Anda di halaman 1dari 9

BsoD (Blue Screen of Death)

Bagi anda yang masih setia menggunakan Windows XP mungkin


pernah menghadapi masalah dengan blue screen, tapi bagi yang
belum ada baiknya anda bersiap-siap saja jika suatu saat
komputernya mengalami blue screen. Nah, berikut akan kita ulas
tentang seluk-beluk blue screen dan penanganannya. Dalam artikel
ini terdapat daftar yang mendeskripsikan pesan-pesan blue screen
yang akan membantu anda memahami dan menginterpretasikan
pesan-pesan tersebut.

Daftar ini tidak menyeluruh dan tidak ditujukan untuk menyelesaikan setiap
error/ kerusakan yang terjadi. Daftar ini hanyalah panduan untuk masing-
masing pesan dan kemungkinan penyebab serta solusinya. Dengan
memahami dasar dari pesan-pesan error juga akan memudahkan Anda untuk
berkomunikasi dengan technical support.

Sebelumnya kita bahas dulu apa itu blue screen. Ketika Windows
XP mendeteksi sebuah masalah yang tidak dapat diperbaiki,
Windows XP akan menampilkan STOP Message (Pesan STOP).
Message ini adalah pesan kerusakan dalam bentuk teks yang
memberikan informasi mengenai kondisi yang terjadi.

STOP Message terkadang merujuk kepada BsoD (Blue Screen of


Death) yang mengandung informasi spesifik yang dapat membantu
Anda mendiagnosa dan memungkinkan Anda memperbaiki masalah
yang terdeteksi oleh kernel Windows.

Berikut daftar Blue Screen dan solusinya :

Ketika Windows XP mendeteksi sebuah masalah yang tidak dapat


diperbaiki, Windows XP akan menampilkan STOP Message (Pesan
STOP). Message ini adalah pesan kerusakan dalam bentuk teks yang
memberikan informasi mengenai kondisi yang terjadi.

STOP Message terkadang merujuk kepada BsoD (Blue Screen of


Death) yang mengandung informasi spesifik yang dapat membantu
Anda mendiagnosa dan memungkinkan Anda memperbaiki masalah
yang terdeteksi oleh kernel Windows.

1. Stop 0×0000000A or IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL

Pesan Stop 0×0000000A mengindikasikan bahwa proses kernel-


mode atau driver mencoba mengakses lokasi di memori namun
tidak mempunyai permission (ijin), atau pada kernel IRQL (interrupt
request level) yang terlalu tinggi. Proses kernel-mode hanya bisa
mengakses proses-proses lain yang mempunyai IRQL kurang dari
atau sama dengan miliknya sendiri.
Pesan Stop ini umumnya terjadi karena kesalahan atau tidak
kompatibelnya (tidak cocok) hardware dan software. Bisa juga
terjadi karena setting BIOS yang kurang tepat.

Solusi yang mungkin :

• Pesan Stop 0×0000000A kemungkinan muncul setelah


menginstall driver, system service, ataupun firmware yang
salah. Jika pesan Stop memberikan daftar nama driver,
disable, hapus, atau roll back (mengembalikan driver ke versi
yang bekerja dengan baik) driver yang salah tersebut. Jika
men-disable atau menghapus driver menyelesaikan masalah,
hubungi manufaktur device (hardware) yang bermasalah
untuk kemungkinan update driver yang tersedia.

• Pesan Stop ini juga mungkin terjadi karena hardware yang


rusak atau bermasalah. Jika pesan Stop menunjukkan sebuah
kategori device tertentu (video atau disk adapter, contohnya),
coba lepas atau ganti hardware tersebut untuk menentukan
apakah benar hardware tersebut sumber masalahnya.

• Jika Anda mengalami pesan Stop ini ketika meng-update


Windows XP menjadi sp1, 2, ataupun 3, kemungkinan
permasalahan terjadi akibat driver yang tidak kompatibel,
system service, scanner virus, atau backup. Untuk mencegah
hal ini, sebelum melakukan update Windows, konfigurasi
hardware Anda menjadi seminim mungkin fiturnya, dan hapus
semua driver third-party (tambahan) dan sistem servis
(termasuk antivirus). Setelah update Windows selesai,
hubungi manufaktur hardware Anda untuk mendapatkan
update yang kompatibel dengan versi service pack (sp)
Windows XP Anda.

• Jika Anda tidak yakin dengan ketiga pesan di atas, cobalah


mereset setting-an BIOS Anda menjadi seperti semula.

2. Stop 0×0000001E or KMODE_EXCEPTION_NOT_HANDLED

Pesan Stop 0×0000001E mengindikasikan bahwa kernel Windows


XP mendeteksi sebuah instruksi prosesor ilegal atau yang tidak
diketahui. Penyebab pesan Stop ini 0×0000001E mirip dengan
penyebab pesan Stop 0×0000000A, yaitu karena pelanggaran akses
dan memori yang tidak valid. Biasanya error-handler (pengendali
error) default dari Windows XP akan mengatasi masalah ini jika
tidak terdapat error-handling routines didalam kode instruksi yang
dijalankan.

Solusi yang mungkin :


• Pesan Stop 0×0000001E umumnya terjadi setelah meng-
install driver yang rusak atau system service, atau mungkin
juga ada masalah pada hardware (seperti memori dan konflik
IRQ). Jika pesan Stop memberikan daftar nama driver,
disable, hapus, atau roll back (mengembalikan driver ke versi
yang bekerja dengan baik) driver yang salah tersebut. Jika
men-disable atau menghapus driver menyelesaikan masalah,
hubungi manufaktur device (hardware) yang bermasalah
untuk kemungkinan update driver yang tersedia.

• Jika pesan Stop mencantumkan file Win32k.sys, sumber


kerusakan kemungkinan adalah program “remote-control”
third-party. Jika program sejenis itu terinstall, Anda mungkin
bisa me-disable-nya melalui safe mode. Jika tidak, gunakan
Recovery Console untuk secara manual menghapus file
system service yang menyebabkan masalahnya.

• Permasalahan juga dapat disebabkan karena firmware yang


tidak kompatibel. Kebanyakan masalah ACPI (Advanced
Configuration and Power Interface) dapat diperbaiki dengan
mengupdate firmware dengan yang terbaru.

• Kemungkinan lain karena ruang disk yang tidak mencukupi


ketika menginstall aplikasi atau menjalankan fungsi tertentu
yang membutuhkan memori lebih. Anda bisa menghapus file-
file yang tidak dibutuhkan untuk mendapatkan ruang disk.
Gunakan Disk Cleanup untuk menambah ruang disk. Melalui
Recovery Console, hapus file temporari (file dengan
ekstensi .tmp), file-file cache Internet, file backup aplikasi,
dan file .tmp yang dihasilkan oleh Chkdsk.exe atau
Autochk.exe. Anda juga bisa memilih untuk menginstall
aplikasi di harddisk yang lain yang memiliki ruang lebih atau
bisa juga memindahkan data dari harddisk yang penuh ke
harddisk yang memiliki ruang lebih.

• Pesan Stop ini juga mungkin disebabkan oleh kebocoran


memori (memory leak) dari aplikasi atau servis yang tidak
me-release memori dengan benar. Poolmon (Poolmon.exe)
membantu Anda mengisolasi komponen yang menyebabkan
kebocoran memori kernel. Untuk informasi lebih lanjut
mengenai penanganan kebocoran memori lihat Microsoft
Knowledgebase artikel Q177415
(http://support.microsoft.com/kb/177415) : “How to Use
Poolmon to Troubleshoot Kernel Memory Leaks” dan Q298102
(http://support.microsoft.com/kb/298102) : “Finding Pool Tags
Used by Third Party Files Without Using the Debugger”.

3. Stop 0×00000024 or NTFS_FILE_SYSTEM


Pesan Stop 0×00000024 menunjukkan bahwa ada masalah
didalam Ntfs.sys (file driver yang memungkinkan sistem untuk
membaca dan menulis ke NTFS file system drives). Pesan Stop yang
mirip, 0×00000023, menunjukkan ada masalah pada sistem file
FAT16 atau FAT32 (File Allocation Table).

Solusi yang mungkin :

• SCSI yang malfungsi dan hardware ATA (Advanced


Technology Attachment) atau driver dapat juga
mempengaruhi kemampuan sistem untuk membaca dan
menulis ke dalam disk dan menyebabkan error. Jika
menggunakan harddisk SCSI, cek kabel dan masalah
perhentian (termination problem) antara kontroler SCSI dan
disk. Cek secara berkala Event Viewer untuk pesan error yang
berhubungan dengan SCSI atau FASTFAT di dalam System Log
atau Autochk di Application Log (Klik kanan pada My
Computer, pilih Manage, pada bagian Computer Management
– System Tools pilih Event Viewer).

• Cek tool yang biasa Anda gunakan untuk memonitor sistem


Anda secara terus menerus (seperti antivirus, program
backup, atau program disk defragmenter) apakah sudah
kompatibel dengan Windows XP Anda. Beberapa disk atau
adapter ada yang dipaketkan dengan software diagnosa yang
bisa Anda gunakan untuk melakukan test hardware.

Cara untuk melakukan test harddisk atau integritas volume :

Metode 1:

1. Buka command prompt (Start – Run – ketikkan cmd)

2. Jalankan tool Chkdsk, yang akan mendeteksi dan mencoba


untuk me-resolve struktur sistem file yang corrupt, dengan
mengetikkan pada command prompt : chkdsk drive: /f

Metode 2:

1. Klik ganda My Computer dan pilih harddisk yang ingin


dicek.

2. Pada menu File, pilih Properties.

3. Pilih tab Tools.

4. Pada bagian box Error-checking, klik Check Now.

5. Pada Check disk options, centang Scan for and attempt


recovery of bad sectors. Opsi Automatically fix file system
errors dapat juga dicentang.
Jika volume yang Anda pilih sedang digunakan, sebuah pesan akan
muncul dan menanyakan apakah akan menunda disk error checking
sampai Anda me-restart komputer. Setelah restart, disk error
checking akan berjalan dan volume yang sedang dicek tidak akan
dapat digunakan selama proses berlangsung. Jika Anda tidak bisa
me-restart komputer karena error, gunakan safe mode atau
Recovery Console.

Jika Anda tidak menggunakan sistem file NTFS, dan partisi sistem
diformat dengan sistem file FAT16 ataupun FAT32 (File Allocation
Table), informasi LFN (Long File Name) dapat hilang jika tool
harddisk dijalankan melalui command prompt MS-DOS. Command
prompt yang muncul ketika menggunakan startup floppy disk atau
ketika menggunakan pilihan command prompt dalam sistem
multiple boot yang menggunakan partisi FAT16 atau FAT32 dengan
Microsoft Windows 95 OEM Service Release 2 (OSR2), Microsoft
Windows 98, atau Microsoft Windows Millenium Edition (Me) yang
terinstall. Jangan gunakan tool sistem operasi lain untuk partisi
Windows XP.

• Memori nonpaged pool mungkin terkuras yang dapat


menyebabkan sistem untuk berhenti. Anda bisa
menyelesaikan masalah ini dengan menambah RAM, yang
akan meningkatkan kuantitas dari memori nonpaged pool
yang tersedia untuk kernel.

4. Stop 0×0000002E or DATA_BUS_ERROR

Pesan Stop 0×0000002E ini mengindikasikan bahwa paritas memori


sistem rusak. Penyebab kerusakan biasanya RAM, motherboard,
Level 2 cache, atau memori video yang rusak, memori yang tidak
kompatibel, atau ketika sebuah driver mencoba mengakses sebuah
alamat direntang 0×8xxxxxxx yang tidak ada (tidak menunjuk ke
alamat fisik). Pesan ini juga menunjukkan kerusakan harddisk
karena virus atau sebab lainnya.

Solusi yang mungkin :

• Pesan Stop ini biasanya terjadi akibat RAM, motherboard,


Level 2 cache, atau memori video yang rusak. Jika sebelum
munculnya pesan ini Anda memasang hardware baru,
lepaskan untuk memastikan apakah hardware tersebut
penyebabnya. Jalankan juga software diagnosa yang diberikan
oleh manufaktur sistem Anda untuk memastikan jika ada
komponen yang rusak.

• Pesan ini dapat juga terjadi setelah menginstall driver yang


salah atau system services. Jika sebuah nama file disebutkan,
cobalah men-disable, menghapus, atau roll back drivernya.
Disable servis atau aplikasi dan pastikan hal ini
menyelesaikan masalah. Jangan lupa untuk menghubungi
manufaktur hardware tentang update driver yang tersedia.

• Harddisk yang corrupt dapat juga menyebabkan pesan Stop


ini.

• Selain itu, penyebab lain adalah komponen motherboard


yang retak, tergores, atau cacat.

5. Stop 0×0000003F or NO_MORE_SYSTEM_PTES

Pesan Stop 0×0000003F mengindikasikan bahwa ada satu atau


lebih kerusakan di bawah ini :

• Sistem Page Table Entries (PTEs) terkurangi atau terpecah/


terfragmen karena sistem menjalankan banyak aksi input dan
output.

• Driver device yang salah tidak me-manage memori dengan


benar.
- Sebuah aplikasi, seperti program backup, tidak
mengalokasikan dengan benar sejumlah besar memori kernel.

Solusi yang mungkin :

• Pesan Stop 0×0000003F dapat terjadi setelah menginstall


driver yang salah atau system services. Jika sebuah nama file
disebutkan, cobalah men-disable, menghapus, atau roll back
drivernya. Disable servis atau aplikasi dan pastikan hal ini
menyelesaikan masalah. Jangan lupa untuk menghubungi
manufaktur hardware tentang update driver yang tersedia.

• Sistem belum tentu kehabisan PTEs, tetapi blok memori


yang berdekatan tidak dapat mencukupi kebutuhan driver
atau aplikasi. Cek update driver yang mungkin tersedia dan
baca dokumentasi untuk hardware serta aplikasi untuk
kebutuhan minimum (minimum system requirement).

• Penyebab lain adalah kebutuhan yang berlebihan untuk


sistem PTE oleh aplikasi. Kondisi ini sering terjadi pada
komputer server. Windows XP Professional menyediakan entri
registry, SystemPages, yang dapat Anda gunakan untuk
menambah jumlah alokasi PTEs.
Peringatan: jangan melakukan perubahan pada registry
kecuali Anda tidak punya pilihan lain karena hal ini mem-
bypass keamanan standar yang dapat merusak sistem Anda,
bahkan Anda mungkin terpaksa meng-install ulang Windows.
Jika Anda benar-benar harus meng-edit registry, backup-lah
registry Anda terlebih dahulu.
Cara untuk menambah jumlah alokasi PTEs melalui registry:

1. Pilih Start – Run – ketikkan : regedit

2. Dalam registry editor, navigasikan :


HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM \ CurrentControlSet \
Control \ Session Manager \ Memory Management

3. Klik ganda pada PagedPoolSize dan SystemPages untuk


melihat nilai masing-masing entri.

4. Jika nilai PagedPoolSize tidak 0 (nol), isikan dengan 0 (nol).

5. Jika SystemPages tidak 0 (nol), isikan 40000 untuk sistem


dengan memori 128 MB (atau kurang). Untuk sistem dengan
memori antara 128 sampai 256 MB, isikan 110000.
Sedangkan untuk sistem dengan memori di atas 256 MB,
jangan isikan nilai di atas 110000 tanpa berkonsultasi dengan
technical support dari Microsoft.

6. Klik Ok, dan tutup editor registri, lalu restart komputer


Anda.

6. Stop 0×00000050 or PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA

Pesan Stop 0×00000050 ini menunjukkan bahwa area yang diminta


tidak ada dalam memori. Sistem akan membuat (generates) sebuah
exception error ketika mereferensi kepada memori sistem yang
tidak valid. Memori yang rusak (memori utama, L2 cache, RAM
Video) atau software yang tidak kompatibel (software remote
control atau antivirus) dapat menyebabkan pesan kerusakan ini.

Solusi yang mungkin:

• Jika Anda memasang hardware baru sebelum terjadi error,


lepas dan gantilah dengan hardware baru untuk menentukan
apakah hardware tersebut yang menyebabkan kerusakan ini.
Anda juga dapat menjalankan software diagnosa yang disuplai
oleh manufaktur hardware Anda untuk mengecek apakah
hardware Anda rusak atau tidak.

• Pesan Stop 0×00000050 dapat terjadi setelah menginstall


driver yang salah atau system services. Jika sebuah nama file
disebutkan, cobalah men-disable, menghapus, atau roll back
drivernya. Disable servis atau aplikasi dan pastikan hal ini
menyelesaikan masalah. Jangan lupa untuk menghubungi
manufaktur hardware tentang update driver yang tersedia.
Jika driver baru tidak tersedia, coba gunakan driver dari alat
yang mirip. Misalnya, printer Model 1100C menyebabkan
pesan Stop 0×00000050, gunakan driver printer untuk Model
1100A atau Model 1000.
7. Stop 0×00000077 or KERNEL_STACK_INPAGE_ERROR

Pesan Stop 0×00000077 ini mengindikasikan bahwa sebuah page


data kernel yang diminta dari file paging (virtual memori) tidak
dapat ditemukan atau tidak dapat dibaca di memori. Pesan Stop ini
juga menunjukkan kerusakan hardware disk, data disk yang corrupt,
atau kemungkinan infeksi virus.

Solusi yang mungkin:

• Pesan Stop 0×00000077 dapat disebabkan oleh bad sector


di paging file dari memori virtual atau kerusakan disk
controller. Dalam kasus yang sangat langka, resource
nonpaged pool yang terkurangi dapat menyebabkan error ini.
Jika parameter pertama dan ketiga adalah 0 (nol), signature
stack di stack kernel hilang, yang biasanya disebabkan oleh
hardware yang rusak. Jika status I/O adalah 0xC0000185 dan
file paging ada pada disk SCSI, coba cek kabel-kabelnya. Kode
status I/O 0xC000009C atau 0xC000016A mengindikasikan
bahwa data yang diminta tidak dapat ditemukan. Anda bisa
mencoba memperbaiki hal ini dengan me-restart komputer.
Jika masalah dengan integritas disk tetap muncul, Autchk,
program yang akan menandai bad disk sector sebagai bagian
rusak sehingga tidak akan digunakan kemudian, akan berjalan
otomatis. Jika Autochk gagal untuk berjalan, Anda bisa
melakukan cek integritas disk secara manual dengan
mengikuti instruksi untuk menjalankan Chkdsk yang telah
dijelaskan sebelumnya pada bagian “Stop 0×00000024 atau
NTFS_FILE_SYSTEM”.

• Penyebab lain dari Pesan Stop 0×00000077 adalah


hardware memori yang rusak atau malfungsi (misal, modul
memori, L2 cache, RAM video). Jika Anda memasang hardware
baru sebelum terjadi error, lepas dan gantilah dengan
hardware baru untuk menentukan apakah hardware tersebut
yang menyebabkan kerusakan ini. Anda juga dapat
menjalankan software diagnosa yang disuplai oleh manufaktur
hardware Anda untuk mengecek apakah hardware Anda rusak
atau tidak.

• Selain itu, penyebab lain adalah komponen motherboard


yang retak, tergores, atau cacat. Jika semua solusi tadi tidak
ada yang berhasil, bawalah motherboard Anda ke bengkel
komputer untuk diperiksa lebih lanjut.

• Penyebab yang dapat menyebabkan pesan Stop


0×00000077 juga dapat menyebabkan pesan Stop
0×0000007A. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pesan
Stop 0×0000007A, dapat dibaca pada bagian 3 artikel ini
dengan judul “Stop 0×0000007A or
KERNEL_DATA_INPAGE_ERROR”.

8. Stop 0×00000079 or MISMATCHED_HAL

Pesan Stop 0×00000079 ini menunjukkan bahwa HAL (Hardware


Abstraction Layer) dan tipe kernel komputer tidak cocok. Error ini
sering terjadi ketika setting firmware ACPI dirubah. Contohnya, Anda
mungkin meng-install Windows XP di komputer X86-based dengan
opsi enable pada ACPI firmware di-enable-kan dan kemudian Anda
disable-kan. Error ini dapat juga terjadi ketika file konfigurasi yang
tidak cocok antara single dan multi-processor di-copy-kan ke sistem.

Solusi yang mungkin:

• Pesan Stop 0×00000079 muncul ketika sistem


menggunakan file Ntoskrnl.exe atau Hal.dll yang sudah out-of-
date (kadaluarsa). Hal ini dapat terjadi setelah perbaikan
manual dengan meng-copy-kan file yang tidak tepat ke
sistem. Error ini dapat juga terjadi ketika menggunakan file
yang tidak cocok, seperti meng-copy multi-processor HAL ke
dalam sistem yang menggunakan kernel single-processor
(atau sebaliknya). Kernel dan file HAL untuk sistem single-
processor dan multi-processor disimpan di dalam CD Windows
XP Professional dengan menggunakan dua nama yang
berbeda. Sebagai contoh, single-processor dan multi-
processor masing-masing memiliki file Ntoskrnl.exe dan
Ntkrnlmp.exe.

• Jika Anda mengalami pesan Stop 0×00000079 setelah


mengganti setting firmware, restore-lah setting asli Windows
XP Professional.

Karena sistem yang menggunakan ACPI HAL mengabaikan


penugasan IRQ yang berada di firmware, maka Anda hanya bisa
mengubah setting IRQ secara manual untuk sistem non-ACPI
(Standard PC HAL). Beberapa sistem X86-based menyediakan opsi
untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fungsi ACPI. Untuk meng-
enable dan men-disable ACPI, Anda harus mengubah setting
firmware dan meng-install ulang Windows XP-nya karena perlu
perubahan registry dan file sistem yang sangat banyak, Anda
diharuskan melakukan Setup lagi (installasi dengan jalan upgrade
tidak akan berhasil).

Jika semua solusi tadi tidak ada yang berhasil, bawalah


motherboard Anda ke bengkel komputer untuk diperiksa lebih
lanjut.