P. 1
Service Manual - V-Ixion IDN

Service Manual - V-Ixion IDN

2.0

|Views: 7,152|Likes:
Dipublikasikan oleh Sumpena Kasep

More info:

Published by: Sumpena Kasep on Nov 25, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2015

pdf

text

original

BUKU PETUNJUK SERVICE

3C1-F8197-B0

EAS20040

V-IXION SERVICE MANUAL ©2007 oleh Yamaha Motor Co., Ltd. Edisi pertama, February 2007 dialih bahasakan oleh Technical Publication Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing di cetak di Indonesia

EAS00002

PENDAHULUAN
Buku petunjuk service ini, dibuat oleh Yamaha Motor Company, Ltd. dan dialih bahasakan oleh Technical Publication Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. diharapkan dapat dipakai oleh Mekanik Bengkel resmi Yamaha. Kami menyadari bahwa tidak mungkin menjelaskan seluruh pelajaran Teknik perbaikan sepeda motor dalam satu buku ini saja. Sehingga kami meyarankan kepada para Mekanik harus terlebih dahulu menguasai dasar-dasar perawatan sepeda motor Yamaha. Tanpa pengetahuan ini, usaha perbaikan model ini akan kurang baik dan tidak sempurna

Yamaha Motor Indonesia, terus menerus berusaha meningkatkan kualitas produksinya. Untuk itu, jika ada perubahan yang mendasar dalam spesifikasi dan prosedur pengerjan, akan kami sampaikan keseluruh jaringan Yamaha melalui buletin " Service Information"

CATATAN Desain dan spesifikasi, sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti perkembangan model.
EAS00004

INFORMASI PENTING YANG ADA DIDALAM BUKU INI :
Informasi penting secara khusus ditandai dengan tanda-tanda sebagai berikut :

Q
PERINGATAN

Simbol ini mengharuskan anda HATI-HATI MENYANGKUT KESELAMATAN ANDA !

memberikan petunjuk khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kecelakaan bagi pengendara, dan orang lain yang sedang memeriksa dan memperbaiki sepeda motor. Perlu perhatian khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kerusakan pada sepeda motor. Memberikan keterangan tambahan, untuk mempermudah pengerjaan service.

cPERHATIAN

CATATAN :

EAS20090

CARA MEMBACA DENGAN CEPAT BUKU SERVICE MANUAL
Buku petunjuk ini dibuat dengan format yang "ringan" agar mudah dan cepat di mengerti oleh mekanik YAMAHA. Berisi penjelasan yang luas dan menyeluruh tentang cara-cara Pemasangan, Pelepasan, Pembongkaran, Perakitan dan prosedur Pemeriksaan • Buku ini terdiri dari beberapa Bab utama yang didalamnya terdapat beberapa judul "1" tertulis pada bagian atas dari halaman. • Sub judul “2” tercetak dengan huruf yang lebih kecil. • Untuk membantu mengidentifikasi komponen, dan mengklarifikasi tahap-tahap proses, dijelaskan dengan gambar diagram "3". dimulai dengan cara melepas, dan cara membongkar. • Nomor “4” pada setiap gambar diberikan nomor komponen, yang merupakan nomor urutan tahap pelepasan komponen. • Symbol “5” merupakan indikasi komponen yang harus dilumasi atau diganti. lihat bagian “SYMBOLS” (terdapat simbol pelumas dll) • Tabel instruksi pekerjaan “6” berhubungan dengan gambar diagram diatasnya. berisi pekerjaan yang harus dilakukan, nama komponen, catatan, keterangan, dll) • Nomor “7” terdiri dari berbagai informasi (misalnya special tools dan data-data teknik) dan diberi garis yang berbentuk bujur sangkar.

1

3

7

5 4

6 2

EAS20100

SIMBOL
Simbol dibawah dibuat untuk mempermudah memahami dan mengerti cara membaca buku .
CATATAN:

Simbol disamping tidak selalu ada di dalam setiap model sepeda motor

1

2

3

4

5

6

7

8

1. Dapat dilakukan perbaikan dalam kondisi mesin terpasang 2. Menambah cairan 3. Pelumasan 4. Alat spesial/Special tool 5. Torsi pengencangan 6. Batas keausan/kelonggaran 7. Putaran mesin 8. Service data kelistrikan 9. Oli mesin 10. Oli Gear 11. Gemuk Molybdenum-disulfide 12. Minyak rem 13. Gemuk Bearing roda. 14. Gemuk Lithium-soap-based 15. Gemuk Molybdenum-disulfide 16. Gemuk Silicone 17. Berikan cairan pengunci (LOCTITE®). 18. Ganti dengan spare part baru.

T.

R.

9
E

10
G

11
M

12
BF

13
B

14
LS

15
M

16
S

17
LT

18

Baru

EAS20110 DAFTAR ISI INFORMASI UMUM SPESIFIKASI PEMERIKSAAN BERKALA DAN PENYETELAN RANGKA/CHASSIS MESIN SISTIM PENDINGINAN SISTIM BAHAN BAKAR SISTIM KELISTRIKAN MENGATASI MASALAH/TROUBLESHOOTING 1 2 3 4 5 6 7 8 9 .

.

.......... 1-1 NOMOR SERI MESIN ................................................................................................................... 1-6 ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS ................... 1-2 SISTIM FI ....................................................................1-4 LOCK WASHERS/PLATES DAN COTTER PINS ............................................................................................................................................................................ 1-5 MEMERIKSA SISTIM PENYAMBUNGAN ........................................1-4 BEARINGS DAN OIL SEALS ............................................................................................ 1-5 CIRCLIPS ..................................................................................................... 1-1 TEKNOLOGI MASA DEPAN............................. 1-3 INFORMASI PENTING ......... 1-4 PERSIAPAN UNTUK MEMBONGKAR DAN MEMASANG...................................................................................INFORMASI UMUM IDENTIFIKASI SEPEDA MOTOR ............................................... 1-7 1 .................................................... OIL SEALS DAN O-RINGS ...............1-4 GASKETS................................................................................1-2 GAMBARAN TENTANG SISTIM FI .......................1-4 PENGGANTIAN SPARE PART............. 1-1 NOMOR SERI RANGKA ..................................

1 1-1 .IDENTIFIKASI EAS20130 IDENTIFIKASI EAS20140 NOMOR IDENTIFIKASI RANGKA Nomor Rangka “1” tercetak pada rangka bagian belakang di bawah tempat duduk. 1 EAS20160 NOMOR IDENTIFIKASI MESIN Nomor Mesin “1” tercetak pada crankcase dibagian kiri bawah CATATAN: Desain dan spesifikasi sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

berdasarkan kondisi pengendaraan dan temperatur atmosfir. dan pengurangan emisi gas Translate by slamet edc buang. 8. untuk menggantikan sistim karburator.. Sistim bahan bakar. atau pengendaraan dengan beban berat. 4. tetapi jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar bervariasi tergantung dari kondisi pengendaraan. yang diatur oleh ukuran Main Jet (spuyer) yang digunakan. konsumsi bahan bakar yang lebih baik. 10. 6. 10 9 1-2 . 1 2 3 4 5 6 7 8 11 Engine trouble warning light Ignition coil Busi/Spark plug Coolant temperature sensor Fuel injector Pompa bahan bakar/Fuel pump Lean angle sensor ECU (engine control unit) FID (fast idle solenoid) Unit Throttle body sensor (terdiri dari throttle position sensor. misalnya pada akselerasi. maka diperlukan perangkat yang mampu mengontrol perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih akurat. Meskipun udara yang masuk volumenya sama. 3.TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS20170 TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS3C11022 GAMBARAN TENTANG SISTIM FI Fungsi utama dari sistim suplai bahan bakar. 2. meningkatkan respon mesin. adalah mensuplai sejumlah bahan bakar ke ruang bakar sesuai perbandingan udara . 7. deselerasi. Untuk memnuhi kebutuhan tersebut. mampu menghasilkan perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih optimum disetiap saat. Pada sistim ini. diukur dari volume udara dan bahan bakar.bahan bakar yang optimal. Sehubungan dengan semakin besarnya tuntutan terhadap kemampuan mesin & pengontrolan emisi gas buang yang ketat. perbandingan campuran udara dan bahan bakar yang disuplai ke ruang bakar. Penggunakan sistim FI telah mampu menghasilkan suplai bahan bakar dengan keakurasian yang lebih tinggi. Dengan menggunakan "microprocessor" yang mengtur volume injeksi bahan bakar sesuai kondisi pengendaraan yang dideteksi oleh bermacam-macam sensor. 5. sehingga akan diperoleh perbandingan udara-bahan bakar yang optimum disegala kondisi pengendaraan. model ini sengaja dilengkapi kontrol Fuel Injection (FI) secara electronic. mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar yang bervariasi itu melalui ukuran jetnya. intake air pressure sensor. Pada sistim karburator. Crankshaft position sensor 1. 9. intake air temperature sensor) 11.

crankshaft position sensor. Air system C. 12. sehingga sejumlah bahan-bakar terinjeksi kedalam intake manifold. berdasarkan masukan dari sinyal-sinyal yang diperoleh dari throttle position sensor. 3. Semakin lama injector diberikan sinyal (durasi injeksi). 9. Control system 1-3 . 5 2 3 8 4 6 1 9 11 12 13 14 10 7 1.TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS3C11023 FI SYSTEM Fuel Pump mensuplai bahan bakar ke injector melalui fuel filter. Durasi injeksi dan timing injeksi semuanya dikontrol oleh ECU.6 psi). 7. 8. intakeair temperatur sensor.50 kg/cm². Sehingga volume bahanbakar yang dibutuhkan mesin dapat disuplai setiap saat. Fuel system B. 13. Ketika ECU memberikan sinyal kepada injector. Timing injeksi ditentukan berdasarkan sinyal dari crankshaft position sensor. lean angle sensor dan coolant temperatur sensor. 2. Intake air pressure sensor A. 10. semakin banyak bahan bakar yang disuplai. Pompa bahan bakar/Fuel pump Fuel injector Ignition coil Coolant temperature sensor ECU (engine control unit) Lean angle sensor Crankshaft position sensor FID (fast idle solenoid) Rumah saringan udara/Air filter case Throttle body U n i t Throttle body sensor Intake air temperature sensor Throttle position sensor 14. 11. fuel passage terbuka. 6. Semakin pendek waktu injektor diberikan sinyal. semakin sedikit bahan bakar yang disuplai. sesuai dengan kondisi jalan dan pengendaraan. 4. intake air pressure sensor. 5. Pressure regulator berfungsi menjaga supaya tekanan bahan bakar yang ke injector tetap konstan hanya 250 kPa (2. 35.

ganti semua komponen gaskets. dan bersihkan permukaan sambungan 2. cylinder. Pada saat melepas. ganti lock washer/plat “1” dan cotter pins. bersihkan semua suku-cadang. pada bagian dalam dari seal. EAS20210 2. pada bidang yang rata. perhatikan suku cadang yang kerjanya saling berpasangan. piston. 5. Jangan mengganti hanya salah satu bagian saja. Sebelum melakukan pembongkaran. jika kerjanya saling berpasangan. dan lumasi gemuk. misalnya gear. dan tempatkan sesuai dengan urutan membongkar. 4. EAS20200 LOCK WASHERS/PLATES DAN COTTER PINS Setelah dibongkar. 1-4 . yang disarankan Yamaha. Jauhklan semua komponen dari sumber panas. 2. lumasi semua permukaan singgung dengan oli. fungsi dan penampilannya hampir sama. bersihkan terlebih dahulu semua kotoran yang menempel pada sepeda motor. pemakaian suku cadang yang imitasi. 1. Pergunakan oli. GASKETS. bengkokkan lock washer. EAS20220 Oil Lidah/Lip Per/Spring Gemuk/Grease 4. PENGGANTIAN SUKU CADANG Pergunakan suku cadang asli Yamaha untuk penggantian semua spare part. jika salah satu harus diganti. Sebelum dipasang. Pergunakan alat permbersih yang sesuai. tetapi kualitasnya jauh berbeda. dan cairan pembersih yang tersedia di pasaran lihat bagian “SPECIAL TOOLS” halaman 1-7. dan gemuk. hal ini akan sangat membantu dan mempercepat saat memasang. Selama membongkar mesin. OIL SEALS DAN O-RINGS 1.INFORMASI PENTING EAS20180 INFORMASI PENTING EAS20190 PERSIAPAN SEBELUM MEMBONGKAR DAN MERAKIT 1. Setelah baut dikencangkan sesuai spesifikasi. dengan sisi baut. pada saat membongkar mesin. 3. seals dan O-rings. gantilah satu set. 3.

1-5 . begitu juga bagian luar dari bearing. sebelum digunakan kembali. lumasi dengan oli sebelum dipasang.INFORMASI PENTING EAS20230 BEARING DAN SEAL OLI Pemasangan bearing dan seal oli. EAS20240 CIRCLIP Periksa semua Circlip. pastikan permukaan yang tajam “2” berada pada sisi yang berlawanan dengan arah gaya tekan “3” . tanda huruf atau angka harus menghadap ke luar (tampak dari luar) “1”. Untuk circlip piston. ECA13300 PERHATIAN: Jangan memutar bearing dengan udara bertekanan. selalu ganti dengan yang baru. (Clip piston hanya dapat digunakan sekali) pada sat memasang clip “1”. lumasi bagian dalam dari seal oli dengan gemuk light coat of lithium-soap-based. hal ini akan merusak permukaan singgung dari bearing.

dan connector. Periksa: • Kabel • Coupler • Connector lembab → semprot dengan udara bertekanan karat/debu → Cabut dan pasang connector beberapa kali. 3. bersihklan terminal. • jika memeriksa kabel bodi. dll. 1. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: • jika tidak tersambung. • Untuk menghasilkan pemeriksaan yang sempurna. kelembaban kandungan air. Periksa: • Semua penyambungan kabel Sambungan kendor → perbaiki CATATAN: Jika pin pengait “1” telah rata. Periksa: • Sistim penyambungan (dengan pocket tester) 1-6 . pergunakan cairan pembersih. karat.MEMERIKSA SISTIM PENYAMBUNGAN EAS20250 MEMERIKSA SAMBUNGAN Periksa kabel. dari debu. Lepaskan: • Kabel • Coupler • Connector 2. 4. tekuk pin kearah atas. yang ada di pasar. Pasangkan: • Kabel • Coupler • Connector CATATAN: Pastikan semua penyambungan terpasang kuat 5. couplers. lakukan langkah pemeriksan tahap (1) hingga (3).

nama Special tools. Nama Tool/No Tool. pembongkaran. 8-64. pergunakan nomor part dengan awalan “YM-”. Nomor part. atau “ACC-”. • Untuk negara lain. 8-70. 8-73 3-4 Tappet adjusting tool 90890-01311 Six piece tappet set YM-A5970 FI diagnostic tool 90890-03182 3-5.A. lihat list dibawah agar tidak terjadi kesalahan order. 8-35 Timing light 90890-03141 Inductive clamp timing light YU-03141 Compression gauge 90890-03081 Engine compression tester YU-33223 Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 3-8 3-8 3-21.ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS EAS20260 ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Alat-alat khusus dibawah ini. 8-68. 8-61. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C Illustrasi halaman untuk reverensi 1-6. dan Canada. 8-71. diperlukan untuk melakukan penyetelan. atau keduanya setiap negara berbeda Jika akan melakukan pemesanan. 8-65. dan pemasangan yang sempurna. 8-72. pergunakan awalan dengan nomor “90890-”.S. “YU-”. 4-46 1-7 . 8-60. 8-59. 8-69. 8-67. 5-35. CATATAN: • Untuk U. selalu pergunakan alat yang tepat untuk mencegah terjadinya kerusakan yang disebabkan kesalahan dalam penggunaan alat. 8-66.

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor Tool T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 Fork seal driver weight 90890-01367 Replacement hammer YM-A9409-7 Illustrasi Halaman untuk referensi 4-38. 4-40 4-40 YM-A9409-7/YM-A5142-4 Fork seal driver attachment (ø33) 90890-01368 Replacement 33 mm YM-A9409-4 Fork seal driver 90890-01442 Adjustable fork seal driver (36–46 mm) YM-01442 Slide hammer bolt 90890-01085 Slide hammer bolt 8 mm YU-01083-2 Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 4-40 4-40 5-14 5-17. 5-22 5-18 1-8 . 5-22 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 Valve guide remover (ø4.5 mm) YM-04116 5-17.5) 90890-04116 Valve guide remover (4.

5) 90890-04118 Valve guide reamer (4.5 mm) YM-04118 Piston pin puller set 90890-01304 Piston pin puller YU-01304 Illustrasi halaman untuk referensi 5-18 5-18 5-24 YU-01304 Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A Flywheel puller 90890-01362 Heavy duty puller YU-33270-B Yamaha bond No. 5-32 5-30 5-32.ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Tool No.5 mm) YM-04117 Valve guide reamer (ø4. 5-31.1215®) 5-30.5) 90890-04117 Valve guide installer (4. 5-63 1-9 . Valve guide installer (ø4. 1215 90890-85505 (Three Bond No.

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 Illustrasi Halaman untuk reverensi 5-41. 5-43 Thickness gauge 90890-03180 Feeler gauge set YU-26900-9 Crankcase separating tool 90890-01135 Crankcase separator YU-01135-B 5-41 5-65 Crankshaft installer pot 90890-01274 Installing pot YU-90058 5-66 YU-90058/YU-90059 Crankshaft installer bolt 90890-01275 Bolt YU-90060 5-66 1-10 .

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool Adapter (M12) 90890-01278 Adapter #3 YU-90063 Spacer (crankshaft installer) 90890-04081 Pot spacer YM-91044 Illustrasi Halaman untuk reverensi 5-66 5-66 YM-91044 Radiator cap tester 90890-01325 Radiator pressure tester YU-24460-01 6-3 YU-24460-01 Radiator cap tester adapter 90890-01352 Radiator pressure tester adapter YU-33984 6-3 YU-33984 Mechanical seal installer 90890-04145 6-8 1-11 .

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool. Middle driven shaft bearing driver 90890-04058 Bearing driver 40 mm YM-04058 Pressure gauge 90890-03153 YU-03153 Illustrasi Halaman untuk reverensi 6-8 7-6 Fuel pressure adapter 90890-03186 7-6 Vacuum/pressure pump gauge set 90890-06756 Mityvac brake bleeding tool YS-42423 Ignition checker 90890-06754 Opama pet-4000 spark checker YM-34487 Digital circuit tester 90890-03174 Model 88 Multimeter with tachometer YU-A1927 7-12 8-68 8-72 1-12 .

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS 1-13 .

.........................................................................SPESIFIKASI SPESIFIKASI UMUM ...............................................................................................................2-24 DIAGRAM PELUMASAN DAN JALUR PELUMASAN..................................2-15 TORSI PENGENCANGAN MESIN....... 2-1 SPESIFIKASI MESIN ............................................................ 2-20 BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS .................................................................................................................... 2-25 JALUR PELUMASAN OLI MESIN .................................................................................. 2-12 TORSI PENGENCANGAN ............................................................................................................2-2 SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS.. 2-22 RANGKA/CHASSIS........................2-25 DIAGRAM PELUMASAN ....................................................................2-9 SPESIFIKASI KELISTRIKAN .............................................................2-22 MESIN...........2-27 DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN..............................2-31 JALUR KABEL ...............................2-16 TORSI PENGENCANGAN RANGKA/CHASSIS ...............................................................................2-15 SPESIFIKASI TORSI PENGENCANGAN UMUM ............................................................................................................................................................................................................................2-33 2 .........................................................................................

9 in) 125.SPESIFIKASI SECARA UMUM EAS20280 SPESIFIKASI SECARA UMUM Model Model Dimensi Panjang Lebar Tinggi Tinggi tempat duduk Jarak sumbu roda Jarak ketanah Kemampuan berbelok Berat Dengan oli dan bahan bakar Beban maksimum 3C11 2000 mm (78.8 in) 1035 mm (40.5 in) 167 mm (6.0 kg (452 lb) 2-1 .0 kg (276 lb) 205.7 in) 705 mm (27.1 in) 1282 mm (50.57 in) 2080 mm (81.7 in) 790 mm (31.

39–0.0024–0.4 psi) (0.95–9.qt) 0.qt) 93.8 cm³ Cylinder tnggal 57.0059 in) 0.5 psi) (5.31 in) 10.qt) 0.26 US qt) (0.1 kgf/cm²) 440–580 kPa (62.4 kPa (5.0098 in) 0.8 psi) (0.0071 in) 0.38 L (0.8 kgf/cm²) Electric starter dan kickstarter Regular unleaded (bensin tanpa timbal) 12.0 × 58.64 Imp.0043 in) 0.5 psi) (4.00 L (1.23 mm (0.2–78.40 :1 510 kPa (72.25 L (0.9 kPa (0.7 mm (2. SOHC 149.06–0.79 L (0.15 L (1.7–11.3917–0.22 Imp.qt) 1.6 kPa (13.33 Imp.qt) Kertas/Paper Gear pump Kurang dari 0.4–5.22 US qt) (1.25 mm (0.40 US qt) (0.18 mm (0.qt) 0.93–1.rumah pumpa Limit Kelonggaran rumah pompa -ke-inner-danouter-rotor Limit Ketebalan Rotor Tekanan kerja buka Relief valve Pendingin cairan 4-langkah.18 mm (0.SPESIFIKASI MESIN EAS20290 SPESIFIKASI MESIN Mesin Tipe mesin Colume cylinder/Displacement Posisi cylinder Diameter × Langkah Perbandingan kompresi Tekanan kompresi standart Minimum–maximum Sistim starter Bahan bakar Bahan bakar yang disarankan Kapasitas tangki bensin Oli mesin Sistim pelumasan Tipe Oli mesin yang disarankan Kapasitas oli mesin Total keseluruhan Tanpa membuka saringan oli Dengan membuak saringan oli Filter oli Tipe filter oli Pompa Oli Tipe pompa oli Kelonggaran Inner-rotor-ke-outer Limit Kelonggaran Outer-rotor-ke.84 US qt) (0..88 Imp.78 kgf/cm²) Sistim pendinginan Kapasitas air Radiator capacity (dan jalur) Kapasitas Radiator Kapasitas tangki reservoir (hingga tanda batas atas) Tekana buka tutup radiator Tekanan Valve relief Thermostat Model/pabrikan 0.3929 in) 39.2–122.0071 in) 9.0 L (3.84 Imp.23 kgf/cm²) 4.gal) Basah SAE20W40 atau SAE20W50 API service tipe SG atau yang lebih tinggi dengan standart JASO MA 1.6–82.00 US qt) (0.7 psi) (0.0051–0.15 mm (0.05 kgf/cm²) 5YP/NIPPON THERMOSTAT 2-2 .17 US gal) (2.95 L (1.98 mm (0.70 Imp.11 mm (0.13–0.01 Imp.5–17.06 US qt) (0.24 × .0091 in) 0.

073–25.019–25.64 cu.9871–0.0 mm (5.30 °F) 95.942–30.SPESIFIKASI MESIN Temperature klep terbuka Temperature klep terbuka penuh Tinggi angkat klep (terbuka penuh) Dimensi Radiator Lebar Tinggi Tebal Pompa air Tipe pompa air Perbandingan putaran Busi/Spark plug Pabrikan/model Pabrikan/model Celah busi Cylinder head Volume Batas kebengkokan 80.94 in) Single suction centrifugal pump 1/2 (0.842 mm (1.919 mm (0.04 in) 24.643–29.9810 in) A B Batas kebengkokan Camshaft 0.1749 in) 25.1710 in) 29.7–0.0 mm (7.0 °C (203.1828 in) 29.031 in) 9.90–10.12 in) 198.50 cm³ (0.500) NGK/CR8E DENSO/U24ESR-N 0.03 mm (0.973 mm (0.028–0.5–83.543 mm (1.1670–1.8 mm (0.0 mm (0.80 in) 128.0012 in) 2-3 .9832 in) 29.9889 in) 24.03 mm (0.743 mm (1.0 mm (0.9911 in) 24.90–182.042 mm (1.in) 0.9850–0.00 °F) 3.119 mm (0.5 °C (176.0012 in) Camshaft Sistim penggerak Dimensi Camshaft Masuk A Limit Masuk B Limit Buang A Limit Buang B Limit Rantai/Chain drive (kiri) 29.60–0.173 mm (0.1788–1.1631 in) 25.

009–0.0842 in) B Permukaan singgung C (masuk) Permukaan singgung C (buang) 0.90–17.1762–0.1776 in) 4.10–0.0433 in) C Sisa ketebalan kepala D (masuk) Sisa ketebalan kepala D (buang) 0.90–1.24 mm (0.SPESIFIKASI MESIN Rantai Timing Model/jumlah links System tensioner Rocker arm/as rocker arm Diameter dalam Rocker arm Limit Diameter luar As Rocker arm Limit Kelonggaran Rocker-arm-ke-as rocker-arm Limit Valve.0015 in) 2-4 .0354 in) 0.138 mm (0.1762 in) 4.50–0.1772–0.538–2.0433 in) 0.3928 in) 9. valve guide Kelonggaran klep (dingin) Masuk Buang Dimensi batang klep Diameter kepala A (masuk) Diametr kepala A (buang) SILENT CHAIN/96 Automatic 9.0606–0.538–2.14 mm (0.0197–0.6654–0.500–4.950 mm (0.138 mm (0.0031 in) 0.3917 in) 0. valve seat.3924–0.1752 in) 4.0094 in) 19.10 mm (0.3949 in) 9.037 mm (0.7717 in) 16.500–4.460–4.6732 in) A Lebar permukaan B (masuk) Lebar permukaan B (buang) 1.0079–0.3931–0.030 mm (0.20–0.0354–0.1776 in) 0.0197–0.1756–0.0354 in) D Diameter batang klep (masuk) Limit Diameter batang klep (buang) Limit Diameter dalam Valve guide (masuk) Diameter dalam valve guide (buang) Kelonggaran batang klep-ke-valve-guide (masuk) 4.08 mm (0.0354–0.1772–0.435 mm (0.0606–0.0039–0.90 mm (0.512 mm (0.490 mm (0.0842 in) 1.7638–0.450 mm (0.0055 in) 0.1768 in) 4.985–10.10 mm (0.0004–0.50–0.0004–0.976 mm (0.0013 in) 0.40–19.10 mm (0.512 mm (0.3937 in) 10.1746 in) 4.966–9.010–0.475 mm (0.90 mm (0.90–1.000 mm (0.034 mm (0.475–4.0 mm (0.

42 lbf) (14.052 mm (0.05 mm (0.39 in) 23.40 kgf/mm) 36.30 mm (1.2437 in) 2-5 .87 lb/in) (3.990 mm (2.010 mm (2.071 in) Arah lilitan per (masuk) Arah lilitan per (buang) Cylinder Diameter Batas ketirusan Batas keovalan Piston Kelonggaran Piston ke-cylinder Limit Diameter D Kekanan Kekanan 56.41 lb/in) (2.080 mm (0.64 in) 39.28–16.47–36.52 kgf) 2.40 kgf/mm) 36.965–56.985–57.56 in) 41.39 in) 35.0008–0.73 kgf/mm) 23.28–16.0032 in) 0.15 mm (0.SPESIFIKASI MESIN Limit Kelonggaran batang klep-ke-valve-guide (buang) Limit Kebengkokan batang klep 0.58 N/mm (208.64 in) 39.0004 in) Per klep/Valve spring Panjang bebas per (masuk) Limit Panjang bebas per (buang) Limit Panjang per terpasang (masuk) Panjang per terpasang (buang) Tekanan per K1 (masuk) Tekanan per K2 (masuk) Tekanan per K1 (buang) Tekanan per K2 (buang) Tekanan per kondisi terpasang (masuk) Tekanan per kondisi terpasang (buang) Batas kemiringan (masuk) Batas kemiringan (buang) 41.5°/1.0010–0.020–0.58 N/mm (208.071 in) 2.0018 in) 0.010 mm (0.2427–2.41 lb/in) (2.42 lbf) (14.0059 in) 56.30 mm (1.62 mm (1.73 kgf/mm) 140–162 N (31.47–36.8 mm (2.62 mm (1.87 lb/in) (3.2445 in) 0.025–0.0020 in) 0.52 kgf) 140–162 N (31.5°/1.71 mm (1.0039 in) 0.71 mm (1.2435–2.56 in) 35.05 mm (0.5°/0.54 N/mm (134.0020 in) 0.045 mm (0.0020 in) 0.54 N/mm (134.8 mm (2.100 mm (0.5°/0.

0591 × 0.0787 in) B T Celah ring (terpasang) Limit Kelonggaran samping alur Limit Ring oli Dimensions (B × T) 0.0827 in) B T Celah ring (terpasang) Limit Kelonggaran samping alur Limit Ring kedua Tipe Ring Dimensions (B × T) 0.0315 × 0.5517 in) 14.0315 × 0.52 mm (0.100 mm (0.5510–0.160 mm (0.0157 in) 0.002–14.0027 in) Barrel 0.018 mm (0.0007 in) 0.0012–0.5502 in) 0.0276 in) 0.10 mm (0.0039 in) Taper 0.25 mm (0.030–0.002–0.0098 in) Sisi pemasukan 14.020–0.10–0.70 mm (0.25 mm (0.065 mm (0.0098 in) 0.975 mm (0.055 mm (0.013 mm (0.40 mm (0.0001–0.80 × 2.20–0.0022 in) 0.043 mm (0.0157 in) 0.100 mm (0.50 × 1.0598 in) B T Celah ring (terpasang) Kelonggaran samping alur 0.0039–0.5529 in) 13.0016–0.000 mm (0.995–14.5512 in) 13.0026 in) 0.80 × 2.0079–0.40 mm (0.10–0.5513–0.0039 in) 1.SPESIFIKASI MESIN Ketinggian pengukuran H 5.0098 in) 0.25 mm (0.0 mm (0.0039–0.ke lubang Pin Piston Limit Ring piston Ring pertama Tipe Ring Dimensions (B × T) 0.00 mm (0.0008–0.20 in) H D Offset Arah Offset Diameter lubang pin piston Limit Diameter luar Pin piston Limit Kelonggaran Pin Piston .0063 in) 2-6 .068 mm (0.040–0 .

014 mm (0.890 in) 0.110 in) 1 buah 2.20 mm (0.80 mm (0.833) 2-7 .0079 in) 38.39–0.0006 in) C C E D A Balancer Metode penggerak Balancer Kopling/Clutch Tipe kopling Metode pelepasan kopling Gerak bebas tuas koplinmg Ketebalan Friction plate 3 Batas keausan Jumlah plat Ketebalan Friction plate 2 Batas keausan Jumlah plat ketebalan Friction plate 1 Batas keausan Jumlah plat Ketebalan Clutch plate Jumlah Plate Batas ketebalan Panjang bebas per kopling Panjang minimum Jumlah Per Batas kebengkokan push rod Transmisi Tipe Transmisi Sistim reduksi Primary Perbandingan reduksi Primary Sistim reduksi Secondary Perbandingan reduksi Secondary Pengoperasian Perbandingan ratio 1st Gear Basah.45 in) 4 buah 0.45–1.10 mm (0.0197 in) Constant mesh 5-kecepatan roda gigi miring/Helical gear 73/24 (3.80 mm (1.SPESIFIKASI MESIN Connecting rod Small end inside diameter Poros engkol/Crankshaft Lebar A Batas kebengkokan C Kelonggaran samping Big end D Kelonggaran keatas Big end E 14.95–48.888–1.10 mm (0.122 in) 2.028 mm (0.53 in) 36.0–15.59 in) 2.90–3.110–0.057–0.90–3.030 mm (0.069 in) 4 buah 0.114–0.042) Rantai/Chain drive 42/14 (3.00 mm (1. cam push 10.122 in) 2.80 mm (0. multiple-disc Inner push.004–0.74 mm (1.114–0. 34/12 (2.110 in) 3 buah 1.10 mm (0.500 mm (0.015–14.122 in) 2.90–3.000) Pengoperasian kaki kiri.5523 in) 47.0 mm (0.80 mm (0.5518–0.0043–0.0012 in) 0.114–0.75 mm (0.110 in) 1 buah 2.410 mm (0.0161 in) 0.0002–0.

SPESIFIKASI MESIN 2nd 3rd 4th 5th Kebengkokan maksimum Main axle Kebengkokan maksimum Drive axle Mekanisme perpindahan gigi Tipe Shift mechanism Ketebalan Shift fork-L Ketebalan Shift fork-C.00–158.03 mm (0.03 mm (0.0 mm (0.00–101.875) 30/21 (1.12–0.000 V pada 20.3 kΩ 310–326 Ω pada 80 °C (176 °F) 1.00 °F) 3.00 °F) 50.76–5.300–1.89 mm (0.0–70.429) 24/21 (1.0 °C (112.20 in) 2-8 . -R Kickstarter Tipe Kickstarter Decompresi Tipe Saringan udara Saringan udara Fuel injector Model/jumlah Throttle body Type/jumlah Pabrikan ID mark Ukuran Throttle valve Fuel injection sensor Tahanan Crankshaft position sensor Voltase Intake air pressure sensor Tahanan Intake air temperature sensor Tahanan Coolant temperature sensor Putaran langsam Putaran langsam mesin Temperatur air pendingin Temperatur Oli Gerak bebas handel gas 30/16 (1.00–203.76–4.957) 0.0–95.2268–0.0 °C (185.143) 22/23 (0.7–6.0–5.1925 in) Ratchet Kick synchronous Dry element 1100–87H10/1 AC28/1 MIKUNI 3C11 00 #50 248–372 Ω pada 20 °C (68 °F) 0.789–4.500 r/min 85.0012 in) 0.2319 in) 4.89 mm (0.1874–0.32 kPa 5.0012 in) Shift drum dan guide bar 5.

SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS EAS20300 SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Rangka/Chassis Tipe Rangka/Frame Caster angle Trail Roda depan Tipe roda Ukuran pelek/rim Material pelek/rim Gerakan roda Batas kebongkokan keatas Batas kebengkokan ke samping Roda belakang Tipe roda Ukuran pelek/rim Material pelek/rim Gerakan roda Batas kebengkokan ke atas Batas kebengkokan ke samping Ban depan Tipe Ukuran/Size Pabrikan/model Pabrikan/model Kedalaman minimum alur ban (depan) Ban belakang Tipe Ukuran/Size Pabrikan/model Pabrikan/model Kedalaman minimum alur ban (belakang) Pressed backbone 26.02 in) Cast wheel 17 × 1.0 mm (4.13 in) 1.04 in) Tekanan angin ban (diukur dalam kondisi dingin) Kondisi beban 0–90 kg (0–198 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.00 kgf/cm²) Kondisi beban 90–205 kg (198–452 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.60 Aluminum 115.0 mm (4.00 kgf/cm²) Kondisi kecepatan tinggi Depan 175 kPa (25 psi) (1.04 in) 0.0 mm (0.0 mm (0.85 Aluminum 105.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.00 kgf/cm²) Rem depan Tipe Pengoperasian Single disc brake Tangan kiri 2-9 .53 in) 1.75–17 41P IRC/NR72 DUNLOP/D102FA 1.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.04 in) Dengan ban dalam 90/90–17M/C 49P IRC/NR72 DUNLOP/D102A 1.5 mm (0.04 in) 0.5 mm (0.94 in) Cast wheel 17 × 1.00° 100.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.0 mm (3.0 mm (0.0 mm (0.02 in) Dengan ban dalam 2.

8 mm (13.0 mm (0.0° 43.0–30.0 mm (1.97 in) 2-10 .0 mm (1.03 in) 11.3 mm (0.5 mm (14.81 US oz) (8.89 in) Ball dan angular bearing 43.40 N/mm (30.00 in × 2) DOT 3 atau DOT 4 Tromol/Drum brake Kaki kanan 35.14 in) 0.15 mm (0.8 mm (14.30 in) Tidak Fork oil 10W atau yang sejajar 231.16 in) 2.0 cm³ (7.29 in) Lengan ayun (link suspension) Per/peredam oli 50.0 mm (0.0 mm (5.77 in) 3.0 mm (0.0 mm (0.55 kgf/mm) 0.04 in) 88.8 mm (0.21 in) 0. trailing 130.0 mm (1.12 in) 33.0–70.12 in) 363.38 in) 20.76–5.05 in) 48.43 in) 25.0 mm (2.0 × 4.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Piringan rem depan Diameter disc × ketebalan Ketebalan minimum disc brake Kebengkokan minimum disc brake Ketebalan kampas rem (dalam) Limit Ketebalan kampas rem (luar) Limit Diameter dalam Master cylinder Diameter dalam Caliper cylinder Minyak rem yang dsarankan Rem belakang Tipe Pengoperasian Posisi pedal rem Gerak bebas pedal rem Rem tromol belakang Tipe rem tromol Diameter dalam rem tromol Limit Ketebalan sepatu rem Limit Panjang bebas per rem Panjang bebas per rem 2 Kemudi/Steering Tipe bearing kemudi/Steering Posisi penguncian kemudi (kiri) Posisi penguncian kemudi (kanan) Suspensi depan Tipe Tipe peredaman /shock absorber Gerakan roda depan Panjang bebas per fork Limit Panjang collar Panjang terpasang Tekanan per K1 Tekanan per K2 Langkah per K1 Langkah per K2 Diameter luar Inner tube Terdapat per tambahan Oli yang disarankan Kapasitas oli shock depan Ketinggian oli dari atas Suspensi belakang Tipe Tipe peredaman/shock absorber Pergerakan shock absorber belakang 245.03 in) 5.79–1.0059 in) 5.46 in) 349.0 mm (1.0 mm (5.15 Imp.36 kgf/mm) 5.76 in) 70.50 N/mm (19.16 in) 4.5 mm (0.40 mm × 2 (1.3 mm (0.oz) 109.83 lb/in) (0.32 in) 356.99 lb/in) (0.0 mm (4.12 in) 131.00 mm (0.08 in) 52.0 mm (3.0 mm (9.0 mm (2.16 in) 3.21 in) 0.00–2.8 mm (0.0 mm (5.65 × 0.18 in) Leading.0–130.0° Telescopic fork Per/peredam oli 130.

5 mm (6.00–1.16 in) 88.57 in) 193.97 kgf/mm) 0.00 N/mm (502.0 mm (0.56 in) 156.0–50.4 mm (0.97 in) Tidak 2.5 mm (7.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Panjang bebas per Panjang terpasang Tekanan per K1 Langkah per K1 Terdapat per tambahan Lengan ayun/Swingarm Gerak bebas lengan ayun ke samping (axial) Rantai penggerak Tipe/pabrikan Jumlah mata rantai Kekencangan rantai Panjang mata rantai15-mata (limit) 166.09 in) 428H/FSCM 120 20–40 mm (0.48 lb/in) (8.5 mm (6.79–1.62 in) 2-11 .

M. 5.0°/1400 r/min 3C100/MORIC 2JN/MORIC 6.0 W × 1 12 Volt. 10. 10. 5.0 W × 1 12 Volt. SHINDENGEN INDONESIA 14.) Engine control unit Model/pabrikan Coil pengapian/Ignition coil Model/pabrikan Loncatan bunga api minimum Tahanan Primary coil Tahanan Secondary coil Spark plug cap Material Tahanan AC magneto Model/pabrikan Standard output Tahanan Stator coil Rectifier/regulator Tipe Regulator Model/pabrikan Voltase Regulator (DC) Kapasitas Rectifier Voltase Withstand Battery Model Voltase.4 W × 2 12 Volt.672 Ω pada 20 °C (68 °F) Semi conductor-short circuit 3C1/PT.64 Ω pada 20 °C (68 °F) 8.T.0 A 200.5 Ah PT YUASA BATTERY INDONESIA 0.64–12.SPESIFIKASI KELISTRIKAN EAS20310 SPESIFIKASI KELISTRIKAN Voltase Voltase Sistim pengapian Sistim pengapian Tie penggerseran Saat pengapian/Ignition timing (Sblm. 3.0 V 160 W 5000 r/min 0.7 W × 1 2-12 .96 kΩ pada 20 °C (68 °F) Resin 3. 3.0 W × 2 12 Volt.1–14.0 V YTZ5S 12 Volt. 1. 35 W/35. watt × jumlah Lampu depan/Headlight Lampu posisi/Auxiliary light Lampu belakang / rem Lampu sein depan Lampu sein belakang Lampu Meter Lampu Meter (meter bahan bakar) 12 Volt Transistorized coil ignition (digital) Digital 5.0 mm (0.A.0 W/21.35 Amper Halogen bulb 12 Volt.16–2.448–0. kapasitas Pabrikan Amper pengisian 10 Jam Lampu depan/Headlight Tipe Bohlam Bohlam voltase.0 W × 2 12 Volt.24 in) 2.9 V 14.0 W × 1 12 Volt.75–6.25 kΩ F3C1/MORIC 14.

0 mm (0.69 in) 16.20 kW 0.0 Ω pada 20 °C (68 °F) 90.0–95.0385 Ω 7.00 Ω Plane 1 buah UBH-F21/MITSUBA 1.LTD 4.88 N (14.0 Ω 3C1/OMRON 2-13 .65 in) 1.80 Ω pada 20 °C 97–107 dB/2 m Condenser FZ222SD/DENSO Tidak 75.6 mm (0.CHAO LONG CO.0–100. 3.28 in) 3.14 in) 3.5 Amper 4.0 Ω pada 20 °C (68 °F) 3C1/OMRON 54.92–5.0 W × 1 14 V.0 W × 1 14 V. 3.6 mm (0.0 W × 1 Constant mesh 3C1/MORIC 0.30–4.0 W × 1 14 V.4 W 3C1/PT. 3.05 in) 5TP/OMRON 50. self-canceling Frequensi kedip Watt Sender bahan bakar/Fuel sender Model/pabrikan Tahanan Sender unit (penuh) Tahanan Sender unit (kosong) Starting circuit cut-off relay Model/pabrikan Tahanan Coil Relay kipas Model/pabrikan 14 V.0–66.17 oz) (400–600 gf) 17..11–21.0 A 54.0315–0. 3.0 kali/menit 10 W × 2+3.0 W × 1 14 V.0–10.50 mm (0.SPESIFIKASI KELISTRIKAN Lampu indikator Lampu indikator netral Lampu indikator belok Lampu indikator lampu jauh Lampu peringatan temperatur mesin Lampu peringatan mesin bermasalah/Engine trouble Sistim kelistrikan starter Tipe Sistem Motor Starter Model/pabrikan Power output Tahanan Armature coil Panjang sikat/Brush overall length Limit Tekanan per brush Diameter commutator Limit Kedalaman alur comutator Starter relay Model/pabrikan Amper Tahanan Coil Klakson/Horn Tipe Klakson/Horn Jumlah Model/pabrikan Amper Maximum Tahanan Coil Kemampuan/Performance Relay sinyal belok Tipe Relay Model/pabrikan Terdapat.35 mm (0.00–66. 3.

0 Amper 2-14 .0–66.0 Ω 20.SPESIFIKASI KELISTRIKAN Tahanan Coil Sekring/Fuse Sekring 54.

6 1.5 3.TORSI PENGENCANGAN EAS00029 SPESIFIKASI PENGENCANGAN SECARA UMUM Tabel dibawah ini menunjukkan pengencangan standart sesuai ulir standart ISO.5 13.0 ft·lb 4. secara bertahap hingga batas torsi yang ditentukan.0 5.5 8. A: Ukuran baut/mur B: Diameter luar ulir A (mur) B (baut) 10 mm 12 mm 14 mm 17 mm 19 mm 22 mm 6 mm 8 mm 10 mm 12 mm 14 mm 16 mm Torsi pengencangan secara umum Nm 6 15 30 55 85 130 m·kg 0. kencangkan dengan pola silang. Untuk komponen dan rakitan khusus dapat menggunakan ketentuanketentuan yang ada didalam buku petunjuk ini Untuk menghindari defleksi dari komponen yang dikencangkan dengan banyak baut.3 11 22 40 61 94 2-15 . Semua pengencangan dikencangkan dengan ulir kering (tanpa diberi oli) kondisi bersih dan dalam suhu ruang.

5.7 m·kg. 7.0 m·kg.2 ft·lb) 4 Nm (0. 7. 7.8 m·kg. 5. 7.7 m·kg. 7.2 ft·lb) 13 Nm (1.2 m·kg. 7.7 m·kg.0 m·kg.2 m·kg.0 m·kg.4 m·kg.0 m·kg.2 ft·lb) 7 Nm (0.1 ft·lb) 15 Nm (1.TORSI PENGENCANGAN EAS20340 TORSI PENGENCANGAN MESIN Bagian Baut Cylinder head Baut Cylinder head Busi/Spark plug Baut penutup cylinder head Baut unit Air cut-off valve Baut check oli Baut stud cylinder head (sisi pipa pembuangan) Baut penguras coolant Mur gear balancer driven Mur pengunci setelan klep Baut sprocket camshaft Baut camshaft retainer Baut Timing chain guide ukuran Jml ulir M8 M6 M10 M6 M6 M6 M8 M6 M10 M5 M8 M6 M6 4 2 1 5 2 1 2 1 1 4 1 2 1 Torsi pengencangan 22 Nm (2.0 m·kg. 5. 8.8 ft·lb) LT LT LT LT LT LT 2-16 . 5.1 ft·lb) 30 Nm (3.9 ft·lb) 32 Nm (3.5 m·kg.0 m·kg.7 m·kg. 7.0 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7.7 m·kg. 1. 5. 9.2 ft·lb) 10 Nm (1. 16 ft·lb) 10 Nm (1. 14 ft·lb) 8 Nm (0.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7.0 m·kg. 7.7 ft·lb) 2 Nm (0.0 m·kg.0 m·kg.4 ft·lb) 10 Nm (1. 7.0 m·kg.0 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1. 1.0 m·kg.0 m·kg.3 m·kg.2 ft·lb) 7 Nm (0. 7.2 m·kg.5 m·kg. 23 ft·lb) 10 Nm (1. 36 ft·lb) 7 Nm (0.1 ft·lb) 50 Nm (5. 5.2 ft·lb) 10 Nm (1. 11 ft·lb) 20 Nm (2. 11 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg.2 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) Baut unit pompa air Baut penutup rumah pompa air Baut as Impeller retainer Baut penutup Thermostat Baut unit Pompa oli Baut penguras mesin Baut penutup saringan oli Baut oli baffle plate Baut manifold pemasukan Baut Injector Baut clem joint Throttle body Baut clem join rumah saringan Baut rumah Air filter Baut Resonator Mur pengunci (throttle cable) Mur knalpot Baut knalpot Baut protektor pipa knalpot M6 M6 M6 M6 M5 M35 M6 M6 M6 M6 M4 M4 M6 M6 M6 M8 M8 M6 3 4 2 2 2 1 3 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 2 10 Nm (1. 2. 1215 (Three bond 1215®) Keterangan E E Baut timing chain tensioner M6 2 10 Nm (1.4 ft·lb) 10 Nm (1.2 m·kg.2 ft·lb) 12 Nm (1.1 ft·lb) 10 Nm (1. 7.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.2 ft·lb) Yamaha bond No. 22 ft·lb) 7 Nm (0. 7.0 m·kg.4 ft·lb) 2 Nm (0.1 ft·lb) 15 Nm (1.

43 ft·lb) 12 Nm (1.7 ft·lb) 10 Nm (1. 36 ft·lb) 28 Nm (2. 8.1 ft·lb) 12 Nm (1.0 m·kg.0 m·kg. 7. 10 ft·lb) 12 Nm (1. 5.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7.9 m·kg. 7.8 m·kg.0 m·kg.8 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg. 50 ft·lb) 9 Nm (0.7 ft·lb) 8 Nm (0.2 ft·lb) 10 Nm (1. 13 ft·lb) LT Keterangan LT Stake LT LT LT LT LT 2-17 .8 m·kg. 50 ft·lb) 20 Nm (2. 5.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7. 5.TORSI PENGENCANGAN Bagian Baut protector knalpot Baut Crankcase Baut penutup generator Baut penutup kopling Baut penutup sprocket Mur tuas Kickstarter Baut stoper tuas kickstarter Baut Starter clutch Baut guide ratchet gear Mur gear primary drive Baut per kopling Mur pengunci setelan kopling Mur clutch boss Mur pengunci setelan kopling Mur tuas kopling Baut holder tuas kopling Baut retainer drive sprocket Baut bearing retainer Baut Shift drum segment Baut stopper lever Baut stator coil Baut crankshaft position sensor Mur rotor generator Neutral switch Baut motor starter Sensor temperatur coolant ukuran Jml ulir M6 M6 M6 M6 M6 M12 M8 M6 M6 M12 M6 M6 M14 M8 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M12 M10 M6 M12 2 12 8 10 2 1 2 3 2 1 4 1 1 1 1 1 2 2 1 1 3 2 1 1 2 1 Torsi pengencangan 8 Nm (0. 5.0 m·kg.0 m·kg. 7.2 ft·lb) 50 Nm (5. 8.7 m·kg.4 m·kg.2 m·kg. 20 ft·lb) 14 Nm (1.5 ft·lb) 7 Nm (0. 7.8 m·kg.0 m·kg. 6. 8. 14 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.0 m·kg.2 m·kg. 7.1 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg.7 m·kg.8 m·kg.0 m·kg. 7. 5.0 m·kg. 7.0 m·kg.7 m·kg.2 ft·lb) 18 Nm (1.2 ft·lb) 70 Nm (7.7 ft·lb) 60 Nm (6.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.2 ft·lb) 7 Nm (0.8 ft·lb) 70 Nm (7.2 m·kg.1 ft·lb) 10 Nm (1.

6 5 7 8 4 9 3.11 2.7 5 9 8 9 4 2.10 Urutan pengencangan baut penutup rumah kopling: 6 1.13 11 10 2-18 .TORSI PENGENCANGAN Urutan pengencangan baut Cylinder head: 1 3 5 6 4 Urutan pengencangan baut penutup Generator : 2 1.12 3.

6 7 8 5 4 3.12 10 11 2-19 . crankcase kiri B. crankcase kanan 15 9 2.TORSI PENGENCANGAN Urutan pengencangan baut crankcase : A B 14 1.13 A.

9. LT Keterangan LS LS LS LS LS LS LS 2-20 .1 ft·lb) 21 Nm (2. 43 ft·lb) 23 Nm (2.5 m·kg. 17 ft·lb) 6 Nm (0.1 ft·lb) 7 Nm (0.1 ft·lb) 9 Nm (0. 6.1 ft·lb) 7 Nm (0. 5.7 m·kg.0 m·kg.1 ft·lb) 17 Nm (1.7 m·kg.9 m·kg. 7. 32 ft·lb) 44 Nm (4.7 m·kg. 35 ft·lb) 49 Nm (4. 35 ft·lb) 9 Nm (0.1 ft·lb) 44 Nm (4.TORSI PENGENCANGAN EAS20350 TORSI PENGENCANGAN RANGKA/CHASSIS Bagian Baut Ignition coil Mur dudukan mesin (depan) Mur dudukan mesin (belakang bagian bawah) Mur dudukan mesin (belakang bagian atas) Baut fender belakang Bracket kunci jok Baut Rectifier/regulator Mur atas unit shock absorber belakang Mur as roda belakang Mur Relay arm Mur bagian bawah connecting arm unit schock absorber belakang Mur bawah unit schock absorber belakang Mur as pivot lengan ayun Baut penutup rantai Baut union selang rem Baut caliper rem depan Mur as roda depan Baut disc brake depan Baut bleeding (caliper rem depan) Baut holder rem depan Baut fender depan Mur ring kemudi (torsi pengencangan awal) Mur ring kemudi (torsi pengencangan akhir) Baut steering stem Mur unit Meter Rumah lampu depan dan mur unit sein Baut bracket unit Meter Baut kunci kontak Baut pin bracket atas Baut pin bracket bawah Baut cap fork depan Ukuran Jml ulir M6 M10 M10 M10 M6 M6 M6 M10 M14 M10 M10 M10 M12 M6 M10 M10 M12 M8 M7 M6 M6 M25 M25 M10 M6 M8 M6 M6 M8 M10 M30 2 1 1 1 6 2 2 1 1 2 1 1 1 2 2 2 1 5 1 1 4 1 1 1 3 2 4 2 2 2 2 Torsi pengencangan 9 Nm (0.8 m·kg.7 m·kg. 19 ft·lb) 35 Nm (3.9 m·kg.0 m·kg. 5. 22 ft·lb) 23 Nm (2. 35 ft·lb) 13 Nm (1.4 ft·lb) 35 Nm (3.4 m·kg. 15 ft·lb) 30 Nm (3.3 m·kg.5 ft·lb) 48 Nm (4.4 m·kg.3 m·kg.5 ft·lb) 7 Nm (0.9 m·kg. 32 ft·lb) 44 Nm (4. 5. 50 ft·lb) 10 Nm (1. 32 ft·lb) 80 Nm (8.3 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg.6 m·kg.7 m·kg.1 m·kg. 35 ft·lb) 49 Nm (4.9 m·kg.0 m·kg. 25 ft·lb) 7 Nm (0.4 m·kg. 5.3 m·kg. 32 ft·lb) 70 Nm (7.5 ft·lb) 49 Nm (4. 6. 6. 5. 12 ft·lb) 7 Nm (0.6 m·kg.5 m·kg.9 m·kg. See NOTE.2 ft·lb) 26 Nm (2.4 m·kg. 17 ft·lb) See NOTE. 58 ft·lb) 44 Nm (4. 4.0 m·kg.7 m·kg. 25 ft·lb) 60 Nm (6.0 m·kg. 5.9 m·kg.

5. 7.3 ft·lb) 6 Nm (0.3 ft·lb) 19 Nm (1.4 ft·lb) dengan kunci torsi 2-21 . 5.2 ft·lb) 8 Nm (0.1 ft·lb) 7 Nm (0.9 m·kg.8m-kg 35 ft. 2.7 m·kg.dan baut panel belakang Baut Grab bar Baut reservoir collant Baut Radiator Baut kipas radiator Baut ujung Grip Baut holder master cylinder remdepan Baut holder tangkai memudi atas Baut tuas rem depan Mur tuas rem depan Mur plat sepatu rem.4 m·kg.3 m·kg.0 m·kg.7 m·kg. 5.7 m·kg. 19 ft·lb) 6 Nm (0.6 m·kg. 2. 22 ft·lb) 44 Nm (4. 7.6 m·kg.1 ft·lb) 26 Nm (2. 32 ft·lb) Keterangan LT 1. 13 ft·lb) 10 Nm (1. 9.7 m·kg.8 m·kg.9 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg. 5.2 ft·lb) 7 Nm (0. 7.1 ft·lb) 7 Nm (0.2 ft·lb) 4 Nm (0. 5.0 m·kg.7 m·kg.8 ft·lb) 7 Nm (0.1 ft·lb) 7 Nm (0. 7. Untuk mengencangkan mur steering. Dan selanjutnya kencangkan kembali mur ring bawah 13 Nm (1. 31 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.0 m·kg.6 m·kg. 19 ft·lb) 7 Nm (0. 17 ft·lb) 7 Nm (0. 5.TORSI PENGENCANGAN Bagian Baut Damper rod Baut bracket unit sein depan dan unit meter Baut Horn Baut tangki dan frame Baut bracket tangki dan rangka Tangki bensin dan baut bracket tangki bensin Baut retainer pompa bensin Baut penutup samping belakang Penutup samping belakang.7 m·kg.9 m·kg.1 ft·lb) 7 Nm (0.3 m·kg. 5.0 m·kg.0 m·kg. 5. 5. 13 ft·lb) 19 Nm (1. 7.lb) dengan kunci torsi dan selanjutnya kendorkan. 7.1 ft·lb) 26 Nm (2. dan batang torsi rem belakang Batang torsi rem belakang mur lengan ayun Baut camshaft tuas rem Baut panel depan Baut penutup samping Mur sprocket roda belakang Baut pedal rem Baut Footrest kanan dan plat heel kanan Baut pedal pemindah gigi Baut plat Heel Baut standart samping CATATAN: Ukuran Jml ulir M10 M6 M6 M6 M6 M6 M5 M6 M6 M8 M6 M6 M6 M6 M6 M8 M6 M6 M8 M8 M6 M6 M6 M8 M6 M10 M6 M8 M10 2 4 1 2 2 2 6 2 2 4 2 2 2 2 2 4 1 1 1 1 1 4 2 6 1 1 1 4 1 Torsi pengencangan 23 Nm (2.1 ft·lb) 10 Nm (1. 7.2 ft·lb) 45 Nm (4. 4.1 ft·lb) 43 Nm (4.0 m·kg.7 m·kg. 32 ft·lb) 10 Nm (1.7 m·kg.1 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1. 4.pertama-tama kencangkan mur ring bawah dengan torsi 48 Nm (4.2 ft·lb) 30 Nm (3.7 m·kg. 5.3 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.6 m·kg.5 m·kg.4 m·kg.

Camshaft lobes Decompression cam Valve stem seal Valve stem (pemasukan dan pembuangan) Ujung Valve stem (pemasukan dan pembuangan) As Rocker arm Rocker arm permukaan bagian dalam Pin tuas Decompression Seal oli (clutch cover) Oil pump driven gear Rotor pompa oli (masuk dan keluar) Ratchet gear dan kickstarter gear Permukaan dalam Kickstarter idle gear Kickstarter Permukaan dalam Starter clutch idle gear As Starter clutch idle gear Permukaan dalam Starter clutch gear inner dan thrust surface Starter clutch rollers Tuas Clutch lever Bagian dalam Primary driven gear Clutch push rod (panjang dan pendek) dan ball Mur Clutch boss dan lock washer contact surface Transmission gears (wheel dan pinion) dan collar Shift forks dan shift fork guide bar Shift drum Shift shaft LS Jenis pelumas LS E E E E E M E M M M E M M E E E M E E E E E E E E E E M E E E 2-22 .BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS EAS20360 BAGIAN YANG DILUMASI DAN TIPE PELUMAS EAS20370 MESIN/ENGINE Bagian yang dilumas Seal oli bagian dalam Bearings O-rings Baut cylinder head dan washers Connecting rod big end thrust surface Piston. dan permukaan dalam cylinder Bagian dalam balancer driven gear . Piston rings.

1215®) Yamaha bond No. 1215 (Three Bond No. 1215 (Three Bond No. 1215 (Three Bond No.BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS Bagian yang dilumas Crankshaft position sensor/gromet kabel unit stator Jenis pelumas Yamaha bond No.1215®) Permukaan sambungan Crankcase Baut rantai timing/Timing chain tensioner bolts 2-23 .1215®) Yamaha bond No.

Camshaft rem belakang Engsel pedal rem Engsel tuas rem Pin as engsel rem Bracket caliper rem bagian dalam.BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS EAS20380 RANGKA/CHASSIS Bagian yang dilumas Seal oli roda depan Permukaan luar as roda depan Permukan dalam Speedometer gear unit Seal oli hub roda belakang Permukan dalam hub roda belakang Permukaan luar as roda belakang Ulir Mur as roda belakang. Pijakan kaki pembonceng Engsel pedal pemindah gigi Mur dan Baut dudukan mesin Jenis pelumas LS LS LS LS LS LS LS S S S S S LS LS S LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS E 2-24 . Rumah kabel handel gas bagian dalam Ujung kabel kopling Permukaan dalam baut as tuas rem Bearing kemudi Seal debu steering/emudi Ulir Mur dan Baut (relay arm dan flame) Ulir Mur dan Baut (connecting rod dan relay arm) Ulir Mur dan Baut (rear shock absorber dan relay arm) Ulir Mur dan Baut (connecting rod dan swingarm) Permukaan dalam Bearing (relay arm dan swingarm) Seal Oli (relay arm dan swingarm) Collars (relay arm dan swingarm) As pivot dan ulir mur Permukaan luar as Pivot Permukaan luar bushing Swingarm Penutup debu Swingarm Engsel standart tengah Engsel standart samping Engsel pijakan kaki pembonceng.

JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN EAS20390 JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN EAS20400 JALUR ALIRAN OLI MESIN 4 2 3 1 5 6 2-25 .

Pompa Oli Elemen saringan oli Crankshaft Camshaft As Utama/Main axle As penggerak/Drive axle 2-26 . 4. 6.JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN 1. 2. 5. 3.

JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN EAS20410 DIAGRAM PELUMASAN 1 2 3 A 4 5 6 7 2-27 .

7. 2.JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN 1. Tuas penekan kopling/Clutch push lever Main axle Drive axle Crankshaft Saringan oli/Oil filter Unit pompa oli Saringan oli strainer Ke arah cylinder head 2-28 . 4. 6. 5. 3. A.

JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAM 1 2 3 4 2-29 .

2. 3. Camshaft Crankshaft As utama/Main axle As penggerakDrive axle 2-30 .JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN 1. 4.

DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN EAS20420 DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN 1 2 3 4 7 5 1 4 6 2-31 .

DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN 1. 2. 5. Reservoir air pendingin/Coolant reservoir Selang pemasukan Radiator/Radiator inlet hose Selang reservoir air pendingin/Coolant reservoir hose Radiator Pompa air/Water pump Selang pengeluaran Radiator/Radiator outlet hose Selang pernafasan Pompa air/Water pump breather hose 2-32 . 6. 3. 4. 7.

JALUR KABEL EAS20430 JALUR KABEL C 6 A 1 6 8 9 14 6 15 14 12 A 8 B 2 3 4 H B-B I 7 6 A 5 5 4 14 4 14 3 G 8 13 6 6 5 12 13 6 F 9 12 11 E 2 10 D B B 15 9 17 16 11 2-33 .

Masukkan kabel kopling kedalam guide. Kabel lampu depan/Headlight. Kabel klakson/Horn 2. Masukkan selang rem depan kedalam guide. Kable kopling 9. 16. Kabel switch saklar tangkai kemudi kiri 7. Kabel switch saklar tangkai kemudi kanan 6. F. Kabel Speedometer 11. Kabel lampu sein depan kanan 14. kabel switch rem depan. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel kunci kontak kabel switch lampu rem depan. Kabel switch kopling 8. H. B.dan kabel switch tangkai kemudi kanan. E. Kabel kunci kontak. kabel unit meter dan kabel switch tangkai kemudi kiri kedalam lubang yang terdapat pada rumah lampu depan. Kabel lampu sein depan kiri 10. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel unit meter kabel sein depan kiri. C. 2-34 . Kabel bodi/Wire harness 12. Kabel gas/Throttle cable 4. kabel kunci kontak. Kabel unit meter. Kabel switch lampu rem depan 5. 17. I. Masukkan kabel speedometer kedalam guide. dan kabel switch lampu rem depan dengan plastik pengikat. dan kabel switch tangkai kemudikiri.JALUR KABEL 1. Ikat kabel tangkai kemudi kiri dan kabel switch kopling dengan plastik pengikat. 15. Selang rem depan 3. D. Ikat kabel tangkai kemudi kanan. Kabel kunci kontak/Main switch 13. Masukkan kabel tangkai kemudi kanan. kedalam lubang bagian atas pada rumah lampu depan G. Kabel lampu senja/lampu posisi. Masukkan kabel bodi. kabel lampu switch rem depan. A. dan kabel tangkai kemudi kanan.

JALUR KABEL 12 C 10 11 5 4 A-A B-B C-C 11 10 12 B B A 7 8 9 1 2 3 4 5 6 6 A C C A B 2-35 .

Kabel Busi/Spark plug 9. Ikat selang rem depan pada grommet yang terdapat diantara bracket bawah. Kabel bodi/Wire harness 4. Ignition coil 8. Masukkan selang rem depan kedalam guide. C.JALUR KABEL 1. Selang rem depan A. Kabel sensor temperatur air pendingin/coolant 6. dan bracket lampu depan. B. Kabel switch lampu rem depan 12. Kabel gas/Throttle cable 7. Throttle body 2. 2-36 . Selang vacum Air induction system 10. Selang reservoir air pendingin 3. Selang pemasukan Radiator 5. Masukkan kabel bodi kedalam guide. Kabel saklar tangkai kemudi kanan 11.

JALUR KABEL 1 2 3 B A 5 4 2-37 .

Ikat kabel bodi/ wire harness. dan kabel switch lampu rem belakang pada rangka dengan plastic locking tie. Jangan sampai ujung plastik pengikat menyentuh benda lain. 2-38 . 2. 3. kabel motor starter. Jangan sampai ujung plastik pengikat menyentuh benda lain. ECU (engine control unit) Condenser Kabel bodi/Wire harness Kabel Starter motor Switch lampu rem belakang A. 5. Ikat kabel bodi/wire harness pada rangka dengan plastic locking tie. B.JALUR KABEL 1. 4.

JALUR KABEL 3 2 4 A-A A A 3 4 1 5 A 6 B B 7 B A 11 10 9 8 2-39 .

Kabel saklar tangkai kemudi kiri 4. Kabel kopling 6.JALUR KABEL 1. Guide kabel kopling B. Kabel speedometer A. Kabel Klakson/Horn 2. Kabel unit Throttle body sensor 11. 2-40 . Kabel gas/Throttle cable 5. Selang rem depan 3. Kabel crankshaft position sensor/stator coil 9. Ikat kabel gas dengan holder yang terdapat pada tutup radiator. Kabel bodi 7. Selang tangki reservoir 8. Kebel switch neutral 10.

JALUR KABEL 6 5 4 1 2 A 3 7 8 B E C F 10 9 A D A 2-41 .

Kabel lampu belakang/rem 7. 8. Kabel lampu sein kiri belakang. E. Jalur kabel negative battery berada didepan pin. Kabel switch Neutral 10. B. Ikat kabel crankshaft position sensor/stator coil. Masukan selang pernafasan coolant reservoir pada lubang yang terdapat pada penuntun kabel. dan kabel negative battery ke frame dengan plastic pengikat.JALUR KABEL 1. kabel neutral switch. Rectifier/regulator 5. Selang pernafasan tangki reservoir 9. Ikat kabel negative battery ke frame dengan plastik pengikat. Kabel Crankshaft position sensor/stator coil A. Kabel kunci tempat duduk 6. D. Kabel bodi/Wire harness 2. Kabel Negative battery 3. Battery 4. Tepatkan selang pernafasan coolant reservoir diantara bracket mesin di bagian bawah.57 in) 2-42 . Ujung plastik pengikat jangan dipotong. C. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. 40 mm (1. F.

JALUR KABEL I 1 A B A-A 16 1 15 2 3 14 4 C H 5 D 13 6 12 7 A 11 10 8 E A G 9 F 2-43 .

D. Kabel coolant temperature sensor 4. Kabel bodi/Wire harness 7. Kabel Fuel injector 9. Ikat selang coolant reservoir ke chassis dengan clamp plastik. E. Kabel unit Throttle body sensor 13. B. Ikat kabel bodi dengan memasukkan nok yang terdapat pada plastic ke lubang yang ada pada rangka/frame. Selang pernafasan Pompa air/Water pump 16. Kabel Ignition coil 14. Kabel motor kipas Radiator 3. H. Ikat kabel bodi dengan holder.20 in) dari ujung pengikat I. Selang pernafasan Coolant reservoir 11. Air intake duct 10. F. Ikat kabel bodi ke frame dengan plastic pengikat. 2-44 . Kabel Bus/Spark plug 15. G. Kabel gas/Throttle cable 5. Jalur kabel FID (fast idle solenoid) dan kabel fuel injector mengelilingi selang air intake duct.18 in). Selang vacuum Air induction system 6. Lebih dari 30 mm (1. C. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. dan potong kelebihan plastik dengan jarak 5 mm (0.JALUR KABEL 1. Pastikan posisi kabel gas berada disebelah kanan selang vacuum air induction system . Selang tangki reservoir 2. Kabel kopling A. Tepatkan kabel kipas radiator pada lubang yang terdapat pada penutup radiator. Kabel FID (fast idle solenoid) 12. Kabel pompa bahan bakar 8. Ikat kabel pompa bahan bakar ke bracket ignition coil dengan plastik pengikat.

JALUR KABEL B A 18 19 17 D 16 15 1 2 3 4 C 20 2 B 5 21 14 E B 6 A 7 13 5 F 12 4 8 C A 9 B-B 10 9 G H I J 11 11 10 C 2-45 .

dan tempatkan kabel box sekring diatas kabel starter motor dan kabel starter relay. Tutup kabel lampu belakang/rem dan kabel sinyal belok belakang dengan penutup connector. E. dan tepatkan connector pada posisi.JALUR KABEL 1. Tekan kabel starter motor dan kabel starter relay ke bawah diantara battery dan fender. Kabel kunci jok/Seat lock 14. Ke arah depan 2-46 . Condenser 5. Pasang box sekring. Lean angle sensor 4. dan ikat semua kabel pada Battery dengan band battery F. G. Kabel box sekring/Fuse box 21. Kabel lampu belakang/rem 11. Kabel starter motor 20. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada lubang yang terdapat pada penutup connector. Starting circuit cut-off relay 9. Relay motor kipas radiator 8. B. C. Kabel starter relay 19. D. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada lubang yang terdapat pada penutup connector. I. Box sekring/Fuse box 3. seperti pada gambar illustrasi. Pasang battery. H. Karet band pengikat Battery A. Kabel sinyal sein belakang kanan 10. J. Kabel sinyal Self-diagnosis 6. ECU (engine control unit) 7. Kabel sinyal sein belakang kiri 12. Jalur kabel sinyal self-diagnosis dibawah condensor dan mengelilingi bracket condensor. Pasang kabel negative battery pada kabel bodi. Kabel positive battery 2. Kabel negative battery 17. Tepatkan kabel lampu belakang/rem pada lubang yang terdapat pada penutup connector. Rectifier/regulator 15. Battery 18. Starter relay 16. Relay sinyal belok 13.

JALUR KABEL 2-47 .

.......................................................................3-24 MELUMASI ENGSEL TUAS REM ....................................................... 3-18 MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG............................................................. 3-21 MEMERIKSA BAN ...................................................................................................3-23 ...3-17 MENYETEL REM BELAKANG .. 3-24 MELUMASI ENGSEL STANDART SAMPING .....3-24 MELUMASI ENGSEL TUAS KOPLING............. 3-12 MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA ......................................................................... 3-18 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG.................................. 3-24 MELUMASI SUSPENSI BELAKANG ............................................................................................. 3-1 MESIN ........ 3-13 MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN/ EXHAUST SYSTEM....3-4 MENYETEL VOLUME GAS BUANG/ EXHAUST GAS VOLUME ...........................................3-24 MELUMASI PEDAL PEMINDAH GIGI..............................3-1 PENDAHULUAN ............................................3-20 MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/STEERING HEAD ....................3-24 3 ..................................................................................................................................................................................... 3-13 MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN CYLINDER HEAD..................................................................... 3-18 MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI ................................................................................................................................................................................................................................. 3-12 MEMERIKSA SELANG BAHAN BAKAR ............................... 3-18 MEMBUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM ................................. 3-3 MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN ......................3-22 MEMERIKSA RODA ................................ MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL ...........................................3-17 MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM......................................... 3-8 MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN..............3-19 MELUMASI RANTAI ......................................................................................................... 3-9 MENGGANTI OLI MESIN ..................................... 3-3 MENYETEL KELONGGARAN KLEP .................3-7 MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN/IGNITION TIMING...................................................................3-24 MELUMASI PEDAL REM ............................................................................................................................................................................. 3-17 MEMERIKSA KAMPAS REM DEPAN..........................................PERAWATAN BERKALA DAN PENYETELAN PERAWATAN BERKALA ................................................. 3-13 MEMERIKSA SISTIM PENDINGINAN................................................................................................................... 3-14 RANGKA/CHASSIS .........3-7 MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI...................................................... 3-14 MENGGANTI COOLANT..3-5 MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS .................... 3-6 MEMERIKSA BUSI ........................................................... 3-11 MEMBERSIHKAN ELEMENT SARINGAN UDARA.............................. 3-20 MEMERIKSA FORK DEPAN ....................................................................3-13 MEMERIKSA KETINGGIAN COOLANT ............3-1 PERAWATN BERKAL DAN JARAK WAKTU PELUMASAN .....................................................................3-10 MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING...3-17 MEMERIKSA SELANG REM DEPAN .... 3-24 MELUMASI ENGSEL STANDART TENGAH ...........................................

................... 3-25 MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN................................................................ 3-25 MEMERIKSA SEKRING.................................... 3-25 ......................................................................................................... 3-25 MENYETEL ARAH SINAR LAMPU DEPAN ...................... 3-25 MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY....................................SISTIM KELISTRIKAN ....

.

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIKSAAN 0.• Periksa cara kerja. √ Setiap 24000 km setiap 500 km dan setelah sepeda motor dicuci atau habis kehujanan √ √ √ √ √ 13 Rantai penggerak 14 * Bearing kemudi 15 * Sambungan rangka 16 Strandart samping. • Periksa cara kerja. connecting arm 20 Fuel injection • Periksa putaran langsam mesin. • Ganti. Standart tengah Setiap 24000 km √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 17 * Fork depan 18 * Unit Shock absorber Suspensi belakang. • Periksa kelancaran gerak dan kekendoran kemudi. • Periksa cara kerja. • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. • Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based.engsel sambungan • Lumasi dengan lithium-soap-based . re. • Bersihkan. maupun sepeda motor yang baru. 7 * Rem belakang • Periksa cara kerja. 19 * lay arm . BAGIAN PEKERJAAAN YANG DILAKUKAN • Periksa selang bensin dari keretakan. engsel.5 3 6 9 12 TAHUNAN √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 * Saluran bahan bakar 2 Busi/Spark plug 6 * Rem depan Jika kondisi harus diganti √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Jika kondisi harus diganti 8 * Selang rem 9 * Roda 10 * Ban 11 * Bearing roda 12 * Lengan ayun/Swingarm Setiap 4 tahun • Periksa kondisi bearing. • Ganti sepatu rem • Periksa dari kebocoran dan keretakan. • Periksa cara kerja. Baut pengikat dan sekrup. akan menjamin operasional. • Periksa kekendoran rantai dan kondisi rantai. • Ganti.PERAWATAN BERKALA EAS20450 PERAWATAN BERKALA EAS20460 PENDAHULUAN Bab ini berisi informasi penting yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan dan penyetelan Prosedur perawatan ini jika diikuti. dan biaya perawatan sepeda motor. terpasangdengan kencang. • • • • Periksa kedalaman alur ban Ganti jika diperlukan. • Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based. EAS3C11003 PERAWATAN BERKALA DAN JARAK WAKTU PELUMASAN NO. • Lumasi. • Setel kekencangan rantai dan lumasi dengan oli mesin. ketinggian minyak rem. Periksa tekanan angin ban. • Setel. Tambah angin jika diperlukan. • Periksa kelurusan dan keretakan. • Ganti. termasuk didalamnya biaya yang mengharuskan "over houl". dan setel gerak bebas pedal rem. • Pastikan Mur. • Ganti kampas rem . 3-1 . • Periksa kondisi • Bersihkan dan setel celah busi. 3 * Klep/Valves 4 5 Element saringan udara Kopling/clutch • Periksa kelonggaran klep • setel . • Periksa cara kerja dan gerak samping. Ini perlu dilakukan untuk mengurangi biaya operasional. • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. Mekanik harus menguasai seluruh bab ini. dan kebocoran. tindakan ini diberlakukan untuk sepeda motor yang sedang diservice. dan umur sepeda motor akan lebih panjang.

5 3 6 9 12 √ √ √ √ √ √ √ √ √ Setiap 3 tahun √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ NO. • Ganti YAMAHA GENUINE COOLANT. • Periksa gerak bebas • Setel gerak bebas handel gas. • ganti jika retak-retak dan bocor. • Periksa cara kerja • Setel lampu jauh 21 22 Oli mesin Elemen saringan Oli 23 * Sistim pendinginan 24 * 25 26 * Switch rem depan dan rem belakang Komponen yang bergerak dan kabel Alur rumah handel gas dan kabel 27 * Air induction system 28 29 * Knalpot dan pipa knalpot Saklar lampu dan saklar sinyal EAS3C11004 CATATAN: • Filter saringan udara harus sering dibersihkan dari jadwal yang ada. • Periksa ketinggian air pendingin dan kebocoran.PERAWATAN BERKALA PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIKSAAN TAHUNAN 0. reed valve. BAGIAN PEKERJAAN YANG DILAKUKAN • Ganti • Periksa ketinggian oli mesin dan kebocoran • Ganti. • Periksa cara kerja. • Ganti selang rem setiap empat tahun. dan jika perlu tambahkan minyak rem. • Periksa baut klem dari kekendoran. • Periksa air cut-off valve. • Setiap dua tahun. dan ganti minyak rem dengan yang baru. dan kebocoran selang. • Lumasi. ganti komponen bagian dalam dari master cylinder dan caliper. jika pemakaian di tempat yang berdebu • Perawatan Hydraulic rem. • Pemeriksaan harian. atau jika kondisi sudah mengharuskan ganti 3-2 . • Lumasi alur rumah handel gas dan kabel gas.

Kendorkan mur pengunci “1”. jika akan melakukan penyetelan klep. b. Ukur: • Kelonggaran klep Diluar spesifikasi → Setel. Buka: • Baut Cap Timing mark “1” • Baut Cap Crankshaft “2” b a c. Putar crankshaft ke arah kiri. Buka: • Panel depan • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM ” halaman 4-1. CATATAN: Kelonggaran/ celah klep (dingin) Masuk 0.0055 in) Buang 0. Lepas: • Air cut-off valve • Reed valve • Plat reed valve lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” pada halaman 7-9. Masukkan thickness gauge “2” diantara ujung batang klep dan ujung baut penyetel.24 mm (0.20–0. b. 2. 4. pada saat langkah kompresi. a. Periksa penepatan tanda timing pada lubang timing. Ukur celah klep dengan thickness gauge “1”. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Mengukur celah klep. posisi piston harus pada posisi Titik Mati Atas (TMA). Setel: • Celah/kelonggaran klep. • Penutup cylinder head • Gasket penutup cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. • Pada saat mengukur celah klep. Tepatkan tanda TMA “a” pada rotor generator dengan tanda penepat “b” yang terdapat pada penutup generator. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.0039–0. d. Lepaskan: • Cap Busi/Spark plug cap • Selang vacuum Air induction system • Selang sistim Air induction system (3-cabang ke air cut-off valve) lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” pada halaman 7-9. 3. 1 1 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. 1.0094 in) a.MESIN EAS20471 MESIN EAS20520 MENYETEL KELONGGARAN KLEP Ikuti petunjuk dibawah ini.0079–0. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3-3 .14 mm (0.10–0. atau pada temperatur ruang. harus dalam kondisi mesin dingin. diluar spesifikasi → setel. 6.

Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Hidupkan mesin untuk pemanasan beberapa saat. 3-4 .) 4. Pasang: • Baut cap crankshaft (dengan O-ring Baru ) • Baut Cap Timing mark (dengan O-ring Baru ) T.300–1. Periksa kembali celah klep e. a b 3 • Gasket penutup cylinder head Baru • Penutup cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. • Tempat duduk/jok • Panel depan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Buka: • Panel samping kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Pasang : 1 2 c. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 7. Pasang: • Selang air induction system (3-cabang joint ke air cut-off valve) • Selang vacum Air induction system lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. diluar spesifikasi → Setel Putaran langsam mesin 1. Jika celah klep berubah. saringan udara harus dalam kondisi bersih. hingga didapat kelonggaran klep yang sesuai.MESIN 8. 7.Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Pasang: • Digital tachometer (pada kabel busi) 5. 2. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau ke arah “b” hingga didapat kelonggaran yang sesuai spesifikasi. (Selang bensin jangan dicabut. dan tekanan kompresi dalam kondisi standart.1 ft·lb) MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN CATATAN: Untuk mendapatkan putaran langsam yang sempurna. R. Periksa: • Putaran langsam mesin. • Cap Busi/Spark plug cap 10. Angkat bagian depan tangki. 9.500 r/min 6. EAS20610 Kearah “a” Kelonggaran klep bertambah Kearah “b” Kelonggaran klep berkurang Tappet adjusting tool 90890-01311 Six piece tappet set YM-A5970 • Tahan baut penyetel. Setel: • Putaran langsam mesin d. 5. Mur pengunci/Locknut 7 Nm (0.7 m·kg. 1. agar setelan tidak ikut berputar dan kenencangkan mur pengunci sesuai spesifikasi. lakukan kembali langkah penyetelan klep. 3. • Plat reed valve • Reed valve • Air cut-off valve lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9.

7. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. “1”.Setel: • Gerak bebas handel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS” halaman 3-6. Cabut : • Connector Self-diagnosis signal “1” 4. 3. • Lampu “POWER” (Hijau) “3” akan menyala 8. Battery harus dalam kondisi terisi penuh. Lepaskan: • Digital tachometer 9. Gerak bebas handel gas 3. dan selanjutnya setel volume gas buang 1. 11. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. Putar pilot screw “1” kearah “a” atau “b”. Setelah dipilih mode penyetelan “CO”. ECA3C11023 MENYETEL VOLUME CO GAS BUANG NOTE: Pastikan kadar CO pada tingkat standard. Tekan tombol “MODE”.0 mm (0. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM FI diagnostic tool 90890-03182 1 a b 2 1 Kearah “a” Putaran langsam bertambah. Pasang: • Tanghki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Tekan tombol “UP” untuk memilih mode penyetelan CO “CO” atau mode diagnostic “DIAG".12–0. Hidupkan mesin. dan putar kunci konyak kerah “ON”.0–5.MESIN a. CATATAN: • Akan tampak tulisan “DIAG” pada layar LCD “2” pada alat FI diagnostic tool. Kearah “b” Putaran langsam berkurang.Pasang: • Panel sisi kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Pasang: • FI diagnostic tool “2” PERHATIAN: Untuk menghasilkan penyetelan yang sempurna. hingga didapat putaran langsam yang sesuai spesifikasi. 10. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.20 in) EAS20600 3 FI Diagnostic Tool 2 DIAG 1 6. dan selanjutnya tekan tombol "MODE" 9. Akan tampil tulisan “C1” pada layar LCD pada FI diagnostic tool. 3-5 . tekan tombol "MODE" 8. 2. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.

Putar mur penyetel “3” kearah “a” atau “b” hingga didapat gerak bebas handel gas yang sesuai dengan spesifikasi. • Untuk mengurangi kadar CO tekan tombol “DOWN”. Periksa: • Gerak bebas handel gas “a” Diluar spesifikasi → Setel. Setel: • Gerak bebas handel gas MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 10. • Untuk menambah kadar CO tekan tombol “UP”.Pasang : • Jok/Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Kearah “a” Gerak bebas handel gas bertambah.0–5.20 in) FI Diagnostic Tool 1400rpm C1 : -10 2.Lepaskan tombol “DOWN” dan “UP” jika setelan sudah dipilih. b.Setel kadar CO dengan menekan tombol “UP” dan “DOWN”. EAS20660 1 a b 2 CATATAN: MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS. Kearah “a” Gerak bebas handel gas bertambah. 3-6 . Kendorkan mur pengunci “2”. Kearah “b” Gerak bebas handel gas berkurang. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk menghasilkan setelan handel gas yang sempurna putaran langsam harus sudah disetel 1. lakukan penyetelan pada sisi tangkai kemudi. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Tangkai kemudi a. 12.Putar kunci kontak ke arah “OFF” 13. CATATAN: Jika spesifikasi gerak bebas sulit didapatkan pada penyetelan sisi throttle body. Geser karet penutup setelan “1” b. c. Kerah “b” Gerak bebas handel gas berkurang. CATATAN: Setelan sisi Throttle bodi a.MESIN Gerak bebas handel gas 3. Kendorkan mur pengunci “1” pada kabel akselerator.12–0. Putar mur penyetel “2” ke arah “a” atau “b” hingga didapat gerak bebas handel gas yang sesuai dengan spesifikasi. Kencangkan Mur pengunci Kondisi kadar CO dan putaran langsam mesin akan tampak pada layar LCD yang ada pada FI diagnostic tool. c. 11.Pasang: • Connector Self-diagnosis signal 15.0 mm (0.Lepaskan: • FI diagnostic tool 14.

bersihkan gasket dan permukaan dudukan busi dari kotoran. dengan udara bertekanan. b 1 a 3 2 Celah busi 0. 9. 1.7–0. Periksa: • Electrode “1” Rusak/Aus → Ganti busi • Insulator “2” Warna tidak normal → Ganti busi Warna normal. Periksa: • Tipe Busi/Spark plug Tidak sesuai → Ganti. agar kotoran tidak terjatuh kedalam cylinder melalui lubang busi.Pasang: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Lepaskan: • cap Busi/Spark plug cap 3. R.031 in) d. pastikan kabel yang berhubungan dengan pengapian. EAS20700 T. 9.3 m·kg. PERHATIAN: Sebelum melepas busi. Buka: • Baut cap Timing mark “1” 1 3-7 . Buka: • Busi/Spark plug ECA13330 CATATAN: Sebelum memasang busi. Pasang: • Cap Busi 10. dan gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri.4 ft·lb) MEMERIKSA BUSI/ SPARK PLUG 1. EWA12930 PERINGATAN Setelah menyetel gerak bebas handel gas. Kembalikan posisi karet penutup setelan. dalam kondisi terpasang sempurna dan tidak terdapat karat.8 mm (0. 2. Pabrikan/model NGK/CR8E Pabrikan/model DENSO/U24ESR-N 5. 4. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Bersihkan: • Busi/Spark plug (dengan pembersih busi atau sikat) MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN CATATAN: Untuk menghasilkan pemeriksaan saat pengapian yang sempurna. hidupkan mesin. putih ke abu-abuan 6. Pasang: • Busi/Spark plug Busi/Spark plug 13 Nm (1. Ukur : • Kerenggangan busi “a” (dengan thickness gauge) Diluar spesifikasi → Setel celah busi. dan putaran mesin tetap stabil LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20690 8.028–0.MESIN 7. bersihkan lubang dikitar busi. Kencangkan mur pengunci e. pastikan kabel gas tidak tertarik.

dengan tanda “b” yang terdapat pada rotor generator.300–1. 3. Pasang: • Baut cap Timing mark (dengan O-ring Baru ) EAS20710 MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI CATATAN: Jika tekanan kompresi tidak standart.) 8. tenaga mesin akan berkurang. (selang bensin jangan dilepaskan. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1.) 4. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Lepas: • Digital tachometer • Timing light 7. Buka: • Cap Busi 5. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 4. dan selanjutnya matikan mesin.MESIN 2. 3. Angkat tangki bensin bagian depan. 6. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Tanda tidak tepat → Periksa sistim pengapian. Pasangkan: • Timing light “1” • Digital tachometer Timing light 90890-03141 Inductive clamp timing light YU-03141 6. Putaran langsam mesin 1. 2. Periksa tanda penepatan “a” yang ada pada tutup generator. untuk menghindari kotoran masuk kedalam cylinder melalui lubang busi. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Ukur: • Kelonggaran klep diluar spesifikasi → Setel lihat bagian “MENYETEL KELONGGARAN KLEP” halaman 3-3. Angkat bagian depan tangki. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan. dan biarkan beberapa saat pada putaran langsam. 1 5. (Selang bensin jangan dicabut. Periksa: • Saat pengapian/Ignition timing a. 8. Pasang: • Compression gauge “1” Compression gauge 90890-03081 Engine compression tester YU-33223 a b CATATAN: Penyetelan saat pengapian tidak dapat dilakukan LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3-8 . Lepaskan: • Busi/Spark plug ECA3C11007 PERHATIAN: Sebelum melepas busi. 7. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.500 r/min b. pemakaian bensin boros. bersihkan lubang disekitar busi dengan udara bertekanan.

dan selanjutnya matikan mesin. Periksa: • Ketinggian oli mesin Batas ketinggian oli mesin harus berada diantara batas garis minimum “a” dan batas garis maksimum “b”. kepala klep dan kepala piston dimungkinkan ada endapan carbon. 12. Klep. d. 10. periksa cylinder head.4–5. Ukur: • Tekanan kompresi Diluar spesifikasi → lihat langkah (c) dan (d). Jika tekanan kompresi dibawah spesifikasi minimum. atau yang lebih tinggi. dan tidak bertambah lagi. ada endapan carbon → Bersihkan. c.4 ft·lb) 1 9. Standart tekanan kompresi (tergantung ketinggian air laut) 510 kPa (72. Jika tekanan kompresi lebih tinggi dari spesifikasi maksimum. putar mesin.MESIN • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Putar kunci kontak ke “ON”. Dengan handel gas terbuka penuh. 3-9 .Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 1 Lebih tinggi dibanding.5 psi) (4. Jika berada dibawah batas minimum → Tambahkan dengan oli yang disarankan.Pasang: • Busi/Spark plug Busi/Spark plug 13 Nm (1. masukkan sedikit oli kedalam lubang busi dan periksa kembali tekanan kompresi.5 psi) (5. 3. Hidupkan mesin untuk beberapa saat. EAS28920 MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN 1. hingga tekanan kompresi stabil.6–82. R.8 kgf/cm²) a. masukan dipstick ke lubang oli tanpa diputar.Pasang: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.1 kgf/cm²) Minimum–maximum 440–580 kPa (62.Buka: • Compression gauge 11. Tegakkan sepeda motor dengan sempurna. 9. T.ring piston aus atau kan jika tanpa oli patah → ganti/perbaiki Piston. biarkan mesin berhenti beberapa saat agar oli mengendap. Gasket cylinder head atau Sama dengan tanpa oli Piston dimungkinkan rusak → Perbaiki LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 1 b a Tipe Oli : Tingkatan oli yang disarankan SAE20W40 atau SAE20W50 API service tipe SG JASO standard MA.3 m·kg. CATATAN: • Sebelum memeriksa ketinggian oli. CATATAN: • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor dalam posisi rata 2.Pasang: • Cap busi/Spark plug cap 14. b. • Pada saat memeriksa dengan dipstick “1”. (dan lihat tabel dibawah) Tekanan kompresi (dengan oli dimasukkan ke dalam cylinder melalui lubang busi) Kondisi Diagnosa MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 13.

Buka dipstick/tutup lubang oli “1” dan elemen saringan oli bawah “2”. Kuras: • Oli mesin (keseluruhan dari dalam crankcase) 5. Tempatkan nampan dibawah mesin. CATATAN: Sebelum memeriksa ketinggian oli. biarkan mesin berhenti beberapa saat agar oli mengendap.Periksa kembali: • Mesin (dari kemungkinan ada kebocoran oli) 4. 4. Hidupkan mesin beberapa saat. tunggu beberapa saat. Hidupkan mesin beberapa saat. EAS20810 2 Baru 3 1 c.0 m·kg. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3-10 . dan matikan.06 US qt) (0.2 m·kg.84 Imp. R.qt) Tanpa membuka element filter oli : 0.95 L (1. Baut penutup element filter oli 10 Nm (1.22 US qt) (1. 3. Buka: • Dipstick (penutup lubang pemasukan oli) “1” • Baut penguras oli mesin “2” • O-ring “3” • Per/Spring “4” • Saringan oli bawah/Engine oil strainer “5” LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6.01 Imp. ikuti prosedur di bawah ini.15 L (1. 2. b. Pasang element filter dan penutup element filter. Pasang: • Saringan oli bawah/strainer • Per/Spring • O-ring Baru • Baut penguras mesin Baut penguras mesin 32 Nm (3. lalu matikan. 11.Hidupkan mesin beberapa saat.qt) 5 4 3 2 2 Dengan membuka element filter oli : 1. Periksa kembali ketinggian oli mesin.88 Imp. agar oli mengendap. dengan posisi tepat dibawah baut penguras oli. 5. Isi: • Oli ke Crankcase (dengan kapasitas dan spesifikasi oli yang disarankan) Kapasitas oli Kapasitas total 1. 7. Periksa: • Saringan oli mesin bawah/strainer Kotor→ bersihkan 7.qt) 9.00 US qt) (0. 1 8. Pasang: • Dipstick/penutup lubang pengisi oli 10. 23 ft·lb) T. untuk pemanasan dan selanjutnya matikan mesin. Pasang O-ring baru “3”.2 ft·lb) MENGGANTI OLI MESIN 1. T.00 L (1. a.MESIN ECA3C11024 PERHATIAN: Jangan sampai material lain masuk kedalam crankcase. R. tunggu beberapa saat. Jika saringan oli bawah juga akan dibersihkan.

Hidupkan mesin kembali. Kencangkan mur pengunci e.0 mm (0. setelah masalah ditemukan. Putar baut penyetel “2” ke arah “a” atau “b” hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang disarankan. Periksa: • Gerak bebas kabel kopling “a” Diluar spesifikasi → Setel. Setelan pada sisi mesin a.Periksa: • Tekanan aliran oli a.59 in) T.0–15. dan periksa kembali aliran oli e. Kendorkan mur pengunci “1”. Gerak bebas kabel kopling 10.7 m·kg. Baut pemeriksa aliran oli 7 Nm (0.1 ft·lb) 3 a b d. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau "b" hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang disarankan. dari kerusakan atau kebocoran. Kendorkan mur pengunci “2”. dan periksa adakah oli mengalir keluar dari lubang pemeriksa aliran oli. element filter oli. Kencangkan baut pemeriksa aliran oli. c. b. Buka secara perlahan baut pemeriksa oli “1”. 5. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2. matikan mesin dan periksa penyebabnya. Kearah “a” Gerak bebas kopling bertambah Kearah “b” Gerak bebas kopling berkurang MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 1 2 b. Periksa jalur aliran oli. d. pompa oli. dari penyetelan sisi tangkai kemudi. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20870 MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING 1. lihat bagian “POMPA OLI” halaman 5-49.MESIN 12. R. jika tidak ada oli yang keluar. lakukan penyetelan pada penyetel di bagian sisi mesin . Singkap karet penutup setelan “1” b.39–0. Setel : • Gerak bebas kabel kopling Setelan pada sisi tangkai kemudi a. Tutup kembali karet penutup setelan CATATAN: Jika gerak bebas kopling sulit di dapat. 13. Kearah “a” Gerak bebas kopling bertambah Kearah “b” Gerak bebas kopling berkurang 3-11 . Hidupkan mesin dalam kondisi langsam. c.Periksa: • Ketinggian oli mesin lihat bagian “MEMERIKSA OLI MESIN" halaman 3-9.

EAS3C11007 1 MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA 1. dan kerusakan mesin. 3-12 . Bersihkan: • Saringan udara “1” Semprot dengan udara bertekanan. semprot dari dalam keluar pada saringan udara. rumah saringan udara. bersihkan saringan udara.5 ft·lb) 4. hal ini akan mengakibatkan keausan komponen mesin bagian dalam. 2. 2. Pasang: • Saringan udara • Penutup rumah saringan udara (terdapat gaskets) ECA3C11025 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20921 MEMBERSIHKAN SARINGAN UDARA MESIN CATATAN : Yang terlihat pada gambar “1” adalah indikator kondisi saringan udara. a b 2 1 1 c.9 m·kg. Jika terdapat debu dan air. pada rumah saringan. Pasang : • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Kencangkan mur pengunci Mur pengunci 9 Nm (0. buka: • Penutup saringan udara “1” • Saringan udara T. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 1. dan panas mesin yang berlebihan / overheating. Dan dimungkinkan akan mempengaruhi kerja throttle body. R. 6. Periksa: • Saringan udara Rusak → Ganti. PERHATIAN: 1 Jangan menjalankan mesin tanpa saringan udara terpasang. Periksa: • Joint Throttle body “1” • Joint rumah saringan udara mesin “2” Retak/rusak → Ganti. 6. 5. dan mengakibatkan kemampuan mesin yang buruk. CATATAN: Pastikan saringan udara terpasang dengan sempurna. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. dan indikator debu. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKIBENSIN” halaman 7-1.MESIN 3. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.

1 MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN 1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 11 ft·lb) Baut knalpot 20 Nm (2. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Periksa : • Selang pernafasan cylinder head “1” retak/bocor → Ganti. R. EAS21030 1 3. 1 3 EAS21110 MEMERIKSA KETINGGIAN AIR PENDINGIN 1. EAS21050 4 4 2 MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN MESIN PADA CYLINDER HEAD 1. 2 1 3. 3. pada jalur yang benar. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Sambungan kendor → perbaiki.5 m·kg. 2. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. EAS21080 MEMERIKSA SALURAN BENSIN 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang rata CATATAN: • Sanggah sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor dalam kondisi rata 3-13 . Periksa: • Knalpot “1” Bocor/retak → Perbaiki/ganti • Gasket knalpot “2” ada kebocoran → ganti 2. 2.4 ft·lb) T. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 1. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Periksa: • Kekencangan baut pengikat knalpot • Mur knalpot “3” • Mur knalpot “4” Mur knalpot 15 Nm (1. Periksa: • Selang bensin “1” retak/bocor → Ganti Sambungan kendor → Perbaiki.0 m·kg.MESIN ECA14920 PERHATIAN: Pastikan jalur selang pernafasan mesin. Pasang : • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.

Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan dan selanjutnya matikan mesin. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. pastikan air penambahan dalam kondisi tidak mengandung garam. pergunakan air yang bersih. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Periksa : • Radiator “1” • Selang masuk Radiator “2” • Selang keluar Radiator “3” • Selang reservoir coolant “4” • Selang pernafasan Pompa air “5” retak/rusak → ganti lihat bagian “RADIATOR” halaman 6-1. atau coolant yang disarankan. 2. • Pergunakan hanya air destilasi. a b 4 2 5 1 3 1 3. MEMERIKSA SITIM PENDINGINAN 1. Jika penambahan dengan air. Periksa : • Ketinggian air pendingin/coolant Ketinggian air pendingin/ coolant harus berada diantara batas atas “a” dan batas minimum "b" Jika berada pada batas minimum → Tambah air/coolant hingga tanda batas atas CATATAN: untuk membuka tutup tangki reservoir “1”. Buka: • Panel depan • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 4. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. EAS21130 ECA13470 PERHATIAN: • Tambahkan air. buka penutup samping kiri. dan periksa kandungan coolant. • Rumah saringan udara lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 3-14 . jika tidak tersedia. • Tempat duduk/jok • Panel depan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. tunggu beberapa saat agar air mengendap. • Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 3. 2.MESIN EAS21120 2. Periksa: • Ketinggian air pendingin/Coolant CATATAN: MENGGANTI AIR PENDINGIN/ COOLANT 1. atau asam. Buka: • Tutup radiator “1” Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin.

untuk membuka tutup radiator.MESIN 3 2 1 EWA13030 PERINGATAN Air didalam radiator yang panas. 4. .1 ft·lb) 9. 3. 5.7 m·Kg. Kuras: • Air pendingin/Coolant (keseluruhan dari mesin dan radiator) 5. T. putar tutup radiator satu kali kekiri biarkan tekanan panas dari dalam radiator keluar setelah dirasakan tidak ada tekanan yang keluar. 5.1 ft·lb) 11.25 L (0. mempunyai tekanan yang tinggi. putar tutup radiator. untuk itu hati-hati dalam penanganannya. Lepaskan: • Selang reservoir coolant “1” 6. dan secara perlahan.qt) Penanganan air pendingin/coolant Coolant dapat merusak komponen-komponen lainnya.7 m·Kg. 3-15 . untuk itu jangan membuka tutup radiator jika radiator dalam kondisi panas.Pasang: • Baut penguras air pendingin/coolant (terdapat washer tembaga Baru ) Baut penguras air pendingin/coolant 7 Nm (0.22 Imp. Kuras : • Air pendingin/Coolant (dari reservoir coolant ) 8.70 Imp. sambil ditekan kedalam.84 US qt) (0.qt) Kapasitas reservoir (hingga batas atas) 0. dan mengakibatkan kecelakaan yang serius.79 L (0. tekanan air yang panas akan menyemprot keluar. dan segera bawa ke dokter. Pasang: • Reservoir coolant Baut reservoir coolant 7 Nm (0. sekali lagi kearah kiri. EWA13040 . Jika radiator telah dingin. Buka: • Baut penguras air pendingin/Coolant “1” (terdapat washer tembaga) 7. dan lepaskan tutup radiator.26 US qt) (0.Isi: • Air pendingin/coolant (dengan kapasitas dan tipe pendingin yang disarankan) Coolant yang disarankan : YAMAHA GENUINE COOLANT High-quality ethylene glycol antifreeze containing corrosion inhibitors untuk aluminum engines Perbandingan campuran 1:1 ( coolant : air ) Kapasitas Radiator (termasuk jalur selang) 0. Pasang: • Selang reservoir coolant 10. ikuti petunjuk berikut ini. Buka : • Reservoir coolant“2” • Tutup reservoir coolant “3” PERINGATAN • Jika coolant terpecik ke mata. Tempatkan kain lap diatas tutup radiator. cuci dengan air. R.

9Pergunakan hanya air destilasi.Hidupkan mesin beberapa saat. • Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. pergunakan air yang tidak mengandung asam atau garam. jika hal ini terpaksa dilakukan. dan selanjutnya matikan mesin. CATATAN: Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin. 9Jika cairan coolant menyentuh permukaan cat. jika air destilasi tidak tersedia.Pasang: • Rumah saringan udara lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.Isi: • Air pendingin/coolant reservoir (dengan air pendingin/ coolant hingga batas atas “a”) a 14. • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.Pasang: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. segera rendam dan cuci dengan air dan sabun 9 Jika coolant tertelan.Pasang: • Tutup reservoir coolant 15. segera bersihkan dan cuci dengan air. MESIN 18. untuk itu segera bawa kedokter.9 9 9Jika coolant menyiram pakaian. 3-16 . 9Jangan mencampur antara dua tipe coolant 12.Periksa: • Permukaan air pendingin/Coolant level lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN AIR PENDINGIN” halaman 3-13. cPERHATIAN 9Penambahan air dengan air biasa akan mempengaruhi kandungan antifreeze di dalam coolant. dapat mengakibatkan mual. 17. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. biarkan mesin berhenti sesaat agar air pendingin mengendap.Pasang: • Radiator cap 13. periksa segera kandungan antifreeze jika memungkinkan. 16.

dan pemampuan pengereman yang buruk. dan menimbulkan gelembung gelembung udara. MEMERIKSA KAMPAS REM Ikuti prosedur pemeriksaan kampas rem dibawah ini. CATATAN: PERHATIAN Setelah menyetel gerak bebas pedal rem.RANGKA/CHASSIS EAS21140 EAS21240 RANGKA/CHASSIS EAS21220 MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM 1. Setel: • Lampu rem belakang lihat bagian “MENYETEL LAMPU REM BELAKANG” halaman 3-18.79–1. dalam posisi lurus 2. Periksa: • Gerak bebas pedal rem “a” Diluar spesifikasi → Setel. dalam posisi tegak lurus. 3-17 . harus sama dengan minyak rem yang telah ada. Periksa: • Ketinggian minyak rem Jika berada di batas bawah “a” → Isi dengan minyak rem yang disarankan. pe makaian minyak rem yang kurang bagus.0 mm (0. jangan sampai kandungan air masuk ke reservoir. air akan memperendah titik didih. Putar mur penyetel “1” kearah “a” atau ke “b” hingga didapat spesifikasi standart. EAS21250 3.. • Penambahan minyak rem. untuk itu. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar CATATAN: MENYETEL REM BELAKANG 1. dan cat.0–30. ECA13540 a b 1 PERHATIAN: ECA3C11018 Minyak rem dapat mengakibatkan kerusakan komponen plastik. Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4 a a 2. Setel: • Gerak bebas pedal rem a.18 in) • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor. Kearah “a” Gerak bebas pedal rem bertambah Kearah “b” Gerak bebas pedal rem berkurang MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM EWA13090 PERINGATAN • Pergunakan minyak rem yang disarankan. akan mengakibatkan kerusakan seal karet. Gerak bebas pedal rem 20. • Pada saat penambahan minyak rem. segera bersihkan dengan kain lap. Percampuran dua minyak rem akan mengakibatkan reaksi kimia yang memperburuk pengereman. pastikan posisi tangki reservoir minyak rem. pastikan rem tidak mencengkeram tromol rem LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk menjamin ketinggian minyak rem yang benar.

Periksa: • Saat nyala lampu rem belakang Tidak tepat → Setel 2.RANGKA/CHASSIS 1. Periksa: • Selang rem “1” Retak/rusak/bocor → Ganti Switch lampu rem belakang bekerja berdasarkan pergerakan pedal rem. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21340 BUANG ANGIN/BLEEDING SISTEM HYDRAULIC REM EWA13100 PERINGATAN Lakukan tindakan bleeding hydraulic rem jika : • Setelah membongkar sistim hydraulic • Membuka atau mengganti selang rem. 4. 2. 2 1 1 EAS21330 MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG CATATAN: EAS21270 MEMERIKSA SELANG REM DEPAN 1. sebelum rem bekerja. pada saat menyetel mur penyetel “2” kearah “a” atau “b” hingga lampu rem menyala beberapa saat. Periksa: • Klem selang rem Kendor → kencangkan 3. Periksa: • Selang rem Ada kebocoran → ganti selang rem. Tarik tuas rem. EAS21310 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG 1. 1. Operasikan pedal rem belakang. Kearah “a” Lampu rem menyala lebih cepat Kearah “b” Lampu rem menyala lebih lambat MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 2. lihat bagaian “REM DEPAN” halaman 4-14. Tegakkan sepeda motor dan mainkan rem depan beberapa kali. Periksa : • Kampas rem depan Jika sampai batas keausan “1” menyentuh disc → Ganti kampas rem satu set lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. Switch lampu rem harus disetel dengan kondisi lampu rem menyala terlebih dahulu sebelum rem mulai mengerem. • Minyak rem terlalu rendah 3-18 . Periksa : • Indikator keausan sepatu rem “1” mendekati batas keausan “2” → ganti sepatu rem satu set. 2. Setel: • Saat mulai menyala lampu rem belakang a. Tahan bodi switch lampu rem “1” agar tidak ikut berputar. lihat bagian “REM BELAKANG” halaman 4-26.

4. 2 PERINGATAN 1 Sanggah sepeda motor dengan sempurna. Tarik secara penuh tuas rem. Pasang diaphragma reservoir master cylinder c. 2.6 m·kg. periksa kemampuan pengereman LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. Kencangkan baut bleeding. akan membebani mesin. Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah. 9 Pada saat melakukan bleeding / buang udara. agar gelembung udara mengalir keatas. akan berakibat udara masuk pada sistim rem. harus di lakukan pada titik terkencang dari posisi rantai. lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM” halaman 3-17.RANGAK/CHASSIS • Pengereman tidak maksimal 1. R. EWA13110 PERINGATAN Setelah melakukan tindakan bleeding. 9 Jika mengalami kesulitan. Buang udara/Bleed: • Sistim Hydraulic rem a. Buka: • Tutup master cylinder rem “1” g. dan udara keatas. Pasangkan plastik transparan pada ujung baut bleeding “2”.3 ft·lb) CATATAN 9 Hati-hati pada saat mengisi minyak rem pada reservoir jangan sampai tumpah. Jaga kekencangan rantai pada batas spesifikasi 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang datar EWA13120 T. dan suku cadang lainnya. Kendorkan baut bleeding CATATAN: 1 Kendorkan baut bleeding. CATATAN: d. dan angkat roda belakang dari tanah. e. untuk menghindari bahaya terbalik. biarkan beberapa saat agar minyak rem mengendap. Ulangi tahap (e) hingga (h) hingga gelembunggelembung udara keluar dari sistim pengereman melalui selang trasparan. Isi tangki reservoir rem hingga batas atas dengan minyak rem yang disarankan. Tarik secara perlahan. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM k. Pasang: • Tutup master cylinder rrem EAS21420 MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI CATATAN: Pemeriksaan kekencangan rantai. 3-19 . tuas rem beberapa kali. Kencangkan baut bleding sesuai spesifikasi Baut bleeding 6 Nm (0. ikat dan jangan dilepaskan. akan menimbulkan kecelakaan yang tidak diharapkan. ECA13550 cPERHATIAN Apabila kekencangan rantai terlalu kencang. f. b. karena posisi tuas rem dalam kondisi mengerem. j. Tempatkan ujung selang plastik yang lain pacawan penampung. dan mengharuskan anda melakukan prosedur total bleeding yang memakan waktu yang cukup lama. dan jika rantai terputus. dan tekanan dalam sistim rem akan keluar. Isi minyak rem pada reservoir hingga batas atas dengan minyak rem yang disarankan. pastikan minyak rem tersedia cukup pada reservoir jika hal ini tidak diperhatikan. h. dan lepaskan ikatan tuas rem. i. ikat tuas rem pada tangkai kemudi.

Jika rantai tidak dirawat dengan benar. Pasangkan cotter pin. Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai khusus tanpa O-ring. d. samakan posisi kedua plat penyetel. lumasi dengan oli mesin. T. CATATAN : Sanggah sepeda motor dengan penyangga. 58 ft·lb) g. e. dan goyanggoyangkan kedepan dan kebelakang Goyang/kendor → Setel bearing kemudi/ steering head.0 m·kg. Putar roda belakang dan cari titik terkencang dari posisi rantai. Mur as roda belakang 80 Nm (8. 2. b. satu dengan yang lainnya. 13 ft·lb) h. Kearah “a” Rantai bertambah kencang Kearah “b” Rantai bertambah kendor MELUMASI RANTAI PENGGERAK Rantai penggerak roda bekerja dengan banyak komponen part yang saling menunjang. R. dan keringkan dengan kain lap. Kendorkan mur as roda belakang “4” Putar plat penyetel kekencangan rantai “5” ke arah “a” atau “b” hingga didapat kekencangan rantai yang sesuai spesifikasi. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Kekencangan rantai 20–40 mm (0. Lepaskan cotter pin “2” Kendorkan mur batang torsi “3”. kanan dan kiri f. maka akan cepat mengalami keausan. T. Kencangkan mur batang torsi rem Mur batang torsi 19 Nm (1. 4.57 in) CATATAN: 5. EWA13130 PERINGATAN Selalu pergunakan cotter pin yang baru. sehingga perlu perawatan yang teratur. untuk menghindari bahaya terbalik. Kencangkan mur as roda 3-20 . c. pergunakan minyak tanah untuk membersihkan.9 m·kg.RANGKA/CHASSIS 2. 1 CATATAN : 2 Untuk menjamin kelurusan roda. Setel : • Kekencangan rantai a. EAS21510 MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/ STEERING HEAD 1. R. EAS21450 Lakukan pemeriksaan rantai pada posisi antara As sprocket depan dan As sprocket belakang. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN b a 5 4 3 Sanggah sepeda motor dengan sempurna.79–1. Periksa : • Kekencangan rantai “a” Diluar spesifikasi → setel. 3.. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Kendorkan mur penyetel rem belakang “1”. khususnya. khusus untuk rantai tanpa -O-ring. atau pelumas rantai. Setel : • Gerak bebas pedal rem belakang lihat bagian “MENYETEL REM TROMOL BELAKANG” halaman 3-17. pada daerah yang berdebu. hingga roda depan terangkat dari tanah. Periksa: • Kemudi/Steering head Pegang fork bagian bawah.

lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD” e. dengan cara membelokkan kemudi kekanan. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM d. Periksa: • Inner tube Baret/aus → Ganti T. 3-21 . dan kencangkan kembali yang kedua kalinya dengan kunci torsi dan steering nut wrench. 4. Pasang mur ring atas “2”. Buka: • Bracket atas lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD” halaman 4-43. Kencangkan mur ring bawah “4” dengan steering nut wrench “5”. jika terasa berat. g. Pasang washer karet “3”. Setel: • Kemudi/Steering head a. Buka lock washer “1”. lepaskan bracket kemudi bawah. 3. 2.RANGKA/CHASSIS c. EAS21530 Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 Mur ring bawah (torsi pengencangan awal) 48 Nm (4. CATATAN: Setel kunci torque menyudut kekanan dengan steering nut wrench. Kendorkan mur ring bawah “4” secara penuh. Pasang lock washer “1” CATATAN: Pastikan pengait lock washer “a” tepat masuk pada kedua alur mur atas dan bawah “b”. mur ring atas "2". 9. dan tepatkan alur ring kedua mur dengan steering nut wrench. R. dan tepatkan alur antar kedua ring nut. Pasang: • Bracket atas lihat bagian “KEMUDI/STEERING” halaman 4-43. 35 ft·lb) MEMERIKSA FORK DEPAN 1. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna.3 m·kg. h. b.8 m·kg. dan washer karet “3”. dan periksa bearing atas dan bearing bawah. jangan terlalu kencang Mur ring bawah (torsi pengencangan final) 13 Nm (1. R. jika perlu tahan ring mur bawah. untuk menghindari bahaya terbalik. EWA13140 PERINGATAN Pengencangan mur bawah. f.4 ft·lb) T. Pasangkan mur ring atas dengan tangan. Periksa kelancaran gerak kemudi. atau ke kiri.

Tegakkan sepeda motor. dan kecepatan sepeda motor. 1. Periksa: • Tekanan angin ban Diluar spesifikasi → tambah angin PERINGATAN Sangat berbahaya. Periksa: • Permukaan ban Retak/aus → Ganti ban EWA3C11010 PERINGATAN • Pemeriksaan angin ban. tarik tuas rem. ganti ban dengan yang baru.0 mm (0. sama dengan temperatur udara ban • Tekanan angin ban. Indikator keausan Batas keausan (depan) 1. dapat mengakibatkan kecelakaan. Periksa : • Cara kerja fork depan Tekan tangkai kemudi kebawah. dan gerakkan tangkai kemudi kebawah dan keatas 4.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. 1. Jika alur ban sudah dalam batas keausan. barang bawaan. pembonceng. dan keatas beberapa kali. • Pengoperasian melebihi beban maksimum. harus disesuaikan deberat beban dari penumpang. dan aksesoris EWA13190 EAS21660 MEMERIKSA BAN Ikuti prosedur dibawah ini. aksesoris. Pergerakan tidak lancar → Perbaiki lihat bagian “FORK DEPAN” halaman 4-35.00 kgf/cm²) Kondisi beban 90–205 kg (198–452 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.04 in) 3-22 .RANGKA/CHASSIS • Seal oli Ada kebocoran oli → Ganti 3.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. 2. Kedalaman alur 2. untuk melakukan pemeriksaan ban. barang bawaan.0 kg (452 lb) * total beban: pengendara. dan periksa kelancaran pergerakan tekanan balik suspensi. Tekanan angin ban (diukur dalam kondisi dingin) Kondisi beban 0–90 kg (0–198 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.04 in) Batas keausan (belakang) 1.0 mm (0. Dinding samping 3.00 kgf/cm²) BEBAN MAKSIMUM 205. sebaiknya dilakukan pada saat temperatur udara luar.00 kgf/cm²) Kecepatan tinggi Depan 175 kPa (25 psi) (1. berkendara dengan ban yang buruk. pengendara.

9 Jika menggunakan ban dalam. A B Ban belakang ukuran 90/90–17M/C 49P Pabrikan/model IRC/NR72 Pabrikan/model DUNLOP/D102A PERINGATAN 9 Ban baru biasanya mempunyai daya cengkeraman pada permukaan jalan yang kurang. pastikan ban dalam terpasang dengan sempurna. dalam pemakaian dibawah jarak 100 Km. pergunakan dalam kecepatan normal jangan menggunakan kecepatan tinggi. PERINGATAN Setelah dilakukan uji coba yang intensive oleh Yamaha Motor Co Ltd. untuk pemeriksaan roda. bawaan dari pabrik. dalam keadaan darurat. pastikan ban dalam telah terpasang dengan tepat pada alur pelek 9Tidak dibenarkan menambal ban dalam yang bocor. 9Selalu lakukan penggantian ban dalam dan ban luar satu set. tipe dan model ban depan dan belakang harus sama dengan model ban. untuk itu. Yamaha tidak memberikan jaminan "handling characteristic" jika memakai tipe dan bentuk ban yang berbeda dari yang disarankan Yamaha Ban depan Ukuran 2. Periksa: • Roda Aus/retak-retak → Ganti 3-23 . Ban depan B. 1. tapi segera ganti dengan ban yang baru jika kondisi telah memungkinkan untuk mengganti. kencangkan mur pengunci klep udara "1" 9 A.75–17 41P Pabrikan / model IRC/NR72 Pabrikan / model DUNLOP/D102FA EAS21670 MEMERIKSA RODA Ikuti prosedur dibawah ini. 9Sehabis mengganti ban dalam. bersamaan. maka untuk mengganti ban luar. 9Untuk menghindari ban dalam terjepit.RANGKA/CHASSIS PERINGATAN 9Jangan menggunakan ban tubless. ban belakang CATATAN: Pelek dengan ban dalam dengan ban dalam Pelek tanpa ban dalam EWA14090 dengan ban dalam / tidak Untuk ban yang dilengkapi tanda arah putaran “1”: • Pasang dengan posisi "tanda arah panah" mengarah ke arah putaran ban. hal ini bisa dilakukan. sangat berbahaya dapat mengakibatkan kecelakaan dan fatal bagi pengendara. • Tepatkan tanda marking “2” dengan posisi dudukan klep/pentil. atau setelah dibongkar. dengan pelek bukan tubless.

dan masukkan beberapa tetes oli kedalam lubang ujung pembungkus kabel. untuk melakukan pemeriksaan dan pelumasan kabel. dan komponen yang bergerak. untuk itu. 1. Periksa: • Kelancaran kerja kabel penggerak Tidak lancar → Lumasi Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based CATATAN: MELUMASI STANDART TENGAH Lumasi engsel standart tengah dan komponen metal yang bergesekan Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS21740 MELUMASI SHOCK ABSORBER BELAKANG Lumasi engsel shock absorber belakang dan komponen yang bergesekan Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based Arahkan kabel mengarah ke atas. akan mengakibatkan kerusakan kabel di bagian dalam. ganti kabel satu set dengan kabel bagian dalam. EAS21690 MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL Ikuti prosedur dibawah ini. lakukan tindakan balancing roda.RANGKA/CHASSIS EWA13260 PERINGATAN Jangan memperbaiki ban roda yang aus/ retak. Periksa: • Kabel bagian luar Rusak → ganti 2. Pelumas yang disarankan Gemuk Silicone EAS3C11040 MELUMASI PEDALPEMINDAH GIGI Lumasi engsel pedal pemindah gigi. EAS3C11041 Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based MELUMASI PEDAL REM Lumasi engsel pedal rem dan komponen metal yang bergesekan. 3-24 . EAS3C11038 MELUMASI TUAS KOPLING Lumasi engsel tuas kopling. Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS3C11039 MELUMASI TUAS REM Lumasi engsel tuas rem. EWA13270 PERINGATAN MELUMASI STANDART SAMPING Lumasi engsel standart samping dan komponen metal yang bergesekan Pelumas uyang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS21730 Kerusakan kabel bagian luar. Pelumas yang disarankan Gemuk Silicone EAS21720 CATATAN: Sehabis melakukan penggantian ban luar.

SISTIM KELISTRIKAN EAS21750 EWA13320 SISTIM KELISTRIKAN EAS21760 PERINGATAN MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” halaman 8-55. Sambung: • Coupler kabel lampu 8. Kearah “a” Arah sinar lampu keatas Kearah “b” Arah sinar lampu kebawah 2 3 4. 1 2. bersihkan dengan kain lap yang mengandung thinner. dalam kondisi panas jauhkan dari benda yang mudah terbakar. dan tangan anda. Pasang: • Lensa lampu depan EAS21800 MENYETEL POSISI ARAH SINAR LAMPU 1. jauhkan dari kandungan oli dan cairan lain. jika kaca bohlam tersentuh oleh cairan oli. Buka: • Penutup bohlam “3” 6. Buka: • Lensa lampu depan “1” Jangan menyentuh langsung kaca bohlam. EAS21780 MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN 1. Lepaskan: • Coupler lampu depan “2” 3. hal ini akan mengakibatkan umur dari bohlam akan menjadi pendek. biarkan lampu dalam kondisi dingin 5. Pasang: • Penutup bohlam 7. Lepaskan: • Bohlam lampu depan “4” b 4 1 a 3-25 . dan efek penyinaran akan menjadi buruk. PERHATIAN: MEMERIKSA SEKRING lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” halaman 8-55. EAS21770 Pada umumnya lampu depan. Pasang: • Bohlam lampu Baru Pasangkan bohlam lampu pengganti. pada holder lampu depan. Setel: • Arah sinar lampu (keatas) Gerakkan rumah lampu depan “1” kearah “a” atau “b”.

.............................................................................RANGKA/CHASSIS RANGKA UMUM ...........................4-6 MEMERIKSA GEAR UNIT SPEEDOMETER .................................................................................................................................................................................................. 4-27 MEMASANG PLAT SEPATU REM BELAKANG ..............4-23 MEMBONGKAR MASTER CYLINDER REM DEPAN ............................................4-32 MEMERIKSA TANGKAI KEMUDI ........................ 4-7 MEMASANG RODA DEPAN...................4-23 MEMASANG MASTER CYLINDER REM DEPAN....................................................................................... 4-23 MEMERIKSA MASTER CYLINDER REM DEPAN................................................................ 4-14 PENDAHULUAN................................................................................................................................................................................. 4-4 MELEPAS RODA DEPAN.................................................. 4-26 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG...........4-12 MEMERIKSA RODA BELAKANG.....................................4-13 REM DEPAN..................................................4-6 MEMASANG RODA DEPAN............4-7 MENYETEL KESEIMBANGAN/BALANCE RODA DEPAN ........................4-23 REM BELAKANG ........4-10 MELEPAS RODA BELAKANG (TROMOL).........................................................................................4-28 TANGKAI KEMUDI ..............................................................................................................................................................................4-21 MEMBONGKAR CALIPER REM DEPAN...................................4-12 MEMERIKSA HUB RODA BELAKANG..............................................4-30 MELEPAS TANGKAI KEMUDI ...4-20 MELEPAS CALIPER REM DEPAN.....................4-32 4 ....................................................................................................4-12 MEMASANG RODA BELAKANG (TROMOL) .................4-6 MEMERIKSA RODA DEPAN ..................................4-19 MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN .......... 4-3 RODA DEPAN..................... 4-27 MEMERIKSA KEAUSAN REM BELAKANG ....... 4-19 MEMERIKSA CAKRAM RODA DEPAN ........................................................................................................................................4-21 MEMERIKSA CALIPER REM DEPAN ..4-21 MERAKIT CALIPER R E M D E P A N ..........................................4-12 MEMERIKSA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG ...............4-22 MELEPAS MASTER CYLINDER R E M D E P A N .. 4-22 MEMASANG CALIPER REM DEPAN ................................................................................... 4-8 RODA BELAKANG........................................ 4-7 MEMASANG RODA DEPAN (CAKRAM) .................................................................................................................................. 4-1 MEMASANG RUMAH SARINGAN UDARA ..................................................................................... 4-32 MEMASANG TANGKAI KEMUDI ...........................................

.............4-53 RANTAI PENGGERAK................................................4-38 MEMERIKSA GARPU DEPAN .........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................4-48 MELEPAS UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG.......................................................4-49 MEMASANG UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG...............................................4-49 LENGAN AYUN/SWINGARM................................................................... 4-46 MEMASANG KEMUDI/STEERING HEAD .....................................4-39 MERAKIT GARPU DEPAN.......4-49 MEMERIKSA CONNECTING ARM DAN RELAY ARM.......................................................................................................................................................................................................................4-57 ............................. 4-43 MELEPAS BRACKET BAWAH............4-51 MELEPAS LENGAN AYUN/SWINGARM.................................................................................................................................GARPU DEPAN..................... 4-46 MEMERIKSA KEMUDI/ STEERING HEAD ..................... 4-53 MEMERIKSA LENGAN AYUN/ SWINGARM ...........................................4-35 MELEPAS GARPU DEPAN.....4-41 KEMUDI/STEERING HEAD.. 4-39 MEMASANG GARPU DEPAN ......................................4-46 UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG ...................................4-38 MEMBONGKAR GARPU DEPAN.............4-56 MEMASANG RANTAI ................................................................................................ 4-53 MEMASANG LENGAN AYUN/SWINGARM .... 4-55 MEMERIKSA RANTAI ....4-49 MEMASANG RELAY ARM..............4-49 MEMERIKSA UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG .........................................

.

7 m • kg. 5. R. 19 ft • Ib) T.7 m • kg. R. T.1 ft • Ib) R.7 m • kg.RANGKA UMUM EAS21830 RANGKA UMUM Membuka tempat duduk dan covers 7 Nm (0.6 m • kg.7 m • kg. 5. 4-1 . Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 R.1 ft • Ib) T. T. R.1 ft • Ib) T.1 ft • Ib) Nama komponen Panel depan kiri Panel depan kanan Tempat duduk/jok Pegangan pembonceng Panel belakang Penutup samping kiri Penutup samping kanan Penutup samping kiri Penutup samping kanan 8 Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 7 Nm (0. 3 5 9 26 Nm (2. 5. 4 7 7 Nm (0. Keterangan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas. 5.7 m • kg. 5. R. 6 2 1 7 Nm (0.1 ft • Ib) 7 Nm (0. T.

0 m • kg. 7. Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas T.2 m • kg.0 m • kg.4 ft • Ib) 10 Nm (1. 7. Keterangan 4-2 . R.2 ft • Ib) lihat "RANGKA UMUM" halaman 4-1 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 7-1. 1. 6 5 Nama komponen Tempat duduk/penutup samping dan kanan Tangki bensin 1 2 3 4 5 6 7 Rumah saringan udara Saringan udara Baut klem joint rumah saringan udaraAir Rumah saringan udara Selang pernafasan cylinder head Selang Air induction system (rumah saringan udara ke joint 3 cabang ) Silincer Air filter case 1 1 1 1 1 1 1 Jumlah 10 Nm (1. T.RANGKA UMUM Melepas rumah saringan udara 1 2 7 4 3 2 Nm (0. R.2 ft • Ib) T. Kendorkan. Nomor R.

RANGKA UMUM EAS3C11027 MEMASANG RUMAH SARINGAN UDARA 1. Pasanmg: • Klem joint rumah saringan udara CATATAN: Tepatkan "nok" “a” yang terdapat pada rumah saringan udara dengan slot “b” pada klem joint a b 4-3 .

3 m • kg. 17 ft • Ib) LS (5 6 7 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 Kabel speedometer Mur as roda depan As roda depan Roda depan Gear unit speedometer Collar Disc brake ( T. 43 ft • Ib) T. R. R.0 m • kg. 5 4 Komponen yang dilepas Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. 3 LT 1 2 LS 60 Nm (6.RODA DEPAN EAS21870 RODA DEPAN Melepas roda depan dan disc brake 23 Nm (2. kebalikan dari prosedur melepas 4-4 .

RODA DEPAN Melepas roda depan LS Baru 1 2 3 4 Nomor 1 2 3 4 Seal oli Bearing Spacer Bearing Komponen yang d iilepas Jumlah 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas. 4-5 .

02 in) c. Bersihkan bagian luar dari hub roda depan b.0 mm (0.5 mm (0.04 in) kebengkokan ke arah samping 0. Lepas: • Roda depan • Gear unit speedometer • Collar CATATAN: LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21920 MEMERIKSA RODA DEPAN 1. Buka seal oli “1” dengan obeng minus CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM untuk menjaga agar hub tidak rusak. Buka bearing roda “3” dengan bearing puller. Angkat: • Roda depan CATATAN: Sanggah sepeda motor dengan penyanggah hingga roda depan terangkat dari tanah. Ukur: • Kebengkokan ke arah atas “1” • Kebengkokan ke arah bawah “2” Kebengkokan diluar spesifikasi → Ganti kebengkokan ke arah atas 1. EAS21910 PERINGATAN Jangan membengkokkan as roda yang bengkok. MEMBONGKAR RODA DEPAN 1. 2. 3. Periksa: • Ban • Roda depan Rusak/Aus → Ganti lihat bagian “MEMERIKSA BAN” halaman 3-22 dan “MEMERIKSA RODA” halaman 3-23. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang datar EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna untuk menghindari bahaya terbalik 2. pada saat roda depan dilepas. 4-6 .RODA DEPAN EAS21890 MELEPAS RODA DEPAN 1. Periksa: • As roda Gelindingkan as roda pada meja datar bengkok → Ganti EWA13460 Jangan menarik tuas rem depan. 3. tempatkan kain"2" diantara obeng dan hub. Buka: • Seal oli • Bearing roda a.

Pada saat roda berhenti. • Pada saat menyetel keseimbangan/balance roda. penekanan hanya boleh pada outer race “3”. d. Lepaskan roda e. Lepas: • Pemberat/balancer yang ada 2.RODA DEPAN 4. Putar roda depan b. atau keduanya roda harus disetel keseimbangannya/ balance. disc brake harus terpasang. Putar roda 90° dari posisi tanda “X 1” seperti posisi pada gambar. beri tanda “X 2” pada bagian bawah roda. CATATAN: c. 1. dengan prosedur kebalikan dari melepas ECA3C11009 Baru MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERHATIAN: Penekanan pemasangan jangan sampai menekan inner race“1” atau ball “2”. beri tanda “X1” pada bagian bawah roda MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MERAKIT RODA DEPAN 1. Putar: • Roda depan secara perlahan CATATAN: Tempatkan roda depan pada. Periksa: • Unit gear speedometer Bengkok/rusak/aus → Ganti EAS21960 a. • Seal oli Aus/bocor → Ganti LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21970 MENYETEL KESEIMBANGAN RODA DEPAN/ BALANCE CATATAN: • Setelah mengganti ban. Pasang bearing baru dan seal oli. 4-7 . Pasang: • Bearing roda • Seal oli Baru a. alat balancer EAS21940 MEMERIKSA UNIT GEAR SPEEDOMETER 1. roda. Pergunakan socket “4” untuk menekan bagian luar/outer race dari bearing dan seal oli. Pada saat roda berhenti. Periksa: • Bearing roda Bearing roda longgar atau macet → Ganti bearing roda.

17 ft·lb) LOCTITE® CATATAN: Kencangkan baut piringan rem.3 m·kg. Ulangi langkah (b) dan (c) hingga roda betulbetul seimbang/ balance. d. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM f. R. Pasang: • Roda depan 4. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21990 3. dan pastikan titik berat jatuh merata disemua bagian. berikan pemberat yang berlawanan dari tanda LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL b. dengan pola silang. Pasang: • Disc rem depan Baut disc rem depan 23 Nm (2. CATATAN: Mulai dengan pemberat yang ringan b. Lumasi: • As roda/Wheel axle • Lidah seal oli • Gear unit speedometer Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 4. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2. 3. Pasang balancer pemberat “1” pada arah yang berlawanan dengan tanda “X”. ulangi langkah balancer kembali. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG RODA DEPAN (DISC) 1. Putar roda 90° pada alat balancer seperti pada gambar.RODA DEPAN a. T. Periksa: • Piringan rem depan lihat bagian “MEMERIKSA PIRINGAN REM DEPAN” halaman 4-19. pasang kembali pemberat. Jika titik berat tidak merata. Jika keseimbangan masih belum merata. Putar roda depan beberapa kali. Setel: • Keseimbangan roda depan a. Jika roda hanya berhenti pada titik tertentu. Periksa: • Keseimbagngan roda depan 4-8 . c. ulangi langkah (c) hingga (e) beberapa kali hingga roda dapat berhenti di berbagai titik secara merata g.

R. 4-9 . Pasang: • Roda depan CATATAN: Pastikan slot “a” pada gear unit speedometer masuk kedalam alur “b” pada outer tube.RODA D EPAN CATATAN: EWA3C11009 Pasang roda dengan tanda arah panah “1” kearah putaran roda. 6. tekan tangkai kemudi kebawah beberapa kali. Kencangkan: • As roda As roda 60 Nm (6. dan periksa apakah shock absorber dapat menekan kembali (rebound) dengan sempurna. 43 ft·lb) T. a b 7. 5. PERINGATAN Pastikan jalur selang rem pada posisi yang benar ECA14140 PERHATIAN: Sebelum mengencangkan mur as roda. Pasang: • Gear unit speedometer CATATAN: Pastikan "nok" pada gear unit speedometer masuk pada alur yang terdapat pada hub roda.0 m·kg.

T R. Komponen yang dilepas Mur penyetel pedal rem belakang Batang rem Per Pin Batang torsi rem Mur as roda belakang As roda belakang Plat penyetel rantai Collar Collar Roda belakang Sepatu rem Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. 58 ft • Ib) 9 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 .0 m • kg. 13 ft • Ib) LS T. R. 9 12 4 1 11 6 LS 8 10 Baru 2 5 3 8 7 10 19 Nm (1.RODA BELAKANG EAS22020 RODA BELAKANG melepas roda belakang dan sepatu rem 80 Nm (8. kebalikan dari prosedur melepas 4-10 .9 m • kg.

RODA BELAKANG Membongkar roda belakang 10 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas 4-11 .3 m • kg.0 m • kg. 7. R. 31 ft • Ib) T. LS S 7 8 7 43 Nm (4. 6 5 6 2 (6) 3 Baru 4 LS 1 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 Komponen yang dilepas Sprocket roda belakang Collar Seal oli Bearing Hub roda belakang Damper hub roda belakang Bearing Spacer Jumlah 1 1 1 1 1 4 2 1 Keterangan Untuk pemasangan. R.2 ft • Ib) S T.

Mur sprocket roda belakang 43 Nm (4. untuk melepas pin dari batang rem. Kondisi bagus 1. khususnya pada permukaan singgung dengan sprocket. EAS22090 b.3 m·kg. Ganti: • Sprocket roda belakang a. Unjung gear bengkok → Ganti rantai. Pasang sprocket roda yang baru. 4-12 . c. Buka: • Mur penyetel rem belakang “1” • Batang rem “2” • Per/Spring “3” • Pin “4” CATATAN: MEMERIKSA HUB RODA BELAKANG 1. 2. Sprocket roda belakang MEMERIKSA RODA BELAKANG 1. dan sprocket belakang satu set. 31 ft·lb) MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM CATATAN: • Pasang sprocket roda belakang. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang rata EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. 2 1 4 3.RODA BELAKANG EAS22060 MELEPAS RODA BELAKANG (TROMOL) 1. sprocket depan. Periksa: • Sprocket roda belakang Keausan lebih dari 1/4 gigi “a” → Ganti rantai. dan sprocket belakang satu set. R. periksa: • Hub roda belakang retak/aus → Ganti • Damper hub roda belakang Pecah/mengecil → Ganti EAS22120 Tekan kebawah pedal rem. Periksa: • As roda • Roda belakang • Bearing roda • Seal oli lihat bagian “MEMERIKSA RODA DEPAN” halaman 4-6. untuk menghindari bahaya terbalik CATATAN: 3. Lepas: • rem belakang CATATAN: 3 Tekan roda belakang ke depan. 2. b. Bersihkan hub roda belakang. Periksa: • Ban • Roda belakang Risak/Aus/Retak → Ganti lihat bagian “MEMERIKSA BAN” halaman 3-22 dan “MEMERIKSA RODA” halaman 3-23. T. Lepas baut pengunci pada sprocket roda belakang. dengan tulisan pada sprocket menghadap ke luar. MEMERIKA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG 1. sprocket depan. Roller rantai 2. Ukur : • Keolengan roda kearah atas • Keolengan roda ke arah samping lihat bagian “MEMERIKSA RODA DEPAN” halaman 4-6. EAS22110 Tempatkan sepeda motor pada tempat yang datar dan angkat roda belakang 2. dan lepaskan rantai dari gear sprocket.

RODA BELAKANG • Kencangkan mur pengunci pada tempatnya dengan pola silang. Lumasi : • As roda • Bearing roda Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 4.18 in) T. Kencangkan: • Mur roda belakang Mur roda belakang 80 Nm (8. Lumasi: • Seal oli Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 2. Setel: • kekencangan rantai lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19.0–30. Kekencangan rantai 20–40 mm (0. 4-13 .79–1.0 m·kg. Setel : • Gerak bebas pedal rem lihat bagian “MENYETEL REM TROMOL RODA BELAKANG” halaman 3-17. Pasang : • Sprocket roda belakang lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG” halaman 4-12 3.0 mm (0. R.57 in) 5. 58 ft·lb) 6. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS22180 MEMASANG RODA BELAKANG (TROMOL) 1.79–1. Gerak bebas pedal rem 20.

REM DEPAN
EAS22210

REM DEPAN
Melepas kampas rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

T.

R.

1 2

3 2
T.

Nomor

1 2 3 4 5 6 7

R.

5 4

7

6
Komponen yang dilepas Jumlah

35 Nm (3,5 m • kg, 25 ft • Ib)

Ikuti prosedur dibawah ini, untuk melepas caliper rem depan. Holder selang rem Baut caliper rem depan Caliper rem depan Clip kampas rem Pin kampas rem Kampas rem depan Per kampas rem 1 2 1 2 1 2 1 Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas

T.

R.

Keterangan

4-14

REM DEPAN
Melepas master cylinder rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

.
R.

2 1 11

3 5
6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

4

T.

R.

S

10 Baru 8 7 9

12 6

6 Nm (0,6 m • kg, 4.3 ft • Ib)

T.

R.

26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)

Nomor

.
R.

Komponen yang dilepas Minyak rem

Jumlah

Keterangan Kuras minyak rem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Kaca spion Tutup reservoir master cylinder rem Holder diaphragma reservoir master cylinder Plat diaphragma reservoir master cylinder Plate Swirch lampu rem depan Baut union selang rem Washer tembaga Selang rem Tuas rem Holder master cylinder rem depan Master cylinder rem depan

1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Untruk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-15

REM DEPAN
Membongkar master cylinder rem depan

5

4 Baru

3 2 Baru 1

Nomor 1 2 3 4 5

Komponen yang dilepas Pelindung debu/Dust boot Circlip Washer Kit master cylinder rem Bodi master cylinder rem

Jumlah 1 1 1 1 1

Keterangan

Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-16

REM DEPAN
Melepas caliper rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)
T.

T.

R.

5 1 4

2 Baru 3 6

5

Nomor

T.

1 2 3 4 5 6

R.

35 Nm (3,5 m • kg, 25 ft • Ib)

Komponen yang dilepas

Minyak rem Holder selang rem Baut union selang rem Washer tembaga Selang rem depan Baut caliper rem depan Caliper rem depan 1 1 2 1 2 1

R.

Jumlah

Keterangan Ikuti prosedur dibawah ini untuk melepas caliper rem depan Kurasrem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.

Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas.

4-17

REM DEPAN
Membongkar caliper rem depan

7 1 1 6

6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

T.

R.

2

8

9 Baru 4
S

10 Baru

8
BF

S

9 Baru 10 Baru

S

5 3
Nomor komponen yang dilepas Jumlah keterangan Ikuti prosedur dibawah ini untuk membongkar caliper rem depan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Clip kampas rem Pin kampas rem Kampas rem Per kampas rem Bracket caliper rem Bodi caliper rem Baut bleeding/buang angin Piston caliper rem Seal piston caliper rem Seal debu caliper rem 2 1 2 1 1 1 1 2 2 2 Untuk merakit, kebalikan dari prosedur memebongkar

4-18

REM DEPAN
EAS22220

PENDAHULUAN
EWA 14100

PERINGATAN

Komponen bagian dalam disc brake, jarang sekali dilakukan pembongkaran Tetapi harus selalu dilakukan pemeriksaan dan perawatan : 9Jangan melakukan pembongkaran, jika tidak diperlukan. 9Jika ada bagian dalam sistim disc brake yang harus dilepas, kuras minyak rem, bersihkan bagian dalam dan isi minyak rem, pada batas yang telah ditentukan, setelah itu, lakukan bleeding/buang udara. 9Jangan menggunakan cairan pembersih, untuk membersihkan komponen dalam. 9Untuk pencucian komponen bagian dalam pergunakan minyak rem. 9Minyak rem dapat merusak plastik dan permukaan cat, untuk itu segera bersihkan jika minyak rem menyentuh plastik dan cat. 9Hindari mata anda dari percikan minyak rem, ini akan mengakibatkan luka yang serius TINDAKAN PERTAMA JIKA MATA ANDA TERKENA PERCIKAN MINYAK REM 9Rendam dengan air selama 15 menit dan, segera bawa kedokter untuk pengobatan
EAS22230

a. Tegakkan sepeda motor dengan penyanggah di bawah hingga roda depan terangkat b. Sebelum memerika keolengan piringan rem gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri untuk memastikan gerak bebas roda c. Lepas caliper rem. d. Pasangkan dial gauge pada sisi permukaan piringan rem. e. Posisi titik pengukuran pada 5 mm (0.20 in) dari garis luar piringan. 4. Ukur: • Ketebalan piringan rem Ukur ketebalan piringan dengan berbagai lokasi pengukuran. diluar spesifikasi → Ganti

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

Ketebalan piringan rem 3,5 mm (0,14 in) 5. Setel : • Kebengkokan piringan rem a. Buka baut pengikat piringan b. Geser piringan rem, dengan satu lubang c. Pasang piringan rem Baut piringan rem depan 23 Nm (2,3 m·kg, 17 ft·lb) LOCTITE®
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA DISC REM DEPAN 1. Lepas: • Roda depan lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-4. 2. Periksa: • Piringan rem Aus/oleng → Ganti 3. Ukur: • Kebengkokan piringan rem diluar spesifikasi → perbaiki /ganti

CATATAN:

Kencangkan baut pengikat piringan rem dengan pola silang.

T.

R.

Kebengkokan piringan rem 0,15 mm (0,0059 in)

4-19

REM DEPAN
2. Pasang: • Kampas rem • Per kampas rem
CATATAN:

Menggantianti kampas rem baru harus diikuti dengan mengganti per kampas rem satu set. a. Pasangkan plastik transparan “1” pada ujung baut bleeding “2”. dan tempatkan ujung selang yang lain pada penampung.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

d. Ukur kebengkokan piringan rem. e. Jika masih diluar batas spesifikasi, ulangi lagi proses semula hingga didapat keolengan piringan rem sesuai spesifikasi. f. Jika tetap tidak bisa sesuai dengan spesifikasi ganti piringan rem.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

6. Pasang: • Roda depan lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-4.
EAS22260

MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN
CATATAN :

b. Kendorkan baut bleeding, dan tekan piston caliper pada rem caliper dengan jari. c. Kencangkan baut bleeding baut bleeding 6 Nm (0,6 m·kg, 4,3 ft·lb)

Pada saat mengganti kampas rem, tidak perlu membuka selang rem atau membongkar caliper rem.
T.

R.

1. Ukur: • Keausan kampas rem “a” diluar spesifikasi → Ganti kampas rem satu set. Ketebalan kampas rem (dalam) 5,3 mm (0,21 in) Limit 0,8 mm (0,03 in) Ketebalan kampas rem (luar) 5,3 mm (0,21 in) Limit 0,8 mm (0,03 in)

d. Pasang kampas rem baru dan per kampas rem yang baru satu set.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

3. Periksa: • Ketinggian minyak rem dibawah tanda batas minimum “a” → Isi dengan minyak rem hingga batas maksimum. lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM” halaman 3-17.

a

a

4. Periksa: • Cara kerja tuas rem Ngempos, tidak pakem → Bleeding udara pada sistim rem hydraulic. lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING REM HYDRAULIC” halaman 3-18.

4-20

REM DEPAN
EAS22290

MELEPAS CALIPER REM DEPAN
CATATAN:

b. Buka seal piston caliper dan seal debu.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS22380

Sebelum membongkar caliper rem, kuras minyak rem dari sistim hydraulic rem 1. Buka: • Baut union selang rem. • Washer tembaga • Selang rem
CATATAN:

MEMERIKSA CALIPER REM DEPAN Jadwal anjuran penggantian komponen rem hydraulic Kampas rem Seal piston Seal debu Selang rem Minyak rem Jika sudah aus Setiap dua tahun Setiap dua tahun Setiap empat tahun Setiap dua tahun, dan setiap membongkar sistim pengereman

Masukkan ujung selang rem, kedalam penampung dan pompa minyak rem, dengan hati-hati.
EAS22320

MEMEBONGKAR CALIPER REM 1. buka: • Piston caliper rem “1” • Seal piston caliper rem “2” • Seal debu caliper rem “3”

1. Periksa: • Piston caliper rem “1” Karat/baret/aus → Ganti piston caliper rem • Caliper cylinder rem “2” Baret/aus → Ganti unit caliper rem. • Bodi caliper rem “3” retrak/rusak → Ganti unit caliper rem

1 2 3 1 2
a. Tiup dengan udara bertekanan pada lubang nepel selang “a” untuk mengeluarkan piston dari caliper rem.
EWA13550

• Jalur aliran minyak rem (Bodi caliper rem) Tersumbat → Tiup dengan udara bertekanan

EWA3C11012

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

PERINGATAN

Setiap membongkar caliper rem, ganti seal piston dan seal debu.

PERINGATAN

3

• Bungkus caliper piston dengan kain lap. untuk menghindari piston melejit keluar, tiup dengan udara bertekanan dari lubang nepel. • Jangan coba melihat jalannya piston keluar.

2

2

1
2. Periksa: • Bracket caliper rem. Retak/rusak → Ganti

a

4-21

REM DEPAN
EAS22400

ASSEMBLING THE FRONT BRAKE CALIPER
WARNING

9Sebelum merakit, pastikan komponen bagian dalam telah dibersihkan dan dilumasi dengan minyak rem yang baru. 9Jangan menggunakan cairan pembersih untuk membersihkan komponen bagian dalam, hal ini akan merusak seal dan merubah bentuk. 9Jika membongkar caliper rem, ganti seal piston, seal debu, caliper rem dengan yang baru.

3. Pasang : • Per kampas rem • Kampas rem • Caliper rem • Holder selang rem Baut caliper rem 35 Nm (3,5 m·kg, 25 ft·lb) Holder selang rem 7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb)

Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4
EAS22420

lihat bagian “MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN” halaman 4-20. 4. Isi: • Reservoir master cylinder rem (dengan kapasitas dan tipe yang disarankan) Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4
PERINGATAN

T.

R.

MEMASANG CALIPER REM DEPAN 1. Pasang: • Caliper rem (sementara) • Washer tembaga Baru • Selang rem • Baut union selang rem Baut union selang rem 26 Nm (2,6 m·kg, 19 ft·lb)

EWA13530

PERINGATAN

Tempatkan jalur selang rem, sesuai dengan jalurnya, untuk menjamin keselamatan berkendara lihat "JALUR KABEL” halaman 2-33.
ECA14170

PERHATIAN :

Pada saat memasang selang rem pada caliper rem “1”, pastikan pipa ujung selang "a" menyentuh nok “b” yang terdapat pada caliper rem.

9Pergunakan hanya minyak rem yang disarankan, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan seal karet, dan kemampuan pengereman yang buruk. 9Penambahan minyak rem harus sama dengan minyak rem yang telah ada dalam sistim rem, percampuran antara dua jenis minyak rem, akan mengakibatkan pengereman yang buruk. 9Pada saat penambahan minyak rem, hati-hati jangan sampai kandungan air masuk kedalam master cylinder, hal ini akan membuat titik didih minyak rem menjadi rendah, dan mudah timbul gelembung-gelembung udara.
ECA13540

2. Lepas: • Caliper rem

T.

R.

PERHATIAN

Minyak rem dapat merusak permukaan cat, dan komponen yang terbuat dari plastik. untuk itu segera bersihkan jika tersiram minyak rem 5. Buang udara/Bleeding: • Sistim rem lihat bagian “BLEEDING / BUANG UDARA SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18. 6. Periksa: • Ketinggian minyak rem dibawah batas minimum “a” → Isi dengan munyak rem yang disarankan, lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN REM” halaman 3-17.

b a 1

4-22

REM DEPAN
EAS22500

a

MEMERIKSA MASTER CYLINDER REM DEPAN 1. Periksa: • Master cylinder rem “1” rusak/retak/aus → Ganti • Jalur aliran minyak rem “2” (pada bodi master cylinder) Tersumbat → Tiup dengan udara bertekanan

7. Periksa: • Pengoperasian tuas rem terasa ngempos, tidak pakem → Buang udara / bleeding sistim pengereman. lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.
EAS22490

1

2

MELEPAS MASTER CYLINDER REM DEPAN
CATATAN:

Sebelum melepas master cylinder rem depan, kuras minyak rem, dari semua sistim pengereman. 1. Lepaskan: • Switch lampu rem depan “1”
CATATAN:

Tekan pengait, untuk melepas switch rem depan yang terdapat pada master cylinder.

2. Periksa: • Kit master cylinder rusak/retak/aus → Ganti 3. Periksa: • Reservoir master cylinder rem retak/rusak → Ganti • Diaphragma reservoir master cylinder rusak/sobek → Ganti 4. Periksa: • Selang rem retak/bocor → Ganti
EAS22520

MERAKIT MASTER CYLINDER REM DEPAN
EWA13520

PERINGATAN

• Sebelum merakit komponen master cylinder bagian dalam, bersihkan komponen dengan minyak rem yang baru. • Jangan menggunakan cairan pencuci lain selain minyak rem. 2. Buka: • Baut union selang rem • Washer tembaga • Selang rem
CATATAN:
EAS22530

Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4 MEMASANG MASTER CYLINDER REM DEPAN 1. Pasang: • Master cylinder rem “1” • Holder master cylinder rem “2” Baut holder master cylinder rem 7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb)

Agar minyak rem tidak berhamburan, tempatkan penampung dibawah master cylinder dan di ujung selang rem.

T.

R.

4-23

REM DEPAN
CATATAN:

• Pasang holder master cylinder rem, dengan tanda “UP” menghadap ke atas • Tepatkan sambungan holder master cylinder, dengan tanda titik “a” yang ada pada tangkai kemudi • Pertama kencangkan baut atas , lalu bagian bawah

3. Isi: • Reservoir master cylinder (dengan kapasitas dan spesifikasi minyak rem yang disarankan) Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT4
EWA 13540

1

PERINGATAN

UP

a
2. Pasang: • Washer tembaga“1” Baru • Selang rem “2” • Baut union selang rem “3” Baut union selang rem 26 Nm (2,6 m·kg, 19 ft·lb)

2

9Pergunakan hanya minyak rem yang disarankan, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan seal karet, dan kemampuan pengereman yang buruk. 9Penambahan minyak rem harus sama dengan minyak rem yang telah ada dalam sistim rem, percampuran antara dua jenis minyak rem, akan mengakibatkan pengereman yang buruk. 9Pada saat penambahan minyak rem, hati-hati jangan sampai kandungan air masuk kedalam master cylinder, hal ini akan membuat titik didih minyak rem menjadi rendah, dan mudah timbul gelembung-gelembung udara.
ECA13540

EWA13530

PERINGATAN

Tempatkan selang rem sesuai jalurnya, untuk menjamin keselamatan berkendara. lihat bagian "JALUR KABEL” halaman 2-33.
CATATAN:

• Pasang selang rem, pada master cylinder dengan sudut pemasangan, seperti terlihat pada gambar. • Dengan menahan selang rem pada posisi ini, kencangkan baut union selang rem. • Gerakan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri untuk memastikan selang rem tidak menyentuh komponen yang lain (misalnya kabel, roda, kawat, dll) perbaiki jika ada gesekan.

T.

R.

PERHATIAN

Minyak rem dapat merusak permukaan cat, dan komponen part yang terbuat dari plastik, untuk itu, bersihkan segera jika menyentuh.
4. Buang udara/Bleeding: • Sistim rem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM REM HYDRAULIC” halaman 3-18. 5. Periksa: • Ketinggian minyak rem Pada batas minimum “a” → Isi dengan minyak rem yang disarankan lihat bagian “MEMERIKSA MINYAK REM" halaman 3-17.

a

1 Baru 3 2
60–80˚

6. Periksa: • Cara kerja tuas rem Ngempos, tidak pakem → Buang udara /bleding hydraulic rem

4-24

REM DEPAN lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18. 4-25 .

R. 31 ft • Ib) T.0 m • kg. 5 6 2 LS 1 S 2 43 Nm (4.3 m • kg. R.2 ft • Ib) S T. 7.REM BELAKANG EAS22550 REM BELAKANG Membongkar sepatu rem 3 4 10 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas 4-26 . 1 2 3 4 5 6 Sepatu rem Per sepatu rem Tuas cam rem Indikator keausan sepatu rem Camshaft rem Plat sepatu rem 2 2 1 1 1 1 Untuk pemasangan. (6) Baru LS Nomor komponen yang dilepas Unit sepatu rem Jumlah Keterangan lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10.

Ukur : • Ketebalan kampas sepatu rem “a” diluar spesifikasi → Ganti Ketebalan kampas rem 4. Retak-retak → Perbaiki gosok permukaan dengan amplas halus 5.16 in) 1 a b. Pasang: • Camshaft rem “1” • Indikator keausan sepatu rem “2” • Tuas camshaft rem “3” EWA3C11004 PERINGATAN T.REM BELAKANG EAS22681 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG 1. 4-27 .2 ft. Periksa: • Camshaft rem Ruask/aus → Ganti EAS22690 MERAKIT PLAT SEPATU REM BELAKANG 1.12 in) Limit 131. Pasang camshaft rem.08 in) 4.0 mm (0. dengan tanda marking “a” seperti posisi pada gambar MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM R.0 m. Jangan sampai terdapat kandungan oli dan gemuk pada permukaan kampas rem.16 in) Limit 2. jika ketebalan kampas rem sudah mendekati batas keausan 3. Periksa: • Permukaan dalam tromol rem ada kandungan oli → bersihkan bersihkan kandungan oli. bersihkan permukaan dengan kain lap 2.0 mm (0. Ganti sepatu rem satu set.kg.0 mm (5. dengan kain yang dibasahi thinner. CATATAN: Baut tuas camshaft rem 10 Nm (1.0 mm (5. 7. Masukkan nok “b” indikator keausan rem dengan alur yang terdapat pada as camshaft. Periksa: • Kampas sepatu rem Permukaan licin → perbaiki gosok permukaan kampas rem dengan amplas CATATAN: a Setelah mengamplas permukaan kampas rem.lb) a. Ukur: • Diameter dalam tromol rem “a” diluar spesifikasi → ganti roda Diametr dalam tromol rem 130.

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11037 MEMERIKSA KEAUSAN TROMOL REM BELAKANG CATATAN: 2. 2. Pasang : • Per sepatu rem “1” • Sepatu rem CATATAN: Baru • Lumasi pin pivot rem dengan gemuk coat of silicone. Tepatkan sambungan tuas camshaft “c” dengan alur pada as camshaft. • Jangan sampai per terlepas pada saat pemasangan. B Baru 1 A-A 3 c B-B d. 4-28 . keausan tromol rem dapat diperiksa dengan melihat tanda batas keausan kampas rem “a” yang terdapat pada plat sepatu rem a PERINGATAN Jangan sampai kandungan gemuk menyentuh permukaan kampas sepatu rem. Periksa: • Posisi indikator batas keausan. Periksa: • Gerak bebas pedal rem belakang jika gerak bebas pedal rem tidak sesuai.REM BELAKANG Baru 1 A S A B c. • Pasang per sepatu rem seperti pada gambar EWA3C11005 Setelah sepatu rem yang baru terpasang. lihat “MENYETEL REM TROMOL BELAKANG” pada halaman 3-17. 1. rubah posisi tuas camshaft rem. Pastikan posisi sepatu rem tepat pada posisi. pada tuas rem jika mendekati garis batas keausan.

dan periksa indikator batas keausan kampas rem pada plat sepatu rem Jauh dari tanda keausan → tromol dapat dipakai Mendekati batas → ganti roda 4-29 . dengan menekan pedal rem belakang ke bawah.REM BELAKANG 3. tekan tuas camshaft rem secara penuh sesuai arah panah pada gambar.

1 ft • Ib) T. LS R. R. 5.1 ft • Ib) T.6 m • kg. 5.1 ft • Ib) 26 Nm (2. 3 1 6 LS 4 LS 9 1 8 T. 5.7 m • kg. R.1 ft • Ib) Jumlah 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Keterangan T. 19 ft • Ib) 7 Nm (0.TANGKAI KEMUDI EAS22840 TANGKAI KEMUDI Melepas tangkai kemudi 7 Nm (0. 7 Nm (0. R.7 m • kg. 18 5 10 7 2 17 19 2 LS T. 5. 13 15 3 12 11 14 16 7 Nm (0.7 m • kg. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kompone yang dilepas Kaca spion Plastik pengikat Ujung tangkai kemudi Saklar tangkai kemudi kanan Kabel gas Handel gas Switch lampu rem depan Holder master cylinder rem depan Spacer Unit master cylinder rem depan Kabel kopling Coupler switch koling Saklar tangkai kemudi kiri Switch kopling Handel gas Tuas kopling 4-30 . R.7 m • kg.

1 ft • Ib) T. kebalikan dari prosedur melepas keterangan T. R. 7 Nm (0. R.1 ft • Ib) 26 Nm (2.1 ft • Ib) T.TANGKAI KEMUDI Melepas tangkai kemudi 7 Nm (0. Nomor 17 18 19 Komponen yang dilepas Holder tuas kopling Holder tangkai kemudi atas Tangkai kemudi 4-31 . 19 ft • Ib) 7 Nm (0. 5. 5. 5. 13 15 3 12 11 14 16 7 Nm (0.1 ft • Ib) Jumlah 1 2 1 Untuk pemasangan. 5. R.7 m • kg. 18 5 10 7 2 17 19 2 LS T. LS R. 3 1 6 LS 4 LS 9 1 8 T.6 m • kg. R.7 m • kg.7 m • kg.7 m • kg.

diantara pegangan kemudi dan tangkai kemudi. Buka: • Pegangan kemudi “1” CATATAN: Tepatkan tanda titik “a” yang terdapat pada tangkai kemudi. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna untuk menghindari bahaya terbalik 2. Lepaskan: • Switch lampu rem depan “1” CATATAN : Sanggah sepeda motor dengan sempurna. PERHATIAN • Pertama kencangkan baut holder bagian depan. untuk menghindari bahaya terbalik. 19 ft·lb) Tekan pengait yang terdapat pada switch lampu rem depan yang berada pada master cylinder. setel posisi tangkai kemudi CATATAN: R. 3. 3. sangat berbahaya.TANGKAI KEMUDI EAS22860 EAS22911 MELEPAS TANGKAI KEMUDI 1. dan selanjutnya kencangkan baut bagian belakang • Gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri jika menyentuh tangki bensin. 2.6 m·kg. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 MEMASANG TANGKAI KEMUDI 1. Periksa: • Tangkai kemudi Bengkok/retak → Ganti EWA13690 (DEPAN) PERINGATAN Jangan mencoba meluruskan tangkai kemudi yang bengkok. Pasang: • Tangkai kemudi “1” • Holder tangkai kemudi atas “2” Baut holder tangkai kemudi atas 26 Nm (2. Pasang : • Holder tuas kopling “1” CATATAN: Tepatkan celah holder tangkai kemudi dengan tanda titik “a” yang terdapat pada tangkai kemudi 4-32 . dengan permukaan atas holder bagian bawah Semprot dengan udara bertekanan. dan secara perlahan lepas pegangan kemudi dari tangkai kemudi 2 2 1 a EAS22880 MEMERIKSA TANGKAI KEMUDI 1. ECA14250 T.

dan bagian dalam dari handel gas dengan gemuk coat of the lithium-soap-based .12 in) antara handel gas dan ujung tangkai kemudi. Lumasi dengan tipis coat of rubber adhesive pada ujung tangkai kemudi b. Pasang: • Pegangan kemudi “1” • Ujung pegangan “2” a. berikan celah 3 mm (0. dan pasangkan handel gas pada tangkai kemudi. 7. 8.TANGKAI KEMUDI 1 a 4. Pasang: • Saklar tangkai kemudi kiri “1” CATATAN: LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6. Bersihkan kelebihan rubber adhesive dengan kain bersih. hingga penuh ke tangkai kemudi c. 4-33 . Pasang: • Handel gas “1” • Kabel gas “2” • Saklar tangkai kemudi kanan “3” • Ujung pegangan CATATAN: a 1 b 5. Masukkan pegangan tangkai kemudi. Pasang: • Kabel kopling CATATAN: Masukkan nok “a” yang ada pada saklar tangkai kemudi pada lubang “b” pada tangkai klemudi Lumasi ujung kabel gas dengan sedikit gemuk coat of lithium-soap. dan pasangkan handel gas • Masukkan nok “a” yang ada pada saklar tangkai kemudi dengan lubang “b” pada tangkai • Berikan jarak 1–3 mm (0. • Masukkan ujung kabel gas pada lubang yang terdapat pada saklar tangkai kemudi.04–0. Pasang: • Master cylinder rem • Holder master cylinder rem lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14.12 in) "a" diantara pegangan tangkai kemudi dengan ujung pegangan. EWA3C11006 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERINGATAN Jangan sentuh pegangan tangkai kemudi hingga adhesive mengering CATATAN: • Lumasi ujung kabel gas.

Setel: • Gerak bebas kabel kopling lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING” halaman 3-11.0–5.0 mm (0.0 mm (0.Setel: • Gerak bebas kabel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS” halaman 3-6.39–0.12–0. Gerak bebas kabel kopling 10.20 in) 4-34 . Gerak bebas handel gas 3.0–15.59 in) 10.TANGKAI KEMUDI 3 b 1 2 a c 9.

R.GARPU DEPAN EAS22950 GARPU DEPAN Melepas kaki garpu depan 21 Nm (2.3 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. Kendorkan Kendorkan Kendorkan 1 2 3 4 5 6 T.0 m • kg.5 ft • Ib) Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan ikuti prosedur dibawah. R. T. 15 ft • Ib) 23 Nm (2. lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. 30 Nm (3. 1 1 1 1 1 1 untuk pemasangan. Fender depan Cap karet Baut pinch bracket atas Baut cap Baut pinch bracket bawah Kaki garpu depan 4-35 . 17 ft • Ib) T. R. 3 5 2 4 1 6 9 Nm (0.9 m • kg.1 m • kg. R. 22 ft • Ib) Nomor T. untuk melepas kaki garpu depan Roda depan Caliper rem depan lihat bagian “RODA DEPAN” halaman 4-4. 6.

R.GARPU DEPAN Membongkar kaki garpu depan 23 Nm (2. T. 17 ft • Ib) T. Nomor Komponen yang dilepas Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Baut cap O-ring Spacer Washer Per garpu Seal debu Clip seal oli Baut damper rod Washer tembaga Damper rod Per rebound Inner tube Stopper Oil flow Seal oli 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4-36 . 17 ft • Ib) Keterangan Ikuti prosedur dibawah ini.3 m • kg. 1 2 Baru 3 4 12 6 Baru 5 7 Baru 14 Baru 10 15 11 13 8 LT 9 Baru 23 Nm (2. untuk melepas kaki garpu depan. R.3 m • kg.

17 ft • Ib) keterangan T. kebalikan dari prosedur melepas.GARPU DEPAN Membongkar kaki garpu depan 23 Nm (2. R. 1 2 Baru 3 4 12 6 Baru 5 7 Baru 14 Baru 10 15 11 13 8 LT 9 Baru 23 Nm (2. Nomor 15 Komponen yang dilepas Outer tube Jumlah 1 untuk pemasangan. 4-37 . 17 ft • Ib) T.3 m • kg. R.3 m • kg.

untuk memompa oli garpu keluar 4-38 . untuk menghindari bahaya terbalik. Lepas • Garpu depan EAS22980 MELEPAS KAKI GARPU DEPAN Untuk melepas kaki garpu depan. T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 3 3. Kendorkan: • Baut pinc bracket atas “1” • baut cap “2” • Baut pinch bracket bawah “3” EWA13640 2. sanggah kaki garpu depan. 1. Lepas: • Baut damper rod “1” • Washer tembaga CATATAN: Tahan damper rod dengan kunci "L" 12-mm. PERINGATAN Sebelum melepas baut pinch atas. 1. Lepas: • Seal debu “1” • Clip seal oli “2” (dengan obeng minus) ECA14180 PERHATIAN: Jangan sampai melukai inner tube. hingga roda depan terangkat dari tanah. socket wrench “2” dan T-handle "3". ikuti prosedur di bawah ini. CATATAN: tempatkan penyanggah di bawah motor. buka baut damper rod. dan bawah. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN sanggah sepeda motor dengan sempurna.GARPU DEPAN EAS22960 MEMELPAS KAKI GARPU DEPAN Untuk melepas kaki garpu depan ikuti prosedur di bawah ini. 2 1 3. 2. Kuras: • Oli garpu depan CATATAN: Masukkan inner tube beberapa kali.

Jangan sampai merusak inner tube.5 mm (14.8 mm (14.. EAS23020 1 3 2 4.GARPU DEPAN EAS23010 MEMERIKSA KAKI GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini. 1. Lumasi: • Permukaan luar Inner tube 3.32 in) Limit 356. untuk merakit kaki garpu depan. Pasang: • Damper rod “1” • Per rebound “2” ECA3C11010 PERINGATAN Jangan meluruskan inner tube yang bengkok hal ini sangat berbahaya. 1. • Ketinggian oli yang tidak sama akan berakibat pengendalian yang tidak stabil. Periksa: • Damper rod Rusak/Aus → Ganti tersumbat → Tiup keluar dengan udara bertekanan pada lubang-lubang. 2.04 in) PERHATIAN Pada saat memasang damper rod masukkan dengan hati-hati ke dalam inner tube “3” hingga berada dibagian bawah inner tube. EWA13660 PERINGATAN • Pastikan ketinggian oli garpu sama tinggi antara kanan dan kiri. untuk memeriksa kaki garpu depan. 2 1 3 a 2. Kencangkan: • Baut damper rod “1” MERAKIT KAKI GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini. Periksa: • Inner tube • Outer tube Bengkok/baret/luka → Ganti EWA13650 CATATAN : • Pada saat merakit garpu depan. Pasang : • Washer tembaga Baru • Baut damper rod 5. pastikan komponen dibawah ini diganti –Seal oli –Seal debu • Sebelum merakit kaki garpu depan. pastikan semua komponen dalam kondisi bersih. Pasang : • Inner tube “1” (ke dalam outer tube “2”) • Stopper oli flow “3” PERHATIAN: Pada saat membongkar dan memasang garpu depan jangan sampai ada material lain masuk ke dalam garpu depan. • Stopper oli flow rusak → Ganti ECA3C11026 Pelumas yang disarankan Oli fork 10W atau yang sejajar 3. Ukur: • Panjang bebas per “a” diluar spesifikasi → Ganti Panjang bebas per 363. 4-39 .

CATATAN: • Sebelum memasang seal oli.3 m·kg.GARPU DEPAN Baut Damper rod 23 Nm (2. Pasang : • Clip seal oli “1” CATATAN: Baru Masukkan clip seal oli kedalam alur yang terdapat pada outer tube. kencangkan baut damper rod. Fork seal driver weight 90890-01367 Replacement hammer YM-A9409-7 Fork seal driver attachment (ø33) 90890-01368 Replacement 33 mm YM-A9409-4 T. T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 6. bungkus bagian atas garpu depan dengan plastik. lumasi seal dengan gemuk lithium soap base. Pasang: • Seal debu “1” Baru (dengan fork seal driver “2”) Fork seal driver 90890-01442 Adjustable fork seal driver (36–46 mm) YM-01442 4-40 . • Lumasi bagian luar dari inner tube dengan oli fork. Pasang: • Seal oli “1” Baru (dengan fork seal driver “2” dan adapter “3”) ECA14220 PERHATIAN: Pastikan nomor yang terdapat pada seal. 17 ft·lb) LOCTITE® CATATAN: Tahan damper rod dengan kunsi "L" 12-mm /socket wrench “2” dan T-handle "3". untuk melindungi seal dari goresan. berada di atas. R. Baru 8. • Sebelum memasang seal oli. Baru 7.

• Kencangkan baut cap untuk sementara. • Baut cap “2” Baut cap 23 Nm (2. dengan outer tube tertekan penuh.Pasang: • Per/Spring “1” • Washer “2” • Spacer • Baut cap (terdapat O-ring) Baru PERINGATAN Pastikan jalur selang rem .3 m·kg. Kencangkan: • Baut pinch bracket bawah “1” Baut pinch bracket bawah 30 Nm (3. 4-41 . Pasang: • Garpu depan Kencangkan sementara baut pinch atas dan baut pinch bracket.Ukur: • ketinggian oli fork “a” (dari bagian atas inner tube. R. Isi: • Garpu depan (dengan kapasitas dan tipe oli fork yang disarankan) Kapasitas 231. • Setelah terisi. 22 ft·lb) • Pada saat mengisi oli fork. 2. 17 ft·lb) • Baut pinch bracket atas “3” Baut pich bracket atas 21 Nm (2. T.15 Imp.0 cm³ (7. 1.1 m·kg. dengan posisi jarak ulir per yang pendek "a". berada di bagian atas • Sebelum memasang baut cap . R. dan tanpa per terpasang) diluar spesifikasi → setel Ketinggian oli fork 109.0 m·kg. tegakkan inner tube. CATATAN: Pastikan bagian atas ujung inner tube berada pada rata dengan bagian atas bracket atas. gerakan inner tube ke atas dan kebawah untuk mendistribusikan oli. pada posisi yang benar. T.oz) Oli fork yang disarankan Oli fork 10W atau yang sejajar 10. R.GARPU DEPAN CATATAN: • Pasang per. Baru 9.81 US oz) (8. lumasi O-ring dengan gemuk. untuk memasang garpu depan. T.29 in) CATATAN: a 1 2 EAS23050 MEMASANG GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini. 15 ft·lb) EWA13680 11.0 mm (4.

GARPU DEPAN 1 2 3 4-42 .

13 1 2 5 5 6 (3) 4 17 15 3 10 T. 1 1 1 2/2 2/2 2 2 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan R. lihat bagian " TANGKAI KEMUDI” hal 4-30. 5. Nomor Komponen yang dilepas Roda depan Garpu depan Tangkai kemudi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Unit lensa lampu depan Coupler kabel lampu depan Coupler kabel lampu posisi Coupler kable unit meter /connector Coupler kabel saklar tangkai kemudi kiri/connector Connector sinyal kiri depan Connector sinyak kanan depan Coupler kunci kontak Coupler switch rem depan Coupler kabel saklar tangkai kemudi kanan Rumah lampu depan Unit sein depan kiri Unit sein depan kanan 4-43 .KEMUDI EAS23090 KEMUDI Lepaskan lampu depan dan unit meter 14 7 Nm (0. 12 ft • Ib) T. R.1 ft • Ib) 7 Nm (0. 12 11 T.7 m • kg.7 m • kg. 4 9 8 7 16 7 Nm (0.7 m • kg. lihat bagian “GARPU DEPAN” halaman 4-35. 5.1 ft • Ib) R.7 m • kg. 17 Nm (1. 5. 12 ft • Ib) Jumlah Keterangan lihat bagian to “RODA DEPAN” halaman 4-4. R.7 m • kg. R.1 ft • Ib) 17 Nm (1. T. T.

13 1 2 5 5 6 (3) 4 17 15 3 10 T. T. 5. T.7 m • kg. 4 9 8 7 16 7 Nm (0.7 m • kg.KEMUDI Melepas lampu depan dan unit meter 14 7 Nm (0. 17 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas. 5.7 m • kg. 12 ft • Ib) T. R.7 m • kg. Nomor 14 15 16 17 Komponen yang dilepas Unit meter Connector klakson Klakson/Horn Bracket unit meter 4-44 . R.1 ft • Ib) R. 12 11 T.1 ft • Ib) 7 Nm (0.1 ft • Ib) 17 Nm (1. 12 ft • Ib) Jumlah 1 2 1 1 Untuk pemasangan. Lepaskan Keterangan R. 5. R.7 m • kg.

7 m • kg.5 m • kg. R. Nomor Komponen yang dilepas Unit meter/Bracket unit meter Jumlah Keterangan lihat bagian “KEMUDI” halaman 4-43.1 ft • Ib) T. 4-45 . 1 3 13 LS 4 14 Baru 15 9 10 11 12 5 6 7 LS 8 7 Nm (0. 25 ft • Ib) 2 T.3 m • kg. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kunci kontak Baut stem kemudi Bracket atas Washer pengunci Mur ring atas Washer karet Mur ring bawah Bracket bawah Penutup bearing Bearing inner race atas Bearing atas Bearing outer race atas Bearing bawah/Outer race Bearing inner race bawah Seal debu 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. 35 ft • lb) 2nd 13 Nm (1.8 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. R. 9. 5.KEMUDI Melepas bracket bawah 35 Nm (3.4 ft • lb) T. R. 1st 48 Nm (4.

Lumasi: • Bearing atas • Bearing bawah • Bearing race Pelumas yang disarankan GemukLithium-soap-based 2. Periksa: • Bearing • Bearing race Rusak → Ganti 3. 2. dengan pahat “2” dan hammer. Tegakan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 b. untuk menghindari bahaya terbalik. Lepas bearing races dari pipa kemudi/ steering head dengan besi panjang “1” dan hammer. ECA14270 PERINGATAN sanggah sepeda motor dengan sempurna. Pasang : • Mur ring bawah • Washer karet 4-46 .KEMUDI EAS23110 MELEPAS BRACKET BAWAH 1. Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 EWA13730 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. untuk menghindari bahaya terbalik. Periksa: • Bracket atas • Bracket bawah (terdapat pada steering stem) rusak/retak/bengkok → Ganti EAS23140 MEMASANG KEMUDI 1. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS23130 MEMERIKSA KEMUDI 1. Ganti • Bearing • Bearing race a. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4. Lepas bearing race dari bracket bawah. Cuci: • Bearing • Bearing race Pembersih yang disarankan Minyak tanah/Kerosene 2. dengan steering nut wrench “2”. Pasang seal debu dan bearing race baru. • Jika membongkar pipa kemudi/steering head ganti selalu seal debu Buka mur ring bawah. c. Lepas: • Mur ring atas • Washer karet • Mur ring bawah “1” • Bracket bawah CATATAN: PERHATIAN Jika bearing race tidak terpasang dengan sempurna dapat merusak pipa kemudi/steering CATATAN : • Selalu ganti bearings dan bearing race satu set.

25 ft·lb) T. Kencangkan: • Baut steering stem Baut steering stem 35 Nm (13. Pasang: • Garpu depan lihat bagian “GARPU DEPAN” halaman 4-35. 3.KEMUDI • Mur ring atas • Washer pengunci lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI” halaman 3-20.5 m·kg. 4-47 . R. 4. 5. Pasang: • Bracket atas • Baut steering stem CATATAN: Kencangkan sementara baut steering stem. CATATAN: Kencangkan sementara baut pinch bracket atas. dan bawah.

R.4 m • kg. 4-48 . 32 ft • Ib) LS 2 9 Baru 9 Baru 8 10 3 LS 5 Baru 9 10 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 T. R. R. kebalikan dari prosedur melepas.4 m • kg. 44 Nm (4. 32 ft • Ib) T. Baru 9 LS 8 10 9 Baru 2 1 LS LS 4 Keterangan Komponen yang dilepas Mur/Baut connecting arm Connecting arm Mur/baut unit shock absorber bawah Mur/Baut relay arm Relay arm Mur/baut unit shock absorber Unit shock absorber belakang Spacer Seal oli Bearing Jumlah 2/2 2 1/1 1/1 1 1/1 1 3 6 3 Untuk pemasangan.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG EAS23160 UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG Melepas unit shock absorber belakang 44 Nm (4. 6 7 LS LS 3 1 LS 4 6 8 1 Baru 9 44 Nm (4.4 m • kg. 32 ft • Ib) LS T.

EAS23240 2 3 a 2 MEMERIKSA UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. Tegakkan sepada motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN 2. B. Periksa: • Rod shock absorber belakang bengkok/retak → Ganti unit shock absorber • Shock absorber belakang ada kebocoran oli → ganti unit shock absorber. Lumasi : • Spacer • Bearing Pelumas yang disarankan gemuk Lithium-soap-base 4-49 . Periksa: • Spacers rusak/baret → Ganti EAS23270 3. Pasang : • Unit shock absorber belakang • Relay arm “1” CATATAN : Pasang relay arm dengan lubang baut yang kecil pada frame seperti pada gambar illustrasi. untuk menghindari bahaya terbalik CATATAN: tempatkan penyanggah di bawah sepeda motor.5 mm (0. A.02 in) Sanggah sepeda motor dengan sempurna. 5. • Baut bengkok/aus/retak → Ganti 5 5 4 A B 1 2 a 2 a EAS23260 MEMRIKSA CONNECTING ARM DAN RELAY ARM 1. • Per/Spring Lemah/patah → Ganti unit shock absorber • Bushing rusak/aus → Ganti unit shock absorber.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG EAS23230 MELEPAS UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. Periksa: • Bearing • Seal oli rusak/aus/bocor → Ganti 3. MEMASANG RELAY ARM 1. Periksa: • Connecting arms • Relay arm rusak/aus → Ganti 2. Unit shock absorber belakang Relay arm Connecting arm Sisi kiri Sisi kanan EAS23310 MEMASANG UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. 4. Pasang: • Bearing “1” (ke relay arm) • Seal oli “2” (ke relay arm) celah pemasangan “a” 0. hingga roda belakang terangkat.

4 m·kg. Kencangkan: • Mur connecting arm Mur connecting arm 44 Nm (4. 32 ft·lb) • Mur relay arm Mur relay arm 44 Nm (4. T.4 m·kg. T. R. R. 4-50 . Kencanmgkan : • Mur atas unit shock absorber belakang Mur atas unit shock absorber belakang 44 Nm (4. T.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1 3 2 4 5 2.4 m·kg. R. Connecting arm Unit shock absorber belakang Lengan ayun/swingarm Rangka/Frame 2. 32 ft·lb) • Mur bawah unit shock absorber belakang Mur bawah unit shock absorber belakang 44 Nm (4. 4.4 m·kg. 3. Pasang : • Connecting arms CATATAN: Pasang connecting arm dengan sisi yang di champer menghadap ke luar. 5. 32 ft·lb) T. R. 4. 32 ft·lb) 3.

LENGAN AYUN/SWINGARM EAS23330 LENGAN AYUN/SWINGARM Melepas lengan ayun/ swingarm 10 Nm (1. lihat bagian “UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG” halaman 4-48.9 m • kg.0 m • kg. Baru LS 6 12 LS 9 Baru 8 5 LS LS 11 11 10 12 6 LS 9 Baru 3 7 2 4 LS 19 Nm (1. 13 ft • Ib) T. R. 70 Nm (7. Komponen yang dilepas Knalpot/Muffler Roda belakang Relay arm/Unit shock absorber belakang Jumlah Keterangan lihat bagian “MELEPAS MESIN” hal 5-1.2 ft • Ib) T. R. R. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Penutup rantai Batang torsi rem Mur as pivot As pivot Lengan ayun/Swingarm Penutup debu Guide rantai penggerak Spacer Seal oli Bearing Spacer 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 2 4-51 . lihat bagian "RODA BELAKANG" hal 4-10.0 m • kg. 7. 50 ft • lb) 1 Nomor T.

LENGAN AYUN/SWINGARM
Melepas lengan ayun/ swingarm

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)

T.

R.

70 Nm (7,0 m • kg, 50 ft • lb)

1

Nomor 12

T.

R.

Baru
LS

6 12
LS

9 baru 8 5
LS

LS

11 11

10 12 6
LS

9 Baru 3

7

2 4
LS

19 Nm (1,9 m • kg, 13 ft • Ib)

T.

R.

Komponen yang dilepas Bearing

Jumlah 2

Keterangan

Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-52

LENGAN AYUN/SWINGARM
EAS23350 EWA13770

MELEPAS LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar
EWA13120

PERINGATAN

Jangan meluruskan as pivot yang bengkok.

PERINGATAN

Sanggah sepeda motor dengan sempurna, untuk menghindari bahaya terbalik.
CATATAN:

Pasangkan penyangga di bawah sepeda motor, hingga sepeda motor terangkat dari tanah. 2. Ukur: • Kelonggaran samping lengan ayun/swingarm • Kelonggaran ke atas lengan ayun a. Periksa torsi pengencangan mur as pivot Mur as pivot 70 Nm (7,0 m·kg, 50 ft·lb)
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

3. Bersihkan • As pivot • Penutup debu • Spacer • Bearing Cairan pembersih yang disarankan Minyak tanah/Kerosene 4. Periksa : • Penutup debu • Spacer • Seal oli Rusak/Aus → Ganti • Bearing Aus/macet/longgar → Ganti
EAS23380

b. Periksa kelonggaran samping “A” dengan menggerakkan lengan ayun ke samping c. Jika kelonggaran gerak samping tidak sesuai spesifikasi, ganti spacer, bearing, dan penutup debu. Gerak samping lengan ayun/swingarm (pada bagian ujung lengan ayun) 0,8–2,4 mm (0,0315–0,0945 in)

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS23360

MEMERIKSA LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Periksa : • Lengan ayun/swingarm bengkok/retak → ganti 2. Periksa: • As pivot Gelindingkan pada meja datar Bengkok → ganti

T.

R.

A

MEMASANG LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Lumasi: • Bearing • Spacer • Penutup debu • As pivot Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 2. Pasang: • Bearing “1” Kedalaman pemasangan “a” 0,5–1,5 mm (0,02–0,06 in)

4-53

LENGAN AYUN/SWINGARM

a
A

1

2

1

a
B

2. Lengan ayun/swingarm A. Sisi kiri B. Sisi kanan

3. Pasang: • Batang torsi rem Mur batang torsi rem 19 Nm (1,9 m·kg, 13 ft·lb)

CATATAN:

Pasang barang torsi rem, dengan lubang pembuangan air “a” menghadap keluar.

4. Pasang : • Unit shock absorber belakang • Relay arm • Roda belakang lihat bagian “UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG” halaman 4-48 dan “RODA BELAKANG " halaman 4-10. 5. Setel: • Kekencangan rantai lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19. Kekencangan rantai 20–40 mm (0,79–1,57 in)

T.

R.

a

4-54

RANTAI PENGGERAK
EAS23400

RANTAI PENGGERAK
Melepas rantai penggerak

3 2 1

4
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
T.

R.

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
keterangan lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10. lihat bagian “LENGAN AYUN” halaman 4-51.

T.

R.

Nomor

Komponen yang dilepas Roda belakang lengan ayun/swingarm

Jumlah

1 2 3 4

Penutup sprocket rantai Retainer sprocket rantai Sprocket mesin Rantai penggerak

1 1 1 1 Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-55

RANTAI PENGGERAK
EAS23451

MEMERIKSA RANTAI PENGGERAK 1. Ukur: • Panjang 15-link mata rantai “a” pada rantai diluiar spesifikasi → Ganti rantai penggerak. Panjang15-link mata rantai 193,5 mm (7,62 in) a. ukur panjang “a” diantara bagian dalam dari pin dan panjang “b” diantara bagian luar dari pin 15-link mata rantai, dari rantai penggerak seperti pada gambar ilustrasi
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

3. Bersihkan : • Rantai penggerak a. Bersihkan rantai dengan kain bersih b. Rendam rantai pada minyak tanah, untuk membersihkan kotoran yang menempel. c. Bersihkan minyak tanah dan kotoran yang menempel.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

b. Hitung panjang rantai “c” dari 15-link mata rantai dengan rumus : Panjang rantai 15-link mata rantai “c” = (panjang “a” panjang sisi dalam pin + panjang “b” panjang sisi luar pin) dibagi 2.
CATATAN:

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

• pada saat mengukur 15-link mata rantai, pastikan Rantai dalam kondisi tertarik/lurus. • lakukan 2–3 kali pengukuran, dengan posisi tempat yang berbeda.

4. Periksa: • Roller rantai “1” Rusak/aus → ganti rantai penggerak • Plat samping rantai “2” rusak/aus/retak → Ganti rantai

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Rantai penggerak kaku/mengunci → bersihkan, lumasi atau ganti

5. Lumasi: • Rantai penggerak Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai untuk tipe tanpa-O-ring

4-56

RANTAI PENGGERAK
6. Periksa: • Sprocket roda lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10.
EAS23500

MEMASANG RANTAI PENGGERAK 1. Lumasi: • rantai penggerak Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai tipe tanpa-O-ring 2. Pasang: • Rantai penggerak • Sprocket rantai • Retainer sprocket rantai Baut retainer sprocket rantai 10 Nm (1,0 m·kg, 7,2 ft·lb)

3. Pasang: • Lengan ayun/swingarm lihat bagian “LENGAN AYUN” halaman 4-51. • Roda belakang lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10. 4. Setel: • kekencangan rantai penggerak lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19. Kekencangan rantai penggerak 20–40 mm (0,79–1,57 in)
ECA13550

PERHATIAN:

Jika kekencangan rantai terlalu kencang, akan membebani mesin dan komponen lainnya. dan yang lebih berbahaya lagi, jika rantai terputus, akan merusak lengan ayun/swing arm dan dapat menimbulkan kecelakaan. untuk itu, setel kekencangan rantai sesuai spesifikasi.

T.

R.

4-57

............... 5-20 MEMASANG KLEP .......................................... 5-13 MELELPAS ROCKER ARMS DAN CAMSHAFT............................................................................................... 5-15 KLEP DAN PER KLEP................... 5-21 CYLINDER DAN PISTON............................................ 5-24 ............................................................................................. 5-35 MERAKIT MOTOR STARTER ......... 5-23 MELEPAS PISTON ................................................................ MEMERIKSA CYLINDER DAN PISTON ................... 5-36 5 .................................................................. 5-24 ................................................5-30 .......................... 5-14 MEMERIKSA ROCKER ARMS DAN AS ROCKER ARM .... 5-10 INSTALLING THE CYLINDER HEAD ............................................... 5-10 CAMSHAFT ............................................... 5-17 MEMERIKSA KLEP DAN GUIDE KLEP ................... 5-19 MEMERIKSA PER KLEP........ 5-30 MEMERIKSA STARTER CLUTCH ........................ 5-9 MEMERIKSA TENSIONER RANTAI TIMING ..................... 5-26 GENERATOR DAN STARTER CLUTCH............................ 5-31 STARTER ELECTRIC ....................................... 5-33 MEMBONGKAR MOTOR STARTER .....................MESIN MELEPAS MESIN ................................................................................................................... 5-35 MEMERIKSA MOTOR STARTER .................................................................. 5-8 MEMERIKSA CYLINDER HEAD ....................................................................................................... MELEPAS STARTER CLUTCH ........................... 5-17 MEMERIKSA DUDUKAN KLEP.................................................................................................................................................................... 5-30 MEMASANG STARTER CLUTCH ............................................................... 5-14 MEMASANG CAMSHAFT DAN ROCKER ARMS ............................................................. 5-31 MEMASANG GENERATOR................................................................. 5-14 MEMERIKSA CAMSHAFT............................................................................................................................. 5-16 MELEPAS KLEP............ 5-5 CYLINDER HEAD............................................................................................................................................................................... 5-9 MEMERIKSA SISTIM DECOMPRESSION ........... 5-28 MELEPAS GENERATOR ....................................................................................................................................... MEMERIKSA RING PISTON ........... 5-25 MEMERIKSA PIN PISTON ........................................................................................................... 5-26 MEMASANG PISTON DAN CYLINDER .................................................................................................................................................................................................. 5-5 MEMASANG PEDAL PEMINDAH GIGI/ SHIFT ARM ...................................................... 5-6 MELEPAS CYLINDER HEAD............................................................... 5-1 MEMASANG MESIN.... 5-8 MEMERIKSA SPROCKET CAMSHAFT DAN GUIDE RANTAI TIMING ......

..........................................................................................................................5-54 MEMERIKSA TUAS STOPPER .5-48 MEMASANG STARTER KAKI ............... 5-52 AS PEMINDAH GIGI/SHIFT SHAFT.........5-57 MERAKIT GEAR BALANCER DRIVEN ....................................... 5-42 MEMERIKSA CLUTCH BOSS............................................5-62 MEMERIKSA CRANKCASE ..................................................5-55 MELEPAS GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER ........... 5-62 MEMASANG RETAINER BEARING .................................. 5-57 CRANKCASE ................................................................................5-51 MEMASANG POMPA OLI ...................................5-48 MERAKIT STARTER KAKI........................................................................................................... 5-43 MEMASANG KOPLING..........................................5-53 MEMERIKSA AS PERMINDAH GIGI ..........................................................................................5-59 MEMISAHKAN CRANKCASE.............................. 5-41 MEMERIKSA KAMPAS KOPLING............................................................................... 5-42 MEMERIKSA TUAS PENEKAN KOPLING DAN BATANG PENDEK PENEKAN KOPLING........................................................................................ 5-48 POMPA OLI..............................................................................................KOPLING .....5-42 MEMERIKSA RUMAH KOPLING......... 5-54 MEMASANG AS PEMINDAH GIGI .............................................................................................5-57 MEMERIKSA GEAR BALANCER DAN GEAR PRIMARY DRIVE ..................................................... 5-37 MELEPAS KOPLING ...............................................................................................................................................................................................................................................5-62 MEMERIKSA SARINGAN OLI .....................5-43 STARTER KAKI ...............................5-63 MERAKIT CRANKCASE.......................... 5-57 MEMASANG GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER ........................... 5-49 MEMERIKSA POMPA OLI ....................................................................................................................5-51 MERAKIT POMPA OLI....................................................................................................................................................... 5-42 MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVE ............................................................................5-62 MEMERIKSA BEARINGS DAN SEAL OLI .......... 5-42 MEMERIKSA PLAT TEKAN ....................................................... 5-62 MEMERIKSA RANTAI TIMING DAN GUIDE RANTAI TIMING ......................................................................5-63 ......................................5-41 MEMERIKSA PLAT KOPLING.................................................................................5-41 MEMERIKSA PER KOPLING...................5-46 MEMERIKSA STARTER KAKI ................................................................................................................................................................................................................................5-42 MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVEN ..........................................5-54 GEAR BALANCER ..........................................................................

.......5-65 TRANSMISI .................................................................5-70 MEMERIKSA BATANG PENEKAN KOPLING ............................................................................................................................................................................................................................POROS ENGKOL/CRANKSHAFT ............................. 5-64 MELEPAS CRANKSHAFT .................................................................................................................5-70 MEMERIKSA TRANSMISI ....................................5-70 MEMERIKSA UNIT SHIFT DRUM ....................................................... 5-65 MEMASANG CRANKSHAFT .............................................5-65 MEMERIKSA CRANKSHAFT ....... 5-71 MERAKIT MAIN AXLE DAN DRIVE AXLE ........................5-67 MEMERIKSA SHIFT FORKS............................................................5-71 MERAKIT SHIFT FORKS DAN UNIT SHIFT DRUM ......5-71 ............

MELEPAS MESIN EAS23710 MELEPAS MESIN Melepas knalpot 20 Nm (2.8 ft • Ib) 15 Nm (1. Nomor 1 2 3 4 T. R. Komponen yang dilepas Protector pipa knalpot Protector knalpot Knalpot Gasket pipa knalpot Jumlah 1 1 1 1 Untuk pemasangan.8 m • kg. 14 ft • Ib) T. 11 ft • Ib) Keterangan T. 2 Baru LT LT 4 Baru 1 LT 3 8 Nm (0.0 m • kg.5 m • kg. 5. kebalikan dari prosedur melepas. R. 5-1 . R.

Lepaskan 5-2 . lihat bagian "TANGKI BENSIN" halaman 7-1. 6. lihat bagian “RADIATOR” halaman 6-1. Nomor Komponen yang dilepas Jumlah PERHATIAN: Pertama. 7. T. Kabel Negative battery /kabel Positive battery Oli mesin Air pendingin/Coolant Jok/Panel samping/Panel depan/Saringan udara Tangki bensin Throttle body/ manifold pemasukan Selang pernafasan pompa air/selang keluar radiator/ selang pemasukan radiator/Radiator Air cut-off valve/Reed valve/Plate Penutup rantai sprocket / sprocket 1 Tutup busi/Spark plug cap 1 lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 3-25. R. R.2 ft • Ib) 10 Nm (1.2 ft • Ib) Keterangan ECA3C11020 T. lihat bagian “THROTTLE BODY” hal 7-4.5 ft • Ib) 10 Nm (1.9 m • kg. 7. lihat bagian “RANTAI” halaman 4-55.0 m • kg.0 m • kg. Kuras lihat bagian “MENGGANTI OLIMESIN” halaman 3-10. Kuras air pendingin. 4 R.MELEPAS MESIN Melepas kabel dan coupler 5 2 3 1 3 7 6 8 9 Nm (0. lihat bagian “MENGGANTI COOLANT” halaman 3-14 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1. T. lepaskan kabel negative battery dan selanjutnya kabel positive battery . lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9.

0 m • kg. Nomor 2 3 4 5 6 7 8 Komponen yang dilepas Coupler coolant temperature sensor Coupler stator coil / Coupler Crankshaft position sensor Connector switch netral Kable starter motor Kabel kopling Kabel negative battery Pemindah gigi Jumlah 1 1/1 1 1 1 1 1 5-3 .0 m • kg. T. kebalikan dari prosedurmelepas. T.9 m • kg.2 ft • Ib) 10 Nm (1. 6.2 ft • Ib) Keterangan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan. T. R. 4 R.MELEPAS MESIN Melepas kabel dan coupler 5 2 3 1 3 7 6 8 9 Nm (0. 7. R. 7.5 ft • Ib) 10 Nm (1.

35 ft • Ib) T.MELEPAS MESIN Melepas mesin 3 49 Nm (4. R. E Nomor R. 1 2 E 3 E 1 4 2 49 Nm (4. kebalikan dari prosedur melepas.9 m • kg. 5-4 . 35 ft • Ib) T. Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan NOTE: Tempatkan penyanggah dibawah mesin 1 2 3 4 Mur/Baut pengikat mesin (sisi depan) Mur/Baut pengikat mesin (sisi belakang bawah) Mur/Baut pengikat mesin (sisi belakang atas) Mesin 1/1 1/1 1/1 1 Untuk pemasangan.9 m • kg.

2 ft·lb) Jangan mengeraskan Mur dan Baut terlebih dahulu T. R. Kencangkan: • Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) 49 Nm (4. 35 ft·lb) T. 1 2 3 7 a 4 3 6 5 1 2.0 mm (0. 5-5 .9 m·kg. T.9 m·kg. Pasang: • Mesin “1” • Baut dudukan mesin (sisi belakang atas) “2” • Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) “3” • Baut dudukan mesin (sisi belakang bawah) “4” • Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) “5” • Baut dudukan mesin (sisi depan) “6” • Mur dudukan mesin (siosi depan) “7” CATATAN: MEMASANG PEDAL PEMINDAH GIGI.0 m·kg.MELEPAS MESIN EAS23720 EAS3C11030 MEMASANG MESIN 1.24–1.0–30.18 in) Baut tuas pedal pemindah gigi 10 Nm (1. 7. 2 R. 35 ft·lb) • Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) 49 Nm (4. 1. Pasang: • Pedal pemindah gigi “1” CATATAN: Pastikan jarak “a” diantara senter as pemindah gigi “2” dan tuas senter pedal pemindah gigi "3" sesuai spesifikasi.9 m·kg. R. Posisi pedal “a” (pengait) 6. R. 35 ft·lb) • Mur dudukan mesin (sisi depan) Mur dudukan mesin (sisi depan) 49 Nm (4. T.

T. R.2 ft • Ib) T. 5. 9. ∗ R. R. 16 ft • Ib) T.CYLINDER HEAD EAS24100 CYLINDER HEAD Melepas cylinder head 22 Nm (2.9 m • kg.0 m • kg.2 m • kg.2 ft • Ib) T. 1 2 3 4 5 Cap Busi/Spark plug cap Busi/Spark plug Baut cap crankshaft Baut cap timing pengapian Mur/Baut dudukan mesin (sisi depan) 1 1 1 1 1/1 Lepaskan 5-6 . (4) T. R. lihat bagian “TANGKI BENSIN” hal 7-1. 7. lihat bagian “THROTTLE BODY” halaman 7-4.3 m • kg. 8 Baru 7 (4) 6 Baru LS E 5 E 5 13 (4) E M Baru Baru Baru 14 E 12 11 15 4 10 Nm (1.0 m • kg. R. R. Lepaskan lihat “KOPLING” halaman 5-37. lihat bagian “MELEPAS MESIN” halaman 5-1. lihat bagian “THERMOSTAT” halaman 6-4. 22 ft • Ib) Baru 3 Nomor T. R.1 ft • Ib) T.7 m • kg. 10 Nm (1. lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. 35 ft • Ib) Baru 10 R.4 ft • Ib) 10 Nm (1. 1 13 Nm (1. Baru 2 T.2 ft • Ib) LS 7 Nm (0. 16 15 Jumlah 30 Nm (3.0 m • kg.0 m • kg. 7. 7. lihatbagian “RADIATOR” halaman 6-1. Komponen yang dilepas Jok/Panel depan kanan dan kiri/Panel samping kanan dan kiri/Rumah saringan udara Tangki bensin Throttle body/manifold pemasukan Air cut-off valve/Reed valve/Plate Thermostat/Coolant temperature sensor Pompa air Radiator Knalpot Kabel kopling Keterangan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. lihat bagian “POMPA AIR” halaman 6-6. 9 49 Nm (4.

kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg. T.0 m • kg. 9 49 Nm (4. 5.7 m • kg. R. 16 ft • Ib) T. 1215 (Three Bond No. R. 7. 10 Nm (1.0 m • kg. 7.3 m • kg.2 m • kg. 7. Baru 2 T.4 ft • Ib) 10 Nm (1. 1215®) T. R. 5-7 .0 m • kg. 35 ft • Ib) Baru 10 R. 16 15 30 Nm (3.2 ft • Ib) LS 7 Nm (0.2 ft • Ib) T. 22 ft • Ib) Baru 3 Nomor 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 * Yamaha bond No.2 ft • Ib) T. ∗ R. 9. R. R. R. 1 13 Nm (1.CYLINDER HEAD Melepas cylinder head 22 Nm (2. (4) T. 8 Baru 7 (4) 6 Baru LS E 5 E 5 13 (4) E M Baru Baru Baru 14 E 12 11 15 4 10 Nm (1.1 ft • Ib) T.9 m • kg. Komponen yang dilepas Penutup cylinder head Gasket penutup cylinder head Pin dowel Tensioner rantai timing Gasket tensioner rantai timing Sprocket camshaft Cam decompression Cylinder head Gasket cylinder head Pin dowel Guide rantai timing (sisi buang) Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 Keterangan Untuk pemasangan.

CYLINDER HEAD EAS24130 MELEPAS CYLINDER HEAD 1. "2". Lepas: • Sprocket camshaft 5-8 . saat langkah kompresi. Bersihkan: • Endapan karbon pada ruang bakar (dengan skrap bulat) CATATAN: 1 2 Jangan menggunakan benda tajam. d c 6 4 2 3 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24160 5 1 2. Putar crankshaft ke arah kiri b. terlebih dahulu. untuk pembersihan. 1 b 4. akan mengakibatkan kerusakan pada: • Lubang ulir busi • Dudukan klep 3. dengan tanda “d” yang ada pada cylinder head. dan kendorkan baut sprocket camshaft. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM CATATAN: Untuk menghindari agar rantai timing tidak terjatuh kedalam crankcase. Lepaskan: • Cylinder head CATATAN: a • Kendorkan Baut dengan urutan dan pola seperti pada gambar • Kendorkan semua baut dengan 1/2 putaran. MEMERIKSA CYLINDER HEAD 1. Pada saat Piston berada di TMA. Tepatkan: • Tanda marking“I” “a” pada rotor generator (dengan tanda penepatan “b” pada penutup rotor generator) a. sebelum melepas semua baut. ikat dengan kawat “1”. Kendorkan: • Baut sprocket camshaft “1” CATATAN: Tahan mur rotor generator dengan kunci Sok. tepatkan tanda “I” “c” pada sprocket cam shaft.

batang penekan ke rumah tensioner dengan jari. c.03 mm (0. Periksa: • Sprocket camshaft Keausan lebih dari 1/4 gigi gear “a” → ganti sprocket camshaft. dengan pola gerakan angka delapan pada meja datar. Tempatkan amplas halus. 1. Ukur: • Kerataan cylinder head diluar spesifikasi → gosok dan haluskan permukaan cylinder head. Periksa: • Cylinder head Rusak/retak → Ganti • Ruangan air pendingin cylinder head. Pastikan batang penekan pada tensioner keluar secara perlahan dari rumah tensioner. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM b. pada meja datar. Tempatkan penggaris “1” dan thickness gauge “2” menyilang pada cylinder head. CATATAN: Sambil menekan batang penekan tensioner kedalam. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM a. Periksa: • Tensioner rantai timing retak/tekanan balik tidak lancar → Ganti a. 5-9 . Tekan secara perlahan. 1/4 gigi gear Kondisi normal Roller rantai timing Sprocket camshaft 2. putar posisi cylinder beberapa kali. dan crankshaft satu set. putar baut penyetel otomatis dengan obeng kecil ke arah kanan. b.0012 in) a. Periksa: • Guide rantai timing (sisi buang) rusak/aus → ganti EAS24200 MEMERIKSA TENSIONER RANTAI TIMING 1.CYLINDER HEAD 2. Untuk menghasilkan hasil yang sempurna. rantai timing. endapan kotoran/karat → bersihkan 3. Jika pergerakan batang penekan tidak lancar. 1 b. dan lepaskan tekanan pada batang penekan tensioner. Batas kebengkokan 0. d. Periksa kerataan cylinder head c. Jika ketidak rataannya melebihi batas yang diijinkan ikuti petunjuk di bawah ini. Lepaskan obeng. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11031 MEMERIKSA SPROCKET CAMSHAFT DAN GUIDE RANTAI TIMING 1. ganti tensioner rantai timing. 2. dan gosokkan cylinder head.

• Baut cylinder head “2” Baut cylinder head "2" 10 Nm (1. 2. Gerakkan tuas decompresi “1” ke arah gambar panah. Periksa dengan kondisi decompresi terpasang pada sprocket camshaft dan camshaft. dan periksa posisi nok decompresi pada cam (cam buang) harus dalam kondisi ke dalam seperti pada gambar illustrasi "B". Pasang: • Cylinder head CATATAN: Masukkan rantai timing pada rongga rantai timing yang terdapat pada cylinder body. Periksa tuas decompresi “1” dapat bergerak dengan lancar. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5-10 . (tidak bergerak) periksa nok decompresi “2” pada camshaft (cam pembuangan) seperti pada gambnar illustrasi “A”.2 ft·lb) CATATAN: 1 • Lumasi baut cylinder head dengan oli mesin. Dengan kondisi tuas decompresi kedalam. 16 ft·lb) b. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG CYLINDER HEAD 1.CYLINDER HEAD B 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11009 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24230 MEMERIKSA SISTIM DECOMPRESI 1. d. R. • Kencangkan baut cylinder head dengan pola silang dan dengan urutan seperti pada gambar.2 m·kg. c. Tepatkan tanda “I” “a” pada rotor generator dengan tanda penepatan “b” yang terdapat pada tutup rotor generator. T. Pasang: • Sprocket camshaft a. 7. R.0 m·kg. 2 1 3 5 1 A 2 4 2 6 2 3. Periksa: • Sistyim decompresi a. Putar crankshaft ke arah kiri b. Kencangkan: • Baut cylinder head “1” Baut cylinder head "1" 22 Nm (2. T.

dengan obeng kecil “1” ke kanan hingga mengunci. lanjutkan langkah dibawah ini b a 5-11 .CYLINDER HEAD c. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL PERHATIAN: Jangan merubah/memutar crankshaft. Periksa: • Tanda garis “I” “a” Tepatkan tanda garis “I” pada rotor generator dengan tanda penyesuai “b” yang terdapat pada penutup rotor generator. Lepaskan kawat pengikat rantai timing. b. tidak sesuai → tepatkan jika sesuai. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4. Putar: • Crankshaft (beberapa kali putaran ke arah kiri) 6. pada saat memasang camshaft.2 ft·lb) T. Dengan menahan camshaft. b 1 a 2 d c 1 3 CATATAN: Pada saat memasang sprocket camshaft.0 m·kg. pastikan rantai timing pada sisi buang. untuk menghindari berubahnya valve timing. atau putar baut penyetel ke kiri untuk melepaskan kuncian batang penekan. kencangkan sementara baut sprocket camshaft. Dengan kondisi batang penekan tensioner menekan masuk kedalam rumah tensioner/ mengunci (dengan posisi obeng terpasang). 7. dengan tanda penepatan “d” yang terdapat pada cylinder head. pada camshaft. putar baut penyetel. dalam kondisi kencang. f. Pasang: • Gasket tensioner rantai timing Baru • Tensioner rantai timing a. c. Kencangkan baut tensioner “3” sesuai dengan spesifikasi torsi pengencangan Baut tensioner rantai timing 10 Nm (1. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5. Tepatkan tanda “I” “c” pada sprocket camshaft. ECA3C11012 d. d. Tekan batang penekan tensioner ke rumah tensioner. e. Pasang rantai timing pada sprocket camshaft dan pasang sprocket camshaft. R. pasang gasket dan rantai timing "2" ke cylinder body. • Tanda garis“I” “c” Tepatkan tanda garis “I” pada sprocket dengan tanda penyesuai “d” yang terdapat pada cylinder head. Lepas obeng.

0 m·kg. T. Kencangkan: • Baut sprocket camshaft Baut sprocket camshaft 30 Nm (3.CYLINDER HEAD d c 7. 8. 5-12 . jika terlepas akan merusakkan mesin. R. 22 ft·lb) ECA3C11013 PERHATIAN: Pastikan baut sprocket camshaft terpasang dengan kuat sesuai spesifikasi. Ukur: • Kelonggaran klep diluar spesifikasi → setel lihat bagian “MENYETEL KELONGGARAN KLEP” halaman 3-3.

M 5 E 1 2 7 M 4 5 E E Baru M M T. R. kebalikan dari prosedur melepas.1 ft • Ib) Keterangan lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6.7 m • kg. R.CAMSHAFT EAS23730 CAMSHAFT Melepas rocker arms dan camshaft 7 Nm (0. Komponen yang dilepas Cylinder head Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 Mur pengunci Baut penyetel Retainer camshaft Camshaft As rocker arm Rocker arm masuk Rocker arm buang 2 2 1 1 2 1 1 Untuk pemasangan.7 m • kg. 5. 5-13 .1 ft • Ib) 1 2 6 Nomor T. 5. 3 7 Nm (0.

Periksa: • Bentuk dimensi camshaft berwarna biru terbakar/aus/baret → Ganti camshaft.643–29. Kendorkan: • Mur pengunci “1” • Baut penyetel kelonggaran klep “2” 2 1 2.1788– 1.543 mm (1. untuk memeriksa rocker arms dan as rocker arm 1.073–25. Periksa: • Aliran oli pada camshaft tersumabt → tiup dengan udara bertekanan. 2.9889 in) Limit 24.119 mm (0. Ukur: • Dimensi cam shaft “a” dan “b” diluar spesifikasi → ganti camshaft. dan tarik keluar camshaft.1710 in) Limit 29.9911 in) Limit 24.842 mm (1.9832 in) Buang A 29.919 mm (0.173 mm (0.743 mm (1. EAS23880 MEMERIKSA ROCKER ARMS DAN AS ROCKER ARM Ikuti prosedur dibawah ini. Dimensi bentuk camshaft Masuk A 29.1670– 1.9810 in) 1 2 Slide hammer bolt 90890-01085 Slide hammer bolt 8 mm YU-01083-2 EAS23840 MEMERIKSA CAMSHAFT 1.019–25.9871– 0.1749 in) Buang B 25.042 mm (1.CAMSHAFT EAS23770 MELEPAS ROCKER ARMS DAN CAMSHAFT 1.9850– 0. Lepas: • Camshaft “1” CATATAN: Masukkan baut 8-mm (0. 3.942–30. Periksa: • Rocker arm rusak/aus → ganti 5-14 .31-in) “2” pada lubang ulir yang terdapat pada ujung camshaft.973 mm (0.1631 in) Masuk B 25.1828 in) Limit 29.

3917 in) • Pastikan coakan “a” pada as rocker arm menghadap kebawah.3937 in) Limit 10.CAMSHAFT 2.0013 in) Limit 0. Perhitungan: • kelonggaran rocker-arm-ke-as rocker-arm.000 mm (0. diluar spesifikasi → ganti komponen yang aus.034 mm (0. Lumasi : • Camshaft Pelumas yang disarankan Camshaft Molybdenum disulfide oil bearing camshaft Oli mesin 3. CATATAN: Perhitungan kelonggaran dengan cara mengurangi diameter dalam rocker arm dengan diameter as rocker arm. seperti pada gambar ilustrasi • Pastikan as rocker arm (masuk dan keluar) benar-benar masuk ke cylinder head.985–10.976 mm (0. Lumasi: • Rocker arms • As rocker arm Pelumas yang disarankan Permukaan dalam rocker arm Molybdenum disulfide oil As rocker arm Oli mesin 2.3928 in) Limit 9.966–9.as rocker arm 0. 5-15 .08 mm (0. Pasang: • Rocker arm pemasukan dan pengeluaran • As rocker arm “1” CATATAN: 4. 1 1 a 5.3949 in) Kelonggaran Lubang rocker-arm ke .950 mm (0. Ukur: • Diameter luar as rocker arm “a” diluar spesifikasi → ganti Diameter luar as rocker arm 9.030 mm (0.3931– 0.009–0. Periksa: • As rocker arm warna biru terbakar/aus/baret/ mengecil → Ganti/cek aliran pelumasan 3.0004–0.3924–0.0031 in) EAS24040 MEMASANG CAMSHAFT DAN ROCKER ARM 1. Ukur: • Diameter dalam rocker “a” diluar spesifikasi → Ganti Diameter dalam rocker arm 9.

Refer to “CAMSHAFT” on page 5-13. kebalikan dari prosedur melepas.KLEP DAN PER KLEP EAS24270 KLEP DAN PER KLEP Melepas klep dan per klep 1 1 2 3 Baru 6 7 M M 2 3 6 Baru 7 M 8 M 8 4 7 8 2 1 3 6 Baru 4 1 2 3 6 Baru 7 8 M M 5 M 5 Nomor Komponen yang dilepas Cylinder head Rocker arms/Camshaft Jumlah Keterangan Refer to “CYLINDER HEAD” on page 5-6. 1 2 3 4 5 6 7 8 Pin pengunci Dudukan per atas Per klep Klep masuk Klep buang Seal valve stem Dudukan per bawah Guide klep 8 4 4 2 2 4 4 4 Untuk pemasangan. 5-16 .

CATATAN: 2 Sebelum melepas komponen pada cylinder head. EAS24290 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MEMERIKSA KLEP DAN GUIDE KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. untuk memeriksa klep dan guide klep.KLEP DAN PER KLEP EAS24280 MELEPAS KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. Masukkan cairan pembersih “a” pada lubang masuk dan lubang keluar pada cylinder head. Ukur: • kelonggaran batang klep ke guide klep diluar spesifikasi → Ganti guide klep. klep. • Kelonggaran guide klep dan batang klep = diameter dalam guide klep“a” diameter luar batang klep “b” 2. per klep. dan lebar dudukan klep. pastikan klep dalam kondisi rapat. dudukan klep. tidak bocor 1. dengan cara menekan per klep dengan valve spring compressor. untuk melepas klep dan komponen penunjang. Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 5-17 . lihat “MEMERIKSA DUDUKAN KLEP” halaman 5-19. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 3. Lepas: • Dudukan per atas “1” • Per klep “2” • Klep “3” • Seal valve stem “4” • Dudukan per bawah “5” CATATAN: Hafalkan posisi awal dengan cermat. Harus tidak ada kebocoran pada dudukan klep “1”. dudukan klep). a. Lepas: • Pin pengunci “1” CATATAN: Melepas pin pengunci. (al. dan valve spring compressor attachment “2”. Periksa: • Kerapatan klep terjadi kebocoran → periksa permukaan klep.. agar bisa dirakit kembali seperti posisi semula. b. 1. Periksa kerapatan dudukan klep.

5) 90890-04117 Valve guide installer (4.052 mm (0.0032 in) Kelonggaran guide klep ke batang klep (buang) 0.4 mm (0.0010–0.0039 in) b.5 mm) YM-04116 Valve guide installer (ø4. a. Valve guide remover (ø4. Lepaskan guide klep dengan valve guide remover “1”.037 mm (0. 2.080 mm (0.0015 in) Limit 0.5) 90890-04118 Valve guide reamer (4.100 mm (0.685 in) Posisi guide klep (buang) 14.KLEP DAN PER KLEP Kelonggaran guide klep ke batang klep (masuk) 0.010–0.4 mm (0. Pasang guide klep yang baru dengan valve guide installer “2” dan valve guide remover “1”.5) 90890-04116 Valve guide remover (4.0004–0.0–14.669–0.025–0.0–17.5 mm) YM-04118 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk mempermudah dan menjamin pelepasan dan pemasangan dengan sempurna. Posisi guide klep c. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5-18 . Posisi guide klep (masuk) 17. bore lubang guide klep dengan valve guide reamer “3” untuk memastikan kelonggaran guide klep ke batang klep lebih sempurna. Setelah pemasangan guide klep.551–0.0020 in) Limit 0.5 mm) YM-04117 Valve guide reamer (ø4. sekir permukaan dudukan klep kembali. panaskan cylinder head hingga 100 °C (212 °F) pada oven.567 in) a. Ganti: • Guide klep CATATAN: CATATAN: Setelah mengganti guide klep.

0004 in) b. Masukkan klep ke guide klep.0354–0. dan tekan klep hingga tergambar bagian yang bersentuhan. Batas kebengkokan batang klep 0. Pasang klep pada cylinder head.010 mm (0. 1. Periksa: • Dudukan klep tidak rata/aus → Ganti cylinder head.0354 in) EAS24300 MEMERIKSA KLEP DAN DUDUKAN KLEP Ikuti prosedur dibawah ini.90 mm (0. untuk melakukan pemeriksaan klep dan dudukan klep.0433 in) 6. Periksa: • Permukan klep. Bersihkan: • Endapan carbon (dari permukaan klep dan dudukan klep) 2.50–0. • Jika mengganti klep atau melepas klep. ganti juga guide valve dengan yang baru. Ukur: • Ketebalan kepala klep D “a” diluar spesifikasi → ganti klep Ketebalan kepala klep D (masuk) 0.0433 in) Lebar dudukan klep C (buang) 0.0197–0.KLEP DAN PER KLEP 3.0354 in) Ketebalan kepala klep D (buang) 0.10 mm (0.50–0.90–1.90–1. Ukur lebar dudukan klep CATATAN: Jika permukaan klep dan permukaan dudukan klep bersinggungan. Ukur: • Kelurusan batang klep diluar spesifikasi → ganti klep CATATAN: a.0354–0. Lumasi Mechanic’s blueing dye (Dykem) “b” pada permukaan dudukan klep MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Pada saat mengganti klep. c. Lebar dudukan klep C (masuk) 0. permukaan blueing akan terhapus. Tidak rata/aus → Grinda permukaan klep • Ujung batang klep Mengembang. diameter ujung batang lebih besar dari batang klep → ganti klep 5. Bersihkan: • Endapan carbon (pada permukaan klep dan dudukan klep) 4.0197–0. selalu lakukan penggantian seal valve stem. d.10 mm (0.90 mm (0. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5-19 . 3. Ukur: • Lebar dudukan klep C “a” diluar spesifikasi → Ganti cylinder head.

Lumasi molybdenum disulfide oil pada batang klep/valve stem. f. 5-20 . Lumasi compound ke permukaan klep. Pasang klep pada cylinder head. hingga permukaan klep. untuk memeriksa per klep. Sekir: • Permukaan klep • Permukaan dudukan klep CATATAN: Setelah mengganti cylinder head atau mengganti klep dan guide klep. h. dan bersihkan compound. dan hentakkan kedepan sambil di putar. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24310 MEMERIKSA PER KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. Skir klep. a. hingga terlihat bekas-bekas sentuhan antara permukaan klep dan dudukan klep. dan dudukan klep rata/rapat. j. bersihkan compound dari permukaan klep dan dudukan klep. harus di sekir kembali. Ukur: • Panjang bebas per klep “a” diluar spesifikasi → Ganti per klep. i. CATATAN: Untuk mendapatkan hasil yang baik. b. dan lakukan secara berulang-ulang. ECA13790 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERHATIAN: Jangan sampai compound masuk diantara batang klep dan guide klep. jika lebar dudukan tidak sesuai spesifikasi. Ukur lebar dudukan klep “c” kembali. Pasang klep pada cylinder head. Tekan klep pada dudukan klep. d. Lumasi Mechanic’s blueing dye (Dykem) “b” pada permukaan dudukan klep. 1. e. c.KLEP DAN PER KLEP 4. Setelah melakukan prosedur pensekiran. lakukan pensekiran kembali. g. angkat alat skir sdikit. Lumasi compound “a” pada permukaan klep. dan ulangi langkah-langkah diatas. dudukan klep dan permukaan klep.

42 lbf) (14.5°/0.KLEP DAN PER KLEP Panjang bebas per (masuk) 41.56 in) Panjang bebas per (buang) 41.8 mm (2.47–36.30 mm (1.5°/0.64 in) Limit 39. Ukur: • Tekanan per klep “a” diluar spesifikasi → Ganti per klep.5°/1.30 mm (1. untuk memasang klep dan komponen penunjang 1.62 mm (1.71 mm (1.56 in) batas kebengkokan (masuk) 2. Panjang per terpasang 3.64 in) Limit 39.62 mm (1.071 in) batas kebengkokan (buang) 2.39 in) Panjang per terpasang (buang) 35.47–36.39 in) MEMASANG Ikuti prosedur dibawah ini. Lumasi: • Batang klep “1” • Seal batang klep “2” Baru (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Molybdenum disulfide oil Baru b.28–16. Pasang: • dudukan per bawah “1” 5-21 .5°/1. Tekanan per dalam kondisi terpasang (masuk) 140–162 N (31. 3. Haluskan: • ujung pengunci klep (dengan oil stone) 2.52 kgf) Panjang per terpasang (masuk) 35.071 in) EAS24340 2.52 kgf) Tekanan per dalam kondisi terpasang (buang) 140–162 N (31.71 mm (1.42 lbf) (14.8 mm (2. ukur: • Kebengkokan per klep “a” diluar spesifikasi → ganti per klep.28–16.

Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 5-22 . b. dengan menekan per klep dengan valve spring compressor. pukul ujung klep dengan pukul besi plastik dengan perlahan. ECA13800 PERHATIAN: Pukul ujung dudukan atas per klep dengan pukul besi plastik secara perlahan. dengan posisi jarak ulir yang jauh "a" berada di atas. Jarak ulir yang pendek 4.KLEP DAN PER KLEP Baru • Seal Valve stem • Klep “3” • Per klep “4” • Dudukan per atas “5” (pada cylinder head) CATATAN: 2 • Pastikan setiap klep terpasang dengan sempurna. Pasang : • Pin pengunci “1” CATATAN: Pasang pin pengunci. dan valve spring compressor attachment “2”. Untuk mejamin pin pengunci terpasang dengan sempurna. • Pasang per klep. 1 5.

kebalikan dari prosedur melepas.7 m • kg. 3 Komponen yang dilepas Cylinder head Cylinder Gasket cylinder Pin dowel Circlip pin piston Pin piston Piston Top ring 2nd ring Ring piston 1 1 2 2 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan.CYLINDER DAN PISTON EAS24350 CYLINDER DAN PISTON Melepas cylinder adn piston 7 E 8 9 6 5 Baru 4 E E 4 Baru 1 E Baru 2 Baru 3 7 Nm (0. R.1 ft • Ib) Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 T. 5-23 . Jumlah Keterangan lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. 5.

• Sebelum melepas pin piston.CYLINDER DAN PISTON EAS24380 MELEPAS PISTON 1. pergunakan piston pin puller set "4" EAS24390 Piston pin puller set 90890-01304 Piston pin puller YU-01304 MEMERIKSA CYLINDER DAN PISTON 1.010 mm (2. dan Ring piston satu set. untuk mempermudah keluarnya pin piston. haluskan permukaan alur clip pin piston. Periksa: • Dinding piston • Dinding cylinder ada goresan ke atas → Ganti cylinder. dari sisi ke sisi dan dari depan ke belakang. Diameter/Bore 56. dan ambil perhitungan rata-rata. Piston. buka ujung sambungan ring dengan ibu jari. untuk mengeluarkan pin piston dari piston.05 mm (0. CATATAN: • Sebelum melepas clip pin piston.0020 in) 2. PERHATIAN Jangan menggunakan pukul besi. • Pin piston “2” • Piston “3” ECA13810 CATATAN: Saat melepas ring piston.2445 in) Batas ketirusan 0.985–57. Lepas: • Clip pin piston “1”. tutup lubang crankcase dengan kain untuk menghindari clip pin piston terlempar masuk ke dalam crankcase. jika pin piston masih sulit dilepas. Ukur diameter cylinder “C” dengan cylinder bore gauge. Ukur: • Kelonggaran piston-ke-cylinder a. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2 1 3 CATATAN: Ukur diameter cylinder “C” silang.0020 in) Batas keovalan 0. Lepaskan: • Ring pertama/Top ring • Ring kedua/2nd ring • Ring Oli 5-24 .2435– 2.05 mm (0. 2. dan angkat ke atas sisi yang lain melewati kepala piston.

a.0012– 0.0008–0. D4 atau D6 (keovalan) b. 40 mm (1. dan ring piston.20 in) adalah titik pengukuran.055 mm (0. CATATAN: Sebelum mengukur celah alur ring dan ring piston.0059 in) f.0022 in) Limit 0.diameter max D2.diameter max D 5 atau D 6 (ketirusan) “R” = diameter max D1. piston. Ukur diameter piston “D” “a” dengan micrometer. jika diluar spesifikasi ganti cylinder. Jika diluar spesifikasi. e.0026 in) Limit 0.dikurangi Diameter piston “D” Kelonggaranm piston ke cylinder 0.965–56. Pasang: • Ring piston (pada cylinder) CATATAN: Ratakan posisi ring.990 mm (2. 5.0008– 0. satu set. piston.0039 in) b. diukur dari bawah piston Piston Diameter D 56. bersihkan endapan carbon pada celah alur ring. dan ring piston satu set.100 mm (0.0039 in) Ring kedua/2nd ring celah alur ring 0.065 mm (0. EAS24430 MEMERIKSA RING PISTON 1.020–0.100 mm (0. c.2427– 2. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2.0018 in) Limit 0. D3 atau D5 .15 mm (0.57 in) 5-25 .045 mm (0. Ukur: • celah alur ring dengan ring piston diluar spesifikasi → ganti piston dan ring piston satu set.030–0. Ring piston Ring pertama/Top ring celah alur dan ring 0.0 mm (0. dengan kepala piston.020–0. Jika diluar spesifikasi. di dalam cylinder. Perhitungan kelonggaran piston-ke-cylinder dengan rumus • Kelonggaran piston-ke-cylinder = Diameter cylinder “C” .2437 in) d. ganti piston dan ring piston satu set. dan ring piston.CYLINDER DAN PISTON “C” = diameter maksimum D1–D2 “T” = diameter max D1 atau D2 . ganti cylinder.

10–0. dan bawah melebihi spesifikasi. dan piston satu set • kelonggaran pin piston-ke-lubang pin = diameter lubang pin piston “b” diameter luar pin piston “a” Kelonggaran Pin piston dengan lubang pin piston pada piston 0. Ukur: • Diameter luar pin piston "a" diluar spesifikasi → Ganti pin piston Diameter luar pin piston 13.068 mm (0.002–14.5512 in) Limit 13.5517 in) Limit 14. Diameter lubang pin piston 14.0157 in) Ring oli (rail ring) celah ring (terpasang) 0.5502 in) MEMASANG PISTON DAN CYLINDER 1. Periksa: • Pin piston berwarna biru terbakar/ aus → Ganti pin piston dan periksa sistim pelumasan.0157 in) Ring kedua/2nd ring celah ring (terpasang) 0.013 mm (0.0276 in) EAS24440 4.25 mm (0.70 mm (0.002–0. Pasang: • Ring pertama/Top ring “1” • Ring kedua/2nd ring “2” • Expander ring oli “3” • Rail ring oli bawah “4” • Rail ring oli atas “5” CATATAN: Pastikan tulisan yang terdapat pada ring piston.10–0.0007 in) Limit 0.20–0. jika celah rail ring oli atas.5510– 0. 5-26 . berada pada posisi diatas.043 mm (0.0079–0. Ukur: • Diameter lubang pin piston “b” diluar spesifikasi → ganti piston.40 mm (0.5529 in) expander ring oli tidak dapat diukur. ganti ring oli satu set Ring piston Ring pertama/Top ring celah ring (terpasang) 0.0098 in) Limit 0. Ukur: • celah sambungan ring piston diluar spesifikasi → ganti ring piston CATATAN: 3.0039–0.995–14.0027 in) EAS24450 MEMRIKSA PIN PISTON 1. 2.975 mm (0.018 mm (0.0098 in) Limit 0.5513– 0.CYLINDER DAN PISTON 3.25 mm (0.000 mm (0.0039–0.0001–0. Perhitungan: • Celah pin piston-ke-lubang pin piston diluar spesifikasi → Ganti pin piston.40 mm (0.

tutup lubang crankcase dengan kain. Ring pertama/Top ring Expander ring oli Rail ring oli atas Rail ring oli bawah Ring kedua/2nd ring sisi lubang buang • Lumasi oli pada apin piston • Pastikan tanda panah “a” pada kepala piston menghadap ke arah lubang pembuangan.CYLINDER DAN PISTON e 120˚ 120˚ 120˚ a b 90˚ c d 45˚ A 45˚ 2. c. • Sebelum memasang clip piston. 5. 3 Baru 3. Pasang: • Piston “1” • Pin piston “2” • Clip pin piston Baru CATATAN: a. Posisikan sambungan ring: • Sambungan ring 1 5-27 . untuk menghindari melejitnya clip piston ke dalam crankcase. Lumasi: • Piston • Ring piston • Cylinder (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Oli mesin 4. dan masukkan cylinder dengan tangan yang lain • Masukkan rantai timing dan guide rantai timing (sisi pemasukan) pada rongga rantai yang terterdapat pada cylinder body. e. Pasang: • Pin dowel • Gasket cylinder head Baru • Cylinder “1” CATATAN: 1 a 2 • Tekan ring piston dengan satu tangan. d. b. A.

0 m • kg. 9 10 Nm (1. 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Lepaskan T. R. 7. lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1 lihat bagian “RANTAI PENGGERAK” hal 4-55. Komponen yang dilepas Oli mesin Panel sisi kiri Penutup sprocket R.4 m • kg.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH EAS3C11010 GENERATOR DAN STARTER CLUTCH Melepas generator dan starter clutch 1 2 10 Nm (1. E T.0 m • kg. Baru (3) E (7) Baru LS 5 14 Nm (1. 10 ft • Ib) Nomor R.0 m • kg. 7. 20 11 10 Nm (1. 7. 8 7 Baru 19 E 17 14 16 E 3 E 15 13 10 8 LS Baru 4 6 Baru 18 T. (3) 12 R. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Coupler stator coil Coupler crankshaft position sensor Connector kabel switch netral Baut cap control timing pengapian Baut cap lubang crankshaft Penutup generator Gasket penutup generator Pin dowel Crankshaft position sensor Stator coil Rotor generator 5-28 . 50 ft • lb) Jumlah R.2 ft • Ib) LT LT T.2 ft • Ib) T.2 ft • Ib) Keterangan Kuras oli mesin lihat bagian “MENGGANTI OLI MESIN” halaman 3-10.0 m • kg. 70 Nm (7.

5-29 .2 ft • Ib) T.0 m • kg.0 m • kg. 7. 70 Nm (7. (3) 12 R. 7. 50 ft • lb) Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 R.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH Melepas generator dan starter clutch 1 2 10 Nm (1. Untuk pemasangan.2 ft • Ib) Keterangan T. 10 ft • Ib) Nomor 12 13 14 15 16 17 18 19 20 R.2 ft • Ib) LT LT T. 20 11 10 Nm (1. 8 7 Baru 19 E 17 14 16 E 3 E 15 13 10 8 LS Baru 4 6 Baru 18 T. Komponen yang dilepas Pin pasak Gear starter clutch Bearing Washer As gear starter clutch idle Washer Circlip Gear idle starter clutch Unit starter clutch R. Baru (3) E (7) Baru LS 5 14 Nm (1. 9 10 Nm (1.0 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. E T. R. 7.4 m • kg.0 m • kg.

Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A 2 2. Periksa: • Roller starter clutch “1” • Cap per starter clutch “2” • Per starter clutch “3” rusak/aus → Ganti unit starter clutch. Flywheel puller 90890-01362 Heavy duty puller YU-33270-B MEMERIKSA STARTER CLUTCH 1.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH EAS24490 MELEPAS GENERATOR 1. Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A EAS24560 MELEPAS STARTER CLUTCH 1. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang ada pada rotor generator. Lepas: • rotor generator “1” (dengan flywheel puller “2”) • Pin pasak ECA13880 1 PERHATIAN Untuk menghindari agar ujung crankshaft tidak rusak. 5-30 . kendorkan mur rotor generator. EAS24570 3 2 CATATAN: Pastikan posisi flywheel puller tepat berada di tengah rotor generator. pasang mur crankshaft diantara baut fly wheel puller dan senter as crankshaft. Buka: • Baut starter clutch “1” CATATAN: 1 3 • Tahan generator rotor “2” dengan alat sheaveholder “3”. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok pada rotor generator. lepaskan baut starter clutch. Lepas: • Mur rotor generator “1” • Washer CATATAN: 1 2 • Tahan rotor generator “2” dengan peralatan sheave holder “3”.

kencangkan baut starter clutch. pastikan pin pasak terpasang dengan sempurna pada crankshaft. Pasang gear starter clutch “1” pada starter clutch dan tahan rotor generator.4 m·kg. dan harus diganti c. Periksa: • Permukaan singgung starter clutch rusak/aus/tidak rata → Ganti starter clutch gear. 2. starter clutch harus dalam kondisi bebas berputar. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 Baru 3 2 a a a EAS24500 A 1 MEMASANG GENERATOR 1. T.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH 1 2 3 1 2 3 2 1 3 Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A CATATAN: • Tahan rotor generator “2” dengan alat sheave holder “3”. • Pada saat memasang rotor generator. b. Pasang: • Pin pasak • Rotor generator • Washer • Mur rotor generator CATATAN: B LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24600 MEMASANG STARTER CLUTCH 1. Periksa: • cara kerja starter clutch a. Putar gear starter clutch ke arah kanan "A". starter clutch dalam kondisi rusak. Pasang: • Unit starter clutch • Baut starter clutch Baru • Bersihkan sisi ketirusan crankshaft dan lubang hub rotor generator.0 m·kg. Periksa: • Idle gear starter clutch • Gear starter clutch Cacat/mengecil/aus/tidak lancar → Ganti komponen yang rusak 3. jika tidak berputar starter clutch dalam kondisi rusak dan harus diganti. 10 ft·lb) T. 2. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang terdapat pada rotor generator. • Kembangkan tiap ujung baut “a” starter clutch. 5-31 . 50 ft·lb) Baut starter clutch 14 Nm (1. Kencangkan: • Mur rotor generator “1” Mur rotor generator 70 Nm (7. R. Jika gear starter clutch diputar ke arah "B". R. 4. starter clutch dan gear starter clutch harus mengopel. jika tidak terkoplel.

11 2. Lumasi: • Lem/Sealant (pada gromet kabel unit crankshaft positionsensor/stator).10 9 1 3 2 3. dan berurutan seperti pada gambar. Pasang: • Penutup generator Baut penutup generator 10 Nm (1. R. 1215 90890-85505 (Three Bond No. T. Yamaha bond No. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang terdapat pada rotor generator. Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A 1. 7.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan baut tutup generator dengan pola silang.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH CATATAN: • Tahan rotor generator “2” dengan alat sheave sheave holder “3”. 5-32 .0 m·kg.1215®) 4.6 5 7 8 4 3. kencangkan mur rotor generator.

kebalikan dari prosedur melepas. R.2 ft • Ib) T.0 m • kg. 7. 5-33 .STARTER LISTRIK EAS24780 STARTER LISTRIK Melepas motor starter 10 Nm (1. 2 1 Nomor 1 2 Komponen yang dilepas Motor starter Kabel motor starter Jumlah 1 1 Lepaskan Keterangan Untuk pemasangan.

STARTER LISTRIK Membongkar motor starter 1 Baru 6 LS 5 7 3 Baru 4 2 7 6 Order 1 2 3 4 5 6 7 O-ring Job/Parts to remove Q’ty 1 1 1 1 1 2 2 Remarks Yoke motor starter O-ring Commutator Penutup depan motor starter /holder brush Sikat/Brush Per sikat/Brush Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas. 5-34 .

perhatikan tanda penepatan “a” yang terdapat pada yoke motor starter dan penutup depan motor starter 1 2 4.35 mm (0. Ukur: • Tahanan unit Armature (commutator dan insulation) diluar spesifikasi → Ganti motor starter a EAS24790 MEMERIKSA MOTOR STARTER 1. Sebelum membongkar motor starter.STARTER LISTRIK EAS3C11011 MEMBONGKAR MOTOR STARTER 1. Ukur: • Diameter commutator “a” diluar spesifikasi → Ganti motor starter Limit 16.0315–0. harus dijaga untuk mejamin kerja commutator.0385 Ω pada 20 °C (68 °F) Tahanan Insulation “2” sekitar 1 MΩ pada 20 °C (68 °F) b. Periksa • Commutator Kotor→ bersihkan dengan amplas 2. a 3. dengan patahan gergaji Kedalaman alur/Mica undercut 1. Ukur tahanan unit armature dengan alat pocket tester.50 mm (0. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Armature coil Tahanan commutator “1” 0. Ukur: • Panjang sikat/brush “a” di luar spesifikasi → Ganti sikat/brush Limit 3.14 in) 5-35 .05 in) LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5.65 in) a. Lepas: • Yoke motor starter “1” • Penutup depan motor starter/holder brush “2” CATATAN: CATATAN: Kedalaman alur/mica undercut. Ukur: • Kedalaman alur /Mica undercut “a” diluar spesifikasi → perdalam alur comutator.6 mm (0. Jika diluar spesifikasi. ganti motor starter.

Pasang: • Penutup depan motor starter /holder brush set “1” • Yoke motor starter “2” CATATAN: Tepatkan tanda garis “a” pada yoke motor starter dan penutup depan motor starter/ holder brush seperti sebelum dibongkar.STARTER LISTRIK 6.88 N (14. Tekanan per/brush 3. EAS24800 MERAKIT MOTOR STARTER 1. 1 2 a 5-36 .92–5. Periksa: • Bearing • Seal oli Rusak/aus → Ganti penutup depan motor starter /holder brush satu set.11–21. 8. Periksa: • Gigi gear rusak/aus → Ganti gear.17 oz) (400–600 gf) 7. Ukur: • Tekanan per brush/sikat diluar spesifikasi → Ganti per sikat/ brush satu set.

36 ft • Ib) 10 Nm (1. R. R. Nomor T. 2 3 4 5 6 7 8 9 Tuas starter Penutup filter oli Filter oli Stopper tuas starter Penutup kopling Gasket penutup kopling Pin dowel Seal oli 5-37 .0 m • kg. Komponen yang dilepas Oli mesin Kuras oli mesin lihat bagian “MENGGANTI OLI MESIN” halaman 3-10. 7. R. (6) 10 Nm (1.0 m • kg.2 ft • Ib) Jumlah 50 Nm (5.KOPLING EAS25061 KOPLING Melepas penutup kopling 9 Nm (0. R. 1 1 1 1 1 1 2 2 Untuk pemasangan. 7. 20 ft • Ib) T. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg. R. 6.2 ft • Ib) Keterangan T.8 m • kg.5 ft • Ib) T. 8 Baru 7 Baru 9 2 E 8 9 Baru 6 3 LS 4 Baru LS (4) T.9 m • kg. 1 5 28 Nm (2.

2 m • kg. 12 Nm (1. R.KOPLING Melepas kopling 70 Nm (7. R.8 m • kg. 50 ft • lb) T. 8. R. 5. 3 4 5 1 8 (4) (4) 8 7 2 8 7 8 10 7 13 6 12 11 9 15 18 16 17 E E Komponen yang dilepas Mur pengunci Per kopling Plat tekan Batang penekan pendek tuas kopling Holder batang penekan kopling Bola/ball Kampas kopling 1 Plat kopling Kampas kopling 2 Kampas kopling 3 (Hijau) Per damper kopling Dudukan per dumper kopling Mur clutch boss Washer pengunci Clutch boss Thrust washer Rumah kopling Jumlah 1 4 1 1 1 1 3 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 keterangan 5-38 .0 m • kg.7 ft • Ib) 8 Nm (0.8 ft • Ib) E T. 14 Baru Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 T.

3 4 5 1 8 (4) (4) 8 7 2 8 7 8 10 7 13 6 12 11 9 15 18 16 17 E E Komponen yang dilepas Conical spring washer Jumlah 1 keterangan Untuk pemasangan. R.8 ft • Ib) E T.2 m • kg. 50 ft • lb) T. R.7 ft • Ib) 8 Nm (0.KOPLING Melepas kopling 70 Nm (7. 5-39 . 12 Nm (1. 14 Baru Nomor 18 T. 8. kebalikan dari prosedur melepas.8 m • kg.0 m • kg. 5. R.

kebalikan dari prosedur melepas 5-40 . 1 2 3 4 5 Tuas penekan kopling/Clutch push lever Per tuas penekan kopling Circlip Seal oli Bearing 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan.KOPLING Melepas tuas penekan 1 E 2 3 Baru E LS 4 Baru 5 Nomor Komponen yang dilepas Rumah kopling Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.

110 in) Ketebalan kampas kopling 2 2.80 mm (0. C.10 mm (0.114–0. Periksa: • Plat kopling rusak/aus → Ganti plat kopling satu set 2. buka mur clutch boss. 1. a.10 mm (0.114–0. EAS25110 Kampas kopling 1 Kampas kopling 2 kampas kopling 3 (Hijau) Posisi cat warna hijau Ukur ketebalan kampas pada empat posisi Ketebalan kampas kopling 1 2.110 in) Ketebalan kampas kopling 3 2. Ukur: • Kelurusan plat kopling (dengan meja datar dan thickness gauge “1”) diluar spesifikasi → ganti plat kopling satu set.114–0.122 in) Batas ketipisan 2. untuk memeriksa plat kopling.80 mm (0.110 in) MEMERIKSA PLAT KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini. 2.10 mm (0. untuk memeriksa kampas kopling.122 in) Batas ketipisan 2.90–3. Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 A B 1 2 3 C EAS25100 MEMERIKSA KAMPAS KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini. Ukur: • Ketebalan kampas kopling diluar spesifikasi → Ganti kampas kopling satu set.90–3. Kendorkan: • Mur clutch boss “1” CATATAN: Tahan clutch boss “2” dengan alat universal clutch holder “3”. Thickness gauge 90890-03180 Feeler gauge set YU-26900-9 5-41 . Periksa: • Kampas kopling Tipis/aus → Ganti kampas kopling satu set. 1. CATATAN: a A.KOPLING EAS25070 MELEPAS KOPLING 1.122 in) Batas ketipisan 2.90–3.80 mm (0. Luruskan washer pengunci 2. B.

Periksa: • Per kopling rusak/patah → ganti per kopling satu set. akan berakibat kerja kampas kopling tidak lancar.069 in) Batas kebengkokan 0.45–1. 1. CATATAN: MEMERIKSA TUAS PENEKAN KOPLING DAN BATANG PENDEK PENEKAN KOPLING 1.80 mm (1. Periksa: • Bearing rusak/aus → Ganti bearing dan rumah kopling.20 mm (0. Periksa: • Alur Clutch boss rusak/bergelombang/aus → Ganti clutch boss. Ukur: • Panjang bebas per kopling “a” diluar spesifikasi → ganti per kopling satu set. 5-42 . EAS25170 MEMERIKSA PLAT TEKAN 1. 2.057–0. Periksa: • Alur rumah kopling/Clutch housing dogs “1” Rusak/tidak rata/aus → ratakan permukaan alur atau ganti rumah kopling. MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVE 1.75 mm (0. untuk memeriksa per kopling.KOPLING Ketebalan plat kopling 1. EAS25160 EAS25140 MEMERIKSA PER KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini. Panjang bebas per kopling 38. Periksa: • Tuas penekan kopling • Batang pendek penekan kopling rusak/aus → Ganti komponen yang rusak EAS25200 Tidak ratanya alur rumah kopling. Lepas: • Gear primary drive lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55.45 in) MEMERIKSA CLUTCH BOSS 1.0079 in) 2.74 mm (1.53 in) Panjang minimum 36. CATATAN: Tidak ratanya alur clutch boss akan berakibat kerja kampas kopling tidak lancar. Periksa: • Plat tekan retak/rusak → Ganti EAS3C11013 EAS25150 MEMERIKSA RUMAH KOPLING 1.

EAS25210 CATATAN: Pastikan sudut tajam thrust washer "a" pada posisi berlawanan dengan sisi clutch boss. 3. Baru 2 b EAS25240 1 MEMASANG KOPLING 1.0 m·kg. • Tepatkan alur “a” washer pengunci pada tulangan “b” yang terdapat pada clutch boss. Periksa: • Gear primary driven“1” rusak/aus → ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set Timbul suara "Noise" saat berjalan → Ganti Gear primary drive dan rumah kopling satu set. 5-43 . 1 a MEMRIKSA GEAR PRIMARY DRIVEN 1. 50 ft·lb) Pasang conical spring washer dengan posisi seperti pada gambar illustrasi T. Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 2. Pasang: • Gera primary drive lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. Pasang: • Clutch boss “1” • Washer pengunci“2” Baru • Mur clutch boss CATATAN: 1 • Lumasi ulir mur clutch boss dan permukaan washer pengunci dengan oli mesin. Timbul suara " noise" pada saat jalan → Ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set. 1 CATATAN: Tahan clutch boss “2” dengan alat universal clutch holder “3”. dan kencangkan mur clutch boss. Kencangkan: • Mur clutch boss “1” Mur clutch boss 70 Nm (7. Pasang: • Conical spring washer “1” CATATAN: a 4.KOPLING 2. Periksa: • Gear primary drive Rusak/aus → Ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set. 3. Pasang: • Rumahn kopling • Thrust washer “1” R.

R. Periksa posisi nok “a” yang terdapat pada tuas “1” tepatkan dengan nok “b” yang ada pada crankcase seperti gambar dibawah.8 m·kg. Mur pengunci (setelan kopling) 8 Nm (0. 6. Pasang: • Clutch damper spring seat “1” • Clutch damper spring “2” • Kampas kopling 2 • Plat kopling • Kampas kopling 1 CATATAN: 9. R.2 m·kg. Jika nok “a” tidak tepat dengan nok “b”. dan kampas 12 b. Setel: • Gerak bebas mekanisme kopling a. 8. pasang kampas kopling. pada sisi yang panjang. dan selanjutnya bergantian antara plat kopling. Pasang: • Plat tekan • Per kopling “1” • Baut per kopling “2” Baut per kopling 12 Nm (1. dengan pola silang seperti pada gambar T. putar baut penyetel “3” kedalam atau keluar hingga nok “a” tepat dengan nok "b". tepatkan dengan tahapan sbb : • Kendorkan mur pengunci setelan kopling “2”. 8. Bengkokan washer pengunci. 5. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM a b 1 c • Pasang clutch damper spring seat dan clutch damper spring seperti pada gambar ilustrasi • Pertama. dengan menekan tuas kopling ke arah “c” hingga terhenti. ke sisi mur.7 ft·lb) 2 CATATAN: Kencangkan baut per kopling.8 ft·lb) T. Lumasi: • Kampas kopling • Plat kopling (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Oli mesin 7.KOPLING 2 1 2 3 1 5. dan kencangkan mur pengunci setelan kopling sesuai spesifikasi. • Dengan tuas kopling ditekan ke arah "c". 3 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5-44 . • Tahan baut penyetel.

dengan pola silang dan urutan pengencangan seperti gambar.055–0.9 mm (0.KOPLING 10.Pasang: • Tuas kickstarter “1” T.Setel: • Gerak bebas kabel kopling lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING” halaman 3-11.9 mm (0.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan baut penutup kopling.4–0.016–0. 12. R.0 m·kg.12 3. 6 1. dan pastikan tuas kick starter tidak menyentuh rumah kopling “a” . 7.035 in) CATATAN: Pasang tuas kickstarter serapat mungkin dengan penutup kopling.075 in) kedalaman pemasangan seal “b” 0.7 5 4 2.Pasang: • Penutup kopling Baut penutup kopling 10 Nm (1.Pasang: • Seal oli “1” • Seal oli “2” kedalaman pemasangan seal “a” 1.13 8 9 9 10 11 5-45 . 1 a 1 a 13. 2 b 11.4–1.

2 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. 8. 5-46 .KICKSTARTER EAS24820 KICKSTARTER Melepas kickstarter 12 Nm (1.7 ft • Ib) Nomor T. LT LT 7 LT E 5 Baru 4 3 2 1 Baru E 6 Komponen yang dilepas Rumah kopling 1 2 3 4 5 6 7 Circlip Washer Idle gear kickstarter Washer Circlip Unit kickstarter Guide gear ratchet 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. R. Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.

kebalikan dari prosedur melepas.KICKSTARTER Membongkar kickstarter 1 2 11 3 4 5 Baru 6 M 8 10 9 M 7 Baru Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Komponen yang dilepas Spacer Per kickstarter Washer Gear kickstarter Washer Circlip Circlip Washer Per/Spring Gear ratchet As kickstarter Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. 5-47 .

Periksa: • Gear ratchet • Idle gear kickstarter • Gear kickstarter Rusak/Aus → Ganti komponen yang rusak 2. Pasang: • As kickstarter “1” • Gear ratchet “2” CATATAN: Tepatkan tanda titik “a” pada as kickstarter dengan tanda titik “b” pada ratchet gear. a 1 MERAKIT KICKSTARTER 1. 1 a 2 b 2. dan masukan ujung per pada lubang “a” yang ada pada crankcase. Pasang: • As kickstarter • Per kickstarter “1” 5-48 . Periksa: • Per kickstarter Rusak/Patah → Ganti EAS3C11012 CATATAN: Putar ujung per kickstarter ke kanan.KICKSTARTER EAS24850 MEMERIKSA KICKSTARTER 1. Pasang: • Washer “1” • Circlip “2” CATATAN: Pastikan sudut yang tajam dari clip “a” pada posisi yang berlawanan dengan sisi washer dan gear. 1 2 a EAS24880 MEMASANG KICKSTARTER 1.

7.9 ft • Ib) Nomor T. 2 1 LT LT 10 Nm (1.POMPA OLI EAS24911 POMPA OLI Melepas pompa oli 3 4 Nm (0. 2.4 m • kg. Komponen yang dilepas Rumah kopling Gear primary drive /Gear balancer drive Jumlah 1 2 3 Plat baffle oli Unit pompa oli Gear drive pompa oli 1 1 1 Untuk pemasangan. 5-49 . lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. R. R. kebalikan dari prosedur melepas. T.2 ft • Ib) Keterangan lihat bagian "KOPLING” halaman 5-37.0 m • kg.

5-50 . kebalikan dari prosedur melepas.POMPA OLI Membongkar pompa oli 2 6 5 4 3 E 1 E Nomor 1 2 3 4 5 6 Komponen yang dilepas Penutup rumah pompa oli Pin Gear driven pompa oli Inner rotor pompa oli Outer rotor pompa oli Rumah pompa oli Jumlah 1 1 1 1 1 1 keterangan Untuk pemasangan.

EAS25000 MERAKIT POMPA OLI 1.0098 in) kelonggaran rumah pompa oli ke inner-rotor dan outer-rotor 0. Ukur: • Kelonggaran Inner-rotor-ke-outer-rotor “a” • Kelonggaran Outer-rotor-ke-rumah pompa oli “b” • Kelonggaran rumah pompa oli-ke-inner-rotorouter rotor “c” diluar spesifikasi → Ganti pompa oli kelonggaran Inner-rotor-ke-outer rotor tip kurang dari 0.06–0.0024–0.18 mm (0.0043 in) Limit 0.0051–0.13–0.11 mm (0.0071 in) Limit 0. Inner rotor 2. tepatkan pin pada as pompa oli "2". Outer rotor 3.0071 in) 3. 2. dengan alur “a” yang terdapat pada inner rotor “1”. Lumasi: • Inner rotor pompa oli • Outer rotor pompa oli • Driven gear pompa oli (dengan pelumas yang disarankan) 1. Pasang: • Outer rotor pompa oli • Inner rotor pompa oli “1” • Driven gear pompa oli • Pin “2” CATATAN: Pada saat memasang inner rotor. Rumah pompa oli Pelumas yang disarankan Oli mesin 2. Periksa: • Drive gear pompa oli • Driven gear pompa oli • Rumah pompa oli • Penutup rumah pompa oli retak/rusak/aus → Ganti komponen yang rusak.15 mm (0.23 mm (0.POMPA OLI EAS24960 MEMERIKSA POMPA OLI 1.0059 in) Limit 0. 5-51 . Periksa: • cara kerja pompa oli Putaran berat → ulangi tahap (1) dan (2) atau ganti komponen yang rusak.25 mm (0.0091 in) kelonggaran Outer-rotor-kerumah pompa oli 0.18 mm (0.

T.4 ft·lb) ECA3C11021 PERHATIAN: Setelah mengencangkan baut unit pompa oli. 2.4 m·kg. pastikan pompa oli berputar dengan lancar.POMPA OLI 1 2 a 3. R. EAS25020 MEMASANG POMPA OLI 1. Pasang: • Unit pompa oli Baut unit pompa oli 4 Nm (0. Periksa: • Cara kerja pompa oli lihat bagian “MEMERIKSA POMPA OLI” halaman 5-51. 5-52 .

2 ft • Ib) T. 1 2 3 4 5 6 As pemindah gigi/Shift shaft Circlip Per as pemindah gigi Tuas stopper Per tuas stopper Seal oli 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan .AS PEMINDAH GIGI EAS25410 AS PEMINDAH GIGI Melepas as pemindah gigi dan tuas stopper 6 LS Baru 2 E 3 LT 4 5 1 10 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas. lihat bagian “MELEPAS MESIN” hal 5-1. R. 7.0 m • kg. Nomor Komponen yang dilepas Rumah kopling Lengan pemindah/Shift arm Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. 5-53 .

Pasang: • Tuas stopper “1” • Per tuas stopper “2” CATATAN: • Kaitkan ujung per tuas stoper pada lubang tuas stoper. dan crankcase boss “3”. • Per tuas stopper rusak/aus → Ganti EAS25450 MEMASANG AS PEMINDAH GIGI 1. Periksa: • As pemindah gigi/Shift shaft Bengkok/rusak/aus → Ganti • Per as pemindah gigi rusak/aus/patah → Ganti EAS25430 MEMERIKSA TUAS STOPPER 1. • Tepatkan stopper lever dengan unit shift drum segment. Periksa: • Tuas stopper bengkok/rusak → ganti roller tidak berputar lancar → Ganti tuas stoper set.AS PEMINDAH GIGI EAS25420 MEMERIKSA AS PEMINDAH GIGI 1. 2 1 5-54 . Pasang: • As pemindah gigi/Shift shaft “1” CATATAN: Masukan ujung per shift shaft pada stopper "2". 3 2 1 2.

0 m • kg. 43 ft • Ib) E 15 10 14 9 12 11 50 Nm (5.0 m • kg. R. 36 ft • Ib) T.GEAR BALANCER EAS3C11017 GEAR BALANCER Melepas gear primary drive dan gear balancer 6 5 13 4 3 1 60 Nm (6. 5-55 . 7 Baru 2 komponen yang dilepas Rumah kopling 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Mur gear primary drive Mur gear balancer driven Washer Gear primary drive Gear balancer drive Pasak Washer pengunci Plat gear balancer driven 1 Gear balancer driven Buffer boss Per/spring Pin dowel Pasak Plat gear balancer driven 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 2 1 1 Jumlah keterangan lihat bagian "KOPLING” halaman 5-37. Nomor 10 11 12 13 14 R. 8 T.

36 ft • Ib) T. Nomor 15 R. R. 7 Baru 2 Komponen yang dilepas Spacer Jumlah 1 Untuk pemasangan.GEAR BALANCER Melepas gear primary drive dan gear balancer 6 5 13 4 3 1 60 Nm (6.0 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. Keterangan 5-56 . 8 T.0 m • kg. 43 ft • Ib) E 15 10 14 9 12 11 50 Nm (5.

5-57 . Pasang: • Pin dowel “1” • Per/Springs “2” (pada buffer boss) CATATAN: Tempatkan plat aluminum “a” diantara balancer drive gear “2” dan balancer driven gear “3”. 2 a 1 1 3 b EAS3C11019 EAS3C11021 a 2 MEMERIKSA GEAR BALANCER DAN GEAR PRIMARY DRIVE 1. 3. Pasang pin dowel dan per secara berselang seperti pada gambar. 2 3 1 a 2. dan lepaskan mur gear primary. Tepatkan titik “a” pada buffer boss dengan tanda titik “b” yang terdapat pada gear balancer driven. Pasang: • Gear balancer driven “1” • Washer pengunci Baru • Gear balancer drive “2” • Gear primary drive • Washer “3” • Mur gear balancer driven • Mur gear primary drive CATATAN: • Tepatkan tanda titik “a” pada gear balancer drive “2” dengan tanda titik “b” pada gear balancer driven “1”. MEMASANG GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER 1. dan lepaskan mur gear balancer driven. Pasang: • Buffer boss “1” • Gear balancer driven “2” CATATAN: Tempatkan plat aluminum “a” diantara balancer drive gear “2” dan balancer driven gear “3”. Periksa: • Gear balancer drive • Gear balancer driven • Buffer boss • Per/Spring • Pin dowel rerak/rusak/aus → Ganti 2. Periksa: • Gear primary drive lihat bagian “MEMRIKSA GEAR PRIMARY DRIVE” halaman 5-42. Kendorkan: • Mur gear balancer driven “1” CATATAN: 1 2 2. Kendorkan: • Mur gear primary drive “1” CATATAN: MEMASANG GEAR BALANCER DRIVEN 1.GEAR BALANCER EAS3C11018 EAS3C11020 MELEPAS GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER 1. Luruskan lipatan washer pengunci.

dan kencangkan mur gear balancer driven.0 m·kg. dan kencangkan mur gear primary drive. 3 b 2 1 2 1 4 a b 3. R. pada bagian sisi yang rata pada mur. Kencangkan: • Mur gear balancer driven “1” • Mur gear primary drive “2” Mur gear balancer driven 50 Nm (5. 1 a 5-58 .GEAR BALANCER • Pastikan sudut yang tajam dari washer “c” pada posisi yang berhadapan dengan sisi gear primary drive. Bengkokan washer pengunci. • Tempatkan plat aluminium “b” diantara gear balancer drive “3” dan gear balancer driven “4”. 3 c 2.0 m·kg. 3 4 T. 43 ft·lb) CATATAN: • Tempatkan plat aluminum “a” diantara gear balancer drive “3” dan gear balancer driven “4”. 36 ft·lb) Mur gear primary drive 60 Nm (6.

7.CRANKCASE EAS25540 CRANKCASE Memisahkan crankcase 10 Nm (1. 14 ft • Ib) 10 Nm (1. R. lihat bagian “AS PEMINDAH GIGI” hal 5-53.2 ft • Ib) R. 10 9 2 6 5 Baru LS 3 1 9 7 4 Baru 32 Nm (3. 23 ft • Ib) 20 Nm (2.0 m • kg. Nomor Mesin T. T.0 m • kg. lihat bagian “POMPA OLI” halaman 5-49.0 m • kg.0 m • kg. lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. lihat bagian “STARTER LISTRIK" halaman 5-33. Komponen yang dilepas Cylinder head Cylinder/Piston Rumah kopling Unit pompa oli As pemindah gigi/Shift shaft Unit Kickstarter Motor starter Gear balancer Rotor generator 1 2 3 4 Guide rantai timing (sisi pemasukan) Penutup rantai Rantai timing Baut penguras oli mesin T.2 ft • Ib) Keterangan lihat bagian “MELEPAS MESIN” halaman 5-1. R.2 ft • Ib) T. lihat bagian “CYLINDER DAN PISTON” halaman 5-23. T. 7. Jumlah 5-59 . 10 Nm (1. lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. lihat hbagian “GENERATOR DAN STARTER CLUTCH” halaman 5-28. R.2 m • kg. lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. 1 1 1 1 T. R. lihat bagian “KICKSTARTER” halaman 5-46. 7.2 ft • Ib) 8 10 Nm (1.0 m • kg. 7. R.

7.2 ft • Ib) 8 10 Nm (1. Jumlah 1 1 1 1 2 1 Untuk pemasangan. 14 ft • Ib) 10 Nm (1.2 ft • Ib) T. 10 Nm (1. T.2 ft • Ib) Keterangan T. 7. 5-60 .2 ft • Ib) R. R. Komponen yang dilepas Per/spring Saringan oli mesin Switch neutral Crankcase kanan Pin dowel Crankcase kiri T. T. Nomor 5 6 7 8 9 10 T.0 m • kg. R. 7. R.2 m • kg. 23 ft • Ib) 20 Nm (2. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg.0 m • kg. R. R.CRANKCASE Memisahkan crankcase 10 Nm (1. 10 9 2 6 5 Baru LS 3 1 9 7 4 Baru 32 Nm (3.0 m • kg.0 m • kg. 7.

kebalikan dari prosedur melepas. 3 2 3 3 3 3 LT 1 3 E LS Nomor Komponen yang dilepas Crankshaft/Balancer Transmisi Jumlah Keterangan lihat bagian “CRANKSHAFT” halaman 5-64.7 m • kg. 5-61 .CRANKCASE Melepas seal oli dan bearing 3 E 7 Nm (0. 1 2 3 Seal oli Retainer bearing Bearing 1 1 7 Untuk pemasangan. 5. lihat bagian “TRANSMISI” halaman 5-67. R.1 ft • Ib) E T.

segment shift drum tidak menyentuh crankcase pada saat crankcase dipisahkan. dan urutan seperti pada gambar A Pukul salah satu sisi crankcase dengan hammer plastik. Periksa: • Rantai timing rusak/kaku → Ganti rantai timing satu set dengan sprocket camshaft. Periksa: • Guide rantai timing (sisi masuk) rusak/aus → Ganti EAS3C11034 1 PERIKSA SARINGAN OLI/OIL STRAINER 1. Crankcase kanan 4. 2 EAS25580 1 B 10. Crankcase kiri B. Lepaskan: • Crankcase kanan EAS3C11014 MEMERIKSA BEARING DAN SEAL OLI 1.14 2.13 A. 5-62 .15 MEMERIKSA CRANKCASE 1. selanjutnya putar inner race dengan jari. 3. 2. Bersihkan gasket cair yang terdapat pada permukaan sambungan crankcase. pada posisi ini. Periksa: • Bearing Bersihkan dan lumasi bearing. Lepas: • Baut crankcase CATATAN: PERHATIAN: Kendorkan semua baut dengan 1/4 putaran.CRANKCASE EAS3C11032 ECA13900 MEMISAHKAN CRANKCASE 1. 11 12 3. 2. hati-hati dan pastikan crankcase terpisah dengan mudah. Periksa: • Crankcase retak/rusak → Ganti • Aliran oli pada crankcase tersumbat → tiup dengan udara bertekanan. EAS3C11033 9 8 7 6 5 MEMERIKSA RANTAI TIMING DAN GUIDE RANTAI TIMING 1. Putar: • Posisi segment shift drum CATATAN: Putar segment shift drum “1” seperti pada posisi gambar ilustrasi. Pukul pada bagian tonjolan yang terdapat pada crankcase. Rendam crankcase pada cairan pembersih. dengan pola silang. jangan pada bagian permukaan sambungan. Periksa: • Saringan oli/oil strainer rusak/sobek → ganti Kontaminasi → bersihkan dengan pembersih 3.

6 5 4 3. Pasang: • Baut crankcase 1 EAS25700 MEMASANG CRANKCASE 1. “15” • M6 × 45 mm : “1–5”. Bersihkan dengan sempurna gasket cair yang menempel pada permukaan sambungan. R. segment shift drum tidak menyentuh crankcase. R. • Lumasi locking agent (LOCTITE®) pada bagian ulir baut retainer bearing.1215®) CATATAN: Jangan sampai gasket cair/ sealant masuk kedalam jalur saluran oli. Crankcase kiri B. seperti gambar. • Pasang retainer bearing “1” dengan tanda "OUT" “a” menghadap keluar. a 1 Baut crankcase 10 Nm (1. 1.7 m·kg. pada posisi ini. dengan urutan pengencangan..CRANKCASE Putaran tidak lancar → Ganti • Seal oli rusak/bocor → Ganti EAS3C11015 3.13 B 7 8 9 10 2. “11” • M6 × 55 mm : “14”. Pasang: • Retainer bearing “1” CATATAN: Putar segment shift drum “1” pada posisi seperti gambar ilustrasi. Pasang : • Crankcase kanan CATATAN: MEMASANG RETAINER BEARING 1. 7. Crankcase kanan 5-63 .12 11 14 15 A. T.0 m·kg.1 ft·lb) LOCTITE® 4. “10” A T. 2. • M6 × 70 mm : “7–9”. Baut retainer bearing 7 Nm (0. pada saat crankcase dirakit.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan semua baut dengan 1/4 putaran. Oleskan: • Gasket cair/Sealant (pada permukaan sambungan crankcase) Yamaha bond No. 5. 1215 90890-85505 (Three Bond No.

CRANKSHAFT EAS25960 CRANKSHAFT Melepas crankshaft dan balancer 2 E E LS 1 Baru LS Baru Nomor Komponen yang dilepas Crankcase Jumlah Keterangan Memisahkan lihat bagian “CRANKCASE” halaman 5-59. 1 2 Balancer Crankshaft 1 1 Untuk pemasangan. 5-64 . kebalikan dari prosedur melepas.

890 in) 4. Periksa: • Kelurusan crankshaft diluar spesifikasi → Ganti crankshaft.0043–0. tidak rusak. Lepas: • Crankshaft “1” CATATAN: • Lepas crankshaft dari crankcase dengan crankcase separating tool “2”.410 mm (0.95–48. CATATAN: Putar crankshaft secara perlahan Batas kebengkokan C 0. ECA3C11022 PERHATIAN • Untuk menghindari agar ujung crankshaft. • Bearing retak/rusak/longgar → Ganti crankshaft. berikan socket diantara baut crankcase separating tool dan ujung crankhaft.030 mm (0. crankshaft installer bolt “3”.00 mm (1. 5-65 . Periksa: • Lajur as crankshaft retask/aus → Ganti crankshaft. Crankcase separating tool 90890-01135 Crankcase separator YU-01135-B 2. bearing. Kelonggaran samping big end D 0. Periksa: • Kelonggaran samping big end diluar spesifikasi → Ganti crankshaft.110–0. Pasang: • Crankshaft “1” CATATAN: Pasang crankshaft dengan crankshaft installer pot “2”.CRANKSHAFT EAS3C11016 MELEPAS CRANKSHAFT 1. atau keduanya. • Pastikan crankcase separating tool pada posisi senter dengan crankshaft. Lebar A 47.0161 in) 3.0012 in) MEMASANG CRANKSHAFT 1.888–1. • Jangan menarik crankshaft. 5. • Jalur aliran oli crankshaft tersumbat → tiup dengan udara bertekanan EAS3C11036 2 1 EAS3C11035 MEMERIKSA CRANKSHAFT 1. Periksa: • Sprocket crankshaft rusak/aus → Gantie crankshaft. adapter (M12) “4” dan spacer (crankshaft installer) “5”. Ukur: • Lebar crankshaft diluar spesifikasi → Ganti crankshaft.

dengan gemuk lithium-soap-based dan tiap bearing dengan oli mesin. lumasi seal oli. dan putar baut crankshaft installer dengan tangan yang lain. Putar baut crankshaft installer hingga crankshaft masuk ke dalam crankcase dengan penuh. CATATAN: Tahan connecting rod pada posisi titik mati atas (TMA) dengan satu tangan. 5-66 .CRANKSHAFT Crankshaft installer pot 90890-01274 Installing pot YU-90058 Crankshaft installer bolt 90890-01275 Bolt YU-90060 Adapter (M12) 90890-01278 Adapter #3 YU-90063 Spacer (crankshaft installer) 90890-04081 Pot spacer YM-91044 1 2 4 5 ECA13970 3 PERHATIAN Untuk menghindari baret pada crankshaft dan mempermudah pemasangan .

dan shift forks 7 4 8 E 9 6 E E 5 E 2 1 3 E 2 Nomor Komponen yang dilepas Crankcase Jumlah Keterangan Memisahkan lihat bagian “CRANKCASE” halaman 5-59. kebalikan dari prosedur melepas.TRANSMISI EAS26241 TRANSMISI Melepas transmisi. unit shift drum. 5-67 . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Guide bar shift fork Per/Spring Unit shift drum Shift fork-(kanan) Shift fork-(tengah) Shift fork-(kiri) Unit drive axle Unit Main axle Batang penekan (panjang) 1 2 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan.

kebalikan dari prosedur melepas. 5-68 .TRANSMISI Membongkar main axle M 6 5 4 3 Baru 2 1 M Nomor 1 2 3 4 5 6 Komponen yang dilepas 2nd pinion gear 3rd/4th pinion gear Circlip Toothed washer 5th pinion gear Main axle/1st pinion gear Jumlah 1 1 1 1 1 1 keterangan Untuk pemasangan.

kebalikan dari prosedur melepas. 5-69 .TRANSMISI Membongkar drive axle 4 5 6 7 8 Baru 9 10 11 12 M M 3 2 1 M M Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Komponen yang dilepas Washer 2nd wheel gear Dog clutch Washer 1st wheel gear Spacer 5th wheel gear Circlip Toothed washer 4th wheel gear 3rd wheel gear Drive axle Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.

2. Kelurusan Main axle 0.0012 in) 5-70 . Ukur: • Kelurusan main axle (dengan alignment dan dial gauge “1”) diluar spesifikasi → Ganti main axle. 1. Kelurusan drive axle 0. Periksa: • Alur shift drum retak/tidak rata/aus → Ganti unit shift drum. MEMERIKSA TRANSMISI 1.TRANSMISI EAS26260 EAS26270 MEMERIKSA SHIFT FORKS Ikuti prosedur dibawah ini. EWA12840 EAS26290 PERINGATAN Jangan meluruskan shift fork guide bar yang bengkok.0012 in) 3. Periksa: • Shift fork cam follower “1” • Shift fork pawl “2” Bengkok/rusak/baret/aus → ganti shift fork. untuk memeriksa shift forks. MEMERIKSA UNIT SHIFT DRUM 1.03 mm (0. Periksa: • Pergerakan shift fork (masukan as ke shift fork guide bar) pergerkan tidak lancar → Ganti shift forks dan shift fork guide bar satu set. • Segment shift drum “1” rusak/aus → ganti unit shift drum• Bearing shift drum “2” Rusak/macet → Ganti unit shift drum 2. Periksa: • Shift fork guide bar Gelindingkan shift fork guide bar pada meja datar Bengkok → Ganti. Ukur: • Kelurusan drive axle (dengan alignment dan dial gauge “1”) diluar spesifikasi → Ganti drive axle.03 mm (0.

Periksa: • Batang penekan kopling (panjang) retak/rusak/aus → ganti batang penekan kopling (panjang) 2. Pasang: • Shift fork-("L" kiri) “1” • Shift fork-("C"tengah) “2” • Shift fork-("R"kanan) “3” • Unit shift drum “4” • Per/springs • Shift fork guide bar “5” CATATAN: Tulisan timbul yang ada pada shift forks harus menghadap ke sisi kanan dari mesin dengan urutan: “R”. • Pastikan sambungan ujung circlip “b” pada alur as “c”.0197 in) 5 3 2 1 2. Batas kebengkokan : 0. “L”. MEMERIKSA BATANG PENEKAN KOPLING 1. Pasang: • Toothed washer “1” • Circlip “2” Baru CATATAN: 3. “C”. Periksa: • Transmisi Pergerakan tidak lancar → perbaiki 4 5-71 .TRANSMISI EAS29020 MERAKIT MAIN AXLE DAN DRIVE AXLE 1. Periksa: • Gear transmisi Berwarna biru terbakar/mengecil/aus → Ganti gear yang bermasalah. EAS25190 MEMASANG SHIFT FORKS DAN UNIT SHIFT DRUM 1. Periksa: • Pergerakan gear transmisi pergerakan tidak lancar → ganti komponen yang rusak. pada posisi yang berlawanan dengan toothed washer dan gear. Periksa: • Pengopelan setiap gigi transmisi (setiap pinion gear ke wheel gear) Tidak lancar → lepas kembali transmisi periksa setiap unit as transmisi 5. b Baru 2 a 1 c EAS26320 4.500 mm (0. • Transmission gear dogs Retrak/rusak/oval → Ganti komponen yang rusak. • Pastikan sudut yang tajam "a" dari circlip. Ukur: • Kelurusan batang penekan diluar spesifikasi → Ganti batang penekan kopling.

5-72 .TRANSMISI CATATAN: • Lumasi dengan oli setiap gear dan bearing . pastikan transmisi dalam kondisi netral. • Sebelum merakit crankcase. dan semua gigi berputar dengan lancar.

TRANSMISI 5-73 .

......6-8 MEMERIKSA POMPA AIR...................SISTIM PENDINGINAN/COOLING SYSTEM RADIATOR ................................................................................................................................................................................................................ 6-9 6 ......6-5 MEMASANG THERMOSTAT....................................................................................................................................................................... 6-5 POMPA AIR/WATER PUMP...................................................6-4 MEMERIKSA THERMOSTAT.......6-3 THERMOSTAT ..................................6-1 MEMERIKSA RADIATOR....................................................................6-6 MEMBONGKAR POMPA AIR.................................................................................................................................................6-8 MEMASANG POMPA AIR...................................................................... 6-3 MEMASANG RADIATOR.............................................................6-8 MERAKIT POMPA AIR..............

8 ft • Ib) R. 7 Nm (0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Selang pernafasan reservoir Selang reservoir coolant Cap reservoir coolant Reservoir coolant Coupler kipas radiator Selang pernafasan pompa air Selang pengeluaran radiator Selang pemasukan radiator Cap radiator 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Lepaskan 6-1 .7 m • kg. 8 Nm (0.RADIATOR EAS26380 RADIATOR Melepas radiator 5 T. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 12 T.8 m • kg. 7.0 m • kg. Nomor Komponen yang dilepas Air pendingin/Coolant Jok/Panel depan kanan dan kiri/Panel samping kanan dan kiri Tangki bensin/Fuel tank Rumah saringan udara Jumlah Keterangan Kuras lihat bagian “MENGGANTI COOLANT” halaman 3-14. R. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2 3 9 8 1 11 4 6 10 7 10 Nm (1. 5.2 ft • Ib) T. 5.1 ft • Ib) R.

5. R. 2 3 9 8 1 11 4 6 10 7 10 Nm (1.2 ft • Ib) T.0 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. 6-2 .1 ft • Ib) R.7 m • kg. 5.8 ft • Ib) R.8 m • kg. Nomor 10 11 12 komponen yang dilepas Radiator Kipas radiator Penutup radiator Jumlah 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. 7. 7 Nm (0. 12 T.RADIATOR Melepas radiator 5 T. 8 Nm (0.

Isi: • Sistim pendinginan/Cooling system (dengan kapasitas dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. 2. minus. Periksa: • Selang radiator retak/bocor → Ganti 3.23 kgf/cm²) a. Periksa: • Kipas radiator Rusak → Ganti Tidak berfungsi → Periksa dan perbaiki lihat bagian “SISTIM PENDINGINAN” hal 8-25. harus dalam kondisi klep terbuka. Pasang radiator cap tester “1” dan adapter radiator cap tester “2” ke radiator cap “3”.93–1. Berikan.8 psi) (0. Periksa: • Sistim pendinginan/Cooling system Bocor → Perbaiki /ganti komponen yang rusak 3. b. Rusak → perbaiki/ganti CATATAN: Luruskan fins radiator dengan obeng.5–17. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4.2–122. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. semprot dari belakang ke depan.RADIATOR EAS26390 MEMERIKSA RADIATOR 1. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG RADIATOR 1. Periksa: • Kipas radiator Kotor tersumabt → Bersihkan Semprot dengan udara bertekanan. dan berikan tekanan sesuai spesifikasi.6 kPa (13. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator tidak sesuai dengan spesifikasi → Ganti tutup radiator. Radiator cap tester 90890-01325 Radiator pressure tester YU-24460-01 Radiator cap tester adapter 90890-01352 Radiator pressure tester adapter YU-33984 6-3 . Ukur: • Tekanan buka tutup radiator Tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. harus tidak ada penurunan. Tekanan buka klep tutup radiator 93. EAS26400 2. selama 10 detik. tekanan dibawah spesifikasi buka.

0 m • kg.8 m • kg. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. R.kebalikan dari prosedur melepas.THERMOSTAT EAS26440 THERMOSTAT Melepas thermostat 1 2 Baru 3 18 Nm (1. 1 2 3 4 5 Selang masuk radiator Coupler coolant temperature sensor Coolant temperature sensor Tutup thermostat Thermostat 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan . 7. 13 ft • Ib) T. lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1. 5 10 Nm (1. Lepaskan 6-4 .2 ft • Ib) Nomor R. Komponen yang dilepas Air pendingin/Coolant Jok/Panel depan kanan Tangki bensin/Fuel tank Jumlah Keterangan Kuras lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. 4 T.

Terbuka penuh CATATAN: 95 203 Jika kondisi thermostat tidak sesuai. R. c. Pasang: 4 • Washer tembaga Baru • Coolant temperature sensor 3 1 2 Coolant temperature sensor 18 Nm (1. dan thermostat. akan mengakibatkan panas/dingin yang berlebihan LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6-5 . Panaskan air secara perlahan.7 A.3 °F) → Ganti 2. ganti komponen jika terjatuh atau terbentur dengan keras. Isi: • Sistim pendinginan/cooling system (dengan kapasitas. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. perhatikan perubahan suhu thermometer. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator Tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. 4.182. Masukan thermometer “4” ke dalam air d. Pasang: • Thermostat CATATAN: Pasang thermostat dengan lubang by pass “a” menghadap ke atas. Thermostat yang tidak standart. Tertutup penuh B. Periksa: • Thermostat Tidak terbuka pada suhu 80. 13 ft·lb) ECA3C11004 PERHATIAN: Perlakukan dengan penuh hati-hati coolant temperature sensor. 82 ± 1. a.6 ± 2. Periksa: • Sistim pendinginan/cooling system Bocor → Perbaiki/ganti komponen yang rusak 5.8 m·kg. T.THERMOSTAT EAS26450 MEMERIKSA THERMOSTAT 1. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2. 3. b. Periksa: • Penutup thermostat retak/rusak → ganti 3.9 . ganti thermostat.5 °C (176. Rendam thermostat “1” ke dalam gelas “2” isi gelas dengan air. dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. Panaskan air secara perlahan “3”.5–83. Periksa: • Selang pemasukan radiator retak/bocor → Ganti EAS26480 MEMASANG THERMOSTAT 1.5 (179.

0 m • kg.POMPA AIR EAS26500 POMPA AIR Melepas pompa air 2 3 LS Baru 1 5 4 Baru LS 10 Nm (1. Lepaskan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.0 m • kg. kecuali jika air radiator turun terlalu drastis. atau air masuk kedalam ruang oli mesin.2 ft • Ib) 10 Nm (1. Komponen yang dilepas JUmlah Keterangan Tidak perlu membongkar pompa air. Panel depan kiri Kabel kopling (sisi mesin) Air pendingin/Coolant 1 2 3 4 5 Selang keluar radiator Selang pernafasan (pompa air) Selang pernafasan cylinder head Baut bracket radiator Unit pompa air 1 1 1 1 1 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1. 7. 7.2 ft • Ib) Nomor T. T. kebalikan dari prosedur melepas. Lepaskan Untuk pemasangan. R. 6-6 . Kuras. R. lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14.

Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Komponen yang dilepas Bracket radiator Tutup rumah radiator Gasket tutup rumah radiator Retainer as impeller As impeller Plat tutup rumah pompa air Gasket tutup rumah pompa air Seal pompa air Bearing Rumah pompa air Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. R. 9 LT 8 Baru 5 10 Nm (1. 6-7 .2 ft • Ib) 4 6 7 Baru T. 7.2 ft • Ib) T.0 m • kg. 7.0 m • kg. R. 7. 10 LS 3 Baru 2 1 10 Nm (1.2 ft • Ib) T. R. kebalikan dari prosedur melepas.POMPA AIR Membongkar pompa air 10 Nm (1.0 m • kg.

6-8 . Periksa: • As Impeller retak/rusak/aus → Ganti • Bearing Putaran berat → Ganti • Selang keluar radiator retak/bocor → Ganti EAS26560 a a. Buka: • Seal pompa air “1” CATATAN: Lepas seal pompa air dari bagian dalam rumah pompa air. Lumasi: • Bagian luar seal pompa air Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 3. • Sebelum memasang retainer as impeller shaft lumasi dengan tipis ujung as impeller dengan gemuk coat of lithium-soap-based.POMPA AIR EAS26510 MEMBONGKAR POMPA AIR 1.02 in) MERAKIT POMPA AIR 1. 2. dengan kedalaman seperti terlihat pada gambar ilustrasi. CATATAN: Baru • Pasang seal pompa air dengan special tools. Lepas: • Bearing “2” CATATAN: Mechanical seal installer 90890-04145 Middle driven shaft bearing driver 90890-04058 Bearing driver 40 mm YM-04058 A 4 3 1 Baru 2 Lepas bearing dari bagian luar rumah pompa air “3”.5 mm (0–0. Tekan kebawah 3. Pasang: • Gasket rumah pompa air “1” • Plat rumah pompa air “2” • As Impeller • Retainer as impeller “3” CATATAN: PERHATIAN: Jangan melumasi bagian dalam seal pompa air dengan oli maupuin gemuk. • Setelah pemasangan as impeller periksa putaran harus lancar. Pasang: • Seal pompa air “1” Baru (kedalam rumah pompa air “2”) ECA14080 2. Mechanical seal installer 4. 0–0. 2 3 1 EAS26530 A. • Pasang seal pompa air dengan spesial tool. Middle driven shaft bearing driver MEMERIKSA POMPA AIR 1. • Pasang gasket rumah pompa oli “1” seperti pada gambar ilustrasi.

a 1 Baru 3 EAS26580 2 MEMASANG POMPA AIR 1. 6-9 . Pasang: • Unit pompa air “1” • O-rings “2” Baru CATATAN: • Pastikan nok “a” yang ada pada ujung as impeller dengan alur “b” pada baut sprocket camshaft • Lumasi O-rings dengan gemuk coat of lithiumsoap-based. Isi: • Cairan pendingin/Cooling system (dengan spesifikasi dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. dan pastikan plat rumah pompa air tidak menyumbat lubang "a" pada gasket. 3. Periksa: • Sistim pendinginan/Cooling system Bocor → Perbaiki/ganti komponen yang rusak 4. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator Tekanan tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. a b 1 2 2. dan retainer as impeller sejajar. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. plat rumah pompa air.POMPA AIR • Pastikan lubang baut gasket rumah pompa air.

7-2 MELEPAS POMPA BENSIN ................................................................................................................................................................................... 7-6 AIR INDUCTION SYSTEM ..........SISTIM BAHAN BAKAR TANGKI BENSIN ............................................................................................................................... 7-2 THROTTLE BODY........................ 7-2 MEMASANG TANGKI BENSIN..................................................... 7-1 MELEPAS TANGKI BENSIN ......................................................... 7-12 7 ........................ 7-6 MEMERIKSA TEKANAN BAHAN BAKAR/ FUEL PRESSURE ............................................. 7-2 MEEMRIKSA BODI POMPA BENSIN.................. 7-2 MEMASANG POMPA BENSIN............. 7-6 MEMASANG THROTTLE BODY ............... 7-9 MEMERIKSA AIR INDUCTION SYSTEM..................................................................... 7-6 MEMERIKSA THROTTLE BODY ................................................................................................................................................................................................... 7-4 MELEPAS THROTTLE BODY................................. 7-6 MEMERIKSA INJECTOR BAHAN BAKAR ........................

6 Baru 5 2 (6) 4 1 4 Nm (0. 3 R. 7-1 . kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg.9 ft • Ib) 10 Nm (1. R. 1 2 3 4 5 6 Coupler pompa bensin Selang bensin Tangki bensin Retainer pompa bensin Pompa bensin Gasket pompa bensin 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan. 7.4 m • kg.0 m • kg.TANGKI BENSIN EAS26620 TANGKI BENSIN Melepas tangki bensin 10 Nm (1. T.2 ft • Ib) T. 2. Nomor Komponen yang dilepas Jok/tempat duduk Jumlah Keterangan lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1. 7.2 ft • Ib) T. R.

Pada saat memasang selang bensin. tarik ke arah tanda panah seperti gambar. • Jangan menyentuh bagian dari fuel sender. 7-2 . CATATAN: • Pasang connector selang bensin. Lepaskan: • Selang bensin EWA3C11003 MEMERIKSA BODI POMPA BENSIN 1. pada saat sambungan selang dicabut dari tangki. CATATAN: • Jangan sampai melukai permukaan sambungan tangki. • Sebelum melepas selang. geser penutup connector selang “1” yang terdapat diujung selang. 2 1 3 4 a 1 FWD (DEPAN) 5 6 2 3. jika akan melepas selang. pastikan connector terpasang dengan sempurna. tempatkan kain dibawah sambungan selang. dan lepaskan selang • Lepaskan selang secara manual tanpa menggunakan alat/tools. Pasang: • Pompa bensin Baut pompa bensin 4 Nm (0. dan penutup connector betul betul telah terpasang dengan posisi yang benar. Lepaskan: • Tangki bensin CATATAN: Jangan menempatkan tangki bensin. • Kencangkan baut pompa bensin. R. • Tepatkan nok “a” pada pompa bensin. tekan dua pengait “2” yang terdapat pada sisi connector. 2.4 m·kg. sanggah jangan sampai terluka. dengan cara menyedot dengan pompa. jika tidak selang bensin dapat terlepas. Lepas: • Pompa bensin ECA14720 PERHATIAN: • Jangan sampai pompa bensin terjatuh. Pasang: • selang bensin ECA3C11005 PERHATIAN: MELEPAS POMPA BENSIN 1. Periksa: • Bodi pompa bensin Kotor → Bersihkan retak/rusak → Ganti unit pompa bensin EAS26700 PERINGATAN Lindungi sambungan selang dengan kain. CATATAN: MEMASANG POMPA BENSIN 1.TANGKI BENSIN EAS26630 EAS26670 MELEPAS TANGKI BENSIN 1. pada pompa bensin hingga terdengar suara “click” . Kuras bensin melaui lubang tangki. pada saat memasang pompa bensin • Selalu pergunakan gasket pompa yang baru. 2. • Pasang pompa bensin seperti pada gambar ilustrasi.9 ft·lb) T. EAS26640 EAS3C11024 MEMASANG TANGKI BENSIN 1. • Lepas selang bensin dari pipa pompa bensin. Untuk menghindari semburan bensin. dengan alur yang terdapat pada retainer pompa bensin. dengan pola silang seperti pada gambar. atau terbentur dengan keras. dengan posisi permukaan sambungan pompa bensin berada di bawah.

geser penutup connector “1” pada ujung selang seperti pada gambar dibawah. 1 7-3 .TANGKI BENSIN • Untuk memasang selang bensin ke pompa bensin.

Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Kendorkan ECA3C11015 PERHATIAN: 9 Throttle body 1 Jangan melakukan pembongkaran unit throtlle body. 8. 3 Baru Nomor T.2 ft • Ib) T. lihat bagian 'RANGKA UMUM" halaman 4-1. R. 1.7 ft • Ib) 2 1 10 Nm (1.2 m • kg. Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan lihat bagian 'RANGKA UMUM" halaman 4-1. 7-4 .0 m • kg. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.4 ft • Ib) Jok/Panel samping kanan dan kiri Tangki bensin Rumah saringan udara 1 2 3 4 5 6 7 8 Selang bensin Coupler Fuel injector Fuel injector Gasket Fuel injector Coupler FID (fast idle solenoid) Coupler unit Throttle body sensor Kabel gas Baut klem joint Throttle body 1 1 1 1 1 1 1 2 T.2 m • kg. 5 LT 9 8 10 8 4 12 E LS Baru 6 7 LT 11 LT 2 Nm (0.THROTTLE BODY EAS26970 THROTTLE BODY Melepas throttle body 12 Nm (1. R. 7. R.

0 m • kg.4 ft • Ib) Joint Throttle body Selang vacuum air induction system Manifold pemasukan T. 7. 8. 7-5 . 5 LT 9 8 10 8 4 12 E LS Baru 6 7 LT 11 LT 2 Nm (0. 3 Baru Nomor 10 11 12 T.THROTTLE BODY Melepas throttle body 12 Nm (1. Komponen yang dilepas Jumlah 1 1 1 Lepaskan keterangan Untuk pemasangan.2 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas.2 m • kg. 1. R.7 ft • Ib) 2 1 10 Nm (1. R. R.2 ft • Ib) T.

Periksa: • Throttle body retak/rusak → Ganti throttle body. Periksa: • Fuel injector Rusak → Ganti EAS26990 d. b. 7-6 . Bersihkan throttle body dengan petroleumbased solvent. dari throttle body. Pressure gauge 90890-03153 YU-03153 Fuel pressure adapter 90890-03186 MEMERIKSA THROTTLE BODY 1. pada saat sambungan selang dicabut dari tangki. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4 2 3 1 f. Pasangkan fuel pressure adapter “3” diantara selang bensin “1” dan pompa bensin “2”. Lepas: • Throttle body ECA3C11016 PERINGATAN PERHATIAN: Jangan melepas unit throttle body sensor "1". Tiup lubang lubang dengan udara bertekanan. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG THROTTLE BODY 1. 2 1 1 EAS3C11028 MEMERIKSA FUEL INJECTOR 1.6 psi) (2. 2. Pasangkan pressure gauge “4” pada fuel pressure adapter “3”. jika akan melepas selang. Periksa: • aliran bahan bakar tersumbat → Bersihkan a. Tekanan bensin 250. Lepaskan selang bensin “1” dari pompa bensin “2”. Pasang: • Klem joint Throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada joint throttle body dengan coakan “b” yang terdapat pada klem. g. Lindungi sambungan selang dengan kain.THROTTLE BODY EAS3C11025 EWA3C11003 MELEPAS THROTTLE BODY 1. Jangan menggunakan carburetor cleaning solution.0 kPa (35. Untuk menghindari semburan bensin. b. Hidupkan mesin. Periksa: • Tekanan bensin a. Angkat bagian depan dari tangki bensin c.5 kgf/cm²) Tidak sesuai → Ganti pompa bensin LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11006 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11005 MEMERIKSA TEKANAN BENSIN 1. Buka tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. e. Ukur tekanan bensin.

Pasang: • Throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada throttle body dengan alur “b” yang terdapat pada joint throttle body.THROTTLE BODY a b 2. Setel: • Gerak bebas kabel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL GAS” halaman 3-6. Pasang: • Joint throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada joint throttle body dengan alur “b” pada intake manifold. a b 4. 7-7 . b a 3.

THROTTLE BODY 7-8 .

AIR INDUCTION SYSTEM EAS27040 AIR INDUCTION SYSTEM 2 1 3 4 6 1 2 3 5 4 6 5 7-9 .

Selang Air induction system (3-cabang joint ke resonator) 3.AIR INDUCTION SYSTEM 1. Selang Air induction system (rumah saringan udara ke 3 cabang joint) 5. Selang vacuum Air induction system 6. Resonator 2. Selang Air induction system (3-cabang joint ke cut-off valve) 4. Air cut-off valve 7-10 .

1. 6 LT 2 7 8 1 4 3 Nomor Kompo nen yang dilepas Jok/Panel samping kanan Tanngki bensin Jumlah Keterangan lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1. lihat bagian "TANGKI BENSIN" hal 7-1.AIR INDUCTION SYSTEM Melepas selang air cut-off valve dan reed valve 10 Nm (1.2 ft • Ib) T.0 m • kg.kebalikan dari prosedur melepas. R. 2 3 4 5 6 7 8 Selang Airinduction system ( 3 joint ke resonanator) Resonator Selang Air induction system (saringa udara ke 3 cabang joint) Selang Air induction system (3-cabang joint ke air cut off valve) Selang vacum Air induction system Air cut-off valve Unit Reed valve Plat Reed valve plate 1 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan .0 m • kg. 7. 7.2 ft • Ib) 10 Nm (1. T. 5 R. 7-11 .

apakah ada udara mengalir. air cut-off valve terbuka. untuk mencegah tekanan balik atau after-burning. Vacuum/pressure pump gauge set 90890-06756 Mityvac brake bleeding tool YS-42423 A B A. Air cut-off valve terbuka lanjutkan langlah (b). dengan cara menginjeksi udara segar (secondary air) ke lubang pembuangan. Periksa: • cara kerja Air cut-off valve tidak bekerja dengan lancar → Ganti a. Ke manifold pemasukan 1. mencapai 600 hingga 700 °C (1112 to 1292 °F). Untuk itu. Air cut-off valve Air cut-off valve bekerja karena tekanan gas pemasukan.AIR INDUCTION SYSTEM EAS27060 MEMERIKSA AIR INDUCTION SYSTEM Air injection Air induction system (AIS). Dari rumah saringan udara B. atau tidak pada air cut-off valve (ke sisi cylinder head). Tiup dengan udara pada ujung selang air induction system (3-cabang joint ke air cut-off valve) dan periksa aliran udara dari air cut-off valve (ke sisi cylinder head ). Periksa: • Reed valve • Stopper reed valve • Dududkan reed valve rusak/bocor → ganti unit reed valve 3. sehingga. Tiup dengan udara pada ujung selang air induc tion system (3-cabang joint ke air cut-off valve) dan periksa aliran udara. Pada saat deceleration (handel gas tiba-tiba ditutup) terjadi hisapan (negative pressure) sehingga air cut-off tertutup. dan tekanan berkurang. sehingga udara mengalir lubang buang. Air cut-off valve tertutup Ganti air cut-off valve. C retak/rusak/bocor → ganti • 3-cabang joint rusak/bocor → Ganti 2. Pasang selang vacuum pada air-cut off valve “1” dan sedot selang negative. reed valve terbuka. 7-12 . Ke cylinder head C. Suhu untuk membakar gas yang belum terbakar. Jika tekanan negative timbul pada lubang. Periksa: • Air cut-off valve rusak/retak → Ganti 4. melalui diaphragma piston valve. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM A B C b. udara segar akan mengalir ke lubang buang. membakar kembali bahan bakar yang tidak terbakar . untuk mengurangi kadar emisi hydro carbon. Periksa: • Selang sambungan kendor → perbaiki c. jika kecepatan tinggi. air cut off valve otomatis tertutup untuk menghindari hilangnya tenaga. Dalam kondisi normal.

AIR INDUCTION SYSTEM Air cut-off valve terbuka Ganti air cut-off valve. 1 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 7-13 . Air cut-off valve tertutup Air cut-off valve dalam kondisi baik/ OK.

.......................................................... 8-11 TROUBLESHOOTING .....................................................................................................8-9 SISTIM PENGISIAN..........................8-5 RANGKAIAN DIAGRAM ........................................................................ 8-53 8 ..................................SISTIM KELISTRIKAN SISITIM PENGAPIAN ........................................ 8-51 TROUBLESHOOTING ........................8-34 MODE DIAGNOSTIC MODE ..............................................................8-5 CARA KERJA RANGKAIAN CUT-OFF SYSTEM .....................8-40 SISTIM POMPA BAHAN BAKAR..............................................8-21 SISTIM PENDINGINAN.................................... 8-13 SISTIM PENERANGAN ......................................... 8-1 RANGKAIAN DIAGRAM ........................................................................................................................................8-7 TROUBLESHOOTING .......................................8-31 TABEL SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION.............................. 8-1 TROUBLESHOOTING ............................................................8-29 ECU SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION............................................................... 8-11 RANGKAIAN DIAGRAM ................................................................... 8-29 RANGKAIAN DIAGRAM .................................................................................................................................................................................................8-19 TROUBLESHOOTING ......................................................................................................................................................................8-25 TROUBLESHOOTING .......................................................................................................................................................................................8-19 RANGKAIAN DIAGRAM .........................8-27 SISTIM FUEL INJECTION ...8-15 RANGKAIAN DIAGRAM .........................................................................................................................8-32 METODE TROUBLESHOOTING ...............................................................................................8-3 SISTIM STARTER KELISTRIKAN........8-25 RANGKAIAN DIAGRAM .................................................................................................................................................................................................................................................................................. 8-17 SISTIM SINYAL ...........................................................................................8-15 TROUBLESHOOTING . 8-51 RANGKAIAN DIAGRAM ........8-35 DETAIL TROUBLESHOOTING ..................................................................

.............................................................................................................................................................8-61 MEMERIKSA RELAY ............................................................................................................................................................................................................ 8-61 MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY.............................................................................. 8-65 MEMERIKSA DIODE .....8-69 MEMERIKSA STATOR COIL .. 8-66 MEMERIKSA CAP BUSI/ SPARK .....8-70 MEMERIKSA KIPAS MOTOR RADIATOR ..................................8-66 MEMERIKSA IGNITION COIL ...........KOMPONEN KELISTRIKAN................................................................................................................................... 8-73 ......... 8-68 MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER...........................8-69 MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR .....8-71 MEMERIKSA SENSOR COOLANT TEMPERATUR ..........................8-69 MEMERIKSA KLAKSON/ HORN......................................................................8-71 MEMERIKSA UNIT THROTTLE BODY SENSOR ..............................................................................8-64 MEEMRIKSA RELAY SINYAL BELOK ..............................................................................................................8-70 MEMERIKSA FUEL SENDER ......................... 8-60 MEMERIKSA SEKRING ... 8-67 MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR........................... 8-72 MEMERIKSA FID (FAST IDLE SOLENOID) ..... 8-68 MEMERIKSA LEAN ANGLE SENSOR................................................................................8-57 MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM .................................................................................8-55 MEMERIKSA SWITCH ...............................................8-67 MEMERIKSA GAP PENGAPIAN ...................................................

.

EAS27100 EAS27090 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R Gy L/W R/W 5 Gy R 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R SISTIM PENGAPIAN 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-1 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) L Dg Dg L G/Y 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G Sb B B B Ch Dg B B 57 Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENGAPIAN (BLACK) .

Lean angle sensor 22.Busi/Spark plug 8-2 .Coil pengapian/Ignition coil 24.ECU (engine control unit) 23. Kunci kontak/Main switch 5. Sekring/Fuse 6.Switch engine stop 20. Battery 12.SISTIM PENGAPIAN 2. Crankshaft position sensor 4.

Periksa sekring/fuse lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. NG → Setel celah busi /ganti busi NG → • Berihkan terminal battery • Strom/Ganti battery. Panel depan kanan 4. Periksa jarak loncatan api lihat bagian “MEMERIKSA JARAK LONCATAN API” halaman 8-67. OK ↓ 7. Tangki bensin 3. NG → Ganti sekring 8-3 . Tempat duduk 2. Periksa cap busi lihat bagian “MEMERIKSA CAP BUSI” halaman 8-66. NG → Ganti cap busi/ spark plug cap. OK ↓ 3. OK ↓ 4. NG ↓ 5. Periksa battery.SISTIM PENGAPIAN EAS27120 TROUBLESHOOTING Jika sistim pengapian tidak bekerja dengan baik (tidak ada api atau api kecil). Unit lensa lampu depan 1. Periksa crankshaft position sensor. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1. Periksa busi/ spark plug. NG → Ganti coil pengapian/ ignition coil. CATATAN: • Sebelum melakukan troubleshooting. lihat bagian “MEMERIKSA COIL PENGAPIAN” halaman 8-67. OK ↓ 6. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. Periksa coil pengapian/ ignition coil. Periksa kunci kontak/ main switch. OK ↓ 8. OK ↓ 2. OK → Sistim pengapian/Ignition system OK. lihat bagian “MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR” halaman 8-68. OK ↓ NG → Ganti kunci kontak/ main switch. NG → Ganti crankshaft position sensor/unit stator. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR/SWITCH” halaman 8-57. lihat bagian “MEMERIKSA BUSI" halaman 3-7.

OK ↓ Ganti ECU.Periksa rangkaian kabel sistim pengapian.SISTIM PENGAPIAN 9. NG → Rangkaian engine stop switch rusak. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-1. OK ↓ 10. Periksa engine stop switch. lihat bagian “MEMERIKSA THE LEAN ANGLE SENSOR” halaman 8-68. Ganti saklar tangkai kemudi kanan 8-4 .Periksa lean angle sensor. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR/ SWITCH” halaman 8-57. NG → Perbaiki sambungan atau ganti kabel sistim pengapian. OK ↓ 11. NG → Ganti unit lean angle sensor.

EAS27170 EAS27160 W R R W 2 R W W W W R O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 W W W W W W R R/W L/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W Br/W P/W B/L Y/L L 3 16 17 Br L P/W B/L Br/W L P/W B/L Br/W R B R W W W R B 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B 25 Br Y/R RANGKAIAN DIAGRAM R 4 19 B/L ON OFF R Br/L R Br 26 22 O/B O/B R/L O/B R/W (RED) G/R B/L B L/W R/W B R/W Sb (RED) 10 11 R/B Br 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G (BLACK) O/B R/ (BLAC 13 Sb R/B 2 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Lg Gy Lg Lg Y SISTIM STARTER KELISTRIKAN 14 W/Y B 8-5 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br 33 49 32 Br G/Y B B Br/W R/B Dg L Dg L (BLACK) (BLACK) G/Y W/Y L Br R 30 B B (BLACK) G/Y 29 34 Br P W/Y L 51 L Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 (L) Br Br/W P R/B B (R) Br/W Br Ch Ch P G/W 53 48 B L B G 54 (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B Y G B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Sb B 57 Y B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM STARTER KELISTRIKAN (BLACK) .

SISTIM STARTER KELISTRIKAN 4.Tombol starter/start switch 12. Relay starter 9. Kunci kontak/Main switch 5. Relay starting circuit cut-off 11.Switch kopling/clutch 8-6 . Sekring/Fuse 6. Motor starter 8.Switch netral 40.Engine stop switch 13. Battery 7.Diode 14.

ketika salah satu kondisi diatas terpenuhi. • Tuas kopling dalam kondisi tertarik ke tangkai kemudi. 2 3 1 4 10 5 11 9 7 8 6 a b 8-7 . sehingga mesin bisa dihidupkan dengan tombol strater “ ” . rangkaian cut off tertutup. sehingga arus tidak dapat masuk ke motor starter. seperti gambar dibawah ini rangkaian cut off relay sedang terbuka. Rangkaian cut-off relay mencegah hidupnya motor starter. motor starter hanya bisa dihidupkan jika salah satu kondisi ini terpenuhi : • Posisi transmisi dalam kondisi neutral. seperti salah satu kondisi diatas.SISTIM STARTER KELISTRIKAN EAS27180 CARA KERJA RANGKAIAN STARTER CUT-OFF SYSTEM Jika engine stop switch di set ke “ ” dan main switch di set ke “ON” (kedua swit dalam kondisi menutup).

ELECTRIC STARTING SYSTEM a. Starter relay 11. JIKA TUAS KOPLING DITARIK KE ARAH TANGKAI KEMUDI 1. Kunci kontak/Main switch 4. Switch kopling 7. Sekring/Fuse 3. Tombol starter/Start switch 10. Switch netral 9. Battery 2. Starting circuit cut-off relay 6. JIKA TRANSMISI DALAM KONDISI NETRAL b. Engine stop switch 5. Motor starter 8-8 . Diode 8.

lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. OK ↓ 2. OK → Motor starter OK. OK ↓ 7. Periksa cara kerja motor starter lihat bagian “MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER” halaman 8-69. OK ↓ NG → Ganti kunci kontak/main switch. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti battery. Periksa battery. Periksa motor starter lihat bagian “MEMERIKSA MOTOR STARTER” halaman 5-35. OK ↓ 8. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING" halaman 8-61.ELECTRIC STARTING SYSTEM EAS27190 TROUBLESHOOTING Motor starter tidak berputar CATATAN: • Sebelum troubleshooting. Panel depan kanan 3. lihat bagian “MEMERIKSA DIODE” halaman 8-66. Periksa diode. OK ↓ 6. NG ↓ 4. Periksa kunci kontak/ main switch. NG → Ganti motor starter. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. Lihat electric starting system troubleshooting. Periksa rangkaian starting cut-off relay. Unit lensa depan 1. Jok/Tempat duduk 2. starting dengan tahap 5. Periksa starter relay. OK ↓ 3. OK ↓ 5. lihat bagian “MEMERIKSA RELAY" halaman 8-64. NG → Ganti diode. lihat bagaian “MEMRIKSA RELAY” halaman 8-64. NG → Ganti sekring 8-9 . NG → Perbaiki/ ganti motor starter. NG → Ganti starting cut-off relay. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH” halaman 8-57.

OK ↓ 10. Ganti saklar tangkai kemudi kanan. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH" halaman 8-57. Periksa engine stop switch. 8-10 . NG → Tombol starter rusak.Periksa switch kopling lihat bagian “MEMERIKSA SWITCHES” halaman 8-57. NG → Perbaiki sistim sambungan kabel sistim kelistrikan. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH” halaman 8-57. OK ↓ 13. OK ↓ 12.SISTIM STARTER LISTRIK 9. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCHES” halaman 8-57.Periksa tombol starter. NG → Ganti switch kopling NG → Ganti switch netral NG → Engine stop switch rusak. OK ↓ 11.Periksa neutral switch. ganti saklar tangkai kemudi kanan.Periksa kabel sistim starting lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM" halaman 8-5. OK ↓ Rangkaian starter dalam kondisi OK.

EAS27210 EAS27200 W R R W 2 R W W W W R 1 W W W W W W RANGKAIAN DIAGRAM R R/W L/W L/W Gy Br L/B 5 Gy R Gy 8 W W W R R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W 3 B R W W W R B Br/W P/W B/L SISTIM PENYETROMAN BATTERY 6 7 9 R/B L/W R/B L/W R/W L/B R 8-11 10 B L/W R/W B R/W 4 ON OFF R Br/L R Br (RED) (RED) Br 11 12 R/B Sb 13 Br L/W R/W B Sb B L/W R/W Br Sb R/B 14 Br SISTIM PENYETROMAN 50 Br B B Br .

6. 5.SISTIM PENYETROMAN 1. 3. AC magneto Rectifier/regulator Sekring/Fuse Battery 8-12 .

NG → Ganti sekring/fuse 8-13 . Periksa stator coil. OK ↓ 2. OK ↓ 5. NG → Ganti rectifier/regulator. Periksa sekring. OK ↓ 3. lihat bagian “MEMERIKSA STATOR COIL” halaman 8-69.ihat bagian “MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR” halaman 8-69. Periksa battery. Periksa kabel disekitar sistim penyetroman. lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. Memeriksa rectifier/regulator. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. Panel samping kiri 1. OK ↓ Rangkaian sistim penyetroman OK.SISTIM PENYETROMAN EAS27230 TROUBLESHOOTING Battery tidak bisa disertrom CATATAN: • Sebelum troubleshooting. OK ↓ 4. l. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom/Ganti Battery. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-11. Tempat duduk 2. NG → Perbaiki sambungan /perbaiki kabel sistim penyetroman. NG → Ganti unit crankshaft position sensor/ unit stator. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61.

SISTIM PENYETROMAN 8-14 .

EAS27250 EAS27240 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br SISTIM PENERANGAN (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-15 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENERANGAN (BLACK) .

Saklar dimmer 46.Saklar lampu 36. Battery 31.Saklar pass 37.Indikator lampu jauh 58.SISTIM PENERANGAN 4. Kunci kontak/Main switch 5.Lampu rem belakang 35.lampu depan/Headlight 57.Lampu posisi/lampu senja 47. Sekring/Fuse 6.Lampu meter 8-16 .

NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti Battery NG → Ganti sekring NG → Ganti bohlam dan socket bohlam. Memeriksa saklar dimmer. Periksa battery. Periksa semua kondisi bohlam dan socket bohlam. Periksa kunci kontak/ main switch. Periksa kabel sistim penerangan lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-15. ganti saklar tangkai kemudi kiri. lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. NG → Saklar dimmer rusak. OK ↓ 3. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. Memeriksa pass switch.SISTIM PENERANGAN EAS27260 TROUBLESHOOTING Jika ada masalah sinyal al: lampu depan. Periksa fuse. NG → Saklar pass rusak. unit lensa depan 1. Jok/tempat duduk 2. OK ↓ 7. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. NG → Ganti kunci kontak/main switch. OK ↓ 5. lampu posisi atau lampu meter CATATAN: • sebelum troubleshooting. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ 6. ganti saklar tangkai kemudi kiri. 8-17 . OK ↓ 2. indikator lampu jauh. OK ↓ 4. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. lampu belakang. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki kabel sistim penerangan. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1.

SISTIM PENERANGAN 8-18 .

EAS27280 EAS27270 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W SISTIM SINYAL B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-19 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM SINYAL (BLACK) .

Lampu sinyal belok belakang kiri 44.ECU (engine control unit) 28. 43.Switch lampu rem depan 31.Indikator lampu belok 8-20 .SISTIM SINYAL 4. Battery 14.Tachometer 56. Kunci kontak 5.Indikator lampu netral 59.lampu sinyal belok belakang kanan 54.Lampu sinyal belok depan kanan.Switch lampu rem belakang 30.Klakson/Horn 38.Relay sinyal belok 33.Sender bahan bakar/Fuel sender 29.Switch netral 22.Lampu sinyal belok depan kiri 42.Switch sinyal belok 41. Sekring/Fuse 6.Meter bahan bakar/Fuel gauge 55.Lampu belakang/rem 32.Tombol klakson 39.

Periksa kabel-kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. atau lampu indikator • Klakso/ horn tidak berbunyi • Meter bahan bakar tidak bekerja NOTE: • Sebelum troubleshooting. OK ↓ Periksa kondisi semua rangkaian sistim sinyal. Periksa kunci kontak/ main switch. OK ↓ 4. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. Jok/Tempat duduk 2. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Periksa battery. Unit lensa depan 1. Periksa tombol klakson/horn lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. NG → Ganti kunci kontak/main switch NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti Battery NG → Ganti sekring 8-21 . periksa Horn/klakson lihat bagian “MEMERIKSA HORN/ KLAKSON" halaman 8-70. NG → Perbaiki sambungan dan bagian-bagian sistim kabel. NG → Tombol klakson rusak. OK ↓ NG → Ganti klakson/ horn. Ganti saklar tangkai kemudi kiri. lampu rem. lihat bagian “Memeriksa sistim sinyal”.SISTIM SINYAL EAS27290 TROUBLESHOOTING • Jika ada masalah sinyal al: sinyal lampu belok. Memeriksa sistim sinyal Klakson/horn tidak berbunyi 1. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. OK ↓ 2. OK ↓ 2. Tangki bensin 3. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. OK ↓ 3.

Periksa lampu rem belakang. NG → Ganti bohlam lampu sinyal belok. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. OK ↓ 2. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. Lampu sinyal belok. NG → Ganti bohlam lampu belakang/rem. Periksa bohlam indikator belok dan socket. OK ↓ 4. OK ↓ NG → Ganti bohlam lampu indikator. Periksa lampu rem depan. atau keduanya tidak menyala 1. Lampu belakang/rem tidak menyala 1. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. 3. NG → Ganti switrch rem depan NG → Ganti switch rem belakang NG → Perbaiki sambungan. Periksa kabel sistim sinyal. socket atau keduanya. atau perbaiki kabel sistim sinyal. 8-22 . lihat bagian “MEMRIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. Periksa bohlam lampu belakang/ dan socket. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19.SISTIM SINYAL NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. OK ↓ 3. atau socket atau keduanya. socket atau keduanya. indikator belok. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ 2. lihat bagianm “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. Periksa bohlam sinyal belok dan socket.

Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. OK ↓ 2. OK ↓ 5. Periksa saklar sinyal belok. OK ↓ Ganti unit meter Lampu indikator netral tidak menyala 1. OK ↓ 4. OK ↓ Ganti unit meter Meter bahan bakar tidak bekerja 1. NG → Perbaiki sambungan atau kabel sistim relay. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. 8-23 . Periksa relay sinyal belok lihat bagian “MEMERIKSA RELAY SINYAL BELOK” halaman 8-65. Periksa sender bahan bakar lihat bagian “MEMERIKSA SENDER BAHAN BAKAR” halaman 8-70. Periksa switch netral lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ NG → Ganti unit pompa bahan bakar NG → Perbaiki sambungan. socket. NG → Ganti relay sinyal belok NG → switch sinyal belok rusak. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKETS” halaman 8-60. NG → Ganti switch netral NG → Ganti lampu indikator netral. Ganti saklar tangkai kemusi kiri. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. atau perbaiki kabel sistim sinyal.SISTIM SINYAL 3. Periksa bohlam indikator netral dan socket. OK ↓ 3. atau keduanya.

SISTIM SINYAL NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. 2. OK ↓ Ganti unit meter 8-24 . Periksa kabel sisitim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19.

EAS27310 EAS27300 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br SISTIM PENDINGINAN (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-25 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENDINGINAN (BLACK) .

COOLING SYSTEM 4. Kunci kontak/Main switch 5.Relay motor kipas radiator 53.Sensor temperatur coolant 22.Kipas motor radiator 49. Battery 19. Sekring/Fuse 6.Lampu peringatan temperatur coolant 8-26 .ECU (engine control unit) 48.

OK ↓ 6. Periksa kabel sekitar cooling sistim. NG → Ganti relay motor kipas radiator. NG → Ganti sekring 8-27 . lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-25. Periksa motor kipas radiator lihat bagian “MEMERIKSA MOTOR KIPAS RADIATOR” halaman 8-71. OK ↓ 4. OK ↓ 2. Periksa relay motor kipas radiator lihat bagian “MEMRIKSA RELAY" halaman 8-64. NG → Ganti kunci kontak NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti battery. Periksa kunci kontak lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. NG → Ganti coolant temperature sensor. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. OK ↓ 5. lihat bagian “MEMERIKSA SENSOR TEMPERATURE COOLANT” halaman 8-71. NG → Ganti motor kipas radiator. Unit lensa lampu depan 1. Panel depan kanan dan kiri 3. Periksa battery.SISTIM PENDINGINAN EAS27320 TROUBLESHOOTING CATATAN: • Sebelum troubleshooting. OK ↓ 7. OK ↓ Ganti ECU. Jok/tempat duduk 2. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. Periksa coolant temperature sensor. OK ↓ 3.

SISTIM PENDINGINAN 8-28 .

EAS27340 EAS27330 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) SISTIM FUEL INJECTION R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-29 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM FUEL INJECTION (BLACK) .

FID (fast idle solenoid) 26. Battery 12.Lean angle sensor 21.Motor kipas radiator 49.SISTIM FUEL INJECTION 2.Pompa bahan bakar 48.Injector bahan bakar/Fuel injector 27.Relay motor kipas radiator 52. Kunci kontak/Main switch 5.Busi/Spark plug 25.Lampu peringatan mesin bermasalah/Engine trouble warning light 8-30 .Sensor temperatur udara masuk/Intake air temperature sensor 18.Engine stop switch 16.Throttle position sensor 19.Sensor tekanan udara masuk/Intake air pressure sensor 17.Coil pengapian/Ignition coil 24.ECU (engine control unit) 23. Crankshaft position sensor 4. Sekring/Fuse 6.Sensor temperatur coolant/Coolant temperature sensor 20.Connector sinyal Self-diagnosis 22.

e. sehingga motor tetap masih dapat digunakan (tergantung jenis kerusakannya). b. Engine trouble warning light Kode Indikasi kerusakan Engine trouble warning light Untuk nilai 10: Lampu menyala selama 1 detik (ON) dan 1.SISTIM FUEL INJECTION EAS27350 ECU SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION ECU dilengkapi dengan self-diagnostic function fungsi ini dapat menjamin FI dapat bekerja dengan normal. 1 1.5 detik mati (OFF). ECU akan menginstruksikan pengoperasian dengan cara lain untuk menggantikan pengoperasian komponen yang rusak. f.5 0.5 detik mati (OFF). Contoh: 42 a. d. Jika salah satu tidak berfungsi. Untuk nilai 1: Lampu menyala selama 0.5 3 8-31 . (ON) dan 0. Lampu nyala (ON) Lampu mati (OFF) 1 1. Apabila terdapat gejala kerusakan. tentang kerusakan yang terjadi pada sistim Fuel Injection.5 detik. kode kerusakan akan terbaca pada bentuk nyala pada indikator engine trouble warning light (atau dapat terbaca dengan FI diagnostic tool). • Setelah mesin dalam kondisi berhenti. • Untuk memberitahu pengendara. atau masalah pada sensor-sensor. dan akan tersimpan didalam memory ECU. setelah tombol start mesin ditekan • Jika kerusakan terdeteksi oleh self-diagnostic function. maka ECU akan memberitahu pengendara melalui kedipan lampu indikator mesin (engine trouble warning light) yang terdapat pada speedometer. akan segera terdeteksi. maka lampu indikator mesin akan berkedip. c.

Jika lampu indikator tidak menyala kemungkinan bohlamnya putus (sebagai kontrol kondisi bohlam) a c b d c a. 8-32 . Indikator lampu peringatan Menyala* Kerja ECU Warning provided when unable to start engine Kerja Fuel Injection Kerja FI berhenti Kondisi sepeda motor Tidak dapat bekerja Menyala berulang kali Terdeteksi ketidak normalan. apakah mesin tetap bekerja. atau terhenti. kemudiam kerja mesin akan berubah sesuai dengan kerusakan yang terjadi. EAS3C11008 TABLE SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION Apabila ECU mendeteksi sinyal yang tidak normal dari sensor pada waktu sepeda motor dijalankan.SISTIM FUEL INJECTION Indikasi Lampu peringatan kerusakan mesin dan cara kerja sistim fuel injection. Kunci kontak “ON” c. Lampu peringatan kerusakan mesin menyala selama 3 detik. Lampu indikator kerusakan mesin mati d. ECU akan memerintahkan lampu indikator kerusakan mesin untuk menyala. Bekerja dengan kondisi berbeda-beda. supaya mesin dapat bekerja dengan kondisi yang berbeda. dan tombol start ditekan : Lean angle sensor Lean angle sensor 30: 41: (macet) (open atau short circuit) 33: 39: Kerusakan pada pengapian Fuel injector (open atau short circuit) 50: Ketidak normalan pada memory ECU (pemeriksaan memory error) Pemeriksaan nyala lampu indikator kerusakan mesin Lampu indikator kerusakan mesin menyala selama 3 detik. apabila salah satu kondisi pada daftar di bawah ini muncul. tergantung lan yang terdeteksi dari kode kerusakan * Lampu peringatan menyala. tergantung dari kondisi yang terjadi .bekerja. sesuai Dapat atau tidak dapat dengan ketidak norma. setelah kunci kontak diputar ke arah “ON”. Ketika sinyal ketidak normalan diterima dari sensor. ECU akan menghitung nilai yang terprogram dengan akurat. Kunci kontak “OFF” b.

SISTIM FUEL INJECTION Tabel Diagnosa /Self-Diagnostic Function table Kode kerusakan 12 Item Crankshaft position sensor keteranga Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. ketika tombol switch "ON" hidup Tidak dapat Tidak dapat — 8-33 . dapat/tidak dapat hidup dapat/tidak dapat dijalankan Tidak dapat Tidak dapat 13 Intake air pressure Intake air pressure sensor: terdesensor teksi open atau short circuit (open atau short circuit) Intake air pressure sensor (lubang tersumbat) Intake air pressure sensor: terdeteksi ada penyumbatan Dapat Dapat 14 tect hole) 15 Dapat Dapat Throttle position senThrottle position sensor: terdeteksor si open atau short circuit (open atau short circuit) Throttle position sensor (macet/lengket) Coolant temperature sensor Throttle position sensor macet Dapat Dapat 16 21 22 30 33 39 41 Dapat Dapat Dapat Dapat Coolant temperature sensor: terdeDapat teksi open atau short circuit Intake air temperaIntake air temperature sensor: terture sensor Dapat deteksi open atau short circuit (open atau short circuit) Lean angle sensor (macet/rusak) Ignition coil (open circuit) Fuel injector Tidak ada sinyal normal yang diterima dari lean angle sensor. 44 Dapat Dapat 46 Suplay power ke sistim fuel injection Dapat tidak normal Dapat 50 Kerusakan pada memory ECU (ketiInternal ECU tidak ka kerusakan ini terjadi. Pembacaan dan penulisan pada E2PROM error Sistim suplai power sepeda motor (Memonitor voltase) Terdeteksi error ketika membaca dan menulis E2PROM (angka penyetelan CO. Kabel Primary pada ignition coil: terdeteksi open circuit. Tidak dapat Tidak dapat Tidak dapat Tidak dapat Fuel injector: terdeteksi open atau Tidak dapat Tidak dapat short circuit Tidak dapat Tidak dapat Lean angle sensor Lean angle sensor: terdeteksi open (open atau short circuit) atau short circuit. bisa jadi berfungsi (pemeriksaan Tidak dapat Tidak dapat angka kode kerusakan tidak munmemory tidak berfungsi) cul.) Peringatan tidak padat Lampu indikator peringatan menyala. kunci kode register dan angka posisi throttle tertutup penuh).

Periksa: • Angka kode kerusakan a. Periksa angka kode kerusakan pada layar alat pendiagnosa (FI diagnostic tool). lihat bagian “Methode Rekondisi” pada tabel “DETAIL TROUBLESHOOTING” halaman 8-40. dan pastikan tidak muncul angka kerusakan pada layar LCD. If no malfunction is detected in the sensors and actuators. lihat bagian “Sensor operation table” dan “Actuator operation table”. lihat bagian “Tabel Diagnostic code ”. check and repair inner parts of the engine. lihat “Tabel Self-Diagnostic Function ”. 30: Ignition coil 36: Fuel injector If a malfunction is detected in the sensors or actuators. Amati cara kerja sensor dan actuator pada diagnostic mode.SISTIM FUEL INJECTION EAS27400 METODE TROUBLESHOOTING Mesin tidak bisa bekerja dengan normal dan engine trouble warning light menyala. 2. Periksa kerja dari sensor dan actuator berikut di dalam Mode Diagnostic. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Kerja mesin tidak normal. halaman 8-40. lihat bagian "Tabel kerja sensor" dan tabel “Cara kerja actuator" Periksa dan perbaiki lihat bagian “Tabel Fungsi Self Diagnostic”. Periksa dan perbaiki penyebab kerusakan/ malfunction. tetapi lampu peringatan kerusakan mesin tidak menyala. c. CATATAN: Apabila kode kerusakan muncul. 1. Angka kode kerusakan Tidak ada kode angka kerusakan Periksa dan perbaiki lihat “DETAIL TROUBLE SHOOTING". b. 3. Tentukan sistim kerusakan dengan kode kerusakan. ulangi langkah (1) sampai (4) hingga tidak muncul kode kerusakan 8-34 . Periksa kerja Fuel Injection System setelah direkondisi. 4. Putar kunci kontak ke “OFF” dan kembalikan ke “ON”. repair or replace all faulty parts. Tentukan penyebab kerusakan/ malfunction. 1.

“WARNING” (orange) akan menyala. dan juga lampu. 4.SISTIM FUEL INJECTION EAS27431 MODE DIAGNOSTIC Memungkinkan dapat memonitor data sensor output atau memeriksa kerja FI dengan FI diagnostic tool. dapat terbaca dengan melihat pada layar LCD FI diagnostic tool jika alat dipasangkan pada sepeda motor. FI diagnostic tool 90890-03182 Setel pada normal mode (untuk membaca ada kerusakan atau tidak) CATATAN: Putaran mesin. dan disetel pada normal mode. Putar kunci kontak pada posisi “ON” dan hidupkan mesin 1 2 CATATAN: • Temperatur coolant dan putaran mesin akan terlihat pada layar LCD FI diagnostic tool. temperatur mesin. CATATAN: Jika salah satu sistim tidak berfungsi. • Jika tidak berfungsi akan terdeteksi dengan lampu “WARNING” (orange) menyala. FI Diagnostic Tool 0rpm 66 ˚C S/D : 41 8-35 . Putar kunci kontak ke arah “OFF”. kode kerusakan akan terbaca pada layar LCD FI diagnostic tool. 3. dan pasagkan FI diagnostic tool “2” seperti terlihat pada gambar dibawah. Lepaskan connector self-diagnosis signal “1”. Matikan mesin. dan kode kerusakan. • Lampu “POWER” (hijau) akan menyala. jika dihubungkan dengan sepeda motor dan disetel pada normal mode atau diagnostic monitoring mode. 1. 2.

Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. • Kerja Actuator (actuator operation) Tekan tombol “MODE” . 8. 7. 6. 6. Lepaskan connector self-diagnosis signal “1”. 1 2 CATATAN: • Nomor kode diagnosa (diagnostic code number) akan tampak pada layar LCD (01-70). 2. tekan tombol “MODE”. dan putar kunci kontak ke arah “ON”. Setel pada diagnostic mode (untuk mendiagnosa kerusakan pada sistim) 1. Memeriksa kerja dari sensor atau actuator. tampak pada layar LCD. Putar kunci kontak ke arah “OFF” untuk mematikan normal mode. • Untuk menaikkan nomor kode diagnosa (diagnosa code number). FI Diagnostic Tool D03 : 101 8-36 . Geser saklar engine stop switch ke “ ” . tekan tombol “DOWN” dalam waktu 1 detik atau lebih secara otomatis nomor kode diagnosa akan turun. tekan tombol “UP” dalam waktu 1 detik atau lebih secara otomatis nomor kode diagnosa akan naik. Lepaskan FI diagnostic tool dan pasangkan connector self-diagnosis signal. 5. • Untuk menurunkan nomor kode diagnosa (diagnostic code number). dan pasangkan FI diagnostic tool “2” seperti terlihat pada gambar dibawah. Tekan tombol “MODE” . 3.SISTIM FUEL INJECTION 5. Pilih "diagnostic code number" berdasarkan kode kerusakan (fault code number) dengan menekan tombol "UP" dan tombol “DOWN” . • Kerja Sensor (sensor operation) Data mewakili kondisi kerja dari sensor. Tekan tombol “UP” untuk memilih Mode penyetelan “CO” atau Mode diagnosa “DIAG”. Setelah memilih “DIAG”. • Lampu “POWER” (Hijau) akan menyala "ON" 4. CATATAN: • Tulisan “DIAG” akan terbaca pada layar LCD di FI diagnostic tool.

Putar kunci kontak ke arah “OFF” untuk mematikan sistim diagnostic mode. Throttle position sensor: terdeteksi open atau short circuit. Intake air pressure sensor (lubang tersumbat/kotor) . • Kegagalan pemakaian ECU. 22 • Open atau short circuit pada kabel bodi Intake air temperature sen. • Kegagalan pemakaian ECU • Macet/lengketnya throttle position sensor. 06 • Pemasangan yang salah coolant temperature sensor.• Tidak sempurnanya air temperature sensor.05 short circuit ratur sensor. 01 • Pemasangan throttle position sensor tidak baik. 08 8-37 . • Open atau short circuit pada kabel bodi • Tidak sempurnanya fuel injector. Tidak ada sinyal normal yang diterima dari lean angle sensor. 03 • Kegagalan pemakaian ECU. Kabel primary pada ignition • Kegagalan pemakaian componen pada coil: terdeteksi open circuit.SISTIM FUEL INJECTION 9. si open atau short circuit. ignition cut off circuit system. Fuel injector: terdeteksi open atau short circuit. 10. sor: terdeteksi open atau • Pemasangan yang salah intake air tempe. Tabel kode Diagnostic Nomor kode kerusakan Gejala Kemungkinan penyebab kerusakan • Open atau short circuit pada kabel bodi • Crankshaft position sensor tidak berfungsi • AC rotor magneto tidak berfungsi • Pemasangan sensor tidak sempurna. • Lubang tersumbat/kotor pada Intake air pressure sensor. Intake air pressure sensor: terdeteksi open atau short circuit. • Kegagalan pemakaian ECU Nomor kode Diagnostic 12 Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. • Kegagalan pemakaian ECU. • Kegagalan pemakaian ECU. 08 30 33 • Open circuit pada kabel bodi • Kegagalan pemakaian ignition coil. 03 14 15 • Open atau short circuit pada kabel bodi • Tidak sempurnanya throttle position sensor. Throttle position sensor macet atau lengket. • Kegagalan pemakaian ECU. • Kegagalan pemakaian ECU. 01 16 21 • Open atau short circuit kabel bodi • Tidak sempurnanya coolant temperature sensor. • Kegagalan pemakaian ECU. • Tidak sempurnanya intake air pressure sensor. Coolant temperature sensor: terdeteksi open atau short circuit — 13 • Open atau short circuit kabel bodi. • Pemasangan yang salah fuel injector. • Terjatuh/terguling • Kegagalan pemakaian ECU.Lepaskan FI diagnostic tool dan pasangkan connector self-diagnosis signal. • Kegagalan pemakaian ECU. 30 39 36 41 • Open atau short circuit pada kabel bodi Lean angle sensor: terdetek• Tidak sempurnanya lean angle sensor.

SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan 44 Gejala Terdapat kesalahan dalam proses di memori E2PROM pada ECU. — 50 Kesalahan dimemori ECU.4–1. (Jika tegangannya lebih rendah. 05 Suhu udara masuk 06 Suhu air pendingin/coolant Menunjukkan suhu air pendi. yar dengan suhu air pendingin yang terukur secara aktual.8–4.) cul di layar LCD FI diagnostic tool.Bandingkan nilai pada langin / coolant. Lihat fuel injection tidak mengalir “SISTEM PENGISIAN” pada hal. 01 Bagian Sudut Throttle • Posisi tertutup penuh • Posisi terbuka penuh display FI diagnostic tool Metode pemeriksaan Periksa perubahan nilai pada layar saat throttle ditutup dan dibuka. Bandingkan dengan tegangan yang terukur secara aktual. 08 Lean angle sensor • Tegak • Miring / terjatuh 09 Tegangan sistem bahan bakar (tegangan battery) 60 Kode kerusakan E2PROM • Tidak ada sejarah • Ada sejarah 8-38 . (Saat kerusakan ini terjadi • Kerusakan pada ECU. menekan tombol start “ ”. (Jika nilai pada layar berubah-ubah. nomer kode tidak tertulis dan terbaca dengan benar oleh — kerusakan dapat tidak munmemori. 14–20 97–107 03 Tekanan udara masuk Menunjukkan tekanan udara Gerakkan throttle saat masuk. berarti kerja sensor baik. (Nilai penyetelan CO dan nilai pembacaan throttle valve saat kondisi tertutup tidak dapat dibaca dengan baik oleh memori. Kemungkinan penyebab kerusakan • Kerusakan pada ECU.) Tabel kerja sensor Nomor kode kerusakan. 8-11.4 3. secara normal.) Menunjukkan suhu udara yang masuk. (Program dan data didalam ECU. lakukan penyetruman.) Nomor code diagnostic 60 46 Aliran listrik ke dalam sistem • Kerusakan pada sistem pengisian.2 Mencapai 12.) ___ 00 01: Nilai perubahan CO terbaca. 0. Bandingkan nilai pada layar dengan suhu udara yang terukur secara aktual.0 Lepas lean angle sensor dan miringkan hingga mencapai sudut 65 derajat.

Mengaktifkan relay motor radiator fan sebanyak 5 kali tiap Periksa suara saat relay berselang 5 detik. (ON 2 detik. fuel injector akan bekerja lima kali dengan waktu Periksa suara saat injector selang dua detik. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. — 70 Nomer kontrol 0–254 Tabel kerja actuator Nomor kode kerusakan Bagian Actuation Metode pemeriksaan 30 Ignition coil Saat tombol “MODE” ditekan. Jika seluruh kode sudah ditampilkan. tampilan akan mengulang kembali) metode pemeriksaan 62 Penghapusan sejarah kode kerusakan • Tidak ada sejarah • Sejarah yang tersimpan 00 Sampai dengan 14 kode --Untuk menghapus sejarah tekan tombol “MODE” pada FI diagnostic tool. ignition coil akan bekerja sePeriksa percikan lima kali. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. Saat tombol “MODE” ditekan. motor radiator fan menyala OFF 3 detik) lima kali.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan 61 Bagian Menampilkan sejarah kode kerusakan • Tidak ada sejarah • Sejarah yang tersimpan Display FI diagnostic tool — 00 Kode kerusakan 12–50 • (Jika terdeteksi lebih dari satu kode kerusakan. Lampu peringatan kerusakan mesin akan menyala. bekerja lima kali. 36 Fuel injector 51 Relay motor radiator fan 8-39 . banyak lima kali dengan wak• Gunakan ignition tu selang dua detik. layar akan menampilkan seluruh kode kerusakan setiap selang waktu 2 detik. checker.

• Kerusakan pada ECU. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. Lihat “Tabel kerja sensor” dan “Tabel kerja actuator".: Nomer kode kerusakan akan ditampilkan dilayar FI diagnostic tool saat mesin mengalami kerusakan.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan Bagian Actuation Metode pemeriksaan 54 FID (fast idle solenoid) Saat tombol “MODE” ditekan. Periksa dan perbaiki beberapa hal atau komponen yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sesuai penjelasan dibawah. FID (fast idle solenoid) akan bekerja lima kali dengan se. • Kerusakan pada FI diagnostic tool. EAS27471 TROUBLESHOOTING DETAILS Bagian ini menjelaskan tindakan yang dilakukan untuk tiap kode kerusakan yang terbaca pada FI diagnostic tools.. periksa ulang dengan FI diagnostic tool menggunakan prosedur yang baku. • Kerusakan pada FI diagnostic tool. ERROR 4 • Putar kunci kontak sekali ke “OFF” dan setel FI diagnostic tool ke mode penyetelan CO Sinyal perintah dari FI diagatau diagnostic mode. Gejala Tidak ada sinyal diterima dari ECU. nostic tool tidak diterima • Battery motor sudah lemah. Lihat “Tabel Diagnostic code”..: Nomer Diagnostic code digunakan saat kita sedang menggunakan diagnostic mode. Sambungan dengan FI diagnostic tool terganggu. 8-40 . Kemungkinan penyebab kerusakan • Sambungan yang kurang tepat • Kunci kontak pada posisi “OFF”. Nomer Kode kerusakan. • Kerusakan pada ECU. LCD Display Waiting for connection.Periksa suara saat FID belang satu detik. kerja lima kali. oleh ECU.. Nomer Diagnostic code. Setelah selesai memeriksa dan memperbaiki komponen yang rusak.

sin. perbaiki dan pasang coupler dengan benar. — Metode pemeriksaan Nomor komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Kondisi pemasangan crankshaft posi. • Periksa kondisi penguncian coupler. • Jika terdapat kerusakan. • Antara crankshaft position sensor coupler dan ECU coupler. Memutar metion sensor. Sambungan • Crankshaft position sensor coupler • Main wire harness ECU coupler • Periksa pin pada coupler dari kemungkinan rusak/bengkok. 8-41 . 4 Crankshaft position sensor rusak. — Gejala Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor.Periksa kekendoran atau tercabut. Lihat “PEMERIKSAAN CRANKSHAFT POSITION SENSOR” di hal. (merah–merah) (putih–hitam/biru) • Ganti jika rusak. 8-68. 3 Kabel body terlepas atau korslet.SISTIM FUEL INJECTION No. kode kerusakan 12 Diagnostic code No. • Perbaiki atau ganti jika terdapat kabel terlepas atau korslet.

03) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Sambungan • Periksa pin pada coupler dari Putar kunci kon• Coupler Intake air pressure sensor kemungkinan tercabut. ECA3C11011 PERHATIAN: 3 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. 8-72. coupler. perbaiki dan pasang coupler dengan benar.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR" di hal. 8-42 . tak ke posisi • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian “ON”. • Diantara coupler intake air pressure sensor dan coupler ECU (biru–biru) (merah muda/putih–merah muda/putih) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada intake air pressure sensor: • Gunakan mode diagnostic. • Jika ada kerusakan. 13 03 Gejala Terdeteksi Intake air pressure sensor: open / short circuit Intake air pressure sensor Metode pemeriksaan Diagnostic code No. (Kode No. • Perbaiki atau ganti jika terdapat Kabel bodi terlepas atau korslet. kabel yang terbuka atau korslet.

• Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kerusakan pada Intake air pressure sensor. • Ganti jika terdapat kerusakan. 14 Diagnostic code No. Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan sampai putaran 3000 rpm hingga diatasnya. Kerusakan pada intake air pressure • Gunakan mode diagnostic (Kode No. 8-72. perbaiki dan pasang kembali coupler dengan benar. Gejala 03 Intake air pressure sensor: kerusakan pada lubang deteksi tekanan akibat tersumbat Intake air pressure sensor Perkerjaan yang dilakukan • Periksa dan perbaiki sambungan.03) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. 2 Sambungan • Periksa pin coupler dari ke• Coupler Intake air pressure sensor mungkinan tercabut. 3 8-43 .SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. • Jika terdapat kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal.

Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. Gejala 01 terdeteksi Throttle position sensor: open /short circuit . (Kode No.01) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian dari coupler. 2 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung• Coupler throttle position sensor kinan tercabut. ECA3C11011 PERHATIAN: Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjan yang dilakukan 1 Kondisi pemasangan throttle position sensor. perbaiki dan pasang kembali coupler dengan benar. Throttle position sensor Metode pemeriksaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”. • Periksa posisi sensor telah terpasang dengan benar. • Periksa kekendoran atau terjepit. • Diantara coupler throttle position sensor dan coupler ECU (biru–biru) (kuning/biru–kuning/biru) (hitam/biru–hitam/biru) 3 4 Pemeriksaan tegangan keluar pada • Periksa rangkaian terbuka dan kabel yang ke throttle position sensor: lepaskan throttle position sensor. Kabel bodi utama putus atau terjadi hubungan pendek: • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. 8-72. 15 Diagnostic code No. 8-44 . • Gunakan mode diagnostic. • Jika terdapat kerusakan. (biru–hitam/biru) Kabel yang dibuka Kabel massa yang dibuka Kabel keluaran yang dibuka Kabel power supply yang dibuka Tegangan keluaran 5V 0V 0V 5 Kerusakan pada throttle position sensor.

Gejala 06 Coolant temperature sensor terlepas atau terjadi hubungan pendek. Periksa tempat pemasangan dari Putar kunci konkekendoran atau terjepit. • Periksa posisi sensor telah terpasang dengan benar. 21 Diagnostic code No. • Gunakan mode diagnostic. • Kabel bodi utama (hitam/biru–hitam/biru) (hijau/merah–hijau/merah) • Gunakan mode diagnostic (Kode No. 16 Diagnostic code No.06) • Ganti jika rusak Lihat “PEMERIKSAAN COOLANT TEMPERATURE SENSOR” di hal. ECA3C11011 Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kondisi pemasangan throttle position sensor. Throttle position sensor Pekerjaan yang dilakukan • Periksa terhadap kekendoran atau terjepit. 2 Kerusakan throttle position sensor. • Jika terdapat kerusakan. (Kode No. 8-72.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. 3 4 Kerusakan pada coolant temperature sensor 8-45 . PERHATIAN: Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body No kode kerusakan. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler. • Perbaiki atau ganti jika terdapat kabel yang putus atau korslet. tak ke posisi • Periksa pin coupler dari kemung. Kabel yang terputus atau korslet di kabel bodi utama dan/atau di kabel cabang. Coolant temperature sensor Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Kondisi pemasangan coolant temperature sensor Sambungan konektor • Coupler coolant temperature sensor kinan tercabut.ON. Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan dengan putaran langsam maupun cepat. 8-71. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. perbaiki dan pasang dengan benar. Gejala 01 Throttle position sensor macet.01) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan.

8-72. Intake air temperature sensor Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. • Diantara coupler throttle body sensor dan coupler ECU. coupler. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. kontak ke posensor • Periksa kondisi penguncian sisi ON. 8-46 . PERHATIAN: 2 3 ECA3C11011 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. • Gunakan mode diagnostic.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. Gejala 05 Intake air temperature sensor: terdapat kabel yang terputus atau korslet. • Coupler ECU pada kabel bodi utama. (coklat/putih–coklat/putih) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada intake air temperature sensor. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. 22 Diagnostic code No. (Kode No.Putar kunci • Coupler Intake air temperature kinan tercabut.05) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. • Jika terdapat kerusakan.

terjepit demikian mesin Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian connector dan coupler. hidupkan kecuali • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian kunci kontak dicoupler. • Ganti jika terdapat kerusakan Lihat “IGNITION SYSTEM” di hal. putar “OFF” ter• Jika terdapat kerusakan. 30 Diagnostic code No.08) • Ganti jika terdapat kerusakan.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN LEAN ANGLE SENSOR” di hal 8-68.30) • Selanjutnya tes/periksa primary dan seconday coils. (Kode No. Kabel yang terputus atau korslet di kabel bodi utama dan/atau di kabel cabang. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa konektor dan pin • Connector Ignition coil (bagian prima. • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. (merah/putih–merah/putih) (oranye–oranye) • Gunakan mode diagnostic. 2 3 Kerusakan pada ignition coil 8-47 . perbaiki lebih dahulu). Lean angle sensor Pekerjaan yang dilakukan Posisikan motor kembali tegak. (Kode No. • Jika terdapat kerusakan. Gejala 30 Bagian primary ignition coil: terdapat kabel yang terputus. Kerusakan lean angle sensor. Ignition coil Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan pada putaran langsam.tidak dapat di• Coupler lean angle sensor inan tercabut.coupler dari kemungkinan ry coil) tercabut. • Diantara connector ignition coil dan coupler ECU coupler/kabel bodi utama. 4 No kode kerusakan. sensor. • Gunakan mode diagnostic. 33 Diagnostic code No. Gejala 08 Tidak ada sinyal normal dari lean angle sensor. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. dan sambung coupler dengan benar. 8-1. Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 2 3 Sepeda motor terjatuh Putar kunci kontak ke posisi Kondisi pemasangan lean angle Periksa dari kekendoran atau “ON” (walaupun.

Fuel injector Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. 2 3 No kode kerusakan.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan 39 Diagnostic code No. Lihat “PEMERIKSAAN LEAN ANGLE SENSOR” di hal.Memutar • Coupler Injector kinan tercabut. Gejala 08 Lean angle sensor: terdapat kabel yang lepas atau korslet. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. (Kode No. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. tak ke posisi • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian “ON”. 8-68. 41 Diagnostic code No. (biru–biru) (kuning/hijau–kuning/hijau) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada lean angle sensor . (merah/putih–merah/putih) (oranye/hitam–oranye/hitam) Kerusakan pada primary injector. 2 3 8-48 . Lean angle sensor Metode pemeriksaaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. • Diantara coupler fuel injector dan coupler ECU. (Kode No. mesin • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler. • Diantara coupler lean angle sensor dan coupler ECU. • Jika terdapat kerusakan. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet.Putar kunci kon• Coupler Lean angle sensor kinan tercabut.36) • Ganti jika terdapat kerusakan.08) • Ganti jika terdapat kerusakan. • Jika terdapat kerusakan. coupler.. Lihat “PEMERIKSAAN FUEL INJECTOR” di hal 7-6.• Gunakan mode diagnostic. Gejala 36 Terdapat kabel yang terlepas atau korslet di injector. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. • Gunakan mode diagnostic.

• Diantara battery dan kunci kontak. pembacaan ulang kode. Gejala — Aliran listrik ke sistem fuel injection tidak normal. — Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Kerusakan pada ECU. (Jika kerusakan ini terbaca oleh ECU. 46 Diagnostic code No. 2 3 4 Kerusakan pada rectifier/regulator Kabel bodi utama terputus atau korslet. 50 Diagnostic code No. kode kerusakannya dapat tidak dimunculkan pada layar. 44 Gejala Terdapat kesalahan dalam pembacaan atau penulisan pada E2PROM (Nilai penyetelan CO. — Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan pada putaran langsam. CATATAN: Jangan mengganti komponen ECU dalam kondisi kunci kontak “ON”. perbaiki dan sambung coupler dengan benar.60). dan pembacaan throttle valve dalam kondisi tertutup). Diagnostic code No. Kerusakan pada battery • Ganti battery Lihat “PEMERIKSAAN DAN PENGISIAN BATTERY” di hal 8-61. • Ganti jika terdapat kerusakan. No kode kerusakan. Ganti ECU. E2PROM fault code display Pekerjaan yang dilakukan • Gunakan mode diagnostic. Lihat “CHARGING SYSTEM” di hal 8-11. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung• Coupler ECU pada kabel bodi utama kinan tercabut. • 01 akan tampil dilayar. • Jika terdapat kerusakan. • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. 8-49 . (merah–merah) • Diantara kunci kontak dan ECU (coklat–coklat) Gejala Kerusakan pada memory ECU.SISTIM BAHAN BAKAR No kode kerusakan. • Periksa kondisi penguncian coupler. Metode pemeriksaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”. (Kode No. Ganti ECU jika rusak. 60 Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kerusakan pada ECU No kode kerusakan.) — Metode pemeriksaaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”.

SISTIM FUEL INJECTION 8-50 .

EAS27560 EAS27550 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B SISTIM POMPA BAHAN BAKAR 14 W/Y B 8-51 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM POMPA BAHAN BAKAR (BLACK) .

Battery 12. Kunci kontak/Main switch 5.SISTIM POMPA BAHAN BAKAR 4.Pompa bahan bakar 8-52 .Engine stop switch 22. Sekring/Fuse 6.ECU (engine control unit) 27.

• Setrom/ganti battery. OK ↓ Ganti ECU. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. Tangki bensin 3. Periksa pompa bahan bakar lihat bagian “MEMERIKSA BODI POMPA BENSIN” halaman 7-2. Ganti saklar tangkai kemudi kanan. OK ↓ 5. periksa kabel-kabel sistim bahanbakar. NG → Ganti sekring 8-53 . Unit lensa lampu depan 1. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. OK ↓ 6. OK ↓ 4. Periksa switch engine stop. Periksa battery. OK ↓ 2. Periksa kunci kontak/ main switch. Jok/tempat duduk 2. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. lepaskan komponen-komponen dibawah ini : 1. OK ↓ 3. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-51.SISTIM POMPA BAHAN BAKAR EAS27570 TROUBLESHOOTING Jika pompa bahan bakar tidak bekerja CATATAN: • Sebelum troubleshooting. NG → Ganti kunci kontak/main switch NG → • Bersihkan terminal battery. NG → Ganti unit pompa bahan bakar NG → Engine stop switch rusak.

POMPA BAHAN BAKAR 8-54 .

KOMPONEN KELISTRIKAN EAS27971 KOMPONEN KELISTRIKAN 4 3 5 6 2 7 17 1 8 9 10 16 15 14 13 12 11 8-55 .

Starting circuit cut-off relay 8. Switch neutral 15. ECU (engine control unit) 11. Sensor temperatur coolant. klakason/Horn 2. Switch lampu rem belakang 14. Starter relay 13. Kunci kontak 3. Condensor 7. Battery 4. 9. Lean angle sensor 6. Ignition coil 17. 16. Rectifier/regulator 12. Kabel bodi 8-56 . Sekring/Fuse 5.KOMPONEN KELISTRIKAN 1. Relay sinyal belok 10. Relay motor kipas radiator.

KOMPONEN KELISTRIKAN EAS27980 MEMERIKSA SAKLAR/ SWITCH 6 P B 7 Y L/B G 1 R Br/L ON OFF R Br/L (RED) 8 Ch Br/W Dg (L) (R) 9 Y/W W 2 B B (BLACK) 10 Br L L/B L Dg Br Br/W P Ch 3 L/W B G Y B R/B B (BLUE) 4 R/W R/W L/W R/W B R/W 11 R/B B (BLACK) 5 Br G/Y (BLACK) B B (BLACK) 12 Sb 8-57 .

Saklar dimmer 8. Switch neutral 8-58 . Saklar sinyal belok 9. Switch kopling 12.KOMPONEN KELISTRIKAN 1. Saklar Pass 10. Switch lampu rem belakang 6. Switch lampu rem depan 3. Tombol starter/Start switch 4. Tombol klakson/Horn 7. Kunci kontak/Main switch 2. Saklar lampu 11. Switch engine stop 5.

KOMPONEN KELISTRIKAN Periksa penyambungan saklar/ switch dengan pocket tester. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: • sebelum memeriksa sistim penyambungan. hati-hati jangan sampai merusak kabel. dan Br/L jika saklar di geser ke arah “ON”. setel jarum pocket tester “0” dan posisi selektor “Ω × 1” . Sistim penyambungan (rangkaian tertutup) menggambarkan posisi berhubungan antar terminal “ ”. ECA14370 PERHATIAN: Jangan memasukan ujung tester. untuk menghindari kerusakan terminal. dari belakang terminal. ini adalah hubungan kabel warna (R). jika penyambungan tidak sempurna. pada terminal coupler “a”. Gambar di bawah. b R Br/L a ON OFF R Br/L 8-59 . masukkan ujung tester. menggambarkan diagram kunci kontak (sebagai contoh gambar diagram) Lajur kiri menggambarkan kondisi switch “a” dan kolom diatas menggambarkan warna kabel “b” yang akan dihubungkan. ganti saklar/ switch. hubungkan antar dua ujung tester beberapa kali. • Sebelum memeriksa sistim penyambungan. periksa sambungan kabel dan jika perlu.

akan merusak sistim sambungan pada bagian terminal/ coupler. Pasangkan kabel positive tester ke terminal “1” dan kabel negative tester ke terminal "3". dan benda benda yang mudah terbakar. Bohlam lampu mengeluarkan panas yang tinggi untuk itu. atau keduanya. cara melepasnya dengan menarik keluar dari socket dengan hati-hati. atau kain yang dibasahi dengan alcohol. • Bohlam tipe “a” dan “b” dipakai pada lampu depan dan biasanya memakai holder. c. untuk memeriksa bohlam. dan periksa kondisi bohlam. teliti terlebih dahulu. cara melepasnya dengan cara menekan sambil diputar ke kiri. Periksa: • Kondisi bohlam (putus tidaknya) (dengan pocket tester) Putus → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: Sebelum pemakaian. 1. seperti gambar di bawah. sebelum melepas bohlam. ----> Ganti bohlam. atau keduanya. sambungan tidak bagus → perbaiki sambungan. Sambungkan posisi positive pocket tester keterminal “1” dan kabel negative tester ke terminal “2”. Lepas: • Bohlam 8-60 . Tipe bohlam Bermacam-macam tipe bohlam yang dipakai pada sepeda motor. 2. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Memeriksa kondisi bohlam Ikuti prosedur dibawah ini. hal ini akan mempengaruhi umur bohlam. • Jangan menyentuh langsung pada kaca bohlam hindari dari oli dan cairan lain. Jika salah satunya tidak ada hubungan. juga hubungan antar terminal. dan kemampuan penyinaran. b. jauhkan tangan anda. dan periksa kondisi bohlam. jarum pada posisi “0” dan range “Ω × 1”.KOMPONEN KELISTRIKAN EWA3C11001 EAS27990 PERINGATAN MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM Periksa kondisi bohlam dan socket bohlam dari karat. Putus→ Ganti bohlam. ECA3C11001 PERHATIAN: • Pegang pada bagian socket. socket bohlam. rusak/aus → perbaiki. kebanyakan tipe ini cara melepasnya dengan cara memutar berlawanan dengan arah jarum jam. a. atau thinner. • Bohlam tipe “c” dipakai pada lampu sein dan lampu rem/belakang. • Bohlam tipe “d” dan tipe “e” dipakai pada lampu meter dan indikator. sistim penyambungan. bersihkan dengan cairan pembersih. bohlam dalam kondisi putus. atau ganti bohlam. jika kaca tersentuh oleh oli.. biarkan bohlam biarkan bohlam mendingin terlebih dahulu. setel pocket tester. saat melepas bohlam jangan menarik pada bagian kabel.

korek api. 8-61 . putar kunci kontak pada posisi “OFF” jika memeriksa sekring atau mengganti sekring. dengan amper yang sama. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. b. TINDAKAN PERTAMA JIKA TERKENA BADAN BAGIAN LUAR • Kulit — cuci dengan air • Mata — rendam air selama 15 menit. 2. ikuti prosedur pemeriksaan dibawah ini. jika terlihat tidak ada hubungan. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERINGATAN Pasang pocket tester dengan posisi “Ω × 1”. lampu dan sistim pengapian yang tidak berfungsi dan dapat menimbulkan bahaya kebakaran. Pasang: • Jok/tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1 EAS28030 MEMERIKSA SEKRING ECA3C11002 PERHATIAN: MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY EWA13290 Untuk menghindari hubungan pendek.l. mesin las. kompor listrik. rokok). saat anda bekerja menangani Battery. d. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. dan periksa sistim aliran listrik. Periksa sistim penyambungan socket. 1. 1.KOMPONEN KELISTRIKAN Memeriksa kondisi socket bohlam. dan periksa kondisi sekring. ganti socket bohlam. Jika jarum pocket tester tidak bergerak “∞”. ganti sekring. c. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C b. Pasang pocket tester pada kabel yang berhubungan dengan socket bohlam. a. Periksa: • Sekring a. Pasang pocket tester pada sekring. Putar kunci kontak pada posisi "ON". dengan amper yang lebih tinggi dari spesifikasi standart. Ikuti prosedur dibawah ini. Jika sekring terputus kembali. sumber panas. Pasang sekring pengganti yang baru. • JAUHKAN BATTERY DAN CAIRAN BATTERY DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK. untuk memeriksa kondisi socket. c. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4. • JANGAN MEROKOK pada saat menangani dan menyetrom Battery. Pasang bohlam yang bagus pada socket. b. Untuk itu ikuti petunjuk dibawah ini. • Setrom Battery dengan ventilasi yang cukup • Jauhkan Battery dari api. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. Periksa: • Socket bohlam (dari penyambungan) (dengan pocket tester) tidak terhubung → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: EWA13310 a. dan gas (a. untuk penanganannya: • Pergunakan pelindung mata.. periksa sistim rangkaian kabel kelistrikan Nama Sekring PERINGATAN MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Besarnya amper 20 A Jmlh 1 Periksa semua socket dari sistim penyambungan sama halnya dengan pemeriksaan bohlam lampu. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS28000 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Jangan sekali-kali menggunakan sekring. hal ini akan mengakibatkan kerusakan pada sistim kelistrikan antara lain. hal ini akan mengakibatkan luka bakar yang serius. • Hindari kontak badan anda dengan cairan battery. dan segera bawa ke dokter mata. Ganti: • Sekring yang putus Battery mengandung gas yang mudah terbakar dan mengandung asam sulfat yang beracun yang berbahaya dan bersifat merusak.

dapat dilihat pada tabel dibawah.KOMPONEN KELISTRIKAN BAGIAN DALAM • Minum air sebanyak-banyaknya. Jika battery mengalami overcharge. amper pengisian. 2 1 3. Waktu penyetroman (jam) C. dan voltase penyetruman untuk battery MF. 1. dan pemeriksaan air battery tidak diperlukan. minyak sayur. untuk melihat kondisi Battery.5 jam Kondisi pengisian battery = 20–30% Battery MF menggunakan seal yang tidak bisa dibuka. hal ini akan merusak battery. dan waktu penyetroman pada suhu 20 °C (68 °F) D. Voltase Battery (V) B. kondisi plat battery. Lepaskan: • Battery 4. dan segera bawa ke dokter. sebagai contoh Contoh Voltage Battery= 12.l. air Battery akan mengalami penurunan. berbeda jika dibandingkan dengan battery biasa. Untuk itu diperlukan alat penyetrum khusus. Pasangkan pocket tester pada terminal battery. atau minum susu. • Kabel positive tester → terminal positive battery • Kabel negative tester → terminal negative battery CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Ini adalah battery tipe sealed/MF. jika voltase battery 12.0 V Waktu penyetroman = 6. Hal ini bervariasi. dan selanjutnya kabel positive battery “2”. dapat dilakukan dengan melihat voltase battery melalui terminal Battery. ECA3C11003 PERHATIAN a. Hubungan antara voltase Battery. voltase jika terminal positive dalam kondisi terlepas). Lepaskan: • Kabel battery (dari terminal battery) ECA13640 PERHATIAN: Pertama-tama lepaskan kabel negative battery “1”. Memeriksa pengisian battery. b. • Tidak perlu dilakukan penyetroman. dan ketinggian air battery. Untuk penambahan air battery. jangan membuka seal. jika akan menyetrum battery tipe MF. Battery MF memerlukan metode penyetruman yang memerlukan kehati-hatian. tergantung temperatur. Periksa: • Kondisi Battery 8-62 . dan pemeriksaan berat jenis air battery Untuk itu.. sehingga tidak diperlukan memeriksa voltase tiap sel. • Waktu penyetruman. CATATAN: • Penyetruman battery MF tidak dapat dilakukan jika dalam kondisi rangkaian terbuka/ open-circuit (a.8 V. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2. A.

akan stabil setelah 30 menit dari proses penyetroman. dapat mengakibatkan panas yang berlebihan dan rusaknya plat battery • Jika memungkinkan lakukan penyetroman berkala dengan battery charger. E. lepaskan kabel negative battery. dan monitor amper pengisian setiap 3–5 menit pada Battery 8-63 . D. hati-hati jangan sampai terjadi overcharge pada battery. Voltase Battery (V) B. b. matikan untuk sementara Battery charger. B. jangan menyalakan battery charger sebelum kabel Battery charger terpasang pada battery. setel voltase pengisian dengan 20–24 V. jika akan mengukur voltase Battery A. Battery tidak terisi. ECA13670 PERHATIAN: • Jangan melepas seal cap MF battery. • Sebelum melepas kabel battery charger yang terpasang pada terminal battery. • Pastikan penjepit battery charger terpasang dengan kuat pada terminal battery dan tidak terjadi hubungan pendek. untuk itu. • Gambar illustarsi di bawah. dan jika voltase terlalu tinggi battery dapat over charger. dan setelah dingin. Kondisi kapasitas setrom Battery (%) C.) • Untuk menghindari loncatan api. dan tunggu beberapa saat untuk pendinginan. matikan terlebih dahulu battery charger. Voltage (V) Waktu (menit) Penyetruman Suhu ruang 20 °C (68 °F) Periksa voltase MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Metode penyetroman dengan variable-current (voltase) charger a. (jika melakukan penyetroman dalam kondisi terpasang. • Jangan menggunakan high-rate battery charger. Ukur kondisi voltase Battery sesungguhnya CATATAN: Pengukuran voltase harus dilakukan 30 menit setelah mesin dimatikan. lepaskan battery dari sepeda motor . CATATAN: Naikkan voltase pengisian hingga 16–17 V. akan menimbulkan loncatan api. C. A. tunggu hingga 30 menit kemudian. dan kecepatan pengisian yang cepat. Suhu ruang 20 °C (68 °F) LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. timbul panas pada battery. c. menggambarkan voltase Battery MF. Pastikan amper pengisian lebih tinggi dari amper pengisian standard yang tertulis pada battery. CATATAN: Jika amper pengisian lebih rendah dari standard amper pengisian yang tertulis pada battery. jika voltase terlalu rendah. ammeter pada Batttery dan lakukan penyetroman. Jika kabel tidak terpasang dengan kuat.KOMPONEN KELISTRIKAN • Jika pada saat proses penyetroman. • Pada saat melakukan penyetroman battery. Setrom: • Battery (lihat metode penyetroman pada gambar ilustrasi) EWA13300 PERINGATAN Jangan lakukan penyetroman cepat pada battery. arus pengisian yang tinggi. Pasangkan Battery charger. lakukan penyetroman kembali. dari terminal Battery.

Ukur voltase battery. Pasang: • Kabel Battery (ke terminal battery ) ECA13630 PERHATIAN: Pertama. dibawah 12. Periksa: • Terminal battery Kotor→ bersihkan dengan sikat kawat Sambungan kendor → perbaiki sambungan 9. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6. ganti relay. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 12. Atur waktu penyeteruman sesuai dengan kondisi voltase Battery.8 V lebih --.7 V kurang --. jika tidak tersambung. Setrom battery hingga voltase Battery 15 volt. CATATAN: Pengukuran dilakukan 30 menit setelah mesin dimatikan.0 V --. dan lakukan penyetroman.Pengisian kurang .8 V lebih --.7 V kurang --. • Standard arus pengisian tidak bertambah. naikkan arus pengisian. EAS28040 Metode penyetroman dengan constant volage charger a. d. CATATAN: MEMERIKSA RELAY Periksa penyambungan relay dengan pocket tester. setel voltase pengisian.Pengisian sempurna 12. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) dan battery (12 V) ke terminal relay seperti gambar Periksa cara kerja relay diluar spesifikasi → Ganti Setel waktu penyetroman 20 jam (maximum). Ukur voltase battery sesungguhnya. 30 menit setelah battery selesai penyetruman 12. dan selanjutnya kabel negative battery “2”. b.Ganti battery. 8-64 . Pasang: • Battery 7. e. sambungkan kabel positive battery “1”. dan arus pengisian tidak bertambah.0 V --. Setel voltase sehingga amper mengikuti standard pengisian e. Lumasi: • Terminal battery Pelumas yang disarankan Gemuk Dielectric 10. Pastikan amper pengisian lebih tinggi dari amper pengisian yang tertulis paba battery. Battery charger tidak dapat mengisi MF battery dan untuk tipe ini tidak dapat dipergunakan. setelah berhenti melakukan penyetroman. 1 2 8. Jiika penyetroman telah lebih dari 5 jam. ganti battery. jika tidak ada perubahan amper pengisian.Perlu penyetroman dibawah 12.Penyetroman telah penuh 12. d.Ganti battery. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C 1. Lepaskan relay dari kabel bodi. CATATAN: Jika arus pengisian Battery lebih rendah dari standart arus pengisian yang tertulis pada battery charger. g. f. Battery dalam kondisi baik.Pasang: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2.KOMPONEN KELISTRIKAN • Standard arus pengisian bertambah. Pasang charger dan ammeter pada battery. c. Ukur voltase battery 30 menit kemudian.

KOMPONEN KELISTRIKAN
Starter relay Relay motor kipas radiator

1

2

1

3

3
R R/W Gy L/W

4

2
W/Y L Br R

4

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”) Starting circuit cut-off relay
EAS3C11001

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”) MEMERIKSA RELAY SINYAL BELOK 1. Periksa: • Voltase masuk relay sinyal belok diluar spesifikasi → rangkaian kabel dari kunci kontak ke coupler relay sinyal belok rusak harus diperbaiki Voltase masuk relay sinyal belok DC 12 V a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada terminal relay sinyal belok seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → coklat/brown “1” • kabel negative tester → masa/ground
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

3

2
R/B L/W R/W L/B

4

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”)

Br/W Br

1

8-65

KOMPONEN KELISTRIKAN
b. Putar kunci kontak ke arah “ON”. c. Ukur voltase masuk relay sinyal belok
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Voltase keluar relay sinyal belok diluar spesifikasi → Ganti Voltase keluar relay sinyal belok DC 12 V a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada relay sinyal belok seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → coklat/putih (brown/white) “1” • Kabel negative tester → masa/ground
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

Tersambung Kabel positive tester → sky blue (biru langit)“1” Kabel negative tester → red/black (merah/hitam) “2” Tidak tersambung Kabel positive tester → red/black (merah/hitam) “2” KLabel negative tester → sky blue (biru langit) “1”

1
Sb R/B

2
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1
Br/W Br

a. Lepaskan diode dari kabel bodi b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) pada terminal diode seperti gambar c. Periksa diode dari penyambungan d. Periksa diode dari tidak tersambung
EAS28060

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

b. Putar kunci kontak ke arah “ON”. c. Ukur voltase keluar relay sinyal belok
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28050

MEMERIKSA CAP BUSI/ SPARK PLUG CAP 1. Periksa: • Tahanan cap busi diluar spesifikasi → ganti Tahanan 3,75–6,25 kΩ a. Lepaskan cap busi, dari kabel busi
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA DIODE 1. Periksa: • Diode diluar spesifikasi → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C
CATATAN:

b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1k) pada cap busi seperti pada gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C

Pocket tester atau analog pocket tester, terbaca seperti tabel di samping atas

8-66

KOMPONEN KELISTRIKAN
Tahanan coil secondary 8,64–12,96 kΩ pada 20 °C (68 °F) a. Lepaskan cap busi dari ignition coil.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

b. Pasang pocket tester (Ω × 1k) pada ignition coil seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → orange “1” • Kabel negative tester → kabel busi “2”

c. Mengukur tahanan cap busi
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28090

MEMERIKSA IGNITION COIL 1. Periksa: • Tahanan coil primary *diluar spesifikasi → Ganti Tahanan coil primary 2,16–2,64 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Lepaskan conector ignition coil dari terminal ignition coil. b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) ke ignition coil seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → orange “1” • Kabel negative tester → red/white (merah/putih) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

2
c. Ukur tahanan coil secondary.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28930

MEMERIKSA LONCATAN BUNGA API 1. Periksa: • Loncatan api/Ignition spark gap diluar spesifikasi → lihat trouble shooting sistim pengapian, mulai tahap 5. lihat bagian “TROUBLESHOOTING” halaman 8-3. Loncatan api minimum 6,0 mm (0,24 in)
CATATAN:

2

1 c. Ukur tahanan coil primary.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

Jika jarak loncatan api sesuai spesifikasi, rangkaian sistim pengapian dalam kondisi baik a. Lepaskan cap busi dari kabel busi.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

2. Periksa: • Tahanan coil secondary diluar spesifikasi → Ganti

b. Pasang ignition checker “1” seperti gambar.

8-67

KOMPONEN KELISTRIKAN
Ignition checker 90890-06754 Opama pet-4000 spark checker YM-34487

R W

1

2

b. Ukur tahanan crankshaft position sensor.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28130

2. Cap busi

c. Putar kunci kontak ke “ON” dan engine stop switch ke “ ”. d. Ukur jarak loncatan api “a”. e. Putar mesin dengan menekan tombol starter “ ” atau dengan starter kaki. dan secara perlahan jauhkan jarak celah api pada ignition checker hingga loncatan api terputus .
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28120

MEMERIKSA LEAN ANGLE SENSOR 1. Buka: • Lean angle sensor 2. Periksa: • Voltase keluar Lean angle sensor diluar spesifikasi → Ganti Voltase keluar Lean angle sensor kurang dari 65°: 0,4–1,4 V lebih dari 65°: 3,7–4,4 V a. Pasang coupler lean angle sensor pada kabel bodi. b. Pasang pocket tester (DC 20 V) pada coupler lean angle sensor seperti gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → yellow/green (kuning/hijau) “1” • kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR 1. Lepaskan: • Coupler crankshaft position sensor (dari kabel bodi) 2. Periksa: • Tahanan crankshaft position sensor diluar spesifikasi → Ganti unit crankshaft position sensor/unit stator. Tahanan crankshaft position sensor 248–372 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasang pocket tester ( Ω × 100) pada coupler crankshaft position sensor seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → red (merah) “1” • Kabel negative tester → white (putih) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

c. Putar kunci kontak ke “ON”. d. Miringkan lean angle sensor pada 65°.

8-68

KOMPONEN KELISTRIKAN
e. Ukur voltase keluar dari lean angle sensor.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28940

MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER 1. Periksa: • Cara kerja motor starter Tidak bekerja → lihat troubleshooting sistim starter, pada tahap 4. lihat bagian “TROUBLESHOOTING” halaman 8-9. a. Sambungkan terminal positive battery “1” dan kabel starter motor “2” dengan kabel “3”.
EWA13810

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → white (putih) “1” • Kabel negative tester → white (putih) “2” • Kabel positive tester → white (putih) “1” • kabel negative tester → white (putih)“3” • Kabel positive tester → white (putih)“2” • Kabel negative tester → white (putih) “3”

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

PERINGATAN

• Pergunakan kabel jumper yang lebih besar dari kabel Battery, jika tidak kabel dapat terbakar. • Pemeriksaan ini dapat menimbulkan loncatan api. untuk itu, jauhkan benda yang terbakar dari sekitarnya.

1 2

W W W

3

b. Ukur tahanan stator coil.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28170

b. Periksa cara kerja motor starter.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28150

MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR 1. periksa: • Voltase pengisian diluar spesifikasi → Ganti rectifier/regulator. Voltase pengisian 14 V pada 5000 r/min a. Pasang engine tachometer pada kabel busi. b. Pasang pocket tester (DC 20 V) pada coupler rectifier/regulator seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA STATOR COIL 1. Lepaskan: • Coupler stator coil (dari kabel bodi) 2. Periksa: • Tahanan stator coil diluiar spesifikasi → Ganti crankshaft position sensor/unit stator. Tahanan stator coil 0,448–0,672 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) pada coupler stator coil coupler sperti pada gambar
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

8-69

KOMPONEN KELISTRIKAN
• Kabel positive tester → red (merah) “1” • Kabel negative tester → black (hitam) “2” c. Ukur tahanan horn .
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Suara klakson/Horn suara sember → setel, atau ganti a. Pasang battery (12 V) tpada horn. b. Putar mur penyetel ke arah “a” atau “b” hingga spesifikasi suara baik
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

W W W R B

1

2

c. Hidupkan mesin pada putaran 5000 r/min. d. Ukur voltase pengisian
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28180

a

b

MEMERIKSA KLAKSON/ HORN 1. Periksa: • Tahanan Klakson/Horn diluar spesifikasi → Ganti Tahanan coil 4,30–4,80 Ω pada 20 °C a. Lepaskan connector dari terminal horn. b. Pasang pocket tester (Ω × 1) pada terminal Horn Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → terminal horn “1” • Kabel negative tester → terminal horn “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28220

MEMERIKSA SENDER BAHAN BAKAR 1. Lepaskan: • Coupler unit pompa bahan bakar (dari kabel bodi) 2. Lepaskan: • Tangki bahan bakar 3. Lepas: • Unit pompa bahan bakar (dari dalam tangki bensin) 4. Periksa: • Tahanan sender bahan bakar diluar spesifikasi → Ganti unit pompa bensin. Sender bahan bakar Tahanan unit sender bensin (penuh) 4,0–10,0 Ω pada 20 °C (68 °F) Tahanan unit sender bensin (kosong) 90,0–100,0 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasang pocket tester ( Ω × 100) pada coupler sender bahan bakar seperti pada gambar.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → green (hijau)“1” • Kabel negative tester → black (hitam) “2”

2

8-70

Tahanan sensor temperatur coolant 310–326 Ω pada 80 °C (176 °F) a.KOMPONEN KELISTRIKAN EAS28260 2 1 G B R/W Y MEMERIKSA SENSOR TEMPERATUR COOLANT 1. 1 L B CATATAN: Pastikan terminal sensor temperatur coolant dalam kondisi kering. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL c. Lepas: • Sensor temperature coolant EWA14130 PERINGATAN b. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. Gerakan pelampung sender ke posisi minimum “3”/dan posisi maximum “4” . b. Ukur tahanan sender bahan bakar LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS28250 MEMERIKSA KIPAS MOTOR RADIATOR 1. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4 3 c. dan biarkan menjadi dingin hingga suhu spesifikasi. Lepaskan coupler motor kipas radiator dari kabel bodi. Panaskan coolant secara perlahan. Jika sensor temperature coolant terjatuh. diluar spesifikasi → ganti. e. Pasangkan battery (DC 12 V) seperti gambar • Kabel negative Battery → blue (biru) “1” • Kabel positive Battery → black (hitam) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3 1 2 b. 2. rendam sensor temperatur coolant “1” pada gelas. • Tangani sensor temperature coolant dengan hati-hati. Pasang: • Sensor temperature coolant 8-71 . • Jangan sampai sensor temperatur coolant terbentur benda keras. Periksa: • Tahanan sensor temperatur coolant. ganti segera. Pasangkan pocket tester (Ω × 100) pada terminal sensor temperature coolant seperti pada gambar. Masukan thermometer “3” pada coolant. 2 c. Periksa putaran motor kipas radiator. dan isi gelas dengan coolant “2”. d. Periksa tahanan sensor temperatur coolant. Periksa: • Motor kipas radiator rusak/tidak berputar → ganti a.

63–0.000 V pada 20. diluar spesifikasi (posisi menutup) → Ganti throttle body.73 Volt (Y/L . Digital circuit tester 90890-03174 Model 88 Multimeter with tachometer YU-A1927 • Kabel positive tester → terminal biru “1” • Kabel negative tester → terminal black/blue (hitam/biru) “2” b. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada terminals coupler unit throttle body sensor. Periksa: • Throttle position sensor a. R. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → pink/white (merah jambu/putih) “1” • Kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 8-72 . • kabel positive tester → terminal yellow/blue (kuning/biru) “3” • kabel negative tester → terminal black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM T. Buka secara perlahan handel gas. ganti segera. diluar spesifikasi → ganti/perbaiki kabel bodi. • Tangani unit throttle body sensor dengan penuh hati-hati. Throttle position sensor 1. Voltase output Throttle position sensor (posisi menutup) 0.32 kPa a.8 m·kg. Periksa : • Voltase out put Intake air pressure sensor diluar spesifikasi → Ganti throttle body. Pasangkan tester digital pada terminal coupler unit throttle body sensor. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada coupler unit throttle body sensor seperti pada gambar. Voltase masuk throttle position sensor 5 Volt (blue-black/blue) (biru–hitam/biru) c. Voltase out put Intake air pressure sensor 0. dan periksa penambahan voltase output throttle position sensor. seperti pada gambar. 1 3 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Intake air pressure sensor (Sensor tekanan udara masuk) 1. Ukur voltase pemasukan throttle position sensor.KOMPONEN KELISTRIKAN Sensor temperatur coolant 18 Nm (1. 13 ft·lb) d.789–4. jika unit throttle body sensor terjatuh. • Jangan sampai unit throttle body sensor terbentur benda keras. atau berubah dengan kasar dan tiba-tiba → Ganti throttle body. voltase tidak berubah.00–101.B/L) (kuning/biru–hitam/biru) EAS3C11029 MEMERIKSA UNIT THROTTLE BODY SENSOR EWA3C11011 PERINGATAN • Jangan membongkar unit throttle body sensor. seperti pada gambar.

5 Ω MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2 1 b. Periksa: • Tahanan FID (fast idle solenoid) a. Ukur output voltage intake air pressure sensor. Putar kunci kontak ke posisi “ON”. Lepaskan coupler FID (fast idle solenoid) dari kabel bodi. Lepaskan: • Coupler FID (fast idle solenoid) 2. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → brown/white (coklat/putih) “1” • kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2 1 b. b. Pasang pocket tester (Ω × 10) pada terminals dari FID (fast idle solenoid). • Kabel positive tester → terminal brown (coklat) “1” • Kabel negative tester → terminal yellow/red (kuning/merah) “2” Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C c. Ukur tahanan intake air temperature sensor LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 8-73 . Ukur tahanan FID (fast idle solenoid) diluar spesifikasi → Ganti unit throttle body. Periksa: • Tahanan sensor Intake air temperature diluar spesifikasi → Ganti throttle body Tahanan Intake air temperature sensor 5. Pasang pocket tester ( Ω × 1k) pada coupler unit throttle body sensor seperti pada gambar. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Intake air temperature sensor (sensor temperatur udara masuk) 1. c.3 kΩ a.KOMPONEN KELISTRIKAN EAS3C11002 MEMERIKSA FID (FAST IDLE SOLENOID) 1. Tahanan FID (fast idle solenoid) 31.5–38.7–6.

..........................................................................................................................................9-2 SULIT DALAM PERPINDAHAN GIGI......9-1 KEGAGALAN START ..............9-3 PERFORMANCE PENGEREMAN YANG BURUK.......................................................9-2 KOPLING TIDAK LANCAR .... 9-3 SISTIM PENERANGAN DAN SINYAL BERMASALAH....................................................9-2 TERLALU DINGIN/OVERCOOLING....................................................................................................................... 9-4 9 ......................................... 9-2 PEDAL PEMINDAH GIGI SULIT BERGERAK ....... 9-1 PERFORMANCE BURUK PADA PUTARAN MENEGAH DAN TINGGI................................................... 9-3 PENGENDALIAN TIDAK STABIL...................................................................9-1 PUTARAN MESIN TIDAK TEPAT ..............................9-2 PERPINDAHAN GIGI MELONCAT................................................ 9-1 INFORMASI UMUM ......................................................9-2 PANAS BERLEBIHAN/OVERHEATING ........................................................................................................................TROUBLESHOOTING TROUBLESHOOTING....... 9-3 GARPU DEPAN TIDAK SEMPURNA ...............

menyetel. Piston dan ring piston • Pemasangan ring piston tidak tepat • Patah. dan mengganti komponen spare parts. Cylinder dan cylinder head • Busi kendor • Baut cylinder head dan cylinder kendor • Gasket cylinder head rusak • Gasket cylinder rusak • Aus atau longgarnya cylinder • Kelonggaran klep tidak tepat • Tidak sempurnanya seal klep • Bocornya klep dan dudukan klep • Valve timing tidak tepat • Per klep rusak • Klep macet 2.TROUBLESHOOTING EAS28450 TROUBLESHOOTING EAS28460 INFORMASI UMUM CATATAN: Petunjuk troubleshooting dibawah ini. Battery • Penyetruman battery kurang • Battery rusak 2. lemahnya ring piston • Ring piston lengket/macet • Piston macet dan rusak 3. Saklar dan kabel • Kunci kontak rusak • Engine stop switch rusak • Kabel putus • Neutral switch rusak • Tombol starter rusak • Switch kopling rusak • Masa kabel kurang • Sambungan kendor 7. Saringan udara/Air filter • Pemasangan saringan udara tidak tepat • Tersumbatnya saringan udara mesin 4. Pompa bahan bakar • Pompa tidak berfungsi • Relay pompa bensin rusak 3. hanya bisa membantu dan memberikan petunjuk dasar troubleshooting untuk itu. Cylinder dan cylinder head • Kelonggaran klep tidak tepat • Komponen penggerak klep rusak 2. tidak bisa meliput semua masalah. Sekring • Sekring putus • Pemasangan sekring salah 3. Crankcase dan crankshaft • Pemasangan crankcase tidak tepat • Crankshaft macet Sistim bahan bakar 1. Tangki bensin • Bensin habis • Filter bensin tersumbat • Adanya kontanimasi bahan bakar 2. Throttle body • Bahan bakar yang memburuk • Udara tersumbat Kelistrikan 1. lihat juga prosedur manual cara-cara untuk memeriksa. Busi/Spark plug • Celah busi tidak tepat • Tingkatan busi salah • Busi mati • Elektroda busi aus • insulator busi rusak • Cap busi rusak 4. EAS28470 KEGAGALAN START mesin 1. Saringan udara • Saringan udara tersumbat Sistim bahan bakar 1. Aus. Throttle body • Joint throttle body kendor • Gerak bebas handel gas tidak tepat • Throttle body masuk air • Air induction system rusak 9-1 . Sistim starter • Motor starter rusak • Starter relay rusak • Starting circuit cut-off relay rusak • Starter clutch rusak EAS28490 PUTARAN LANGSAM MESIN BURUK Mesin 1. Ignition coil • Bodi ignition coil retak • Lilitan primary dan secondary putus • Kabel busi rusak 5. Ignition system • ECU rusak • Crankshaft position sensor rusak • Pin pasak generator rotor rusak 6.

Oli mesin • Ketinggian oli kurang 9-2 . Kopling • Per kopling tidak rata • Pressure plate aus • Plat kopling bengkok • Kampas kopling bergelombang • Clutch push rod bengkok • Clutch boss rusak • Bushing primary driven gear aus 2. Kopling • Pemasangan kopling tidak tepat • Penyetelan kabel kopling tidak tepat • Per kopling kendor • Plat kopling aus • Kampas kopling aus 2. Pompa bahan bakar • Pompa bensin rusak EAS28530 PERPINDAHAN GIGI SULIT Perpindahan gigi sulit lihat bagian “Kopling tidak lancar”. Ignition coil • Putusnya coil primary atau secondary • Kabel busi rusak • Retaknya ignition coil 4. Oli mesin • Ketinggian oli mesin tidak tepat • Kekentalan oli salah (rendah) • Oli memburuk Kopling macet 1. Oli mesin • Ketinggian oli mesin kurang • Kekentalan oli salah (tinggi) • Oli yang memburuk EAS28600 PERFORMANCE PUTARAN MENENGAH DAN TINGGI BURUK lihat bagian “KEGAGALAN STARTING ” hal 9-1. Saringan udara • Saringan tersumbat Sistim bahan bakar 1. Aliran coolant tersumbat • Cylinder head dan piston • Banyak endapan carbon 2. Mesin 1.TROUBLESHOOTING Sistim kelistrikan 1. EAS28540 PEDAL PEMINDAH GIGI TIDAK LANCAR As pemindah gigi • As pemindah gigi bengkok Shift drum dan shift forks • Alur shift drum rusak • Shift fork macet • Shift fork guide bar bengkok Transmisi • Gear transmisi aus • Adanya material lain pada transmission gears • Pemasangan transmisi tidak benar PANAS MESIN BERLEBIHAN Mesin 1. Ignition system • ECU rusak • Crankshaft position sensor rusak • Pin pasak generator rotor rusak EAS28510 EAS28550 PERPINDAHAN GIGI LONCAT As pemindah gigi/Shift shaft • Posisi shift pedal tidak tepat • Stopper lever tidak sempurna Shift forks • Shift fork aus Shift drum • Gerak axial tidak sesuai • Alur shift drum rusak Transmisi • Gear dog aus EAS28560 KOPLING RUSAK Kopling selip 1. Busi/Spark plug • Celah busi salah • Tingkatan busi tidak tepat • Busi mati • Electroda busi rusak • Insulator busi rusak • Cap busi rusak 3. Battery • Battery kurang setrom • Battery rusak 2.

Tangkai kemudi/handle bar • Bengkok atau salah posisi tangkai kemudi 2. Lengan ayun • Bearing aus • Swingarm bengkok/rusak 9-3 . Thermostat • Thermostat macet kondisi terbuka EAS28640 KEMAMPUAN PENGEREMAN BURUK 1.rusak atau karat pada inner tube • Baret atau rusaknya outer tube • Pemasangan seal oli tidak sempurna • Seal oli sobek/aus • Ketinggian oli shock tidak standart (tinggi) • Baut damper rod kendor • Washer tembaga baut damper rod rusak • Pecah/rusaknya O-ring baut cap Tidak berfungsi • Bengkok atau baret inner tube • bengkok atau baret outer tube • Patah/rusak per garpu depan • Bengkok/rusak damper rod • Oli schock tidak sesuai spesifikasi • Ketinggian oli shock tidak standart EAS28670 MESIN TERLALU DINGIN Sistim pendinginan/Cooling system 1. Ignition system • Kerusakan ECU EAS28610 • Terdapat oli atau gemuk pada piringan rem • Terdapat oli atau gemuk pada kampas rem • Ketinggian minyak rem terlalu rendah 2. Rem • Rem macet Sistim kelistrikan 1. Komponen steering head • Salah pemasangan bracket atas • Salah pemasangan bracket bawah (salah pengencangan mur ring) • Tangkai kemudi bengkok • Ball bearing atau bearing race rusak 3.TROUBLESHOOTING • Kekentalan oli tidak sesuai • Oli rendah mutunya Sistim pendinginan/Cooling system 1. Busi/Spark plug • Celah busi tidak starndart • Tingkat panas busi tidak sesuai 2. Saringan udara/Air filter • Saringan udara tersumbat/kotor Rangka/Chassis 1. Pompa air • Rusaknya pompa air 4. atau rusak • Outer tube bengkok atau rusak 4. Radiator • Radiator rusak/bocor • Tutup radiator rusak • Rusaknya fin radiator 3. Disc brake • Kampas rem aus • Piringan rem aus • Terdapat udara pada sistim hydraulic • Minyak rem bocor • Kit caliper rem rusak • Seal caliper rem rusak/bocor • Baut union kendor • Selang rem bocor PENGENDALIAN TIDAK STABIL 1. Thermostat • Thermostat macet kondisi menutup 5. Tromol rem • Sepatu rem aus • Tromol rem aus • Gerak bebas pedal rem tidak sesuai • Posisi tuas camshaft rem tidak tepat • Posisi sepatu rem tidak sempurna • Rusak/patahnya per sepatu rem • Terdapat oli atau gemuk pada sepatu rem • Terdapat oli atau gemun pada tromol rem • Batang torsi rem lepas/patah EAS28650 TIDAK SEMPURNANYA GARPU DEPAN Kebocoran oli • Bengkok. Throttle body • Rusak atau kendornya joint throttle body 2. Selang dan Pipa • Selang bocor • Sambungan selang tidak sempurna • Pipa pecah • Sambungan pipa bocor Sistim bahan bakar 1. Air pendingin/Coolant • Ketinggian air rendah 2. Kaki-kaki garpu depan • Ketinggian oli shock tidak rata • Tekanan per tidak sama (antara garpu kanan dan kiri) • Per patah • Inner tube bengkok.

TROUBLESHOOTING 5. Ban • Tekanan ban tidak sesuai (depan dan belakang) • Tekanan angin kurang • Keausan ban tidak sama 7. Unit shock absorber belakang • Per shock absorber tidak berfungsi • Kebocoran oli 6. Roda • roda tidak balance • Cast wheel berubah bentuk • Bearing roda rudak • As roda rusak atau bengkok • Roda oleng 8. Rangka/Frame • Rangka bengkok • Steering head pipe rusak • Pengencangan kurang pada bearing race EAS28710 • Bohlam terbakar • Sambungan tidak sempurna • Kabel bodi rusak • Rangkaian masa/ground kurang • Battery rusak • Sekring tidak sesuai Nyala sinyal belok lambat • Relay rusak • Kunci kontak rusak • Saklar sein rusak • Kapasitas bohlam tidak sesuai Nyala sinyal tidak stabil • Relay rusak • Salah satu bohlam putus Nyala sinyal terlalu cepat • Bolam tidak sesuai • Relay rusak • Salah satu bohlam putus Klakson/Horn mati • Salah penyetelan klakson • Klakson rusak • Kunci kontak rusak • Tombol klakson rusak • Battery rusak • Sekring putus • Kabel bodi rusak LAMPU DAN SINYAL TIDAK MENYALA Lampu depan tidak menyala • Bohlam putus • Terlalu banyak asesoris kelistrikan • Arus pengisian battery tidak sesuai • Penyambungan tidak sempurna • Masa/ground kurang • Saklar buruk • Bohlam lampu depan terputus Lampu depan terbakar • Bohlam lampu tidak berkualitas • Battery rusak • Tidak berfungsinya rectifier/regulator • Masa/ground tidak bagus • Kunci kontak rusak • Saklar lampu rusak • Umur bohlam habis Lampu belakang/rem putus • Bohlam lampu kualitas rendah • Terlalu banyak aksesoris kelistrikan • Sambungan tidak sempurna • Lampu terbakar Lampu belakang/rem terbakar • Kualitas lampu rendah • Battery rusak • Penyetel lampu rem rusak • Umur bohlam habis Lampu sein tidak menyala • Saklar sein rusak • Relay saklar rem rusak 9-4 .

Tachometer 56. Lampu posisi/lampu senja 47. Saklar sinyal belok 40. Battery 7. Switch rem depan/Front brake light switch 31. Lampu peringatan panas mesin/Coolanttemperature warning light 54. lampu depan 48. AC magneto 58. Sekring/Fuse 6. Lampu mesin bermasalah/Engine trouble warning light 53. Starter relay 9. B u s i / Spark plug 25. Lampu belakang/rem 32. Klakson/Horn 34. Coolant temperature sensor 20. Saklar tangkai kemudi kiri 35. Lampu sinyal belok depan-kiri 42. Relay motor kipas radiator 50.EAS28740 EAS28750 ichsan iskandar DIAGRAM KELISTRIKAN V-IXION 57. Engine stop switch 13. Motor starter 8. Crankshaft position sensor 59. Indikator sinyal belok 3. Meter guide/Fuel gauge 55. Lean angle sensor 21. Unit meter 52. Lampu sinyal belok belakang kanan 45. Pompa bensin/Fuel pump 28. Saklar Pass 37. Intake air pressure sensor 17. Unit lampu depan 46. ECU (engine control unit) 23. Intake air temperature sensor 18. Rectifier/regulator 4. Condenser 51. 16. Unit Throttle body sensor. Saklar tangkai kemudi kanan 11. FID(fast idle solenoid) 26. Ignition coil 24. Throttle position sensor 19. Lampu sinyal belok depan-kanan 43. Lampu sinyal belok belakang kiri 44. Motor kipas radiator 49. Relay sinyal belok 33. Switch netral 15. Conector Self-diagnosis signal 22. Lampu meter/Meter light 2. Lampu indikator neutral KODE WARNA B Br Ch Dg G Gy L Lg O P R Sb W Y B/L Br/L Br/W G/R G/W G/Y L/B L/W O/B P/W R/B R/L R/W W/Y Y/G Y/L Y/R Black (Hitam) Brown (Coklat muda) Chocolate(Coklat tua) Dark green (Hijau tua) Green (Hijau) Gray (Abu-abu) Blue (Biru) Light green (Hijau muda) Orange Pink (Merah muda) Red (Merah) Sky blue (Biru langit) White (Putih) Yellow (Kuning) Black/Blue (Hitam/Biru) Brown/Blue (Coklat muda/Biru) Brown/White (Coklat muda/Putih) Green/Red (Hijau/Merah) Green/White (Hijau/Putih) Green/Yellow (Hijau/Kuning) Blue/Black (Biru/Hitam) Blue/White (Biru/Putih) Orange/Black (Orange/Hitam) Pink/White (Merah muda/Putih) Red/Black (Merak/Hitam) Red/Blue (Merah/Biru) Red/White (Merah/Putih) White/Yellow (Putih/Kuning) Yellow/Green (Kuning/Hijau) Yellow/Blue (Kuning/Biru) Yellow/Red (Kuning/Merah) . Sender bahan bakar/Fuel sender 29. Diode 14. Saklar lampu 36. Fuel injector 27. Kunci kontak/Main switch 5. Saklar dimmer 38. Switch rem belakang/Rear brake light switch 30. Tombol starter 12. Switch kopling 41. Indikator lampu jauh 1. Starting circuit cut-off relay 10. Tombol klakson/Horn switch 39.

.

YAMAHA MOTOR CO. 2500 SHINGAI IWATA SHIZUOKA JAPAN .. LTD.

V-IXION DIAGRAM KELISTRIKAN W R W W W W W W R W 2 R W 1 W W W R O Y/R Br Gy L/W Br L/B L R B/L B Br/W P/W O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R R R/W L/W 5 W W W B R B Gy Gy R 8 R Br R/W O O B 15 16 Br/W P/W B/L Y/L L L P/W B/L Br/W L P/W B/L Br/W 23 24 3 R R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W W W W R 17 18 Y/L Y/L Br 6 R 7 R/B L/W 25 9 R/B L/W R/W L/B Y/R Y/R Br Y/R 4 ON OFF R Br/L (RED) Br R Br (RED) B G/R G/R 26 22 O/B O/B R/L O/B R/W O/B R/W (BLACK) 10 11 L/W R/W B R/W Br L/W R/W B Sb B L/W R/W Br Sb G/R B/L 19 B/L 12 R/B (BLACK) 20 L Y/G B/L R/W G L B/L Y/G 13 Sb R/B Y/G G B R/W Y 27 28 21 Lg Lg Lg G/W Y Y B Gy 14 W/Y B Br 50 Br B (BLACK) B Br (BLACK) Br Br R Br/W Br Br Br Br B B (BLACK) G/Y G/Y Br G/Y (BLACK) B 33 49 P 32 Br G/Y B B W/Y L Br R 30 29 34 W/Y L Br P Br/W R/B Dg L (BLACK) (BLACK) L Dg 51 52 Lg G/W 40 L Br Br/W P R/B B (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B Ch Br/W Br Ch P 53 G 35 L B L B 36 37 38 39 (L) 54 55 56 B Gy Br 48 B (R) R/B B (BLUE) Sb Y L Y Y G B B B Ch Dg B 57 58 L 59 Dg Ch L Sb G/W Lg L B Sb G/W Lg L B Br 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L Ch Dg G B 47 41 42 43 44 31 (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch B G B B B B B B (BLACK) .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->