Anda di halaman 1dari 5

PAPER PRAKTIKUM TEKNOLOGI WAN

Pertemuan 3 dan 4

Frame Relay Point to Point dan Multipoint

Oleh :

CB Yudi Puspa Irawan – 22 07 4200

Lucky Giovanni – 22 07 4209

Wini Sesaria Riwu – 22 07 4247

Budi Hardiyanto Nugroho – 22 07 4357

Juan Robert Sirait – 22 07 4361

Yudi Frihardianto – 22 07 4383

I Gede Harry Wisudary Yadnya – 22 07 4390

UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA


TEKNIK INFORMATIKA
2010
Di atas ini adalah beberapa topologi yang biasa digunakan pada
Frame Relay. Dengan frame relay, kita dapat menghemat
pengeluaran dalam physical device terutama karena
penggunaannya dapat ditekan, misalnya pada penggunaan kabel.

Sedangkan topologi yang kami gunakan saat praktikum adalah


sebagai berikut :
A. MULTI POINT

Multi Point pada Frame Relay kita gunakan jika semua router
yang terhubung dengan Frame Relay berada pada satu subnet yang
sama. Ia juga mengijinkan setiap sirkuit untuk berkomunikasi
dengan lebih dari satu piranti tujuan.

Pada praktikum minggu pertama untuk materi Frame Relay,


kami belajar mengkonfigurasi Frame Relay pada model multi point.
Praktikum kali itu dapat dikatakan berhasil. Masing-masing
kelompok diberi tanggung jawab mengkonfigurasi satu router. Jika
berhasil, baru akan ditambah satu router lagi di tiap kelompok. Saat
itu kami baru berhasil melakukan praktikum dengan satu router
karena mengkonfigurasi Router Frame Relay memakan waktu yang
cukup lama. Saat itu konfigurasi untuk nomor DLCInya memang
agak lama. Sedangkan konfigurasi router per kelompok cukup
sebentar saja.

B. POINT TO POINT

Ada pula point to point dimana ia mensimulasikan suatu sambungan


leased line ke suatu sambungan langsung dengan suatu piranti
tujuan. Point to point dipilih jika setiap pasangan router memiliki
subnetnya masing-masing. Pada umumnya ia menggunakan subnet
mask 255.255.255.252.

Saat praktikum terdapat beberapa masalah yang mengakibatkan


praktikum gagal. Salah satunya stop kontak yang mengalami
konslet, terjadinya bootstrap, lalu terjadi pula human error saat
akan menggandakan konfigurasi lewat TFTP server. Ternyata OS
yang digunakan tidak kompatibel dengan software TFTP servernya.
Karena masalah konslet tadi, router central yang bertugas
mengkonfigurasi frame relay pun ikut mati. Saat itu kami baru
melakukan praktikum dengan satu router per kelompok. Padahal
jika praktikum saat itu berhasil, kami dapat melakukan konfigurasi
dengan dua router.

Mengapa routing OSPF tidak dapat dilakukan pada konfigurasi Frame


Relay Point to Point?

Hal ini dikarenakan OSPF menggolongkan Frame Relay sebagai non


broadcast multiple access (NBMA). Sifat dari NBMA ini adalah dapat
terhubung ke dua atau lebih router namun tidak memiliki kemampuan
broadcast. Seluruh router tetangga harus saling terhubung secara directly
connected satu sama lain. Oleh karena itu implementasi OSPF yang
menggunakan model NBMA tidak bekerja dengan baik saat router hanya
terhubung sebagian saja. Salah satu cara yang dapat kita tempuh agar
sifat non broadcast dapat berubah menjadi broadcast adalah dengan
menambahkan perintah broadcast di belakang nomor DLCI saat
melakukan map ip. Contoh konfigurasinya adalah sebagai berikut :

Router(config-subif)frame-relay map ip <ip tujuan> <nomor dlci yang


menghubungkan> broadcast

Namun kelompok kami tidak menggunakan cara di atas karena saat


menambahkan no auto summary pada router yang terhubung langsung dengan
frame relay pada routing OSPF dan EIGRP, ternyata sudah bisa.