BUKU PETUNJUK SERVICE

3C1-F8197-B0

EAS20040

V-IXION SERVICE MANUAL ©2007 oleh Yamaha Motor Co., Ltd. Edisi pertama, February 2007 dialih bahasakan oleh Technical Publication Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing di cetak di Indonesia

EAS00002

PENDAHULUAN
Buku petunjuk service ini, dibuat oleh Yamaha Motor Company, Ltd. dan dialih bahasakan oleh Technical Publication Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. diharapkan dapat dipakai oleh Mekanik Bengkel resmi Yamaha. Kami menyadari bahwa tidak mungkin menjelaskan seluruh pelajaran Teknik perbaikan sepeda motor dalam satu buku ini saja. Sehingga kami meyarankan kepada para Mekanik harus terlebih dahulu menguasai dasar-dasar perawatan sepeda motor Yamaha. Tanpa pengetahuan ini, usaha perbaikan model ini akan kurang baik dan tidak sempurna

Yamaha Motor Indonesia, terus menerus berusaha meningkatkan kualitas produksinya. Untuk itu, jika ada perubahan yang mendasar dalam spesifikasi dan prosedur pengerjan, akan kami sampaikan keseluruh jaringan Yamaha melalui buletin " Service Information"

CATATAN Desain dan spesifikasi, sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti perkembangan model.
EAS00004

INFORMASI PENTING YANG ADA DIDALAM BUKU INI :
Informasi penting secara khusus ditandai dengan tanda-tanda sebagai berikut :

Q
PERINGATAN

Simbol ini mengharuskan anda HATI-HATI MENYANGKUT KESELAMATAN ANDA !

memberikan petunjuk khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kecelakaan bagi pengendara, dan orang lain yang sedang memeriksa dan memperbaiki sepeda motor. Perlu perhatian khusus, yang harus diikuti untuk menghindari kerusakan pada sepeda motor. Memberikan keterangan tambahan, untuk mempermudah pengerjaan service.

cPERHATIAN

CATATAN :

EAS20090

CARA MEMBACA DENGAN CEPAT BUKU SERVICE MANUAL
Buku petunjuk ini dibuat dengan format yang "ringan" agar mudah dan cepat di mengerti oleh mekanik YAMAHA. Berisi penjelasan yang luas dan menyeluruh tentang cara-cara Pemasangan, Pelepasan, Pembongkaran, Perakitan dan prosedur Pemeriksaan • Buku ini terdiri dari beberapa Bab utama yang didalamnya terdapat beberapa judul "1" tertulis pada bagian atas dari halaman. • Sub judul “2” tercetak dengan huruf yang lebih kecil. • Untuk membantu mengidentifikasi komponen, dan mengklarifikasi tahap-tahap proses, dijelaskan dengan gambar diagram "3". dimulai dengan cara melepas, dan cara membongkar. • Nomor “4” pada setiap gambar diberikan nomor komponen, yang merupakan nomor urutan tahap pelepasan komponen. • Symbol “5” merupakan indikasi komponen yang harus dilumasi atau diganti. lihat bagian “SYMBOLS” (terdapat simbol pelumas dll) • Tabel instruksi pekerjaan “6” berhubungan dengan gambar diagram diatasnya. berisi pekerjaan yang harus dilakukan, nama komponen, catatan, keterangan, dll) • Nomor “7” terdiri dari berbagai informasi (misalnya special tools dan data-data teknik) dan diberi garis yang berbentuk bujur sangkar.

1

3

7

5 4

6 2

EAS20100

SIMBOL
Simbol dibawah dibuat untuk mempermudah memahami dan mengerti cara membaca buku .
CATATAN:

Simbol disamping tidak selalu ada di dalam setiap model sepeda motor

1

2

3

4

5

6

7

8

1. Dapat dilakukan perbaikan dalam kondisi mesin terpasang 2. Menambah cairan 3. Pelumasan 4. Alat spesial/Special tool 5. Torsi pengencangan 6. Batas keausan/kelonggaran 7. Putaran mesin 8. Service data kelistrikan 9. Oli mesin 10. Oli Gear 11. Gemuk Molybdenum-disulfide 12. Minyak rem 13. Gemuk Bearing roda. 14. Gemuk Lithium-soap-based 15. Gemuk Molybdenum-disulfide 16. Gemuk Silicone 17. Berikan cairan pengunci (LOCTITE®). 18. Ganti dengan spare part baru.

T.

R.

9
E

10
G

11
M

12
BF

13
B

14
LS

15
M

16
S

17
LT

18

Baru

EAS20110 DAFTAR ISI INFORMASI UMUM SPESIFIKASI PEMERIKSAAN BERKALA DAN PENYETELAN RANGKA/CHASSIS MESIN SISTIM PENDINGINAN SISTIM BAHAN BAKAR SISTIM KELISTRIKAN MENGATASI MASALAH/TROUBLESHOOTING 1 2 3 4 5 6 7 8 9 .

.

........................................ 1-1 NOMOR SERI RANGKA ................INFORMASI UMUM IDENTIFIKASI SEPEDA MOTOR ........................................ 1-1 TEKNOLOGI MASA DEPAN....................................................................................................................................................1-2 GAMBARAN TENTANG SISTIM FI .....................................................................................................1-4 PENGGANTIAN SPARE PART........................................ 1-1 NOMOR SERI MESIN ....................................... 1-5 CIRCLIPS ...........................................................................................1-4 GASKETS.........................................................................................1-4 LOCK WASHERS/PLATES DAN COTTER PINS ................. 1-7 1 ................................................................................................ 1-4 PERSIAPAN UNTUK MEMBONGKAR DAN MEMASANG.............1-4 BEARINGS DAN OIL SEALS .................................. OIL SEALS DAN O-RINGS ....................................... 1-3 INFORMASI PENTING .................................................. 1-2 SISTIM FI .................................................... 1-5 MEMERIKSA SISTIM PENYAMBUNGAN ......................... 1-6 ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS ........................................................................

IDENTIFIKASI EAS20130 IDENTIFIKASI EAS20140 NOMOR IDENTIFIKASI RANGKA Nomor Rangka “1” tercetak pada rangka bagian belakang di bawah tempat duduk. 1 1-1 . 1 EAS20160 NOMOR IDENTIFIKASI MESIN Nomor Mesin “1” tercetak pada crankcase dibagian kiri bawah CATATAN: Desain dan spesifikasi sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

4. berdasarkan kondisi pengendaraan dan temperatur atmosfir. 2. diukur dari volume udara dan bahan bakar. tetapi jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar bervariasi tergantung dari kondisi pengendaraan. 7. 1 2 3 4 5 6 7 8 11 Engine trouble warning light Ignition coil Busi/Spark plug Coolant temperature sensor Fuel injector Pompa bahan bakar/Fuel pump Lean angle sensor ECU (engine control unit) FID (fast idle solenoid) Unit Throttle body sensor (terdiri dari throttle position sensor. mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar yang bervariasi itu melalui ukuran jetnya. Penggunakan sistim FI telah mampu menghasilkan suplai bahan bakar dengan keakurasian yang lebih tinggi. Untuk memnuhi kebutuhan tersebut. Pada sistim ini. Sehubungan dengan semakin besarnya tuntutan terhadap kemampuan mesin & pengontrolan emisi gas buang yang ketat.bahan bakar yang optimal. 3. 6. 5. adalah mensuplai sejumlah bahan bakar ke ruang bakar sesuai perbandingan udara . model ini sengaja dilengkapi kontrol Fuel Injection (FI) secara electronic. 10. 9. yang diatur oleh ukuran Main Jet (spuyer) yang digunakan. 8. mampu menghasilkan perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih optimum disetiap saat. Sistim bahan bakar. misalnya pada akselerasi. deselerasi. sehingga akan diperoleh perbandingan udara-bahan bakar yang optimum disegala kondisi pengendaraan. Crankshaft position sensor 1. dan pengurangan emisi gas Translate by slamet edc buang. meningkatkan respon mesin. konsumsi bahan bakar yang lebih baik. untuk menggantikan sistim karburator. perbandingan campuran udara dan bahan bakar yang disuplai ke ruang bakar.. maka diperlukan perangkat yang mampu mengontrol perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih akurat. intake air pressure sensor. Dengan menggunakan "microprocessor" yang mengtur volume injeksi bahan bakar sesuai kondisi pengendaraan yang dideteksi oleh bermacam-macam sensor. atau pengendaraan dengan beban berat. 10 9 1-2 . Pada sistim karburator.TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS20170 TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS3C11022 GAMBARAN TENTANG SISTIM FI Fungsi utama dari sistim suplai bahan bakar. Meskipun udara yang masuk volumenya sama. intake air temperature sensor) 11.

2. Control system 1-3 .50 kg/cm². 8.6 psi). 13. Semakin lama injector diberikan sinyal (durasi injeksi). intake air pressure sensor. 11. sehingga sejumlah bahan-bakar terinjeksi kedalam intake manifold. crankshaft position sensor. Pressure regulator berfungsi menjaga supaya tekanan bahan bakar yang ke injector tetap konstan hanya 250 kPa (2. 6. 3. 35. lean angle sensor dan coolant temperatur sensor. sesuai dengan kondisi jalan dan pengendaraan. Air system C. Timing injeksi ditentukan berdasarkan sinyal dari crankshaft position sensor. 5 2 3 8 4 6 1 9 11 12 13 14 10 7 1. 9. Pompa bahan bakar/Fuel pump Fuel injector Ignition coil Coolant temperature sensor ECU (engine control unit) Lean angle sensor Crankshaft position sensor FID (fast idle solenoid) Rumah saringan udara/Air filter case Throttle body U n i t Throttle body sensor Intake air temperature sensor Throttle position sensor 14. semakin sedikit bahan bakar yang disuplai. Fuel system B. 7. Sehingga volume bahanbakar yang dibutuhkan mesin dapat disuplai setiap saat. Durasi injeksi dan timing injeksi semuanya dikontrol oleh ECU.TEKNOLOGI MASA DEPAN EAS3C11023 FI SYSTEM Fuel Pump mensuplai bahan bakar ke injector melalui fuel filter. Semakin pendek waktu injektor diberikan sinyal. berdasarkan masukan dari sinyal-sinyal yang diperoleh dari throttle position sensor. 5. intakeair temperatur sensor. Ketika ECU memberikan sinyal kepada injector. Intake air pressure sensor A. 10. fuel passage terbuka. semakin banyak bahan bakar yang disuplai. 12. 4.

gantilah satu set. seals dan O-rings. bengkokkan lock washer. 1. EAS20210 2. 1-4 . hal ini akan sangat membantu dan mempercepat saat memasang. lumasi semua permukaan singgung dengan oli. EAS20200 LOCK WASHERS/PLATES DAN COTTER PINS Setelah dibongkar. 4. Pergunakan alat permbersih yang sesuai. ganti semua komponen gaskets. pada bidang yang rata. 2. fungsi dan penampilannya hampir sama. pada saat membongkar mesin. pemakaian suku cadang yang imitasi. Pada saat melepas. dan gemuk. 3. Jangan mengganti hanya salah satu bagian saja. Sebelum dipasang. dengan sisi baut. ganti lock washer/plat “1” dan cotter pins. 3. 5. OIL SEALS DAN O-RINGS 1. pada bagian dalam dari seal. misalnya gear. Pergunakan oli. cylinder.INFORMASI PENTING EAS20180 INFORMASI PENTING EAS20190 PERSIAPAN SEBELUM MEMBONGKAR DAN MERAKIT 1. PENGGANTIAN SUKU CADANG Pergunakan suku cadang asli Yamaha untuk penggantian semua spare part. tetapi kualitasnya jauh berbeda. bersihkan semua suku-cadang. Sebelum melakukan pembongkaran. bersihkan terlebih dahulu semua kotoran yang menempel pada sepeda motor. jika salah satu harus diganti. jika kerjanya saling berpasangan. yang disarankan Yamaha. Setelah baut dikencangkan sesuai spesifikasi. Selama membongkar mesin. dan cairan pembersih yang tersedia di pasaran lihat bagian “SPECIAL TOOLS” halaman 1-7. piston. Jauhklan semua komponen dari sumber panas. dan lumasi gemuk. GASKETS. dan bersihkan permukaan sambungan 2. dan tempatkan sesuai dengan urutan membongkar. EAS20220 Oil Lidah/Lip Per/Spring Gemuk/Grease 4. perhatikan suku cadang yang kerjanya saling berpasangan.

sebelum digunakan kembali. ECA13300 PERHATIAN: Jangan memutar bearing dengan udara bertekanan. lumasi dengan oli sebelum dipasang. pastikan permukaan yang tajam “2” berada pada sisi yang berlawanan dengan arah gaya tekan “3” . 1-5 . lumasi bagian dalam dari seal oli dengan gemuk light coat of lithium-soap-based. begitu juga bagian luar dari bearing. tanda huruf atau angka harus menghadap ke luar (tampak dari luar) “1”. (Clip piston hanya dapat digunakan sekali) pada sat memasang clip “1”. hal ini akan merusak permukaan singgung dari bearing.INFORMASI PENTING EAS20230 BEARING DAN SEAL OLI Pemasangan bearing dan seal oli. selalu ganti dengan yang baru. Untuk circlip piston. EAS20240 CIRCLIP Periksa semua Circlip.

Pasangkan: • Kabel • Coupler • Connector CATATAN: Pastikan semua penyambungan terpasang kuat 5. lakukan langkah pemeriksan tahap (1) hingga (3).MEMERIKSA SISTIM PENYAMBUNGAN EAS20250 MEMERIKSA SAMBUNGAN Periksa kabel. dll. • Untuk menghasilkan pemeriksaan yang sempurna. bersihklan terminal. Periksa: • Sistim penyambungan (dengan pocket tester) 1-6 . dan connector. dari debu. Periksa: • Kabel • Coupler • Connector lembab → semprot dengan udara bertekanan karat/debu → Cabut dan pasang connector beberapa kali. couplers. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: • jika tidak tersambung. pergunakan cairan pembersih. Lepaskan: • Kabel • Coupler • Connector 2. 3. karat. yang ada di pasar. tekuk pin kearah atas. kelembaban kandungan air. Periksa: • Semua penyambungan kabel Sambungan kendor → perbaiki CATATAN: Jika pin pengait “1” telah rata. 1. 4. • jika memeriksa kabel bodi.

“YU-”. pergunakan awalan dengan nomor “90890-”. diperlukan untuk melakukan penyetelan.S. 8-68. 8-60. 8-67. Nomor part. 8-73 3-4 Tappet adjusting tool 90890-01311 Six piece tappet set YM-A5970 FI diagnostic tool 90890-03182 3-5. 8-70. 5-35.ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS EAS20260 ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Alat-alat khusus dibawah ini. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C Illustrasi halaman untuk reverensi 1-6. 8-35 Timing light 90890-03141 Inductive clamp timing light YU-03141 Compression gauge 90890-03081 Engine compression tester YU-33223 Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 3-8 3-8 3-21. pergunakan nomor part dengan awalan “YM-”. atau keduanya setiap negara berbeda Jika akan melakukan pemesanan. 8-69. dan Canada. 8-65.A. • Untuk negara lain. 8-71. 8-72. lihat list dibawah agar tidak terjadi kesalahan order. 4-46 1-7 . Nama Tool/No Tool. 8-61. pembongkaran. 8-59. dan pemasangan yang sempurna. 8-64. atau “ACC-”. 8-66. CATATAN: • Untuk U. selalu pergunakan alat yang tepat untuk mencegah terjadinya kerusakan yang disebabkan kesalahan dalam penggunaan alat. nama Special tools.

5 mm) YM-04116 5-17. 4-40 4-40 YM-A9409-7/YM-A5142-4 Fork seal driver attachment (ø33) 90890-01368 Replacement 33 mm YM-A9409-4 Fork seal driver 90890-01442 Adjustable fork seal driver (36–46 mm) YM-01442 Slide hammer bolt 90890-01085 Slide hammer bolt 8 mm YU-01083-2 Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 4-40 4-40 5-14 5-17.5) 90890-04116 Valve guide remover (4.ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor Tool T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 Fork seal driver weight 90890-01367 Replacement hammer YM-A9409-7 Illustrasi Halaman untuk referensi 4-38. 5-22 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 Valve guide remover (ø4. 5-22 5-18 1-8 .

5) 90890-04117 Valve guide installer (4. 5-32 5-30 5-32. 5-63 1-9 .ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Tool No.5 mm) YM-04117 Valve guide reamer (ø4. Valve guide installer (ø4.5) 90890-04118 Valve guide reamer (4. 5-31.5 mm) YM-04118 Piston pin puller set 90890-01304 Piston pin puller YU-01304 Illustrasi halaman untuk referensi 5-18 5-18 5-24 YU-01304 Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A Flywheel puller 90890-01362 Heavy duty puller YU-33270-B Yamaha bond No.1215®) 5-30. 1215 90890-85505 (Three Bond No.

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 Illustrasi Halaman untuk reverensi 5-41. 5-43 Thickness gauge 90890-03180 Feeler gauge set YU-26900-9 Crankcase separating tool 90890-01135 Crankcase separator YU-01135-B 5-41 5-65 Crankshaft installer pot 90890-01274 Installing pot YU-90058 5-66 YU-90058/YU-90059 Crankshaft installer bolt 90890-01275 Bolt YU-90060 5-66 1-10 .

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool Adapter (M12) 90890-01278 Adapter #3 YU-90063 Spacer (crankshaft installer) 90890-04081 Pot spacer YM-91044 Illustrasi Halaman untuk reverensi 5-66 5-66 YM-91044 Radiator cap tester 90890-01325 Radiator pressure tester YU-24460-01 6-3 YU-24460-01 Radiator cap tester adapter 90890-01352 Radiator pressure tester adapter YU-33984 6-3 YU-33984 Mechanical seal installer 90890-04145 6-8 1-11 .

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS Nama tool/Nomor tool. Middle driven shaft bearing driver 90890-04058 Bearing driver 40 mm YM-04058 Pressure gauge 90890-03153 YU-03153 Illustrasi Halaman untuk reverensi 6-8 7-6 Fuel pressure adapter 90890-03186 7-6 Vacuum/pressure pump gauge set 90890-06756 Mityvac brake bleeding tool YS-42423 Ignition checker 90890-06754 Opama pet-4000 spark checker YM-34487 Digital circuit tester 90890-03174 Model 88 Multimeter with tachometer YU-A1927 7-12 8-68 8-72 1-12 .

ALAT SPESIAL/SPECIAL TOOLS 1-13 .

2-31 JALUR KABEL ...........2-25 DIAGRAM PELUMASAN .............................................2-15 SPESIFIKASI TORSI PENGENCANGAN UMUM .....................................................2-24 DIAGRAM PELUMASAN DAN JALUR PELUMASAN.........................SPESIFIKASI SPESIFIKASI UMUM ...................................................................................................................... 2-22 RANGKA/CHASSIS....................................................................................................2-33 2 ........................................................................................................................................................................2-2 SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS........................................................................................................... 2-20 BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS ......................................... 2-25 JALUR PELUMASAN OLI MESIN ........2-16 TORSI PENGENCANGAN RANGKA/CHASSIS ............................2-15 TORSI PENGENCANGAN MESIN.......................................................................................................................................................................................................................2-27 DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN............................................................................................2-22 MESIN....................... 2-1 SPESIFIKASI MESIN .. 2-12 TORSI PENGENCANGAN ............................................................................................................2-9 SPESIFIKASI KELISTRIKAN ..............................................................

8 in) 1035 mm (40.0 kg (276 lb) 205.9 in) 125.7 in) 705 mm (27.57 in) 2080 mm (81.5 in) 167 mm (6.SPESIFIKASI SECARA UMUM EAS20280 SPESIFIKASI SECARA UMUM Model Model Dimensi Panjang Lebar Tinggi Tinggi tempat duduk Jarak sumbu roda Jarak ketanah Kemampuan berbelok Berat Dengan oli dan bahan bakar Beban maksimum 3C11 2000 mm (78.1 in) 1282 mm (50.0 kg (452 lb) 2-1 .7 in) 790 mm (31.

4 kPa (5.15 L (1.6 kPa (13.8 kgf/cm²) Electric starter dan kickstarter Regular unleaded (bensin tanpa timbal) 12.2–78.qt) 0.33 Imp.8 psi) (0.gal) Basah SAE20W40 atau SAE20W50 API service tipe SG atau yang lebih tinggi dengan standart JASO MA 1.13–0.3929 in) 39.SPESIFIKASI MESIN EAS20290 SPESIFIKASI MESIN Mesin Tipe mesin Colume cylinder/Displacement Posisi cylinder Diameter × Langkah Perbandingan kompresi Tekanan kompresi standart Minimum–maximum Sistim starter Bahan bakar Bahan bakar yang disarankan Kapasitas tangki bensin Oli mesin Sistim pelumasan Tipe Oli mesin yang disarankan Kapasitas oli mesin Total keseluruhan Tanpa membuka saringan oli Dengan membuak saringan oli Filter oli Tipe filter oli Pompa Oli Tipe pompa oli Kelonggaran Inner-rotor-ke-outer Limit Kelonggaran Outer-rotor-ke.5 psi) (4.84 Imp.40 :1 510 kPa (72.95–9.7 mm (2.26 US qt) (0.06–0.98 mm (0.0 L (3.0071 in) 0.0024–0.7–11.22 Imp..00 L (1.38 L (0.23 mm (0.25 mm (0.78 kgf/cm²) Sistim pendinginan Kapasitas air Radiator capacity (dan jalur) Kapasitas Radiator Kapasitas tangki reservoir (hingga tanda batas atas) Tekana buka tutup radiator Tekanan Valve relief Thermostat Model/pabrikan 0.01 Imp.1 kgf/cm²) 440–580 kPa (62.4 psi) (0.00 US qt) (0.11 mm (0.3917–0.15 mm (0.17 US gal) (2.qt) 1.40 US qt) (0.95 L (1.70 Imp.0043 in) 0.rumah pumpa Limit Kelonggaran rumah pompa -ke-inner-danouter-rotor Limit Ketebalan Rotor Tekanan kerja buka Relief valve Pendingin cairan 4-langkah.24 × .88 Imp.0 × 58.qt) 0.0098 in) 0.0071 in) 9.18 mm (0.2–122.5 psi) (5.7 psi) (0.79 L (0.8 cm³ Cylinder tnggal 57.qt) 93.6–82.0091 in) 0.0059 in) 0.qt) Kertas/Paper Gear pump Kurang dari 0.39–0.9 kPa (0. SOHC 149.5–17.4–5.31 in) 10.64 Imp.qt) 0.22 US qt) (1.23 kgf/cm²) 4.18 mm (0.25 L (0.05 kgf/cm²) 5YP/NIPPON THERMOSTAT 2-2 .93–1.06 US qt) (0.0051–0.84 US qt) (0.

9911 in) 24.00 °F) 3.04 in) 24.028–0.643–29.1788–1.0 mm (5.in) 0.1828 in) 29.019–25.9850–0.60–0.0012 in) 2-3 .8 mm (0.031 in) 9.03 mm (0.042 mm (1.7–0.03 mm (0.9889 in) 24.0012 in) Camshaft Sistim penggerak Dimensi Camshaft Masuk A Limit Masuk B Limit Buang A Limit Buang B Limit Rantai/Chain drive (kiri) 29.1710 in) 29.5–83.919 mm (0.50 cm³ (0.0 mm (0.0 mm (7.9871–0.SPESIFIKASI MESIN Temperature klep terbuka Temperature klep terbuka penuh Tinggi angkat klep (terbuka penuh) Dimensi Radiator Lebar Tinggi Tebal Pompa air Tipe pompa air Perbandingan putaran Busi/Spark plug Pabrikan/model Pabrikan/model Celah busi Cylinder head Volume Batas kebengkokan 80.1670–1.119 mm (0.0 mm (0.543 mm (1.500) NGK/CR8E DENSO/U24ESR-N 0.64 cu.94 in) Single suction centrifugal pump 1/2 (0.90–182.973 mm (0.12 in) 198.173 mm (0.942–30.842 mm (1.1631 in) 25.30 °F) 95.5 °C (176.9810 in) A B Batas kebengkokan Camshaft 0.1749 in) 25.743 mm (1.90–10.9832 in) 29.80 in) 128.0 °C (203.073–25.

009–0.512 mm (0.0 mm (0.3931–0.3928 in) 9.1746 in) 4.0842 in) B Permukaan singgung C (masuk) Permukaan singgung C (buang) 0.500–4.138 mm (0.90 mm (0.90–1.010–0.138 mm (0.14 mm (0.10 mm (0.7717 in) 16.475 mm (0.435 mm (0.90–17.966–9.0354 in) D Diameter batang klep (masuk) Limit Diameter batang klep (buang) Limit Diameter dalam Valve guide (masuk) Diameter dalam valve guide (buang) Kelonggaran batang klep-ke-valve-guide (masuk) 4.0842 in) 1.0013 in) 0.0606–0. valve guide Kelonggaran klep (dingin) Masuk Buang Dimensi batang klep Diameter kepala A (masuk) Diametr kepala A (buang) SILENT CHAIN/96 Automatic 9.950 mm (0.512 mm (0.90 mm (0.0039–0.3917 in) 0.40–19.490 mm (0.0354 in) 0.10–0.1776 in) 4.460–4.030 mm (0.3949 in) 9.6732 in) A Lebar permukaan B (masuk) Lebar permukaan B (buang) 1.SPESIFIKASI MESIN Rantai Timing Model/jumlah links System tensioner Rocker arm/as rocker arm Diameter dalam Rocker arm Limit Diameter luar As Rocker arm Limit Kelonggaran Rocker-arm-ke-as rocker-arm Limit Valve.034 mm (0.10 mm (0.0004–0.3937 in) 10.10 mm (0.0433 in) C Sisa ketebalan kepala D (masuk) Sisa ketebalan kepala D (buang) 0.1756–0.1772–0.1776 in) 0.538–2.1752 in) 4.000 mm (0.3924–0.24 mm (0.037 mm (0.08 mm (0.6654–0.0433 in) 0.0031 in) 0.0354–0.50–0.0079–0.1772–0.20–0.50–0.976 mm (0.90–1.1768 in) 4.985–10.0197–0.0094 in) 19.0606–0.0197–0.0015 in) 2-4 .450 mm (0.0004–0.7638–0.538–2.1762–0.1762 in) 4.0055 in) 0.500–4. valve seat.0354–0.475–4.

40 kgf/mm) 36.64 in) 39.62 mm (1.62 mm (1.0020 in) 0.30 mm (1.87 lb/in) (3.47–36.020–0.071 in) 2.40 kgf/mm) 36.0039 in) 0.965–56.05 mm (0.39 in) 23.8 mm (2.71 mm (1.100 mm (0.52 kgf) 140–162 N (31.73 kgf/mm) 23.71 mm (1.2445 in) 0.2435–2.052 mm (0.0018 in) 0.64 in) 39.39 in) 35.010 mm (2.58 N/mm (208.071 in) Arah lilitan per (masuk) Arah lilitan per (buang) Cylinder Diameter Batas ketirusan Batas keovalan Piston Kelonggaran Piston ke-cylinder Limit Diameter D Kekanan Kekanan 56.0008–0.045 mm (0.5°/1.5°/1.58 N/mm (208.73 kgf/mm) 140–162 N (31.52 kgf) 2.15 mm (0.985–57.0020 in) 0.5°/0.2427–2.56 in) 35.87 lb/in) (3.5°/0.54 N/mm (134.54 N/mm (134.SPESIFIKASI MESIN Limit Kelonggaran batang klep-ke-valve-guide (buang) Limit Kebengkokan batang klep 0.56 in) 41.28–16.28–16.0059 in) 56.0032 in) 0.2437 in) 2-5 .05 mm (0.42 lbf) (14.47–36.025–0.990 mm (2.080 mm (0.30 mm (1.0020 in) 0.8 mm (2.42 lbf) (14.0010–0.0004 in) Per klep/Valve spring Panjang bebas per (masuk) Limit Panjang bebas per (buang) Limit Panjang per terpasang (masuk) Panjang per terpasang (buang) Tekanan per K1 (masuk) Tekanan per K2 (masuk) Tekanan per K1 (buang) Tekanan per K2 (buang) Tekanan per kondisi terpasang (masuk) Tekanan per kondisi terpasang (buang) Batas kemiringan (masuk) Batas kemiringan (buang) 41.41 lb/in) (2.41 lb/in) (2.010 mm (0.

0098 in) 0.0598 in) B T Celah ring (terpasang) Kelonggaran samping alur 0.25 mm (0.25 mm (0.030–0.0276 in) 0.975 mm (0.0591 × 0.055 mm (0.0039 in) Taper 0.80 × 2.002–0.0039 in) 1.10 mm (0.0063 in) 2-6 .068 mm (0.52 mm (0.0008–0.5512 in) 13.00 mm (0.040–0 .020–0.0012–0.100 mm (0.40 mm (0.25 mm (0.5510–0.SPESIFIKASI MESIN Ketinggian pengukuran H 5.0079–0.0827 in) B T Celah ring (terpasang) Limit Kelonggaran samping alur Limit Ring kedua Tipe Ring Dimensions (B × T) 0.40 mm (0.000 mm (0.80 × 2.0039–0.013 mm (0.065 mm (0.0 mm (0.20–0.5529 in) 13.0315 × 0.0098 in) Sisi pemasukan 14.10–0.5517 in) 14.ke lubang Pin Piston Limit Ring piston Ring pertama Tipe Ring Dimensions (B × T) 0.5513–0.0157 in) 0.10–0.160 mm (0.0022 in) 0.002–14.043 mm (0.50 × 1.018 mm (0.0027 in) Barrel 0.0016–0.0098 in) 0.0039–0.0315 × 0.0157 in) 0.0026 in) 0.0787 in) B T Celah ring (terpasang) Limit Kelonggaran samping alur Limit Ring oli Dimensions (B × T) 0.100 mm (0.0001–0.0007 in) 0.995–14.20 in) H D Offset Arah Offset Diameter lubang pin piston Limit Diameter luar Pin piston Limit Kelonggaran Pin Piston .5502 in) 0.70 mm (0.

59 in) 2. multiple-disc Inner push.10 mm (0.028 mm (0.888–1.95–48.80 mm (0.SPESIFIKASI MESIN Connecting rod Small end inside diameter Poros engkol/Crankshaft Lebar A Batas kebengkokan C Kelonggaran samping Big end D Kelonggaran keatas Big end E 14.53 in) 36.20 mm (0.122 in) 2.500 mm (0.10 mm (0.75 mm (0.110 in) 1 buah 2.110 in) 1 buah 2.0043–0.030 mm (0.110 in) 3 buah 1.0161 in) 0.80 mm (1.0197 in) Constant mesh 5-kecepatan roda gigi miring/Helical gear 73/24 (3.90–3.015–14.122 in) 2.10 mm (0.80 mm (0.0002–0.0 mm (0.45 in) 4 buah 0.80 mm (0.069 in) 4 buah 0.45–1.00 mm (1. 34/12 (2.74 mm (1.833) 2-7 .0079 in) 38.004–0.0012 in) 0.0006 in) C C E D A Balancer Metode penggerak Balancer Kopling/Clutch Tipe kopling Metode pelepasan kopling Gerak bebas tuas koplinmg Ketebalan Friction plate 3 Batas keausan Jumlah plat Ketebalan Friction plate 2 Batas keausan Jumlah plat ketebalan Friction plate 1 Batas keausan Jumlah plat Ketebalan Clutch plate Jumlah Plate Batas ketebalan Panjang bebas per kopling Panjang minimum Jumlah Per Batas kebengkokan push rod Transmisi Tipe Transmisi Sistim reduksi Primary Perbandingan reduksi Primary Sistim reduksi Secondary Perbandingan reduksi Secondary Pengoperasian Perbandingan ratio 1st Gear Basah.000) Pengoperasian kaki kiri.110–0.114–0.014 mm (0.90–3.890 in) 0.042) Rantai/Chain drive 42/14 (3.057–0.39–0. cam push 10.410 mm (0.114–0.90–3.0–15.5518–0.5523 in) 47.122 in) 2.114–0.

2319 in) 4.300–1.20 in) 2-8 .SPESIFIKASI MESIN 2nd 3rd 4th 5th Kebengkokan maksimum Main axle Kebengkokan maksimum Drive axle Mekanisme perpindahan gigi Tipe Shift mechanism Ketebalan Shift fork-L Ketebalan Shift fork-C.89 mm (0.143) 22/23 (0.000 V pada 20. -R Kickstarter Tipe Kickstarter Decompresi Tipe Saringan udara Saringan udara Fuel injector Model/jumlah Throttle body Type/jumlah Pabrikan ID mark Ukuran Throttle valve Fuel injection sensor Tahanan Crankshaft position sensor Voltase Intake air pressure sensor Tahanan Intake air temperature sensor Tahanan Coolant temperature sensor Putaran langsam Putaran langsam mesin Temperatur air pendingin Temperatur Oli Gerak bebas handel gas 30/16 (1.0–5.0 mm (0.7–6.1925 in) Ratchet Kick synchronous Dry element 1100–87H10/1 AC28/1 MIKUNI 3C11 00 #50 248–372 Ω pada 20 °C (68 °F) 0.03 mm (0.00–158.32 kPa 5.0–70.2268–0.500 r/min 85.03 mm (0.789–4.0–95.0 °C (112.957) 0.00 °F) 3.76–5.89 mm (0.1874–0.875) 30/21 (1.00–101.3 kΩ 310–326 Ω pada 80 °C (176 °F) 1.0012 in) 0.12–0.0012 in) Shift drum dan guide bar 5.00 °F) 50.0 °C (185.76–4.429) 24/21 (1.00–203.

0 mm (4.0 mm (3.02 in) Cast wheel 17 × 1.0 mm (0.00° 100.04 in) 0.00 kgf/cm²) Rem depan Tipe Pengoperasian Single disc brake Tangan kiri 2-9 .0 mm (4.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.04 in) 0.00 kgf/cm²) Kondisi beban 90–205 kg (198–452 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.04 in) Tekanan angin ban (diukur dalam kondisi dingin) Kondisi beban 0–90 kg (0–198 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.85 Aluminum 105.00 kgf/cm²) Kondisi kecepatan tinggi Depan 175 kPa (25 psi) (1.94 in) Cast wheel 17 × 1.0 mm (0.5 mm (0.0 mm (0.0 mm (0.04 in) Dengan ban dalam 90/90–17M/C 49P IRC/NR72 DUNLOP/D102A 1.13 in) 1.53 in) 1.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS EAS20300 SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Rangka/Chassis Tipe Rangka/Frame Caster angle Trail Roda depan Tipe roda Ukuran pelek/rim Material pelek/rim Gerakan roda Batas kebongkokan keatas Batas kebengkokan ke samping Roda belakang Tipe roda Ukuran pelek/rim Material pelek/rim Gerakan roda Batas kebengkokan ke atas Batas kebengkokan ke samping Ban depan Tipe Ukuran/Size Pabrikan/model Pabrikan/model Kedalaman minimum alur ban (depan) Ban belakang Tipe Ukuran/Size Pabrikan/model Pabrikan/model Kedalaman minimum alur ban (belakang) Pressed backbone 26.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2.75–17 41P IRC/NR72 DUNLOP/D102FA 1.60 Aluminum 115.5 mm (0.02 in) Dengan ban dalam 2.

76 in) 70.8 mm (14.05 in) 48.03 in) 11.43 in) 25.12 in) 131.83 lb/in) (0.08 in) 52.0 mm (9.16 in) 4.0 mm (0.89 in) Ball dan angular bearing 43.40 mm × 2 (1.0 mm (5.8 mm (0.5 mm (0.00 mm (0.03 in) 5.0 × 4.00 in × 2) DOT 3 atau DOT 4 Tromol/Drum brake Kaki kanan 35.16 in) 2.0 mm (3.0–130.30 in) Tidak Fork oil 10W atau yang sejajar 231.0 mm (1.16 in) 3.0 mm (5.15 mm (0.50 N/mm (19.99 lb/in) (0.0 mm (1.0 mm (1.0 mm (1.79–1.29 in) Lengan ayun (link suspension) Per/peredam oli 50.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Piringan rem depan Diameter disc × ketebalan Ketebalan minimum disc brake Kebengkokan minimum disc brake Ketebalan kampas rem (dalam) Limit Ketebalan kampas rem (luar) Limit Diameter dalam Master cylinder Diameter dalam Caliper cylinder Minyak rem yang dsarankan Rem belakang Tipe Pengoperasian Posisi pedal rem Gerak bebas pedal rem Rem tromol belakang Tipe rem tromol Diameter dalam rem tromol Limit Ketebalan sepatu rem Limit Panjang bebas per rem Panjang bebas per rem 2 Kemudi/Steering Tipe bearing kemudi/Steering Posisi penguncian kemudi (kiri) Posisi penguncian kemudi (kanan) Suspensi depan Tipe Tipe peredaman /shock absorber Gerakan roda depan Panjang bebas per fork Limit Panjang collar Panjang terpasang Tekanan per K1 Tekanan per K2 Langkah per K1 Langkah per K2 Diameter luar Inner tube Terdapat per tambahan Oli yang disarankan Kapasitas oli shock depan Ketinggian oli dari atas Suspensi belakang Tipe Tipe peredaman/shock absorber Pergerakan shock absorber belakang 245.21 in) 0.18 in) Leading.55 kgf/mm) 0.0 mm (0.14 in) 0.15 Imp.oz) 109.21 in) 0.3 mm (0.00–2.0 mm (5.81 US oz) (8.12 in) 33.0 cm³ (7.0–30.97 in) 2-10 .0 mm (2.0 mm (0. trailing 130.65 × 0.8 mm (13.0059 in) 5.0° 43.0–70.40 N/mm (30.0° Telescopic fork Per/peredam oli 130.5 mm (14.77 in) 3.0 mm (0.3 mm (0.38 in) 20.0 mm (2.12 in) 363.04 in) 88.8 mm (0.46 in) 349.36 kgf/mm) 5.0 mm (4.76–5.32 in) 356.

0 mm (0.97 kgf/mm) 0.48 lb/in) (8.5 mm (6.62 in) 2-11 .5 mm (6.56 in) 156.16 in) 88.79–1.00 N/mm (502.09 in) 428H/FSCM 120 20–40 mm (0.SPESIFIKASI RANGKA/CHASSIS Panjang bebas per Panjang terpasang Tekanan per K1 Langkah per K1 Terdapat per tambahan Lengan ayun/Swingarm Gerak bebas lengan ayun ke samping (axial) Rantai penggerak Tipe/pabrikan Jumlah mata rantai Kekencangan rantai Panjang mata rantai15-mata (limit) 166.5 mm (7.57 in) 193.97 in) Tidak 2.0–50.4 mm (0.00–1.

35 W/35.64–12. 3.0 W × 2 12 Volt.25 kΩ F3C1/MORIC 14. 10.7 W × 1 2-12 .35 Amper Halogen bulb 12 Volt.A. 3.0 W × 1 12 Volt.0 W/21.96 kΩ pada 20 °C (68 °F) Resin 3.0 W × 2 12 Volt.75–6.M.0 V 160 W 5000 r/min 0.5 Ah PT YUASA BATTERY INDONESIA 0.SPESIFIKASI KELISTRIKAN EAS20310 SPESIFIKASI KELISTRIKAN Voltase Voltase Sistim pengapian Sistim pengapian Tie penggerseran Saat pengapian/Ignition timing (Sblm. 5.672 Ω pada 20 °C (68 °F) Semi conductor-short circuit 3C1/PT.4 W × 2 12 Volt. watt × jumlah Lampu depan/Headlight Lampu posisi/Auxiliary light Lampu belakang / rem Lampu sein depan Lampu sein belakang Lampu Meter Lampu Meter (meter bahan bakar) 12 Volt Transistorized coil ignition (digital) Digital 5. 5.16–2.1–14.0 mm (0.24 in) 2.T.0°/1400 r/min 3C100/MORIC 2JN/MORIC 6.64 Ω pada 20 °C (68 °F) 8. 10. SHINDENGEN INDONESIA 14.0 W × 1 12 Volt.0 W × 1 12 Volt.) Engine control unit Model/pabrikan Coil pengapian/Ignition coil Model/pabrikan Loncatan bunga api minimum Tahanan Primary coil Tahanan Secondary coil Spark plug cap Material Tahanan AC magneto Model/pabrikan Standard output Tahanan Stator coil Rectifier/regulator Tipe Regulator Model/pabrikan Voltase Regulator (DC) Kapasitas Rectifier Voltase Withstand Battery Model Voltase.448–0.0 A 200.9 V 14. kapasitas Pabrikan Amper pengisian 10 Jam Lampu depan/Headlight Tipe Bohlam Bohlam voltase. 1.0 V YTZ5S 12 Volt.

50 mm (0.6 mm (0.4 W 3C1/PT.80 Ω pada 20 °C 97–107 dB/2 m Condenser FZ222SD/DENSO Tidak 75.0 Ω pada 20 °C (68 °F) 3C1/OMRON 54.0 kali/menit 10 W × 2+3.0–95. 3.0 W × 1 Constant mesh 3C1/MORIC 0.0 W × 1 14 V. 3.17 oz) (400–600 gf) 17.0315–0.69 in) 16. self-canceling Frequensi kedip Watt Sender bahan bakar/Fuel sender Model/pabrikan Tahanan Sender unit (penuh) Tahanan Sender unit (kosong) Starting circuit cut-off relay Model/pabrikan Tahanan Coil Relay kipas Model/pabrikan 14 V.05 in) 5TP/OMRON 50. 3.20 kW 0.0–100.88 N (14..92–5.0 W × 1 14 V.14 in) 3.5 Amper 4.65 in) 1.LTD 4.0 Ω 3C1/OMRON 2-13 .35 mm (0.0–10.0–66.00–66.30–4.0 Ω pada 20 °C (68 °F) 90. 3.0 W × 1 14 V. 3.11–21.0 mm (0.0 A 54.00 Ω Plane 1 buah UBH-F21/MITSUBA 1.0 W × 1 14 V.SPESIFIKASI KELISTRIKAN Lampu indikator Lampu indikator netral Lampu indikator belok Lampu indikator lampu jauh Lampu peringatan temperatur mesin Lampu peringatan mesin bermasalah/Engine trouble Sistim kelistrikan starter Tipe Sistem Motor Starter Model/pabrikan Power output Tahanan Armature coil Panjang sikat/Brush overall length Limit Tekanan per brush Diameter commutator Limit Kedalaman alur comutator Starter relay Model/pabrikan Amper Tahanan Coil Klakson/Horn Tipe Klakson/Horn Jumlah Model/pabrikan Amper Maximum Tahanan Coil Kemampuan/Performance Relay sinyal belok Tipe Relay Model/pabrikan Terdapat.0385 Ω 7.CHAO LONG CO.28 in) 3.6 mm (0.

0–66.0 Ω 20.0 Amper 2-14 .SPESIFIKASI KELISTRIKAN Tahanan Coil Sekring/Fuse Sekring 54.

TORSI PENGENCANGAN EAS00029 SPESIFIKASI PENGENCANGAN SECARA UMUM Tabel dibawah ini menunjukkan pengencangan standart sesuai ulir standart ISO. A: Ukuran baut/mur B: Diameter luar ulir A (mur) B (baut) 10 mm 12 mm 14 mm 17 mm 19 mm 22 mm 6 mm 8 mm 10 mm 12 mm 14 mm 16 mm Torsi pengencangan secara umum Nm 6 15 30 55 85 130 m·kg 0.5 8. Semua pengencangan dikencangkan dengan ulir kering (tanpa diberi oli) kondisi bersih dan dalam suhu ruang.5 3. secara bertahap hingga batas torsi yang ditentukan.5 13. kencangkan dengan pola silang.3 11 22 40 61 94 2-15 .0 ft·lb 4.0 5. Untuk komponen dan rakitan khusus dapat menggunakan ketentuanketentuan yang ada didalam buku petunjuk ini Untuk menghindari defleksi dari komponen yang dikencangkan dengan banyak baut.6 1.

0 m·kg. 7.2 m·kg. 14 ft·lb) 8 Nm (0.4 m·kg.9 ft·lb) 32 Nm (3.0 m·kg.0 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.1 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.1 ft·lb) 50 Nm (5.2 ft·lb) 10 Nm (1.2 m·kg.7 ft·lb) 2 Nm (0. 23 ft·lb) 10 Nm (1. 9.0 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1. 7.2 m·kg. 7.2 ft·lb) 10 Nm (1. 16 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.0 m·kg.2 ft·lb) 4 Nm (0.TORSI PENGENCANGAN EAS20340 TORSI PENGENCANGAN MESIN Bagian Baut Cylinder head Baut Cylinder head Busi/Spark plug Baut penutup cylinder head Baut unit Air cut-off valve Baut check oli Baut stud cylinder head (sisi pipa pembuangan) Baut penguras coolant Mur gear balancer driven Mur pengunci setelan klep Baut sprocket camshaft Baut camshaft retainer Baut Timing chain guide ukuran Jml ulir M8 M6 M10 M6 M6 M6 M8 M6 M10 M5 M8 M6 M6 4 2 1 5 2 1 2 1 1 4 1 2 1 Torsi pengencangan 22 Nm (2. 22 ft·lb) 7 Nm (0. 11 ft·lb) 7 Nm (0. 7.0 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.7 m·kg.5 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 13 Nm (1. 7.0 m·kg.4 ft·lb) 10 Nm (1. 7.0 m·kg.2 m·kg. 7. 1215 (Three bond 1215®) Keterangan E E Baut timing chain tensioner M6 2 10 Nm (1. 2.2 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg.0 m·kg. 5.2 ft·lb) 12 Nm (1.4 ft·lb) 2 Nm (0.0 m·kg. 1. 7. 5. 5.2 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.7 m·kg. 7.1 ft·lb) 15 Nm (1. 11 ft·lb) 20 Nm (2.0 m·kg. 5.2 m·kg. 7. 7. 5.5 m·kg.1 ft·lb) 30 Nm (3.2 ft·lb) Yamaha bond No.8 ft·lb) LT LT LT LT LT LT 2-16 .7 m·kg.4 ft·lb) 10 Nm (1. 7. 36 ft·lb) 7 Nm (0.2 ft·lb) Baut unit pompa air Baut penutup rumah pompa air Baut as Impeller retainer Baut penutup Thermostat Baut unit Pompa oli Baut penguras mesin Baut penutup saringan oli Baut oli baffle plate Baut manifold pemasukan Baut Injector Baut clem joint Throttle body Baut clem join rumah saringan Baut rumah Air filter Baut Resonator Mur pengunci (throttle cable) Mur knalpot Baut knalpot Baut protektor pipa knalpot M6 M6 M6 M6 M5 M35 M6 M6 M6 M6 M4 M4 M6 M6 M6 M8 M8 M6 3 4 2 2 2 1 3 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 2 10 Nm (1.8 m·kg.0 m·kg.7 m·kg.1 ft·lb) 15 Nm (1.0 m·kg. 8. 1.7 m·kg. 7. 5.3 m·kg.2 ft·lb) 7 Nm (0. 7.

5.1 ft·lb) 12 Nm (1. 7. 5. 7.2 ft·lb) 10 Nm (1. 20 ft·lb) 14 Nm (1. 43 ft·lb) 12 Nm (1. 7.0 m·kg.0 m·kg. 8. 50 ft·lb) 20 Nm (2. 7.1 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.0 m·kg.0 m·kg.8 m·kg. 7. 10 ft·lb) 12 Nm (1.2 m·kg.8 m·kg. 50 ft·lb) 9 Nm (0.7 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.0 m·kg.4 m·kg.0 m·kg.8 m·kg.5 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg. 7. 5. 8. 7.0 m·kg. 6.1 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1.8 ft·lb) 70 Nm (7.2 m·kg.2 ft·lb) 70 Nm (7.2 ft·lb) 50 Nm (5.2 m·kg.7 ft·lb) 8 Nm (0. 7.0 m·kg.0 m·kg. 7.9 m·kg. 5. 5.2 ft·lb) 10 Nm (1.8 m·kg.TORSI PENGENCANGAN Bagian Baut protector knalpot Baut Crankcase Baut penutup generator Baut penutup kopling Baut penutup sprocket Mur tuas Kickstarter Baut stoper tuas kickstarter Baut Starter clutch Baut guide ratchet gear Mur gear primary drive Baut per kopling Mur pengunci setelan kopling Mur clutch boss Mur pengunci setelan kopling Mur tuas kopling Baut holder tuas kopling Baut retainer drive sprocket Baut bearing retainer Baut Shift drum segment Baut stopper lever Baut stator coil Baut crankshaft position sensor Mur rotor generator Neutral switch Baut motor starter Sensor temperatur coolant ukuran Jml ulir M6 M6 M6 M6 M6 M12 M8 M6 M6 M12 M6 M6 M14 M8 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M6 M12 M10 M6 M12 2 12 8 10 2 1 2 3 2 1 4 1 1 1 1 1 2 2 1 1 3 2 1 1 2 1 Torsi pengencangan 8 Nm (0. 36 ft·lb) 28 Nm (2. 14 ft·lb) 10 Nm (1.7 m·kg.8 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 7 Nm (0.0 m·kg.7 ft·lb) 60 Nm (6. 8. 13 ft·lb) LT Keterangan LT Stake LT LT LT LT LT 2-17 .7 m·kg.2 ft·lb) 18 Nm (1.0 m·kg.2 ft·lb) 10 Nm (1.

12 3.13 11 10 2-18 .11 2.TORSI PENGENCANGAN Urutan pengencangan baut Cylinder head: 1 3 5 6 4 Urutan pengencangan baut penutup Generator : 2 1.7 5 9 8 9 4 2.6 5 7 8 4 9 3.10 Urutan pengencangan baut penutup rumah kopling: 6 1.

TORSI PENGENCANGAN Urutan pengencangan baut crankcase : A B 14 1.6 7 8 5 4 3.12 10 11 2-19 .13 A. crankcase kanan 15 9 2. crankcase kiri B.

6.7 m·kg.0 m·kg. 5. 35 ft·lb) 49 Nm (4. 17 ft·lb) 6 Nm (0.9 m·kg. 7. 35 ft·lb) 13 Nm (1. LT Keterangan LS LS LS LS LS LS LS 2-20 . 5. 25 ft·lb) 7 Nm (0. 4.1 ft·lb) 21 Nm (2. 19 ft·lb) 35 Nm (3.1 m·kg. 25 ft·lb) 60 Nm (6. 17 ft·lb) See NOTE.0 m·kg.7 m·kg. 35 ft·lb) 9 Nm (0. 32 ft·lb) 44 Nm (4.7 m·kg.5 m·kg.4 m·kg.2 ft·lb) 26 Nm (2. 15 ft·lb) 30 Nm (3.3 m·kg.9 m·kg.4 m·kg.1 ft·lb) 7 Nm (0.5 ft·lb) 7 Nm (0.6 m·kg.4 m·kg.4 m·kg. 32 ft·lb) 80 Nm (8. 22 ft·lb) 23 Nm (2.0 m·kg.7 m·kg.1 ft·lb) 9 Nm (0. 6.TORSI PENGENCANGAN EAS20350 TORSI PENGENCANGAN RANGKA/CHASSIS Bagian Baut Ignition coil Mur dudukan mesin (depan) Mur dudukan mesin (belakang bagian bawah) Mur dudukan mesin (belakang bagian atas) Baut fender belakang Bracket kunci jok Baut Rectifier/regulator Mur atas unit shock absorber belakang Mur as roda belakang Mur Relay arm Mur bagian bawah connecting arm unit schock absorber belakang Mur bawah unit schock absorber belakang Mur as pivot lengan ayun Baut penutup rantai Baut union selang rem Baut caliper rem depan Mur as roda depan Baut disc brake depan Baut bleeding (caliper rem depan) Baut holder rem depan Baut fender depan Mur ring kemudi (torsi pengencangan awal) Mur ring kemudi (torsi pengencangan akhir) Baut steering stem Mur unit Meter Rumah lampu depan dan mur unit sein Baut bracket unit Meter Baut kunci kontak Baut pin bracket atas Baut pin bracket bawah Baut cap fork depan Ukuran Jml ulir M6 M10 M10 M10 M6 M6 M6 M10 M14 M10 M10 M10 M12 M6 M10 M10 M12 M8 M7 M6 M6 M25 M25 M10 M6 M8 M6 M6 M8 M10 M30 2 1 1 1 6 2 2 1 1 2 1 1 1 2 2 2 1 5 1 1 4 1 1 1 3 2 4 2 2 2 2 Torsi pengencangan 9 Nm (0.9 m·kg. See NOTE.3 m·kg. 5.1 ft·lb) 17 Nm (1. 35 ft·lb) 49 Nm (4.1 ft·lb) 44 Nm (4. 32 ft·lb) 70 Nm (7. 6.5 ft·lb) 49 Nm (4.5 m·kg. 9. 5.9 m·kg.4 ft·lb) 35 Nm (3. 12 ft·lb) 7 Nm (0.1 ft·lb) 7 Nm (0.5 ft·lb) 48 Nm (4.7 m·kg.0 m·kg. 32 ft·lb) 44 Nm (4.0 m·kg. 58 ft·lb) 44 Nm (4. 50 ft·lb) 10 Nm (1. 5.7 m·kg. 43 ft·lb) 23 Nm (2.9 m·kg.3 m·kg.8 m·kg. 5.6 m·kg.9 m·kg.3 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg.

dan baut panel belakang Baut Grab bar Baut reservoir collant Baut Radiator Baut kipas radiator Baut ujung Grip Baut holder master cylinder remdepan Baut holder tangkai memudi atas Baut tuas rem depan Mur tuas rem depan Mur plat sepatu rem.3 ft·lb) 6 Nm (0.0 m·kg.1 ft·lb) 26 Nm (2.0 m·kg.4 ft·lb) dengan kunci torsi 2-21 . 2.2 ft·lb) 8 Nm (0. 4.7 m·kg.1 ft·lb) 7 Nm (0. 7. 19 ft·lb) 6 Nm (0. 7.9 ft·lb) 7 Nm (0. Dan selanjutnya kencangkan kembali mur ring bawah 13 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1.4 m·kg. 7. 5. dan batang torsi rem belakang Batang torsi rem belakang mur lengan ayun Baut camshaft tuas rem Baut panel depan Baut penutup samping Mur sprocket roda belakang Baut pedal rem Baut Footrest kanan dan plat heel kanan Baut pedal pemindah gigi Baut plat Heel Baut standart samping CATATAN: Ukuran Jml ulir M10 M6 M6 M6 M6 M6 M5 M6 M6 M8 M6 M6 M6 M6 M6 M8 M6 M6 M8 M8 M6 M6 M6 M8 M6 M10 M6 M8 M10 2 4 1 2 2 2 6 2 2 4 2 2 2 2 2 4 1 1 1 1 1 4 2 6 1 1 1 4 1 Torsi pengencangan 23 Nm (2.3 ft·lb) 19 Nm (1.1 ft·lb) 10 Nm (1.7 m·kg.1 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg.2 ft·lb) 30 Nm (3.0 m·kg. 7.1 ft·lb) 10 Nm (1.2 ft·lb) 10 Nm (1.5 m·kg.1 ft·lb) 26 Nm (2.7 m·kg.pertama-tama kencangkan mur ring bawah dengan torsi 48 Nm (4. 5. 17 ft·lb) 7 Nm (0.7 m·kg. 13 ft·lb) 19 Nm (1. 5.3 m·kg.9 m·kg.7 m·kg. 4.3 m·kg. 7. 7.8m-kg 35 ft. 19 ft·lb) 7 Nm (0. 13 ft·lb) 10 Nm (1.0 m·kg.TORSI PENGENCANGAN Bagian Baut Damper rod Baut bracket unit sein depan dan unit meter Baut Horn Baut tangki dan frame Baut bracket tangki dan rangka Tangki bensin dan baut bracket tangki bensin Baut retainer pompa bensin Baut penutup samping belakang Penutup samping belakang. 9.8 m·kg.1 ft·lb) 43 Nm (4. 2.lb) dengan kunci torsi dan selanjutnya kendorkan.2 ft·lb) 7 Nm (0. 5.1 ft·lb) 7 Nm (0. 5. Untuk mengencangkan mur steering.3 m·kg.7 m·kg.2 ft·lb) 4 Nm (0.0 m·kg.6 m·kg.4 m·kg.0 m·kg. 31 ft·lb) 10 Nm (1.7 m·kg.0 m·kg.7 m·kg. 5.1 ft·lb) 7 Nm (0.6 m·kg. 5. 5. 22 ft·lb) 44 Nm (4. 32 ft·lb) 10 Nm (1. 5.6 m·kg.6 m·kg. 7. 32 ft·lb) Keterangan LT 1.0 m·kg.2 ft·lb) 45 Nm (4.9 m·kg. 5.8 ft·lb) 7 Nm (0.

Camshaft lobes Decompression cam Valve stem seal Valve stem (pemasukan dan pembuangan) Ujung Valve stem (pemasukan dan pembuangan) As Rocker arm Rocker arm permukaan bagian dalam Pin tuas Decompression Seal oli (clutch cover) Oil pump driven gear Rotor pompa oli (masuk dan keluar) Ratchet gear dan kickstarter gear Permukaan dalam Kickstarter idle gear Kickstarter Permukaan dalam Starter clutch idle gear As Starter clutch idle gear Permukaan dalam Starter clutch gear inner dan thrust surface Starter clutch rollers Tuas Clutch lever Bagian dalam Primary driven gear Clutch push rod (panjang dan pendek) dan ball Mur Clutch boss dan lock washer contact surface Transmission gears (wheel dan pinion) dan collar Shift forks dan shift fork guide bar Shift drum Shift shaft LS Jenis pelumas LS E E E E E M E M M M E M M E E E M E E E E E E E E E E M E E E 2-22 . Piston rings.BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS EAS20360 BAGIAN YANG DILUMASI DAN TIPE PELUMAS EAS20370 MESIN/ENGINE Bagian yang dilumas Seal oli bagian dalam Bearings O-rings Baut cylinder head dan washers Connecting rod big end thrust surface Piston. dan permukaan dalam cylinder Bagian dalam balancer driven gear .

1215®) Permukaan sambungan Crankcase Baut rantai timing/Timing chain tensioner bolts 2-23 . 1215 (Three Bond No.1215®) Yamaha bond No. 1215 (Three Bond No.1215®) Yamaha bond No.BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS Bagian yang dilumas Crankshaft position sensor/gromet kabel unit stator Jenis pelumas Yamaha bond No. 1215 (Three Bond No.

Rumah kabel handel gas bagian dalam Ujung kabel kopling Permukaan dalam baut as tuas rem Bearing kemudi Seal debu steering/emudi Ulir Mur dan Baut (relay arm dan flame) Ulir Mur dan Baut (connecting rod dan relay arm) Ulir Mur dan Baut (rear shock absorber dan relay arm) Ulir Mur dan Baut (connecting rod dan swingarm) Permukaan dalam Bearing (relay arm dan swingarm) Seal Oli (relay arm dan swingarm) Collars (relay arm dan swingarm) As pivot dan ulir mur Permukaan luar as Pivot Permukaan luar bushing Swingarm Penutup debu Swingarm Engsel standart tengah Engsel standart samping Engsel pijakan kaki pembonceng. Pijakan kaki pembonceng Engsel pedal pemindah gigi Mur dan Baut dudukan mesin Jenis pelumas LS LS LS LS LS LS LS S S S S S LS LS S LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS LS E 2-24 . Camshaft rem belakang Engsel pedal rem Engsel tuas rem Pin as engsel rem Bracket caliper rem bagian dalam.BAGIAN YANG DILUMASI DAN JENIS PELUMAS EAS20380 RANGKA/CHASSIS Bagian yang dilumas Seal oli roda depan Permukaan luar as roda depan Permukan dalam Speedometer gear unit Seal oli hub roda belakang Permukan dalam hub roda belakang Permukaan luar as roda belakang Ulir Mur as roda belakang.

JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN EAS20390 JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN EAS20400 JALUR ALIRAN OLI MESIN 4 2 3 1 5 6 2-25 .

5. 2.JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN 1. 3. Pompa Oli Elemen saringan oli Crankshaft Camshaft As Utama/Main axle As penggerak/Drive axle 2-26 . 6. 4.

JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN EAS20410 DIAGRAM PELUMASAN 1 2 3 A 4 5 6 7 2-27 .

4. 2.JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAN 1. 3. Tuas penekan kopling/Clutch push lever Main axle Drive axle Crankshaft Saringan oli/Oil filter Unit pompa oli Saringan oli strainer Ke arah cylinder head 2-28 . 6. A. 5. 7.

JALUR PELUMASAN DAN GIAGRAM PELUMASAM 1 2 3 4 2-29 .

JALUR PELUMASAN DAN DIAGRAM PELUMASAN 1. 2. 3. Camshaft Crankshaft As utama/Main axle As penggerakDrive axle 2-30 . 4.

DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN EAS20420 DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN 1 2 3 4 7 5 1 4 6 2-31 .

3. 4.DIAGRAM SISTIM PENDINGINAN 1. 7. 2. 6. Reservoir air pendingin/Coolant reservoir Selang pemasukan Radiator/Radiator inlet hose Selang reservoir air pendingin/Coolant reservoir hose Radiator Pompa air/Water pump Selang pengeluaran Radiator/Radiator outlet hose Selang pernafasan Pompa air/Water pump breather hose 2-32 . 5.

JALUR KABEL EAS20430 JALUR KABEL C 6 A 1 6 8 9 14 6 15 14 12 A 8 B 2 3 4 H B-B I 7 6 A 5 5 4 14 4 14 3 G 8 13 6 6 5 12 13 6 F 9 12 11 E 2 10 D B B 15 9 17 16 11 2-33 .

JALUR KABEL 1. Kabel lampu sein depan kanan 14. Masukkan kabel speedometer kedalam guide. Kabel switch lampu rem depan 5. 2-34 . Kabel switch saklar tangkai kemudi kiri 7. Masukkan kabel tangkai kemudi kanan. Kabel kunci kontak. H. dan kabel switch lampu rem depan dengan plastik pengikat. Kabel gas/Throttle cable 4. kedalam lubang bagian atas pada rumah lampu depan G. Masukkan kabel bodi. E. Masukkan kabel kopling kedalam guide. kabel unit meter dan kabel switch tangkai kemudi kiri kedalam lubang yang terdapat pada rumah lampu depan. 16. kabel kunci kontak. Kabel Speedometer 11. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel unit meter kabel sein depan kiri. Selang rem depan 3. Kabel bodi/Wire harness 12. D. Ikat kabel tangkai kemudi kanan. dan kabel tangkai kemudi kanan.dan kabel switch tangkai kemudi kanan. F. C. Bengkokkan holder untuk mengikat kabel kunci kontak kabel switch lampu rem depan. Masukkan selang rem depan kedalam guide. kabel switch rem depan. Kabel klakson/Horn 2. Ikat kabel tangkai kemudi kiri dan kabel switch kopling dengan plastik pengikat. A. Kabel lampu sein depan kiri 10. Kabel unit meter. Kabel kunci kontak/Main switch 13. Kabel switch kopling 8. kabel lampu switch rem depan. B. dan kabel switch tangkai kemudikiri. Kabel lampu senja/lampu posisi. 15. Kabel switch saklar tangkai kemudi kanan 6. Kable kopling 9. Kabel lampu depan/Headlight. 17. I.

JALUR KABEL 12 C 10 11 5 4 A-A B-B C-C 11 10 12 B B A 7 8 9 1 2 3 4 5 6 6 A C C A B 2-35 .

Selang reservoir air pendingin 3. C. Selang rem depan A. Kabel saklar tangkai kemudi kanan 11. Kabel switch lampu rem depan 12. Selang vacum Air induction system 10. Masukkan kabel bodi kedalam guide. Masukkan selang rem depan kedalam guide. 2-36 . Kabel Busi/Spark plug 9. dan bracket lampu depan. Kabel gas/Throttle cable 7. Selang pemasukan Radiator 5. Ikat selang rem depan pada grommet yang terdapat diantara bracket bawah. Ignition coil 8. B. Kabel bodi/Wire harness 4. Kabel sensor temperatur air pendingin/coolant 6.JALUR KABEL 1. Throttle body 2.

JALUR KABEL 1 2 3 B A 5 4 2-37 .

dan kabel switch lampu rem belakang pada rangka dengan plastic locking tie. 3. 4. Jangan sampai ujung plastik pengikat menyentuh benda lain. 5. 2-38 . Jangan sampai ujung plastik pengikat menyentuh benda lain. Ikat kabel bodi/wire harness pada rangka dengan plastic locking tie.JALUR KABEL 1. ECU (engine control unit) Condenser Kabel bodi/Wire harness Kabel Starter motor Switch lampu rem belakang A. 2. B. kabel motor starter. Ikat kabel bodi/ wire harness.

JALUR KABEL 3 2 4 A-A A A 3 4 1 5 A 6 B B 7 B A 11 10 9 8 2-39 .

Kabel Klakson/Horn 2. Kabel unit Throttle body sensor 11. Kebel switch neutral 10. Guide kabel kopling B. Selang tangki reservoir 8.JALUR KABEL 1. Kabel speedometer A. Kabel saklar tangkai kemudi kiri 4. Kabel kopling 6. Ikat kabel gas dengan holder yang terdapat pada tutup radiator. Kabel gas/Throttle cable 5. 2-40 . Selang rem depan 3. Kabel bodi 7. Kabel crankshaft position sensor/stator coil 9.

JALUR KABEL 6 5 4 1 2 A 3 7 8 B E C F 10 9 A D A 2-41 .

E. F. Kabel switch Neutral 10. C. D.JALUR KABEL 1. Kabel lampu belakang/rem 7. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. Masukan selang pernafasan coolant reservoir pada lubang yang terdapat pada penuntun kabel. Jalur kabel negative battery berada didepan pin. 40 mm (1. Kabel Crankshaft position sensor/stator coil A. Kabel Negative battery 3. kabel neutral switch. Selang pernafasan tangki reservoir 9. Kabel lampu sein kiri belakang.57 in) 2-42 . 8. Kabel bodi/Wire harness 2. Ikat kabel negative battery ke frame dengan plastik pengikat. Battery 4. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. dan kabel negative battery ke frame dengan plastic pengikat. Kabel kunci tempat duduk 6. Tepatkan selang pernafasan coolant reservoir diantara bracket mesin di bagian bawah. Ikat kabel crankshaft position sensor/stator coil. B. Rectifier/regulator 5.

JALUR KABEL I 1 A B A-A 16 1 15 2 3 14 4 C H 5 D 13 6 12 7 A 11 10 8 E A G 9 F 2-43 .

Kabel Fuel injector 9. Air intake duct 10. Kabel gas/Throttle cable 5.JALUR KABEL 1. Tepatkan kabel kipas radiator pada lubang yang terdapat pada penutup radiator. Kabel bodi/Wire harness 7. Selang pernafasan Pompa air/Water pump 16.18 in). Ikat selang coolant reservoir ke chassis dengan clamp plastik. Selang tangki reservoir 2. dan potong kelebihan plastik dengan jarak 5 mm (0. Selang vacuum Air induction system 6. D. Kabel pompa bahan bakar 8. 2-44 . B. F. Ujung plastik pengikat jangan dipotong. Kabel unit Throttle body sensor 13. Lebih dari 30 mm (1. G. Ikat kabel bodi ke frame dengan plastic pengikat. Kabel Bus/Spark plug 15. Kabel motor kipas Radiator 3. Kabel Ignition coil 14. C. Ikat kabel bodi dengan holder. E. Ikat kabel pompa bahan bakar ke bracket ignition coil dengan plastik pengikat. Kabel kopling A. Ikat kabel bodi dengan memasukkan nok yang terdapat pada plastic ke lubang yang ada pada rangka/frame.20 in) dari ujung pengikat I. Selang pernafasan Coolant reservoir 11. H. Jalur kabel FID (fast idle solenoid) dan kabel fuel injector mengelilingi selang air intake duct. Kabel FID (fast idle solenoid) 12. Kabel coolant temperature sensor 4. Pastikan posisi kabel gas berada disebelah kanan selang vacuum air induction system .

JALUR KABEL B A 18 19 17 D 16 15 1 2 3 4 C 20 2 B 5 21 14 E B 6 A 7 13 5 F 12 4 8 C A 9 B-B 10 9 G H I J 11 11 10 C 2-45 .

Ke arah depan 2-46 . ECU (engine control unit) 7. Tekan kabel starter motor dan kabel starter relay ke bawah diantara battery dan fender. Pasang battery. H. Battery 18. Starting circuit cut-off relay 9. Kabel sinyal sein belakang kanan 10. B. Kabel starter motor 20. Jalur kabel sinyal self-diagnosis dibawah condensor dan mengelilingi bracket condensor. J. Kabel sinyal Self-diagnosis 6. Kabel lampu belakang/rem 11. Karet band pengikat Battery A. Kabel kunci jok/Seat lock 14. G. Box sekring/Fuse box 3. Kabel positive battery 2. E. seperti pada gambar illustrasi. Relay motor kipas radiator 8. Kabel box sekring/Fuse box 21. C. Pasang kabel negative battery pada kabel bodi.JALUR KABEL 1. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada lubang yang terdapat pada penutup connector. D. Condenser 5. I. Tepatkan kabel lampu belakang/rem pada lubang yang terdapat pada penutup connector. Rectifier/regulator 15. Kabel negative battery 17. Tutup kabel lampu belakang/rem dan kabel sinyal belok belakang dengan penutup connector. dan tepatkan connector pada posisi. Lean angle sensor 4. Starter relay 16. Pasang box sekring. Tepatkan kabel sinyal belok belakang kanan pada lubang yang terdapat pada penutup connector. dan tempatkan kabel box sekring diatas kabel starter motor dan kabel starter relay. Relay sinyal belok 13. Kabel starter relay 19. dan ikat semua kabel pada Battery dengan band battery F. Kabel sinyal sein belakang kiri 12.

JALUR KABEL 2-47 .

...............3-24 3 ............................................................................ 3-8 MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN........................................3-13 MEMERIKSA KETINGGIAN COOLANT ................................................... 3-18 MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI ................................................. 3-14 MENGGANTI COOLANT.........................................................3-24 MELUMASI ENGSEL TUAS REM .................3-1 PENDAHULUAN ..................... 3-18 MEMBUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM ............................................................................................................3-1 PERAWATN BERKAL DAN JARAK WAKTU PELUMASAN ............................................. 3-21 MEMERIKSA BAN ................................................................................................................ 3-3 MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN .................................. 3-13 MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN/ EXHAUST SYSTEM........................................................................................ 3-9 MENGGANTI OLI MESIN ..................3-7 MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN/IGNITION TIMING........................PERAWATAN BERKALA DAN PENYETELAN PERAWATAN BERKALA ........................................3-19 MELUMASI RANTAI ........................... 3-24 MELUMASI ENGSEL STANDART SAMPING .....................................................................................................................................................................3-20 MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/STEERING HEAD ....... 3-24 MELUMASI SUSPENSI BELAKANG ......................................... 3-12 MEMERIKSA SELANG BAHAN BAKAR ................................................3-24 MELUMASI PEDAL PEMINDAH GIGI........................................................ 3-1 MESIN .....................3-24 MELUMASI ENGSEL TUAS KOPLING... 3-13 MEMERIKSA SISTIM PENDINGINAN..3-4 MENYETEL VOLUME GAS BUANG/ EXHAUST GAS VOLUME ........................................................................................................... 3-11 MEMBERSIHKAN ELEMENT SARINGAN UDARA....................................................3-23 ................................................. 3-18 MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG................................................................................................................3-24 MELUMASI PEDAL REM ........................................................................................................................ 3-12 MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA .....................................................................................................3-17 MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM................................................. 3-17 MEMERIKSA KAMPAS REM DEPAN...............................3-10 MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING.......................... 3-3 MENYETEL KELONGGARAN KLEP ............................................................3-17 MEMERIKSA SELANG REM DEPAN ............................. MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL ......... 3-13 MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN CYLINDER HEAD................................................................................... 3-20 MEMERIKSA FORK DEPAN ........................................3-17 MENYETEL REM BELAKANG .................. 3-6 MEMERIKSA BUSI ........................................................3-5 MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS .......................................3-22 MEMERIKSA RODA ............... 3-14 RANGKA/CHASSIS ..................................................................................................... 3-24 MELUMASI ENGSEL STANDART TENGAH ............................................. 3-18 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG.3-7 MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI...................

................................................................................................. 3-25 .............................................. 3-25 MEMERIKSA SEKRING.................. 3-25 MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY.................................................................. 3-25 MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN....................................... 3-25 MENYETEL ARAH SINAR LAMPU DEPAN ........SISTIM KELISTRIKAN ............

.

akan menjamin operasional. • Ganti kampas rem .5 3 6 9 12 TAHUNAN √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 * Saluran bahan bakar 2 Busi/Spark plug 6 * Rem depan Jika kondisi harus diganti √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Jika kondisi harus diganti 8 * Selang rem 9 * Roda 10 * Ban 11 * Bearing roda 12 * Lengan ayun/Swingarm Setiap 4 tahun • Periksa kondisi bearing. dan kebocoran. 7 * Rem belakang • Periksa cara kerja. • Periksa kelurusan dan keretakan. • Ganti. termasuk didalamnya biaya yang mengharuskan "over houl". dan setel gerak bebas pedal rem. Mekanik harus menguasai seluruh bab ini. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIKSAAN 0. 19 * lay arm . 3-1 . • Periksa kondisi • Bersihkan dan setel celah busi. Standart tengah Setiap 24000 km √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 17 * Fork depan 18 * Unit Shock absorber Suspensi belakang. • Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based. • Ganti. • Periksa kelancaran gerak dan kekendoran kemudi. Tambah angin jika diperlukan. • Ganti sepatu rem • Periksa dari kebocoran dan keretakan. engsel. • Periksa cara kerja dan gerak samping. terpasangdengan kencang. Ini perlu dilakukan untuk mengurangi biaya operasional. • Lumasi dengan gemuk lithium-soap-based. maupun sepeda motor yang baru. Baut pengikat dan sekrup. √ Setiap 24000 km setiap 500 km dan setelah sepeda motor dicuci atau habis kehujanan √ √ √ √ √ 13 Rantai penggerak 14 * Bearing kemudi 15 * Sambungan rangka 16 Strandart samping.• Periksa cara kerja. • Setel kekencangan rantai dan lumasi dengan oli mesin. tindakan ini diberlakukan untuk sepeda motor yang sedang diservice. • Periksa cara kerja. • Bersihkan. • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. EAS3C11003 PERAWATAN BERKALA DAN JARAK WAKTU PELUMASAN NO. re. Periksa tekanan angin ban. • Periksa cara kerja dan kondisi dari kebocoran oli. • Periksa kekendoran rantai dan kondisi rantai. dan biaya perawatan sepeda motor. 3 * Klep/Valves 4 5 Element saringan udara Kopling/clutch • Periksa kelonggaran klep • setel .engsel sambungan • Lumasi dengan lithium-soap-based . • Setel. connecting arm 20 Fuel injection • Periksa putaran langsam mesin. BAGIAN PEKERJAAAN YANG DILAKUKAN • Periksa selang bensin dari keretakan. • Lumasi. • • • • Periksa kedalaman alur ban Ganti jika diperlukan. • Pastikan Mur. ketinggian minyak rem.PERAWATAN BERKALA EAS20450 PERAWATAN BERKALA EAS20460 PENDAHULUAN Bab ini berisi informasi penting yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan dan penyetelan Prosedur perawatan ini jika diikuti. • Periksa cara kerja. • Periksa cara kerja. • Ganti. dan umur sepeda motor akan lebih panjang.

• Periksa cara kerja. atau jika kondisi sudah mengharuskan ganti 3-2 . • Periksa cara kerja • Setel lampu jauh 21 22 Oli mesin Elemen saringan Oli 23 * Sistim pendinginan 24 * 25 26 * Switch rem depan dan rem belakang Komponen yang bergerak dan kabel Alur rumah handel gas dan kabel 27 * Air induction system 28 29 * Knalpot dan pipa knalpot Saklar lampu dan saklar sinyal EAS3C11004 CATATAN: • Filter saringan udara harus sering dibersihkan dari jadwal yang ada. reed valve. BAGIAN PEKERJAAN YANG DILAKUKAN • Ganti • Periksa ketinggian oli mesin dan kebocoran • Ganti. jika pemakaian di tempat yang berdebu • Perawatan Hydraulic rem. • Setiap dua tahun. • ganti jika retak-retak dan bocor. • Periksa ketinggian air pendingin dan kebocoran. • Lumasi. • Pemeriksaan harian. • Lumasi alur rumah handel gas dan kabel gas.5 3 6 9 12 √ √ √ √ √ √ √ √ √ Setiap 3 tahun √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ NO. • Periksa gerak bebas • Setel gerak bebas handel gas.PERAWATAN BERKALA PEMBACAAN ODOMETER ( × 1000 km) PEMERIKSAAN TAHUNAN 0. dan jika perlu tambahkan minyak rem. ganti komponen bagian dalam dari master cylinder dan caliper. dan ganti minyak rem dengan yang baru. dan kebocoran selang. • Ganti selang rem setiap empat tahun. • Periksa air cut-off valve. • Periksa baut klem dari kekendoran. • Ganti YAMAHA GENUINE COOLANT.

a. Lepaskan: • Cap Busi/Spark plug cap • Selang vacuum Air induction system • Selang sistim Air induction system (3-cabang ke air cut-off valve) lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” pada halaman 7-9. 4.24 mm (0. pada saat langkah kompresi. Putar crankshaft ke arah kiri. Ukur: • Kelonggaran klep Diluar spesifikasi → Setel. 6. d.MESIN EAS20471 MESIN EAS20520 MENYETEL KELONGGARAN KLEP Ikuti petunjuk dibawah ini.14 mm (0. 3. Setel: • Celah/kelonggaran klep. jika akan melakukan penyetelan klep. diluar spesifikasi → setel. harus dalam kondisi mesin dingin. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Mengukur celah klep. Masukkan thickness gauge “2” diantara ujung batang klep dan ujung baut penyetel.20–0.0039–0. Buka: • Baut Cap Timing mark “1” • Baut Cap Crankshaft “2” b a c. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Periksa penepatan tanda timing pada lubang timing. b.0055 in) Buang 0. • Penutup cylinder head • Gasket penutup cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. 1. 2. posisi piston harus pada posisi Titik Mati Atas (TMA). Ukur celah klep dengan thickness gauge “1”. Tepatkan tanda TMA “a” pada rotor generator dengan tanda penepat “b” yang terdapat pada penutup generator. • Pada saat mengukur celah klep. CATATAN: Kelonggaran/ celah klep (dingin) Masuk 0.0094 in) a. Lepas: • Air cut-off valve • Reed valve • Plat reed valve lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” pada halaman 7-9.0079–0. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3-3 . b.10–0. 1 1 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. Buka: • Panel depan • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM ” halaman 4-1. atau pada temperatur ruang. Kendorkan mur pengunci “1”.

7. 1. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau ke arah “b” hingga didapat kelonggaran yang sesuai spesifikasi. R. • Tempat duduk/jok • Panel depan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 9. diluar spesifikasi → Setel Putaran langsam mesin 1. Pasang: • Digital tachometer (pada kabel busi) 5. Mur pengunci/Locknut 7 Nm (0.1 ft·lb) MENYETEL PUTARAN LANGSAM MESIN CATATAN: Untuk mendapatkan putaran langsam yang sempurna. • Plat reed valve • Reed valve • Air cut-off valve lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. 5. saringan udara harus dalam kondisi bersih. Angkat bagian depan tangki. Buka: • Panel samping kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 7. Pasang : 1 2 c.500 r/min 6. Periksa: • Putaran langsam mesin.MESIN 8. Setel: • Putaran langsam mesin d. EAS20610 Kearah “a” Kelonggaran klep bertambah Kearah “b” Kelonggaran klep berkurang Tappet adjusting tool 90890-01311 Six piece tappet set YM-A5970 • Tahan baut penyetel. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. (Selang bensin jangan dicabut. dan tekanan kompresi dalam kondisi standart. 3. Pasang: • Selang air induction system (3-cabang joint ke air cut-off valve) • Selang vacum Air induction system lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. lakukan kembali langkah penyetelan klep. Jika celah klep berubah. 2. 3-4 .) 4. Hidupkan mesin untuk pemanasan beberapa saat. a b 3 • Gasket penutup cylinder head Baru • Penutup cylinder head lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. Periksa kembali celah klep e. hingga didapat kelonggaran klep yang sesuai. agar setelan tidak ikut berputar dan kenencangkan mur pengunci sesuai spesifikasi. Pasang: • Baut cap crankshaft (dengan O-ring Baru ) • Baut Cap Timing mark (dengan O-ring Baru ) T.300–1.Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1.7 m·kg. • Cap Busi/Spark plug cap 10.

• Lampu “POWER” (Hijau) “3” akan menyala 8. Pasang: • Tanghki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. dan putar kunci konyak kerah “ON”. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. Gerak bebas handel gas 3. Lepaskan: • Digital tachometer 9. Setelah dipilih mode penyetelan “CO”. 3-5 .0–5.Setel: • Gerak bebas handel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS” halaman 3-6.12–0.0 mm (0. Tekan tombol “UP” untuk memilih mode penyetelan CO “CO” atau mode diagnostic “DIAG". 2. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. Pasang: • FI diagnostic tool “2” PERHATIAN: Untuk menghasilkan penyetelan yang sempurna. tekan tombol "MODE" 8. 11. Cabut : • Connector Self-diagnosis signal “1” 4. CATATAN: • Akan tampak tulisan “DIAG” pada layar LCD “2” pada alat FI diagnostic tool. Hidupkan mesin. Akan tampil tulisan “C1” pada layar LCD pada FI diagnostic tool. 10. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Tekan tombol “MODE”.MESIN a. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM FI diagnostic tool 90890-03182 1 a b 2 1 Kearah “a” Putaran langsam bertambah. 7.Pasang: • Panel sisi kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.20 in) EAS20600 3 FI Diagnostic Tool 2 DIAG 1 6. 3. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. “1”. ECA3C11023 MENYETEL VOLUME CO GAS BUANG NOTE: Pastikan kadar CO pada tingkat standard. dan selanjutnya tekan tombol "MODE" 9. Battery harus dalam kondisi terisi penuh. hingga didapat putaran langsam yang sesuai spesifikasi. dan selanjutnya setel volume gas buang 1. Kearah “b” Putaran langsam berkurang. Putar pilot screw “1” kearah “a” atau “b”.

12.20 in) FI Diagnostic Tool 1400rpm C1 : -10 2.0 mm (0.Lepaskan: • FI diagnostic tool 14. Kencangkan Mur pengunci Kondisi kadar CO dan putaran langsam mesin akan tampak pada layar LCD yang ada pada FI diagnostic tool. 3-6 .Pasang : • Jok/Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Kendorkan mur pengunci “1” pada kabel akselerator. Kearah “a” Gerak bebas handel gas bertambah. lakukan penyetelan pada sisi tangkai kemudi.Lepaskan tombol “DOWN” dan “UP” jika setelan sudah dipilih.12–0. CATATAN: Jika spesifikasi gerak bebas sulit didapatkan pada penyetelan sisi throttle body. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk menghasilkan setelan handel gas yang sempurna putaran langsam harus sudah disetel 1. Kerah “b” Gerak bebas handel gas berkurang.MESIN Gerak bebas handel gas 3. c. • Untuk menambah kadar CO tekan tombol “UP”.Pasang: • Connector Self-diagnosis signal 15. c.Putar kunci kontak ke arah “OFF” 13. Geser karet penutup setelan “1” b. 11.0–5. Kendorkan mur pengunci “2”. b. Kearah “b” Gerak bebas handel gas berkurang. Periksa: • Gerak bebas handel gas “a” Diluar spesifikasi → Setel. CATATAN: Setelan sisi Throttle bodi a.Setel kadar CO dengan menekan tombol “UP” dan “DOWN”. • Untuk mengurangi kadar CO tekan tombol “DOWN”. Putar mur penyetel “2” ke arah “a” atau “b” hingga didapat gerak bebas handel gas yang sesuai dengan spesifikasi. EAS20660 1 a b 2 CATATAN: MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Tangkai kemudi a. Putar mur penyetel “3” kearah “a” atau “b” hingga didapat gerak bebas handel gas yang sesuai dengan spesifikasi. Kearah “a” Gerak bebas handel gas bertambah. Setel: • Gerak bebas handel gas MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 10.

dalam kondisi terpasang sempurna dan tidak terdapat karat. R. Buka: • Busi/Spark plug ECA13330 CATATAN: Sebelum memasang busi. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. bersihkan gasket dan permukaan dudukan busi dari kotoran. dan gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri. b 1 a 3 2 Celah busi 0. EWA12930 PERINGATAN Setelah menyetel gerak bebas handel gas. Ukur : • Kerenggangan busi “a” (dengan thickness gauge) Diluar spesifikasi → Setel celah busi. Buka: • Baut cap Timing mark “1” 1 3-7 . 9. Pasang: • Cap Busi 10. Pasang: • Busi/Spark plug Busi/Spark plug 13 Nm (1.MESIN 7. EAS20700 T.Pasang: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Bersihkan: • Busi/Spark plug (dengan pembersih busi atau sikat) MEMERIKSA SAAT PENGAPIAN CATATAN: Untuk menghasilkan pemeriksaan saat pengapian yang sempurna. pastikan kabel yang berhubungan dengan pengapian.028–0. Kencangkan mur pengunci e.7–0. 9.4 ft·lb) MEMERIKSA BUSI/ SPARK PLUG 1.3 m·kg. Lepaskan: • cap Busi/Spark plug cap 3.031 in) d. Kembalikan posisi karet penutup setelan. dengan udara bertekanan. dan putaran mesin tetap stabil LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20690 8. 1. 2. Periksa: • Electrode “1” Rusak/Aus → Ganti busi • Insulator “2” Warna tidak normal → Ganti busi Warna normal. hidupkan mesin. bersihkan lubang dikitar busi. 4. Periksa: • Tipe Busi/Spark plug Tidak sesuai → Ganti. Pabrikan/model NGK/CR8E Pabrikan/model DENSO/U24ESR-N 5. putih ke abu-abuan 6.8 mm (0. agar kotoran tidak terjatuh kedalam cylinder melalui lubang busi. pastikan kabel gas tidak tertarik. PERHATIAN: Sebelum melepas busi.

Buka: • Cap Busi 5.) 4.500 r/min b.300–1. 1 5. (selang bensin jangan dilepaskan. Ukur: • Kelonggaran klep diluar spesifikasi → Setel lihat bagian “MENYETEL KELONGGARAN KLEP” halaman 3-3. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.MESIN 2. (Selang bensin jangan dicabut. Lepas: • Digital tachometer • Timing light 7. Periksa: • Saat pengapian/Ignition timing a. bersihkan lubang disekitar busi dengan udara bertekanan. 3. 4. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2. 7. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan. dan biarkan beberapa saat pada putaran langsam.) 8. 3. tenaga mesin akan berkurang. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Periksa tanda penepatan “a” yang ada pada tutup generator. Putaran langsam mesin 1. dan selanjutnya matikan mesin. Tanda tidak tepat → Periksa sistim pengapian. Angkat tangki bensin bagian depan. untuk menghindari kotoran masuk kedalam cylinder melalui lubang busi. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Pasangkan: • Timing light “1” • Digital tachometer Timing light 90890-03141 Inductive clamp timing light YU-03141 6. Pasang: • Compression gauge “1” Compression gauge 90890-03081 Engine compression tester YU-33223 a b CATATAN: Penyetelan saat pengapian tidak dapat dilakukan LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3-8 . Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan. dengan tanda “b” yang terdapat pada rotor generator. 6. 8. Pasang: • Baut cap Timing mark (dengan O-ring Baru ) EAS20710 MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI CATATAN: Jika tekanan kompresi tidak standart. pemakaian bensin boros. Lepaskan: • Busi/Spark plug ECA3C11007 PERHATIAN: Sebelum melepas busi. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1. Angkat bagian depan tangki.

masukkan sedikit oli kedalam lubang busi dan periksa kembali tekanan kompresi. • Pada saat memeriksa dengan dipstick “1”.Pasang: • Cap busi/Spark plug cap 14. periksa cylinder head. 3-9 . 12. Standart tekanan kompresi (tergantung ketinggian air laut) 510 kPa (72. masukan dipstick ke lubang oli tanpa diputar. Jika tekanan kompresi dibawah spesifikasi minimum. atau yang lebih tinggi.4–5. 10.3 m·kg. biarkan mesin berhenti beberapa saat agar oli mengendap. kepala klep dan kepala piston dimungkinkan ada endapan carbon.1 kgf/cm²) Minimum–maximum 440–580 kPa (62. putar mesin.MESIN • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.5 psi) (5. b. (dan lihat tabel dibawah) Tekanan kompresi (dengan oli dimasukkan ke dalam cylinder melalui lubang busi) Kondisi Diagnosa MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 13. T. 9. EAS28920 MEMERIKSA KETINGGIAN OLI MESIN 1. Ukur: • Tekanan kompresi Diluar spesifikasi → lihat langkah (c) dan (d). dan tidak bertambah lagi. hingga tekanan kompresi stabil. Tegakkan sepeda motor dengan sempurna.Pasang: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Klep.ring piston aus atau kan jika tanpa oli patah → ganti/perbaiki Piston. Hidupkan mesin untuk beberapa saat. 3. Jika berada dibawah batas minimum → Tambahkan dengan oli yang disarankan. dan selanjutnya matikan mesin.8 kgf/cm²) a.5 psi) (4. R. Jika tekanan kompresi lebih tinggi dari spesifikasi maksimum. 1 Lebih tinggi dibanding. c.4 ft·lb) 1 9. CATATAN: • Sebelum memeriksa ketinggian oli.Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Periksa: • Ketinggian oli mesin Batas ketinggian oli mesin harus berada diantara batas garis minimum “a” dan batas garis maksimum “b”. Dengan handel gas terbuka penuh.Buka: • Compression gauge 11. CATATAN: • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor dalam posisi rata 2. Putar kunci kontak ke “ON”.6–82. ada endapan carbon → Bersihkan.Pasang: • Busi/Spark plug Busi/Spark plug 13 Nm (1. d. Gasket cylinder head atau Sama dengan tanpa oli Piston dimungkinkan rusak → Perbaiki LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 1 b a Tipe Oli : Tingkatan oli yang disarankan SAE20W40 atau SAE20W50 API service tipe SG JASO standard MA.

Hidupkan mesin beberapa saat. 4. Pasang O-ring baru “3”.2 ft·lb) MENGGANTI OLI MESIN 1.MESIN ECA3C11024 PERHATIAN: Jangan sampai material lain masuk kedalam crankcase. Periksa: • Saringan oli mesin bawah/strainer Kotor→ bersihkan 7. b.0 m·kg. 2. Pasang: • Dipstick/penutup lubang pengisi oli 10. biarkan mesin berhenti beberapa saat agar oli mengendap.06 US qt) (0. dengan posisi tepat dibawah baut penguras oli.2 m·kg. Periksa kembali ketinggian oli mesin. Pasang: • Saringan oli bawah/strainer • Per/Spring • O-ring Baru • Baut penguras mesin Baut penguras mesin 32 Nm (3. 3.00 L (1. Baut penutup element filter oli 10 Nm (1. R.Hidupkan mesin beberapa saat.15 L (1. agar oli mengendap. Buka dipstick/tutup lubang oli “1” dan elemen saringan oli bawah “2”. a. Isi: • Oli ke Crankcase (dengan kapasitas dan spesifikasi oli yang disarankan) Kapasitas oli Kapasitas total 1. Pasang element filter dan penutup element filter. R. dan matikan.qt) Tanpa membuka element filter oli : 0.qt) 5 4 3 2 2 Dengan membuka element filter oli : 1. CATATAN: Sebelum memeriksa ketinggian oli. 11. 23 ft·lb) T.00 US qt) (0.95 L (1.qt) 9. Jika saringan oli bawah juga akan dibersihkan. tunggu beberapa saat. 5. tunggu beberapa saat.22 US qt) (1. EAS20810 2 Baru 3 1 c. 7. Buka: • Dipstick (penutup lubang pemasukan oli) “1” • Baut penguras oli mesin “2” • O-ring “3” • Per/Spring “4” • Saringan oli bawah/Engine oil strainer “5” LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6. T.Periksa kembali: • Mesin (dari kemungkinan ada kebocoran oli) 4.88 Imp. Kuras: • Oli mesin (keseluruhan dari dalam crankcase) 5. Tempatkan nampan dibawah mesin.01 Imp. untuk pemanasan dan selanjutnya matikan mesin. 1 8. Hidupkan mesin beberapa saat. ikuti prosedur di bawah ini. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3-10 .84 Imp. lalu matikan.

0 mm (0. dari kerusakan atau kebocoran.39–0. R. Singkap karet penutup setelan “1” b. matikan mesin dan periksa penyebabnya.Periksa: • Tekanan aliran oli a. Setel : • Gerak bebas kabel kopling Setelan pada sisi tangkai kemudi a. lihat bagian “POMPA OLI” halaman 5-49. Kendorkan mur pengunci “2”. Setelan pada sisi mesin a. pompa oli. b. c. Gerak bebas kabel kopling 10. Baut pemeriksa aliran oli 7 Nm (0. lakukan penyetelan pada penyetel di bagian sisi mesin . Periksa: • Gerak bebas kabel kopling “a” Diluar spesifikasi → Setel. dan periksa adakah oli mengalir keluar dari lubang pemeriksa aliran oli. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20870 MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING 1. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2.1 ft·lb) 3 a b d.59 in) T.0–15. Putar baut penyetel “3” ke arah “a” atau "b" hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang disarankan. 5.Periksa: • Ketinggian oli mesin lihat bagian “MEMERIKSA OLI MESIN" halaman 3-9. Hidupkan mesin dalam kondisi langsam. Kendorkan mur pengunci “1”. Tutup kembali karet penutup setelan CATATAN: Jika gerak bebas kopling sulit di dapat.7 m·kg. Kearah “a” Gerak bebas kopling bertambah Kearah “b” Gerak bebas kopling berkurang MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 1 2 b. Putar baut penyetel “2” ke arah “a” atau “b” hingga didapat spesifikasi kelonggaran yang disarankan. Periksa jalur aliran oli. setelah masalah ditemukan. c.MESIN 12. d. jika tidak ada oli yang keluar. Hidupkan mesin kembali. 13. Kencangkan mur pengunci e. Buka secara perlahan baut pemeriksa oli “1”. dan periksa kembali aliran oli e. dari penyetelan sisi tangkai kemudi. Kearah “a” Gerak bebas kopling bertambah Kearah “b” Gerak bebas kopling berkurang 3-11 . Kencangkan baut pemeriksa aliran oli. element filter oli.

dan indikator debu. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKIBENSIN” halaman 7-1. semprot dari dalam keluar pada saringan udara. hal ini akan mengakibatkan keausan komponen mesin bagian dalam. Kencangkan mur pengunci Mur pengunci 9 Nm (0. 5. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. buka: • Penutup saringan udara “1” • Saringan udara T. Pasang: • Saringan udara • Penutup rumah saringan udara (terdapat gaskets) ECA3C11025 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS20921 MEMBERSIHKAN SARINGAN UDARA MESIN CATATAN : Yang terlihat pada gambar “1” adalah indikator kondisi saringan udara.9 m·kg. dan kerusakan mesin. Jika terdapat debu dan air.5 ft·lb) 4. 6. PERHATIAN: 1 Jangan menjalankan mesin tanpa saringan udara terpasang. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 3-12 . R. Periksa: • Saringan udara Rusak → Ganti. 2. 6. EAS3C11007 1 MEMERIKSA JOINT THROTTLE BODY DAN JOINT RUMAH SARINGAN UDARA 1. Pasang : • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 1. dan panas mesin yang berlebihan / overheating.MESIN 3. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. pada rumah saringan. Periksa: • Joint Throttle body “1” • Joint rumah saringan udara mesin “2” Retak/rusak → Ganti. bersihkan saringan udara. rumah saringan udara. 2. a b 2 1 1 c. Bersihkan: • Saringan udara “1” Semprot dengan udara bertekanan. CATATAN: Pastikan saringan udara terpasang dengan sempurna. dan mengakibatkan kemampuan mesin yang buruk. Dan dimungkinkan akan mempengaruhi kerja throttle body.

Sambungan kendor → perbaiki. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 3. 2. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2. EAS21050 4 4 2 MEMERIKSA SELANG PERNAFASAN MESIN PADA CYLINDER HEAD 1. EAS21080 MEMERIKSA SALURAN BENSIN 1. 1 3 EAS21110 MEMERIKSA KETINGGIAN AIR PENDINGIN 1. 11 ft·lb) Baut knalpot 20 Nm (2.MESIN ECA14920 PERHATIAN: Pastikan jalur selang pernafasan mesin. Periksa: • Selang bensin “1” retak/bocor → Ganti Sambungan kendor → Perbaiki. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 1 MEMERIKSA SISTIM PEMBUANGAN 1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 2 1 3. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang rata CATATAN: • Sanggah sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor dalam kondisi rata 3-13 . EAS21030 1 3. pada jalur yang benar.4 ft·lb) T.5 m·kg. Periksa: • Knalpot “1” Bocor/retak → Perbaiki/ganti • Gasket knalpot “2” ada kebocoran → ganti 2.0 m·kg. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. R. 1. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Pasang : • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Buka: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Periksa: • Kekencangan baut pengikat knalpot • Mur knalpot “3” • Mur knalpot “4” Mur knalpot 15 Nm (1. Periksa : • Selang pernafasan cylinder head “1” retak/bocor → Ganti.

Buka: • Tutup radiator “1” Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin. atau coolant yang disarankan. jika tidak tersedia. dan periksa kandungan coolant. • Rumah saringan udara lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. buka penutup samping kiri. MEMERIKSA SITIM PENDINGINAN 1. 3-14 . 2. atau asam. • Tempat duduk/jok • Panel depan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. Buka: • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Hidupkan mesin beberapa saat untuk pemanasan dan selanjutnya matikan mesin. pastikan air penambahan dalam kondisi tidak mengandung garam. Buka: • Panel depan • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. pergunakan air yang bersih. Pasang: • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. tunggu beberapa saat agar air mengendap. • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 2. • Pergunakan hanya air destilasi. EAS21130 ECA13470 PERHATIAN: • Tambahkan air. a b 4 2 5 1 3 1 3. Periksa: • Ketinggian air pendingin/Coolant CATATAN: MENGGANTI AIR PENDINGIN/ COOLANT 1. Periksa : • Radiator “1” • Selang masuk Radiator “2” • Selang keluar Radiator “3” • Selang reservoir coolant “4” • Selang pernafasan Pompa air “5” retak/rusak → ganti lihat bagian “RADIATOR” halaman 6-1. Periksa : • Ketinggian air pendingin/coolant Ketinggian air pendingin/ coolant harus berada diantara batas atas “a” dan batas minimum "b" Jika berada pada batas minimum → Tambah air/coolant hingga tanda batas atas CATATAN: untuk membuka tutup tangki reservoir “1”. 3. Jika penambahan dengan air. 4.MESIN EAS21120 2.

84 US qt) (0.22 Imp. .70 Imp. 3-15 .qt) Kapasitas reservoir (hingga batas atas) 0.MESIN 3 2 1 EWA13030 PERINGATAN Air didalam radiator yang panas. 3. untuk itu hati-hati dalam penanganannya. untuk membuka tutup radiator.1 ft·lb) 11. Pasang: • Selang reservoir coolant 10.1 ft·lb) 9. EWA13040 . dan mengakibatkan kecelakaan yang serius. cuci dengan air. putar tutup radiator. dan secara perlahan. Buka: • Baut penguras air pendingin/Coolant “1” (terdapat washer tembaga) 7. Kuras: • Air pendingin/Coolant (keseluruhan dari mesin dan radiator) 5. 4. Buka : • Reservoir coolant“2” • Tutup reservoir coolant “3” PERINGATAN • Jika coolant terpecik ke mata.79 L (0.7 m·Kg. untuk itu jangan membuka tutup radiator jika radiator dalam kondisi panas. tekanan air yang panas akan menyemprot keluar. Pasang: • Reservoir coolant Baut reservoir coolant 7 Nm (0.7 m·Kg.qt) Penanganan air pendingin/coolant Coolant dapat merusak komponen-komponen lainnya. T. sekali lagi kearah kiri. Kuras : • Air pendingin/Coolant (dari reservoir coolant ) 8. Jika radiator telah dingin.Isi: • Air pendingin/coolant (dengan kapasitas dan tipe pendingin yang disarankan) Coolant yang disarankan : YAMAHA GENUINE COOLANT High-quality ethylene glycol antifreeze containing corrosion inhibitors untuk aluminum engines Perbandingan campuran 1:1 ( coolant : air ) Kapasitas Radiator (termasuk jalur selang) 0. dan segera bawa ke dokter. sambil ditekan kedalam. putar tutup radiator satu kali kekiri biarkan tekanan panas dari dalam radiator keluar setelah dirasakan tidak ada tekanan yang keluar. 5.25 L (0. Tempatkan kain lap diatas tutup radiator. mempunyai tekanan yang tinggi.Pasang: • Baut penguras air pendingin/coolant (terdapat washer tembaga Baru ) Baut penguras air pendingin/coolant 7 Nm (0. 5. Lepaskan: • Selang reservoir coolant “1” 6.26 US qt) (0. R. ikuti petunjuk berikut ini. dan lepaskan tutup radiator.

16. jika air destilasi tidak tersedia. untuk itu segera bawa kedokter. 9Pergunakan hanya air destilasi. 17. pergunakan air yang tidak mengandung asam atau garam. CATATAN: Sebelum memeriksa ketinggian air pendingin.9 9 9Jika coolant menyiram pakaian.Pasang: • Tempat duduk/jok lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.Pasang: • Radiator cap 13.Pasang: • Tutup reservoir coolant 15. jika hal ini terpaksa dilakukan.Periksa: • Permukaan air pendingin/Coolant level lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN AIR PENDINGIN” halaman 3-13. periksa segera kandungan antifreeze jika memungkinkan.Hidupkan mesin beberapa saat. • Panel depan kanan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.Isi: • Air pendingin/coolant reservoir (dengan air pendingin/ coolant hingga batas atas “a”) a 14. segera rendam dan cuci dengan air dan sabun 9 Jika coolant tertelan. segera bersihkan dan cuci dengan air. cPERHATIAN 9Penambahan air dengan air biasa akan mempengaruhi kandungan antifreeze di dalam coolant. 9Jika cairan coolant menyentuh permukaan cat. dapat mengakibatkan mual. dan selanjutnya matikan mesin. biarkan mesin berhenti sesaat agar air pendingin mengendap. 9Jangan mencampur antara dua tipe coolant 12. 3-16 . • Tangki bensin lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. • Panel samping lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. MESIN 18.Pasang: • Rumah saringan udara lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1.

0–30. EAS21250 3. Periksa: • Ketinggian minyak rem Jika berada di batas bawah “a” → Isi dengan minyak rem yang disarankan. harus sama dengan minyak rem yang telah ada.. dalam posisi tegak lurus. Setel: • Lampu rem belakang lihat bagian “MENYETEL LAMPU REM BELAKANG” halaman 3-18. Gerak bebas pedal rem 20. Periksa: • Gerak bebas pedal rem “a” Diluar spesifikasi → Setel. dan menimbulkan gelembung gelembung udara. • Pada saat penambahan minyak rem. CATATAN: PERHATIAN Setelah menyetel gerak bebas pedal rem. pe makaian minyak rem yang kurang bagus.RANGKA/CHASSIS EAS21140 EAS21240 RANGKA/CHASSIS EAS21220 MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM 1. ECA13540 a b 1 PERHATIAN: ECA3C11018 Minyak rem dapat mengakibatkan kerusakan komponen plastik. Putar mur penyetel “1” kearah “a” atau ke “b” hingga didapat spesifikasi standart. pastikan rem tidak mencengkeram tromol rem LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk menjamin ketinggian minyak rem yang benar. MEMERIKSA KAMPAS REM Ikuti prosedur pemeriksaan kampas rem dibawah ini. Setel: • Gerak bebas pedal rem a.0 mm (0. Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4 a a 2. dalam posisi lurus 2. • Penambahan minyak rem. untuk itu. air akan memperendah titik didih. dan pemampuan pengereman yang buruk. 3-17 . segera bersihkan dengan kain lap. jangan sampai kandungan air masuk ke reservoir. dan cat. Kearah “a” Gerak bebas pedal rem bertambah Kearah “b” Gerak bebas pedal rem berkurang MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM EWA13090 PERINGATAN • Pergunakan minyak rem yang disarankan. Percampuran dua minyak rem akan mengakibatkan reaksi kimia yang memperburuk pengereman.79–1. akan mengakibatkan kerusakan seal karet. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar CATATAN: MENYETEL REM BELAKANG 1.18 in) • Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah • Pastikan sepeda motor. pastikan posisi tangki reservoir minyak rem.

Periksa: • Klem selang rem Kendor → kencangkan 3. Tahan bodi switch lampu rem “1” agar tidak ikut berputar. lihat bagian “REM BELAKANG” halaman 4-26. 2. Tarik tuas rem. 1. Periksa: • Saat nyala lampu rem belakang Tidak tepat → Setel 2. Setel: • Saat mulai menyala lampu rem belakang a. 2 1 1 EAS21330 MENYETEL SWITCH LAMPU REM BELAKANG CATATAN: EAS21270 MEMERIKSA SELANG REM DEPAN 1. EAS21310 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG 1. Periksa : • Indikator keausan sepatu rem “1” mendekati batas keausan “2” → ganti sepatu rem satu set. pada saat menyetel mur penyetel “2” kearah “a” atau “b” hingga lampu rem menyala beberapa saat. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21340 BUANG ANGIN/BLEEDING SISTEM HYDRAULIC REM EWA13100 PERINGATAN Lakukan tindakan bleeding hydraulic rem jika : • Setelah membongkar sistim hydraulic • Membuka atau mengganti selang rem. 2. • Minyak rem terlalu rendah 3-18 . Periksa: • Selang rem Ada kebocoran → ganti selang rem. lihat bagaian “REM DEPAN” halaman 4-14. 4. Periksa: • Selang rem “1” Retak/rusak/bocor → Ganti Switch lampu rem belakang bekerja berdasarkan pergerakan pedal rem. Switch lampu rem harus disetel dengan kondisi lampu rem menyala terlebih dahulu sebelum rem mulai mengerem. Periksa : • Kampas rem depan Jika sampai batas keausan “1” menyentuh disc → Ganti kampas rem satu set lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14.RANGKA/CHASSIS 1. Tegakkan sepeda motor dan mainkan rem depan beberapa kali. Kearah “a” Lampu rem menyala lebih cepat Kearah “b” Lampu rem menyala lebih lambat MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 2. sebelum rem bekerja. Operasikan pedal rem belakang.

h. Kencangkan baut bleding sesuai spesifikasi Baut bleeding 6 Nm (0. Pasangkan plastik transparan pada ujung baut bleeding “2”.3 ft·lb) CATATAN 9 Hati-hati pada saat mengisi minyak rem pada reservoir jangan sampai tumpah. Buang udara/Bleed: • Sistim Hydraulic rem a. Tegakkan sepeda motor dengan standart tengah. b. ECA13550 cPERHATIAN Apabila kekencangan rantai terlalu kencang. Pasang: • Tutup master cylinder rrem EAS21420 MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI CATATAN: Pemeriksaan kekencangan rantai. agar gelembung udara mengalir keatas.6 m·kg. lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM” halaman 3-17. Kencangkan baut bleeding. EWA13110 PERINGATAN Setelah melakukan tindakan bleeding.RANGAK/CHASSIS • Pengereman tidak maksimal 1. Kendorkan baut bleeding CATATAN: 1 Kendorkan baut bleeding. dan mengharuskan anda melakukan prosedur total bleeding yang memakan waktu yang cukup lama. e. 2. dan tekanan dalam sistim rem akan keluar. f. j. dan angkat roda belakang dari tanah. 3-19 . 9 Pada saat melakukan bleeding / buang udara. ikat tuas rem pada tangkai kemudi. Isi tangki reservoir rem hingga batas atas dengan minyak rem yang disarankan. dan lepaskan ikatan tuas rem. Tarik secara perlahan. biarkan beberapa saat agar minyak rem mengendap. ikat dan jangan dilepaskan. R. i. akan menimbulkan kecelakaan yang tidak diharapkan. untuk menghindari bahaya terbalik. Pasang diaphragma reservoir master cylinder c. periksa kemampuan pengereman LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. akan berakibat udara masuk pada sistim rem. Buka: • Tutup master cylinder rem “1” g. 4. pastikan minyak rem tersedia cukup pada reservoir jika hal ini tidak diperhatikan. CATATAN: d. akan membebani mesin. 2 PERINGATAN 1 Sanggah sepeda motor dengan sempurna. dan jika rantai terputus. karena posisi tuas rem dalam kondisi mengerem. dan udara keatas. 9 Jika mengalami kesulitan. Ulangi tahap (e) hingga (h) hingga gelembunggelembung udara keluar dari sistim pengereman melalui selang trasparan. Isi minyak rem pada reservoir hingga batas atas dengan minyak rem yang disarankan. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM k. tuas rem beberapa kali. Tarik secara penuh tuas rem. Jaga kekencangan rantai pada batas spesifikasi 1. Tempatkan ujung selang plastik yang lain pacawan penampung. dan suku cadang lainnya. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang datar EWA13120 T. harus di lakukan pada titik terkencang dari posisi rantai.

EAS21450 Lakukan pemeriksaan rantai pada posisi antara As sprocket depan dan As sprocket belakang. lumasi dengan oli mesin. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN b a 5 4 3 Sanggah sepeda motor dengan sempurna. maka akan cepat mengalami keausan. Jika rantai tidak dirawat dengan benar. d. sehingga perlu perawatan yang teratur. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Kendorkan mur penyetel rem belakang “1”. Periksa : • Kekencangan rantai “a” Diluar spesifikasi → setel.RANGKA/CHASSIS 2. Kencangkan mur batang torsi rem Mur batang torsi 19 Nm (1. 2. Mur as roda belakang 80 Nm (8.9 m·kg. khusus untuk rantai tanpa -O-ring.. R. kanan dan kiri f. 1 CATATAN : 2 Untuk menjamin kelurusan roda. samakan posisi kedua plat penyetel. untuk menghindari bahaya terbalik. Lepaskan cotter pin “2” Kendorkan mur batang torsi “3”. Kencangkan mur as roda 3-20 . 13 ft·lb) h. T. satu dengan yang lainnya. Putar roda belakang dan cari titik terkencang dari posisi rantai. dan goyanggoyangkan kedepan dan kebelakang Goyang/kendor → Setel bearing kemudi/ steering head. EAS21510 MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI/ STEERING HEAD 1.57 in) CATATAN: 5. 4. CATATAN : Sanggah sepeda motor dengan penyangga. b. e. hingga roda depan terangkat dari tanah. Kendorkan mur as roda belakang “4” Putar plat penyetel kekencangan rantai “5” ke arah “a” atau “b” hingga didapat kekencangan rantai yang sesuai spesifikasi. R. Periksa: • Kemudi/Steering head Pegang fork bagian bawah. EWA13130 PERINGATAN Selalu pergunakan cotter pin yang baru. khususnya. pergunakan minyak tanah untuk membersihkan. 58 ft·lb) g. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Kekencangan rantai 20–40 mm (0. atau pelumas rantai. c.0 m·kg. 3. Kearah “a” Rantai bertambah kencang Kearah “b” Rantai bertambah kendor MELUMASI RANTAI PENGGERAK Rantai penggerak roda bekerja dengan banyak komponen part yang saling menunjang. pada daerah yang berdebu. dan keringkan dengan kain lap. Setel : • Kekencangan rantai a. T.79–1. Setel : • Gerak bebas pedal rem belakang lihat bagian “MENYETEL REM TROMOL BELAKANG” halaman 3-17. Pasangkan cotter pin. Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai khusus tanpa O-ring.

dan tepatkan alur ring kedua mur dengan steering nut wrench.4 ft·lb) T. jika perlu tahan ring mur bawah. f. jangan terlalu kencang Mur ring bawah (torsi pengencangan final) 13 Nm (1. Kencangkan mur ring bawah “4” dengan steering nut wrench “5”. 3. mur ring atas "2". Pasang: • Bracket atas lihat bagian “KEMUDI/STEERING” halaman 4-43. untuk menghindari bahaya terbalik. R. jika terasa berat. EWA13140 PERINGATAN Pengencangan mur bawah. Kendorkan mur ring bawah “4” secara penuh. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar. EAS21530 Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 Mur ring bawah (torsi pengencangan awal) 48 Nm (4. b. h. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. dan tepatkan alur antar kedua ring nut. 4. Setel: • Kemudi/Steering head a. Pasang mur ring atas “2”. CATATAN: Setel kunci torque menyudut kekanan dengan steering nut wrench. atau ke kiri. Pasangkan mur ring atas dengan tangan. Periksa kelancaran gerak kemudi. R. dan kencangkan kembali yang kedua kalinya dengan kunci torsi dan steering nut wrench. dengan cara membelokkan kemudi kekanan. Pasang washer karet “3”. Pasang lock washer “1” CATATAN: Pastikan pengait lock washer “a” tepat masuk pada kedua alur mur atas dan bawah “b”. Periksa: • Inner tube Baret/aus → Ganti T. dan periksa bearing atas dan bearing bawah. Buka: • Bracket atas lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD” halaman 4-43. g.3 m·kg. 3-21 . Buka lock washer “1”.8 m·kg. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM d.RANGKA/CHASSIS c. dan washer karet “3”. lepaskan bracket kemudi bawah. 9. 2. EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. 35 ft·lb) MEMERIKSA FORK DEPAN 1. lihat bagian “KEMUDI/STEERING HEAD” e.

00 kgf/cm²) BEBAN MAKSIMUM 205. Periksa : • Cara kerja fork depan Tekan tangkai kemudi kebawah. dan aksesoris EWA13190 EAS21660 MEMERIKSA BAN Ikuti prosedur dibawah ini.RANGKA/CHASSIS • Seal oli Ada kebocoran oli → Ganti 3. Periksa: • Permukaan ban Retak/aus → Ganti ban EWA3C11010 PERINGATAN • Pemeriksaan angin ban.0 mm (0. dan keatas beberapa kali. berkendara dengan ban yang buruk.00 kgf/cm²) Kondisi beban 90–205 kg (198–452 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.00 kgf/cm²) Kecepatan tinggi Depan 175 kPa (25 psi) (1. Tekanan angin ban (diukur dalam kondisi dingin) Kondisi beban 0–90 kg (0–198 lb) Depan 175 kPa (25 psi) (1.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. harus disesuaikan deberat beban dari penumpang.0 kg (452 lb) * total beban: pengendara. Pergerakan tidak lancar → Perbaiki lihat bagian “FORK DEPAN” halaman 4-35. untuk melakukan pemeriksaan ban. dan periksa kelancaran pergerakan tekanan balik suspensi. Periksa: • Tekanan angin ban Diluar spesifikasi → tambah angin PERINGATAN Sangat berbahaya. dan kecepatan sepeda motor. pengendara. ganti ban dengan yang baru.75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. 2. dapat mengakibatkan kecelakaan. dan gerakkan tangkai kemudi kebawah dan keatas 4. Indikator keausan Batas keausan (depan) 1. Dinding samping 3.0 mm (0. barang bawaan. 1. 1. Jika alur ban sudah dalam batas keausan. tarik tuas rem. • Pengoperasian melebihi beban maksimum.04 in) 3-22 .75 kgf/cm²) Belakang 200 kPa (28 psi) (2. sebaiknya dilakukan pada saat temperatur udara luar. barang bawaan. Kedalaman alur 2. sama dengan temperatur udara ban • Tekanan angin ban. Tegakkan sepeda motor. pembonceng. aksesoris.04 in) Batas keausan (belakang) 1.

RANGKA/CHASSIS PERINGATAN 9Jangan menggunakan ban tubless. • Tepatkan tanda marking “2” dengan posisi dudukan klep/pentil. dalam keadaan darurat. sangat berbahaya dapat mengakibatkan kecelakaan dan fatal bagi pengendara. Yamaha tidak memberikan jaminan "handling characteristic" jika memakai tipe dan bentuk ban yang berbeda dari yang disarankan Yamaha Ban depan Ukuran 2. tipe dan model ban depan dan belakang harus sama dengan model ban. 9Selalu lakukan penggantian ban dalam dan ban luar satu set. PERINGATAN Setelah dilakukan uji coba yang intensive oleh Yamaha Motor Co Ltd. tapi segera ganti dengan ban yang baru jika kondisi telah memungkinkan untuk mengganti. atau setelah dibongkar. pergunakan dalam kecepatan normal jangan menggunakan kecepatan tinggi. A B Ban belakang ukuran 90/90–17M/C 49P Pabrikan/model IRC/NR72 Pabrikan/model DUNLOP/D102A PERINGATAN 9 Ban baru biasanya mempunyai daya cengkeraman pada permukaan jalan yang kurang. dalam pemakaian dibawah jarak 100 Km. 9 Jika menggunakan ban dalam. pastikan ban dalam telah terpasang dengan tepat pada alur pelek 9Tidak dibenarkan menambal ban dalam yang bocor. bersamaan. ban belakang CATATAN: Pelek dengan ban dalam dengan ban dalam Pelek tanpa ban dalam EWA14090 dengan ban dalam / tidak Untuk ban yang dilengkapi tanda arah putaran “1”: • Pasang dengan posisi "tanda arah panah" mengarah ke arah putaran ban. pastikan ban dalam terpasang dengan sempurna. bawaan dari pabrik. kencangkan mur pengunci klep udara "1" 9 A. Periksa: • Roda Aus/retak-retak → Ganti 3-23 .75–17 41P Pabrikan / model IRC/NR72 Pabrikan / model DUNLOP/D102FA EAS21670 MEMERIKSA RODA Ikuti prosedur dibawah ini. dengan pelek bukan tubless. 9Sehabis mengganti ban dalam. 9Untuk menghindari ban dalam terjepit. maka untuk mengganti ban luar. untuk pemeriksaan roda. Ban depan B. hal ini bisa dilakukan. untuk itu. 1.

RANGKA/CHASSIS EWA13260 PERINGATAN Jangan memperbaiki ban roda yang aus/ retak. EAS21690 MEMERIKSA DAN MELUMASI KABEL Ikuti prosedur dibawah ini. EAS3C11041 Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based MELUMASI PEDAL REM Lumasi engsel pedal rem dan komponen metal yang bergesekan. untuk itu. 1. untuk melakukan pemeriksaan dan pelumasan kabel. EAS3C11038 MELUMASI TUAS KOPLING Lumasi engsel tuas kopling. lakukan tindakan balancing roda. Pelumas yang disarankan Gemuk Silicone EAS21720 CATATAN: Sehabis melakukan penggantian ban luar. Periksa: • Kabel bagian luar Rusak → ganti 2. 3-24 . dan komponen yang bergerak. Pelumas yang disarankan Gemuk Silicone EAS3C11040 MELUMASI PEDALPEMINDAH GIGI Lumasi engsel pedal pemindah gigi. EWA13270 PERINGATAN MELUMASI STANDART SAMPING Lumasi engsel standart samping dan komponen metal yang bergesekan Pelumas uyang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS21730 Kerusakan kabel bagian luar. akan mengakibatkan kerusakan kabel di bagian dalam. dan masukkan beberapa tetes oli kedalam lubang ujung pembungkus kabel. ganti kabel satu set dengan kabel bagian dalam. Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS3C11039 MELUMASI TUAS REM Lumasi engsel tuas rem. Periksa: • Kelancaran kerja kabel penggerak Tidak lancar → Lumasi Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based CATATAN: MELUMASI STANDART TENGAH Lumasi engsel standart tengah dan komponen metal yang bergesekan Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based EAS21740 MELUMASI SHOCK ABSORBER BELAKANG Lumasi engsel shock absorber belakang dan komponen yang bergesekan Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based Arahkan kabel mengarah ke atas.

1 2. Pasang: • Penutup bohlam 7. bersihkan dengan kain lap yang mengandung thinner. dalam kondisi panas jauhkan dari benda yang mudah terbakar. dan efek penyinaran akan menjadi buruk. Buka: • Penutup bohlam “3” 6. jauhkan dari kandungan oli dan cairan lain. Buka: • Lensa lampu depan “1” Jangan menyentuh langsung kaca bohlam. Lepaskan: • Bohlam lampu depan “4” b 4 1 a 3-25 . Sambung: • Coupler kabel lampu 8.SISTIM KELISTRIKAN EAS21750 EWA13320 SISTIM KELISTRIKAN EAS21760 PERINGATAN MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” halaman 8-55. Pasang: • Bohlam lampu Baru Pasangkan bohlam lampu pengganti. pada holder lampu depan. hal ini akan mengakibatkan umur dari bohlam akan menjadi pendek. EAS21780 MENGGANTI BOHLAM LAMPU DEPAN 1. Pasang: • Lensa lampu depan EAS21800 MENYETEL POSISI ARAH SINAR LAMPU 1. jika kaca bohlam tersentuh oleh cairan oli. Kearah “a” Arah sinar lampu keatas Kearah “b” Arah sinar lampu kebawah 2 3 4. dan tangan anda. biarkan lampu dalam kondisi dingin 5. PERHATIAN: MEMERIKSA SEKRING lihat bagian “KOMPONEN KELISTRIKAN” halaman 8-55. Setel: • Arah sinar lampu (keatas) Gerakkan rumah lampu depan “1” kearah “a” atau “b”. Lepaskan: • Coupler lampu depan “2” 3. EAS21770 Pada umumnya lampu depan.

..........................4-6 MEMASANG RODA DEPAN................................4-12 MEMERIKSA RODA BELAKANG...................................4-10 MELEPAS RODA BELAKANG (TROMOL)......................................4-7 MENYETEL KESEIMBANGAN/BALANCE RODA DEPAN ........4-20 MELEPAS CALIPER REM DEPAN.......................................... 4-27 MEMASANG PLAT SEPATU REM BELAKANG ................... 4-7 MEMASANG RODA DEPAN.....4-21 MEMBONGKAR CALIPER REM DEPAN....................................................................................................................................................................................................................................................4-12 MEMERIKSA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG ..................4-23 MEMBONGKAR MASTER CYLINDER REM DEPAN .............................4-19 MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN ....................................................................4-21 MEMERIKSA CALIPER REM DEPAN ..................... 4-23 MEMERIKSA MASTER CYLINDER REM DEPAN......................................... 4-14 PENDAHULUAN...............................4-6 MEMERIKSA GEAR UNIT SPEEDOMETER ..................... 4-3 RODA DEPAN......................................................................... 4-4 MELEPAS RODA DEPAN.......................... 4-26 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG......................4-12 MEMERIKSA HUB RODA BELAKANG............................................................................................................................................................................................. 4-27 MEMERIKSA KEAUSAN REM BELAKANG .............4-28 TANGKAI KEMUDI ..........................................................................RANGKA/CHASSIS RANGKA UMUM .......................4-23 REM BELAKANG ................................4-30 MELEPAS TANGKAI KEMUDI ...................................................................................................... 4-19 MEMERIKSA CAKRAM RODA DEPAN ..........4-12 MEMASANG RODA BELAKANG (TROMOL) ....4-22 MELEPAS MASTER CYLINDER R E M D E P A N .................................................................................................................................................. 4-22 MEMASANG CALIPER REM DEPAN ...........................................................................................................4-32 MEMERIKSA TANGKAI KEMUDI ............................................................. 4-32 MEMASANG TANGKAI KEMUDI ................................................................................................................................................4-32 4 ................................ 4-8 RODA BELAKANG...........4-21 MERAKIT CALIPER R E M D E P A N ..................4-6 MEMERIKSA RODA DEPAN ................................................................... 4-7 MEMASANG RODA DEPAN (CAKRAM) ...............................................................................................................................................4-23 MEMASANG MASTER CYLINDER REM DEPAN..............................4-13 REM DEPAN........................... 4-1 MEMASANG RUMAH SARINGAN UDARA ......................

...................................................................................................................................................................................................................................4-35 MELEPAS GARPU DEPAN............................4-56 MEMASANG RANTAI ...................................................................4-49 MEMASANG UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG......................................4-46 UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG ........4-49 MEMERIKSA CONNECTING ARM DAN RELAY ARM...................................... 4-53 MEMERIKSA LENGAN AYUN/ SWINGARM ..............4-41 KEMUDI/STEERING HEAD...................................... 4-53 MEMASANG LENGAN AYUN/SWINGARM .....................4-51 MELEPAS LENGAN AYUN/SWINGARM..................................................................................................................................................4-57 .............................................................................. 4-46 MEMASANG KEMUDI/STEERING HEAD .................................................GARPU DEPAN...................................4-49 LENGAN AYUN/SWINGARM.....4-48 MELEPAS UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG.........4-39 MERAKIT GARPU DEPAN..................4-38 MEMERIKSA GARPU DEPAN ................................................................................................................................................................................................... 4-39 MEMASANG GARPU DEPAN ...............................................................................4-49 MEMERIKSA UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG ............4-53 RANTAI PENGGERAK................................... 4-55 MEMERIKSA RANTAI .................4-49 MEMASANG RELAY ARM................ 4-43 MELEPAS BRACKET BAWAH............................................................................... 4-46 MEMERIKSA KEMUDI/ STEERING HEAD ............4-38 MEMBONGKAR GARPU DEPAN.............................................................

.

1 ft • Ib) R. R. 5. T. T.1 ft • Ib) Nama komponen Panel depan kiri Panel depan kanan Tempat duduk/jok Pegangan pembonceng Panel belakang Penutup samping kiri Penutup samping kanan Penutup samping kiri Penutup samping kanan 8 Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 7 Nm (0.1 ft • Ib) 7 Nm (0. R. R. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 R. 19 ft • Ib) T.7 m • kg.6 m • kg. 5. 4-1 . 4 7 7 Nm (0.7 m • kg.1 ft • Ib) T.7 m • kg. 5. 6 2 1 7 Nm (0.RANGKA UMUM EAS21830 RANGKA UMUM Membuka tempat duduk dan covers 7 Nm (0. 5.7 m • kg. 3 5 9 26 Nm (2. T.1 ft • Ib) T. 5. R.7 m • kg. Keterangan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas.

4 ft • Ib) 10 Nm (1.RANGKA UMUM Melepas rumah saringan udara 1 2 7 4 3 2 Nm (0.2 ft • Ib) lihat "RANGKA UMUM" halaman 4-1 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 7-1. 7. Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas T. 6 5 Nama komponen Tempat duduk/penutup samping dan kanan Tangki bensin 1 2 3 4 5 6 7 Rumah saringan udara Saringan udara Baut klem joint rumah saringan udaraAir Rumah saringan udara Selang pernafasan cylinder head Selang Air induction system (rumah saringan udara ke joint 3 cabang ) Silincer Air filter case 1 1 1 1 1 1 1 Jumlah 10 Nm (1. T. 7.2 m • kg. Kendorkan. R.0 m • kg. R. Keterangan 4-2 .0 m • kg. Nomor R.2 ft • Ib) T. 1.

Pasanmg: • Klem joint rumah saringan udara CATATAN: Tepatkan "nok" “a” yang terdapat pada rumah saringan udara dengan slot “b” pada klem joint a b 4-3 .RANGKA UMUM EAS3C11027 MEMASANG RUMAH SARINGAN UDARA 1.

3 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas 4-4 . 5 4 Komponen yang dilepas Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. R. 43 ft • Ib) T. 3 LT 1 2 LS 60 Nm (6.RODA DEPAN EAS21870 RODA DEPAN Melepas roda depan dan disc brake 23 Nm (2. 17 ft • Ib) LS (5 6 7 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 Kabel speedometer Mur as roda depan As roda depan Roda depan Gear unit speedometer Collar Disc brake ( T.0 m • kg. R.

RODA DEPAN Melepas roda depan LS Baru 1 2 3 4 Nomor 1 2 3 4 Seal oli Bearing Spacer Bearing Komponen yang d iilepas Jumlah 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas. 4-5 .

3.02 in) c.5 mm (0. 2.RODA DEPAN EAS21890 MELEPAS RODA DEPAN 1.0 mm (0. MEMBONGKAR RODA DEPAN 1. 4-6 . Buka: • Seal oli • Bearing roda a. pada saat roda depan dilepas. Periksa: • Ban • Roda depan Rusak/Aus → Ganti lihat bagian “MEMERIKSA BAN” halaman 3-22 dan “MEMERIKSA RODA” halaman 3-23. EAS21910 PERINGATAN Jangan membengkokkan as roda yang bengkok. Buka bearing roda “3” dengan bearing puller. Bersihkan bagian luar dari hub roda depan b. tempatkan kain"2" diantara obeng dan hub. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang datar EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna untuk menghindari bahaya terbalik 2. Periksa: • As roda Gelindingkan as roda pada meja datar bengkok → Ganti EWA13460 Jangan menarik tuas rem depan. Angkat: • Roda depan CATATAN: Sanggah sepeda motor dengan penyanggah hingga roda depan terangkat dari tanah.04 in) kebengkokan ke arah samping 0. Lepas: • Roda depan • Gear unit speedometer • Collar CATATAN: LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21920 MEMERIKSA RODA DEPAN 1. Buka seal oli “1” dengan obeng minus CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM untuk menjaga agar hub tidak rusak. 3. Ukur: • Kebengkokan ke arah atas “1” • Kebengkokan ke arah bawah “2” Kebengkokan diluar spesifikasi → Ganti kebengkokan ke arah atas 1.

Putar roda depan b. dengan prosedur kebalikan dari melepas ECA3C11009 Baru MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERHATIAN: Penekanan pemasangan jangan sampai menekan inner race“1” atau ball “2”. • Seal oli Aus/bocor → Ganti LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21970 MENYETEL KESEIMBANGAN RODA DEPAN/ BALANCE CATATAN: • Setelah mengganti ban. d. beri tanda “X1” pada bagian bawah roda MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MERAKIT RODA DEPAN 1. Pasang: • Bearing roda • Seal oli Baru a. beri tanda “X 2” pada bagian bawah roda. 4-7 . Pada saat roda berhenti. Lepas: • Pemberat/balancer yang ada 2. Pada saat roda berhenti. atau keduanya roda harus disetel keseimbangannya/ balance. Periksa: • Unit gear speedometer Bengkok/rusak/aus → Ganti EAS21960 a. Lepaskan roda e. 1. • Pada saat menyetel keseimbangan/balance roda. CATATAN: c. Pergunakan socket “4” untuk menekan bagian luar/outer race dari bearing dan seal oli.RODA DEPAN 4. Putar roda 90° dari posisi tanda “X 1” seperti posisi pada gambar. Putar: • Roda depan secara perlahan CATATAN: Tempatkan roda depan pada. alat balancer EAS21940 MEMERIKSA UNIT GEAR SPEEDOMETER 1. roda. penekanan hanya boleh pada outer race “3”. Pasang bearing baru dan seal oli. disc brake harus terpasang. Periksa: • Bearing roda Bearing roda longgar atau macet → Ganti bearing roda.

Pasang: • Disc rem depan Baut disc rem depan 23 Nm (2. pasang kembali pemberat. dan pastikan titik berat jatuh merata disemua bagian.RODA DEPAN a. CATATAN: Mulai dengan pemberat yang ringan b. R. ulangi langkah balancer kembali. Periksa: • Keseimbagngan roda depan 4-8 . LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2. Jika keseimbangan masih belum merata. 3. ulangi langkah (c) hingga (e) beberapa kali hingga roda dapat berhenti di berbagai titik secara merata g.3 m·kg. Periksa: • Piringan rem depan lihat bagian “MEMERIKSA PIRINGAN REM DEPAN” halaman 4-19. Pasang balancer pemberat “1” pada arah yang berlawanan dengan tanda “X”. Putar roda 90° pada alat balancer seperti pada gambar. berikan pemberat yang berlawanan dari tanda LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL b. Pasang: • Roda depan 4. Jika roda hanya berhenti pada titik tertentu. dengan pola silang. Lumasi: • As roda/Wheel axle • Lidah seal oli • Gear unit speedometer Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 4. Ulangi langkah (b) dan (c) hingga roda betulbetul seimbang/ balance. Jika titik berat tidak merata. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG RODA DEPAN (DISC) 1. Setel: • Keseimbangan roda depan a. 17 ft·lb) LOCTITE® CATATAN: Kencangkan baut piringan rem. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS21990 3. d. c. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM f. T. Putar roda depan beberapa kali.

a b 7. Pasang: • Gear unit speedometer CATATAN: Pastikan "nok" pada gear unit speedometer masuk pada alur yang terdapat pada hub roda. tekan tangkai kemudi kebawah beberapa kali. Kencangkan: • As roda As roda 60 Nm (6.0 m·kg. 43 ft·lb) T. R. PERINGATAN Pastikan jalur selang rem pada posisi yang benar ECA14140 PERHATIAN: Sebelum mengencangkan mur as roda.RODA D EPAN CATATAN: EWA3C11009 Pasang roda dengan tanda arah panah “1” kearah putaran roda. Pasang: • Roda depan CATATAN: Pastikan slot “a” pada gear unit speedometer masuk kedalam alur “b” pada outer tube. 6. dan periksa apakah shock absorber dapat menekan kembali (rebound) dengan sempurna. 4-9 . 5.

RODA BELAKANG EAS22020 RODA BELAKANG melepas roda belakang dan sepatu rem 80 Nm (8. 58 ft • Ib) 9 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 . T R. 13 ft • Ib) LS T.9 m • kg. 9 12 4 1 11 6 LS 8 10 Baru 2 5 3 8 7 10 19 Nm (1. R.0 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas 4-10 . Komponen yang dilepas Mur penyetel pedal rem belakang Batang rem Per Pin Batang torsi rem Mur as roda belakang As roda belakang Plat penyetel rantai Collar Collar Roda belakang Sepatu rem Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.

LS S 7 8 7 43 Nm (4. 7. 31 ft • Ib) T. R. 6 5 6 2 (6) 3 Baru 4 LS 1 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 Komponen yang dilepas Sprocket roda belakang Collar Seal oli Bearing Hub roda belakang Damper hub roda belakang Bearing Spacer Jumlah 1 1 1 1 1 4 2 1 Keterangan Untuk pemasangan. R. kebalikan dari prosedur melepas 4-11 .2 ft • Ib) S T.RODA BELAKANG Membongkar roda belakang 10 Nm (1.0 m • kg.3 m • kg.

Roller rantai 2. Lepas baut pengunci pada sprocket roda belakang.RODA BELAKANG EAS22060 MELEPAS RODA BELAKANG (TROMOL) 1. sprocket depan. Sprocket roda belakang MEMERIKSA RODA BELAKANG 1. untuk menghindari bahaya terbalik CATATAN: 3. Ukur : • Keolengan roda kearah atas • Keolengan roda ke arah samping lihat bagian “MEMERIKSA RODA DEPAN” halaman 4-6. sprocket depan. Periksa: • As roda • Roda belakang • Bearing roda • Seal oli lihat bagian “MEMERIKSA RODA DEPAN” halaman 4-6. T. untuk melepas pin dari batang rem. dan lepaskan rantai dari gear sprocket. 4-12 . R. 2 1 4 3. Periksa: • Ban • Roda belakang Risak/Aus/Retak → Ganti lihat bagian “MEMERIKSA BAN” halaman 3-22 dan “MEMERIKSA RODA” halaman 3-23. Buka: • Mur penyetel rem belakang “1” • Batang rem “2” • Per/Spring “3” • Pin “4” CATATAN: MEMERIKSA HUB RODA BELAKANG 1. periksa: • Hub roda belakang retak/aus → Ganti • Damper hub roda belakang Pecah/mengecil → Ganti EAS22120 Tekan kebawah pedal rem.3 m·kg. Ganti: • Sprocket roda belakang a. Pasang sprocket roda yang baru. 2. Unjung gear bengkok → Ganti rantai. 2. c. Mur sprocket roda belakang 43 Nm (4. khususnya pada permukaan singgung dengan sprocket. Tegakkan sepeda motor pada tempat yang rata EWA13120 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. Lepas: • rem belakang CATATAN: 3 Tekan roda belakang ke depan. EAS22110 Tempatkan sepeda motor pada tempat yang datar dan angkat roda belakang 2. b. dan sprocket belakang satu set. MEMERIKA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG 1. dengan tulisan pada sprocket menghadap ke luar. Periksa: • Sprocket roda belakang Keausan lebih dari 1/4 gigi “a” → Ganti rantai. Kondisi bagus 1. EAS22090 b. 31 ft·lb) MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM CATATAN: • Pasang sprocket roda belakang. dan sprocket belakang satu set. Bersihkan hub roda belakang.

Lumasi: • Seal oli Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 2.18 in) T. Setel: • kekencangan rantai lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19.0–30. Gerak bebas pedal rem 20.79–1.57 in) 5. 58 ft·lb) 6. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS22180 MEMASANG RODA BELAKANG (TROMOL) 1. Pasang : • Sprocket roda belakang lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENGGANTI SPROCKET RODA BELAKANG” halaman 4-12 3. R.RODA BELAKANG • Kencangkan mur pengunci pada tempatnya dengan pola silang. 4-13 . Setel : • Gerak bebas pedal rem lihat bagian “MENYETEL REM TROMOL RODA BELAKANG” halaman 3-17. Kekencangan rantai 20–40 mm (0. Lumasi : • As roda • Bearing roda Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 4.0 mm (0.0 m·kg. Kencangkan: • Mur roda belakang Mur roda belakang 80 Nm (8.79–1.

REM DEPAN
EAS22210

REM DEPAN
Melepas kampas rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

T.

R.

1 2

3 2
T.

Nomor

1 2 3 4 5 6 7

R.

5 4

7

6
Komponen yang dilepas Jumlah

35 Nm (3,5 m • kg, 25 ft • Ib)

Ikuti prosedur dibawah ini, untuk melepas caliper rem depan. Holder selang rem Baut caliper rem depan Caliper rem depan Clip kampas rem Pin kampas rem Kampas rem depan Per kampas rem 1 2 1 2 1 2 1 Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas

T.

R.

Keterangan

4-14

REM DEPAN
Melepas master cylinder rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

.
R.

2 1 11

3 5
6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

4

T.

R.

S

10 Baru 8 7 9

12 6

6 Nm (0,6 m • kg, 4.3 ft • Ib)

T.

R.

26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)

Nomor

.
R.

Komponen yang dilepas Minyak rem

Jumlah

Keterangan Kuras minyak rem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Kaca spion Tutup reservoir master cylinder rem Holder diaphragma reservoir master cylinder Plat diaphragma reservoir master cylinder Plate Swirch lampu rem depan Baut union selang rem Washer tembaga Selang rem Tuas rem Holder master cylinder rem depan Master cylinder rem depan

1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Untruk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-15

REM DEPAN
Membongkar master cylinder rem depan

5

4 Baru

3 2 Baru 1

Nomor 1 2 3 4 5

Komponen yang dilepas Pelindung debu/Dust boot Circlip Washer Kit master cylinder rem Bodi master cylinder rem

Jumlah 1 1 1 1 1

Keterangan

Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-16

REM DEPAN
Melepas caliper rem depan

7 Nm (0,7 m • kg, 5,1 ft • Ib)

26 Nm (2,6 m • kg, 19 ft • Ib)
T.

T.

R.

5 1 4

2 Baru 3 6

5

Nomor

T.

1 2 3 4 5 6

R.

35 Nm (3,5 m • kg, 25 ft • Ib)

Komponen yang dilepas

Minyak rem Holder selang rem Baut union selang rem Washer tembaga Selang rem depan Baut caliper rem depan Caliper rem depan 1 1 2 1 2 1

R.

Jumlah

Keterangan Ikuti prosedur dibawah ini untuk melepas caliper rem depan Kurasrem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.

Untuk pemasangan kebalikan dari prosedur melepas.

4-17

REM DEPAN
Membongkar caliper rem depan

7 1 1 6

6 Nm (0,6 m • kg, 4,3 ft • Ib)

T.

R.

2

8

9 Baru 4
S

10 Baru

8
BF

S

9 Baru 10 Baru

S

5 3
Nomor komponen yang dilepas Jumlah keterangan Ikuti prosedur dibawah ini untuk membongkar caliper rem depan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Clip kampas rem Pin kampas rem Kampas rem Per kampas rem Bracket caliper rem Bodi caliper rem Baut bleeding/buang angin Piston caliper rem Seal piston caliper rem Seal debu caliper rem 2 1 2 1 1 1 1 2 2 2 Untuk merakit, kebalikan dari prosedur memebongkar

4-18

REM DEPAN
EAS22220

PENDAHULUAN
EWA 14100

PERINGATAN

Komponen bagian dalam disc brake, jarang sekali dilakukan pembongkaran Tetapi harus selalu dilakukan pemeriksaan dan perawatan : 9Jangan melakukan pembongkaran, jika tidak diperlukan. 9Jika ada bagian dalam sistim disc brake yang harus dilepas, kuras minyak rem, bersihkan bagian dalam dan isi minyak rem, pada batas yang telah ditentukan, setelah itu, lakukan bleeding/buang udara. 9Jangan menggunakan cairan pembersih, untuk membersihkan komponen dalam. 9Untuk pencucian komponen bagian dalam pergunakan minyak rem. 9Minyak rem dapat merusak plastik dan permukaan cat, untuk itu segera bersihkan jika minyak rem menyentuh plastik dan cat. 9Hindari mata anda dari percikan minyak rem, ini akan mengakibatkan luka yang serius TINDAKAN PERTAMA JIKA MATA ANDA TERKENA PERCIKAN MINYAK REM 9Rendam dengan air selama 15 menit dan, segera bawa kedokter untuk pengobatan
EAS22230

a. Tegakkan sepeda motor dengan penyanggah di bawah hingga roda depan terangkat b. Sebelum memerika keolengan piringan rem gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri untuk memastikan gerak bebas roda c. Lepas caliper rem. d. Pasangkan dial gauge pada sisi permukaan piringan rem. e. Posisi titik pengukuran pada 5 mm (0.20 in) dari garis luar piringan. 4. Ukur: • Ketebalan piringan rem Ukur ketebalan piringan dengan berbagai lokasi pengukuran. diluar spesifikasi → Ganti

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

Ketebalan piringan rem 3,5 mm (0,14 in) 5. Setel : • Kebengkokan piringan rem a. Buka baut pengikat piringan b. Geser piringan rem, dengan satu lubang c. Pasang piringan rem Baut piringan rem depan 23 Nm (2,3 m·kg, 17 ft·lb) LOCTITE®
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA DISC REM DEPAN 1. Lepas: • Roda depan lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-4. 2. Periksa: • Piringan rem Aus/oleng → Ganti 3. Ukur: • Kebengkokan piringan rem diluar spesifikasi → perbaiki /ganti

CATATAN:

Kencangkan baut pengikat piringan rem dengan pola silang.

T.

R.

Kebengkokan piringan rem 0,15 mm (0,0059 in)

4-19

REM DEPAN
2. Pasang: • Kampas rem • Per kampas rem
CATATAN:

Menggantianti kampas rem baru harus diikuti dengan mengganti per kampas rem satu set. a. Pasangkan plastik transparan “1” pada ujung baut bleeding “2”. dan tempatkan ujung selang yang lain pada penampung.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

d. Ukur kebengkokan piringan rem. e. Jika masih diluar batas spesifikasi, ulangi lagi proses semula hingga didapat keolengan piringan rem sesuai spesifikasi. f. Jika tetap tidak bisa sesuai dengan spesifikasi ganti piringan rem.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

6. Pasang: • Roda depan lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-4.
EAS22260

MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN
CATATAN :

b. Kendorkan baut bleeding, dan tekan piston caliper pada rem caliper dengan jari. c. Kencangkan baut bleeding baut bleeding 6 Nm (0,6 m·kg, 4,3 ft·lb)

Pada saat mengganti kampas rem, tidak perlu membuka selang rem atau membongkar caliper rem.
T.

R.

1. Ukur: • Keausan kampas rem “a” diluar spesifikasi → Ganti kampas rem satu set. Ketebalan kampas rem (dalam) 5,3 mm (0,21 in) Limit 0,8 mm (0,03 in) Ketebalan kampas rem (luar) 5,3 mm (0,21 in) Limit 0,8 mm (0,03 in)

d. Pasang kampas rem baru dan per kampas rem yang baru satu set.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

3. Periksa: • Ketinggian minyak rem dibawah tanda batas minimum “a” → Isi dengan minyak rem hingga batas maksimum. lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN MINYAK REM” halaman 3-17.

a

a

4. Periksa: • Cara kerja tuas rem Ngempos, tidak pakem → Bleeding udara pada sistim rem hydraulic. lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING REM HYDRAULIC” halaman 3-18.

4-20

REM DEPAN
EAS22290

MELEPAS CALIPER REM DEPAN
CATATAN:

b. Buka seal piston caliper dan seal debu.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS22380

Sebelum membongkar caliper rem, kuras minyak rem dari sistim hydraulic rem 1. Buka: • Baut union selang rem. • Washer tembaga • Selang rem
CATATAN:

MEMERIKSA CALIPER REM DEPAN Jadwal anjuran penggantian komponen rem hydraulic Kampas rem Seal piston Seal debu Selang rem Minyak rem Jika sudah aus Setiap dua tahun Setiap dua tahun Setiap empat tahun Setiap dua tahun, dan setiap membongkar sistim pengereman

Masukkan ujung selang rem, kedalam penampung dan pompa minyak rem, dengan hati-hati.
EAS22320

MEMEBONGKAR CALIPER REM 1. buka: • Piston caliper rem “1” • Seal piston caliper rem “2” • Seal debu caliper rem “3”

1. Periksa: • Piston caliper rem “1” Karat/baret/aus → Ganti piston caliper rem • Caliper cylinder rem “2” Baret/aus → Ganti unit caliper rem. • Bodi caliper rem “3” retrak/rusak → Ganti unit caliper rem

1 2 3 1 2
a. Tiup dengan udara bertekanan pada lubang nepel selang “a” untuk mengeluarkan piston dari caliper rem.
EWA13550

• Jalur aliran minyak rem (Bodi caliper rem) Tersumbat → Tiup dengan udara bertekanan

EWA3C11012

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

PERINGATAN

Setiap membongkar caliper rem, ganti seal piston dan seal debu.

PERINGATAN

3

• Bungkus caliper piston dengan kain lap. untuk menghindari piston melejit keluar, tiup dengan udara bertekanan dari lubang nepel. • Jangan coba melihat jalannya piston keluar.

2

2

1
2. Periksa: • Bracket caliper rem. Retak/rusak → Ganti

a

4-21

REM DEPAN
EAS22400

ASSEMBLING THE FRONT BRAKE CALIPER
WARNING

9Sebelum merakit, pastikan komponen bagian dalam telah dibersihkan dan dilumasi dengan minyak rem yang baru. 9Jangan menggunakan cairan pembersih untuk membersihkan komponen bagian dalam, hal ini akan merusak seal dan merubah bentuk. 9Jika membongkar caliper rem, ganti seal piston, seal debu, caliper rem dengan yang baru.

3. Pasang : • Per kampas rem • Kampas rem • Caliper rem • Holder selang rem Baut caliper rem 35 Nm (3,5 m·kg, 25 ft·lb) Holder selang rem 7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb)

Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4
EAS22420

lihat bagian “MENGGANTI KAMPAS REM DEPAN” halaman 4-20. 4. Isi: • Reservoir master cylinder rem (dengan kapasitas dan tipe yang disarankan) Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4
PERINGATAN

T.

R.

MEMASANG CALIPER REM DEPAN 1. Pasang: • Caliper rem (sementara) • Washer tembaga Baru • Selang rem • Baut union selang rem Baut union selang rem 26 Nm (2,6 m·kg, 19 ft·lb)

EWA13530

PERINGATAN

Tempatkan jalur selang rem, sesuai dengan jalurnya, untuk menjamin keselamatan berkendara lihat "JALUR KABEL” halaman 2-33.
ECA14170

PERHATIAN :

Pada saat memasang selang rem pada caliper rem “1”, pastikan pipa ujung selang "a" menyentuh nok “b” yang terdapat pada caliper rem.

9Pergunakan hanya minyak rem yang disarankan, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan seal karet, dan kemampuan pengereman yang buruk. 9Penambahan minyak rem harus sama dengan minyak rem yang telah ada dalam sistim rem, percampuran antara dua jenis minyak rem, akan mengakibatkan pengereman yang buruk. 9Pada saat penambahan minyak rem, hati-hati jangan sampai kandungan air masuk kedalam master cylinder, hal ini akan membuat titik didih minyak rem menjadi rendah, dan mudah timbul gelembung-gelembung udara.
ECA13540

2. Lepas: • Caliper rem

T.

R.

PERHATIAN

Minyak rem dapat merusak permukaan cat, dan komponen yang terbuat dari plastik. untuk itu segera bersihkan jika tersiram minyak rem 5. Buang udara/Bleeding: • Sistim rem lihat bagian “BLEEDING / BUANG UDARA SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18. 6. Periksa: • Ketinggian minyak rem dibawah batas minimum “a” → Isi dengan munyak rem yang disarankan, lihat bagian “MEMERIKSA KETINGGIAN REM” halaman 3-17.

b a 1

4-22

REM DEPAN
EAS22500

a

MEMERIKSA MASTER CYLINDER REM DEPAN 1. Periksa: • Master cylinder rem “1” rusak/retak/aus → Ganti • Jalur aliran minyak rem “2” (pada bodi master cylinder) Tersumbat → Tiup dengan udara bertekanan

7. Periksa: • Pengoperasian tuas rem terasa ngempos, tidak pakem → Buang udara / bleeding sistim pengereman. lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18.
EAS22490

1

2

MELEPAS MASTER CYLINDER REM DEPAN
CATATAN:

Sebelum melepas master cylinder rem depan, kuras minyak rem, dari semua sistim pengereman. 1. Lepaskan: • Switch lampu rem depan “1”
CATATAN:

Tekan pengait, untuk melepas switch rem depan yang terdapat pada master cylinder.

2. Periksa: • Kit master cylinder rusak/retak/aus → Ganti 3. Periksa: • Reservoir master cylinder rem retak/rusak → Ganti • Diaphragma reservoir master cylinder rusak/sobek → Ganti 4. Periksa: • Selang rem retak/bocor → Ganti
EAS22520

MERAKIT MASTER CYLINDER REM DEPAN
EWA13520

PERINGATAN

• Sebelum merakit komponen master cylinder bagian dalam, bersihkan komponen dengan minyak rem yang baru. • Jangan menggunakan cairan pencuci lain selain minyak rem. 2. Buka: • Baut union selang rem • Washer tembaga • Selang rem
CATATAN:
EAS22530

Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT 4 MEMASANG MASTER CYLINDER REM DEPAN 1. Pasang: • Master cylinder rem “1” • Holder master cylinder rem “2” Baut holder master cylinder rem 7 Nm (0,7 m·kg, 5,1 ft·lb)

Agar minyak rem tidak berhamburan, tempatkan penampung dibawah master cylinder dan di ujung selang rem.

T.

R.

4-23

REM DEPAN
CATATAN:

• Pasang holder master cylinder rem, dengan tanda “UP” menghadap ke atas • Tepatkan sambungan holder master cylinder, dengan tanda titik “a” yang ada pada tangkai kemudi • Pertama kencangkan baut atas , lalu bagian bawah

3. Isi: • Reservoir master cylinder (dengan kapasitas dan spesifikasi minyak rem yang disarankan) Minyak rem yang disarankan DOT 3 atau DOT4
EWA 13540

1

PERINGATAN

UP

a
2. Pasang: • Washer tembaga“1” Baru • Selang rem “2” • Baut union selang rem “3” Baut union selang rem 26 Nm (2,6 m·kg, 19 ft·lb)

2

9Pergunakan hanya minyak rem yang disarankan, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan seal karet, dan kemampuan pengereman yang buruk. 9Penambahan minyak rem harus sama dengan minyak rem yang telah ada dalam sistim rem, percampuran antara dua jenis minyak rem, akan mengakibatkan pengereman yang buruk. 9Pada saat penambahan minyak rem, hati-hati jangan sampai kandungan air masuk kedalam master cylinder, hal ini akan membuat titik didih minyak rem menjadi rendah, dan mudah timbul gelembung-gelembung udara.
ECA13540

EWA13530

PERINGATAN

Tempatkan selang rem sesuai jalurnya, untuk menjamin keselamatan berkendara. lihat bagian "JALUR KABEL” halaman 2-33.
CATATAN:

• Pasang selang rem, pada master cylinder dengan sudut pemasangan, seperti terlihat pada gambar. • Dengan menahan selang rem pada posisi ini, kencangkan baut union selang rem. • Gerakan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri untuk memastikan selang rem tidak menyentuh komponen yang lain (misalnya kabel, roda, kawat, dll) perbaiki jika ada gesekan.

T.

R.

PERHATIAN

Minyak rem dapat merusak permukaan cat, dan komponen part yang terbuat dari plastik, untuk itu, bersihkan segera jika menyentuh.
4. Buang udara/Bleeding: • Sistim rem lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM REM HYDRAULIC” halaman 3-18. 5. Periksa: • Ketinggian minyak rem Pada batas minimum “a” → Isi dengan minyak rem yang disarankan lihat bagian “MEMERIKSA MINYAK REM" halaman 3-17.

a

1 Baru 3 2
60–80˚

6. Periksa: • Cara kerja tuas rem Ngempos, tidak pakem → Buang udara /bleding hydraulic rem

4-24

REM DEPAN lihat bagian “BUANG UDARA/BLEEDING SISTIM HYDRAULIC REM” halaman 3-18. 4-25 .

(6) Baru LS Nomor komponen yang dilepas Unit sepatu rem Jumlah Keterangan lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10.3 m • kg.2 ft • Ib) S T. 5 6 2 LS 1 S 2 43 Nm (4. 7.REM BELAKANG EAS22550 REM BELAKANG Membongkar sepatu rem 3 4 10 Nm (1. 1 2 3 4 5 6 Sepatu rem Per sepatu rem Tuas cam rem Indikator keausan sepatu rem Camshaft rem Plat sepatu rem 2 2 1 1 1 1 Untuk pemasangan. R. 31 ft • Ib) T. kebalikan dari prosedur melepas 4-26 .0 m • kg. R.

Ganti sepatu rem satu set. 7. bersihkan permukaan dengan kain lap 2.12 in) Limit 131. Periksa: • Permukaan dalam tromol rem ada kandungan oli → bersihkan bersihkan kandungan oli. Pasang: • Camshaft rem “1” • Indikator keausan sepatu rem “2” • Tuas camshaft rem “3” EWA3C11004 PERINGATAN T. 4-27 .2 ft.kg.0 mm (5. dengan kain yang dibasahi thinner. jika ketebalan kampas rem sudah mendekati batas keausan 3. dengan tanda marking “a” seperti posisi pada gambar MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM R. Ukur: • Diameter dalam tromol rem “a” diluar spesifikasi → ganti roda Diametr dalam tromol rem 130. CATATAN: Baut tuas camshaft rem 10 Nm (1.REM BELAKANG EAS22681 MEMERIKSA SEPATU REM BELAKANG 1.0 m.0 mm (5. Retak-retak → Perbaiki gosok permukaan dengan amplas halus 5. Ukur : • Ketebalan kampas sepatu rem “a” diluar spesifikasi → Ganti Ketebalan kampas rem 4.0 mm (0. Periksa: • Camshaft rem Ruask/aus → Ganti EAS22690 MERAKIT PLAT SEPATU REM BELAKANG 1.16 in) 1 a b. Pasang camshaft rem.16 in) Limit 2. Jangan sampai terdapat kandungan oli dan gemuk pada permukaan kampas rem.lb) a.08 in) 4. Masukkan nok “b” indikator keausan rem dengan alur yang terdapat pada as camshaft. Periksa: • Kampas sepatu rem Permukaan licin → perbaiki gosok permukaan kampas rem dengan amplas CATATAN: a Setelah mengamplas permukaan kampas rem.0 mm (0.

lihat “MENYETEL REM TROMOL BELAKANG” pada halaman 3-17. • Pasang per sepatu rem seperti pada gambar EWA3C11005 Setelah sepatu rem yang baru terpasang. Periksa: • Posisi indikator batas keausan. • Jangan sampai per terlepas pada saat pemasangan. Tepatkan sambungan tuas camshaft “c” dengan alur pada as camshaft. Pasang : • Per sepatu rem “1” • Sepatu rem CATATAN: Baru • Lumasi pin pivot rem dengan gemuk coat of silicone.REM BELAKANG Baru 1 A S A B c. Pastikan posisi sepatu rem tepat pada posisi. 1. keausan tromol rem dapat diperiksa dengan melihat tanda batas keausan kampas rem “a” yang terdapat pada plat sepatu rem a PERINGATAN Jangan sampai kandungan gemuk menyentuh permukaan kampas sepatu rem. pada tuas rem jika mendekati garis batas keausan. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11037 MEMERIKSA KEAUSAN TROMOL REM BELAKANG CATATAN: 2. Periksa: • Gerak bebas pedal rem belakang jika gerak bebas pedal rem tidak sesuai. rubah posisi tuas camshaft rem. B Baru 1 A-A 3 c B-B d. 4-28 . 2.

tekan tuas camshaft rem secara penuh sesuai arah panah pada gambar. dengan menekan pedal rem belakang ke bawah. dan periksa indikator batas keausan kampas rem pada plat sepatu rem Jauh dari tanda keausan → tromol dapat dipakai Mendekati batas → ganti roda 4-29 .REM BELAKANG 3.

1 ft • Ib) Jumlah 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Keterangan T. R. R. 5. Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kompone yang dilepas Kaca spion Plastik pengikat Ujung tangkai kemudi Saklar tangkai kemudi kanan Kabel gas Handel gas Switch lampu rem depan Holder master cylinder rem depan Spacer Unit master cylinder rem depan Kabel kopling Coupler switch koling Saklar tangkai kemudi kiri Switch kopling Handel gas Tuas kopling 4-30 . 3 1 6 LS 4 LS 9 1 8 T.1 ft • Ib) T.7 m • kg. R.TANGKAI KEMUDI EAS22840 TANGKAI KEMUDI Melepas tangkai kemudi 7 Nm (0.7 m • kg. R.7 m • kg.1 ft • Ib) T.7 m • kg.6 m • kg. 13 15 3 12 11 14 16 7 Nm (0. 5. 5. 7 Nm (0. 19 ft • Ib) 7 Nm (0. 5. 18 5 10 7 2 17 19 2 LS T.1 ft • Ib) 26 Nm (2. LS R.

19 ft • Ib) 7 Nm (0.TANGKAI KEMUDI Melepas tangkai kemudi 7 Nm (0. kebalikan dari prosedur melepas keterangan T. R. R. 7 Nm (0. 13 15 3 12 11 14 16 7 Nm (0.7 m • kg. 3 1 6 LS 4 LS 9 1 8 T. 5.1 ft • Ib) T.7 m • kg. 5. 5. 5.1 ft • Ib) T. LS R. R.7 m • kg. 18 5 10 7 2 17 19 2 LS T. R.7 m • kg.1 ft • Ib) 26 Nm (2. Nomor 17 18 19 Komponen yang dilepas Holder tuas kopling Holder tangkai kemudi atas Tangkai kemudi 4-31 .1 ft • Ib) Jumlah 1 2 1 Untuk pemasangan.6 m • kg.

untuk menghindari bahaya terbalik. dan secara perlahan lepas pegangan kemudi dari tangkai kemudi 2 2 1 a EAS22880 MEMERIKSA TANGKAI KEMUDI 1. PERHATIAN • Pertama kencangkan baut holder bagian depan. 3. dengan permukaan atas holder bagian bawah Semprot dengan udara bertekanan. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna untuk menghindari bahaya terbalik 2. diantara pegangan kemudi dan tangkai kemudi. sangat berbahaya.TANGKAI KEMUDI EAS22860 EAS22911 MELEPAS TANGKAI KEMUDI 1. 19 ft·lb) Tekan pengait yang terdapat pada switch lampu rem depan yang berada pada master cylinder. ECA14250 T. Pasang: • Tangkai kemudi “1” • Holder tangkai kemudi atas “2” Baut holder tangkai kemudi atas 26 Nm (2. Pasang : • Holder tuas kopling “1” CATATAN: Tepatkan celah holder tangkai kemudi dengan tanda titik “a” yang terdapat pada tangkai kemudi 4-32 . Lepaskan: • Switch lampu rem depan “1” CATATAN : Sanggah sepeda motor dengan sempurna. 2. Periksa: • Tangkai kemudi Bengkok/retak → Ganti EWA13690 (DEPAN) PERINGATAN Jangan mencoba meluruskan tangkai kemudi yang bengkok. 3. setel posisi tangkai kemudi CATATAN: R. Buka: • Pegangan kemudi “1” CATATAN: Tepatkan tanda titik “a” yang terdapat pada tangkai kemudi. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 MEMASANG TANGKAI KEMUDI 1.6 m·kg. dan selanjutnya kencangkan baut bagian belakang • Gerakkan tangkai kemudi ke kanan dan ke kiri jika menyentuh tangki bensin.

Pasang: • Handel gas “1” • Kabel gas “2” • Saklar tangkai kemudi kanan “3” • Ujung pegangan CATATAN: a 1 b 5. EWA3C11006 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERINGATAN Jangan sentuh pegangan tangkai kemudi hingga adhesive mengering CATATAN: • Lumasi ujung kabel gas. 7.TANGKAI KEMUDI 1 a 4. dan pasangkan handel gas • Masukkan nok “a” yang ada pada saklar tangkai kemudi dengan lubang “b” pada tangkai • Berikan jarak 1–3 mm (0. Pasang: • Pegangan kemudi “1” • Ujung pegangan “2” a. dan pasangkan handel gas pada tangkai kemudi.04–0.12 in) antara handel gas dan ujung tangkai kemudi. Bersihkan kelebihan rubber adhesive dengan kain bersih. • Masukkan ujung kabel gas pada lubang yang terdapat pada saklar tangkai kemudi. dan bagian dalam dari handel gas dengan gemuk coat of the lithium-soap-based . Lumasi dengan tipis coat of rubber adhesive pada ujung tangkai kemudi b.12 in) "a" diantara pegangan tangkai kemudi dengan ujung pegangan. Pasang: • Saklar tangkai kemudi kiri “1” CATATAN: LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6. hingga penuh ke tangkai kemudi c. berikan celah 3 mm (0. 4-33 . Pasang: • Kabel kopling CATATAN: Masukkan nok “a” yang ada pada saklar tangkai kemudi pada lubang “b” pada tangkai klemudi Lumasi ujung kabel gas dengan sedikit gemuk coat of lithium-soap. Pasang: • Master cylinder rem • Holder master cylinder rem lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. Masukkan pegangan tangkai kemudi. 8.

Gerak bebas kabel kopling 10.Setel: • Gerak bebas kabel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS HANDEL GAS” halaman 3-6.TANGKAI KEMUDI 3 b 1 2 a c 9.39–0. Setel: • Gerak bebas kabel kopling lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING” halaman 3-11.0–5. Gerak bebas handel gas 3.20 in) 4-34 .12–0.59 in) 10.0 mm (0.0 mm (0.0–15.

5 ft • Ib) Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan ikuti prosedur dibawah. kebalikan dari prosedur melepas. 1 1 1 1 1 1 untuk pemasangan. 6. 15 ft • Ib) 23 Nm (2. 3 5 2 4 1 6 9 Nm (0. 17 ft • Ib) T.1 m • kg. untuk melepas kaki garpu depan Roda depan Caliper rem depan lihat bagian “RODA DEPAN” halaman 4-4.9 m • kg. 22 ft • Ib) Nomor T. T.GARPU DEPAN EAS22950 GARPU DEPAN Melepas kaki garpu depan 21 Nm (2. lihat bagian “REM DEPAN” halaman 4-14. R. R.3 m • kg.0 m • kg. Kendorkan Kendorkan Kendorkan 1 2 3 4 5 6 T. R. 30 Nm (3. Fender depan Cap karet Baut pinch bracket atas Baut cap Baut pinch bracket bawah Kaki garpu depan 4-35 . R.

untuk melepas kaki garpu depan. R. T.GARPU DEPAN Membongkar kaki garpu depan 23 Nm (2.3 m • kg.3 m • kg. 17 ft • Ib) T. 1 2 Baru 3 4 12 6 Baru 5 7 Baru 14 Baru 10 15 11 13 8 LT 9 Baru 23 Nm (2. 17 ft • Ib) Keterangan Ikuti prosedur dibawah ini. Nomor Komponen yang dilepas Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Baut cap O-ring Spacer Washer Per garpu Seal debu Clip seal oli Baut damper rod Washer tembaga Damper rod Per rebound Inner tube Stopper Oil flow Seal oli 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4-36 . R.

17 ft • Ib) keterangan T.3 m • kg.3 m • kg. 4-37 . R. R. kebalikan dari prosedur melepas. Nomor 15 Komponen yang dilepas Outer tube Jumlah 1 untuk pemasangan. 17 ft • Ib) T. 1 2 Baru 3 4 12 6 Baru 5 7 Baru 14 Baru 10 15 11 13 8 LT 9 Baru 23 Nm (2.GARPU DEPAN Membongkar kaki garpu depan 23 Nm (2.

dan bawah. ikuti prosedur di bawah ini. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN sanggah sepeda motor dengan sempurna. Lepas: • Seal debu “1” • Clip seal oli “2” (dengan obeng minus) ECA14180 PERHATIAN: Jangan sampai melukai inner tube. buka baut damper rod. untuk menghindari bahaya terbalik. Lepas • Garpu depan EAS22980 MELEPAS KAKI GARPU DEPAN Untuk melepas kaki garpu depan. 1. Kuras: • Oli garpu depan CATATAN: Masukkan inner tube beberapa kali. hingga roda depan terangkat dari tanah. 2 1 3. socket wrench “2” dan T-handle "3". CATATAN: tempatkan penyanggah di bawah motor. 2. Lepas: • Baut damper rod “1” • Washer tembaga CATATAN: Tahan damper rod dengan kunci "L" 12-mm. untuk memompa oli garpu keluar 4-38 . T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 3 3. 1. sanggah kaki garpu depan. Kendorkan: • Baut pinc bracket atas “1” • baut cap “2” • Baut pinch bracket bawah “3” EWA13640 2.GARPU DEPAN EAS22960 MEMELPAS KAKI GARPU DEPAN Untuk melepas kaki garpu depan ikuti prosedur di bawah ini. PERINGATAN Sebelum melepas baut pinch atas.

Periksa: • Damper rod Rusak/Aus → Ganti tersumbat → Tiup keluar dengan udara bertekanan pada lubang-lubang. 2 1 3 a 2. untuk memeriksa kaki garpu depan. Jangan sampai merusak inner tube. EWA13660 PERINGATAN • Pastikan ketinggian oli garpu sama tinggi antara kanan dan kiri. Pasang : • Washer tembaga Baru • Baut damper rod 5. Lumasi: • Permukaan luar Inner tube 3. 1.GARPU DEPAN EAS23010 MEMERIKSA KAKI GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini. Kencangkan: • Baut damper rod “1” MERAKIT KAKI GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini. pastikan semua komponen dalam kondisi bersih. EAS23020 1 3 2 4. 4-39 . Ukur: • Panjang bebas per “a” diluar spesifikasi → Ganti Panjang bebas per 363. untuk merakit kaki garpu depan. 2. Pasang: • Damper rod “1” • Per rebound “2” ECA3C11010 PERINGATAN Jangan meluruskan inner tube yang bengkok hal ini sangat berbahaya.. Pasang : • Inner tube “1” (ke dalam outer tube “2”) • Stopper oli flow “3” PERHATIAN: Pada saat membongkar dan memasang garpu depan jangan sampai ada material lain masuk ke dalam garpu depan.5 mm (14. pastikan komponen dibawah ini diganti –Seal oli –Seal debu • Sebelum merakit kaki garpu depan. 1. Periksa: • Inner tube • Outer tube Bengkok/baret/luka → Ganti EWA13650 CATATAN : • Pada saat merakit garpu depan. • Ketinggian oli yang tidak sama akan berakibat pengendalian yang tidak stabil.32 in) Limit 356. • Stopper oli flow rusak → Ganti ECA3C11026 Pelumas yang disarankan Oli fork 10W atau yang sejajar 3.8 mm (14.04 in) PERHATIAN Pada saat memasang damper rod masukkan dengan hati-hati ke dalam inner tube “3” hingga berada dibagian bawah inner tube.

berada di atas. Baru 7. • Sebelum memasang seal oli. Pasang : • Clip seal oli “1” CATATAN: Baru Masukkan clip seal oli kedalam alur yang terdapat pada outer tube. R.3 m·kg. Baru 8. Pasang: • Seal debu “1” Baru (dengan fork seal driver “2”) Fork seal driver 90890-01442 Adjustable fork seal driver (36–46 mm) YM-01442 4-40 .GARPU DEPAN Baut Damper rod 23 Nm (2. • Lumasi bagian luar dari inner tube dengan oli fork. CATATAN: • Sebelum memasang seal oli. Pasang: • Seal oli “1” Baru (dengan fork seal driver “2” dan adapter “3”) ECA14220 PERHATIAN: Pastikan nomor yang terdapat pada seal. untuk melindungi seal dari goresan. 17 ft·lb) LOCTITE® CATATAN: Tahan damper rod dengan kunsi "L" 12-mm /socket wrench “2” dan T-handle "3". kencangkan baut damper rod. lumasi seal dengan gemuk lithium soap base. Fork seal driver weight 90890-01367 Replacement hammer YM-A9409-7 Fork seal driver attachment (ø33) 90890-01368 Replacement 33 mm YM-A9409-4 T. bungkus bagian atas garpu depan dengan plastik. T-handle 90890-01326 T-handle 3/8" drive 60 cm long YM-01326 6.

2.Ukur: • ketinggian oli fork “a” (dari bagian atas inner tube. pada posisi yang benar.81 US oz) (8. 4-41 . T. Baru 9. gerakan inner tube ke atas dan kebawah untuk mendistribusikan oli.GARPU DEPAN CATATAN: • Pasang per. 22 ft·lb) • Pada saat mengisi oli fork. • Baut cap “2” Baut cap 23 Nm (2.3 m·kg. T.29 in) CATATAN: a 1 2 EAS23050 MEMASANG GARPU DEPAN Ikuti prosedur dibawah ini. dengan posisi jarak ulir per yang pendek "a". R. T.0 m·kg. Kencangkan: • Baut pinch bracket bawah “1” Baut pinch bracket bawah 30 Nm (3.oz) Oli fork yang disarankan Oli fork 10W atau yang sejajar 10. untuk memasang garpu depan. R. berada di bagian atas • Sebelum memasang baut cap . • Kencangkan baut cap untuk sementara.0 cm³ (7. • Setelah terisi. Pasang: • Garpu depan Kencangkan sementara baut pinch atas dan baut pinch bracket. Isi: • Garpu depan (dengan kapasitas dan tipe oli fork yang disarankan) Kapasitas 231. CATATAN: Pastikan bagian atas ujung inner tube berada pada rata dengan bagian atas bracket atas.Pasang: • Per/Spring “1” • Washer “2” • Spacer • Baut cap (terdapat O-ring) Baru PERINGATAN Pastikan jalur selang rem . dan tanpa per terpasang) diluar spesifikasi → setel Ketinggian oli fork 109. 15 ft·lb) EWA13680 11. lumasi O-ring dengan gemuk. dengan outer tube tertekan penuh.1 m·kg. 1.0 mm (4. R.15 Imp. tegakkan inner tube. 17 ft·lb) • Baut pinch bracket atas “3” Baut pich bracket atas 21 Nm (2.

GARPU DEPAN 1 2 3 4-42 .

1 1 1 2/2 2/2 2 2 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan R. 13 1 2 5 5 6 (3) 4 17 15 3 10 T. lihat bagian " TANGKAI KEMUDI” hal 4-30.7 m • kg. 5. 12 ft • Ib) T. Nomor Komponen yang dilepas Roda depan Garpu depan Tangkai kemudi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Unit lensa lampu depan Coupler kabel lampu depan Coupler kabel lampu posisi Coupler kable unit meter /connector Coupler kabel saklar tangkai kemudi kiri/connector Connector sinyal kiri depan Connector sinyak kanan depan Coupler kunci kontak Coupler switch rem depan Coupler kabel saklar tangkai kemudi kanan Rumah lampu depan Unit sein depan kiri Unit sein depan kanan 4-43 .1 ft • Ib) 7 Nm (0.7 m • kg. 5. lihat bagian “GARPU DEPAN” halaman 4-35. 12 11 T. 12 ft • Ib) Jumlah Keterangan lihat bagian to “RODA DEPAN” halaman 4-4. T.7 m • kg.1 ft • Ib) R. 4 9 8 7 16 7 Nm (0.1 ft • Ib) 17 Nm (1. 17 Nm (1. T. 5. R.7 m • kg.7 m • kg. R. R.KEMUDI EAS23090 KEMUDI Lepaskan lampu depan dan unit meter 14 7 Nm (0.

5.7 m • kg. 12 11 T. 5. 13 1 2 5 5 6 (3) 4 17 15 3 10 T.7 m • kg. 12 ft • Ib) Jumlah 1 2 1 1 Untuk pemasangan. 4 9 8 7 16 7 Nm (0. 5.KEMUDI Melepas lampu depan dan unit meter 14 7 Nm (0. Lepaskan Keterangan R. 12 ft • Ib) T. R.1 ft • Ib) R. R. kebalikan dari prosedur melepas. R. Nomor 14 15 16 17 Komponen yang dilepas Unit meter Connector klakson Klakson/Horn Bracket unit meter 4-44 . T.7 m • kg.1 ft • Ib) 17 Nm (1. 17 Nm (1. T.7 m • kg.1 ft • Ib) 7 Nm (0.7 m • kg.

9.5 m • kg.1 ft • Ib) T. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kunci kontak Baut stem kemudi Bracket atas Washer pengunci Mur ring atas Washer karet Mur ring bawah Bracket bawah Penutup bearing Bearing inner race atas Bearing atas Bearing outer race atas Bearing bawah/Outer race Bearing inner race bawah Seal debu 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. 35 ft • lb) 2nd 13 Nm (1.3 m • kg. R. kebalikan dari prosedur melepas.4 ft • lb) T. R. Nomor Komponen yang dilepas Unit meter/Bracket unit meter Jumlah Keterangan lihat bagian “KEMUDI” halaman 4-43. R.8 m • kg.KEMUDI Melepas bracket bawah 35 Nm (3. 25 ft • Ib) 2 T. 1 3 13 LS 4 14 Baru 15 9 10 11 12 5 6 7 LS 8 7 Nm (0. 4-45 . 1st 48 Nm (4. 5.7 m • kg.

Ganti • Bearing • Bearing race a. Cuci: • Bearing • Bearing race Pembersih yang disarankan Minyak tanah/Kerosene 2. dengan steering nut wrench “2”. • Jika membongkar pipa kemudi/steering head ganti selalu seal debu Buka mur ring bawah. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS23130 MEMERIKSA KEMUDI 1. Pasang seal debu dan bearing race baru.KEMUDI EAS23110 MELEPAS BRACKET BAWAH 1. c. untuk menghindari bahaya terbalik. Pasang : • Mur ring bawah • Washer karet 4-46 . dengan pahat “2” dan hammer. Tegakan sepeda motor pada tempat datar EWA13120 b. Steering nut wrench 90890-01403 Spanner wrench YU-33975 EWA13730 PERINGATAN Sanggah sepeda motor dengan sempurna. Lumasi: • Bearing atas • Bearing bawah • Bearing race Pelumas yang disarankan GemukLithium-soap-based 2. Periksa: • Bearing • Bearing race Rusak → Ganti 3. untuk menghindari bahaya terbalik. ECA14270 PERINGATAN sanggah sepeda motor dengan sempurna. Lepas bearing races dari pipa kemudi/ steering head dengan besi panjang “1” dan hammer. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4. Lepas: • Mur ring atas • Washer karet • Mur ring bawah “1” • Bracket bawah CATATAN: PERHATIAN Jika bearing race tidak terpasang dengan sempurna dapat merusak pipa kemudi/steering CATATAN : • Selalu ganti bearings dan bearing race satu set. Periksa: • Bracket atas • Bracket bawah (terdapat pada steering stem) rusak/retak/bengkok → Ganti EAS23140 MEMASANG KEMUDI 1. Lepas bearing race dari bracket bawah. 2.

R. 3. dan bawah. 5. 25 ft·lb) T. 4-47 .5 m·kg. CATATAN: Kencangkan sementara baut pinch bracket atas.KEMUDI • Mur ring atas • Washer pengunci lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETEL KEMUDI” halaman 3-20. Pasang: • Bracket atas • Baut steering stem CATATAN: Kencangkan sementara baut steering stem. 4. Kencangkan: • Baut steering stem Baut steering stem 35 Nm (13. Pasang: • Garpu depan lihat bagian “GARPU DEPAN” halaman 4-35.

Baru 9 LS 8 10 9 Baru 2 1 LS LS 4 Keterangan Komponen yang dilepas Mur/Baut connecting arm Connecting arm Mur/baut unit shock absorber bawah Mur/Baut relay arm Relay arm Mur/baut unit shock absorber Unit shock absorber belakang Spacer Seal oli Bearing Jumlah 2/2 2 1/1 1/1 1 1/1 1 3 6 3 Untuk pemasangan.4 m • kg.4 m • kg. R. 32 ft • Ib) T.4 m • kg. 32 ft • Ib) LS 2 9 Baru 9 Baru 8 10 3 LS 5 Baru 9 10 Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 T. 6 7 LS LS 3 1 LS 4 6 8 1 Baru 9 44 Nm (4. 44 Nm (4.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG EAS23160 UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG Melepas unit shock absorber belakang 44 Nm (4. R. R. 4-48 . 32 ft • Ib) LS T. kebalikan dari prosedur melepas.

5 mm (0. • Baut bengkok/aus/retak → Ganti 5 5 4 A B 1 2 a 2 a EAS23260 MEMRIKSA CONNECTING ARM DAN RELAY ARM 1. A. 5. 4. Periksa: • Bearing • Seal oli rusak/aus/bocor → Ganti 3. Pasang: • Bearing “1” (ke relay arm) • Seal oli “2” (ke relay arm) celah pemasangan “a” 0. B. Tegakkan sepada motor pada tempat datar EWA13120 PERINGATAN 2. MEMASANG RELAY ARM 1. Pasang : • Unit shock absorber belakang • Relay arm “1” CATATAN : Pasang relay arm dengan lubang baut yang kecil pada frame seperti pada gambar illustrasi. EAS23240 2 3 a 2 MEMERIKSA UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1. Lumasi : • Spacer • Bearing Pelumas yang disarankan gemuk Lithium-soap-base 4-49 . Periksa: • Spacers rusak/baret → Ganti EAS23270 3. Periksa: • Rod shock absorber belakang bengkok/retak → Ganti unit shock absorber • Shock absorber belakang ada kebocoran oli → ganti unit shock absorber. Periksa: • Connecting arms • Relay arm rusak/aus → Ganti 2. • Per/Spring Lemah/patah → Ganti unit shock absorber • Bushing rusak/aus → Ganti unit shock absorber. hingga roda belakang terangkat.02 in) Sanggah sepeda motor dengan sempurna. untuk menghindari bahaya terbalik CATATAN: tempatkan penyanggah di bawah sepeda motor. Unit shock absorber belakang Relay arm Connecting arm Sisi kiri Sisi kanan EAS23310 MEMASANG UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG EAS23230 MELEPAS UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1.

T.4 m·kg.4 m·kg. R. 4-50 . T. 32 ft·lb) 3. 4. T. Pasang : • Connecting arms CATATAN: Pasang connecting arm dengan sisi yang di champer menghadap ke luar. R. 32 ft·lb) • Mur relay arm Mur relay arm 44 Nm (4. 5. R. 3. Connecting arm Unit shock absorber belakang Lengan ayun/swingarm Rangka/Frame 2. 4. Kencangkan: • Mur connecting arm Mur connecting arm 44 Nm (4. Kencanmgkan : • Mur atas unit shock absorber belakang Mur atas unit shock absorber belakang 44 Nm (4. 32 ft·lb) • Mur bawah unit shock absorber belakang Mur bawah unit shock absorber belakang 44 Nm (4.UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG 1 3 2 4 5 2.4 m·kg.4 m·kg. R. 32 ft·lb) T.

lihat bagian “UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG” halaman 4-48. R.2 ft • Ib) T. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Penutup rantai Batang torsi rem Mur as pivot As pivot Lengan ayun/Swingarm Penutup debu Guide rantai penggerak Spacer Seal oli Bearing Spacer 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 2 4-51 .9 m • kg. 50 ft • lb) 1 Nomor T. Baru LS 6 12 LS 9 Baru 8 5 LS LS 11 11 10 12 6 LS 9 Baru 3 7 2 4 LS 19 Nm (1. 70 Nm (7. R.0 m • kg. lihat bagian "RODA BELAKANG" hal 4-10. R.LENGAN AYUN/SWINGARM EAS23330 LENGAN AYUN/SWINGARM Melepas lengan ayun/ swingarm 10 Nm (1. 7.0 m • kg. 13 ft • Ib) T. Komponen yang dilepas Knalpot/Muffler Roda belakang Relay arm/Unit shock absorber belakang Jumlah Keterangan lihat bagian “MELEPAS MESIN” hal 5-1.

LENGAN AYUN/SWINGARM
Melepas lengan ayun/ swingarm

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)

T.

R.

70 Nm (7,0 m • kg, 50 ft • lb)

1

Nomor 12

T.

R.

Baru
LS

6 12
LS

9 baru 8 5
LS

LS

11 11

10 12 6
LS

9 Baru 3

7

2 4
LS

19 Nm (1,9 m • kg, 13 ft • Ib)

T.

R.

Komponen yang dilepas Bearing

Jumlah 2

Keterangan

Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-52

LENGAN AYUN/SWINGARM
EAS23350 EWA13770

MELEPAS LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Tegakkan sepeda motor pada tempat datar
EWA13120

PERINGATAN

Jangan meluruskan as pivot yang bengkok.

PERINGATAN

Sanggah sepeda motor dengan sempurna, untuk menghindari bahaya terbalik.
CATATAN:

Pasangkan penyangga di bawah sepeda motor, hingga sepeda motor terangkat dari tanah. 2. Ukur: • Kelonggaran samping lengan ayun/swingarm • Kelonggaran ke atas lengan ayun a. Periksa torsi pengencangan mur as pivot Mur as pivot 70 Nm (7,0 m·kg, 50 ft·lb)
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

3. Bersihkan • As pivot • Penutup debu • Spacer • Bearing Cairan pembersih yang disarankan Minyak tanah/Kerosene 4. Periksa : • Penutup debu • Spacer • Seal oli Rusak/Aus → Ganti • Bearing Aus/macet/longgar → Ganti
EAS23380

b. Periksa kelonggaran samping “A” dengan menggerakkan lengan ayun ke samping c. Jika kelonggaran gerak samping tidak sesuai spesifikasi, ganti spacer, bearing, dan penutup debu. Gerak samping lengan ayun/swingarm (pada bagian ujung lengan ayun) 0,8–2,4 mm (0,0315–0,0945 in)

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS23360

MEMERIKSA LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Periksa : • Lengan ayun/swingarm bengkok/retak → ganti 2. Periksa: • As pivot Gelindingkan pada meja datar Bengkok → ganti

T.

R.

A

MEMASANG LENGAN AYUN/ SWINGARM 1. Lumasi: • Bearing • Spacer • Penutup debu • As pivot Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 2. Pasang: • Bearing “1” Kedalaman pemasangan “a” 0,5–1,5 mm (0,02–0,06 in)

4-53

LENGAN AYUN/SWINGARM

a
A

1

2

1

a
B

2. Lengan ayun/swingarm A. Sisi kiri B. Sisi kanan

3. Pasang: • Batang torsi rem Mur batang torsi rem 19 Nm (1,9 m·kg, 13 ft·lb)

CATATAN:

Pasang barang torsi rem, dengan lubang pembuangan air “a” menghadap keluar.

4. Pasang : • Unit shock absorber belakang • Relay arm • Roda belakang lihat bagian “UNIT SHOCK ABSORBER BELAKANG” halaman 4-48 dan “RODA BELAKANG " halaman 4-10. 5. Setel: • Kekencangan rantai lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19. Kekencangan rantai 20–40 mm (0,79–1,57 in)

T.

R.

a

4-54

RANTAI PENGGERAK
EAS23400

RANTAI PENGGERAK
Melepas rantai penggerak

3 2 1

4
10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
T.

R.

10 Nm (1,0 m • kg, 7,2 ft • Ib)
keterangan lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10. lihat bagian “LENGAN AYUN” halaman 4-51.

T.

R.

Nomor

Komponen yang dilepas Roda belakang lengan ayun/swingarm

Jumlah

1 2 3 4

Penutup sprocket rantai Retainer sprocket rantai Sprocket mesin Rantai penggerak

1 1 1 1 Untuk pemasangan, kebalikan dari prosedur melepas.

4-55

RANTAI PENGGERAK
EAS23451

MEMERIKSA RANTAI PENGGERAK 1. Ukur: • Panjang 15-link mata rantai “a” pada rantai diluiar spesifikasi → Ganti rantai penggerak. Panjang15-link mata rantai 193,5 mm (7,62 in) a. ukur panjang “a” diantara bagian dalam dari pin dan panjang “b” diantara bagian luar dari pin 15-link mata rantai, dari rantai penggerak seperti pada gambar ilustrasi
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

3. Bersihkan : • Rantai penggerak a. Bersihkan rantai dengan kain bersih b. Rendam rantai pada minyak tanah, untuk membersihkan kotoran yang menempel. c. Bersihkan minyak tanah dan kotoran yang menempel.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

b. Hitung panjang rantai “c” dari 15-link mata rantai dengan rumus : Panjang rantai 15-link mata rantai “c” = (panjang “a” panjang sisi dalam pin + panjang “b” panjang sisi luar pin) dibagi 2.
CATATAN:

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

• pada saat mengukur 15-link mata rantai, pastikan Rantai dalam kondisi tertarik/lurus. • lakukan 2–3 kali pengukuran, dengan posisi tempat yang berbeda.

4. Periksa: • Roller rantai “1” Rusak/aus → ganti rantai penggerak • Plat samping rantai “2” rusak/aus/retak → Ganti rantai

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Rantai penggerak kaku/mengunci → bersihkan, lumasi atau ganti

5. Lumasi: • Rantai penggerak Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai untuk tipe tanpa-O-ring

4-56

RANTAI PENGGERAK
6. Periksa: • Sprocket roda lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10.
EAS23500

MEMASANG RANTAI PENGGERAK 1. Lumasi: • rantai penggerak Pelumas yang disarankan Oli mesin atau pelumas rantai tipe tanpa-O-ring 2. Pasang: • Rantai penggerak • Sprocket rantai • Retainer sprocket rantai Baut retainer sprocket rantai 10 Nm (1,0 m·kg, 7,2 ft·lb)

3. Pasang: • Lengan ayun/swingarm lihat bagian “LENGAN AYUN” halaman 4-51. • Roda belakang lihat bagian “RODA BELAKANG” hal 4-10. 4. Setel: • kekencangan rantai penggerak lihat bagian “MENYETEL KEKENCANGAN RANTAI” halaman 3-19. Kekencangan rantai penggerak 20–40 mm (0,79–1,57 in)
ECA13550

PERHATIAN:

Jika kekencangan rantai terlalu kencang, akan membebani mesin dan komponen lainnya. dan yang lebih berbahaya lagi, jika rantai terputus, akan merusak lengan ayun/swing arm dan dapat menimbulkan kecelakaan. untuk itu, setel kekencangan rantai sesuai spesifikasi.

T.

R.

4-57

............................... 5-10 CAMSHAFT . 5-24 ................................................. 5-30 MEMERIKSA STARTER CLUTCH ........ 5-31 STARTER ELECTRIC ...................... 5-13 MELELPAS ROCKER ARMS DAN CAMSHAFT.............................................MESIN MELEPAS MESIN ....................................... 5-14 MEMERIKSA CAMSHAFT............................................................................................................ 5-17 MEMERIKSA KLEP DAN GUIDE KLEP .................................. 5-8 MEMERIKSA SPROCKET CAMSHAFT DAN GUIDE RANTAI TIMING .................................................................................. 5-26 GENERATOR DAN STARTER CLUTCH.... 5-21 CYLINDER DAN PISTON........................................................................................ 5-26 MEMASANG PISTON DAN CYLINDER ......... 5-9 MEMERIKSA SISTIM DECOMPRESSION ......................... 5-23 MELEPAS PISTON .......................... 5-31 MEMASANG GENERATOR.............................................. 5-1 MEMASANG MESIN........................................................................... 5-28 MELEPAS GENERATOR ...................................................................................... 5-24 ....................................................................................... 5-25 MEMERIKSA PIN PISTON .......................................... 5-20 MEMASANG KLEP .................... 5-15 KLEP DAN PER KLEP................................................. 5-35 MEMERIKSA MOTOR STARTER ....................................................................................................................................................................................................................... 5-14 MEMERIKSA ROCKER ARMS DAN AS ROCKER ARM ....................................................................................................................................................... 5-5 MEMASANG PEDAL PEMINDAH GIGI/ SHIFT ARM ................................ MEMERIKSA RING PISTON ................................................. 5-19 MEMERIKSA PER KLEP........................................................................ 5-9 MEMERIKSA TENSIONER RANTAI TIMING .................................................. 5-8 MEMERIKSA CYLINDER HEAD ....................... 5-35 MERAKIT MOTOR STARTER ...................................................................................... 5-30 MEMASANG STARTER CLUTCH ........................................................... 5-33 MEMBONGKAR MOTOR STARTER ........ 5-36 5 ......................................................................................................................................................... 5-10 INSTALLING THE CYLINDER HEAD .......... 5-14 MEMASANG CAMSHAFT DAN ROCKER ARMS ..................................... 5-5 CYLINDER HEAD.............................................................................................................. MELEPAS STARTER CLUTCH ........ 5-16 MELEPAS KLEP........................... 5-17 MEMERIKSA DUDUKAN KLEP...... 5-6 MELEPAS CYLINDER HEAD................................................................................................ MEMERIKSA CYLINDER DAN PISTON ........................................................................5-30 .......................................................................................................................

........................................................................................... 5-43 MEMASANG KOPLING...........................................................................................5-54 MEMERIKSA TUAS STOPPER .......................5-62 MEMERIKSA BEARINGS DAN SEAL OLI ............. 5-54 MEMASANG AS PEMINDAH GIGI ........................................................................KOPLING ....................................5-42 MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVEN ...................... 5-49 MEMERIKSA POMPA OLI ........................................................................................5-57 MEMERIKSA GEAR BALANCER DAN GEAR PRIMARY DRIVE .................................................................................................................................................................................................................. 5-48 POMPA OLI..............................................................................................................................................................................................................................5-41 MEMERIKSA PER KOPLING.................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................5-63 .............5-59 MEMISAHKAN CRANKCASE.................................5-41 MEMERIKSA PLAT KOPLING....................................................5-48 MERAKIT STARTER KAKI........................... 5-42 MEMERIKSA CLUTCH BOSS................................................................................................................................................................................5-53 MEMERIKSA AS PERMINDAH GIGI ................................................................. 5-37 MELEPAS KOPLING .................... 5-42 MEMERIKSA PLAT TEKAN ............................................................................... 5-62 MEMASANG RETAINER BEARING ...5-54 GEAR BALANCER ............................................................................5-43 STARTER KAKI ....5-51 MERAKIT POMPA OLI................ 5-42 MEMERIKSA TUAS PENEKAN KOPLING DAN BATANG PENDEK PENEKAN KOPLING............... 5-41 MEMERIKSA KAMPAS KOPLING..........................5-42 MEMERIKSA RUMAH KOPLING...............5-63 MERAKIT CRANKCASE.........................................................5-62 MEMERIKSA SARINGAN OLI .................................................5-46 MEMERIKSA STARTER KAKI ....................... 5-57 CRANKCASE ..................... 5-57 MEMASANG GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER .................5-55 MELEPAS GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER ...................5-51 MEMASANG POMPA OLI ... 5-52 AS PEMINDAH GIGI/SHIFT SHAFT.....5-48 MEMASANG STARTER KAKI ...............................................................................5-57 MERAKIT GEAR BALANCER DRIVEN .........................................................................................................................................................................5-62 MEMERIKSA CRANKCASE ....................................................................................................... 5-62 MEMERIKSA RANTAI TIMING DAN GUIDE RANTAI TIMING ................................ 5-42 MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVE ............................................

.................................................................5-70 MEMERIKSA UNIT SHIFT DRUM .........................................5-67 MEMERIKSA SHIFT FORKS....... 5-71 MERAKIT MAIN AXLE DAN DRIVE AXLE .............................................................................5-65 TRANSMISI .......................................................5-71 MERAKIT SHIFT FORKS DAN UNIT SHIFT DRUM ..................POROS ENGKOL/CRANKSHAFT .................................. 5-64 MELEPAS CRANKSHAFT ............................................5-70 MEMERIKSA TRANSMISI ............... 5-65 MEMASANG CRANKSHAFT .......................................................................................................................................5-70 MEMERIKSA BATANG PENEKAN KOPLING ...........................................................5-65 MEMERIKSA CRANKSHAFT ................................................................................................................................5-71 .

kebalikan dari prosedur melepas. R. Nomor 1 2 3 4 T.8 ft • Ib) 15 Nm (1. 5.MELEPAS MESIN EAS23710 MELEPAS MESIN Melepas knalpot 20 Nm (2.5 m • kg. 2 Baru LT LT 4 Baru 1 LT 3 8 Nm (0.0 m • kg. 14 ft • Ib) T. 11 ft • Ib) Keterangan T. R. 5-1 .8 m • kg. Komponen yang dilepas Protector pipa knalpot Protector knalpot Knalpot Gasket pipa knalpot Jumlah 1 1 1 1 Untuk pemasangan. R.

0 m • kg. 6. 7.2 ft • Ib) Keterangan ECA3C11020 T.9 m • kg. 4 R. lihat bagian “RADIATOR” halaman 6-1. lihat bagian “RANTAI” halaman 4-55. R. Nomor Komponen yang dilepas Jumlah PERHATIAN: Pertama. Kabel Negative battery /kabel Positive battery Oli mesin Air pendingin/Coolant Jok/Panel samping/Panel depan/Saringan udara Tangki bensin Throttle body/ manifold pemasukan Selang pernafasan pompa air/selang keluar radiator/ selang pemasukan radiator/Radiator Air cut-off valve/Reed valve/Plate Penutup rantai sprocket / sprocket 1 Tutup busi/Spark plug cap 1 lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 3-25. Kuras air pendingin. 7. Kuras lihat bagian “MENGGANTI OLIMESIN” halaman 3-10. lihat bagian “MENGGANTI COOLANT” halaman 3-14 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1.5 ft • Ib) 10 Nm (1. T.0 m • kg. lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. lihat bagian "TANGKI BENSIN" halaman 7-1.2 ft • Ib) 10 Nm (1. lepaskan kabel negative battery dan selanjutnya kabel positive battery . lihat bagian “THROTTLE BODY” hal 7-4. R. Lepaskan 5-2 . T.MELEPAS MESIN Melepas kabel dan coupler 5 2 3 1 3 7 6 8 9 Nm (0.

T. R.2 ft • Ib) 10 Nm (1.0 m • kg. R. kebalikan dari prosedurmelepas. 7.0 m • kg. T.2 ft • Ib) Keterangan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan.9 m • kg. Nomor 2 3 4 5 6 7 8 Komponen yang dilepas Coupler coolant temperature sensor Coupler stator coil / Coupler Crankshaft position sensor Connector switch netral Kable starter motor Kabel kopling Kabel negative battery Pemindah gigi Jumlah 1 1/1 1 1 1 1 1 5-3 . 7. T. 6.5 ft • Ib) 10 Nm (1. 4 R.MELEPAS MESIN Melepas kabel dan coupler 5 2 3 1 3 7 6 8 9 Nm (0.

1 2 E 3 E 1 4 2 49 Nm (4.9 m • kg. 5-4 .MELEPAS MESIN Melepas mesin 3 49 Nm (4.9 m • kg. 35 ft • Ib) T. R. 35 ft • Ib) T. E Nomor R. Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan NOTE: Tempatkan penyanggah dibawah mesin 1 2 3 4 Mur/Baut pengikat mesin (sisi depan) Mur/Baut pengikat mesin (sisi belakang bawah) Mur/Baut pengikat mesin (sisi belakang atas) Mesin 1/1 1/1 1/1 1 Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas.

1 2 3 7 a 4 3 6 5 1 2. Kencangkan: • Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) 49 Nm (4.18 in) Baut tuas pedal pemindah gigi 10 Nm (1. 35 ft·lb) T. R.2 ft·lb) Jangan mengeraskan Mur dan Baut terlebih dahulu T. T.9 m·kg.24–1. Posisi pedal “a” (pengait) 6. T.9 m·kg. 7.MELEPAS MESIN EAS23720 EAS3C11030 MEMASANG MESIN 1. R.0–30. Pasang: • Pedal pemindah gigi “1” CATATAN: Pastikan jarak “a” diantara senter as pemindah gigi “2” dan tuas senter pedal pemindah gigi "3" sesuai spesifikasi.9 m·kg.0 m·kg. 2 R. 5-5 . 35 ft·lb) • Mur dudukan mesin (sisi depan) Mur dudukan mesin (sisi depan) 49 Nm (4. Pasang: • Mesin “1” • Baut dudukan mesin (sisi belakang atas) “2” • Mur dudukan mesin (sisi belakang atas) “3” • Baut dudukan mesin (sisi belakang bawah) “4” • Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) “5” • Baut dudukan mesin (sisi depan) “6” • Mur dudukan mesin (siosi depan) “7” CATATAN: MEMASANG PEDAL PEMINDAH GIGI. 35 ft·lb) • Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) Mur dudukan mesin (sisi belakang bawah) 49 Nm (4.0 mm (0. R. 1.

7.0 m • kg. lihat bagian “POMPA AIR” halaman 6-6.3 m • kg. 5.2 ft • Ib) T. 8 Baru 7 (4) 6 Baru LS E 5 E 5 13 (4) E M Baru Baru Baru 14 E 12 11 15 4 10 Nm (1.0 m • kg. Komponen yang dilepas Jok/Panel depan kanan dan kiri/Panel samping kanan dan kiri/Rumah saringan udara Tangki bensin Throttle body/manifold pemasukan Air cut-off valve/Reed valve/Plate Thermostat/Coolant temperature sensor Pompa air Radiator Knalpot Kabel kopling Keterangan lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. R. ∗ R. 9 49 Nm (4. lihatbagian “RADIATOR” halaman 6-1. T.1 ft • Ib) T.CYLINDER HEAD EAS24100 CYLINDER HEAD Melepas cylinder head 22 Nm (2. 7. (4) T.0 m • kg. R. lihat bagian “MELEPAS MESIN” halaman 5-1. 16 ft • Ib) T. 16 15 Jumlah 30 Nm (3. 35 ft • Ib) Baru 10 R. R. 22 ft • Ib) Baru 3 Nomor T.2 ft • Ib) LS 7 Nm (0.4 ft • Ib) 10 Nm (1. 9.2 m • kg. 10 Nm (1. 7.2 ft • Ib) T.9 m • kg. R. 1 13 Nm (1.0 m • kg. 1 2 3 4 5 Cap Busi/Spark plug cap Busi/Spark plug Baut cap crankshaft Baut cap timing pengapian Mur/Baut dudukan mesin (sisi depan) 1 1 1 1 1/1 Lepaskan 5-6 . R. lihat bagian “TANGKI BENSIN” hal 7-1.7 m • kg. lihat bagian “THROTTLE BODY” halaman 7-4. lihat bagian “THERMOSTAT” halaman 6-4. lihat bagian “AIR INDUCTION SYSTEM” halaman 7-9. R. Baru 2 T. Lepaskan lihat “KOPLING” halaman 5-37.

3 m • kg.4 ft • Ib) 10 Nm (1. R. 16 ft • Ib) T.0 m • kg. R. 1 13 Nm (1. 7. 9 49 Nm (4. R. (4) T. 8 Baru 7 (4) 6 Baru LS E 5 E 5 13 (4) E M Baru Baru Baru 14 E 12 11 15 4 10 Nm (1. R. 10 Nm (1.9 m • kg.1 ft • Ib) T. 5-7 . 1215 (Three Bond No. ∗ R. R. 5.2 ft • Ib) T.2 ft • Ib) T.0 m • kg. R.7 m • kg. 9. T.2 ft • Ib) LS 7 Nm (0. 1215®) T.CYLINDER HEAD Melepas cylinder head 22 Nm (2.0 m • kg.0 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. 16 15 30 Nm (3.2 m • kg. Komponen yang dilepas Penutup cylinder head Gasket penutup cylinder head Pin dowel Tensioner rantai timing Gasket tensioner rantai timing Sprocket camshaft Cam decompression Cylinder head Gasket cylinder head Pin dowel Guide rantai timing (sisi buang) Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 Keterangan Untuk pemasangan. 22 ft • Ib) Baru 3 Nomor 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 * Yamaha bond No. 7. 7. Baru 2 T. 35 ft • Ib) Baru 10 R.

Tepatkan: • Tanda marking“I” “a” pada rotor generator (dengan tanda penepatan “b” pada penutup rotor generator) a. "2". Bersihkan: • Endapan karbon pada ruang bakar (dengan skrap bulat) CATATAN: 1 2 Jangan menggunakan benda tajam. Lepas: • Sprocket camshaft 5-8 . terlebih dahulu. sebelum melepas semua baut. tepatkan tanda “I” “c” pada sprocket cam shaft. MEMERIKSA CYLINDER HEAD 1. dan kendorkan baut sprocket camshaft. Putar crankshaft ke arah kiri b. akan mengakibatkan kerusakan pada: • Lubang ulir busi • Dudukan klep 3. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM CATATAN: Untuk menghindari agar rantai timing tidak terjatuh kedalam crankcase. saat langkah kompresi. 1 b 4.CYLINDER HEAD EAS24130 MELEPAS CYLINDER HEAD 1. d c 6 4 2 3 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24160 5 1 2. ikat dengan kawat “1”. Kendorkan: • Baut sprocket camshaft “1” CATATAN: Tahan mur rotor generator dengan kunci Sok. dengan tanda “d” yang ada pada cylinder head. untuk pembersihan. Lepaskan: • Cylinder head CATATAN: a • Kendorkan Baut dengan urutan dan pola seperti pada gambar • Kendorkan semua baut dengan 1/2 putaran. Pada saat Piston berada di TMA.

dan gosokkan cylinder head. Tempatkan penggaris “1” dan thickness gauge “2” menyilang pada cylinder head. dan lepaskan tekanan pada batang penekan tensioner. Periksa: • Cylinder head Rusak/retak → Ganti • Ruangan air pendingin cylinder head. c. Jika pergerakan batang penekan tidak lancar. batang penekan ke rumah tensioner dengan jari. b. dan crankshaft satu set. rantai timing. Ukur: • Kerataan cylinder head diluar spesifikasi → gosok dan haluskan permukaan cylinder head. putar posisi cylinder beberapa kali. Batas kebengkokan 0.03 mm (0. Tekan secara perlahan. 1/4 gigi gear Kondisi normal Roller rantai timing Sprocket camshaft 2. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM b. Periksa: • Sprocket camshaft Keausan lebih dari 1/4 gigi gear “a” → ganti sprocket camshaft. Periksa: • Guide rantai timing (sisi buang) rusak/aus → ganti EAS24200 MEMERIKSA TENSIONER RANTAI TIMING 1. Lepaskan obeng.CYLINDER HEAD 2. Untuk menghasilkan hasil yang sempurna. ganti tensioner rantai timing. Pastikan batang penekan pada tensioner keluar secara perlahan dari rumah tensioner. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11031 MEMERIKSA SPROCKET CAMSHAFT DAN GUIDE RANTAI TIMING 1. putar baut penyetel otomatis dengan obeng kecil ke arah kanan. Tempatkan amplas halus. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM a. CATATAN: Sambil menekan batang penekan tensioner kedalam. d. 1 b. endapan kotoran/karat → bersihkan 3. 2. dengan pola gerakan angka delapan pada meja datar.0012 in) a. 5-9 . pada meja datar. Jika ketidak rataannya melebihi batas yang diijinkan ikuti petunjuk di bawah ini. Periksa: • Tensioner rantai timing retak/tekanan balik tidak lancar → Ganti a. 1. Periksa kerataan cylinder head c.

R. Dengan kondisi tuas decompresi kedalam.CYLINDER HEAD B 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11009 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24230 MEMERIKSA SISTIM DECOMPRESI 1. Gerakkan tuas decompresi “1” ke arah gambar panah. • Baut cylinder head “2” Baut cylinder head "2" 10 Nm (1.2 m·kg. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5-10 . Tepatkan tanda “I” “a” pada rotor generator dengan tanda penepatan “b” yang terdapat pada tutup rotor generator. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG CYLINDER HEAD 1. 7. 2 1 3 5 1 A 2 4 2 6 2 3. d. Pasang: • Sprocket camshaft a. Periksa tuas decompresi “1” dapat bergerak dengan lancar.0 m·kg. c. Kencangkan: • Baut cylinder head “1” Baut cylinder head "1" 22 Nm (2. Periksa dengan kondisi decompresi terpasang pada sprocket camshaft dan camshaft. (tidak bergerak) periksa nok decompresi “2” pada camshaft (cam pembuangan) seperti pada gambnar illustrasi “A”. 2. Putar crankshaft ke arah kiri b.2 ft·lb) CATATAN: 1 • Lumasi baut cylinder head dengan oli mesin. R. T. T. • Kencangkan baut cylinder head dengan pola silang dan dengan urutan seperti pada gambar. Pasang: • Cylinder head CATATAN: Masukkan rantai timing pada rongga rantai timing yang terdapat pada cylinder body. dan periksa posisi nok decompresi pada cam (cam buang) harus dalam kondisi ke dalam seperti pada gambar illustrasi "B". Periksa: • Sistyim decompresi a. 16 ft·lb) b.

kencangkan sementara baut sprocket camshaft. pasang gasket dan rantai timing "2" ke cylinder body. f. pada camshaft.2 ft·lb) T. Tekan batang penekan tensioner ke rumah tensioner.0 m·kg. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL PERHATIAN: Jangan merubah/memutar crankshaft. atau putar baut penyetel ke kiri untuk melepaskan kuncian batang penekan. dengan tanda penepatan “d” yang terdapat pada cylinder head. b. d. Kencangkan baut tensioner “3” sesuai dengan spesifikasi torsi pengencangan Baut tensioner rantai timing 10 Nm (1. Dengan menahan camshaft.CYLINDER HEAD c. R. c. Pasang rantai timing pada sprocket camshaft dan pasang sprocket camshaft. Pasang: • Gasket tensioner rantai timing Baru • Tensioner rantai timing a. Lepas obeng. tidak sesuai → tepatkan jika sesuai. Tepatkan tanda “I” “c” pada sprocket camshaft. • Tanda garis“I” “c” Tepatkan tanda garis “I” pada sprocket dengan tanda penyesuai “d” yang terdapat pada cylinder head. Dengan kondisi batang penekan tensioner menekan masuk kedalam rumah tensioner/ mengunci (dengan posisi obeng terpasang). putar baut penyetel. e. Lepaskan kawat pengikat rantai timing. dengan obeng kecil “1” ke kanan hingga mengunci. pastikan rantai timing pada sisi buang. Putar: • Crankshaft (beberapa kali putaran ke arah kiri) 6. dalam kondisi kencang. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5. 7. b 1 a 2 d c 1 3 CATATAN: Pada saat memasang sprocket camshaft. pada saat memasang camshaft. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4. ECA3C11012 d. untuk menghindari berubahnya valve timing. lanjutkan langkah dibawah ini b a 5-11 . Periksa: • Tanda garis “I” “a” Tepatkan tanda garis “I” pada rotor generator dengan tanda penyesuai “b” yang terdapat pada penutup rotor generator.

Ukur: • Kelonggaran klep diluar spesifikasi → setel lihat bagian “MENYETEL KELONGGARAN KLEP” halaman 3-3. 22 ft·lb) ECA3C11013 PERHATIAN: Pastikan baut sprocket camshaft terpasang dengan kuat sesuai spesifikasi. jika terlepas akan merusakkan mesin. R. Kencangkan: • Baut sprocket camshaft Baut sprocket camshaft 30 Nm (3.0 m·kg.CYLINDER HEAD d c 7. T. 8. 5-12 .

R. 5.7 m • kg.7 m • kg.CAMSHAFT EAS23730 CAMSHAFT Melepas rocker arms dan camshaft 7 Nm (0. R.1 ft • Ib) 1 2 6 Nomor T. 5. 5-13 . 3 7 Nm (0. M 5 E 1 2 7 M 4 5 E E Baru M M T. Komponen yang dilepas Cylinder head Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 Mur pengunci Baut penyetel Retainer camshaft Camshaft As rocker arm Rocker arm masuk Rocker arm buang 2 2 1 1 2 1 1 Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas.1 ft • Ib) Keterangan lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6.

Periksa: • Aliran oli pada camshaft tersumabt → tiup dengan udara bertekanan. 3.1631 in) Masuk B 25. 2.073–25.1710 in) Limit 29.1788– 1. EAS23880 MEMERIKSA ROCKER ARMS DAN AS ROCKER ARM Ikuti prosedur dibawah ini.743 mm (1. dan tarik keluar camshaft.CAMSHAFT EAS23770 MELEPAS ROCKER ARMS DAN CAMSHAFT 1.919 mm (0.973 mm (0.543 mm (1.173 mm (0. Periksa: • Bentuk dimensi camshaft berwarna biru terbakar/aus/baret → Ganti camshaft.643–29.842 mm (1.1670– 1.9871– 0. Kendorkan: • Mur pengunci “1” • Baut penyetel kelonggaran klep “2” 2 1 2. untuk memeriksa rocker arms dan as rocker arm 1.019–25.9810 in) 1 2 Slide hammer bolt 90890-01085 Slide hammer bolt 8 mm YU-01083-2 EAS23840 MEMERIKSA CAMSHAFT 1.9911 in) Limit 24.119 mm (0. Dimensi bentuk camshaft Masuk A 29.31-in) “2” pada lubang ulir yang terdapat pada ujung camshaft.1749 in) Buang B 25.9850– 0.042 mm (1. Periksa: • Rocker arm rusak/aus → ganti 5-14 . Ukur: • Dimensi cam shaft “a” dan “b” diluar spesifikasi → ganti camshaft.9832 in) Buang A 29.1828 in) Limit 29. Lepas: • Camshaft “1” CATATAN: Masukkan baut 8-mm (0.9889 in) Limit 24.942–30.

seperti pada gambar ilustrasi • Pastikan as rocker arm (masuk dan keluar) benar-benar masuk ke cylinder head. Ukur: • Diameter dalam rocker “a” diluar spesifikasi → Ganti Diameter dalam rocker arm 9.0031 in) EAS24040 MEMASANG CAMSHAFT DAN ROCKER ARM 1. Lumasi : • Camshaft Pelumas yang disarankan Camshaft Molybdenum disulfide oil bearing camshaft Oli mesin 3.CAMSHAFT 2. diluar spesifikasi → ganti komponen yang aus.966–9.0013 in) Limit 0.009–0. Lumasi: • Rocker arms • As rocker arm Pelumas yang disarankan Permukaan dalam rocker arm Molybdenum disulfide oil As rocker arm Oli mesin 2.3937 in) Limit 10. CATATAN: Perhitungan kelonggaran dengan cara mengurangi diameter dalam rocker arm dengan diameter as rocker arm.030 mm (0. 5-15 .985–10.950 mm (0. 1 1 a 5.0004–0. Pasang: • Rocker arm pemasukan dan pengeluaran • As rocker arm “1” CATATAN: 4.000 mm (0.as rocker arm 0.976 mm (0.08 mm (0. Perhitungan: • kelonggaran rocker-arm-ke-as rocker-arm.3928 in) Limit 9.3917 in) • Pastikan coakan “a” pada as rocker arm menghadap kebawah. Periksa: • As rocker arm warna biru terbakar/aus/baret/ mengecil → Ganti/cek aliran pelumasan 3.3924–0. Ukur: • Diameter luar as rocker arm “a” diluar spesifikasi → ganti Diameter luar as rocker arm 9.034 mm (0.3949 in) Kelonggaran Lubang rocker-arm ke .3931– 0.

5-16 . kebalikan dari prosedur melepas.KLEP DAN PER KLEP EAS24270 KLEP DAN PER KLEP Melepas klep dan per klep 1 1 2 3 Baru 6 7 M M 2 3 6 Baru 7 M 8 M 8 4 7 8 2 1 3 6 Baru 4 1 2 3 6 Baru 7 8 M M 5 M 5 Nomor Komponen yang dilepas Cylinder head Rocker arms/Camshaft Jumlah Keterangan Refer to “CYLINDER HEAD” on page 5-6. 1 2 3 4 5 6 7 8 Pin pengunci Dudukan per atas Per klep Klep masuk Klep buang Seal valve stem Dudukan per bawah Guide klep 8 4 4 2 2 4 4 4 Untuk pemasangan. Refer to “CAMSHAFT” on page 5-13.

dengan cara menekan per klep dengan valve spring compressor. 1. a. Ukur: • kelonggaran batang klep ke guide klep diluar spesifikasi → Ganti guide klep. untuk melepas klep dan komponen penunjang. dan lebar dudukan klep. dan valve spring compressor attachment “2”. CATATAN: 2 Sebelum melepas komponen pada cylinder head. b. Periksa kerapatan dudukan klep. Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 5-17 . klep. per klep. Lepas: • Dudukan per atas “1” • Per klep “2” • Klep “3” • Seal valve stem “4” • Dudukan per bawah “5” CATATAN: Hafalkan posisi awal dengan cermat. • Kelonggaran guide klep dan batang klep = diameter dalam guide klep“a” diameter luar batang klep “b” 2. dudukan klep). untuk memeriksa klep dan guide klep. Lepas: • Pin pengunci “1” CATATAN: Melepas pin pengunci. pastikan klep dalam kondisi rapat.KLEP DAN PER KLEP EAS24280 MELEPAS KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. Masukkan cairan pembersih “a” pada lubang masuk dan lubang keluar pada cylinder head.. (al. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 3. lihat “MEMERIKSA DUDUKAN KLEP” halaman 5-19. agar bisa dirakit kembali seperti posisi semula. tidak bocor 1. Periksa: • Kerapatan klep terjadi kebocoran → periksa permukaan klep. dudukan klep. Harus tidak ada kebocoran pada dudukan klep “1”. EAS24290 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MEMERIKSA KLEP DAN GUIDE KLEP Ikuti prosedur dibawah ini.

025–0.5 mm) YM-04118 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Untuk mempermudah dan menjamin pelepasan dan pemasangan dengan sempurna. a.KLEP DAN PER KLEP Kelonggaran guide klep ke batang klep (masuk) 0. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 5-18 .0015 in) Limit 0.080 mm (0.037 mm (0.5 mm) YM-04117 Valve guide reamer (ø4. Valve guide remover (ø4.4 mm (0. Posisi guide klep c.010–0.685 in) Posisi guide klep (buang) 14.0032 in) Kelonggaran guide klep ke batang klep (buang) 0.0010–0.0–14.5) 90890-04117 Valve guide installer (4.5) 90890-04116 Valve guide remover (4.567 in) a. 2. Pasang guide klep yang baru dengan valve guide installer “2” dan valve guide remover “1”.052 mm (0. Setelah pemasangan guide klep.551–0. panaskan cylinder head hingga 100 °C (212 °F) pada oven.100 mm (0. Ganti: • Guide klep CATATAN: CATATAN: Setelah mengganti guide klep.5) 90890-04118 Valve guide reamer (4.0–17. sekir permukaan dudukan klep kembali.669–0. Lepaskan guide klep dengan valve guide remover “1”. bore lubang guide klep dengan valve guide reamer “3” untuk memastikan kelonggaran guide klep ke batang klep lebih sempurna.5 mm) YM-04116 Valve guide installer (ø4. Posisi guide klep (masuk) 17.0020 in) Limit 0.0039 in) b.4 mm (0.0004–0.

Periksa: • Permukan klep.0433 in) Lebar dudukan klep C (buang) 0. Ukur: • Lebar dudukan klep C “a” diluar spesifikasi → Ganti cylinder head. 3. Masukkan klep ke guide klep.10 mm (0. Bersihkan: • Endapan carbon (dari permukaan klep dan dudukan klep) 2.0197–0.0354 in) EAS24300 MEMERIKSA KLEP DAN DUDUKAN KLEP Ikuti prosedur dibawah ini.0354–0. c. diameter ujung batang lebih besar dari batang klep → ganti klep 5.010 mm (0. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5-19 . Bersihkan: • Endapan carbon (pada permukaan klep dan dudukan klep) 4.90 mm (0. Ukur lebar dudukan klep CATATAN: Jika permukaan klep dan permukaan dudukan klep bersinggungan.10 mm (0.0433 in) 6.90 mm (0. untuk melakukan pemeriksaan klep dan dudukan klep. Periksa: • Dudukan klep tidak rata/aus → Ganti cylinder head. Lebar dudukan klep C (masuk) 0. Pasang klep pada cylinder head.0354–0.90–1. ganti juga guide valve dengan yang baru. 1. dan tekan klep hingga tergambar bagian yang bersentuhan.KLEP DAN PER KLEP 3. Ukur: • Kelurusan batang klep diluar spesifikasi → ganti klep CATATAN: a. Lumasi Mechanic’s blueing dye (Dykem) “b” pada permukaan dudukan klep MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Pada saat mengganti klep. permukaan blueing akan terhapus.90–1. Tidak rata/aus → Grinda permukaan klep • Ujung batang klep Mengembang.0004 in) b. • Jika mengganti klep atau melepas klep.0354 in) Ketebalan kepala klep D (buang) 0. Batas kebengkokan batang klep 0. d. Ukur: • Ketebalan kepala klep D “a” diluar spesifikasi → ganti klep Ketebalan kepala klep D (masuk) 0.0197–0. selalu lakukan penggantian seal valve stem.50–0.50–0.

Ukur: • Panjang bebas per klep “a” diluar spesifikasi → Ganti per klep. Pasang klep pada cylinder head. harus di sekir kembali. Ukur lebar dudukan klep “c” kembali. hingga permukaan klep. ECA13790 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERHATIAN: Jangan sampai compound masuk diantara batang klep dan guide klep. dan ulangi langkah-langkah diatas. j. i. Lumasi compound “a” pada permukaan klep. Skir klep. f. dan lakukan secara berulang-ulang. b. dan dudukan klep rata/rapat. a. dudukan klep dan permukaan klep. Lumasi Mechanic’s blueing dye (Dykem) “b” pada permukaan dudukan klep. dan hentakkan kedepan sambil di putar. c. hingga terlihat bekas-bekas sentuhan antara permukaan klep dan dudukan klep. g. Lumasi molybdenum disulfide oil pada batang klep/valve stem. h. Tekan klep pada dudukan klep. CATATAN: Untuk mendapatkan hasil yang baik. bersihkan compound dari permukaan klep dan dudukan klep. Setelah melakukan prosedur pensekiran. dan bersihkan compound. jika lebar dudukan tidak sesuai spesifikasi. d. angkat alat skir sdikit. Lumasi compound ke permukaan klep.KLEP DAN PER KLEP 4. Pasang klep pada cylinder head. lakukan pensekiran kembali. e. untuk memeriksa per klep. 5-20 . Sekir: • Permukaan klep • Permukaan dudukan klep CATATAN: Setelah mengganti cylinder head atau mengganti klep dan guide klep. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24310 MEMERIKSA PER KLEP Ikuti prosedur dibawah ini. 1.

64 in) Limit 39.56 in) Panjang bebas per (buang) 41.28–16. Panjang per terpasang 3.071 in) EAS24340 2.47–36.071 in) batas kebengkokan (buang) 2.56 in) batas kebengkokan (masuk) 2.71 mm (1.42 lbf) (14.5°/1. Ukur: • Tekanan per klep “a” diluar spesifikasi → Ganti per klep. Haluskan: • ujung pengunci klep (dengan oil stone) 2. untuk memasang klep dan komponen penunjang 1.5°/0.30 mm (1.62 mm (1.39 in) Panjang per terpasang (buang) 35.64 in) Limit 39.8 mm (2.8 mm (2.71 mm (1.47–36.5°/0.39 in) MEMASANG Ikuti prosedur dibawah ini.62 mm (1. 3.30 mm (1.KLEP DAN PER KLEP Panjang bebas per (masuk) 41.42 lbf) (14.52 kgf) Tekanan per dalam kondisi terpasang (buang) 140–162 N (31. Pasang: • dudukan per bawah “1” 5-21 .5°/1. ukur: • Kebengkokan per klep “a” diluar spesifikasi → ganti per klep. Lumasi: • Batang klep “1” • Seal batang klep “2” Baru (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Molybdenum disulfide oil Baru b. Tekanan per dalam kondisi terpasang (masuk) 140–162 N (31.28–16.52 kgf) Panjang per terpasang (masuk) 35.

pukul ujung klep dengan pukul besi plastik dengan perlahan. dengan menekan per klep dengan valve spring compressor. Untuk mejamin pin pengunci terpasang dengan sempurna. dan valve spring compressor attachment “2”. Jarak ulir yang pendek 4. Pasang : • Pin pengunci “1” CATATAN: Pasang pin pengunci. dengan posisi jarak ulir yang jauh "a" berada di atas. • Pasang per klep. ECA13800 PERHATIAN: Pukul ujung dudukan atas per klep dengan pukul besi plastik secara perlahan. b.KLEP DAN PER KLEP Baru • Seal Valve stem • Klep “3” • Per klep “4” • Dudukan per atas “5” (pada cylinder head) CATATAN: 2 • Pastikan setiap klep terpasang dengan sempurna. 1 5. Valve spring compressor 90890-04019 YM-04019 Valve spring compressor attachment 90890-04108 Valve spring compressor adapter 22 mm YM-04108 5-22 .

CYLINDER DAN PISTON EAS24350 CYLINDER DAN PISTON Melepas cylinder adn piston 7 E 8 9 6 5 Baru 4 E E 4 Baru 1 E Baru 2 Baru 3 7 Nm (0. R. kebalikan dari prosedur melepas.1 ft • Ib) Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 T. 3 Komponen yang dilepas Cylinder head Cylinder Gasket cylinder Pin dowel Circlip pin piston Pin piston Piston Top ring 2nd ring Ring piston 1 1 2 2 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. 5.7 m • kg. Jumlah Keterangan lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. 5-23 .

Periksa: • Dinding piston • Dinding cylinder ada goresan ke atas → Ganti cylinder.0020 in) 2. 2. dan Ring piston satu set.05 mm (0. untuk mempermudah keluarnya pin piston. CATATAN: • Sebelum melepas clip pin piston. Ukur: • Kelonggaran piston-ke-cylinder a.2445 in) Batas ketirusan 0. tutup lubang crankcase dengan kain untuk menghindari clip pin piston terlempar masuk ke dalam crankcase. buka ujung sambungan ring dengan ibu jari.CYLINDER DAN PISTON EAS24380 MELEPAS PISTON 1. • Sebelum melepas pin piston. untuk mengeluarkan pin piston dari piston. haluskan permukaan alur clip pin piston. Lepaskan: • Ring pertama/Top ring • Ring kedua/2nd ring • Ring Oli 5-24 . dan angkat ke atas sisi yang lain melewati kepala piston. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2 1 3 CATATAN: Ukur diameter cylinder “C” silang.010 mm (2. Piston. Ukur diameter cylinder “C” dengan cylinder bore gauge. jika pin piston masih sulit dilepas.0020 in) Batas keovalan 0. pergunakan piston pin puller set "4" EAS24390 Piston pin puller set 90890-01304 Piston pin puller YU-01304 MEMERIKSA CYLINDER DAN PISTON 1.2435– 2. dan ambil perhitungan rata-rata.05 mm (0. PERHATIAN Jangan menggunakan pukul besi. Lepas: • Clip pin piston “1”. Diameter/Bore 56.985–57. • Pin piston “2” • Piston “3” ECA13810 CATATAN: Saat melepas ring piston. dari sisi ke sisi dan dari depan ke belakang.

0059 in) f. Pasang: • Ring piston (pada cylinder) CATATAN: Ratakan posisi ring.0026 in) Limit 0.diameter max D 5 atau D 6 (ketirusan) “R” = diameter max D1.030–0. Jika diluar spesifikasi. dengan kepala piston.2427– 2. D3 atau D5 . CATATAN: Sebelum mengukur celah alur ring dan ring piston. dan ring piston. piston.020–0.CYLINDER DAN PISTON “C” = diameter maksimum D1–D2 “T” = diameter max D1 atau D2 .055 mm (0.100 mm (0. bersihkan endapan carbon pada celah alur ring.0018 in) Limit 0. 40 mm (1. Jika diluar spesifikasi.2437 in) d.0012– 0. ganti cylinder. dan ring piston satu set.045 mm (0. Perhitungan kelonggaran piston-ke-cylinder dengan rumus • Kelonggaran piston-ke-cylinder = Diameter cylinder “C” .20 in) adalah titik pengukuran. Ukur: • celah alur ring dengan ring piston diluar spesifikasi → ganti piston dan ring piston satu set.15 mm (0. di dalam cylinder.dikurangi Diameter piston “D” Kelonggaranm piston ke cylinder 0. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2. piston.965–56.diameter max D2. a.0022 in) Limit 0. EAS24430 MEMERIKSA RING PISTON 1. Ukur diameter piston “D” “a” dengan micrometer. c. e. diukur dari bawah piston Piston Diameter D 56. D4 atau D6 (keovalan) b.0 mm (0.100 mm (0.0008–0. ganti piston dan ring piston satu set.990 mm (2.0008– 0. jika diluar spesifikasi ganti cylinder.065 mm (0.020–0. dan ring piston.57 in) 5-25 .0039 in) b. 5.0039 in) Ring kedua/2nd ring celah alur ring 0. Ring piston Ring pertama/Top ring celah alur dan ring 0. satu set.

018 mm (0.25 mm (0.0079–0.0039–0.25 mm (0. Diameter lubang pin piston 14. 2. dan bawah melebihi spesifikasi.995–14.CYLINDER DAN PISTON 3. 5-26 .043 mm (0.5502 in) MEMASANG PISTON DAN CYLINDER 1.5513– 0. jika celah rail ring oli atas.0157 in) Ring oli (rail ring) celah ring (terpasang) 0.0039–0.002–14. Ukur: • Diameter luar pin piston "a" diluar spesifikasi → Ganti pin piston Diameter luar pin piston 13. Periksa: • Pin piston berwarna biru terbakar/ aus → Ganti pin piston dan periksa sistim pelumasan.5512 in) Limit 13.20–0.0001–0.0007 in) Limit 0.5529 in) expander ring oli tidak dapat diukur.002–0. Perhitungan: • Celah pin piston-ke-lubang pin piston diluar spesifikasi → Ganti pin piston.10–0. Ukur: • celah sambungan ring piston diluar spesifikasi → ganti ring piston CATATAN: 3.5510– 0.0157 in) Ring kedua/2nd ring celah ring (terpasang) 0.70 mm (0. ganti ring oli satu set Ring piston Ring pertama/Top ring celah ring (terpasang) 0.0027 in) EAS24450 MEMRIKSA PIN PISTON 1. dan piston satu set • kelonggaran pin piston-ke-lubang pin = diameter lubang pin piston “b” diameter luar pin piston “a” Kelonggaran Pin piston dengan lubang pin piston pada piston 0.40 mm (0.975 mm (0.0098 in) Limit 0.10–0.5517 in) Limit 14.0276 in) EAS24440 4.068 mm (0.000 mm (0.0098 in) Limit 0.40 mm (0. Pasang: • Ring pertama/Top ring “1” • Ring kedua/2nd ring “2” • Expander ring oli “3” • Rail ring oli bawah “4” • Rail ring oli atas “5” CATATAN: Pastikan tulisan yang terdapat pada ring piston. berada pada posisi diatas.013 mm (0. Ukur: • Diameter lubang pin piston “b” diluar spesifikasi → ganti piston.

tutup lubang crankcase dengan kain. A. c.CYLINDER DAN PISTON e 120˚ 120˚ 120˚ a b 90˚ c d 45˚ A 45˚ 2. untuk menghindari melejitnya clip piston ke dalam crankcase. Posisikan sambungan ring: • Sambungan ring 1 5-27 . Lumasi: • Piston • Ring piston • Cylinder (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Oli mesin 4. d. 5. dan masukkan cylinder dengan tangan yang lain • Masukkan rantai timing dan guide rantai timing (sisi pemasukan) pada rongga rantai yang terterdapat pada cylinder body. Pasang: • Pin dowel • Gasket cylinder head Baru • Cylinder “1” CATATAN: 1 a 2 • Tekan ring piston dengan satu tangan. Pasang: • Piston “1” • Pin piston “2” • Clip pin piston Baru CATATAN: a. Ring pertama/Top ring Expander ring oli Rail ring oli atas Rail ring oli bawah Ring kedua/2nd ring sisi lubang buang • Lumasi oli pada apin piston • Pastikan tanda panah “a” pada kepala piston menghadap ke arah lubang pembuangan. b. e. • Sebelum memasang clip piston. 3 Baru 3.

50 ft • lb) Jumlah R. 10 ft • Ib) Nomor R.4 m • kg.2 ft • Ib) LT LT T. lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1 lihat bagian “RANTAI PENGGERAK” hal 4-55.0 m • kg.0 m • kg.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH EAS3C11010 GENERATOR DAN STARTER CLUTCH Melepas generator dan starter clutch 1 2 10 Nm (1. 7.0 m • kg. 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Lepaskan T. 9 10 Nm (1.2 ft • Ib) T. 8 7 Baru 19 E 17 14 16 E 3 E 15 13 10 8 LS Baru 4 6 Baru 18 T. 7. 7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Coupler stator coil Coupler crankshaft position sensor Connector kabel switch netral Baut cap control timing pengapian Baut cap lubang crankshaft Penutup generator Gasket penutup generator Pin dowel Crankshaft position sensor Stator coil Rotor generator 5-28 . (3) 12 R. 20 11 10 Nm (1. Baru (3) E (7) Baru LS 5 14 Nm (1. Komponen yang dilepas Oli mesin Panel sisi kiri Penutup sprocket R. R. E T.0 m • kg. 70 Nm (7.2 ft • Ib) Keterangan Kuras oli mesin lihat bagian “MENGGANTI OLI MESIN” halaman 3-10.

0 m • kg. Untuk pemasangan. 7.2 ft • Ib) T. E T. 50 ft • lb) Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 R.4 m • kg. 10 ft • Ib) Nomor 12 13 14 15 16 17 18 19 20 R.0 m • kg. 5-29 . Komponen yang dilepas Pin pasak Gear starter clutch Bearing Washer As gear starter clutch idle Washer Circlip Gear idle starter clutch Unit starter clutch R.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH Melepas generator dan starter clutch 1 2 10 Nm (1. 20 11 10 Nm (1.0 m • kg. 70 Nm (7. 7. kebalikan dari prosedur melepas. R.0 m • kg. 8 7 Baru 19 E 17 14 16 E 3 E 15 13 10 8 LS Baru 4 6 Baru 18 T. Baru (3) E (7) Baru LS 5 14 Nm (1. 7. 9 10 Nm (1.2 ft • Ib) LT LT T.2 ft • Ib) Keterangan T. (3) 12 R.

Buka: • Baut starter clutch “1” CATATAN: 1 3 • Tahan generator rotor “2” dengan alat sheaveholder “3”. Lepas: • Mur rotor generator “1” • Washer CATATAN: 1 2 • Tahan rotor generator “2” dengan peralatan sheave holder “3”. EAS24570 3 2 CATATAN: Pastikan posisi flywheel puller tepat berada di tengah rotor generator. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok pada rotor generator. kendorkan mur rotor generator.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH EAS24490 MELEPAS GENERATOR 1. Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A 2 2. Flywheel puller 90890-01362 Heavy duty puller YU-33270-B MEMERIKSA STARTER CLUTCH 1. pasang mur crankshaft diantara baut fly wheel puller dan senter as crankshaft. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang ada pada rotor generator. Lepas: • rotor generator “1” (dengan flywheel puller “2”) • Pin pasak ECA13880 1 PERHATIAN Untuk menghindari agar ujung crankshaft tidak rusak. Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A EAS24560 MELEPAS STARTER CLUTCH 1. 5-30 . lepaskan baut starter clutch. Periksa: • Roller starter clutch “1” • Cap per starter clutch “2” • Per starter clutch “3” rusak/aus → Ganti unit starter clutch.

starter clutch dan gear starter clutch harus mengopel.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH 1 2 3 1 2 3 2 1 3 Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A CATATAN: • Tahan rotor generator “2” dengan alat sheave holder “3”. Pasang gear starter clutch “1” pada starter clutch dan tahan rotor generator. 2. jika tidak berputar starter clutch dalam kondisi rusak dan harus diganti. Putar gear starter clutch ke arah kanan "A". Jika gear starter clutch diputar ke arah "B". Periksa: • Idle gear starter clutch • Gear starter clutch Cacat/mengecil/aus/tidak lancar → Ganti komponen yang rusak 3. • Pada saat memasang rotor generator. Periksa: • cara kerja starter clutch a. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 Baru 3 2 a a a EAS24500 A 1 MEMASANG GENERATOR 1. Kencangkan: • Mur rotor generator “1” Mur rotor generator 70 Nm (7. starter clutch harus dalam kondisi bebas berputar. starter clutch dalam kondisi rusak. 5-31 . • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang terdapat pada rotor generator. 4. b. pastikan pin pasak terpasang dengan sempurna pada crankshaft. 10 ft·lb) T.0 m·kg. kencangkan baut starter clutch. dan harus diganti c. Periksa: • Permukaan singgung starter clutch rusak/aus/tidak rata → Ganti starter clutch gear. Pasang: • Pin pasak • Rotor generator • Washer • Mur rotor generator CATATAN: B LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS24600 MEMASANG STARTER CLUTCH 1. T. R. • Kembangkan tiap ujung baut “a” starter clutch. R. Pasang: • Unit starter clutch • Baut starter clutch Baru • Bersihkan sisi ketirusan crankshaft dan lubang hub rotor generator. 50 ft·lb) Baut starter clutch 14 Nm (1. 2. jika tidak terkoplel.4 m·kg.

dan berurutan seperti pada gambar. R. 5-32 .10 9 1 3 2 3. Sheave holder 90890-01701 Primary clutch holder YS-01880-A 1.0 m·kg. Yamaha bond No.6 5 7 8 4 3. Pasang: • Penutup generator Baut penutup generator 10 Nm (1. kencangkan mur rotor generator. 1215 90890-85505 (Three Bond No.1215®) 4. 7. Lumasi: • Lem/Sealant (pada gromet kabel unit crankshaft positionsensor/stator).11 2. T.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan baut tutup generator dengan pola silang.GENERATOR DAN STARTER CLUTCH CATATAN: • Tahan rotor generator “2” dengan alat sheave sheave holder “3”. • Jangan sampai sheave holder menyentuh nok yang terdapat pada rotor generator.

2 ft • Ib) T. 2 1 Nomor 1 2 Komponen yang dilepas Motor starter Kabel motor starter Jumlah 1 1 Lepaskan Keterangan Untuk pemasangan.STARTER LISTRIK EAS24780 STARTER LISTRIK Melepas motor starter 10 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas. 7.0 m • kg. 5-33 . R.

STARTER LISTRIK Membongkar motor starter 1 Baru 6 LS 5 7 3 Baru 4 2 7 6 Order 1 2 3 4 5 6 7 O-ring Job/Parts to remove Q’ty 1 1 1 1 1 2 2 Remarks Yoke motor starter O-ring Commutator Penutup depan motor starter /holder brush Sikat/Brush Per sikat/Brush Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas. 5-34 .

STARTER LISTRIK EAS3C11011 MEMBONGKAR MOTOR STARTER 1.05 in) LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. Ukur: • Kedalaman alur /Mica undercut “a” diluar spesifikasi → perdalam alur comutator. Ukur tahanan unit armature dengan alat pocket tester. Ukur: • Diameter commutator “a” diluar spesifikasi → Ganti motor starter Limit 16. Periksa • Commutator Kotor→ bersihkan dengan amplas 2. Ukur: • Panjang sikat/brush “a” di luar spesifikasi → Ganti sikat/brush Limit 3. perhatikan tanda penepatan “a” yang terdapat pada yoke motor starter dan penutup depan motor starter 1 2 4.65 in) a. Lepas: • Yoke motor starter “1” • Penutup depan motor starter/holder brush “2” CATATAN: CATATAN: Kedalaman alur/mica undercut.0385 Ω pada 20 °C (68 °F) Tahanan Insulation “2” sekitar 1 MΩ pada 20 °C (68 °F) b. Sebelum membongkar motor starter. dengan patahan gergaji Kedalaman alur/Mica undercut 1.35 mm (0.14 in) 5-35 . Jika diluar spesifikasi.0315–0. a 3. Ukur: • Tahanan unit Armature (commutator dan insulation) diluar spesifikasi → Ganti motor starter a EAS24790 MEMERIKSA MOTOR STARTER 1. harus dijaga untuk mejamin kerja commutator. ganti motor starter.50 mm (0.6 mm (0. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Armature coil Tahanan commutator “1” 0.

88 N (14. Periksa: • Gigi gear rusak/aus → Ganti gear.17 oz) (400–600 gf) 7. Pasang: • Penutup depan motor starter /holder brush set “1” • Yoke motor starter “2” CATATAN: Tepatkan tanda garis “a” pada yoke motor starter dan penutup depan motor starter/ holder brush seperti sebelum dibongkar. 8. Ukur: • Tekanan per brush/sikat diluar spesifikasi → Ganti per sikat/ brush satu set.11–21. Periksa: • Bearing • Seal oli Rusak/aus → Ganti penutup depan motor starter /holder brush satu set. 1 2 a 5-36 .STARTER LISTRIK 6. EAS24800 MERAKIT MOTOR STARTER 1.92–5. Tekanan per/brush 3.

R.8 m • kg.9 m • kg.2 ft • Ib) Keterangan T. 20 ft • Ib) T.KOPLING EAS25061 KOPLING Melepas penutup kopling 9 Nm (0. kebalikan dari prosedur melepas. R. 1 5 28 Nm (2.5 ft • Ib) T. R. Komponen yang dilepas Oli mesin Kuras oli mesin lihat bagian “MENGGANTI OLI MESIN” halaman 3-10. (6) 10 Nm (1. Nomor T. R. 2 3 4 5 6 7 8 9 Tuas starter Penutup filter oli Filter oli Stopper tuas starter Penutup kopling Gasket penutup kopling Pin dowel Seal oli 5-37 . 7. 8 Baru 7 Baru 9 2 E 8 9 Baru 6 3 LS 4 Baru LS (4) T. 36 ft • Ib) 10 Nm (1. 1 1 1 1 1 1 2 2 Untuk pemasangan.2 ft • Ib) Jumlah 50 Nm (5. R.0 m • kg.0 m • kg. 6.0 m • kg. 7.

2 m • kg.0 m • kg. 50 ft • lb) T. 3 4 5 1 8 (4) (4) 8 7 2 8 7 8 10 7 13 6 12 11 9 15 18 16 17 E E Komponen yang dilepas Mur pengunci Per kopling Plat tekan Batang penekan pendek tuas kopling Holder batang penekan kopling Bola/ball Kampas kopling 1 Plat kopling Kampas kopling 2 Kampas kopling 3 (Hijau) Per damper kopling Dudukan per dumper kopling Mur clutch boss Washer pengunci Clutch boss Thrust washer Rumah kopling Jumlah 1 4 1 1 1 1 3 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 keterangan 5-38 . R. 8. R. 5.8 m • kg. R.KOPLING Melepas kopling 70 Nm (7.7 ft • Ib) 8 Nm (0.8 ft • Ib) E T. 12 Nm (1. 14 Baru Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 T.

8 ft • Ib) E T. R. 8. kebalikan dari prosedur melepas. 5-39 .0 m • kg.8 m • kg. R. 50 ft • lb) T.KOPLING Melepas kopling 70 Nm (7. 12 Nm (1. R. 5. 14 Baru Nomor 18 T.2 m • kg. 3 4 5 1 8 (4) (4) 8 7 2 8 7 8 10 7 13 6 12 11 9 15 18 16 17 E E Komponen yang dilepas Conical spring washer Jumlah 1 keterangan Untuk pemasangan.7 ft • Ib) 8 Nm (0.

1 2 3 4 5 Tuas penekan kopling/Clutch push lever Per tuas penekan kopling Circlip Seal oli Bearing 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas 5-40 .KOPLING Melepas tuas penekan 1 E 2 3 Baru E LS 4 Baru 5 Nomor Komponen yang dilepas Rumah kopling Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.

CATATAN: a A. Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 A B 1 2 3 C EAS25100 MEMERIKSA KAMPAS KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini. Periksa: • Kampas kopling Tipis/aus → Ganti kampas kopling satu set. EAS25110 Kampas kopling 1 Kampas kopling 2 kampas kopling 3 (Hijau) Posisi cat warna hijau Ukur ketebalan kampas pada empat posisi Ketebalan kampas kopling 1 2.122 in) Batas ketipisan 2. Thickness gauge 90890-03180 Feeler gauge set YU-26900-9 5-41 . Periksa: • Plat kopling rusak/aus → Ganti plat kopling satu set 2. Kendorkan: • Mur clutch boss “1” CATATAN: Tahan clutch boss “2” dengan alat universal clutch holder “3”. Ukur: • Ketebalan kampas kopling diluar spesifikasi → Ganti kampas kopling satu set. 1. untuk memeriksa plat kopling.114–0. Ukur: • Kelurusan plat kopling (dengan meja datar dan thickness gauge “1”) diluar spesifikasi → ganti plat kopling satu set.80 mm (0.KOPLING EAS25070 MELEPAS KOPLING 1. untuk memeriksa kampas kopling.114–0. B.80 mm (0.10 mm (0.110 in) MEMERIKSA PLAT KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini. Luruskan washer pengunci 2.90–3.90–3.122 in) Batas ketipisan 2.10 mm (0.80 mm (0. a.122 in) Batas ketipisan 2. buka mur clutch boss. C.10 mm (0.110 in) Ketebalan kampas kopling 3 2. 2.114–0.90–3. 1.110 in) Ketebalan kampas kopling 2 2.

069 in) Batas kebengkokan 0.45 in) MEMERIKSA CLUTCH BOSS 1. Periksa: • Bearing rusak/aus → Ganti bearing dan rumah kopling. 5-42 . Ukur: • Panjang bebas per kopling “a” diluar spesifikasi → ganti per kopling satu set. 1.45–1. CATATAN: Tidak ratanya alur clutch boss akan berakibat kerja kampas kopling tidak lancar. 2.0079 in) 2. Periksa: • Alur rumah kopling/Clutch housing dogs “1” Rusak/tidak rata/aus → ratakan permukaan alur atau ganti rumah kopling. CATATAN: MEMERIKSA TUAS PENEKAN KOPLING DAN BATANG PENDEK PENEKAN KOPLING 1.KOPLING Ketebalan plat kopling 1.057–0. Periksa: • Per kopling rusak/patah → ganti per kopling satu set. akan berakibat kerja kampas kopling tidak lancar. MEMERIKSA GEAR PRIMARY DRIVE 1.20 mm (0. untuk memeriksa per kopling. Periksa: • Alur Clutch boss rusak/bergelombang/aus → Ganti clutch boss.80 mm (1.74 mm (1. EAS25170 MEMERIKSA PLAT TEKAN 1. Lepas: • Gear primary drive lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55.53 in) Panjang minimum 36. EAS25160 EAS25140 MEMERIKSA PER KOPLING Ikuti prosedur dibawah ini. Periksa: • Tuas penekan kopling • Batang pendek penekan kopling rusak/aus → Ganti komponen yang rusak EAS25200 Tidak ratanya alur rumah kopling.75 mm (0. Periksa: • Plat tekan retak/rusak → Ganti EAS3C11013 EAS25150 MEMERIKSA RUMAH KOPLING 1. Panjang bebas per kopling 38.

1 CATATAN: Tahan clutch boss “2” dengan alat universal clutch holder “3”. Kencangkan: • Mur clutch boss “1” Mur clutch boss 70 Nm (7. Pasang: • Clutch boss “1” • Washer pengunci“2” Baru • Mur clutch boss CATATAN: 1 • Lumasi ulir mur clutch boss dan permukaan washer pengunci dengan oli mesin. 3.0 m·kg. EAS25210 CATATAN: Pastikan sudut tajam thrust washer "a" pada posisi berlawanan dengan sisi clutch boss. Universal clutch holder 90890-04086 YM-91042 2. Baru 2 b EAS25240 1 MEMASANG KOPLING 1. 50 ft·lb) Pasang conical spring washer dengan posisi seperti pada gambar illustrasi T. 1 a MEMRIKSA GEAR PRIMARY DRIVEN 1. 3. Periksa: • Gear primary driven“1” rusak/aus → ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set Timbul suara "Noise" saat berjalan → Ganti Gear primary drive dan rumah kopling satu set. Periksa: • Gear primary drive Rusak/aus → Ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set. Pasang: • Gera primary drive lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. dan kencangkan mur clutch boss. Pasang: • Rumahn kopling • Thrust washer “1” R.KOPLING 2. • Tepatkan alur “a” washer pengunci pada tulangan “b” yang terdapat pada clutch boss. 5-43 . Timbul suara " noise" pada saat jalan → Ganti gear primary drive dan rumah kopling satu set. Pasang: • Conical spring washer “1” CATATAN: a 4.

Mur pengunci (setelan kopling) 8 Nm (0. ke sisi mur. Bengkokan washer pengunci. R. 5. 8. Lumasi: • Kampas kopling • Plat kopling (dengan pelumas yang disarankan) Pelumas yang disarankan Oli mesin 7. R. 6. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM a b 1 c • Pasang clutch damper spring seat dan clutch damper spring seperti pada gambar ilustrasi • Pertama. • Dengan tuas kopling ditekan ke arah "c". 3 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5-44 . putar baut penyetel “3” kedalam atau keluar hingga nok “a” tepat dengan nok "b".8 m·kg.8 ft·lb) T. dan selanjutnya bergantian antara plat kopling.2 m·kg.KOPLING 2 1 2 3 1 5. Pasang: • Clutch damper spring seat “1” • Clutch damper spring “2” • Kampas kopling 2 • Plat kopling • Kampas kopling 1 CATATAN: 9. Periksa posisi nok “a” yang terdapat pada tuas “1” tepatkan dengan nok “b” yang ada pada crankcase seperti gambar dibawah. Pasang: • Plat tekan • Per kopling “1” • Baut per kopling “2” Baut per kopling 12 Nm (1.7 ft·lb) 2 CATATAN: Kencangkan baut per kopling. dan kampas 12 b. 8. dengan menekan tuas kopling ke arah “c” hingga terhenti. Setel: • Gerak bebas mekanisme kopling a. dan kencangkan mur pengunci setelan kopling sesuai spesifikasi. • Tahan baut penyetel. tepatkan dengan tahapan sbb : • Kendorkan mur pengunci setelan kopling “2”. Jika nok “a” tidak tepat dengan nok “b”. dengan pola silang seperti pada gambar T. pasang kampas kopling. pada sisi yang panjang.

2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan baut penutup kopling.9 mm (0.KOPLING 10. dengan pola silang dan urutan pengencangan seperti gambar. 6 1.Pasang: • Tuas kickstarter “1” T.0 m·kg.12 3.075 in) kedalaman pemasangan seal “b” 0. R.4–1.035 in) CATATAN: Pasang tuas kickstarter serapat mungkin dengan penutup kopling. 1 a 1 a 13. dan pastikan tuas kick starter tidak menyentuh rumah kopling “a” .13 8 9 9 10 11 5-45 .7 5 4 2. 2 b 11.Pasang: • Seal oli “1” • Seal oli “2” kedalaman pemasangan seal “a” 1.9 mm (0. 12.Setel: • Gerak bebas kabel kopling lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL KOPLING” halaman 3-11.016–0.Pasang: • Penutup kopling Baut penutup kopling 10 Nm (1.055–0. 7.4–0.

7 ft • Ib) Nomor T. R. kebalikan dari prosedur melepas. Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.2 m • kg.KICKSTARTER EAS24820 KICKSTARTER Melepas kickstarter 12 Nm (1. 5-46 . 8. LT LT 7 LT E 5 Baru 4 3 2 1 Baru E 6 Komponen yang dilepas Rumah kopling 1 2 3 4 5 6 7 Circlip Washer Idle gear kickstarter Washer Circlip Unit kickstarter Guide gear ratchet 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan.

KICKSTARTER Membongkar kickstarter 1 2 11 3 4 5 Baru 6 M 8 10 9 M 7 Baru Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Komponen yang dilepas Spacer Per kickstarter Washer Gear kickstarter Washer Circlip Circlip Washer Per/Spring Gear ratchet As kickstarter Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas. 5-47 .

Pasang: • As kickstarter “1” • Gear ratchet “2” CATATAN: Tepatkan tanda titik “a” pada as kickstarter dengan tanda titik “b” pada ratchet gear.KICKSTARTER EAS24850 MEMERIKSA KICKSTARTER 1. 1 2 a EAS24880 MEMASANG KICKSTARTER 1. Pasang: • Washer “1” • Circlip “2” CATATAN: Pastikan sudut yang tajam dari clip “a” pada posisi yang berlawanan dengan sisi washer dan gear. 1 a 2 b 2. dan masukan ujung per pada lubang “a” yang ada pada crankcase. Periksa: • Gear ratchet • Idle gear kickstarter • Gear kickstarter Rusak/Aus → Ganti komponen yang rusak 2. Pasang: • As kickstarter • Per kickstarter “1” 5-48 . Periksa: • Per kickstarter Rusak/Patah → Ganti EAS3C11012 CATATAN: Putar ujung per kickstarter ke kanan. a 1 MERAKIT KICKSTARTER 1.

R.0 m • kg. Komponen yang dilepas Rumah kopling Gear primary drive /Gear balancer drive Jumlah 1 2 3 Plat baffle oli Unit pompa oli Gear drive pompa oli 1 1 1 Untuk pemasangan. lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55. kebalikan dari prosedur melepas.2 ft • Ib) Keterangan lihat bagian "KOPLING” halaman 5-37.POMPA OLI EAS24911 POMPA OLI Melepas pompa oli 3 4 Nm (0. T.4 m • kg. 2 1 LT LT 10 Nm (1. 2. R. 7. 5-49 .9 ft • Ib) Nomor T.

5-50 . kebalikan dari prosedur melepas.POMPA OLI Membongkar pompa oli 2 6 5 4 3 E 1 E Nomor 1 2 3 4 5 6 Komponen yang dilepas Penutup rumah pompa oli Pin Gear driven pompa oli Inner rotor pompa oli Outer rotor pompa oli Rumah pompa oli Jumlah 1 1 1 1 1 1 keterangan Untuk pemasangan.

15 mm (0.0091 in) kelonggaran Outer-rotor-kerumah pompa oli 0.0059 in) Limit 0.0024–0. Outer rotor 3. Periksa: • cara kerja pompa oli Putaran berat → ulangi tahap (1) dan (2) atau ganti komponen yang rusak. tepatkan pin pada as pompa oli "2".0051–0. 5-51 . dengan alur “a” yang terdapat pada inner rotor “1”.0043 in) Limit 0. Ukur: • Kelonggaran Inner-rotor-ke-outer-rotor “a” • Kelonggaran Outer-rotor-ke-rumah pompa oli “b” • Kelonggaran rumah pompa oli-ke-inner-rotorouter rotor “c” diluar spesifikasi → Ganti pompa oli kelonggaran Inner-rotor-ke-outer rotor tip kurang dari 0.06–0. Inner rotor 2.11 mm (0. Pasang: • Outer rotor pompa oli • Inner rotor pompa oli “1” • Driven gear pompa oli • Pin “2” CATATAN: Pada saat memasang inner rotor.0071 in) Limit 0. EAS25000 MERAKIT POMPA OLI 1.0071 in) 3. Lumasi: • Inner rotor pompa oli • Outer rotor pompa oli • Driven gear pompa oli (dengan pelumas yang disarankan) 1. 2.0098 in) kelonggaran rumah pompa oli ke inner-rotor dan outer-rotor 0.18 mm (0.25 mm (0.18 mm (0.POMPA OLI EAS24960 MEMERIKSA POMPA OLI 1. Periksa: • Drive gear pompa oli • Driven gear pompa oli • Rumah pompa oli • Penutup rumah pompa oli retak/rusak/aus → Ganti komponen yang rusak.13–0.23 mm (0. Rumah pompa oli Pelumas yang disarankan Oli mesin 2.

R. pastikan pompa oli berputar dengan lancar. Pasang: • Unit pompa oli Baut unit pompa oli 4 Nm (0.POMPA OLI 1 2 a 3. T.4 ft·lb) ECA3C11021 PERHATIAN: Setelah mengencangkan baut unit pompa oli. 2. 5-52 . Periksa: • Cara kerja pompa oli lihat bagian “MEMERIKSA POMPA OLI” halaman 5-51. EAS25020 MEMASANG POMPA OLI 1.4 m·kg.

5-53 . lihat bagian “MELEPAS MESIN” hal 5-1.AS PEMINDAH GIGI EAS25410 AS PEMINDAH GIGI Melepas as pemindah gigi dan tuas stopper 6 LS Baru 2 E 3 LT 4 5 1 10 Nm (1. R. Nomor Komponen yang dilepas Rumah kopling Lengan pemindah/Shift arm Jumlah Keterangan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37.2 ft • Ib) T.0 m • kg. kebalikan dari prosedur melepas. 1 2 3 4 5 6 As pemindah gigi/Shift shaft Circlip Per as pemindah gigi Tuas stopper Per tuas stopper Seal oli 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan . 7.

• Tepatkan stopper lever dengan unit shift drum segment. Pasang: • Tuas stopper “1” • Per tuas stopper “2” CATATAN: • Kaitkan ujung per tuas stoper pada lubang tuas stoper.AS PEMINDAH GIGI EAS25420 MEMERIKSA AS PEMINDAH GIGI 1. • Per tuas stopper rusak/aus → Ganti EAS25450 MEMASANG AS PEMINDAH GIGI 1. Periksa: • As pemindah gigi/Shift shaft Bengkok/rusak/aus → Ganti • Per as pemindah gigi rusak/aus/patah → Ganti EAS25430 MEMERIKSA TUAS STOPPER 1. 3 2 1 2. dan crankcase boss “3”. 2 1 5-54 . Pasang: • As pemindah gigi/Shift shaft “1” CATATAN: Masukan ujung per shift shaft pada stopper "2". Periksa: • Tuas stopper bengkok/rusak → ganti roller tidak berputar lancar → Ganti tuas stoper set.

5-55 . 8 T.GEAR BALANCER EAS3C11017 GEAR BALANCER Melepas gear primary drive dan gear balancer 6 5 13 4 3 1 60 Nm (6. Nomor 10 11 12 13 14 R. R. 36 ft • Ib) T. 7 Baru 2 komponen yang dilepas Rumah kopling 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Mur gear primary drive Mur gear balancer driven Washer Gear primary drive Gear balancer drive Pasak Washer pengunci Plat gear balancer driven 1 Gear balancer driven Buffer boss Per/spring Pin dowel Pasak Plat gear balancer driven 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 2 1 1 Jumlah keterangan lihat bagian "KOPLING” halaman 5-37.0 m • kg. 43 ft • Ib) E 15 10 14 9 12 11 50 Nm (5.0 m • kg.

Keterangan 5-56 .0 m • kg. Nomor 15 R. 7 Baru 2 Komponen yang dilepas Spacer Jumlah 1 Untuk pemasangan. kebalikan dari prosedur melepas.0 m • kg. 43 ft • Ib) E 15 10 14 9 12 11 50 Nm (5. 8 T.GEAR BALANCER Melepas gear primary drive dan gear balancer 6 5 13 4 3 1 60 Nm (6. 36 ft • Ib) T. R.

Pasang: • Pin dowel “1” • Per/Springs “2” (pada buffer boss) CATATAN: Tempatkan plat aluminum “a” diantara balancer drive gear “2” dan balancer driven gear “3”. 2 a 1 1 3 b EAS3C11019 EAS3C11021 a 2 MEMERIKSA GEAR BALANCER DAN GEAR PRIMARY DRIVE 1. Tepatkan titik “a” pada buffer boss dengan tanda titik “b” yang terdapat pada gear balancer driven. Luruskan lipatan washer pengunci. Pasang: • Gear balancer driven “1” • Washer pengunci Baru • Gear balancer drive “2” • Gear primary drive • Washer “3” • Mur gear balancer driven • Mur gear primary drive CATATAN: • Tepatkan tanda titik “a” pada gear balancer drive “2” dengan tanda titik “b” pada gear balancer driven “1”. MEMASANG GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER 1. dan lepaskan mur gear balancer driven. Pasang: • Buffer boss “1” • Gear balancer driven “2” CATATAN: Tempatkan plat aluminum “a” diantara balancer drive gear “2” dan balancer driven gear “3”. Kendorkan: • Mur gear primary drive “1” CATATAN: MEMASANG GEAR BALANCER DRIVEN 1. Periksa: • Gear balancer drive • Gear balancer driven • Buffer boss • Per/Spring • Pin dowel rerak/rusak/aus → Ganti 2. Pasang pin dowel dan per secara berselang seperti pada gambar. Periksa: • Gear primary drive lihat bagian “MEMRIKSA GEAR PRIMARY DRIVE” halaman 5-42. 3. 5-57 .GEAR BALANCER EAS3C11018 EAS3C11020 MELEPAS GEAR PRIMARY DRIVE DAN GEAR BALANCER 1. 2 3 1 a 2. Kendorkan: • Mur gear balancer driven “1” CATATAN: 1 2 2. dan lepaskan mur gear primary.

GEAR BALANCER • Pastikan sudut yang tajam dari washer “c” pada posisi yang berhadapan dengan sisi gear primary drive. R. 43 ft·lb) CATATAN: • Tempatkan plat aluminum “a” diantara gear balancer drive “3” dan gear balancer driven “4”.0 m·kg. dan kencangkan mur gear primary drive. 1 a 5-58 . 3 4 T. dan kencangkan mur gear balancer driven. Kencangkan: • Mur gear balancer driven “1” • Mur gear primary drive “2” Mur gear balancer driven 50 Nm (5. • Tempatkan plat aluminium “b” diantara gear balancer drive “3” dan gear balancer driven “4”. Bengkokan washer pengunci. 36 ft·lb) Mur gear primary drive 60 Nm (6. pada bagian sisi yang rata pada mur. 3 b 2 1 2 1 4 a b 3.0 m·kg. 3 c 2.

0 m • kg.CRANKCASE EAS25540 CRANKCASE Memisahkan crankcase 10 Nm (1. lihat bagian “STARTER LISTRIK" halaman 5-33.2 ft • Ib) T. 7. lihat bagian “CYLINDER HEAD” halaman 5-6. lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. 14 ft • Ib) 10 Nm (1. T. R. Komponen yang dilepas Cylinder head Cylinder/Piston Rumah kopling Unit pompa oli As pemindah gigi/Shift shaft Unit Kickstarter Motor starter Gear balancer Rotor generator 1 2 3 4 Guide rantai timing (sisi pemasukan) Penutup rantai Rantai timing Baut penguras oli mesin T. 7. 10 9 2 6 5 Baru LS 3 1 9 7 4 Baru 32 Nm (3. R.0 m • kg. 7.0 m • kg.2 ft • Ib) 8 10 Nm (1.2 ft • Ib) R. lihat bagian “GEAR BALANCER ” hal 5-55.2 m • kg. lihat hbagian “GENERATOR DAN STARTER CLUTCH” halaman 5-28. lihat bagian “AS PEMINDAH GIGI” hal 5-53. R.0 m • kg. lihat bagian “CYLINDER DAN PISTON” halaman 5-23. R.2 ft • Ib) Keterangan lihat bagian “MELEPAS MESIN” halaman 5-1. lihat bagian “KICKSTARTER” halaman 5-46. Nomor Mesin T. Jumlah 5-59 .0 m • kg. 1 1 1 1 T. R. 23 ft • Ib) 20 Nm (2. 10 Nm (1. T. 7. lihat bagian “POMPA OLI” halaman 5-49.

2 ft • Ib) R. 23 ft • Ib) 20 Nm (2.2 ft • Ib) 8 10 Nm (1. 7.2 m • kg. R.2 ft • Ib) Keterangan T. R. 7. T. 14 ft • Ib) 10 Nm (1. R. 5-60 .2 ft • Ib) T.0 m • kg. R.CRANKCASE Memisahkan crankcase 10 Nm (1. 10 9 2 6 5 Baru LS 3 1 9 7 4 Baru 32 Nm (3.0 m • kg. 7.0 m • kg.0 m • kg. 7. kebalikan dari prosedur melepas. Nomor 5 6 7 8 9 10 T. 10 Nm (1. R.0 m • kg. T. Jumlah 1 1 1 1 2 1 Untuk pemasangan. Komponen yang dilepas Per/spring Saringan oli mesin Switch neutral Crankcase kanan Pin dowel Crankcase kiri T.

5-61 .7 m • kg. R.1 ft • Ib) E T. kebalikan dari prosedur melepas. 3 2 3 3 3 3 LT 1 3 E LS Nomor Komponen yang dilepas Crankshaft/Balancer Transmisi Jumlah Keterangan lihat bagian “CRANKSHAFT” halaman 5-64. lihat bagian “TRANSMISI” halaman 5-67.CRANKCASE Melepas seal oli dan bearing 3 E 7 Nm (0. 1 2 3 Seal oli Retainer bearing Bearing 1 1 7 Untuk pemasangan. 5.

Periksa: • Guide rantai timing (sisi masuk) rusak/aus → Ganti EAS3C11034 1 PERIKSA SARINGAN OLI/OIL STRAINER 1. Periksa: • Bearing Bersihkan dan lumasi bearing. Periksa: • Rantai timing rusak/kaku → Ganti rantai timing satu set dengan sprocket camshaft. Rendam crankcase pada cairan pembersih. Crankcase kiri B. Pukul pada bagian tonjolan yang terdapat pada crankcase. dan urutan seperti pada gambar A Pukul salah satu sisi crankcase dengan hammer plastik. Periksa: • Saringan oli/oil strainer rusak/sobek → ganti Kontaminasi → bersihkan dengan pembersih 3.15 MEMERIKSA CRANKCASE 1. 2. hati-hati dan pastikan crankcase terpisah dengan mudah. 3.13 A. Putar: • Posisi segment shift drum CATATAN: Putar segment shift drum “1” seperti pada posisi gambar ilustrasi. Lepas: • Baut crankcase CATATAN: PERHATIAN: Kendorkan semua baut dengan 1/4 putaran. Crankcase kanan 4. 5-62 . Periksa: • Crankcase retak/rusak → Ganti • Aliran oli pada crankcase tersumbat → tiup dengan udara bertekanan. 11 12 3. 2 EAS25580 1 B 10. 2. selanjutnya putar inner race dengan jari. jangan pada bagian permukaan sambungan. pada posisi ini. dengan pola silang.CRANKCASE EAS3C11032 ECA13900 MEMISAHKAN CRANKCASE 1.14 2. Bersihkan gasket cair yang terdapat pada permukaan sambungan crankcase. EAS3C11033 9 8 7 6 5 MEMERIKSA RANTAI TIMING DAN GUIDE RANTAI TIMING 1. Lepaskan: • Crankcase kanan EAS3C11014 MEMERIKSA BEARING DAN SEAL OLI 1. segment shift drum tidak menyentuh crankcase pada saat crankcase dipisahkan.

1 ft·lb) LOCTITE® 4. Crankcase kiri B. Pasang : • Crankcase kanan CATATAN: MEMASANG RETAINER BEARING 1.1215®) CATATAN: Jangan sampai gasket cair/ sealant masuk kedalam jalur saluran oli. R.13 B 7 8 9 10 2.. 1. T. • M6 × 70 mm : “7–9”. Bersihkan dengan sempurna gasket cair yang menempel pada permukaan sambungan. 2. “15” • M6 × 45 mm : “1–5”. Pasang: • Baut crankcase 1 EAS25700 MEMASANG CRANKCASE 1. Pasang: • Retainer bearing “1” CATATAN: Putar segment shift drum “1” pada posisi seperti gambar ilustrasi. • Pasang retainer bearing “1” dengan tanda "OUT" “a” menghadap keluar.6 5 4 3.2 ft·lb) CATATAN: Kencangkan semua baut dengan 1/4 putaran. 7. a 1 Baut crankcase 10 Nm (1. pada posisi ini. R.0 m·kg. pada saat crankcase dirakit. Baut retainer bearing 7 Nm (0. • Lumasi locking agent (LOCTITE®) pada bagian ulir baut retainer bearing. “11” • M6 × 55 mm : “14”. segment shift drum tidak menyentuh crankcase. 1215 90890-85505 (Three Bond No. “10” A T. dengan urutan pengencangan.7 m·kg. seperti gambar. Crankcase kanan 5-63 .CRANKCASE Putaran tidak lancar → Ganti • Seal oli rusak/bocor → Ganti EAS3C11015 3. Oleskan: • Gasket cair/Sealant (pada permukaan sambungan crankcase) Yamaha bond No. 5.12 11 14 15 A.

5-64 . kebalikan dari prosedur melepas.CRANKSHAFT EAS25960 CRANKSHAFT Melepas crankshaft dan balancer 2 E E LS 1 Baru LS Baru Nomor Komponen yang dilepas Crankcase Jumlah Keterangan Memisahkan lihat bagian “CRANKCASE” halaman 5-59. 1 2 Balancer Crankshaft 1 1 Untuk pemasangan.

crankshaft installer bolt “3”. Pasang: • Crankshaft “1” CATATAN: Pasang crankshaft dengan crankshaft installer pot “2”.0012 in) MEMASANG CRANKSHAFT 1. ECA3C11022 PERHATIAN • Untuk menghindari agar ujung crankshaft. 5-65 . Ukur: • Lebar crankshaft diluar spesifikasi → Ganti crankshaft. Lebar A 47. • Bearing retak/rusak/longgar → Ganti crankshaft.CRANKSHAFT EAS3C11016 MELEPAS CRANKSHAFT 1.888–1. atau keduanya. Periksa: • Sprocket crankshaft rusak/aus → Gantie crankshaft. 5. Kelonggaran samping big end D 0. berikan socket diantara baut crankcase separating tool dan ujung crankhaft. • Pastikan crankcase separating tool pada posisi senter dengan crankshaft. Periksa: • Kelurusan crankshaft diluar spesifikasi → Ganti crankshaft. tidak rusak.030 mm (0. • Jalur aliran oli crankshaft tersumbat → tiup dengan udara bertekanan EAS3C11036 2 1 EAS3C11035 MEMERIKSA CRANKSHAFT 1.890 in) 4.0161 in) 3. Crankcase separating tool 90890-01135 Crankcase separator YU-01135-B 2.110–0. bearing. adapter (M12) “4” dan spacer (crankshaft installer) “5”. • Jangan menarik crankshaft.95–48. CATATAN: Putar crankshaft secara perlahan Batas kebengkokan C 0.0043–0. Lepas: • Crankshaft “1” CATATAN: • Lepas crankshaft dari crankcase dengan crankcase separating tool “2”. Periksa: • Kelonggaran samping big end diluar spesifikasi → Ganti crankshaft. Periksa: • Lajur as crankshaft retask/aus → Ganti crankshaft.410 mm (0.00 mm (1.

dengan gemuk lithium-soap-based dan tiap bearing dengan oli mesin. Putar baut crankshaft installer hingga crankshaft masuk ke dalam crankcase dengan penuh. lumasi seal oli. dan putar baut crankshaft installer dengan tangan yang lain. 5-66 .CRANKSHAFT Crankshaft installer pot 90890-01274 Installing pot YU-90058 Crankshaft installer bolt 90890-01275 Bolt YU-90060 Adapter (M12) 90890-01278 Adapter #3 YU-90063 Spacer (crankshaft installer) 90890-04081 Pot spacer YM-91044 1 2 4 5 ECA13970 3 PERHATIAN Untuk menghindari baret pada crankshaft dan mempermudah pemasangan . CATATAN: Tahan connecting rod pada posisi titik mati atas (TMA) dengan satu tangan.

TRANSMISI EAS26241 TRANSMISI Melepas transmisi. kebalikan dari prosedur melepas. dan shift forks 7 4 8 E 9 6 E E 5 E 2 1 3 E 2 Nomor Komponen yang dilepas Crankcase Jumlah Keterangan Memisahkan lihat bagian “CRANKCASE” halaman 5-59. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Guide bar shift fork Per/Spring Unit shift drum Shift fork-(kanan) Shift fork-(tengah) Shift fork-(kiri) Unit drive axle Unit Main axle Batang penekan (panjang) 1 2 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan. unit shift drum. 5-67 .

TRANSMISI Membongkar main axle M 6 5 4 3 Baru 2 1 M Nomor 1 2 3 4 5 6 Komponen yang dilepas 2nd pinion gear 3rd/4th pinion gear Circlip Toothed washer 5th pinion gear Main axle/1st pinion gear Jumlah 1 1 1 1 1 1 keterangan Untuk pemasangan. 5-68 . kebalikan dari prosedur melepas.

5-69 . kebalikan dari prosedur melepas.TRANSMISI Membongkar drive axle 4 5 6 7 8 Baru 9 10 11 12 M M 3 2 1 M M Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Komponen yang dilepas Washer 2nd wheel gear Dog clutch Washer 1st wheel gear Spacer 5th wheel gear Circlip Toothed washer 4th wheel gear 3rd wheel gear Drive axle Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.

MEMERIKSA UNIT SHIFT DRUM 1. Ukur: • Kelurusan main axle (dengan alignment dan dial gauge “1”) diluar spesifikasi → Ganti main axle. EWA12840 EAS26290 PERINGATAN Jangan meluruskan shift fork guide bar yang bengkok. 1.0012 in) 5-70 .03 mm (0. untuk memeriksa shift forks.0012 in) 3. Kelurusan drive axle 0. Periksa: • Shift fork cam follower “1” • Shift fork pawl “2” Bengkok/rusak/baret/aus → ganti shift fork. Kelurusan Main axle 0.03 mm (0. • Segment shift drum “1” rusak/aus → ganti unit shift drum• Bearing shift drum “2” Rusak/macet → Ganti unit shift drum 2. 2.TRANSMISI EAS26260 EAS26270 MEMERIKSA SHIFT FORKS Ikuti prosedur dibawah ini. MEMERIKSA TRANSMISI 1. Periksa: • Shift fork guide bar Gelindingkan shift fork guide bar pada meja datar Bengkok → Ganti. Ukur: • Kelurusan drive axle (dengan alignment dan dial gauge “1”) diluar spesifikasi → Ganti drive axle. Periksa: • Pergerakan shift fork (masukan as ke shift fork guide bar) pergerkan tidak lancar → Ganti shift forks dan shift fork guide bar satu set. Periksa: • Alur shift drum retak/tidak rata/aus → Ganti unit shift drum.

• Pastikan sudut yang tajam "a" dari circlip. b Baru 2 a 1 c EAS26320 4. Ukur: • Kelurusan batang penekan diluar spesifikasi → Ganti batang penekan kopling. • Pastikan sambungan ujung circlip “b” pada alur as “c”.500 mm (0. “C”. EAS25190 MEMASANG SHIFT FORKS DAN UNIT SHIFT DRUM 1.TRANSMISI EAS29020 MERAKIT MAIN AXLE DAN DRIVE AXLE 1. Periksa: • Transmisi Pergerakan tidak lancar → perbaiki 4 5-71 . Periksa: • Gear transmisi Berwarna biru terbakar/mengecil/aus → Ganti gear yang bermasalah. Batas kebengkokan : 0. • Transmission gear dogs Retrak/rusak/oval → Ganti komponen yang rusak. Periksa: • Pengopelan setiap gigi transmisi (setiap pinion gear ke wheel gear) Tidak lancar → lepas kembali transmisi periksa setiap unit as transmisi 5. MEMERIKSA BATANG PENEKAN KOPLING 1.0197 in) 5 3 2 1 2. “L”. Pasang: • Toothed washer “1” • Circlip “2” Baru CATATAN: 3. pada posisi yang berlawanan dengan toothed washer dan gear. Periksa: • Batang penekan kopling (panjang) retak/rusak/aus → ganti batang penekan kopling (panjang) 2. Pasang: • Shift fork-("L" kiri) “1” • Shift fork-("C"tengah) “2” • Shift fork-("R"kanan) “3” • Unit shift drum “4” • Per/springs • Shift fork guide bar “5” CATATAN: Tulisan timbul yang ada pada shift forks harus menghadap ke sisi kanan dari mesin dengan urutan: “R”. Periksa: • Pergerakan gear transmisi pergerakan tidak lancar → ganti komponen yang rusak.

5-72 . pastikan transmisi dalam kondisi netral. • Sebelum merakit crankcase.TRANSMISI CATATAN: • Lumasi dengan oli setiap gear dan bearing . dan semua gigi berputar dengan lancar.

TRANSMISI 5-73 .

................................................6-8 MERAKIT POMPA AIR.............................6-1 MEMERIKSA RADIATOR...............................................................SISTIM PENDINGINAN/COOLING SYSTEM RADIATOR ................................................................................................................................................................................................................................... 6-5 POMPA AIR/WATER PUMP........................... 6-3 MEMASANG RADIATOR...............................6-8 MEMERIKSA POMPA AIR...............................................................6-4 MEMERIKSA THERMOSTAT...........................................6-6 MEMBONGKAR POMPA AIR......................................................................................... 6-9 6 .............................................................................................................6-3 THERMOSTAT ........6-5 MEMASANG THERMOSTAT....................................................................................6-8 MEMASANG POMPA AIR...................................

R.1 ft • Ib) R. 7. Nomor Komponen yang dilepas Air pendingin/Coolant Jok/Panel depan kanan dan kiri/Panel samping kanan dan kiri Tangki bensin/Fuel tank Rumah saringan udara Jumlah Keterangan Kuras lihat bagian “MENGGANTI COOLANT” halaman 3-14. 5. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 8 Nm (0. 7 Nm (0.8 ft • Ib) R. 12 T. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Selang pernafasan reservoir Selang reservoir coolant Cap reservoir coolant Reservoir coolant Coupler kipas radiator Selang pernafasan pompa air Selang pengeluaran radiator Selang pemasukan radiator Cap radiator 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Lepaskan 6-1 .2 ft • Ib) T.0 m • kg. 2 3 9 8 1 11 4 6 10 7 10 Nm (1.7 m • kg.8 m • kg.RADIATOR EAS26380 RADIATOR Melepas radiator 5 T. lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 5.

12 T.8 m • kg.8 ft • Ib) R. Nomor 10 11 12 komponen yang dilepas Radiator Kipas radiator Penutup radiator Jumlah 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan. 7 Nm (0. 2 3 9 8 1 11 4 6 10 7 10 Nm (1. 6-2 . 8 Nm (0.7 m • kg.2 ft • Ib) T. 7. R.RADIATOR Melepas radiator 5 T. 5. kebalikan dari prosedur melepas.1 ft • Ib) R.0 m • kg. 5.

Berikan. 2. Periksa: • Selang radiator retak/bocor → Ganti 3. b.8 psi) (0. Pasang radiator cap tester “1” dan adapter radiator cap tester “2” ke radiator cap “3”. Isi: • Sistim pendinginan/Cooling system (dengan kapasitas dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. harus dalam kondisi klep terbuka. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator tidak sesuai dengan spesifikasi → Ganti tutup radiator.RADIATOR EAS26390 MEMERIKSA RADIATOR 1. EAS26400 2. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG RADIATOR 1. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. tekanan dibawah spesifikasi buka. Tekanan buka klep tutup radiator 93. minus. Periksa: • Kipas radiator Rusak → Ganti Tidak berfungsi → Periksa dan perbaiki lihat bagian “SISTIM PENDINGINAN” hal 8-25. Radiator cap tester 90890-01325 Radiator pressure tester YU-24460-01 Radiator cap tester adapter 90890-01352 Radiator pressure tester adapter YU-33984 6-3 . Ukur: • Tekanan buka tutup radiator Tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. semprot dari belakang ke depan.93–1. harus tidak ada penurunan.23 kgf/cm²) a. dan berikan tekanan sesuai spesifikasi. Rusak → perbaiki/ganti CATATAN: Luruskan fins radiator dengan obeng. selama 10 detik. Periksa: • Kipas radiator Kotor tersumabt → Bersihkan Semprot dengan udara bertekanan. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4.6 kPa (13.2–122.5–17. Periksa: • Sistim pendinginan/Cooling system Bocor → Perbaiki /ganti komponen yang rusak 3.

7.0 m • kg. lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1.THERMOSTAT EAS26440 THERMOSTAT Melepas thermostat 1 2 Baru 3 18 Nm (1. R.8 m • kg. 1 2 3 4 5 Selang masuk radiator Coupler coolant temperature sensor Coolant temperature sensor Tutup thermostat Thermostat 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan . Lepaskan 6-4 . lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. 13 ft • Ib) T. Komponen yang dilepas Air pendingin/Coolant Jok/Panel depan kanan Tangki bensin/Fuel tank Jumlah Keterangan Kuras lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. 5 10 Nm (1.2 ft • Ib) Nomor R. 4 T.kebalikan dari prosedur melepas.

Pasang: 4 • Washer tembaga Baru • Coolant temperature sensor 3 1 2 Coolant temperature sensor 18 Nm (1.9 . dan thermostat.182. Periksa: • Sistim pendinginan/cooling system Bocor → Perbaiki/ganti komponen yang rusak 5. ganti thermostat. Periksa: • Thermostat Tidak terbuka pada suhu 80. c. 13 ft·lb) ECA3C11004 PERHATIAN: Perlakukan dengan penuh hati-hati coolant temperature sensor. R. Panaskan air secara perlahan “3”. 82 ± 1.6 ± 2. Rendam thermostat “1” ke dalam gelas “2” isi gelas dengan air. ganti komponen jika terjatuh atau terbentur dengan keras. perhatikan perubahan suhu thermometer. Periksa: • Penutup thermostat retak/rusak → ganti 3. b.3 °F) → Ganti 2. Masukan thermometer “4” ke dalam air d.THERMOSTAT EAS26450 MEMERIKSA THERMOSTAT 1. dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. Tertutup penuh B. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator Tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. Isi: • Sistim pendinginan/cooling system (dengan kapasitas. 4.5 °C (176. Panaskan air secara perlahan. 3. Terbuka penuh CATATAN: 95 203 Jika kondisi thermostat tidak sesuai. a.7 A. Periksa: • Selang pemasukan radiator retak/bocor → Ganti EAS26480 MEMASANG THERMOSTAT 1. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2. Thermostat yang tidak standart. T.5–83.8 m·kg. Pasang: • Thermostat CATATAN: Pasang thermostat dengan lubang by pass “a” menghadap ke atas. akan mengakibatkan panas/dingin yang berlebihan LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6-5 .5 (179.

Kuras. kebalikan dari prosedur melepas. 7. R. Lepaskan lihat bagian “KOPLING” halaman 5-37. R. Komponen yang dilepas JUmlah Keterangan Tidak perlu membongkar pompa air.2 ft • Ib) Nomor T. Lepaskan Untuk pemasangan. 7. 6-6 . kecuali jika air radiator turun terlalu drastis. Panel depan kiri Kabel kopling (sisi mesin) Air pendingin/Coolant 1 2 3 4 5 Selang keluar radiator Selang pernafasan (pompa air) Selang pernafasan cylinder head Baut bracket radiator Unit pompa air 1 1 1 1 1 lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1. atau air masuk kedalam ruang oli mesin. T.0 m • kg. lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14.POMPA AIR EAS26500 POMPA AIR Melepas pompa air 2 3 LS Baru 1 5 4 Baru LS 10 Nm (1.2 ft • Ib) 10 Nm (1.0 m • kg.

Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Komponen yang dilepas Bracket radiator Tutup rumah radiator Gasket tutup rumah radiator Retainer as impeller As impeller Plat tutup rumah pompa air Gasket tutup rumah pompa air Seal pompa air Bearing Rumah pompa air Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Keterangan Untuk pemasangan.2 ft • Ib) T. 7. kebalikan dari prosedur melepas. 9 LT 8 Baru 5 10 Nm (1. R. R. 10 LS 3 Baru 2 1 10 Nm (1. 6-7 .POMPA AIR Membongkar pompa air 10 Nm (1.2 ft • Ib) T.0 m • kg. 7.2 ft • Ib) 4 6 7 Baru T.0 m • kg. 7. R.0 m • kg.

Pasang: • Gasket rumah pompa air “1” • Plat rumah pompa air “2” • As Impeller • Retainer as impeller “3” CATATAN: PERHATIAN: Jangan melumasi bagian dalam seal pompa air dengan oli maupuin gemuk. • Pasang gasket rumah pompa oli “1” seperti pada gambar ilustrasi.02 in) MERAKIT POMPA AIR 1. Tekan kebawah 3. • Setelah pemasangan as impeller periksa putaran harus lancar. • Sebelum memasang retainer as impeller shaft lumasi dengan tipis ujung as impeller dengan gemuk coat of lithium-soap-based.POMPA AIR EAS26510 MEMBONGKAR POMPA AIR 1. Middle driven shaft bearing driver MEMERIKSA POMPA AIR 1.5 mm (0–0. Lepas: • Bearing “2” CATATAN: Mechanical seal installer 90890-04145 Middle driven shaft bearing driver 90890-04058 Bearing driver 40 mm YM-04058 A 4 3 1 Baru 2 Lepas bearing dari bagian luar rumah pompa air “3”. Mechanical seal installer 4. 0–0. Buka: • Seal pompa air “1” CATATAN: Lepas seal pompa air dari bagian dalam rumah pompa air. CATATAN: Baru • Pasang seal pompa air dengan special tools. Periksa: • As Impeller retak/rusak/aus → Ganti • Bearing Putaran berat → Ganti • Selang keluar radiator retak/bocor → Ganti EAS26560 a a. 2. 6-8 . Pasang: • Seal pompa air “1” Baru (kedalam rumah pompa air “2”) ECA14080 2. dengan kedalaman seperti terlihat pada gambar ilustrasi. • Pasang seal pompa air dengan spesial tool. 2 3 1 EAS26530 A. Lumasi: • Bagian luar seal pompa air Pelumas yang disarankan Gemuk Lithium-soap-based 3.

a b 1 2 2. 3. a 1 Baru 3 EAS26580 2 MEMASANG POMPA AIR 1. dan retainer as impeller sejajar. 6-9 .POMPA AIR • Pastikan lubang baut gasket rumah pompa air. lihat bagian “MEMERIKSA RADIATOR” halaman 6-3. plat rumah pompa air. Ukur: • Tekanan buka klep tutup radiator Tekanan tidak sesuai spesifikasi → Ganti tutup radiator. Isi: • Cairan pendingin/Cooling system (dengan spesifikasi dan tipe coolant yang disarankan) lihat bagian “MENGGANTI AIR PENDINGIN” halaman 3-14. Pasang: • Unit pompa air “1” • O-rings “2” Baru CATATAN: • Pastikan nok “a” yang ada pada ujung as impeller dengan alur “b” pada baut sprocket camshaft • Lumasi O-rings dengan gemuk coat of lithiumsoap-based. Periksa: • Sistim pendinginan/Cooling system Bocor → Perbaiki/ganti komponen yang rusak 4. dan pastikan plat rumah pompa air tidak menyumbat lubang "a" pada gasket.

......SISTIM BAHAN BAKAR TANGKI BENSIN ......................................... 7-12 7 ................. 7-2 MELEPAS POMPA BENSIN ......................... 7-2 MEEMRIKSA BODI POMPA BENSIN........................................................................................................ 7-2 THROTTLE BODY............................... 7-4 MELEPAS THROTTLE BODY........... 7-6 MEMERIKSA TEKANAN BAHAN BAKAR/ FUEL PRESSURE ............................................. 7-2 MEMASANG POMPA BENSIN.................................................................................................................................... 7-2 MEMASANG TANGKI BENSIN.................................................................................... 7-1 MELEPAS TANGKI BENSIN ............................................................................................................ 7-6 MEMERIKSA INJECTOR BAHAN BAKAR .......... 7-6 AIR INDUCTION SYSTEM ................................................................................................................................. 7-6 MEMASANG THROTTLE BODY ................................................................... 7-6 MEMERIKSA THROTTLE BODY ............................................................ 7-9 MEMERIKSA AIR INDUCTION SYSTEM................

0 m • kg.4 m • kg. T. 7-1 . 3 R. 2. 7. kebalikan dari prosedur melepas.TANGKI BENSIN EAS26620 TANGKI BENSIN Melepas tangki bensin 10 Nm (1. R.2 ft • Ib) T.0 m • kg.2 ft • Ib) T. 7. R. Nomor Komponen yang dilepas Jok/tempat duduk Jumlah Keterangan lihat bagian "RANGKA UMUM" halaman 4-1.9 ft • Ib) 10 Nm (1. 6 Baru 5 2 (6) 4 1 4 Nm (0. 1 2 3 4 5 6 Coupler pompa bensin Selang bensin Tangki bensin Retainer pompa bensin Pompa bensin Gasket pompa bensin 1 1 1 1 1 1 Lepaskan Lepaskan Untuk pemasangan.

pastikan connector terpasang dengan sempurna. tarik ke arah tanda panah seperti gambar. Pasang: • selang bensin ECA3C11005 PERHATIAN: MELEPAS POMPA BENSIN 1. tempatkan kain dibawah sambungan selang. CATATAN: • Jangan sampai melukai permukaan sambungan tangki. R. • Jangan menyentuh bagian dari fuel sender. CATATAN: • Pasang connector selang bensin. Untuk menghindari semburan bensin.4 m·kg. Lepaskan: • Selang bensin EWA3C11003 MEMERIKSA BODI POMPA BENSIN 1. • Lepas selang bensin dari pipa pompa bensin. Periksa: • Bodi pompa bensin Kotor → Bersihkan retak/rusak → Ganti unit pompa bensin EAS26700 PERINGATAN Lindungi sambungan selang dengan kain.TANGKI BENSIN EAS26630 EAS26670 MELEPAS TANGKI BENSIN 1. dengan pola silang seperti pada gambar. EAS26640 EAS3C11024 MEMASANG TANGKI BENSIN 1. Pasang: • Pompa bensin Baut pompa bensin 4 Nm (0. tekan dua pengait “2” yang terdapat pada sisi connector. atau terbentur dengan keras. Pada saat memasang selang bensin. CATATAN: MEMASANG POMPA BENSIN 1. dan penutup connector betul betul telah terpasang dengan posisi yang benar. geser penutup connector selang “1” yang terdapat diujung selang. dan lepaskan selang • Lepaskan selang secara manual tanpa menggunakan alat/tools. sanggah jangan sampai terluka. dengan cara menyedot dengan pompa. Lepaskan: • Tangki bensin CATATAN: Jangan menempatkan tangki bensin. • Sebelum melepas selang. Kuras bensin melaui lubang tangki. jika akan melepas selang. 2. • Pasang pompa bensin seperti pada gambar ilustrasi. pada pompa bensin hingga terdengar suara “click” . pada saat memasang pompa bensin • Selalu pergunakan gasket pompa yang baru. dengan alur yang terdapat pada retainer pompa bensin. dengan posisi permukaan sambungan pompa bensin berada di bawah. 2. 2 1 3 4 a 1 FWD (DEPAN) 5 6 2 3. • Tepatkan nok “a” pada pompa bensin. Lepas: • Pompa bensin ECA14720 PERHATIAN: • Jangan sampai pompa bensin terjatuh. jika tidak selang bensin dapat terlepas.9 ft·lb) T. 7-2 . • Kencangkan baut pompa bensin. pada saat sambungan selang dicabut dari tangki.

TANGKI BENSIN • Untuk memasang selang bensin ke pompa bensin. geser penutup connector “1” pada ujung selang seperti pada gambar dibawah. 1 7-3 .

7 ft • Ib) 2 1 10 Nm (1. Komponen yang dilepas Jumlah Keterangan lihat bagian 'RANGKA UMUM" halaman 4-1.2 m • kg. R. lihat bagian “TANGKI BENSIN” halaman 7-1. lihat bagian 'RANGKA UMUM" halaman 4-1.0 m • kg.THROTTLE BODY EAS26970 THROTTLE BODY Melepas throttle body 12 Nm (1. 7-4 .4 ft • Ib) Jok/Panel samping kanan dan kiri Tangki bensin Rumah saringan udara 1 2 3 4 5 6 7 8 Selang bensin Coupler Fuel injector Fuel injector Gasket Fuel injector Coupler FID (fast idle solenoid) Coupler unit Throttle body sensor Kabel gas Baut klem joint Throttle body 1 1 1 1 1 1 1 2 T. R. 7. Lepaskan Lepaskan Lepaskan Lepaskan Kendorkan ECA3C11015 PERHATIAN: 9 Throttle body 1 Jangan melakukan pembongkaran unit throtlle body. 1. R.2 m • kg. 3 Baru Nomor T.2 ft • Ib) T. 5 LT 9 8 10 8 4 12 E LS Baru 6 7 LT 11 LT 2 Nm (0. 8.

0 m • kg. 7. R.4 ft • Ib) Joint Throttle body Selang vacuum air induction system Manifold pemasukan T. 3 Baru Nomor 10 11 12 T. R. R.2 ft • Ib) T.2 m • kg. 8. 1.2 m • kg.7 ft • Ib) 2 1 10 Nm (1. 5 LT 9 8 10 8 4 12 E LS Baru 6 7 LT 11 LT 2 Nm (0.THROTTLE BODY Melepas throttle body 12 Nm (1. kebalikan dari prosedur melepas. 7-5 . Komponen yang dilepas Jumlah 1 1 1 Lepaskan keterangan Untuk pemasangan.

Periksa: • Throttle body retak/rusak → Ganti throttle body.0 kPa (35. 7-6 . Pressure gauge 90890-03153 YU-03153 Fuel pressure adapter 90890-03186 MEMERIKSA THROTTLE BODY 1. Tekanan bensin 250. dari throttle body. Lindungi sambungan selang dengan kain. Pasangkan pressure gauge “4” pada fuel pressure adapter “3”. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4 2 3 1 f. Periksa: • aliran bahan bakar tersumbat → Bersihkan a. b.5 kgf/cm²) Tidak sesuai → Ganti pompa bensin LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11006 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS3C11005 MEMERIKSA TEKANAN BENSIN 1. Pasangkan fuel pressure adapter “3” diantara selang bensin “1” dan pompa bensin “2”. Angkat bagian depan dari tangki bensin c. 2. e. Tiup lubang lubang dengan udara bertekanan. Periksa: • Fuel injector Rusak → Ganti EAS26990 d. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM MEMASANG THROTTLE BODY 1. Lepas: • Throttle body ECA3C11016 PERINGATAN PERHATIAN: Jangan melepas unit throttle body sensor "1". Lepaskan selang bensin “1” dari pompa bensin “2”. pada saat sambungan selang dicabut dari tangki.6 psi) (2. Periksa: • Tekanan bensin a. g. Pasang: • Klem joint Throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada joint throttle body dengan coakan “b” yang terdapat pada klem. Bersihkan throttle body dengan petroleumbased solvent. Buka tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Ukur tekanan bensin.THROTTLE BODY EAS3C11025 EWA3C11003 MELEPAS THROTTLE BODY 1. b. jika akan melepas selang. Untuk menghindari semburan bensin. Hidupkan mesin. 2 1 1 EAS3C11028 MEMERIKSA FUEL INJECTOR 1. Jangan menggunakan carburetor cleaning solution.

THROTTLE BODY a b 2. a b 4. b a 3. 7-7 . Pasang: • Throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada throttle body dengan alur “b” yang terdapat pada joint throttle body. Pasang: • Joint throttle body CATATAN: Tepatkan nok “a” pada joint throttle body dengan alur “b” pada intake manifold. Setel: • Gerak bebas kabel gas lihat bagian “MENYETEL GERAK BEBAS KABEL GAS” halaman 3-6.

THROTTLE BODY 7-8 .

AIR INDUCTION SYSTEM EAS27040 AIR INDUCTION SYSTEM 2 1 3 4 6 1 2 3 5 4 6 5 7-9 .

Selang Air induction system (3-cabang joint ke resonator) 3. Selang vacuum Air induction system 6. Air cut-off valve 7-10 . Selang Air induction system (3-cabang joint ke cut-off valve) 4. Resonator 2.AIR INDUCTION SYSTEM 1. Selang Air induction system (rumah saringan udara ke 3 cabang joint) 5.

2 ft • Ib) T.0 m • kg. 1.AIR INDUCTION SYSTEM Melepas selang air cut-off valve dan reed valve 10 Nm (1.2 ft • Ib) 10 Nm (1. T. R. 2 3 4 5 6 7 8 Selang Airinduction system ( 3 joint ke resonanator) Resonator Selang Air induction system (saringa udara ke 3 cabang joint) Selang Air induction system (3-cabang joint ke air cut off valve) Selang vacum Air induction system Air cut-off valve Unit Reed valve Plat Reed valve plate 1 1 1 1 1 1 1 1 Untuk pemasangan . 7-11 . lihat bagian "TANGKI BENSIN" hal 7-1. 5 R. 6 LT 2 7 8 1 4 3 Nomor Kompo nen yang dilepas Jok/Panel samping kanan Tanngki bensin Jumlah Keterangan lihat bagian “RANGKA UMUM" halaman 4-1. 7.kebalikan dari prosedur melepas. 7.0 m • kg.

Untuk itu. dengan cara menginjeksi udara segar (secondary air) ke lubang pembuangan. untuk mengurangi kadar emisi hydro carbon. Suhu untuk membakar gas yang belum terbakar. sehingga udara mengalir lubang buang. atau tidak pada air cut-off valve (ke sisi cylinder head). mencapai 600 hingga 700 °C (1112 to 1292 °F). Pada saat deceleration (handel gas tiba-tiba ditutup) terjadi hisapan (negative pressure) sehingga air cut-off tertutup. Periksa: • Selang sambungan kendor → perbaiki c. melalui diaphragma piston valve. Pasang selang vacuum pada air-cut off valve “1” dan sedot selang negative. Periksa: • cara kerja Air cut-off valve tidak bekerja dengan lancar → Ganti a. 7-12 . Dalam kondisi normal. Dari rumah saringan udara B. Air cut-off valve terbuka lanjutkan langlah (b). C retak/rusak/bocor → ganti • 3-cabang joint rusak/bocor → Ganti 2. Periksa: • Air cut-off valve rusak/retak → Ganti 4. sehingga. membakar kembali bahan bakar yang tidak terbakar . Tiup dengan udara pada ujung selang air induc tion system (3-cabang joint ke air cut-off valve) dan periksa aliran udara. Ke manifold pemasukan 1. air cut-off valve terbuka. Periksa: • Reed valve • Stopper reed valve • Dududkan reed valve rusak/bocor → ganti unit reed valve 3. Vacuum/pressure pump gauge set 90890-06756 Mityvac brake bleeding tool YS-42423 A B A. Jika tekanan negative timbul pada lubang. reed valve terbuka. dan tekanan berkurang. Air cut-off valve tertutup Ganti air cut-off valve. Air cut-off valve Air cut-off valve bekerja karena tekanan gas pemasukan. udara segar akan mengalir ke lubang buang. Tiup dengan udara pada ujung selang air induction system (3-cabang joint ke air cut-off valve) dan periksa aliran udara dari air cut-off valve (ke sisi cylinder head ). Ke cylinder head C.AIR INDUCTION SYSTEM EAS27060 MEMERIKSA AIR INDUCTION SYSTEM Air injection Air induction system (AIS). air cut off valve otomatis tertutup untuk menghindari hilangnya tenaga. untuk mencegah tekanan balik atau after-burning. apakah ada udara mengalir. jika kecepatan tinggi. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM A B C b.

1 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 7-13 . Air cut-off valve tertutup Air cut-off valve dalam kondisi baik/ OK.AIR INDUCTION SYSTEM Air cut-off valve terbuka Ganti air cut-off valve.

.....................................................................................................................................................................................................................................................8-5 RANGKAIAN DIAGRAM .................................................................8-25 TROUBLESHOOTING .................................................................8-9 SISTIM PENGISIAN..........................................8-5 CARA KERJA RANGKAIAN CUT-OFF SYSTEM ...........................................................................................................................................................................8-40 SISTIM POMPA BAHAN BAKAR............................................................................................................................................................. 8-17 SISTIM SINYAL ............................................................................................ 8-13 SISTIM PENERANGAN ...................................................8-7 TROUBLESHOOTING ............................................................................. 8-1 TROUBLESHOOTING ................................................ 8-53 8 ............8-27 SISTIM FUEL INJECTION .....8-32 METODE TROUBLESHOOTING .......................8-25 RANGKAIAN DIAGRAM ....................................................................................................................................SISTIM KELISTRIKAN SISITIM PENGAPIAN .................................................................................................8-3 SISTIM STARTER KELISTRIKAN......................................................8-15 TROUBLESHOOTING ..................................................................................... 8-51 TROUBLESHOOTING ...............................8-29 ECU SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION................................8-19 TROUBLESHOOTING .............................................................................8-34 MODE DIAGNOSTIC MODE ..................................................................... 8-1 RANGKAIAN DIAGRAM .........................................................8-35 DETAIL TROUBLESHOOTING ............8-15 RANGKAIAN DIAGRAM ............... 8-11 RANGKAIAN DIAGRAM .................. 8-11 TROUBLESHOOTING ...............................8-19 RANGKAIAN DIAGRAM .................................................................. 8-29 RANGKAIAN DIAGRAM .................................................................................8-21 SISTIM PENDINGINAN... 8-51 RANGKAIAN DIAGRAM ....................................8-31 TABEL SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION.................................................................................................................................................................................................................................................

............................................................8-71 MEMERIKSA SENSOR COOLANT TEMPERATUR ........................................................................................................................................8-69 MEMERIKSA KLAKSON/ HORN............................. 8-60 MEMERIKSA SEKRING ...... 8-72 MEMERIKSA FID (FAST IDLE SOLENOID) ....KOMPONEN KELISTRIKAN.......................................................8-57 MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM ................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 8-67 MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR........8-70 MEMERIKSA KIPAS MOTOR RADIATOR ..........................................8-69 MEMERIKSA STATOR COIL ...........................................................................................8-70 MEMERIKSA FUEL SENDER ............................................................................................................8-69 MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR .......8-71 MEMERIKSA UNIT THROTTLE BODY SENSOR .. 8-73 .....................8-55 MEMERIKSA SWITCH ........................8-67 MEMERIKSA GAP PENGAPIAN ....................8-66 MEMERIKSA IGNITION COIL .......................................................................... 8-65 MEMERIKSA DIODE ............... 8-68 MEMERIKSA LEAN ANGLE SENSOR....... 8-66 MEMERIKSA CAP BUSI/ SPARK .......................................................................................................................................................................... 8-68 MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER................ 8-61 MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY............................................................8-64 MEEMRIKSA RELAY SINYAL BELOK .........8-61 MEMERIKSA RELAY ................

.

EAS27100 EAS27090 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R Gy L/W R/W 5 Gy R 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R SISTIM PENGAPIAN 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-1 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) L Dg Dg L G/Y 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G Sb B B B Ch Dg B B 57 Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENGAPIAN (BLACK) .

Busi/Spark plug 8-2 . Kunci kontak/Main switch 5. Crankshaft position sensor 4.Coil pengapian/Ignition coil 24. Sekring/Fuse 6.SISTIM PENGAPIAN 2.Switch engine stop 20. Battery 12.ECU (engine control unit) 23.Lean angle sensor 22.

Periksa sekring/fuse lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. Panel depan kanan 4. NG → Ganti cap busi/ spark plug cap. OK → Sistim pengapian/Ignition system OK. NG → Ganti sekring 8-3 . Unit lensa lampu depan 1. Periksa battery. OK ↓ 3. Periksa crankshaft position sensor. OK ↓ 6. NG → Ganti coil pengapian/ ignition coil. lihat bagian “MEMERIKSA BUSI" halaman 3-7. NG → Setel celah busi /ganti busi NG → • Berihkan terminal battery • Strom/Ganti battery. OK ↓ NG → Ganti kunci kontak/ main switch. Periksa cap busi lihat bagian “MEMERIKSA CAP BUSI” halaman 8-66. OK ↓ 8. Tangki bensin 3. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR/SWITCH” halaman 8-57. lihat bagian “MEMERIKSA COIL PENGAPIAN” halaman 8-67. Periksa busi/ spark plug. Periksa jarak loncatan api lihat bagian “MEMERIKSA JARAK LONCATAN API” halaman 8-67. NG ↓ 5. OK ↓ 4. Periksa coil pengapian/ ignition coil. Tempat duduk 2. OK ↓ 2. NG → Ganti crankshaft position sensor/unit stator. OK ↓ 7. lihat bagian “MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR” halaman 8-68.SISTIM PENGAPIAN EAS27120 TROUBLESHOOTING Jika sistim pengapian tidak bekerja dengan baik (tidak ada api atau api kecil). CATATAN: • Sebelum melakukan troubleshooting. Periksa kunci kontak/ main switch. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1.

OK ↓ Ganti ECU. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR/ SWITCH” halaman 8-57.SISTIM PENGAPIAN 9. Ganti saklar tangkai kemudi kanan 8-4 . Periksa engine stop switch. NG → Ganti unit lean angle sensor. lihat bagian “MEMERIKSA THE LEAN ANGLE SENSOR” halaman 8-68. OK ↓ 11. NG → Rangkaian engine stop switch rusak.Periksa rangkaian kabel sistim pengapian. NG → Perbaiki sambungan atau ganti kabel sistim pengapian. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-1. OK ↓ 10.Periksa lean angle sensor.

EAS27170 EAS27160 W R R W 2 R W W W W R O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 W W W W W W R R/W L/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W Br/W P/W B/L Y/L L 3 16 17 Br L P/W B/L Br/W L P/W B/L Br/W R B R W W W R B 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B 25 Br Y/R RANGKAIAN DIAGRAM R 4 19 B/L ON OFF R Br/L R Br 26 22 O/B O/B R/L O/B R/W (RED) G/R B/L B L/W R/W B R/W Sb (RED) 10 11 R/B Br 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G (BLACK) O/B R/ (BLAC 13 Sb R/B 2 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Lg Gy Lg Lg Y SISTIM STARTER KELISTRIKAN 14 W/Y B 8-5 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br 33 49 32 Br G/Y B B Br/W R/B Dg L Dg L (BLACK) (BLACK) G/Y W/Y L Br R 30 B B (BLACK) G/Y 29 34 Br P W/Y L 51 L Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 (L) Br Br/W P R/B B (R) Br/W Br Ch Ch P G/W 53 48 B L B G 54 (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B Y G B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Sb B 57 Y B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM STARTER KELISTRIKAN (BLACK) .

Engine stop switch 13. Relay starter 9. Battery 7.Switch kopling/clutch 8-6 .Switch netral 40. Relay starting circuit cut-off 11.Diode 14. Kunci kontak/Main switch 5.SISTIM STARTER KELISTRIKAN 4. Motor starter 8. Sekring/Fuse 6.Tombol starter/start switch 12.

seperti gambar dibawah ini rangkaian cut off relay sedang terbuka.SISTIM STARTER KELISTRIKAN EAS27180 CARA KERJA RANGKAIAN STARTER CUT-OFF SYSTEM Jika engine stop switch di set ke “ ” dan main switch di set ke “ON” (kedua swit dalam kondisi menutup). • Tuas kopling dalam kondisi tertarik ke tangkai kemudi. seperti salah satu kondisi diatas. Rangkaian cut-off relay mencegah hidupnya motor starter. sehingga arus tidak dapat masuk ke motor starter. sehingga mesin bisa dihidupkan dengan tombol strater “ ” . rangkaian cut off tertutup. motor starter hanya bisa dihidupkan jika salah satu kondisi ini terpenuhi : • Posisi transmisi dalam kondisi neutral. 2 3 1 4 10 5 11 9 7 8 6 a b 8-7 . ketika salah satu kondisi diatas terpenuhi.

Switch netral 9. Starting circuit cut-off relay 6.ELECTRIC STARTING SYSTEM a. Engine stop switch 5. Tombol starter/Start switch 10. Diode 8. Battery 2. Kunci kontak/Main switch 4. Starter relay 11. Motor starter 8-8 . JIKA TUAS KOPLING DITARIK KE ARAH TANGKAI KEMUDI 1. Sekring/Fuse 3. Switch kopling 7. JIKA TRANSMISI DALAM KONDISI NETRAL b.

OK ↓ 8. OK ↓ NG → Ganti kunci kontak/main switch. Lihat electric starting system troubleshooting. NG → Ganti sekring 8-9 . Jok/Tempat duduk 2. NG → Ganti diode. lihat bagian “MEMERIKSA DIODE” halaman 8-66. Periksa starter relay. NG → Ganti motor starter. OK → Motor starter OK. Periksa diode. Periksa motor starter lihat bagian “MEMERIKSA MOTOR STARTER” halaman 5-35. Periksa rangkaian starting cut-off relay. Periksa battery.ELECTRIC STARTING SYSTEM EAS27190 TROUBLESHOOTING Motor starter tidak berputar CATATAN: • Sebelum troubleshooting. NG ↓ 4. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. OK ↓ 5. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING" halaman 8-61. starting dengan tahap 5. OK ↓ 6. Periksa kunci kontak/ main switch. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. NG → Perbaiki/ ganti motor starter. Periksa cara kerja motor starter lihat bagian “MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER” halaman 8-69. NG → Ganti starting cut-off relay. lihat bagaian “MEMRIKSA RELAY” halaman 8-64. Panel depan kanan 3. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH” halaman 8-57. OK ↓ 2. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti battery. OK ↓ 3. OK ↓ 7. Unit lensa depan 1. lihat bagian “MEMERIKSA RELAY" halaman 8-64.

ganti saklar tangkai kemudi kanan. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH" halaman 8-57.SISTIM STARTER LISTRIK 9. NG → Ganti switch kopling NG → Ganti switch netral NG → Engine stop switch rusak. OK ↓ 10. OK ↓ 12. 8-10 . Periksa engine stop switch. OK ↓ Rangkaian starter dalam kondisi OK. NG → Perbaiki sistim sambungan kabel sistim kelistrikan. NG → Tombol starter rusak. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCH” halaman 8-57.Periksa tombol starter. OK ↓ 11. lihat bagian “MEMERIKSA SWITCHES” halaman 8-57.Periksa switch kopling lihat bagian “MEMERIKSA SWITCHES” halaman 8-57.Periksa neutral switch.Periksa kabel sistim starting lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM" halaman 8-5. OK ↓ 13. Ganti saklar tangkai kemudi kanan.

EAS27210 EAS27200 W R R W 2 R W W W W R 1 W W W W W W RANGKAIAN DIAGRAM R R/W L/W L/W Gy Br L/B 5 Gy R Gy 8 W W W R R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W 3 B R W W W R B Br/W P/W B/L SISTIM PENYETROMAN BATTERY 6 7 9 R/B L/W R/B L/W R/W L/B R 8-11 10 B L/W R/W B R/W 4 ON OFF R Br/L R Br (RED) (RED) Br 11 12 R/B Sb 13 Br L/W R/W B Sb B L/W R/W Br Sb R/B 14 Br SISTIM PENYETROMAN 50 Br B B Br .

6. 5.SISTIM PENYETROMAN 1. AC magneto Rectifier/regulator Sekring/Fuse Battery 8-12 . 3.

ihat bagian “MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR” halaman 8-69. NG → Ganti rectifier/regulator. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom/Ganti Battery. NG → Ganti sekring/fuse 8-13 . Periksa stator coil. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. lihat bagian “MEMERIKSA STATOR COIL” halaman 8-69. Periksa battery. OK ↓ 2. OK ↓ 3. lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. OK ↓ 5. Panel samping kiri 1. Tempat duduk 2. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. Memeriksa rectifier/regulator. Periksa kabel disekitar sistim penyetroman. NG → Perbaiki sambungan /perbaiki kabel sistim penyetroman. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-11. l. NG → Ganti unit crankshaft position sensor/ unit stator. OK ↓ 4. OK ↓ Rangkaian sistim penyetroman OK.SISTIM PENYETROMAN EAS27230 TROUBLESHOOTING Battery tidak bisa disertrom CATATAN: • Sebelum troubleshooting. Periksa sekring.

SISTIM PENYETROMAN 8-14 .

EAS27250 EAS27240 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br SISTIM PENERANGAN (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-15 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENERANGAN (BLACK) .

Lampu meter 8-16 .Indikator lampu jauh 58. Kunci kontak/Main switch 5.lampu depan/Headlight 57.Saklar pass 37.Lampu posisi/lampu senja 47. Sekring/Fuse 6.Saklar dimmer 46.SISTIM PENERANGAN 4.Lampu rem belakang 35.Saklar lampu 36. Battery 31.

lepas komponen-komponen dibawah ini: 1. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. lampu belakang. Memeriksa pass switch. OK ↓ 5. NG → Saklar pass rusak. Jok/tempat duduk 2. OK ↓ 7. Periksa battery. lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. NG → Ganti kunci kontak/main switch. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti Battery NG → Ganti sekring NG → Ganti bohlam dan socket bohlam. unit lensa depan 1. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. Memeriksa saklar dimmer. Periksa kabel sistim penerangan lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-15. NG → Saklar dimmer rusak. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ 4. OK ↓ 3. Periksa semua kondisi bohlam dan socket bohlam. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki kabel sistim penerangan. lampu posisi atau lampu meter CATATAN: • sebelum troubleshooting. ganti saklar tangkai kemudi kiri. indikator lampu jauh.SISTIM PENERANGAN EAS27260 TROUBLESHOOTING Jika ada masalah sinyal al: lampu depan. 8-17 . Periksa kunci kontak/ main switch. Periksa fuse. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. ganti saklar tangkai kemudi kiri. OK ↓ 6. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ 2.

SISTIM PENERANGAN 8-18 .

EAS27280 EAS27270 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W SISTIM SINYAL B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-19 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM SINYAL (BLACK) .

Tachometer 56.Lampu sinyal belok depan kiri 42.Tombol klakson 39.Relay sinyal belok 33.Sender bahan bakar/Fuel sender 29.Switch lampu rem depan 31.Indikator lampu belok 8-20 .Lampu sinyal belok depan kanan.Meter bahan bakar/Fuel gauge 55.Switch sinyal belok 41.Klakson/Horn 38.Lampu sinyal belok belakang kiri 44.Switch lampu rem belakang 30.Lampu belakang/rem 32.ECU (engine control unit) 28.Indikator lampu netral 59. Kunci kontak 5.SISTIM SINYAL 4. 43. Sekring/Fuse 6. Battery 14.Switch netral 22.lampu sinyal belok belakang kanan 54.

OK ↓ NG → Ganti klakson/ horn. Jok/Tempat duduk 2. lihat bagian “Memeriksa sistim sinyal”. Tangki bensin 3. Unit lensa depan 1.SISTIM SINYAL EAS27290 TROUBLESHOOTING • Jika ada masalah sinyal al: sinyal lampu belok. lepaskan komponen-komponen dibawah ini: 1. Memeriksa sistim sinyal Klakson/horn tidak berbunyi 1. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. OK ↓ Periksa kondisi semua rangkaian sistim sinyal. OK ↓ 3. OK ↓ 2. NG → Tombol klakson rusak. periksa Horn/klakson lihat bagian “MEMERIKSA HORN/ KLAKSON" halaman 8-70. Periksa kabel-kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. Ganti saklar tangkai kemudi kiri. NG → Ganti kunci kontak/main switch NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti Battery NG → Ganti sekring 8-21 . NG → Perbaiki sambungan dan bagian-bagian sistim kabel. atau lampu indikator • Klakso/ horn tidak berbunyi • Meter bahan bakar tidak bekerja NOTE: • Sebelum troubleshooting. OK ↓ 4. Periksa tombol klakson/horn lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. lampu rem. Periksa kunci kontak/ main switch. Periksa battery. OK ↓ 2.

lihat bagian “MEMRIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK. Periksa bohlam lampu belakang/ dan socket. socket atau keduanya. lihat bagianm “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. socket atau keduanya. atau socket atau keduanya. Periksa lampu rem depan. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. Lampu sinyal belok. Lampu belakang/rem tidak menyala 1.SISTIM SINYAL NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM” halaman 8-60. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. NG → Ganti switrch rem depan NG → Ganti switch rem belakang NG → Perbaiki sambungan. atau keduanya tidak menyala 1. NG → Ganti bohlam lampu belakang/rem. OK ↓ NG → Ganti bohlam lampu indikator. NG → Ganti bohlam lampu sinyal belok. OK ↓ 4. OK ↓ 2. 8-22 . atau perbaiki kabel sistim sinyal. Periksa bohlam indikator belok dan socket. 3. indikator belok. Periksa lampu rem belakang. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. Periksa kabel sistim sinyal. Periksa bohlam sinyal belok dan socket. OK ↓ 3. OK ↓ 2. OK ↓ Rangkaian dalam kondisi OK.

Periksa relay sinyal belok lihat bagian “MEMERIKSA RELAY SINYAL BELOK” halaman 8-65. socket. NG → Ganti relay sinyal belok NG → switch sinyal belok rusak. OK ↓ 5. NG → Ganti switch netral NG → Ganti lampu indikator netral.SISTIM SINYAL 3. atau keduanya. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Ganti saklar tangkai kemusi kiri. OK ↓ 4. Periksa saklar sinyal belok. OK ↓ Ganti unit meter Meter bahan bakar tidak bekerja 1. Periksa switch netral lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. OK ↓ NG → Ganti unit pompa bahan bakar NG → Perbaiki sambungan. Periksa sender bahan bakar lihat bagian “MEMERIKSA SENDER BAHAN BAKAR” halaman 8-70. atau perbaiki kabel sistim sinyal. Periksa bohlam indikator netral dan socket. 8-23 . OK ↓ 2. OK ↓ 3. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19. NG → Perbaiki sambungan atau kabel sistim relay. OK ↓ Ganti unit meter Lampu indikator netral tidak menyala 1. lihat bagian “MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKETS” halaman 8-60. Periksa kabel sistim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19.

OK ↓ Ganti unit meter 8-24 . Periksa kabel sisitim sinyal lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-19.SISTIM SINYAL NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. 2.

EAS27310 EAS27300 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br SISTIM PENDINGINAN (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-25 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM PENDINGINAN (BLACK) .

ECU (engine control unit) 48.Kipas motor radiator 49.COOLING SYSTEM 4.Relay motor kipas radiator 53. Sekring/Fuse 6. Kunci kontak/Main switch 5.Lampu peringatan temperatur coolant 8-26 .Sensor temperatur coolant 22. Battery 19.

NG → Ganti sekring 8-27 . NG → Ganti relay motor kipas radiator. Periksa relay motor kipas radiator lihat bagian “MEMRIKSA RELAY" halaman 8-64. OK ↓ 5. Periksa motor kipas radiator lihat bagian “MEMERIKSA MOTOR KIPAS RADIATOR” halaman 8-71. Periksa battery. Panel depan kanan dan kiri 3. lihat bagian “MEMERIKSA SENSOR TEMPERATURE COOLANT” halaman 8-71. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-25. OK ↓ 7. NG → Ganti kunci kontak NG → • Bersihkan terminal Battery • Setrom atau ganti battery. Unit lensa lampu depan 1. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61.SISTIM PENDINGINAN EAS27320 TROUBLESHOOTING CATATAN: • Sebelum troubleshooting. OK ↓ 2. lepas komponen-komponen dibawah ini: 1. OK ↓ 3. NG → Ganti motor kipas radiator. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. Periksa kunci kontak lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Periksa kabel sekitar cooling sistim. OK ↓ 4. Periksa coolant temperature sensor. OK ↓ Ganti ECU. NG → Ganti coolant temperature sensor. Jok/tempat duduk 2. OK ↓ 6.

SISTIM PENDINGINAN 8-28 .

EAS27340 EAS27330 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) SISTIM FUEL INJECTION R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B 14 W/Y B 8-29 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) Br Br/W P Ch Br/W Br Ch P G/W 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM FUEL INJECTION (BLACK) .

Connector sinyal Self-diagnosis 22.Injector bahan bakar/Fuel injector 27.Throttle position sensor 19.Sensor temperatur udara masuk/Intake air temperature sensor 18.ECU (engine control unit) 23.Relay motor kipas radiator 52. Crankshaft position sensor 4.FID (fast idle solenoid) 26.Busi/Spark plug 25.Pompa bahan bakar 48.Sensor tekanan udara masuk/Intake air pressure sensor 17.Motor kipas radiator 49.Lean angle sensor 21. Kunci kontak/Main switch 5.Coil pengapian/Ignition coil 24.Lampu peringatan mesin bermasalah/Engine trouble warning light 8-30 . Battery 12.Engine stop switch 16. Sekring/Fuse 6.Sensor temperatur coolant/Coolant temperature sensor 20.SISTIM FUEL INJECTION 2.

akan segera terdeteksi.5 detik. 1 1. setelah tombol start mesin ditekan • Jika kerusakan terdeteksi oleh self-diagnostic function.SISTIM FUEL INJECTION EAS27350 ECU SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION ECU dilengkapi dengan self-diagnostic function fungsi ini dapat menjamin FI dapat bekerja dengan normal. sehingga motor tetap masih dapat digunakan (tergantung jenis kerusakannya). Apabila terdapat gejala kerusakan. atau masalah pada sensor-sensor. Jika salah satu tidak berfungsi. ECU akan menginstruksikan pengoperasian dengan cara lain untuk menggantikan pengoperasian komponen yang rusak. (ON) dan 0. b. f. tentang kerusakan yang terjadi pada sistim Fuel Injection. kode kerusakan akan terbaca pada bentuk nyala pada indikator engine trouble warning light (atau dapat terbaca dengan FI diagnostic tool). • Untuk memberitahu pengendara.5 3 8-31 . Untuk nilai 1: Lampu menyala selama 0.5 0. c. Lampu nyala (ON) Lampu mati (OFF) 1 1. maka lampu indikator mesin akan berkedip. dan akan tersimpan didalam memory ECU. Contoh: 42 a. • Setelah mesin dalam kondisi berhenti. e.5 detik mati (OFF). Engine trouble warning light Kode Indikasi kerusakan Engine trouble warning light Untuk nilai 10: Lampu menyala selama 1 detik (ON) dan 1.5 detik mati (OFF). d. maka ECU akan memberitahu pengendara melalui kedipan lampu indikator mesin (engine trouble warning light) yang terdapat pada speedometer.

supaya mesin dapat bekerja dengan kondisi yang berbeda. Bekerja dengan kondisi berbeda-beda. Kunci kontak “ON” c. dan tombol start ditekan : Lean angle sensor Lean angle sensor 30: 41: (macet) (open atau short circuit) 33: 39: Kerusakan pada pengapian Fuel injector (open atau short circuit) 50: Ketidak normalan pada memory ECU (pemeriksaan memory error) Pemeriksaan nyala lampu indikator kerusakan mesin Lampu indikator kerusakan mesin menyala selama 3 detik. atau terhenti. Lampu peringatan kerusakan mesin menyala selama 3 detik. Ketika sinyal ketidak normalan diterima dari sensor.SISTIM FUEL INJECTION Indikasi Lampu peringatan kerusakan mesin dan cara kerja sistim fuel injection. Jika lampu indikator tidak menyala kemungkinan bohlamnya putus (sebagai kontrol kondisi bohlam) a c b d c a. Lampu indikator kerusakan mesin mati d. tergantung dari kondisi yang terjadi . 8-32 .bekerja. apakah mesin tetap bekerja. ECU akan menghitung nilai yang terprogram dengan akurat. setelah kunci kontak diputar ke arah “ON”. apabila salah satu kondisi pada daftar di bawah ini muncul. sesuai Dapat atau tidak dapat dengan ketidak norma. ECU akan memerintahkan lampu indikator kerusakan mesin untuk menyala. EAS3C11008 TABLE SELF-DIAGNOSTIC FUNCTION Apabila ECU mendeteksi sinyal yang tidak normal dari sensor pada waktu sepeda motor dijalankan. tergantung lan yang terdeteksi dari kode kerusakan * Lampu peringatan menyala. Indikator lampu peringatan Menyala* Kerja ECU Warning provided when unable to start engine Kerja Fuel Injection Kerja FI berhenti Kondisi sepeda motor Tidak dapat bekerja Menyala berulang kali Terdeteksi ketidak normalan. Kunci kontak “OFF” b. kemudiam kerja mesin akan berubah sesuai dengan kerusakan yang terjadi.

ketika tombol switch "ON" hidup Tidak dapat Tidak dapat — 8-33 .SISTIM FUEL INJECTION Tabel Diagnosa /Self-Diagnostic Function table Kode kerusakan 12 Item Crankshaft position sensor keteranga Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. dapat/tidak dapat hidup dapat/tidak dapat dijalankan Tidak dapat Tidak dapat 13 Intake air pressure Intake air pressure sensor: terdesensor teksi open atau short circuit (open atau short circuit) Intake air pressure sensor (lubang tersumbat) Intake air pressure sensor: terdeteksi ada penyumbatan Dapat Dapat 14 tect hole) 15 Dapat Dapat Throttle position senThrottle position sensor: terdeteksor si open atau short circuit (open atau short circuit) Throttle position sensor (macet/lengket) Coolant temperature sensor Throttle position sensor macet Dapat Dapat 16 21 22 30 33 39 41 Dapat Dapat Dapat Dapat Coolant temperature sensor: terdeDapat teksi open atau short circuit Intake air temperaIntake air temperature sensor: terture sensor Dapat deteksi open atau short circuit (open atau short circuit) Lean angle sensor (macet/rusak) Ignition coil (open circuit) Fuel injector Tidak ada sinyal normal yang diterima dari lean angle sensor. kunci kode register dan angka posisi throttle tertutup penuh). bisa jadi berfungsi (pemeriksaan Tidak dapat Tidak dapat angka kode kerusakan tidak munmemory tidak berfungsi) cul. Pembacaan dan penulisan pada E2PROM error Sistim suplai power sepeda motor (Memonitor voltase) Terdeteksi error ketika membaca dan menulis E2PROM (angka penyetelan CO. 44 Dapat Dapat 46 Suplay power ke sistim fuel injection Dapat tidak normal Dapat 50 Kerusakan pada memory ECU (ketiInternal ECU tidak ka kerusakan ini terjadi.) Peringatan tidak padat Lampu indikator peringatan menyala. Tidak dapat Tidak dapat Tidak dapat Tidak dapat Fuel injector: terdeteksi open atau Tidak dapat Tidak dapat short circuit Tidak dapat Tidak dapat Lean angle sensor Lean angle sensor: terdeteksi open (open atau short circuit) atau short circuit. Kabel Primary pada ignition coil: terdeteksi open circuit.

3. Periksa: • Angka kode kerusakan a. CATATAN: Apabila kode kerusakan muncul. 1. 1. 4. Tentukan penyebab kerusakan/ malfunction. repair or replace all faulty parts. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Kerja mesin tidak normal. halaman 8-40. lihat bagian “Sensor operation table” dan “Actuator operation table”. lihat bagian “Tabel Diagnostic code ”.SISTIM FUEL INJECTION EAS27400 METODE TROUBLESHOOTING Mesin tidak bisa bekerja dengan normal dan engine trouble warning light menyala. 2. check and repair inner parts of the engine. lihat bagian “Methode Rekondisi” pada tabel “DETAIL TROUBLESHOOTING” halaman 8-40. b. 30: Ignition coil 36: Fuel injector If a malfunction is detected in the sensors or actuators. lihat “Tabel Self-Diagnostic Function ”. tetapi lampu peringatan kerusakan mesin tidak menyala. Tentukan sistim kerusakan dengan kode kerusakan. Angka kode kerusakan Tidak ada kode angka kerusakan Periksa dan perbaiki lihat “DETAIL TROUBLE SHOOTING". Periksa kerja Fuel Injection System setelah direkondisi. dan pastikan tidak muncul angka kerusakan pada layar LCD. ulangi langkah (1) sampai (4) hingga tidak muncul kode kerusakan 8-34 . Periksa angka kode kerusakan pada layar alat pendiagnosa (FI diagnostic tool). c. Periksa dan perbaiki penyebab kerusakan/ malfunction. lihat bagian "Tabel kerja sensor" dan tabel “Cara kerja actuator" Periksa dan perbaiki lihat bagian “Tabel Fungsi Self Diagnostic”. Putar kunci kontak ke “OFF” dan kembalikan ke “ON”. Periksa kerja dari sensor dan actuator berikut di dalam Mode Diagnostic. If no malfunction is detected in the sensors and actuators. Amati cara kerja sensor dan actuator pada diagnostic mode.

“WARNING” (orange) akan menyala. 3. Matikan mesin. dan pasagkan FI diagnostic tool “2” seperti terlihat pada gambar dibawah. dan kode kerusakan. FI Diagnostic Tool 0rpm 66 ˚C S/D : 41 8-35 . dan juga lampu. jika dihubungkan dengan sepeda motor dan disetel pada normal mode atau diagnostic monitoring mode. dan disetel pada normal mode. kode kerusakan akan terbaca pada layar LCD FI diagnostic tool. dapat terbaca dengan melihat pada layar LCD FI diagnostic tool jika alat dipasangkan pada sepeda motor. 1. • Lampu “POWER” (hijau) akan menyala. Lepaskan connector self-diagnosis signal “1”. temperatur mesin. Putar kunci kontak ke arah “OFF”.SISTIM FUEL INJECTION EAS27431 MODE DIAGNOSTIC Memungkinkan dapat memonitor data sensor output atau memeriksa kerja FI dengan FI diagnostic tool. CATATAN: Jika salah satu sistim tidak berfungsi. 4. FI diagnostic tool 90890-03182 Setel pada normal mode (untuk membaca ada kerusakan atau tidak) CATATAN: Putaran mesin. Putar kunci kontak pada posisi “ON” dan hidupkan mesin 1 2 CATATAN: • Temperatur coolant dan putaran mesin akan terlihat pada layar LCD FI diagnostic tool. • Jika tidak berfungsi akan terdeteksi dengan lampu “WARNING” (orange) menyala. 2.

Pilih "diagnostic code number" berdasarkan kode kerusakan (fault code number) dengan menekan tombol "UP" dan tombol “DOWN” . 3.SISTIM FUEL INJECTION 5. • Lampu “POWER” (Hijau) akan menyala "ON" 4. dan putar kunci kontak ke arah “ON”. CATATAN: • Tulisan “DIAG” akan terbaca pada layar LCD di FI diagnostic tool. 6. 7. Geser saklar engine stop switch ke “ ” . 5. 1 2 CATATAN: • Nomor kode diagnosa (diagnostic code number) akan tampak pada layar LCD (01-70). 8. tekan tombol “UP” dalam waktu 1 detik atau lebih secara otomatis nomor kode diagnosa akan naik. • Untuk menaikkan nomor kode diagnosa (diagnosa code number). Memeriksa kerja dari sensor atau actuator. Lepaskan connector self-diagnosis signal “1”. Setelah memilih “DIAG”. FI Diagnostic Tool D03 : 101 8-36 . Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. tampak pada layar LCD. • Kerja Actuator (actuator operation) Tekan tombol “MODE” . Setel pada diagnostic mode (untuk mendiagnosa kerusakan pada sistim) 1. • Kerja Sensor (sensor operation) Data mewakili kondisi kerja dari sensor. Lepaskan FI diagnostic tool dan pasangkan connector self-diagnosis signal. tekan tombol “MODE”. Tekan tombol “MODE” . 2. • Untuk menurunkan nomor kode diagnosa (diagnostic code number). dan pasangkan FI diagnostic tool “2” seperti terlihat pada gambar dibawah. Putar kunci kontak ke arah “OFF” untuk mematikan normal mode. Tekan tombol “UP” untuk memilih Mode penyetelan “CO” atau Mode diagnosa “DIAG”. 6. tekan tombol “DOWN” dalam waktu 1 detik atau lebih secara otomatis nomor kode diagnosa akan turun.

• Lubang tersumbat/kotor pada Intake air pressure sensor.• Tidak sempurnanya air temperature sensor. • Kegagalan pemakaian ECU. Fuel injector: terdeteksi open atau short circuit. • Kegagalan pemakaian ECU Nomor kode Diagnostic 12 Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. Tabel kode Diagnostic Nomor kode kerusakan Gejala Kemungkinan penyebab kerusakan • Open atau short circuit pada kabel bodi • Crankshaft position sensor tidak berfungsi • AC rotor magneto tidak berfungsi • Pemasangan sensor tidak sempurna. 03 14 15 • Open atau short circuit pada kabel bodi • Tidak sempurnanya throttle position sensor. • Pemasangan yang salah fuel injector. si open atau short circuit. • Kegagalan pemakaian ECU • Macet/lengketnya throttle position sensor. 30 39 36 41 • Open atau short circuit pada kabel bodi Lean angle sensor: terdetek• Tidak sempurnanya lean angle sensor. • Kegagalan pemakaian ECU. Tidak ada sinyal normal yang diterima dari lean angle sensor. • Open atau short circuit pada kabel bodi • Tidak sempurnanya fuel injector. • Kegagalan pemakaian ECU. 06 • Pemasangan yang salah coolant temperature sensor.SISTIM FUEL INJECTION 9. 08 8-37 . Kabel primary pada ignition • Kegagalan pemakaian componen pada coil: terdeteksi open circuit. Throttle position sensor macet atau lengket.Lepaskan FI diagnostic tool dan pasangkan connector self-diagnosis signal. Throttle position sensor: terdeteksi open atau short circuit. • Terjatuh/terguling • Kegagalan pemakaian ECU. 22 • Open atau short circuit pada kabel bodi Intake air temperature sen. ignition cut off circuit system. Intake air pressure sensor: terdeteksi open atau short circuit. • Kegagalan pemakaian ECU. 08 30 33 • Open circuit pada kabel bodi • Kegagalan pemakaian ignition coil. • Kegagalan pemakaian ECU. 01 • Pemasangan throttle position sensor tidak baik. • Kegagalan pemakaian ECU. • Kegagalan pemakaian ECU.05 short circuit ratur sensor. Intake air pressure sensor (lubang tersumbat/kotor) . Coolant temperature sensor: terdeteksi open atau short circuit — 13 • Open atau short circuit kabel bodi. sor: terdeteksi open atau • Pemasangan yang salah intake air tempe. Putar kunci kontak ke arah “OFF” untuk mematikan sistim diagnostic mode. 01 16 21 • Open atau short circuit kabel bodi • Tidak sempurnanya coolant temperature sensor. 03 • Kegagalan pemakaian ECU. 10. • Tidak sempurnanya intake air pressure sensor.

14–20 97–107 03 Tekanan udara masuk Menunjukkan tekanan udara Gerakkan throttle saat masuk.) Tabel kerja sensor Nomor kode kerusakan.0 Lepas lean angle sensor dan miringkan hingga mencapai sudut 65 derajat.8–4.) cul di layar LCD FI diagnostic tool. (Program dan data didalam ECU. nomer kode tidak tertulis dan terbaca dengan benar oleh — kerusakan dapat tidak munmemori. 05 Suhu udara masuk 06 Suhu air pendingin/coolant Menunjukkan suhu air pendi. 0. (Nilai penyetelan CO dan nilai pembacaan throttle valve saat kondisi tertutup tidak dapat dibaca dengan baik oleh memori. secara normal.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan 44 Gejala Terdapat kesalahan dalam proses di memori E2PROM pada ECU. Kemungkinan penyebab kerusakan • Kerusakan pada ECU.Bandingkan nilai pada langin / coolant. berarti kerja sensor baik. 08 Lean angle sensor • Tegak • Miring / terjatuh 09 Tegangan sistem bahan bakar (tegangan battery) 60 Kode kerusakan E2PROM • Tidak ada sejarah • Ada sejarah 8-38 .) ___ 00 01: Nilai perubahan CO terbaca.4–1. (Saat kerusakan ini terjadi • Kerusakan pada ECU. Bandingkan nilai pada layar dengan suhu udara yang terukur secara aktual. menekan tombol start “ ”. Bandingkan dengan tegangan yang terukur secara aktual. — 50 Kesalahan dimemori ECU. Lihat fuel injection tidak mengalir “SISTEM PENGISIAN” pada hal. (Jika nilai pada layar berubah-ubah.) Menunjukkan suhu udara yang masuk.2 Mencapai 12.) Nomor code diagnostic 60 46 Aliran listrik ke dalam sistem • Kerusakan pada sistem pengisian.4 3. (Jika tegangannya lebih rendah. yar dengan suhu air pendingin yang terukur secara aktual. lakukan penyetruman. 8-11. 01 Bagian Sudut Throttle • Posisi tertutup penuh • Posisi terbuka penuh display FI diagnostic tool Metode pemeriksaan Periksa perubahan nilai pada layar saat throttle ditutup dan dibuka.

motor radiator fan menyala OFF 3 detik) lima kali. tampilan akan mengulang kembali) metode pemeriksaan 62 Penghapusan sejarah kode kerusakan • Tidak ada sejarah • Sejarah yang tersimpan 00 Sampai dengan 14 kode --Untuk menghapus sejarah tekan tombol “MODE” pada FI diagnostic tool. — 70 Nomer kontrol 0–254 Tabel kerja actuator Nomor kode kerusakan Bagian Actuation Metode pemeriksaan 30 Ignition coil Saat tombol “MODE” ditekan. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. Saat tombol “MODE” ditekan. Lampu peringatan kerusakan mesin akan menyala. ignition coil akan bekerja sePeriksa percikan lima kali. checker. layar akan menampilkan seluruh kode kerusakan setiap selang waktu 2 detik. bekerja lima kali. Jika seluruh kode sudah ditampilkan. fuel injector akan bekerja lima kali dengan waktu Periksa suara saat injector selang dua detik. 36 Fuel injector 51 Relay motor radiator fan 8-39 . Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. banyak lima kali dengan wak• Gunakan ignition tu selang dua detik. (ON 2 detik. Mengaktifkan relay motor radiator fan sebanyak 5 kali tiap Periksa suara saat relay berselang 5 detik.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan 61 Bagian Menampilkan sejarah kode kerusakan • Tidak ada sejarah • Sejarah yang tersimpan Display FI diagnostic tool — 00 Kode kerusakan 12–50 • (Jika terdeteksi lebih dari satu kode kerusakan.

Setelah selesai memeriksa dan memperbaiki komponen yang rusak.. 8-40 . Nomer Diagnostic code. FID (fast idle solenoid) akan bekerja lima kali dengan se. Lihat “Tabel kerja sensor” dan “Tabel kerja actuator". Kemungkinan penyebab kerusakan • Sambungan yang kurang tepat • Kunci kontak pada posisi “OFF”. oleh ECU. kerja lima kali.. Lampu “WARNING” pada FI diagnostic tool akan menyala. Lihat “Tabel Diagnostic code”. Gejala Tidak ada sinyal diterima dari ECU. • Kerusakan pada FI diagnostic tool.: Nomer Diagnostic code digunakan saat kita sedang menggunakan diagnostic mode.: Nomer kode kerusakan akan ditampilkan dilayar FI diagnostic tool saat mesin mengalami kerusakan. Sambungan dengan FI diagnostic tool terganggu.Periksa suara saat FID belang satu detik.. • Kerusakan pada FI diagnostic tool. Periksa dan perbaiki beberapa hal atau komponen yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sesuai penjelasan dibawah. Nomer Kode kerusakan. ERROR 4 • Putar kunci kontak sekali ke “OFF” dan setel FI diagnostic tool ke mode penyetelan CO Sinyal perintah dari FI diagatau diagnostic mode.SISTIM FUEL INJECTION Nomor kode kerusakan Bagian Actuation Metode pemeriksaan 54 FID (fast idle solenoid) Saat tombol “MODE” ditekan. LCD Display Waiting for connection. nostic tool tidak diterima • Battery motor sudah lemah. periksa ulang dengan FI diagnostic tool menggunakan prosedur yang baku. • Kerusakan pada ECU. • Kerusakan pada ECU. EAS27471 TROUBLESHOOTING DETAILS Bagian ini menjelaskan tindakan yang dilakukan untuk tiap kode kerusakan yang terbaca pada FI diagnostic tools.

• Periksa kondisi penguncian coupler. • Jika terdapat kerusakan. 8-68. • Perbaiki atau ganti jika terdapat kabel terlepas atau korslet. sin. 4 Crankshaft position sensor rusak. — Gejala Tidak ada sinyal normal yang diterima dari crankshaft position sensor. 3 Kabel body terlepas atau korslet. (merah–merah) (putih–hitam/biru) • Ganti jika rusak. Sambungan • Crankshaft position sensor coupler • Main wire harness ECU coupler • Periksa pin pada coupler dari kemungkinan rusak/bengkok. 8-41 .SISTIM FUEL INJECTION No. — Metode pemeriksaan Nomor komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Kondisi pemasangan crankshaft posi.Periksa kekendoran atau tercabut. Lihat “PEMERIKSAAN CRANKSHAFT POSITION SENSOR” di hal. perbaiki dan pasang coupler dengan benar. • Antara crankshaft position sensor coupler dan ECU coupler. kode kerusakan 12 Diagnostic code No. Memutar metion sensor.

Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR" di hal. • Perbaiki atau ganti jika terdapat Kabel bodi terlepas atau korslet. tak ke posisi • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian “ON”. 8-42 . 13 03 Gejala Terdeteksi Intake air pressure sensor: open / short circuit Intake air pressure sensor Metode pemeriksaan Diagnostic code No. perbaiki dan pasang coupler dengan benar.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. • Jika ada kerusakan. ECA3C11011 PERHATIAN: 3 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. • Diantara coupler intake air pressure sensor dan coupler ECU (biru–biru) (merah muda/putih–merah muda/putih) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada intake air pressure sensor: • Gunakan mode diagnostic. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Sambungan • Periksa pin pada coupler dari Putar kunci kon• Coupler Intake air pressure sensor kemungkinan tercabut. 8-72. (Kode No. kabel yang terbuka atau korslet.03) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. coupler.

• Jika terdapat kerusakan. 2 Sambungan • Periksa pin coupler dari ke• Coupler Intake air pressure sensor mungkinan tercabut. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. 8-72.03) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. 3 8-43 . perbaiki dan pasang kembali coupler dengan benar. 14 Diagnostic code No. Gejala 03 Intake air pressure sensor: kerusakan pada lubang deteksi tekanan akibat tersumbat Intake air pressure sensor Perkerjaan yang dilakukan • Periksa dan perbaiki sambungan. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler. Kerusakan pada intake air pressure • Gunakan mode diagnostic (Kode No.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan sampai putaran 3000 rpm hingga diatasnya. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kerusakan pada Intake air pressure sensor. • Ganti jika terdapat kerusakan.

Gejala 01 terdeteksi Throttle position sensor: open /short circuit . • Diantara coupler throttle position sensor dan coupler ECU (biru–biru) (kuning/biru–kuning/biru) (hitam/biru–hitam/biru) 3 4 Pemeriksaan tegangan keluar pada • Periksa rangkaian terbuka dan kabel yang ke throttle position sensor: lepaskan throttle position sensor.01) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. 8-44 . (Kode No. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian dari coupler. • Periksa kekendoran atau terjepit. • Gunakan mode diagnostic. ECA3C11011 PERHATIAN: Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body. 8-72. Kabel bodi utama putus atau terjadi hubungan pendek: • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. (biru–hitam/biru) Kabel yang dibuka Kabel massa yang dibuka Kabel keluaran yang dibuka Kabel power supply yang dibuka Tegangan keluaran 5V 0V 0V 5 Kerusakan pada throttle position sensor. 15 Diagnostic code No. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjan yang dilakukan 1 Kondisi pemasangan throttle position sensor. Throttle position sensor Metode pemeriksaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”. • Jika terdapat kerusakan.SISTEM FUEL INJECTION No kode kerusakan. perbaiki dan pasang kembali coupler dengan benar. 2 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung• Coupler throttle position sensor kinan tercabut. • Periksa posisi sensor telah terpasang dengan benar.

perbaiki dan pasang dengan benar. 2 Kerusakan throttle position sensor.06) • Ganti jika rusak Lihat “PEMERIKSAAN COOLANT TEMPERATURE SENSOR” di hal. 3 4 Kerusakan pada coolant temperature sensor 8-45 . • Periksa posisi sensor telah terpasang dengan benar. Periksa tempat pemasangan dari Putar kunci konkekendoran atau terjepit. • Jika terdapat kerusakan. Throttle position sensor Pekerjaan yang dilakukan • Periksa terhadap kekendoran atau terjepit. Gejala 06 Coolant temperature sensor terlepas atau terjadi hubungan pendek. Kabel yang terputus atau korslet di kabel bodi utama dan/atau di kabel cabang. ECA3C11011 Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kondisi pemasangan throttle position sensor. 8-72. • Kabel bodi utama (hitam/biru–hitam/biru) (hijau/merah–hijau/merah) • Gunakan mode diagnostic (Kode No. PERHATIAN: Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body No kode kerusakan.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. Coolant temperature sensor Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 2 Kondisi pemasangan coolant temperature sensor Sambungan konektor • Coupler coolant temperature sensor kinan tercabut. • Perbaiki atau ganti jika terdapat kabel yang putus atau korslet. 16 Diagnostic code No. tak ke posisi • Periksa pin coupler dari kemung. Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan dengan putaran langsam maupun cepat. 21 Diagnostic code No. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler.01) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. 8-71.ON. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal. Gejala 01 Throttle position sensor macet. • Gunakan mode diagnostic. (Kode No.

coupler. Gejala 05 Intake air temperature sensor: terdapat kabel yang terputus atau korslet.Putar kunci • Coupler Intake air temperature kinan tercabut. 8-72. Intake air temperature sensor Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. kontak ke posensor • Periksa kondisi penguncian sisi ON. Lihat “PEMERIKSAAN THROTTLE BODY SENSOR ASSEMBLY” di hal.05) • Ganti throttle body jika terdapat kerusakan. • Coupler ECU pada kabel bodi utama. • Jika terdapat kerusakan. (Kode No. 8-46 . perbaiki dan sambung coupler dengan benar. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. (coklat/putih–coklat/putih) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada intake air temperature sensor. • Diantara coupler throttle body sensor dan coupler ECU. 22 Diagnostic code No. • Gunakan mode diagnostic. PERHATIAN: 2 3 ECA3C11011 Jangan melepas rangkaian throttle body sensor dari throttle body.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan.

putar “OFF” ter• Jika terdapat kerusakan. Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 2 3 Sepeda motor terjatuh Putar kunci kontak ke posisi Kondisi pemasangan lean angle Periksa dari kekendoran atau “ON” (walaupun. Gejala 30 Bagian primary ignition coil: terdapat kabel yang terputus. 2 3 Kerusakan pada ignition coil 8-47 . Kerusakan lean angle sensor. 33 Diagnostic code No. hidupkan kecuali • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian kunci kontak dicoupler. 4 No kode kerusakan.30) • Selanjutnya tes/periksa primary dan seconday coils. Gejala 08 Tidak ada sinyal normal dari lean angle sensor.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan. terjepit demikian mesin Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung. • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. • Diantara connector ignition coil dan coupler ECU coupler/kabel bodi utama. (Kode No.coupler dari kemungkinan ry coil) tercabut. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa konektor dan pin • Connector Ignition coil (bagian prima. (merah/putih–merah/putih) (oranye–oranye) • Gunakan mode diagnostic. • Gunakan mode diagnostic. perbaiki lebih dahulu).tidak dapat di• Coupler lean angle sensor inan tercabut. dan sambung coupler dengan benar. Lean angle sensor Pekerjaan yang dilakukan Posisikan motor kembali tegak. 30 Diagnostic code No.08) • Ganti jika terdapat kerusakan. • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian connector dan coupler. Lihat “PEMERIKSAAN LEAN ANGLE SENSOR” di hal 8-68. 8-1. Ignition coil Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan pada putaran langsam. sensor. • Jika terdapat kerusakan. (Kode No. Kabel yang terputus atau korslet di kabel bodi utama dan/atau di kabel cabang. • Ganti jika terdapat kerusakan Lihat “IGNITION SYSTEM” di hal.

Gejala 36 Terdapat kabel yang terlepas atau korslet di injector. • Gunakan mode diagnostic. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. Kabel bodi utama terputus atau korslet • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. 2 3 No kode kerusakan. Lihat “PEMERIKSAAN LEAN ANGLE SENSOR” di hal.• Gunakan mode diagnostic. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. (merah/putih–merah/putih) (oranye/hitam–oranye/hitam) Kerusakan pada primary injector. mesin • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian coupler. • Diantara coupler lean angle sensor dan coupler ECU. (Kode No. coupler. tak ke posisi • Coupler ECU pada kabel bodi utama • Periksa kondisi penguncian “ON”. (Kode No.SISTIM FUEL INJECTION No kode kerusakan 39 Diagnostic code No. 2 3 8-48 . • Jika terdapat kerusakan. • Jika terdapat kerusakan. • Diantara coupler fuel injector dan coupler ECU. Lean angle sensor Metode pemeriksaaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung.08) • Ganti jika terdapat kerusakan. 8-68. Lihat “PEMERIKSAAN FUEL INJECTOR” di hal 7-6. Fuel injector Pekerjaan yang dilakukan Metode pemeriksaan Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung.Putar kunci kon• Coupler Lean angle sensor kinan tercabut. Gejala 08 Lean angle sensor: terdapat kabel yang lepas atau korslet.36) • Ganti jika terdapat kerusakan. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. 41 Diagnostic code No..Memutar • Coupler Injector kinan tercabut. (biru–biru) (kuning/hijau–kuning/hijau) (hitam/biru–hitam/biru) Kerusakan pada lean angle sensor .

8-49 . — Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Kerusakan pada ECU. Ganti ECU jika rusak. Metode pemeriksaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”. • 01 akan tampil dilayar. Diagnostic code No. 46 Diagnostic code No.60). kode kerusakannya dapat tidak dimunculkan pada layar. • Diantara battery dan kunci kontak. 44 Gejala Terdapat kesalahan dalam pembacaan atau penulisan pada E2PROM (Nilai penyetelan CO. • Periksa kondisi penguncian coupler. — Metode pemeriksaan Nyalakan mesin dan jalankan pada putaran langsam. Kerusakan pada battery • Ganti battery Lihat “PEMERIKSAAN DAN PENGISIAN BATTERY” di hal 8-61. dan pembacaan throttle valve dalam kondisi tertutup).SISTIM BAHAN BAKAR No kode kerusakan. • Ganti jika terdapat kerusakan. (merah–merah) • Diantara kunci kontak dan ECU (coklat–coklat) Gejala Kerusakan pada memory ECU.) — Metode pemeriksaaan Putar kunci kontak ke posisi “ON”. No kode kerusakan. CATATAN: Jangan mengganti komponen ECU dalam kondisi kunci kontak “ON”. (Kode No. pembacaan ulang kode. 2 3 4 Kerusakan pada rectifier/regulator Kabel bodi utama terputus atau korslet. Ganti ECU. Lihat “CHARGING SYSTEM” di hal 8-11. 50 Diagnostic code No. • Jika terdapat kerusakan. • Perbaiki atau ganti jika kabel putus atau korslet. (Jika kerusakan ini terbaca oleh ECU. E2PROM fault code display Pekerjaan yang dilakukan • Gunakan mode diagnostic. perbaiki dan sambung coupler dengan benar. Nomor Komponen dan penyebab kerusakan Pekerjaan yang dilakukan 1 Sambungan • Periksa pin coupler dari kemung• Coupler ECU pada kabel bodi utama kinan tercabut. 60 Nomor Komponen dan penyebab kerusakan 1 Kerusakan pada ECU No kode kerusakan. Gejala — Aliran listrik ke sistem fuel injection tidak normal.

SISTIM FUEL INJECTION 8-50 .

EAS27560 EAS27550 W R R W 2 R W W W W O Y/R Br Gy L/W R Br R/W Br L/B O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R L R B/L B Br/W P/W 1 R W W W W W W R L/W R/W 5 Gy R Gy 8 15 O B O 23 24 W W W R/W L/W 3 16 Br/W P/W B/L Y/L L R/W R/W Br R L/B R/W L P/W B/L Br/W Br L P/W B/L Br/W R B R R W W W B 17 25 Br Y/R 6 7 9 18 Y/L Y/R Y/R Y/L G/R G/R R/B L/W R/B L/W R/W L/B RANGKAIAN DIAGRAM R 4 26 22 B/L (BLACK) Sb R/L O/B ON OFF R Br/L O/B O/B R/W R Br (RED) G/R B/L (RED) 10 11 R/B L/W R/W B R/W 19 Br B 12 20 L Y/G B/L L B/L Y/G Y/G O/B R/W (BLACK) R/W G 13 Sb R/B 27 28 G B R/W Y Br L/W R/W B B L/W R/W Br 21 Sb G/W Y Lg Gy Lg Lg Y B SISTIM POMPA BAHAN BAKAR 14 W/Y B 8-51 Br Br Br R P Br Br 50 Br B B Br (BLACK) (BLACK) Br/W B Br Br Br Br G/Y B B (BLACK) (BLACK) 33 32 49 34 Br P Br/W R/B W/Y L Br R 30 G/Y L Dg Dg L Br Br/W Br/W Br B B (BLACK) G/Y 29 G/Y (BLACK) 51 W/Y L L (L) Lg 52 35 L B 40 36 37 38 39 R/B B (BLACK) (R) G/W P Ch Ch P 53 48 B L B G 54 R/B B (BLUE) G Y B Ch Dg B R/B B (BLUE) 55 Gy Br 56 L Y Y G B Sb B 57 B B Y 58 L 59 Dg Ch Br L Ch Dg Sb G/W 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L G B Lg L B L B 47 41 42 43 44 31 B B B B B B (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch Sb G/W B G Lg SISTIM POMPA BAHAN BAKAR (BLACK) .

Pompa bahan bakar 8-52 . Sekring/Fuse 6. Battery 12. Kunci kontak/Main switch 5.ECU (engine control unit) 27.SISTIM POMPA BAHAN BAKAR 4.Engine stop switch 22.

OK ↓ 2. periksa kabel-kabel sistim bahanbakar. OK ↓ Ganti ECU. OK ↓ 6. lihat bagian “RANGKAIAN DIAGRAM” halaman 8-51. NG → Ganti unit pompa bahan bakar NG → Engine stop switch rusak. Periksa pompa bahan bakar lihat bagian “MEMERIKSA BODI POMPA BENSIN” halaman 7-2. NG → Ganti sekring 8-53 . lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Unit lensa lampu depan 1. OK ↓ 5. NG → Perbaiki sambungan atau perbaiki sistim kabel. lepaskan komponen-komponen dibawah ini : 1. Periksa battery. Tangki bensin 3. lihat bagian “MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY” halaman 8-61.SISTIM POMPA BAHAN BAKAR EAS27570 TROUBLESHOOTING Jika pompa bahan bakar tidak bekerja CATATAN: • Sebelum troubleshooting. Periksa switch engine stop. NG → Ganti kunci kontak/main switch NG → • Bersihkan terminal battery. lihat bagian “MEMERIKSA SAKLAR” halaman 8-57. Periksa kunci kontak/ main switch. Ganti saklar tangkai kemudi kanan. OK ↓ 3. OK ↓ 4. Periksa sekring lihat bagian “MEMERIKSA SEKRING” halaman 8-61. Jok/tempat duduk 2. • Setrom/ganti battery.

POMPA BAHAN BAKAR 8-54 .

KOMPONEN KELISTRIKAN EAS27971 KOMPONEN KELISTRIKAN 4 3 5 6 2 7 17 1 8 9 10 16 15 14 13 12 11 8-55 .

Relay sinyal belok 10. Lean angle sensor 6. Kabel bodi 8-56 . Sensor temperatur coolant.KOMPONEN KELISTRIKAN 1. Battery 4. Starting circuit cut-off relay 8. 16. Starter relay 13. Rectifier/regulator 12. klakason/Horn 2. Switch lampu rem belakang 14. Relay motor kipas radiator. Kunci kontak 3. Condensor 7. Sekring/Fuse 5. Switch neutral 15. 9. ECU (engine control unit) 11. Ignition coil 17.

KOMPONEN KELISTRIKAN EAS27980 MEMERIKSA SAKLAR/ SWITCH 6 P B 7 Y L/B G 1 R Br/L ON OFF R Br/L (RED) 8 Ch Br/W Dg (L) (R) 9 Y/W W 2 B B (BLACK) 10 Br L L/B L Dg Br Br/W P Ch 3 L/W B G Y B R/B B (BLUE) 4 R/W R/W L/W R/W B R/W 11 R/B B (BLACK) 5 Br G/Y (BLACK) B B (BLACK) 12 Sb 8-57 .

Saklar dimmer 8. Saklar Pass 10. Tombol klakson/Horn 7. Tombol starter/Start switch 4.KOMPONEN KELISTRIKAN 1. Switch neutral 8-58 . Switch lampu rem belakang 6. Saklar sinyal belok 9. Switch kopling 12. Switch lampu rem depan 3. Switch engine stop 5. Saklar lampu 11. Kunci kontak/Main switch 2.

pada terminal coupler “a”. jika penyambungan tidak sempurna. ECA14370 PERHATIAN: Jangan memasukan ujung tester. ganti saklar/ switch. • Sebelum memeriksa sistim penyambungan.KOMPONEN KELISTRIKAN Periksa penyambungan saklar/ switch dengan pocket tester. untuk menghindari kerusakan terminal. b R Br/L a ON OFF R Br/L 8-59 . menggambarkan diagram kunci kontak (sebagai contoh gambar diagram) Lajur kiri menggambarkan kondisi switch “a” dan kolom diatas menggambarkan warna kabel “b” yang akan dihubungkan. setel jarum pocket tester “0” dan posisi selektor “Ω × 1” . hati-hati jangan sampai merusak kabel. hubungkan antar dua ujung tester beberapa kali. ini adalah hubungan kabel warna (R). Gambar di bawah. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: • sebelum memeriksa sistim penyambungan. Sistim penyambungan (rangkaian tertutup) menggambarkan posisi berhubungan antar terminal “ ”. dari belakang terminal. dan Br/L jika saklar di geser ke arah “ON”. masukkan ujung tester. periksa sambungan kabel dan jika perlu.

dan benda benda yang mudah terbakar. jarum pada posisi “0” dan range “Ω × 1”. saat melepas bohlam jangan menarik pada bagian kabel. cara melepasnya dengan menarik keluar dari socket dengan hati-hati. biarkan bohlam biarkan bohlam mendingin terlebih dahulu. dan periksa kondisi bohlam. dan kemampuan penyinaran. cara melepasnya dengan cara menekan sambil diputar ke kiri. Pasangkan kabel positive tester ke terminal “1” dan kabel negative tester ke terminal "3". Lepas: • Bohlam 8-60 . socket bohlam. atau keduanya. atau keduanya. Sambungkan posisi positive pocket tester keterminal “1” dan kabel negative tester ke terminal “2”. seperti gambar di bawah.KOMPONEN KELISTRIKAN EWA3C11001 EAS27990 PERINGATAN MEMERIKSA BOHLAM DAN SOCKET BOHLAM Periksa kondisi bohlam dan socket bohlam dari karat. bohlam dalam kondisi putus. hal ini akan mempengaruhi umur bohlam. juga hubungan antar terminal. ECA3C11001 PERHATIAN: • Pegang pada bagian socket. 1. • Bohlam tipe “d” dan tipe “e” dipakai pada lampu meter dan indikator. • Bohlam tipe “a” dan “b” dipakai pada lampu depan dan biasanya memakai holder. setel pocket tester. atau kain yang dibasahi dengan alcohol. b. atau ganti bohlam. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Memeriksa kondisi bohlam Ikuti prosedur dibawah ini. atau thinner. Bohlam lampu mengeluarkan panas yang tinggi untuk itu. sebelum melepas bohlam. Periksa: • Kondisi bohlam (putus tidaknya) (dengan pocket tester) Putus → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: Sebelum pemakaian. sambungan tidak bagus → perbaiki sambungan. dan periksa kondisi bohlam. Jika salah satunya tidak ada hubungan. jika kaca tersentuh oleh oli. kebanyakan tipe ini cara melepasnya dengan cara memutar berlawanan dengan arah jarum jam. Putus→ Ganti bohlam. a. jauhkan tangan anda. rusak/aus → perbaiki. • Jangan menyentuh langsung pada kaca bohlam hindari dari oli dan cairan lain. Tipe bohlam Bermacam-macam tipe bohlam yang dipakai pada sepeda motor. untuk memeriksa bohlam. • Bohlam tipe “c” dipakai pada lampu sein dan lampu rem/belakang. 2. bersihkan dengan cairan pembersih. c.. teliti terlebih dahulu. akan merusak sistim sambungan pada bagian terminal/ coupler. sistim penyambungan. ----> Ganti bohlam.

KOMPONEN KELISTRIKAN Memeriksa kondisi socket bohlam. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS28000 MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Jangan sekali-kali menggunakan sekring. ganti sekring. Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. Ganti: • Sekring yang putus Battery mengandung gas yang mudah terbakar dan mengandung asam sulfat yang beracun yang berbahaya dan bersifat merusak. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 4. Pasang sekring pengganti yang baru. hal ini akan mengakibatkan luka bakar yang serius. untuk penanganannya: • Pergunakan pelindung mata. Jika jarum pocket tester tidak bergerak “∞”. Periksa: • Sekring a. • Setrom Battery dengan ventilasi yang cukup • Jauhkan Battery dari api. Pasang pocket tester pada sekring. CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM PERINGATAN Pasang pocket tester dengan posisi “Ω × 1”. b. kompor listrik. Putar kunci kontak pada posisi "ON". lampu dan sistim pengapian yang tidak berfungsi dan dapat menimbulkan bahaya kebakaran. Ikuti prosedur dibawah ini. Pasang bohlam yang bagus pada socket. 1. Putar kunci kontak pada posisi “OFF”. Periksa: • Socket bohlam (dari penyambungan) (dengan pocket tester) tidak terhubung → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C CATATAN: EWA13310 a. Pasang pocket tester pada kabel yang berhubungan dengan socket bohlam. c. a. dan periksa sistim aliran listrik. rokok). 8-61 . LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. putar kunci kontak pada posisi “OFF” jika memeriksa sekring atau mengganti sekring. mesin las. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C b. dan gas (a. Jika sekring terputus kembali. TINDAKAN PERTAMA JIKA TERKENA BADAN BAGIAN LUAR • Kulit — cuci dengan air • Mata — rendam air selama 15 menit. ganti socket bohlam. dengan amper yang sama. sumber panas. dan segera bawa ke dokter mata. c. Untuk itu ikuti petunjuk dibawah ini. untuk memeriksa kondisi socket. dan periksa kondisi sekring. Periksa sistim penyambungan socket. • JANGAN MEROKOK pada saat menangani dan menyetrom Battery. 2. jika terlihat tidak ada hubungan. ikuti prosedur pemeriksaan dibawah ini. 1. dengan amper yang lebih tinggi dari spesifikasi standart. periksa sistim rangkaian kabel kelistrikan Nama Sekring PERINGATAN MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Besarnya amper 20 A Jmlh 1 Periksa semua socket dari sistim penyambungan sama halnya dengan pemeriksaan bohlam lampu.. b. saat anda bekerja menangani Battery. Pasang: • Jok/tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1 EAS28030 MEMERIKSA SEKRING ECA3C11002 PERHATIAN: MEMERIKSA DAN MENYETROM BATTERY EWA13290 Untuk menghindari hubungan pendek. hal ini akan mengakibatkan kerusakan pada sistim kelistrikan antara lain. • JAUHKAN BATTERY DAN CAIRAN BATTERY DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK.l. d. korek api. • Hindari kontak badan anda dengan cairan battery.

sebagai contoh Contoh Voltage Battery= 12. Memeriksa pengisian battery. Lepaskan: • Battery 4. kondisi plat battery. dan ketinggian air battery. jika voltase battery 12. Pasangkan pocket tester pada terminal battery. Voltase Battery (V) B. dan segera bawa ke dokter. 2.l. ECA3C11003 PERHATIAN a. berbeda jika dibandingkan dengan battery biasa. minyak sayur. dapat dilakukan dengan melihat voltase battery melalui terminal Battery. dan voltase penyetruman untuk battery MF. Untuk penambahan air battery. 1. 2 1 3.. atau minum susu. Hubungan antara voltase Battery. Battery MF memerlukan metode penyetruman yang memerlukan kehati-hatian. Hal ini bervariasi. • Tidak perlu dilakukan penyetroman. untuk melihat kondisi Battery.8 V.0 V Waktu penyetroman = 6. dapat dilihat pada tabel dibawah. jangan membuka seal. tergantung temperatur. voltase jika terminal positive dalam kondisi terlepas). Buka: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. • Waktu penyetruman. CATATAN: • Penyetruman battery MF tidak dapat dilakukan jika dalam kondisi rangkaian terbuka/ open-circuit (a. dan selanjutnya kabel positive battery “2”. dan waktu penyetroman pada suhu 20 °C (68 °F) D. Untuk itu diperlukan alat penyetrum khusus. amper pengisian. Jika battery mengalami overcharge. b. • Kabel positive tester → terminal positive battery • Kabel negative tester → terminal negative battery CATATAN: MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM • Ini adalah battery tipe sealed/MF. Lepaskan: • Kabel battery (dari terminal battery) ECA13640 PERHATIAN: Pertama-tama lepaskan kabel negative battery “1”. sehingga tidak diperlukan memeriksa voltase tiap sel. A. Periksa: • Kondisi Battery 8-62 .5 jam Kondisi pengisian battery = 20–30% Battery MF menggunakan seal yang tidak bisa dibuka.KOMPONEN KELISTRIKAN BAGIAN DALAM • Minum air sebanyak-banyaknya. air Battery akan mengalami penurunan. jika akan menyetrum battery tipe MF. dan pemeriksaan air battery tidak diperlukan. dan pemeriksaan berat jenis air battery Untuk itu. hal ini akan merusak battery. Waktu penyetroman (jam) C.

• Pastikan penjepit battery charger terpasang dengan kuat pada terminal battery dan tidak terjadi hubungan pendek. Kondisi kapasitas setrom Battery (%) C. Ukur kondisi voltase Battery sesungguhnya CATATAN: Pengukuran voltase harus dilakukan 30 menit setelah mesin dimatikan. matikan untuk sementara Battery charger. B. jangan menyalakan battery charger sebelum kabel Battery charger terpasang pada battery. Voltage (V) Waktu (menit) Penyetruman Suhu ruang 20 °C (68 °F) Periksa voltase MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM Metode penyetroman dengan variable-current (voltase) charger a. D. tunggu hingga 30 menit kemudian. Setrom: • Battery (lihat metode penyetroman pada gambar ilustrasi) EWA13300 PERINGATAN Jangan lakukan penyetroman cepat pada battery. Battery tidak terisi. jika voltase terlalu rendah. dan jika voltase terlalu tinggi battery dapat over charger. dan kecepatan pengisian yang cepat. dan tunggu beberapa saat untuk pendinginan. • Gambar illustarsi di bawah. Pasangkan Battery charger. akan menimbulkan loncatan api.) • Untuk menghindari loncatan api. lepaskan kabel negative battery. timbul panas pada battery. lepaskan battery dari sepeda motor . A. Pastikan amper pengisian lebih tinggi dari amper pengisian standard yang tertulis pada battery. • Sebelum melepas kabel battery charger yang terpasang pada terminal battery. E. dari terminal Battery. jika akan mengukur voltase Battery A. setel voltase pengisian dengan 20–24 V. menggambarkan voltase Battery MF. dan monitor amper pengisian setiap 3–5 menit pada Battery 8-63 . • Jangan menggunakan high-rate battery charger. C. dapat mengakibatkan panas yang berlebihan dan rusaknya plat battery • Jika memungkinkan lakukan penyetroman berkala dengan battery charger. ammeter pada Batttery dan lakukan penyetroman. Jika kabel tidak terpasang dengan kuat. untuk itu. • Pada saat melakukan penyetroman battery. c. akan stabil setelah 30 menit dari proses penyetroman. (jika melakukan penyetroman dalam kondisi terpasang. arus pengisian yang tinggi. CATATAN: Naikkan voltase pengisian hingga 16–17 V. b. dan setelah dingin. hati-hati jangan sampai terjadi overcharge pada battery. Voltase Battery (V) B. matikan terlebih dahulu battery charger. ECA13670 PERHATIAN: • Jangan melepas seal cap MF battery. Suhu ruang 20 °C (68 °F) LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 5. CATATAN: Jika amper pengisian lebih rendah dari standard amper pengisian yang tertulis pada battery. lakukan penyetroman kembali.KOMPONEN KELISTRIKAN • Jika pada saat proses penyetroman.

Ukur voltase battery sesungguhnya. Pastikan amper pengisian lebih tinggi dari amper pengisian yang tertulis paba battery. f. c. CATATAN: Pengukuran dilakukan 30 menit setelah mesin dimatikan. e. Ukur voltase battery.Penyetroman telah penuh 12. setel voltase pengisian.Pengisian kurang . ganti relay. 2. Jiika penyetroman telah lebih dari 5 jam.Pasang: • Tempat duduk lihat bagian “RANGKA UMUM” halaman 4-1. 8-64 . Pasang: • Battery 7. dibawah 12. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 6.KOMPONEN KELISTRIKAN • Standard arus pengisian bertambah. g. EAS28040 Metode penyetroman dengan constant volage charger a. Atur waktu penyeteruman sesuai dengan kondisi voltase Battery. Pasang: • Kabel Battery (ke terminal battery ) ECA13630 PERHATIAN: Pertama. sambungkan kabel positive battery “1”. dan arus pengisian tidak bertambah.0 V --. setelah berhenti melakukan penyetroman. Periksa: • Terminal battery Kotor→ bersihkan dengan sikat kawat Sambungan kendor → perbaiki sambungan 9. d.Ganti battery. Ukur voltase battery 30 menit kemudian. Battery charger tidak dapat mengisi MF battery dan untuk tipe ini tidak dapat dipergunakan. 30 menit setelah battery selesai penyetruman 12.Pengisian sempurna 12. d. Lepaskan relay dari kabel bodi.7 V kurang --. dan selanjutnya kabel negative battery “2”. ganti battery. • Standard arus pengisian tidak bertambah. b. Battery dalam kondisi baik. jika tidak tersambung. Setel voltase sehingga amper mengikuti standard pengisian e.8 V lebih --. Pasang charger dan ammeter pada battery.0 V --. dan lakukan penyetroman.Ganti battery. 1 2 8.8 V lebih --. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 12. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C 1. Setrom battery hingga voltase Battery 15 volt.Perlu penyetroman dibawah 12. naikkan arus pengisian. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) dan battery (12 V) ke terminal relay seperti gambar Periksa cara kerja relay diluar spesifikasi → Ganti Setel waktu penyetroman 20 jam (maximum). CATATAN: MEMERIKSA RELAY Periksa penyambungan relay dengan pocket tester. jika tidak ada perubahan amper pengisian. Lumasi: • Terminal battery Pelumas yang disarankan Gemuk Dielectric 10. CATATAN: Jika arus pengisian Battery lebih rendah dari standart arus pengisian yang tertulis pada battery charger.7 V kurang --.

KOMPONEN KELISTRIKAN
Starter relay Relay motor kipas radiator

1

2

1

3

3
R R/W Gy L/W

4

2
W/Y L Br R

4

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”) Starting circuit cut-off relay
EAS3C11001

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”) MEMERIKSA RELAY SINYAL BELOK 1. Periksa: • Voltase masuk relay sinyal belok diluar spesifikasi → rangkaian kabel dari kunci kontak ke coupler relay sinyal belok rusak harus diperbaiki Voltase masuk relay sinyal belok DC 12 V a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada terminal relay sinyal belok seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → coklat/brown “1” • kabel negative tester → masa/ground
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

3

2
R/B L/W R/W L/B

4

1. 2. 3. 4.

Terminal positive battery Terminal negative battery Kabel tester positive Kabel tester negative

Hasil tersambung (antara “3” ke “4”)

Br/W Br

1

8-65

KOMPONEN KELISTRIKAN
b. Putar kunci kontak ke arah “ON”. c. Ukur voltase masuk relay sinyal belok
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Voltase keluar relay sinyal belok diluar spesifikasi → Ganti Voltase keluar relay sinyal belok DC 12 V a. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada relay sinyal belok seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → coklat/putih (brown/white) “1” • Kabel negative tester → masa/ground
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

Tersambung Kabel positive tester → sky blue (biru langit)“1” Kabel negative tester → red/black (merah/hitam) “2” Tidak tersambung Kabel positive tester → red/black (merah/hitam) “2” KLabel negative tester → sky blue (biru langit) “1”

1
Sb R/B

2
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1
Br/W Br

a. Lepaskan diode dari kabel bodi b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) pada terminal diode seperti gambar c. Periksa diode dari penyambungan d. Periksa diode dari tidak tersambung
EAS28060

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

b. Putar kunci kontak ke arah “ON”. c. Ukur voltase keluar relay sinyal belok
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28050

MEMERIKSA CAP BUSI/ SPARK PLUG CAP 1. Periksa: • Tahanan cap busi diluar spesifikasi → ganti Tahanan 3,75–6,25 kΩ a. Lepaskan cap busi, dari kabel busi
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA DIODE 1. Periksa: • Diode diluar spesifikasi → Ganti Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C
CATATAN:

b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1k) pada cap busi seperti pada gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C

Pocket tester atau analog pocket tester, terbaca seperti tabel di samping atas

8-66

KOMPONEN KELISTRIKAN
Tahanan coil secondary 8,64–12,96 kΩ pada 20 °C (68 °F) a. Lepaskan cap busi dari ignition coil.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

b. Pasang pocket tester (Ω × 1k) pada ignition coil seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → orange “1” • Kabel negative tester → kabel busi “2”

c. Mengukur tahanan cap busi
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28090

MEMERIKSA IGNITION COIL 1. Periksa: • Tahanan coil primary *diluar spesifikasi → Ganti Tahanan coil primary 2,16–2,64 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Lepaskan conector ignition coil dari terminal ignition coil. b. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) ke ignition coil seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → orange “1” • Kabel negative tester → red/white (merah/putih) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

2
c. Ukur tahanan coil secondary.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28930

MEMERIKSA LONCATAN BUNGA API 1. Periksa: • Loncatan api/Ignition spark gap diluar spesifikasi → lihat trouble shooting sistim pengapian, mulai tahap 5. lihat bagian “TROUBLESHOOTING” halaman 8-3. Loncatan api minimum 6,0 mm (0,24 in)
CATATAN:

2

1 c. Ukur tahanan coil primary.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

Jika jarak loncatan api sesuai spesifikasi, rangkaian sistim pengapian dalam kondisi baik a. Lepaskan cap busi dari kabel busi.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

2. Periksa: • Tahanan coil secondary diluar spesifikasi → Ganti

b. Pasang ignition checker “1” seperti gambar.

8-67

KOMPONEN KELISTRIKAN
Ignition checker 90890-06754 Opama pet-4000 spark checker YM-34487

R W

1

2

b. Ukur tahanan crankshaft position sensor.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28130

2. Cap busi

c. Putar kunci kontak ke “ON” dan engine stop switch ke “ ”. d. Ukur jarak loncatan api “a”. e. Putar mesin dengan menekan tombol starter “ ” atau dengan starter kaki. dan secara perlahan jauhkan jarak celah api pada ignition checker hingga loncatan api terputus .
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28120

MEMERIKSA LEAN ANGLE SENSOR 1. Buka: • Lean angle sensor 2. Periksa: • Voltase keluar Lean angle sensor diluar spesifikasi → Ganti Voltase keluar Lean angle sensor kurang dari 65°: 0,4–1,4 V lebih dari 65°: 3,7–4,4 V a. Pasang coupler lean angle sensor pada kabel bodi. b. Pasang pocket tester (DC 20 V) pada coupler lean angle sensor seperti gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → yellow/green (kuning/hijau) “1” • kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA CRANKSHAFT POSITION SENSOR 1. Lepaskan: • Coupler crankshaft position sensor (dari kabel bodi) 2. Periksa: • Tahanan crankshaft position sensor diluar spesifikasi → Ganti unit crankshaft position sensor/unit stator. Tahanan crankshaft position sensor 248–372 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasang pocket tester ( Ω × 100) pada coupler crankshaft position sensor seperti gambar. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → red (merah) “1” • Kabel negative tester → white (putih) “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

c. Putar kunci kontak ke “ON”. d. Miringkan lean angle sensor pada 65°.

8-68

KOMPONEN KELISTRIKAN
e. Ukur voltase keluar dari lean angle sensor.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28940

MEMERIKSA CARA KERJA MOTOR STARTER 1. Periksa: • Cara kerja motor starter Tidak bekerja → lihat troubleshooting sistim starter, pada tahap 4. lihat bagian “TROUBLESHOOTING” halaman 8-9. a. Sambungkan terminal positive battery “1” dan kabel starter motor “2” dengan kabel “3”.
EWA13810

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → white (putih) “1” • Kabel negative tester → white (putih) “2” • Kabel positive tester → white (putih) “1” • kabel negative tester → white (putih)“3” • Kabel positive tester → white (putih)“2” • Kabel negative tester → white (putih) “3”

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

PERINGATAN

• Pergunakan kabel jumper yang lebih besar dari kabel Battery, jika tidak kabel dapat terbakar. • Pemeriksaan ini dapat menimbulkan loncatan api. untuk itu, jauhkan benda yang terbakar dari sekitarnya.

1 2

W W W

3

b. Ukur tahanan stator coil.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28170

b. Periksa cara kerja motor starter.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28150

MEMERIKSA RECTIFIER/REGULATOR 1. periksa: • Voltase pengisian diluar spesifikasi → Ganti rectifier/regulator. Voltase pengisian 14 V pada 5000 r/min a. Pasang engine tachometer pada kabel busi. b. Pasang pocket tester (DC 20 V) pada coupler rectifier/regulator seperti pada gambar Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

MEMERIKSA STATOR COIL 1. Lepaskan: • Coupler stator coil (dari kabel bodi) 2. Periksa: • Tahanan stator coil diluiar spesifikasi → Ganti crankshaft position sensor/unit stator. Tahanan stator coil 0,448–0,672 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasangkan pocket tester (Ω × 1) pada coupler stator coil coupler sperti pada gambar
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

8-69

KOMPONEN KELISTRIKAN
• Kabel positive tester → red (merah) “1” • Kabel negative tester → black (hitam) “2” c. Ukur tahanan horn .
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

2. Periksa: • Suara klakson/Horn suara sember → setel, atau ganti a. Pasang battery (12 V) tpada horn. b. Putar mur penyetel ke arah “a” atau “b” hingga spesifikasi suara baik
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

W W W R B

1

2

c. Hidupkan mesin pada putaran 5000 r/min. d. Ukur voltase pengisian
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28180

a

b

MEMERIKSA KLAKSON/ HORN 1. Periksa: • Tahanan Klakson/Horn diluar spesifikasi → Ganti Tahanan coil 4,30–4,80 Ω pada 20 °C a. Lepaskan connector dari terminal horn. b. Pasang pocket tester (Ω × 1) pada terminal Horn Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → terminal horn “1” • Kabel negative tester → terminal horn “2”
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
EAS28220

MEMERIKSA SENDER BAHAN BAKAR 1. Lepaskan: • Coupler unit pompa bahan bakar (dari kabel bodi) 2. Lepaskan: • Tangki bahan bakar 3. Lepas: • Unit pompa bahan bakar (dari dalam tangki bensin) 4. Periksa: • Tahanan sender bahan bakar diluar spesifikasi → Ganti unit pompa bensin. Sender bahan bakar Tahanan unit sender bensin (penuh) 4,0–10,0 Ω pada 20 °C (68 °F) Tahanan unit sender bensin (kosong) 90,0–100,0 Ω pada 20 °C (68 °F) a. Pasang pocket tester ( Ω × 100) pada coupler sender bahan bakar seperti pada gambar.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

1

Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → green (hijau)“1” • Kabel negative tester → black (hitam) “2”

2

8-70

diluar spesifikasi → ganti. ganti segera. Masukan thermometer “3” pada coolant. Lepas: • Sensor temperature coolant EWA14130 PERINGATAN b. e. • Tangani sensor temperature coolant dengan hati-hati. Pasangkan battery (DC 12 V) seperti gambar • Kabel negative Battery → blue (biru) “1” • Kabel positive Battery → black (hitam) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 3 1 2 b. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL c. 1 L B CATATAN: Pastikan terminal sensor temperatur coolant dalam kondisi kering. Periksa tahanan sensor temperatur coolant. Periksa: • Tahanan sensor temperatur coolant. rendam sensor temperatur coolant “1” pada gelas. Periksa putaran motor kipas radiator. Pasangkan pocket tester (Ω × 100) pada terminal sensor temperature coolant seperti pada gambar.KOMPONEN KELISTRIKAN EAS28260 2 1 G B R/W Y MEMERIKSA SENSOR TEMPERATUR COOLANT 1. Lepaskan coupler motor kipas radiator dari kabel bodi. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 3. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 4 3 c. dan biarkan menjadi dingin hingga suhu spesifikasi. 2. 2 c. dan isi gelas dengan coolant “2”. Tahanan sensor temperatur coolant 310–326 Ω pada 80 °C (176 °F) a. Ukur tahanan sender bahan bakar LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL EAS28250 MEMERIKSA KIPAS MOTOR RADIATOR 1. b. Pasang: • Sensor temperature coolant 8-71 . Gerakan pelampung sender ke posisi minimum “3”/dan posisi maximum “4” . d. Panaskan coolant secara perlahan. • Jangan sampai sensor temperatur coolant terbentur benda keras. Jika sensor temperature coolant terjatuh. Periksa: • Motor kipas radiator rusak/tidak berputar → ganti a.

voltase tidak berubah. • kabel positive tester → terminal yellow/blue (kuning/biru) “3” • kabel negative tester → terminal black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM T.73 Volt (Y/L . seperti pada gambar.B/L) (kuning/biru–hitam/biru) EAS3C11029 MEMERIKSA UNIT THROTTLE BODY SENSOR EWA3C11011 PERINGATAN • Jangan membongkar unit throttle body sensor. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → pink/white (merah jambu/putih) “1” • Kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 8-72 . • Tangani unit throttle body sensor dengan penuh hati-hati.KOMPONEN KELISTRIKAN Sensor temperatur coolant 18 Nm (1. Voltase output Throttle position sensor (posisi menutup) 0. 13 ft·lb) d.00–101. diluar spesifikasi (posisi menutup) → Ganti throttle body. seperti pada gambar.8 m·kg. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada terminals coupler unit throttle body sensor.32 kPa a. atau berubah dengan kasar dan tiba-tiba → Ganti throttle body. dan periksa penambahan voltase output throttle position sensor.63–0. • Jangan sampai unit throttle body sensor terbentur benda keras. diluar spesifikasi → ganti/perbaiki kabel bodi. R. Pasangkan pocket tester (DC 20 V) pada coupler unit throttle body sensor seperti pada gambar. Buka secara perlahan handel gas.000 V pada 20.789–4. Voltase out put Intake air pressure sensor 0. jika unit throttle body sensor terjatuh. Voltase masuk throttle position sensor 5 Volt (blue-black/blue) (biru–hitam/biru) c. 1 3 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Intake air pressure sensor (Sensor tekanan udara masuk) 1. Periksa: • Throttle position sensor a. Digital circuit tester 90890-03174 Model 88 Multimeter with tachometer YU-A1927 • Kabel positive tester → terminal biru “1” • Kabel negative tester → terminal black/blue (hitam/biru) “2” b. Pasangkan tester digital pada terminal coupler unit throttle body sensor. Ukur voltase pemasukan throttle position sensor. Throttle position sensor 1. ganti segera. Periksa : • Voltase out put Intake air pressure sensor diluar spesifikasi → Ganti throttle body.

Lepaskan: • Coupler FID (fast idle solenoid) 2. LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL Intake air temperature sensor (sensor temperatur udara masuk) 1. Periksa: • Tahanan sensor Intake air temperature diluar spesifikasi → Ganti throttle body Tahanan Intake air temperature sensor 5. Putar kunci kontak ke posisi “ON”. Lepaskan coupler FID (fast idle solenoid) dari kabel bodi. Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C • Kabel positive tester → brown/white (coklat/putih) “1” • kabel negative tester → black/blue (hitam/biru) “2” MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 1 2 LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 2 1 b.5 Ω MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM 2 1 b. Ukur tahanan FID (fast idle solenoid) diluar spesifikasi → Ganti unit throttle body.7–6. Ukur output voltage intake air pressure sensor.5–38. Tahanan FID (fast idle solenoid) 31. Periksa: • Tahanan FID (fast idle solenoid) a. Pasang pocket tester (Ω × 10) pada terminals dari FID (fast idle solenoid).3 kΩ a. b.KOMPONEN KELISTRIKAN EAS3C11002 MEMERIKSA FID (FAST IDLE SOLENOID) 1. c. • Kabel positive tester → terminal brown (coklat) “1” • Kabel negative tester → terminal yellow/red (kuning/merah) “2” Pocket tester 90890-03112 Analog pocket tester YU-03112-C c. Ukur tahanan intake air temperature sensor LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL 8-73 . Pasang pocket tester ( Ω × 1k) pada coupler unit throttle body sensor seperti pada gambar.

..................................................9-2 TERLALU DINGIN/OVERCOOLING.......9-2 PERPINDAHAN GIGI MELONCAT............................................................................................................. 9-3 GARPU DEPAN TIDAK SEMPURNA ...............................9-2 KOPLING TIDAK LANCAR ................................................................................................................................................9-1 KEGAGALAN START . 9-1 PERFORMANCE BURUK PADA PUTARAN MENEGAH DAN TINGGI.........9-2 SULIT DALAM PERPINDAHAN GIGI.............................................................................9-1 PUTARAN MESIN TIDAK TEPAT .................................................................................... 9-3 SISTIM PENERANGAN DAN SINYAL BERMASALAH................TROUBLESHOOTING TROUBLESHOOTING................................... 9-2 PEDAL PEMINDAH GIGI SULIT BERGERAK ......................................9-3 PERFORMANCE PENGEREMAN YANG BURUK............................................................................................................................................... 9-3 PENGENDALIAN TIDAK STABIL................................................ 9-1 INFORMASI UMUM .........9-2 PANAS BERLEBIHAN/OVERHEATING ...... 9-4 9 .....................

Crankcase dan crankshaft • Pemasangan crankcase tidak tepat • Crankshaft macet Sistim bahan bakar 1. EAS28470 KEGAGALAN START mesin 1. Sistim starter • Motor starter rusak • Starter relay rusak • Starting circuit cut-off relay rusak • Starter clutch rusak EAS28490 PUTARAN LANGSAM MESIN BURUK Mesin 1. Sekring • Sekring putus • Pemasangan sekring salah 3. Saringan udara • Saringan udara tersumbat Sistim bahan bakar 1. Aus. Throttle body • Bahan bakar yang memburuk • Udara tersumbat Kelistrikan 1. Busi/Spark plug • Celah busi tidak tepat • Tingkatan busi salah • Busi mati • Elektroda busi aus • insulator busi rusak • Cap busi rusak 4. menyetel. Tangki bensin • Bensin habis • Filter bensin tersumbat • Adanya kontanimasi bahan bakar 2. Ignition system • ECU rusak • Crankshaft position sensor rusak • Pin pasak generator rotor rusak 6. Cylinder dan cylinder head • Kelonggaran klep tidak tepat • Komponen penggerak klep rusak 2. Throttle body • Joint throttle body kendor • Gerak bebas handel gas tidak tepat • Throttle body masuk air • Air induction system rusak 9-1 . Battery • Penyetruman battery kurang • Battery rusak 2. Ignition coil • Bodi ignition coil retak • Lilitan primary dan secondary putus • Kabel busi rusak 5.TROUBLESHOOTING EAS28450 TROUBLESHOOTING EAS28460 INFORMASI UMUM CATATAN: Petunjuk troubleshooting dibawah ini. Saklar dan kabel • Kunci kontak rusak • Engine stop switch rusak • Kabel putus • Neutral switch rusak • Tombol starter rusak • Switch kopling rusak • Masa kabel kurang • Sambungan kendor 7. lihat juga prosedur manual cara-cara untuk memeriksa. lemahnya ring piston • Ring piston lengket/macet • Piston macet dan rusak 3. Pompa bahan bakar • Pompa tidak berfungsi • Relay pompa bensin rusak 3. dan mengganti komponen spare parts. Saringan udara/Air filter • Pemasangan saringan udara tidak tepat • Tersumbatnya saringan udara mesin 4. tidak bisa meliput semua masalah. hanya bisa membantu dan memberikan petunjuk dasar troubleshooting untuk itu. Cylinder dan cylinder head • Busi kendor • Baut cylinder head dan cylinder kendor • Gasket cylinder head rusak • Gasket cylinder rusak • Aus atau longgarnya cylinder • Kelonggaran klep tidak tepat • Tidak sempurnanya seal klep • Bocornya klep dan dudukan klep • Valve timing tidak tepat • Per klep rusak • Klep macet 2. Piston dan ring piston • Pemasangan ring piston tidak tepat • Patah.

Kopling • Pemasangan kopling tidak tepat • Penyetelan kabel kopling tidak tepat • Per kopling kendor • Plat kopling aus • Kampas kopling aus 2. EAS28540 PEDAL PEMINDAH GIGI TIDAK LANCAR As pemindah gigi • As pemindah gigi bengkok Shift drum dan shift forks • Alur shift drum rusak • Shift fork macet • Shift fork guide bar bengkok Transmisi • Gear transmisi aus • Adanya material lain pada transmission gears • Pemasangan transmisi tidak benar PANAS MESIN BERLEBIHAN Mesin 1. Ignition system • ECU rusak • Crankshaft position sensor rusak • Pin pasak generator rotor rusak EAS28510 EAS28550 PERPINDAHAN GIGI LONCAT As pemindah gigi/Shift shaft • Posisi shift pedal tidak tepat • Stopper lever tidak sempurna Shift forks • Shift fork aus Shift drum • Gerak axial tidak sesuai • Alur shift drum rusak Transmisi • Gear dog aus EAS28560 KOPLING RUSAK Kopling selip 1.TROUBLESHOOTING Sistim kelistrikan 1. Pompa bahan bakar • Pompa bensin rusak EAS28530 PERPINDAHAN GIGI SULIT Perpindahan gigi sulit lihat bagian “Kopling tidak lancar”. Oli mesin • Ketinggian oli mesin tidak tepat • Kekentalan oli salah (rendah) • Oli memburuk Kopling macet 1. Kopling • Per kopling tidak rata • Pressure plate aus • Plat kopling bengkok • Kampas kopling bergelombang • Clutch push rod bengkok • Clutch boss rusak • Bushing primary driven gear aus 2. Mesin 1. Battery • Battery kurang setrom • Battery rusak 2. Oli mesin • Ketinggian oli kurang 9-2 . Busi/Spark plug • Celah busi salah • Tingkatan busi tidak tepat • Busi mati • Electroda busi rusak • Insulator busi rusak • Cap busi rusak 3. Aliran coolant tersumbat • Cylinder head dan piston • Banyak endapan carbon 2. Saringan udara • Saringan tersumbat Sistim bahan bakar 1. Oli mesin • Ketinggian oli mesin kurang • Kekentalan oli salah (tinggi) • Oli yang memburuk EAS28600 PERFORMANCE PUTARAN MENENGAH DAN TINGGI BURUK lihat bagian “KEGAGALAN STARTING ” hal 9-1. Ignition coil • Putusnya coil primary atau secondary • Kabel busi rusak • Retaknya ignition coil 4.

Lengan ayun • Bearing aus • Swingarm bengkok/rusak 9-3 . Tangkai kemudi/handle bar • Bengkok atau salah posisi tangkai kemudi 2. Selang dan Pipa • Selang bocor • Sambungan selang tidak sempurna • Pipa pecah • Sambungan pipa bocor Sistim bahan bakar 1. Disc brake • Kampas rem aus • Piringan rem aus • Terdapat udara pada sistim hydraulic • Minyak rem bocor • Kit caliper rem rusak • Seal caliper rem rusak/bocor • Baut union kendor • Selang rem bocor PENGENDALIAN TIDAK STABIL 1. Ignition system • Kerusakan ECU EAS28610 • Terdapat oli atau gemuk pada piringan rem • Terdapat oli atau gemuk pada kampas rem • Ketinggian minyak rem terlalu rendah 2.rusak atau karat pada inner tube • Baret atau rusaknya outer tube • Pemasangan seal oli tidak sempurna • Seal oli sobek/aus • Ketinggian oli shock tidak standart (tinggi) • Baut damper rod kendor • Washer tembaga baut damper rod rusak • Pecah/rusaknya O-ring baut cap Tidak berfungsi • Bengkok atau baret inner tube • bengkok atau baret outer tube • Patah/rusak per garpu depan • Bengkok/rusak damper rod • Oli schock tidak sesuai spesifikasi • Ketinggian oli shock tidak standart EAS28670 MESIN TERLALU DINGIN Sistim pendinginan/Cooling system 1. Air pendingin/Coolant • Ketinggian air rendah 2. Tromol rem • Sepatu rem aus • Tromol rem aus • Gerak bebas pedal rem tidak sesuai • Posisi tuas camshaft rem tidak tepat • Posisi sepatu rem tidak sempurna • Rusak/patahnya per sepatu rem • Terdapat oli atau gemuk pada sepatu rem • Terdapat oli atau gemun pada tromol rem • Batang torsi rem lepas/patah EAS28650 TIDAK SEMPURNANYA GARPU DEPAN Kebocoran oli • Bengkok. Busi/Spark plug • Celah busi tidak starndart • Tingkat panas busi tidak sesuai 2. Thermostat • Thermostat macet kondisi terbuka EAS28640 KEMAMPUAN PENGEREMAN BURUK 1. Pompa air • Rusaknya pompa air 4.TROUBLESHOOTING • Kekentalan oli tidak sesuai • Oli rendah mutunya Sistim pendinginan/Cooling system 1. Saringan udara/Air filter • Saringan udara tersumbat/kotor Rangka/Chassis 1. Kaki-kaki garpu depan • Ketinggian oli shock tidak rata • Tekanan per tidak sama (antara garpu kanan dan kiri) • Per patah • Inner tube bengkok. atau rusak • Outer tube bengkok atau rusak 4. Throttle body • Rusak atau kendornya joint throttle body 2. Thermostat • Thermostat macet kondisi menutup 5. Rem • Rem macet Sistim kelistrikan 1. Komponen steering head • Salah pemasangan bracket atas • Salah pemasangan bracket bawah (salah pengencangan mur ring) • Tangkai kemudi bengkok • Ball bearing atau bearing race rusak 3. Radiator • Radiator rusak/bocor • Tutup radiator rusak • Rusaknya fin radiator 3.

Roda • roda tidak balance • Cast wheel berubah bentuk • Bearing roda rudak • As roda rusak atau bengkok • Roda oleng 8. Ban • Tekanan ban tidak sesuai (depan dan belakang) • Tekanan angin kurang • Keausan ban tidak sama 7. Unit shock absorber belakang • Per shock absorber tidak berfungsi • Kebocoran oli 6.TROUBLESHOOTING 5. Rangka/Frame • Rangka bengkok • Steering head pipe rusak • Pengencangan kurang pada bearing race EAS28710 • Bohlam terbakar • Sambungan tidak sempurna • Kabel bodi rusak • Rangkaian masa/ground kurang • Battery rusak • Sekring tidak sesuai Nyala sinyal belok lambat • Relay rusak • Kunci kontak rusak • Saklar sein rusak • Kapasitas bohlam tidak sesuai Nyala sinyal tidak stabil • Relay rusak • Salah satu bohlam putus Nyala sinyal terlalu cepat • Bolam tidak sesuai • Relay rusak • Salah satu bohlam putus Klakson/Horn mati • Salah penyetelan klakson • Klakson rusak • Kunci kontak rusak • Tombol klakson rusak • Battery rusak • Sekring putus • Kabel bodi rusak LAMPU DAN SINYAL TIDAK MENYALA Lampu depan tidak menyala • Bohlam putus • Terlalu banyak asesoris kelistrikan • Arus pengisian battery tidak sesuai • Penyambungan tidak sempurna • Masa/ground kurang • Saklar buruk • Bohlam lampu depan terputus Lampu depan terbakar • Bohlam lampu tidak berkualitas • Battery rusak • Tidak berfungsinya rectifier/regulator • Masa/ground tidak bagus • Kunci kontak rusak • Saklar lampu rusak • Umur bohlam habis Lampu belakang/rem putus • Bohlam lampu kualitas rendah • Terlalu banyak aksesoris kelistrikan • Sambungan tidak sempurna • Lampu terbakar Lampu belakang/rem terbakar • Kualitas lampu rendah • Battery rusak • Penyetel lampu rem rusak • Umur bohlam habis Lampu sein tidak menyala • Saklar sein rusak • Relay saklar rem rusak 9-4 .

Lampu peringatan panas mesin/Coolanttemperature warning light 54. Crankshaft position sensor 59. Lampu sinyal belok belakang kanan 45. Indikator lampu jauh 1. Unit meter 52. Lampu sinyal belok depan-kiri 42. Sender bahan bakar/Fuel sender 29. Relay motor kipas radiator 50.EAS28740 EAS28750 ichsan iskandar DIAGRAM KELISTRIKAN V-IXION 57. Tachometer 56. Sekring/Fuse 6. Diode 14. Engine stop switch 13. Tombol starter 12. Lampu sinyal belok depan-kanan 43. Lampu posisi/lampu senja 47. Saklar lampu 36. Intake air pressure sensor 17. Unit lampu depan 46. Motor kipas radiator 49. Switch kopling 41. Indikator sinyal belok 3. Klakson/Horn 34. Lampu sinyal belok belakang kiri 44. Lampu mesin bermasalah/Engine trouble warning light 53. FID(fast idle solenoid) 26. Ignition coil 24. lampu depan 48. Lampu belakang/rem 32. Saklar tangkai kemudi kanan 11. 16. Intake air temperature sensor 18. Switch rem belakang/Rear brake light switch 30. Kunci kontak/Main switch 5. Battery 7. ECU (engine control unit) 23. Lampu meter/Meter light 2. Saklar Pass 37. Coolant temperature sensor 20. Fuel injector 27. Unit Throttle body sensor. Relay sinyal belok 33. Lean angle sensor 21. AC magneto 58. Motor starter 8. Lampu indikator neutral KODE WARNA B Br Ch Dg G Gy L Lg O P R Sb W Y B/L Br/L Br/W G/R G/W G/Y L/B L/W O/B P/W R/B R/L R/W W/Y Y/G Y/L Y/R Black (Hitam) Brown (Coklat muda) Chocolate(Coklat tua) Dark green (Hijau tua) Green (Hijau) Gray (Abu-abu) Blue (Biru) Light green (Hijau muda) Orange Pink (Merah muda) Red (Merah) Sky blue (Biru langit) White (Putih) Yellow (Kuning) Black/Blue (Hitam/Biru) Brown/Blue (Coklat muda/Biru) Brown/White (Coklat muda/Putih) Green/Red (Hijau/Merah) Green/White (Hijau/Putih) Green/Yellow (Hijau/Kuning) Blue/Black (Biru/Hitam) Blue/White (Biru/Putih) Orange/Black (Orange/Hitam) Pink/White (Merah muda/Putih) Red/Black (Merak/Hitam) Red/Blue (Merah/Biru) Red/White (Merah/Putih) White/Yellow (Putih/Kuning) Yellow/Green (Kuning/Hijau) Yellow/Blue (Kuning/Biru) Yellow/Red (Kuning/Merah) . Conector Self-diagnosis signal 22. Switch rem depan/Front brake light switch 31. B u s i / Spark plug 25. Saklar tangkai kemudi kiri 35. Tombol klakson/Horn switch 39. Saklar dimmer 38. Pompa bensin/Fuel pump 28. Rectifier/regulator 4. Switch netral 15. Starting circuit cut-off relay 10. Throttle position sensor 19. Starter relay 9. Condenser 51. Saklar sinyal belok 40. Meter guide/Fuel gauge 55.

.

LTD.YAMAHA MOTOR CO. 2500 SHINGAI IWATA SHIZUOKA JAPAN ..

V-IXION DIAGRAM KELISTRIKAN W R W W W W W W R W 2 R W 1 W W W R O Y/R Br Gy L/W Br L/B L R B/L B Br/W P/W O/B W/Y Y Y/G Gy Lg G/W Y/L G/R R R/W L/W 5 W W W B R B Gy Gy R 8 R Br R/W O O B 15 16 Br/W P/W B/L Y/L L L P/W B/L Br/W L P/W B/L Br/W 23 24 3 R R/W L/W R R/W R/W Br L/B R/W W W W R 17 18 Y/L Y/L Br 6 R 7 R/B L/W 25 9 R/B L/W R/W L/B Y/R Y/R Br Y/R 4 ON OFF R Br/L (RED) Br R Br (RED) B G/R G/R 26 22 O/B O/B R/L O/B R/W O/B R/W (BLACK) 10 11 L/W R/W B R/W Br L/W R/W B Sb B L/W R/W Br Sb G/R B/L 19 B/L 12 R/B (BLACK) 20 L Y/G B/L R/W G L B/L Y/G 13 Sb R/B Y/G G B R/W Y 27 28 21 Lg Lg Lg G/W Y Y B Gy 14 W/Y B Br 50 Br B (BLACK) B Br (BLACK) Br Br R Br/W Br Br Br Br B B (BLACK) G/Y G/Y Br G/Y (BLACK) B 33 49 P 32 Br G/Y B B W/Y L Br R 30 29 34 W/Y L Br P Br/W R/B Dg L (BLACK) (BLACK) L Dg 51 52 Lg G/W 40 L Br Br/W P R/B B (BLACK) R/B B (BLUE) G Y B Ch Br/W Br Ch P 53 G 35 L B L B 36 37 38 39 (L) 54 55 56 B Gy Br 48 B (R) R/B B (BLUE) Sb Y L Y Y G B B B Ch Dg B 57 58 L 59 Dg Ch L Sb G/W Lg L B Sb G/W Lg L B Br 45 46 L Y G B Ch Dg Ch Dg G/Y L Ch Dg G B 47 41 42 43 44 31 (BLACK) Y L B G/Y L B L Br Dg Ch B G B B B B B B (BLACK) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful