KEMUDI” halaman 4-43. 1 3 13 LS 4 14 Baru 15 9 10 11 12 5 6 7 LS 8 7 Nm (0.KEMUDI Melepas bracket bawah 35 Nm (3.7 m • kg. 1st 48 Nm (4.3 m • kg.1 ft • Ib) T.

Ganti • Bearing • Bearing race a. Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 EWA13730 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. Periksa: • Bearing • Bearing race Rusak → Ganti 3. Lepas bearing races dari pipa kemudi/ steering head dengan besi panjang “1” dan hammer. dengan pahat “2” dan hammer. Lepas bearing race dari bracket bawah. dengan steering nut wrench “2”. Lumasi: • Bearing atas • Bearing bawah • Bearing race Pelumas yang disarankan GemukLithium-soap-based 2. untuk menghindari bahaya terbalik. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4.KEMUDI EAS23110 MELEPAS BRACKET BAWAH 1. Periksa: • Bracket atas • Bracket bawah (terdapat pada steering stem) rusak/retak/bengkok → Ganti EAS23140 MEMASANG KEMUDI 1. Pasang seal debu dan bearing race baru. 2. c. Cuci: • Bearing • Bearing race Pembersih yang disarankan Minyak tanah/Kerosene 2. Lepas: • Mur ring atas • Washer karet • Mur ring bawah “1” • Bracket bawah CATATAN: PERHATIAN Jika bearing race tidak terpasang dengan sempurna dapat merusak pipa kemudi/steering CATATAN : • Selalu ganti bearings dan bearing race satu set. Pasang : • Mur ring bawah • Washer karet 4-46 . untuk menghindari bahaya terbalik. Tegakan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 b. • Jika membongkar pipa kemudi/steering head ganti selalu seal debu Buka mur ring bawah. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS23130 MEMERIKSA KEMUDI 1. ECA14270 PERINGATAN sanggah sepeda motor dengan sempurna.

5. Kencangkan: • Baut steering stem Baut steering stem 35 Nm (13.KEMUDI • Mur ring atas • Washer pengunci lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI” halaman 3-20. Pasang: • Bracket atas • Baut steering stem CATATAN: Kencangkan sementara baut steering stem. 3. dan bawah. 4-47 . 25 ft·lb) T. 4.5 m·kg. Pasang: • Garpu depan lihat bagian “GARPU DEPAN” halaman 4-35. CATATAN: Kencangkan sementara baut pinch bracket atas. R.

4 m • kg. 32 ft • Ib) LS T. 32 ft • Ib) T. 6 7 LS LS 3 1 LS 4 6 8 1 Baru 9 44 Nm (4. R. R. kebalikan dari prosedur melepas. 44 Nm (4. 32 ft • Ib) LS 2 9 Baru 9 Baru 8 10 3 LS 5 Baru 9 10 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 T. R. Baru 9 LS 8 10 9 Baru 2 1 LS LS 4 Keterangan Komponen yang dilepas Mur/Baut connecting arm Connecting arm Mur/baut unit shock absorber bawah Mur/Baut relay arm Relay arm Mur/baut unit shock absorber Unit shock absorber belakang Spacer Seal oli Bearing Jumlah 2/2 2 1/1 1/1 1 1/1 1 3 6 3 Untuk pemasangan.4 m • kg.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG EAS23160 UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG Melepas unit shock absorber belakang 44 Nm (4. 4-48 .4 m • kg.

A. B. Pasang: • Bearing “1” (ke relay arm) • Seal oli “2” (ke relay arm) celah pemasangan “a” 0. untuk menghindari bahaya terbalik CATATAN: tempatkan penyanggah di bawah sepeda motor. • Baut bengkok/aus/retak → Ganti 5 5 4 A B 1 2 a 2 a EAS23260 MEMRIKSA CONNECTING ARM DAN RELAY ARM 1. Tegakkan sepada motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN 2. EAS23240 2 3 a 2 MEMERIKSA UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. 4. Periksa: • Connecting arms • Relay arm rusak/aus → Ganti 2. Lumasi : • Spacer • Bearing Pelumas yang disarankan gemuk Lithium-soap-base 4-49 . Unit shock absorber belakang Relay arm Connecting arm Sisi kiri Sisi kanan EAS23310 MEMASANG UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. hingga roda belakang terangkat. Periksa: • Spacers rusak/baret → Ganti EAS23270 3. Periksa: • Rod shock absorber belakang bengkok/retak → Ganti unit shock absorber • Shock absorber belakang ada kebocoran oli → ganti unit shock absorber. MEMASANG RELAY ARM 1.5 mm (0. 5.02 in) Sanggah sepeda motor dengan sempurna. • Per/Spring Lemah/patah → Ganti unit shock absorber • Bushing rusak/aus → Ganti unit shock absorber.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG EAS23230 MELEPAS UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. Periksa: • Bearing • Seal oli rusak/aus/bocor → Ganti 3. Pasang : • Unit shock absorber belakang • Relay arm “1” CATATAN : Pasang relay arm dengan lubang baut yang kecil pada frame seperti pada gambar illustrasi.

32 ft·lb) • Mur relay arm Mur relay arm 44 Nm (4. T. Kencanmgkan : • Mur atas unit shock absorber belakang Mur atas unit shock absorber belakang 44 Nm (4. T. 32 ft·lb) T.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1 3 2 4 5 2.4 m·kg. Kencangkan: • Mur connecting arm Mur connecting arm 44 Nm (4. Connecting arm Unit shock absorber belakang Lengan ayun/swingarm Rangka/Frame 2. R. 4. 5. R.4 m·kg. R.4 m·kg. 3. Pasang : • Connecting arms CATATAN: Pasang connecting arm dengan sisi yang di champer menghadap ke luar. 4-50 . T. 32 ft·lb) 3. R.4 m·kg. 4. 32 ft·lb) • Mur bawah unit shock absorber belakang Mur bawah unit shock absorber belakang 44 Nm (4.

lihat bagian “UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG” halaman 4-48.2 ft • Ib) T. Komponen yang dilepas Knalpot/Muffler Roda belakang Relay arm/Unit shock absorber belakang Jumlah Keterangan lihat bagian “MELEPAS MESIN” hal 5-1. Baru LS 6 12 LS 9 Baru 8 5 LS LS 11 11 10 12 6 LS 9 Baru 3 7 2 4 LS 19 Nm (1. R.9 m • kg. R. R. 7.0 m • kg.0 m • kg. 70 Nm (7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Penutup rantai Batang torsi rem Mur as pivot As pivot Lengan ayun/Swingarm Penutup debu Guide rantai penggerak Spacer Seal oli Bearing Spacer 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 2 4-51 .LENGAN AYUN/SWINGARM EAS23330 LENGAN AYUN/SWINGARM Melepas lengan ayun/ swingarm 10 Nm (1. lihat bagian "RODA BELAKANG" hal 4-10. 13 ft • Ib) T. 50 ft • lb) 1 Nomor T.

LENGAN AYUN/SWINGARM
Melepas lengan ayun/ swingarm

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)

T.

R.

70 Nm (7,0 m • kg, 50 ft • lb)

1

Nomor 12

T.

R.

Baru
LS

6 12
LS

9 baru 8 5
LS

LS

11 11

10 12 6
LS

9 Baru 3

7

2 4
LS

19 Nm (1,9 m • kg, 13 ft • Ib)

T.

R.

Komponen yang dilepas Bearing

Jumlah 2

Keterangan

Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-52

LENGAN AYUN/SWINGARM
EAS23350 EWA13770

MELEPAS LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar
EWA13120

PERINGATAN

Jangan meluruskan as pivot yang bengkok.

PERINGATAN

Sanggah sepeda motor dengan sempurna, untuk menghindari bahaya terbalik.
CATATAN:

Pasangkan penyangga di bawah sepeda motor, hingga sepeda motor terangkat dari tanah. 2. Ukur: • Kelonggaran samping lengan ayun/swingarm • Kelonggaran ke atas lengan ayun a. Periksa torsi pengencangan mur as pivot Mur as pivot 70 Nm (7,0 m·kg, 50 ft·lb)
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

3. Bersihkan • As pivot • Penutup debu • Spacer • Bearing Cairan pembersih yang disarankan Minyak tanah/Kerosene 4. Periksa : • Penutup debu • Spacer • Seal oli Rusak/Aus → Ganti • Bearing Aus/macet/longgar → Ganti
EAS23380

b. Periksa kelonggaran samping “A” dengan menggerakkan lengan ayun ke samping c. Jika kelonggaran gerak samping tidak sesuai spesifikasi, ganti spacer, bearing, dan penutup debu. Gerak samping lengan ayun/swingarm (pada bagian ujung lengan ayun) 0,8–2,4 mm (0,0315–0,0945 in)

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS23360

MEMERIKSA LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Periksa : • Lengan ayun/swingarm bengkok/retak → ganti 2. Periksa: • As pivot Gelindingkan pada meja datar Bengkok → ganti

T.

R.

A

MEMASANG LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Lumasi: • Bearing • Spacer • Penutup debu • As pivot Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 2. Pasang: • Bearing “1” Kedalaman pemasangan “a” 0,5–1,5 mm (0,02–0,06 in)

4-53

LENGAN AYUN/SWINGARM

a
A

1

2

1

a
B

2. Lengan ayun/swingarm A. Sisi kiri B. Sisi kanan

3. Pasang: • Batang torsi rem Mur batang torsi rem 19 Nm (1,9 m·kg, 13 ft·lb)

CATATAN:

Pasang barang torsi rem, dengan lubang pembuangan air “a” menghadap keluar.

4. Pasang : • Unit shock absorber belakang • Relay arm • Roda belakang lihat bagian “UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG” halaman 4-48 dan “RODA BELAKANG " halaman 4-10. 5. Setel: • Kekencangan rantai lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19. Kekencangan rantai 20–40 mm (0,79–1,57 in)

T.

R.

a

4-54

RANTAI PENGGERAK
EAS23400

RANTAI PENGGERAK
Melepas rantai penggerak

3 2 1

4
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
T.

R.

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
keterangan lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10. lihat bagian “LENGAN AYUN” halaman 4-51.

T.

R.

Nomor

Komponen yang dilepas Roda belakang lengan ayun/swingarm

Jumlah

1 2 3 4

Penutup sprocket rantai Retainer sprocket rantai Sprocket mesin Rantai penggerak

1 1 1 1 Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-55

RANTAI PENGGERAK
EAS23451

MEMERIKSA RANTAI PENGGERAK 1. Ukur: • Panjang 15-link mata rantai “a” pada rantai diluiar spesifikasi → Ganti rantai penggerak. Panjang15-link mata rantai 193,5 mm (7,62 in) a. ukur panjang “a” diantara bagian dalam dari pin dan panjang “b” diantara bagian luar dari pin 15-link mata rantai, dari rantai penggerak seperti pada gambar ilustrasi
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

3. Bersihkan : • Rantai penggerak a. Bersihkan rantai dengan kain bersih b. Rendam rantai pada minyak tanah, untuk membersihkan kotoran yang menempel. c. Bersihkan minyak tanah dan kotoran yang menempel.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

b. Hitung panjang rantai “c” dari 15-link mata rantai dengan rumus : Panjang rantai 15-link mata rantai “c” = (panjang “a” panjang sisi dalam pin + panjang “b” panjang sisi luar pin) dibagi 2.
CATATAN:

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

• pada saat mengukur 15-link mata rantai, pastikan Rantai dalam kondisi tertarik/lurus. • lakukan 2–3 kali pengukuran, dengan posisi tempat yang berbeda.

4. Periksa: • Roller rantai “1” Rusak/aus → ganti rantai penggerak • Plat samping rantai “2” rusak/aus/retak → Ganti rantai

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Rantai penggerak kaku/mengunci → bersihkan, lumasi atau ganti

5. Lumasi: • Rantai penggerak Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai untuk tipe tanpa-O-ring

4-56

RANTAI PENGGERAK
6. Periksa: • Sprocket roda lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10.
EAS23500

MEMASANG RANTAI PENGGERAK 1. Lumasi: • rantai penggerak Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai tipe tanpa-O-ring 2. Pasang: • Rantai penggerak • Sprocket rantai • Retainer sprocket rantai Baut retainer sprocket rantai 10 Nm (1,0 m·kg, 7,2 ft·lb)

3. Pasang: • Lengan ayun/swingarm lihat bagian “LENGAN AYUN” halaman 4-51. • Roda belakang lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10. 4. Setel: • kekencangan rantai penggerak lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19. Kekencangan rantai penggerak 20–40 mm (0,79–1,57 in)
ECA13550

PERHATIAN:

Jika kekencangan rantai terlalu kencang, akan membebani mesin dan komponen lainnya. dan yang lebih berbahaya lagi, jika rantai terputus, akan merusak lengan ayun/swing arm dan dapat menimbulkan kecelakaan. untuk itu, setel kekencangan rantai sesuai spesifikasi.

T.

R.

4-57

.......................................................... MEMERIKSA RING PISTON ................................................ 5-35 MERAKIT MOTOR STARTER ..... 5-23 MELEPAS PISTON ............................ MEMERIKSA CYLINDER DAN PISTON ........................................................ 5-26 MEMASANG PISTON DAN CYLINDER .............................................................................................................................. 5-13 MELELPAS ROCKER ARMS DAN CAMSHAFT......... 5-1 MEMASANG MESIN............ 5-10 CAMSHAFT ....................................................... 5-5 CYLINDER HEAD.......................................................................................................................... 5-21 CYLINDER DAN PISTON......................................... 5-10 INSTALLING THE CYLINDER HEAD .............................................. 5-25 MEMERIKSA PIN PISTON ................................................................................................................................................................. MELEPAS STARTER CLUTCH ........................................................................................................................................................................... 5-31 STARTER ELECTRIC ................................ 5-20 MEMASANG KLEP ... 5-8 MEMERIKSA CYLINDER HEAD ............................. 5-31 MEMASANG GENERATOR............................. 5-8 MEMERIKSA SPROCKET CAMSHAFT DAN GUIDE RANTAI TIMING .......................................................................... 5-16 MELEPAS KLEP................................................................................................................................... 5-35 MEMERIKSA MOTOR STARTER ................................................................................. 5-9 MEMERIKSA SISTIM DECOMPRESSION ........................................................................................... 5-26 GENERATOR DAN STARTER CLUTCH............................... 5-19 MEMERIKSA PER KLEP.............. 5-24 .................................................................................. 5-30 MEMERIKSA STARTER CLUTCH ..... 5-14 MEMERIKSA ROCKER ARMS DAN AS ROCKER ARM .................................................................MESIN MELEPAS MESIN ..................... 5-33 MEMBONGKAR MOTOR STARTER ........................................................................................................ 5-28 MELEPAS GENERATOR .... 5-9 MEMERIKSA TENSIONER RANTAI TIMING ................................. 5-14 MEMASANG CAMSHAFT DAN ROCKER ARMS ................................................................................................................................................................................................................ 5-14 MEMERIKSA CAMSHAFT...........................................................5-30 ...... 5-15 KLEP DAN PER KLEP............. 5-17 MEMERIKSA DUDUKAN KLEP.................... 5-24 ............ 5-30 MEMASANG STARTER CLUTCH .................................................... 5-36 5 ...................... 5-17 MEMERIKSA KLEP DAN GUIDE KLEP .................................................................................................... 5-6 MELEPAS CYLINDER HEAD............................ 5-5 MEMASANG PEDAL PEMINDAH GIGI/ SHIFT ARM ........................................................................

..........................5-53 MEMERIKSA AS PERMINDAH GIGI ............................................................................... 5-42 MEMERIKSA CLUTCH BOSS...............................................5-48 MERAKIT STARTER KAKI. 5-62 MEMASANG RETAINER BEARING .... 5-37 MELEPAS KOPLING ...................................................................................................................................... 5-49 MEMERIKSA POMPA OLI ............................................................5-51 MERAKIT POMPA OLI................................5-62 MEMERIKSA SARINGAN OLI ........................................................................................................................................................................................5-41 MEMERIKSA PLAT KOPLING....................................................... 5-42 MEMERIKSA PLAT TEKAN ................5-63 .................................................................................................................................................5-43 STARTER KAKI ...........................................5-54 GEAR BALANCER ....................................................................5-42 MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVEN .... 5-41 MEMERIKSA KAMPAS KOPLING....................................................................... 5-52 AS PEMINDAH GIGI/SHIFT SHAFT................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 5-57 CRANKCASE ..................... 5-54 MEMASANG AS PEMINDAH GIGI .....................................5-63 MERAKIT CRANKCASE..............5-48 MEMASANG STARTER KAKI ..................5-62 MEMERIKSA CRANKCASE .............5-42 MEMERIKSA RUMAH KOPLING............................................................. 5-48 POMPA OLI............................ 5-57 MEMASANG GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER .................................5-41 MEMERIKSA PER KOPLING.. 5-42 MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVE ..................................................................... 5-43 MEMASANG KOPLING...................................................................................5-57 MEMERIKSA GEAR BALANCER DAN GEAR PRIMARY DRIVE ........................................................................................... 5-62 MEMERIKSA RANTAI TIMING DAN GUIDE RANTAI TIMING .................5-62 MEMERIKSA BEARINGS DAN SEAL OLI ............................... 5-42 MEMERIKSA TUAS PENEKAN KOPLING DAN BATANG PENDEK PENEKAN KOPLING...............................................5-55 MELEPAS GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER ....................................................................................................................................................................................5-46 MEMERIKSA STARTER KAKI .......................KOPLING .................................................................................5-59 MEMISAHKAN CRANKCASE..........5-57 MERAKIT GEAR BALANCER DRIVEN ..........................................................................................................................................5-54 MEMERIKSA TUAS STOPPER ..........................................................5-51 MEMASANG POMPA OLI ...................

........................................................5-71 MERAKIT SHIFT FORKS DAN UNIT SHIFT DRUM ........................................................................................................... 5-64 MELEPAS CRANKSHAFT ..........................................5-70 MEMERIKSA BATANG PENEKAN KOPLING ..................................5-67 MEMERIKSA SHIFT FORKS.............................................................5-65 MEMERIKSA CRANKSHAFT ....................................................................................................................5-71 .............5-70 MEMERIKSA TRANSMISI ...................................................................5-65 TRANSMISI ...................5-70 MEMERIKSA UNIT SHIFT DRUM ....... 5-71 MERAKIT MAIN AXLE DAN DRIVE AXLE ................... 5-65 MEMASANG CRANKSHAFT .....POROS ENGKOL/CRANKSHAFT .....................................................................................................................................

kebalikan dari prosedur melepas.5 m • kg. Nomor 1 2 3 4 T. 5-1 .MELEPAS MESIN EAS23710 MELEPAS MESIN Melepas knalpot 20 Nm (2. Komponen yang dilepas Protector pipa knalpot Protector knalpot Knalpot Gasket pipa knalpot Jumlah 1 1 1 1 Untuk pemasangan.8 ft • Ib) 15 Nm (1. R. 14 ft • Ib) T.8 m • kg. 5. R. R. 2 Baru LT LT 4 Baru 1 LT 3 8 Nm (0. 11 ft • Ib) Keterangan T.0 m • kg.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah PERHATIAN: Pertama. lihat bagian “RADIATOR” halaman 6-1. lihat bagian “MENGGANTI COOLANT” halaman 3-14 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1. lihat bagian “THROTTLE BODY” hal 7-4. Lepaskan 5-2 .9 m • kg. lihat bagian “RANTAI” halaman 4-55.2 ft • Ib) Keterangan ECA3C11020 T. R.2 ft • Ib) 10 Nm (1.0 m • kg. 4 R. 7. Kabel Negative battery /kabel Positive battery Oli mesin Air pendingin/Coolant Jok/Panel samping/Panel depan/Saringan udara Tangki bensin Throttle body/ manifold pemasukan Selang pernafasan pompa air/selang keluar radiator/ selang pemasukan radiator/Radiator Air cut-off valve/Reed valve/Plate Penutup rantai sprocket / sprocket 1 Tutup busi/Spark plug cap 1 lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 3-25. 6. Kuras air pendingin. Kuras lihat bagian “MENGGANTI OLIMESIN” halaman 3-10. lihat bagian "TANGKI BENSIN" halaman 7-1. T. 7. R. lepaskan kabel negative battery dan selanjutnya kabel positive battery .5 ft • Ib) 10 Nm (1.MELEPAS MESIN Melepas kabel dan coupler 5 2 3 1 3 7 6 8 9 Nm (0. T.0 m • kg. lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9.

Nomor 2 3 4 5 6 7 8 Komponen yang dilepas Coupler coolant temperature sensor Coupler stator coil / Coupler Crankshaft position sensor Connector switch netral Kable starter motor Kabel kopling Kabel negative battery Pemindah gigi Jumlah 1 1/1 1 1 1 1 1 5-3 . T. 7.2 ft • Ib) Keterangan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan.2 ft • Ib) 10 Nm (1.9 m • kg. T. T. 4 R.0 m • kg. 7.MELEPAS MESIN Melepas kabel dan coupler 5 2 3 1 3 7 6 8 9 Nm (0.5 ft • Ib) 10 Nm (1. 6. R.0 m • kg. kebalikan dari prosedurmelepas. R.

R. 5-4 .9 m • kg. E Nomor R. 35 ft • Ib) T. Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan NOTE: Tempatkan penyanggah dibawah mesin 1 2 3 4 Mur/Baut pengikat mesin (sisi depan) Mur/Baut pengikat mesin (sisi belakang bawah) Mur/Baut pengikat mesin (sisi belakang atas) Mesin 1/1 1/1 1/1 1 Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas.9 m • kg. 35 ft • Ib) T. 1 2 E 3 E 1 4 2 49 Nm (4.MELEPAS MESIN Melepas mesin 3 49 Nm (4.

MELEPAS MESIN EAS23720 EAS3C11030 MEMASANG MESIN 1. Posisi pedal “a” (pengait) 6. Kencangkan: • Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) 49 Nm (4.0 mm (0. T. Pasang: • Mesin “1” • Baut dudukan mesin (sisi belakang atas) “2” • Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) “3” • Baut dudukan mesin (sisi belakang bawah) “4” • Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) “5” • Baut dudukan mesin (sisi depan) “6” • Mur dudukan mesin (siosi depan) “7” CATATAN: MEMASANG PEDAL PEMINDAH GIGI.0 m·kg.24–1. R. 7.9 m·kg. 35 ft·lb) T. R. 35 ft·lb) • Mur dudukan mesin (sisi depan) Mur dudukan mesin (sisi depan) 49 Nm (4.9 m·kg. 1 2 3 7 a 4 3 6 5 1 2.2 ft·lb) Jangan mengeraskan Mur dan Baut terlebih dahulu T.9 m·kg. Pasang: • Pedal pemindah gigi “1” CATATAN: Pastikan jarak “a” diantara senter as pemindah gigi “2” dan tuas senter pedal pemindah gigi "3" sesuai spesifikasi.0–30. 1. 35 ft·lb) • Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) 49 Nm (4.18 in) Baut tuas pedal pemindah gigi 10 Nm (1. R. 5-5 . T. 2 R.

9.2 ft • Ib) T. R. lihatbagian “RADIATOR” halaman 6-1. T. 7. lihat bagian “TANGKI BENSIN” hal 7-1.4 ft • Ib) 10 Nm (1.2 m • kg. ∗ R. 7. 16 15 Jumlah 30 Nm (3. 5.0 m • kg. R. 10 Nm (1. R.3 m • kg. Baru 2 T. lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9.2 ft • Ib) T.1 ft • Ib) T. 1 2 3 4 5 Cap Busi/Spark plug cap Busi/Spark plug Baut cap crankshaft Baut cap timing pengapian Mur/Baut dudukan mesin (sisi depan) 1 1 1 1 1/1 Lepaskan 5-6 . 16 ft • Ib) T.2 ft • Ib) LS 7 Nm (0.7 m • kg. 8 Baru 7 (4) 6 Baru LS E 5 E 5 13 (4) E M Baru Baru Baru 14 E 12 11 15 4 10 Nm (1.9 m • kg. 35 ft • Ib) Baru 10 R. lihat bagian “THROTTLE BODY” halaman 7-4. 1 13 Nm (1. (4) T. R.CYLINDER HEAD EAS24100 CYLINDER HEAD Melepas cylinder head 22 Nm (2. 7. R. Lepaskan lihat “KOPLING” halaman 5-37. lihat bagian “POMPA AIR” halaman 6-6. R. lihat bagian “MELEPAS MESIN” halaman 5-1.0 m • kg.0 m • kg. 9 49 Nm (4. lihat bagian “THERMOSTAT” halaman 6-4. 22 ft • Ib) Baru 3 Nomor T.0 m • kg. Komponen yang dilepas Jok/Panel depan kanan dan kiri/Panel samping kanan dan kiri/Rumah saringan udara Tangki bensin Throttle body/manifold pemasukan Air cut-off valve/Reed valve/Plate Thermostat/Coolant temperature sensor Pompa air Radiator Knalpot Kabel kopling Keterangan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.

1215®) T.7 m • kg.CYLINDER HEAD Melepas cylinder head 22 Nm (2. R.0 m • kg. Baru 2 T.0 m • kg. 5. 10 Nm (1.2 ft • Ib) T. Komponen yang dilepas Penutup cylinder head Gasket penutup cylinder head Pin dowel Tensioner rantai timing Gasket tensioner rantai timing Sprocket camshaft Cam decompression Cylinder head Gasket cylinder head Pin dowel Guide rantai timing (sisi buang) Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 Keterangan Untuk pemasangan.0 m • kg. 22 ft • Ib) Baru 3 Nomor 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 * Yamaha bond No. 7.9 m • kg. R. 35 ft • Ib) Baru 10 R.0 m • kg.1 ft • Ib) T. 8 Baru 7 (4) 6 Baru LS E 5 E 5 13 (4) E M Baru Baru Baru 14 E 12 11 15 4 10 Nm (1.4 ft • Ib) 10 Nm (1. 7.3 m • kg. 7.2 m • kg. 1215 (Three Bond No. kebalikan dari prosedur melepas. 5-7 . 1 13 Nm (1. ∗ R. 9 49 Nm (4. 16 ft • Ib) T.2 ft • Ib) T.2 ft • Ib) LS 7 Nm (0. T. R. 9. R. R. 16 15 30 Nm (3. (4) T. R.

tepatkan tanda “I” “c” pada sprocket cam shaft. Tepatkan: • Tanda marking“I” “a” pada rotor generator (dengan tanda penepatan “b” pada penutup rotor generator) a. Lepaskan: • Cylinder head CATATAN: a • Kendorkan Baut dengan urutan dan pola seperti pada gambar • Kendorkan semua baut dengan 1/2 putaran. saat langkah kompresi.CYLINDER HEAD EAS24130 MELEPAS CYLINDER HEAD 1. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM CATATAN: Untuk menghindari agar rantai timing tidak terjatuh kedalam crankcase. akan mengakibatkan kerusakan pada: • Lubang ulir busi • Dudukan klep 3. 1 b 4. sebelum melepas semua baut. Pada saat Piston berada di TMA. Bersihkan: • Endapan karbon pada ruang bakar (dengan skrap bulat) CATATAN: 1 2 Jangan menggunakan benda tajam. dan kendorkan baut sprocket camshaft. ikat dengan kawat “1”. Kendorkan: • Baut sprocket camshaft “1” CATATAN: Tahan mur rotor generator dengan kunci Sok. d c 6 4 2 3 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24160 5 1 2. Lepas: • Sprocket camshaft 5-8 . "2". dengan tanda “d” yang ada pada cylinder head. MEMERIKSA CYLINDER HEAD 1. terlebih dahulu. untuk pembersihan. Putar crankshaft ke arah kiri b.

dan crankshaft satu set. rantai timing. c. Periksa: • Sprocket camshaft Keausan lebih dari 1/4 gigi gear “a” → ganti sprocket camshaft. 2. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM b. Periksa: • Guide rantai timing (sisi buang) rusak/aus → ganti EAS24200 MEMERIKSA TENSIONER RANTAI TIMING 1. batang penekan ke rumah tensioner dengan jari. Batas kebengkokan 0. ganti tensioner rantai timing. Ukur: • Kerataan cylinder head diluar spesifikasi → gosok dan haluskan permukaan cylinder head. Untuk menghasilkan hasil yang sempurna. dengan pola gerakan angka delapan pada meja datar.03 mm (0.0012 in) a. Lepaskan obeng. dan gosokkan cylinder head. 1 b. 1/4 gigi gear Kondisi normal Roller rantai timing Sprocket camshaft 2. dan lepaskan tekanan pada batang penekan tensioner. Periksa: • Cylinder head Rusak/retak → Ganti • Ruangan air pendingin cylinder head. pada meja datar. Jika ketidak rataannya melebihi batas yang diijinkan ikuti petunjuk di bawah ini. putar posisi cylinder beberapa kali. Periksa kerataan cylinder head c. Tempatkan amplas halus. Tempatkan penggaris “1” dan thickness gauge “2” menyilang pada cylinder head. Jika pergerakan batang penekan tidak lancar. Pastikan batang penekan pada tensioner keluar secara perlahan dari rumah tensioner. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM a. d. 1. Periksa: • Tensioner rantai timing retak/tekanan balik tidak lancar → Ganti a. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11031 MEMERIKSA SPROCKET CAMSHAFT DAN GUIDE RANTAI TIMING 1. b. Tekan secara perlahan. putar baut penyetel otomatis dengan obeng kecil ke arah kanan. CATATAN: Sambil menekan batang penekan tensioner kedalam.CYLINDER HEAD 2. 5-9 . endapan kotoran/karat → bersihkan 3.

Pasang: • Sprocket camshaft a. dan periksa posisi nok decompresi pada cam (cam buang) harus dalam kondisi ke dalam seperti pada gambar illustrasi "B". 7. 2. T. Periksa dengan kondisi decompresi terpasang pada sprocket camshaft dan camshaft. T. • Kencangkan baut cylinder head dengan pola silang dan dengan urutan seperti pada gambar. Gerakkan tuas decompresi “1” ke arah gambar panah.CYLINDER HEAD B 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11009 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24230 MEMERIKSA SISTIM DECOMPRESI 1. d. c. Dengan kondisi tuas decompresi kedalam. Putar crankshaft ke arah kiri b. R. Tepatkan tanda “I” “a” pada rotor generator dengan tanda penepatan “b” yang terdapat pada tutup rotor generator.2 m·kg. • Baut cylinder head “2” Baut cylinder head "2" 10 Nm (1. (tidak bergerak) periksa nok decompresi “2” pada camshaft (cam pembuangan) seperti pada gambnar illustrasi “A”. R. Pasang: • Cylinder head CATATAN: Masukkan rantai timing pada rongga rantai timing yang terdapat pada cylinder body. Periksa: • Sistyim decompresi a. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG CYLINDER HEAD 1. 16 ft·lb) b. 2 1 3 5 1 A 2 4 2 6 2 3. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5-10 . Periksa tuas decompresi “1” dapat bergerak dengan lancar. Kencangkan: • Baut cylinder head “1” Baut cylinder head "1" 22 Nm (2.2 ft·lb) CATATAN: 1 • Lumasi baut cylinder head dengan oli mesin.0 m·kg.

Lepas obeng. untuk menghindari berubahnya valve timing. Lepaskan kawat pengikat rantai timing. Dengan menahan camshaft. d.2 ft·lb) T. kencangkan sementara baut sprocket camshaft. pada saat memasang camshaft. b. Periksa: • Tanda garis “I” “a” Tepatkan tanda garis “I” pada rotor generator dengan tanda penyesuai “b” yang terdapat pada penutup rotor generator. Pasang: • Gasket tensioner rantai timing Baru • Tensioner rantai timing a. R. dengan tanda penepatan “d” yang terdapat pada cylinder head. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4. Pasang rantai timing pada sprocket camshaft dan pasang sprocket camshaft.CYLINDER HEAD c. dengan obeng kecil “1” ke kanan hingga mengunci. ECA3C11012 d. putar baut penyetel. Tekan batang penekan tensioner ke rumah tensioner. e. Putar: • Crankshaft (beberapa kali putaran ke arah kiri) 6. pasang gasket dan rantai timing "2" ke cylinder body. b 1 a 2 d c 1 3 CATATAN: Pada saat memasang sprocket camshaft. Dengan kondisi batang penekan tensioner menekan masuk kedalam rumah tensioner/ mengunci (dengan posisi obeng terpasang). LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL PERHATIAN: Jangan merubah/memutar crankshaft.0 m·kg. dalam kondisi kencang. • Tanda garis“I” “c” Tepatkan tanda garis “I” pada sprocket dengan tanda penyesuai “d” yang terdapat pada cylinder head. pada camshaft. lanjutkan langkah dibawah ini b a 5-11 . 7. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5. c. pastikan rantai timing pada sisi buang. tidak sesuai → tepatkan jika sesuai. f. Tepatkan tanda “I” “c” pada sprocket camshaft. Kencangkan baut tensioner “3” sesuai dengan spesifikasi torsi pengencangan Baut tensioner rantai timing 10 Nm (1. atau putar baut penyetel ke kiri untuk melepaskan kuncian batang penekan.

R.0 m·kg. 22 ft·lb) ECA3C11013 PERHATIAN: Pastikan baut sprocket camshaft terpasang dengan kuat sesuai spesifikasi. Ukur: • Kelonggaran klep diluar spesifikasi → setel lihat bagian “MENYETEL KELONGGARAN KLEP” halaman 3-3. 8.CYLINDER HEAD d c 7. Kencangkan: • Baut sprocket camshaft Baut sprocket camshaft 30 Nm (3. jika terlepas akan merusakkan mesin. T. 5-12 .

CAMSHAFT EAS23730 CAMSHAFT Melepas rocker arms dan camshaft 7 Nm (0.7 m • kg. 5. R.1 ft • Ib) 1 2 6 Nomor T. M 5 E 1 2 7 M 4 5 E E Baru M M T.7 m • kg. 5. 5-13 . kebalikan dari prosedur melepas. R. 3 7 Nm (0. Komponen yang dilepas Cylinder head Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 Mur pengunci Baut penyetel Retainer camshaft Camshaft As rocker arm Rocker arm masuk Rocker arm buang 2 2 1 1 2 1 1 Untuk pemasangan.1 ft • Ib) Keterangan lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6.

9832 in) Buang A 29.173 mm (0. Kendorkan: • Mur pengunci “1” • Baut penyetel kelonggaran klep “2” 2 1 2. Periksa: • Bentuk dimensi camshaft berwarna biru terbakar/aus/baret → Ganti camshaft.073–25. EAS23880 MEMERIKSA ROCKER ARMS DAN AS ROCKER ARM Ikuti prosedur dibawah ini.CAMSHAFT EAS23770 MELEPAS ROCKER ARMS DAN CAMSHAFT 1.919 mm (0.1631 in) Masuk B 25.1710 in) Limit 29. Dimensi bentuk camshaft Masuk A 29.9850– 0.1670– 1. dan tarik keluar camshaft.9911 in) Limit 24. 2.9810 in) 1 2 Slide hammer bolt 90890-01085 Slide hammer bolt 8 mm YU-01083-2 EAS23840 MEMERIKSA CAMSHAFT 1.1788– 1.119 mm (0.9889 in) Limit 24.543 mm (1.743 mm (1.019–25.1828 in) Limit 29. Ukur: • Dimensi cam shaft “a” dan “b” diluar spesifikasi → ganti camshaft.042 mm (1.942–30. 3.973 mm (0. untuk memeriksa rocker arms dan as rocker arm 1.643–29.9871– 0.31-in) “2” pada lubang ulir yang terdapat pada ujung camshaft.842 mm (1. Periksa: • Rocker arm rusak/aus → ganti 5-14 . Periksa: • Aliran oli pada camshaft tersumabt → tiup dengan udara bertekanan.1749 in) Buang B 25. Lepas: • Camshaft “1” CATATAN: Masukkan baut 8-mm (0.

diluar spesifikasi → ganti komponen yang aus.985–10.3917 in) • Pastikan coakan “a” pada as rocker arm menghadap kebawah. seperti pada gambar ilustrasi • Pastikan as rocker arm (masuk dan keluar) benar-benar masuk ke cylinder head. 1 1 a 5. CATATAN: Perhitungan kelonggaran dengan cara mengurangi diameter dalam rocker arm dengan diameter as rocker arm. Lumasi: • Rocker arms • As rocker arm Pelumas yang disarankan Permukaan dalam rocker arm Molybdenum disulfide oil As rocker arm Oli mesin 2.3924–0.966–9.950 mm (0.034 mm (0.3949 in) Kelonggaran Lubang rocker-arm ke .3931– 0.3928 in) Limit 9.0031 in) EAS24040 MEMASANG CAMSHAFT DAN ROCKER ARM 1.030 mm (0.000 mm (0.as rocker arm 0. 5-15 . Periksa: • As rocker arm warna biru terbakar/aus/baret/ mengecil → Ganti/cek aliran pelumasan 3. Lumasi : • Camshaft Pelumas yang disarankan Camshaft Molybdenum disulfide oil bearing camshaft Oli mesin 3.976 mm (0.3937 in) Limit 10.0013 in) Limit 0.CAMSHAFT 2. Ukur: • Diameter dalam rocker “a” diluar spesifikasi → Ganti Diameter dalam rocker arm 9. Ukur: • Diameter luar as rocker arm “a” diluar spesifikasi → ganti Diameter luar as rocker arm 9.08 mm (0.0004–0.009–0. Perhitungan: • kelonggaran rocker-arm-ke-as rocker-arm. Pasang: • Rocker arm pemasukan dan pengeluaran • As rocker arm “1” CATATAN: 4.

Refer to “CAMSHAFT” on page 5-13. 1 2 3 4 5 6 7 8 Pin pengunci Dudukan per atas Per klep Klep masuk Klep buang Seal valve stem Dudukan per bawah Guide klep 8 4 4 2 2 4 4 4 Untuk pemasangan.KLEP DAN PER KLEP EAS24270 KLEP DAN PER KLEP Melepas klep dan per klep 1 1 2 3 Baru 6 7 M M 2 3 6 Baru 7 M 8 M 8 4 7 8 2 1 3 6 Baru 4 1 2 3 6 Baru 7 8 M M 5 M 5 Nomor Komponen yang dilepas Cylinder head Rocker arms/Camshaft Jumlah Keterangan Refer to “CYLINDER HEAD” on page 5-6. kebalikan dari prosedur melepas. 5-16 .

• Kelonggaran guide klep dan batang klep = diameter dalam guide klep“a” diameter luar batang klep “b” 2.KLEP DAN PER KLEP EAS24280 MELEPAS KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. a. CATATAN: 2 Sebelum melepas komponen pada cylinder head. Periksa kerapatan dudukan klep. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 3. dudukan klep). agar bisa dirakit kembali seperti posisi semula. Masukkan cairan pembersih “a” pada lubang masuk dan lubang keluar pada cylinder head. Ukur: • kelonggaran batang klep ke guide klep diluar spesifikasi → Ganti guide klep.. untuk memeriksa klep dan guide klep. Lepas: • Dudukan per atas “1” • Per klep “2” • Klep “3” • Seal valve stem “4” • Dudukan per bawah “5” CATATAN: Hafalkan posisi awal dengan cermat. Lepas: • Pin pengunci “1” CATATAN: Melepas pin pengunci. b. tidak bocor 1. pastikan klep dalam kondisi rapat. dudukan klep. (al. Periksa: • Kerapatan klep terjadi kebocoran → periksa permukaan klep. dan lebar dudukan klep. per klep. lihat “MEMERIKSA DUDUKAN KLEP” halaman 5-19. 1. EAS24290 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MEMERIKSA KLEP DAN GUIDE KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. Harus tidak ada kebocoran pada dudukan klep “1”. klep. untuk melepas klep dan komponen penunjang. dan valve spring compressor attachment “2”. dengan cara menekan per klep dengan valve spring compressor. Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 5-17 .

Pasang guide klep yang baru dengan valve guide installer “2” dan valve guide remover “1”.0–14.5) 90890-04118 Valve guide reamer (4.080 mm (0.0032 in) Kelonggaran guide klep ke batang klep (buang) 0.0039 in) b.037 mm (0. Setelah pemasangan guide klep. Posisi guide klep c.KLEP DAN PER KLEP Kelonggaran guide klep ke batang klep (masuk) 0. sekir permukaan dudukan klep kembali.5 mm) YM-04116 Valve guide installer (ø4.025–0.5) 90890-04116 Valve guide remover (4. Posisi guide klep (masuk) 17.5 mm) YM-04118 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk mempermudah dan menjamin pelepasan dan pemasangan dengan sempurna. Valve guide remover (ø4.0–17.551–0. 2.4 mm (0.052 mm (0.685 in) Posisi guide klep (buang) 14.5 mm) YM-04117 Valve guide reamer (ø4. Ganti: • Guide klep CATATAN: CATATAN: Setelah mengganti guide klep.010–0.100 mm (0.4 mm (0. Lepaskan guide klep dengan valve guide remover “1”.0010–0.0015 in) Limit 0.0004–0. panaskan cylinder head hingga 100 °C (212 °F) pada oven.669–0.0020 in) Limit 0. a.5) 90890-04117 Valve guide installer (4. bore lubang guide klep dengan valve guide reamer “3” untuk memastikan kelonggaran guide klep ke batang klep lebih sempurna.567 in) a. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5-18 .

10 mm (0.90 mm (0.0354 in) Ketebalan kepala klep D (buang) 0.0197–0. d.0197–0. Pasang klep pada cylinder head. Bersihkan: • Endapan carbon (dari permukaan klep dan dudukan klep) 2.50–0. Ukur lebar dudukan klep CATATAN: Jika permukaan klep dan permukaan dudukan klep bersinggungan.10 mm (0. Batas kebengkokan batang klep 0. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5-19 . Lumasi Mechanic’s blueing dye (Dykem) “b” pada permukaan dudukan klep MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Pada saat mengganti klep. untuk melakukan pemeriksaan klep dan dudukan klep.90 mm (0. Ukur: • Lebar dudukan klep C “a” diluar spesifikasi → Ganti cylinder head.0354–0. permukaan blueing akan terhapus. Lebar dudukan klep C (masuk) 0. • Jika mengganti klep atau melepas klep.0354 in) EAS24300 MEMERIKSA KLEP DAN DUDUKAN KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. Ukur: • Kelurusan batang klep diluar spesifikasi → ganti klep CATATAN: a.0433 in) Lebar dudukan klep C (buang) 0. dan tekan klep hingga tergambar bagian yang bersentuhan. 3. Tidak rata/aus → Grinda permukaan klep • Ujung batang klep Mengembang. Periksa: • Dudukan klep tidak rata/aus → Ganti cylinder head. Ukur: • Ketebalan kepala klep D “a” diluar spesifikasi → ganti klep Ketebalan kepala klep D (masuk) 0. diameter ujung batang lebih besar dari batang klep → ganti klep 5. Bersihkan: • Endapan carbon (pada permukaan klep dan dudukan klep) 4. ganti juga guide valve dengan yang baru.0354–0. Masukkan klep ke guide klep.010 mm (0.90–1. c.KLEP DAN PER KLEP 3.90–1.0004 in) b. 1. Periksa: • Permukan klep. selalu lakukan penggantian seal valve stem.50–0.0433 in) 6.

dan hentakkan kedepan sambil di putar. 5-20 . 1. i. g. harus di sekir kembali. b. Pasang klep pada cylinder head. lakukan pensekiran kembali. dan bersihkan compound. Skir klep. Lumasi compound ke permukaan klep. dan dudukan klep rata/rapat. Lumasi compound “a” pada permukaan klep. Ukur lebar dudukan klep “c” kembali. Setelah melakukan prosedur pensekiran. angkat alat skir sdikit. CATATAN: Untuk mendapatkan hasil yang baik. h. d. hingga terlihat bekas-bekas sentuhan antara permukaan klep dan dudukan klep. Pasang klep pada cylinder head. dudukan klep dan permukaan klep. Lumasi molybdenum disulfide oil pada batang klep/valve stem. jika lebar dudukan tidak sesuai spesifikasi. dan ulangi langkah-langkah diatas. c. hingga permukaan klep. Ukur: • Panjang bebas per klep “a” diluar spesifikasi → Ganti per klep. f. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24310 MEMERIKSA PER KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. Lumasi Mechanic’s blueing dye (Dykem) “b” pada permukaan dudukan klep.KLEP DAN PER KLEP 4. bersihkan compound dari permukaan klep dan dudukan klep. Tekan klep pada dudukan klep. j. untuk memeriksa per klep. ECA13790 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERHATIAN: Jangan sampai compound masuk diantara batang klep dan guide klep. dan lakukan secara berulang-ulang. a. e. Sekir: • Permukaan klep • Permukaan dudukan klep CATATAN: Setelah mengganti cylinder head atau mengganti klep dan guide klep.

64 in) Limit 39.39 in) Panjang per terpasang (buang) 35. Haluskan: • ujung pengunci klep (dengan oil stone) 2.071 in) batas kebengkokan (buang) 2.8 mm (2.62 mm (1. Ukur: • Tekanan per klep “a” diluar spesifikasi → Ganti per klep.8 mm (2. Lumasi: • Batang klep “1” • Seal batang klep “2” Baru (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Molybdenum disulfide oil Baru b. Pasang: • dudukan per bawah “1” 5-21 . Panjang per terpasang 3. Tekanan per dalam kondisi terpasang (masuk) 140–162 N (31.71 mm (1.30 mm (1.52 kgf) Panjang per terpasang (masuk) 35.42 lbf) (14.64 in) Limit 39.71 mm (1.39 in) MEMASANG Ikuti prosedur dibawah ini.5°/1.47–36.42 lbf) (14. 3.071 in) EAS24340 2.56 in) Panjang bebas per (buang) 41.30 mm (1. untuk memasang klep dan komponen penunjang 1. ukur: • Kebengkokan per klep “a” diluar spesifikasi → ganti per klep.47–36.28–16.28–16.5°/0.KLEP DAN PER KLEP Panjang bebas per (masuk) 41.56 in) batas kebengkokan (masuk) 2.5°/1.5°/0.62 mm (1.52 kgf) Tekanan per dalam kondisi terpasang (buang) 140–162 N (31.

Pasang : • Pin pengunci “1” CATATAN: Pasang pin pengunci. Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 5-22 . pukul ujung klep dengan pukul besi plastik dengan perlahan. dengan posisi jarak ulir yang jauh "a" berada di atas. dengan menekan per klep dengan valve spring compressor. Jarak ulir yang pendek 4. • Pasang per klep. b. dan valve spring compressor attachment “2”.KLEP DAN PER KLEP Baru • Seal Valve stem • Klep “3” • Per klep “4” • Dudukan per atas “5” (pada cylinder head) CATATAN: 2 • Pastikan setiap klep terpasang dengan sempurna. Untuk mejamin pin pengunci terpasang dengan sempurna. ECA13800 PERHATIAN: Pukul ujung dudukan atas per klep dengan pukul besi plastik secara perlahan. 1 5.

5.CYLINDER DAN PISTON EAS24350 CYLINDER DAN PISTON Melepas cylinder adn piston 7 E 8 9 6 5 Baru 4 E E 4 Baru 1 E Baru 2 Baru 3 7 Nm (0. 3 Komponen yang dilepas Cylinder head Cylinder Gasket cylinder Pin dowel Circlip pin piston Pin piston Piston Top ring 2nd ring Ring piston 1 1 2 2 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. Jumlah Keterangan lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6.7 m • kg.1 ft • Ib) Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 T. R. kebalikan dari prosedur melepas. 5-23 .

0020 in) 2. 2. dari sisi ke sisi dan dari depan ke belakang. buka ujung sambungan ring dengan ibu jari.985–57.010 mm (2.2445 in) Batas ketirusan 0. haluskan permukaan alur clip pin piston.2435– 2. dan angkat ke atas sisi yang lain melewati kepala piston. Periksa: • Dinding piston • Dinding cylinder ada goresan ke atas → Ganti cylinder.05 mm (0. • Pin piston “2” • Piston “3” ECA13810 CATATAN: Saat melepas ring piston. dan Ring piston satu set. • Sebelum melepas pin piston. PERHATIAN Jangan menggunakan pukul besi. Lepas: • Clip pin piston “1”. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2 1 3 CATATAN: Ukur diameter cylinder “C” silang. Piston. Lepaskan: • Ring pertama/Top ring • Ring kedua/2nd ring • Ring Oli 5-24 . pergunakan piston pin puller set "4" EAS24390 Piston pin puller set 90890-01304 Piston pin puller YU-01304 MEMERIKSA CYLINDER DAN PISTON 1.CYLINDER DAN PISTON EAS24380 MELEPAS PISTON 1. CATATAN: • Sebelum melepas clip pin piston. untuk mempermudah keluarnya pin piston.0020 in) Batas keovalan 0. tutup lubang crankcase dengan kain untuk menghindari clip pin piston terlempar masuk ke dalam crankcase.05 mm (0. Ukur diameter cylinder “C” dengan cylinder bore gauge. Ukur: • Kelonggaran piston-ke-cylinder a. dan ambil perhitungan rata-rata. jika pin piston masih sulit dilepas. untuk mengeluarkan pin piston dari piston. Diameter/Bore 56.

030–0.15 mm (0.2427– 2.0008– 0. ganti piston dan ring piston satu set.0039 in) b. Ukur: • celah alur ring dengan ring piston diluar spesifikasi → ganti piston dan ring piston satu set. D3 atau D5 . dan ring piston.045 mm (0.020–0. piston.0 mm (0. EAS24430 MEMERIKSA RING PISTON 1. CATATAN: Sebelum mengukur celah alur ring dan ring piston. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2.065 mm (0. satu set. diukur dari bawah piston Piston Diameter D 56.100 mm (0.dikurangi Diameter piston “D” Kelonggaranm piston ke cylinder 0. Ring piston Ring pertama/Top ring celah alur dan ring 0.100 mm (0. dengan kepala piston. Jika diluar spesifikasi.57 in) 5-25 .990 mm (2.055 mm (0.0026 in) Limit 0.20 in) adalah titik pengukuran.0022 in) Limit 0. 40 mm (1. dan ring piston satu set.0012– 0.diameter max D 5 atau D 6 (ketirusan) “R” = diameter max D1.0059 in) f. e. Jika diluar spesifikasi. ganti cylinder.0039 in) Ring kedua/2nd ring celah alur ring 0.020–0.CYLINDER DAN PISTON “C” = diameter maksimum D1–D2 “T” = diameter max D1 atau D2 . jika diluar spesifikasi ganti cylinder. Perhitungan kelonggaran piston-ke-cylinder dengan rumus • Kelonggaran piston-ke-cylinder = Diameter cylinder “C” .0008–0.diameter max D2. D4 atau D6 (keovalan) b. piston. Ukur diameter piston “D” “a” dengan micrometer.965–56.2437 in) d. 5. Pasang: • Ring piston (pada cylinder) CATATAN: Ratakan posisi ring. dan ring piston. a.0018 in) Limit 0. c. bersihkan endapan carbon pada celah alur ring. di dalam cylinder.

043 mm (0.10–0. Perhitungan: • Celah pin piston-ke-lubang pin piston diluar spesifikasi → Ganti pin piston.0039–0.40 mm (0.0039–0. Ukur: • celah sambungan ring piston diluar spesifikasi → ganti ring piston CATATAN: 3.018 mm (0.000 mm (0.25 mm (0.975 mm (0.10–0. ganti ring oli satu set Ring piston Ring pertama/Top ring celah ring (terpasang) 0.25 mm (0.0157 in) Ring kedua/2nd ring celah ring (terpasang) 0.013 mm (0. Periksa: • Pin piston berwarna biru terbakar/ aus → Ganti pin piston dan periksa sistim pelumasan.002–14.5529 in) expander ring oli tidak dapat diukur.0157 in) Ring oli (rail ring) celah ring (terpasang) 0.0001–0.0007 in) Limit 0.20–0.70 mm (0. 2. Pasang: • Ring pertama/Top ring “1” • Ring kedua/2nd ring “2” • Expander ring oli “3” • Rail ring oli bawah “4” • Rail ring oli atas “5” CATATAN: Pastikan tulisan yang terdapat pada ring piston.0027 in) EAS24450 MEMRIKSA PIN PISTON 1. Ukur: • Diameter lubang pin piston “b” diluar spesifikasi → ganti piston.068 mm (0.002–0. berada pada posisi diatas. dan bawah melebihi spesifikasi.5502 in) MEMASANG PISTON DAN CYLINDER 1. jika celah rail ring oli atas. dan piston satu set • kelonggaran pin piston-ke-lubang pin = diameter lubang pin piston “b” diameter luar pin piston “a” Kelonggaran Pin piston dengan lubang pin piston pada piston 0.0098 in) Limit 0.5512 in) Limit 13.0276 in) EAS24440 4. Ukur: • Diameter luar pin piston "a" diluar spesifikasi → Ganti pin piston Diameter luar pin piston 13.5517 in) Limit 14.40 mm (0.0098 in) Limit 0. Diameter lubang pin piston 14.0079–0.5513– 0.5510– 0.CYLINDER DAN PISTON 3.995–14. 5-26 .

b. d. e. Pasang: • Pin dowel • Gasket cylinder head Baru • Cylinder “1” CATATAN: 1 a 2 • Tekan ring piston dengan satu tangan. tutup lubang crankcase dengan kain.CYLINDER DAN PISTON e 120˚ 120˚ 120˚ a b 90˚ c d 45˚ A 45˚ 2. dan masukkan cylinder dengan tangan yang lain • Masukkan rantai timing dan guide rantai timing (sisi pemasukan) pada rongga rantai yang terterdapat pada cylinder body. untuk menghindari melejitnya clip piston ke dalam crankcase. • Sebelum memasang clip piston. c. Pasang: • Piston “1” • Pin piston “2” • Clip pin piston Baru CATATAN: a. 5. Lumasi: • Piston • Ring piston • Cylinder (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Oli mesin 4. 3 Baru 3. Ring pertama/Top ring Expander ring oli Rail ring oli atas Rail ring oli bawah Ring kedua/2nd ring sisi lubang buang • Lumasi oli pada apin piston • Pastikan tanda panah “a” pada kepala piston menghadap ke arah lubang pembuangan. A. Posisikan sambungan ring: • Sambungan ring 1 5-27 .

0 m • kg. 8 7 Baru 19 E 17 14 16 E 3 E 15 13 10 8 LS Baru 4 6 Baru 18 T.2 ft • Ib) T.2 ft • Ib) Keterangan Kuras oli mesin lihat bagian “MENGGANTI OLI MESIN” halaman 3-10. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Coupler stator coil Coupler crankshaft position sensor Connector kabel switch netral Baut cap control timing pengapian Baut cap lubang crankshaft Penutup generator Gasket penutup generator Pin dowel Crankshaft position sensor Stator coil Rotor generator 5-28 .GENERATOR DAN STARTER CLUTCH EAS3C11010 GENERATOR DAN STARTER CLUTCH Melepas generator dan starter clutch 1 2 10 Nm (1.2 ft • Ib) LT LT T. R. 7. 50 ft • lb) Jumlah R. 20 11 10 Nm (1.0 m • kg. Baru (3) E (7) Baru LS 5 14 Nm (1. 7. 10 ft • Ib) Nomor R. 70 Nm (7. Komponen yang dilepas Oli mesin Panel sisi kiri Penutup sprocket R. 9 10 Nm (1. E T.4 m • kg. 7. (3) 12 R.0 m • kg.0 m • kg. lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1 lihat bagian “RANTAI PENGGERAK” hal 4-55. 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Lepaskan T.

9 10 Nm (1. 7.0 m • kg. 8 7 Baru 19 E 17 14 16 E 3 E 15 13 10 8 LS Baru 4 6 Baru 18 T. 5-29 .4 m • kg.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH Melepas generator dan starter clutch 1 2 10 Nm (1. 10 ft • Ib) Nomor 12 13 14 15 16 17 18 19 20 R.0 m • kg. E T. kebalikan dari prosedur melepas. 50 ft • lb) Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 R.2 ft • Ib) T. R.0 m • kg. 7. (3) 12 R. 70 Nm (7. Komponen yang dilepas Pin pasak Gear starter clutch Bearing Washer As gear starter clutch idle Washer Circlip Gear idle starter clutch Unit starter clutch R. Untuk pemasangan. Baru (3) E (7) Baru LS 5 14 Nm (1.2 ft • Ib) Keterangan T. 20 11 10 Nm (1.0 m • kg. 7.2 ft • Ib) LT LT T.

Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A 2 2. Lepas: • rotor generator “1” (dengan flywheel puller “2”) • Pin pasak ECA13880 1 PERHATIAN Untuk menghindari agar ujung crankshaft tidak rusak. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok pada rotor generator. Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A EAS24560 MELEPAS STARTER CLUTCH 1. Periksa: • Roller starter clutch “1” • Cap per starter clutch “2” • Per starter clutch “3” rusak/aus → Ganti unit starter clutch. pasang mur crankshaft diantara baut fly wheel puller dan senter as crankshaft.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH EAS24490 MELEPAS GENERATOR 1. Lepas: • Mur rotor generator “1” • Washer CATATAN: 1 2 • Tahan rotor generator “2” dengan peralatan sheave holder “3”. lepaskan baut starter clutch. EAS24570 3 2 CATATAN: Pastikan posisi flywheel puller tepat berada di tengah rotor generator. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang ada pada rotor generator. 5-30 . Buka: • Baut starter clutch “1” CATATAN: 1 3 • Tahan generator rotor “2” dengan alat sheaveholder “3”. Flywheel puller 90890-01362 Heavy duty puller YU-33270-B MEMERIKSA STARTER CLUTCH 1. kendorkan mur rotor generator.

50 ft·lb) Baut starter clutch 14 Nm (1. Jika gear starter clutch diputar ke arah "B". dan harus diganti c. 4. jika tidak terkoplel. 10 ft·lb) T.0 m·kg. Pasang gear starter clutch “1” pada starter clutch dan tahan rotor generator. starter clutch dalam kondisi rusak. • Kembangkan tiap ujung baut “a” starter clutch. Periksa: • cara kerja starter clutch a. Periksa: • Permukaan singgung starter clutch rusak/aus/tidak rata → Ganti starter clutch gear. starter clutch dan gear starter clutch harus mengopel. R. • Pada saat memasang rotor generator. 5-31 . • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang terdapat pada rotor generator. pastikan pin pasak terpasang dengan sempurna pada crankshaft. 2. Pasang: • Pin pasak • Rotor generator • Washer • Mur rotor generator CATATAN: B LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24600 MEMASANG STARTER CLUTCH 1. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 Baru 3 2 a a a EAS24500 A 1 MEMASANG GENERATOR 1. kencangkan baut starter clutch. 2. Putar gear starter clutch ke arah kanan "A".GENERATOR DAN STARTER CLUTCH 1 2 3 1 2 3 2 1 3 Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A CATATAN: • Tahan rotor generator “2” dengan alat sheave holder “3”. Pasang: • Unit starter clutch • Baut starter clutch Baru • Bersihkan sisi ketirusan crankshaft dan lubang hub rotor generator. R. b.4 m·kg. Periksa: • Idle gear starter clutch • Gear starter clutch Cacat/mengecil/aus/tidak lancar → Ganti komponen yang rusak 3. Kencangkan: • Mur rotor generator “1” Mur rotor generator 70 Nm (7. starter clutch harus dalam kondisi bebas berputar. jika tidak berputar starter clutch dalam kondisi rusak dan harus diganti. T.

GENERATOR DAN STARTER CLUTCH CATATAN: • Tahan rotor generator “2” dengan alat sheave sheave holder “3”.10 9 1 3 2 3. 1215 90890-85505 (Three Bond No. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang terdapat pada rotor generator. Yamaha bond No. 7.1215®) 4. Pasang: • Penutup generator Baut penutup generator 10 Nm (1. Lumasi: • Lem/Sealant (pada gromet kabel unit crankshaft positionsensor/stator). kencangkan mur rotor generator.11 2.6 5 7 8 4 3.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan baut tutup generator dengan pola silang. T. R. Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A 1.0 m·kg. dan berurutan seperti pada gambar. 5-32 .

5-33 . kebalikan dari prosedur melepas.2 ft • Ib) T.0 m • kg.STARTER LISTRIK EAS24780 STARTER LISTRIK Melepas motor starter 10 Nm (1. 2 1 Nomor 1 2 Komponen yang dilepas Motor starter Kabel motor starter Jumlah 1 1 Lepaskan Keterangan Untuk pemasangan. R. 7.

5-34 . kebalikan dari prosedur melepas.STARTER LISTRIK Membongkar motor starter 1 Baru 6 LS 5 7 3 Baru 4 2 7 6 Order 1 2 3 4 5 6 7 O-ring Job/Parts to remove Q’ty 1 1 1 1 1 2 2 Remarks Yoke motor starter O-ring Commutator Penutup depan motor starter /holder brush Sikat/Brush Per sikat/Brush Untuk pemasangan.

Lepas: • Yoke motor starter “1” • Penutup depan motor starter/holder brush “2” CATATAN: CATATAN: Kedalaman alur/mica undercut. Ukur: • Tahanan unit Armature (commutator dan insulation) diluar spesifikasi → Ganti motor starter a EAS24790 MEMERIKSA MOTOR STARTER 1. Ukur: • Kedalaman alur /Mica undercut “a” diluar spesifikasi → perdalam alur comutator. dengan patahan gergaji Kedalaman alur/Mica undercut 1. a 3. Ukur: • Panjang sikat/brush “a” di luar spesifikasi → Ganti sikat/brush Limit 3.50 mm (0.14 in) 5-35 . Jika diluar spesifikasi.35 mm (0.65 in) a. Periksa • Commutator Kotor→ bersihkan dengan amplas 2. perhatikan tanda penepatan “a” yang terdapat pada yoke motor starter dan penutup depan motor starter 1 2 4.STARTER LISTRIK EAS3C11011 MEMBONGKAR MOTOR STARTER 1.05 in) LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5.6 mm (0. harus dijaga untuk mejamin kerja commutator.0385 Ω pada 20 °C (68 °F) Tahanan Insulation “2” sekitar 1 MΩ pada 20 °C (68 °F) b. Ukur: • Diameter commutator “a” diluar spesifikasi → Ganti motor starter Limit 16. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Armature coil Tahanan commutator “1” 0.0315–0. Ukur tahanan unit armature dengan alat pocket tester. Sebelum membongkar motor starter. ganti motor starter.

Pasang: • Penutup depan motor starter /holder brush set “1” • Yoke motor starter “2” CATATAN: Tepatkan tanda garis “a” pada yoke motor starter dan penutup depan motor starter/ holder brush seperti sebelum dibongkar. Ukur: • Tekanan per brush/sikat diluar spesifikasi → Ganti per sikat/ brush satu set.17 oz) (400–600 gf) 7.92–5.STARTER LISTRIK 6.11–21. Periksa: • Bearing • Seal oli Rusak/aus → Ganti penutup depan motor starter /holder brush satu set.88 N (14. 8. EAS24800 MERAKIT MOTOR STARTER 1. Periksa: • Gigi gear rusak/aus → Ganti gear. 1 2 a 5-36 . Tekanan per/brush 3.

1 5 28 Nm (2. 7.0 m • kg. R.9 m • kg. 8 Baru 7 Baru 9 2 E 8 9 Baru 6 3 LS 4 Baru LS (4) T.0 m • kg. 6. R.8 m • kg. R. kebalikan dari prosedur melepas. Komponen yang dilepas Oli mesin Kuras oli mesin lihat bagian “MENGGANTI OLI MESIN” halaman 3-10.2 ft • Ib) Jumlah 50 Nm (5.5 ft • Ib) T.2 ft • Ib) Keterangan T. R. 36 ft • Ib) 10 Nm (1.0 m • kg. 2 3 4 5 6 7 8 9 Tuas starter Penutup filter oli Filter oli Stopper tuas starter Penutup kopling Gasket penutup kopling Pin dowel Seal oli 5-37 . 1 1 1 1 1 1 2 2 Untuk pemasangan. 7. (6) 10 Nm (1. 20 ft • Ib) T. Nomor T.KOPLING EAS25061 KOPLING Melepas penutup kopling 9 Nm (0. R.

KOPLING Melepas kopling 70 Nm (7. R. 12 Nm (1.8 m • kg. 50 ft • lb) T.0 m • kg. 8. 14 Baru Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 T.2 m • kg. R. 5. R. 3 4 5 1 8 (4) (4) 8 7 2 8 7 8 10 7 13 6 12 11 9 15 18 16 17 E E Komponen yang dilepas Mur pengunci Per kopling Plat tekan Batang penekan pendek tuas kopling Holder batang penekan kopling Bola/ball Kampas kopling 1 Plat kopling Kampas kopling 2 Kampas kopling 3 (Hijau) Per damper kopling Dudukan per dumper kopling Mur clutch boss Washer pengunci Clutch boss Thrust washer Rumah kopling Jumlah 1 4 1 1 1 1 3 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 keterangan 5-38 .7 ft • Ib) 8 Nm (0.8 ft • Ib) E T.

3 4 5 1 8 (4) (4) 8 7 2 8 7 8 10 7 13 6 12 11 9 15 18 16 17 E E Komponen yang dilepas Conical spring washer Jumlah 1 keterangan Untuk pemasangan. 50 ft • lb) T. R.0 m • kg. 5-39 . R.2 m • kg.8 m • kg. 12 Nm (1. 8. R.KOPLING Melepas kopling 70 Nm (7.7 ft • Ib) 8 Nm (0. 5. 14 Baru Nomor 18 T. kebalikan dari prosedur melepas.8 ft • Ib) E T.

1 2 3 4 5 Tuas penekan kopling/Clutch push lever Per tuas penekan kopling Circlip Seal oli Bearing 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas 5-40 .KOPLING Melepas tuas penekan 1 E 2 3 Baru E LS 4 Baru 5 Nomor Komponen yang dilepas Rumah kopling Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.

10 mm (0. Ukur: • Kelurusan plat kopling (dengan meja datar dan thickness gauge “1”) diluar spesifikasi → ganti plat kopling satu set.80 mm (0.114–0.114–0.90–3.10 mm (0. Ukur: • Ketebalan kampas kopling diluar spesifikasi → Ganti kampas kopling satu set.10 mm (0.90–3. untuk memeriksa kampas kopling.114–0. B. 1. 1. 2. CATATAN: a A. Periksa: • Plat kopling rusak/aus → Ganti plat kopling satu set 2.122 in) Batas ketipisan 2.KOPLING EAS25070 MELEPAS KOPLING 1.110 in) Ketebalan kampas kopling 2 2.110 in) Ketebalan kampas kopling 3 2. Kendorkan: • Mur clutch boss “1” CATATAN: Tahan clutch boss “2” dengan alat universal clutch holder “3”.90–3. Thickness gauge 90890-03180 Feeler gauge set YU-26900-9 5-41 .110 in) MEMERIKSA PLAT KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini.122 in) Batas ketipisan 2.80 mm (0. EAS25110 Kampas kopling 1 Kampas kopling 2 kampas kopling 3 (Hijau) Posisi cat warna hijau Ukur ketebalan kampas pada empat posisi Ketebalan kampas kopling 1 2. Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 A B 1 2 3 C EAS25100 MEMERIKSA KAMPAS KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini. Periksa: • Kampas kopling Tipis/aus → Ganti kampas kopling satu set. Luruskan washer pengunci 2. a. buka mur clutch boss.122 in) Batas ketipisan 2. untuk memeriksa plat kopling.80 mm (0. C.

untuk memeriksa per kopling.80 mm (1. MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVE 1. 2.53 in) Panjang minimum 36. Periksa: • Alur rumah kopling/Clutch housing dogs “1” Rusak/tidak rata/aus → ratakan permukaan alur atau ganti rumah kopling. Panjang bebas per kopling 38. EAS25170 MEMERIKSA PLAT TEKAN 1. CATATAN: MEMERIKSA TUAS PENEKAN KOPLING DAN BATANG PENDEK PENEKAN KOPLING 1. Periksa: • Per kopling rusak/patah → ganti per kopling satu set. CATATAN: Tidak ratanya alur clutch boss akan berakibat kerja kampas kopling tidak lancar. EAS25160 EAS25140 MEMERIKSA PER KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini.75 mm (0.069 in) Batas kebengkokan 0.45–1. Periksa: • Bearing rusak/aus → Ganti bearing dan rumah kopling. 1. Ukur: • Panjang bebas per kopling “a” diluar spesifikasi → ganti per kopling satu set.0079 in) 2. Periksa: • Plat tekan retak/rusak → Ganti EAS3C11013 EAS25150 MEMERIKSA RUMAH KOPLING 1.74 mm (1. Lepas: • Gear primary drive lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. Periksa: • Tuas penekan kopling • Batang pendek penekan kopling rusak/aus → Ganti komponen yang rusak EAS25200 Tidak ratanya alur rumah kopling.20 mm (0. akan berakibat kerja kampas kopling tidak lancar. 5-42 .45 in) MEMERIKSA CLUTCH BOSS 1.KOPLING Ketebalan plat kopling 1.057–0. Periksa: • Alur Clutch boss rusak/bergelombang/aus → Ganti clutch boss.

3. 3. Pasang: • Clutch boss “1” • Washer pengunci“2” Baru • Mur clutch boss CATATAN: 1 • Lumasi ulir mur clutch boss dan permukaan washer pengunci dengan oli mesin. 1 a MEMRIKSA GEAR PRIMARY DRIVEN 1. Periksa: • Gear primary driven“1” rusak/aus → ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set Timbul suara "Noise" saat berjalan → Ganti Gear primary drive dan rumah kopling satu set.KOPLING 2. Pasang: • Gera primary drive lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. 50 ft·lb) Pasang conical spring washer dengan posisi seperti pada gambar illustrasi T. Timbul suara " noise" pada saat jalan → Ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set. 1 CATATAN: Tahan clutch boss “2” dengan alat universal clutch holder “3”. Kencangkan: • Mur clutch boss “1” Mur clutch boss 70 Nm (7. • Tepatkan alur “a” washer pengunci pada tulangan “b” yang terdapat pada clutch boss. Pasang: • Conical spring washer “1” CATATAN: a 4. EAS25210 CATATAN: Pastikan sudut tajam thrust washer "a" pada posisi berlawanan dengan sisi clutch boss. Pasang: • Rumahn kopling • Thrust washer “1” R.0 m·kg. dan kencangkan mur clutch boss. Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 2. Baru 2 b EAS25240 1 MEMASANG KOPLING 1. Periksa: • Gear primary drive Rusak/aus → Ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set. 5-43 .

dan selanjutnya bergantian antara plat kopling.KOPLING 2 1 2 3 1 5. Bengkokan washer pengunci.2 m·kg. ke sisi mur. dan kampas 12 b. Pasang: • Clutch damper spring seat “1” • Clutch damper spring “2” • Kampas kopling 2 • Plat kopling • Kampas kopling 1 CATATAN: 9. pasang kampas kopling. tepatkan dengan tahapan sbb : • Kendorkan mur pengunci setelan kopling “2”. dengan menekan tuas kopling ke arah “c” hingga terhenti. Lumasi: • Kampas kopling • Plat kopling (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Oli mesin 7. Setel: • Gerak bebas mekanisme kopling a. 5. • Tahan baut penyetel.8 m·kg. • Dengan tuas kopling ditekan ke arah "c". MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM a b 1 c • Pasang clutch damper spring seat dan clutch damper spring seperti pada gambar ilustrasi • Pertama. Mur pengunci (setelan kopling) 8 Nm (0.7 ft·lb) 2 CATATAN: Kencangkan baut per kopling.8 ft·lb) T. pada sisi yang panjang. 8. dengan pola silang seperti pada gambar T. putar baut penyetel “3” kedalam atau keluar hingga nok “a” tepat dengan nok "b". Jika nok “a” tidak tepat dengan nok “b”. 6. 8. dan kencangkan mur pengunci setelan kopling sesuai spesifikasi. R. Periksa posisi nok “a” yang terdapat pada tuas “1” tepatkan dengan nok “b” yang ada pada crankcase seperti gambar dibawah. 3 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5-44 . Pasang: • Plat tekan • Per kopling “1” • Baut per kopling “2” Baut per kopling 12 Nm (1. R.

0 m·kg. 7.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan baut penutup kopling. 6 1.12 3. R.Pasang: • Tuas kickstarter “1” T.KOPLING 10.4–0. dengan pola silang dan urutan pengencangan seperti gambar.9 mm (0.Pasang: • Penutup kopling Baut penutup kopling 10 Nm (1.075 in) kedalaman pemasangan seal “b” 0.Setel: • Gerak bebas kabel kopling lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING” halaman 3-11.13 8 9 9 10 11 5-45 . dan pastikan tuas kick starter tidak menyentuh rumah kopling “a” . 1 a 1 a 13.7 5 4 2.4–1. 12.Pasang: • Seal oli “1” • Seal oli “2” kedalaman pemasangan seal “a” 1.9 mm (0.035 in) CATATAN: Pasang tuas kickstarter serapat mungkin dengan penutup kopling.055–0.016–0. 2 b 11.

Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.KICKSTARTER EAS24820 KICKSTARTER Melepas kickstarter 12 Nm (1. LT LT 7 LT E 5 Baru 4 3 2 1 Baru E 6 Komponen yang dilepas Rumah kopling 1 2 3 4 5 6 7 Circlip Washer Idle gear kickstarter Washer Circlip Unit kickstarter Guide gear ratchet 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. 8. R. 5-46 .7 ft • Ib) Nomor T. kebalikan dari prosedur melepas.2 m • kg.

5-47 . kebalikan dari prosedur melepas.KICKSTARTER Membongkar kickstarter 1 2 11 3 4 5 Baru 6 M 8 10 9 M 7 Baru Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Komponen yang dilepas Spacer Per kickstarter Washer Gear kickstarter Washer Circlip Circlip Washer Per/Spring Gear ratchet As kickstarter Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.

Pasang: • Washer “1” • Circlip “2” CATATAN: Pastikan sudut yang tajam dari clip “a” pada posisi yang berlawanan dengan sisi washer dan gear.KICKSTARTER EAS24850 MEMERIKSA KICKSTARTER 1. Periksa: • Per kickstarter Rusak/Patah → Ganti EAS3C11012 CATATAN: Putar ujung per kickstarter ke kanan. dan masukan ujung per pada lubang “a” yang ada pada crankcase. Pasang: • As kickstarter “1” • Gear ratchet “2” CATATAN: Tepatkan tanda titik “a” pada as kickstarter dengan tanda titik “b” pada ratchet gear. Pasang: • As kickstarter • Per kickstarter “1” 5-48 . 1 a 2 b 2. Periksa: • Gear ratchet • Idle gear kickstarter • Gear kickstarter Rusak/Aus → Ganti komponen yang rusak 2. 1 2 a EAS24880 MEMASANG KICKSTARTER 1. a 1 MERAKIT KICKSTARTER 1.

POMPA OLI EAS24911 POMPA OLI Melepas pompa oli 3 4 Nm (0. R. T. 2.2 ft • Ib) Keterangan lihat bagian "KOPLING” halaman 5-37.0 m • kg. 5-49 . R. kebalikan dari prosedur melepas.9 ft • Ib) Nomor T. 2 1 LT LT 10 Nm (1. Komponen yang dilepas Rumah kopling Gear primary drive /Gear balancer drive Jumlah 1 2 3 Plat baffle oli Unit pompa oli Gear drive pompa oli 1 1 1 Untuk pemasangan. lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55.4 m • kg. 7.

5-50 .POMPA OLI Membongkar pompa oli 2 6 5 4 3 E 1 E Nomor 1 2 3 4 5 6 Komponen yang dilepas Penutup rumah pompa oli Pin Gear driven pompa oli Inner rotor pompa oli Outer rotor pompa oli Rumah pompa oli Jumlah 1 1 1 1 1 1 keterangan Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas.

06–0.11 mm (0. Periksa: • cara kerja pompa oli Putaran berat → ulangi tahap (1) dan (2) atau ganti komponen yang rusak.23 mm (0. Pasang: • Outer rotor pompa oli • Inner rotor pompa oli “1” • Driven gear pompa oli • Pin “2” CATATAN: Pada saat memasang inner rotor.18 mm (0. Inner rotor 2. Rumah pompa oli Pelumas yang disarankan Oli mesin 2. dengan alur “a” yang terdapat pada inner rotor “1”. tepatkan pin pada as pompa oli "2". 2.0024–0.0043 in) Limit 0.0071 in) Limit 0. Ukur: • Kelonggaran Inner-rotor-ke-outer-rotor “a” • Kelonggaran Outer-rotor-ke-rumah pompa oli “b” • Kelonggaran rumah pompa oli-ke-inner-rotorouter rotor “c” diluar spesifikasi → Ganti pompa oli kelonggaran Inner-rotor-ke-outer rotor tip kurang dari 0.13–0.0071 in) 3.0098 in) kelonggaran rumah pompa oli ke inner-rotor dan outer-rotor 0. EAS25000 MERAKIT POMPA OLI 1.0051–0. Outer rotor 3.0091 in) kelonggaran Outer-rotor-kerumah pompa oli 0. Lumasi: • Inner rotor pompa oli • Outer rotor pompa oli • Driven gear pompa oli (dengan pelumas yang disarankan) 1.25 mm (0.18 mm (0.15 mm (0.0059 in) Limit 0. 5-51 .POMPA OLI EAS24960 MEMERIKSA POMPA OLI 1. Periksa: • Drive gear pompa oli • Driven gear pompa oli • Rumah pompa oli • Penutup rumah pompa oli retak/rusak/aus → Ganti komponen yang rusak.

R.POMPA OLI 1 2 a 3. 5-52 . 2. Periksa: • Cara kerja pompa oli lihat bagian “MEMERIKSA POMPA OLI” halaman 5-51.4 m·kg. T. Pasang: • Unit pompa oli Baut unit pompa oli 4 Nm (0.4 ft·lb) ECA3C11021 PERHATIAN: Setelah mengencangkan baut unit pompa oli. EAS25020 MEMASANG POMPA OLI 1. pastikan pompa oli berputar dengan lancar.

0 m • kg. Nomor Komponen yang dilepas Rumah kopling Lengan pemindah/Shift arm Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. 7. lihat bagian “MELEPAS MESIN” hal 5-1. 5-53 . kebalikan dari prosedur melepas.AS PEMINDAH GIGI EAS25410 AS PEMINDAH GIGI Melepas as pemindah gigi dan tuas stopper 6 LS Baru 2 E 3 LT 4 5 1 10 Nm (1. R.2 ft • Ib) T. 1 2 3 4 5 6 As pemindah gigi/Shift shaft Circlip Per as pemindah gigi Tuas stopper Per tuas stopper Seal oli 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan .

Periksa: • As pemindah gigi/Shift shaft Bengkok/rusak/aus → Ganti • Per as pemindah gigi rusak/aus/patah → Ganti EAS25430 MEMERIKSA TUAS STOPPER 1.AS PEMINDAH GIGI EAS25420 MEMERIKSA AS PEMINDAH GIGI 1. Periksa: • Tuas stopper bengkok/rusak → ganti roller tidak berputar lancar → Ganti tuas stoper set. dan crankcase boss “3”. 2 1 5-54 . Pasang: • As pemindah gigi/Shift shaft “1” CATATAN: Masukan ujung per shift shaft pada stopper "2". Pasang: • Tuas stopper “1” • Per tuas stopper “2” CATATAN: • Kaitkan ujung per tuas stoper pada lubang tuas stoper. 3 2 1 2. • Tepatkan stopper lever dengan unit shift drum segment. • Per tuas stopper rusak/aus → Ganti EAS25450 MEMASANG AS PEMINDAH GIGI 1.

7 Baru 2 komponen yang dilepas Rumah kopling 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Mur gear primary drive Mur gear balancer driven Washer Gear primary drive Gear balancer drive Pasak Washer pengunci Plat gear balancer driven 1 Gear balancer driven Buffer boss Per/spring Pin dowel Pasak Plat gear balancer driven 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 2 1 1 Jumlah keterangan lihat bagian "KOPLING” halaman 5-37.GEAR BALANCER EAS3C11017 GEAR BALANCER Melepas gear primary drive dan gear balancer 6 5 13 4 3 1 60 Nm (6. R. 36 ft • Ib) T. 43 ft • Ib) E 15 10 14 9 12 11 50 Nm (5. 8 T. Nomor 10 11 12 13 14 R.0 m • kg. 5-55 .0 m • kg.

8 T. 7 Baru 2 Komponen yang dilepas Spacer Jumlah 1 Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas.GEAR BALANCER Melepas gear primary drive dan gear balancer 6 5 13 4 3 1 60 Nm (6.0 m • kg. 43 ft • Ib) E 15 10 14 9 12 11 50 Nm (5. Nomor 15 R. R. 36 ft • Ib) T.0 m • kg. Keterangan 5-56 .

2 3 1 a 2. Pasang: • Gear balancer driven “1” • Washer pengunci Baru • Gear balancer drive “2” • Gear primary drive • Washer “3” • Mur gear balancer driven • Mur gear primary drive CATATAN: • Tepatkan tanda titik “a” pada gear balancer drive “2” dengan tanda titik “b” pada gear balancer driven “1”.GEAR BALANCER EAS3C11018 EAS3C11020 MELEPAS GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER 1. dan lepaskan mur gear primary. 2 a 1 1 3 b EAS3C11019 EAS3C11021 a 2 MEMERIKSA GEAR BALANCER DAN GEAR PRIMARY DRIVE 1. MEMASANG GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER 1. 5-57 . Luruskan lipatan washer pengunci. Kendorkan: • Mur gear primary drive “1” CATATAN: MEMASANG GEAR BALANCER DRIVEN 1. Kendorkan: • Mur gear balancer driven “1” CATATAN: 1 2 2. Pasang: • Pin dowel “1” • Per/Springs “2” (pada buffer boss) CATATAN: Tempatkan plat aluminum “a” diantara balancer drive gear “2” dan balancer driven gear “3”. Pasang: • Buffer boss “1” • Gear balancer driven “2” CATATAN: Tempatkan plat aluminum “a” diantara balancer drive gear “2” dan balancer driven gear “3”. Periksa: • Gear balancer drive • Gear balancer driven • Buffer boss • Per/Spring • Pin dowel rerak/rusak/aus → Ganti 2. dan lepaskan mur gear balancer driven. Pasang pin dowel dan per secara berselang seperti pada gambar. Tepatkan titik “a” pada buffer boss dengan tanda titik “b” yang terdapat pada gear balancer driven. Periksa: • Gear primary drive lihat bagian “MEMRIKSA GEAR PRIMARY DRIVE” halaman 5-42. 3.

3 4 T.0 m·kg.GEAR BALANCER • Pastikan sudut yang tajam dari washer “c” pada posisi yang berhadapan dengan sisi gear primary drive. dan kencangkan mur gear balancer driven. pada bagian sisi yang rata pada mur. Bengkokan washer pengunci. 3 c 2. • Tempatkan plat aluminium “b” diantara gear balancer drive “3” dan gear balancer driven “4”. 36 ft·lb) Mur gear primary drive 60 Nm (6. R. 3 b 2 1 2 1 4 a b 3. dan kencangkan mur gear primary drive. Kencangkan: • Mur gear balancer driven “1” • Mur gear primary drive “2” Mur gear balancer driven 50 Nm (5. 43 ft·lb) CATATAN: • Tempatkan plat aluminum “a” diantara gear balancer drive “3” dan gear balancer driven “4”. 1 a 5-58 .0 m·kg.

lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. lihat bagian “POMPA OLI” halaman 5-49.2 ft • Ib) R.2 ft • Ib) T. T. 1 1 1 1 T.0 m • kg.0 m • kg.2 m • kg. 14 ft • Ib) 10 Nm (1. R. 10 9 2 6 5 Baru LS 3 1 9 7 4 Baru 32 Nm (3. 7. 23 ft • Ib) 20 Nm (2. R. 7. lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6.2 ft • Ib) 8 10 Nm (1. R. lihat hbagian “GENERATOR DAN STARTER CLUTCH” halaman 5-28. T.0 m • kg.CRANKCASE EAS25540 CRANKCASE Memisahkan crankcase 10 Nm (1. R. lihat bagian “STARTER LISTRIK" halaman 5-33. 7. Komponen yang dilepas Cylinder head Cylinder/Piston Rumah kopling Unit pompa oli As pemindah gigi/Shift shaft Unit Kickstarter Motor starter Gear balancer Rotor generator 1 2 3 4 Guide rantai timing (sisi pemasukan) Penutup rantai Rantai timing Baut penguras oli mesin T.2 ft • Ib) Keterangan lihat bagian “MELEPAS MESIN” halaman 5-1. 7. 10 Nm (1. Nomor Mesin T. Jumlah 5-59 . lihat bagian “AS PEMINDAH GIGI” hal 5-53. lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. lihat bagian “KICKSTARTER” halaman 5-46. lihat bagian “CYLINDER DAN PISTON” halaman 5-23.0 m • kg.0 m • kg. R.

10 9 2 6 5 Baru LS 3 1 9 7 4 Baru 32 Nm (3.0 m • kg. 14 ft • Ib) 10 Nm (1. Jumlah 1 1 1 1 2 1 Untuk pemasangan. R.0 m • kg. Nomor 5 6 7 8 9 10 T. T. R.0 m • kg. R. 7. R.0 m • kg. 7.2 m • kg. 23 ft • Ib) 20 Nm (2.2 ft • Ib) R. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg.2 ft • Ib) T. 7.2 ft • Ib) 8 10 Nm (1.2 ft • Ib) Keterangan T. Komponen yang dilepas Per/spring Saringan oli mesin Switch neutral Crankcase kanan Pin dowel Crankcase kiri T.CRANKCASE Memisahkan crankcase 10 Nm (1. T. 7. R. 10 Nm (1. 5-60 .

kebalikan dari prosedur melepas. lihat bagian “TRANSMISI” halaman 5-67.1 ft • Ib) E T. R. 5.7 m • kg. 5-61 . 3 2 3 3 3 3 LT 1 3 E LS Nomor Komponen yang dilepas Crankshaft/Balancer Transmisi Jumlah Keterangan lihat bagian “CRANKSHAFT” halaman 5-64.CRANKCASE Melepas seal oli dan bearing 3 E 7 Nm (0. 1 2 3 Seal oli Retainer bearing Bearing 1 1 7 Untuk pemasangan.

Crankcase kiri B.15 MEMERIKSA CRANKCASE 1. Periksa: • Guide rantai timing (sisi masuk) rusak/aus → Ganti EAS3C11034 1 PERIKSA SARINGAN OLI/OIL STRAINER 1. Periksa: • Crankcase retak/rusak → Ganti • Aliran oli pada crankcase tersumbat → tiup dengan udara bertekanan. Crankcase kanan 4. 2 EAS25580 1 B 10. Rendam crankcase pada cairan pembersih. Lepaskan: • Crankcase kanan EAS3C11014 MEMERIKSA BEARING DAN SEAL OLI 1. pada posisi ini. segment shift drum tidak menyentuh crankcase pada saat crankcase dipisahkan. 5-62 . Periksa: • Saringan oli/oil strainer rusak/sobek → ganti Kontaminasi → bersihkan dengan pembersih 3. 3.CRANKCASE EAS3C11032 ECA13900 MEMISAHKAN CRANKCASE 1. 2. 11 12 3. Bersihkan gasket cair yang terdapat pada permukaan sambungan crankcase. 2. Periksa: • Rantai timing rusak/kaku → Ganti rantai timing satu set dengan sprocket camshaft. Pukul pada bagian tonjolan yang terdapat pada crankcase. dengan pola silang.14 2. EAS3C11033 9 8 7 6 5 MEMERIKSA RANTAI TIMING DAN GUIDE RANTAI TIMING 1. selanjutnya putar inner race dengan jari. Putar: • Posisi segment shift drum CATATAN: Putar segment shift drum “1” seperti pada posisi gambar ilustrasi. Periksa: • Bearing Bersihkan dan lumasi bearing. dan urutan seperti pada gambar A Pukul salah satu sisi crankcase dengan hammer plastik.13 A. Lepas: • Baut crankcase CATATAN: PERHATIAN: Kendorkan semua baut dengan 1/4 putaran. hati-hati dan pastikan crankcase terpisah dengan mudah. jangan pada bagian permukaan sambungan.

“10” A T.1 ft·lb) LOCTITE® 4. R. Pasang : • Crankcase kanan CATATAN: MEMASANG RETAINER BEARING 1.0 m·kg.7 m·kg. pada posisi ini.1215®) CATATAN: Jangan sampai gasket cair/ sealant masuk kedalam jalur saluran oli. Crankcase kanan 5-63 . segment shift drum tidak menyentuh crankcase.. 1215 90890-85505 (Three Bond No. Baut retainer bearing 7 Nm (0.CRANKCASE Putaran tidak lancar → Ganti • Seal oli rusak/bocor → Ganti EAS3C11015 3. dengan urutan pengencangan. seperti gambar. • Lumasi locking agent (LOCTITE®) pada bagian ulir baut retainer bearing. a 1 Baut crankcase 10 Nm (1. 2.12 11 14 15 A. Oleskan: • Gasket cair/Sealant (pada permukaan sambungan crankcase) Yamaha bond No.13 B 7 8 9 10 2. Crankcase kiri B. • M6 × 70 mm : “7–9”.6 5 4 3. T. “11” • M6 × 55 mm : “14”.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan semua baut dengan 1/4 putaran. 5. 1. pada saat crankcase dirakit. Bersihkan dengan sempurna gasket cair yang menempel pada permukaan sambungan. Pasang: • Baut crankcase 1 EAS25700 MEMASANG CRANKCASE 1. R. • Pasang retainer bearing “1” dengan tanda "OUT" “a” menghadap keluar. “15” • M6 × 45 mm : “1–5”. Pasang: • Retainer bearing “1” CATATAN: Putar segment shift drum “1” pada posisi seperti gambar ilustrasi. 7.

CRANKSHAFT EAS25960 CRANKSHAFT Melepas crankshaft dan balancer 2 E E LS 1 Baru LS Baru Nomor Komponen yang dilepas Crankcase Jumlah Keterangan Memisahkan lihat bagian “CRANKCASE” halaman 5-59. kebalikan dari prosedur melepas. 1 2 Balancer Crankshaft 1 1 Untuk pemasangan. 5-64 .

adapter (M12) “4” dan spacer (crankshaft installer) “5”. • Jalur aliran oli crankshaft tersumbat → tiup dengan udara bertekanan EAS3C11036 2 1 EAS3C11035 MEMERIKSA CRANKSHAFT 1.0043–0. Pasang: • Crankshaft “1” CATATAN: Pasang crankshaft dengan crankshaft installer pot “2”. tidak rusak.CRANKSHAFT EAS3C11016 MELEPAS CRANKSHAFT 1.0012 in) MEMASANG CRANKSHAFT 1. Lebar A 47. Periksa: • Kelurusan crankshaft diluar spesifikasi → Ganti crankshaft. Crankcase separating tool 90890-01135 Crankcase separator YU-01135-B 2. Periksa: • Kelonggaran samping big end diluar spesifikasi → Ganti crankshaft. atau keduanya.410 mm (0. ECA3C11022 PERHATIAN • Untuk menghindari agar ujung crankshaft.890 in) 4. • Jangan menarik crankshaft. 5. 5-65 . CATATAN: Putar crankshaft secara perlahan Batas kebengkokan C 0. Kelonggaran samping big end D 0.888–1. berikan socket diantara baut crankcase separating tool dan ujung crankhaft. crankshaft installer bolt “3”. bearing.0161 in) 3. • Pastikan crankcase separating tool pada posisi senter dengan crankshaft.110–0. • Bearing retak/rusak/longgar → Ganti crankshaft. Periksa: • Lajur as crankshaft retask/aus → Ganti crankshaft.00 mm (1.95–48. Ukur: • Lebar crankshaft diluar spesifikasi → Ganti crankshaft.030 mm (0. Periksa: • Sprocket crankshaft rusak/aus → Gantie crankshaft. Lepas: • Crankshaft “1” CATATAN: • Lepas crankshaft dari crankcase dengan crankcase separating tool “2”.

CRANKSHAFT Crankshaft installer pot 90890-01274 Installing pot YU-90058 Crankshaft installer bolt 90890-01275 Bolt YU-90060 Adapter (M12) 90890-01278 Adapter #3 YU-90063 Spacer (crankshaft installer) 90890-04081 Pot spacer YM-91044 1 2 4 5 ECA13970 3 PERHATIAN Untuk menghindari baret pada crankshaft dan mempermudah pemasangan . dengan gemuk lithium-soap-based dan tiap bearing dengan oli mesin. lumasi seal oli. dan putar baut crankshaft installer dengan tangan yang lain. CATATAN: Tahan connecting rod pada posisi titik mati atas (TMA) dengan satu tangan. Putar baut crankshaft installer hingga crankshaft masuk ke dalam crankcase dengan penuh. 5-66 .

unit shift drum. dan shift forks 7 4 8 E 9 6 E E 5 E 2 1 3 E 2 Nomor Komponen yang dilepas Crankcase Jumlah Keterangan Memisahkan lihat bagian “CRANKCASE” halaman 5-59. kebalikan dari prosedur melepas. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Guide bar shift fork Per/Spring Unit shift drum Shift fork-(kanan) Shift fork-(tengah) Shift fork-(kiri) Unit drive axle Unit Main axle Batang penekan (panjang) 1 2 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan.TRANSMISI EAS26241 TRANSMISI Melepas transmisi. 5-67 .

5-68 . kebalikan dari prosedur melepas.TRANSMISI Membongkar main axle M 6 5 4 3 Baru 2 1 M Nomor 1 2 3 4 5 6 Komponen yang dilepas 2nd pinion gear 3rd/4th pinion gear Circlip Toothed washer 5th pinion gear Main axle/1st pinion gear Jumlah 1 1 1 1 1 1 keterangan Untuk pemasangan.

kebalikan dari prosedur melepas. 5-69 .TRANSMISI Membongkar drive axle 4 5 6 7 8 Baru 9 10 11 12 M M 3 2 1 M M Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Komponen yang dilepas Washer 2nd wheel gear Dog clutch Washer 1st wheel gear Spacer 5th wheel gear Circlip Toothed washer 4th wheel gear 3rd wheel gear Drive axle Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.

03 mm (0. MEMERIKSA UNIT SHIFT DRUM 1. Periksa: • Pergerakan shift fork (masukan as ke shift fork guide bar) pergerkan tidak lancar → Ganti shift forks dan shift fork guide bar satu set. MEMERIKSA TRANSMISI 1. Periksa: • Alur shift drum retak/tidak rata/aus → Ganti unit shift drum. Kelurusan Main axle 0.0012 in) 3. • Segment shift drum “1” rusak/aus → ganti unit shift drum• Bearing shift drum “2” Rusak/macet → Ganti unit shift drum 2. Periksa: • Shift fork guide bar Gelindingkan shift fork guide bar pada meja datar Bengkok → Ganti.TRANSMISI EAS26260 EAS26270 MEMERIKSA SHIFT FORKS Ikuti prosedur dibawah ini. Ukur: • Kelurusan main axle (dengan alignment dan dial gauge “1”) diluar spesifikasi → Ganti main axle.0012 in) 5-70 .03 mm (0. 1. untuk memeriksa shift forks. Ukur: • Kelurusan drive axle (dengan alignment dan dial gauge “1”) diluar spesifikasi → Ganti drive axle. 2. Kelurusan drive axle 0. Periksa: • Shift fork cam follower “1” • Shift fork pawl “2” Bengkok/rusak/baret/aus → ganti shift fork. EWA12840 EAS26290 PERINGATAN Jangan meluruskan shift fork guide bar yang bengkok.

“L”. EAS25190 MEMASANG SHIFT FORKS DAN UNIT SHIFT DRUM 1. • Pastikan sudut yang tajam "a" dari circlip.500 mm (0. Periksa: • Pengopelan setiap gigi transmisi (setiap pinion gear ke wheel gear) Tidak lancar → lepas kembali transmisi periksa setiap unit as transmisi 5. MEMERIKSA BATANG PENEKAN KOPLING 1. • Transmission gear dogs Retrak/rusak/oval → Ganti komponen yang rusak. Periksa: • Transmisi Pergerakan tidak lancar → perbaiki 4 5-71 . Periksa: • Gear transmisi Berwarna biru terbakar/mengecil/aus → Ganti gear yang bermasalah. Ukur: • Kelurusan batang penekan diluar spesifikasi → Ganti batang penekan kopling. b Baru 2 a 1 c EAS26320 4.TRANSMISI EAS29020 MERAKIT MAIN AXLE DAN DRIVE AXLE 1. “C”. Periksa: • Batang penekan kopling (panjang) retak/rusak/aus → ganti batang penekan kopling (panjang) 2. Pasang: • Shift fork-("L" kiri) “1” • Shift fork-("C"tengah) “2” • Shift fork-("R"kanan) “3” • Unit shift drum “4” • Per/springs • Shift fork guide bar “5” CATATAN: Tulisan timbul yang ada pada shift forks harus menghadap ke sisi kanan dari mesin dengan urutan: “R”. pada posisi yang berlawanan dengan toothed washer dan gear. Batas kebengkokan : 0. Pasang: • Toothed washer “1” • Circlip “2” Baru CATATAN: 3.0197 in) 5 3 2 1 2. Periksa: • Pergerakan gear transmisi pergerakan tidak lancar → ganti komponen yang rusak. • Pastikan sambungan ujung circlip “b” pada alur as “c”.

TRANSMISI CATATAN: • Lumasi dengan oli setiap gear dan bearing . • Sebelum merakit crankcase. dan semua gigi berputar dengan lancar. 5-72 . pastikan transmisi dalam kondisi netral.

TRANSMISI 5-73 .

......................6-6 MEMBONGKAR POMPA AIR.............................................................................................................................................................................................................SISTIM PENDINGINAN/COOLING SYSTEM RADIATOR ...............................................................................................................6-4 MEMERIKSA THERMOSTAT.......................................... 6-9 6 ...........................6-8 MEMERIKSA POMPA AIR.......6-3 THERMOSTAT ..................................6-5 MEMASANG THERMOSTAT...............6-8 MERAKIT POMPA AIR.......................................................6-8 MEMASANG POMPA AIR................................................................................................................................................................................................................. 6-3 MEMASANG RADIATOR.......6-1 MEMERIKSA RADIATOR.................................................. 6-5 POMPA AIR/WATER PUMP........................................................................

5.RADIATOR EAS26380 RADIATOR Melepas radiator 5 T. 7. 8 Nm (0. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.7 m • kg.2 ft • Ib) T.8 ft • Ib) R.0 m • kg. Nomor Komponen yang dilepas Air pendingin/Coolant Jok/Panel depan kanan dan kiri/Panel samping kanan dan kiri Tangki bensin/Fuel tank Rumah saringan udara Jumlah Keterangan Kuras lihat bagian “MENGGANTI COOLANT” halaman 3-14.1 ft • Ib) R. 5. R. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 7 Nm (0. 2 3 9 8 1 11 4 6 10 7 10 Nm (1.8 m • kg. 12 T. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Selang pernafasan reservoir Selang reservoir coolant Cap reservoir coolant Reservoir coolant Coupler kipas radiator Selang pernafasan pompa air Selang pengeluaran radiator Selang pemasukan radiator Cap radiator 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Lepaskan 6-1 . lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.

8 ft • Ib) R. 2 3 9 8 1 11 4 6 10 7 10 Nm (1.0 m • kg. 12 T. 7. kebalikan dari prosedur melepas.8 m • kg. 8 Nm (0.1 ft • Ib) R. 5.7 m • kg.RADIATOR Melepas radiator 5 T. 7 Nm (0. R. 5. 6-2 .2 ft • Ib) T. Nomor 10 11 12 komponen yang dilepas Radiator Kipas radiator Penutup radiator Jumlah 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4. dan berikan tekanan sesuai spesifikasi.8 psi) (0.6 kPa (13.RADIATOR EAS26390 MEMERIKSA RADIATOR 1. EAS26400 2. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3.5–17.23 kgf/cm²) a. Periksa: • Kipas radiator Kotor tersumabt → Bersihkan Semprot dengan udara bertekanan.2–122. 2. minus. harus tidak ada penurunan. Berikan. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator tidak sesuai dengan spesifikasi → Ganti tutup radiator. Periksa: • Selang radiator retak/bocor → Ganti 3. b. selama 10 detik. Pasang radiator cap tester “1” dan adapter radiator cap tester “2” ke radiator cap “3”. tekanan dibawah spesifikasi buka. Periksa: • Sistim pendinginan/Cooling system Bocor → Perbaiki /ganti komponen yang rusak 3. Tekanan buka klep tutup radiator 93. Rusak → perbaiki/ganti CATATAN: Luruskan fins radiator dengan obeng. Ukur: • Tekanan buka tutup radiator Tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. harus dalam kondisi klep terbuka. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG RADIATOR 1. Radiator cap tester 90890-01325 Radiator pressure tester YU-24460-01 Radiator cap tester adapter 90890-01352 Radiator pressure tester adapter YU-33984 6-3 . semprot dari belakang ke depan. Periksa: • Kipas radiator Rusak → Ganti Tidak berfungsi → Periksa dan perbaiki lihat bagian “SISTIM PENDINGINAN” hal 8-25.93–1. Isi: • Sistim pendinginan/Cooling system (dengan kapasitas dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14.

R.2 ft • Ib) Nomor R. Lepaskan 6-4 .8 m • kg. 1 2 3 4 5 Selang masuk radiator Coupler coolant temperature sensor Coolant temperature sensor Tutup thermostat Thermostat 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan . lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.kebalikan dari prosedur melepas. 4 T.0 m • kg.THERMOSTAT EAS26440 THERMOSTAT Melepas thermostat 1 2 Baru 3 18 Nm (1. 7. 5 10 Nm (1. Komponen yang dilepas Air pendingin/Coolant Jok/Panel depan kanan Tangki bensin/Fuel tank Jumlah Keterangan Kuras lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. 13 ft • Ib) T.

lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2. Pasang: 4 • Washer tembaga Baru • Coolant temperature sensor 3 1 2 Coolant temperature sensor 18 Nm (1. 4. c. ganti thermostat. Thermostat yang tidak standart.5 °C (176. R.8 m·kg. Periksa: • Selang pemasukan radiator retak/bocor → Ganti EAS26480 MEMASANG THERMOSTAT 1.9 . Panaskan air secara perlahan. dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14.5–83. Periksa: • Penutup thermostat retak/rusak → ganti 3. a. Isi: • Sistim pendinginan/cooling system (dengan kapasitas. b. dan thermostat. Terbuka penuh CATATAN: 95 203 Jika kondisi thermostat tidak sesuai. Periksa: • Thermostat Tidak terbuka pada suhu 80.3 °F) → Ganti 2. Periksa: • Sistim pendinginan/cooling system Bocor → Perbaiki/ganti komponen yang rusak 5.7 A.5 (179. 13 ft·lb) ECA3C11004 PERHATIAN: Perlakukan dengan penuh hati-hati coolant temperature sensor. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator Tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. Tertutup penuh B. Masukan thermometer “4” ke dalam air d.THERMOSTAT EAS26450 MEMERIKSA THERMOSTAT 1. Pasang: • Thermostat CATATAN: Pasang thermostat dengan lubang by pass “a” menghadap ke atas.6 ± 2. Panaskan air secara perlahan “3”. Rendam thermostat “1” ke dalam gelas “2” isi gelas dengan air. T.182. 82 ± 1. ganti komponen jika terjatuh atau terbentur dengan keras. akan mengakibatkan panas/dingin yang berlebihan LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6-5 . perhatikan perubahan suhu thermometer. 3.

0 m • kg. Lepaskan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. kebalikan dari prosedur melepas. Kuras. Komponen yang dilepas JUmlah Keterangan Tidak perlu membongkar pompa air.0 m • kg.POMPA AIR EAS26500 POMPA AIR Melepas pompa air 2 3 LS Baru 1 5 4 Baru LS 10 Nm (1. R. kecuali jika air radiator turun terlalu drastis.2 ft • Ib) 10 Nm (1. Lepaskan Untuk pemasangan. 7. lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. 7. R. 6-6 .2 ft • Ib) Nomor T. atau air masuk kedalam ruang oli mesin. T. Panel depan kiri Kabel kopling (sisi mesin) Air pendingin/Coolant 1 2 3 4 5 Selang keluar radiator Selang pernafasan (pompa air) Selang pernafasan cylinder head Baut bracket radiator Unit pompa air 1 1 1 1 1 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1.

0 m • kg. 7. 10 LS 3 Baru 2 1 10 Nm (1.0 m • kg.POMPA AIR Membongkar pompa air 10 Nm (1. 6-7 . Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Komponen yang dilepas Bracket radiator Tutup rumah radiator Gasket tutup rumah radiator Retainer as impeller As impeller Plat tutup rumah pompa air Gasket tutup rumah pompa air Seal pompa air Bearing Rumah pompa air Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.2 ft • Ib) T. 9 LT 8 Baru 5 10 Nm (1. 7. R.2 ft • Ib) T. R. R. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg. 7.2 ft • Ib) 4 6 7 Baru T.

Pasang: • Seal pompa air “1” Baru (kedalam rumah pompa air “2”) ECA14080 2. Lumasi: • Bagian luar seal pompa air Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 3. • Setelah pemasangan as impeller periksa putaran harus lancar. Pasang: • Gasket rumah pompa air “1” • Plat rumah pompa air “2” • As Impeller • Retainer as impeller “3” CATATAN: PERHATIAN: Jangan melumasi bagian dalam seal pompa air dengan oli maupuin gemuk. • Pasang seal pompa air dengan spesial tool.02 in) MERAKIT POMPA AIR 1. Tekan kebawah 3. • Sebelum memasang retainer as impeller shaft lumasi dengan tipis ujung as impeller dengan gemuk coat of lithium-soap-based. CATATAN: Baru • Pasang seal pompa air dengan special tools. 6-8 . 2 3 1 EAS26530 A.5 mm (0–0. Mechanical seal installer 4. Lepas: • Bearing “2” CATATAN: Mechanical seal installer 90890-04145 Middle driven shaft bearing driver 90890-04058 Bearing driver 40 mm YM-04058 A 4 3 1 Baru 2 Lepas bearing dari bagian luar rumah pompa air “3”.POMPA AIR EAS26510 MEMBONGKAR POMPA AIR 1. Periksa: • As Impeller retak/rusak/aus → Ganti • Bearing Putaran berat → Ganti • Selang keluar radiator retak/bocor → Ganti EAS26560 a a. dengan kedalaman seperti terlihat pada gambar ilustrasi. 0–0. 2. Middle driven shaft bearing driver MEMERIKSA POMPA AIR 1. Buka: • Seal pompa air “1” CATATAN: Lepas seal pompa air dari bagian dalam rumah pompa air. • Pasang gasket rumah pompa oli “1” seperti pada gambar ilustrasi.

dan retainer as impeller sejajar. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator Tekanan tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator.POMPA AIR • Pastikan lubang baut gasket rumah pompa air. Pasang: • Unit pompa air “1” • O-rings “2” Baru CATATAN: • Pastikan nok “a” yang ada pada ujung as impeller dengan alur “b” pada baut sprocket camshaft • Lumasi O-rings dengan gemuk coat of lithiumsoap-based. plat rumah pompa air. Periksa: • Sistim pendinginan/Cooling system Bocor → Perbaiki/ganti komponen yang rusak 4. dan pastikan plat rumah pompa air tidak menyumbat lubang "a" pada gasket. a b 1 2 2. Isi: • Cairan pendingin/Cooling system (dengan spesifikasi dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. 3. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. 6-9 . a 1 Baru 3 EAS26580 2 MEMASANG POMPA AIR 1.

............................................................. 7-6 AIR INDUCTION SYSTEM ............................................. 7-6 MEMASANG THROTTLE BODY ................................................... 7-6 MEMERIKSA THROTTLE BODY ..........................................SISTIM BAHAN BAKAR TANGKI BENSIN ................................................................................................................................... 7-2 MEMASANG POMPA BENSIN.......... 7-4 MELEPAS THROTTLE BODY................................................................ 7-2 MEEMRIKSA BODI POMPA BENSIN........................................................................................................................ 7-9 MEMERIKSA AIR INDUCTION SYSTEM............................................................... 7-6 MEMERIKSA TEKANAN BAHAN BAKAR/ FUEL PRESSURE ................................................................. 7-12 7 .......................... 7-2 MELEPAS POMPA BENSIN ........... 7-2 THROTTLE BODY.............. 7-6 MEMERIKSA INJECTOR BAHAN BAKAR ............................................. 7-2 MEMASANG TANGKI BENSIN. 7-1 MELEPAS TANGKI BENSIN .........................................................................................................................................

R. 3 R.4 m • kg.0 m • kg. 1 2 3 4 5 6 Coupler pompa bensin Selang bensin Tangki bensin Retainer pompa bensin Pompa bensin Gasket pompa bensin 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan.2 ft • Ib) T. 7. R. 6 Baru 5 2 (6) 4 1 4 Nm (0. Nomor Komponen yang dilepas Jok/tempat duduk Jumlah Keterangan lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1. kebalikan dari prosedur melepas. 2. 7.0 m • kg.9 ft • Ib) 10 Nm (1.2 ft • Ib) T. 7-1 . T.TANGKI BENSIN EAS26620 TANGKI BENSIN Melepas tangki bensin 10 Nm (1.

pastikan connector terpasang dengan sempurna. pada saat sambungan selang dicabut dari tangki. pada pompa bensin hingga terdengar suara “click” .4 m·kg. CATATAN: • Pasang connector selang bensin. Pasang: • selang bensin ECA3C11005 PERHATIAN: MELEPAS POMPA BENSIN 1. • Kencangkan baut pompa bensin. Lepaskan: • Selang bensin EWA3C11003 MEMERIKSA BODI POMPA BENSIN 1. dengan cara menyedot dengan pompa. dan penutup connector betul betul telah terpasang dengan posisi yang benar.TANGKI BENSIN EAS26630 EAS26670 MELEPAS TANGKI BENSIN 1. dan lepaskan selang • Lepaskan selang secara manual tanpa menggunakan alat/tools. Kuras bensin melaui lubang tangki. Lepas: • Pompa bensin ECA14720 PERHATIAN: • Jangan sampai pompa bensin terjatuh. 2. Lepaskan: • Tangki bensin CATATAN: Jangan menempatkan tangki bensin. tempatkan kain dibawah sambungan selang. Periksa: • Bodi pompa bensin Kotor → Bersihkan retak/rusak → Ganti unit pompa bensin EAS26700 PERINGATAN Lindungi sambungan selang dengan kain. atau terbentur dengan keras. sanggah jangan sampai terluka. Pada saat memasang selang bensin. tarik ke arah tanda panah seperti gambar. R. dengan alur yang terdapat pada retainer pompa bensin. 2 1 3 4 a 1 FWD (DEPAN) 5 6 2 3. • Lepas selang bensin dari pipa pompa bensin. • Sebelum melepas selang. Pasang: • Pompa bensin Baut pompa bensin 4 Nm (0. • Pasang pompa bensin seperti pada gambar ilustrasi. jika akan melepas selang. tekan dua pengait “2” yang terdapat pada sisi connector. EAS26640 EAS3C11024 MEMASANG TANGKI BENSIN 1. 2. pada saat memasang pompa bensin • Selalu pergunakan gasket pompa yang baru. 7-2 . • Jangan menyentuh bagian dari fuel sender. geser penutup connector selang “1” yang terdapat diujung selang. dengan posisi permukaan sambungan pompa bensin berada di bawah. dengan pola silang seperti pada gambar. Untuk menghindari semburan bensin. CATATAN: MEMASANG POMPA BENSIN 1. jika tidak selang bensin dapat terlepas. • Tepatkan nok “a” pada pompa bensin. CATATAN: • Jangan sampai melukai permukaan sambungan tangki.9 ft·lb) T.

TANGKI BENSIN • Untuk memasang selang bensin ke pompa bensin. geser penutup connector “1” pada ujung selang seperti pada gambar dibawah. 1 7-3 .

lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 7-4 . 1. R. lihat bagian 'RANGKA UMUM" halaman 4-1. R.THROTTLE BODY EAS26970 THROTTLE BODY Melepas throttle body 12 Nm (1.2 ft • Ib) T. Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan lihat bagian 'RANGKA UMUM" halaman 4-1.0 m • kg. 8. 7.2 m • kg. 5 LT 9 8 10 8 4 12 E LS Baru 6 7 LT 11 LT 2 Nm (0.7 ft • Ib) 2 1 10 Nm (1. R. 3 Baru Nomor T.4 ft • Ib) Jok/Panel samping kanan dan kiri Tangki bensin Rumah saringan udara 1 2 3 4 5 6 7 8 Selang bensin Coupler Fuel injector Fuel injector Gasket Fuel injector Coupler FID (fast idle solenoid) Coupler unit Throttle body sensor Kabel gas Baut klem joint Throttle body 1 1 1 1 1 1 1 2 T. Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Kendorkan ECA3C11015 PERHATIAN: 9 Throttle body 1 Jangan melakukan pembongkaran unit throtlle body.2 m • kg.

R. R. 8.7 ft • Ib) 2 1 10 Nm (1. 7-5 .4 ft • Ib) Joint Throttle body Selang vacuum air induction system Manifold pemasukan T. kebalikan dari prosedur melepas.THROTTLE BODY Melepas throttle body 12 Nm (1. Komponen yang dilepas Jumlah 1 1 1 Lepaskan keterangan Untuk pemasangan. 3 Baru Nomor 10 11 12 T.2 m • kg. 5 LT 9 8 10 8 4 12 E LS Baru 6 7 LT 11 LT 2 Nm (0.2 m • kg.0 m • kg. R.2 ft • Ib) T. 1. 7.

7-6 . Pasangkan fuel pressure adapter “3” diantara selang bensin “1” dan pompa bensin “2”. pada saat sambungan selang dicabut dari tangki. Angkat bagian depan dari tangki bensin c. 2. Periksa: • Fuel injector Rusak → Ganti EAS26990 d. Periksa: • aliran bahan bakar tersumbat → Bersihkan a. Untuk menghindari semburan bensin. Buka tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Lindungi sambungan selang dengan kain. 2 1 1 EAS3C11028 MEMERIKSA FUEL INJECTOR 1.5 kgf/cm²) Tidak sesuai → Ganti pompa bensin LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11006 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11005 MEMERIKSA TEKANAN BENSIN 1.THROTTLE BODY EAS3C11025 EWA3C11003 MELEPAS THROTTLE BODY 1. Jangan menggunakan carburetor cleaning solution. b. Pressure gauge 90890-03153 YU-03153 Fuel pressure adapter 90890-03186 MEMERIKSA THROTTLE BODY 1. jika akan melepas selang. Bersihkan throttle body dengan petroleumbased solvent.6 psi) (2. Periksa: • Throttle body retak/rusak → Ganti throttle body. Lepas: • Throttle body ECA3C11016 PERINGATAN PERHATIAN: Jangan melepas unit throttle body sensor "1". Pasang: • Klem joint Throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada joint throttle body dengan coakan “b” yang terdapat pada klem. Tekanan bensin 250. e. Ukur tekanan bensin.0 kPa (35. Hidupkan mesin. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4 2 3 1 f. g. Pasangkan pressure gauge “4” pada fuel pressure adapter “3”. Lepaskan selang bensin “1” dari pompa bensin “2”. Periksa: • Tekanan bensin a. dari throttle body. Tiup lubang lubang dengan udara bertekanan. b. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG THROTTLE BODY 1.

Pasang: • Throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada throttle body dengan alur “b” yang terdapat pada joint throttle body. 7-7 .THROTTLE BODY a b 2. a b 4. b a 3. Pasang: • Joint throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada joint throttle body dengan alur “b” pada intake manifold. Setel: • Gerak bebas kabel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL GAS” halaman 3-6.

THROTTLE BODY 7-8 .

AIR INDUCTION SYSTEM EAS27040 AIR INDUCTION SYSTEM 2 1 3 4 6 1 2 3 5 4 6 5 7-9 .

Air cut-off valve 7-10 .AIR INDUCTION SYSTEM 1. Resonator 2. Selang vacuum Air induction system 6. Selang Air induction system (rumah saringan udara ke 3 cabang joint) 5. Selang Air induction system (3-cabang joint ke cut-off valve) 4. Selang Air induction system (3-cabang joint ke resonator) 3.

R.2 ft • Ib) T. 7. 1. T. lihat bagian "TANGKI BENSIN" hal 7-1.0 m • kg. 7-11 . 5 R.0 m • kg.AIR INDUCTION SYSTEM Melepas selang air cut-off valve dan reed valve 10 Nm (1.2 ft • Ib) 10 Nm (1. 2 3 4 5 6 7 8 Selang Airinduction system ( 3 joint ke resonanator) Resonator Selang Air induction system (saringa udara ke 3 cabang joint) Selang Air induction system (3-cabang joint ke air cut off valve) Selang vacum Air induction system Air cut-off valve Unit Reed valve Plat Reed valve plate 1 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan .kebalikan dari prosedur melepas. 6 LT 2 7 8 1 4 3 Nomor Kompo nen yang dilepas Jok/Panel samping kanan Tanngki bensin Jumlah Keterangan lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1. 7.

Ke cylinder head C. Air cut-off valve Air cut-off valve bekerja karena tekanan gas pemasukan. C retak/rusak/bocor → ganti • 3-cabang joint rusak/bocor → Ganti 2.AIR INDUCTION SYSTEM EAS27060 MEMERIKSA AIR INDUCTION SYSTEM Air injection Air induction system (AIS). 7-12 . melalui diaphragma piston valve. Ke manifold pemasukan 1. Periksa: • cara kerja Air cut-off valve tidak bekerja dengan lancar → Ganti a. Tiup dengan udara pada ujung selang air induc tion system (3-cabang joint ke air cut-off valve) dan periksa aliran udara. Air cut-off valve tertutup Ganti air cut-off valve. Air cut-off valve terbuka lanjutkan langlah (b). dengan cara menginjeksi udara segar (secondary air) ke lubang pembuangan. udara segar akan mengalir ke lubang buang. sehingga udara mengalir lubang buang. air cut-off valve terbuka. apakah ada udara mengalir. jika kecepatan tinggi. Dari rumah saringan udara B. untuk mengurangi kadar emisi hydro carbon. Dalam kondisi normal. Jika tekanan negative timbul pada lubang. Suhu untuk membakar gas yang belum terbakar. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM A B C b. dan tekanan berkurang. Pasang selang vacuum pada air-cut off valve “1” dan sedot selang negative. Pada saat deceleration (handel gas tiba-tiba ditutup) terjadi hisapan (negative pressure) sehingga air cut-off tertutup. sehingga. membakar kembali bahan bakar yang tidak terbakar . Untuk itu. Vacuum/pressure pump gauge set 90890-06756 Mityvac brake bleeding tool YS-42423 A B A. Periksa: • Reed valve • Stopper reed valve • Dududkan reed valve rusak/bocor → ganti unit reed valve 3. Tiup dengan udara pada ujung selang air induction system (3-cabang joint ke air cut-off valve) dan periksa aliran udara dari air cut-off valve (ke sisi cylinder head ). Periksa: • Air cut-off valve rusak/retak → Ganti 4. reed valve terbuka. Periksa: • Selang sambungan kendor → perbaiki c. air cut off valve otomatis tertutup untuk menghindari hilangnya tenaga. untuk mencegah tekanan balik atau after-burning. atau tidak pada air cut-off valve (ke sisi cylinder head). mencapai 600 hingga 700 °C (1112 to 1292 °F).

Air cut-off valve tertutup Air cut-off valve dalam kondisi baik/ OK.AIR INDUCTION SYSTEM Air cut-off valve terbuka Ganti air cut-off valve. 1 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 7-13 .

............................................................................... 8-1 RANGKAIAN DIAGRAM ........................................................................................................................................................................................................... 8-11 TROUBLESHOOTING ..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................8-19 RANGKAIAN DIAGRAM ..............................................................................................................................................................................................8-5 RANGKAIAN DIAGRAM ......................8-25 RANGKAIAN DIAGRAM .....8-25 TROUBLESHOOTING ......8-15 RANGKAIAN DIAGRAM ........................................... 8-51 RANGKAIAN DIAGRAM .........................................................................8-35 DETAIL TROUBLESHOOTING ..................................................................................... 8-17 SISTIM SINYAL ........................8-40 SISTIM POMPA BAHAN BAKAR....8-15 TROUBLESHOOTING ............... 8-51 TROUBLESHOOTING ................................... 8-13 SISTIM PENERANGAN ...8-21 SISTIM PENDINGINAN................8-27 SISTIM FUEL INJECTION .................................................................................................................................................................................................................................................8-9 SISTIM PENGISIAN................................................................................................................................ 8-29 RANGKAIAN DIAGRAM .....................................8-3 SISTIM STARTER KELISTRIKAN...................................................8-32 METODE TROUBLESHOOTING ......................................................................................... 8-1 TROUBLESHOOTING ..........................................8-19 TROUBLESHOOTING ....................... 8-11 RANGKAIAN DIAGRAM ................ 8-53 8 ................................................................................................SISTIM KELISTRIKAN SISITIM PENGAPIAN ...............................8-7 TROUBLESHOOTING ...........................8-34 MODE DIAGNOSTIC MODE ....................................................................8-29 ECU SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION................................................................8-31 TABEL SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION.................................................8-5 CARA KERJA RANGKAIAN CUT-OFF SYSTEM .......................................................................................

............................................8-55 MEMERIKSA SWITCH ........... 8-73 ....................... 8-68 MEMERIKSA LEAN ANGLE SENSOR..............8-70 MEMERIKSA KIPAS MOTOR RADIATOR ...........8-71 MEMERIKSA SENSOR COOLANT TEMPERATUR ......................8-66 MEMERIKSA IGNITION COIL ................... 8-61 MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY.....8-69 MEMERIKSA KLAKSON/ HORN...............................................KOMPONEN KELISTRIKAN.................................................................................................................................................................................................................................... 8-68 MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER......................................... 8-66 MEMERIKSA CAP BUSI/ SPARK .............................................................................8-61 MEMERIKSA RELAY .................................8-70 MEMERIKSA FUEL SENDER .........................................................8-64 MEEMRIKSA RELAY SINYAL BELOK ................................................................................................................8-67 MEMERIKSA GAP PENGAPIAN ........8-57 MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM .................................................................... 8-72 MEMERIKSA FID (FAST IDLE SOLENOID) .................................................................................................8-69 MEMERIKSA STATOR COIL .....................................................................................8-71 MEMERIKSA UNIT THROTTLE BODY SENSOR ...............................................................................8-69 MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR .......... 8-65 MEMERIKSA DIODE .................................................................................................... 8-67 MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR.................................................................... 8-60 MEMERIKSA SEKRING ............

.

EAS27100 EAS27090 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R Gy L/W R/W 5 Gy R 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R SISTIM PENGAPIAN 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-1 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) L Dg Dg L G/Y 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G Sb B B B Ch Dg B B 57 Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENGAPIAN (BLACK) .

Battery 12. Kunci kontak/Main switch 5.Coil pengapian/Ignition coil 24.Busi/Spark plug 8-2 . Crankshaft position sensor 4.ECU (engine control unit) 23.Switch engine stop 20.Lean angle sensor 22.SISTIM PENGAPIAN 2. Sekring/Fuse 6.

Periksa busi/ spark plug. Periksa kunci kontak/ main switch. NG → Ganti coil pengapian/ ignition coil. OK ↓ 2. Tempat duduk 2. OK ↓ NG → Ganti kunci kontak/ main switch. Periksa crankshaft position sensor. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. Periksa coil pengapian/ ignition coil. OK ↓ 8. OK ↓ 3. lihat bagian “MEMERIKSA BUSI" halaman 3-7. Periksa jarak loncatan api lihat bagian “MEMERIKSA JARAK LONCATAN API” halaman 8-67. NG → Setel celah busi /ganti busi NG → • Berihkan terminal battery • Strom/Ganti battery. OK ↓ 7. NG → Ganti cap busi/ spark plug cap. OK ↓ 6. NG → Ganti sekring 8-3 . Periksa sekring/fuse lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61.SISTIM PENGAPIAN EAS27120 TROUBLESHOOTING Jika sistim pengapian tidak bekerja dengan baik (tidak ada api atau api kecil). NG → Ganti crankshaft position sensor/unit stator. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR/SWITCH” halaman 8-57. lihat bagian “MEMERIKSA COIL PENGAPIAN” halaman 8-67. OK → Sistim pengapian/Ignition system OK. Panel depan kanan 4. Periksa battery. CATATAN: • Sebelum melakukan troubleshooting. OK ↓ 4. Unit lensa lampu depan 1. NG ↓ 5. lihat bagian “MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR” halaman 8-68. Periksa cap busi lihat bagian “MEMERIKSA CAP BUSI” halaman 8-66. Tangki bensin 3. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1.

NG → Rangkaian engine stop switch rusak.SISTIM PENGAPIAN 9. OK ↓ 10. OK ↓ Ganti ECU. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-1. Ganti saklar tangkai kemudi kanan 8-4 .Periksa lean angle sensor. NG → Perbaiki sambungan atau ganti kabel sistim pengapian. OK ↓ 11. Periksa engine stop switch. lihat bagian “MEMERIKSA THE LEAN ANGLE SENSOR” halaman 8-68.Periksa rangkaian kabel sistim pengapian. NG → Ganti unit lean angle sensor. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR/ SWITCH” halaman 8-57.

EAS27170 EAS27160 W R R W 2 R W W W W R O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 W W W W W W R R/W L/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W Br/W P/W B/L Y/L L 3 16 17 Br L P/W B/L Br/W L P/W B/L Br/W R B R W W W R B 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B 25 Br Y/R RANGKAIAN DIAGRAM R 4 19 B/L ON OFF R Br/L R Br 26 22 O/B O/B R/L O/B R/W (RED) G/R B/L B L/W R/W B R/W Sb (RED) 10 11 R/B Br 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G (BLACK) O/B R/ (BLAC 13 Sb R/B 2 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Lg Gy Lg Lg Y SISTIM STARTER KELISTRIKAN 14 W/Y B 8-5 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br 33 49 32 Br G/Y B B Br/W R/B Dg L Dg L (BLACK) (BLACK) G/Y W/Y L Br R 30 B B (BLACK) G/Y 29 34 Br P W/Y L 51 L Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 (L) Br Br/W P R/B B (R) Br/W Br Ch Ch P G/W 53 48 B L B G 54 (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B Y G B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Sb B 57 Y B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM STARTER KELISTRIKAN (BLACK) .

SISTIM STARTER KELISTRIKAN 4.Tombol starter/start switch 12. Relay starter 9.Engine stop switch 13. Battery 7. Sekring/Fuse 6.Switch netral 40.Diode 14.Switch kopling/clutch 8-6 . Kunci kontak/Main switch 5. Motor starter 8. Relay starting circuit cut-off 11.

Rangkaian cut-off relay mencegah hidupnya motor starter.SISTIM STARTER KELISTRIKAN EAS27180 CARA KERJA RANGKAIAN STARTER CUT-OFF SYSTEM Jika engine stop switch di set ke “ ” dan main switch di set ke “ON” (kedua swit dalam kondisi menutup). seperti salah satu kondisi diatas. 2 3 1 4 10 5 11 9 7 8 6 a b 8-7 . sehingga arus tidak dapat masuk ke motor starter. rangkaian cut off tertutup. sehingga mesin bisa dihidupkan dengan tombol strater “ ” . motor starter hanya bisa dihidupkan jika salah satu kondisi ini terpenuhi : • Posisi transmisi dalam kondisi neutral. ketika salah satu kondisi diatas terpenuhi. seperti gambar dibawah ini rangkaian cut off relay sedang terbuka. • Tuas kopling dalam kondisi tertarik ke tangkai kemudi.

Switch netral 9. Battery 2. Motor starter 8-8 . JIKA TUAS KOPLING DITARIK KE ARAH TANGKAI KEMUDI 1.ELECTRIC STARTING SYSTEM a. Diode 8. Tombol starter/Start switch 10. Kunci kontak/Main switch 4. Starting circuit cut-off relay 6. Engine stop switch 5. Switch kopling 7. Starter relay 11. Sekring/Fuse 3. JIKA TRANSMISI DALAM KONDISI NETRAL b.

Periksa motor starter lihat bagian “MEMERIKSA MOTOR STARTER” halaman 5-35. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING" halaman 8-61. NG → Ganti starting cut-off relay. OK → Motor starter OK. Periksa battery. OK ↓ 7. OK ↓ 5. Periksa rangkaian starting cut-off relay. OK ↓ 2. Panel depan kanan 3. lihat bagian “MEMERIKSA DIODE” halaman 8-66. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. NG → Ganti sekring 8-9 . Unit lensa depan 1. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti battery. Jok/Tempat duduk 2. lihat bagian “MEMERIKSA RELAY" halaman 8-64.ELECTRIC STARTING SYSTEM EAS27190 TROUBLESHOOTING Motor starter tidak berputar CATATAN: • Sebelum troubleshooting. NG → Ganti motor starter. NG ↓ 4. OK ↓ 8. Periksa diode. NG → Ganti diode. OK ↓ NG → Ganti kunci kontak/main switch. Periksa kunci kontak/ main switch. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. Lihat electric starting system troubleshooting. OK ↓ 6. lihat bagaian “MEMRIKSA RELAY” halaman 8-64. starting dengan tahap 5. Periksa cara kerja motor starter lihat bagian “MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER” halaman 8-69. Periksa starter relay. NG → Perbaiki/ ganti motor starter. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH” halaman 8-57. OK ↓ 3.

Periksa tombol starter. OK ↓ 11. OK ↓ 12. Periksa engine stop switch. OK ↓ 10. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH” halaman 8-57.SISTIM STARTER LISTRIK 9. OK ↓ Rangkaian starter dalam kondisi OK. 8-10 . NG → Perbaiki sistim sambungan kabel sistim kelistrikan. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCHES” halaman 8-57. ganti saklar tangkai kemudi kanan.Periksa neutral switch. Ganti saklar tangkai kemudi kanan. NG → Tombol starter rusak. OK ↓ 13. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH" halaman 8-57. NG → Ganti switch kopling NG → Ganti switch netral NG → Engine stop switch rusak.Periksa kabel sistim starting lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM" halaman 8-5.Periksa switch kopling lihat bagian “MEMERIKSA SWITCHES” halaman 8-57.

EAS27210 EAS27200 W R R W 2 R W W W W R 1 W W W W W W RANGKAIAN DIAGRAM R R/W L/W L/W Gy Br L/B 5 Gy R Gy 8 W W W R R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W 3 B R W W W R B Br/W P/W B/L SISTIM PENYETROMAN BATTERY 6 7 9 R/B L/W R/B L/W R/W L/B R 8-11 10 B L/W R/W B R/W 4 ON OFF R Br/L R Br (RED) (RED) Br 11 12 R/B Sb 13 Br L/W R/W B Sb B L/W R/W Br Sb R/B 14 Br SISTIM PENYETROMAN 50 Br B B Br .

6. AC magneto Rectifier/regulator Sekring/Fuse Battery 8-12 . 3.SISTIM PENYETROMAN 1. 5.

OK ↓ 4. NG → Ganti unit crankshaft position sensor/ unit stator. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. Panel samping kiri 1. l. Periksa kabel disekitar sistim penyetroman. lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. Periksa stator coil. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-11.ihat bagian “MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR” halaman 8-69.SISTIM PENYETROMAN EAS27230 TROUBLESHOOTING Battery tidak bisa disertrom CATATAN: • Sebelum troubleshooting. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom/Ganti Battery. OK ↓ 2. Periksa sekring. Periksa battery. lihat bagian “MEMERIKSA STATOR COIL” halaman 8-69. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. Memeriksa rectifier/regulator. NG → Perbaiki sambungan /perbaiki kabel sistim penyetroman. NG → Ganti sekring/fuse 8-13 . OK ↓ 5. Tempat duduk 2. OK ↓ Rangkaian sistim penyetroman OK. OK ↓ 3. NG → Ganti rectifier/regulator.

SISTIM PENYETROMAN 8-14 .

EAS27250 EAS27240 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br SISTIM PENERANGAN (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-15 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENERANGAN (BLACK) .

Saklar dimmer 46.Saklar lampu 36. Sekring/Fuse 6.Saklar pass 37.SISTIM PENERANGAN 4. Battery 31.lampu depan/Headlight 57.Indikator lampu jauh 58.Lampu posisi/lampu senja 47.Lampu rem belakang 35.Lampu meter 8-16 . Kunci kontak/Main switch 5.

ganti saklar tangkai kemudi kiri. unit lensa depan 1. OK ↓ 3. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. ganti saklar tangkai kemudi kiri.SISTIM PENERANGAN EAS27260 TROUBLESHOOTING Jika ada masalah sinyal al: lampu depan. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki kabel sistim penerangan. 8-17 . indikator lampu jauh. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. OK ↓ 2. Periksa battery. lampu belakang. lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. OK ↓ 5. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. NG → Saklar pass rusak. NG → Saklar dimmer rusak. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti Battery NG → Ganti sekring NG → Ganti bohlam dan socket bohlam. OK ↓ 4. lampu posisi atau lampu meter CATATAN: • sebelum troubleshooting. OK ↓ 6. OK ↓ 7. Memeriksa pass switch. Periksa kunci kontak/ main switch. Periksa fuse. Jok/tempat duduk 2. NG → Ganti kunci kontak/main switch. Memeriksa saklar dimmer. Periksa kabel sistim penerangan lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-15. Periksa semua kondisi bohlam dan socket bohlam.

SISTIM PENERANGAN 8-18 .

EAS27280 EAS27270 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W SISTIM SINYAL B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-19 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM SINYAL (BLACK) .

Switch lampu rem depan 31.Klakson/Horn 38.Indikator lampu netral 59. 43.Lampu sinyal belok depan kanan.ECU (engine control unit) 28.Tombol klakson 39.Lampu sinyal belok belakang kiri 44. Kunci kontak 5.Tachometer 56.Lampu sinyal belok depan kiri 42. Sekring/Fuse 6.lampu sinyal belok belakang kanan 54.Switch lampu rem belakang 30.Switch sinyal belok 41.Lampu belakang/rem 32.Sender bahan bakar/Fuel sender 29.Meter bahan bakar/Fuel gauge 55.Indikator lampu belok 8-20 .Switch netral 22.Relay sinyal belok 33.SISTIM SINYAL 4. Battery 14.

SISTIM SINYAL EAS27290 TROUBLESHOOTING • Jika ada masalah sinyal al: sinyal lampu belok. NG → Ganti kunci kontak/main switch NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti Battery NG → Ganti sekring 8-21 . OK ↓ 3. OK ↓ NG → Ganti klakson/ horn. lampu rem. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. OK ↓ 4. NG → Tombol klakson rusak. Periksa battery. lihat bagian “Memeriksa sistim sinyal”. Memeriksa sistim sinyal Klakson/horn tidak berbunyi 1. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. Unit lensa depan 1. Periksa kunci kontak/ main switch. NG → Perbaiki sambungan dan bagian-bagian sistim kabel. OK ↓ 2. OK ↓ Periksa kondisi semua rangkaian sistim sinyal. periksa Horn/klakson lihat bagian “MEMERIKSA HORN/ KLAKSON" halaman 8-70. OK ↓ 2. Periksa tombol klakson/horn lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Jok/Tempat duduk 2. Periksa kabel-kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. Ganti saklar tangkai kemudi kiri. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. atau lampu indikator • Klakso/ horn tidak berbunyi • Meter bahan bakar tidak bekerja NOTE: • Sebelum troubleshooting. Tangki bensin 3.

atau perbaiki kabel sistim sinyal. socket atau keduanya. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. Periksa lampu rem depan. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. NG → Ganti switrch rem depan NG → Ganti switch rem belakang NG → Perbaiki sambungan. socket atau keduanya. Lampu sinyal belok. indikator belok. Lampu belakang/rem tidak menyala 1. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. lihat bagian “MEMRIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. OK ↓ 3. atau socket atau keduanya. lihat bagianm “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Periksa lampu rem belakang. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ 4. Periksa bohlam lampu belakang/ dan socket. 3. Periksa bohlam sinyal belok dan socket.SISTIM SINYAL NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. OK ↓ 2. Periksa kabel sistim sinyal. Periksa bohlam indikator belok dan socket. atau keduanya tidak menyala 1. OK ↓ 2. 8-22 . OK ↓ NG → Ganti bohlam lampu indikator. NG → Ganti bohlam lampu sinyal belok. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. NG → Ganti bohlam lampu belakang/rem.

SISTIM SINYAL 3. Periksa sender bahan bakar lihat bagian “MEMERIKSA SENDER BAHAN BAKAR” halaman 8-70. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. NG → Ganti switch netral NG → Ganti lampu indikator netral. OK ↓ 4. atau perbaiki kabel sistim sinyal. NG → Ganti relay sinyal belok NG → switch sinyal belok rusak. Periksa saklar sinyal belok. Periksa bohlam indikator netral dan socket. Ganti saklar tangkai kemusi kiri. OK ↓ Ganti unit meter Meter bahan bakar tidak bekerja 1. socket. Periksa switch netral lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Periksa relay sinyal belok lihat bagian “MEMERIKSA RELAY SINYAL BELOK” halaman 8-65. NG → Perbaiki sambungan atau kabel sistim relay. OK ↓ 3. OK ↓ 5. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKETS” halaman 8-60. 8-23 . OK ↓ 2. OK ↓ NG → Ganti unit pompa bahan bakar NG → Perbaiki sambungan. OK ↓ Ganti unit meter Lampu indikator netral tidak menyala 1. atau keduanya.

OK ↓ Ganti unit meter 8-24 .SISTIM SINYAL NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. 2. Periksa kabel sisitim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19.

EAS27310 EAS27300 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br SISTIM PENDINGINAN (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-25 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENDINGINAN (BLACK) .

Kunci kontak/Main switch 5. Battery 19.ECU (engine control unit) 48.COOLING SYSTEM 4. Sekring/Fuse 6.Kipas motor radiator 49.Relay motor kipas radiator 53.Lampu peringatan temperatur coolant 8-26 .Sensor temperatur coolant 22.

OK ↓ 4. Periksa motor kipas radiator lihat bagian “MEMERIKSA MOTOR KIPAS RADIATOR” halaman 8-71. Periksa kabel sekitar cooling sistim. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. OK ↓ 3. Panel depan kanan dan kiri 3. lihat bagian “MEMERIKSA SENSOR TEMPERATURE COOLANT” halaman 8-71. OK ↓ 2. Unit lensa lampu depan 1. Periksa relay motor kipas radiator lihat bagian “MEMRIKSA RELAY" halaman 8-64. Periksa coolant temperature sensor. NG → Ganti motor kipas radiator. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. NG → Ganti sekring 8-27 . NG → Ganti kunci kontak NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti battery. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. OK ↓ Ganti ECU.SISTIM PENDINGINAN EAS27320 TROUBLESHOOTING CATATAN: • Sebelum troubleshooting. Periksa battery. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-25. NG → Ganti coolant temperature sensor. NG → Ganti relay motor kipas radiator. Periksa kunci kontak lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Jok/tempat duduk 2. OK ↓ 7. OK ↓ 5. OK ↓ 6.

SISTIM PENDINGINAN 8-28 .

EAS27340 EAS27330 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) SISTIM FUEL INJECTION R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-29 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM FUEL INJECTION (BLACK) .

Connector sinyal Self-diagnosis 22.Lean angle sensor 21.Sensor temperatur coolant/Coolant temperature sensor 20. Battery 12.Pompa bahan bakar 48. Kunci kontak/Main switch 5.Lampu peringatan mesin bermasalah/Engine trouble warning light 8-30 .Relay motor kipas radiator 52.FID (fast idle solenoid) 26. Crankshaft position sensor 4.Coil pengapian/Ignition coil 24.Throttle position sensor 19.Engine stop switch 16.Sensor temperatur udara masuk/Intake air temperature sensor 18.Motor kipas radiator 49.Sensor tekanan udara masuk/Intake air pressure sensor 17.SISTIM FUEL INJECTION 2.ECU (engine control unit) 23.Injector bahan bakar/Fuel injector 27.Busi/Spark plug 25. Sekring/Fuse 6.

ECU akan menginstruksikan pengoperasian dengan cara lain untuk menggantikan pengoperasian komponen yang rusak. Lampu nyala (ON) Lampu mati (OFF) 1 1.SISTIM FUEL INJECTION EAS27350 ECU SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION ECU dilengkapi dengan self-diagnostic function fungsi ini dapat menjamin FI dapat bekerja dengan normal. Contoh: 42 a. atau masalah pada sensor-sensor.5 detik mati (OFF). c. Engine trouble warning light Kode Indikasi kerusakan Engine trouble warning light Untuk nilai 10: Lampu menyala selama 1 detik (ON) dan 1. maka ECU akan memberitahu pengendara melalui kedipan lampu indikator mesin (engine trouble warning light) yang terdapat pada speedometer. sehingga motor tetap masih dapat digunakan (tergantung jenis kerusakannya).5 3 8-31 . maka lampu indikator mesin akan berkedip. • Untuk memberitahu pengendara. kode kerusakan akan terbaca pada bentuk nyala pada indikator engine trouble warning light (atau dapat terbaca dengan FI diagnostic tool). Jika salah satu tidak berfungsi. tentang kerusakan yang terjadi pada sistim Fuel Injection. dan akan tersimpan didalam memory ECU. • Setelah mesin dalam kondisi berhenti.5 detik.5 detik mati (OFF). 1 1. akan segera terdeteksi.5 0. b. (ON) dan 0. f. e. Apabila terdapat gejala kerusakan. Untuk nilai 1: Lampu menyala selama 0. d. setelah tombol start mesin ditekan • Jika kerusakan terdeteksi oleh self-diagnostic function.

atau terhenti. Bekerja dengan kondisi berbeda-beda. apakah mesin tetap bekerja. Indikator lampu peringatan Menyala* Kerja ECU Warning provided when unable to start engine Kerja Fuel Injection Kerja FI berhenti Kondisi sepeda motor Tidak dapat bekerja Menyala berulang kali Terdeteksi ketidak normalan. kemudiam kerja mesin akan berubah sesuai dengan kerusakan yang terjadi. Lampu indikator kerusakan mesin mati d. setelah kunci kontak diputar ke arah “ON”. ECU akan memerintahkan lampu indikator kerusakan mesin untuk menyala.SISTIM FUEL INJECTION Indikasi Lampu peringatan kerusakan mesin dan cara kerja sistim fuel injection. tergantung lan yang terdeteksi dari kode kerusakan * Lampu peringatan menyala. ECU akan menghitung nilai yang terprogram dengan akurat. apabila salah satu kondisi pada daftar di bawah ini muncul. Lampu peringatan kerusakan mesin menyala selama 3 detik. Kunci kontak “ON” c. 8-32 .bekerja. EAS3C11008 TABLE SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION Apabila ECU mendeteksi sinyal yang tidak normal dari sensor pada waktu sepeda motor dijalankan. tergantung dari kondisi yang terjadi . dan tombol start ditekan : Lean angle sensor Lean angle sensor 30: 41: (macet) (open atau short circuit) 33: 39: Kerusakan pada pengapian Fuel injector (open atau short circuit) 50: Ketidak normalan pada memory ECU (pemeriksaan memory error) Pemeriksaan nyala lampu indikator kerusakan mesin Lampu indikator kerusakan mesin menyala selama 3 detik. Jika lampu indikator tidak menyala kemungkinan bohlamnya putus (sebagai kontrol kondisi bohlam) a c b d c a. sesuai Dapat atau tidak dapat dengan ketidak norma. Kunci kontak “OFF” b. Ketika sinyal ketidak normalan diterima dari sensor. supaya mesin dapat bekerja dengan kondisi yang berbeda.

bisa jadi berfungsi (pemeriksaan Tidak dapat Tidak dapat angka kode kerusakan tidak munmemory tidak berfungsi) cul. Pembacaan dan penulisan pada E2PROM error Sistim suplai power sepeda motor (Memonitor voltase) Terdeteksi error ketika membaca dan menulis E2PROM (angka penyetelan CO. kunci kode register dan angka posisi throttle tertutup penuh). 44 Dapat Dapat 46 Suplay power ke sistim fuel injection Dapat tidak normal Dapat 50 Kerusakan pada memory ECU (ketiInternal ECU tidak ka kerusakan ini terjadi.SISTIM FUEL INJECTION Tabel Diagnosa /Self-Diagnostic Function table Kode kerusakan 12 Item Crankshaft position sensor keteranga Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. dapat/tidak dapat hidup dapat/tidak dapat dijalankan Tidak dapat Tidak dapat 13 Intake air pressure Intake air pressure sensor: terdesensor teksi open atau short circuit (open atau short circuit) Intake air pressure sensor (lubang tersumbat) Intake air pressure sensor: terdeteksi ada penyumbatan Dapat Dapat 14 tect hole) 15 Dapat Dapat Throttle position senThrottle position sensor: terdeteksor si open atau short circuit (open atau short circuit) Throttle position sensor (macet/lengket) Coolant temperature sensor Throttle position sensor macet Dapat Dapat 16 21 22 30 33 39 41 Dapat Dapat Dapat Dapat Coolant temperature sensor: terdeDapat teksi open atau short circuit Intake air temperaIntake air temperature sensor: terture sensor Dapat deteksi open atau short circuit (open atau short circuit) Lean angle sensor (macet/rusak) Ignition coil (open circuit) Fuel injector Tidak ada sinyal normal yang diterima dari lean angle sensor.) Peringatan tidak padat Lampu indikator peringatan menyala. ketika tombol switch "ON" hidup Tidak dapat Tidak dapat — 8-33 . Tidak dapat Tidak dapat Tidak dapat Tidak dapat Fuel injector: terdeteksi open atau Tidak dapat Tidak dapat short circuit Tidak dapat Tidak dapat Lean angle sensor Lean angle sensor: terdeteksi open (open atau short circuit) atau short circuit. Kabel Primary pada ignition coil: terdeteksi open circuit.

30: Ignition coil 36: Fuel injector If a malfunction is detected in the sensors or actuators. tetapi lampu peringatan kerusakan mesin tidak menyala. Periksa dan perbaiki penyebab kerusakan/ malfunction. lihat bagian “Methode Rekondisi” pada tabel “DETAIL TROUBLESHOOTING” halaman 8-40. b. 4. lihat “Tabel Self-Diagnostic Function ”. 2. Periksa: • Angka kode kerusakan a. dan pastikan tidak muncul angka kerusakan pada layar LCD. Putar kunci kontak ke “OFF” dan kembalikan ke “ON”. Periksa kerja Fuel Injection System setelah direkondisi. 3. Tentukan penyebab kerusakan/ malfunction. 1. c. ulangi langkah (1) sampai (4) hingga tidak muncul kode kerusakan 8-34 . lihat bagian "Tabel kerja sensor" dan tabel “Cara kerja actuator" Periksa dan perbaiki lihat bagian “Tabel Fungsi Self Diagnostic”. lihat bagian “Sensor operation table” dan “Actuator operation table”.SISTIM FUEL INJECTION EAS27400 METODE TROUBLESHOOTING Mesin tidak bisa bekerja dengan normal dan engine trouble warning light menyala. CATATAN: Apabila kode kerusakan muncul. Periksa kerja dari sensor dan actuator berikut di dalam Mode Diagnostic. Angka kode kerusakan Tidak ada kode angka kerusakan Periksa dan perbaiki lihat “DETAIL TROUBLE SHOOTING". repair or replace all faulty parts. Periksa angka kode kerusakan pada layar alat pendiagnosa (FI diagnostic tool). Amati cara kerja sensor dan actuator pada diagnostic mode. halaman 8-40. Tentukan sistim kerusakan dengan kode kerusakan. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Kerja mesin tidak normal. 1. If no malfunction is detected in the sensors and actuators. lihat bagian “Tabel Diagnostic code ”. check and repair inner parts of the engine.

dan juga lampu. temperatur mesin. Putar kunci kontak ke arah “OFF”. • Lampu “POWER” (hijau) akan menyala. 1. 3. dan kode kerusakan. Matikan mesin. Lepaskan connector self-diagnosis signal “1”. FI Diagnostic Tool 0rpm 66 ˚C S/D : 41 8-35 . “WARNING” (orange) akan menyala. CATATAN: Jika salah satu sistim tidak berfungsi. jika dihubungkan dengan sepeda motor dan disetel pada normal mode atau diagnostic monitoring mode.SISTIM FUEL INJECTION EAS27431 MODE DIAGNOSTIC Memungkinkan dapat memonitor data sensor output atau memeriksa kerja FI dengan FI diagnostic tool. • Jika tidak berfungsi akan terdeteksi dengan lampu “WARNING” (orange) menyala. 4. dan pasagkan FI diagnostic tool “2” seperti terlihat pada gambar dibawah. dan disetel pada normal mode. kode kerusakan akan terbaca pada layar LCD FI diagnostic tool. FI diagnostic tool 90890-03182 Setel pada normal mode (untuk membaca ada kerusakan atau tidak) CATATAN: Putaran mesin. dapat terbaca dengan melihat pada layar LCD FI diagnostic tool jika alat dipasangkan pada sepeda motor. 2. Putar kunci kontak pada posisi “ON” dan hidupkan mesin 1 2 CATATAN: • Temperatur coolant dan putaran mesin akan terlihat pada layar LCD FI diagnostic tool.

6. 2. Geser saklar engine stop switch ke “ ” . Setel pada diagnostic mode (untuk mendiagnosa kerusakan pada sistim) 1. Lepaskan connector self-diagnosis signal “1”. 8. • Kerja Sensor (sensor operation) Data mewakili kondisi kerja dari sensor. Putar kunci kontak ke arah “OFF” untuk mematikan normal mode. dan pasangkan FI diagnostic tool “2” seperti terlihat pada gambar dibawah. 6. 1 2 CATATAN: • Nomor kode diagnosa (diagnostic code number) akan tampak pada layar LCD (01-70). Lepaskan FI diagnostic tool dan pasangkan connector self-diagnosis signal. tampak pada layar LCD. tekan tombol “DOWN” dalam waktu 1 detik atau lebih secara otomatis nomor kode diagnosa akan turun. FI Diagnostic Tool D03 : 101 8-36 . 3. Tekan tombol “UP” untuk memilih Mode penyetelan “CO” atau Mode diagnosa “DIAG”. 5. Memeriksa kerja dari sensor atau actuator. • Untuk menaikkan nomor kode diagnosa (diagnosa code number). • Kerja Actuator (actuator operation) Tekan tombol “MODE” . Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. 7. • Untuk menurunkan nomor kode diagnosa (diagnostic code number). tekan tombol “MODE”. tekan tombol “UP” dalam waktu 1 detik atau lebih secara otomatis nomor kode diagnosa akan naik. Tekan tombol “MODE” . Pilih "diagnostic code number" berdasarkan kode kerusakan (fault code number) dengan menekan tombol "UP" dan tombol “DOWN” .SISTIM FUEL INJECTION 5. • Lampu “POWER” (Hijau) akan menyala "ON" 4. dan putar kunci kontak ke arah “ON”. Setelah memilih “DIAG”. CATATAN: • Tulisan “DIAG” akan terbaca pada layar LCD di FI diagnostic tool.

• Tidak sempurnanya intake air pressure sensor. Throttle position sensor: terdeteksi open atau short circuit. • Terjatuh/terguling • Kegagalan pemakaian ECU. • Kegagalan pemakaian ECU. Fuel injector: terdeteksi open atau short circuit. Intake air pressure sensor (lubang tersumbat/kotor) . sor: terdeteksi open atau • Pemasangan yang salah intake air tempe. Kabel primary pada ignition • Kegagalan pemakaian componen pada coil: terdeteksi open circuit. • Kegagalan pemakaian ECU. • Kegagalan pemakaian ECU. 08 30 33 • Open circuit pada kabel bodi • Kegagalan pemakaian ignition coil. ignition cut off circuit system. • Kegagalan pemakaian ECU.SISTIM FUEL INJECTION 9. • Open atau short circuit pada kabel bodi • Tidak sempurnanya fuel injector. • Kegagalan pemakaian ECU. • Lubang tersumbat/kotor pada Intake air pressure sensor. 03 14 15 • Open atau short circuit pada kabel bodi • Tidak sempurnanya throttle position sensor. Intake air pressure sensor: terdeteksi open atau short circuit. 30 39 36 41 • Open atau short circuit pada kabel bodi Lean angle sensor: terdetek• Tidak sempurnanya lean angle sensor. 10.• Tidak sempurnanya air temperature sensor. 01 16 21 • Open atau short circuit kabel bodi • Tidak sempurnanya coolant temperature sensor.Lepaskan FI diagnostic tool dan pasangkan connector self-diagnosis signal.05 short circuit ratur sensor. Tidak ada sinyal normal yang diterima dari lean angle sensor. 06 • Pemasangan yang salah coolant temperature sensor. Putar kunci kontak ke arah “OFF” untuk mematikan sistim diagnostic mode. 01 • Pemasangan throttle position sensor tidak baik. 03 • Kegagalan pemakaian ECU. 08 8-37 . • Kegagalan pemakaian ECU. 22 • Open atau short circuit pada kabel bodi Intake air temperature sen. • Kegagalan pemakaian ECU Nomor kode Diagnostic 12 Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. • Kegagalan pemakaian ECU • Macet/lengketnya throttle position sensor. • Kegagalan pemakaian ECU. Coolant temperature sensor: terdeteksi open atau short circuit — 13 • Open atau short circuit kabel bodi. si open atau short circuit. Tabel kode Diagnostic Nomor kode kerusakan Gejala Kemungkinan penyebab kerusakan • Open atau short circuit pada kabel bodi • Crankshaft position sensor tidak berfungsi • AC rotor magneto tidak berfungsi • Pemasangan sensor tidak sempurna. • Pemasangan yang salah fuel injector. Throttle position sensor macet atau lengket.

) cul di layar LCD FI diagnostic tool. lakukan penyetruman. menekan tombol start “ ”.Bandingkan nilai pada langin / coolant. (Jika tegangannya lebih rendah. 8-11. berarti kerja sensor baik. (Saat kerusakan ini terjadi • Kerusakan pada ECU. 05 Suhu udara masuk 06 Suhu air pendingin/coolant Menunjukkan suhu air pendi.) Menunjukkan suhu udara yang masuk.8–4. Lihat fuel injection tidak mengalir “SISTEM PENGISIAN” pada hal. (Jika nilai pada layar berubah-ubah. 0. (Nilai penyetelan CO dan nilai pembacaan throttle valve saat kondisi tertutup tidak dapat dibaca dengan baik oleh memori. yar dengan suhu air pendingin yang terukur secara aktual. 01 Bagian Sudut Throttle • Posisi tertutup penuh • Posisi terbuka penuh display FI diagnostic tool Metode pemeriksaan Periksa perubahan nilai pada layar saat throttle ditutup dan dibuka. secara normal. nomer kode tidak tertulis dan terbaca dengan benar oleh — kerusakan dapat tidak munmemori. (Program dan data didalam ECU. Kemungkinan penyebab kerusakan • Kerusakan pada ECU.) Nomor code diagnostic 60 46 Aliran listrik ke dalam sistem • Kerusakan pada sistem pengisian.2 Mencapai 12. Bandingkan nilai pada layar dengan suhu udara yang terukur secara aktual.) Tabel kerja sensor Nomor kode kerusakan.4–1.) ___ 00 01: Nilai perubahan CO terbaca. Bandingkan dengan tegangan yang terukur secara aktual.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan 44 Gejala Terdapat kesalahan dalam proses di memori E2PROM pada ECU.0 Lepas lean angle sensor dan miringkan hingga mencapai sudut 65 derajat.4 3. 08 Lean angle sensor • Tegak • Miring / terjatuh 09 Tegangan sistem bahan bakar (tegangan battery) 60 Kode kerusakan E2PROM • Tidak ada sejarah • Ada sejarah 8-38 . 14–20 97–107 03 Tekanan udara masuk Menunjukkan tekanan udara Gerakkan throttle saat masuk. — 50 Kesalahan dimemori ECU.

Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. Lampu peringatan kerusakan mesin akan menyala. (ON 2 detik. Jika seluruh kode sudah ditampilkan. motor radiator fan menyala OFF 3 detik) lima kali. — 70 Nomer kontrol 0–254 Tabel kerja actuator Nomor kode kerusakan Bagian Actuation Metode pemeriksaan 30 Ignition coil Saat tombol “MODE” ditekan. Mengaktifkan relay motor radiator fan sebanyak 5 kali tiap Periksa suara saat relay berselang 5 detik. ignition coil akan bekerja sePeriksa percikan lima kali. bekerja lima kali.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan 61 Bagian Menampilkan sejarah kode kerusakan • Tidak ada sejarah • Sejarah yang tersimpan Display FI diagnostic tool — 00 Kode kerusakan 12–50 • (Jika terdeteksi lebih dari satu kode kerusakan. Saat tombol “MODE” ditekan. banyak lima kali dengan wak• Gunakan ignition tu selang dua detik. tampilan akan mengulang kembali) metode pemeriksaan 62 Penghapusan sejarah kode kerusakan • Tidak ada sejarah • Sejarah yang tersimpan 00 Sampai dengan 14 kode --Untuk menghapus sejarah tekan tombol “MODE” pada FI diagnostic tool. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. 36 Fuel injector 51 Relay motor radiator fan 8-39 . fuel injector akan bekerja lima kali dengan waktu Periksa suara saat injector selang dua detik. checker. layar akan menampilkan seluruh kode kerusakan setiap selang waktu 2 detik.

: Nomer Diagnostic code digunakan saat kita sedang menggunakan diagnostic mode. ERROR 4 • Putar kunci kontak sekali ke “OFF” dan setel FI diagnostic tool ke mode penyetelan CO Sinyal perintah dari FI diagatau diagnostic mode. Nomer Kode kerusakan. Periksa dan perbaiki beberapa hal atau komponen yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sesuai penjelasan dibawah. Kemungkinan penyebab kerusakan • Sambungan yang kurang tepat • Kunci kontak pada posisi “OFF”. EAS27471 TROUBLESHOOTING DETAILS Bagian ini menjelaskan tindakan yang dilakukan untuk tiap kode kerusakan yang terbaca pada FI diagnostic tools.Periksa suara saat FID belang satu detik. nostic tool tidak diterima • Battery motor sudah lemah. Sambungan dengan FI diagnostic tool terganggu. • Kerusakan pada ECU. Lihat “Tabel kerja sensor” dan “Tabel kerja actuator". • Kerusakan pada ECU. 8-40 . FID (fast idle solenoid) akan bekerja lima kali dengan se.: Nomer kode kerusakan akan ditampilkan dilayar FI diagnostic tool saat mesin mengalami kerusakan.. Setelah selesai memeriksa dan memperbaiki komponen yang rusak. • Kerusakan pada FI diagnostic tool. Nomer Diagnostic code. LCD Display Waiting for connection.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan Bagian Actuation Metode pemeriksaan 54 FID (fast idle solenoid) Saat tombol “MODE” ditekan. kerja lima kali. • Kerusakan pada FI diagnostic tool. Lihat “Tabel Diagnostic code”. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala.. oleh ECU. Gejala Tidak ada sinyal diterima dari ECU. periksa ulang dengan FI diagnostic tool menggunakan prosedur yang baku..

• Jika terdapat kerusakan. perbaiki dan pasang coupler dengan benar. (merah–merah) (putih–hitam/biru) • Ganti jika rusak. Sambungan • Crankshaft position sensor coupler • Main wire harness ECU coupler • Periksa pin pada coupler dari kemungkinan rusak/bengkok.Periksa kekendoran atau tercabut. Memutar metion sensor. 4 Crankshaft position sensor rusak. sin. 3 Kabel body terlepas atau korslet. 8-41 . — Metode pemeriksaan Nomor komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Kondisi pemasangan crankshaft posi. Lihat “PEMERIKSAAN CRANKSHAFT POSITION SENSOR” di hal. kode kerusakan 12 Diagnostic code No. 8-68. • Perbaiki atau ganti jika terdapat kabel terlepas atau korslet.SISTIM FUEL INJECTION No. — Gejala Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. • Antara crankshaft position sensor coupler dan ECU coupler. • Periksa kondisi penguncian coupler.

ECA3C11011 PERHATIAN: 3 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. • Diantara coupler intake air pressure sensor dan coupler ECU (biru–biru) (merah muda/putih–merah muda/putih) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada intake air pressure sensor: • Gunakan mode diagnostic. coupler. kabel yang terbuka atau korslet. perbaiki dan pasang coupler dengan benar.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. 13 03 Gejala Terdeteksi Intake air pressure sensor: open / short circuit Intake air pressure sensor Metode pemeriksaan Diagnostic code No. • Jika ada kerusakan. tak ke posisi • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian “ON”. 8-72. (Kode No. 8-42 . Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR" di hal. • Perbaiki atau ganti jika terdapat Kabel bodi terlepas atau korslet.03) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Sambungan • Periksa pin pada coupler dari Putar kunci kon• Coupler Intake air pressure sensor kemungkinan tercabut.

• Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. Gejala 03 Intake air pressure sensor: kerusakan pada lubang deteksi tekanan akibat tersumbat Intake air pressure sensor Perkerjaan yang dilakukan • Periksa dan perbaiki sambungan. 14 Diagnostic code No. 3 8-43 . 2 Sambungan • Periksa pin coupler dari ke• Coupler Intake air pressure sensor mungkinan tercabut. perbaiki dan pasang kembali coupler dengan benar. 8-72. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kerusakan pada Intake air pressure sensor.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. • Ganti jika terdapat kerusakan. Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan sampai putaran 3000 rpm hingga diatasnya.03) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. • Jika terdapat kerusakan. Kerusakan pada intake air pressure • Gunakan mode diagnostic (Kode No.

SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. Kabel bodi utama putus atau terjadi hubungan pendek: • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. • Diantara coupler throttle position sensor dan coupler ECU (biru–biru) (kuning/biru–kuning/biru) (hitam/biru–hitam/biru) 3 4 Pemeriksaan tegangan keluar pada • Periksa rangkaian terbuka dan kabel yang ke throttle position sensor: lepaskan throttle position sensor. ECA3C11011 PERHATIAN: Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. 15 Diagnostic code No. • Jika terdapat kerusakan. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian dari coupler. Gejala 01 terdeteksi Throttle position sensor: open /short circuit . (biru–hitam/biru) Kabel yang dibuka Kabel massa yang dibuka Kabel keluaran yang dibuka Kabel power supply yang dibuka Tegangan keluaran 5V 0V 0V 5 Kerusakan pada throttle position sensor.01) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. Throttle position sensor Metode pemeriksaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”. perbaiki dan pasang kembali coupler dengan benar. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjan yang dilakukan 1 Kondisi pemasangan throttle position sensor. • Gunakan mode diagnostic. • Periksa posisi sensor telah terpasang dengan benar. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. (Kode No. • Periksa kekendoran atau terjepit. 8-44 . 8-72. 2 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung• Coupler throttle position sensor kinan tercabut.

Throttle position sensor Pekerjaan yang dilakukan • Periksa terhadap kekendoran atau terjepit.06) • Ganti jika rusak Lihat “PEMERIKSAAN COOLANT TEMPERATURE SENSOR” di hal. (Kode No. Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan dengan putaran langsam maupun cepat. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler. • Gunakan mode diagnostic.ON. 8-72. Gejala 06 Coolant temperature sensor terlepas atau terjadi hubungan pendek. 2 Kerusakan throttle position sensor. ECA3C11011 Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kondisi pemasangan throttle position sensor. perbaiki dan pasang dengan benar. • Jika terdapat kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. Periksa tempat pemasangan dari Putar kunci konkekendoran atau terjepit.01) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. 8-71. PERHATIAN: Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body No kode kerusakan. 3 4 Kerusakan pada coolant temperature sensor 8-45 . • Kabel bodi utama (hitam/biru–hitam/biru) (hijau/merah–hijau/merah) • Gunakan mode diagnostic (Kode No. • Perbaiki atau ganti jika terdapat kabel yang putus atau korslet. tak ke posisi • Periksa pin coupler dari kemung. • Periksa posisi sensor telah terpasang dengan benar.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. Kabel yang terputus atau korslet di kabel bodi utama dan/atau di kabel cabang. Gejala 01 Throttle position sensor macet. 16 Diagnostic code No. Coolant temperature sensor Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Kondisi pemasangan coolant temperature sensor Sambungan konektor • Coupler coolant temperature sensor kinan tercabut. 21 Diagnostic code No.

• Jika terdapat kerusakan. 8-46 . coupler. • Coupler ECU pada kabel bodi utama. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. PERHATIAN: 2 3 ECA3C11011 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. 22 Diagnostic code No. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. kontak ke posensor • Periksa kondisi penguncian sisi ON.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. Intake air temperature sensor Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. (coklat/putih–coklat/putih) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada intake air temperature sensor. • Gunakan mode diagnostic.05) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan.Putar kunci • Coupler Intake air temperature kinan tercabut. 8-72. • Diantara coupler throttle body sensor dan coupler ECU. (Kode No. Gejala 05 Intake air temperature sensor: terdapat kabel yang terputus atau korslet.

Ignition coil Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan pada putaran langsam. 33 Diagnostic code No. putar “OFF” ter• Jika terdapat kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN LEAN ANGLE SENSOR” di hal 8-68. Gejala 08 Tidak ada sinyal normal dari lean angle sensor. (Kode No. Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 2 3 Sepeda motor terjatuh Putar kunci kontak ke posisi Kondisi pemasangan lean angle Periksa dari kekendoran atau “ON” (walaupun. 30 Diagnostic code No. Kerusakan lean angle sensor.08) • Ganti jika terdapat kerusakan. • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. 2 3 Kerusakan pada ignition coil 8-47 . perbaiki lebih dahulu). Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa konektor dan pin • Connector Ignition coil (bagian prima. 8-1. (merah/putih–merah/putih) (oranye–oranye) • Gunakan mode diagnostic.coupler dari kemungkinan ry coil) tercabut. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian connector dan coupler. 4 No kode kerusakan.tidak dapat di• Coupler lean angle sensor inan tercabut.30) • Selanjutnya tes/periksa primary dan seconday coils.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. hidupkan kecuali • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian kunci kontak dicoupler. • Gunakan mode diagnostic. terjepit demikian mesin Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. • Ganti jika terdapat kerusakan Lihat “IGNITION SYSTEM” di hal. • Diantara connector ignition coil dan coupler ECU coupler/kabel bodi utama. dan sambung coupler dengan benar. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. Lean angle sensor Pekerjaan yang dilakukan Posisikan motor kembali tegak. (Kode No. Kabel yang terputus atau korslet di kabel bodi utama dan/atau di kabel cabang. sensor. • Jika terdapat kerusakan. Gejala 30 Bagian primary ignition coil: terdapat kabel yang terputus.

Lean angle sensor Metode pemeriksaaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung.Memutar • Coupler Injector kinan tercabut. • Jika terdapat kerusakan. 41 Diagnostic code No. (Kode No. Fuel injector Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. (merah/putih–merah/putih) (oranye/hitam–oranye/hitam) Kerusakan pada primary injector. 2 3 8-48 . coupler. 8-68.. Lihat “PEMERIKSAAN LEAN ANGLE SENSOR” di hal.08) • Ganti jika terdapat kerusakan.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan 39 Diagnostic code No. Lihat “PEMERIKSAAN FUEL INJECTOR” di hal 7-6.Putar kunci kon• Coupler Lean angle sensor kinan tercabut. • Diantara coupler fuel injector dan coupler ECU. Gejala 08 Lean angle sensor: terdapat kabel yang lepas atau korslet. • Diantara coupler lean angle sensor dan coupler ECU. 2 3 No kode kerusakan.36) • Ganti jika terdapat kerusakan. (biru–biru) (kuning/hijau–kuning/hijau) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada lean angle sensor . Gejala 36 Terdapat kabel yang terlepas atau korslet di injector. (Kode No. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. mesin • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. tak ke posisi • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian “ON”. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet.• Gunakan mode diagnostic. • Jika terdapat kerusakan. • Gunakan mode diagnostic. perbaiki dan sambung coupler dengan benar.

dan pembacaan throttle valve dalam kondisi tertutup). E2PROM fault code display Pekerjaan yang dilakukan • Gunakan mode diagnostic. • Jika terdapat kerusakan.60). Ganti ECU jika rusak. — Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Kerusakan pada ECU. (Kode No. — Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan pada putaran langsam.) — Metode pemeriksaaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”. • Ganti jika terdapat kerusakan. CATATAN: Jangan mengganti komponen ECU dalam kondisi kunci kontak “ON”. Lihat “CHARGING SYSTEM” di hal 8-11.SISTIM BAHAN BAKAR No kode kerusakan. 44 Gejala Terdapat kesalahan dalam pembacaan atau penulisan pada E2PROM (Nilai penyetelan CO. No kode kerusakan. kode kerusakannya dapat tidak dimunculkan pada layar. 8-49 . (Jika kerusakan ini terbaca oleh ECU. Gejala — Aliran listrik ke sistem fuel injection tidak normal. • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. pembacaan ulang kode. Ganti ECU. • Diantara battery dan kunci kontak. 60 Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kerusakan pada ECU No kode kerusakan. 2 3 4 Kerusakan pada rectifier/regulator Kabel bodi utama terputus atau korslet. (merah–merah) • Diantara kunci kontak dan ECU (coklat–coklat) Gejala Kerusakan pada memory ECU. 50 Diagnostic code No. • Periksa kondisi penguncian coupler. Metode pemeriksaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”. 46 Diagnostic code No. • 01 akan tampil dilayar. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. Kerusakan pada battery • Ganti battery Lihat “PEMERIKSAAN DAN PENGISIAN BATTERY” di hal 8-61. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung• Coupler ECU pada kabel bodi utama kinan tercabut. Diagnostic code No.

SISTIM FUEL INJECTION 8-50 .

EAS27560 EAS27550 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B SISTIM POMPA BAHAN BAKAR 14 W/Y B 8-51 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM POMPA BAHAN BAKAR (BLACK) .

Kunci kontak/Main switch 5.SISTIM POMPA BAHAN BAKAR 4.Engine stop switch 22. Battery 12. Sekring/Fuse 6.ECU (engine control unit) 27.Pompa bahan bakar 8-52 .

NG → Ganti unit pompa bahan bakar NG → Engine stop switch rusak. Tangki bensin 3. Periksa switch engine stop. NG → Ganti sekring 8-53 . lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Periksa kunci kontak/ main switch. periksa kabel-kabel sistim bahanbakar. Jok/tempat duduk 2. OK ↓ 4. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. • Setrom/ganti battery. Unit lensa lampu depan 1. OK ↓ 6.SISTIM POMPA BAHAN BAKAR EAS27570 TROUBLESHOOTING Jika pompa bahan bakar tidak bekerja CATATAN: • Sebelum troubleshooting. OK ↓ 3. OK ↓ 5. NG → Ganti kunci kontak/main switch NG → • Bersihkan terminal battery. Periksa pompa bahan bakar lihat bagian “MEMERIKSA BODI POMPA BENSIN” halaman 7-2. lepaskan komponen-komponen dibawah ini : 1. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-51. OK ↓ 2. Periksa battery. Ganti saklar tangkai kemudi kanan. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ Ganti ECU. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel.

POMPA BAHAN BAKAR 8-54 .

KOMPONEN KELISTRIKAN EAS27971 KOMPONEN KELISTRIKAN 4 3 5 6 2 7 17 1 8 9 10 16 15 14 13 12 11 8-55 .

Relay motor kipas radiator. Kabel bodi 8-56 . 16. Ignition coil 17. Starting circuit cut-off relay 8. Lean angle sensor 6. Switch neutral 15. Relay sinyal belok 10. Kunci kontak 3. klakason/Horn 2. Sekring/Fuse 5. Starter relay 13.KOMPONEN KELISTRIKAN 1. Battery 4. Sensor temperatur coolant. ECU (engine control unit) 11. Rectifier/regulator 12. Condensor 7. Switch lampu rem belakang 14. 9.

KOMPONEN KELISTRIKAN EAS27980 MEMERIKSA SAKLAR/ SWITCH 6 P B 7 Y L/B G 1 R Br/L ON OFF R Br/L (RED) 8 Ch Br/W Dg (L) (R) 9 Y/W W 2 B B (BLACK) 10 Br L L/B L Dg Br Br/W P Ch 3 L/W B G Y B R/B B (BLUE) 4 R/W R/W L/W R/W B R/W 11 R/B B (BLACK) 5 Br G/Y (BLACK) B B (BLACK) 12 Sb 8-57 .

Switch lampu rem depan 3. Tombol starter/Start switch 4. Switch kopling 12.KOMPONEN KELISTRIKAN 1. Saklar lampu 11. Switch engine stop 5. Saklar dimmer 8. Switch neutral 8-58 . Saklar Pass 10. Tombol klakson/Horn 7. Switch lampu rem belakang 6. Saklar sinyal belok 9. Kunci kontak/Main switch 2.

dan Br/L jika saklar di geser ke arah “ON”. dari belakang terminal. ganti saklar/ switch. pada terminal coupler “a”. jika penyambungan tidak sempurna. menggambarkan diagram kunci kontak (sebagai contoh gambar diagram) Lajur kiri menggambarkan kondisi switch “a” dan kolom diatas menggambarkan warna kabel “b” yang akan dihubungkan. masukkan ujung tester. periksa sambungan kabel dan jika perlu. Sistim penyambungan (rangkaian tertutup) menggambarkan posisi berhubungan antar terminal “ ”. ini adalah hubungan kabel warna (R). ECA14370 PERHATIAN: Jangan memasukan ujung tester. Gambar di bawah.KOMPONEN KELISTRIKAN Periksa penyambungan saklar/ switch dengan pocket tester. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: • sebelum memeriksa sistim penyambungan. untuk menghindari kerusakan terminal. hubungkan antar dua ujung tester beberapa kali. • Sebelum memeriksa sistim penyambungan. hati-hati jangan sampai merusak kabel. b R Br/L a ON OFF R Br/L 8-59 . setel jarum pocket tester “0” dan posisi selektor “Ω × 1” .

bersihkan dengan cairan pembersih. cara melepasnya dengan cara menekan sambil diputar ke kiri. dan benda benda yang mudah terbakar. c. kebanyakan tipe ini cara melepasnya dengan cara memutar berlawanan dengan arah jarum jam. Jika salah satunya tidak ada hubungan. Lepas: • Bohlam 8-60 . • Bohlam tipe “d” dan tipe “e” dipakai pada lampu meter dan indikator. Bohlam lampu mengeluarkan panas yang tinggi untuk itu. teliti terlebih dahulu. untuk memeriksa bohlam. akan merusak sistim sambungan pada bagian terminal/ coupler. atau keduanya. sambungan tidak bagus → perbaiki sambungan. bohlam dalam kondisi putus. saat melepas bohlam jangan menarik pada bagian kabel. • Bohlam tipe “a” dan “b” dipakai pada lampu depan dan biasanya memakai holder. ----> Ganti bohlam. Sambungkan posisi positive pocket tester keterminal “1” dan kabel negative tester ke terminal “2”. 1. atau thinner.. dan kemampuan penyinaran. Putus→ Ganti bohlam. jauhkan tangan anda. • Jangan menyentuh langsung pada kaca bohlam hindari dari oli dan cairan lain. Periksa: • Kondisi bohlam (putus tidaknya) (dengan pocket tester) Putus → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: Sebelum pemakaian. biarkan bohlam biarkan bohlam mendingin terlebih dahulu. sistim penyambungan. hal ini akan mempengaruhi umur bohlam. jika kaca tersentuh oleh oli. a. socket bohlam. 2. rusak/aus → perbaiki. atau keduanya. Tipe bohlam Bermacam-macam tipe bohlam yang dipakai pada sepeda motor. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Memeriksa kondisi bohlam Ikuti prosedur dibawah ini. seperti gambar di bawah. b. jarum pada posisi “0” dan range “Ω × 1”. atau ganti bohlam. • Bohlam tipe “c” dipakai pada lampu sein dan lampu rem/belakang. setel pocket tester. ECA3C11001 PERHATIAN: • Pegang pada bagian socket.KOMPONEN KELISTRIKAN EWA3C11001 EAS27990 PERINGATAN MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM Periksa kondisi bohlam dan socket bohlam dari karat. juga hubungan antar terminal. cara melepasnya dengan menarik keluar dari socket dengan hati-hati. dan periksa kondisi bohlam. Pasangkan kabel positive tester ke terminal “1” dan kabel negative tester ke terminal "3". atau kain yang dibasahi dengan alcohol. sebelum melepas bohlam. dan periksa kondisi bohlam.

ganti sekring. jika terlihat tidak ada hubungan. Pasang: • Jok/tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1 EAS28030 MEMERIKSA SEKRING ECA3C11002 PERHATIAN: MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY EWA13290 Untuk menghindari hubungan pendek.KOMPONEN KELISTRIKAN Memeriksa kondisi socket bohlam. hal ini akan mengakibatkan luka bakar yang serius. lampu dan sistim pengapian yang tidak berfungsi dan dapat menimbulkan bahaya kebakaran. ikuti prosedur pemeriksaan dibawah ini. c. putar kunci kontak pada posisi “OFF” jika memeriksa sekring atau mengganti sekring. • Setrom Battery dengan ventilasi yang cukup • Jauhkan Battery dari api. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERINGATAN Pasang pocket tester dengan posisi “Ω × 1”. Pasang bohlam yang bagus pada socket. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C b. Putar kunci kontak pada posisi "ON". b. b. untuk memeriksa kondisi socket. dengan amper yang sama. Periksa: • Socket bohlam (dari penyambungan) (dengan pocket tester) tidak terhubung → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: EWA13310 a. Pasang sekring pengganti yang baru. c. 2. 1. 8-61 . 1. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. Ikuti prosedur dibawah ini. untuk penanganannya: • Pergunakan pelindung mata. Ganti: • Sekring yang putus Battery mengandung gas yang mudah terbakar dan mengandung asam sulfat yang beracun yang berbahaya dan bersifat merusak. hal ini akan mengakibatkan kerusakan pada sistim kelistrikan antara lain. dan gas (a. Untuk itu ikuti petunjuk dibawah ini. d. kompor listrik. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. a. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. periksa sistim rangkaian kabel kelistrikan Nama Sekring PERINGATAN MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Besarnya amper 20 A Jmlh 1 Periksa semua socket dari sistim penyambungan sama halnya dengan pemeriksaan bohlam lampu. TINDAKAN PERTAMA JIKA TERKENA BADAN BAGIAN LUAR • Kulit — cuci dengan air • Mata — rendam air selama 15 menit. • Hindari kontak badan anda dengan cairan battery. Jika jarum pocket tester tidak bergerak “∞”. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS28000 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Jangan sekali-kali menggunakan sekring. • JANGAN MEROKOK pada saat menangani dan menyetrom Battery. Periksa: • Sekring a.l. Jika sekring terputus kembali. Pasang pocket tester pada sekring. dan periksa kondisi sekring. dan periksa sistim aliran listrik. korek api. saat anda bekerja menangani Battery. Pasang pocket tester pada kabel yang berhubungan dengan socket bohlam. ganti socket bohlam.. rokok). • JAUHKAN BATTERY DAN CAIRAN BATTERY DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK. Periksa sistim penyambungan socket. dan segera bawa ke dokter mata. mesin las. sumber panas. dengan amper yang lebih tinggi dari spesifikasi standart. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4.

Periksa: • Kondisi Battery 8-62 . • Kabel positive tester → terminal positive battery • Kabel negative tester → terminal negative battery CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Ini adalah battery tipe sealed/MF. 2 1 3. A. dan segera bawa ke dokter. hal ini akan merusak battery. berbeda jika dibandingkan dengan battery biasa. dan ketinggian air battery. Hubungan antara voltase Battery. • Waktu penyetruman.0 V Waktu penyetroman = 6. minyak sayur. jika akan menyetrum battery tipe MF. dan pemeriksaan berat jenis air battery Untuk itu. jangan membuka seal. Untuk itu diperlukan alat penyetrum khusus. dan pemeriksaan air battery tidak diperlukan. Memeriksa pengisian battery. dan voltase penyetruman untuk battery MF. Voltase Battery (V) B. dapat dilihat pada tabel dibawah. sehingga tidak diperlukan memeriksa voltase tiap sel. voltase jika terminal positive dalam kondisi terlepas). untuk melihat kondisi Battery. Waktu penyetroman (jam) C. CATATAN: • Penyetruman battery MF tidak dapat dilakukan jika dalam kondisi rangkaian terbuka/ open-circuit (a. Pasangkan pocket tester pada terminal battery. b. dan waktu penyetroman pada suhu 20 °C (68 °F) D.5 jam Kondisi pengisian battery = 20–30% Battery MF menggunakan seal yang tidak bisa dibuka. ECA3C11003 PERHATIAN a. • Tidak perlu dilakukan penyetroman. Battery MF memerlukan metode penyetruman yang memerlukan kehati-hatian. Lepaskan: • Battery 4. jika voltase battery 12. Untuk penambahan air battery. dapat dilakukan dengan melihat voltase battery melalui terminal Battery. kondisi plat battery.8 V. 1. tergantung temperatur. 2. dan selanjutnya kabel positive battery “2”. Jika battery mengalami overcharge.KOMPONEN KELISTRIKAN BAGIAN DALAM • Minum air sebanyak-banyaknya.. amper pengisian. atau minum susu. Lepaskan: • Kabel battery (dari terminal battery) ECA13640 PERHATIAN: Pertama-tama lepaskan kabel negative battery “1”. air Battery akan mengalami penurunan. Hal ini bervariasi. sebagai contoh Contoh Voltage Battery= 12.l. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.

• Sebelum melepas kabel battery charger yang terpasang pada terminal battery. arus pengisian yang tinggi. matikan terlebih dahulu battery charger. jangan menyalakan battery charger sebelum kabel Battery charger terpasang pada battery.KOMPONEN KELISTRIKAN • Jika pada saat proses penyetroman. Voltage (V) Waktu (menit) Penyetruman Suhu ruang 20 °C (68 °F) Periksa voltase MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Metode penyetroman dengan variable-current (voltase) charger a.) • Untuk menghindari loncatan api. Kondisi kapasitas setrom Battery (%) C. matikan untuk sementara Battery charger. lepaskan battery dari sepeda motor . Pasangkan Battery charger. dan setelah dingin. • Pada saat melakukan penyetroman battery. (jika melakukan penyetroman dalam kondisi terpasang. akan stabil setelah 30 menit dari proses penyetroman. dan monitor amper pengisian setiap 3–5 menit pada Battery 8-63 . dan jika voltase terlalu tinggi battery dapat over charger. untuk itu. Pastikan amper pengisian lebih tinggi dari amper pengisian standard yang tertulis pada battery. CATATAN: Naikkan voltase pengisian hingga 16–17 V. tunggu hingga 30 menit kemudian. menggambarkan voltase Battery MF. Jika kabel tidak terpasang dengan kuat. akan menimbulkan loncatan api. • Jangan menggunakan high-rate battery charger. lakukan penyetroman kembali. Suhu ruang 20 °C (68 °F) LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. • Gambar illustarsi di bawah. Voltase Battery (V) B. Ukur kondisi voltase Battery sesungguhnya CATATAN: Pengukuran voltase harus dilakukan 30 menit setelah mesin dimatikan. ammeter pada Batttery dan lakukan penyetroman. ECA13670 PERHATIAN: • Jangan melepas seal cap MF battery. Setrom: • Battery (lihat metode penyetroman pada gambar ilustrasi) EWA13300 PERINGATAN Jangan lakukan penyetroman cepat pada battery. CATATAN: Jika amper pengisian lebih rendah dari standard amper pengisian yang tertulis pada battery. dapat mengakibatkan panas yang berlebihan dan rusaknya plat battery • Jika memungkinkan lakukan penyetroman berkala dengan battery charger. setel voltase pengisian dengan 20–24 V. Battery tidak terisi. hati-hati jangan sampai terjadi overcharge pada battery. timbul panas pada battery. B. c. • Pastikan penjepit battery charger terpasang dengan kuat pada terminal battery dan tidak terjadi hubungan pendek. b. dan tunggu beberapa saat untuk pendinginan. A. E. D. jika voltase terlalu rendah. dan kecepatan pengisian yang cepat. jika akan mengukur voltase Battery A. lepaskan kabel negative battery. C. dari terminal Battery.

Pasang charger dan ammeter pada battery. g.Ganti battery. Jiika penyetroman telah lebih dari 5 jam.0 V --. Pasang: • Battery 7. dan arus pengisian tidak bertambah. dan lakukan penyetroman. EAS28040 Metode penyetroman dengan constant volage charger a. ganti relay.Penyetroman telah penuh 12. Lumasi: • Terminal battery Pelumas yang disarankan Gemuk Dielectric 10. ganti battery. c. setelah berhenti melakukan penyetroman. dan selanjutnya kabel negative battery “2”.Ganti battery.8 V lebih --.Pengisian sempurna 12. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 12. CATATAN: Pengukuran dilakukan 30 menit setelah mesin dimatikan. 8-64 . jika tidak ada perubahan amper pengisian. Battery charger tidak dapat mengisi MF battery dan untuk tipe ini tidak dapat dipergunakan. Ukur voltase battery. Atur waktu penyeteruman sesuai dengan kondisi voltase Battery.8 V lebih --. • Standard arus pengisian tidak bertambah. jika tidak tersambung. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6. Setel voltase sehingga amper mengikuti standard pengisian e. naikkan arus pengisian. Battery dalam kondisi baik. d. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C 1. Ukur voltase battery sesungguhnya.7 V kurang --.Pasang: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. d. 1 2 8. b. setel voltase pengisian. 30 menit setelah battery selesai penyetruman 12. Periksa: • Terminal battery Kotor→ bersihkan dengan sikat kawat Sambungan kendor → perbaiki sambungan 9. dibawah 12. Setrom battery hingga voltase Battery 15 volt. e. 2. CATATAN: MEMERIKSA RELAY Periksa penyambungan relay dengan pocket tester.Perlu penyetroman dibawah 12.KOMPONEN KELISTRIKAN • Standard arus pengisian bertambah. CATATAN: Jika arus pengisian Battery lebih rendah dari standart arus pengisian yang tertulis pada battery charger. Pasang: • Kabel Battery (ke terminal battery ) ECA13630 PERHATIAN: Pertama.7 V kurang --.0 V --. Ukur voltase battery 30 menit kemudian. sambungkan kabel positive battery “1”. Pastikan amper pengisian lebih tinggi dari amper pengisian yang tertulis paba battery. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) dan battery (12 V) ke terminal relay seperti gambar Periksa cara kerja relay diluar spesifikasi → Ganti Setel waktu penyetroman 20 jam (maximum). f. Lepaskan relay dari kabel bodi.Pengisian kurang .

KOMPONEN KELISTRIKAN
Starter relay Relay motor kipas radiator

1

2

1

3

3
R R/W Gy L/W

4

2
W/Y L Br R

4

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”) Starting circuit cut-off relay
EAS3C11001

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”) MEMERIKSA RELAY SINYAL BELOK 1. Periksa: • Voltase masuk relay sinyal belok diluar spesifikasi → rangkaian kabel dari kunci kontak ke coupler relay sinyal belok rusak harus diperbaiki Voltase masuk relay sinyal belok DC 12 V a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada terminal relay sinyal belok seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → coklat/brown “1” • kabel negative tester → masa/ground
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

3

2
R/B L/W R/W L/B

4

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”)

Br/W Br

1

8-65

KOMPONEN KELISTRIKAN
b. Putar kunci kontak ke arah “ON”. c. Ukur voltase masuk relay sinyal belok
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Voltase keluar relay sinyal belok diluar spesifikasi → Ganti Voltase keluar relay sinyal belok DC 12 V a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada relay sinyal belok seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → coklat/putih (brown/white) “1” • Kabel negative tester → masa/ground
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

Tersambung Kabel positive tester → sky blue (biru langit)“1” Kabel negative tester → red/black (merah/hitam) “2” Tidak tersambung Kabel positive tester → red/black (merah/hitam) “2” KLabel negative tester → sky blue (biru langit) “1”

1
Sb R/B

2
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1
Br/W Br

a. Lepaskan diode dari kabel bodi b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) pada terminal diode seperti gambar c. Periksa diode dari penyambungan d. Periksa diode dari tidak tersambung
EAS28060

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

b. Putar kunci kontak ke arah “ON”. c. Ukur voltase keluar relay sinyal belok
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28050

MEMERIKSA CAP BUSI/ SPARK PLUG CAP 1. Periksa: • Tahanan cap busi diluar spesifikasi → ganti Tahanan 3,75–6,25 kΩ a. Lepaskan cap busi, dari kabel busi
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA DIODE 1. Periksa: • Diode diluar spesifikasi → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C
CATATAN:

b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1k) pada cap busi seperti pada gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C

Pocket tester atau analog pocket tester, terbaca seperti tabel di samping atas

8-66

KOMPONEN KELISTRIKAN
Tahanan coil secondary 8,64–12,96 kΩ pada 20 °C (68 °F) a. Lepaskan cap busi dari ignition coil.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

b. Pasang pocket tester (Ω × 1k) pada ignition coil seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → orange “1” • Kabel negative tester → kabel busi “2”

c. Mengukur tahanan cap busi
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28090

MEMERIKSA IGNITION COIL 1. Periksa: • Tahanan coil primary *diluar spesifikasi → Ganti Tahanan coil primary 2,16–2,64 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Lepaskan conector ignition coil dari terminal ignition coil. b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) ke ignition coil seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → orange “1” • Kabel negative tester → red/white (merah/putih) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

2
c. Ukur tahanan coil secondary.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28930

MEMERIKSA LONCATAN BUNGA API 1. Periksa: • Loncatan api/Ignition spark gap diluar spesifikasi → lihat trouble shooting sistim pengapian, mulai tahap 5. lihat bagian “TROUBLESHOOTING” halaman 8-3. Loncatan api minimum 6,0 mm (0,24 in)
CATATAN:

2

1 c. Ukur tahanan coil primary.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

Jika jarak loncatan api sesuai spesifikasi, rangkaian sistim pengapian dalam kondisi baik a. Lepaskan cap busi dari kabel busi.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

2. Periksa: • Tahanan coil secondary diluar spesifikasi → Ganti

b. Pasang ignition checker “1” seperti gambar.

8-67

KOMPONEN KELISTRIKAN
Ignition checker 90890-06754 Opama pet-4000 spark checker YM-34487

R W

1

2

b. Ukur tahanan crankshaft position sensor.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28130

2. Cap busi

c. Putar kunci kontak ke “ON” dan engine stop switch ke “ ”. d. Ukur jarak loncatan api “a”. e. Putar mesin dengan menekan tombol starter “ ” atau dengan starter kaki. dan secara perlahan jauhkan jarak celah api pada ignition checker hingga loncatan api terputus .
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28120

MEMERIKSA LEAN ANGLE SENSOR 1. Buka: • Lean angle sensor 2. Periksa: • Voltase keluar Lean angle sensor diluar spesifikasi → Ganti Voltase keluar Lean angle sensor kurang dari 65°: 0,4–1,4 V lebih dari 65°: 3,7–4,4 V a. Pasang coupler lean angle sensor pada kabel bodi. b. Pasang pocket tester (DC 20 V) pada coupler lean angle sensor seperti gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → yellow/green (kuning/hijau) “1” • kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR 1. Lepaskan: • Coupler crankshaft position sensor (dari kabel bodi) 2. Periksa: • Tahanan crankshaft position sensor diluar spesifikasi → Ganti unit crankshaft position sensor/unit stator. Tahanan crankshaft position sensor 248–372 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasang pocket tester ( Ω × 100) pada coupler crankshaft position sensor seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → red (merah) “1” • Kabel negative tester → white (putih) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

c. Putar kunci kontak ke “ON”. d. Miringkan lean angle sensor pada 65°.

8-68

KOMPONEN KELISTRIKAN
e. Ukur voltase keluar dari lean angle sensor.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28940

MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER 1. Periksa: • Cara kerja motor starter Tidak bekerja → lihat troubleshooting sistim starter, pada tahap 4. lihat bagian “TROUBLESHOOTING” halaman 8-9. a. Sambungkan terminal positive battery “1” dan kabel starter motor “2” dengan kabel “3”.
EWA13810

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → white (putih) “1” • Kabel negative tester → white (putih) “2” • Kabel positive tester → white (putih) “1” • kabel negative tester → white (putih)“3” • Kabel positive tester → white (putih)“2” • Kabel negative tester → white (putih) “3”

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

PERINGATAN

• Pergunakan kabel jumper yang lebih besar dari kabel Battery, jika tidak kabel dapat terbakar. • Pemeriksaan ini dapat menimbulkan loncatan api. untuk itu, jauhkan benda yang terbakar dari sekitarnya.

1 2

W W W

3

b. Ukur tahanan stator coil.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28170

b. Periksa cara kerja motor starter.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28150

MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR 1. periksa: • Voltase pengisian diluar spesifikasi → Ganti rectifier/regulator. Voltase pengisian 14 V pada 5000 r/min a. Pasang engine tachometer pada kabel busi. b. Pasang pocket tester (DC 20 V) pada coupler rectifier/regulator seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA STATOR COIL 1. Lepaskan: • Coupler stator coil (dari kabel bodi) 2. Periksa: • Tahanan stator coil diluiar spesifikasi → Ganti crankshaft position sensor/unit stator. Tahanan stator coil 0,448–0,672 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) pada coupler stator coil coupler sperti pada gambar
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

8-69

KOMPONEN KELISTRIKAN
• Kabel positive tester → red (merah) “1” • Kabel negative tester → black (hitam) “2” c. Ukur tahanan horn .
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Suara klakson/Horn suara sember → setel, atau ganti a. Pasang battery (12 V) tpada horn. b. Putar mur penyetel ke arah “a” atau “b” hingga spesifikasi suara baik
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

W W W R B

1

2

c. Hidupkan mesin pada putaran 5000 r/min. d. Ukur voltase pengisian
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28180

a

b

MEMERIKSA KLAKSON/ HORN 1. Periksa: • Tahanan Klakson/Horn diluar spesifikasi → Ganti Tahanan coil 4,30–4,80 Ω pada 20 °C a. Lepaskan connector dari terminal horn. b. Pasang pocket tester (Ω × 1) pada terminal Horn Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → terminal horn “1” • Kabel negative tester → terminal horn “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28220

MEMERIKSA SENDER BAHAN BAKAR 1. Lepaskan: • Coupler unit pompa bahan bakar (dari kabel bodi) 2. Lepaskan: • Tangki bahan bakar 3. Lepas: • Unit pompa bahan bakar (dari dalam tangki bensin) 4. Periksa: • Tahanan sender bahan bakar diluar spesifikasi → Ganti unit pompa bensin. Sender bahan bakar Tahanan unit sender bensin (penuh) 4,0–10,0 Ω pada 20 °C (68 °F) Tahanan unit sender bensin (kosong) 90,0–100,0 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasang pocket tester ( Ω × 100) pada coupler sender bahan bakar seperti pada gambar.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → green (hijau)“1” • Kabel negative tester → black (hitam) “2”

2

8-70

dan isi gelas dengan coolant “2”. • Tangani sensor temperature coolant dengan hati-hati. d. Periksa: • Motor kipas radiator rusak/tidak berputar → ganti a. Lepaskan coupler motor kipas radiator dari kabel bodi. Panaskan coolant secara perlahan. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. Pasang: • Sensor temperature coolant 8-71 . Jika sensor temperature coolant terjatuh. Pasangkan battery (DC 12 V) seperti gambar • Kabel negative Battery → blue (biru) “1” • Kabel positive Battery → black (hitam) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3 1 2 b. Tahanan sensor temperatur coolant 310–326 Ω pada 80 °C (176 °F) a. rendam sensor temperatur coolant “1” pada gelas. Periksa: • Tahanan sensor temperatur coolant. Masukan thermometer “3” pada coolant. e. diluar spesifikasi → ganti. b. 1 L B CATATAN: Pastikan terminal sensor temperatur coolant dalam kondisi kering. Periksa tahanan sensor temperatur coolant. ganti segera. • Jangan sampai sensor temperatur coolant terbentur benda keras. Lepas: • Sensor temperature coolant EWA14130 PERINGATAN b. dan biarkan menjadi dingin hingga suhu spesifikasi. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4 3 c. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL c. Pasangkan pocket tester (Ω × 100) pada terminal sensor temperature coolant seperti pada gambar. Periksa putaran motor kipas radiator. Gerakan pelampung sender ke posisi minimum “3”/dan posisi maximum “4” .KOMPONEN KELISTRIKAN EAS28260 2 1 G B R/W Y MEMERIKSA SENSOR TEMPERATUR COOLANT 1. 2 c. 2. Ukur tahanan sender bahan bakar LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS28250 MEMERIKSA KIPAS MOTOR RADIATOR 1.

seperti pada gambar. Buka secara perlahan handel gas. Pasangkan tester digital pada terminal coupler unit throttle body sensor. Voltase output Throttle position sensor (posisi menutup) 0. atau berubah dengan kasar dan tiba-tiba → Ganti throttle body.00–101.32 kPa a. Voltase masuk throttle position sensor 5 Volt (blue-black/blue) (biru–hitam/biru) c. diluar spesifikasi → ganti/perbaiki kabel bodi. voltase tidak berubah. Ukur voltase pemasukan throttle position sensor. Throttle position sensor 1. seperti pada gambar. ganti segera. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada coupler unit throttle body sensor seperti pada gambar. 13 ft·lb) d. • Tangani unit throttle body sensor dengan penuh hati-hati.8 m·kg. R. diluar spesifikasi (posisi menutup) → Ganti throttle body. Periksa : • Voltase out put Intake air pressure sensor diluar spesifikasi → Ganti throttle body. 1 3 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Intake air pressure sensor (Sensor tekanan udara masuk) 1. • Jangan sampai unit throttle body sensor terbentur benda keras. Periksa: • Throttle position sensor a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada terminals coupler unit throttle body sensor. • kabel positive tester → terminal yellow/blue (kuning/biru) “3” • kabel negative tester → terminal black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM T. Voltase out put Intake air pressure sensor 0.73 Volt (Y/L . Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → pink/white (merah jambu/putih) “1” • Kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 8-72 .000 V pada 20.63–0. Digital circuit tester 90890-03174 Model 88 Multimeter with tachometer YU-A1927 • Kabel positive tester → terminal biru “1” • Kabel negative tester → terminal black/blue (hitam/biru) “2” b.789–4. dan periksa penambahan voltase output throttle position sensor.B/L) (kuning/biru–hitam/biru) EAS3C11029 MEMERIKSA UNIT THROTTLE BODY SENSOR EWA3C11011 PERINGATAN • Jangan membongkar unit throttle body sensor. jika unit throttle body sensor terjatuh.KOMPONEN KELISTRIKAN Sensor temperatur coolant 18 Nm (1.

Lepaskan coupler FID (fast idle solenoid) dari kabel bodi.3 kΩ a. Tahanan FID (fast idle solenoid) 31.5–38. Periksa: • Tahanan FID (fast idle solenoid) a. Pasang pocket tester ( Ω × 1k) pada coupler unit throttle body sensor seperti pada gambar. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Intake air temperature sensor (sensor temperatur udara masuk) 1. b. Pasang pocket tester (Ω × 10) pada terminals dari FID (fast idle solenoid).5 Ω MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2 1 b. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → brown/white (coklat/putih) “1” • kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2 1 b. • Kabel positive tester → terminal brown (coklat) “1” • Kabel negative tester → terminal yellow/red (kuning/merah) “2” Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C c. Ukur tahanan FID (fast idle solenoid) diluar spesifikasi → Ganti unit throttle body. Ukur tahanan intake air temperature sensor LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 8-73 . c.KOMPONEN KELISTRIKAN EAS3C11002 MEMERIKSA FID (FAST IDLE SOLENOID) 1. Periksa: • Tahanan sensor Intake air temperature diluar spesifikasi → Ganti throttle body Tahanan Intake air temperature sensor 5. Putar kunci kontak ke posisi “ON”. Lepaskan: • Coupler FID (fast idle solenoid) 2. Ukur output voltage intake air pressure sensor.7–6.

................................................... 9-3 PENGENDALIAN TIDAK STABIL....... 9-2 PEDAL PEMINDAH GIGI SULIT BERGERAK . 9-1 PERFORMANCE BURUK PADA PUTARAN MENEGAH DAN TINGGI..........................................................................................9-2 SULIT DALAM PERPINDAHAN GIGI.......9-2 KOPLING TIDAK LANCAR ........................................... 9-3 GARPU DEPAN TIDAK SEMPURNA .....................................................................TROUBLESHOOTING TROUBLESHOOTING.......................................... 9-3 SISTIM PENERANGAN DAN SINYAL BERMASALAH................................................................9-2 PANAS BERLEBIHAN/OVERHEATING ...............................................................................................................................9-1 PUTARAN MESIN TIDAK TEPAT ...........9-2 PERPINDAHAN GIGI MELONCAT............................................................................................................. 9-4 9 .........................9-3 PERFORMANCE PENGEREMAN YANG BURUK...........................................................................................................9-2 TERLALU DINGIN/OVERCOOLING.. 9-1 INFORMASI UMUM ..9-1 KEGAGALAN START .......................................................................

Ignition system • ECU rusak • Crankshaft position sensor rusak • Pin pasak generator rotor rusak 6. lemahnya ring piston • Ring piston lengket/macet • Piston macet dan rusak 3. Sistim starter • Motor starter rusak • Starter relay rusak • Starting circuit cut-off relay rusak • Starter clutch rusak EAS28490 PUTARAN LANGSAM MESIN BURUK Mesin 1. tidak bisa meliput semua masalah. Saringan udara/Air filter • Pemasangan saringan udara tidak tepat • Tersumbatnya saringan udara mesin 4. Busi/Spark plug • Celah busi tidak tepat • Tingkatan busi salah • Busi mati • Elektroda busi aus • insulator busi rusak • Cap busi rusak 4. Ignition coil • Bodi ignition coil retak • Lilitan primary dan secondary putus • Kabel busi rusak 5. Throttle body • Joint throttle body kendor • Gerak bebas handel gas tidak tepat • Throttle body masuk air • Air induction system rusak 9-1 . EAS28470 KEGAGALAN START mesin 1. hanya bisa membantu dan memberikan petunjuk dasar troubleshooting untuk itu. Piston dan ring piston • Pemasangan ring piston tidak tepat • Patah. Cylinder dan cylinder head • Kelonggaran klep tidak tepat • Komponen penggerak klep rusak 2. dan mengganti komponen spare parts. Sekring • Sekring putus • Pemasangan sekring salah 3. lihat juga prosedur manual cara-cara untuk memeriksa. Crankcase dan crankshaft • Pemasangan crankcase tidak tepat • Crankshaft macet Sistim bahan bakar 1. Saklar dan kabel • Kunci kontak rusak • Engine stop switch rusak • Kabel putus • Neutral switch rusak • Tombol starter rusak • Switch kopling rusak • Masa kabel kurang • Sambungan kendor 7. Aus. Pompa bahan bakar • Pompa tidak berfungsi • Relay pompa bensin rusak 3. Tangki bensin • Bensin habis • Filter bensin tersumbat • Adanya kontanimasi bahan bakar 2. Battery • Penyetruman battery kurang • Battery rusak 2. Throttle body • Bahan bakar yang memburuk • Udara tersumbat Kelistrikan 1.TROUBLESHOOTING EAS28450 TROUBLESHOOTING EAS28460 INFORMASI UMUM CATATAN: Petunjuk troubleshooting dibawah ini. Cylinder dan cylinder head • Busi kendor • Baut cylinder head dan cylinder kendor • Gasket cylinder head rusak • Gasket cylinder rusak • Aus atau longgarnya cylinder • Kelonggaran klep tidak tepat • Tidak sempurnanya seal klep • Bocornya klep dan dudukan klep • Valve timing tidak tepat • Per klep rusak • Klep macet 2. Saringan udara • Saringan udara tersumbat Sistim bahan bakar 1. menyetel.

Kopling • Per kopling tidak rata • Pressure plate aus • Plat kopling bengkok • Kampas kopling bergelombang • Clutch push rod bengkok • Clutch boss rusak • Bushing primary driven gear aus 2. Saringan udara • Saringan tersumbat Sistim bahan bakar 1. Busi/Spark plug • Celah busi salah • Tingkatan busi tidak tepat • Busi mati • Electroda busi rusak • Insulator busi rusak • Cap busi rusak 3. Oli mesin • Ketinggian oli kurang 9-2 . EAS28540 PEDAL PEMINDAH GIGI TIDAK LANCAR As pemindah gigi • As pemindah gigi bengkok Shift drum dan shift forks • Alur shift drum rusak • Shift fork macet • Shift fork guide bar bengkok Transmisi • Gear transmisi aus • Adanya material lain pada transmission gears • Pemasangan transmisi tidak benar PANAS MESIN BERLEBIHAN Mesin 1. Oli mesin • Ketinggian oli mesin kurang • Kekentalan oli salah (tinggi) • Oli yang memburuk EAS28600 PERFORMANCE PUTARAN MENENGAH DAN TINGGI BURUK lihat bagian “KEGAGALAN STARTING ” hal 9-1. Battery • Battery kurang setrom • Battery rusak 2. Oli mesin • Ketinggian oli mesin tidak tepat • Kekentalan oli salah (rendah) • Oli memburuk Kopling macet 1. Ignition system • ECU rusak • Crankshaft position sensor rusak • Pin pasak generator rotor rusak EAS28510 EAS28550 PERPINDAHAN GIGI LONCAT As pemindah gigi/Shift shaft • Posisi shift pedal tidak tepat • Stopper lever tidak sempurna Shift forks • Shift fork aus Shift drum • Gerak axial tidak sesuai • Alur shift drum rusak Transmisi • Gear dog aus EAS28560 KOPLING RUSAK Kopling selip 1. Kopling • Pemasangan kopling tidak tepat • Penyetelan kabel kopling tidak tepat • Per kopling kendor • Plat kopling aus • Kampas kopling aus 2. Mesin 1. Ignition coil • Putusnya coil primary atau secondary • Kabel busi rusak • Retaknya ignition coil 4.TROUBLESHOOTING Sistim kelistrikan 1. Pompa bahan bakar • Pompa bensin rusak EAS28530 PERPINDAHAN GIGI SULIT Perpindahan gigi sulit lihat bagian “Kopling tidak lancar”. Aliran coolant tersumbat • Cylinder head dan piston • Banyak endapan carbon 2.

Rem • Rem macet Sistim kelistrikan 1. Kaki-kaki garpu depan • Ketinggian oli shock tidak rata • Tekanan per tidak sama (antara garpu kanan dan kiri) • Per patah • Inner tube bengkok. Thermostat • Thermostat macet kondisi menutup 5. Tromol rem • Sepatu rem aus • Tromol rem aus • Gerak bebas pedal rem tidak sesuai • Posisi tuas camshaft rem tidak tepat • Posisi sepatu rem tidak sempurna • Rusak/patahnya per sepatu rem • Terdapat oli atau gemuk pada sepatu rem • Terdapat oli atau gemun pada tromol rem • Batang torsi rem lepas/patah EAS28650 TIDAK SEMPURNANYA GARPU DEPAN Kebocoran oli • Bengkok. Disc brake • Kampas rem aus • Piringan rem aus • Terdapat udara pada sistim hydraulic • Minyak rem bocor • Kit caliper rem rusak • Seal caliper rem rusak/bocor • Baut union kendor • Selang rem bocor PENGENDALIAN TIDAK STABIL 1. Radiator • Radiator rusak/bocor • Tutup radiator rusak • Rusaknya fin radiator 3. Ignition system • Kerusakan ECU EAS28610 • Terdapat oli atau gemuk pada piringan rem • Terdapat oli atau gemuk pada kampas rem • Ketinggian minyak rem terlalu rendah 2. Komponen steering head • Salah pemasangan bracket atas • Salah pemasangan bracket bawah (salah pengencangan mur ring) • Tangkai kemudi bengkok • Ball bearing atau bearing race rusak 3.TROUBLESHOOTING • Kekentalan oli tidak sesuai • Oli rendah mutunya Sistim pendinginan/Cooling system 1. Thermostat • Thermostat macet kondisi terbuka EAS28640 KEMAMPUAN PENGEREMAN BURUK 1. Lengan ayun • Bearing aus • Swingarm bengkok/rusak 9-3 . Air pendingin/Coolant • Ketinggian air rendah 2. Tangkai kemudi/handle bar • Bengkok atau salah posisi tangkai kemudi 2. Selang dan Pipa • Selang bocor • Sambungan selang tidak sempurna • Pipa pecah • Sambungan pipa bocor Sistim bahan bakar 1.rusak atau karat pada inner tube • Baret atau rusaknya outer tube • Pemasangan seal oli tidak sempurna • Seal oli sobek/aus • Ketinggian oli shock tidak standart (tinggi) • Baut damper rod kendor • Washer tembaga baut damper rod rusak • Pecah/rusaknya O-ring baut cap Tidak berfungsi • Bengkok atau baret inner tube • bengkok atau baret outer tube • Patah/rusak per garpu depan • Bengkok/rusak damper rod • Oli schock tidak sesuai spesifikasi • Ketinggian oli shock tidak standart EAS28670 MESIN TERLALU DINGIN Sistim pendinginan/Cooling system 1. Pompa air • Rusaknya pompa air 4. Throttle body • Rusak atau kendornya joint throttle body 2. atau rusak • Outer tube bengkok atau rusak 4. Saringan udara/Air filter • Saringan udara tersumbat/kotor Rangka/Chassis 1. Busi/Spark plug • Celah busi tidak starndart • Tingkat panas busi tidak sesuai 2.

Roda • roda tidak balance • Cast wheel berubah bentuk • Bearing roda rudak • As roda rusak atau bengkok • Roda oleng 8. Unit shock absorber belakang • Per shock absorber tidak berfungsi • Kebocoran oli 6. Ban • Tekanan ban tidak sesuai (depan dan belakang) • Tekanan angin kurang • Keausan ban tidak sama 7.TROUBLESHOOTING 5. Rangka/Frame • Rangka bengkok • Steering head pipe rusak • Pengencangan kurang pada bearing race EAS28710 • Bohlam terbakar • Sambungan tidak sempurna • Kabel bodi rusak • Rangkaian masa/ground kurang • Battery rusak • Sekring tidak sesuai Nyala sinyal belok lambat • Relay rusak • Kunci kontak rusak • Saklar sein rusak • Kapasitas bohlam tidak sesuai Nyala sinyal tidak stabil • Relay rusak • Salah satu bohlam putus Nyala sinyal terlalu cepat • Bolam tidak sesuai • Relay rusak • Salah satu bohlam putus Klakson/Horn mati • Salah penyetelan klakson • Klakson rusak • Kunci kontak rusak • Tombol klakson rusak • Battery rusak • Sekring putus • Kabel bodi rusak LAMPU DAN SINYAL TIDAK MENYALA Lampu depan tidak menyala • Bohlam putus • Terlalu banyak asesoris kelistrikan • Arus pengisian battery tidak sesuai • Penyambungan tidak sempurna • Masa/ground kurang • Saklar buruk • Bohlam lampu depan terputus Lampu depan terbakar • Bohlam lampu tidak berkualitas • Battery rusak • Tidak berfungsinya rectifier/regulator • Masa/ground tidak bagus • Kunci kontak rusak • Saklar lampu rusak • Umur bohlam habis Lampu belakang/rem putus • Bohlam lampu kualitas rendah • Terlalu banyak aksesoris kelistrikan • Sambungan tidak sempurna • Lampu terbakar Lampu belakang/rem terbakar • Kualitas lampu rendah • Battery rusak • Penyetel lampu rem rusak • Umur bohlam habis Lampu sein tidak menyala • Saklar sein rusak • Relay saklar rem rusak 9-4 .

Lampu posisi/lampu senja 47. Lampu sinyal belok belakang kanan 45. Diode 14. Relay motor kipas radiator 50. Starting circuit cut-off relay 10. FID(fast idle solenoid) 26. Unit lampu depan 46. Lampu peringatan panas mesin/Coolanttemperature warning light 54. Saklar tangkai kemudi kanan 11. Lampu sinyal belok belakang kiri 44. Saklar sinyal belok 40. Motor starter 8. Relay sinyal belok 33. Tachometer 56. Saklar Pass 37. Tombol starter 12. Lampu sinyal belok depan-kanan 43. Sender bahan bakar/Fuel sender 29. Lampu belakang/rem 32. Ignition coil 24. ECU (engine control unit) 23. Starter relay 9. Switch rem depan/Front brake light switch 31. Pompa bensin/Fuel pump 28. Indikator lampu jauh 1. Meter guide/Fuel gauge 55. Kunci kontak/Main switch 5. Lean angle sensor 21. Condenser 51. Motor kipas radiator 49. Conector Self-diagnosis signal 22. Indikator sinyal belok 3. Switch netral 15. Coolant temperature sensor 20. Engine stop switch 13. Unit Throttle body sensor. Saklar lampu 36. Switch rem belakang/Rear brake light switch 30. Battery 7. Lampu meter/Meter light 2. Switch kopling 41. Saklar dimmer 38. Intake air temperature sensor 18. 16. Crankshaft position sensor 59. AC magneto 58. Throttle position sensor 19. Sekring/Fuse 6. Klakson/Horn 34. Tombol klakson/Horn switch 39. Unit meter 52.EAS28740 EAS28750 ichsan iskandar DIAGRAM KELISTRIKAN V-IXION 57. Intake air pressure sensor 17. Lampu sinyal belok depan-kiri 42. B u s i / Spark plug 25. Fuel injector 27. Lampu mesin bermasalah/Engine trouble warning light 53. lampu depan 48. Rectifier/regulator 4. Saklar tangkai kemudi kiri 35. Lampu indikator neutral KODE WARNA B Br Ch Dg G Gy L Lg O P R Sb W Y B/L Br/L Br/W G/R G/W G/Y L/B L/W O/B P/W R/B R/L R/W W/Y Y/G Y/L Y/R Black (Hitam) Brown (Coklat muda) Chocolate(Coklat tua) Dark green (Hijau tua) Green (Hijau) Gray (Abu-abu) Blue (Biru) Light green (Hijau muda) Orange Pink (Merah muda) Red (Merah) Sky blue (Biru langit) White (Putih) Yellow (Kuning) Black/Blue (Hitam/Biru) Brown/Blue (Coklat muda/Biru) Brown/White (Coklat muda/Putih) Green/Red (Hijau/Merah) Green/White (Hijau/Putih) Green/Yellow (Hijau/Kuning) Blue/Black (Biru/Hitam) Blue/White (Biru/Putih) Orange/Black (Orange/Hitam) Pink/White (Merah muda/Putih) Red/Black (Merak/Hitam) Red/Blue (Merah/Biru) Red/White (Merah/Putih) White/Yellow (Putih/Kuning) Yellow/Green (Kuning/Hijau) Yellow/Blue (Kuning/Biru) Yellow/Red (Kuning/Merah) .

.

LTD..YAMAHA MOTOR CO. 2500 SHINGAI IWATA SHIZUOKA JAPAN .

V-IXION DIAGRAM KELISTRIKAN W R W W W W W W R W 2 R W 1 W W W R O Y/R Br Gy L/W Br L/B L R B/L B Br/W P/W O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R R R/W L/W 5 W W W B R B Gy Gy R 8 R Br R/W O O B 15 16 Br/W P/W B/L Y/L L L P/W B/L Br/W L P/W B/L Br/W 23 24 3 R R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W W W W R 17 18 Y/L Y/L Br 6 R 7 R/B L/W 25 9 R/B L/W R/W L/B Y/R Y/R Br Y/R 4 ON OFF R Br/L (RED) Br R Br (RED) B G/R G/R 26 22 O/B O/B R/L O/B R/W O/B R/W (BLACK) 10 11 L/W R/W B R/W Br L/W R/W B Sb B L/W R/W Br Sb G/R B/L 19 B/L 12 R/B (BLACK) 20 L Y/G B/L R/W G L B/L Y/G 13 Sb R/B Y/G G B R/W Y 27 28 21 Lg Lg Lg G/W Y Y B Gy 14 W/Y B Br 50 Br B (BLACK) B Br (BLACK) Br Br R Br/W Br Br Br Br B B (BLACK) G/Y G/Y Br G/Y (BLACK) B 33 49 P 32 Br G/Y B B W/Y L Br R 30 29 34 W/Y L Br P Br/W R/B Dg L (BLACK) (BLACK) L Dg 51 52 Lg G/W 40 L Br Br/W P R/B B (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B Ch Br/W Br Ch P 53 G 35 L B L B 36 37 38 39 (L) 54 55 56 B Gy Br 48 B (R) R/B B (BLUE) Sb Y L Y Y G B B B Ch Dg B 57 58 L 59 Dg Ch L Sb G/W Lg L B Sb G/W Lg L B Br 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L Ch Dg G B 47 41 42 43 44 31 (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch B G B B B B B B (BLACK) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful