Anda di halaman 1dari 7

TELEMETRI

Abstrak

Telemetri (sejenis dengan telematika) adalah sebuah teknologi yang


membolehkan pengukuran jarak jauh dan pelaporan informasi kepada perancang atau
operator sistem. Kata telemetri berasal dari akar bahasa Yunani tele = jarak jauh, dan
metron = pengukuran. Telemetri memberikan kemudahan dalam pengukuran jarak jauh,
dengan pemantauan dari tempat yang aman dan memungkinkan.
Salah satu contoh aplikasinya adalah Telemetri suhu. Telemetri sushu biasanya
diterapkan pada pemantauan suhu gunung berapi, pemantauan suhu pada peleburan
baja, pemantauan cuaca yang tidak memunbgkinkan manusia untuk melakukan
pengukuran secara langsung pada jarak yang dekat. Selain itu sistem telemetri sering
digunakan pada program luar angkasa untuk mengukur suhu permukaan suatu planet,
sehingga keadaan cuaca pada suatu planet dapat diperkirakan. Pengiriman informasi
pada telemetri dapat dilakukan secara wireline maupun wireless, namun pada
penerapanya telemetri seringkali merujuk pada pengiriman informasi secara wireless.
Teknik pengiriman informasi ini menentukan kehandalan dari sistem telemetri yang
dirancang untuk itu pengolahan awal sinyal dan teknik modulasi yang digunakan harus
dipilih dengan tepat.

I. Pendahuluan
Sistem telemetri sering digunakan untuk pengukuran di daerah-daerah yang sukar
untuk dijangkau manusia seperti gunung, gua atau lembah. Selain itu dalam pemantauan
cuaca juga digunakan sistem telemetri dimana salah satu parameter pemantauan cuaca
tersebut adalah suhu udara. Pemantauan terus menerus tidak memungkinkan petugas
untuk melakukan pengukuran secara terus menerus, sehingga petugas untuk melakukan
secara terus-menerus, sehingga petugas cukup meletakan alat ukur pada tempat
pengukuran dan dapat dipantau dari tempat lain. Pada makalah ini dijelaskan
perancangan perangkat keras telemetri dengan modulasi digital FSK-FM. Teknik
modulasi awal dilakukan secara FSK kemudian dilanjutkan modulasi secara FM.
II. TELEMETRI

2.1 Pengertian
Kata telemetri berasal dari akar bahasa Yunani tele adalah jarak jauh, dan metron
adalah pengukuran. Secara istilah telemetri diartikan sebagai suatu bidang keteknikan
yang memanfaatkan instrumen untuk mengukur panas, radiasi, kecepatan atau properti
lainnya dan mengirimkan data hasil pengukuran ke penerima yang letaknya jauh (i.e
secara fisik berada diluar dari jangkauan pengamat/user).
a. Komponen Utama
Sistem Telemetri terdiri dalam tiga blok atu komponen utama yaitu:
• Sumber dan Pengiriman data(Transmitter).
• Saluran Transmisi
• Penerima data (Receiver)
Transmitter
Salah satu komponen utama penyusun sistem telemetri adalah Transmitter.
Transmitter merupakan suatu pesawat yang digunakan untuk menyiarkan atau
memancarkan informasi atau multimedia kepada penerima untuk keperluan tertentu.
Gelombang modulasi dapat diperoleh dari penumpangan frekuensi informasi pada
frekuensi carrier. Pada Modulasi Frekuensi amplitudo dari frekuensi informasi mengubah
frekuensi carrier. Pada sistem modulasi frekuensi ini, amplitudo dari sinyal pembawa
dibuat konstan, sedangkan frekuensinya dinamis sebanding dengan sinyal yang
memodulasinya.
Saluran Transmisi
Komponen kedua penyusun sistem ini adalah saluran Transmisi. Saluran
Transmisi adalah saluran yang digunakan untuk menyalurkan informasi yang telah
dipancarkan oleh transmitter. Pada sistem telemetri ini pengiriman informasi dapat
dilakukan secara wireline maupun wireles, namun pada penerapanya sistem ini lebih
banyak merujuk pada komunikasi wireless menggunakan radio frekuensi.
Receiver
Komponen terakhir penyusun sistem ini adalah receiver. Receiver adalh pesawat
radio penerima yang digunakan untuk menerima frekuensi radio dari informasi yang telah
dipancarkan oleh transmitter yang kemudian diubah menjadi frekuensi yang diinginkan
untuk diolah sehingga mendapatkan data hasil yang diperlukan.
Semua komponen tersebut dari teknik pengiriman sampai penerimaan Informasi
akan menentukan kualitas dari sistem yang akan kita bangun.

Gambar 1. komponen sistem telemetri

b. Prinsip Kerja
Prisnsip kerja dari sistem Telemetri dapat kita lihat pada struktur dari sistem
berikut ini:
Gambar 2. Struktur sistem Telemetri

Dari struktur sistem di atas dapat kita lihat prinsip kerja dari sistem telemetri ini,
sensor akan mendeteksi perubahan dari objek yang akan kita ukur, sensor akan
memberikan data berupa hasil pengukuran yang telah di sensor pada objek tertentu,
kemudian data akan di encoder, kemudian data informasi tersebut akan dimodulasi dan
kemudian dipancarkan oleh transmitter, sinyal informasi yang telah dipancarkan tersebut
kemudian diterima oleh receiver, data yang telah diterima tersebut kemudian di
demodulasi atau dipisahkan dari frekuensi carriernya, kemudian masuk di decoder, dan
kemudian ditampilkan di media penerima seperti display atau PC.

III. APLIKASI
Salah satu contoh aplikasi yang menggunakan sistem ini adalah telemetri suhu,
telemetri suhu memberikan kemudahan dalam mengukur suhu jarak jauh, dengan
pemantauan dari tempat yang aman dan memungkinkan. Telemetri suhu biasanya
diterapkan pada pemantauan suhu gunung berapi, pemantauan suhu pada peleburan baja,
pemantauan cuaca yang tidak memungkinkan manusia untuk melakukan pengukuran
secara langsung pada jarak yang dekat.
Berikut bagan sistem Telemetri suhu:

Gambar 3. Bagan sistem telemetri suhu

3.1 Bagian Pemancar


Bagian pemancar pada sistem telemetri suhu ini terdiri dari:
• Sensor suhu
Salah satu sensor yang dapat digunakan adalah LM 35. LM 35 memiliki
kelebihan sebagai berikut: dikalibrasi langsung dalam celcius, memiliki faktor
skala linear +10.0 mV/oC, memiliki ketepatan 0.5 oC pada suhu +25oC.
Jangkauan maksimal antara 55oC sampai +150oC, cocok digunakan untuk
aplikasi jarak jauh, harga yang cukup murah, bekerja pada tegangan catu daya
4 sampai 30 volt, dll.
• Pengubah Analog ke digital (ADC)
ADC banyak tersedia di pasaran salah satu yang dapat digunakan adalah ADC
0804. ADC pada sistem ini digunakan untuk mengubah masukan analog
keluaran pengkondisi sinyal menjadi data digital 8 bit.
• Pengubah data paralel 8 bit menjadi data serial UART dengan Mikrokontoler
• Data 8 bit keluaran dari pengubah analog ke digital ADC 8 bit menjadi
masukan ke mikrokontroler untk diubah menjadi data serial UART.
• Modulator
Modulator digital yang digunakan adalah FSK atau Frekuensi Shift Keying.
Untuk mengirimkan bit-bit digital maka diperlukan suatu sistem modulasi
digital yang dapat mengkonversi bit-bit tersebut ke dalam bentuk analog.
Hasil konversi terbut kemudian dimodulasi dengan modulasi FM.
• Filter
Filter adalah
• Pemancar FM
• Power amplifier

3.2 Bagian Penerima


Bagian penerima sistem Telemetri suhu ini terdiri dari:
• Penerima FM
Untuk menerima sinyal atau data informasi yang dipancarkan.
• Pre Ampilfier
• Demodulator
• Konverter TTL RS232
Untuk menampilkan data hasil pengukuran ke PC.

IV. Kesimpulan
a. Telemetri (sejenis dengan telematika) adalah sebuah teknologi yang
membolehkan pengukuran jarak jauh dan pelaporan informasi kepada perancang
atau operator sistem.
b. Telemetri merupakan sistem pengukuran yang mampu mereduksi resiko kerja
c. Sistem Telemetri memiliki tiga bagian utama yaitu transmitter, media transmisi,
dan receiver.

V. Daftar Pustaka
a. Sukiswo.2005.Perancangan Telemetri Suhu dengan Modulasi digital FSK-FM.
Skripsi.Teknik Elektro FTI UNDIP. Semarang.
b. Kurniawan,Dian.Telemetri Suhu dan Kelembaban.Teknik Elektro FTI UII.Jogja