Anda di halaman 1dari 14

PENGAMATAN KAVITASI DAN PENGARUHNYA

TERHADAP PERFORMANSI TURBIN FRANCIS


HORIZONTAL

TUGAS SARJANA

Digunakan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik

Oleh

Dhitta Puti Sarasvati


13101093

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2007
Lembaran Pengesahan

Tugas Sarjana

PENGAMATAN KAVITASI DAN PENGARUHNYA


TERHADAP PERFORMANSI TURBIN FRANCIS
HORIZONTAL

Oleh

Dhitta Puti Sarasvati


13101093

Program Studi Teknik Mesin


Institut Teknologi Bandung

Disetujui pada Tanggal:

Pembimbing Utama

Ir. Arianto Santoso


NIP
Tugas Sarjana
Judul Pengamatan Kavitasi dan Pengaruhnya Dhitta Puti Sarasvati
Terhadap Turbin Francis Horizontal
Program Studi Teknik Mesin 13101093
Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Bandung

Abstrak

Penelitian ini adalah mengenai kavitasi dalam suatu turbin francis horizontal
yang terdapat di Laboratorium Mesin-mesin Fluida. Ide ini timbul karena, masih
kurangnya penelitian mengenai kavitasi, terutama di Program Studi Teknik Mesin,
ITB padahal kavitasi merupakan suatu fenomena dasar yang bisa terjadi dalam suatu
turbin air.
Dalam penelitian ini dilakukan pengujian performansi turbin francis horizontal
saat dan saat tidak terjadi kavitasi serta dilakukan pengamatan kavitasi melalui suatu
pipa tembus pandang yang dipasang di keluaran impeler turbin. Hasil pengamatan
juga direkan dengan menggunakan kamera sehingga bisa fenomena ini bisa diamati
lebih lanjut. Hasil pengujian dan pengamatan kemudian dianalisa.
Diharapkan penelitian ini penulis dan pembaca dapat lebih memahami
fenomena kavitasi yang terjadi di turbin francis horizontal dan dapat membandingkan
kurva karakteristik turbin saat dan saat tidak terjadi kavitasi, selain itu diharapkan
penelitian ini dapat menjadi suatu langkah awal penelitian mengenai kavitasi di
Program Studi Teknik Mesin ITB, dan kelak bisa bergunabagi penerapan di lapangan.
Final Project
Title Cavitation Observation and its Effect on Dhitta Puti Sarasvati
The Performance of a Francise Horizontal
Turbine
Major Mechanical engineering 13101093
Faculty of Industrial Technology
Institute of Technologiy Bandung

Abstrak

This research is about cavitation in a Francis horizontal turbine that is placed


in the Laboratory of Fluid Machines. This idea evolves because the lack of research
about cavitations in the Mechanical Engineering Study Program at Institute of
Technology Bandung. However, cavitation is a common phenomenon that can happen
in water turbines.
In this research, there have been done a performance tests on a horizontal
Francis turbine when there are cavitations, and when there aren’t any. Besides that, an
observation on the cavitations is done by a see-through pipe located near the turbine
impeller. The result of observation is also videoed by a camera, so the phenomenon
can be observed more detail. The result of the performance test and observation has
been analyzed.
Hopefully this research can add understanding about cavitations for the writer
and the readers. Besides that, the writer hopes that she could compare the
characteristics when and when there aren’t any cavitations. Last but not lease, the
writer hoped that this research can be a beginning about researches about cavitations
in Mechanical Engineering Study Program at Institute of Technology Bandung.
KATA PENGANTAR

Dengan penuh keikhlasan penulis ucapkan syukur ke hadirat Allah SWT, karena
berkat rahmat dan karunia - Nya laporan tugas akhir sarjana ini dapat penulis selesaikan.
Tugas akhir sarjana ini adalah salah satu syarat untuk menyelesaikan perkuliahan pada
tahap strata satu di Program Studi Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung. Judul tugas
akhir ini adalah “Pengamatan Kavitasi dan Pengaruhnya Terhadap Turbin Francis
Horizontal”.
Tugas akhir ini tidak akan selesai dengan baik tanpa dukungan dan bantuan dari
berbagai pihak. Oleh sebab itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Ir. Arianto Santoso selaku pembimbing utama yang telah banyak memberikan
bimbingannya selama proses pengerjaan tugas akhir ini.
2. Bpk. Nengah, Bpk. Hendrawan, Bpk. Priyono selaku dosen-dosen di
Laboratorium Mesin-mesin Fluida yang turut mendorong dan bersedia berdiskusi
selama pembuantan tugas akhir ini
3. Pak Karso yang selalu siap membantu terlaksananya pengujian di laboratorium
4. Teman-teman sesama mesin, Tresna, Acid, Wendy, Ruri, Dedi, Kadek, Parlin,
Jambak, Stefanus, Andar, Beni, yang turut membantu melakukan pengujian,
menemani membuat tugas akhir, membantu berdiskusi, dan mengantarkan saya
pulang dari laboratorium.
5. Pihak-pihak lain yang tidak penulis sebutkan satu per satu.
Bantuan dan pengorbanan bapak, ibu dan teman-teman sekalian sangat berarti
bagi penulis. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan bapak, ibu dan rekan-rekan
semua. Penulis menyadari bahwa laporan tugas akhir ini masih banyak kekurangannya,
namun penulis berharap tugas akhir dapat berguna untuk pengembangan dunia industri
manufaktur dalam proses pengontrolan produk

Bandung, September 2007

Penulis
DAFTAR ISI
Hal
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI i
DAFTAR NOTASI DAN SIMBOL iii
DAFTAR GAMBAR v
DAFTAR TABEL viii
Bab I Pendahuluan 1
1.1 Pendahuluan 1
1.2 Tujuan 1
1.3 Manfaat 2
1.4 Batasan Masalah 2
1.5 Metodologi Penelitian 2
1.6 Sistematika Penulisan 3
Bab 2 Kavitasi 5
2.1 Tekanan Uap Jenuh 5
2.2 Definisi Kavitasi 7
2.3 Penelitian Mengenai Kavitasi 8
2.4 Cavitation Inception 11
Bab 3Turbin Air 14
3.1 Pengelompokan Turbin Air 14
3.2 Turbin Francis Horizontal 17
3.3 Aliran Fluida 19
3.4 Head dari Turbin 20
3.5 Daya, Kerugian dan Efisiensi 21
3.6 Kurva-kurva Karakteristik 25
3.7 Kavitasi pada Turbin Air 27
Bab 4 Peralatan dan Prosedur Pengujian 29

i
4.1 Instalasi Pengujian 29
4.2 Alat Ukur 30
4.3 Prinsip Kerja Alat Ukur 31
4.4 Prosedur Pengujian 35
4.5 Pengamatan Kavitasi 36
Bab 5 Hasil dan Analisis Serta Diskusi 38
5.1 Data Hasil Pengujian Performansi Turbin Francis Horizontal 38
5.2 Contoh Perhitungan 42
5.3 Hasil Perhitungan 51
5.4 Pengamatan Kavitasi 65
5.5 Grafik dan Analisa 66
Bab VI Kesimpulan dan Saran 81
6.1 Kesimpulan 81
6.2 Saran 81
DAFTAR PUSTAKA

ii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Diagram fase air 5


Gambar 2.2 Perbedaan proses antara pendidihan maupun kavitasi 7
yang digambarkan pada diagram fase suatu cairan
Gambar 2.3 a Cavitation tunnel Parsons 8
Gambar 2.3 b Cavitation tunnel Parsons 8
Gambar 2.4.a Salah satu dari foto kavitasi pada propeler 9
pertama pada cavitation tunnel buatan Parsons. Diameter
Propeler 2 ini; revolusi 1500 rpm
Gambar 2.4.b Salah satu dari foto kavitasi pada propeler pertama pada 9
cavitation tunnel buatan Parsons (1985) – Kavitasi di bagian belakang
sudu
: acc kepada Barnaby (1911)
Gambar 2.5 Water tunnel di “The Space and Naval Warfare 10
Systems Center”, San Diego
Gambar 2.6 Jenis-jenis kavitasi 11
Gambar 2.7 Sebuah profil pada suatu aliran 12
Gambar 3.1 Turbin pelton, salah satu jenis turbin impuls 14
Gambar 3.2 Beberapa turbin reaksi 15
Gambar 3.3 Pengelompokan turbin berdasarkan kecepatan spesifiknya 16
Gambar 3.4 Bagian-bagian dari turbin francis horizontal 17
Gambar 3.5 Sketsa segitiga kecepatan pada impeler suatu turbin francis 18
Gambar 3.6 Aliran fluida di dalam suatu pipa 19
Gambar 3.7 Kurva karakteristik turbin air pada head konstan 25
Gambar 3.8 Kurva pada kecepatan konstan 26
Gambar 3.9 Kurva iso-efisiensi pada turbin 26
Gambar 3.10 Draft tube pada turbin air 28
Gambar 4.1 Instalasi pengujian turbin francis horizontal 29
Gambar 4.2 Velocitymeter yang digunakan dalam pengujian 31

v
turbin frnacis horizontal
Gambar 4.3 Skema Dinamometer yang diguakan dalam 31
pengujian turbin francis horizontal
Gambar 4.4 Jenis-jenis weir 33
Gambar 4.5 Penampang 90˚ V-Notch weir 33
Gambar 4.6 Manometer tube 34
Gambar 4.7 Manometer tube berisi fluida dengan suatu beda ketinggian 35
Gambar 4.8 Pipa tembus pandang yang dipasang pada 36
bagian keluaran turbin
Gambar 4.9 Stroboskop yang digunakan dalam pengujian 37
Gambar 5.1 Grafik Tekanan uap jenuh terhadap temperatur 43
Gambar 5.2 Kapasitas aliran dalam suatu saluran 45
Gambar 5.3 Manometer tube yang tekanan pada bagian yang 46
ingin diukur bernilai vakum
Gambar 5.4 Hubungan antara tekanan absolut, tekanan 47
atmosfer, tekanan gage, dan tekanan vakum
Gambar 5.5 Ketinggian fluida di bagian masukan dan 47
keluaran turbin dari suatu datum
Gambar 5.6 Skema dinamometer yang digunakan dalam pengujian 48
Gambar 5.7 Hasil pengamatan kavitasi 65
Gambar 5.8 Perbandingan tekanan uap jenuh dan tekanan pada 66
keluaran turbin
Gambar 5.9 Acoustic power spectra dari suatu model yang 67
beroperasi pada kondisi tidak berkavitasi (σ=0.523) dan
berkavitasi (σ=0.452 and 0.342)
Gambar 5.10 Perbandingan antara Hs dan zout 68
Gambar 5.11 Diagram yang menggambarkan jarak Hs dengan zout 69
Gambar 5.12 Momen terhadap putaran 70
Gambar 5.13 Kapasitas Aliran terhadap putaran 71
Gambar 5.14 BHP terhadap putaran Kapasitas Aliran 72
Gambar 5.15 Grafik WHP terhadap putaran 74

vi
Gambar 5.16 Grafik efisiensi terhadap putaran 75
Gambar 5.17 Grafik Iso-efisiensi (dengan mengabaikan efisiensi 78
pada bukaan katup 15˚)

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Tabel tekanan uap jenuh berdasarkan temperaturnya 6


Tabel 4.1 Alat Ukur yag Digunakan dalam Pengujian 30
Turbin Francis Horizontal
Tabel 5.1 Data hasil pengujian 38
Tabel 5.2 Hasil perhitungan pada bukaan katup 15˚ 51
Tabel 5.3 Hasil perhitungan pada bukaan katup 20˚ 52
Tabel 5.4 Hasil perhitungan pada bukaan katup 25˚ 54
Tabel 5.5 Hasil perhitungan pada bukaan katup 30˚ 57
Tabel 5.6 Hasil perhitungan pada bukaan katup 35˚ 60
Tabel 5.7 Hasil perhitungan pada bukaan katup 40˚ 63
Tabel 5.8 Urutan Bukaan katup yang menghasilkan momen yang lebih 71
Tabel 5.9 BHP maksimum pada tiap bukaan katup 73
Tabel 5.10 Efisiensi terbesar pada masing-masing bukaan katup 76
Tabel 5.11 Titik-titik pengujian turbin francis horizontal yang menghasilkan 79
terbentuknya gelembung
Tabel 5.12 Perbandingan antara kondisi ideal hasil pengujian performansi 80
turbin francis horizontal dibandingkan kondisi riil pengujian

viii
DAFTAR NOTASI DAN SIMBOL

A : Luas permukaan penampang.


BHP : Daya yang dihasilkan poros turbin per satuan waktu.
C : Kecepatan absolute turbin.
Cin : Kecepatan fluida masuk turbin.

Cout : Kecepatan fluida keluar turbin.

CP : Koefisien tekanan non dimensional.

h : Head.
Ha : Tekanan atmosfer pada tailwater dalam meter.

HE : Head efektif pada bagian inlet turbin.

H eff : Head efektif.

hl : Head loss pada turbin

Hs : Draft head.

ht : Head turbin.

Hv : Tekanan uap jenuh dalam meter.

hw : Head pada weir.


M : Momen.
n : Kecepatan rotasi.
ns : Kecepatan spesifik.
p : Tekanan.
P : Tekanan pada titik stagnasi.
P : Daya yang diterima oleh poros.
PA : Tekanan local di titik A.

patm : Tekanan atmosfer.

Ph : Tekanan hidrostatik.

pin : Tekanan fluida

pout : Tekanan fluida keluar turin.

iii
pv : Tekanan uap jenuh.

Q : Kapasitas Aliran.
Qb : Kapasitas aliran yang bocor.
T : Temperatur.
U : Kecepatan tangensial turbin.
V : Kecepatan pada titik stagnasi.
VA : Kecepatan local di titik A.

W : Kecepatan relatif turbin.


WHP : Energi yang diberikan oleh air per satuan waktu.
z out : Ketinggian fluida di bagian outlet yang diukur dari suatu datum.

z in : Ketinggian fluida di bagian inlet yang diukur dari suatu datum.


ρ : Massa jenis.
σ : Koefisien kavitasi.
masuk turbin.
γ : Berat jenis fluida.
ω : Kecepatan anggular poros.
η : Efisiensi turbin.
ηv : Efisiensi volumetrik.

ηH : Efisiensi hidrolis.

ηm : Efisiensi mekanis.

iv