DPP PARTAI DEMOKRAT 2010

ANGGARAN DASAR PARTAI DEMOKRAT
PEMBUKAAN Bahwa cita-cita luhur Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah untuk melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteran umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mencapai cita-cita tersebut, dibentuklah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, yang demokratis, yang menjamin hak asasi manusia, dan yang menjunjung tinggi tegaknya hukum. Bahwa perjalanan kehidupan bangsa dan negara sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 sampai dengan lahirnya Reformasi Mei 1998, merupakan bagian dari sejarah Bangsa Indonesia yang dapat diambil sebagai pelajaran berharga di dalam mencapai cita-cita proklamasi. Berbagai kelemahan bahkan penyelewengan terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 di masa lalu, menyebabkan kemerosotan harkat dan martabat bangsa di mata internasional. Hal ini melahirkan kesadaran baru bagi setiap warga Negara Indonesia untuk memperkukuh nasionalisme, humanisme, dan pluralisme tanpa diskriminasi, yang didasarkan pada keadilan, kebebasan, dan kemerdekaan yang dijiwai oleh nilai-nilai luhur budaya, moral, dan agama. Bahwa setiap warga Negara Indonesia adalah manusia yang berkehendak bebas, memiliki hak asasi yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa, yang menjadikan setiap manusia adalah mulia dan memiliki kebebasan untuk mewujudkan hidup dan kehidupan yang aman, adil, damai, demokratis, dan sejahtera. Oleh karena itu, menjadi tugas penting setiap warga negara untuk menentang segala perilaku yang dapat merusak usaha-usaha perdamaian, demokrasi, dan kesejahteraan rakyat. Pikiran-pikiran dan tindakan otoriter, kesewenang-wenangan, pemasungan terhadap hak-hak warga negara yang berakibat terjadinya ketidakadilan, kepincangan sosial, dan kehancuran ekonomi bangsa, harus dihilangkan dengan perjuangan yang terarah, terencana, teratur, cerdas, dan bersinergi.
1

DPP PARTAI DEMOKRAT 2010

Meyakini bahwa perjuangan itu hanya dapat berhasil dengan ridha Allah Yang Maha Besar, Tuhan Yang Maha Esa, serta usaha-usaha yang sungguh-sungguh, kerja keras, penuh kebijaksanaan, dan berkelanjutan dan berkesinambungan, seraya memohon ridha Allah, Tuhan Yang Maha Esa, pada hari Minggu, tanggal 9 September tahun 2001 didirikan partai politik yang modern dan terbuka bagi segenap warga bangsa dengan nama “PARTAI DEMOKRAT”, untuk masa waktu yang tak terbatas dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai berikut :

BAB I NAMA DAN KEDUDUKAN, ASAS, IDEOLOGI, DOKTRIN, ETIKA, SIFAT, DAN TUJUAN Pasal 1 Nama dan Kedudukan Partai ini diberi nama PARTAI DEMOKRAT, yang berada di seluruh wilayah Republik Indonesia dan berkedudukan hukum di Ibukota Negara Republik Indonesia. Pasal 2 Asas Partai Demokrat berasaskan Pancasila. Pasal 3 Ideologi

Ideologi partai adalah Nasionalis-Religius, yaitu kerja keras untuk kepentingan rakyat dengan landasan moral dan agama serta memperhatikan aspek nasionalisme, humanisme, dan pluralisme dalam rangka mencapai tujuan perdamaian, demokrasi, dan kesejahteraan rakyat.

2

DPP PARTAI DEMOKRAT 2010

Pasal 4 Doktrin (1) Doktrin Partai Demokrat bernama Tri Pakca Gatra Praja. (2) Tri Pakca Gatra Praja mengandung arti adanya tiga kehendak yang kuat atau tiga ketetapan hati dalam membangun bangsa dan negara, yang diwujudkan ke dalam Trilogi Perjuangan Partai, yaitu demokrasi, kesejahteraan, dan keamanan serta Tiga Wawasan Partai, yaitu nasionalisme, humanisme, dan pluralisme. Pasal 5 Etika Politik

Etika Politik Partai Demokrat yaitu bersih, cerdas, dan santun.

Pasal 6 Sifat

Partai Demokrat bersifat terbuka untuk semua warga Negara Republik Indonesia, tanpa membedakan suku bangsa, ras, profesi, jenis kelamin, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Pasal 7 Tujuan

Partai Demokrat bertujuan: (1) Menegakkan, mempertahankan, dan mengamankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sesuai dengan jiwa Proklamasi Kemerdekaan. (2) Mewujudkan cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. (3) Melakukan segala usaha dan ikhtiar untuk membangun masyarakat Indonesia baru yang berwawasan nasionalisme, humanisme, dan pluralisme.

3

DPP PARTAI DEMOKRAT 2010

(4) Meningkatkan partisipasi seluruh potensi bangsa dalam mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang memiliki pemerintahan yang bersih, efektif, efisien, serta dinamis menuju terwujudnya Indonesia yang adil, demokratis, sejahtera, maju, dan modern dalam suasana aman serta penuh kedamaian lahir dan batin. BAB II ATRIBUT Pasal 8 Atribut Partai Demokrat mempunyai atribut yang terdiri dari lambang, panji-panji, hymne, dan mars. Pasal 9 Lambang (1) Partai Demokrat memiliki lambang yang berupa gambar bintang, bersinar tiga arah dengan warna merah putih pada kedua sisinya dengan latar belakang warna dasar biru tua dan biru laut. (2) Bintang Merah Putih bersegitiga bermakna suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari tiga wawasan: a. Nasionalis-Religius; yang bermakna wawasan nasionalis serta sekaligus bermoral agama. b. Humanisme; yang bermakna mengakui dan menjunjung tinggi nilai dan martabat perikemanusiaan yang bersifat hakiki dan universal, sebagai bukti bahwa Bangsa Indonesia adalah bagian yang integral dari masyarakat dunia. c. Pluralisme; yang bermakna mengakui dan menghargai serta merangkul berbagai ras, suku bangsa, profesi, jenis kelamin, agama, dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta keberadaan ciri khas setiap daerah yang menyatu sebagai bangsa Indonesia. (3) Warna Biru Laut yang terdapat di tengah, melambangkan kesejukan penuh kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dalam perjuangan dan upaya mewujudkan cita-cita bangsa. (4) Warna Biru Tua yang terdapat pada bagian atas dan bawah, melambangkan bahwa dalam memperjuangkan dan mengupayakan terwujudnya cita-cita bangsa, bersikap tegas, mantap, percaya diri, dan penuh optimisme yang
4

(5) Warna Merah Putih di setiap sisi bintang dengan latar belakang Biru Laut. (2) Ketentuan lebih lanjut tentang keanggotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 senantiasa menjadi ciri utama yang harus dianut semua unsur bangsa dan masyarakat. (3) Mars Partai Demokrat adalah lagu Mars Partai Demokrat yang dinyanyikan pada acara Partai Demokrat BAB III KEANGGOTAAN PARTAI Pasal 11 Anggota (1) Setiap warga negara Indonesia yang telah memenuhi syarat dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dapat diterima menjadi anggota Partai Demokrat. Pasal 10 Panji-Panji. Hymne. Demikian pula halnya Partai Demokrat. (6) Warna Dasar Biru Laut. memberi arti warna Merah Putih adalah kebangsaan atau nasionalisme dan warna Biru artinya humanisme di tengah pergaulan masyarakat bangsa-bangsa di dunia atau internasionalisme dan pluralisme yang merupakan wawasan Partai Demokrat. tenang. agama. seperti halnya samudera yang membentang luas sebagai terminal akhir bagi aliran dan muara dari berbagai sungai yang membawa segala macam limbah. dan Mars (1) Panji-panji Partai Demokrat adalah Bendera Partai Demokrat dengan gambar bintang merah putih bersegi tiga yang digunakan dalam Upacara-upacara resmi Partai. dan golongan. dan damai. (2) Hymne Partai Demokrat adalah lagu Hymne Partai Demokrat yang dinyanyikan pada acara resmi Partai Demokrat di setiap tingkatan. membaur dan menyatu menjadi jernih. tetapi terlihat berwarna kebiruan. 5 . ras. tampil sebagai partai politik yang mampu menghimpun segenap warga negara Indonesia untuk hidup bersama dan berdampingan secara damai dan saling menghormati antarsesama anak bangsa yang memiliki keanekaragaman suku.

Wakil Ketua Umum II. Dewan Kehormatan. Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Komisi Pemenangan Pemilu. Wakil-Wakil Direktur Eksekutif. Wakil-Wakil Sekretaris Jenderal. Fraksi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Ketua Umum. Bendahara Umum. Sekretaris Jenderal. 6 . Departemen-departemen. serta Koordinator Wilayah.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 BAB IV STRUKTUR ORGANISASI PARTAI Pasal 12 Struktur Organisasi Tingkat Pusat (1) Bagan Organisasi adalah sebagai berikut: MAJELIS TINGGI PARTAI DEWAN PEMBINA KETUA UMUM DEWAN KEHORMATAN KOMISI PENGAWAS WAKIL KETUA UMUM I WSJ1 SEKRETARIS JENDERAL WSJ 2 WSJ 3 WSJ 4 BENDAHARA UMUM WB 1 WB 2 WB 3 WB 4 DIREKTUR EKSEKUTIF WDE 1 WDE 2 WDE 3 WDE 4 WAKIL KETUA UMUM II DEPARTEMEN PPSK DIVISI KPP FRAKSI DPRI/MPRRI KORWIL JAWA-I KORWIL SUMATERA-I KORWIL SUMATERA-II KORWIL KALIMANTAN KORWIL BALI & NUSRA KORWIL LUAR NEGERI KORWIL JAWA-II KORWIL SULAWESI KORWIL MALUKU & PAPUA DPD DPD DPD DPD DPD DPD DPD DPD DPLN (2) Struktur Organisasi Partai Tingkat Pusat terdiri atas: Majelis Tinggi Partai. Direktur Eksekutif. Komisi Pengawas. Wakil Ketua Umum I. Wakil-Wakil Bendahara Umum. Divisi-Divisi. Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan.

(4) Dewan Pembina menerima laporan berkala dari Dewan Pimpinan Pusat. (3) Dewan Pembina sebagai pengarah dan Pembina dalam menjaga nilai-nilai dan ideologi perjuangan partai sesuai dengan visi dan misi Partai Demokrat. rancangan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta program kerja 5 (lima) tahun untuk disahkan dalam Kongres. e. (2) Ketua Majelis Tinggi Partai secara ex-officio dijabat oleh Ketua Dewan Pembina. 1 (satu) Sekretaris. calon partai-partai anggota koalisi. calon Pimpinan DPR RI. Sekretaris. calon Presiden dan Wakil Presiden. (6) Keputusan Majelis Tinggi sebagaimana dimaksud dalam Ayat (5) huruf a sampai dengan huruf e. (3) Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai secara ex-officio dijabat oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat. 7 Fraksi Partai disampaikan kepada dan untuk dilaksanakan oleh Dewan . (4) Anggota Majelis Tinggi Partai diangkat dan ditetapkan oleh Ketua Majelis Tinggi Partai. calon-calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pemilihan kepala daerah.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 13 Majelis Tinggi Partai (1) Majelis Tinggi Partai berjumlah 9 (Sembilan) orang yang terdiri atas: 1 (satu) Ketua. c. Pimpinan Pusat. calon-calon anggota legislatif pusat. d. dan 6 (enam) anggota. (5) Majelis Tinggi Partai berwenang mengambil keputusan-keputusan strategis tentang: a. dan anggota Dewan Pembina diangkat dan ditetapkan oleh Ketua Dewan Pembina. dan f. 1 (satu) Wakil Ketua. (2) Wakil Ketua. Pimpinan dan Alat Kelengkapan Demokrat di DPR/ MPR RI. Pasal 14 Dewan Pembina (1) Ketua Dewan Pembina ditetapkan oleh Kongres secara musyawarah. b.

DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (5) Dewan Pembina mempunyai wewenang. (8) Dewan Kehormatan mempunyai wewenang. tugas. dan anggota Dewan Kehormatan diangkat dan ditetapkan oleh Majelis Tinggi Partai. (4) Wakil Ketua Dewan Kehormatan dijabat secara ex officio oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat. mekanisme kerja. tanggung jawab. Bendahara Umum. mekanisme kerja dan hubungannya dengan Dewan Pimpinan Pusat yang diatur lebih lanjut dalam Peraturan yang ditetapkan oleh Ketua Dewan Pembina Pasal 16 Dewan Pimpinan Pusat (1) Dewan Pimpinan Pusat terdiri atas Pengurus Harian Terbatas. Wakil Ketua. (2) Pengurus Harian Terbatas terdiri atas: Ketua Umum. dan Pengurus Pleno. 1 (satu) Sekretaris. 1 (satu) Wakil Ketua. tugas. dan hubungannya dengan Dewan Pimpinan Pusat yang diatur lebih lanjut dalam Peraturan yang ditetapkan oleh Ketua Dewan Pembina Pasal 15 Dewan Kehormatan (1) Dewan Kehormatan berjumlah 5 (lima) orang yang terdiri atas: 1 (satu) Ketua. tanggung jawab. (3) Ketua Dewan Kehormatan dijabat secara ex officio oleh Ketua Dewan Pembina. Sekretaris Jenderal. Wakil-Wakil Bendahara Umum. Wakil Ketua Umum I. dan 2 (dua) anggota. Sekretaris. (2) Ketua Dewan Kehormatan. Wakil Ketua Umum II. (5) Dewan Kehormatan berwenang memeriksa. (6) Dewan Kehormatan melaporkan keputusan-keputusannya kepada Majelis Tinggi Partai. moral dan pelanggaran terhadap ketentuan organisasi yang dilakukan oleh pengurus partai dan kader partai yang ditugaskan dilembaga eksekutif dan legislatif ditingkat pusat dan propinsi. atas laporan dari Komisi Pengawas atau pihak lain. Pengurus Harian. (7) Keputusan Dewan Kehormatan dijalankan oleh Dewan Pimpinan Pusat. memutuskan dan atau menjatuhkan sanksi atas pelanggaran etika. Wakil-Wakil Sekretaris Jenderal. 8 . Direktur Eksekutif.

calon wakil bupati. dan calon wakil walikota atas usul Dewan Pimpinan Cabang melalui Dewan Pimpinan Daerah. mengangkat dan memberhentikan Pengurus Dewan Perwakilan Luar Negeri.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (3) Pengurus Harian terdiri atas: Pengurus Harian Terbatas. f. menentukan kebijakan tingkat nasional sesuai dengan Anggaran Dasar. menetapkan partai anggota koalisi di tingkat kabupaten/kota atas usul Dewan Pimpinan Cabang melalui Dewan Pimpinan Daerah. (5) Dewan Pimpinan Pusat berwenang: a. Ketua dan Sekretaris Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan. b. Ketua dan Sekretaris Departemen. menetapkan calon bupati. menetapkan partai anggota koalisi di tingkat provinsi atas usul Dewan Pimpinan Daerah. dan peraturan-peraturan lainnya. (4) Pengurus Pleno terdiri atas: Pengurus Harian Terbatas. Ketua dan Sekretaris Divisi. d. c. g. Ketua dan Sekerataris Komisi Pemenangan Pemilihan Umum. Anggaran Rumah Tangga. membentuk alat-alat kelengkapan partai. 9 . menetapkan pimpinan DPRD dan Fraksi DPRD Provinsi atas usul Dewan Pimpinan Daerah serta pimpinan DPRD dan pimpinan Fraksi DPRD Kabupaten/ kota atas usul Dewan Pimpinan Cabang melalui Dewan Pimpinan Daerah. h. Ketua dan Sekretaris Fraksi DPR RI. menerbitkan Peraturan-peraturan Organisasi tentang hal-hal yang sudah diatur dan yang belum cukup diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. dan Pengurus yang diangkat oleh Pengurus Harian termasuk Koordinator Wilayah. e. calon walikota. Pengurus Harian. i. menetapkan Pimpinan dan alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Keputusan Kongres. Ketua dan Sekretaris Fraksi MPR RI serta Wakil-Wakil Direktur Eksekutif.dan j. mengesahkan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah dan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang. Keputusan Rapat Tingkat Nasional.

DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (6) Hak dan kewajiban Dewan Pimpinan Pusat serta ketentuan-ketentuan lain diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan-peraturan Partai lainnya. mengawasi. Komisi Pemenangan Pemilihan Umum. baik ke dalam maupun ke luar. Divisi-Divisi. (2) Ketua Umum bertugas melaksanakan. dan mengendalikan semua kegiatan kepartaian. dan Direktur Eksekutif. Fraksi DPR RI. Pasal 17 Ketua Umum (1) Ketua Umum dipilih melalui Kongres. Sekretaris Jenderal. Ketua Umum dibantu Wakil Ketua Umum I. 10 . Wakil-Wakil Bendahara Umum. (3) Wakil Ketua Umum I melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Umum. Wakil-Wakil Sekretaris Jenderal. (4) Ketua Umum secara ex–officio adalah Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan. Fraksi MPR RI. (3) Dalam melaksanakan tugasnya. serta alat kelengkapan partai. Wakil Ketua Umum II. (2) Wakil Ketua Umum I bertugas mengawasi dan mengendalikan kegiatan yang dilakukan oleh Departemen-Departemen. Bendahara Umum. dan Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan. Pasal 18 Wakil Ketua Umum I (1) Wakil Ketua Umum I dipilih oleh Formatur Kongres.

Pasal 20 Sekretaris Jenderal dan Wakil-Wakil Sekretaris Jenderal (1) Sekretaris Jenderal dipilih oleh Formatur Kongres. (3) Wakil Ketua Umum II melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua Umum. pengamanan kebijakan penyelenggaraan kegiatan partai. (4) Bendahara Umum dalam melaksanakan tugas bertanggung jawab kepada Ketua Umum. Wakil-Wakil Bendahara Umum (1) Bendahara Umum dipilih oleh Formatur Kongres. (3) Bendahara Umum bertugas melakukan pengelolaan keuangan partai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. (2) Wakil Ketua Umum II bertugas mengawasi dan mengendalikan kegiatankegiatan Koordinator Wilayah dalam mencapai sasaran program partai. (6) Wakil-Wakil Sekretaris Jenderal dipilih oleh Formatur Kongres. 11 Sekretaris Jenderal bertanggung jawab kepada Sekretaris . (7) Wakil-Wakil Jenderal. (5) Sekretaris Jenderal dibantu oleh Wakil-Wakil Sekretaris Jenderal sesuai kebutuhan. (2) Bendahara Umum adalah penanggung jawab administrasi keuangan partai ke dalam dan ke luar. Pasal 21 Bendahara Umum.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 19 Wakil Ketua Umum II (1) Wakil Ketua Umum II dipilih oleh Formatur Kongres. monitoring. (2) Sekretaris Jenderal adalah penanggung jawab administrasi partai ke dalam dan ke luar. (3) Sekretaris Jenderal bertugas melakukan koordinasi. (4) Sekretaris Jenderal dalam melaksanakan tugas berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Ketua Umum.

(6) Dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Direktur Eksekutif dibantu oleh WakilWakil Direktur Eksekutif sesuai kebutuhan yang dipilih oleh Pengurus Harian Terbatas. (2) Direktur Eksekutif bertugas melaksanakan manajemen operasional administrasi yang bersifat ke dalam.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (5) Bendahara Umum dibantu oleh Wakil-Wakil Bendahara Umum. mengkoordinir. dan hukum yang dilakukan oleh pengurus partai dan kader 12 . personalia. Pasal 23 Komisi Pengawas (1) Komisi Pengawas diangkat dan ditetapkan oleh Dewan Pembina. organisasi. logistik. anggaran dan keuangan. administrasi kesekretariatan. melakukan penyelidikan dan verifikasi atas dugaan terjadinya pelanggaran etika. (5) Tugas dan tanggung jawab Direktur Eksekutif diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi. mengawasi kinerja pengurus partai dan kader partai yang ditugaskan di lembaga eksekutif dan legislatif di tingkat pusat dan provinsi. (3) Direktur Eksekutif merencanakan. serta rumah tangga dan urusan umum. (4) Direktur Eksekutif menyediakan semua fasilitas untuk mendukung kegiatan Partai serta menangani program. dan b. (7) Wakil-Wakil Bendahara Umum bertanggung jawab kepada Bendahara Umum. Pasal 22 Direktur Eksekutif dan Wakil-Wakil Direktur Eksekutif (1) Direktur Eksekutif dipilih oleh Formatur Kongres. (7) Direktur Eksekutif bertanggung jawab kepada Ketua Umum (8) Wakil-Wakil Direktur Eksekutif bertanggung jawab kepada Direktur Eksekutif. (6) Wakil-Wakil Bendahara Umum dipilih oleh Formatur Kongres. (2) Komisi Pengawas bertugas : a. dan mengawasi semua kegiatan administrasi partai yang bersifat ke dalam. melaksanakan. moral.

Sekretaris.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 partai yang ditugaskan di lembaga eksekutif dan legislatif di tingkat pusat dan provinsi. Pasal 25 Divisi Pembinaan Anggota (1) Ketua dan Sekretaris Divisi Pembinaan Anggota diangkat oleh Formatur Kongres. (2) Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum bertugas : a. (5) Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum mengkoordinasikan tugas Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Daerah dan Unit Advokasi dan Bantuan Hukum. Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum dalam melaksanakan tugasnya berpedoman kepada program dan kebijakan Dewan Pimpinan Pusat. (4) Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum bertanggung jawab kepada Dewan Pimpinan Pusat. memberikan nasehat dan pendampingan hukum yang berskala nasional dan internasional. dan c. (3) Tata cara dan mekanisme kerja Komisi Pengawas diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi. (4) Komisi Pengawas bertanggung jawab kepada Dewan Kehormatan. dan Anggota. Pasal 24 Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum (1) Ketua dan Sekretaris Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum diangkat oleh Formatur Kongres. membantu dan menangani perkara di Mahkamah Konstitusi maupun lembaga lainnya berkenaan dengan sengketa hasil Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. (3) Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. b. 13 .

(4) Divisi Pembinaan Anggota dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. (3) Divisi Pembinaan Organisasi dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada rencana pembinaan organisasi dan kebijakan umum Dewan Pimpinan Pusat. (5) Divisi Pembinaan Anggota mengkoordinasikan tugas Divisi Pembinaan Angota Daerah dan Unit Pembinaan Angota. Musyawarah Cabang. Sekretaris. dan Musyawarah Cabang Luar Biasa sesuai ketentuan organisasi. (6) Divisi Pembinaan Anggota melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Pusat. (4) Divisi Pembinaan Organisasi dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. Musyawarah Daerah Luar Biasa. (2) Divisi Pembinaan Organisasi bertugas mempersiapkan konsolidasi partai melalui Musyawarah Daerah. dan Anggota. Sekretaris. (3) Divisi Pembinaan Anggota dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada rencana pembinaan anggota dan kebijakan umum Dewan Pimpinan Pusat. Pasal 26 Divisi Pembinaan Organisasi (1) Ketua dan Sekretaris Divisi Pembinaan Organisasi diangkat oleh Formatur Kongres. (6) Divisi Pembinaan Organisasi melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Pusat. (5) Divisi Pembinaan Organisasi mengkoordinasikan tugas Divisi Pembinaan Organisasi Daerah dan Unit Pembinaan Organisasi. dan Anggota. 14 .DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (2) Divisi Pembinaan Anggota bertugas mempersiapkan pembinaan dan peningkatan jumlah keanggotaan partai yang akan dilanjutkan dan diberikan kemampuan serta keterampilan.

(4) Divisi Tanggap Darurat dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. 15 . (5) Divisi Program Pro Rakyat mengkoordinasikan Divisi Program Pro Rakyat Daerah dan Unit Program Pro Rakyat. Sekretaris. (3) Divisi Program Pro Rakyat dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada rencana program pemerintah dan kebijakan umum Dewan Pimpinan Pusat. (2) Divisi Program Pro Rakyat bertugas membantu Pemerintah dan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan akses dan fasilitas yang ada. dan Anggota. Pasal 28 Divisi Tanggap Darurat (1) Ketua dan Sekretaris Divisi Tanggap Darurat diangkat oleh Formatur Kongres. (4) Divisi Program Pro Rakyat dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. khususnya dalam program-program pro rakyat. (6) Divisi Tanggap Darurat melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Pusat. (3) Divisi Tanggap Darurat dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada program Pemerintah dan kebijakan umum Dewan Pimpinan Pusat.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 27 Divisi Program Pro Rakyat (1) Ketua dan Sekretaris Divisi Program Pro Rakyat diangkat oleh Formatur Kongres. (2) Divisi Tanggap Darurat bertugas membantu korban bencana alam dan musibah lain yang berskala nasional. serta menyalurkan bantuan dan alat-alat kebutuhan darurat lainnya sesegera mungkin langsung kepada korban. Sekretaris. dan Anggota. (6) Divisi Program Pro Rakyat melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Pusat. (5) Divisi Tanggap Darurat mengkoordinasikan Divisi Tanggap Darurat Daerah dan Unit Tanggap Darurat.

mengelola dan menyalurkan logistik. 16 . dan Anggota. Sekretaris. (6) Divisi Usaha dan Dana melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Pusat. (3) Divisi Usaha dan Dana dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 29 Divisi Usaha dan Dana (1) Ketua dan Sekretaris Divisi Usaha dan Dana diangkat oleh Formatur Kongres. (4) Divisi Logistik dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. Sekretaris. (5) Divisi Logistik mengkoordinasikan Divisi Logistik Daerah dan Unit Logistik. Pasal 30 Divisi Logistik (1) Ketua dan Sekretaris Divisi Logistik diangkat oleh Formatur Kongres. (2) Divisi Usaha dan Dana merupakan sumber keuangan partai yang bertugas menghimpun dan menggalang sumber dana masyarakat secara sukarela. (2) Divisi Logistik merupakan sumber logistik partai yang bertugas mengadakan. dari dan ke masyarakat secara sukarela. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Divisi Logistik dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat. (5) Divisi Usaha dan Dana mengkoordinasikan Divisi Usaha dan Dana Daerah serta Unit Usaha dan Dana. (4) Divisi Usaha dan Dana dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. dan Anggota. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 32 Divisi Komunikasi Publik (1) Ketua dan Sekretaris Divisi Komunikasi Publik diangkat oleh Formatur Kongres. (2) Divisi Pendidikan dan Pelatihan bertugas untuk melaksanakan kaderisasi. Pendidikan dan Pelatihan Daerah dan Unit Kaderisasi. (3) Divisi Kaderisasi. (4) Divisi Kaderisasi. Sekretaris. pendidikan dan pelatihan yang berskala nasional secara teratur. (4) Divisi Komunikasi Publik dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. (6) Divisi Kaderisasi. dan Anggota. Publik dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Publik serta Kebijakan Umum Dewan Pimpinan rencana umum Komunikasi 17 . Pendidikan dan Pelatihan melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Pusat. Pendidikan dan Pelatihan mengkoordinasikan Divisi Kaderisasi. (5) Divisi Kaderisasi. pendidikan dan pelatihan serta kebijakan umum Dewan Pimpinan Pusat. (3) Divisi Komunikasi Pusat. Pendidikan dan Pelatihan diangkat oleh Formatur Kongres. Pendidikan dan Pelatihan (1) Ketua dan Sekretaris Divisi Kaderisasi. Pendidikan dan Pelatihan dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. (2) Divisi Komunikasi Publik bertugas menyampaikan pesan-pesan dan materi publikasi partai serta mengkomunikasikan kegiatan-kegiatan politik dan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan partai yang berskala nasional secara luas dan terus menerus demi memelihara dan meningkatkan citra partai. Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada rencana umum kaderisasi. Sekretaris. dan Anggota. Pendidikan dan Pelatihan.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 31 Divisi Kaderisasi.

(6) Divisi Hubungan Eksternal.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (5) Partai Demokrat mempunyai media komunikasi melalui website dan media publikasi lainnya. Luar Negeri. dan Anggota. Sekretaris. Pasal 33 Divisi Hubungan Eksternal. dan Lembaga Swadaya Masyarakat dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. dan Lembaga Swadaya Masyarakat diangkat oleh Formatur Kongres. dan Lembaga Swadaya Masyarakat mengkoordinasikan Divisi Hubungan Eksternal dan Lembaga Swadaya Masyarakat dan Unit Hubungan Eksternal dan Lembaga Swadaya Masyarakat. (4) Divisi Hubungan Eksternal. (3) Divisi Hubungan Eksternal. (2) Divisi Hubungan Eksternal. Luar Negeri. dan Lembaga Swadaya Masyarakat Publik melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan (1) Ketua dan Sekretaris Divisi Hubungan Eksternal. dan Lembaga Swadaya Masyarakat melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Pusat. 18 . Luar Negeri. lembaga internasional. Luar Negeri. (5) Divisi Hubungan Eksternal. dan Lembaga Swadaya Masyarakat dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada rencana umum Hubungan Eksternal. dan Lembaga Swadaya Masyarakat serta Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat. dan Lembaga Swadaya Masyarakat. partai politik. Luar Negeri. (7) Divisi Komunikasi Pimpinan Pusat. Luar Negeri. baik di dalam maupun di luar negeri. Luar Negeri. organisasi masyarakat dalam negeri. dan Lembaga Swadaya Masyarakat bertugas untuk memelihara dan mengembangkan hubungan kerja sama dengan Pemerintah. Luar Negeri. (6) Divisi Komunikasi Publik mengkoordinasikan Divisi Komunikasi Publik Daerah dan Unit Komunikasi Publik. Pemerintah negara sahabat. partai politik luar negeri.

c. Sekretaris. b. (3) Komisi Pusat. (5) Komisi Pemenangan Pemilihan Umum mengkoordinasikan Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Daerah dan Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Cabang. dan evaluasi serta merumuskan kebijakan partai sesuai dengan bidangnya. Sub Komisi Pemilihan anggota Legislatif bertugas melakukan persiapan dan pelaksanaan pemenangan Pemilihan Umum Anggota Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2) Departemen bertugas melaksanakan monitoring. (2) Komisi Pemenangan Pemilihan Umum terdiri atas 3 (tiga) sub komisi: a. (4) Komisi Pemenangan Pemilihan Umum dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. Sub Komisi Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bertugas melakukan persiapan dan pelaksanaan pemenangan pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. (6) Komisi Pemenangan Pemilihan Umum melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Pusat.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 34 Komisi Pemenangan Pemilihan Umum (1) Ketua dan Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilihan Umum diangkat oleh Formatur Kongres. yang jumlah dan Pemenangan Pemilihan Umum dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Program Partai serta Kebijakan Umum Dewan Pimpinan 19 . Pasal 35 Departemen-Departemen (1) Ketua dan sekretaris departemen diangkat oleh Formatur Kongres. dan Anggota. analisis. Sub Komisi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden bertugas melakukan persiapan dan pelaksanaan pemenangan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

Sekretaris. 20 .DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 bidangnya disesuaikan dengan kementerian yang ada di kabinet dan lembaga lainnya. Pasal 36 Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (1) Ketua dan Sekretaris Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat. (3) Departemen dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada program partai serta Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat. (5) Departemen dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Dewan Pimpinan Pusat. (4) Departemen dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. (3) Setiap kebijakan atau keputusan harus dikonsultasikan dan mendapat persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat. dan Anggota. (2) Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat dan Fraksi Majelis Permusyawaratan Rakyat merupakan kepanjangan tangan dan alat perjuangan partai yang terdiri atas: a. serta Ketua dan Sekretaris Fraksi Majelis Permusyawaratan Rakyat diangkat oleh Dewan Pimpinan Pusat. (5) Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat dan Fraksi Majelis Permusyawaratan Rakyat melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Pusat. (4) Kepengurusan Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Fraksi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia diangkat dan disahkan oleh Dewan Pimpinan Pusat. Fraksi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang bertugas memperjuangkan kepentingan politik partai di Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang bertugas memperjuangkan kepentingan politik partai di setiap tingkatannya. dan b.

Pasal 38 Koordinator Wilayah (1) Ketua. evaluasi. (3) Koordinator Wilayah berkewajiban melaksanakan sosialisasi program-program Dewan Pimpinan Pusat dan mendorong agar program tersebut berjalan sesuai dengan sasaran di daerah. dan anggota Koordinator Wilayah diangkat oleh Dewan Pimpinan Pusat. memberikan saran untuk mengembangkan partai. (5) Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Pusat.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 37 Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan (1) Ketua dan Sekretaris Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan diangkat oleh Formatur Kongres. penelitian dan pengembangan. (4) Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. 21 . analisis. (2) Koordinator Wilayah adalah penghubung antara Dewan Pimpinan Pusat dengan Dewan Pimpinan Daerah dalam rangka memperlancar tugas-tugas kepartaian. Sekretaris. serta mengumpulkan dan mengolah data dan Sistem Informasi Manajemen. dan Anggota. (3) Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada program Partai serta Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat. Sekretaris. menyelenggarakan perpustakaan. (2) Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan bertugas melaksanakan fungsi pengkajian.

22 . (5) Koordinator Wilayah wajib memberikan laporan secara berkala kepada Dewan Pimpinan Pusat. dan Anggota.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (4) Koordinator Wilayah dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. Sekretaris.

DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 BAB V STRUKTUR ORGANISASI TINGKAT DAERAH Pasal 39 Struktur Organisasi Tingkat Daerah (1) Bagan Organisasi adalah sebagai berikut: MAJELIS PARTAI DAERAH KETUA DEWAN KEHORMATAN DAERAH BADAN PENGAWAS DAERAH WAKIL KETUA I SEKRETARIS WS1 WS2 WS3 WS4 WB1 BENDAHARA WB2 WB 3 WB 4 WDED1 4 DIR EKS DAERAH WDED2 WDED 3 WDED WAKIL KETUA II BIDANG PPSKD DIVISI DAERAH KPPD FRAKSI DPRD KORDA KORDA KORDA KORDA KORDA DPC DPC DPC DPC DPC (2) Struktur Organisasi Partai Tingkat Daerah terdiri atas: Majelis Partai Daerah. Wakil Ketua I. Ketua Dewan Pimpinan Daerah. Dewan Kehormatan Daerah. Sekretaris. Bidang-Bidang. Divisi-Divisi Daerah. Komisi Pemenangan Pemilu Daerah. Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. 23 . Wakil-Wakil Bendahara. Wakil-Wakil Sekretaris. serta Koordinator Daerah. Bendahara. Komisi Pengawas Daerah. Direktur Eksekutif. Wakil Ketua II. Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Daerah.

Wakil-Wakil Bendahara. 24 .DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 40 Majelis Partai Daerah (1) Majelis Partai Daerah berwenang: a. (3) Pengurus Harian terdiri atas: Pengurus Harian Terbatas. (2) Pengurus Harian Terbatas terdiri atas: Ketua. b. memberikan saran dan pendapat kepada Dewan Pimpinan Daerah terkait dengan calon bupati/walikota dan wakil bupati/walikota sebelum direkomendasikan kepada Dewan Pimpinan Pusat. Wakil Ketua II. (3) Wakil Ketua. dan ketentuan-ketentuan lainnya diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi. Ketua dan Sekretaris Bidang. (2) Ketua Majelis Partai Daerah ditetapkan oleh Formatur Musyawarah Daerah. Pasal 41 Dewan Pimpinan Daerah (1) Dewan Pimpinan Daerah terdiri atas Pengurus Harian Terbatas. Wakil Ketua I. Bendahara. Ketua dan Sekretaris Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tingkat Provinsi dan Wakil-Wakil Direktur Eksekutif Daerah. Ketua dan Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Daerah. memberikan saran dan pendapat kepada Dewan Pimpinan Daerah terkait dengan penetapan calon-calon anggota legislatif di daerah. (4) Pengurus Pleno terdiri atas Pengurus Harian dan Pengurus yang diangkat oleh Dewan Pimpinan Pusat antara lain Koordinator Daerah. Sekretaris dan Anggota Majelis Partai Daerah diangkat oleh Dewan Pimpinan Pusat atas usul Dewan Pimpinan Daerah. Kepengurusan Majelis Partai Daerah. Sekretaris. Ketua dan Sekretaris Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan Daerah. Direktur Eksekutif Daerah. Wakil-Wakil Sekretaris. (4) Tugas-tugas. memberikan saran dan pendapat kepada Dewan Pimpinan Daerah terkait dengan penentuan partai-partai anggota koalisi di daerah. Ketua dan Sekretaris Divisi Daerah. dan c. Pengurus Harian dan Pengurus Pleno.

menyampaikan usulan partai anggota koalisi di tingkat kabupaten/kota kepada Dewan Pimpinan Pusat yang diajukan Dewan Pimpinan Cabang dengan memperhatikan saran dan pendapat Majelis Partai Daerah. (6) Hak dan Kewajiban Dewan Pimpinan Daerah serta ketentuan-ketentuan lain diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan-peraturan Partai lainnya. d. Wakil-Wakil Bendahara. Keputusan Rapat Tingkat Daerah. dan mengendalikan semua kegiatan kepartaian. menetapkan kebijakan tingkat daerah sesuai dengan Anggaran Dasar. mengawasi. calon wakil bupati. c. serta Peraturan Partai lainnya. dan calon wakil walikota kepada Dewan Pimpinan Pusat yang diajukan Dewan Pimpinan Cabang dengan mempertimbangkan saran dan pendapat Majelis Partai Daerah. dan g. menyampaikan usulan calon bupati. Sekretaris. Pasal 42 Ketua (1) Ketua bertugas melaksanakan. Bendahara.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (5) Dewan Pimpinan Daerah berwenang: a. Wakil Direktur Eksekutif Daerah serta alat kelengkapan Partai. calon walikota. b. menetapkan pimpinan komisi dan alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. mengesahkan Komposisi Personalia Dewan Pimpinan Anak Cabang. e. Anggaran Rumah Tangga. (2) Dalam melaksanakan tugasnya Ketua dibantu 2 (dua) Wakil Ketua. mengusulkan partai anggota koalisi di tingkat provinsi kepada Dewan Pimpinan Pusat dengan mempertimbangkan saran dan pendapat Majelis Partai Daerah. Keputusan Kongres. baik ke dalam maupun ke luar di Daerah. mengusulkan calon Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan pimpinan fraksi kepada Dewan Pimpinan Pusat. 25 . Wakil-Wakil Sekretaris. f. Keputusan Musyawarah Daerah. Direktur Eksekutif Daerah. Keputusan Rapat Tingkat Nasional.

(3) Wakil Ketua II melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua. (3) Dalam melaksanakan tugas harus berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Ketua.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 43 Wakil Ketua I (1) Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Daerah dipilih oleh Formatur Musyawarah Daerah. Divisi-Divisi Daerah. (5) Wakil-Wakil Sekretaris bertanggung jawab kepada Sekretaris. Fraksi DPRD Provinsi dan Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Daerah. (2) Wakil Ketua I bertugas mengawasi dan mengendalikan kegiatan yang dilakukan oleh Bidang-Bidang. Pasal 44 Wakil Ketua II (1) Wakil Ketua II Dewan Pimpinan Daerah dipilih oleh Formatur Daerah (2) Wakil Ketua II bertugas mengawasi dan mengendalikan kegiatan-kegiatan Koordinator Daerah dalam mencapai sasaran program Partai. (4) Sekretaris dibantu oleh Wakil-Wakil Sekretaris. (3) Wakil Ketua I melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua. Komisi Pemenangan Pemilu Daerah. (2) Sekretaris bertugas melakukan Manajemen Administrasi Politik ke luar dan melakukan kegiatan pengamanan kebijakan di daerah. 26 . Musyawarah Pasal 45 Sekretaris dan Wakil-Wakil Sekretaris (1) Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah membantu tugas-tugas Ketua Dewan Pimpinan Daerah.

(4) Direktur Eksekutif Daerah menyediakan semua fasilitas untuk mendukung kegiatan Partai serta menangani program. (5) Direktur Eksekutif Daerah mempunyai Tugas dan tanggung jawab yang diatur dalam Peraturan Organisasi. 27 . dan mengawasi semua kegiatan administrasi partai yang bersifat ke dalam. (2) Direktur Eksekutif Daerah bertugas melaksanakan manajemen operasional administrasi yang bersifat ke dalam. (5) Wakil-Wakil Bendahara dipilih oleh Formatur Musyawarah Daerah. (3) Direktur Eksekutif Daerah merencanakan. melaksanakan. (3) Bendahara dalam melaksanakan tugas bertanggung jawab kepada Ketua. (6) Direktur Eksekutif Daerah dalam melaksanakan tugas-tugasnya. (4) Bendahara dibantu oleh Wakil-Wakil Bendahara. rumah tangga. (2) Bendahara bertugas melakukan pengelolaan keuangan Partai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan di daerah. mengkoordinir. anggaran dan keuangan. administrasi kesekretariatan.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 46 Bendahara dan Wakil-Wakil Bendahara (1) Bendahara dan Wakil Bendahara Dewan Pimpinan Daerah diangkat oleh Formatur Musyawarah Daerah. dan urusan umum. (7) Direktur Eksekutif Daerah bertanggung jawab kepada Ketua Dewan Pimpinan Daerah. (6) Wakil-Wakil Bendahara bertanggung jawab kepada Bendahara Umum. personalia. logistik. dibantu oleh Wakil-Wakil Direktur Eksekutif sesuai kebutuhan yang dipilih oleh Pengurus Harian Terbatas. Pasal 47 Direktur Eksekutif Daerah dan Wakil-Wakil Direktur Eksekutif Daerah (1) Direktur Eksekutif dipilih oleh Formatur Musyawarah Daerah. organisasi.

28 . moral. (3) Ketua Dewan Kehormatan Daerah menetapkan 5 (lima) orang pengurus dan anggota Dewan Kehormatan Daerah antara lain. (4) Dalam melaksanakan tugasnya Komisi Pengawas Daerah memberikan laporan kepada Dewan Kehormatan Daerah. memutuskan. (5) Dewan Kehormatan Daerah menetapkan komposisi personel Komisi Pengawas Daerah. dan atau menjatuhkan sanksi atas pelanggaran etika. (2) Dewan Kehormatan Daerah adalah lembaga yang menangani masalah etika dan moral pengurus partai dan kader partai yang ditugaskan di lembaga eksekutif dan legislatif di tingkat kabupaten/ kota. Pasal 48 Dewan Kehormatan Daerah (1) Ketua Dewan Kehormatan Daerah diangkat oleh Formatur Musyawarah Daerah. pimpinan legislatif tertinggi di tingkat provinsi. Badan Pengawas Cabang atau pihak lain. dan pelanggaran terhadap ketentuan organisasi yang dilakukan oleh pengurus partai dan kader partai yang ditugaskan di lembaga eksekutif dan legislatif di tingkat Cabang atas laporan dari Komisi Pengawas Daerah. Pasal 49 Komisi Pengawas Daerah (1) Ketua dan Sekretaris Komisi Pengawas Daerah diangkat oleh Formatur Musyawarah Daerah. (3) Anggota Komisi Pengawas Daerah diangkat oleh Dewan Pimpinan Daerah. melakukan evaluasi serta memberikan saran agar sistem kepartaian di daerah berjalan sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan. (4) Dewan Kehormatan Daerah berwenang memeriksa.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (8) Wakil-Wakil Direktur Eksekutif Daerah bertanggung jawab kepada Direktur Eksekutif Daerah. (2) Komisi Pengawas Daerah bertugas untuk mengawasi.

memberikan nasehat dan pendampingan hukum yang berskala provinsi dan kabupaten/ kota. (4) Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Daerah dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Daerah dibantu oleh Koordinator Biro. (5) Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Daerah bertanggung jawab kepada Dewan Pimpinan Daerah. membantu dan menangani perkara dalam proses Pemilihan Umum Legislatif. b. (2) Divisi Pembinaan Anggota Daerah bertugas mempersiapkan pembinaan dan peningkatan jumlah keanggotaan partai yang akan dilanjutkan dan diberikan kemampuan serta keterampilan.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 50 Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Daerah (1) Ketua dan Sekretaris Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Daerah diangkat oleh Formatur Musyawarah Daerah (2) Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Daerah bertugas: a. Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/ kota. dan Anggota. Pasal 51 Divisi Pembinaan Anggota Daerah (1) Ketua dan Sekretaris Pembinaan Anggota Daerah diangkat oleh Formatur Musyawarah Daerah. (3) Divisi Pembinaan Anggota Daerah dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada rencana pembinaan anggota dan kebijakan umum Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah. Sekretaris. (3) Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Daerah dalam melaksanakan tugasnya berpedoman kepada program dan kebijakan Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah. Koordinator- 29 . Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

dan Anggota.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (4) Divisi Pembinaan Anggota Daerah dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Daerah dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. Pasal 53 Divisi Program Pro Rakyat Daerah (1) (2) Ketua dan Sekretaris Divisi Program Pro Rakyat Daerah diangkat oleh Formatur Musyawarah Daerah Divisi Program Pro Rakyat Daerah bertugas membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk mendorong masyarakat agar memanfaatkan akses dan fasilitas yang ada. (2) Divisi Pembinaan Organisasi Daerah bertugas mempersiapkan konsolidasi partai melalui Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa sesuai ketentuan organisasi. (6) Divisi Pembinaan Organisasi Daerah melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Daerah. (6) Divisi Pembinaan Anggota Daerah melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Daerah. 30 . Sekretaris. khususnya dalam program-program Pro Rakyat. (5) Divisi Pembinaan Anggota Daerah mengkoordinasi Unit Pembinaan Anggota. dan Anggota. (5) Divisi Pembinaan Organisasi Daerah mengkoordinasikan tugas Unit Pembinaan Organisasi. Pasal 52 Divisi Pembinaan Organisasi Daerah (1) Ketua dan Sekretaris Divisi Pembinaan Organisasi Daerah diangkat oleh Formatur Musyawarah Daerah . (4) Divisi Pembinaan Organisasi Daerah dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Daerah dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. Sekretaris. (3) Divisi Pembinaan Organisasi Daerah dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada rencana pembinaan organisasi dan kebijakan umum Dewan Pimpinan Pusat.

Pasal 54 Divisi Tanggap Darurat Daerah (1) Ketua dan Sekretaris Divisi Tanggap Darurat Daerah diangkat oleh Formatur Musyawarah Daerah. serta menyalurkan bantuan dan alat-alat kebutuhan darurat lainnya sesegera mungkin langsung kepada korban. (6) Divisi Tanggap Darurat Daerah melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Daerah. Pemerintah Daerah. (2) Divisi Tanggap Darurat Daerah bertugas membantu korban bencana alam dan musibah lain yang berskala lokal/ daerah. Sekretaris. menghimpun dana. dan Anggota. dan Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah. dan Anggota. (5) (6) Divisi Program Pro Rakyat Daerah mengkoordinasikan Unit Program Pro Rakyat. Sekretaris. (4) Divisi Tanggap Darurat Daerah dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Daerah dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (3) Divisi Program Pro Rakyat Daerah dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada rencana program Pemerintah. (5) Divisi Tanggap Darurat Daerah mengkoordinasikan Unit Tanggap Darurat. Pemerintah Daerah serta Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah. Divisi Program Pro rakyat Daerah melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Daerah. 31 . (4) Divisi Program Pro Rakyat Daerah dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Daerah dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. (3) Divisi Tanggap Darurat Daerah dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada program Pemerintah.

Divisi Usaha dan Dana Daerah dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Daerah dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 55 Divisi Logistik Daerah (1) (2) Ketua dan Sekretaris Divisi Logistik Daerah diangkat oleh Formatur Kongres. Divisi Usaha dan Dana Daerah melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Daerah. mengelola dan menyalurkan logistik. Divisi Logistik Daerah merupakan sumber logistik partai yang bertugas mengadakan. (3) (4) Divisi Logistik Daerah dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah. Pasal 56 Divisi Usaha dan Dana Daerah (1) (2) Ketua dan Sekretaris Divisi Usaha dan Dana Daerah diangkat oleh Formatur Musyawarah Daerah Divisi Usaha dan Dana Daerah merupakan sumber keuangan partai yang bertugas menghimpun dan menggalang sumber dana masyarakat secara sukarela. dan Anggota. Sekretaris. dari dan ke masyarakat secara sukarela. (5) (6) Divisi Logistik Daerah mengkoordinasikan Unit Logistik. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) (4) Divisi Usaha dan Dana Daerah dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah. sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Sekretaris. 32 . dan Anggota. Divisi Logistik Daerah melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Daerah. (5) (6) Divisi Usaha dan Dana Daerah mengkoordinasikan Unit Usaha dan Dana. Divisi Logistik Daerah dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Daerah dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro.

dan Anggota. Sekretaris. Sekretaris. (2) Divisi Komunikasi Publik Daerah bertugas menyampaikan pesan-pesan dan materi publikasi partai serta mengkomunikasikan kegiatan-kegiatan politik dan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan partai yang berskala daerah secara luas dan terus-menerus demi memelihara dan meningkatkan citra partai. Pendidikan dan Pelatihan Daerah bertugas untuk melaksanakan pendidikan. (3) Divisi Kaderisasi. (4) Divisi Kaderisasi. (2) Divisi Kaderisasi. Pasal 58 Divisi Komunikasi Publik Daerah (1) Ketua dan Sekretaris Divisi Komunikasi Publik Daerah diangkat oleh Formatur Musyawarah Daerah. Pendidikan dan Pelatihan Daerah dalam menjalankan tugastugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Daerah dibantu oleh KoordinatorKoordinator Biro. (6) Divisi Kaderisasi. 33 . Pendidikan dan Pelatihan Daerah mengkoordinasikan Unit Pendidikan dan Pelatihan. Pendidikan dan Pelatihan Daerah dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Rencana Umum Pendidikan dan Pelatihan serta Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah. pelatihan. Publik Daerah dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Daerah dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 57 Divisi Kaderisasi. Pendidikan dan Pelatihan Daerah melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Daerah. dan Anggota. Pendidikan dan Pelatihan Daerah diangkat oleh Formatur Musyawarah Daerah. (3) Divisi Komunikasi Publik Daerah dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Rencana Umum Komunikasi (4) Divisi Komunikasi Publik serta Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah. (5) Divisi Kaderisasi. Pendidikan dan Pelatihan Daerah (1) Ketua dan Sekretaris Divisi Kaderisasi. dan kaderisasi yang berskala daerah secara teratur.

(4) Divisi Hubungan Eksternal dan Lembaga Swadaya Masyarakat Daerah dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Daerah dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. (6) Divisi Komunikasi Publik Daerah dapat membuat sarana komunikasi publik tersendiri. (7) Divisi Komunikasi Publik Daerah mengkoordinasikan Unit Komunikasi Publik Daerah. Pasal 59 Divisi Hubungan Eksternal dan Lembaga Swadaya Masyarakat Daerah (1) Ketua dan Sekretaris Divisi Hubungan Eksternal dan Lembaga Swadaya Masyarakat Daerah diangkat oleh Formatur Musyawarah Daerah (2) Divisi Hubungan Eksternal dan Lembaga Swadaya Masyarakat Daerah bertugas untuk memelihara dan mengembangkan hubungan kerja sama dengan partai politik. (3) Divisi Hubungan Eksternal dan Lembaga Swadaya Masyarakat Daerah dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Rencana Umum Hubungan Eksternal. pemerintah daerah serta lembaga swadaya masyarakat. Sekretaris. dan Anggota. dan Lembaga Swadaya Masyarakat serta Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah. organisasi masyarakat. Unit Hubungan Eksternal dan Lembaga Swadaya 34 . (5) Divisi Hubungan Eksternal dan Lembaga Swadaya Masyarakat Daerah mengkoordinasikan Masyarakat (6) Divisi Hubungan Eksternal dan Lembaga Swadaya Masyarakat Daerah melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Daerah.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (5) Divisi Komunikasi Publik Daerah mempunyai media komunikasi melalui website dan media publikasi lainnya. (8) Divisi Komunikasi Publik Daerah melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Daerah. Luar Negeri.

(5) Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Daerah mengkoordinasikan Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Cabang. dan Anggota. analisis.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 60 Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Daerah (1) Ketua dan Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Daerah diangkat oleh Formatur Musyawarah Daerah (2) Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Daerah. Sub Komisi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden bertugas melakukan persiapan dan pelaksanaan pemenangan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Daerah . (6) Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Daerah melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Daerah. 35 Koordinator- . yang jumlah dan bidangnya disesuaikan dengan dinas dan badan yang ada di tingkat provinsi. Pasal 61 Bidang-Bidang (1) Ketua dan Sekretaris Bidang-Bidang diangkat oleh Formatur Musyawarah Daerah (2) Bidang bertugas melaksanakan monitoring. terdiri atas 3 (tiga) sub komisi: a. (4) Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Daerah dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Daerah dibantu oleh Koordinator Biro. b. Sekretaris. (3) Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Daerah dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Program Partai serta Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah. dan evaluasi serta merumuskan kebijakan Partai sesuai dengan bidangnya. Sub Komisi Pemilihan Anggota Legislatif bertugas melakukan persiapan dan pelaksanaan pemenangan Pemilihan Umum Anggota Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. Sub Komisi Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bertugas melakukan persiapan dan pelaksanaan pemenangan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. c.

(3) Setiap kebijakan atau keputusan Fraksi harus dikonsultasikan dan mendapat persetujuan dari Dewan Pimpinan Daerah. 36 . evaluasi. dan Anggota. serta mengumpulkan dan mengolah data serta Sistem Informasi Manajemen di Daerah. (4) Fraksi melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Pusat melalui Dewan Pimpinan Daerah. Pasal 63 Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Daerah (1) Ketua dan Sekretaris Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Daerah diangkat oleh Formatur Musyawarah Daerah. memberikan saran untuk mengembangkan partai. (5) Bidang melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Daerah.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (3) Bidang dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada program Partai serta Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah. penelitian dan pengembangan. Pasal 62 Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (1) Ketua dan Sekretaris Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi diangkat dan ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat atas usul Dewan Pimpinan Daerah. Sekretaris. menyelenggarakan perpustakaan. (2) Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi merupakan kepanjangan tangan dan alat perjuangan Partai yang bertugas memperjuangkan kepentingan politik partai di tingkat provinsi. (4) Bidang dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Daerah dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. (2) Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Daerah bertugas melaksanakan fungsi pengkajian. analisis.

Sekretaris. (5) Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Daerah melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Daerah. dan anggota Koordinator Daerah diangkat oleh Dewan Pimpinan Daerah. (3) Koordinator Daerah berkewajiban melaksanakan sosialisasi program-program Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah mendorong agar program tersebut berjalan sesuai dengan sasaran di Cabang. dan Anggota. (2) Koordinator Daerah adalah penghubung antara Dewan Pimpinan Daerah dengan Dewan Pimpinan Cabang dalam rangka memperlancar tugas-tugas kepartaian. 37 . Sekretaris.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (3) Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Daerah dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada program Partai serta Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah. (4) Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Umum Daerah dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Daerah dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. Pasal 64 Koordinator Daerah (1) Ketua. Sekretaris. (4) Koordinator Daerah dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Daerah dibantu oleh Koordinator-Koordinator Biro. dan Anggota. (5) Koordinator Daerah wajib memberikan laporan secara berkala kepada Dewan Pimpinan Daerah.

38 .Wakil Ketua I. Komisi Pengawas Cabang. Ketua dan Wakil-Wakil Ketua. Ketua. Wakil Ketua II. Wakil-Wakil Bendahara. Sekretaris dan Wakil-Wakil Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Cabang. Dewan Kehormatan Cabang. Bagian-Bagian. Wakil-wakil Sekretaris.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 BAB VI STRUKTUR ORGANISASI TINGKAT CABANG Pasal 65 Struktur Organisasi Tingkat Cabang (1) Bagan Organisasi adalah sebagai berikut: MAJELIS PARTAI CABANG KETUA DEWAN KEHORMATAN CABANG BADAN PENGAWAS CABANG WAKIL KETUA I SEKRETARIS WS1 WS2 WS3 WS4 BENDAHARA WB 1 WB 2 WB 3 WB 4 WAKIL KETUA II KOMISI PEMENANGAN PEMILU CABANG FRAKSI DPRD UNIT BAGIAN KORCAB KORCAB KORCAB KORCAB KORCAB DPAC DPAC DPAC DPAC DPAC (2) Struktur Organisasi Partai Tingkat Cabang terdiri atas: Majelis Partai Cabang. Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Bendahara. Sekretaris. dan Koordinator Cabang. Unit-Unit.

Pasal 67 Dewan Pimpinan Cabang (1) Dewan Pimpinan Daerah terdiri atas Pengurus Harian dan Pengurus Pleno. Ketua dan Sekretaris Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan Cabang. Anggota dan tugas-tugasnya diatur lebih lanjut dalam peraturan organisasi. memberikan saran dan pendapat kepada Dewan Pimpinan Cabang terkait dengan Daerah. (5) Dewan Pimpinan Cabang berwenang: 39 calon bupati/walikota dan wakil bupati/walikota sebelum direkomendasikan kepada Dewan Pimpinan Pusat melalui Dewan Pimpinan . Ketua. (2) Ketua Majelis Partai Cabang diangkat oleh Formatur Musyawarah Cabang. dan c. Ketua dan Sekretaris Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tingkat Kabupaten/ Kota.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 66 Majelis Partai Cabang (1) Majelis Partai Cabang berwenang: a. Wakil-Wakil Sekretaris. (4) Wakil-wakil Ketua. Ketua. Ketua dan Sekretaris Bidang. Bendahara. Memberikan saran dan pendapat kepada Dewan Pimpinan Cabang terkait dengan penetapan calon-calon anggota legislatif di Cabang untuk direkomendasikan ke Dewan Pimpinan Pusat melalui Dewan Pimpinan Daerah. Wakil-Wakil Bendahara. Wakil Ketua II. WakilWakil Ketua. b. Wakil Ketua I. (2) Pengurus Harian terdiri atas: Majelis Partai Cabang. (3) Pengurus Pleno terdiri atas Pengurus Harian dan Pengurus yang diangkat oleh Pengurus Harian antara lain Koordinator Cabang. memberikan saran dan pendapat kepada Dewan Pimpinan Cabang terkait dengan penentuan partai-partai anggota koalisi di Cabang. Sekretaris dan Wakil-Wakil Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Daerah. (3) Ketua Majelis Partai Cabang mengangkat dan menetapkan anggota Badan Pengawas Cabang atas usul Dewan Pimpinan Cabang. Sekretaris. Ketua dan Sekretaris Bidang. Wakil-Wakil Sekretaris. (4) Ketua Dewan Pimpinan Cabang dipilih dalam Musyawarah Cabang.

f. (6) Hak dan Kewajiban Dewan Pimpinan Cabang serta ketentuan-ketentuan lain diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan-peraturan Partai lainnya. dan calon wakil walikota kepada Dewan Pimpinan Pusat yang diajukan Dewan Pimpinan Cabang melalui Dewan Pimpinan Daerah. 40 . mengusulkan calon Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dan Pimpinan Fraksi kepada Dewan Pimpinan Pusat. (2) Dalam melaksanakan tugasnya Ketua dibantu Wakil Ketua I. calon walikota. Pasal 68 Ketua (1) Ketua bertugas melaksanakan. dan mengendalikan semua kegiatan kepartaian. Keputusan Musyawarah Daerah. dan g. serta Peraturan Partai lainnya. mengusulkan partai anggota koalisi di tingkat Kabupaten/Kota kepada Dewan Pimpinan Pusat melalui Dewan Pimpinan Daerah. e. Bendahara. b. Wakil-Wakil Sekretaris. d. baik ke dalam maupun ke luar di Cabang. menyampaikan usulan calon bupati. Wakil Ketua II Sekretaris. Keputusan Rapat Tingkat Nasional. Anggaran Rumah Tangga. c. mengawasi.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 a. menetapkan Pimpinan Komisi dan Alat Kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota. dan Wakil-Wakil Bendahara serta Alat Kelengkapan Partai di Tingkat Cabang yang diangkat oleh Formatur Cabang. Keputusan Rapat Tingkat Daerah. Keputusan Kongres. calon wakil bupati. menetapkan kebijakan tingkat Cabang sesuai dengan Anggaran Dasar. menyampaikan usulan partai anggota koalisi di tingkat kabupaten/kota kepada Dewan Pimpinan Pusat melalui Dewan Pimpinan Daerah. mengesahkan Komposisi Personalia Dewan Pimpinan Anak Ranting.

Bagian-Bagian. (2) Wakil Ketua II bertugas mengawasi dan mengendalikan kegiatan-kegiatan Koordinator Cabang dalam mencapai sasaran program Partai. Fraksi DPRD Kabupaten/Kota . (5) Jumlah Wakil-Wakil Sekretaris. bidang tugas dan mekanisme kerjanya diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi yang diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat. (6) Sekretaris melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua. (2) Sekretaris bertugas melakukan Manajemen Administrasi Politik ke luar dan melakukan kegiatan pengamanan kebijakan di cabang. (3) Wakil Ketua II melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua. (3) Dalam melaksanakan tugas Sekretaris harus berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Ketua. (3) Wakil Ketua I melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua. Pasal 70 Wakil Ketua II (1) Wakil Ketua II dipilih oleh Formatur Musyawarah Cabang.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 69 Wakil Ketua I (1) Wakil Ketua I dipilih oleh Formatur Musyawarah Cabang. Komisi Pemenangan Pemilu Daerah. (2) Wakil Ketua I bertugas mengawasi dan mengendalikan kegiatan yang dilakukan oleh Unit-Unit. Pasal 71 Sekretaris dan Wakil-Wakil Sekretaris (1) Sekretaris dan Wakil Sekretaris membantu tugas-tugas Ketua Dewan Pimpinan Cabang. 41 . (4) Sekretaris dibantu oleh Wakil-Wakil Sekretaris.

(2) Badan Pengawas Cabang bertugas untuk mengawasi. (2) Bendahara bertugas melakukan pengelolaan keuangan Partai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan di cabang. (5) Jumlah Wakil-Wakil Bendahara. (3) Anggota Badan Pengawas Cabang diangkat oleh Dewan Pimpinan Cabang. (6) Bendahara melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua. Pasal 74 Unit Advokasi dan Bantuan Hukum (1) Ketua dan Sekretaris Unit Advokasi dan Bantuan Hukum diangkat oleh Formatur Musyawarah Cabang (2) Unit Advokasi dan Bantuan Hukum bertugas: a. dan perkara lainnya termasuk yang berkenaan dengan Pemilihan Umum Legislatif. 42 . serta memberikan saran agar sistem kepartaian di cabang berjalan sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan. membantu dan menangani perkara-perkara pidana. perdata. (4) Bendahara dibantu oleh Wakil-Wakil Bendahara. melakukan evaluasi. Pasal 73 Badan Pengawas Cabang (1) Ketua dan Sekretaris Badan Pengawas Cabang diangkat oleh Formatur Musyawarah Cabang. (4) Dalam melaksanakan tugasnya Badan Pengawas Cabang memberikan laporan kepada Dewan Pimpinan Cabang. bidang tugas dan mekanisme kerjanya diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi yang diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat. (3) Bendahara dalam melaksanakan tugas bertanggung jawab kepada Ketua.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 72 Bendahara dan Wakil-Wakil Bendahara (1) Bendahara dan Wakil-Wakil Bendahara Dewan Pimpinan Cabang diangkat oleh Formatur Musyawarah Cabang.

(5) Unit Pembinaan Anggota Cabang mengkoordinasikan Unit Pembinaan Anggota Pimpinan Anak Cabang. dan Dewan Pimpinan Cabang. Sekretaris. Pasal 75 Unit Pembinaan Anggota (1) Ketua dan Sekretaris Unit Pembinaan Anggota Musyawarah Cabang (2) Unit Pembinaan Anggota bertugas mempersiapkan pembinaan dan peningkatan jumlah keanggotaan partai yang akan dilanjutkan dan diberikan kemampuan serta keterampilan. (4) Unit Pembinaan Anggota dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Cabang dibantu oleh Koordinator-Koordinator Sub Unit. dan Dewan Pimpinan Cabang. diangkat oleh Formatur 43 . Sekretaris. (6) Unit Pembinaan Anggota Cabang melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Cabang.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. (4) Unit Advokasi dan Bantuan Hukum dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Cabang dibantu oleh Koordinator-Koordinator Sub Unit. dan Anggota. (3) Unit Pembinaan Anggota dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada rencana pembinaan anggota dan Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat. dan Anggota. memberikan nasehat dan pendampingan hukum kepada anggota di tingkat kabupaten/kota. dan b. (3) Unit Advokasi dan Bantuan Hukum dalam melaksanakan tugasnya berpedoman kepada program dan kebijakan Dewan Pimpinan Pusat. Pimpinan Ranting. (5) Unit Advokasi dan Bantuan Hukum bertanggung jawab kepada Dewan Pimpinan Cabang. Dewan Pimpinan Daerah. Dewan Pimpinan Daerah. dan Pimpinan Anak Ranting.

DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 76 Unit Pembinaan Organisasi (1) (2) Ketua dan Sekretaris Unit Pembinaan Organisasi diangkat oleh Formatur Musyawarah Cabang. dan Musyawarah Anak Ranting Luar Biasa sesuai ketentuan organisasi. Dewan Pimpinan Daerah. Musyawarah Ranting Luar Biasa. 44 . dan Pimpinan Anak Ranting. (3) Unit Pembinaan Organisasi dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada rencana pembinaan organisasi dan kebijakan umum Dewan Pimpinan Pusat. Sekretaris. (5) (6) Unit Pembinaan Organisasi mengkoordinasikan tugas Unit Pembinaan Organisasi Anak Cabang. khususnya dalam program-program Pro Rakyat. Unit Pembinaan Organisasi bertugas mempersiapkan konsolidasi partai melalui Musyawarah Anak Cabang dan Musyawarah Anak Cabang Luar Biasa. dan Anggota. Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang. (4) Unit Pembinaan Organisasi dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Cabang dibantu oleh Koordinator-Koordinator Sub Unit. Pemerintah Provinsi. Pimpinan Ranting. Unit Pembinaan Organisasi melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Cabang. Musyawarah Ranting. Musyawarah Anak Ranting. Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat. Unit Program Pro Rakyat bertugas membantu Pemerintah dan pemerintah kabupaten/kota untuk mendorong masyarakat agar memanfaatkan akses dan fasilitas yang ada. Pasal 77 Unit Program Pro Rakyat (1) (2) Ketua dan Sekretaris Unit Program Pro Rakyat diangkat oleh Formatur Musyawarah Cabang. dan Dewan Pimpinan Cabang. (3) Unit Program Pro Rakyat dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Rencana Program Pemerintah.

(3) Unit Logistik dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat. Pasal 78 Unit Tanggap Darurat (1) Ketua dan Sekretaris Unit Tanggap Darurat diangkat oleh Formatur Musyawarah Cabang (2) Unit Tanggap Darurat bertugas membantu korban bencana alam dan musibah lain. Sekretaris. Pemerintah Daerah dan Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat. Dewan Pimpinan Daerah. dari dan ke masyarakat secara sukarela. 45 . dan Dewan Pimpinan Cabang. (2) Unit Logistik merupakan sumber logistik partai di Cabang yang bertugas mengadakan. mengelola dan menyalurkan logistik. serta menyalurkan bantuan dan alat-alat kebutuhan darurat lainnya sesegera mungkin langsung kepada korban. Pasal 79 Unit Logistik (1) Ketua dan Sekretaris Unit Logistik diangkat oleh Formatur Musyawarah Cabang. dan Anggota. (4) Unit Tanggap Darurat dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Cabang dibantu oleh Koordinator-Koordinator Sub Unit. (3) Unit Tanggap Darurat dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada program Pemerintah. (5) Divisi Tanggap Darurat Cabang melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Daerah. (5) Unit Program Pro Rakyat melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Cabang. Sekretaris. Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang. dan Anggota. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (4) Unit Program Pro Rakyat dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Cabang dibantu oleh Koordinator-Koordinator Sub Unit.

(4) Unit Usaha dan Dana dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Cabang dibantu oleh Koordinator-Koordinator Sub Unit. dan kaderisasi secara teratur dan secara insidental sesuai dengan kebutuhan semua kader dan fungsionaris partai di tingkat cabang. (5) Unit Logistik melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Cabang. (3) Unit Usaha dan Dana dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat. Pendidikan dan Pelatihan (1) Ketua dan Sekretaris Unit Kaderisasi. (3) Unit Kaderisasi. Pasal 80 Unit Usaha dan Dana (1) Ketua dan Sekretaris Unit Usaha dan Dana diangkat oleh Formatur Musyawarah Cabang. (2) Unit Kaderisasi.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (4) Unit Logistik dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Cabang dibantu oleh Koordinator-Koordinator Sub Unit. (5) Unit Usaha dan Dana melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Cabang. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 81 Unit Kaderisasi. Dewan Pimpinan Daerah. Pendidikan dan Pelatihan bertugas untuk melaksanakan pendidikan. dan Anggota. (2) Unit Usaha dan Dana merupakan sumber keuangan partai yang bertugas menghimpun dan menggalang sumber dana masyarakat secara sukarela. Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Rencana Umum Pendidikan dan Pelatihan serta Kebijakan 46 . Sekretaris. pelatihan. Sekretaris. dan Anggota. Pendidikan dan Pelatihan diangkat oleh Formatur Musyawarah Cabang. dan Dewan Pimpinan Cabang.

Dewan Pimpinan Daerah. dan Anggota. dan Anggota. (4) Unit Komunikasi Publik dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Cabang dibantu oleh Koordinator-Koordinator Sub Unit. Pasal 83 Unit Hubungan Eksternal dan Lembaga Swadaya Masyarakat (1) Ketua dan Sekretaris Unit Hubungan Eksternal dan Lembaga Swadaya Masyarakat diangkat oleh Formatur Musyawarah Cabang 47 . Sekretaris. Pasal 82 Unit Komunikasi Publik (1) Ketua dan Sekretaris Unit Komunikasi Publik diangkat oleh Formatur Musyawarah Cabang. (7) Unit Komunikasi Publik melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Cabang. Dewan Pimpinan Daerah. (3) Unit Komunikasi Publik dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Rencana Umum Komunikasi Publik serta Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat. (2) Unit Komunikasi Publik Cabang bertugas menyampaikan pesan-pesan dan materi publikasi partai serta mengkomunikasikan kegiatan-kegiatan politik dan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan partai secara luas dan terus-menerus demi memelihara dan meningkatkan citra partai di tingkat cabang. (6) Unit Komunikasi Publik dapat membuat sarana komunikasi publik tersendiri. dan Dewan Pimpinan Cabang. dan Dewan Pimpinan Cabang. Pendidikan dan Pelatihan dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Cabang dibantu oleh Koordinator-Koordinator Sub Unit. (5) Unit Kaderisasi. (4) Unit Kaderisasi. Sekretaris. (5) Unit Komunikasi Publik mempunyai media komunikasi melalui website dan media publikasi lainnya. Pendidikan dan Pelatihan Cabang melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Cabang.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Umum Dewan Pimpinan Pusat.

c. dan Anggota. Sub Komisi Pemilihan Anggota Legislatif bertugas melakukan persiapan dan pelaksanaan pemenangan Pemilihan Umum Anggota Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota. (2) Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Cabang. (4) Unit Hubungan Eksternal dan Lembaga Swadaya Masyarakat dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Cabang dibantu oleh Koordinator-Koordinator Sub Unit. Sub Komisi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden bertugas melakukan persiapan dan pelaksanaan pemenangan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di cabang. Sekretaris. pemerintah daerah serta lembaga swadaya masyarakat. organisasi masyarakat. Pasal 84 Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Cabang (1) Ketua dan Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Cabang diangkat oleh Formatur Musyawarah Cabang. Sub Komisi Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bertugas melakukan persiapan dan pelaksanaan pemenangan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati atau Walikota dan Wakil Walikota. (5) Unit Hubungan Eksternal dan Lembaga Swadaya Masyarakat melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Cabang. (3) Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Cabang dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Program Partai serta Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat. 48 . Dewan Pimpinan Daerah. dan Dewan Pimpinan Cabang. (3) Unit Hubungan Eksternal dan Lembaga Swadaya Masyarakat dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Rencana Umum Hubungan Eksternal dan Lembaga Swadaya Masyarakat serta Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat. terdiri atas 3 (tiga) Sub Komisi: a. dan Dewan Pimpinan Cabang. b.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (2) Unit Hubungan Eksternal dan Lembaga Swadaya Masyarakat bertugas untuk memelihara dan mengembangkan hubungan kerja sama dengan partai politik. Dewan Pimpinan Daerah.

(4) Bagian dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Cabang dibantu oleh Koordinator-Koordinator Sub Unit. dan evaluasi serta merumuskan kebijakan Partai sesuai dengan bidangnya. analisis. (5) Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Daerah melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Daerah.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (4) Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Cabang dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Cabang dibantu oleh Koordinator-Koordinator Sub Unit. (3) Setiap kebijakan atau keputusan Fraksi harus dikonsultasikan dan mendapat persetujuan dari Dewan Pimpinan Cabang. dan Anggota. dan Dewan Pimpinan Cabang. (5) Bagian melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Cabang. dan Anggota. 49 . Sekretaris. Sekretaris. Dewan Pimpinan Daerah. Pasal 86 Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota (1) Ketua dan Sekretaris Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/ kota diangkat oleh Dewan Pimpinan Pusat atas usul Dewan Pimpinan Cabang melalui Dewan Pimpinan Daerah (2) Fraksi Dewan Perwakilan tangan dan Rakyat alat Daerah Kabupaten/Kota Partai yang merupakan bertugas perpanjangan perjuangan memperjuangkan kepentingan politik partai di tingkat cabang. yang jumlah dan bidangnya disesuaikan dengan dinas-dinas dan sub dinas/suku dinas yang ada di tingkat kabupaten/kota. (3) Bagian dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada program Partai serta Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat. Pasal 85 Bagian-Bagian (1) Ketua dan Sekretaris Bagian-bagian diangkat oleh Formatur Musyawarah Cabang (2) Bagian bertugas melaksanakan monitoring.

(2) Dewan Pimpinan Anak Cabang terdiri atas: Ketua. dan Anggota. Keputusan Kongres. Anggaran Rumah Tangga. Wakil-Wakil Sekretaris Bendahara. dan Anggota Koordinator Cabang diangkat oleh Dewan Pimpinan Cabang. (4) Koordinator Cabang dalam menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan Dewan Pimpinan Cabang dibantu oleh Koordinator-Koordinator Sub Unit. dan Wakil-Wakil Bendahara. (6) Koordinator Cabang wajib memberikan laporan secara berkala kepada Dewan Pimpinan Cabang. (3) Koordinator Cabang berkewajiban melaksanakan sosialisasi program-program Dewan Pimpinan Pusat.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (4) Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Pimpinan Pusat melalui Dewan Pimpinan Cabang dengan tembusan kepada Dewan Pimpinan Daerah. Pasal 88 Dewan Pimpinan Anak Cabang (1) Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang dipilih oleh Musyawarah Anak Cabang. (3) Dewan Pimpinan Anak Cabang berwenang: a. Sekretaris. Wakil Ketua II. Wakil Ketua I. (5) Anggota Koordinator Cabang disesuaikan dengan jumlah daerah pemilihan kabupaten/ kota yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum kabupaten/ kota. Sekretaris. (2) Koordinator Cabang adalah penghubung antara Dewan Pimpinan Cabang dengan Dewan Pimpinan Anak Cabang dalam rangka memperlancar tugas-tugas kepartaian. Dewan Pimpinan Daerah. Pasal 87 Koordinator Cabang (1) Ketua. Keputusan Rapat Tingkat 50 . menentukan kebijakan Tingkat Anak Cabang sesuai dengan Anggaran Dasar. dan Dewan Pimpinan Cabang mendorong agar program tersebut berjalan sesuai dengan sasaran di anak cabang. Sekretaris.

(4) Kepengurusan Dewan Pimpinan Ranting ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Cabang atas rekomendasi Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang. Sekretaris. (5) Hak dan Kewajiban Dewan Pimpinan Ranting serta ketentuan-ketentuan lain lebih lanjut diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan-peraturan Partai lainnya. Keputusan Musyawarah Daerah. Pasal 90 Pimpinan Anak Ranting (1) Ketua Pimpinan Anak Ranting diangkat oleh Dewan Pimpinan Anak Cabang. Keputusan Musyawarah ang. Keputusan Rapat Tingkat Daerah. Keputusan Musyawarah Daerah. (4) Hak dan Kewajiban Dewan Pimpinan Anak Cabang serta ketentuan-ketentuan lain lebih lanjut diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturanperaturan Partai. Keputusan Musyawarah Ranting. Sekretaris. Wakil-Wakil Sekretaris Bendahara. Keputusan Rapat Tingkat Nasional. menetapkan Komposisi kepengurusan Dewan Pimpinan Anak Ranting. b. Keputusan Musyawarah Anak Cabang. (2) Pimpinan Anak Ranting terdiri atas: Ketua. serta Peraturan Partai lainnya. Keputusan Rapat Tingkat Ranting serta Peraturan Partai lainnya. Keputusan Rapat Tingkat Anak Cabang. Keputusan Rapat Tingkat Daerah. Pasal 89 Dewan Pimpinan Ranting (1) Ketua Dewan Pimpinan Ranting dipilih oleh Musyawarah Ranting. (2) Dewan Pimpinan Ranting terdiri atas: Ketua. Keputusan Kongres. 51 .DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Nasional. Keputusan Rapat Tingkat Cabang. dan Wakil-Wakil Bendahara. Wakil Ketua I. Keputusan Musyawarah Cabang. Keputusan Rapat Tingkat Anak Cabang. Keputusan Musyawarah Anak Cabang. Wakil Ketua I. Keputusan Rapat Tingkat Cabang. Wakil-Wakil Sekretaris Bendahara. dan Wakil-Wakil Bendahara. Anggaran Rumah Tangga. Wakil Ketua I. Wakil Ketua I. (3) Dewan Pimpinan Ranting berwenang menentukan kebijakan Tingkat Ranting sesuai dengan Anggaran Dasar.

Keputusan Rapat Tingkat Nasional. LN KOTA/NEG KOTA/NEG KOTA/NEG BAGIAN BAGIAN BAGIAN KOTA/NEG KOTA/NEG KOTA/NEG BAGIAN BAGIAN BAGIAN KOTA/NEG KOTA/NEG KOTA/NEG BAGIAN 52 BAGIAN BAGIAN KOTA/NEG KOTA/NEG KOTA/NEG BAGIAN BAGIAN BAGIAN KOTA/NEG KOTA/NEG KOTA/NEG BAGIAN BAGIAN BAGIAN . Anggaran Rumah Tangga. Keputusan Rapat Pimpinan Anak Ranting. BAB VII STRUKTUR ORGANISASI DEWAN PERWAKILAN LUAR NEGERI Pasal 91 Struktur Organisasi Dewan Perwakilan Luar Negeri (1) Bagan Organisasi adalah sebagai berikut: ketentuan-ketentuan lain lebih lanjut diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan-peraturan KETUA KOMISI PENGAWAS LN WAKIL KETUA I SEKRETARIS WS 1 WS2 WS 3 WS 4 BENDAHARA WB 1 WB 2 WB 3 WB 4 WAKIL KETUA II KOMISI PEMENANGAN PEMILU LUAR NEGERI UNIT BAGIAN KOORD. Keputusan Rapat Tingkat Cabang. Keputusan Kongres. LN KOORD. LN KOORD. Keputusan Musyawarah Daerah. (4) Kepengurusan Dewan Pimpinan Anak Ranting ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Anak Cabang atas rekomendasi Ketua Dewan Pimpinan Ranting. Keputusan Musyawarah Ranting. Keputusan Rapat Tingkat Anak Cabang.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (3) Pimpinan Anak Ranting berwenang menentukan kebijakan Tingkat Anak Ranting sesuai dengan Anggaran Dasar. Keputusan Musyawarah Cabang. serta Peraturan Partai lainnya. Keputusan Rapat Tingkat Daerah. LN KOORD. (5) Hak dan Kewajiban Pimpinan Anak Ranting serta Partai. Keputusan Rapat Tingkat Ranting. Keputusan Musyawarah Anak Cabang. LN KOORD.

dan hal-hal lainnya diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi. Wakil Ketua I. dan Koordinator Luar Negeri. dan Wakil-Wakil Bendahara serta alat kelengkapan partai di luar negeri. dan Wakil-Wakil Bendahara. Keputusan Rapat Tingkat Nasional. Wakil Ketua I. Wakil-Wakil Sekretaris. Komisi Pengawas Luar Negeri. Unit. Wakil Ketua II. Wakil-Wakil Bendahara. baik ke dalam maupun ke luar di Luar Negeri. Keputusan Kongres. menentukan kebijakan Perwakilan Luar Negeri sesuai dengan Anggaran Dasar. Wakil-Wakil Sekretaris Bendahara. 53 . Sekretaris. dan Peraturan Partai lainnya. Wakil Ketua II. Anggaran Rumah Tangga. serta Peraturan Partai lainnya. Pasal 93 Ketua (1) Ketua bertugas melaksanakan. (3) Melaksanakan program-program partai sesuai dengan hasil Kongres. mengawasi. mekanisme kerja. Wakil-Wakil Sekretaris. Bendahara. Anggaran Dasar. Komisi Pemenangan Pemilu Luar Negeri. Wakil Ketua II. pemberian hak suara. Sekretaris. Bagian. (4) Mengusulkan kebijakan-kebijakan sesuai dengan perkembangan partai di negara tempat berdomisili untuk memperoleh persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat. serta Bidang-Bidang sesuai kebutuhan dan berwenang : a. (2) Dewan Perwakilan Luar Negeri terdiri atas: Ketua. Rapat Perwakilan Luar Negeri. Anggaran Rumah Tangga. Bendahara.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (2) Struktur Organisasi Dewan Perwakilan Luar Negeri terdiri atas: Ketua Dewan Perwakilan Luar Negeri. (5) Kelembagaan. menetapkan kepengurusan Dewan Perwakilan Luar Negeri. Pasal 92 Dewan Perwakilan Luar Negeri (1) Kepengurusan Dewan Perwakilan Luar Negeri diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Pimpinan Pusat. Sekretaris. (2) Dalam melaksanakan tugasnya Ketua dibantu Wakil Ketua I. dan mengendalikan semua kegiatan kepartaian. dan b. Musyawarah Perwakilan Luar Negeri.

Pasal 95 Bendahara dan Wakil-Wakil Bendahara (1) Bendahara bertugas melakukan pengelolaan keuangan Partai sesuai rencana yang telah ditetapkan di luar negeri. (4) Jumlah Wakil-Wakil Bendahara. bidang tugas dan mekanisme kerjanya diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi yang diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat. Dalam melaksanakan tugasnya Badan Pengawas Perwakilan Luar Negeri memberikan laporan kepada Dewan Perwakilan Luar Negeri.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 94 Sekretaris dan Wakil-Wakil Sekretaris (1) Sekretaris bertugas melakukan Manajemen Administrasi Politik ke luar dan melakukan kegiatan pengamanan kebijakan di luar negeri. serta memberikan saran agar sistem kepartaian di luar negeri berjalan sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan. (3) Sekretaris dibantu oleh Wakil-Wakil Sekretaris. Pasal 96 Badan Pengawas Perwakilan Luar Negeri (1) Badan Pengawas Perwakilan Luar Negeri bertugas untuk mengawasi. bidang tugas dan mekanisme kerjanya diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi yang diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat. 54 . (2) Dalam melaksanakan tugasnya Sekretaris harus berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Ketua. melakukan evaluasi. (5) Sekretaris melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Ketua. (3) Bendahara dibantu oleh Wakil-Wakil Bendahara. (4) Jumlah Wakil-Wakil Sekretaris. (2) (3) Kepengurusan Badan Pengawas Perwakilan Luar Negeri diangkat oleh Dewan Perwakilan Luar Negeri. (2) Bendahara dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Ketua.

(3) Kepengurusan Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Perwakilan Luar Negeri serta tugas-tugasnya ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Luar Negeri. (2) Koordinator Luar Negeri berkewajiban melaksanakan sosialisasi programprogram Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Perwakilan Luar Negeri untuk mendorong agar program tersebut berjalan sesuai dengan sasaran di luar negeri. Pasal 98 Koordinator Luar Negeri (1) Koordinator Luar Negeri adalah penghubung antara Dewan Pimpinan Pusat dengan Dewan Perwakilan Luar Negeri dalam rangka memperlancar tugastugas kepartaian. (3) Koordinator Luar Negeri wajib memberikan laporan secara berkala kepada Dewan Perwakilan Luar Negeri.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 97 Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Perwakilan Luar Negeri (1) Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Perwakilan Luar Negeri. 55 . (2) Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Perwakilan Luar Negeri dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada Program Partai serta Kebijakan Umum Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Perwakilan Luar Negeri. (4) Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Perwakilan Luar Negeri melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Dewan Perwakilan Luar Negeri. b. Sub Komisi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden bertugas melakukan persiapan dan pelaksanaan pemenangan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Perwakilan Luar Negeri. Sub Komisi Pemilihan Anggota Legislatif bertugas melakukan persiapan dan pelaksanaan pemenangan Pemilihan Umum Anggota Legislatif di Perwakilan Luar Negeri. terdiri atas 2 (dua) Sub Komisi: a.

(2) Menyimpang dari ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Musyawarah Anak Cabang Luar Biasa. Pusat. BAB IX KONGRES. meminta dan menilai Laporan Pertanggung Jawaban Dewan Pimpinan 56 . dan hal-hal lain tentang Jangka Waktu Kepengurusan dan Pelaksana Tugas diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi. memilih dan menetapkan Ketua Umum dan Formatur Kongres. dan f. menetapkan Ketua Dewan Pembina. yang diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam 5 (lima) tahun dan berwenang: a. menetapkan keputusan-keputusan Kongres lainnya. MUSYAWARAH. DAN RAPAT-RAPAT Pasal 100 Kongres dan Kongres Luar Biasa (1) Kongres adalah pemegang kekuasaan tertinggi partai. Musyawarah Daerah Luar Biasa. jangka waktu kepengurusan dapat kurang dari 5 (lima) tahun. Musyawarah Cabang Luar Biasa. apabila dilakukan melalui Kongres Luar Biasa. Musyawarah Ranting Luar Biasa. (3) Dalam hal jangka waktu kepengurusan sebagaimana diatur dalam ayat (1) dan ayat (2) tidak dapat dilaksanakan maka kepengurusan partai akan dipimpin oleh Pelaksana Tugas.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 BAB VIII JANGKA WAKTU KEPENGURUSAN Pasal 99 Jangka Waktu Kepengurusan (1) Jangka waktu kepengurusan partai pada semua tingkatan adalah 5 (lima) tahun. c. d. persyaratan. (4) Tata cara. pengangkatan. e. b. menetapkan Program Umum Partai. mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Dewan Pimpinan Daerah dan ½ (satu per dua) dari jumlah Dewan Pimpinan Cabang. Dewan Pembina. Dewan Pimpinan Pusat. sinkronisasi dan simplifikasi terhadap masalah nasional tertentu. Dewan Kehormatan. 57 . integrasi. (3) Kongres Luar Biasa dapat diadakan atas permintaan: a. (2) Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) adalah rapat tingkat nasional yang dihadiri oleh Majelis Tinggi Partai. Dewan Pimpinan Pusat. Dewan Pembina. Dewan Pimpinan Daerah. atau b. (4) Dalam permintaan tersebut.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (2) Kongres Luar Biasa mempunyai wewenang dan kekuasaan yang sama dengan Kongres. (3) Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) adalah rapat tingkat nasional yang dihadiri oleh Majelis Tinggi Partai. Dewan Kehormatan. Komisi Pengawas. Dewan Pembina. Dewan Pimpinan Daerah dan undangan lainnya yang ditetapkan dan diselenggarakan atas undangan Dewan Pimpinan Pusat dalam rangka melakukan koordinasi. (5) Dewan Pimpinan Pusat sebagai penyelenggara Kongres Luar Biasa. dan Dewan Perwakilan Luar Negeri untuk membahas dan mengambil keputusan-keputusan strategis dan politis kecuali yang menjadi kewenangan kongres dan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. kecuali yang menjadi wewenang Kongres dan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Dewan Pimpinan Daerah. Dewan Pimpinan Cabang dan undangan lainnya yang ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat yang diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam 2 (dua) tahun untuk mengevaluasi dan merekomendasikan Program Umum Partai. harus menyebutkan agenda dan alasan-alasan diadakannya Kongres Luar Biasa. Dewan Pimpinan Pusat. Dewan Pimpinan Cabang. Pasal 101 Rapat-Rapat Tingkat Nasional (1) Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) dihadiri oleh Majelis Tinggi Partai. Dewan Kehormatan. Majelis Tinggi Partai.

Wakil-Wakil Sekretaris Jenderal. b. Rapat Pengurus Harian Terbatas dapat mengundang Pengurus Harian dan unsur kepengurusan lainnya sesuai dengan kebutuhan partai. Sekretaris dan Wakil-Wakil Sekretaris Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan. 58 . menilai Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pimpinan Daerah. Wakil-Wakil Direktur Eksekutif. (6) Rapat Pengurus Pleno adalah rapat yang dihadiri oleh Pengurus Harian Terbatas. Ketua dan Sekretaris Divisi.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (4) a. Ketua dan Sekretaris Departemen. Bendahara Umum. Pasal 102 Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa (1) Musyawarah Daerah diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun dan berwenang: a. Sekretaris Jenderal. Pengurus-pengurus yang diangkat oleh Pengurus Harian Terbatas. dan d. Wakil-Wakil Bendahara Umum. dan berwenang mengambil keputusan-keputusan terkait dengan kehidupan partai. Wakil Ketua Umum II. Direktur Eksekutif mengenai kewenangan Dewan Pimpinan Pusat sebagaimana diatur dalam Pasal 16 Ayat (5) huruf a sampai dengan huruf g yang dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 2 (dua) minggu. Rapat Pengurus Harian Terbatas Dewan Pimpinan Pusat dihadiri oleh Ketua Umum. c. Ketua dan Sekretaris Koordinator Wilayah. memilih dan menetapkan Ketua dan Formatur Musyawarah Daerah. menetapkan keputusan-keputusan lainnya. Ketua. hal-hal penting lainnya yang perlu segera ditindaklanjuti dan diadakan sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan. (5) Rapat Pengurus Harian Dewan Pimpinan Pusat dihadiri oleh Pengurus Harian Terbatas. Ketua dan Sekretaris Fraksi DPR RI serta Ketua dan Sekretaris Fraksi MPR RI sesuai dengan Pasal 16 Ayat (5) huruf h dan huruf I serta hal-hal penting lainnya sesuai kebutuhan partai yang dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan. Wakil-Wakil Ketua dan Wakil-Wakil Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilihan Umum. Ketua. Pengurus Harian. Wakil-Wakil Ketua. Wakil Ketua Umum I. b. menyusun Program Kerja tingkat daerah.

dan simplifikasi terhadap masalah daerah tertentu dan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Dewan Pimpinan Cabang. dan undangan lainnya untuk membahas dan memutuskan keputusan-keputusan strategis di daerah dan dilaksanakan sesuai kebutuhan. Dewan Pimpinan Daerah. wewenang dan kekuasaan yang (3) Musyawarah Daerah Luar Biasa dapat diadakan atas permintaan: a. integrasi. Sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Dewan Pimpinan Cabang.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (2) Musyawarah Daerah Luar Biasa mempunyai sama dengan Musyawarah Daerah. (5) Penyelenggaraan Musyawarah Daerah Luar Biasa sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 harus mendapat persetujuan Dewan Pimpinan Pusat. Dewan Kehormatan Daerah. c. atau. Dewan Pimpinan Cabang. Majelis Partai Daerah. Majelis Partai Daerah. Pasal 103 Rapat-Rapat Tingkat Daerah (1) Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA) dihadiri oleh Dewan Pimpinan Pusat. Dewan Kehormatan Daerah. b. Majelis Partai Daerah. Majelis Partai Daerah. sinkronisasi. Komisi Pengawas Daerah. Dewan Pimpinan Daerah. dan undangan lainnya yang diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 2 (dua) tahun untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Kerja. 59 . Dewan Kehormatan Daerah. Komisi Pengawas Daerah. harus menyebutkan agenda dan alasan-alasan diadakannya Musyawarah Daerah Luar Biasa. (3) Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) adalah rapat tingkat daerah yang dihadiri oleh Dewan Pimpinan Pusat. Dalam permintaan tersebut. Dewan Pimpinan Daerah. Komisi Pengawas Daerah. (4) Dewan Pimpinan Daerah sebagai penyelenggara Musyawarah Daerah Luar Biasa. dan undangan lainnya yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah dalam rangka melakukan koordinasi. (2) Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) adalah rapat tingkat daerah yang dihadiri oleh Dewan Pimpinan Pusat. Dewan Pimpinan Cabang.

Bendahara. b. Wakil-Wakil Ketua dan Wakil-Wakil Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Daerah. Dewan Kehormatan Daerah. memilih dan menetapkan Ketua dan Formatur Musyawarah Cabang. Pengurus-pengurus yang diangkat oleh Pengurus Harian antara lain Ketua dan Sekretaris Koordinator Daerah. (5) Rapat Pengurus Harian Dewan Pimpinan Daerah dihadiri oleh Pengurus Harian Terbatas. menyusun Program Kerja Cabang. Wakil-Wakil Sekretaris.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (4) a. Rapat Pengurus Harian Terbatas Dewan Pimpinan Daerah dapat mengundang Pengurus Harian dan unsur kepengurusan lainnya sesuai dengan kebutuhan partai. Sekretaris dan Wakil-Wakil Sekretaris Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Daerah. Pengurus Harian Dewan Pimpinan Daerah. Ketua dan Sekretaris Fraksi DPRD Provinsi sesuai dengan Pasal 41 Ayat (4) huruf g serta hal-hal penting lainnya sesuai kebutuhan partai di daerah yang dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan. Wakil Ketua I. Pasal 104 Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa (1) Musyawarah Cabang diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun dan berwenang : a. Dewan Pimpinan Daerah dan berwenang mengambil keputusan-keputusan terkait dengan kehidupan partai di daerah dan hal-hal penting lainnya yang perlu segera ditindaklanjuti dan diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan. menilai Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pimpinan Cabang. Ketua dan Sekretaris Divisi Daerah. Wakil-Wakil Direktur Eksekutif Daerah. b. Ketua. Sekretaris. Wakil Ketua II. (6) Rapat Pleno Dewan Pimpinan Daerah adalah rapat yang dihadiri oleh Majelis Partai Daerah. Wakil-Wakil Ketua. Ketua. Wakil-Wakil Bendahara. Rapat Pengurus Harian Terbatas Dewan Pimpinan Daerah dihadiri oleh Ketua. dan Direktur Eksekutif Daerah mengenai kewenangan Dewan Pimpinan Daerah sebagaimana diatur dalam Pasal 41 Ayat (4) huruf a sampai dengan huruf f yang dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 2 (dua) minggu. dan 60 . Ketua dan Sekretaris Bidang. c.

(5) Dewan Pimpinan Cabang sebagai penyelenggara Musyawarah Cabang Luar Biasa. Badan Pengawas Cabang. 61 . (4) Dalam permintaan sebagaimana disebut pada ayat 3. (3) Musyawarah Cabang Luar Biasa diadakan atas permintaan oleh sekurangkurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Dewan Pimpinan Anak Cabang. Dewan Pimpinan Anak Cabang.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 d. (6) Penyelenggaraan Musyawarah Cabang Luar Biasa sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 harus mendapat persetujuan Dewan Pimpinan Pusat. Dewan Pimpinan Anak Cabang dan undangan lainnya yang diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 2 (dua) tahun untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Kerja. (3) Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) adalah rapat tingkat cabang yang dihadiri oleh Dewan Pimpinan Pusat. harus menyebutkan agenda dan alasan-alasan diadakannya Musyawarah Cabang Luar Biasa. Dewan Pimpinan Cabang. (2) Rapat Koordinasi Cabang (RAKORCAB) adalah rapat tingkat Cabang yang dihadiri oleh Dewan Pimpinan Pusat. menetapkan keputusan-keputusan lainnya. dan undangan lainnya yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang dalam rangka melakukan kehidupan partai di tingkat cabang dan hal-hal penting lainnya yang perlu segera ditindaklanjuti dan diadakan sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan. Dewan Pimpinan Daerah. Dewan Pimpinan Daerah. Dewan Pimpinan Cabang. Badan Pengawas Cabang. Dewan Pimpinan Cabang. Pasal 105 Rapat-Rapat Tingkat Cabang (1) Rapat Pimpinan Cabang (RAPIMCAB) dihadiri oleh Dewan Pimpinan Pusat. Dewan Pimpinan Daerah. Dewan Pimpinan Anak Cabang dan undangan lainnya untuk membahas dan mengambil keputusan-keputusan strategis di Cabang dan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. (2) Musyawarah Cabang Luar Biasa mempunyai wewenang dan kekuasaan yang sama dengan Musyawarah Cabang.

(4) Dalam permintaan sebagaimana disebut pada ayat 3. (5) Rapat Harian Dewan Pimpinan Cabang dihadiri oleh Ketua. menilai Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pimpinan Anak Cabang. c. Wakil-Wakil Sekretaris. 62 . harus menyebutkan agenda dan alasan-alasan diadakannya Musyawarah Anak Cabang Luar Biasa. (2) Musyawarah Anak Cabang Luar Biasa mempunyai wewenang dan kekuasaan yang sama dengan Musyawarah Anak Cabang. Pengurus-pengurus yang diangkat oleh Pengurus Harian antara lain Ketua dan Sekretaris Kordinator Cabang. Wakil-Wakil Bendahara. Ketua dan Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilu Cabang. Ketua dan Sekretaris Bagian. memilih dan menetapkan Dewan Pimpinan Anak Cabang. menetapkan Keputusan-keputusan lainnya dalam batas kewenangannya. dan d. Pengurus Harian Dewan Pimpinan Cabang. Bendahara. (5) Dewan Pimpinan Anak Cabang sebagai penyelenggara Musyawarah Anak Cabang Luar Biasa. Pasal 106 Musyawarah Anak Cabang dan Musyawarah Anak Cabang Luar Biasa (1) Musyawarah Anak Cabang diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam 5 (lima) tahun dan berwenang: a. serta Ketua dan Sekretaris Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/ Kota yang dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan. b. Ketua dan Sekretaris Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Cabang. Wakil Ketua I. Dewan Pimpinan Cabang dan berwenang mengambil keputusan-keputusan terkait dengan kehidupan partai di Cabang dan hal-hal penting lainnya yang perlu segera ditindak lanjuti dan diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalm 6 (enam) bulan. menyusun Program Kerja Partai Tingkat Anak Cabang. Sekretaris.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (4) Rapat Pleno Dewan Pimpinan Cabang adalah rapat yang dihadiri oleh Majelis Partai Cabang. Dewan Kehormatan Cabang. (3) Musyawarah Anak Cabang Luar Biasa diadakan atas permintaan oleh sekurangkurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Dewan Pimpinan Ranting. Ketua dan Sekretaris Unit. (6) Penyelenggaraan Musyawarah Anak Cabang Luar Biasa sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 harus mendapat persetujuan Dewan Pimpinan Daerah. Wakil Ketua II.

menyusun Program Kerja Partai Tingkat Ranting. sinkronisasi. Bendahara. Pasal 108 Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa (1) Musyawarah Ranting diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam 5 (lima) tahun dan berwenang : a. Dewan Pimpinan lainnya yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Anak Cabang dalam rangka melakukan koordinasi. (2) Rapat Kerja Anak Cabang (RAKER ANCAB) adalah rapat tingkat Anak Cabang yang dihadiri oleh Dewan Pimpinan Daerah. Dewan Pimpinan Cabang. Dewan Pimpinan Anak Cabang. dan 63 . Dewan Pimpinan Cabang. Dewan Pimpinan Anak Cabang.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 107 Rapat-Rapat Tingkat Anak Cabang (1) Rapat Koordinasi Anak Cabang (RAKOR ANCAB) adalah rapat tingkat Anak Ranting. Dewan Pimpinan Ranting dan undangan lainnya yang diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 2 (dua) tahun untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Kerja. b. dan simplifikasi terhadap masalah-masalah di tingkat Anak Cabang yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Wakil Ketua II. dan undangan Cabang yang dihadiri oleh Dewan Pimpinan Daerah. Wakil-Wakil Sekretaris. c.dan WakilWakil Bendahara yang dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan. (4) Rapat Harian Dewan Pimpinan Anak Cabang dihadiri oleh Ketua. (3) Rapat Pleno Dewan Pimpinan Anak Cabang adalah rapat yang dihadiri Pengurus Harian Dewan Pimpinan Anak Cabang atas undangan Dewan Pimpinan Anak Cabang dan berwenang mengambil keputusan-keputusan terkait dengan kehidupan partai di tingkat Anak Cabang dan hal-hal penting lainnya yang perlu segera ditindaklanjuti dan diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan. Wakil Ketua I. memilih dan menetapkan Dewan Pimpinan Ranting. Sekretaris. menilai Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pimpinan Ranting. integrasi.

Wakil Ketua I. Wakil Ketua I.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 d. dan Wakil-Wakil Bendahara. serta undangan lainnya yang berwenang mengambil keputusan-keputusan terkait dengan kehidupan partai di tingkat ranting dan hal-hal penting lainnya yang perlu segera ditindaklanjuti dan diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan. Bendahara. Wakil Ketua II. (6) Penyelenggaraan Musyawarah Ranting Luar Biasa sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 harus mendapat persetujuan Dewan Pimpinan Cabang. (2) Musyawarah Ranting Luar Biasa mempunyai wewenang dan kekuasaan yang sama dengan Musyawarah Ranting. menetapkan Keputusan-keputusan lainnya. Wakil-Wakil Sekretaris. (4) Dalam permintaan sebagaimana disebut pada ayat 3. (5) Dewan Pimpinan Ranting sebagai penyelenggara Musyawarah Ranting Biasa. Sekretaris. Bendahara. harus menyebutkan agenda dan alasan-alasan diadakannya Musyawarah Ranting Luar Biasa. (2) Rapat Harian Dewan Pimpinan Ranting dihadiri oleh Ketua. Pasal 110 Rapat Pimpinan Anak Ranting (1) Rapat Pimpinan Anak Ranting dihadiri oleh Ketua. Wakil-Wakil Sekretaris. Wakil Ketua II. Pasal 109 Rapat-Rapat Tingkat Ranting (1) Rapat Pleno Dewan Pimpinan Ranting adalah rapat yang dihadiri Ketua. Wakil Ketua II. Wakil-Wakil Sekretaris. Wakil Ketua I. Sekretaris. (2) Rapat Pimpinan Anak Ranting diadakan oleh Pimpinan Anak Ranting sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan (3) Melaksanakan kebijakan Partai di tingkat Rukun Warga (RW) dan yang setingkat Luar 64 . Sekretaris. dan Wakil-Wakil Bendahara. Bendahara. (3) Musyawarah Ranting Luar Biasa diadakan atas permintaan oleh sekurangkurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Dewan Pimpinan Anak Ranting. dan Wakil – Wakil Bendahara yang dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan.

menetapkan keputusan-keputusan lainnya. memilih dan menetapkan Ketua/Formatur. dan rapat-rapat partai. menilai Laporan Pertanggungjawaban Dewan Perwakilan Luar Negeri. (2) Musyawarah dan Rapat-rapat Perwakilan Luar Negeri diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi. DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PASAL 112 Peserta (1) Kongres. (3) Peninjau dan Undangan ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Partai sesuai dengan tingkatannya. PASAL 113 Hak Suara (1) Hak suara adalah jumlah suara yang dihitung dalam menentukan keputusan Kongres. HAK SUARA. peninjau. Musyawarah Cabang. b. (2) Peserta diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan-peraturan lainnya. Musyawarah Ranting dihadiri oleh peserta. c. dan undangan. menyusun Program Kerja Perwakilan Luar Negeri. BAB X PESERTA. musyawarah-musyawarah. Pasal 111 Musyawarah dan Rapat-Rapat Perwakilan Luar Negeri (1) Musyawarah Perwakilan Luar Negeri diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun dan berwenang: a. KUORUM. Musyawarah Anak Cabang. Musyawarah Daerah. (2) Ketentuan tentang hak suara diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan partai.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (4) Menyusun Program Kerja Partai di tingkat Rukun Warga (RW) dsan yang setingkat. 65 . dan d.

(4) Kuorum untuk perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dihadiri oleh sekurang-kurangnya oleh 2/3 (dua per tiga) dari jumlah peserta. pemilihan Ketua Umum dan Ketua-Ketua sesuai tingkatannya sah apabila disetujui lebih dari ½ (satu per dua) dari BAB XI ORGANISASI SAYAP Pasal 116 Organisasi Sayap 66 . dan rapatrapat dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat. (4) Pengambilan keputusan tentang Anggaran Dasar sah apabila disetujui sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah peserta yang hadir. pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai kuorum akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan-peraturan Partai. (5) Pengaturan lebih lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga dan peraturan Partai. (2) Kuorum peserta. musyawarah-musyawarah. keabsahan Kongres. musyawarah-musyawarah.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 PASAL 114 Kuorum (1) Kuorum adalah jumlah perhitungan kehadiran penentuan tentang keabsahan Kongres. (2) Dalam hal musyawarah untuk mufakat tidak tercapai. dan rapat-rapat dihadiri oleh sekurang-kurangnya lebih dari ½ (satu per dua) dari jumlah PASAL 115 Pengambilan Keputusan (1) Pengambilan keputusan dalam Kongres. musyawarah-musyawarah. dan rapat-rapat. (3) Pengambilan keputusan tentang jumlah peserta yang hadir.

Iuran Anggota 2. 67 . Iuran Anggota Fraksi pada semua tingkatan 3. (3) Organisasi Sayap dapat diberi hak suara dan diatur dalam Peraturan Organisasi (4) Mekanisme dan tata cara Organisasi Masyarakat yang bergabung dalam Organisasi Sayap Partai Demokrat diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi. Bantuan keuangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. BAB XII KEUANGAN Pasal 117 Sumber Keuangan Partai Keuangan Partai diperoleh dari: 1.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (1) Organisasi Sayap Partai Demokrat merupakan organisasi masyarakat yang menyalurkan aspirasi politiknya kepada Partai Demokrat. BAB XIII PEMBUBARAN PARTAI Pasal 118 Ketentuan Pembubaran (1) Pembubaran Partai Demokrat hanya dapat diusulkan oleh Majelis Tinggi Partai dan disetujui dalam Kongres yang khusus diadakan untuk itu. (2) Organisasi Sayap merupakan wadah kaderisasi dan perjuangan sebagai pelaksana kebijakan partai untuk memenuhi kebutuhan strategis dalam rangka memperkuat basis dukungan partai. (2) Kongres sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah peserta. Sumbangan yang sah menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku 4.

maka kekayaannya dapat diserahkan kepada badan atau lembaga-lembaga sosial di Indonesia. BAB XIV PERATURAN PERALIHAN Pasal 119 Peraturan Peralihan (1) Selama struktur dan badan-badan partai berdasarkan Anggaran Dasar ini dan Anggaran Rumah Tangga belum terbentuk.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (3) Pembubaran dinyatakan sah apabila disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah peserta yang hadir. 68 . (2) Selama peraturan-peraturan organisasi berdasarkan Anggaran Dasar ini dan Anggaran Rumah Tangga belum ditetapkan. BAB XV PENUTUP Pasal 120 Hal-hal Lain (1) Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan dalam Peraturan Organisasi yang ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat. dan Dewan Perwakilan Luar Negeri wajib disesusuaikan dengan ketentuan Anggaran Dasar ini dan Anggaran Rumah Tangga selambat-lambatnya 2 (dua) tahun sejak ditetapkan. maka peraturan-peraturan organisasi yang ditetapkan sebelumnya masih tetap berlaku. maka struktur dan personalia yang telah ditetapkan sebelumnya masih tetap berlaku. (3) Struktur Organisasi tingkat Dewan Pimpinan Daerah. (2) Anggaran Dasar ini berlaku sejak ditetapkan. (4) Dalam hal Partai Demokrat dibubarkan. Dewan Pimpinan Cabang.

tidak merangkap sebagai anggota dari partai politik lainnya. menyampaikan permohonan kepada Dewan Pimpinan Pusat. b. dan Dewan Pimpinan Cabang. serta mengamalkan Anggaran Dasar. (2) Ketentuan lebih lanjut tentang keanggotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dari Anggaran Dasar diatur sepenuhnya oleh Dewan Pimpinan Pusat. sesudah pendaftaran tersebut pada ayat (1) huruf d kepada pemohon diberikan status Anggota dan berhak menerima Kartu Tanda Anggota yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Dewan Pimpinan Pusat. d. dan Anggaran Rumah Tangga. (3) berpartisipasi dalam kegiatan partai serta bertanggung jawab atas segala sesuatu yang diamanatkan kepadanya. dan Dewan Pimpinan Cabang.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 ANGGARAN RUMAH TANGGA PARTAI DEMOKRAT BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Persyaratan Menjadi Anggota (1) Persyaratan menjadi Anggota yang dimaksud dalam Pasal 11 Anggaran Dasar adalah sebagai berikut : a. mentaati. Dewan Pimpinan Daerah. mentaati. (2) menghayati. dan mengamalkan keputusan partai yang telah ditetapkan dengan sah dan menjalankan langkah-langkah yang ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Partai berdasarkan keputusan tersebut. 69 . Pasal 2 Kewajiban Anggota (1) menghayati. e. Dewan Pimpinan Daerah. setiap warga Negara Indonesia yang dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) dan (2) dari Anggaran Dasar yang ingin menjadi anggota partai. melakukan pendaftaran keanggotaan dengan mengisi formulir yang telah disediakan. bersedia mengikuti kegiatan yang telah ditetapkan oleh partai. c.

(2) memilih dan dipilih menjadi pengurus partai atau jabatan-jabatan lain yang ditetapkan oleh partai. (2) mengundurkan diri secara tertulis. Anggota yang diberhentikan atau diberhentikan sementara. dan peraturan partai. (3) menjadi anggota partai politik lain. Keputusan pemberhentian atau pemberhentian sementara anggota sebagaimana diatur pada ayat (2) dan ayat (3) pasal ini. tujuan. (3) memberikan usul. diputuskan setelah diberikan peringatan tertulis sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dalam rentang waktu minimal 21 (dua puluh satu) hari. 70 . Anggaran Dasar. Anggaran Rumah Tangga. Keputusan pemberhentian sementara anggota diputuskan melalui rapat Pleno dewan pimpinan partai. ataupun koreksi kepada dewan pimpinan partai dengan cara sebaik-baiknya sesuai mekanisme Partai. Pasal 5 Tata Cara Pemberhentian Anggota (1) Anggota dapat diberhentikan dan atau diberhentikan sementara karena tidak (2) (3) (4) (5) melaksanakan kewajibannya sebagai anggota atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan asas. Pasal 4 Pemberhentian Anggota Keanggotaan partai berakhir karena : (1) meninggal dunia. Keputusan pemberhentian dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 3 Hak Anggota (1) mengikuti kegiatan partai yang diperuntukkan bagi seluruh anggota. sedangkan keputusan pemberhentian sementara dapat dilakukan oleh setiap dewan pimpinan partai setingkat di atas dewan pimpinan partai yang bersangkutan. (4) melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. dapat mengajukan pembelaan dirinya di forum partai setingkat lebih tinggi sampai dengan tingkat kongres. saran.

DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 BAB II STRUKTUR ORGANISASI PARTAI Pasal 6 Dewan Pimpinan Pusat (1) Dewan Pimpinan Pusat adalah dewan pimpinan tertinggi sebagai pelaksana keputusan kongres serta memimpin semua kegiatan partai. (2) Memberhentikan anggota sebagaimana dimaksud Pasal 4 Anggaran Rumah Tangga. Anggaran Rumah Tangga. persetujuan. Pasal 7 Kewajiban Dewan Pimpinan Pusat (1) Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan sesuai dengan Anggaran Dasar. persetujuan. (2) Dewan Pimpinan Pusat mewakili partai dalam bertindak ke dalam dan ke luar. arahan. (2) Memberikan perintah. arahan. 71 . rapat tingkat nasional dan peraturan partai. dan pedoman kepada Dewan Pimpinan Partai di semua tingkatan di bawahnya dalam melaksanakan keputusan dan Garis-garis Besar Strategi. Pasal 8 Hak Dewan Pimpinan Pusat (1) Membuat peraturan pelaksanaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta kebijakan demi kelancaran kegiatan partai dalam rangka pelaksanaan keputusan kongres. (4) Mengatur kerjasama dan koordinasi perjuangan partai di dalam dan di luar lembaga negara. (5) Melaporkan secara berkala perkembangan politik dan hal-hal penting kepada Ketua Dewan Pembina. (3) Memberikan perintah. Kebijakan dan Rencana Aksi Partai serta ketentuan organisasi. dan pedoman tentang kegiatan Fraksi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dan Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (3) Memberhentikan dan mengangkat fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat melalui Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat dan dilaporkan dalam Rapat Pimpinan Nasional. (6) Memberikan laporan pertanggungjawaban kepada kongres. keputusan kongres.

(6) Membatalkan Keputusan Dewan Pimpinan Daerah. 72 . Pasal 10 Pengurus Harian Dewan Pimpinan Pusat Pengurus Harian Dewan Pimpinan Pusat terdiri dari: Pengurus Harian Terbatas. negara dan bangsa. dan Musyawarah Cabang melalui Rapat Pleno apabila keputusan tersebut bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga atau membahayakan partai. Pasal 11 Pengurus Pleno Dewan Pimpinan Pusat Pengurus Pleno Dewan Pimpinan Pusat terdiri atas: Pengurus Harian Terbatas. Wakil-wakil Direktur Eksekutif. Musyawarah Daerah. Wakil Ketua Umum II. Pengurus Harian dan Pengurus yang diangkat oleh Pengurus Harian Terbatas Dewan Pimpinan Pusat antara lain Ketua dan Sekretaris Kordinator Wilayah. Wakil Ketua Umum I.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (4) Tata Cara pemberhentian dan pengangkatan penggantinya diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi. Ketua dan Sekretaris Pusat Pengkajian Strategis dan Kebijakan. Wakil-wakil Bendahara Umum dan Direktur Eksekutif. Ketua dan Sekretaris Departemen. Dewan Pimpinan Cabang. (5) Menerima atau menolak ketetapan Rapat Pleno Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang tentang pemberhentian fungsionaris Dewan Pimpinah Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang . Bendahara Umum. Ketua dan Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilihan Umum. Sekretaris Jenderal. ketua dan Sekretaris Divisi. (7) Bertindak mewakili partai dalam menghadapi masalah nasional dan mengadakan hubungan kerjasama serta persahabatan internasional. Pasal 9 Pengurus Harian Terbatas Dewan Pimpinan Pusat Pengurus Harian Terbatas Dewan Pimpinan Pusat terdiri atas: Ketua Umum. Wakil-wakil Sekretaris Jenderal.

(2) Dewan Pimpinan Daerah mewakili partai dalam bertindak ke dalam dan ke luar organisasi di daerah.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 BAB III DEWAN PIMPINAN DAERAH Pasal 12 Dewan Pimpinan Daerah (1) Dewan Pimpinan Daerah adalah dewan pimpinan partai sebagai pelaksana keputusan kongres. (4) Menyampaikan laporan berkala kepada Majelis Partai Daerah dan Dewan Pimpinan Pusat. dan pedoman kepada dewan pimpinan partai di semua tingkatan di bawahnya dalam melaksanakan keputusan-keputusan dan Garis-Garis Besar Strategi. keputusan musyawarah daerah serta memimpin semua kegiatan partai di daerah. persetujuan. peraturan organisasi. arahan. Kebijakan dan Rencana Aksi Partai serta ketentuan-ketentuan organisasi partai. Keputusan Kongres. 73 . Memberhentikan fungsionaris Dewan Pimpinan Daerah melalui rapat pleno Dewan Pimpinan Daerah dan dilaporkan dalam Rapat Pimpinan Daerah serta mengajukan penggantinya untuk ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat. Pasal 14 Hak Dewan Pimpinan Daerah (1) (2) (3) Membuat peraturan pelaksanaan serta kebijakan demi kelancaran kegiatan partai di daerah dalam rangka pelaksanaan keputusan Musyawarah Daerah. (5) Memberikan laporan pertanggungjawaban pada Musyawarah Daerah. Pasal 13 Kewajiban Dewan Pimpinan Daerah (1) Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan sesuai Anggaran Dasar. diatur lebih lanjut dalam Peraturan Organisasi. persetujuan. Anggaran Rumah Tangga. arahan. keputusan Dewan Pimpinan Pusat. Keputusan Musyawarah Daerah. dan pedoman tentang kegiatan Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. (2) Memberikan perintah. Keputusan Rapat Tingkat Daerah dan Peraturan Partai. Tata Cara pemberhentian dan pengangkatan fungsionaris Dewan Pimpinan Daerah. Keputusan Rapat Tingkat Nasional. (3) Memberikan perintah.

Wakil-wakil Sekretaris. Sekretaris dan Wakil-wakil Sekretaris Pusat Pengembangan dan Kebijakan Daerah. Ketua dan Sekretaris Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Ketua dan Sekretaris Divisi Daerah. Ketua. Bendahara. Membatalkan Keputusan Dewan Pimpinan Cabang dan Dewan Pimpinan Anak Cabang atau Musyawarah Cabang dan Musyawarah Anak Cabang melalui rapat pleno apabilakeputusan tersebut bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pasal 17 Pengurus Pleno Dewan Pimpinan Daerah Pengurus Pleno Dewan Pimpinan Daerah terdiri atas: Pengurus Harian Terbatas. Wakil Ketua II. Sekretaris. Sekretaris dan Wakil-wakil Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Daerah. Wakil Ketua I. Wakil-wakil Ketua. Pengurus Harian dan Pengurus yang diangkat oleh Pengurus Harian Terbatas Dewan Pimpinan Daerah antara lain Ketua dan Sekretaris Kordinator Daerah. Keputusan Musyawarah Daerah atau membahayakan Partai. Pasal 15 Pengurus Harian Terbatas Dewan Pimpinan Daerah Pengurus Harian Terbatas Dewan Pimpinan Daerah terdiri atas: Ketua. Wakil-wakil Bendahara dan Direktur Eksekutif. Wakil Direktur Eksekutif Daerah. Ketua. Ketua dan Sekretaris Bidang. Bertindak mewakili Partai dalam menghadapi masalah di daerah dan mengadakan hubungan kerjasama serta persahabatan dengan organisasi lain di daerah. Wakil-wakil Ketua. Negara dan Bangsa. Pasal 16 Pengurus Harian Dewan Pimpinan Daerah Pengurus Harian Dewan Pimpinan Daerah terdiri dari: Pengurus Harian Terbatas. 74 .DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (4) (5) (6) Menerima atau menolak ketetapan rapat pleno Dewan Pimpinan Cabang dan Dewan Pimpinan Anak Cabang tentang pemberhentian fungsionaris Dewan Pimpinan Cabang dan Dewan Pimpinan Anak Cabang.

peraturan organisasi. (4) Menyampaikan laporan berkala kepada kepada Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah. dan Rencana Aksi serta ketentuan partai. dan pedoman kepada dewan pimpinan partai di semua tingkatan di bawahnya dalam melaksanakan keputusan-keputusan dan Garis-Garis Besar Strategi. persetujuan. keputusan kongres. dan peraturan partai lainnya.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 BAB IV DEWAN PIMPINAN CABANG Pasal 18 Dewan Pimpinan Cabang (1) (2) Dewan Pimpinan Cabang adalah dewan pimpinan partai sebagai pelaksana keputusan kongres. dan pedoman tentang kegiatan Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tingkat kabupaten/kota. keputusan rapat tingkat nasional. (5) Memberikan pertanggungjawaban pada Musyawarah Cabang. Dewan Pimpinan Cabang mewakili partai dalam bertindak ke dalam dan ke luar di tingkat cabang. (3) Memberikan perintah. Kebijakan. Pasal 20 Hak Dewan Pimpinan Cabang (1) (2) Membuat peraturan pelaksanaan serta kebijakan partai demi kelancaran kegiatan partai di tingkat cabang dalam rangka pelaksanaan keputusan musyawarah cabang. Memberhentikan fungsionaris Dewan Pimpinan Cabang melalui rapat pleno Dewan Pimpinan Cabang dan dilaporkan dalam Rapat Pimpinan Cabang. keputusan rapat tingkat daerah. (2) Memberikan perintah. persetujuan. keputusan musyawarah cabang. mus yawarah cabang serta memimpin semua kegiatan partai di tingkat cabang. Anggaran Rumah Tangga. arahan. keputusan musyawarah daerah. Pasal 19 Kewajiban Dewan Pimpinan Cabang (1) Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan sesuai Anggaran Dasar. keputusan rapat tingkat cabang. 75 . keputusan musyawarah daerah. arahan.

Bendahara. apabila keputusan tersebut bertentangan dengan keputusan dan kebijakan partai atau membahayakan partai. Ketua dan Sekretaris Bagian. Bertindak mewakili partai di tingkat cabang dan mengadakan hubungan kerjasama serta persahabatan dengan organisasi lain di tingkat cabang. dan Wakil-wakil Bendahara. Membatalkan keputusan Dewan Pimpinan Ranting dan Pimpinan Anak Ranting atau Musyawarah Ranting dan Rapat Pimpinan Anak Ranting melalui Rapat Pleno Cabang. Peraturan Organisasi. Sekretaris dan Wakil-wakil Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilu Cabang. serta Ketua dan Sekretaris Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/ kota. Ketua. Musyawarah Anak Cabang serta memimpin semua kegiatan partai di tingkat anak cabang. Ketua dan Sekretaris Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Cabang. Ketua dan Sekretaris Unit. Wakil Ketua II.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (3) (4) (5) Menerima atau menolak ketetapan rapat pleno Dewan Pimpinan Ranting dan Rapat Pimpinan Anak Ranting tentang pemberhentian fungsionaris Dewan Pimpinan Ranting dan Pimpinan Anak Ranting. Wakil Ketua I. Pasal 23 Dewan Pimpinan Anak Cabang (1) Dewan Pimpinan Anak Cabang adalah dewan pimpinan partai sebagai pelaksana keputusan kongres. Keputusan Musyawarah Daerah. Pasal 22 Pengurus Pleno Dewan Pimpinan Cabang Pengurus Pleno Dewan Pimpinan Cabang terdiri atas: Pengurus Harian dan pengurus yang diangkat oleh Pengurus Harian Dewan Pimpinan Cabang antara lain Ketua dan Sekretaris Koordinator cabang. (2) Dewan Pimpinan Anak Cabang mewakili partai dalam bertindak ke dalam dan ke luar di tingkat Anak Cabang. Pasal 21 Pengurus Harian Dewan Pimpinan Cabang Pengurus Harian Dewan Pimpinan Cabang terdiri atas: Ketua. Musyawarah Cabang. Wakilwakil Ketua. 76 . Sekretaris dan Wakil-wakil Sekretaris.

77 . Anggaran Rumah Tangga. keputusan musyawarah cabang. Kebijakan. (2) Mengangkat dan menetapkan kelengkapan pengurus di tingkat Anak Cabang sesuai kebutuhan. keputusan rapat tingkat nasional. persetujuan. keputusanmusyawarah daerah.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 24 Kewajiban Dewan Pimpinan Anak Cabang (1) Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan sesuai Anggaran Dasar. keputusan rapat tingkat daerah. (3) Menyampaikan laporan berkala kepada kepada Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang. (4) Menerima atau menolak ketetapan rapat Pimpinan Anak Ranting tentang pemberhentian fungsionaris Pimpinan Anak Ranting. keputusan kongres. keputusan rapat tingkat cabang. dan pedoman kepada Dewan Pimpinan Partai di semua tingkatan di bawahnya dalam melaksanakan keputusan-keputusan dan Garis-Garis Besar Strategi. dan Rencana Aksi partai serta ketentuan organisasi partai. (2) Memberikan perintah. (4) Memberikan laporan pertanggungjawaban pada Musyawarah Anak Cabang. keputusan rapat tingkat anak cabang. (5) Membatalkan keputusan Pimpinan Anak Ranting apabila keputusan tersebut bertentangan dengan keputusan dan kebijakan partai. (3) Memberhentikan fungsionaris Dewan Pimpinan Anak Cabang melalui rapat pleno Dewan Pimpinan Anak Cabang dan dilaporkan dalam rapat pimpinan Anak Cabang. keputusan musyawarah anak cabang. (6) Bertindak mewakili partai di tingkat Anak Cabang dan mengadakan hubungan kerjasama serta persahabatan dengan organisasi lain di tingkat Anak Cabang. arahan. Pasal 25 Hak Dewan Pimpinan Anak Cabang (1) Membuat peraturan pelaksanaan serta kebijakan partai demi kelancaran kegiatan partai di tingkat Anak Cabang dalam rangka pelaksanaan keputusan Musyawarah Anak Cabang. dan peraturan partai.

persetujuan. Kebijakan. Pasal 27 Kewajiban Dewan Perwakilan Luar Negeri (1) Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan sesuai Anggaran Dasar. keputusan kongres. (3) Menyampaikan laporan berkala kepada Dewan Pimpinan Pusat. keputusan musyawarah dan rapat-rapat perwakilan Luar Negeri. (2) Memberhentikan Fungsionaris Dewan Pimpinan Perwakilan Luar Negeri melalui rapat yang diatur dan ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat. (4) Memberikan pertanggungjawaban pada musyawarah perwakilan luar negeri.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 BAB V DEWAN PERWAKILAN LUAR NEGERI Pasal 26 Dewan Perwakilan Luar Negeri (1) Dewan Perwakilan Luar Negeri adalah dewan pimpinan partai sebagai pelaksana keputusan kongres. dan peraturan partai. Anggaran Rumah Tangga. dan pedoman kepada Dewan Pimpinan Partai di semua tingkatan di bawahnya dalam melaksanakan keputusan-keputusan dan Garis-Garis Besar Strategi. 78 . keputusan musyawarah dan rapat-rapat Perwakilan Luar Negeri serta memimpin semua kegiatan partai di Perwakilan Luar Negeri. arahan. dan Rencana Aksi partai serta ketentuan partai. (2) Memberikan perintah. (2) Dewan Pimpinan Perwakilan Luar Negeri mewakili partai dalam bertindak ke dalam dan ke luar di tingkat kepengurusan Perwakilan Luar Negeri. peraturan organisasi. (3) Bertindak mewakili Partai di tingkat perwakilan luar negeri dan mengadakan hubungan kerjasama serta persahabatan dengan organisasi lain di tingkat perwakilan luar negeri. Pasal 28 Hak Dewan Perwakilan Luar Negeri (1) Membuat peraturan pelaksanaan serta Kebijakan partai demi kelancaran kegiatan partai di tingkat Perwakilan Luar Negeri dalam rangka pelaksanaan keputusan musyawarah perwakilan luar negeri. keputusan rapat tingkat nasional.

Wakil Ketua I. BAB VI DEWAN PIMPINAN RANTING Pasal 31 Dewan Pimpinan Ranting (1) Dewan Pimpinan Ranting adalah dewan pimpinan partai sebagai pelaksana keputusan kongres. peraturan organisasi. Pasal 30 Pengurus Pleno Dewan Perwakilan Luar Negeri Pengurus Pleno Dewan Perwakilan Luar Negeri terdiri atas: Pengurus Harian dan Pengurus yang diangkat oleh Pengurus Harian Dewan Perwakilan Luar Negeri antara lain Ketua dan Sekretaris Koordinator Perwakilan Luar Negeri. keputusan musyawarah daerah. (2) Menyampaikan laporan berkala kepada kepada Dewan Pimpinan Cabang dan Dewan Pimpinan Anak Cabang.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 29 Pengurus Harian Dewan Perwakilan Luar Negeri Pengurus Harian Dewan Perwakilan Luar Negeri terdiri atas: Ketua. 79 . Wakil-wakil Sekretaris. keputusan rapat tingkat anak cabang. keputusanmusyawarah ranting. musyawarah cabang. dan peraturan partai. keputusan musyawarah daerah. keputusan rapat tingkat nasional. keputusan rapat tingkat daerah. keputusan rapat tingkat ranting. keputusan rapat tingkat cabang. Ketua dan Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilu Perwakilan Luar Negeri. Ketua dan Sekretaris Bagian. keputusan musyawarah cabang. Anggaran Rumah Tangga. Sekretaris. Wakil Ketua II. musyawarah ranting serta memimpin semua kegiatan partai di ranting. musyawarah anak cabang. keputusan musyawarah anak cabang. keputusan kongres. (2) Dewan Pimpinan Ranting mewakili partai dalam bertindak ke dalam dan ke luar di tingkat Ranting. Pasal 32 Kewajiban Dewan Pimpinan Ranting (1) Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan sesuai Anggaran Dasar. Ketua dan Sekretaris Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Perwakilan Luar Negeri. Bendahara. Ketua dan Sekretaris Unit. Wakil-wakil Bendahara.

Pasal 33 Hak Dewan Pimpinan Ranting (1) Membuat peraturan pelaksanaan serta kebijakan partai demi kelancaran kegiatan partai di tingkat ranting dalam rangka pelaksanaan Keputusan Musyawarah Ranting. (2) Mengangkat dan menetapkan kelengkapan pengurus di tingkat ranting sesuai kebutuhan setempat. Pimpinan Anak Ranting mewakili partai dalam bertindak ke dalam dan ke luar di tingkat Anak Ranting Menyalurkan pendapat dan aspirasi masyarakat daerahnya kepada Pimpinan Anak Ranting Memimpin dan memberikan petunjuk dan penerangan kepada Anggota didaerahnya dalam rangka melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan partai.musyawarah anak cabang. 80 .DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 (3) Memberikan petunjuk kepada Dewan Pimpinan Anak Ranting dalam melaksanakan keputusan partai dan garis kebijakan partai serta ketentuan organisasi di tingkat Ranting (4) Memberikan laporan pertanggungjawaban pada Musyawarah Ranting. BAB VII PIMPINAN ANAK RANTING Pasal 34 Pimpinan Anak Ranting (1) Pimpinan Anak Ranting adalah pimpinan partai sebagai pelaksana keputusan (2) (3) (4) (5) kongres. musyawarah ranting. peraturan organisasi. (3) Memberhentikan Fungsionaris Dewan Pimpinan Ranting melalui Rapat Pleno Dewan Pimpinan Ranting dan dilaporkan dalam Rapat Pimpinan Ranting. dan keputusan rapat ranting serta memimpin semua kegiatan partai di tingkat anak ranting. keputusan musyawarah daerah. musyawarah cabang. Mengurus dan menyelesaikan pendaftaran anggota Partai. (4) Bertindak mewakili Partai di tingkat ranting dan mengadakan hubungan kerjasama serta persahabatan dengan organisasi lain di tingkat ranting.

dan Organisasi Sayap. Keputusan Musyawarah Daerah. Keputusan Kongres. Dewan Pimpinan Pusat. 81 . Komisi Pengawas. Dewan Pimpinan Cabang. Keputusan Rapat Tingkat Anak Cabang.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 35 Kewajiban Pimpinan Anak Ranting (1) Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan sesuai Anggaran Dasar. Keputusan Rapat Tingkat Ranting. HAK SUARA. Keputusan Musyawarah Cabang. Dewan Pembina. (2) Mengangkat dan menetapkan kelengkapan pengurus di tingkat anak ranting sesuai kebutuhan. Dewan Pimpinan Daerah. Dewan Perwakilan Luar Negeri. Keputusan Rapat Tingkat Nasional. Keputusan Musyawarah Anak Cabang. BAB VIII PESERTA. Keputusan Rapat Tingkat Daerah. (2) Menyampaikan laporan berkala kepada kepada Dewan Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting. DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pasal 37 Peserta Kongres dan Rapat Tingkat Pusat (1) Peserta Kongres atau Kongres Luar Biasa adalah Majelis Tinggi Partai. Keputusan Musyawarah Ranting. Komisi Pengawas Daerah. Keputusan Rapat Pimpinan Anak Ranting. Majelis Partai Daerah. dan Peraturan Partai. (3) Memberikan petunjuk kepada anggota dalam melaksanakan keputusan partai dan garis kebijakan partai serta ketentuan organisasi di tingkat anak ranting Pasal 36 Hak Pimpinan Anak Ranting (1) Membuat peraturan pelaksanaan serta Kebijakan partai demi kelancaran kegiatan partai di tingkat anak ranting dalam rangka pelaksanaan Keputusan Rapat Pimpinan Anak Ranting. Keputusan Rapat Tingkat Ranting. Dewan Kehormatan. Anggaran Rumah Tangga. Dewan Kehormatan Daerah. Keputusan Rapat Tingkat Cabang. (3) Bertindak mewakili partai di tingkat anak ranting dan mengadakan hubungan kerjasama serta persahabatan dengan organisasi lain di tingkat anak ranting. Keputusan Rapat Tingkat Nasional.

DPP PARTAI DEMOKRAT 2010

(2) Peserta Rapat Pimpinan Nasional terdiri dari Majelis Tinggi Partai, Dewan

(3)

(4)

(5)

(6)

Pembina, Dewan Kehormatan, Komisi Pengawas, Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Daerah, Dewan Pimpinan Cabang, dan Dewan Perwakilan Luar Negeri. Peserta Rapat Kerja Nasional terdiri dari Majelis Tinggi Partai, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Komisi Pengawas, Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Daerah, Dewan Perwakilan Luar Negeri, dan Dewan Pimpinan Cabang. Peserta Rapat Harian Terbatas Dewan Pimpinan Pusat terdiri dari: Ketua Umum, Wakil Ketua Umum I, Wakil Ketua Umum II, Sekretaris Jenderal, Wakilwakil Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, Wakil-wakil Bendahara Umum serta Direktur Eksekutif. Peserta Rapat Harian Dewan Pimpinan Pusat terdiri Pengurus Harian Terbatas, Ketua dan Sekretaris Departemen, Ketua dan Sekretaris Divisi, Ketua dan Wakil-wakil Ketua, Sekretaris dan Wakil-wakil Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilihan Umum, Ketua dan Sekretaris Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan, Ketua dan Sekretaris Fraksi DPR RI serta Ketua dan Sekretaris Fraksi MPR RI. Peserta Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat terdiri dari Pengurus Harian dan Pengurus yang diangkat oleh Pengurus Harian Terbatas.

Pasal 38 Peserta Musyawarah Daerah dan Rapat Tingkat Daerah
(1) Peserta Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa terdiri

(2)

(3)

(4)

(5)

atas: Dewan Pimpinan Pusat, Majelis Partai Daerah, Dewan Pimpinan Daerah, Dewan Kehormatan Daerah, Komisi Pengawas Daerah, dan Dewan Pimpinan Cabang. Peserta Rapat Kerja Daerah terdiri atas: Dewan Pimpinan Pusat, Majelis Partai Daerah, Pengurus Pleno Dewan Pimpinan Daerah, Dewan Kehormatan Daerah, dan Dewan Pimpinan Cabang. Peserta Rapat Pengurus Harian Terbatas Dewan Pimpinan Daerah terdiri atas: Ketua, Wakil-wakil Ketua, Sekretaris, Wakil-wakil Sekretaris, Bendahara, Wakil-wakil Bendahara dan Direktur Eksekutif Daerah. Peserta Rapat Pengurus Harian Dewan Pimpinan Daerah terdiri atas: Pengurus Harian Terbatas, Wakil-wakil Direktur Eksekutif Daerah, Ketua dan Sekretaris Bidang, Ketua, Wakil-wakil Ketua, Sekretaris dan Wakil-wakil Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilihan Umum Daerah, Ketua, Wakil-wakil Ketua, Sekretaris dan Wakil-wakil Sekretaris Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Daerah, serta Ketua dan Sekretaris Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Peserta Rapat Pleno Dewan Pimpinan Daerah terdiri atas: Majelis Partai Daerah, Dewan Kehormatan Daerah, Komisi Pengawas Daerah dan Pengurus Pleno Dewan Pimpinan Daerah.
82

DPP PARTAI DEMOKRAT 2010

Pasal 39 Peserta Musyawarah Cabang dan Rapat Tingkat Cabang
(1) Peserta

Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa terdiri atas: Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Daerah, Dewan Pimpinan Cabang, Komisi Pengawas Cabang, dan Dewan Pimpinan Anak Cabang. (2) Peserta Rapat Kerja Cabang terdiri atas: Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Daerah, Dewan Pimpinan Cabang, Komisi Pengawas Cabang, UnitUnit, Bagian-Bagian, Ketua, Wakil-wakil Ketua, Sekretaris dan Wakil-wakil Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilu Cabang, Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota, Koordinator Cabang, dan Dewan Pimpinan Anak Cabang, (3) Peserta Rapat Pleno Cabang terdiri atas: Dewan Pimpinan Cabang, Komisi Pengawas Cabang, Ketua dan Sekretaris Unit, Ketua dan Sekretaris Bagian, Ketua, Wakil-wakil Ketua, Sekretaris dan Wakil-wakil Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilu Cabang, Ketua dan Sekretaris Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/ Kota, Pengurus-pengurus lainya yang diangkat oleh Pengurus Harian Cabang, Ketua dan Sekretaris Koordinator Cabang. (4) Peserta Rapat Harian Dewan Pimpinan Cabang terdiri atas: Dewan Pimpinan Cabang, Komisi Pengawas Cabang, Ketua dan Sekretaris Unit, Ketua dan Sekretaris Bagian Ketua, Wakil-wakil Ketua, Sekretaris dan Wakil-wakil Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilu Cabang serta Ketua dan Sekretaris Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota.

Pasal 40 Peserta Musyawarah Anak Cabang dan Rapat Tingkat Anak Cabang
(1) Peserta Musyawarah Anak Cabang atau Musyawarah Anak Cabang Luar Biasa

terdiri atas: Dewan Pimpinan Daerah, Dewan Pimpinan Cabang, Dewan Pimpinan Anak Cabang,dan Dewan Pimpinan Ranting. (2) Peserta Rapat Kerja Anak Cabang terdiri atas: Dewan Pimpinan Daerah, Dewan Pimpinan Cabang, Dewan Pimpinan Anak Cabang, dan Dewan Pimpinan Ranting. (3) Peserta Rapat Pleno Dewan Pimpinan Anak Cabang terdiri Dewan Pimpinan Anak Cabang dan pengurus lainnya yang diangkat oleh Pengurus Harian Anak Cabang. (4) Peserta Rapat Harian Dewan Pimpinan Anak Cabang adalah Dewan Pimpinan Anak Cabang.

83

DPP PARTAI DEMOKRAT 2010

Pasal 41 Peserta Musyawarah Ranting dan Rapat Tingkat Ranting
(1) Peserta

Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa terdiri atas: Dewan Pimpinan Cabang, Dewan Pimpinan Anak Cabang, serta Dewan Pimpinan Rantingdan Pimpinan Anak Ranting. (2) Peserta Rapat Pleno Dewan Pimpinan Ranting terdiri Dewan Pimpinan Ranting dan Pengurus-pengurus lainnya yang diangkat oleh Pengurus Harian Ranting. (3) Peserta Rapat Harian Dewan Pimpinan Ranting terdiri dari Dewan Pimpinan Ranting. Pasal 42 Peserta Rapat Pimpinan Anak Ranting Peserta Rapat Pimpinan Anak Ranting terdiri Pimpinan Anak Ranting.

Pasal 43 Hak Suara (1) Hak Suara dalam Kongres dan Kongres Luar Biasa adalah sebagai berikut: a. Dewan Pembina: 5 ( lima ) Hak Suara b. Dewan Pimpinan Pusat: 3 (tiga) Hak Suara c. Dewan Pimpinan Daerah: 2 (dua) Hak Suara d. Dewan Pimpinan Cabang: 1 (satu) Hak Suara e. Dewan Perwakilan Luar Negeri: 1 (satu) Hak Suara f. Organisasi Sayap: 1 (satu) Hak Suara g. Hak Suara sebagaimana disebutkan pada ayat 1 huruf e dan ayat 1 huruf f ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat. (2) Hak Suara Dalam Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa adalah sebagai berikut: a. Dewan Pimpinan Pusat: 1 (satu) Hak Suara b. Dewan Pimpinan Daerah: 1 (satu) Hak Suara. c. Dewan Pimpinan Cabang: 1 (satu) Hak Suara. d. Organisasi Sayap di daerah: 1 (satu) Hak Suara e. Hak Suara sebagaimana disebutkan pada ayat 2 huruf d ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat berdasarkan rekomendasi Dewan Pimpinan Daerah. (3) Hak Suara Dalam Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa adalah sebagai berikut: a. Dewan Pimpinan Pusat: 1 (satu) Hak Suara
84

DPP PARTAI DEMOKRAT 2010

b. Dewan Pimpinan Daerah: 1 (satu) Hak Suara. c. Dewan Pimpinan Cabang: 1 (satu) Hak Suara. d. Dewan Pimpinan Anak Cabang: 1 (satu) Hak Suara. e. Organisasi Sayap di tingkat cabang: 1 (satu) Hak Suara f. Hak Suara sebagaimana disebutkan pada ayat (3) huruf e ditetapkan oleh

Dewan Pimpinan Pusat berdasarkan rekomendasi Dewan Pimpinan Cabang melalui Dewan Pimpinan Daerah. (4) Hak Suara dalam Musyawarah Anak Cabang dan Musyawarah Anak Cabang Luar Biasa adalah sebagai berikut: a. Dewan Pimpinan Daerah: 1 (satu) Hak Suara. b. Dewan Pimpinan Cabang: 1 (satu) Hak Suara. c. Dewan Pimpinan Anak Cabang: 1 (satu) Hak Suara. d. Dewan Pimpinan Ranting: 1 (satu) Hak Suara. (5) Hak Suara dalam Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa adalah sebagai berikut : a. Dewan Pimpinan Cabang: 1 (satu) Hak Suara. b. Dewan Pimpinan Anak Cabang: 1 (satu) Hak Suara. c. Dewan Pimpinan Ranting: 1 (satu) Hak Suara. d. Pimpinan Anak Ranting: 1 (satu) Hak Suara. (6) Rapat-rapat di setiap tingkatan kepengurusan, masing-masing peserta rapat mempunyai 1 (satu) Hak Suara.

Pasal 44 Pengambilan Keputusan
(1) Keputusan-keputusan

kongres, kongres luar biasa, musyawarah daerah, musyawarah daerah luar biasa, musyawarah cabang, musyawarah cabang luar biasa, musyawarah anak cabang, musyawarah anak cabang luar biasa, musyawarah ranting, musyawarah ranting luar biasa dinyatakan sah apabila disetujui oleh lebih dari ½ (satu per dua) jumlah peserta yang hadir. (2) Keputusan rapat-rapat di setiap tingkatan kepengurusan dinyatakan sah apabila disetujui oleh lebih dari ½ (satu per dua) jumlah peserta yang hadir.

85

sc Sekretaris Jenderal 86 . Jakarta. (2) Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak ditetapkan. 2 Juni 2010 Mengetahui/Menyetujui DEWAN PIMPINAN PUSAT PARTAI DEMOKRAT Anas Urbaningrum Ketua Umum Edhie Baskoro Yudhoyono. M.DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 Pasal 45 Acara dan Tata Tertib Kongres Acara dan Tata Tertib Kongres ditetapkan dalam Kongres BAB IX PENUTUP Pasal 46 Penutup (1) Hal hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini diatur lebih lanjut melalui Peraturan Organisasi oleh Dewan Pimpinan Pusat.

DPP PARTAI DEMOKRAT 2010 87 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful