BUKU PETUNJUK SERVICE

3C1-F8197-B0

EAS20040

V-IXION SERVICE MANUAL ©2007 oleh Yamaha Motor Co., Ltd. Edisi pertama, February 2007 dialih bahasakan oleh Technical Publication Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing di cetak di Indonesia

EAS00002

PENDAHULUAN
Buku petunjuk service ini, dibuat oleh Yamaha Motor Company, Ltd. dan dialih bahasakan oleh Technical Publication Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. diharapkan dapat dipakai oleh Mekanik Bengkel resmi Yamaha. Kami menyadari bahwa tidak mungkin menjelaskan seluruh pelajaran Teknik perbaikan sepeda motor dalam satu buku ini saja. Sehingga kami meyarankan kepada para Mekanik harus terlebih dahulu menguasai dasar-dasar perawatan sepeda motor Yamaha. Tanpa pengetahuan ini, usaha perbaikan model ini akan kurang baik dan tidak sempurna

Yamaha Motor Indonesia, terus menerus berusaha meningkatkan kualitas produksinya. Untuk itu, jika ada perubahan yang mendasar dalam spesifikasi dan prosedur pengerjan, akan kami sampaikan keseluruh jaringan Yamaha melalui buletin " Service Information"

CATATAN Desain dan spesifikasi, sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti perkembangan model.
EAS00004

INFORMASI PENTING YANG ADA DIDALAM BUKU INI :
Informasi penting secara khusus ditandai dengan tanda-tanda sebagai berikut :

Q
PERINGATAN

Simbol ini mengharuskan anda HATI-HATI MENYANGKUT KESELAMATAN ANDA !

memberikan petunjuk khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kecelakaan bagi pengendara, dan orang lain yang sedang memeriksa dan memperbaiki sepeda motor. Perlu perhatian khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kerusakan pada sepeda motor. Memberikan keterangan tambahan, untuk mempermudah pengerjaan service.

cPERHATIAN

CATATAN :

EAS20090

CARA MEMBACA DENGAN CEPAT BUKU SERVICE MANUAL
Buku petunjuk ini dibuat dengan format yang "ringan" agar mudah dan cepat di mengerti oleh mekanik YAMAHA. Berisi penjelasan yang luas dan menyeluruh tentang cara-cara Pemasangan, Pelepasan, Pembongkaran, Perakitan dan prosedur Pemeriksaan • Buku ini terdiri dari beberapa Bab utama yang didalamnya terdapat beberapa judul "1" tertulis pada bagian atas dari halaman. • Sub judul “2” tercetak dengan huruf yang lebih kecil. • Untuk membantu mengidentifikasi komponen, dan mengklarifikasi tahap-tahap proses, dijelaskan dengan gambar diagram "3". dimulai dengan cara melepas, dan cara membongkar. • Nomor “4” pada setiap gambar diberikan nomor komponen, yang merupakan nomor urutan tahap pelepasan komponen. • Symbol “5” merupakan indikasi komponen yang harus dilumasi atau diganti. lihat bagian “SYMBOLS” (terdapat simbol pelumas dll) • Tabel instruksi pekerjaan “6” berhubungan dengan gambar diagram diatasnya. berisi pekerjaan yang harus dilakukan, nama komponen, catatan, keterangan, dll) • Nomor “7” terdiri dari berbagai informasi (misalnya special tools dan data-data teknik) dan diberi garis yang berbentuk bujur sangkar.

1

3

7

5 4

6 2

EAS20100

SIMBOL
Simbol dibawah dibuat untuk mempermudah memahami dan mengerti cara membaca buku .
CATATAN:

Simbol disamping tidak selalu ada di dalam setiap model sepeda motor

1

2

3

4

5

6

7

8

1. Dapat dilakukan perbaikan dalam kondisi mesin terpasang 2. Menambah cairan 3. Pelumasan 4. Alat spesial/Special tool 5. Torsi pengencangan 6. Batas keausan/kelonggaran 7. Putaran mesin 8. Service data kelistrikan 9. Oli mesin 10. Oli Gear 11. Gemuk Molybdenum-disulfide 12. Minyak rem 13. Gemuk Bearing roda. 14. Gemuk Lithium-soap-based 15. Gemuk Molybdenum-disulfide 16. Gemuk Silicone 17. Berikan cairan pengunci (LOCTITE®). 18. Ganti dengan spare part baru.

T.

R.

9
E

10
G

11
M

12
BF

13
B

14
LS

15
M

16
S

17
LT

18

Baru

EAS20110 DAFTAR ISI INFORMASI UMUM SPESIFIKASI PEMERIKSAAN BERKALA DAN PENYETELAN RANGKA/CHASSIS MESIN SISTIM PENDINGINAN SISTIM BAHAN BAKAR SISTIM KELISTRIKAN MENGATASI MASALAH/TROUBLESHOOTING 1 2 3 4 5 6 7 8 9 .

.

..............................................1-4 GASKETS...................................................1-4 LOCK WASHERS/PLATES DAN COTTER PINS ..................................................................................... 1-5 CIRCLIPS .......................................... 1-3 INFORMASI PENTING ................ 1-4 PERSIAPAN UNTUK MEMBONGKAR DAN MEMASANG..................... 1-7 1 ......... 1-5 MEMERIKSA SISTIM PENYAMBUNGAN .... 1-1 TEKNOLOGI MASA DEPAN.......INFORMASI UMUM IDENTIFIKASI SEPEDA MOTOR ....................................................... 1-1 NOMOR SERI RANGKA .........................1-4 PENGGANTIAN SPARE PART...................................................................................................................................................................................................................... 1-6 ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS ..........................................1-2 GAMBARAN TENTANG SISTIM FI ........ 1-2 SISTIM FI .......... OIL SEALS DAN O-RINGS ............................................................................................................................................................................................................................................................................... 1-1 NOMOR SERI MESIN ..........................................1-4 BEARINGS DAN OIL SEALS ......................................................

1 1-1 . 1 EAS20160 NOMOR IDENTIFIKASI MESIN Nomor Mesin “1” tercetak pada crankcase dibagian kiri bawah CATATAN: Desain dan spesifikasi sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.IDENTIFIKASI EAS20130 IDENTIFIKASI EAS20140 NOMOR IDENTIFIKASI RANGKA Nomor Rangka “1” tercetak pada rangka bagian belakang di bawah tempat duduk.

Penggunakan sistim FI telah mampu menghasilkan suplai bahan bakar dengan keakurasian yang lebih tinggi.bahan bakar yang optimal. perbandingan campuran udara dan bahan bakar yang disuplai ke ruang bakar. Untuk memnuhi kebutuhan tersebut. tetapi jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar bervariasi tergantung dari kondisi pengendaraan. 10. 2. Pada sistim karburator. 5. diukur dari volume udara dan bahan bakar. yang diatur oleh ukuran Main Jet (spuyer) yang digunakan. 8. deselerasi. 4. Sehubungan dengan semakin besarnya tuntutan terhadap kemampuan mesin & pengontrolan emisi gas buang yang ketat. konsumsi bahan bakar yang lebih baik. Meskipun udara yang masuk volumenya sama. 9.. dan pengurangan emisi gas Translate by slamet edc buang. intake air temperature sensor) 11. mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar yang bervariasi itu melalui ukuran jetnya. 1 2 3 4 5 6 7 8 11 Engine trouble warning light Ignition coil Busi/Spark plug Coolant temperature sensor Fuel injector Pompa bahan bakar/Fuel pump Lean angle sensor ECU (engine control unit) FID (fast idle solenoid) Unit Throttle body sensor (terdiri dari throttle position sensor. atau pengendaraan dengan beban berat. misalnya pada akselerasi. 10 9 1-2 . Sistim bahan bakar. 7. adalah mensuplai sejumlah bahan bakar ke ruang bakar sesuai perbandingan udara . maka diperlukan perangkat yang mampu mengontrol perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih akurat. 6. Dengan menggunakan "microprocessor" yang mengtur volume injeksi bahan bakar sesuai kondisi pengendaraan yang dideteksi oleh bermacam-macam sensor. model ini sengaja dilengkapi kontrol Fuel Injection (FI) secara electronic. intake air pressure sensor.TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS20170 TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS3C11022 GAMBARAN TENTANG SISTIM FI Fungsi utama dari sistim suplai bahan bakar. meningkatkan respon mesin. mampu menghasilkan perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih optimum disetiap saat. Crankshaft position sensor 1. sehingga akan diperoleh perbandingan udara-bahan bakar yang optimum disegala kondisi pengendaraan. berdasarkan kondisi pengendaraan dan temperatur atmosfir. untuk menggantikan sistim karburator. 3. Pada sistim ini.

8. semakin sedikit bahan bakar yang disuplai. Pompa bahan bakar/Fuel pump Fuel injector Ignition coil Coolant temperature sensor ECU (engine control unit) Lean angle sensor Crankshaft position sensor FID (fast idle solenoid) Rumah saringan udara/Air filter case Throttle body U n i t Throttle body sensor Intake air temperature sensor Throttle position sensor 14. sesuai dengan kondisi jalan dan pengendaraan. Intake air pressure sensor A. Sehingga volume bahanbakar yang dibutuhkan mesin dapat disuplai setiap saat. 10. 4. Fuel system B. 6. Ketika ECU memberikan sinyal kepada injector. 5. Pressure regulator berfungsi menjaga supaya tekanan bahan bakar yang ke injector tetap konstan hanya 250 kPa (2. sehingga sejumlah bahan-bakar terinjeksi kedalam intake manifold. intake air pressure sensor. Durasi injeksi dan timing injeksi semuanya dikontrol oleh ECU. 11. 35. fuel passage terbuka. intakeair temperatur sensor. crankshaft position sensor.TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS3C11023 FI SYSTEM Fuel Pump mensuplai bahan bakar ke injector melalui fuel filter. 7. 12.6 psi). berdasarkan masukan dari sinyal-sinyal yang diperoleh dari throttle position sensor. Semakin lama injector diberikan sinyal (durasi injeksi). 5 2 3 8 4 6 1 9 11 12 13 14 10 7 1. semakin banyak bahan bakar yang disuplai. 3. lean angle sensor dan coolant temperatur sensor. Timing injeksi ditentukan berdasarkan sinyal dari crankshaft position sensor. Control system 1-3 . Air system C. 9. 13.50 kg/cm². Semakin pendek waktu injektor diberikan sinyal. 2.

dan lumasi gemuk. 3. jika kerjanya saling berpasangan. jika salah satu harus diganti. ganti semua komponen gaskets. dan cairan pembersih yang tersedia di pasaran lihat bagian “SPECIAL TOOLS” halaman 1-7. fungsi dan penampilannya hampir sama. Selama membongkar mesin. EAS20220 Oil Lidah/Lip Per/Spring Gemuk/Grease 4. PENGGANTIAN SUKU CADANG Pergunakan suku cadang asli Yamaha untuk penggantian semua spare part. 1-4 . 1. hal ini akan sangat membantu dan mempercepat saat memasang. 2. yang disarankan Yamaha. seals dan O-rings. piston. perhatikan suku cadang yang kerjanya saling berpasangan. pemakaian suku cadang yang imitasi. dan gemuk. bersihkan terlebih dahulu semua kotoran yang menempel pada sepeda motor. pada saat membongkar mesin. Sebelum melakukan pembongkaran. Jangan mengganti hanya salah satu bagian saja. EAS20210 2. Pergunakan oli. pada bagian dalam dari seal. dan tempatkan sesuai dengan urutan membongkar. Setelah baut dikencangkan sesuai spesifikasi. 3. 5. lumasi semua permukaan singgung dengan oli. tetapi kualitasnya jauh berbeda. cylinder. gantilah satu set. bengkokkan lock washer. GASKETS. bersihkan semua suku-cadang. OIL SEALS DAN O-RINGS 1. Pada saat melepas. dengan sisi baut. EAS20200 LOCK WASHERS/PLATES DAN COTTER PINS Setelah dibongkar. Jauhklan semua komponen dari sumber panas. ganti lock washer/plat “1” dan cotter pins. pada bidang yang rata. dan bersihkan permukaan sambungan 2. misalnya gear. 4.INFORMASI PENTING EAS20180 INFORMASI PENTING EAS20190 PERSIAPAN SEBELUM MEMBONGKAR DAN MERAKIT 1. Pergunakan alat permbersih yang sesuai. Sebelum dipasang.

begitu juga bagian luar dari bearing. Untuk circlip piston. pastikan permukaan yang tajam “2” berada pada sisi yang berlawanan dengan arah gaya tekan “3” . tanda huruf atau angka harus menghadap ke luar (tampak dari luar) “1”. (Clip piston hanya dapat digunakan sekali) pada sat memasang clip “1”. EAS20240 CIRCLIP Periksa semua Circlip. lumasi bagian dalam dari seal oli dengan gemuk light coat of lithium-soap-based. selalu ganti dengan yang baru. 1-5 . sebelum digunakan kembali. lumasi dengan oli sebelum dipasang. hal ini akan merusak permukaan singgung dari bearing. ECA13300 PERHATIAN: Jangan memutar bearing dengan udara bertekanan.INFORMASI PENTING EAS20230 BEARING DAN SEAL OLI Pemasangan bearing dan seal oli.

karat.MEMERIKSA SISTIM PENYAMBUNGAN EAS20250 MEMERIKSA SAMBUNGAN Periksa kabel. dari debu. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: • jika tidak tersambung. 3. Periksa: • Sistim penyambungan (dengan pocket tester) 1-6 . 4. dan connector. 1. bersihklan terminal. lakukan langkah pemeriksan tahap (1) hingga (3). yang ada di pasar. dll. pergunakan cairan pembersih. Periksa: • Kabel • Coupler • Connector lembab → semprot dengan udara bertekanan karat/debu → Cabut dan pasang connector beberapa kali. • Untuk menghasilkan pemeriksaan yang sempurna. couplers. tekuk pin kearah atas. kelembaban kandungan air. Pasangkan: • Kabel • Coupler • Connector CATATAN: Pastikan semua penyambungan terpasang kuat 5. • jika memeriksa kabel bodi. Lepaskan: • Kabel • Coupler • Connector 2. Periksa: • Semua penyambungan kabel Sambungan kendor → perbaiki CATATAN: Jika pin pengait “1” telah rata.

Nomor part. 8-66. 8-59. Nama Tool/No Tool. atau keduanya setiap negara berbeda Jika akan melakukan pemesanan. pergunakan awalan dengan nomor “90890-”.A. 8-73 3-4 Tappet adjusting tool 90890-01311 Six piece tappet set YM-A5970 FI diagnostic tool 90890-03182 3-5. 8-60. CATATAN: • Untuk U. 8-61. atau “ACC-”. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C Illustrasi halaman untuk reverensi 1-6. 5-35.S. nama Special tools. 8-69. lihat list dibawah agar tidak terjadi kesalahan order. selalu pergunakan alat yang tepat untuk mencegah terjadinya kerusakan yang disebabkan kesalahan dalam penggunaan alat. 8-67. 8-68.ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS EAS20260 ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Alat-alat khusus dibawah ini. 8-65. pergunakan nomor part dengan awalan “YM-”. 8-35 Timing light 90890-03141 Inductive clamp timing light YU-03141 Compression gauge 90890-03081 Engine compression tester YU-33223 Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 3-8 3-8 3-21. 8-71. • Untuk negara lain. “YU-”. dan pemasangan yang sempurna. 8-70. dan Canada. 8-72. 4-46 1-7 . 8-64. pembongkaran. diperlukan untuk melakukan penyetelan.

5 mm) YM-04116 5-17.5) 90890-04116 Valve guide remover (4.ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor Tool T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 Fork seal driver weight 90890-01367 Replacement hammer YM-A9409-7 Illustrasi Halaman untuk referensi 4-38. 4-40 4-40 YM-A9409-7/YM-A5142-4 Fork seal driver attachment (ø33) 90890-01368 Replacement 33 mm YM-A9409-4 Fork seal driver 90890-01442 Adjustable fork seal driver (36–46 mm) YM-01442 Slide hammer bolt 90890-01085 Slide hammer bolt 8 mm YU-01083-2 Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 4-40 4-40 5-14 5-17. 5-22 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 Valve guide remover (ø4. 5-22 5-18 1-8 .

1215 90890-85505 (Three Bond No.5) 90890-04118 Valve guide reamer (4. 5-32 5-30 5-32.5 mm) YM-04118 Piston pin puller set 90890-01304 Piston pin puller YU-01304 Illustrasi halaman untuk referensi 5-18 5-18 5-24 YU-01304 Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A Flywheel puller 90890-01362 Heavy duty puller YU-33270-B Yamaha bond No. 5-31.ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Tool No. Valve guide installer (ø4.5) 90890-04117 Valve guide installer (4.1215®) 5-30.5 mm) YM-04117 Valve guide reamer (ø4. 5-63 1-9 .

5-43 Thickness gauge 90890-03180 Feeler gauge set YU-26900-9 Crankcase separating tool 90890-01135 Crankcase separator YU-01135-B 5-41 5-65 Crankshaft installer pot 90890-01274 Installing pot YU-90058 5-66 YU-90058/YU-90059 Crankshaft installer bolt 90890-01275 Bolt YU-90060 5-66 1-10 .ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 Illustrasi Halaman untuk reverensi 5-41.

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool Adapter (M12) 90890-01278 Adapter #3 YU-90063 Spacer (crankshaft installer) 90890-04081 Pot spacer YM-91044 Illustrasi Halaman untuk reverensi 5-66 5-66 YM-91044 Radiator cap tester 90890-01325 Radiator pressure tester YU-24460-01 6-3 YU-24460-01 Radiator cap tester adapter 90890-01352 Radiator pressure tester adapter YU-33984 6-3 YU-33984 Mechanical seal installer 90890-04145 6-8 1-11 .

Middle driven shaft bearing driver 90890-04058 Bearing driver 40 mm YM-04058 Pressure gauge 90890-03153 YU-03153 Illustrasi Halaman untuk reverensi 6-8 7-6 Fuel pressure adapter 90890-03186 7-6 Vacuum/pressure pump gauge set 90890-06756 Mityvac brake bleeding tool YS-42423 Ignition checker 90890-06754 Opama pet-4000 spark checker YM-34487 Digital circuit tester 90890-03174 Model 88 Multimeter with tachometer YU-A1927 7-12 8-68 8-72 1-12 .ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool.

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS 1-13 .

............................................................. 2-25 JALUR PELUMASAN OLI MESIN ................................2-15 TORSI PENGENCANGAN MESIN........................ 2-20 BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS ............................................2-2 SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS..............................................................................................................................................2-24 DIAGRAM PELUMASAN DAN JALUR PELUMASAN.................................................................... 2-22 RANGKA/CHASSIS.................................................................................................2-25 DIAGRAM PELUMASAN ................................... 2-12 TORSI PENGENCANGAN ....................................................................................2-27 DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN.........................................................................2-15 SPESIFIKASI TORSI PENGENCANGAN UMUM ....................................................2-16 TORSI PENGENCANGAN RANGKA/CHASSIS .....SPESIFIKASI SPESIFIKASI UMUM .............................................2-22 MESIN.....................................................................................2-33 2 ..........................................................................................................................................................................................................................................................................................................2-31 JALUR KABEL ..... 2-1 SPESIFIKASI MESIN ....................................................2-9 SPESIFIKASI KELISTRIKAN ....

SPESIFIKASI SECARA UMUM EAS20280 SPESIFIKASI SECARA UMUM Model Model Dimensi Panjang Lebar Tinggi Tinggi tempat duduk Jarak sumbu roda Jarak ketanah Kemampuan berbelok Berat Dengan oli dan bahan bakar Beban maksimum 3C11 2000 mm (78.5 in) 167 mm (6.7 in) 705 mm (27.0 kg (452 lb) 2-1 .9 in) 125.8 in) 1035 mm (40.57 in) 2080 mm (81.7 in) 790 mm (31.0 kg (276 lb) 205.1 in) 1282 mm (50.

qt) 0.8 psi) (0.18 mm (0.6 kPa (13.26 US qt) (0.64 Imp.40 :1 510 kPa (72.95–9.4 psi) (0.33 Imp.05 kgf/cm²) 5YP/NIPPON THERMOSTAT 2-2 .0059 in) 0.88 Imp.17 US gal) (2.84 US qt) (0.5 psi) (4.4–5.0071 in) 9.0091 in) 0.18 mm (0.0071 in) 0.3917–0.qt) 0.SPESIFIKASI MESIN EAS20290 SPESIFIKASI MESIN Mesin Tipe mesin Colume cylinder/Displacement Posisi cylinder Diameter × Langkah Perbandingan kompresi Tekanan kompresi standart Minimum–maximum Sistim starter Bahan bakar Bahan bakar yang disarankan Kapasitas tangki bensin Oli mesin Sistim pelumasan Tipe Oli mesin yang disarankan Kapasitas oli mesin Total keseluruhan Tanpa membuka saringan oli Dengan membuak saringan oli Filter oli Tipe filter oli Pompa Oli Tipe pompa oli Kelonggaran Inner-rotor-ke-outer Limit Kelonggaran Outer-rotor-ke.25 L (0.23 kgf/cm²) 4.rumah pumpa Limit Kelonggaran rumah pompa -ke-inner-danouter-rotor Limit Ketebalan Rotor Tekanan kerja buka Relief valve Pendingin cairan 4-langkah.6–82.93–1.84 Imp.40 US qt) (0.0024–0.22 US qt) (1.01 Imp.8 cm³ Cylinder tnggal 57.0043 in) 0.5–17.7–11.15 mm (0.24 × .15 L (1.06–0.0 L (3.3929 in) 39.31 in) 10.7 psi) (0.0098 in) 0.0 × 58.qt) Kertas/Paper Gear pump Kurang dari 0.qt) 93.2–122.22 Imp.70 Imp.00 US qt) (0.qt) 0.7 mm (2.1 kgf/cm²) 440–580 kPa (62.06 US qt) (0.00 L (1.95 L (1.23 mm (0.11 mm (0. SOHC 149.38 L (0.5 psi) (5..9 kPa (0.13–0.2–78.78 kgf/cm²) Sistim pendinginan Kapasitas air Radiator capacity (dan jalur) Kapasitas Radiator Kapasitas tangki reservoir (hingga tanda batas atas) Tekana buka tutup radiator Tekanan Valve relief Thermostat Model/pabrikan 0.98 mm (0.qt) 1.gal) Basah SAE20W40 atau SAE20W50 API service tipe SG atau yang lebih tinggi dengan standart JASO MA 1.25 mm (0.8 kgf/cm²) Electric starter dan kickstarter Regular unleaded (bensin tanpa timbal) 12.39–0.0051–0.79 L (0.4 kPa (5.

90–182.942–30.042 mm (1.9850–0.0 mm (7.031 in) 9.643–29.in) 0.0012 in) Camshaft Sistim penggerak Dimensi Camshaft Masuk A Limit Masuk B Limit Buang A Limit Buang B Limit Rantai/Chain drive (kiri) 29.1670–1.03 mm (0.7–0.0 °C (203.00 °F) 3.5–83.9889 in) 24.028–0.9911 in) 24.30 °F) 95.173 mm (0.019–25.SPESIFIKASI MESIN Temperature klep terbuka Temperature klep terbuka penuh Tinggi angkat klep (terbuka penuh) Dimensi Radiator Lebar Tinggi Tebal Pompa air Tipe pompa air Perbandingan putaran Busi/Spark plug Pabrikan/model Pabrikan/model Celah busi Cylinder head Volume Batas kebengkokan 80.1710 in) 29.9832 in) 29.1828 in) 29.073–25.0 mm (0.8 mm (0.0012 in) 2-3 .1788–1.12 in) 198.500) NGK/CR8E DENSO/U24ESR-N 0.919 mm (0.973 mm (0.60–0.0 mm (0.03 mm (0.1749 in) 25.64 cu.80 in) 128.04 in) 24.9810 in) A B Batas kebengkokan Camshaft 0.94 in) Single suction centrifugal pump 1/2 (0.0 mm (5.842 mm (1.5 °C (176.743 mm (1.1631 in) 25.9871–0.90–10.119 mm (0.50 cm³ (0.543 mm (1.

0197–0.450 mm (0.0015 in) 2-4 .3924–0.010–0.3937 in) 10.0354–0.538–2.138 mm (0.1776 in) 0.490 mm (0.0606–0. valve seat.512 mm (0.0354 in) 0.0354–0.950 mm (0.10–0.7638–0.3928 in) 9.500–4.0055 in) 0.030 mm (0.0079–0.1756–0.435 mm (0.08 mm (0.1768 in) 4.500–4.966–9.1772–0.1762–0.24 mm (0.90–17.40–19.0433 in) C Sisa ketebalan kepala D (masuk) Sisa ketebalan kepala D (buang) 0.475 mm (0.0013 in) 0.0433 in) 0.0606–0. valve guide Kelonggaran klep (dingin) Masuk Buang Dimensi batang klep Diameter kepala A (masuk) Diametr kepala A (buang) SILENT CHAIN/96 Automatic 9.512 mm (0.0842 in) 1.3949 in) 9.000 mm (0.90–1.1776 in) 4.0197–0.10 mm (0.538–2.0842 in) B Permukaan singgung C (masuk) Permukaan singgung C (buang) 0.50–0.90 mm (0.138 mm (0.0031 in) 0.1752 in) 4.3931–0.009–0.14 mm (0.90–1.1762 in) 4.0 mm (0.6732 in) A Lebar permukaan B (masuk) Lebar permukaan B (buang) 1.1772–0.0004–0.034 mm (0.10 mm (0.10 mm (0.20–0.1746 in) 4.0094 in) 19.0039–0.3917 in) 0.6654–0.037 mm (0.90 mm (0.SPESIFIKASI MESIN Rantai Timing Model/jumlah links System tensioner Rocker arm/as rocker arm Diameter dalam Rocker arm Limit Diameter luar As Rocker arm Limit Kelonggaran Rocker-arm-ke-as rocker-arm Limit Valve.50–0.985–10.976 mm (0.0004–0.7717 in) 16.475–4.460–4.0354 in) D Diameter batang klep (masuk) Limit Diameter batang klep (buang) Limit Diameter dalam Valve guide (masuk) Diameter dalam valve guide (buang) Kelonggaran batang klep-ke-valve-guide (masuk) 4.

100 mm (0.025–0.2435–2.42 lbf) (14.0020 in) 0.0004 in) Per klep/Valve spring Panjang bebas per (masuk) Limit Panjang bebas per (buang) Limit Panjang per terpasang (masuk) Panjang per terpasang (buang) Tekanan per K1 (masuk) Tekanan per K2 (masuk) Tekanan per K1 (buang) Tekanan per K2 (buang) Tekanan per kondisi terpasang (masuk) Tekanan per kondisi terpasang (buang) Batas kemiringan (masuk) Batas kemiringan (buang) 41.40 kgf/mm) 36.30 mm (1.045 mm (0.39 in) 35.62 mm (1.8 mm (2.990 mm (2.020–0.40 kgf/mm) 36.0039 in) 0.5°/0.010 mm (2.5°/1.071 in) Arah lilitan per (masuk) Arah lilitan per (buang) Cylinder Diameter Batas ketirusan Batas keovalan Piston Kelonggaran Piston ke-cylinder Limit Diameter D Kekanan Kekanan 56.965–56.42 lbf) (14.0010–0.2445 in) 0.5°/1.64 in) 39.73 kgf/mm) 23.58 N/mm (208.47–36.54 N/mm (134.56 in) 35.54 N/mm (134.0020 in) 0.56 in) 41.71 mm (1.41 lb/in) (2.15 mm (0.47–36.30 mm (1.87 lb/in) (3.52 kgf) 140–162 N (31.28–16.05 mm (0.0032 in) 0.0008–0.05 mm (0.2437 in) 2-5 .28–16.985–57.052 mm (0.41 lb/in) (2.0020 in) 0.0059 in) 56.010 mm (0.73 kgf/mm) 140–162 N (31.5°/0.62 mm (1.64 in) 39.0018 in) 0.SPESIFIKASI MESIN Limit Kelonggaran batang klep-ke-valve-guide (buang) Limit Kebengkokan batang klep 0.52 kgf) 2.8 mm (2.080 mm (0.87 lb/in) (3.39 in) 23.58 N/mm (208.71 mm (1.2427–2.071 in) 2.

065 mm (0.0039 in) Taper 0.068 mm (0.0079–0.5529 in) 13.80 × 2.5502 in) 0.25 mm (0.0 mm (0.20–0.0016–0.40 mm (0.40 mm (0.0027 in) Barrel 0.0827 in) B T Celah ring (terpasang) Limit Kelonggaran samping alur Limit Ring kedua Tipe Ring Dimensions (B × T) 0.040–0 .0098 in) 0.80 × 2.0001–0.00 mm (0.043 mm (0.70 mm (0.020–0.0039–0.000 mm (0.100 mm (0.5510–0.0276 in) 0.055 mm (0.50 × 1.100 mm (0.10–0.20 in) H D Offset Arah Offset Diameter lubang pin piston Limit Diameter luar Pin piston Limit Kelonggaran Pin Piston .0039–0.25 mm (0.0787 in) B T Celah ring (terpasang) Limit Kelonggaran samping alur Limit Ring oli Dimensions (B × T) 0.0008–0.0098 in) 0.5513–0.030–0.0039 in) 1.52 mm (0.ke lubang Pin Piston Limit Ring piston Ring pertama Tipe Ring Dimensions (B × T) 0.0598 in) B T Celah ring (terpasang) Kelonggaran samping alur 0.0315 × 0.5517 in) 14.0022 in) 0.013 mm (0.0591 × 0.018 mm (0.160 mm (0.995–14.0012–0.0098 in) Sisi pemasukan 14.0157 in) 0.002–14.0157 in) 0.10–0.975 mm (0.0315 × 0.5512 in) 13.0026 in) 0.0007 in) 0.10 mm (0.SPESIFIKASI MESIN Ketinggian pengukuran H 5.002–0.0063 in) 2-6 .25 mm (0.

000) Pengoperasian kaki kiri.110–0.10 mm (0.90–3.057–0.0 mm (0.95–48.500 mm (0.110 in) 1 buah 2.410 mm (0.20 mm (0.59 in) 2.0006 in) C C E D A Balancer Metode penggerak Balancer Kopling/Clutch Tipe kopling Metode pelepasan kopling Gerak bebas tuas koplinmg Ketebalan Friction plate 3 Batas keausan Jumlah plat Ketebalan Friction plate 2 Batas keausan Jumlah plat ketebalan Friction plate 1 Batas keausan Jumlah plat Ketebalan Clutch plate Jumlah Plate Batas ketebalan Panjang bebas per kopling Panjang minimum Jumlah Per Batas kebengkokan push rod Transmisi Tipe Transmisi Sistim reduksi Primary Perbandingan reduksi Primary Sistim reduksi Secondary Perbandingan reduksi Secondary Pengoperasian Perbandingan ratio 1st Gear Basah.833) 2-7 .122 in) 2.888–1.5523 in) 47.114–0.0002–0.45 in) 4 buah 0.114–0.80 mm (0.890 in) 0.5518–0.004–0.10 mm (0.015–14.069 in) 4 buah 0. cam push 10.75 mm (0.114–0.SPESIFIKASI MESIN Connecting rod Small end inside diameter Poros engkol/Crankshaft Lebar A Batas kebengkokan C Kelonggaran samping Big end D Kelonggaran keatas Big end E 14.0197 in) Constant mesh 5-kecepatan roda gigi miring/Helical gear 73/24 (3.0161 in) 0.53 in) 36.110 in) 3 buah 1.0012 in) 0.74 mm (1.110 in) 1 buah 2.042) Rantai/Chain drive 42/14 (3.00 mm (1.028 mm (0.90–3.80 mm (0.45–1.030 mm (0.90–3.122 in) 2.0–15. multiple-disc Inner push.80 mm (0.0043–0.122 in) 2.10 mm (0. 34/12 (2.0079 in) 38.80 mm (1.39–0.014 mm (0.

76–5.7–6.0012 in) Shift drum dan guide bar 5.500 r/min 85.89 mm (0.875) 30/21 (1.03 mm (0.00 °F) 3.0 mm (0.0–70.03 mm (0.429) 24/21 (1.20 in) 2-8 .143) 22/23 (0.00 °F) 50.957) 0.000 V pada 20.1874–0.SPESIFIKASI MESIN 2nd 3rd 4th 5th Kebengkokan maksimum Main axle Kebengkokan maksimum Drive axle Mekanisme perpindahan gigi Tipe Shift mechanism Ketebalan Shift fork-L Ketebalan Shift fork-C.789–4.89 mm (0.2268–0.0012 in) 0.76–4.0–95.1925 in) Ratchet Kick synchronous Dry element 1100–87H10/1 AC28/1 MIKUNI 3C11 00 #50 248–372 Ω pada 20 °C (68 °F) 0.00–158. -R Kickstarter Tipe Kickstarter Decompresi Tipe Saringan udara Saringan udara Fuel injector Model/jumlah Throttle body Type/jumlah Pabrikan ID mark Ukuran Throttle valve Fuel injection sensor Tahanan Crankshaft position sensor Voltase Intake air pressure sensor Tahanan Intake air temperature sensor Tahanan Coolant temperature sensor Putaran langsam Putaran langsam mesin Temperatur air pendingin Temperatur Oli Gerak bebas handel gas 30/16 (1.0 °C (185.32 kPa 5.2319 in) 4.0 °C (112.00–203.12–0.3 kΩ 310–326 Ω pada 80 °C (176 °F) 1.300–1.0–5.00–101.

53 in) 1.13 in) 1.0 mm (3.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.0 mm (0.94 in) Cast wheel 17 × 1.00 kgf/cm²) Rem depan Tipe Pengoperasian Single disc brake Tangan kiri 2-9 .00 kgf/cm²) Kondisi kecepatan tinggi Depan 175 kPa (25 psi) (1.0 mm (0.5 mm (0.0 mm (4.02 in) Cast wheel 17 × 1.5 mm (0.85 Aluminum 105.04 in) Tekanan angin ban (diukur dalam kondisi dingin) Kondisi beban 0–90 kg (0–198 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.0 mm (0.60 Aluminum 115.04 in) Dengan ban dalam 90/90–17M/C 49P IRC/NR72 DUNLOP/D102A 1.02 in) Dengan ban dalam 2.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS EAS20300 SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Rangka/Chassis Tipe Rangka/Frame Caster angle Trail Roda depan Tipe roda Ukuran pelek/rim Material pelek/rim Gerakan roda Batas kebongkokan keatas Batas kebengkokan ke samping Roda belakang Tipe roda Ukuran pelek/rim Material pelek/rim Gerakan roda Batas kebengkokan ke atas Batas kebengkokan ke samping Ban depan Tipe Ukuran/Size Pabrikan/model Pabrikan/model Kedalaman minimum alur ban (depan) Ban belakang Tipe Ukuran/Size Pabrikan/model Pabrikan/model Kedalaman minimum alur ban (belakang) Pressed backbone 26.75–17 41P IRC/NR72 DUNLOP/D102FA 1.0 mm (4.00° 100.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.00 kgf/cm²) Kondisi beban 90–205 kg (198–452 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.04 in) 0.04 in) 0.0 mm (0.

08 in) 52.15 Imp.21 in) 0.0 mm (0.03 in) 11.38 in) 20.03 in) 5.36 kgf/mm) 5.97 in) 2-10 .43 in) 25.0° 43.0 mm (4.3 mm (0.0059 in) 5.16 in) 4.46 in) 349.0 mm (1.0 mm (0.oz) 109.30 in) Tidak Fork oil 10W atau yang sejajar 231.0 mm (1.18 in) Leading.99 lb/in) (0.0° Telescopic fork Per/peredam oli 130.0 mm (0.0 mm (3.0 mm (9.89 in) Ball dan angular bearing 43.05 in) 48.16 in) 3.16 in) 2.83 lb/in) (0.5 mm (0.00 mm (0.00 in × 2) DOT 3 atau DOT 4 Tromol/Drum brake Kaki kanan 35.29 in) Lengan ayun (link suspension) Per/peredam oli 50.0 mm (5.0–70.50 N/mm (19.0 cm³ (7.81 US oz) (8.79–1.5 mm (14.0–30.8 mm (0.15 mm (0.3 mm (0.0 mm (2.0 mm (2.21 in) 0.14 in) 0.40 N/mm (30.55 kgf/mm) 0.65 × 0.0 × 4.0 mm (5.00–2.77 in) 3.12 in) 131.12 in) 363.0 mm (0.12 in) 33. trailing 130.0 mm (1.0 mm (5.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Piringan rem depan Diameter disc × ketebalan Ketebalan minimum disc brake Kebengkokan minimum disc brake Ketebalan kampas rem (dalam) Limit Ketebalan kampas rem (luar) Limit Diameter dalam Master cylinder Diameter dalam Caliper cylinder Minyak rem yang dsarankan Rem belakang Tipe Pengoperasian Posisi pedal rem Gerak bebas pedal rem Rem tromol belakang Tipe rem tromol Diameter dalam rem tromol Limit Ketebalan sepatu rem Limit Panjang bebas per rem Panjang bebas per rem 2 Kemudi/Steering Tipe bearing kemudi/Steering Posisi penguncian kemudi (kiri) Posisi penguncian kemudi (kanan) Suspensi depan Tipe Tipe peredaman /shock absorber Gerakan roda depan Panjang bebas per fork Limit Panjang collar Panjang terpasang Tekanan per K1 Tekanan per K2 Langkah per K1 Langkah per K2 Diameter luar Inner tube Terdapat per tambahan Oli yang disarankan Kapasitas oli shock depan Ketinggian oli dari atas Suspensi belakang Tipe Tipe peredaman/shock absorber Pergerakan shock absorber belakang 245.40 mm × 2 (1.0 mm (1.8 mm (0.8 mm (13.8 mm (14.76 in) 70.32 in) 356.04 in) 88.76–5.0–130.

57 in) 193.5 mm (7.16 in) 88.56 in) 156.09 in) 428H/FSCM 120 20–40 mm (0.97 in) Tidak 2.79–1.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Panjang bebas per Panjang terpasang Tekanan per K1 Langkah per K1 Terdapat per tambahan Lengan ayun/Swingarm Gerak bebas lengan ayun ke samping (axial) Rantai penggerak Tipe/pabrikan Jumlah mata rantai Kekencangan rantai Panjang mata rantai15-mata (limit) 166.48 lb/in) (8.0 mm (0.0–50.5 mm (6.97 kgf/mm) 0.4 mm (0.00 N/mm (502.5 mm (6.00–1.62 in) 2-11 .

0 A 200.5 Ah PT YUASA BATTERY INDONESIA 0.0 mm (0.448–0.16–2. 10.9 V 14. 5. 10.96 kΩ pada 20 °C (68 °F) Resin 3.0 W × 1 12 Volt.0 W × 2 12 Volt.0 W × 2 12 Volt.4 W × 2 12 Volt.7 W × 1 2-12 .24 in) 2.64 Ω pada 20 °C (68 °F) 8. SHINDENGEN INDONESIA 14. 35 W/35.0 W/21.0 W × 1 12 Volt. kapasitas Pabrikan Amper pengisian 10 Jam Lampu depan/Headlight Tipe Bohlam Bohlam voltase. watt × jumlah Lampu depan/Headlight Lampu posisi/Auxiliary light Lampu belakang / rem Lampu sein depan Lampu sein belakang Lampu Meter Lampu Meter (meter bahan bakar) 12 Volt Transistorized coil ignition (digital) Digital 5.0 W × 1 12 Volt.35 Amper Halogen bulb 12 Volt.) Engine control unit Model/pabrikan Coil pengapian/Ignition coil Model/pabrikan Loncatan bunga api minimum Tahanan Primary coil Tahanan Secondary coil Spark plug cap Material Tahanan AC magneto Model/pabrikan Standard output Tahanan Stator coil Rectifier/regulator Tipe Regulator Model/pabrikan Voltase Regulator (DC) Kapasitas Rectifier Voltase Withstand Battery Model Voltase.64–12.A.75–6. 3. 5.M.0°/1400 r/min 3C100/MORIC 2JN/MORIC 6.SPESIFIKASI KELISTRIKAN EAS20310 SPESIFIKASI KELISTRIKAN Voltase Voltase Sistim pengapian Sistim pengapian Tie penggerseran Saat pengapian/Ignition timing (Sblm.T. 3. 1.1–14.25 kΩ F3C1/MORIC 14.0 V 160 W 5000 r/min 0.0 V YTZ5S 12 Volt.672 Ω pada 20 °C (68 °F) Semi conductor-short circuit 3C1/PT.

5 Amper 4.0–95.0 W × 1 14 V.88 N (14.92–5.CHAO LONG CO.20 kW 0. 3.0–100.0 W × 1 14 V.00–66.80 Ω pada 20 °C 97–107 dB/2 m Condenser FZ222SD/DENSO Tidak 75.69 in) 16.17 oz) (400–600 gf) 17.0385 Ω 7.35 mm (0.0 kali/menit 10 W × 2+3.0 W × 1 14 V.05 in) 5TP/OMRON 50.65 in) 1.0 Ω pada 20 °C (68 °F) 3C1/OMRON 54. 3.50 mm (0.28 in) 3.30–4. 3.6 mm (0.0 Ω pada 20 °C (68 °F) 90.11–21.LTD 4.0–10. 3.0 Ω 3C1/OMRON 2-13 .. 3.6 mm (0.00 Ω Plane 1 buah UBH-F21/MITSUBA 1.0 W × 1 14 V.0 A 54.0315–0.0 mm (0. self-canceling Frequensi kedip Watt Sender bahan bakar/Fuel sender Model/pabrikan Tahanan Sender unit (penuh) Tahanan Sender unit (kosong) Starting circuit cut-off relay Model/pabrikan Tahanan Coil Relay kipas Model/pabrikan 14 V.14 in) 3.SPESIFIKASI KELISTRIKAN Lampu indikator Lampu indikator netral Lampu indikator belok Lampu indikator lampu jauh Lampu peringatan temperatur mesin Lampu peringatan mesin bermasalah/Engine trouble Sistim kelistrikan starter Tipe Sistem Motor Starter Model/pabrikan Power output Tahanan Armature coil Panjang sikat/Brush overall length Limit Tekanan per brush Diameter commutator Limit Kedalaman alur comutator Starter relay Model/pabrikan Amper Tahanan Coil Klakson/Horn Tipe Klakson/Horn Jumlah Model/pabrikan Amper Maximum Tahanan Coil Kemampuan/Performance Relay sinyal belok Tipe Relay Model/pabrikan Terdapat.0–66.4 W 3C1/PT.0 W × 1 Constant mesh 3C1/MORIC 0.

SPESIFIKASI KELISTRIKAN Tahanan Coil Sekring/Fuse Sekring 54.0 Amper 2-14 .0 Ω 20.0–66.

5 8.0 5.6 1. kencangkan dengan pola silang.3 11 22 40 61 94 2-15 . A: Ukuran baut/mur B: Diameter luar ulir A (mur) B (baut) 10 mm 12 mm 14 mm 17 mm 19 mm 22 mm 6 mm 8 mm 10 mm 12 mm 14 mm 16 mm Torsi pengencangan secara umum Nm 6 15 30 55 85 130 m·kg 0. Untuk komponen dan rakitan khusus dapat menggunakan ketentuanketentuan yang ada didalam buku petunjuk ini Untuk menghindari defleksi dari komponen yang dikencangkan dengan banyak baut.TORSI PENGENCANGAN EAS00029 SPESIFIKASI PENGENCANGAN SECARA UMUM Tabel dibawah ini menunjukkan pengencangan standart sesuai ulir standart ISO. secara bertahap hingga batas torsi yang ditentukan.5 3.0 ft·lb 4.5 13. Semua pengencangan dikencangkan dengan ulir kering (tanpa diberi oli) kondisi bersih dan dalam suhu ruang.

5.7 m·kg.1 ft·lb) 15 Nm (1.0 m·kg.9 ft·lb) 32 Nm (3.2 ft·lb) 10 Nm (1. 1.0 m·kg.0 m·kg. 7. 7.4 m·kg.0 m·kg.0 m·kg.0 m·kg.7 m·kg. 8.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.4 ft·lb) 2 Nm (0. 7. 7.0 m·kg. 7. 1.2 ft·lb) Baut unit pompa air Baut penutup rumah pompa air Baut as Impeller retainer Baut penutup Thermostat Baut unit Pompa oli Baut penguras mesin Baut penutup saringan oli Baut oli baffle plate Baut manifold pemasukan Baut Injector Baut clem joint Throttle body Baut clem join rumah saringan Baut rumah Air filter Baut Resonator Mur pengunci (throttle cable) Mur knalpot Baut knalpot Baut protektor pipa knalpot M6 M6 M6 M6 M5 M35 M6 M6 M6 M6 M4 M4 M6 M6 M6 M8 M8 M6 3 4 2 2 2 1 3 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 2 10 Nm (1. 23 ft·lb) 10 Nm (1.2 m·kg.0 m·kg.8 ft·lb) LT LT LT LT LT LT 2-16 .1 ft·lb) 30 Nm (3. 7. 5.0 m·kg.2 m·kg.7 m·kg. 5.5 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.1 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg. 7. 11 ft·lb) 7 Nm (0. 7.2 m·kg. 5.7 ft·lb) 2 Nm (0. 7. 22 ft·lb) 7 Nm (0. 5.2 ft·lb) 10 Nm (1.4 ft·lb) 10 Nm (1. 2.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7.4 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg. 16 ft·lb) 10 Nm (1.1 ft·lb) 15 Nm (1. 5.3 m·kg. 11 ft·lb) 20 Nm (2.5 m·kg. 14 ft·lb) 8 Nm (0. 36 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg. 7.2 ft·lb) 4 Nm (0.TORSI PENGENCANGAN EAS20340 TORSI PENGENCANGAN MESIN Bagian Baut Cylinder head Baut Cylinder head Busi/Spark plug Baut penutup cylinder head Baut unit Air cut-off valve Baut check oli Baut stud cylinder head (sisi pipa pembuangan) Baut penguras coolant Mur gear balancer driven Mur pengunci setelan klep Baut sprocket camshaft Baut camshaft retainer Baut Timing chain guide ukuran Jml ulir M8 M6 M10 M6 M6 M6 M8 M6 M10 M5 M8 M6 M6 4 2 1 5 2 1 2 1 1 4 1 2 1 Torsi pengencangan 22 Nm (2.2 ft·lb) 13 Nm (1.7 m·kg. 9. 7.1 ft·lb) 50 Nm (5. 1215 (Three bond 1215®) Keterangan E E Baut timing chain tensioner M6 2 10 Nm (1.0 m·kg.7 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.0 m·kg.0 m·kg.2 ft·lb) 7 Nm (0. 7.2 ft·lb) Yamaha bond No. 7.8 m·kg.2 m·kg.2 ft·lb) 12 Nm (1.2 m·kg.2 ft·lb) 7 Nm (0.

5. 5.8 m·kg.2 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg.0 m·kg. 13 ft·lb) LT Keterangan LT Stake LT LT LT LT LT 2-17 . 7.0 m·kg.0 m·kg.0 m·kg.9 m·kg. 7.7 m·kg.0 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.2 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.1 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg. 10 ft·lb) 12 Nm (1. 5. 5. 7.8 m·kg.1 ft·lb) 7 Nm (0. 7.7 ft·lb) 8 Nm (0. 43 ft·lb) 12 Nm (1.0 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.5 ft·lb) 7 Nm (0.2 m·kg.0 m·kg. 50 ft·lb) 9 Nm (0. 6. 7. 7.1 ft·lb) 12 Nm (1.8 ft·lb) 70 Nm (7.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7.2 ft·lb) 70 Nm (7.7 ft·lb) 60 Nm (6. 8.7 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1. 5.2 ft·lb) 18 Nm (1.0 m·kg.8 m·kg. 50 ft·lb) 20 Nm (2.7 ft·lb) 10 Nm (1.4 m·kg.0 m·kg. 8. 20 ft·lb) 14 Nm (1.0 m·kg. 7.0 m·kg. 8.8 ft·lb) 10 Nm (1. 14 ft·lb) 10 Nm (1.8 m·kg.TORSI PENGENCANGAN Bagian Baut protector knalpot Baut Crankcase Baut penutup generator Baut penutup kopling Baut penutup sprocket Mur tuas Kickstarter Baut stoper tuas kickstarter Baut Starter clutch Baut guide ratchet gear Mur gear primary drive Baut per kopling Mur pengunci setelan kopling Mur clutch boss Mur pengunci setelan kopling Mur tuas kopling Baut holder tuas kopling Baut retainer drive sprocket Baut bearing retainer Baut Shift drum segment Baut stopper lever Baut stator coil Baut crankshaft position sensor Mur rotor generator Neutral switch Baut motor starter Sensor temperatur coolant ukuran Jml ulir M6 M6 M6 M6 M6 M12 M8 M6 M6 M12 M6 M6 M14 M8 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M12 M10 M6 M12 2 12 8 10 2 1 2 3 2 1 4 1 1 1 1 1 2 2 1 1 3 2 1 1 2 1 Torsi pengencangan 8 Nm (0. 36 ft·lb) 28 Nm (2. 7.2 ft·lb) 50 Nm (5.2 m·kg.

12 3.10 Urutan pengencangan baut penutup rumah kopling: 6 1.11 2.13 11 10 2-18 .6 5 7 8 4 9 3.7 5 9 8 9 4 2.TORSI PENGENCANGAN Urutan pengencangan baut Cylinder head: 1 3 5 6 4 Urutan pengencangan baut penutup Generator : 2 1.

6 7 8 5 4 3. crankcase kiri B. crankcase kanan 15 9 2.TORSI PENGENCANGAN Urutan pengencangan baut crankcase : A B 14 1.12 10 11 2-19 .13 A.

3 m·kg.9 m·kg. 5. 6.4 m·kg. 25 ft·lb) 60 Nm (6. 32 ft·lb) 44 Nm (4.3 m·kg.7 m·kg. 5.5 ft·lb) 7 Nm (0. 5. 12 ft·lb) 7 Nm (0. 4. 6.0 m·kg.8 m·kg.9 m·kg.5 m·kg. 6.9 m·kg.7 m·kg. 5. 9. 58 ft·lb) 44 Nm (4. 5.7 m·kg.0 m·kg.6 m·kg. 25 ft·lb) 7 Nm (0. See NOTE.TORSI PENGENCANGAN EAS20350 TORSI PENGENCANGAN RANGKA/CHASSIS Bagian Baut Ignition coil Mur dudukan mesin (depan) Mur dudukan mesin (belakang bagian bawah) Mur dudukan mesin (belakang bagian atas) Baut fender belakang Bracket kunci jok Baut Rectifier/regulator Mur atas unit shock absorber belakang Mur as roda belakang Mur Relay arm Mur bagian bawah connecting arm unit schock absorber belakang Mur bawah unit schock absorber belakang Mur as pivot lengan ayun Baut penutup rantai Baut union selang rem Baut caliper rem depan Mur as roda depan Baut disc brake depan Baut bleeding (caliper rem depan) Baut holder rem depan Baut fender depan Mur ring kemudi (torsi pengencangan awal) Mur ring kemudi (torsi pengencangan akhir) Baut steering stem Mur unit Meter Rumah lampu depan dan mur unit sein Baut bracket unit Meter Baut kunci kontak Baut pin bracket atas Baut pin bracket bawah Baut cap fork depan Ukuran Jml ulir M6 M10 M10 M10 M6 M6 M6 M10 M14 M10 M10 M10 M12 M6 M10 M10 M12 M8 M7 M6 M6 M25 M25 M10 M6 M8 M6 M6 M8 M10 M30 2 1 1 1 6 2 2 1 1 2 1 1 1 2 2 2 1 5 1 1 4 1 1 1 3 2 4 2 2 2 2 Torsi pengencangan 9 Nm (0. 22 ft·lb) 23 Nm (2.0 m·kg.0 m·kg.5 ft·lb) 49 Nm (4.1 ft·lb) 7 Nm (0. 43 ft·lb) 23 Nm (2.3 m·kg. 32 ft·lb) 80 Nm (8. LT Keterangan LS LS LS LS LS LS LS 2-20 .9 m·kg.9 m·kg. 35 ft·lb) 9 Nm (0.1 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg. 32 ft·lb) 70 Nm (7.7 m·kg.4 m·kg.4 m·kg.5 ft·lb) 48 Nm (4.1 ft·lb) 44 Nm (4. 17 ft·lb) See NOTE.1 ft·lb) 17 Nm (1. 15 ft·lb) 30 Nm (3.2 ft·lb) 26 Nm (2. 35 ft·lb) 13 Nm (1.4 ft·lb) 35 Nm (3.1 ft·lb) 9 Nm (0. 17 ft·lb) 6 Nm (0. 50 ft·lb) 10 Nm (1. 5. 35 ft·lb) 49 Nm (4.6 m·kg.1 m·kg.9 m·kg. 32 ft·lb) 44 Nm (4.7 m·kg. 35 ft·lb) 49 Nm (4.5 m·kg. 19 ft·lb) 35 Nm (3.4 m·kg.0 m·kg. 7.3 ft·lb) 7 Nm (0.1 ft·lb) 21 Nm (2.7 m·kg.

dan batang torsi rem belakang Batang torsi rem belakang mur lengan ayun Baut camshaft tuas rem Baut panel depan Baut penutup samping Mur sprocket roda belakang Baut pedal rem Baut Footrest kanan dan plat heel kanan Baut pedal pemindah gigi Baut plat Heel Baut standart samping CATATAN: Ukuran Jml ulir M10 M6 M6 M6 M6 M6 M5 M6 M6 M8 M6 M6 M6 M6 M6 M8 M6 M6 M8 M8 M6 M6 M6 M8 M6 M10 M6 M8 M10 2 4 1 2 2 2 6 2 2 4 2 2 2 2 2 4 1 1 1 1 1 4 2 6 1 1 1 4 1 Torsi pengencangan 23 Nm (2.2 ft·lb) 8 Nm (0.5 m·kg. 19 ft·lb) 6 Nm (0.4 m·kg. 13 ft·lb) 19 Nm (1.TORSI PENGENCANGAN Bagian Baut Damper rod Baut bracket unit sein depan dan unit meter Baut Horn Baut tangki dan frame Baut bracket tangki dan rangka Tangki bensin dan baut bracket tangki bensin Baut retainer pompa bensin Baut penutup samping belakang Penutup samping belakang.7 m·kg. 7.7 m·kg.8 ft·lb) 7 Nm (0.2 ft·lb) 7 Nm (0.3 m·kg.7 m·kg. 5.6 m·kg.1 ft·lb) 7 Nm (0.6 m·kg.2 ft·lb) 30 Nm (3.2 ft·lb) 4 Nm (0.3 ft·lb) 19 Nm (1.3 m·kg. 5.0 m·kg.7 m·kg.0 m·kg.3 ft·lb) 6 Nm (0. 5.4 ft·lb) dengan kunci torsi 2-21 . 4. 7. 4.7 m·kg. 32 ft·lb) 10 Nm (1. 31 ft·lb) 10 Nm (1. 5.9 m·kg. 7. 5.0 m·kg. Dan selanjutnya kencangkan kembali mur ring bawah 13 Nm (1.1 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg.1 ft·lb) 10 Nm (1.7 m·kg.9 m·kg.0 m·kg.1 ft·lb) 10 Nm (1. 7.2 ft·lb) 10 Nm (1.8 m·kg. 9.1 ft·lb) 7 Nm (0. 7. 13 ft·lb) 10 Nm (1.9 ft·lb) 7 Nm (0.1 ft·lb) 26 Nm (2.4 m·kg. 5. 5.0 m·kg. Untuk mengencangkan mur steering. 19 ft·lb) 7 Nm (0. 5. 2. 2.6 m·kg.1 ft·lb) 7 Nm (0.6 m·kg.8m-kg 35 ft.lb) dengan kunci torsi dan selanjutnya kendorkan. 7. 17 ft·lb) 7 Nm (0.1 ft·lb) 43 Nm (4.dan baut panel belakang Baut Grab bar Baut reservoir collant Baut Radiator Baut kipas radiator Baut ujung Grip Baut holder master cylinder remdepan Baut holder tangkai memudi atas Baut tuas rem depan Mur tuas rem depan Mur plat sepatu rem. 5.7 m·kg.0 m·kg.0 m·kg.2 ft·lb) 45 Nm (4.2 ft·lb) 10 Nm (1.7 m·kg. 22 ft·lb) 44 Nm (4. 5.7 m·kg. 7. 32 ft·lb) Keterangan LT 1.pertama-tama kencangkan mur ring bawah dengan torsi 48 Nm (4.3 m·kg.1 ft·lb) 26 Nm (2.

dan permukaan dalam cylinder Bagian dalam balancer driven gear . Camshaft lobes Decompression cam Valve stem seal Valve stem (pemasukan dan pembuangan) Ujung Valve stem (pemasukan dan pembuangan) As Rocker arm Rocker arm permukaan bagian dalam Pin tuas Decompression Seal oli (clutch cover) Oil pump driven gear Rotor pompa oli (masuk dan keluar) Ratchet gear dan kickstarter gear Permukaan dalam Kickstarter idle gear Kickstarter Permukaan dalam Starter clutch idle gear As Starter clutch idle gear Permukaan dalam Starter clutch gear inner dan thrust surface Starter clutch rollers Tuas Clutch lever Bagian dalam Primary driven gear Clutch push rod (panjang dan pendek) dan ball Mur Clutch boss dan lock washer contact surface Transmission gears (wheel dan pinion) dan collar Shift forks dan shift fork guide bar Shift drum Shift shaft LS Jenis pelumas LS E E E E E M E M M M E M M E E E M E E E E E E E E E E M E E E 2-22 .BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS EAS20360 BAGIAN YANG DILUMASI DAN TIPE PELUMAS EAS20370 MESIN/ENGINE Bagian yang dilumas Seal oli bagian dalam Bearings O-rings Baut cylinder head dan washers Connecting rod big end thrust surface Piston. Piston rings.

1215®) Yamaha bond No. 1215 (Three Bond No.BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS Bagian yang dilumas Crankshaft position sensor/gromet kabel unit stator Jenis pelumas Yamaha bond No. 1215 (Three Bond No. 1215 (Three Bond No.1215®) Permukaan sambungan Crankcase Baut rantai timing/Timing chain tensioner bolts 2-23 .1215®) Yamaha bond No.

BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS EAS20380 RANGKA/CHASSIS Bagian yang dilumas Seal oli roda depan Permukaan luar as roda depan Permukan dalam Speedometer gear unit Seal oli hub roda belakang Permukan dalam hub roda belakang Permukaan luar as roda belakang Ulir Mur as roda belakang. Camshaft rem belakang Engsel pedal rem Engsel tuas rem Pin as engsel rem Bracket caliper rem bagian dalam. Rumah kabel handel gas bagian dalam Ujung kabel kopling Permukaan dalam baut as tuas rem Bearing kemudi Seal debu steering/emudi Ulir Mur dan Baut (relay arm dan flame) Ulir Mur dan Baut (connecting rod dan relay arm) Ulir Mur dan Baut (rear shock absorber dan relay arm) Ulir Mur dan Baut (connecting rod dan swingarm) Permukaan dalam Bearing (relay arm dan swingarm) Seal Oli (relay arm dan swingarm) Collars (relay arm dan swingarm) As pivot dan ulir mur Permukaan luar as Pivot Permukaan luar bushing Swingarm Penutup debu Swingarm Engsel standart tengah Engsel standart samping Engsel pijakan kaki pembonceng. Pijakan kaki pembonceng Engsel pedal pemindah gigi Mur dan Baut dudukan mesin Jenis pelumas LS LS LS LS LS LS LS S S S S S LS LS S LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS E 2-24 .

JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN EAS20390 JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN EAS20400 JALUR ALIRAN OLI MESIN 4 2 3 1 5 6 2-25 .

3. 2. 5. Pompa Oli Elemen saringan oli Crankshaft Camshaft As Utama/Main axle As penggerak/Drive axle 2-26 . 4. 6.JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN 1.

JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN EAS20410 DIAGRAM PELUMASAN 1 2 3 A 4 5 6 7 2-27 .

3. A. 2. 5. Tuas penekan kopling/Clutch push lever Main axle Drive axle Crankshaft Saringan oli/Oil filter Unit pompa oli Saringan oli strainer Ke arah cylinder head 2-28 .JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN 1. 4. 6. 7.

JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAM 1 2 3 4 2-29 .

2. 3. 4. Camshaft Crankshaft As utama/Main axle As penggerakDrive axle 2-30 .JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN 1.

DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN EAS20420 DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN 1 2 3 4 7 5 1 4 6 2-31 .

Reservoir air pendingin/Coolant reservoir Selang pemasukan Radiator/Radiator inlet hose Selang reservoir air pendingin/Coolant reservoir hose Radiator Pompa air/Water pump Selang pengeluaran Radiator/Radiator outlet hose Selang pernafasan Pompa air/Water pump breather hose 2-32 . 2. 7. 3. 5. 6. 4.DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN 1.

JALUR KABEL EAS20430 JALUR KABEL C 6 A 1 6 8 9 14 6 15 14 12 A 8 B 2 3 4 H B-B I 7 6 A 5 5 4 14 4 14 3 G 8 13 6 6 5 12 13 6 F 9 12 11 E 2 10 D B B 15 9 17 16 11 2-33 .

2-34 . Kabel switch lampu rem depan 5. Masukkan kabel kopling kedalam guide. E. Kabel Speedometer 11. 17. Kabel switch saklar tangkai kemudi kiri 7. Kabel lampu sein depan kanan 14. 15. H. A. Selang rem depan 3. Kabel switch kopling 8. Masukkan kabel bodi. I. kabel switch rem depan. kabel lampu switch rem depan. Kabel switch saklar tangkai kemudi kanan 6. Ikat kabel tangkai kemudi kiri dan kabel switch kopling dengan plastik pengikat. 16.dan kabel switch tangkai kemudi kanan. kedalam lubang bagian atas pada rumah lampu depan G. dan kabel tangkai kemudi kanan. Kable kopling 9. kabel kunci kontak. dan kabel switch tangkai kemudikiri. Masukkan selang rem depan kedalam guide. dan kabel switch lampu rem depan dengan plastik pengikat. Kabel gas/Throttle cable 4. C. kabel unit meter dan kabel switch tangkai kemudi kiri kedalam lubang yang terdapat pada rumah lampu depan. Kabel unit meter. Ikat kabel tangkai kemudi kanan. D. F. Kabel lampu sein depan kiri 10. Masukkan kabel tangkai kemudi kanan. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel kunci kontak kabel switch lampu rem depan. Kabel kunci kontak/Main switch 13. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel unit meter kabel sein depan kiri. Kabel lampu depan/Headlight.JALUR KABEL 1. Kabel klakson/Horn 2. Kabel kunci kontak. Masukkan kabel speedometer kedalam guide. Kabel bodi/Wire harness 12. B. Kabel lampu senja/lampu posisi.

JALUR KABEL 12 C 10 11 5 4 A-A B-B C-C 11 10 12 B B A 7 8 9 1 2 3 4 5 6 6 A C C A B 2-35 .

Kabel Busi/Spark plug 9. Throttle body 2. Ignition coil 8. Selang reservoir air pendingin 3. Kabel saklar tangkai kemudi kanan 11. Kabel gas/Throttle cable 7. Ikat selang rem depan pada grommet yang terdapat diantara bracket bawah.JALUR KABEL 1. C. Selang pemasukan Radiator 5. Kabel switch lampu rem depan 12. 2-36 . Masukkan kabel bodi kedalam guide. dan bracket lampu depan. Selang vacum Air induction system 10. Masukkan selang rem depan kedalam guide. Kabel bodi/Wire harness 4. B. Selang rem depan A. Kabel sensor temperatur air pendingin/coolant 6.

JALUR KABEL 1 2 3 B A 5 4 2-37 .

ECU (engine control unit) Condenser Kabel bodi/Wire harness Kabel Starter motor Switch lampu rem belakang A. Ikat kabel bodi/wire harness pada rangka dengan plastic locking tie. B. 4. Jangan sampai ujung plastik pengikat menyentuh benda lain.JALUR KABEL 1. Ikat kabel bodi/ wire harness. kabel motor starter. 2. 5. Jangan sampai ujung plastik pengikat menyentuh benda lain. 3. 2-38 . dan kabel switch lampu rem belakang pada rangka dengan plastic locking tie.

JALUR KABEL 3 2 4 A-A A A 3 4 1 5 A 6 B B 7 B A 11 10 9 8 2-39 .

Kabel saklar tangkai kemudi kiri 4. Kabel kopling 6. Selang tangki reservoir 8. Kabel crankshaft position sensor/stator coil 9. Kabel speedometer A. Guide kabel kopling B. Kabel gas/Throttle cable 5. Ikat kabel gas dengan holder yang terdapat pada tutup radiator. Kabel Klakson/Horn 2.JALUR KABEL 1. Kabel unit Throttle body sensor 11. Kebel switch neutral 10. Selang rem depan 3. Kabel bodi 7. 2-40 .

JALUR KABEL 6 5 4 1 2 A 3 7 8 B E C F 10 9 A D A 2-41 .

Kabel Crankshaft position sensor/stator coil A. Masukan selang pernafasan coolant reservoir pada lubang yang terdapat pada penuntun kabel. Kabel kunci tempat duduk 6. D.57 in) 2-42 . Tepatkan selang pernafasan coolant reservoir diantara bracket mesin di bagian bawah. Kabel lampu belakang/rem 7. Kabel bodi/Wire harness 2. Selang pernafasan tangki reservoir 9. 40 mm (1. C. Ikat kabel crankshaft position sensor/stator coil. B. E. Rectifier/regulator 5. Ikat kabel negative battery ke frame dengan plastik pengikat.JALUR KABEL 1. Kabel lampu sein kiri belakang. 8. dan kabel negative battery ke frame dengan plastic pengikat. F. kabel neutral switch. Jalur kabel negative battery berada didepan pin. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. Kabel Negative battery 3. Kabel switch Neutral 10. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. Battery 4.

JALUR KABEL I 1 A B A-A 16 1 15 2 3 14 4 C H 5 D 13 6 12 7 A 11 10 8 E A G 9 F 2-43 .

Kabel coolant temperature sensor 4.18 in). Ikat kabel bodi ke frame dengan plastic pengikat. dan potong kelebihan plastik dengan jarak 5 mm (0. Kabel FID (fast idle solenoid) 12. Pastikan posisi kabel gas berada disebelah kanan selang vacuum air induction system . Kabel Bus/Spark plug 15. Kabel kopling A.20 in) dari ujung pengikat I. 2-44 . D. H. E. Kabel bodi/Wire harness 7. Selang pernafasan Coolant reservoir 11. Tepatkan kabel kipas radiator pada lubang yang terdapat pada penutup radiator. F. Kabel Ignition coil 14. C. Selang tangki reservoir 2. Kabel Fuel injector 9. Selang pernafasan Pompa air/Water pump 16. Kabel gas/Throttle cable 5. Kabel unit Throttle body sensor 13. Selang vacuum Air induction system 6. Jalur kabel FID (fast idle solenoid) dan kabel fuel injector mengelilingi selang air intake duct. Ikat kabel bodi dengan memasukkan nok yang terdapat pada plastic ke lubang yang ada pada rangka/frame. G. Kabel motor kipas Radiator 3.JALUR KABEL 1. Ikat kabel bodi dengan holder. B. Kabel pompa bahan bakar 8. Ikat selang coolant reservoir ke chassis dengan clamp plastik. Air intake duct 10. Ikat kabel pompa bahan bakar ke bracket ignition coil dengan plastik pengikat. Lebih dari 30 mm (1. Ujung plastik pengikat jangan dipotong.

JALUR KABEL B A 18 19 17 D 16 15 1 2 3 4 C 20 2 B 5 21 14 E B 6 A 7 13 5 F 12 4 8 C A 9 B-B 10 9 G H I J 11 11 10 C 2-45 .

Kabel box sekring/Fuse box 21. dan ikat semua kabel pada Battery dengan band battery F. I. Ke arah depan 2-46 . Tutup kabel lampu belakang/rem dan kabel sinyal belok belakang dengan penutup connector. Pasang kabel negative battery pada kabel bodi. Starting circuit cut-off relay 9. Pasang battery. Rectifier/regulator 15. dan tepatkan connector pada posisi. H. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada lubang yang terdapat pada penutup connector. Jalur kabel sinyal self-diagnosis dibawah condensor dan mengelilingi bracket condensor.JALUR KABEL 1. Starter relay 16. Relay motor kipas radiator 8. seperti pada gambar illustrasi. Tekan kabel starter motor dan kabel starter relay ke bawah diantara battery dan fender. Kabel starter relay 19. Kabel sinyal sein belakang kanan 10. D. Relay sinyal belok 13. Kabel starter motor 20. Kabel positive battery 2. Kabel lampu belakang/rem 11. Pasang box sekring. Kabel sinyal sein belakang kiri 12. C. Kabel sinyal Self-diagnosis 6. G. Tepatkan kabel lampu belakang/rem pada lubang yang terdapat pada penutup connector. J. Karet band pengikat Battery A. Box sekring/Fuse box 3. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada lubang yang terdapat pada penutup connector. ECU (engine control unit) 7. B. Condenser 5. Kabel negative battery 17. Battery 18. Kabel kunci jok/Seat lock 14. E. Lean angle sensor 4. dan tempatkan kabel box sekring diatas kabel starter motor dan kabel starter relay.

JALUR KABEL 2-47 .

.....................3-7 MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI............................3-24 MELUMASI ENGSEL TUAS REM .......................................................................3-23 ...................................................................................................... 3-24 MELUMASI SUSPENSI BELAKANG .................................... MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL .............. 3-24 MELUMASI ENGSEL STANDART SAMPING ............... 3-12 MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA ....3-24 MELUMASI PEDAL REM ................................................................3-24 MELUMASI ENGSEL TUAS KOPLING. 3-11 MEMBERSIHKAN ELEMENT SARINGAN UDARA....3-17 MEMERIKSA SELANG REM DEPAN ......................................................................................................................................................................................... 3-14 MENGGANTI COOLANT................ 3-14 RANGKA/CHASSIS .................................................................................................................................................................... 3-13 MEMERIKSA SISTIM PENDINGINAN...........................................................3-17 MENYETEL REM BELAKANG ......................................................................... 3-8 MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN.........PERAWATAN BERKALA DAN PENYETELAN PERAWATAN BERKALA .... 3-9 MENGGANTI OLI MESIN ....................................3-24 3 ......................3-4 MENYETEL VOLUME GAS BUANG/ EXHAUST GAS VOLUME ............................................................. 3-21 MEMERIKSA BAN .......3-24 MELUMASI PEDAL PEMINDAH GIGI................................................................................ 3-6 MEMERIKSA BUSI .................................................................................3-5 MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS ................................................................................................ 3-3 MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN ............................................................................................3-17 MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM.................................. 3-13 MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN CYLINDER HEAD...........3-7 MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN/IGNITION TIMING.........3-22 MEMERIKSA RODA .................................................................................................................. 3-20 MEMERIKSA FORK DEPAN .... 3-13 MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN/ EXHAUST SYSTEM.....................................................................................................................................................................................3-19 MELUMASI RANTAI ................. 3-18 MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI ...................................... 3-1 MESIN ..3-10 MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING. 3-18 MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG..................... 3-17 MEMERIKSA KAMPAS REM DEPAN........3-20 MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/STEERING HEAD .........................................3-1 PERAWATN BERKAL DAN JARAK WAKTU PELUMASAN ......................................................... 3-18 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG................................................................................. 3-24 MELUMASI ENGSEL STANDART TENGAH ............................................................................................................................................................................................................... 3-18 MEMBUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM ..................3-13 MEMERIKSA KETINGGIAN COOLANT ....................3-1 PENDAHULUAN ................... 3-12 MEMERIKSA SELANG BAHAN BAKAR ................................................... 3-3 MENYETEL KELONGGARAN KLEP ................................................

......................................SISTIM KELISTRIKAN .................... 3-25 MENYETEL ARAH SINAR LAMPU DEPAN ............................................................................. 3-25 MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN........... 3-25 .............................................. 3-25 MEMERIKSA SEKRING................................................................ 3-25 MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY..............................

.

termasuk didalamnya biaya yang mengharuskan "over houl". • Ganti. Tambah angin jika diperlukan. tindakan ini diberlakukan untuk sepeda motor yang sedang diservice. Baut pengikat dan sekrup. • Periksa kondisi • Bersihkan dan setel celah busi. Periksa tekanan angin ban. dan kebocoran. • Periksa kelancaran gerak dan kekendoran kemudi. maupun sepeda motor yang baru. • Ganti. BAGIAN PEKERJAAAN YANG DILAKUKAN • Periksa selang bensin dari keretakan.• Periksa cara kerja. • Ganti sepatu rem • Periksa dari kebocoran dan keretakan. connecting arm 20 Fuel injection • Periksa putaran langsam mesin. • Periksa cara kerja dan gerak samping. • Lumasi. • Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based. • Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based. • Periksa cara kerja. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIKSAAN 0. • Periksa kelurusan dan keretakan. • • • • Periksa kedalaman alur ban Ganti jika diperlukan. ketinggian minyak rem. 19 * lay arm . engsel. dan umur sepeda motor akan lebih panjang. • Ganti kampas rem . dan setel gerak bebas pedal rem. • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. Ini perlu dilakukan untuk mengurangi biaya operasional. √ Setiap 24000 km setiap 500 km dan setelah sepeda motor dicuci atau habis kehujanan √ √ √ √ √ 13 Rantai penggerak 14 * Bearing kemudi 15 * Sambungan rangka 16 Strandart samping. akan menjamin operasional. • Periksa cara kerja. re. • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. • Periksa cara kerja. • Ganti. • Setel. 3-1 . dan biaya perawatan sepeda motor. 7 * Rem belakang • Periksa cara kerja.PERAWATAN BERKALA EAS20450 PERAWATAN BERKALA EAS20460 PENDAHULUAN Bab ini berisi informasi penting yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan dan penyetelan Prosedur perawatan ini jika diikuti.engsel sambungan • Lumasi dengan lithium-soap-based . • Setel kekencangan rantai dan lumasi dengan oli mesin. EAS3C11003 PERAWATAN BERKALA DAN JARAK WAKTU PELUMASAN NO. • Pastikan Mur. 3 * Klep/Valves 4 5 Element saringan udara Kopling/clutch • Periksa kelonggaran klep • setel . Standart tengah Setiap 24000 km √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 17 * Fork depan 18 * Unit Shock absorber Suspensi belakang. terpasangdengan kencang.5 3 6 9 12 TAHUNAN √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 * Saluran bahan bakar 2 Busi/Spark plug 6 * Rem depan Jika kondisi harus diganti √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Jika kondisi harus diganti 8 * Selang rem 9 * Roda 10 * Ban 11 * Bearing roda 12 * Lengan ayun/Swingarm Setiap 4 tahun • Periksa kondisi bearing. • Bersihkan. Mekanik harus menguasai seluruh bab ini. • Periksa kekendoran rantai dan kondisi rantai.

• Lumasi alur rumah handel gas dan kabel gas. • Periksa cara kerja • Setel lampu jauh 21 22 Oli mesin Elemen saringan Oli 23 * Sistim pendinginan 24 * 25 26 * Switch rem depan dan rem belakang Komponen yang bergerak dan kabel Alur rumah handel gas dan kabel 27 * Air induction system 28 29 * Knalpot dan pipa knalpot Saklar lampu dan saklar sinyal EAS3C11004 CATATAN: • Filter saringan udara harus sering dibersihkan dari jadwal yang ada. BAGIAN PEKERJAAN YANG DILAKUKAN • Ganti • Periksa ketinggian oli mesin dan kebocoran • Ganti. • ganti jika retak-retak dan bocor. ganti komponen bagian dalam dari master cylinder dan caliper.PERAWATAN BERKALA PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIKSAAN TAHUNAN 0. • Pemeriksaan harian. reed valve. • Periksa gerak bebas • Setel gerak bebas handel gas. • Periksa baut klem dari kekendoran. dan jika perlu tambahkan minyak rem. • Lumasi. • Ganti YAMAHA GENUINE COOLANT.5 3 6 9 12 √ √ √ √ √ √ √ √ √ Setiap 3 tahun √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ NO. dan kebocoran selang. • Ganti selang rem setiap empat tahun. dan ganti minyak rem dengan yang baru. • Setiap dua tahun. jika pemakaian di tempat yang berdebu • Perawatan Hydraulic rem. • Periksa cara kerja. • Periksa ketinggian air pendingin dan kebocoran. atau jika kondisi sudah mengharuskan ganti 3-2 . • Periksa air cut-off valve.

b.20–0. 3. Tepatkan tanda TMA “a” pada rotor generator dengan tanda penepat “b” yang terdapat pada penutup generator. diluar spesifikasi → setel. a. • Pada saat mengukur celah klep. 2.14 mm (0.0079–0.0094 in) a. Lepaskan: • Cap Busi/Spark plug cap • Selang vacuum Air induction system • Selang sistim Air induction system (3-cabang ke air cut-off valve) lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” pada halaman 7-9. Ukur: • Kelonggaran klep Diluar spesifikasi → Setel. pada saat langkah kompresi. 1. posisi piston harus pada posisi Titik Mati Atas (TMA). 6. b. CATATAN: Kelonggaran/ celah klep (dingin) Masuk 0. d. Putar crankshaft ke arah kiri. Masukkan thickness gauge “2” diantara ujung batang klep dan ujung baut penyetel. 4. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3-3 .MESIN EAS20471 MESIN EAS20520 MENYETEL KELONGGARAN KLEP Ikuti petunjuk dibawah ini. atau pada temperatur ruang. Lepas: • Air cut-off valve • Reed valve • Plat reed valve lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” pada halaman 7-9. 1 1 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. Buka: • Baut Cap Timing mark “1” • Baut Cap Crankshaft “2” b a c. Periksa penepatan tanda timing pada lubang timing. harus dalam kondisi mesin dingin. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.0055 in) Buang 0.0039–0. jika akan melakukan penyetelan klep.10–0. Setel: • Celah/kelonggaran klep.24 mm (0. Kendorkan mur pengunci “1”. • Penutup cylinder head • Gasket penutup cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Mengukur celah klep. Ukur celah klep dengan thickness gauge “1”. Buka: • Panel depan • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM ” halaman 4-1.

• Plat reed valve • Reed valve • Air cut-off valve lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. 7. Angkat bagian depan tangki.1 ft·lb) MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN CATATAN: Untuk mendapatkan putaran langsam yang sempurna. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 7. 3. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau ke arah “b” hingga didapat kelonggaran yang sesuai spesifikasi. Periksa kembali celah klep e. dan tekanan kompresi dalam kondisi standart.500 r/min 6. Periksa: • Putaran langsam mesin. Setel: • Putaran langsam mesin d. EAS20610 Kearah “a” Kelonggaran klep bertambah Kearah “b” Kelonggaran klep berkurang Tappet adjusting tool 90890-01311 Six piece tappet set YM-A5970 • Tahan baut penyetel. Pasang: • Baut cap crankshaft (dengan O-ring Baru ) • Baut Cap Timing mark (dengan O-ring Baru ) T.MESIN 8. hingga didapat kelonggaran klep yang sesuai. (Selang bensin jangan dicabut. R. 2. Pasang : 1 2 c. • Tempat duduk/jok • Panel depan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.) 4. a b 3 • Gasket penutup cylinder head Baru • Penutup cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6.Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Pasang: • Selang air induction system (3-cabang joint ke air cut-off valve) • Selang vacum Air induction system lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. 1. 5. 3-4 . • Cap Busi/Spark plug cap 10. agar setelan tidak ikut berputar dan kenencangkan mur pengunci sesuai spesifikasi.7 m·kg. Jika celah klep berubah. saringan udara harus dalam kondisi bersih. Pasang: • Digital tachometer (pada kabel busi) 5. diluar spesifikasi → Setel Putaran langsam mesin 1. 9. lakukan kembali langkah penyetelan klep. Hidupkan mesin untuk pemanasan beberapa saat.300–1. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Mur pengunci/Locknut 7 Nm (0. Buka: • Panel samping kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.

• Lampu “POWER” (Hijau) “3” akan menyala 8. 7. dan selanjutnya tekan tombol "MODE" 9.20 in) EAS20600 3 FI Diagnostic Tool 2 DIAG 1 6. CATATAN: • Akan tampak tulisan “DIAG” pada layar LCD “2” pada alat FI diagnostic tool. Pasang: • FI diagnostic tool “2” PERHATIAN: Untuk menghasilkan penyetelan yang sempurna. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM FI diagnostic tool 90890-03182 1 a b 2 1 Kearah “a” Putaran langsam bertambah. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Gerak bebas handel gas 3. 2. Kearah “b” Putaran langsam berkurang. 10. “1”. Pasang: • Tanghki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. ECA3C11023 MENYETEL VOLUME CO GAS BUANG NOTE: Pastikan kadar CO pada tingkat standard. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 3.0–5.MESIN a. hingga didapat putaran langsam yang sesuai spesifikasi. tekan tombol "MODE" 8. dan putar kunci konyak kerah “ON”. 3-5 .Pasang: • Panel sisi kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.0 mm (0. Setelah dipilih mode penyetelan “CO”. 11.Setel: • Gerak bebas handel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS” halaman 3-6. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. Putar pilot screw “1” kearah “a” atau “b”. Lepaskan: • Digital tachometer 9. Akan tampil tulisan “C1” pada layar LCD pada FI diagnostic tool. Tekan tombol “UP” untuk memilih mode penyetelan CO “CO” atau mode diagnostic “DIAG". dan selanjutnya setel volume gas buang 1.12–0. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. Hidupkan mesin. Battery harus dalam kondisi terisi penuh. Cabut : • Connector Self-diagnosis signal “1” 4. Tekan tombol “MODE”.

Pasang: • Connector Self-diagnosis signal 15. Putar mur penyetel “3” kearah “a” atau “b” hingga didapat gerak bebas handel gas yang sesuai dengan spesifikasi. Kearah “a” Gerak bebas handel gas bertambah. Periksa: • Gerak bebas handel gas “a” Diluar spesifikasi → Setel. CATATAN: Setelan sisi Throttle bodi a. • Untuk menambah kadar CO tekan tombol “UP”.Setel kadar CO dengan menekan tombol “UP” dan “DOWN”. Kencangkan Mur pengunci Kondisi kadar CO dan putaran langsam mesin akan tampak pada layar LCD yang ada pada FI diagnostic tool. Kerah “b” Gerak bebas handel gas berkurang.Pasang : • Jok/Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Untuk mengurangi kadar CO tekan tombol “DOWN”.Putar kunci kontak ke arah “OFF” 13. b. EAS20660 1 a b 2 CATATAN: MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Tangkai kemudi a.12–0. Kendorkan mur pengunci “2”. c.Lepaskan tombol “DOWN” dan “UP” jika setelan sudah dipilih. 12.0 mm (0. Kearah “b” Gerak bebas handel gas berkurang. Setel: • Gerak bebas handel gas MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 10. Kearah “a” Gerak bebas handel gas bertambah. 11. 3-6 . lakukan penyetelan pada sisi tangkai kemudi. Kendorkan mur pengunci “1” pada kabel akselerator.MESIN Gerak bebas handel gas 3. Geser karet penutup setelan “1” b.0–5. CATATAN: Jika spesifikasi gerak bebas sulit didapatkan pada penyetelan sisi throttle body. Putar mur penyetel “2” ke arah “a” atau “b” hingga didapat gerak bebas handel gas yang sesuai dengan spesifikasi. c.20 in) FI Diagnostic Tool 1400rpm C1 : -10 2.Lepaskan: • FI diagnostic tool 14. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk menghasilkan setelan handel gas yang sempurna putaran langsam harus sudah disetel 1.

Lepaskan: • cap Busi/Spark plug cap 3.7–0. bersihkan lubang dikitar busi. hidupkan mesin. pastikan kabel gas tidak tertarik. dalam kondisi terpasang sempurna dan tidak terdapat karat. 2. agar kotoran tidak terjatuh kedalam cylinder melalui lubang busi.3 m·kg. dan putaran mesin tetap stabil LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20690 8. 9. Periksa: • Electrode “1” Rusak/Aus → Ganti busi • Insulator “2” Warna tidak normal → Ganti busi Warna normal. EWA12930 PERINGATAN Setelah menyetel gerak bebas handel gas.031 in) d. PERHATIAN: Sebelum melepas busi. Pasang: • Cap Busi 10. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.MESIN 7. Pabrikan/model NGK/CR8E Pabrikan/model DENSO/U24ESR-N 5. EAS20700 T. 4. dan gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri. 9. putih ke abu-abuan 6. b 1 a 3 2 Celah busi 0. dengan udara bertekanan. Buka: • Busi/Spark plug ECA13330 CATATAN: Sebelum memasang busi. Buka: • Baut cap Timing mark “1” 1 3-7 . bersihkan gasket dan permukaan dudukan busi dari kotoran. Kencangkan mur pengunci e.Pasang: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 1.028–0. Bersihkan: • Busi/Spark plug (dengan pembersih busi atau sikat) MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN CATATAN: Untuk menghasilkan pemeriksaan saat pengapian yang sempurna. pastikan kabel yang berhubungan dengan pengapian. R. Kembalikan posisi karet penutup setelan. Pasang: • Busi/Spark plug Busi/Spark plug 13 Nm (1.4 ft·lb) MEMERIKSA BUSI/ SPARK PLUG 1. Periksa: • Tipe Busi/Spark plug Tidak sesuai → Ganti.8 mm (0. Ukur : • Kerenggangan busi “a” (dengan thickness gauge) Diluar spesifikasi → Setel celah busi.

Tanda tidak tepat → Periksa sistim pengapian.MESIN 2.300–1. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. tenaga mesin akan berkurang. Angkat tangki bensin bagian depan. 8.500 r/min b. (Selang bensin jangan dicabut. (selang bensin jangan dilepaskan. Buka: • Cap Busi 5. 1 5. Angkat bagian depan tangki. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.) 8. untuk menghindari kotoran masuk kedalam cylinder melalui lubang busi. Lepas: • Digital tachometer • Timing light 7. dengan tanda “b” yang terdapat pada rotor generator. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 6. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2. dan biarkan beberapa saat pada putaran langsam. 3. Periksa tanda penepatan “a” yang ada pada tutup generator. Lepaskan: • Busi/Spark plug ECA3C11007 PERHATIAN: Sebelum melepas busi. dan selanjutnya matikan mesin. pemakaian bensin boros. 3.) 4. Pasangkan: • Timing light “1” • Digital tachometer Timing light 90890-03141 Inductive clamp timing light YU-03141 6. bersihkan lubang disekitar busi dengan udara bertekanan. Periksa: • Saat pengapian/Ignition timing a. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Putaran langsam mesin 1. Ukur: • Kelonggaran klep diluar spesifikasi → Setel lihat bagian “MENYETEL KELONGGARAN KLEP” halaman 3-3. Pasang: • Compression gauge “1” Compression gauge 90890-03081 Engine compression tester YU-33223 a b CATATAN: Penyetelan saat pengapian tidak dapat dilakukan LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3-8 . Pasang: • Baut cap Timing mark (dengan O-ring Baru ) EAS20710 MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI CATATAN: Jika tekanan kompresi tidak standart. 4. 7. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan.

5 psi) (5. 9. dan selanjutnya matikan mesin. atau yang lebih tinggi. T.MESIN • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. EAS28920 MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN 1.Pasang: • Cap busi/Spark plug cap 14. c. Putar kunci kontak ke “ON”.4–5. Dengan handel gas terbuka penuh. periksa cylinder head.1 kgf/cm²) Minimum–maximum 440–580 kPa (62.Pasang: • Busi/Spark plug Busi/Spark plug 13 Nm (1.6–82. Jika berada dibawah batas minimum → Tambahkan dengan oli yang disarankan. CATATAN: • Sebelum memeriksa ketinggian oli. Klep. • Pada saat memeriksa dengan dipstick “1”.Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Gasket cylinder head atau Sama dengan tanpa oli Piston dimungkinkan rusak → Perbaiki LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 1 b a Tipe Oli : Tingkatan oli yang disarankan SAE20W40 atau SAE20W50 API service tipe SG JASO standard MA.8 kgf/cm²) a. masukkan sedikit oli kedalam lubang busi dan periksa kembali tekanan kompresi. CATATAN: • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor dalam posisi rata 2. R. 3. ada endapan carbon → Bersihkan. masukan dipstick ke lubang oli tanpa diputar. d. Standart tekanan kompresi (tergantung ketinggian air laut) 510 kPa (72. dan tidak bertambah lagi. Hidupkan mesin untuk beberapa saat. Ukur: • Tekanan kompresi Diluar spesifikasi → lihat langkah (c) dan (d). Tegakkan sepeda motor dengan sempurna. 1 Lebih tinggi dibanding.Buka: • Compression gauge 11. kepala klep dan kepala piston dimungkinkan ada endapan carbon. Periksa: • Ketinggian oli mesin Batas ketinggian oli mesin harus berada diantara batas garis minimum “a” dan batas garis maksimum “b”. 12.4 ft·lb) 1 9. (dan lihat tabel dibawah) Tekanan kompresi (dengan oli dimasukkan ke dalam cylinder melalui lubang busi) Kondisi Diagnosa MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 13. Jika tekanan kompresi lebih tinggi dari spesifikasi maksimum.Pasang: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. biarkan mesin berhenti beberapa saat agar oli mengendap. 10.3 m·kg.ring piston aus atau kan jika tanpa oli patah → ganti/perbaiki Piston. Jika tekanan kompresi dibawah spesifikasi minimum. b. 3-9 .5 psi) (4. hingga tekanan kompresi stabil. putar mesin.

Periksa: • Saringan oli mesin bawah/strainer Kotor→ bersihkan 7. 2. tunggu beberapa saat.qt) 9.qt) Tanpa membuka element filter oli : 0. Pasang O-ring baru “3”.95 L (1.0 m·kg.2 m·kg. Kuras: • Oli mesin (keseluruhan dari dalam crankcase) 5.MESIN ECA3C11024 PERHATIAN: Jangan sampai material lain masuk kedalam crankcase.Periksa kembali: • Mesin (dari kemungkinan ada kebocoran oli) 4. R. Isi: • Oli ke Crankcase (dengan kapasitas dan spesifikasi oli yang disarankan) Kapasitas oli Kapasitas total 1. a. Baut penutup element filter oli 10 Nm (1. dengan posisi tepat dibawah baut penguras oli.06 US qt) (0. CATATAN: Sebelum memeriksa ketinggian oli. 7. Jika saringan oli bawah juga akan dibersihkan. biarkan mesin berhenti beberapa saat agar oli mengendap. dan matikan. 1 8. Periksa kembali ketinggian oli mesin.00 US qt) (0. Pasang element filter dan penutup element filter. ikuti prosedur di bawah ini.01 Imp. EAS20810 2 Baru 3 1 c. Pasang: • Saringan oli bawah/strainer • Per/Spring • O-ring Baru • Baut penguras mesin Baut penguras mesin 32 Nm (3. 11. lalu matikan. tunggu beberapa saat. 4. 23 ft·lb) T.00 L (1. T. b.84 Imp.Hidupkan mesin beberapa saat.2 ft·lb) MENGGANTI OLI MESIN 1. Buka dipstick/tutup lubang oli “1” dan elemen saringan oli bawah “2”. Hidupkan mesin beberapa saat. Hidupkan mesin beberapa saat. agar oli mengendap. 5. untuk pemanasan dan selanjutnya matikan mesin.qt) 5 4 3 2 2 Dengan membuka element filter oli : 1.88 Imp. R. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3-10 . Buka: • Dipstick (penutup lubang pemasukan oli) “1” • Baut penguras oli mesin “2” • O-ring “3” • Per/Spring “4” • Saringan oli bawah/Engine oil strainer “5” LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6.22 US qt) (1. Tempatkan nampan dibawah mesin. Pasang: • Dipstick/penutup lubang pengisi oli 10.15 L (1. 3.

Putar baut penyetel “2” ke arah “a” atau “b” hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang disarankan. matikan mesin dan periksa penyebabnya. Kencangkan mur pengunci e.39–0. Hidupkan mesin kembali. b. Singkap karet penutup setelan “1” b. 13.Periksa: • Ketinggian oli mesin lihat bagian “MEMERIKSA OLI MESIN" halaman 3-9. Buka secara perlahan baut pemeriksa oli “1”. Periksa: • Gerak bebas kabel kopling “a” Diluar spesifikasi → Setel. dan periksa adakah oli mengalir keluar dari lubang pemeriksa aliran oli. Setel : • Gerak bebas kabel kopling Setelan pada sisi tangkai kemudi a.0 mm (0. Periksa jalur aliran oli. c. lakukan penyetelan pada penyetel di bagian sisi mesin .Periksa: • Tekanan aliran oli a. Kearah “a” Gerak bebas kopling bertambah Kearah “b” Gerak bebas kopling berkurang 3-11 . d. 5. pompa oli. dari penyetelan sisi tangkai kemudi. R.59 in) T. Kendorkan mur pengunci “1”. jika tidak ada oli yang keluar. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau "b" hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang disarankan. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2. setelah masalah ditemukan.7 m·kg. Setelan pada sisi mesin a. lihat bagian “POMPA OLI” halaman 5-49. Gerak bebas kabel kopling 10.0–15. c. Kearah “a” Gerak bebas kopling bertambah Kearah “b” Gerak bebas kopling berkurang MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 1 2 b.1 ft·lb) 3 a b d. element filter oli. Hidupkan mesin dalam kondisi langsam. Tutup kembali karet penutup setelan CATATAN: Jika gerak bebas kopling sulit di dapat. dari kerusakan atau kebocoran. Kendorkan mur pengunci “2”. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20870 MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING 1. dan periksa kembali aliran oli e.MESIN 12. Kencangkan baut pemeriksa aliran oli. Baut pemeriksa aliran oli 7 Nm (0.

bersihkan saringan udara. Periksa: • Saringan udara Rusak → Ganti. pada rumah saringan. Kencangkan mur pengunci Mur pengunci 9 Nm (0. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 6. 6. PERHATIAN: 1 Jangan menjalankan mesin tanpa saringan udara terpasang. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKIBENSIN” halaman 7-1. buka: • Penutup saringan udara “1” • Saringan udara T. R. Bersihkan: • Saringan udara “1” Semprot dengan udara bertekanan.5 ft·lb) 4. 2. Periksa: • Joint Throttle body “1” • Joint rumah saringan udara mesin “2” Retak/rusak → Ganti. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. CATATAN: Pastikan saringan udara terpasang dengan sempurna. a b 2 1 1 c. dan kerusakan mesin. 5. 2. EAS3C11007 1 MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA 1. Dan dimungkinkan akan mempengaruhi kerja throttle body. dan indikator debu. semprot dari dalam keluar pada saringan udara. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. rumah saringan udara. hal ini akan mengakibatkan keausan komponen mesin bagian dalam. Jika terdapat debu dan air. dan panas mesin yang berlebihan / overheating. 3-12 . Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Pasang: • Saringan udara • Penutup rumah saringan udara (terdapat gaskets) ECA3C11025 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20921 MEMBERSIHKAN SARINGAN UDARA MESIN CATATAN : Yang terlihat pada gambar “1” adalah indikator kondisi saringan udara. Pasang : • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.9 m·kg.MESIN 3. dan mengakibatkan kemampuan mesin yang buruk. 1.

3.MESIN ECA14920 PERHATIAN: Pastikan jalur selang pernafasan mesin. Periksa : • Selang pernafasan cylinder head “1” retak/bocor → Ganti. EAS21050 4 4 2 MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN MESIN PADA CYLINDER HEAD 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang rata CATATAN: • Sanggah sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor dalam kondisi rata 3-13 .5 m·kg. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2. EAS21080 MEMERIKSA SALURAN BENSIN 1. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Sambungan kendor → perbaiki. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Periksa: • Knalpot “1” Bocor/retak → Perbaiki/ganti • Gasket knalpot “2” ada kebocoran → ganti 2. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Periksa: • Selang bensin “1” retak/bocor → Ganti Sambungan kendor → Perbaiki. 2. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Periksa: • Kekencangan baut pengikat knalpot • Mur knalpot “3” • Mur knalpot “4” Mur knalpot 15 Nm (1. pada jalur yang benar. 2 1 3. R.4 ft·lb) T. 1 MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN 1. EAS21030 1 3. Pasang : • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 1 3 EAS21110 MEMERIKSA KETINGGIAN AIR PENDINGIN 1. 11 ft·lb) Baut knalpot 20 Nm (2. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.0 m·kg. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.

• Tempat duduk/jok • Panel depan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. a b 4 2 5 1 3 1 3. Periksa: • Ketinggian air pendingin/Coolant CATATAN: MENGGANTI AIR PENDINGIN/ COOLANT 1. Jika penambahan dengan air. Buka: • Tutup radiator “1” Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin. pergunakan air yang bersih. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2. 3. Periksa : • Radiator “1” • Selang masuk Radiator “2” • Selang keluar Radiator “3” • Selang reservoir coolant “4” • Selang pernafasan Pompa air “5” retak/rusak → ganti lihat bagian “RADIATOR” halaman 6-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. pastikan air penambahan dalam kondisi tidak mengandung garam. 2. • Pergunakan hanya air destilasi. Periksa : • Ketinggian air pendingin/coolant Ketinggian air pendingin/ coolant harus berada diantara batas atas “a” dan batas minimum "b" Jika berada pada batas minimum → Tambah air/coolant hingga tanda batas atas CATATAN: untuk membuka tutup tangki reservoir “1”. • Rumah saringan udara lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Buka: • Panel depan • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. MEMERIKSA SITIM PENDINGINAN 1. buka penutup samping kiri. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. atau coolant yang disarankan. jika tidak tersedia. EAS21130 ECA13470 PERHATIAN: • Tambahkan air. dan periksa kandungan coolant. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan dan selanjutnya matikan mesin. atau asam. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 3-14 . lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. tunggu beberapa saat agar air mengendap.MESIN EAS21120 2. 4.

EWA13040 . Jika radiator telah dingin. untuk itu hati-hati dalam penanganannya. cuci dengan air.7 m·Kg.26 US qt) (0.Pasang: • Baut penguras air pendingin/coolant (terdapat washer tembaga Baru ) Baut penguras air pendingin/coolant 7 Nm (0. Kuras: • Air pendingin/Coolant (keseluruhan dari mesin dan radiator) 5.qt) Kapasitas reservoir (hingga batas atas) 0. putar tutup radiator satu kali kekiri biarkan tekanan panas dari dalam radiator keluar setelah dirasakan tidak ada tekanan yang keluar.MESIN 3 2 1 EWA13030 PERINGATAN Air didalam radiator yang panas. dan mengakibatkan kecelakaan yang serius. R.7 m·Kg.70 Imp.1 ft·lb) 11. 5. mempunyai tekanan yang tinggi. 4. tekanan air yang panas akan menyemprot keluar. Pasang: • Selang reservoir coolant 10. 3-15 . T.79 L (0. Kuras : • Air pendingin/Coolant (dari reservoir coolant ) 8. putar tutup radiator. 5. dan segera bawa ke dokter. dan secara perlahan.1 ft·lb) 9. dan lepaskan tutup radiator.84 US qt) (0.Isi: • Air pendingin/coolant (dengan kapasitas dan tipe pendingin yang disarankan) Coolant yang disarankan : YAMAHA GENUINE COOLANT High-quality ethylene glycol antifreeze containing corrosion inhibitors untuk aluminum engines Perbandingan campuran 1:1 ( coolant : air ) Kapasitas Radiator (termasuk jalur selang) 0. sambil ditekan kedalam. sekali lagi kearah kiri. Buka : • Reservoir coolant“2” • Tutup reservoir coolant “3” PERINGATAN • Jika coolant terpecik ke mata.25 L (0. Buka: • Baut penguras air pendingin/Coolant “1” (terdapat washer tembaga) 7. .qt) Penanganan air pendingin/coolant Coolant dapat merusak komponen-komponen lainnya. ikuti petunjuk berikut ini. Pasang: • Reservoir coolant Baut reservoir coolant 7 Nm (0. untuk membuka tutup radiator. 3. Tempatkan kain lap diatas tutup radiator.22 Imp. Lepaskan: • Selang reservoir coolant “1” 6. untuk itu jangan membuka tutup radiator jika radiator dalam kondisi panas.

CATATAN: Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin. • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 9Pergunakan hanya air destilasi.Periksa: • Permukaan air pendingin/Coolant level lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN AIR PENDINGIN” halaman 3-13. MESIN 18. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. segera rendam dan cuci dengan air dan sabun 9 Jika coolant tertelan. 16. • Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. untuk itu segera bawa kedokter.Hidupkan mesin beberapa saat.Pasang: • Rumah saringan udara lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.Pasang: • Tutup reservoir coolant 15. jika air destilasi tidak tersedia. periksa segera kandungan antifreeze jika memungkinkan. 9Jangan mencampur antara dua tipe coolant 12. 9Jika cairan coolant menyentuh permukaan cat. 17. biarkan mesin berhenti sesaat agar air pendingin mengendap.Pasang: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 3-16 . segera bersihkan dan cuci dengan air. dapat mengakibatkan mual. cPERHATIAN 9Penambahan air dengan air biasa akan mempengaruhi kandungan antifreeze di dalam coolant. pergunakan air yang tidak mengandung asam atau garam.Pasang: • Radiator cap 13. jika hal ini terpaksa dilakukan.9 9 9Jika coolant menyiram pakaian. dan selanjutnya matikan mesin.Isi: • Air pendingin/coolant reservoir (dengan air pendingin/ coolant hingga batas atas “a”) a 14.

dan menimbulkan gelembung gelembung udara. akan mengakibatkan kerusakan seal karet. segera bersihkan dengan kain lap. harus sama dengan minyak rem yang telah ada. dalam posisi lurus 2. • Pada saat penambahan minyak rem.0–30. 3-17 .. Periksa: • Gerak bebas pedal rem “a” Diluar spesifikasi → Setel. pastikan rem tidak mencengkeram tromol rem LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk menjamin ketinggian minyak rem yang benar. dan cat. air akan memperendah titik didih. Putar mur penyetel “1” kearah “a” atau ke “b” hingga didapat spesifikasi standart. Percampuran dua minyak rem akan mengakibatkan reaksi kimia yang memperburuk pengereman.18 in) • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor.79–1. untuk itu. MEMERIKSA KAMPAS REM Ikuti prosedur pemeriksaan kampas rem dibawah ini. pe makaian minyak rem yang kurang bagus. Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4 a a 2. dalam posisi tegak lurus.0 mm (0. Setel: • Gerak bebas pedal rem a. dan pemampuan pengereman yang buruk. Kearah “a” Gerak bebas pedal rem bertambah Kearah “b” Gerak bebas pedal rem berkurang MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM EWA13090 PERINGATAN • Pergunakan minyak rem yang disarankan. CATATAN: PERHATIAN Setelah menyetel gerak bebas pedal rem.RANGKA/CHASSIS EAS21140 EAS21240 RANGKA/CHASSIS EAS21220 MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM 1. • Penambahan minyak rem. Periksa: • Ketinggian minyak rem Jika berada di batas bawah “a” → Isi dengan minyak rem yang disarankan. Gerak bebas pedal rem 20. jangan sampai kandungan air masuk ke reservoir. ECA13540 a b 1 PERHATIAN: ECA3C11018 Minyak rem dapat mengakibatkan kerusakan komponen plastik. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar CATATAN: MENYETEL REM BELAKANG 1. pastikan posisi tangki reservoir minyak rem. EAS21250 3. Setel: • Lampu rem belakang lihat bagian “MENYETEL LAMPU REM BELAKANG” halaman 3-18.

RANGKA/CHASSIS 1. lihat bagian “REM BELAKANG” halaman 4-26. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21340 BUANG ANGIN/BLEEDING SISTEM HYDRAULIC REM EWA13100 PERINGATAN Lakukan tindakan bleeding hydraulic rem jika : • Setelah membongkar sistim hydraulic • Membuka atau mengganti selang rem. 1. sebelum rem bekerja. Periksa: • Selang rem “1” Retak/rusak/bocor → Ganti Switch lampu rem belakang bekerja berdasarkan pergerakan pedal rem. Operasikan pedal rem belakang. 2. 2 1 1 EAS21330 MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG CATATAN: EAS21270 MEMERIKSA SELANG REM DEPAN 1. Periksa : • Indikator keausan sepatu rem “1” mendekati batas keausan “2” → ganti sepatu rem satu set. Tegakkan sepeda motor dan mainkan rem depan beberapa kali. Tarik tuas rem. 4. EAS21310 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG 1. Periksa: • Selang rem Ada kebocoran → ganti selang rem. pada saat menyetel mur penyetel “2” kearah “a” atau “b” hingga lampu rem menyala beberapa saat. Tahan bodi switch lampu rem “1” agar tidak ikut berputar. Periksa: • Klem selang rem Kendor → kencangkan 3. Periksa : • Kampas rem depan Jika sampai batas keausan “1” menyentuh disc → Ganti kampas rem satu set lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. Switch lampu rem harus disetel dengan kondisi lampu rem menyala terlebih dahulu sebelum rem mulai mengerem. • Minyak rem terlalu rendah 3-18 . 2. Kearah “a” Lampu rem menyala lebih cepat Kearah “b” Lampu rem menyala lebih lambat MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 2. Setel: • Saat mulai menyala lampu rem belakang a. Periksa: • Saat nyala lampu rem belakang Tidak tepat → Setel 2. lihat bagaian “REM DEPAN” halaman 4-14.

Kencangkan baut bleeding. dan suku cadang lainnya. pastikan minyak rem tersedia cukup pada reservoir jika hal ini tidak diperhatikan. b. periksa kemampuan pengereman LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM k. Jaga kekencangan rantai pada batas spesifikasi 1. biarkan beberapa saat agar minyak rem mengendap. f. i. ikat dan jangan dilepaskan. dan udara keatas. Isi minyak rem pada reservoir hingga batas atas dengan minyak rem yang disarankan.3 ft·lb) CATATAN 9 Hati-hati pada saat mengisi minyak rem pada reservoir jangan sampai tumpah. 9 Pada saat melakukan bleeding / buang udara. Buang udara/Bleed: • Sistim Hydraulic rem a. 2 PERINGATAN 1 Sanggah sepeda motor dengan sempurna. Pasang: • Tutup master cylinder rrem EAS21420 MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI CATATAN: Pemeriksaan kekencangan rantai. Tarik secara penuh tuas rem. h. dan jika rantai terputus. agar gelembung udara mengalir keatas. 9 Jika mengalami kesulitan. dan mengharuskan anda melakukan prosedur total bleeding yang memakan waktu yang cukup lama. ikat tuas rem pada tangkai kemudi. ECA13550 cPERHATIAN Apabila kekencangan rantai terlalu kencang. Kendorkan baut bleeding CATATAN: 1 Kendorkan baut bleeding. karena posisi tuas rem dalam kondisi mengerem. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang datar EWA13120 T. Isi tangki reservoir rem hingga batas atas dengan minyak rem yang disarankan. Tempatkan ujung selang plastik yang lain pacawan penampung. Ulangi tahap (e) hingga (h) hingga gelembunggelembung udara keluar dari sistim pengereman melalui selang trasparan. Pasangkan plastik transparan pada ujung baut bleeding “2”. harus di lakukan pada titik terkencang dari posisi rantai. Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah. tuas rem beberapa kali. R. dan angkat roda belakang dari tanah. j. akan membebani mesin. Tarik secara perlahan. akan berakibat udara masuk pada sistim rem. Pasang diaphragma reservoir master cylinder c. e. lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM” halaman 3-17. untuk menghindari bahaya terbalik. Kencangkan baut bleding sesuai spesifikasi Baut bleeding 6 Nm (0. 2. Buka: • Tutup master cylinder rem “1” g.6 m·kg. EWA13110 PERINGATAN Setelah melakukan tindakan bleeding.RANGAK/CHASSIS • Pengereman tidak maksimal 1. akan menimbulkan kecelakaan yang tidak diharapkan. CATATAN: d. 3-19 . 4. dan lepaskan ikatan tuas rem. dan tekanan dalam sistim rem akan keluar.

Kearah “a” Rantai bertambah kencang Kearah “b” Rantai bertambah kendor MELUMASI RANTAI PENGGERAK Rantai penggerak roda bekerja dengan banyak komponen part yang saling menunjang. pada daerah yang berdebu. satu dengan yang lainnya.. c. samakan posisi kedua plat penyetel. 2. khusus untuk rantai tanpa -O-ring. Setel : • Kekencangan rantai a. T. hingga roda depan terangkat dari tanah. pergunakan minyak tanah untuk membersihkan. Lepaskan cotter pin “2” Kendorkan mur batang torsi “3”. Setel : • Gerak bebas pedal rem belakang lihat bagian “MENYETEL REM TROMOL BELAKANG” halaman 3-17. untuk menghindari bahaya terbalik. 1 CATATAN : 2 Untuk menjamin kelurusan roda. sehingga perlu perawatan yang teratur. dan goyanggoyangkan kedepan dan kebelakang Goyang/kendor → Setel bearing kemudi/ steering head. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN b a 5 4 3 Sanggah sepeda motor dengan sempurna. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Kendorkan mur penyetel rem belakang “1”.79–1. 58 ft·lb) g. 13 ft·lb) h. Periksa : • Kekencangan rantai “a” Diluar spesifikasi → setel. kanan dan kiri f. Pasangkan cotter pin. T. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Kekencangan rantai 20–40 mm (0. 4. maka akan cepat mengalami keausan. Putar roda belakang dan cari titik terkencang dari posisi rantai. atau pelumas rantai. b. Kencangkan mur as roda 3-20 . R. Periksa: • Kemudi/Steering head Pegang fork bagian bawah. lumasi dengan oli mesin. EAS21510 MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/ STEERING HEAD 1. EAS21450 Lakukan pemeriksaan rantai pada posisi antara As sprocket depan dan As sprocket belakang. d. dan keringkan dengan kain lap. R. EWA13130 PERINGATAN Selalu pergunakan cotter pin yang baru.9 m·kg.57 in) CATATAN: 5. e.0 m·kg. Jika rantai tidak dirawat dengan benar. Mur as roda belakang 80 Nm (8. khususnya.RANGKA/CHASSIS 2. CATATAN : Sanggah sepeda motor dengan penyangga. Kendorkan mur as roda belakang “4” Putar plat penyetel kekencangan rantai “5” ke arah “a” atau “b” hingga didapat kekencangan rantai yang sesuai spesifikasi. 3. Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai khusus tanpa O-ring. Kencangkan mur batang torsi rem Mur batang torsi 19 Nm (1.

R. Pasang mur ring atas “2”.3 m·kg. dan periksa bearing atas dan bearing bawah.8 m·kg.RANGKA/CHASSIS c. Periksa: • Inner tube Baret/aus → Ganti T. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM d. jangan terlalu kencang Mur ring bawah (torsi pengencangan final) 13 Nm (1. CATATAN: Setel kunci torque menyudut kekanan dengan steering nut wrench. f. 9. Buka: • Bracket atas lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD” halaman 4-43. untuk menghindari bahaya terbalik. 3-21 . jika terasa berat. EAS21530 Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 Mur ring bawah (torsi pengencangan awal) 48 Nm (4. Setel: • Kemudi/Steering head a. Kendorkan mur ring bawah “4” secara penuh. dan tepatkan alur antar kedua ring nut. jika perlu tahan ring mur bawah. 35 ft·lb) MEMERIKSA FORK DEPAN 1. dan kencangkan kembali yang kedua kalinya dengan kunci torsi dan steering nut wrench. 3. mur ring atas "2".4 ft·lb) T. Buka lock washer “1”. 4. lepaskan bracket kemudi bawah. dan washer karet “3”. dengan cara membelokkan kemudi kekanan. Kencangkan mur ring bawah “4” dengan steering nut wrench “5”. Pasang lock washer “1” CATATAN: Pastikan pengait lock washer “a” tepat masuk pada kedua alur mur atas dan bawah “b”. dan tepatkan alur ring kedua mur dengan steering nut wrench. EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. 2. Pasangkan mur ring atas dengan tangan. atau ke kiri. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. h. lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD” e. EWA13140 PERINGATAN Pengencangan mur bawah. b. g. R. Pasang washer karet “3”. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar. Periksa kelancaran gerak kemudi. Pasang: • Bracket atas lihat bagian “KEMUDI/STEERING” halaman 4-43.

barang bawaan. Tegakkan sepeda motor. sebaiknya dilakukan pada saat temperatur udara luar. aksesoris. dapat mengakibatkan kecelakaan. dan periksa kelancaran pergerakan tekanan balik suspensi. berkendara dengan ban yang buruk. Pergerakan tidak lancar → Perbaiki lihat bagian “FORK DEPAN” halaman 4-35. dan aksesoris EWA13190 EAS21660 MEMERIKSA BAN Ikuti prosedur dibawah ini. 1. barang bawaan.0 kg (452 lb) * total beban: pengendara. 2. Dinding samping 3. • Pengoperasian melebihi beban maksimum. Jika alur ban sudah dalam batas keausan. Kedalaman alur 2. Periksa: • Tekanan angin ban Diluar spesifikasi → tambah angin PERINGATAN Sangat berbahaya. untuk melakukan pemeriksaan ban.RANGKA/CHASSIS • Seal oli Ada kebocoran oli → Ganti 3. dan kecepatan sepeda motor. pengendara.0 mm (0. tarik tuas rem.00 kgf/cm²) Kecepatan tinggi Depan 175 kPa (25 psi) (1. 1.04 in) 3-22 .75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. Periksa: • Permukaan ban Retak/aus → Ganti ban EWA3C11010 PERINGATAN • Pemeriksaan angin ban. sama dengan temperatur udara ban • Tekanan angin ban. pembonceng.0 mm (0.00 kgf/cm²) BEBAN MAKSIMUM 205.00 kgf/cm²) Kondisi beban 90–205 kg (198–452 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. dan keatas beberapa kali. ganti ban dengan yang baru. harus disesuaikan deberat beban dari penumpang.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. Indikator keausan Batas keausan (depan) 1. Tekanan angin ban (diukur dalam kondisi dingin) Kondisi beban 0–90 kg (0–198 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1. Periksa : • Cara kerja fork depan Tekan tangkai kemudi kebawah.04 in) Batas keausan (belakang) 1. dan gerakkan tangkai kemudi kebawah dan keatas 4.

Ban depan B. 9 Jika menggunakan ban dalam. dalam keadaan darurat. pastikan ban dalam telah terpasang dengan tepat pada alur pelek 9Tidak dibenarkan menambal ban dalam yang bocor. Yamaha tidak memberikan jaminan "handling characteristic" jika memakai tipe dan bentuk ban yang berbeda dari yang disarankan Yamaha Ban depan Ukuran 2. Periksa: • Roda Aus/retak-retak → Ganti 3-23 . bawaan dari pabrik. hal ini bisa dilakukan. bersamaan. kencangkan mur pengunci klep udara "1" 9 A. pergunakan dalam kecepatan normal jangan menggunakan kecepatan tinggi. untuk pemeriksaan roda. 9Selalu lakukan penggantian ban dalam dan ban luar satu set. sangat berbahaya dapat mengakibatkan kecelakaan dan fatal bagi pengendara. 9Sehabis mengganti ban dalam. 1. PERINGATAN Setelah dilakukan uji coba yang intensive oleh Yamaha Motor Co Ltd. A B Ban belakang ukuran 90/90–17M/C 49P Pabrikan/model IRC/NR72 Pabrikan/model DUNLOP/D102A PERINGATAN 9 Ban baru biasanya mempunyai daya cengkeraman pada permukaan jalan yang kurang. ban belakang CATATAN: Pelek dengan ban dalam dengan ban dalam Pelek tanpa ban dalam EWA14090 dengan ban dalam / tidak Untuk ban yang dilengkapi tanda arah putaran “1”: • Pasang dengan posisi "tanda arah panah" mengarah ke arah putaran ban. dengan pelek bukan tubless. atau setelah dibongkar. maka untuk mengganti ban luar.75–17 41P Pabrikan / model IRC/NR72 Pabrikan / model DUNLOP/D102FA EAS21670 MEMERIKSA RODA Ikuti prosedur dibawah ini. • Tepatkan tanda marking “2” dengan posisi dudukan klep/pentil. pastikan ban dalam terpasang dengan sempurna. 9Untuk menghindari ban dalam terjepit. dalam pemakaian dibawah jarak 100 Km.RANGKA/CHASSIS PERINGATAN 9Jangan menggunakan ban tubless. tipe dan model ban depan dan belakang harus sama dengan model ban. untuk itu. tapi segera ganti dengan ban yang baru jika kondisi telah memungkinkan untuk mengganti.

RANGKA/CHASSIS EWA13260 PERINGATAN Jangan memperbaiki ban roda yang aus/ retak. ganti kabel satu set dengan kabel bagian dalam. 1. EAS21690 MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL Ikuti prosedur dibawah ini. untuk itu. Periksa: • Kabel bagian luar Rusak → ganti 2. Pelumas yang disarankan Gemuk Silicone EAS21720 CATATAN: Sehabis melakukan penggantian ban luar. 3-24 . untuk melakukan pemeriksaan dan pelumasan kabel. akan mengakibatkan kerusakan kabel di bagian dalam. Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS3C11039 MELUMASI TUAS REM Lumasi engsel tuas rem. dan komponen yang bergerak. lakukan tindakan balancing roda. Periksa: • Kelancaran kerja kabel penggerak Tidak lancar → Lumasi Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based CATATAN: MELUMASI STANDART TENGAH Lumasi engsel standart tengah dan komponen metal yang bergesekan Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS21740 MELUMASI SHOCK ABSORBER BELAKANG Lumasi engsel shock absorber belakang dan komponen yang bergesekan Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based Arahkan kabel mengarah ke atas. Pelumas yang disarankan Gemuk Silicone EAS3C11040 MELUMASI PEDALPEMINDAH GIGI Lumasi engsel pedal pemindah gigi. EWA13270 PERINGATAN MELUMASI STANDART SAMPING Lumasi engsel standart samping dan komponen metal yang bergesekan Pelumas uyang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS21730 Kerusakan kabel bagian luar. EAS3C11041 Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based MELUMASI PEDAL REM Lumasi engsel pedal rem dan komponen metal yang bergesekan. EAS3C11038 MELUMASI TUAS KOPLING Lumasi engsel tuas kopling. dan masukkan beberapa tetes oli kedalam lubang ujung pembungkus kabel.

jauhkan dari kandungan oli dan cairan lain. Sambung: • Coupler kabel lampu 8. PERHATIAN: MEMERIKSA SEKRING lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” halaman 8-55. bersihkan dengan kain lap yang mengandung thinner. Buka: • Lensa lampu depan “1” Jangan menyentuh langsung kaca bohlam. dan efek penyinaran akan menjadi buruk. dan tangan anda. pada holder lampu depan. Buka: • Penutup bohlam “3” 6. hal ini akan mengakibatkan umur dari bohlam akan menjadi pendek. Setel: • Arah sinar lampu (keatas) Gerakkan rumah lampu depan “1” kearah “a” atau “b”. Pasang: • Bohlam lampu Baru Pasangkan bohlam lampu pengganti. Kearah “a” Arah sinar lampu keatas Kearah “b” Arah sinar lampu kebawah 2 3 4. dalam kondisi panas jauhkan dari benda yang mudah terbakar. 1 2. EAS21780 MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN 1.SISTIM KELISTRIKAN EAS21750 EWA13320 SISTIM KELISTRIKAN EAS21760 PERINGATAN MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” halaman 8-55. Lepaskan: • Coupler lampu depan “2” 3. jika kaca bohlam tersentuh oleh cairan oli. EAS21770 Pada umumnya lampu depan. biarkan lampu dalam kondisi dingin 5. Pasang: • Penutup bohlam 7. Pasang: • Lensa lampu depan EAS21800 MENYETEL POSISI ARAH SINAR LAMPU 1. Lepaskan: • Bohlam lampu depan “4” b 4 1 a 3-25 .

.................4-32 4 .........4-28 TANGKAI KEMUDI ...... 4-7 MEMASANG RODA DEPAN (CAKRAM) ................................4-12 MEMERIKSA HUB RODA BELAKANG.............................................................. 4-32 MEMASANG TANGKAI KEMUDI .........................................................................4-23 MEMBONGKAR MASTER CYLINDER REM DEPAN .............................................4-21 MEMBONGKAR CALIPER REM DEPAN..... 4-19 MEMERIKSA CAKRAM RODA DEPAN ....................... 4-7 MEMASANG RODA DEPAN...............................................4-6 MEMERIKSA GEAR UNIT SPEEDOMETER .................................4-12 MEMERIKSA RODA BELAKANG............................................................4-32 MEMERIKSA TANGKAI KEMUDI .................RANGKA/CHASSIS RANGKA UMUM ...............................................................................................4-13 REM DEPAN..... 4-3 RODA DEPAN...... 4-27 MEMASANG PLAT SEPATU REM BELAKANG .................................................................................................................................................................................................................................................................4-6 MEMASANG RODA DEPAN.......................4-30 MELEPAS TANGKAI KEMUDI ............................................................................................................................... 4-22 MEMASANG CALIPER REM DEPAN ................................................4-23 REM BELAKANG ............................. 4-4 MELEPAS RODA DEPAN...................................................... 4-27 MEMERIKSA KEAUSAN REM BELAKANG ..................................................4-19 MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN .................4-22 MELEPAS MASTER CYLINDER R E M D E P A N ......................4-6 MEMERIKSA RODA DEPAN ......................................... 4-23 MEMERIKSA MASTER CYLINDER REM DEPAN............................................................ 4-26 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG................4-12 MEMASANG RODA BELAKANG (TROMOL) ........................... 4-8 RODA BELAKANG.........................4-23 MEMASANG MASTER CYLINDER REM DEPAN..............................4-20 MELEPAS CALIPER REM DEPAN.............4-10 MELEPAS RODA BELAKANG (TROMOL)...........................................................4-21 MEMERIKSA CALIPER REM DEPAN ............................4-7 MENYETEL KESEIMBANGAN/BALANCE RODA DEPAN ...................... 4-1 MEMASANG RUMAH SARINGAN UDARA .......................................................................... 4-14 PENDAHULUAN.....................................................................................................................................................................................................................................................................................4-21 MERAKIT CALIPER R E M D E P A N ...................................................................................................................................................4-12 MEMERIKSA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG .........................................................................

4-53 MEMERIKSA LENGAN AYUN/ SWINGARM .................................4-39 MERAKIT GARPU DEPAN.......................................................................................4-35 MELEPAS GARPU DEPAN................................................4-56 MEMASANG RANTAI .......................................................................................................................................... 4-46 MEMASANG KEMUDI/STEERING HEAD .........4-49 MEMASANG UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG....................................................................................................... 4-43 MELEPAS BRACKET BAWAH.........4-49 MEMERIKSA UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG ..............4-46 UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG .............................................. 4-46 MEMERIKSA KEMUDI/ STEERING HEAD .......GARPU DEPAN.....................................................................................................................4-49 MEMERIKSA CONNECTING ARM DAN RELAY ARM.........................................................................4-51 MELEPAS LENGAN AYUN/SWINGARM.... 4-53 MEMASANG LENGAN AYUN/SWINGARM .............................................................................................................................. 4-39 MEMASANG GARPU DEPAN ..................................................................................................................................4-49 MEMASANG RELAY ARM.............................................................4-53 RANTAI PENGGERAK............4-38 MEMBONGKAR GARPU DEPAN...................4-57 .....4-38 MEMERIKSA GARPU DEPAN ....................................................................................................................................4-49 LENGAN AYUN/SWINGARM............ 4-55 MEMERIKSA RANTAI ..............4-48 MELEPAS UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG................................................................4-41 KEMUDI/STEERING HEAD..............................................................

.

R.7 m • kg.RANGKA UMUM EAS21830 RANGKA UMUM Membuka tempat duduk dan covers 7 Nm (0.1 ft • Ib) R.7 m • kg.7 m • kg. 5.1 ft • Ib) T. 19 ft • Ib) T. 5. 3 5 9 26 Nm (2.7 m • kg. R.6 m • kg. Keterangan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas. 5. T. 4 7 7 Nm (0. 4-1 .7 m • kg. T. R. 5.1 ft • Ib) T. T.1 ft • Ib) 7 Nm (0.1 ft • Ib) Nama komponen Panel depan kiri Panel depan kanan Tempat duduk/jok Pegangan pembonceng Panel belakang Penutup samping kiri Penutup samping kanan Penutup samping kiri Penutup samping kanan 8 Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 7 Nm (0. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 R. 6 2 1 7 Nm (0. R. 5.

Nomor R. Kendorkan. 7.2 ft • Ib) lihat "RANGKA UMUM" halaman 4-1 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 7-1. R.2 ft • Ib) T.RANGKA UMUM Melepas rumah saringan udara 1 2 7 4 3 2 Nm (0. Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas T.2 m • kg. T.0 m • kg.4 ft • Ib) 10 Nm (1. R. 6 5 Nama komponen Tempat duduk/penutup samping dan kanan Tangki bensin 1 2 3 4 5 6 7 Rumah saringan udara Saringan udara Baut klem joint rumah saringan udaraAir Rumah saringan udara Selang pernafasan cylinder head Selang Air induction system (rumah saringan udara ke joint 3 cabang ) Silincer Air filter case 1 1 1 1 1 1 1 Jumlah 10 Nm (1. 7. 1.0 m • kg. Keterangan 4-2 .

Pasanmg: • Klem joint rumah saringan udara CATATAN: Tepatkan "nok" “a” yang terdapat pada rumah saringan udara dengan slot “b” pada klem joint a b 4-3 .RANGKA UMUM EAS3C11027 MEMASANG RUMAH SARINGAN UDARA 1.

R. kebalikan dari prosedur melepas 4-4 . 43 ft • Ib) T.RODA DEPAN EAS21870 RODA DEPAN Melepas roda depan dan disc brake 23 Nm (2. 5 4 Komponen yang dilepas Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. 3 LT 1 2 LS 60 Nm (6. R. 17 ft • Ib) LS (5 6 7 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 Kabel speedometer Mur as roda depan As roda depan Roda depan Gear unit speedometer Collar Disc brake ( T.0 m • kg.3 m • kg.

RODA DEPAN Melepas roda depan LS Baru 1 2 3 4 Nomor 1 2 3 4 Seal oli Bearing Spacer Bearing Komponen yang d iilepas Jumlah 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas. 4-5 .

Buka seal oli “1” dengan obeng minus CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM untuk menjaga agar hub tidak rusak. Buka bearing roda “3” dengan bearing puller. tempatkan kain"2" diantara obeng dan hub. MEMBONGKAR RODA DEPAN 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang datar EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna untuk menghindari bahaya terbalik 2. 3. 3.5 mm (0.0 mm (0.04 in) kebengkokan ke arah samping 0. Periksa: • Ban • Roda depan Rusak/Aus → Ganti lihat bagian “MEMERIKSA BAN” halaman 3-22 dan “MEMERIKSA RODA” halaman 3-23. Angkat: • Roda depan CATATAN: Sanggah sepeda motor dengan penyanggah hingga roda depan terangkat dari tanah.RODA DEPAN EAS21890 MELEPAS RODA DEPAN 1. Buka: • Seal oli • Bearing roda a. Periksa: • As roda Gelindingkan as roda pada meja datar bengkok → Ganti EWA13460 Jangan menarik tuas rem depan. 2. Lepas: • Roda depan • Gear unit speedometer • Collar CATATAN: LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21920 MEMERIKSA RODA DEPAN 1. Ukur: • Kebengkokan ke arah atas “1” • Kebengkokan ke arah bawah “2” Kebengkokan diluar spesifikasi → Ganti kebengkokan ke arah atas 1. EAS21910 PERINGATAN Jangan membengkokkan as roda yang bengkok. Bersihkan bagian luar dari hub roda depan b. pada saat roda depan dilepas.02 in) c. 4-6 .

RODA DEPAN 4. d. disc brake harus terpasang. Pasang: • Bearing roda • Seal oli Baru a. alat balancer EAS21940 MEMERIKSA UNIT GEAR SPEEDOMETER 1. Pada saat roda berhenti. Pasang bearing baru dan seal oli. Putar roda depan b. Periksa: • Bearing roda Bearing roda longgar atau macet → Ganti bearing roda. • Pada saat menyetel keseimbangan/balance roda. Lepas: • Pemberat/balancer yang ada 2. • Seal oli Aus/bocor → Ganti LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21970 MENYETEL KESEIMBANGAN RODA DEPAN/ BALANCE CATATAN: • Setelah mengganti ban. roda. 1. Pergunakan socket “4” untuk menekan bagian luar/outer race dari bearing dan seal oli. penekanan hanya boleh pada outer race “3”. Putar: • Roda depan secara perlahan CATATAN: Tempatkan roda depan pada. 4-7 . Putar roda 90° dari posisi tanda “X 1” seperti posisi pada gambar. beri tanda “X 2” pada bagian bawah roda. dengan prosedur kebalikan dari melepas ECA3C11009 Baru MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERHATIAN: Penekanan pemasangan jangan sampai menekan inner race“1” atau ball “2”. CATATAN: c. Pada saat roda berhenti. atau keduanya roda harus disetel keseimbangannya/ balance. Periksa: • Unit gear speedometer Bengkok/rusak/aus → Ganti EAS21960 a. Lepaskan roda e. beri tanda “X1” pada bagian bawah roda MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MERAKIT RODA DEPAN 1.

Jika roda hanya berhenti pada titik tertentu. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21990 3. berikan pemberat yang berlawanan dari tanda LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL b. 17 ft·lb) LOCTITE® CATATAN: Kencangkan baut piringan rem. Pasang: • Roda depan 4. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG RODA DEPAN (DISC) 1. Ulangi langkah (b) dan (c) hingga roda betulbetul seimbang/ balance. pasang kembali pemberat. Periksa: • Piringan rem depan lihat bagian “MEMERIKSA PIRINGAN REM DEPAN” halaman 4-19. Jika titik berat tidak merata. CATATAN: Mulai dengan pemberat yang ringan b. Periksa: • Keseimbagngan roda depan 4-8 . LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2. ulangi langkah (c) hingga (e) beberapa kali hingga roda dapat berhenti di berbagai titik secara merata g. Lumasi: • As roda/Wheel axle • Lidah seal oli • Gear unit speedometer Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 4. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM f. dan pastikan titik berat jatuh merata disemua bagian. 3. Putar roda 90° pada alat balancer seperti pada gambar. dengan pola silang. Putar roda depan beberapa kali.3 m·kg. Pasang: • Disc rem depan Baut disc rem depan 23 Nm (2. Jika keseimbangan masih belum merata. T. c.RODA DEPAN a. R. Pasang balancer pemberat “1” pada arah yang berlawanan dengan tanda “X”. ulangi langkah balancer kembali. Setel: • Keseimbangan roda depan a. d.

43 ft·lb) T. R.RODA D EPAN CATATAN: EWA3C11009 Pasang roda dengan tanda arah panah “1” kearah putaran roda. a b 7.0 m·kg. 4-9 . 5. Pasang: • Gear unit speedometer CATATAN: Pastikan "nok" pada gear unit speedometer masuk pada alur yang terdapat pada hub roda. 6. dan periksa apakah shock absorber dapat menekan kembali (rebound) dengan sempurna. tekan tangkai kemudi kebawah beberapa kali. Kencangkan: • As roda As roda 60 Nm (6. Pasang: • Roda depan CATATAN: Pastikan slot “a” pada gear unit speedometer masuk kedalam alur “b” pada outer tube. PERINGATAN Pastikan jalur selang rem pada posisi yang benar ECA14140 PERHATIAN: Sebelum mengencangkan mur as roda.

13 ft • Ib) LS T. R. 58 ft • Ib) 9 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 .0 m • kg. T R.RODA BELAKANG EAS22020 RODA BELAKANG melepas roda belakang dan sepatu rem 80 Nm (8. Komponen yang dilepas Mur penyetel pedal rem belakang Batang rem Per Pin Batang torsi rem Mur as roda belakang As roda belakang Plat penyetel rantai Collar Collar Roda belakang Sepatu rem Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.9 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas 4-10 . 9 12 4 1 11 6 LS 8 10 Baru 2 5 3 8 7 10 19 Nm (1.

0 m • kg. R. 7. R. 6 5 6 2 (6) 3 Baru 4 LS 1 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 Komponen yang dilepas Sprocket roda belakang Collar Seal oli Bearing Hub roda belakang Damper hub roda belakang Bearing Spacer Jumlah 1 1 1 1 1 4 2 1 Keterangan Untuk pemasangan.3 m • kg. 31 ft • Ib) T.RODA BELAKANG Membongkar roda belakang 10 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas 4-11 .2 ft • Ib) S T. LS S 7 8 7 43 Nm (4.

Tegakkan sepeda motor pada tempat yang rata EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. sprocket depan. Lepas baut pengunci pada sprocket roda belakang. MEMERIKA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG 1. Periksa: • As roda • Roda belakang • Bearing roda • Seal oli lihat bagian “MEMERIKSA RODA DEPAN” halaman 4-6. dan lepaskan rantai dari gear sprocket. Sprocket roda belakang MEMERIKSA RODA BELAKANG 1. EAS22090 b. Buka: • Mur penyetel rem belakang “1” • Batang rem “2” • Per/Spring “3” • Pin “4” CATATAN: MEMERIKSA HUB RODA BELAKANG 1. Bersihkan hub roda belakang. Mur sprocket roda belakang 43 Nm (4. dan sprocket belakang satu set. Roller rantai 2. Ukur : • Keolengan roda kearah atas • Keolengan roda ke arah samping lihat bagian “MEMERIKSA RODA DEPAN” halaman 4-6. 2.RODA BELAKANG EAS22060 MELEPAS RODA BELAKANG (TROMOL) 1. T. Ganti: • Sprocket roda belakang a. sprocket depan. periksa: • Hub roda belakang retak/aus → Ganti • Damper hub roda belakang Pecah/mengecil → Ganti EAS22120 Tekan kebawah pedal rem. Pasang sprocket roda yang baru. Unjung gear bengkok → Ganti rantai. dengan tulisan pada sprocket menghadap ke luar. Kondisi bagus 1. R. untuk menghindari bahaya terbalik CATATAN: 3. b. EAS22110 Tempatkan sepeda motor pada tempat yang datar dan angkat roda belakang 2. 31 ft·lb) MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM CATATAN: • Pasang sprocket roda belakang. c. Periksa: • Ban • Roda belakang Risak/Aus/Retak → Ganti lihat bagian “MEMERIKSA BAN” halaman 3-22 dan “MEMERIKSA RODA” halaman 3-23. dan sprocket belakang satu set. 4-12 . 2. untuk melepas pin dari batang rem.3 m·kg. Lepas: • rem belakang CATATAN: 3 Tekan roda belakang ke depan. khususnya pada permukaan singgung dengan sprocket. Periksa: • Sprocket roda belakang Keausan lebih dari 1/4 gigi “a” → Ganti rantai. 2 1 4 3.

57 in) 5. Lumasi: • Seal oli Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 2. 4-13 . Setel : • Gerak bebas pedal rem lihat bagian “MENYETEL REM TROMOL RODA BELAKANG” halaman 3-17.79–1. Lumasi : • As roda • Bearing roda Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 4.0–30. 58 ft·lb) 6.0 m·kg.18 in) T. Kekencangan rantai 20–40 mm (0. R.RODA BELAKANG • Kencangkan mur pengunci pada tempatnya dengan pola silang.0 mm (0. Gerak bebas pedal rem 20. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS22180 MEMASANG RODA BELAKANG (TROMOL) 1. Setel: • kekencangan rantai lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19. Kencangkan: • Mur roda belakang Mur roda belakang 80 Nm (8. Pasang : • Sprocket roda belakang lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG” halaman 4-12 3.79–1.

REM DEPAN
EAS22210

REM DEPAN
Melepas kampas rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

T.

R.

1 2

3 2
T.

Nomor

1 2 3 4 5 6 7

R.

5 4

7

6
Komponen yang dilepas Jumlah

35 Nm (3,5 m • kg, 25 ft • Ib)

Ikuti prosedur dibawah ini, untuk melepas caliper rem depan. Holder selang rem Baut caliper rem depan Caliper rem depan Clip kampas rem Pin kampas rem Kampas rem depan Per kampas rem 1 2 1 2 1 2 1 Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas

T.

R.

Keterangan

4-14

REM DEPAN
Melepas master cylinder rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

.
R.

2 1 11

3 5
6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

4

T.

R.

S

10 Baru 8 7 9

12 6

6 Nm (0,6 m • kg, 4.3 ft • Ib)

T.

R.

26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)

Nomor

.
R.

Komponen yang dilepas Minyak rem

Jumlah

Keterangan Kuras minyak rem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Kaca spion Tutup reservoir master cylinder rem Holder diaphragma reservoir master cylinder Plat diaphragma reservoir master cylinder Plate Swirch lampu rem depan Baut union selang rem Washer tembaga Selang rem Tuas rem Holder master cylinder rem depan Master cylinder rem depan

1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Untruk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-15

REM DEPAN
Membongkar master cylinder rem depan

5

4 Baru

3 2 Baru 1

Nomor 1 2 3 4 5

Komponen yang dilepas Pelindung debu/Dust boot Circlip Washer Kit master cylinder rem Bodi master cylinder rem

Jumlah 1 1 1 1 1

Keterangan

Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-16

REM DEPAN
Melepas caliper rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)
T.

T.

R.

5 1 4

2 Baru 3 6

5

Nomor

T.

1 2 3 4 5 6

R.

35 Nm (3,5 m • kg, 25 ft • Ib)

Komponen yang dilepas

Minyak rem Holder selang rem Baut union selang rem Washer tembaga Selang rem depan Baut caliper rem depan Caliper rem depan 1 1 2 1 2 1

R.

Jumlah

Keterangan Ikuti prosedur dibawah ini untuk melepas caliper rem depan Kurasrem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.

Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas.

4-17

REM DEPAN
Membongkar caliper rem depan

7 1 1 6

6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

T.

R.

2

8

9 Baru 4
S

10 Baru

8
BF

S

9 Baru 10 Baru

S

5 3
Nomor komponen yang dilepas Jumlah keterangan Ikuti prosedur dibawah ini untuk membongkar caliper rem depan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Clip kampas rem Pin kampas rem Kampas rem Per kampas rem Bracket caliper rem Bodi caliper rem Baut bleeding/buang angin Piston caliper rem Seal piston caliper rem Seal debu caliper rem 2 1 2 1 1 1 1 2 2 2 Untuk merakit, kebalikan dari prosedur memebongkar

4-18

REM DEPAN
EAS22220

PENDAHULUAN
EWA 14100

PERINGATAN

Komponen bagian dalam disc brake, jarang sekali dilakukan pembongkaran Tetapi harus selalu dilakukan pemeriksaan dan perawatan : 9Jangan melakukan pembongkaran, jika tidak diperlukan. 9Jika ada bagian dalam sistim disc brake yang harus dilepas, kuras minyak rem, bersihkan bagian dalam dan isi minyak rem, pada batas yang telah ditentukan, setelah itu, lakukan bleeding/buang udara. 9Jangan menggunakan cairan pembersih, untuk membersihkan komponen dalam. 9Untuk pencucian komponen bagian dalam pergunakan minyak rem. 9Minyak rem dapat merusak plastik dan permukaan cat, untuk itu segera bersihkan jika minyak rem menyentuh plastik dan cat. 9Hindari mata anda dari percikan minyak rem, ini akan mengakibatkan luka yang serius TINDAKAN PERTAMA JIKA MATA ANDA TERKENA PERCIKAN MINYAK REM 9Rendam dengan air selama 15 menit dan, segera bawa kedokter untuk pengobatan
EAS22230

a. Tegakkan sepeda motor dengan penyanggah di bawah hingga roda depan terangkat b. Sebelum memerika keolengan piringan rem gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri untuk memastikan gerak bebas roda c. Lepas caliper rem. d. Pasangkan dial gauge pada sisi permukaan piringan rem. e. Posisi titik pengukuran pada 5 mm (0.20 in) dari garis luar piringan. 4. Ukur: • Ketebalan piringan rem Ukur ketebalan piringan dengan berbagai lokasi pengukuran. diluar spesifikasi → Ganti

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

Ketebalan piringan rem 3,5 mm (0,14 in) 5. Setel : • Kebengkokan piringan rem a. Buka baut pengikat piringan b. Geser piringan rem, dengan satu lubang c. Pasang piringan rem Baut piringan rem depan 23 Nm (2,3 m·kg, 17 ft·lb) LOCTITE®
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA DISC REM DEPAN 1. Lepas: • Roda depan lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-4. 2. Periksa: • Piringan rem Aus/oleng → Ganti 3. Ukur: • Kebengkokan piringan rem diluar spesifikasi → perbaiki /ganti

CATATAN:

Kencangkan baut pengikat piringan rem dengan pola silang.

T.

R.

Kebengkokan piringan rem 0,15 mm (0,0059 in)

4-19

REM DEPAN
2. Pasang: • Kampas rem • Per kampas rem
CATATAN:

Menggantianti kampas rem baru harus diikuti dengan mengganti per kampas rem satu set. a. Pasangkan plastik transparan “1” pada ujung baut bleeding “2”. dan tempatkan ujung selang yang lain pada penampung.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

d. Ukur kebengkokan piringan rem. e. Jika masih diluar batas spesifikasi, ulangi lagi proses semula hingga didapat keolengan piringan rem sesuai spesifikasi. f. Jika tetap tidak bisa sesuai dengan spesifikasi ganti piringan rem.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

6. Pasang: • Roda depan lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-4.
EAS22260

MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN
CATATAN :

b. Kendorkan baut bleeding, dan tekan piston caliper pada rem caliper dengan jari. c. Kencangkan baut bleeding baut bleeding 6 Nm (0,6 m·kg, 4,3 ft·lb)

Pada saat mengganti kampas rem, tidak perlu membuka selang rem atau membongkar caliper rem.
T.

R.

1. Ukur: • Keausan kampas rem “a” diluar spesifikasi → Ganti kampas rem satu set. Ketebalan kampas rem (dalam) 5,3 mm (0,21 in) Limit 0,8 mm (0,03 in) Ketebalan kampas rem (luar) 5,3 mm (0,21 in) Limit 0,8 mm (0,03 in)

d. Pasang kampas rem baru dan per kampas rem yang baru satu set.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

3. Periksa: • Ketinggian minyak rem dibawah tanda batas minimum “a” → Isi dengan minyak rem hingga batas maksimum. lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM” halaman 3-17.

a

a

4. Periksa: • Cara kerja tuas rem Ngempos, tidak pakem → Bleeding udara pada sistim rem hydraulic. lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING REM HYDRAULIC” halaman 3-18.

4-20

REM DEPAN
EAS22290

MELEPAS CALIPER REM DEPAN
CATATAN:

b. Buka seal piston caliper dan seal debu.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS22380

Sebelum membongkar caliper rem, kuras minyak rem dari sistim hydraulic rem 1. Buka: • Baut union selang rem. • Washer tembaga • Selang rem
CATATAN:

MEMERIKSA CALIPER REM DEPAN Jadwal anjuran penggantian komponen rem hydraulic Kampas rem Seal piston Seal debu Selang rem Minyak rem Jika sudah aus Setiap dua tahun Setiap dua tahun Setiap empat tahun Setiap dua tahun, dan setiap membongkar sistim pengereman

Masukkan ujung selang rem, kedalam penampung dan pompa minyak rem, dengan hati-hati.
EAS22320

MEMEBONGKAR CALIPER REM 1. buka: • Piston caliper rem “1” • Seal piston caliper rem “2” • Seal debu caliper rem “3”

1. Periksa: • Piston caliper rem “1” Karat/baret/aus → Ganti piston caliper rem • Caliper cylinder rem “2” Baret/aus → Ganti unit caliper rem. • Bodi caliper rem “3” retrak/rusak → Ganti unit caliper rem

1 2 3 1 2
a. Tiup dengan udara bertekanan pada lubang nepel selang “a” untuk mengeluarkan piston dari caliper rem.
EWA13550

• Jalur aliran minyak rem (Bodi caliper rem) Tersumbat → Tiup dengan udara bertekanan

EWA3C11012

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

PERINGATAN

Setiap membongkar caliper rem, ganti seal piston dan seal debu.

PERINGATAN

3

• Bungkus caliper piston dengan kain lap. untuk menghindari piston melejit keluar, tiup dengan udara bertekanan dari lubang nepel. • Jangan coba melihat jalannya piston keluar.

2

2

1
2. Periksa: • Bracket caliper rem. Retak/rusak → Ganti

a

4-21

REM DEPAN
EAS22400

ASSEMBLING THE FRONT BRAKE CALIPER
WARNING

9Sebelum merakit, pastikan komponen bagian dalam telah dibersihkan dan dilumasi dengan minyak rem yang baru. 9Jangan menggunakan cairan pembersih untuk membersihkan komponen bagian dalam, hal ini akan merusak seal dan merubah bentuk. 9Jika membongkar caliper rem, ganti seal piston, seal debu, caliper rem dengan yang baru.

3. Pasang : • Per kampas rem • Kampas rem • Caliper rem • Holder selang rem Baut caliper rem 35 Nm (3,5 m·kg, 25 ft·lb) Holder selang rem 7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb)

Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4
EAS22420

lihat bagian “MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN” halaman 4-20. 4. Isi: • Reservoir master cylinder rem (dengan kapasitas dan tipe yang disarankan) Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4
PERINGATAN

T.

R.

MEMASANG CALIPER REM DEPAN 1. Pasang: • Caliper rem (sementara) • Washer tembaga Baru • Selang rem • Baut union selang rem Baut union selang rem 26 Nm (2,6 m·kg, 19 ft·lb)

EWA13530

PERINGATAN

Tempatkan jalur selang rem, sesuai dengan jalurnya, untuk menjamin keselamatan berkendara lihat "JALUR KABEL” halaman 2-33.
ECA14170

PERHATIAN :

Pada saat memasang selang rem pada caliper rem “1”, pastikan pipa ujung selang "a" menyentuh nok “b” yang terdapat pada caliper rem.

9Pergunakan hanya minyak rem yang disarankan, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan seal karet, dan kemampuan pengereman yang buruk. 9Penambahan minyak rem harus sama dengan minyak rem yang telah ada dalam sistim rem, percampuran antara dua jenis minyak rem, akan mengakibatkan pengereman yang buruk. 9Pada saat penambahan minyak rem, hati-hati jangan sampai kandungan air masuk kedalam master cylinder, hal ini akan membuat titik didih minyak rem menjadi rendah, dan mudah timbul gelembung-gelembung udara.
ECA13540

2. Lepas: • Caliper rem

T.

R.

PERHATIAN

Minyak rem dapat merusak permukaan cat, dan komponen yang terbuat dari plastik. untuk itu segera bersihkan jika tersiram minyak rem 5. Buang udara/Bleeding: • Sistim rem lihat bagian “BLEEDING / BUANG UDARA SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18. 6. Periksa: • Ketinggian minyak rem dibawah batas minimum “a” → Isi dengan munyak rem yang disarankan, lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN REM” halaman 3-17.

b a 1

4-22

REM DEPAN
EAS22500

a

MEMERIKSA MASTER CYLINDER REM DEPAN 1. Periksa: • Master cylinder rem “1” rusak/retak/aus → Ganti • Jalur aliran minyak rem “2” (pada bodi master cylinder) Tersumbat → Tiup dengan udara bertekanan

7. Periksa: • Pengoperasian tuas rem terasa ngempos, tidak pakem → Buang udara / bleeding sistim pengereman. lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.
EAS22490

1

2

MELEPAS MASTER CYLINDER REM DEPAN
CATATAN:

Sebelum melepas master cylinder rem depan, kuras minyak rem, dari semua sistim pengereman. 1. Lepaskan: • Switch lampu rem depan “1”
CATATAN:

Tekan pengait, untuk melepas switch rem depan yang terdapat pada master cylinder.

2. Periksa: • Kit master cylinder rusak/retak/aus → Ganti 3. Periksa: • Reservoir master cylinder rem retak/rusak → Ganti • Diaphragma reservoir master cylinder rusak/sobek → Ganti 4. Periksa: • Selang rem retak/bocor → Ganti
EAS22520

MERAKIT MASTER CYLINDER REM DEPAN
EWA13520

PERINGATAN

• Sebelum merakit komponen master cylinder bagian dalam, bersihkan komponen dengan minyak rem yang baru. • Jangan menggunakan cairan pencuci lain selain minyak rem. 2. Buka: • Baut union selang rem • Washer tembaga • Selang rem
CATATAN:
EAS22530

Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4 MEMASANG MASTER CYLINDER REM DEPAN 1. Pasang: • Master cylinder rem “1” • Holder master cylinder rem “2” Baut holder master cylinder rem 7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb)

Agar minyak rem tidak berhamburan, tempatkan penampung dibawah master cylinder dan di ujung selang rem.

T.

R.

4-23

REM DEPAN
CATATAN:

• Pasang holder master cylinder rem, dengan tanda “UP” menghadap ke atas • Tepatkan sambungan holder master cylinder, dengan tanda titik “a” yang ada pada tangkai kemudi • Pertama kencangkan baut atas , lalu bagian bawah

3. Isi: • Reservoir master cylinder (dengan kapasitas dan spesifikasi minyak rem yang disarankan) Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT4
EWA 13540

1

PERINGATAN

UP

a
2. Pasang: • Washer tembaga“1” Baru • Selang rem “2” • Baut union selang rem “3” Baut union selang rem 26 Nm (2,6 m·kg, 19 ft·lb)

2

9Pergunakan hanya minyak rem yang disarankan, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan seal karet, dan kemampuan pengereman yang buruk. 9Penambahan minyak rem harus sama dengan minyak rem yang telah ada dalam sistim rem, percampuran antara dua jenis minyak rem, akan mengakibatkan pengereman yang buruk. 9Pada saat penambahan minyak rem, hati-hati jangan sampai kandungan air masuk kedalam master cylinder, hal ini akan membuat titik didih minyak rem menjadi rendah, dan mudah timbul gelembung-gelembung udara.
ECA13540

EWA13530

PERINGATAN

Tempatkan selang rem sesuai jalurnya, untuk menjamin keselamatan berkendara. lihat bagian "JALUR KABEL” halaman 2-33.
CATATAN:

• Pasang selang rem, pada master cylinder dengan sudut pemasangan, seperti terlihat pada gambar. • Dengan menahan selang rem pada posisi ini, kencangkan baut union selang rem. • Gerakan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri untuk memastikan selang rem tidak menyentuh komponen yang lain (misalnya kabel, roda, kawat, dll) perbaiki jika ada gesekan.

T.

R.

PERHATIAN

Minyak rem dapat merusak permukaan cat, dan komponen part yang terbuat dari plastik, untuk itu, bersihkan segera jika menyentuh.
4. Buang udara/Bleeding: • Sistim rem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM REM HYDRAULIC” halaman 3-18. 5. Periksa: • Ketinggian minyak rem Pada batas minimum “a” → Isi dengan minyak rem yang disarankan lihat bagian “MEMERIKSA MINYAK REM" halaman 3-17.

a

1 Baru 3 2
60–80˚

6. Periksa: • Cara kerja tuas rem Ngempos, tidak pakem → Buang udara /bleding hydraulic rem

4-24

REM DEPAN lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18. 4-25 .

7. R.0 m • kg. 31 ft • Ib) T.REM BELAKANG EAS22550 REM BELAKANG Membongkar sepatu rem 3 4 10 Nm (1. (6) Baru LS Nomor komponen yang dilepas Unit sepatu rem Jumlah Keterangan lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10. kebalikan dari prosedur melepas 4-26 . 1 2 3 4 5 6 Sepatu rem Per sepatu rem Tuas cam rem Indikator keausan sepatu rem Camshaft rem Plat sepatu rem 2 2 1 1 1 1 Untuk pemasangan.3 m • kg. 5 6 2 LS 1 S 2 43 Nm (4. R.2 ft • Ib) S T.

Ganti sepatu rem satu set.lb) a.16 in) 1 a b. Ukur : • Ketebalan kampas sepatu rem “a” diluar spesifikasi → Ganti Ketebalan kampas rem 4.REM BELAKANG EAS22681 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG 1.0 mm (5. Pasang: • Camshaft rem “1” • Indikator keausan sepatu rem “2” • Tuas camshaft rem “3” EWA3C11004 PERINGATAN T.0 mm (5. Ukur: • Diameter dalam tromol rem “a” diluar spesifikasi → ganti roda Diametr dalam tromol rem 130.2 ft.08 in) 4. Masukkan nok “b” indikator keausan rem dengan alur yang terdapat pada as camshaft. 4-27 . Periksa: • Kampas sepatu rem Permukaan licin → perbaiki gosok permukaan kampas rem dengan amplas CATATAN: a Setelah mengamplas permukaan kampas rem. bersihkan permukaan dengan kain lap 2.12 in) Limit 131. 7. Pasang camshaft rem. Retak-retak → Perbaiki gosok permukaan dengan amplas halus 5.0 mm (0. Periksa: • Camshaft rem Ruask/aus → Ganti EAS22690 MERAKIT PLAT SEPATU REM BELAKANG 1.kg.0 m. dengan tanda marking “a” seperti posisi pada gambar MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM R. Periksa: • Permukaan dalam tromol rem ada kandungan oli → bersihkan bersihkan kandungan oli. dengan kain yang dibasahi thinner. CATATAN: Baut tuas camshaft rem 10 Nm (1. Jangan sampai terdapat kandungan oli dan gemuk pada permukaan kampas rem.0 mm (0. jika ketebalan kampas rem sudah mendekati batas keausan 3.16 in) Limit 2.

• Pasang per sepatu rem seperti pada gambar EWA3C11005 Setelah sepatu rem yang baru terpasang. keausan tromol rem dapat diperiksa dengan melihat tanda batas keausan kampas rem “a” yang terdapat pada plat sepatu rem a PERINGATAN Jangan sampai kandungan gemuk menyentuh permukaan kampas sepatu rem. Periksa: • Gerak bebas pedal rem belakang jika gerak bebas pedal rem tidak sesuai. pada tuas rem jika mendekati garis batas keausan. Pastikan posisi sepatu rem tepat pada posisi.REM BELAKANG Baru 1 A S A B c. Periksa: • Posisi indikator batas keausan. lihat “MENYETEL REM TROMOL BELAKANG” pada halaman 3-17. Tepatkan sambungan tuas camshaft “c” dengan alur pada as camshaft. rubah posisi tuas camshaft rem. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11037 MEMERIKSA KEAUSAN TROMOL REM BELAKANG CATATAN: 2. 1. • Jangan sampai per terlepas pada saat pemasangan. Pasang : • Per sepatu rem “1” • Sepatu rem CATATAN: Baru • Lumasi pin pivot rem dengan gemuk coat of silicone. 4-28 . 2. B Baru 1 A-A 3 c B-B d.

tekan tuas camshaft rem secara penuh sesuai arah panah pada gambar.REM BELAKANG 3. dengan menekan pedal rem belakang ke bawah. dan periksa indikator batas keausan kampas rem pada plat sepatu rem Jauh dari tanda keausan → tromol dapat dipakai Mendekati batas → ganti roda 4-29 .

R. 5. 13 15 3 12 11 14 16 7 Nm (0. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kompone yang dilepas Kaca spion Plastik pengikat Ujung tangkai kemudi Saklar tangkai kemudi kanan Kabel gas Handel gas Switch lampu rem depan Holder master cylinder rem depan Spacer Unit master cylinder rem depan Kabel kopling Coupler switch koling Saklar tangkai kemudi kiri Switch kopling Handel gas Tuas kopling 4-30 . 5.7 m • kg.7 m • kg.1 ft • Ib) Jumlah 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Keterangan T.TANGKAI KEMUDI EAS22840 TANGKAI KEMUDI Melepas tangkai kemudi 7 Nm (0. 19 ft • Ib) 7 Nm (0. 3 1 6 LS 4 LS 9 1 8 T. 5. 18 5 10 7 2 17 19 2 LS T.7 m • kg.1 ft • Ib) 26 Nm (2.7 m • kg. 5. R. R. LS R.1 ft • Ib) T. 7 Nm (0.1 ft • Ib) T.6 m • kg. R.

Nomor 17 18 19 Komponen yang dilepas Holder tuas kopling Holder tangkai kemudi atas Tangkai kemudi 4-31 .7 m • kg. 7 Nm (0. R.6 m • kg. 5. 5.7 m • kg. 3 1 6 LS 4 LS 9 1 8 T.TANGKAI KEMUDI Melepas tangkai kemudi 7 Nm (0. R. kebalikan dari prosedur melepas keterangan T.7 m • kg.1 ft • Ib) T. R. LS R. 5. 18 5 10 7 2 17 19 2 LS T.7 m • kg. 19 ft • Ib) 7 Nm (0. 5.1 ft • Ib) T. R. 13 15 3 12 11 14 16 7 Nm (0.1 ft • Ib) Jumlah 1 2 1 Untuk pemasangan.1 ft • Ib) 26 Nm (2.

dengan permukaan atas holder bagian bawah Semprot dengan udara bertekanan. Pasang: • Tangkai kemudi “1” • Holder tangkai kemudi atas “2” Baut holder tangkai kemudi atas 26 Nm (2. setel posisi tangkai kemudi CATATAN: R. untuk menghindari bahaya terbalik. PERHATIAN • Pertama kencangkan baut holder bagian depan. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna untuk menghindari bahaya terbalik 2. dan secara perlahan lepas pegangan kemudi dari tangkai kemudi 2 2 1 a EAS22880 MEMERIKSA TANGKAI KEMUDI 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 MEMASANG TANGKAI KEMUDI 1.TANGKAI KEMUDI EAS22860 EAS22911 MELEPAS TANGKAI KEMUDI 1. Buka: • Pegangan kemudi “1” CATATAN: Tepatkan tanda titik “a” yang terdapat pada tangkai kemudi. Periksa: • Tangkai kemudi Bengkok/retak → Ganti EWA13690 (DEPAN) PERINGATAN Jangan mencoba meluruskan tangkai kemudi yang bengkok. diantara pegangan kemudi dan tangkai kemudi. ECA14250 T. sangat berbahaya. Pasang : • Holder tuas kopling “1” CATATAN: Tepatkan celah holder tangkai kemudi dengan tanda titik “a” yang terdapat pada tangkai kemudi 4-32 . 2.6 m·kg. 19 ft·lb) Tekan pengait yang terdapat pada switch lampu rem depan yang berada pada master cylinder. dan selanjutnya kencangkan baut bagian belakang • Gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri jika menyentuh tangki bensin. 3. Lepaskan: • Switch lampu rem depan “1” CATATAN : Sanggah sepeda motor dengan sempurna. 3.

12 in) antara handel gas dan ujung tangkai kemudi.04–0. • Masukkan ujung kabel gas pada lubang yang terdapat pada saklar tangkai kemudi. EWA3C11006 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERINGATAN Jangan sentuh pegangan tangkai kemudi hingga adhesive mengering CATATAN: • Lumasi ujung kabel gas. Masukkan pegangan tangkai kemudi. dan bagian dalam dari handel gas dengan gemuk coat of the lithium-soap-based . Pasang: • Master cylinder rem • Holder master cylinder rem lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. Pasang: • Kabel kopling CATATAN: Masukkan nok “a” yang ada pada saklar tangkai kemudi pada lubang “b” pada tangkai klemudi Lumasi ujung kabel gas dengan sedikit gemuk coat of lithium-soap. Lumasi dengan tipis coat of rubber adhesive pada ujung tangkai kemudi b. 8. Pasang: • Handel gas “1” • Kabel gas “2” • Saklar tangkai kemudi kanan “3” • Ujung pegangan CATATAN: a 1 b 5.TANGKAI KEMUDI 1 a 4. hingga penuh ke tangkai kemudi c. dan pasangkan handel gas pada tangkai kemudi. 7. Pasang: • Saklar tangkai kemudi kiri “1” CATATAN: LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6. berikan celah 3 mm (0. 4-33 . Bersihkan kelebihan rubber adhesive dengan kain bersih. dan pasangkan handel gas • Masukkan nok “a” yang ada pada saklar tangkai kemudi dengan lubang “b” pada tangkai • Berikan jarak 1–3 mm (0.12 in) "a" diantara pegangan tangkai kemudi dengan ujung pegangan. Pasang: • Pegangan kemudi “1” • Ujung pegangan “2” a.

Setel: • Gerak bebas kabel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS” halaman 3-6.12–0. Setel: • Gerak bebas kabel kopling lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING” halaman 3-11.0 mm (0.20 in) 4-34 . Gerak bebas kabel kopling 10.39–0.59 in) 10.0–15. Gerak bebas handel gas 3.TANGKAI KEMUDI 3 b 1 2 a c 9.0 mm (0.0–5.

untuk melepas kaki garpu depan Roda depan Caliper rem depan lihat bagian “RODA DEPAN” halaman 4-4.3 m • kg. 6. R. 17 ft • Ib) T. kebalikan dari prosedur melepas. 3 5 2 4 1 6 9 Nm (0.5 ft • Ib) Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan ikuti prosedur dibawah.9 m • kg. R. 30 Nm (3. Fender depan Cap karet Baut pinch bracket atas Baut cap Baut pinch bracket bawah Kaki garpu depan 4-35 . T.GARPU DEPAN EAS22950 GARPU DEPAN Melepas kaki garpu depan 21 Nm (2.1 m • kg. R. Kendorkan Kendorkan Kendorkan 1 2 3 4 5 6 T.0 m • kg. R. 1 1 1 1 1 1 untuk pemasangan. lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. 22 ft • Ib) Nomor T. 15 ft • Ib) 23 Nm (2.

R. 17 ft • Ib) Keterangan Ikuti prosedur dibawah ini. 17 ft • Ib) T.3 m • kg. untuk melepas kaki garpu depan. 1 2 Baru 3 4 12 6 Baru 5 7 Baru 14 Baru 10 15 11 13 8 LT 9 Baru 23 Nm (2.3 m • kg. Nomor Komponen yang dilepas Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Baut cap O-ring Spacer Washer Per garpu Seal debu Clip seal oli Baut damper rod Washer tembaga Damper rod Per rebound Inner tube Stopper Oil flow Seal oli 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4-36 . T.GARPU DEPAN Membongkar kaki garpu depan 23 Nm (2. R.

GARPU DEPAN Membongkar kaki garpu depan 23 Nm (2. Nomor 15 Komponen yang dilepas Outer tube Jumlah 1 untuk pemasangan.3 m • kg. 17 ft • Ib) keterangan T. 17 ft • Ib) T. 4-37 . R. kebalikan dari prosedur melepas.3 m • kg. R. 1 2 Baru 3 4 12 6 Baru 5 7 Baru 14 Baru 10 15 11 13 8 LT 9 Baru 23 Nm (2.

untuk menghindari bahaya terbalik. sanggah kaki garpu depan. dan bawah. untuk memompa oli garpu keluar 4-38 . 1. 2 1 3. T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 3 3. hingga roda depan terangkat dari tanah. Lepas: • Seal debu “1” • Clip seal oli “2” (dengan obeng minus) ECA14180 PERHATIAN: Jangan sampai melukai inner tube. Kendorkan: • Baut pinc bracket atas “1” • baut cap “2” • Baut pinch bracket bawah “3” EWA13640 2. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN sanggah sepeda motor dengan sempurna. Lepas • Garpu depan EAS22980 MELEPAS KAKI GARPU DEPAN Untuk melepas kaki garpu depan. Kuras: • Oli garpu depan CATATAN: Masukkan inner tube beberapa kali. socket wrench “2” dan T-handle "3". 2. ikuti prosedur di bawah ini. PERINGATAN Sebelum melepas baut pinch atas. CATATAN: tempatkan penyanggah di bawah motor. 1. Lepas: • Baut damper rod “1” • Washer tembaga CATATAN: Tahan damper rod dengan kunci "L" 12-mm.GARPU DEPAN EAS22960 MEMELPAS KAKI GARPU DEPAN Untuk melepas kaki garpu depan ikuti prosedur di bawah ini. buka baut damper rod.

04 in) PERHATIAN Pada saat memasang damper rod masukkan dengan hati-hati ke dalam inner tube “3” hingga berada dibagian bawah inner tube. • Ketinggian oli yang tidak sama akan berakibat pengendalian yang tidak stabil.5 mm (14. pastikan semua komponen dalam kondisi bersih.8 mm (14. 1. Kencangkan: • Baut damper rod “1” MERAKIT KAKI GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini.. EAS23020 1 3 2 4. 2 1 3 a 2. 2. 1.32 in) Limit 356. 4-39 . pastikan komponen dibawah ini diganti –Seal oli –Seal debu • Sebelum merakit kaki garpu depan. Ukur: • Panjang bebas per “a” diluar spesifikasi → Ganti Panjang bebas per 363. untuk merakit kaki garpu depan. • Stopper oli flow rusak → Ganti ECA3C11026 Pelumas yang disarankan Oli fork 10W atau yang sejajar 3. untuk memeriksa kaki garpu depan. Periksa: • Damper rod Rusak/Aus → Ganti tersumbat → Tiup keluar dengan udara bertekanan pada lubang-lubang. Lumasi: • Permukaan luar Inner tube 3. EWA13660 PERINGATAN • Pastikan ketinggian oli garpu sama tinggi antara kanan dan kiri. Pasang : • Washer tembaga Baru • Baut damper rod 5. Jangan sampai merusak inner tube.GARPU DEPAN EAS23010 MEMERIKSA KAKI GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini. Pasang: • Damper rod “1” • Per rebound “2” ECA3C11010 PERINGATAN Jangan meluruskan inner tube yang bengkok hal ini sangat berbahaya. Pasang : • Inner tube “1” (ke dalam outer tube “2”) • Stopper oli flow “3” PERHATIAN: Pada saat membongkar dan memasang garpu depan jangan sampai ada material lain masuk ke dalam garpu depan. Periksa: • Inner tube • Outer tube Bengkok/baret/luka → Ganti EWA13650 CATATAN : • Pada saat merakit garpu depan.

GARPU DEPAN Baut Damper rod 23 Nm (2. bungkus bagian atas garpu depan dengan plastik. CATATAN: • Sebelum memasang seal oli. T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 6. R. 17 ft·lb) LOCTITE® CATATAN: Tahan damper rod dengan kunsi "L" 12-mm /socket wrench “2” dan T-handle "3". Pasang : • Clip seal oli “1” CATATAN: Baru Masukkan clip seal oli kedalam alur yang terdapat pada outer tube. Baru 7. Pasang: • Seal debu “1” Baru (dengan fork seal driver “2”) Fork seal driver 90890-01442 Adjustable fork seal driver (36–46 mm) YM-01442 4-40 . kencangkan baut damper rod. • Sebelum memasang seal oli.3 m·kg. Fork seal driver weight 90890-01367 Replacement hammer YM-A9409-7 Fork seal driver attachment (ø33) 90890-01368 Replacement 33 mm YM-A9409-4 T. • Lumasi bagian luar dari inner tube dengan oli fork. untuk melindungi seal dari goresan. berada di atas. Baru 8. lumasi seal dengan gemuk lithium soap base. Pasang: • Seal oli “1” Baru (dengan fork seal driver “2” dan adapter “3”) ECA14220 PERHATIAN: Pastikan nomor yang terdapat pada seal.

1. untuk memasang garpu depan. 17 ft·lb) • Baut pinch bracket atas “3” Baut pich bracket atas 21 Nm (2. 4-41 . T. lumasi O-ring dengan gemuk.0 mm (4. tegakkan inner tube. T. 2. 22 ft·lb) • Pada saat mengisi oli fork. dengan posisi jarak ulir per yang pendek "a". • Setelah terisi. 15 ft·lb) EWA13680 11. Pasang: • Garpu depan Kencangkan sementara baut pinch atas dan baut pinch bracket. dengan outer tube tertekan penuh. R.Pasang: • Per/Spring “1” • Washer “2” • Spacer • Baut cap (terdapat O-ring) Baru PERINGATAN Pastikan jalur selang rem . Baru 9. Kencangkan: • Baut pinch bracket bawah “1” Baut pinch bracket bawah 30 Nm (3. Isi: • Garpu depan (dengan kapasitas dan tipe oli fork yang disarankan) Kapasitas 231.oz) Oli fork yang disarankan Oli fork 10W atau yang sejajar 10.1 m·kg. CATATAN: Pastikan bagian atas ujung inner tube berada pada rata dengan bagian atas bracket atas.3 m·kg. R. R. • Baut cap “2” Baut cap 23 Nm (2.0 m·kg. • Kencangkan baut cap untuk sementara. gerakan inner tube ke atas dan kebawah untuk mendistribusikan oli.GARPU DEPAN CATATAN: • Pasang per. pada posisi yang benar. dan tanpa per terpasang) diluar spesifikasi → setel Ketinggian oli fork 109. T.15 Imp.0 cm³ (7.81 US oz) (8. berada di bagian atas • Sebelum memasang baut cap .Ukur: • ketinggian oli fork “a” (dari bagian atas inner tube.29 in) CATATAN: a 1 2 EAS23050 MEMASANG GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini.

GARPU DEPAN 1 2 3 4-42 .

13 1 2 5 5 6 (3) 4 17 15 3 10 T. R.1 ft • Ib) R. lihat bagian “GARPU DEPAN” halaman 4-35. R. T.1 ft • Ib) 7 Nm (0. Nomor Komponen yang dilepas Roda depan Garpu depan Tangkai kemudi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Unit lensa lampu depan Coupler kabel lampu depan Coupler kabel lampu posisi Coupler kable unit meter /connector Coupler kabel saklar tangkai kemudi kiri/connector Connector sinyal kiri depan Connector sinyak kanan depan Coupler kunci kontak Coupler switch rem depan Coupler kabel saklar tangkai kemudi kanan Rumah lampu depan Unit sein depan kiri Unit sein depan kanan 4-43 . 5. R. lihat bagian " TANGKAI KEMUDI” hal 4-30. 12 ft • Ib) Jumlah Keterangan lihat bagian to “RODA DEPAN” halaman 4-4.7 m • kg. 5. 12 ft • Ib) T. T.KEMUDI EAS23090 KEMUDI Lepaskan lampu depan dan unit meter 14 7 Nm (0.7 m • kg. 4 9 8 7 16 7 Nm (0.7 m • kg. 5. 1 1 1 2/2 2/2 2 2 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan R.1 ft • Ib) 17 Nm (1.7 m • kg. 17 Nm (1. 12 11 T.7 m • kg.

KEMUDI Melepas lampu depan dan unit meter 14 7 Nm (0. 13 1 2 5 5 6 (3) 4 17 15 3 10 T. 4 9 8 7 16 7 Nm (0.1 ft • Ib) 7 Nm (0. R. 12 11 T. 5.7 m • kg. Lepaskan Keterangan R. 5. R.7 m • kg. 17 Nm (1. R. T.1 ft • Ib) 17 Nm (1. T.1 ft • Ib) R. 12 ft • Ib) Jumlah 1 2 1 1 Untuk pemasangan.7 m • kg. 5. kebalikan dari prosedur melepas. 12 ft • Ib) T.7 m • kg.7 m • kg. Nomor 14 15 16 17 Komponen yang dilepas Unit meter Connector klakson Klakson/Horn Bracket unit meter 4-44 .

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kunci kontak Baut stem kemudi Bracket atas Washer pengunci Mur ring atas Washer karet Mur ring bawah Bracket bawah Penutup bearing Bearing inner race atas Bearing atas Bearing outer race atas Bearing bawah/Outer race Bearing inner race bawah Seal debu 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan.3 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. R.KEMUDI Melepas bracket bawah 35 Nm (3.1 ft • Ib) T. 1st 48 Nm (4. 9. Nomor Komponen yang dilepas Unit meter/Bracket unit meter Jumlah Keterangan lihat bagian “KEMUDI” halaman 4-43. R.4 ft • lb) T. 35 ft • lb) 2nd 13 Nm (1. 5.8 m • kg. 25 ft • Ib) 2 T. 4-45 .7 m • kg. R.5 m • kg. 1 3 13 LS 4 14 Baru 15 9 10 11 12 5 6 7 LS 8 7 Nm (0.

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS23130 MEMERIKSA KEMUDI 1. Lepas: • Mur ring atas • Washer karet • Mur ring bawah “1” • Bracket bawah CATATAN: PERHATIAN Jika bearing race tidak terpasang dengan sempurna dapat merusak pipa kemudi/steering CATATAN : • Selalu ganti bearings dan bearing race satu set. Pasang seal debu dan bearing race baru. ECA14270 PERINGATAN sanggah sepeda motor dengan sempurna. Ganti • Bearing • Bearing race a. Periksa: • Bearing • Bearing race Rusak → Ganti 3. Periksa: • Bracket atas • Bracket bawah (terdapat pada steering stem) rusak/retak/bengkok → Ganti EAS23140 MEMASANG KEMUDI 1. 2. c. Lepas bearing race dari bracket bawah. Tegakan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 b. untuk menghindari bahaya terbalik. Lumasi: • Bearing atas • Bearing bawah • Bearing race Pelumas yang disarankan GemukLithium-soap-based 2. Cuci: • Bearing • Bearing race Pembersih yang disarankan Minyak tanah/Kerosene 2. dengan pahat “2” dan hammer. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4. Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 EWA13730 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. Lepas bearing races dari pipa kemudi/ steering head dengan besi panjang “1” dan hammer. • Jika membongkar pipa kemudi/steering head ganti selalu seal debu Buka mur ring bawah. Pasang : • Mur ring bawah • Washer karet 4-46 . dengan steering nut wrench “2”.KEMUDI EAS23110 MELEPAS BRACKET BAWAH 1. untuk menghindari bahaya terbalik.

CATATAN: Kencangkan sementara baut pinch bracket atas. R. Pasang: • Bracket atas • Baut steering stem CATATAN: Kencangkan sementara baut steering stem. 4-47 . Pasang: • Garpu depan lihat bagian “GARPU DEPAN” halaman 4-35. 3. 4. Kencangkan: • Baut steering stem Baut steering stem 35 Nm (13.KEMUDI • Mur ring atas • Washer pengunci lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI” halaman 3-20. 25 ft·lb) T. 5. dan bawah.5 m·kg.

UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG EAS23160 UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG Melepas unit shock absorber belakang 44 Nm (4. 44 Nm (4. 6 7 LS LS 3 1 LS 4 6 8 1 Baru 9 44 Nm (4. kebalikan dari prosedur melepas.4 m • kg. Baru 9 LS 8 10 9 Baru 2 1 LS LS 4 Keterangan Komponen yang dilepas Mur/Baut connecting arm Connecting arm Mur/baut unit shock absorber bawah Mur/Baut relay arm Relay arm Mur/baut unit shock absorber Unit shock absorber belakang Spacer Seal oli Bearing Jumlah 2/2 2 1/1 1/1 1 1/1 1 3 6 3 Untuk pemasangan.4 m • kg.4 m • kg. R. R. 4-48 . R. 32 ft • Ib) T. 32 ft • Ib) LS 2 9 Baru 9 Baru 8 10 3 LS 5 Baru 9 10 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 T. 32 ft • Ib) LS T.

• Per/Spring Lemah/patah → Ganti unit shock absorber • Bushing rusak/aus → Ganti unit shock absorber. untuk menghindari bahaya terbalik CATATAN: tempatkan penyanggah di bawah sepeda motor. Pasang: • Bearing “1” (ke relay arm) • Seal oli “2” (ke relay arm) celah pemasangan “a” 0. EAS23240 2 3 a 2 MEMERIKSA UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. Periksa: • Connecting arms • Relay arm rusak/aus → Ganti 2.02 in) Sanggah sepeda motor dengan sempurna. Periksa: • Bearing • Seal oli rusak/aus/bocor → Ganti 3. MEMASANG RELAY ARM 1.5 mm (0. A. Periksa: • Rod shock absorber belakang bengkok/retak → Ganti unit shock absorber • Shock absorber belakang ada kebocoran oli → ganti unit shock absorber. Lumasi : • Spacer • Bearing Pelumas yang disarankan gemuk Lithium-soap-base 4-49 . B. Tegakkan sepada motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN 2. Unit shock absorber belakang Relay arm Connecting arm Sisi kiri Sisi kanan EAS23310 MEMASANG UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. Periksa: • Spacers rusak/baret → Ganti EAS23270 3. Pasang : • Unit shock absorber belakang • Relay arm “1” CATATAN : Pasang relay arm dengan lubang baut yang kecil pada frame seperti pada gambar illustrasi.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG EAS23230 MELEPAS UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. • Baut bengkok/aus/retak → Ganti 5 5 4 A B 1 2 a 2 a EAS23260 MEMRIKSA CONNECTING ARM DAN RELAY ARM 1. 4. hingga roda belakang terangkat. 5.

R. Connecting arm Unit shock absorber belakang Lengan ayun/swingarm Rangka/Frame 2. Kencangkan: • Mur connecting arm Mur connecting arm 44 Nm (4. 5. Pasang : • Connecting arms CATATAN: Pasang connecting arm dengan sisi yang di champer menghadap ke luar. T. 32 ft·lb) • Mur bawah unit shock absorber belakang Mur bawah unit shock absorber belakang 44 Nm (4.4 m·kg. T.4 m·kg.4 m·kg. R. 3.4 m·kg. 4. R. Kencanmgkan : • Mur atas unit shock absorber belakang Mur atas unit shock absorber belakang 44 Nm (4. 4-50 . 32 ft·lb) • Mur relay arm Mur relay arm 44 Nm (4. 4. T. 32 ft·lb) T. R.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1 3 2 4 5 2. 32 ft·lb) 3.

0 m • kg.LENGAN AYUN/SWINGARM EAS23330 LENGAN AYUN/SWINGARM Melepas lengan ayun/ swingarm 10 Nm (1. 7.2 ft • Ib) T. lihat bagian "RODA BELAKANG" hal 4-10. lihat bagian “UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG” halaman 4-48. Komponen yang dilepas Knalpot/Muffler Roda belakang Relay arm/Unit shock absorber belakang Jumlah Keterangan lihat bagian “MELEPAS MESIN” hal 5-1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Penutup rantai Batang torsi rem Mur as pivot As pivot Lengan ayun/Swingarm Penutup debu Guide rantai penggerak Spacer Seal oli Bearing Spacer 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 2 4-51 . R. R. Baru LS 6 12 LS 9 Baru 8 5 LS LS 11 11 10 12 6 LS 9 Baru 3 7 2 4 LS 19 Nm (1. 50 ft • lb) 1 Nomor T.0 m • kg. 70 Nm (7. R. 13 ft • Ib) T.9 m • kg.

LENGAN AYUN/SWINGARM
Melepas lengan ayun/ swingarm

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)

T.

R.

70 Nm (7,0 m • kg, 50 ft • lb)

1

Nomor 12

T.

R.

Baru
LS

6 12
LS

9 baru 8 5
LS

LS

11 11

10 12 6
LS

9 Baru 3

7

2 4
LS

19 Nm (1,9 m • kg, 13 ft • Ib)

T.

R.

Komponen yang dilepas Bearing

Jumlah 2

Keterangan

Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-52

LENGAN AYUN/SWINGARM
EAS23350 EWA13770

MELEPAS LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar
EWA13120

PERINGATAN

Jangan meluruskan as pivot yang bengkok.

PERINGATAN

Sanggah sepeda motor dengan sempurna, untuk menghindari bahaya terbalik.
CATATAN:

Pasangkan penyangga di bawah sepeda motor, hingga sepeda motor terangkat dari tanah. 2. Ukur: • Kelonggaran samping lengan ayun/swingarm • Kelonggaran ke atas lengan ayun a. Periksa torsi pengencangan mur as pivot Mur as pivot 70 Nm (7,0 m·kg, 50 ft·lb)
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

3. Bersihkan • As pivot • Penutup debu • Spacer • Bearing Cairan pembersih yang disarankan Minyak tanah/Kerosene 4. Periksa : • Penutup debu • Spacer • Seal oli Rusak/Aus → Ganti • Bearing Aus/macet/longgar → Ganti
EAS23380

b. Periksa kelonggaran samping “A” dengan menggerakkan lengan ayun ke samping c. Jika kelonggaran gerak samping tidak sesuai spesifikasi, ganti spacer, bearing, dan penutup debu. Gerak samping lengan ayun/swingarm (pada bagian ujung lengan ayun) 0,8–2,4 mm (0,0315–0,0945 in)

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS23360

MEMERIKSA LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Periksa : • Lengan ayun/swingarm bengkok/retak → ganti 2. Periksa: • As pivot Gelindingkan pada meja datar Bengkok → ganti

T.

R.

A

MEMASANG LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Lumasi: • Bearing • Spacer • Penutup debu • As pivot Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 2. Pasang: • Bearing “1” Kedalaman pemasangan “a” 0,5–1,5 mm (0,02–0,06 in)

4-53

LENGAN AYUN/SWINGARM

a
A

1

2

1

a
B

2. Lengan ayun/swingarm A. Sisi kiri B. Sisi kanan

3. Pasang: • Batang torsi rem Mur batang torsi rem 19 Nm (1,9 m·kg, 13 ft·lb)

CATATAN:

Pasang barang torsi rem, dengan lubang pembuangan air “a” menghadap keluar.

4. Pasang : • Unit shock absorber belakang • Relay arm • Roda belakang lihat bagian “UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG” halaman 4-48 dan “RODA BELAKANG " halaman 4-10. 5. Setel: • Kekencangan rantai lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19. Kekencangan rantai 20–40 mm (0,79–1,57 in)

T.

R.

a

4-54

RANTAI PENGGERAK
EAS23400

RANTAI PENGGERAK
Melepas rantai penggerak

3 2 1

4
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
T.

R.

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
keterangan lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10. lihat bagian “LENGAN AYUN” halaman 4-51.

T.

R.

Nomor

Komponen yang dilepas Roda belakang lengan ayun/swingarm

Jumlah

1 2 3 4

Penutup sprocket rantai Retainer sprocket rantai Sprocket mesin Rantai penggerak

1 1 1 1 Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-55

RANTAI PENGGERAK
EAS23451

MEMERIKSA RANTAI PENGGERAK 1. Ukur: • Panjang 15-link mata rantai “a” pada rantai diluiar spesifikasi → Ganti rantai penggerak. Panjang15-link mata rantai 193,5 mm (7,62 in) a. ukur panjang “a” diantara bagian dalam dari pin dan panjang “b” diantara bagian luar dari pin 15-link mata rantai, dari rantai penggerak seperti pada gambar ilustrasi
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

3. Bersihkan : • Rantai penggerak a. Bersihkan rantai dengan kain bersih b. Rendam rantai pada minyak tanah, untuk membersihkan kotoran yang menempel. c. Bersihkan minyak tanah dan kotoran yang menempel.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

b. Hitung panjang rantai “c” dari 15-link mata rantai dengan rumus : Panjang rantai 15-link mata rantai “c” = (panjang “a” panjang sisi dalam pin + panjang “b” panjang sisi luar pin) dibagi 2.
CATATAN:

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

• pada saat mengukur 15-link mata rantai, pastikan Rantai dalam kondisi tertarik/lurus. • lakukan 2–3 kali pengukuran, dengan posisi tempat yang berbeda.

4. Periksa: • Roller rantai “1” Rusak/aus → ganti rantai penggerak • Plat samping rantai “2” rusak/aus/retak → Ganti rantai

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Rantai penggerak kaku/mengunci → bersihkan, lumasi atau ganti

5. Lumasi: • Rantai penggerak Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai untuk tipe tanpa-O-ring

4-56

RANTAI PENGGERAK
6. Periksa: • Sprocket roda lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10.
EAS23500

MEMASANG RANTAI PENGGERAK 1. Lumasi: • rantai penggerak Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai tipe tanpa-O-ring 2. Pasang: • Rantai penggerak • Sprocket rantai • Retainer sprocket rantai Baut retainer sprocket rantai 10 Nm (1,0 m·kg, 7,2 ft·lb)

3. Pasang: • Lengan ayun/swingarm lihat bagian “LENGAN AYUN” halaman 4-51. • Roda belakang lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10. 4. Setel: • kekencangan rantai penggerak lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19. Kekencangan rantai penggerak 20–40 mm (0,79–1,57 in)
ECA13550

PERHATIAN:

Jika kekencangan rantai terlalu kencang, akan membebani mesin dan komponen lainnya. dan yang lebih berbahaya lagi, jika rantai terputus, akan merusak lengan ayun/swing arm dan dapat menimbulkan kecelakaan. untuk itu, setel kekencangan rantai sesuai spesifikasi.

T.

R.

4-57

..................................................................................... 5-26 GENERATOR DAN STARTER CLUTCH................... 5-5 CYLINDER HEAD........................................ 5-10 INSTALLING THE CYLINDER HEAD ........................................... 5-23 MELEPAS PISTON ................................................................................. 5-24 .......... 5-19 MEMERIKSA PER KLEP....................... 5-31 STARTER ELECTRIC ......................MESIN MELEPAS MESIN .................................................................................... 5-30 MEMERIKSA STARTER CLUTCH .................................................... MEMERIKSA CYLINDER DAN PISTON .............................................. 5-20 MEMASANG KLEP .............................................................................................. 5-6 MELEPAS CYLINDER HEAD.................................... 5-16 MELEPAS KLEP............................................................................................................................................................................... 5-17 MEMERIKSA DUDUKAN KLEP.................................................................... MELEPAS STARTER CLUTCH ....................................................................................................... 5-33 MEMBONGKAR MOTOR STARTER ........................ 5-15 KLEP DAN PER KLEP........................................................................................................................................................................................................................... 5-21 CYLINDER DAN PISTON......... 5-9 MEMERIKSA SISTIM DECOMPRESSION ............................................................................................................. 5-35 MERAKIT MOTOR STARTER .................................................................................................... 5-14 MEMERIKSA CAMSHAFT.......................................................................................................... 5-1 MEMASANG MESIN...... 5-25 MEMERIKSA PIN PISTON ........................................ 5-26 MEMASANG PISTON DAN CYLINDER ............................... 5-14 MEMASANG CAMSHAFT DAN ROCKER ARMS ... 5-10 CAMSHAFT ....................... 5-35 MEMERIKSA MOTOR STARTER ..... 5-31 MEMASANG GENERATOR.................................................................... 5-8 MEMERIKSA CYLINDER HEAD ........................................................................ 5-8 MEMERIKSA SPROCKET CAMSHAFT DAN GUIDE RANTAI TIMING ................................................................................... 5-36 5 ......... 5-24 ............................................................................... 5-17 MEMERIKSA KLEP DAN GUIDE KLEP ................................................... 5-5 MEMASANG PEDAL PEMINDAH GIGI/ SHIFT ARM ................................................................................... 5-30 MEMASANG STARTER CLUTCH .. 5-9 MEMERIKSA TENSIONER RANTAI TIMING ......... 5-28 MELEPAS GENERATOR ........................... 5-13 MELELPAS ROCKER ARMS DAN CAMSHAFT....................................................................... MEMERIKSA RING PISTON ..................................................... 5-14 MEMERIKSA ROCKER ARMS DAN AS ROCKER ARM .........................................................5-30 .......................................

........ 5-52 AS PEMINDAH GIGI/SHIFT SHAFT................................................................. 5-37 MELEPAS KOPLING ...5-59 MEMISAHKAN CRANKCASE................5-48 MEMASANG STARTER KAKI ............ 5-49 MEMERIKSA POMPA OLI ....... 5-43 MEMASANG KOPLING.. 5-57 CRANKCASE .............5-48 MERAKIT STARTER KAKI................................................5-51 MEMASANG POMPA OLI ..5-63 .....................................................................5-55 MELEPAS GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER ....................................................................... 5-41 MEMERIKSA KAMPAS KOPLING.....................5-51 MERAKIT POMPA OLI............................................ 5-42 MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVE ................................................................................................................................................................................................................. 5-42 MEMERIKSA PLAT TEKAN ...........................................................................................................5-42 MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVEN ..........................5-62 MEMERIKSA SARINGAN OLI ......................................................................................................................................5-62 MEMERIKSA CRANKCASE ...........................5-57 MERAKIT GEAR BALANCER DRIVEN .....................................................................................................5-54 MEMERIKSA TUAS STOPPER ......... 5-62 MEMASANG RETAINER BEARING ...........5-41 MEMERIKSA PLAT KOPLING...............................5-42 MEMERIKSA RUMAH KOPLING.......................................................................................KOPLING ............ 5-42 MEMERIKSA CLUTCH BOSS................................................................................................................................... 5-48 POMPA OLI...................... 5-54 MEMASANG AS PEMINDAH GIGI ................................................................. 5-62 MEMERIKSA RANTAI TIMING DAN GUIDE RANTAI TIMING ............................................................5-57 MEMERIKSA GEAR BALANCER DAN GEAR PRIMARY DRIVE ..............................................................................5-54 GEAR BALANCER .....5-62 MEMERIKSA BEARINGS DAN SEAL OLI .........................................................................................................5-41 MEMERIKSA PER KOPLING.......................... 5-57 MEMASANG GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER ................................................................................................................................................................................5-46 MEMERIKSA STARTER KAKI .......................................................................................................................5-53 MEMERIKSA AS PERMINDAH GIGI .....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................5-63 MERAKIT CRANKCASE................ 5-42 MEMERIKSA TUAS PENEKAN KOPLING DAN BATANG PENDEK PENEKAN KOPLING.........................................5-43 STARTER KAKI ..............................................................................................................................

.....................5-70 MEMERIKSA TRANSMISI ...................................................5-71 ........................................................5-67 MEMERIKSA SHIFT FORKS.........................................................................................POROS ENGKOL/CRANKSHAFT ............................................................... 5-64 MELEPAS CRANKSHAFT ..............5-70 MEMERIKSA UNIT SHIFT DRUM ..................................................................5-71 MERAKIT SHIFT FORKS DAN UNIT SHIFT DRUM .............................5-65 TRANSMISI ..................................................5-70 MEMERIKSA BATANG PENEKAN KOPLING ............................................ 5-71 MERAKIT MAIN AXLE DAN DRIVE AXLE ....5-65 MEMERIKSA CRANKSHAFT ...................................................................................... 5-65 MEMASANG CRANKSHAFT ..........................................................................................................

R. R. kebalikan dari prosedur melepas. 11 ft • Ib) Keterangan T. 5-1 .5 m • kg. 2 Baru LT LT 4 Baru 1 LT 3 8 Nm (0. R.8 m • kg. Komponen yang dilepas Protector pipa knalpot Protector knalpot Knalpot Gasket pipa knalpot Jumlah 1 1 1 1 Untuk pemasangan.MELEPAS MESIN EAS23710 MELEPAS MESIN Melepas knalpot 20 Nm (2.0 m • kg. 5.8 ft • Ib) 15 Nm (1. Nomor 1 2 3 4 T. 14 ft • Ib) T.

2 ft • Ib) 10 Nm (1. Kabel Negative battery /kabel Positive battery Oli mesin Air pendingin/Coolant Jok/Panel samping/Panel depan/Saringan udara Tangki bensin Throttle body/ manifold pemasukan Selang pernafasan pompa air/selang keluar radiator/ selang pemasukan radiator/Radiator Air cut-off valve/Reed valve/Plate Penutup rantai sprocket / sprocket 1 Tutup busi/Spark plug cap 1 lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 3-25. 4 R. T. lihat bagian “THROTTLE BODY” hal 7-4. 7. lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. lihat bagian “RANTAI” halaman 4-55.MELEPAS MESIN Melepas kabel dan coupler 5 2 3 1 3 7 6 8 9 Nm (0. Lepaskan 5-2 . T. 7. lepaskan kabel negative battery dan selanjutnya kabel positive battery .9 m • kg.0 m • kg. lihat bagian "TANGKI BENSIN" halaman 7-1. 6. Kuras air pendingin. R. lihat bagian “MENGGANTI COOLANT” halaman 3-14 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1.5 ft • Ib) 10 Nm (1. lihat bagian “RADIATOR” halaman 6-1. R. Kuras lihat bagian “MENGGANTI OLIMESIN” halaman 3-10.2 ft • Ib) Keterangan ECA3C11020 T.0 m • kg. Nomor Komponen yang dilepas Jumlah PERHATIAN: Pertama.

0 m • kg. 7.MELEPAS MESIN Melepas kabel dan coupler 5 2 3 1 3 7 6 8 9 Nm (0.2 ft • Ib) Keterangan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan. 7.2 ft • Ib) 10 Nm (1. T. T. 6. T. R.0 m • kg.9 m • kg.5 ft • Ib) 10 Nm (1. kebalikan dari prosedurmelepas. Nomor 2 3 4 5 6 7 8 Komponen yang dilepas Coupler coolant temperature sensor Coupler stator coil / Coupler Crankshaft position sensor Connector switch netral Kable starter motor Kabel kopling Kabel negative battery Pemindah gigi Jumlah 1 1/1 1 1 1 1 1 5-3 . 4 R. R.

35 ft • Ib) T. 35 ft • Ib) T. R. 1 2 E 3 E 1 4 2 49 Nm (4. 5-4 .9 m • kg. E Nomor R.9 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan NOTE: Tempatkan penyanggah dibawah mesin 1 2 3 4 Mur/Baut pengikat mesin (sisi depan) Mur/Baut pengikat mesin (sisi belakang bawah) Mur/Baut pengikat mesin (sisi belakang atas) Mesin 1/1 1/1 1/1 1 Untuk pemasangan.MELEPAS MESIN Melepas mesin 3 49 Nm (4.

9 m·kg. Posisi pedal “a” (pengait) 6.24–1. R. T. Pasang: • Pedal pemindah gigi “1” CATATAN: Pastikan jarak “a” diantara senter as pemindah gigi “2” dan tuas senter pedal pemindah gigi "3" sesuai spesifikasi. R. 5-5 . R.18 in) Baut tuas pedal pemindah gigi 10 Nm (1.0 mm (0. Pasang: • Mesin “1” • Baut dudukan mesin (sisi belakang atas) “2” • Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) “3” • Baut dudukan mesin (sisi belakang bawah) “4” • Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) “5” • Baut dudukan mesin (sisi depan) “6” • Mur dudukan mesin (siosi depan) “7” CATATAN: MEMASANG PEDAL PEMINDAH GIGI. 1 2 3 7 a 4 3 6 5 1 2.0 m·kg. Kencangkan: • Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) 49 Nm (4.2 ft·lb) Jangan mengeraskan Mur dan Baut terlebih dahulu T.MELEPAS MESIN EAS23720 EAS3C11030 MEMASANG MESIN 1. 35 ft·lb) T. 2 R.0–30.9 m·kg. T. 35 ft·lb) • Mur dudukan mesin (sisi depan) Mur dudukan mesin (sisi depan) 49 Nm (4. 35 ft·lb) • Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) 49 Nm (4. 1.9 m·kg. 7.

2 ft • Ib) LS 7 Nm (0.7 m • kg.1 ft • Ib) T. 1 13 Nm (1. Lepaskan lihat “KOPLING” halaman 5-37. lihat bagian “MELEPAS MESIN” halaman 5-1. lihat bagian “TANGKI BENSIN” hal 7-1. T.0 m • kg.0 m • kg.0 m • kg. R. lihat bagian “THERMOSTAT” halaman 6-4. 7. lihat bagian “THROTTLE BODY” halaman 7-4. ∗ R. Komponen yang dilepas Jok/Panel depan kanan dan kiri/Panel samping kanan dan kiri/Rumah saringan udara Tangki bensin Throttle body/manifold pemasukan Air cut-off valve/Reed valve/Plate Thermostat/Coolant temperature sensor Pompa air Radiator Knalpot Kabel kopling Keterangan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 16 15 Jumlah 30 Nm (3.CYLINDER HEAD EAS24100 CYLINDER HEAD Melepas cylinder head 22 Nm (2. 35 ft • Ib) Baru 10 R. 9 49 Nm (4.9 m • kg. Baru 2 T. (4) T. 8 Baru 7 (4) 6 Baru LS E 5 E 5 13 (4) E M Baru Baru Baru 14 E 12 11 15 4 10 Nm (1. R. 22 ft • Ib) Baru 3 Nomor T. R. lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. 7.2 ft • Ib) T. lihat bagian “POMPA AIR” halaman 6-6. 10 Nm (1. R. 16 ft • Ib) T. R.0 m • kg. 5. 1 2 3 4 5 Cap Busi/Spark plug cap Busi/Spark plug Baut cap crankshaft Baut cap timing pengapian Mur/Baut dudukan mesin (sisi depan) 1 1 1 1 1/1 Lepaskan 5-6 . R.2 ft • Ib) T.2 m • kg. 9.4 ft • Ib) 10 Nm (1.3 m • kg. lihatbagian “RADIATOR” halaman 6-1. 7.

7.0 m • kg. 16 ft • Ib) T.9 m • kg. 9. 35 ft • Ib) Baru 10 R. 16 15 30 Nm (3.2 ft • Ib) T. 1215 (Three Bond No.4 ft • Ib) 10 Nm (1. R. Baru 2 T. R. 22 ft • Ib) Baru 3 Nomor 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 * Yamaha bond No.2 ft • Ib) LS 7 Nm (0.0 m • kg. ∗ R. R. 8 Baru 7 (4) 6 Baru LS E 5 E 5 13 (4) E M Baru Baru Baru 14 E 12 11 15 4 10 Nm (1. Komponen yang dilepas Penutup cylinder head Gasket penutup cylinder head Pin dowel Tensioner rantai timing Gasket tensioner rantai timing Sprocket camshaft Cam decompression Cylinder head Gasket cylinder head Pin dowel Guide rantai timing (sisi buang) Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 Keterangan Untuk pemasangan. 7. 1 13 Nm (1.1 ft • Ib) T.3 m • kg. 7. kebalikan dari prosedur melepas. 1215®) T. R. T. R. R.2 ft • Ib) T.CYLINDER HEAD Melepas cylinder head 22 Nm (2. 5. 10 Nm (1.7 m • kg. (4) T. 9 49 Nm (4.0 m • kg. 5-7 .0 m • kg.2 m • kg.

1 b 4. Tepatkan: • Tanda marking“I” “a” pada rotor generator (dengan tanda penepatan “b” pada penutup rotor generator) a. MEMERIKSA CYLINDER HEAD 1. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM CATATAN: Untuk menghindari agar rantai timing tidak terjatuh kedalam crankcase.CYLINDER HEAD EAS24130 MELEPAS CYLINDER HEAD 1. saat langkah kompresi. Lepas: • Sprocket camshaft 5-8 . "2". terlebih dahulu. dengan tanda “d” yang ada pada cylinder head. untuk pembersihan. dan kendorkan baut sprocket camshaft. d c 6 4 2 3 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24160 5 1 2. Pada saat Piston berada di TMA. tepatkan tanda “I” “c” pada sprocket cam shaft. Bersihkan: • Endapan karbon pada ruang bakar (dengan skrap bulat) CATATAN: 1 2 Jangan menggunakan benda tajam. ikat dengan kawat “1”. Kendorkan: • Baut sprocket camshaft “1” CATATAN: Tahan mur rotor generator dengan kunci Sok. akan mengakibatkan kerusakan pada: • Lubang ulir busi • Dudukan klep 3. Putar crankshaft ke arah kiri b. sebelum melepas semua baut. Lepaskan: • Cylinder head CATATAN: a • Kendorkan Baut dengan urutan dan pola seperti pada gambar • Kendorkan semua baut dengan 1/2 putaran.

CATATAN: Sambil menekan batang penekan tensioner kedalam. Periksa: • Sprocket camshaft Keausan lebih dari 1/4 gigi gear “a” → ganti sprocket camshaft. Untuk menghasilkan hasil yang sempurna. dan gosokkan cylinder head.0012 in) a. Pastikan batang penekan pada tensioner keluar secara perlahan dari rumah tensioner. batang penekan ke rumah tensioner dengan jari. putar baut penyetel otomatis dengan obeng kecil ke arah kanan. d. 5-9 . Periksa: • Guide rantai timing (sisi buang) rusak/aus → ganti EAS24200 MEMERIKSA TENSIONER RANTAI TIMING 1. Lepaskan obeng. dan lepaskan tekanan pada batang penekan tensioner. Periksa: • Cylinder head Rusak/retak → Ganti • Ruangan air pendingin cylinder head. c. 1. Jika ketidak rataannya melebihi batas yang diijinkan ikuti petunjuk di bawah ini. Periksa: • Tensioner rantai timing retak/tekanan balik tidak lancar → Ganti a.CYLINDER HEAD 2. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM a. b. 1 b. rantai timing.03 mm (0. Jika pergerakan batang penekan tidak lancar. pada meja datar. dengan pola gerakan angka delapan pada meja datar. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11031 MEMERIKSA SPROCKET CAMSHAFT DAN GUIDE RANTAI TIMING 1. Ukur: • Kerataan cylinder head diluar spesifikasi → gosok dan haluskan permukaan cylinder head. putar posisi cylinder beberapa kali. Tempatkan amplas halus. endapan kotoran/karat → bersihkan 3. ganti tensioner rantai timing. dan crankshaft satu set. Tekan secara perlahan. Tempatkan penggaris “1” dan thickness gauge “2” menyilang pada cylinder head. Periksa kerataan cylinder head c. 2. Batas kebengkokan 0. 1/4 gigi gear Kondisi normal Roller rantai timing Sprocket camshaft 2. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM b.

d. c. dan periksa posisi nok decompresi pada cam (cam buang) harus dalam kondisi ke dalam seperti pada gambar illustrasi "B". T. • Baut cylinder head “2” Baut cylinder head "2" 10 Nm (1. Kencangkan: • Baut cylinder head “1” Baut cylinder head "1" 22 Nm (2. Gerakkan tuas decompresi “1” ke arah gambar panah. 16 ft·lb) b. • Kencangkan baut cylinder head dengan pola silang dan dengan urutan seperti pada gambar. Periksa dengan kondisi decompresi terpasang pada sprocket camshaft dan camshaft. Tepatkan tanda “I” “a” pada rotor generator dengan tanda penepatan “b” yang terdapat pada tutup rotor generator. Pasang: • Cylinder head CATATAN: Masukkan rantai timing pada rongga rantai timing yang terdapat pada cylinder body. 2. R. T. R.2 ft·lb) CATATAN: 1 • Lumasi baut cylinder head dengan oli mesin. Putar crankshaft ke arah kiri b. Periksa tuas decompresi “1” dapat bergerak dengan lancar.2 m·kg. (tidak bergerak) periksa nok decompresi “2” pada camshaft (cam pembuangan) seperti pada gambnar illustrasi “A”.CYLINDER HEAD B 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11009 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24230 MEMERIKSA SISTIM DECOMPRESI 1.0 m·kg. 2 1 3 5 1 A 2 4 2 6 2 3. Pasang: • Sprocket camshaft a. Dengan kondisi tuas decompresi kedalam. Periksa: • Sistyim decompresi a. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG CYLINDER HEAD 1. 7. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5-10 .

pasang gasket dan rantai timing "2" ke cylinder body. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5. R. Tekan batang penekan tensioner ke rumah tensioner. c. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4. atau putar baut penyetel ke kiri untuk melepaskan kuncian batang penekan. b 1 a 2 d c 1 3 CATATAN: Pada saat memasang sprocket camshaft. Pasang rantai timing pada sprocket camshaft dan pasang sprocket camshaft. kencangkan sementara baut sprocket camshaft. Pasang: • Gasket tensioner rantai timing Baru • Tensioner rantai timing a. f. dengan tanda penepatan “d” yang terdapat pada cylinder head.2 ft·lb) T. Lepaskan kawat pengikat rantai timing. • Tanda garis“I” “c” Tepatkan tanda garis “I” pada sprocket dengan tanda penyesuai “d” yang terdapat pada cylinder head. dalam kondisi kencang. dengan obeng kecil “1” ke kanan hingga mengunci. Putar: • Crankshaft (beberapa kali putaran ke arah kiri) 6. pastikan rantai timing pada sisi buang. Dengan menahan camshaft. Dengan kondisi batang penekan tensioner menekan masuk kedalam rumah tensioner/ mengunci (dengan posisi obeng terpasang). pada saat memasang camshaft. pada camshaft. 7.CYLINDER HEAD c. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL PERHATIAN: Jangan merubah/memutar crankshaft. b. Tepatkan tanda “I” “c” pada sprocket camshaft. Periksa: • Tanda garis “I” “a” Tepatkan tanda garis “I” pada rotor generator dengan tanda penyesuai “b” yang terdapat pada penutup rotor generator. lanjutkan langkah dibawah ini b a 5-11 . putar baut penyetel. Kencangkan baut tensioner “3” sesuai dengan spesifikasi torsi pengencangan Baut tensioner rantai timing 10 Nm (1. Lepas obeng. ECA3C11012 d. tidak sesuai → tepatkan jika sesuai. d. e.0 m·kg. untuk menghindari berubahnya valve timing.

0 m·kg. T. 5-12 . R. 8.CYLINDER HEAD d c 7. Ukur: • Kelonggaran klep diluar spesifikasi → setel lihat bagian “MENYETEL KELONGGARAN KLEP” halaman 3-3. Kencangkan: • Baut sprocket camshaft Baut sprocket camshaft 30 Nm (3. jika terlepas akan merusakkan mesin. 22 ft·lb) ECA3C11013 PERHATIAN: Pastikan baut sprocket camshaft terpasang dengan kuat sesuai spesifikasi.

3 7 Nm (0. Komponen yang dilepas Cylinder head Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 Mur pengunci Baut penyetel Retainer camshaft Camshaft As rocker arm Rocker arm masuk Rocker arm buang 2 2 1 1 2 1 1 Untuk pemasangan.7 m • kg.1 ft • Ib) Keterangan lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. 5.CAMSHAFT EAS23730 CAMSHAFT Melepas rocker arms dan camshaft 7 Nm (0. 5. R. M 5 E 1 2 7 M 4 5 E E Baru M M T. 5-13 . kebalikan dari prosedur melepas.7 m • kg. R.1 ft • Ib) 1 2 6 Nomor T.

Ukur: • Dimensi cam shaft “a” dan “b” diluar spesifikasi → ganti camshaft.743 mm (1.9832 in) Buang A 29.842 mm (1. Kendorkan: • Mur pengunci “1” • Baut penyetel kelonggaran klep “2” 2 1 2.1710 in) Limit 29.019–25.543 mm (1.942–30. Periksa: • Aliran oli pada camshaft tersumabt → tiup dengan udara bertekanan.9871– 0. 2.1828 in) Limit 29.9911 in) Limit 24.1788– 1.643–29. Periksa: • Bentuk dimensi camshaft berwarna biru terbakar/aus/baret → Ganti camshaft. untuk memeriksa rocker arms dan as rocker arm 1. Dimensi bentuk camshaft Masuk A 29. dan tarik keluar camshaft.919 mm (0. Lepas: • Camshaft “1” CATATAN: Masukkan baut 8-mm (0. 3.CAMSHAFT EAS23770 MELEPAS ROCKER ARMS DAN CAMSHAFT 1. Periksa: • Rocker arm rusak/aus → ganti 5-14 .9850– 0.1749 in) Buang B 25.973 mm (0.119 mm (0.1631 in) Masuk B 25.1670– 1. EAS23880 MEMERIKSA ROCKER ARMS DAN AS ROCKER ARM Ikuti prosedur dibawah ini.042 mm (1.9889 in) Limit 24.173 mm (0.073–25.31-in) “2” pada lubang ulir yang terdapat pada ujung camshaft.9810 in) 1 2 Slide hammer bolt 90890-01085 Slide hammer bolt 8 mm YU-01083-2 EAS23840 MEMERIKSA CAMSHAFT 1.

Lumasi: • Rocker arms • As rocker arm Pelumas yang disarankan Permukaan dalam rocker arm Molybdenum disulfide oil As rocker arm Oli mesin 2. 1 1 a 5. Ukur: • Diameter dalam rocker “a” diluar spesifikasi → Ganti Diameter dalam rocker arm 9. Periksa: • As rocker arm warna biru terbakar/aus/baret/ mengecil → Ganti/cek aliran pelumasan 3.3937 in) Limit 10. Ukur: • Diameter luar as rocker arm “a” diluar spesifikasi → ganti Diameter luar as rocker arm 9.3924–0.034 mm (0.3931– 0.3949 in) Kelonggaran Lubang rocker-arm ke . Lumasi : • Camshaft Pelumas yang disarankan Camshaft Molybdenum disulfide oil bearing camshaft Oli mesin 3.3928 in) Limit 9. Pasang: • Rocker arm pemasukan dan pengeluaran • As rocker arm “1” CATATAN: 4.as rocker arm 0. CATATAN: Perhitungan kelonggaran dengan cara mengurangi diameter dalam rocker arm dengan diameter as rocker arm.009–0.0031 in) EAS24040 MEMASANG CAMSHAFT DAN ROCKER ARM 1. 5-15 .976 mm (0. diluar spesifikasi → ganti komponen yang aus.000 mm (0.030 mm (0.0013 in) Limit 0. Perhitungan: • kelonggaran rocker-arm-ke-as rocker-arm.966–9.08 mm (0.950 mm (0.CAMSHAFT 2. seperti pada gambar ilustrasi • Pastikan as rocker arm (masuk dan keluar) benar-benar masuk ke cylinder head.0004–0.3917 in) • Pastikan coakan “a” pada as rocker arm menghadap kebawah.985–10.

Refer to “CAMSHAFT” on page 5-13. 5-16 . 1 2 3 4 5 6 7 8 Pin pengunci Dudukan per atas Per klep Klep masuk Klep buang Seal valve stem Dudukan per bawah Guide klep 8 4 4 2 2 4 4 4 Untuk pemasangan.KLEP DAN PER KLEP EAS24270 KLEP DAN PER KLEP Melepas klep dan per klep 1 1 2 3 Baru 6 7 M M 2 3 6 Baru 7 M 8 M 8 4 7 8 2 1 3 6 Baru 4 1 2 3 6 Baru 7 8 M M 5 M 5 Nomor Komponen yang dilepas Cylinder head Rocker arms/Camshaft Jumlah Keterangan Refer to “CYLINDER HEAD” on page 5-6. kebalikan dari prosedur melepas.

tidak bocor 1. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 3. Masukkan cairan pembersih “a” pada lubang masuk dan lubang keluar pada cylinder head. lihat “MEMERIKSA DUDUKAN KLEP” halaman 5-19. 1. dudukan klep). per klep. agar bisa dirakit kembali seperti posisi semula. b. dan valve spring compressor attachment “2”. (al. untuk memeriksa klep dan guide klep. Harus tidak ada kebocoran pada dudukan klep “1”. dudukan klep. CATATAN: 2 Sebelum melepas komponen pada cylinder head. klep. untuk melepas klep dan komponen penunjang. Ukur: • kelonggaran batang klep ke guide klep diluar spesifikasi → Ganti guide klep. • Kelonggaran guide klep dan batang klep = diameter dalam guide klep“a” diameter luar batang klep “b” 2.. a. Lepas: • Pin pengunci “1” CATATAN: Melepas pin pengunci.KLEP DAN PER KLEP EAS24280 MELEPAS KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. pastikan klep dalam kondisi rapat. Lepas: • Dudukan per atas “1” • Per klep “2” • Klep “3” • Seal valve stem “4” • Dudukan per bawah “5” CATATAN: Hafalkan posisi awal dengan cermat. Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 5-17 . Periksa kerapatan dudukan klep. dengan cara menekan per klep dengan valve spring compressor. EAS24290 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MEMERIKSA KLEP DAN GUIDE KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. Periksa: • Kerapatan klep terjadi kebocoran → periksa permukaan klep. dan lebar dudukan klep.

567 in) a. Lepaskan guide klep dengan valve guide remover “1”. bore lubang guide klep dengan valve guide reamer “3” untuk memastikan kelonggaran guide klep ke batang klep lebih sempurna. a.0004–0.0–17.5 mm) YM-04116 Valve guide installer (ø4.0–14.4 mm (0. sekir permukaan dudukan klep kembali. panaskan cylinder head hingga 100 °C (212 °F) pada oven.010–0.025–0. Posisi guide klep (masuk) 17.KLEP DAN PER KLEP Kelonggaran guide klep ke batang klep (masuk) 0. 2.5 mm) YM-04118 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk mempermudah dan menjamin pelepasan dan pemasangan dengan sempurna.5) 90890-04118 Valve guide reamer (4.037 mm (0.0032 in) Kelonggaran guide klep ke batang klep (buang) 0.5) 90890-04116 Valve guide remover (4. Ganti: • Guide klep CATATAN: CATATAN: Setelah mengganti guide klep. Posisi guide klep c.052 mm (0.080 mm (0. Setelah pemasangan guide klep.0020 in) Limit 0.0010–0.100 mm (0.551–0. Pasang guide klep yang baru dengan valve guide installer “2” dan valve guide remover “1”.5 mm) YM-04117 Valve guide reamer (ø4.0039 in) b. Valve guide remover (ø4.0015 in) Limit 0.5) 90890-04117 Valve guide installer (4. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5-18 .669–0.4 mm (0.685 in) Posisi guide klep (buang) 14.

ganti juga guide valve dengan yang baru. Ukur lebar dudukan klep CATATAN: Jika permukaan klep dan permukaan dudukan klep bersinggungan. Lebar dudukan klep C (masuk) 0. d. dan tekan klep hingga tergambar bagian yang bersentuhan.90–1. selalu lakukan penggantian seal valve stem.10 mm (0.0197–0. diameter ujung batang lebih besar dari batang klep → ganti klep 5.0354–0. Bersihkan: • Endapan carbon (pada permukaan klep dan dudukan klep) 4. Periksa: • Dudukan klep tidak rata/aus → Ganti cylinder head. Tidak rata/aus → Grinda permukaan klep • Ujung batang klep Mengembang.010 mm (0. c. Ukur: • Kelurusan batang klep diluar spesifikasi → ganti klep CATATAN: a. 3.90–1. Lumasi Mechanic’s blueing dye (Dykem) “b” pada permukaan dudukan klep MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Pada saat mengganti klep. Pasang klep pada cylinder head.KLEP DAN PER KLEP 3.90 mm (0. Ukur: • Lebar dudukan klep C “a” diluar spesifikasi → Ganti cylinder head. 1.0433 in) 6. untuk melakukan pemeriksaan klep dan dudukan klep. Masukkan klep ke guide klep.0433 in) Lebar dudukan klep C (buang) 0.0197–0.0004 in) b.50–0. • Jika mengganti klep atau melepas klep. Ukur: • Ketebalan kepala klep D “a” diluar spesifikasi → ganti klep Ketebalan kepala klep D (masuk) 0.90 mm (0.50–0. Bersihkan: • Endapan carbon (dari permukaan klep dan dudukan klep) 2.0354–0.10 mm (0. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5-19 .0354 in) Ketebalan kepala klep D (buang) 0. Batas kebengkokan batang klep 0. permukaan blueing akan terhapus.0354 in) EAS24300 MEMERIKSA KLEP DAN DUDUKAN KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. Periksa: • Permukan klep.

f. dan hentakkan kedepan sambil di putar. h. Pasang klep pada cylinder head. dudukan klep dan permukaan klep. lakukan pensekiran kembali. dan ulangi langkah-langkah diatas. d. a. dan bersihkan compound. e. Sekir: • Permukaan klep • Permukaan dudukan klep CATATAN: Setelah mengganti cylinder head atau mengganti klep dan guide klep. 5-20 . b. Ukur lebar dudukan klep “c” kembali. g. Lumasi compound ke permukaan klep. dan dudukan klep rata/rapat. angkat alat skir sdikit. Lumasi compound “a” pada permukaan klep. Lumasi molybdenum disulfide oil pada batang klep/valve stem. i. Tekan klep pada dudukan klep. c. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24310 MEMERIKSA PER KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. bersihkan compound dari permukaan klep dan dudukan klep. harus di sekir kembali. j. dan lakukan secara berulang-ulang. Ukur: • Panjang bebas per klep “a” diluar spesifikasi → Ganti per klep. Pasang klep pada cylinder head. Setelah melakukan prosedur pensekiran. CATATAN: Untuk mendapatkan hasil yang baik. hingga terlihat bekas-bekas sentuhan antara permukaan klep dan dudukan klep. ECA13790 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERHATIAN: Jangan sampai compound masuk diantara batang klep dan guide klep. Skir klep. Lumasi Mechanic’s blueing dye (Dykem) “b” pada permukaan dudukan klep. 1.KLEP DAN PER KLEP 4. jika lebar dudukan tidak sesuai spesifikasi. untuk memeriksa per klep. hingga permukaan klep.

56 in) Panjang bebas per (buang) 41.42 lbf) (14.5°/0.5°/0.42 lbf) (14.071 in) EAS24340 2.30 mm (1.71 mm (1.28–16. Panjang per terpasang 3.52 kgf) Panjang per terpasang (masuk) 35.39 in) MEMASANG Ikuti prosedur dibawah ini. Pasang: • dudukan per bawah “1” 5-21 . ukur: • Kebengkokan per klep “a” diluar spesifikasi → ganti per klep.5°/1.KLEP DAN PER KLEP Panjang bebas per (masuk) 41. Lumasi: • Batang klep “1” • Seal batang klep “2” Baru (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Molybdenum disulfide oil Baru b. Ukur: • Tekanan per klep “a” diluar spesifikasi → Ganti per klep.30 mm (1. untuk memasang klep dan komponen penunjang 1. Haluskan: • ujung pengunci klep (dengan oil stone) 2.47–36.71 mm (1.8 mm (2.5°/1.62 mm (1.62 mm (1. Tekanan per dalam kondisi terpasang (masuk) 140–162 N (31.071 in) batas kebengkokan (buang) 2.47–36.56 in) batas kebengkokan (masuk) 2.64 in) Limit 39.28–16.39 in) Panjang per terpasang (buang) 35. 3.64 in) Limit 39.8 mm (2.52 kgf) Tekanan per dalam kondisi terpasang (buang) 140–162 N (31.

dengan menekan per klep dengan valve spring compressor. dengan posisi jarak ulir yang jauh "a" berada di atas. Jarak ulir yang pendek 4. ECA13800 PERHATIAN: Pukul ujung dudukan atas per klep dengan pukul besi plastik secara perlahan. 1 5.KLEP DAN PER KLEP Baru • Seal Valve stem • Klep “3” • Per klep “4” • Dudukan per atas “5” (pada cylinder head) CATATAN: 2 • Pastikan setiap klep terpasang dengan sempurna. pukul ujung klep dengan pukul besi plastik dengan perlahan. b. Untuk mejamin pin pengunci terpasang dengan sempurna. dan valve spring compressor attachment “2”. • Pasang per klep. Pasang : • Pin pengunci “1” CATATAN: Pasang pin pengunci. Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 5-22 .

CYLINDER DAN PISTON EAS24350 CYLINDER DAN PISTON Melepas cylinder adn piston 7 E 8 9 6 5 Baru 4 E E 4 Baru 1 E Baru 2 Baru 3 7 Nm (0. Jumlah Keterangan lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. R.1 ft • Ib) Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 T. kebalikan dari prosedur melepas. 5-23 . 5.7 m • kg. 3 Komponen yang dilepas Cylinder head Cylinder Gasket cylinder Pin dowel Circlip pin piston Pin piston Piston Top ring 2nd ring Ring piston 1 1 2 2 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan.

tutup lubang crankcase dengan kain untuk menghindari clip pin piston terlempar masuk ke dalam crankcase. dan angkat ke atas sisi yang lain melewati kepala piston.985–57. jika pin piston masih sulit dilepas.010 mm (2. Lepaskan: • Ring pertama/Top ring • Ring kedua/2nd ring • Ring Oli 5-24 . Ukur diameter cylinder “C” dengan cylinder bore gauge. • Pin piston “2” • Piston “3” ECA13810 CATATAN: Saat melepas ring piston. Diameter/Bore 56. CATATAN: • Sebelum melepas clip pin piston. PERHATIAN Jangan menggunakan pukul besi. Lepas: • Clip pin piston “1”.05 mm (0.2445 in) Batas ketirusan 0.05 mm (0. Ukur: • Kelonggaran piston-ke-cylinder a. untuk mempermudah keluarnya pin piston. dari sisi ke sisi dan dari depan ke belakang.CYLINDER DAN PISTON EAS24380 MELEPAS PISTON 1.0020 in) Batas keovalan 0. Piston. haluskan permukaan alur clip pin piston. buka ujung sambungan ring dengan ibu jari. • Sebelum melepas pin piston. Periksa: • Dinding piston • Dinding cylinder ada goresan ke atas → Ganti cylinder. untuk mengeluarkan pin piston dari piston. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2 1 3 CATATAN: Ukur diameter cylinder “C” silang. dan ambil perhitungan rata-rata.2435– 2. 2.0020 in) 2. pergunakan piston pin puller set "4" EAS24390 Piston pin puller set 90890-01304 Piston pin puller YU-01304 MEMERIKSA CYLINDER DAN PISTON 1. dan Ring piston satu set.

dan ring piston.100 mm (0. c. dengan kepala piston.dikurangi Diameter piston “D” Kelonggaranm piston ke cylinder 0.0 mm (0.030–0.57 in) 5-25 .0008– 0.diameter max D 5 atau D 6 (ketirusan) “R” = diameter max D1. Jika diluar spesifikasi. diukur dari bawah piston Piston Diameter D 56. bersihkan endapan carbon pada celah alur ring.990 mm (2. dan ring piston satu set.20 in) adalah titik pengukuran.065 mm (0. piston.2437 in) d. a.045 mm (0. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2.0039 in) Ring kedua/2nd ring celah alur ring 0.0012– 0. Perhitungan kelonggaran piston-ke-cylinder dengan rumus • Kelonggaran piston-ke-cylinder = Diameter cylinder “C” . CATATAN: Sebelum mengukur celah alur ring dan ring piston. Ukur: • celah alur ring dengan ring piston diluar spesifikasi → ganti piston dan ring piston satu set. 40 mm (1.15 mm (0. Ring piston Ring pertama/Top ring celah alur dan ring 0. Pasang: • Ring piston (pada cylinder) CATATAN: Ratakan posisi ring. ganti cylinder.055 mm (0. piston. EAS24430 MEMERIKSA RING PISTON 1.965–56. e.0018 in) Limit 0. D3 atau D5 .020–0.0008–0.2427– 2.0026 in) Limit 0.0039 in) b.0059 in) f. satu set.020–0. ganti piston dan ring piston satu set. jika diluar spesifikasi ganti cylinder. Ukur diameter piston “D” “a” dengan micrometer. Jika diluar spesifikasi.CYLINDER DAN PISTON “C” = diameter maksimum D1–D2 “T” = diameter max D1 atau D2 . 5. dan ring piston.0022 in) Limit 0.diameter max D2. di dalam cylinder. D4 atau D6 (keovalan) b.100 mm (0.

dan piston satu set • kelonggaran pin piston-ke-lubang pin = diameter lubang pin piston “b” diameter luar pin piston “a” Kelonggaran Pin piston dengan lubang pin piston pada piston 0.002–0. 5-26 .70 mm (0. Pasang: • Ring pertama/Top ring “1” • Ring kedua/2nd ring “2” • Expander ring oli “3” • Rail ring oli bawah “4” • Rail ring oli atas “5” CATATAN: Pastikan tulisan yang terdapat pada ring piston.0098 in) Limit 0.975 mm (0. Ukur: • Diameter luar pin piston "a" diluar spesifikasi → Ganti pin piston Diameter luar pin piston 13.0276 in) EAS24440 4.0027 in) EAS24450 MEMRIKSA PIN PISTON 1.0079–0. Perhitungan: • Celah pin piston-ke-lubang pin piston diluar spesifikasi → Ganti pin piston.000 mm (0. dan bawah melebihi spesifikasi.0001–0.995–14.002–14.5517 in) Limit 14.10–0.5529 in) expander ring oli tidak dapat diukur.25 mm (0.013 mm (0. 2.0039–0.40 mm (0.10–0.0007 in) Limit 0. Ukur: • celah sambungan ring piston diluar spesifikasi → ganti ring piston CATATAN: 3. Diameter lubang pin piston 14.5512 in) Limit 13. Ukur: • Diameter lubang pin piston “b” diluar spesifikasi → ganti piston.40 mm (0.25 mm (0.068 mm (0. berada pada posisi diatas.5510– 0.018 mm (0. jika celah rail ring oli atas.0039–0. ganti ring oli satu set Ring piston Ring pertama/Top ring celah ring (terpasang) 0.0098 in) Limit 0.043 mm (0.5513– 0.20–0. Periksa: • Pin piston berwarna biru terbakar/ aus → Ganti pin piston dan periksa sistim pelumasan.5502 in) MEMASANG PISTON DAN CYLINDER 1.0157 in) Ring kedua/2nd ring celah ring (terpasang) 0.0157 in) Ring oli (rail ring) celah ring (terpasang) 0.CYLINDER DAN PISTON 3.

b. c. Ring pertama/Top ring Expander ring oli Rail ring oli atas Rail ring oli bawah Ring kedua/2nd ring sisi lubang buang • Lumasi oli pada apin piston • Pastikan tanda panah “a” pada kepala piston menghadap ke arah lubang pembuangan. Posisikan sambungan ring: • Sambungan ring 1 5-27 . d. tutup lubang crankcase dengan kain. dan masukkan cylinder dengan tangan yang lain • Masukkan rantai timing dan guide rantai timing (sisi pemasukan) pada rongga rantai yang terterdapat pada cylinder body. e. • Sebelum memasang clip piston. A. Lumasi: • Piston • Ring piston • Cylinder (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Oli mesin 4. 5. Pasang: • Piston “1” • Pin piston “2” • Clip pin piston Baru CATATAN: a. Pasang: • Pin dowel • Gasket cylinder head Baru • Cylinder “1” CATATAN: 1 a 2 • Tekan ring piston dengan satu tangan. untuk menghindari melejitnya clip piston ke dalam crankcase.CYLINDER DAN PISTON e 120˚ 120˚ 120˚ a b 90˚ c d 45˚ A 45˚ 2. 3 Baru 3.

2 ft • Ib) Keterangan Kuras oli mesin lihat bagian “MENGGANTI OLI MESIN” halaman 3-10. Baru (3) E (7) Baru LS 5 14 Nm (1. 7.0 m • kg.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH EAS3C11010 GENERATOR DAN STARTER CLUTCH Melepas generator dan starter clutch 1 2 10 Nm (1. 50 ft • lb) Jumlah R.0 m • kg. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Coupler stator coil Coupler crankshaft position sensor Connector kabel switch netral Baut cap control timing pengapian Baut cap lubang crankshaft Penutup generator Gasket penutup generator Pin dowel Crankshaft position sensor Stator coil Rotor generator 5-28 .2 ft • Ib) T. 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Lepaskan T.0 m • kg. 9 10 Nm (1. 10 ft • Ib) Nomor R. (3) 12 R.4 m • kg. Komponen yang dilepas Oli mesin Panel sisi kiri Penutup sprocket R.0 m • kg. 8 7 Baru 19 E 17 14 16 E 3 E 15 13 10 8 LS Baru 4 6 Baru 18 T.2 ft • Ib) LT LT T. lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1 lihat bagian “RANTAI PENGGERAK” hal 4-55. 7. R. 20 11 10 Nm (1. 70 Nm (7. E T. 7.

0 m • kg. E T.2 ft • Ib) Keterangan T.4 m • kg.2 ft • Ib) LT LT T. 20 11 10 Nm (1. 7. (3) 12 R. 10 ft • Ib) Nomor 12 13 14 15 16 17 18 19 20 R. 70 Nm (7. 8 7 Baru 19 E 17 14 16 E 3 E 15 13 10 8 LS Baru 4 6 Baru 18 T. 5-29 . 7. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg. R.2 ft • Ib) T.0 m • kg.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH Melepas generator dan starter clutch 1 2 10 Nm (1.0 m • kg. 7. Baru (3) E (7) Baru LS 5 14 Nm (1. 9 10 Nm (1. Komponen yang dilepas Pin pasak Gear starter clutch Bearing Washer As gear starter clutch idle Washer Circlip Gear idle starter clutch Unit starter clutch R. 50 ft • lb) Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 R. Untuk pemasangan.

Buka: • Baut starter clutch “1” CATATAN: 1 3 • Tahan generator rotor “2” dengan alat sheaveholder “3”. EAS24570 3 2 CATATAN: Pastikan posisi flywheel puller tepat berada di tengah rotor generator. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang ada pada rotor generator. Lepas: • rotor generator “1” (dengan flywheel puller “2”) • Pin pasak ECA13880 1 PERHATIAN Untuk menghindari agar ujung crankshaft tidak rusak. pasang mur crankshaft diantara baut fly wheel puller dan senter as crankshaft.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH EAS24490 MELEPAS GENERATOR 1. kendorkan mur rotor generator. Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A EAS24560 MELEPAS STARTER CLUTCH 1. Lepas: • Mur rotor generator “1” • Washer CATATAN: 1 2 • Tahan rotor generator “2” dengan peralatan sheave holder “3”. 5-30 . lepaskan baut starter clutch. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok pada rotor generator. Flywheel puller 90890-01362 Heavy duty puller YU-33270-B MEMERIKSA STARTER CLUTCH 1. Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A 2 2. Periksa: • Roller starter clutch “1” • Cap per starter clutch “2” • Per starter clutch “3” rusak/aus → Ganti unit starter clutch.

kencangkan baut starter clutch. 2. 10 ft·lb) T. Periksa: • cara kerja starter clutch a. jika tidak berputar starter clutch dalam kondisi rusak dan harus diganti. Putar gear starter clutch ke arah kanan "A". MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 Baru 3 2 a a a EAS24500 A 1 MEMASANG GENERATOR 1. Pasang: • Pin pasak • Rotor generator • Washer • Mur rotor generator CATATAN: B LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24600 MEMASANG STARTER CLUTCH 1. pastikan pin pasak terpasang dengan sempurna pada crankshaft. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang terdapat pada rotor generator. R. Periksa: • Permukaan singgung starter clutch rusak/aus/tidak rata → Ganti starter clutch gear. Pasang: • Unit starter clutch • Baut starter clutch Baru • Bersihkan sisi ketirusan crankshaft dan lubang hub rotor generator. • Pada saat memasang rotor generator. Jika gear starter clutch diputar ke arah "B". 50 ft·lb) Baut starter clutch 14 Nm (1. T. 5-31 . dan harus diganti c. 2.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH 1 2 3 1 2 3 2 1 3 Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A CATATAN: • Tahan rotor generator “2” dengan alat sheave holder “3”. starter clutch dalam kondisi rusak. Pasang gear starter clutch “1” pada starter clutch dan tahan rotor generator. b. Periksa: • Idle gear starter clutch • Gear starter clutch Cacat/mengecil/aus/tidak lancar → Ganti komponen yang rusak 3. R.4 m·kg.0 m·kg. 4. • Kembangkan tiap ujung baut “a” starter clutch. jika tidak terkoplel. starter clutch dan gear starter clutch harus mengopel. Kencangkan: • Mur rotor generator “1” Mur rotor generator 70 Nm (7. starter clutch harus dalam kondisi bebas berputar.

0 m·kg. kencangkan mur rotor generator. Lumasi: • Lem/Sealant (pada gromet kabel unit crankshaft positionsensor/stator). • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang terdapat pada rotor generator. Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A 1. Pasang: • Penutup generator Baut penutup generator 10 Nm (1. 5-32 . dan berurutan seperti pada gambar. 7.10 9 1 3 2 3.6 5 7 8 4 3. T.1215®) 4. R.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH CATATAN: • Tahan rotor generator “2” dengan alat sheave sheave holder “3”.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan baut tutup generator dengan pola silang. Yamaha bond No. 1215 90890-85505 (Three Bond No.11 2.

5-33 . 2 1 Nomor 1 2 Komponen yang dilepas Motor starter Kabel motor starter Jumlah 1 1 Lepaskan Keterangan Untuk pemasangan.2 ft • Ib) T. 7. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg. R.STARTER LISTRIK EAS24780 STARTER LISTRIK Melepas motor starter 10 Nm (1.

STARTER LISTRIK Membongkar motor starter 1 Baru 6 LS 5 7 3 Baru 4 2 7 6 Order 1 2 3 4 5 6 7 O-ring Job/Parts to remove Q’ty 1 1 1 1 1 2 2 Remarks Yoke motor starter O-ring Commutator Penutup depan motor starter /holder brush Sikat/Brush Per sikat/Brush Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas. 5-34 .

dengan patahan gergaji Kedalaman alur/Mica undercut 1. Sebelum membongkar motor starter. harus dijaga untuk mejamin kerja commutator. perhatikan tanda penepatan “a” yang terdapat pada yoke motor starter dan penutup depan motor starter 1 2 4. Ukur tahanan unit armature dengan alat pocket tester. Jika diluar spesifikasi. ganti motor starter. Ukur: • Panjang sikat/brush “a” di luar spesifikasi → Ganti sikat/brush Limit 3. Periksa • Commutator Kotor→ bersihkan dengan amplas 2.50 mm (0. Ukur: • Kedalaman alur /Mica undercut “a” diluar spesifikasi → perdalam alur comutator.6 mm (0.35 mm (0.0385 Ω pada 20 °C (68 °F) Tahanan Insulation “2” sekitar 1 MΩ pada 20 °C (68 °F) b. Ukur: • Diameter commutator “a” diluar spesifikasi → Ganti motor starter Limit 16. Ukur: • Tahanan unit Armature (commutator dan insulation) diluar spesifikasi → Ganti motor starter a EAS24790 MEMERIKSA MOTOR STARTER 1. a 3.STARTER LISTRIK EAS3C11011 MEMBONGKAR MOTOR STARTER 1.14 in) 5-35 . Lepas: • Yoke motor starter “1” • Penutup depan motor starter/holder brush “2” CATATAN: CATATAN: Kedalaman alur/mica undercut.05 in) LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Armature coil Tahanan commutator “1” 0.0315–0.65 in) a.

1 2 a 5-36 .STARTER LISTRIK 6. Tekanan per/brush 3.11–21. Ukur: • Tekanan per brush/sikat diluar spesifikasi → Ganti per sikat/ brush satu set.17 oz) (400–600 gf) 7.92–5. Periksa: • Gigi gear rusak/aus → Ganti gear. Pasang: • Penutup depan motor starter /holder brush set “1” • Yoke motor starter “2” CATATAN: Tepatkan tanda garis “a” pada yoke motor starter dan penutup depan motor starter/ holder brush seperti sebelum dibongkar. EAS24800 MERAKIT MOTOR STARTER 1. Periksa: • Bearing • Seal oli Rusak/aus → Ganti penutup depan motor starter /holder brush satu set.88 N (14. 8.

20 ft • Ib) T. R. R.0 m • kg.2 ft • Ib) Keterangan T. 7. kebalikan dari prosedur melepas. (6) 10 Nm (1. 36 ft • Ib) 10 Nm (1. 6. 7.8 m • kg. 1 5 28 Nm (2.0 m • kg.5 ft • Ib) T. R. 2 3 4 5 6 7 8 9 Tuas starter Penutup filter oli Filter oli Stopper tuas starter Penutup kopling Gasket penutup kopling Pin dowel Seal oli 5-37 . 1 1 1 1 1 1 2 2 Untuk pemasangan.KOPLING EAS25061 KOPLING Melepas penutup kopling 9 Nm (0.0 m • kg. R.2 ft • Ib) Jumlah 50 Nm (5.9 m • kg. 8 Baru 7 Baru 9 2 E 8 9 Baru 6 3 LS 4 Baru LS (4) T. R. Nomor T. Komponen yang dilepas Oli mesin Kuras oli mesin lihat bagian “MENGGANTI OLI MESIN” halaman 3-10.

5.7 ft • Ib) 8 Nm (0. 8.KOPLING Melepas kopling 70 Nm (7. 14 Baru Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 T. 50 ft • lb) T. 3 4 5 1 8 (4) (4) 8 7 2 8 7 8 10 7 13 6 12 11 9 15 18 16 17 E E Komponen yang dilepas Mur pengunci Per kopling Plat tekan Batang penekan pendek tuas kopling Holder batang penekan kopling Bola/ball Kampas kopling 1 Plat kopling Kampas kopling 2 Kampas kopling 3 (Hijau) Per damper kopling Dudukan per dumper kopling Mur clutch boss Washer pengunci Clutch boss Thrust washer Rumah kopling Jumlah 1 4 1 1 1 1 3 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 keterangan 5-38 . R. R. R.0 m • kg.8 ft • Ib) E T. 12 Nm (1.2 m • kg.8 m • kg.

50 ft • lb) T. 5.8 m • kg. 3 4 5 1 8 (4) (4) 8 7 2 8 7 8 10 7 13 6 12 11 9 15 18 16 17 E E Komponen yang dilepas Conical spring washer Jumlah 1 keterangan Untuk pemasangan. R.KOPLING Melepas kopling 70 Nm (7. 14 Baru Nomor 18 T. R. 5-39 . 8.7 ft • Ib) 8 Nm (0.8 ft • Ib) E T. R.0 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. 12 Nm (1.2 m • kg.

kebalikan dari prosedur melepas 5-40 .KOPLING Melepas tuas penekan 1 E 2 3 Baru E LS 4 Baru 5 Nomor Komponen yang dilepas Rumah kopling Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. 1 2 3 4 5 Tuas penekan kopling/Clutch push lever Per tuas penekan kopling Circlip Seal oli Bearing 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan.

80 mm (0.110 in) Ketebalan kampas kopling 3 2.110 in) Ketebalan kampas kopling 2 2.114–0.122 in) Batas ketipisan 2.122 in) Batas ketipisan 2. Periksa: • Kampas kopling Tipis/aus → Ganti kampas kopling satu set. a.90–3.80 mm (0. Ukur: • Ketebalan kampas kopling diluar spesifikasi → Ganti kampas kopling satu set. 1.110 in) MEMERIKSA PLAT KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini. 2.114–0. 1. Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 A B 1 2 3 C EAS25100 MEMERIKSA KAMPAS KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini. Luruskan washer pengunci 2. CATATAN: a A. B. buka mur clutch boss. EAS25110 Kampas kopling 1 Kampas kopling 2 kampas kopling 3 (Hijau) Posisi cat warna hijau Ukur ketebalan kampas pada empat posisi Ketebalan kampas kopling 1 2.114–0.10 mm (0.122 in) Batas ketipisan 2.90–3. untuk memeriksa plat kopling. Thickness gauge 90890-03180 Feeler gauge set YU-26900-9 5-41 .10 mm (0. Periksa: • Plat kopling rusak/aus → Ganti plat kopling satu set 2. Kendorkan: • Mur clutch boss “1” CATATAN: Tahan clutch boss “2” dengan alat universal clutch holder “3”. Ukur: • Kelurusan plat kopling (dengan meja datar dan thickness gauge “1”) diluar spesifikasi → ganti plat kopling satu set. C.80 mm (0.KOPLING EAS25070 MELEPAS KOPLING 1. untuk memeriksa kampas kopling.10 mm (0.90–3.

2.KOPLING Ketebalan plat kopling 1. Periksa: • Plat tekan retak/rusak → Ganti EAS3C11013 EAS25150 MEMERIKSA RUMAH KOPLING 1.20 mm (0. MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVE 1.74 mm (1. 1. akan berakibat kerja kampas kopling tidak lancar. Lepas: • Gear primary drive lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. CATATAN: Tidak ratanya alur clutch boss akan berakibat kerja kampas kopling tidak lancar. EAS25160 EAS25140 MEMERIKSA PER KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini.53 in) Panjang minimum 36. Periksa: • Tuas penekan kopling • Batang pendek penekan kopling rusak/aus → Ganti komponen yang rusak EAS25200 Tidak ratanya alur rumah kopling.0079 in) 2.057–0. Periksa: • Bearing rusak/aus → Ganti bearing dan rumah kopling.45–1.75 mm (0. CATATAN: MEMERIKSA TUAS PENEKAN KOPLING DAN BATANG PENDEK PENEKAN KOPLING 1.069 in) Batas kebengkokan 0. Ukur: • Panjang bebas per kopling “a” diluar spesifikasi → ganti per kopling satu set. Periksa: • Per kopling rusak/patah → ganti per kopling satu set. EAS25170 MEMERIKSA PLAT TEKAN 1. 5-42 . Periksa: • Alur rumah kopling/Clutch housing dogs “1” Rusak/tidak rata/aus → ratakan permukaan alur atau ganti rumah kopling. Periksa: • Alur Clutch boss rusak/bergelombang/aus → Ganti clutch boss.80 mm (1. Panjang bebas per kopling 38. untuk memeriksa per kopling.45 in) MEMERIKSA CLUTCH BOSS 1.

1 CATATAN: Tahan clutch boss “2” dengan alat universal clutch holder “3”. 50 ft·lb) Pasang conical spring washer dengan posisi seperti pada gambar illustrasi T. 3.KOPLING 2. Pasang: • Conical spring washer “1” CATATAN: a 4. 5-43 .0 m·kg. Timbul suara " noise" pada saat jalan → Ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set. Pasang: • Gera primary drive lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. dan kencangkan mur clutch boss. Pasang: • Clutch boss “1” • Washer pengunci“2” Baru • Mur clutch boss CATATAN: 1 • Lumasi ulir mur clutch boss dan permukaan washer pengunci dengan oli mesin. Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 2. Pasang: • Rumahn kopling • Thrust washer “1” R. 3. Periksa: • Gear primary driven“1” rusak/aus → ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set Timbul suara "Noise" saat berjalan → Ganti Gear primary drive dan rumah kopling satu set. 1 a MEMRIKSA GEAR PRIMARY DRIVEN 1. EAS25210 CATATAN: Pastikan sudut tajam thrust washer "a" pada posisi berlawanan dengan sisi clutch boss. Periksa: • Gear primary drive Rusak/aus → Ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set. • Tepatkan alur “a” washer pengunci pada tulangan “b” yang terdapat pada clutch boss. Baru 2 b EAS25240 1 MEMASANG KOPLING 1. Kencangkan: • Mur clutch boss “1” Mur clutch boss 70 Nm (7.

putar baut penyetel “3” kedalam atau keluar hingga nok “a” tepat dengan nok "b". pada sisi yang panjang. 3 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5-44 . 5. dan kampas 12 b. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM a b 1 c • Pasang clutch damper spring seat dan clutch damper spring seperti pada gambar ilustrasi • Pertama. • Tahan baut penyetel. dan selanjutnya bergantian antara plat kopling.2 m·kg. R. 8. R. dan kencangkan mur pengunci setelan kopling sesuai spesifikasi. Pasang: • Plat tekan • Per kopling “1” • Baut per kopling “2” Baut per kopling 12 Nm (1. dengan pola silang seperti pada gambar T.7 ft·lb) 2 CATATAN: Kencangkan baut per kopling.8 m·kg. 6.8 ft·lb) T. 8. tepatkan dengan tahapan sbb : • Kendorkan mur pengunci setelan kopling “2”. dengan menekan tuas kopling ke arah “c” hingga terhenti. Lumasi: • Kampas kopling • Plat kopling (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Oli mesin 7. Jika nok “a” tidak tepat dengan nok “b”. ke sisi mur. • Dengan tuas kopling ditekan ke arah "c". Bengkokan washer pengunci. Setel: • Gerak bebas mekanisme kopling a. pasang kampas kopling. Pasang: • Clutch damper spring seat “1” • Clutch damper spring “2” • Kampas kopling 2 • Plat kopling • Kampas kopling 1 CATATAN: 9.KOPLING 2 1 2 3 1 5. Mur pengunci (setelan kopling) 8 Nm (0. Periksa posisi nok “a” yang terdapat pada tuas “1” tepatkan dengan nok “b” yang ada pada crankcase seperti gambar dibawah.

dengan pola silang dan urutan pengencangan seperti gambar.Setel: • Gerak bebas kabel kopling lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING” halaman 3-11.Pasang: • Seal oli “1” • Seal oli “2” kedalaman pemasangan seal “a” 1. dan pastikan tuas kick starter tidak menyentuh rumah kopling “a” .4–1.KOPLING 10. 6 1.035 in) CATATAN: Pasang tuas kickstarter serapat mungkin dengan penutup kopling.4–0.0 m·kg.Pasang: • Penutup kopling Baut penutup kopling 10 Nm (1. 7. 12. R.Pasang: • Tuas kickstarter “1” T. 1 a 1 a 13.075 in) kedalaman pemasangan seal “b” 0.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan baut penutup kopling.12 3.9 mm (0.016–0. 2 b 11.13 8 9 9 10 11 5-45 .7 5 4 2.9 mm (0.055–0.

5-46 . kebalikan dari prosedur melepas. 8.7 ft • Ib) Nomor T. R.KICKSTARTER EAS24820 KICKSTARTER Melepas kickstarter 12 Nm (1.2 m • kg. Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. LT LT 7 LT E 5 Baru 4 3 2 1 Baru E 6 Komponen yang dilepas Rumah kopling 1 2 3 4 5 6 7 Circlip Washer Idle gear kickstarter Washer Circlip Unit kickstarter Guide gear ratchet 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan.

KICKSTARTER Membongkar kickstarter 1 2 11 3 4 5 Baru 6 M 8 10 9 M 7 Baru Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Komponen yang dilepas Spacer Per kickstarter Washer Gear kickstarter Washer Circlip Circlip Washer Per/Spring Gear ratchet As kickstarter Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas. 5-47 .

Pasang: • Washer “1” • Circlip “2” CATATAN: Pastikan sudut yang tajam dari clip “a” pada posisi yang berlawanan dengan sisi washer dan gear. 1 a 2 b 2. Periksa: • Gear ratchet • Idle gear kickstarter • Gear kickstarter Rusak/Aus → Ganti komponen yang rusak 2. Pasang: • As kickstarter • Per kickstarter “1” 5-48 . 1 2 a EAS24880 MEMASANG KICKSTARTER 1. Periksa: • Per kickstarter Rusak/Patah → Ganti EAS3C11012 CATATAN: Putar ujung per kickstarter ke kanan.KICKSTARTER EAS24850 MEMERIKSA KICKSTARTER 1. dan masukan ujung per pada lubang “a” yang ada pada crankcase. a 1 MERAKIT KICKSTARTER 1. Pasang: • As kickstarter “1” • Gear ratchet “2” CATATAN: Tepatkan tanda titik “a” pada as kickstarter dengan tanda titik “b” pada ratchet gear.

5-49 .POMPA OLI EAS24911 POMPA OLI Melepas pompa oli 3 4 Nm (0. R. 7. 2 1 LT LT 10 Nm (1.4 m • kg.0 m • kg. lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. R. 2.2 ft • Ib) Keterangan lihat bagian "KOPLING” halaman 5-37.9 ft • Ib) Nomor T. T. kebalikan dari prosedur melepas. Komponen yang dilepas Rumah kopling Gear primary drive /Gear balancer drive Jumlah 1 2 3 Plat baffle oli Unit pompa oli Gear drive pompa oli 1 1 1 Untuk pemasangan.

POMPA OLI Membongkar pompa oli 2 6 5 4 3 E 1 E Nomor 1 2 3 4 5 6 Komponen yang dilepas Penutup rumah pompa oli Pin Gear driven pompa oli Inner rotor pompa oli Outer rotor pompa oli Rumah pompa oli Jumlah 1 1 1 1 1 1 keterangan Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas. 5-50 .

Ukur: • Kelonggaran Inner-rotor-ke-outer-rotor “a” • Kelonggaran Outer-rotor-ke-rumah pompa oli “b” • Kelonggaran rumah pompa oli-ke-inner-rotorouter rotor “c” diluar spesifikasi → Ganti pompa oli kelonggaran Inner-rotor-ke-outer rotor tip kurang dari 0. Pasang: • Outer rotor pompa oli • Inner rotor pompa oli “1” • Driven gear pompa oli • Pin “2” CATATAN: Pada saat memasang inner rotor.0091 in) kelonggaran Outer-rotor-kerumah pompa oli 0. Periksa: • cara kerja pompa oli Putaran berat → ulangi tahap (1) dan (2) atau ganti komponen yang rusak.18 mm (0. 2.0024–0.0071 in) Limit 0.0098 in) kelonggaran rumah pompa oli ke inner-rotor dan outer-rotor 0. 5-51 .18 mm (0. Outer rotor 3.13–0.0059 in) Limit 0.15 mm (0.0071 in) 3.0043 in) Limit 0.25 mm (0.POMPA OLI EAS24960 MEMERIKSA POMPA OLI 1. Inner rotor 2.23 mm (0.11 mm (0. tepatkan pin pada as pompa oli "2".0051–0.06–0. EAS25000 MERAKIT POMPA OLI 1. Rumah pompa oli Pelumas yang disarankan Oli mesin 2. Lumasi: • Inner rotor pompa oli • Outer rotor pompa oli • Driven gear pompa oli (dengan pelumas yang disarankan) 1. Periksa: • Drive gear pompa oli • Driven gear pompa oli • Rumah pompa oli • Penutup rumah pompa oli retak/rusak/aus → Ganti komponen yang rusak. dengan alur “a” yang terdapat pada inner rotor “1”.

pastikan pompa oli berputar dengan lancar. Pasang: • Unit pompa oli Baut unit pompa oli 4 Nm (0. EAS25020 MEMASANG POMPA OLI 1. 5-52 .4 ft·lb) ECA3C11021 PERHATIAN: Setelah mengencangkan baut unit pompa oli.POMPA OLI 1 2 a 3. R. Periksa: • Cara kerja pompa oli lihat bagian “MEMERIKSA POMPA OLI” halaman 5-51. T. 2.4 m·kg.

lihat bagian “MELEPAS MESIN” hal 5-1.AS PEMINDAH GIGI EAS25410 AS PEMINDAH GIGI Melepas as pemindah gigi dan tuas stopper 6 LS Baru 2 E 3 LT 4 5 1 10 Nm (1. R.2 ft • Ib) T. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg. 1 2 3 4 5 6 As pemindah gigi/Shift shaft Circlip Per as pemindah gigi Tuas stopper Per tuas stopper Seal oli 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan . 5-53 . Nomor Komponen yang dilepas Rumah kopling Lengan pemindah/Shift arm Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. 7.

Periksa: • As pemindah gigi/Shift shaft Bengkok/rusak/aus → Ganti • Per as pemindah gigi rusak/aus/patah → Ganti EAS25430 MEMERIKSA TUAS STOPPER 1. Pasang: • As pemindah gigi/Shift shaft “1” CATATAN: Masukan ujung per shift shaft pada stopper "2". dan crankcase boss “3”. Pasang: • Tuas stopper “1” • Per tuas stopper “2” CATATAN: • Kaitkan ujung per tuas stoper pada lubang tuas stoper. 2 1 5-54 . • Per tuas stopper rusak/aus → Ganti EAS25450 MEMASANG AS PEMINDAH GIGI 1. 3 2 1 2. • Tepatkan stopper lever dengan unit shift drum segment. Periksa: • Tuas stopper bengkok/rusak → ganti roller tidak berputar lancar → Ganti tuas stoper set.AS PEMINDAH GIGI EAS25420 MEMERIKSA AS PEMINDAH GIGI 1.

Nomor 10 11 12 13 14 R.0 m • kg. R. 36 ft • Ib) T.0 m • kg. 5-55 . 7 Baru 2 komponen yang dilepas Rumah kopling 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Mur gear primary drive Mur gear balancer driven Washer Gear primary drive Gear balancer drive Pasak Washer pengunci Plat gear balancer driven 1 Gear balancer driven Buffer boss Per/spring Pin dowel Pasak Plat gear balancer driven 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 2 1 1 Jumlah keterangan lihat bagian "KOPLING” halaman 5-37. 8 T.GEAR BALANCER EAS3C11017 GEAR BALANCER Melepas gear primary drive dan gear balancer 6 5 13 4 3 1 60 Nm (6. 43 ft • Ib) E 15 10 14 9 12 11 50 Nm (5.

kebalikan dari prosedur melepas. R.0 m • kg. Keterangan 5-56 . 36 ft • Ib) T. Nomor 15 R.GEAR BALANCER Melepas gear primary drive dan gear balancer 6 5 13 4 3 1 60 Nm (6. 7 Baru 2 Komponen yang dilepas Spacer Jumlah 1 Untuk pemasangan.0 m • kg. 43 ft • Ib) E 15 10 14 9 12 11 50 Nm (5. 8 T.

dan lepaskan mur gear balancer driven. Kendorkan: • Mur gear balancer driven “1” CATATAN: 1 2 2. Kendorkan: • Mur gear primary drive “1” CATATAN: MEMASANG GEAR BALANCER DRIVEN 1. Periksa: • Gear balancer drive • Gear balancer driven • Buffer boss • Per/Spring • Pin dowel rerak/rusak/aus → Ganti 2.GEAR BALANCER EAS3C11018 EAS3C11020 MELEPAS GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER 1. Pasang: • Buffer boss “1” • Gear balancer driven “2” CATATAN: Tempatkan plat aluminum “a” diantara balancer drive gear “2” dan balancer driven gear “3”. Pasang: • Pin dowel “1” • Per/Springs “2” (pada buffer boss) CATATAN: Tempatkan plat aluminum “a” diantara balancer drive gear “2” dan balancer driven gear “3”. MEMASANG GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER 1. Pasang: • Gear balancer driven “1” • Washer pengunci Baru • Gear balancer drive “2” • Gear primary drive • Washer “3” • Mur gear balancer driven • Mur gear primary drive CATATAN: • Tepatkan tanda titik “a” pada gear balancer drive “2” dengan tanda titik “b” pada gear balancer driven “1”. 2 a 1 1 3 b EAS3C11019 EAS3C11021 a 2 MEMERIKSA GEAR BALANCER DAN GEAR PRIMARY DRIVE 1. Tepatkan titik “a” pada buffer boss dengan tanda titik “b” yang terdapat pada gear balancer driven. 5-57 . Luruskan lipatan washer pengunci. Periksa: • Gear primary drive lihat bagian “MEMRIKSA GEAR PRIMARY DRIVE” halaman 5-42. Pasang pin dowel dan per secara berselang seperti pada gambar. 2 3 1 a 2. 3. dan lepaskan mur gear primary.

1 a 5-58 . 3 b 2 1 2 1 4 a b 3. • Tempatkan plat aluminium “b” diantara gear balancer drive “3” dan gear balancer driven “4”. 43 ft·lb) CATATAN: • Tempatkan plat aluminum “a” diantara gear balancer drive “3” dan gear balancer driven “4”. R. 3 c 2. 36 ft·lb) Mur gear primary drive 60 Nm (6.GEAR BALANCER • Pastikan sudut yang tajam dari washer “c” pada posisi yang berhadapan dengan sisi gear primary drive. Kencangkan: • Mur gear balancer driven “1” • Mur gear primary drive “2” Mur gear balancer driven 50 Nm (5. pada bagian sisi yang rata pada mur.0 m·kg. dan kencangkan mur gear balancer driven. dan kencangkan mur gear primary drive.0 m·kg. 3 4 T. Bengkokan washer pengunci.

T.2 ft • Ib) T.2 m • kg. lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.2 ft • Ib) 8 10 Nm (1. 7. R.0 m • kg. Nomor Mesin T. 10 Nm (1. 10 9 2 6 5 Baru LS 3 1 9 7 4 Baru 32 Nm (3. lihat bagian “POMPA OLI” halaman 5-49. 1 1 1 1 T. R.CRANKCASE EAS25540 CRANKCASE Memisahkan crankcase 10 Nm (1.2 ft • Ib) R. Komponen yang dilepas Cylinder head Cylinder/Piston Rumah kopling Unit pompa oli As pemindah gigi/Shift shaft Unit Kickstarter Motor starter Gear balancer Rotor generator 1 2 3 4 Guide rantai timing (sisi pemasukan) Penutup rantai Rantai timing Baut penguras oli mesin T. lihat hbagian “GENERATOR DAN STARTER CLUTCH” halaman 5-28. lihat bagian “AS PEMINDAH GIGI” hal 5-53. lihat bagian “STARTER LISTRIK" halaman 5-33. T. 7.0 m • kg. 14 ft • Ib) 10 Nm (1. R.0 m • kg. lihat bagian “CYLINDER DAN PISTON” halaman 5-23.0 m • kg. Jumlah 5-59 .2 ft • Ib) Keterangan lihat bagian “MELEPAS MESIN” halaman 5-1. 7. 7. lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. R. R.0 m • kg. 23 ft • Ib) 20 Nm (2. lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. lihat bagian “KICKSTARTER” halaman 5-46.

R. Komponen yang dilepas Per/spring Saringan oli mesin Switch neutral Crankcase kanan Pin dowel Crankcase kiri T. 23 ft • Ib) 20 Nm (2. 7. R.2 m • kg. T.0 m • kg.0 m • kg. Nomor 5 6 7 8 9 10 T.0 m • kg. R. 10 9 2 6 5 Baru LS 3 1 9 7 4 Baru 32 Nm (3. 7. 7.0 m • kg. R.2 ft • Ib) R. 10 Nm (1. 5-60 .2 ft • Ib) T. R.0 m • kg.CRANKCASE Memisahkan crankcase 10 Nm (1. 7. T. 14 ft • Ib) 10 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas. Jumlah 1 1 1 1 2 1 Untuk pemasangan.2 ft • Ib) Keterangan T.2 ft • Ib) 8 10 Nm (1.

5-61 . R. 1 2 3 Seal oli Retainer bearing Bearing 1 1 7 Untuk pemasangan. lihat bagian “TRANSMISI” halaman 5-67.7 m • kg.1 ft • Ib) E T. kebalikan dari prosedur melepas. 3 2 3 3 3 3 LT 1 3 E LS Nomor Komponen yang dilepas Crankshaft/Balancer Transmisi Jumlah Keterangan lihat bagian “CRANKSHAFT” halaman 5-64.CRANKCASE Melepas seal oli dan bearing 3 E 7 Nm (0. 5.

Putar: • Posisi segment shift drum CATATAN: Putar segment shift drum “1” seperti pada posisi gambar ilustrasi. 3.13 A. segment shift drum tidak menyentuh crankcase pada saat crankcase dipisahkan. Periksa: • Bearing Bersihkan dan lumasi bearing. Periksa: • Guide rantai timing (sisi masuk) rusak/aus → Ganti EAS3C11034 1 PERIKSA SARINGAN OLI/OIL STRAINER 1.14 2. Periksa: • Saringan oli/oil strainer rusak/sobek → ganti Kontaminasi → bersihkan dengan pembersih 3. dan urutan seperti pada gambar A Pukul salah satu sisi crankcase dengan hammer plastik. 2. Crankcase kiri B. EAS3C11033 9 8 7 6 5 MEMERIKSA RANTAI TIMING DAN GUIDE RANTAI TIMING 1. Lepaskan: • Crankcase kanan EAS3C11014 MEMERIKSA BEARING DAN SEAL OLI 1. 11 12 3. hati-hati dan pastikan crankcase terpisah dengan mudah. Crankcase kanan 4. 5-62 . dengan pola silang.15 MEMERIKSA CRANKCASE 1. pada posisi ini. jangan pada bagian permukaan sambungan. Rendam crankcase pada cairan pembersih. Lepas: • Baut crankcase CATATAN: PERHATIAN: Kendorkan semua baut dengan 1/4 putaran. selanjutnya putar inner race dengan jari. Periksa: • Rantai timing rusak/kaku → Ganti rantai timing satu set dengan sprocket camshaft. Pukul pada bagian tonjolan yang terdapat pada crankcase. 2.CRANKCASE EAS3C11032 ECA13900 MEMISAHKAN CRANKCASE 1. Bersihkan gasket cair yang terdapat pada permukaan sambungan crankcase. 2 EAS25580 1 B 10. Periksa: • Crankcase retak/rusak → Ganti • Aliran oli pada crankcase tersumbat → tiup dengan udara bertekanan.

• M6 × 70 mm : “7–9”. Pasang : • Crankcase kanan CATATAN: MEMASANG RETAINER BEARING 1. Oleskan: • Gasket cair/Sealant (pada permukaan sambungan crankcase) Yamaha bond No.7 m·kg. 7. dengan urutan pengencangan. R. 5. “11” • M6 × 55 mm : “14”. 1. R. a 1 Baut crankcase 10 Nm (1.CRANKCASE Putaran tidak lancar → Ganti • Seal oli rusak/bocor → Ganti EAS3C11015 3.1215®) CATATAN: Jangan sampai gasket cair/ sealant masuk kedalam jalur saluran oli.6 5 4 3.0 m·kg. 1215 90890-85505 (Three Bond No. 2. Crankcase kanan 5-63 .13 B 7 8 9 10 2. pada posisi ini.1 ft·lb) LOCTITE® 4. Pasang: • Retainer bearing “1” CATATAN: Putar segment shift drum “1” pada posisi seperti gambar ilustrasi. “15” • M6 × 45 mm : “1–5”. T. “10” A T. Crankcase kiri B. seperti gambar. Pasang: • Baut crankcase 1 EAS25700 MEMASANG CRANKCASE 1.12 11 14 15 A. • Pasang retainer bearing “1” dengan tanda "OUT" “a” menghadap keluar. Bersihkan dengan sempurna gasket cair yang menempel pada permukaan sambungan. • Lumasi locking agent (LOCTITE®) pada bagian ulir baut retainer bearing. segment shift drum tidak menyentuh crankcase. Baut retainer bearing 7 Nm (0. pada saat crankcase dirakit..2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan semua baut dengan 1/4 putaran.

1 2 Balancer Crankshaft 1 1 Untuk pemasangan. 5-64 .CRANKSHAFT EAS25960 CRANKSHAFT Melepas crankshaft dan balancer 2 E E LS 1 Baru LS Baru Nomor Komponen yang dilepas Crankcase Jumlah Keterangan Memisahkan lihat bagian “CRANKCASE” halaman 5-59. kebalikan dari prosedur melepas.

95–48.CRANKSHAFT EAS3C11016 MELEPAS CRANKSHAFT 1. Ukur: • Lebar crankshaft diluar spesifikasi → Ganti crankshaft. bearing. • Pastikan crankcase separating tool pada posisi senter dengan crankshaft.0043–0. Periksa: • Kelonggaran samping big end diluar spesifikasi → Ganti crankshaft. ECA3C11022 PERHATIAN • Untuk menghindari agar ujung crankshaft. Periksa: • Sprocket crankshaft rusak/aus → Gantie crankshaft.0012 in) MEMASANG CRANKSHAFT 1.110–0. CATATAN: Putar crankshaft secara perlahan Batas kebengkokan C 0. Periksa: • Kelurusan crankshaft diluar spesifikasi → Ganti crankshaft.030 mm (0. Kelonggaran samping big end D 0.890 in) 4. • Jangan menarik crankshaft. Periksa: • Lajur as crankshaft retask/aus → Ganti crankshaft. Pasang: • Crankshaft “1” CATATAN: Pasang crankshaft dengan crankshaft installer pot “2”. Lebar A 47. 5-65 . crankshaft installer bolt “3”.00 mm (1. • Jalur aliran oli crankshaft tersumbat → tiup dengan udara bertekanan EAS3C11036 2 1 EAS3C11035 MEMERIKSA CRANKSHAFT 1. berikan socket diantara baut crankcase separating tool dan ujung crankhaft.0161 in) 3.888–1. 5. tidak rusak.410 mm (0. • Bearing retak/rusak/longgar → Ganti crankshaft. atau keduanya. Lepas: • Crankshaft “1” CATATAN: • Lepas crankshaft dari crankcase dengan crankcase separating tool “2”. adapter (M12) “4” dan spacer (crankshaft installer) “5”. Crankcase separating tool 90890-01135 Crankcase separator YU-01135-B 2.

CRANKSHAFT Crankshaft installer pot 90890-01274 Installing pot YU-90058 Crankshaft installer bolt 90890-01275 Bolt YU-90060 Adapter (M12) 90890-01278 Adapter #3 YU-90063 Spacer (crankshaft installer) 90890-04081 Pot spacer YM-91044 1 2 4 5 ECA13970 3 PERHATIAN Untuk menghindari baret pada crankshaft dan mempermudah pemasangan . 5-66 . dan putar baut crankshaft installer dengan tangan yang lain. dengan gemuk lithium-soap-based dan tiap bearing dengan oli mesin. lumasi seal oli. CATATAN: Tahan connecting rod pada posisi titik mati atas (TMA) dengan satu tangan. Putar baut crankshaft installer hingga crankshaft masuk ke dalam crankcase dengan penuh.

TRANSMISI EAS26241 TRANSMISI Melepas transmisi. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Guide bar shift fork Per/Spring Unit shift drum Shift fork-(kanan) Shift fork-(tengah) Shift fork-(kiri) Unit drive axle Unit Main axle Batang penekan (panjang) 1 2 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. dan shift forks 7 4 8 E 9 6 E E 5 E 2 1 3 E 2 Nomor Komponen yang dilepas Crankcase Jumlah Keterangan Memisahkan lihat bagian “CRANKCASE” halaman 5-59. kebalikan dari prosedur melepas. 5-67 . unit shift drum.

5-68 .TRANSMISI Membongkar main axle M 6 5 4 3 Baru 2 1 M Nomor 1 2 3 4 5 6 Komponen yang dilepas 2nd pinion gear 3rd/4th pinion gear Circlip Toothed washer 5th pinion gear Main axle/1st pinion gear Jumlah 1 1 1 1 1 1 keterangan Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas.

5-69 .TRANSMISI Membongkar drive axle 4 5 6 7 8 Baru 9 10 11 12 M M 3 2 1 M M Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Komponen yang dilepas Washer 2nd wheel gear Dog clutch Washer 1st wheel gear Spacer 5th wheel gear Circlip Toothed washer 4th wheel gear 3rd wheel gear Drive axle Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas.

03 mm (0. Kelurusan drive axle 0.0012 in) 3. 2. untuk memeriksa shift forks.TRANSMISI EAS26260 EAS26270 MEMERIKSA SHIFT FORKS Ikuti prosedur dibawah ini. Ukur: • Kelurusan drive axle (dengan alignment dan dial gauge “1”) diluar spesifikasi → Ganti drive axle. 1.0012 in) 5-70 . Ukur: • Kelurusan main axle (dengan alignment dan dial gauge “1”) diluar spesifikasi → Ganti main axle. MEMERIKSA TRANSMISI 1. Periksa: • Alur shift drum retak/tidak rata/aus → Ganti unit shift drum. Periksa: • Shift fork cam follower “1” • Shift fork pawl “2” Bengkok/rusak/baret/aus → ganti shift fork. EWA12840 EAS26290 PERINGATAN Jangan meluruskan shift fork guide bar yang bengkok. Periksa: • Shift fork guide bar Gelindingkan shift fork guide bar pada meja datar Bengkok → Ganti. MEMERIKSA UNIT SHIFT DRUM 1. Kelurusan Main axle 0.03 mm (0. • Segment shift drum “1” rusak/aus → ganti unit shift drum• Bearing shift drum “2” Rusak/macet → Ganti unit shift drum 2. Periksa: • Pergerakan shift fork (masukan as ke shift fork guide bar) pergerkan tidak lancar → Ganti shift forks dan shift fork guide bar satu set.

Periksa: • Batang penekan kopling (panjang) retak/rusak/aus → ganti batang penekan kopling (panjang) 2. EAS25190 MEMASANG SHIFT FORKS DAN UNIT SHIFT DRUM 1. pada posisi yang berlawanan dengan toothed washer dan gear. Periksa: • Transmisi Pergerakan tidak lancar → perbaiki 4 5-71 . “C”. Periksa: • Gear transmisi Berwarna biru terbakar/mengecil/aus → Ganti gear yang bermasalah. Periksa: • Pergerakan gear transmisi pergerakan tidak lancar → ganti komponen yang rusak. “L”. Ukur: • Kelurusan batang penekan diluar spesifikasi → Ganti batang penekan kopling. Pasang: • Shift fork-("L" kiri) “1” • Shift fork-("C"tengah) “2” • Shift fork-("R"kanan) “3” • Unit shift drum “4” • Per/springs • Shift fork guide bar “5” CATATAN: Tulisan timbul yang ada pada shift forks harus menghadap ke sisi kanan dari mesin dengan urutan: “R”.0197 in) 5 3 2 1 2.500 mm (0. • Transmission gear dogs Retrak/rusak/oval → Ganti komponen yang rusak. Periksa: • Pengopelan setiap gigi transmisi (setiap pinion gear ke wheel gear) Tidak lancar → lepas kembali transmisi periksa setiap unit as transmisi 5. Batas kebengkokan : 0. Pasang: • Toothed washer “1” • Circlip “2” Baru CATATAN: 3. b Baru 2 a 1 c EAS26320 4.TRANSMISI EAS29020 MERAKIT MAIN AXLE DAN DRIVE AXLE 1. • Pastikan sudut yang tajam "a" dari circlip. MEMERIKSA BATANG PENEKAN KOPLING 1. • Pastikan sambungan ujung circlip “b” pada alur as “c”.

5-72 . • Sebelum merakit crankcase. pastikan transmisi dalam kondisi netral.TRANSMISI CATATAN: • Lumasi dengan oli setiap gear dan bearing . dan semua gigi berputar dengan lancar.

TRANSMISI 5-73 .

..............................................................................................................6-4 MEMERIKSA THERMOSTAT...................................6-6 MEMBONGKAR POMPA AIR................................................................................................................................. 6-5 POMPA AIR/WATER PUMP.........................................................................................................................6-8 MERAKIT POMPA AIR................6-8 MEMASANG POMPA AIR.....................................................6-5 MEMASANG THERMOSTAT.........................6-8 MEMERIKSA POMPA AIR..... 6-3 MEMASANG RADIATOR.....................................6-1 MEMERIKSA RADIATOR............................... 6-9 6 .....................................................................................................................................................................................SISTIM PENDINGINAN/COOLING SYSTEM RADIATOR ..........................................................................................6-3 THERMOSTAT .......................

8 m • kg. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Selang pernafasan reservoir Selang reservoir coolant Cap reservoir coolant Reservoir coolant Coupler kipas radiator Selang pernafasan pompa air Selang pengeluaran radiator Selang pemasukan radiator Cap radiator 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Lepaskan 6-1 . 2 3 9 8 1 11 4 6 10 7 10 Nm (1. 12 T. Nomor Komponen yang dilepas Air pendingin/Coolant Jok/Panel depan kanan dan kiri/Panel samping kanan dan kiri Tangki bensin/Fuel tank Rumah saringan udara Jumlah Keterangan Kuras lihat bagian “MENGGANTI COOLANT” halaman 3-14. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.RADIATOR EAS26380 RADIATOR Melepas radiator 5 T.1 ft • Ib) R. 7. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.8 ft • Ib) R.0 m • kg.2 ft • Ib) T. 8 Nm (0.7 m • kg. 7 Nm (0. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 5. R. 5.

RADIATOR Melepas radiator 5 T.0 m • kg. 6-2 . 7 Nm (0. kebalikan dari prosedur melepas. 8 Nm (0. 5.8 m • kg. Nomor 10 11 12 komponen yang dilepas Radiator Kipas radiator Penutup radiator Jumlah 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. 7. 12 T.1 ft • Ib) R.7 m • kg. 5.8 ft • Ib) R. 2 3 9 8 1 11 4 6 10 7 10 Nm (1.2 ft • Ib) T. R.

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4. Berikan. b. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator tidak sesuai dengan spesifikasi → Ganti tutup radiator.RADIATOR EAS26390 MEMERIKSA RADIATOR 1. EAS26400 2. Rusak → perbaiki/ganti CATATAN: Luruskan fins radiator dengan obeng. Tekanan buka klep tutup radiator 93. semprot dari belakang ke depan. tekanan dibawah spesifikasi buka. Periksa: • Sistim pendinginan/Cooling system Bocor → Perbaiki /ganti komponen yang rusak 3. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG RADIATOR 1.8 psi) (0. 2. harus tidak ada penurunan. minus. harus dalam kondisi klep terbuka. Ukur: • Tekanan buka tutup radiator Tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. Isi: • Sistim pendinginan/Cooling system (dengan kapasitas dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. Periksa: • Selang radiator retak/bocor → Ganti 3.6 kPa (13. Radiator cap tester 90890-01325 Radiator pressure tester YU-24460-01 Radiator cap tester adapter 90890-01352 Radiator pressure tester adapter YU-33984 6-3 . Pasang radiator cap tester “1” dan adapter radiator cap tester “2” ke radiator cap “3”. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3.23 kgf/cm²) a. Periksa: • Kipas radiator Rusak → Ganti Tidak berfungsi → Periksa dan perbaiki lihat bagian “SISTIM PENDINGINAN” hal 8-25. dan berikan tekanan sesuai spesifikasi.93–1.5–17.2–122. selama 10 detik. Periksa: • Kipas radiator Kotor tersumabt → Bersihkan Semprot dengan udara bertekanan.

kebalikan dari prosedur melepas. 13 ft • Ib) T. 5 10 Nm (1. lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1.2 ft • Ib) Nomor R.0 m • kg.8 m • kg. 7. Lepaskan 6-4 . 4 T. R. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Komponen yang dilepas Air pendingin/Coolant Jok/Panel depan kanan Tangki bensin/Fuel tank Jumlah Keterangan Kuras lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14.THERMOSTAT EAS26440 THERMOSTAT Melepas thermostat 1 2 Baru 3 18 Nm (1. 1 2 3 4 5 Selang masuk radiator Coupler coolant temperature sensor Coolant temperature sensor Tutup thermostat Thermostat 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan .

R. Panaskan air secara perlahan. Pasang: • Thermostat CATATAN: Pasang thermostat dengan lubang by pass “a” menghadap ke atas.6 ± 2. dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. 82 ± 1.8 m·kg. akan mengakibatkan panas/dingin yang berlebihan LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6-5 .7 A. Periksa: • Selang pemasukan radiator retak/bocor → Ganti EAS26480 MEMASANG THERMOSTAT 1. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2. Masukan thermometer “4” ke dalam air d. ganti komponen jika terjatuh atau terbentur dengan keras. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator Tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. 3. perhatikan perubahan suhu thermometer. a. Periksa: • Thermostat Tidak terbuka pada suhu 80. ganti thermostat. T.5 (179. dan thermostat. b.THERMOSTAT EAS26450 MEMERIKSA THERMOSTAT 1. c. Periksa: • Penutup thermostat retak/rusak → ganti 3. Panaskan air secara perlahan “3”. Rendam thermostat “1” ke dalam gelas “2” isi gelas dengan air.5 °C (176. Isi: • Sistim pendinginan/cooling system (dengan kapasitas.5–83. Pasang: 4 • Washer tembaga Baru • Coolant temperature sensor 3 1 2 Coolant temperature sensor 18 Nm (1. Tertutup penuh B. Periksa: • Sistim pendinginan/cooling system Bocor → Perbaiki/ganti komponen yang rusak 5. Terbuka penuh CATATAN: 95 203 Jika kondisi thermostat tidak sesuai. 13 ft·lb) ECA3C11004 PERHATIAN: Perlakukan dengan penuh hati-hati coolant temperature sensor.3 °F) → Ganti 2. 4.182. Thermostat yang tidak standart.9 .

7.0 m • kg. R. Lepaskan Untuk pemasangan. R. Kuras.POMPA AIR EAS26500 POMPA AIR Melepas pompa air 2 3 LS Baru 1 5 4 Baru LS 10 Nm (1. 7. Panel depan kiri Kabel kopling (sisi mesin) Air pendingin/Coolant 1 2 3 4 5 Selang keluar radiator Selang pernafasan (pompa air) Selang pernafasan cylinder head Baut bracket radiator Unit pompa air 1 1 1 1 1 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1. kecuali jika air radiator turun terlalu drastis. 6-6 .2 ft • Ib) Nomor T.2 ft • Ib) 10 Nm (1. T. atau air masuk kedalam ruang oli mesin. lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. Lepaskan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. kebalikan dari prosedur melepas. Komponen yang dilepas JUmlah Keterangan Tidak perlu membongkar pompa air.0 m • kg.

POMPA AIR Membongkar pompa air 10 Nm (1.0 m • kg. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Komponen yang dilepas Bracket radiator Tutup rumah radiator Gasket tutup rumah radiator Retainer as impeller As impeller Plat tutup rumah pompa air Gasket tutup rumah pompa air Seal pompa air Bearing Rumah pompa air Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.0 m • kg. 7. 7. 9 LT 8 Baru 5 10 Nm (1. R.2 ft • Ib) 4 6 7 Baru T. 7.0 m • kg.2 ft • Ib) T. R. 6-7 .2 ft • Ib) T. kebalikan dari prosedur melepas. R. 10 LS 3 Baru 2 1 10 Nm (1.

Lepas: • Bearing “2” CATATAN: Mechanical seal installer 90890-04145 Middle driven shaft bearing driver 90890-04058 Bearing driver 40 mm YM-04058 A 4 3 1 Baru 2 Lepas bearing dari bagian luar rumah pompa air “3”. 6-8 . • Pasang gasket rumah pompa oli “1” seperti pada gambar ilustrasi.02 in) MERAKIT POMPA AIR 1. Tekan kebawah 3. 2 3 1 EAS26530 A. dengan kedalaman seperti terlihat pada gambar ilustrasi. 2. Middle driven shaft bearing driver MEMERIKSA POMPA AIR 1. Mechanical seal installer 4. Pasang: • Seal pompa air “1” Baru (kedalam rumah pompa air “2”) ECA14080 2. • Setelah pemasangan as impeller periksa putaran harus lancar. Lumasi: • Bagian luar seal pompa air Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 3. 0–0.POMPA AIR EAS26510 MEMBONGKAR POMPA AIR 1. • Pasang seal pompa air dengan spesial tool. CATATAN: Baru • Pasang seal pompa air dengan special tools. Pasang: • Gasket rumah pompa air “1” • Plat rumah pompa air “2” • As Impeller • Retainer as impeller “3” CATATAN: PERHATIAN: Jangan melumasi bagian dalam seal pompa air dengan oli maupuin gemuk. • Sebelum memasang retainer as impeller shaft lumasi dengan tipis ujung as impeller dengan gemuk coat of lithium-soap-based.5 mm (0–0. Buka: • Seal pompa air “1” CATATAN: Lepas seal pompa air dari bagian dalam rumah pompa air. Periksa: • As Impeller retak/rusak/aus → Ganti • Bearing Putaran berat → Ganti • Selang keluar radiator retak/bocor → Ganti EAS26560 a a.

lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. 6-9 . dan pastikan plat rumah pompa air tidak menyumbat lubang "a" pada gasket. Isi: • Cairan pendingin/Cooling system (dengan spesifikasi dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. a b 1 2 2. dan retainer as impeller sejajar. Pasang: • Unit pompa air “1” • O-rings “2” Baru CATATAN: • Pastikan nok “a” yang ada pada ujung as impeller dengan alur “b” pada baut sprocket camshaft • Lumasi O-rings dengan gemuk coat of lithiumsoap-based. plat rumah pompa air.POMPA AIR • Pastikan lubang baut gasket rumah pompa air. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator Tekanan tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. a 1 Baru 3 EAS26580 2 MEMASANG POMPA AIR 1. 3. Periksa: • Sistim pendinginan/Cooling system Bocor → Perbaiki/ganti komponen yang rusak 4.

................................................... 7-9 MEMERIKSA AIR INDUCTION SYSTEM......................... 7-6 AIR INDUCTION SYSTEM ................................................. 7-2 MEMASANG TANGKI BENSIN......................................................... 7-1 MELEPAS TANGKI BENSIN ......................................SISTIM BAHAN BAKAR TANGKI BENSIN .......................................... 7-2 MELEPAS POMPA BENSIN ........ 7-12 7 .................................................. 7-6 MEMERIKSA THROTTLE BODY .... 7-6 MEMASANG THROTTLE BODY ................................................................................................................................................................................... 7-2 MEEMRIKSA BODI POMPA BENSIN......................................................... 7-6 MEMERIKSA INJECTOR BAHAN BAKAR ........................................................... 7-4 MELEPAS THROTTLE BODY................................................................... 7-6 MEMERIKSA TEKANAN BAHAN BAKAR/ FUEL PRESSURE ........................................................................................................................... 7-2 MEMASANG POMPA BENSIN.................................. 7-2 THROTTLE BODY...........................................

1 2 3 4 5 6 Coupler pompa bensin Selang bensin Tangki bensin Retainer pompa bensin Pompa bensin Gasket pompa bensin 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan. 6 Baru 5 2 (6) 4 1 4 Nm (0. 7.0 m • kg.2 ft • Ib) T. R. 2. R.2 ft • Ib) T. Nomor Komponen yang dilepas Jok/tempat duduk Jumlah Keterangan lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1. 3 R.0 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. 7-1 .4 m • kg.9 ft • Ib) 10 Nm (1. 7. T.TANGKI BENSIN EAS26620 TANGKI BENSIN Melepas tangki bensin 10 Nm (1.

Pasang: • Pompa bensin Baut pompa bensin 4 Nm (0. pada saat sambungan selang dicabut dari tangki. • Kencangkan baut pompa bensin.TANGKI BENSIN EAS26630 EAS26670 MELEPAS TANGKI BENSIN 1. Pasang: • selang bensin ECA3C11005 PERHATIAN: MELEPAS POMPA BENSIN 1. Kuras bensin melaui lubang tangki. • Pasang pompa bensin seperti pada gambar ilustrasi. Pada saat memasang selang bensin. pastikan connector terpasang dengan sempurna. • Sebelum melepas selang. • Jangan menyentuh bagian dari fuel sender. Untuk menghindari semburan bensin. 7-2 . 2. CATATAN: • Pasang connector selang bensin. jika akan melepas selang. Periksa: • Bodi pompa bensin Kotor → Bersihkan retak/rusak → Ganti unit pompa bensin EAS26700 PERINGATAN Lindungi sambungan selang dengan kain. dan penutup connector betul betul telah terpasang dengan posisi yang benar. • Tepatkan nok “a” pada pompa bensin. atau terbentur dengan keras. • Lepas selang bensin dari pipa pompa bensin. dengan pola silang seperti pada gambar. Lepaskan: • Selang bensin EWA3C11003 MEMERIKSA BODI POMPA BENSIN 1. 2. dan lepaskan selang • Lepaskan selang secara manual tanpa menggunakan alat/tools. tarik ke arah tanda panah seperti gambar. 2 1 3 4 a 1 FWD (DEPAN) 5 6 2 3. pada saat memasang pompa bensin • Selalu pergunakan gasket pompa yang baru. Lepas: • Pompa bensin ECA14720 PERHATIAN: • Jangan sampai pompa bensin terjatuh. geser penutup connector selang “1” yang terdapat diujung selang. EAS26640 EAS3C11024 MEMASANG TANGKI BENSIN 1. tempatkan kain dibawah sambungan selang. CATATAN: MEMASANG POMPA BENSIN 1. Lepaskan: • Tangki bensin CATATAN: Jangan menempatkan tangki bensin. sanggah jangan sampai terluka. dengan posisi permukaan sambungan pompa bensin berada di bawah. dengan alur yang terdapat pada retainer pompa bensin. tekan dua pengait “2” yang terdapat pada sisi connector.9 ft·lb) T. jika tidak selang bensin dapat terlepas. dengan cara menyedot dengan pompa. pada pompa bensin hingga terdengar suara “click” . CATATAN: • Jangan sampai melukai permukaan sambungan tangki.4 m·kg. R.

TANGKI BENSIN • Untuk memasang selang bensin ke pompa bensin. geser penutup connector “1” pada ujung selang seperti pada gambar dibawah. 1 7-3 .

1.7 ft • Ib) 2 1 10 Nm (1.2 ft • Ib) T. R. Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Kendorkan ECA3C11015 PERHATIAN: 9 Throttle body 1 Jangan melakukan pembongkaran unit throtlle body.THROTTLE BODY EAS26970 THROTTLE BODY Melepas throttle body 12 Nm (1.0 m • kg.2 m • kg. R. 5 LT 9 8 10 8 4 12 E LS Baru 6 7 LT 11 LT 2 Nm (0. 8. Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan lihat bagian 'RANGKA UMUM" halaman 4-1.2 m • kg. 7.4 ft • Ib) Jok/Panel samping kanan dan kiri Tangki bensin Rumah saringan udara 1 2 3 4 5 6 7 8 Selang bensin Coupler Fuel injector Fuel injector Gasket Fuel injector Coupler FID (fast idle solenoid) Coupler unit Throttle body sensor Kabel gas Baut klem joint Throttle body 1 1 1 1 1 1 1 2 T. 7-4 . lihat bagian 'RANGKA UMUM" halaman 4-1. R. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 3 Baru Nomor T.

2 ft • Ib) T. 1. R. 3 Baru Nomor 10 11 12 T. R. R. Komponen yang dilepas Jumlah 1 1 1 Lepaskan keterangan Untuk pemasangan.7 ft • Ib) 2 1 10 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg. 7. 5 LT 9 8 10 8 4 12 E LS Baru 6 7 LT 11 LT 2 Nm (0. 8.2 m • kg.4 ft • Ib) Joint Throttle body Selang vacuum air induction system Manifold pemasukan T. 7-5 .2 m • kg.THROTTLE BODY Melepas throttle body 12 Nm (1.

Jangan menggunakan carburetor cleaning solution. Untuk menghindari semburan bensin. Periksa: • Fuel injector Rusak → Ganti EAS26990 d. Ukur tekanan bensin. Tiup lubang lubang dengan udara bertekanan. pada saat sambungan selang dicabut dari tangki. jika akan melepas selang. Pasang: • Klem joint Throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada joint throttle body dengan coakan “b” yang terdapat pada klem. dari throttle body. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG THROTTLE BODY 1.THROTTLE BODY EAS3C11025 EWA3C11003 MELEPAS THROTTLE BODY 1. Lepas: • Throttle body ECA3C11016 PERINGATAN PERHATIAN: Jangan melepas unit throttle body sensor "1". Pasangkan fuel pressure adapter “3” diantara selang bensin “1” dan pompa bensin “2”. 7-6 . Tekanan bensin 250. b.5 kgf/cm²) Tidak sesuai → Ganti pompa bensin LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11006 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11005 MEMERIKSA TEKANAN BENSIN 1. Periksa: • Throttle body retak/rusak → Ganti throttle body. Buka tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.0 kPa (35. Lindungi sambungan selang dengan kain. Angkat bagian depan dari tangki bensin c. 2. Hidupkan mesin. Pasangkan pressure gauge “4” pada fuel pressure adapter “3”. b. Periksa: • Tekanan bensin a. g. e. Periksa: • aliran bahan bakar tersumbat → Bersihkan a. Lepaskan selang bensin “1” dari pompa bensin “2”. Pressure gauge 90890-03153 YU-03153 Fuel pressure adapter 90890-03186 MEMERIKSA THROTTLE BODY 1. 2 1 1 EAS3C11028 MEMERIKSA FUEL INJECTOR 1. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4 2 3 1 f.6 psi) (2. Bersihkan throttle body dengan petroleumbased solvent.

Setel: • Gerak bebas kabel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL GAS” halaman 3-6.THROTTLE BODY a b 2. b a 3. Pasang: • Joint throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada joint throttle body dengan alur “b” pada intake manifold. 7-7 . a b 4. Pasang: • Throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada throttle body dengan alur “b” yang terdapat pada joint throttle body.

THROTTLE BODY 7-8 .

AIR INDUCTION SYSTEM EAS27040 AIR INDUCTION SYSTEM 2 1 3 4 6 1 2 3 5 4 6 5 7-9 .

Selang Air induction system (3-cabang joint ke cut-off valve) 4. Air cut-off valve 7-10 . Resonator 2. Selang vacuum Air induction system 6.AIR INDUCTION SYSTEM 1. Selang Air induction system (rumah saringan udara ke 3 cabang joint) 5. Selang Air induction system (3-cabang joint ke resonator) 3.

T. R.kebalikan dari prosedur melepas. lihat bagian "TANGKI BENSIN" hal 7-1.0 m • kg. 2 3 4 5 6 7 8 Selang Airinduction system ( 3 joint ke resonanator) Resonator Selang Air induction system (saringa udara ke 3 cabang joint) Selang Air induction system (3-cabang joint ke air cut off valve) Selang vacum Air induction system Air cut-off valve Unit Reed valve Plat Reed valve plate 1 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan . 1.AIR INDUCTION SYSTEM Melepas selang air cut-off valve dan reed valve 10 Nm (1. 6 LT 2 7 8 1 4 3 Nomor Kompo nen yang dilepas Jok/Panel samping kanan Tanngki bensin Jumlah Keterangan lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1. 5 R. 7-11 . 7.0 m • kg. 7.2 ft • Ib) 10 Nm (1.2 ft • Ib) T.

sehingga udara mengalir lubang buang. membakar kembali bahan bakar yang tidak terbakar . MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM A B C b. Air cut-off valve terbuka lanjutkan langlah (b). Ke cylinder head C. Suhu untuk membakar gas yang belum terbakar. untuk mencegah tekanan balik atau after-burning. mencapai 600 hingga 700 °C (1112 to 1292 °F). Tiup dengan udara pada ujung selang air induction system (3-cabang joint ke air cut-off valve) dan periksa aliran udara dari air cut-off valve (ke sisi cylinder head ). Tiup dengan udara pada ujung selang air induc tion system (3-cabang joint ke air cut-off valve) dan periksa aliran udara. Air cut-off valve tertutup Ganti air cut-off valve. Periksa: • Selang sambungan kendor → perbaiki c. Pasang selang vacuum pada air-cut off valve “1” dan sedot selang negative. apakah ada udara mengalir. Ke manifold pemasukan 1.AIR INDUCTION SYSTEM EAS27060 MEMERIKSA AIR INDUCTION SYSTEM Air injection Air induction system (AIS). Dalam kondisi normal. dengan cara menginjeksi udara segar (secondary air) ke lubang pembuangan. Periksa: • Reed valve • Stopper reed valve • Dududkan reed valve rusak/bocor → ganti unit reed valve 3. air cut off valve otomatis tertutup untuk menghindari hilangnya tenaga. C retak/rusak/bocor → ganti • 3-cabang joint rusak/bocor → Ganti 2. udara segar akan mengalir ke lubang buang. air cut-off valve terbuka. 7-12 . jika kecepatan tinggi. Untuk itu. Jika tekanan negative timbul pada lubang. Pada saat deceleration (handel gas tiba-tiba ditutup) terjadi hisapan (negative pressure) sehingga air cut-off tertutup. Dari rumah saringan udara B. Vacuum/pressure pump gauge set 90890-06756 Mityvac brake bleeding tool YS-42423 A B A. untuk mengurangi kadar emisi hydro carbon. Air cut-off valve Air cut-off valve bekerja karena tekanan gas pemasukan. Periksa: • Air cut-off valve rusak/retak → Ganti 4. atau tidak pada air cut-off valve (ke sisi cylinder head). dan tekanan berkurang. reed valve terbuka. melalui diaphragma piston valve. sehingga. Periksa: • cara kerja Air cut-off valve tidak bekerja dengan lancar → Ganti a.

Air cut-off valve tertutup Air cut-off valve dalam kondisi baik/ OK. 1 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 7-13 .AIR INDUCTION SYSTEM Air cut-off valve terbuka Ganti air cut-off valve.

.... 8-51 RANGKAIAN DIAGRAM ...............................8-40 SISTIM POMPA BAHAN BAKAR................................................8-15 RANGKAIAN DIAGRAM ............................................................................................................................................................8-31 TABEL SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION.................................................................................................................8-35 DETAIL TROUBLESHOOTING ..8-9 SISTIM PENGISIAN......................................................................................... 8-53 8 . 8-1 RANGKAIAN DIAGRAM ....................................... 8-17 SISTIM SINYAL ..............................................................................................................................SISTIM KELISTRIKAN SISITIM PENGAPIAN ............................8-27 SISTIM FUEL INJECTION .........................8-25 RANGKAIAN DIAGRAM .......8-32 METODE TROUBLESHOOTING .................................................................................................8-19 TROUBLESHOOTING ............................................................................................................................................. 8-11 RANGKAIAN DIAGRAM .............................. 8-1 TROUBLESHOOTING ......................................... 8-51 TROUBLESHOOTING .................................................................................................................................................................................................8-25 TROUBLESHOOTING ................................8-5 CARA KERJA RANGKAIAN CUT-OFF SYSTEM .....................................................................................................................................................................................................................8-15 TROUBLESHOOTING .................8-21 SISTIM PENDINGINAN...................................................................... 8-29 RANGKAIAN DIAGRAM ............ 8-11 TROUBLESHOOTING ............................................................................................................8-19 RANGKAIAN DIAGRAM .................................8-34 MODE DIAGNOSTIC MODE ......................................................................8-29 ECU SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION.............................................................................................................................................................................................................8-5 RANGKAIAN DIAGRAM ................................................................................ 8-13 SISTIM PENERANGAN ....................................................................................................8-7 TROUBLESHOOTING .....................8-3 SISTIM STARTER KELISTRIKAN..........................................................

...............................................................8-55 MEMERIKSA SWITCH .... 8-61 MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY.................................................................8-57 MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM ...8-69 MEMERIKSA STATOR COIL ................................................ 8-67 MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR......8-64 MEEMRIKSA RELAY SINYAL BELOK .....8-69 MEMERIKSA KLAKSON/ HORN.... 8-60 MEMERIKSA SEKRING ....... 8-68 MEMERIKSA LEAN ANGLE SENSOR................................................................................8-71 MEMERIKSA UNIT THROTTLE BODY SENSOR ............................................................................8-66 MEMERIKSA IGNITION COIL ............8-71 MEMERIKSA SENSOR COOLANT TEMPERATUR ............................................................8-61 MEMERIKSA RELAY ......................................KOMPONEN KELISTRIKAN............................................... 8-73 .........................................................................................................................................................................................8-67 MEMERIKSA GAP PENGAPIAN .............................................................................................8-70 MEMERIKSA FUEL SENDER ..... 8-72 MEMERIKSA FID (FAST IDLE SOLENOID) ............................8-69 MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR ............8-70 MEMERIKSA KIPAS MOTOR RADIATOR ............... 8-66 MEMERIKSA CAP BUSI/ SPARK .................................................................................................................................................................................................. 8-65 MEMERIKSA DIODE ....................................................................................................................................................................................................................... 8-68 MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER......

.

EAS27100 EAS27090 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R Gy L/W R/W 5 Gy R 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R SISTIM PENGAPIAN 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-1 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) L Dg Dg L G/Y 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G Sb B B B Ch Dg B B 57 Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENGAPIAN (BLACK) .

Coil pengapian/Ignition coil 24.Busi/Spark plug 8-2 .Switch engine stop 20. Crankshaft position sensor 4.Lean angle sensor 22.ECU (engine control unit) 23. Kunci kontak/Main switch 5. Sekring/Fuse 6. Battery 12.SISTIM PENGAPIAN 2.

Panel depan kanan 4. OK ↓ 4. lihat bagian “MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR” halaman 8-68. OK ↓ NG → Ganti kunci kontak/ main switch. NG → Ganti coil pengapian/ ignition coil. lihat bagian “MEMERIKSA COIL PENGAPIAN” halaman 8-67. Periksa cap busi lihat bagian “MEMERIKSA CAP BUSI” halaman 8-66. OK → Sistim pengapian/Ignition system OK. NG → Setel celah busi /ganti busi NG → • Berihkan terminal battery • Strom/Ganti battery. lihat bagian “MEMERIKSA BUSI" halaman 3-7. Periksa crankshaft position sensor. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR/SWITCH” halaman 8-57. OK ↓ 2. Periksa jarak loncatan api lihat bagian “MEMERIKSA JARAK LONCATAN API” halaman 8-67. OK ↓ 8. Periksa sekring/fuse lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. Tempat duduk 2. OK ↓ 3. NG → Ganti crankshaft position sensor/unit stator. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. OK ↓ 6. Periksa coil pengapian/ ignition coil. Periksa kunci kontak/ main switch. Periksa battery. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1. Periksa busi/ spark plug.SISTIM PENGAPIAN EAS27120 TROUBLESHOOTING Jika sistim pengapian tidak bekerja dengan baik (tidak ada api atau api kecil). NG → Ganti cap busi/ spark plug cap. Tangki bensin 3. Unit lensa lampu depan 1. NG ↓ 5. CATATAN: • Sebelum melakukan troubleshooting. OK ↓ 7. NG → Ganti sekring 8-3 .

lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-1. lihat bagian “MEMERIKSA THE LEAN ANGLE SENSOR” halaman 8-68.Periksa lean angle sensor. Ganti saklar tangkai kemudi kanan 8-4 . OK ↓ 10.Periksa rangkaian kabel sistim pengapian. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR/ SWITCH” halaman 8-57. NG → Perbaiki sambungan atau ganti kabel sistim pengapian. OK ↓ Ganti ECU. Periksa engine stop switch. NG → Ganti unit lean angle sensor. OK ↓ 11. NG → Rangkaian engine stop switch rusak.SISTIM PENGAPIAN 9.

EAS27170 EAS27160 W R R W 2 R W W W W R O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 W W W W W W R R/W L/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W Br/W P/W B/L Y/L L 3 16 17 Br L P/W B/L Br/W L P/W B/L Br/W R B R W W W R B 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B 25 Br Y/R RANGKAIAN DIAGRAM R 4 19 B/L ON OFF R Br/L R Br 26 22 O/B O/B R/L O/B R/W (RED) G/R B/L B L/W R/W B R/W Sb (RED) 10 11 R/B Br 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G (BLACK) O/B R/ (BLAC 13 Sb R/B 2 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Lg Gy Lg Lg Y SISTIM STARTER KELISTRIKAN 14 W/Y B 8-5 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br 33 49 32 Br G/Y B B Br/W R/B Dg L Dg L (BLACK) (BLACK) G/Y W/Y L Br R 30 B B (BLACK) G/Y 29 34 Br P W/Y L 51 L Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 (L) Br Br/W P R/B B (R) Br/W Br Ch Ch P G/W 53 48 B L B G 54 (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B Y G B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Sb B 57 Y B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM STARTER KELISTRIKAN (BLACK) .

Diode 14.Switch kopling/clutch 8-6 .Tombol starter/start switch 12.Engine stop switch 13. Relay starter 9. Battery 7.Switch netral 40. Sekring/Fuse 6. Motor starter 8.SISTIM STARTER KELISTRIKAN 4. Relay starting circuit cut-off 11. Kunci kontak/Main switch 5.

Rangkaian cut-off relay mencegah hidupnya motor starter.SISTIM STARTER KELISTRIKAN EAS27180 CARA KERJA RANGKAIAN STARTER CUT-OFF SYSTEM Jika engine stop switch di set ke “ ” dan main switch di set ke “ON” (kedua swit dalam kondisi menutup). 2 3 1 4 10 5 11 9 7 8 6 a b 8-7 . seperti gambar dibawah ini rangkaian cut off relay sedang terbuka. sehingga mesin bisa dihidupkan dengan tombol strater “ ” . rangkaian cut off tertutup. • Tuas kopling dalam kondisi tertarik ke tangkai kemudi. ketika salah satu kondisi diatas terpenuhi. motor starter hanya bisa dihidupkan jika salah satu kondisi ini terpenuhi : • Posisi transmisi dalam kondisi neutral. seperti salah satu kondisi diatas. sehingga arus tidak dapat masuk ke motor starter.

Battery 2.ELECTRIC STARTING SYSTEM a. Switch kopling 7. Switch netral 9. Kunci kontak/Main switch 4. JIKA TRANSMISI DALAM KONDISI NETRAL b. JIKA TUAS KOPLING DITARIK KE ARAH TANGKAI KEMUDI 1. Starter relay 11. Sekring/Fuse 3. Diode 8. Tombol starter/Start switch 10. Motor starter 8-8 . Starting circuit cut-off relay 6. Engine stop switch 5.

Periksa motor starter lihat bagian “MEMERIKSA MOTOR STARTER” halaman 5-35. OK ↓ 8. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti battery. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING" halaman 8-61. Periksa cara kerja motor starter lihat bagian “MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER” halaman 8-69. NG → Ganti diode. Periksa diode. Periksa starter relay. Periksa rangkaian starting cut-off relay. OK → Motor starter OK. OK ↓ 2. Periksa battery. NG ↓ 4. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. OK ↓ 5.ELECTRIC STARTING SYSTEM EAS27190 TROUBLESHOOTING Motor starter tidak berputar CATATAN: • Sebelum troubleshooting. OK ↓ NG → Ganti kunci kontak/main switch. Periksa kunci kontak/ main switch. starting dengan tahap 5. OK ↓ 6. Jok/Tempat duduk 2. lihat bagian “MEMERIKSA DIODE” halaman 8-66. OK ↓ 3. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. Lihat electric starting system troubleshooting. lihat bagian “MEMERIKSA RELAY" halaman 8-64. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH” halaman 8-57. lihat bagaian “MEMRIKSA RELAY” halaman 8-64. OK ↓ 7. NG → Perbaiki/ ganti motor starter. NG → Ganti motor starter. Panel depan kanan 3. Unit lensa depan 1. NG → Ganti starting cut-off relay. NG → Ganti sekring 8-9 .

Ganti saklar tangkai kemudi kanan. Periksa engine stop switch.Periksa neutral switch. OK ↓ 11. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCHES” halaman 8-57. OK ↓ 12.Periksa kabel sistim starting lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM" halaman 8-5. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH" halaman 8-57.SISTIM STARTER LISTRIK 9.Periksa tombol starter. OK ↓ 13.Periksa switch kopling lihat bagian “MEMERIKSA SWITCHES” halaman 8-57. ganti saklar tangkai kemudi kanan. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH” halaman 8-57. NG → Perbaiki sistim sambungan kabel sistim kelistrikan. NG → Tombol starter rusak. OK ↓ 10. OK ↓ Rangkaian starter dalam kondisi OK. 8-10 . NG → Ganti switch kopling NG → Ganti switch netral NG → Engine stop switch rusak.

EAS27210 EAS27200 W R R W 2 R W W W W R 1 W W W W W W RANGKAIAN DIAGRAM R R/W L/W L/W Gy Br L/B 5 Gy R Gy 8 W W W R R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W 3 B R W W W R B Br/W P/W B/L SISTIM PENYETROMAN BATTERY 6 7 9 R/B L/W R/B L/W R/W L/B R 8-11 10 B L/W R/W B R/W 4 ON OFF R Br/L R Br (RED) (RED) Br 11 12 R/B Sb 13 Br L/W R/W B Sb B L/W R/W Br Sb R/B 14 Br SISTIM PENYETROMAN 50 Br B B Br .

AC magneto Rectifier/regulator Sekring/Fuse Battery 8-12 . 6.SISTIM PENYETROMAN 1. 5. 3.

NG → Perbaiki sambungan /perbaiki kabel sistim penyetroman. OK ↓ 5. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom/Ganti Battery. OK ↓ 2. Memeriksa rectifier/regulator. NG → Ganti rectifier/regulator. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-11. Periksa kabel disekitar sistim penyetroman. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. OK ↓ 4. Periksa stator coil. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. Periksa sekring. Panel samping kiri 1. Periksa battery. l. Tempat duduk 2.ihat bagian “MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR” halaman 8-69. NG → Ganti unit crankshaft position sensor/ unit stator. OK ↓ 3. OK ↓ Rangkaian sistim penyetroman OK. lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. lihat bagian “MEMERIKSA STATOR COIL” halaman 8-69. NG → Ganti sekring/fuse 8-13 .SISTIM PENYETROMAN EAS27230 TROUBLESHOOTING Battery tidak bisa disertrom CATATAN: • Sebelum troubleshooting.

SISTIM PENYETROMAN 8-14 .

EAS27250 EAS27240 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br SISTIM PENERANGAN (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-15 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENERANGAN (BLACK) .

Kunci kontak/Main switch 5.Saklar pass 37. Sekring/Fuse 6. Battery 31.Lampu posisi/lampu senja 47.Saklar lampu 36.SISTIM PENERANGAN 4.Lampu rem belakang 35.Indikator lampu jauh 58.Saklar dimmer 46.lampu depan/Headlight 57.Lampu meter 8-16 .

unit lensa depan 1. 8-17 . Periksa kunci kontak/ main switch. Periksa fuse. Periksa semua kondisi bohlam dan socket bohlam. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. OK ↓ 7. OK ↓ 5.SISTIM PENERANGAN EAS27260 TROUBLESHOOTING Jika ada masalah sinyal al: lampu depan. Memeriksa saklar dimmer. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. indikator lampu jauh. ganti saklar tangkai kemudi kiri. Memeriksa pass switch. lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. OK ↓ 6. NG → Ganti kunci kontak/main switch. Periksa battery. lampu posisi atau lampu meter CATATAN: • sebelum troubleshooting. OK ↓ 2. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. OK ↓ 3. NG → Saklar dimmer rusak. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti Battery NG → Ganti sekring NG → Ganti bohlam dan socket bohlam. Periksa kabel sistim penerangan lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-15. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. ganti saklar tangkai kemudi kiri. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ 4. Jok/tempat duduk 2. NG → Saklar pass rusak. lampu belakang. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki kabel sistim penerangan.

SISTIM PENERANGAN 8-18 .

EAS27280 EAS27270 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W SISTIM SINYAL B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-19 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM SINYAL (BLACK) .

Switch lampu rem belakang 30.Relay sinyal belok 33.Sender bahan bakar/Fuel sender 29.Lampu sinyal belok belakang kiri 44.Indikator lampu belok 8-20 .SISTIM SINYAL 4.Tombol klakson 39. Sekring/Fuse 6.Lampu sinyal belok depan kanan.Klakson/Horn 38.Switch netral 22. Kunci kontak 5.lampu sinyal belok belakang kanan 54.ECU (engine control unit) 28.Lampu sinyal belok depan kiri 42.Tachometer 56. Battery 14.Lampu belakang/rem 32.Indikator lampu netral 59.Switch sinyal belok 41.Switch lampu rem depan 31. 43.Meter bahan bakar/Fuel gauge 55.

Periksa kunci kontak/ main switch. Memeriksa sistim sinyal Klakson/horn tidak berbunyi 1. Periksa tombol klakson/horn lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Tangki bensin 3. Periksa kabel-kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. NG → Ganti kunci kontak/main switch NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti Battery NG → Ganti sekring 8-21 . NG → Perbaiki sambungan dan bagian-bagian sistim kabel. periksa Horn/klakson lihat bagian “MEMERIKSA HORN/ KLAKSON" halaman 8-70. OK ↓ 4. lihat bagian “Memeriksa sistim sinyal”. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. Ganti saklar tangkai kemudi kiri. OK ↓ NG → Ganti klakson/ horn. OK ↓ Periksa kondisi semua rangkaian sistim sinyal. OK ↓ 2. Periksa battery. NG → Tombol klakson rusak.SISTIM SINYAL EAS27290 TROUBLESHOOTING • Jika ada masalah sinyal al: sinyal lampu belok. atau lampu indikator • Klakso/ horn tidak berbunyi • Meter bahan bakar tidak bekerja NOTE: • Sebelum troubleshooting. Jok/Tempat duduk 2. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ 2. lampu rem. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. Unit lensa depan 1. OK ↓ 3.

Periksa bohlam indikator belok dan socket. lihat bagian “MEMRIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. lihat bagianm “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ NG → Ganti bohlam lampu indikator. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. atau perbaiki kabel sistim sinyal. indikator belok. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. Lampu sinyal belok.SISTIM SINYAL NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. OK ↓ 2. Periksa bohlam lampu belakang/ dan socket. Periksa bohlam sinyal belok dan socket. atau socket atau keduanya. OK ↓ 4. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. OK ↓ 3. socket atau keduanya. socket atau keduanya. atau keduanya tidak menyala 1. NG → Ganti bohlam lampu belakang/rem. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. NG → Ganti bohlam lampu sinyal belok. Periksa kabel sistim sinyal. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. 3. 8-22 . OK ↓ 2. Lampu belakang/rem tidak menyala 1. NG → Ganti switrch rem depan NG → Ganti switch rem belakang NG → Perbaiki sambungan. Periksa lampu rem belakang. Periksa lampu rem depan.

Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. OK ↓ Ganti unit meter Lampu indikator netral tidak menyala 1. OK ↓ 5. Periksa saklar sinyal belok. atau perbaiki kabel sistim sinyal. Periksa bohlam indikator netral dan socket. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKETS” halaman 8-60. NG → Ganti relay sinyal belok NG → switch sinyal belok rusak. OK ↓ 4. Periksa relay sinyal belok lihat bagian “MEMERIKSA RELAY SINYAL BELOK” halaman 8-65. OK ↓ 2. Periksa switch netral lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Ganti saklar tangkai kemusi kiri. Periksa sender bahan bakar lihat bagian “MEMERIKSA SENDER BAHAN BAKAR” halaman 8-70. OK ↓ 3.SISTIM SINYAL 3. 8-23 . NG → Ganti switch netral NG → Ganti lampu indikator netral. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. socket. OK ↓ Ganti unit meter Meter bahan bakar tidak bekerja 1. atau keduanya. OK ↓ NG → Ganti unit pompa bahan bakar NG → Perbaiki sambungan. NG → Perbaiki sambungan atau kabel sistim relay. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19.

SISTIM SINYAL NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. 2. Periksa kabel sisitim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. OK ↓ Ganti unit meter 8-24 .

EAS27310 EAS27300 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br SISTIM PENDINGINAN (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-25 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENDINGINAN (BLACK) .

Kunci kontak/Main switch 5.Relay motor kipas radiator 53.COOLING SYSTEM 4.Kipas motor radiator 49.Sensor temperatur coolant 22.Lampu peringatan temperatur coolant 8-26 . Battery 19.ECU (engine control unit) 48. Sekring/Fuse 6.

OK ↓ 6.SISTIM PENDINGINAN EAS27320 TROUBLESHOOTING CATATAN: • Sebelum troubleshooting. Periksa battery. NG → Ganti kunci kontak NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti battery. Periksa kabel sekitar cooling sistim. Periksa coolant temperature sensor. OK ↓ Ganti ECU. lihat bagian “MEMERIKSA SENSOR TEMPERATURE COOLANT” halaman 8-71. NG → Ganti relay motor kipas radiator. OK ↓ 4. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. Periksa kunci kontak lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1. Unit lensa lampu depan 1. Panel depan kanan dan kiri 3. OK ↓ 2. NG → Ganti sekring 8-27 . Periksa relay motor kipas radiator lihat bagian “MEMRIKSA RELAY" halaman 8-64. OK ↓ 3. Jok/tempat duduk 2. Periksa motor kipas radiator lihat bagian “MEMERIKSA MOTOR KIPAS RADIATOR” halaman 8-71. NG → Ganti coolant temperature sensor. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. OK ↓ 7. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-25. OK ↓ 5. NG → Ganti motor kipas radiator. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel.

SISTIM PENDINGINAN 8-28 .

EAS27340 EAS27330 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) SISTIM FUEL INJECTION R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-29 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM FUEL INJECTION (BLACK) .

Sekring/Fuse 6.FID (fast idle solenoid) 26.Sensor temperatur udara masuk/Intake air temperature sensor 18. Kunci kontak/Main switch 5.Engine stop switch 16.Coil pengapian/Ignition coil 24.ECU (engine control unit) 23.Pompa bahan bakar 48.Lampu peringatan mesin bermasalah/Engine trouble warning light 8-30 .Throttle position sensor 19.Busi/Spark plug 25.Sensor tekanan udara masuk/Intake air pressure sensor 17.Connector sinyal Self-diagnosis 22.Lean angle sensor 21.Relay motor kipas radiator 52.Motor kipas radiator 49. Battery 12.Sensor temperatur coolant/Coolant temperature sensor 20. Crankshaft position sensor 4.Injector bahan bakar/Fuel injector 27.SISTIM FUEL INJECTION 2.

kode kerusakan akan terbaca pada bentuk nyala pada indikator engine trouble warning light (atau dapat terbaca dengan FI diagnostic tool). atau masalah pada sensor-sensor. (ON) dan 0. d. • Setelah mesin dalam kondisi berhenti. • Untuk memberitahu pengendara. Engine trouble warning light Kode Indikasi kerusakan Engine trouble warning light Untuk nilai 10: Lampu menyala selama 1 detik (ON) dan 1. dan akan tersimpan didalam memory ECU. e. b. setelah tombol start mesin ditekan • Jika kerusakan terdeteksi oleh self-diagnostic function.SISTIM FUEL INJECTION EAS27350 ECU SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION ECU dilengkapi dengan self-diagnostic function fungsi ini dapat menjamin FI dapat bekerja dengan normal. f. maka ECU akan memberitahu pengendara melalui kedipan lampu indikator mesin (engine trouble warning light) yang terdapat pada speedometer. Untuk nilai 1: Lampu menyala selama 0. sehingga motor tetap masih dapat digunakan (tergantung jenis kerusakannya). Lampu nyala (ON) Lampu mati (OFF) 1 1.5 detik mati (OFF). akan segera terdeteksi.5 detik.5 3 8-31 . maka lampu indikator mesin akan berkedip. ECU akan menginstruksikan pengoperasian dengan cara lain untuk menggantikan pengoperasian komponen yang rusak.5 0. tentang kerusakan yang terjadi pada sistim Fuel Injection. Contoh: 42 a.5 detik mati (OFF). c. 1 1. Jika salah satu tidak berfungsi. Apabila terdapat gejala kerusakan.

bekerja. Kunci kontak “OFF” b. Jika lampu indikator tidak menyala kemungkinan bohlamnya putus (sebagai kontrol kondisi bohlam) a c b d c a. supaya mesin dapat bekerja dengan kondisi yang berbeda. Kunci kontak “ON” c. Ketika sinyal ketidak normalan diterima dari sensor. kemudiam kerja mesin akan berubah sesuai dengan kerusakan yang terjadi.SISTIM FUEL INJECTION Indikasi Lampu peringatan kerusakan mesin dan cara kerja sistim fuel injection. Bekerja dengan kondisi berbeda-beda. setelah kunci kontak diputar ke arah “ON”. ECU akan memerintahkan lampu indikator kerusakan mesin untuk menyala. EAS3C11008 TABLE SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION Apabila ECU mendeteksi sinyal yang tidak normal dari sensor pada waktu sepeda motor dijalankan. apakah mesin tetap bekerja. 8-32 . Lampu indikator kerusakan mesin mati d. apabila salah satu kondisi pada daftar di bawah ini muncul. sesuai Dapat atau tidak dapat dengan ketidak norma. Indikator lampu peringatan Menyala* Kerja ECU Warning provided when unable to start engine Kerja Fuel Injection Kerja FI berhenti Kondisi sepeda motor Tidak dapat bekerja Menyala berulang kali Terdeteksi ketidak normalan. Lampu peringatan kerusakan mesin menyala selama 3 detik. tergantung lan yang terdeteksi dari kode kerusakan * Lampu peringatan menyala. ECU akan menghitung nilai yang terprogram dengan akurat. atau terhenti. tergantung dari kondisi yang terjadi . dan tombol start ditekan : Lean angle sensor Lean angle sensor 30: 41: (macet) (open atau short circuit) 33: 39: Kerusakan pada pengapian Fuel injector (open atau short circuit) 50: Ketidak normalan pada memory ECU (pemeriksaan memory error) Pemeriksaan nyala lampu indikator kerusakan mesin Lampu indikator kerusakan mesin menyala selama 3 detik.

ketika tombol switch "ON" hidup Tidak dapat Tidak dapat — 8-33 .SISTIM FUEL INJECTION Tabel Diagnosa /Self-Diagnostic Function table Kode kerusakan 12 Item Crankshaft position sensor keteranga Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. bisa jadi berfungsi (pemeriksaan Tidak dapat Tidak dapat angka kode kerusakan tidak munmemory tidak berfungsi) cul. 44 Dapat Dapat 46 Suplay power ke sistim fuel injection Dapat tidak normal Dapat 50 Kerusakan pada memory ECU (ketiInternal ECU tidak ka kerusakan ini terjadi.) Peringatan tidak padat Lampu indikator peringatan menyala. dapat/tidak dapat hidup dapat/tidak dapat dijalankan Tidak dapat Tidak dapat 13 Intake air pressure Intake air pressure sensor: terdesensor teksi open atau short circuit (open atau short circuit) Intake air pressure sensor (lubang tersumbat) Intake air pressure sensor: terdeteksi ada penyumbatan Dapat Dapat 14 tect hole) 15 Dapat Dapat Throttle position senThrottle position sensor: terdeteksor si open atau short circuit (open atau short circuit) Throttle position sensor (macet/lengket) Coolant temperature sensor Throttle position sensor macet Dapat Dapat 16 21 22 30 33 39 41 Dapat Dapat Dapat Dapat Coolant temperature sensor: terdeDapat teksi open atau short circuit Intake air temperaIntake air temperature sensor: terture sensor Dapat deteksi open atau short circuit (open atau short circuit) Lean angle sensor (macet/rusak) Ignition coil (open circuit) Fuel injector Tidak ada sinyal normal yang diterima dari lean angle sensor. Pembacaan dan penulisan pada E2PROM error Sistim suplai power sepeda motor (Memonitor voltase) Terdeteksi error ketika membaca dan menulis E2PROM (angka penyetelan CO. Kabel Primary pada ignition coil: terdeteksi open circuit. kunci kode register dan angka posisi throttle tertutup penuh). Tidak dapat Tidak dapat Tidak dapat Tidak dapat Fuel injector: terdeteksi open atau Tidak dapat Tidak dapat short circuit Tidak dapat Tidak dapat Lean angle sensor Lean angle sensor: terdeteksi open (open atau short circuit) atau short circuit.

lihat bagian "Tabel kerja sensor" dan tabel “Cara kerja actuator" Periksa dan perbaiki lihat bagian “Tabel Fungsi Self Diagnostic”. Periksa dan perbaiki penyebab kerusakan/ malfunction. Putar kunci kontak ke “OFF” dan kembalikan ke “ON”. 3.SISTIM FUEL INJECTION EAS27400 METODE TROUBLESHOOTING Mesin tidak bisa bekerja dengan normal dan engine trouble warning light menyala. 30: Ignition coil 36: Fuel injector If a malfunction is detected in the sensors or actuators. Periksa angka kode kerusakan pada layar alat pendiagnosa (FI diagnostic tool). Periksa kerja dari sensor dan actuator berikut di dalam Mode Diagnostic. lihat bagian “Sensor operation table” dan “Actuator operation table”. check and repair inner parts of the engine. lihat bagian “Methode Rekondisi” pada tabel “DETAIL TROUBLESHOOTING” halaman 8-40. If no malfunction is detected in the sensors and actuators. 2. Tentukan penyebab kerusakan/ malfunction. repair or replace all faulty parts. lihat “Tabel Self-Diagnostic Function ”. 4. dan pastikan tidak muncul angka kerusakan pada layar LCD. ulangi langkah (1) sampai (4) hingga tidak muncul kode kerusakan 8-34 . c. 1. b. Amati cara kerja sensor dan actuator pada diagnostic mode. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Kerja mesin tidak normal. Periksa: • Angka kode kerusakan a. lihat bagian “Tabel Diagnostic code ”. tetapi lampu peringatan kerusakan mesin tidak menyala. CATATAN: Apabila kode kerusakan muncul. Tentukan sistim kerusakan dengan kode kerusakan. Angka kode kerusakan Tidak ada kode angka kerusakan Periksa dan perbaiki lihat “DETAIL TROUBLE SHOOTING". Periksa kerja Fuel Injection System setelah direkondisi. 1. halaman 8-40.

FI Diagnostic Tool 0rpm 66 ˚C S/D : 41 8-35 . temperatur mesin. • Lampu “POWER” (hijau) akan menyala. FI diagnostic tool 90890-03182 Setel pada normal mode (untuk membaca ada kerusakan atau tidak) CATATAN: Putaran mesin. dan juga lampu. CATATAN: Jika salah satu sistim tidak berfungsi. “WARNING” (orange) akan menyala. 2. Matikan mesin.SISTIM FUEL INJECTION EAS27431 MODE DIAGNOSTIC Memungkinkan dapat memonitor data sensor output atau memeriksa kerja FI dengan FI diagnostic tool. 1. dan disetel pada normal mode. kode kerusakan akan terbaca pada layar LCD FI diagnostic tool. dan pasagkan FI diagnostic tool “2” seperti terlihat pada gambar dibawah. dan kode kerusakan. jika dihubungkan dengan sepeda motor dan disetel pada normal mode atau diagnostic monitoring mode. Putar kunci kontak ke arah “OFF”. Putar kunci kontak pada posisi “ON” dan hidupkan mesin 1 2 CATATAN: • Temperatur coolant dan putaran mesin akan terlihat pada layar LCD FI diagnostic tool. dapat terbaca dengan melihat pada layar LCD FI diagnostic tool jika alat dipasangkan pada sepeda motor. 4. 3. • Jika tidak berfungsi akan terdeteksi dengan lampu “WARNING” (orange) menyala. Lepaskan connector self-diagnosis signal “1”.

tampak pada layar LCD. Lepaskan connector self-diagnosis signal “1”. FI Diagnostic Tool D03 : 101 8-36 . • Untuk menaikkan nomor kode diagnosa (diagnosa code number). Memeriksa kerja dari sensor atau actuator. Setelah memilih “DIAG”. Putar kunci kontak ke arah “OFF” untuk mematikan normal mode. tekan tombol “MODE”. CATATAN: • Tulisan “DIAG” akan terbaca pada layar LCD di FI diagnostic tool. Tekan tombol “UP” untuk memilih Mode penyetelan “CO” atau Mode diagnosa “DIAG”. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. • Lampu “POWER” (Hijau) akan menyala "ON" 4. Tekan tombol “MODE” . Geser saklar engine stop switch ke “ ” . tekan tombol “UP” dalam waktu 1 detik atau lebih secara otomatis nomor kode diagnosa akan naik. 8.SISTIM FUEL INJECTION 5. • Kerja Sensor (sensor operation) Data mewakili kondisi kerja dari sensor. 6. Setel pada diagnostic mode (untuk mendiagnosa kerusakan pada sistim) 1. 2. dan putar kunci kontak ke arah “ON”. dan pasangkan FI diagnostic tool “2” seperti terlihat pada gambar dibawah. 5. Pilih "diagnostic code number" berdasarkan kode kerusakan (fault code number) dengan menekan tombol "UP" dan tombol “DOWN” . • Untuk menurunkan nomor kode diagnosa (diagnostic code number). 6. • Kerja Actuator (actuator operation) Tekan tombol “MODE” . tekan tombol “DOWN” dalam waktu 1 detik atau lebih secara otomatis nomor kode diagnosa akan turun. 3. 1 2 CATATAN: • Nomor kode diagnosa (diagnostic code number) akan tampak pada layar LCD (01-70). Lepaskan FI diagnostic tool dan pasangkan connector self-diagnosis signal. 7.

05 short circuit ratur sensor. • Kegagalan pemakaian ECU. • Kegagalan pemakaian ECU. Throttle position sensor: terdeteksi open atau short circuit. • Kegagalan pemakaian ECU. Fuel injector: terdeteksi open atau short circuit. Throttle position sensor macet atau lengket. • Terjatuh/terguling • Kegagalan pemakaian ECU. Intake air pressure sensor (lubang tersumbat/kotor) . 08 30 33 • Open circuit pada kabel bodi • Kegagalan pemakaian ignition coil. • Open atau short circuit pada kabel bodi • Tidak sempurnanya fuel injector. Tidak ada sinyal normal yang diterima dari lean angle sensor. Tabel kode Diagnostic Nomor kode kerusakan Gejala Kemungkinan penyebab kerusakan • Open atau short circuit pada kabel bodi • Crankshaft position sensor tidak berfungsi • AC rotor magneto tidak berfungsi • Pemasangan sensor tidak sempurna. • Kegagalan pemakaian ECU. 03 14 15 • Open atau short circuit pada kabel bodi • Tidak sempurnanya throttle position sensor. 01 16 21 • Open atau short circuit kabel bodi • Tidak sempurnanya coolant temperature sensor. ignition cut off circuit system. 22 • Open atau short circuit pada kabel bodi Intake air temperature sen. Intake air pressure sensor: terdeteksi open atau short circuit. Kabel primary pada ignition • Kegagalan pemakaian componen pada coil: terdeteksi open circuit. sor: terdeteksi open atau • Pemasangan yang salah intake air tempe. • Kegagalan pemakaian ECU. 06 • Pemasangan yang salah coolant temperature sensor. Putar kunci kontak ke arah “OFF” untuk mematikan sistim diagnostic mode. 10. 30 39 36 41 • Open atau short circuit pada kabel bodi Lean angle sensor: terdetek• Tidak sempurnanya lean angle sensor. 03 • Kegagalan pemakaian ECU.Lepaskan FI diagnostic tool dan pasangkan connector self-diagnosis signal.• Tidak sempurnanya air temperature sensor. Coolant temperature sensor: terdeteksi open atau short circuit — 13 • Open atau short circuit kabel bodi. • Pemasangan yang salah fuel injector. si open atau short circuit. • Kegagalan pemakaian ECU Nomor kode Diagnostic 12 Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. • Lubang tersumbat/kotor pada Intake air pressure sensor. • Kegagalan pemakaian ECU. 01 • Pemasangan throttle position sensor tidak baik. • Tidak sempurnanya intake air pressure sensor. 08 8-37 . • Kegagalan pemakaian ECU.SISTIM FUEL INJECTION 9. • Kegagalan pemakaian ECU • Macet/lengketnya throttle position sensor.

yar dengan suhu air pendingin yang terukur secara aktual. nomer kode tidak tertulis dan terbaca dengan benar oleh — kerusakan dapat tidak munmemori.4 3. (Nilai penyetelan CO dan nilai pembacaan throttle valve saat kondisi tertutup tidak dapat dibaca dengan baik oleh memori. 0. 8-11.2 Mencapai 12. — 50 Kesalahan dimemori ECU. Kemungkinan penyebab kerusakan • Kerusakan pada ECU.) Nomor code diagnostic 60 46 Aliran listrik ke dalam sistem • Kerusakan pada sistem pengisian. 05 Suhu udara masuk 06 Suhu air pendingin/coolant Menunjukkan suhu air pendi. berarti kerja sensor baik. 01 Bagian Sudut Throttle • Posisi tertutup penuh • Posisi terbuka penuh display FI diagnostic tool Metode pemeriksaan Periksa perubahan nilai pada layar saat throttle ditutup dan dibuka. (Program dan data didalam ECU.8–4. secara normal.4–1. 08 Lean angle sensor • Tegak • Miring / terjatuh 09 Tegangan sistem bahan bakar (tegangan battery) 60 Kode kerusakan E2PROM • Tidak ada sejarah • Ada sejarah 8-38 . lakukan penyetruman. Bandingkan nilai pada layar dengan suhu udara yang terukur secara aktual. (Saat kerusakan ini terjadi • Kerusakan pada ECU. (Jika nilai pada layar berubah-ubah. Lihat fuel injection tidak mengalir “SISTEM PENGISIAN” pada hal.) ___ 00 01: Nilai perubahan CO terbaca.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan 44 Gejala Terdapat kesalahan dalam proses di memori E2PROM pada ECU.) Tabel kerja sensor Nomor kode kerusakan.) cul di layar LCD FI diagnostic tool.Bandingkan nilai pada langin / coolant.0 Lepas lean angle sensor dan miringkan hingga mencapai sudut 65 derajat. (Jika tegangannya lebih rendah. menekan tombol start “ ”.) Menunjukkan suhu udara yang masuk. 14–20 97–107 03 Tekanan udara masuk Menunjukkan tekanan udara Gerakkan throttle saat masuk. Bandingkan dengan tegangan yang terukur secara aktual.

tampilan akan mengulang kembali) metode pemeriksaan 62 Penghapusan sejarah kode kerusakan • Tidak ada sejarah • Sejarah yang tersimpan 00 Sampai dengan 14 kode --Untuk menghapus sejarah tekan tombol “MODE” pada FI diagnostic tool. motor radiator fan menyala OFF 3 detik) lima kali. layar akan menampilkan seluruh kode kerusakan setiap selang waktu 2 detik. (ON 2 detik. Lampu peringatan kerusakan mesin akan menyala. Jika seluruh kode sudah ditampilkan. checker. Saat tombol “MODE” ditekan. Mengaktifkan relay motor radiator fan sebanyak 5 kali tiap Periksa suara saat relay berselang 5 detik. fuel injector akan bekerja lima kali dengan waktu Periksa suara saat injector selang dua detik. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. — 70 Nomer kontrol 0–254 Tabel kerja actuator Nomor kode kerusakan Bagian Actuation Metode pemeriksaan 30 Ignition coil Saat tombol “MODE” ditekan. banyak lima kali dengan wak• Gunakan ignition tu selang dua detik. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. bekerja lima kali.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan 61 Bagian Menampilkan sejarah kode kerusakan • Tidak ada sejarah • Sejarah yang tersimpan Display FI diagnostic tool — 00 Kode kerusakan 12–50 • (Jika terdeteksi lebih dari satu kode kerusakan. 36 Fuel injector 51 Relay motor radiator fan 8-39 . ignition coil akan bekerja sePeriksa percikan lima kali.

LCD Display Waiting for connection. Sambungan dengan FI diagnostic tool terganggu. • Kerusakan pada ECU. kerja lima kali.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan Bagian Actuation Metode pemeriksaan 54 FID (fast idle solenoid) Saat tombol “MODE” ditekan. ERROR 4 • Putar kunci kontak sekali ke “OFF” dan setel FI diagnostic tool ke mode penyetelan CO Sinyal perintah dari FI diagatau diagnostic mode. periksa ulang dengan FI diagnostic tool menggunakan prosedur yang baku. Lihat “Tabel kerja sensor” dan “Tabel kerja actuator". nostic tool tidak diterima • Battery motor sudah lemah. oleh ECU. 8-40 . • Kerusakan pada ECU. • Kerusakan pada FI diagnostic tool.: Nomer Diagnostic code digunakan saat kita sedang menggunakan diagnostic mode.: Nomer kode kerusakan akan ditampilkan dilayar FI diagnostic tool saat mesin mengalami kerusakan... FID (fast idle solenoid) akan bekerja lima kali dengan se. Lihat “Tabel Diagnostic code”.Periksa suara saat FID belang satu detik. Periksa dan perbaiki beberapa hal atau komponen yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sesuai penjelasan dibawah. Gejala Tidak ada sinyal diterima dari ECU. Kemungkinan penyebab kerusakan • Sambungan yang kurang tepat • Kunci kontak pada posisi “OFF”. Setelah selesai memeriksa dan memperbaiki komponen yang rusak. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. Nomer Diagnostic code.. Nomer Kode kerusakan. • Kerusakan pada FI diagnostic tool. EAS27471 TROUBLESHOOTING DETAILS Bagian ini menjelaskan tindakan yang dilakukan untuk tiap kode kerusakan yang terbaca pada FI diagnostic tools.

— Metode pemeriksaan Nomor komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Kondisi pemasangan crankshaft posi. kode kerusakan 12 Diagnostic code No.Periksa kekendoran atau tercabut. • Perbaiki atau ganti jika terdapat kabel terlepas atau korslet.SISTIM FUEL INJECTION No. • Periksa kondisi penguncian coupler. Lihat “PEMERIKSAAN CRANKSHAFT POSITION SENSOR” di hal. • Jika terdapat kerusakan. 4 Crankshaft position sensor rusak. (merah–merah) (putih–hitam/biru) • Ganti jika rusak. 8-68. sin. perbaiki dan pasang coupler dengan benar. 3 Kabel body terlepas atau korslet. Sambungan • Crankshaft position sensor coupler • Main wire harness ECU coupler • Periksa pin pada coupler dari kemungkinan rusak/bengkok. • Antara crankshaft position sensor coupler dan ECU coupler. 8-41 . — Gejala Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. Memutar metion sensor.

perbaiki dan pasang coupler dengan benar. 8-72. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Sambungan • Periksa pin pada coupler dari Putar kunci kon• Coupler Intake air pressure sensor kemungkinan tercabut. ECA3C11011 PERHATIAN: 3 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. • Jika ada kerusakan. 8-42 . coupler. • Perbaiki atau ganti jika terdapat Kabel bodi terlepas atau korslet.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan.03) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. 13 03 Gejala Terdeteksi Intake air pressure sensor: open / short circuit Intake air pressure sensor Metode pemeriksaan Diagnostic code No. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR" di hal. kabel yang terbuka atau korslet. (Kode No. tak ke posisi • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian “ON”. • Diantara coupler intake air pressure sensor dan coupler ECU (biru–biru) (merah muda/putih–merah muda/putih) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada intake air pressure sensor: • Gunakan mode diagnostic.

3 8-43 . Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kerusakan pada Intake air pressure sensor.03) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. perbaiki dan pasang kembali coupler dengan benar. 8-72. Gejala 03 Intake air pressure sensor: kerusakan pada lubang deteksi tekanan akibat tersumbat Intake air pressure sensor Perkerjaan yang dilakukan • Periksa dan perbaiki sambungan.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. 14 Diagnostic code No. • Jika terdapat kerusakan. 2 Sambungan • Periksa pin coupler dari ke• Coupler Intake air pressure sensor mungkinan tercabut. Kerusakan pada intake air pressure • Gunakan mode diagnostic (Kode No. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler. • Ganti jika terdapat kerusakan. Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan sampai putaran 3000 rpm hingga diatasnya.

8-72. Kabel bodi utama putus atau terjadi hubungan pendek: • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet.01) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. • Gunakan mode diagnostic. • Jika terdapat kerusakan. (Kode No. ECA3C11011 PERHATIAN: Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. • Diantara coupler throttle position sensor dan coupler ECU (biru–biru) (kuning/biru–kuning/biru) (hitam/biru–hitam/biru) 3 4 Pemeriksaan tegangan keluar pada • Periksa rangkaian terbuka dan kabel yang ke throttle position sensor: lepaskan throttle position sensor. • Periksa kekendoran atau terjepit. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjan yang dilakukan 1 Kondisi pemasangan throttle position sensor. perbaiki dan pasang kembali coupler dengan benar.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. 2 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung• Coupler throttle position sensor kinan tercabut. Gejala 01 terdeteksi Throttle position sensor: open /short circuit . Throttle position sensor Metode pemeriksaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”. • Periksa posisi sensor telah terpasang dengan benar. (biru–hitam/biru) Kabel yang dibuka Kabel massa yang dibuka Kabel keluaran yang dibuka Kabel power supply yang dibuka Tegangan keluaran 5V 0V 0V 5 Kerusakan pada throttle position sensor. 15 Diagnostic code No. 8-44 . • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian dari coupler.

Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan dengan putaran langsam maupun cepat. ECA3C11011 Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kondisi pemasangan throttle position sensor.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. Coolant temperature sensor Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Kondisi pemasangan coolant temperature sensor Sambungan konektor • Coupler coolant temperature sensor kinan tercabut. Throttle position sensor Pekerjaan yang dilakukan • Periksa terhadap kekendoran atau terjepit.06) • Ganti jika rusak Lihat “PEMERIKSAAN COOLANT TEMPERATURE SENSOR” di hal. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler. Gejala 06 Coolant temperature sensor terlepas atau terjadi hubungan pendek. • Gunakan mode diagnostic. • Perbaiki atau ganti jika terdapat kabel yang putus atau korslet. 16 Diagnostic code No. perbaiki dan pasang dengan benar.ON. 2 Kerusakan throttle position sensor. Gejala 01 Throttle position sensor macet. 8-71. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. • Periksa posisi sensor telah terpasang dengan benar. Kabel yang terputus atau korslet di kabel bodi utama dan/atau di kabel cabang. tak ke posisi • Periksa pin coupler dari kemung. PERHATIAN: Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body No kode kerusakan. • Kabel bodi utama (hitam/biru–hitam/biru) (hijau/merah–hijau/merah) • Gunakan mode diagnostic (Kode No. (Kode No. • Jika terdapat kerusakan. 3 4 Kerusakan pada coolant temperature sensor 8-45 . 8-72. Periksa tempat pemasangan dari Putar kunci konkekendoran atau terjepit. 21 Diagnostic code No.01) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan.

coupler. Intake air temperature sensor Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. 8-72. • Jika terdapat kerusakan. kontak ke posensor • Periksa kondisi penguncian sisi ON. 8-46 . • Gunakan mode diagnostic. 22 Diagnostic code No. PERHATIAN: 2 3 ECA3C11011 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. (coklat/putih–coklat/putih) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada intake air temperature sensor. (Kode No.05) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. Gejala 05 Intake air temperature sensor: terdapat kabel yang terputus atau korslet. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. • Coupler ECU pada kabel bodi utama. • Diantara coupler throttle body sensor dan coupler ECU.Putar kunci • Coupler Intake air temperature kinan tercabut.

• Ganti jika terdapat kerusakan Lihat “IGNITION SYSTEM” di hal. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian connector dan coupler. sensor. • Diantara connector ignition coil dan coupler ECU coupler/kabel bodi utama. Gejala 08 Tidak ada sinyal normal dari lean angle sensor. dan sambung coupler dengan benar.tidak dapat di• Coupler lean angle sensor inan tercabut.30) • Selanjutnya tes/periksa primary dan seconday coils. 2 3 Kerusakan pada ignition coil 8-47 . Gejala 30 Bagian primary ignition coil: terdapat kabel yang terputus. terjepit demikian mesin Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 2 3 Sepeda motor terjatuh Putar kunci kontak ke posisi Kondisi pemasangan lean angle Periksa dari kekendoran atau “ON” (walaupun. Ignition coil Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan pada putaran langsam. 33 Diagnostic code No.08) • Ganti jika terdapat kerusakan. • Jika terdapat kerusakan. 4 No kode kerusakan. 30 Diagnostic code No. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa konektor dan pin • Connector Ignition coil (bagian prima. Kerusakan lean angle sensor. Lean angle sensor Pekerjaan yang dilakukan Posisikan motor kembali tegak. • Gunakan mode diagnostic. (Kode No. putar “OFF” ter• Jika terdapat kerusakan. Kabel yang terputus atau korslet di kabel bodi utama dan/atau di kabel cabang. perbaiki lebih dahulu).coupler dari kemungkinan ry coil) tercabut. • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN LEAN ANGLE SENSOR” di hal 8-68. 8-1. hidupkan kecuali • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian kunci kontak dicoupler. (merah/putih–merah/putih) (oranye–oranye) • Gunakan mode diagnostic. (Kode No. perbaiki dan sambung coupler dengan benar.

(Kode No. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet.• Gunakan mode diagnostic. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. • Jika terdapat kerusakan.Memutar • Coupler Injector kinan tercabut.. • Diantara coupler lean angle sensor dan coupler ECU. • Diantara coupler fuel injector dan coupler ECU. coupler. • Gunakan mode diagnostic. 2 3 8-48 . 41 Diagnostic code No. Lihat “PEMERIKSAAN LEAN ANGLE SENSOR” di hal.08) • Ganti jika terdapat kerusakan.36) • Ganti jika terdapat kerusakan. tak ke posisi • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian “ON”. • Jika terdapat kerusakan. (Kode No. Lean angle sensor Metode pemeriksaaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. Fuel injector Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. Lihat “PEMERIKSAAN FUEL INJECTOR” di hal 7-6.Putar kunci kon• Coupler Lean angle sensor kinan tercabut. mesin • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. Gejala 08 Lean angle sensor: terdapat kabel yang lepas atau korslet. 2 3 No kode kerusakan.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan 39 Diagnostic code No. 8-68. Gejala 36 Terdapat kabel yang terlepas atau korslet di injector. (biru–biru) (kuning/hijau–kuning/hijau) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada lean angle sensor . (merah/putih–merah/putih) (oranye/hitam–oranye/hitam) Kerusakan pada primary injector. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet.

Lihat “CHARGING SYSTEM” di hal 8-11. • Ganti jika terdapat kerusakan. kode kerusakannya dapat tidak dimunculkan pada layar. (Jika kerusakan ini terbaca oleh ECU.) — Metode pemeriksaaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”. 8-49 . 2 3 4 Kerusakan pada rectifier/regulator Kabel bodi utama terputus atau korslet. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung• Coupler ECU pada kabel bodi utama kinan tercabut. E2PROM fault code display Pekerjaan yang dilakukan • Gunakan mode diagnostic. (Kode No. Diagnostic code No. • 01 akan tampil dilayar. • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. 46 Diagnostic code No.60). • Jika terdapat kerusakan.SISTIM BAHAN BAKAR No kode kerusakan. (merah–merah) • Diantara kunci kontak dan ECU (coklat–coklat) Gejala Kerusakan pada memory ECU. dan pembacaan throttle valve dalam kondisi tertutup). • Diantara battery dan kunci kontak. Ganti ECU jika rusak. 60 Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kerusakan pada ECU No kode kerusakan. Gejala — Aliran listrik ke sistem fuel injection tidak normal. CATATAN: Jangan mengganti komponen ECU dalam kondisi kunci kontak “ON”. — Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Kerusakan pada ECU. Kerusakan pada battery • Ganti battery Lihat “PEMERIKSAAN DAN PENGISIAN BATTERY” di hal 8-61. 50 Diagnostic code No. — Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan pada putaran langsam. No kode kerusakan. 44 Gejala Terdapat kesalahan dalam pembacaan atau penulisan pada E2PROM (Nilai penyetelan CO. Metode pemeriksaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”. pembacaan ulang kode. Ganti ECU. • Periksa kondisi penguncian coupler.

SISTIM FUEL INJECTION 8-50 .

EAS27560 EAS27550 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B SISTIM POMPA BAHAN BAKAR 14 W/Y B 8-51 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM POMPA BAHAN BAKAR (BLACK) .

Sekring/Fuse 6.ECU (engine control unit) 27. Kunci kontak/Main switch 5.Engine stop switch 22.SISTIM POMPA BAHAN BAKAR 4. Battery 12.Pompa bahan bakar 8-52 .

OK ↓ 6. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57.SISTIM POMPA BAHAN BAKAR EAS27570 TROUBLESHOOTING Jika pompa bahan bakar tidak bekerja CATATAN: • Sebelum troubleshooting. NG → Ganti unit pompa bahan bakar NG → Engine stop switch rusak. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-51. Jok/tempat duduk 2. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. periksa kabel-kabel sistim bahanbakar. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. NG → Ganti kunci kontak/main switch NG → • Bersihkan terminal battery. Unit lensa lampu depan 1. Periksa switch engine stop. OK ↓ 2. • Setrom/ganti battery. Periksa battery. Periksa pompa bahan bakar lihat bagian “MEMERIKSA BODI POMPA BENSIN” halaman 7-2. NG → Ganti sekring 8-53 . Periksa kunci kontak/ main switch. OK ↓ Ganti ECU. Tangki bensin 3. lepaskan komponen-komponen dibawah ini : 1. OK ↓ 4. Ganti saklar tangkai kemudi kanan. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. OK ↓ 3. OK ↓ 5.

POMPA BAHAN BAKAR 8-54 .

KOMPONEN KELISTRIKAN EAS27971 KOMPONEN KELISTRIKAN 4 3 5 6 2 7 17 1 8 9 10 16 15 14 13 12 11 8-55 .

Ignition coil 17. Battery 4. Starting circuit cut-off relay 8. Sekring/Fuse 5. Sensor temperatur coolant. Kunci kontak 3. Rectifier/regulator 12. ECU (engine control unit) 11.KOMPONEN KELISTRIKAN 1. klakason/Horn 2. Relay motor kipas radiator. Condensor 7. 16. Starter relay 13. Switch lampu rem belakang 14. Kabel bodi 8-56 . Relay sinyal belok 10. 9. Switch neutral 15. Lean angle sensor 6.

KOMPONEN KELISTRIKAN EAS27980 MEMERIKSA SAKLAR/ SWITCH 6 P B 7 Y L/B G 1 R Br/L ON OFF R Br/L (RED) 8 Ch Br/W Dg (L) (R) 9 Y/W W 2 B B (BLACK) 10 Br L L/B L Dg Br Br/W P Ch 3 L/W B G Y B R/B B (BLUE) 4 R/W R/W L/W R/W B R/W 11 R/B B (BLACK) 5 Br G/Y (BLACK) B B (BLACK) 12 Sb 8-57 .

Saklar dimmer 8. Tombol starter/Start switch 4.KOMPONEN KELISTRIKAN 1. Switch kopling 12. Switch neutral 8-58 . Saklar sinyal belok 9. Switch lampu rem belakang 6. Switch engine stop 5. Saklar Pass 10. Switch lampu rem depan 3. Kunci kontak/Main switch 2. Tombol klakson/Horn 7. Saklar lampu 11.

dari belakang terminal. ini adalah hubungan kabel warna (R). masukkan ujung tester. • Sebelum memeriksa sistim penyambungan. untuk menghindari kerusakan terminal. dan Br/L jika saklar di geser ke arah “ON”. periksa sambungan kabel dan jika perlu. ECA14370 PERHATIAN: Jangan memasukan ujung tester. jika penyambungan tidak sempurna. pada terminal coupler “a”. hati-hati jangan sampai merusak kabel. ganti saklar/ switch. Sistim penyambungan (rangkaian tertutup) menggambarkan posisi berhubungan antar terminal “ ”. Gambar di bawah. hubungkan antar dua ujung tester beberapa kali.KOMPONEN KELISTRIKAN Periksa penyambungan saklar/ switch dengan pocket tester. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: • sebelum memeriksa sistim penyambungan. menggambarkan diagram kunci kontak (sebagai contoh gambar diagram) Lajur kiri menggambarkan kondisi switch “a” dan kolom diatas menggambarkan warna kabel “b” yang akan dihubungkan. b R Br/L a ON OFF R Br/L 8-59 . setel jarum pocket tester “0” dan posisi selektor “Ω × 1” .

saat melepas bohlam jangan menarik pada bagian kabel. atau keduanya. 1. cara melepasnya dengan menarik keluar dari socket dengan hati-hati. Pasangkan kabel positive tester ke terminal “1” dan kabel negative tester ke terminal "3". Putus→ Ganti bohlam. Sambungkan posisi positive pocket tester keterminal “1” dan kabel negative tester ke terminal “2”. seperti gambar di bawah. socket bohlam.KOMPONEN KELISTRIKAN EWA3C11001 EAS27990 PERINGATAN MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM Periksa kondisi bohlam dan socket bohlam dari karat. cara melepasnya dengan cara menekan sambil diputar ke kiri. setel pocket tester. jarum pada posisi “0” dan range “Ω × 1”. • Jangan menyentuh langsung pada kaca bohlam hindari dari oli dan cairan lain. a. dan periksa kondisi bohlam. Jika salah satunya tidak ada hubungan. jauhkan tangan anda. atau ganti bohlam. sebelum melepas bohlam. dan kemampuan penyinaran. • Bohlam tipe “d” dan tipe “e” dipakai pada lampu meter dan indikator. akan merusak sistim sambungan pada bagian terminal/ coupler. rusak/aus → perbaiki. kebanyakan tipe ini cara melepasnya dengan cara memutar berlawanan dengan arah jarum jam. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Memeriksa kondisi bohlam Ikuti prosedur dibawah ini. sambungan tidak bagus → perbaiki sambungan.. jika kaca tersentuh oleh oli. juga hubungan antar terminal. dan benda benda yang mudah terbakar. bohlam dalam kondisi putus. sistim penyambungan. biarkan bohlam biarkan bohlam mendingin terlebih dahulu. ----> Ganti bohlam. Periksa: • Kondisi bohlam (putus tidaknya) (dengan pocket tester) Putus → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: Sebelum pemakaian. dan periksa kondisi bohlam. • Bohlam tipe “a” dan “b” dipakai pada lampu depan dan biasanya memakai holder. b. untuk memeriksa bohlam. • Bohlam tipe “c” dipakai pada lampu sein dan lampu rem/belakang. ECA3C11001 PERHATIAN: • Pegang pada bagian socket. bersihkan dengan cairan pembersih. Lepas: • Bohlam 8-60 . hal ini akan mempengaruhi umur bohlam. 2. atau keduanya. teliti terlebih dahulu. Tipe bohlam Bermacam-macam tipe bohlam yang dipakai pada sepeda motor. c. atau kain yang dibasahi dengan alcohol. atau thinner. Bohlam lampu mengeluarkan panas yang tinggi untuk itu.

ganti socket bohlam. b. Pasang: • Jok/tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1 EAS28030 MEMERIKSA SEKRING ECA3C11002 PERHATIAN: MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY EWA13290 Untuk menghindari hubungan pendek. kompor listrik. putar kunci kontak pada posisi “OFF” jika memeriksa sekring atau mengganti sekring. hal ini akan mengakibatkan kerusakan pada sistim kelistrikan antara lain. hal ini akan mengakibatkan luka bakar yang serius. periksa sistim rangkaian kabel kelistrikan Nama Sekring PERINGATAN MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Besarnya amper 20 A Jmlh 1 Periksa semua socket dari sistim penyambungan sama halnya dengan pemeriksaan bohlam lampu. Pasang bohlam yang bagus pada socket. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4.. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C b. jika terlihat tidak ada hubungan. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. • JAUHKAN BATTERY DAN CAIRAN BATTERY DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 8-61 . untuk memeriksa kondisi socket. untuk penanganannya: • Pergunakan pelindung mata. mesin las. 2. Periksa: • Socket bohlam (dari penyambungan) (dengan pocket tester) tidak terhubung → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: EWA13310 a. Jika sekring terputus kembali. Pasang sekring pengganti yang baru. • Setrom Battery dengan ventilasi yang cukup • Jauhkan Battery dari api. korek api. Pasang pocket tester pada sekring. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERINGATAN Pasang pocket tester dengan posisi “Ω × 1”. Putar kunci kontak pada posisi "ON". dan periksa sistim aliran listrik. Ikuti prosedur dibawah ini. • JANGAN MEROKOK pada saat menangani dan menyetrom Battery. lampu dan sistim pengapian yang tidak berfungsi dan dapat menimbulkan bahaya kebakaran. 1. b. dengan amper yang sama. Jika jarum pocket tester tidak bergerak “∞”.l. Untuk itu ikuti petunjuk dibawah ini. Pasang pocket tester pada kabel yang berhubungan dengan socket bohlam. Ganti: • Sekring yang putus Battery mengandung gas yang mudah terbakar dan mengandung asam sulfat yang beracun yang berbahaya dan bersifat merusak. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS28000 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Jangan sekali-kali menggunakan sekring. a. sumber panas. ikuti prosedur pemeriksaan dibawah ini. 1. dan segera bawa ke dokter mata. TINDAKAN PERTAMA JIKA TERKENA BADAN BAGIAN LUAR • Kulit — cuci dengan air • Mata — rendam air selama 15 menit. dan gas (a. saat anda bekerja menangani Battery. • Hindari kontak badan anda dengan cairan battery. dengan amper yang lebih tinggi dari spesifikasi standart. c. d. dan periksa kondisi sekring. rokok).KOMPONEN KELISTRIKAN Memeriksa kondisi socket bohlam. ganti sekring. Periksa: • Sekring a. Periksa sistim penyambungan socket. c.

atau minum susu. voltase jika terminal positive dalam kondisi terlepas). sehingga tidak diperlukan memeriksa voltase tiap sel. jangan membuka seal. dan ketinggian air battery. Untuk penambahan air battery. b. ECA3C11003 PERHATIAN a. 2 1 3. Waktu penyetroman (jam) C.KOMPONEN KELISTRIKAN BAGIAN DALAM • Minum air sebanyak-banyaknya. dapat dilihat pada tabel dibawah. kondisi plat battery. dan segera bawa ke dokter. • Kabel positive tester → terminal positive battery • Kabel negative tester → terminal negative battery CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Ini adalah battery tipe sealed/MF. Hubungan antara voltase Battery. • Tidak perlu dilakukan penyetroman. jika voltase battery 12. Memeriksa pengisian battery. Untuk itu diperlukan alat penyetrum khusus. dan selanjutnya kabel positive battery “2”. sebagai contoh Contoh Voltage Battery= 12. berbeda jika dibandingkan dengan battery biasa. dapat dilakukan dengan melihat voltase battery melalui terminal Battery. dan pemeriksaan air battery tidak diperlukan.. Lepaskan: • Battery 4. CATATAN: • Penyetruman battery MF tidak dapat dilakukan jika dalam kondisi rangkaian terbuka/ open-circuit (a. minyak sayur. 1. Periksa: • Kondisi Battery 8-62 .0 V Waktu penyetroman = 6.5 jam Kondisi pengisian battery = 20–30% Battery MF menggunakan seal yang tidak bisa dibuka. • Waktu penyetruman. jika akan menyetrum battery tipe MF. Hal ini bervariasi. Lepaskan: • Kabel battery (dari terminal battery) ECA13640 PERHATIAN: Pertama-tama lepaskan kabel negative battery “1”. dan voltase penyetruman untuk battery MF. 2. amper pengisian. untuk melihat kondisi Battery. dan pemeriksaan berat jenis air battery Untuk itu.8 V.l. tergantung temperatur. Jika battery mengalami overcharge. A. Battery MF memerlukan metode penyetruman yang memerlukan kehati-hatian. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. hal ini akan merusak battery. Pasangkan pocket tester pada terminal battery. air Battery akan mengalami penurunan. dan waktu penyetroman pada suhu 20 °C (68 °F) D. Voltase Battery (V) B.

akan menimbulkan loncatan api. dan setelah dingin. E. Voltase Battery (V) B. lepaskan kabel negative battery. dapat mengakibatkan panas yang berlebihan dan rusaknya plat battery • Jika memungkinkan lakukan penyetroman berkala dengan battery charger. • Gambar illustarsi di bawah. tunggu hingga 30 menit kemudian. • Pastikan penjepit battery charger terpasang dengan kuat pada terminal battery dan tidak terjadi hubungan pendek. D. matikan untuk sementara Battery charger. Pastikan amper pengisian lebih tinggi dari amper pengisian standard yang tertulis pada battery. setel voltase pengisian dengan 20–24 V. lakukan penyetroman kembali. (jika melakukan penyetroman dalam kondisi terpasang. • Jangan menggunakan high-rate battery charger. A. Pasangkan Battery charger. arus pengisian yang tinggi. dan monitor amper pengisian setiap 3–5 menit pada Battery 8-63 . CATATAN: Jika amper pengisian lebih rendah dari standard amper pengisian yang tertulis pada battery. C. ECA13670 PERHATIAN: • Jangan melepas seal cap MF battery.KOMPONEN KELISTRIKAN • Jika pada saat proses penyetroman. matikan terlebih dahulu battery charger. hati-hati jangan sampai terjadi overcharge pada battery. Suhu ruang 20 °C (68 °F) LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. Battery tidak terisi. Kondisi kapasitas setrom Battery (%) C. b. Setrom: • Battery (lihat metode penyetroman pada gambar ilustrasi) EWA13300 PERINGATAN Jangan lakukan penyetroman cepat pada battery. Jika kabel tidak terpasang dengan kuat. timbul panas pada battery.) • Untuk menghindari loncatan api. c. Voltage (V) Waktu (menit) Penyetruman Suhu ruang 20 °C (68 °F) Periksa voltase MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Metode penyetroman dengan variable-current (voltase) charger a. dan kecepatan pengisian yang cepat. • Pada saat melakukan penyetroman battery. Ukur kondisi voltase Battery sesungguhnya CATATAN: Pengukuran voltase harus dilakukan 30 menit setelah mesin dimatikan. CATATAN: Naikkan voltase pengisian hingga 16–17 V. • Sebelum melepas kabel battery charger yang terpasang pada terminal battery. jika akan mengukur voltase Battery A. jangan menyalakan battery charger sebelum kabel Battery charger terpasang pada battery. ammeter pada Batttery dan lakukan penyetroman. B. untuk itu. lepaskan battery dari sepeda motor . dan tunggu beberapa saat untuk pendinginan. akan stabil setelah 30 menit dari proses penyetroman. dan jika voltase terlalu tinggi battery dapat over charger. jika voltase terlalu rendah. menggambarkan voltase Battery MF. dari terminal Battery.

CATATAN: Pengukuran dilakukan 30 menit setelah mesin dimatikan. dan arus pengisian tidak bertambah. 8-64 . Jiika penyetroman telah lebih dari 5 jam. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) dan battery (12 V) ke terminal relay seperti gambar Periksa cara kerja relay diluar spesifikasi → Ganti Setel waktu penyetroman 20 jam (maximum). 2. Setel voltase sehingga amper mengikuti standard pengisian e.7 V kurang --. d. EAS28040 Metode penyetroman dengan constant volage charger a. jika tidak tersambung.8 V lebih --. Pasang: • Kabel Battery (ke terminal battery ) ECA13630 PERHATIAN: Pertama.Perlu penyetroman dibawah 12. jika tidak ada perubahan amper pengisian. b. 1 2 8. Periksa: • Terminal battery Kotor→ bersihkan dengan sikat kawat Sambungan kendor → perbaiki sambungan 9. d. • Standard arus pengisian tidak bertambah. Lepaskan relay dari kabel bodi. setel voltase pengisian. Battery charger tidak dapat mengisi MF battery dan untuk tipe ini tidak dapat dipergunakan. Atur waktu penyeteruman sesuai dengan kondisi voltase Battery. Pastikan amper pengisian lebih tinggi dari amper pengisian yang tertulis paba battery.Pengisian kurang . ganti battery. ganti relay.Penyetroman telah penuh 12. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6. sambungkan kabel positive battery “1”. naikkan arus pengisian. Pasang: • Battery 7.Pasang: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.7 V kurang --. e. 30 menit setelah battery selesai penyetruman 12. Setrom battery hingga voltase Battery 15 volt.Ganti battery. g. Ukur voltase battery. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 12.0 V --. Battery dalam kondisi baik. dan lakukan penyetroman. CATATAN: Jika arus pengisian Battery lebih rendah dari standart arus pengisian yang tertulis pada battery charger.Pengisian sempurna 12. setelah berhenti melakukan penyetroman. Lumasi: • Terminal battery Pelumas yang disarankan Gemuk Dielectric 10. dibawah 12. c. Pasang charger dan ammeter pada battery. f.Ganti battery. CATATAN: MEMERIKSA RELAY Periksa penyambungan relay dengan pocket tester. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C 1. dan selanjutnya kabel negative battery “2”.8 V lebih --. Ukur voltase battery 30 menit kemudian.0 V --.KOMPONEN KELISTRIKAN • Standard arus pengisian bertambah. Ukur voltase battery sesungguhnya.

KOMPONEN KELISTRIKAN
Starter relay Relay motor kipas radiator

1

2

1

3

3
R R/W Gy L/W

4

2
W/Y L Br R

4

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”) Starting circuit cut-off relay
EAS3C11001

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”) MEMERIKSA RELAY SINYAL BELOK 1. Periksa: • Voltase masuk relay sinyal belok diluar spesifikasi → rangkaian kabel dari kunci kontak ke coupler relay sinyal belok rusak harus diperbaiki Voltase masuk relay sinyal belok DC 12 V a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada terminal relay sinyal belok seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → coklat/brown “1” • kabel negative tester → masa/ground
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

3

2
R/B L/W R/W L/B

4

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”)

Br/W Br

1

8-65

KOMPONEN KELISTRIKAN
b. Putar kunci kontak ke arah “ON”. c. Ukur voltase masuk relay sinyal belok
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Voltase keluar relay sinyal belok diluar spesifikasi → Ganti Voltase keluar relay sinyal belok DC 12 V a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada relay sinyal belok seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → coklat/putih (brown/white) “1” • Kabel negative tester → masa/ground
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

Tersambung Kabel positive tester → sky blue (biru langit)“1” Kabel negative tester → red/black (merah/hitam) “2” Tidak tersambung Kabel positive tester → red/black (merah/hitam) “2” KLabel negative tester → sky blue (biru langit) “1”

1
Sb R/B

2
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1
Br/W Br

a. Lepaskan diode dari kabel bodi b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) pada terminal diode seperti gambar c. Periksa diode dari penyambungan d. Periksa diode dari tidak tersambung
EAS28060

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

b. Putar kunci kontak ke arah “ON”. c. Ukur voltase keluar relay sinyal belok
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28050

MEMERIKSA CAP BUSI/ SPARK PLUG CAP 1. Periksa: • Tahanan cap busi diluar spesifikasi → ganti Tahanan 3,75–6,25 kΩ a. Lepaskan cap busi, dari kabel busi
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA DIODE 1. Periksa: • Diode diluar spesifikasi → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C
CATATAN:

b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1k) pada cap busi seperti pada gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C

Pocket tester atau analog pocket tester, terbaca seperti tabel di samping atas

8-66

KOMPONEN KELISTRIKAN
Tahanan coil secondary 8,64–12,96 kΩ pada 20 °C (68 °F) a. Lepaskan cap busi dari ignition coil.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

b. Pasang pocket tester (Ω × 1k) pada ignition coil seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → orange “1” • Kabel negative tester → kabel busi “2”

c. Mengukur tahanan cap busi
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28090

MEMERIKSA IGNITION COIL 1. Periksa: • Tahanan coil primary *diluar spesifikasi → Ganti Tahanan coil primary 2,16–2,64 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Lepaskan conector ignition coil dari terminal ignition coil. b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) ke ignition coil seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → orange “1” • Kabel negative tester → red/white (merah/putih) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

2
c. Ukur tahanan coil secondary.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28930

MEMERIKSA LONCATAN BUNGA API 1. Periksa: • Loncatan api/Ignition spark gap diluar spesifikasi → lihat trouble shooting sistim pengapian, mulai tahap 5. lihat bagian “TROUBLESHOOTING” halaman 8-3. Loncatan api minimum 6,0 mm (0,24 in)
CATATAN:

2

1 c. Ukur tahanan coil primary.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

Jika jarak loncatan api sesuai spesifikasi, rangkaian sistim pengapian dalam kondisi baik a. Lepaskan cap busi dari kabel busi.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

2. Periksa: • Tahanan coil secondary diluar spesifikasi → Ganti

b. Pasang ignition checker “1” seperti gambar.

8-67

KOMPONEN KELISTRIKAN
Ignition checker 90890-06754 Opama pet-4000 spark checker YM-34487

R W

1

2

b. Ukur tahanan crankshaft position sensor.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28130

2. Cap busi

c. Putar kunci kontak ke “ON” dan engine stop switch ke “ ”. d. Ukur jarak loncatan api “a”. e. Putar mesin dengan menekan tombol starter “ ” atau dengan starter kaki. dan secara perlahan jauhkan jarak celah api pada ignition checker hingga loncatan api terputus .
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28120

MEMERIKSA LEAN ANGLE SENSOR 1. Buka: • Lean angle sensor 2. Periksa: • Voltase keluar Lean angle sensor diluar spesifikasi → Ganti Voltase keluar Lean angle sensor kurang dari 65°: 0,4–1,4 V lebih dari 65°: 3,7–4,4 V a. Pasang coupler lean angle sensor pada kabel bodi. b. Pasang pocket tester (DC 20 V) pada coupler lean angle sensor seperti gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → yellow/green (kuning/hijau) “1” • kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR 1. Lepaskan: • Coupler crankshaft position sensor (dari kabel bodi) 2. Periksa: • Tahanan crankshaft position sensor diluar spesifikasi → Ganti unit crankshaft position sensor/unit stator. Tahanan crankshaft position sensor 248–372 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasang pocket tester ( Ω × 100) pada coupler crankshaft position sensor seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → red (merah) “1” • Kabel negative tester → white (putih) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

c. Putar kunci kontak ke “ON”. d. Miringkan lean angle sensor pada 65°.

8-68

KOMPONEN KELISTRIKAN
e. Ukur voltase keluar dari lean angle sensor.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28940

MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER 1. Periksa: • Cara kerja motor starter Tidak bekerja → lihat troubleshooting sistim starter, pada tahap 4. lihat bagian “TROUBLESHOOTING” halaman 8-9. a. Sambungkan terminal positive battery “1” dan kabel starter motor “2” dengan kabel “3”.
EWA13810

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → white (putih) “1” • Kabel negative tester → white (putih) “2” • Kabel positive tester → white (putih) “1” • kabel negative tester → white (putih)“3” • Kabel positive tester → white (putih)“2” • Kabel negative tester → white (putih) “3”

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

PERINGATAN

• Pergunakan kabel jumper yang lebih besar dari kabel Battery, jika tidak kabel dapat terbakar. • Pemeriksaan ini dapat menimbulkan loncatan api. untuk itu, jauhkan benda yang terbakar dari sekitarnya.

1 2

W W W

3

b. Ukur tahanan stator coil.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28170

b. Periksa cara kerja motor starter.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28150

MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR 1. periksa: • Voltase pengisian diluar spesifikasi → Ganti rectifier/regulator. Voltase pengisian 14 V pada 5000 r/min a. Pasang engine tachometer pada kabel busi. b. Pasang pocket tester (DC 20 V) pada coupler rectifier/regulator seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA STATOR COIL 1. Lepaskan: • Coupler stator coil (dari kabel bodi) 2. Periksa: • Tahanan stator coil diluiar spesifikasi → Ganti crankshaft position sensor/unit stator. Tahanan stator coil 0,448–0,672 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) pada coupler stator coil coupler sperti pada gambar
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

8-69

KOMPONEN KELISTRIKAN
• Kabel positive tester → red (merah) “1” • Kabel negative tester → black (hitam) “2” c. Ukur tahanan horn .
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Suara klakson/Horn suara sember → setel, atau ganti a. Pasang battery (12 V) tpada horn. b. Putar mur penyetel ke arah “a” atau “b” hingga spesifikasi suara baik
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

W W W R B

1

2

c. Hidupkan mesin pada putaran 5000 r/min. d. Ukur voltase pengisian
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28180

a

b

MEMERIKSA KLAKSON/ HORN 1. Periksa: • Tahanan Klakson/Horn diluar spesifikasi → Ganti Tahanan coil 4,30–4,80 Ω pada 20 °C a. Lepaskan connector dari terminal horn. b. Pasang pocket tester (Ω × 1) pada terminal Horn Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → terminal horn “1” • Kabel negative tester → terminal horn “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28220

MEMERIKSA SENDER BAHAN BAKAR 1. Lepaskan: • Coupler unit pompa bahan bakar (dari kabel bodi) 2. Lepaskan: • Tangki bahan bakar 3. Lepas: • Unit pompa bahan bakar (dari dalam tangki bensin) 4. Periksa: • Tahanan sender bahan bakar diluar spesifikasi → Ganti unit pompa bensin. Sender bahan bakar Tahanan unit sender bensin (penuh) 4,0–10,0 Ω pada 20 °C (68 °F) Tahanan unit sender bensin (kosong) 90,0–100,0 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasang pocket tester ( Ω × 100) pada coupler sender bahan bakar seperti pada gambar.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → green (hijau)“1” • Kabel negative tester → black (hitam) “2”

2

8-70

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. Tahanan sensor temperatur coolant 310–326 Ω pada 80 °C (176 °F) a. Masukan thermometer “3” pada coolant. • Tangani sensor temperature coolant dengan hati-hati.KOMPONEN KELISTRIKAN EAS28260 2 1 G B R/W Y MEMERIKSA SENSOR TEMPERATUR COOLANT 1. b. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL c. Pasangkan pocket tester (Ω × 100) pada terminal sensor temperature coolant seperti pada gambar. dan biarkan menjadi dingin hingga suhu spesifikasi. Ukur tahanan sender bahan bakar LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS28250 MEMERIKSA KIPAS MOTOR RADIATOR 1. ganti segera. Periksa: • Motor kipas radiator rusak/tidak berputar → ganti a. Lepaskan coupler motor kipas radiator dari kabel bodi. d. 2. e. Pasangkan battery (DC 12 V) seperti gambar • Kabel negative Battery → blue (biru) “1” • Kabel positive Battery → black (hitam) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3 1 2 b. Periksa: • Tahanan sensor temperatur coolant. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4 3 c. 2 c. diluar spesifikasi → ganti. Periksa putaran motor kipas radiator. Periksa tahanan sensor temperatur coolant. Lepas: • Sensor temperature coolant EWA14130 PERINGATAN b. Gerakan pelampung sender ke posisi minimum “3”/dan posisi maximum “4” . 1 L B CATATAN: Pastikan terminal sensor temperatur coolant dalam kondisi kering. Pasang: • Sensor temperature coolant 8-71 . dan isi gelas dengan coolant “2”. rendam sensor temperatur coolant “1” pada gelas. Jika sensor temperature coolant terjatuh. • Jangan sampai sensor temperatur coolant terbentur benda keras. Panaskan coolant secara perlahan.

diluar spesifikasi → ganti/perbaiki kabel bodi. 1 3 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Intake air pressure sensor (Sensor tekanan udara masuk) 1. Voltase out put Intake air pressure sensor 0. Buka secara perlahan handel gas.8 m·kg. Periksa: • Throttle position sensor a. 13 ft·lb) d. • Tangani unit throttle body sensor dengan penuh hati-hati.000 V pada 20.B/L) (kuning/biru–hitam/biru) EAS3C11029 MEMERIKSA UNIT THROTTLE BODY SENSOR EWA3C11011 PERINGATAN • Jangan membongkar unit throttle body sensor.789–4. Periksa : • Voltase out put Intake air pressure sensor diluar spesifikasi → Ganti throttle body. seperti pada gambar. Pasangkan tester digital pada terminal coupler unit throttle body sensor. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada terminals coupler unit throttle body sensor. ganti segera. jika unit throttle body sensor terjatuh. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → pink/white (merah jambu/putih) “1” • Kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 8-72 . Throttle position sensor 1. voltase tidak berubah.63–0. • kabel positive tester → terminal yellow/blue (kuning/biru) “3” • kabel negative tester → terminal black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM T.KOMPONEN KELISTRIKAN Sensor temperatur coolant 18 Nm (1. R.00–101. Digital circuit tester 90890-03174 Model 88 Multimeter with tachometer YU-A1927 • Kabel positive tester → terminal biru “1” • Kabel negative tester → terminal black/blue (hitam/biru) “2” b. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada coupler unit throttle body sensor seperti pada gambar. atau berubah dengan kasar dan tiba-tiba → Ganti throttle body. seperti pada gambar.32 kPa a. • Jangan sampai unit throttle body sensor terbentur benda keras. Voltase masuk throttle position sensor 5 Volt (blue-black/blue) (biru–hitam/biru) c. dan periksa penambahan voltase output throttle position sensor. Ukur voltase pemasukan throttle position sensor. Voltase output Throttle position sensor (posisi menutup) 0.73 Volt (Y/L . diluar spesifikasi (posisi menutup) → Ganti throttle body.

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → brown/white (coklat/putih) “1” • kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2 1 b. Periksa: • Tahanan FID (fast idle solenoid) a. Ukur tahanan intake air temperature sensor LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 8-73 . Periksa: • Tahanan sensor Intake air temperature diluar spesifikasi → Ganti throttle body Tahanan Intake air temperature sensor 5. Pasang pocket tester (Ω × 10) pada terminals dari FID (fast idle solenoid). LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Intake air temperature sensor (sensor temperatur udara masuk) 1. Ukur tahanan FID (fast idle solenoid) diluar spesifikasi → Ganti unit throttle body. Lepaskan: • Coupler FID (fast idle solenoid) 2. Putar kunci kontak ke posisi “ON”. Ukur output voltage intake air pressure sensor.5 Ω MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2 1 b.KOMPONEN KELISTRIKAN EAS3C11002 MEMERIKSA FID (FAST IDLE SOLENOID) 1. Lepaskan coupler FID (fast idle solenoid) dari kabel bodi.7–6. Tahanan FID (fast idle solenoid) 31. • Kabel positive tester → terminal brown (coklat) “1” • Kabel negative tester → terminal yellow/red (kuning/merah) “2” Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C c.3 kΩ a.5–38. c. b. Pasang pocket tester ( Ω × 1k) pada coupler unit throttle body sensor seperti pada gambar.

..........................................................9-1 PUTARAN MESIN TIDAK TEPAT ............................................................................. 9-1 PERFORMANCE BURUK PADA PUTARAN MENEGAH DAN TINGGI...............................9-2 SULIT DALAM PERPINDAHAN GIGI......................................................9-3 PERFORMANCE PENGEREMAN YANG BURUK.......................... 9-3 PENGENDALIAN TIDAK STABIL............. 9-1 INFORMASI UMUM ........ 9-2 PEDAL PEMINDAH GIGI SULIT BERGERAK ........................................9-2 KOPLING TIDAK LANCAR ....................................................................9-2 TERLALU DINGIN/OVERCOOLING...........................................................9-2 PERPINDAHAN GIGI MELONCAT.................................................9-2 PANAS BERLEBIHAN/OVERHEATING ................................... 9-4 9 .............TROUBLESHOOTING TROUBLESHOOTING.....9-1 KEGAGALAN START ........ 9-3 GARPU DEPAN TIDAK SEMPURNA ........................................................................................................................... 9-3 SISTIM PENERANGAN DAN SINYAL BERMASALAH.................................................................................................................................................................

Pompa bahan bakar • Pompa tidak berfungsi • Relay pompa bensin rusak 3. Ignition system • ECU rusak • Crankshaft position sensor rusak • Pin pasak generator rotor rusak 6. lemahnya ring piston • Ring piston lengket/macet • Piston macet dan rusak 3. menyetel. EAS28470 KEGAGALAN START mesin 1. Tangki bensin • Bensin habis • Filter bensin tersumbat • Adanya kontanimasi bahan bakar 2. Throttle body • Bahan bakar yang memburuk • Udara tersumbat Kelistrikan 1. Throttle body • Joint throttle body kendor • Gerak bebas handel gas tidak tepat • Throttle body masuk air • Air induction system rusak 9-1 . Saringan udara • Saringan udara tersumbat Sistim bahan bakar 1. Busi/Spark plug • Celah busi tidak tepat • Tingkatan busi salah • Busi mati • Elektroda busi aus • insulator busi rusak • Cap busi rusak 4.TROUBLESHOOTING EAS28450 TROUBLESHOOTING EAS28460 INFORMASI UMUM CATATAN: Petunjuk troubleshooting dibawah ini. Saklar dan kabel • Kunci kontak rusak • Engine stop switch rusak • Kabel putus • Neutral switch rusak • Tombol starter rusak • Switch kopling rusak • Masa kabel kurang • Sambungan kendor 7. tidak bisa meliput semua masalah. Aus. Ignition coil • Bodi ignition coil retak • Lilitan primary dan secondary putus • Kabel busi rusak 5. Sekring • Sekring putus • Pemasangan sekring salah 3. Piston dan ring piston • Pemasangan ring piston tidak tepat • Patah. Cylinder dan cylinder head • Busi kendor • Baut cylinder head dan cylinder kendor • Gasket cylinder head rusak • Gasket cylinder rusak • Aus atau longgarnya cylinder • Kelonggaran klep tidak tepat • Tidak sempurnanya seal klep • Bocornya klep dan dudukan klep • Valve timing tidak tepat • Per klep rusak • Klep macet 2. Sistim starter • Motor starter rusak • Starter relay rusak • Starting circuit cut-off relay rusak • Starter clutch rusak EAS28490 PUTARAN LANGSAM MESIN BURUK Mesin 1. dan mengganti komponen spare parts. Battery • Penyetruman battery kurang • Battery rusak 2. Cylinder dan cylinder head • Kelonggaran klep tidak tepat • Komponen penggerak klep rusak 2. Crankcase dan crankshaft • Pemasangan crankcase tidak tepat • Crankshaft macet Sistim bahan bakar 1. Saringan udara/Air filter • Pemasangan saringan udara tidak tepat • Tersumbatnya saringan udara mesin 4. hanya bisa membantu dan memberikan petunjuk dasar troubleshooting untuk itu. lihat juga prosedur manual cara-cara untuk memeriksa.

TROUBLESHOOTING Sistim kelistrikan 1. Busi/Spark plug • Celah busi salah • Tingkatan busi tidak tepat • Busi mati • Electroda busi rusak • Insulator busi rusak • Cap busi rusak 3. Oli mesin • Ketinggian oli mesin kurang • Kekentalan oli salah (tinggi) • Oli yang memburuk EAS28600 PERFORMANCE PUTARAN MENENGAH DAN TINGGI BURUK lihat bagian “KEGAGALAN STARTING ” hal 9-1. Pompa bahan bakar • Pompa bensin rusak EAS28530 PERPINDAHAN GIGI SULIT Perpindahan gigi sulit lihat bagian “Kopling tidak lancar”. Ignition coil • Putusnya coil primary atau secondary • Kabel busi rusak • Retaknya ignition coil 4. EAS28540 PEDAL PEMINDAH GIGI TIDAK LANCAR As pemindah gigi • As pemindah gigi bengkok Shift drum dan shift forks • Alur shift drum rusak • Shift fork macet • Shift fork guide bar bengkok Transmisi • Gear transmisi aus • Adanya material lain pada transmission gears • Pemasangan transmisi tidak benar PANAS MESIN BERLEBIHAN Mesin 1. Oli mesin • Ketinggian oli kurang 9-2 . Aliran coolant tersumbat • Cylinder head dan piston • Banyak endapan carbon 2. Mesin 1. Saringan udara • Saringan tersumbat Sistim bahan bakar 1. Kopling • Per kopling tidak rata • Pressure plate aus • Plat kopling bengkok • Kampas kopling bergelombang • Clutch push rod bengkok • Clutch boss rusak • Bushing primary driven gear aus 2. Battery • Battery kurang setrom • Battery rusak 2. Kopling • Pemasangan kopling tidak tepat • Penyetelan kabel kopling tidak tepat • Per kopling kendor • Plat kopling aus • Kampas kopling aus 2. Ignition system • ECU rusak • Crankshaft position sensor rusak • Pin pasak generator rotor rusak EAS28510 EAS28550 PERPINDAHAN GIGI LONCAT As pemindah gigi/Shift shaft • Posisi shift pedal tidak tepat • Stopper lever tidak sempurna Shift forks • Shift fork aus Shift drum • Gerak axial tidak sesuai • Alur shift drum rusak Transmisi • Gear dog aus EAS28560 KOPLING RUSAK Kopling selip 1. Oli mesin • Ketinggian oli mesin tidak tepat • Kekentalan oli salah (rendah) • Oli memburuk Kopling macet 1.

Rem • Rem macet Sistim kelistrikan 1.TROUBLESHOOTING • Kekentalan oli tidak sesuai • Oli rendah mutunya Sistim pendinginan/Cooling system 1. Thermostat • Thermostat macet kondisi menutup 5. Saringan udara/Air filter • Saringan udara tersumbat/kotor Rangka/Chassis 1. Komponen steering head • Salah pemasangan bracket atas • Salah pemasangan bracket bawah (salah pengencangan mur ring) • Tangkai kemudi bengkok • Ball bearing atau bearing race rusak 3. Ignition system • Kerusakan ECU EAS28610 • Terdapat oli atau gemuk pada piringan rem • Terdapat oli atau gemuk pada kampas rem • Ketinggian minyak rem terlalu rendah 2. Kaki-kaki garpu depan • Ketinggian oli shock tidak rata • Tekanan per tidak sama (antara garpu kanan dan kiri) • Per patah • Inner tube bengkok. Pompa air • Rusaknya pompa air 4. Radiator • Radiator rusak/bocor • Tutup radiator rusak • Rusaknya fin radiator 3. Disc brake • Kampas rem aus • Piringan rem aus • Terdapat udara pada sistim hydraulic • Minyak rem bocor • Kit caliper rem rusak • Seal caliper rem rusak/bocor • Baut union kendor • Selang rem bocor PENGENDALIAN TIDAK STABIL 1. Selang dan Pipa • Selang bocor • Sambungan selang tidak sempurna • Pipa pecah • Sambungan pipa bocor Sistim bahan bakar 1. Air pendingin/Coolant • Ketinggian air rendah 2. Thermostat • Thermostat macet kondisi terbuka EAS28640 KEMAMPUAN PENGEREMAN BURUK 1. Tangkai kemudi/handle bar • Bengkok atau salah posisi tangkai kemudi 2. atau rusak • Outer tube bengkok atau rusak 4. Tromol rem • Sepatu rem aus • Tromol rem aus • Gerak bebas pedal rem tidak sesuai • Posisi tuas camshaft rem tidak tepat • Posisi sepatu rem tidak sempurna • Rusak/patahnya per sepatu rem • Terdapat oli atau gemuk pada sepatu rem • Terdapat oli atau gemun pada tromol rem • Batang torsi rem lepas/patah EAS28650 TIDAK SEMPURNANYA GARPU DEPAN Kebocoran oli • Bengkok. Throttle body • Rusak atau kendornya joint throttle body 2.rusak atau karat pada inner tube • Baret atau rusaknya outer tube • Pemasangan seal oli tidak sempurna • Seal oli sobek/aus • Ketinggian oli shock tidak standart (tinggi) • Baut damper rod kendor • Washer tembaga baut damper rod rusak • Pecah/rusaknya O-ring baut cap Tidak berfungsi • Bengkok atau baret inner tube • bengkok atau baret outer tube • Patah/rusak per garpu depan • Bengkok/rusak damper rod • Oli schock tidak sesuai spesifikasi • Ketinggian oli shock tidak standart EAS28670 MESIN TERLALU DINGIN Sistim pendinginan/Cooling system 1. Lengan ayun • Bearing aus • Swingarm bengkok/rusak 9-3 . Busi/Spark plug • Celah busi tidak starndart • Tingkat panas busi tidak sesuai 2.

Rangka/Frame • Rangka bengkok • Steering head pipe rusak • Pengencangan kurang pada bearing race EAS28710 • Bohlam terbakar • Sambungan tidak sempurna • Kabel bodi rusak • Rangkaian masa/ground kurang • Battery rusak • Sekring tidak sesuai Nyala sinyal belok lambat • Relay rusak • Kunci kontak rusak • Saklar sein rusak • Kapasitas bohlam tidak sesuai Nyala sinyal tidak stabil • Relay rusak • Salah satu bohlam putus Nyala sinyal terlalu cepat • Bolam tidak sesuai • Relay rusak • Salah satu bohlam putus Klakson/Horn mati • Salah penyetelan klakson • Klakson rusak • Kunci kontak rusak • Tombol klakson rusak • Battery rusak • Sekring putus • Kabel bodi rusak LAMPU DAN SINYAL TIDAK MENYALA Lampu depan tidak menyala • Bohlam putus • Terlalu banyak asesoris kelistrikan • Arus pengisian battery tidak sesuai • Penyambungan tidak sempurna • Masa/ground kurang • Saklar buruk • Bohlam lampu depan terputus Lampu depan terbakar • Bohlam lampu tidak berkualitas • Battery rusak • Tidak berfungsinya rectifier/regulator • Masa/ground tidak bagus • Kunci kontak rusak • Saklar lampu rusak • Umur bohlam habis Lampu belakang/rem putus • Bohlam lampu kualitas rendah • Terlalu banyak aksesoris kelistrikan • Sambungan tidak sempurna • Lampu terbakar Lampu belakang/rem terbakar • Kualitas lampu rendah • Battery rusak • Penyetel lampu rem rusak • Umur bohlam habis Lampu sein tidak menyala • Saklar sein rusak • Relay saklar rem rusak 9-4 . Unit shock absorber belakang • Per shock absorber tidak berfungsi • Kebocoran oli 6. Roda • roda tidak balance • Cast wheel berubah bentuk • Bearing roda rudak • As roda rusak atau bengkok • Roda oleng 8. Ban • Tekanan ban tidak sesuai (depan dan belakang) • Tekanan angin kurang • Keausan ban tidak sama 7.TROUBLESHOOTING 5.

Starting circuit cut-off relay 10. Tombol klakson/Horn switch 39. Condenser 51. Relay sinyal belok 33. Tachometer 56. Indikator lampu jauh 1. Unit Throttle body sensor. Lampu sinyal belok belakang kiri 44. Lampu sinyal belok depan-kanan 43. Saklar lampu 36.EAS28740 EAS28750 ichsan iskandar DIAGRAM KELISTRIKAN V-IXION 57. Saklar Pass 37. 16. Motor kipas radiator 49. Lampu sinyal belok belakang kanan 45. Switch kopling 41. Saklar tangkai kemudi kanan 11. Unit lampu depan 46. FID(fast idle solenoid) 26. Engine stop switch 13. Saklar sinyal belok 40. Lampu indikator neutral KODE WARNA B Br Ch Dg G Gy L Lg O P R Sb W Y B/L Br/L Br/W G/R G/W G/Y L/B L/W O/B P/W R/B R/L R/W W/Y Y/G Y/L Y/R Black (Hitam) Brown (Coklat muda) Chocolate(Coklat tua) Dark green (Hijau tua) Green (Hijau) Gray (Abu-abu) Blue (Biru) Light green (Hijau muda) Orange Pink (Merah muda) Red (Merah) Sky blue (Biru langit) White (Putih) Yellow (Kuning) Black/Blue (Hitam/Biru) Brown/Blue (Coklat muda/Biru) Brown/White (Coklat muda/Putih) Green/Red (Hijau/Merah) Green/White (Hijau/Putih) Green/Yellow (Hijau/Kuning) Blue/Black (Biru/Hitam) Blue/White (Biru/Putih) Orange/Black (Orange/Hitam) Pink/White (Merah muda/Putih) Red/Black (Merak/Hitam) Red/Blue (Merah/Biru) Red/White (Merah/Putih) White/Yellow (Putih/Kuning) Yellow/Green (Kuning/Hijau) Yellow/Blue (Kuning/Biru) Yellow/Red (Kuning/Merah) . Starter relay 9. Conector Self-diagnosis signal 22. Kunci kontak/Main switch 5. Lampu peringatan panas mesin/Coolanttemperature warning light 54. Meter guide/Fuel gauge 55. Intake air temperature sensor 18. Throttle position sensor 19. Lampu posisi/lampu senja 47. Lampu belakang/rem 32. Rectifier/regulator 4. Switch rem belakang/Rear brake light switch 30. Lampu meter/Meter light 2. Lampu sinyal belok depan-kiri 42. Pompa bensin/Fuel pump 28. Intake air pressure sensor 17. Sekring/Fuse 6. lampu depan 48. Indikator sinyal belok 3. ECU (engine control unit) 23. Switch netral 15. Lean angle sensor 21. Sender bahan bakar/Fuel sender 29. Tombol starter 12. Relay motor kipas radiator 50. AC magneto 58. Klakson/Horn 34. Saklar tangkai kemudi kiri 35. Saklar dimmer 38. Battery 7. Diode 14. B u s i / Spark plug 25. Lampu mesin bermasalah/Engine trouble warning light 53. Ignition coil 24. Motor starter 8. Crankshaft position sensor 59. Unit meter 52. Fuel injector 27. Switch rem depan/Front brake light switch 31. Coolant temperature sensor 20.

.

LTD.. 2500 SHINGAI IWATA SHIZUOKA JAPAN .YAMAHA MOTOR CO.

V-IXION DIAGRAM KELISTRIKAN W R W W W W W W R W 2 R W 1 W W W R O Y/R Br Gy L/W Br L/B L R B/L B Br/W P/W O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R R R/W L/W 5 W W W B R B Gy Gy R 8 R Br R/W O O B 15 16 Br/W P/W B/L Y/L L L P/W B/L Br/W L P/W B/L Br/W 23 24 3 R R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W W W W R 17 18 Y/L Y/L Br 6 R 7 R/B L/W 25 9 R/B L/W R/W L/B Y/R Y/R Br Y/R 4 ON OFF R Br/L (RED) Br R Br (RED) B G/R G/R 26 22 O/B O/B R/L O/B R/W O/B R/W (BLACK) 10 11 L/W R/W B R/W Br L/W R/W B Sb B L/W R/W Br Sb G/R B/L 19 B/L 12 R/B (BLACK) 20 L Y/G B/L R/W G L B/L Y/G 13 Sb R/B Y/G G B R/W Y 27 28 21 Lg Lg Lg G/W Y Y B Gy 14 W/Y B Br 50 Br B (BLACK) B Br (BLACK) Br Br R Br/W Br Br Br Br B B (BLACK) G/Y G/Y Br G/Y (BLACK) B 33 49 P 32 Br G/Y B B W/Y L Br R 30 29 34 W/Y L Br P Br/W R/B Dg L (BLACK) (BLACK) L Dg 51 52 Lg G/W 40 L Br Br/W P R/B B (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B Ch Br/W Br Ch P 53 G 35 L B L B 36 37 38 39 (L) 54 55 56 B Gy Br 48 B (R) R/B B (BLUE) Sb Y L Y Y G B B B Ch Dg B 57 58 L 59 Dg Ch L Sb G/W Lg L B Sb G/W Lg L B Br 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L Ch Dg G B 47 41 42 43 44 31 (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch B G B B B B B B (BLACK) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful