Anda di halaman 1dari 24

TEKS PEMIMPIN

UNTUK IBADAT DAN MISA


REKOLEKSI
Pembina Bina Iman Anak & Pengajar Komuni Pertama
Paroki St. Thomas Rasul – Bojong Indah
1
Penjelasan mengenai IBADAT SORE

Ibadat Sore yang digunakan pada rekoleksi ini diambil dari buku Ibadat Harian (Brevir). Konsili
Vatikan-II menyatakan bahwa Gereja tiada putusnya memuji Tuhan dan memohonkan
keselamatan seluruh dunia bukan hanya dengan merayakan Ekaristi, melainkan dengan cara-
cara lain juga, terutama dengan mendoakan Ibadat Harian" (SC 83).

Ibadah harian disusun sedemikian rupa sehingga seluruh kurun hari dan malam
disucikan dengan pujian kepada Allah, kegiatan ini dilaksanakan oleh para Imam, orang lain
yang atas ketetapan gereja maupun umat beriman (bdk SC 84). "Maka dari itu, semua yang
mendoakan Ibadah Harian menunaikan tugas gereja, maupun ikut serta dalam
kehormatan tertinggi mempelai Kristus. Sebab seraya melambungkan pujian kepada
Allah mereka berdiri di hadapan tahta Allah atas nama Bunda Gereja" (SC 85).

"Kecuali itu sebagai doa resmi Gereja Ibadah Harian menjadi sumber kesalehan dan membekali
doa pribadi. Oleh karena itu para imam dan semua orang lain yang ikut mendaras Ibadat Harian
diminta dalam Tuhan, supaya dalam melaksanakannya hati mereka berpadu dengan apa yang
mereka ucapkan. Supaya itu tercapai dengan lebih baik, hendaknya mereka mengusahakan
pembinaan yang lebih mendalam tentang Liturgi dan Kitab Suci, terutama mazmur-mazmur"
(SC 90).

Dengan mendoakan ibadah harian kita menunjukkan wajah Gereja yang berdoa. Doa-doa
dalam ibadah harian adalah doa-doa yang diinspirasikan dari Roh Kudus, karena berasal dari
teks kitab suci, khususnya Mazmur Daud. Semoga kekayaan Gereja ini mengingatkan kita akan
perlunya berdoa dan persiapan diri sebelum kita mulai melayani anak-anak.

Ibadat Harian juga mengingatkan kita, bahwa sekalipun kita mendaraskan ibadat ini sendirian,
kita menggabungkan diri dengan seluruh Gereja yang memuji Tuhan dan memohonkan
keselamatan bagi seluruh dunia. Hal ini menunjukkan bahwa kita adalah satu keluarga didalam
Gereja, karena dipersatukan oleh Yesus sendiri. Dan semoga kitapun bisa menuntun anak-anak
yang kita bimbing untuk semakin mengenal Kristus dan GerejaNya, sehingga mereka bisa juga
bisa merasakan bahwa mereka adalah bagian yang tidak terpisahkan didalam Gereja, bahwa
kita semua adalah satu keluarga didalam Yesus.

Akhir kata, saya ucapkan banyak terima kasih kepada tim dari Pratista, teman-teman Pembina
Bina Iman anak dan Pengajar Komuni Pertama, semoga rekoleksi kali ini menyadarkan kita
mengenai perlunya membuat persiapan saat mengajar.

Salam dan Doa

Thomas Rudy Haryanto


Koordinator Liturgi

2
IBADAT SORE PERTAMA
(MINGGU ADVEN I)
(Sabtu Sore)
P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang
segala abad amin. Alleluya.
MADAH
Pencipta bintang mulia
Cahaya kami semua
Kristus penebus ilahi
Kabulkanlah doa kami.

HatiMu sungguh berduka


Karna umatMu berdosa
Syukur Engkau berkenan
Melimpahkan Pengampunan

Pada kepenuhan masa


Engkau jadi manusia
Lahir dari bunda murni
Sahaja dan rendah hati.

Dipuja dan dipujilah


Bapa dan Putera Allah
Bersama Roh mahamulya
Selalu senantiasa. Amin
Ant. 1 Wartakanlah kepada para bangsa: "sungguh, Allah penyelamat kita akan datang"
Mazmur 140 (141), 1-9 (Doa dalam bahaya)
Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus dari tangan malaikat ke hadapan Allah (Why 8,4).

Co: Ya Tuhan, aku berseru kepadaMu, datanglah segera kepadaku, * dengarkan suaraku, sebab aku berseru
kepadaMu.
Ce: Semoga doaku membubung ke hadapanMu bagaikan dupa, * semoga tangan yang kutadahkan Kauterima
bagaikan kurban petang.
Co: Awasilah mulutku, ya Tuhan, * dan jagalah pintu bibirku.
Ce: Jangan biarkan hatiku condong kepada kejahatan, * jangan sampai aku berbuat jahat bersama orang berdosa.
Co: Selamanya takkan aku makan semeja dengan orang jahat, * tak pernah aku menikmati kelezatan mereka.
Ce: biarlah Allah yang adil memukul aku, * biarlah yang maharahim menyiksa aku.
Co: Selamanya takkan minyak wangi melumasi rambutku untuk berpesta pora; * tak mungkin Sebab selamanya
doaku menentang kejahatan mereka.
Ce: Biarlah pemimpin mereka jatuh ke cengkeram Allah yang hidup, * biarlah mereka merasakan betapa manislah
keputusanNya
Co: Seperti orang yang dicacah belah dalam neraka, * demikianpun aku hancur lebur di moncong maut.
Ce: Tetapi kepadaMulah mataku tertuju, ya Allah, Tuhànku, * kepadaMulah aku mengungsi, lindungilah hidupku.
Co: Lindungilah aku terhadap jerat yang mereka pasang, * dan terhadap perangkap orang berdosa.
Ce: Kemuliaan kepada Bapa * dan Putera dan Roh kudus.
Co: Seperti pada permulaan, sekarang, selalu * dan sepanjang segala abad Amin.
Ant. 1 Wartakanlah kepada para bangsa: "sungguh, Allah penyelamat kita akan datang"
Ant. 2 Sungguh, Tuhan akan datang, diiringi oleh para kudusNya. Pada hari itu akan bersinarlah cahaya gemilang,
alleluya
Mazmur 141 (142) (Engkaulah pelindungku)
Semuanya ini terpenuhi dalam di Tuhan pada waktu ía menderita sengsara (St. Hilanius).

Ce: Dengan suara lantang aku berseru kepada Tuhan, * dengan suara lantang aku mohon kepada Tuhan.
Co: Aku mencurahkan keluh kesahku di hadapanNya, * aku membentangkan sengsaraku kepadaNya.
Ce: “Bila nyawaku melenyap dari padaku, * Engkaulah yang mengetahui jalannya ke maut.
Co: Sepanjang jalan yang harus kutempuh * para musuhku memasang jerat.
Ce: Tengoklah dan saksikan sendiri, * tak seorangpun mau mengenal aku.

3
Co: Tak mungkin aku meloloskan diri, * tak seorangpun menghiraukan daku.
Ce: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, + Engkaulah pelindungku, * milik pusakaku dalam hidup abadi.
Co: Perhatikanlah seruanku, * sebab aku teramat hina.
Ce: Lepaskanlah aku dari musuh yang mengejar aku, * karena mereka terlalu kuat bágiku.
Co: Keluarkanlah aku dan penjara maut, * agar aku memuji namaMu!
Ce: Semoga rombongan para suci melingkungi aku, * sebab Engkau menyelamatkan daku.”
Co: Kemuliaan kepada Bapa * dan Putera dan Roh kudus.
Ce: Seperti pada permulaan, sekarang, selalu * dan sepanjang segala abad Amin.
ant. 2 Sungguh, Tuhan akan datang, diiringi oleh para kudusNya. Pada hari itu akan bersinarlah cahaya gemilang,
alleluya
ant. 3 Tuhan akan datang dengan kekuasaan besar, dan semua orang akan melihat Dia.
Kidung Filipi (2,6-11) Kristus hamba Allah
Co: Meskipun berwujud Allah + Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh * pada kemuliaanNya yang setara
dengan Allah.
Ce: Ia telah menghampakan diri + dengan mengambil keadaan hamba * dan menjadi sama dengan manusia.
Co: Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri + karena taat sampai mati, * sampai mati di salib.
Ce: Sebab itu Allah telah meninggikan Dia + dan menganugerahkan kepadaNya * nama yang melebihi segala
nama.
Co: Agar dalam nama Yesus + bertekuklah setiap lutut * di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.
Ce: Agar setiap lidah mengakui, + untuk kemuliaan Allah Bapa: * Tuhanlah Yesus Kristus.
Co: Kemuliaan kepada Bapa * dan Putera dan Roh kudus.
Ce: Seperti pada permulaan, sekarang, selalu * dan sepanjang segala abad Amin.
ant. 3 Tuhan akan datang dengan kekuasaan besar, dan semua orang akan melihat Dia.
Bacaan Singkat (1 Tes 5:23-24)
Semoga Allah, pokok damai, menguduskan kamu sekalian sepenuhnya; agar Roh, jiwa dan tubuhmu tetap
terpelihara tanpa cela sampai kedatangan Tuhan. Tuhan yang memanggil kamu tetap setia. Ia akan
melaksanakan sabdaNya
Lagu Singkat
P: Datanglah menyelamatkan kami * Ya TUhan, Allah segala kuasa
U: Datanglah menyelamatkan kami * Ya TUhan, Allah segala kuasa
P: Tunjukkanlah seri wajahMu, maka selamatlah kami
U: Ya TUhan, Allah segala kuasa
P: Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera dan Roh Kudus
U: Datanglah menyelamatkan kami * Ya TUhan, Allah segala kuasa
ant. Karena itu berjaga-jagalah, kata Yesus, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Kidung Maria Luk 1,46-55 (Sukacita dalam Tuhan)

Co:  Aku mengagungkan Tuhan, * hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.


Ce: Sebab Ia memperhatikan daku, * hambaNya yang hina ini.
Co: Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia, * oleh sekalian bangsa.
Ce: Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa; * kudus namaNya.
Co: Kasih sayangNya turun-temurun * kepada orang yang takwa.
Ce: Perkasalah perbuatan tanganNya: * dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya.
Co: Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta; * yang hina-dina diangkatNya,
Ce: Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan; * orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong.
Co: Menurut janjiNya kepada leluhur kita, * Allah telah menolong Israel, hambaNya.
Ce: Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya * untuk selama-lamanya.
Co: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Ce: Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad amin
ant. Karena itu berjaga-jagalah, kata Yesus, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Doa Permohonan
P: Kristus menggembirakan hati setiap orang yang menantikan Dia. Marilah kita memohon
U: Datanglah ya Tuhan, dan jangan berlambat
P: Dengan gembira hati kami nantikan kedatanganMu, * datanglah ya Tuhan Yesus
U: Datanglah ya Tuhan, dan jangan berlambat
P: Engkau telah hidup sebelum awal dunia * datanglah dan selamatkanlah kami di dunia ini
4
U: Datanglah ya Tuhan, dan jangan berlambat
P: Engkau telah menciptakan dunia dan segenap isi nya, * datanglah dan selamatkanlah karya tangan-Mu.
U: Datanglah ya Tuhan, dan jangan berlambat
P: Engkau telah hidup dan mati sebagai manusia, * datanglah dan luputkanlah kami dari kuasa maut.
U: Datanglah ya Tuhan, dan jangan berlambat
P: Engkau datang supaya kami memperoleh kehidupan berlimpah-limpah, * datang dan berilah kami kehidupan
abadi.
U: Datanglah ya Tuhan, dan jangan berlambat
P: Engkau hendak mempersatukan semua orang dalam kerajaanMu, * datanglah dan himpunkanlah semua orang
yang ingin memandang wajahMu.
U: Datanglah ya Tuhan, dan jangan berlambat
Bapa kami.
DOA PENUTUP
P: Allah yang mahakuasa, kurniakanlah kepada umat Mu kehendak yang ikhlas untuk menyongsong kedatangan
Kristus dengan cara hidup yang baik. Semoga kami beserta Kristus mewarisi kerajaan surga. Sebab Dialah
PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh
Kudus, Allah sepanjang segala masa.
U: Amin

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup kekal.
U: Amin.
P: Saudara sekalian, dengan ini ibadat sore sudah selesai.
U: Syukur kepada Allah.

5
Pengantar Perayaan Ekaristi

Bahasa Latin merupakan bahasa resmi Gereja Katolik (ritus latin), Konsili Vatikan II
menegaskan bahwa “Penggunaan bahasa latin hendaknya dipertahankan dalam ritus-ritus lain,
meskipun ketentuan-ketentuan hukum khusus tetap berlaku” (Sacrosanctum Concilium 36 $1),
bahkan Konsili Vatikan II menegaskan “…dalam Misa suci yang dirayakan bersama Umat,
bahasa pribumi dapat diberi tempat yang sewajarnya, terutama dalam bacaan-bacaan dan doa
Umat, dan --sesuai dengan situasi setempat-- juga dalam bagian-bagian yang menyangkut
Umat. Tetapi hendaknya diusahakan, supaya kaum beriman dapat bersama-sama
mengucapkan atau menyanyikan dalam bahasa latin juga bagian-bagian Misa yang tetap yang
menyangkut mereka. (Sacrosanctum Concilium 54). Bahkan dalam tulisannya, bapa suci
Benediktus XVI menganjurkan agar nampak kesatuan dan universalitas gereja dapatlah
dirayakan liturgi dalam bahasa latin, dengan kekecualian pada bacaan-bacaan,homili dan doa
umat (bdk Sacramentum Caritatis 62)

Berdasarkan hal inilah, saya hendak mengenalkan perayaan ekaristi dalam bahasa latin kepada
teman-teman Pembina Bina Iman sebagai perkenalan akan bahasa latin yang merupakan
bahasa pemersatu didalam Gereja Katolik (ritus latin). Teks misa ini dibuat dalam dua bahasa
dan jika memungkinkan maka perayaan ekaristi hari ini akan dirayakan dalam bahasa latin pada
bagian tetapnya. Jika tidak memungkinkan, maka dapat menjadi sebuah masukan/pengenalan
akan bahasa latin saja.

Harapan saya, di awal tahun liturgi A ini, pada perayaan Adven I kali ini menyadarkan bahwa
kita tidak sendirian dan kita adalah bagian tidak terpisahkan dari Gereja semesta dan kesatuan
ini menggambarkan kesatuan Allah Tritunggal yang tidak terpisahkan. Dan semoga kita bisa
menuntun anak-anak yang kita bimbing untuk semakin mengenal Kristus dan GerejaNya,
sehingga mereka bisa juga bisa merasakan bahwa mereka adalah bagian yang tidak
terpisahkan didalam Gereja, bahwa kita semua adalah satu keluarga didalam Yesus.

Akhir kata, saya ucapkan banyak terima kasih kepada tim dari Pratista, teman-teman Pembina
Bina Iman anak dan Pengajar Komuni Pertama, semoga rekoleksi kali ini menyadarkan kita
mengenai perlunya membuat persiapan saat mengajar.

Salam dan Doa

Thomas Rudy Haryanto


Koordinator Liturgi

6
PETUNJUK MEMBACA TEKS BAHASA LATIN
Huruf hidup (vokal):
a [a], i [i], u [u]: seperti ucapan Indonesia
æ dan œ sama dengan e [é]
e [è]: seperti dalam “corèt”, bukan “lélé”; contoh Deum [Dèum]
o [o]: seperti dalam “dorong”, bukan “toko”; contoh Deo [Dèo]
y [i]; contoh: Kýrie [Kiriè]

Catatan:
Tekanan kata Latin biasanya jatuh pada suku kedua dari belakang, misalnya: Déus, régnum,
crucifíxus. Perkecualian ditunjukkan dengan tanda [é], misalnya: Dóminus. Dalam kata-kata
Glória in excélsis Déo, tanda [é] hanya menunjukkan tekanan, tidak mengubah bunyi. Jadi
excélsis tetap diucapkan [èksyèlsis], bukan [éksyélsis]. Suku kata terakhir dalam bahasa Latin
tidak pernah ditekan.

Huruf mati (konsonan):


Yang tidak disebut di bawah ini (b, d, f, dll.) diucapkan seperti konsonan Indonesia.

c yang diikuti e, æ, œ, i, y = [ch] seperti dalam “cèrah”; contoh: procedit [procédit].


cc yang diapit vokal yang sama = [tc]; contoh: ecce [ètcé].
dalam hal lain c diucapkan sebagai [k]: accende [akcèndé], incarnatus [inkarnatus].
g yang diikuti æ, œ, e, i = [jh] seperti dalam “jejak”; contoh: genitum [jhénitum].
g yang diikuti bunyi lain = [g] seperti dalam “gunung”; contoh: glória.
gn = [ny] seperti dalam “nyanyi”; contoh: magnam [manyam], agnus [anyus].
h dalam “mihi” dan “nihil” = [k]: [miki], [nikil].
h dalam kata lain tidak diucapkan (kecuali lihat ph); contoh homo [omo].
j = [i]; contoh cujus [kuius].
nc = [ngk]; contoh: sancto [sangkto].
ng = [ngg]; contoh: conglorificatur [kongglorifikatur].
ph = [f]; contoh prophetas [profetas].
sc yang diikuti e, i, y, æ, œ = [sy]; contoh: descendit [dèsyèndit].
sc yang diikuti a, o, u = [sk]; contoh: escam [eskam].
th = [t]; contoh: Sabaóth [Sabaot].
ti di depan s, t, x = [ti]; contoh baptisma.
ti di depan bunyi lain = [tsi]; contoh consubstantialem [konsubstantsialem].
v = [fh]; contoh voluntatis [fholuntatis].
x kalau diapit huruf hidup = [gs]; contoh: resurrexit [rèsurrègsit].
x dalam hal lain = [ks]; contoh: dexteram [dèkstèram].
xc yang diikuti e, æ, œ, i, y = [ksy]; contoh: excélsis [èksyèlsis].
z = [dz]; contoh: Lazaro [Ladzaro].

Huruf-mati rangkap dibunyikan dua kali: altissimus [altissimus], bukan [altisimus];


tollis [tollis], bukan [tolis].

7
MINGGU ADVEN I
(Misa Pagi)
Lagu Pembuka Ritus Pembuka

Imam dan umat menandai diri dengan TANDA SALIB sambil berkata sebagai berikut
I Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus In nómine Patris, et Fílii, et Spíritus Sancti.
U Amin Amen
Sesudah itu, sambil membuka tangan, imam menyampaikan SALAM kepada umat dengan mengucapkan
I Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Grátia Dómini nostri Iesu Christi, et cáritas
Allah dan persekutuan Roh Kudus besertamu Dei, et communicátio Sancti Spíritus sit
cum ómnibus vobis.
U Dan sertamu juga Et cum spíritu tuo.
Imam menyampaikan pengantar, sesudah itu mengajak umat untuk menyesali dan mengakui dosa-dosa
I : saudara-saudari, marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa supaya layak
merayakan peristiwa penyelamatan ini.
hening sejenak
I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil orang yang berdosa
U : Kasihanilah kami, umat-Mu
I : Kauserahkan hidup-Mu supaya kami dapat hidup
U : Kasihanilah kami, umat-Mu
I : Engkau menang atas kematian dan dosa
U : Kasihanilah kami, umat-Mu
I : Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke
hidup yang kekal
U : Amin

8
Dengan tangan terkatup, Imam berkata:
I : Marilah berdoa
Allah yang mahakuasa, bangkitkanlah pada umatMu niat untuk menyongsong kedatangan
Kristus, utusanMu, semoga berkat bimbinganNya kami pantas memperoleh kerajaan surga. Demi
Yesus Kristus, PuteraMu, Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa
dalam persatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.
U : Amin
Liturgi Sabda
Bacaan Pertama
L : Pembacaan dari kitab Yesaya (2:1-5)
Inilah Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem.Akan
terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu
gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke
sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke
rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan
menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem." Ia
akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa;
maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya
menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan
mereka tidak akan lagi belajar perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam
terang TUHAN!
Demikianlah sabda Tuhan Verbum Dómini.
U Syukur kepada Allah Deo grátias.

9
Bacaan Kedua
L : Pembacaan dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma (13:11-14a)
Saudara-saudara, kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba
bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari
pada waktu kita menjadi percaya. Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah
kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata
terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan
kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah
merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya

10
Demikianlah sabda Tuhan Verbum Dómini.
U Syukur kepada Allah Deo grátias.

Injil
Imam berdoa dalam hati: Sucikanlah hati dan budiku, ya Allah yang mahakuasa, supaya aku dapat
mewartakan injil-Mu dengan baik. [Munda cor meum ac lábia mea, omnípotens Deus, ut sanctum
Evangélium tuum digne váleam nuntiáre] Sesudah itu, Pembacan injil diawali dengan seruan:
I Tuhan Sertamu Dóminus vobíscum.
U Dan sertamu juga Et cum spíritu tuo.
Sambil membuat tanda salib dengan ibu jari pada Evangelarium (atau buku bacaan), imam berkata/bernyanyi:
I Inilah injil Yesus Kristus menurut Matius Léctio sancti Evangélii secúndum Matthaeum
U Dimuliakanlah Tuhan Glória tibi, Dómine.
Kemudian imam dan umat membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dadanya sendiri.
Pada waktu itu, Yesus bersabda kepada murid-muridnya, "Sebab sebagaimana halnya pada
zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana
mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai
kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah
itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak
Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain
akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang
akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu
pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana
pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan
rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang
pada saat yang tidak kamu duga.
Demikianlah Injil Tuhan Verbum Dómini.
U Terpujilah Kristus Laus tibi, Christe.
imam mengecup evangeliarium/buku bacaan sambil berkata: Semoga karena pewartaan Injil inin dileburlah
dosa-dosa kita [Per evangélica dicta deleántur nostra delícta]
Homili

Syahadat
I: Saudara sekalian, marilah membaharui iman kita dengan mengucapkan syahadat:

Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang mahakuasa,


pencipta langit dan bumi, dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan.
Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang tunggal.
Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad.
Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar.
Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa;
segala sesuatu dijadikan oleh-Nya.
Ia turun dari surga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita.
11
Ayat berikut (yang dicetak miring) diucapkan sambil membungkuk.
Ia dikandung dari Roh Kudus dilahirkan oleh Perawan Maria dan menjadi manusia.
Ia pun disalibkan untuk kita. Waktu Pontius Pilatus
Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan.
Pada hari ketiga Ia bangkit, menurut Kitab Suci.
Ia naik ke surga duduk di sisi Bapa. Ia akan kembali dengan mulia,
mengadili orang yang hidup dan yang mati; kerajaan-Nya takkan berakhir.
Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan;
Ia berasal dari Bapa dan Putra.
Yang serta Bapa dan Putra disembah dan dimuliakan;
Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.
Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik.
Aku mengakui satu pembaptisan akan penghapusan dosa.
Aku menantikan kebangkitan orang mati dan hidup di akhirat. Amin

Doa Umat
I: Ajakan Tuhan untuk selalu waspada mendorong kita bekerja dan berdoa, maka marilah kita
menyampaikan permohonan kita kepada Allah:
1: Bagi Gereja Kita: ya Bapa, semoga Gereja menanggapi harapanMu dengan menjadi cahaya dan
kedamaian bagi semua orang. Marilah kita mohon……
2: Bagi para penderita: Ya Bapa, semoga kedatangan PuteraMu membawa harapan dan hiburan
yang baru bagi para penderita. Marilah kita mohon……
3: Bagi kita sendiri: Ya Bapa, semoga kedatangan cahaya menghalau kegelapan hati kami dan
mengantar kami menjadi manusia baru. Marilah kita mohon……
4: Bagi anak-anak yang kami bimbing: Ya Bapa, semoga di masa adven ini, kami semakin belajar
perlunya mempersiapkan diri sebelum membimbing anak-anak, agar anak-anak dapat sampai
kepadaMu melalui teladan dan bimbingan kami. Marilah kita mohon……
I: Allah Bapa di surga, pada masa persiapan penuh harapan ini perkenankanlah kami mengarahkan
hidup kami kepada Yesus Kristus, PuteraMu. Sebab dialah masa depan dan kedamaian dunia
sekarang dan sepanjang masa.
U: Amin
Liturgi Ekaristi
Imam, berdiri dibelakang altar, mengambil patena dengan roti di atasnya, lalu mengangkatnya sedikit sambil berdoa
dengan suara lembut
I Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta Benedíctus es, Dómine, Deus univérsi, quia
alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima de tua largitáte accépimus panem, quem
roti yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari bumi tibi offérimus, fructum terrae et óperis
dan dari usaha manusia yang bagi kami akan mánuum hóminum: ex quo nobis fiet panis
menjadi roti kehidupan. vitae.
U Terpujilah Allah selama-lamanya Benedíctus Deus in saecula.
Imam menaruh patena di atas korporale.
Imam menuangkan anggur dan sedikit air ke dalam piala sambil berkata dengan suara lembut: Sebagaimana
dilambangkan oleh percampuran air dan anggur ini, semoga kami boleh mengambil bagian dalam
keallahan Kristus, yang telah berkenan menjadi manusia seperti kami. [Per huius aquae et vini mystérium
eius efficiámur divinitátis consórtes, qui humanitátis nostrae fíeri dignátus est párticeps ]
Imam, berdiri dibelakang altar, mengambil piala berisi anggur, lalu mengangkatnya sedikit sambil berdoa dengan
suara lembut (apabila tidak ada nyanyian, maka imam berdoa dengan suara lantang)
I Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta Benedíctus es, Dómine, Deus univérsi, quia
alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima de tua largitáte accépimus vinum, quod tibi
anggur yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari offérimus, fructum vitis et óperis mánuum
pohon anggur dan dari usaha manusia yang bagi hóminum, ex quo nobis fiet potus spiritális.
kami akan menjadi minuman rohani.

12
U Terpujilah Allah selama-lamanya Benedíctus Deus in saecula.
Imam menaruh patena di atas korporale. Kemudian imam membungkuk dan berdoa dengan suara lembut: dengan
rendah hati dan tulus, kami menghadap kepada-Mu, ya Allah, Bapa kami. Terimalah kami, dan semoga
persembahan yang kami siapkan ini berkenan pada-Mu. [In spíritu humilitátis et in ánimo contríto
suscipiámur a te, Dómine; et sic fiat sacrifícium nostrum in conspéctu tuo hódie, ut pláceat tibi, Dómine
Deus.]
Sesudah itu, imam membasuh tangan sambil berdoa dalam hati: Ya Tuhan, bersihkanlah aku seluruhnya dari
kesalahanku dan sucikanlah aku dari dosaku. [Lava me, Dómine, ab iniquitáte mea, et a peccáto meo
munda me]
Imam menghadap ke arah umat. Membuka tangan dan mengatupkannya kembali sambil berkata:
I Berdoalah, saudara-saudari, supaya Oráte, fratres: ut meum ac vestrum
persembahanku dan persembahanmu berkenan sacrifícium acceptábile fiat apud Deum
pada Allah, Bapa yang mahakuasa Patrem omnipoténtem.
U Semoga persembahan ini diterima demi Suscípiat Dóminus sacrifícium de mánibus
kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta tuis ad laudem et glóriam nóminis sui, ad
seluruh umat Allah yang kudus. utilitátem quoque nostram totiúsque
Ecclésiae suae sanctae.
I : Ya Bapa, dari segala sesuatu yang kami terima berkat kemurahan hati-Mu, kami unjukkan
persembahan ini dan kami mohon, agar Engkau berkenan menerimanya. Semoga kebaktian kami
ini berguna bagi kesejahteraan kami serta memperolehkan keselamatan kekal bagi kami. Demi
Kristus Tuhan dan pengantara kami
U : Amin

Prefasi Adven I
Sambil membuka tangan, imam berkata:
I Tuhan Sertamu Dóminus vobíscum.
U Dan sertamu juga Et cum spíritu tuo.
Sambil mengangkat tangan. Imam melanjutkan:
I Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan. Sursum corda.
U Sudah layak dan sepantasnya Habémus ad Dóminum.
Sambil merentangkan tangan, imam melanjutkan:
I Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah Kita Grátias agámus Dómino Deo nostro.
U sudah layak dan sepantasnya Dignum et iustum est.
Sambil merentangkan tangan, imam melangukan/mengucapkan prefasi berikut.
Sungguh layak dan sepantasnya, ya Bapa yang Vere dignum et iustum est, aequum et salutáre,
kudus, Allah yang kekal dan kuasa, bahwa di mana nos tibi semper et ubíque grátias ágere: Dómine,
pun juga kami senantiasa bersyukur kepadaMu sancte Pater, omnípotens aetérne Deus: per
dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami Christum Dóminum nostrum.
Sebab ketika dahulu datang ke dunia, Ia Qui, primo advéntu in humilitáte carnis assúmptae,
menghampakan Diri dan menjadi manusia lemah dispositiónis antíquae munus implévit, nobísque
untuk memenuhi janjiMu dan membuka jalan salútis perpétuae trámitem reserávit:
keselamatan bagi kami.
Dan pada akhir jaman, bila kelak Ia datang dalam ut, cum secúndo vénerit in suae glória maiestátis,
kemuliaanNYa, kami akan memperoleh manifésto demum múnere capiámus, quod
kebahagiaan sejati, yang kini kami rindukan vigilántes nunc audémus exspectáre promíssum.
dengan penuh harapan.
Dari sebab itu, kami melagukan madah pujian Et ídeo cum Angelis et Archángelis, cum Thronis et
bagimu bersama para malaikat dan sekalian orang Dominatiónibus, cumque omni milítia caeléstis
kudus, yang tak henti-hentinya bernyanyi/berseru: exércitus, hymnum glóriae tuae cánimus, sine fine
dicéntes:
Imam mengatupkan tangan, dan bersama umat menutup prefasi dengan Melagukan/mengucapkan aklamasi
berikut.
13
Kanon Romawi
Sambil merentangkan tangan, imam berkata:
Ya Bapa yang mahamurah, dengan Te ígitur, clementíssime Pater, per
rendah hati kami mohon demi Yesus Iesum Christum, Fílium tuum, Dóminum
Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami: Imam nostrum, súpplices rogámus ac pétimus,
mengatupkan tangan dan melanjutkan: Sudilah iungit manus et dicit: uti accépta hábeas signat
menerima dan memberkati + Imam semel super panem et calicem simul, dicens: et
membuat tanda salib satu kali atas roti dan anggur benedícas + haec dona, haec múnera,
sambil berkata: Pemberian ini; haec sancta sacrifícia illibáta,
Persembahan ini, kurban kudus yang
tak bernoda ini.
Sambil merentangkan tangan,imam melanjutkan:
Kami mempersembahkannya kepada- in primis, quae tibi offérimus pro
Mu Pertama-tama untuk Gereja-Mu Ecclésia tua sancta cathólica: quam
yang kudus dan katolik. semoga pacificáre, custodíre, adunáre et régere
Engkau memberikan Kepadanya damai, dignéris toto orbe terrárum: una cum
perlindungan, persatuan,dan bimbingan fámulo tuo Papa nostro Benedicto [et
di seluruh dunia bersama hamba-Mu Antístite nostro Pujasumarta (jika tahta
Paus kami Benediktus XVI, [dan Uskup kosong, frasa ini diabaikan)] et ómnibus
kami Pujasumarta (jika tahta kosong, frasa ini orthodóxis atque cathólicae et
diabaikan)], serta semua orang yang apostólicae fídei cultóribus.
menjaga dan menumbuhkan iman
katolik, sebagaimana kami terima dari
14
para rasul.
Sambil merentangkan tangan, imam melanjutkan:
Ingatlah, ya Tuhan, akan hamba- Meménto, Dómine, famulórum
hamba-mu … Yang meminta doa kami; famularúmque tuárum N. et N. Iungit manus et
Imam mengatupkan tangan dan berdoa sejenak dalam orat aliquantulum pro quibus orare intendit (Para
hati untuk orang-orang yang hendak ia doakan (Para
Pembina Bina Iman Anak dan Pengajar
Pembina Bina Iman Anak dan Pengajar Komuni pertama, Yang Berulangtahun bulan
Komuni pertama, Yang Berulangtahun bulan ini: Nita, Petrus, Ibu Meity). Deinde, manibus
ini: Nita, Petrus, Ibu Meity). Kemudian, sambil extensis, prosequitur: et ómnium
Dan semua
merentangkan tangan, ia melanjutkan:
circumstántium, quorum tibi fides
orang yang berhimpun di sini, yang cógnita est et nota devótio, pro quibus
iman dan baktinya Engkau kenal dan tibi offérimus: vel qui tibi ófferunt hoc
Engkau maklumi; Bagi mereka, kurban sacrifícium laudis, pro se suísque
ini kami persembahkan kepada-Mu. ómnibus: pro redemptióne animárum
Ingatlah juga akan mereka yang suárum, pro spe salútis et incolumitátis
mempersembahkan kepada-Mu kurban suae: tibíque reddunt vota sua aetérno
pujian ini bagi dirinya sendiri dan bagi Deo, vivo et vero.
kaum kerabatnya untuk penebusan jiwa
mereka, untuk keselamatan dan
kesejahteraan yang mereka harapkan
dari-Mu, ya Allah yang benar, hidup,
kekal.
Dalam persatuan dengan seluruh Communicántes, et memóriam
Gereja, kami mengenang dan venerántes, in primis gloriósae semper
menghormati: terutama Santa Maria, Vírginis Maríae, Genetrícis Dei et
tetap perawan mulia, Bunda Yesus Dómini nostri Iesu Christi: sed et beáti
Kristus, Tuhan dan Allah kami, Santo Ioseph, eiúsdem Vírginis Sponsi, et
Yusuf, suaminya, Serta para rasul dan beatórum Apostolórum ac Mártyrum
para martir-Mu yang bahagia, Petrus tuórum, Petri et Pauli, Andréae, Iacóbi,
dan Paulus, Andreas, Yakobus dan Ioánnis, Thomae, Iacóbi, Philíppi,
Yohanes, Tomas, Yakobus dan Filipus, Bartholomaei, Matthaei, Simónis et
Bartolomeus dan Matius, Simon dan Thaddaei: Lini, Cleti, Cleméntis, Xysti,
Tadeus: Linus, kletus, klemens dan Cornélii, Cypriáni, Lauréntii, Chrysógoni,
Sikstus, kornelius dan Siprianus, Ioánnis et Pauli, Cosmae et Damiáni et
Laurensius dan Paulus, Kosmas dan ómnium Sanctórum tuórum; quorum
Damianus dan semua orang kudus-Mu. méritis precibúsque concédas, ut in
Atas jasa dan doa mereka, lindungilah ómnibus protectiónis tuae muniámur
dan tolonglah kami dalam segala hal. auxílio.
Imam mengatupkan tangan. Demi Kristus,
Per Christum Dóminum nostrum.
Tuhan kami
U Amin.
U Amen.
Sambil merentangkan tangan, imam melanjutkan:
Maka kami mohon, ya Tuhan ,sudilah Hanc ígitur oblatiónem servitútis
menerima persembahan kami,,hamba- nostrae, sed et cunctae famíliae tuae,
15
hamba-Mu, dan persembahan seluruh quaesumus, Dómine, ut placátus
keluarga-Mu ini: Bimbinglah jalan hidup accípias: diésque nostros in tua pace
kami dalam damai-mu, luputkanlah kami dispónas, atque ab aetérna damnatióne
dalam hukuman kekal, Dan terimalah nos éripi et in electórum tuórum iúbeas
kami dalam kawanan para pilihan-Mu. grege numerári. Iungit manus. Per Christum
Imam mengatupkan tangan Demi kristus,Tuhan Dóminum nostrum.
kami
U Amin. U Amen.
Sambil merentangkan tangan di atas roti dan anggur, imam berkata:
Ya Allah, kami mohon, Sudilah Quam oblatiónem tu, Deus, in
memberkati dan menerima ómnibus, quaesumus, benedíctam,
persembahan kami ini sebagai adscríptam, ratam, rationábilem,
persembahan yang sempurna, yang acceptabilémque fácere dignéris: ut
benar dan yang berkenan pada-Mu agar nobis Corpus et Sanguis fiat dilectíssimi
bagi kami menjadi Tubuh dan Darah Fílii tui, Dómini nostri Iesu Christi.
putra-Mu terkasih, Tuhan kami, Yesus
Kristus.
Imam mengatupkan tangan.
Pada hari sebelum menderita Qui, prídie quam paterétur,
Imam mengambil roti,dan sambil mengangkatnya sedikit di atas meja Altar, ia melanjutkan:
Ia mengambil roti dengan tangan-Nya accépit panem in sanctas ac
yang kudus dan mulia, venerábiles manus suas,
Imam menengadah.
Dan sambil menengadah kepada-Mu, et elevátis óculis in caelum ad te Deum
Allah Bapa-Nya yang mahakuasa, Ia Patrem suum omnipoténtem, tibi grátias
mengucap syukur dan memuji Dikau, agens benedíxit, fregit, dedítque
memecah-mecahkan roti itu, dan discípulis suis, dicens:
memberikannya kepada murid-murid-
nya seraya berkata:
Imam membungkuk sedikit. Sabda Tuhan berikut hendaknya dibawakan dengan ucapan yang jelas sesuai dengan
sifatnya.

TERIMALAH DAN MAKANLAH: ACCÍPITE ET MANDUCÁTE EX


INILAH TUBUHKU YANG DI HOC OMNES: HOC EST ENIM
DISERAHKAN BAGIMU CORPUS MEUM, QUOD PRO
VOBIS TRADÉTUR.
Imam memperlihatkan Hosi Suci kepada umat, lalu meletakkannya kembali pada Patena, kemudian berlutut
menyembah-Nya.
Sesudah itu, sambil mengatupkan tangan, imam melanjutkan:
Demikian pula, sesudah perjamuan, Símili modo, postquam cenátum est,
Imam mengambil piala, dan sambil mengangkatnya sedikit di atas meja altar, Ia melanjutkan:
Ia mengambil piala yang luhur dengan accípiens et hunc praeclárum cálicem in
tangan-Nya yang kudus dan mulia. sanctas ac venerábiles manus suas,
Sekali lagi Ia mengucap syukur dan item tibi grátias agens benedíxit,
memuji Dikau, lalu memberikan piala itu dedítque discípulis suis, dicens:
16
kepada murid-murid-Nya seraya
berkata:
Imam membungkuk sedikit. Sabda Tuhan berikut hendaknya dibawakan dengan ucapan yang jelas, sesuai Dengan
sifatnya.

TERIMALAH DAN MINUMLAH: ACCÍPITE ET BÍBITE EX EO


INILAH PIALA DARAHKU, OMNES: HIC EST ENIM CALIX
DARAH PENJANJIAN BARU SÁNGUINIS MEI NOVI ET
DAN KEKAL, YANG AETÉRNI TESTAMÉNTI, QUI
DITUMPAHKAN BAGIMU DAN PRO VOBIS ET PRO MULTIS
BAGI SEMUA ORANG DEMI EFFUNDÉTUR IN
PENGAMPUNAN DOSA. REMISSIÓNEM PECCATÓRUM.
LAKUKANLAH INI UNTUK HOC FÁCITE IN MEAM
MENGENANGKAN DAKU. COMMEMORATIÓNEM.
Imam memperlihatkan piala kepada umat, lalu meletakannya di atas korporale, kemudian berlutut menyembahnya.
Sesudah itu,imam mengajak umat melanjutkan/mengucapkan salah satu aklamasi
I Marilah menyatakan iman kita I Mystérium fídei.
U wafat Kristus, kita maklumkan U Mortem tuam annuntiámus, Dómine,
...KebangkitanNya kita muliakan et tuam resurrectiónem confitémur,
...kedatanganNya kita rindukan donec vénias.
Kemudian, sambil merentangkan tangan, imam berkata:
Oleh karena itu, ya Bapa, kami, hamba- Unde et mémores, Dómine, nos servi
Mu dan juga umat-Mu yang kudus, tui, sed et plebs tua sancta, eiúsdem
mengenangkan Kristus, Putra-Mu Christi, Fílii tui, Dómini nostri, tam
Tuhan kami: penderitaan-Nya yang beátae passiónis, necnon et ab ínferis
menyelamatkan, kebangkitan-Nya dari resurrectiónis, sed et in caelos gloriósae
alam maut, dan juga kenaikan-Nya yang ascensiónis: offérimus praeclárae
mulia ke surga. Dari anugerah- maiestáti tuae de tuis donis ac datis
anugerah yang telah Engkau berikan hóstiam puram, hóstiam sanctam,
kepada kami, ya Allah yang mahamulia, hóstiam immaculátam, Panem sanctum
kami mempersembahkan kepada-Mu, vitae aetérnae et Cálicem salútis
kurban yang murni, kurban yang suci, perpétuae.
kurban yang tak bernoda, roti suci
kehidupan abadi dan piala keselamatan
kekal.
Sudilah memandang persembahan ini Supra quae propítio ac seréno vultu
dengan hati yang rela dan wajah respícere dignéris: et accépta habére,
barseri; dan sudilah menerimanya sícuti accépta habére dignátus es
seperti Engkau berkenan menerima múnera púeri tui iusti Abel, et
persembahan hamba-Mu Habel dan sacrifícium Patriárchae nostri Abrahae,
kurban leluhur kami Abraham, dan et quod tibi óbtulit summus sacérdos
seperti Engkau berkenan menerima tuus Melchísedech, sanctum
kurban suci dan tak bernoda yang sacrifícium, immaculátam hóstiam.
dipersembahkan kepada-Mu oleh
Melkisedek, Imam Agung-Mu
17
Imam mengatupkan tangan, dan sambil membungkuk ia melanjutkan:
Kami mohon kepada-Mu, ya Allah yang Súpplices te rogámus, omnípotens
mahakuasa: utuslah malaikat-Mu yang Deus: iube haec perférri per manus
kudus mengantar persembahan ini ke sancti Angeli tui in sublíme altáre tuum,
Altar-Mu yang luhur, kehadapan in conspéctu divínae maiestátis tuae; ut,
keagungan ilahi-Mu, agar kami semua quotquot ex hac altáris participatióne
yang mengambil bagian dalam sacrosánctum Fílii tui Corpus et
perjamuan ini, dengan menyambut Sánguinem sumpsérimus, erigit se atque
Tubuh dan Darah Putra-Mu, imam kembali seipsum signat, dicens: omni benedictióne
tegak dan membuat tanda salib sambil berkata caelésti et grátia repleámur. Iungit manus.
dipenuhi dengan segala berkat dan Per Christum Dóminum nostrum.
rahmat surgawi. Imam mengatupkan tangan.
Demi kristus, tuhan kami,
U Amin. U Amen.

Kemudian, sambil merentangkan tangan, imam berkata:


Ingatlah juga, ya Tuhan, akan hamba- Meménto étiam, Dómine, famulórum
hamba-mu (….dan…) yang telah famularúmque tuárum N. et N., qui nos
mendahului kami dengan meterai iman, praecessérunt cum signo fídei, et
dan beristirahat dalam damai. Imam dórmiunt in somno pacis. Iungit manus et orat
mengatupkan tangan dan berdoa sejenak untuk orang- aliquantulum pro iis defunctis, pro quibus orare intendit.
orang yang hendak ia doakan. Kemudian sambil extensis manibus, prosequitur: Ipsis,
Deinde,
merentangkan tangan, ia melanjutkan: Kami Dómine, et ómnibus in Christo
mohon kepada-Mu, ya Tuhan, quiescéntibus, locum refrigérii, lucis et
perkenankanlah mereka dan semua pacis, ut indúlgeas, deprecámur. Iungit
orang yang telah beristirahat dalam manus. Per Christum Dóminum nostrum.
Kristus mendapatkan kebahagiaan,
terang dan damai. Imam mengatupkan tangan.
Demi kristus, Tuhan kami
U Amin. U Amen.
Kemudian sambil menebah dada dengan tangan kanan, ia berkata:
Perkenankanlah juga kami, hamba- Nobis quoque peccatóribus fámulis
hamba-Mu yang berdosa ini, tuis,
Sambil merentangkan tangan, imam melanjutkan:
yang berharap atas kerahiman-Mu yang de multitúdine miseratiónum tuárum
melimpah, mengambil bagian dalam sperántibus, partem áliquam et
persekutuan dengan para rasul dan societátem donáre dignéris cum tuis
para martir-Mu yang kudus: dengan sanctis Apóstolis et Martyribus: cum
Yohanes Pembaptis, Stefanus,Matias Ioánne, Stéphano, Matthía, Bárnaba,
dan Barnabas, Ignasius dan Ignátio, Alexándro, Marcellíno, Petro,
Aleksander, Marselinus dan Petrus, Felicitáte, Perpétua, Agatha, Lúcia,
Felisitas dan Perpetua, Agata dan Agnéte, Caecília, Anastásia et ómnibus
Lusia, Agnes,Sesilia,dan Anastasia, dan Sanctis tuis: intra quorum nos
semua orang kudus-Mu: perkenakanlah consórtium, non aestimátor mériti, sed
kami menikmati kebahagian bersama véniae, quaesumus, largítor admítte.
mereka, bukan karena jasa-jasa kami, Iungit manus. Per Christum Dóminum
18
melainkan karena kelimpahan nostrum.
pengampunan-Mu Iman mengatupkan tangan.
Demi kristus, Tuhan kami.
Dengan pengantaraan Dia, Engkau Per quem haec ómnia, Dómine, semper
senantiasa menciptakan, menguduskan, bona creas, sanctíficas, vivíficas,
menghidupkan, memberkati, dan benedícis, et praestas nobis.
menganugerahkan segala yang baik
kepada kami.
Sambil mengangkat piala dan patena dengan Hosti suci di atasnya, imam berkata/bernyayi:
Dengan pengantaraan Kristus, bersama Per ipsum, et cum ipso, et in ipso, est
Dia dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa tibi Deo Patri omnipoténti, in unitáte
yang mahakuasa, dalam persekutuan Spíritus Sancti, omnis honor et glória
dengan Roh Kudus, segala hormat dan per ómnia saecula saeculórum.
kemuliaan sepanjang segala masa.
U Amin U Amen

Bapa Kami
Dengan tangan terkatup imam mengajak umat menyanyikan doa Bapa kami
I Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Praecéptis salutáribus móniti, et divína
ilahi, maka beranilah kita berdoa institutióne formáti, audémus dícere:
Imam merentangkan/mengangkat tangan, dan bersama umat mengucapkan/menyanyikan Doa Bapa Kami berikut:

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di
atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rejeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti
kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Sambil merentangkan tangan, imam melagukan/mengucapkan embolisme


I Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala yang jahat Líbera nos, quaesumus, Dómine, ab ómnibus
dan berilah kami damaiMu. Kasihanilah dan malis, da propítius pacem in diébus nostris,
bantulah kami supaya selalu bersih dari noda dosa ut, ope misericórdiae tuae adiúti, et a peccáto
dan terhindar dari segala gangguan, sehingga simus semper líberi et ab omni perturbatióne
kami dapat hidup dengan tenteram, sambil secúri: exspectántes beátam spem et
mengharapkan kedatangan penyelamat kami, advéntum Salvatóris nostri Iesu Christi.
Yesus Kristus

U Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa Quia tuum est regnum, et potéstas, et glória
untuk selama-lamanya. in saecula.
Doa Damai
Sambil merentangkan tangan, imam berkata dengan suara lantang
Saudara-saudari, Tuhan Yesus Kristus bersabda Dómine Iesu Christe, qui dixísti Apóstolis tuis:
kepada para rasul, “Damai kutinggalkan bagimu, Pacem relínquo vobis, pacem meam do vobis: ne
damai-Ku kuberikan kepada-Mu.” Maka marilah respícias peccáta nostra, sed fidem Ecclésiae tuae;
kita mohon damai kepada-Nya.Tuhan Yesus eámque secúndum voluntátem tuam pacificáre et
Kristus, jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi coadunáre dignéris. Iungit manus. Qui vivis et
perhatikanlah iman gereja-Mu dan restuilah kami regnas in saecula saeculórum.
supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan
kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami
kini dan sepanjang masa.
U Amin U Amen
19
Sambil membuka tangan, imam mengucapkan salam damai (menghadap ke arah umat)
I Damai Tuhan bersamamu. Pax Dómini sit semper vobíscum.
U Dan bersama rohmu Et cum spíritu tuo.
Imam dapat mengajak umat saling menyatakan salam damai, misalnya dengan bersalaman sambil berkata “damai
Kristus, atau dengan cara lain yang sesuai

Pemecahan Hosti
Imam mengambil hosti besar, memecah-mecahkannya, lalu memasukkan pecahan kecil ke dalam piala sambil
berdoa dalam hati: Semoga percampuran Tubuh dan Darah Tuhan kita Yesus Kristus ini memberikan
kehidupan abadi kepada kita semua yang akan menyambut-Nya [Haec commíxtio Córporis et Sánguinis
Dómini nostri Iesu Christi fiat accipiéntibus nobis in vitam aetérnam]

Persiapan Komuni
Dengan tangan terkatup, imam berdoa dalam hati: Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga Tubuh dan Darah-Mu
yang akan kusambut melindungi dan menyehatkan jiwa ragaku. [Percéptio Córporis et Sánguinis tui,
Dómine Iesu Christe, non mihi provéniat in iudícium et condemnatiónem: sed pro tua pietáte prosit mihi
ad tutaméntum mentis et córporis, et ad medélam percipiéndam ]

Imam berlutut, mengambil hosti, mengangkat-Nya sedikit di atas patena atau piala, lalu berkata kepada seluruh
umat. Hosti (dan piala) ditunjukkan kepada umat (menghadap umat):
I Inilah anak Domba Allah yang menghapus dosa Ecce Agnus Dei, ecce qui tollit peccáta
dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke mundi. Beáti qui ad cenam Agni vocáti sunt.
perjamuan-Nya.
U Ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada Dómine, non sum dignus, ut intres sub
saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan téctum meum, sed tantum dic verbo, et
sembuh. sanábitur ánima mea.

Penerimaan Tubuh (dan Darah) Kristus


(imam berdoa dalam hati) Semoga Tubuh Kristus selalu melindungi aku [Corpus Christi custódiat me in
vitam aetérnam] (dengan khidmat imam menyantap Tubuh Kristus)

20
(imam berdoa dalam hati) Semoga Darah Kristus selalu melindungi aku [Sanguis Christi custódiat me in
vitam aetérnam] (dengan khidmat imam menyambut Darah Kristus)

kemudian imam mengambil patena atau sibori berisi hosti, dan pergi ke tempat umat akan menyambut Tubuh (dan
darah) Kristus. Kepada setiap orang yang datang menyambut, imam memperlihatkan Hosti sambil berkata:
I Tubuh Kristus Corpus Christi
U Amin Amen

Lagu Komuni

Pembersihan Bejana
sambil membersihkan patena dan piala, imam berdoa dalam hati: Ya Tuhan, semoga anugerah-Mu yang tadi
kami sambut sungguh meresap ke dalam hati dan memulihkan kekuatan iman kami [Quod ore
súmpsimus, Dómine, pura mente capiámus, et de múnere temporáli fiat nobis remédium sempitérnum ].

Saat hening (memberikan kesempatan berdoa dalam hati)

Doa Sesudah Komuni


I : Marilah kita berdoa
(hening sejenak, kecuali kalau sebelumnya sudah ada saat hening)
Allah yang mahakuasa, semoga keikutsertaan kami dalam perayaan ini semakin meneguhkan
kami dalam rahmatMu. Ajarilah kami semakin menyayangi yang baka serta melekatkan diri
padanya. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
U : Amin

Ritus Penutup
Berkat
Imam membuka tangan
I Tuhan Sertamu Dóminus vobíscum.
U Dan sertamu juga Et cum spíritu tuo.

Imam mengulurkan kedua belah tangan ke arah umat.


I Semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang Benedícat vos omnípotens Deus, Pater,
mahakuasa. + Bapa dan Putra dan Roh Kudus et Fílius, + et Spíritus Sanctus.
U Amin Amen
21
Pengutusan
I Saudara sekalian, perayaan Ekaristi sudah selesai Ite, missa est.
U Syukur kepada Allah Deo grátias.
I Marilah Pergi! Kita diutus
U Amin

Lagu Penutup

22
IBADAT PENUTUP REKOLEKSI
(Minggu Siang)
Pembuka

Jangan lelah bekerja di ladangnya Tuhan


Roh Kudus yang bri kekuatan
Yang mengajar dan menopang
Tiada lelah bekerja bersamaMu Tuhan
Yang selalu mencukupkan
Akan segalanya

Ratakan tanah bergelombang


Timbunlah tanah yang berlubang
Menjadi siap dibangun
Diatas dasar iman

P:  Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus


U: Amin

P: Terpujilah Allah, Bapa segala penghiburan yang melimpahkan belas kasih-Nya bagi kita.
U: Terpujilah Allah selama-lamanya

P: Sesudah kita mengikuti rekoleksi ini, marilah kita membangun niat untuk semakin lebih baik lagi
dalam melayani anak-anak.

P: Tuhan Yesus, Engkau memanggil kami untuk melayani anak-anak.


Tuhan Kasihanilah kami
U: Tuhan Kasihanilah kami
P: Tuhan Yesus, bantulah kami mempersiapkan diri dalam mengajar anak-anak
Kristus Kasihanilah kami
U: Kristus Kasihanilah kami
P: Tuhan Yesus, tolonglah kami agar menjadi teladan bagi anak-anak.
Tuhan Kasihanilah kami
U: Tuhan Kasihanilah kami

P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan menghantar kita ke
hidup yang kekal.
U: Amin

Pembacaan Injil
P: Saudara-saudari, marilah mendengarkan Injil Suci menurut Markus (1:35-38)
Pada Suatu hari: Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke
tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu
menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke
tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk
itu Aku telah datang." Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah
ibadat mereka dan mengusir setan-setan.
Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus

23
Renungan (untuk pemimpin ibadat)
Yesus sebelum memulai karya-Nya, Ia mempersiapkan diri dengan berdoa. “Pergi ke tempat yang sunyi”
dalam kitab suci berarti pergi ke padang gurun, artinya masuk ke tempat yang tidak meng-enak-an,
meninggalkan kenyamanan untuk mempersiapkan diri dengan berdoa sebelum berkarya.
Marilah kita juga mencontoh Yesus, sehingga ketika kita hendak bertugas, kita mau meninggalkan
kenyamanan/ke-asyik-an kita untuk mulai mempersiapkan diri dalam mengajar.

Doa Permohonan
P: Marilah kita berdoa kepada Allah, agar sesudah rekoleksi ini kita dapat kembali dan menerapkan apa
yang sudah kita dapatkan:

1: Ya Bapa, semoga Roh-Mu membimbing para peserta agar dapat memetik hasil dari setiap sesi dalam
rekoleksi ini. Marilah kita mohon
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

2: Ya Bapa, semoga Engkau membimbing kami dalam perjalanan pulang sehingga kami dapat tiba
kembali di tempat kami masing-masing dengan selamat. Marilah kita Mohon
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

2: Bagi anak-anak yang kami layani, Ya Bapa semoga kami dapat menjadi bintang terang yang menuntun
anak-anak untuk tiba kepadaMu. Marilah kita mohon.
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

P: Datanglah ya Roh Kudus, penuhilah hati umatMu dan kobarkanlah dalam diri kami api cintaMu.
Utuslah Roh-Mu ya Tuhan, maka semua akan diciptakan kembali
U: Dan Engkau membaharui seluruh muka bumi

P: Tuhan, Engkau yang membimbing hati kami dengan terang Roh Kudus. Berkat kehadiran Roh Kudus,
berikanlah karunia kepada kami agar sungguh bijaksana dan selalu bergembira karena pengiburanNya.
Demi Kristus Tuhan kami.
U: Amin

Penutup
Pemimpin Ibadat mengakhiri ibadat ini dengan menandai dirinya sendiri dengan Tanda Salib bersama
dengan seluruh peserta sambil berkata:
P:  Semoga dalam menghayati iman,
Allah Bapa memenuhi kita dengan kegembiraan dan Harapan
Semoga damai Kristus bergema di dalam hati kita.
Semoga Roh Kudus mencurahkan anugerah-Nya ke dalam hati kita semua.
U: Amin

24