Anda di halaman 1dari 343

BUKU PETUNJUK SERVICE

3C1-F8197-B0
EAS20040

V-IXION
SERVICE MANUAL
©2007 oleh Yamaha Motor Co., Ltd.
Edisi pertama, February 2007
dialih bahasakan oleh
Technical Publication Service Division
PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing
di cetak di Indonesia
EAS00002

PENDAHULUAN
Buku petunjuk service ini, dibuat oleh Yamaha Motor Company, Ltd. dan dialih bahasakan oleh Technical
Publication Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. diharapkan dapat dipakai oleh Me-
kanik Bengkel resmi Yamaha. Kami menyadari bahwa tidak mungkin menjelaskan seluruh pelajaran Teknik
perbaikan sepeda motor dalam satu buku ini saja. Sehingga kami meyarankan kepada para Mekanik
harus terlebih dahulu menguasai dasar-dasar perawatan sepeda motor Yamaha. Tanpa pengetahuan ini,
usaha perbaikan model ini akan kurang baik dan tidak sempurna

Yamaha Motor Indonesia, terus menerus berusaha meningkatkan kualitas produksinya. Untuk itu, jika ada
perubahan yang mendasar dalam spesifikasi dan prosedur pengerjan, akan kami sampaikan keseluruh jaringan
Yamaha melalui buletin " Service Information"

CATATAN
Desain dan spesifikasi, sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti perkembangan model.

EAS00004

INFORMASI PENTING YANG ADA DIDALAM BUKU INI :

Informasi penting secara khusus ditandai dengan tanda-tanda sebagai berikut :

Q Simbol ini mengharuskan anda HATI-HATI MENYANGKUT KESELAMATAN ANDA !

PERINGATAN memberikan petunjuk khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kecelakaan bagi
pengendara, dan orang lain yang sedang memeriksa dan memperbaiki sepeda motor.

cPERHATIAN Perlu perhatian khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kerusakan pada sepeda
motor.

CATATAN : Memberikan keterangan tambahan, untuk mempermudah pengerjaan service.


EAS20090

CARA MEMBACA DENGAN CEPAT BUKU SERVICE MANUAL


Buku petunjuk ini dibuat dengan format yang "ringan" agar mudah dan cepat di mengerti oleh mekanik
YAMAHA. Berisi penjelasan yang luas dan menyeluruh tentang cara-cara Pemasangan, Pelepasan,
Pembongkaran, Perakitan dan prosedur Pemeriksaan
• Buku ini terdiri dari beberapa Bab utama yang didalamnya terdapat beberapa judul "1" tertulis pada
bagian atas dari halaman.
• Sub judul “2” tercetak dengan huruf yang lebih kecil.
• Untuk membantu mengidentifikasi komponen, dan mengklarifikasi tahap-tahap proses, dijelaskan
dengan gambar diagram "3". dimulai dengan cara melepas, dan cara membongkar.
• Nomor “4” pada setiap gambar diberikan nomor komponen, yang merupakan nomor urutan tahap
pelepasan komponen.
• Symbol “5” merupakan indikasi komponen yang harus dilumasi atau diganti.
lihat bagian “SYMBOLS” (terdapat simbol pelumas dll)
• Tabel instruksi pekerjaan “6” berhubungan dengan gambar diagram diatasnya. berisi pekerjaan yang
harus dilakukan, nama komponen, catatan, keterangan, dll)
• Nomor “7” terdiri dari berbagai informasi (misalnya special tools dan data-data teknik) dan diberi garis
yang berbentuk bujur sangkar.

3
7

5
4

6
2
EAS20100
1. Dapat dilakukan perbaikan dalam kondisi
SIMBOL mesin terpasang
Simbol dibawah dibuat untuk mempermudah 2. Menambah cairan
memahami dan mengerti cara membaca buku . 3. Pelumasan
CATATAN: 4. Alat spesial/Special tool
Simbol disamping tidak selalu ada di dalam 5. Torsi pengencangan
setiap model sepeda motor 6. Batas keausan/kelonggaran
7. Putaran mesin
8. Service data kelistrikan
1 2 3 9. Oli mesin
10. Oli Gear
11. Gemuk Molybdenum-disulfide
12. Minyak rem
13. Gemuk Bearing roda.
4 5 6
14. Gemuk Lithium-soap-based
15. Gemuk Molybdenum-disulfide
16. Gemuk Silicone
T.
R.

17. Berikan cairan pengunci (LOCTITE®).


7 8 18. Ganti dengan spare part baru.

9 10

E G

11 12

M BF

13 14
B LS

15 16
M S

17 18
LT Baru
EAS20110

DAFTAR ISI
INFORMASI UMUM 1
SPESIFIKASI 2
PEMERIKSAAN BERKALA DAN
PENYETELAN 3
RANGKA/CHASSIS 4
MESIN 5
SISTIM PENDINGINAN 6
SISTIM BAHAN BAKAR 7
SISTIM KELISTRIKAN 8
MENGATASI MASALAH/TROUBLESHOOTING 9
INFORMASI UMUM

IDENTIFIKASI SEPEDA MOTOR..................................................................... 1-1


NOMOR SERI RANGKA ........................................................................... 1-1
NOMOR SERI MESIN ............................................................................... 1-1

TEKNOLOGI MASA DEPAN...........................................................................1-2


1
GAMBARAN TENTANG SISTIM FI .......................................................... 1-2
SISTIM FI .................................................................................................. 1-3

INFORMASI PENTING .................................................................................... 1-4


PERSIAPAN UNTUK MEMBONGKAR DAN MEMASANG.......................1-4
PENGGANTIAN SPARE PART.................................................................1-4
GASKETS, OIL SEALS DAN O-RINGS ....................................................1-4
LOCK WASHERS/PLATES DAN COTTER PINS .....................................1-4
BEARINGS DAN OIL SEALS .................................................................... 1-5
CIRCLIPS .................................................................................................. 1-5

MEMERIKSA SISTIM PENYAMBUNGAN ...................................................... 1-6

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS ................................................................. 1-7


IDENTIFIKASI

EAS20130

IDENTIFIKASI
EAS20140

NOMOR IDENTIFIKASI RANGKA


Nomor Rangka “1” tercetak pada rangka bagian
belakang di bawah tempat duduk.

EAS20160

NOMOR IDENTIFIKASI MESIN


Nomor Mesin “1” tercetak pada crankcase di-
bagian kiri bawah
CATATAN:
Desain dan spesifikasi sewaktu-waktu dapat be-
rubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

1-1
TEKNOLOGI MASA DEPAN

EAS20170

TEKNOLOGI MASA DEPAN


EAS3C11022

GAMBARAN TENTANG SISTIM FI


Fungsi utama dari sistim suplai bahan bakar, adalah mensuplai sejumlah bahan bakar ke ruang bakar
sesuai perbandingan udara - bahan bakar yang optimal, berdasarkan kondisi pengendaraan dan tem-
peratur atmosfir. Pada sistim karburator, perbandingan campuran udara dan bahan bakar yang disuplai
ke ruang bakar, diukur dari volume udara dan bahan bakar, yang diatur oleh ukuran Main Jet (spuyer)
yang digunakan..
Meskipun udara yang masuk volumenya sama, tetapi jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar
bervariasi tergantung dari kondisi pengendaraan, misalnya pada akselerasi, deselerasi, atau pengenda-
raan dengan beban berat. Sistim bahan bakar, mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar yang ber-
variasi itu melalui ukuran jetnya, sehingga akan diperoleh perbandingan udara-bahan bakar yang optimum
disegala kondisi pengendaraan.
Sehubungan dengan semakin besarnya tuntutan terhadap kemampuan mesin & pengontrolan emisi
gas buang yang ketat, maka diperlukan perangkat yang mampu mengontrol perbandingan udara dan
bahan bakar yang lebih akurat. Untuk memnuhi kebutuhan tersebut, model ini sengaja dilengkapi kontrol
Fuel Injection (FI) secara electronic, untuk menggantikan sistim karburator. Pada sistim ini, mampu
menghasilkan perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih optimum disetiap saat.
Dengan menggunakan "microprocessor" yang mengtur volume injeksi bahan bakar sesuai kondisi pe-
ngendaraan yang dideteksi oleh bermacam-macam sensor.
Penggunakan sistim FI telah mampu menghasilkan suplai bahan bakar dengan keakurasian yang lebih
tinggi, meningkatkan respon mesin, konsumsi bahan bakar yang lebih baik, dan pengurangan emisi gas
buang. Translate by slamet edc

1 2 3 4 5 6 7 8

11 10 9
1. Engine trouble warning light
2. Ignition coil
3. Busi/Spark plug
4. Coolant temperature sensor
5. Fuel injector
6. Pompa bahan bakar/Fuel pump
7. Lean angle sensor
8. ECU (engine control unit)
9. FID (fast idle solenoid)
10. Unit Throttle body sensor (terdiri dari
throttle position sensor, intake air pressure
sensor, intake air temperature sensor)
11. Crankshaft position sensor

1-2
TEKNOLOGI MASA DEPAN

EAS3C11023

FI SYSTEM
Fuel Pump mensuplai bahan bakar ke injector melalui fuel filter. Pressure regulator berfungsi menjaga
supaya tekanan bahan bakar yang ke injector tetap konstan hanya 250 kPa (2.50 kg/cm², 35.6 psi).
Ketika ECU memberikan sinyal kepada injector, fuel passage terbuka, sehingga sejumlah bahan-bakar
terinjeksi kedalam intake manifold.
Semakin lama injector diberikan sinyal (durasi injeksi), semakin banyak bahan bakar yang disuplai.
Semakin pendek waktu injektor diberikan sinyal, semakin sedikit bahan bakar yang disuplai.
Durasi injeksi dan timing injeksi semuanya dikontrol oleh ECU, berdasarkan masukan dari sinyal-sinyal
yang diperoleh dari throttle position sensor, crankshaft position sensor, intake air pressure sensor, intake-
air temperatur sensor, lean angle sensor dan coolant temperatur sensor.
Timing injeksi ditentukan berdasarkan sinyal dari crankshaft position sensor. Sehingga volume bahan-
bakar yang dibutuhkan mesin dapat disuplai setiap saat, sesuai dengan kondisi jalan dan pengendaraan.

5 6
2

4
1 3
8

11 12
13
14
10

1. Pompa bahan bakar/Fuel pump 14. Intake air pressure sensor


2. Fuel injector
A. Fuel system
3. Ignition coil
B. Air system
4. Coolant temperature sensor
C. Control system
5. ECU (engine control unit)
6. Lean angle sensor
7. Crankshaft position sensor
8. FID (fast idle solenoid)
9. Rumah saringan udara/Air filter case
10. Throttle body
11. U n i t Throttle body sensor
12. Intake air temperature sensor
13. Throttle position sensor

1-3
INFORMASI PENTING

EAS20180

INFORMASI PENTING
EAS20190

PERSIAPAN SEBELUM MEMBONGKAR


DAN MERAKIT
1. Sebelum melakukan pembongkaran, bersih-
kan terlebih dahulu semua kotoran yang me-
nempel pada sepeda motor.

EAS20210

GASKETS, OIL SEALS DAN O-RINGS


1. pada saat membongkar mesin, ganti semua
komponen gaskets, seals dan O-rings. dan ber-
sihkan permukaan sambungan
2. Sebelum dipasang, lumasi semua permukaan
singgung dengan oli, dan lumasi gemuk, pada
2. Pergunakan alat permbersih yang sesuai, dan bagian dalam dari seal.
cairan pembersih yang tersedia di pasaran
lihat bagian “SPECIAL TOOLS” halaman 1-7.
3. Pada saat melepas, perhatikan suku cadang
yang kerjanya saling berpasangan. misalnya
gear, piston, cylinder. jika salah satu harus
diganti, gantilah satu set. Jangan mengganti
hanya salah satu bagian saja, jika kerjanya
saling berpasangan.

1. Oil
2. Lidah/Lip
3. Per/Spring
4. Gemuk/Grease
EAS20220

LOCK WASHERS/PLATES DAN COTTER


PINS
Setelah dibongkar, ganti lock washer/plat
4. Selama membongkar mesin, bersihkan semua “1” dan cotter pins. Setelah baut dikencangkan
suku-cadang, dan tempatkan sesuai dengan sesuai spesifikasi, bengkokkan lock washer,
urutan membongkar, hal ini akan sangat mem- pada bidang yang rata, dengan sisi baut.
bantu dan mempercepat saat memasang.
5. Jauhklan semua komponen dari sumber panas.
EAS20200

PENGGANTIAN SUKU CADANG


Pergunakan suku cadang asli Yamaha untuk peng-
gantian semua spare part. Pergunakan oli, dan
gemuk, yang disarankan Yamaha. pemakaian suku
cadang yang imitasi, fungsi dan penampilannya
hampir sama, tetapi kualitasnya jauh berbeda.

1-4
INFORMASI PENTING

EAS20230

BEARING DAN SEAL OLI


Pemasangan bearing dan seal oli, tanda huruf
atau angka harus menghadap ke luar (tampak
dari luar) “1”, lumasi bagian dalam dari seal oli
dengan gemuk light coat of lithium-soap-based.
begitu juga bagian luar dari bearing, lumasi de-
ngan oli sebelum dipasang.

ECA13300

PERHATIAN:
Jangan memutar bearing dengan udara ber-
tekanan, hal ini akan merusak permukaan
singgung dari bearing.

EAS20240

CIRCLIP
Periksa semua Circlip, sebelum digunakan kem-
bali. Untuk circlip piston, selalu ganti dengan
yang baru. (Clip piston hanya dapat digunakan
sekali) pada sat memasang clip “1”, pastikan
permukaan yang tajam “2” berada pada sisi yang
berlawanan dengan arah gaya tekan “3” .

1-5
MEMERIKSA SISTIM PENYAMBUNGAN

EAS20250

MEMERIKSA SAMBUNGAN Pocket tester


Periksa kabel, couplers, dan connector, dari 90890-03112
debu, karat, kelembaban kandungan air, dll. Analog pocket tester
1. Lepaskan: YU-03112-C
• Kabel
• Coupler CATATAN:
• Connector • jika tidak tersambung, bersihklan terminal.
2. Periksa: • jika memeriksa kabel bodi, lakukan langkah
• Kabel pemeriksan tahap (1) hingga (3).
• Coupler • Untuk menghasilkan pemeriksaan yang sempurna,
• Connector pergunakan cairan pembersih, yang ada di pasar.
lembab → semprot dengan udara bertekanan
karat/debu → Cabut dan pasang connector
beberapa kali.

3. Periksa:
• Semua penyambungan kabel
Sambungan kendor → perbaiki
CATATAN:
Jika pin pengait “1” telah rata, tekuk pin kearah
atas.

4. Pasangkan:
• Kabel
• Coupler
• Connector
CATATAN:
Pastikan semua penyambungan terpasang kuat
5. Periksa:
• Sistim penyambungan
(dengan pocket tester)

1-6
ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS

EAS20260

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS


Alat-alat khusus dibawah ini, diperlukan untuk melakukan penyetelan, pembongkaran, dan pemasangan
yang sempurna. selalu pergunakan alat yang tepat untuk mencegah terjadinya kerusakan yang disebabkan
kesalahan dalam penggunaan alat. Nomor part, nama Special tools, atau keduanya setiap negara berbeda
Jika akan melakukan pemesanan, lihat list dibawah agar tidak terjadi kesalahan order.
CATATAN:
• Untuk U.S.A. dan Canada, pergunakan nomor part dengan awalan “YM-”, “YU-”, atau “ACC-”.
• Untuk negara lain, pergunakan awalan dengan nomor “90890-”.

halaman untuk
Nama Tool/No Tool. Illustrasi
reverensi
Pocket tester 1-6, 5-35, 8-59,
90890-03112 8-60, 8-61,
Analog pocket tester 8-64, 8-65,
YU-03112-C 8-66, 8-67,
8-68, 8-69,
8-70, 8-71,
8-72, 8-73
Tappet adjusting tool 3-4
90890-01311
Six piece tappet set
YM-A5970

FI diagnostic tool 3-5, 8-35


90890-03182

Timing light 3-8


90890-03141
Inductive clamp timing light
YU-03141

Compression gauge 3-8


90890-03081
Engine compression tester
YU-33223

Steering nut wrench 3-21, 4-46


90890-01403
Spanner wrench
YU-33975

1-7
ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS

Halaman
Nama tool/Nomor Tool Illustrasi
untuk referensi
T-handle 4-38, 4-40
90890-01326
T-handle 3/8" drive 60 cm long
YM-01326

Fork seal driver weight 4-40


90890-01367
Replacement hammer
YM-A9409-7

YM-A9409-7/YM-A5142-4

Fork seal driver attachment (ø33) 4-40


90890-01368
Replacement 33 mm
YM-A9409-4

Fork seal driver 4-40


90890-01442
Adjustable fork seal driver (36–46 mm)
YM-01442

Slide hammer bolt 5-14


90890-01085
Slide hammer bolt 8 mm
YU-01083-2

Valve spring compressor 5-17, 5-22


90890-04019
YM-04019

Valve spring compressor attachment 5-17, 5-22


90890-04108
Valve spring compressor adapter 22 mm
YM-04108

Valve guide remover (ø4.5) 5-18


90890-04116
Valve guide remover (4.5 mm)
YM-04116

1-8
ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS

halaman untuk
Nama tool/Tool No. Illustrasi
referensi
Valve guide installer (ø4.5) 5-18
90890-04117
Valve guide installer (4.5 mm)
YM-04117

Valve guide reamer (ø4.5) 5-18


90890-04118
Valve guide reamer (4.5 mm)
YM-04118

Piston pin puller set 5-24


90890-01304
Piston pin puller
YU-01304

YU-01304

Sheave holder 5-30, 5-31,


90890-01701 5-32
Primary clutch holder
YS-01880-A

Flywheel puller 5-30


90890-01362
Heavy duty puller
YU-33270-B

Yamaha bond No. 1215 5-32, 5-63


90890-85505
(Three Bond No.1215®)

1-9
ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS

Halaman untuk
Nama tool/Nomor tool Illustrasi
reverensi
Universal clutch holder 5-41, 5-43
90890-04086
YM-91042

Thickness gauge 5-41


90890-03180
Feeler gauge set
YU-26900-9

Crankcase separating tool 5-65


90890-01135
Crankcase separator
YU-01135-B

Crankshaft installer pot 5-66


90890-01274
Installing pot
YU-90058

YU-90058/YU-90059

Crankshaft installer bolt 5-66


90890-01275
Bolt
YU-90060

1-10
ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS

Halaman untuk
Nama tool/Nomor tool Illustrasi
reverensi
Adapter (M12) 5-66
90890-01278
Adapter #3
YU-90063

Spacer (crankshaft installer) 5-66


90890-04081
Pot spacer
YM-91044

YM-91044

Radiator cap tester 6-3


90890-01325
Radiator pressure tester
YU-24460-01

YU-24460-01

Radiator cap tester adapter 6-3


90890-01352
Radiator pressure tester adapter
YU-33984

YU-33984

Mechanical seal installer 6-8


90890-04145

1-11
ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS

Halaman untuk
Nama tool/Nomor tool. Illustrasi
reverensi
Middle driven shaft bearing driver 6-8
90890-04058
Bearing driver 40 mm
YM-04058

Pressure gauge 7-6


90890-03153
YU-03153

Fuel pressure adapter 7-6


90890-03186

Vacuum/pressure pump gauge set 7-12


90890-06756
Mityvac brake bleeding tool
YS-42423

Ignition checker 8-68


90890-06754
Opama pet-4000 spark checker
YM-34487

Digital circuit tester 8-72


90890-03174
Model 88 Multimeter with tachometer
YU-A1927

1-12
ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS

1-13
SPESIFIKASI

SPESIFIKASI UMUM ................................................................................................ 2-1

SPESIFIKASI MESIN ...............................................................................................2-2

SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS...........................................................................2-9

SPESIFIKASI KELISTRIKAN ................................................................................. 2-12

TORSI PENGENCANGAN .....................................................................................2-15


2
SPESIFIKASI TORSI PENGENCANGAN UMUM ............................................2-15
TORSI PENGENCANGAN MESIN....................................................................2-16
TORSI PENGENCANGAN RANGKA/CHASSIS .............................................. 2-20

BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS ..............................................2-22


MESIN............................................................................................................... 2-22
RANGKA/CHASSIS..........................................................................................2-24

DIAGRAM PELUMASAN DAN JALUR PELUMASAN.......................................... 2-25


JALUR PELUMASAN OLI MESIN ....................................................................2-25
DIAGRAM PELUMASAN ..................................................................................2-27

DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN.........................................................................2-31

JALUR KABEL .......................................................................................................2-33


SPESIFIKASI SECARA UMUM

EAS20280

SPESIFIKASI SECARA UMUM


Model
Model 3C11

Dimensi
Panjang 2000 mm (78.7 in)
Lebar 705 mm (27.8 in)
Tinggi 1035 mm (40.7 in)
Tinggi tempat duduk 790 mm (31.1 in)
Jarak sumbu roda 1282 mm (50.5 in)
Jarak ketanah 167 mm (6.57 in)
Kemampuan berbelok 2080 mm (81.9 in)

Berat
Dengan oli dan bahan bakar 125.0 kg (276 lb)
Beban maksimum 205.0 kg (452 lb)

2-1
SPESIFIKASI MESIN

EAS20290

SPESIFIKASI MESIN
Mesin
Tipe mesin Pendingin cairan 4-langkah, SOHC
Colume cylinder/Displacement 149.8 cm³
Posisi cylinder Cylinder tnggal
Diameter × Langkah 57,0 × 58,7 mm (2,24 × ,.31 in)
Perbandingan kompresi 10.40 :1
Tekanan kompresi standart 510 kPa (72.5 psi) (5.1 kgf/cm²)
Minimum–maximum 440–580 kPa (62.6–82.5 psi) (4.4–5.8 kgf/cm²)
Sistim starter Electric starter dan kickstarter

Bahan bakar
Bahan bakar yang disarankan Regular unleaded (bensin tanpa timbal)
Kapasitas tangki bensin 12,0 L (3,17 US gal) (2,64 Imp.gal)

Oli mesin
Sistim pelumasan Basah
Tipe SAE20W40 atau SAE20W50
Oli mesin yang disarankan API service tipe SG atau yang lebih tinggi
dengan standart JASO MA
Kapasitas oli mesin
Total keseluruhan 1,15 L (1,22 US qt) (1,01 Imp.qt)
Tanpa membuka saringan oli 0,95 L (1,00 US qt) (0,84 Imp.qt)
Dengan membuak saringan oli 1,00 L (1,06 US qt) (0,88 Imp.qt)

Filter oli
Tipe filter oli Kertas/Paper

Pompa Oli
Tipe pompa oli Gear pump
Kelonggaran Inner-rotor-ke-outer Kurang dari 0,15 mm (0,0059 in)
Limit 0,23 mm (0,0091 in)
Kelonggaran Outer-rotor-ke- rumah pumpa 0,13–0,18 mm (0,0051–0,0071 in)
Limit 0,25 mm (0,0098 in)
Kelonggaran rumah pompa -ke-inner-dan-
outer-rotor 0,06–0,11 mm (0,0024–0,0043 in)
Limit 0,18 mm (0,0071 in)
Ketebalan Rotor 9,95–9,98 mm (0,3917–0,3929 in)
Tekanan kerja buka Relief valve 39,2–78,4 kPa (5,7–11,4 psi) (0,39–0,78
kgf/cm²)

Sistim pendinginan
Kapasitas air Radiator capacity (dan jalur) 0,79 L (0,84 US qt) (0,70 Imp.qt)
Kapasitas Radiator 0,38 L (0,40 US qt) (0,33 Imp.qt)
Kapasitas tangki reservoir (hingga tanda batas
atas) 0,25 L (0,26 US qt) (0,22 Imp.qt)
Tekana buka tutup radiator 93,2–122,6 kPa (13,5–17,8 psi) (0,93–1,23
kgf/cm²)
Tekanan Valve relief 4,9 kPa (0,7 psi) (0,05 kgf/cm²)
Thermostat
Model/pabrikan 5YP/NIPPON THERMOSTAT

2-2
SPESIFIKASI MESIN

Temperature klep terbuka 80,5–83,5 °C (176,90–182,30 °F)


Temperature klep terbuka penuh 95,0 °C (203,00 °F)
Tinggi angkat klep (terbuka penuh) 3,0 mm (0,12 in)
Dimensi Radiator
Lebar 198,0 mm (7,80 in)
Tinggi 128,0 mm (5,04 in)
Tebal 24,0 mm (0,94 in)
Pompa air
Tipe pompa air Single suction centrifugal pump
Perbandingan putaran 1/2 (0,500)

Busi/Spark plug
Pabrikan/model NGK/CR8E
Pabrikan/model DENSO/U24ESR-N
Celah busi 0,7–0,8 mm (0,028–0,031 in)

Cylinder head
Volume 9,90–10,50 cm³ (0,60–0,64 cu.in)
Batas kebengkokan 0,03 mm (0,0012 in)

Camshaft
Sistim penggerak Rantai/Chain drive (kiri)
Dimensi Camshaft
Masuk A 29,643–29,743 mm (1,1670–1,1710 in)
Limit 29,543 mm (1,1631 in)
Masuk B 25,073–25,173 mm (0,9871–0,9911 in)
Limit 24,973 mm (0,9832 in)
Buang A 29,942–30,042 mm (1,1788–1,1828 in)
Limit 29,842 mm (1,1749 in)
Buang B 25,019–25,119 mm (0,9850–0,9889 in)
Limit 24,919 mm (0,9810 in)

B
Batas kebengkokan Camshaft 0,03 mm (0,0012 in)

2-3
SPESIFIKASI MESIN

Rantai Timing
Model/jumlah links SILENT CHAIN/96
System tensioner Automatic

Rocker arm/as rocker arm


Diameter dalam Rocker arm 9,985–10,000 mm (0,3931–0.3937 in)
Limit 10,030 mm (0,3949 in)
Diameter luar As Rocker arm 9,966–9,976 mm (0,3924–0.3928 in)
Limit 9,950 mm (0,3917 in)
Kelonggaran Rocker-arm-ke-as rocker-arm 0,009–0,034 mm (0,0004–0.0013 in)
Limit 0,08 mm (0,0031 in)

Valve, valve seat, valve guide


Kelonggaran klep (dingin)
Masuk 0,10–0,14 mm (0,0039–0,0055 in)
Buang 0,20–0,24 mm (0,0079–0,0094 in)
Dimensi batang klep
Diameter kepala A (masuk) 19,40–19,0 mm (0,7638–0,7717 in)
Diametr kepala A (buang) 16,90–17,10 mm (0,6654–0.6732 in)

A
Lebar permukaan B (masuk) 1,538–2,138 mm (0,0606–0,0842 in)
Lebar permukaan B (buang) 1,538–2,138 mm (0,0606–0,0842 in)

Permukaan singgung C (masuk) 0,90–1,10 mm (0,0354–0,0433 in)


Permukaan singgung C (buang) 0,90–1,10 mm (0,0354–0.0433 in)

Sisa ketebalan kepala D (masuk) 0,50–0,90 mm (0,0197–0,0354 in)


Sisa ketebalan kepala D (buang) 0,50–0,90 mm (0,0197–0,0354 in)

Diameter batang klep (masuk) 4,475–4,490 mm (0.1762–0.1768 in)


Limit 4,450 mm (0.1752 in)
Diameter batang klep (buang) 4,460–4,475 mm (0.1756–0.1762 in)
Limit 4,435 mm (0.1746 in)
Diameter dalam Valve guide (masuk) 4,500–4,512 mm (0.1772–0.1776 in)
Diameter dalam valve guide (buang) 4,500–4,512 mm (0.1772–0.1776 in)
Kelonggaran batang klep-ke-valve-guide (masuk) 0,010–0,037 mm (0.0004–0.0015 in)

2-4
SPESIFIKASI MESIN

Limit 0,080 mm (0,0032 in)


Kelonggaran batang klep-ke-valve-guide (buang) 0,025–0,052 mm (0,0010–0.0020 in)
Limit 0,100 mm (0,0039 in)
Kebengkokan batang klep 0,010 mm (0,0004 in)

Per klep/Valve spring


Panjang bebas per (masuk) 41,71 mm (1,64 in)
Limit 39,62 mm (1,56 in)
Panjang bebas per (buang) 41,71 mm (1,64 in)
Limit 39,62 mm (1,56 in)
Panjang per terpasang (masuk) 35,30 mm (1,39 in)
Panjang per terpasang (buang) 35,30 mm (1,39 in)
Tekanan per K1 (masuk) 23,54 N/mm (134,41 lb/in) (2,40 kgf/mm)
Tekanan per K2 (masuk) 36,58 N/mm (208,87 lb/in) (3,73 kgf/mm)
Tekanan per K1 (buang) 23,54 N/mm (134,41 lb/in) (2,40 kgf/mm)
Tekanan per K2 (buang) 36,58 N/mm (208,87 lb/in) (3,73 kgf/mm)
Tekanan per kondisi terpasang (masuk) 140–162 N (31,47–36,42 lbf) (14,28–16,52 kgf)
Tekanan per kondisi terpasang (buang) 140–162 N (31,47–36,42 lbf) (14,28–16,52 kgf)
Batas kemiringan (masuk) 2,5°/1,8 mm (2,5°/0,071 in)
Batas kemiringan (buang) 2,5°/1,8 mm (2,5°/0,071 in)

Arah lilitan per (masuk) Kekanan


Arah lilitan per (buang) Kekanan

Cylinder
Diameter 56,985–57,010 mm (2,2435–2,2445 in)
Batas ketirusan 0,05 mm (0,0020 in)
Batas keovalan 0,05 mm (0,0020 in)

Piston
Kelonggaran Piston ke-cylinder 0,020–0,045 mm (0,0008–0.0018 in)
Limit 0,15 mm (0,0059 in)
Diameter D 56,965–56,990 mm (2,2427–2,2437 in)

2-5
SPESIFIKASI MESIN

Ketinggian pengukuran H 5,0 mm (0.20 in)

H
D

Offset 0,25 mm (0,0098 in)


Arah Offset Sisi pemasukan
Diameter lubang pin piston 14,002–14,013 mm (0,5513–0.5517 in)
Limit 14,043 mm (0,5529 in)
Diameter luar Pin piston 13,995–14,000 mm (0.5510–0.5512 in)
Limit 13,975 mm (0,5502 in)
Kelonggaran Pin Piston - ke lubang Pin Piston 0,002–0,018 mm (0.0001–0.0007 in)
Limit 0,068 mm (0,0027 in)

Ring piston
Ring pertama
Tipe Ring Barrel
Dimensions (B × T) 0,80 × 2,10 mm (0,0315 × 0.0827 in)

B
T

Celah ring (terpasang) 0,10–0,25 mm (0,0039–0.0098 in)


Limit 0,40 mm (0,0157 in)
Kelonggaran samping alur 0,030–0,065 mm (0,0012–0.0026 in)
Limit 0,100 mm (0,0039 in)
Ring kedua
Tipe Ring Taper
Dimensions (B × T) 0,80 × 2,00 mm (0,0315 × 0.0787 in)

B
T

Celah ring (terpasang) 0,10–0,25 mm (0,0039–0,0098 in)


Limit 0,40 mm (0,0157 in)
Kelonggaran samping alur 0,020–0,055 mm (0,0008–0,0022 in)
Limit 0.100 mm (0,0039 in)
Ring oli
Dimensions (B × T) 1,50 × 1,52 mm (0,0591 × 0,0598 in)

B
T

Celah ring (terpasang) 0,20–0,70 mm (0,0079–0,0276 in)


Kelonggaran samping alur 0,040–0.160 mm (0,0016–0,0063 in)

2-6
SPESIFIKASI MESIN

Connecting rod
Small end inside diameter 14,015–14,028 mm (0,5518–0,5523 in)

Poros engkol/Crankshaft
Lebar A 47,95–48,00 mm (1,888–1,890 in)
Batas kebengkokan C 0,030 mm (0,0012 in)
Kelonggaran samping Big end D 0,110–0,410 mm (0,0043–0,0161 in)
Kelonggaran keatas Big end E 0,004–0,014 mm (0,0002–0,0006 in)

C C

E
D

Balancer
Metode penggerak Balancer Gear

Kopling/Clutch
Tipe kopling Basah, multiple-disc
Metode pelepasan kopling Inner push, cam push
Gerak bebas tuas koplinmg 10,0–15,0 mm (0,39–0,59 in)
Ketebalan Friction plate 3 2,90–3,10 mm (0,114–0,122 in)
Batas keausan 2,80 mm (0,110 in)
Jumlah plat 1 buah
Ketebalan Friction plate 2 2,90–3,10 mm (0,114–0,122 in)
Batas keausan 2,80 mm (0,110 in)
Jumlah plat 1 buah
ketebalan Friction plate 1 2,90–3,10 mm (0,114–0,122 in)
Batas keausan 2,80 mm (0,110 in)
Jumlah plat 3 buah
Ketebalan Clutch plate 1,45–1,75 mm (0,057–0,069 in)
Jumlah Plate 4 buah
Batas ketebalan 0,20 mm (0,0079 in)
Panjang bebas per kopling 38,74 mm (1,53 in)
Panjang minimum 36,80 mm (1,45 in)
Jumlah Per 4 buah
Batas kebengkokan push rod 0,500 mm (0,0197 in)

Transmisi
Tipe Transmisi Constant mesh 5-kecepatan
Sistim reduksi Primary roda gigi miring/Helical gear
Perbandingan reduksi Primary 73/24 (3,042)
Sistim reduksi Secondary Rantai/Chain drive
Perbandingan reduksi Secondary 42/14 (3,000)
Pengoperasian Pengoperasian kaki kiri.
Perbandingan ratio
1st 34/12 (2,833)

2-7
SPESIFIKASI MESIN

2nd 30/16 (1,875)


3rd 30/21 (1,429)
4th 24/21 (1,143)
5th 22/23 (0,957)
Kebengkokan maksimum Main axle 0,03 mm (0,0012 in)
Kebengkokan maksimum Drive axle 0,03 mm (0,0012 in)

Mekanisme perpindahan gigi


Tipe Shift mechanism Shift drum dan guide bar
Ketebalan Shift fork-L 5,76–5,89 mm (0,2268–0,2319 in)
Ketebalan Shift fork-C, -R 4,76–4,89 mm (0,1874–0,1925 in)

Kickstarter
Tipe Kickstarter Ratchet

Decompresi
Tipe Kick synchronous

Saringan udara
Saringan udara Dry element

Fuel injector
Model/jumlah 1100–87H10/1

Throttle body
Type/jumlah AC28/1
Pabrikan MIKUNI
ID mark 3C11 00
Ukuran Throttle valve #50

Fuel injection sensor


Tahanan Crankshaft position sensor 248–372 Ω pada 20 °C (68 °F)
Voltase Intake air pressure sensor 0,789–4,000 V pada 20,00–101,32 kPa
Tahanan Intake air temperature sensor 5,7–6,3 kΩ
Tahanan Coolant temperature sensor 310–326 Ω pada 80 °C (176 °F)

Putaran langsam
Putaran langsam mesin 1.300–1.500 r/min
Temperatur air pendingin 85,0–95,0 °C (185,00–203,00 °F)
Temperatur Oli 50,0–70,0 °C (112,00–158,00 °F)
Gerak bebas handel gas 3,0–5,0 mm (0,12–0,20 in)

2-8
SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS

EAS20300

SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS
Rangka/Chassis
Tipe Rangka/Frame Pressed backbone
Caster angle 26,00°
Trail 100,0 mm (3,94 in)

Roda depan
Tipe roda Cast wheel
Ukuran pelek/rim 17 × 1,60
Material pelek/rim Aluminum
Gerakan roda 115,0 mm (4,53 in)
Batas kebongkokan keatas 1,0 mm (0,04 in)
Batas kebengkokan ke samping 0,5 mm (0,02 in)

Roda belakang
Tipe roda Cast wheel
Ukuran pelek/rim 17 × 1,85
Material pelek/rim Aluminum
Gerakan roda 105,0 mm (4,13 in)
Batas kebengkokan ke atas 1,0 mm (0,04 in)
Batas kebengkokan ke samping 0,5 mm (0,02 in)

Ban depan
Tipe Dengan ban dalam
Ukuran/Size 2,75–17 41P
Pabrikan/model IRC/NR72
Pabrikan/model DUNLOP/D102FA
Kedalaman minimum alur ban (depan) 1,0 mm (0,04 in)

Ban belakang
Tipe Dengan ban dalam
Ukuran/Size 90/90–17M/C 49P
Pabrikan/model IRC/NR72
Pabrikan/model DUNLOP/D102A
Kedalaman minimum alur ban (belakang) 1,0 mm (0,04 in)

Tekanan angin ban (diukur dalam kondisi dingin)


Kondisi beban 0–90 kg (0–198 lb)
Depan 175 kPa (25 psi) (1.75 kgf/cm²)
Belakang 200 kPa (28 psi) (2.00 kgf/cm²)
Kondisi beban 90–205 kg (198–452 lb)
Depan 175 kPa (25 psi) (1.75 kgf/cm²)
Belakang 200 kPa (28 psi) (2.00 kgf/cm²)
Kondisi kecepatan tinggi
Depan 175 kPa (25 psi) (1.75 kgf/cm²)
Belakang 200 kPa (28 psi) (2.00 kgf/cm²)

Rem depan
Tipe Single disc brake
Pengoperasian Tangan kiri

2-9
SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS

Piringan rem depan


Diameter disc × ketebalan 245,0 × 4,0 mm (9,65 × 0,16 in)
Ketebalan minimum disc brake 3,5 mm (0,14 in)
Kebengkokan minimum disc brake 0,15 mm (0,0059 in)
Ketebalan kampas rem (dalam) 5,3 mm (0,21 in)
Limit 0,8 mm (0,03 in)
Ketebalan kampas rem (luar) 5,3 mm (0,21 in)
Limit 0,8 mm (0,03 in)
Diameter dalam Master cylinder 11,00 mm (0,43 in)
Diameter dalam Caliper cylinder 25,40 mm × 2 (1,00 in × 2)
Minyak rem yang dsarankan DOT 3 atau DOT 4

Rem belakang
Tipe Tromol/Drum brake
Pengoperasian Kaki kanan
Posisi pedal rem 35,0 mm (1,38 in)
Gerak bebas pedal rem 20,0–30,0 mm (0,79–1,18 in)
Rem tromol belakang
Tipe rem tromol Leading, trailing
Diameter dalam rem tromol 130,0 mm (5,12 in)
Limit 131,0 mm (5,16 in)
Ketebalan sepatu rem 4,0 mm (0,16 in)
Limit 2,0 mm (0,08 in)
Panjang bebas per rem 52,0 mm (2,05 in)
Panjang bebas per rem 2 48,0 mm (1,89 in)

Kemudi/Steering
Tipe bearing kemudi/Steering Ball dan angular bearing
Posisi penguncian kemudi (kiri) 43,0°
Posisi penguncian kemudi (kanan) 43,0°

Suspensi depan
Tipe Telescopic fork
Tipe peredaman /shock absorber Per/peredam oli
Gerakan roda depan 130,0 mm (5,12 in)
Panjang bebas per fork 363,8 mm (14,32 in)
Limit 356,5 mm (14,04 in)
Panjang collar 88,0 mm (3,46 in)
Panjang terpasang 349,8 mm (13,77 in)
Tekanan per K1 3,50 N/mm (19,99 lb/in) (0,36 kgf/mm)
Tekanan per K2 5,40 N/mm (30,83 lb/in) (0,55 kgf/mm)
Langkah per K1 0,0–70,0 mm (0.00–2.76 in)
Langkah per K2 70,0–130,0 mm (2,76–5,12 in)
Diameter luar Inner tube 33,0 mm (1,30 in)
Terdapat per tambahan Tidak
Oli yang disarankan Fork oil 10W atau yang sejajar
Kapasitas oli shock depan 231,0 cm³ (7,81 US oz) (8.15 Imp.oz)
Ketinggian oli dari atas 109,0 mm (4,29 in)

Suspensi belakang
Tipe Lengan ayun (link suspension)
Tipe peredaman/shock absorber Per/peredam oli
Pergerakan shock absorber belakang 50,0 mm (1.97 in)

2-10
SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS

Panjang bebas per 166,5 mm (6,56 in)


Panjang terpasang 156,5 mm (6,16 in)
Tekanan per K1 88,00 N/mm (502,48 lb/in) (8.97 kgf/mm)
Langkah per K1 0,0–50,0 mm (0.00–1.97 in)
Terdapat per tambahan Tidak

Lengan ayun/Swingarm
Gerak bebas lengan ayun ke samping (axial) 2,4 mm (0,09 in)

Rantai penggerak
Tipe/pabrikan 428H/FSCM
Jumlah mata rantai 120
Kekencangan rantai 20–40 mm (0,79–1,57 in)
Panjang mata rantai15-mata (limit) 193,5 mm (7,62 in)

2-11
SPESIFIKASI KELISTRIKAN

EAS20310

SPESIFIKASI KELISTRIKAN
Voltase
Voltase 12 Volt

Sistim pengapian
Sistim pengapian Transistorized coil ignition (digital)
Tie penggerseran Digital
Saat pengapian/Ignition timing (Sblm.T.M.A.) 5.0°/1400 r/min

Engine control unit


Model/pabrikan 3C100/MORIC

Coil pengapian/Ignition coil


Model/pabrikan 2JN/MORIC
Loncatan bunga api minimum 6,0 mm (0,24 in)
Tahanan Primary coil 2,16–2,64 Ω pada 20 °C (68 °F)
Tahanan Secondary coil 8,64–12,96 kΩ pada 20 °C (68 °F)

Spark plug cap


Material Resin
Tahanan 3,75–6,25 kΩ

AC magneto
Model/pabrikan F3C1/MORIC
Standard output 14,0 V 160 W 5000 r/min
Tahanan Stator coil 0,448–0,672 Ω pada 20 °C (68 °F)

Rectifier/regulator
Tipe Regulator Semi conductor-short circuit
Model/pabrikan 3C1/PT. SHINDENGEN INDONESIA
Voltase Regulator (DC) 14,1–14,9 V
Kapasitas Rectifier 14,0 A
Voltase Withstand 200,0 V

Battery
Model YTZ5S
Voltase, kapasitas 12 Volt, 3.5 Ah
Pabrikan PT YUASA BATTERY INDONESIA
Amper pengisian 10 Jam 0,35 Amper

Lampu depan/Headlight
Tipe Bohlam Halogen bulb

Bohlam voltase, watt × jumlah


Lampu depan/Headlight 12 Volt, 35 W/35.0 W × 1
Lampu posisi/Auxiliary light 12 Volt, 5.0 W × 1
Lampu belakang / rem 12 Volt, 5.0 W/21.0 W × 1
Lampu sein depan 12 Volt, 10.0 W × 2
Lampu sein belakang 12 Volt, 10.0 W × 2
Lampu Meter 12 Volt, 3.4 W × 2
Lampu Meter (meter bahan bakar) 12 Volt, 1.7 W × 1

2-12
SPESIFIKASI KELISTRIKAN

Lampu indikator
Lampu indikator netral 14 V, 3.0 W × 1
Lampu indikator belok 14 V, 3.0 W × 1
Lampu indikator lampu jauh 14 V, 3.0 W × 1
Lampu peringatan temperatur mesin 14 V, 3.0 W × 1
Lampu peringatan mesin bermasalah/Engine trouble 14 V, 3.0 W × 1

Sistim kelistrikan starter


Tipe Sistem Constant mesh

Motor Starter
Model/pabrikan 3C1/MORIC
Power output 0,20 kW
Tahanan Armature coil 0,0315–0,0385 Ω
Panjang sikat/Brush overall length 7,0 mm (0,28 in)
Limit 3,50 mm (0.14 in)
Tekanan per brush 3,92–5,88 N (14.11–21.17 oz) (400–600 gf)
Diameter commutator 17,6 mm (0,69 in)
Limit 16,6 mm (0,65 in)
Kedalaman alur comutator 1,35 mm (0,05 in)

Starter relay
Model/pabrikan 5TP/OMRON
Amper 50,0 A
Tahanan Coil 54,00–66,00 Ω

Klakson/Horn
Tipe Klakson/Horn Plane
Jumlah 1 buah
Model/pabrikan UBH-F21/MITSUBA
Amper Maximum 1,5 Amper
Tahanan Coil 4,30–4,80 Ω pada 20 °C
Kemampuan/Performance 97–107 dB/2 m

Relay sinyal belok


Tipe Relay Condenser
Model/pabrikan FZ222SD/DENSO
Terdapat, self-canceling Tidak
Frequensi kedip 75,0–95,0 kali/menit
Watt 10 W × 2+3.4 W

Sender bahan bakar/Fuel sender


Model/pabrikan 3C1/PT.CHAO LONG CO.,LTD
Tahanan Sender unit (penuh) 4,0–10,0 Ω pada 20 °C (68 °F)
Tahanan Sender unit (kosong) 90,0–100,0 Ω pada 20 °C (68 °F)

Starting circuit cut-off relay


Model/pabrikan 3C1/OMRON
Tahanan Coil 54,0–66,0 Ω

Relay kipas
Model/pabrikan 3C1/OMRON

2-13
SPESIFIKASI KELISTRIKAN

Tahanan Coil 54,0–66,0 Ω

Sekring/Fuse
Sekring 20,0 Amper

2-14
TORSI PENGENCANGAN

EAS00029

SPESIFIKASI PENGENCANGAN
SECARA UMUM
Tabel dibawah ini menunjukkan pengencangan
standart sesuai ulir standart ISO. Untuk komponen
dan rakitan khusus dapat menggunakan ketentuan-
ketentuan yang ada didalam buku petunjuk ini
Untuk menghindari defleksi dari komponen yang
dikencangkan dengan banyak baut, kencangkan
dengan pola silang, secara bertahap hingga batas
torsi yang ditentukan.
Semua pengencangan dikencangkan dengan ulir
kering (tanpa diberi oli) kondisi bersih dan dalam
suhu ruang.

A: Ukuran baut/mur
B: Diameter luar ulir

Torsi pengencangan
A (mur) B (baut) secara umum
Nm m·kg ft·lb
10 mm 6 mm 6 0.6 4.3
12 mm 8 mm 15 1.5 11
14 mm 10 mm 30 3.0 22
17 mm 12 mm 55 5.5 40
19 mm 14 mm 85 8.5 61
22 mm 16 mm 130 13.0 94

2-15
TORSI PENGENCANGAN

EAS20340

TORSI PENGENCANGAN MESIN


ukuran
Bagian Jml Torsi pengencangan Keterangan
ulir
Baut Cylinder head M8 4 22 Nm (2.2 m·kg, 16 ft·lb) E

Baut Cylinder head M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb) E

Busi/Spark plug M10 1 13 Nm (1.3 m·kg, 9.4 ft·lb)


Baut penutup cylinder head M6 5 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Baut unit Air cut-off valve M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Baut check oli M6 1 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Baut stud cylinder head (sisi pipa
M8 2 15 Nm (1.5 m·kg, 11 ft·lb)
pembuangan)
Baut penguras coolant M6 1 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Mur gear balancer driven M10 1 50 Nm (5.0 m·kg, 36 ft·lb)
Mur pengunci setelan klep M5 4 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Baut sprocket camshaft M8 1 30 Nm (3.0 m·kg, 22 ft·lb)
Baut camshaft retainer M6 2 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Baut Timing chain guide M6 1 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Yamaha
bond No.
1215
Baut timing chain tensioner M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
(Three
bond
1215®)
Baut unit pompa air M6 3 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Baut penutup rumah pompa air M6 4 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Baut as Impeller retainer M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb) LT

Baut penutup Thermostat M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)


Baut unit Pompa oli M5 2 4 Nm (0.4 m·kg, 2.9 ft·lb)
Baut penguras mesin M35 1 32 Nm (3.2 m·kg, 23 ft·lb)
Baut penutup saringan oli M6 3 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Baut oli baffle plate M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb) LT

Baut manifold pemasukan M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)


Baut Injector M6 1 12 Nm (1.2 m·kg, 8.7 ft·lb) LT

Baut clem joint Throttle body M4 2 2 Nm (0.2 m·kg, 1.4 ft·lb)


Baut clem join rumah saringan M4 1 2 Nm (0.2 m·kg, 1.4 ft·lb)
Baut rumah Air filter M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Baut Resonator M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb) LT

Mur pengunci (throttle cable) M6 1 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb) LT

Mur knalpot M8 2 15 Nm (1.5 m·kg, 11 ft·lb)


Baut knalpot M8 2 20 Nm (2.0 m·kg, 14 ft·lb)
Baut protektor pipa knalpot M6 2 8 Nm (0.8 m·kg, 5.8 ft·lb) LT

2-16
TORSI PENGENCANGAN

ukuran
Bagian Jml Torsi pengencangan Keterangan
ulir
Baut protector knalpot M6 2 8 Nm (0.8 m·kg, 5.8 ft·lb) LT

Baut Crankcase M6 12 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)


Baut penutup generator M6 8 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Baut penutup kopling M6 10 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Baut penutup sprocket M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Mur tuas Kickstarter M12 1 50 Nm (5.0 m·kg, 36 ft·lb)
Baut stoper tuas kickstarter M8 2 28 Nm (2.8 m·kg, 20 ft·lb)
Baut Starter clutch M6 3 14 Nm (1.4 m·kg, 10 ft·lb) Stake
Baut guide ratchet gear M6 2 12 Nm (1.2 m·kg, 8.7 ft·lb) LT

Mur gear primary drive M12 1 60 Nm (6.0 m·kg, 43 ft·lb)


Baut per kopling M6 4 12 Nm (1.2 m·kg, 8.7 ft·lb)
Mur pengunci setelan kopling M6 1 8 Nm (0.8 m·kg, 5.8 ft·lb)
Mur clutch boss M14 1 70 Nm (7.0 m·kg, 50 ft·lb)
Mur pengunci setelan kopling M8 1 9 Nm (0.9 m·kg, 6.5 ft·lb)
Mur tuas kopling M6 1 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Baut holder tuas kopling M6 1 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Baut retainer drive sprocket M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Baut bearing retainer M6 2 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb) LT

Baut Shift drum segment M6 1 12 Nm (1.2 m·kg, 8.7 ft·lb) LT

Baut stopper lever M6 1 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb) LT

Baut stator coil M6 3 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb) LT

Baut crankshaft position sensor M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb) LT

Mur rotor generator M12 1 70 Nm (7.0 m·kg, 50 ft·lb)


Neutral switch M10 1 20 Nm (2.0 m·kg, 14 ft·lb)
Baut motor starter M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Sensor temperatur coolant M12 1 18 Nm (1.8 m·kg, 13 ft·lb)

2-17
TORSI PENGENCANGAN

Urutan pengencangan baut Cylinder head:

1 3
5

4 2

Urutan pengencangan baut penutup Generator :

1,6
7

5 8

4
9
3,11
2,10

Urutan pengencangan baut penutup rumah kopling:

6
1,7 9
8

5 9

4 10
2,12
3,13 11

2-18
TORSI PENGENCANGAN

Urutan pengencangan baut crankcase :

A B

14
1,6 7
8 15

5 9
2,12

4
10
3,13 11

A. crankcase kiri
B. crankcase kanan

2-19
TORSI PENGENCANGAN

EAS20350

TORSI PENGENCANGAN RANGKA/CHASSIS


Ukuran
Bagian Jml Torsi pengencangan Keterangan
ulir
Baut Ignition coil M6 2 9 Nm (0.9 m·kg, 6.5 ft·lb)
Mur dudukan mesin (depan) M10 1 49 Nm (4.9 m·kg, 35 ft·lb) LS

Mur dudukan mesin (belakang


M10 1 49 Nm (4.9 m·kg, 35 ft·lb) LS
bagian bawah)
Mur dudukan mesin (belakang
M10 1 49 Nm (4.9 m·kg, 35 ft·lb) LS
bagian atas)
Baut fender belakang M6 6 9 Nm (0.9 m·kg, 6.5 ft·lb)
Bracket kunci jok M6 2 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Baut Rectifier/regulator M6 2 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Mur atas unit shock absorber
M10 1 44 Nm (4.4 m·kg, 32 ft·lb)
belakang
Mur as roda belakang M14 1 80 Nm (8.0 m·kg, 58 ft·lb) LS

Mur Relay arm M10 2 44 Nm (4.4 m·kg, 32 ft·lb) LS

Mur bagian bawah connecting arm


M10 1 44 Nm (4.4 m·kg, 32 ft·lb) LS
unit schock absorber belakang
Mur bawah
M10 1 44 Nm (4.4 m·kg, 32 ft·lb)
unit schock absorber belakang
Mur as pivot lengan ayun M12 1 70 Nm (7.0 m·kg, 50 ft·lb) LS

Baut penutup rantai M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)


Baut union selang rem M10 2 26 Nm (2.6 m·kg, 19 ft·lb)
Baut caliper rem depan M10 2 35 Nm (3.5 m·kg, 25 ft·lb)
Mur as roda depan M12 1 60 Nm (6.0 m·kg, 43 ft·lb)
Baut disc brake depan M8 5 23 Nm (2.3 m·kg, 17 ft·lb) LT

Baut bleeding (caliper rem depan) M7 1 6 Nm (0.6 m·kg, 4.3 ft·lb)


Baut holder rem depan M6 1 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Baut fender depan M6 4 9 Nm (0.9 m·kg, 6.5 ft·lb)
Mur ring kemudi (torsi pengenca- See
M25 1 48 Nm (4.8 m·kg, 35 ft·lb)
ngan awal) NOTE.
Mur ring kemudi (torsi pengenca- See
M25 1 13 Nm (1.3 m·kg, 9.4 ft·lb)
ngan akhir) NOTE.
Baut steering stem M10 1 35 Nm (3.5 m·kg, 25 ft·lb)
Mur unit Meter M6 3 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Rumah lampu depan dan mur
M8 2 17 Nm (1.7 m·kg, 12 ft·lb)
unit sein
Baut bracket unit Meter M6 4 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Baut kunci kontak M6 2 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Baut pin bracket atas M8 2 21 Nm (2.1 m·kg, 15 ft·lb)
Baut pin bracket bawah M10 2 30 Nm (3.0 m·kg, 22 ft·lb)
Baut cap fork depan M30 2 23 Nm (2.3 m·kg, 17 ft·lb)

2-20
TORSI PENGENCANGAN

Ukuran
Bagian Jml Torsi pengencangan Keterangan
ulir
Baut Damper rod M10 2 23 Nm (2.3 m·kg, 17 ft·lb)
Baut bracket unit sein depan
M6 4 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
dan unit meter
Baut Horn M6 1 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Baut tangki dan frame M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Baut bracket tangki dan rangka M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Tangki bensin dan baut bracket
M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
tangki bensin
Baut retainer pompa bensin M5 6 4 Nm (0.4 m·kg, 2.9 ft·lb)
Baut penutup samping belakang M6 2 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Penutup samping belakang,dan
M6 2 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
baut panel belakang
Baut Grab bar M8 4 26 Nm (2.6 m·kg, 19 ft·lb)
Baut reservoir collant M6 2 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Baut Radiator M6 2 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Baut kipas radiator M6 2 8 Nm (0.8 m·kg, 5.8 ft·lb)
Baut ujung Grip M6 2 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Baut holder master cylinder rem-
M6 2 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
depan
Baut holder tangkai memudi atas M8 4 26 Nm (2.6 m·kg, 19 ft·lb)
Baut tuas rem depan M6 1 6 Nm (0.6 m·kg, 4.3 ft·lb)
Mur tuas rem depan M6 1 6 Nm (0.6 m·kg, 4.3 ft·lb)
Mur plat sepatu rem, dan batang
M8 1 19 Nm (1.9 m·kg, 13 ft·lb)
torsi rem belakang
Batang torsi rem belakang mur
M8 1 19 Nm (1.9 m·kg, 13 ft·lb)
lengan ayun
Baut camshaft tuas rem M6 1 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Baut panel depan M6 4 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Baut penutup samping M6 2 7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
Mur sprocket roda belakang M8 6 43 Nm (4.3 m·kg, 31 ft·lb)
Baut pedal rem M6 1 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Baut Footrest kanan dan plat heel
M10 1 45 Nm (4.5 m·kg, 32 ft·lb) LT
kanan
Baut pedal pemindah gigi M6 1 10 Nm (1.0 m·kg, 7.2 ft·lb)
Baut plat Heel M8 4 30 Nm (3.0 m·kg, 22 ft·lb)
Baut standart samping M10 1 44 Nm (4.4 m·kg, 32 ft·lb)

CATATAN:
1. Untuk mengencangkan mur steering,pertama-tama kencangkan mur ring bawah dengan torsi 48 Nm
(4.8m-kg 35 ft.lb) dengan kunci torsi dan selanjutnya kendorkan.
2. Dan selanjutnya kencangkan kembali mur ring bawah 13 Nm (1.3 m·kg, 9.4 ft·lb) dengan kunci torsi

2-21
BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS

EAS20360

BAGIAN YANG DILUMASI DAN TIPE PELUMAS


EAS20370

MESIN/ENGINE
Bagian yang dilumas Jenis pelumas
Seal oli bagian dalam LS

Bearings E

O-rings LS

Baut cylinder head dan washers E

Connecting rod big end thrust surface E

Piston, Piston rings, dan permukaan dalam cylinder E

Bagian dalam balancer driven gear . E

Camshaft lobes M

Decompression cam E

Valve stem seal M

Valve stem (pemasukan dan pembuangan) M

Ujung Valve stem (pemasukan dan pembuangan) M

As Rocker arm E

Rocker arm permukaan bagian dalam M

Pin tuas Decompression M

Seal oli (clutch cover) E

Oil pump driven gear E

Rotor pompa oli (masuk dan keluar) E

Ratchet gear dan kickstarter gear M

Permukaan dalam Kickstarter idle gear E

Kickstarter E

Permukaan dalam Starter clutch idle gear E

As Starter clutch idle gear E

Permukaan dalam Starter clutch gear inner dan thrust surface E

Starter clutch rollers E

Tuas Clutch lever E

Bagian dalam Primary driven gear E

Clutch push rod (panjang dan pendek) dan ball E

Mur Clutch boss dan lock washer contact surface E

Transmission gears (wheel dan pinion) dan collar M

Shift forks dan shift fork guide bar E

Shift drum E

Shift shaft E

2-22
BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS

Bagian yang dilumas Jenis pelumas


Yamaha bond No.
Crankshaft position sensor/gromet kabel unit stator 1215 (Three Bond
No.1215®)
Yamaha bond No.
Permukaan sambungan Crankcase 1215 (Three Bond
No.1215®)
Yamaha bond No.
Baut rantai timing/Timing chain tensioner bolts 1215 (Three Bond
No.1215®)

2-23
BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS

EAS20380

RANGKA/CHASSIS
Bagian yang dilumas Jenis pelumas
Seal oli roda depan LS

Permukaan luar as roda depan LS

Permukan dalam Speedometer gear unit LS

Seal oli hub roda belakang LS

Permukan dalam hub roda belakang LS

Permukaan luar as roda belakang LS

Ulir Mur as roda belakang. LS

Camshaft rem belakang S

Engsel pedal rem S

Engsel tuas rem S

Pin as engsel rem S

Bracket caliper rem bagian dalam. S

Rumah kabel handel gas bagian dalam LS

Ujung kabel kopling LS

Permukaan dalam baut as tuas rem S

Bearing kemudi LS

Seal debu steering/emudi LS

Ulir Mur dan Baut (relay arm dan flame) LS

Ulir Mur dan Baut (connecting rod dan relay arm) LS

Ulir Mur dan Baut (rear shock absorber dan relay arm) LS

Ulir Mur dan Baut (connecting rod dan swingarm) LS

Permukaan dalam Bearing (relay arm dan swingarm) LS

Seal Oli (relay arm dan swingarm) LS

Collars (relay arm dan swingarm) LS

As pivot dan ulir mur LS

Permukaan luar as Pivot LS

Permukaan luar bushing Swingarm LS

Penutup debu Swingarm LS

Engsel standart tengah LS

Engsel standart samping LS

Engsel pijakan kaki pembonceng. LS

Pijakan kaki pembonceng LS

Engsel pedal pemindah gigi LS

Mur dan Baut dudukan mesin E

2-24
JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN

EAS20390

JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN


EAS20400

JALUR ALIRAN OLI MESIN

2-25
JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN

1. Pompa Oli
2. Elemen saringan oli
3. Crankshaft
4. Camshaft
5. As Utama/Main axle
6. As penggerak/Drive axle

2-26
JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN

EAS20410

DIAGRAM PELUMASAN

2
A

2-27
JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN

1. Tuas penekan kopling/Clutch push lever


2. Main axle
3. Drive axle
4. Crankshaft
5. Saringan oli/Oil filter
6. Unit pompa oli
7. Saringan oli strainer
A. Ke arah cylinder head

2-28
JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAM

2-29
JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN

1. Camshaft
2. Crankshaft
3. As utama/Main axle
4. As penggerakDrive axle

2-30
DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN

EAS20420

DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN

1 2 3

7 5 1

2-31
DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN

1. Reservoir air pendingin/Coolant reservoir


2. Selang pemasukan Radiator/Radiator inlet hose
3. Selang reservoir air pendingin/Coolant reservoir hose
4. Radiator
5. Pompa air/Water pump
6. Selang pengeluaran Radiator/Radiator outlet hose
7. Selang pernafasan Pompa air/Water pump breather hose

2-32
JALUR KABEL

EAS20430

JALUR KABEL

C 6

6 6
A 8 15
9
14
1 14 12

A H B-B I
8
2
B
3
4

7 6 A 5

5 4 14

4 5 12 13
14

3 6 6
G 6
8
13

B B
F
9 15
12 16
D 9

11
17
11
E

2 10

2-33
JALUR KABEL

1. Kabel klakson/Horn
2. Selang rem depan
3. Kabel gas/Throttle cable
4. Kabel switch lampu rem depan
5. Kabel switch saklar tangkai kemudi kanan
6. Kabel switch saklar tangkai kemudi kiri
7. Kabel switch kopling
8. Kable kopling
9. Kabel lampu sein depan kiri
10. Kabel Speedometer
11. Kabel bodi/Wire harness
12. Kabel kunci kontak/Main switch
13. Kabel lampu sein depan kanan
14. Kabel unit meter.
15. Kabel kunci kontak, kabel lampu switch rem depan,
dan kabel tangkai kemudi kanan.
16. Kabel lampu senja/lampu posisi.
17. Kabel lampu depan/Headlight.
A. Ikat kabel tangkai kemudi kanan, dan kabel switch
lampu rem depan dengan plastik pengikat.
B. Ikat kabel tangkai kemudi kiri dan kabel switch kopling
dengan plastik pengikat.
C. Masukkan kabel kopling kedalam guide.
D. Masukkan kabel bodi, kabel unit meter dan kabel switch
tangkai kemudi kiri kedalam lubang yang terdapat
pada rumah lampu depan.
E. Masukkan kabel speedometer kedalam guide.
F. Masukkan kabel tangkai kemudi kanan, kabel kunci kontak,
kabel switch rem depan, kedalam lubang bagian atas
pada rumah lampu depan
G. Masukkan selang rem depan kedalam guide.
H. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel unit meter
kabel sein depan kiri, dan kabel switch tangkai kemudi-
kiri.
I. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel kunci kontak
kabel switch lampu rem depan,dan kabel switch tangkai
kemudi kanan.

2-34
JALUR KABEL

12

C
10

11
5 4
A-A B-B C-C

11 12
10

B
B

A 6

7 8 9

1 2 3 4 5 6 A C
C

2-35
JALUR KABEL

1. Throttle body
2. Selang reservoir air pendingin
3. Kabel bodi/Wire harness
4. Selang pemasukan Radiator
5. Kabel sensor temperatur air pendingin/coolant
6. Kabel gas/Throttle cable
7. Ignition coil
8. Kabel Busi/Spark plug
9. Selang vacum Air induction system
10. Kabel saklar tangkai kemudi kanan
11. Kabel switch lampu rem depan
12. Selang rem depan
A. Masukkan kabel bodi kedalam guide.
B. Masukkan selang rem depan kedalam guide.
C. Ikat selang rem depan pada grommet yang terdapat
diantara bracket bawah, dan bracket lampu depan.

2-36
JALUR KABEL

1
2

A
5

2-37
JALUR KABEL

1. ECU (engine control unit)


2. Condenser
3. Kabel bodi/Wire harness
4. Kabel Starter motor
5. Switch lampu rem belakang
A. Ikat kabel bodi/ wire harness, kabel motor starter, dan
kabel switch lampu rem belakang pada rangka dengan
plastic locking tie. Jangan sampai ujung plastik pengikat
menyentuh benda lain.
B. Ikat kabel bodi/wire harness pada rangka dengan
plastic locking tie. Jangan sampai ujung plastik pengikat
menyentuh benda lain.

2-38
JALUR KABEL

2 A-A

4
A
B

4
B
1 5
A

6
7

11

10 9 8

2-39
JALUR KABEL

1. Kabel Klakson/Horn
2. Selang rem depan
3. Kabel saklar tangkai kemudi kiri
4. Kabel gas/Throttle cable
5. Kabel kopling
6. Kabel bodi
7. Selang tangki reservoir
8. Kabel crankshaft position sensor/stator coil
9. Kebel switch neutral
10. Kabel unit Throttle body sensor
11. Kabel speedometer
A. Guide kabel kopling
B. Ikat kabel gas dengan holder yang terdapat pada
tutup radiator.

2-40
JALUR KABEL

1 2 A 3

8
B

F
A
10 9

A
D

2-41
JALUR KABEL

1. Kabel bodi/Wire harness


2. Kabel Negative battery
3. Battery
4. Rectifier/regulator
5. Kabel kunci tempat duduk
6. Kabel lampu belakang/rem
7. Kabel lampu sein kiri belakang.
8. Selang pernafasan tangki reservoir
9. Kabel switch Neutral
10. Kabel Crankshaft position sensor/stator coil

A. Ikat kabel negative battery ke frame dengan plastik


pengikat. Ujung plastik pengikat jangan dipotong.
B. Ikat kabel crankshaft position sensor/stator coil,
kabel neutral switch, dan kabel negative battery
ke frame dengan plastic pengikat. Ujung plastik
pengikat jangan dipotong.
C. Jalur kabel negative battery berada didepan
pin.
D. Masukan selang pernafasan coolant reservoir pada lubang
yang terdapat pada penuntun kabel.
E. Tepatkan selang pernafasan coolant reservoir diantara
bracket mesin di bagian bawah.
F. 40 mm (1.57 in)

2-42
JALUR KABEL

1 A
B

A-A 16

1
15
2

3
14
4 C

5
H
D

13 6

12 7

A 8
11

10 A E

F
G

2-43
JALUR KABEL

1. Selang tangki reservoir


2. Kabel motor kipas Radiator
3. Kabel coolant temperature sensor
4. Kabel gas/Throttle cable
5. Selang vacuum Air induction system
6. Kabel bodi/Wire harness
7. Kabel pompa bahan bakar
8. Kabel Fuel injector
9. Air intake duct
10. Selang pernafasan Coolant reservoir
11. Kabel FID (fast idle solenoid)
12. Kabel unit Throttle body sensor
13. Kabel Ignition coil
14. Kabel Bus/Spark plug
15. Selang pernafasan Pompa air/Water pump
16. Kabel kopling
A. Ikat kabel bodi ke frame dengan
plastic pengikat. Ujung plastik pengikat
jangan dipotong.
B. Tepatkan kabel kipas radiator pada lubang yang
terdapat pada penutup radiator.
C. Pastikan posisi kabel gas berada disebelah kanan
selang vacuum air induction
system .
D. Ikat kabel bodi dengan memasukkan nok yang
terdapat pada plastic ke lubang yang ada pada
rangka/frame.
E. Ikat kabel bodi dengan holder.
F. Lebih dari 30 mm (1.18 in).
G. Jalur kabel FID (fast idle solenoid) dan kabel fuel
injector mengelilingi selang air intake duct.
H. Ikat kabel pompa bahan bakar ke bracket ignition coil
dengan plastik pengikat, dan potong kelebihan plastik
dengan jarak 5 mm (0.20 in) dari ujung pengikat

I. Ikat selang coolant reservoir ke chassis dengan


clamp plastik.

2-44
JALUR KABEL

A
18 19

D 17 1

16 2
C

15 3

20 2
B

5
21
14 B
E 6

A
7
13
5 F
8
12
C
4
A

9
B-B

10

9 11 10

G
H

J 11 C

2-45
JALUR KABEL

1. Kabel positive battery


2. Box sekring/Fuse box
3. Lean angle sensor
4. Condenser
5. Kabel sinyal Self-diagnosis
6. ECU (engine control unit)
7. Relay motor kipas radiator
8. Starting circuit cut-off relay
9. Kabel sinyal sein belakang kanan
10. Kabel lampu belakang/rem
11. Kabel sinyal sein belakang kiri
12. Relay sinyal belok
13. Kabel kunci jok/Seat lock
14. Rectifier/regulator
15. Starter relay
16. Kabel negative battery
17. Battery
18. Kabel starter relay
19. Kabel starter motor
20. Kabel box sekring/Fuse box
21. Karet band pengikat Battery
A. Tutup kabel lampu belakang/rem dan kabel sinyal
belok belakang dengan penutup connector.
B. Tekan kabel starter motor dan kabel starter relay
ke bawah diantara battery dan
fender.
C. Pasang box sekring, dan tempatkan kabel box
sekring diatas kabel starter motor dan kabel starter
relay.
D. Pasang kabel negative battery pada kabel bodi,
dan tepatkan connector pada posisi, seperti pada
gambar illustrasi.
E. Pasang battery, dan ikat semua kabel pada Battery
dengan band battery
F. Jalur kabel sinyal self-diagnosis dibawah
condensor dan mengelilingi bracket condensor.
G. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada
lubang yang terdapat pada penutup connector.
H. Tepatkan kabel lampu belakang/rem pada lubang
yang terdapat pada penutup connector.
I. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada lubang
yang terdapat pada penutup connector.
J. Ke arah depan

2-46
JALUR KABEL

2-47
PERAWATAN BERKALA DAN PENYETELAN

PERAWATAN BERKALA ...............................................................................3-1


PENDAHULUAN .......................................................................................3-1
PERAWATN BERKAL DAN JARAK WAKTU PELUMASAN ..................... 3-1

MESIN .............................................................................................................. 3-3


MENYETEL KELONGGARAN KLEP ........................................................ 3-3
MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN ..............................................3-4
MENYETEL VOLUME GAS BUANG/ EXHAUST GAS VOLUME .............3-5
MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS ............................................ 3-6
MEMERIKSA BUSI ...................................................................................3-7
MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN/IGNITION TIMING..............................3-7
MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI........................................................ 3-8
MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN................................................... 3-9
MENGGANTI OLI MESIN ........................................................................3-10
MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING...................................... 3-11 3
MEMBERSIHKAN ELEMENT SARINGAN UDARA................................. 3-12
MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY
DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA ............................................. 3-12
MEMERIKSA SELANG BAHAN BAKAR ................................................. 3-13
MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN CYLINDER HEAD..................... 3-13
MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN/ EXHAUST SYSTEM.................3-13
MEMERIKSA KETINGGIAN COOLANT ................................................. 3-13
MEMERIKSA SISTIM PENDINGINAN..................................................... 3-14
MENGGANTI COOLANT......................................................................... 3-14

RANGKA/CHASSIS .......................................................................................3-17
MENYETEL REM BELAKANG ...............................................................3-17
MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM............................................. 3-17
MEMERIKSA KAMPAS REM DEPAN......................................................3-17
MEMERIKSA SELANG REM DEPAN ..................................................... 3-18
MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG............................................... 3-18
MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG.................................... 3-18
MEMBUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM ............... 3-18
MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI ...................................................3-19
MELUMASI RANTAI ................................................................................3-20
MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/STEERING HEAD ................. 3-20
MEMERIKSA FORK DEPAN ................................................................... 3-21
MEMERIKSA BAN ...................................................................................3-22
MEMERIKSA RODA .................................................................................3-23
MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL ...................................................3-24
MELUMASI ENGSEL TUAS KOPLING...................................................3-24
MELUMASI ENGSEL TUAS REM ..........................................................3-24
MELUMASI PEDAL PEMINDAH GIGI.....................................................3-24
MELUMASI PEDAL REM ....................................................................... 3-24
MELUMASI ENGSEL STANDART SAMPING ........................................ 3-24
MELUMASI ENGSEL STANDART TENGAH .......................................... 3-24
MELUMASI SUSPENSI BELAKANG .......................................................3-24
SISTIM KELISTRIKAN ................................................................................. 3-25
MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY....................................... 3-25
MEMERIKSA SEKRING.......................................................................... 3-25
MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN................................................ 3-25
MENYETEL ARAH SINAR LAMPU DEPAN ........................................... 3-25
PERAWATAN BERKALA

EAS20450

PERAWATAN BERKALA
EAS20460

PENDAHULUAN
Bab ini berisi informasi penting yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan dan penyetelan
Prosedur perawatan ini jika diikuti, akan menjamin operasional, dan umur sepeda motor akan lebih
panjang. Ini perlu dilakukan untuk mengurangi biaya operasional, dan biaya perawatan sepeda motor.
termasuk didalamnya biaya yang mengharuskan "over houl", tindakan ini diberlakukan untuk sepeda
motor yang sedang diservice, maupun sepeda motor yang baru. Mekanik harus menguasai seluruh
bab ini.
EAS3C11003

PERAWATAN BERKALA DAN JARAK WAKTU PELUMASAN


PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIK-
NO. BAGIAN PEKERJAAAN YANG DILAKUKAN SAAN
0,5 3 6 9 12 TAHUNAN

1 * Saluran bahan bakar • Periksa selang bensin dari keretakan. √ √ √ √ √


• Periksa kondisi
• Bersihkan dan setel celah busi. √ √
2 Busi/Spark plug
• Ganti. √ √
• Periksa kelonggaran klep
3 * Klep/Valves • setel . √

• Bersihkan. √ √
4 Element saringan udara
• Ganti. √ √
• Periksa cara kerja.
5 Kopling/clutch √ √ √ √ √
• Setel.
• Periksa cara kerja, ketinggian minyak rem, dan
kebocoran. √ √ √ √ √ √
6 * Rem depan
• Ganti kampas rem . Jika kondisi harus diganti
• Periksa cara kerja, dan setel gerak bebas pedal rem. √ √ √ √ √ √
7 * Rem belakang
• Ganti sepatu rem Jika kondisi harus diganti
• Periksa dari kebocoran dan keretakan. √ √ √ √ √ √
8 * Selang rem
• Ganti. Setiap 4 tahun
9 * Roda • Periksa kelurusan dan keretakan. √ √ √ √
• Periksa kedalaman alur ban
• Ganti jika diperlukan.
10 * Ban • Periksa tekanan angin ban. √ √ √ √ √
• Tambah angin jika diperlukan.
11 * Bearing roda • Periksa kondisi bearing. √ √ √ √
• Periksa cara kerja dan gerak samping. √ √ √ √
12 * Lengan ayun/Swingarm
• Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based. Setiap 24000 km
• Periksa kekendoran rantai dan kondisi rantai.
13 Rantai penggerak • Setel kekencangan rantai dan lumasi dengan oli setiap 500 km dan setelah sepeda motor dicuci
atau habis kehujanan
mesin.
• Periksa kelancaran gerak dan kekendoran kemudi. √ √ √ √ √
14 * Bearing kemudi
• Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based. Setiap 24000 km

15 * Sambungan rangka • Pastikan Mur, Baut pengikat dan sekrup, terpasang- √ √ √ √ √


dengan kencang.
Strandart samping, • Periksa cara kerja.
16 √ √ √ √ √
Standart tengah • Lumasi.
17 * Fork depan • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. √ √ √ √

18 * Unit Shock absorber • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. √ √ √ √

Suspensi belakang, re- • Periksa cara kerja. √ √ √ √


19 * lay arm , engsel- eng-
sel sambungan • Lumasi dengan lithium-soap-based . √ √
connecting arm
20 Fuel injection • Periksa putaran langsam mesin. √ √ √ √ √ √

3-1
PERAWATAN BERKALA

PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIK-


NO. BAGIAN PEKERJAAN YANG DILAKUKAN SAAN
0,5 3 6 9 12 TAHUNAN

• Ganti
21 Oli mesin • Periksa ketinggian oli mesin dan kebocoran √ √ √ √ √ √

22 Elemen saringan Oli • Ganti. √ √ √

• Periksa ketinggian air pendingin dan kebocoran. √ √ √ √ √


23 * Sistim pendinginan
• Ganti YAMAHA GENUINE COOLANT. Setiap 3 tahun
Switch rem depan
24 * • Periksa cara kerja. √ √ √ √ √
dan rem belakang
Komponen yang
25 bergerak dan kabel • Lumasi. √ √ √ √ √

Alur rumah handel • Periksa gerak bebas


26 * • Setel gerak bebas handel gas. √ √ √ √ √
gas dan kabel • Lumasi alur rumah handel gas dan kabel gas.
• Periksa air cut-off valve, reed valve, dan kebocoran
27 * Air induction system selang. √ √ √ √ √
• ganti jika retak-retak dan bocor.

28 Knalpot dan pipa • Periksa baut klem dari kekendoran. √ √ √ √ √


knalpot
Saklar lampu dan • Periksa cara kerja
29 * √ √ √ √ √ √
saklar sinyal • Setel lampu jauh

EAS3C11004

CATATAN:
• Filter saringan udara harus sering dibersihkan dari jadwal yang ada, jika pemakaian di tempat yang berdebu
• Perawatan Hydraulic rem.
• Pemeriksaan harian, dan jika perlu tambahkan minyak rem.
• Setiap dua tahun, ganti komponen bagian dalam dari master cylinder dan caliper, dan ganti minyak
rem dengan yang baru.
• Ganti selang rem setiap empat tahun, atau jika kondisi sudah mengharuskan ganti

3-2
MESIN

EAS20471

MESIN Kelonggaran/ celah klep (dingin)


Masuk
EAS20520
0,10–0,14 mm (0,0039–0,0055 in)
MENYETEL KELONGGARAN KLEP Buang
Ikuti petunjuk dibawah ini, jika akan melakukan 0,20–0,24 mm (0,0079–0,0094 in)
penyetelan klep.
CATATAN: ▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
• Mengukur celah klep, harus dalam kondisi a. Putar crankshaft ke arah kiri.
mesin dingin, atau pada temperatur ruang. b. Tepatkan tanda TMA “a” pada rotor generator
• Pada saat mengukur celah klep, posisi piston dengan tanda penepat “b” yang terdapat pada
harus pada posisi Titik Mati Atas (TMA), pada penutup generator.
saat langkah kompresi.
1. Buka: b
• Panel depan
• Tempat duduk
lihat bagian “RANGKA UMUM ” halaman 4-1.
• Tangki bensin
lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.
2. Lepaskan: a
• Cap Busi/Spark plug cap
• Selang vacuum Air induction system c. Periksa penepatan tanda timing pada
• Selang sistim Air induction system (3-cabang lubang timing.
ke air cut-off valve)
lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” pada
halaman 7-9.
3. Lepas:
• Air cut-off valve
• Reed valve
• Plat reed valve
lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM”
pada halaman 7-9.
• Penutup cylinder head
• Gasket penutup cylinder head
d. Ukur celah klep dengan thickness
lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6.
gauge “1”.
4. Buka:
diluar spesifikasi → setel.
• Baut Cap Timing mark “1”
• Baut Cap Crankshaft “2”

1
1

2
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲

5. Ukur: 6. Setel:
• Kelonggaran klep • Celah/kelonggaran klep.
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
Diluar spesifikasi → Setel. a. Kendorkan mur pengunci “1”.
b. Masukkan thickness gauge “2” diantara ujung
batang klep dan ujung baut penyetel.

3-3
MESIN

8. Pasang :
1 • Gasket penutup cylinder head Baru
• Penutup cylinder head
lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6.
2 • Plat reed valve
• Reed valve
• Air cut-off valve
lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM”
halaman 7-9.
9. Pasang:
c. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau ke • Selang air induction system (3-cabang joint
arah “b” hingga didapat kelonggaran yang ke air cut-off valve)
sesuai spesifikasi. • Selang vacum Air induction system
3 lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM”
a halaman 7-9.
• Cap Busi/Spark plug cap
b 10.Pasang:
• Tangki bensin
lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.
• Tempat duduk/jok
• Panel depan
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
EAS20610

MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN


Kearah “a”
Kelonggaran klep bertambah CATATAN:
Kearah “b” Untuk mendapatkan putaran langsam yang sem-
Kelonggaran klep berkurang purna, saringan udara harus dalam kondisi bersih,
dan tekanan kompresi dalam kondisi standart.

Tappet adjusting tool 1. Hidupkan mesin untuk pemanasan beberapa


90890-01311 saat.
Six piece tappet set 2. Buka:
YM-A5970 • Tempat duduk/jok
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
• Tahan baut penyetel, agar setelan tidak ikut 3. Angkat bagian depan tangki. (Selang bensin
berputar dan kenencangkan mur pengunci jangan dicabut.)
sesuai spesifikasi. 4. Pasang:
• Digital tachometer
Mur pengunci/Locknut (pada kabel busi)
7 Nm (0.7 m·kg, 5.1 ft·lb)
5. Periksa:
T.
R.

• Putaran langsam mesin.


d. Periksa kembali celah klep
diluar spesifikasi → Setel
e. Jika celah klep berubah, lakukan kembali
langkah penyetelan klep, hingga didapat ke- Putaran langsam mesin
longgaran klep yang sesuai. 1.300–1.500 r/min

▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲ 6. Buka:
7. Pasang: • Panel samping kanan
• Baut cap crankshaft lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
7. Setel:
(dengan O-ring Baru )
• Putaran langsam mesin
• Baut Cap Timing mark
(dengan O-ring Baru )

3-4
MESIN

▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Putar pilot screw “1” kearah “a” atau “b”, hing- FI diagnostic tool
ga didapat putaran langsam yang sesuai spe- 90890-03182
sifikasi.

1
2
a b

5. Tekan tombol “MODE”, “1”, dan putar


Kearah “a” kunci konyak kerah “ON”.
Putaran langsam bertambah.
CATATAN:
Kearah “b”
Putaran langsam berkurang. • Akan tampak tulisan “DIAG” pada layar LCD “2”
pada alat FI diagnostic tool.
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
• Lampu “POWER” (Hijau) “3” akan menyala
8. Lepaskan:
• Digital tachometer
9. Pasang: 3
FI Diagnostic Tool
• Tanghki bensin 2
lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.
• Tempat duduk/jok
DIAG
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
10.Pasang: 1
• Panel sisi kanan
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
11.Setel:
6. Tekan tombol “UP” untuk memilih mode penye-
• Gerak bebas handel gas
telan CO “CO” atau mode diagnostic “DIAG".
lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS
7. Setelah dipilih mode penyetelan “CO”, tekan
HANDEL GAS” halaman 3-6.
tombol "MODE"
Gerak bebas handel gas 8. Akan tampil tulisan “C1” pada layar LCD pada
3,0–5,0 mm (0,12–0,20 in) FI diagnostic tool, dan selanjutnya tekan tombol
"MODE"
EAS20600 9. Hidupkan mesin.
MENYETEL VOLUME CO GAS BUANG
ECA3C11023
NOTE:
PERHATIAN:
Pastikan kadar CO pada tingkat standard, dan
selanjutnya setel volume gas buang Untuk menghasilkan penyetelan yang sempur-
na, Battery harus dalam kondisi terisi penuh.
1. Buka:
• Tempat duduk/jok
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
2. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”.
3. Cabut :
• Connector Self-diagnosis signal “1”
4. Pasang:
• FI diagnostic tool “2”

3-5
MESIN

Gerak bebas handel gas


3,0–5,0 mm (0,12–0,20 in)
FI Diagnostic Tool
1400rpm 2. Setel:
C1 : -10 • Gerak bebas handel gas

▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
Setelan sisi Throttle bodi
a. Kendorkan mur pengunci “1” pada kabel ak-
selerator.
10.Setel kadar CO dengan menekan tombol b. Putar mur penyetel “2” ke arah “a” atau “b”
“UP” dan “DOWN”. hingga didapat gerak bebas handel gas yang
CATATAN:
sesuai dengan spesifikasi.
Kondisi kadar CO dan putaran langsam mesin Kearah “a”
akan tampak pada layar LCD yang ada pada FI Gerak bebas handel gas bertambah.
diagnostic tool. Kerah “b”
• Untuk mengurangi kadar CO tekan tombol Gerak bebas handel gas berkurang.
“DOWN”.
• Untuk menambah kadar CO tekan tombol c. Kencangkan Mur pengunci
“UP”.
11.Lepaskan tombol “DOWN” dan “UP” jika sete- 1
lan sudah dipilih. a
12.Putar kunci kontak ke arah “OFF”
13.Lepaskan: b
• FI diagnostic tool
14.Pasang:
• Connector Self-diagnosis signal
15.Pasang : 2
• Jok/Tempat duduk
CATATAN:
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
Jika spesifikasi gerak bebas sulit didapatkan pa-
da penyetelan sisi throttle body, lakukan penye-
EAS20660

MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS. telan pada sisi tangkai kemudi.
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
CATATAN:
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
Untuk menghasilkan setelan handel gas yang Tangkai kemudi
sempurna putaran langsam harus sudah disetel a. Geser karet penutup setelan “1”
1. Periksa: b. Kendorkan mur pengunci “2”.
• Gerak bebas handel gas “a” c. Putar mur penyetel “3” kearah “a” atau “b”
Diluar spesifikasi → Setel. hingga didapat gerak bebas handel gas yang
sesuai dengan spesifikasi.

Kearah “a”
Gerak bebas handel gas bertambah.
Kearah “b”
Gerak bebas handel gas berkurang.

3-6
MESIN

7. Ukur :
• Kerenggangan busi “a”
(dengan thickness gauge)
Diluar spesifikasi → Setel celah busi.

Celah busi
b 3 0,7–0,8 mm (0,028–0,031 in)

1 a
2
d. Kencangkan mur pengunci
e. Kembalikan posisi karet penutup setelan.
EWA12930

PERINGATAN
Setelah menyetel gerak bebas handel gas,
hidupkan mesin, dan gerakkan tangkai kemu-
di ke kanan dan ke kiri, pastikan kabel gas
tidak tertarik, dan putaran mesin tetap stabil
8. Pasang:
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲ • Busi/Spark plug
EAS20690

MEMERIKSA BUSI/ SPARK PLUG Busi/Spark plug


1. Buka: 13 Nm (1,3 m·kg, 9,4 ft·lb)
T.
R.

• Panel depan kanan


lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. CATATAN:
2. Lepaskan: Sebelum memasang busi, bersihkan gasket dan
• cap Busi/Spark plug cap permukaan dudukan busi dari kotoran.
3. Buka: 9. Pasang:
• Busi/Spark plug • Cap Busi
ECA13330

PERHATIAN: 10.Pasang:
• Panel depan kanan
Sebelum melepas busi, bersihkan lubang di-
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
kitar busi, dengan udara bertekanan, agar ko-
toran tidak terjatuh kedalam cylinder melalui EAS20700

lubang busi. MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN


CATATAN:
4. Periksa:
• Tipe Busi/Spark plug Untuk menghasilkan pemeriksaan saat pengapian
Tidak sesuai → Ganti. yang sempurna, pastikan kabel yang berhubungan
dengan pengapian, dalam kondisi terpasang sem-
Pabrikan/model purna dan tidak terdapat karat.
NGK/CR8E
1. Buka:
Pabrikan/model
DENSO/U24ESR-N • Baut cap Timing mark “1”

5. Periksa:
• Electrode “1”
Rusak/Aus → Ganti busi 1
• Insulator “2”
Warna tidak normal → Ganti busi
Warna normal, putih ke abu-abuan
6. Bersihkan:
• Busi/Spark plug
(dengan pembersih busi atau sikat)

3-7
MESIN

2. Buka: 6. Lepas:
• Tempat duduk • Digital tachometer
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Timing light
3. Angkat tangki bensin bagian depan. (selang 7. Pasang:
bensin jangan dilepaskan.) • Tangki bensin
4. Pasangkan: lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.
• Timing light “1” • Tempat duduk/jok
• Digital tachometer lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
8. Pasang:
Timing light • Baut cap Timing mark
90890-03141
Inductive clamp timing light (dengan O-ring Baru )
YU-03141 EAS20710

MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI

CATATAN:
Jika tekanan kompresi tidak standart, tenaga me-
sin akan berkurang, pemakaian bensin boros.
1. Ukur:
1 • Kelonggaran klep
diluar spesifikasi → Setel
lihat bagian “MENYETEL KELONGGARAN
KLEP” halaman 3-3.
5. Periksa: 2. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pema-
• Saat pengapian/Ignition timing nasan, dan selanjutnya matikan mesin.
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼ 3. Buka:
a. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pema- • Panel depan kanan
nasan, dan biarkan beberapa saat pada puta- lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
ran langsam. 4. Buka:
• Cap Busi
Putaran langsam mesin 5. Lepaskan:
1.300–1.500 r/min
• Busi/Spark plug
ECA3C11007
b. Periksa tanda penepatan “a” yang ada pada PERHATIAN:
tutup generator, dengan tanda “b” yang ter-
Sebelum melepas busi, bersihkan lubang di-
dapat pada rotor generator.
sekitar busi dengan udara bertekanan, untuk
Tanda tidak tepat → Periksa sistim penga-
menghindari kotoran masuk kedalam cylinder
pian.
melalui lubang busi.
6. Buka:
a • Tempat duduk
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
7. Angkat bagian depan tangki. (Selang bensin
b jangan dicabut.)
8. Pasang:
• Compression gauge “1”

Compression gauge
90890-03081
CATATAN: Engine compression tester
Penyetelan saat pengapian tidak dapat dilakukan YU-33223
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲

3-8
MESIN

• Tempat duduk/jok
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
12.Pasang:
• Busi/Spark plug
1
Busi/Spark plug
13 Nm (1.3 m·kg, 9.4 ft·lb)

T.
R.
13.Pasang:
• Cap busi/Spark plug cap
14.Pasang:
9. Ukur: • Panel depan kanan
• Tekanan kompresi lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
Diluar spesifikasi → lihat langkah (c) dan (d).
EAS28920

MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN


Standart tekanan kompresi 1. Tegakkan sepeda motor dengan sempurna.
(tergantung ketinggian air laut) CATATAN:
510 kPa (72,5 psi) (5,1 kgf/cm²) • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah
Minimum–maximum
• Pastikan sepeda motor dalam posisi rata
440–580 kPa (62,6–82,5 psi)
(4,4–5.8 kgf/cm²) 2. Hidupkan mesin untuk beberapa saat, dan
selanjutnya matikan mesin.
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼ 3. Periksa:
a. Putar kunci kontak ke “ON”.
• Ketinggian oli mesin
b. Dengan handel gas terbuka penuh, putar
Batas ketinggian oli mesin harus berada di-
mesin, hingga tekanan kompresi stabil, dan
antara batas garis minimum “a” dan batas
tidak bertambah lagi.
garis maksimum “b”.
c. Jika tekanan kompresi lebih tinggi dari
Jika berada dibawah batas minimum → Tam-
spesifikasi maksimum, periksa cylinder head,
bahkan dengan oli yang disarankan.
kepala klep dan kepala piston dimungkinkan
ada endapan carbon. CATATAN:
ada endapan carbon → Bersihkan. • Sebelum memeriksa ketinggian oli, biarkan me-
d. Jika tekanan kompresi dibawah spesifikasi sin berhenti beberapa saat agar oli mengendap.
minimum, masukkan sedikit oli kedalam lu- • Pada saat memeriksa dengan dipstick “1”, ma-
bang busi dan periksa kembali tekanan kom- sukan dipstick ke lubang oli tanpa diputar.
presi.
(dan lihat tabel dibawah)
1
Tekanan kompresi (dengan oli dimasukkan
ke dalam cylinder melalui lubang busi)
Kondisi Diagnosa
1
Lebih tinggi dibanding- ring piston aus atau
kan jika tanpa oli patah → ganti/perbaiki
Piston, Klep, Gasket b
cylinder head atau a
Sama dengan tanpa oli
Piston dimungkinkan
rusak → Perbaiki Tipe Oli :
Tingkatan oli yang disarankan
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
SAE20W40 atau SAE20W50
10.Buka: API service tipe SG JASO stan-
• Compression gauge dard MA, atau yang lebih tinggi.
11.Pasang:
• Tangki bensin
lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.

3-9
MESIN

ECA3C11024

PERHATIAN:
Jangan sampai material lain masuk kedalam
crankcase.
4. Hidupkan mesin beberapa saat, lalu matikan.
tunggu beberapa saat, agar oli mengendap.
5. Periksa kembali ketinggian oli mesin.
CATATAN:
Sebelum memeriksa ketinggian oli, biarkan mesin 2 Baru 3 1
berhenti beberapa saat agar oli mengendap.
c. Pasang element filter dan penutup element
EAS20810
filter.
MENGGANTI OLI MESIN
Baut penutup element filter oli
1. Hidupkan mesin beberapa saat, untuk pema-
10 Nm (1,0 m·kg, 7,2 ft·lb)

T.
nasan dan selanjutnya matikan mesin.

R.
2. Tempatkan nampan dibawah mesin, dengan
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
posisi tepat dibawah baut penguras oli.
6. Periksa:
3. Buka:
• Saringan oli mesin bawah/strainer
• Dipstick (penutup lubang pemasukan oli) “1”
Kotor→ bersihkan
• Baut penguras oli mesin “2”
7. Pasang:
• O-ring “3”
• Saringan oli bawah/strainer
• Per/Spring “4”
• Per/Spring
• Saringan oli bawah/Engine oil strainer “5”
• O-ring Baru
• Baut penguras mesin

Baut penguras mesin


32 Nm (3,2 m·kg, 23 ft·lb)
T.
R.

1 8. Isi:
• Oli ke Crankcase
(dengan kapasitas dan spesifikasi oli yang
disarankan)
Kapasitas oli
Kapasitas total
1,15 L (1,22 US qt) (1,01 Imp.qt)
Tanpa membuka element filter oli :
0,95 L (1,00 US qt) (0,84 Imp.qt)
5
4 Dengan membuka element filter oli :
2 1,00 L (1,06 US qt) (0,88 Imp.qt)
3
2
4. Kuras: 9. Pasang:
• Oli mesin • Dipstick/penutup lubang pengisi oli
(keseluruhan dari dalam crankcase) 10.Hidupkan mesin beberapa saat, dan matikan.
5. Jika saringan oli bawah juga akan dibersihkan, tunggu beberapa saat.
ikuti prosedur di bawah ini. 11.Periksa kembali:
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼ • Mesin
a. Buka dipstick/tutup lubang oli “1” dan elemen (dari kemungkinan ada kebocoran oli)
saringan oli bawah “2”.
b. Pasang O-ring baru “3”.

3-10
MESIN

12.Periksa: 2. Setel :
• Ketinggian oli mesin • Gerak bebas kabel kopling
lihat bagian “MEMERIKSA OLI MESIN"
halaman 3-9. ▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
13.Periksa: Setelan pada sisi tangkai kemudi
• Tekanan aliran oli a. Singkap karet penutup setelan “1”
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼ b. Kendorkan mur pengunci “2”.
a. Buka secara perlahan baut pemeriksa oli “1”. c. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau "b"
hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang
disarankan.

Kearah “a”
1 Gerak bebas kopling bertambah
Kearah “b”
Gerak bebas kopling berkurang

1 2 3
b. Hidupkan mesin dalam kondisi langsam, dan a
periksa adakah oli mengalir keluar dari lubang
pemeriksa aliran oli, jika tidak ada oli yang ke-
luar, matikan mesin dan periksa penyebabnya.
b
c. Periksa jalur aliran oli, element filter oli, pom-
pa oli, dari kerusakan atau kebocoran.
lihat bagian “POMPA OLI” halaman 5-49.
d. Hidupkan mesin kembali, setelah masalah d. Kencangkan mur pengunci
ditemukan, dan periksa kembali aliran oli e. Tutup kembali karet penutup setelan
e. Kencangkan baut pemeriksa aliran oli.
CATATAN:
Baut pemeriksa aliran oli Jika gerak bebas kopling sulit di dapat, dari pe-
7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb) nyetelan sisi tangkai kemudi, lakukan penyetelan
T.
R.

pada penyetel di bagian sisi mesin .


▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
EAS20870

MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING ▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼


Setelan pada sisi mesin
1. Periksa: a. Kendorkan mur pengunci “1”.
• Gerak bebas kabel kopling “a” b. Putar baut penyetel “2” ke arah “a” atau “b”
Diluar spesifikasi → Setel. hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang
disarankan.
Gerak bebas kabel kopling
10,0–15,0 mm (0,39–0,59 in) Kearah “a”
Gerak bebas kopling bertambah
Kearah “b”
Gerak bebas kopling berkurang

3-11
MESIN

3. Bersihkan:
• Saringan udara “1”
a Semprot dengan udara bertekanan. semprot
dari dalam keluar pada saringan udara.

b
1
2 1

c. Kencangkan mur pengunci

Mur pengunci
9 Nm (0,9 m·kg, 6,5 ft·lb)
T.
R.

4. Periksa:
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
• Saringan udara
EAS20921
Rusak → Ganti.
MEMBERSIHKAN SARINGAN UDARA MESIN 5. Pasang:
CATATAN : • Saringan udara
Yang terlihat pada gambar “1” adalah indikator • Penutup rumah saringan udara
kondisi saringan udara. Jika terdapat debu dan (terdapat gaskets)
air, bersihkan saringan udara, rumah saringan ECA3C11025

udara, dan indikator debu. PERHATIAN:


Jangan menjalankan mesin tanpa saringan
udara terpasang. hal ini akan mengakibatkan
keausan komponen mesin bagian dalam, dan
kerusakan mesin. Dan dimungkinkan akan
mempengaruhi kerja throttle body, dan menga-
kibatkan kemampuan mesin yang buruk, dan
1 panas mesin yang berlebihan / overheating.
CATATAN:
Pastikan saringan udara terpasang dengan sem-
purna, pada rumah saringan.
1. Buka:
6. Pasang :
• Tempat duduk/jok
• Tangki bensin
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.
• Tangki bensin
• Tempat duduk/jok
lihat bagian “TANGKIBENSIN” halaman 7-1.
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
2. buka:
• Penutup saringan udara “1” EAS3C11007

• Saringan udara MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY


DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA
1. Buka:
• Tempat duduk/jok
1
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
• Tangki bensin
lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.
2. Periksa:
• Joint Throttle body “1”
• Joint rumah saringan udara mesin “2”
Retak/rusak → Ganti.

3-12
MESIN

ECA14920

PERHATIAN:
Pastikan jalur selang pernafasan mesin, pada
jalur yang benar.

2
1

3. Pasang:
• Tangki bensin
lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.
• Tempat duduk/jok
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 1
EAS21030
3. Pasang:
MEMERIKSA SALURAN BENSIN • Tangki bensin
1. Buka: lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.
• Tempat duduk/jok • Tempat duduk/jok
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
• Tangki bensin EAS21080
lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN
2. Periksa: 1. Periksa:
• Selang bensin “1” • Knalpot “1”
retak/bocor → Ganti Bocor/retak → Perbaiki/ganti
Sambungan kendor → Perbaiki. • Gasket knalpot “2”
ada kebocoran → ganti
2. Periksa:
• Kekencangan baut pengikat knalpot
1 • Mur knalpot “3”
• Mur knalpot “4”

Mur knalpot
15 Nm (1,5 m·kg, 11 ft·lb)
T.
R.

Baut knalpot
20 Nm (2,0 m·kg, 1.4 ft·lb)
3. Pasang :
• Tangki bensin 4
lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 4
2
• Tempat duduk/jok
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
EAS21050

MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN MESIN 1


PADA CYLINDER HEAD
1. Buka:
• Tempat duduk/jok 3
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. EAS21110
• Tangki bensin MEMERIKSA KETINGGIAN AIR PENDINGIN
lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang rata
2. Periksa : CATATAN:
• Selang pernafasan cylinder head “1”
• Sanggah sepeda motor dengan standart tengah
retak/bocor → Ganti.
Sambungan kendor → perbaiki. • Pastikan sepeda motor dalam kondisi rata

3-13
MESIN

EAS21120

2. Periksa : MEMERIKSA SITIM PENDINGINAN


• Ketinggian air pendingin/coolant 1. Buka:
Ketinggian air pendingin/ coolant harus berada • Panel depan
diantara batas atas “a” dan batas minimum "b" • Tempat duduk/jok
Jika berada pada batas minimum → Tambah lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
air/coolant hingga tanda batas atas • Tangki bensin
lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.
2. Periksa :
CATATAN: • Radiator “1”
untuk membuka tutup tangki reservoir “1”, buka • Selang masuk Radiator “2”
penutup samping kiri. lihat bagian “RANGKA • Selang keluar Radiator “3”
UMUM” halaman 4-1. • Selang reservoir coolant “4”
• Selang pernafasan Pompa air “5”
retak/rusak → ganti
lihat bagian “RADIATOR” halaman 6-1.
a 4
b 2

3
1
3. Pasang:
• Tangki bensin
1
lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.
• Tempat duduk/jok
• Panel depan
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
EAS21130

MENGGANTI AIR PENDINGIN/ COOLANT


ECA13470
1. Buka:
PERHATIAN:
• Panel depan kanan
• Tambahkan air, atau coolant yang disaran- lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
kan. Jika penambahan dengan air, pastikan • Panel samping
air penambahan dalam kondisi tidak mengan- lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
dung garam, atau asam. dan periksa kandu- • Tempat duduk/jok
ngan coolant. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
• Pergunakan hanya air destilasi. jika tidak • Tangki bensin
tersedia, pergunakan air yang bersih. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.
• Rumah saringan udara
3. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pema- lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
nasan dan selanjutnya matikan mesin. 2. Buka:
4. Periksa: • Tutup radiator “1”
• Ketinggian air pendingin/Coolant
CATATAN:
Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin,
tunggu beberapa saat agar air mengendap.

3-14
MESIN

1
EWA13030

PERINGATAN 7. Kuras :
Air didalam radiator yang panas, mempunyai • Air pendingin/Coolant
tekanan yang tinggi, untuk itu jangan membuka (dari reservoir coolant )
tutup radiator jika radiator dalam kondisi panas. 8. Pasang:
tekanan air yang panas akan menyemprot keluar, • Reservoir coolant
dan mengakibatkan kecelakaan yang serius. Baut reservoir coolant
Jika radiator telah dingin, ikuti petunjuk berikut 7 Nm (0,7 m·Kg, 5,1 ft·lb)

.
.
ini, untuk membuka tutup radiator.
Tempatkan kain lap diatas tutup radiator, dan seca- 9. Pasang:
ra perlahan, putar tutup radiator satu kali kekiri • Selang reservoir coolant
biarkan tekanan panas dari dalam radiator keluar 10.Pasang:
setelah dirasakan tidak ada tekanan yang keluar, • Baut penguras air pendingin/coolant
putar tutup radiator, sekali lagi kearah kiri, sam- (terdapat washer tembaga Baru )
bil ditekan kedalam, dan lepaskan tutup radiator.
Baut penguras air pendingin/coolant
7 Nm (0,7 m·Kg, 5,1 ft·lb)
T.

3. Buka:
R.

• Baut penguras air pendingin/Coolant “1” 11.Isi:


(terdapat washer tembaga) • Air pendingin/coolant
(dengan kapasitas dan tipe pendingin yang
disarankan)

Coolant yang disarankan :


YAMAHA GENUINE COOLANT
High-quality ethylene glycol an-
tifreeze containing corrosion in-
hibitors untuk aluminum engines
Perbandingan campuran
1:1 ( coolant : air )
4. Kuras: Kapasitas Radiator (termasuk
• Air pendingin/Coolant jalur selang)
(keseluruhan dari mesin dan radiator) 0,79 L (0,84 US qt) (0,70 Imp.qt)
5. Lepaskan: Kapasitas reservoir (hingga
• Selang reservoir coolant “1” batas atas)
6. Buka : 0,25 L (0,26 US qt) (0,22 Imp.qt)
• Reservoir coolant“2”
Penanganan air pendingin/coolant
• Tutup reservoir coolant “3”
Coolant dapat merusak komponen-komponen
lainnya, untuk itu hati-hati dalam penanganannya.
EWA13040

PERINGATAN
• Jika coolant terpecik ke mata, cuci dengan
air, dan segera bawa ke dokter.

3-15
MESIN
9

9 18.Pasang:
9Jika coolant menyiram pakaian, segera • Tempat duduk/jok
rendam dan cuci dengan air dan sabun lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
9 Jika coolant tertelan, dapat mengakibat- • Panel samping
kan mual. untuk itu segera bawa kedokter. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
• Panel depan kanan
cPERHATIAN lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
9Penambahan air dengan air biasa akan mempe-
ngaruhi kandungan antifreeze di dalam coolant.
jika hal ini terpaksa dilakukan, periksa segera
kandungan antifreeze jika memungkinkan.
9Pergunakan hanya air destilasi. jika air destilasi
tidak tersedia, pergunakan air yang tidak me-
ngandung asam atau garam.
9Jika cairan coolant menyentuh permukaan cat,
segera bersihkan dan cuci dengan air.
9Jangan mencampur antara dua tipe coolant
12.Pasang:
• Radiator cap
13.Isi:
• Air pendingin/coolant reservoir
(dengan air pendingin/ coolant hingga batas
atas “a”)

14.Pasang:
• Tutup reservoir coolant
15.Pasang:
• Rumah saringan udara
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.
• Tangki bensin
lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.
16.Hidupkan mesin beberapa saat, dan selanjut-
nya matikan mesin.
17.Periksa:
• Permukaan air pendingin/Coolant level
lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN AIR
PENDINGIN” halaman 3-13.
CATATAN:
Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin,
biarkan mesin berhenti sesaat agar air pendingin
mengendap.

3-16
RANGKA/CHASSIS

EAS21140 EAS21240

RANGKA/CHASSIS MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM


1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar
EAS21220
CATATAN:
MENYETEL REM BELAKANG
1. Periksa: • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah
• Gerak bebas pedal rem “a” • Pastikan sepeda motor, dalam posisi lurus
Diluar spesifikasi → Setel. 2. Periksa:
• Ketinggian minyak rem
Gerak bebas pedal rem Jika berada di batas bawah “a” → Isi dengan
20,0–30,0 mm (0,79–1,18 in)
minyak rem yang disarankan.

Minyak rem yang disarankan


DOT 3 atau DOT 4

2. Setel:
• Gerak bebas pedal rem
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Putar mur penyetel “1” kearah “a” atau ke “b” EWA13090

hingga didapat spesifikasi standart. PERINGATAN


• Pergunakan minyak rem yang disarankan, pe
makaian minyak rem yang kurang bagus, akan
Kearah “a”
mengakibatkan kerusakan seal karet, dan pe-
Gerak bebas pedal rem bertambah
Kearah “b” mampuan pengereman yang buruk.
Gerak bebas pedal rem berkurang • Penambahan minyak rem, harus sama dengan
minyak rem yang telah ada. Percampuran
dua minyak rem akan mengakibatkan reaksi
kimia yang memperburuk pengereman.
• Pada saat penambahan minyak rem, jangan
sampai kandungan air masuk ke reservoir.
air akan memperendah titik didih, dan me-
nimbulkan gelembung gelembung udara.
a ECA13540

b 1 PERHATIAN:
Minyak rem dapat mengakibatkan kerusakan
komponen plastik, dan cat. untuk itu, segera ber-
ECA3C11018 sihkan dengan kain lap.
PERHATIAN
CATATAN:
Setelah menyetel gerak bebas pedal rem, pas-
tikan rem tidak mencengkeram tromol rem Untuk menjamin ketinggian minyak rem yang benar,
pastikan posisi tangki reservoir minyak rem, dalam
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲ posisi tegak lurus.
3. Setel:
• Lampu rem belakang EAS21250

lihat bagian “MENYETEL LAMPU REM MEMERIKSA KAMPAS REM


BELAKANG” halaman 3-18. Ikuti prosedur pemeriksaan kampas rem dibawah
ini..

3-17
RANGKA/CHASSIS

1. Tarik tuas rem.


2. Periksa : 2 1
• Kampas rem depan
Jika sampai batas keausan “1” menyen-
tuh disc → Ganti kampas rem satu set
lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14.

EAS21330

MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG

CATATAN:
Switch lampu rem belakang bekerja berdasarkan
pergerakan pedal rem. Switch lampu rem harus
EAS21270
disetel dengan kondisi lampu rem menyala ter-
MEMERIKSA SELANG REM DEPAN
lebih dahulu sebelum rem mulai mengerem.
1. Periksa:
• Selang rem “1” 1. Periksa:
Retak/rusak/bocor → Ganti • Saat nyala lampu rem belakang
Tidak tepat → Setel
2. Setel:
1 • Saat mulai menyala lampu rem belakang
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Tahan bodi switch lampu rem “1” agar tidak
ikut berputar, pada saat menyetel mur penye-
tel “2” kearah “a” atau “b” hingga lampu rem
menyala beberapa saat, sebelum rem bekerja.

Kearah “a”
Lampu rem menyala lebih cepat
2. Periksa: Kearah “b”
• Klem selang rem Lampu rem menyala lebih lambat
Kendor → kencangkan
3. Tegakkan sepeda motor dan mainkan rem
depan beberapa kali.
4. Periksa:
• Selang rem
Ada kebocoran → ganti selang rem.
lihat bagaian “REM DEPAN” halaman 4-14.

EAS21310

MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG


1. Operasikan pedal rem belakang. ▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
2. Periksa :
EAS21340
• Indikator keausan sepatu rem “1” BUANG ANGIN/BLEEDING SISTEM HYDRAULIC
mendekati batas keausan “2” → ganti REM
sepatu rem satu set. EWA13100

lihat bagian “REM BELAKANG” halaman 4-26. PERINGATAN


Lakukan tindakan bleeding hydraulic rem jika :
• Setelah membongkar sistim hydraulic
• Membuka atau mengganti selang rem.
• Minyak rem terlalu rendah

3-18
RANGAK/CHASSIS

• Pengereman tidak maksimal g. Kendorkan baut bleeding


CATATAN:
1. Buka:
Kendorkan baut bleeding, dan tekanan dalam
• Tutup master cylinder rem “1”
sistim rem akan keluar, karena posisi tuas rem
dalam kondisi mengerem.
1
h. Kencangkan baut bleeding, dan lepaskan ika-
tan tuas rem.
i. Ulangi tahap (e) hingga (h) hingga gelembung-
gelembung udara keluar dari sistim pengere-
man melalui selang trasparan.
j. Kencangkan baut bleding sesuai spesifikasi

Baut bleeding
6 Nm (0,6 m·kg, 4,3 ft·lb)

T.
R.
CATATAN k. Isi minyak rem pada reservoir hingga batas
9 Hati-hati pada saat mengisi minyak rem pada atas dengan minyak rem yang disarankan.
reservoir jangan sampai tumpah. lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN
9 Pada saat melakukan bleeding / buang udara, MINYAK REM” halaman 3-17.
EWA13110
pastikan minyak rem tersedia cukup pada reser- PERINGATAN
voir jika hal ini tidak diperhatikan, akan berakibat Setelah melakukan tindakan bleeding, perik-
udara masuk pada sistim rem, dan mengharuskan sa kemampuan pengereman
anda melakukan prosedur total bleeding yang
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
memakan waktu yang cukup lama.
9 Jika mengalami kesulitan, biarkan beberapa 3. Pasang:
• Tutup master cylinder rrem
saat agar minyak rem mengendap, dan udara
keatas, ikat tuas rem pada tangkai kemudi, EAS21420

agar gelembung udara mengalir keatas. MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI


CATATAN:
2. Buang udara/Bleed: Pemeriksaan kekencangan rantai, harus di laku-
• Sistim Hydraulic rem kan pada titik terkencang dari posisi rantai.
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Isi tangki reservoir rem hingga batas atas de- ECA13550

ngan minyak rem yang disarankan. cPERHATIAN


b. Pasang diaphragma reservoir master cylinder Apabila kekencangan rantai terlalu kencang,
c. Pasangkan plastik transparan pada ujung akan membebani mesin, dan suku cadang lain-
baut bleeding “2”. nya. dan jika rantai terputus, akan menimbulkan
kecelakaan yang tidak diharapkan. Jaga ke-
kencangan rantai pada batas spesifikasi

1. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang datar


2 EWA13120

PERINGATAN
Sanggah sepeda motor dengan sempurna,
1 untuk menghindari bahaya terbalik.
CATATAN:
Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah,
d. Tempatkan ujung selang plastik yang lain pa- dan angkat roda belakang dari tanah.
cawan penampung.
e. Tarik secara perlahan, tuas rem beberapa kali.
f. Tarik secara penuh tuas rem, ikat dan jangan
dilepaskan.
3-19
RANGKA/CHASSIS

2. Putar roda belakang dan cari titik terkencang


dari posisi rantai. Mur as roda belakang
3. Periksa : 80 Nm (8,0 m·kg, 58 ft·lb)

T.
R.
• Kekencangan rantai “a”
g. Kencangkan mur batang torsi rem
Diluar spesifikasi → setel.
Mur batang torsi
19 Nm (1,9 m·kg, 13 ft·lb)

T.
R.
h. Pasangkan cotter pin.
EWA13130

PERINGATAN
Selalu pergunakan cotter pin yang baru.
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
5. Setel :
• Gerak bebas pedal rem belakang
Kekencangan rantai lihat bagian “MENYETEL REM TROMOL
20–40 mm (0,79–1,57 in) BELAKANG” halaman 3-17.
EAS21450
CATATAN: MELUMASI RANTAI PENGGERAK
Lakukan pemeriksaan rantai pada posisi antara Rantai penggerak roda bekerja dengan banyak
As sprocket depan dan As sprocket belakang. komponen part yang saling menunjang, satu de-
4. Setel : ngan yang lainnya. Jika rantai tidak dirawat de-
• Kekencangan rantai ngan benar, maka akan cepat mengalami keausan,
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
sehingga perlu perawatan yang teratur. khususnya.
a. Kendorkan mur penyetel rem belakang “1”. pada daerah yang berdebu. pergunakan minyak
b. Lepaskan cotter pin “2” tanah untuk membersihkan, dan keringkan dengan
c. Kendorkan mur batang torsi “3”. kain lap, lumasi dengan oli mesin, atau pelumas
d. Kendorkan mur as roda belakang “4” rantai, khusus untuk rantai tanpa -O-ring.
e. Putar plat penyetel kekencangan rantai “5”
ke arah “a” atau “b” hingga didapat kekenca- Pelumas yang disarankan
Oli mesin atau pelumas rantai
ngan rantai yang sesuai spesifikasi.
khusus tanpa O-ring.
Kearah “a”
EAS21510
Rantai bertambah kencang MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/
Kearah “b”
STEERING HEAD
Rantai bertambah kendor
1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar
EWA13120

PERINGATAN
Sanggah sepeda motor dengan sempurna, un-
a tuk menghindari bahaya terbalik.
b

5 CATATAN :
Sanggah sepeda motor dengan penyangga,
4 hingga roda depan terangkat dari tanah..
3
2. Periksa:
1 2 • Kemudi/Steering head
Pegang fork bagian bawah, dan goyang-
CATATAN : goyangkan kedepan dan kebelakang
Untuk menjamin kelurusan roda, samakan posisi Goyang/kendor → Setel bearing kemudi/
kedua plat penyetel, kanan dan kiri steering head.
f. Kencangkan mur as roda

3-20
RANGKA/CHASSIS

c. Kendorkan mur ring bawah “4” secara penuh,


dan kencangkan kembali yang kedua kalinya
dengan kunci torsi dan steering nut wrench.
EWA13140

PERINGATAN
Pengencangan mur bawah, jangan terlalu kencang

Mur ring bawah (torsi pengenca-


ngan final)

T.
R.
3. Buka: 13 Nm (1,3 m·kg, 9,4 ft·lb)
• Bracket atas
d. Periksa kelancaran gerak kemudi, dengan
lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD”
cara membelokkan kemudi kekanan, atau
halaman 4-43.
ke kiri. jika terasa berat, lepaskan bracket
4. Setel:
kemudi bawah, dan periksa bearing atas
• Kemudi/Steering head
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
dan bearing bawah.
a. Buka lock washer “1”, mur ring atas "2", dan lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD”
washer karet “3”. e. Pasang washer karet “3”.
f. Pasang mur ring atas “2”.
g. Pasangkan mur ring atas dengan tangan, dan
tepatkan alur antar kedua ring nut. jika perlu
tahan ring mur bawah, dan tepatkan alur ring
kedua mur dengan steering nut wrench.
h. Pasang lock washer “1”
CATATAN:
Pastikan pengait lock washer “a” tepat masuk
pada kedua alur mur atas dan bawah “b”.

b. Kencangkan mur ring bawah “4” dengan


steering nut wrench “5”.
CATATAN:
Setel kunci torque menyudut kekanan dengan
steering nut wrench.

▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
5. Pasang:
• Bracket atas
lihat bagian “KEMUDI/STEERING” halaman 4-43.
EAS21530

MEMERIKSA FORK DEPAN


Steering nut wrench 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar.
EWA13120
90890-01403
Spanner wrench PERINGATAN
YU-33975 Sanggah sepeda motor dengan sempurna,
untuk menghindari bahaya terbalik.

Mur ring bawah (torsi pengenca- 2. Periksa:


ngan awal) • Inner tube
T.

Baret/aus → Ganti
R.

48 Nm (4,8 m·kg, 35 ft·lb)

3-21
RANGKA/CHASSIS

• Seal oli
Ada kebocoran oli → Ganti Tekanan angin ban (diukur dalam
3. Tegakkan sepeda motor, tarik tuas rem, dan kondisi dingin)
gerakkan tangkai kemudi kebawah dan keatas Kondisi beban
0–90 kg (0–198 lb)
4. Periksa :
Depan
• Cara kerja fork depan 175 kPa (25 psi) (1.75 kgf/cm²)
Tekan tangkai kemudi kebawah, dan keatas Belakang
beberapa kali, dan periksa kelancaran perge- 200 kPa (28 psi) (2.00 kgf/cm²)
rakan tekanan balik suspensi. Kondisi beban
Pergerakan tidak lancar → Perbaiki 90–205 kg (198–452 lb)
lihat bagian “FORK DEPAN” halaman 4-35. Depan
175 kPa (25 psi) (1.75 kgf/cm²)
Belakang
200 kPa (28 psi) (2.00 kgf/cm²)
Kecepatan tinggi
Depan
175 kPa (25 psi) (1.75 kgf/cm²)
Belakang
200 kPa (28 psi) (2.00 kgf/cm²)
BEBAN MAKSIMUM
205.0 kg (452 lb)
* total beban: pengendara, pembonceng,
EAS21660
barang bawaan, dan aksesoris
MEMERIKSA BAN
Ikuti prosedur dibawah ini, untuk melakukan EWA13190

pemeriksaan ban. PERINGATAN


1. Periksa: Sangat berbahaya, berkendara dengan ban
• Tekanan angin ban yang buruk. Jika alur ban sudah dalam batas
Diluar spesifikasi → tambah angin keausan, ganti ban dengan yang baru.
2. Periksa:
• Permukaan ban
Retak/aus → Ganti ban

EWA3C11010

PERINGATAN
• Pemeriksaan angin ban, sebaiknya dilaku-
kan pada saat temperatur udara luar, sama
1. Kedalaman alur
dengan temperatur udara ban
2. Dinding samping
• Tekanan angin ban, harus disesuaikan de-
3. Indikator keausan
berat beban dari penumpang, pengendara,
barang bawaan, aksesoris, dan kecepatan
sepeda motor. Batas keausan (depan)
• Pengoperasian melebihi beban maksimum, 1,0 mm (0,04 in)
Batas keausan (belakang)
dapat mengakibatkan kecelakaan.
1,0 mm (0,04 in)

3-22
RANGKA/CHASSIS

PERINGATAN Ban belakang


9Jangan menggunakan ban tubless, dengan ukuran
90/90–17M/C 49P
pelek bukan tubless, sangat berbahaya dapat
Pabrikan/model
mengakibatkan kecelakaan dan fatal bagi IRC/NR72
pengendara. Pabrikan/model
9 Jika menggunakan ban dalam, pastikan ban DUNLOP/D102A
dalam terpasang dengan sempurna.
9Selalu lakukan penggantian ban dalam dan PERINGATAN
ban luar satu set, bersamaan. 9 Ban baru biasanya mempunyai daya ceng-
9Untuk menghindari ban dalam terjepit, pasti- keraman pada permukaan jalan yang kurang.
kan ban dalam telah terpasang dengan tepat untuk itu, dalam pemakaian dibawah jarak
pada alur pelek 100 Km, pergunakan dalam kecepatan normal
9Tidak dibenarkan menambal ban dalam yang jangan menggunakan kecepatan tinggi.
bocor, dalam keadaan darurat, hal ini bisa 9Sehabis mengganti ban dalam, atau setelah
dilakukan, tapi segera ganti dengan ban dibongkar, kencangkan mur pengunci klep
yang baru jika kondisi telah memungkinkan udara "1"
untuk mengganti.
A B

CATATAN:
A. Ban depan
B. ban belakang
Untuk ban yang dilengkapi tanda arah putaran “1”:
• Pasang dengan posisi "tanda arah panah"
Pelek dengan ban dalam dengan ban dalam mengarah ke arah putaran ban.
Pelek tanpa ban dalam dengan ban dalam / tidak • Tepatkan tanda marking “2” dengan posisi du-
EWA14090
dukan klep/pentil.
PERINGATAN
Setelah dilakukan uji coba yang intensive
oleh Yamaha Motor Co Ltd, maka untuk meng-
ganti ban luar, tipe dan model ban depan dan
belakang harus sama dengan model ban, ba-
waan dari pabrik. Yamaha tidak memberikan
jaminan "handling characteristic" jika mema-
kai tipe dan bentuk ban yang berbeda dari
yang disarankan Yamaha

Ban depan
Ukuran EAS21670

2,75–17 41P MEMERIKSA RODA


Pabrikan / model Ikuti prosedur dibawah ini, untuk pemeriksaan
IRC/NR72 roda.
Pabrikan / model 1. Periksa:
DUNLOP/D102FA • Roda
Aus/retak-retak → Ganti

3-23
RANGKA/CHASSIS

EWA13260

PERINGATAN Pelumas yang disarankan


Jangan memperbaiki ban roda yang aus/ retak. Gemuk Lithium-soap-based

EAS3C11041

CATATAN: MELUMASI PEDAL REM


Sehabis melakukan penggantian ban luar, laku- Lumasi engsel pedal rem dan komponen metal
kan tindakan balancing roda. yang bergesekan.

EAS21690
Pelumas yang disarankan
MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL Gemuk Silicone

EAS21720
Ikuti prosedur dibawah ini, untuk melakukan pe- MELUMASI STANDART SAMPING
meriksaan dan pelumasan kabel. Lumasi engsel standart samping dan komponen
EWA13270

PERINGATAN metal yang bergesekan


Kerusakan kabel bagian luar, akan mengaki- Pelumas uyang disarankan
batkan kerusakan kabel di bagian dalam, un- Gemuk Lithium-soap-based
tuk itu, ganti kabel satu set dengan kabel bagi-
an dalam. EAS21730

MELUMASI STANDART TENGAH


1. Periksa:
Lumasi engsel standart tengah dan komponen
• Kabel bagian luar
metal yang bergesekan
Rusak → ganti
2. Periksa: Pelumas yang disarankan
• Kelancaran kerja kabel penggerak Gemuk Lithium-soap-based
Tidak lancar → Lumasi
EAS21740
Pelumas yang disarankan MELUMASI SHOCK ABSORBER BELAKANG
Gemuk Lithium-soap-based Lumasi engsel shock absorber belakang
dan komponen yang bergesekan
CATATAN:
Arahkan kabel mengarah ke atas, dan masukkan Pelumas yang disarankan
beberapa tetes oli kedalam lubang ujung pembung- Gemuk Lithium-soap-based
kus kabel.

EAS3C11038

MELUMASI TUAS KOPLING


Lumasi engsel tuas kopling.

Pelumas yang disarankan


Gemuk Lithium-soap-based

EAS3C11039

MELUMASI TUAS REM


Lumasi engsel tuas rem.

Pelumas yang disarankan


Gemuk Silicone

EAS3C11040

MELUMASI PEDALPEMINDAH GIGI


Lumasi engsel pedal pemindah gigi, dan kompo-
nen yang bergerak.

3-24
SISTIM KELISTRIKAN

EAS21750 EWA13320

SISTIM KELISTRIKAN PERINGATAN


Pada umumnya lampu depan, dalam kondisi panas
EAS21760

MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY jauhkan dari benda yang mudah terbakar, dan ta-
lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” ngan anda. biarkan lampu dalam kondisi dingin
halaman 8-55. 5. Pasang:
EAS21770 • Bohlam lampu Baru
MEMERIKSA SEKRING Pasangkan bohlam lampu pengganti, pada
lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” holder lampu depan.
halaman 8-55.
PERHATIAN:
EAS21780

MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN Jangan menyentuh langsung kaca bohlam.


1. Buka: jauhkan dari kandungan oli dan cairan lain.
• Lensa lampu depan “1” hal ini akan mengakibatkan umur dari bohlam
akan menjadi pendek, dan efek penyinaran
akan menjadi buruk. jika kaca bohlam tersen-
tuh oleh cairan oli, bersihkan dengan kain
lap yang mengandung thinner.
1
6. Pasang:
• Penutup bohlam
7. Sambung:
• Coupler kabel lampu
8. Pasang:
• Lensa lampu depan
2. Lepaskan: EAS21800
• Coupler lampu depan “2” MENYETEL POSISI ARAH SINAR LAMPU
3. Buka: 1. Setel:
• Penutup bohlam “3” • Arah sinar lampu (keatas)
Gerakkan rumah lampu depan “1” kearah
“a” atau “b”.
2
Kearah “a”
3 Arah sinar lampu keatas
Kearah “b”
Arah sinar lampu kebawah

b
4. Lepaskan:
• Bohlam lampu depan “4”

4 1
a

3-25
RANGKA/CHASSIS

RANGKA UMUM ............................................................................................ 4-1


MEMASANG RUMAH SARINGAN UDARA ............................................. 4-3

RODA DEPAN................................................................................................. 4-4


MELEPAS RODA DEPAN........................................................................4-6
MEMASANG RODA DEPAN....................................................................4-6
MEMERIKSA RODA DEPAN ..................................................................4-6
MEMERIKSA GEAR UNIT SPEEDOMETER .......................................... 4-7
MEMASANG RODA DEPAN.....................................................................4-7
MENYETEL KESEIMBANGAN/BALANCE RODA DEPAN ...................... 4-7
MEMASANG RODA DEPAN (CAKRAM) ................................................. 4-8

RODA BELAKANG.......................................................................................4-10
MELEPAS RODA BELAKANG (TROMOL)............................................4-12
MEMERIKSA RODA BELAKANG...........................................................4-12
MEMERIKSA HUB RODA BELAKANG...................................................4-12
MEMERIKSA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG ......4-12
MEMASANG RODA BELAKANG (TROMOL) ........................................4-13

REM DEPAN................................................................................................. 4-14


4
PENDAHULUAN..................................................................................... 4-19
MEMERIKSA CAKRAM RODA DEPAN .................................................4-19
MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN.....................................................4-20
MELEPAS CALIPER REM DEPAN.....................................................4-21
MEMBONGKAR CALIPER REM DEPAN................................................4-21
MEMERIKSA CALIPER REM DEPAN ...................................................4-21
MERAKIT CALIPER R E M D E P A N .................................................... 4-22
MEMASANG CALIPER REM DEPAN ....................................................4-22
MELEPAS MASTER CYLINDER R E M D E P A N ................................ 4-23
MEMERIKSA MASTER CYLINDER REM DEPAN...............................4-23
MEMBONGKAR MASTER CYLINDER REM DEPAN ............................4-23
MEMASANG MASTER CYLINDER REM DEPAN.................................4-23

REM BELAKANG ......................................................................................... 4-26


MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG.............................................. 4-27
MEMASANG PLAT SEPATU REM BELAKANG .................................... 4-27
MEMERIKSA KEAUSAN REM BELAKANG ...........................................4-28

TANGKAI KEMUDI .......................................................................................4-30


MELEPAS TANGKAI KEMUDI ...............................................................4-32
MEMERIKSA TANGKAI KEMUDI .......................................................... 4-32
MEMASANG TANGKAI KEMUDI ..........................................................4-32
GARPU DEPAN.............................................................................................4-35
MELEPAS GARPU DEPAN.....................................................................4-38
MEMBONGKAR GARPU DEPAN...........................................................4-38
MEMERIKSA GARPU DEPAN ...............................................................4-39
MERAKIT GARPU DEPAN...................................................................... 4-39
MEMASANG GARPU DEPAN ...............................................................4-41

KEMUDI/STEERING HEAD........................................................................... 4-43


MELEPAS BRACKET BAWAH................................................................ 4-46
MEMERIKSA KEMUDI/ STEERING HEAD ............................................. 4-46
MEMASANG KEMUDI/STEERING HEAD ..............................................4-46

UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG ......................................................4-48


MELEPAS UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG................................4-49
MEMERIKSA UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG ..........................4-49
MEMERIKSA CONNECTING ARM DAN RELAY ARM..........................4-49
MEMASANG RELAY ARM......................................................................4-49
MEMASANG UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG.............................4-49

LENGAN AYUN/SWINGARM........................................................................4-51
MELEPAS LENGAN AYUN/SWINGARM................................................ 4-53
MEMERIKSA LENGAN AYUN/ SWINGARM .......................................... 4-53
MEMASANG LENGAN AYUN/SWINGARM ...........................................4-53

RANTAI PENGGERAK.................................................................................. 4-55


MEMERIKSA RANTAI ............................................................................4-56
MEMASANG RANTAI .............................................................................4-57
RANGKA UMUM

EAS21830

RANGKA UMUM
Membuka tempat duduk dan covers

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib) 7 Nm (0.7 m • kg, 5.1 ft • Ib)

T.
R.
T.
R.

3
5

9 26 Nm (2.6 m • kg, 19 ft • Ib)

T.
R.
4
7

7 Nm (0.7 m • kg, 5.1 ft • Ib)


T.
R.

1
7 Nm (0.7 m • kg, 5.1 ft • Ib)
8
T.
R.

7 Nm (0.7 m • kg, 5.1 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Nama komponen Jumlah Keterangan


1 Panel depan kiri 1
2 Panel depan kanan 1
3 Tempat duduk/jok 1
4 Pegangan pembonceng 1
5 Panel belakang 1
6 Penutup samping kiri 1
7 Penutup samping kanan 1
8 Penutup samping kiri 1
9 Penutup samping kanan 1
Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur
melepas.

4-1
RANGKA UMUM

Melepas rumah saringan udara

7
4

3
2 Nm (0.2 m • kg, 1.4 ft • Ib)
T.
R.

10 Nm (1.0 m • kg, 7.2 ft • Ib)


T.
R.

10 Nm (1.0 m • kg, 7.2 ft • Ib)


5
T.
R.

Nomor Nama komponen Jumlah Keterangan

Tempat duduk/penutup samping dan kanan lihat "RANGKA UMUM" halaman 4-1

Tangki bensin lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 7-1.


1 Rumah saringan udara 1
2 Saringan udara 1
3 Baut klem joint rumah saringan udaraAir 1 Kendorkan.
4 Rumah saringan udara 1
5 Selang pernafasan cylinder head 1 Lepaskan
6 Selang Air induction system (rumah saringan
udara ke joint 3 cabang ) 1 Lepaskan

7 Silincer Air filter case 1


Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur
melepas

4-2
RANGKA UMUM

EAS3C11027

MEMASANG RUMAH SARINGAN UDARA


1. Pasanmg:
• Klem joint rumah saringan udara
CATATAN:
Tepatkan "nok" “a” yang terdapat pada rumah sa-
ringan udara dengan slot “b” pada klem joint

4-3
RODA DEPAN

EAS21870

RODA DEPAN
Melepas roda depan dan disc brake

23 Nm (2.3 m • kg, 17 ft • Ib) LS


T.
R.

( LT
(5

6 1

2
7

LS

60 Nm (6.0 m • kg, 43 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


1 Kabel speedometer 1
2 Mur as roda depan 1
3 As roda depan 1
4 Roda depan 1
5 Gear unit speedometer 1
6 Collar 1
7 Disc brake 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas

4-4
RODA DEPAN

Melepas roda depan

LS

Baru 1
2

3
4

Nomor Komponen yang diilepas Jumlah Keterangan


1 Seal oli 1
2 Bearing 1
3 Spacer 1
4 Bearing 1
Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur
melepas.

4-5
RODA DEPAN

EAS21890

MELEPAS RODA DEPAN


1. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang datar
EWA13120

PERINGATAN
Sanggah sepeda motor dengan sempurna
untuk menghindari bahaya terbalik
2. Angkat:
• Roda depan
CATATAN:
Sanggah sepeda motor dengan penyanggah ▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
hingga roda depan terangkat dari tanah. EAS21920

MEMERIKSA RODA DEPAN


3. Lepas:
1. Periksa:
• Roda depan
• As roda
• Gear unit speedometer
Gelindingkan as roda pada meja datar
• Collar
bengkok → Ganti
CATATAN: EWA13460

Jangan menarik tuas rem depan, pada saat roda PERINGATAN


depan dilepas. Jangan membengkokkan as roda yang beng-
kok.
EAS21910

MEMBONGKAR RODA DEPAN


1. Buka:
• Seal oli
• Bearing roda
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Bersihkan bagian luar dari hub roda depan
b. Buka seal oli “1” dengan obeng minus

CATATAN:
untuk menjaga agar hub tidak rusak, tempatkan
2. Periksa:
kain"2" diantara obeng dan hub.
• Ban
• Roda depan
Rusak/Aus → Ganti
lihat bagian “MEMERIKSA BAN” halaman
3-22 dan “MEMERIKSA RODA” halaman
3-23.
3. Ukur:
• Kebengkokan ke arah atas “1”
• Kebengkokan ke arah bawah “2”
Kebengkokan diluar spesifikasi → Ganti

c. Buka bearing roda “3” dengan bearing puller. kebengkokan ke arah atas
1,0 mm (0,04 in)
kebengkokan ke arah samping
0,5 mm (0,02 in)

4-6
RODA DEPAN

4. Periksa: ▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
• Bearing roda EAS21970
Bearing roda longgar atau macet → Ganti MENYETEL KESEIMBANGAN RODA DEPAN/
bearing roda. BALANCE
• Seal oli CATATAN:
Aus/bocor → Ganti
• Setelah mengganti ban, roda, atau keduanya
roda harus disetel keseimbangannya/ balance.
• Pada saat menyetel keseimbangan/balance
roda, disc brake harus terpasang.
1. Lepas:
• Pemberat/balancer yang ada
2. Putar:
• Roda depan secara perlahan
CATATAN:
Tempatkan roda depan pada, alat balancer
EAS21940

MEMERIKSA UNIT GEAR SPEEDOMETER


▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Putar roda depan
1. Periksa: b. Pada saat roda berhenti, beri tanda “X1” pada
• Unit gear speedometer
bagian bawah roda
Bengkok/rusak/aus → Ganti
EAS21960

MERAKIT RODA DEPAN


1. Pasang:
• Bearing roda Baru
• Seal oli Baru
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Pasang bearing baru dan seal oli, dengan pro-
sedur kebalikan dari melepas
ECA3C11009

PERHATIAN: c. Putar roda 90° dari posisi tanda “X 1” seperti


Penekanan pemasangan jangan sampai me- posisi pada gambar.
nekan inner race“1” atau ball “2”. penekanan d. Lepaskan roda
hanya boleh pada outer race “3”. e. Pada saat roda berhenti, beri tanda “X 2” pada
CATATAN:
bagian bawah roda.
Pergunakan socket “4” untuk menekan bagian
luar/outer race dari bearing dan seal oli.

4-7
RODA DEPAN

▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Putar roda depan beberapa kali, dan pastikan
titik berat jatuh merata disemua bagian.

f. ulangi langkah (c) hingga (e) beberapa kali


hingga roda dapat berhenti di berbagai titik
secara merata
g. Jika roda hanya berhenti pada titik tertentu, b. Jika titik berat tidak merata, ulangi langkah
berikan pemberat yang berlawanan dari tanda balancer kembali.
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲ ▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲

3. Setel: EAS21990

• Keseimbangan roda depan MEMASANG RODA DEPAN (DISC)


▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
1. Pasang:
a. Pasang balancer pemberat “1” pada arah yang • Disc rem depan
berlawanan dengan tanda “X”.
Baut disc rem depan
23 Nm (2,3 m·kg, 17 ft·lb)
T.
R.

LOCTITE®

CATATAN:
Kencangkan baut piringan rem, dengan pola
silang.

CATATAN:
Mulai dengan pemberat yang ringan
b. Putar roda 90° pada alat balancer seperti pa-
da gambar.

2. Periksa:
• Piringan rem depan
lihat bagian “MEMERIKSA PIRINGAN REM
DEPAN” halaman 4-19.
3. Lumasi:
• As roda/Wheel axle
• Lidah seal oli
• Gear unit speedometer
c. Jika keseimbangan masih belum merata, pa-
sang kembali pemberat. Pelumas yang disarankan
d. Ulangi langkah (b) dan (c) hingga roda betul- Gemuk Lithium-soap-based
betul seimbang/ balance.
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲ 4. Pasang:
4. Periksa: • Roda depan
• Keseimbagngan roda depan

4-8
RODA D EPAN

EWA3C11009
CATATAN:
PERINGATAN
Pasang roda dengan tanda arah panah “1” ke-
Pastikan jalur selang rem pada posisi yang benar
arah putaran roda.
ECA14140

PERHATIAN:
Sebelum mengencangkan mur as roda, tekan
tangkai kemudi kebawah beberapa kali, dan
periksa apakah shock absorber dapat menekan
kembali (rebound) dengan sempurna.

5. Pasang:
• Gear unit speedometer
CATATAN:
Pastikan "nok" pada gear unit speedometer
masuk pada alur yang terdapat pada hub roda.

6. Pasang:
• Roda depan
CATATAN:
Pastikan slot “a” pada gear unit speedometer
masuk kedalam alur “b” pada outer tube.

a b

7. Kencangkan:
• As roda

As roda
60 Nm (6.0 m·kg, 43 ft·lb)
T.
R.

4-9
RODA BELAKANG

EAS22020

RODA BELAKANG
melepas roda belakang dan sepatu rem

80 Nm (8.0 m • kg, 58 ft • Ib) 9


.
T
R.

12 4 1
9 11

6
LS
8

Baru 10

2 3
5 8

10
7
19 Nm (1.9 m • kg, 13 ft • Ib) LS
T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


1 Mur penyetel pedal rem belakang 1
2 Batang rem 1
3 Per 1
4 Pin 1
5 Batang torsi rem 1
6 Mur as roda belakang 1
7 As roda belakang 1
8 Plat penyetel rantai 2
9 Collar 1
10 Collar 1
11 Roda belakang 1
12 Sepatu rem 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas

4-10
RODA BELAKANG

Membongkar roda belakang

10 Nm (1.0 m • kg, 7.2 ft • Ib)

T.
R.
S

LS
S 7

8 7

43 Nm (4.3 m • kg, 31 ft • Ib)

T.
R.
6
5
1
6

2
(6)
3 Baru

4
LS

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


1 Sprocket roda belakang 1
2 Collar 1
3 Seal oli 1
4 Bearing 1
5 Hub roda belakang 1
6 Damper hub roda belakang 4
7 Bearing 2
8 Spacer 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas

4-11
RODA BELAKANG

EAS22060
3. Ukur :
MELEPAS RODA BELAKANG (TROMOL)
• Keolengan roda kearah atas
1. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang rata
EWA13120
• Keolengan roda ke arah samping
PERINGATAN lihat bagian “MEMERIKSA RODA DEPAN”
Sanggah sepeda motor dengan sempurna, halaman 4-6.
untuk menghindari bahaya terbalik EAS22110

MEMERIKSA HUB RODA BELAKANG


CATATAN: 1. periksa:
Tempatkan sepeda motor pada tempat yang datar • Hub roda belakang
dan angkat roda belakang retak/aus → Ganti
2. Buka: • Damper hub roda belakang
• Mur penyetel rem belakang “1” Pecah/mengecil → Ganti
• Batang rem “2” EAS22120

• Per/Spring “3” MEMERIKA DAN MENGGANTI


• Pin “4” SPROCKET RODA BELAKANG
CATATAN: 1. Periksa:
Tekan kebawah pedal rem, untuk melepas pin • Sprocket roda belakang
dari batang rem. Keausan lebih dari 1/4 gigi “a” → Ganti
rantai, sprocket depan, dan sprocket bela-
kang satu set.
Unjung gear bengkok → Ganti rantai, sproc-
ket depan, dan sprocket belakang satu set.

2
1
3
4
3. Lepas:
• rem belakang
CATATAN:
Tekan roda belakang ke depan, dan lepaskan b. Kondisi bagus
rantai dari gear sprocket. 1. Roller rantai
2. Sprocket roda belakang
EAS22090

MEMERIKSA RODA BELAKANG 2. Ganti:


1. Periksa: • Sprocket roda belakang
• As roda ▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Lepas baut pengunci pada sprocket roda
• Roda belakang
belakang.
• Bearing roda
b. Bersihkan hub roda belakang, khususnya
• Seal oli
pada permukaan singgung dengan sprocket.
lihat bagian “MEMERIKSA RODA DEPAN”
halaman 4-6. c. Pasang sprocket roda yang baru.
2. Periksa:
• Ban Mur sprocket roda belakang
• Roda belakang 43 Nm (4,3 m·kg, 31 ft·lb)
T.

Risak/Aus/Retak → Ganti
R.

lihat bagian “MEMERIKSA BAN” halaman CATATAN:


3-22 dan “MEMERIKSA RODA” halaman • Pasang sprocket roda belakang, dengan tulisan
3-23. pada sprocket menghadap ke luar.

4-12
RODA BELAKANG

• Kencangkan mur pengunci pada tempatnya


dengan pola silang.

▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
EAS22180

MEMASANG RODA BELAKANG (TROMOL)


1. Lumasi:
• Seal oli

Pelumas yang disarankan


Gemuk Lithium-soap-based

2. Pasang :
• Sprocket roda belakang
lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENGGANTI
SPROCKET RODA BELAKANG” halaman 4-12

3. Lumasi :
• As roda
• Bearing roda

Pelumas yang disarankan


Gemuk Lithium-soap-based

4. Setel:
• kekencangan rantai
lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN
RANTAI” halaman 3-19.

Kekencangan rantai
20–40 mm (0,79–1,57 in)

5. Kencangkan:
• Mur roda belakang

Mur roda belakang


80 Nm (8,0 m·kg, 58 ft·lb)
T.
R.

6. Setel :
• Gerak bebas pedal rem
lihat bagian “MENYETEL REM TROMOL
RODA BELAKANG” halaman 3-17.

Gerak bebas pedal rem


20,0–30,0 mm (0,79–1,18 in)

4-13
REM DEPAN

EAS22210

REM DEPAN
Melepas kampas rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)


T.
R.

2
6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)
T.
R.

5 7

4
35 Nm (3,5 m • kg, 25 ft • Ib)
T.

6
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Ikuti prosedur dibawah ini, untuk melepas
caliper rem depan.
1 Holder selang rem 1
2 Baut caliper rem depan 2
3 Caliper rem depan 1
4 Clip kampas rem 2
5 Pin kampas rem 1
6 Kampas rem depan 2
7 Per kampas rem 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas

4-14
REM DEPAN

Melepas master cylinder rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

.
R.
2
1
11

3
5
6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib) 4
T.
R.

10 12

Baru 8 6

9
6 Nm (0,6 m • kg, 4.3 ft • Ib)
T.
R.

26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)


.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Kuras minyak rem
Minyak rem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING
SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.
1 Kaca spion 1
2 Tutup reservoir master cylinder rem 1

3 Holder diaphragma reservoir master cylinder 1

4 Plat diaphragma reservoir master cylinder 1


5 Plate 1
6 Swirch lampu rem depan 1
7 Baut union selang rem 1
8 Washer tembaga 2
9 Selang rem 1
10 Tuas rem 1
11 Holder master cylinder rem depan 1
12 Master cylinder rem depan 1
Untruk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

4-15
REM DEPAN

Membongkar master cylinder rem depan

4 Baru

3
2 Baru
1

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


1 Pelindung debu/Dust boot 1
2 Circlip 1
3 Washer 1
4 Kit master cylinder rem 1
5 Bodi master cylinder rem 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

4-16
REM DEPAN

Melepas caliper rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)


T.
R.

5
1

2 5

Baru 3

6
26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)
T.
R.

35 Nm (3,5 m • kg, 25 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Ikuti prosedur dibawah ini untuk melepas
caliper rem depan
Kurasrem
Minyak rem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING
SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.
1 Holder selang rem 1
2 Baut union selang rem 1
3 Washer tembaga 2
4 Selang rem depan 1
5 Baut caliper rem depan 2
6 Caliper rem depan 1
Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur
melepas.

4-17
REM DEPAN

Membongkar caliper rem depan

6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)


7

T.
R.
1
6
1

2 8

9 Baru

4 10 Baru

S
S
8

BF
9 Baru

10 Baru

5
3

Nomor komponen yang dilepas Jumlah keterangan


Ikuti prosedur dibawah ini untuk membongkar
caliper rem depan
1 Clip kampas rem 2
2 Pin kampas rem 1
3 Kampas rem 2
4 Per kampas rem 1
5 Bracket caliper rem 1
6 Bodi caliper rem 1
7 Baut bleeding/buang angin 1
8 Piston caliper rem 2
9 Seal piston caliper rem 2
10 Seal debu caliper rem 2
Untuk merakit, kebalikan dari prosedur
memebongkar

4-18
REM DEPAN

EAS22220
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
PENDAHULUAN a. Tegakkan sepeda motor dengan penyanggah
EWA 14100
di bawah hingga roda depan terangkat
PERINGATAN
b. Sebelum memerika keolengan piringan rem
Komponen bagian dalam disc brake, jarang gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri
sekali dilakukan pembongkaran untuk memastikan gerak bebas roda
Tetapi harus selalu dilakukan pemeriksaan c. Lepas caliper rem.
dan perawatan : d. Pasangkan dial gauge pada sisi permukaan
9Jangan melakukan pembongkaran, jika ti- piringan rem.
dak diperlukan. e. Posisi titik pengukuran pada 5 mm (0.20 in)
9Jika ada bagian dalam sistim disc brake yang dari garis luar piringan.
harus dilepas, kuras minyak rem, bersihkan ▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
bagian dalam dan isi minyak rem, pada 4. Ukur:
batas yang telah ditentukan, setelah itu, • Ketebalan piringan rem
lakukan bleeding/buang udara. Ukur ketebalan piringan dengan berbagai
9Jangan menggunakan cairan pembersih, lokasi pengukuran.
untuk membersihkan komponen dalam. diluar spesifikasi → Ganti
9Untuk pencucian komponen bagian dalam
pergunakan minyak rem.
9Minyak rem dapat merusak plastik dan per-
mukaan cat, untuk itu segera bersihkan jika
minyak rem menyentuh plastik dan cat.
9Hindari mata anda dari percikan minyak rem,
ini akan mengakibatkan luka yang serius
TINDAKAN PERTAMA JIKA MATA ANDA
TERKENA PERCIKAN MINYAK REM
9Rendam dengan air selama 15 menit dan,
segera bawa kedokter untuk pengobatan Ketebalan piringan rem
3,5 mm (0,14 in)
EAS22230

MEMERIKSA DISC REM DEPAN 5. Setel :


1. Lepas: • Kebengkokan piringan rem
• Roda depan ▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-4. a. Buka baut pengikat piringan
2. Periksa: b. Geser piringan rem, dengan satu lubang
• Piringan rem c. Pasang piringan rem
Aus/oleng → Ganti
3. Ukur: Baut piringan rem depan
• Kebengkokan piringan rem 23 Nm (2,3 m·kg, 17 ft·lb)
T.
R.

diluar spesifikasi → perbaiki /ganti LOCTITE®

CATATAN:
Kencangkan baut pengikat piringan rem dengan
pola silang.

Kebengkokan piringan rem


0,15 mm (0,0059 in)

4-19
REM DEPAN

2. Pasang:
• Kampas rem
• Per kampas rem
CATATAN:
Menggantianti kampas rem baru harus diikuti
dengan mengganti per kampas rem satu set.
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Pasangkan plastik transparan “1” pada ujung
baut bleeding “2”. dan tempatkan ujung selang
yang lain pada penampung.
d. Ukur kebengkokan piringan rem.
e. Jika masih diluar batas spesifikasi, ulangi lagi
proses semula hingga didapat keolengan pi-
ringan rem sesuai spesifikasi.
f. Jika tetap tidak bisa sesuai dengan spesifikasi
ganti piringan rem.
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
6. Pasang:
• Roda depan
lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-4.
EAS22260 b. Kendorkan baut bleeding, dan tekan piston
MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN caliper pada rem caliper dengan jari.
CATATAN : c. Kencangkan baut bleeding
Pada saat mengganti kampas rem, tidak perlu
membuka selang rem atau membongkar caliper
baut bleeding
rem. 6 Nm (0,6 m·kg, 4,3 ft·lb)
T.
R.

1. Ukur:
• Keausan kampas rem “a” d. Pasang kampas rem baru dan per kampas
diluar spesifikasi → Ganti kampas rem satu rem yang baru satu set.
set. ▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
3. Periksa:
• Ketinggian minyak rem
Ketebalan kampas rem (dalam) dibawah tanda batas minimum “a” → Isi dengan
5,3 mm (0,21 in) minyak rem hingga batas maksimum.
Limit
lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN
0,8 mm (0,03 in)
Ketebalan kampas rem (luar) MINYAK REM” halaman 3-17.
5,3 mm (0,21 in) a
Limit
0,8 mm (0,03 in)

a 4. Periksa:
• Cara kerja tuas rem
Ngempos, tidak pakem → Bleeding udara
pada sistim rem hydraulic.
lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING
REM HYDRAULIC” halaman 3-18.

4-20
REM DEPAN

EAS22290
b. Buka seal piston caliper dan seal debu.
MELEPAS CALIPER REM DEPAN
CATATAN:
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
Sebelum membongkar caliper rem, kuras minyak EAS22380
rem dari sistim hydraulic rem MEMERIKSA CALIPER REM DEPAN
1. Buka: Jadwal anjuran penggantian komponen
• Baut union selang rem. rem hydraulic
• Washer tembaga
Kampas rem Jika sudah aus
• Selang rem
CATATAN: Seal piston Setiap dua tahun
Masukkan ujung selang rem, kedalam penam- Seal debu Setiap dua tahun
pung dan pompa minyak rem, dengan hati-hati. Selang rem Setiap empat tahun
Setiap dua tahun, dan
EAS22320
Minyak rem setiap membongkar
MEMEBONGKAR CALIPER REM
sistim pengereman
1. buka: 1. Periksa:
• Piston caliper rem “1” • Piston caliper rem “1”
• Seal piston caliper rem “2” Karat/baret/aus → Ganti piston caliper rem
• Seal debu caliper rem “3” • Caliper cylinder rem “2”
Baret/aus → Ganti unit caliper rem.
• Bodi caliper rem “3”
retrak/rusak → Ganti unit caliper rem
1 • Jalur aliran minyak rem
2 (Bodi caliper rem)
3 Tersumbat → Tiup dengan udara bertekanan
1
2 EWA3C11012

▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼ PERINGATAN
a. Tiup dengan udara bertekanan pada lubang Setiap membongkar caliper rem, ganti seal
nepel selang “a” untuk mengeluarkan piston piston dan seal debu.
dari caliper rem.
EWA13550

PERINGATAN 3
• Bungkus caliper piston dengan kain lap.
untuk menghindari piston melejit keluar, tiup
dengan udara bertekanan dari lubang nepel. 2 2
• Jangan coba melihat jalannya piston keluar.

1
2. Periksa:
• Bracket caliper rem.
Retak/rusak → Ganti

4-21
REM DEPAN

EAS22400
3. Pasang :
ASSEMBLING THE FRONT BRAKE CALIPER
• Per kampas rem
WARNING • Kampas rem
9Sebelum merakit, pastikan komponen bagian • Caliper rem
dalam telah dibersihkan dan dilumasi dengan • Holder selang rem
minyak rem yang baru. Baut caliper rem
9Jangan menggunakan cairan pembersih untuk 35 Nm (3,5 m·kg, 25 ft·lb)

T.
R.
membersihkan komponen bagian dalam, hal Holder selang rem
ini akan merusak seal dan merubah bentuk. 7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb)
9Jika membongkar caliper rem, ganti seal pis-
lihat bagian “MENGGANTI KAMPAS REM
ton, seal debu, caliper rem dengan yang baru.
DEPAN” halaman 4-20.
4. Isi:
Minyak rem yang disarankan • Reservoir master cylinder rem
DOT 3 atau DOT 4 (dengan kapasitas dan tipe yang disarankan)

EAS22420

MEMASANG CALIPER REM DEPAN Minyak rem yang disarankan


1. Pasang: DOT 3 atau DOT 4
• Caliper rem
(sementara) PERINGATAN
• Washer tembaga Baru
9Pergunakan hanya minyak rem yang disa-
• Selang rem
• Baut union selang rem rankan, jika tidak akan mengakibatkan kerusa-
kan seal karet, dan kemampuan pengereman
Baut union selang rem yang buruk.
26 Nm (2,6 m·kg, 19 ft·lb) 9Penambahan minyak rem harus sama dengan
T.
R.

EWA13530
minyak rem yang telah ada dalam sistim rem,
PERINGATAN percampuran antara dua jenis minyak rem,
Tempatkan jalur selang rem, sesuai dengan akan mengakibatkan pengereman yang buruk.
jalurnya, untuk menjamin keselamatan berken- 9Pada saat penambahan minyak rem, hati-hati
dara lihat "JALUR KABEL” halaman 2-33. jangan sampai kandungan air masuk kedalam
ECA14170 master cylinder, hal ini akan membuat titik didih
PERHATIAN : minyak rem menjadi rendah, dan mudah timbul
Pada saat memasang selang rem pada cali- gelembung-gelembung udara.
per rem “1”, pastikan pipa ujung selang "a" me-
ECA13540
nyentuh nok “b” yang terdapat pada caliper
rem. PERHATIAN
Minyak rem dapat merusak permukaan cat,
dan komponen yang terbuat dari plastik. untuk
itu segera bersihkan jika tersiram minyak rem
5. Buang udara/Bleeding:
b • Sistim rem
lihat bagian “BLEEDING / BUANG UDARA
a SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.
6. Periksa:
• Ketinggian minyak rem
1 dibawah batas minimum “a” → Isi dengan
munyak rem yang disarankan,
2. Lepas:
lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN
• Caliper rem
REM” halaman 3-17.

4-22
REM DEPAN

EAS22500

a MEMERIKSA MASTER CYLINDER REM


DEPAN
1. Periksa:
• Master cylinder rem “1”
rusak/retak/aus → Ganti
• Jalur aliran minyak rem “2”
(pada bodi master cylinder)
Tersumbat → Tiup dengan udara bertekanan

1
7. Periksa:
• Pengoperasian tuas rem
terasa ngempos, tidak pakem → Buang udara
/ bleeding sistim pengereman.
lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING 2
SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.
EAS22490

MELEPAS MASTER CYLINDER REM DEPAN


2. Periksa:
CATATAN: • Kit master cylinder
Sebelum melepas master cylinder rem depan, rusak/retak/aus → Ganti
kuras minyak rem, dari semua sistim pengere- 3. Periksa:
man. • Reservoir master cylinder rem
1. Lepaskan: retak/rusak → Ganti
• Switch lampu rem depan “1” • Diaphragma reservoir master cylinder
rusak/sobek → Ganti
CATATAN:
4. Periksa:
Tekan pengait, untuk melepas switch rem depan • Selang rem
yang terdapat pada master cylinder. retak/bocor → Ganti
EAS22520

MERAKIT MASTER CYLINDER REM DEPAN

EWA13520

PERINGATAN
• Sebelum merakit komponen master cylinder
bagian dalam, bersihkan komponen dengan
minyak rem yang baru.
• Jangan menggunakan cairan pencuci lain
selain minyak rem.
2. Buka:
• Baut union selang rem Minyak rem yang disarankan
• Washer tembaga DOT 3 atau DOT 4
• Selang rem
EAS22530
CATATAN:
MEMASANG MASTER CYLINDER REM
Agar minyak rem tidak berhamburan, tempatkan DEPAN
penampung dibawah master cylinder dan di ujung 1. Pasang:
selang rem. • Master cylinder rem “1”
• Holder master cylinder rem “2”

Baut holder master cylinder rem


7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb)
T.
R.

4-23
REM DEPAN

CATATAN: 3. Isi:
• Pasang holder master cylinder rem, dengan tan- • Reservoir master cylinder
da “UP” menghadap ke atas (dengan kapasitas dan spesifikasi minyak
• Tepatkan sambungan holder master cylinder, de- rem yang disarankan)
ngan tanda titik “a” yang ada pada tangkai kemudi
Minyak rem yang disarankan
• Pertama kencangkan baut atas , lalu bagian bawah DOT 3 atau DOT4
EWA 13540
1
PERINGATAN
9Pergunakan hanya minyak rem yang disaran-
kan, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan
seal karet, dan kemampuan pengereman yang
buruk.
UP
9Penambahan minyak rem harus sama dengan
a 2 minyak rem yang telah ada dalam sistim rem,
percampuran antara dua jenis minyak rem,
2. Pasang: akan mengakibatkan pengereman yang buruk.
• Washer tembaga“1” Baru 9Pada saat penambahan minyak rem, hati-hati
• Selang rem “2” jangan sampai kandungan air masuk kedalam
• Baut union selang rem “3” master cylinder, hal ini akan membuat titik di-
dih minyak rem menjadi rendah, dan mudah
Baut union selang rem timbul gelembung-gelembung udara.
26 Nm (2,6 m·kg, 19 ft·lb)
T.
R.

ECA13540

EWA13530 PERHATIAN
PERINGATAN Minyak rem dapat merusak permukaan cat,
Tempatkan selang rem sesuai jalurnya, untuk dan komponen part yang terbuat dari plastik,
menjamin keselamatan berkendara. untuk itu, bersihkan segera jika menyentuh.
lihat bagian "JALUR KABEL” halaman 2-33.
4. Buang udara/Bleeding:
CATATAN: • Sistim rem
• Pasang selang rem, pada master cylinder de- lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING
ngan sudut pemasangan, seperti terlihat pada SISTIM REM HYDRAULIC” halaman 3-18.
gambar. 5. Periksa:
• Dengan menahan selang rem pada posisi ini, • Ketinggian minyak rem
kencangkan baut union selang rem. Pada batas minimum “a” → Isi dengan
• Gerakan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri minyak rem yang disarankan
untuk memastikan selang rem tidak menyentuh lihat bagian “MEMERIKSA MINYAK REM"
komponen yang lain (misalnya kabel, roda, halaman 3-17.
kawat, dll) perbaiki jika ada gesekan.
a

1 Baru

3
2

60–80˚

6. Periksa:
• Cara kerja tuas rem
Ngempos, tidak pakem → Buang udara
/bleding hydraulic rem

4-24
REM DEPAN

lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING


SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.

4-25
REM BELAKANG

EAS22550

REM BELAKANG
Membongkar sepatu rem

3 10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)


T.
R.

4
S

5
6 2

LS
1

43 Nm (4,3 m • kg, 31 ft • Ib)

T.
R.

(6)
Baru

LS

Nomor komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Unit sepatu rem lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10.
1 Sepatu rem 2
2 Per sepatu rem 2
3 Tuas cam rem 1
4 Indikator keausan sepatu rem 1
5 Camshaft rem 1
6 Plat sepatu rem 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas

4-26
REM BELAKANG

EAS22681

MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG a


1. Periksa:
• Kampas sepatu rem
Permukaan licin → perbaiki
gosok permukaan kampas rem dengan amplas

CATATAN:
Setelah mengamplas permukaan kampas rem,
bersihkan permukaan dengan kain lap
2. Ukur : 4. Periksa:
• Ketebalan kampas sepatu rem “a” • Permukaan dalam tromol rem
diluar spesifikasi → Ganti ada kandungan oli → bersihkan
bersihkan kandungan oli, dengan kain yang
Ketebalan kampas rem dibasahi thinner.
4,0 mm (0,16 in) Retak-retak → Perbaiki
Limit gosok permukaan dengan amplas halus
2,0 mm (0,08 in)
5. Periksa:
• Camshaft rem
Ruask/aus → Ganti
EAS22690

MERAKIT PLAT SEPATU REM BELAKANG

1. Pasang:
• Camshaft rem “1”
• Indikator keausan sepatu rem “2”
• Tuas camshaft rem “3”
EWA3C11004
Baut tuas camshaft rem
PERINGATAN
10 Nm (1,0 m.kg, 7,2 ft.lb)
T.
R.

Jangan sampai terdapat kandungan oli dan


gemuk pada permukaan kampas rem. ▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Pasang camshaft rem, dengan tanda marking
CATATAN: “a” seperti posisi pada gambar
Ganti sepatu rem satu set, jika ketebalan kampas
rem sudah mendekati batas keausan 1
3. Ukur:
• Diameter dalam tromol rem “a” a
diluar spesifikasi → ganti roda

Diametr dalam tromol rem


130,0 mm (5,12 in)
Limit
131,0 mm (5,16 in)
b. Masukkan nok “b” indikator keausan rem
dengan alur yang terdapat pada as camshaft.

4-27
REM BELAKANG

Baru 1 S

A A

B B
c. Tepatkan sambungan tuas camshaft “c” Baru 1
dengan alur pada as camshaft.

A-A
3

c
B-B

d. Pastikan posisi sepatu rem tepat pada posisi. EAS3C11037

MEMERIKSA KEAUSAN TROMOL REM


▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲ BELAKANG
2. Pasang : CATATAN:
• Per sepatu rem “1” Baru Setelah sepatu rem yang baru terpasang, keau-
• Sepatu rem san tromol rem dapat diperiksa dengan melihat
CATATAN: tanda batas keausan kampas rem “a” yang ter-
dapat pada plat sepatu rem
• Lumasi pin pivot rem dengan gemuk coat of sili-
cone.
• Jangan sampai per terlepas pada saat pemasa-
ngan.
• Pasang per sepatu rem seperti pada gambar
a
EWA3C11005

PERINGATAN
Jangan sampai kandungan gemuk menyen-
tuh permukaan kampas sepatu rem.

1. Periksa:
• Posisi indikator batas keausan, pada tuas rem
jika mendekati garis batas keausan, rubah
posisi tuas camshaft rem.

2. Periksa:
• Gerak bebas pedal rem belakang
jika gerak bebas pedal rem tidak sesuai.
lihat “MENYETEL REM TROMOL
BELAKANG” pada halaman 3-17.

4-28
REM BELAKANG

3. dengan menekan pedal rem belakang ke ba-


wah, tekan tuas camshaft rem secara penuh
sesuai arah panah pada gambar, dan periksa
indikator batas keausan kampas rem pada
plat sepatu rem
Jauh dari tanda keausan → tromol dapat
dipakai
Mendekati batas → ganti roda

4-29
TANGKAI KEMUDI

EAS22840

TANGKAI KEMUDI
Melepas tangkai kemudi

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

T.
R.
3
1
6
LS

9 1
LS 8 7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

T.
R.
26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)
T.
R.
18 T.
R.
7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)
5
LS
10
7
2
17 13 15
3
19
2
12

11 LS
14
16
7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)
T.
R.

Nomor Kompone yang dilepas Jumlah Keterangan


1 Kaca spion 2
2 Plastik pengikat 2
3 Ujung tangkai kemudi 2
4 Saklar tangkai kemudi kanan 1
5 Kabel gas 1
6 Handel gas 1
7 Switch lampu rem depan 1
8 Holder master cylinder rem depan 1
9 Spacer 1
10 Unit master cylinder rem depan 1
11 Kabel kopling 1
12 Coupler switch koling 1 Lepaskan
13 Saklar tangkai kemudi kiri 1
14 Switch kopling 1
15 Handel gas 1
16 Tuas kopling 1

4-30
TANGKAI KEMUDI

Melepas tangkai kemudi

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

T.
R.
3
1
6
LS

9 1
LS 8 7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

T.
R.
26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)

T.
R.
18 7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

T.
R.
5
LS
10
7
2
17 13 15
3
19
2
12

11 LS
14
16
7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)
T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah keterangan


17 Holder tuas kopling 1
18 Holder tangkai kemudi atas 2
19 Tangkai kemudi 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas

4-31
TANGKAI KEMUDI

EAS22860 EAS22911

MELEPAS TANGKAI KEMUDI MEMASANG TANGKAI KEMUDI


1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar
EWA13120 EWA13120

PERINGATAN PERINGATAN
Sanggah sepeda motor dengan sempurna Sanggah sepeda motor dengan sempurna,
untuk menghindari bahaya terbalik untuk menghindari bahaya terbalik.
2. Lepaskan: 2. Pasang:
• Switch lampu rem depan “1” • Tangkai kemudi “1”
CATATAN : • Holder tangkai kemudi atas “2”
Tekan pengait yang terdapat pada switch lampu
Baut holder tangkai kemudi atas
rem depan yang berada pada master cylinder. 26 Nm (2,6 m·kg, 19 ft·lb)

T.
R.
ECA14250

PERHATIAN
• Pertama kencangkan baut holder bagian
depan, dan selanjutnya kencangkan baut
bagian belakang
• Gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri
jika menyentuh tangki bensin, setel posisi
tangkai kemudi
CATATAN:
3. Buka: Tepatkan tanda titik “a” yang terdapat pada tang-
• Pegangan kemudi “1” kai kemudi, dengan permukaan atas holder
CATATAN: bagian bawah
Semprot dengan udara bertekanan, diantara pega-
ngan kemudi dan tangkai kemudi, dan secara per- 2
lahan lepas pegangan kemudi dari tangkai kemudi 2

EAS22880

MEMERIKSA TANGKAI KEMUDI


1. Periksa:
• Tangkai kemudi
Bengkok/retak → Ganti (DEPAN)
EWA13690

PERINGATAN
Jangan mencoba meluruskan tangkai kemudi
3. Pasang :
yang bengkok, sangat berbahaya.
• Holder tuas kopling “1”
CATATAN:
Tepatkan celah holder tangkai kemudi dengan
tanda titik “a” yang terdapat pada tangkai kemudi

4-32
TANGKAI KEMUDI

1
a
4. Pasang: ▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
• Saklar tangkai kemudi kiri “1” 6. Pasang:
CATATAN: • Kabel kopling
Masukkan nok “a” yang ada pada saklar tangkai CATATAN:
kemudi pada lubang “b” pada tangkai klemudi Lumasi ujung kabel gas dengan sedikit gemuk
coat of lithium-soap.
a
7. Pasang:
b
1 • Master cylinder rem
• Holder master cylinder rem
lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14.
8. Pasang:
• Handel gas “1”
• Kabel gas “2”
• Saklar tangkai kemudi kanan “3”
• Ujung pegangan
5. Pasang: CATATAN:
• Pegangan kemudi “1” • Lumasi ujung kabel gas, dan bagian dalam
• Ujung pegangan “2” dari handel gas dengan gemuk coat of the
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Lumasi dengan tipis coat of rubber adhesive lithium-soap-based , dan pasangkan handel
pada ujung tangkai kemudi gas pada tangkai kemudi.
b. Masukkan pegangan tangkai kemudi, hingga • Masukkan ujung kabel gas pada lubang yang
penuh ke tangkai kemudi terdapat pada saklar tangkai kemudi, dan pa-
c. Bersihkan kelebihan rubber adhesive dengan sangkan handel gas
kain bersih. • Masukkan nok “a” yang ada pada saklar tang-
EWA3C11006 kai kemudi dengan lubang “b” pada tangkai
PERINGATAN • Berikan jarak 1–3 mm (0.04–0.12 in) antara
Jangan sentuh pegangan tangkai kemudi handel gas dan ujung tangkai kemudi.
hingga adhesive mengering
CATATAN:
berikan celah 3 mm (0.12 in) "a" diantara pega-
ngan tangkai kemudi dengan ujung pegangan.

4-33
TANGKAI KEMUDI

3 1
b

2
a

9. Setel:
• Gerak bebas kabel kopling
lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS
KABEL KOPLING” halaman 3-11.

Gerak bebas kabel kopling


10,0–15,0 mm (0,39–0,59 in)

10.Setel:
• Gerak bebas kabel gas
lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS
HANDEL GAS” halaman 3-6.

Gerak bebas handel gas


3,0–5,0 mm (0,12–0,20 in)

4-34
GARPU DEPAN

EAS22950

GARPU DEPAN
Melepas kaki garpu depan

21 Nm (2,1 m • kg, 15 ft • Ib)

T.
R.
23 Nm (2,3 m • kg, 17 ft • Ib)

T.
R.
30 Nm (3,0 m • kg, 22 ft • Ib)
T.
R.

3 2
4
5

1 6

9 Nm (0,9 m • kg, 6,5 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


ikuti prosedur dibawah, untuk melepas
kaki garpu depan
Roda depan lihat bagian “RODA DEPAN” halaman 4-4.
Caliper rem depan lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14.
1 Fender depan 1
2 Cap karet 1
3 Baut pinch bracket atas 1 Kendorkan
4 Baut cap 1 Kendorkan
5 Baut pinch bracket bawah 1 Kendorkan
6 Kaki garpu depan 1
untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

4-35
GARPU DEPAN

Membongkar kaki garpu depan


23 Nm (2,3 m • kg, 17 ft • Ib)

T.
R.
1
2 Baru

4 12

6 Baru
7 Baru
5
14 Baru

10

15

11
13 9 Baru
8

LT 23 Nm (2,3 m • kg, 17 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Ikuti prosedur dibawah ini, untuk melepas
kaki garpu depan.
1 Baut cap 1
2 O-ring 1
3 Spacer 1
4 Washer 1
5 Per garpu 1
6 Seal debu 1
7 Clip seal oli 1
8 Baut damper rod 1
9 Washer tembaga 1
10 Damper rod 1
11 Per rebound 1
12 Inner tube 1
13 Stopper Oil flow 1
14 Seal oli 1

4-36
GARPU DEPAN

Membongkar kaki garpu depan


23 Nm (2,3 m • kg, 17 ft • Ib)

T.
R.
1
2 Baru

4 12

6 Baru
7 Baru
5
14 Baru

10

15

11
13 9 Baru
8

LT 23 Nm (2,3 m • kg, 17 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah keterangan


15 Outer tube 1
untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

4-37
GARPU DEPAN

EAS22960

MEMELPAS KAKI GARPU DEPAN


Untuk melepas kaki garpu depan ikuti prosedur
di bawah ini.
1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar
EWA13120

PERINGATAN
sanggah sepeda motor dengan sempurna,
untuk menghindari bahaya terbalik.
CATATAN:
tempatkan penyanggah di bawah motor, hingga 2. Lepas:
roda depan terangkat dari tanah. • Seal debu “1”
• Clip seal oli “2”
2. Kendorkan: (dengan obeng minus)
• Baut pinc bracket atas “1” ECA14180

• baut cap “2” PERHATIAN:


• Baut pinch bracket bawah “3” Jangan sampai melukai inner tube.
EWA13640

PERINGATAN
Sebelum melepas baut pinch atas, dan bawah,
sanggah kaki garpu depan.

1
3. Lepas:
• Baut damper rod “1”
• Washer tembaga
CATATAN:
Tahan damper rod dengan kunci "L" 12-mm,
socket wrench “2” dan T-handle "3", buka baut
damper rod.

T-handle
90890-01326
3 T-handle 3/8" drive 60 cm long
YM-01326

3. Lepas
• Garpu depan
EAS22980

MELEPAS KAKI GARPU DEPAN


Untuk melepas kaki garpu depan, ikuti prosedur
di bawah ini.
1. Kuras:
• Oli garpu depan
CATATAN:
Masukkan inner tube beberapa kali, untuk me-
mompa oli garpu keluar

4-38
GARPU DEPAN

EAS23010

MEMERIKSA KAKI GARPU DEPAN CATATAN :


Ikuti prosedur dibawah ini, untuk memeriksa • Pada saat merakit garpu depan, pastikan kom-
kaki garpu depan. ponen dibawah ini diganti
1. Periksa: –Seal oli
• Inner tube –Seal debu
• Outer tube • Sebelum merakit kaki garpu depan, pastikan
Bengkok/baret/luka → Ganti semua komponen dalam kondisi bersih..
EWA13650

PERINGATAN
1. Pasang:
• Damper rod “1”
Jangan meluruskan inner tube yang bengkok • Per rebound “2”
hal ini sangat berbahaya. ECA3C11010

2. Ukur: PERHATIAN
• Panjang bebas per “a” Pada saat memasang damper rod masukkan
diluar spesifikasi → Ganti dengan hati-hati ke dalam inner tube “3” hing-
ga berada dibagian bawah inner tube. Jangan
Panjang bebas per sampai merusak inner tube.
363,8 mm (14,32 in)
Limit
356,5 mm (14,04 in) 2 1
3

2. Lumasi:
• Permukaan luar Inner tube

3. Periksa: Pelumas yang disarankan


Oli fork 10W atau yang sejajar
• Damper rod
Rusak/Aus → Ganti 3. Pasang :
tersumbat → Tiup keluar dengan udara ber- • Inner tube “1”
tekanan pada lubang-lubang. (ke dalam outer tube “2”)
• Stopper oli flow • Stopper oli flow “3”
rusak → Ganti
ECA3C11026

PERHATIAN:
Pada saat membongkar dan memasang garpu
depan jangan sampai ada material lain masuk
ke dalam garpu depan. 1

EAS23020
3
MERAKIT KAKI GARPU DEPAN 2
Ikuti prosedur dibawah ini, untuk merakit kaki
garpu depan.
EWA13660
4. Pasang :
PERINGATAN
• Washer tembaga Baru
• Pastikan ketinggian oli garpu sama tinggi
• Baut damper rod
antara kanan dan kiri.
5. Kencangkan:
• Ketinggian oli yang tidak sama akan beraki-
• Baut damper rod “1”
bat pengendalian yang tidak stabil.

4-39
GARPU DEPAN

Baut Damper rod


23 Nm (2,3 m·kg, 17 ft·lb)
T.
R.

LOCTITE®

CATATAN:
Tahan damper rod dengan kunsi "L" 12-mm
/socket wrench “2” dan T-handle "3", kencang-
kan baut damper rod.

T-handle
90890-01326
T-handle 3/8" drive 60 cm long
YM-01326

Baru

7. Pasang :
• Clip seal oli “1” Baru
CATATAN:
Masukkan clip seal oli kedalam alur yang terdapat
pada outer tube.
6. Pasang:
• Seal oli “1” Baru
(dengan fork seal driver “2” dan adapter “3”)
ECA14220
Baru
PERHATIAN:
Pastikan nomor yang terdapat pada seal, be-
rada di atas.
CATATAN:
• Sebelum memasang seal oli, lumasi seal de-
ngan gemuk lithium soap base.
• Lumasi bagian luar dari inner tube dengan 8. Pasang:
oli fork.
• Seal debu “1” Baru
• Sebelum memasang seal oli, bungkus bagian
(dengan fork seal driver “2”)
atas garpu depan dengan plastik, untuk melin-
dungi seal dari goresan. Fork seal driver
90890-01442
Fork seal driver weight Adjustable fork seal driver (36–46
90890-01367 mm)
Replacement hammer YM-01442
YM-A9409-7
Fork seal driver attachment (ø33)
90890-01368
Replacement 33 mm
YM-A9409-4

4-40
GARPU DEPAN

CATATAN:
• Pasang per, dengan posisi jarak ulir per yang
pendek "a", berada di bagian atas
• Sebelum memasang baut cap , lumasi O-ring
dengan gemuk.
• Kencangkan baut cap untuk sementara.
Baru

9. Isi:
• Garpu depan 2
(dengan kapasitas dan tipe oli fork yang a
disarankan)
1
Kapasitas
231,0 cm³ (7,81 US oz) (8,15
Imp.oz) EAS23050
Oli fork yang disarankan MEMASANG GARPU DEPAN
Oli fork 10W atau yang sejajar Ikuti prosedur dibawah ini, untuk memasang
garpu depan.
10.Ukur:
1. Pasang:
• ketinggian oli fork “a”
• Garpu depan
(dari bagian atas inner tube, dengan outer
Kencangkan sementara baut pinch atas dan
tube tertekan penuh, dan tanpa per terpa-
baut pinch bracket.
sang)
diluar spesifikasi → setel CATATAN:
Pastikan bagian atas ujung inner tube berada pada
Ketinggian oli fork rata dengan bagian atas bracket atas.
109,0 mm (4,29 in)
2. Kencangkan:
CATATAN: • Baut pinch bracket bawah “1”
• Pada saat mengisi oli fork, tegakkan inner tube. Baut pinch bracket bawah
• Setelah terisi, gerakan inner tube ke atas dan 30 Nm (3,0 m·kg, 22 ft·lb)
T.
R.

kebawah untuk mendistribusikan oli.


• Baut cap “2”

Baut cap
23 Nm (2,3 m·kg, 17 ft·lb)
T.
R.

• Baut pinch bracket atas “3”

Baut pich bracket atas


21 Nm (2,1 m·kg, 15 ft·lb)
T.
R.

EWA13680

PERINGATAN
11.Pasang:
Pastikan jalur selang rem , pada posisi yang
• Per/Spring “1”
benar.
• Washer “2”
• Spacer
• Baut cap
(terdapat O-ring) Baru

4-41
GARPU DEPAN

4-42
KEMUDI

EAS23090

KEMUDI
Lepaskan lampu depan dan unit meter

14

T.
R.
7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

17 Nm (1,7 m • kg, 12 ft • Ib)


T.
R.

13
2 6
5
1 5
(3)

4
12
17 15
11 7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)
3 9 8
T.

7
R.

4
16
10
7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)
T.
R.

17 Nm (1,7 m • kg, 12 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Roda depan lihat bagian to “RODA DEPAN” halaman 4-4.
Garpu depan lihat bagian “GARPU DEPAN” halaman 4-35.
Tangkai kemudi lihat bagian " TANGKAI KEMUDI” hal 4-30.
1 Unit lensa lampu depan 1
2 Coupler kabel lampu depan 1 Lepaskan
3 Coupler kabel lampu posisi 1 Lepaskan
4 Coupler kable unit meter /connector 2/2 Lepaskan
5 Coupler kabel saklar tangkai kemudi kiri/connector 2/2 Lepaskan
6 Connector sinyal kiri depan 2 Lepaskan
7 Connector sinyak kanan depan 2 Lepaskan
8 Coupler kunci kontak 1 Lepaskan
9 Coupler switch rem depan 1 Lepaskan
10 Coupler kabel saklar tangkai kemudi kanan 1 Lepaskan
11 Rumah lampu depan 1
12 Unit sein depan kiri 1
13 Unit sein depan kanan 1

4-43
KEMUDI

Melepas lampu depan dan unit meter

14

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

T.
R.
17 Nm (1,7 m • kg, 12 ft • Ib)
T.
R.

13
2 6
5
1 5
(3)

4
12
17 15
11 7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)
3 9 8
T.

7
R.

4
16
10
7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)
T.
R.

17 Nm (1,7 m • kg, 12 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


14 Unit meter 1
15 Connector klakson 2 Lepaskan
16 Klakson/Horn 1
17 Bracket unit meter 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

4-44
KEMUDI

Melepas bracket bawah


35 Nm (3,5 m • kg, 25 ft • Ib) 2

T.
R.
3
1

13
LS
4
14 5
6
Baru 15 7

9
LS 10
11
7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)
12
T.

8
R.

1st 48 Nm (4,8 m • kg, 35 ft • lb)


T.

2nd 13 Nm (1,3 m • kg, 9,4 ft • lb)


R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Unit meter/Bracket unit meter lihat bagian “KEMUDI” halaman 4-43.
1 Kunci kontak 1
2 Baut stem kemudi 1
3 Bracket atas 1
4 Washer pengunci 1
5 Mur ring atas 1
6 Washer karet 1
7 Mur ring bawah 1
8 Bracket bawah 1
9 Penutup bearing 1
10 Bearing inner race atas 1
11 Bearing atas 1
12 Bearing outer race atas 1
13 Bearing bawah/Outer race 1
14 Bearing inner race bawah 1
15 Seal debu 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

4-45
KEMUDI

EAS23110
b. Lepas bearing race dari bracket bawah, de-
MELEPAS BRACKET BAWAH
ngan pahat “2” dan hammer.
1. Tegakan sepeda motor pada tempat datar
EWA13120
c. Pasang seal debu dan bearing race baru.
PERINGATAN
ECA14270
sanggah sepeda motor dengan sempurna, PERHATIAN
untuk menghindari bahaya terbalik.
Jika bearing race tidak terpasang dengan sem-
2. Lepas: purna dapat merusak pipa kemudi/steering
• Mur ring atas
• Washer karet CATATAN :
• Mur ring bawah “1” • Selalu ganti bearings dan bearing race satu set.
• Bracket bawah • Jika membongkar pipa kemudi/steering head
CATATAN: ganti selalu seal debu
Buka mur ring bawah, dengan steering nut
wrench “2”.

Steering nut wrench


90890-01403
Spanner wrench
YU-33975
EWA13730

PERINGATAN
Sanggah sepeda motor dengan sempurna,
untuk menghindari bahaya terbalik.

▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
EAS23130 4. Periksa:
MEMERIKSA KEMUDI • Bracket atas
1. Cuci: • Bracket bawah
• Bearing (terdapat pada steering stem)
• Bearing race rusak/retak/bengkok → Ganti
Pembersih yang disarankan EAS23140

Minyak tanah/Kerosene MEMASANG KEMUDI


1. Lumasi:
2. Periksa: • Bearing atas
• Bearing • Bearing bawah
• Bearing race • Bearing race
Rusak → Ganti
3. Ganti Pelumas yang disarankan
• Bearing GemukLithium-soap-based
• Bearing race
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
2. Pasang :
a. Lepas bearing races dari pipa kemudi/ steering • Mur ring bawah
head dengan besi panjang “1” dan hammer. • Washer karet

4-46
KEMUDI

• Mur ring atas


• Washer pengunci
lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETEL
KEMUDI” halaman 3-20.
3. Pasang:
• Bracket atas
• Baut steering stem
CATATAN:
Kencangkan sementara baut steering stem.
4. Pasang:
• Garpu depan
lihat bagian “GARPU DEPAN” halaman 4-35.
CATATAN:
Kencangkan sementara baut pinch bracket atas,
dan bawah.
5. Kencangkan:
• Baut steering stem

Baut steering stem


35 Nm (13,5 m·kg, 25 ft·lb)
T.
R.

4-47
UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG

EAS23160

UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG


Melepas unit shock absorber belakang

44 Nm (4,4 m • kg, 32 ft • Ib)


T.
R.

44 Nm (4,4 m • kg, 32 ft • Ib)

T.
R.
LS

7
LS
3
LS
LS
1 3
4 6 2

8 9 Baru
1 8 9 Baru
10
LS
Baru 9
LS
44 Nm (4,4 m • kg, 32 ft • Ib) 5
T.
R.

Baru 9
10
Baru 9 8
10 9 2
Baru
LS
1
LS
LS
4
Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan
1 Mur/Baut connecting arm 2/2
2 Connecting arm 2
3 Mur/baut unit shock absorber bawah 1/1
4 Mur/Baut relay arm 1/1
5 Relay arm 1
6 Mur/baut unit shock absorber 1/1
7 Unit shock absorber belakang 1
8 Spacer 3
9 Seal oli 6
10 Bearing 3
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

4-48
UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG

EAS23230
2. Pasang:
MELEPAS UNIT SHOCK ABSORBER
• Bearing “1”
BELAKANG
(ke relay arm)
1. Tegakkan sepada motor pada tempat datar
EWA13120
• Seal oli “2”
PERINGATAN (ke relay arm)
Sanggah sepeda motor dengan sempurna, celah pemasangan “a”
untuk menghindari bahaya terbalik 0,5 mm (0,02 in)
CATATAN:
tempatkan penyanggah di bawah sepeda motor, 2 a 2
hingga roda belakang terangkat. 3

EAS23240

MEMERIKSA UNIT SHOCK ABSORBER 5


BELAKANG
1. Periksa: 5 1
• Rod shock absorber belakang 4
bengkok/retak → Ganti unit shock absorber A B
• Shock absorber belakang
ada kebocoran oli → ganti unit shock
absorber. a
2 2
• Per/Spring
Lemah/patah → Ganti unit shock absorber
• Bushing
rusak/aus → Ganti unit shock absorber.
• Baut
bengkok/aus/retak → Ganti
a

3. Unit shock absorber belakang


EAS23260

MEMRIKSA CONNECTING ARM DAN 4. Relay arm


RELAY ARM 5. Connecting arm
1. Periksa: A. Sisi kiri
• Connecting arms B. Sisi kanan
• Relay arm EAS23310
rusak/aus → Ganti MEMASANG UNIT SHOCK ABSORBER
2. Periksa: BELAKANG
• Bearing 1. Pasang :
• Seal oli • Unit shock absorber belakang
rusak/aus/bocor → Ganti • Relay arm “1”
3. Periksa: CATATAN :
• Spacers Pasang relay arm dengan lubang baut yang kecil
rusak/baret → Ganti
pada frame seperti pada gambar illustrasi.
EAS23270

MEMASANG RELAY ARM


1. Lumasi :
• Spacer
• Bearing

Pelumas yang disarankan


gemuk Lithium-soap-base

4-49
UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG

1 4
3
2

2. Connecting arm
3. Unit shock absorber belakang
4. Lengan ayun/swingarm
5. Rangka/Frame
2. Kencanmgkan :
• Mur atas unit shock absorber belakang

Mur atas unit shock absorber


belakang
T.
R.

44 Nm (4,4 m·kg, 32 ft·lb)

• Mur relay arm

Mur relay arm


44 Nm (4,4 m·kg, 32 ft·lb)
T.
R.

• Mur bawah unit shock absorber belakang

Mur bawah unit shock absorber


belakang
T.
R.

44 Nm (4,4 m·kg, 32 ft·lb)

3. Pasang :
• Connecting arms
CATATAN:
Pasang connecting arm dengan sisi yang di
champer menghadap ke luar.
4. Kencangkan:
• Mur connecting arm

Mur connecting arm


44 Nm (4,4 m·kg, 32 ft·lb)
T.
R.

4-50
LENGAN AYUN/SWINGARM

EAS23330

LENGAN AYUN/SWINGARM
Melepas lengan ayun/ swingarm

10 Nm (1,0 m • kg, 7.2 ft • Ib)

T.
R.
1
70 Nm (7,0 m • kg, 50 ft • lb)
T.
R.

Baru

LS

6 12 9 Baru
8
LS
5
LS
LS 11 10
9 Baru
12
3 11
6
7
LS
2

LS

19 Nm (1,9 m • kg, 13 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Knalpot/Muffler lihat bagian “MELEPAS MESIN” hal 5-1.
Roda belakang lihat bagian "RODA BELAKANG" hal 4-10.
lihat bagian “UNIT SHOCK ABSORBER
Relay arm/Unit shock absorber belakang
BELAKANG” halaman 4-48.
1 Penutup rantai 1
2 Batang torsi rem 1
3 Mur as pivot 1
4 As pivot 1
5 Lengan ayun/Swingarm 1
6 Penutup debu 2
7 Guide rantai penggerak 1
8 Spacer 1
9 Seal oli 2
10 Bearing 1
11 Spacer 2

4-51
LENGAN AYUN/SWINGARM

Melepas lengan ayun/ swingarm

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)

T.
R.
1
70 Nm (7,0 m • kg, 50 ft • lb)
T.
R.

Baru

LS

6 12 9 baru
8
LS
5
LS
LS 11 10
9 Baru
12
3 11
6
7
LS
2

LS

19 Nm (1,9 m • kg, 13 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


12 Bearing 2
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

4-52
LENGAN AYUN/SWINGARM

EAS23350 EWA13770

MELEPAS LENGAN AYUN/ SWINGARM PERINGATAN


1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar Jangan meluruskan as pivot yang bengkok.
EWA13120

PERINGATAN
Sanggah sepeda motor dengan sempurna,
untuk menghindari bahaya terbalik.
CATATAN:
Pasangkan penyangga di bawah sepeda motor,
hingga sepeda motor terangkat dari tanah.
2. Ukur:
• Kelonggaran samping lengan ayun/swingarm
• Kelonggaran ke atas lengan ayun
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Periksa torsi pengencangan mur as pivot 3. Bersihkan
• As pivot
• Penutup debu
Mur as pivot • Spacer
70 Nm (7,0 m·kg, 50 ft·lb) • Bearing
T.
R.

b. Periksa kelonggaran samping “A” dengan Cairan pembersih yang disarankan


menggerakkan lengan ayun ke samping Minyak tanah/Kerosene
c. Jika kelonggaran gerak samping tidak sesuai
spesifikasi, ganti spacer, bearing, dan penutup 4. Periksa :
debu. • Penutup debu
• Spacer
Gerak samping lengan ayun/swingarm • Seal oli
(pada bagian ujung lengan ayun) Rusak/Aus → Ganti
0,8–2,4 mm (0,0315–0,0945 in) • Bearing
Aus/macet/longgar → Ganti
EAS23380

MEMASANG LENGAN AYUN/ SWINGARM


1. Lumasi:
• Bearing
• Spacer
• Penutup debu
• As pivot
A
Pelumas yang disarankan
Gemuk Lithium-soap-based
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
EAS23360 2. Pasang:
MEMERIKSA LENGAN AYUN/ SWINGARM • Bearing “1”
1. Periksa :
• Lengan ayun/swingarm Kedalaman pemasangan “a”
bengkok/retak → ganti 0,5–1,5 mm (0,02–0,06 in)
2. Periksa:
• As pivot
Gelindingkan pada meja datar
Bengkok → ganti

4-53
LENGAN AYUN/SWINGARM

a 1 2 1 a

A B

2. Lengan ayun/swingarm
A. Sisi kiri
B. Sisi kanan
3. Pasang:
• Batang torsi rem

Mur batang torsi rem


19 Nm (1,9 m·kg, 13 ft·lb)
T.
R.

CATATAN:
Pasang barang torsi rem, dengan lubang pem-
buangan air “a” menghadap keluar.

4. Pasang :
• Unit shock absorber belakang
• Relay arm
• Roda belakang
lihat bagian “UNIT SHOCK ABSORBER
BELAKANG” halaman 4-48 dan “RODA
BELAKANG " halaman 4-10.
5. Setel:
• Kekencangan rantai
lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN
RANTAI” halaman 3-19.

Kekencangan rantai
20–40 mm (0,79–1,57 in)

4-54
RANTAI PENGGERAK

EAS23400

RANTAI PENGGERAK
Melepas rantai penggerak

3
2 1

4
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
T.
R.

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah keterangan


Roda belakang lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10.
lengan ayun/swingarm lihat bagian “LENGAN AYUN” halaman 4-51.
1 Penutup sprocket rantai 1
2 Retainer sprocket rantai 1
3 Sprocket mesin 1
4 Rantai penggerak 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

4-55
RANTAI PENGGERAK

EAS23451

MEMERIKSA RANTAI PENGGERAK


1. Ukur:
• Panjang 15-link mata rantai “a” pada rantai
diluiar spesifikasi → Ganti rantai penggerak.

Panjang15-link mata rantai


193,5 mm (7,62 in)

▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. ukur panjang “a” diantara bagian dalam dari 3. Bersihkan :
pin dan panjang “b” diantara bagian luar dari • Rantai penggerak
pin 15-link mata rantai, dari rantai penggerak ▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
seperti pada gambar ilustrasi a. Bersihkan rantai dengan kain bersih
b. Rendam rantai pada minyak tanah, untuk
membersihkan kotoran yang menempel.
c. Bersihkan minyak tanah dan kotoran yang
menempel.

b. Hitung panjang rantai “c” dari 15-link mata


rantai dengan rumus :
Panjang rantai 15-link mata rantai “c” =
(panjang “a” panjang sisi dalam pin + panjang
“b” panjang sisi luar pin) dibagi 2. ▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
CATATAN: 4. Periksa:
• pada saat mengukur 15-link mata rantai, pas- • Roller rantai “1”
tikan Rantai dalam kondisi tertarik/lurus. Rusak/aus → ganti rantai penggerak
• lakukan 2–3 kali pengukuran, dengan posisi tem- • Plat samping rantai “2”
pat yang berbeda. rusak/aus/retak → Ganti rantai

▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
5. Lumasi:
2. Periksa:
• Rantai penggerak
• Rantai penggerak
kaku/mengunci → bersihkan, lumasi atau ganti Pelumas yang disarankan
Oli mesin atau pelumas rantai
untuk tipe tanpa-O-ring

4-56
RANTAI PENGGERAK

6. Periksa:
• Sprocket roda
lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10.
EAS23500

MEMASANG RANTAI PENGGERAK


1. Lumasi:
• rantai penggerak

Pelumas yang disarankan


Oli mesin atau pelumas rantai
tipe tanpa-O-ring

2. Pasang:
• Rantai penggerak
• Sprocket rantai
• Retainer sprocket rantai

Baut retainer sprocket rantai


10 Nm (1,0 m·kg, 7,2 ft·lb)
T.
R.

3. Pasang:
• Lengan ayun/swingarm
lihat bagian “LENGAN AYUN” halaman 4-51.
• Roda belakang
lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10.
4. Setel:
• kekencangan rantai penggerak
lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN
RANTAI” halaman 3-19.

Kekencangan rantai penggerak


20–40 mm (0,79–1,57 in)
ECA13550

PERHATIAN:
Jika kekencangan rantai terlalu kencang, akan
membebani mesin dan komponen lainnya. dan
yang lebih berbahaya lagi, jika rantai terputus,
akan merusak lengan ayun/swing arm dan da-
pat menimbulkan kecelakaan. untuk itu, setel
kekencangan rantai sesuai spesifikasi.

4-57
MESIN

MELEPAS MESIN ........................................................................................... 5-1


MEMASANG MESIN.................................................................................. 5-5
MEMASANG PEDAL PEMINDAH GIGI/ SHIFT ARM ............................... 5-5

CYLINDER HEAD............................................................................................ 5-6


MELEPAS CYLINDER HEAD.................................................................... 5-8
MEMERIKSA CYLINDER HEAD ............................................................... 5-8
MEMERIKSA SPROCKET CAMSHAFT DAN
GUIDE RANTAI TIMING .......................................................................... 5-9
MEMERIKSA TENSIONER RANTAI TIMING ........................................... 5-9
MEMERIKSA SISTIM DECOMPRESSION ............................................ 5-10
INSTALLING THE CYLINDER HEAD ..................................................... 5-10

CAMSHAFT ................................................................................................... 5-13


MELELPAS ROCKER ARMS DAN CAMSHAFT..................................... 5-14
MEMERIKSA CAMSHAFT....................................................................... 5-14
MEMERIKSA ROCKER ARMS DAN AS ROCKER ARM ....................... 5-14
MEMASANG CAMSHAFT DAN ROCKER ARMS ................................... 5-15

KLEP DAN PER KLEP.................................................................................. 5-16


MELEPAS KLEP...................................................................................... 5-17
MEMERIKSA KLEP DAN GUIDE KLEP ................................................. 5-17
MEMERIKSA DUDUKAN KLEP............................................................... 5-19
MEMERIKSA PER KLEP......................................................................... 5-20
MEMASANG KLEP ................................................................................. 5-21
5
CYLINDER DAN PISTON.............................................................................. 5-23
MELEPAS PISTON ................................................................................. 5-24
MEMERIKSA CYLINDER DAN PISTON ................................................. 5-24
MEMERIKSA RING PISTON .................................................................. 5-25
MEMERIKSA PIN PISTON ..................................................................... 5-26
MEMASANG PISTON DAN CYLINDER ................................................. 5-26

GENERATOR DAN STARTER CLUTCH...................................................... 5-28


MELEPAS GENERATOR ........................................................................5-30
MELEPAS STARTER CLUTCH .............................................................. 5-30
MEMERIKSA STARTER CLUTCH ......................................................... 5-30
MEMASANG STARTER CLUTCH .......................................................... 5-31
MEMASANG GENERATOR.................................................................... 5-31

STARTER ELECTRIC .................................................................................. 5-33


MEMBONGKAR MOTOR STARTER ..................................................... 5-35
MEMERIKSA MOTOR STARTER ......................................................... 5-35
MERAKIT MOTOR STARTER ............................................................... 5-36
KOPLING ...................................................................................................... 5-37
MELEPAS KOPLING .............................................................................. 5-41
MEMERIKSA KAMPAS KOPLING...........................................................5-41
MEMERIKSA PLAT KOPLING.................................................................5-41
MEMERIKSA PER KOPLING..................................................................5-42
MEMERIKSA RUMAH KOPLING............................................................ 5-42
MEMERIKSA CLUTCH BOSS................................................................ 5-42
MEMERIKSA PLAT TEKAN ................................................................... 5-42
MEMERIKSA TUAS PENEKAN KOPLING
DAN BATANG PENDEK PENEKAN KOPLING..................................... 5-42
MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVE .................................................5-42
MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVEN .............................................. 5-43
MEMASANG KOPLING..........................................................................5-43

STARTER KAKI ...........................................................................................5-46


MEMERIKSA STARTER KAKI ................................................................5-48
MERAKIT STARTER KAKI....................................................................5-48
MEMASANG STARTER KAKI ................................................................ 5-48

POMPA OLI................................................................................................... 5-49


MEMERIKSA POMPA OLI .....................................................................5-51
MERAKIT POMPA OLI............................................................................5-51
MEMASANG POMPA OLI ...................................................................... 5-52

AS PEMINDAH GIGI/SHIFT SHAFT.............................................................5-53


MEMERIKSA AS PERMINDAH GIGI .....................................................5-54
MEMERIKSA TUAS STOPPER ............................................................ 5-54
MEMASANG AS PEMINDAH GIGI ........................................................5-54

GEAR BALANCER ......................................................................................5-55


MELEPAS GEAR PRIMARY DRIVE DAN
GEAR BALANCER ................................................................................5-57
MEMERIKSA GEAR BALANCER
DAN GEAR PRIMARY DRIVE .............................................................5-57
MERAKIT GEAR BALANCER DRIVEN ................................................. 5-57
MEMASANG GEAR PRIMARY DRIVE DAN
GEAR BALANCER ................................................................................ 5-57

CRANKCASE ...............................................................................................5-59
MEMISAHKAN CRANKCASE.................................................................5-62
MEMERIKSA CRANKCASE ................................................................... 5-62
MEMERIKSA RANTAI TIMING DAN GUIDE RANTAI TIMING .............5-62
MEMERIKSA SARINGAN OLI ...............................................................5-62
MEMERIKSA BEARINGS DAN SEAL OLI ............................................. 5-62
MEMASANG RETAINER BEARING ......................................................5-63
MERAKIT CRANKCASE.........................................................................5-63
POROS ENGKOL/CRANKSHAFT ................................................................ 5-64
MELEPAS CRANKSHAFT ......................................................................5-65
MEMERIKSA CRANKSHAFT .................................................................. 5-65
MEMASANG CRANKSHAFT ...................................................................5-65

TRANSMISI ...................................................................................................5-67
MEMERIKSA SHIFT FORKS...................................................................5-70
MEMERIKSA UNIT SHIFT DRUM ..........................................................5-70
MEMERIKSA TRANSMISI .....................................................................5-70
MEMERIKSA BATANG PENEKAN KOPLING ........................................ 5-71
MERAKIT MAIN AXLE DAN DRIVE AXLE ...............................................5-71
MERAKIT SHIFT FORKS DAN UNIT SHIFT DRUM ...............................5-71
MELEPAS MESIN

EAS23710

MELEPAS MESIN
Melepas knalpot

20 Nm (2,0 m • kg, 14 ft • Ib)


T.
R.

Baru

LT

LT 4 Baru

1
3
LT

8 Nm (0,8 m • kg, 5,8 ft • Ib)


T.
R.

15 Nm (1,5 m • kg, 11 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


1 Protector pipa knalpot 1
2 Protector knalpot 1
3 Knalpot 1
4 Gasket pipa knalpot 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-1
MELEPAS MESIN

Melepas kabel dan coupler

2
3

6
8

9 Nm (0,9 m • kg, 6,5 ft • Ib)


T.
R.

4
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
T.
R.

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


ECA3C11020

PERHATIAN:
Pertama, lepaskan kabel negative battery
dan selanjutnya kabel positive battery .

lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM


Kabel Negative battery /kabel Positive battery BATTERY” halaman 3-25.
Kuras
Oli mesin lihat bagian “MENGGANTI OLIMESIN”
halaman 3-10.
Kuras air pendingin. lihat bagian
Air pendingin/Coolant “MENGGANTI COOLANT” halaman 3-14
lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman
Jok/Panel samping/Panel depan/Saringan udara 4-1.
Tangki bensin lihat bagian "TANGKI BENSIN" halaman 7-1.
Throttle body/ manifold pemasukan lihat bagian “THROTTLE BODY” hal 7-4.
Selang pernafasan pompa air/selang keluar radiator/ lihat bagian “RADIATOR” halaman 6-1.
selang pemasukan radiator/Radiator
lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM”
Air cut-off valve/Reed valve/Plate halaman 7-9.
Penutup rantai sprocket / sprocket lihat bagian “RANTAI” halaman 4-55.
1 Tutup busi/Spark plug cap 1 Lepaskan

5-2
MELEPAS MESIN

Melepas kabel dan coupler

2
3

6
8

9 Nm (0,9 m • kg, 6,5 ft • Ib)


T.
R.

4
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
T.
R.

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


2 Coupler coolant temperature sensor 1 Lepaskan
Coupler stator coil / Coupler Crankshaft position
3 1/1 Lepaskan
sensor
4 Connector switch netral 1 Lepaskan
5 Kable starter motor 1 Lepaskan
6 Kabel kopling 1 Lepaskan
7 Kabel negative battery 1 Lepaskan
8 Pemindah gigi 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur-
melepas.

5-3
MELEPAS MESIN

Melepas mesin

3
E
49 Nm (4,9 m • kg, 35 ft • Ib)
T.
R.

E
3

E 1

4 2

49 Nm (4,9 m • kg, 35 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan

NOTE:
Tempatkan penyanggah dibawah mesin

1 Mur/Baut pengikat mesin (sisi depan) 1/1


2 Mur/Baut pengikat mesin (sisi belakang bawah) 1/1
3 Mur/Baut pengikat mesin (sisi belakang atas) 1/1
4 Mesin 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-4
MELEPAS MESIN

EAS23720 EAS3C11030

MEMASANG MESIN MEMASANG PEDAL PEMINDAH GIGI.


1. Pasang: 1. Pasang:
• Mesin “1” • Pedal pemindah gigi “1”
• Baut dudukan mesin (sisi belakang atas) “2” CATATAN:
• Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) “3” Pastikan jarak “a” diantara senter as pemindah
• Baut dudukan mesin (sisi belakang bawah) “4” gigi “2” dan tuas senter pedal pemindah gigi "3"
• Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) “5” sesuai spesifikasi.
• Baut dudukan mesin (sisi depan) “6”
• Mur dudukan mesin (siosi depan) “7”
Posisi pedal “a” (pengait)
CATATAN: 6,0–30,0 mm (0,24–1,18 in)
Jangan mengeraskan Mur dan Baut terlebih dahulu

Baut tuas pedal pemindah gigi


10 Nm (1,0 m·kg, 7,2 ft·lb)

T.
2

R.
1 2 3

a
4

3
6

2. Kencangkan:
• Mur dudukan mesin (sisi belakang atas)

Mur dudukan mesin


(sisi belakang atas)
T.
R.

49 Nm (4,9 m·kg, 35 ft·lb)

• Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah)

Mur dudukan mesin


(sisi belakang bawah)
T.
R.

49 Nm (4,9 m·kg, 35 ft·lb)

• Mur dudukan mesin (sisi depan)

Mur dudukan mesin (sisi depan)


49 Nm (4,9 m·kg, 35 ft·lb)
T.
R.

5-5
CYLINDER HEAD

EAS24100

CYLINDER HEAD
Melepas cylinder head

22 Nm (2,2 m • kg, 16 ft • Ib) 10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)


T.
R.

T.
R.
13 Nm (1,3 m • kg, 9,4 ft • Ib)
1
T.
R.

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)


T.
R.

9
(4)
Baru 49 Nm (4,9 m • kg, 35 ft • Ib) Baru 10
T.
R.
2

5
8 E 5
Baru 7 13
(4) 6
Baru
LS
E

(4)
E M

Baru Baru
12
11 4
Baru 14
15
E

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib) LS


T.
R.

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)


16 15 30 Nm (3,0 m • kg, 22 ft • Ib) Baru 3
T.
R.

T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Jok/Panel depan kanan dan kiri/Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman
kanan dan kiri/Rumah saringan udara 4-1.
Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” hal 7-1.
Throttle body/manifold pemasukan lihat bagian “THROTTLE BODY” halaman 7-4.
lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM”
Air cut-off valve/Reed valve/Plate halaman 7-9.
Thermostat/Coolant temperature sensor lihat bagian “THERMOSTAT” halaman 6-4.
Pompa air lihat bagian “POMPA AIR” halaman 6-6.
Radiator lihatbagian “RADIATOR” halaman 6-1.
Knalpot lihat bagian “MELEPAS MESIN” halaman 5-1.
Lepaskan
Kabel kopling lihat “KOPLING” halaman 5-37.
1 Cap Busi/Spark plug cap 1 Lepaskan
2 Busi/Spark plug 1
3 Baut cap crankshaft 1
4 Baut cap timing pengapian 1
5 Mur/Baut dudukan mesin (sisi depan) 1/1

5-6
CYLINDER HEAD

Melepas cylinder head

T.
R.
22 Nm (2,2 m • kg, 16 ft • Ib) 10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)

T.
R.
13 Nm (1,3 m • kg, 9,4 ft • Ib)
1
T.
R.
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
T.
R.

9
(4)
Baru 49 Nm (4,9 m • kg, 35 ft • Ib) Baru 10

T.
R.
2

5
8 E 5
Baru 7 13
(4) 6
Baru
LS
E

(4)
E M

Baru Baru
12
11 4
Baru 14
15
E

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib) LS


T.
R.

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)


16 15 30 Nm (3,0 m • kg, 22 ft • Ib) Baru 3
T.
R.

T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


6 Penutup cylinder head 1
7 Gasket penutup cylinder head 1
8 Pin dowel 1
9 Tensioner rantai timing 1
10 Gasket tensioner rantai timing 1
11 Sprocket camshaft 1
12 Cam decompression 1
13 Cylinder head 1
14 Gasket cylinder head 1
15 Pin dowel 2
16 Guide rantai timing (sisi buang) 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

* Yamaha bond No. 1215 (Three Bond No. 1215®)

5-7
CYLINDER HEAD

EAS24130

MELEPAS CYLINDER HEAD CATATAN:


1. Tepatkan: Untuk menghindari agar rantai timing tidak terja-
• Tanda marking“I” “a” pada rotor generator tuh kedalam crankcase, ikat dengan kawat “1”.
(dengan tanda penepatan “b” pada penutup
rotor generator)
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Putar crankshaft ke arah kiri
b. Pada saat Piston berada di TMA, saat lang-
kah kompresi, tepatkan tanda “I” “c” pada
sprocket cam shaft, dengan tanda “d” yang
1
ada pada cylinder head.

b
4. Lepaskan:
• Cylinder head
CATATAN:
• Kendorkan Baut dengan urutan dan pola seperti
pada gambar
a
• Kendorkan semua baut dengan 1/2 putaran, ter-
lebih dahulu, sebelum melepas semua baut.

d 6 4
2

3 1
5

▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲ EAS24160

2. Kendorkan: MEMERIKSA CYLINDER HEAD


• Baut sprocket camshaft “1” 1. Bersihkan:
CATATAN: • Endapan karbon pada ruang bakar
Tahan mur rotor generator dengan kunci Sok, "2", (dengan skrap bulat)
dan kendorkan baut sprocket camshaft. CATATAN:
Jangan menggunakan benda tajam, untuk pem-
bersihan, akan mengakibatkan kerusakan pada:
• Lubang ulir busi
• Dudukan klep
1

3. Lepas:
• Sprocket camshaft

5-8
CYLINDER HEAD

2. Periksa:
• Cylinder head
Rusak/retak → Ganti
• Ruangan air pendingin cylinder head.
endapan kotoran/karat → bersihkan
3. Ukur:
• Kerataan cylinder head
diluar spesifikasi → gosok dan haluskan
permukaan cylinder head.

Batas kebengkokan
a. 1/4 gigi gear
0,03 mm (0,0012 in)
b. Kondisi normal
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼ 1. Roller rantai timing
a. Tempatkan penggaris “1” dan thickness gauge 2. Sprocket camshaft
“2” menyilang pada cylinder head.
2. Periksa:
• Guide rantai timing (sisi buang)
rusak/aus → ganti
EAS24200

MEMERIKSA TENSIONER RANTAI TIMING


1. Periksa:
• Tensioner rantai timing
retak/tekanan balik tidak lancar → Ganti

▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Tekan secara perlahan, batang penekan
b. Periksa kerataan cylinder head
ke rumah tensioner dengan jari.
c. Jika ketidak rataannya melebihi batas yang
diijinkan ikuti petunjuk di bawah ini.
d. Tempatkan amplas halus, pada meja datar, CATATAN:
dan gosokkan cylinder head, dengan pola ge- Sambil menekan batang penekan tensioner ke-
rakan angka delapan pada meja datar. dalam, putar baut penyetel otomatis dengan obeng
CATATAN: kecil ke arah kanan.
Untuk menghasilkan hasil yang sempurna, putar
posisi cylinder beberapa kali.
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
EAS3C11031

MEMERIKSA SPROCKET CAMSHAFT DAN 1


GUIDE RANTAI TIMING
1. Periksa:
• Sprocket camshaft
Keausan lebih dari 1/4 gigi gear “a” → ganti
sprocket camshaft, rantai timing, dan crank-
shaft satu set. b. Lepaskan obeng, dan lepaskan tekanan pada
batang penekan tensioner.
c. Pastikan batang penekan pada tensioner ke-
luar secara perlahan dari rumah tensioner.
Jika pergerakan batang penekan tidak lancar,
ganti tensioner rantai timing.

5-9
CYLINDER HEAD

B 2

▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲ ▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
EAS3C11009
EAS24230
MEMERIKSA SISTIM DECOMPRESI MEMASANG CYLINDER HEAD
1. Periksa: 1. Pasang:
• Sistyim decompresi • Cylinder head
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Periksa dengan kondisi decompresi terpasang CATATAN:
pada sprocket camshaft dan camshaft. Masukkan rantai timing pada rongga rantai timing
yang terdapat pada cylinder body.
b. Periksa tuas decompresi “1” dapat bergerak 2. Kencangkan:
dengan lancar. • Baut cylinder head “1”
c. Dengan kondisi tuas decompresi kedalam,
(tidak bergerak) periksa nok decompresi “2” Baut cylinder head "1"
pada camshaft (cam pembuangan) seperti 22 Nm (2,2 m·kg, 16 ft·lb)
T.
R.

pada gambnar illustrasi “A”.


d. Gerakkan tuas decompresi “1” ke arah gam- • Baut cylinder head “2”
bar panah, dan periksa posisi nok decompresi
Baut cylinder head "2"
pada cam (cam buang) harus dalam kondisi
10 Nm (1,0 m·kg, 7,2 ft·lb)
T.

ke dalam seperti pada gambar illustrasi "B".


R.

CATATAN:
• Lumasi baut cylinder head dengan oli mesin.
1
• Kencangkan baut cylinder head dengan pola
silang dan dengan urutan seperti pada gambar.

2
1 3
5

1
A 6
2
4 2
2

3. Pasang:
• Sprocket camshaft
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Putar crankshaft ke arah kiri
b. Tepatkan tanda “I” “a” pada rotor generator
dengan tanda penepatan “b” yang terdapat
pada tutup rotor generator.

5-10
CYLINDER HEAD

c. Tepatkan tanda “I” “c” pada sprocket cam- c. Kencangkan baut tensioner “3” sesuai dengan
shaft, dengan tanda penepatan “d” yang ter- spesifikasi torsi pengencangan
dapat pada cylinder head.
d. Pasang rantai timing pada sprocket cam- Baut tensioner rantai timing
shaft dan pasang sprocket camshaft, pada 10 Nm (1,0 m·kg, 7,2 ft·lb)

T.
R.
camshaft.

2
d
3
c
1

d. Lepas obeng, atau putar baut penyetel ke kiri


CATATAN: untuk melepaskan kuncian batang penekan.
Pada saat memasang sprocket camshaft, pasti- ▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
kan rantai timing pada sisi buang, dalam kondisi
5. Putar:
kencang.
• Crankshaft
ECA3C11012
(beberapa kali putaran ke arah kiri)
PERHATIAN: 6. Periksa:
Jangan merubah/memutar crankshaft, pada • Tanda garis “I” “a”
saat memasang camshaft, untuk menghinda- Tepatkan tanda garis “I” pada rotor generator
ri berubahnya valve timing. dengan tanda penyesuai “b” yang terdapat
e. Dengan menahan camshaft, kencangkan se- pada penutup rotor generator.
mentara baut sprocket camshaft. • Tanda garis“I” “c”
f. Lepaskan kawat pengikat rantai timing. Tepatkan tanda garis “I” pada sprocket
dengan tanda penyesuai “d” yang terdapat
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
pada cylinder head.
4. Pasang:
tidak sesuai → tepatkan
• Gasket tensioner rantai timing Baru
• Tensioner rantai timing jika sesuai, lanjutkan langkah dibawah ini

▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Tekan batang penekan tensioner ke rumah
tensioner, putar baut penyetel, dengan obeng b
kecil “1” ke kanan hingga mengunci.
b. Dengan kondisi batang penekan tensioner
menekan masuk kedalam rumah tensioner/
mengunci (dengan posisi obeng terpasang),
pasang gasket dan rantai timing "2" ke cylin- a
der body.

5-11
CYLINDER HEAD

7. Kencangkan:
• Baut sprocket camshaft

Baut sprocket camshaft


30 Nm (3,0 m·kg, 22 ft·lb)
T.
R.

ECA3C11013

PERHATIAN:
Pastikan baut sprocket camshaft terpasang
dengan kuat sesuai spesifikasi, jika terlepas
akan merusakkan mesin.

8. Ukur:
• Kelonggaran klep
diluar spesifikasi → setel
lihat bagian “MENYETEL KELONGGARAN
KLEP” halaman 3-3.

5-12
CAMSHAFT

EAS23730

CAMSHAFT
Melepas rocker arms dan camshaft

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib) 1


T.
R.

E
1 2 7
M 4 E
5

E
Baru
M

3
M
7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)
T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6.
1 Mur pengunci 2
2 Baut penyetel 2
3 Retainer camshaft 1
4 Camshaft 1
5 As rocker arm 2
6 Rocker arm masuk 1
7 Rocker arm buang 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-13
CAMSHAFT

EAS23770

MELEPAS ROCKER ARMS DAN Dimensi bentuk camshaft


CAMSHAFT Masuk A
1. Kendorkan: 29,643–29,743 mm (1,1670–
• Mur pengunci “1” 1,1710 in)
• Baut penyetel kelonggaran klep “2” Limit
29,543 mm (1,1631 in)
2 Masuk B
25,073–25,173 mm (0,9871–
0,9911 in)
Limit
24.973 mm (0.9832 in)
1 Buang A
29,942–30,042 mm (1,1788–
1,1828 in)
Limit
29.842 mm (1.1749 in)
2. Lepas: Buang B
• Camshaft “1” 25,019–25,119 mm (0,9850–
0,9889 in)
CATATAN:
Limit
Masukkan baut 8-mm (0.31-in) “2” pada lubang 24,919 mm (0,9810 in)
ulir yang terdapat pada ujung camshaft, dan ta-
rik keluar camshaft.

Slide hammer bolt


90890-01085
Slide hammer bolt 8 mm
YU-01083-2

EAS23840

MEMERIKSA CAMSHAFT
1. Periksa:
• Bentuk dimensi camshaft
3. Periksa:
berwarna biru terbakar/aus/baret → Ganti
• Aliran oli pada camshaft
camshaft.
tersumabt → tiup dengan udara bertekanan.
2. Ukur:
• Dimensi cam shaft “a” dan “b” EAS23880

diluar spesifikasi → ganti camshaft. MEMERIKSA ROCKER ARMS DAN


AS ROCKER ARM
Ikuti prosedur dibawah ini, untuk memeriksa
rocker arms dan as rocker arm
1. Periksa:
• Rocker arm
rusak/aus → ganti

5-14
CAMSHAFT

2. Periksa:
• As rocker arm Kelonggaran Lubang rocker-arm
warna biru terbakar/aus/baret/ ke - as rocker arm
mengecil → Ganti/cek aliran pelumasan 0,009–0,034 mm (0,0004–0,0013
in)
Limit
3. Ukur: 0,08 mm (0,0031 in)
• Diameter dalam rocker “a”
diluar spesifikasi → Ganti EAS24040

MEMASANG CAMSHAFT DAN ROCKER


Diameter dalam rocker arm ARM
9,985–10,000 mm (0,3931– 1. Lumasi:
0,3937 in)
• Rocker arms
Limit
10,030 mm (0,3949 in) • As rocker arm

Pelumas yang disarankan


Permukaan dalam rocker arm
Molybdenum disulfide oil
As rocker arm
Oli mesin

2. Lumasi :
• Camshaft

Pelumas yang disarankan


Camshaft
4. Ukur: Molybdenum disulfide oil
• Diameter luar as rocker arm “a” bearing camshaft
Oli mesin
diluar spesifikasi → ganti
3. Pasang:
Diameter luar as rocker arm • Rocker arm pemasukan dan pengeluaran
9,966–9,976 mm (0,3924–0,3928 in) • As rocker arm “1”
Limit CATATAN:
9,950 mm (0,3917 in) • Pastikan coakan “a” pada as rocker arm meng-
hadap kebawah, seperti pada gambar ilustrasi
• Pastikan as rocker arm (masuk dan keluar)
benar-benar masuk ke cylinder head.

1 a

5. Perhitungan:
• kelonggaran rocker-arm-ke-as rocker-arm.
CATATAN:
Perhitungan kelonggaran dengan cara mengu-
rangi diameter dalam rocker arm dengan diame-
ter as rocker arm.
diluar spesifikasi → ganti komponen yang
aus.

5-15
KLEP DAN PER KLEP

EAS24270

KLEP DAN PER KLEP


Melepas klep dan per klep

1
2
1
3
6 Baru
2
3

M
7
Baru 6

7 8

M
M
8
M 4
7 8
3 6 Baru
2
1

4
1 7 8
6 Baru
2 3

M
5 5
M

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Cylinder head Refer to “CYLINDER HEAD” on page 5-6.
Rocker arms/Camshaft Refer to “CAMSHAFT” on page 5-13.
1 Pin pengunci 8
2 Dudukan per atas 4
3 Per klep 4
4 Klep masuk 2
5 Klep buang 2
6 Seal valve stem 4
7 Dudukan per bawah 4
8 Guide klep 4
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-16
KLEP DAN PER KLEP

EAS24280

MELEPAS KLEP
Ikuti prosedur dibawah ini, untuk melepas klep
dan komponen penunjang. 2
CATATAN:
Sebelum melepas komponen pada cylinder head,
(al., klep, per klep, dudukan klep),
pastikan klep dalam kondisi rapat, tidak bocor
1. Periksa: 1
• Kerapatan klep
terjadi kebocoran → periksa permukaan klep, 3. Lepas:
dudukan klep, dan lebar dudukan klep. • Dudukan per atas “1”
lihat “MEMERIKSA DUDUKAN KLEP” • Per klep “2”
halaman 5-19. • Klep “3”
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼ • Seal valve stem “4”
a. Masukkan cairan pembersih “a” pada lubang • Dudukan per bawah “5”
masuk dan lubang keluar pada cylinder head. CATATAN:
b. Periksa kerapatan dudukan klep. Hafalkan posisi awal dengan cermat, agar bisa di-
CATATAN: rakit kembali seperti posisi semula.
Harus tidak ada kebocoran pada dudukan klep “1”.

EAS24290

▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲ MEMERIKSA KLEP DAN GUIDE KLEP


2. Lepas:
• Pin pengunci “1” Ikuti prosedur dibawah ini, untuk memeriksa
CATATAN: klep dan guide klep.
Melepas pin pengunci, dengan cara menekan 1. Ukur:
per klep dengan valve spring compressor, dan • kelonggaran batang klep ke guide klep
valve spring compressor attachment “2”. diluar spesifikasi → Ganti guide klep.

Valve spring compressor • Kelonggaran guide klep dan batang klep =


90890-04019 diameter dalam guide klep“a” -
YM-04019 diameter luar batang klep “b”
Valve spring compressor attach-
ment
90890-04108
Valve spring compressor adapt-
er 22 mm
YM-04108

5-17
KLEP DAN PER KLEP

b. Pasang guide klep yang baru dengan valve


Kelonggaran guide klep ke batang guide installer “2” dan valve guide remover
klep (masuk) “1”.
0,010–0,037 mm (0,0004–0,0015
in) Posisi guide klep (masuk)
Limit 17,0–17,4 mm (0,669–0,685 in)
0,080 mm (0,0032 in) Posisi guide klep (buang)
Kelonggaran guide klep ke batang 14,0–14,4 mm (0,551–0,567 in)
klep (buang)
0,025–0,052 mm (0,0010–0,0020
in)
Limit
0,100 mm (0,0039 in)

a. Posisi guide klep


c. Setelah pemasangan guide klep, bore lubang
guide klep dengan valve guide reamer “3”
untuk memastikan kelonggaran guide klep
ke batang klep lebih sempurna.

2. Ganti: CATATAN:
• Guide klep Setelah mengganti guide klep, sekir permukaan
CATATAN: dudukan klep kembali.
Untuk mempermudah dan menjamin pelepasan
dan pemasangan dengan sempurna, panaskan Valve guide remover (ø4.5)
cylinder head hingga 100 °C (212 °F) pada oven. 90890-04116
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼ Valve guide remover (4.5 mm)
a. Lepaskan guide klep dengan valve guide YM-04116
remover “1”. Valve guide installer (ø4.5)
90890-04117
Valve guide installer (4.5 mm)
YM-04117
Valve guide reamer (ø4.5)
90890-04118
Valve guide reamer (4.5 mm)
YM-04118

▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲

5-18
KLEP DAN PER KLEP

3. Bersihkan: EAS24300

MEMERIKSA KLEP DAN DUDUKAN KLEP


• Endapan carbon
Ikuti prosedur dibawah ini, untuk melakukan
(pada permukaan klep dan dudukan klep)
pemeriksaan klep dan dudukan klep.
4. Periksa:
1. Bersihkan:
• Permukan klep.
• Endapan carbon
Tidak rata/aus → Grinda permukaan klep
(dari permukaan klep dan dudukan klep)
• Ujung batang klep
2. Periksa:
Mengembang, diameter ujung batang lebih
• Dudukan klep
besar dari batang klep → ganti klep
tidak rata/aus → Ganti cylinder head.
5. Ukur:
3. Ukur:
• Ketebalan kepala klep D “a”
• Lebar dudukan klep C “a”
diluar spesifikasi → ganti klep
diluar spesifikasi → Ganti cylinder head.
Ketebalan kepala klep D (masuk)
0,50–0,90 mm (0,0197–0,0354 in)
Ketebalan kepala klep D (buang) Lebar dudukan klep C (masuk)
0,90–1,10 mm (0,0354–0,0433 in)
0,50–0,90 mm (0,0197–0,0354 in)
Lebar dudukan klep C (buang)
0,90–1,10 mm (0,0354–0,0433 in)

6. Ukur:
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
• Kelurusan batang klep a. Lumasi Mechanic’s blueing dye (Dykem) “b”
diluar spesifikasi → ganti klep pada permukaan dudukan klep
CATATAN:
• Pada saat mengganti klep, ganti juga guide
valve dengan yang baru.
• Jika mengganti klep atau melepas klep, selalu
lakukan penggantian seal valve stem.

Batas kebengkokan batang klep


0,010 mm (0,0004 in)

b. Pasang klep pada cylinder head.


c. Masukkan klep ke guide klep, dan tekan
klep hingga tergambar bagian yang
bersentuhan.
d. Ukur lebar dudukan klep
CATATAN:
Jika permukaan klep dan permukaan dudukan
klep bersinggungan, permukaan blueing akan
terhapus.
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲

5-19
KLEP DAN PER KLEP

4. Sekir:
• Permukaan klep
• Permukaan dudukan klep
CATATAN:
Setelah mengganti cylinder head atau mengganti
klep dan guide klep, dudukan klep dan permuka-
an klep, harus di sekir kembali.
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Lumasi compound “a” pada permukaan klep.

ECA13790
e. Lumasi compound ke permukaan klep, dan
PERHATIAN: ulangi langkah-langkah diatas.
f. Setelah melakukan prosedur pensekiran,
Jangan sampai compound masuk diantara
bersihkan compound dari permukaan klep
batang klep dan guide klep.
dan dudukan klep.
g. Lumasi Mechanic’s blueing dye (Dykem) “b”
pada permukaan dudukan klep.

b. Lumasi molybdenum disulfide oil pada


batang klep/valve stem. h. Pasang klep pada cylinder head.
i. Tekan klep pada dudukan klep, hingga
terlihat bekas-bekas sentuhan antara per-
mukaan klep dan dudukan klep.
j. Ukur lebar dudukan klep “c” kembali. jika
lebar dudukan tidak sesuai spesifikasi, laku-
kan pensekiran kembali.

c. Pasang klep pada cylinder head.


d. Skir klep, hingga permukaan klep, dan dudu-
kan klep rata/rapat, dan bersihkan compound.

CATATAN:
Untuk mendapatkan hasil yang baik, angkat alat
skir sdikit, dan hentakkan kedepan sambil di pu- ▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
tar, dan lakukan secara berulang-ulang. EAS24310

MEMERIKSA PER KLEP


Ikuti prosedur dibawah ini, untuk memeriksa
per klep.
1. Ukur:
• Panjang bebas per klep “a”
diluar spesifikasi → Ganti per klep.

5-20
KLEP DAN PER KLEP

Panjang bebas per (masuk) batas kebengkokan (masuk)


41,71 mm (1,64 in) 2,5°/1,8 mm (2,5°/0.071 in)
Limit batas kebengkokan (buang)
39,62 mm (1,56 in) 2,5°/1,8 mm (2,5°/0,071 in)
Panjang bebas per (buang)
41,71 mm (1,64 in)
Limit
39,62 mm (1,56 in)

EAS24340

MEMASANG
Ikuti prosedur dibawah ini, untuk mema-
sang klep dan komponen penunjang
2. Ukur: 1. Haluskan:
• Tekanan per klep “a” • ujung pengunci klep
diluar spesifikasi → Ganti per klep. (dengan oil stone)

Tekanan per dalam kondisi


terpasang (masuk)
140–162 N (31,47–36,42 lbf)
(14,28–16,52 kgf)
Tekanan per dalam kondisi
terpasang (buang)
140–162 N (31,47–36,42 lbf)
(14,28–16,52 kgf)
Panjang per terpasang (masuk)
35,30 mm (1,39 in) 2. Lumasi:
Panjang per terpasang (buang) • Batang klep “1”
35,30 mm (1,39 in)
• Seal batang klep “2” Baru
(dengan pelumas yang disarankan)

Pelumas yang disarankan


Molybdenum disulfide oil

Baru

b. Panjang per terpasang


3. ukur:
• Kebengkokan per klep “a”
diluar spesifikasi → ganti per klep. 3. Pasang:
• dudukan per bawah “1”

5-21
KLEP DAN PER KLEP

• Seal Valve stem Baru


• Klep “3”
• Per klep “4” 2
• Dudukan per atas “5”
(pada cylinder head)
CATATAN:
• Pastikan setiap klep terpasang dengan sem-
purna. 1
• Pasang per klep, dengan posisi jarak ulir yang
jauh "a" berada di atas. 5. Untuk mejamin pin pengunci terpasang de-
ngan sempurna, pukul ujung klep dengan
pukul besi plastik dengan perlahan.
ECA13800

PERHATIAN:
Pukul ujung dudukan atas per klep dengan
pukul besi plastik secara perlahan.

b. Jarak ulir yang pendek


4. Pasang :
• Pin pengunci “1”
CATATAN:
Pasang pin pengunci, dengan menekan per klep
dengan valve spring compressor, dan valve spring
compressor attachment “2”.

Valve spring compressor


90890-04019
YM-04019
Valve spring compressor attach-
ment
90890-04108
Valve spring compressor adapt-
er 22 mm
YM-04108

5-22
CYLINDER DAN PISTON

EAS24350

CYLINDER DAN PISTON


Melepas cylinder adn piston

7
E
8
9 6

5
E

Baru 4 4 Baru
E
1
E

Baru

2 Baru

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6.
1 Cylinder 1
2 Gasket cylinder 1
3 Pin dowel 2
4 Circlip pin piston 2
5 Pin piston 1
6 Piston 1
7 Top ring 1
8 2nd ring 1
9 Ring piston 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-23
CYLINDER DAN PISTON

EAS24380

MELEPAS PISTON CATATAN:


1. Lepas: Saat melepas ring piston, buka ujung sambungan
• Clip pin piston “1”. ring dengan ibu jari, dan angkat ke atas sisi yang
• Pin piston “2” lain melewati kepala piston.
• Piston “3”
ECA13810

PERHATIAN
Jangan menggunakan pukul besi, untuk me-
ngeluarkan pin piston dari piston.
CATATAN:
• Sebelum melepas clip pin piston, tutup lubang
crankcase dengan kain untuk menghindari clip
pin piston terlempar masuk ke dalam crank-
case.
• Sebelum melepas pin piston, haluskan permu- EAS24390

kaan alur clip pin piston, untuk mempermudah MEMERIKSA CYLINDER DAN PISTON
keluarnya pin piston. jika pin piston masih sulit 1. Periksa:
dilepas, pergunakan piston pin puller set "4" • Dinding piston
• Dinding cylinder
ada goresan ke atas → Ganti cylinder, Piston,
dan Ring piston satu set.
Piston pin puller set
90890-01304 2. Ukur:
Piston pin puller
• Kelonggaran piston-ke-cylinder
YU-01304
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Ukur diameter cylinder “C” dengan cylinder
bore gauge.

2 1

CATATAN:
Ukur diameter cylinder “C” silang, dari sisi ke sisi
dan dari depan ke belakang, dan ambil perhitu-
ngan rata-rata.

Diameter/Bore
56,985–57,010 mm (2,2435–
2,2445 in)
Batas ketirusan
2. Lepaskan: 0,05 mm (0,0020 in)
• Ring pertama/Top ring Batas keovalan
• Ring kedua/2nd ring 0,05 mm (0,0020 in)
• Ring Oli

5-24
CYLINDER DAN PISTON

EAS24430
“C” = diameter maksimum D1–D2 MEMERIKSA RING PISTON
“T” = diameter max D1 atau D2 - diameter max 1. Ukur:
D 5 atau D 6 (ketirusan) • celah alur ring dengan ring piston
diluar spesifikasi → ganti piston
“R” = diameter max D1, D3 atau D5 - diameter max dan ring piston satu set.
D2, D4 atau D6 (keovalan) CATATAN:
b. Jika diluar spesifikasi, ganti cylinder, piston, Sebelum mengukur celah alur ring dan ring piston,
dan ring piston satu set. bersihkan endapan carbon pada celah alur ring,
dan ring piston.
c. Ukur diameter piston “D” “a” dengan micro-
meter. Ring piston
Ring pertama/Top ring
celah alur dan ring
0,030–0,065 mm (0,0012–
0,0026 in)
Limit
0,100 mm (0,0039 in)
Ring kedua/2nd ring
celah alur ring
0,020–0,055 mm (0,0008–
0,0022 in)
Limit
b. 5.0 mm (0.20 in) adalah titik pengukuran, diukur 0,100 mm (0,0039 in)
dari bawah piston

Piston
Diameter D
56,965–56,990 mm (2,2427–
2,2437 in)

d. Jika diluar spesifikasi, ganti piston dan ring


piston satu set.
e. Perhitungan kelonggaran piston-ke-cylinder
dengan rumus
• Kelonggaran piston-ke-cylinder = 2. Pasang:
Diameter cylinder “C” - dikurangi • Ring piston
Diameter piston “D” (pada cylinder)
CATATAN:
Kelonggaranm piston ke cylinder Ratakan posisi ring, di dalam cylinder, dengan
0,020–0,045 mm (0,0008–0,0018 kepala piston.
in)
Limit
0,15 mm (0,0059 in)

f. jika diluar spesifikasi ganti cylinder, piston,


dan ring piston, satu set.

▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲

a. 40 mm (1,57 in)

5-25
CYLINDER DAN PISTON

3. Ukur: 3. Ukur:
• celah sambungan ring piston • Diameter lubang pin piston “b”
diluar spesifikasi → ganti ring piston diluar spesifikasi → ganti piston.

CATATAN:
Diameter lubang pin piston
14,002–14,013 mm (0,5513–
expander ring oli tidak dapat diukur. jika celah rail 0,5517 in)
ring oli atas, dan bawah melebihi spesifikasi, ganti Limit
ring oli satu set 14,043 mm (0,5529 in)

Ring piston
Ring pertama/Top ring
celah ring (terpasang)
0,10–0,25 mm (0,0039–0,0098
in)
Limit
0,40 mm (0,0157 in)
Ring kedua/2nd ring
celah ring (terpasang)
0,10–0,25 mm (0,0039–0,0098
in)
Limit 4. Perhitungan:
0,40 mm (0,0157 in) • Celah pin piston-ke-lubang pin piston
Ring oli (rail ring) diluar spesifikasi → Ganti pin piston, dan
celah ring (terpasang) piston satu set
0,20–0,70 mm (0,0079–0,0276 • kelonggaran pin piston-ke-lubang pin =
in) diameter lubang pin piston “b” -
diameter luar pin piston “a”
EAS24440

MEMRIKSA PIN PISTON


1. Periksa: Kelonggaran Pin piston dengan
• Pin piston lubang pin piston pada piston
berwarna biru terbakar/ aus → Ganti pin 0,002–0,018 mm (0,0001–0,0007
piston dan periksa sistim pelumasan. in)
2. Ukur: Limit
0,068 mm (0,0027 in)
• Diameter luar pin piston "a"
diluar spesifikasi → Ganti pin piston EAS24450

MEMASANG PISTON DAN CYLINDER


1. Pasang:
Diameter luar pin piston
13,995–14,000 mm (0,5510– • Ring pertama/Top ring “1”
0,5512 in) • Ring kedua/2nd ring “2”
Limit • Expander ring oli “3”
13,975 mm (0,5502 in) • Rail ring oli bawah “4”
• Rail ring oli atas “5”
CATATAN:
Pastikan tulisan yang terdapat pada ring piston,
berada pada posisi diatas.

5-26
CYLINDER DAN PISTON

e a
120˚

b
120˚ 120˚

90˚
d 45˚ c
A 45˚
2. Pasang: a. Ring pertama/Top ring
• Piston “1” b. Expander ring oli
• Pin piston “2” c. Rail ring oli atas
• Clip pin piston Baru d. Rail ring oli bawah
CATATAN: e. Ring kedua/2nd ring
A. sisi lubang buang
• Lumasi oli pada apin piston
• Pastikan tanda panah “a” pada kepala piston 5. Pasang:
menghadap ke arah lubang pembuangan. • Pin dowel
• Sebelum memasang clip piston, tutup lubang • Gasket cylinder head Baru
crankcase dengan kain, untuk menghindari • Cylinder “1”
melejitnya clip piston ke dalam crankcase.
CATATAN:
• Tekan ring piston dengan satu tangan, dan
1 masukkan cylinder dengan tangan yang lain
• Masukkan rantai timing dan guide rantai timing
a 2 (sisi pemasukan) pada rongga rantai yang ter-
terdapat pada cylinder body.

3 Baru
1
3. Lumasi:
• Piston
• Ring piston
• Cylinder
(dengan pelumas yang disarankan)

Pelumas yang disarankan


Oli mesin

4. Posisikan sambungan ring:


• Sambungan ring

5-27
GENERATOR DAN STARTER CLUTCH

EAS3C11010

GENERATOR DAN STARTER CLUTCH


Melepas generator dan starter clutch
1

2
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)

T.
R.
LT
LT
9
(3) 10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)

T.
R.
12 8
7 Baru

10
14 3 LS
17 8
19 16 15
E Baru
E

13 4
E 6
Baru 18 Baru (3) (7) 5
E
14 Nm (1,4 m • kg, 10 ft • Ib)
T.
R.

Baru LS

20
E
11
10 Nm (1,0 m • kg, 7.2 ft • Ib)
70 Nm (7,0 m • kg, 50 ft • lb)
T.
R.
T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Kuras oli mesin
Oli mesin lihat bagian “MENGGANTI OLI MESIN”
halaman 3-10.

Panel sisi kiri lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1

Penutup sprocket lihat bagian “RANTAI PENGGERAK” hal 4-55.


1 Coupler stator coil 1 Lepaskan
2 Coupler crankshaft position sensor 1 Lepaskan
3 Connector kabel switch netral 1 Lepaskan
4 Baut cap control timing pengapian 1
5 Baut cap lubang crankshaft 1
6 Penutup generator 1
7 Gasket penutup generator 1
8 Pin dowel 2
9 Crankshaft position sensor 1
10 Stator coil 1
11 Rotor generator 1

5-28
GENERATOR DAN STARTER CLUTCH

Melepas generator dan starter clutch


1

2
10 Nm (1,0 m • kg, 7.2 ft • Ib)

T.
R.
LT
LT
9
(3) 10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)

T.
R.
12 8
7 Baru

10
14 3 LS
17 8
19 16 15
E Baru
E

13 4
E 6
Baru 18 Baru (3) (7) 5
E
14 Nm (1,4 m • kg, 10 ft • Ib)
T.
R.

Baru LS

20
E
11
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
70 Nm (7,0 m • kg, 50 ft • lb)
T.
R.
T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


12 Pin pasak 1
13 Gear starter clutch 1
14 Bearing 1
15 Washer 1
16 As gear starter clutch idle 1
17 Washer 1
18 Circlip 1
19 Gear idle starter clutch 1
20 Unit starter clutch 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-29
GENERATOR DAN STARTER CLUTCH

EAS24490

MELEPAS GENERATOR
1. Lepas:
• Mur rotor generator “1” 1
• Washer
2
CATATAN:
• Tahan rotor generator “2” dengan peralatan
sheave holder “3”, kendorkan mur rotor gene-
rator.
• Jangan sampai sheave holder menyentuh nok
yang ada pada rotor generator. EAS24560

MELEPAS STARTER CLUTCH


Sheave holder 1. Buka:
90890-01701 • Baut starter clutch “1”
Primary clutch holder CATATAN:
YS-01880-A • Tahan generator rotor “2” dengan alat sheave-
holder “3”, lepaskan baut starter clutch.
1 • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok
pada rotor generator.

3
Sheave holder
90890-01701
Primary clutch holder
YS-01880-A
2
2. Lepas: 1
• rotor generator “1”
(dengan flywheel puller “2”)
• Pin pasak
ECA13880

PERHATIAN
Untuk menghindari agar ujung crankshaft ti-
dak rusak, pasang mur crankshaft diantara 3 2
baut fly wheel puller dan senter as crank-
shaft.
EAS24570

CATATAN: MEMERIKSA STARTER CLUTCH


Pastikan posisi flywheel puller tepat berada di te- 1. Periksa:
ngah rotor generator. • Roller starter clutch “1”
• Cap per starter clutch “2”
• Per starter clutch “3”
Flywheel puller
rusak/aus → Ganti unit starter clutch.
90890-01362
Heavy duty puller
YU-33270-B

5-30
GENERATOR DAN STARTER CLUTCH

1 2 CATATAN:
3
• Tahan rotor generator “2” dengan alat sheave
1 holder “3”, kencangkan baut starter clutch.
• Jangan sampai sheave holder menyentuh
nok yang terdapat pada rotor generator.
2 • Kembangkan tiap ujung baut “a” starter clutch.
3
3
2 1 Sheave holder
90890-01701
2. Periksa: Primary clutch holder
• Idle gear starter clutch YS-01880-A
• Gear starter clutch
Cacat/mengecil/aus/tidak lancar → Ganti
komponen yang rusak 1 Baru
3. Periksa:
• Permukaan singgung starter clutch
rusak/aus/tidak rata → Ganti starter
clutch gear.
4. Periksa:
• cara kerja starter clutch
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼ 3 2
a. Pasang gear starter clutch “1” pada starter
clutch dan tahan rotor generator.
b. Putar gear starter clutch ke arah kanan "A",
starter clutch dan gear starter clutch harus a
mengopel, jika tidak terkoplel, starter clutch
dalam kondisi rusak, dan harus diganti a
c. Jika gear starter clutch diputar ke arah "B",
starter clutch harus dalam kondisi bebas ber-
putar. jika tidak berputar starter clutch dalam
kondisi rusak dan harus diganti. a

A 1
EAS24500

MEMASANG GENERATOR
B 1. Pasang:
• Pin pasak
• Rotor generator
• Washer
• Mur rotor generator
CATATAN:
• Bersihkan sisi ketirusan crankshaft dan lubang
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲ hub rotor generator.
EAS24600 • Pada saat memasang rotor generator, pastikan
MEMASANG STARTER CLUTCH pin pasak terpasang dengan sempurna pada
1. Pasang: crankshaft.
• Unit starter clutch
2. Kencangkan:
• Baut starter clutch Baru
• Mur rotor generator “1”
Baut starter clutch
Mur rotor generator
14 Nm (1,4 m·kg, 10 ft·lb)
70 Nm (7,0 m·kg, 50 ft·lb)
T.
R.

T.
R.

5-31
GENERATOR DAN STARTER CLUTCH

CATATAN:
• Tahan rotor generator “2” dengan alat sheave 1,6
7
sheave holder “3”, kencangkan mur rotor ge-
nerator. 5 8
• Jangan sampai sheave holder menyentuh nok
yang terdapat pada rotor generator.
4
Sheave holder 9
90890-01701 3,11 2,10
Primary clutch holder
YS-01880-A

2
3. Lumasi:
• Lem/Sealant
(pada gromet kabel unit crankshaft position-
sensor/stator).

Yamaha bond No. 1215


90890-85505
(Three Bond No.1215®)

4. Pasang:
• Penutup generator

Baut penutup generator


10 Nm (1,0 m·kg, 7,2 ft·lb)
T.
R.

CATATAN:
Kencangkan baut tutup generator dengan pola
silang, dan berurutan seperti pada gambar.

5-32
STARTER LISTRIK

EAS24780

STARTER LISTRIK
Melepas motor starter

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)

T.
R.
2

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


1 Motor starter 1
2 Kabel motor starter 1 Lepaskan
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-33
STARTER LISTRIK

Membongkar motor starter

1 Baru

6
5 7
LS

3 Baru
4

7
6

Order Job/Parts to remove Q’ty Remarks


1 O-ring 1
2 Yoke motor starter 1
3 O-ring 1
4 Commutator 1
5 Penutup depan motor starter /holder brush 1
6 Sikat/Brush 2
7 Per sikat/Brush 2
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-34
STARTER LISTRIK

EAS3C11011

MEMBONGKAR MOTOR STARTER CATATAN:


1. Lepas: Kedalaman alur/mica undercut, harus dijaga
• Yoke motor starter “1” untuk mejamin kerja commutator.
• Penutup depan motor starter/holder brush “2”
CATATAN:
Sebelum membongkar motor starter, perhatikan
tanda penepatan “a” yang terdapat pada yoke
motor starter dan penutup depan motor starter

1 2

4. Ukur:
• Tahanan unit Armature (commutator
dan insulation)
diluar spesifikasi → Ganti motor starter
a
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
EAS24790 a. Ukur tahanan unit armature dengan alat
MEMERIKSA MOTOR STARTER pocket tester.
1. Periksa
• Commutator Pocket tester
Kotor→ bersihkan dengan amplas 90890-03112
2. Ukur: Analog pocket tester
• Diameter commutator “a” YU-03112-C
diluar spesifikasi → Ganti motor starter
Armature coil
Tahanan commutator “1”
Limit 0,0315–0,0385 Ω pada 20 °C (68 °F)
16,6 mm (0,65 in) Tahanan Insulation “2”
sekitar 1 MΩ pada 20 °C (68 °F)

b. Jika diluar spesifikasi, ganti motor starter.


a

3. Ukur:
• Kedalaman alur /Mica undercut “a”
diluar spesifikasi → perdalam alur comutator,
dengan patahan gergaji
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
5. Ukur:
Kedalaman alur/Mica undercut • Panjang sikat/brush “a”
1,35 mm (0,05 in) di luar spesifikasi → Ganti sikat/brush

Limit
3,50 mm (0,14 in)

5-35
STARTER LISTRIK

6. Ukur:
• Tekanan per brush/sikat
diluar spesifikasi → Ganti per sikat/ brush
satu set.

Tekanan per/brush
3,92–5,88 N (14,11–21,17 oz)
(400–600 gf)

7. Periksa:
• Gigi gear
rusak/aus → Ganti gear.
8. Periksa:
• Bearing
• Seal oli
Rusak/aus → Ganti penutup depan motor
starter /holder brush satu set.
EAS24800

MERAKIT MOTOR STARTER


1. Pasang:
• Penutup depan motor starter /holder brush set “1”
• Yoke motor starter “2”
CATATAN:
Tepatkan tanda garis “a” pada yoke motor starter
dan penutup depan motor starter/ holder brush
seperti sebelum dibongkar.

1 2

5-36
KOPLING

EAS25061

KOPLING
Melepas penutup kopling

9 Nm (0,9 m • kg, 6,5 ft • Ib)

T.
R.
1

28 Nm (2,8 m • kg, 20 ft • Ib)


T.
R.

8
Baru 7
Baru 9

2 E

8 4

9 Baru
6 Baru
LS
3

LS (4) (6)
50 Nm (5,0 m • kg, 36 ft • Ib) 10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib) 10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
T.

T.

T.
R.

R.

R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Kuras oli mesin
Oli mesin lihat bagian “MENGGANTI OLI MESIN”
halaman 3-10.

2 Tuas starter 1
3 Penutup filter oli 1
4 Filter oli 1
5 Stopper tuas starter 1
6 Penutup kopling 1
7 Gasket penutup kopling 1
8 Pin dowel 2
9 Seal oli 2
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-37
KOPLING

Melepas kopling

70 Nm (7,0 m • kg, 50 ft • lb)

T.
R.
14 Baru
12 Nm (1,2 m • kg, 8,7 ft • Ib)
T.
R.

8 Nm (0,8 m • kg, 5,8 ft • Ib)


T.
R.

E
3 13 15
6
4
5 12
1 11
9
8 18
(4) 7
2 8 16
(4) 10
8
7 17
8
7
E

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah keterangan


1 Mur pengunci 1
2 Per kopling 4
3 Plat tekan 1
4 Batang penekan pendek tuas kopling 1
5 Holder batang penekan kopling 1
6 Bola/ball 1
7 Kampas kopling 1 3
8 Plat kopling 4
9 Kampas kopling 2 1
10 Kampas kopling 3 (Hijau) 1
11 Per damper kopling 1
12 Dudukan per dumper kopling 1
13 Mur clutch boss 1
14 Washer pengunci 1
15 Clutch boss 1
16 Thrust washer 1
17 Rumah kopling 1

5-38
KOPLING

Melepas kopling

70 Nm (7,0 m • kg, 50 ft • lb)

T.
R.
14 Baru
12 Nm (1,2 m • kg, 8,7 ft • Ib)
T.
R.

8 Nm (0,8 m • kg, 5,8 ft • Ib)


T.
R.

E
3 13 15
6
4
5 12
1 11
9
8 18
(4) 7
2 8 16
(4) 10
8
7 17
8
7
E

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah keterangan


18 Conical spring washer 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-39
KOPLING

Melepas tuas penekan

2
3 Baru
LS
E

4 Baru
5

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Rumah kopling lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.
1 Tuas penekan kopling/Clutch push lever 1
2 Per tuas penekan kopling 1
3 Circlip 1
4 Seal oli 1
5 Bearing 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas

5-40
KOPLING

EAS25070

MELEPAS KOPLING
1. Luruskan washer pengunci
2. Kendorkan:
• Mur clutch boss “1”
CATATAN:
Tahan clutch boss “2” dengan alat universal
clutch holder “3”, buka mur clutch boss.

Universal clutch holder


90890-04086
YM-91042 A B

EAS25100

MEMERIKSA KAMPAS KOPLING a


Ikuti prosedur dibawah ini, untuk memeriksa
kampas kopling.
1. Periksa:
• Kampas kopling
Tipis/aus → Ganti kampas kopling
satu set.
2. Ukur: A. Kampas kopling 1
• Ketebalan kampas kopling B. Kampas kopling 2
diluar spesifikasi → Ganti kampas kopling C. kampas kopling 3 (Hijau)
satu set. a. Posisi cat warna hijau
CATATAN: EAS25110

Ukur ketebalan kampas pada empat posisi MEMERIKSA PLAT KOPLING


Ikuti prosedur dibawah ini, untuk memeriksa
Ketebalan kampas kopling 1 plat kopling.
2,90–3,10 mm (0,114–0,122 in) 1. Periksa:
Batas ketipisan • Plat kopling
2,80 mm (0,110 in) rusak/aus → Ganti plat kopling satu set
Ketebalan kampas kopling 2 2. Ukur:
2,90–3,10 mm (0,114–0,122 in) • Kelurusan plat kopling
Batas ketipisan (dengan meja datar dan thickness gauge “1”)
2,80 mm (0,110 in) diluar spesifikasi → ganti plat kopling
Ketebalan kampas kopling 3
satu set.
2,90–3,10 mm (0,114–0,122 in)
Batas ketipisan
2,80 mm (0,110 in) Thickness gauge
90890-03180
Feeler gauge set
YU-26900-9

5-41
KOPLING

Ketebalan plat kopling


1,45–1,75 mm (0,057–0,069 in)
Batas kebengkokan
0,20 mm (0,0079 in)

2. Periksa:
• Bearing
rusak/aus → Ganti bearing dan
rumah kopling.
EAS25160

EAS25140 MEMERIKSA CLUTCH BOSS


MEMERIKSA PER KOPLING 1. Periksa:
Ikuti prosedur dibawah ini, untuk memeriksa • Alur Clutch boss
per kopling. rusak/bergelombang/aus → Ganti clutch
1. Periksa: boss.
• Per kopling CATATAN:
rusak/patah → ganti per kopling satu set. Tidak ratanya alur clutch boss akan berakibat
kerja kampas kopling tidak lancar.
2. Ukur:
• Panjang bebas per kopling “a”
diluar spesifikasi → ganti per kopling
satu set.

Panjang bebas per kopling


38,74 mm (1,53 in)
Panjang minimum
36,80 mm (1,45 in)

EAS25170

MEMERIKSA PLAT TEKAN


1. Periksa:
• Plat tekan
retak/rusak → Ganti
EAS3C11013

MEMERIKSA TUAS PENEKAN KOPLING


DAN BATANG PENDEK PENEKAN KOPLING
1. Periksa:
EAS25150

MEMERIKSA RUMAH KOPLING • Tuas penekan kopling


1. Periksa: • Batang pendek penekan kopling
• Alur rumah kopling/Clutch housing dogs “1” rusak/aus → Ganti komponen yang rusak
Rusak/tidak rata/aus → ratakan permukaan
alur atau ganti rumah kopling. EAS25200

CATATAN: MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVE


Tidak ratanya alur rumah kopling, akan berakibat 1. Lepas:
kerja kampas kopling tidak lancar. • Gear primary drive
lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55.

5-42
KOPLING

2. Periksa: CATATAN:
• Gear primary drive Pastikan sudut tajam thrust washer "a" pada posisi
Rusak/aus → Ganti gear primary drive berlawanan dengan sisi clutch boss.
dan rumah kopling satu set.
Timbul suara " noise" pada saat jalan → Ganti
gear primary drive dan rumah kopling satu 1
set.
3. Pasang:
• Gera primary drive
a
lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55.
EAS25210

MEMRIKSA GEAR PRIMARY DRIVEN


1. Periksa:
• Gear primary driven“1”
rusak/aus → ganti gear primary drive 3. Pasang:
dan rumah kopling satu set • Clutch boss “1”
Timbul suara "Noise" saat berjalan → Ganti • Washer pengunci“2” Baru
Gear primary drive dan rumah kopling satu • Mur clutch boss
set. CATATAN:
• Lumasi ulir mur clutch boss dan permukaan
washer pengunci dengan oli mesin.
1
• Tepatkan alur “a” washer pengunci pada tu-
langan “b” yang terdapat pada clutch boss.

Baru 2 1

EAS25240

MEMASANG KOPLING
1. Pasang: a
• Conical spring washer “1”
CATATAN:
4. Kencangkan:
Pasang conical spring washer dengan posisi se-
• Mur clutch boss “1”
perti pada gambar illustrasi
Mur clutch boss
70 Nm (7,0 m·kg, 50 ft·lb)
T.

1
R.

CATATAN:
Tahan clutch boss “2” dengan alat universal clutch
holder “3”, dan kencangkan mur clutch boss.

Universal clutch holder


90890-04086
YM-91042
2. Pasang:
• Rumahn kopling
• Thrust washer “1”

5-43
KOPLING

1
2
1
3

5. Bengkokan washer pengunci, pada sisi yang 9. Setel:


panjang, ke sisi mur. • Gerak bebas mekanisme kopling
6. Lumasi: ▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
• Kampas kopling a. Periksa posisi nok “a” yang terdapat pada
• Plat kopling tuas “1” tepatkan dengan nok “b” yang ada
(dengan pelumas yang disarankan) pada crankcase seperti gambar dibawah,
dengan menekan tuas kopling ke arah “c”
Pelumas yang disarankan hingga terhenti.
Oli mesin

7. Pasang:
• Clutch damper spring seat “1” a
c
• Clutch damper spring “2”
• Kampas kopling 2 b
1
• Plat kopling
• Kampas kopling 1
CATATAN:
• Pasang clutch damper spring seat dan clutch
damper spring seperti pada gambar ilustrasi b. Jika nok “a” tidak tepat dengan nok “b”,
• Pertama, pasang kampas kopling, dan selanjut- tepatkan dengan tahapan sbb :
nya bergantian antara plat kopling, dan kampas • Kendorkan mur pengunci setelan kopling “2”.
• Dengan tuas kopling ditekan ke arah "c",
putar baut penyetel “3” kedalam atau ke-
luar hingga nok “a” tepat dengan nok "b".
• Tahan baut penyetel, dan kencangkan mur
pengunci setelan kopling sesuai spesifikasi.
12

Mur pengunci (setelan kopling)


8 Nm (0,8 m·kg, 5,8 ft·lb)
T.
R.

8. Pasang:
• Plat tekan
• Per kopling “1”
• Baut per kopling “2” 2

Baut per kopling


12 Nm (1,2 m·kg, 8,7 ft·lb)
T.
R.

CATATAN: 3
Kencangkan baut per kopling, dengan pola silang
seperti pada gambar ▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲

5-44
KOPLING

10.Pasang: CATATAN:
• Seal oli “1” Pasang tuas kickstarter serapat mungkin dengan
• Seal oli “2” penutup kopling, dan pastikan tuas kick starter
tidak menyentuh rumah kopling “a” .
kedalaman pemasangan seal “a”
1,4–1,9 mm (0,055–0,075 in)
kedalaman pemasangan seal “b”
0,4–0,9 mm (0,016–0,035 in) 1
a

1
a

13.Setel:
• Gerak bebas kabel kopling
lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS
KABEL KOPLING” halaman 3-11.

b
11.Pasang:
• Penutup kopling

Baut penutup kopling


10 Nm (1,0 m·kg, 7,2 ft·lb)
T.
R.

CATATAN:
Kencangkan baut penutup kopling, dengan pola
silang dan urutan pengencangan seperti gambar.

6
1,7 8
9

5 9

4 10
2,12
3,13 11
12.Pasang:
• Tuas kickstarter “1”

5-45
KICKSTARTER

EAS24820

KICKSTARTER
Melepas kickstarter

12 Nm (1,2 m • kg, 8,7 ft • Ib)


T.
R.

LT
LT

LT

E 5 Baru
4

2
1 Baru
E

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Rumah kopling lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.
1 Circlip 1
2 Washer 1
3 Idle gear kickstarter 1
4 Washer 1
5 Circlip 1
6 Unit kickstarter 1
7 Guide gear ratchet 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-46
KICKSTARTER

Membongkar kickstarter

1
2

11

4
5
8
Baru 6
7 Baru
M 10

9
M

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


1 Spacer 1
2 Per kickstarter 1
3 Washer 1
4 Gear kickstarter 1
5 Washer 1
6 Circlip 1
7 Circlip 1
8 Washer 1
9 Per/Spring 1
10 Gear ratchet 1
11 As kickstarter 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-47
KICKSTARTER

EAS24850

MEMERIKSA KICKSTARTER CATATAN:


1. Periksa: Putar ujung per kickstarter ke kanan, dan masukan
• Gear ratchet ujung per pada lubang “a” yang ada pada crankcase.
• Idle gear kickstarter
• Gear kickstarter a
Rusak/Aus → Ganti komponen yang
rusak
2. Periksa:
• Per kickstarter
Rusak/Patah → Ganti
1
EAS3C11012

MERAKIT KICKSTARTER
1. Pasang:
• As kickstarter “1”
• Gear ratchet “2”
CATATAN:
Tepatkan tanda titik “a” pada as kickstarter
dengan tanda titik “b” pada ratchet gear.

2
b

2. Pasang:
• Washer “1”
• Circlip “2”
CATATAN:
Pastikan sudut yang tajam dari clip “a” pada posisi
yang berlawanan dengan sisi washer dan gear.

1 2

EAS24880

MEMASANG KICKSTARTER
1. Pasang:
• As kickstarter
• Per kickstarter “1”

5-48
POMPA OLI

EAS24911

POMPA OLI
Melepas pompa oli

4 Nm (0,4 m • kg, 2,9 ft • Ib)


T.
R.

LT
LT

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Rumah kopling lihat bagian "KOPLING” halaman 5-37.
Gear primary drive /Gear balancer drive lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55.
1 Plat baffle oli 1
2 Unit pompa oli 1
3 Gear drive pompa oli 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-49
POMPA OLI

Membongkar pompa oli

1
E

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah keterangan


1 Penutup rumah pompa oli 1
2 Pin 1
3 Gear driven pompa oli 1
4 Inner rotor pompa oli 1
5 Outer rotor pompa oli 1
6 Rumah pompa oli 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-50
POMPA OLI

EAS24960

MEMERIKSA POMPA OLI kelonggaran Inner-rotor-ke-outer


1. Periksa: rotor tip
• Drive gear pompa oli kurang dari 0,15 mm (0,0059 in)
• Driven gear pompa oli Limit
• Rumah pompa oli 0,23 mm (0,0091 in)
• Penutup rumah pompa oli kelonggaran Outer-rotor-ke-
retak/rusak/aus → Ganti komponen yang rumah pompa oli
rusak. 0,13–0,18 mm (0,0051–0,0071 in)
2. Ukur: Limit
0,25 mm (0,0098 in)
• Kelonggaran Inner-rotor-ke-outer-rotor “a”
kelonggaran rumah pompa oli ke
• Kelonggaran Outer-rotor-ke-rumah pompa inner-rotor dan outer-rotor
oli “b” 0,06–0,11 mm (0,0024–0,0043 in)
• Kelonggaran rumah pompa oli-ke-inner-rotor- Limit
outer rotor “c” 0,18 mm (0,0071 in)
diluar spesifikasi → Ganti pompa oli
3. Periksa:
• cara kerja pompa oli
Putaran berat → ulangi tahap (1) dan
(2) atau ganti komponen yang rusak.

EAS25000

MERAKIT POMPA OLI


1. Lumasi:
• Inner rotor pompa oli
• Outer rotor pompa oli
• Driven gear pompa oli
(dengan pelumas yang disarankan)
1. Inner rotor
Pelumas yang disarankan
2. Outer rotor Oli mesin
3. Rumah pompa oli
2. Pasang:
• Outer rotor pompa oli
• Inner rotor pompa oli “1”
• Driven gear pompa oli
• Pin “2”
CATATAN:
Pada saat memasang inner rotor, tepatkan pin
pada as pompa oli "2", dengan alur “a” yang ter-
dapat pada inner rotor “1”.

5-51
POMPA OLI

1
2
a

3. Periksa:
• Cara kerja pompa oli
lihat bagian “MEMERIKSA POMPA OLI”
halaman 5-51.
EAS25020

MEMASANG POMPA OLI


1. Pasang:
• Unit pompa oli

Baut unit pompa oli


4 Nm (0,4 m·kg, 2,4 ft·lb)
T.
R.

ECA3C11021

PERHATIAN:
Setelah mengencangkan baut unit pompa oli,
pastikan pompa oli berputar dengan lancar.

5-52
AS PEMINDAH GIGI

EAS25410

AS PEMINDAH GIGI
Melepas as pemindah gigi dan tuas stopper

6
LS

Baru 2

E 3

LT
4
5

1
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Rumah kopling lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.
Lengan pemindah/Shift arm lihat bagian “MELEPAS MESIN” hal 5-1.
1 As pemindah gigi/Shift shaft 1
2 Circlip 1
3 Per as pemindah gigi 1
4 Tuas stopper 1
5 Per tuas stopper 1
6 Seal oli 1
Untuk pemasangan , kebalikan dari prosedur
melepas.

5-53
AS PEMINDAH GIGI

EAS25420

MEMERIKSA AS PEMINDAH GIGI


1. Periksa:
• As pemindah gigi/Shift shaft
Bengkok/rusak/aus → Ganti
• Per as pemindah gigi
rusak/aus/patah → Ganti
EAS25430

MEMERIKSA TUAS STOPPER


1. Periksa:
• Tuas stopper
bengkok/rusak → ganti
roller tidak berputar lancar → Ganti
tuas stoper set.
• Per tuas stopper
rusak/aus → Ganti
EAS25450

MEMASANG AS PEMINDAH GIGI


1. Pasang:
• Tuas stopper “1”
• Per tuas stopper “2”
CATATAN:
• Kaitkan ujung per tuas stoper pada lubang tuas
stoper, dan crankcase boss “3”.
• Tepatkan stopper lever dengan unit shift drum
segment.

2 1
2. Pasang:
• As pemindah gigi/Shift shaft “1”
CATATAN:
Masukan ujung per shift shaft pada stopper "2".

2 1

5-54
GEAR BALANCER

EAS3C11017

GEAR BALANCER
Melepas gear primary drive dan gear balancer

5
15
13 10
4 14
3 9
1
12
E 11
60 Nm (6,0 m • kg, 43 ft • Ib)
T.
R.

8
50 Nm (5,0 m • kg, 36 ft • Ib)
T.
R.

7 Baru
2
Nomor komponen yang dilepas Jumlah keterangan
Rumah kopling lihat bagian "KOPLING” halaman 5-37.
1 Mur gear primary drive 1
2 Mur gear balancer driven 1
3 Washer 1
4 Gear primary drive 1
5 Gear balancer drive 1
6 Pasak 1
7 Washer pengunci 1
8 Plat gear balancer driven 1 1
9 Gear balancer driven 1
10 Buffer boss 1
11 Per/spring 4
12 Pin dowel 2
13 Pasak 1
14 Plat gear balancer driven 2 1

5-55
GEAR BALANCER

Melepas gear primary drive dan gear balancer

5
15
13 10
4 14
3 9
1
12
E 11
60 Nm (6,0 m • kg, 43 ft • Ib)
T.
R.

8
50 Nm (5,0 m • kg, 36 ft • Ib)
T.
R.

7 Baru
2
Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan
15 Spacer 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-56
GEAR BALANCER

EAS3C11018 EAS3C11020

MELEPAS GEAR PRIMARY DRIVE MEMASANG GEAR BALANCER DRIVEN


DAN GEAR BALANCER
1. Kendorkan: 1. Pasang:
• Mur gear primary drive “1” • Pin dowel “1”
CATATAN: • Per/Springs “2”
Tempatkan plat aluminum “a” diantara balancer (pada buffer boss)
drive gear “2” dan balancer driven gear “3”, dan CATATAN:
lepaskan mur gear primary. Pasang pin dowel dan per secara berselang
seperti pada gambar.
2

1 1
a
2
2. Luruskan lipatan washer pengunci.
3. Kendorkan: 2. Pasang:
• Mur gear balancer driven “1” • Buffer boss “1”
CATATAN: • Gear balancer driven “2”
Tempatkan plat aluminum “a” diantara balancer CATATAN:
drive gear “2” dan balancer driven gear “3”, dan Tepatkan titik “a” pada buffer boss dengan tanda
lepaskan mur gear balancer driven. titik “b” yang terdapat pada gear balancer driven.

a
2

1
1

3
b a 2
EAS3C11019 EAS3C11021

MEMERIKSA GEAR BALANCER DAN MEMASANG GEAR PRIMARY DRIVE


GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER
1. Periksa: 1. Pasang:
• Gear balancer drive • Gear balancer driven “1”
• Gear balancer driven • Washer pengunci Baru
• Buffer boss • Gear balancer drive “2”
• Per/Spring • Gear primary drive
• Pin dowel • Washer “3”
rerak/rusak/aus → Ganti • Mur gear balancer driven
2. Periksa: • Mur gear primary drive
• Gear primary drive
CATATAN:
lihat bagian “MEMRIKSA GEAR PRIMARY
DRIVE” halaman 5-42. • Tepatkan tanda titik “a” pada gear balancer drive
“2” dengan tanda titik “b” pada gear balancer
driven “1”.

5-57
GEAR BALANCER

• Pastikan sudut yang tajam dari washer “c” pa-


da posisi yang berhadapan dengan sisi gear b
primary drive. 3

2 2
1
1
4

3. Bengkokan washer pengunci, pada bagian


a b sisi yang rata pada mur.

2. Kencangkan:
• Mur gear balancer driven “1”
• Mur gear primary drive “2”

Mur gear balancer driven


50 Nm (5,0 m·kg, 36 ft·lb)
T.
R.

Mur gear primary drive


60 Nm (6,0 m·kg, 43 ft·lb)

CATATAN:
• Tempatkan plat aluminum “a” diantara gear
balancer drive “3” dan gear balancer driven “4”,
dan kencangkan mur gear balancer driven.
• Tempatkan plat aluminium “b” diantara gear
balancer drive “3” dan gear balancer driven “4”,
dan kencangkan mur gear primary drive.

1
a

5-58
CRANKCASE

EAS25540

CRANKCASE
Memisahkan crankcase

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib) 8


T.
R.

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)

T.
R.
10
9

3
2
6
1
5
9
Baru 7
LS
4
Baru

32 Nm (3,2 m • kg, 23 ft • Ib)


T.
R.

20 Nm (2,0 m • kg, 14 ft • Ib)


T.
R.

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)


T.
R.

10 Nm (1,0 m • kg, 7.2 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Mesin lihat bagian “MELEPAS MESIN” halaman 5-1.
Cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6.
lihat bagian “CYLINDER DAN PISTON”
Cylinder/Piston halaman 5-23.
Rumah kopling lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.
Unit pompa oli lihat bagian “POMPA OLI” halaman 5-49.
As pemindah gigi/Shift shaft lihat bagian “AS PEMINDAH GIGI” hal 5-53.
Unit Kickstarter lihat bagian “KICKSTARTER” halaman 5-46.
lihat bagian “STARTER LISTRIK" halaman
Motor starter 5-33.
Gear balancer lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55.
lihat hbagian “GENERATOR DAN STARTER
Rotor generator CLUTCH” halaman 5-28.
1 Guide rantai timing (sisi pemasukan) 1
2 Penutup rantai 1
3 Rantai timing 1
4 Baut penguras oli mesin 1

5-59
CRANKCASE

Memisahkan crankcase

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib) 8


T.
R.

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)

T.
R.
10
9

3
2
6
1
5
9
Baru 7
LS
4
Baru

32 Nm (3,2 m • kg, 23 ft • Ib)


T.
R.

20 Nm (2,0 m • kg, 14 ft • Ib)


T.
R.

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)


T.
R.

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


5 Per/spring 1
6 Saringan oli mesin 1
7 Switch neutral 1
8 Crankcase kanan 1
9 Pin dowel 2
10 Crankcase kiri 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-60
CRANKCASE

Melepas seal oli dan bearing

3 E

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

T.
R.
3 E

2
3
3

3 3
LT
1

E LS

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Crankshaft/Balancer lihat bagian “CRANKSHAFT” halaman 5-64.
Transmisi lihat bagian “TRANSMISI” halaman 5-67.
1 Seal oli 1
2 Retainer bearing 1
3 Bearing 7
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-61
CRANKCASE

EAS3C11032 ECA13900

MEMISAHKAN CRANKCASE PERHATIAN:


1. Lepas: Pukul salah satu sisi crankcase dengan ham-
• Baut crankcase mer plastik. Pukul pada bagian tonjolan yang
CATATAN: terdapat pada crankcase, jangan pada bagian
Kendorkan semua baut dengan 1/4 putaran, de- permukaan sambungan. hati-hati dan pastikan
ngan pola silang, dan urutan seperti pada gambar crankcase terpisah dengan mudah.

A 2
EAS25580

MEMERIKSA CRANKCASE
1
1. Rendam crankcase pada cairan pembersih.
2. Bersihkan gasket cair yang terdapat pada
permukaan sambungan crankcase.
3. Periksa:
• Crankcase
retak/rusak → Ganti
• Aliran oli pada crankcase
B tersumbat → tiup dengan udara bertekanan.
10,15
9
8 EAS3C11033

MEMERIKSA RANTAI TIMING DAN


7 GUIDE RANTAI TIMING
11 4,14
1. Periksa:
12 • Rantai timing
6
3,13 5 rusak/kaku → Ganti rantai timing
satu set dengan sprocket camshaft.
A. Crankcase kiri
B. Crankcase kanan
2. Putar:
• Posisi segment shift drum
CATATAN:
Putar segment shift drum “1” seperti pada posisi
gambar ilustrasi. pada posisi ini, segment shift
drum tidak menyentuh crankcase pada saat
crankcase dipisahkan.
2. Periksa:
• Guide rantai timing (sisi masuk)
1 rusak/aus → Ganti
EAS3C11034

PERIKSA SARINGAN OLI/OIL STRAINER


1. Periksa:
• Saringan oli/oil strainer
rusak/sobek → ganti
Kontaminasi → bersihkan dengan pembersih
EAS3C11014
3. Lepaskan: MEMERIKSA BEARING DAN SEAL OLI
• Crankcase kanan 1. Periksa:
• Bearing
Bersihkan dan lumasi bearing, selanjutnya
putar inner race dengan jari.

5-62
CRANKCASE

Putaran tidak lancar → Ganti 3. Pasang :


• Seal oli • Crankcase kanan
rusak/bocor → Ganti CATATAN:
EAS3C11015 Putar segment shift drum “1” pada posisi seperti
MEMASANG RETAINER BEARING gambar ilustrasi. pada posisi ini, segment shift
1. Pasang: drum tidak menyentuh crankcase, pada saat crank-
• Retainer bearing “1” case dirakit.
CATATAN:
• Pasang retainer bearing “1” dengan tanda
"OUT" “a” menghadap keluar. 1
• Lumasi locking agent (LOCTITE®) pada
bagian ulir baut retainer bearing.

Baut retainer bearing


7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb)
T.
R.

LOCTITE®

4. Pasang:
a • Baut crankcase

Baut crankcase
10 Nm (1,0 m·kg, 7,2 ft·lb)
T.

1
R.

CATATAN:
Kencangkan semua baut dengan 1/4 putaran,
dengan urutan pengencangan, seperti gambar..
• M6 × 70 mm : “7–9”, “11”
• M6 × 55 mm : “14”, “15”
EAS25700

MEMASANG CRANKCASE
1. Bersihkan dengan sempurna gasket cair yang • M6 × 45 mm : “1–5”, “10”
menempel pada permukaan sambungan. A
2. Oleskan:
• Gasket cair/Sealant 1,6 7
(pada permukaan sambungan crankcase) 8

Yamaha bond No. 1215 5 9


2,12
90890-85505
(Three Bond No.1215®) 4 10
3,13 11
CATATAN:
Jangan sampai gasket cair/ sealant masuk keda- B
lam jalur saluran oli. 14

15

A. Crankcase kiri
B. Crankcase kanan

5-63
CRANKSHAFT

EAS25960

CRANKSHAFT
Melepas crankshaft dan balancer

LS

LS
Baru

Baru

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Memisahkan
Crankcase lihat bagian “CRANKCASE” halaman 5-59.
1 Balancer 1
2 Crankshaft 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-64
CRANKSHAFT

EAS3C11016

MELEPAS CRANKSHAFT
1. Lepas:
• Crankshaft “1”
CATATAN:
• Lepas crankshaft dari crankcase dengan
crankcase separating tool “2”.
• Pastikan crankcase separating tool pada po-
sisi senter dengan crankshaft.
ECA3C11022

PERHATIAN 2. Periksa:
• Untuk menghindari agar ujung crankshaft, • Kelonggaran samping big end
tidak rusak, berikan socket diantara baut diluar spesifikasi → Ganti crankshaft.
crankcase separating tool dan ujung crank-
haft.
Kelonggaran samping big end D
• Jangan menarik crankshaft.
0,110–0,410 mm (0,0043–0,0161
in)
Crankcase separating tool
90890-01135 3. Ukur:
Crankcase separator • Lebar crankshaft
YU-01135-B diluar spesifikasi → Ganti crankshaft.

Lebar A
2 47,95–48,00 mm (1,888–1,890 in)

4. Periksa:
• Sprocket crankshaft
rusak/aus → Gantie crankshaft.
• Bearing
retak/rusak/longgar → Ganti crankshaft.
1
EAS3C11035
5. Periksa:
MEMERIKSA CRANKSHAFT • Lajur as crankshaft
1. Periksa: retask/aus → Ganti crankshaft.
• Kelurusan crankshaft • Jalur aliran oli crankshaft
diluar spesifikasi → Ganti crankshaft, bearing, tersumbat → tiup dengan udara bertekanan
atau keduanya. EAS3C11036

CATATAN: MEMASANG CRANKSHAFT


Putar crankshaft secara perlahan 1. Pasang:
• Crankshaft “1”
Batas kebengkokan C CATATAN:
0,030 mm (0,0012 in) Pasang crankshaft dengan crankshaft installer
pot “2”, crankshaft installer bolt “3”, adapter
(M12) “4” dan spacer (crankshaft installer) “5”.

5-65
CRANKSHAFT

Crankshaft installer pot


90890-01274
Installing pot
YU-90058
Crankshaft installer bolt
90890-01275
Bolt
YU-90060
Adapter (M12)
90890-01278
Adapter #3
YU-90063
Spacer (crankshaft installer)
90890-04081
Pot spacer
YM-91044

1
2

5 4 3
ECA13970

PERHATIAN
Untuk menghindari baret pada crankshaft dan
mempermudah pemasangan , lumasi seal oli,
dengan gemuk lithium-soap-based dan tiap
bearing dengan oli mesin.
CATATAN:
Tahan connecting rod pada posisi titik mati atas
(TMA) dengan satu tangan, dan putar baut crank-
shaft installer dengan tangan yang lain. Putar
baut crankshaft installer hingga crankshaft masuk
ke dalam crankcase dengan penuh.

5-66
TRANSMISI

EAS26241

TRANSMISI
Melepas transmisi, unit shift drum, dan shift forks

4
8
E
9

5 6 E

E
E

1
3
2

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Memisahkan
Crankcase lihat bagian “CRANKCASE” halaman 5-59.
1 Guide bar shift fork 1
2 Per/Spring 2
3 Unit shift drum 1
4 Shift fork-(kanan) 1
5 Shift fork-(tengah) 1
6 Shift fork-(kiri) 1
7 Unit drive axle 1
8 Unit Main axle 1
9 Batang penekan (panjang) 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-67
TRANSMISI

Membongkar main axle

M
6

M
5
4
3 Baru

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah keterangan


1 2nd pinion gear 1
2 3rd/4th pinion gear 1
3 Circlip 1
4 Toothed washer 1
5 5th pinion gear 1
6 Main axle/1st pinion gear 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-68
TRANSMISI

Membongkar drive axle

4
5
6
7
8 Baru
9
10
11
12 M

M
3

2
1
M

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


1 Washer 1
2 2nd wheel gear 1
3 Dog clutch 1
4 Washer 1
5 1st wheel gear 1
6 Spacer 1
7 5th wheel gear 1
8 Circlip 1
9 Toothed washer 1
10 4th wheel gear 1
11 3rd wheel gear 1
12 Drive axle 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

5-69
TRANSMISI

EAS26260 EAS26270

MEMERIKSA SHIFT FORKS MEMERIKSA UNIT SHIFT DRUM


Ikuti prosedur dibawah ini, untuk memeriksa 1. Periksa:
shift forks. • Alur shift drum
1. Periksa: retak/tidak rata/aus → Ganti unit shift drum.
• Shift fork cam follower “1” • Segment shift drum “1”
• Shift fork pawl “2” rusak/aus → ganti unit shift drum-
Bengkok/rusak/baret/aus → ganti shift fork. • Bearing shift drum “2”
Rusak/macet → Ganti unit shift drum

2. Periksa:
• Shift fork guide bar
Gelindingkan shift fork guide bar pada meja datar
Bengkok → Ganti. EAS26290
EWA12840
MEMERIKSA TRANSMISI
PERINGATAN
1. Ukur:
Jangan meluruskan shift fork guide bar yang • Kelurusan main axle
bengkok. (dengan alignment dan dial gauge “1”)
diluar spesifikasi → Ganti main axle.

Kelurusan Main axle


0,03 mm (0,0012 in)

3. Periksa:
• Pergerakan shift fork
(masukan as ke shift fork guide bar)
pergerkan tidak lancar → Ganti shift forks
dan shift fork guide bar satu set.
2. Ukur:
• Kelurusan drive axle
(dengan alignment dan dial gauge “1”)
diluar spesifikasi → Ganti drive axle.

Kelurusan drive axle


0,03 mm (0,0012 in)

5-70
TRANSMISI

EAS29020

MERAKIT MAIN AXLE DAN DRIVE AXLE

1. Pasang:
• Toothed washer “1”
• Circlip “2” Baru
CATATAN:
• Pastikan sudut yang tajam "a" dari circlip, pada
posisi yang berlawanan dengan toothed washer
dan gear.
3. Periksa: • Pastikan sambungan ujung circlip “b” pada alur
• Gear transmisi as “c”.
Berwarna biru terbakar/mengecil/aus → Ganti
gear yang bermasalah.
• Transmission gear dogs b
Retrak/rusak/oval → Ganti komponen yang Baru 2
rusak.

a 1 c

EAS26320

MEMASANG SHIFT FORKS DAN UNIT


SHIFT DRUM
1. Pasang:
• Shift fork-("L" kiri) “1”
4. Periksa:
• Shift fork-("C"tengah) “2”
• Pengopelan setiap gigi transmisi
• Shift fork-("R"kanan) “3”
(setiap pinion gear ke wheel gear)
• Unit shift drum “4”
Tidak lancar → lepas kembali transmisi
• Per/springs
periksa setiap unit as transmisi
• Shift fork guide bar “5”
5. Periksa: CATATAN:
• Pergerakan gear transmisi Tulisan timbul yang ada pada shift forks harus
pergerakan tidak lancar → ganti komponen menghadap ke sisi kanan dari mesin dengan
yang rusak. urutan: “R”, “C”, “L”.
EAS25190

MEMERIKSA BATANG PENEKAN KOPLING


1. Periksa: 5
• Batang penekan kopling (panjang)
retak/rusak/aus → ganti batang penekan 3
kopling (panjang)
2. Ukur:
• Kelurusan batang penekan 2
diluar spesifikasi → Ganti batang penekan 4
kopling. 1
2. Periksa:
Batas kebengkokan : • Transmisi
0,500 mm (0,0197 in)
Pergerakan tidak lancar → perbaiki

5-71
TRANSMISI

CATATAN:
• Lumasi dengan oli setiap gear dan bearing .
• Sebelum merakit crankcase, pastikan transmisi
dalam kondisi netral, dan semua gigi berputar
dengan lancar.

5-72
TRANSMISI

5-73
SISTIM PENDINGINAN/COOLING SYSTEM

RADIATOR ......................................................................................................6-1
MEMERIKSA RADIATOR.......................................................................... 6-3
MEMASANG RADIATOR...........................................................................6-3

THERMOSTAT ................................................................................................6-4
MEMERIKSA THERMOSTAT.....................................................................6-5
MEMASANG THERMOSTAT..................................................................... 6-5

POMPA AIR/WATER PUMP............................................................................6-6


MEMBONGKAR POMPA AIR....................................................................6-8
MEMERIKSA POMPA AIR.........................................................................6-8
MERAKIT POMPA AIR...............................................................................6-8
MEMASANG POMPA AIR.......................................................................... 6-9

6
RADIATOR

EAS26380

RADIATOR
Melepas radiator

5 7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

T.
R.
12 8 Nm (0,8 m • kg, 5,8 ft • Ib)

T.
R.
2
3

9 8
1

11

10 7

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Kuras
Air pendingin/Coolant lihat bagian “MENGGANTI COOLANT”
halaman 3-14.
Jok/Panel depan kanan dan kiri/Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman
kanan dan kiri 4-1.
Tangki bensin/Fuel tank lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman
Rumah saringan udara 4-1.
1 Selang pernafasan reservoir 1
2 Selang reservoir coolant 1
3 Cap reservoir coolant 1
4 Reservoir coolant 1
5 Coupler kipas radiator 1 Lepaskan
6 Selang pernafasan pompa air 1
7 Selang pengeluaran radiator 1
8 Selang pemasukan radiator 1
9 Cap radiator 1

6-1
RADIATOR

Melepas radiator

5 7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

T.
R.
12 8 Nm (0,8 m • kg, 5,8 ft • Ib)

T.
R.
2
3

9 8
1

11

10 7

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)


T.
R.

Nomor komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


10 Radiator 1
11 Kipas radiator 1
12 Penutup radiator 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

6-2
RADIATOR

EAS26390

MEMERIKSA RADIATOR
1. Periksa:
• Kipas radiator
Kotor tersumabt → Bersihkan
Semprot dengan udara bertekanan, semprot
dari belakang ke depan.
Rusak → perbaiki/ganti
CATATAN:
b. Berikan, tekanan dibawah spesifikasi buka,
Luruskan fins radiator dengan obeng, minus.
selama 10 detik, harus tidak ada penurunan.
dan berikan tekanan sesuai spesifikasi, harus
dalam kondisi klep terbuka.
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
4. Periksa:
• Kipas radiator
Rusak → Ganti
Tidak berfungsi → Periksa dan perbaiki
lihat bagian “SISTIM PENDINGINAN” hal 8-25.
EAS26400

MEMASANG RADIATOR
1. Isi:
2. Periksa: • Sistim pendinginan/Cooling system
• Selang radiator (dengan kapasitas dan tipe coolant yang
retak/bocor → Ganti disarankan)
3. Ukur: lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN”
• Tekanan buka klep tutup radiator halaman 3-14.
tidak sesuai dengan spesifikasi → Ganti 2. Periksa:
tutup radiator. • Sistim pendinginan/Cooling system
Bocor → Perbaiki /ganti komponen yang rusak
Tekanan buka klep tutup radiator
3. Ukur:
93,2–122,6 kPa (13,5–17.8 psi)
(0,93–1,23 kgf/cm²) • Tekanan buka tutup radiator
Tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator.
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Pasang radiator cap tester “1” dan adapter lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR”
radiator cap tester “2” ke radiator cap “3”. halaman 6-3.

Radiator cap tester


90890-01325
Radiator pressure tester
YU-24460-01
Radiator cap tester adapter
90890-01352
Radiator pressure tester adapter
YU-33984

6-3
THERMOSTAT

EAS26440

THERMOSTAT
Melepas thermostat

Baru 3

T.
R.
18 Nm (1,8 m • kg, 13 ft • Ib)

4 5
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


Kuras
Air pendingin/Coolant lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN”
halaman 3-14.
lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman
Jok/Panel depan kanan 4-1.
Tangki bensin/Fuel tank lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.
1 Selang masuk radiator 1
2 Coupler coolant temperature sensor 1 Lepaskan
3 Coolant temperature sensor 1
4 Tutup thermostat 1
5 Thermostat 1
Untuk pemasangan ,kebalikan dari prosedur
melepas.

6-4
THERMOSTAT

EAS26450
2. Periksa:
MEMERIKSA THERMOSTAT
• Penutup thermostat
1. Periksa:
retak/rusak → ganti
• Thermostat
3. Periksa:
Tidak terbuka pada suhu 80.5–83.5 °C (176.9
• Selang pemasukan radiator
- 182,3 °F) → Ganti
retak/bocor → Ganti
EAS26480

MEMASANG THERMOSTAT
1. Pasang:
• Thermostat
CATATAN:
Pasang thermostat dengan lubang by pass “a”
menghadap ke atas.

▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Rendam thermostat “1” ke dalam gelas “2”
isi gelas dengan air.
b. Panaskan air secara perlahan “3”.
c. Masukan thermometer “4” ke dalam air
d. Panaskan air secara perlahan, perhatikan
perubahan suhu thermometer, dan thermo-
stat.

2. Pasang:
4
• Washer tembaga Baru
• Coolant temperature sensor

3 Coolant temperature sensor


1 18 Nm (1.8 m·kg, 13 ft·lb)
T.
R.

2 ECA3C11004

PERHATIAN:
Perlakukan dengan penuh hati-hati coolant
temperature sensor. ganti komponen jika ter-
jatuh atau terbentur dengan keras.

3. Isi:
• Sistim pendinginan/cooling system
(dengan kapasitas, dan tipe coolant yang
disarankan)
82 ± 1.5 95 lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN”
(179.6 ± 2.7 203
halaman 3-14.
A. Tertutup penuh 4. Periksa:
B. Terbuka penuh • Sistim pendinginan/cooling system
Bocor → Perbaiki/ganti komponen yang rusak
CATATAN: 5. Ukur:
Jika kondisi thermostat tidak sesuai, ganti ther- • Tekanan buka klep tutup radiator
mostat. Thermostat yang tidak standart, akan me- Tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup
ngakibatkan panas/dingin yang berlebihan radiator.
lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR”
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
halaman 6-3.

6-5
POMPA AIR

EAS26500

POMPA AIR
Melepas pompa air

LS

Baru

1 5

Baru
LS

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib) 10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)


T.

T.
R.

R.

Nomor Komponen yang dilepas JUmlah Keterangan


Tidak perlu membongkar pompa air, kecuali
jika air radiator turun terlalu drastis, atau air
masuk kedalam ruang oli mesin.
lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman
Panel depan kiri 4-1.
Lepaskan
Kabel kopling (sisi mesin) lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.
Kuras.
Air pendingin/Coolant lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN”
halaman 3-14.
1 Selang keluar radiator 1
2 Selang pernafasan (pompa air) 1
3 Selang pernafasan cylinder head 1 Lepaskan
4 Baut bracket radiator 1
5 Unit pompa air 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

6-6
POMPA AIR

Membongkar pompa air

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)


4
T.
R.
6

7 Baru
9

LT

8 Baru
5

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)

T.
R.
10
LS

3 Baru
2

1 10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


1 Bracket radiator 1
2 Tutup rumah radiator 1
3 Gasket tutup rumah radiator 1
4 Retainer as impeller 1
5 As impeller 1
6 Plat tutup rumah pompa air 1
7 Gasket tutup rumah pompa air 1
8 Seal pompa air 1
9 Bearing 1
10 Rumah pompa air 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

6-7
POMPA AIR

EAS26510

MEMBONGKAR POMPA AIR Mechanical seal installer


1. Buka: 90890-04145
• Seal pompa air “1” Middle driven shaft bearing driv-
CATATAN: er
Lepas seal pompa air dari bagian dalam rumah 90890-04058
Bearing driver 40 mm
pompa air.
YM-04058
2. Lepas:
• Bearing “2”
A
CATATAN:
4
Lepas bearing dari bagian luar rumah pompa 3
air “3”.

1 Baru
2

2 A. Tekan kebawah
3 3. Mechanical seal installer
4. Middle driven shaft bearing driver
1

EAS26530

MEMERIKSA POMPA AIR a


1. Periksa:
• As Impeller
retak/rusak/aus → Ganti
• Bearing
Putaran berat → Ganti
• Selang keluar radiator
retak/bocor → Ganti
a. 0–0,5 mm (0–0,02 in)
EAS26560

MERAKIT POMPA AIR 2. Lumasi:


1. Pasang: • Bagian luar seal pompa air
• Seal pompa air “1” Baru
(kedalam rumah pompa air “2”) Pelumas yang disarankan
ECA14080 Gemuk Lithium-soap-based
PERHATIAN:
Jangan melumasi bagian dalam seal pompa 3. Pasang:
air dengan oli maupuin gemuk. • Gasket rumah pompa air “1” Baru
• Plat rumah pompa air “2”
CATATAN: • As Impeller
• Pasang seal pompa air dengan special tools. • Retainer as impeller “3”
• Pasang seal pompa air dengan spesial tool, CATATAN:
dengan kedalaman seperti terlihat pada gam-
• Sebelum memasang retainer as impeller shaft
bar ilustrasi.
lumasi dengan tipis ujung as impeller dengan
gemuk coat of lithium-soap-based.
• Pasang gasket rumah pompa oli “1” seperti pa-
da gambar ilustrasi.
• Setelah pemasangan as impeller periksa puta-
ran harus lancar.

6-8
POMPA AIR

• Pastikan lubang baut gasket rumah pompa


air, plat rumah pompa air, dan retainer as
impeller sejajar. dan pastikan plat rumah
pompa air tidak menyumbat lubang "a" pada
gasket.

1 Baru

3 2

EAS26580

MEMASANG POMPA AIR


1. Pasang:
• Unit pompa air “1”
• O-rings “2” Baru
CATATAN:
• Pastikan nok “a” yang ada pada ujung as impeller
dengan alur “b” pada baut sprocket camshaft
• Lumasi O-rings dengan gemuk coat of lithium-
soap-based.

b
1
2

2. Isi:
• Cairan pendingin/Cooling system
(dengan spesifikasi dan tipe coolant yang
disarankan)
lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN”
halaman 3-14.
3. Periksa:
• Sistim pendinginan/Cooling system
Bocor → Perbaiki/ganti komponen yang rusak
4. Ukur:
• Tekanan buka klep tutup radiator
Tekanan tidak sesuai spesifikasi → Ganti
tutup radiator.
lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR”
halaman 6-3.

6-9
SISTIM BAHAN BAKAR

TANGKI BENSIN ............................................................................................ 7-1


MELEPAS TANGKI BENSIN .................................................................... 7-2
MELEPAS POMPA BENSIN ..................................................................... 7-2
MEEMRIKSA BODI POMPA BENSIN....................................................... 7-2
MEMASANG POMPA BENSIN................................................................. 7-2
MEMASANG TANGKI BENSIN................................................................. 7-2

THROTTLE BODY........................................................................................... 7-4


MELEPAS THROTTLE BODY................................................................... 7-6
MEMERIKSA INJECTOR BAHAN BAKAR ............................................... 7-6
MEMERIKSA THROTTLE BODY .............................................................. 7-6
MEMERIKSA TEKANAN BAHAN BAKAR/ FUEL PRESSURE ................ 7-6
MEMASANG THROTTLE BODY .............................................................. 7-6

AIR INDUCTION SYSTEM .............................................................................. 7-9


MEMERIKSA AIR INDUCTION SYSTEM................................................ 7-12

7
TANGKI BENSIN

EAS26620

TANGKI BENSIN
Melepas tangki bensin
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)

T.
3

R.
6 Baru

4
2
(6)

4 Nm (0,4 m • kg, 2,9 ft • Ib)

T.
R.
1

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman
Jok/tempat duduk 4-1.
1 Coupler pompa bensin 1 Lepaskan
2 Selang bensin 1 Lepaskan
3 Tangki bensin 1
4 Retainer pompa bensin 1
5 Pompa bensin 1
6 Gasket pompa bensin 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

7-1
TANGKI BENSIN

EAS26630 EAS26670

MELEPAS TANGKI BENSIN MEMERIKSA BODI POMPA BENSIN


1. Kuras bensin melaui lubang tangki, dengan 1. Periksa:
cara menyedot dengan pompa. • Bodi pompa bensin
2. Lepaskan: Kotor → Bersihkan
• Selang bensin retak/rusak → Ganti unit pompa bensin
EWA3C11003

PERINGATAN
EAS26700
Lindungi sambungan selang dengan kain,
MEMASANG POMPA BENSIN
jika akan melepas selang. Untuk menghindari
1. Pasang:
semburan bensin, pada saat sambungan se-
• Pompa bensin
lang dicabut dari tangki.
CATATAN: Baut pompa bensin
4 Nm (0,4 m·kg, 2,9 ft·lb)

T.
• Lepas selang bensin dari pipa pompa bensin,

R.
geser penutup connector selang “1” yang ter-
CATATAN:
dapat diujung selang. tarik ke arah tanda panah
• Jangan sampai melukai permukaan sambungan
seperti gambar, tekan dua pengait “2” yang ter-
tangki, pada saat memasang pompa bensin
dapat pada sisi connector, dan lepaskan selang
• Selalu pergunakan gasket pompa yang baru.
• Lepaskan selang secara manual tanpa meng-
• Pasang pompa bensin seperti pada gambar
gunakan alat/tools.
ilustrasi.
• Sebelum melepas selang, tempatkan kain di-
• Tepatkan nok “a” pada pompa bensin, dengan
bawah sambungan selang.
alur yang terdapat pada retainer pompa bensin.
• Kencangkan baut pompa bensin, dengan pola
silang seperti pada gambar.
2
1 a 1
3
4

FWD
(DEPAN) 5

3. Lepaskan: 6
• Tangki bensin 2
CATATAN:
EAS3C11024
Jangan menempatkan tangki bensin, dengan posi- MEMASANG TANGKI BENSIN
si permukaan sambungan pompa bensin berada 1. Pasang:
di bawah, sanggah jangan sampai terluka. • selang bensin
ECA3C11005

EAS26640 PERHATIAN:
MELEPAS POMPA BENSIN Pada saat memasang selang bensin, pastikan
1. Lepas: connector terpasang dengan sempurna, dan
• Pompa bensin penutup connector betul betul telah terpasang
ECA14720

PERHATIAN: dengan posisi yang benar, jika tidak selang


bensin dapat terlepas.
• Jangan sampai pompa bensin terjatuh, atau
terbentur dengan keras. CATATAN:
• Jangan menyentuh bagian dari fuel sender. • Pasang connector selang bensin, pada pompa
bensin hingga terdengar suara “click” .

7-2
TANGKI BENSIN

• Untuk memasang selang bensin ke pompa ben-


sin, geser penutup connector “1” pada ujung
selang seperti pada gambar dibawah.

7-3
THROTTLE BODY

EAS26970

THROTTLE BODY
Melepas throttle body

12 Nm (1,2 m • kg, 8,7 ft • Ib) 2 1


T.
R.

3
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib) Baru
T.
R.

5 E
4 LS
LT
12
8 10 8 Baru
9

6 7
11

LT LT

2 Nm (0,2 m • kg, 1,4 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


lihat bagian 'RANGKA UMUM" halaman
Jok/Panel samping kanan dan kiri 4-1.
Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.
lihat bagian 'RANGKA UMUM" halaman
Rumah saringan udara 4-1.
1 Selang bensin 1
2 Coupler Fuel injector 1 Lepaskan
3 Fuel injector 1
4 Gasket Fuel injector 1
5 Coupler FID (fast idle solenoid) 1 Lepaskan
6 Coupler unit Throttle body sensor 1 Lepaskan
7 Kabel gas 1 Lepaskan
8 Baut klem joint Throttle body 2 Kendorkan
ECA3C11015

PERHATIAN:
9 Throttle body 1
Jangan melakukan pembongkaran
unit throtlle body.

7-4
THROTTLE BODY

Melepas throttle body

12 Nm (1,2 m • kg, 8,7 ft • Ib) 2 1


T.
R.

3
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib) Baru
T.
R.

5 E
4 LS
LT
12
8 10 8 Baru
9

6 7
11

LT LT

2 Nm (0,2 m • kg, 1,4 ft • Ib)


T.
R.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah keterangan


10 Joint Throttle body 1
11 Selang vacuum air induction system 1 Lepaskan
12 Manifold pemasukan 1
Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur
melepas.

7-5
THROTTLE BODY

EAS3C11025 EWA3C11003

MELEPAS THROTTLE BODY PERINGATAN


1. Lepas: Lindungi sambungan selang dengan kain,
• Throttle body jika akan melepas selang. Untuk menghindari
ECA3C11016

PERHATIAN: semburan bensin, pada saat sambungan se-


lang dicabut dari tangki.
Jangan melepas unit throttle body sensor "1",
dari throttle body.
2

1
1

d. Pasangkan fuel pressure adapter “3” dianta-


ra selang bensin “1” dan pompa bensin “2”.
EAS3C11028
e. Pasangkan pressure gauge “4” pada fuel
MEMERIKSA FUEL INJECTOR
pressure adapter “3”.
1. Periksa:
• Fuel injector Pressure gauge
Rusak → Ganti 90890-03153
EAS26990
YU-03153
MEMERIKSA THROTTLE BODY Fuel pressure adapter
1. Periksa: 90890-03186
• Throttle body
retak/rusak → Ganti throttle body. 4
2. Periksa:
• aliran bahan bakar 2
tersumbat → Bersihkan 3
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Bersihkan throttle body dengan petroleum-
based solvent.
Jangan menggunakan carburetor cleaning
solution. 1
b. Tiup lubang lubang dengan udara bertekanan.
f. Hidupkan mesin.
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲ g. Ukur tekanan bensin.
EAS3C11005
Tekanan bensin
MEMERIKSA TEKANAN BENSIN
250,0 kPa (35,6 psi) (2,5 kgf/cm²)
1. Periksa:
• Tekanan bensin Tidak sesuai → Ganti pompa bensin
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
a. Buka tempat duduk
lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. EAS3C11006

b. Angkat bagian depan dari tangki bensin MEMASANG THROTTLE BODY


c. Lepaskan selang bensin “1” dari pompa 1. Pasang:
bensin “2”. • Klem joint Throttle body
CATATAN:
Tepatkan nok “a” pada joint throttle body dengan
coakan “b” yang terdapat pada klem.

7-6
THROTTLE BODY

b
2. Pasang:
• Joint throttle body
CATATAN:
Tepatkan nok “a” pada joint throttle body dengan
alur “b” pada intake manifold.

a
b

3. Pasang:
• Throttle body
CATATAN:
Tepatkan nok “a” pada throttle body dengan
alur “b” yang terdapat pada joint throttle body.

a
b

4. Setel:
• Gerak bebas kabel gas
lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS
KABEL GAS” halaman 3-6.

7-7
THROTTLE BODY

7-8
AIR INDUCTION SYSTEM

EAS27040

AIR INDUCTION SYSTEM

2 3 4
1

6 5
1

2
3

6
5

7-9
AIR INDUCTION SYSTEM

1. Resonator
2. Selang Air induction system (3-cabang joint ke
resonator)
3. Selang Air induction system (3-cabang joint ke
cut-off valve)
4. Selang Air induction system (rumah saringan
udara ke 3 cabang joint)
5. Selang vacuum Air induction system
6. Air cut-off valve

7-10
AIR INDUCTION SYSTEM

Melepas selang air cut-off valve dan reed valve

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib) 10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)


T.

T.
R.

R.
2
6
5
LT

8
1

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan


lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman
Jok/Panel samping kanan 4-1.
Tanngki bensin lihat bagian "TANGKI BENSIN" hal 7-1.
1. Selang Airinduction system ( 3 joint ke resona-
1
nator)
2 Resonator 1
3 Selang Air induction system (saringa udara ke 1
3 cabang joint)
Selang Air induction system (3-cabang joint ke
4 1
air cut off valve)
5 Selang vacum Air induction system 1
6 Air cut-off valve 1
7 Unit Reed valve 1
8 Plat Reed valve plate 1
Untuk pemasangan ,kebalikan dari prosedur
melepas.

7-11
AIR INDUCTION SYSTEM

EAS27060
retak/rusak/bocor → ganti
MEMERIKSA AIR INDUCTION SYSTEM
• 3-cabang joint
rusak/bocor → Ganti
Air injection
2. Periksa:
Air induction system (AIS), membakar kembali
• Reed valve
bahan bakar yang tidak terbakar , dengan cara
• Stopper reed valve
menginjeksi udara segar (secondary air) ke lu-
• Dududkan reed valve
bang pembuangan, untuk mengurangi kadar
rusak/bocor → ganti unit reed valve
emisi hydro carbon. Jika tekanan negative tim-
bul pada lubang, reed valve terbuka, sehingga.
3. Periksa:
udara segar akan mengalir ke lubang buang.
• Air cut-off valve
Suhu untuk membakar gas yang belum terbakar,
rusak/retak → Ganti
mencapai 600 hingga 700 °C (1112 to 1292 °F).
4. Periksa:
Air cut-off valve • cara kerja Air cut-off valve
Air cut-off valve bekerja karena tekanan gas pe- tidak bekerja dengan lancar → Ganti
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
masukan, melalui diaphragma piston valve.
a. Tiup dengan udara pada ujung selang air induc-
Dalam kondisi normal, air cut-off valve terbuka,
tion system (3-cabang joint ke air cut-off valve)
sehingga udara mengalir lubang buang. Pada
dan periksa aliran udara dari air cut-off valve
saat deceleration (handel gas tiba-tiba ditutup)
(ke sisi cylinder head ).
terjadi hisapan (negative pressure) sehingga
air cut-off tertutup, untuk mencegah tekanan Air cut-off valve terbuka
balik atau after-burning. lanjutkan langlah (b).
Untuk itu, jika kecepatan tinggi, dan tekanan Air cut-off valve tertutup
berkurang, air cut off valve otomatis tertutup Ganti air cut-off valve.
untuk menghindari hilangnya tenaga.

B b. Pasang selang vacuum pada air-cut off valve


C “1” dan sedot selang negative.

Vacuum/pressure pump gauge


set
90890-06756
A Mityvac brake bleeding tool
YS-42423

B c. Tiup dengan udara pada ujung selang air induc


A. Dari rumah saringan udara tion system (3-cabang joint ke air cut-off valve)
B. Ke cylinder head dan periksa aliran udara, apakah ada udara me-
C. Ke manifold pemasukan ngalir, atau tidak pada air cut-off valve (ke sisi
cylinder head).
1. Periksa:
• Selang
sambungan kendor → perbaiki

7-12
AIR INDUCTION SYSTEM

Air cut-off valve terbuka


Ganti air cut-off valve.
Air cut-off valve tertutup
Air cut-off valve dalam kondisi baik/ OK.

▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲

7-13
SISTIM KELISTRIKAN

SISITIM PENGAPIAN ......................................................................................... 8-1


RANGKAIAN DIAGRAM ............................................................................... 8-1
TROUBLESHOOTING ..................................................................................8-3

SISTIM STARTER KELISTRIKAN......................................................................8-5


RANGKAIAN DIAGRAM ...............................................................................8-5
CARA KERJA RANGKAIAN CUT-OFF SYSTEM ........................................8-7
TROUBLESHOOTING ..................................................................................8-9

SISTIM PENGISIAN.......................................................................................... 8-11


RANGKAIAN DIAGRAM ............................................................................. 8-11
TROUBLESHOOTING ............................................................................... 8-13

SISTIM PENERANGAN ....................................................................................8-15


RANGKAIAN DIAGRAM .............................................................................8-15
TROUBLESHOOTING ............................................................................... 8-17

SISTIM SINYAL ................................................................................................8-19


RANGKAIAN DIAGRAM .............................................................................8-19
TROUBLESHOOTING ................................................................................8-21

SISTIM PENDINGINAN.....................................................................................8-25
RANGKAIAN DIAGRAM .............................................................................8-25
TROUBLESHOOTING ................................................................................8-27

SISTIM FUEL INJECTION ............................................................................... 8-29


RANGKAIAN DIAGRAM ............................................................................8-29
ECU SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION........................................................8-31
TABEL SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION....................................................8-32
METODE TROUBLESHOOTING ...............................................................8-34
MODE DIAGNOSTIC MODE ......................................................................8-35
DETAIL TROUBLESHOOTING ..................................................................8-40

SISTIM POMPA BAHAN BAKAR..................................................................... 8-51


RANGKAIAN DIAGRAM ............................................................................. 8-51
TROUBLESHOOTING ............................................................................... 8-53
8
KOMPONEN KELISTRIKAN............................................................................8-55
MEMERIKSA SWITCH ...............................................................................8-57
MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM ..................................... 8-60
MEMERIKSA SEKRING ............................................................................. 8-61
MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY............................................8-61
MEMERIKSA RELAY .................................................................................8-64
MEEMRIKSA RELAY SINYAL BELOK ...................................................... 8-65
MEMERIKSA DIODE .................................................................................. 8-66
MEMERIKSA CAP BUSI/ SPARK ..............................................................8-66
MEMERIKSA IGNITION COIL ....................................................................8-67
MEMERIKSA GAP PENGAPIAN ............................................................... 8-67
MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR...,............................... 8-68
MEMERIKSA LEAN ANGLE SENSOR....................................................... 8-68
MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER.......................................8-69
MEMERIKSA STATOR COIL .....................................................................8-69
MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR ...................................................8-69
MEMERIKSA KLAKSON/ HORN................................................................8-70
MEMERIKSA FUEL SENDER ....................................................................8-70
MEMERIKSA KIPAS MOTOR RADIATOR .................................................8-71
MEMERIKSA SENSOR COOLANT TEMPERATUR ..................................8-71
MEMERIKSA UNIT THROTTLE BODY SENSOR ..................................... 8-72
MEMERIKSA FID (FAST IDLE SOLENOID) .............................................. 8-73
2
W R R W R
W

EAS27100
EAS27090
W
W 1
W R

O Y/R Br L R B/L B Br/W P/W


W W W W
O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R
W W Gy Br
R R/W
L/W L/B
Gy L/W
5 R
R/W
Gy Br 23
W
R 8 15 O O
W 3 R
B 24
W R/W L L
L/W 16 P/W P/W
B R R B/L B/L
R/W R/W
W W W Br/W Br/W
B Br
Br L/B Br/W P/W B/L Y/L L 17
R R/W
6 25 Br Y/R
7 R/B L/W
R 9 18 Y/L Y/L
Y/R Y/R
RANGKAIAN DIAGRAM

R/W L/B
4
R/B
SISTIM PENGAPIAN

ON R R 26
L/W G/R G/R
OFF Br/L Br O/B O/B R/W
(RED) 10 19 22
(RED) G/R B/L R/L O/B O/B R/W
B/L
B 11 12 R/B (BLACK) (BLACK)
Br
L/W R/W R/W G
Sb 20
B R/W L
R/B B/L
13 27 28
B R/W L Y/G B/L Y/G Y/G G B
Br L/W L/W Br Sb R/W Y
R/W B
21
Sb Lg Lg Lg
G/W Y B
Y
14 Gy

W/Y B

Br

8-1
50 Br B B Br
(BLACK) Br
(BLACK)

B Br Br Br
Br/W
Br R 33 32
P Br
49 Br B B Br
W/Y L G/Y B 30 B 29 G/Y
Br R 34 Br P Br/W R/B (BLACK) (BLACK) (BLACK) (BLACK)

G/Y G/Y
51 W/Y L Dg Dg L
Lg
L
52 Br Br/W Br/W Br
40
G/W L 35 36 37 38 39 P Ch Ch P
53 R/B
(L)
B
G L L
54 48 B B (R) (BLACK) R/B R/B
B B
Gy (BLUE) (BLUE)
55 Br B
G
Y B
56
Sb
L Y G B Ch Dg B
Y B B
57
B Y
58
L
59
Dg
Ch
Ch Dg Ch Dg G/Y
Br L Sb 45 L Y G B L
Ch Dg G/W
Lg
46
G B 47 Y
41 42 43 44 G/Y
L L
(BLACK) L L
B B B B
31
L Br Sb
B B B B
Dg Ch G/W B B

B G Lg

(BLACK)
SISTIM PENGAPIAN
SISTIM PENGAPIAN

2. Crankshaft position sensor


4. Kunci kontak/Main switch
5. Sekring/Fuse
6. Battery
12.Switch engine stop
20.Lean angle sensor
22.ECU (engine control unit)
23.Coil pengapian/Ignition coil
24.Busi/Spark plug

8-2
SISTIM PENGAPIAN

EAS27120

TROUBLESHOOTING
Jika sistim pengapian tidak bekerja dengan baik (tidak ada api atau api kecil).
CATATAN:
• Sebelum melakukan troubleshooting, lepas komponen-komponen dibawah ini:
1. Tempat duduk
2. Tangki bensin
3. Panel depan kanan
4. Unit lensa lampu depan

1. Periksa sekring/fuse NG →
lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” Ganti sekring
halaman 8-61.

OK ↓
2. Periksa battery. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA DAN • Berihkan terminal battery
MENYETROM BATTERY” • Strom/Ganti battery.
halaman 8-61.
OK ↓
3. Periksa busi/ spark plug. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA BUSI" Setel celah busi /ganti busi
halaman 3-7.

OK ↓
4. Periksa jarak loncatan api OK →
lihat bagian “MEMERIKSA JARAK Sistim pengapian/Ignition system OK.
LONCATAN API” halaman 8-67.

NG ↓
5. Periksa cap busi NG →
lihat bagian “MEMERIKSA CAP Ganti cap busi/ spark plug cap.
BUSI” halaman 8-66.
OK ↓
6. Periksa coil pengapian/ ignition coil. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA COIL Ganti coil pengapian/ ignition coil.
PENGAPIAN” halaman 8-67.

OK ↓
7. Periksa crankshaft position sen- NG →
sor.
Ganti crankshaft position sen-
lihat bagian “MEMERIKSA CRANK-
sor/unit stator.
SHAFT POSITION SENSOR”
halaman 8-68.

OK ↓
8. Periksa kunci kontak/ main switch. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA SA- Ganti kunci kontak/ main switch.
KLAR/SWITCH” halaman 8-57.

OK ↓

8-3
SISTIM PENGAPIAN

9. Periksa engine stop switch. NG →


Rangkaian engine stop switch rusak.
lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR/
Ganti saklar tangkai kemudi kanan
SWITCH” halaman 8-57.
OK ↓
10.Periksa lean angle sensor. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA THE LEAN Ganti unit lean angle sensor.
ANGLE SENSOR” halaman 8-68.
OK ↓
11.Periksa rangkaian kabel sistim NG →
pengapian. Perbaiki sambungan atau ganti kabel
lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” sistim pengapian.
halaman 8-1.

OK ↓
Ganti ECU.

8-4
2
W R R W R
W

EAS27170
EAS27160
W
W 1
W R

O Y/R Br L R B/L B Br/W P/W


W W W W
O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R
W W Gy Br
R R/W
L/W L/B
Gy L/W
5 R
R/W
Gy Br 23
W
R 8 15 O O
W 3 R
B 24
W R/W L L
L/W 16 P/W P/W
B R R B/L B/L
R/W R/W
W W W Br/W Br/W
B Br
Br L/B Br/W P/W B/L Y/L L 17
R R/W
6 25 Br Y/R
7 R/B L/W
R 9 18 Y/L Y/L
Y/R Y/R
RANGKAIAN DIAGRAM

R/W L/B
4
R R/B
ON R 26
L/W G/R G/R
OFF Br/L Br O/B O/B R/W
(RED) 10 19 22
(RED) G/R B/L R/L O/B O/B R/
B/L
B 11 12 R/B (BLACK) (BLAC
Br
L/W R/W
Sb 20
B R/W L
R/B B/L
13 2
B R/W L Y/G B/L Y/G Y/G G B
Br L/W L/W Br Sb R/W Y
R/W B
21
Sb Lg Lg Lg
G/W
Y
14 Gy
SISTIM STARTER KELISTRIKAN

W/Y B

Br

8-5
50 Br B B Br
(BLACK) Br
(BLACK)

B Br Br Br
Br/W
Br R 33 32
P Br
49 Br B B
W/Y L G/Y B 30 B 29
Br R 34 Br P Br/W R/B (BLACK) (BLACK) (BLACK)

G/Y G/Y
51 W/Y L Dg Dg L
Lg
L
52 Br Br/W Br/W Br
40
G/W L 35 36 37 38 39 P Ch Ch P
53 R/B
(L)
B
G L L
54 48 B B (R) (BLACK) R/B R/B
B B
Gy (BLUE) (BLUE)
55 Br B
G
Y B
56
Sb
L Y G B Ch Dg B
Y B B
57
B Y
58
L
59
Dg
Ch
Ch Dg Ch Dg G/Y
Br L Sb 45 L Y G B L
Ch Dg G/W
Lg
46
G B 47 Y
41 42 43 44 G/Y
L L
(BLACK) L L
B B B B
31
L Br Sb
B B B B
Dg Ch G/W B B

B G Lg

(BLACK)
SISTIM STARTER KELISTRIKAN
SISTIM STARTER KELISTRIKAN

4. Kunci kontak/Main switch


5. Sekring/Fuse
6. Battery
7. Motor starter
8. Relay starter
9. Relay starting circuit cut-off
11.Tombol starter/start switch
12.Engine stop switch
13.Diode
14.Switch netral
40.Switch kopling/clutch

8-6
SISTIM STARTER KELISTRIKAN

EAS27180

CARA KERJA RANGKAIAN STARTER CUT-OFF SYSTEM


Jika engine stop switch di set ke “ ” dan main switch di set ke “ON” (kedua swit dalam kondisi menutup),
motor starter hanya bisa dihidupkan jika salah satu kondisi ini terpenuhi :
• Posisi transmisi dalam kondisi neutral.
• Tuas kopling dalam kondisi tertarik ke tangkai kemudi.
Rangkaian cut-off relay mencegah hidupnya motor starter, seperti salah satu kondisi diatas, seperti gam-
bar dibawah ini rangkaian cut off relay sedang terbuka, sehingga arus tidak dapat masuk ke motor starter.
ketika salah satu kondisi diatas terpenuhi, rangkaian cut off tertutup, sehingga mesin bisa dihidupkan dengan
tombol strater “ ” .

2
3

10
5

11 7
9 8 6

a b

8-7
ELECTRIC STARTING SYSTEM

a. JIKA TRANSMISI DALAM KONDISI NETRAL


b. JIKA TUAS KOPLING DITARIK KE ARAH
TANGKAI KEMUDI

1. Battery
2. Sekring/Fuse
3. Kunci kontak/Main switch
4. Engine stop switch
5. Starting circuit cut-off relay
6. Switch kopling
7. Diode
8. Switch netral
9. Tombol starter/Start switch
10. Starter relay
11. Motor starter

8-8
ELECTRIC STARTING SYSTEM

EAS27190

TROUBLESHOOTING
Motor starter tidak berputar
CATATAN:
• Sebelum troubleshooting, lepaskan komponen-komponen dibawah ini:
1. Jok/Tempat duduk
2. Panel depan kanan
3. Unit lensa depan

1. Periksa sekring NG →
lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING" Ganti sekring
halaman 8-61.

OK ↓
2. Periksa battery. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA DAN • Bersihkan terminal Battery
MENYETROM BATTERY” • Setrom atau ganti battery.
halaman 8-61.

OK ↓
3. Periksa cara kerja motor starter OK →
Motor starter OK. Lihat electric
lihat bagian “MEMERIKSA CARA
starting system troubleshooting, starting
KERJA MOTOR STARTER”
dengan tahap 5.
halaman 8-69.
NG ↓
4. Periksa motor starter NG →
lihat bagian “MEMERIKSA MOTOR Perbaiki/ ganti motor starter.
STARTER” halaman 5-35.

OK ↓
5. Periksa rangkaian starting cut-off NG →
relay.
Ganti starting cut-off relay.
lihat bagaian “MEMRIKSA
RELAY” halaman 8-64.

OK ↓
6. Periksa diode. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA DIODE” Ganti diode.
halaman 8-66.
OK ↓
7. Periksa starter relay. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA RELAY" Ganti motor starter.
halaman 8-64.

OK ↓
8. Periksa kunci kontak/ main switch. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA Ganti kunci kontak/main switch.
SWITCH” halaman 8-57.

OK ↓

8-9
SISTIM STARTER LISTRIK

9. Periksa engine stop switch. NG →


Engine stop switch rusak, ganti
lihat bagian “MEMERIKSA
saklar tangkai kemudi kanan.
SWITCH” halaman 8-57.
OK ↓
10.Periksa neutral switch. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA Ganti switch netral
SWITCHES” halaman 8-57.
OK ↓
11.Periksa switch kopling NG →
lihat bagian “MEMERIKSA Ganti switch kopling
SWITCHES” halaman 8-57.

OK ↓
12.Periksa tombol starter. NG →
Tombol starter rusak. Ganti saklar
lihat bagian “MEMERIKSA
tangkai kemudi kanan.
SWITCH" halaman 8-57.

OK ↓
13.Periksa kabel sistim starting NG →
Perbaiki sistim sambungan kabel sistim
lihat bagian “RANGKAIAN kelistrikan.
DIAGRAM" halaman 8-5.
OK ↓
Rangkaian starter dalam kondisi OK.

8-10
EAS27210
EAS27200

2
W R R W R
W
W
W 1
W R

W W W W
W W Gy Br
R R/W
L/B
RANGKAIAN DIAGRAM

L/W
Gy L/W
5
Gy
W
R 8
W 3 R
W R/W
L/W
B R R R/W R/W
W W W
B
Br L/B Br/W P/W B/L
R R/W
6
SISTIM PENYETROMAN BATTERY

7 R/B L/W
R 9
R/W L/B
4
R/B

8-11
ON R R
L/W
OFF Br/L Br

(RED) (RED) 10
B 11 12 R/B
Br
L/W R/W
Sb
B R/W
R/B
13
B R/W
Br L/W L/W Br Sb
R/W B

Sb

14

Br

50 Br B B Br
SISTIM PENYETROMAN
SISTIM PENYETROMAN

1. AC magneto
3. Rectifier/regulator
5. Sekring/Fuse
6. Battery

8-12
SISTIM PENYETROMAN

EAS27230

TROUBLESHOOTING
Battery tidak bisa disertrom
CATATAN:
• Sebelum troubleshooting, lepaskan komponen-komponen dibawah ini:
1. Tempat duduk
2. Panel samping kiri

1. Periksa sekring. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” Ganti sekring/fuse
halaman 8-61.

OK ↓
2. Periksa battery. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA DAN • Bersihkan terminal Battery
MENYETROM BATTERY” • Setrom/Ganti Battery.
halaman 8-61.

OK ↓
3. Periksa stator coil. NG →
Ganti unit crankshaft position sensor/
lihat bagian “MEMERIKSA STATOR
unit stator.
COIL” halaman 8-69.

OK ↓
4. Memeriksa rectifier/regulator. NG →
l;ihat bagian “MEMERIKSA RECTI- Ganti rectifier/regulator.
FIER/REGULATOR” halaman 8-69.
OK ↓
5. Periksa kabel disekitar sistim NG →
penyetroman. Perbaiki sambungan /perbaiki kabel sistim
lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” penyetroman.
halaman 8-11.

OK ↓
Rangkaian sistim penyetroman OK.

8-13
SISTIM PENYETROMAN

8-14
2
W R R W R
W

EAS27250
EAS27240
W
W 1
W R

O Y/R Br L R B/L B Br/W P/W


W W W W
O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R
W W Gy Br
R R/W
L/W L/B
Gy L/W
5 R
R/W
Gy Br 23
W
R 8 15 O O
W 3 R
B 24
W R/W L L
L/W 16 P/W P/W
B R R B/L B/L
R/W R/W
W W W Br/W Br/W
B Br
Br L/B Br/W P/W B/L Y/L L 17
R R/W
6 25 Br Y/R
7 R/B L/W
R 9 18 Y/L Y/L
Y/R Y/R
RANGKAIAN DIAGRAM

R/W L/B
4
R R/B
ON R 26
L/W G/R G/R
OFF Br/L Br O/B O/B R/W
(RED) 10 19 22
(RED) G/R B/L
SISTIM PENERANGAN

R/L O/B O/B R/W


B/L
B 11 12 R/B (BLACK) (BLACK)
Br
L/W R/W R/W G
Sb 20
B R/W L
R/B B/L
13 27 28
B R/W L Y/G B/L Y/G Y/G G B
Br L/W L/W Br Sb R/W Y
R/W B
21
Sb Lg Lg Lg
G/W Y B
Y
14 Gy

W/Y B

Br

8-15
50 Br B B Br
(BLACK) Br
(BLACK)

B Br Br Br
Br/W
Br R 33 32
P Br
49 Br B B Br
W/Y L G/Y B 30 B 29 G/Y
Br R 34 Br P Br/W R/B (BLACK) (BLACK) (BLACK) (BLACK)

G/Y G/Y
51 W/Y L Dg Dg L
Lg
L
52 Br Br/W Br/W Br
40
G/W L 35 36 37 38 39 P Ch Ch P
53 R/B
(L)
B
G L L
54 48 B B (R) (BLACK) R/B R/B
B B
Gy (BLUE) (BLUE)
55 Br B
G
Y B
56
Sb
L Y G B Ch Dg B
Y B B
57
B Y
58
L
59
Dg
Ch
Ch Dg Ch Dg G/Y
Br L Sb 45 L Y G B L
Ch Dg G/W
Lg
46
G B 47 Y
41 42 43 44 G/Y
L L
(BLACK) L L
B B B B
31
L Br Sb
B B B B
Dg Ch G/W B B

B G Lg

(BLACK)
SISTIM PENERANGAN
SISTIM PENERANGAN

4. Kunci kontak/Main switch


5. Sekring/Fuse
6. Battery
31.Lampu rem belakang
35.Saklar lampu
36.Saklar pass
37.Saklar dimmer
46.Lampu posisi/lampu senja
47.lampu depan/Headlight
57.Indikator lampu jauh
58.Lampu meter

8-16
SISTIM PENERANGAN

EAS27260

TROUBLESHOOTING
Jika ada masalah sinyal al: lampu depan, indikator lampu jauh, lampu belakang, lampu posisi atau lampu meter
CATATAN:
• sebelum troubleshooting, lepas komponen-komponen dibawah ini:
1. Jok/tempat duduk
2. unit lensa depan

1. Periksa semua kondisi bohlam dan NG →


socket bohlam.
lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM Ganti bohlam dan socket bohlam.
DAN SOCKET BOHLAM” halaman
8-60.
OK ↓
2. Periksa fuse. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” Ganti sekring
halaman 8-61.

OK ↓
3. Periksa battery. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA DAN • Bersihkan terminal Battery
MENYETROM BATTERY” • Setrom atau ganti Battery
halaman 8-61.

OK ↓
4. Periksa kunci kontak/ main switch. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA Ganti kunci kontak/main switch.
SAKLAR” halaman 8-57.

OK ↓
5. Memeriksa saklar dimmer. NG →
Saklar dimmer rusak. ganti saklar tangkai
lihat bagian “MEMERIKSA
kemudi kiri.
SAKLAR” halaman 8-57.

OK ↓
6. Memeriksa pass switch. NG →
Saklar pass rusak. ganti saklar tangkai
lihat bagian “MEMERIKSA
kemudi kiri.
SAKLAR” halaman 8-57.

OK ↓
7. Periksa kabel sistim penerangan NG →
lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” Perbaiki sambungan atau perbaiki kabel
sistim penerangan.
halaman 8-15.

OK ↓
Rangkaian dalam kondisi OK.

8-17
SISTIM PENERANGAN

8-18
2
W R R W R
W

EAS27280
EAS27270
W
W 1
W R

O Y/R Br L R B/L B Br/W P/W


W W W W
O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R
W W Gy Br
R R/W
L/W L/B
Gy L/W
5 R
R/W
Gy Br 23
W
R 8 15 O O
W 3 R
B 24
W R/W L L
L/W 16 P/W P/W
B R R B/L B/L
R/W R/W
W W W Br/W Br/W
B Br
Br L/B Br/W P/W B/L Y/L L 17
SISTIM SINYAL

R R/W
6 25 Br Y/R
7 R/B L/W
R 9 18 Y/L Y/L
Y/R Y/R
RANGKAIAN DIAGRAM

R/W L/B
4
R R/B
ON R 26
L/W G/R G/R
OFF Br/L Br O/B O/B R/W
(RED) 10 19 22
(RED) G/R B/L R/L O/B O/B R/W
B/L
B 11 12 R/B (BLACK) (BLACK)
Br
L/W R/W R/W G
Sb 20
B R/W L
R/B B/L
13 27 28
B R/W L Y/G B/L Y/G Y/G G B
Br L/W L/W Br Sb R/W Y
R/W B
21
Sb Lg Lg Lg
G/W Y B
Y
14 Gy

W/Y B

Br

8-19
50 Br B B Br
(BLACK) Br
(BLACK)

B Br Br Br
Br/W
Br R 33 32
P Br
49 Br B B Br
W/Y L G/Y B 30 B 29 G/Y
Br R 34 Br P Br/W R/B (BLACK) (BLACK) (BLACK) (BLACK)

G/Y G/Y
51 W/Y L Dg Dg L
Lg
L
52 Br Br/W Br/W Br
40
G/W L 35 36 37 38 39 P Ch Ch P
53 R/B
(L)
B
G L L
54 48 B B (R) (BLACK) R/B R/B
B B
Gy (BLUE) (BLUE)
55 Br B
G
Y B
56
Sb
L Y G B Ch Dg B
Y B B
57
B Y
58
L
59
Dg
Ch
Ch Dg Ch Dg G/Y
Br L Sb 45 L Y G B L
Ch Dg G/W
Lg
46
G B 47 Y
41 42 43 44 G/Y
L L
(BLACK) L L
B B B B
31
L Br Sb
B B B B
Dg Ch G/W B B

B G Lg

(BLACK)
SISTIM SINYAL
SISTIM SINYAL

4. Kunci kontak
5. Sekring/Fuse
6. Battery
14.Switch netral
22.ECU (engine control unit)
28.Sender bahan bakar/Fuel sender
29.Switch lampu rem belakang
30.Switch lampu rem depan
31.Lampu belakang/rem
32.Relay sinyal belok
33.Klakson/Horn
38.Tombol klakson
39.Switch sinyal belok
41.Lampu sinyal belok depan kiri
42.Lampu sinyal belok depan kanan.
43.Lampu sinyal belok belakang kiri
44.lampu sinyal belok belakang kanan
54.Meter bahan bakar/Fuel gauge
55.Tachometer
56.Indikator lampu netral
59.Indikator lampu belok

8-20
SISTIM SINYAL

EAS27290

TROUBLESHOOTING
• Jika ada masalah sinyal al: sinyal lampu belok, lampu rem, atau lampu indikator
• Klakso/ horn tidak berbunyi
• Meter bahan bakar tidak bekerja
NOTE:
• Sebelum troubleshooting, lepaskan komponen-komponen dibawah ini:
1. Jok/Tempat duduk
2. Tangki bensin
3. Unit lensa depan

1. Periksa sekring NG →
lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” Ganti sekring
halaman 8-61.
OK ↓
2. Periksa battery. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA DAN • Bersihkan terminal Battery
MENYETROM BATTERY” • Setrom atau ganti Battery
halaman 8-61.

OK ↓
3. Periksa kunci kontak/ main switch. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA Ganti kunci kontak/main switch
SAKLAR” halaman 8-57.

OK ↓

4. Periksa kabel-kabel sistim sinyal NG →


Perbaiki sambungan dan bagian-bagian
lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” sistim kabel.
halaman 8-19.

OK ↓
Periksa kondisi semua rangkaian
sistim sinyal. lihat bagian
“Memeriksa sistim sinyal”.

Memeriksa sistim sinyal


Klakson/horn tidak berbunyi
1. Periksa tombol klakson/horn NG →
Tombol klakson rusak. Ganti saklar
lihat bagian “MEMERIKSA
tangkai kemudi kiri.
SAKLAR” halaman 8-57.
OK ↓
2. periksa Horn/klakson NG →
lihat bagian “MEMERIKSA HORN/ Ganti klakson/ horn.
KLAKSON" halaman 8-70.

OK ↓

8-21
SISTIM SINYAL

3. Periksa kabel sistim sinyal. NG →


Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim
lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” kabel.
halaman 8-19.

OK ↓
Rangkaian dalam kondisi OK.

Lampu belakang/rem tidak menyala


1. Periksa bohlam lampu belakang/ NG →
dan socket.
Ganti bohlam lampu belakang/rem, atau
lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM
socket atau keduanya.
DAN SOCKET BOHLAM” halaman
8-60.

OK ↓
2. Periksa lampu rem depan. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA Ganti switrch rem depan
SAKLAR” halaman 8-57.

OK ↓
3. Periksa lampu rem belakang. NG →
lihat bagianm “MEMERIKSA Ganti switch rem belakang
SAKLAR” halaman 8-57.
OK ↓

4. Periksa kabel sistim sinyal NG →


lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” Perbaiki sambungan, atau perbaiki kabel
sistim sinyal.
halaman 8-19.

OK ↓
Rangkaian dalam kondisi OK.

Lampu sinyal belok, indikator belok, atau keduanya tidak menyala


1. Periksa bohlam sinyal belok dan NG →
socket.
Ganti bohlam lampu sinyal belok, socket
lihat bagian “MEMRIKSA BOHLAM
atau keduanya.
DAN SOCKET BOHLAM” halaman
8-60.
OK ↓
2. Periksa bohlam indikator belok dan NG →
socket.
Ganti bohlam lampu indikator, socket
lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM
atau keduanya.
DAN SOCKET BOHLAM” halaman
8-60.
OK ↓

8-22
SISTIM SINYAL

3. Periksa saklar sinyal belok. NG →


switch sinyal belok rusak. Ganti
lihat bagian “MEMERIKSA
saklar tangkai kemusi kiri.
SAKLAR” halaman 8-57.
OK ↓
4. Periksa relay sinyal belok NG →
lihat bagian “MEMERIKSA RELAY Ganti relay sinyal belok
SINYAL BELOK” halaman 8-65.
OK ↓

5. Periksa kabel sistim sinyal NG →


Perbaiki sambungan atau kabel sistim
lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM”
relay.
halaman 8-19.

OK ↓
Ganti unit meter

Lampu indikator netral tidak menyala


1. Periksa bohlam indikator netral NG →
dan socket.
Ganti lampu indikator netral, socket,
lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM
atau keduanya.
DAN SOCKETS” halaman
8-60.
OK ↓
2. Periksa switch netral NG →
lihat bagian “MEMERIKSA Ganti switch netral
SAKLAR” halaman 8-57.

OK ↓

3. Periksa kabel sistim sinyal NG →


Perbaiki sambungan, atau perbaiki kabel
lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM”
sistim sinyal.
halaman 8-19.

OK ↓
Ganti unit meter

Meter bahan bakar tidak bekerja


1. Periksa sender bahan bakar NG →
lihat bagian “MEMERIKSA SENDER Ganti unit pompa bahan bakar
BAHAN BAKAR” halaman 8-70.

OK ↓

8-23
SISTIM SINYAL

2. Periksa kabel sisitim sinyal NG →


Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim
lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM”
kabel.
halaman 8-19.

OK ↓
Ganti unit meter

8-24
2
W R R W R
W

EAS27310
EAS27300
W
W 1
W R

O Y/R Br L R B/L B Br/W P/W


W W W W
O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R
W W Gy Br
R R/W
L/W L/B
Gy L/W
5 R
R/W
Gy Br 23
W
R 8 15 O O
W 3 R
B 24
W R/W L L
L/W 16 P/W P/W
B R R B/L B/L
R/W R/W
W W W Br/W Br/W
B Br
Br L/B Br/W P/W B/L Y/L L 17
R R/W
6 25 Br Y/R
7 R/B L/W
R 9 18 Y/L Y/L
Y/R Y/R
RANGKAIAN DIAGRAM

R/W L/B
4
R R/B
ON R 26
L/W G/R G/R
OFF Br/L Br O/B O/B R/W
(RED) 10 19 22
(RED)
SISTIM PENDINGINAN

G/R B/L R/L O/B O/B R/W


B/L
B 11 12 R/B (BLACK) (BLACK)
Br
L/W R/W R/W G
Sb 20
B R/W L
R/B B/L
13 27 28
B R/W L Y/G B/L Y/G Y/G G B
Br L/W L/W Br Sb R/W Y
R/W B
21
Sb Lg Lg Lg
G/W Y B
Y
14 Gy

W/Y B

Br

8-25
50 Br B B Br
(BLACK) Br
(BLACK)

B Br Br Br
Br/W
Br R 33 32
P Br
49 Br B B Br
W/Y L G/Y B 30 B 29 G/Y
Br R 34 Br P Br/W R/B (BLACK) (BLACK) (BLACK) (BLACK)

G/Y G/Y
51 W/Y L Dg Dg L
Lg
L
52 Br Br/W Br/W Br
40
G/W L 35 36 37 38 39 P Ch Ch P
53 R/B
(L)
B
G L L
54 48 B B (R) (BLACK) R/B R/B
B B
Gy (BLUE) (BLUE)
55 Br B
G
Y B
56
Sb
L Y G B Ch Dg B
Y B B
57
B Y
58
L
59
Dg
Ch
Ch Dg Ch Dg G/Y
Br L Sb 45 L Y G B L
Ch Dg G/W
Lg
46
G B 47 Y
41 42 43 44 G/Y
L L
(BLACK) L L
B B B B
31
L Br Sb
B B B B
Dg Ch G/W B B

B G Lg

(BLACK)
SISTIM PENDINGINAN
COOLING SYSTEM

4. Kunci kontak/Main switch


5. Sekring/Fuse
6. Battery
19.Sensor temperatur coolant
22.ECU (engine control unit)
48.Kipas motor radiator
49.Relay motor kipas radiator
53.Lampu peringatan temperatur coolant

8-26
SISTIM PENDINGINAN

EAS27320

TROUBLESHOOTING
CATATAN:
• Sebelum troubleshooting, lepas komponen-komponen dibawah ini:
1. Jok/tempat duduk
2. Panel depan kanan dan kiri
3. Unit lensa lampu depan

1. Periksa sekring NG →
lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” Ganti sekring
halaman 8-61.

OK ↓
2. Periksa battery. NG →
lihat bagian “MEMERIKSA DAN • Bersihkan terminal Battery
MENYETROM BATTERY” • Setrom atau ganti battery.
halaman 8-61.

OK ↓
3. Periksa kunci kontak NG →
lihat bagian “MEMERIKSA Ganti kunci kontak
SAKLAR” halaman 8-57.

OK ↓
4. Periksa motor kipas radiator NG →
lihat bagian “MEMERIKSA MOTOR Ganti motor kipas radiator.
KIPAS RADIATOR” halaman 8-71.
OK ↓
5. Periksa relay motor kipas radiator NG →
lihat bagian “MEMRIKSA RELAY" Ganti relay motor kipas radiator.
halaman 8-64.

OK ↓
6. Periksa coolant temperature sen- NG →
sor.
lihat bagian “MEMERIKSA SEN- Ganti coolant temperature sensor.
SOR TEMPERATURE COOLANT”
halaman 8-71.

OK ↓
7. Periksa kabel sekitar cooling NG →
sistim. Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim
lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” kabel.
halaman 8-25.

OK ↓
Ganti ECU.

8-27
SISTIM PENDINGINAN

8-28
2
W R R W R
W

EAS27340
EAS27330
W
W 1
W R

O Y/R Br L R B/L B Br/W P/W


W W W W
O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R
W W Gy Br
R R/W
L/W L/B
Gy L/W
5 R
R/W
Gy Br 23
W
R 8 15 O O
W 3 R
B 24
W R/W L L
L/W 16 P/W P/W
B R R B/L B/L
R/W R/W
W W W Br/W Br/W
B Br
Br L/B Br/W P/W B/L Y/L L 17
R R/W
6 25 Br Y/R
7 R/B L/W
R 9 18 Y/L Y/L
Y/R Y/R
RANGKAIAN DIAGRAM

R/W L/B
4
R R/B
ON R 26
L/W G/R G/R
OFF Br/L Br O/B O/B R/W
(RED) 10 19 22
(RED) G/R B/L R/L O/B O/B R/W
B/L
B 11 12 R/B (BLACK) (BLACK)
Br
L/W R/W R/W G
SISTIM FUEL INJECTION

Sb 20
B R/W L
R/B B/L
13 27 28
B R/W L Y/G B/L Y/G Y/G G B
Br L/W L/W Br Sb R/W Y
R/W B
21
Sb Lg Lg Lg
G/W Y B
Y
14 Gy

W/Y B

Br

8-29
50 Br B B Br
(BLACK) Br
(BLACK)

B Br Br Br
Br/W
Br R 33 32
P Br
49 Br B B Br
W/Y L G/Y B 30 B 29 G/Y
Br R 34 Br P Br/W R/B (BLACK) (BLACK) (BLACK) (BLACK)

G/Y G/Y
51 W/Y L Dg Dg L
Lg
L
52 Br Br/W Br/W Br
40
G/W L 35 36 37 38 39 P Ch Ch P
53 R/B
(L)
B
G L L
54 48 B B (R) (BLACK) R/B R/B
B B
Gy (BLUE) (BLUE)
55 Br B
G
Y B
56
Sb
L Y G B Ch Dg B
Y B B
57
B Y
58
L
59
Dg
Ch
Ch Dg Ch Dg G/Y
Br L Sb 45 L Y G B L
Ch Dg G/W
Lg
46
G B 47 Y
41 42 43 44 G/Y
L L
(BLACK) L L
B B B B
31
L Br Sb
B B B B
Dg Ch G/W B B

B G Lg

(BLACK)
SISTIM FUEL INJECTION
SISTIM FUEL INJECTION

2. Crankshaft position sensor


4. Kunci kontak/Main switch
5. Sekring/Fuse
6. Battery
12.Engine stop switch
16.Sensor tekanan udara masuk/Intake air pressure sensor
17.Sensor temperatur udara masuk/Intake air temperature sensor
18.Throttle position sensor
19.Sensor temperatur coolant/Coolant temperature sensor
20.Lean angle sensor
21.Connector sinyal Self-diagnosis
22.ECU (engine control unit)
23.Coil pengapian/Ignition coil
24.Busi/Spark plug
25.FID (fast idle solenoid)
26.Injector bahan bakar/Fuel injector
27.Pompa bahan bakar
48.Motor kipas radiator
49.Relay motor kipas radiator
52.Lampu peringatan mesin bermasalah/Engine trouble warning light

8-30
SISTIM FUEL INJECTION

EAS27350

ECU SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION


ECU dilengkapi dengan self-diagnostic function fungsi ini dapat menjamin FI dapat bekerja dengan
normal. Apabila terdapat gejala kerusakan, atau masalah pada sensor-sensor, maka ECU akan
memberitahu pengendara melalui kedipan lampu indikator mesin (engine trouble warning light)
yang terdapat pada speedometer. Jika salah satu tidak berfungsi, akan segera terdeteksi, dan akan
tersimpan didalam memory ECU.
• Untuk memberitahu pengendara, tentang kerusakan yang terjadi pada sistim Fuel Injection, maka
lampu indikator mesin akan berkedip, setelah tombol start mesin ditekan
• Jika kerusakan terdeteksi oleh self-diagnostic function, ECU akan menginstruksikan pengoperasian
dengan cara lain untuk menggantikan pengoperasian komponen yang rusak, sehingga motor tetap
masih dapat digunakan (tergantung jenis kerusakannya).
• Setelah mesin dalam kondisi berhenti, kode kerusakan akan terbaca pada bentuk nyala pada indikator
engine trouble warning light (atau dapat terbaca dengan FI diagnostic tool).

1
1. Engine trouble warning light

Kode Indikasi kerusakan Engine trouble warning light


Untuk nilai 10: Lampu menyala selama 1 detik (ON) dan 1.5 detik mati (OFF).
Untuk nilai 1: Lampu menyala selama 0.5 detik. (ON) dan 0.5 detik mati (OFF).
Contoh: 42

a. Lampu nyala (ON)


b. Lampu mati (OFF)
c. 1
d. 1.5
e. 0.5
f. 3

8-31
SISTIM FUEL INJECTION

Indikasi Lampu peringatan kerusakan mesin dan cara kerja sistim fuel injection.
Indikator lampu Kerja Fuel
Kerja ECU Kondisi sepeda motor
peringatan Injection
Warning provided
Menyala* when unable to start Kerja FI berhenti Tidak dapat bekerja
engine
Bekerja dengan kondisi
berbeda-beda, sesuai Dapat atau tidak dapat
Menyala berulang kali Terdeteksi ketidak dengan ketidak norma- bekerja, tergantung
normalan. lan yang terdeteksi dari kode kerusakan

* Lampu peringatan menyala, apabila salah satu kondisi pada daftar di bawah ini muncul, dan tombol
start ditekan :
Lean angle sensor Lean angle sensor
30: 41:
(macet) (open atau short circuit)
Ketidak normalan pada memory ECU
33: Kerusakan pada pengapian 50:
(pemeriksaan memory error)
Fuel injector
39:
(open atau short circuit)

Pemeriksaan nyala lampu indikator kerusakan mesin


Lampu indikator kerusakan mesin menyala selama 3 detik, setelah kunci kontak diputar ke arah “ON”.
Jika lampu indikator tidak menyala kemungkinan bohlamnya putus (sebagai kontrol kondisi bohlam)

a b

c d c

a. Kunci kontak “OFF” d. Lampu peringatan kerusakan mesin menyala


b. Kunci kontak “ON” selama 3 detik.
c. Lampu indikator kerusakan mesin mati

EAS3C11008

TABLE SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION


Apabila ECU mendeteksi sinyal yang tidak normal dari sensor pada waktu sepeda motor dijalankan,
ECU akan memerintahkan lampu indikator kerusakan mesin untuk menyala, kemudiam kerja mesin
akan berubah sesuai dengan kerusakan yang terjadi.
Ketika sinyal ketidak normalan diterima dari sensor, ECU akan menghitung nilai yang terprogram de-
ngan akurat, supaya mesin dapat bekerja dengan kondisi yang berbeda. apakah mesin tetap bekerja,
atau terhenti, tergantung dari kondisi yang terjadi .

8-32
SISTIM FUEL INJECTION

Tabel Diagnosa /Self-Diagnostic Function table


dapat/tidak
Kode dapat/tidak
Item keteranga dapat
kerusakan dapat hidup
dijalankan
Tidak ada sinyal normal yang
Crankshaft position
12 diterima dari crankshaft position Tidak dapat Tidak dapat
sensor
sensor.
Intake air pressure
Intake air pressure sensor: terde-
13 sensor Dapat Dapat
teksi open atau short circuit
(open atau short circuit)
Intake air pressure
sensor Intake air pressure sensor:
14 Dapat Dapat
(lubang tersumbat) terdeteksi ada penyumbatan
tect hole)
Throttle position sen-
Throttle position sensor: terdetek-
15 sor Dapat Dapat
si open atau short circuit
(open atau short circuit)
Throttle position sen-
16 sor Throttle position sensor macet Dapat Dapat
(macet/lengket)
Coolant temperature Coolant temperature sensor: terde-
21 Dapat Dapat
sensor teksi open atau short circuit
Intake air tempera-
Intake air temperature sensor: ter-
22 ture sensor Dapat Dapat
deteksi open atau short circuit
(open atau short circuit)
Lean angle sensor Tidak ada sinyal normal yang di-
30 Tidak dapat Tidak dapat
(macet/rusak) terima dari lean angle sensor.
Ignition coil Kabel Primary pada ignition coil:
33 Tidak dapat Tidak dapat
(open circuit) terdeteksi open circuit.
Fuel injector: terdeteksi open atau
39 Fuel injector Tidak dapat Tidak dapat
short circuit
Lean angle sensor Lean angle sensor: terdeteksi open
41 Tidak dapat Tidak dapat
(open atau short circuit) atau short circuit.
Terdeteksi error ketika membaca
Pembacaan dan dan menulis E2PROM (angka pe-
44 penulisan pada nyetelan CO, kunci kode register Dapat Dapat
E2PROM error dan angka posisi throttle tertutup
penuh).
Sistim suplai power
Suplay power ke sistim fuel injection
46 sepeda motor Dapat Dapat
tidak normal
(Memonitor voltase)
Kerusakan pada memory ECU (keti-
Internal ECU tidak
ka kerusakan ini terjadi, bisa jadi
50 berfungsi (pemeriksaan Tidak dapat Tidak dapat
angka kode kerusakan tidak mun-
memory tidak berfungsi)
cul.)

— Peringatan tidak padat Lampu indikator peringatan me- Tidak dapat Tidak dapat
hidup nyala, ketika tombol switch "ON"

8-33
SISTIM FUEL INJECTION

EAS27400

METODE TROUBLESHOOTING Kerja mesin tidak normal, tetapi lampu peri-


ngatan kerusakan mesin tidak menyala.
Mesin tidak bisa bekerja dengan normal dan
1. Periksa kerja dari sensor dan actuator berikut
engine trouble warning light menyala.
di dalam Mode Diagnostic. lihat bagian
1. Periksa:
“Sensor operation table” dan “Actuator oper-
• Angka kode kerusakan
ation table”.
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼
a. Periksa angka kode kerusakan pada layar 30: Ignition coil
alat pendiagnosa (FI diagnostic tool). 36: Fuel injector
b. Tentukan sistim kerusakan dengan kode ke-
rusakan, lihat “Tabel Self-Diagnostic Function ”. If a malfunction is detected in the sensors or
c. Tentukan penyebab kerusakan/ malfunc- actuators, repair or replace all faulty parts.
tion. lihat bagian “Tabel Diagnostic code ”. If no malfunction is detected in the sensors
and actuators, check and repair inner parts of
▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲▲
the engine.
2. Periksa dan perbaiki penyebab kerusakan/
malfunction.
Tidak ada kode angka
Angka kode kerusakan kerusakan
Periksa dan perbaiki Periksa dan perbaiki
lihat “DETAIL TROU- lihat bagian “Tabel
BLE SHOOTING". Fungsi Self Diagnos-
halaman 8-40. tic”.
Amati cara kerja sen-
sor dan actuator pada
diagnostic mode.
lihat bagian
"Tabel kerja sensor"
dan tabel
“Cara kerja actuator"

3. Periksa kerja Fuel Injection System setelah


direkondisi.
lihat bagian “Methode Rekondisi” pada tabel
“DETAIL TROUBLESHOOTING” halaman
8-40.
4. Putar kunci kontak ke “OFF” dan kembalikan
ke “ON”, dan pastikan tidak muncul angka
kerusakan pada layar LCD.
CATATAN:
Apabila kode kerusakan muncul, ulangi langkah (1)
sampai (4) hingga tidak muncul kode kerusakan

8-34
SISTIM FUEL INJECTION

EAS27431

MODE DIAGNOSTIC
Memungkinkan dapat memonitor data sensor output atau memeriksa kerja FI dengan FI diagnostic tool.
jika dihubungkan dengan sepeda motor dan disetel pada normal mode atau diagnostic monitoring mode.

FI diagnostic tool
90890-03182

Setel pada normal mode (untuk membaca ada kerusakan atau tidak)
CATATAN:
Putaran mesin, temperatur mesin, dan kode kerusakan, dapat terbaca dengan melihat pada layar LCD
FI diagnostic tool jika alat dipasangkan pada sepeda motor, dan disetel pada normal mode.
1. Putar kunci kontak ke arah “OFF”.
2. Lepaskan connector self-diagnosis signal “1”, dan pasagkan FI diagnostic tool “2” seperti terlihat
pada gambar dibawah.
3. Putar kunci kontak pada posisi “ON” dan hidupkan mesin

1
2

CATATAN:
• Temperatur coolant dan putaran mesin akan terlihat pada layar LCD FI diagnostic tool.
• Lampu “POWER” (hijau) akan menyala.
• Jika tidak berfungsi akan terdeteksi dengan lampu “WARNING” (orange) menyala.
4. Matikan mesin.
CATATAN:
Jika salah satu sistim tidak berfungsi, kode kerusakan akan terbaca pada layar LCD FI diagnostic tool.
dan juga lampu, “WARNING” (orange) akan menyala.

FI Diagnostic Tool
0rpm 66 ˚C
S/D : 41

8-35
SISTIM FUEL INJECTION

5. Putar kunci kontak ke arah “OFF” untuk mematikan normal mode.


6. Lepaskan FI diagnostic tool dan pasangkan connector self-diagnosis signal.

Setel pada diagnostic mode (untuk mendiagnosa kerusakan pada sistim)


1. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”.
2. Lepaskan connector self-diagnosis signal “1”, dan pasangkan FI diagnostic tool “2” seperti terlihat
pada gambar dibawah.
3. Tekan tombol “MODE” , dan putar kunci kontak ke arah “ON”.
CATATAN:
• Tulisan “DIAG” akan terbaca pada layar LCD di FI diagnostic tool.
• Lampu “POWER” (Hijau) akan menyala "ON"
4. Tekan tombol “UP” untuk memilih Mode penyetelan “CO” atau Mode diagnosa “DIAG”.
5. Setelah memilih “DIAG”, tekan tombol “MODE”.
6. Pilih "diagnostic code number" berdasarkan kode kerusakan (fault code number) dengan menekan
tombol "UP" dan tombol “DOWN” .

1
2

CATATAN:
• Nomor kode diagnosa (diagnostic code number) akan tampak pada layar LCD (01-70).
• Untuk menurunkan nomor kode diagnosa (diagnostic code number), tekan tombol “DOWN” dalam waktu
1 detik atau lebih secara otomatis nomor kode diagnosa akan turun.
• Untuk menaikkan nomor kode diagnosa (diagnosa code number), tekan tombol “UP” dalam waktu
1 detik atau lebih secara otomatis nomor kode diagnosa akan naik.
7. Memeriksa kerja dari sensor atau actuator.
• Kerja Sensor (sensor operation)
Data mewakili kondisi kerja dari sensor, tampak pada layar LCD.
• Kerja Actuator (actuator operation)
Tekan tombol “MODE” .
8. Geser saklar engine stop switch ke. “ ”

FI Diagnostic Tool

D03 : 101

8-36
SISTIM FUEL INJECTION

9. Putar kunci kontak ke arah “OFF” untuk mematikan sistim diagnostic mode.
10.Lepaskan FI diagnostic tool dan pasangkan connector self-diagnosis signal.

Tabel kode Diagnostic


Nomor
Nomor kode
kode ke- Gejala Kemungkinan penyebab kerusakan
Diagnostic
rusakan
• Open atau short circuit pada kabel bodi
Tidak ada sinyal normal • Crankshaft position sensor tidak berfungsi
12 yang diterima dari crank- • AC rotor magneto tidak berfungsi —
shaft position sensor. • Pemasangan sensor tidak sempurna.
• Kegagalan pemakaian ECU
Intake air pressure sensor: • Open atau short circuit kabel bodi.
13 terdeteksi open atau short • Tidak sempurnanya intake air pressure sensor. 03
circuit. • Kegagalan pemakaian ECU.
Intake air pressure sensor • Lubang tersumbat/kotor pada Intake air
14 (lubang tersumbat/kotor) pressure sensor. 03
. • Kegagalan pemakaian ECU.
• Open atau short circuit pada kabel bodi
Throttle position sensor:
• Tidak sempurnanya throttle position sensor.
15 terdeteksi open atau short 01
• Pemasangan throttle position sensor tidak baik.
circuit.
• Kegagalan pemakaian ECU
Throttle position sensor • Macet/lengketnya throttle position sensor.
16 01
macet atau lengket. • Kegagalan pemakaian ECU.
• Open atau short circuit kabel bodi
Coolant temperature sen- • Tidak sempurnanya coolant temperature sensor.
21 sor: terdeteksi open atau • Kegagalan pemakaian ECU. 06
short circuit • Pemasangan yang salah coolant temperature
sensor.
• Open atau short circuit pada kabel bodi
Intake air temperature sen- • Tidak sempurnanya air temperature sensor.
22 sor: terdeteksi open atau • Pemasangan yang salah intake air tempe- 05
short circuit ratur sensor.
• Kegagalan pemakaian ECU.
Tidak ada sinyal normal
• Terjatuh/terguling
30 yang diterima dari lean 08
• Kegagalan pemakaian ECU.
angle sensor.
• Open circuit pada kabel bodi
• Kegagalan pemakaian ignition coil.
Kabel primary pada ignition
33 • Kegagalan pemakaian componen pada 30
coil: terdeteksi open circuit.
ignition cut off circuit system.
• Kegagalan pemakaian ECU.
• Open atau short circuit pada kabel bodi
Fuel injector: terdeteksi • Tidak sempurnanya fuel injector.
39 36
open atau short circuit. • Pemasangan yang salah fuel injector.
• Kegagalan pemakaian ECU.
• Open atau short circuit pada kabel bodi
Lean angle sensor: terdetek-
41 • Tidak sempurnanya lean angle sensor. 08
si open atau short circuit.
• Kegagalan pemakaian ECU.

8-37
SISTIM FUEL INJECTION

Nomor
Nomor code
kode ke- Gejala Kemungkinan penyebab kerusakan
diagnostic
rusakan
• Kerusakan pada ECU. (Nilai penyetelan
Terdapat kesalahan dalam
CO dan nilai pembacaan throttle valve
44 proses di memori E2PROM 60
saat kondisi tertutup tidak dapat dibaca
pada ECU.
dengan baik oleh memori.)
Aliran listrik ke dalam sistem
• Kerusakan pada sistem pengisian. Lihat
46 fuel injection tidak mengalir —
“SISTEM PENGISIAN” pada hal. 8-11.
secara normal.
Kesalahan dimemori ECU.
(Saat kerusakan ini terjadi
• Kerusakan pada ECU. (Program dan data
didalam ECU, nomer kode -
50 tidak tertulis dan terbaca dengan benar oleh —
kerusakan dapat tidak mun-
memori.)
cul di layar LCD FI diagnos-
tic tool.)

Tabel kerja sensor


Nomor
kode ke-
Bagian display FI diagnostic tool Metode pemeriksaan
rusakan.

01 Sudut Throttle Periksa perubahan nilai


• Posisi tertutup penuh 14–20 pada layar saat throttle
ditutup dan dibuka.
• Posisi terbuka penuh 97–107
03 Tekanan udara masuk Menunjukkan tekanan udara Gerakkan throttle saat
masuk. menekan tombol start
“ ”. (Jika nilai pada layar
berubah-ubah, berarti kerja
sensor baik.)
05 Suhu udara masuk Menunjukkan suhu udara Bandingkan nilai pada la-
yang masuk. yar dengan suhu udara yang
terukur secara aktual.
06 Suhu air pendingin/coolant Menunjukkan suhu air pendi- Bandingkan nilai pada la-
ngin / coolant. yar dengan suhu air pendi-
ngin yang terukur secara
aktual.
08 Lean angle sensor Lepas lean angle sensor
• Tegak 0.4–1.4 dan miringkan hingga men-
capai sudut 65 derajat.
• Miring / terjatuh 3.8–4.2
09 Tegangan sistem bahan Bandingkan dengan tegangan
bakar (tegangan battery) Mencapai 12.0 yang terukur secara aktual.
(Jika tegangannya lebih ren-
dah, lakukan penyetruman.)
60 Kode kerusakan E2PROM ___
• Tidak ada sejarah 00
• Ada sejarah 01: Nilai perubahan CO ter-
baca.

8-38
SISTIM FUEL INJECTION

Nomor
kode ke-
Bagian Display FI diagnostic tool metode pemeriksaan
rusakan

61 Menampilkan sejarah kode —


kerusakan
• Tidak ada sejarah 00
• Sejarah yang tersimpan Kode kerusakan 12–50
• (Jika terdeteksi lebih dari
satu kode kerusakan, layar
akan menampilkan seluruh
kode kerusakan setiap se-
lang waktu 2 detik.
Jika seluruh kode sudah
ditampilkan, tampilan akan
mengulang kembali)
62 Penghapusan sejarah kode
kerusakan
• Tidak ada sejarah 00 ---
• Sejarah yang tersimpan Sampai dengan 14 kode Untuk menghapus sejarah
tekan tombol “MODE” pada
FI diagnostic tool.
70 Nomer kontrol 0–254 —

Tabel kerja actuator


Nomor
kode ke-
Bagian Actuation Metode pemeriksaan
rusakan

Saat tombol “MODE” ditekan,


ignition coil akan bekerja se-
Periksa percikan lima kali.
banyak lima kali dengan wak-
30 Ignition coil • Gunakan ignition
tu selang dua detik.
checker.
Lampu “WARNING” pada FI
diagnostic tool akan menyala.
Saat tombol “MODE” ditekan,
fuel injector akan bekerja
lima kali dengan waktu Periksa suara saat injector
36 Fuel injector
selang dua detik. bekerja lima kali.
Lampu “WARNING” pada FI
diagnostic tool akan menyala.
Mengaktifkan relay motor ra-
diator fan sebanyak 5 kali tiap
Periksa suara saat relay
berselang 5 detik. (ON 2 detik,
51 Relay motor radiator fan motor radiator fan menyala
OFF 3 detik)
lima kali.
Lampu peringatan kerusakan
mesin akan menyala.

8-39
SISTIM FUEL INJECTION

Nomor
kode ke-
Bagian Actuation Metode pemeriksaan
rusakan

Saat tombol “MODE” ditekan,


FID (fast idle solenoid) akan
bekerja lima kali dengan se- Periksa suara saat FID be-
54 FID (fast idle solenoid)
lang satu detik. kerja lima kali.
Lampu “WARNING” pada FI
diagnostic tool akan menyala.

Sambungan dengan FI diagnostic tool terganggu.


LCD Display Gejala Kemungkinan penyebab kerusakan
• Sambungan yang kurang tepat
Waiting for con- Tidak ada sinyal diterima • Kunci kontak pada posisi “OFF”.
nection.... dari ECU. • Kerusakan pada FI diagnostic tool.
• Kerusakan pada ECU.
• Putar kunci kontak sekali ke “OFF” dan setel
FI diagnostic tool ke mode penyetelan CO
Sinyal perintah dari FI diag-
atau diagnostic mode.
ERROR 4 nostic tool tidak diterima
• Battery motor sudah lemah.
oleh ECU.
• Kerusakan pada FI diagnostic tool.
• Kerusakan pada ECU.

EAS27471

TROUBLESHOOTING DETAILS
Bagian ini menjelaskan tindakan yang dilakukan untuk tiap kode kerusakan yang terbaca pada FI diag-
nostic tools. Periksa dan perbaiki beberapa hal atau komponen yang dapat menyebabkan terjadinya ke-
rusakan sesuai penjelasan dibawah.
Setelah selesai memeriksa dan memperbaiki komponen yang rusak, periksa ulang dengan FI diagnostic
tool menggunakan prosedur yang baku.
Nomer Kode kerusakan.:
Nomer kode kerusakan akan ditampilkan dilayar FI diagnostic tool saat mesin mengalami kerusakan. Lihat
“Tabel Diagnostic code”.
Nomer Diagnostic code.:
Nomer Diagnostic code digunakan saat kita sedang menggunakan diagnostic mode. Lihat “Tabel kerja
sensor” dan “Tabel kerja actuator".

8-40
SISTIM FUEL INJECTION

No. kode kerusakan 12 Gejala Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft
position sensor.

Diagnostic code No. — —


Nomor komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode
pemeriksaan
1 Kondisi pemasangan crankshaft posi- Periksa kekendoran atau tercabut. Memutar me-
tion sensor. sin.
2 Sambungan • Periksa pin pada coupler dari
• Crankshaft position sensor coupler kemungkinan rusak/bengkok.
• Main wire harness ECU coupler • Periksa kondisi penguncian
coupler.
• Jika terdapat kerusakan, perbaiki
dan pasang coupler dengan
benar.
3 Kabel body terlepas atau korslet. • Perbaiki atau ganti jika terdapat
kabel terlepas atau korslet.
• Antara crankshaft position
sensor coupler dan ECU cou-
pler.
(merah–merah)
(putih–hitam/biru)
4 Crankshaft position sensor rusak. • Ganti jika rusak.
Lihat “PEMERIKSAAN
CRANKSHAFT POSITION
SENSOR” di hal. 8-68.

8-41
SISTEM FUEL INJECTION

No kode kerusakan. 13 Gejala Terdeteksi Intake air pressure sensor: open / short circuit

Diagnostic code No. 03 Intake air pressure sensor


Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode
pemeriksaan
1 Sambungan • Periksa pin pada coupler dari Putar kunci kon-
• Coupler Intake air pressure sensor kemungkinan tercabut. tak ke posisi
• Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian “ON”.
coupler.
• Jika ada kerusakan, perbaiki
dan pasang coupler dengan
benar.
2 Kabel bodi terlepas atau korslet. • Perbaiki atau ganti jika terdapat
kabel yang terbuka atau korslet.
• Diantara coupler intake air
pressure sensor dan coupler
ECU
(biru–biru)
(merah muda/putih–merah muda/putih)
(hitam/biru–hitam/biru)
3 Kerusakan pada intake air pressure • Gunakan mode diagnostic.
sensor: (Kode No.03)
• Ganti throttle body jika terdapat
kerusakan.
Lihat “PEMERIKSAAN
THROTTLE BODY SENSOR"
di hal. 8-72.
ECA3C11011

PERHATIAN:
Jangan melepas rangkaian
throttle body sensor dari
throttle body.

8-42
SISTEM FUEL INJECTION

No kode kerusakan. 14 Gejala Intake air pressure sensor: kerusakan pada lubang detek-
si tekanan akibat tersumbat

Diagnostic code No. 03 Intake air pressure sensor


Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Perkerjaan yang dilakukan Metode
pemeriksaan
1 Kerusakan pada Intake air pressure • Periksa dan perbaiki sambung- Nyalakan mesin
sensor. an. dan jalankan
• Ganti jika terdapat kerusak- sampai putaran
an. 3000 rpm hing-
2 Sambungan • Periksa pin coupler dari ke- ga diatasnya.
• Coupler Intake air pressure sensor mungkinan tercabut.
• Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian
coupler.
• Jika terdapat kerusakan, perbaiki
dan pasang kembali coupler de-
ngan benar.
3 Kerusakan pada intake air pressure • Gunakan mode diagnostic
(Kode No.03)
• Ganti throttle body jika terdapat
kerusakan.
Lihat “PEMERIKSAAN
THROTTLE BODY SENSOR
ASSEMBLY” di hal. 8-72.

8-43
SISTEM FUEL INJECTION

No kode kerusakan. 15 Gejala terdeteksi Throttle position sensor: open /short circuit .
Diagnostic code No. 01 Throttle position sensor
Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjan yang dilakukan Metode
pemeriksaan
1 Kondisi pemasangan throttle position • Periksa kekendoran atau ter- Putar kunci kon-
sensor. jepit. tak ke posisi
• Periksa posisi sensor telah “ON”.
terpasang dengan benar.
2 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung-
• Coupler throttle position sensor kinan tercabut.
• Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian
dari coupler.
• Jika terdapat kerusakan, perbaiki
dan pasang kembali coupler de-
ngan benar.
3 Kabel bodi utama putus atau • Perbaiki atau ganti jika kabel
terjadi hubungan pendek: putus atau korslet.
• Diantara coupler throttle position
sensor dan coupler ECU
(biru–biru)
(kuning/biru–kuning/biru)
(hitam/biru–hitam/biru)
4 Pemeriksaan tegangan keluar pada • Periksa rangkaian terbuka dan
kabel yang ke throttle position sensor: lepaskan throttle position sen-
sor.
(biru–hitam/biru)
Kabel yang di- Tegangan
buka keluaran
Kabel massa 5V
yang dibuka
Kabel keluaran 0V
yang dibuka
Kabel power 0V
supply yang di-
buka
5 Kerusakan pada throttle position • Gunakan mode diagnostic.
sensor. (Kode No.01)
• Ganti throttle body jika terdapat
kerusakan.
Lihat “PEMERIKSAAN
THROTTLE BODY SENSOR
ASSEMBLY” di hal. 8-72.
ECA3C11011

PERHATIAN:
Jangan melepas rangkaian
throttle body sensor dari
throttle body.

8-44
SISTIM FUEL INJECTION

No kode kerusakan. 16 Gejala Throttle position sensor macet.

Diagnostic code No. 01 Throttle position sensor


Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode
pemeriksaan
1 Kondisi pemasangan throttle position • Periksa terhadap kekendoran Nyalakan me-
sensor. atau terjepit. sin dan jalan-
• Periksa posisi sensor telah ter- kan dengan
pasang dengan benar. putaran lang-
sam maupun
2 Kerusakan throttle position sensor. • Gunakan mode diagnostic.
cepat.
(Kode No.01)
• Ganti throttle body jika terdapat
kerusakan.
Lihat “PEMERIKSAAN
THROTTLE BODY SENSOR
ASSEMBLY” di hal. 8-72.
ECA3C11011

PERHATIAN:
Jangan melepas rangkaian
throttle body sensor dari
throttle body

No kode kerusakan. 21 Gejala Coolant temperature sensor terlepas atau terjadi hubung-
an pendek.

Diagnostic code No. 06 Coolant temperature sensor


Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode
pemeriksaan
1 Kondisi pemasangan coolant tempe- Periksa tempat pemasangan dari Putar kunci kon-
rature sensor kekendoran atau terjepit. tak ke posisi
2 Sambungan konektor • Periksa pin coupler dari kemung- ON.
• Coupler coolant temperature sensor kinan tercabut.
• Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian
coupler.
• Jika terdapat kerusakan, perbaiki
dan pasang dengan benar.
3 Kabel yang terputus atau korslet di • Perbaiki atau ganti jika terdapat
kabel bodi utama dan/atau di kabel kabel yang putus atau korslet.
cabang. • Kabel bodi utama
(hitam/biru–hitam/biru)
(hijau/merah–hijau/merah)
4 Kerusakan pada coolant temperature • Gunakan mode diagnostic
sensor (Kode No.06)
• Ganti jika rusak
Lihat “PEMERIKSAAN
COOLANT TEMPERATURE
SENSOR” di hal. 8-71.

8-45
SISTIM FUEL INJECTION

No kode kerusakan. 22 Gejala Intake air temperature sensor: terdapat kabel yang terpu-
tus atau korslet.

Diagnostic code No. 05 Intake air temperature sensor


Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode
pemeriksaan
1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung- Putar kunci
• Coupler Intake air temperature kinan tercabut. kontak ke po-
sensor • Periksa kondisi penguncian sisi ON.
• Coupler ECU pada kabel bodi utama. coupler.
• Jika terdapat kerusakan, perbaiki
dan sambung coupler dengan
benar.
2 Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel
putus atau korslet.
• Diantara coupler throttle
body sensor dan coupler
ECU.
(coklat/putih–coklat/putih)
(hitam/biru–hitam/biru)
3 Kerusakan pada intake air tempe- • Gunakan mode diagnostic.
rature sensor. (Kode No.05)
• Ganti throttle body jika terdapat
kerusakan.
Lihat “PEMERIKSAAN
THROTTLE BODY SENSOR
ASSEMBLY” di hal. 8-72.
ECA3C11011

PERHATIAN:
Jangan melepas rangkaian
throttle body sensor dari
throttle body.

8-46
SISTIM FUEL INJECTION

No kode kerusakan. 30 Gejala Tidak ada sinyal normal dari lean angle sensor.

Diagnostic code No. 08 Lean angle sensor


Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan Metode
pemeriksaan
1 Sepeda motor terjatuh Posisikan motor kembali tegak.Putar kunci kon-
2 Kondisi pemasangan lean angle Periksa dari kekendoran atau tak ke posisi
sensor. “ON” (walaupun,
terjepit demikian mesin
3 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung- tidak dapat di-
• Coupler lean angle sensor inan tercabut. hidupkan kecuali
• Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian kunci kontak di-
coupler. putar “OFF” ter-
• Jika terdapat kerusakan, perbaiki lebih dahulu).
dan sambung coupler dengan
benar.
4 Kerusakan lean angle sensor. • Gunakan mode diagnostic.
(Kode No.08)
• Ganti jika terdapat kerusakan.
Lihat “PEMERIKSAAN
LEAN ANGLE SENSOR” di
hal 8-68.

No kode kerusakan. 33 Gejala Bagian primary ignition coil: terdapat kabel yang terputus.

Diagnostic code No. 30 Ignitio