BUKU PETUNJUK SERVICE

3C1-F8197-B0

EAS20040

V-IXION SERVICE MANUAL ©2007 oleh Yamaha Motor Co., Ltd. Edisi pertama, February 2007 dialih bahasakan oleh Technical Publication Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing di cetak di Indonesia

EAS00002

PENDAHULUAN
Buku petunjuk service ini, dibuat oleh Yamaha Motor Company, Ltd. dan dialih bahasakan oleh Technical Publication Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. diharapkan dapat dipakai oleh Mekanik Bengkel resmi Yamaha. Kami menyadari bahwa tidak mungkin menjelaskan seluruh pelajaran Teknik perbaikan sepeda motor dalam satu buku ini saja. Sehingga kami meyarankan kepada para Mekanik harus terlebih dahulu menguasai dasar-dasar perawatan sepeda motor Yamaha. Tanpa pengetahuan ini, usaha perbaikan model ini akan kurang baik dan tidak sempurna

Yamaha Motor Indonesia, terus menerus berusaha meningkatkan kualitas produksinya. Untuk itu, jika ada perubahan yang mendasar dalam spesifikasi dan prosedur pengerjan, akan kami sampaikan keseluruh jaringan Yamaha melalui buletin " Service Information"

CATATAN Desain dan spesifikasi, sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti perkembangan model.
EAS00004

INFORMASI PENTING YANG ADA DIDALAM BUKU INI :
Informasi penting secara khusus ditandai dengan tanda-tanda sebagai berikut :

Q
PERINGATAN

Simbol ini mengharuskan anda HATI-HATI MENYANGKUT KESELAMATAN ANDA !

memberikan petunjuk khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kecelakaan bagi pengendara, dan orang lain yang sedang memeriksa dan memperbaiki sepeda motor. Perlu perhatian khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kerusakan pada sepeda motor. Memberikan keterangan tambahan, untuk mempermudah pengerjaan service.

cPERHATIAN

CATATAN :

EAS20090

CARA MEMBACA DENGAN CEPAT BUKU SERVICE MANUAL
Buku petunjuk ini dibuat dengan format yang "ringan" agar mudah dan cepat di mengerti oleh mekanik YAMAHA. Berisi penjelasan yang luas dan menyeluruh tentang cara-cara Pemasangan, Pelepasan, Pembongkaran, Perakitan dan prosedur Pemeriksaan • Buku ini terdiri dari beberapa Bab utama yang didalamnya terdapat beberapa judul "1" tertulis pada bagian atas dari halaman. • Sub judul “2” tercetak dengan huruf yang lebih kecil. • Untuk membantu mengidentifikasi komponen, dan mengklarifikasi tahap-tahap proses, dijelaskan dengan gambar diagram "3". dimulai dengan cara melepas, dan cara membongkar. • Nomor “4” pada setiap gambar diberikan nomor komponen, yang merupakan nomor urutan tahap pelepasan komponen. • Symbol “5” merupakan indikasi komponen yang harus dilumasi atau diganti. lihat bagian “SYMBOLS” (terdapat simbol pelumas dll) • Tabel instruksi pekerjaan “6” berhubungan dengan gambar diagram diatasnya. berisi pekerjaan yang harus dilakukan, nama komponen, catatan, keterangan, dll) • Nomor “7” terdiri dari berbagai informasi (misalnya special tools dan data-data teknik) dan diberi garis yang berbentuk bujur sangkar.

1

3

7

5 4

6 2

EAS20100

SIMBOL
Simbol dibawah dibuat untuk mempermudah memahami dan mengerti cara membaca buku .
CATATAN:

Simbol disamping tidak selalu ada di dalam setiap model sepeda motor

1

2

3

4

5

6

7

8

1. Dapat dilakukan perbaikan dalam kondisi mesin terpasang 2. Menambah cairan 3. Pelumasan 4. Alat spesial/Special tool 5. Torsi pengencangan 6. Batas keausan/kelonggaran 7. Putaran mesin 8. Service data kelistrikan 9. Oli mesin 10. Oli Gear 11. Gemuk Molybdenum-disulfide 12. Minyak rem 13. Gemuk Bearing roda. 14. Gemuk Lithium-soap-based 15. Gemuk Molybdenum-disulfide 16. Gemuk Silicone 17. Berikan cairan pengunci (LOCTITE®). 18. Ganti dengan spare part baru.

T.

R.

9
E

10
G

11
M

12
BF

13
B

14
LS

15
M

16
S

17
LT

18

Baru

EAS20110 DAFTAR ISI INFORMASI UMUM SPESIFIKASI PEMERIKSAAN BERKALA DAN PENYETELAN RANGKA/CHASSIS MESIN SISTIM PENDINGINAN SISTIM BAHAN BAKAR SISTIM KELISTRIKAN MENGATASI MASALAH/TROUBLESHOOTING 1 2 3 4 5 6 7 8 9 .

.

... 1-3 INFORMASI PENTING ...........................................................1-4 PENGGANTIAN SPARE PART...................INFORMASI UMUM IDENTIFIKASI SEPEDA MOTOR ...................................................... 1-1 NOMOR SERI RANGKA ......................................................................... 1-7 1 ..1-4 BEARINGS DAN OIL SEALS ....................... 1-4 PERSIAPAN UNTUK MEMBONGKAR DAN MEMASANG.................................................................... OIL SEALS DAN O-RINGS ........................................................ 1-6 ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS ......1-2 GAMBARAN TENTANG SISTIM FI ..................................................................................................................................................................................................................................................................................... 1-1 TEKNOLOGI MASA DEPAN........... 1-5 MEMERIKSA SISTIM PENYAMBUNGAN ...........................................................1-4 GASKETS...................................................................... 1-1 NOMOR SERI MESIN ............................. 1-5 CIRCLIPS ................ 1-2 SISTIM FI ......................................................................1-4 LOCK WASHERS/PLATES DAN COTTER PINS ...........................................................................................................

1 1-1 .IDENTIFIKASI EAS20130 IDENTIFIKASI EAS20140 NOMOR IDENTIFIKASI RANGKA Nomor Rangka “1” tercetak pada rangka bagian belakang di bawah tempat duduk. 1 EAS20160 NOMOR IDENTIFIKASI MESIN Nomor Mesin “1” tercetak pada crankcase dibagian kiri bawah CATATAN: Desain dan spesifikasi sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

intake air pressure sensor. Penggunakan sistim FI telah mampu menghasilkan suplai bahan bakar dengan keakurasian yang lebih tinggi. tetapi jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar bervariasi tergantung dari kondisi pengendaraan. Sehubungan dengan semakin besarnya tuntutan terhadap kemampuan mesin & pengontrolan emisi gas buang yang ketat. 3. Pada sistim ini. meningkatkan respon mesin. sehingga akan diperoleh perbandingan udara-bahan bakar yang optimum disegala kondisi pengendaraan. intake air temperature sensor) 11. Untuk memnuhi kebutuhan tersebut. atau pengendaraan dengan beban berat.bahan bakar yang optimal. yang diatur oleh ukuran Main Jet (spuyer) yang digunakan. Crankshaft position sensor 1. maka diperlukan perangkat yang mampu mengontrol perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih akurat. 10 9 1-2 . perbandingan campuran udara dan bahan bakar yang disuplai ke ruang bakar. untuk menggantikan sistim karburator. konsumsi bahan bakar yang lebih baik. mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar yang bervariasi itu melalui ukuran jetnya. Meskipun udara yang masuk volumenya sama. 1 2 3 4 5 6 7 8 11 Engine trouble warning light Ignition coil Busi/Spark plug Coolant temperature sensor Fuel injector Pompa bahan bakar/Fuel pump Lean angle sensor ECU (engine control unit) FID (fast idle solenoid) Unit Throttle body sensor (terdiri dari throttle position sensor. Sistim bahan bakar. deselerasi. dan pengurangan emisi gas Translate by slamet edc buang. diukur dari volume udara dan bahan bakar. misalnya pada akselerasi. 5. mampu menghasilkan perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih optimum disetiap saat. berdasarkan kondisi pengendaraan dan temperatur atmosfir. 2. Pada sistim karburator. 10. model ini sengaja dilengkapi kontrol Fuel Injection (FI) secara electronic. 6. 8. 9. 7.. 4. adalah mensuplai sejumlah bahan bakar ke ruang bakar sesuai perbandingan udara .TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS20170 TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS3C11022 GAMBARAN TENTANG SISTIM FI Fungsi utama dari sistim suplai bahan bakar. Dengan menggunakan "microprocessor" yang mengtur volume injeksi bahan bakar sesuai kondisi pengendaraan yang dideteksi oleh bermacam-macam sensor.

sesuai dengan kondisi jalan dan pengendaraan. Timing injeksi ditentukan berdasarkan sinyal dari crankshaft position sensor. Ketika ECU memberikan sinyal kepada injector.6 psi). Pressure regulator berfungsi menjaga supaya tekanan bahan bakar yang ke injector tetap konstan hanya 250 kPa (2. Control system 1-3 . 5. 6. 11. 7. Semakin pendek waktu injektor diberikan sinyal. 8. lean angle sensor dan coolant temperatur sensor. 9. 4. 13. Fuel system B.50 kg/cm². fuel passage terbuka. crankshaft position sensor. Air system C. intakeair temperatur sensor. berdasarkan masukan dari sinyal-sinyal yang diperoleh dari throttle position sensor. intake air pressure sensor. sehingga sejumlah bahan-bakar terinjeksi kedalam intake manifold. Sehingga volume bahanbakar yang dibutuhkan mesin dapat disuplai setiap saat. Intake air pressure sensor A. Semakin lama injector diberikan sinyal (durasi injeksi).TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS3C11023 FI SYSTEM Fuel Pump mensuplai bahan bakar ke injector melalui fuel filter. 10. 5 2 3 8 4 6 1 9 11 12 13 14 10 7 1. 3. Durasi injeksi dan timing injeksi semuanya dikontrol oleh ECU. semakin banyak bahan bakar yang disuplai. semakin sedikit bahan bakar yang disuplai. Pompa bahan bakar/Fuel pump Fuel injector Ignition coil Coolant temperature sensor ECU (engine control unit) Lean angle sensor Crankshaft position sensor FID (fast idle solenoid) Rumah saringan udara/Air filter case Throttle body U n i t Throttle body sensor Intake air temperature sensor Throttle position sensor 14. 2. 12. 35.

ganti semua komponen gaskets. perhatikan suku cadang yang kerjanya saling berpasangan. cylinder. Sebelum melakukan pembongkaran. bersihkan semua suku-cadang. pada bagian dalam dari seal. OIL SEALS DAN O-RINGS 1. 3. 3. 1. dan cairan pembersih yang tersedia di pasaran lihat bagian “SPECIAL TOOLS” halaman 1-7.INFORMASI PENTING EAS20180 INFORMASI PENTING EAS20190 PERSIAPAN SEBELUM MEMBONGKAR DAN MERAKIT 1. tetapi kualitasnya jauh berbeda. 1-4 . 4. fungsi dan penampilannya hampir sama. misalnya gear. bengkokkan lock washer. seals dan O-rings. Sebelum dipasang. jika salah satu harus diganti. yang disarankan Yamaha. bersihkan terlebih dahulu semua kotoran yang menempel pada sepeda motor. piston. Pada saat melepas. EAS20210 2. Selama membongkar mesin. Pergunakan oli. ganti lock washer/plat “1” dan cotter pins. hal ini akan sangat membantu dan mempercepat saat memasang. Jauhklan semua komponen dari sumber panas. Pergunakan alat permbersih yang sesuai. 5. EAS20220 Oil Lidah/Lip Per/Spring Gemuk/Grease 4. 2. lumasi semua permukaan singgung dengan oli. dan lumasi gemuk. gantilah satu set. pada bidang yang rata. PENGGANTIAN SUKU CADANG Pergunakan suku cadang asli Yamaha untuk penggantian semua spare part. Jangan mengganti hanya salah satu bagian saja. dan gemuk. pemakaian suku cadang yang imitasi. Setelah baut dikencangkan sesuai spesifikasi. pada saat membongkar mesin. dan bersihkan permukaan sambungan 2. jika kerjanya saling berpasangan. dengan sisi baut. GASKETS. dan tempatkan sesuai dengan urutan membongkar. EAS20200 LOCK WASHERS/PLATES DAN COTTER PINS Setelah dibongkar.

(Clip piston hanya dapat digunakan sekali) pada sat memasang clip “1”. tanda huruf atau angka harus menghadap ke luar (tampak dari luar) “1”. pastikan permukaan yang tajam “2” berada pada sisi yang berlawanan dengan arah gaya tekan “3” . lumasi bagian dalam dari seal oli dengan gemuk light coat of lithium-soap-based. ECA13300 PERHATIAN: Jangan memutar bearing dengan udara bertekanan. selalu ganti dengan yang baru. Untuk circlip piston. 1-5 . lumasi dengan oli sebelum dipasang. begitu juga bagian luar dari bearing.INFORMASI PENTING EAS20230 BEARING DAN SEAL OLI Pemasangan bearing dan seal oli. sebelum digunakan kembali. EAS20240 CIRCLIP Periksa semua Circlip. hal ini akan merusak permukaan singgung dari bearing.

• jika memeriksa kabel bodi. Periksa: • Kabel • Coupler • Connector lembab → semprot dengan udara bertekanan karat/debu → Cabut dan pasang connector beberapa kali. 3. lakukan langkah pemeriksan tahap (1) hingga (3). Pasangkan: • Kabel • Coupler • Connector CATATAN: Pastikan semua penyambungan terpasang kuat 5. dan connector. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: • jika tidak tersambung. karat. Lepaskan: • Kabel • Coupler • Connector 2. 1. dll.MEMERIKSA SISTIM PENYAMBUNGAN EAS20250 MEMERIKSA SAMBUNGAN Periksa kabel. dari debu. kelembaban kandungan air. yang ada di pasar. couplers. 4. bersihklan terminal. • Untuk menghasilkan pemeriksaan yang sempurna. Periksa: • Semua penyambungan kabel Sambungan kendor → perbaiki CATATAN: Jika pin pengait “1” telah rata. Periksa: • Sistim penyambungan (dengan pocket tester) 1-6 . tekuk pin kearah atas. pergunakan cairan pembersih.

diperlukan untuk melakukan penyetelan. pergunakan nomor part dengan awalan “YM-”. 8-71. 8-61. Nomor part. pembongkaran. 8-64. dan pemasangan yang sempurna. 8-59. pergunakan awalan dengan nomor “90890-”. 8-68. atau keduanya setiap negara berbeda Jika akan melakukan pemesanan. nama Special tools. 8-73 3-4 Tappet adjusting tool 90890-01311 Six piece tappet set YM-A5970 FI diagnostic tool 90890-03182 3-5. • Untuk negara lain. 8-70. Nama Tool/No Tool. 8-60. atau “ACC-”. “YU-”. 8-66. dan Canada. 8-35 Timing light 90890-03141 Inductive clamp timing light YU-03141 Compression gauge 90890-03081 Engine compression tester YU-33223 Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 3-8 3-8 3-21. lihat list dibawah agar tidak terjadi kesalahan order.A. CATATAN: • Untuk U. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C Illustrasi halaman untuk reverensi 1-6. 8-65. 8-72. 8-67. 5-35. 4-46 1-7 . 8-69.S. selalu pergunakan alat yang tepat untuk mencegah terjadinya kerusakan yang disebabkan kesalahan dalam penggunaan alat.ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS EAS20260 ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Alat-alat khusus dibawah ini.

5 mm) YM-04116 5-17. 4-40 4-40 YM-A9409-7/YM-A5142-4 Fork seal driver attachment (ø33) 90890-01368 Replacement 33 mm YM-A9409-4 Fork seal driver 90890-01442 Adjustable fork seal driver (36–46 mm) YM-01442 Slide hammer bolt 90890-01085 Slide hammer bolt 8 mm YU-01083-2 Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 4-40 4-40 5-14 5-17. 5-22 5-18 1-8 .ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor Tool T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 Fork seal driver weight 90890-01367 Replacement hammer YM-A9409-7 Illustrasi Halaman untuk referensi 4-38. 5-22 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 Valve guide remover (ø4.5) 90890-04116 Valve guide remover (4.

5) 90890-04117 Valve guide installer (4.5 mm) YM-04118 Piston pin puller set 90890-01304 Piston pin puller YU-01304 Illustrasi halaman untuk referensi 5-18 5-18 5-24 YU-01304 Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A Flywheel puller 90890-01362 Heavy duty puller YU-33270-B Yamaha bond No.5) 90890-04118 Valve guide reamer (4.5 mm) YM-04117 Valve guide reamer (ø4. Valve guide installer (ø4. 5-32 5-30 5-32.1215®) 5-30. 1215 90890-85505 (Three Bond No. 5-31. 5-63 1-9 .ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Tool No.

5-43 Thickness gauge 90890-03180 Feeler gauge set YU-26900-9 Crankcase separating tool 90890-01135 Crankcase separator YU-01135-B 5-41 5-65 Crankshaft installer pot 90890-01274 Installing pot YU-90058 5-66 YU-90058/YU-90059 Crankshaft installer bolt 90890-01275 Bolt YU-90060 5-66 1-10 .ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 Illustrasi Halaman untuk reverensi 5-41.

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool Adapter (M12) 90890-01278 Adapter #3 YU-90063 Spacer (crankshaft installer) 90890-04081 Pot spacer YM-91044 Illustrasi Halaman untuk reverensi 5-66 5-66 YM-91044 Radiator cap tester 90890-01325 Radiator pressure tester YU-24460-01 6-3 YU-24460-01 Radiator cap tester adapter 90890-01352 Radiator pressure tester adapter YU-33984 6-3 YU-33984 Mechanical seal installer 90890-04145 6-8 1-11 .

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool. Middle driven shaft bearing driver 90890-04058 Bearing driver 40 mm YM-04058 Pressure gauge 90890-03153 YU-03153 Illustrasi Halaman untuk reverensi 6-8 7-6 Fuel pressure adapter 90890-03186 7-6 Vacuum/pressure pump gauge set 90890-06756 Mityvac brake bleeding tool YS-42423 Ignition checker 90890-06754 Opama pet-4000 spark checker YM-34487 Digital circuit tester 90890-03174 Model 88 Multimeter with tachometer YU-A1927 7-12 8-68 8-72 1-12 .

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS 1-13 .

............................................................................................................................................................................................... 2-25 JALUR PELUMASAN OLI MESIN ..........................................................2-15 TORSI PENGENCANGAN MESIN.............. 2-20 BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS ......... 2-22 RANGKA/CHASSIS....................................................................................................SPESIFIKASI SPESIFIKASI UMUM ............................................................................................2-27 DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN.............................................................2-33 2 .......................................................................................................................2-2 SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS.............2-16 TORSI PENGENCANGAN RANGKA/CHASSIS ..................2-15 SPESIFIKASI TORSI PENGENCANGAN UMUM ................ 2-12 TORSI PENGENCANGAN ................................................2-31 JALUR KABEL .......................2-22 MESIN......2-9 SPESIFIKASI KELISTRIKAN ..2-24 DIAGRAM PELUMASAN DAN JALUR PELUMASAN....................................... 2-1 SPESIFIKASI MESIN ......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................2-25 DIAGRAM PELUMASAN .......................................................................

1 in) 1282 mm (50.7 in) 705 mm (27.7 in) 790 mm (31.9 in) 125.5 in) 167 mm (6.0 kg (452 lb) 2-1 .8 in) 1035 mm (40.SPESIFIKASI SECARA UMUM EAS20280 SPESIFIKASI SECARA UMUM Model Model Dimensi Panjang Lebar Tinggi Tinggi tempat duduk Jarak sumbu roda Jarak ketanah Kemampuan berbelok Berat Dengan oli dan bahan bakar Beban maksimum 3C11 2000 mm (78.0 kg (276 lb) 205.57 in) 2080 mm (81.

98 mm (0.8 kgf/cm²) Electric starter dan kickstarter Regular unleaded (bensin tanpa timbal) 12.gal) Basah SAE20W40 atau SAE20W50 API service tipe SG atau yang lebih tinggi dengan standart JASO MA 1.5 psi) (5.0091 in) 0.11 mm (0.0051–0.7 mm (2.7–11.rumah pumpa Limit Kelonggaran rumah pompa -ke-inner-danouter-rotor Limit Ketebalan Rotor Tekanan kerja buka Relief valve Pendingin cairan 4-langkah.8 psi) (0.8 cm³ Cylinder tnggal 57.88 Imp.18 mm (0.70 Imp.33 Imp.01 Imp.3929 in) 39.15 L (1.95 L (1.25 mm (0.79 L (0..6–82.93–1.95–9.0059 in) 0.84 Imp.15 mm (0.5 psi) (4.39–0.40 :1 510 kPa (72.00 L (1.4 psi) (0.9 kPa (0.6 kPa (13.84 US qt) (0.23 kgf/cm²) 4.qt) Kertas/Paper Gear pump Kurang dari 0.qt) 0. SOHC 149.3917–0.0043 in) 0.24 × .26 US qt) (0.13–0.4 kPa (5.40 US qt) (0.qt) 1.25 L (0.06 US qt) (0.2–122.31 in) 10.0 × 58.00 US qt) (0.64 Imp.7 psi) (0.5–17.SPESIFIKASI MESIN EAS20290 SPESIFIKASI MESIN Mesin Tipe mesin Colume cylinder/Displacement Posisi cylinder Diameter × Langkah Perbandingan kompresi Tekanan kompresi standart Minimum–maximum Sistim starter Bahan bakar Bahan bakar yang disarankan Kapasitas tangki bensin Oli mesin Sistim pelumasan Tipe Oli mesin yang disarankan Kapasitas oli mesin Total keseluruhan Tanpa membuka saringan oli Dengan membuak saringan oli Filter oli Tipe filter oli Pompa Oli Tipe pompa oli Kelonggaran Inner-rotor-ke-outer Limit Kelonggaran Outer-rotor-ke.2–78.38 L (0.0024–0.78 kgf/cm²) Sistim pendinginan Kapasitas air Radiator capacity (dan jalur) Kapasitas Radiator Kapasitas tangki reservoir (hingga tanda batas atas) Tekana buka tutup radiator Tekanan Valve relief Thermostat Model/pabrikan 0.23 mm (0.18 mm (0.0 L (3.22 US qt) (1.17 US gal) (2.1 kgf/cm²) 440–580 kPa (62.qt) 0.05 kgf/cm²) 5YP/NIPPON THERMOSTAT 2-2 .qt) 93.06–0.22 Imp.qt) 0.0071 in) 0.0098 in) 0.0071 in) 9.4–5.

9810 in) A B Batas kebengkokan Camshaft 0.1670–1.0 mm (0.90–182.94 in) Single suction centrifugal pump 1/2 (0.1710 in) 29.8 mm (0.1631 in) 25.9911 in) 24.0 °C (203.90–10.842 mm (1.031 in) 9.7–0.30 °F) 95.019–25.64 cu.60–0.0 mm (0.028–0.743 mm (1.1749 in) 25.in) 0.03 mm (0.1788–1.50 cm³ (0.973 mm (0.9850–0.9832 in) 29.0 mm (5.0 mm (7.1828 in) 29.12 in) 198.80 in) 128.942–30.919 mm (0.073–25.03 mm (0.9889 in) 24.173 mm (0.04 in) 24.9871–0.00 °F) 3.0012 in) Camshaft Sistim penggerak Dimensi Camshaft Masuk A Limit Masuk B Limit Buang A Limit Buang B Limit Rantai/Chain drive (kiri) 29.500) NGK/CR8E DENSO/U24ESR-N 0.5–83.0012 in) 2-3 .042 mm (1.SPESIFIKASI MESIN Temperature klep terbuka Temperature klep terbuka penuh Tinggi angkat klep (terbuka penuh) Dimensi Radiator Lebar Tinggi Tebal Pompa air Tipe pompa air Perbandingan putaran Busi/Spark plug Pabrikan/model Pabrikan/model Celah busi Cylinder head Volume Batas kebengkokan 80.543 mm (1.643–29.119 mm (0.5 °C (176.

1776 in) 4.500–4.500–4.0606–0.985–10. valve guide Kelonggaran klep (dingin) Masuk Buang Dimensi batang klep Diameter kepala A (masuk) Diametr kepala A (buang) SILENT CHAIN/96 Automatic 9.10 mm (0.138 mm (0.90 mm (0.3931–0.512 mm (0.14 mm (0.24 mm (0.460–4.0055 in) 0.1772–0.030 mm (0.0039–0.7638–0.3928 in) 9.1768 in) 4.0842 in) B Permukaan singgung C (masuk) Permukaan singgung C (buang) 0.475 mm (0.512 mm (0.1772–0.138 mm (0.0079–0.3937 in) 10.90–1.0031 in) 0.0004–0.0842 in) 1.90–1.950 mm (0.08 mm (0.0094 in) 19.50–0.490 mm (0.90 mm (0.0606–0.10–0.50–0.000 mm (0.0015 in) 2-4 .0354–0.538–2.1762–0.3917 in) 0.10 mm (0.0197–0.20–0.475–4.009–0.0354–0.0354 in) 0.010–0.450 mm (0.1752 in) 4.538–2.0013 in) 0.90–17.6654–0.966–9.435 mm (0.0354 in) D Diameter batang klep (masuk) Limit Diameter batang klep (buang) Limit Diameter dalam Valve guide (masuk) Diameter dalam valve guide (buang) Kelonggaran batang klep-ke-valve-guide (masuk) 4.6732 in) A Lebar permukaan B (masuk) Lebar permukaan B (buang) 1.037 mm (0.976 mm (0.0433 in) 0.1756–0.SPESIFIKASI MESIN Rantai Timing Model/jumlah links System tensioner Rocker arm/as rocker arm Diameter dalam Rocker arm Limit Diameter luar As Rocker arm Limit Kelonggaran Rocker-arm-ke-as rocker-arm Limit Valve.1776 in) 0. valve seat.40–19.0004–0.0197–0.0 mm (0.7717 in) 16.0433 in) C Sisa ketebalan kepala D (masuk) Sisa ketebalan kepala D (buang) 0.10 mm (0.3924–0.034 mm (0.1746 in) 4.3949 in) 9.1762 in) 4.

985–57.2435–2.0008–0.0010–0.28–16.47–36.71 mm (1.8 mm (2.010 mm (2.010 mm (0.52 kgf) 140–162 N (31.62 mm (1.56 in) 41.990 mm (2.0018 in) 0.5°/0.30 mm (1.40 kgf/mm) 36.41 lb/in) (2.15 mm (0.41 lb/in) (2.071 in) 2.05 mm (0.965–56.05 mm (0.28–16.54 N/mm (134.58 N/mm (208.100 mm (0.39 in) 23.080 mm (0.0020 in) 0.025–0.42 lbf) (14.045 mm (0.62 mm (1.0039 in) 0.2445 in) 0.5°/1.0020 in) 0.8 mm (2.87 lb/in) (3.052 mm (0.071 in) Arah lilitan per (masuk) Arah lilitan per (buang) Cylinder Diameter Batas ketirusan Batas keovalan Piston Kelonggaran Piston ke-cylinder Limit Diameter D Kekanan Kekanan 56.0020 in) 0.0059 in) 56.2427–2.0004 in) Per klep/Valve spring Panjang bebas per (masuk) Limit Panjang bebas per (buang) Limit Panjang per terpasang (masuk) Panjang per terpasang (buang) Tekanan per K1 (masuk) Tekanan per K2 (masuk) Tekanan per K1 (buang) Tekanan per K2 (buang) Tekanan per kondisi terpasang (masuk) Tekanan per kondisi terpasang (buang) Batas kemiringan (masuk) Batas kemiringan (buang) 41.54 N/mm (134.73 kgf/mm) 23.2437 in) 2-5 .30 mm (1.64 in) 39.52 kgf) 2.58 N/mm (208.40 kgf/mm) 36.39 in) 35.42 lbf) (14.0032 in) 0.73 kgf/mm) 140–162 N (31.020–0.56 in) 35.47–36.64 in) 39.5°/0.71 mm (1.5°/1.SPESIFIKASI MESIN Limit Kelonggaran batang klep-ke-valve-guide (buang) Limit Kebengkokan batang klep 0.87 lb/in) (3.

10–0.5517 in) 14.0026 in) 0.0001–0.002–14.5510–0.0063 in) 2-6 .5529 in) 13.160 mm (0.100 mm (0.040–0 .40 mm (0.70 mm (0.10–0.0315 × 0.25 mm (0.00 mm (0.0008–0.100 mm (0.5512 in) 13.0016–0.0787 in) B T Celah ring (terpasang) Limit Kelonggaran samping alur Limit Ring oli Dimensions (B × T) 0.20 in) H D Offset Arah Offset Diameter lubang pin piston Limit Diameter luar Pin piston Limit Kelonggaran Pin Piston .0039–0.065 mm (0.0007 in) 0.5513–0.0827 in) B T Celah ring (terpasang) Limit Kelonggaran samping alur Limit Ring kedua Tipe Ring Dimensions (B × T) 0.000 mm (0.0598 in) B T Celah ring (terpasang) Kelonggaran samping alur 0.0098 in) 0.018 mm (0.013 mm (0.0157 in) 0.0098 in) 0.80 × 2.SPESIFIKASI MESIN Ketinggian pengukuran H 5.975 mm (0.0039 in) Taper 0.25 mm (0.0157 in) 0.40 mm (0.995–14.ke lubang Pin Piston Limit Ring piston Ring pertama Tipe Ring Dimensions (B × T) 0.0098 in) Sisi pemasukan 14.055 mm (0.50 × 1.0315 × 0.0012–0.10 mm (0.020–0.0022 in) 0.0039 in) 1.068 mm (0.043 mm (0.0591 × 0.80 × 2.030–0.002–0.0 mm (0.52 mm (0.0276 in) 0.0079–0.0027 in) Barrel 0.5502 in) 0.25 mm (0.20–0.0039–0.

069 in) 4 buah 0.10 mm (0.39–0. cam push 10.0002–0.833) 2-7 .00 mm (1.122 in) 2.5518–0.0 mm (0.90–3.110 in) 1 buah 2.80 mm (1.74 mm (1.890 in) 0.057–0.888–1.500 mm (0.015–14.0079 in) 38.0012 in) 0. multiple-disc Inner push.114–0.80 mm (0.10 mm (0.114–0.410 mm (0. 34/12 (2.110 in) 1 buah 2.0197 in) Constant mesh 5-kecepatan roda gigi miring/Helical gear 73/24 (3.0006 in) C C E D A Balancer Metode penggerak Balancer Kopling/Clutch Tipe kopling Metode pelepasan kopling Gerak bebas tuas koplinmg Ketebalan Friction plate 3 Batas keausan Jumlah plat Ketebalan Friction plate 2 Batas keausan Jumlah plat ketebalan Friction plate 1 Batas keausan Jumlah plat Ketebalan Clutch plate Jumlah Plate Batas ketebalan Panjang bebas per kopling Panjang minimum Jumlah Per Batas kebengkokan push rod Transmisi Tipe Transmisi Sistim reduksi Primary Perbandingan reduksi Primary Sistim reduksi Secondary Perbandingan reduksi Secondary Pengoperasian Perbandingan ratio 1st Gear Basah.59 in) 2.0–15.80 mm (0.042) Rantai/Chain drive 42/14 (3.004–0.53 in) 36.45–1.114–0.10 mm (0.80 mm (0.110–0.0161 in) 0.122 in) 2.110 in) 3 buah 1.45 in) 4 buah 0.014 mm (0.90–3.028 mm (0.SPESIFIKASI MESIN Connecting rod Small end inside diameter Poros engkol/Crankshaft Lebar A Batas kebengkokan C Kelonggaran samping Big end D Kelonggaran keatas Big end E 14.90–3.20 mm (0.75 mm (0.5523 in) 47.000) Pengoperasian kaki kiri.030 mm (0.122 in) 2.0043–0.95–48.

12–0.000 V pada 20.89 mm (0. -R Kickstarter Tipe Kickstarter Decompresi Tipe Saringan udara Saringan udara Fuel injector Model/jumlah Throttle body Type/jumlah Pabrikan ID mark Ukuran Throttle valve Fuel injection sensor Tahanan Crankshaft position sensor Voltase Intake air pressure sensor Tahanan Intake air temperature sensor Tahanan Coolant temperature sensor Putaran langsam Putaran langsam mesin Temperatur air pendingin Temperatur Oli Gerak bebas handel gas 30/16 (1.03 mm (0.76–4.00 °F) 3.300–1.0 mm (0.429) 24/21 (1.1925 in) Ratchet Kick synchronous Dry element 1100–87H10/1 AC28/1 MIKUNI 3C11 00 #50 248–372 Ω pada 20 °C (68 °F) 0.00 °F) 50.00–203.789–4.957) 0.0–5.2268–0.1874–0.0–95.20 in) 2-8 .00–101.875) 30/21 (1.143) 22/23 (0.2319 in) 4.0 °C (185.500 r/min 85.32 kPa 5.0012 in) Shift drum dan guide bar 5.7–6.0–70.SPESIFIKASI MESIN 2nd 3rd 4th 5th Kebengkokan maksimum Main axle Kebengkokan maksimum Drive axle Mekanisme perpindahan gigi Tipe Shift mechanism Ketebalan Shift fork-L Ketebalan Shift fork-C.89 mm (0.0012 in) 0.76–5.0 °C (112.3 kΩ 310–326 Ω pada 80 °C (176 °F) 1.00–158.03 mm (0.

5 mm (0.0 mm (0.75–17 41P IRC/NR72 DUNLOP/D102FA 1.5 mm (0.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.04 in) 0.04 in) Tekanan angin ban (diukur dalam kondisi dingin) Kondisi beban 0–90 kg (0–198 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.53 in) 1.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS EAS20300 SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Rangka/Chassis Tipe Rangka/Frame Caster angle Trail Roda depan Tipe roda Ukuran pelek/rim Material pelek/rim Gerakan roda Batas kebongkokan keatas Batas kebengkokan ke samping Roda belakang Tipe roda Ukuran pelek/rim Material pelek/rim Gerakan roda Batas kebengkokan ke atas Batas kebengkokan ke samping Ban depan Tipe Ukuran/Size Pabrikan/model Pabrikan/model Kedalaman minimum alur ban (depan) Ban belakang Tipe Ukuran/Size Pabrikan/model Pabrikan/model Kedalaman minimum alur ban (belakang) Pressed backbone 26.04 in) 0.00 kgf/cm²) Rem depan Tipe Pengoperasian Single disc brake Tangan kiri 2-9 .75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.60 Aluminum 115.0 mm (4.00 kgf/cm²) Kondisi beban 90–205 kg (198–452 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.00 kgf/cm²) Kondisi kecepatan tinggi Depan 175 kPa (25 psi) (1.00° 100.94 in) Cast wheel 17 × 1.13 in) 1.0 mm (0.0 mm (3.04 in) Dengan ban dalam 90/90–17M/C 49P IRC/NR72 DUNLOP/D102A 1.02 in) Dengan ban dalam 2.0 mm (0.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.85 Aluminum 105.0 mm (4.02 in) Cast wheel 17 × 1.0 mm (0.

0 × 4.0–70.21 in) 0. trailing 130.0 mm (9.3 mm (0.0 mm (5.0 mm (3.12 in) 33.0 mm (1.03 in) 5.0059 in) 5.0–130.0 mm (0.0 mm (1.0° Telescopic fork Per/peredam oli 130.0 mm (2.0 mm (0.0 mm (4.8 mm (0.46 in) 349.0 mm (5.0 mm (0.55 kgf/mm) 0.99 lb/in) (0.3 mm (0.18 in) Leading.0 mm (2.36 kgf/mm) 5.00 mm (0.15 Imp.04 in) 88.16 in) 2.08 in) 52.0 mm (0.5 mm (0.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Piringan rem depan Diameter disc × ketebalan Ketebalan minimum disc brake Kebengkokan minimum disc brake Ketebalan kampas rem (dalam) Limit Ketebalan kampas rem (luar) Limit Diameter dalam Master cylinder Diameter dalam Caliper cylinder Minyak rem yang dsarankan Rem belakang Tipe Pengoperasian Posisi pedal rem Gerak bebas pedal rem Rem tromol belakang Tipe rem tromol Diameter dalam rem tromol Limit Ketebalan sepatu rem Limit Panjang bebas per rem Panjang bebas per rem 2 Kemudi/Steering Tipe bearing kemudi/Steering Posisi penguncian kemudi (kiri) Posisi penguncian kemudi (kanan) Suspensi depan Tipe Tipe peredaman /shock absorber Gerakan roda depan Panjang bebas per fork Limit Panjang collar Panjang terpasang Tekanan per K1 Tekanan per K2 Langkah per K1 Langkah per K2 Diameter luar Inner tube Terdapat per tambahan Oli yang disarankan Kapasitas oli shock depan Ketinggian oli dari atas Suspensi belakang Tipe Tipe peredaman/shock absorber Pergerakan shock absorber belakang 245.43 in) 25.16 in) 3.oz) 109.83 lb/in) (0.0 mm (1.05 in) 48.89 in) Ball dan angular bearing 43.0 mm (5.29 in) Lengan ayun (link suspension) Per/peredam oli 50.03 in) 11.0–30.00 in × 2) DOT 3 atau DOT 4 Tromol/Drum brake Kaki kanan 35.77 in) 3.30 in) Tidak Fork oil 10W atau yang sejajar 231.0° 43.12 in) 363.38 in) 20.97 in) 2-10 .14 in) 0.00–2.8 mm (13.50 N/mm (19.76–5.32 in) 356.8 mm (14.8 mm (0.65 × 0.40 N/mm (30.40 mm × 2 (1.21 in) 0.12 in) 131.76 in) 70.81 US oz) (8.0 cm³ (7.0 mm (1.16 in) 4.15 mm (0.79–1.5 mm (14.

56 in) 156.0 mm (0.48 lb/in) (8.57 in) 193.5 mm (6.5 mm (7.00–1.97 in) Tidak 2.0–50.97 kgf/mm) 0.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Panjang bebas per Panjang terpasang Tekanan per K1 Langkah per K1 Terdapat per tambahan Lengan ayun/Swingarm Gerak bebas lengan ayun ke samping (axial) Rantai penggerak Tipe/pabrikan Jumlah mata rantai Kekencangan rantai Panjang mata rantai15-mata (limit) 166.5 mm (6.79–1.62 in) 2-11 .4 mm (0.00 N/mm (502.16 in) 88.09 in) 428H/FSCM 120 20–40 mm (0.

kapasitas Pabrikan Amper pengisian 10 Jam Lampu depan/Headlight Tipe Bohlam Bohlam voltase.0 V 160 W 5000 r/min 0. 1. SHINDENGEN INDONESIA 14.0 W/21. 5.96 kΩ pada 20 °C (68 °F) Resin 3. watt × jumlah Lampu depan/Headlight Lampu posisi/Auxiliary light Lampu belakang / rem Lampu sein depan Lampu sein belakang Lampu Meter Lampu Meter (meter bahan bakar) 12 Volt Transistorized coil ignition (digital) Digital 5.5 Ah PT YUASA BATTERY INDONESIA 0. 10. 35 W/35.1–14.M.0 W × 1 12 Volt.0 mm (0.7 W × 1 2-12 .0 V YTZ5S 12 Volt.25 kΩ F3C1/MORIC 14.0 W × 2 12 Volt.) Engine control unit Model/pabrikan Coil pengapian/Ignition coil Model/pabrikan Loncatan bunga api minimum Tahanan Primary coil Tahanan Secondary coil Spark plug cap Material Tahanan AC magneto Model/pabrikan Standard output Tahanan Stator coil Rectifier/regulator Tipe Regulator Model/pabrikan Voltase Regulator (DC) Kapasitas Rectifier Voltase Withstand Battery Model Voltase.448–0.64 Ω pada 20 °C (68 °F) 8.672 Ω pada 20 °C (68 °F) Semi conductor-short circuit 3C1/PT. 10. 3.0 A 200.0 W × 1 12 Volt.T. 5.35 Amper Halogen bulb 12 Volt.9 V 14.24 in) 2.SPESIFIKASI KELISTRIKAN EAS20310 SPESIFIKASI KELISTRIKAN Voltase Voltase Sistim pengapian Sistim pengapian Tie penggerseran Saat pengapian/Ignition timing (Sblm.0°/1400 r/min 3C100/MORIC 2JN/MORIC 6.A.64–12.0 W × 1 12 Volt.16–2.4 W × 2 12 Volt. 3.0 W × 2 12 Volt.75–6.

0 Ω 3C1/OMRON 2-13 .0 kali/menit 10 W × 2+3.0 Ω pada 20 °C (68 °F) 3C1/OMRON 54.65 in) 1.92–5.00 Ω Plane 1 buah UBH-F21/MITSUBA 1. 3.6 mm (0.0 W × 1 14 V.0385 Ω 7.0 W × 1 Constant mesh 3C1/MORIC 0.50 mm (0.0 A 54.CHAO LONG CO.05 in) 5TP/OMRON 50.4 W 3C1/PT.11–21. self-canceling Frequensi kedip Watt Sender bahan bakar/Fuel sender Model/pabrikan Tahanan Sender unit (penuh) Tahanan Sender unit (kosong) Starting circuit cut-off relay Model/pabrikan Tahanan Coil Relay kipas Model/pabrikan 14 V.0 mm (0.0 W × 1 14 V.20 kW 0.0 W × 1 14 V.0–66.0–10. 3.0–95.00–66.35 mm (0.6 mm (0..5 Amper 4.0 W × 1 14 V. 3.17 oz) (400–600 gf) 17.80 Ω pada 20 °C 97–107 dB/2 m Condenser FZ222SD/DENSO Tidak 75. 3.0 Ω pada 20 °C (68 °F) 90. 3.30–4.SPESIFIKASI KELISTRIKAN Lampu indikator Lampu indikator netral Lampu indikator belok Lampu indikator lampu jauh Lampu peringatan temperatur mesin Lampu peringatan mesin bermasalah/Engine trouble Sistim kelistrikan starter Tipe Sistem Motor Starter Model/pabrikan Power output Tahanan Armature coil Panjang sikat/Brush overall length Limit Tekanan per brush Diameter commutator Limit Kedalaman alur comutator Starter relay Model/pabrikan Amper Tahanan Coil Klakson/Horn Tipe Klakson/Horn Jumlah Model/pabrikan Amper Maximum Tahanan Coil Kemampuan/Performance Relay sinyal belok Tipe Relay Model/pabrikan Terdapat.14 in) 3.LTD 4.69 in) 16.0–100.28 in) 3.88 N (14.0315–0.

0–66.0 Amper 2-14 .0 Ω 20.SPESIFIKASI KELISTRIKAN Tahanan Coil Sekring/Fuse Sekring 54.

0 ft·lb 4.6 1.TORSI PENGENCANGAN EAS00029 SPESIFIKASI PENGENCANGAN SECARA UMUM Tabel dibawah ini menunjukkan pengencangan standart sesuai ulir standart ISO. kencangkan dengan pola silang.3 11 22 40 61 94 2-15 . A: Ukuran baut/mur B: Diameter luar ulir A (mur) B (baut) 10 mm 12 mm 14 mm 17 mm 19 mm 22 mm 6 mm 8 mm 10 mm 12 mm 14 mm 16 mm Torsi pengencangan secara umum Nm 6 15 30 55 85 130 m·kg 0. Semua pengencangan dikencangkan dengan ulir kering (tanpa diberi oli) kondisi bersih dan dalam suhu ruang.5 3.0 5.5 13. Untuk komponen dan rakitan khusus dapat menggunakan ketentuanketentuan yang ada didalam buku petunjuk ini Untuk menghindari defleksi dari komponen yang dikencangkan dengan banyak baut.5 8. secara bertahap hingga batas torsi yang ditentukan.

5.7 m·kg. 5.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7.0 m·kg. 22 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg. 7.5 m·kg.0 m·kg. 7. 7.2 m·kg.0 m·kg. 16 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.2 ft·lb) 7 Nm (0. 7.2 ft·lb) 10 Nm (1.8 m·kg.0 m·kg.2 ft·lb) 7 Nm (0.1 ft·lb) 10 Nm (1. 23 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.0 m·kg. 9.0 m·kg. 7.2 m·kg.7 m·kg.5 m·kg. 5.4 ft·lb) 10 Nm (1.9 ft·lb) 32 Nm (3.0 m·kg. 7.7 ft·lb) 2 Nm (0.0 m·kg.7 m·kg.8 ft·lb) LT LT LT LT LT LT 2-16 . 7.7 m·kg.1 ft·lb) 50 Nm (5.2 ft·lb) 10 Nm (1.TORSI PENGENCANGAN EAS20340 TORSI PENGENCANGAN MESIN Bagian Baut Cylinder head Baut Cylinder head Busi/Spark plug Baut penutup cylinder head Baut unit Air cut-off valve Baut check oli Baut stud cylinder head (sisi pipa pembuangan) Baut penguras coolant Mur gear balancer driven Mur pengunci setelan klep Baut sprocket camshaft Baut camshaft retainer Baut Timing chain guide ukuran Jml ulir M8 M6 M10 M6 M6 M6 M8 M6 M10 M5 M8 M6 M6 4 2 1 5 2 1 2 1 1 4 1 2 1 Torsi pengencangan 22 Nm (2.2 ft·lb) 13 Nm (1.0 m·kg. 7.2 m·kg.1 ft·lb) 30 Nm (3.2 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) Baut unit pompa air Baut penutup rumah pompa air Baut as Impeller retainer Baut penutup Thermostat Baut unit Pompa oli Baut penguras mesin Baut penutup saringan oli Baut oli baffle plate Baut manifold pemasukan Baut Injector Baut clem joint Throttle body Baut clem join rumah saringan Baut rumah Air filter Baut Resonator Mur pengunci (throttle cable) Mur knalpot Baut knalpot Baut protektor pipa knalpot M6 M6 M6 M6 M5 M35 M6 M6 M6 M6 M4 M4 M6 M6 M6 M8 M8 M6 3 4 2 2 2 1 3 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 2 10 Nm (1.3 m·kg. 11 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg.0 m·kg.4 ft·lb) 2 Nm (0.2 ft·lb) Yamaha bond No.0 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7.2 ft·lb) 10 Nm (1. 5. 8. 14 ft·lb) 8 Nm (0.2 m·kg. 7. 36 ft·lb) 7 Nm (0.2 ft·lb) 12 Nm (1. 11 ft·lb) 20 Nm (2.0 m·kg. 1. 5.2 ft·lb) 4 Nm (0.1 ft·lb) 15 Nm (1. 1.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7.1 ft·lb) 15 Nm (1.2 m·kg.0 m·kg. 1215 (Three bond 1215®) Keterangan E E Baut timing chain tensioner M6 2 10 Nm (1. 5.0 m·kg. 7. 7. 2.4 m·kg.4 ft·lb) 10 Nm (1.

8 ft·lb) 70 Nm (7.2 ft·lb) 7 Nm (0. 5.2 m·kg.0 m·kg. 5.8 m·kg. 7.7 ft·lb) 10 Nm (1.8 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1.7 m·kg. 50 ft·lb) 20 Nm (2.7 ft·lb) 60 Nm (6.7 m·kg. 7.2 m·kg. 8.2 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.0 m·kg.0 m·kg.0 m·kg. 8.1 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg. 5.5 ft·lb) 7 Nm (0. 20 ft·lb) 14 Nm (1.1 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg. 36 ft·lb) 28 Nm (2. 10 ft·lb) 12 Nm (1.9 m·kg.2 m·kg. 7. 13 ft·lb) LT Keterangan LT Stake LT LT LT LT LT 2-17 .7 m·kg. 6.TORSI PENGENCANGAN Bagian Baut protector knalpot Baut Crankcase Baut penutup generator Baut penutup kopling Baut penutup sprocket Mur tuas Kickstarter Baut stoper tuas kickstarter Baut Starter clutch Baut guide ratchet gear Mur gear primary drive Baut per kopling Mur pengunci setelan kopling Mur clutch boss Mur pengunci setelan kopling Mur tuas kopling Baut holder tuas kopling Baut retainer drive sprocket Baut bearing retainer Baut Shift drum segment Baut stopper lever Baut stator coil Baut crankshaft position sensor Mur rotor generator Neutral switch Baut motor starter Sensor temperatur coolant ukuran Jml ulir M6 M6 M6 M6 M6 M12 M8 M6 M6 M12 M6 M6 M14 M8 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M12 M10 M6 M12 2 12 8 10 2 1 2 3 2 1 4 1 1 1 1 1 2 2 1 1 3 2 1 1 2 1 Torsi pengencangan 8 Nm (0.2 ft·lb) 50 Nm (5.7 ft·lb) 8 Nm (0.2 ft·lb) 70 Nm (7.0 m·kg. 7. 7.0 m·kg. 43 ft·lb) 12 Nm (1. 5.8 m·kg. 8. 5.1 ft·lb) 12 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.0 m·kg. 7.0 m·kg.8 m·kg. 50 ft·lb) 9 Nm (0.0 m·kg.2 ft·lb) 18 Nm (1. 14 ft·lb) 10 Nm (1.8 m·kg. 7.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7. 7.0 m·kg.4 m·kg.

13 11 10 2-18 .10 Urutan pengencangan baut penutup rumah kopling: 6 1.12 3.7 5 9 8 9 4 2.TORSI PENGENCANGAN Urutan pengencangan baut Cylinder head: 1 3 5 6 4 Urutan pengencangan baut penutup Generator : 2 1.11 2.6 5 7 8 4 9 3.

crankcase kanan 15 9 2. crankcase kiri B.12 10 11 2-19 .6 7 8 5 4 3.13 A.TORSI PENGENCANGAN Urutan pengencangan baut crankcase : A B 14 1.

5 ft·lb) 49 Nm (4. 5. 35 ft·lb) 13 Nm (1.0 m·kg. See NOTE. 35 ft·lb) 9 Nm (0. 9.4 ft·lb) 35 Nm (3.0 m·kg.1 ft·lb) 9 Nm (0.9 m·kg.7 m·kg. 32 ft·lb) 80 Nm (8.6 m·kg.5 ft·lb) 7 Nm (0. 32 ft·lb) 44 Nm (4.1 m·kg.9 m·kg.1 ft·lb) 21 Nm (2.2 ft·lb) 26 Nm (2. 5.9 m·kg. 25 ft·lb) 60 Nm (6. 5. LT Keterangan LS LS LS LS LS LS LS 2-20 .1 ft·lb) 7 Nm (0.5 ft·lb) 48 Nm (4.1 ft·lb) 17 Nm (1.5 m·kg.4 m·kg.0 m·kg.7 m·kg.4 m·kg.7 m·kg. 6. 6.1 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg. 12 ft·lb) 7 Nm (0. 17 ft·lb) See NOTE. 32 ft·lb) 44 Nm (4. 32 ft·lb) 70 Nm (7. 5.1 ft·lb) 44 Nm (4.9 m·kg.4 m·kg.7 m·kg. 50 ft·lb) 10 Nm (1.3 m·kg. 5.6 m·kg. 6.3 m·kg.3 m·kg.TORSI PENGENCANGAN EAS20350 TORSI PENGENCANGAN RANGKA/CHASSIS Bagian Baut Ignition coil Mur dudukan mesin (depan) Mur dudukan mesin (belakang bagian bawah) Mur dudukan mesin (belakang bagian atas) Baut fender belakang Bracket kunci jok Baut Rectifier/regulator Mur atas unit shock absorber belakang Mur as roda belakang Mur Relay arm Mur bagian bawah connecting arm unit schock absorber belakang Mur bawah unit schock absorber belakang Mur as pivot lengan ayun Baut penutup rantai Baut union selang rem Baut caliper rem depan Mur as roda depan Baut disc brake depan Baut bleeding (caliper rem depan) Baut holder rem depan Baut fender depan Mur ring kemudi (torsi pengencangan awal) Mur ring kemudi (torsi pengencangan akhir) Baut steering stem Mur unit Meter Rumah lampu depan dan mur unit sein Baut bracket unit Meter Baut kunci kontak Baut pin bracket atas Baut pin bracket bawah Baut cap fork depan Ukuran Jml ulir M6 M10 M10 M10 M6 M6 M6 M10 M14 M10 M10 M10 M12 M6 M10 M10 M12 M8 M7 M6 M6 M25 M25 M10 M6 M8 M6 M6 M8 M10 M30 2 1 1 1 6 2 2 1 1 2 1 1 1 2 2 2 1 5 1 1 4 1 1 1 3 2 4 2 2 2 2 Torsi pengencangan 9 Nm (0. 4. 7. 22 ft·lb) 23 Nm (2. 19 ft·lb) 35 Nm (3.7 m·kg.8 m·kg. 17 ft·lb) 6 Nm (0.3 ft·lb) 7 Nm (0. 5.7 m·kg. 35 ft·lb) 49 Nm (4.5 m·kg.9 m·kg.0 m·kg. 25 ft·lb) 7 Nm (0.9 m·kg. 35 ft·lb) 49 Nm (4.0 m·kg.4 m·kg. 15 ft·lb) 30 Nm (3. 43 ft·lb) 23 Nm (2. 58 ft·lb) 44 Nm (4.

7 m·kg.0 m·kg.0 m·kg.2 ft·lb) 4 Nm (0.1 ft·lb) 26 Nm (2.5 m·kg.7 m·kg. 5.9 ft·lb) 7 Nm (0.1 ft·lb) 7 Nm (0.1 ft·lb) 10 Nm (1.8 ft·lb) 7 Nm (0.6 m·kg.3 m·kg. 7.1 ft·lb) 7 Nm (0.2 ft·lb) 45 Nm (4.1 ft·lb) 43 Nm (4. 7. 5.0 m·kg. 7. 2. 7.6 m·kg.7 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.1 ft·lb) 7 Nm (0.1 ft·lb) 26 Nm (2.7 m·kg.4 m·kg.0 m·kg. 4. 5. 5. 32 ft·lb) Keterangan LT 1. 5.8 m·kg.3 ft·lb) 6 Nm (0.1 ft·lb) 7 Nm (0. 32 ft·lb) 10 Nm (1. dan batang torsi rem belakang Batang torsi rem belakang mur lengan ayun Baut camshaft tuas rem Baut panel depan Baut penutup samping Mur sprocket roda belakang Baut pedal rem Baut Footrest kanan dan plat heel kanan Baut pedal pemindah gigi Baut plat Heel Baut standart samping CATATAN: Ukuran Jml ulir M10 M6 M6 M6 M6 M6 M5 M6 M6 M8 M6 M6 M6 M6 M6 M8 M6 M6 M8 M8 M6 M6 M6 M8 M6 M10 M6 M8 M10 2 4 1 2 2 2 6 2 2 4 2 2 2 2 2 4 1 1 1 1 1 4 2 6 1 1 1 4 1 Torsi pengencangan 23 Nm (2.0 m·kg. 9. 4.2 ft·lb) 30 Nm (3. 5.7 m·kg. 17 ft·lb) 7 Nm (0. Dan selanjutnya kencangkan kembali mur ring bawah 13 Nm (1. 5. 13 ft·lb) 10 Nm (1. 13 ft·lb) 19 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1.9 m·kg.7 m·kg.8m-kg 35 ft.6 m·kg. 2.9 m·kg.pertama-tama kencangkan mur ring bawah dengan torsi 48 Nm (4. 5. 19 ft·lb) 6 Nm (0. 7.7 m·kg.3 m·kg. 5. 7.6 m·kg. Untuk mengencangkan mur steering.4 m·kg.2 ft·lb) 7 Nm (0. 7.TORSI PENGENCANGAN Bagian Baut Damper rod Baut bracket unit sein depan dan unit meter Baut Horn Baut tangki dan frame Baut bracket tangki dan rangka Tangki bensin dan baut bracket tangki bensin Baut retainer pompa bensin Baut penutup samping belakang Penutup samping belakang.3 m·kg.0 m·kg.7 m·kg.0 m·kg.0 m·kg.1 ft·lb) 10 Nm (1. 22 ft·lb) 44 Nm (4. 31 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 8 Nm (0. 19 ft·lb) 7 Nm (0.dan baut panel belakang Baut Grab bar Baut reservoir collant Baut Radiator Baut kipas radiator Baut ujung Grip Baut holder master cylinder remdepan Baut holder tangkai memudi atas Baut tuas rem depan Mur tuas rem depan Mur plat sepatu rem.7 m·kg.4 ft·lb) dengan kunci torsi 2-21 .lb) dengan kunci torsi dan selanjutnya kendorkan.3 ft·lb) 19 Nm (1. 5.

Piston rings. dan permukaan dalam cylinder Bagian dalam balancer driven gear . Camshaft lobes Decompression cam Valve stem seal Valve stem (pemasukan dan pembuangan) Ujung Valve stem (pemasukan dan pembuangan) As Rocker arm Rocker arm permukaan bagian dalam Pin tuas Decompression Seal oli (clutch cover) Oil pump driven gear Rotor pompa oli (masuk dan keluar) Ratchet gear dan kickstarter gear Permukaan dalam Kickstarter idle gear Kickstarter Permukaan dalam Starter clutch idle gear As Starter clutch idle gear Permukaan dalam Starter clutch gear inner dan thrust surface Starter clutch rollers Tuas Clutch lever Bagian dalam Primary driven gear Clutch push rod (panjang dan pendek) dan ball Mur Clutch boss dan lock washer contact surface Transmission gears (wheel dan pinion) dan collar Shift forks dan shift fork guide bar Shift drum Shift shaft LS Jenis pelumas LS E E E E E M E M M M E M M E E E M E E E E E E E E E E M E E E 2-22 .BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS EAS20360 BAGIAN YANG DILUMASI DAN TIPE PELUMAS EAS20370 MESIN/ENGINE Bagian yang dilumas Seal oli bagian dalam Bearings O-rings Baut cylinder head dan washers Connecting rod big end thrust surface Piston.

BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS Bagian yang dilumas Crankshaft position sensor/gromet kabel unit stator Jenis pelumas Yamaha bond No.1215®) Yamaha bond No. 1215 (Three Bond No. 1215 (Three Bond No.1215®) Permukaan sambungan Crankcase Baut rantai timing/Timing chain tensioner bolts 2-23 . 1215 (Three Bond No.1215®) Yamaha bond No.

BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS EAS20380 RANGKA/CHASSIS Bagian yang dilumas Seal oli roda depan Permukaan luar as roda depan Permukan dalam Speedometer gear unit Seal oli hub roda belakang Permukan dalam hub roda belakang Permukaan luar as roda belakang Ulir Mur as roda belakang. Rumah kabel handel gas bagian dalam Ujung kabel kopling Permukaan dalam baut as tuas rem Bearing kemudi Seal debu steering/emudi Ulir Mur dan Baut (relay arm dan flame) Ulir Mur dan Baut (connecting rod dan relay arm) Ulir Mur dan Baut (rear shock absorber dan relay arm) Ulir Mur dan Baut (connecting rod dan swingarm) Permukaan dalam Bearing (relay arm dan swingarm) Seal Oli (relay arm dan swingarm) Collars (relay arm dan swingarm) As pivot dan ulir mur Permukaan luar as Pivot Permukaan luar bushing Swingarm Penutup debu Swingarm Engsel standart tengah Engsel standart samping Engsel pijakan kaki pembonceng. Camshaft rem belakang Engsel pedal rem Engsel tuas rem Pin as engsel rem Bracket caliper rem bagian dalam. Pijakan kaki pembonceng Engsel pedal pemindah gigi Mur dan Baut dudukan mesin Jenis pelumas LS LS LS LS LS LS LS S S S S S LS LS S LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS E 2-24 .

JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN EAS20390 JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN EAS20400 JALUR ALIRAN OLI MESIN 4 2 3 1 5 6 2-25 .

4.JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN 1. 5. 3. 6. Pompa Oli Elemen saringan oli Crankshaft Camshaft As Utama/Main axle As penggerak/Drive axle 2-26 . 2.

JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN EAS20410 DIAGRAM PELUMASAN 1 2 3 A 4 5 6 7 2-27 .

Tuas penekan kopling/Clutch push lever Main axle Drive axle Crankshaft Saringan oli/Oil filter Unit pompa oli Saringan oli strainer Ke arah cylinder head 2-28 .JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN 1. 7. 3. A. 6. 4. 2. 5.

JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAM 1 2 3 4 2-29 .

4. 2. 3. Camshaft Crankshaft As utama/Main axle As penggerakDrive axle 2-30 .JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN 1.

DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN EAS20420 DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN 1 2 3 4 7 5 1 4 6 2-31 .

6. 5.DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN 1. 7. 2. Reservoir air pendingin/Coolant reservoir Selang pemasukan Radiator/Radiator inlet hose Selang reservoir air pendingin/Coolant reservoir hose Radiator Pompa air/Water pump Selang pengeluaran Radiator/Radiator outlet hose Selang pernafasan Pompa air/Water pump breather hose 2-32 . 3. 4.

JALUR KABEL EAS20430 JALUR KABEL C 6 A 1 6 8 9 14 6 15 14 12 A 8 B 2 3 4 H B-B I 7 6 A 5 5 4 14 4 14 3 G 8 13 6 6 5 12 13 6 F 9 12 11 E 2 10 D B B 15 9 17 16 11 2-33 .

Ikat kabel tangkai kemudi kanan. Kabel unit meter. Kabel switch saklar tangkai kemudi kiri 7. Kabel klakson/Horn 2. kabel kunci kontak. Kabel lampu sein depan kanan 14. A. 2-34 . C. E. 17. kabel unit meter dan kabel switch tangkai kemudi kiri kedalam lubang yang terdapat pada rumah lampu depan. dan kabel switch tangkai kemudikiri. kabel lampu switch rem depan. 16. D. F. kabel switch rem depan.dan kabel switch tangkai kemudi kanan. Kabel lampu senja/lampu posisi. kedalam lubang bagian atas pada rumah lampu depan G. Kable kopling 9. Masukkan kabel bodi. Kabel gas/Throttle cable 4. Selang rem depan 3. H. Kabel lampu sein depan kiri 10. Ikat kabel tangkai kemudi kiri dan kabel switch kopling dengan plastik pengikat. B. Kabel Speedometer 11. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel unit meter kabel sein depan kiri. Kabel lampu depan/Headlight. Masukkan kabel kopling kedalam guide.JALUR KABEL 1. Kabel kunci kontak/Main switch 13. Kabel kunci kontak. Kabel switch lampu rem depan 5. dan kabel switch lampu rem depan dengan plastik pengikat. dan kabel tangkai kemudi kanan. Kabel bodi/Wire harness 12. Masukkan kabel speedometer kedalam guide. 15. Kabel switch saklar tangkai kemudi kanan 6. I. Masukkan selang rem depan kedalam guide. Kabel switch kopling 8. Masukkan kabel tangkai kemudi kanan. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel kunci kontak kabel switch lampu rem depan.

JALUR KABEL 12 C 10 11 5 4 A-A B-B C-C 11 10 12 B B A 7 8 9 1 2 3 4 5 6 6 A C C A B 2-35 .

Ikat selang rem depan pada grommet yang terdapat diantara bracket bawah. Selang rem depan A. Masukkan kabel bodi kedalam guide.JALUR KABEL 1. Kabel switch lampu rem depan 12. Throttle body 2. B. Kabel gas/Throttle cable 7. Kabel bodi/Wire harness 4. 2-36 . Selang vacum Air induction system 10. C. Kabel saklar tangkai kemudi kanan 11. Masukkan selang rem depan kedalam guide. Selang reservoir air pendingin 3. Kabel Busi/Spark plug 9. dan bracket lampu depan. Kabel sensor temperatur air pendingin/coolant 6. Ignition coil 8. Selang pemasukan Radiator 5.

JALUR KABEL 1 2 3 B A 5 4 2-37 .

B. 4. 3. 2-38 . Jangan sampai ujung plastik pengikat menyentuh benda lain. ECU (engine control unit) Condenser Kabel bodi/Wire harness Kabel Starter motor Switch lampu rem belakang A. 2. Jangan sampai ujung plastik pengikat menyentuh benda lain.JALUR KABEL 1. 5. kabel motor starter. Ikat kabel bodi/wire harness pada rangka dengan plastic locking tie. dan kabel switch lampu rem belakang pada rangka dengan plastic locking tie. Ikat kabel bodi/ wire harness.

JALUR KABEL 3 2 4 A-A A A 3 4 1 5 A 6 B B 7 B A 11 10 9 8 2-39 .

Guide kabel kopling B. Kabel bodi 7. Kabel gas/Throttle cable 5. Kabel crankshaft position sensor/stator coil 9. Kabel Klakson/Horn 2. Ikat kabel gas dengan holder yang terdapat pada tutup radiator. Selang tangki reservoir 8. Kabel unit Throttle body sensor 11.JALUR KABEL 1. Kabel speedometer A. Kebel switch neutral 10. Kabel kopling 6. Kabel saklar tangkai kemudi kiri 4. Selang rem depan 3. 2-40 .

JALUR KABEL 6 5 4 1 2 A 3 7 8 B E C F 10 9 A D A 2-41 .

Ikat kabel crankshaft position sensor/stator coil.JALUR KABEL 1. 40 mm (1. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. Kabel kunci tempat duduk 6. C. F. 8. B. Rectifier/regulator 5. Jalur kabel negative battery berada didepan pin. Ikat kabel negative battery ke frame dengan plastik pengikat. D. Selang pernafasan tangki reservoir 9. Kabel bodi/Wire harness 2. Kabel Crankshaft position sensor/stator coil A. Masukan selang pernafasan coolant reservoir pada lubang yang terdapat pada penuntun kabel. dan kabel negative battery ke frame dengan plastic pengikat.57 in) 2-42 . E. Kabel lampu belakang/rem 7. Tepatkan selang pernafasan coolant reservoir diantara bracket mesin di bagian bawah. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. kabel neutral switch. Kabel Negative battery 3. Kabel switch Neutral 10. Battery 4. Kabel lampu sein kiri belakang.

JALUR KABEL I 1 A B A-A 16 1 15 2 3 14 4 C H 5 D 13 6 12 7 A 11 10 8 E A G 9 F 2-43 .

Pastikan posisi kabel gas berada disebelah kanan selang vacuum air induction system . 2-44 . Kabel Bus/Spark plug 15. F. H. Kabel kopling A.20 in) dari ujung pengikat I. Ikat kabel bodi dengan memasukkan nok yang terdapat pada plastic ke lubang yang ada pada rangka/frame. Kabel Ignition coil 14. Air intake duct 10. Selang pernafasan Pompa air/Water pump 16. Selang pernafasan Coolant reservoir 11. C.18 in). dan potong kelebihan plastik dengan jarak 5 mm (0. Ikat selang coolant reservoir ke chassis dengan clamp plastik. Selang tangki reservoir 2. Kabel motor kipas Radiator 3. Kabel Fuel injector 9. D. Kabel gas/Throttle cable 5. Ikat kabel pompa bahan bakar ke bracket ignition coil dengan plastik pengikat. Kabel bodi/Wire harness 7. Jalur kabel FID (fast idle solenoid) dan kabel fuel injector mengelilingi selang air intake duct. Tepatkan kabel kipas radiator pada lubang yang terdapat pada penutup radiator. Ikat kabel bodi ke frame dengan plastic pengikat. Kabel unit Throttle body sensor 13. Kabel FID (fast idle solenoid) 12. G. Selang vacuum Air induction system 6. Lebih dari 30 mm (1. Kabel coolant temperature sensor 4. Ikat kabel bodi dengan holder.JALUR KABEL 1. B. Kabel pompa bahan bakar 8. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. E.

JALUR KABEL B A 18 19 17 D 16 15 1 2 3 4 C 20 2 B 5 21 14 E B 6 A 7 13 5 F 12 4 8 C A 9 B-B 10 9 G H I J 11 11 10 C 2-45 .

Relay motor kipas radiator 8. Kabel sinyal sein belakang kanan 10.JALUR KABEL 1. Tekan kabel starter motor dan kabel starter relay ke bawah diantara battery dan fender. Starting circuit cut-off relay 9. Kabel lampu belakang/rem 11. dan tepatkan connector pada posisi. J. Kabel starter relay 19. Karet band pengikat Battery A. B. Condenser 5. Kabel starter motor 20. Kabel sinyal Self-diagnosis 6. Jalur kabel sinyal self-diagnosis dibawah condensor dan mengelilingi bracket condensor. Kabel sinyal sein belakang kiri 12. Box sekring/Fuse box 3. Ke arah depan 2-46 . Kabel positive battery 2. Battery 18. dan ikat semua kabel pada Battery dengan band battery F. I. Pasang battery. Relay sinyal belok 13. Pasang box sekring. E. Lean angle sensor 4. Tepatkan kabel lampu belakang/rem pada lubang yang terdapat pada penutup connector. seperti pada gambar illustrasi. Tutup kabel lampu belakang/rem dan kabel sinyal belok belakang dengan penutup connector. Pasang kabel negative battery pada kabel bodi. Rectifier/regulator 15. H. G. Kabel box sekring/Fuse box 21. C. Kabel kunci jok/Seat lock 14. Starter relay 16. D. dan tempatkan kabel box sekring diatas kabel starter motor dan kabel starter relay. ECU (engine control unit) 7. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada lubang yang terdapat pada penutup connector. Kabel negative battery 17. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada lubang yang terdapat pada penutup connector.

JALUR KABEL 2-47 .

..................................3-24 MELUMASI ENGSEL TUAS KOPLING............................... 3-18 MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG..............3-13 MEMERIKSA KETINGGIAN COOLANT ........................................................................................................................ 3-18 MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI ........ 3-6 MEMERIKSA BUSI ......................... 3-8 MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN.......................................... 3-24 MELUMASI ENGSEL STANDART TENGAH ....................................................................................3-17 MENYETEL REM BELAKANG ...... 3-18 MEMBUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM ................... 3-3 MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN ............................................................ 3-20 MEMERIKSA FORK DEPAN ......................................................................................................................................................... 3-24 MELUMASI ENGSEL STANDART SAMPING ......................................................................................... 3-24 MELUMASI SUSPENSI BELAKANG .....................3-22 MEMERIKSA RODA ............................................................................................................................................................................................................................................................3-17 MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM.................................................................................................................................................................3-5 MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS ......... 3-21 MEMERIKSA BAN ................. 3-14 RANGKA/CHASSIS ................................................................... 3-1 MESIN ........................................................................................................3-24 MELUMASI ENGSEL TUAS REM .................................................3-23 .............................................. 3-9 MENGGANTI OLI MESIN ......PERAWATAN BERKALA DAN PENYETELAN PERAWATAN BERKALA . 3-13 MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN/ EXHAUST SYSTEM... MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL ................... 3-14 MENGGANTI COOLANT......................................3-24 MELUMASI PEDAL PEMINDAH GIGI.....................................................................3-7 MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI................................................................................................................................................. 3-13 MEMERIKSA SISTIM PENDINGINAN.................................................................3-19 MELUMASI RANTAI ...........................3-20 MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/STEERING HEAD ................................................................3-1 PENDAHULUAN ...3-17 MEMERIKSA SELANG REM DEPAN ..... 3-11 MEMBERSIHKAN ELEMENT SARINGAN UDARA.............................................3-10 MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING..........3-1 PERAWATN BERKAL DAN JARAK WAKTU PELUMASAN ........3-24 MELUMASI PEDAL REM ... 3-3 MENYETEL KELONGGARAN KLEP ............................ 3-13 MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN CYLINDER HEAD................................................................................................................3-24 3 ..............................................................................3-7 MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN/IGNITION TIMING........................... 3-17 MEMERIKSA KAMPAS REM DEPAN...............................................................3-4 MENYETEL VOLUME GAS BUANG/ EXHAUST GAS VOLUME ... 3-12 MEMERIKSA SELANG BAHAN BAKAR ........................ 3-18 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG................................. 3-12 MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA .....................................

...................................................... 3-25 MENYETEL ARAH SINAR LAMPU DEPAN ....... 3-25 MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY............................................................ 3-25 MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN................................................................................... 3-25 .. 3-25 MEMERIKSA SEKRING.........SISTIM KELISTRIKAN .......................................................................

.

• Ganti. • • • • Periksa kedalaman alur ban Ganti jika diperlukan. tindakan ini diberlakukan untuk sepeda motor yang sedang diservice. • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. • Setel kekencangan rantai dan lumasi dengan oli mesin. • Ganti sepatu rem • Periksa dari kebocoran dan keretakan. dan setel gerak bebas pedal rem. • Periksa cara kerja. √ Setiap 24000 km setiap 500 km dan setelah sepeda motor dicuci atau habis kehujanan √ √ √ √ √ 13 Rantai penggerak 14 * Bearing kemudi 15 * Sambungan rangka 16 Strandart samping. connecting arm 20 Fuel injection • Periksa putaran langsam mesin.engsel sambungan • Lumasi dengan lithium-soap-based . • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. • Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based. BAGIAN PEKERJAAAN YANG DILAKUKAN • Periksa selang bensin dari keretakan. Mekanik harus menguasai seluruh bab ini. 7 * Rem belakang • Periksa cara kerja. • Periksa kelancaran gerak dan kekendoran kemudi. Periksa tekanan angin ban. • Lumasi. • Pastikan Mur. • Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based. 3 * Klep/Valves 4 5 Element saringan udara Kopling/clutch • Periksa kelonggaran klep • setel .5 3 6 9 12 TAHUNAN √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 * Saluran bahan bakar 2 Busi/Spark plug 6 * Rem depan Jika kondisi harus diganti √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Jika kondisi harus diganti 8 * Selang rem 9 * Roda 10 * Ban 11 * Bearing roda 12 * Lengan ayun/Swingarm Setiap 4 tahun • Periksa kondisi bearing. re. dan kebocoran. • Setel. ketinggian minyak rem. termasuk didalamnya biaya yang mengharuskan "over houl". • Periksa cara kerja dan gerak samping. Baut pengikat dan sekrup. Tambah angin jika diperlukan. akan menjamin operasional. dan umur sepeda motor akan lebih panjang. • Periksa kekendoran rantai dan kondisi rantai. Ini perlu dilakukan untuk mengurangi biaya operasional. engsel. EAS3C11003 PERAWATAN BERKALA DAN JARAK WAKTU PELUMASAN NO.PERAWATAN BERKALA EAS20450 PERAWATAN BERKALA EAS20460 PENDAHULUAN Bab ini berisi informasi penting yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan dan penyetelan Prosedur perawatan ini jika diikuti. • Periksa cara kerja. 3-1 . terpasangdengan kencang. • Periksa kondisi • Bersihkan dan setel celah busi.• Periksa cara kerja. maupun sepeda motor yang baru. • Ganti. • Ganti kampas rem . 19 * lay arm . • Periksa kelurusan dan keretakan. Standart tengah Setiap 24000 km √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 17 * Fork depan 18 * Unit Shock absorber Suspensi belakang. • Ganti. • Bersihkan. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIKSAAN 0. • Periksa cara kerja. dan biaya perawatan sepeda motor.

• Lumasi. • Periksa air cut-off valve. reed valve. • Periksa gerak bebas • Setel gerak bebas handel gas. • Periksa cara kerja • Setel lampu jauh 21 22 Oli mesin Elemen saringan Oli 23 * Sistim pendinginan 24 * 25 26 * Switch rem depan dan rem belakang Komponen yang bergerak dan kabel Alur rumah handel gas dan kabel 27 * Air induction system 28 29 * Knalpot dan pipa knalpot Saklar lampu dan saklar sinyal EAS3C11004 CATATAN: • Filter saringan udara harus sering dibersihkan dari jadwal yang ada. • Pemeriksaan harian. BAGIAN PEKERJAAN YANG DILAKUKAN • Ganti • Periksa ketinggian oli mesin dan kebocoran • Ganti. • Ganti YAMAHA GENUINE COOLANT. atau jika kondisi sudah mengharuskan ganti 3-2 . • Periksa cara kerja. dan kebocoran selang. dan ganti minyak rem dengan yang baru. • ganti jika retak-retak dan bocor.PERAWATAN BERKALA PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIKSAAN TAHUNAN 0. • Lumasi alur rumah handel gas dan kabel gas. • Ganti selang rem setiap empat tahun.5 3 6 9 12 √ √ √ √ √ √ √ √ √ Setiap 3 tahun √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ NO. • Setiap dua tahun. jika pemakaian di tempat yang berdebu • Perawatan Hydraulic rem. ganti komponen bagian dalam dari master cylinder dan caliper. • Periksa ketinggian air pendingin dan kebocoran. • Periksa baut klem dari kekendoran. dan jika perlu tambahkan minyak rem.

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Mengukur celah klep. d. 1 1 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5.0079–0. 4. • Pada saat mengukur celah klep.10–0.0055 in) Buang 0.MESIN EAS20471 MESIN EAS20520 MENYETEL KELONGGARAN KLEP Ikuti petunjuk dibawah ini.20–0. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 3. 2. Buka: • Baut Cap Timing mark “1” • Baut Cap Crankshaft “2” b a c. Masukkan thickness gauge “2” diantara ujung batang klep dan ujung baut penyetel. Buka: • Panel depan • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM ” halaman 4-1. Lepaskan: • Cap Busi/Spark plug cap • Selang vacuum Air induction system • Selang sistim Air induction system (3-cabang ke air cut-off valve) lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” pada halaman 7-9. 1. atau pada temperatur ruang. diluar spesifikasi → setel. Lepas: • Air cut-off valve • Reed valve • Plat reed valve lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” pada halaman 7-9.0094 in) a. harus dalam kondisi mesin dingin. Putar crankshaft ke arah kiri. pada saat langkah kompresi.0039–0. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3-3 . b. Kendorkan mur pengunci “1”. CATATAN: Kelonggaran/ celah klep (dingin) Masuk 0. Ukur: • Kelonggaran klep Diluar spesifikasi → Setel.24 mm (0. posisi piston harus pada posisi Titik Mati Atas (TMA). • Penutup cylinder head • Gasket penutup cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. b. Setel: • Celah/kelonggaran klep.14 mm (0. Ukur celah klep dengan thickness gauge “1”. a. jika akan melakukan penyetelan klep. Tepatkan tanda TMA “a” pada rotor generator dengan tanda penepat “b” yang terdapat pada penutup generator. 6. Periksa penepatan tanda timing pada lubang timing.

• Tempat duduk/jok • Panel depan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Angkat bagian depan tangki. Pasang: • Digital tachometer (pada kabel busi) 5. agar setelan tidak ikut berputar dan kenencangkan mur pengunci sesuai spesifikasi.500 r/min 6. 5. Periksa kembali celah klep e. 3-4 . (Selang bensin jangan dicabut. Hidupkan mesin untuk pemanasan beberapa saat. • Plat reed valve • Reed valve • Air cut-off valve lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. R.MESIN 8.1 ft·lb) MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN CATATAN: Untuk mendapatkan putaran langsam yang sempurna. dan tekanan kompresi dalam kondisi standart. Setel: • Putaran langsam mesin d. Pasang : 1 2 c. Pasang: • Selang air induction system (3-cabang joint ke air cut-off valve) • Selang vacum Air induction system lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. • Cap Busi/Spark plug cap 10. saringan udara harus dalam kondisi bersih.Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 7. EAS20610 Kearah “a” Kelonggaran klep bertambah Kearah “b” Kelonggaran klep berkurang Tappet adjusting tool 90890-01311 Six piece tappet set YM-A5970 • Tahan baut penyetel. Jika celah klep berubah. Periksa: • Putaran langsam mesin.7 m·kg. hingga didapat kelonggaran klep yang sesuai. Mur pengunci/Locknut 7 Nm (0. Pasang: • Baut cap crankshaft (dengan O-ring Baru ) • Baut Cap Timing mark (dengan O-ring Baru ) T. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. diluar spesifikasi → Setel Putaran langsam mesin 1. 3. lakukan kembali langkah penyetelan klep. 1. 2.) 4. 9.300–1. Buka: • Panel samping kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau ke arah “b” hingga didapat kelonggaran yang sesuai spesifikasi. a b 3 • Gasket penutup cylinder head Baru • Penutup cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. 7.

11. • Lampu “POWER” (Hijau) “3” akan menyala 8. 7.0 mm (0. Putar pilot screw “1” kearah “a” atau “b”. dan selanjutnya tekan tombol "MODE" 9. tekan tombol "MODE" 8. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 10.MESIN a. “1”. Hidupkan mesin.20 in) EAS20600 3 FI Diagnostic Tool 2 DIAG 1 6. Pasang: • Tanghki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Tekan tombol “MODE”. Battery harus dalam kondisi terisi penuh.Setel: • Gerak bebas handel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS” halaman 3-6. ECA3C11023 MENYETEL VOLUME CO GAS BUANG NOTE: Pastikan kadar CO pada tingkat standard. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM FI diagnostic tool 90890-03182 1 a b 2 1 Kearah “a” Putaran langsam bertambah.0–5.Pasang: • Panel sisi kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. dan putar kunci konyak kerah “ON”. Setelah dipilih mode penyetelan “CO”. Pasang: • FI diagnostic tool “2” PERHATIAN: Untuk menghasilkan penyetelan yang sempurna. Kearah “b” Putaran langsam berkurang. CATATAN: • Akan tampak tulisan “DIAG” pada layar LCD “2” pada alat FI diagnostic tool. Lepaskan: • Digital tachometer 9. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. hingga didapat putaran langsam yang sesuai spesifikasi. Gerak bebas handel gas 3. 3. Cabut : • Connector Self-diagnosis signal “1” 4. Tekan tombol “UP” untuk memilih mode penyetelan CO “CO” atau mode diagnostic “DIAG". Akan tampil tulisan “C1” pada layar LCD pada FI diagnostic tool. dan selanjutnya setel volume gas buang 1. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. 2. 3-5 .12–0.

3-6 .Lepaskan: • FI diagnostic tool 14. • Untuk menambah kadar CO tekan tombol “UP”. Kearah “b” Gerak bebas handel gas berkurang.20 in) FI Diagnostic Tool 1400rpm C1 : -10 2. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Tangkai kemudi a.12–0. CATATAN: Jika spesifikasi gerak bebas sulit didapatkan pada penyetelan sisi throttle body.Putar kunci kontak ke arah “OFF” 13. b. Kearah “a” Gerak bebas handel gas bertambah. Kearah “a” Gerak bebas handel gas bertambah. • Untuk mengurangi kadar CO tekan tombol “DOWN”. 12. Periksa: • Gerak bebas handel gas “a” Diluar spesifikasi → Setel.0 mm (0.MESIN Gerak bebas handel gas 3. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk menghasilkan setelan handel gas yang sempurna putaran langsam harus sudah disetel 1.Pasang : • Jok/Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. CATATAN: Setelan sisi Throttle bodi a. Kendorkan mur pengunci “1” pada kabel akselerator. EAS20660 1 a b 2 CATATAN: MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS. Kerah “b” Gerak bebas handel gas berkurang. 11.Pasang: • Connector Self-diagnosis signal 15.0–5. Putar mur penyetel “3” kearah “a” atau “b” hingga didapat gerak bebas handel gas yang sesuai dengan spesifikasi.Lepaskan tombol “DOWN” dan “UP” jika setelan sudah dipilih. lakukan penyetelan pada sisi tangkai kemudi.Setel kadar CO dengan menekan tombol “UP” dan “DOWN”. Putar mur penyetel “2” ke arah “a” atau “b” hingga didapat gerak bebas handel gas yang sesuai dengan spesifikasi. Kencangkan Mur pengunci Kondisi kadar CO dan putaran langsam mesin akan tampak pada layar LCD yang ada pada FI diagnostic tool. c. Setel: • Gerak bebas handel gas MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 10. Kendorkan mur pengunci “2”. c. Geser karet penutup setelan “1” b.

028–0. 4. bersihkan lubang dikitar busi. PERHATIAN: Sebelum melepas busi. Kencangkan mur pengunci e. dan gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri. Pasang: • Busi/Spark plug Busi/Spark plug 13 Nm (1. bersihkan gasket dan permukaan dudukan busi dari kotoran. Buka: • Busi/Spark plug ECA13330 CATATAN: Sebelum memasang busi. Pabrikan/model NGK/CR8E Pabrikan/model DENSO/U24ESR-N 5. putih ke abu-abuan 6. Bersihkan: • Busi/Spark plug (dengan pembersih busi atau sikat) MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN CATATAN: Untuk menghasilkan pemeriksaan saat pengapian yang sempurna. pastikan kabel gas tidak tertarik.8 mm (0. dalam kondisi terpasang sempurna dan tidak terdapat karat. 9. EAS20700 T. 9. pastikan kabel yang berhubungan dengan pengapian.031 in) d. Periksa: • Tipe Busi/Spark plug Tidak sesuai → Ganti. Periksa: • Electrode “1” Rusak/Aus → Ganti busi • Insulator “2” Warna tidak normal → Ganti busi Warna normal.MESIN 7. Pasang: • Cap Busi 10. 1. agar kotoran tidak terjatuh kedalam cylinder melalui lubang busi. hidupkan mesin.3 m·kg. Kembalikan posisi karet penutup setelan. R. Lepaskan: • cap Busi/Spark plug cap 3. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.Pasang: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. EWA12930 PERINGATAN Setelah menyetel gerak bebas handel gas.7–0. 2. Ukur : • Kerenggangan busi “a” (dengan thickness gauge) Diluar spesifikasi → Setel celah busi. Buka: • Baut cap Timing mark “1” 1 3-7 .4 ft·lb) MEMERIKSA BUSI/ SPARK PLUG 1. dengan udara bertekanan. dan putaran mesin tetap stabil LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20690 8. b 1 a 3 2 Celah busi 0.

tenaga mesin akan berkurang. 3. dengan tanda “b” yang terdapat pada rotor generator.) 8. 4. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. bersihkan lubang disekitar busi dengan udara bertekanan. Pasang: • Baut cap Timing mark (dengan O-ring Baru ) EAS20710 MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI CATATAN: Jika tekanan kompresi tidak standart. Putaran langsam mesin 1. 2. 6.500 r/min b. pemakaian bensin boros. untuk menghindari kotoran masuk kedalam cylinder melalui lubang busi.300–1. Lepaskan: • Busi/Spark plug ECA3C11007 PERHATIAN: Sebelum melepas busi. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 3. Pasang: • Compression gauge “1” Compression gauge 90890-03081 Engine compression tester YU-33223 a b CATATAN: Penyetelan saat pengapian tidak dapat dilakukan LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3-8 . Ukur: • Kelonggaran klep diluar spesifikasi → Setel lihat bagian “MENYETEL KELONGGARAN KLEP” halaman 3-3. (Selang bensin jangan dicabut. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1. Lepas: • Digital tachometer • Timing light 7. (selang bensin jangan dilepaskan. Buka: • Cap Busi 5. Periksa: • Saat pengapian/Ignition timing a. Pasangkan: • Timing light “1” • Digital tachometer Timing light 90890-03141 Inductive clamp timing light YU-03141 6. Tanda tidak tepat → Periksa sistim pengapian. 8. dan selanjutnya matikan mesin.MESIN 2. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. dan biarkan beberapa saat pada putaran langsam. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan. Periksa tanda penepatan “a” yang ada pada tutup generator. 1 5. Angkat bagian depan tangki.) 4. 7. Angkat tangki bensin bagian depan. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.

Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. (dan lihat tabel dibawah) Tekanan kompresi (dengan oli dimasukkan ke dalam cylinder melalui lubang busi) Kondisi Diagnosa MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 13. EAS28920 MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN 1. hingga tekanan kompresi stabil. Putar kunci kontak ke “ON”. • Pada saat memeriksa dengan dipstick “1”. masukkan sedikit oli kedalam lubang busi dan periksa kembali tekanan kompresi. Ukur: • Tekanan kompresi Diluar spesifikasi → lihat langkah (c) dan (d). putar mesin.Buka: • Compression gauge 11. dan tidak bertambah lagi. Jika tekanan kompresi dibawah spesifikasi minimum. 3-9 .3 m·kg. T.1 kgf/cm²) Minimum–maximum 440–580 kPa (62.ring piston aus atau kan jika tanpa oli patah → ganti/perbaiki Piston. Jika tekanan kompresi lebih tinggi dari spesifikasi maksimum. Dengan handel gas terbuka penuh. Standart tekanan kompresi (tergantung ketinggian air laut) 510 kPa (72. d. Hidupkan mesin untuk beberapa saat. Klep. dan selanjutnya matikan mesin.MESIN • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.4 ft·lb) 1 9. 9. ada endapan carbon → Bersihkan. CATATAN: • Sebelum memeriksa ketinggian oli. Periksa: • Ketinggian oli mesin Batas ketinggian oli mesin harus berada diantara batas garis minimum “a” dan batas garis maksimum “b”.8 kgf/cm²) a. kepala klep dan kepala piston dimungkinkan ada endapan carbon. periksa cylinder head. masukan dipstick ke lubang oli tanpa diputar.Pasang: • Cap busi/Spark plug cap 14. biarkan mesin berhenti beberapa saat agar oli mengendap. atau yang lebih tinggi. b. c.5 psi) (5. CATATAN: • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor dalam posisi rata 2. Jika berada dibawah batas minimum → Tambahkan dengan oli yang disarankan.6–82.4–5. Tegakkan sepeda motor dengan sempurna. 3. Gasket cylinder head atau Sama dengan tanpa oli Piston dimungkinkan rusak → Perbaiki LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 1 b a Tipe Oli : Tingkatan oli yang disarankan SAE20W40 atau SAE20W50 API service tipe SG JASO standard MA.Pasang: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 12. 10.Pasang: • Busi/Spark plug Busi/Spark plug 13 Nm (1. 1 Lebih tinggi dibanding.5 psi) (4. R.

qt) Tanpa membuka element filter oli : 0.qt) 9. Buka dipstick/tutup lubang oli “1” dan elemen saringan oli bawah “2”. 4. tunggu beberapa saat. Pasang O-ring baru “3”. 3. untuk pemanasan dan selanjutnya matikan mesin. 7. biarkan mesin berhenti beberapa saat agar oli mengendap.2 m·kg. Jika saringan oli bawah juga akan dibersihkan. T. Periksa kembali ketinggian oli mesin.22 US qt) (1.00 L (1.2 ft·lb) MENGGANTI OLI MESIN 1.Periksa kembali: • Mesin (dari kemungkinan ada kebocoran oli) 4.84 Imp. Pasang: • Saringan oli bawah/strainer • Per/Spring • O-ring Baru • Baut penguras mesin Baut penguras mesin 32 Nm (3. 11. Kuras: • Oli mesin (keseluruhan dari dalam crankcase) 5. Pasang element filter dan penutup element filter. tunggu beberapa saat. R. CATATAN: Sebelum memeriksa ketinggian oli. 2. dengan posisi tepat dibawah baut penguras oli. 1 8. Tempatkan nampan dibawah mesin. Periksa: • Saringan oli mesin bawah/strainer Kotor→ bersihkan 7. Hidupkan mesin beberapa saat.01 Imp.06 US qt) (0.0 m·kg. Pasang: • Dipstick/penutup lubang pengisi oli 10. a. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3-10 . lalu matikan.00 US qt) (0. R. 5. Baut penutup element filter oli 10 Nm (1. dan matikan.qt) 5 4 3 2 2 Dengan membuka element filter oli : 1.Hidupkan mesin beberapa saat. b. ikuti prosedur di bawah ini. Hidupkan mesin beberapa saat.88 Imp. agar oli mengendap. Buka: • Dipstick (penutup lubang pemasukan oli) “1” • Baut penguras oli mesin “2” • O-ring “3” • Per/Spring “4” • Saringan oli bawah/Engine oil strainer “5” LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6. 23 ft·lb) T.MESIN ECA3C11024 PERHATIAN: Jangan sampai material lain masuk kedalam crankcase. EAS20810 2 Baru 3 1 c.15 L (1.95 L (1. Isi: • Oli ke Crankcase (dengan kapasitas dan spesifikasi oli yang disarankan) Kapasitas oli Kapasitas total 1.

Gerak bebas kabel kopling 10. Kendorkan mur pengunci “1”. lakukan penyetelan pada penyetel di bagian sisi mesin . dan periksa adakah oli mengalir keluar dari lubang pemeriksa aliran oli. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20870 MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING 1. element filter oli. pompa oli.Periksa: • Tekanan aliran oli a.0 mm (0. Kendorkan mur pengunci “2”. c.MESIN 12.59 in) T.Periksa: • Ketinggian oli mesin lihat bagian “MEMERIKSA OLI MESIN" halaman 3-9. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau "b" hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang disarankan. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2.0–15. Hidupkan mesin kembali. Kearah “a” Gerak bebas kopling bertambah Kearah “b” Gerak bebas kopling berkurang MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 1 2 b. Singkap karet penutup setelan “1” b. Hidupkan mesin dalam kondisi langsam. Kearah “a” Gerak bebas kopling bertambah Kearah “b” Gerak bebas kopling berkurang 3-11 . matikan mesin dan periksa penyebabnya. Periksa jalur aliran oli. dari penyetelan sisi tangkai kemudi. dan periksa kembali aliran oli e. Kencangkan baut pemeriksa aliran oli. Putar baut penyetel “2” ke arah “a” atau “b” hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang disarankan. b.39–0. 13. lihat bagian “POMPA OLI” halaman 5-49. Baut pemeriksa aliran oli 7 Nm (0. Periksa: • Gerak bebas kabel kopling “a” Diluar spesifikasi → Setel. Setel : • Gerak bebas kabel kopling Setelan pada sisi tangkai kemudi a. R. Setelan pada sisi mesin a. setelah masalah ditemukan. dari kerusakan atau kebocoran.1 ft·lb) 3 a b d. c. Kencangkan mur pengunci e. Tutup kembali karet penutup setelan CATATAN: Jika gerak bebas kopling sulit di dapat. Buka secara perlahan baut pemeriksa oli “1”. 5. jika tidak ada oli yang keluar.7 m·kg. d.

5. dan panas mesin yang berlebihan / overheating. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKIBENSIN” halaman 7-1. Dan dimungkinkan akan mempengaruhi kerja throttle body. Bersihkan: • Saringan udara “1” Semprot dengan udara bertekanan.5 ft·lb) 4. EAS3C11007 1 MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA 1. R. 2. bersihkan saringan udara. 6. rumah saringan udara. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 6. CATATAN: Pastikan saringan udara terpasang dengan sempurna.9 m·kg. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Jika terdapat debu dan air. 3-12 . dan kerusakan mesin. dan indikator debu. hal ini akan mengakibatkan keausan komponen mesin bagian dalam. buka: • Penutup saringan udara “1” • Saringan udara T. Pasang : • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. dan mengakibatkan kemampuan mesin yang buruk. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Kencangkan mur pengunci Mur pengunci 9 Nm (0. pada rumah saringan. 2. a b 2 1 1 c. Periksa: • Saringan udara Rusak → Ganti. semprot dari dalam keluar pada saringan udara. Pasang: • Saringan udara • Penutup rumah saringan udara (terdapat gaskets) ECA3C11025 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20921 MEMBERSIHKAN SARINGAN UDARA MESIN CATATAN : Yang terlihat pada gambar “1” adalah indikator kondisi saringan udara. 1. Periksa: • Joint Throttle body “1” • Joint rumah saringan udara mesin “2” Retak/rusak → Ganti.MESIN 3. PERHATIAN: 1 Jangan menjalankan mesin tanpa saringan udara terpasang.

EAS21080 MEMERIKSA SALURAN BENSIN 1. Periksa: • Knalpot “1” Bocor/retak → Perbaiki/ganti • Gasket knalpot “2” ada kebocoran → ganti 2. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 1 MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN 1. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. EAS21030 1 3. pada jalur yang benar. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 2. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 11 ft·lb) Baut knalpot 20 Nm (2. 1. Sambungan kendor → perbaiki. Periksa: • Kekencangan baut pengikat knalpot • Mur knalpot “3” • Mur knalpot “4” Mur knalpot 15 Nm (1. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang rata CATATAN: • Sanggah sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor dalam kondisi rata 3-13 . Pasang : • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. R. EAS21050 4 4 2 MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN MESIN PADA CYLINDER HEAD 1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.0 m·kg. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.4 ft·lb) T.5 m·kg. 3. Periksa: • Selang bensin “1” retak/bocor → Ganti Sambungan kendor → Perbaiki. 2 1 3. 2. Periksa : • Selang pernafasan cylinder head “1” retak/bocor → Ganti. 1 3 EAS21110 MEMERIKSA KETINGGIAN AIR PENDINGIN 1.MESIN ECA14920 PERHATIAN: Pastikan jalur selang pernafasan mesin. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.

Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. dan periksa kandungan coolant. 3. Buka: • Panel depan • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 3-14 . tunggu beberapa saat agar air mengendap. Periksa : • Ketinggian air pendingin/coolant Ketinggian air pendingin/ coolant harus berada diantara batas atas “a” dan batas minimum "b" Jika berada pada batas minimum → Tambah air/coolant hingga tanda batas atas CATATAN: untuk membuka tutup tangki reservoir “1”. Buka: • Tutup radiator “1” Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin. Jika penambahan dengan air. EAS21130 ECA13470 PERHATIAN: • Tambahkan air. • Tempat duduk/jok • Panel depan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. a b 4 2 5 1 3 1 3. jika tidak tersedia. pastikan air penambahan dalam kondisi tidak mengandung garam. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 4. MEMERIKSA SITIM PENDINGINAN 1. buka penutup samping kiri. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Pergunakan hanya air destilasi. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan dan selanjutnya matikan mesin. • Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2. Periksa: • Ketinggian air pendingin/Coolant CATATAN: MENGGANTI AIR PENDINGIN/ COOLANT 1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.MESIN EAS21120 2. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. atau asam. atau coolant yang disarankan. Periksa : • Radiator “1” • Selang masuk Radiator “2” • Selang keluar Radiator “3” • Selang reservoir coolant “4” • Selang pernafasan Pompa air “5” retak/rusak → ganti lihat bagian “RADIATOR” halaman 6-1. pergunakan air yang bersih. • Rumah saringan udara lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2.

Pasang: • Baut penguras air pendingin/coolant (terdapat washer tembaga Baru ) Baut penguras air pendingin/coolant 7 Nm (0.1 ft·lb) 9. EWA13040 . Kuras: • Air pendingin/Coolant (keseluruhan dari mesin dan radiator) 5.22 Imp. sambil ditekan kedalam. mempunyai tekanan yang tinggi.7 m·Kg.25 L (0.1 ft·lb) 11.qt) Penanganan air pendingin/coolant Coolant dapat merusak komponen-komponen lainnya. dan secara perlahan. 5. Buka : • Reservoir coolant“2” • Tutup reservoir coolant “3” PERINGATAN • Jika coolant terpecik ke mata. ikuti petunjuk berikut ini. 3-15 . . R. 4. dan lepaskan tutup radiator. Pasang: • Reservoir coolant Baut reservoir coolant 7 Nm (0. putar tutup radiator. dan segera bawa ke dokter. Jika radiator telah dingin.MESIN 3 2 1 EWA13030 PERINGATAN Air didalam radiator yang panas. Lepaskan: • Selang reservoir coolant “1” 6. Tempatkan kain lap diatas tutup radiator. putar tutup radiator satu kali kekiri biarkan tekanan panas dari dalam radiator keluar setelah dirasakan tidak ada tekanan yang keluar. untuk membuka tutup radiator. Kuras : • Air pendingin/Coolant (dari reservoir coolant ) 8. untuk itu jangan membuka tutup radiator jika radiator dalam kondisi panas. tekanan air yang panas akan menyemprot keluar. Pasang: • Selang reservoir coolant 10.Isi: • Air pendingin/coolant (dengan kapasitas dan tipe pendingin yang disarankan) Coolant yang disarankan : YAMAHA GENUINE COOLANT High-quality ethylene glycol antifreeze containing corrosion inhibitors untuk aluminum engines Perbandingan campuran 1:1 ( coolant : air ) Kapasitas Radiator (termasuk jalur selang) 0. sekali lagi kearah kiri.79 L (0. 3.qt) Kapasitas reservoir (hingga batas atas) 0. T.7 m·Kg.84 US qt) (0. untuk itu hati-hati dalam penanganannya. 5. Buka: • Baut penguras air pendingin/Coolant “1” (terdapat washer tembaga) 7.70 Imp. cuci dengan air. dan mengakibatkan kecelakaan yang serius.26 US qt) (0.

CATATAN: Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin. segera rendam dan cuci dengan air dan sabun 9 Jika coolant tertelan. pergunakan air yang tidak mengandung asam atau garam. 16. • Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.Hidupkan mesin beberapa saat. untuk itu segera bawa kedokter. jika hal ini terpaksa dilakukan. 9Jangan mencampur antara dua tipe coolant 12. 9Pergunakan hanya air destilasi. dapat mengakibatkan mual. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. periksa segera kandungan antifreeze jika memungkinkan. 17. 9Jika cairan coolant menyentuh permukaan cat.Pasang: • Tutup reservoir coolant 15. dan selanjutnya matikan mesin.Pasang: • Radiator cap 13.Pasang: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.Pasang: • Rumah saringan udara lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 3-16 .Isi: • Air pendingin/coolant reservoir (dengan air pendingin/ coolant hingga batas atas “a”) a 14.Periksa: • Permukaan air pendingin/Coolant level lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN AIR PENDINGIN” halaman 3-13. segera bersihkan dan cuci dengan air.9 9 9Jika coolant menyiram pakaian. MESIN 18. biarkan mesin berhenti sesaat agar air pendingin mengendap. cPERHATIAN 9Penambahan air dengan air biasa akan mempengaruhi kandungan antifreeze di dalam coolant. • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. jika air destilasi tidak tersedia.

0 mm (0. Periksa: • Ketinggian minyak rem Jika berada di batas bawah “a” → Isi dengan minyak rem yang disarankan. air akan memperendah titik didih. EAS21250 3. untuk itu.0–30. segera bersihkan dengan kain lap. • Pada saat penambahan minyak rem. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar CATATAN: MENYETEL REM BELAKANG 1. dan cat. Setel: • Gerak bebas pedal rem a. MEMERIKSA KAMPAS REM Ikuti prosedur pemeriksaan kampas rem dibawah ini. Setel: • Lampu rem belakang lihat bagian “MENYETEL LAMPU REM BELAKANG” halaman 3-18. Kearah “a” Gerak bebas pedal rem bertambah Kearah “b” Gerak bebas pedal rem berkurang MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM EWA13090 PERINGATAN • Pergunakan minyak rem yang disarankan. dalam posisi lurus 2.. jangan sampai kandungan air masuk ke reservoir. Periksa: • Gerak bebas pedal rem “a” Diluar spesifikasi → Setel. Putar mur penyetel “1” kearah “a” atau ke “b” hingga didapat spesifikasi standart. dan pemampuan pengereman yang buruk. dan menimbulkan gelembung gelembung udara. 3-17 .RANGKA/CHASSIS EAS21140 EAS21240 RANGKA/CHASSIS EAS21220 MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM 1. harus sama dengan minyak rem yang telah ada. Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4 a a 2. akan mengakibatkan kerusakan seal karet. pastikan posisi tangki reservoir minyak rem.18 in) • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor. CATATAN: PERHATIAN Setelah menyetel gerak bebas pedal rem. • Penambahan minyak rem. Gerak bebas pedal rem 20. pe makaian minyak rem yang kurang bagus. Percampuran dua minyak rem akan mengakibatkan reaksi kimia yang memperburuk pengereman. dalam posisi tegak lurus. pastikan rem tidak mencengkeram tromol rem LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk menjamin ketinggian minyak rem yang benar. ECA13540 a b 1 PERHATIAN: ECA3C11018 Minyak rem dapat mengakibatkan kerusakan komponen plastik.79–1.

2. pada saat menyetel mur penyetel “2” kearah “a” atau “b” hingga lampu rem menyala beberapa saat. lihat bagaian “REM DEPAN” halaman 4-14. Periksa: • Selang rem Ada kebocoran → ganti selang rem. Tahan bodi switch lampu rem “1” agar tidak ikut berputar.RANGKA/CHASSIS 1. EAS21310 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG 1. • Minyak rem terlalu rendah 3-18 . lihat bagian “REM BELAKANG” halaman 4-26. Periksa : • Indikator keausan sepatu rem “1” mendekati batas keausan “2” → ganti sepatu rem satu set. Periksa: • Saat nyala lampu rem belakang Tidak tepat → Setel 2. 1. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21340 BUANG ANGIN/BLEEDING SISTEM HYDRAULIC REM EWA13100 PERINGATAN Lakukan tindakan bleeding hydraulic rem jika : • Setelah membongkar sistim hydraulic • Membuka atau mengganti selang rem. Switch lampu rem harus disetel dengan kondisi lampu rem menyala terlebih dahulu sebelum rem mulai mengerem. sebelum rem bekerja. Kearah “a” Lampu rem menyala lebih cepat Kearah “b” Lampu rem menyala lebih lambat MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 2. 2 1 1 EAS21330 MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG CATATAN: EAS21270 MEMERIKSA SELANG REM DEPAN 1. Periksa : • Kampas rem depan Jika sampai batas keausan “1” menyentuh disc → Ganti kampas rem satu set lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. Setel: • Saat mulai menyala lampu rem belakang a. Periksa: • Selang rem “1” Retak/rusak/bocor → Ganti Switch lampu rem belakang bekerja berdasarkan pergerakan pedal rem. Tarik tuas rem. Periksa: • Klem selang rem Kendor → kencangkan 3. 2. Tegakkan sepeda motor dan mainkan rem depan beberapa kali. Operasikan pedal rem belakang. 4.

R. Kendorkan baut bleeding CATATAN: 1 Kendorkan baut bleeding. karena posisi tuas rem dalam kondisi mengerem. dan lepaskan ikatan tuas rem. dan suku cadang lainnya. 2. Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah. ikat tuas rem pada tangkai kemudi. 4. lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM” halaman 3-17. j. h. dan angkat roda belakang dari tanah. dan jika rantai terputus. akan menimbulkan kecelakaan yang tidak diharapkan. ikat dan jangan dilepaskan. EWA13110 PERINGATAN Setelah melakukan tindakan bleeding. f. b. tuas rem beberapa kali. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang datar EWA13120 T. harus di lakukan pada titik terkencang dari posisi rantai. 9 Pada saat melakukan bleeding / buang udara. akan berakibat udara masuk pada sistim rem. agar gelembung udara mengalir keatas. Tempatkan ujung selang plastik yang lain pacawan penampung. pastikan minyak rem tersedia cukup pada reservoir jika hal ini tidak diperhatikan. i. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM k. Ulangi tahap (e) hingga (h) hingga gelembunggelembung udara keluar dari sistim pengereman melalui selang trasparan. Buka: • Tutup master cylinder rem “1” g. dan tekanan dalam sistim rem akan keluar. Tarik secara penuh tuas rem. biarkan beberapa saat agar minyak rem mengendap. dan udara keatas. periksa kemampuan pengereman LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. Kencangkan baut bleeding. Jaga kekencangan rantai pada batas spesifikasi 1. Pasang diaphragma reservoir master cylinder c. 2 PERINGATAN 1 Sanggah sepeda motor dengan sempurna.6 m·kg. Kencangkan baut bleding sesuai spesifikasi Baut bleeding 6 Nm (0. ECA13550 cPERHATIAN Apabila kekencangan rantai terlalu kencang. Tarik secara perlahan. CATATAN: d. Isi minyak rem pada reservoir hingga batas atas dengan minyak rem yang disarankan. akan membebani mesin. e. dan mengharuskan anda melakukan prosedur total bleeding yang memakan waktu yang cukup lama.3 ft·lb) CATATAN 9 Hati-hati pada saat mengisi minyak rem pada reservoir jangan sampai tumpah. untuk menghindari bahaya terbalik. Pasang: • Tutup master cylinder rrem EAS21420 MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI CATATAN: Pemeriksaan kekencangan rantai. Isi tangki reservoir rem hingga batas atas dengan minyak rem yang disarankan. Pasangkan plastik transparan pada ujung baut bleeding “2”. Buang udara/Bleed: • Sistim Hydraulic rem a. 3-19 . 9 Jika mengalami kesulitan.RANGAK/CHASSIS • Pengereman tidak maksimal 1.

58 ft·lb) g.. Kencangkan mur as roda 3-20 . Putar roda belakang dan cari titik terkencang dari posisi rantai. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN b a 5 4 3 Sanggah sepeda motor dengan sempurna. d. EAS21510 MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/ STEERING HEAD 1. T. Lepaskan cotter pin “2” Kendorkan mur batang torsi “3”. Setel : • Kekencangan rantai a. Kearah “a” Rantai bertambah kencang Kearah “b” Rantai bertambah kendor MELUMASI RANTAI PENGGERAK Rantai penggerak roda bekerja dengan banyak komponen part yang saling menunjang. b. Pasangkan cotter pin. Kencangkan mur batang torsi rem Mur batang torsi 19 Nm (1. 1 CATATAN : 2 Untuk menjamin kelurusan roda. untuk menghindari bahaya terbalik. Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai khusus tanpa O-ring. pergunakan minyak tanah untuk membersihkan. 4. c. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Kendorkan mur penyetel rem belakang “1”. satu dengan yang lainnya. Setel : • Gerak bebas pedal rem belakang lihat bagian “MENYETEL REM TROMOL BELAKANG” halaman 3-17. Periksa : • Kekencangan rantai “a” Diluar spesifikasi → setel. maka akan cepat mengalami keausan. samakan posisi kedua plat penyetel. pada daerah yang berdebu. CATATAN : Sanggah sepeda motor dengan penyangga. kanan dan kiri f. Mur as roda belakang 80 Nm (8. atau pelumas rantai. 3. lumasi dengan oli mesin.9 m·kg. T. EAS21450 Lakukan pemeriksaan rantai pada posisi antara As sprocket depan dan As sprocket belakang. khusus untuk rantai tanpa -O-ring. Periksa: • Kemudi/Steering head Pegang fork bagian bawah. R. 2. dan goyanggoyangkan kedepan dan kebelakang Goyang/kendor → Setel bearing kemudi/ steering head. e.0 m·kg. khususnya. sehingga perlu perawatan yang teratur.RANGKA/CHASSIS 2. 13 ft·lb) h. dan keringkan dengan kain lap. R. Jika rantai tidak dirawat dengan benar. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Kekencangan rantai 20–40 mm (0. hingga roda depan terangkat dari tanah.79–1.57 in) CATATAN: 5. Kendorkan mur as roda belakang “4” Putar plat penyetel kekencangan rantai “5” ke arah “a” atau “b” hingga didapat kekencangan rantai yang sesuai spesifikasi. EWA13130 PERINGATAN Selalu pergunakan cotter pin yang baru.

4 ft·lb) T. jika terasa berat. Kencangkan mur ring bawah “4” dengan steering nut wrench “5”. Pasang: • Bracket atas lihat bagian “KEMUDI/STEERING” halaman 4-43. b. dan kencangkan kembali yang kedua kalinya dengan kunci torsi dan steering nut wrench. Pasang washer karet “3”. Pasang lock washer “1” CATATAN: Pastikan pengait lock washer “a” tepat masuk pada kedua alur mur atas dan bawah “b”. atau ke kiri. g. 35 ft·lb) MEMERIKSA FORK DEPAN 1. h.3 m·kg. EAS21530 Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 Mur ring bawah (torsi pengencangan awal) 48 Nm (4. Pasangkan mur ring atas dengan tangan. R. Periksa: • Inner tube Baret/aus → Ganti T. Periksa kelancaran gerak kemudi. 3-21 .RANGKA/CHASSIS c. 4. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM d. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. Setel: • Kemudi/Steering head a. 3. 9. dan washer karet “3”. dan periksa bearing atas dan bearing bawah. lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD” e. f. dan tepatkan alur ring kedua mur dengan steering nut wrench. R. untuk menghindari bahaya terbalik. mur ring atas "2". dan tepatkan alur antar kedua ring nut. CATATAN: Setel kunci torque menyudut kekanan dengan steering nut wrench. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar. jika perlu tahan ring mur bawah.8 m·kg. Buka: • Bracket atas lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD” halaman 4-43. lepaskan bracket kemudi bawah. EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. jangan terlalu kencang Mur ring bawah (torsi pengencangan final) 13 Nm (1. Kendorkan mur ring bawah “4” secara penuh. 2. Pasang mur ring atas “2”. Buka lock washer “1”. EWA13140 PERINGATAN Pengencangan mur bawah. dengan cara membelokkan kemudi kekanan.

dapat mengakibatkan kecelakaan. pembonceng. Pergerakan tidak lancar → Perbaiki lihat bagian “FORK DEPAN” halaman 4-35. Periksa: • Tekanan angin ban Diluar spesifikasi → tambah angin PERINGATAN Sangat berbahaya. • Pengoperasian melebihi beban maksimum. barang bawaan.04 in) 3-22 .75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. berkendara dengan ban yang buruk. dan periksa kelancaran pergerakan tekanan balik suspensi.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. Periksa: • Permukaan ban Retak/aus → Ganti ban EWA3C11010 PERINGATAN • Pemeriksaan angin ban.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. dan kecepatan sepeda motor. Jika alur ban sudah dalam batas keausan. Tegakkan sepeda motor.0 mm (0. dan aksesoris EWA13190 EAS21660 MEMERIKSA BAN Ikuti prosedur dibawah ini. Kedalaman alur 2. Indikator keausan Batas keausan (depan) 1.00 kgf/cm²) BEBAN MAKSIMUM 205. harus disesuaikan deberat beban dari penumpang. sebaiknya dilakukan pada saat temperatur udara luar. 1. barang bawaan.0 mm (0. sama dengan temperatur udara ban • Tekanan angin ban. dan gerakkan tangkai kemudi kebawah dan keatas 4. untuk melakukan pemeriksaan ban. Dinding samping 3. Periksa : • Cara kerja fork depan Tekan tangkai kemudi kebawah. ganti ban dengan yang baru.00 kgf/cm²) Kondisi beban 90–205 kg (198–452 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1. aksesoris. 2.00 kgf/cm²) Kecepatan tinggi Depan 175 kPa (25 psi) (1.04 in) Batas keausan (belakang) 1. pengendara. 1. dan keatas beberapa kali. tarik tuas rem.RANGKA/CHASSIS • Seal oli Ada kebocoran oli → Ganti 3.0 kg (452 lb) * total beban: pengendara. Tekanan angin ban (diukur dalam kondisi dingin) Kondisi beban 0–90 kg (0–198 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.

atau setelah dibongkar.RANGKA/CHASSIS PERINGATAN 9Jangan menggunakan ban tubless. maka untuk mengganti ban luar. tapi segera ganti dengan ban yang baru jika kondisi telah memungkinkan untuk mengganti. A B Ban belakang ukuran 90/90–17M/C 49P Pabrikan/model IRC/NR72 Pabrikan/model DUNLOP/D102A PERINGATAN 9 Ban baru biasanya mempunyai daya cengkeraman pada permukaan jalan yang kurang. ban belakang CATATAN: Pelek dengan ban dalam dengan ban dalam Pelek tanpa ban dalam EWA14090 dengan ban dalam / tidak Untuk ban yang dilengkapi tanda arah putaran “1”: • Pasang dengan posisi "tanda arah panah" mengarah ke arah putaran ban. 1. sangat berbahaya dapat mengakibatkan kecelakaan dan fatal bagi pengendara. bawaan dari pabrik. dalam pemakaian dibawah jarak 100 Km. PERINGATAN Setelah dilakukan uji coba yang intensive oleh Yamaha Motor Co Ltd. 9Selalu lakukan penggantian ban dalam dan ban luar satu set. untuk pemeriksaan roda. • Tepatkan tanda marking “2” dengan posisi dudukan klep/pentil. tipe dan model ban depan dan belakang harus sama dengan model ban. Yamaha tidak memberikan jaminan "handling characteristic" jika memakai tipe dan bentuk ban yang berbeda dari yang disarankan Yamaha Ban depan Ukuran 2. Periksa: • Roda Aus/retak-retak → Ganti 3-23 . pergunakan dalam kecepatan normal jangan menggunakan kecepatan tinggi.75–17 41P Pabrikan / model IRC/NR72 Pabrikan / model DUNLOP/D102FA EAS21670 MEMERIKSA RODA Ikuti prosedur dibawah ini. dengan pelek bukan tubless. pastikan ban dalam telah terpasang dengan tepat pada alur pelek 9Tidak dibenarkan menambal ban dalam yang bocor. 9Untuk menghindari ban dalam terjepit. Ban depan B. bersamaan. untuk itu. 9Sehabis mengganti ban dalam. 9 Jika menggunakan ban dalam. pastikan ban dalam terpasang dengan sempurna. dalam keadaan darurat. hal ini bisa dilakukan. kencangkan mur pengunci klep udara "1" 9 A.

lakukan tindakan balancing roda. untuk itu. ganti kabel satu set dengan kabel bagian dalam. untuk melakukan pemeriksaan dan pelumasan kabel.RANGKA/CHASSIS EWA13260 PERINGATAN Jangan memperbaiki ban roda yang aus/ retak. dan masukkan beberapa tetes oli kedalam lubang ujung pembungkus kabel. akan mengakibatkan kerusakan kabel di bagian dalam. 3-24 . EAS21690 MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL Ikuti prosedur dibawah ini. Pelumas yang disarankan Gemuk Silicone EAS3C11040 MELUMASI PEDALPEMINDAH GIGI Lumasi engsel pedal pemindah gigi. Pelumas yang disarankan Gemuk Silicone EAS21720 CATATAN: Sehabis melakukan penggantian ban luar. EWA13270 PERINGATAN MELUMASI STANDART SAMPING Lumasi engsel standart samping dan komponen metal yang bergesekan Pelumas uyang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS21730 Kerusakan kabel bagian luar. dan komponen yang bergerak. Periksa: • Kelancaran kerja kabel penggerak Tidak lancar → Lumasi Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based CATATAN: MELUMASI STANDART TENGAH Lumasi engsel standart tengah dan komponen metal yang bergesekan Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS21740 MELUMASI SHOCK ABSORBER BELAKANG Lumasi engsel shock absorber belakang dan komponen yang bergesekan Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based Arahkan kabel mengarah ke atas. Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS3C11039 MELUMASI TUAS REM Lumasi engsel tuas rem. Periksa: • Kabel bagian luar Rusak → ganti 2. 1. EAS3C11041 Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based MELUMASI PEDAL REM Lumasi engsel pedal rem dan komponen metal yang bergesekan. EAS3C11038 MELUMASI TUAS KOPLING Lumasi engsel tuas kopling.

Lepaskan: • Bohlam lampu depan “4” b 4 1 a 3-25 . Setel: • Arah sinar lampu (keatas) Gerakkan rumah lampu depan “1” kearah “a” atau “b”. Buka: • Penutup bohlam “3” 6. Buka: • Lensa lampu depan “1” Jangan menyentuh langsung kaca bohlam. Pasang: • Penutup bohlam 7. EAS21780 MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN 1. biarkan lampu dalam kondisi dingin 5. Pasang: • Lensa lampu depan EAS21800 MENYETEL POSISI ARAH SINAR LAMPU 1. Pasang: • Bohlam lampu Baru Pasangkan bohlam lampu pengganti. EAS21770 Pada umumnya lampu depan. PERHATIAN: MEMERIKSA SEKRING lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” halaman 8-55. jauhkan dari kandungan oli dan cairan lain. dalam kondisi panas jauhkan dari benda yang mudah terbakar. pada holder lampu depan. 1 2. dan tangan anda. hal ini akan mengakibatkan umur dari bohlam akan menjadi pendek.SISTIM KELISTRIKAN EAS21750 EWA13320 SISTIM KELISTRIKAN EAS21760 PERINGATAN MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” halaman 8-55. Kearah “a” Arah sinar lampu keatas Kearah “b” Arah sinar lampu kebawah 2 3 4. bersihkan dengan kain lap yang mengandung thinner. Lepaskan: • Coupler lampu depan “2” 3. Sambung: • Coupler kabel lampu 8. dan efek penyinaran akan menjadi buruk. jika kaca bohlam tersentuh oleh cairan oli.

.......................................................................................................................4-12 MEMERIKSA HUB RODA BELAKANG................................ 4-23 MEMERIKSA MASTER CYLINDER REM DEPAN.............................................................4-6 MEMERIKSA RODA DEPAN ........................... 4-22 MEMASANG CALIPER REM DEPAN ................4-21 MERAKIT CALIPER R E M D E P A N ...........................................................................4-28 TANGKAI KEMUDI ................. 4-7 MEMASANG RODA DEPAN (CAKRAM) .................................................................................................................................................... 4-32 MEMASANG TANGKAI KEMUDI ....................................4-7 MENYETEL KESEIMBANGAN/BALANCE RODA DEPAN ......................................................... 4-4 MELEPAS RODA DEPAN.....................................................................................................................4-13 REM DEPAN..................................................................................4-6 MEMASANG RODA DEPAN....4-32 MEMERIKSA TANGKAI KEMUDI .................................................................4-23 MEMBONGKAR MASTER CYLINDER REM DEPAN ....... 4-19 MEMERIKSA CAKRAM RODA DEPAN ............................4-6 MEMERIKSA GEAR UNIT SPEEDOMETER ............................................................ 4-1 MEMASANG RUMAH SARINGAN UDARA ..............................................................................4-30 MELEPAS TANGKAI KEMUDI .............4-19 MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN ...................................................4-22 MELEPAS MASTER CYLINDER R E M D E P A N .............4-12 MEMASANG RODA BELAKANG (TROMOL) ............................................................................................ 4-14 PENDAHULUAN................................................................................... 4-3 RODA DEPAN......................................................................................................4-12 MEMERIKSA RODA BELAKANG........................................................................ 4-27 MEMASANG PLAT SEPATU REM BELAKANG ............................................................................................................................................4-23 MEMASANG MASTER CYLINDER REM DEPAN...............4-32 4 ........................4-12 MEMERIKSA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG ........... 4-7 MEMASANG RODA DEPAN......................................4-10 MELEPAS RODA BELAKANG (TROMOL).................................4-21 MEMBONGKAR CALIPER REM DEPAN.............................................RANGKA/CHASSIS RANGKA UMUM ......................................................... 4-27 MEMERIKSA KEAUSAN REM BELAKANG ..........................................................4-23 REM BELAKANG ......................................................................................4-20 MELEPAS CALIPER REM DEPAN.... 4-26 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG.......................... 4-8 RODA BELAKANG..........4-21 MEMERIKSA CALIPER REM DEPAN ....................................................

.................................................................4-38 MEMERIKSA GARPU DEPAN ...................... 4-46 MEMASANG KEMUDI/STEERING HEAD .........................................................................................4-38 MEMBONGKAR GARPU DEPAN.......................................4-56 MEMASANG RANTAI ............................... 4-39 MEMASANG GARPU DEPAN ................4-49 MEMASANG RELAY ARM..................................................................................................................................................................................... 4-46 MEMERIKSA KEMUDI/ STEERING HEAD .........4-46 UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG ...............4-49 MEMASANG UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG.....4-53 RANTAI PENGGERAK.................4-49 LENGAN AYUN/SWINGARM........................ 4-53 MEMERIKSA LENGAN AYUN/ SWINGARM ........................................................GARPU DEPAN.............................................................................. 4-53 MEMASANG LENGAN AYUN/SWINGARM ...................4-49 MEMERIKSA UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG ....................................................................................................................................................................................... 4-55 MEMERIKSA RANTAI ...............................................................................................................................................................................4-57 ......4-39 MERAKIT GARPU DEPAN....................................................................................................................4-41 KEMUDI/STEERING HEAD....................................... 4-43 MELEPAS BRACKET BAWAH.........4-48 MELEPAS UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG...................................................4-51 MELEPAS LENGAN AYUN/SWINGARM...................4-35 MELEPAS GARPU DEPAN.................................................4-49 MEMERIKSA CONNECTING ARM DAN RELAY ARM............

.

7 m • kg. T. R. T.1 ft • Ib) Nama komponen Panel depan kiri Panel depan kanan Tempat duduk/jok Pegangan pembonceng Panel belakang Penutup samping kiri Penutup samping kanan Penutup samping kiri Penutup samping kanan 8 Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 7 Nm (0.1 ft • Ib) T. 4 7 7 Nm (0. 3 5 9 26 Nm (2.7 m • kg. Keterangan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas. 5.1 ft • Ib) 7 Nm (0.1 ft • Ib) T. 5. R. R. 5.7 m • kg. 5. R.7 m • kg. 4-1 . T. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 R. 6 2 1 7 Nm (0.6 m • kg. 5.1 ft • Ib) R.7 m • kg. 19 ft • Ib) T.RANGKA UMUM EAS21830 RANGKA UMUM Membuka tempat duduk dan covers 7 Nm (0.

Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas T.0 m • kg.2 ft • Ib) lihat "RANGKA UMUM" halaman 4-1 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 7-1. 6 5 Nama komponen Tempat duduk/penutup samping dan kanan Tangki bensin 1 2 3 4 5 6 7 Rumah saringan udara Saringan udara Baut klem joint rumah saringan udaraAir Rumah saringan udara Selang pernafasan cylinder head Selang Air induction system (rumah saringan udara ke joint 3 cabang ) Silincer Air filter case 1 1 1 1 1 1 1 Jumlah 10 Nm (1. R. 7.0 m • kg.2 m • kg. T. Nomor R. 1. Kendorkan.4 ft • Ib) 10 Nm (1.RANGKA UMUM Melepas rumah saringan udara 1 2 7 4 3 2 Nm (0.2 ft • Ib) T. 7. Keterangan 4-2 . R.

RANGKA UMUM EAS3C11027 MEMASANG RUMAH SARINGAN UDARA 1. Pasanmg: • Klem joint rumah saringan udara CATATAN: Tepatkan "nok" “a” yang terdapat pada rumah saringan udara dengan slot “b” pada klem joint a b 4-3 .

kebalikan dari prosedur melepas 4-4 . R.0 m • kg. 3 LT 1 2 LS 60 Nm (6. 17 ft • Ib) LS (5 6 7 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 Kabel speedometer Mur as roda depan As roda depan Roda depan Gear unit speedometer Collar Disc brake ( T.3 m • kg. R. 5 4 Komponen yang dilepas Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. 43 ft • Ib) T.RODA DEPAN EAS21870 RODA DEPAN Melepas roda depan dan disc brake 23 Nm (2.

4-5 .RODA DEPAN Melepas roda depan LS Baru 1 2 3 4 Nomor 1 2 3 4 Seal oli Bearing Spacer Bearing Komponen yang d iilepas Jumlah 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas.

Bersihkan bagian luar dari hub roda depan b. Buka: • Seal oli • Bearing roda a. EAS21910 PERINGATAN Jangan membengkokkan as roda yang bengkok. Lepas: • Roda depan • Gear unit speedometer • Collar CATATAN: LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21920 MEMERIKSA RODA DEPAN 1.5 mm (0. 2. 3. Buka bearing roda “3” dengan bearing puller. Periksa: • As roda Gelindingkan as roda pada meja datar bengkok → Ganti EWA13460 Jangan menarik tuas rem depan. MEMBONGKAR RODA DEPAN 1. 4-6 . Tegakkan sepeda motor pada tempat yang datar EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna untuk menghindari bahaya terbalik 2. Periksa: • Ban • Roda depan Rusak/Aus → Ganti lihat bagian “MEMERIKSA BAN” halaman 3-22 dan “MEMERIKSA RODA” halaman 3-23.0 mm (0. pada saat roda depan dilepas.04 in) kebengkokan ke arah samping 0. 3. Buka seal oli “1” dengan obeng minus CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM untuk menjaga agar hub tidak rusak.02 in) c. tempatkan kain"2" diantara obeng dan hub.RODA DEPAN EAS21890 MELEPAS RODA DEPAN 1. Angkat: • Roda depan CATATAN: Sanggah sepeda motor dengan penyanggah hingga roda depan terangkat dari tanah. Ukur: • Kebengkokan ke arah atas “1” • Kebengkokan ke arah bawah “2” Kebengkokan diluar spesifikasi → Ganti kebengkokan ke arah atas 1.

disc brake harus terpasang. Pergunakan socket “4” untuk menekan bagian luar/outer race dari bearing dan seal oli. Periksa: • Unit gear speedometer Bengkok/rusak/aus → Ganti EAS21960 a. beri tanda “X 2” pada bagian bawah roda. penekanan hanya boleh pada outer race “3”. Pasang bearing baru dan seal oli. Lepas: • Pemberat/balancer yang ada 2. 1. • Pada saat menyetel keseimbangan/balance roda. alat balancer EAS21940 MEMERIKSA UNIT GEAR SPEEDOMETER 1. Pasang: • Bearing roda • Seal oli Baru a. beri tanda “X1” pada bagian bawah roda MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MERAKIT RODA DEPAN 1. d. Putar roda depan b. Periksa: • Bearing roda Bearing roda longgar atau macet → Ganti bearing roda. Pada saat roda berhenti.RODA DEPAN 4. dengan prosedur kebalikan dari melepas ECA3C11009 Baru MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERHATIAN: Penekanan pemasangan jangan sampai menekan inner race“1” atau ball “2”. CATATAN: c. roda. 4-7 . • Seal oli Aus/bocor → Ganti LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21970 MENYETEL KESEIMBANGAN RODA DEPAN/ BALANCE CATATAN: • Setelah mengganti ban. atau keduanya roda harus disetel keseimbangannya/ balance. Lepaskan roda e. Pada saat roda berhenti. Putar roda 90° dari posisi tanda “X 1” seperti posisi pada gambar. Putar: • Roda depan secara perlahan CATATAN: Tempatkan roda depan pada.

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM f. Pasang: • Roda depan 4. 17 ft·lb) LOCTITE® CATATAN: Kencangkan baut piringan rem. pasang kembali pemberat. Lumasi: • As roda/Wheel axle • Lidah seal oli • Gear unit speedometer Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 4. Jika keseimbangan masih belum merata.3 m·kg. CATATAN: Mulai dengan pemberat yang ringan b. Pasang: • Disc rem depan Baut disc rem depan 23 Nm (2. ulangi langkah (c) hingga (e) beberapa kali hingga roda dapat berhenti di berbagai titik secara merata g. R. Putar roda 90° pada alat balancer seperti pada gambar. Pasang balancer pemberat “1” pada arah yang berlawanan dengan tanda “X”. ulangi langkah balancer kembali. Periksa: • Piringan rem depan lihat bagian “MEMERIKSA PIRINGAN REM DEPAN” halaman 4-19. dengan pola silang. dan pastikan titik berat jatuh merata disemua bagian. Jika roda hanya berhenti pada titik tertentu. c. berikan pemberat yang berlawanan dari tanda LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL b. Ulangi langkah (b) dan (c) hingga roda betulbetul seimbang/ balance. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG RODA DEPAN (DISC) 1. Jika titik berat tidak merata. d.RODA DEPAN a. 3. Setel: • Keseimbangan roda depan a. Putar roda depan beberapa kali. T. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21990 3. Periksa: • Keseimbagngan roda depan 4-8 .

6. 43 ft·lb) T. Kencangkan: • As roda As roda 60 Nm (6. tekan tangkai kemudi kebawah beberapa kali. Pasang: • Roda depan CATATAN: Pastikan slot “a” pada gear unit speedometer masuk kedalam alur “b” pada outer tube. R.RODA D EPAN CATATAN: EWA3C11009 Pasang roda dengan tanda arah panah “1” kearah putaran roda.0 m·kg. a b 7. 5. PERINGATAN Pastikan jalur selang rem pada posisi yang benar ECA14140 PERHATIAN: Sebelum mengencangkan mur as roda. dan periksa apakah shock absorber dapat menekan kembali (rebound) dengan sempurna. 4-9 . Pasang: • Gear unit speedometer CATATAN: Pastikan "nok" pada gear unit speedometer masuk pada alur yang terdapat pada hub roda.

Komponen yang dilepas Mur penyetel pedal rem belakang Batang rem Per Pin Batang torsi rem Mur as roda belakang As roda belakang Plat penyetel rantai Collar Collar Roda belakang Sepatu rem Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. 13 ft • Ib) LS T.RODA BELAKANG EAS22020 RODA BELAKANG melepas roda belakang dan sepatu rem 80 Nm (8.9 m • kg.0 m • kg. T R. 9 12 4 1 11 6 LS 8 10 Baru 2 5 3 8 7 10 19 Nm (1. 58 ft • Ib) 9 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 . R. kebalikan dari prosedur melepas 4-10 .

6 5 6 2 (6) 3 Baru 4 LS 1 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 Komponen yang dilepas Sprocket roda belakang Collar Seal oli Bearing Hub roda belakang Damper hub roda belakang Bearing Spacer Jumlah 1 1 1 1 1 4 2 1 Keterangan Untuk pemasangan. R.RODA BELAKANG Membongkar roda belakang 10 Nm (1. 7.3 m • kg.0 m • kg. 31 ft • Ib) T. LS S 7 8 7 43 Nm (4. R.2 ft • Ib) S T. kebalikan dari prosedur melepas 4-11 .

EAS22110 Tempatkan sepeda motor pada tempat yang datar dan angkat roda belakang 2.RODA BELAKANG EAS22060 MELEPAS RODA BELAKANG (TROMOL) 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang rata EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. Roller rantai 2. untuk menghindari bahaya terbalik CATATAN: 3. 31 ft·lb) MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM CATATAN: • Pasang sprocket roda belakang. b. T. Buka: • Mur penyetel rem belakang “1” • Batang rem “2” • Per/Spring “3” • Pin “4” CATATAN: MEMERIKSA HUB RODA BELAKANG 1. Pasang sprocket roda yang baru. 2. Mur sprocket roda belakang 43 Nm (4. Sprocket roda belakang MEMERIKSA RODA BELAKANG 1. Periksa: • Sprocket roda belakang Keausan lebih dari 1/4 gigi “a” → Ganti rantai. Bersihkan hub roda belakang. sprocket depan. Ganti: • Sprocket roda belakang a. periksa: • Hub roda belakang retak/aus → Ganti • Damper hub roda belakang Pecah/mengecil → Ganti EAS22120 Tekan kebawah pedal rem.3 m·kg. khususnya pada permukaan singgung dengan sprocket. dan sprocket belakang satu set. Lepas baut pengunci pada sprocket roda belakang. 2 1 4 3. untuk melepas pin dari batang rem. EAS22090 b. MEMERIKA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG 1. Unjung gear bengkok → Ganti rantai. Kondisi bagus 1. Periksa: • Ban • Roda belakang Risak/Aus/Retak → Ganti lihat bagian “MEMERIKSA BAN” halaman 3-22 dan “MEMERIKSA RODA” halaman 3-23. Periksa: • As roda • Roda belakang • Bearing roda • Seal oli lihat bagian “MEMERIKSA RODA DEPAN” halaman 4-6. R. Ukur : • Keolengan roda kearah atas • Keolengan roda ke arah samping lihat bagian “MEMERIKSA RODA DEPAN” halaman 4-6. dengan tulisan pada sprocket menghadap ke luar. Lepas: • rem belakang CATATAN: 3 Tekan roda belakang ke depan. 4-12 . dan sprocket belakang satu set. dan lepaskan rantai dari gear sprocket. c. sprocket depan. 2.

58 ft·lb) 6. Setel : • Gerak bebas pedal rem lihat bagian “MENYETEL REM TROMOL RODA BELAKANG” halaman 3-17. Gerak bebas pedal rem 20.0 mm (0.79–1.RODA BELAKANG • Kencangkan mur pengunci pada tempatnya dengan pola silang. Pasang : • Sprocket roda belakang lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG” halaman 4-12 3. Setel: • kekencangan rantai lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19. R.57 in) 5. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS22180 MEMASANG RODA BELAKANG (TROMOL) 1.0–30. Kencangkan: • Mur roda belakang Mur roda belakang 80 Nm (8.0 m·kg. Lumasi : • As roda • Bearing roda Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 4.79–1. 4-13 . Lumasi: • Seal oli Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 2.18 in) T. Kekencangan rantai 20–40 mm (0.

REM DEPAN
EAS22210

REM DEPAN
Melepas kampas rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

T.

R.

1 2

3 2
T.

Nomor

1 2 3 4 5 6 7

R.

5 4

7

6
Komponen yang dilepas Jumlah

35 Nm (3,5 m • kg, 25 ft • Ib)

Ikuti prosedur dibawah ini, untuk melepas caliper rem depan. Holder selang rem Baut caliper rem depan Caliper rem depan Clip kampas rem Pin kampas rem Kampas rem depan Per kampas rem 1 2 1 2 1 2 1 Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas

T.

R.

Keterangan

4-14

REM DEPAN
Melepas master cylinder rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

.
R.

2 1 11

3 5
6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

4

T.

R.

S

10 Baru 8 7 9

12 6

6 Nm (0,6 m • kg, 4.3 ft • Ib)

T.

R.

26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)

Nomor

.
R.

Komponen yang dilepas Minyak rem

Jumlah

Keterangan Kuras minyak rem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Kaca spion Tutup reservoir master cylinder rem Holder diaphragma reservoir master cylinder Plat diaphragma reservoir master cylinder Plate Swirch lampu rem depan Baut union selang rem Washer tembaga Selang rem Tuas rem Holder master cylinder rem depan Master cylinder rem depan

1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Untruk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-15

REM DEPAN
Membongkar master cylinder rem depan

5

4 Baru

3 2 Baru 1

Nomor 1 2 3 4 5

Komponen yang dilepas Pelindung debu/Dust boot Circlip Washer Kit master cylinder rem Bodi master cylinder rem

Jumlah 1 1 1 1 1

Keterangan

Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-16

REM DEPAN
Melepas caliper rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)
T.

T.

R.

5 1 4

2 Baru 3 6

5

Nomor

T.

1 2 3 4 5 6

R.

35 Nm (3,5 m • kg, 25 ft • Ib)

Komponen yang dilepas

Minyak rem Holder selang rem Baut union selang rem Washer tembaga Selang rem depan Baut caliper rem depan Caliper rem depan 1 1 2 1 2 1

R.

Jumlah

Keterangan Ikuti prosedur dibawah ini untuk melepas caliper rem depan Kurasrem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.

Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas.

4-17

REM DEPAN
Membongkar caliper rem depan

7 1 1 6

6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

T.

R.

2

8

9 Baru 4
S

10 Baru

8
BF

S

9 Baru 10 Baru

S

5 3
Nomor komponen yang dilepas Jumlah keterangan Ikuti prosedur dibawah ini untuk membongkar caliper rem depan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Clip kampas rem Pin kampas rem Kampas rem Per kampas rem Bracket caliper rem Bodi caliper rem Baut bleeding/buang angin Piston caliper rem Seal piston caliper rem Seal debu caliper rem 2 1 2 1 1 1 1 2 2 2 Untuk merakit, kebalikan dari prosedur memebongkar

4-18

REM DEPAN
EAS22220

PENDAHULUAN
EWA 14100

PERINGATAN

Komponen bagian dalam disc brake, jarang sekali dilakukan pembongkaran Tetapi harus selalu dilakukan pemeriksaan dan perawatan : 9Jangan melakukan pembongkaran, jika tidak diperlukan. 9Jika ada bagian dalam sistim disc brake yang harus dilepas, kuras minyak rem, bersihkan bagian dalam dan isi minyak rem, pada batas yang telah ditentukan, setelah itu, lakukan bleeding/buang udara. 9Jangan menggunakan cairan pembersih, untuk membersihkan komponen dalam. 9Untuk pencucian komponen bagian dalam pergunakan minyak rem. 9Minyak rem dapat merusak plastik dan permukaan cat, untuk itu segera bersihkan jika minyak rem menyentuh plastik dan cat. 9Hindari mata anda dari percikan minyak rem, ini akan mengakibatkan luka yang serius TINDAKAN PERTAMA JIKA MATA ANDA TERKENA PERCIKAN MINYAK REM 9Rendam dengan air selama 15 menit dan, segera bawa kedokter untuk pengobatan
EAS22230

a. Tegakkan sepeda motor dengan penyanggah di bawah hingga roda depan terangkat b. Sebelum memerika keolengan piringan rem gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri untuk memastikan gerak bebas roda c. Lepas caliper rem. d. Pasangkan dial gauge pada sisi permukaan piringan rem. e. Posisi titik pengukuran pada 5 mm (0.20 in) dari garis luar piringan. 4. Ukur: • Ketebalan piringan rem Ukur ketebalan piringan dengan berbagai lokasi pengukuran. diluar spesifikasi → Ganti

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

Ketebalan piringan rem 3,5 mm (0,14 in) 5. Setel : • Kebengkokan piringan rem a. Buka baut pengikat piringan b. Geser piringan rem, dengan satu lubang c. Pasang piringan rem Baut piringan rem depan 23 Nm (2,3 m·kg, 17 ft·lb) LOCTITE®
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA DISC REM DEPAN 1. Lepas: • Roda depan lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-4. 2. Periksa: • Piringan rem Aus/oleng → Ganti 3. Ukur: • Kebengkokan piringan rem diluar spesifikasi → perbaiki /ganti

CATATAN:

Kencangkan baut pengikat piringan rem dengan pola silang.

T.

R.

Kebengkokan piringan rem 0,15 mm (0,0059 in)

4-19

REM DEPAN
2. Pasang: • Kampas rem • Per kampas rem
CATATAN:

Menggantianti kampas rem baru harus diikuti dengan mengganti per kampas rem satu set. a. Pasangkan plastik transparan “1” pada ujung baut bleeding “2”. dan tempatkan ujung selang yang lain pada penampung.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

d. Ukur kebengkokan piringan rem. e. Jika masih diluar batas spesifikasi, ulangi lagi proses semula hingga didapat keolengan piringan rem sesuai spesifikasi. f. Jika tetap tidak bisa sesuai dengan spesifikasi ganti piringan rem.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

6. Pasang: • Roda depan lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-4.
EAS22260

MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN
CATATAN :

b. Kendorkan baut bleeding, dan tekan piston caliper pada rem caliper dengan jari. c. Kencangkan baut bleeding baut bleeding 6 Nm (0,6 m·kg, 4,3 ft·lb)

Pada saat mengganti kampas rem, tidak perlu membuka selang rem atau membongkar caliper rem.
T.

R.

1. Ukur: • Keausan kampas rem “a” diluar spesifikasi → Ganti kampas rem satu set. Ketebalan kampas rem (dalam) 5,3 mm (0,21 in) Limit 0,8 mm (0,03 in) Ketebalan kampas rem (luar) 5,3 mm (0,21 in) Limit 0,8 mm (0,03 in)

d. Pasang kampas rem baru dan per kampas rem yang baru satu set.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

3. Periksa: • Ketinggian minyak rem dibawah tanda batas minimum “a” → Isi dengan minyak rem hingga batas maksimum. lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM” halaman 3-17.

a

a

4. Periksa: • Cara kerja tuas rem Ngempos, tidak pakem → Bleeding udara pada sistim rem hydraulic. lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING REM HYDRAULIC” halaman 3-18.

4-20

REM DEPAN
EAS22290

MELEPAS CALIPER REM DEPAN
CATATAN:

b. Buka seal piston caliper dan seal debu.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS22380

Sebelum membongkar caliper rem, kuras minyak rem dari sistim hydraulic rem 1. Buka: • Baut union selang rem. • Washer tembaga • Selang rem
CATATAN:

MEMERIKSA CALIPER REM DEPAN Jadwal anjuran penggantian komponen rem hydraulic Kampas rem Seal piston Seal debu Selang rem Minyak rem Jika sudah aus Setiap dua tahun Setiap dua tahun Setiap empat tahun Setiap dua tahun, dan setiap membongkar sistim pengereman

Masukkan ujung selang rem, kedalam penampung dan pompa minyak rem, dengan hati-hati.
EAS22320

MEMEBONGKAR CALIPER REM 1. buka: • Piston caliper rem “1” • Seal piston caliper rem “2” • Seal debu caliper rem “3”

1. Periksa: • Piston caliper rem “1” Karat/baret/aus → Ganti piston caliper rem • Caliper cylinder rem “2” Baret/aus → Ganti unit caliper rem. • Bodi caliper rem “3” retrak/rusak → Ganti unit caliper rem

1 2 3 1 2
a. Tiup dengan udara bertekanan pada lubang nepel selang “a” untuk mengeluarkan piston dari caliper rem.
EWA13550

• Jalur aliran minyak rem (Bodi caliper rem) Tersumbat → Tiup dengan udara bertekanan

EWA3C11012

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

PERINGATAN

Setiap membongkar caliper rem, ganti seal piston dan seal debu.

PERINGATAN

3

• Bungkus caliper piston dengan kain lap. untuk menghindari piston melejit keluar, tiup dengan udara bertekanan dari lubang nepel. • Jangan coba melihat jalannya piston keluar.

2

2

1
2. Periksa: • Bracket caliper rem. Retak/rusak → Ganti

a

4-21

REM DEPAN
EAS22400

ASSEMBLING THE FRONT BRAKE CALIPER
WARNING

9Sebelum merakit, pastikan komponen bagian dalam telah dibersihkan dan dilumasi dengan minyak rem yang baru. 9Jangan menggunakan cairan pembersih untuk membersihkan komponen bagian dalam, hal ini akan merusak seal dan merubah bentuk. 9Jika membongkar caliper rem, ganti seal piston, seal debu, caliper rem dengan yang baru.

3. Pasang : • Per kampas rem • Kampas rem • Caliper rem • Holder selang rem Baut caliper rem 35 Nm (3,5 m·kg, 25 ft·lb) Holder selang rem 7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb)

Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4
EAS22420

lihat bagian “MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN” halaman 4-20. 4. Isi: • Reservoir master cylinder rem (dengan kapasitas dan tipe yang disarankan) Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4
PERINGATAN

T.

R.

MEMASANG CALIPER REM DEPAN 1. Pasang: • Caliper rem (sementara) • Washer tembaga Baru • Selang rem • Baut union selang rem Baut union selang rem 26 Nm (2,6 m·kg, 19 ft·lb)

EWA13530

PERINGATAN

Tempatkan jalur selang rem, sesuai dengan jalurnya, untuk menjamin keselamatan berkendara lihat "JALUR KABEL” halaman 2-33.
ECA14170

PERHATIAN :

Pada saat memasang selang rem pada caliper rem “1”, pastikan pipa ujung selang "a" menyentuh nok “b” yang terdapat pada caliper rem.

9Pergunakan hanya minyak rem yang disarankan, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan seal karet, dan kemampuan pengereman yang buruk. 9Penambahan minyak rem harus sama dengan minyak rem yang telah ada dalam sistim rem, percampuran antara dua jenis minyak rem, akan mengakibatkan pengereman yang buruk. 9Pada saat penambahan minyak rem, hati-hati jangan sampai kandungan air masuk kedalam master cylinder, hal ini akan membuat titik didih minyak rem menjadi rendah, dan mudah timbul gelembung-gelembung udara.
ECA13540

2. Lepas: • Caliper rem

T.

R.

PERHATIAN

Minyak rem dapat merusak permukaan cat, dan komponen yang terbuat dari plastik. untuk itu segera bersihkan jika tersiram minyak rem 5. Buang udara/Bleeding: • Sistim rem lihat bagian “BLEEDING / BUANG UDARA SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18. 6. Periksa: • Ketinggian minyak rem dibawah batas minimum “a” → Isi dengan munyak rem yang disarankan, lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN REM” halaman 3-17.

b a 1

4-22

REM DEPAN
EAS22500

a

MEMERIKSA MASTER CYLINDER REM DEPAN 1. Periksa: • Master cylinder rem “1” rusak/retak/aus → Ganti • Jalur aliran minyak rem “2” (pada bodi master cylinder) Tersumbat → Tiup dengan udara bertekanan

7. Periksa: • Pengoperasian tuas rem terasa ngempos, tidak pakem → Buang udara / bleeding sistim pengereman. lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.
EAS22490

1

2

MELEPAS MASTER CYLINDER REM DEPAN
CATATAN:

Sebelum melepas master cylinder rem depan, kuras minyak rem, dari semua sistim pengereman. 1. Lepaskan: • Switch lampu rem depan “1”
CATATAN:

Tekan pengait, untuk melepas switch rem depan yang terdapat pada master cylinder.

2. Periksa: • Kit master cylinder rusak/retak/aus → Ganti 3. Periksa: • Reservoir master cylinder rem retak/rusak → Ganti • Diaphragma reservoir master cylinder rusak/sobek → Ganti 4. Periksa: • Selang rem retak/bocor → Ganti
EAS22520

MERAKIT MASTER CYLINDER REM DEPAN
EWA13520

PERINGATAN

• Sebelum merakit komponen master cylinder bagian dalam, bersihkan komponen dengan minyak rem yang baru. • Jangan menggunakan cairan pencuci lain selain minyak rem. 2. Buka: • Baut union selang rem • Washer tembaga • Selang rem
CATATAN:
EAS22530

Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4 MEMASANG MASTER CYLINDER REM DEPAN 1. Pasang: • Master cylinder rem “1” • Holder master cylinder rem “2” Baut holder master cylinder rem 7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb)

Agar minyak rem tidak berhamburan, tempatkan penampung dibawah master cylinder dan di ujung selang rem.

T.

R.

4-23

REM DEPAN
CATATAN:

• Pasang holder master cylinder rem, dengan tanda “UP” menghadap ke atas • Tepatkan sambungan holder master cylinder, dengan tanda titik “a” yang ada pada tangkai kemudi • Pertama kencangkan baut atas , lalu bagian bawah

3. Isi: • Reservoir master cylinder (dengan kapasitas dan spesifikasi minyak rem yang disarankan) Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT4
EWA 13540

1

PERINGATAN

UP

a
2. Pasang: • Washer tembaga“1” Baru • Selang rem “2” • Baut union selang rem “3” Baut union selang rem 26 Nm (2,6 m·kg, 19 ft·lb)

2

9Pergunakan hanya minyak rem yang disarankan, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan seal karet, dan kemampuan pengereman yang buruk. 9Penambahan minyak rem harus sama dengan minyak rem yang telah ada dalam sistim rem, percampuran antara dua jenis minyak rem, akan mengakibatkan pengereman yang buruk. 9Pada saat penambahan minyak rem, hati-hati jangan sampai kandungan air masuk kedalam master cylinder, hal ini akan membuat titik didih minyak rem menjadi rendah, dan mudah timbul gelembung-gelembung udara.
ECA13540

EWA13530

PERINGATAN

Tempatkan selang rem sesuai jalurnya, untuk menjamin keselamatan berkendara. lihat bagian "JALUR KABEL” halaman 2-33.
CATATAN:

• Pasang selang rem, pada master cylinder dengan sudut pemasangan, seperti terlihat pada gambar. • Dengan menahan selang rem pada posisi ini, kencangkan baut union selang rem. • Gerakan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri untuk memastikan selang rem tidak menyentuh komponen yang lain (misalnya kabel, roda, kawat, dll) perbaiki jika ada gesekan.

T.

R.

PERHATIAN

Minyak rem dapat merusak permukaan cat, dan komponen part yang terbuat dari plastik, untuk itu, bersihkan segera jika menyentuh.
4. Buang udara/Bleeding: • Sistim rem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM REM HYDRAULIC” halaman 3-18. 5. Periksa: • Ketinggian minyak rem Pada batas minimum “a” → Isi dengan minyak rem yang disarankan lihat bagian “MEMERIKSA MINYAK REM" halaman 3-17.

a

1 Baru 3 2
60–80˚

6. Periksa: • Cara kerja tuas rem Ngempos, tidak pakem → Buang udara /bleding hydraulic rem

4-24

REM DEPAN lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18. 4-25 .

5 6 2 LS 1 S 2 43 Nm (4. 1 2 3 4 5 6 Sepatu rem Per sepatu rem Tuas cam rem Indikator keausan sepatu rem Camshaft rem Plat sepatu rem 2 2 1 1 1 1 Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas 4-26 . R. (6) Baru LS Nomor komponen yang dilepas Unit sepatu rem Jumlah Keterangan lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10.0 m • kg.2 ft • Ib) S T. 7. 31 ft • Ib) T.REM BELAKANG EAS22550 REM BELAKANG Membongkar sepatu rem 3 4 10 Nm (1. R.3 m • kg.

Ganti sepatu rem satu set. bersihkan permukaan dengan kain lap 2.lb) a.2 ft. Periksa: • Kampas sepatu rem Permukaan licin → perbaiki gosok permukaan kampas rem dengan amplas CATATAN: a Setelah mengamplas permukaan kampas rem.0 mm (0. Pasang camshaft rem. Periksa: • Camshaft rem Ruask/aus → Ganti EAS22690 MERAKIT PLAT SEPATU REM BELAKANG 1. 4-27 . dengan tanda marking “a” seperti posisi pada gambar MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM R.08 in) 4.kg.0 mm (5.0 mm (5. Ukur : • Ketebalan kampas sepatu rem “a” diluar spesifikasi → Ganti Ketebalan kampas rem 4.16 in) 1 a b.0 mm (0.16 in) Limit 2.REM BELAKANG EAS22681 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG 1. CATATAN: Baut tuas camshaft rem 10 Nm (1. Retak-retak → Perbaiki gosok permukaan dengan amplas halus 5. 7. Pasang: • Camshaft rem “1” • Indikator keausan sepatu rem “2” • Tuas camshaft rem “3” EWA3C11004 PERINGATAN T.12 in) Limit 131. Jangan sampai terdapat kandungan oli dan gemuk pada permukaan kampas rem.0 m. Ukur: • Diameter dalam tromol rem “a” diluar spesifikasi → ganti roda Diametr dalam tromol rem 130. Periksa: • Permukaan dalam tromol rem ada kandungan oli → bersihkan bersihkan kandungan oli. Masukkan nok “b” indikator keausan rem dengan alur yang terdapat pada as camshaft. dengan kain yang dibasahi thinner. jika ketebalan kampas rem sudah mendekati batas keausan 3.

Pasang : • Per sepatu rem “1” • Sepatu rem CATATAN: Baru • Lumasi pin pivot rem dengan gemuk coat of silicone. 2. Periksa: • Posisi indikator batas keausan. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11037 MEMERIKSA KEAUSAN TROMOL REM BELAKANG CATATAN: 2. lihat “MENYETEL REM TROMOL BELAKANG” pada halaman 3-17. pada tuas rem jika mendekati garis batas keausan. Tepatkan sambungan tuas camshaft “c” dengan alur pada as camshaft.REM BELAKANG Baru 1 A S A B c. Periksa: • Gerak bebas pedal rem belakang jika gerak bebas pedal rem tidak sesuai. B Baru 1 A-A 3 c B-B d. rubah posisi tuas camshaft rem. • Pasang per sepatu rem seperti pada gambar EWA3C11005 Setelah sepatu rem yang baru terpasang. Pastikan posisi sepatu rem tepat pada posisi. keausan tromol rem dapat diperiksa dengan melihat tanda batas keausan kampas rem “a” yang terdapat pada plat sepatu rem a PERINGATAN Jangan sampai kandungan gemuk menyentuh permukaan kampas sepatu rem. 1. • Jangan sampai per terlepas pada saat pemasangan. 4-28 .

REM BELAKANG 3. dan periksa indikator batas keausan kampas rem pada plat sepatu rem Jauh dari tanda keausan → tromol dapat dipakai Mendekati batas → ganti roda 4-29 . tekan tuas camshaft rem secara penuh sesuai arah panah pada gambar. dengan menekan pedal rem belakang ke bawah.

5.7 m • kg. 18 5 10 7 2 17 19 2 LS T.1 ft • Ib) T. 5. 19 ft • Ib) 7 Nm (0. LS R. R. 5. 7 Nm (0. R. 5. R. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kompone yang dilepas Kaca spion Plastik pengikat Ujung tangkai kemudi Saklar tangkai kemudi kanan Kabel gas Handel gas Switch lampu rem depan Holder master cylinder rem depan Spacer Unit master cylinder rem depan Kabel kopling Coupler switch koling Saklar tangkai kemudi kiri Switch kopling Handel gas Tuas kopling 4-30 .1 ft • Ib) Jumlah 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Keterangan T.1 ft • Ib) 26 Nm (2. 13 15 3 12 11 14 16 7 Nm (0.7 m • kg.7 m • kg. R.TANGKAI KEMUDI EAS22840 TANGKAI KEMUDI Melepas tangkai kemudi 7 Nm (0.1 ft • Ib) T. 3 1 6 LS 4 LS 9 1 8 T.7 m • kg.6 m • kg.

7 m • kg. R. R.7 m • kg.1 ft • Ib) Jumlah 1 2 1 Untuk pemasangan. 5. kebalikan dari prosedur melepas keterangan T. Nomor 17 18 19 Komponen yang dilepas Holder tuas kopling Holder tangkai kemudi atas Tangkai kemudi 4-31 . 7 Nm (0. R.1 ft • Ib) T. LS R. 5.7 m • kg.7 m • kg. 18 5 10 7 2 17 19 2 LS T. 5. 13 15 3 12 11 14 16 7 Nm (0.1 ft • Ib) T.TANGKAI KEMUDI Melepas tangkai kemudi 7 Nm (0.6 m • kg. 19 ft • Ib) 7 Nm (0.1 ft • Ib) 26 Nm (2. R. 3 1 6 LS 4 LS 9 1 8 T. 5.

TANGKAI KEMUDI EAS22860 EAS22911 MELEPAS TANGKAI KEMUDI 1. 3. Buka: • Pegangan kemudi “1” CATATAN: Tepatkan tanda titik “a” yang terdapat pada tangkai kemudi. Lepaskan: • Switch lampu rem depan “1” CATATAN : Sanggah sepeda motor dengan sempurna. sangat berbahaya. 19 ft·lb) Tekan pengait yang terdapat pada switch lampu rem depan yang berada pada master cylinder. Pasang : • Holder tuas kopling “1” CATATAN: Tepatkan celah holder tangkai kemudi dengan tanda titik “a” yang terdapat pada tangkai kemudi 4-32 . untuk menghindari bahaya terbalik. 2. diantara pegangan kemudi dan tangkai kemudi. 3. dengan permukaan atas holder bagian bawah Semprot dengan udara bertekanan. setel posisi tangkai kemudi CATATAN: R. ECA14250 T. dan selanjutnya kencangkan baut bagian belakang • Gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri jika menyentuh tangki bensin. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna untuk menghindari bahaya terbalik 2. Periksa: • Tangkai kemudi Bengkok/retak → Ganti EWA13690 (DEPAN) PERINGATAN Jangan mencoba meluruskan tangkai kemudi yang bengkok. dan secara perlahan lepas pegangan kemudi dari tangkai kemudi 2 2 1 a EAS22880 MEMERIKSA TANGKAI KEMUDI 1.6 m·kg. PERHATIAN • Pertama kencangkan baut holder bagian depan. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 MEMASANG TANGKAI KEMUDI 1. Pasang: • Tangkai kemudi “1” • Holder tangkai kemudi atas “2” Baut holder tangkai kemudi atas 26 Nm (2.

04–0.TANGKAI KEMUDI 1 a 4. Pasang: • Handel gas “1” • Kabel gas “2” • Saklar tangkai kemudi kanan “3” • Ujung pegangan CATATAN: a 1 b 5. Pasang: • Saklar tangkai kemudi kiri “1” CATATAN: LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6. 8. Lumasi dengan tipis coat of rubber adhesive pada ujung tangkai kemudi b. Bersihkan kelebihan rubber adhesive dengan kain bersih. berikan celah 3 mm (0. 7. dan bagian dalam dari handel gas dengan gemuk coat of the lithium-soap-based . • Masukkan ujung kabel gas pada lubang yang terdapat pada saklar tangkai kemudi. 4-33 . Pasang: • Kabel kopling CATATAN: Masukkan nok “a” yang ada pada saklar tangkai kemudi pada lubang “b” pada tangkai klemudi Lumasi ujung kabel gas dengan sedikit gemuk coat of lithium-soap. Pasang: • Master cylinder rem • Holder master cylinder rem lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. EWA3C11006 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERINGATAN Jangan sentuh pegangan tangkai kemudi hingga adhesive mengering CATATAN: • Lumasi ujung kabel gas. Masukkan pegangan tangkai kemudi. dan pasangkan handel gas pada tangkai kemudi. hingga penuh ke tangkai kemudi c.12 in) antara handel gas dan ujung tangkai kemudi. dan pasangkan handel gas • Masukkan nok “a” yang ada pada saklar tangkai kemudi dengan lubang “b” pada tangkai • Berikan jarak 1–3 mm (0. Pasang: • Pegangan kemudi “1” • Ujung pegangan “2” a.12 in) "a" diantara pegangan tangkai kemudi dengan ujung pegangan.

12–0.0 mm (0.39–0.TANGKAI KEMUDI 3 b 1 2 a c 9.0–15. Gerak bebas kabel kopling 10.0 mm (0. Setel: • Gerak bebas kabel kopling lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING” halaman 3-11.20 in) 4-34 .Setel: • Gerak bebas kabel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS” halaman 3-6. Gerak bebas handel gas 3.59 in) 10.0–5.

3 5 2 4 1 6 9 Nm (0. 15 ft • Ib) 23 Nm (2.0 m • kg. 17 ft • Ib) T. R.1 m • kg. 22 ft • Ib) Nomor T.GARPU DEPAN EAS22950 GARPU DEPAN Melepas kaki garpu depan 21 Nm (2. 30 Nm (3. untuk melepas kaki garpu depan Roda depan Caliper rem depan lihat bagian “RODA DEPAN” halaman 4-4. R. T. lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14.9 m • kg. R. R. 1 1 1 1 1 1 untuk pemasangan.3 m • kg. Kendorkan Kendorkan Kendorkan 1 2 3 4 5 6 T. 6. kebalikan dari prosedur melepas.5 ft • Ib) Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan ikuti prosedur dibawah. Fender depan Cap karet Baut pinch bracket atas Baut cap Baut pinch bracket bawah Kaki garpu depan 4-35 .

R.GARPU DEPAN Membongkar kaki garpu depan 23 Nm (2. 17 ft • Ib) T. untuk melepas kaki garpu depan. R. 1 2 Baru 3 4 12 6 Baru 5 7 Baru 14 Baru 10 15 11 13 8 LT 9 Baru 23 Nm (2. 17 ft • Ib) Keterangan Ikuti prosedur dibawah ini. Nomor Komponen yang dilepas Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Baut cap O-ring Spacer Washer Per garpu Seal debu Clip seal oli Baut damper rod Washer tembaga Damper rod Per rebound Inner tube Stopper Oil flow Seal oli 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4-36 .3 m • kg.3 m • kg. T.

R. kebalikan dari prosedur melepas. 17 ft • Ib) T. 4-37 . R. 1 2 Baru 3 4 12 6 Baru 5 7 Baru 14 Baru 10 15 11 13 8 LT 9 Baru 23 Nm (2. 17 ft • Ib) keterangan T.GARPU DEPAN Membongkar kaki garpu depan 23 Nm (2.3 m • kg. Nomor 15 Komponen yang dilepas Outer tube Jumlah 1 untuk pemasangan.3 m • kg.

PERINGATAN Sebelum melepas baut pinch atas. socket wrench “2” dan T-handle "3". hingga roda depan terangkat dari tanah. 1.GARPU DEPAN EAS22960 MEMELPAS KAKI GARPU DEPAN Untuk melepas kaki garpu depan ikuti prosedur di bawah ini. sanggah kaki garpu depan. Lepas • Garpu depan EAS22980 MELEPAS KAKI GARPU DEPAN Untuk melepas kaki garpu depan. 2. untuk menghindari bahaya terbalik. 2 1 3. CATATAN: tempatkan penyanggah di bawah motor. ikuti prosedur di bawah ini. Lepas: • Seal debu “1” • Clip seal oli “2” (dengan obeng minus) ECA14180 PERHATIAN: Jangan sampai melukai inner tube. Kuras: • Oli garpu depan CATATAN: Masukkan inner tube beberapa kali. Kendorkan: • Baut pinc bracket atas “1” • baut cap “2” • Baut pinch bracket bawah “3” EWA13640 2. T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 3 3. dan bawah. 1. buka baut damper rod. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN sanggah sepeda motor dengan sempurna. untuk memompa oli garpu keluar 4-38 . Lepas: • Baut damper rod “1” • Washer tembaga CATATAN: Tahan damper rod dengan kunci "L" 12-mm.

untuk memeriksa kaki garpu depan. Pasang : • Washer tembaga Baru • Baut damper rod 5.GARPU DEPAN EAS23010 MEMERIKSA KAKI GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini.32 in) Limit 356.5 mm (14. 4-39 . Periksa: • Damper rod Rusak/Aus → Ganti tersumbat → Tiup keluar dengan udara bertekanan pada lubang-lubang. pastikan semua komponen dalam kondisi bersih. Jangan sampai merusak inner tube. EAS23020 1 3 2 4. pastikan komponen dibawah ini diganti –Seal oli –Seal debu • Sebelum merakit kaki garpu depan. Pasang : • Inner tube “1” (ke dalam outer tube “2”) • Stopper oli flow “3” PERHATIAN: Pada saat membongkar dan memasang garpu depan jangan sampai ada material lain masuk ke dalam garpu depan. 2.8 mm (14. untuk merakit kaki garpu depan. Ukur: • Panjang bebas per “a” diluar spesifikasi → Ganti Panjang bebas per 363. • Stopper oli flow rusak → Ganti ECA3C11026 Pelumas yang disarankan Oli fork 10W atau yang sejajar 3.. EWA13660 PERINGATAN • Pastikan ketinggian oli garpu sama tinggi antara kanan dan kiri. Lumasi: • Permukaan luar Inner tube 3. Pasang: • Damper rod “1” • Per rebound “2” ECA3C11010 PERINGATAN Jangan meluruskan inner tube yang bengkok hal ini sangat berbahaya. 1. 2 1 3 a 2.04 in) PERHATIAN Pada saat memasang damper rod masukkan dengan hati-hati ke dalam inner tube “3” hingga berada dibagian bawah inner tube. Kencangkan: • Baut damper rod “1” MERAKIT KAKI GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini. Periksa: • Inner tube • Outer tube Bengkok/baret/luka → Ganti EWA13650 CATATAN : • Pada saat merakit garpu depan. • Ketinggian oli yang tidak sama akan berakibat pengendalian yang tidak stabil. 1.

T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 6. Pasang : • Clip seal oli “1” CATATAN: Baru Masukkan clip seal oli kedalam alur yang terdapat pada outer tube. Fork seal driver weight 90890-01367 Replacement hammer YM-A9409-7 Fork seal driver attachment (ø33) 90890-01368 Replacement 33 mm YM-A9409-4 T. Baru 8. • Lumasi bagian luar dari inner tube dengan oli fork. untuk melindungi seal dari goresan. • Sebelum memasang seal oli.3 m·kg. Pasang: • Seal debu “1” Baru (dengan fork seal driver “2”) Fork seal driver 90890-01442 Adjustable fork seal driver (36–46 mm) YM-01442 4-40 . bungkus bagian atas garpu depan dengan plastik. Baru 7. R. CATATAN: • Sebelum memasang seal oli. kencangkan baut damper rod. lumasi seal dengan gemuk lithium soap base. Pasang: • Seal oli “1” Baru (dengan fork seal driver “2” dan adapter “3”) ECA14220 PERHATIAN: Pastikan nomor yang terdapat pada seal. 17 ft·lb) LOCTITE® CATATAN: Tahan damper rod dengan kunsi "L" 12-mm /socket wrench “2” dan T-handle "3".GARPU DEPAN Baut Damper rod 23 Nm (2. berada di atas.

3 m·kg.GARPU DEPAN CATATAN: • Pasang per. lumasi O-ring dengan gemuk. 17 ft·lb) • Baut pinch bracket atas “3” Baut pich bracket atas 21 Nm (2.0 mm (4. 4-41 . R. T. R.0 m·kg. 1.Pasang: • Per/Spring “1” • Washer “2” • Spacer • Baut cap (terdapat O-ring) Baru PERINGATAN Pastikan jalur selang rem . dengan posisi jarak ulir per yang pendek "a". CATATAN: Pastikan bagian atas ujung inner tube berada pada rata dengan bagian atas bracket atas.0 cm³ (7. T. 15 ft·lb) EWA13680 11. pada posisi yang benar.81 US oz) (8. 2.29 in) CATATAN: a 1 2 EAS23050 MEMASANG GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini. Pasang: • Garpu depan Kencangkan sementara baut pinch atas dan baut pinch bracket. Isi: • Garpu depan (dengan kapasitas dan tipe oli fork yang disarankan) Kapasitas 231. 22 ft·lb) • Pada saat mengisi oli fork. dengan outer tube tertekan penuh. R.1 m·kg. dan tanpa per terpasang) diluar spesifikasi → setel Ketinggian oli fork 109.Ukur: • ketinggian oli fork “a” (dari bagian atas inner tube. • Setelah terisi. gerakan inner tube ke atas dan kebawah untuk mendistribusikan oli.15 Imp. berada di bagian atas • Sebelum memasang baut cap . Baru 9. Kencangkan: • Baut pinch bracket bawah “1” Baut pinch bracket bawah 30 Nm (3.oz) Oli fork yang disarankan Oli fork 10W atau yang sejajar 10. • Baut cap “2” Baut cap 23 Nm (2. untuk memasang garpu depan. T. tegakkan inner tube. • Kencangkan baut cap untuk sementara.

GARPU DEPAN 1 2 3 4-42 .

1 1 1 2/2 2/2 2 2 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan R.1 ft • Ib) 7 Nm (0.7 m • kg. 5.7 m • kg. Nomor Komponen yang dilepas Roda depan Garpu depan Tangkai kemudi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Unit lensa lampu depan Coupler kabel lampu depan Coupler kabel lampu posisi Coupler kable unit meter /connector Coupler kabel saklar tangkai kemudi kiri/connector Connector sinyal kiri depan Connector sinyak kanan depan Coupler kunci kontak Coupler switch rem depan Coupler kabel saklar tangkai kemudi kanan Rumah lampu depan Unit sein depan kiri Unit sein depan kanan 4-43 . R.7 m • kg. lihat bagian " TANGKAI KEMUDI” hal 4-30. R. T. 5. 13 1 2 5 5 6 (3) 4 17 15 3 10 T.1 ft • Ib) 17 Nm (1. 5. lihat bagian “GARPU DEPAN” halaman 4-35. 12 ft • Ib) Jumlah Keterangan lihat bagian to “RODA DEPAN” halaman 4-4. T.7 m • kg. 17 Nm (1.1 ft • Ib) R.7 m • kg.KEMUDI EAS23090 KEMUDI Lepaskan lampu depan dan unit meter 14 7 Nm (0. 4 9 8 7 16 7 Nm (0. 12 ft • Ib) T. R. 12 11 T.

5. 12 11 T.7 m • kg. 13 1 2 5 5 6 (3) 4 17 15 3 10 T. T.1 ft • Ib) 7 Nm (0. kebalikan dari prosedur melepas. Lepaskan Keterangan R. R.1 ft • Ib) R.7 m • kg. R. 12 ft • Ib) T.7 m • kg. T. 12 ft • Ib) Jumlah 1 2 1 1 Untuk pemasangan.7 m • kg. Nomor 14 15 16 17 Komponen yang dilepas Unit meter Connector klakson Klakson/Horn Bracket unit meter 4-44 .KEMUDI Melepas lampu depan dan unit meter 14 7 Nm (0. 5.7 m • kg. 5. R. 17 Nm (1. 4 9 8 7 16 7 Nm (0.1 ft • Ib) 17 Nm (1.

kebalikan dari prosedur melepas.3 m • kg. R. R. 1 3 13 LS 4 14 Baru 15 9 10 11 12 5 6 7 LS 8 7 Nm (0. Nomor Komponen yang dilepas Unit meter/Bracket unit meter Jumlah Keterangan lihat bagian “KEMUDI” halaman 4-43. 4-45 . 5.8 m • kg.4 ft • lb) T. 9. R.5 m • kg.KEMUDI Melepas bracket bawah 35 Nm (3. 35 ft • lb) 2nd 13 Nm (1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kunci kontak Baut stem kemudi Bracket atas Washer pengunci Mur ring atas Washer karet Mur ring bawah Bracket bawah Penutup bearing Bearing inner race atas Bearing atas Bearing outer race atas Bearing bawah/Outer race Bearing inner race bawah Seal debu 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan.7 m • kg.1 ft • Ib) T. 25 ft • Ib) 2 T. 1st 48 Nm (4.

Periksa: • Bracket atas • Bracket bawah (terdapat pada steering stem) rusak/retak/bengkok → Ganti EAS23140 MEMASANG KEMUDI 1. Cuci: • Bearing • Bearing race Pembersih yang disarankan Minyak tanah/Kerosene 2. c. Tegakan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 b. Pasang seal debu dan bearing race baru. Ganti • Bearing • Bearing race a. Periksa: • Bearing • Bearing race Rusak → Ganti 3. Lepas bearing race dari bracket bawah. Lepas bearing races dari pipa kemudi/ steering head dengan besi panjang “1” dan hammer. dengan pahat “2” dan hammer. • Jika membongkar pipa kemudi/steering head ganti selalu seal debu Buka mur ring bawah. Lepas: • Mur ring atas • Washer karet • Mur ring bawah “1” • Bracket bawah CATATAN: PERHATIAN Jika bearing race tidak terpasang dengan sempurna dapat merusak pipa kemudi/steering CATATAN : • Selalu ganti bearings dan bearing race satu set.KEMUDI EAS23110 MELEPAS BRACKET BAWAH 1. untuk menghindari bahaya terbalik. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4. Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 EWA13730 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. ECA14270 PERINGATAN sanggah sepeda motor dengan sempurna. dengan steering nut wrench “2”. Pasang : • Mur ring bawah • Washer karet 4-46 . Lumasi: • Bearing atas • Bearing bawah • Bearing race Pelumas yang disarankan GemukLithium-soap-based 2. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS23130 MEMERIKSA KEMUDI 1. untuk menghindari bahaya terbalik. 2.

R.5 m·kg. dan bawah. CATATAN: Kencangkan sementara baut pinch bracket atas. 3. 25 ft·lb) T. 4-47 . 5.KEMUDI • Mur ring atas • Washer pengunci lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI” halaman 3-20. 4. Pasang: • Bracket atas • Baut steering stem CATATAN: Kencangkan sementara baut steering stem. Pasang: • Garpu depan lihat bagian “GARPU DEPAN” halaman 4-35. Kencangkan: • Baut steering stem Baut steering stem 35 Nm (13.

kebalikan dari prosedur melepas. 32 ft • Ib) T. 4-48 . 6 7 LS LS 3 1 LS 4 6 8 1 Baru 9 44 Nm (4.4 m • kg. 32 ft • Ib) LS 2 9 Baru 9 Baru 8 10 3 LS 5 Baru 9 10 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 T. 44 Nm (4. R.4 m • kg. R. R.4 m • kg. Baru 9 LS 8 10 9 Baru 2 1 LS LS 4 Keterangan Komponen yang dilepas Mur/Baut connecting arm Connecting arm Mur/baut unit shock absorber bawah Mur/Baut relay arm Relay arm Mur/baut unit shock absorber Unit shock absorber belakang Spacer Seal oli Bearing Jumlah 2/2 2 1/1 1/1 1 1/1 1 3 6 3 Untuk pemasangan.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG EAS23160 UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG Melepas unit shock absorber belakang 44 Nm (4. 32 ft • Ib) LS T.

MEMASANG RELAY ARM 1. EAS23240 2 3 a 2 MEMERIKSA UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. Periksa: • Spacers rusak/baret → Ganti EAS23270 3. untuk menghindari bahaya terbalik CATATAN: tempatkan penyanggah di bawah sepeda motor. • Per/Spring Lemah/patah → Ganti unit shock absorber • Bushing rusak/aus → Ganti unit shock absorber. 5.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG EAS23230 MELEPAS UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1.02 in) Sanggah sepeda motor dengan sempurna. Lumasi : • Spacer • Bearing Pelumas yang disarankan gemuk Lithium-soap-base 4-49 . B. A.5 mm (0. Periksa: • Bearing • Seal oli rusak/aus/bocor → Ganti 3. hingga roda belakang terangkat. Tegakkan sepada motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN 2. • Baut bengkok/aus/retak → Ganti 5 5 4 A B 1 2 a 2 a EAS23260 MEMRIKSA CONNECTING ARM DAN RELAY ARM 1. Periksa: • Rod shock absorber belakang bengkok/retak → Ganti unit shock absorber • Shock absorber belakang ada kebocoran oli → ganti unit shock absorber. Periksa: • Connecting arms • Relay arm rusak/aus → Ganti 2. Pasang : • Unit shock absorber belakang • Relay arm “1” CATATAN : Pasang relay arm dengan lubang baut yang kecil pada frame seperti pada gambar illustrasi. 4. Unit shock absorber belakang Relay arm Connecting arm Sisi kiri Sisi kanan EAS23310 MEMASANG UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. Pasang: • Bearing “1” (ke relay arm) • Seal oli “2” (ke relay arm) celah pemasangan “a” 0.

4. 4-50 .4 m·kg.4 m·kg. Kencangkan: • Mur connecting arm Mur connecting arm 44 Nm (4. R. 3. Pasang : • Connecting arms CATATAN: Pasang connecting arm dengan sisi yang di champer menghadap ke luar. 5. T.4 m·kg. T. 4. 32 ft·lb) 3.4 m·kg. 32 ft·lb) T. Kencanmgkan : • Mur atas unit shock absorber belakang Mur atas unit shock absorber belakang 44 Nm (4. T.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1 3 2 4 5 2. Connecting arm Unit shock absorber belakang Lengan ayun/swingarm Rangka/Frame 2. R. R. R. 32 ft·lb) • Mur bawah unit shock absorber belakang Mur bawah unit shock absorber belakang 44 Nm (4. 32 ft·lb) • Mur relay arm Mur relay arm 44 Nm (4.

2 ft • Ib) T.0 m • kg.0 m • kg. 7. Baru LS 6 12 LS 9 Baru 8 5 LS LS 11 11 10 12 6 LS 9 Baru 3 7 2 4 LS 19 Nm (1. 70 Nm (7. R. Komponen yang dilepas Knalpot/Muffler Roda belakang Relay arm/Unit shock absorber belakang Jumlah Keterangan lihat bagian “MELEPAS MESIN” hal 5-1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Penutup rantai Batang torsi rem Mur as pivot As pivot Lengan ayun/Swingarm Penutup debu Guide rantai penggerak Spacer Seal oli Bearing Spacer 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 2 4-51 .LENGAN AYUN/SWINGARM EAS23330 LENGAN AYUN/SWINGARM Melepas lengan ayun/ swingarm 10 Nm (1. R. 13 ft • Ib) T. lihat bagian “UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG” halaman 4-48. R.9 m • kg. 50 ft • lb) 1 Nomor T. lihat bagian "RODA BELAKANG" hal 4-10.

LENGAN AYUN/SWINGARM
Melepas lengan ayun/ swingarm

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)

T.

R.

70 Nm (7,0 m • kg, 50 ft • lb)

1

Nomor 12

T.

R.

Baru
LS

6 12
LS

9 baru 8 5
LS

LS

11 11

10 12 6
LS

9 Baru 3

7

2 4
LS

19 Nm (1,9 m • kg, 13 ft • Ib)

T.

R.

Komponen yang dilepas Bearing

Jumlah 2

Keterangan

Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-52

LENGAN AYUN/SWINGARM
EAS23350 EWA13770

MELEPAS LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar
EWA13120

PERINGATAN

Jangan meluruskan as pivot yang bengkok.

PERINGATAN

Sanggah sepeda motor dengan sempurna, untuk menghindari bahaya terbalik.
CATATAN:

Pasangkan penyangga di bawah sepeda motor, hingga sepeda motor terangkat dari tanah. 2. Ukur: • Kelonggaran samping lengan ayun/swingarm • Kelonggaran ke atas lengan ayun a. Periksa torsi pengencangan mur as pivot Mur as pivot 70 Nm (7,0 m·kg, 50 ft·lb)
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

3. Bersihkan • As pivot • Penutup debu • Spacer • Bearing Cairan pembersih yang disarankan Minyak tanah/Kerosene 4. Periksa : • Penutup debu • Spacer • Seal oli Rusak/Aus → Ganti • Bearing Aus/macet/longgar → Ganti
EAS23380

b. Periksa kelonggaran samping “A” dengan menggerakkan lengan ayun ke samping c. Jika kelonggaran gerak samping tidak sesuai spesifikasi, ganti spacer, bearing, dan penutup debu. Gerak samping lengan ayun/swingarm (pada bagian ujung lengan ayun) 0,8–2,4 mm (0,0315–0,0945 in)

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS23360

MEMERIKSA LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Periksa : • Lengan ayun/swingarm bengkok/retak → ganti 2. Periksa: • As pivot Gelindingkan pada meja datar Bengkok → ganti

T.

R.

A

MEMASANG LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Lumasi: • Bearing • Spacer • Penutup debu • As pivot Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 2. Pasang: • Bearing “1” Kedalaman pemasangan “a” 0,5–1,5 mm (0,02–0,06 in)

4-53

LENGAN AYUN/SWINGARM

a
A

1

2

1

a
B

2. Lengan ayun/swingarm A. Sisi kiri B. Sisi kanan

3. Pasang: • Batang torsi rem Mur batang torsi rem 19 Nm (1,9 m·kg, 13 ft·lb)

CATATAN:

Pasang barang torsi rem, dengan lubang pembuangan air “a” menghadap keluar.

4. Pasang : • Unit shock absorber belakang • Relay arm • Roda belakang lihat bagian “UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG” halaman 4-48 dan “RODA BELAKANG " halaman 4-10. 5. Setel: • Kekencangan rantai lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19. Kekencangan rantai 20–40 mm (0,79–1,57 in)

T.

R.

a

4-54

RANTAI PENGGERAK
EAS23400

RANTAI PENGGERAK
Melepas rantai penggerak

3 2 1

4
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
T.

R.

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
keterangan lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10. lihat bagian “LENGAN AYUN” halaman 4-51.

T.

R.

Nomor

Komponen yang dilepas Roda belakang lengan ayun/swingarm

Jumlah

1 2 3 4

Penutup sprocket rantai Retainer sprocket rantai Sprocket mesin Rantai penggerak

1 1 1 1 Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-55

RANTAI PENGGERAK
EAS23451

MEMERIKSA RANTAI PENGGERAK 1. Ukur: • Panjang 15-link mata rantai “a” pada rantai diluiar spesifikasi → Ganti rantai penggerak. Panjang15-link mata rantai 193,5 mm (7,62 in) a. ukur panjang “a” diantara bagian dalam dari pin dan panjang “b” diantara bagian luar dari pin 15-link mata rantai, dari rantai penggerak seperti pada gambar ilustrasi
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

3. Bersihkan : • Rantai penggerak a. Bersihkan rantai dengan kain bersih b. Rendam rantai pada minyak tanah, untuk membersihkan kotoran yang menempel. c. Bersihkan minyak tanah dan kotoran yang menempel.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

b. Hitung panjang rantai “c” dari 15-link mata rantai dengan rumus : Panjang rantai 15-link mata rantai “c” = (panjang “a” panjang sisi dalam pin + panjang “b” panjang sisi luar pin) dibagi 2.
CATATAN:

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

• pada saat mengukur 15-link mata rantai, pastikan Rantai dalam kondisi tertarik/lurus. • lakukan 2–3 kali pengukuran, dengan posisi tempat yang berbeda.

4. Periksa: • Roller rantai “1” Rusak/aus → ganti rantai penggerak • Plat samping rantai “2” rusak/aus/retak → Ganti rantai

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Rantai penggerak kaku/mengunci → bersihkan, lumasi atau ganti

5. Lumasi: • Rantai penggerak Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai untuk tipe tanpa-O-ring

4-56

RANTAI PENGGERAK
6. Periksa: • Sprocket roda lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10.
EAS23500

MEMASANG RANTAI PENGGERAK 1. Lumasi: • rantai penggerak Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai tipe tanpa-O-ring 2. Pasang: • Rantai penggerak • Sprocket rantai • Retainer sprocket rantai Baut retainer sprocket rantai 10 Nm (1,0 m·kg, 7,2 ft·lb)

3. Pasang: • Lengan ayun/swingarm lihat bagian “LENGAN AYUN” halaman 4-51. • Roda belakang lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10. 4. Setel: • kekencangan rantai penggerak lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19. Kekencangan rantai penggerak 20–40 mm (0,79–1,57 in)
ECA13550

PERHATIAN:

Jika kekencangan rantai terlalu kencang, akan membebani mesin dan komponen lainnya. dan yang lebih berbahaya lagi, jika rantai terputus, akan merusak lengan ayun/swing arm dan dapat menimbulkan kecelakaan. untuk itu, setel kekencangan rantai sesuai spesifikasi.

T.

R.

4-57

.......... 5-31 STARTER ELECTRIC ................................................................................................................................... 5-8 MEMERIKSA CYLINDER HEAD .................. 5-36 5 .... 5-33 MEMBONGKAR MOTOR STARTER ........ 5-17 MEMERIKSA KLEP DAN GUIDE KLEP .................. 5-15 KLEP DAN PER KLEP................................... 5-14 MEMASANG CAMSHAFT DAN ROCKER ARMS ................... 5-14 MEMERIKSA CAMSHAFT................................................................................................... MEMERIKSA RING PISTON ....................................................................................................................... 5-30 MEMASANG STARTER CLUTCH ......................................................................... 5-13 MELELPAS ROCKER ARMS DAN CAMSHAFT..................................................... 5-30 MEMERIKSA STARTER CLUTCH ....... 5-26 MEMASANG PISTON DAN CYLINDER ...................................................................... 5-24 ........................................................................ 5-31 MEMASANG GENERATOR............................................ MEMERIKSA CYLINDER DAN PISTON ...... 5-8 MEMERIKSA SPROCKET CAMSHAFT DAN GUIDE RANTAI TIMING ........................................................................................................... 5-35 MERAKIT MOTOR STARTER ........................................... 5-23 MELEPAS PISTON ................................................................................................................................................................................. 5-24 ......................................................... 5-9 MEMERIKSA SISTIM DECOMPRESSION ................................................................................................. 5-14 MEMERIKSA ROCKER ARMS DAN AS ROCKER ARM ............................................... 5-10 INSTALLING THE CYLINDER HEAD ..................................... 5-26 GENERATOR DAN STARTER CLUTCH................ 5-25 MEMERIKSA PIN PISTON .......................................................................................... 5-20 MEMASANG KLEP ................................................................................................................ MELEPAS STARTER CLUTCH ........................... 5-28 MELEPAS GENERATOR ................................... 5-9 MEMERIKSA TENSIONER RANTAI TIMING ......................................... 5-5 MEMASANG PEDAL PEMINDAH GIGI/ SHIFT ARM ............................................................................................................................................................................................. 5-35 MEMERIKSA MOTOR STARTER ................... 5-5 CYLINDER HEAD..................................................................... 5-21 CYLINDER DAN PISTON......................................................... 5-17 MEMERIKSA DUDUKAN KLEP............MESIN MELEPAS MESIN .................. 5-10 CAMSHAFT ...........5-30 ............................................................ 5-16 MELEPAS KLEP.................................................................................................................................................................. 5-6 MELEPAS CYLINDER HEAD............................... 5-1 MEMASANG MESIN..... 5-19 MEMERIKSA PER KLEP......................................................

....... 5-37 MELEPAS KOPLING .............................................................................. 5-49 MEMERIKSA POMPA OLI .....................5-48 MERAKIT STARTER KAKI............................................................................................................................... 5-42 MEMERIKSA TUAS PENEKAN KOPLING DAN BATANG PENDEK PENEKAN KOPLING....................... 5-42 MEMERIKSA PLAT TEKAN .... 5-57 CRANKCASE ........................................................................... 5-42 MEMERIKSA CLUTCH BOSS........................................................................................................5-55 MELEPAS GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER ...........................................................................................5-62 MEMERIKSA BEARINGS DAN SEAL OLI ..............................................................................................5-57 MERAKIT GEAR BALANCER DRIVEN ...........................5-63 ............5-54 MEMERIKSA TUAS STOPPER ..............................5-51 MERAKIT POMPA OLI.......................................................5-46 MEMERIKSA STARTER KAKI ........................................5-42 MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVEN ............................5-43 STARTER KAKI ...................................................................................................................................5-54 GEAR BALANCER ....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................5-57 MEMERIKSA GEAR BALANCER DAN GEAR PRIMARY DRIVE .....................................................KOPLING ......................................5-42 MEMERIKSA RUMAH KOPLING................... 5-62 MEMERIKSA RANTAI TIMING DAN GUIDE RANTAI TIMING ...................................... 5-48 POMPA OLI.............................................. 5-62 MEMASANG RETAINER BEARING ................................................................................................5-62 MEMERIKSA CRANKCASE .............. 5-43 MEMASANG KOPLING..................................5-62 MEMERIKSA SARINGAN OLI ........................ 5-42 MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVE ........................................................ 5-52 AS PEMINDAH GIGI/SHIFT SHAFT............................................................................................................................................................... 5-57 MEMASANG GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER ............. 5-54 MEMASANG AS PEMINDAH GIGI ...................................5-59 MEMISAHKAN CRANKCASE.......................5-41 MEMERIKSA PER KOPLING................................5-48 MEMASANG STARTER KAKI .............................................................................................5-51 MEMASANG POMPA OLI ..................................................................................................................................................5-53 MEMERIKSA AS PERMINDAH GIGI ...........................................5-63 MERAKIT CRANKCASE........5-41 MEMERIKSA PLAT KOPLING................................................................................................................... 5-41 MEMERIKSA KAMPAS KOPLING..........................................

..........................5-70 MEMERIKSA UNIT SHIFT DRUM ................5-71 ...................................................................5-67 MEMERIKSA SHIFT FORKS.............5-70 MEMERIKSA TRANSMISI ................................... 5-71 MERAKIT MAIN AXLE DAN DRIVE AXLE ......5-71 MERAKIT SHIFT FORKS DAN UNIT SHIFT DRUM ............................ 5-64 MELEPAS CRANKSHAFT ...................................................................................................................5-65 MEMERIKSA CRANKSHAFT ........................................................... 5-65 MEMASANG CRANKSHAFT ............................................5-70 MEMERIKSA BATANG PENEKAN KOPLING ....................................................................................................................................................................................................POROS ENGKOL/CRANKSHAFT .....5-65 TRANSMISI .....................................................................

2 Baru LT LT 4 Baru 1 LT 3 8 Nm (0.MELEPAS MESIN EAS23710 MELEPAS MESIN Melepas knalpot 20 Nm (2. kebalikan dari prosedur melepas.8 ft • Ib) 15 Nm (1. R. R. R. 11 ft • Ib) Keterangan T. 14 ft • Ib) T. 5. Nomor 1 2 3 4 T. 5-1 . Komponen yang dilepas Protector pipa knalpot Protector knalpot Knalpot Gasket pipa knalpot Jumlah 1 1 1 1 Untuk pemasangan.5 m • kg.8 m • kg.0 m • kg.

lihat bagian “RADIATOR” halaman 6-1. 4 R.0 m • kg. R.0 m • kg. Kuras lihat bagian “MENGGANTI OLIMESIN” halaman 3-10. 6. R. 7. Nomor Komponen yang dilepas Jumlah PERHATIAN: Pertama.MELEPAS MESIN Melepas kabel dan coupler 5 2 3 1 3 7 6 8 9 Nm (0. T. Kabel Negative battery /kabel Positive battery Oli mesin Air pendingin/Coolant Jok/Panel samping/Panel depan/Saringan udara Tangki bensin Throttle body/ manifold pemasukan Selang pernafasan pompa air/selang keluar radiator/ selang pemasukan radiator/Radiator Air cut-off valve/Reed valve/Plate Penutup rantai sprocket / sprocket 1 Tutup busi/Spark plug cap 1 lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 3-25. lihat bagian “RANTAI” halaman 4-55. lihat bagian "TANGKI BENSIN" halaman 7-1.5 ft • Ib) 10 Nm (1. lepaskan kabel negative battery dan selanjutnya kabel positive battery .9 m • kg. lihat bagian “MENGGANTI COOLANT” halaman 3-14 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1. Lepaskan 5-2 . Kuras air pendingin. lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9.2 ft • Ib) Keterangan ECA3C11020 T. lihat bagian “THROTTLE BODY” hal 7-4. T.2 ft • Ib) 10 Nm (1. 7.

6. T. T.0 m • kg.MELEPAS MESIN Melepas kabel dan coupler 5 2 3 1 3 7 6 8 9 Nm (0. kebalikan dari prosedurmelepas. R. T.9 m • kg. 4 R. R.0 m • kg. 7.2 ft • Ib) 10 Nm (1. 7.5 ft • Ib) 10 Nm (1. Nomor 2 3 4 5 6 7 8 Komponen yang dilepas Coupler coolant temperature sensor Coupler stator coil / Coupler Crankshaft position sensor Connector switch netral Kable starter motor Kabel kopling Kabel negative battery Pemindah gigi Jumlah 1 1/1 1 1 1 1 1 5-3 .2 ft • Ib) Keterangan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan.

35 ft • Ib) T. Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan NOTE: Tempatkan penyanggah dibawah mesin 1 2 3 4 Mur/Baut pengikat mesin (sisi depan) Mur/Baut pengikat mesin (sisi belakang bawah) Mur/Baut pengikat mesin (sisi belakang atas) Mesin 1/1 1/1 1/1 1 Untuk pemasangan. 1 2 E 3 E 1 4 2 49 Nm (4.MELEPAS MESIN Melepas mesin 3 49 Nm (4. 5-4 . E Nomor R. R.9 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. 35 ft • Ib) T.9 m • kg.

0 mm (0. Posisi pedal “a” (pengait) 6. 35 ft·lb) • Mur dudukan mesin (sisi depan) Mur dudukan mesin (sisi depan) 49 Nm (4. 7.0–30.9 m·kg. Kencangkan: • Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) 49 Nm (4. 1 2 3 7 a 4 3 6 5 1 2. T.MELEPAS MESIN EAS23720 EAS3C11030 MEMASANG MESIN 1. R. 2 R. T. Pasang: • Mesin “1” • Baut dudukan mesin (sisi belakang atas) “2” • Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) “3” • Baut dudukan mesin (sisi belakang bawah) “4” • Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) “5” • Baut dudukan mesin (sisi depan) “6” • Mur dudukan mesin (siosi depan) “7” CATATAN: MEMASANG PEDAL PEMINDAH GIGI. Pasang: • Pedal pemindah gigi “1” CATATAN: Pastikan jarak “a” diantara senter as pemindah gigi “2” dan tuas senter pedal pemindah gigi "3" sesuai spesifikasi. R.18 in) Baut tuas pedal pemindah gigi 10 Nm (1. 35 ft·lb) T.0 m·kg.24–1. 35 ft·lb) • Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) 49 Nm (4. R.2 ft·lb) Jangan mengeraskan Mur dan Baut terlebih dahulu T.9 m·kg. 5-5 .9 m·kg. 1.

R.2 ft • Ib) LS 7 Nm (0.0 m • kg. 7.1 ft • Ib) T.0 m • kg. T. lihat bagian “MELEPAS MESIN” halaman 5-1. (4) T. Baru 2 T. lihatbagian “RADIATOR” halaman 6-1. lihat bagian “POMPA AIR” halaman 6-6. 7.7 m • kg. 35 ft • Ib) Baru 10 R. 5.9 m • kg. 8 Baru 7 (4) 6 Baru LS E 5 E 5 13 (4) E M Baru Baru Baru 14 E 12 11 15 4 10 Nm (1. 9 49 Nm (4. lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. 16 ft • Ib) T. Lepaskan lihat “KOPLING” halaman 5-37.0 m • kg. lihat bagian “TANGKI BENSIN” hal 7-1. R. 22 ft • Ib) Baru 3 Nomor T.2 m • kg. lihat bagian “THERMOSTAT” halaman 6-4. R. 10 Nm (1. 7.CYLINDER HEAD EAS24100 CYLINDER HEAD Melepas cylinder head 22 Nm (2. lihat bagian “THROTTLE BODY” halaman 7-4.2 ft • Ib) T. Komponen yang dilepas Jok/Panel depan kanan dan kiri/Panel samping kanan dan kiri/Rumah saringan udara Tangki bensin Throttle body/manifold pemasukan Air cut-off valve/Reed valve/Plate Thermostat/Coolant temperature sensor Pompa air Radiator Knalpot Kabel kopling Keterangan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 9. 1 2 3 4 5 Cap Busi/Spark plug cap Busi/Spark plug Baut cap crankshaft Baut cap timing pengapian Mur/Baut dudukan mesin (sisi depan) 1 1 1 1 1/1 Lepaskan 5-6 . R.4 ft • Ib) 10 Nm (1. ∗ R. R.0 m • kg.2 ft • Ib) T. 1 13 Nm (1.3 m • kg. 16 15 Jumlah 30 Nm (3. R.

T. 16 ft • Ib) T.0 m • kg.2 ft • Ib) T. R. R. 35 ft • Ib) Baru 10 R.7 m • kg. 9 49 Nm (4. R. 5-7 . ∗ R. 7.2 ft • Ib) LS 7 Nm (0.4 ft • Ib) 10 Nm (1. 22 ft • Ib) Baru 3 Nomor 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 * Yamaha bond No.9 m • kg.1 ft • Ib) T. R. 1215®) T. Baru 2 T. Komponen yang dilepas Penutup cylinder head Gasket penutup cylinder head Pin dowel Tensioner rantai timing Gasket tensioner rantai timing Sprocket camshaft Cam decompression Cylinder head Gasket cylinder head Pin dowel Guide rantai timing (sisi buang) Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 Keterangan Untuk pemasangan. 1215 (Three Bond No.2 ft • Ib) T. 7. kebalikan dari prosedur melepas. R. 16 15 30 Nm (3. (4) T.0 m • kg. 7.0 m • kg.CYLINDER HEAD Melepas cylinder head 22 Nm (2.0 m • kg. 10 Nm (1. R. 5.2 m • kg.3 m • kg. 8 Baru 7 (4) 6 Baru LS E 5 E 5 13 (4) E M Baru Baru Baru 14 E 12 11 15 4 10 Nm (1. 9. 1 13 Nm (1.

tepatkan tanda “I” “c” pada sprocket cam shaft.CYLINDER HEAD EAS24130 MELEPAS CYLINDER HEAD 1. Tepatkan: • Tanda marking“I” “a” pada rotor generator (dengan tanda penepatan “b” pada penutup rotor generator) a. Putar crankshaft ke arah kiri b. Kendorkan: • Baut sprocket camshaft “1” CATATAN: Tahan mur rotor generator dengan kunci Sok. MEMERIKSA CYLINDER HEAD 1. sebelum melepas semua baut. terlebih dahulu. Lepas: • Sprocket camshaft 5-8 . akan mengakibatkan kerusakan pada: • Lubang ulir busi • Dudukan klep 3. 1 b 4. d c 6 4 2 3 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24160 5 1 2. dengan tanda “d” yang ada pada cylinder head. Lepaskan: • Cylinder head CATATAN: a • Kendorkan Baut dengan urutan dan pola seperti pada gambar • Kendorkan semua baut dengan 1/2 putaran. ikat dengan kawat “1”. dan kendorkan baut sprocket camshaft. "2". Bersihkan: • Endapan karbon pada ruang bakar (dengan skrap bulat) CATATAN: 1 2 Jangan menggunakan benda tajam. untuk pembersihan. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM CATATAN: Untuk menghindari agar rantai timing tidak terjatuh kedalam crankcase. saat langkah kompresi. Pada saat Piston berada di TMA.

pada meja datar. Periksa: • Tensioner rantai timing retak/tekanan balik tidak lancar → Ganti a. putar posisi cylinder beberapa kali. 1/4 gigi gear Kondisi normal Roller rantai timing Sprocket camshaft 2. dengan pola gerakan angka delapan pada meja datar. d. Ukur: • Kerataan cylinder head diluar spesifikasi → gosok dan haluskan permukaan cylinder head. rantai timing. Periksa: • Guide rantai timing (sisi buang) rusak/aus → ganti EAS24200 MEMERIKSA TENSIONER RANTAI TIMING 1. 1 b. Tempatkan amplas halus. Jika pergerakan batang penekan tidak lancar. Periksa: • Cylinder head Rusak/retak → Ganti • Ruangan air pendingin cylinder head. b. c. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM b.03 mm (0. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11031 MEMERIKSA SPROCKET CAMSHAFT DAN GUIDE RANTAI TIMING 1. dan crankshaft satu set. endapan kotoran/karat → bersihkan 3.CYLINDER HEAD 2. dan lepaskan tekanan pada batang penekan tensioner.0012 in) a. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM a. 1. CATATAN: Sambil menekan batang penekan tensioner kedalam. Jika ketidak rataannya melebihi batas yang diijinkan ikuti petunjuk di bawah ini. batang penekan ke rumah tensioner dengan jari. Batas kebengkokan 0. Untuk menghasilkan hasil yang sempurna. Tempatkan penggaris “1” dan thickness gauge “2” menyilang pada cylinder head. Periksa kerataan cylinder head c. Periksa: • Sprocket camshaft Keausan lebih dari 1/4 gigi gear “a” → ganti sprocket camshaft. Tekan secara perlahan. ganti tensioner rantai timing. Pastikan batang penekan pada tensioner keluar secara perlahan dari rumah tensioner. Lepaskan obeng. putar baut penyetel otomatis dengan obeng kecil ke arah kanan. dan gosokkan cylinder head. 5-9 . 2.

Pasang: • Sprocket camshaft a. dan periksa posisi nok decompresi pada cam (cam buang) harus dalam kondisi ke dalam seperti pada gambar illustrasi "B". R.0 m·kg. Tepatkan tanda “I” “a” pada rotor generator dengan tanda penepatan “b” yang terdapat pada tutup rotor generator. (tidak bergerak) periksa nok decompresi “2” pada camshaft (cam pembuangan) seperti pada gambnar illustrasi “A”.2 m·kg. R. T. Periksa tuas decompresi “1” dapat bergerak dengan lancar. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG CYLINDER HEAD 1. Periksa: • Sistyim decompresi a. • Baut cylinder head “2” Baut cylinder head "2" 10 Nm (1. Pasang: • Cylinder head CATATAN: Masukkan rantai timing pada rongga rantai timing yang terdapat pada cylinder body. 7. c. Kencangkan: • Baut cylinder head “1” Baut cylinder head "1" 22 Nm (2. d.2 ft·lb) CATATAN: 1 • Lumasi baut cylinder head dengan oli mesin. 2. Putar crankshaft ke arah kiri b. • Kencangkan baut cylinder head dengan pola silang dan dengan urutan seperti pada gambar. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5-10 . 16 ft·lb) b. 2 1 3 5 1 A 2 4 2 6 2 3.CYLINDER HEAD B 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11009 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24230 MEMERIKSA SISTIM DECOMPRESI 1. Dengan kondisi tuas decompresi kedalam. Gerakkan tuas decompresi “1” ke arah gambar panah. Periksa dengan kondisi decompresi terpasang pada sprocket camshaft dan camshaft. T.

b. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5. ECA3C11012 d. putar baut penyetel. lanjutkan langkah dibawah ini b a 5-11 .2 ft·lb) T. Kencangkan baut tensioner “3” sesuai dengan spesifikasi torsi pengencangan Baut tensioner rantai timing 10 Nm (1. Dengan kondisi batang penekan tensioner menekan masuk kedalam rumah tensioner/ mengunci (dengan posisi obeng terpasang). d. dalam kondisi kencang. c. • Tanda garis“I” “c” Tepatkan tanda garis “I” pada sprocket dengan tanda penyesuai “d” yang terdapat pada cylinder head. atau putar baut penyetel ke kiri untuk melepaskan kuncian batang penekan. b 1 a 2 d c 1 3 CATATAN: Pada saat memasang sprocket camshaft. pastikan rantai timing pada sisi buang. dengan obeng kecil “1” ke kanan hingga mengunci.0 m·kg. Putar: • Crankshaft (beberapa kali putaran ke arah kiri) 6. Periksa: • Tanda garis “I” “a” Tepatkan tanda garis “I” pada rotor generator dengan tanda penyesuai “b” yang terdapat pada penutup rotor generator. Lepaskan kawat pengikat rantai timing. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4. tidak sesuai → tepatkan jika sesuai.CYLINDER HEAD c. Pasang: • Gasket tensioner rantai timing Baru • Tensioner rantai timing a. f. 7. Tepatkan tanda “I” “c” pada sprocket camshaft. R. Lepas obeng. pada camshaft. untuk menghindari berubahnya valve timing. Pasang rantai timing pada sprocket camshaft dan pasang sprocket camshaft. Dengan menahan camshaft. pada saat memasang camshaft. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL PERHATIAN: Jangan merubah/memutar crankshaft. Tekan batang penekan tensioner ke rumah tensioner. dengan tanda penepatan “d” yang terdapat pada cylinder head. e. kencangkan sementara baut sprocket camshaft. pasang gasket dan rantai timing "2" ke cylinder body.

Kencangkan: • Baut sprocket camshaft Baut sprocket camshaft 30 Nm (3. Ukur: • Kelonggaran klep diluar spesifikasi → setel lihat bagian “MENYETEL KELONGGARAN KLEP” halaman 3-3.0 m·kg. R. 8.CYLINDER HEAD d c 7. 5-12 . 22 ft·lb) ECA3C11013 PERHATIAN: Pastikan baut sprocket camshaft terpasang dengan kuat sesuai spesifikasi. T. jika terlepas akan merusakkan mesin.

kebalikan dari prosedur melepas. Komponen yang dilepas Cylinder head Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 Mur pengunci Baut penyetel Retainer camshaft Camshaft As rocker arm Rocker arm masuk Rocker arm buang 2 2 1 1 2 1 1 Untuk pemasangan.7 m • kg. 3 7 Nm (0. R.1 ft • Ib) Keterangan lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. 5. 5-13 .CAMSHAFT EAS23730 CAMSHAFT Melepas rocker arms dan camshaft 7 Nm (0.1 ft • Ib) 1 2 6 Nomor T. R. M 5 E 1 2 7 M 4 5 E E Baru M M T.7 m • kg. 5.

EAS23880 MEMERIKSA ROCKER ARMS DAN AS ROCKER ARM Ikuti prosedur dibawah ini. 2. Periksa: • Rocker arm rusak/aus → ganti 5-14 .9889 in) Limit 24.1749 in) Buang B 25. Periksa: • Bentuk dimensi camshaft berwarna biru terbakar/aus/baret → Ganti camshaft.019–25.073–25.973 mm (0.173 mm (0.1788– 1.543 mm (1.31-in) “2” pada lubang ulir yang terdapat pada ujung camshaft.1670– 1.842 mm (1.9810 in) 1 2 Slide hammer bolt 90890-01085 Slide hammer bolt 8 mm YU-01083-2 EAS23840 MEMERIKSA CAMSHAFT 1.643–29. dan tarik keluar camshaft.CAMSHAFT EAS23770 MELEPAS ROCKER ARMS DAN CAMSHAFT 1.9850– 0.9871– 0. untuk memeriksa rocker arms dan as rocker arm 1.1828 in) Limit 29.1710 in) Limit 29.942–30. Dimensi bentuk camshaft Masuk A 29. Periksa: • Aliran oli pada camshaft tersumabt → tiup dengan udara bertekanan.9911 in) Limit 24. 3.919 mm (0.042 mm (1.1631 in) Masuk B 25.9832 in) Buang A 29. Ukur: • Dimensi cam shaft “a” dan “b” diluar spesifikasi → ganti camshaft.119 mm (0. Lepas: • Camshaft “1” CATATAN: Masukkan baut 8-mm (0.743 mm (1. Kendorkan: • Mur pengunci “1” • Baut penyetel kelonggaran klep “2” 2 1 2.

000 mm (0. Ukur: • Diameter dalam rocker “a” diluar spesifikasi → Ganti Diameter dalam rocker arm 9.950 mm (0. Pasang: • Rocker arm pemasukan dan pengeluaran • As rocker arm “1” CATATAN: 4.as rocker arm 0. CATATAN: Perhitungan kelonggaran dengan cara mengurangi diameter dalam rocker arm dengan diameter as rocker arm.3917 in) • Pastikan coakan “a” pada as rocker arm menghadap kebawah. Lumasi : • Camshaft Pelumas yang disarankan Camshaft Molybdenum disulfide oil bearing camshaft Oli mesin 3.0004–0.3937 in) Limit 10. seperti pada gambar ilustrasi • Pastikan as rocker arm (masuk dan keluar) benar-benar masuk ke cylinder head. 1 1 a 5.0031 in) EAS24040 MEMASANG CAMSHAFT DAN ROCKER ARM 1. diluar spesifikasi → ganti komponen yang aus.3924–0.034 mm (0. Ukur: • Diameter luar as rocker arm “a” diluar spesifikasi → ganti Diameter luar as rocker arm 9.009–0.3928 in) Limit 9. 5-15 . Perhitungan: • kelonggaran rocker-arm-ke-as rocker-arm.3931– 0.976 mm (0.985–10.966–9.CAMSHAFT 2.3949 in) Kelonggaran Lubang rocker-arm ke . Lumasi: • Rocker arms • As rocker arm Pelumas yang disarankan Permukaan dalam rocker arm Molybdenum disulfide oil As rocker arm Oli mesin 2. Periksa: • As rocker arm warna biru terbakar/aus/baret/ mengecil → Ganti/cek aliran pelumasan 3.030 mm (0.0013 in) Limit 0.08 mm (0.

KLEP DAN PER KLEP EAS24270 KLEP DAN PER KLEP Melepas klep dan per klep 1 1 2 3 Baru 6 7 M M 2 3 6 Baru 7 M 8 M 8 4 7 8 2 1 3 6 Baru 4 1 2 3 6 Baru 7 8 M M 5 M 5 Nomor Komponen yang dilepas Cylinder head Rocker arms/Camshaft Jumlah Keterangan Refer to “CYLINDER HEAD” on page 5-6. kebalikan dari prosedur melepas. 5-16 . Refer to “CAMSHAFT” on page 5-13. 1 2 3 4 5 6 7 8 Pin pengunci Dudukan per atas Per klep Klep masuk Klep buang Seal valve stem Dudukan per bawah Guide klep 8 4 4 2 2 4 4 4 Untuk pemasangan.

. CATATAN: 2 Sebelum melepas komponen pada cylinder head. lihat “MEMERIKSA DUDUKAN KLEP” halaman 5-19. agar bisa dirakit kembali seperti posisi semula.KLEP DAN PER KLEP EAS24280 MELEPAS KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. EAS24290 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MEMERIKSA KLEP DAN GUIDE KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. Lepas: • Pin pengunci “1” CATATAN: Melepas pin pengunci. dan lebar dudukan klep. dudukan klep. tidak bocor 1. Periksa: • Kerapatan klep terjadi kebocoran → periksa permukaan klep. dudukan klep). dan valve spring compressor attachment “2”. per klep. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 3. untuk memeriksa klep dan guide klep. b. Ukur: • kelonggaran batang klep ke guide klep diluar spesifikasi → Ganti guide klep. a. klep. Periksa kerapatan dudukan klep. untuk melepas klep dan komponen penunjang. Harus tidak ada kebocoran pada dudukan klep “1”. pastikan klep dalam kondisi rapat. Masukkan cairan pembersih “a” pada lubang masuk dan lubang keluar pada cylinder head. Lepas: • Dudukan per atas “1” • Per klep “2” • Klep “3” • Seal valve stem “4” • Dudukan per bawah “5” CATATAN: Hafalkan posisi awal dengan cermat. 1. Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 5-17 . • Kelonggaran guide klep dan batang klep = diameter dalam guide klep“a” diameter luar batang klep “b” 2. dengan cara menekan per klep dengan valve spring compressor. (al.

551–0.010–0. sekir permukaan dudukan klep kembali.0039 in) b.0020 in) Limit 0.685 in) Posisi guide klep (buang) 14.0015 in) Limit 0. Setelah pemasangan guide klep.037 mm (0.0032 in) Kelonggaran guide klep ke batang klep (buang) 0.5) 90890-04118 Valve guide reamer (4. Lepaskan guide klep dengan valve guide remover “1”. panaskan cylinder head hingga 100 °C (212 °F) pada oven.567 in) a. Ganti: • Guide klep CATATAN: CATATAN: Setelah mengganti guide klep.100 mm (0. bore lubang guide klep dengan valve guide reamer “3” untuk memastikan kelonggaran guide klep ke batang klep lebih sempurna. Valve guide remover (ø4.4 mm (0. 2.0–17.669–0.0010–0.0–14.5 mm) YM-04118 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk mempermudah dan menjamin pelepasan dan pemasangan dengan sempurna. Posisi guide klep c.025–0.4 mm (0.5) 90890-04117 Valve guide installer (4.5 mm) YM-04116 Valve guide installer (ø4. a.052 mm (0. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5-18 .5) 90890-04116 Valve guide remover (4.0004–0.KLEP DAN PER KLEP Kelonggaran guide klep ke batang klep (masuk) 0. Posisi guide klep (masuk) 17.5 mm) YM-04117 Valve guide reamer (ø4.080 mm (0. Pasang guide klep yang baru dengan valve guide installer “2” dan valve guide remover “1”.

Ukur lebar dudukan klep CATATAN: Jika permukaan klep dan permukaan dudukan klep bersinggungan. Periksa: • Dudukan klep tidak rata/aus → Ganti cylinder head. Ukur: • Lebar dudukan klep C “a” diluar spesifikasi → Ganti cylinder head.010 mm (0.0354–0. Lebar dudukan klep C (masuk) 0.0433 in) 6. Pasang klep pada cylinder head.0197–0.0433 in) Lebar dudukan klep C (buang) 0. Tidak rata/aus → Grinda permukaan klep • Ujung batang klep Mengembang. 1. d. • Jika mengganti klep atau melepas klep.90 mm (0. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5-19 .0197–0.0354–0.90 mm (0. selalu lakukan penggantian seal valve stem. Bersihkan: • Endapan carbon (dari permukaan klep dan dudukan klep) 2.50–0.10 mm (0.0354 in) EAS24300 MEMERIKSA KLEP DAN DUDUKAN KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. dan tekan klep hingga tergambar bagian yang bersentuhan. Masukkan klep ke guide klep. Ukur: • Ketebalan kepala klep D “a” diluar spesifikasi → ganti klep Ketebalan kepala klep D (masuk) 0.0354 in) Ketebalan kepala klep D (buang) 0. Periksa: • Permukan klep. 3.KLEP DAN PER KLEP 3.90–1. untuk melakukan pemeriksaan klep dan dudukan klep.0004 in) b. c.50–0. diameter ujung batang lebih besar dari batang klep → ganti klep 5. ganti juga guide valve dengan yang baru.90–1. Batas kebengkokan batang klep 0.10 mm (0. Lumasi Mechanic’s blueing dye (Dykem) “b” pada permukaan dudukan klep MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Pada saat mengganti klep. Ukur: • Kelurusan batang klep diluar spesifikasi → ganti klep CATATAN: a. permukaan blueing akan terhapus. Bersihkan: • Endapan carbon (pada permukaan klep dan dudukan klep) 4.

i. Ukur lebar dudukan klep “c” kembali. Pasang klep pada cylinder head. hingga terlihat bekas-bekas sentuhan antara permukaan klep dan dudukan klep. e. 5-20 . Sekir: • Permukaan klep • Permukaan dudukan klep CATATAN: Setelah mengganti cylinder head atau mengganti klep dan guide klep. Setelah melakukan prosedur pensekiran. h. dan hentakkan kedepan sambil di putar. untuk memeriksa per klep. CATATAN: Untuk mendapatkan hasil yang baik. hingga permukaan klep. jika lebar dudukan tidak sesuai spesifikasi. f. Skir klep. dan lakukan secara berulang-ulang. a. Tekan klep pada dudukan klep. g. dan ulangi langkah-langkah diatas. b. harus di sekir kembali. lakukan pensekiran kembali. Pasang klep pada cylinder head. Lumasi compound ke permukaan klep. d.KLEP DAN PER KLEP 4. j. Lumasi Mechanic’s blueing dye (Dykem) “b” pada permukaan dudukan klep. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24310 MEMERIKSA PER KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. dan dudukan klep rata/rapat. c. 1. bersihkan compound dari permukaan klep dan dudukan klep. Ukur: • Panjang bebas per klep “a” diluar spesifikasi → Ganti per klep. dudukan klep dan permukaan klep. Lumasi compound “a” pada permukaan klep. dan bersihkan compound. Lumasi molybdenum disulfide oil pada batang klep/valve stem. ECA13790 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERHATIAN: Jangan sampai compound masuk diantara batang klep dan guide klep. angkat alat skir sdikit.

untuk memasang klep dan komponen penunjang 1.30 mm (1.42 lbf) (14. Tekanan per dalam kondisi terpasang (masuk) 140–162 N (31.71 mm (1. 3. Haluskan: • ujung pengunci klep (dengan oil stone) 2.28–16.30 mm (1. Panjang per terpasang 3.8 mm (2.62 mm (1.071 in) EAS24340 2.5°/1. Lumasi: • Batang klep “1” • Seal batang klep “2” Baru (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Molybdenum disulfide oil Baru b. ukur: • Kebengkokan per klep “a” diluar spesifikasi → ganti per klep.28–16. Ukur: • Tekanan per klep “a” diluar spesifikasi → Ganti per klep.5°/1.52 kgf) Tekanan per dalam kondisi terpasang (buang) 140–162 N (31.39 in) Panjang per terpasang (buang) 35.47–36.47–36.56 in) batas kebengkokan (masuk) 2.39 in) MEMASANG Ikuti prosedur dibawah ini.71 mm (1.62 mm (1.5°/0.KLEP DAN PER KLEP Panjang bebas per (masuk) 41.42 lbf) (14.8 mm (2.071 in) batas kebengkokan (buang) 2.56 in) Panjang bebas per (buang) 41.5°/0.64 in) Limit 39.64 in) Limit 39. Pasang: • dudukan per bawah “1” 5-21 .52 kgf) Panjang per terpasang (masuk) 35.

Untuk mejamin pin pengunci terpasang dengan sempurna. • Pasang per klep. 1 5. dengan posisi jarak ulir yang jauh "a" berada di atas. b. dan valve spring compressor attachment “2”. Jarak ulir yang pendek 4. Pasang : • Pin pengunci “1” CATATAN: Pasang pin pengunci. pukul ujung klep dengan pukul besi plastik dengan perlahan. dengan menekan per klep dengan valve spring compressor. Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 5-22 . ECA13800 PERHATIAN: Pukul ujung dudukan atas per klep dengan pukul besi plastik secara perlahan.KLEP DAN PER KLEP Baru • Seal Valve stem • Klep “3” • Per klep “4” • Dudukan per atas “5” (pada cylinder head) CATATAN: 2 • Pastikan setiap klep terpasang dengan sempurna.

5-23 . 3 Komponen yang dilepas Cylinder head Cylinder Gasket cylinder Pin dowel Circlip pin piston Pin piston Piston Top ring 2nd ring Ring piston 1 1 2 2 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan.7 m • kg. 5. Jumlah Keterangan lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. R.CYLINDER DAN PISTON EAS24350 CYLINDER DAN PISTON Melepas cylinder adn piston 7 E 8 9 6 5 Baru 4 E E 4 Baru 1 E Baru 2 Baru 3 7 Nm (0. kebalikan dari prosedur melepas.1 ft • Ib) Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 T.

dan angkat ke atas sisi yang lain melewati kepala piston. Diameter/Bore 56.010 mm (2. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2 1 3 CATATAN: Ukur diameter cylinder “C” silang. Lepaskan: • Ring pertama/Top ring • Ring kedua/2nd ring • Ring Oli 5-24 . Lepas: • Clip pin piston “1”.2435– 2.2445 in) Batas ketirusan 0. buka ujung sambungan ring dengan ibu jari. Ukur diameter cylinder “C” dengan cylinder bore gauge. 2. • Sebelum melepas pin piston.CYLINDER DAN PISTON EAS24380 MELEPAS PISTON 1. Ukur: • Kelonggaran piston-ke-cylinder a. dan ambil perhitungan rata-rata. pergunakan piston pin puller set "4" EAS24390 Piston pin puller set 90890-01304 Piston pin puller YU-01304 MEMERIKSA CYLINDER DAN PISTON 1.0020 in) Batas keovalan 0.05 mm (0.0020 in) 2. dan Ring piston satu set. • Pin piston “2” • Piston “3” ECA13810 CATATAN: Saat melepas ring piston.05 mm (0. CATATAN: • Sebelum melepas clip pin piston. haluskan permukaan alur clip pin piston. PERHATIAN Jangan menggunakan pukul besi.985–57. tutup lubang crankcase dengan kain untuk menghindari clip pin piston terlempar masuk ke dalam crankcase. Periksa: • Dinding piston • Dinding cylinder ada goresan ke atas → Ganti cylinder. Piston. untuk mempermudah keluarnya pin piston. untuk mengeluarkan pin piston dari piston. dari sisi ke sisi dan dari depan ke belakang. jika pin piston masih sulit dilepas.

0 mm (0. e. satu set. diukur dari bawah piston Piston Diameter D 56.0059 in) f. piston. 40 mm (1.0026 in) Limit 0.965–56. jika diluar spesifikasi ganti cylinder.diameter max D2. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2. dan ring piston.0039 in) b.030–0.CYLINDER DAN PISTON “C” = diameter maksimum D1–D2 “T” = diameter max D1 atau D2 . Jika diluar spesifikasi.020–0.57 in) 5-25 .diameter max D 5 atau D 6 (ketirusan) “R” = diameter max D1.0008–0.0018 in) Limit 0.0008– 0.15 mm (0.2437 in) d. Ukur diameter piston “D” “a” dengan micrometer.0039 in) Ring kedua/2nd ring celah alur ring 0.0012– 0. dan ring piston satu set. a. bersihkan endapan carbon pada celah alur ring. 5.990 mm (2.065 mm (0. Ring piston Ring pertama/Top ring celah alur dan ring 0. ganti piston dan ring piston satu set.100 mm (0. c. D3 atau D5 . Ukur: • celah alur ring dengan ring piston diluar spesifikasi → ganti piston dan ring piston satu set.20 in) adalah titik pengukuran.055 mm (0. dan ring piston. Pasang: • Ring piston (pada cylinder) CATATAN: Ratakan posisi ring. di dalam cylinder. Jika diluar spesifikasi. EAS24430 MEMERIKSA RING PISTON 1. CATATAN: Sebelum mengukur celah alur ring dan ring piston.045 mm (0.2427– 2. piston.0022 in) Limit 0. ganti cylinder. D4 atau D6 (keovalan) b.020–0.dikurangi Diameter piston “D” Kelonggaranm piston ke cylinder 0. dengan kepala piston.100 mm (0. Perhitungan kelonggaran piston-ke-cylinder dengan rumus • Kelonggaran piston-ke-cylinder = Diameter cylinder “C” .

0039–0.068 mm (0.043 mm (0.018 mm (0.5513– 0.0079–0.CYLINDER DAN PISTON 3. Diameter lubang pin piston 14.70 mm (0. berada pada posisi diatas.0001–0.10–0. Periksa: • Pin piston berwarna biru terbakar/ aus → Ganti pin piston dan periksa sistim pelumasan.40 mm (0.0098 in) Limit 0.5502 in) MEMASANG PISTON DAN CYLINDER 1.0276 in) EAS24440 4. ganti ring oli satu set Ring piston Ring pertama/Top ring celah ring (terpasang) 0.5529 in) expander ring oli tidak dapat diukur. jika celah rail ring oli atas.0027 in) EAS24450 MEMRIKSA PIN PISTON 1.975 mm (0. dan bawah melebihi spesifikasi. Perhitungan: • Celah pin piston-ke-lubang pin piston diluar spesifikasi → Ganti pin piston.002–14.002–0.0007 in) Limit 0. 5-26 .0098 in) Limit 0.0157 in) Ring oli (rail ring) celah ring (terpasang) 0.000 mm (0.995–14.5512 in) Limit 13.0039–0. Ukur: • Diameter luar pin piston "a" diluar spesifikasi → Ganti pin piston Diameter luar pin piston 13.10–0.25 mm (0. Ukur: • Diameter lubang pin piston “b” diluar spesifikasi → ganti piston. 2.5517 in) Limit 14. Ukur: • celah sambungan ring piston diluar spesifikasi → ganti ring piston CATATAN: 3.40 mm (0.25 mm (0.20–0. Pasang: • Ring pertama/Top ring “1” • Ring kedua/2nd ring “2” • Expander ring oli “3” • Rail ring oli bawah “4” • Rail ring oli atas “5” CATATAN: Pastikan tulisan yang terdapat pada ring piston.013 mm (0. dan piston satu set • kelonggaran pin piston-ke-lubang pin = diameter lubang pin piston “b” diameter luar pin piston “a” Kelonggaran Pin piston dengan lubang pin piston pada piston 0.0157 in) Ring kedua/2nd ring celah ring (terpasang) 0.5510– 0.

d. b. Pasang: • Piston “1” • Pin piston “2” • Clip pin piston Baru CATATAN: a. Lumasi: • Piston • Ring piston • Cylinder (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Oli mesin 4. e. 5. A. 3 Baru 3. tutup lubang crankcase dengan kain. c. dan masukkan cylinder dengan tangan yang lain • Masukkan rantai timing dan guide rantai timing (sisi pemasukan) pada rongga rantai yang terterdapat pada cylinder body. Posisikan sambungan ring: • Sambungan ring 1 5-27 . untuk menghindari melejitnya clip piston ke dalam crankcase. • Sebelum memasang clip piston.CYLINDER DAN PISTON e 120˚ 120˚ 120˚ a b 90˚ c d 45˚ A 45˚ 2. Ring pertama/Top ring Expander ring oli Rail ring oli atas Rail ring oli bawah Ring kedua/2nd ring sisi lubang buang • Lumasi oli pada apin piston • Pastikan tanda panah “a” pada kepala piston menghadap ke arah lubang pembuangan. Pasang: • Pin dowel • Gasket cylinder head Baru • Cylinder “1” CATATAN: 1 a 2 • Tekan ring piston dengan satu tangan.

8 7 Baru 19 E 17 14 16 E 3 E 15 13 10 8 LS Baru 4 6 Baru 18 T.0 m • kg. 20 11 10 Nm (1.4 m • kg. Komponen yang dilepas Oli mesin Panel sisi kiri Penutup sprocket R. (3) 12 R. E T. 9 10 Nm (1. 70 Nm (7.2 ft • Ib) Keterangan Kuras oli mesin lihat bagian “MENGGANTI OLI MESIN” halaman 3-10. 7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Coupler stator coil Coupler crankshaft position sensor Connector kabel switch netral Baut cap control timing pengapian Baut cap lubang crankshaft Penutup generator Gasket penutup generator Pin dowel Crankshaft position sensor Stator coil Rotor generator 5-28 . lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1 lihat bagian “RANTAI PENGGERAK” hal 4-55. 7. 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Lepaskan T. 10 ft • Ib) Nomor R.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH EAS3C11010 GENERATOR DAN STARTER CLUTCH Melepas generator dan starter clutch 1 2 10 Nm (1.2 ft • Ib) LT LT T. 7.0 m • kg. Baru (3) E (7) Baru LS 5 14 Nm (1.0 m • kg.0 m • kg. R. 50 ft • lb) Jumlah R.2 ft • Ib) T.

Komponen yang dilepas Pin pasak Gear starter clutch Bearing Washer As gear starter clutch idle Washer Circlip Gear idle starter clutch Unit starter clutch R.0 m • kg. 7. 7.0 m • kg. Untuk pemasangan. 20 11 10 Nm (1.2 ft • Ib) LT LT T. 10 ft • Ib) Nomor 12 13 14 15 16 17 18 19 20 R.0 m • kg.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH Melepas generator dan starter clutch 1 2 10 Nm (1. 9 10 Nm (1.0 m • kg. 5-29 .2 ft • Ib) Keterangan T.2 ft • Ib) T. 8 7 Baru 19 E 17 14 16 E 3 E 15 13 10 8 LS Baru 4 6 Baru 18 T. R. 70 Nm (7.4 m • kg. E T. 7. (3) 12 R. Baru (3) E (7) Baru LS 5 14 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas. 50 ft • lb) Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 R.

GENERATOR DAN STARTER CLUTCH EAS24490 MELEPAS GENERATOR 1. Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A EAS24560 MELEPAS STARTER CLUTCH 1. Lepas: • rotor generator “1” (dengan flywheel puller “2”) • Pin pasak ECA13880 1 PERHATIAN Untuk menghindari agar ujung crankshaft tidak rusak. Buka: • Baut starter clutch “1” CATATAN: 1 3 • Tahan generator rotor “2” dengan alat sheaveholder “3”. Lepas: • Mur rotor generator “1” • Washer CATATAN: 1 2 • Tahan rotor generator “2” dengan peralatan sheave holder “3”. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang ada pada rotor generator. Periksa: • Roller starter clutch “1” • Cap per starter clutch “2” • Per starter clutch “3” rusak/aus → Ganti unit starter clutch. lepaskan baut starter clutch. kendorkan mur rotor generator. Flywheel puller 90890-01362 Heavy duty puller YU-33270-B MEMERIKSA STARTER CLUTCH 1. Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A 2 2. 5-30 . pasang mur crankshaft diantara baut fly wheel puller dan senter as crankshaft. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok pada rotor generator. EAS24570 3 2 CATATAN: Pastikan posisi flywheel puller tepat berada di tengah rotor generator.

Pasang: • Pin pasak • Rotor generator • Washer • Mur rotor generator CATATAN: B LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24600 MEMASANG STARTER CLUTCH 1. Putar gear starter clutch ke arah kanan "A". 5-31 . starter clutch dalam kondisi rusak. kencangkan baut starter clutch. • Kembangkan tiap ujung baut “a” starter clutch. pastikan pin pasak terpasang dengan sempurna pada crankshaft. Pasang gear starter clutch “1” pada starter clutch dan tahan rotor generator. Kencangkan: • Mur rotor generator “1” Mur rotor generator 70 Nm (7.0 m·kg. 2. starter clutch harus dalam kondisi bebas berputar.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH 1 2 3 1 2 3 2 1 3 Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A CATATAN: • Tahan rotor generator “2” dengan alat sheave holder “3”. starter clutch dan gear starter clutch harus mengopel. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 Baru 3 2 a a a EAS24500 A 1 MEMASANG GENERATOR 1. jika tidak terkoplel. Periksa: • cara kerja starter clutch a. 2. • Pada saat memasang rotor generator. Periksa: • Permukaan singgung starter clutch rusak/aus/tidak rata → Ganti starter clutch gear. Periksa: • Idle gear starter clutch • Gear starter clutch Cacat/mengecil/aus/tidak lancar → Ganti komponen yang rusak 3. jika tidak berputar starter clutch dalam kondisi rusak dan harus diganti. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang terdapat pada rotor generator. 50 ft·lb) Baut starter clutch 14 Nm (1. Jika gear starter clutch diputar ke arah "B". b. R. 10 ft·lb) T. dan harus diganti c. T.4 m·kg. R. Pasang: • Unit starter clutch • Baut starter clutch Baru • Bersihkan sisi ketirusan crankshaft dan lubang hub rotor generator. 4.

R. Yamaha bond No.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan baut tutup generator dengan pola silang. Lumasi: • Lem/Sealant (pada gromet kabel unit crankshaft positionsensor/stator). Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A 1.11 2. Pasang: • Penutup generator Baut penutup generator 10 Nm (1. 5-32 . 1215 90890-85505 (Three Bond No.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH CATATAN: • Tahan rotor generator “2” dengan alat sheave sheave holder “3”. kencangkan mur rotor generator. 7.0 m·kg.6 5 7 8 4 3.10 9 1 3 2 3. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang terdapat pada rotor generator. dan berurutan seperti pada gambar. T.1215®) 4.

2 ft • Ib) T. 5-33 . 7.STARTER LISTRIK EAS24780 STARTER LISTRIK Melepas motor starter 10 Nm (1. 2 1 Nomor 1 2 Komponen yang dilepas Motor starter Kabel motor starter Jumlah 1 1 Lepaskan Keterangan Untuk pemasangan.0 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. R.

kebalikan dari prosedur melepas. 5-34 .STARTER LISTRIK Membongkar motor starter 1 Baru 6 LS 5 7 3 Baru 4 2 7 6 Order 1 2 3 4 5 6 7 O-ring Job/Parts to remove Q’ty 1 1 1 1 1 2 2 Remarks Yoke motor starter O-ring Commutator Penutup depan motor starter /holder brush Sikat/Brush Per sikat/Brush Untuk pemasangan.

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Armature coil Tahanan commutator “1” 0. ganti motor starter.6 mm (0. Ukur tahanan unit armature dengan alat pocket tester.35 mm (0.65 in) a. dengan patahan gergaji Kedalaman alur/Mica undercut 1. Jika diluar spesifikasi.05 in) LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. Ukur: • Kedalaman alur /Mica undercut “a” diluar spesifikasi → perdalam alur comutator. perhatikan tanda penepatan “a” yang terdapat pada yoke motor starter dan penutup depan motor starter 1 2 4. harus dijaga untuk mejamin kerja commutator. a 3. Sebelum membongkar motor starter. Lepas: • Yoke motor starter “1” • Penutup depan motor starter/holder brush “2” CATATAN: CATATAN: Kedalaman alur/mica undercut.STARTER LISTRIK EAS3C11011 MEMBONGKAR MOTOR STARTER 1. Ukur: • Tahanan unit Armature (commutator dan insulation) diluar spesifikasi → Ganti motor starter a EAS24790 MEMERIKSA MOTOR STARTER 1.50 mm (0. Ukur: • Panjang sikat/brush “a” di luar spesifikasi → Ganti sikat/brush Limit 3. Ukur: • Diameter commutator “a” diluar spesifikasi → Ganti motor starter Limit 16.0315–0.14 in) 5-35 . Periksa • Commutator Kotor→ bersihkan dengan amplas 2.0385 Ω pada 20 °C (68 °F) Tahanan Insulation “2” sekitar 1 MΩ pada 20 °C (68 °F) b.

Periksa: • Bearing • Seal oli Rusak/aus → Ganti penutup depan motor starter /holder brush satu set. 8. Ukur: • Tekanan per brush/sikat diluar spesifikasi → Ganti per sikat/ brush satu set. EAS24800 MERAKIT MOTOR STARTER 1.17 oz) (400–600 gf) 7.STARTER LISTRIK 6. 1 2 a 5-36 . Pasang: • Penutup depan motor starter /holder brush set “1” • Yoke motor starter “2” CATATAN: Tepatkan tanda garis “a” pada yoke motor starter dan penutup depan motor starter/ holder brush seperti sebelum dibongkar. Tekanan per/brush 3. Periksa: • Gigi gear rusak/aus → Ganti gear.11–21.92–5.88 N (14.

kebalikan dari prosedur melepas. Nomor T. 2 3 4 5 6 7 8 9 Tuas starter Penutup filter oli Filter oli Stopper tuas starter Penutup kopling Gasket penutup kopling Pin dowel Seal oli 5-37 .0 m • kg. R. 7.5 ft • Ib) T. R. (6) 10 Nm (1. Komponen yang dilepas Oli mesin Kuras oli mesin lihat bagian “MENGGANTI OLI MESIN” halaman 3-10. 8 Baru 7 Baru 9 2 E 8 9 Baru 6 3 LS 4 Baru LS (4) T.KOPLING EAS25061 KOPLING Melepas penutup kopling 9 Nm (0.8 m • kg. 20 ft • Ib) T.2 ft • Ib) Keterangan T. 6. 1 1 1 1 1 1 2 2 Untuk pemasangan. 36 ft • Ib) 10 Nm (1. 1 5 28 Nm (2.9 m • kg.0 m • kg. R. R.0 m • kg.2 ft • Ib) Jumlah 50 Nm (5. 7. R.

7 ft • Ib) 8 Nm (0. 3 4 5 1 8 (4) (4) 8 7 2 8 7 8 10 7 13 6 12 11 9 15 18 16 17 E E Komponen yang dilepas Mur pengunci Per kopling Plat tekan Batang penekan pendek tuas kopling Holder batang penekan kopling Bola/ball Kampas kopling 1 Plat kopling Kampas kopling 2 Kampas kopling 3 (Hijau) Per damper kopling Dudukan per dumper kopling Mur clutch boss Washer pengunci Clutch boss Thrust washer Rumah kopling Jumlah 1 4 1 1 1 1 3 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 keterangan 5-38 .0 m • kg. 12 Nm (1. 14 Baru Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 T.KOPLING Melepas kopling 70 Nm (7. R.8 ft • Ib) E T.8 m • kg. 8.2 m • kg. R. 50 ft • lb) T. R. 5.

50 ft • lb) T. 5-39 . R.8 m • kg.8 ft • Ib) E T. 14 Baru Nomor 18 T. 8. 12 Nm (1.0 m • kg.KOPLING Melepas kopling 70 Nm (7. 3 4 5 1 8 (4) (4) 8 7 2 8 7 8 10 7 13 6 12 11 9 15 18 16 17 E E Komponen yang dilepas Conical spring washer Jumlah 1 keterangan Untuk pemasangan. R. R.7 ft • Ib) 8 Nm (0. kebalikan dari prosedur melepas. 5.2 m • kg.

kebalikan dari prosedur melepas 5-40 .KOPLING Melepas tuas penekan 1 E 2 3 Baru E LS 4 Baru 5 Nomor Komponen yang dilepas Rumah kopling Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. 1 2 3 4 5 Tuas penekan kopling/Clutch push lever Per tuas penekan kopling Circlip Seal oli Bearing 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan.

Ukur: • Kelurusan plat kopling (dengan meja datar dan thickness gauge “1”) diluar spesifikasi → ganti plat kopling satu set. C.80 mm (0.10 mm (0. 2.114–0.90–3. Kendorkan: • Mur clutch boss “1” CATATAN: Tahan clutch boss “2” dengan alat universal clutch holder “3”. untuk memeriksa plat kopling. B. 1. Thickness gauge 90890-03180 Feeler gauge set YU-26900-9 5-41 .110 in) Ketebalan kampas kopling 3 2.90–3.122 in) Batas ketipisan 2. Ukur: • Ketebalan kampas kopling diluar spesifikasi → Ganti kampas kopling satu set. EAS25110 Kampas kopling 1 Kampas kopling 2 kampas kopling 3 (Hijau) Posisi cat warna hijau Ukur ketebalan kampas pada empat posisi Ketebalan kampas kopling 1 2. a.10 mm (0.122 in) Batas ketipisan 2. Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 A B 1 2 3 C EAS25100 MEMERIKSA KAMPAS KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini. Luruskan washer pengunci 2. Periksa: • Plat kopling rusak/aus → Ganti plat kopling satu set 2. 1. Periksa: • Kampas kopling Tipis/aus → Ganti kampas kopling satu set.10 mm (0.114–0. untuk memeriksa kampas kopling.KOPLING EAS25070 MELEPAS KOPLING 1.122 in) Batas ketipisan 2. buka mur clutch boss.80 mm (0. CATATAN: a A.114–0.110 in) Ketebalan kampas kopling 2 2.90–3.80 mm (0.110 in) MEMERIKSA PLAT KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini.

Ukur: • Panjang bebas per kopling “a” diluar spesifikasi → ganti per kopling satu set. akan berakibat kerja kampas kopling tidak lancar. 2. EAS25160 EAS25140 MEMERIKSA PER KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini. Lepas: • Gear primary drive lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. EAS25170 MEMERIKSA PLAT TEKAN 1.53 in) Panjang minimum 36. Periksa: • Alur Clutch boss rusak/bergelombang/aus → Ganti clutch boss.0079 in) 2.45 in) MEMERIKSA CLUTCH BOSS 1. Periksa: • Per kopling rusak/patah → ganti per kopling satu set. untuk memeriksa per kopling.45–1. Periksa: • Plat tekan retak/rusak → Ganti EAS3C11013 EAS25150 MEMERIKSA RUMAH KOPLING 1. MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVE 1. Periksa: • Alur rumah kopling/Clutch housing dogs “1” Rusak/tidak rata/aus → ratakan permukaan alur atau ganti rumah kopling.20 mm (0.057–0. Periksa: • Bearing rusak/aus → Ganti bearing dan rumah kopling.75 mm (0.80 mm (1.KOPLING Ketebalan plat kopling 1. CATATAN: MEMERIKSA TUAS PENEKAN KOPLING DAN BATANG PENDEK PENEKAN KOPLING 1. CATATAN: Tidak ratanya alur clutch boss akan berakibat kerja kampas kopling tidak lancar. 1. 5-42 .74 mm (1. Panjang bebas per kopling 38. Periksa: • Tuas penekan kopling • Batang pendek penekan kopling rusak/aus → Ganti komponen yang rusak EAS25200 Tidak ratanya alur rumah kopling.069 in) Batas kebengkokan 0.

Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 2. 3. dan kencangkan mur clutch boss. EAS25210 CATATAN: Pastikan sudut tajam thrust washer "a" pada posisi berlawanan dengan sisi clutch boss.0 m·kg. Baru 2 b EAS25240 1 MEMASANG KOPLING 1.KOPLING 2. 1 CATATAN: Tahan clutch boss “2” dengan alat universal clutch holder “3”. Timbul suara " noise" pada saat jalan → Ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set. 1 a MEMRIKSA GEAR PRIMARY DRIVEN 1. Periksa: • Gear primary driven“1” rusak/aus → ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set Timbul suara "Noise" saat berjalan → Ganti Gear primary drive dan rumah kopling satu set. Pasang: • Clutch boss “1” • Washer pengunci“2” Baru • Mur clutch boss CATATAN: 1 • Lumasi ulir mur clutch boss dan permukaan washer pengunci dengan oli mesin. Pasang: • Rumahn kopling • Thrust washer “1” R. Pasang: • Conical spring washer “1” CATATAN: a 4. Pasang: • Gera primary drive lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. 3. • Tepatkan alur “a” washer pengunci pada tulangan “b” yang terdapat pada clutch boss. Kencangkan: • Mur clutch boss “1” Mur clutch boss 70 Nm (7. 50 ft·lb) Pasang conical spring washer dengan posisi seperti pada gambar illustrasi T. Periksa: • Gear primary drive Rusak/aus → Ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set. 5-43 .

KOPLING 2 1 2 3 1 5. dan kencangkan mur pengunci setelan kopling sesuai spesifikasi. 3 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5-44 .7 ft·lb) 2 CATATAN: Kencangkan baut per kopling. Setel: • Gerak bebas mekanisme kopling a. Lumasi: • Kampas kopling • Plat kopling (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Oli mesin 7.8 m·kg. Pasang: • Plat tekan • Per kopling “1” • Baut per kopling “2” Baut per kopling 12 Nm (1. Periksa posisi nok “a” yang terdapat pada tuas “1” tepatkan dengan nok “b” yang ada pada crankcase seperti gambar dibawah. 5. Mur pengunci (setelan kopling) 8 Nm (0. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM a b 1 c • Pasang clutch damper spring seat dan clutch damper spring seperti pada gambar ilustrasi • Pertama. 6. dan kampas 12 b. pada sisi yang panjang. 8. Bengkokan washer pengunci. Pasang: • Clutch damper spring seat “1” • Clutch damper spring “2” • Kampas kopling 2 • Plat kopling • Kampas kopling 1 CATATAN: 9. dengan pola silang seperti pada gambar T.8 ft·lb) T. ke sisi mur. dengan menekan tuas kopling ke arah “c” hingga terhenti. dan selanjutnya bergantian antara plat kopling. R. • Tahan baut penyetel. 8. pasang kampas kopling. putar baut penyetel “3” kedalam atau keluar hingga nok “a” tepat dengan nok "b". R. Jika nok “a” tidak tepat dengan nok “b”. tepatkan dengan tahapan sbb : • Kendorkan mur pengunci setelan kopling “2”. • Dengan tuas kopling ditekan ke arah "c".2 m·kg.

dan pastikan tuas kick starter tidak menyentuh rumah kopling “a” .13 8 9 9 10 11 5-45 .Setel: • Gerak bebas kabel kopling lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING” halaman 3-11. dengan pola silang dan urutan pengencangan seperti gambar.4–0. 1 a 1 a 13.KOPLING 10.Pasang: • Penutup kopling Baut penutup kopling 10 Nm (1. R. 2 b 11.4–1. 7.Pasang: • Seal oli “1” • Seal oli “2” kedalaman pemasangan seal “a” 1.035 in) CATATAN: Pasang tuas kickstarter serapat mungkin dengan penutup kopling.7 5 4 2.016–0. 12.0 m·kg.Pasang: • Tuas kickstarter “1” T.12 3.075 in) kedalaman pemasangan seal “b” 0.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan baut penutup kopling.9 mm (0. 6 1.055–0.9 mm (0.

7 ft • Ib) Nomor T.KICKSTARTER EAS24820 KICKSTARTER Melepas kickstarter 12 Nm (1. LT LT 7 LT E 5 Baru 4 3 2 1 Baru E 6 Komponen yang dilepas Rumah kopling 1 2 3 4 5 6 7 Circlip Washer Idle gear kickstarter Washer Circlip Unit kickstarter Guide gear ratchet 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.2 m • kg. R. kebalikan dari prosedur melepas. 5-46 . 8.

KICKSTARTER Membongkar kickstarter 1 2 11 3 4 5 Baru 6 M 8 10 9 M 7 Baru Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Komponen yang dilepas Spacer Per kickstarter Washer Gear kickstarter Washer Circlip Circlip Washer Per/Spring Gear ratchet As kickstarter Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas. 5-47 .

Periksa: • Gear ratchet • Idle gear kickstarter • Gear kickstarter Rusak/Aus → Ganti komponen yang rusak 2. a 1 MERAKIT KICKSTARTER 1. Pasang: • As kickstarter “1” • Gear ratchet “2” CATATAN: Tepatkan tanda titik “a” pada as kickstarter dengan tanda titik “b” pada ratchet gear.KICKSTARTER EAS24850 MEMERIKSA KICKSTARTER 1. Pasang: • Washer “1” • Circlip “2” CATATAN: Pastikan sudut yang tajam dari clip “a” pada posisi yang berlawanan dengan sisi washer dan gear. Pasang: • As kickstarter • Per kickstarter “1” 5-48 . dan masukan ujung per pada lubang “a” yang ada pada crankcase. 1 2 a EAS24880 MEMASANG KICKSTARTER 1. Periksa: • Per kickstarter Rusak/Patah → Ganti EAS3C11012 CATATAN: Putar ujung per kickstarter ke kanan. 1 a 2 b 2.

2 1 LT LT 10 Nm (1.POMPA OLI EAS24911 POMPA OLI Melepas pompa oli 3 4 Nm (0. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg. T. Komponen yang dilepas Rumah kopling Gear primary drive /Gear balancer drive Jumlah 1 2 3 Plat baffle oli Unit pompa oli Gear drive pompa oli 1 1 1 Untuk pemasangan. 2.2 ft • Ib) Keterangan lihat bagian "KOPLING” halaman 5-37. R. lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55.9 ft • Ib) Nomor T. 5-49 . R.4 m • kg. 7.

POMPA OLI Membongkar pompa oli 2 6 5 4 3 E 1 E Nomor 1 2 3 4 5 6 Komponen yang dilepas Penutup rumah pompa oli Pin Gear driven pompa oli Inner rotor pompa oli Outer rotor pompa oli Rumah pompa oli Jumlah 1 1 1 1 1 1 keterangan Untuk pemasangan. 5-50 . kebalikan dari prosedur melepas.

dengan alur “a” yang terdapat pada inner rotor “1”.18 mm (0.11 mm (0. Ukur: • Kelonggaran Inner-rotor-ke-outer-rotor “a” • Kelonggaran Outer-rotor-ke-rumah pompa oli “b” • Kelonggaran rumah pompa oli-ke-inner-rotorouter rotor “c” diluar spesifikasi → Ganti pompa oli kelonggaran Inner-rotor-ke-outer rotor tip kurang dari 0.0051–0.0091 in) kelonggaran Outer-rotor-kerumah pompa oli 0. 2. Lumasi: • Inner rotor pompa oli • Outer rotor pompa oli • Driven gear pompa oli (dengan pelumas yang disarankan) 1.0059 in) Limit 0. Pasang: • Outer rotor pompa oli • Inner rotor pompa oli “1” • Driven gear pompa oli • Pin “2” CATATAN: Pada saat memasang inner rotor. Periksa: • cara kerja pompa oli Putaran berat → ulangi tahap (1) dan (2) atau ganti komponen yang rusak.0071 in) Limit 0.25 mm (0.0098 in) kelonggaran rumah pompa oli ke inner-rotor dan outer-rotor 0.15 mm (0.13–0. 5-51 . Outer rotor 3.06–0. Inner rotor 2.0024–0.0043 in) Limit 0. Rumah pompa oli Pelumas yang disarankan Oli mesin 2.18 mm (0. EAS25000 MERAKIT POMPA OLI 1.POMPA OLI EAS24960 MEMERIKSA POMPA OLI 1.23 mm (0. tepatkan pin pada as pompa oli "2". Periksa: • Drive gear pompa oli • Driven gear pompa oli • Rumah pompa oli • Penutup rumah pompa oli retak/rusak/aus → Ganti komponen yang rusak.0071 in) 3.

T. 5-52 . pastikan pompa oli berputar dengan lancar.4 m·kg.POMPA OLI 1 2 a 3.4 ft·lb) ECA3C11021 PERHATIAN: Setelah mengencangkan baut unit pompa oli. EAS25020 MEMASANG POMPA OLI 1. Periksa: • Cara kerja pompa oli lihat bagian “MEMERIKSA POMPA OLI” halaman 5-51. Pasang: • Unit pompa oli Baut unit pompa oli 4 Nm (0. R. 2.

7. 1 2 3 4 5 6 As pemindah gigi/Shift shaft Circlip Per as pemindah gigi Tuas stopper Per tuas stopper Seal oli 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan .2 ft • Ib) T. 5-53 .AS PEMINDAH GIGI EAS25410 AS PEMINDAH GIGI Melepas as pemindah gigi dan tuas stopper 6 LS Baru 2 E 3 LT 4 5 1 10 Nm (1. Nomor Komponen yang dilepas Rumah kopling Lengan pemindah/Shift arm Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. R. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg. lihat bagian “MELEPAS MESIN” hal 5-1.

• Per tuas stopper rusak/aus → Ganti EAS25450 MEMASANG AS PEMINDAH GIGI 1. Periksa: • Tuas stopper bengkok/rusak → ganti roller tidak berputar lancar → Ganti tuas stoper set. Periksa: • As pemindah gigi/Shift shaft Bengkok/rusak/aus → Ganti • Per as pemindah gigi rusak/aus/patah → Ganti EAS25430 MEMERIKSA TUAS STOPPER 1. 3 2 1 2. 2 1 5-54 . Pasang: • As pemindah gigi/Shift shaft “1” CATATAN: Masukan ujung per shift shaft pada stopper "2".AS PEMINDAH GIGI EAS25420 MEMERIKSA AS PEMINDAH GIGI 1. • Tepatkan stopper lever dengan unit shift drum segment. dan crankcase boss “3”. Pasang: • Tuas stopper “1” • Per tuas stopper “2” CATATAN: • Kaitkan ujung per tuas stoper pada lubang tuas stoper.

GEAR BALANCER EAS3C11017 GEAR BALANCER Melepas gear primary drive dan gear balancer 6 5 13 4 3 1 60 Nm (6. R. 5-55 . 43 ft • Ib) E 15 10 14 9 12 11 50 Nm (5. Nomor 10 11 12 13 14 R.0 m • kg. 8 T. 36 ft • Ib) T. 7 Baru 2 komponen yang dilepas Rumah kopling 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Mur gear primary drive Mur gear balancer driven Washer Gear primary drive Gear balancer drive Pasak Washer pengunci Plat gear balancer driven 1 Gear balancer driven Buffer boss Per/spring Pin dowel Pasak Plat gear balancer driven 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 2 1 1 Jumlah keterangan lihat bagian "KOPLING” halaman 5-37.0 m • kg.

Keterangan 5-56 . 7 Baru 2 Komponen yang dilepas Spacer Jumlah 1 Untuk pemasangan. R.0 m • kg. 8 T. kebalikan dari prosedur melepas. 36 ft • Ib) T.0 m • kg.GEAR BALANCER Melepas gear primary drive dan gear balancer 6 5 13 4 3 1 60 Nm (6. 43 ft • Ib) E 15 10 14 9 12 11 50 Nm (5. Nomor 15 R.

Pasang pin dowel dan per secara berselang seperti pada gambar. Periksa: • Gear balancer drive • Gear balancer driven • Buffer boss • Per/Spring • Pin dowel rerak/rusak/aus → Ganti 2. Pasang: • Pin dowel “1” • Per/Springs “2” (pada buffer boss) CATATAN: Tempatkan plat aluminum “a” diantara balancer drive gear “2” dan balancer driven gear “3”. Kendorkan: • Mur gear balancer driven “1” CATATAN: 1 2 2. dan lepaskan mur gear primary. Periksa: • Gear primary drive lihat bagian “MEMRIKSA GEAR PRIMARY DRIVE” halaman 5-42. MEMASANG GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER 1. Pasang: • Gear balancer driven “1” • Washer pengunci Baru • Gear balancer drive “2” • Gear primary drive • Washer “3” • Mur gear balancer driven • Mur gear primary drive CATATAN: • Tepatkan tanda titik “a” pada gear balancer drive “2” dengan tanda titik “b” pada gear balancer driven “1”. Pasang: • Buffer boss “1” • Gear balancer driven “2” CATATAN: Tempatkan plat aluminum “a” diantara balancer drive gear “2” dan balancer driven gear “3”. 2 a 1 1 3 b EAS3C11019 EAS3C11021 a 2 MEMERIKSA GEAR BALANCER DAN GEAR PRIMARY DRIVE 1. Luruskan lipatan washer pengunci. 3. Tepatkan titik “a” pada buffer boss dengan tanda titik “b” yang terdapat pada gear balancer driven. Kendorkan: • Mur gear primary drive “1” CATATAN: MEMASANG GEAR BALANCER DRIVEN 1. 2 3 1 a 2.GEAR BALANCER EAS3C11018 EAS3C11020 MELEPAS GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER 1. dan lepaskan mur gear balancer driven. 5-57 .

dan kencangkan mur gear primary drive. 43 ft·lb) CATATAN: • Tempatkan plat aluminum “a” diantara gear balancer drive “3” dan gear balancer driven “4”. 3 b 2 1 2 1 4 a b 3. Bengkokan washer pengunci. 3 c 2. pada bagian sisi yang rata pada mur. 1 a 5-58 .0 m·kg. 36 ft·lb) Mur gear primary drive 60 Nm (6.GEAR BALANCER • Pastikan sudut yang tajam dari washer “c” pada posisi yang berhadapan dengan sisi gear primary drive. R.0 m·kg. dan kencangkan mur gear balancer driven. Kencangkan: • Mur gear balancer driven “1” • Mur gear primary drive “2” Mur gear balancer driven 50 Nm (5. 3 4 T. • Tempatkan plat aluminium “b” diantara gear balancer drive “3” dan gear balancer driven “4”.

2 m • kg. 1 1 1 1 T. R. 7.CRANKCASE EAS25540 CRANKCASE Memisahkan crankcase 10 Nm (1. lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6.0 m • kg. 7.2 ft • Ib) R. lihat bagian “POMPA OLI” halaman 5-49. R.0 m • kg.0 m • kg.2 ft • Ib) 8 10 Nm (1. lihat hbagian “GENERATOR DAN STARTER CLUTCH” halaman 5-28. 10 9 2 6 5 Baru LS 3 1 9 7 4 Baru 32 Nm (3. lihat bagian “STARTER LISTRIK" halaman 5-33. T.2 ft • Ib) Keterangan lihat bagian “MELEPAS MESIN” halaman 5-1. Komponen yang dilepas Cylinder head Cylinder/Piston Rumah kopling Unit pompa oli As pemindah gigi/Shift shaft Unit Kickstarter Motor starter Gear balancer Rotor generator 1 2 3 4 Guide rantai timing (sisi pemasukan) Penutup rantai Rantai timing Baut penguras oli mesin T. T. 10 Nm (1. lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. 7. R. Nomor Mesin T.0 m • kg. lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55.0 m • kg. lihat bagian “CYLINDER DAN PISTON” halaman 5-23. 7. R. Jumlah 5-59 . 23 ft • Ib) 20 Nm (2.2 ft • Ib) T. R. lihat bagian “KICKSTARTER” halaman 5-46. 14 ft • Ib) 10 Nm (1. lihat bagian “AS PEMINDAH GIGI” hal 5-53.

14 ft • Ib) 10 Nm (1.2 ft • Ib) R. T.2 ft • Ib) 8 10 Nm (1. R.2 ft • Ib) Keterangan T.0 m • kg. 23 ft • Ib) 20 Nm (2. 7.2 ft • Ib) T. 10 Nm (1. 5-60 . 10 9 2 6 5 Baru LS 3 1 9 7 4 Baru 32 Nm (3.0 m • kg. Nomor 5 6 7 8 9 10 T. R.CRANKCASE Memisahkan crankcase 10 Nm (1. R. 7. R. 7. T. 7.0 m • kg.2 m • kg.0 m • kg. R. Komponen yang dilepas Per/spring Saringan oli mesin Switch neutral Crankcase kanan Pin dowel Crankcase kiri T. Jumlah 1 1 1 1 2 1 Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg.

1 ft • Ib) E T.CRANKCASE Melepas seal oli dan bearing 3 E 7 Nm (0. kebalikan dari prosedur melepas. 3 2 3 3 3 3 LT 1 3 E LS Nomor Komponen yang dilepas Crankshaft/Balancer Transmisi Jumlah Keterangan lihat bagian “CRANKSHAFT” halaman 5-64. 5. R. 5-61 . 1 2 3 Seal oli Retainer bearing Bearing 1 1 7 Untuk pemasangan.7 m • kg. lihat bagian “TRANSMISI” halaman 5-67.

15 MEMERIKSA CRANKCASE 1. Periksa: • Crankcase retak/rusak → Ganti • Aliran oli pada crankcase tersumbat → tiup dengan udara bertekanan. Pukul pada bagian tonjolan yang terdapat pada crankcase. Crankcase kanan 4. 2.13 A. pada posisi ini.14 2. Periksa: • Rantai timing rusak/kaku → Ganti rantai timing satu set dengan sprocket camshaft. jangan pada bagian permukaan sambungan. Periksa: • Saringan oli/oil strainer rusak/sobek → ganti Kontaminasi → bersihkan dengan pembersih 3. 2. 2 EAS25580 1 B 10.CRANKCASE EAS3C11032 ECA13900 MEMISAHKAN CRANKCASE 1. Periksa: • Bearing Bersihkan dan lumasi bearing. 3. Periksa: • Guide rantai timing (sisi masuk) rusak/aus → Ganti EAS3C11034 1 PERIKSA SARINGAN OLI/OIL STRAINER 1. Bersihkan gasket cair yang terdapat pada permukaan sambungan crankcase. Lepas: • Baut crankcase CATATAN: PERHATIAN: Kendorkan semua baut dengan 1/4 putaran. selanjutnya putar inner race dengan jari. hati-hati dan pastikan crankcase terpisah dengan mudah. Rendam crankcase pada cairan pembersih. EAS3C11033 9 8 7 6 5 MEMERIKSA RANTAI TIMING DAN GUIDE RANTAI TIMING 1. Crankcase kiri B. Putar: • Posisi segment shift drum CATATAN: Putar segment shift drum “1” seperti pada posisi gambar ilustrasi. 11 12 3. dan urutan seperti pada gambar A Pukul salah satu sisi crankcase dengan hammer plastik. 5-62 . segment shift drum tidak menyentuh crankcase pada saat crankcase dipisahkan. dengan pola silang. Lepaskan: • Crankcase kanan EAS3C11014 MEMERIKSA BEARING DAN SEAL OLI 1.

7. dengan urutan pengencangan.1215®) CATATAN: Jangan sampai gasket cair/ sealant masuk kedalam jalur saluran oli.CRANKCASE Putaran tidak lancar → Ganti • Seal oli rusak/bocor → Ganti EAS3C11015 3.1 ft·lb) LOCTITE® 4. R. pada posisi ini. 1215 90890-85505 (Three Bond No. a 1 Baut crankcase 10 Nm (1. R. Crankcase kanan 5-63 . 1. Oleskan: • Gasket cair/Sealant (pada permukaan sambungan crankcase) Yamaha bond No.13 B 7 8 9 10 2. • Pasang retainer bearing “1” dengan tanda "OUT" “a” menghadap keluar. Baut retainer bearing 7 Nm (0.6 5 4 3. Pasang: • Retainer bearing “1” CATATAN: Putar segment shift drum “1” pada posisi seperti gambar ilustrasi.0 m·kg.7 m·kg. Pasang: • Baut crankcase 1 EAS25700 MEMASANG CRANKCASE 1. Bersihkan dengan sempurna gasket cair yang menempel pada permukaan sambungan. 5. 2. “15” • M6 × 45 mm : “1–5”. T. Crankcase kiri B. pada saat crankcase dirakit. Pasang : • Crankcase kanan CATATAN: MEMASANG RETAINER BEARING 1. segment shift drum tidak menyentuh crankcase. • M6 × 70 mm : “7–9”.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan semua baut dengan 1/4 putaran. seperti gambar. “11” • M6 × 55 mm : “14”. • Lumasi locking agent (LOCTITE®) pada bagian ulir baut retainer bearing..12 11 14 15 A. “10” A T.

1 2 Balancer Crankshaft 1 1 Untuk pemasangan. 5-64 . kebalikan dari prosedur melepas.CRANKSHAFT EAS25960 CRANKSHAFT Melepas crankshaft dan balancer 2 E E LS 1 Baru LS Baru Nomor Komponen yang dilepas Crankcase Jumlah Keterangan Memisahkan lihat bagian “CRANKCASE” halaman 5-59.

Periksa: • Kelurusan crankshaft diluar spesifikasi → Ganti crankshaft. CATATAN: Putar crankshaft secara perlahan Batas kebengkokan C 0. Periksa: • Sprocket crankshaft rusak/aus → Gantie crankshaft. berikan socket diantara baut crankcase separating tool dan ujung crankhaft. tidak rusak. Pasang: • Crankshaft “1” CATATAN: Pasang crankshaft dengan crankshaft installer pot “2”.890 in) 4. ECA3C11022 PERHATIAN • Untuk menghindari agar ujung crankshaft. • Pastikan crankcase separating tool pada posisi senter dengan crankshaft.410 mm (0. adapter (M12) “4” dan spacer (crankshaft installer) “5”. • Jangan menarik crankshaft. 5. Periksa: • Lajur as crankshaft retask/aus → Ganti crankshaft. Lepas: • Crankshaft “1” CATATAN: • Lepas crankshaft dari crankcase dengan crankcase separating tool “2”.00 mm (1.030 mm (0. atau keduanya.CRANKSHAFT EAS3C11016 MELEPAS CRANKSHAFT 1.888–1. Crankcase separating tool 90890-01135 Crankcase separator YU-01135-B 2. crankshaft installer bolt “3”.0161 in) 3. Ukur: • Lebar crankshaft diluar spesifikasi → Ganti crankshaft. • Bearing retak/rusak/longgar → Ganti crankshaft. Periksa: • Kelonggaran samping big end diluar spesifikasi → Ganti crankshaft. Kelonggaran samping big end D 0. • Jalur aliran oli crankshaft tersumbat → tiup dengan udara bertekanan EAS3C11036 2 1 EAS3C11035 MEMERIKSA CRANKSHAFT 1. 5-65 . Lebar A 47.0012 in) MEMASANG CRANKSHAFT 1.110–0. bearing.95–48.0043–0.

dengan gemuk lithium-soap-based dan tiap bearing dengan oli mesin. 5-66 .CRANKSHAFT Crankshaft installer pot 90890-01274 Installing pot YU-90058 Crankshaft installer bolt 90890-01275 Bolt YU-90060 Adapter (M12) 90890-01278 Adapter #3 YU-90063 Spacer (crankshaft installer) 90890-04081 Pot spacer YM-91044 1 2 4 5 ECA13970 3 PERHATIAN Untuk menghindari baret pada crankshaft dan mempermudah pemasangan . dan putar baut crankshaft installer dengan tangan yang lain. lumasi seal oli. CATATAN: Tahan connecting rod pada posisi titik mati atas (TMA) dengan satu tangan. Putar baut crankshaft installer hingga crankshaft masuk ke dalam crankcase dengan penuh.

TRANSMISI EAS26241 TRANSMISI Melepas transmisi. 5-67 . kebalikan dari prosedur melepas. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Guide bar shift fork Per/Spring Unit shift drum Shift fork-(kanan) Shift fork-(tengah) Shift fork-(kiri) Unit drive axle Unit Main axle Batang penekan (panjang) 1 2 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. dan shift forks 7 4 8 E 9 6 E E 5 E 2 1 3 E 2 Nomor Komponen yang dilepas Crankcase Jumlah Keterangan Memisahkan lihat bagian “CRANKCASE” halaman 5-59. unit shift drum.

kebalikan dari prosedur melepas. 5-68 .TRANSMISI Membongkar main axle M 6 5 4 3 Baru 2 1 M Nomor 1 2 3 4 5 6 Komponen yang dilepas 2nd pinion gear 3rd/4th pinion gear Circlip Toothed washer 5th pinion gear Main axle/1st pinion gear Jumlah 1 1 1 1 1 1 keterangan Untuk pemasangan.

kebalikan dari prosedur melepas.TRANSMISI Membongkar drive axle 4 5 6 7 8 Baru 9 10 11 12 M M 3 2 1 M M Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Komponen yang dilepas Washer 2nd wheel gear Dog clutch Washer 1st wheel gear Spacer 5th wheel gear Circlip Toothed washer 4th wheel gear 3rd wheel gear Drive axle Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. 5-69 .

1.03 mm (0.03 mm (0.0012 in) 5-70 . untuk memeriksa shift forks. Ukur: • Kelurusan main axle (dengan alignment dan dial gauge “1”) diluar spesifikasi → Ganti main axle. Periksa: • Shift fork guide bar Gelindingkan shift fork guide bar pada meja datar Bengkok → Ganti. Periksa: • Pergerakan shift fork (masukan as ke shift fork guide bar) pergerkan tidak lancar → Ganti shift forks dan shift fork guide bar satu set. MEMERIKSA TRANSMISI 1. Kelurusan drive axle 0. Periksa: • Shift fork cam follower “1” • Shift fork pawl “2” Bengkok/rusak/baret/aus → ganti shift fork. Kelurusan Main axle 0. • Segment shift drum “1” rusak/aus → ganti unit shift drum• Bearing shift drum “2” Rusak/macet → Ganti unit shift drum 2. MEMERIKSA UNIT SHIFT DRUM 1. Periksa: • Alur shift drum retak/tidak rata/aus → Ganti unit shift drum. EWA12840 EAS26290 PERINGATAN Jangan meluruskan shift fork guide bar yang bengkok.TRANSMISI EAS26260 EAS26270 MEMERIKSA SHIFT FORKS Ikuti prosedur dibawah ini.0012 in) 3. 2. Ukur: • Kelurusan drive axle (dengan alignment dan dial gauge “1”) diluar spesifikasi → Ganti drive axle.

b Baru 2 a 1 c EAS26320 4. Periksa: • Pengopelan setiap gigi transmisi (setiap pinion gear ke wheel gear) Tidak lancar → lepas kembali transmisi periksa setiap unit as transmisi 5.0197 in) 5 3 2 1 2.500 mm (0. Batas kebengkokan : 0. Periksa: • Gear transmisi Berwarna biru terbakar/mengecil/aus → Ganti gear yang bermasalah. Pasang: • Toothed washer “1” • Circlip “2” Baru CATATAN: 3. MEMERIKSA BATANG PENEKAN KOPLING 1. Ukur: • Kelurusan batang penekan diluar spesifikasi → Ganti batang penekan kopling.TRANSMISI EAS29020 MERAKIT MAIN AXLE DAN DRIVE AXLE 1. • Transmission gear dogs Retrak/rusak/oval → Ganti komponen yang rusak. “C”. Periksa: • Transmisi Pergerakan tidak lancar → perbaiki 4 5-71 . “L”. pada posisi yang berlawanan dengan toothed washer dan gear. EAS25190 MEMASANG SHIFT FORKS DAN UNIT SHIFT DRUM 1. • Pastikan sudut yang tajam "a" dari circlip. Pasang: • Shift fork-("L" kiri) “1” • Shift fork-("C"tengah) “2” • Shift fork-("R"kanan) “3” • Unit shift drum “4” • Per/springs • Shift fork guide bar “5” CATATAN: Tulisan timbul yang ada pada shift forks harus menghadap ke sisi kanan dari mesin dengan urutan: “R”. • Pastikan sambungan ujung circlip “b” pada alur as “c”. Periksa: • Pergerakan gear transmisi pergerakan tidak lancar → ganti komponen yang rusak. Periksa: • Batang penekan kopling (panjang) retak/rusak/aus → ganti batang penekan kopling (panjang) 2.

TRANSMISI CATATAN: • Lumasi dengan oli setiap gear dan bearing . 5-72 . dan semua gigi berputar dengan lancar. • Sebelum merakit crankcase. pastikan transmisi dalam kondisi netral.

TRANSMISI 5-73 .

.............................................................6-4 MEMERIKSA THERMOSTAT.................................................................................................................................................................................................................................................................6-5 MEMASANG THERMOSTAT................................ 6-5 POMPA AIR/WATER PUMP..6-3 THERMOSTAT ........................................................................................................6-8 MERAKIT POMPA AIR.............................................................6-8 MEMERIKSA POMPA AIR.............................. 6-9 6 .......6-6 MEMBONGKAR POMPA AIR........................................... 6-3 MEMASANG RADIATOR.............................................................6-8 MEMASANG POMPA AIR...............................................................6-1 MEMERIKSA RADIATOR................................................................................SISTIM PENDINGINAN/COOLING SYSTEM RADIATOR .......................................................

1 2 3 4 5 6 7 8 9 Selang pernafasan reservoir Selang reservoir coolant Cap reservoir coolant Reservoir coolant Coupler kipas radiator Selang pernafasan pompa air Selang pengeluaran radiator Selang pemasukan radiator Cap radiator 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Lepaskan 6-1 .8 m • kg. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 12 T.2 ft • Ib) T.8 ft • Ib) R. 5.1 ft • Ib) R. 7. 5. 8 Nm (0. Nomor Komponen yang dilepas Air pendingin/Coolant Jok/Panel depan kanan dan kiri/Panel samping kanan dan kiri Tangki bensin/Fuel tank Rumah saringan udara Jumlah Keterangan Kuras lihat bagian “MENGGANTI COOLANT” halaman 3-14. R.7 m • kg.0 m • kg. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 7 Nm (0.RADIATOR EAS26380 RADIATOR Melepas radiator 5 T. 2 3 9 8 1 11 4 6 10 7 10 Nm (1.

R.1 ft • Ib) R. 8 Nm (0. 5.2 ft • Ib) T. 6-2 . 2 3 9 8 1 11 4 6 10 7 10 Nm (1.RADIATOR Melepas radiator 5 T.7 m • kg. 7. 5. 7 Nm (0.8 m • kg. Nomor 10 11 12 komponen yang dilepas Radiator Kipas radiator Penutup radiator Jumlah 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.0 m • kg. 12 T.8 ft • Ib) R. kebalikan dari prosedur melepas.

Periksa: • Kipas radiator Rusak → Ganti Tidak berfungsi → Periksa dan perbaiki lihat bagian “SISTIM PENDINGINAN” hal 8-25. Tekanan buka klep tutup radiator 93.5–17. Rusak → perbaiki/ganti CATATAN: Luruskan fins radiator dengan obeng. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4. 2.RADIATOR EAS26390 MEMERIKSA RADIATOR 1. Periksa: • Sistim pendinginan/Cooling system Bocor → Perbaiki /ganti komponen yang rusak 3. Ukur: • Tekanan buka tutup radiator Tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. Periksa: • Kipas radiator Kotor tersumabt → Bersihkan Semprot dengan udara bertekanan. Berikan. harus dalam kondisi klep terbuka. minus. harus tidak ada penurunan. EAS26400 2. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG RADIATOR 1. Radiator cap tester 90890-01325 Radiator pressure tester YU-24460-01 Radiator cap tester adapter 90890-01352 Radiator pressure tester adapter YU-33984 6-3 . dan berikan tekanan sesuai spesifikasi. b.8 psi) (0. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator tidak sesuai dengan spesifikasi → Ganti tutup radiator.2–122.93–1. tekanan dibawah spesifikasi buka. Isi: • Sistim pendinginan/Cooling system (dengan kapasitas dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14.6 kPa (13. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. Periksa: • Selang radiator retak/bocor → Ganti 3.23 kgf/cm²) a. semprot dari belakang ke depan. Pasang radiator cap tester “1” dan adapter radiator cap tester “2” ke radiator cap “3”. selama 10 detik.

7. 4 T.8 m • kg.kebalikan dari prosedur melepas. lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.THERMOSTAT EAS26440 THERMOSTAT Melepas thermostat 1 2 Baru 3 18 Nm (1. Komponen yang dilepas Air pendingin/Coolant Jok/Panel depan kanan Tangki bensin/Fuel tank Jumlah Keterangan Kuras lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. 5 10 Nm (1. Lepaskan 6-4 . 13 ft • Ib) T.2 ft • Ib) Nomor R. 1 2 3 4 5 Selang masuk radiator Coupler coolant temperature sensor Coolant temperature sensor Tutup thermostat Thermostat 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan . R.0 m • kg.

ganti thermostat. b. 4. perhatikan perubahan suhu thermometer. Masukan thermometer “4” ke dalam air d. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator Tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. a. R. Periksa: • Penutup thermostat retak/rusak → ganti 3. 13 ft·lb) ECA3C11004 PERHATIAN: Perlakukan dengan penuh hati-hati coolant temperature sensor. Thermostat yang tidak standart. c. Periksa: • Thermostat Tidak terbuka pada suhu 80.9 . Pasang: • Thermostat CATATAN: Pasang thermostat dengan lubang by pass “a” menghadap ke atas. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. 82 ± 1. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2.3 °F) → Ganti 2.5 (179. 3. Panaskan air secara perlahan “3”. Periksa: • Selang pemasukan radiator retak/bocor → Ganti EAS26480 MEMASANG THERMOSTAT 1. dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14.8 m·kg.5–83. Tertutup penuh B.5 °C (176. akan mengakibatkan panas/dingin yang berlebihan LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6-5 . Panaskan air secara perlahan. Periksa: • Sistim pendinginan/cooling system Bocor → Perbaiki/ganti komponen yang rusak 5. T. Pasang: 4 • Washer tembaga Baru • Coolant temperature sensor 3 1 2 Coolant temperature sensor 18 Nm (1. Isi: • Sistim pendinginan/cooling system (dengan kapasitas.THERMOSTAT EAS26450 MEMERIKSA THERMOSTAT 1. Terbuka penuh CATATAN: 95 203 Jika kondisi thermostat tidak sesuai.6 ± 2.7 A. dan thermostat.182. Rendam thermostat “1” ke dalam gelas “2” isi gelas dengan air. ganti komponen jika terjatuh atau terbentur dengan keras.

kecuali jika air radiator turun terlalu drastis.0 m • kg. R. Lepaskan Untuk pemasangan.POMPA AIR EAS26500 POMPA AIR Melepas pompa air 2 3 LS Baru 1 5 4 Baru LS 10 Nm (1. Lepaskan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. Komponen yang dilepas JUmlah Keterangan Tidak perlu membongkar pompa air. Panel depan kiri Kabel kopling (sisi mesin) Air pendingin/Coolant 1 2 3 4 5 Selang keluar radiator Selang pernafasan (pompa air) Selang pernafasan cylinder head Baut bracket radiator Unit pompa air 1 1 1 1 1 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1. Kuras. 7. atau air masuk kedalam ruang oli mesin. T. R. kebalikan dari prosedur melepas. 7.2 ft • Ib) Nomor T.0 m • kg. 6-6 . lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14.2 ft • Ib) 10 Nm (1.

2 ft • Ib) T. kebalikan dari prosedur melepas. R. 10 LS 3 Baru 2 1 10 Nm (1.2 ft • Ib) T.0 m • kg.0 m • kg.2 ft • Ib) 4 6 7 Baru T.0 m • kg. 7. 9 LT 8 Baru 5 10 Nm (1. 7. 7. R. 6-7 . R.POMPA AIR Membongkar pompa air 10 Nm (1. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Komponen yang dilepas Bracket radiator Tutup rumah radiator Gasket tutup rumah radiator Retainer as impeller As impeller Plat tutup rumah pompa air Gasket tutup rumah pompa air Seal pompa air Bearing Rumah pompa air Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.

CATATAN: Baru • Pasang seal pompa air dengan special tools. Middle driven shaft bearing driver MEMERIKSA POMPA AIR 1. • Pasang seal pompa air dengan spesial tool. Buka: • Seal pompa air “1” CATATAN: Lepas seal pompa air dari bagian dalam rumah pompa air. 6-8 . Pasang: • Gasket rumah pompa air “1” • Plat rumah pompa air “2” • As Impeller • Retainer as impeller “3” CATATAN: PERHATIAN: Jangan melumasi bagian dalam seal pompa air dengan oli maupuin gemuk.02 in) MERAKIT POMPA AIR 1.POMPA AIR EAS26510 MEMBONGKAR POMPA AIR 1. Periksa: • As Impeller retak/rusak/aus → Ganti • Bearing Putaran berat → Ganti • Selang keluar radiator retak/bocor → Ganti EAS26560 a a.5 mm (0–0. dengan kedalaman seperti terlihat pada gambar ilustrasi. Pasang: • Seal pompa air “1” Baru (kedalam rumah pompa air “2”) ECA14080 2. Tekan kebawah 3. 0–0. • Setelah pemasangan as impeller periksa putaran harus lancar. 2. Lepas: • Bearing “2” CATATAN: Mechanical seal installer 90890-04145 Middle driven shaft bearing driver 90890-04058 Bearing driver 40 mm YM-04058 A 4 3 1 Baru 2 Lepas bearing dari bagian luar rumah pompa air “3”. Lumasi: • Bagian luar seal pompa air Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 3. • Sebelum memasang retainer as impeller shaft lumasi dengan tipis ujung as impeller dengan gemuk coat of lithium-soap-based. Mechanical seal installer 4. • Pasang gasket rumah pompa oli “1” seperti pada gambar ilustrasi. 2 3 1 EAS26530 A.

dan retainer as impeller sejajar.POMPA AIR • Pastikan lubang baut gasket rumah pompa air. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. 6-9 . Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator Tekanan tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. Isi: • Cairan pendingin/Cooling system (dengan spesifikasi dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. plat rumah pompa air. a 1 Baru 3 EAS26580 2 MEMASANG POMPA AIR 1. 3. Pasang: • Unit pompa air “1” • O-rings “2” Baru CATATAN: • Pastikan nok “a” yang ada pada ujung as impeller dengan alur “b” pada baut sprocket camshaft • Lumasi O-rings dengan gemuk coat of lithiumsoap-based. a b 1 2 2. Periksa: • Sistim pendinginan/Cooling system Bocor → Perbaiki/ganti komponen yang rusak 4. dan pastikan plat rumah pompa air tidak menyumbat lubang "a" pada gasket.

.............. 7-6 MEMERIKSA THROTTLE BODY ..................................................................................................................... 7-2 MEMASANG TANGKI BENSIN........................................SISTIM BAHAN BAKAR TANGKI BENSIN ................................................................. 7-6 MEMASANG THROTTLE BODY ............................................................................................................................................... 7-2 MELEPAS POMPA BENSIN ............................................................................................................................................................. 7-6 MEMERIKSA TEKANAN BAHAN BAKAR/ FUEL PRESSURE ..................................... 7-2 MEEMRIKSA BODI POMPA BENSIN............................. 7-4 MELEPAS THROTTLE BODY...... 7-9 MEMERIKSA AIR INDUCTION SYSTEM.. 7-1 MELEPAS TANGKI BENSIN .......................................................................... 7-6 MEMERIKSA INJECTOR BAHAN BAKAR .............................................................................................................................. 7-12 7 . 7-6 AIR INDUCTION SYSTEM ............................... 7-2 MEMASANG POMPA BENSIN........................ 7-2 THROTTLE BODY....................

0 m • kg.0 m • kg. 7. R.9 ft • Ib) 10 Nm (1.4 m • kg.2 ft • Ib) T.TANGKI BENSIN EAS26620 TANGKI BENSIN Melepas tangki bensin 10 Nm (1. 6 Baru 5 2 (6) 4 1 4 Nm (0. Nomor Komponen yang dilepas Jok/tempat duduk Jumlah Keterangan lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1. 1 2 3 4 5 6 Coupler pompa bensin Selang bensin Tangki bensin Retainer pompa bensin Pompa bensin Gasket pompa bensin 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan. 7-1 . T. 2. kebalikan dari prosedur melepas.2 ft • Ib) T. R. 3 R. 7.

2. jika akan melepas selang. CATATAN: • Jangan sampai melukai permukaan sambungan tangki. tekan dua pengait “2” yang terdapat pada sisi connector. CATATAN: • Pasang connector selang bensin. dengan cara menyedot dengan pompa. pada saat memasang pompa bensin • Selalu pergunakan gasket pompa yang baru. Pada saat memasang selang bensin.TANGKI BENSIN EAS26630 EAS26670 MELEPAS TANGKI BENSIN 1. • Jangan menyentuh bagian dari fuel sender. • Sebelum melepas selang. Pasang: • selang bensin ECA3C11005 PERHATIAN: MELEPAS POMPA BENSIN 1. Kuras bensin melaui lubang tangki. • Kencangkan baut pompa bensin. tempatkan kain dibawah sambungan selang. EAS26640 EAS3C11024 MEMASANG TANGKI BENSIN 1. dengan posisi permukaan sambungan pompa bensin berada di bawah. • Tepatkan nok “a” pada pompa bensin. 2. CATATAN: MEMASANG POMPA BENSIN 1. 7-2 . atau terbentur dengan keras. pastikan connector terpasang dengan sempurna. 2 1 3 4 a 1 FWD (DEPAN) 5 6 2 3. • Lepas selang bensin dari pipa pompa bensin. Lepas: • Pompa bensin ECA14720 PERHATIAN: • Jangan sampai pompa bensin terjatuh. R. dan lepaskan selang • Lepaskan selang secara manual tanpa menggunakan alat/tools. tarik ke arah tanda panah seperti gambar. jika tidak selang bensin dapat terlepas. geser penutup connector selang “1” yang terdapat diujung selang. Lepaskan: • Selang bensin EWA3C11003 MEMERIKSA BODI POMPA BENSIN 1. pada pompa bensin hingga terdengar suara “click” .9 ft·lb) T. Untuk menghindari semburan bensin. Pasang: • Pompa bensin Baut pompa bensin 4 Nm (0. Lepaskan: • Tangki bensin CATATAN: Jangan menempatkan tangki bensin. dan penutup connector betul betul telah terpasang dengan posisi yang benar. Periksa: • Bodi pompa bensin Kotor → Bersihkan retak/rusak → Ganti unit pompa bensin EAS26700 PERINGATAN Lindungi sambungan selang dengan kain. sanggah jangan sampai terluka. dengan pola silang seperti pada gambar. • Pasang pompa bensin seperti pada gambar ilustrasi. dengan alur yang terdapat pada retainer pompa bensin. pada saat sambungan selang dicabut dari tangki.4 m·kg.

geser penutup connector “1” pada ujung selang seperti pada gambar dibawah.TANGKI BENSIN • Untuk memasang selang bensin ke pompa bensin. 1 7-3 .

3 Baru Nomor T. 7. 5 LT 9 8 10 8 4 12 E LS Baru 6 7 LT 11 LT 2 Nm (0.2 m • kg.4 ft • Ib) Jok/Panel samping kanan dan kiri Tangki bensin Rumah saringan udara 1 2 3 4 5 6 7 8 Selang bensin Coupler Fuel injector Fuel injector Gasket Fuel injector Coupler FID (fast idle solenoid) Coupler unit Throttle body sensor Kabel gas Baut klem joint Throttle body 1 1 1 1 1 1 1 2 T. R. 1. R.2 m • kg. Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Kendorkan ECA3C11015 PERHATIAN: 9 Throttle body 1 Jangan melakukan pembongkaran unit throtlle body.2 ft • Ib) T. Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan lihat bagian 'RANGKA UMUM" halaman 4-1. lihat bagian 'RANGKA UMUM" halaman 4-1. R. 8.7 ft • Ib) 2 1 10 Nm (1. 7-4 .THROTTLE BODY EAS26970 THROTTLE BODY Melepas throttle body 12 Nm (1. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.0 m • kg.

8.2 ft • Ib) T. R. Komponen yang dilepas Jumlah 1 1 1 Lepaskan keterangan Untuk pemasangan.2 m • kg. 1. R.0 m • kg. 7-5 .4 ft • Ib) Joint Throttle body Selang vacuum air induction system Manifold pemasukan T. 7. 3 Baru Nomor 10 11 12 T.THROTTLE BODY Melepas throttle body 12 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas.2 m • kg.7 ft • Ib) 2 1 10 Nm (1. R. 5 LT 9 8 10 8 4 12 E LS Baru 6 7 LT 11 LT 2 Nm (0.

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG THROTTLE BODY 1. Tiup lubang lubang dengan udara bertekanan. 2 1 1 EAS3C11028 MEMERIKSA FUEL INJECTOR 1.5 kgf/cm²) Tidak sesuai → Ganti pompa bensin LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11006 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11005 MEMERIKSA TEKANAN BENSIN 1. Jangan menggunakan carburetor cleaning solution. 2. Periksa: • aliran bahan bakar tersumbat → Bersihkan a. pada saat sambungan selang dicabut dari tangki. Lepas: • Throttle body ECA3C11016 PERINGATAN PERHATIAN: Jangan melepas unit throttle body sensor "1". jika akan melepas selang. dari throttle body. Pressure gauge 90890-03153 YU-03153 Fuel pressure adapter 90890-03186 MEMERIKSA THROTTLE BODY 1. Periksa: • Throttle body retak/rusak → Ganti throttle body. Periksa: • Fuel injector Rusak → Ganti EAS26990 d. e. Pasangkan fuel pressure adapter “3” diantara selang bensin “1” dan pompa bensin “2”. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4 2 3 1 f. Angkat bagian depan dari tangki bensin c.6 psi) (2. Periksa: • Tekanan bensin a.THROTTLE BODY EAS3C11025 EWA3C11003 MELEPAS THROTTLE BODY 1. Hidupkan mesin. Untuk menghindari semburan bensin. Tekanan bensin 250. Ukur tekanan bensin. Lepaskan selang bensin “1” dari pompa bensin “2”. Pasang: • Klem joint Throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada joint throttle body dengan coakan “b” yang terdapat pada klem. Pasangkan pressure gauge “4” pada fuel pressure adapter “3”. Bersihkan throttle body dengan petroleumbased solvent. Lindungi sambungan selang dengan kain.0 kPa (35. b. 7-6 . Buka tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. g. b.

7-7 . Setel: • Gerak bebas kabel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL GAS” halaman 3-6. a b 4. Pasang: • Throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada throttle body dengan alur “b” yang terdapat pada joint throttle body. Pasang: • Joint throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada joint throttle body dengan alur “b” pada intake manifold.THROTTLE BODY a b 2. b a 3.

THROTTLE BODY 7-8 .

AIR INDUCTION SYSTEM EAS27040 AIR INDUCTION SYSTEM 2 1 3 4 6 1 2 3 5 4 6 5 7-9 .

AIR INDUCTION SYSTEM 1. Selang Air induction system (3-cabang joint ke cut-off valve) 4. Air cut-off valve 7-10 . Selang Air induction system (3-cabang joint ke resonator) 3. Selang vacuum Air induction system 6. Selang Air induction system (rumah saringan udara ke 3 cabang joint) 5. Resonator 2.

AIR INDUCTION SYSTEM Melepas selang air cut-off valve dan reed valve 10 Nm (1. 5 R.2 ft • Ib) 10 Nm (1. T. 7. R.0 m • kg.2 ft • Ib) T. 7-11 . 7. lihat bagian "TANGKI BENSIN" hal 7-1. 1. 2 3 4 5 6 7 8 Selang Airinduction system ( 3 joint ke resonanator) Resonator Selang Air induction system (saringa udara ke 3 cabang joint) Selang Air induction system (3-cabang joint ke air cut off valve) Selang vacum Air induction system Air cut-off valve Unit Reed valve Plat Reed valve plate 1 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan . 6 LT 2 7 8 1 4 3 Nomor Kompo nen yang dilepas Jok/Panel samping kanan Tanngki bensin Jumlah Keterangan lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1.kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg.

melalui diaphragma piston valve. Untuk itu. Tiup dengan udara pada ujung selang air induction system (3-cabang joint ke air cut-off valve) dan periksa aliran udara dari air cut-off valve (ke sisi cylinder head ). dan tekanan berkurang. Air cut-off valve Air cut-off valve bekerja karena tekanan gas pemasukan. reed valve terbuka. Periksa: • Selang sambungan kendor → perbaiki c. Pada saat deceleration (handel gas tiba-tiba ditutup) terjadi hisapan (negative pressure) sehingga air cut-off tertutup. Vacuum/pressure pump gauge set 90890-06756 Mityvac brake bleeding tool YS-42423 A B A. membakar kembali bahan bakar yang tidak terbakar . dengan cara menginjeksi udara segar (secondary air) ke lubang pembuangan. untuk mengurangi kadar emisi hydro carbon. sehingga. sehingga udara mengalir lubang buang. Suhu untuk membakar gas yang belum terbakar. apakah ada udara mengalir. udara segar akan mengalir ke lubang buang. Periksa: • cara kerja Air cut-off valve tidak bekerja dengan lancar → Ganti a. Ke cylinder head C. Dalam kondisi normal. Periksa: • Air cut-off valve rusak/retak → Ganti 4. 7-12 . Tiup dengan udara pada ujung selang air induc tion system (3-cabang joint ke air cut-off valve) dan periksa aliran udara. air cut off valve otomatis tertutup untuk menghindari hilangnya tenaga. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM A B C b.AIR INDUCTION SYSTEM EAS27060 MEMERIKSA AIR INDUCTION SYSTEM Air injection Air induction system (AIS). atau tidak pada air cut-off valve (ke sisi cylinder head). Jika tekanan negative timbul pada lubang. jika kecepatan tinggi. air cut-off valve terbuka. Air cut-off valve terbuka lanjutkan langlah (b). Dari rumah saringan udara B. C retak/rusak/bocor → ganti • 3-cabang joint rusak/bocor → Ganti 2. Periksa: • Reed valve • Stopper reed valve • Dududkan reed valve rusak/bocor → ganti unit reed valve 3. Air cut-off valve tertutup Ganti air cut-off valve. Pasang selang vacuum pada air-cut off valve “1” dan sedot selang negative. mencapai 600 hingga 700 °C (1112 to 1292 °F). Ke manifold pemasukan 1. untuk mencegah tekanan balik atau after-burning.

Air cut-off valve tertutup Air cut-off valve dalam kondisi baik/ OK. 1 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 7-13 .AIR INDUCTION SYSTEM Air cut-off valve terbuka Ganti air cut-off valve.

......................................................................................8-5 RANGKAIAN DIAGRAM .....................................................8-5 CARA KERJA RANGKAIAN CUT-OFF SYSTEM ..............................................................8-19 TROUBLESHOOTING ............................................................. 8-11 TROUBLESHOOTING ....................................... 8-1 TROUBLESHOOTING ..............................................................................................8-40 SISTIM POMPA BAHAN BAKAR.................................... 8-53 8 .........................................8-25 RANGKAIAN DIAGRAM ...........SISTIM KELISTRIKAN SISITIM PENGAPIAN .... 8-13 SISTIM PENERANGAN ..........................................8-27 SISTIM FUEL INJECTION ........................................................................................................8-34 MODE DIAGNOSTIC MODE ..............8-21 SISTIM PENDINGINAN................................................................................................................................................................ 8-1 RANGKAIAN DIAGRAM .................................................................8-32 METODE TROUBLESHOOTING ...........................................................................................................................8-31 TABEL SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION.................. 8-11 RANGKAIAN DIAGRAM ..................................................8-15 TROUBLESHOOTING ......................................................................................................................................................................................................................................................................... 8-17 SISTIM SINYAL ................................................................................8-25 TROUBLESHOOTING ...................8-15 RANGKAIAN DIAGRAM ............................................ 8-51 TROUBLESHOOTING ..............................................................................................................................................8-3 SISTIM STARTER KELISTRIKAN..............8-35 DETAIL TROUBLESHOOTING ................................................................... 8-51 RANGKAIAN DIAGRAM ..........................................................................................................8-19 RANGKAIAN DIAGRAM ................8-29 ECU SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION.........................................................................................8-7 TROUBLESHOOTING ..................................8-9 SISTIM PENGISIAN................................................................................................................ 8-29 RANGKAIAN DIAGRAM ...........................................................................................................................................

............................8-55 MEMERIKSA SWITCH ........................................................ 8-67 MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR................8-61 MEMERIKSA RELAY ..........KOMPONEN KELISTRIKAN..........................................................................................................................8-69 MEMERIKSA KLAKSON/ HORN........................................................................................8-67 MEMERIKSA GAP PENGAPIAN ............................................................................ 8-73 ..................................................................8-69 MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR ..............8-66 MEMERIKSA IGNITION COIL ....................... 8-72 MEMERIKSA FID (FAST IDLE SOLENOID) ......................................................8-64 MEEMRIKSA RELAY SINYAL BELOK ....................................8-70 MEMERIKSA FUEL SENDER .......................8-70 MEMERIKSA KIPAS MOTOR RADIATOR ........................ 8-65 MEMERIKSA DIODE .................................................................................. 8-66 MEMERIKSA CAP BUSI/ SPARK .............................................................................................................................................8-71 MEMERIKSA SENSOR COOLANT TEMPERATUR ........................... 8-60 MEMERIKSA SEKRING .....................................................8-69 MEMERIKSA STATOR COIL ....................................8-71 MEMERIKSA UNIT THROTTLE BODY SENSOR .............................................................................................................................................................................................................................................................................8-57 MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM ... 8-68 MEMERIKSA LEAN ANGLE SENSOR... 8-61 MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY................ 8-68 MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER.....

.

EAS27100 EAS27090 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R Gy L/W R/W 5 Gy R 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R SISTIM PENGAPIAN 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-1 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) L Dg Dg L G/Y 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G Sb B B B Ch Dg B B 57 Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENGAPIAN (BLACK) .

Coil pengapian/Ignition coil 24.SISTIM PENGAPIAN 2.Lean angle sensor 22. Battery 12.ECU (engine control unit) 23. Kunci kontak/Main switch 5.Busi/Spark plug 8-2 . Crankshaft position sensor 4.Switch engine stop 20. Sekring/Fuse 6.

Tempat duduk 2. Periksa battery. OK ↓ 6. NG → Setel celah busi /ganti busi NG → • Berihkan terminal battery • Strom/Ganti battery. OK ↓ NG → Ganti kunci kontak/ main switch. OK → Sistim pengapian/Ignition system OK. NG → Ganti sekring 8-3 . lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1. lihat bagian “MEMERIKSA COIL PENGAPIAN” halaman 8-67. Periksa sekring/fuse lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. Periksa coil pengapian/ ignition coil. NG ↓ 5.SISTIM PENGAPIAN EAS27120 TROUBLESHOOTING Jika sistim pengapian tidak bekerja dengan baik (tidak ada api atau api kecil). lihat bagian “MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR” halaman 8-68. OK ↓ 7. Periksa jarak loncatan api lihat bagian “MEMERIKSA JARAK LONCATAN API” halaman 8-67. OK ↓ 2. Tangki bensin 3. lihat bagian “MEMERIKSA BUSI" halaman 3-7. OK ↓ 8. Periksa kunci kontak/ main switch. NG → Ganti coil pengapian/ ignition coil. CATATAN: • Sebelum melakukan troubleshooting. OK ↓ 3. Panel depan kanan 4. NG → Ganti crankshaft position sensor/unit stator. NG → Ganti cap busi/ spark plug cap. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR/SWITCH” halaman 8-57. Unit lensa lampu depan 1. Periksa crankshaft position sensor. Periksa cap busi lihat bagian “MEMERIKSA CAP BUSI” halaman 8-66. Periksa busi/ spark plug. OK ↓ 4.

Periksa engine stop switch. NG → Rangkaian engine stop switch rusak. OK ↓ Ganti ECU. NG → Ganti unit lean angle sensor. OK ↓ 10. OK ↓ 11.Periksa lean angle sensor. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-1. Ganti saklar tangkai kemudi kanan 8-4 . lihat bagian “MEMERIKSA THE LEAN ANGLE SENSOR” halaman 8-68.Periksa rangkaian kabel sistim pengapian. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR/ SWITCH” halaman 8-57.SISTIM PENGAPIAN 9. NG → Perbaiki sambungan atau ganti kabel sistim pengapian.

EAS27170 EAS27160 W R R W 2 R W W W W R O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 W W W W W W R R/W L/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W Br/W P/W B/L Y/L L 3 16 17 Br L P/W B/L Br/W L P/W B/L Br/W R B R W W W R B 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B 25 Br Y/R RANGKAIAN DIAGRAM R 4 19 B/L ON OFF R Br/L R Br 26 22 O/B O/B R/L O/B R/W (RED) G/R B/L B L/W R/W B R/W Sb (RED) 10 11 R/B Br 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G (BLACK) O/B R/ (BLAC 13 Sb R/B 2 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Lg Gy Lg Lg Y SISTIM STARTER KELISTRIKAN 14 W/Y B 8-5 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br 33 49 32 Br G/Y B B Br/W R/B Dg L Dg L (BLACK) (BLACK) G/Y W/Y L Br R 30 B B (BLACK) G/Y 29 34 Br P W/Y L 51 L Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 (L) Br Br/W P R/B B (R) Br/W Br Ch Ch P G/W 53 48 B L B G 54 (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B Y G B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Sb B 57 Y B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM STARTER KELISTRIKAN (BLACK) .

Engine stop switch 13. Relay starter 9. Sekring/Fuse 6. Motor starter 8.Switch netral 40.Switch kopling/clutch 8-6 .SISTIM STARTER KELISTRIKAN 4.Diode 14. Battery 7. Relay starting circuit cut-off 11. Kunci kontak/Main switch 5.Tombol starter/start switch 12.

Rangkaian cut-off relay mencegah hidupnya motor starter. ketika salah satu kondisi diatas terpenuhi. seperti gambar dibawah ini rangkaian cut off relay sedang terbuka. • Tuas kopling dalam kondisi tertarik ke tangkai kemudi. seperti salah satu kondisi diatas. sehingga mesin bisa dihidupkan dengan tombol strater “ ” . 2 3 1 4 10 5 11 9 7 8 6 a b 8-7 . motor starter hanya bisa dihidupkan jika salah satu kondisi ini terpenuhi : • Posisi transmisi dalam kondisi neutral. rangkaian cut off tertutup. sehingga arus tidak dapat masuk ke motor starter.SISTIM STARTER KELISTRIKAN EAS27180 CARA KERJA RANGKAIAN STARTER CUT-OFF SYSTEM Jika engine stop switch di set ke “ ” dan main switch di set ke “ON” (kedua swit dalam kondisi menutup).

Sekring/Fuse 3. Starter relay 11. JIKA TRANSMISI DALAM KONDISI NETRAL b. Battery 2. Kunci kontak/Main switch 4.ELECTRIC STARTING SYSTEM a. Diode 8. Tombol starter/Start switch 10. Motor starter 8-8 . JIKA TUAS KOPLING DITARIK KE ARAH TANGKAI KEMUDI 1. Starting circuit cut-off relay 6. Switch kopling 7. Engine stop switch 5. Switch netral 9.

Lihat electric starting system troubleshooting. lihat bagaian “MEMRIKSA RELAY” halaman 8-64. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING" halaman 8-61. Periksa rangkaian starting cut-off relay. NG → Perbaiki/ ganti motor starter. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH” halaman 8-57. NG → Ganti sekring 8-9 . NG → Ganti starting cut-off relay. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. lihat bagian “MEMERIKSA DIODE” halaman 8-66. Unit lensa depan 1. lihat bagian “MEMERIKSA RELAY" halaman 8-64. OK ↓ 3. OK ↓ 5. NG → Ganti motor starter. OK ↓ 2. Panel depan kanan 3. OK ↓ 7. Periksa motor starter lihat bagian “MEMERIKSA MOTOR STARTER” halaman 5-35. Jok/Tempat duduk 2. Periksa cara kerja motor starter lihat bagian “MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER” halaman 8-69. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti battery. Periksa diode. Periksa kunci kontak/ main switch. Periksa starter relay. NG ↓ 4. OK ↓ 6.ELECTRIC STARTING SYSTEM EAS27190 TROUBLESHOOTING Motor starter tidak berputar CATATAN: • Sebelum troubleshooting. OK → Motor starter OK. OK ↓ NG → Ganti kunci kontak/main switch. OK ↓ 8. NG → Ganti diode. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. Periksa battery. starting dengan tahap 5.

Periksa switch kopling lihat bagian “MEMERIKSA SWITCHES” halaman 8-57.SISTIM STARTER LISTRIK 9. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH" halaman 8-57.Periksa kabel sistim starting lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM" halaman 8-5. OK ↓ 10. NG → Ganti switch kopling NG → Ganti switch netral NG → Engine stop switch rusak. OK ↓ 11. NG → Tombol starter rusak.Periksa neutral switch. Ganti saklar tangkai kemudi kanan.Periksa tombol starter. 8-10 . Periksa engine stop switch. OK ↓ 12. OK ↓ 13. OK ↓ Rangkaian starter dalam kondisi OK. NG → Perbaiki sistim sambungan kabel sistim kelistrikan. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH” halaman 8-57. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCHES” halaman 8-57. ganti saklar tangkai kemudi kanan.

EAS27210 EAS27200 W R R W 2 R W W W W R 1 W W W W W W RANGKAIAN DIAGRAM R R/W L/W L/W Gy Br L/B 5 Gy R Gy 8 W W W R R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W 3 B R W W W R B Br/W P/W B/L SISTIM PENYETROMAN BATTERY 6 7 9 R/B L/W R/B L/W R/W L/B R 8-11 10 B L/W R/W B R/W 4 ON OFF R Br/L R Br (RED) (RED) Br 11 12 R/B Sb 13 Br L/W R/W B Sb B L/W R/W Br Sb R/B 14 Br SISTIM PENYETROMAN 50 Br B B Br .

6. AC magneto Rectifier/regulator Sekring/Fuse Battery 8-12 . 3.SISTIM PENYETROMAN 1. 5.

lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. NG → Perbaiki sambungan /perbaiki kabel sistim penyetroman. Panel samping kiri 1. OK ↓ 3. Tempat duduk 2. OK ↓ 4. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom/Ganti Battery.SISTIM PENYETROMAN EAS27230 TROUBLESHOOTING Battery tidak bisa disertrom CATATAN: • Sebelum troubleshooting. OK ↓ 2. Memeriksa rectifier/regulator. Periksa sekring. lihat bagian “MEMERIKSA STATOR COIL” halaman 8-69.ihat bagian “MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR” halaman 8-69. Periksa battery. NG → Ganti rectifier/regulator. OK ↓ Rangkaian sistim penyetroman OK. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. OK ↓ 5. Periksa kabel disekitar sistim penyetroman. lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. Periksa stator coil. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-11. NG → Ganti sekring/fuse 8-13 . NG → Ganti unit crankshaft position sensor/ unit stator. l.

SISTIM PENYETROMAN 8-14 .

EAS27250 EAS27240 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br SISTIM PENERANGAN (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-15 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENERANGAN (BLACK) .

lampu depan/Headlight 57. Battery 31. Sekring/Fuse 6. Kunci kontak/Main switch 5.Lampu meter 8-16 .Lampu posisi/lampu senja 47.Saklar dimmer 46.Saklar pass 37.Saklar lampu 36.Indikator lampu jauh 58.SISTIM PENERANGAN 4.Lampu rem belakang 35.

ganti saklar tangkai kemudi kiri. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. NG → Saklar dimmer rusak. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti Battery NG → Ganti sekring NG → Ganti bohlam dan socket bohlam. OK ↓ 4. NG → Ganti kunci kontak/main switch. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. OK ↓ 6. Periksa kunci kontak/ main switch. indikator lampu jauh. OK ↓ 2. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. Periksa semua kondisi bohlam dan socket bohlam. Periksa fuse. 8-17 . unit lensa depan 1.SISTIM PENERANGAN EAS27260 TROUBLESHOOTING Jika ada masalah sinyal al: lampu depan. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. OK ↓ 3. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki kabel sistim penerangan. ganti saklar tangkai kemudi kiri. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Periksa kabel sistim penerangan lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-15. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. NG → Saklar pass rusak. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1. Memeriksa saklar dimmer. OK ↓ 7. Jok/tempat duduk 2. lampu belakang. lampu posisi atau lampu meter CATATAN: • sebelum troubleshooting. Periksa battery. OK ↓ 5. Memeriksa pass switch.

SISTIM PENERANGAN 8-18 .

EAS27280 EAS27270 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W SISTIM SINYAL B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-19 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM SINYAL (BLACK) .

Switch lampu rem depan 31.Relay sinyal belok 33.Lampu sinyal belok depan kiri 42.Tachometer 56.Tombol klakson 39. Sekring/Fuse 6. 43.Lampu belakang/rem 32. Battery 14.Meter bahan bakar/Fuel gauge 55.Switch lampu rem belakang 30.SISTIM SINYAL 4.ECU (engine control unit) 28. Kunci kontak 5.Sender bahan bakar/Fuel sender 29.Lampu sinyal belok depan kanan.lampu sinyal belok belakang kanan 54.Klakson/Horn 38.Indikator lampu netral 59.Lampu sinyal belok belakang kiri 44.Switch sinyal belok 41.Indikator lampu belok 8-20 .Switch netral 22.

NG → Ganti kunci kontak/main switch NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti Battery NG → Ganti sekring 8-21 . OK ↓ 2. Ganti saklar tangkai kemudi kiri. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. OK ↓ 2. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Periksa kunci kontak/ main switch. Tangki bensin 3. lihat bagian “Memeriksa sistim sinyal”. Periksa battery. NG → Perbaiki sambungan dan bagian-bagian sistim kabel. atau lampu indikator • Klakso/ horn tidak berbunyi • Meter bahan bakar tidak bekerja NOTE: • Sebelum troubleshooting. Periksa kabel-kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. Jok/Tempat duduk 2. OK ↓ NG → Ganti klakson/ horn. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. periksa Horn/klakson lihat bagian “MEMERIKSA HORN/ KLAKSON" halaman 8-70. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. OK ↓ Periksa kondisi semua rangkaian sistim sinyal. Unit lensa depan 1. NG → Tombol klakson rusak. OK ↓ 3. Memeriksa sistim sinyal Klakson/horn tidak berbunyi 1. Periksa tombol klakson/horn lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ 4. lampu rem.SISTIM SINYAL EAS27290 TROUBLESHOOTING • Jika ada masalah sinyal al: sinyal lampu belok.

atau perbaiki kabel sistim sinyal. socket atau keduanya.SISTIM SINYAL NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. OK ↓ 2. Periksa kabel sistim sinyal. NG → Ganti bohlam lampu sinyal belok. Lampu belakang/rem tidak menyala 1. Periksa bohlam sinyal belok dan socket. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. atau keduanya tidak menyala 1. OK ↓ 2. atau socket atau keduanya. OK ↓ NG → Ganti bohlam lampu indikator. socket atau keduanya. OK ↓ 3. indikator belok. NG → Ganti bohlam lampu belakang/rem. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. Periksa bohlam lampu belakang/ dan socket. 8-22 . 3. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. lihat bagian “MEMRIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. OK ↓ 4. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. NG → Ganti switrch rem depan NG → Ganti switch rem belakang NG → Perbaiki sambungan. lihat bagianm “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Periksa bohlam indikator belok dan socket. Periksa lampu rem depan. Periksa lampu rem belakang. Lampu sinyal belok.

Periksa saklar sinyal belok. 8-23 . Ganti saklar tangkai kemusi kiri. Periksa bohlam indikator netral dan socket. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKETS” halaman 8-60. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. OK ↓ Ganti unit meter Lampu indikator netral tidak menyala 1. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. OK ↓ NG → Ganti unit pompa bahan bakar NG → Perbaiki sambungan. NG → Ganti switch netral NG → Ganti lampu indikator netral.SISTIM SINYAL 3. OK ↓ 5. OK ↓ Ganti unit meter Meter bahan bakar tidak bekerja 1. OK ↓ 4. OK ↓ 2. OK ↓ 3. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. socket. atau perbaiki kabel sistim sinyal. Periksa relay sinyal belok lihat bagian “MEMERIKSA RELAY SINYAL BELOK” halaman 8-65. Periksa switch netral lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. NG → Perbaiki sambungan atau kabel sistim relay. atau keduanya. NG → Ganti relay sinyal belok NG → switch sinyal belok rusak. Periksa sender bahan bakar lihat bagian “MEMERIKSA SENDER BAHAN BAKAR” halaman 8-70.

OK ↓ Ganti unit meter 8-24 . 2. Periksa kabel sisitim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19.SISTIM SINYAL NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel.

EAS27310 EAS27300 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br SISTIM PENDINGINAN (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-25 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENDINGINAN (BLACK) .

COOLING SYSTEM 4. Kunci kontak/Main switch 5.Lampu peringatan temperatur coolant 8-26 .Kipas motor radiator 49. Battery 19.ECU (engine control unit) 48.Sensor temperatur coolant 22. Sekring/Fuse 6.Relay motor kipas radiator 53.

lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-25. OK ↓ 7. OK ↓ 3. lihat bagian “MEMERIKSA SENSOR TEMPERATURE COOLANT” halaman 8-71. Panel depan kanan dan kiri 3. Periksa motor kipas radiator lihat bagian “MEMERIKSA MOTOR KIPAS RADIATOR” halaman 8-71. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1. Periksa coolant temperature sensor. NG → Ganti relay motor kipas radiator. NG → Ganti motor kipas radiator. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. NG → Ganti coolant temperature sensor. Periksa kabel sekitar cooling sistim. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. OK ↓ 4. OK ↓ 2. Periksa kunci kontak lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Periksa battery. OK ↓ 6. Unit lensa lampu depan 1. OK ↓ 5. Jok/tempat duduk 2. OK ↓ Ganti ECU. NG → Ganti sekring 8-27 . NG → Ganti kunci kontak NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti battery.SISTIM PENDINGINAN EAS27320 TROUBLESHOOTING CATATAN: • Sebelum troubleshooting. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. Periksa relay motor kipas radiator lihat bagian “MEMRIKSA RELAY" halaman 8-64.

SISTIM PENDINGINAN 8-28 .

EAS27340 EAS27330 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) SISTIM FUEL INJECTION R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-29 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM FUEL INJECTION (BLACK) .

FID (fast idle solenoid) 26.Engine stop switch 16.Relay motor kipas radiator 52.Injector bahan bakar/Fuel injector 27. Sekring/Fuse 6.Busi/Spark plug 25.Sensor tekanan udara masuk/Intake air pressure sensor 17.ECU (engine control unit) 23.Lean angle sensor 21.Motor kipas radiator 49.Sensor temperatur coolant/Coolant temperature sensor 20. Kunci kontak/Main switch 5.Lampu peringatan mesin bermasalah/Engine trouble warning light 8-30 .Connector sinyal Self-diagnosis 22.Coil pengapian/Ignition coil 24. Crankshaft position sensor 4.Throttle position sensor 19.SISTIM FUEL INJECTION 2. Battery 12.Sensor temperatur udara masuk/Intake air temperature sensor 18.Pompa bahan bakar 48.

5 detik mati (OFF). c.5 detik. Apabila terdapat gejala kerusakan. Lampu nyala (ON) Lampu mati (OFF) 1 1. Untuk nilai 1: Lampu menyala selama 0. d. f.SISTIM FUEL INJECTION EAS27350 ECU SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION ECU dilengkapi dengan self-diagnostic function fungsi ini dapat menjamin FI dapat bekerja dengan normal. Contoh: 42 a. sehingga motor tetap masih dapat digunakan (tergantung jenis kerusakannya). kode kerusakan akan terbaca pada bentuk nyala pada indikator engine trouble warning light (atau dapat terbaca dengan FI diagnostic tool). • Setelah mesin dalam kondisi berhenti.5 detik mati (OFF). maka lampu indikator mesin akan berkedip. • Untuk memberitahu pengendara. ECU akan menginstruksikan pengoperasian dengan cara lain untuk menggantikan pengoperasian komponen yang rusak. dan akan tersimpan didalam memory ECU. (ON) dan 0. 1 1. tentang kerusakan yang terjadi pada sistim Fuel Injection. b. Engine trouble warning light Kode Indikasi kerusakan Engine trouble warning light Untuk nilai 10: Lampu menyala selama 1 detik (ON) dan 1. atau masalah pada sensor-sensor. e.5 3 8-31 .5 0. Jika salah satu tidak berfungsi. setelah tombol start mesin ditekan • Jika kerusakan terdeteksi oleh self-diagnostic function. maka ECU akan memberitahu pengendara melalui kedipan lampu indikator mesin (engine trouble warning light) yang terdapat pada speedometer. akan segera terdeteksi.

sesuai Dapat atau tidak dapat dengan ketidak norma. supaya mesin dapat bekerja dengan kondisi yang berbeda.SISTIM FUEL INJECTION Indikasi Lampu peringatan kerusakan mesin dan cara kerja sistim fuel injection. Indikator lampu peringatan Menyala* Kerja ECU Warning provided when unable to start engine Kerja Fuel Injection Kerja FI berhenti Kondisi sepeda motor Tidak dapat bekerja Menyala berulang kali Terdeteksi ketidak normalan. 8-32 . Jika lampu indikator tidak menyala kemungkinan bohlamnya putus (sebagai kontrol kondisi bohlam) a c b d c a. Bekerja dengan kondisi berbeda-beda. tergantung dari kondisi yang terjadi . Lampu peringatan kerusakan mesin menyala selama 3 detik. kemudiam kerja mesin akan berubah sesuai dengan kerusakan yang terjadi. dan tombol start ditekan : Lean angle sensor Lean angle sensor 30: 41: (macet) (open atau short circuit) 33: 39: Kerusakan pada pengapian Fuel injector (open atau short circuit) 50: Ketidak normalan pada memory ECU (pemeriksaan memory error) Pemeriksaan nyala lampu indikator kerusakan mesin Lampu indikator kerusakan mesin menyala selama 3 detik. ECU akan memerintahkan lampu indikator kerusakan mesin untuk menyala. Lampu indikator kerusakan mesin mati d. tergantung lan yang terdeteksi dari kode kerusakan * Lampu peringatan menyala. apakah mesin tetap bekerja. apabila salah satu kondisi pada daftar di bawah ini muncul.bekerja. Ketika sinyal ketidak normalan diterima dari sensor. setelah kunci kontak diputar ke arah “ON”. atau terhenti. ECU akan menghitung nilai yang terprogram dengan akurat. Kunci kontak “ON” c. EAS3C11008 TABLE SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION Apabila ECU mendeteksi sinyal yang tidak normal dari sensor pada waktu sepeda motor dijalankan. Kunci kontak “OFF” b.

Pembacaan dan penulisan pada E2PROM error Sistim suplai power sepeda motor (Memonitor voltase) Terdeteksi error ketika membaca dan menulis E2PROM (angka penyetelan CO. bisa jadi berfungsi (pemeriksaan Tidak dapat Tidak dapat angka kode kerusakan tidak munmemory tidak berfungsi) cul.SISTIM FUEL INJECTION Tabel Diagnosa /Self-Diagnostic Function table Kode kerusakan 12 Item Crankshaft position sensor keteranga Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. dapat/tidak dapat hidup dapat/tidak dapat dijalankan Tidak dapat Tidak dapat 13 Intake air pressure Intake air pressure sensor: terdesensor teksi open atau short circuit (open atau short circuit) Intake air pressure sensor (lubang tersumbat) Intake air pressure sensor: terdeteksi ada penyumbatan Dapat Dapat 14 tect hole) 15 Dapat Dapat Throttle position senThrottle position sensor: terdeteksor si open atau short circuit (open atau short circuit) Throttle position sensor (macet/lengket) Coolant temperature sensor Throttle position sensor macet Dapat Dapat 16 21 22 30 33 39 41 Dapat Dapat Dapat Dapat Coolant temperature sensor: terdeDapat teksi open atau short circuit Intake air temperaIntake air temperature sensor: terture sensor Dapat deteksi open atau short circuit (open atau short circuit) Lean angle sensor (macet/rusak) Ignition coil (open circuit) Fuel injector Tidak ada sinyal normal yang diterima dari lean angle sensor. kunci kode register dan angka posisi throttle tertutup penuh). Tidak dapat Tidak dapat Tidak dapat Tidak dapat Fuel injector: terdeteksi open atau Tidak dapat Tidak dapat short circuit Tidak dapat Tidak dapat Lean angle sensor Lean angle sensor: terdeteksi open (open atau short circuit) atau short circuit.) Peringatan tidak padat Lampu indikator peringatan menyala. ketika tombol switch "ON" hidup Tidak dapat Tidak dapat — 8-33 . 44 Dapat Dapat 46 Suplay power ke sistim fuel injection Dapat tidak normal Dapat 50 Kerusakan pada memory ECU (ketiInternal ECU tidak ka kerusakan ini terjadi. Kabel Primary pada ignition coil: terdeteksi open circuit.

If no malfunction is detected in the sensors and actuators. Putar kunci kontak ke “OFF” dan kembalikan ke “ON”. ulangi langkah (1) sampai (4) hingga tidak muncul kode kerusakan 8-34 . 2. Periksa kerja Fuel Injection System setelah direkondisi.SISTIM FUEL INJECTION EAS27400 METODE TROUBLESHOOTING Mesin tidak bisa bekerja dengan normal dan engine trouble warning light menyala. Tentukan penyebab kerusakan/ malfunction. 3. Angka kode kerusakan Tidak ada kode angka kerusakan Periksa dan perbaiki lihat “DETAIL TROUBLE SHOOTING". CATATAN: Apabila kode kerusakan muncul. lihat bagian “Methode Rekondisi” pada tabel “DETAIL TROUBLESHOOTING” halaman 8-40. tetapi lampu peringatan kerusakan mesin tidak menyala. lihat bagian “Tabel Diagnostic code ”. dan pastikan tidak muncul angka kerusakan pada layar LCD. 4. repair or replace all faulty parts. Periksa angka kode kerusakan pada layar alat pendiagnosa (FI diagnostic tool). halaman 8-40. check and repair inner parts of the engine. 30: Ignition coil 36: Fuel injector If a malfunction is detected in the sensors or actuators. c. 1. lihat bagian “Sensor operation table” dan “Actuator operation table”. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Kerja mesin tidak normal. Tentukan sistim kerusakan dengan kode kerusakan. b. Periksa kerja dari sensor dan actuator berikut di dalam Mode Diagnostic. Amati cara kerja sensor dan actuator pada diagnostic mode. 1. Periksa: • Angka kode kerusakan a. lihat bagian "Tabel kerja sensor" dan tabel “Cara kerja actuator" Periksa dan perbaiki lihat bagian “Tabel Fungsi Self Diagnostic”. Periksa dan perbaiki penyebab kerusakan/ malfunction. lihat “Tabel Self-Diagnostic Function ”.

dan disetel pada normal mode. jika dihubungkan dengan sepeda motor dan disetel pada normal mode atau diagnostic monitoring mode. dan kode kerusakan. 2. FI Diagnostic Tool 0rpm 66 ˚C S/D : 41 8-35 . temperatur mesin. dan juga lampu. Putar kunci kontak ke arah “OFF”. dan pasagkan FI diagnostic tool “2” seperti terlihat pada gambar dibawah. kode kerusakan akan terbaca pada layar LCD FI diagnostic tool. CATATAN: Jika salah satu sistim tidak berfungsi. • Jika tidak berfungsi akan terdeteksi dengan lampu “WARNING” (orange) menyala. FI diagnostic tool 90890-03182 Setel pada normal mode (untuk membaca ada kerusakan atau tidak) CATATAN: Putaran mesin. 4. • Lampu “POWER” (hijau) akan menyala.SISTIM FUEL INJECTION EAS27431 MODE DIAGNOSTIC Memungkinkan dapat memonitor data sensor output atau memeriksa kerja FI dengan FI diagnostic tool. 3. “WARNING” (orange) akan menyala. 1. dapat terbaca dengan melihat pada layar LCD FI diagnostic tool jika alat dipasangkan pada sepeda motor. Lepaskan connector self-diagnosis signal “1”. Putar kunci kontak pada posisi “ON” dan hidupkan mesin 1 2 CATATAN: • Temperatur coolant dan putaran mesin akan terlihat pada layar LCD FI diagnostic tool. Matikan mesin.

tampak pada layar LCD. 6. Geser saklar engine stop switch ke “ ” . Tekan tombol “UP” untuk memilih Mode penyetelan “CO” atau Mode diagnosa “DIAG”.SISTIM FUEL INJECTION 5. FI Diagnostic Tool D03 : 101 8-36 . Pilih "diagnostic code number" berdasarkan kode kerusakan (fault code number) dengan menekan tombol "UP" dan tombol “DOWN” . 3. tekan tombol “MODE”. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. • Untuk menaikkan nomor kode diagnosa (diagnosa code number). 5. • Untuk menurunkan nomor kode diagnosa (diagnostic code number). Setel pada diagnostic mode (untuk mendiagnosa kerusakan pada sistim) 1. 7. • Kerja Actuator (actuator operation) Tekan tombol “MODE” . Lepaskan connector self-diagnosis signal “1”. CATATAN: • Tulisan “DIAG” akan terbaca pada layar LCD di FI diagnostic tool. Memeriksa kerja dari sensor atau actuator. tekan tombol “DOWN” dalam waktu 1 detik atau lebih secara otomatis nomor kode diagnosa akan turun. Tekan tombol “MODE” . dan putar kunci kontak ke arah “ON”. Putar kunci kontak ke arah “OFF” untuk mematikan normal mode. • Lampu “POWER” (Hijau) akan menyala "ON" 4. Lepaskan FI diagnostic tool dan pasangkan connector self-diagnosis signal. 6. tekan tombol “UP” dalam waktu 1 detik atau lebih secara otomatis nomor kode diagnosa akan naik. 1 2 CATATAN: • Nomor kode diagnosa (diagnostic code number) akan tampak pada layar LCD (01-70). 2. Setelah memilih “DIAG”. dan pasangkan FI diagnostic tool “2” seperti terlihat pada gambar dibawah. 8. • Kerja Sensor (sensor operation) Data mewakili kondisi kerja dari sensor.

Putar kunci kontak ke arah “OFF” untuk mematikan sistim diagnostic mode. Tidak ada sinyal normal yang diterima dari lean angle sensor.SISTIM FUEL INJECTION 9. • Open atau short circuit pada kabel bodi • Tidak sempurnanya fuel injector. 08 30 33 • Open circuit pada kabel bodi • Kegagalan pemakaian ignition coil. 08 8-37 . • Kegagalan pemakaian ECU. • Terjatuh/terguling • Kegagalan pemakaian ECU. Coolant temperature sensor: terdeteksi open atau short circuit — 13 • Open atau short circuit kabel bodi. ignition cut off circuit system. 22 • Open atau short circuit pada kabel bodi Intake air temperature sen. Fuel injector: terdeteksi open atau short circuit. si open atau short circuit. • Kegagalan pemakaian ECU. • Kegagalan pemakaian ECU. 01 • Pemasangan throttle position sensor tidak baik. • Kegagalan pemakaian ECU. 03 14 15 • Open atau short circuit pada kabel bodi • Tidak sempurnanya throttle position sensor. Kabel primary pada ignition • Kegagalan pemakaian componen pada coil: terdeteksi open circuit. • Kegagalan pemakaian ECU Nomor kode Diagnostic 12 Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. • Tidak sempurnanya intake air pressure sensor. Tabel kode Diagnostic Nomor kode kerusakan Gejala Kemungkinan penyebab kerusakan • Open atau short circuit pada kabel bodi • Crankshaft position sensor tidak berfungsi • AC rotor magneto tidak berfungsi • Pemasangan sensor tidak sempurna. • Kegagalan pemakaian ECU. • Kegagalan pemakaian ECU • Macet/lengketnya throttle position sensor. • Kegagalan pemakaian ECU. • Lubang tersumbat/kotor pada Intake air pressure sensor. Throttle position sensor macet atau lengket. 03 • Kegagalan pemakaian ECU.• Tidak sempurnanya air temperature sensor. • Pemasangan yang salah fuel injector. Intake air pressure sensor: terdeteksi open atau short circuit.05 short circuit ratur sensor. Intake air pressure sensor (lubang tersumbat/kotor) . 01 16 21 • Open atau short circuit kabel bodi • Tidak sempurnanya coolant temperature sensor. 06 • Pemasangan yang salah coolant temperature sensor.Lepaskan FI diagnostic tool dan pasangkan connector self-diagnosis signal. 30 39 36 41 • Open atau short circuit pada kabel bodi Lean angle sensor: terdetek• Tidak sempurnanya lean angle sensor. • Kegagalan pemakaian ECU. 10. Throttle position sensor: terdeteksi open atau short circuit. sor: terdeteksi open atau • Pemasangan yang salah intake air tempe.

4 3.4–1. (Nilai penyetelan CO dan nilai pembacaan throttle valve saat kondisi tertutup tidak dapat dibaca dengan baik oleh memori. 05 Suhu udara masuk 06 Suhu air pendingin/coolant Menunjukkan suhu air pendi. (Program dan data didalam ECU.0 Lepas lean angle sensor dan miringkan hingga mencapai sudut 65 derajat. 08 Lean angle sensor • Tegak • Miring / terjatuh 09 Tegangan sistem bahan bakar (tegangan battery) 60 Kode kerusakan E2PROM • Tidak ada sejarah • Ada sejarah 8-38 .) Tabel kerja sensor Nomor kode kerusakan.Bandingkan nilai pada langin / coolant. 14–20 97–107 03 Tekanan udara masuk Menunjukkan tekanan udara Gerakkan throttle saat masuk. nomer kode tidak tertulis dan terbaca dengan benar oleh — kerusakan dapat tidak munmemori.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan 44 Gejala Terdapat kesalahan dalam proses di memori E2PROM pada ECU.) Menunjukkan suhu udara yang masuk. Bandingkan nilai pada layar dengan suhu udara yang terukur secara aktual. Lihat fuel injection tidak mengalir “SISTEM PENGISIAN” pada hal. Bandingkan dengan tegangan yang terukur secara aktual. berarti kerja sensor baik. yar dengan suhu air pendingin yang terukur secara aktual. 0. secara normal. 01 Bagian Sudut Throttle • Posisi tertutup penuh • Posisi terbuka penuh display FI diagnostic tool Metode pemeriksaan Periksa perubahan nilai pada layar saat throttle ditutup dan dibuka. — 50 Kesalahan dimemori ECU.2 Mencapai 12.) Nomor code diagnostic 60 46 Aliran listrik ke dalam sistem • Kerusakan pada sistem pengisian.) cul di layar LCD FI diagnostic tool. (Jika nilai pada layar berubah-ubah. menekan tombol start “ ”. (Saat kerusakan ini terjadi • Kerusakan pada ECU. Kemungkinan penyebab kerusakan • Kerusakan pada ECU.) ___ 00 01: Nilai perubahan CO terbaca. (Jika tegangannya lebih rendah.8–4. 8-11. lakukan penyetruman.

tampilan akan mengulang kembali) metode pemeriksaan 62 Penghapusan sejarah kode kerusakan • Tidak ada sejarah • Sejarah yang tersimpan 00 Sampai dengan 14 kode --Untuk menghapus sejarah tekan tombol “MODE” pada FI diagnostic tool. ignition coil akan bekerja sePeriksa percikan lima kali. Jika seluruh kode sudah ditampilkan. — 70 Nomer kontrol 0–254 Tabel kerja actuator Nomor kode kerusakan Bagian Actuation Metode pemeriksaan 30 Ignition coil Saat tombol “MODE” ditekan. Saat tombol “MODE” ditekan. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. fuel injector akan bekerja lima kali dengan waktu Periksa suara saat injector selang dua detik. layar akan menampilkan seluruh kode kerusakan setiap selang waktu 2 detik. Mengaktifkan relay motor radiator fan sebanyak 5 kali tiap Periksa suara saat relay berselang 5 detik. Lampu peringatan kerusakan mesin akan menyala. bekerja lima kali.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan 61 Bagian Menampilkan sejarah kode kerusakan • Tidak ada sejarah • Sejarah yang tersimpan Display FI diagnostic tool — 00 Kode kerusakan 12–50 • (Jika terdeteksi lebih dari satu kode kerusakan. banyak lima kali dengan wak• Gunakan ignition tu selang dua detik. motor radiator fan menyala OFF 3 detik) lima kali. (ON 2 detik. checker. 36 Fuel injector 51 Relay motor radiator fan 8-39 . Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala.

FID (fast idle solenoid) akan bekerja lima kali dengan se. Gejala Tidak ada sinyal diterima dari ECU. LCD Display Waiting for connection. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. Nomer Kode kerusakan. Setelah selesai memeriksa dan memperbaiki komponen yang rusak. Nomer Diagnostic code.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan Bagian Actuation Metode pemeriksaan 54 FID (fast idle solenoid) Saat tombol “MODE” ditekan. Sambungan dengan FI diagnostic tool terganggu. ERROR 4 • Putar kunci kontak sekali ke “OFF” dan setel FI diagnostic tool ke mode penyetelan CO Sinyal perintah dari FI diagatau diagnostic mode.: Nomer kode kerusakan akan ditampilkan dilayar FI diagnostic tool saat mesin mengalami kerusakan... • Kerusakan pada ECU. EAS27471 TROUBLESHOOTING DETAILS Bagian ini menjelaskan tindakan yang dilakukan untuk tiap kode kerusakan yang terbaca pada FI diagnostic tools. • Kerusakan pada FI diagnostic tool. Periksa dan perbaiki beberapa hal atau komponen yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sesuai penjelasan dibawah. nostic tool tidak diterima • Battery motor sudah lemah. oleh ECU. • Kerusakan pada ECU. Lihat “Tabel kerja sensor” dan “Tabel kerja actuator".. periksa ulang dengan FI diagnostic tool menggunakan prosedur yang baku.Periksa suara saat FID belang satu detik. • Kerusakan pada FI diagnostic tool. Kemungkinan penyebab kerusakan • Sambungan yang kurang tepat • Kunci kontak pada posisi “OFF”. kerja lima kali. Lihat “Tabel Diagnostic code”. 8-40 .: Nomer Diagnostic code digunakan saat kita sedang menggunakan diagnostic mode.

perbaiki dan pasang coupler dengan benar.Periksa kekendoran atau tercabut. — Gejala Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor.SISTIM FUEL INJECTION No. (merah–merah) (putih–hitam/biru) • Ganti jika rusak. • Perbaiki atau ganti jika terdapat kabel terlepas atau korslet. 3 Kabel body terlepas atau korslet. — Metode pemeriksaan Nomor komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Kondisi pemasangan crankshaft posi. • Antara crankshaft position sensor coupler dan ECU coupler. Lihat “PEMERIKSAAN CRANKSHAFT POSITION SENSOR” di hal. Sambungan • Crankshaft position sensor coupler • Main wire harness ECU coupler • Periksa pin pada coupler dari kemungkinan rusak/bengkok. • Periksa kondisi penguncian coupler. sin. 8-41 . 4 Crankshaft position sensor rusak. Memutar metion sensor. 8-68. • Jika terdapat kerusakan. kode kerusakan 12 Diagnostic code No.

03) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. • Jika ada kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR" di hal. • Perbaiki atau ganti jika terdapat Kabel bodi terlepas atau korslet. 8-72.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. 8-42 . Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Sambungan • Periksa pin pada coupler dari Putar kunci kon• Coupler Intake air pressure sensor kemungkinan tercabut. perbaiki dan pasang coupler dengan benar. coupler. ECA3C11011 PERHATIAN: 3 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. (Kode No. kabel yang terbuka atau korslet. tak ke posisi • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian “ON”. • Diantara coupler intake air pressure sensor dan coupler ECU (biru–biru) (merah muda/putih–merah muda/putih) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada intake air pressure sensor: • Gunakan mode diagnostic. 13 03 Gejala Terdeteksi Intake air pressure sensor: open / short circuit Intake air pressure sensor Metode pemeriksaan Diagnostic code No.

SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan.03) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. • Jika terdapat kerusakan. 3 8-43 . Kerusakan pada intake air pressure • Gunakan mode diagnostic (Kode No. 8-72. 2 Sambungan • Periksa pin coupler dari ke• Coupler Intake air pressure sensor mungkinan tercabut. • Ganti jika terdapat kerusakan. 14 Diagnostic code No. Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan sampai putaran 3000 rpm hingga diatasnya. perbaiki dan pasang kembali coupler dengan benar. Gejala 03 Intake air pressure sensor: kerusakan pada lubang deteksi tekanan akibat tersumbat Intake air pressure sensor Perkerjaan yang dilakukan • Periksa dan perbaiki sambungan. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kerusakan pada Intake air pressure sensor. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal.

Throttle position sensor Metode pemeriksaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”.01) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. • Periksa posisi sensor telah terpasang dengan benar. Gejala 01 terdeteksi Throttle position sensor: open /short circuit . • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian dari coupler. 8-44 . 8-72. (Kode No. • Jika terdapat kerusakan. ECA3C11011 PERHATIAN: Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. 15 Diagnostic code No.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. (biru–hitam/biru) Kabel yang dibuka Kabel massa yang dibuka Kabel keluaran yang dibuka Kabel power supply yang dibuka Tegangan keluaran 5V 0V 0V 5 Kerusakan pada throttle position sensor. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjan yang dilakukan 1 Kondisi pemasangan throttle position sensor. • Periksa kekendoran atau terjepit. • Diantara coupler throttle position sensor dan coupler ECU (biru–biru) (kuning/biru–kuning/biru) (hitam/biru–hitam/biru) 3 4 Pemeriksaan tegangan keluar pada • Periksa rangkaian terbuka dan kabel yang ke throttle position sensor: lepaskan throttle position sensor. perbaiki dan pasang kembali coupler dengan benar. 2 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung• Coupler throttle position sensor kinan tercabut. • Gunakan mode diagnostic. Kabel bodi utama putus atau terjadi hubungan pendek: • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet.

Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan dengan putaran langsam maupun cepat. 2 Kerusakan throttle position sensor. tak ke posisi • Periksa pin coupler dari kemung. • Periksa posisi sensor telah terpasang dengan benar.01) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler. 3 4 Kerusakan pada coolant temperature sensor 8-45 . ECA3C11011 Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kondisi pemasangan throttle position sensor. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. • Gunakan mode diagnostic. Coolant temperature sensor Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Kondisi pemasangan coolant temperature sensor Sambungan konektor • Coupler coolant temperature sensor kinan tercabut. Gejala 06 Coolant temperature sensor terlepas atau terjadi hubungan pendek. • Perbaiki atau ganti jika terdapat kabel yang putus atau korslet. (Kode No.06) • Ganti jika rusak Lihat “PEMERIKSAAN COOLANT TEMPERATURE SENSOR” di hal.ON. PERHATIAN: Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body No kode kerusakan. perbaiki dan pasang dengan benar. Throttle position sensor Pekerjaan yang dilakukan • Periksa terhadap kekendoran atau terjepit. Kabel yang terputus atau korslet di kabel bodi utama dan/atau di kabel cabang. 8-72. 8-71. Gejala 01 Throttle position sensor macet. 21 Diagnostic code No. • Kabel bodi utama (hitam/biru–hitam/biru) (hijau/merah–hijau/merah) • Gunakan mode diagnostic (Kode No. Periksa tempat pemasangan dari Putar kunci konkekendoran atau terjepit. 16 Diagnostic code No. • Jika terdapat kerusakan.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan.

coupler.Putar kunci • Coupler Intake air temperature kinan tercabut. • Coupler ECU pada kabel bodi utama. kontak ke posensor • Periksa kondisi penguncian sisi ON. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. • Jika terdapat kerusakan. (Kode No.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. • Gunakan mode diagnostic. 22 Diagnostic code No.05) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. 8-72. • Diantara coupler throttle body sensor dan coupler ECU. 8-46 . Intake air temperature sensor Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. Gejala 05 Intake air temperature sensor: terdapat kabel yang terputus atau korslet. PERHATIAN: 2 3 ECA3C11011 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. (coklat/putih–coklat/putih) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada intake air temperature sensor.

Kerusakan lean angle sensor. terjepit demikian mesin Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa konektor dan pin • Connector Ignition coil (bagian prima. (Kode No. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian connector dan coupler. 8-1. (merah/putih–merah/putih) (oranye–oranye) • Gunakan mode diagnostic. hidupkan kecuali • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian kunci kontak dicoupler. 30 Diagnostic code No. sensor. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. Kabel yang terputus atau korslet di kabel bodi utama dan/atau di kabel cabang. • Jika terdapat kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN LEAN ANGLE SENSOR” di hal 8-68. Gejala 08 Tidak ada sinyal normal dari lean angle sensor. dan sambung coupler dengan benar. 4 No kode kerusakan. • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet.tidak dapat di• Coupler lean angle sensor inan tercabut. Gejala 30 Bagian primary ignition coil: terdapat kabel yang terputus.30) • Selanjutnya tes/periksa primary dan seconday coils. Lean angle sensor Pekerjaan yang dilakukan Posisikan motor kembali tegak. Ignition coil Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan pada putaran langsam. • Gunakan mode diagnostic. 33 Diagnostic code No. putar “OFF” ter• Jika terdapat kerusakan.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. 2 3 Kerusakan pada ignition coil 8-47 . perbaiki lebih dahulu).08) • Ganti jika terdapat kerusakan. • Ganti jika terdapat kerusakan Lihat “IGNITION SYSTEM” di hal.coupler dari kemungkinan ry coil) tercabut. (Kode No. Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 2 3 Sepeda motor terjatuh Putar kunci kontak ke posisi Kondisi pemasangan lean angle Periksa dari kekendoran atau “ON” (walaupun. • Diantara connector ignition coil dan coupler ECU coupler/kabel bodi utama.

• Gunakan mode diagnostic. (Kode No.. • Jika terdapat kerusakan. (merah/putih–merah/putih) (oranye/hitam–oranye/hitam) Kerusakan pada primary injector. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. (biru–biru) (kuning/hijau–kuning/hijau) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada lean angle sensor . Gejala 36 Terdapat kabel yang terlepas atau korslet di injector. • Diantara coupler fuel injector dan coupler ECU. Lean angle sensor Metode pemeriksaaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. 2 3 8-48 . perbaiki dan sambung coupler dengan benar. mesin • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler.08) • Ganti jika terdapat kerusakan.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan 39 Diagnostic code No. Fuel injector Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. • Jika terdapat kerusakan.Putar kunci kon• Coupler Lean angle sensor kinan tercabut. Lihat “PEMERIKSAAN FUEL INJECTOR” di hal 7-6. (Kode No. 8-68. 41 Diagnostic code No. Lihat “PEMERIKSAAN LEAN ANGLE SENSOR” di hal. coupler. • Diantara coupler lean angle sensor dan coupler ECU.36) • Ganti jika terdapat kerusakan. • Gunakan mode diagnostic. 2 3 No kode kerusakan. tak ke posisi • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian “ON”. Gejala 08 Lean angle sensor: terdapat kabel yang lepas atau korslet.Memutar • Coupler Injector kinan tercabut. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet.

Ganti ECU jika rusak. 44 Gejala Terdapat kesalahan dalam pembacaan atau penulisan pada E2PROM (Nilai penyetelan CO. Kerusakan pada battery • Ganti battery Lihat “PEMERIKSAAN DAN PENGISIAN BATTERY” di hal 8-61. — Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Kerusakan pada ECU. • 01 akan tampil dilayar. 2 3 4 Kerusakan pada rectifier/regulator Kabel bodi utama terputus atau korslet. 50 Diagnostic code No. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. Diagnostic code No. — Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan pada putaran langsam. E2PROM fault code display Pekerjaan yang dilakukan • Gunakan mode diagnostic. • Ganti jika terdapat kerusakan.) — Metode pemeriksaaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”. 46 Diagnostic code No. (Jika kerusakan ini terbaca oleh ECU. dan pembacaan throttle valve dalam kondisi tertutup). Metode pemeriksaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”. Ganti ECU. (Kode No. (merah–merah) • Diantara kunci kontak dan ECU (coklat–coklat) Gejala Kerusakan pada memory ECU. 8-49 . Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung• Coupler ECU pada kabel bodi utama kinan tercabut. • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. CATATAN: Jangan mengganti komponen ECU dalam kondisi kunci kontak “ON”. • Periksa kondisi penguncian coupler. Lihat “CHARGING SYSTEM” di hal 8-11. No kode kerusakan. pembacaan ulang kode. • Jika terdapat kerusakan. kode kerusakannya dapat tidak dimunculkan pada layar.60). 60 Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kerusakan pada ECU No kode kerusakan.SISTIM BAHAN BAKAR No kode kerusakan. Gejala — Aliran listrik ke sistem fuel injection tidak normal. • Diantara battery dan kunci kontak.

SISTIM FUEL INJECTION 8-50 .

EAS27560 EAS27550 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B SISTIM POMPA BAHAN BAKAR 14 W/Y B 8-51 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM POMPA BAHAN BAKAR (BLACK) .

ECU (engine control unit) 27.SISTIM POMPA BAHAN BAKAR 4. Sekring/Fuse 6. Kunci kontak/Main switch 5.Pompa bahan bakar 8-52 .Engine stop switch 22. Battery 12.

Periksa battery. • Setrom/ganti battery. Unit lensa lampu depan 1. Periksa pompa bahan bakar lihat bagian “MEMERIKSA BODI POMPA BENSIN” halaman 7-2. Periksa kunci kontak/ main switch. Jok/tempat duduk 2. lepaskan komponen-komponen dibawah ini : 1. NG → Ganti unit pompa bahan bakar NG → Engine stop switch rusak. Tangki bensin 3. NG → Ganti kunci kontak/main switch NG → • Bersihkan terminal battery. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ 5. NG → Ganti sekring 8-53 . Ganti saklar tangkai kemudi kanan. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-51. OK ↓ 4. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. OK ↓ 6. OK ↓ 2. OK ↓ Ganti ECU. Periksa switch engine stop. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. periksa kabel-kabel sistim bahanbakar. OK ↓ 3. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61.SISTIM POMPA BAHAN BAKAR EAS27570 TROUBLESHOOTING Jika pompa bahan bakar tidak bekerja CATATAN: • Sebelum troubleshooting.

POMPA BAHAN BAKAR 8-54 .

KOMPONEN KELISTRIKAN EAS27971 KOMPONEN KELISTRIKAN 4 3 5 6 2 7 17 1 8 9 10 16 15 14 13 12 11 8-55 .

KOMPONEN KELISTRIKAN 1. Switch neutral 15. ECU (engine control unit) 11. Sekring/Fuse 5. Kunci kontak 3. Rectifier/regulator 12. klakason/Horn 2. Condensor 7. Relay motor kipas radiator. Switch lampu rem belakang 14. Starter relay 13. Battery 4. Lean angle sensor 6. Relay sinyal belok 10. Starting circuit cut-off relay 8. 16. 9. Sensor temperatur coolant. Ignition coil 17. Kabel bodi 8-56 .

KOMPONEN KELISTRIKAN EAS27980 MEMERIKSA SAKLAR/ SWITCH 6 P B 7 Y L/B G 1 R Br/L ON OFF R Br/L (RED) 8 Ch Br/W Dg (L) (R) 9 Y/W W 2 B B (BLACK) 10 Br L L/B L Dg Br Br/W P Ch 3 L/W B G Y B R/B B (BLUE) 4 R/W R/W L/W R/W B R/W 11 R/B B (BLACK) 5 Br G/Y (BLACK) B B (BLACK) 12 Sb 8-57 .

Switch lampu rem depan 3. Saklar Pass 10. Saklar lampu 11. Switch kopling 12. Switch lampu rem belakang 6.KOMPONEN KELISTRIKAN 1. Tombol starter/Start switch 4. Switch engine stop 5. Switch neutral 8-58 . Saklar dimmer 8. Kunci kontak/Main switch 2. Tombol klakson/Horn 7. Saklar sinyal belok 9.

menggambarkan diagram kunci kontak (sebagai contoh gambar diagram) Lajur kiri menggambarkan kondisi switch “a” dan kolom diatas menggambarkan warna kabel “b” yang akan dihubungkan.KOMPONEN KELISTRIKAN Periksa penyambungan saklar/ switch dengan pocket tester. ganti saklar/ switch. pada terminal coupler “a”. masukkan ujung tester. hati-hati jangan sampai merusak kabel. Sistim penyambungan (rangkaian tertutup) menggambarkan posisi berhubungan antar terminal “ ”. hubungkan antar dua ujung tester beberapa kali. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: • sebelum memeriksa sistim penyambungan. dari belakang terminal. periksa sambungan kabel dan jika perlu. Gambar di bawah. ini adalah hubungan kabel warna (R). setel jarum pocket tester “0” dan posisi selektor “Ω × 1” . dan Br/L jika saklar di geser ke arah “ON”. ECA14370 PERHATIAN: Jangan memasukan ujung tester. jika penyambungan tidak sempurna. b R Br/L a ON OFF R Br/L 8-59 . untuk menghindari kerusakan terminal. • Sebelum memeriksa sistim penyambungan.

• Jangan menyentuh langsung pada kaca bohlam hindari dari oli dan cairan lain. jauhkan tangan anda. kebanyakan tipe ini cara melepasnya dengan cara memutar berlawanan dengan arah jarum jam. jika kaca tersentuh oleh oli. atau keduanya. b. • Bohlam tipe “c” dipakai pada lampu sein dan lampu rem/belakang. dan periksa kondisi bohlam. cara melepasnya dengan menarik keluar dari socket dengan hati-hati. dan kemampuan penyinaran. atau keduanya. sistim penyambungan. hal ini akan mempengaruhi umur bohlam. atau ganti bohlam. socket bohlam. untuk memeriksa bohlam. Bohlam lampu mengeluarkan panas yang tinggi untuk itu. • Bohlam tipe “d” dan tipe “e” dipakai pada lampu meter dan indikator. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Memeriksa kondisi bohlam Ikuti prosedur dibawah ini. ----> Ganti bohlam. Periksa: • Kondisi bohlam (putus tidaknya) (dengan pocket tester) Putus → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: Sebelum pemakaian. atau kain yang dibasahi dengan alcohol. c. Pasangkan kabel positive tester ke terminal “1” dan kabel negative tester ke terminal "3". Lepas: • Bohlam 8-60 . rusak/aus → perbaiki. a. sambungan tidak bagus → perbaiki sambungan. sebelum melepas bohlam. Tipe bohlam Bermacam-macam tipe bohlam yang dipakai pada sepeda motor. dan benda benda yang mudah terbakar. akan merusak sistim sambungan pada bagian terminal/ coupler. Putus→ Ganti bohlam. jarum pada posisi “0” dan range “Ω × 1”. dan periksa kondisi bohlam. Jika salah satunya tidak ada hubungan. • Bohlam tipe “a” dan “b” dipakai pada lampu depan dan biasanya memakai holder. cara melepasnya dengan cara menekan sambil diputar ke kiri. bohlam dalam kondisi putus. teliti terlebih dahulu. 2. 1. setel pocket tester. juga hubungan antar terminal. saat melepas bohlam jangan menarik pada bagian kabel. bersihkan dengan cairan pembersih. biarkan bohlam biarkan bohlam mendingin terlebih dahulu.KOMPONEN KELISTRIKAN EWA3C11001 EAS27990 PERINGATAN MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM Periksa kondisi bohlam dan socket bohlam dari karat. Sambungkan posisi positive pocket tester keterminal “1” dan kabel negative tester ke terminal “2”. atau thinner.. ECA3C11001 PERHATIAN: • Pegang pada bagian socket. seperti gambar di bawah.

TINDAKAN PERTAMA JIKA TERKENA BADAN BAGIAN LUAR • Kulit — cuci dengan air • Mata — rendam air selama 15 menit. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS28000 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Jangan sekali-kali menggunakan sekring. hal ini akan mengakibatkan luka bakar yang serius. lampu dan sistim pengapian yang tidak berfungsi dan dapat menimbulkan bahaya kebakaran. untuk penanganannya: • Pergunakan pelindung mata. Pasang sekring pengganti yang baru. c. putar kunci kontak pada posisi “OFF” jika memeriksa sekring atau mengganti sekring. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. mesin las.l. sumber panas. c. hal ini akan mengakibatkan kerusakan pada sistim kelistrikan antara lain. Jika sekring terputus kembali. Pasang pocket tester pada kabel yang berhubungan dengan socket bohlam. 2. ganti socket bohlam. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4. Putar kunci kontak pada posisi "ON". dengan amper yang sama. dan segera bawa ke dokter mata. Untuk itu ikuti petunjuk dibawah ini. 1. Pasang bohlam yang bagus pada socket. • Setrom Battery dengan ventilasi yang cukup • Jauhkan Battery dari api. Periksa: • Socket bohlam (dari penyambungan) (dengan pocket tester) tidak terhubung → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: EWA13310 a. rokok). a. Pasang: • Jok/tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1 EAS28030 MEMERIKSA SEKRING ECA3C11002 PERHATIAN: MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY EWA13290 Untuk menghindari hubungan pendek. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. ikuti prosedur pemeriksaan dibawah ini. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C b. • Hindari kontak badan anda dengan cairan battery. Ganti: • Sekring yang putus Battery mengandung gas yang mudah terbakar dan mengandung asam sulfat yang beracun yang berbahaya dan bersifat merusak. 8-61 . ganti sekring. d. dan periksa kondisi sekring. kompor listrik. saat anda bekerja menangani Battery. 1. jika terlihat tidak ada hubungan. • JAUHKAN BATTERY DAN CAIRAN BATTERY DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERINGATAN Pasang pocket tester dengan posisi “Ω × 1”. korek api. Periksa sistim penyambungan socket.. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. dengan amper yang lebih tinggi dari spesifikasi standart. dan periksa sistim aliran listrik. periksa sistim rangkaian kabel kelistrikan Nama Sekring PERINGATAN MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Besarnya amper 20 A Jmlh 1 Periksa semua socket dari sistim penyambungan sama halnya dengan pemeriksaan bohlam lampu. • JANGAN MEROKOK pada saat menangani dan menyetrom Battery. Jika jarum pocket tester tidak bergerak “∞”. b. Ikuti prosedur dibawah ini. untuk memeriksa kondisi socket. Pasang pocket tester pada sekring. Periksa: • Sekring a. dan gas (a. b.KOMPONEN KELISTRIKAN Memeriksa kondisi socket bohlam.

Memeriksa pengisian battery. dan ketinggian air battery. jangan membuka seal. untuk melihat kondisi Battery. Voltase Battery (V) B.0 V Waktu penyetroman = 6. Periksa: • Kondisi Battery 8-62 . Waktu penyetroman (jam) C. CATATAN: • Penyetruman battery MF tidak dapat dilakukan jika dalam kondisi rangkaian terbuka/ open-circuit (a. tergantung temperatur.5 jam Kondisi pengisian battery = 20–30% Battery MF menggunakan seal yang tidak bisa dibuka. air Battery akan mengalami penurunan. voltase jika terminal positive dalam kondisi terlepas). Lepaskan: • Battery 4. kondisi plat battery. Pasangkan pocket tester pada terminal battery. dan voltase penyetruman untuk battery MF. sehingga tidak diperlukan memeriksa voltase tiap sel. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. atau minum susu. dapat dilihat pada tabel dibawah. dan selanjutnya kabel positive battery “2”. • Kabel positive tester → terminal positive battery • Kabel negative tester → terminal negative battery CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Ini adalah battery tipe sealed/MF. amper pengisian. dan pemeriksaan air battery tidak diperlukan. jika voltase battery 12. A. 1. 2 1 3. hal ini akan merusak battery. Hubungan antara voltase Battery.8 V. 2. • Waktu penyetruman. Untuk itu diperlukan alat penyetrum khusus.. • Tidak perlu dilakukan penyetroman. sebagai contoh Contoh Voltage Battery= 12. dan segera bawa ke dokter. dan waktu penyetroman pada suhu 20 °C (68 °F) D. ECA3C11003 PERHATIAN a. Battery MF memerlukan metode penyetruman yang memerlukan kehati-hatian.KOMPONEN KELISTRIKAN BAGIAN DALAM • Minum air sebanyak-banyaknya. b. Lepaskan: • Kabel battery (dari terminal battery) ECA13640 PERHATIAN: Pertama-tama lepaskan kabel negative battery “1”. berbeda jika dibandingkan dengan battery biasa. minyak sayur.l. Jika battery mengalami overcharge. Hal ini bervariasi. Untuk penambahan air battery. dan pemeriksaan berat jenis air battery Untuk itu. jika akan menyetrum battery tipe MF. dapat dilakukan dengan melihat voltase battery melalui terminal Battery.

Pasangkan Battery charger. setel voltase pengisian dengan 20–24 V. Kondisi kapasitas setrom Battery (%) C. Voltage (V) Waktu (menit) Penyetruman Suhu ruang 20 °C (68 °F) Periksa voltase MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Metode penyetroman dengan variable-current (voltase) charger a. dan jika voltase terlalu tinggi battery dapat over charger.) • Untuk menghindari loncatan api.KOMPONEN KELISTRIKAN • Jika pada saat proses penyetroman. dari terminal Battery. matikan untuk sementara Battery charger. ammeter pada Batttery dan lakukan penyetroman. • Jangan menggunakan high-rate battery charger. arus pengisian yang tinggi. akan stabil setelah 30 menit dari proses penyetroman. D. CATATAN: Jika amper pengisian lebih rendah dari standard amper pengisian yang tertulis pada battery. Jika kabel tidak terpasang dengan kuat. lepaskan battery dari sepeda motor . Suhu ruang 20 °C (68 °F) LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. b. dan setelah dingin. lakukan penyetroman kembali. A. c. E. jangan menyalakan battery charger sebelum kabel Battery charger terpasang pada battery. tunggu hingga 30 menit kemudian. hati-hati jangan sampai terjadi overcharge pada battery. B. CATATAN: Naikkan voltase pengisian hingga 16–17 V. jika akan mengukur voltase Battery A. C. dan monitor amper pengisian setiap 3–5 menit pada Battery 8-63 . jika voltase terlalu rendah. (jika melakukan penyetroman dalam kondisi terpasang. menggambarkan voltase Battery MF. Ukur kondisi voltase Battery sesungguhnya CATATAN: Pengukuran voltase harus dilakukan 30 menit setelah mesin dimatikan. ECA13670 PERHATIAN: • Jangan melepas seal cap MF battery. Pastikan amper pengisian lebih tinggi dari amper pengisian standard yang tertulis pada battery. Setrom: • Battery (lihat metode penyetroman pada gambar ilustrasi) EWA13300 PERINGATAN Jangan lakukan penyetroman cepat pada battery. dan kecepatan pengisian yang cepat. matikan terlebih dahulu battery charger. • Gambar illustarsi di bawah. dapat mengakibatkan panas yang berlebihan dan rusaknya plat battery • Jika memungkinkan lakukan penyetroman berkala dengan battery charger. akan menimbulkan loncatan api. untuk itu. lepaskan kabel negative battery. • Pastikan penjepit battery charger terpasang dengan kuat pada terminal battery dan tidak terjadi hubungan pendek. Battery tidak terisi. • Pada saat melakukan penyetroman battery. timbul panas pada battery. Voltase Battery (V) B. dan tunggu beberapa saat untuk pendinginan. • Sebelum melepas kabel battery charger yang terpasang pada terminal battery.

EAS28040 Metode penyetroman dengan constant volage charger a.8 V lebih --. CATATAN: Pengukuran dilakukan 30 menit setelah mesin dimatikan. jika tidak tersambung. Setrom battery hingga voltase Battery 15 volt. CATATAN: MEMERIKSA RELAY Periksa penyambungan relay dengan pocket tester. Pasang charger dan ammeter pada battery. Periksa: • Terminal battery Kotor→ bersihkan dengan sikat kawat Sambungan kendor → perbaiki sambungan 9.KOMPONEN KELISTRIKAN • Standard arus pengisian bertambah.Pengisian sempurna 12. Pasang: • Battery 7. ganti battery. • Standard arus pengisian tidak bertambah. Ukur voltase battery sesungguhnya.Pasang: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.Penyetroman telah penuh 12. Battery charger tidak dapat mengisi MF battery dan untuk tipe ini tidak dapat dipergunakan. naikkan arus pengisian.Pengisian kurang . Battery dalam kondisi baik.Ganti battery. Jiika penyetroman telah lebih dari 5 jam. dan arus pengisian tidak bertambah.Perlu penyetroman dibawah 12. 8-64 . LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6. Ukur voltase battery. dan selanjutnya kabel negative battery “2”. setel voltase pengisian. Lumasi: • Terminal battery Pelumas yang disarankan Gemuk Dielectric 10. 30 menit setelah battery selesai penyetruman 12.7 V kurang --. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 12. g. Atur waktu penyeteruman sesuai dengan kondisi voltase Battery. c. sambungkan kabel positive battery “1”. Pastikan amper pengisian lebih tinggi dari amper pengisian yang tertulis paba battery. dibawah 12. setelah berhenti melakukan penyetroman. CATATAN: Jika arus pengisian Battery lebih rendah dari standart arus pengisian yang tertulis pada battery charger. Lepaskan relay dari kabel bodi. Pasang: • Kabel Battery (ke terminal battery ) ECA13630 PERHATIAN: Pertama. 2. e.0 V --.Ganti battery.8 V lebih --. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C 1. f. ganti relay. b. jika tidak ada perubahan amper pengisian.0 V --. Setel voltase sehingga amper mengikuti standard pengisian e. 1 2 8. d. d. dan lakukan penyetroman. Ukur voltase battery 30 menit kemudian.7 V kurang --. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) dan battery (12 V) ke terminal relay seperti gambar Periksa cara kerja relay diluar spesifikasi → Ganti Setel waktu penyetroman 20 jam (maximum).

KOMPONEN KELISTRIKAN
Starter relay Relay motor kipas radiator

1

2

1

3

3
R R/W Gy L/W

4

2
W/Y L Br R

4

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”) Starting circuit cut-off relay
EAS3C11001

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”) MEMERIKSA RELAY SINYAL BELOK 1. Periksa: • Voltase masuk relay sinyal belok diluar spesifikasi → rangkaian kabel dari kunci kontak ke coupler relay sinyal belok rusak harus diperbaiki Voltase masuk relay sinyal belok DC 12 V a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada terminal relay sinyal belok seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → coklat/brown “1” • kabel negative tester → masa/ground
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

3

2
R/B L/W R/W L/B

4

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”)

Br/W Br

1

8-65

KOMPONEN KELISTRIKAN
b. Putar kunci kontak ke arah “ON”. c. Ukur voltase masuk relay sinyal belok
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Voltase keluar relay sinyal belok diluar spesifikasi → Ganti Voltase keluar relay sinyal belok DC 12 V a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada relay sinyal belok seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → coklat/putih (brown/white) “1” • Kabel negative tester → masa/ground
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

Tersambung Kabel positive tester → sky blue (biru langit)“1” Kabel negative tester → red/black (merah/hitam) “2” Tidak tersambung Kabel positive tester → red/black (merah/hitam) “2” KLabel negative tester → sky blue (biru langit) “1”

1
Sb R/B

2
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1
Br/W Br

a. Lepaskan diode dari kabel bodi b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) pada terminal diode seperti gambar c. Periksa diode dari penyambungan d. Periksa diode dari tidak tersambung
EAS28060

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

b. Putar kunci kontak ke arah “ON”. c. Ukur voltase keluar relay sinyal belok
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28050

MEMERIKSA CAP BUSI/ SPARK PLUG CAP 1. Periksa: • Tahanan cap busi diluar spesifikasi → ganti Tahanan 3,75–6,25 kΩ a. Lepaskan cap busi, dari kabel busi
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA DIODE 1. Periksa: • Diode diluar spesifikasi → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C
CATATAN:

b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1k) pada cap busi seperti pada gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C

Pocket tester atau analog pocket tester, terbaca seperti tabel di samping atas

8-66

KOMPONEN KELISTRIKAN
Tahanan coil secondary 8,64–12,96 kΩ pada 20 °C (68 °F) a. Lepaskan cap busi dari ignition coil.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

b. Pasang pocket tester (Ω × 1k) pada ignition coil seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → orange “1” • Kabel negative tester → kabel busi “2”

c. Mengukur tahanan cap busi
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28090

MEMERIKSA IGNITION COIL 1. Periksa: • Tahanan coil primary *diluar spesifikasi → Ganti Tahanan coil primary 2,16–2,64 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Lepaskan conector ignition coil dari terminal ignition coil. b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) ke ignition coil seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → orange “1” • Kabel negative tester → red/white (merah/putih) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

2
c. Ukur tahanan coil secondary.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28930

MEMERIKSA LONCATAN BUNGA API 1. Periksa: • Loncatan api/Ignition spark gap diluar spesifikasi → lihat trouble shooting sistim pengapian, mulai tahap 5. lihat bagian “TROUBLESHOOTING” halaman 8-3. Loncatan api minimum 6,0 mm (0,24 in)
CATATAN:

2

1 c. Ukur tahanan coil primary.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

Jika jarak loncatan api sesuai spesifikasi, rangkaian sistim pengapian dalam kondisi baik a. Lepaskan cap busi dari kabel busi.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

2. Periksa: • Tahanan coil secondary diluar spesifikasi → Ganti

b. Pasang ignition checker “1” seperti gambar.

8-67

KOMPONEN KELISTRIKAN
Ignition checker 90890-06754 Opama pet-4000 spark checker YM-34487

R W

1

2

b. Ukur tahanan crankshaft position sensor.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28130

2. Cap busi

c. Putar kunci kontak ke “ON” dan engine stop switch ke “ ”. d. Ukur jarak loncatan api “a”. e. Putar mesin dengan menekan tombol starter “ ” atau dengan starter kaki. dan secara perlahan jauhkan jarak celah api pada ignition checker hingga loncatan api terputus .
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28120

MEMERIKSA LEAN ANGLE SENSOR 1. Buka: • Lean angle sensor 2. Periksa: • Voltase keluar Lean angle sensor diluar spesifikasi → Ganti Voltase keluar Lean angle sensor kurang dari 65°: 0,4–1,4 V lebih dari 65°: 3,7–4,4 V a. Pasang coupler lean angle sensor pada kabel bodi. b. Pasang pocket tester (DC 20 V) pada coupler lean angle sensor seperti gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → yellow/green (kuning/hijau) “1” • kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR 1. Lepaskan: • Coupler crankshaft position sensor (dari kabel bodi) 2. Periksa: • Tahanan crankshaft position sensor diluar spesifikasi → Ganti unit crankshaft position sensor/unit stator. Tahanan crankshaft position sensor 248–372 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasang pocket tester ( Ω × 100) pada coupler crankshaft position sensor seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → red (merah) “1” • Kabel negative tester → white (putih) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

c. Putar kunci kontak ke “ON”. d. Miringkan lean angle sensor pada 65°.

8-68

KOMPONEN KELISTRIKAN
e. Ukur voltase keluar dari lean angle sensor.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28940

MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER 1. Periksa: • Cara kerja motor starter Tidak bekerja → lihat troubleshooting sistim starter, pada tahap 4. lihat bagian “TROUBLESHOOTING” halaman 8-9. a. Sambungkan terminal positive battery “1” dan kabel starter motor “2” dengan kabel “3”.
EWA13810

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → white (putih) “1” • Kabel negative tester → white (putih) “2” • Kabel positive tester → white (putih) “1” • kabel negative tester → white (putih)“3” • Kabel positive tester → white (putih)“2” • Kabel negative tester → white (putih) “3”

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

PERINGATAN

• Pergunakan kabel jumper yang lebih besar dari kabel Battery, jika tidak kabel dapat terbakar. • Pemeriksaan ini dapat menimbulkan loncatan api. untuk itu, jauhkan benda yang terbakar dari sekitarnya.

1 2

W W W

3

b. Ukur tahanan stator coil.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28170

b. Periksa cara kerja motor starter.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28150

MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR 1. periksa: • Voltase pengisian diluar spesifikasi → Ganti rectifier/regulator. Voltase pengisian 14 V pada 5000 r/min a. Pasang engine tachometer pada kabel busi. b. Pasang pocket tester (DC 20 V) pada coupler rectifier/regulator seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA STATOR COIL 1. Lepaskan: • Coupler stator coil (dari kabel bodi) 2. Periksa: • Tahanan stator coil diluiar spesifikasi → Ganti crankshaft position sensor/unit stator. Tahanan stator coil 0,448–0,672 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) pada coupler stator coil coupler sperti pada gambar
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

8-69

KOMPONEN KELISTRIKAN
• Kabel positive tester → red (merah) “1” • Kabel negative tester → black (hitam) “2” c. Ukur tahanan horn .
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Suara klakson/Horn suara sember → setel, atau ganti a. Pasang battery (12 V) tpada horn. b. Putar mur penyetel ke arah “a” atau “b” hingga spesifikasi suara baik
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

W W W R B

1

2

c. Hidupkan mesin pada putaran 5000 r/min. d. Ukur voltase pengisian
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28180

a

b

MEMERIKSA KLAKSON/ HORN 1. Periksa: • Tahanan Klakson/Horn diluar spesifikasi → Ganti Tahanan coil 4,30–4,80 Ω pada 20 °C a. Lepaskan connector dari terminal horn. b. Pasang pocket tester (Ω × 1) pada terminal Horn Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → terminal horn “1” • Kabel negative tester → terminal horn “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28220

MEMERIKSA SENDER BAHAN BAKAR 1. Lepaskan: • Coupler unit pompa bahan bakar (dari kabel bodi) 2. Lepaskan: • Tangki bahan bakar 3. Lepas: • Unit pompa bahan bakar (dari dalam tangki bensin) 4. Periksa: • Tahanan sender bahan bakar diluar spesifikasi → Ganti unit pompa bensin. Sender bahan bakar Tahanan unit sender bensin (penuh) 4,0–10,0 Ω pada 20 °C (68 °F) Tahanan unit sender bensin (kosong) 90,0–100,0 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasang pocket tester ( Ω × 100) pada coupler sender bahan bakar seperti pada gambar.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → green (hijau)“1” • Kabel negative tester → black (hitam) “2”

2

8-70

Periksa: • Tahanan sensor temperatur coolant. Pasangkan battery (DC 12 V) seperti gambar • Kabel negative Battery → blue (biru) “1” • Kabel positive Battery → black (hitam) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3 1 2 b. b. diluar spesifikasi → ganti. 2 c. • Jangan sampai sensor temperatur coolant terbentur benda keras. rendam sensor temperatur coolant “1” pada gelas. Lepaskan coupler motor kipas radiator dari kabel bodi. Tahanan sensor temperatur coolant 310–326 Ω pada 80 °C (176 °F) a. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. Pasang: • Sensor temperature coolant 8-71 . LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL c. ganti segera. 2. Lepas: • Sensor temperature coolant EWA14130 PERINGATAN b. Periksa putaran motor kipas radiator. dan biarkan menjadi dingin hingga suhu spesifikasi. Masukan thermometer “3” pada coolant. e. • Tangani sensor temperature coolant dengan hati-hati. Pasangkan pocket tester (Ω × 100) pada terminal sensor temperature coolant seperti pada gambar. Jika sensor temperature coolant terjatuh. Ukur tahanan sender bahan bakar LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS28250 MEMERIKSA KIPAS MOTOR RADIATOR 1. dan isi gelas dengan coolant “2”. Periksa tahanan sensor temperatur coolant. Panaskan coolant secara perlahan.KOMPONEN KELISTRIKAN EAS28260 2 1 G B R/W Y MEMERIKSA SENSOR TEMPERATUR COOLANT 1. Gerakan pelampung sender ke posisi minimum “3”/dan posisi maximum “4” . Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4 3 c. d. Periksa: • Motor kipas radiator rusak/tidak berputar → ganti a. 1 L B CATATAN: Pastikan terminal sensor temperatur coolant dalam kondisi kering.

Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada terminals coupler unit throttle body sensor.00–101. seperti pada gambar. Throttle position sensor 1. atau berubah dengan kasar dan tiba-tiba → Ganti throttle body. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada coupler unit throttle body sensor seperti pada gambar. • Tangani unit throttle body sensor dengan penuh hati-hati. ganti segera. Voltase masuk throttle position sensor 5 Volt (blue-black/blue) (biru–hitam/biru) c. • Jangan sampai unit throttle body sensor terbentur benda keras.B/L) (kuning/biru–hitam/biru) EAS3C11029 MEMERIKSA UNIT THROTTLE BODY SENSOR EWA3C11011 PERINGATAN • Jangan membongkar unit throttle body sensor. diluar spesifikasi (posisi menutup) → Ganti throttle body. Periksa: • Throttle position sensor a. diluar spesifikasi → ganti/perbaiki kabel bodi. Voltase output Throttle position sensor (posisi menutup) 0. R. voltase tidak berubah.73 Volt (Y/L .8 m·kg. Digital circuit tester 90890-03174 Model 88 Multimeter with tachometer YU-A1927 • Kabel positive tester → terminal biru “1” • Kabel negative tester → terminal black/blue (hitam/biru) “2” b.KOMPONEN KELISTRIKAN Sensor temperatur coolant 18 Nm (1. Ukur voltase pemasukan throttle position sensor.63–0. dan periksa penambahan voltase output throttle position sensor. 1 3 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Intake air pressure sensor (Sensor tekanan udara masuk) 1.000 V pada 20. jika unit throttle body sensor terjatuh. 13 ft·lb) d. Voltase out put Intake air pressure sensor 0. • kabel positive tester → terminal yellow/blue (kuning/biru) “3” • kabel negative tester → terminal black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM T.789–4. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → pink/white (merah jambu/putih) “1” • Kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 8-72 .32 kPa a. Periksa : • Voltase out put Intake air pressure sensor diluar spesifikasi → Ganti throttle body. Pasangkan tester digital pada terminal coupler unit throttle body sensor. seperti pada gambar. Buka secara perlahan handel gas.

KOMPONEN KELISTRIKAN EAS3C11002 MEMERIKSA FID (FAST IDLE SOLENOID) 1. Periksa: • Tahanan sensor Intake air temperature diluar spesifikasi → Ganti throttle body Tahanan Intake air temperature sensor 5. Tahanan FID (fast idle solenoid) 31. Ukur output voltage intake air pressure sensor.3 kΩ a. Ukur tahanan FID (fast idle solenoid) diluar spesifikasi → Ganti unit throttle body. Pasang pocket tester (Ω × 10) pada terminals dari FID (fast idle solenoid). Lepaskan: • Coupler FID (fast idle solenoid) 2. Putar kunci kontak ke posisi “ON”. Periksa: • Tahanan FID (fast idle solenoid) a. • Kabel positive tester → terminal brown (coklat) “1” • Kabel negative tester → terminal yellow/red (kuning/merah) “2” Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C c. b. Pasang pocket tester ( Ω × 1k) pada coupler unit throttle body sensor seperti pada gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → brown/white (coklat/putih) “1” • kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2 1 b. Lepaskan coupler FID (fast idle solenoid) dari kabel bodi. c.5 Ω MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2 1 b. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Intake air temperature sensor (sensor temperatur udara masuk) 1. Ukur tahanan intake air temperature sensor LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 8-73 .7–6.5–38.

.....................9-2 KOPLING TIDAK LANCAR ................................................................................................................... 9-3 SISTIM PENERANGAN DAN SINYAL BERMASALAH.................................. 9-3 PENGENDALIAN TIDAK STABIL........................... 9-2 PEDAL PEMINDAH GIGI SULIT BERGERAK .......................................9-2 TERLALU DINGIN/OVERCOOLING............................ 9-3 GARPU DEPAN TIDAK SEMPURNA .........................................................9-2 SULIT DALAM PERPINDAHAN GIGI..........................................................................................................................................................9-2 PERPINDAHAN GIGI MELONCAT............................................................................................... 9-4 9 .............9-1 KEGAGALAN START ...........9-2 PANAS BERLEBIHAN/OVERHEATING ..................9-1 PUTARAN MESIN TIDAK TEPAT ............ 9-1 INFORMASI UMUM ..........................................................9-3 PERFORMANCE PENGEREMAN YANG BURUK.............................................. 9-1 PERFORMANCE BURUK PADA PUTARAN MENEGAH DAN TINGGI....................................................................................TROUBLESHOOTING TROUBLESHOOTING................

Pompa bahan bakar • Pompa tidak berfungsi • Relay pompa bensin rusak 3. Ignition system • ECU rusak • Crankshaft position sensor rusak • Pin pasak generator rotor rusak 6. Sistim starter • Motor starter rusak • Starter relay rusak • Starting circuit cut-off relay rusak • Starter clutch rusak EAS28490 PUTARAN LANGSAM MESIN BURUK Mesin 1. lihat juga prosedur manual cara-cara untuk memeriksa. Saringan udara/Air filter • Pemasangan saringan udara tidak tepat • Tersumbatnya saringan udara mesin 4. menyetel. dan mengganti komponen spare parts. Cylinder dan cylinder head • Kelonggaran klep tidak tepat • Komponen penggerak klep rusak 2. lemahnya ring piston • Ring piston lengket/macet • Piston macet dan rusak 3. Tangki bensin • Bensin habis • Filter bensin tersumbat • Adanya kontanimasi bahan bakar 2. tidak bisa meliput semua masalah. Throttle body • Bahan bakar yang memburuk • Udara tersumbat Kelistrikan 1. EAS28470 KEGAGALAN START mesin 1.TROUBLESHOOTING EAS28450 TROUBLESHOOTING EAS28460 INFORMASI UMUM CATATAN: Petunjuk troubleshooting dibawah ini. Throttle body • Joint throttle body kendor • Gerak bebas handel gas tidak tepat • Throttle body masuk air • Air induction system rusak 9-1 . Sekring • Sekring putus • Pemasangan sekring salah 3. Battery • Penyetruman battery kurang • Battery rusak 2. hanya bisa membantu dan memberikan petunjuk dasar troubleshooting untuk itu. Cylinder dan cylinder head • Busi kendor • Baut cylinder head dan cylinder kendor • Gasket cylinder head rusak • Gasket cylinder rusak • Aus atau longgarnya cylinder • Kelonggaran klep tidak tepat • Tidak sempurnanya seal klep • Bocornya klep dan dudukan klep • Valve timing tidak tepat • Per klep rusak • Klep macet 2. Crankcase dan crankshaft • Pemasangan crankcase tidak tepat • Crankshaft macet Sistim bahan bakar 1. Busi/Spark plug • Celah busi tidak tepat • Tingkatan busi salah • Busi mati • Elektroda busi aus • insulator busi rusak • Cap busi rusak 4. Piston dan ring piston • Pemasangan ring piston tidak tepat • Patah. Saklar dan kabel • Kunci kontak rusak • Engine stop switch rusak • Kabel putus • Neutral switch rusak • Tombol starter rusak • Switch kopling rusak • Masa kabel kurang • Sambungan kendor 7. Saringan udara • Saringan udara tersumbat Sistim bahan bakar 1. Ignition coil • Bodi ignition coil retak • Lilitan primary dan secondary putus • Kabel busi rusak 5. Aus.

Kopling • Per kopling tidak rata • Pressure plate aus • Plat kopling bengkok • Kampas kopling bergelombang • Clutch push rod bengkok • Clutch boss rusak • Bushing primary driven gear aus 2. Ignition system • ECU rusak • Crankshaft position sensor rusak • Pin pasak generator rotor rusak EAS28510 EAS28550 PERPINDAHAN GIGI LONCAT As pemindah gigi/Shift shaft • Posisi shift pedal tidak tepat • Stopper lever tidak sempurna Shift forks • Shift fork aus Shift drum • Gerak axial tidak sesuai • Alur shift drum rusak Transmisi • Gear dog aus EAS28560 KOPLING RUSAK Kopling selip 1.TROUBLESHOOTING Sistim kelistrikan 1. Mesin 1. Saringan udara • Saringan tersumbat Sistim bahan bakar 1. Busi/Spark plug • Celah busi salah • Tingkatan busi tidak tepat • Busi mati • Electroda busi rusak • Insulator busi rusak • Cap busi rusak 3. Battery • Battery kurang setrom • Battery rusak 2. Oli mesin • Ketinggian oli mesin kurang • Kekentalan oli salah (tinggi) • Oli yang memburuk EAS28600 PERFORMANCE PUTARAN MENENGAH DAN TINGGI BURUK lihat bagian “KEGAGALAN STARTING ” hal 9-1. Oli mesin • Ketinggian oli kurang 9-2 . Kopling • Pemasangan kopling tidak tepat • Penyetelan kabel kopling tidak tepat • Per kopling kendor • Plat kopling aus • Kampas kopling aus 2. Aliran coolant tersumbat • Cylinder head dan piston • Banyak endapan carbon 2. Oli mesin • Ketinggian oli mesin tidak tepat • Kekentalan oli salah (rendah) • Oli memburuk Kopling macet 1. EAS28540 PEDAL PEMINDAH GIGI TIDAK LANCAR As pemindah gigi • As pemindah gigi bengkok Shift drum dan shift forks • Alur shift drum rusak • Shift fork macet • Shift fork guide bar bengkok Transmisi • Gear transmisi aus • Adanya material lain pada transmission gears • Pemasangan transmisi tidak benar PANAS MESIN BERLEBIHAN Mesin 1. Pompa bahan bakar • Pompa bensin rusak EAS28530 PERPINDAHAN GIGI SULIT Perpindahan gigi sulit lihat bagian “Kopling tidak lancar”. Ignition coil • Putusnya coil primary atau secondary • Kabel busi rusak • Retaknya ignition coil 4.

Komponen steering head • Salah pemasangan bracket atas • Salah pemasangan bracket bawah (salah pengencangan mur ring) • Tangkai kemudi bengkok • Ball bearing atau bearing race rusak 3. Pompa air • Rusaknya pompa air 4. Radiator • Radiator rusak/bocor • Tutup radiator rusak • Rusaknya fin radiator 3. Thermostat • Thermostat macet kondisi terbuka EAS28640 KEMAMPUAN PENGEREMAN BURUK 1. Kaki-kaki garpu depan • Ketinggian oli shock tidak rata • Tekanan per tidak sama (antara garpu kanan dan kiri) • Per patah • Inner tube bengkok. Ignition system • Kerusakan ECU EAS28610 • Terdapat oli atau gemuk pada piringan rem • Terdapat oli atau gemuk pada kampas rem • Ketinggian minyak rem terlalu rendah 2. Busi/Spark plug • Celah busi tidak starndart • Tingkat panas busi tidak sesuai 2. Rem • Rem macet Sistim kelistrikan 1. Thermostat • Thermostat macet kondisi menutup 5. Lengan ayun • Bearing aus • Swingarm bengkok/rusak 9-3 . Saringan udara/Air filter • Saringan udara tersumbat/kotor Rangka/Chassis 1. Disc brake • Kampas rem aus • Piringan rem aus • Terdapat udara pada sistim hydraulic • Minyak rem bocor • Kit caliper rem rusak • Seal caliper rem rusak/bocor • Baut union kendor • Selang rem bocor PENGENDALIAN TIDAK STABIL 1.TROUBLESHOOTING • Kekentalan oli tidak sesuai • Oli rendah mutunya Sistim pendinginan/Cooling system 1. Tromol rem • Sepatu rem aus • Tromol rem aus • Gerak bebas pedal rem tidak sesuai • Posisi tuas camshaft rem tidak tepat • Posisi sepatu rem tidak sempurna • Rusak/patahnya per sepatu rem • Terdapat oli atau gemuk pada sepatu rem • Terdapat oli atau gemun pada tromol rem • Batang torsi rem lepas/patah EAS28650 TIDAK SEMPURNANYA GARPU DEPAN Kebocoran oli • Bengkok. Selang dan Pipa • Selang bocor • Sambungan selang tidak sempurna • Pipa pecah • Sambungan pipa bocor Sistim bahan bakar 1. Tangkai kemudi/handle bar • Bengkok atau salah posisi tangkai kemudi 2. Air pendingin/Coolant • Ketinggian air rendah 2.rusak atau karat pada inner tube • Baret atau rusaknya outer tube • Pemasangan seal oli tidak sempurna • Seal oli sobek/aus • Ketinggian oli shock tidak standart (tinggi) • Baut damper rod kendor • Washer tembaga baut damper rod rusak • Pecah/rusaknya O-ring baut cap Tidak berfungsi • Bengkok atau baret inner tube • bengkok atau baret outer tube • Patah/rusak per garpu depan • Bengkok/rusak damper rod • Oli schock tidak sesuai spesifikasi • Ketinggian oli shock tidak standart EAS28670 MESIN TERLALU DINGIN Sistim pendinginan/Cooling system 1. Throttle body • Rusak atau kendornya joint throttle body 2. atau rusak • Outer tube bengkok atau rusak 4.

Roda • roda tidak balance • Cast wheel berubah bentuk • Bearing roda rudak • As roda rusak atau bengkok • Roda oleng 8.TROUBLESHOOTING 5. Rangka/Frame • Rangka bengkok • Steering head pipe rusak • Pengencangan kurang pada bearing race EAS28710 • Bohlam terbakar • Sambungan tidak sempurna • Kabel bodi rusak • Rangkaian masa/ground kurang • Battery rusak • Sekring tidak sesuai Nyala sinyal belok lambat • Relay rusak • Kunci kontak rusak • Saklar sein rusak • Kapasitas bohlam tidak sesuai Nyala sinyal tidak stabil • Relay rusak • Salah satu bohlam putus Nyala sinyal terlalu cepat • Bolam tidak sesuai • Relay rusak • Salah satu bohlam putus Klakson/Horn mati • Salah penyetelan klakson • Klakson rusak • Kunci kontak rusak • Tombol klakson rusak • Battery rusak • Sekring putus • Kabel bodi rusak LAMPU DAN SINYAL TIDAK MENYALA Lampu depan tidak menyala • Bohlam putus • Terlalu banyak asesoris kelistrikan • Arus pengisian battery tidak sesuai • Penyambungan tidak sempurna • Masa/ground kurang • Saklar buruk • Bohlam lampu depan terputus Lampu depan terbakar • Bohlam lampu tidak berkualitas • Battery rusak • Tidak berfungsinya rectifier/regulator • Masa/ground tidak bagus • Kunci kontak rusak • Saklar lampu rusak • Umur bohlam habis Lampu belakang/rem putus • Bohlam lampu kualitas rendah • Terlalu banyak aksesoris kelistrikan • Sambungan tidak sempurna • Lampu terbakar Lampu belakang/rem terbakar • Kualitas lampu rendah • Battery rusak • Penyetel lampu rem rusak • Umur bohlam habis Lampu sein tidak menyala • Saklar sein rusak • Relay saklar rem rusak 9-4 . Unit shock absorber belakang • Per shock absorber tidak berfungsi • Kebocoran oli 6. Ban • Tekanan ban tidak sesuai (depan dan belakang) • Tekanan angin kurang • Keausan ban tidak sama 7.

Lampu meter/Meter light 2. Relay motor kipas radiator 50. Klakson/Horn 34. Tachometer 56. Conector Self-diagnosis signal 22. Saklar dimmer 38. Coolant temperature sensor 20. Lampu belakang/rem 32. Sender bahan bakar/Fuel sender 29. Pompa bensin/Fuel pump 28. Saklar tangkai kemudi kanan 11. Fuel injector 27. Switch rem depan/Front brake light switch 31. Indikator lampu jauh 1. Lampu sinyal belok depan-kanan 43. Meter guide/Fuel gauge 55. Condenser 51. Lampu sinyal belok depan-kiri 42. Intake air temperature sensor 18. Lampu posisi/lampu senja 47. Battery 7. Saklar sinyal belok 40. Lampu sinyal belok belakang kiri 44. Sekring/Fuse 6. B u s i / Spark plug 25. Lampu peringatan panas mesin/Coolanttemperature warning light 54. ECU (engine control unit) 23. Throttle position sensor 19. Switch netral 15. Lampu sinyal belok belakang kanan 45. Starting circuit cut-off relay 10.EAS28740 EAS28750 ichsan iskandar DIAGRAM KELISTRIKAN V-IXION 57. Kunci kontak/Main switch 5. Unit lampu depan 46. Motor kipas radiator 49. Switch rem belakang/Rear brake light switch 30. Unit meter 52. Switch kopling 41. Intake air pressure sensor 17. Ignition coil 24. Tombol starter 12. Relay sinyal belok 33. Lean angle sensor 21. Lampu indikator neutral KODE WARNA B Br Ch Dg G Gy L Lg O P R Sb W Y B/L Br/L Br/W G/R G/W G/Y L/B L/W O/B P/W R/B R/L R/W W/Y Y/G Y/L Y/R Black (Hitam) Brown (Coklat muda) Chocolate(Coklat tua) Dark green (Hijau tua) Green (Hijau) Gray (Abu-abu) Blue (Biru) Light green (Hijau muda) Orange Pink (Merah muda) Red (Merah) Sky blue (Biru langit) White (Putih) Yellow (Kuning) Black/Blue (Hitam/Biru) Brown/Blue (Coklat muda/Biru) Brown/White (Coklat muda/Putih) Green/Red (Hijau/Merah) Green/White (Hijau/Putih) Green/Yellow (Hijau/Kuning) Blue/Black (Biru/Hitam) Blue/White (Biru/Putih) Orange/Black (Orange/Hitam) Pink/White (Merah muda/Putih) Red/Black (Merak/Hitam) Red/Blue (Merah/Biru) Red/White (Merah/Putih) White/Yellow (Putih/Kuning) Yellow/Green (Kuning/Hijau) Yellow/Blue (Kuning/Biru) Yellow/Red (Kuning/Merah) . Indikator sinyal belok 3. lampu depan 48. Motor starter 8. Saklar Pass 37. Rectifier/regulator 4. Tombol klakson/Horn switch 39. AC magneto 58. Crankshaft position sensor 59. Engine stop switch 13. Saklar lampu 36. Saklar tangkai kemudi kiri 35. Starter relay 9. FID(fast idle solenoid) 26. Unit Throttle body sensor. Lampu mesin bermasalah/Engine trouble warning light 53. Diode 14. 16.

.

YAMAHA MOTOR CO.. LTD. 2500 SHINGAI IWATA SHIZUOKA JAPAN .

V-IXION DIAGRAM KELISTRIKAN W R W W W W W W R W 2 R W 1 W W W R O Y/R Br Gy L/W Br L/B L R B/L B Br/W P/W O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R R R/W L/W 5 W W W B R B Gy Gy R 8 R Br R/W O O B 15 16 Br/W P/W B/L Y/L L L P/W B/L Br/W L P/W B/L Br/W 23 24 3 R R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W W W W R 17 18 Y/L Y/L Br 6 R 7 R/B L/W 25 9 R/B L/W R/W L/B Y/R Y/R Br Y/R 4 ON OFF R Br/L (RED) Br R Br (RED) B G/R G/R 26 22 O/B O/B R/L O/B R/W O/B R/W (BLACK) 10 11 L/W R/W B R/W Br L/W R/W B Sb B L/W R/W Br Sb G/R B/L 19 B/L 12 R/B (BLACK) 20 L Y/G B/L R/W G L B/L Y/G 13 Sb R/B Y/G G B R/W Y 27 28 21 Lg Lg Lg G/W Y Y B Gy 14 W/Y B Br 50 Br B (BLACK) B Br (BLACK) Br Br R Br/W Br Br Br Br B B (BLACK) G/Y G/Y Br G/Y (BLACK) B 33 49 P 32 Br G/Y B B W/Y L Br R 30 29 34 W/Y L Br P Br/W R/B Dg L (BLACK) (BLACK) L Dg 51 52 Lg G/W 40 L Br Br/W P R/B B (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B Ch Br/W Br Ch P 53 G 35 L B L B 36 37 38 39 (L) 54 55 56 B Gy Br 48 B (R) R/B B (BLUE) Sb Y L Y Y G B B B Ch Dg B 57 58 L 59 Dg Ch L Sb G/W Lg L B Sb G/W Lg L B Br 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L Ch Dg G B 47 41 42 43 44 31 (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch B G B B B B B B (BLACK) .