BUKU PETUNJUK SERVICE

3C1-F8197-B0

EAS20040

V-IXION SERVICE MANUAL ©2007 oleh Yamaha Motor Co., Ltd. Edisi pertama, February 2007 dialih bahasakan oleh Technical Publication Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing di cetak di Indonesia

EAS00002

PENDAHULUAN
Buku petunjuk service ini, dibuat oleh Yamaha Motor Company, Ltd. dan dialih bahasakan oleh Technical Publication Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. diharapkan dapat dipakai oleh Mekanik Bengkel resmi Yamaha. Kami menyadari bahwa tidak mungkin menjelaskan seluruh pelajaran Teknik perbaikan sepeda motor dalam satu buku ini saja. Sehingga kami meyarankan kepada para Mekanik harus terlebih dahulu menguasai dasar-dasar perawatan sepeda motor Yamaha. Tanpa pengetahuan ini, usaha perbaikan model ini akan kurang baik dan tidak sempurna

Yamaha Motor Indonesia, terus menerus berusaha meningkatkan kualitas produksinya. Untuk itu, jika ada perubahan yang mendasar dalam spesifikasi dan prosedur pengerjan, akan kami sampaikan keseluruh jaringan Yamaha melalui buletin " Service Information"

CATATAN Desain dan spesifikasi, sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti perkembangan model.
EAS00004

INFORMASI PENTING YANG ADA DIDALAM BUKU INI :
Informasi penting secara khusus ditandai dengan tanda-tanda sebagai berikut :

Q
PERINGATAN

Simbol ini mengharuskan anda HATI-HATI MENYANGKUT KESELAMATAN ANDA !

memberikan petunjuk khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kecelakaan bagi pengendara, dan orang lain yang sedang memeriksa dan memperbaiki sepeda motor. Perlu perhatian khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kerusakan pada sepeda motor. Memberikan keterangan tambahan, untuk mempermudah pengerjaan service.

cPERHATIAN

CATATAN :

EAS20090

CARA MEMBACA DENGAN CEPAT BUKU SERVICE MANUAL
Buku petunjuk ini dibuat dengan format yang "ringan" agar mudah dan cepat di mengerti oleh mekanik YAMAHA. Berisi penjelasan yang luas dan menyeluruh tentang cara-cara Pemasangan, Pelepasan, Pembongkaran, Perakitan dan prosedur Pemeriksaan • Buku ini terdiri dari beberapa Bab utama yang didalamnya terdapat beberapa judul "1" tertulis pada bagian atas dari halaman. • Sub judul “2” tercetak dengan huruf yang lebih kecil. • Untuk membantu mengidentifikasi komponen, dan mengklarifikasi tahap-tahap proses, dijelaskan dengan gambar diagram "3". dimulai dengan cara melepas, dan cara membongkar. • Nomor “4” pada setiap gambar diberikan nomor komponen, yang merupakan nomor urutan tahap pelepasan komponen. • Symbol “5” merupakan indikasi komponen yang harus dilumasi atau diganti. lihat bagian “SYMBOLS” (terdapat simbol pelumas dll) • Tabel instruksi pekerjaan “6” berhubungan dengan gambar diagram diatasnya. berisi pekerjaan yang harus dilakukan, nama komponen, catatan, keterangan, dll) • Nomor “7” terdiri dari berbagai informasi (misalnya special tools dan data-data teknik) dan diberi garis yang berbentuk bujur sangkar.

1

3

7

5 4

6 2

EAS20100

SIMBOL
Simbol dibawah dibuat untuk mempermudah memahami dan mengerti cara membaca buku .
CATATAN:

Simbol disamping tidak selalu ada di dalam setiap model sepeda motor

1

2

3

4

5

6

7

8

1. Dapat dilakukan perbaikan dalam kondisi mesin terpasang 2. Menambah cairan 3. Pelumasan 4. Alat spesial/Special tool 5. Torsi pengencangan 6. Batas keausan/kelonggaran 7. Putaran mesin 8. Service data kelistrikan 9. Oli mesin 10. Oli Gear 11. Gemuk Molybdenum-disulfide 12. Minyak rem 13. Gemuk Bearing roda. 14. Gemuk Lithium-soap-based 15. Gemuk Molybdenum-disulfide 16. Gemuk Silicone 17. Berikan cairan pengunci (LOCTITE®). 18. Ganti dengan spare part baru.

T.

R.

9
E

10
G

11
M

12
BF

13
B

14
LS

15
M

16
S

17
LT

18

Baru

EAS20110 DAFTAR ISI INFORMASI UMUM SPESIFIKASI PEMERIKSAAN BERKALA DAN PENYETELAN RANGKA/CHASSIS MESIN SISTIM PENDINGINAN SISTIM BAHAN BAKAR SISTIM KELISTRIKAN MENGATASI MASALAH/TROUBLESHOOTING 1 2 3 4 5 6 7 8 9 .

.

...............................................................................................................1-4 BEARINGS DAN OIL SEALS ........................................................................... 1-2 SISTIM FI ........................................... 1-5 MEMERIKSA SISTIM PENYAMBUNGAN ........1-2 GAMBARAN TENTANG SISTIM FI ...INFORMASI UMUM IDENTIFIKASI SEPEDA MOTOR .............................................1-4 GASKETS........ OIL SEALS DAN O-RINGS ............ 1-6 ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS ............................................................................................................. 1-1 NOMOR SERI MESIN ............................................................. 1-4 PERSIAPAN UNTUK MEMBONGKAR DAN MEMASANG............................................................................................................................................................................................ 1-5 CIRCLIPS .............................................................................. 1-3 INFORMASI PENTING ................ 1-7 1 ............................................... 1-1 NOMOR SERI RANGKA ................................................................................................................. 1-1 TEKNOLOGI MASA DEPAN.........................1-4 PENGGANTIAN SPARE PART..........................................1-4 LOCK WASHERS/PLATES DAN COTTER PINS ..................

1 1-1 . 1 EAS20160 NOMOR IDENTIFIKASI MESIN Nomor Mesin “1” tercetak pada crankcase dibagian kiri bawah CATATAN: Desain dan spesifikasi sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.IDENTIFIKASI EAS20130 IDENTIFIKASI EAS20140 NOMOR IDENTIFIKASI RANGKA Nomor Rangka “1” tercetak pada rangka bagian belakang di bawah tempat duduk.

Pada sistim karburator. 9. 5. Sistim bahan bakar. 10 9 1-2 . konsumsi bahan bakar yang lebih baik. sehingga akan diperoleh perbandingan udara-bahan bakar yang optimum disegala kondisi pengendaraan.TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS20170 TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS3C11022 GAMBARAN TENTANG SISTIM FI Fungsi utama dari sistim suplai bahan bakar. Dengan menggunakan "microprocessor" yang mengtur volume injeksi bahan bakar sesuai kondisi pengendaraan yang dideteksi oleh bermacam-macam sensor. dan pengurangan emisi gas Translate by slamet edc buang. Crankshaft position sensor 1. 4. 7. misalnya pada akselerasi. adalah mensuplai sejumlah bahan bakar ke ruang bakar sesuai perbandingan udara . Sehubungan dengan semakin besarnya tuntutan terhadap kemampuan mesin & pengontrolan emisi gas buang yang ketat. Penggunakan sistim FI telah mampu menghasilkan suplai bahan bakar dengan keakurasian yang lebih tinggi. 6. berdasarkan kondisi pengendaraan dan temperatur atmosfir. 2. 1 2 3 4 5 6 7 8 11 Engine trouble warning light Ignition coil Busi/Spark plug Coolant temperature sensor Fuel injector Pompa bahan bakar/Fuel pump Lean angle sensor ECU (engine control unit) FID (fast idle solenoid) Unit Throttle body sensor (terdiri dari throttle position sensor. 10. tetapi jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar bervariasi tergantung dari kondisi pengendaraan. Meskipun udara yang masuk volumenya sama. mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar yang bervariasi itu melalui ukuran jetnya. Untuk memnuhi kebutuhan tersebut. diukur dari volume udara dan bahan bakar. meningkatkan respon mesin. 3. 8. intake air temperature sensor) 11. Pada sistim ini. maka diperlukan perangkat yang mampu mengontrol perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih akurat. intake air pressure sensor.bahan bakar yang optimal. perbandingan campuran udara dan bahan bakar yang disuplai ke ruang bakar. mampu menghasilkan perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih optimum disetiap saat. untuk menggantikan sistim karburator. atau pengendaraan dengan beban berat. deselerasi. yang diatur oleh ukuran Main Jet (spuyer) yang digunakan.. model ini sengaja dilengkapi kontrol Fuel Injection (FI) secara electronic.

11. Air system C. 4. 9. Semakin lama injector diberikan sinyal (durasi injeksi). 10. Semakin pendek waktu injektor diberikan sinyal. 3. fuel passage terbuka. 7. Pompa bahan bakar/Fuel pump Fuel injector Ignition coil Coolant temperature sensor ECU (engine control unit) Lean angle sensor Crankshaft position sensor FID (fast idle solenoid) Rumah saringan udara/Air filter case Throttle body U n i t Throttle body sensor Intake air temperature sensor Throttle position sensor 14. intake air pressure sensor.6 psi). Ketika ECU memberikan sinyal kepada injector. lean angle sensor dan coolant temperatur sensor.50 kg/cm². sehingga sejumlah bahan-bakar terinjeksi kedalam intake manifold.TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS3C11023 FI SYSTEM Fuel Pump mensuplai bahan bakar ke injector melalui fuel filter. 2. Fuel system B. Sehingga volume bahanbakar yang dibutuhkan mesin dapat disuplai setiap saat. 12. semakin banyak bahan bakar yang disuplai. 35. Timing injeksi ditentukan berdasarkan sinyal dari crankshaft position sensor. 5 2 3 8 4 6 1 9 11 12 13 14 10 7 1. semakin sedikit bahan bakar yang disuplai. Control system 1-3 . Intake air pressure sensor A. 13. Durasi injeksi dan timing injeksi semuanya dikontrol oleh ECU. sesuai dengan kondisi jalan dan pengendaraan. 6. 8. Pressure regulator berfungsi menjaga supaya tekanan bahan bakar yang ke injector tetap konstan hanya 250 kPa (2. 5. berdasarkan masukan dari sinyal-sinyal yang diperoleh dari throttle position sensor. intakeair temperatur sensor. crankshaft position sensor.

hal ini akan sangat membantu dan mempercepat saat memasang. dan bersihkan permukaan sambungan 2. pemakaian suku cadang yang imitasi. lumasi semua permukaan singgung dengan oli. dan cairan pembersih yang tersedia di pasaran lihat bagian “SPECIAL TOOLS” halaman 1-7. Pada saat melepas. 1-4 . jika kerjanya saling berpasangan. EAS20210 2. 5. EAS20220 Oil Lidah/Lip Per/Spring Gemuk/Grease 4. PENGGANTIAN SUKU CADANG Pergunakan suku cadang asli Yamaha untuk penggantian semua spare part. perhatikan suku cadang yang kerjanya saling berpasangan. ganti semua komponen gaskets. pada bagian dalam dari seal. bersihkan semua suku-cadang. cylinder. 3. GASKETS. ganti lock washer/plat “1” dan cotter pins. 4. misalnya gear. OIL SEALS DAN O-RINGS 1. bersihkan terlebih dahulu semua kotoran yang menempel pada sepeda motor. 3. yang disarankan Yamaha. dengan sisi baut. EAS20200 LOCK WASHERS/PLATES DAN COTTER PINS Setelah dibongkar. piston. Setelah baut dikencangkan sesuai spesifikasi. dan tempatkan sesuai dengan urutan membongkar. Sebelum dipasang. tetapi kualitasnya jauh berbeda. Selama membongkar mesin. Jangan mengganti hanya salah satu bagian saja. Pergunakan alat permbersih yang sesuai. pada bidang yang rata. Pergunakan oli. fungsi dan penampilannya hampir sama. 2. Sebelum melakukan pembongkaran. dan gemuk.INFORMASI PENTING EAS20180 INFORMASI PENTING EAS20190 PERSIAPAN SEBELUM MEMBONGKAR DAN MERAKIT 1. Jauhklan semua komponen dari sumber panas. bengkokkan lock washer. 1. gantilah satu set. seals dan O-rings. pada saat membongkar mesin. jika salah satu harus diganti. dan lumasi gemuk.

EAS20240 CIRCLIP Periksa semua Circlip. 1-5 . pastikan permukaan yang tajam “2” berada pada sisi yang berlawanan dengan arah gaya tekan “3” . tanda huruf atau angka harus menghadap ke luar (tampak dari luar) “1”. Untuk circlip piston. lumasi dengan oli sebelum dipasang. begitu juga bagian luar dari bearing. (Clip piston hanya dapat digunakan sekali) pada sat memasang clip “1”. ECA13300 PERHATIAN: Jangan memutar bearing dengan udara bertekanan. hal ini akan merusak permukaan singgung dari bearing.INFORMASI PENTING EAS20230 BEARING DAN SEAL OLI Pemasangan bearing dan seal oli. lumasi bagian dalam dari seal oli dengan gemuk light coat of lithium-soap-based. selalu ganti dengan yang baru. sebelum digunakan kembali.

yang ada di pasar. Periksa: • Semua penyambungan kabel Sambungan kendor → perbaiki CATATAN: Jika pin pengait “1” telah rata. bersihklan terminal. kelembaban kandungan air. 4. tekuk pin kearah atas. • Untuk menghasilkan pemeriksaan yang sempurna. dan connector.MEMERIKSA SISTIM PENYAMBUNGAN EAS20250 MEMERIKSA SAMBUNGAN Periksa kabel. Lepaskan: • Kabel • Coupler • Connector 2. Periksa: • Kabel • Coupler • Connector lembab → semprot dengan udara bertekanan karat/debu → Cabut dan pasang connector beberapa kali. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: • jika tidak tersambung. dari debu. Periksa: • Sistim penyambungan (dengan pocket tester) 1-6 . couplers. 1. 3. dll. karat. • jika memeriksa kabel bodi. lakukan langkah pemeriksan tahap (1) hingga (3). Pasangkan: • Kabel • Coupler • Connector CATATAN: Pastikan semua penyambungan terpasang kuat 5. pergunakan cairan pembersih.

“YU-”. pergunakan awalan dengan nomor “90890-”. dan pemasangan yang sempurna. diperlukan untuk melakukan penyetelan. 8-73 3-4 Tappet adjusting tool 90890-01311 Six piece tappet set YM-A5970 FI diagnostic tool 90890-03182 3-5. 8-66. 8-68. • Untuk negara lain. 4-46 1-7 . pembongkaran. lihat list dibawah agar tidak terjadi kesalahan order. nama Special tools. 5-35. 8-70. 8-69.A.S. selalu pergunakan alat yang tepat untuk mencegah terjadinya kerusakan yang disebabkan kesalahan dalam penggunaan alat. 8-71. 8-65. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C Illustrasi halaman untuk reverensi 1-6. CATATAN: • Untuk U.ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS EAS20260 ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Alat-alat khusus dibawah ini. dan Canada. 8-67. 8-60. atau keduanya setiap negara berbeda Jika akan melakukan pemesanan. Nama Tool/No Tool. 8-64. 8-59. Nomor part. 8-35 Timing light 90890-03141 Inductive clamp timing light YU-03141 Compression gauge 90890-03081 Engine compression tester YU-33223 Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 3-8 3-8 3-21. atau “ACC-”. 8-72. pergunakan nomor part dengan awalan “YM-”. 8-61.

5) 90890-04116 Valve guide remover (4.5 mm) YM-04116 5-17. 4-40 4-40 YM-A9409-7/YM-A5142-4 Fork seal driver attachment (ø33) 90890-01368 Replacement 33 mm YM-A9409-4 Fork seal driver 90890-01442 Adjustable fork seal driver (36–46 mm) YM-01442 Slide hammer bolt 90890-01085 Slide hammer bolt 8 mm YU-01083-2 Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 4-40 4-40 5-14 5-17.ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor Tool T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 Fork seal driver weight 90890-01367 Replacement hammer YM-A9409-7 Illustrasi Halaman untuk referensi 4-38. 5-22 5-18 1-8 . 5-22 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 Valve guide remover (ø4.

1215 90890-85505 (Three Bond No. Valve guide installer (ø4.1215®) 5-30.5 mm) YM-04118 Piston pin puller set 90890-01304 Piston pin puller YU-01304 Illustrasi halaman untuk referensi 5-18 5-18 5-24 YU-01304 Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A Flywheel puller 90890-01362 Heavy duty puller YU-33270-B Yamaha bond No. 5-31.5) 90890-04117 Valve guide installer (4. 5-32 5-30 5-32.5 mm) YM-04117 Valve guide reamer (ø4. 5-63 1-9 .5) 90890-04118 Valve guide reamer (4.ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Tool No.

5-43 Thickness gauge 90890-03180 Feeler gauge set YU-26900-9 Crankcase separating tool 90890-01135 Crankcase separator YU-01135-B 5-41 5-65 Crankshaft installer pot 90890-01274 Installing pot YU-90058 5-66 YU-90058/YU-90059 Crankshaft installer bolt 90890-01275 Bolt YU-90060 5-66 1-10 .ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 Illustrasi Halaman untuk reverensi 5-41.

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool Adapter (M12) 90890-01278 Adapter #3 YU-90063 Spacer (crankshaft installer) 90890-04081 Pot spacer YM-91044 Illustrasi Halaman untuk reverensi 5-66 5-66 YM-91044 Radiator cap tester 90890-01325 Radiator pressure tester YU-24460-01 6-3 YU-24460-01 Radiator cap tester adapter 90890-01352 Radiator pressure tester adapter YU-33984 6-3 YU-33984 Mechanical seal installer 90890-04145 6-8 1-11 .

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool. Middle driven shaft bearing driver 90890-04058 Bearing driver 40 mm YM-04058 Pressure gauge 90890-03153 YU-03153 Illustrasi Halaman untuk reverensi 6-8 7-6 Fuel pressure adapter 90890-03186 7-6 Vacuum/pressure pump gauge set 90890-06756 Mityvac brake bleeding tool YS-42423 Ignition checker 90890-06754 Opama pet-4000 spark checker YM-34487 Digital circuit tester 90890-03174 Model 88 Multimeter with tachometer YU-A1927 7-12 8-68 8-72 1-12 .

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS 1-13 .

................. 2-1 SPESIFIKASI MESIN ..................................................................................................................2-9 SPESIFIKASI KELISTRIKAN .......................................................................2-25 DIAGRAM PELUMASAN ...2-33 2 ...........................................................................................................................................................................................................................................................................2-15 TORSI PENGENCANGAN MESIN........................................................................................................................................................2-22 MESIN....... 2-20 BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS .SPESIFIKASI SPESIFIKASI UMUM .......................................................2-16 TORSI PENGENCANGAN RANGKA/CHASSIS ..................2-2 SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS............................................2-15 SPESIFIKASI TORSI PENGENCANGAN UMUM .....................2-24 DIAGRAM PELUMASAN DAN JALUR PELUMASAN.......................................................................................................................................................................2-27 DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN....2-31 JALUR KABEL ........ 2-12 TORSI PENGENCANGAN ...... 2-25 JALUR PELUMASAN OLI MESIN .................................................................................................................................................... 2-22 RANGKA/CHASSIS.......................................................................................................

0 kg (452 lb) 2-1 .1 in) 1282 mm (50.7 in) 705 mm (27.57 in) 2080 mm (81.0 kg (276 lb) 205.5 in) 167 mm (6.8 in) 1035 mm (40.SPESIFIKASI SECARA UMUM EAS20280 SPESIFIKASI SECARA UMUM Model Model Dimensi Panjang Lebar Tinggi Tinggi tempat duduk Jarak sumbu roda Jarak ketanah Kemampuan berbelok Berat Dengan oli dan bahan bakar Beban maksimum 3C11 2000 mm (78.7 in) 790 mm (31.9 in) 125.

3929 in) 39.0071 in) 0.qt) 0.01 Imp. SOHC 149.95 L (1.22 US qt) (1.1 kgf/cm²) 440–580 kPa (62.93–1.98 mm (0.rumah pumpa Limit Kelonggaran rumah pompa -ke-inner-danouter-rotor Limit Ketebalan Rotor Tekanan kerja buka Relief valve Pendingin cairan 4-langkah.0051–0.15 L (1.7–11.64 Imp.8 kgf/cm²) Electric starter dan kickstarter Regular unleaded (bensin tanpa timbal) 12.00 US qt) (0.26 US qt) (0.17 US gal) (2.95–9.6–82.6 kPa (13.00 L (1.18 mm (0.38 L (0.24 × .4 psi) (0.0059 in) 0.9 kPa (0.qt) 93.SPESIFIKASI MESIN EAS20290 SPESIFIKASI MESIN Mesin Tipe mesin Colume cylinder/Displacement Posisi cylinder Diameter × Langkah Perbandingan kompresi Tekanan kompresi standart Minimum–maximum Sistim starter Bahan bakar Bahan bakar yang disarankan Kapasitas tangki bensin Oli mesin Sistim pelumasan Tipe Oli mesin yang disarankan Kapasitas oli mesin Total keseluruhan Tanpa membuka saringan oli Dengan membuak saringan oli Filter oli Tipe filter oli Pompa Oli Tipe pompa oli Kelonggaran Inner-rotor-ke-outer Limit Kelonggaran Outer-rotor-ke.23 mm (0.84 US qt) (0.33 Imp.84 Imp.23 kgf/cm²) 4.7 mm (2.qt) 0.13–0.0091 in) 0.88 Imp.06–0.5 psi) (4.15 mm (0.2–78.8 cm³ Cylinder tnggal 57.39–0.0 L (3.qt) Kertas/Paper Gear pump Kurang dari 0.4 kPa (5..25 L (0.06 US qt) (0.70 Imp.0 × 58.0098 in) 0.5–17.05 kgf/cm²) 5YP/NIPPON THERMOSTAT 2-2 .8 psi) (0.79 L (0.0071 in) 9.11 mm (0.0024–0.40 :1 510 kPa (72.qt) 0.18 mm (0.3917–0.4–5.5 psi) (5.78 kgf/cm²) Sistim pendinginan Kapasitas air Radiator capacity (dan jalur) Kapasitas Radiator Kapasitas tangki reservoir (hingga tanda batas atas) Tekana buka tutup radiator Tekanan Valve relief Thermostat Model/pabrikan 0.gal) Basah SAE20W40 atau SAE20W50 API service tipe SG atau yang lebih tinggi dengan standart JASO MA 1.22 Imp.31 in) 10.0043 in) 0.qt) 1.7 psi) (0.2–122.40 US qt) (0.25 mm (0.

028–0.942–30.9911 in) 24.019–25.0 mm (7.80 in) 128.12 in) 198.in) 0.0 °C (203.973 mm (0.03 mm (0.042 mm (1.1788–1.173 mm (0.0012 in) Camshaft Sistim penggerak Dimensi Camshaft Masuk A Limit Masuk B Limit Buang A Limit Buang B Limit Rantai/Chain drive (kiri) 29.543 mm (1.04 in) 24.1710 in) 29.500) NGK/CR8E DENSO/U24ESR-N 0.9889 in) 24.5 °C (176.031 in) 9.1631 in) 25.90–10.643–29.119 mm (0.60–0.5–83.03 mm (0.1749 in) 25.9832 in) 29.7–0.SPESIFIKASI MESIN Temperature klep terbuka Temperature klep terbuka penuh Tinggi angkat klep (terbuka penuh) Dimensi Radiator Lebar Tinggi Tebal Pompa air Tipe pompa air Perbandingan putaran Busi/Spark plug Pabrikan/model Pabrikan/model Celah busi Cylinder head Volume Batas kebengkokan 80.073–25.9810 in) A B Batas kebengkokan Camshaft 0.919 mm (0.8 mm (0.90–182.00 °F) 3.842 mm (1.50 cm³ (0.1828 in) 29.1670–1.0 mm (0.30 °F) 95.64 cu.0012 in) 2-3 .9850–0.9871–0.0 mm (5.0 mm (0.743 mm (1.94 in) Single suction centrifugal pump 1/2 (0.

0039–0.0004–0.20–0.1762–0. valve seat. valve guide Kelonggaran klep (dingin) Masuk Buang Dimensi batang klep Diameter kepala A (masuk) Diametr kepala A (buang) SILENT CHAIN/96 Automatic 9.50–0.1746 in) 4.3917 in) 0.0606–0.0197–0.985–10.0433 in) 0.0079–0.538–2.SPESIFIKASI MESIN Rantai Timing Model/jumlah links System tensioner Rocker arm/as rocker arm Diameter dalam Rocker arm Limit Diameter luar As Rocker arm Limit Kelonggaran Rocker-arm-ke-as rocker-arm Limit Valve.009–0.40–19.950 mm (0.90 mm (0.90 mm (0.0031 in) 0.030 mm (0.50–0.435 mm (0.0015 in) 2-4 .0004–0.90–1.3937 in) 10.512 mm (0.1762 in) 4.10–0.10 mm (0.0433 in) C Sisa ketebalan kepala D (masuk) Sisa ketebalan kepala D (buang) 0.7717 in) 16.138 mm (0.0354–0.1752 in) 4.3928 in) 9.0842 in) B Permukaan singgung C (masuk) Permukaan singgung C (buang) 0.3949 in) 9.1756–0.10 mm (0.0354 in) D Diameter batang klep (masuk) Limit Diameter batang klep (buang) Limit Diameter dalam Valve guide (masuk) Diameter dalam valve guide (buang) Kelonggaran batang klep-ke-valve-guide (masuk) 4.138 mm (0.6654–0.1776 in) 0.0055 in) 0.966–9.460–4.000 mm (0.475 mm (0.037 mm (0.0354 in) 0.538–2.90–17.0013 in) 0.08 mm (0.976 mm (0.0606–0.14 mm (0.0197–0.24 mm (0.10 mm (0.6732 in) A Lebar permukaan B (masuk) Lebar permukaan B (buang) 1.490 mm (0.500–4.034 mm (0.475–4.500–4.0842 in) 1.450 mm (0.512 mm (0.3924–0.3931–0.010–0.0094 in) 19.90–1.7638–0.1776 in) 4.0 mm (0.1768 in) 4.1772–0.1772–0.0354–0.

28–16.100 mm (0.52 kgf) 2.0020 in) 0.87 lb/in) (3.58 N/mm (208.010 mm (0.8 mm (2.0020 in) 0.39 in) 35.73 kgf/mm) 23.56 in) 35.47–36.5°/1.05 mm (0.010 mm (2.5°/1.0032 in) 0.71 mm (1.020–0.39 in) 23.5°/0.8 mm (2.0004 in) Per klep/Valve spring Panjang bebas per (masuk) Limit Panjang bebas per (buang) Limit Panjang per terpasang (masuk) Panjang per terpasang (buang) Tekanan per K1 (masuk) Tekanan per K2 (masuk) Tekanan per K1 (buang) Tekanan per K2 (buang) Tekanan per kondisi terpasang (masuk) Tekanan per kondisi terpasang (buang) Batas kemiringan (masuk) Batas kemiringan (buang) 41.15 mm (0.54 N/mm (134.990 mm (2.0008–0.05 mm (0.54 N/mm (134.87 lb/in) (3.64 in) 39.0020 in) 0.56 in) 41.0039 in) 0.071 in) Arah lilitan per (masuk) Arah lilitan per (buang) Cylinder Diameter Batas ketirusan Batas keovalan Piston Kelonggaran Piston ke-cylinder Limit Diameter D Kekanan Kekanan 56.41 lb/in) (2.071 in) 2.052 mm (0.42 lbf) (14.SPESIFIKASI MESIN Limit Kelonggaran batang klep-ke-valve-guide (buang) Limit Kebengkokan batang klep 0.080 mm (0.2445 in) 0.52 kgf) 140–162 N (31.5°/0.965–56.2435–2.30 mm (1.71 mm (1.985–57.025–0.2437 in) 2-5 .41 lb/in) (2.62 mm (1.30 mm (1.62 mm (1.0010–0.045 mm (0.2427–2.64 in) 39.40 kgf/mm) 36.47–36.73 kgf/mm) 140–162 N (31.0059 in) 56.0018 in) 0.42 lbf) (14.58 N/mm (208.40 kgf/mm) 36.28–16.

25 mm (0.0098 in) 0.0001–0.10 mm (0.002–14.995–14.0022 in) 0.0827 in) B T Celah ring (terpasang) Limit Kelonggaran samping alur Limit Ring kedua Tipe Ring Dimensions (B × T) 0.0016–0.0079–0.80 × 2.0157 in) 0.0157 in) 0.10–0.70 mm (0.0026 in) 0.0027 in) Barrel 0.5529 in) 13.0 mm (0.ke lubang Pin Piston Limit Ring piston Ring pertama Tipe Ring Dimensions (B × T) 0.40 mm (0.0012–0.0315 × 0.0787 in) B T Celah ring (terpasang) Limit Kelonggaran samping alur Limit Ring oli Dimensions (B × T) 0.0039–0.160 mm (0.043 mm (0.0063 in) 2-6 .0276 in) 0.80 × 2.0098 in) Sisi pemasukan 14.0315 × 0.5513–0.5512 in) 13.018 mm (0.0008–0.0591 × 0.0039 in) Taper 0.5517 in) 14.SPESIFIKASI MESIN Ketinggian pengukuran H 5.10–0.0598 in) B T Celah ring (terpasang) Kelonggaran samping alur 0.00 mm (0.068 mm (0.40 mm (0.000 mm (0.0098 in) 0.5510–0.20 in) H D Offset Arah Offset Diameter lubang pin piston Limit Diameter luar Pin piston Limit Kelonggaran Pin Piston .25 mm (0.0007 in) 0.020–0.0039 in) 1.25 mm (0.5502 in) 0.030–0.52 mm (0.055 mm (0.040–0 .065 mm (0.20–0.0039–0.002–0.100 mm (0.013 mm (0.975 mm (0.100 mm (0.50 × 1.

cam push 10.114–0.90–3.000) Pengoperasian kaki kiri.015–14.114–0.95–48.030 mm (0.110 in) 3 buah 1.110–0.53 in) 36.10 mm (0.0043–0.0 mm (0.028 mm (0.59 in) 2.75 mm (0.069 in) 4 buah 0.110 in) 1 buah 2.410 mm (0.042) Rantai/Chain drive 42/14 (3.0197 in) Constant mesh 5-kecepatan roda gigi miring/Helical gear 73/24 (3. 34/12 (2.014 mm (0.45 in) 4 buah 0.10 mm (0.90–3.122 in) 2.SPESIFIKASI MESIN Connecting rod Small end inside diameter Poros engkol/Crankshaft Lebar A Batas kebengkokan C Kelonggaran samping Big end D Kelonggaran keatas Big end E 14.500 mm (0.122 in) 2.00 mm (1. multiple-disc Inner push.90–3.0079 in) 38.10 mm (0.110 in) 1 buah 2.122 in) 2.80 mm (1.5518–0.5523 in) 47.80 mm (0.80 mm (0.20 mm (0.45–1.0006 in) C C E D A Balancer Metode penggerak Balancer Kopling/Clutch Tipe kopling Metode pelepasan kopling Gerak bebas tuas koplinmg Ketebalan Friction plate 3 Batas keausan Jumlah plat Ketebalan Friction plate 2 Batas keausan Jumlah plat ketebalan Friction plate 1 Batas keausan Jumlah plat Ketebalan Clutch plate Jumlah Plate Batas ketebalan Panjang bebas per kopling Panjang minimum Jumlah Per Batas kebengkokan push rod Transmisi Tipe Transmisi Sistim reduksi Primary Perbandingan reduksi Primary Sistim reduksi Secondary Perbandingan reduksi Secondary Pengoperasian Perbandingan ratio 1st Gear Basah.74 mm (1.80 mm (0.0–15.004–0.057–0.114–0.888–1.0002–0.0161 in) 0.833) 2-7 .39–0.0012 in) 0.890 in) 0.

3 kΩ 310–326 Ω pada 80 °C (176 °F) 1.1874–0.875) 30/21 (1.00–158.SPESIFIKASI MESIN 2nd 3rd 4th 5th Kebengkokan maksimum Main axle Kebengkokan maksimum Drive axle Mekanisme perpindahan gigi Tipe Shift mechanism Ketebalan Shift fork-L Ketebalan Shift fork-C.429) 24/21 (1.03 mm (0.1925 in) Ratchet Kick synchronous Dry element 1100–87H10/1 AC28/1 MIKUNI 3C11 00 #50 248–372 Ω pada 20 °C (68 °F) 0.89 mm (0.32 kPa 5.0 mm (0.0–70.7–6.143) 22/23 (0.957) 0.500 r/min 85.300–1.00 °F) 3. -R Kickstarter Tipe Kickstarter Decompresi Tipe Saringan udara Saringan udara Fuel injector Model/jumlah Throttle body Type/jumlah Pabrikan ID mark Ukuran Throttle valve Fuel injection sensor Tahanan Crankshaft position sensor Voltase Intake air pressure sensor Tahanan Intake air temperature sensor Tahanan Coolant temperature sensor Putaran langsam Putaran langsam mesin Temperatur air pendingin Temperatur Oli Gerak bebas handel gas 30/16 (1.000 V pada 20.0 °C (112.00–203.89 mm (0.0012 in) Shift drum dan guide bar 5.12–0.00 °F) 50.0–95.76–5.03 mm (0.0–5.20 in) 2-8 .00–101.0012 in) 0.2319 in) 4.76–4.0 °C (185.789–4.2268–0.

5 mm (0.53 in) 1.0 mm (0.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.0 mm (4.0 mm (4.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS EAS20300 SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Rangka/Chassis Tipe Rangka/Frame Caster angle Trail Roda depan Tipe roda Ukuran pelek/rim Material pelek/rim Gerakan roda Batas kebongkokan keatas Batas kebengkokan ke samping Roda belakang Tipe roda Ukuran pelek/rim Material pelek/rim Gerakan roda Batas kebengkokan ke atas Batas kebengkokan ke samping Ban depan Tipe Ukuran/Size Pabrikan/model Pabrikan/model Kedalaman minimum alur ban (depan) Ban belakang Tipe Ukuran/Size Pabrikan/model Pabrikan/model Kedalaman minimum alur ban (belakang) Pressed backbone 26.00 kgf/cm²) Rem depan Tipe Pengoperasian Single disc brake Tangan kiri 2-9 .0 mm (3.13 in) 1.04 in) 0.75–17 41P IRC/NR72 DUNLOP/D102FA 1.04 in) Tekanan angin ban (diukur dalam kondisi dingin) Kondisi beban 0–90 kg (0–198 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.0 mm (0.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.02 in) Dengan ban dalam 2.00 kgf/cm²) Kondisi beban 90–205 kg (198–452 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.0 mm (0.04 in) 0.5 mm (0.60 Aluminum 115.0 mm (0.00 kgf/cm²) Kondisi kecepatan tinggi Depan 175 kPa (25 psi) (1.00° 100.02 in) Cast wheel 17 × 1.94 in) Cast wheel 17 × 1.04 in) Dengan ban dalam 90/90–17M/C 49P IRC/NR72 DUNLOP/D102A 1.85 Aluminum 105.

12 in) 33.5 mm (14.0 mm (5.0 mm (1.15 mm (0.97 in) 2-10 .0 mm (0.32 in) 356.40 mm × 2 (1.05 in) 48.50 N/mm (19.5 mm (0.76 in) 70.0059 in) 5.14 in) 0.83 lb/in) (0.0 mm (1.0 mm (0.0–130.38 in) 20.43 in) 25.0 mm (0.03 in) 11.16 in) 3.0 mm (4.8 mm (0.77 in) 3.0 mm (5.0 cm³ (7.81 US oz) (8.46 in) 349.04 in) 88.0 × 4.76–5.0 mm (9.0–70.65 × 0.oz) 109.0 mm (2.30 in) Tidak Fork oil 10W atau yang sejajar 231.0 mm (1.0° Telescopic fork Per/peredam oli 130.99 lb/in) (0.08 in) 52.8 mm (0.36 kgf/mm) 5.55 kgf/mm) 0.0–30.40 N/mm (30.0 mm (3.89 in) Ball dan angular bearing 43.03 in) 5.00–2.0 mm (0.21 in) 0. trailing 130.12 in) 131.3 mm (0.16 in) 4.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Piringan rem depan Diameter disc × ketebalan Ketebalan minimum disc brake Kebengkokan minimum disc brake Ketebalan kampas rem (dalam) Limit Ketebalan kampas rem (luar) Limit Diameter dalam Master cylinder Diameter dalam Caliper cylinder Minyak rem yang dsarankan Rem belakang Tipe Pengoperasian Posisi pedal rem Gerak bebas pedal rem Rem tromol belakang Tipe rem tromol Diameter dalam rem tromol Limit Ketebalan sepatu rem Limit Panjang bebas per rem Panjang bebas per rem 2 Kemudi/Steering Tipe bearing kemudi/Steering Posisi penguncian kemudi (kiri) Posisi penguncian kemudi (kanan) Suspensi depan Tipe Tipe peredaman /shock absorber Gerakan roda depan Panjang bebas per fork Limit Panjang collar Panjang terpasang Tekanan per K1 Tekanan per K2 Langkah per K1 Langkah per K2 Diameter luar Inner tube Terdapat per tambahan Oli yang disarankan Kapasitas oli shock depan Ketinggian oli dari atas Suspensi belakang Tipe Tipe peredaman/shock absorber Pergerakan shock absorber belakang 245.29 in) Lengan ayun (link suspension) Per/peredam oli 50.0 mm (5.3 mm (0.00 in × 2) DOT 3 atau DOT 4 Tromol/Drum brake Kaki kanan 35.21 in) 0.8 mm (14.0 mm (1.18 in) Leading.00 mm (0.15 Imp.0 mm (2.16 in) 2.0° 43.8 mm (13.79–1.12 in) 363.

4 mm (0.5 mm (6.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Panjang bebas per Panjang terpasang Tekanan per K1 Langkah per K1 Terdapat per tambahan Lengan ayun/Swingarm Gerak bebas lengan ayun ke samping (axial) Rantai penggerak Tipe/pabrikan Jumlah mata rantai Kekencangan rantai Panjang mata rantai15-mata (limit) 166.0 mm (0.09 in) 428H/FSCM 120 20–40 mm (0.16 in) 88.00–1.56 in) 156.5 mm (7.62 in) 2-11 .79–1.48 lb/in) (8.00 N/mm (502.97 kgf/mm) 0.57 in) 193.5 mm (6.97 in) Tidak 2.0–50.

0 V 160 W 5000 r/min 0.1–14.9 V 14.5 Ah PT YUASA BATTERY INDONESIA 0.25 kΩ F3C1/MORIC 14. watt × jumlah Lampu depan/Headlight Lampu posisi/Auxiliary light Lampu belakang / rem Lampu sein depan Lampu sein belakang Lampu Meter Lampu Meter (meter bahan bakar) 12 Volt Transistorized coil ignition (digital) Digital 5.0 W × 2 12 Volt.35 Amper Halogen bulb 12 Volt.0 V YTZ5S 12 Volt.0 W/21.T.7 W × 1 2-12 . 35 W/35.16–2. kapasitas Pabrikan Amper pengisian 10 Jam Lampu depan/Headlight Tipe Bohlam Bohlam voltase.672 Ω pada 20 °C (68 °F) Semi conductor-short circuit 3C1/PT. 10. 5.0 W × 1 12 Volt.24 in) 2. SHINDENGEN INDONESIA 14.) Engine control unit Model/pabrikan Coil pengapian/Ignition coil Model/pabrikan Loncatan bunga api minimum Tahanan Primary coil Tahanan Secondary coil Spark plug cap Material Tahanan AC magneto Model/pabrikan Standard output Tahanan Stator coil Rectifier/regulator Tipe Regulator Model/pabrikan Voltase Regulator (DC) Kapasitas Rectifier Voltase Withstand Battery Model Voltase. 5.4 W × 2 12 Volt.75–6.64–12.0 mm (0. 10.A.0 A 200. 3.M.0 W × 2 12 Volt.64 Ω pada 20 °C (68 °F) 8. 1.0 W × 1 12 Volt. 3.0 W × 1 12 Volt.448–0.0°/1400 r/min 3C100/MORIC 2JN/MORIC 6.SPESIFIKASI KELISTRIKAN EAS20310 SPESIFIKASI KELISTRIKAN Voltase Voltase Sistim pengapian Sistim pengapian Tie penggerseran Saat pengapian/Ignition timing (Sblm.96 kΩ pada 20 °C (68 °F) Resin 3.

28 in) 3.6 mm (0.0 mm (0. 3. self-canceling Frequensi kedip Watt Sender bahan bakar/Fuel sender Model/pabrikan Tahanan Sender unit (penuh) Tahanan Sender unit (kosong) Starting circuit cut-off relay Model/pabrikan Tahanan Coil Relay kipas Model/pabrikan 14 V.50 mm (0.0315–0. 3.35 mm (0.0 Ω pada 20 °C (68 °F) 90. 3.0 W × 1 Constant mesh 3C1/MORIC 0.0385 Ω 7.00–66.0–95.80 Ω pada 20 °C 97–107 dB/2 m Condenser FZ222SD/DENSO Tidak 75.17 oz) (400–600 gf) 17.05 in) 5TP/OMRON 50.0 Ω pada 20 °C (68 °F) 3C1/OMRON 54.00 Ω Plane 1 buah UBH-F21/MITSUBA 1.0–10.0 W × 1 14 V.LTD 4.0–100.5 Amper 4.6 mm (0.92–5..69 in) 16.11–21.0 kali/menit 10 W × 2+3.0 W × 1 14 V.0 W × 1 14 V.SPESIFIKASI KELISTRIKAN Lampu indikator Lampu indikator netral Lampu indikator belok Lampu indikator lampu jauh Lampu peringatan temperatur mesin Lampu peringatan mesin bermasalah/Engine trouble Sistim kelistrikan starter Tipe Sistem Motor Starter Model/pabrikan Power output Tahanan Armature coil Panjang sikat/Brush overall length Limit Tekanan per brush Diameter commutator Limit Kedalaman alur comutator Starter relay Model/pabrikan Amper Tahanan Coil Klakson/Horn Tipe Klakson/Horn Jumlah Model/pabrikan Amper Maximum Tahanan Coil Kemampuan/Performance Relay sinyal belok Tipe Relay Model/pabrikan Terdapat.0–66.0 A 54.20 kW 0. 3.CHAO LONG CO.4 W 3C1/PT.0 Ω 3C1/OMRON 2-13 .30–4.65 in) 1.88 N (14.0 W × 1 14 V.14 in) 3. 3.

0 Ω 20.0–66.SPESIFIKASI KELISTRIKAN Tahanan Coil Sekring/Fuse Sekring 54.0 Amper 2-14 .

Untuk komponen dan rakitan khusus dapat menggunakan ketentuanketentuan yang ada didalam buku petunjuk ini Untuk menghindari defleksi dari komponen yang dikencangkan dengan banyak baut. kencangkan dengan pola silang.0 5.3 11 22 40 61 94 2-15 . secara bertahap hingga batas torsi yang ditentukan.6 1.5 8. A: Ukuran baut/mur B: Diameter luar ulir A (mur) B (baut) 10 mm 12 mm 14 mm 17 mm 19 mm 22 mm 6 mm 8 mm 10 mm 12 mm 14 mm 16 mm Torsi pengencangan secara umum Nm 6 15 30 55 85 130 m·kg 0.5 3. Semua pengencangan dikencangkan dengan ulir kering (tanpa diberi oli) kondisi bersih dan dalam suhu ruang.5 13.0 ft·lb 4.TORSI PENGENCANGAN EAS00029 SPESIFIKASI PENGENCANGAN SECARA UMUM Tabel dibawah ini menunjukkan pengencangan standart sesuai ulir standart ISO.

2 ft·lb) 10 Nm (1.7 m·kg.0 m·kg.4 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 7 Nm (0. 7.2 ft·lb) 10 Nm (1. 16 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.0 m·kg. 9.0 m·kg.0 m·kg.0 m·kg.2 m·kg.2 ft·lb) Yamaha bond No.0 m·kg. 5.2 ft·lb) 10 Nm (1.5 m·kg.2 m·kg.3 m·kg.0 m·kg. 1215 (Three bond 1215®) Keterangan E E Baut timing chain tensioner M6 2 10 Nm (1.7 m·kg.1 ft·lb) 50 Nm (5.1 ft·lb) 15 Nm (1.7 ft·lb) 2 Nm (0.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7. 7.7 m·kg.2 ft·lb) 13 Nm (1.0 m·kg.0 m·kg. 7. 7.7 m·kg.0 m·kg. 5.1 ft·lb) 30 Nm (3.TORSI PENGENCANGAN EAS20340 TORSI PENGENCANGAN MESIN Bagian Baut Cylinder head Baut Cylinder head Busi/Spark plug Baut penutup cylinder head Baut unit Air cut-off valve Baut check oli Baut stud cylinder head (sisi pipa pembuangan) Baut penguras coolant Mur gear balancer driven Mur pengunci setelan klep Baut sprocket camshaft Baut camshaft retainer Baut Timing chain guide ukuran Jml ulir M8 M6 M10 M6 M6 M6 M8 M6 M10 M5 M8 M6 M6 4 2 1 5 2 1 2 1 1 4 1 2 1 Torsi pengencangan 22 Nm (2.2 ft·lb) 7 Nm (0.4 ft·lb) 2 Nm (0.1 ft·lb) 15 Nm (1.5 m·kg. 7.2 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 12 Nm (1. 7.8 m·kg.0 m·kg. 7. 5. 7. 11 ft·lb) 7 Nm (0.2 ft·lb) 10 Nm (1.4 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.0 m·kg. 2. 36 ft·lb) 7 Nm (0. 7.1 ft·lb) 10 Nm (1. 8.0 m·kg.9 ft·lb) 32 Nm (3. 5.2 m·kg.2 m·kg. 1. 1. 7.2 m·kg.2 ft·lb) 4 Nm (0. 7. 7. 11 ft·lb) 20 Nm (2.4 m·kg.7 m·kg. 23 ft·lb) 10 Nm (1. 14 ft·lb) 8 Nm (0. 5.8 ft·lb) LT LT LT LT LT LT 2-16 .2 ft·lb) Baut unit pompa air Baut penutup rumah pompa air Baut as Impeller retainer Baut penutup Thermostat Baut unit Pompa oli Baut penguras mesin Baut penutup saringan oli Baut oli baffle plate Baut manifold pemasukan Baut Injector Baut clem joint Throttle body Baut clem join rumah saringan Baut rumah Air filter Baut Resonator Mur pengunci (throttle cable) Mur knalpot Baut knalpot Baut protektor pipa knalpot M6 M6 M6 M6 M5 M35 M6 M6 M6 M6 M4 M4 M6 M6 M6 M8 M8 M6 3 4 2 2 2 1 3 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 2 10 Nm (1. 5. 7.0 m·kg. 22 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg.

20 ft·lb) 14 Nm (1.2 ft·lb) 18 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7. 7.2 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 7 Nm (0. 8. 7.8 m·kg.7 ft·lb) 60 Nm (6.2 ft·lb) 70 Nm (7.0 m·kg.0 m·kg. 7.7 ft·lb) 10 Nm (1.2 m·kg. 5.0 m·kg.8 m·kg. 5.2 m·kg. 5.8 m·kg.1 ft·lb) 12 Nm (1.TORSI PENGENCANGAN Bagian Baut protector knalpot Baut Crankcase Baut penutup generator Baut penutup kopling Baut penutup sprocket Mur tuas Kickstarter Baut stoper tuas kickstarter Baut Starter clutch Baut guide ratchet gear Mur gear primary drive Baut per kopling Mur pengunci setelan kopling Mur clutch boss Mur pengunci setelan kopling Mur tuas kopling Baut holder tuas kopling Baut retainer drive sprocket Baut bearing retainer Baut Shift drum segment Baut stopper lever Baut stator coil Baut crankshaft position sensor Mur rotor generator Neutral switch Baut motor starter Sensor temperatur coolant ukuran Jml ulir M6 M6 M6 M6 M6 M12 M8 M6 M6 M12 M6 M6 M14 M8 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M12 M10 M6 M12 2 12 8 10 2 1 2 3 2 1 4 1 1 1 1 1 2 2 1 1 3 2 1 1 2 1 Torsi pengencangan 8 Nm (0.7 ft·lb) 8 Nm (0.2 ft·lb) 50 Nm (5.0 m·kg. 6. 13 ft·lb) LT Keterangan LT Stake LT LT LT LT LT 2-17 .1 ft·lb) 10 Nm (1. 7. 8.2 m·kg.7 m·kg.0 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg. 7.9 m·kg. 50 ft·lb) 20 Nm (2.5 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg.0 m·kg.1 ft·lb) 7 Nm (0.8 ft·lb) 70 Nm (7. 50 ft·lb) 9 Nm (0.4 m·kg.0 m·kg.0 m·kg.0 m·kg. 43 ft·lb) 12 Nm (1. 14 ft·lb) 10 Nm (1. 5. 7.7 m·kg. 10 ft·lb) 12 Nm (1.7 m·kg. 8.0 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1. 5.8 ft·lb) 10 Nm (1. 36 ft·lb) 28 Nm (2.0 m·kg.8 m·kg. 7.0 m·kg. 7.

7 5 9 8 9 4 2.6 5 7 8 4 9 3.TORSI PENGENCANGAN Urutan pengencangan baut Cylinder head: 1 3 5 6 4 Urutan pengencangan baut penutup Generator : 2 1.11 2.12 3.13 11 10 2-18 .10 Urutan pengencangan baut penutup rumah kopling: 6 1.

TORSI PENGENCANGAN Urutan pengencangan baut crankcase : A B 14 1.12 10 11 2-19 .6 7 8 5 4 3. crankcase kanan 15 9 2.13 A. crankcase kiri B.

22 ft·lb) 23 Nm (2.4 m·kg. 4.7 m·kg. 35 ft·lb) 9 Nm (0. 6.7 m·kg.0 m·kg. LT Keterangan LS LS LS LS LS LS LS 2-20 . 58 ft·lb) 44 Nm (4. 32 ft·lb) 70 Nm (7. 5.7 m·kg.1 ft·lb) 21 Nm (2.9 m·kg. 32 ft·lb) 44 Nm (4.9 m·kg. 6.1 m·kg.1 ft·lb) 9 Nm (0.4 ft·lb) 35 Nm (3.5 ft·lb) 48 Nm (4.6 m·kg.1 ft·lb) 44 Nm (4. 32 ft·lb) 80 Nm (8. 25 ft·lb) 7 Nm (0. 35 ft·lb) 49 Nm (4. 5.3 m·kg.9 m·kg. 12 ft·lb) 7 Nm (0.8 m·kg.5 m·kg.0 m·kg.7 m·kg.6 m·kg. 15 ft·lb) 30 Nm (3. 43 ft·lb) 23 Nm (2.5 m·kg.1 ft·lb) 7 Nm (0.3 m·kg.7 m·kg. 5. 19 ft·lb) 35 Nm (3. 32 ft·lb) 44 Nm (4. 5. 9.1 ft·lb) 17 Nm (1.9 m·kg. 35 ft·lb) 13 Nm (1. 6.5 ft·lb) 7 Nm (0. 5.2 ft·lb) 26 Nm (2.1 ft·lb) 7 Nm (0.5 ft·lb) 49 Nm (4.0 m·kg.3 ft·lb) 7 Nm (0.4 m·kg.9 m·kg. See NOTE.4 m·kg. 17 ft·lb) 6 Nm (0.7 m·kg.4 m·kg. 50 ft·lb) 10 Nm (1. 5.0 m·kg. 35 ft·lb) 49 Nm (4. 25 ft·lb) 60 Nm (6. 17 ft·lb) See NOTE.9 m·kg.3 m·kg.0 m·kg.7 m·kg. 7.TORSI PENGENCANGAN EAS20350 TORSI PENGENCANGAN RANGKA/CHASSIS Bagian Baut Ignition coil Mur dudukan mesin (depan) Mur dudukan mesin (belakang bagian bawah) Mur dudukan mesin (belakang bagian atas) Baut fender belakang Bracket kunci jok Baut Rectifier/regulator Mur atas unit shock absorber belakang Mur as roda belakang Mur Relay arm Mur bagian bawah connecting arm unit schock absorber belakang Mur bawah unit schock absorber belakang Mur as pivot lengan ayun Baut penutup rantai Baut union selang rem Baut caliper rem depan Mur as roda depan Baut disc brake depan Baut bleeding (caliper rem depan) Baut holder rem depan Baut fender depan Mur ring kemudi (torsi pengencangan awal) Mur ring kemudi (torsi pengencangan akhir) Baut steering stem Mur unit Meter Rumah lampu depan dan mur unit sein Baut bracket unit Meter Baut kunci kontak Baut pin bracket atas Baut pin bracket bawah Baut cap fork depan Ukuran Jml ulir M6 M10 M10 M10 M6 M6 M6 M10 M14 M10 M10 M10 M12 M6 M10 M10 M12 M8 M7 M6 M6 M25 M25 M10 M6 M8 M6 M6 M8 M10 M30 2 1 1 1 6 2 2 1 1 2 1 1 1 2 2 2 1 5 1 1 4 1 1 1 3 2 4 2 2 2 2 Torsi pengencangan 9 Nm (0.

2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.7 m·kg.5 m·kg. 7.dan baut panel belakang Baut Grab bar Baut reservoir collant Baut Radiator Baut kipas radiator Baut ujung Grip Baut holder master cylinder remdepan Baut holder tangkai memudi atas Baut tuas rem depan Mur tuas rem depan Mur plat sepatu rem.1 ft·lb) 26 Nm (2. 9. 5. 7.9 m·kg.8 m·kg.0 m·kg.3 ft·lb) 19 Nm (1.3 m·kg. 7.4 m·kg.7 m·kg.TORSI PENGENCANGAN Bagian Baut Damper rod Baut bracket unit sein depan dan unit meter Baut Horn Baut tangki dan frame Baut bracket tangki dan rangka Tangki bensin dan baut bracket tangki bensin Baut retainer pompa bensin Baut penutup samping belakang Penutup samping belakang. 2.0 m·kg. 4.6 m·kg. 13 ft·lb) 19 Nm (1.3 m·kg. 19 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg. dan batang torsi rem belakang Batang torsi rem belakang mur lengan ayun Baut camshaft tuas rem Baut panel depan Baut penutup samping Mur sprocket roda belakang Baut pedal rem Baut Footrest kanan dan plat heel kanan Baut pedal pemindah gigi Baut plat Heel Baut standart samping CATATAN: Ukuran Jml ulir M10 M6 M6 M6 M6 M6 M5 M6 M6 M8 M6 M6 M6 M6 M6 M8 M6 M6 M8 M8 M6 M6 M6 M8 M6 M10 M6 M8 M10 2 4 1 2 2 2 6 2 2 4 2 2 2 2 2 4 1 1 1 1 1 4 2 6 1 1 1 4 1 Torsi pengencangan 23 Nm (2. 5. 4.0 m·kg.7 m·kg.8m-kg 35 ft. 22 ft·lb) 44 Nm (4.7 m·kg. 5. 5. 19 ft·lb) 6 Nm (0. 5. 5.7 m·kg.1 ft·lb) 7 Nm (0.6 m·kg.2 ft·lb) 8 Nm (0. 31 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1.1 ft·lb) 7 Nm (0. 17 ft·lb) 7 Nm (0. 5.pertama-tama kencangkan mur ring bawah dengan torsi 48 Nm (4.2 ft·lb) 30 Nm (3.6 m·kg.3 ft·lb) 6 Nm (0.1 ft·lb) 7 Nm (0. Dan selanjutnya kencangkan kembali mur ring bawah 13 Nm (1.4 m·kg.0 m·kg.0 m·kg. 7.7 m·kg.7 m·kg. 32 ft·lb) 10 Nm (1. 5.0 m·kg.lb) dengan kunci torsi dan selanjutnya kendorkan.1 ft·lb) 10 Nm (1.3 m·kg.9 m·kg.1 ft·lb) 7 Nm (0. Untuk mengencangkan mur steering.2 ft·lb) 45 Nm (4.4 ft·lb) dengan kunci torsi 2-21 .0 m·kg. 2.1 ft·lb) 26 Nm (2.2 ft·lb) 4 Nm (0. 13 ft·lb) 10 Nm (1. 7.6 m·kg. 5.1 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 7 Nm (0.9 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg.1 ft·lb) 43 Nm (4.8 ft·lb) 7 Nm (0. 5. 7. 7. 32 ft·lb) Keterangan LT 1.

Piston rings. Camshaft lobes Decompression cam Valve stem seal Valve stem (pemasukan dan pembuangan) Ujung Valve stem (pemasukan dan pembuangan) As Rocker arm Rocker arm permukaan bagian dalam Pin tuas Decompression Seal oli (clutch cover) Oil pump driven gear Rotor pompa oli (masuk dan keluar) Ratchet gear dan kickstarter gear Permukaan dalam Kickstarter idle gear Kickstarter Permukaan dalam Starter clutch idle gear As Starter clutch idle gear Permukaan dalam Starter clutch gear inner dan thrust surface Starter clutch rollers Tuas Clutch lever Bagian dalam Primary driven gear Clutch push rod (panjang dan pendek) dan ball Mur Clutch boss dan lock washer contact surface Transmission gears (wheel dan pinion) dan collar Shift forks dan shift fork guide bar Shift drum Shift shaft LS Jenis pelumas LS E E E E E M E M M M E M M E E E M E E E E E E E E E E M E E E 2-22 .BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS EAS20360 BAGIAN YANG DILUMASI DAN TIPE PELUMAS EAS20370 MESIN/ENGINE Bagian yang dilumas Seal oli bagian dalam Bearings O-rings Baut cylinder head dan washers Connecting rod big end thrust surface Piston. dan permukaan dalam cylinder Bagian dalam balancer driven gear .

1215®) Yamaha bond No. 1215 (Three Bond No.BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS Bagian yang dilumas Crankshaft position sensor/gromet kabel unit stator Jenis pelumas Yamaha bond No.1215®) Permukaan sambungan Crankcase Baut rantai timing/Timing chain tensioner bolts 2-23 .1215®) Yamaha bond No. 1215 (Three Bond No. 1215 (Three Bond No.

BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS EAS20380 RANGKA/CHASSIS Bagian yang dilumas Seal oli roda depan Permukaan luar as roda depan Permukan dalam Speedometer gear unit Seal oli hub roda belakang Permukan dalam hub roda belakang Permukaan luar as roda belakang Ulir Mur as roda belakang. Pijakan kaki pembonceng Engsel pedal pemindah gigi Mur dan Baut dudukan mesin Jenis pelumas LS LS LS LS LS LS LS S S S S S LS LS S LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS E 2-24 . Camshaft rem belakang Engsel pedal rem Engsel tuas rem Pin as engsel rem Bracket caliper rem bagian dalam. Rumah kabel handel gas bagian dalam Ujung kabel kopling Permukaan dalam baut as tuas rem Bearing kemudi Seal debu steering/emudi Ulir Mur dan Baut (relay arm dan flame) Ulir Mur dan Baut (connecting rod dan relay arm) Ulir Mur dan Baut (rear shock absorber dan relay arm) Ulir Mur dan Baut (connecting rod dan swingarm) Permukaan dalam Bearing (relay arm dan swingarm) Seal Oli (relay arm dan swingarm) Collars (relay arm dan swingarm) As pivot dan ulir mur Permukaan luar as Pivot Permukaan luar bushing Swingarm Penutup debu Swingarm Engsel standart tengah Engsel standart samping Engsel pijakan kaki pembonceng.

JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN EAS20390 JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN EAS20400 JALUR ALIRAN OLI MESIN 4 2 3 1 5 6 2-25 .

2. 4.JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN 1. 3. Pompa Oli Elemen saringan oli Crankshaft Camshaft As Utama/Main axle As penggerak/Drive axle 2-26 . 5. 6.

JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN EAS20410 DIAGRAM PELUMASAN 1 2 3 A 4 5 6 7 2-27 .

4. 3. 6. 2.JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN 1. Tuas penekan kopling/Clutch push lever Main axle Drive axle Crankshaft Saringan oli/Oil filter Unit pompa oli Saringan oli strainer Ke arah cylinder head 2-28 . 5. 7. A.

JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAM 1 2 3 4 2-29 .

4. Camshaft Crankshaft As utama/Main axle As penggerakDrive axle 2-30 .JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN 1. 2. 3.

DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN EAS20420 DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN 1 2 3 4 7 5 1 4 6 2-31 .

Reservoir air pendingin/Coolant reservoir Selang pemasukan Radiator/Radiator inlet hose Selang reservoir air pendingin/Coolant reservoir hose Radiator Pompa air/Water pump Selang pengeluaran Radiator/Radiator outlet hose Selang pernafasan Pompa air/Water pump breather hose 2-32 . 6. 7. 4. 3. 2.DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN 1. 5.

JALUR KABEL EAS20430 JALUR KABEL C 6 A 1 6 8 9 14 6 15 14 12 A 8 B 2 3 4 H B-B I 7 6 A 5 5 4 14 4 14 3 G 8 13 6 6 5 12 13 6 F 9 12 11 E 2 10 D B B 15 9 17 16 11 2-33 .

Kabel lampu sein depan kiri 10. Kabel switch saklar tangkai kemudi kiri 7. Kable kopling 9. kabel lampu switch rem depan. E. Kabel lampu senja/lampu posisi. 2-34 . Kabel kunci kontak/Main switch 13. 17. 15. Ikat kabel tangkai kemudi kiri dan kabel switch kopling dengan plastik pengikat. I. B. D. Masukkan kabel tangkai kemudi kanan. Kabel switch lampu rem depan 5. kabel kunci kontak. F. Ikat kabel tangkai kemudi kanan. Kabel kunci kontak.JALUR KABEL 1. Masukkan kabel kopling kedalam guide. kedalam lubang bagian atas pada rumah lampu depan G. H. Masukkan kabel speedometer kedalam guide. Masukkan kabel bodi. dan kabel switch lampu rem depan dengan plastik pengikat. Kabel lampu sein depan kanan 14. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel kunci kontak kabel switch lampu rem depan. kabel unit meter dan kabel switch tangkai kemudi kiri kedalam lubang yang terdapat pada rumah lampu depan. Kabel switch kopling 8. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel unit meter kabel sein depan kiri. Kabel lampu depan/Headlight.dan kabel switch tangkai kemudi kanan. Selang rem depan 3. Kabel switch saklar tangkai kemudi kanan 6. Kabel gas/Throttle cable 4. Kabel bodi/Wire harness 12. 16. Kabel Speedometer 11. C. Masukkan selang rem depan kedalam guide. dan kabel tangkai kemudi kanan. kabel switch rem depan. A. Kabel unit meter. dan kabel switch tangkai kemudikiri. Kabel klakson/Horn 2.

JALUR KABEL 12 C 10 11 5 4 A-A B-B C-C 11 10 12 B B A 7 8 9 1 2 3 4 5 6 6 A C C A B 2-35 .

2-36 . Ignition coil 8. Selang reservoir air pendingin 3. Selang vacum Air induction system 10. Ikat selang rem depan pada grommet yang terdapat diantara bracket bawah. Kabel saklar tangkai kemudi kanan 11. Kabel switch lampu rem depan 12.JALUR KABEL 1. Throttle body 2. Kabel bodi/Wire harness 4. Kabel Busi/Spark plug 9. Kabel gas/Throttle cable 7. Selang rem depan A. Selang pemasukan Radiator 5. Kabel sensor temperatur air pendingin/coolant 6. B. Masukkan kabel bodi kedalam guide. C. dan bracket lampu depan. Masukkan selang rem depan kedalam guide.

JALUR KABEL 1 2 3 B A 5 4 2-37 .

dan kabel switch lampu rem belakang pada rangka dengan plastic locking tie. 2-38 . B. Jangan sampai ujung plastik pengikat menyentuh benda lain. kabel motor starter. 4. 2. Jangan sampai ujung plastik pengikat menyentuh benda lain. 5. Ikat kabel bodi/ wire harness. 3.JALUR KABEL 1. ECU (engine control unit) Condenser Kabel bodi/Wire harness Kabel Starter motor Switch lampu rem belakang A. Ikat kabel bodi/wire harness pada rangka dengan plastic locking tie.

JALUR KABEL 3 2 4 A-A A A 3 4 1 5 A 6 B B 7 B A 11 10 9 8 2-39 .

Kabel bodi 7. Kabel unit Throttle body sensor 11. Selang rem depan 3.JALUR KABEL 1. Guide kabel kopling B. Kabel gas/Throttle cable 5. Kabel kopling 6. Kabel Klakson/Horn 2. Kabel crankshaft position sensor/stator coil 9. Kabel speedometer A. Kabel saklar tangkai kemudi kiri 4. Ikat kabel gas dengan holder yang terdapat pada tutup radiator. Kebel switch neutral 10. Selang tangki reservoir 8. 2-40 .

JALUR KABEL 6 5 4 1 2 A 3 7 8 B E C F 10 9 A D A 2-41 .

Kabel switch Neutral 10. Jalur kabel negative battery berada didepan pin. dan kabel negative battery ke frame dengan plastic pengikat. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. F. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. Kabel Negative battery 3. D. Kabel kunci tempat duduk 6. Ikat kabel crankshaft position sensor/stator coil.57 in) 2-42 . Kabel lampu sein kiri belakang. Rectifier/regulator 5. C. Kabel lampu belakang/rem 7. 8. Kabel bodi/Wire harness 2. Masukan selang pernafasan coolant reservoir pada lubang yang terdapat pada penuntun kabel. Tepatkan selang pernafasan coolant reservoir diantara bracket mesin di bagian bawah. Kabel Crankshaft position sensor/stator coil A. Ikat kabel negative battery ke frame dengan plastik pengikat. Selang pernafasan tangki reservoir 9. Battery 4. B.JALUR KABEL 1. kabel neutral switch. 40 mm (1. E.

JALUR KABEL I 1 A B A-A 16 1 15 2 3 14 4 C H 5 D 13 6 12 7 A 11 10 8 E A G 9 F 2-43 .

20 in) dari ujung pengikat I. Selang tangki reservoir 2. H. Selang pernafasan Coolant reservoir 11.JALUR KABEL 1. Ikat kabel bodi dengan memasukkan nok yang terdapat pada plastic ke lubang yang ada pada rangka/frame. C. Ikat kabel bodi dengan holder. Jalur kabel FID (fast idle solenoid) dan kabel fuel injector mengelilingi selang air intake duct. Kabel Ignition coil 14. Tepatkan kabel kipas radiator pada lubang yang terdapat pada penutup radiator. Kabel pompa bahan bakar 8. B. D. Selang vacuum Air induction system 6. Kabel gas/Throttle cable 5.18 in). Kabel unit Throttle body sensor 13. Air intake duct 10. Kabel Fuel injector 9. Kabel motor kipas Radiator 3. Ikat selang coolant reservoir ke chassis dengan clamp plastik. Kabel coolant temperature sensor 4. Pastikan posisi kabel gas berada disebelah kanan selang vacuum air induction system . Kabel FID (fast idle solenoid) 12. dan potong kelebihan plastik dengan jarak 5 mm (0. Kabel bodi/Wire harness 7. Kabel kopling A. G. Ikat kabel pompa bahan bakar ke bracket ignition coil dengan plastik pengikat. Kabel Bus/Spark plug 15. F. Ikat kabel bodi ke frame dengan plastic pengikat. 2-44 . E. Selang pernafasan Pompa air/Water pump 16. Lebih dari 30 mm (1. Ujung plastik pengikat jangan dipotong.

JALUR KABEL B A 18 19 17 D 16 15 1 2 3 4 C 20 2 B 5 21 14 E B 6 A 7 13 5 F 12 4 8 C A 9 B-B 10 9 G H I J 11 11 10 C 2-45 .

Relay sinyal belok 13. Kabel sinyal Self-diagnosis 6. Pasang box sekring. H. seperti pada gambar illustrasi. Karet band pengikat Battery A. E. Kabel kunci jok/Seat lock 14. I. Kabel lampu belakang/rem 11. C. Kabel box sekring/Fuse box 21. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada lubang yang terdapat pada penutup connector. Tepatkan kabel lampu belakang/rem pada lubang yang terdapat pada penutup connector. Rectifier/regulator 15. J. ECU (engine control unit) 7. Relay motor kipas radiator 8.JALUR KABEL 1. Kabel sinyal sein belakang kiri 12. Kabel starter motor 20. Lean angle sensor 4. Tekan kabel starter motor dan kabel starter relay ke bawah diantara battery dan fender. dan tepatkan connector pada posisi. dan tempatkan kabel box sekring diatas kabel starter motor dan kabel starter relay. Kabel starter relay 19. Condenser 5. dan ikat semua kabel pada Battery dengan band battery F. Tutup kabel lampu belakang/rem dan kabel sinyal belok belakang dengan penutup connector. Box sekring/Fuse box 3. Pasang kabel negative battery pada kabel bodi. D. Starting circuit cut-off relay 9. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada lubang yang terdapat pada penutup connector. Kabel negative battery 17. B. Battery 18. G. Jalur kabel sinyal self-diagnosis dibawah condensor dan mengelilingi bracket condensor. Ke arah depan 2-46 . Kabel sinyal sein belakang kanan 10. Pasang battery. Starter relay 16. Kabel positive battery 2.

JALUR KABEL 2-47 .

...................3-17 MENYETEL REM BELAKANG ........................................................3-17 MEMERIKSA SELANG REM DEPAN ......................... MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL ..... 3-11 MEMBERSIHKAN ELEMENT SARINGAN UDARA..................................................3-20 MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/STEERING HEAD ........................................................................................................3-1 PENDAHULUAN .......................................................................................... 3-24 MELUMASI ENGSEL STANDART TENGAH ........................................................................................ 3-13 MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN/ EXHAUST SYSTEM...........................................................................3-24 3 ................... 3-21 MEMERIKSA BAN ................. 3-18 MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI ........................................... 3-13 MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN CYLINDER HEAD.................................................................................................................................................... 3-24 MELUMASI SUSPENSI BELAKANG .............................................................................................................................................................................................................. 3-12 MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA ......................3-5 MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS ......................................................... 3-14 RANGKA/CHASSIS .... 3-8 MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN.......................................................................... 3-18 MEMBUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM ............................................ 3-13 MEMERIKSA SISTIM PENDINGINAN................................................................................... 3-17 MEMERIKSA KAMPAS REM DEPAN..... 3-12 MEMERIKSA SELANG BAHAN BAKAR ............3-24 MELUMASI ENGSEL TUAS KOPLING...............3-10 MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING..................................... 3-1 MESIN .. 3-18 MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG..................................................................................... 3-9 MENGGANTI OLI MESIN ..............3-13 MEMERIKSA KETINGGIAN COOLANT .........................................3-7 MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI...................................................3-19 MELUMASI RANTAI ...................................................................................... 3-3 MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN ....................................................3-17 MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM............................................................................................................................. 3-6 MEMERIKSA BUSI ..................................................................................................................................3-22 MEMERIKSA RODA ...............................................................................................................3-7 MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN/IGNITION TIMING.......................3-24 MELUMASI ENGSEL TUAS REM ........................................................................................................................3-4 MENYETEL VOLUME GAS BUANG/ EXHAUST GAS VOLUME ...3-24 MELUMASI PEDAL PEMINDAH GIGI.......PERAWATAN BERKALA DAN PENYETELAN PERAWATAN BERKALA ....................3-1 PERAWATN BERKAL DAN JARAK WAKTU PELUMASAN ............................. 3-18 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG........................ 3-3 MENYETEL KELONGGARAN KLEP ...........................................3-23 ..................... 3-14 MENGGANTI COOLANT...... 3-24 MELUMASI ENGSEL STANDART SAMPING ......... 3-20 MEMERIKSA FORK DEPAN .....3-24 MELUMASI PEDAL REM ......................

........................................................................... 3-25 MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN........SISTIM KELISTRIKAN ............... 3-25 MEMERIKSA SEKRING........................................................................ 3-25 ............................................................... 3-25 MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY................. 3-25 MENYETEL ARAH SINAR LAMPU DEPAN ....................................

.

EAS3C11003 PERAWATAN BERKALA DAN JARAK WAKTU PELUMASAN NO. 3-1 . 3 * Klep/Valves 4 5 Element saringan udara Kopling/clutch • Periksa kelonggaran klep • setel . • Periksa kelurusan dan keretakan. dan biaya perawatan sepeda motor. • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. Tambah angin jika diperlukan. akan menjamin operasional. • Periksa kekendoran rantai dan kondisi rantai. • Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based. tindakan ini diberlakukan untuk sepeda motor yang sedang diservice. termasuk didalamnya biaya yang mengharuskan "over houl". • Ganti. • Ganti kampas rem . • Ganti. 19 * lay arm . • Periksa kelancaran gerak dan kekendoran kemudi. dan kebocoran. Periksa tekanan angin ban. dan umur sepeda motor akan lebih panjang. Mekanik harus menguasai seluruh bab ini. • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. • Periksa kondisi • Bersihkan dan setel celah busi. • Ganti sepatu rem • Periksa dari kebocoran dan keretakan.PERAWATAN BERKALA EAS20450 PERAWATAN BERKALA EAS20460 PENDAHULUAN Bab ini berisi informasi penting yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan dan penyetelan Prosedur perawatan ini jika diikuti. terpasangdengan kencang. dan setel gerak bebas pedal rem. √ Setiap 24000 km setiap 500 km dan setelah sepeda motor dicuci atau habis kehujanan √ √ √ √ √ 13 Rantai penggerak 14 * Bearing kemudi 15 * Sambungan rangka 16 Strandart samping. connecting arm 20 Fuel injection • Periksa putaran langsam mesin. Ini perlu dilakukan untuk mengurangi biaya operasional. engsel. Standart tengah Setiap 24000 km √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 17 * Fork depan 18 * Unit Shock absorber Suspensi belakang. • Pastikan Mur. BAGIAN PEKERJAAAN YANG DILAKUKAN • Periksa selang bensin dari keretakan.• Periksa cara kerja. maupun sepeda motor yang baru. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIKSAAN 0. • Periksa cara kerja. • • • • Periksa kedalaman alur ban Ganti jika diperlukan. ketinggian minyak rem. • Bersihkan. • Periksa cara kerja. • Setel. • Lumasi.engsel sambungan • Lumasi dengan lithium-soap-based . • Periksa cara kerja dan gerak samping. • Periksa cara kerja. re. • Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based. 7 * Rem belakang • Periksa cara kerja.5 3 6 9 12 TAHUNAN √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 * Saluran bahan bakar 2 Busi/Spark plug 6 * Rem depan Jika kondisi harus diganti √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Jika kondisi harus diganti 8 * Selang rem 9 * Roda 10 * Ban 11 * Bearing roda 12 * Lengan ayun/Swingarm Setiap 4 tahun • Periksa kondisi bearing. • Setel kekencangan rantai dan lumasi dengan oli mesin. • Ganti. Baut pengikat dan sekrup.

reed valve. • Pemeriksaan harian. • Periksa ketinggian air pendingin dan kebocoran. atau jika kondisi sudah mengharuskan ganti 3-2 . • Ganti YAMAHA GENUINE COOLANT. ganti komponen bagian dalam dari master cylinder dan caliper. dan ganti minyak rem dengan yang baru. dan kebocoran selang. • Setiap dua tahun. dan jika perlu tambahkan minyak rem. BAGIAN PEKERJAAN YANG DILAKUKAN • Ganti • Periksa ketinggian oli mesin dan kebocoran • Ganti.5 3 6 9 12 √ √ √ √ √ √ √ √ √ Setiap 3 tahun √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ NO. • Periksa cara kerja • Setel lampu jauh 21 22 Oli mesin Elemen saringan Oli 23 * Sistim pendinginan 24 * 25 26 * Switch rem depan dan rem belakang Komponen yang bergerak dan kabel Alur rumah handel gas dan kabel 27 * Air induction system 28 29 * Knalpot dan pipa knalpot Saklar lampu dan saklar sinyal EAS3C11004 CATATAN: • Filter saringan udara harus sering dibersihkan dari jadwal yang ada.PERAWATAN BERKALA PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIKSAAN TAHUNAN 0. • Lumasi alur rumah handel gas dan kabel gas. • Periksa baut klem dari kekendoran. jika pemakaian di tempat yang berdebu • Perawatan Hydraulic rem. • ganti jika retak-retak dan bocor. • Ganti selang rem setiap empat tahun. • Periksa cara kerja. • Lumasi. • Periksa gerak bebas • Setel gerak bebas handel gas. • Periksa air cut-off valve.

b.10–0. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.20–0. Putar crankshaft ke arah kiri. pada saat langkah kompresi. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Mengukur celah klep. 6. diluar spesifikasi → setel. Lepas: • Air cut-off valve • Reed valve • Plat reed valve lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” pada halaman 7-9. • Pada saat mengukur celah klep.MESIN EAS20471 MESIN EAS20520 MENYETEL KELONGGARAN KLEP Ikuti petunjuk dibawah ini. harus dalam kondisi mesin dingin. 2. 3.14 mm (0. Kendorkan mur pengunci “1”. Buka: • Panel depan • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM ” halaman 4-1. 1 1 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5.0079–0.0039–0. a. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3-3 .24 mm (0. Masukkan thickness gauge “2” diantara ujung batang klep dan ujung baut penyetel. Ukur celah klep dengan thickness gauge “1”. 1. atau pada temperatur ruang. Lepaskan: • Cap Busi/Spark plug cap • Selang vacuum Air induction system • Selang sistim Air induction system (3-cabang ke air cut-off valve) lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” pada halaman 7-9.0055 in) Buang 0. b.0094 in) a. posisi piston harus pada posisi Titik Mati Atas (TMA). Buka: • Baut Cap Timing mark “1” • Baut Cap Crankshaft “2” b a c. Ukur: • Kelonggaran klep Diluar spesifikasi → Setel. Setel: • Celah/kelonggaran klep. Periksa penepatan tanda timing pada lubang timing. Tepatkan tanda TMA “a” pada rotor generator dengan tanda penepat “b” yang terdapat pada penutup generator. 4. • Penutup cylinder head • Gasket penutup cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. CATATAN: Kelonggaran/ celah klep (dingin) Masuk 0. d. jika akan melakukan penyetelan klep.

MESIN 8. Jika celah klep berubah. 7. a b 3 • Gasket penutup cylinder head Baru • Penutup cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 7. 2. Buka: • Panel samping kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Plat reed valve • Reed valve • Air cut-off valve lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. Setel: • Putaran langsam mesin d.7 m·kg. 9. 5. saringan udara harus dalam kondisi bersih.1 ft·lb) MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN CATATAN: Untuk mendapatkan putaran langsam yang sempurna. lakukan kembali langkah penyetelan klep. hingga didapat kelonggaran klep yang sesuai. R. 3. diluar spesifikasi → Setel Putaran langsam mesin 1. agar setelan tidak ikut berputar dan kenencangkan mur pengunci sesuai spesifikasi. Pasang : 1 2 c. dan tekanan kompresi dalam kondisi standart. Pasang: • Selang air induction system (3-cabang joint ke air cut-off valve) • Selang vacum Air induction system lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9.500 r/min 6. (Selang bensin jangan dicabut. Pasang: • Digital tachometer (pada kabel busi) 5. EAS20610 Kearah “a” Kelonggaran klep bertambah Kearah “b” Kelonggaran klep berkurang Tappet adjusting tool 90890-01311 Six piece tappet set YM-A5970 • Tahan baut penyetel. • Tempat duduk/jok • Panel depan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Angkat bagian depan tangki. Mur pengunci/Locknut 7 Nm (0. Periksa: • Putaran langsam mesin. Pasang: • Baut cap crankshaft (dengan O-ring Baru ) • Baut Cap Timing mark (dengan O-ring Baru ) T. 3-4 . Hidupkan mesin untuk pemanasan beberapa saat.Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau ke arah “b” hingga didapat kelonggaran yang sesuai spesifikasi.300–1. 1. • Cap Busi/Spark plug cap 10.) 4. Periksa kembali celah klep e.

3-5 . Putar pilot screw “1” kearah “a” atau “b”.Pasang: • Panel sisi kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.0 mm (0. Tekan tombol “UP” untuk memilih mode penyetelan CO “CO” atau mode diagnostic “DIAG". CATATAN: • Akan tampak tulisan “DIAG” pada layar LCD “2” pada alat FI diagnostic tool. 11. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. 10. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM FI diagnostic tool 90890-03182 1 a b 2 1 Kearah “a” Putaran langsam bertambah. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. Setelah dipilih mode penyetelan “CO”. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. dan putar kunci konyak kerah “ON”. Battery harus dalam kondisi terisi penuh. “1”.12–0. Pasang: • Tanghki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. tekan tombol "MODE" 8. 2.0–5. Tekan tombol “MODE”. dan selanjutnya setel volume gas buang 1. Cabut : • Connector Self-diagnosis signal “1” 4.Setel: • Gerak bebas handel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS” halaman 3-6. ECA3C11023 MENYETEL VOLUME CO GAS BUANG NOTE: Pastikan kadar CO pada tingkat standard. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.MESIN a. dan selanjutnya tekan tombol "MODE" 9. Hidupkan mesin. 3. Lepaskan: • Digital tachometer 9. 7. Pasang: • FI diagnostic tool “2” PERHATIAN: Untuk menghasilkan penyetelan yang sempurna. hingga didapat putaran langsam yang sesuai spesifikasi. Gerak bebas handel gas 3. • Lampu “POWER” (Hijau) “3” akan menyala 8. Kearah “b” Putaran langsam berkurang. Akan tampil tulisan “C1” pada layar LCD pada FI diagnostic tool.20 in) EAS20600 3 FI Diagnostic Tool 2 DIAG 1 6.

Kearah “a” Gerak bebas handel gas bertambah. Kendorkan mur pengunci “2”. Kencangkan Mur pengunci Kondisi kadar CO dan putaran langsam mesin akan tampak pada layar LCD yang ada pada FI diagnostic tool. c.Setel kadar CO dengan menekan tombol “UP” dan “DOWN”. Kearah “a” Gerak bebas handel gas bertambah.Pasang: • Connector Self-diagnosis signal 15. • Untuk menambah kadar CO tekan tombol “UP”.0 mm (0. Putar mur penyetel “2” ke arah “a” atau “b” hingga didapat gerak bebas handel gas yang sesuai dengan spesifikasi.20 in) FI Diagnostic Tool 1400rpm C1 : -10 2. 12. Setel: • Gerak bebas handel gas MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 10. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Tangkai kemudi a. c. 11. b.Lepaskan tombol “DOWN” dan “UP” jika setelan sudah dipilih. Periksa: • Gerak bebas handel gas “a” Diluar spesifikasi → Setel. CATATAN: Jika spesifikasi gerak bebas sulit didapatkan pada penyetelan sisi throttle body.12–0.Pasang : • Jok/Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Putar mur penyetel “3” kearah “a” atau “b” hingga didapat gerak bebas handel gas yang sesuai dengan spesifikasi. Kerah “b” Gerak bebas handel gas berkurang. • Untuk mengurangi kadar CO tekan tombol “DOWN”. EAS20660 1 a b 2 CATATAN: MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS. Kearah “b” Gerak bebas handel gas berkurang.0–5. Kendorkan mur pengunci “1” pada kabel akselerator. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk menghasilkan setelan handel gas yang sempurna putaran langsam harus sudah disetel 1. CATATAN: Setelan sisi Throttle bodi a.Lepaskan: • FI diagnostic tool 14. lakukan penyetelan pada sisi tangkai kemudi. Geser karet penutup setelan “1” b. 3-6 .MESIN Gerak bebas handel gas 3.Putar kunci kontak ke arah “OFF” 13.

Periksa: • Electrode “1” Rusak/Aus → Ganti busi • Insulator “2” Warna tidak normal → Ganti busi Warna normal. EWA12930 PERINGATAN Setelah menyetel gerak bebas handel gas. PERHATIAN: Sebelum melepas busi. EAS20700 T. Buka: • Busi/Spark plug ECA13330 CATATAN: Sebelum memasang busi. dan gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri. Pasang: • Busi/Spark plug Busi/Spark plug 13 Nm (1. 9. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. agar kotoran tidak terjatuh kedalam cylinder melalui lubang busi. hidupkan mesin.031 in) d. 9.3 m·kg. Buka: • Baut cap Timing mark “1” 1 3-7 .MESIN 7. 2. Ukur : • Kerenggangan busi “a” (dengan thickness gauge) Diluar spesifikasi → Setel celah busi. Kencangkan mur pengunci e.8 mm (0. pastikan kabel yang berhubungan dengan pengapian. dengan udara bertekanan.028–0. Bersihkan: • Busi/Spark plug (dengan pembersih busi atau sikat) MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN CATATAN: Untuk menghasilkan pemeriksaan saat pengapian yang sempurna.4 ft·lb) MEMERIKSA BUSI/ SPARK PLUG 1. bersihkan lubang dikitar busi. Pabrikan/model NGK/CR8E Pabrikan/model DENSO/U24ESR-N 5. dalam kondisi terpasang sempurna dan tidak terdapat karat. Periksa: • Tipe Busi/Spark plug Tidak sesuai → Ganti. bersihkan gasket dan permukaan dudukan busi dari kotoran. b 1 a 3 2 Celah busi 0. Pasang: • Cap Busi 10. dan putaran mesin tetap stabil LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20690 8.Pasang: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. R. Lepaskan: • cap Busi/Spark plug cap 3. putih ke abu-abuan 6.7–0. 1. pastikan kabel gas tidak tertarik. 4. Kembalikan posisi karet penutup setelan.

2. 8. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 7. Periksa tanda penepatan “a” yang ada pada tutup generator.500 r/min b. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Pasang: • Baut cap Timing mark (dengan O-ring Baru ) EAS20710 MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI CATATAN: Jika tekanan kompresi tidak standart. tenaga mesin akan berkurang. Pasang: • Compression gauge “1” Compression gauge 90890-03081 Engine compression tester YU-33223 a b CATATAN: Penyetelan saat pengapian tidak dapat dilakukan LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3-8 . (selang bensin jangan dilepaskan. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. pemakaian bensin boros.300–1. Angkat tangki bensin bagian depan. Ukur: • Kelonggaran klep diluar spesifikasi → Setel lihat bagian “MENYETEL KELONGGARAN KLEP” halaman 3-3. Tanda tidak tepat → Periksa sistim pengapian. 3. dan biarkan beberapa saat pada putaran langsam. dengan tanda “b” yang terdapat pada rotor generator. Periksa: • Saat pengapian/Ignition timing a. (Selang bensin jangan dicabut.MESIN 2. 4. Lepaskan: • Busi/Spark plug ECA3C11007 PERHATIAN: Sebelum melepas busi. untuk menghindari kotoran masuk kedalam cylinder melalui lubang busi. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan. bersihkan lubang disekitar busi dengan udara bertekanan. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1. dan selanjutnya matikan mesin. 3. Putaran langsam mesin 1. Lepas: • Digital tachometer • Timing light 7. Angkat bagian depan tangki. Pasangkan: • Timing light “1” • Digital tachometer Timing light 90890-03141 Inductive clamp timing light YU-03141 6. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 1 5. 6.) 8. Buka: • Cap Busi 5.) 4.

Hidupkan mesin untuk beberapa saat. b.1 kgf/cm²) Minimum–maximum 440–580 kPa (62.MESIN • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Standart tekanan kompresi (tergantung ketinggian air laut) 510 kPa (72. Tegakkan sepeda motor dengan sempurna. R. masukan dipstick ke lubang oli tanpa diputar. EAS28920 MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN 1. Putar kunci kontak ke “ON”. kepala klep dan kepala piston dimungkinkan ada endapan carbon. Gasket cylinder head atau Sama dengan tanpa oli Piston dimungkinkan rusak → Perbaiki LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 1 b a Tipe Oli : Tingkatan oli yang disarankan SAE20W40 atau SAE20W50 API service tipe SG JASO standard MA. CATATAN: • Sebelum memeriksa ketinggian oli. CATATAN: • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor dalam posisi rata 2.4–5.4 ft·lb) 1 9. c. d.Pasang: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. biarkan mesin berhenti beberapa saat agar oli mengendap.3 m·kg. putar mesin. 9. periksa cylinder head.5 psi) (4. Jika tekanan kompresi dibawah spesifikasi minimum.Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Periksa: • Ketinggian oli mesin Batas ketinggian oli mesin harus berada diantara batas garis minimum “a” dan batas garis maksimum “b”. hingga tekanan kompresi stabil. 10.Pasang: • Busi/Spark plug Busi/Spark plug 13 Nm (1. Jika tekanan kompresi lebih tinggi dari spesifikasi maksimum. dan tidak bertambah lagi.ring piston aus atau kan jika tanpa oli patah → ganti/perbaiki Piston. dan selanjutnya matikan mesin.Buka: • Compression gauge 11. ada endapan carbon → Bersihkan.Pasang: • Cap busi/Spark plug cap 14. Jika berada dibawah batas minimum → Tambahkan dengan oli yang disarankan. T. Dengan handel gas terbuka penuh. masukkan sedikit oli kedalam lubang busi dan periksa kembali tekanan kompresi. (dan lihat tabel dibawah) Tekanan kompresi (dengan oli dimasukkan ke dalam cylinder melalui lubang busi) Kondisi Diagnosa MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 13. 3. Ukur: • Tekanan kompresi Diluar spesifikasi → lihat langkah (c) dan (d).5 psi) (5. Klep.8 kgf/cm²) a. • Pada saat memeriksa dengan dipstick “1”. 1 Lebih tinggi dibanding. 3-9 . 12.6–82. atau yang lebih tinggi.

01 Imp. EAS20810 2 Baru 3 1 c.Periksa kembali: • Mesin (dari kemungkinan ada kebocoran oli) 4. Pasang: • Saringan oli bawah/strainer • Per/Spring • O-ring Baru • Baut penguras mesin Baut penguras mesin 32 Nm (3. ikuti prosedur di bawah ini.qt) Tanpa membuka element filter oli : 0.22 US qt) (1. a. Pasang element filter dan penutup element filter. 23 ft·lb) T. R. 2.15 L (1. 11. 1 8. dan matikan. CATATAN: Sebelum memeriksa ketinggian oli.2 m·kg.06 US qt) (0. 4.00 US qt) (0.84 Imp.0 m·kg. Periksa: • Saringan oli mesin bawah/strainer Kotor→ bersihkan 7. Buka dipstick/tutup lubang oli “1” dan elemen saringan oli bawah “2”. Hidupkan mesin beberapa saat. Pasang O-ring baru “3”.MESIN ECA3C11024 PERHATIAN: Jangan sampai material lain masuk kedalam crankcase. biarkan mesin berhenti beberapa saat agar oli mengendap.88 Imp.Hidupkan mesin beberapa saat. Jika saringan oli bawah juga akan dibersihkan. Periksa kembali ketinggian oli mesin.95 L (1. R. Baut penutup element filter oli 10 Nm (1.00 L (1. Hidupkan mesin beberapa saat. 5. dengan posisi tepat dibawah baut penguras oli. b.qt) 5 4 3 2 2 Dengan membuka element filter oli : 1. 3. agar oli mengendap.qt) 9. Isi: • Oli ke Crankcase (dengan kapasitas dan spesifikasi oli yang disarankan) Kapasitas oli Kapasitas total 1. T. Tempatkan nampan dibawah mesin. Pasang: • Dipstick/penutup lubang pengisi oli 10. Buka: • Dipstick (penutup lubang pemasukan oli) “1” • Baut penguras oli mesin “2” • O-ring “3” • Per/Spring “4” • Saringan oli bawah/Engine oil strainer “5” LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3-10 . tunggu beberapa saat. lalu matikan. Kuras: • Oli mesin (keseluruhan dari dalam crankcase) 5.2 ft·lb) MENGGANTI OLI MESIN 1. 7. untuk pemanasan dan selanjutnya matikan mesin. tunggu beberapa saat.

Hidupkan mesin kembali. dan periksa adakah oli mengalir keluar dari lubang pemeriksa aliran oli. lakukan penyetelan pada penyetel di bagian sisi mesin . Hidupkan mesin dalam kondisi langsam. Baut pemeriksa aliran oli 7 Nm (0.7 m·kg. lihat bagian “POMPA OLI” halaman 5-49. matikan mesin dan periksa penyebabnya. c. Gerak bebas kabel kopling 10.59 in) T. element filter oli. 13. Kearah “a” Gerak bebas kopling bertambah Kearah “b” Gerak bebas kopling berkurang MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 1 2 b. d. jika tidak ada oli yang keluar. Setel : • Gerak bebas kabel kopling Setelan pada sisi tangkai kemudi a. dari penyetelan sisi tangkai kemudi. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2. Periksa jalur aliran oli. Kencangkan mur pengunci e.39–0. dari kerusakan atau kebocoran.Periksa: • Tekanan aliran oli a. Setelan pada sisi mesin a. R.0–15. Kencangkan baut pemeriksa aliran oli.MESIN 12.0 mm (0. Buka secara perlahan baut pemeriksa oli “1”. Putar baut penyetel “2” ke arah “a” atau “b” hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang disarankan. b.Periksa: • Ketinggian oli mesin lihat bagian “MEMERIKSA OLI MESIN" halaman 3-9. setelah masalah ditemukan. pompa oli.1 ft·lb) 3 a b d. Singkap karet penutup setelan “1” b. Kearah “a” Gerak bebas kopling bertambah Kearah “b” Gerak bebas kopling berkurang 3-11 . LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20870 MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING 1. Kendorkan mur pengunci “2”. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau "b" hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang disarankan. c. 5. Kendorkan mur pengunci “1”. dan periksa kembali aliran oli e. Periksa: • Gerak bebas kabel kopling “a” Diluar spesifikasi → Setel. Tutup kembali karet penutup setelan CATATAN: Jika gerak bebas kopling sulit di dapat.

9 m·kg. Periksa: • Joint Throttle body “1” • Joint rumah saringan udara mesin “2” Retak/rusak → Ganti. 1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKIBENSIN” halaman 7-1. rumah saringan udara. buka: • Penutup saringan udara “1” • Saringan udara T.MESIN 3. dan kerusakan mesin. R. 2. 6. PERHATIAN: 1 Jangan menjalankan mesin tanpa saringan udara terpasang. 6. bersihkan saringan udara. Bersihkan: • Saringan udara “1” Semprot dengan udara bertekanan. semprot dari dalam keluar pada saringan udara. Dan dimungkinkan akan mempengaruhi kerja throttle body. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Jika terdapat debu dan air.5 ft·lb) 4. 2. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. hal ini akan mengakibatkan keausan komponen mesin bagian dalam. CATATAN: Pastikan saringan udara terpasang dengan sempurna. Pasang : • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 5. a b 2 1 1 c. EAS3C11007 1 MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA 1. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Periksa: • Saringan udara Rusak → Ganti. Kencangkan mur pengunci Mur pengunci 9 Nm (0. dan panas mesin yang berlebihan / overheating. dan indikator debu. Pasang: • Saringan udara • Penutup rumah saringan udara (terdapat gaskets) ECA3C11025 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20921 MEMBERSIHKAN SARINGAN UDARA MESIN CATATAN : Yang terlihat pada gambar “1” adalah indikator kondisi saringan udara. pada rumah saringan. dan mengakibatkan kemampuan mesin yang buruk. 3-12 .

3. 2 1 3. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.MESIN ECA14920 PERHATIAN: Pastikan jalur selang pernafasan mesin. Periksa : • Selang pernafasan cylinder head “1” retak/bocor → Ganti. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.5 m·kg. Pasang : • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. R. 1 MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN 1. EAS21080 MEMERIKSA SALURAN BENSIN 1. EAS21030 1 3.0 m·kg. 1. Periksa: • Kekencangan baut pengikat knalpot • Mur knalpot “3” • Mur knalpot “4” Mur knalpot 15 Nm (1. 11 ft·lb) Baut knalpot 20 Nm (2. 2. 1 3 EAS21110 MEMERIKSA KETINGGIAN AIR PENDINGIN 1. pada jalur yang benar. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang rata CATATAN: • Sanggah sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor dalam kondisi rata 3-13 . Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2. Sambungan kendor → perbaiki. Periksa: • Knalpot “1” Bocor/retak → Perbaiki/ganti • Gasket knalpot “2” ada kebocoran → ganti 2.4 ft·lb) T. EAS21050 4 4 2 MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN MESIN PADA CYLINDER HEAD 1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Periksa: • Selang bensin “1” retak/bocor → Ganti Sambungan kendor → Perbaiki. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.

Periksa : • Radiator “1” • Selang masuk Radiator “2” • Selang keluar Radiator “3” • Selang reservoir coolant “4” • Selang pernafasan Pompa air “5” retak/rusak → ganti lihat bagian “RADIATOR” halaman 6-1. pergunakan air yang bersih. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2. MEMERIKSA SITIM PENDINGINAN 1. 3-14 . jika tidak tersedia. 2. • Rumah saringan udara lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Buka: • Panel depan • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 4. buka penutup samping kiri. a b 4 2 5 1 3 1 3. Periksa: • Ketinggian air pendingin/Coolant CATATAN: MENGGANTI AIR PENDINGIN/ COOLANT 1. • Pergunakan hanya air destilasi. tunggu beberapa saat agar air mengendap. Periksa : • Ketinggian air pendingin/coolant Ketinggian air pendingin/ coolant harus berada diantara batas atas “a” dan batas minimum "b" Jika berada pada batas minimum → Tambah air/coolant hingga tanda batas atas CATATAN: untuk membuka tutup tangki reservoir “1”. • Tempat duduk/jok • Panel depan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.MESIN EAS21120 2. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan dan selanjutnya matikan mesin. Jika penambahan dengan air. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. atau asam. atau coolant yang disarankan. pastikan air penambahan dalam kondisi tidak mengandung garam. dan periksa kandungan coolant. Buka: • Tutup radiator “1” Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin. EAS21130 ECA13470 PERHATIAN: • Tambahkan air. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 3. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.

84 US qt) (0. ikuti petunjuk berikut ini. Tempatkan kain lap diatas tutup radiator.70 Imp.1 ft·lb) 11. dan segera bawa ke dokter.MESIN 3 2 1 EWA13030 PERINGATAN Air didalam radiator yang panas. mempunyai tekanan yang tinggi. T. cuci dengan air.qt) Kapasitas reservoir (hingga batas atas) 0. Pasang: • Selang reservoir coolant 10. dan mengakibatkan kecelakaan yang serius. R.Isi: • Air pendingin/coolant (dengan kapasitas dan tipe pendingin yang disarankan) Coolant yang disarankan : YAMAHA GENUINE COOLANT High-quality ethylene glycol antifreeze containing corrosion inhibitors untuk aluminum engines Perbandingan campuran 1:1 ( coolant : air ) Kapasitas Radiator (termasuk jalur selang) 0.26 US qt) (0. .25 L (0. 3. 5. Kuras : • Air pendingin/Coolant (dari reservoir coolant ) 8.79 L (0. untuk itu hati-hati dalam penanganannya. Jika radiator telah dingin.Pasang: • Baut penguras air pendingin/coolant (terdapat washer tembaga Baru ) Baut penguras air pendingin/coolant 7 Nm (0.1 ft·lb) 9. 5. Buka : • Reservoir coolant“2” • Tutup reservoir coolant “3” PERINGATAN • Jika coolant terpecik ke mata. dan secara perlahan. putar tutup radiator. 3-15 . Buka: • Baut penguras air pendingin/Coolant “1” (terdapat washer tembaga) 7. 4. putar tutup radiator satu kali kekiri biarkan tekanan panas dari dalam radiator keluar setelah dirasakan tidak ada tekanan yang keluar. sambil ditekan kedalam.qt) Penanganan air pendingin/coolant Coolant dapat merusak komponen-komponen lainnya. Kuras: • Air pendingin/Coolant (keseluruhan dari mesin dan radiator) 5. untuk itu jangan membuka tutup radiator jika radiator dalam kondisi panas. EWA13040 .7 m·Kg.7 m·Kg.22 Imp. dan lepaskan tutup radiator. Pasang: • Reservoir coolant Baut reservoir coolant 7 Nm (0. Lepaskan: • Selang reservoir coolant “1” 6. sekali lagi kearah kiri. untuk membuka tutup radiator. tekanan air yang panas akan menyemprot keluar.

segera rendam dan cuci dengan air dan sabun 9 Jika coolant tertelan. jika hal ini terpaksa dilakukan. 9Pergunakan hanya air destilasi. periksa segera kandungan antifreeze jika memungkinkan. biarkan mesin berhenti sesaat agar air pendingin mengendap. segera bersihkan dan cuci dengan air. dan selanjutnya matikan mesin. dapat mengakibatkan mual. CATATAN: Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin.9 9 9Jika coolant menyiram pakaian. pergunakan air yang tidak mengandung asam atau garam.Pasang: • Tutup reservoir coolant 15. 16. jika air destilasi tidak tersedia. 9Jika cairan coolant menyentuh permukaan cat. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. cPERHATIAN 9Penambahan air dengan air biasa akan mempengaruhi kandungan antifreeze di dalam coolant. • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 17.Pasang: • Rumah saringan udara lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. untuk itu segera bawa kedokter.Pasang: • Radiator cap 13. 3-16 .Hidupkan mesin beberapa saat. • Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 9Jangan mencampur antara dua tipe coolant 12.Pasang: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. MESIN 18.Isi: • Air pendingin/coolant reservoir (dengan air pendingin/ coolant hingga batas atas “a”) a 14.Periksa: • Permukaan air pendingin/Coolant level lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN AIR PENDINGIN” halaman 3-13.

dan cat. dalam posisi tegak lurus. Gerak bebas pedal rem 20. CATATAN: PERHATIAN Setelah menyetel gerak bebas pedal rem. Percampuran dua minyak rem akan mengakibatkan reaksi kimia yang memperburuk pengereman. Setel: • Gerak bebas pedal rem a. Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4 a a 2. • Pada saat penambahan minyak rem. EAS21250 3. jangan sampai kandungan air masuk ke reservoir.79–1. 3-17 . harus sama dengan minyak rem yang telah ada. dan pemampuan pengereman yang buruk. air akan memperendah titik didih. segera bersihkan dengan kain lap. Setel: • Lampu rem belakang lihat bagian “MENYETEL LAMPU REM BELAKANG” halaman 3-18. • Penambahan minyak rem. MEMERIKSA KAMPAS REM Ikuti prosedur pemeriksaan kampas rem dibawah ini. Periksa: • Gerak bebas pedal rem “a” Diluar spesifikasi → Setel. Putar mur penyetel “1” kearah “a” atau ke “b” hingga didapat spesifikasi standart.RANGKA/CHASSIS EAS21140 EAS21240 RANGKA/CHASSIS EAS21220 MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM 1. Kearah “a” Gerak bebas pedal rem bertambah Kearah “b” Gerak bebas pedal rem berkurang MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM EWA13090 PERINGATAN • Pergunakan minyak rem yang disarankan.0–30. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar CATATAN: MENYETEL REM BELAKANG 1. pe makaian minyak rem yang kurang bagus. untuk itu. dan menimbulkan gelembung gelembung udara. pastikan posisi tangki reservoir minyak rem.0 mm (0.18 in) • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor.. pastikan rem tidak mencengkeram tromol rem LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk menjamin ketinggian minyak rem yang benar. dalam posisi lurus 2. akan mengakibatkan kerusakan seal karet. ECA13540 a b 1 PERHATIAN: ECA3C11018 Minyak rem dapat mengakibatkan kerusakan komponen plastik. Periksa: • Ketinggian minyak rem Jika berada di batas bawah “a” → Isi dengan minyak rem yang disarankan.

Tahan bodi switch lampu rem “1” agar tidak ikut berputar. 2. • Minyak rem terlalu rendah 3-18 . pada saat menyetel mur penyetel “2” kearah “a” atau “b” hingga lampu rem menyala beberapa saat. sebelum rem bekerja. Periksa: • Klem selang rem Kendor → kencangkan 3. Tarik tuas rem. lihat bagaian “REM DEPAN” halaman 4-14. Kearah “a” Lampu rem menyala lebih cepat Kearah “b” Lampu rem menyala lebih lambat MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 2.RANGKA/CHASSIS 1. EAS21310 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG 1. Periksa : • Kampas rem depan Jika sampai batas keausan “1” menyentuh disc → Ganti kampas rem satu set lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. Tegakkan sepeda motor dan mainkan rem depan beberapa kali. Switch lampu rem harus disetel dengan kondisi lampu rem menyala terlebih dahulu sebelum rem mulai mengerem. Setel: • Saat mulai menyala lampu rem belakang a. 2 1 1 EAS21330 MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG CATATAN: EAS21270 MEMERIKSA SELANG REM DEPAN 1. 4. Periksa: • Selang rem Ada kebocoran → ganti selang rem. Periksa : • Indikator keausan sepatu rem “1” mendekati batas keausan “2” → ganti sepatu rem satu set. 1. Periksa: • Saat nyala lampu rem belakang Tidak tepat → Setel 2. lihat bagian “REM BELAKANG” halaman 4-26. 2. Periksa: • Selang rem “1” Retak/rusak/bocor → Ganti Switch lampu rem belakang bekerja berdasarkan pergerakan pedal rem. Operasikan pedal rem belakang. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21340 BUANG ANGIN/BLEEDING SISTEM HYDRAULIC REM EWA13100 PERINGATAN Lakukan tindakan bleeding hydraulic rem jika : • Setelah membongkar sistim hydraulic • Membuka atau mengganti selang rem.

dan suku cadang lainnya. 2. dan mengharuskan anda melakukan prosedur total bleeding yang memakan waktu yang cukup lama. ikat dan jangan dilepaskan. Buka: • Tutup master cylinder rem “1” g. Kencangkan baut bleding sesuai spesifikasi Baut bleeding 6 Nm (0. f. Pasang diaphragma reservoir master cylinder c. akan berakibat udara masuk pada sistim rem. karena posisi tuas rem dalam kondisi mengerem. 4. akan menimbulkan kecelakaan yang tidak diharapkan. b. Tempatkan ujung selang plastik yang lain pacawan penampung. h. 2 PERINGATAN 1 Sanggah sepeda motor dengan sempurna. i. dan jika rantai terputus. untuk menghindari bahaya terbalik. 9 Pada saat melakukan bleeding / buang udara. Isi tangki reservoir rem hingga batas atas dengan minyak rem yang disarankan.RANGAK/CHASSIS • Pengereman tidak maksimal 1. agar gelembung udara mengalir keatas. j. dan angkat roda belakang dari tanah. tuas rem beberapa kali. Pasang: • Tutup master cylinder rrem EAS21420 MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI CATATAN: Pemeriksaan kekencangan rantai. lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM” halaman 3-17. Kencangkan baut bleeding. 9 Jika mengalami kesulitan. pastikan minyak rem tersedia cukup pada reservoir jika hal ini tidak diperhatikan. CATATAN: d. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM k. ECA13550 cPERHATIAN Apabila kekencangan rantai terlalu kencang. Kendorkan baut bleeding CATATAN: 1 Kendorkan baut bleeding. Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah. Pasangkan plastik transparan pada ujung baut bleeding “2”. periksa kemampuan pengereman LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. dan tekanan dalam sistim rem akan keluar. Tarik secara penuh tuas rem. ikat tuas rem pada tangkai kemudi.6 m·kg. Isi minyak rem pada reservoir hingga batas atas dengan minyak rem yang disarankan.3 ft·lb) CATATAN 9 Hati-hati pada saat mengisi minyak rem pada reservoir jangan sampai tumpah. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang datar EWA13120 T. EWA13110 PERINGATAN Setelah melakukan tindakan bleeding. dan udara keatas. harus di lakukan pada titik terkencang dari posisi rantai. biarkan beberapa saat agar minyak rem mengendap. Jaga kekencangan rantai pada batas spesifikasi 1. akan membebani mesin. dan lepaskan ikatan tuas rem. R. Buang udara/Bleed: • Sistim Hydraulic rem a. e. Tarik secara perlahan. Ulangi tahap (e) hingga (h) hingga gelembunggelembung udara keluar dari sistim pengereman melalui selang trasparan. 3-19 .

lumasi dengan oli mesin. Setel : • Gerak bebas pedal rem belakang lihat bagian “MENYETEL REM TROMOL BELAKANG” halaman 3-17. pergunakan minyak tanah untuk membersihkan. 2. Putar roda belakang dan cari titik terkencang dari posisi rantai. Periksa : • Kekencangan rantai “a” Diluar spesifikasi → setel. T. khusus untuk rantai tanpa -O-ring. maka akan cepat mengalami keausan.. 4. c. dan goyanggoyangkan kedepan dan kebelakang Goyang/kendor → Setel bearing kemudi/ steering head. Kearah “a” Rantai bertambah kencang Kearah “b” Rantai bertambah kendor MELUMASI RANTAI PENGGERAK Rantai penggerak roda bekerja dengan banyak komponen part yang saling menunjang. EAS21450 Lakukan pemeriksaan rantai pada posisi antara As sprocket depan dan As sprocket belakang. Mur as roda belakang 80 Nm (8. 3.0 m·kg. atau pelumas rantai. d.RANGKA/CHASSIS 2. b. EWA13130 PERINGATAN Selalu pergunakan cotter pin yang baru. EAS21510 MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/ STEERING HEAD 1. pada daerah yang berdebu. T. satu dengan yang lainnya. kanan dan kiri f.79–1. 58 ft·lb) g.9 m·kg. Lepaskan cotter pin “2” Kendorkan mur batang torsi “3”.57 in) CATATAN: 5. sehingga perlu perawatan yang teratur. e. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Kekencangan rantai 20–40 mm (0. samakan posisi kedua plat penyetel. Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai khusus tanpa O-ring. 13 ft·lb) h. Pasangkan cotter pin. Kencangkan mur as roda 3-20 . Kencangkan mur batang torsi rem Mur batang torsi 19 Nm (1. Setel : • Kekencangan rantai a. R. Jika rantai tidak dirawat dengan benar. dan keringkan dengan kain lap. 1 CATATAN : 2 Untuk menjamin kelurusan roda. CATATAN : Sanggah sepeda motor dengan penyangga. untuk menghindari bahaya terbalik. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN b a 5 4 3 Sanggah sepeda motor dengan sempurna. hingga roda depan terangkat dari tanah. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Kendorkan mur penyetel rem belakang “1”. R. Periksa: • Kemudi/Steering head Pegang fork bagian bawah. Kendorkan mur as roda belakang “4” Putar plat penyetel kekencangan rantai “5” ke arah “a” atau “b” hingga didapat kekencangan rantai yang sesuai spesifikasi. khususnya.

Periksa: • Inner tube Baret/aus → Ganti T. 9. lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD” e. Periksa kelancaran gerak kemudi. 3. 2. R. Kendorkan mur ring bawah “4” secara penuh. jangan terlalu kencang Mur ring bawah (torsi pengencangan final) 13 Nm (1. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5.3 m·kg. dan tepatkan alur ring kedua mur dengan steering nut wrench. jika perlu tahan ring mur bawah. Pasangkan mur ring atas dengan tangan. Pasang mur ring atas “2”. jika terasa berat. Buka: • Bracket atas lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD” halaman 4-43. h. EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. atau ke kiri. Kencangkan mur ring bawah “4” dengan steering nut wrench “5”. CATATAN: Setel kunci torque menyudut kekanan dengan steering nut wrench. dan kencangkan kembali yang kedua kalinya dengan kunci torsi dan steering nut wrench. 35 ft·lb) MEMERIKSA FORK DEPAN 1. untuk menghindari bahaya terbalik. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM d. f.RANGKA/CHASSIS c. EWA13140 PERINGATAN Pengencangan mur bawah. Pasang lock washer “1” CATATAN: Pastikan pengait lock washer “a” tepat masuk pada kedua alur mur atas dan bawah “b”.4 ft·lb) T. Pasang washer karet “3”. b. Buka lock washer “1”. 4.8 m·kg. EAS21530 Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 Mur ring bawah (torsi pengencangan awal) 48 Nm (4. dengan cara membelokkan kemudi kekanan. dan periksa bearing atas dan bearing bawah. Setel: • Kemudi/Steering head a. g. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar. 3-21 . lepaskan bracket kemudi bawah. dan washer karet “3”. dan tepatkan alur antar kedua ring nut. mur ring atas "2". Pasang: • Bracket atas lihat bagian “KEMUDI/STEERING” halaman 4-43. R.

Tegakkan sepeda motor. Periksa : • Cara kerja fork depan Tekan tangkai kemudi kebawah. berkendara dengan ban yang buruk. aksesoris. untuk melakukan pemeriksaan ban. pengendara. Dinding samping 3.00 kgf/cm²) BEBAN MAKSIMUM 205.0 mm (0.00 kgf/cm²) Kondisi beban 90–205 kg (198–452 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1. Periksa: • Tekanan angin ban Diluar spesifikasi → tambah angin PERINGATAN Sangat berbahaya.00 kgf/cm²) Kecepatan tinggi Depan 175 kPa (25 psi) (1. barang bawaan. Jika alur ban sudah dalam batas keausan.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.0 mm (0.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. 1.04 in) Batas keausan (belakang) 1. sebaiknya dilakukan pada saat temperatur udara luar. dan keatas beberapa kali. Tekanan angin ban (diukur dalam kondisi dingin) Kondisi beban 0–90 kg (0–198 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1. sama dengan temperatur udara ban • Tekanan angin ban.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. barang bawaan.RANGKA/CHASSIS • Seal oli Ada kebocoran oli → Ganti 3. dan aksesoris EWA13190 EAS21660 MEMERIKSA BAN Ikuti prosedur dibawah ini. dan gerakkan tangkai kemudi kebawah dan keatas 4. 1. dapat mengakibatkan kecelakaan. • Pengoperasian melebihi beban maksimum. pembonceng. harus disesuaikan deberat beban dari penumpang. Periksa: • Permukaan ban Retak/aus → Ganti ban EWA3C11010 PERINGATAN • Pemeriksaan angin ban.0 kg (452 lb) * total beban: pengendara. dan kecepatan sepeda motor. tarik tuas rem. Kedalaman alur 2. Pergerakan tidak lancar → Perbaiki lihat bagian “FORK DEPAN” halaman 4-35. Indikator keausan Batas keausan (depan) 1. dan periksa kelancaran pergerakan tekanan balik suspensi. 2. ganti ban dengan yang baru.04 in) 3-22 .

kencangkan mur pengunci klep udara "1" 9 A. pastikan ban dalam telah terpasang dengan tepat pada alur pelek 9Tidak dibenarkan menambal ban dalam yang bocor. sangat berbahaya dapat mengakibatkan kecelakaan dan fatal bagi pengendara. 9Selalu lakukan penggantian ban dalam dan ban luar satu set. Periksa: • Roda Aus/retak-retak → Ganti 3-23 . • Tepatkan tanda marking “2” dengan posisi dudukan klep/pentil. A B Ban belakang ukuran 90/90–17M/C 49P Pabrikan/model IRC/NR72 Pabrikan/model DUNLOP/D102A PERINGATAN 9 Ban baru biasanya mempunyai daya cengkeraman pada permukaan jalan yang kurang. untuk itu. 9Sehabis mengganti ban dalam. dalam pemakaian dibawah jarak 100 Km.75–17 41P Pabrikan / model IRC/NR72 Pabrikan / model DUNLOP/D102FA EAS21670 MEMERIKSA RODA Ikuti prosedur dibawah ini. PERINGATAN Setelah dilakukan uji coba yang intensive oleh Yamaha Motor Co Ltd. bersamaan. 9 Jika menggunakan ban dalam. bawaan dari pabrik. hal ini bisa dilakukan. tapi segera ganti dengan ban yang baru jika kondisi telah memungkinkan untuk mengganti. maka untuk mengganti ban luar. Ban depan B. dengan pelek bukan tubless. dalam keadaan darurat. tipe dan model ban depan dan belakang harus sama dengan model ban. pergunakan dalam kecepatan normal jangan menggunakan kecepatan tinggi. Yamaha tidak memberikan jaminan "handling characteristic" jika memakai tipe dan bentuk ban yang berbeda dari yang disarankan Yamaha Ban depan Ukuran 2. ban belakang CATATAN: Pelek dengan ban dalam dengan ban dalam Pelek tanpa ban dalam EWA14090 dengan ban dalam / tidak Untuk ban yang dilengkapi tanda arah putaran “1”: • Pasang dengan posisi "tanda arah panah" mengarah ke arah putaran ban.RANGKA/CHASSIS PERINGATAN 9Jangan menggunakan ban tubless. 9Untuk menghindari ban dalam terjepit. 1. atau setelah dibongkar. pastikan ban dalam terpasang dengan sempurna. untuk pemeriksaan roda.

1. 3-24 . dan komponen yang bergerak. EAS3C11038 MELUMASI TUAS KOPLING Lumasi engsel tuas kopling. untuk melakukan pemeriksaan dan pelumasan kabel. Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS3C11039 MELUMASI TUAS REM Lumasi engsel tuas rem. Periksa: • Kelancaran kerja kabel penggerak Tidak lancar → Lumasi Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based CATATAN: MELUMASI STANDART TENGAH Lumasi engsel standart tengah dan komponen metal yang bergesekan Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS21740 MELUMASI SHOCK ABSORBER BELAKANG Lumasi engsel shock absorber belakang dan komponen yang bergesekan Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based Arahkan kabel mengarah ke atas.RANGKA/CHASSIS EWA13260 PERINGATAN Jangan memperbaiki ban roda yang aus/ retak. EWA13270 PERINGATAN MELUMASI STANDART SAMPING Lumasi engsel standart samping dan komponen metal yang bergesekan Pelumas uyang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS21730 Kerusakan kabel bagian luar. ganti kabel satu set dengan kabel bagian dalam. akan mengakibatkan kerusakan kabel di bagian dalam. Pelumas yang disarankan Gemuk Silicone EAS3C11040 MELUMASI PEDALPEMINDAH GIGI Lumasi engsel pedal pemindah gigi. dan masukkan beberapa tetes oli kedalam lubang ujung pembungkus kabel. Pelumas yang disarankan Gemuk Silicone EAS21720 CATATAN: Sehabis melakukan penggantian ban luar. untuk itu. lakukan tindakan balancing roda. EAS21690 MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL Ikuti prosedur dibawah ini. Periksa: • Kabel bagian luar Rusak → ganti 2. EAS3C11041 Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based MELUMASI PEDAL REM Lumasi engsel pedal rem dan komponen metal yang bergesekan.

jauhkan dari kandungan oli dan cairan lain. 1 2. Pasang: • Penutup bohlam 7. jika kaca bohlam tersentuh oleh cairan oli. EAS21780 MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN 1. EAS21770 Pada umumnya lampu depan. dalam kondisi panas jauhkan dari benda yang mudah terbakar. hal ini akan mengakibatkan umur dari bohlam akan menjadi pendek. Buka: • Penutup bohlam “3” 6. Lepaskan: • Bohlam lampu depan “4” b 4 1 a 3-25 . Buka: • Lensa lampu depan “1” Jangan menyentuh langsung kaca bohlam. pada holder lampu depan. Lepaskan: • Coupler lampu depan “2” 3. biarkan lampu dalam kondisi dingin 5. Pasang: • Bohlam lampu Baru Pasangkan bohlam lampu pengganti. Kearah “a” Arah sinar lampu keatas Kearah “b” Arah sinar lampu kebawah 2 3 4. Sambung: • Coupler kabel lampu 8. dan tangan anda. dan efek penyinaran akan menjadi buruk. PERHATIAN: MEMERIKSA SEKRING lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” halaman 8-55.SISTIM KELISTRIKAN EAS21750 EWA13320 SISTIM KELISTRIKAN EAS21760 PERINGATAN MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” halaman 8-55. Setel: • Arah sinar lampu (keatas) Gerakkan rumah lampu depan “1” kearah “a” atau “b”. Pasang: • Lensa lampu depan EAS21800 MENYETEL POSISI ARAH SINAR LAMPU 1. bersihkan dengan kain lap yang mengandung thinner.

.................................................4-12 MEMERIKSA HUB RODA BELAKANG................................................................................................................4-6 MEMERIKSA GEAR UNIT SPEEDOMETER ..4-7 MENYETEL KESEIMBANGAN/BALANCE RODA DEPAN .........................................................4-13 REM DEPAN..................................................... 4-27 MEMASANG PLAT SEPATU REM BELAKANG ...........................................................4-23 REM BELAKANG ................................................................................................... 4-23 MEMERIKSA MASTER CYLINDER REM DEPAN.............................................................................................................................................................4-21 MEMERIKSA CALIPER REM DEPAN .............................................................4-23 MEMASANG MASTER CYLINDER REM DEPAN.......... 4-8 RODA BELAKANG.........................................4-30 MELEPAS TANGKAI KEMUDI .................................4-12 MEMERIKSA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG ......................................................... 4-1 MEMASANG RUMAH SARINGAN UDARA .........................................................4-12 MEMERIKSA RODA BELAKANG..............................................................................................................4-6 MEMERIKSA RODA DEPAN .......................4-6 MEMASANG RODA DEPAN.....................................4-10 MELEPAS RODA BELAKANG (TROMOL)............................................ 4-4 MELEPAS RODA DEPAN............................................. 4-14 PENDAHULUAN................................................................................................... 4-27 MEMERIKSA KEAUSAN REM BELAKANG .........................4-21 MEMBONGKAR CALIPER REM DEPAN...................... 4-7 MEMASANG RODA DEPAN......................RANGKA/CHASSIS RANGKA UMUM ...........4-22 MELEPAS MASTER CYLINDER R E M D E P A N ........................................................................................................................... 4-32 MEMASANG TANGKAI KEMUDI ...................................................................4-28 TANGKAI KEMUDI .................................................................................... 4-22 MEMASANG CALIPER REM DEPAN .............................................................4-23 MEMBONGKAR MASTER CYLINDER REM DEPAN ....................4-32 MEMERIKSA TANGKAI KEMUDI .............................................4-20 MELEPAS CALIPER REM DEPAN................................. 4-19 MEMERIKSA CAKRAM RODA DEPAN ....................................................................4-19 MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN .............. 4-7 MEMASANG RODA DEPAN (CAKRAM) .........................................................................................................4-32 4 .......................................................... 4-3 RODA DEPAN........................ 4-26 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG..............................4-21 MERAKIT CALIPER R E M D E P A N ............4-12 MEMASANG RODA BELAKANG (TROMOL) .........................

......................................4-39 MERAKIT GARPU DEPAN.................................4-38 MEMERIKSA GARPU DEPAN ...4-49 MEMERIKSA UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG .........................................................................................................................4-57 .............. 4-55 MEMERIKSA RANTAI ...............................................................................4-35 MELEPAS GARPU DEPAN.....................................4-49 LENGAN AYUN/SWINGARM......................................4-49 MEMASANG UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG.......................................4-46 UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG ............................4-49 MEMERIKSA CONNECTING ARM DAN RELAY ARM............................................................................................4-49 MEMASANG RELAY ARM................................................................................................. 4-43 MELEPAS BRACKET BAWAH..........................................................................4-56 MEMASANG RANTAI .....4-48 MELEPAS UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG.......................................................... 4-53 MEMASANG LENGAN AYUN/SWINGARM ......4-38 MEMBONGKAR GARPU DEPAN.......................... 4-39 MEMASANG GARPU DEPAN ........................4-53 RANTAI PENGGERAK.......... 4-53 MEMERIKSA LENGAN AYUN/ SWINGARM ...............................4-41 KEMUDI/STEERING HEAD.................................................................... 4-46 MEMERIKSA KEMUDI/ STEERING HEAD ................................................................................. 4-46 MEMASANG KEMUDI/STEERING HEAD ..........................................GARPU DEPAN..................................................................................................................................4-51 MELEPAS LENGAN AYUN/SWINGARM.......................................................................................................................................................

.

T.7 m • kg.7 m • kg. 5. 5. 6 2 1 7 Nm (0.7 m • kg.1 ft • Ib) 7 Nm (0.6 m • kg. R. 5.1 ft • Ib) T. 5.7 m • kg.RANGKA UMUM EAS21830 RANGKA UMUM Membuka tempat duduk dan covers 7 Nm (0. R. T. T.1 ft • Ib) R.1 ft • Ib) T. 4 7 7 Nm (0. Keterangan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 R. 3 5 9 26 Nm (2. R. 4-1 . R. 5.7 m • kg. 19 ft • Ib) T.1 ft • Ib) Nama komponen Panel depan kiri Panel depan kanan Tempat duduk/jok Pegangan pembonceng Panel belakang Penutup samping kiri Penutup samping kanan Penutup samping kiri Penutup samping kanan 8 Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 7 Nm (0.

2 m • kg. T. Nomor R. 7.RANGKA UMUM Melepas rumah saringan udara 1 2 7 4 3 2 Nm (0.2 ft • Ib) lihat "RANGKA UMUM" halaman 4-1 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 7-1.4 ft • Ib) 10 Nm (1. Keterangan 4-2 . R. 6 5 Nama komponen Tempat duduk/penutup samping dan kanan Tangki bensin 1 2 3 4 5 6 7 Rumah saringan udara Saringan udara Baut klem joint rumah saringan udaraAir Rumah saringan udara Selang pernafasan cylinder head Selang Air induction system (rumah saringan udara ke joint 3 cabang ) Silincer Air filter case 1 1 1 1 1 1 1 Jumlah 10 Nm (1. Kendorkan. 7.2 ft • Ib) T. R. Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas T.0 m • kg.0 m • kg. 1.

Pasanmg: • Klem joint rumah saringan udara CATATAN: Tepatkan "nok" “a” yang terdapat pada rumah saringan udara dengan slot “b” pada klem joint a b 4-3 .RANGKA UMUM EAS3C11027 MEMASANG RUMAH SARINGAN UDARA 1.

43 ft • Ib) T.3 m • kg.0 m • kg.RODA DEPAN EAS21870 RODA DEPAN Melepas roda depan dan disc brake 23 Nm (2. 17 ft • Ib) LS (5 6 7 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 Kabel speedometer Mur as roda depan As roda depan Roda depan Gear unit speedometer Collar Disc brake ( T. 3 LT 1 2 LS 60 Nm (6. R. R. 5 4 Komponen yang dilepas Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas 4-4 .

RODA DEPAN Melepas roda depan LS Baru 1 2 3 4 Nomor 1 2 3 4 Seal oli Bearing Spacer Bearing Komponen yang d iilepas Jumlah 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas. 4-5 .

3. Angkat: • Roda depan CATATAN: Sanggah sepeda motor dengan penyanggah hingga roda depan terangkat dari tanah. Periksa: • Ban • Roda depan Rusak/Aus → Ganti lihat bagian “MEMERIKSA BAN” halaman 3-22 dan “MEMERIKSA RODA” halaman 3-23. pada saat roda depan dilepas.0 mm (0. tempatkan kain"2" diantara obeng dan hub. 2. Bersihkan bagian luar dari hub roda depan b. Buka: • Seal oli • Bearing roda a. 3.02 in) c. Lepas: • Roda depan • Gear unit speedometer • Collar CATATAN: LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21920 MEMERIKSA RODA DEPAN 1. MEMBONGKAR RODA DEPAN 1. Buka bearing roda “3” dengan bearing puller.RODA DEPAN EAS21890 MELEPAS RODA DEPAN 1.5 mm (0. EAS21910 PERINGATAN Jangan membengkokkan as roda yang bengkok. Ukur: • Kebengkokan ke arah atas “1” • Kebengkokan ke arah bawah “2” Kebengkokan diluar spesifikasi → Ganti kebengkokan ke arah atas 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang datar EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna untuk menghindari bahaya terbalik 2. Buka seal oli “1” dengan obeng minus CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM untuk menjaga agar hub tidak rusak. Periksa: • As roda Gelindingkan as roda pada meja datar bengkok → Ganti EWA13460 Jangan menarik tuas rem depan.04 in) kebengkokan ke arah samping 0. 4-6 .

• Seal oli Aus/bocor → Ganti LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21970 MENYETEL KESEIMBANGAN RODA DEPAN/ BALANCE CATATAN: • Setelah mengganti ban. Periksa: • Unit gear speedometer Bengkok/rusak/aus → Ganti EAS21960 a. disc brake harus terpasang. Pasang bearing baru dan seal oli. Lepas: • Pemberat/balancer yang ada 2.RODA DEPAN 4. Putar: • Roda depan secara perlahan CATATAN: Tempatkan roda depan pada. 4-7 . beri tanda “X1” pada bagian bawah roda MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MERAKIT RODA DEPAN 1. d. • Pada saat menyetel keseimbangan/balance roda. Pasang: • Bearing roda • Seal oli Baru a. Putar roda depan b. beri tanda “X 2” pada bagian bawah roda. alat balancer EAS21940 MEMERIKSA UNIT GEAR SPEEDOMETER 1. Pada saat roda berhenti. roda. Pada saat roda berhenti. penekanan hanya boleh pada outer race “3”. CATATAN: c. dengan prosedur kebalikan dari melepas ECA3C11009 Baru MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERHATIAN: Penekanan pemasangan jangan sampai menekan inner race“1” atau ball “2”. 1. Periksa: • Bearing roda Bearing roda longgar atau macet → Ganti bearing roda. Pergunakan socket “4” untuk menekan bagian luar/outer race dari bearing dan seal oli. atau keduanya roda harus disetel keseimbangannya/ balance. Lepaskan roda e. Putar roda 90° dari posisi tanda “X 1” seperti posisi pada gambar.

pasang kembali pemberat. Lumasi: • As roda/Wheel axle • Lidah seal oli • Gear unit speedometer Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 4. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21990 3. Pasang balancer pemberat “1” pada arah yang berlawanan dengan tanda “X”. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM f. Setel: • Keseimbangan roda depan a. R. 3. CATATAN: Mulai dengan pemberat yang ringan b.3 m·kg. Jika titik berat tidak merata. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2. Putar roda depan beberapa kali. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG RODA DEPAN (DISC) 1. ulangi langkah balancer kembali. dan pastikan titik berat jatuh merata disemua bagian. d. c. Jika roda hanya berhenti pada titik tertentu. Pasang: • Disc rem depan Baut disc rem depan 23 Nm (2. ulangi langkah (c) hingga (e) beberapa kali hingga roda dapat berhenti di berbagai titik secara merata g. berikan pemberat yang berlawanan dari tanda LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL b. Periksa: • Keseimbagngan roda depan 4-8 . T. Putar roda 90° pada alat balancer seperti pada gambar. 17 ft·lb) LOCTITE® CATATAN: Kencangkan baut piringan rem. Ulangi langkah (b) dan (c) hingga roda betulbetul seimbang/ balance. dengan pola silang. Pasang: • Roda depan 4. Jika keseimbangan masih belum merata. Periksa: • Piringan rem depan lihat bagian “MEMERIKSA PIRINGAN REM DEPAN” halaman 4-19.RODA DEPAN a.

Pasang: • Roda depan CATATAN: Pastikan slot “a” pada gear unit speedometer masuk kedalam alur “b” pada outer tube.0 m·kg. Kencangkan: • As roda As roda 60 Nm (6. R. dan periksa apakah shock absorber dapat menekan kembali (rebound) dengan sempurna. 5. PERINGATAN Pastikan jalur selang rem pada posisi yang benar ECA14140 PERHATIAN: Sebelum mengencangkan mur as roda. 6. a b 7.RODA D EPAN CATATAN: EWA3C11009 Pasang roda dengan tanda arah panah “1” kearah putaran roda. 43 ft·lb) T. Pasang: • Gear unit speedometer CATATAN: Pastikan "nok" pada gear unit speedometer masuk pada alur yang terdapat pada hub roda. 4-9 . tekan tangkai kemudi kebawah beberapa kali.

9 m • kg. 9 12 4 1 11 6 LS 8 10 Baru 2 5 3 8 7 10 19 Nm (1.RODA BELAKANG EAS22020 RODA BELAKANG melepas roda belakang dan sepatu rem 80 Nm (8. R. 13 ft • Ib) LS T. Komponen yang dilepas Mur penyetel pedal rem belakang Batang rem Per Pin Batang torsi rem Mur as roda belakang As roda belakang Plat penyetel rantai Collar Collar Roda belakang Sepatu rem Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.0 m • kg. T R. kebalikan dari prosedur melepas 4-10 . 58 ft • Ib) 9 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 .

R.0 m • kg.2 ft • Ib) S T. 31 ft • Ib) T. R.3 m • kg.RODA BELAKANG Membongkar roda belakang 10 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas 4-11 . 6 5 6 2 (6) 3 Baru 4 LS 1 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 Komponen yang dilepas Sprocket roda belakang Collar Seal oli Bearing Hub roda belakang Damper hub roda belakang Bearing Spacer Jumlah 1 1 1 1 1 4 2 1 Keterangan Untuk pemasangan. LS S 7 8 7 43 Nm (4. 7.

Kondisi bagus 1. Periksa: • Sprocket roda belakang Keausan lebih dari 1/4 gigi “a” → Ganti rantai. R. EAS22110 Tempatkan sepeda motor pada tempat yang datar dan angkat roda belakang 2. Ukur : • Keolengan roda kearah atas • Keolengan roda ke arah samping lihat bagian “MEMERIKSA RODA DEPAN” halaman 4-6. sprocket depan. b. dan lepaskan rantai dari gear sprocket. 2. dan sprocket belakang satu set. Mur sprocket roda belakang 43 Nm (4. MEMERIKA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG 1. Unjung gear bengkok → Ganti rantai. dan sprocket belakang satu set. c. Bersihkan hub roda belakang. untuk melepas pin dari batang rem. dengan tulisan pada sprocket menghadap ke luar. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang rata EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna.RODA BELAKANG EAS22060 MELEPAS RODA BELAKANG (TROMOL) 1. Periksa: • Ban • Roda belakang Risak/Aus/Retak → Ganti lihat bagian “MEMERIKSA BAN” halaman 3-22 dan “MEMERIKSA RODA” halaman 3-23.3 m·kg. EAS22090 b. Roller rantai 2. 2 1 4 3. Periksa: • As roda • Roda belakang • Bearing roda • Seal oli lihat bagian “MEMERIKSA RODA DEPAN” halaman 4-6. 31 ft·lb) MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM CATATAN: • Pasang sprocket roda belakang. periksa: • Hub roda belakang retak/aus → Ganti • Damper hub roda belakang Pecah/mengecil → Ganti EAS22120 Tekan kebawah pedal rem. Pasang sprocket roda yang baru. untuk menghindari bahaya terbalik CATATAN: 3. 2. Ganti: • Sprocket roda belakang a. T. Buka: • Mur penyetel rem belakang “1” • Batang rem “2” • Per/Spring “3” • Pin “4” CATATAN: MEMERIKSA HUB RODA BELAKANG 1. sprocket depan. Lepas: • rem belakang CATATAN: 3 Tekan roda belakang ke depan. khususnya pada permukaan singgung dengan sprocket. 4-12 . Lepas baut pengunci pada sprocket roda belakang. Sprocket roda belakang MEMERIKSA RODA BELAKANG 1.

Gerak bebas pedal rem 20. Lumasi: • Seal oli Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 2. Lumasi : • As roda • Bearing roda Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 4.0–30. Kencangkan: • Mur roda belakang Mur roda belakang 80 Nm (8. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS22180 MEMASANG RODA BELAKANG (TROMOL) 1.79–1. Setel : • Gerak bebas pedal rem lihat bagian “MENYETEL REM TROMOL RODA BELAKANG” halaman 3-17.0 m·kg.57 in) 5.0 mm (0. 4-13 . Setel: • kekencangan rantai lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19. Kekencangan rantai 20–40 mm (0.18 in) T. Pasang : • Sprocket roda belakang lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG” halaman 4-12 3.RODA BELAKANG • Kencangkan mur pengunci pada tempatnya dengan pola silang.79–1. R. 58 ft·lb) 6.

REM DEPAN
EAS22210

REM DEPAN
Melepas kampas rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

T.

R.

1 2

3 2
T.

Nomor

1 2 3 4 5 6 7

R.

5 4

7

6
Komponen yang dilepas Jumlah

35 Nm (3,5 m • kg, 25 ft • Ib)

Ikuti prosedur dibawah ini, untuk melepas caliper rem depan. Holder selang rem Baut caliper rem depan Caliper rem depan Clip kampas rem Pin kampas rem Kampas rem depan Per kampas rem 1 2 1 2 1 2 1 Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas

T.

R.

Keterangan

4-14

REM DEPAN
Melepas master cylinder rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

.
R.

2 1 11

3 5
6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

4

T.

R.

S

10 Baru 8 7 9

12 6

6 Nm (0,6 m • kg, 4.3 ft • Ib)

T.

R.

26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)

Nomor

.
R.

Komponen yang dilepas Minyak rem

Jumlah

Keterangan Kuras minyak rem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Kaca spion Tutup reservoir master cylinder rem Holder diaphragma reservoir master cylinder Plat diaphragma reservoir master cylinder Plate Swirch lampu rem depan Baut union selang rem Washer tembaga Selang rem Tuas rem Holder master cylinder rem depan Master cylinder rem depan

1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Untruk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-15

REM DEPAN
Membongkar master cylinder rem depan

5

4 Baru

3 2 Baru 1

Nomor 1 2 3 4 5

Komponen yang dilepas Pelindung debu/Dust boot Circlip Washer Kit master cylinder rem Bodi master cylinder rem

Jumlah 1 1 1 1 1

Keterangan

Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-16

REM DEPAN
Melepas caliper rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)
T.

T.

R.

5 1 4

2 Baru 3 6

5

Nomor

T.

1 2 3 4 5 6

R.

35 Nm (3,5 m • kg, 25 ft • Ib)

Komponen yang dilepas

Minyak rem Holder selang rem Baut union selang rem Washer tembaga Selang rem depan Baut caliper rem depan Caliper rem depan 1 1 2 1 2 1

R.

Jumlah

Keterangan Ikuti prosedur dibawah ini untuk melepas caliper rem depan Kurasrem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.

Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas.

4-17

REM DEPAN
Membongkar caliper rem depan

7 1 1 6

6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

T.

R.

2

8

9 Baru 4
S

10 Baru

8
BF

S

9 Baru 10 Baru

S

5 3
Nomor komponen yang dilepas Jumlah keterangan Ikuti prosedur dibawah ini untuk membongkar caliper rem depan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Clip kampas rem Pin kampas rem Kampas rem Per kampas rem Bracket caliper rem Bodi caliper rem Baut bleeding/buang angin Piston caliper rem Seal piston caliper rem Seal debu caliper rem 2 1 2 1 1 1 1 2 2 2 Untuk merakit, kebalikan dari prosedur memebongkar

4-18

REM DEPAN
EAS22220

PENDAHULUAN
EWA 14100

PERINGATAN

Komponen bagian dalam disc brake, jarang sekali dilakukan pembongkaran Tetapi harus selalu dilakukan pemeriksaan dan perawatan : 9Jangan melakukan pembongkaran, jika tidak diperlukan. 9Jika ada bagian dalam sistim disc brake yang harus dilepas, kuras minyak rem, bersihkan bagian dalam dan isi minyak rem, pada batas yang telah ditentukan, setelah itu, lakukan bleeding/buang udara. 9Jangan menggunakan cairan pembersih, untuk membersihkan komponen dalam. 9Untuk pencucian komponen bagian dalam pergunakan minyak rem. 9Minyak rem dapat merusak plastik dan permukaan cat, untuk itu segera bersihkan jika minyak rem menyentuh plastik dan cat. 9Hindari mata anda dari percikan minyak rem, ini akan mengakibatkan luka yang serius TINDAKAN PERTAMA JIKA MATA ANDA TERKENA PERCIKAN MINYAK REM 9Rendam dengan air selama 15 menit dan, segera bawa kedokter untuk pengobatan
EAS22230

a. Tegakkan sepeda motor dengan penyanggah di bawah hingga roda depan terangkat b. Sebelum memerika keolengan piringan rem gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri untuk memastikan gerak bebas roda c. Lepas caliper rem. d. Pasangkan dial gauge pada sisi permukaan piringan rem. e. Posisi titik pengukuran pada 5 mm (0.20 in) dari garis luar piringan. 4. Ukur: • Ketebalan piringan rem Ukur ketebalan piringan dengan berbagai lokasi pengukuran. diluar spesifikasi → Ganti

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

Ketebalan piringan rem 3,5 mm (0,14 in) 5. Setel : • Kebengkokan piringan rem a. Buka baut pengikat piringan b. Geser piringan rem, dengan satu lubang c. Pasang piringan rem Baut piringan rem depan 23 Nm (2,3 m·kg, 17 ft·lb) LOCTITE®
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA DISC REM DEPAN 1. Lepas: • Roda depan lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-4. 2. Periksa: • Piringan rem Aus/oleng → Ganti 3. Ukur: • Kebengkokan piringan rem diluar spesifikasi → perbaiki /ganti

CATATAN:

Kencangkan baut pengikat piringan rem dengan pola silang.

T.

R.

Kebengkokan piringan rem 0,15 mm (0,0059 in)

4-19

REM DEPAN
2. Pasang: • Kampas rem • Per kampas rem
CATATAN:

Menggantianti kampas rem baru harus diikuti dengan mengganti per kampas rem satu set. a. Pasangkan plastik transparan “1” pada ujung baut bleeding “2”. dan tempatkan ujung selang yang lain pada penampung.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

d. Ukur kebengkokan piringan rem. e. Jika masih diluar batas spesifikasi, ulangi lagi proses semula hingga didapat keolengan piringan rem sesuai spesifikasi. f. Jika tetap tidak bisa sesuai dengan spesifikasi ganti piringan rem.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

6. Pasang: • Roda depan lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-4.
EAS22260

MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN
CATATAN :

b. Kendorkan baut bleeding, dan tekan piston caliper pada rem caliper dengan jari. c. Kencangkan baut bleeding baut bleeding 6 Nm (0,6 m·kg, 4,3 ft·lb)

Pada saat mengganti kampas rem, tidak perlu membuka selang rem atau membongkar caliper rem.
T.

R.

1. Ukur: • Keausan kampas rem “a” diluar spesifikasi → Ganti kampas rem satu set. Ketebalan kampas rem (dalam) 5,3 mm (0,21 in) Limit 0,8 mm (0,03 in) Ketebalan kampas rem (luar) 5,3 mm (0,21 in) Limit 0,8 mm (0,03 in)

d. Pasang kampas rem baru dan per kampas rem yang baru satu set.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

3. Periksa: • Ketinggian minyak rem dibawah tanda batas minimum “a” → Isi dengan minyak rem hingga batas maksimum. lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM” halaman 3-17.

a

a

4. Periksa: • Cara kerja tuas rem Ngempos, tidak pakem → Bleeding udara pada sistim rem hydraulic. lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING REM HYDRAULIC” halaman 3-18.

4-20

REM DEPAN
EAS22290

MELEPAS CALIPER REM DEPAN
CATATAN:

b. Buka seal piston caliper dan seal debu.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS22380

Sebelum membongkar caliper rem, kuras minyak rem dari sistim hydraulic rem 1. Buka: • Baut union selang rem. • Washer tembaga • Selang rem
CATATAN:

MEMERIKSA CALIPER REM DEPAN Jadwal anjuran penggantian komponen rem hydraulic Kampas rem Seal piston Seal debu Selang rem Minyak rem Jika sudah aus Setiap dua tahun Setiap dua tahun Setiap empat tahun Setiap dua tahun, dan setiap membongkar sistim pengereman

Masukkan ujung selang rem, kedalam penampung dan pompa minyak rem, dengan hati-hati.
EAS22320

MEMEBONGKAR CALIPER REM 1. buka: • Piston caliper rem “1” • Seal piston caliper rem “2” • Seal debu caliper rem “3”

1. Periksa: • Piston caliper rem “1” Karat/baret/aus → Ganti piston caliper rem • Caliper cylinder rem “2” Baret/aus → Ganti unit caliper rem. • Bodi caliper rem “3” retrak/rusak → Ganti unit caliper rem

1 2 3 1 2
a. Tiup dengan udara bertekanan pada lubang nepel selang “a” untuk mengeluarkan piston dari caliper rem.
EWA13550

• Jalur aliran minyak rem (Bodi caliper rem) Tersumbat → Tiup dengan udara bertekanan

EWA3C11012

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

PERINGATAN

Setiap membongkar caliper rem, ganti seal piston dan seal debu.

PERINGATAN

3

• Bungkus caliper piston dengan kain lap. untuk menghindari piston melejit keluar, tiup dengan udara bertekanan dari lubang nepel. • Jangan coba melihat jalannya piston keluar.

2

2

1
2. Periksa: • Bracket caliper rem. Retak/rusak → Ganti

a

4-21

REM DEPAN
EAS22400

ASSEMBLING THE FRONT BRAKE CALIPER
WARNING

9Sebelum merakit, pastikan komponen bagian dalam telah dibersihkan dan dilumasi dengan minyak rem yang baru. 9Jangan menggunakan cairan pembersih untuk membersihkan komponen bagian dalam, hal ini akan merusak seal dan merubah bentuk. 9Jika membongkar caliper rem, ganti seal piston, seal debu, caliper rem dengan yang baru.

3. Pasang : • Per kampas rem • Kampas rem • Caliper rem • Holder selang rem Baut caliper rem 35 Nm (3,5 m·kg, 25 ft·lb) Holder selang rem 7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb)

Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4
EAS22420

lihat bagian “MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN” halaman 4-20. 4. Isi: • Reservoir master cylinder rem (dengan kapasitas dan tipe yang disarankan) Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4
PERINGATAN

T.

R.

MEMASANG CALIPER REM DEPAN 1. Pasang: • Caliper rem (sementara) • Washer tembaga Baru • Selang rem • Baut union selang rem Baut union selang rem 26 Nm (2,6 m·kg, 19 ft·lb)

EWA13530

PERINGATAN

Tempatkan jalur selang rem, sesuai dengan jalurnya, untuk menjamin keselamatan berkendara lihat "JALUR KABEL” halaman 2-33.
ECA14170

PERHATIAN :

Pada saat memasang selang rem pada caliper rem “1”, pastikan pipa ujung selang "a" menyentuh nok “b” yang terdapat pada caliper rem.

9Pergunakan hanya minyak rem yang disarankan, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan seal karet, dan kemampuan pengereman yang buruk. 9Penambahan minyak rem harus sama dengan minyak rem yang telah ada dalam sistim rem, percampuran antara dua jenis minyak rem, akan mengakibatkan pengereman yang buruk. 9Pada saat penambahan minyak rem, hati-hati jangan sampai kandungan air masuk kedalam master cylinder, hal ini akan membuat titik didih minyak rem menjadi rendah, dan mudah timbul gelembung-gelembung udara.
ECA13540

2. Lepas: • Caliper rem

T.

R.

PERHATIAN

Minyak rem dapat merusak permukaan cat, dan komponen yang terbuat dari plastik. untuk itu segera bersihkan jika tersiram minyak rem 5. Buang udara/Bleeding: • Sistim rem lihat bagian “BLEEDING / BUANG UDARA SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18. 6. Periksa: • Ketinggian minyak rem dibawah batas minimum “a” → Isi dengan munyak rem yang disarankan, lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN REM” halaman 3-17.

b a 1

4-22

REM DEPAN
EAS22500

a

MEMERIKSA MASTER CYLINDER REM DEPAN 1. Periksa: • Master cylinder rem “1” rusak/retak/aus → Ganti • Jalur aliran minyak rem “2” (pada bodi master cylinder) Tersumbat → Tiup dengan udara bertekanan

7. Periksa: • Pengoperasian tuas rem terasa ngempos, tidak pakem → Buang udara / bleeding sistim pengereman. lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.
EAS22490

1

2

MELEPAS MASTER CYLINDER REM DEPAN
CATATAN:

Sebelum melepas master cylinder rem depan, kuras minyak rem, dari semua sistim pengereman. 1. Lepaskan: • Switch lampu rem depan “1”
CATATAN:

Tekan pengait, untuk melepas switch rem depan yang terdapat pada master cylinder.

2. Periksa: • Kit master cylinder rusak/retak/aus → Ganti 3. Periksa: • Reservoir master cylinder rem retak/rusak → Ganti • Diaphragma reservoir master cylinder rusak/sobek → Ganti 4. Periksa: • Selang rem retak/bocor → Ganti
EAS22520

MERAKIT MASTER CYLINDER REM DEPAN
EWA13520

PERINGATAN

• Sebelum merakit komponen master cylinder bagian dalam, bersihkan komponen dengan minyak rem yang baru. • Jangan menggunakan cairan pencuci lain selain minyak rem. 2. Buka: • Baut union selang rem • Washer tembaga • Selang rem
CATATAN:
EAS22530

Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4 MEMASANG MASTER CYLINDER REM DEPAN 1. Pasang: • Master cylinder rem “1” • Holder master cylinder rem “2” Baut holder master cylinder rem 7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb)

Agar minyak rem tidak berhamburan, tempatkan penampung dibawah master cylinder dan di ujung selang rem.

T.

R.

4-23

REM DEPAN
CATATAN:

• Pasang holder master cylinder rem, dengan tanda “UP” menghadap ke atas • Tepatkan sambungan holder master cylinder, dengan tanda titik “a” yang ada pada tangkai kemudi • Pertama kencangkan baut atas , lalu bagian bawah

3. Isi: • Reservoir master cylinder (dengan kapasitas dan spesifikasi minyak rem yang disarankan) Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT4
EWA 13540

1

PERINGATAN

UP

a
2. Pasang: • Washer tembaga“1” Baru • Selang rem “2” • Baut union selang rem “3” Baut union selang rem 26 Nm (2,6 m·kg, 19 ft·lb)

2

9Pergunakan hanya minyak rem yang disarankan, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan seal karet, dan kemampuan pengereman yang buruk. 9Penambahan minyak rem harus sama dengan minyak rem yang telah ada dalam sistim rem, percampuran antara dua jenis minyak rem, akan mengakibatkan pengereman yang buruk. 9Pada saat penambahan minyak rem, hati-hati jangan sampai kandungan air masuk kedalam master cylinder, hal ini akan membuat titik didih minyak rem menjadi rendah, dan mudah timbul gelembung-gelembung udara.
ECA13540

EWA13530

PERINGATAN

Tempatkan selang rem sesuai jalurnya, untuk menjamin keselamatan berkendara. lihat bagian "JALUR KABEL” halaman 2-33.
CATATAN:

• Pasang selang rem, pada master cylinder dengan sudut pemasangan, seperti terlihat pada gambar. • Dengan menahan selang rem pada posisi ini, kencangkan baut union selang rem. • Gerakan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri untuk memastikan selang rem tidak menyentuh komponen yang lain (misalnya kabel, roda, kawat, dll) perbaiki jika ada gesekan.

T.

R.

PERHATIAN

Minyak rem dapat merusak permukaan cat, dan komponen part yang terbuat dari plastik, untuk itu, bersihkan segera jika menyentuh.
4. Buang udara/Bleeding: • Sistim rem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM REM HYDRAULIC” halaman 3-18. 5. Periksa: • Ketinggian minyak rem Pada batas minimum “a” → Isi dengan minyak rem yang disarankan lihat bagian “MEMERIKSA MINYAK REM" halaman 3-17.

a

1 Baru 3 2
60–80˚

6. Periksa: • Cara kerja tuas rem Ngempos, tidak pakem → Buang udara /bleding hydraulic rem

4-24

REM DEPAN lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18. 4-25 .

7. 5 6 2 LS 1 S 2 43 Nm (4. (6) Baru LS Nomor komponen yang dilepas Unit sepatu rem Jumlah Keterangan lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10. R. R.0 m • kg.REM BELAKANG EAS22550 REM BELAKANG Membongkar sepatu rem 3 4 10 Nm (1. 31 ft • Ib) T. 1 2 3 4 5 6 Sepatu rem Per sepatu rem Tuas cam rem Indikator keausan sepatu rem Camshaft rem Plat sepatu rem 2 2 1 1 1 1 Untuk pemasangan.3 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas 4-26 .2 ft • Ib) S T.

12 in) Limit 131. Ukur: • Diameter dalam tromol rem “a” diluar spesifikasi → ganti roda Diametr dalam tromol rem 130. dengan tanda marking “a” seperti posisi pada gambar MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM R.08 in) 4.16 in) 1 a b. dengan kain yang dibasahi thinner. Ukur : • Ketebalan kampas sepatu rem “a” diluar spesifikasi → Ganti Ketebalan kampas rem 4. CATATAN: Baut tuas camshaft rem 10 Nm (1. Ganti sepatu rem satu set.0 mm (0.REM BELAKANG EAS22681 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG 1.0 mm (0. jika ketebalan kampas rem sudah mendekati batas keausan 3. Periksa: • Camshaft rem Ruask/aus → Ganti EAS22690 MERAKIT PLAT SEPATU REM BELAKANG 1. bersihkan permukaan dengan kain lap 2. Retak-retak → Perbaiki gosok permukaan dengan amplas halus 5.0 m. Jangan sampai terdapat kandungan oli dan gemuk pada permukaan kampas rem. 4-27 . Periksa: • Kampas sepatu rem Permukaan licin → perbaiki gosok permukaan kampas rem dengan amplas CATATAN: a Setelah mengamplas permukaan kampas rem. Masukkan nok “b” indikator keausan rem dengan alur yang terdapat pada as camshaft. Periksa: • Permukaan dalam tromol rem ada kandungan oli → bersihkan bersihkan kandungan oli. Pasang camshaft rem.0 mm (5.0 mm (5.lb) a.2 ft. Pasang: • Camshaft rem “1” • Indikator keausan sepatu rem “2” • Tuas camshaft rem “3” EWA3C11004 PERINGATAN T.kg.16 in) Limit 2. 7.

Pasang : • Per sepatu rem “1” • Sepatu rem CATATAN: Baru • Lumasi pin pivot rem dengan gemuk coat of silicone. B Baru 1 A-A 3 c B-B d. pada tuas rem jika mendekati garis batas keausan. • Jangan sampai per terlepas pada saat pemasangan. Pastikan posisi sepatu rem tepat pada posisi. Tepatkan sambungan tuas camshaft “c” dengan alur pada as camshaft. 2. • Pasang per sepatu rem seperti pada gambar EWA3C11005 Setelah sepatu rem yang baru terpasang. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11037 MEMERIKSA KEAUSAN TROMOL REM BELAKANG CATATAN: 2. 1. keausan tromol rem dapat diperiksa dengan melihat tanda batas keausan kampas rem “a” yang terdapat pada plat sepatu rem a PERINGATAN Jangan sampai kandungan gemuk menyentuh permukaan kampas sepatu rem. lihat “MENYETEL REM TROMOL BELAKANG” pada halaman 3-17. rubah posisi tuas camshaft rem. 4-28 .REM BELAKANG Baru 1 A S A B c. Periksa: • Posisi indikator batas keausan. Periksa: • Gerak bebas pedal rem belakang jika gerak bebas pedal rem tidak sesuai.

dengan menekan pedal rem belakang ke bawah. tekan tuas camshaft rem secara penuh sesuai arah panah pada gambar.REM BELAKANG 3. dan periksa indikator batas keausan kampas rem pada plat sepatu rem Jauh dari tanda keausan → tromol dapat dipakai Mendekati batas → ganti roda 4-29 .

18 5 10 7 2 17 19 2 LS T.1 ft • Ib) 26 Nm (2.TANGKAI KEMUDI EAS22840 TANGKAI KEMUDI Melepas tangkai kemudi 7 Nm (0. R.7 m • kg.7 m • kg. 5. 7 Nm (0.7 m • kg. R.1 ft • Ib) T. 5. 19 ft • Ib) 7 Nm (0. 13 15 3 12 11 14 16 7 Nm (0. R. LS R. 3 1 6 LS 4 LS 9 1 8 T. 5.1 ft • Ib) T. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kompone yang dilepas Kaca spion Plastik pengikat Ujung tangkai kemudi Saklar tangkai kemudi kanan Kabel gas Handel gas Switch lampu rem depan Holder master cylinder rem depan Spacer Unit master cylinder rem depan Kabel kopling Coupler switch koling Saklar tangkai kemudi kiri Switch kopling Handel gas Tuas kopling 4-30 .7 m • kg. R.6 m • kg. 5.1 ft • Ib) Jumlah 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Keterangan T.

7 m • kg. R. 18 5 10 7 2 17 19 2 LS T. 3 1 6 LS 4 LS 9 1 8 T. LS R. 5. 13 15 3 12 11 14 16 7 Nm (0. 19 ft • Ib) 7 Nm (0. 5.1 ft • Ib) Jumlah 1 2 1 Untuk pemasangan. 5.1 ft • Ib) T.6 m • kg. 5.TANGKAI KEMUDI Melepas tangkai kemudi 7 Nm (0. R. Nomor 17 18 19 Komponen yang dilepas Holder tuas kopling Holder tangkai kemudi atas Tangkai kemudi 4-31 . 7 Nm (0.1 ft • Ib) T. R.7 m • kg.1 ft • Ib) 26 Nm (2. kebalikan dari prosedur melepas keterangan T.7 m • kg. R.7 m • kg.

Pasang: • Tangkai kemudi “1” • Holder tangkai kemudi atas “2” Baut holder tangkai kemudi atas 26 Nm (2.TANGKAI KEMUDI EAS22860 EAS22911 MELEPAS TANGKAI KEMUDI 1. Pasang : • Holder tuas kopling “1” CATATAN: Tepatkan celah holder tangkai kemudi dengan tanda titik “a” yang terdapat pada tangkai kemudi 4-32 . sangat berbahaya. Buka: • Pegangan kemudi “1” CATATAN: Tepatkan tanda titik “a” yang terdapat pada tangkai kemudi. setel posisi tangkai kemudi CATATAN: R. 3. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 MEMASANG TANGKAI KEMUDI 1. PERHATIAN • Pertama kencangkan baut holder bagian depan. untuk menghindari bahaya terbalik. dengan permukaan atas holder bagian bawah Semprot dengan udara bertekanan. diantara pegangan kemudi dan tangkai kemudi. Lepaskan: • Switch lampu rem depan “1” CATATAN : Sanggah sepeda motor dengan sempurna. ECA14250 T. 3. 2. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna untuk menghindari bahaya terbalik 2. dan secara perlahan lepas pegangan kemudi dari tangkai kemudi 2 2 1 a EAS22880 MEMERIKSA TANGKAI KEMUDI 1. dan selanjutnya kencangkan baut bagian belakang • Gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri jika menyentuh tangki bensin. 19 ft·lb) Tekan pengait yang terdapat pada switch lampu rem depan yang berada pada master cylinder.6 m·kg. Periksa: • Tangkai kemudi Bengkok/retak → Ganti EWA13690 (DEPAN) PERINGATAN Jangan mencoba meluruskan tangkai kemudi yang bengkok.

04–0. 4-33 . dan bagian dalam dari handel gas dengan gemuk coat of the lithium-soap-based . hingga penuh ke tangkai kemudi c. Lumasi dengan tipis coat of rubber adhesive pada ujung tangkai kemudi b.TANGKAI KEMUDI 1 a 4. berikan celah 3 mm (0. Pasang: • Pegangan kemudi “1” • Ujung pegangan “2” a. 7. 8. Pasang: • Saklar tangkai kemudi kiri “1” CATATAN: LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6. dan pasangkan handel gas pada tangkai kemudi. Masukkan pegangan tangkai kemudi. Pasang: • Master cylinder rem • Holder master cylinder rem lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. Pasang: • Handel gas “1” • Kabel gas “2” • Saklar tangkai kemudi kanan “3” • Ujung pegangan CATATAN: a 1 b 5. dan pasangkan handel gas • Masukkan nok “a” yang ada pada saklar tangkai kemudi dengan lubang “b” pada tangkai • Berikan jarak 1–3 mm (0. EWA3C11006 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERINGATAN Jangan sentuh pegangan tangkai kemudi hingga adhesive mengering CATATAN: • Lumasi ujung kabel gas. Pasang: • Kabel kopling CATATAN: Masukkan nok “a” yang ada pada saklar tangkai kemudi pada lubang “b” pada tangkai klemudi Lumasi ujung kabel gas dengan sedikit gemuk coat of lithium-soap. Bersihkan kelebihan rubber adhesive dengan kain bersih. • Masukkan ujung kabel gas pada lubang yang terdapat pada saklar tangkai kemudi.12 in) "a" diantara pegangan tangkai kemudi dengan ujung pegangan.12 in) antara handel gas dan ujung tangkai kemudi.

0 mm (0.59 in) 10. Gerak bebas kabel kopling 10.12–0. Gerak bebas handel gas 3.0–15.Setel: • Gerak bebas kabel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS” halaman 3-6.0 mm (0.0–5.39–0.20 in) 4-34 . Setel: • Gerak bebas kabel kopling lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING” halaman 3-11.TANGKAI KEMUDI 3 b 1 2 a c 9.

lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. 1 1 1 1 1 1 untuk pemasangan.GARPU DEPAN EAS22950 GARPU DEPAN Melepas kaki garpu depan 21 Nm (2. 3 5 2 4 1 6 9 Nm (0. 6. R. 22 ft • Ib) Nomor T. 30 Nm (3.0 m • kg. Kendorkan Kendorkan Kendorkan 1 2 3 4 5 6 T. kebalikan dari prosedur melepas. T.1 m • kg. 17 ft • Ib) T. Fender depan Cap karet Baut pinch bracket atas Baut cap Baut pinch bracket bawah Kaki garpu depan 4-35 . 15 ft • Ib) 23 Nm (2. R. untuk melepas kaki garpu depan Roda depan Caliper rem depan lihat bagian “RODA DEPAN” halaman 4-4.3 m • kg. R.9 m • kg. R.5 ft • Ib) Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan ikuti prosedur dibawah.

Nomor Komponen yang dilepas Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Baut cap O-ring Spacer Washer Per garpu Seal debu Clip seal oli Baut damper rod Washer tembaga Damper rod Per rebound Inner tube Stopper Oil flow Seal oli 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4-36 . R.GARPU DEPAN Membongkar kaki garpu depan 23 Nm (2. R.3 m • kg. untuk melepas kaki garpu depan. 17 ft • Ib) T. 17 ft • Ib) Keterangan Ikuti prosedur dibawah ini. T. 1 2 Baru 3 4 12 6 Baru 5 7 Baru 14 Baru 10 15 11 13 8 LT 9 Baru 23 Nm (2.3 m • kg.

GARPU DEPAN Membongkar kaki garpu depan 23 Nm (2. Nomor 15 Komponen yang dilepas Outer tube Jumlah 1 untuk pemasangan. 4-37 .3 m • kg.3 m • kg. 1 2 Baru 3 4 12 6 Baru 5 7 Baru 14 Baru 10 15 11 13 8 LT 9 Baru 23 Nm (2. 17 ft • Ib) T. R. kebalikan dari prosedur melepas. 17 ft • Ib) keterangan T. R.

dan bawah. 2. untuk memompa oli garpu keluar 4-38 .GARPU DEPAN EAS22960 MEMELPAS KAKI GARPU DEPAN Untuk melepas kaki garpu depan ikuti prosedur di bawah ini. sanggah kaki garpu depan. buka baut damper rod. 1. socket wrench “2” dan T-handle "3". Kendorkan: • Baut pinc bracket atas “1” • baut cap “2” • Baut pinch bracket bawah “3” EWA13640 2. hingga roda depan terangkat dari tanah. Lepas: • Baut damper rod “1” • Washer tembaga CATATAN: Tahan damper rod dengan kunci "L" 12-mm. Lepas • Garpu depan EAS22980 MELEPAS KAKI GARPU DEPAN Untuk melepas kaki garpu depan. 2 1 3. Kuras: • Oli garpu depan CATATAN: Masukkan inner tube beberapa kali. CATATAN: tempatkan penyanggah di bawah motor. PERINGATAN Sebelum melepas baut pinch atas. untuk menghindari bahaya terbalik. T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 3 3. Lepas: • Seal debu “1” • Clip seal oli “2” (dengan obeng minus) ECA14180 PERHATIAN: Jangan sampai melukai inner tube. 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN sanggah sepeda motor dengan sempurna. ikuti prosedur di bawah ini.

Pasang: • Damper rod “1” • Per rebound “2” ECA3C11010 PERINGATAN Jangan meluruskan inner tube yang bengkok hal ini sangat berbahaya. Pasang : • Inner tube “1” (ke dalam outer tube “2”) • Stopper oli flow “3” PERHATIAN: Pada saat membongkar dan memasang garpu depan jangan sampai ada material lain masuk ke dalam garpu depan.5 mm (14. pastikan semua komponen dalam kondisi bersih.GARPU DEPAN EAS23010 MEMERIKSA KAKI GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini. untuk merakit kaki garpu depan. Kencangkan: • Baut damper rod “1” MERAKIT KAKI GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini. 2. Ukur: • Panjang bebas per “a” diluar spesifikasi → Ganti Panjang bebas per 363. 4-39 . Lumasi: • Permukaan luar Inner tube 3. Jangan sampai merusak inner tube. Pasang : • Washer tembaga Baru • Baut damper rod 5.8 mm (14. Periksa: • Inner tube • Outer tube Bengkok/baret/luka → Ganti EWA13650 CATATAN : • Pada saat merakit garpu depan. Periksa: • Damper rod Rusak/Aus → Ganti tersumbat → Tiup keluar dengan udara bertekanan pada lubang-lubang. 2 1 3 a 2. EAS23020 1 3 2 4. • Stopper oli flow rusak → Ganti ECA3C11026 Pelumas yang disarankan Oli fork 10W atau yang sejajar 3. 1. 1. pastikan komponen dibawah ini diganti –Seal oli –Seal debu • Sebelum merakit kaki garpu depan.. EWA13660 PERINGATAN • Pastikan ketinggian oli garpu sama tinggi antara kanan dan kiri. • Ketinggian oli yang tidak sama akan berakibat pengendalian yang tidak stabil.32 in) Limit 356.04 in) PERHATIAN Pada saat memasang damper rod masukkan dengan hati-hati ke dalam inner tube “3” hingga berada dibagian bawah inner tube. untuk memeriksa kaki garpu depan.

GARPU DEPAN Baut Damper rod 23 Nm (2. • Sebelum memasang seal oli. untuk melindungi seal dari goresan. lumasi seal dengan gemuk lithium soap base. 17 ft·lb) LOCTITE® CATATAN: Tahan damper rod dengan kunsi "L" 12-mm /socket wrench “2” dan T-handle "3". Baru 7. Baru 8. R. Pasang : • Clip seal oli “1” CATATAN: Baru Masukkan clip seal oli kedalam alur yang terdapat pada outer tube. Pasang: • Seal oli “1” Baru (dengan fork seal driver “2” dan adapter “3”) ECA14220 PERHATIAN: Pastikan nomor yang terdapat pada seal. kencangkan baut damper rod. T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 6. CATATAN: • Sebelum memasang seal oli. berada di atas. Fork seal driver weight 90890-01367 Replacement hammer YM-A9409-7 Fork seal driver attachment (ø33) 90890-01368 Replacement 33 mm YM-A9409-4 T. Pasang: • Seal debu “1” Baru (dengan fork seal driver “2”) Fork seal driver 90890-01442 Adjustable fork seal driver (36–46 mm) YM-01442 4-40 . • Lumasi bagian luar dari inner tube dengan oli fork. bungkus bagian atas garpu depan dengan plastik.3 m·kg.

R. dan tanpa per terpasang) diluar spesifikasi → setel Ketinggian oli fork 109. gerakan inner tube ke atas dan kebawah untuk mendistribusikan oli. 15 ft·lb) EWA13680 11. • Kencangkan baut cap untuk sementara.29 in) CATATAN: a 1 2 EAS23050 MEMASANG GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini. CATATAN: Pastikan bagian atas ujung inner tube berada pada rata dengan bagian atas bracket atas.Pasang: • Per/Spring “1” • Washer “2” • Spacer • Baut cap (terdapat O-ring) Baru PERINGATAN Pastikan jalur selang rem . tegakkan inner tube. dengan posisi jarak ulir per yang pendek "a". Pasang: • Garpu depan Kencangkan sementara baut pinch atas dan baut pinch bracket. lumasi O-ring dengan gemuk. R.GARPU DEPAN CATATAN: • Pasang per. Baru 9. 22 ft·lb) • Pada saat mengisi oli fork.0 mm (4.0 m·kg. Kencangkan: • Baut pinch bracket bawah “1” Baut pinch bracket bawah 30 Nm (3. dengan outer tube tertekan penuh.3 m·kg. untuk memasang garpu depan.15 Imp.0 cm³ (7. • Baut cap “2” Baut cap 23 Nm (2. 4-41 . T.81 US oz) (8.1 m·kg. 17 ft·lb) • Baut pinch bracket atas “3” Baut pich bracket atas 21 Nm (2. R. T. Isi: • Garpu depan (dengan kapasitas dan tipe oli fork yang disarankan) Kapasitas 231.Ukur: • ketinggian oli fork “a” (dari bagian atas inner tube.oz) Oli fork yang disarankan Oli fork 10W atau yang sejajar 10. • Setelah terisi. 1. 2. pada posisi yang benar. T. berada di bagian atas • Sebelum memasang baut cap .

GARPU DEPAN 1 2 3 4-42 .

12 11 T. 1 1 1 2/2 2/2 2 2 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan R.1 ft • Ib) 7 Nm (0.7 m • kg. R.1 ft • Ib) 17 Nm (1.7 m • kg. 4 9 8 7 16 7 Nm (0. 5. R. Nomor Komponen yang dilepas Roda depan Garpu depan Tangkai kemudi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Unit lensa lampu depan Coupler kabel lampu depan Coupler kabel lampu posisi Coupler kable unit meter /connector Coupler kabel saklar tangkai kemudi kiri/connector Connector sinyal kiri depan Connector sinyak kanan depan Coupler kunci kontak Coupler switch rem depan Coupler kabel saklar tangkai kemudi kanan Rumah lampu depan Unit sein depan kiri Unit sein depan kanan 4-43 . 17 Nm (1.7 m • kg. 5. lihat bagian " TANGKAI KEMUDI” hal 4-30. lihat bagian “GARPU DEPAN” halaman 4-35. 13 1 2 5 5 6 (3) 4 17 15 3 10 T. 12 ft • Ib) Jumlah Keterangan lihat bagian to “RODA DEPAN” halaman 4-4. T. R.KEMUDI EAS23090 KEMUDI Lepaskan lampu depan dan unit meter 14 7 Nm (0. 5.7 m • kg.7 m • kg. T.1 ft • Ib) R. 12 ft • Ib) T.

12 ft • Ib) T.1 ft • Ib) 7 Nm (0. 13 1 2 5 5 6 (3) 4 17 15 3 10 T. Nomor 14 15 16 17 Komponen yang dilepas Unit meter Connector klakson Klakson/Horn Bracket unit meter 4-44 . Lepaskan Keterangan R. 12 ft • Ib) Jumlah 1 2 1 1 Untuk pemasangan. R.7 m • kg. T.1 ft • Ib) R. 4 9 8 7 16 7 Nm (0. 5. 5.7 m • kg. R. kebalikan dari prosedur melepas. 17 Nm (1.7 m • kg. 5.KEMUDI Melepas lampu depan dan unit meter 14 7 Nm (0.7 m • kg. 12 11 T. T.7 m • kg.1 ft • Ib) 17 Nm (1. R.

5 m • kg.3 m • kg. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kunci kontak Baut stem kemudi Bracket atas Washer pengunci Mur ring atas Washer karet Mur ring bawah Bracket bawah Penutup bearing Bearing inner race atas Bearing atas Bearing outer race atas Bearing bawah/Outer race Bearing inner race bawah Seal debu 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. R. R. kebalikan dari prosedur melepas.8 m • kg. 4-45 .7 m • kg. 35 ft • lb) 2nd 13 Nm (1. Nomor Komponen yang dilepas Unit meter/Bracket unit meter Jumlah Keterangan lihat bagian “KEMUDI” halaman 4-43.KEMUDI Melepas bracket bawah 35 Nm (3. 25 ft • Ib) 2 T. 5. 1 3 13 LS 4 14 Baru 15 9 10 11 12 5 6 7 LS 8 7 Nm (0. R.4 ft • lb) T.1 ft • Ib) T. 9. 1st 48 Nm (4.

Lepas bearing race dari bracket bawah. ECA14270 PERINGATAN sanggah sepeda motor dengan sempurna. Lepas: • Mur ring atas • Washer karet • Mur ring bawah “1” • Bracket bawah CATATAN: PERHATIAN Jika bearing race tidak terpasang dengan sempurna dapat merusak pipa kemudi/steering CATATAN : • Selalu ganti bearings dan bearing race satu set. • Jika membongkar pipa kemudi/steering head ganti selalu seal debu Buka mur ring bawah. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS23130 MEMERIKSA KEMUDI 1. 2. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4. c. Periksa: • Bracket atas • Bracket bawah (terdapat pada steering stem) rusak/retak/bengkok → Ganti EAS23140 MEMASANG KEMUDI 1. Lepas bearing races dari pipa kemudi/ steering head dengan besi panjang “1” dan hammer. Cuci: • Bearing • Bearing race Pembersih yang disarankan Minyak tanah/Kerosene 2. dengan steering nut wrench “2”. Tegakan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 b. Ganti • Bearing • Bearing race a. Periksa: • Bearing • Bearing race Rusak → Ganti 3. untuk menghindari bahaya terbalik. Pasang : • Mur ring bawah • Washer karet 4-46 . dengan pahat “2” dan hammer. Lumasi: • Bearing atas • Bearing bawah • Bearing race Pelumas yang disarankan GemukLithium-soap-based 2. untuk menghindari bahaya terbalik. Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 EWA13730 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna.KEMUDI EAS23110 MELEPAS BRACKET BAWAH 1. Pasang seal debu dan bearing race baru.

KEMUDI • Mur ring atas • Washer pengunci lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI” halaman 3-20. 25 ft·lb) T. 3. 4.5 m·kg. R. Kencangkan: • Baut steering stem Baut steering stem 35 Nm (13. 5. Pasang: • Bracket atas • Baut steering stem CATATAN: Kencangkan sementara baut steering stem. dan bawah. Pasang: • Garpu depan lihat bagian “GARPU DEPAN” halaman 4-35. 4-47 . CATATAN: Kencangkan sementara baut pinch bracket atas.

32 ft • Ib) LS 2 9 Baru 9 Baru 8 10 3 LS 5 Baru 9 10 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 T. 44 Nm (4. kebalikan dari prosedur melepas. 32 ft • Ib) T.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG EAS23160 UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG Melepas unit shock absorber belakang 44 Nm (4.4 m • kg. 6 7 LS LS 3 1 LS 4 6 8 1 Baru 9 44 Nm (4. R. 4-48 .4 m • kg. 32 ft • Ib) LS T. R. Baru 9 LS 8 10 9 Baru 2 1 LS LS 4 Keterangan Komponen yang dilepas Mur/Baut connecting arm Connecting arm Mur/baut unit shock absorber bawah Mur/Baut relay arm Relay arm Mur/baut unit shock absorber Unit shock absorber belakang Spacer Seal oli Bearing Jumlah 2/2 2 1/1 1/1 1 1/1 1 3 6 3 Untuk pemasangan.4 m • kg. R.

MEMASANG RELAY ARM 1. Periksa: • Connecting arms • Relay arm rusak/aus → Ganti 2. Periksa: • Rod shock absorber belakang bengkok/retak → Ganti unit shock absorber • Shock absorber belakang ada kebocoran oli → ganti unit shock absorber. A. Periksa: • Bearing • Seal oli rusak/aus/bocor → Ganti 3. hingga roda belakang terangkat. • Baut bengkok/aus/retak → Ganti 5 5 4 A B 1 2 a 2 a EAS23260 MEMRIKSA CONNECTING ARM DAN RELAY ARM 1. 5. Periksa: • Spacers rusak/baret → Ganti EAS23270 3.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG EAS23230 MELEPAS UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. Pasang : • Unit shock absorber belakang • Relay arm “1” CATATAN : Pasang relay arm dengan lubang baut yang kecil pada frame seperti pada gambar illustrasi. 4. Lumasi : • Spacer • Bearing Pelumas yang disarankan gemuk Lithium-soap-base 4-49 . EAS23240 2 3 a 2 MEMERIKSA UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. B. untuk menghindari bahaya terbalik CATATAN: tempatkan penyanggah di bawah sepeda motor. • Per/Spring Lemah/patah → Ganti unit shock absorber • Bushing rusak/aus → Ganti unit shock absorber.02 in) Sanggah sepeda motor dengan sempurna.5 mm (0. Pasang: • Bearing “1” (ke relay arm) • Seal oli “2” (ke relay arm) celah pemasangan “a” 0. Unit shock absorber belakang Relay arm Connecting arm Sisi kiri Sisi kanan EAS23310 MEMASANG UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. Tegakkan sepada motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN 2.

4 m·kg. Kencanmgkan : • Mur atas unit shock absorber belakang Mur atas unit shock absorber belakang 44 Nm (4. 3. Connecting arm Unit shock absorber belakang Lengan ayun/swingarm Rangka/Frame 2. T. 32 ft·lb) • Mur relay arm Mur relay arm 44 Nm (4. 4. 4. 32 ft·lb) T.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1 3 2 4 5 2. R. Pasang : • Connecting arms CATATAN: Pasang connecting arm dengan sisi yang di champer menghadap ke luar. 4-50 . 5.4 m·kg. R. R.4 m·kg. T.4 m·kg. T. 32 ft·lb) • Mur bawah unit shock absorber belakang Mur bawah unit shock absorber belakang 44 Nm (4. Kencangkan: • Mur connecting arm Mur connecting arm 44 Nm (4. R. 32 ft·lb) 3.

R. Komponen yang dilepas Knalpot/Muffler Roda belakang Relay arm/Unit shock absorber belakang Jumlah Keterangan lihat bagian “MELEPAS MESIN” hal 5-1.0 m • kg. 13 ft • Ib) T. Baru LS 6 12 LS 9 Baru 8 5 LS LS 11 11 10 12 6 LS 9 Baru 3 7 2 4 LS 19 Nm (1. lihat bagian “UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG” halaman 4-48. 70 Nm (7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Penutup rantai Batang torsi rem Mur as pivot As pivot Lengan ayun/Swingarm Penutup debu Guide rantai penggerak Spacer Seal oli Bearing Spacer 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 2 4-51 .2 ft • Ib) T. 50 ft • lb) 1 Nomor T. R.9 m • kg.0 m • kg. lihat bagian "RODA BELAKANG" hal 4-10. R.LENGAN AYUN/SWINGARM EAS23330 LENGAN AYUN/SWINGARM Melepas lengan ayun/ swingarm 10 Nm (1. 7.

LENGAN AYUN/SWINGARM
Melepas lengan ayun/ swingarm

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)

T.

R.

70 Nm (7,0 m • kg, 50 ft • lb)

1

Nomor 12

T.

R.

Baru
LS

6 12
LS

9 baru 8 5
LS

LS

11 11

10 12 6
LS

9 Baru 3

7

2 4
LS

19 Nm (1,9 m • kg, 13 ft • Ib)

T.

R.

Komponen yang dilepas Bearing

Jumlah 2

Keterangan

Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-52

LENGAN AYUN/SWINGARM
EAS23350 EWA13770

MELEPAS LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar
EWA13120

PERINGATAN

Jangan meluruskan as pivot yang bengkok.

PERINGATAN

Sanggah sepeda motor dengan sempurna, untuk menghindari bahaya terbalik.
CATATAN:

Pasangkan penyangga di bawah sepeda motor, hingga sepeda motor terangkat dari tanah. 2. Ukur: • Kelonggaran samping lengan ayun/swingarm • Kelonggaran ke atas lengan ayun a. Periksa torsi pengencangan mur as pivot Mur as pivot 70 Nm (7,0 m·kg, 50 ft·lb)
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

3. Bersihkan • As pivot • Penutup debu • Spacer • Bearing Cairan pembersih yang disarankan Minyak tanah/Kerosene 4. Periksa : • Penutup debu • Spacer • Seal oli Rusak/Aus → Ganti • Bearing Aus/macet/longgar → Ganti
EAS23380

b. Periksa kelonggaran samping “A” dengan menggerakkan lengan ayun ke samping c. Jika kelonggaran gerak samping tidak sesuai spesifikasi, ganti spacer, bearing, dan penutup debu. Gerak samping lengan ayun/swingarm (pada bagian ujung lengan ayun) 0,8–2,4 mm (0,0315–0,0945 in)

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS23360

MEMERIKSA LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Periksa : • Lengan ayun/swingarm bengkok/retak → ganti 2. Periksa: • As pivot Gelindingkan pada meja datar Bengkok → ganti

T.

R.

A

MEMASANG LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Lumasi: • Bearing • Spacer • Penutup debu • As pivot Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 2. Pasang: • Bearing “1” Kedalaman pemasangan “a” 0,5–1,5 mm (0,02–0,06 in)

4-53

LENGAN AYUN/SWINGARM

a
A

1

2

1

a
B

2. Lengan ayun/swingarm A. Sisi kiri B. Sisi kanan

3. Pasang: • Batang torsi rem Mur batang torsi rem 19 Nm (1,9 m·kg, 13 ft·lb)

CATATAN:

Pasang barang torsi rem, dengan lubang pembuangan air “a” menghadap keluar.

4. Pasang : • Unit shock absorber belakang • Relay arm • Roda belakang lihat bagian “UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG” halaman 4-48 dan “RODA BELAKANG " halaman 4-10. 5. Setel: • Kekencangan rantai lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19. Kekencangan rantai 20–40 mm (0,79–1,57 in)

T.

R.

a

4-54

RANTAI PENGGERAK
EAS23400

RANTAI PENGGERAK
Melepas rantai penggerak

3 2 1

4
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
T.

R.

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
keterangan lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10. lihat bagian “LENGAN AYUN” halaman 4-51.

T.

R.

Nomor

Komponen yang dilepas Roda belakang lengan ayun/swingarm

Jumlah

1 2 3 4

Penutup sprocket rantai Retainer sprocket rantai Sprocket mesin Rantai penggerak

1 1 1 1 Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-55

RANTAI PENGGERAK
EAS23451

MEMERIKSA RANTAI PENGGERAK 1. Ukur: • Panjang 15-link mata rantai “a” pada rantai diluiar spesifikasi → Ganti rantai penggerak. Panjang15-link mata rantai 193,5 mm (7,62 in) a. ukur panjang “a” diantara bagian dalam dari pin dan panjang “b” diantara bagian luar dari pin 15-link mata rantai, dari rantai penggerak seperti pada gambar ilustrasi
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

3. Bersihkan : • Rantai penggerak a. Bersihkan rantai dengan kain bersih b. Rendam rantai pada minyak tanah, untuk membersihkan kotoran yang menempel. c. Bersihkan minyak tanah dan kotoran yang menempel.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

b. Hitung panjang rantai “c” dari 15-link mata rantai dengan rumus : Panjang rantai 15-link mata rantai “c” = (panjang “a” panjang sisi dalam pin + panjang “b” panjang sisi luar pin) dibagi 2.
CATATAN:

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

• pada saat mengukur 15-link mata rantai, pastikan Rantai dalam kondisi tertarik/lurus. • lakukan 2–3 kali pengukuran, dengan posisi tempat yang berbeda.

4. Periksa: • Roller rantai “1” Rusak/aus → ganti rantai penggerak • Plat samping rantai “2” rusak/aus/retak → Ganti rantai

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Rantai penggerak kaku/mengunci → bersihkan, lumasi atau ganti

5. Lumasi: • Rantai penggerak Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai untuk tipe tanpa-O-ring

4-56

RANTAI PENGGERAK
6. Periksa: • Sprocket roda lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10.
EAS23500

MEMASANG RANTAI PENGGERAK 1. Lumasi: • rantai penggerak Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai tipe tanpa-O-ring 2. Pasang: • Rantai penggerak • Sprocket rantai • Retainer sprocket rantai Baut retainer sprocket rantai 10 Nm (1,0 m·kg, 7,2 ft·lb)

3. Pasang: • Lengan ayun/swingarm lihat bagian “LENGAN AYUN” halaman 4-51. • Roda belakang lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10. 4. Setel: • kekencangan rantai penggerak lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19. Kekencangan rantai penggerak 20–40 mm (0,79–1,57 in)
ECA13550

PERHATIAN:

Jika kekencangan rantai terlalu kencang, akan membebani mesin dan komponen lainnya. dan yang lebih berbahaya lagi, jika rantai terputus, akan merusak lengan ayun/swing arm dan dapat menimbulkan kecelakaan. untuk itu, setel kekencangan rantai sesuai spesifikasi.

T.

R.

4-57

............................. 5-15 KLEP DAN PER KLEP........... 5-6 MELEPAS CYLINDER HEAD............................................................................................................................................................................................................................................................ 5-10 CAMSHAFT ........................................................................................................................................ 5-30 MEMERIKSA STARTER CLUTCH ........................................ 5-14 MEMASANG CAMSHAFT DAN ROCKER ARMS .............................................................................................................................................................................................................................................................................................. 5-16 MELEPAS KLEP.................MESIN MELEPAS MESIN .................. 5-5 MEMASANG PEDAL PEMINDAH GIGI/ SHIFT ARM ...................... 5-14 MEMERIKSA ROCKER ARMS DAN AS ROCKER ARM ............. 5-26 MEMASANG PISTON DAN CYLINDER ................ 5-21 CYLINDER DAN PISTON............... 5-24 .................................................................................................................................................................................... 5-17 MEMERIKSA KLEP DAN GUIDE KLEP ........... 5-9 MEMERIKSA TENSIONER RANTAI TIMING ...................................................... 5-19 MEMERIKSA PER KLEP............................................................................. 5-14 MEMERIKSA CAMSHAFT............................................................. 5-13 MELELPAS ROCKER ARMS DAN CAMSHAFT... 5-35 MEMERIKSA MOTOR STARTER ........................ 5-23 MELEPAS PISTON ........................................................................................ 5-28 MELEPAS GENERATOR ...... 5-8 MEMERIKSA CYLINDER HEAD ................................ 5-8 MEMERIKSA SPROCKET CAMSHAFT DAN GUIDE RANTAI TIMING ....................................................................... 5-36 5 ..................................................................................................................... 5-10 INSTALLING THE CYLINDER HEAD ....................... 5-17 MEMERIKSA DUDUKAN KLEP....................................5-30 .............................................. 5-9 MEMERIKSA SISTIM DECOMPRESSION ................................................................................................. 5-1 MEMASANG MESIN.................................. 5-25 MEMERIKSA PIN PISTON ............................. 5-33 MEMBONGKAR MOTOR STARTER ....................................................................................................... 5-30 MEMASANG STARTER CLUTCH . MEMERIKSA CYLINDER DAN PISTON ........................................................................... 5-31 STARTER ELECTRIC ..................................................................................................................................................... 5-26 GENERATOR DAN STARTER CLUTCH................................................................... MEMERIKSA RING PISTON .. 5-5 CYLINDER HEAD....... 5-35 MERAKIT MOTOR STARTER ............. 5-24 ................................................... MELEPAS STARTER CLUTCH ...................................... 5-31 MEMASANG GENERATOR...... 5-20 MEMASANG KLEP ...

.....................5-57 MEMERIKSA GEAR BALANCER DAN GEAR PRIMARY DRIVE ............................. 5-43 MEMASANG KOPLING..................................................................................... 5-57 MEMASANG GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER ..5-54 GEAR BALANCER ............................................................................................................................... 5-37 MELEPAS KOPLING ............ 5-52 AS PEMINDAH GIGI/SHIFT SHAFT............5-41 MEMERIKSA PER KOPLING..KOPLING ....5-62 MEMERIKSA SARINGAN OLI ..................................................................................5-63 .........................................................................................................5-41 MEMERIKSA PLAT KOPLING............................................................5-53 MEMERIKSA AS PERMINDAH GIGI ................5-55 MELEPAS GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER .............................................................................5-57 MERAKIT GEAR BALANCER DRIVEN ..........5-51 MERAKIT POMPA OLI.................... 5-42 MEMERIKSA TUAS PENEKAN KOPLING DAN BATANG PENDEK PENEKAN KOPLING........................................................................................................................................5-42 MEMERIKSA RUMAH KOPLING........................................................................................................... 5-41 MEMERIKSA KAMPAS KOPLING.................................................................................................................................................................................................5-46 MEMERIKSA STARTER KAKI ...................................................................5-62 MEMERIKSA CRANKCASE ................................................................. 5-62 MEMASANG RETAINER BEARING ....................................................................................................................................................... 5-54 MEMASANG AS PEMINDAH GIGI .............................5-48 MERAKIT STARTER KAKI................................................................5-63 MERAKIT CRANKCASE......................................................5-48 MEMASANG STARTER KAKI .............................................................. 5-42 MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVE ...............................5-42 MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVEN ......................................................................................... 5-48 POMPA OLI..........5-51 MEMASANG POMPA OLI ...........................................5-59 MEMISAHKAN CRANKCASE.................................................. 5-42 MEMERIKSA CLUTCH BOSS....................................................................................5-43 STARTER KAKI ................................................ 5-42 MEMERIKSA PLAT TEKAN ................................................ 5-62 MEMERIKSA RANTAI TIMING DAN GUIDE RANTAI TIMING ................................................................................................................................................5-62 MEMERIKSA BEARINGS DAN SEAL OLI ...................... 5-57 CRANKCASE ...... 5-49 MEMERIKSA POMPA OLI ..........................................5-54 MEMERIKSA TUAS STOPPER .............................................................................................................................................................................................................................

..... 5-65 MEMASANG CRANKSHAFT .....................5-71 MERAKIT SHIFT FORKS DAN UNIT SHIFT DRUM .........POROS ENGKOL/CRANKSHAFT ....................................5-70 MEMERIKSA TRANSMISI ....5-70 MEMERIKSA BATANG PENEKAN KOPLING ............................................................................................................................................................................5-71 ...............................................................................................................................5-65 MEMERIKSA CRANKSHAFT ...........................................5-65 TRANSMISI ................ 5-71 MERAKIT MAIN AXLE DAN DRIVE AXLE ...............5-70 MEMERIKSA UNIT SHIFT DRUM ................ 5-64 MELEPAS CRANKSHAFT .......................5-67 MEMERIKSA SHIFT FORKS................................................................................................................................................................................................

14 ft • Ib) T. Komponen yang dilepas Protector pipa knalpot Protector knalpot Knalpot Gasket pipa knalpot Jumlah 1 1 1 1 Untuk pemasangan. Nomor 1 2 3 4 T. 5-1 . R.8 m • kg.MELEPAS MESIN EAS23710 MELEPAS MESIN Melepas knalpot 20 Nm (2.8 ft • Ib) 15 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg.5 m • kg. R. R. 5. 2 Baru LT LT 4 Baru 1 LT 3 8 Nm (0. 11 ft • Ib) Keterangan T.

lihat bagian “THROTTLE BODY” hal 7-4. lihat bagian “RANTAI” halaman 4-55. 4 R. 7. lepaskan kabel negative battery dan selanjutnya kabel positive battery .5 ft • Ib) 10 Nm (1. lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. Kuras air pendingin.9 m • kg. 7. Kuras lihat bagian “MENGGANTI OLIMESIN” halaman 3-10. T. 6. lihat bagian "TANGKI BENSIN" halaman 7-1. lihat bagian “MENGGANTI COOLANT” halaman 3-14 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1.2 ft • Ib) Keterangan ECA3C11020 T. R.0 m • kg.2 ft • Ib) 10 Nm (1.0 m • kg. T. Kabel Negative battery /kabel Positive battery Oli mesin Air pendingin/Coolant Jok/Panel samping/Panel depan/Saringan udara Tangki bensin Throttle body/ manifold pemasukan Selang pernafasan pompa air/selang keluar radiator/ selang pemasukan radiator/Radiator Air cut-off valve/Reed valve/Plate Penutup rantai sprocket / sprocket 1 Tutup busi/Spark plug cap 1 lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 3-25. Nomor Komponen yang dilepas Jumlah PERHATIAN: Pertama. R.MELEPAS MESIN Melepas kabel dan coupler 5 2 3 1 3 7 6 8 9 Nm (0. lihat bagian “RADIATOR” halaman 6-1. Lepaskan 5-2 .

4 R. R. kebalikan dari prosedurmelepas. Nomor 2 3 4 5 6 7 8 Komponen yang dilepas Coupler coolant temperature sensor Coupler stator coil / Coupler Crankshaft position sensor Connector switch netral Kable starter motor Kabel kopling Kabel negative battery Pemindah gigi Jumlah 1 1/1 1 1 1 1 1 5-3 . 6.2 ft • Ib) Keterangan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan.0 m • kg. 7.5 ft • Ib) 10 Nm (1. T. 7.MELEPAS MESIN Melepas kabel dan coupler 5 2 3 1 3 7 6 8 9 Nm (0. T. T.0 m • kg.2 ft • Ib) 10 Nm (1. R.9 m • kg.

1 2 E 3 E 1 4 2 49 Nm (4.9 m • kg. 5-4 . 35 ft • Ib) T. Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan NOTE: Tempatkan penyanggah dibawah mesin 1 2 3 4 Mur/Baut pengikat mesin (sisi depan) Mur/Baut pengikat mesin (sisi belakang bawah) Mur/Baut pengikat mesin (sisi belakang atas) Mesin 1/1 1/1 1/1 1 Untuk pemasangan. R. 35 ft • Ib) T.9 m • kg.MELEPAS MESIN Melepas mesin 3 49 Nm (4. E Nomor R. kebalikan dari prosedur melepas.

Posisi pedal “a” (pengait) 6.MELEPAS MESIN EAS23720 EAS3C11030 MEMASANG MESIN 1.0 mm (0. T. R.9 m·kg.9 m·kg.18 in) Baut tuas pedal pemindah gigi 10 Nm (1. 1. 7.0 m·kg. 5-5 .2 ft·lb) Jangan mengeraskan Mur dan Baut terlebih dahulu T. 1 2 3 7 a 4 3 6 5 1 2. 35 ft·lb) T. Kencangkan: • Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) 49 Nm (4. T. R.0–30. 35 ft·lb) • Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) 49 Nm (4.9 m·kg. R. 2 R. Pasang: • Mesin “1” • Baut dudukan mesin (sisi belakang atas) “2” • Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) “3” • Baut dudukan mesin (sisi belakang bawah) “4” • Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) “5” • Baut dudukan mesin (sisi depan) “6” • Mur dudukan mesin (siosi depan) “7” CATATAN: MEMASANG PEDAL PEMINDAH GIGI. Pasang: • Pedal pemindah gigi “1” CATATAN: Pastikan jarak “a” diantara senter as pemindah gigi “2” dan tuas senter pedal pemindah gigi "3" sesuai spesifikasi. 35 ft·lb) • Mur dudukan mesin (sisi depan) Mur dudukan mesin (sisi depan) 49 Nm (4.24–1.

2 m • kg. 9.2 ft • Ib) LS 7 Nm (0. lihatbagian “RADIATOR” halaman 6-1. 10 Nm (1. (4) T. lihat bagian “MELEPAS MESIN” halaman 5-1. lihat bagian “TANGKI BENSIN” hal 7-1. lihat bagian “POMPA AIR” halaman 6-6. 7. 7. 16 15 Jumlah 30 Nm (3.4 ft • Ib) 10 Nm (1.7 m • kg. R.0 m • kg. ∗ R. 1 13 Nm (1. 7.0 m • kg. R. R. R.2 ft • Ib) T. 8 Baru 7 (4) 6 Baru LS E 5 E 5 13 (4) E M Baru Baru Baru 14 E 12 11 15 4 10 Nm (1.2 ft • Ib) T. 1 2 3 4 5 Cap Busi/Spark plug cap Busi/Spark plug Baut cap crankshaft Baut cap timing pengapian Mur/Baut dudukan mesin (sisi depan) 1 1 1 1 1/1 Lepaskan 5-6 .9 m • kg.1 ft • Ib) T. 22 ft • Ib) Baru 3 Nomor T. 35 ft • Ib) Baru 10 R.0 m • kg. Komponen yang dilepas Jok/Panel depan kanan dan kiri/Panel samping kanan dan kiri/Rumah saringan udara Tangki bensin Throttle body/manifold pemasukan Air cut-off valve/Reed valve/Plate Thermostat/Coolant temperature sensor Pompa air Radiator Knalpot Kabel kopling Keterangan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Lepaskan lihat “KOPLING” halaman 5-37. 9 49 Nm (4.3 m • kg. R.CYLINDER HEAD EAS24100 CYLINDER HEAD Melepas cylinder head 22 Nm (2. lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9.0 m • kg. T. lihat bagian “THROTTLE BODY” halaman 7-4. R. 5. 16 ft • Ib) T. lihat bagian “THERMOSTAT” halaman 6-4. Baru 2 T.

7. R. ∗ R.9 m • kg. R.7 m • kg. 8 Baru 7 (4) 6 Baru LS E 5 E 5 13 (4) E M Baru Baru Baru 14 E 12 11 15 4 10 Nm (1. 9. 16 ft • Ib) T. (4) T.3 m • kg. 5.2 m • kg.0 m • kg. R.2 ft • Ib) LS 7 Nm (0. Komponen yang dilepas Penutup cylinder head Gasket penutup cylinder head Pin dowel Tensioner rantai timing Gasket tensioner rantai timing Sprocket camshaft Cam decompression Cylinder head Gasket cylinder head Pin dowel Guide rantai timing (sisi buang) Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 Keterangan Untuk pemasangan. 1215®) T.0 m • kg.0 m • kg. 1 13 Nm (1. 5-7 . R.0 m • kg.CYLINDER HEAD Melepas cylinder head 22 Nm (2. T. R.2 ft • Ib) T. 7. R. 9 49 Nm (4. 22 ft • Ib) Baru 3 Nomor 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 * Yamaha bond No. kebalikan dari prosedur melepas. 1215 (Three Bond No. 16 15 30 Nm (3.4 ft • Ib) 10 Nm (1. 7.2 ft • Ib) T. 35 ft • Ib) Baru 10 R. 10 Nm (1. Baru 2 T.1 ft • Ib) T.

d c 6 4 2 3 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24160 5 1 2. Lepaskan: • Cylinder head CATATAN: a • Kendorkan Baut dengan urutan dan pola seperti pada gambar • Kendorkan semua baut dengan 1/2 putaran.CYLINDER HEAD EAS24130 MELEPAS CYLINDER HEAD 1. Pada saat Piston berada di TMA. dengan tanda “d” yang ada pada cylinder head. akan mengakibatkan kerusakan pada: • Lubang ulir busi • Dudukan klep 3. Lepas: • Sprocket camshaft 5-8 . 1 b 4. terlebih dahulu. Putar crankshaft ke arah kiri b. MEMERIKSA CYLINDER HEAD 1. untuk pembersihan. sebelum melepas semua baut. saat langkah kompresi. dan kendorkan baut sprocket camshaft. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM CATATAN: Untuk menghindari agar rantai timing tidak terjatuh kedalam crankcase. Bersihkan: • Endapan karbon pada ruang bakar (dengan skrap bulat) CATATAN: 1 2 Jangan menggunakan benda tajam. Kendorkan: • Baut sprocket camshaft “1” CATATAN: Tahan mur rotor generator dengan kunci Sok. Tepatkan: • Tanda marking“I” “a” pada rotor generator (dengan tanda penepatan “b” pada penutup rotor generator) a. tepatkan tanda “I” “c” pada sprocket cam shaft. "2". ikat dengan kawat “1”.

dan gosokkan cylinder head. endapan kotoran/karat → bersihkan 3. Tempatkan amplas halus. b. pada meja datar. Periksa: • Tensioner rantai timing retak/tekanan balik tidak lancar → Ganti a. Batas kebengkokan 0. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM b. 2. ganti tensioner rantai timing. Tempatkan penggaris “1” dan thickness gauge “2” menyilang pada cylinder head. Periksa: • Cylinder head Rusak/retak → Ganti • Ruangan air pendingin cylinder head. 1/4 gigi gear Kondisi normal Roller rantai timing Sprocket camshaft 2. Ukur: • Kerataan cylinder head diluar spesifikasi → gosok dan haluskan permukaan cylinder head. putar baut penyetel otomatis dengan obeng kecil ke arah kanan. Periksa kerataan cylinder head c. Pastikan batang penekan pada tensioner keluar secara perlahan dari rumah tensioner. dan crankshaft satu set. 1. 5-9 .CYLINDER HEAD 2. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM a. Periksa: • Sprocket camshaft Keausan lebih dari 1/4 gigi gear “a” → ganti sprocket camshaft. Periksa: • Guide rantai timing (sisi buang) rusak/aus → ganti EAS24200 MEMERIKSA TENSIONER RANTAI TIMING 1. dan lepaskan tekanan pada batang penekan tensioner. 1 b.0012 in) a. rantai timing. batang penekan ke rumah tensioner dengan jari.03 mm (0. dengan pola gerakan angka delapan pada meja datar. d. putar posisi cylinder beberapa kali. Lepaskan obeng. c. Jika pergerakan batang penekan tidak lancar. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11031 MEMERIKSA SPROCKET CAMSHAFT DAN GUIDE RANTAI TIMING 1. Jika ketidak rataannya melebihi batas yang diijinkan ikuti petunjuk di bawah ini. Untuk menghasilkan hasil yang sempurna. Tekan secara perlahan. CATATAN: Sambil menekan batang penekan tensioner kedalam.

Kencangkan: • Baut cylinder head “1” Baut cylinder head "1" 22 Nm (2. Putar crankshaft ke arah kiri b. Periksa: • Sistyim decompresi a. 7. Dengan kondisi tuas decompresi kedalam. R. Pasang: • Sprocket camshaft a. • Kencangkan baut cylinder head dengan pola silang dan dengan urutan seperti pada gambar. 2 1 3 5 1 A 2 4 2 6 2 3. 16 ft·lb) b. d.2 m·kg.0 m·kg. c. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG CYLINDER HEAD 1. T.CYLINDER HEAD B 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11009 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24230 MEMERIKSA SISTIM DECOMPRESI 1. T. (tidak bergerak) periksa nok decompresi “2” pada camshaft (cam pembuangan) seperti pada gambnar illustrasi “A”. 2. • Baut cylinder head “2” Baut cylinder head "2" 10 Nm (1. Gerakkan tuas decompresi “1” ke arah gambar panah.2 ft·lb) CATATAN: 1 • Lumasi baut cylinder head dengan oli mesin. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5-10 . Pasang: • Cylinder head CATATAN: Masukkan rantai timing pada rongga rantai timing yang terdapat pada cylinder body. Tepatkan tanda “I” “a” pada rotor generator dengan tanda penepatan “b” yang terdapat pada tutup rotor generator. R. Periksa tuas decompresi “1” dapat bergerak dengan lancar. Periksa dengan kondisi decompresi terpasang pada sprocket camshaft dan camshaft. dan periksa posisi nok decompresi pada cam (cam buang) harus dalam kondisi ke dalam seperti pada gambar illustrasi "B".

untuk menghindari berubahnya valve timing. Lepas obeng. Pasang: • Gasket tensioner rantai timing Baru • Tensioner rantai timing a. kencangkan sementara baut sprocket camshaft. b 1 a 2 d c 1 3 CATATAN: Pada saat memasang sprocket camshaft. dengan obeng kecil “1” ke kanan hingga mengunci. dengan tanda penepatan “d” yang terdapat pada cylinder head. Kencangkan baut tensioner “3” sesuai dengan spesifikasi torsi pengencangan Baut tensioner rantai timing 10 Nm (1. Pasang rantai timing pada sprocket camshaft dan pasang sprocket camshaft. dalam kondisi kencang. c. R. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4. tidak sesuai → tepatkan jika sesuai. pasang gasket dan rantai timing "2" ke cylinder body. f. atau putar baut penyetel ke kiri untuk melepaskan kuncian batang penekan. Lepaskan kawat pengikat rantai timing. ECA3C11012 d. e. Dengan kondisi batang penekan tensioner menekan masuk kedalam rumah tensioner/ mengunci (dengan posisi obeng terpasang).2 ft·lb) T. pada camshaft. putar baut penyetel. Putar: • Crankshaft (beberapa kali putaran ke arah kiri) 6. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5. Periksa: • Tanda garis “I” “a” Tepatkan tanda garis “I” pada rotor generator dengan tanda penyesuai “b” yang terdapat pada penutup rotor generator. d. b. Dengan menahan camshaft. pastikan rantai timing pada sisi buang. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL PERHATIAN: Jangan merubah/memutar crankshaft. lanjutkan langkah dibawah ini b a 5-11 . Tekan batang penekan tensioner ke rumah tensioner.0 m·kg. 7. pada saat memasang camshaft. • Tanda garis“I” “c” Tepatkan tanda garis “I” pada sprocket dengan tanda penyesuai “d” yang terdapat pada cylinder head.CYLINDER HEAD c. Tepatkan tanda “I” “c” pada sprocket camshaft.

0 m·kg. Ukur: • Kelonggaran klep diluar spesifikasi → setel lihat bagian “MENYETEL KELONGGARAN KLEP” halaman 3-3. jika terlepas akan merusakkan mesin. Kencangkan: • Baut sprocket camshaft Baut sprocket camshaft 30 Nm (3. T. 8.CYLINDER HEAD d c 7. 22 ft·lb) ECA3C11013 PERHATIAN: Pastikan baut sprocket camshaft terpasang dengan kuat sesuai spesifikasi. R. 5-12 .

M 5 E 1 2 7 M 4 5 E E Baru M M T.1 ft • Ib) Keterangan lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. R. kebalikan dari prosedur melepas. R. 5.CAMSHAFT EAS23730 CAMSHAFT Melepas rocker arms dan camshaft 7 Nm (0. 5-13 . 3 7 Nm (0.7 m • kg.7 m • kg. Komponen yang dilepas Cylinder head Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 Mur pengunci Baut penyetel Retainer camshaft Camshaft As rocker arm Rocker arm masuk Rocker arm buang 2 2 1 1 2 1 1 Untuk pemasangan. 5.1 ft • Ib) 1 2 6 Nomor T.

9810 in) 1 2 Slide hammer bolt 90890-01085 Slide hammer bolt 8 mm YU-01083-2 EAS23840 MEMERIKSA CAMSHAFT 1.543 mm (1.9832 in) Buang A 29. 2. Periksa: • Rocker arm rusak/aus → ganti 5-14 .119 mm (0. 3.743 mm (1.1749 in) Buang B 25. untuk memeriksa rocker arms dan as rocker arm 1.073–25. Lepas: • Camshaft “1” CATATAN: Masukkan baut 8-mm (0.1670– 1. Kendorkan: • Mur pengunci “1” • Baut penyetel kelonggaran klep “2” 2 1 2. Periksa: • Bentuk dimensi camshaft berwarna biru terbakar/aus/baret → Ganti camshaft.919 mm (0.1631 in) Masuk B 25. dan tarik keluar camshaft.9850– 0.CAMSHAFT EAS23770 MELEPAS ROCKER ARMS DAN CAMSHAFT 1.842 mm (1.042 mm (1.1710 in) Limit 29.1828 in) Limit 29.973 mm (0. Dimensi bentuk camshaft Masuk A 29. Periksa: • Aliran oli pada camshaft tersumabt → tiup dengan udara bertekanan.9889 in) Limit 24.31-in) “2” pada lubang ulir yang terdapat pada ujung camshaft.019–25.643–29.942–30.173 mm (0.1788– 1. EAS23880 MEMERIKSA ROCKER ARMS DAN AS ROCKER ARM Ikuti prosedur dibawah ini.9911 in) Limit 24. Ukur: • Dimensi cam shaft “a” dan “b” diluar spesifikasi → ganti camshaft.9871– 0.

985–10.08 mm (0. Ukur: • Diameter luar as rocker arm “a” diluar spesifikasi → ganti Diameter luar as rocker arm 9.3949 in) Kelonggaran Lubang rocker-arm ke . Lumasi : • Camshaft Pelumas yang disarankan Camshaft Molybdenum disulfide oil bearing camshaft Oli mesin 3.000 mm (0. Pasang: • Rocker arm pemasukan dan pengeluaran • As rocker arm “1” CATATAN: 4.3917 in) • Pastikan coakan “a” pada as rocker arm menghadap kebawah.CAMSHAFT 2. Lumasi: • Rocker arms • As rocker arm Pelumas yang disarankan Permukaan dalam rocker arm Molybdenum disulfide oil As rocker arm Oli mesin 2. diluar spesifikasi → ganti komponen yang aus. Periksa: • As rocker arm warna biru terbakar/aus/baret/ mengecil → Ganti/cek aliran pelumasan 3. CATATAN: Perhitungan kelonggaran dengan cara mengurangi diameter dalam rocker arm dengan diameter as rocker arm.034 mm (0.3924–0.966–9.3928 in) Limit 9.009–0. 5-15 .3937 in) Limit 10.0031 in) EAS24040 MEMASANG CAMSHAFT DAN ROCKER ARM 1.030 mm (0.3931– 0.0004–0. 1 1 a 5.950 mm (0.as rocker arm 0. Ukur: • Diameter dalam rocker “a” diluar spesifikasi → Ganti Diameter dalam rocker arm 9.976 mm (0.0013 in) Limit 0. Perhitungan: • kelonggaran rocker-arm-ke-as rocker-arm. seperti pada gambar ilustrasi • Pastikan as rocker arm (masuk dan keluar) benar-benar masuk ke cylinder head.

5-16 . kebalikan dari prosedur melepas. 1 2 3 4 5 6 7 8 Pin pengunci Dudukan per atas Per klep Klep masuk Klep buang Seal valve stem Dudukan per bawah Guide klep 8 4 4 2 2 4 4 4 Untuk pemasangan.KLEP DAN PER KLEP EAS24270 KLEP DAN PER KLEP Melepas klep dan per klep 1 1 2 3 Baru 6 7 M M 2 3 6 Baru 7 M 8 M 8 4 7 8 2 1 3 6 Baru 4 1 2 3 6 Baru 7 8 M M 5 M 5 Nomor Komponen yang dilepas Cylinder head Rocker arms/Camshaft Jumlah Keterangan Refer to “CYLINDER HEAD” on page 5-6. Refer to “CAMSHAFT” on page 5-13.

Masukkan cairan pembersih “a” pada lubang masuk dan lubang keluar pada cylinder head. Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 5-17 . dan valve spring compressor attachment “2”. Lepas: • Pin pengunci “1” CATATAN: Melepas pin pengunci. pastikan klep dalam kondisi rapat.. • Kelonggaran guide klep dan batang klep = diameter dalam guide klep“a” diameter luar batang klep “b” 2. dengan cara menekan per klep dengan valve spring compressor. lihat “MEMERIKSA DUDUKAN KLEP” halaman 5-19.KLEP DAN PER KLEP EAS24280 MELEPAS KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. untuk melepas klep dan komponen penunjang. Periksa kerapatan dudukan klep. agar bisa dirakit kembali seperti posisi semula. EAS24290 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MEMERIKSA KLEP DAN GUIDE KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. dudukan klep. dudukan klep). Lepas: • Dudukan per atas “1” • Per klep “2” • Klep “3” • Seal valve stem “4” • Dudukan per bawah “5” CATATAN: Hafalkan posisi awal dengan cermat. b. (al. Periksa: • Kerapatan klep terjadi kebocoran → periksa permukaan klep. CATATAN: 2 Sebelum melepas komponen pada cylinder head. Harus tidak ada kebocoran pada dudukan klep “1”. untuk memeriksa klep dan guide klep. dan lebar dudukan klep. klep. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 3. 1. Ukur: • kelonggaran batang klep ke guide klep diluar spesifikasi → Ganti guide klep. per klep. tidak bocor 1. a.

panaskan cylinder head hingga 100 °C (212 °F) pada oven.5 mm) YM-04117 Valve guide reamer (ø4. a.5 mm) YM-04116 Valve guide installer (ø4. Posisi guide klep c.0039 in) b.5) 90890-04117 Valve guide installer (4.4 mm (0. 2. sekir permukaan dudukan klep kembali. Setelah pemasangan guide klep. Ganti: • Guide klep CATATAN: CATATAN: Setelah mengganti guide klep.0–17.052 mm (0. Lepaskan guide klep dengan valve guide remover “1”.4 mm (0. bore lubang guide klep dengan valve guide reamer “3” untuk memastikan kelonggaran guide klep ke batang klep lebih sempurna.010–0.567 in) a.5 mm) YM-04118 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk mempermudah dan menjamin pelepasan dan pemasangan dengan sempurna.KLEP DAN PER KLEP Kelonggaran guide klep ke batang klep (masuk) 0.0015 in) Limit 0.0032 in) Kelonggaran guide klep ke batang klep (buang) 0.551–0.685 in) Posisi guide klep (buang) 14.0004–0.0–14.669–0.037 mm (0. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5-18 .5) 90890-04116 Valve guide remover (4.100 mm (0.025–0.5) 90890-04118 Valve guide reamer (4.080 mm (0. Valve guide remover (ø4. Pasang guide klep yang baru dengan valve guide installer “2” dan valve guide remover “1”. Posisi guide klep (masuk) 17.0010–0.0020 in) Limit 0.

0433 in) 6. Periksa: • Dudukan klep tidak rata/aus → Ganti cylinder head. Lebar dudukan klep C (masuk) 0.90 mm (0.0354 in) Ketebalan kepala klep D (buang) 0. selalu lakukan penggantian seal valve stem. 1. • Jika mengganti klep atau melepas klep. untuk melakukan pemeriksaan klep dan dudukan klep. Batas kebengkokan batang klep 0. Periksa: • Permukan klep. d.90–1.10 mm (0.0354–0. Ukur: • Kelurusan batang klep diluar spesifikasi → ganti klep CATATAN: a.10 mm (0. dan tekan klep hingga tergambar bagian yang bersentuhan. Ukur: • Lebar dudukan klep C “a” diluar spesifikasi → Ganti cylinder head. Pasang klep pada cylinder head. Ukur: • Ketebalan kepala klep D “a” diluar spesifikasi → ganti klep Ketebalan kepala klep D (masuk) 0.KLEP DAN PER KLEP 3.0433 in) Lebar dudukan klep C (buang) 0.0354–0.0354 in) EAS24300 MEMERIKSA KLEP DAN DUDUKAN KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. Bersihkan: • Endapan carbon (dari permukaan klep dan dudukan klep) 2. Masukkan klep ke guide klep. 3.0197–0.90–1.50–0. Lumasi Mechanic’s blueing dye (Dykem) “b” pada permukaan dudukan klep MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Pada saat mengganti klep. ganti juga guide valve dengan yang baru. Ukur lebar dudukan klep CATATAN: Jika permukaan klep dan permukaan dudukan klep bersinggungan.0197–0. c. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5-19 . diameter ujung batang lebih besar dari batang klep → ganti klep 5.50–0.0004 in) b.90 mm (0. Tidak rata/aus → Grinda permukaan klep • Ujung batang klep Mengembang. Bersihkan: • Endapan carbon (pada permukaan klep dan dudukan klep) 4. permukaan blueing akan terhapus.010 mm (0.

c. Ukur: • Panjang bebas per klep “a” diluar spesifikasi → Ganti per klep. dan dudukan klep rata/rapat. Skir klep. untuk memeriksa per klep. harus di sekir kembali. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24310 MEMERIKSA PER KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. Pasang klep pada cylinder head. 1. hingga permukaan klep. 5-20 . dan lakukan secara berulang-ulang. Sekir: • Permukaan klep • Permukaan dudukan klep CATATAN: Setelah mengganti cylinder head atau mengganti klep dan guide klep. Ukur lebar dudukan klep “c” kembali. Lumasi Mechanic’s blueing dye (Dykem) “b” pada permukaan dudukan klep. i.KLEP DAN PER KLEP 4. angkat alat skir sdikit. ECA13790 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERHATIAN: Jangan sampai compound masuk diantara batang klep dan guide klep. f. d. Lumasi molybdenum disulfide oil pada batang klep/valve stem. dudukan klep dan permukaan klep. CATATAN: Untuk mendapatkan hasil yang baik. j. b. Setelah melakukan prosedur pensekiran. dan bersihkan compound. g. Pasang klep pada cylinder head. h. lakukan pensekiran kembali. dan ulangi langkah-langkah diatas. bersihkan compound dari permukaan klep dan dudukan klep. a. e. hingga terlihat bekas-bekas sentuhan antara permukaan klep dan dudukan klep. jika lebar dudukan tidak sesuai spesifikasi. Lumasi compound “a” pada permukaan klep. Lumasi compound ke permukaan klep. dan hentakkan kedepan sambil di putar. Tekan klep pada dudukan klep.

ukur: • Kebengkokan per klep “a” diluar spesifikasi → ganti per klep. Lumasi: • Batang klep “1” • Seal batang klep “2” Baru (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Molybdenum disulfide oil Baru b.5°/0. Ukur: • Tekanan per klep “a” diluar spesifikasi → Ganti per klep.28–16.52 kgf) Panjang per terpasang (masuk) 35.47–36.47–36.28–16.071 in) EAS24340 2. Tekanan per dalam kondisi terpasang (masuk) 140–162 N (31.64 in) Limit 39.71 mm (1. Haluskan: • ujung pengunci klep (dengan oil stone) 2.5°/1.KLEP DAN PER KLEP Panjang bebas per (masuk) 41.30 mm (1.71 mm (1.62 mm (1.30 mm (1. Panjang per terpasang 3.39 in) MEMASANG Ikuti prosedur dibawah ini.56 in) Panjang bebas per (buang) 41.42 lbf) (14. untuk memasang klep dan komponen penunjang 1.42 lbf) (14.071 in) batas kebengkokan (buang) 2.5°/0. Pasang: • dudukan per bawah “1” 5-21 .5°/1.64 in) Limit 39.39 in) Panjang per terpasang (buang) 35.62 mm (1.8 mm (2.8 mm (2.56 in) batas kebengkokan (masuk) 2.52 kgf) Tekanan per dalam kondisi terpasang (buang) 140–162 N (31. 3.

dengan menekan per klep dengan valve spring compressor.KLEP DAN PER KLEP Baru • Seal Valve stem • Klep “3” • Per klep “4” • Dudukan per atas “5” (pada cylinder head) CATATAN: 2 • Pastikan setiap klep terpasang dengan sempurna. b. Pasang : • Pin pengunci “1” CATATAN: Pasang pin pengunci. 1 5. ECA13800 PERHATIAN: Pukul ujung dudukan atas per klep dengan pukul besi plastik secara perlahan. pukul ujung klep dengan pukul besi plastik dengan perlahan. dan valve spring compressor attachment “2”. dengan posisi jarak ulir yang jauh "a" berada di atas. Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 5-22 . Jarak ulir yang pendek 4. • Pasang per klep. Untuk mejamin pin pengunci terpasang dengan sempurna.

3 Komponen yang dilepas Cylinder head Cylinder Gasket cylinder Pin dowel Circlip pin piston Pin piston Piston Top ring 2nd ring Ring piston 1 1 2 2 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. Jumlah Keterangan lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. R. 5. kebalikan dari prosedur melepas. 5-23 .1 ft • Ib) Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 T.CYLINDER DAN PISTON EAS24350 CYLINDER DAN PISTON Melepas cylinder adn piston 7 E 8 9 6 5 Baru 4 E E 4 Baru 1 E Baru 2 Baru 3 7 Nm (0.7 m • kg.

dan ambil perhitungan rata-rata. pergunakan piston pin puller set "4" EAS24390 Piston pin puller set 90890-01304 Piston pin puller YU-01304 MEMERIKSA CYLINDER DAN PISTON 1. Periksa: • Dinding piston • Dinding cylinder ada goresan ke atas → Ganti cylinder. jika pin piston masih sulit dilepas. dan Ring piston satu set.2445 in) Batas ketirusan 0. Ukur: • Kelonggaran piston-ke-cylinder a. • Pin piston “2” • Piston “3” ECA13810 CATATAN: Saat melepas ring piston.0020 in) Batas keovalan 0.0020 in) 2. untuk mempermudah keluarnya pin piston.010 mm (2. buka ujung sambungan ring dengan ibu jari. dan angkat ke atas sisi yang lain melewati kepala piston. haluskan permukaan alur clip pin piston. Ukur diameter cylinder “C” dengan cylinder bore gauge. dari sisi ke sisi dan dari depan ke belakang. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2 1 3 CATATAN: Ukur diameter cylinder “C” silang.2435– 2. PERHATIAN Jangan menggunakan pukul besi.05 mm (0. Diameter/Bore 56. • Sebelum melepas pin piston.05 mm (0. 2.985–57. Lepas: • Clip pin piston “1”.CYLINDER DAN PISTON EAS24380 MELEPAS PISTON 1. Piston. tutup lubang crankcase dengan kain untuk menghindari clip pin piston terlempar masuk ke dalam crankcase. untuk mengeluarkan pin piston dari piston. Lepaskan: • Ring pertama/Top ring • Ring kedua/2nd ring • Ring Oli 5-24 . CATATAN: • Sebelum melepas clip pin piston.

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2. D3 atau D5 .055 mm (0.0018 in) Limit 0.100 mm (0. Jika diluar spesifikasi.CYLINDER DAN PISTON “C” = diameter maksimum D1–D2 “T” = diameter max D1 atau D2 . e.065 mm (0.965–56.045 mm (0. Jika diluar spesifikasi.0039 in) Ring kedua/2nd ring celah alur ring 0.0059 in) f. dan ring piston satu set.0 mm (0.20 in) adalah titik pengukuran.0039 in) b. di dalam cylinder.020–0. 40 mm (1.15 mm (0. dan ring piston.2437 in) d. dan ring piston.2427– 2.100 mm (0. ganti piston dan ring piston satu set. piston.57 in) 5-25 .0022 in) Limit 0.0026 in) Limit 0. CATATAN: Sebelum mengukur celah alur ring dan ring piston. Ukur: • celah alur ring dengan ring piston diluar spesifikasi → ganti piston dan ring piston satu set.990 mm (2. Pasang: • Ring piston (pada cylinder) CATATAN: Ratakan posisi ring. c. ganti cylinder.030–0. Ukur diameter piston “D” “a” dengan micrometer.020–0. satu set.0008–0. a.diameter max D2. EAS24430 MEMERIKSA RING PISTON 1.0012– 0. piston. dengan kepala piston. bersihkan endapan carbon pada celah alur ring. Ring piston Ring pertama/Top ring celah alur dan ring 0. diukur dari bawah piston Piston Diameter D 56. Perhitungan kelonggaran piston-ke-cylinder dengan rumus • Kelonggaran piston-ke-cylinder = Diameter cylinder “C” .diameter max D 5 atau D 6 (ketirusan) “R” = diameter max D1.0008– 0. 5.dikurangi Diameter piston “D” Kelonggaranm piston ke cylinder 0. D4 atau D6 (keovalan) b. jika diluar spesifikasi ganti cylinder.

0079–0. 2.25 mm (0.000 mm (0.0157 in) Ring kedua/2nd ring celah ring (terpasang) 0.5529 in) expander ring oli tidak dapat diukur.10–0. berada pada posisi diatas.70 mm (0.5502 in) MEMASANG PISTON DAN CYLINDER 1.25 mm (0. Pasang: • Ring pertama/Top ring “1” • Ring kedua/2nd ring “2” • Expander ring oli “3” • Rail ring oli bawah “4” • Rail ring oli atas “5” CATATAN: Pastikan tulisan yang terdapat pada ring piston.5513– 0.0276 in) EAS24440 4.5517 in) Limit 14.013 mm (0. Diameter lubang pin piston 14.CYLINDER DAN PISTON 3. dan bawah melebihi spesifikasi.0098 in) Limit 0.002–0.995–14.40 mm (0.20–0.975 mm (0. Ukur: • celah sambungan ring piston diluar spesifikasi → ganti ring piston CATATAN: 3.0027 in) EAS24450 MEMRIKSA PIN PISTON 1.0098 in) Limit 0.0157 in) Ring oli (rail ring) celah ring (terpasang) 0. 5-26 .068 mm (0.0007 in) Limit 0. dan piston satu set • kelonggaran pin piston-ke-lubang pin = diameter lubang pin piston “b” diameter luar pin piston “a” Kelonggaran Pin piston dengan lubang pin piston pada piston 0. ganti ring oli satu set Ring piston Ring pertama/Top ring celah ring (terpasang) 0.002–14.5512 in) Limit 13.043 mm (0. jika celah rail ring oli atas. Periksa: • Pin piston berwarna biru terbakar/ aus → Ganti pin piston dan periksa sistim pelumasan.0039–0.10–0. Perhitungan: • Celah pin piston-ke-lubang pin piston diluar spesifikasi → Ganti pin piston.018 mm (0.0001–0. Ukur: • Diameter lubang pin piston “b” diluar spesifikasi → ganti piston.0039–0.5510– 0. Ukur: • Diameter luar pin piston "a" diluar spesifikasi → Ganti pin piston Diameter luar pin piston 13.40 mm (0.

5. b.CYLINDER DAN PISTON e 120˚ 120˚ 120˚ a b 90˚ c d 45˚ A 45˚ 2. dan masukkan cylinder dengan tangan yang lain • Masukkan rantai timing dan guide rantai timing (sisi pemasukan) pada rongga rantai yang terterdapat pada cylinder body. Posisikan sambungan ring: • Sambungan ring 1 5-27 . tutup lubang crankcase dengan kain. • Sebelum memasang clip piston. Lumasi: • Piston • Ring piston • Cylinder (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Oli mesin 4. Ring pertama/Top ring Expander ring oli Rail ring oli atas Rail ring oli bawah Ring kedua/2nd ring sisi lubang buang • Lumasi oli pada apin piston • Pastikan tanda panah “a” pada kepala piston menghadap ke arah lubang pembuangan. untuk menghindari melejitnya clip piston ke dalam crankcase. Pasang: • Piston “1” • Pin piston “2” • Clip pin piston Baru CATATAN: a. Pasang: • Pin dowel • Gasket cylinder head Baru • Cylinder “1” CATATAN: 1 a 2 • Tekan ring piston dengan satu tangan. c. A. d. 3 Baru 3. e.

50 ft • lb) Jumlah R.2 ft • Ib) LT LT T. 7. Komponen yang dilepas Oli mesin Panel sisi kiri Penutup sprocket R. 9 10 Nm (1. 7. 70 Nm (7.2 ft • Ib) T. 7. 20 11 10 Nm (1.0 m • kg. R. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Coupler stator coil Coupler crankshaft position sensor Connector kabel switch netral Baut cap control timing pengapian Baut cap lubang crankshaft Penutup generator Gasket penutup generator Pin dowel Crankshaft position sensor Stator coil Rotor generator 5-28 . Baru (3) E (7) Baru LS 5 14 Nm (1. 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Lepaskan T. 10 ft • Ib) Nomor R. (3) 12 R. 8 7 Baru 19 E 17 14 16 E 3 E 15 13 10 8 LS Baru 4 6 Baru 18 T.4 m • kg.2 ft • Ib) Keterangan Kuras oli mesin lihat bagian “MENGGANTI OLI MESIN” halaman 3-10.0 m • kg.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH EAS3C11010 GENERATOR DAN STARTER CLUTCH Melepas generator dan starter clutch 1 2 10 Nm (1.0 m • kg. E T.0 m • kg. lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1 lihat bagian “RANTAI PENGGERAK” hal 4-55.

8 7 Baru 19 E 17 14 16 E 3 E 15 13 10 8 LS Baru 4 6 Baru 18 T. 5-29 . 70 Nm (7. 50 ft • lb) Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 R.0 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. 7. E T.0 m • kg. Untuk pemasangan. (3) 12 R.0 m • kg. 7. 9 10 Nm (1.0 m • kg. 10 ft • Ib) Nomor 12 13 14 15 16 17 18 19 20 R. 7. Baru (3) E (7) Baru LS 5 14 Nm (1.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH Melepas generator dan starter clutch 1 2 10 Nm (1. R. 20 11 10 Nm (1.2 ft • Ib) T. Komponen yang dilepas Pin pasak Gear starter clutch Bearing Washer As gear starter clutch idle Washer Circlip Gear idle starter clutch Unit starter clutch R.4 m • kg.2 ft • Ib) Keterangan T.2 ft • Ib) LT LT T.

5-30 . lepaskan baut starter clutch. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok pada rotor generator. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang ada pada rotor generator. pasang mur crankshaft diantara baut fly wheel puller dan senter as crankshaft. EAS24570 3 2 CATATAN: Pastikan posisi flywheel puller tepat berada di tengah rotor generator. kendorkan mur rotor generator. Flywheel puller 90890-01362 Heavy duty puller YU-33270-B MEMERIKSA STARTER CLUTCH 1. Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A EAS24560 MELEPAS STARTER CLUTCH 1. Buka: • Baut starter clutch “1” CATATAN: 1 3 • Tahan generator rotor “2” dengan alat sheaveholder “3”.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH EAS24490 MELEPAS GENERATOR 1. Lepas: • Mur rotor generator “1” • Washer CATATAN: 1 2 • Tahan rotor generator “2” dengan peralatan sheave holder “3”. Periksa: • Roller starter clutch “1” • Cap per starter clutch “2” • Per starter clutch “3” rusak/aus → Ganti unit starter clutch. Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A 2 2. Lepas: • rotor generator “1” (dengan flywheel puller “2”) • Pin pasak ECA13880 1 PERHATIAN Untuk menghindari agar ujung crankshaft tidak rusak.

0 m·kg.4 m·kg. • Pada saat memasang rotor generator. Putar gear starter clutch ke arah kanan "A". starter clutch dan gear starter clutch harus mengopel. Jika gear starter clutch diputar ke arah "B". pastikan pin pasak terpasang dengan sempurna pada crankshaft. 10 ft·lb) T.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH 1 2 3 1 2 3 2 1 3 Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A CATATAN: • Tahan rotor generator “2” dengan alat sheave holder “3”. 50 ft·lb) Baut starter clutch 14 Nm (1. jika tidak terkoplel. Periksa: • Permukaan singgung starter clutch rusak/aus/tidak rata → Ganti starter clutch gear. b. R. starter clutch harus dalam kondisi bebas berputar. 2. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 Baru 3 2 a a a EAS24500 A 1 MEMASANG GENERATOR 1. T. Pasang: • Unit starter clutch • Baut starter clutch Baru • Bersihkan sisi ketirusan crankshaft dan lubang hub rotor generator. 4. dan harus diganti c. • Kembangkan tiap ujung baut “a” starter clutch. jika tidak berputar starter clutch dalam kondisi rusak dan harus diganti. kencangkan baut starter clutch. 5-31 . R. Pasang: • Pin pasak • Rotor generator • Washer • Mur rotor generator CATATAN: B LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24600 MEMASANG STARTER CLUTCH 1. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang terdapat pada rotor generator. Kencangkan: • Mur rotor generator “1” Mur rotor generator 70 Nm (7. Pasang gear starter clutch “1” pada starter clutch dan tahan rotor generator. starter clutch dalam kondisi rusak. Periksa: • Idle gear starter clutch • Gear starter clutch Cacat/mengecil/aus/tidak lancar → Ganti komponen yang rusak 3. Periksa: • cara kerja starter clutch a. 2.

R. 5-32 . Yamaha bond No. Lumasi: • Lem/Sealant (pada gromet kabel unit crankshaft positionsensor/stator). • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang terdapat pada rotor generator.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan baut tutup generator dengan pola silang. 7. Pasang: • Penutup generator Baut penutup generator 10 Nm (1. kencangkan mur rotor generator. 1215 90890-85505 (Three Bond No. dan berurutan seperti pada gambar.0 m·kg.6 5 7 8 4 3.11 2. Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A 1.10 9 1 3 2 3.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH CATATAN: • Tahan rotor generator “2” dengan alat sheave sheave holder “3”. T.1215®) 4.

2 ft • Ib) T. 7.STARTER LISTRIK EAS24780 STARTER LISTRIK Melepas motor starter 10 Nm (1. 2 1 Nomor 1 2 Komponen yang dilepas Motor starter Kabel motor starter Jumlah 1 1 Lepaskan Keterangan Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas. R.0 m • kg. 5-33 .

kebalikan dari prosedur melepas. 5-34 .STARTER LISTRIK Membongkar motor starter 1 Baru 6 LS 5 7 3 Baru 4 2 7 6 Order 1 2 3 4 5 6 7 O-ring Job/Parts to remove Q’ty 1 1 1 1 1 2 2 Remarks Yoke motor starter O-ring Commutator Penutup depan motor starter /holder brush Sikat/Brush Per sikat/Brush Untuk pemasangan.

dengan patahan gergaji Kedalaman alur/Mica undercut 1. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Armature coil Tahanan commutator “1” 0. Periksa • Commutator Kotor→ bersihkan dengan amplas 2.STARTER LISTRIK EAS3C11011 MEMBONGKAR MOTOR STARTER 1. ganti motor starter. Ukur: • Diameter commutator “a” diluar spesifikasi → Ganti motor starter Limit 16.0385 Ω pada 20 °C (68 °F) Tahanan Insulation “2” sekitar 1 MΩ pada 20 °C (68 °F) b. Jika diluar spesifikasi.6 mm (0.0315–0. Ukur: • Panjang sikat/brush “a” di luar spesifikasi → Ganti sikat/brush Limit 3.35 mm (0.05 in) LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5.50 mm (0.65 in) a. Ukur: • Kedalaman alur /Mica undercut “a” diluar spesifikasi → perdalam alur comutator. harus dijaga untuk mejamin kerja commutator. Ukur tahanan unit armature dengan alat pocket tester. Sebelum membongkar motor starter. Ukur: • Tahanan unit Armature (commutator dan insulation) diluar spesifikasi → Ganti motor starter a EAS24790 MEMERIKSA MOTOR STARTER 1.14 in) 5-35 . a 3. Lepas: • Yoke motor starter “1” • Penutup depan motor starter/holder brush “2” CATATAN: CATATAN: Kedalaman alur/mica undercut. perhatikan tanda penepatan “a” yang terdapat pada yoke motor starter dan penutup depan motor starter 1 2 4.

Tekanan per/brush 3.92–5. Pasang: • Penutup depan motor starter /holder brush set “1” • Yoke motor starter “2” CATATAN: Tepatkan tanda garis “a” pada yoke motor starter dan penutup depan motor starter/ holder brush seperti sebelum dibongkar. Periksa: • Bearing • Seal oli Rusak/aus → Ganti penutup depan motor starter /holder brush satu set.11–21. 1 2 a 5-36 .17 oz) (400–600 gf) 7. 8. Ukur: • Tekanan per brush/sikat diluar spesifikasi → Ganti per sikat/ brush satu set. EAS24800 MERAKIT MOTOR STARTER 1.STARTER LISTRIK 6. Periksa: • Gigi gear rusak/aus → Ganti gear.88 N (14.

Nomor T. 7.KOPLING EAS25061 KOPLING Melepas penutup kopling 9 Nm (0. (6) 10 Nm (1. 36 ft • Ib) 10 Nm (1.0 m • kg. R. R. 1 1 1 1 1 1 2 2 Untuk pemasangan. 20 ft • Ib) T. kebalikan dari prosedur melepas.2 ft • Ib) Keterangan T.9 m • kg.0 m • kg. 1 5 28 Nm (2. R. R. 2 3 4 5 6 7 8 9 Tuas starter Penutup filter oli Filter oli Stopper tuas starter Penutup kopling Gasket penutup kopling Pin dowel Seal oli 5-37 . 8 Baru 7 Baru 9 2 E 8 9 Baru 6 3 LS 4 Baru LS (4) T. R.0 m • kg. 6.8 m • kg.5 ft • Ib) T.2 ft • Ib) Jumlah 50 Nm (5. Komponen yang dilepas Oli mesin Kuras oli mesin lihat bagian “MENGGANTI OLI MESIN” halaman 3-10. 7.

KOPLING Melepas kopling 70 Nm (7. R. 50 ft • lb) T. 14 Baru Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 T. R.8 ft • Ib) E T.8 m • kg.7 ft • Ib) 8 Nm (0. 12 Nm (1. 5.2 m • kg. R. 3 4 5 1 8 (4) (4) 8 7 2 8 7 8 10 7 13 6 12 11 9 15 18 16 17 E E Komponen yang dilepas Mur pengunci Per kopling Plat tekan Batang penekan pendek tuas kopling Holder batang penekan kopling Bola/ball Kampas kopling 1 Plat kopling Kampas kopling 2 Kampas kopling 3 (Hijau) Per damper kopling Dudukan per dumper kopling Mur clutch boss Washer pengunci Clutch boss Thrust washer Rumah kopling Jumlah 1 4 1 1 1 1 3 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 keterangan 5-38 . 8.0 m • kg.

5-39 .7 ft • Ib) 8 Nm (0.0 m • kg. 14 Baru Nomor 18 T.2 m • kg. 50 ft • lb) T. R. kebalikan dari prosedur melepas. 3 4 5 1 8 (4) (4) 8 7 2 8 7 8 10 7 13 6 12 11 9 15 18 16 17 E E Komponen yang dilepas Conical spring washer Jumlah 1 keterangan Untuk pemasangan. R. 8. 5.8 ft • Ib) E T.8 m • kg.KOPLING Melepas kopling 70 Nm (7. 12 Nm (1. R.

kebalikan dari prosedur melepas 5-40 . 1 2 3 4 5 Tuas penekan kopling/Clutch push lever Per tuas penekan kopling Circlip Seal oli Bearing 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan.KOPLING Melepas tuas penekan 1 E 2 3 Baru E LS 4 Baru 5 Nomor Komponen yang dilepas Rumah kopling Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.

122 in) Batas ketipisan 2.KOPLING EAS25070 MELEPAS KOPLING 1. Periksa: • Kampas kopling Tipis/aus → Ganti kampas kopling satu set. Thickness gauge 90890-03180 Feeler gauge set YU-26900-9 5-41 .114–0.80 mm (0. a. 1.110 in) MEMERIKSA PLAT KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini.114–0. untuk memeriksa plat kopling.10 mm (0.90–3. CATATAN: a A.110 in) Ketebalan kampas kopling 3 2. buka mur clutch boss. B. EAS25110 Kampas kopling 1 Kampas kopling 2 kampas kopling 3 (Hijau) Posisi cat warna hijau Ukur ketebalan kampas pada empat posisi Ketebalan kampas kopling 1 2. Ukur: • Kelurusan plat kopling (dengan meja datar dan thickness gauge “1”) diluar spesifikasi → ganti plat kopling satu set. Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 A B 1 2 3 C EAS25100 MEMERIKSA KAMPAS KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini. 1.90–3. C. Periksa: • Plat kopling rusak/aus → Ganti plat kopling satu set 2. Ukur: • Ketebalan kampas kopling diluar spesifikasi → Ganti kampas kopling satu set.90–3. Kendorkan: • Mur clutch boss “1” CATATAN: Tahan clutch boss “2” dengan alat universal clutch holder “3”.10 mm (0.122 in) Batas ketipisan 2.122 in) Batas ketipisan 2.114–0. untuk memeriksa kampas kopling.80 mm (0.80 mm (0.110 in) Ketebalan kampas kopling 2 2.10 mm (0. Luruskan washer pengunci 2. 2.

20 mm (0. 2.74 mm (1. Ukur: • Panjang bebas per kopling “a” diluar spesifikasi → ganti per kopling satu set.057–0. CATATAN: MEMERIKSA TUAS PENEKAN KOPLING DAN BATANG PENDEK PENEKAN KOPLING 1. EAS25160 EAS25140 MEMERIKSA PER KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini.KOPLING Ketebalan plat kopling 1. Periksa: • Alur Clutch boss rusak/bergelombang/aus → Ganti clutch boss. 5-42 . Lepas: • Gear primary drive lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. CATATAN: Tidak ratanya alur clutch boss akan berakibat kerja kampas kopling tidak lancar.75 mm (0. Periksa: • Plat tekan retak/rusak → Ganti EAS3C11013 EAS25150 MEMERIKSA RUMAH KOPLING 1. Periksa: • Bearing rusak/aus → Ganti bearing dan rumah kopling. Periksa: • Tuas penekan kopling • Batang pendek penekan kopling rusak/aus → Ganti komponen yang rusak EAS25200 Tidak ratanya alur rumah kopling.80 mm (1. MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVE 1.45–1. 1.45 in) MEMERIKSA CLUTCH BOSS 1.53 in) Panjang minimum 36. Periksa: • Alur rumah kopling/Clutch housing dogs “1” Rusak/tidak rata/aus → ratakan permukaan alur atau ganti rumah kopling. EAS25170 MEMERIKSA PLAT TEKAN 1. akan berakibat kerja kampas kopling tidak lancar.0079 in) 2. Periksa: • Per kopling rusak/patah → ganti per kopling satu set. untuk memeriksa per kopling. Panjang bebas per kopling 38.069 in) Batas kebengkokan 0.

Kencangkan: • Mur clutch boss “1” Mur clutch boss 70 Nm (7. Periksa: • Gear primary driven“1” rusak/aus → ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set Timbul suara "Noise" saat berjalan → Ganti Gear primary drive dan rumah kopling satu set. • Tepatkan alur “a” washer pengunci pada tulangan “b” yang terdapat pada clutch boss. Pasang: • Conical spring washer “1” CATATAN: a 4. dan kencangkan mur clutch boss.KOPLING 2.0 m·kg. Baru 2 b EAS25240 1 MEMASANG KOPLING 1. 50 ft·lb) Pasang conical spring washer dengan posisi seperti pada gambar illustrasi T. Timbul suara " noise" pada saat jalan → Ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set. 5-43 . Pasang: • Clutch boss “1” • Washer pengunci“2” Baru • Mur clutch boss CATATAN: 1 • Lumasi ulir mur clutch boss dan permukaan washer pengunci dengan oli mesin. Periksa: • Gear primary drive Rusak/aus → Ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set. 1 a MEMRIKSA GEAR PRIMARY DRIVEN 1. Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 2. EAS25210 CATATAN: Pastikan sudut tajam thrust washer "a" pada posisi berlawanan dengan sisi clutch boss. Pasang: • Rumahn kopling • Thrust washer “1” R. 1 CATATAN: Tahan clutch boss “2” dengan alat universal clutch holder “3”. 3. Pasang: • Gera primary drive lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. 3.

3 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5-44 . 8. ke sisi mur. R. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM a b 1 c • Pasang clutch damper spring seat dan clutch damper spring seperti pada gambar ilustrasi • Pertama. 5. tepatkan dengan tahapan sbb : • Kendorkan mur pengunci setelan kopling “2”. Lumasi: • Kampas kopling • Plat kopling (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Oli mesin 7. dengan pola silang seperti pada gambar T. dan kencangkan mur pengunci setelan kopling sesuai spesifikasi. Mur pengunci (setelan kopling) 8 Nm (0.KOPLING 2 1 2 3 1 5. • Dengan tuas kopling ditekan ke arah "c". Bengkokan washer pengunci. Setel: • Gerak bebas mekanisme kopling a. Jika nok “a” tidak tepat dengan nok “b”. pasang kampas kopling. pada sisi yang panjang. dan selanjutnya bergantian antara plat kopling. putar baut penyetel “3” kedalam atau keluar hingga nok “a” tepat dengan nok "b". Pasang: • Clutch damper spring seat “1” • Clutch damper spring “2” • Kampas kopling 2 • Plat kopling • Kampas kopling 1 CATATAN: 9. • Tahan baut penyetel. Periksa posisi nok “a” yang terdapat pada tuas “1” tepatkan dengan nok “b” yang ada pada crankcase seperti gambar dibawah.8 m·kg. dengan menekan tuas kopling ke arah “c” hingga terhenti.8 ft·lb) T. Pasang: • Plat tekan • Per kopling “1” • Baut per kopling “2” Baut per kopling 12 Nm (1. 8. 6.2 m·kg. dan kampas 12 b.7 ft·lb) 2 CATATAN: Kencangkan baut per kopling. R.

6 1.Pasang: • Seal oli “1” • Seal oli “2” kedalaman pemasangan seal “a” 1. dengan pola silang dan urutan pengencangan seperti gambar. 12.12 3.4–0.0 m·kg.9 mm (0. R.Pasang: • Penutup kopling Baut penutup kopling 10 Nm (1. 2 b 11.075 in) kedalaman pemasangan seal “b” 0. dan pastikan tuas kick starter tidak menyentuh rumah kopling “a” .13 8 9 9 10 11 5-45 .9 mm (0. 7.055–0. 1 a 1 a 13.Pasang: • Tuas kickstarter “1” T.7 5 4 2.035 in) CATATAN: Pasang tuas kickstarter serapat mungkin dengan penutup kopling.Setel: • Gerak bebas kabel kopling lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING” halaman 3-11.KOPLING 10.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan baut penutup kopling.4–1.016–0.

kebalikan dari prosedur melepas. R.7 ft • Ib) Nomor T. 5-46 . 8.2 m • kg. Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.KICKSTARTER EAS24820 KICKSTARTER Melepas kickstarter 12 Nm (1. LT LT 7 LT E 5 Baru 4 3 2 1 Baru E 6 Komponen yang dilepas Rumah kopling 1 2 3 4 5 6 7 Circlip Washer Idle gear kickstarter Washer Circlip Unit kickstarter Guide gear ratchet 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan.

5-47 . kebalikan dari prosedur melepas.KICKSTARTER Membongkar kickstarter 1 2 11 3 4 5 Baru 6 M 8 10 9 M 7 Baru Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Komponen yang dilepas Spacer Per kickstarter Washer Gear kickstarter Washer Circlip Circlip Washer Per/Spring Gear ratchet As kickstarter Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.

Pasang: • As kickstarter “1” • Gear ratchet “2” CATATAN: Tepatkan tanda titik “a” pada as kickstarter dengan tanda titik “b” pada ratchet gear. 1 2 a EAS24880 MEMASANG KICKSTARTER 1. Periksa: • Gear ratchet • Idle gear kickstarter • Gear kickstarter Rusak/Aus → Ganti komponen yang rusak 2. a 1 MERAKIT KICKSTARTER 1. Pasang: • As kickstarter • Per kickstarter “1” 5-48 . 1 a 2 b 2.KICKSTARTER EAS24850 MEMERIKSA KICKSTARTER 1. Periksa: • Per kickstarter Rusak/Patah → Ganti EAS3C11012 CATATAN: Putar ujung per kickstarter ke kanan. Pasang: • Washer “1” • Circlip “2” CATATAN: Pastikan sudut yang tajam dari clip “a” pada posisi yang berlawanan dengan sisi washer dan gear. dan masukan ujung per pada lubang “a” yang ada pada crankcase.

4 m • kg.POMPA OLI EAS24911 POMPA OLI Melepas pompa oli 3 4 Nm (0. 2. T. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg. R.2 ft • Ib) Keterangan lihat bagian "KOPLING” halaman 5-37.9 ft • Ib) Nomor T. R. 5-49 . 2 1 LT LT 10 Nm (1. lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. Komponen yang dilepas Rumah kopling Gear primary drive /Gear balancer drive Jumlah 1 2 3 Plat baffle oli Unit pompa oli Gear drive pompa oli 1 1 1 Untuk pemasangan. 7.

POMPA OLI Membongkar pompa oli 2 6 5 4 3 E 1 E Nomor 1 2 3 4 5 6 Komponen yang dilepas Penutup rumah pompa oli Pin Gear driven pompa oli Inner rotor pompa oli Outer rotor pompa oli Rumah pompa oli Jumlah 1 1 1 1 1 1 keterangan Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas. 5-50 .

Periksa: • Drive gear pompa oli • Driven gear pompa oli • Rumah pompa oli • Penutup rumah pompa oli retak/rusak/aus → Ganti komponen yang rusak.0024–0.11 mm (0. EAS25000 MERAKIT POMPA OLI 1.0071 in) 3. 5-51 . Lumasi: • Inner rotor pompa oli • Outer rotor pompa oli • Driven gear pompa oli (dengan pelumas yang disarankan) 1. 2. Ukur: • Kelonggaran Inner-rotor-ke-outer-rotor “a” • Kelonggaran Outer-rotor-ke-rumah pompa oli “b” • Kelonggaran rumah pompa oli-ke-inner-rotorouter rotor “c” diluar spesifikasi → Ganti pompa oli kelonggaran Inner-rotor-ke-outer rotor tip kurang dari 0.0098 in) kelonggaran rumah pompa oli ke inner-rotor dan outer-rotor 0. Rumah pompa oli Pelumas yang disarankan Oli mesin 2.0043 in) Limit 0. Periksa: • cara kerja pompa oli Putaran berat → ulangi tahap (1) dan (2) atau ganti komponen yang rusak.0059 in) Limit 0.POMPA OLI EAS24960 MEMERIKSA POMPA OLI 1.15 mm (0. dengan alur “a” yang terdapat pada inner rotor “1”.23 mm (0.18 mm (0.25 mm (0. Inner rotor 2.06–0.0071 in) Limit 0. Outer rotor 3. Pasang: • Outer rotor pompa oli • Inner rotor pompa oli “1” • Driven gear pompa oli • Pin “2” CATATAN: Pada saat memasang inner rotor.13–0.0091 in) kelonggaran Outer-rotor-kerumah pompa oli 0.0051–0.18 mm (0. tepatkan pin pada as pompa oli "2".

2.4 ft·lb) ECA3C11021 PERHATIAN: Setelah mengencangkan baut unit pompa oli. R.POMPA OLI 1 2 a 3. T. EAS25020 MEMASANG POMPA OLI 1.4 m·kg. Pasang: • Unit pompa oli Baut unit pompa oli 4 Nm (0. Periksa: • Cara kerja pompa oli lihat bagian “MEMERIKSA POMPA OLI” halaman 5-51. pastikan pompa oli berputar dengan lancar. 5-52 .

kebalikan dari prosedur melepas.AS PEMINDAH GIGI EAS25410 AS PEMINDAH GIGI Melepas as pemindah gigi dan tuas stopper 6 LS Baru 2 E 3 LT 4 5 1 10 Nm (1.0 m • kg. 5-53 .2 ft • Ib) T. 1 2 3 4 5 6 As pemindah gigi/Shift shaft Circlip Per as pemindah gigi Tuas stopper Per tuas stopper Seal oli 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan . Nomor Komponen yang dilepas Rumah kopling Lengan pemindah/Shift arm Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. R. lihat bagian “MELEPAS MESIN” hal 5-1. 7.

dan crankcase boss “3”. Pasang: • Tuas stopper “1” • Per tuas stopper “2” CATATAN: • Kaitkan ujung per tuas stoper pada lubang tuas stoper. • Tepatkan stopper lever dengan unit shift drum segment. 3 2 1 2. • Per tuas stopper rusak/aus → Ganti EAS25450 MEMASANG AS PEMINDAH GIGI 1.AS PEMINDAH GIGI EAS25420 MEMERIKSA AS PEMINDAH GIGI 1. Periksa: • As pemindah gigi/Shift shaft Bengkok/rusak/aus → Ganti • Per as pemindah gigi rusak/aus/patah → Ganti EAS25430 MEMERIKSA TUAS STOPPER 1. Periksa: • Tuas stopper bengkok/rusak → ganti roller tidak berputar lancar → Ganti tuas stoper set. Pasang: • As pemindah gigi/Shift shaft “1” CATATAN: Masukan ujung per shift shaft pada stopper "2". 2 1 5-54 .

8 T. Nomor 10 11 12 13 14 R.GEAR BALANCER EAS3C11017 GEAR BALANCER Melepas gear primary drive dan gear balancer 6 5 13 4 3 1 60 Nm (6. 36 ft • Ib) T.0 m • kg. 7 Baru 2 komponen yang dilepas Rumah kopling 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Mur gear primary drive Mur gear balancer driven Washer Gear primary drive Gear balancer drive Pasak Washer pengunci Plat gear balancer driven 1 Gear balancer driven Buffer boss Per/spring Pin dowel Pasak Plat gear balancer driven 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 2 1 1 Jumlah keterangan lihat bagian "KOPLING” halaman 5-37. 5-55 . 43 ft • Ib) E 15 10 14 9 12 11 50 Nm (5. R.0 m • kg.

43 ft • Ib) E 15 10 14 9 12 11 50 Nm (5.GEAR BALANCER Melepas gear primary drive dan gear balancer 6 5 13 4 3 1 60 Nm (6. Nomor 15 R.0 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. 8 T.0 m • kg. Keterangan 5-56 . R. 7 Baru 2 Komponen yang dilepas Spacer Jumlah 1 Untuk pemasangan. 36 ft • Ib) T.

Pasang pin dowel dan per secara berselang seperti pada gambar. Pasang: • Gear balancer driven “1” • Washer pengunci Baru • Gear balancer drive “2” • Gear primary drive • Washer “3” • Mur gear balancer driven • Mur gear primary drive CATATAN: • Tepatkan tanda titik “a” pada gear balancer drive “2” dengan tanda titik “b” pada gear balancer driven “1”. Tepatkan titik “a” pada buffer boss dengan tanda titik “b” yang terdapat pada gear balancer driven. 5-57 . dan lepaskan mur gear primary.GEAR BALANCER EAS3C11018 EAS3C11020 MELEPAS GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER 1. Kendorkan: • Mur gear balancer driven “1” CATATAN: 1 2 2. 2 3 1 a 2. dan lepaskan mur gear balancer driven. Periksa: • Gear balancer drive • Gear balancer driven • Buffer boss • Per/Spring • Pin dowel rerak/rusak/aus → Ganti 2. Kendorkan: • Mur gear primary drive “1” CATATAN: MEMASANG GEAR BALANCER DRIVEN 1. MEMASANG GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER 1. 3. Pasang: • Buffer boss “1” • Gear balancer driven “2” CATATAN: Tempatkan plat aluminum “a” diantara balancer drive gear “2” dan balancer driven gear “3”. Periksa: • Gear primary drive lihat bagian “MEMRIKSA GEAR PRIMARY DRIVE” halaman 5-42. Pasang: • Pin dowel “1” • Per/Springs “2” (pada buffer boss) CATATAN: Tempatkan plat aluminum “a” diantara balancer drive gear “2” dan balancer driven gear “3”. 2 a 1 1 3 b EAS3C11019 EAS3C11021 a 2 MEMERIKSA GEAR BALANCER DAN GEAR PRIMARY DRIVE 1. Luruskan lipatan washer pengunci.

pada bagian sisi yang rata pada mur.0 m·kg. Kencangkan: • Mur gear balancer driven “1” • Mur gear primary drive “2” Mur gear balancer driven 50 Nm (5. Bengkokan washer pengunci. 3 4 T. 36 ft·lb) Mur gear primary drive 60 Nm (6. 3 c 2. dan kencangkan mur gear primary drive. dan kencangkan mur gear balancer driven.GEAR BALANCER • Pastikan sudut yang tajam dari washer “c” pada posisi yang berhadapan dengan sisi gear primary drive. 1 a 5-58 . 3 b 2 1 2 1 4 a b 3. R.0 m·kg. 43 ft·lb) CATATAN: • Tempatkan plat aluminum “a” diantara gear balancer drive “3” dan gear balancer driven “4”. • Tempatkan plat aluminium “b” diantara gear balancer drive “3” dan gear balancer driven “4”.

lihat hbagian “GENERATOR DAN STARTER CLUTCH” halaman 5-28. lihat bagian “CYLINDER DAN PISTON” halaman 5-23.2 ft • Ib) 8 10 Nm (1. 7. R. 7. R. R. 23 ft • Ib) 20 Nm (2.2 ft • Ib) R. lihat bagian “KICKSTARTER” halaman 5-46. 1 1 1 1 T. 14 ft • Ib) 10 Nm (1.2 ft • Ib) Keterangan lihat bagian “MELEPAS MESIN” halaman 5-1. Nomor Mesin T.0 m • kg. 7. R. Jumlah 5-59 . lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. 7. lihat bagian “STARTER LISTRIK" halaman 5-33.2 ft • Ib) T. lihat bagian “AS PEMINDAH GIGI” hal 5-53.0 m • kg.0 m • kg. R.2 m • kg. lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. 10 Nm (1.CRANKCASE EAS25540 CRANKCASE Memisahkan crankcase 10 Nm (1.0 m • kg. Komponen yang dilepas Cylinder head Cylinder/Piston Rumah kopling Unit pompa oli As pemindah gigi/Shift shaft Unit Kickstarter Motor starter Gear balancer Rotor generator 1 2 3 4 Guide rantai timing (sisi pemasukan) Penutup rantai Rantai timing Baut penguras oli mesin T.0 m • kg. lihat bagian “POMPA OLI” halaman 5-49. T. T. 10 9 2 6 5 Baru LS 3 1 9 7 4 Baru 32 Nm (3.

0 m • kg. 5-60 . Komponen yang dilepas Per/spring Saringan oli mesin Switch neutral Crankcase kanan Pin dowel Crankcase kiri T. R. kebalikan dari prosedur melepas. 7. Nomor 5 6 7 8 9 10 T. R. Jumlah 1 1 1 1 2 1 Untuk pemasangan. R. 10 Nm (1.2 ft • Ib) 8 10 Nm (1.2 ft • Ib) R.0 m • kg. 7.0 m • kg. 14 ft • Ib) 10 Nm (1.2 ft • Ib) Keterangan T.2 m • kg. T. R. T.0 m • kg. 23 ft • Ib) 20 Nm (2.CRANKCASE Memisahkan crankcase 10 Nm (1. R.0 m • kg. 10 9 2 6 5 Baru LS 3 1 9 7 4 Baru 32 Nm (3.2 ft • Ib) T. 7. 7.

R. 5-61 . 3 2 3 3 3 3 LT 1 3 E LS Nomor Komponen yang dilepas Crankshaft/Balancer Transmisi Jumlah Keterangan lihat bagian “CRANKSHAFT” halaman 5-64.7 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas.CRANKCASE Melepas seal oli dan bearing 3 E 7 Nm (0. 1 2 3 Seal oli Retainer bearing Bearing 1 1 7 Untuk pemasangan. lihat bagian “TRANSMISI” halaman 5-67. 5.1 ft • Ib) E T.

dengan pola silang. hati-hati dan pastikan crankcase terpisah dengan mudah. Rendam crankcase pada cairan pembersih. 2.14 2. Putar: • Posisi segment shift drum CATATAN: Putar segment shift drum “1” seperti pada posisi gambar ilustrasi. jangan pada bagian permukaan sambungan. Crankcase kiri B. 5-62 . 3. Periksa: • Saringan oli/oil strainer rusak/sobek → ganti Kontaminasi → bersihkan dengan pembersih 3.13 A. Periksa: • Crankcase retak/rusak → Ganti • Aliran oli pada crankcase tersumbat → tiup dengan udara bertekanan. selanjutnya putar inner race dengan jari. 2. Pukul pada bagian tonjolan yang terdapat pada crankcase. Lepaskan: • Crankcase kanan EAS3C11014 MEMERIKSA BEARING DAN SEAL OLI 1. Crankcase kanan 4. Lepas: • Baut crankcase CATATAN: PERHATIAN: Kendorkan semua baut dengan 1/4 putaran. 2 EAS25580 1 B 10. Periksa: • Bearing Bersihkan dan lumasi bearing.CRANKCASE EAS3C11032 ECA13900 MEMISAHKAN CRANKCASE 1. Periksa: • Rantai timing rusak/kaku → Ganti rantai timing satu set dengan sprocket camshaft. dan urutan seperti pada gambar A Pukul salah satu sisi crankcase dengan hammer plastik. EAS3C11033 9 8 7 6 5 MEMERIKSA RANTAI TIMING DAN GUIDE RANTAI TIMING 1. Bersihkan gasket cair yang terdapat pada permukaan sambungan crankcase. 11 12 3.15 MEMERIKSA CRANKCASE 1. segment shift drum tidak menyentuh crankcase pada saat crankcase dipisahkan. pada posisi ini. Periksa: • Guide rantai timing (sisi masuk) rusak/aus → Ganti EAS3C11034 1 PERIKSA SARINGAN OLI/OIL STRAINER 1.

dengan urutan pengencangan. “15” • M6 × 45 mm : “1–5”. Crankcase kiri B. Pasang : • Crankcase kanan CATATAN: MEMASANG RETAINER BEARING 1.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan semua baut dengan 1/4 putaran. 1.12 11 14 15 A. 2. “10” A T. • Lumasi locking agent (LOCTITE®) pada bagian ulir baut retainer bearing.6 5 4 3. segment shift drum tidak menyentuh crankcase.1 ft·lb) LOCTITE® 4. Oleskan: • Gasket cair/Sealant (pada permukaan sambungan crankcase) Yamaha bond No. • M6 × 70 mm : “7–9”. Baut retainer bearing 7 Nm (0.7 m·kg. Bersihkan dengan sempurna gasket cair yang menempel pada permukaan sambungan.. Pasang: • Retainer bearing “1” CATATAN: Putar segment shift drum “1” pada posisi seperti gambar ilustrasi. seperti gambar.1215®) CATATAN: Jangan sampai gasket cair/ sealant masuk kedalam jalur saluran oli. 5. R. 7.13 B 7 8 9 10 2. pada saat crankcase dirakit. a 1 Baut crankcase 10 Nm (1. Pasang: • Baut crankcase 1 EAS25700 MEMASANG CRANKCASE 1. • Pasang retainer bearing “1” dengan tanda "OUT" “a” menghadap keluar. T. R. pada posisi ini.CRANKCASE Putaran tidak lancar → Ganti • Seal oli rusak/bocor → Ganti EAS3C11015 3. Crankcase kanan 5-63 . 1215 90890-85505 (Three Bond No.0 m·kg. “11” • M6 × 55 mm : “14”.

5-64 . 1 2 Balancer Crankshaft 1 1 Untuk pemasangan.CRANKSHAFT EAS25960 CRANKSHAFT Melepas crankshaft dan balancer 2 E E LS 1 Baru LS Baru Nomor Komponen yang dilepas Crankcase Jumlah Keterangan Memisahkan lihat bagian “CRANKCASE” halaman 5-59. kebalikan dari prosedur melepas.

tidak rusak. Periksa: • Sprocket crankshaft rusak/aus → Gantie crankshaft. Lebar A 47. Periksa: • Lajur as crankshaft retask/aus → Ganti crankshaft. crankshaft installer bolt “3”. Periksa: • Kelonggaran samping big end diluar spesifikasi → Ganti crankshaft.030 mm (0. ECA3C11022 PERHATIAN • Untuk menghindari agar ujung crankshaft. Kelonggaran samping big end D 0.888–1.410 mm (0. Lepas: • Crankshaft “1” CATATAN: • Lepas crankshaft dari crankcase dengan crankcase separating tool “2”. 5-65 . 5. bearing.890 in) 4. CATATAN: Putar crankshaft secara perlahan Batas kebengkokan C 0. berikan socket diantara baut crankcase separating tool dan ujung crankhaft. Ukur: • Lebar crankshaft diluar spesifikasi → Ganti crankshaft.CRANKSHAFT EAS3C11016 MELEPAS CRANKSHAFT 1.0161 in) 3.00 mm (1.0043–0. • Jangan menarik crankshaft. Crankcase separating tool 90890-01135 Crankcase separator YU-01135-B 2. adapter (M12) “4” dan spacer (crankshaft installer) “5”.95–48.110–0. • Pastikan crankcase separating tool pada posisi senter dengan crankshaft. • Bearing retak/rusak/longgar → Ganti crankshaft. Periksa: • Kelurusan crankshaft diluar spesifikasi → Ganti crankshaft. Pasang: • Crankshaft “1” CATATAN: Pasang crankshaft dengan crankshaft installer pot “2”. atau keduanya. • Jalur aliran oli crankshaft tersumbat → tiup dengan udara bertekanan EAS3C11036 2 1 EAS3C11035 MEMERIKSA CRANKSHAFT 1.0012 in) MEMASANG CRANKSHAFT 1.

CRANKSHAFT Crankshaft installer pot 90890-01274 Installing pot YU-90058 Crankshaft installer bolt 90890-01275 Bolt YU-90060 Adapter (M12) 90890-01278 Adapter #3 YU-90063 Spacer (crankshaft installer) 90890-04081 Pot spacer YM-91044 1 2 4 5 ECA13970 3 PERHATIAN Untuk menghindari baret pada crankshaft dan mempermudah pemasangan . dengan gemuk lithium-soap-based dan tiap bearing dengan oli mesin. lumasi seal oli. Putar baut crankshaft installer hingga crankshaft masuk ke dalam crankcase dengan penuh. dan putar baut crankshaft installer dengan tangan yang lain. CATATAN: Tahan connecting rod pada posisi titik mati atas (TMA) dengan satu tangan. 5-66 .

1 2 3 4 5 6 7 8 9 Guide bar shift fork Per/Spring Unit shift drum Shift fork-(kanan) Shift fork-(tengah) Shift fork-(kiri) Unit drive axle Unit Main axle Batang penekan (panjang) 1 2 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. unit shift drum. 5-67 .TRANSMISI EAS26241 TRANSMISI Melepas transmisi. kebalikan dari prosedur melepas. dan shift forks 7 4 8 E 9 6 E E 5 E 2 1 3 E 2 Nomor Komponen yang dilepas Crankcase Jumlah Keterangan Memisahkan lihat bagian “CRANKCASE” halaman 5-59.

TRANSMISI Membongkar main axle M 6 5 4 3 Baru 2 1 M Nomor 1 2 3 4 5 6 Komponen yang dilepas 2nd pinion gear 3rd/4th pinion gear Circlip Toothed washer 5th pinion gear Main axle/1st pinion gear Jumlah 1 1 1 1 1 1 keterangan Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas. 5-68 .

5-69 .TRANSMISI Membongkar drive axle 4 5 6 7 8 Baru 9 10 11 12 M M 3 2 1 M M Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Komponen yang dilepas Washer 2nd wheel gear Dog clutch Washer 1st wheel gear Spacer 5th wheel gear Circlip Toothed washer 4th wheel gear 3rd wheel gear Drive axle Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas.

MEMERIKSA TRANSMISI 1. Periksa: • Alur shift drum retak/tidak rata/aus → Ganti unit shift drum. Ukur: • Kelurusan drive axle (dengan alignment dan dial gauge “1”) diluar spesifikasi → Ganti drive axle. Periksa: • Pergerakan shift fork (masukan as ke shift fork guide bar) pergerkan tidak lancar → Ganti shift forks dan shift fork guide bar satu set. Kelurusan Main axle 0. Periksa: • Shift fork cam follower “1” • Shift fork pawl “2” Bengkok/rusak/baret/aus → ganti shift fork. 2. Ukur: • Kelurusan main axle (dengan alignment dan dial gauge “1”) diluar spesifikasi → Ganti main axle. EWA12840 EAS26290 PERINGATAN Jangan meluruskan shift fork guide bar yang bengkok. MEMERIKSA UNIT SHIFT DRUM 1.TRANSMISI EAS26260 EAS26270 MEMERIKSA SHIFT FORKS Ikuti prosedur dibawah ini. untuk memeriksa shift forks. Periksa: • Shift fork guide bar Gelindingkan shift fork guide bar pada meja datar Bengkok → Ganti. • Segment shift drum “1” rusak/aus → ganti unit shift drum• Bearing shift drum “2” Rusak/macet → Ganti unit shift drum 2. 1.03 mm (0.0012 in) 5-70 .0012 in) 3.03 mm (0. Kelurusan drive axle 0.

pada posisi yang berlawanan dengan toothed washer dan gear. Periksa: • Pergerakan gear transmisi pergerakan tidak lancar → ganti komponen yang rusak. “C”. EAS25190 MEMASANG SHIFT FORKS DAN UNIT SHIFT DRUM 1. • Pastikan sambungan ujung circlip “b” pada alur as “c”. MEMERIKSA BATANG PENEKAN KOPLING 1. Periksa: • Gear transmisi Berwarna biru terbakar/mengecil/aus → Ganti gear yang bermasalah. Batas kebengkokan : 0. “L”.0197 in) 5 3 2 1 2. • Pastikan sudut yang tajam "a" dari circlip. Pasang: • Shift fork-("L" kiri) “1” • Shift fork-("C"tengah) “2” • Shift fork-("R"kanan) “3” • Unit shift drum “4” • Per/springs • Shift fork guide bar “5” CATATAN: Tulisan timbul yang ada pada shift forks harus menghadap ke sisi kanan dari mesin dengan urutan: “R”.500 mm (0.TRANSMISI EAS29020 MERAKIT MAIN AXLE DAN DRIVE AXLE 1. b Baru 2 a 1 c EAS26320 4. Ukur: • Kelurusan batang penekan diluar spesifikasi → Ganti batang penekan kopling. Periksa: • Pengopelan setiap gigi transmisi (setiap pinion gear ke wheel gear) Tidak lancar → lepas kembali transmisi periksa setiap unit as transmisi 5. Periksa: • Batang penekan kopling (panjang) retak/rusak/aus → ganti batang penekan kopling (panjang) 2. Pasang: • Toothed washer “1” • Circlip “2” Baru CATATAN: 3. • Transmission gear dogs Retrak/rusak/oval → Ganti komponen yang rusak. Periksa: • Transmisi Pergerakan tidak lancar → perbaiki 4 5-71 .

• Sebelum merakit crankcase. dan semua gigi berputar dengan lancar.TRANSMISI CATATAN: • Lumasi dengan oli setiap gear dan bearing . 5-72 . pastikan transmisi dalam kondisi netral.

TRANSMISI 5-73 .

.............................. 6-5 POMPA AIR/WATER PUMP......................................................... 6-9 6 ......................................6-4 MEMERIKSA THERMOSTAT..................................................................6-6 MEMBONGKAR POMPA AIR.................................................................................6-8 MEMASANG POMPA AIR...................................................................................................................................................................................................................... 6-3 MEMASANG RADIATOR..................................................................6-8 MERAKIT POMPA AIR..........................................................6-5 MEMASANG THERMOSTAT.....................6-1 MEMERIKSA RADIATOR.......................................................................................6-3 THERMOSTAT ...............SISTIM PENDINGINAN/COOLING SYSTEM RADIATOR ...............................................................................................6-8 MEMERIKSA POMPA AIR............................

lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.8 m • kg. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.RADIATOR EAS26380 RADIATOR Melepas radiator 5 T. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Selang pernafasan reservoir Selang reservoir coolant Cap reservoir coolant Reservoir coolant Coupler kipas radiator Selang pernafasan pompa air Selang pengeluaran radiator Selang pemasukan radiator Cap radiator 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Lepaskan 6-1 . 5. 2 3 9 8 1 11 4 6 10 7 10 Nm (1. 7 Nm (0. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Nomor Komponen yang dilepas Air pendingin/Coolant Jok/Panel depan kanan dan kiri/Panel samping kanan dan kiri Tangki bensin/Fuel tank Rumah saringan udara Jumlah Keterangan Kuras lihat bagian “MENGGANTI COOLANT” halaman 3-14. 8 Nm (0. 5.1 ft • Ib) R. 7.2 ft • Ib) T.0 m • kg. 12 T.8 ft • Ib) R. R.7 m • kg.

R.0 m • kg.8 m • kg. 7 Nm (0. Nomor 10 11 12 komponen yang dilepas Radiator Kipas radiator Penutup radiator Jumlah 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.7 m • kg. 8 Nm (0. 7. 5.8 ft • Ib) R.RADIATOR Melepas radiator 5 T. 12 T.1 ft • Ib) R. 6-2 . 2 3 9 8 1 11 4 6 10 7 10 Nm (1. 5.2 ft • Ib) T. kebalikan dari prosedur melepas.

dan berikan tekanan sesuai spesifikasi. Periksa: • Selang radiator retak/bocor → Ganti 3. Pasang radiator cap tester “1” dan adapter radiator cap tester “2” ke radiator cap “3”. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG RADIATOR 1. Periksa: • Kipas radiator Rusak → Ganti Tidak berfungsi → Periksa dan perbaiki lihat bagian “SISTIM PENDINGINAN” hal 8-25. Periksa: • Sistim pendinginan/Cooling system Bocor → Perbaiki /ganti komponen yang rusak 3. Rusak → perbaiki/ganti CATATAN: Luruskan fins radiator dengan obeng. harus tidak ada penurunan.23 kgf/cm²) a. 2. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. tekanan dibawah spesifikasi buka.8 psi) (0. Radiator cap tester 90890-01325 Radiator pressure tester YU-24460-01 Radiator cap tester adapter 90890-01352 Radiator pressure tester adapter YU-33984 6-3 . Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator tidak sesuai dengan spesifikasi → Ganti tutup radiator. EAS26400 2. harus dalam kondisi klep terbuka. Isi: • Sistim pendinginan/Cooling system (dengan kapasitas dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. minus. Berikan.RADIATOR EAS26390 MEMERIKSA RADIATOR 1. selama 10 detik.6 kPa (13. Tekanan buka klep tutup radiator 93. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4.2–122.5–17. b. Ukur: • Tekanan buka tutup radiator Tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. semprot dari belakang ke depan. Periksa: • Kipas radiator Kotor tersumabt → Bersihkan Semprot dengan udara bertekanan.93–1.

1 2 3 4 5 Selang masuk radiator Coupler coolant temperature sensor Coolant temperature sensor Tutup thermostat Thermostat 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan . lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1.8 m • kg. Komponen yang dilepas Air pendingin/Coolant Jok/Panel depan kanan Tangki bensin/Fuel tank Jumlah Keterangan Kuras lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14.THERMOSTAT EAS26440 THERMOSTAT Melepas thermostat 1 2 Baru 3 18 Nm (1. 7. 13 ft • Ib) T. Lepaskan 6-4 .0 m • kg. 4 T. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.kebalikan dari prosedur melepas. 5 10 Nm (1.2 ft • Ib) Nomor R. R.

4.8 m·kg. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. dan thermostat. Tertutup penuh B.7 A. 13 ft·lb) ECA3C11004 PERHATIAN: Perlakukan dengan penuh hati-hati coolant temperature sensor. Thermostat yang tidak standart. perhatikan perubahan suhu thermometer. Masukan thermometer “4” ke dalam air d. Isi: • Sistim pendinginan/cooling system (dengan kapasitas. Pasang: • Thermostat CATATAN: Pasang thermostat dengan lubang by pass “a” menghadap ke atas. Panaskan air secara perlahan. T. c. ganti thermostat.3 °F) → Ganti 2. Pasang: 4 • Washer tembaga Baru • Coolant temperature sensor 3 1 2 Coolant temperature sensor 18 Nm (1. ganti komponen jika terjatuh atau terbentur dengan keras.9 .5 (179. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator Tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. Periksa: • Thermostat Tidak terbuka pada suhu 80. Periksa: • Selang pemasukan radiator retak/bocor → Ganti EAS26480 MEMASANG THERMOSTAT 1. Terbuka penuh CATATAN: 95 203 Jika kondisi thermostat tidak sesuai.5 °C (176. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2. Periksa: • Sistim pendinginan/cooling system Bocor → Perbaiki/ganti komponen yang rusak 5.182. a.5–83. 3. b. Periksa: • Penutup thermostat retak/rusak → ganti 3. Rendam thermostat “1” ke dalam gelas “2” isi gelas dengan air. Panaskan air secara perlahan “3”. R. 82 ± 1. akan mengakibatkan panas/dingin yang berlebihan LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6-5 .THERMOSTAT EAS26450 MEMERIKSA THERMOSTAT 1. dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14.6 ± 2.

Panel depan kiri Kabel kopling (sisi mesin) Air pendingin/Coolant 1 2 3 4 5 Selang keluar radiator Selang pernafasan (pompa air) Selang pernafasan cylinder head Baut bracket radiator Unit pompa air 1 1 1 1 1 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1. T. kecuali jika air radiator turun terlalu drastis. R. R. atau air masuk kedalam ruang oli mesin. Komponen yang dilepas JUmlah Keterangan Tidak perlu membongkar pompa air. kebalikan dari prosedur melepas. 7.0 m • kg. 6-6 .2 ft • Ib) Nomor T. 7. lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. Lepaskan Untuk pemasangan.0 m • kg.2 ft • Ib) 10 Nm (1. Kuras. Lepaskan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.POMPA AIR EAS26500 POMPA AIR Melepas pompa air 2 3 LS Baru 1 5 4 Baru LS 10 Nm (1.

2 ft • Ib) 4 6 7 Baru T. R. 10 LS 3 Baru 2 1 10 Nm (1. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Komponen yang dilepas Bracket radiator Tutup rumah radiator Gasket tutup rumah radiator Retainer as impeller As impeller Plat tutup rumah pompa air Gasket tutup rumah pompa air Seal pompa air Bearing Rumah pompa air Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. 7. R. 7. R.0 m • kg.0 m • kg. 9 LT 8 Baru 5 10 Nm (1.2 ft • Ib) T.POMPA AIR Membongkar pompa air 10 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas. 6-7 .2 ft • Ib) T.0 m • kg. 7.

• Pasang seal pompa air dengan spesial tool. • Pasang gasket rumah pompa oli “1” seperti pada gambar ilustrasi. Mechanical seal installer 4. 6-8 . Middle driven shaft bearing driver MEMERIKSA POMPA AIR 1. Pasang: • Gasket rumah pompa air “1” • Plat rumah pompa air “2” • As Impeller • Retainer as impeller “3” CATATAN: PERHATIAN: Jangan melumasi bagian dalam seal pompa air dengan oli maupuin gemuk. 2. Lepas: • Bearing “2” CATATAN: Mechanical seal installer 90890-04145 Middle driven shaft bearing driver 90890-04058 Bearing driver 40 mm YM-04058 A 4 3 1 Baru 2 Lepas bearing dari bagian luar rumah pompa air “3”. Buka: • Seal pompa air “1” CATATAN: Lepas seal pompa air dari bagian dalam rumah pompa air.5 mm (0–0. dengan kedalaman seperti terlihat pada gambar ilustrasi. 2 3 1 EAS26530 A.02 in) MERAKIT POMPA AIR 1. CATATAN: Baru • Pasang seal pompa air dengan special tools. Lumasi: • Bagian luar seal pompa air Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 3. Periksa: • As Impeller retak/rusak/aus → Ganti • Bearing Putaran berat → Ganti • Selang keluar radiator retak/bocor → Ganti EAS26560 a a. • Setelah pemasangan as impeller periksa putaran harus lancar. Tekan kebawah 3. Pasang: • Seal pompa air “1” Baru (kedalam rumah pompa air “2”) ECA14080 2. 0–0. • Sebelum memasang retainer as impeller shaft lumasi dengan tipis ujung as impeller dengan gemuk coat of lithium-soap-based.POMPA AIR EAS26510 MEMBONGKAR POMPA AIR 1.

plat rumah pompa air. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. dan retainer as impeller sejajar. 6-9 . Periksa: • Sistim pendinginan/Cooling system Bocor → Perbaiki/ganti komponen yang rusak 4. Pasang: • Unit pompa air “1” • O-rings “2” Baru CATATAN: • Pastikan nok “a” yang ada pada ujung as impeller dengan alur “b” pada baut sprocket camshaft • Lumasi O-rings dengan gemuk coat of lithiumsoap-based. Isi: • Cairan pendingin/Cooling system (dengan spesifikasi dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. dan pastikan plat rumah pompa air tidak menyumbat lubang "a" pada gasket.POMPA AIR • Pastikan lubang baut gasket rumah pompa air. 3. a b 1 2 2. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator Tekanan tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. a 1 Baru 3 EAS26580 2 MEMASANG POMPA AIR 1.

............................. 7-6 MEMERIKSA THROTTLE BODY ............ 7-2 THROTTLE BODY..................................... 7-4 MELEPAS THROTTLE BODY..................................................................................................... 7-2 MEMASANG TANGKI BENSIN.................................................................................................. 7-2 MEEMRIKSA BODI POMPA BENSIN.............................................SISTIM BAHAN BAKAR TANGKI BENSIN ...................................................................................... 7-9 MEMERIKSA AIR INDUCTION SYSTEM................... 7-12 7 .................................................................................................................................................................................................. 7-1 MELEPAS TANGKI BENSIN ................................................................................ 7-2 MEMASANG POMPA BENSIN........................................................................... 7-6 MEMERIKSA INJECTOR BAHAN BAKAR ...................... 7-2 MELEPAS POMPA BENSIN .................................... 7-6 AIR INDUCTION SYSTEM ............................... 7-6 MEMERIKSA TEKANAN BAHAN BAKAR/ FUEL PRESSURE ............ 7-6 MEMASANG THROTTLE BODY .........

2 ft • Ib) T.2 ft • Ib) T.9 ft • Ib) 10 Nm (1. 7-1 . 1 2 3 4 5 6 Coupler pompa bensin Selang bensin Tangki bensin Retainer pompa bensin Pompa bensin Gasket pompa bensin 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan.4 m • kg. 7. 2. R. Nomor Komponen yang dilepas Jok/tempat duduk Jumlah Keterangan lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1. 3 R.0 m • kg.TANGKI BENSIN EAS26620 TANGKI BENSIN Melepas tangki bensin 10 Nm (1. T. R. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg. 6 Baru 5 2 (6) 4 1 4 Nm (0. 7.

Lepaskan: • Selang bensin EWA3C11003 MEMERIKSA BODI POMPA BENSIN 1. jika akan melepas selang. tempatkan kain dibawah sambungan selang. Untuk menghindari semburan bensin. dengan alur yang terdapat pada retainer pompa bensin. Lepas: • Pompa bensin ECA14720 PERHATIAN: • Jangan sampai pompa bensin terjatuh. dengan posisi permukaan sambungan pompa bensin berada di bawah. CATATAN: • Jangan sampai melukai permukaan sambungan tangki. pastikan connector terpasang dengan sempurna. R. • Tepatkan nok “a” pada pompa bensin. sanggah jangan sampai terluka. pada saat sambungan selang dicabut dari tangki. • Kencangkan baut pompa bensin. Pada saat memasang selang bensin. pada saat memasang pompa bensin • Selalu pergunakan gasket pompa yang baru. 2.TANGKI BENSIN EAS26630 EAS26670 MELEPAS TANGKI BENSIN 1. • Jangan menyentuh bagian dari fuel sender. 7-2 . jika tidak selang bensin dapat terlepas. tekan dua pengait “2” yang terdapat pada sisi connector. atau terbentur dengan keras. pada pompa bensin hingga terdengar suara “click” . 2. • Pasang pompa bensin seperti pada gambar ilustrasi. geser penutup connector selang “1” yang terdapat diujung selang. dan lepaskan selang • Lepaskan selang secara manual tanpa menggunakan alat/tools. • Lepas selang bensin dari pipa pompa bensin. • Sebelum melepas selang. tarik ke arah tanda panah seperti gambar. dengan cara menyedot dengan pompa. Kuras bensin melaui lubang tangki. Pasang: • Pompa bensin Baut pompa bensin 4 Nm (0. dengan pola silang seperti pada gambar. EAS26640 EAS3C11024 MEMASANG TANGKI BENSIN 1. 2 1 3 4 a 1 FWD (DEPAN) 5 6 2 3. CATATAN: MEMASANG POMPA BENSIN 1. CATATAN: • Pasang connector selang bensin. Periksa: • Bodi pompa bensin Kotor → Bersihkan retak/rusak → Ganti unit pompa bensin EAS26700 PERINGATAN Lindungi sambungan selang dengan kain. Lepaskan: • Tangki bensin CATATAN: Jangan menempatkan tangki bensin. Pasang: • selang bensin ECA3C11005 PERHATIAN: MELEPAS POMPA BENSIN 1.9 ft·lb) T. dan penutup connector betul betul telah terpasang dengan posisi yang benar.4 m·kg.

1 7-3 .TANGKI BENSIN • Untuk memasang selang bensin ke pompa bensin. geser penutup connector “1” pada ujung selang seperti pada gambar dibawah.

7 ft • Ib) 2 1 10 Nm (1.4 ft • Ib) Jok/Panel samping kanan dan kiri Tangki bensin Rumah saringan udara 1 2 3 4 5 6 7 8 Selang bensin Coupler Fuel injector Fuel injector Gasket Fuel injector Coupler FID (fast idle solenoid) Coupler unit Throttle body sensor Kabel gas Baut klem joint Throttle body 1 1 1 1 1 1 1 2 T.0 m • kg. R. 8.2 m • kg. 5 LT 9 8 10 8 4 12 E LS Baru 6 7 LT 11 LT 2 Nm (0.THROTTLE BODY EAS26970 THROTTLE BODY Melepas throttle body 12 Nm (1. Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Kendorkan ECA3C11015 PERHATIAN: 9 Throttle body 1 Jangan melakukan pembongkaran unit throtlle body.2 m • kg. 1.2 ft • Ib) T. lihat bagian 'RANGKA UMUM" halaman 4-1. R. R. 7. Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan lihat bagian 'RANGKA UMUM" halaman 4-1. 3 Baru Nomor T. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 7-4 .

3 Baru Nomor 10 11 12 T.2 m • kg. Komponen yang dilepas Jumlah 1 1 1 Lepaskan keterangan Untuk pemasangan. R.2 ft • Ib) T.THROTTLE BODY Melepas throttle body 12 Nm (1. 7. 8.4 ft • Ib) Joint Throttle body Selang vacuum air induction system Manifold pemasukan T. 1. R.7 ft • Ib) 2 1 10 Nm (1. 7-5 .2 m • kg. 5 LT 9 8 10 8 4 12 E LS Baru 6 7 LT 11 LT 2 Nm (0. R. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg.

2 1 1 EAS3C11028 MEMERIKSA FUEL INJECTOR 1. Periksa: • aliran bahan bakar tersumbat → Bersihkan a.5 kgf/cm²) Tidak sesuai → Ganti pompa bensin LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11006 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11005 MEMERIKSA TEKANAN BENSIN 1. Periksa: • Throttle body retak/rusak → Ganti throttle body. Tekanan bensin 250. Hidupkan mesin. Pasangkan fuel pressure adapter “3” diantara selang bensin “1” dan pompa bensin “2”. Lepaskan selang bensin “1” dari pompa bensin “2”. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4 2 3 1 f. Periksa: • Fuel injector Rusak → Ganti EAS26990 d. Buka tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. g. Lindungi sambungan selang dengan kain.THROTTLE BODY EAS3C11025 EWA3C11003 MELEPAS THROTTLE BODY 1. Pressure gauge 90890-03153 YU-03153 Fuel pressure adapter 90890-03186 MEMERIKSA THROTTLE BODY 1. Untuk menghindari semburan bensin. Jangan menggunakan carburetor cleaning solution. Ukur tekanan bensin.6 psi) (2. pada saat sambungan selang dicabut dari tangki. Angkat bagian depan dari tangki bensin c. Tiup lubang lubang dengan udara bertekanan. Pasang: • Klem joint Throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada joint throttle body dengan coakan “b” yang terdapat pada klem.0 kPa (35. jika akan melepas selang. dari throttle body. 7-6 . e. Lepas: • Throttle body ECA3C11016 PERINGATAN PERHATIAN: Jangan melepas unit throttle body sensor "1". b. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG THROTTLE BODY 1. b. Bersihkan throttle body dengan petroleumbased solvent. Periksa: • Tekanan bensin a. Pasangkan pressure gauge “4” pada fuel pressure adapter “3”. 2.

a b 4. b a 3. 7-7 . Pasang: • Throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada throttle body dengan alur “b” yang terdapat pada joint throttle body. Setel: • Gerak bebas kabel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL GAS” halaman 3-6.THROTTLE BODY a b 2. Pasang: • Joint throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada joint throttle body dengan alur “b” pada intake manifold.

THROTTLE BODY 7-8 .

AIR INDUCTION SYSTEM EAS27040 AIR INDUCTION SYSTEM 2 1 3 4 6 1 2 3 5 4 6 5 7-9 .

Selang Air induction system (3-cabang joint ke resonator) 3. Selang Air induction system (rumah saringan udara ke 3 cabang joint) 5.AIR INDUCTION SYSTEM 1. Selang vacuum Air induction system 6. Selang Air induction system (3-cabang joint ke cut-off valve) 4. Air cut-off valve 7-10 . Resonator 2.

0 m • kg. 7. T. 2 3 4 5 6 7 8 Selang Airinduction system ( 3 joint ke resonanator) Resonator Selang Air induction system (saringa udara ke 3 cabang joint) Selang Air induction system (3-cabang joint ke air cut off valve) Selang vacum Air induction system Air cut-off valve Unit Reed valve Plat Reed valve plate 1 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan . R. 1.0 m • kg.AIR INDUCTION SYSTEM Melepas selang air cut-off valve dan reed valve 10 Nm (1. 7.kebalikan dari prosedur melepas. 7-11 . 6 LT 2 7 8 1 4 3 Nomor Kompo nen yang dilepas Jok/Panel samping kanan Tanngki bensin Jumlah Keterangan lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1.2 ft • Ib) 10 Nm (1. lihat bagian "TANGKI BENSIN" hal 7-1.2 ft • Ib) T. 5 R.

air cut off valve otomatis tertutup untuk menghindari hilangnya tenaga. Dari rumah saringan udara B. dan tekanan berkurang. Ke cylinder head C. Suhu untuk membakar gas yang belum terbakar. sehingga udara mengalir lubang buang. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM A B C b. Vacuum/pressure pump gauge set 90890-06756 Mityvac brake bleeding tool YS-42423 A B A. Pasang selang vacuum pada air-cut off valve “1” dan sedot selang negative. untuk mencegah tekanan balik atau after-burning. Tiup dengan udara pada ujung selang air induction system (3-cabang joint ke air cut-off valve) dan periksa aliran udara dari air cut-off valve (ke sisi cylinder head ). Dalam kondisi normal. apakah ada udara mengalir. Ke manifold pemasukan 1. Air cut-off valve terbuka lanjutkan langlah (b). C retak/rusak/bocor → ganti • 3-cabang joint rusak/bocor → Ganti 2. air cut-off valve terbuka. dengan cara menginjeksi udara segar (secondary air) ke lubang pembuangan. Air cut-off valve Air cut-off valve bekerja karena tekanan gas pemasukan. atau tidak pada air cut-off valve (ke sisi cylinder head). Tiup dengan udara pada ujung selang air induc tion system (3-cabang joint ke air cut-off valve) dan periksa aliran udara. Air cut-off valve tertutup Ganti air cut-off valve. udara segar akan mengalir ke lubang buang. Periksa: • Reed valve • Stopper reed valve • Dududkan reed valve rusak/bocor → ganti unit reed valve 3.AIR INDUCTION SYSTEM EAS27060 MEMERIKSA AIR INDUCTION SYSTEM Air injection Air induction system (AIS). Periksa: • Selang sambungan kendor → perbaiki c. 7-12 . Untuk itu. membakar kembali bahan bakar yang tidak terbakar . mencapai 600 hingga 700 °C (1112 to 1292 °F). Periksa: • cara kerja Air cut-off valve tidak bekerja dengan lancar → Ganti a. melalui diaphragma piston valve. Jika tekanan negative timbul pada lubang. reed valve terbuka. Pada saat deceleration (handel gas tiba-tiba ditutup) terjadi hisapan (negative pressure) sehingga air cut-off tertutup. untuk mengurangi kadar emisi hydro carbon. Periksa: • Air cut-off valve rusak/retak → Ganti 4. jika kecepatan tinggi. sehingga.

1 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 7-13 .AIR INDUCTION SYSTEM Air cut-off valve terbuka Ganti air cut-off valve. Air cut-off valve tertutup Air cut-off valve dalam kondisi baik/ OK.

...........................................................8-27 SISTIM FUEL INJECTION ..........................................................................8-21 SISTIM PENDINGINAN...................... 8-11 TROUBLESHOOTING ................................................................8-15 TROUBLESHOOTING ...................................................................8-32 METODE TROUBLESHOOTING .................................................................................................................................................................................................................................8-25 TROUBLESHOOTING .........................8-7 TROUBLESHOOTING ...............................................................................8-25 RANGKAIAN DIAGRAM ............................................................... 8-51 RANGKAIAN DIAGRAM ..8-9 SISTIM PENGISIAN.................8-15 RANGKAIAN DIAGRAM .................................................................................................................................................................8-31 TABEL SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION.................................................................................................................................................8-5 RANGKAIAN DIAGRAM ..........................................................................................................8-3 SISTIM STARTER KELISTRIKAN..................SISTIM KELISTRIKAN SISITIM PENGAPIAN .......................................................................................................................................8-29 ECU SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION.............8-19 RANGKAIAN DIAGRAM .................................8-40 SISTIM POMPA BAHAN BAKAR......8-5 CARA KERJA RANGKAIAN CUT-OFF SYSTEM ............... 8-17 SISTIM SINYAL ............8-35 DETAIL TROUBLESHOOTING ............................................................................................................... 8-29 RANGKAIAN DIAGRAM .............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................8-19 TROUBLESHOOTING ...................................... 8-1 TROUBLESHOOTING .........................................8-34 MODE DIAGNOSTIC MODE ........ 8-11 RANGKAIAN DIAGRAM .......................................................................... 8-51 TROUBLESHOOTING .............. 8-53 8 ................................................................................................................................... 8-13 SISTIM PENERANGAN ........................................................................ 8-1 RANGKAIAN DIAGRAM ...........................................

.........................8-66 MEMERIKSA IGNITION COIL .8-71 MEMERIKSA SENSOR COOLANT TEMPERATUR ...........................................................................................KOMPONEN KELISTRIKAN.................................................................................................................... 8-72 MEMERIKSA FID (FAST IDLE SOLENOID) ................8-69 MEMERIKSA STATOR COIL ................ 8-67 MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR............ 8-73 ...............8-70 MEMERIKSA KIPAS MOTOR RADIATOR ..................................................... 8-68 MEMERIKSA LEAN ANGLE SENSOR.............................................................................8-71 MEMERIKSA UNIT THROTTLE BODY SENSOR ......................................................................................... 8-68 MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER......................8-69 MEMERIKSA KLAKSON/ HORN.................................................................................. 8-65 MEMERIKSA DIODE ...................................................................................................................................................................8-70 MEMERIKSA FUEL SENDER .......................................................................................................................8-69 MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR ....................................................................... 8-66 MEMERIKSA CAP BUSI/ SPARK ..................................8-57 MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM ........8-55 MEMERIKSA SWITCH ............................................................................................................ 8-60 MEMERIKSA SEKRING .................................................................................. 8-61 MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY..8-67 MEMERIKSA GAP PENGAPIAN .8-61 MEMERIKSA RELAY ..................................................................8-64 MEEMRIKSA RELAY SINYAL BELOK ..

.

EAS27100 EAS27090 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R Gy L/W R/W 5 Gy R 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R SISTIM PENGAPIAN 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-1 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) L Dg Dg L G/Y 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G Sb B B B Ch Dg B B 57 Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENGAPIAN (BLACK) .

Kunci kontak/Main switch 5.ECU (engine control unit) 23.Lean angle sensor 22. Battery 12. Crankshaft position sensor 4.Coil pengapian/Ignition coil 24.Busi/Spark plug 8-2 .Switch engine stop 20. Sekring/Fuse 6.SISTIM PENGAPIAN 2.

NG → Setel celah busi /ganti busi NG → • Berihkan terminal battery • Strom/Ganti battery. NG → Ganti sekring 8-3 . lihat bagian “MEMERIKSA COIL PENGAPIAN” halaman 8-67. lihat bagian “MEMERIKSA BUSI" halaman 3-7. OK ↓ 4. OK ↓ 6. Tangki bensin 3. Periksa coil pengapian/ ignition coil. Periksa crankshaft position sensor. Periksa sekring/fuse lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. lihat bagian “MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR” halaman 8-68. Periksa busi/ spark plug. Periksa battery. NG → Ganti coil pengapian/ ignition coil. OK ↓ 7. Unit lensa lampu depan 1. OK ↓ 2.SISTIM PENGAPIAN EAS27120 TROUBLESHOOTING Jika sistim pengapian tidak bekerja dengan baik (tidak ada api atau api kecil). NG → Ganti cap busi/ spark plug cap. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1. Periksa cap busi lihat bagian “MEMERIKSA CAP BUSI” halaman 8-66. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR/SWITCH” halaman 8-57. NG ↓ 5. NG → Ganti crankshaft position sensor/unit stator. OK ↓ 8. Periksa jarak loncatan api lihat bagian “MEMERIKSA JARAK LONCATAN API” halaman 8-67. Tempat duduk 2. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. CATATAN: • Sebelum melakukan troubleshooting. OK ↓ 3. Panel depan kanan 4. OK ↓ NG → Ganti kunci kontak/ main switch. OK → Sistim pengapian/Ignition system OK. Periksa kunci kontak/ main switch.

SISTIM PENGAPIAN 9.Periksa rangkaian kabel sistim pengapian. Ganti saklar tangkai kemudi kanan 8-4 . lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-1. lihat bagian “MEMERIKSA THE LEAN ANGLE SENSOR” halaman 8-68. OK ↓ Ganti ECU. NG → Perbaiki sambungan atau ganti kabel sistim pengapian. OK ↓ 11. OK ↓ 10. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR/ SWITCH” halaman 8-57. Periksa engine stop switch. NG → Ganti unit lean angle sensor. NG → Rangkaian engine stop switch rusak.Periksa lean angle sensor.

EAS27170 EAS27160 W R R W 2 R W W W W R O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 W W W W W W R R/W L/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W Br/W P/W B/L Y/L L 3 16 17 Br L P/W B/L Br/W L P/W B/L Br/W R B R W W W R B 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B 25 Br Y/R RANGKAIAN DIAGRAM R 4 19 B/L ON OFF R Br/L R Br 26 22 O/B O/B R/L O/B R/W (RED) G/R B/L B L/W R/W B R/W Sb (RED) 10 11 R/B Br 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G (BLACK) O/B R/ (BLAC 13 Sb R/B 2 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Lg Gy Lg Lg Y SISTIM STARTER KELISTRIKAN 14 W/Y B 8-5 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br 33 49 32 Br G/Y B B Br/W R/B Dg L Dg L (BLACK) (BLACK) G/Y W/Y L Br R 30 B B (BLACK) G/Y 29 34 Br P W/Y L 51 L Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 (L) Br Br/W P R/B B (R) Br/W Br Ch Ch P G/W 53 48 B L B G 54 (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B Y G B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Sb B 57 Y B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM STARTER KELISTRIKAN (BLACK) .

Sekring/Fuse 6. Relay starting circuit cut-off 11.Engine stop switch 13. Motor starter 8. Kunci kontak/Main switch 5. Battery 7.Diode 14.SISTIM STARTER KELISTRIKAN 4.Switch kopling/clutch 8-6 .Tombol starter/start switch 12.Switch netral 40. Relay starter 9.

sehingga mesin bisa dihidupkan dengan tombol strater “ ” . sehingga arus tidak dapat masuk ke motor starter. rangkaian cut off tertutup.SISTIM STARTER KELISTRIKAN EAS27180 CARA KERJA RANGKAIAN STARTER CUT-OFF SYSTEM Jika engine stop switch di set ke “ ” dan main switch di set ke “ON” (kedua swit dalam kondisi menutup). seperti salah satu kondisi diatas. seperti gambar dibawah ini rangkaian cut off relay sedang terbuka. 2 3 1 4 10 5 11 9 7 8 6 a b 8-7 . • Tuas kopling dalam kondisi tertarik ke tangkai kemudi. ketika salah satu kondisi diatas terpenuhi. motor starter hanya bisa dihidupkan jika salah satu kondisi ini terpenuhi : • Posisi transmisi dalam kondisi neutral. Rangkaian cut-off relay mencegah hidupnya motor starter.

Switch kopling 7. Tombol starter/Start switch 10. Starting circuit cut-off relay 6. JIKA TRANSMISI DALAM KONDISI NETRAL b. JIKA TUAS KOPLING DITARIK KE ARAH TANGKAI KEMUDI 1.ELECTRIC STARTING SYSTEM a. Battery 2. Sekring/Fuse 3. Diode 8. Starter relay 11. Kunci kontak/Main switch 4. Motor starter 8-8 . Engine stop switch 5. Switch netral 9.

OK ↓ 8. Periksa cara kerja motor starter lihat bagian “MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER” halaman 8-69. OK ↓ 5. Periksa rangkaian starting cut-off relay. lihat bagian “MEMERIKSA DIODE” halaman 8-66. OK ↓ 2.ELECTRIC STARTING SYSTEM EAS27190 TROUBLESHOOTING Motor starter tidak berputar CATATAN: • Sebelum troubleshooting. Periksa diode. OK ↓ 3. NG → Ganti motor starter. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING" halaman 8-61. lihat bagian “MEMERIKSA RELAY" halaman 8-64. Periksa kunci kontak/ main switch. Panel depan kanan 3. OK → Motor starter OK. Unit lensa depan 1. lihat bagaian “MEMRIKSA RELAY” halaman 8-64. Lihat electric starting system troubleshooting. NG → Ganti diode. NG → Ganti sekring 8-9 . OK ↓ 7. NG → Ganti starting cut-off relay. Jok/Tempat duduk 2. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. OK ↓ 6. Periksa battery. NG ↓ 4. NG → Perbaiki/ ganti motor starter. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti battery. Periksa motor starter lihat bagian “MEMERIKSA MOTOR STARTER” halaman 5-35. starting dengan tahap 5. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH” halaman 8-57. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. OK ↓ NG → Ganti kunci kontak/main switch. Periksa starter relay.

lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH" halaman 8-57. NG → Tombol starter rusak. OK ↓ 11.Periksa kabel sistim starting lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM" halaman 8-5. OK ↓ 13. ganti saklar tangkai kemudi kanan. OK ↓ 10. Periksa engine stop switch.Periksa switch kopling lihat bagian “MEMERIKSA SWITCHES” halaman 8-57. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH” halaman 8-57. NG → Perbaiki sistim sambungan kabel sistim kelistrikan.SISTIM STARTER LISTRIK 9. Ganti saklar tangkai kemudi kanan. OK ↓ 12. 8-10 .Periksa neutral switch. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCHES” halaman 8-57. OK ↓ Rangkaian starter dalam kondisi OK.Periksa tombol starter. NG → Ganti switch kopling NG → Ganti switch netral NG → Engine stop switch rusak.

EAS27210 EAS27200 W R R W 2 R W W W W R 1 W W W W W W RANGKAIAN DIAGRAM R R/W L/W L/W Gy Br L/B 5 Gy R Gy 8 W W W R R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W 3 B R W W W R B Br/W P/W B/L SISTIM PENYETROMAN BATTERY 6 7 9 R/B L/W R/B L/W R/W L/B R 8-11 10 B L/W R/W B R/W 4 ON OFF R Br/L R Br (RED) (RED) Br 11 12 R/B Sb 13 Br L/W R/W B Sb B L/W R/W Br Sb R/B 14 Br SISTIM PENYETROMAN 50 Br B B Br .

5.SISTIM PENYETROMAN 1. 6. AC magneto Rectifier/regulator Sekring/Fuse Battery 8-12 . 3.

Memeriksa rectifier/regulator. lihat bagian “MEMERIKSA STATOR COIL” halaman 8-69.ihat bagian “MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR” halaman 8-69. Periksa kabel disekitar sistim penyetroman. l. lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom/Ganti Battery. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. OK ↓ 2. NG → Perbaiki sambungan /perbaiki kabel sistim penyetroman. NG → Ganti unit crankshaft position sensor/ unit stator. Panel samping kiri 1. Tempat duduk 2. Periksa sekring. Periksa stator coil. OK ↓ 4.SISTIM PENYETROMAN EAS27230 TROUBLESHOOTING Battery tidak bisa disertrom CATATAN: • Sebelum troubleshooting. NG → Ganti rectifier/regulator. NG → Ganti sekring/fuse 8-13 . OK ↓ Rangkaian sistim penyetroman OK. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. Periksa battery. OK ↓ 3. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-11. OK ↓ 5.

SISTIM PENYETROMAN 8-14 .

EAS27250 EAS27240 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br SISTIM PENERANGAN (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-15 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENERANGAN (BLACK) .

Saklar dimmer 46.SISTIM PENERANGAN 4.Saklar lampu 36.Lampu meter 8-16 . Battery 31. Kunci kontak/Main switch 5.Indikator lampu jauh 58.Lampu rem belakang 35.Saklar pass 37.lampu depan/Headlight 57. Sekring/Fuse 6.Lampu posisi/lampu senja 47.

NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti Battery NG → Ganti sekring NG → Ganti bohlam dan socket bohlam. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki kabel sistim penerangan. Periksa fuse. Memeriksa pass switch. OK ↓ 7. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. Periksa semua kondisi bohlam dan socket bohlam. 8-17 . lepas komponen-komponen dibawah ini: 1. OK ↓ 4. Periksa battery. Periksa kabel sistim penerangan lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-15. ganti saklar tangkai kemudi kiri. unit lensa depan 1. NG → Ganti kunci kontak/main switch.SISTIM PENERANGAN EAS27260 TROUBLESHOOTING Jika ada masalah sinyal al: lampu depan. NG → Saklar pass rusak. ganti saklar tangkai kemudi kiri. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Memeriksa saklar dimmer. Periksa kunci kontak/ main switch. OK ↓ 5. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. OK ↓ 6. OK ↓ 3. Jok/tempat duduk 2. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. lampu belakang. NG → Saklar dimmer rusak. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. lampu posisi atau lampu meter CATATAN: • sebelum troubleshooting. indikator lampu jauh. OK ↓ 2.

SISTIM PENERANGAN 8-18 .

EAS27280 EAS27270 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W SISTIM SINYAL B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-19 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM SINYAL (BLACK) .

SISTIM SINYAL 4.Tachometer 56. 43.Indikator lampu belok 8-20 .Indikator lampu netral 59.Tombol klakson 39.Lampu sinyal belok belakang kiri 44.ECU (engine control unit) 28.Lampu belakang/rem 32.Switch netral 22. Kunci kontak 5.Switch sinyal belok 41.Sender bahan bakar/Fuel sender 29.Lampu sinyal belok depan kiri 42. Battery 14.Relay sinyal belok 33.Klakson/Horn 38.Meter bahan bakar/Fuel gauge 55.lampu sinyal belok belakang kanan 54. Sekring/Fuse 6.Switch lampu rem depan 31.Lampu sinyal belok depan kanan.Switch lampu rem belakang 30.

SISTIM SINYAL EAS27290 TROUBLESHOOTING • Jika ada masalah sinyal al: sinyal lampu belok. lihat bagian “Memeriksa sistim sinyal”. NG → Ganti kunci kontak/main switch NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti Battery NG → Ganti sekring 8-21 . lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. NG → Perbaiki sambungan dan bagian-bagian sistim kabel. atau lampu indikator • Klakso/ horn tidak berbunyi • Meter bahan bakar tidak bekerja NOTE: • Sebelum troubleshooting. OK ↓ 2. OK ↓ 2. Unit lensa depan 1. Periksa tombol klakson/horn lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ 4. OK ↓ Periksa kondisi semua rangkaian sistim sinyal. OK ↓ 3. NG → Tombol klakson rusak. Jok/Tempat duduk 2. Tangki bensin 3. Ganti saklar tangkai kemudi kiri. OK ↓ NG → Ganti klakson/ horn. lampu rem. Periksa battery. periksa Horn/klakson lihat bagian “MEMERIKSA HORN/ KLAKSON" halaman 8-70. Periksa kabel-kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. Periksa kunci kontak/ main switch. Memeriksa sistim sinyal Klakson/horn tidak berbunyi 1.

SISTIM SINYAL NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. atau perbaiki kabel sistim sinyal. Periksa kabel sistim sinyal. OK ↓ NG → Ganti bohlam lampu indikator. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. indikator belok. OK ↓ 3. Lampu belakang/rem tidak menyala 1. Periksa bohlam lampu belakang/ dan socket. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Periksa lampu rem belakang. 3. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. Periksa lampu rem depan. NG → Ganti bohlam lampu belakang/rem. lihat bagian “MEMRIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. atau socket atau keduanya. OK ↓ 2. Periksa bohlam indikator belok dan socket. 8-22 . Periksa bohlam sinyal belok dan socket. atau keduanya tidak menyala 1. NG → Ganti switrch rem depan NG → Ganti switch rem belakang NG → Perbaiki sambungan. socket atau keduanya. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. OK ↓ 4. NG → Ganti bohlam lampu sinyal belok. OK ↓ 2. Lampu sinyal belok. socket atau keduanya. lihat bagianm “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57.

atau perbaiki kabel sistim sinyal. Periksa relay sinyal belok lihat bagian “MEMERIKSA RELAY SINYAL BELOK” halaman 8-65. Periksa sender bahan bakar lihat bagian “MEMERIKSA SENDER BAHAN BAKAR” halaman 8-70. Periksa saklar sinyal belok. OK ↓ Ganti unit meter Lampu indikator netral tidak menyala 1. OK ↓ Ganti unit meter Meter bahan bakar tidak bekerja 1. atau keduanya. NG → Ganti switch netral NG → Ganti lampu indikator netral. NG → Ganti relay sinyal belok NG → switch sinyal belok rusak. 8-23 . lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKETS” halaman 8-60. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ 3. socket. Periksa bohlam indikator netral dan socket. OK ↓ 2. OK ↓ 5. Ganti saklar tangkai kemusi kiri. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. OK ↓ 4. Periksa switch netral lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. NG → Perbaiki sambungan atau kabel sistim relay. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19.SISTIM SINYAL 3. OK ↓ NG → Ganti unit pompa bahan bakar NG → Perbaiki sambungan.

OK ↓ Ganti unit meter 8-24 .SISTIM SINYAL NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. 2. Periksa kabel sisitim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19.

EAS27310 EAS27300 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br SISTIM PENDINGINAN (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-25 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENDINGINAN (BLACK) .

Kunci kontak/Main switch 5.ECU (engine control unit) 48.COOLING SYSTEM 4.Lampu peringatan temperatur coolant 8-26 . Sekring/Fuse 6.Sensor temperatur coolant 22.Kipas motor radiator 49. Battery 19.Relay motor kipas radiator 53.

OK ↓ 4. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. lihat bagian “MEMERIKSA SENSOR TEMPERATURE COOLANT” halaman 8-71. OK ↓ 3. NG → Ganti coolant temperature sensor. Periksa battery. NG → Ganti kunci kontak NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti battery. NG → Ganti motor kipas radiator. OK ↓ 6. Periksa coolant temperature sensor. OK ↓ 5. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1.SISTIM PENDINGINAN EAS27320 TROUBLESHOOTING CATATAN: • Sebelum troubleshooting. NG → Ganti sekring 8-27 . NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. OK ↓ Ganti ECU. Periksa kabel sekitar cooling sistim. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. Periksa relay motor kipas radiator lihat bagian “MEMRIKSA RELAY" halaman 8-64. Jok/tempat duduk 2. Panel depan kanan dan kiri 3. OK ↓ 2. OK ↓ 7. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-25. Periksa motor kipas radiator lihat bagian “MEMERIKSA MOTOR KIPAS RADIATOR” halaman 8-71. Periksa kunci kontak lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. NG → Ganti relay motor kipas radiator. Unit lensa lampu depan 1.

SISTIM PENDINGINAN 8-28 .

EAS27340 EAS27330 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) SISTIM FUEL INJECTION R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-29 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM FUEL INJECTION (BLACK) .

ECU (engine control unit) 23.Pompa bahan bakar 48. Kunci kontak/Main switch 5.Sensor tekanan udara masuk/Intake air pressure sensor 17.FID (fast idle solenoid) 26.Connector sinyal Self-diagnosis 22.Busi/Spark plug 25.Relay motor kipas radiator 52. Crankshaft position sensor 4.Engine stop switch 16.SISTIM FUEL INJECTION 2.Sensor temperatur coolant/Coolant temperature sensor 20.Injector bahan bakar/Fuel injector 27.Lean angle sensor 21. Sekring/Fuse 6. Battery 12.Throttle position sensor 19.Motor kipas radiator 49.Coil pengapian/Ignition coil 24.Sensor temperatur udara masuk/Intake air temperature sensor 18.Lampu peringatan mesin bermasalah/Engine trouble warning light 8-30 .

e. atau masalah pada sensor-sensor. dan akan tersimpan didalam memory ECU. f. d. Contoh: 42 a. Engine trouble warning light Kode Indikasi kerusakan Engine trouble warning light Untuk nilai 10: Lampu menyala selama 1 detik (ON) dan 1. c.SISTIM FUEL INJECTION EAS27350 ECU SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION ECU dilengkapi dengan self-diagnostic function fungsi ini dapat menjamin FI dapat bekerja dengan normal.5 0. Jika salah satu tidak berfungsi. • Untuk memberitahu pengendara. maka lampu indikator mesin akan berkedip. Apabila terdapat gejala kerusakan. (ON) dan 0. sehingga motor tetap masih dapat digunakan (tergantung jenis kerusakannya). akan segera terdeteksi. Lampu nyala (ON) Lampu mati (OFF) 1 1.5 detik mati (OFF).5 3 8-31 .5 detik mati (OFF). Untuk nilai 1: Lampu menyala selama 0. ECU akan menginstruksikan pengoperasian dengan cara lain untuk menggantikan pengoperasian komponen yang rusak. b. setelah tombol start mesin ditekan • Jika kerusakan terdeteksi oleh self-diagnostic function. 1 1. tentang kerusakan yang terjadi pada sistim Fuel Injection.5 detik. maka ECU akan memberitahu pengendara melalui kedipan lampu indikator mesin (engine trouble warning light) yang terdapat pada speedometer. kode kerusakan akan terbaca pada bentuk nyala pada indikator engine trouble warning light (atau dapat terbaca dengan FI diagnostic tool). • Setelah mesin dalam kondisi berhenti.

supaya mesin dapat bekerja dengan kondisi yang berbeda. Jika lampu indikator tidak menyala kemungkinan bohlamnya putus (sebagai kontrol kondisi bohlam) a c b d c a.bekerja. atau terhenti.SISTIM FUEL INJECTION Indikasi Lampu peringatan kerusakan mesin dan cara kerja sistim fuel injection. tergantung dari kondisi yang terjadi . Bekerja dengan kondisi berbeda-beda. Lampu peringatan kerusakan mesin menyala selama 3 detik. setelah kunci kontak diputar ke arah “ON”. Kunci kontak “ON” c. Ketika sinyal ketidak normalan diterima dari sensor. apakah mesin tetap bekerja. Lampu indikator kerusakan mesin mati d. apabila salah satu kondisi pada daftar di bawah ini muncul. dan tombol start ditekan : Lean angle sensor Lean angle sensor 30: 41: (macet) (open atau short circuit) 33: 39: Kerusakan pada pengapian Fuel injector (open atau short circuit) 50: Ketidak normalan pada memory ECU (pemeriksaan memory error) Pemeriksaan nyala lampu indikator kerusakan mesin Lampu indikator kerusakan mesin menyala selama 3 detik. ECU akan memerintahkan lampu indikator kerusakan mesin untuk menyala. sesuai Dapat atau tidak dapat dengan ketidak norma. Kunci kontak “OFF” b. EAS3C11008 TABLE SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION Apabila ECU mendeteksi sinyal yang tidak normal dari sensor pada waktu sepeda motor dijalankan. Indikator lampu peringatan Menyala* Kerja ECU Warning provided when unable to start engine Kerja Fuel Injection Kerja FI berhenti Kondisi sepeda motor Tidak dapat bekerja Menyala berulang kali Terdeteksi ketidak normalan. kemudiam kerja mesin akan berubah sesuai dengan kerusakan yang terjadi. ECU akan menghitung nilai yang terprogram dengan akurat. 8-32 . tergantung lan yang terdeteksi dari kode kerusakan * Lampu peringatan menyala.

Tidak dapat Tidak dapat Tidak dapat Tidak dapat Fuel injector: terdeteksi open atau Tidak dapat Tidak dapat short circuit Tidak dapat Tidak dapat Lean angle sensor Lean angle sensor: terdeteksi open (open atau short circuit) atau short circuit. Kabel Primary pada ignition coil: terdeteksi open circuit.) Peringatan tidak padat Lampu indikator peringatan menyala.SISTIM FUEL INJECTION Tabel Diagnosa /Self-Diagnostic Function table Kode kerusakan 12 Item Crankshaft position sensor keteranga Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. dapat/tidak dapat hidup dapat/tidak dapat dijalankan Tidak dapat Tidak dapat 13 Intake air pressure Intake air pressure sensor: terdesensor teksi open atau short circuit (open atau short circuit) Intake air pressure sensor (lubang tersumbat) Intake air pressure sensor: terdeteksi ada penyumbatan Dapat Dapat 14 tect hole) 15 Dapat Dapat Throttle position senThrottle position sensor: terdeteksor si open atau short circuit (open atau short circuit) Throttle position sensor (macet/lengket) Coolant temperature sensor Throttle position sensor macet Dapat Dapat 16 21 22 30 33 39 41 Dapat Dapat Dapat Dapat Coolant temperature sensor: terdeDapat teksi open atau short circuit Intake air temperaIntake air temperature sensor: terture sensor Dapat deteksi open atau short circuit (open atau short circuit) Lean angle sensor (macet/rusak) Ignition coil (open circuit) Fuel injector Tidak ada sinyal normal yang diterima dari lean angle sensor. ketika tombol switch "ON" hidup Tidak dapat Tidak dapat — 8-33 . 44 Dapat Dapat 46 Suplay power ke sistim fuel injection Dapat tidak normal Dapat 50 Kerusakan pada memory ECU (ketiInternal ECU tidak ka kerusakan ini terjadi. bisa jadi berfungsi (pemeriksaan Tidak dapat Tidak dapat angka kode kerusakan tidak munmemory tidak berfungsi) cul. Pembacaan dan penulisan pada E2PROM error Sistim suplai power sepeda motor (Memonitor voltase) Terdeteksi error ketika membaca dan menulis E2PROM (angka penyetelan CO. kunci kode register dan angka posisi throttle tertutup penuh).

1. check and repair inner parts of the engine. lihat bagian "Tabel kerja sensor" dan tabel “Cara kerja actuator" Periksa dan perbaiki lihat bagian “Tabel Fungsi Self Diagnostic”. repair or replace all faulty parts. 2. Putar kunci kontak ke “OFF” dan kembalikan ke “ON”. tetapi lampu peringatan kerusakan mesin tidak menyala. Periksa kerja Fuel Injection System setelah direkondisi. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Kerja mesin tidak normal. lihat bagian “Sensor operation table” dan “Actuator operation table”. lihat “Tabel Self-Diagnostic Function ”. Tentukan sistim kerusakan dengan kode kerusakan. dan pastikan tidak muncul angka kerusakan pada layar LCD. Periksa dan perbaiki penyebab kerusakan/ malfunction. 1. Periksa kerja dari sensor dan actuator berikut di dalam Mode Diagnostic. If no malfunction is detected in the sensors and actuators. c. lihat bagian “Methode Rekondisi” pada tabel “DETAIL TROUBLESHOOTING” halaman 8-40. halaman 8-40. 4.SISTIM FUEL INJECTION EAS27400 METODE TROUBLESHOOTING Mesin tidak bisa bekerja dengan normal dan engine trouble warning light menyala. Periksa: • Angka kode kerusakan a. Angka kode kerusakan Tidak ada kode angka kerusakan Periksa dan perbaiki lihat “DETAIL TROUBLE SHOOTING". ulangi langkah (1) sampai (4) hingga tidak muncul kode kerusakan 8-34 . b. 30: Ignition coil 36: Fuel injector If a malfunction is detected in the sensors or actuators. Amati cara kerja sensor dan actuator pada diagnostic mode. CATATAN: Apabila kode kerusakan muncul. lihat bagian “Tabel Diagnostic code ”. 3. Periksa angka kode kerusakan pada layar alat pendiagnosa (FI diagnostic tool). Tentukan penyebab kerusakan/ malfunction.

Putar kunci kontak ke arah “OFF”. Lepaskan connector self-diagnosis signal “1”. “WARNING” (orange) akan menyala. dapat terbaca dengan melihat pada layar LCD FI diagnostic tool jika alat dipasangkan pada sepeda motor. • Jika tidak berfungsi akan terdeteksi dengan lampu “WARNING” (orange) menyala. FI diagnostic tool 90890-03182 Setel pada normal mode (untuk membaca ada kerusakan atau tidak) CATATAN: Putaran mesin. 2. dan disetel pada normal mode. kode kerusakan akan terbaca pada layar LCD FI diagnostic tool. 3. Matikan mesin. dan kode kerusakan. Putar kunci kontak pada posisi “ON” dan hidupkan mesin 1 2 CATATAN: • Temperatur coolant dan putaran mesin akan terlihat pada layar LCD FI diagnostic tool. temperatur mesin. dan pasagkan FI diagnostic tool “2” seperti terlihat pada gambar dibawah. CATATAN: Jika salah satu sistim tidak berfungsi. 4.SISTIM FUEL INJECTION EAS27431 MODE DIAGNOSTIC Memungkinkan dapat memonitor data sensor output atau memeriksa kerja FI dengan FI diagnostic tool. 1. jika dihubungkan dengan sepeda motor dan disetel pada normal mode atau diagnostic monitoring mode. dan juga lampu. • Lampu “POWER” (hijau) akan menyala. FI Diagnostic Tool 0rpm 66 ˚C S/D : 41 8-35 .

Tekan tombol “MODE” . Memeriksa kerja dari sensor atau actuator. • Untuk menurunkan nomor kode diagnosa (diagnostic code number). Pilih "diagnostic code number" berdasarkan kode kerusakan (fault code number) dengan menekan tombol "UP" dan tombol “DOWN” . tekan tombol “DOWN” dalam waktu 1 detik atau lebih secara otomatis nomor kode diagnosa akan turun.SISTIM FUEL INJECTION 5. Tekan tombol “UP” untuk memilih Mode penyetelan “CO” atau Mode diagnosa “DIAG”. Lepaskan connector self-diagnosis signal “1”. dan pasangkan FI diagnostic tool “2” seperti terlihat pada gambar dibawah. Geser saklar engine stop switch ke “ ” . Lepaskan FI diagnostic tool dan pasangkan connector self-diagnosis signal. tampak pada layar LCD. 7. • Kerja Actuator (actuator operation) Tekan tombol “MODE” . 2. • Kerja Sensor (sensor operation) Data mewakili kondisi kerja dari sensor. • Lampu “POWER” (Hijau) akan menyala "ON" 4. 6. 3. Putar kunci kontak ke arah “OFF” untuk mematikan normal mode. FI Diagnostic Tool D03 : 101 8-36 . • Untuk menaikkan nomor kode diagnosa (diagnosa code number). tekan tombol “UP” dalam waktu 1 detik atau lebih secara otomatis nomor kode diagnosa akan naik. tekan tombol “MODE”. CATATAN: • Tulisan “DIAG” akan terbaca pada layar LCD di FI diagnostic tool. Setelah memilih “DIAG”. Setel pada diagnostic mode (untuk mendiagnosa kerusakan pada sistim) 1. 1 2 CATATAN: • Nomor kode diagnosa (diagnostic code number) akan tampak pada layar LCD (01-70). Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. 6. dan putar kunci kontak ke arah “ON”. 8. 5.

03 14 15 • Open atau short circuit pada kabel bodi • Tidak sempurnanya throttle position sensor.Lepaskan FI diagnostic tool dan pasangkan connector self-diagnosis signal. • Open atau short circuit pada kabel bodi • Tidak sempurnanya fuel injector. • Lubang tersumbat/kotor pada Intake air pressure sensor. • Pemasangan yang salah fuel injector. Putar kunci kontak ke arah “OFF” untuk mematikan sistim diagnostic mode.SISTIM FUEL INJECTION 9. Intake air pressure sensor (lubang tersumbat/kotor) . 08 30 33 • Open circuit pada kabel bodi • Kegagalan pemakaian ignition coil. • Kegagalan pemakaian ECU • Macet/lengketnya throttle position sensor. si open atau short circuit. Tabel kode Diagnostic Nomor kode kerusakan Gejala Kemungkinan penyebab kerusakan • Open atau short circuit pada kabel bodi • Crankshaft position sensor tidak berfungsi • AC rotor magneto tidak berfungsi • Pemasangan sensor tidak sempurna. Intake air pressure sensor: terdeteksi open atau short circuit. Kabel primary pada ignition • Kegagalan pemakaian componen pada coil: terdeteksi open circuit. • Kegagalan pemakaian ECU. 01 • Pemasangan throttle position sensor tidak baik. 08 8-37 . 03 • Kegagalan pemakaian ECU. • Kegagalan pemakaian ECU. 10. Fuel injector: terdeteksi open atau short circuit.• Tidak sempurnanya air temperature sensor.05 short circuit ratur sensor. 01 16 21 • Open atau short circuit kabel bodi • Tidak sempurnanya coolant temperature sensor. sor: terdeteksi open atau • Pemasangan yang salah intake air tempe. ignition cut off circuit system. • Kegagalan pemakaian ECU. 22 • Open atau short circuit pada kabel bodi Intake air temperature sen. • Kegagalan pemakaian ECU Nomor kode Diagnostic 12 Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. • Kegagalan pemakaian ECU. • Kegagalan pemakaian ECU. 30 39 36 41 • Open atau short circuit pada kabel bodi Lean angle sensor: terdetek• Tidak sempurnanya lean angle sensor. • Tidak sempurnanya intake air pressure sensor. • Terjatuh/terguling • Kegagalan pemakaian ECU. 06 • Pemasangan yang salah coolant temperature sensor. Throttle position sensor: terdeteksi open atau short circuit. Coolant temperature sensor: terdeteksi open atau short circuit — 13 • Open atau short circuit kabel bodi. • Kegagalan pemakaian ECU. • Kegagalan pemakaian ECU. Tidak ada sinyal normal yang diterima dari lean angle sensor. Throttle position sensor macet atau lengket.

) Menunjukkan suhu udara yang masuk. — 50 Kesalahan dimemori ECU. 14–20 97–107 03 Tekanan udara masuk Menunjukkan tekanan udara Gerakkan throttle saat masuk. 01 Bagian Sudut Throttle • Posisi tertutup penuh • Posisi terbuka penuh display FI diagnostic tool Metode pemeriksaan Periksa perubahan nilai pada layar saat throttle ditutup dan dibuka. berarti kerja sensor baik. 8-11. (Nilai penyetelan CO dan nilai pembacaan throttle valve saat kondisi tertutup tidak dapat dibaca dengan baik oleh memori. 05 Suhu udara masuk 06 Suhu air pendingin/coolant Menunjukkan suhu air pendi. Kemungkinan penyebab kerusakan • Kerusakan pada ECU.) Nomor code diagnostic 60 46 Aliran listrik ke dalam sistem • Kerusakan pada sistem pengisian.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan 44 Gejala Terdapat kesalahan dalam proses di memori E2PROM pada ECU.4–1.) ___ 00 01: Nilai perubahan CO terbaca. yar dengan suhu air pendingin yang terukur secara aktual. 08 Lean angle sensor • Tegak • Miring / terjatuh 09 Tegangan sistem bahan bakar (tegangan battery) 60 Kode kerusakan E2PROM • Tidak ada sejarah • Ada sejarah 8-38 . (Jika tegangannya lebih rendah.0 Lepas lean angle sensor dan miringkan hingga mencapai sudut 65 derajat.Bandingkan nilai pada langin / coolant.4 3. Bandingkan nilai pada layar dengan suhu udara yang terukur secara aktual. lakukan penyetruman. 0.2 Mencapai 12.) cul di layar LCD FI diagnostic tool. Bandingkan dengan tegangan yang terukur secara aktual. secara normal. (Program dan data didalam ECU. Lihat fuel injection tidak mengalir “SISTEM PENGISIAN” pada hal. menekan tombol start “ ”.) Tabel kerja sensor Nomor kode kerusakan. (Saat kerusakan ini terjadi • Kerusakan pada ECU. (Jika nilai pada layar berubah-ubah. nomer kode tidak tertulis dan terbaca dengan benar oleh — kerusakan dapat tidak munmemori.8–4.

banyak lima kali dengan wak• Gunakan ignition tu selang dua detik. Saat tombol “MODE” ditekan. Jika seluruh kode sudah ditampilkan. tampilan akan mengulang kembali) metode pemeriksaan 62 Penghapusan sejarah kode kerusakan • Tidak ada sejarah • Sejarah yang tersimpan 00 Sampai dengan 14 kode --Untuk menghapus sejarah tekan tombol “MODE” pada FI diagnostic tool. ignition coil akan bekerja sePeriksa percikan lima kali. fuel injector akan bekerja lima kali dengan waktu Periksa suara saat injector selang dua detik. — 70 Nomer kontrol 0–254 Tabel kerja actuator Nomor kode kerusakan Bagian Actuation Metode pemeriksaan 30 Ignition coil Saat tombol “MODE” ditekan. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. motor radiator fan menyala OFF 3 detik) lima kali.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan 61 Bagian Menampilkan sejarah kode kerusakan • Tidak ada sejarah • Sejarah yang tersimpan Display FI diagnostic tool — 00 Kode kerusakan 12–50 • (Jika terdeteksi lebih dari satu kode kerusakan. Lampu peringatan kerusakan mesin akan menyala. (ON 2 detik. layar akan menampilkan seluruh kode kerusakan setiap selang waktu 2 detik. Mengaktifkan relay motor radiator fan sebanyak 5 kali tiap Periksa suara saat relay berselang 5 detik. checker. 36 Fuel injector 51 Relay motor radiator fan 8-39 . bekerja lima kali.

. ERROR 4 • Putar kunci kontak sekali ke “OFF” dan setel FI diagnostic tool ke mode penyetelan CO Sinyal perintah dari FI diagatau diagnostic mode. LCD Display Waiting for connection. • Kerusakan pada FI diagnostic tool. • Kerusakan pada ECU. Sambungan dengan FI diagnostic tool terganggu. • Kerusakan pada ECU. kerja lima kali. FID (fast idle solenoid) akan bekerja lima kali dengan se. Setelah selesai memeriksa dan memperbaiki komponen yang rusak. periksa ulang dengan FI diagnostic tool menggunakan prosedur yang baku.: Nomer kode kerusakan akan ditampilkan dilayar FI diagnostic tool saat mesin mengalami kerusakan. oleh ECU. Kemungkinan penyebab kerusakan • Sambungan yang kurang tepat • Kunci kontak pada posisi “OFF”..: Nomer Diagnostic code digunakan saat kita sedang menggunakan diagnostic mode. Lihat “Tabel kerja sensor” dan “Tabel kerja actuator". Gejala Tidak ada sinyal diterima dari ECU.Periksa suara saat FID belang satu detik. nostic tool tidak diterima • Battery motor sudah lemah.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan Bagian Actuation Metode pemeriksaan 54 FID (fast idle solenoid) Saat tombol “MODE” ditekan. Nomer Diagnostic code. Nomer Kode kerusakan. • Kerusakan pada FI diagnostic tool. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. Lihat “Tabel Diagnostic code”. EAS27471 TROUBLESHOOTING DETAILS Bagian ini menjelaskan tindakan yang dilakukan untuk tiap kode kerusakan yang terbaca pada FI diagnostic tools.. 8-40 . Periksa dan perbaiki beberapa hal atau komponen yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sesuai penjelasan dibawah.

Lihat “PEMERIKSAAN CRANKSHAFT POSITION SENSOR” di hal. perbaiki dan pasang coupler dengan benar. Memutar metion sensor. 3 Kabel body terlepas atau korslet. — Metode pemeriksaan Nomor komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Kondisi pemasangan crankshaft posi.SISTIM FUEL INJECTION No. • Antara crankshaft position sensor coupler dan ECU coupler. sin. (merah–merah) (putih–hitam/biru) • Ganti jika rusak. Sambungan • Crankshaft position sensor coupler • Main wire harness ECU coupler • Periksa pin pada coupler dari kemungkinan rusak/bengkok. kode kerusakan 12 Diagnostic code No.Periksa kekendoran atau tercabut. 4 Crankshaft position sensor rusak. • Perbaiki atau ganti jika terdapat kabel terlepas atau korslet. • Periksa kondisi penguncian coupler. — Gejala Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. 8-68. • Jika terdapat kerusakan. 8-41 .

kabel yang terbuka atau korslet.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. • Diantara coupler intake air pressure sensor dan coupler ECU (biru–biru) (merah muda/putih–merah muda/putih) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada intake air pressure sensor: • Gunakan mode diagnostic. 8-42 . perbaiki dan pasang coupler dengan benar. tak ke posisi • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian “ON”. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Sambungan • Periksa pin pada coupler dari Putar kunci kon• Coupler Intake air pressure sensor kemungkinan tercabut. 13 03 Gejala Terdeteksi Intake air pressure sensor: open / short circuit Intake air pressure sensor Metode pemeriksaan Diagnostic code No. coupler. • Perbaiki atau ganti jika terdapat Kabel bodi terlepas atau korslet.03) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. 8-72. • Jika ada kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR" di hal. ECA3C11011 PERHATIAN: 3 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. (Kode No.

8-72.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. • Jika terdapat kerusakan. 3 8-43 . Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kerusakan pada Intake air pressure sensor. • Ganti jika terdapat kerusakan.03) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. 14 Diagnostic code No. Kerusakan pada intake air pressure • Gunakan mode diagnostic (Kode No. perbaiki dan pasang kembali coupler dengan benar. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler. 2 Sambungan • Periksa pin coupler dari ke• Coupler Intake air pressure sensor mungkinan tercabut. Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan sampai putaran 3000 rpm hingga diatasnya. Gejala 03 Intake air pressure sensor: kerusakan pada lubang deteksi tekanan akibat tersumbat Intake air pressure sensor Perkerjaan yang dilakukan • Periksa dan perbaiki sambungan.

Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. 8-72. • Diantara coupler throttle position sensor dan coupler ECU (biru–biru) (kuning/biru–kuning/biru) (hitam/biru–hitam/biru) 3 4 Pemeriksaan tegangan keluar pada • Periksa rangkaian terbuka dan kabel yang ke throttle position sensor: lepaskan throttle position sensor. ECA3C11011 PERHATIAN: Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. perbaiki dan pasang kembali coupler dengan benar. 15 Diagnostic code No.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjan yang dilakukan 1 Kondisi pemasangan throttle position sensor. • Gunakan mode diagnostic. (Kode No. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian dari coupler. Gejala 01 terdeteksi Throttle position sensor: open /short circuit .01) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. Kabel bodi utama putus atau terjadi hubungan pendek: • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. 2 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung• Coupler throttle position sensor kinan tercabut. • Jika terdapat kerusakan. • Periksa kekendoran atau terjepit. • Periksa posisi sensor telah terpasang dengan benar. 8-44 . (biru–hitam/biru) Kabel yang dibuka Kabel massa yang dibuka Kabel keluaran yang dibuka Kabel power supply yang dibuka Tegangan keluaran 5V 0V 0V 5 Kerusakan pada throttle position sensor. Throttle position sensor Metode pemeriksaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”.

2 Kerusakan throttle position sensor. perbaiki dan pasang dengan benar. 8-72.ON. 8-71. Periksa tempat pemasangan dari Putar kunci konkekendoran atau terjepit. Gejala 06 Coolant temperature sensor terlepas atau terjadi hubungan pendek. • Periksa posisi sensor telah terpasang dengan benar. 21 Diagnostic code No. tak ke posisi • Periksa pin coupler dari kemung. (Kode No. Kabel yang terputus atau korslet di kabel bodi utama dan/atau di kabel cabang. 16 Diagnostic code No. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. ECA3C11011 Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kondisi pemasangan throttle position sensor. • Perbaiki atau ganti jika terdapat kabel yang putus atau korslet. • Jika terdapat kerusakan. • Gunakan mode diagnostic. Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan dengan putaran langsam maupun cepat. Gejala 01 Throttle position sensor macet. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. PERHATIAN: Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body No kode kerusakan. Throttle position sensor Pekerjaan yang dilakukan • Periksa terhadap kekendoran atau terjepit. Coolant temperature sensor Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Kondisi pemasangan coolant temperature sensor Sambungan konektor • Coupler coolant temperature sensor kinan tercabut.01) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan.06) • Ganti jika rusak Lihat “PEMERIKSAAN COOLANT TEMPERATURE SENSOR” di hal. 3 4 Kerusakan pada coolant temperature sensor 8-45 . • Kabel bodi utama (hitam/biru–hitam/biru) (hijau/merah–hijau/merah) • Gunakan mode diagnostic (Kode No.

Gejala 05 Intake air temperature sensor: terdapat kabel yang terputus atau korslet.05) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. • Gunakan mode diagnostic. Intake air temperature sensor Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. PERHATIAN: 2 3 ECA3C11011 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body.Putar kunci • Coupler Intake air temperature kinan tercabut. kontak ke posensor • Periksa kondisi penguncian sisi ON. (Kode No. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. 8-46 . 22 Diagnostic code No. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. (coklat/putih–coklat/putih) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada intake air temperature sensor. 8-72. • Diantara coupler throttle body sensor dan coupler ECU. • Jika terdapat kerusakan. coupler.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. • Coupler ECU pada kabel bodi utama.

perbaiki lebih dahulu). 30 Diagnostic code No. Gejala 08 Tidak ada sinyal normal dari lean angle sensor. 33 Diagnostic code No.08) • Ganti jika terdapat kerusakan. Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 2 3 Sepeda motor terjatuh Putar kunci kontak ke posisi Kondisi pemasangan lean angle Periksa dari kekendoran atau “ON” (walaupun. • Diantara connector ignition coil dan coupler ECU coupler/kabel bodi utama.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. dan sambung coupler dengan benar. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian connector dan coupler. • Jika terdapat kerusakan. sensor. 8-1. Kabel yang terputus atau korslet di kabel bodi utama dan/atau di kabel cabang. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. • Ganti jika terdapat kerusakan Lihat “IGNITION SYSTEM” di hal. Lihat “PEMERIKSAAN LEAN ANGLE SENSOR” di hal 8-68. • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. (Kode No. (merah/putih–merah/putih) (oranye–oranye) • Gunakan mode diagnostic. • Gunakan mode diagnostic. 4 No kode kerusakan. (Kode No. Kerusakan lean angle sensor. hidupkan kecuali • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian kunci kontak dicoupler.30) • Selanjutnya tes/periksa primary dan seconday coils.coupler dari kemungkinan ry coil) tercabut. terjepit demikian mesin Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. Lean angle sensor Pekerjaan yang dilakukan Posisikan motor kembali tegak. Ignition coil Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan pada putaran langsam. Gejala 30 Bagian primary ignition coil: terdapat kabel yang terputus.tidak dapat di• Coupler lean angle sensor inan tercabut. putar “OFF” ter• Jika terdapat kerusakan. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa konektor dan pin • Connector Ignition coil (bagian prima. 2 3 Kerusakan pada ignition coil 8-47 .

2 3 No kode kerusakan.08) • Ganti jika terdapat kerusakan. tak ke posisi • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian “ON”. Fuel injector Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. Lean angle sensor Metode pemeriksaaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung.Putar kunci kon• Coupler Lean angle sensor kinan tercabut. coupler. • Diantara coupler lean angle sensor dan coupler ECU.. Gejala 36 Terdapat kabel yang terlepas atau korslet di injector. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. (biru–biru) (kuning/hijau–kuning/hijau) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada lean angle sensor . mesin • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler. Lihat “PEMERIKSAAN LEAN ANGLE SENSOR” di hal. • Jika terdapat kerusakan. (merah/putih–merah/putih) (oranye/hitam–oranye/hitam) Kerusakan pada primary injector. Lihat “PEMERIKSAAN FUEL INJECTOR” di hal 7-6. • Diantara coupler fuel injector dan coupler ECU. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. perbaiki dan sambung coupler dengan benar.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan 39 Diagnostic code No.36) • Ganti jika terdapat kerusakan. 2 3 8-48 . (Kode No. (Kode No. • Gunakan mode diagnostic. 8-68. Gejala 08 Lean angle sensor: terdapat kabel yang lepas atau korslet. • Jika terdapat kerusakan.• Gunakan mode diagnostic.Memutar • Coupler Injector kinan tercabut. 41 Diagnostic code No. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet.

Gejala — Aliran listrik ke sistem fuel injection tidak normal. Ganti ECU. 60 Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kerusakan pada ECU No kode kerusakan. • Ganti jika terdapat kerusakan. — Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan pada putaran langsam. Metode pemeriksaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”. perbaiki dan sambung coupler dengan benar.SISTIM BAHAN BAKAR No kode kerusakan. 46 Diagnostic code No. • Diantara battery dan kunci kontak.60). — Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Kerusakan pada ECU. Ganti ECU jika rusak. • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. CATATAN: Jangan mengganti komponen ECU dalam kondisi kunci kontak “ON”. 2 3 4 Kerusakan pada rectifier/regulator Kabel bodi utama terputus atau korslet. (Jika kerusakan ini terbaca oleh ECU. dan pembacaan throttle valve dalam kondisi tertutup). Lihat “CHARGING SYSTEM” di hal 8-11. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung• Coupler ECU pada kabel bodi utama kinan tercabut. No kode kerusakan. • Periksa kondisi penguncian coupler. E2PROM fault code display Pekerjaan yang dilakukan • Gunakan mode diagnostic. Diagnostic code No. • 01 akan tampil dilayar. 44 Gejala Terdapat kesalahan dalam pembacaan atau penulisan pada E2PROM (Nilai penyetelan CO. (merah–merah) • Diantara kunci kontak dan ECU (coklat–coklat) Gejala Kerusakan pada memory ECU. pembacaan ulang kode. 8-49 . Kerusakan pada battery • Ganti battery Lihat “PEMERIKSAAN DAN PENGISIAN BATTERY” di hal 8-61. (Kode No. • Jika terdapat kerusakan. 50 Diagnostic code No. kode kerusakannya dapat tidak dimunculkan pada layar.) — Metode pemeriksaaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”.

SISTIM FUEL INJECTION 8-50 .

EAS27560 EAS27550 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B SISTIM POMPA BAHAN BAKAR 14 W/Y B 8-51 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM POMPA BAHAN BAKAR (BLACK) .

Engine stop switch 22. Kunci kontak/Main switch 5.Pompa bahan bakar 8-52 .ECU (engine control unit) 27. Battery 12.SISTIM POMPA BAHAN BAKAR 4. Sekring/Fuse 6.

Periksa pompa bahan bakar lihat bagian “MEMERIKSA BODI POMPA BENSIN” halaman 7-2. NG → Ganti unit pompa bahan bakar NG → Engine stop switch rusak.SISTIM POMPA BAHAN BAKAR EAS27570 TROUBLESHOOTING Jika pompa bahan bakar tidak bekerja CATATAN: • Sebelum troubleshooting. • Setrom/ganti battery. OK ↓ 6. OK ↓ 2. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. Jok/tempat duduk 2. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Periksa switch engine stop. NG → Ganti kunci kontak/main switch NG → • Bersihkan terminal battery. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. Periksa battery. periksa kabel-kabel sistim bahanbakar. OK ↓ 5. OK ↓ 4. lepaskan komponen-komponen dibawah ini : 1. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-51. Periksa kunci kontak/ main switch. NG → Ganti sekring 8-53 . Tangki bensin 3. OK ↓ 3. OK ↓ Ganti ECU. Ganti saklar tangkai kemudi kanan. Unit lensa lampu depan 1. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61.

POMPA BAHAN BAKAR 8-54 .

KOMPONEN KELISTRIKAN EAS27971 KOMPONEN KELISTRIKAN 4 3 5 6 2 7 17 1 8 9 10 16 15 14 13 12 11 8-55 .

Sekring/Fuse 5. Battery 4. Condensor 7. Switch lampu rem belakang 14. ECU (engine control unit) 11. Ignition coil 17. Sensor temperatur coolant. Starter relay 13. Lean angle sensor 6. Rectifier/regulator 12. 9. Relay sinyal belok 10. Starting circuit cut-off relay 8. Relay motor kipas radiator. 16. Switch neutral 15. Kunci kontak 3.KOMPONEN KELISTRIKAN 1. klakason/Horn 2. Kabel bodi 8-56 .

KOMPONEN KELISTRIKAN EAS27980 MEMERIKSA SAKLAR/ SWITCH 6 P B 7 Y L/B G 1 R Br/L ON OFF R Br/L (RED) 8 Ch Br/W Dg (L) (R) 9 Y/W W 2 B B (BLACK) 10 Br L L/B L Dg Br Br/W P Ch 3 L/W B G Y B R/B B (BLUE) 4 R/W R/W L/W R/W B R/W 11 R/B B (BLACK) 5 Br G/Y (BLACK) B B (BLACK) 12 Sb 8-57 .

Switch engine stop 5. Saklar lampu 11. Saklar dimmer 8. Switch lampu rem depan 3. Saklar Pass 10. Tombol klakson/Horn 7. Switch neutral 8-58 . Saklar sinyal belok 9. Switch kopling 12. Tombol starter/Start switch 4. Kunci kontak/Main switch 2.KOMPONEN KELISTRIKAN 1. Switch lampu rem belakang 6.

• Sebelum memeriksa sistim penyambungan. menggambarkan diagram kunci kontak (sebagai contoh gambar diagram) Lajur kiri menggambarkan kondisi switch “a” dan kolom diatas menggambarkan warna kabel “b” yang akan dihubungkan. periksa sambungan kabel dan jika perlu. hati-hati jangan sampai merusak kabel. Sistim penyambungan (rangkaian tertutup) menggambarkan posisi berhubungan antar terminal “ ”. ECA14370 PERHATIAN: Jangan memasukan ujung tester. hubungkan antar dua ujung tester beberapa kali. ini adalah hubungan kabel warna (R). dan Br/L jika saklar di geser ke arah “ON”. b R Br/L a ON OFF R Br/L 8-59 .KOMPONEN KELISTRIKAN Periksa penyambungan saklar/ switch dengan pocket tester. untuk menghindari kerusakan terminal. jika penyambungan tidak sempurna. Gambar di bawah. ganti saklar/ switch. pada terminal coupler “a”. dari belakang terminal. masukkan ujung tester. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: • sebelum memeriksa sistim penyambungan. setel jarum pocket tester “0” dan posisi selektor “Ω × 1” .

. Putus→ Ganti bohlam. jauhkan tangan anda. teliti terlebih dahulu.KOMPONEN KELISTRIKAN EWA3C11001 EAS27990 PERINGATAN MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM Periksa kondisi bohlam dan socket bohlam dari karat. Bohlam lampu mengeluarkan panas yang tinggi untuk itu. saat melepas bohlam jangan menarik pada bagian kabel. • Bohlam tipe “c” dipakai pada lampu sein dan lampu rem/belakang. biarkan bohlam biarkan bohlam mendingin terlebih dahulu. bersihkan dengan cairan pembersih. Jika salah satunya tidak ada hubungan. a. cara melepasnya dengan cara menekan sambil diputar ke kiri. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Memeriksa kondisi bohlam Ikuti prosedur dibawah ini. akan merusak sistim sambungan pada bagian terminal/ coupler. 1. Lepas: • Bohlam 8-60 . dan periksa kondisi bohlam. Tipe bohlam Bermacam-macam tipe bohlam yang dipakai pada sepeda motor. 2. atau keduanya. • Jangan menyentuh langsung pada kaca bohlam hindari dari oli dan cairan lain. cara melepasnya dengan menarik keluar dari socket dengan hati-hati. sistim penyambungan. hal ini akan mempengaruhi umur bohlam. Pasangkan kabel positive tester ke terminal “1” dan kabel negative tester ke terminal "3". ECA3C11001 PERHATIAN: • Pegang pada bagian socket. c. seperti gambar di bawah. jika kaca tersentuh oleh oli. b. dan kemampuan penyinaran. • Bohlam tipe “d” dan tipe “e” dipakai pada lampu meter dan indikator. kebanyakan tipe ini cara melepasnya dengan cara memutar berlawanan dengan arah jarum jam. sebelum melepas bohlam. Sambungkan posisi positive pocket tester keterminal “1” dan kabel negative tester ke terminal “2”. socket bohlam. atau keduanya. ----> Ganti bohlam. sambungan tidak bagus → perbaiki sambungan. atau kain yang dibasahi dengan alcohol. jarum pada posisi “0” dan range “Ω × 1”. setel pocket tester. rusak/aus → perbaiki. dan benda benda yang mudah terbakar. atau thinner. Periksa: • Kondisi bohlam (putus tidaknya) (dengan pocket tester) Putus → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: Sebelum pemakaian. dan periksa kondisi bohlam. bohlam dalam kondisi putus. • Bohlam tipe “a” dan “b” dipakai pada lampu depan dan biasanya memakai holder. untuk memeriksa bohlam. atau ganti bohlam. juga hubungan antar terminal.

rokok). sumber panas. jika terlihat tidak ada hubungan. Pasang sekring pengganti yang baru. dan periksa kondisi sekring. Ikuti prosedur dibawah ini. dan gas (a. Pasang bohlam yang bagus pada socket. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS28000 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Jangan sekali-kali menggunakan sekring. hal ini akan mengakibatkan kerusakan pada sistim kelistrikan antara lain. Periksa: • Sekring a. Pasang pocket tester pada kabel yang berhubungan dengan socket bohlam. periksa sistim rangkaian kabel kelistrikan Nama Sekring PERINGATAN MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Besarnya amper 20 A Jmlh 1 Periksa semua socket dari sistim penyambungan sama halnya dengan pemeriksaan bohlam lampu. lampu dan sistim pengapian yang tidak berfungsi dan dapat menimbulkan bahaya kebakaran. Periksa: • Socket bohlam (dari penyambungan) (dengan pocket tester) tidak terhubung → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: EWA13310 a. 2. dan segera bawa ke dokter mata. 1. Pasang: • Jok/tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1 EAS28030 MEMERIKSA SEKRING ECA3C11002 PERHATIAN: MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY EWA13290 Untuk menghindari hubungan pendek. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 1. dengan amper yang lebih tinggi dari spesifikasi standart. ikuti prosedur pemeriksaan dibawah ini. • JAUHKAN BATTERY DAN CAIRAN BATTERY DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK. dan periksa sistim aliran listrik. b. ganti sekring. untuk penanganannya: • Pergunakan pelindung mata. dengan amper yang sama. c. b.KOMPONEN KELISTRIKAN Memeriksa kondisi socket bohlam. Untuk itu ikuti petunjuk dibawah ini. • Setrom Battery dengan ventilasi yang cukup • Jauhkan Battery dari api. Jika sekring terputus kembali. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERINGATAN Pasang pocket tester dengan posisi “Ω × 1”. Periksa sistim penyambungan socket. Ganti: • Sekring yang putus Battery mengandung gas yang mudah terbakar dan mengandung asam sulfat yang beracun yang berbahaya dan bersifat merusak. Pasang pocket tester pada sekring. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C b.. mesin las. hal ini akan mengakibatkan luka bakar yang serius. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. • JANGAN MEROKOK pada saat menangani dan menyetrom Battery. putar kunci kontak pada posisi “OFF” jika memeriksa sekring atau mengganti sekring. d. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4. saat anda bekerja menangani Battery. Putar kunci kontak pada posisi "ON". a. untuk memeriksa kondisi socket. c. korek api. kompor listrik. • Hindari kontak badan anda dengan cairan battery. Jika jarum pocket tester tidak bergerak “∞”. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. ganti socket bohlam. TINDAKAN PERTAMA JIKA TERKENA BADAN BAGIAN LUAR • Kulit — cuci dengan air • Mata — rendam air selama 15 menit. 8-61 .l.

0 V Waktu penyetroman = 6. Hubungan antara voltase Battery. CATATAN: • Penyetruman battery MF tidak dapat dilakukan jika dalam kondisi rangkaian terbuka/ open-circuit (a.5 jam Kondisi pengisian battery = 20–30% Battery MF menggunakan seal yang tidak bisa dibuka. berbeda jika dibandingkan dengan battery biasa. jika voltase battery 12. • Tidak perlu dilakukan penyetroman. dan voltase penyetruman untuk battery MF. Memeriksa pengisian battery. 1. jika akan menyetrum battery tipe MF. sehingga tidak diperlukan memeriksa voltase tiap sel. dan pemeriksaan air battery tidak diperlukan. ECA3C11003 PERHATIAN a.. 2 1 3. 2. kondisi plat battery. • Waktu penyetruman. jangan membuka seal. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Pasangkan pocket tester pada terminal battery. Lepaskan: • Kabel battery (dari terminal battery) ECA13640 PERHATIAN: Pertama-tama lepaskan kabel negative battery “1”. dan waktu penyetroman pada suhu 20 °C (68 °F) D. b. • Kabel positive tester → terminal positive battery • Kabel negative tester → terminal negative battery CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Ini adalah battery tipe sealed/MF. Jika battery mengalami overcharge. atau minum susu.8 V. dan selanjutnya kabel positive battery “2”. Untuk itu diperlukan alat penyetrum khusus. dapat dilihat pada tabel dibawah. air Battery akan mengalami penurunan. Periksa: • Kondisi Battery 8-62 . dan segera bawa ke dokter. Battery MF memerlukan metode penyetruman yang memerlukan kehati-hatian. untuk melihat kondisi Battery. Hal ini bervariasi. tergantung temperatur. dan ketinggian air battery. Lepaskan: • Battery 4. hal ini akan merusak battery. Untuk penambahan air battery. Voltase Battery (V) B. minyak sayur. voltase jika terminal positive dalam kondisi terlepas).l. dan pemeriksaan berat jenis air battery Untuk itu. amper pengisian. sebagai contoh Contoh Voltage Battery= 12. Waktu penyetroman (jam) C.KOMPONEN KELISTRIKAN BAGIAN DALAM • Minum air sebanyak-banyaknya. dapat dilakukan dengan melihat voltase battery melalui terminal Battery. A.

Battery tidak terisi. lepaskan battery dari sepeda motor . Setrom: • Battery (lihat metode penyetroman pada gambar ilustrasi) EWA13300 PERINGATAN Jangan lakukan penyetroman cepat pada battery. dapat mengakibatkan panas yang berlebihan dan rusaknya plat battery • Jika memungkinkan lakukan penyetroman berkala dengan battery charger. menggambarkan voltase Battery MF. jika voltase terlalu rendah. Suhu ruang 20 °C (68 °F) LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. D. • Gambar illustarsi di bawah. setel voltase pengisian dengan 20–24 V. akan stabil setelah 30 menit dari proses penyetroman. lepaskan kabel negative battery. ECA13670 PERHATIAN: • Jangan melepas seal cap MF battery. dan kecepatan pengisian yang cepat. dan jika voltase terlalu tinggi battery dapat over charger. untuk itu. hati-hati jangan sampai terjadi overcharge pada battery. • Pada saat melakukan penyetroman battery. • Jangan menggunakan high-rate battery charger. CATATAN: Naikkan voltase pengisian hingga 16–17 V. matikan terlebih dahulu battery charger. Pasangkan Battery charger. arus pengisian yang tinggi. A. ammeter pada Batttery dan lakukan penyetroman. dan tunggu beberapa saat untuk pendinginan. Jika kabel tidak terpasang dengan kuat. B. tunggu hingga 30 menit kemudian. (jika melakukan penyetroman dalam kondisi terpasang. b. jika akan mengukur voltase Battery A. CATATAN: Jika amper pengisian lebih rendah dari standard amper pengisian yang tertulis pada battery. dari terminal Battery. matikan untuk sementara Battery charger. • Pastikan penjepit battery charger terpasang dengan kuat pada terminal battery dan tidak terjadi hubungan pendek. lakukan penyetroman kembali.KOMPONEN KELISTRIKAN • Jika pada saat proses penyetroman. C. timbul panas pada battery. Pastikan amper pengisian lebih tinggi dari amper pengisian standard yang tertulis pada battery. akan menimbulkan loncatan api.) • Untuk menghindari loncatan api. E. jangan menyalakan battery charger sebelum kabel Battery charger terpasang pada battery. c. • Sebelum melepas kabel battery charger yang terpasang pada terminal battery. Kondisi kapasitas setrom Battery (%) C. dan monitor amper pengisian setiap 3–5 menit pada Battery 8-63 . Voltage (V) Waktu (menit) Penyetruman Suhu ruang 20 °C (68 °F) Periksa voltase MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Metode penyetroman dengan variable-current (voltase) charger a. Ukur kondisi voltase Battery sesungguhnya CATATAN: Pengukuran voltase harus dilakukan 30 menit setelah mesin dimatikan. dan setelah dingin. Voltase Battery (V) B.

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C 1. CATATAN: Jika arus pengisian Battery lebih rendah dari standart arus pengisian yang tertulis pada battery charger. e. Pastikan amper pengisian lebih tinggi dari amper pengisian yang tertulis paba battery. jika tidak tersambung. Ukur voltase battery. Pasang charger dan ammeter pada battery. Lumasi: • Terminal battery Pelumas yang disarankan Gemuk Dielectric 10. setelah berhenti melakukan penyetroman. EAS28040 Metode penyetroman dengan constant volage charger a.Ganti battery. f. dibawah 12. 8-64 . jika tidak ada perubahan amper pengisian.7 V kurang --. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 12. dan arus pengisian tidak bertambah. Setel voltase sehingga amper mengikuti standard pengisian e. Lepaskan relay dari kabel bodi. d.Perlu penyetroman dibawah 12. 2. naikkan arus pengisian. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6.7 V kurang --. 30 menit setelah battery selesai penyetruman 12. CATATAN: Pengukuran dilakukan 30 menit setelah mesin dimatikan. Jiika penyetroman telah lebih dari 5 jam. Pasang: • Battery 7. Ukur voltase battery sesungguhnya.0 V --. setel voltase pengisian.Ganti battery. 1 2 8. sambungkan kabel positive battery “1”.Pasang: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Atur waktu penyeteruman sesuai dengan kondisi voltase Battery.8 V lebih --. d. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) dan battery (12 V) ke terminal relay seperti gambar Periksa cara kerja relay diluar spesifikasi → Ganti Setel waktu penyetroman 20 jam (maximum). dan lakukan penyetroman. b. Battery dalam kondisi baik. ganti battery. Pasang: • Kabel Battery (ke terminal battery ) ECA13630 PERHATIAN: Pertama. Ukur voltase battery 30 menit kemudian. Periksa: • Terminal battery Kotor→ bersihkan dengan sikat kawat Sambungan kendor → perbaiki sambungan 9. Setrom battery hingga voltase Battery 15 volt. CATATAN: MEMERIKSA RELAY Periksa penyambungan relay dengan pocket tester.KOMPONEN KELISTRIKAN • Standard arus pengisian bertambah. ganti relay.8 V lebih --.0 V --. g. c. Battery charger tidak dapat mengisi MF battery dan untuk tipe ini tidak dapat dipergunakan. dan selanjutnya kabel negative battery “2”. • Standard arus pengisian tidak bertambah.Pengisian sempurna 12.Pengisian kurang .Penyetroman telah penuh 12.

KOMPONEN KELISTRIKAN
Starter relay Relay motor kipas radiator

1

2

1

3

3
R R/W Gy L/W

4

2
W/Y L Br R

4

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”) Starting circuit cut-off relay
EAS3C11001

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”) MEMERIKSA RELAY SINYAL BELOK 1. Periksa: • Voltase masuk relay sinyal belok diluar spesifikasi → rangkaian kabel dari kunci kontak ke coupler relay sinyal belok rusak harus diperbaiki Voltase masuk relay sinyal belok DC 12 V a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada terminal relay sinyal belok seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → coklat/brown “1” • kabel negative tester → masa/ground
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

3

2
R/B L/W R/W L/B

4

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”)

Br/W Br

1

8-65

KOMPONEN KELISTRIKAN
b. Putar kunci kontak ke arah “ON”. c. Ukur voltase masuk relay sinyal belok
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Voltase keluar relay sinyal belok diluar spesifikasi → Ganti Voltase keluar relay sinyal belok DC 12 V a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada relay sinyal belok seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → coklat/putih (brown/white) “1” • Kabel negative tester → masa/ground
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

Tersambung Kabel positive tester → sky blue (biru langit)“1” Kabel negative tester → red/black (merah/hitam) “2” Tidak tersambung Kabel positive tester → red/black (merah/hitam) “2” KLabel negative tester → sky blue (biru langit) “1”

1
Sb R/B

2
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1
Br/W Br

a. Lepaskan diode dari kabel bodi b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) pada terminal diode seperti gambar c. Periksa diode dari penyambungan d. Periksa diode dari tidak tersambung
EAS28060

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

b. Putar kunci kontak ke arah “ON”. c. Ukur voltase keluar relay sinyal belok
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28050

MEMERIKSA CAP BUSI/ SPARK PLUG CAP 1. Periksa: • Tahanan cap busi diluar spesifikasi → ganti Tahanan 3,75–6,25 kΩ a. Lepaskan cap busi, dari kabel busi
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA DIODE 1. Periksa: • Diode diluar spesifikasi → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C
CATATAN:

b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1k) pada cap busi seperti pada gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C

Pocket tester atau analog pocket tester, terbaca seperti tabel di samping atas

8-66

KOMPONEN KELISTRIKAN
Tahanan coil secondary 8,64–12,96 kΩ pada 20 °C (68 °F) a. Lepaskan cap busi dari ignition coil.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

b. Pasang pocket tester (Ω × 1k) pada ignition coil seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → orange “1” • Kabel negative tester → kabel busi “2”

c. Mengukur tahanan cap busi
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28090

MEMERIKSA IGNITION COIL 1. Periksa: • Tahanan coil primary *diluar spesifikasi → Ganti Tahanan coil primary 2,16–2,64 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Lepaskan conector ignition coil dari terminal ignition coil. b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) ke ignition coil seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → orange “1” • Kabel negative tester → red/white (merah/putih) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

2
c. Ukur tahanan coil secondary.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28930

MEMERIKSA LONCATAN BUNGA API 1. Periksa: • Loncatan api/Ignition spark gap diluar spesifikasi → lihat trouble shooting sistim pengapian, mulai tahap 5. lihat bagian “TROUBLESHOOTING” halaman 8-3. Loncatan api minimum 6,0 mm (0,24 in)
CATATAN:

2

1 c. Ukur tahanan coil primary.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

Jika jarak loncatan api sesuai spesifikasi, rangkaian sistim pengapian dalam kondisi baik a. Lepaskan cap busi dari kabel busi.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

2. Periksa: • Tahanan coil secondary diluar spesifikasi → Ganti

b. Pasang ignition checker “1” seperti gambar.

8-67

KOMPONEN KELISTRIKAN
Ignition checker 90890-06754 Opama pet-4000 spark checker YM-34487

R W

1

2

b. Ukur tahanan crankshaft position sensor.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28130

2. Cap busi

c. Putar kunci kontak ke “ON” dan engine stop switch ke “ ”. d. Ukur jarak loncatan api “a”. e. Putar mesin dengan menekan tombol starter “ ” atau dengan starter kaki. dan secara perlahan jauhkan jarak celah api pada ignition checker hingga loncatan api terputus .
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28120

MEMERIKSA LEAN ANGLE SENSOR 1. Buka: • Lean angle sensor 2. Periksa: • Voltase keluar Lean angle sensor diluar spesifikasi → Ganti Voltase keluar Lean angle sensor kurang dari 65°: 0,4–1,4 V lebih dari 65°: 3,7–4,4 V a. Pasang coupler lean angle sensor pada kabel bodi. b. Pasang pocket tester (DC 20 V) pada coupler lean angle sensor seperti gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → yellow/green (kuning/hijau) “1” • kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR 1. Lepaskan: • Coupler crankshaft position sensor (dari kabel bodi) 2. Periksa: • Tahanan crankshaft position sensor diluar spesifikasi → Ganti unit crankshaft position sensor/unit stator. Tahanan crankshaft position sensor 248–372 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasang pocket tester ( Ω × 100) pada coupler crankshaft position sensor seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → red (merah) “1” • Kabel negative tester → white (putih) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

c. Putar kunci kontak ke “ON”. d. Miringkan lean angle sensor pada 65°.

8-68

KOMPONEN KELISTRIKAN
e. Ukur voltase keluar dari lean angle sensor.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28940

MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER 1. Periksa: • Cara kerja motor starter Tidak bekerja → lihat troubleshooting sistim starter, pada tahap 4. lihat bagian “TROUBLESHOOTING” halaman 8-9. a. Sambungkan terminal positive battery “1” dan kabel starter motor “2” dengan kabel “3”.
EWA13810

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → white (putih) “1” • Kabel negative tester → white (putih) “2” • Kabel positive tester → white (putih) “1” • kabel negative tester → white (putih)“3” • Kabel positive tester → white (putih)“2” • Kabel negative tester → white (putih) “3”

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

PERINGATAN

• Pergunakan kabel jumper yang lebih besar dari kabel Battery, jika tidak kabel dapat terbakar. • Pemeriksaan ini dapat menimbulkan loncatan api. untuk itu, jauhkan benda yang terbakar dari sekitarnya.

1 2

W W W

3

b. Ukur tahanan stator coil.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28170

b. Periksa cara kerja motor starter.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28150

MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR 1. periksa: • Voltase pengisian diluar spesifikasi → Ganti rectifier/regulator. Voltase pengisian 14 V pada 5000 r/min a. Pasang engine tachometer pada kabel busi. b. Pasang pocket tester (DC 20 V) pada coupler rectifier/regulator seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA STATOR COIL 1. Lepaskan: • Coupler stator coil (dari kabel bodi) 2. Periksa: • Tahanan stator coil diluiar spesifikasi → Ganti crankshaft position sensor/unit stator. Tahanan stator coil 0,448–0,672 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) pada coupler stator coil coupler sperti pada gambar
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

8-69

KOMPONEN KELISTRIKAN
• Kabel positive tester → red (merah) “1” • Kabel negative tester → black (hitam) “2” c. Ukur tahanan horn .
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Suara klakson/Horn suara sember → setel, atau ganti a. Pasang battery (12 V) tpada horn. b. Putar mur penyetel ke arah “a” atau “b” hingga spesifikasi suara baik
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

W W W R B

1

2

c. Hidupkan mesin pada putaran 5000 r/min. d. Ukur voltase pengisian
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28180

a

b

MEMERIKSA KLAKSON/ HORN 1. Periksa: • Tahanan Klakson/Horn diluar spesifikasi → Ganti Tahanan coil 4,30–4,80 Ω pada 20 °C a. Lepaskan connector dari terminal horn. b. Pasang pocket tester (Ω × 1) pada terminal Horn Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → terminal horn “1” • Kabel negative tester → terminal horn “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28220

MEMERIKSA SENDER BAHAN BAKAR 1. Lepaskan: • Coupler unit pompa bahan bakar (dari kabel bodi) 2. Lepaskan: • Tangki bahan bakar 3. Lepas: • Unit pompa bahan bakar (dari dalam tangki bensin) 4. Periksa: • Tahanan sender bahan bakar diluar spesifikasi → Ganti unit pompa bensin. Sender bahan bakar Tahanan unit sender bensin (penuh) 4,0–10,0 Ω pada 20 °C (68 °F) Tahanan unit sender bensin (kosong) 90,0–100,0 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasang pocket tester ( Ω × 100) pada coupler sender bahan bakar seperti pada gambar.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → green (hijau)“1” • Kabel negative tester → black (hitam) “2”

2

8-70

Jika sensor temperature coolant terjatuh. ganti segera. Pasangkan battery (DC 12 V) seperti gambar • Kabel negative Battery → blue (biru) “1” • Kabel positive Battery → black (hitam) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3 1 2 b. Lepaskan coupler motor kipas radiator dari kabel bodi. 2. Pasangkan pocket tester (Ω × 100) pada terminal sensor temperature coolant seperti pada gambar. d. 2 c. dan isi gelas dengan coolant “2”. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4 3 c. Periksa putaran motor kipas radiator. diluar spesifikasi → ganti. Ukur tahanan sender bahan bakar LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS28250 MEMERIKSA KIPAS MOTOR RADIATOR 1. • Tangani sensor temperature coolant dengan hati-hati. rendam sensor temperatur coolant “1” pada gelas. b. • Jangan sampai sensor temperatur coolant terbentur benda keras. Periksa tahanan sensor temperatur coolant. Periksa: • Motor kipas radiator rusak/tidak berputar → ganti a. Pasang: • Sensor temperature coolant 8-71 . Masukan thermometer “3” pada coolant. Gerakan pelampung sender ke posisi minimum “3”/dan posisi maximum “4” . Tahanan sensor temperatur coolant 310–326 Ω pada 80 °C (176 °F) a. Lepas: • Sensor temperature coolant EWA14130 PERINGATAN b.KOMPONEN KELISTRIKAN EAS28260 2 1 G B R/W Y MEMERIKSA SENSOR TEMPERATUR COOLANT 1. Panaskan coolant secara perlahan. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. e. dan biarkan menjadi dingin hingga suhu spesifikasi. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL c. 1 L B CATATAN: Pastikan terminal sensor temperatur coolant dalam kondisi kering. Periksa: • Tahanan sensor temperatur coolant.

8 m·kg. Ukur voltase pemasukan throttle position sensor. diluar spesifikasi → ganti/perbaiki kabel bodi. 1 3 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Intake air pressure sensor (Sensor tekanan udara masuk) 1. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada coupler unit throttle body sensor seperti pada gambar. diluar spesifikasi (posisi menutup) → Ganti throttle body.KOMPONEN KELISTRIKAN Sensor temperatur coolant 18 Nm (1. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → pink/white (merah jambu/putih) “1” • Kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 8-72 . Throttle position sensor 1.73 Volt (Y/L . Periksa: • Throttle position sensor a. seperti pada gambar.63–0.B/L) (kuning/biru–hitam/biru) EAS3C11029 MEMERIKSA UNIT THROTTLE BODY SENSOR EWA3C11011 PERINGATAN • Jangan membongkar unit throttle body sensor. Buka secara perlahan handel gas. seperti pada gambar. atau berubah dengan kasar dan tiba-tiba → Ganti throttle body. ganti segera. Voltase masuk throttle position sensor 5 Volt (blue-black/blue) (biru–hitam/biru) c.00–101. Voltase output Throttle position sensor (posisi menutup) 0. R.789–4. dan periksa penambahan voltase output throttle position sensor. • Jangan sampai unit throttle body sensor terbentur benda keras. Pasangkan tester digital pada terminal coupler unit throttle body sensor. Voltase out put Intake air pressure sensor 0. • kabel positive tester → terminal yellow/blue (kuning/biru) “3” • kabel negative tester → terminal black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM T.000 V pada 20. 13 ft·lb) d. jika unit throttle body sensor terjatuh. Periksa : • Voltase out put Intake air pressure sensor diluar spesifikasi → Ganti throttle body. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada terminals coupler unit throttle body sensor. voltase tidak berubah.32 kPa a. • Tangani unit throttle body sensor dengan penuh hati-hati. Digital circuit tester 90890-03174 Model 88 Multimeter with tachometer YU-A1927 • Kabel positive tester → terminal biru “1” • Kabel negative tester → terminal black/blue (hitam/biru) “2” b.

• Kabel positive tester → terminal brown (coklat) “1” • Kabel negative tester → terminal yellow/red (kuning/merah) “2” Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C c. Pasang pocket tester ( Ω × 1k) pada coupler unit throttle body sensor seperti pada gambar. Putar kunci kontak ke posisi “ON”. Periksa: • Tahanan FID (fast idle solenoid) a. c. Ukur output voltage intake air pressure sensor.3 kΩ a. Ukur tahanan intake air temperature sensor LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 8-73 . Tahanan FID (fast idle solenoid) 31. Lepaskan: • Coupler FID (fast idle solenoid) 2. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → brown/white (coklat/putih) “1” • kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2 1 b. Pasang pocket tester (Ω × 10) pada terminals dari FID (fast idle solenoid). Ukur tahanan FID (fast idle solenoid) diluar spesifikasi → Ganti unit throttle body.5–38.7–6.KOMPONEN KELISTRIKAN EAS3C11002 MEMERIKSA FID (FAST IDLE SOLENOID) 1. b. Lepaskan coupler FID (fast idle solenoid) dari kabel bodi. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Intake air temperature sensor (sensor temperatur udara masuk) 1.5 Ω MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2 1 b. Periksa: • Tahanan sensor Intake air temperature diluar spesifikasi → Ganti throttle body Tahanan Intake air temperature sensor 5.

............... 9-4 9 .................................................................................................................9-2 SULIT DALAM PERPINDAHAN GIGI........................................................................9-3 PERFORMANCE PENGEREMAN YANG BURUK......................................TROUBLESHOOTING TROUBLESHOOTING.............9-2 PERPINDAHAN GIGI MELONCAT.............................................................................. 9-1 INFORMASI UMUM .........9-2 PANAS BERLEBIHAN/OVERHEATING ..................................9-2 TERLALU DINGIN/OVERCOOLING.... 9-2 PEDAL PEMINDAH GIGI SULIT BERGERAK .................................................... 9-3 PENGENDALIAN TIDAK STABIL.............................................................................................................................................. 9-1 PERFORMANCE BURUK PADA PUTARAN MENEGAH DAN TINGGI.............................................................................................................9-2 KOPLING TIDAK LANCAR .......9-1 KEGAGALAN START ..................................................................... 9-3 SISTIM PENERANGAN DAN SINYAL BERMASALAH...........9-1 PUTARAN MESIN TIDAK TEPAT ........................... 9-3 GARPU DEPAN TIDAK SEMPURNA ...................................

Aus. Saringan udara/Air filter • Pemasangan saringan udara tidak tepat • Tersumbatnya saringan udara mesin 4. hanya bisa membantu dan memberikan petunjuk dasar troubleshooting untuk itu. Sistim starter • Motor starter rusak • Starter relay rusak • Starting circuit cut-off relay rusak • Starter clutch rusak EAS28490 PUTARAN LANGSAM MESIN BURUK Mesin 1. Pompa bahan bakar • Pompa tidak berfungsi • Relay pompa bensin rusak 3. Saklar dan kabel • Kunci kontak rusak • Engine stop switch rusak • Kabel putus • Neutral switch rusak • Tombol starter rusak • Switch kopling rusak • Masa kabel kurang • Sambungan kendor 7. Piston dan ring piston • Pemasangan ring piston tidak tepat • Patah.TROUBLESHOOTING EAS28450 TROUBLESHOOTING EAS28460 INFORMASI UMUM CATATAN: Petunjuk troubleshooting dibawah ini. Cylinder dan cylinder head • Busi kendor • Baut cylinder head dan cylinder kendor • Gasket cylinder head rusak • Gasket cylinder rusak • Aus atau longgarnya cylinder • Kelonggaran klep tidak tepat • Tidak sempurnanya seal klep • Bocornya klep dan dudukan klep • Valve timing tidak tepat • Per klep rusak • Klep macet 2. Throttle body • Bahan bakar yang memburuk • Udara tersumbat Kelistrikan 1. lihat juga prosedur manual cara-cara untuk memeriksa. dan mengganti komponen spare parts. EAS28470 KEGAGALAN START mesin 1. Ignition system • ECU rusak • Crankshaft position sensor rusak • Pin pasak generator rotor rusak 6. Busi/Spark plug • Celah busi tidak tepat • Tingkatan busi salah • Busi mati • Elektroda busi aus • insulator busi rusak • Cap busi rusak 4. Throttle body • Joint throttle body kendor • Gerak bebas handel gas tidak tepat • Throttle body masuk air • Air induction system rusak 9-1 . Saringan udara • Saringan udara tersumbat Sistim bahan bakar 1. Ignition coil • Bodi ignition coil retak • Lilitan primary dan secondary putus • Kabel busi rusak 5. tidak bisa meliput semua masalah. Cylinder dan cylinder head • Kelonggaran klep tidak tepat • Komponen penggerak klep rusak 2. Tangki bensin • Bensin habis • Filter bensin tersumbat • Adanya kontanimasi bahan bakar 2. lemahnya ring piston • Ring piston lengket/macet • Piston macet dan rusak 3. Crankcase dan crankshaft • Pemasangan crankcase tidak tepat • Crankshaft macet Sistim bahan bakar 1. Sekring • Sekring putus • Pemasangan sekring salah 3. menyetel. Battery • Penyetruman battery kurang • Battery rusak 2.

Ignition coil • Putusnya coil primary atau secondary • Kabel busi rusak • Retaknya ignition coil 4. Oli mesin • Ketinggian oli mesin kurang • Kekentalan oli salah (tinggi) • Oli yang memburuk EAS28600 PERFORMANCE PUTARAN MENENGAH DAN TINGGI BURUK lihat bagian “KEGAGALAN STARTING ” hal 9-1. Kopling • Per kopling tidak rata • Pressure plate aus • Plat kopling bengkok • Kampas kopling bergelombang • Clutch push rod bengkok • Clutch boss rusak • Bushing primary driven gear aus 2. Busi/Spark plug • Celah busi salah • Tingkatan busi tidak tepat • Busi mati • Electroda busi rusak • Insulator busi rusak • Cap busi rusak 3. Ignition system • ECU rusak • Crankshaft position sensor rusak • Pin pasak generator rotor rusak EAS28510 EAS28550 PERPINDAHAN GIGI LONCAT As pemindah gigi/Shift shaft • Posisi shift pedal tidak tepat • Stopper lever tidak sempurna Shift forks • Shift fork aus Shift drum • Gerak axial tidak sesuai • Alur shift drum rusak Transmisi • Gear dog aus EAS28560 KOPLING RUSAK Kopling selip 1. Mesin 1. Aliran coolant tersumbat • Cylinder head dan piston • Banyak endapan carbon 2. Pompa bahan bakar • Pompa bensin rusak EAS28530 PERPINDAHAN GIGI SULIT Perpindahan gigi sulit lihat bagian “Kopling tidak lancar”.TROUBLESHOOTING Sistim kelistrikan 1. EAS28540 PEDAL PEMINDAH GIGI TIDAK LANCAR As pemindah gigi • As pemindah gigi bengkok Shift drum dan shift forks • Alur shift drum rusak • Shift fork macet • Shift fork guide bar bengkok Transmisi • Gear transmisi aus • Adanya material lain pada transmission gears • Pemasangan transmisi tidak benar PANAS MESIN BERLEBIHAN Mesin 1. Saringan udara • Saringan tersumbat Sistim bahan bakar 1. Oli mesin • Ketinggian oli mesin tidak tepat • Kekentalan oli salah (rendah) • Oli memburuk Kopling macet 1. Kopling • Pemasangan kopling tidak tepat • Penyetelan kabel kopling tidak tepat • Per kopling kendor • Plat kopling aus • Kampas kopling aus 2. Battery • Battery kurang setrom • Battery rusak 2. Oli mesin • Ketinggian oli kurang 9-2 .

Saringan udara/Air filter • Saringan udara tersumbat/kotor Rangka/Chassis 1. Komponen steering head • Salah pemasangan bracket atas • Salah pemasangan bracket bawah (salah pengencangan mur ring) • Tangkai kemudi bengkok • Ball bearing atau bearing race rusak 3. Tangkai kemudi/handle bar • Bengkok atau salah posisi tangkai kemudi 2. Ignition system • Kerusakan ECU EAS28610 • Terdapat oli atau gemuk pada piringan rem • Terdapat oli atau gemuk pada kampas rem • Ketinggian minyak rem terlalu rendah 2. Lengan ayun • Bearing aus • Swingarm bengkok/rusak 9-3 . Throttle body • Rusak atau kendornya joint throttle body 2. atau rusak • Outer tube bengkok atau rusak 4. Thermostat • Thermostat macet kondisi terbuka EAS28640 KEMAMPUAN PENGEREMAN BURUK 1. Kaki-kaki garpu depan • Ketinggian oli shock tidak rata • Tekanan per tidak sama (antara garpu kanan dan kiri) • Per patah • Inner tube bengkok. Busi/Spark plug • Celah busi tidak starndart • Tingkat panas busi tidak sesuai 2. Radiator • Radiator rusak/bocor • Tutup radiator rusak • Rusaknya fin radiator 3. Selang dan Pipa • Selang bocor • Sambungan selang tidak sempurna • Pipa pecah • Sambungan pipa bocor Sistim bahan bakar 1. Disc brake • Kampas rem aus • Piringan rem aus • Terdapat udara pada sistim hydraulic • Minyak rem bocor • Kit caliper rem rusak • Seal caliper rem rusak/bocor • Baut union kendor • Selang rem bocor PENGENDALIAN TIDAK STABIL 1. Pompa air • Rusaknya pompa air 4. Thermostat • Thermostat macet kondisi menutup 5. Air pendingin/Coolant • Ketinggian air rendah 2. Tromol rem • Sepatu rem aus • Tromol rem aus • Gerak bebas pedal rem tidak sesuai • Posisi tuas camshaft rem tidak tepat • Posisi sepatu rem tidak sempurna • Rusak/patahnya per sepatu rem • Terdapat oli atau gemuk pada sepatu rem • Terdapat oli atau gemun pada tromol rem • Batang torsi rem lepas/patah EAS28650 TIDAK SEMPURNANYA GARPU DEPAN Kebocoran oli • Bengkok. Rem • Rem macet Sistim kelistrikan 1.rusak atau karat pada inner tube • Baret atau rusaknya outer tube • Pemasangan seal oli tidak sempurna • Seal oli sobek/aus • Ketinggian oli shock tidak standart (tinggi) • Baut damper rod kendor • Washer tembaga baut damper rod rusak • Pecah/rusaknya O-ring baut cap Tidak berfungsi • Bengkok atau baret inner tube • bengkok atau baret outer tube • Patah/rusak per garpu depan • Bengkok/rusak damper rod • Oli schock tidak sesuai spesifikasi • Ketinggian oli shock tidak standart EAS28670 MESIN TERLALU DINGIN Sistim pendinginan/Cooling system 1.TROUBLESHOOTING • Kekentalan oli tidak sesuai • Oli rendah mutunya Sistim pendinginan/Cooling system 1.

Roda • roda tidak balance • Cast wheel berubah bentuk • Bearing roda rudak • As roda rusak atau bengkok • Roda oleng 8. Unit shock absorber belakang • Per shock absorber tidak berfungsi • Kebocoran oli 6. Rangka/Frame • Rangka bengkok • Steering head pipe rusak • Pengencangan kurang pada bearing race EAS28710 • Bohlam terbakar • Sambungan tidak sempurna • Kabel bodi rusak • Rangkaian masa/ground kurang • Battery rusak • Sekring tidak sesuai Nyala sinyal belok lambat • Relay rusak • Kunci kontak rusak • Saklar sein rusak • Kapasitas bohlam tidak sesuai Nyala sinyal tidak stabil • Relay rusak • Salah satu bohlam putus Nyala sinyal terlalu cepat • Bolam tidak sesuai • Relay rusak • Salah satu bohlam putus Klakson/Horn mati • Salah penyetelan klakson • Klakson rusak • Kunci kontak rusak • Tombol klakson rusak • Battery rusak • Sekring putus • Kabel bodi rusak LAMPU DAN SINYAL TIDAK MENYALA Lampu depan tidak menyala • Bohlam putus • Terlalu banyak asesoris kelistrikan • Arus pengisian battery tidak sesuai • Penyambungan tidak sempurna • Masa/ground kurang • Saklar buruk • Bohlam lampu depan terputus Lampu depan terbakar • Bohlam lampu tidak berkualitas • Battery rusak • Tidak berfungsinya rectifier/regulator • Masa/ground tidak bagus • Kunci kontak rusak • Saklar lampu rusak • Umur bohlam habis Lampu belakang/rem putus • Bohlam lampu kualitas rendah • Terlalu banyak aksesoris kelistrikan • Sambungan tidak sempurna • Lampu terbakar Lampu belakang/rem terbakar • Kualitas lampu rendah • Battery rusak • Penyetel lampu rem rusak • Umur bohlam habis Lampu sein tidak menyala • Saklar sein rusak • Relay saklar rem rusak 9-4 . Ban • Tekanan ban tidak sesuai (depan dan belakang) • Tekanan angin kurang • Keausan ban tidak sama 7.TROUBLESHOOTING 5.

Starting circuit cut-off relay 10. Saklar lampu 36. Kunci kontak/Main switch 5. Tombol klakson/Horn switch 39. Switch kopling 41. Sekring/Fuse 6. FID(fast idle solenoid) 26. Lampu sinyal belok belakang kiri 44. Indikator sinyal belok 3. Saklar Pass 37. Klakson/Horn 34. Lampu sinyal belok belakang kanan 45. Lampu meter/Meter light 2. AC magneto 58. Starter relay 9. Lampu sinyal belok depan-kiri 42. Diode 14. lampu depan 48. Pompa bensin/Fuel pump 28. Lampu sinyal belok depan-kanan 43. Tachometer 56. Unit meter 52. B u s i / Spark plug 25. Lampu belakang/rem 32. Lampu posisi/lampu senja 47. Sender bahan bakar/Fuel sender 29. Switch rem depan/Front brake light switch 31. Condenser 51. Lampu mesin bermasalah/Engine trouble warning light 53. Meter guide/Fuel gauge 55. Lampu peringatan panas mesin/Coolanttemperature warning light 54. 16. Lampu indikator neutral KODE WARNA B Br Ch Dg G Gy L Lg O P R Sb W Y B/L Br/L Br/W G/R G/W G/Y L/B L/W O/B P/W R/B R/L R/W W/Y Y/G Y/L Y/R Black (Hitam) Brown (Coklat muda) Chocolate(Coklat tua) Dark green (Hijau tua) Green (Hijau) Gray (Abu-abu) Blue (Biru) Light green (Hijau muda) Orange Pink (Merah muda) Red (Merah) Sky blue (Biru langit) White (Putih) Yellow (Kuning) Black/Blue (Hitam/Biru) Brown/Blue (Coklat muda/Biru) Brown/White (Coklat muda/Putih) Green/Red (Hijau/Merah) Green/White (Hijau/Putih) Green/Yellow (Hijau/Kuning) Blue/Black (Biru/Hitam) Blue/White (Biru/Putih) Orange/Black (Orange/Hitam) Pink/White (Merah muda/Putih) Red/Black (Merak/Hitam) Red/Blue (Merah/Biru) Red/White (Merah/Putih) White/Yellow (Putih/Kuning) Yellow/Green (Kuning/Hijau) Yellow/Blue (Kuning/Biru) Yellow/Red (Kuning/Merah) . Relay motor kipas radiator 50. Indikator lampu jauh 1. Motor starter 8. Intake air temperature sensor 18. Lean angle sensor 21. Crankshaft position sensor 59. Ignition coil 24. Engine stop switch 13. Fuel injector 27. Relay sinyal belok 33. ECU (engine control unit) 23. Saklar tangkai kemudi kiri 35.EAS28740 EAS28750 ichsan iskandar DIAGRAM KELISTRIKAN V-IXION 57. Tombol starter 12. Saklar dimmer 38. Coolant temperature sensor 20. Throttle position sensor 19. Battery 7. Saklar sinyal belok 40. Motor kipas radiator 49. Rectifier/regulator 4. Intake air pressure sensor 17. Unit lampu depan 46. Conector Self-diagnosis signal 22. Switch netral 15. Unit Throttle body sensor. Saklar tangkai kemudi kanan 11. Switch rem belakang/Rear brake light switch 30.

.

YAMAHA MOTOR CO. 2500 SHINGAI IWATA SHIZUOKA JAPAN . LTD..

V-IXION DIAGRAM KELISTRIKAN W R W W W W W W R W 2 R W 1 W W W R O Y/R Br Gy L/W Br L/B L R B/L B Br/W P/W O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R R R/W L/W 5 W W W B R B Gy Gy R 8 R Br R/W O O B 15 16 Br/W P/W B/L Y/L L L P/W B/L Br/W L P/W B/L Br/W 23 24 3 R R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W W W W R 17 18 Y/L Y/L Br 6 R 7 R/B L/W 25 9 R/B L/W R/W L/B Y/R Y/R Br Y/R 4 ON OFF R Br/L (RED) Br R Br (RED) B G/R G/R 26 22 O/B O/B R/L O/B R/W O/B R/W (BLACK) 10 11 L/W R/W B R/W Br L/W R/W B Sb B L/W R/W Br Sb G/R B/L 19 B/L 12 R/B (BLACK) 20 L Y/G B/L R/W G L B/L Y/G 13 Sb R/B Y/G G B R/W Y 27 28 21 Lg Lg Lg G/W Y Y B Gy 14 W/Y B Br 50 Br B (BLACK) B Br (BLACK) Br Br R Br/W Br Br Br Br B B (BLACK) G/Y G/Y Br G/Y (BLACK) B 33 49 P 32 Br G/Y B B W/Y L Br R 30 29 34 W/Y L Br P Br/W R/B Dg L (BLACK) (BLACK) L Dg 51 52 Lg G/W 40 L Br Br/W P R/B B (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B Ch Br/W Br Ch P 53 G 35 L B L B 36 37 38 39 (L) 54 55 56 B Gy Br 48 B (R) R/B B (BLUE) Sb Y L Y Y G B B B Ch Dg B 57 58 L 59 Dg Ch L Sb G/W Lg L B Sb G/W Lg L B Br 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L Ch Dg G B 47 41 42 43 44 31 (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch B G B B B B B B (BLACK) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful