Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hasil pertanian khususnya pangan sangat dibutuhkan manusia untuk


kebutuhan hidupnya. Secara umum hasil pertanian tersebut dikelompokkan ke
dalam kelompok besar yang biasanya didasarkan atas kesamaan sifat dan
kegunaan seperti kelompok bahan nabati dan kelompok bahan hewani. Bahan
nabati merupakan bahan yang diperoleh dan berasal dari tumbuhan misalnya padi,
jagung, buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, sedangkan bahan hewani
diperoleh dari hewan atau yang diproduksi oleh hewan tersebut misalnya, daging,
telur, susu dan ikan.
Trend perkembangan bidang pangan maju sangat pesat. Saat ini sudah
banyak dijumpai bahan pangan yang di kenal sebagai pangan fungsional. Bahan
pangan prebiotik, probiotik, simbiotik, dan bahan pangan hasil rekayasa genetic
(genelically modified food). Jenis-jenis pangan tersebut mempunyai karakteristik
tertentu dan mempunyai kegunaan tertentu pula. Regulasi terhadap bahan-bahan
pangan tersebut pun diatur untuk menjamin keamanan pangan bagi konsumen.
Berbagai jenis hasil pertanian pengan mempunyai karakteristik yang sangat
beragam. Dengan mengetahui karakteristik bahan pangan, diharapkan proses
penanganan dan pengolahan lebih lanjut, lebih tepat dan sesuai.

B. Tujuan
Untuk mengetahui proses pembuatan koktaiil dengan tujuan mengawetkan buah
agar tahan lama.
BAB II
TEORI DASAR

Indonesia merupakan Negara tropis yang dianugerahkan oleh Allah SWT,


bermacam-macam jenis buah-buahan seperti mangga, nanas, pisang, durian, salak, dan
lain sebagainya. Buah-buahan sangat penting sebagai sumber vitamin dan serat kasar.
Vitamin sangat dibutuhkan bagi kesehatan tubuh. Demikian juga serat kasar yang sangat
bermanfaat untuk melancarkan pencernaan.
Buah secara umum adalah bagian dari tanaman yang merupakantempat biji. Buah
juga dapat diartikan sebagai bagian tanaman yang merupakan hasil perkawinan putik
dengan benang sari. Dalam komsumsi sehari-hari, buah sering diartikan sebagai “pencuci
mulut” (desert), mengingat kebiasaan masyarakat mengkonsumsi buah setelah makan.
Sering kali terdapat kerancuan dalam mengklasifikasikan antara buah dan sayuran
yang secara fisik berbentuk seperti buah misalnya tomat, ketimun, gambus, labu, terong,
cabe, nengka muda, dan keluwih. Secara prinsip keduanya termasuk tanaman
hortikultura. Perbedaan yang jelas antara tanaman buah-buahan dan tanaman sayuran
terletak pada umur tanamannya. Tanaman buah-buahan pada umumnya mempunyai umur
yang relative panjang bila dibandingkan dengan umur tanaman sayuran.
Untuk tujuan pengolahan, misalnya untuk manisan dibutuhkan karakteristik buah
yang berbeda. Manisan buah membutuhkan buah mentah sampai mengkal. Contohnya,
buah mangga yang sudah masak tidak cocok untuk jenis pengolahan ini. Sebaliknya
untuk sari buah dibutuhkan mangga dengan kematangan penuh sehingga menghasilkan
aroma dan cipta rasa yang optimal.
Buah dengan segala jenisnya tersebut menambah khasanah kekayaan buah-
buahan di Indonesia. Saat ini juga bermunculan jenis-jenis buah yang sebelumnya sulit
dijumpai di Negara kita, misalnya buah naga.
Beberapa jenis tanaman buah-buahan dapat menghasilkan buah sepanjang tahun
walaupun pada waktu masa berbuah ada banyakk dan masa berbuah sediktik. Jenis
tanaman tersebut digolongkan sebagai tanaman tidak musiman, contohnya pisang, nenas,
papaya jambu air,jambu biji, markisa dan sebagainya.
Komponen buah buahan sangat penting dalam menyumbangkan gizi pada menu
makanan kita terutama adalah vitamin. Vitamin yang terkandung dalam berbagai jenis
buah-buahan juga mengandung komponen gizi lainnyaseperti protein, lemak, karbohidrat
dan air. Secara umum kandungan proteindan lemak pada buah-buahan relative rendah,
kecuali buah-buahan tertentu misalnya alvokad yang mempunyai kadar lemak cukup
tinggi sedangkan kandungan airnya cukup tinggi sehingga komponen air ini yang
terutama memberikan efek segar saat dikonsumsi.
Komposisi berbagai jenis gizi tersebut untuk setiap macam buah-buahan berbeda-
beda dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu, perbedaan varietas, keadaan iklim tempet
tumbuh, pemeliharaan tanaman, cara pemanenan, tinkat kematangan waktun panen,
kondisi selama pemeraman, serta kondisi penyimpanan.

• Manisan Buah
Manisan buah adalah produk buah-buahan yang diolah dengan menambahkan
gula dalam konsentrasi tinggi sehingga dapat mengawetkan buah-buahan tersebut.
Manisan buah ada dua jenis yaitu, manisan buah basah dan manisan buah kering.
Manisan buah basah adalah manisan buah yang masih mengandung air gula,
sedangkan manisan buah kering adalah manisan yang tidak mengandung air gula lagi.
Manisan buah termasuk jenis makanan yang awet karena larutan gula pekat memiliki
tekanan osmotic tinggi. Konsentrasi gula yang dibutuhkan untuk mencegah
pertumbuhan miikroorganisme bervarian, tergantung dari jenis jasad retnik dan
kandungan zat-zat yang terdapat dalam makanan. Pada umumnya larutan gula 70%
akan menghentikan pertumbuhan seluruh jasad retnik dalam makanan. Daya awet
manisan buah kering lebih lama dibandingkan manisan buah basah karena manisan
buah yang kering lebih rendah kadar airnya dan lebih tinggi kandungan gulanya.
Buah yang dibuat untuk manisan sebaiknya yang masih muda atau mengkal
karena tidak banyak mengandung gula sehingga akan menghasilkan manisan yang
baik kecuali untuk buah salak dan buah atap untuk kedua jenis buah ini lebih baik
dalam keadaan matang.
BAB III
METODE PERCOBAAN

A. Alat dan Bahan


- Alat :
1. Pisau
2. Talenan
3. Baskom/wadah plastic
4. wadah peniris
5. Panci
6. Kompor
7. Panci pemeraman
8. Kain kasa
9. Pembalut buah

- Bahan :
1. Labu siam
2. Pepaya
3. Nangka
4. Kolang-kaling
5. Air
6. Gula pasir
7. Asam sitrat
8. Nenas

B. Cara kerja

1. Menyediakan semua alat dan bahan yang akan digunakan


2. Mengupas kulit dari buah-buahan, dan memisahkannya dari
bijinya
3. memotong atau membentuk buah-buahan yang telah dikupas
menjadi potong-potongan/bentuk yang menarik
4. Setelah itu buah-buahan yang telah dibentuk dicuci sampai
bersih dan ditiriskan pada tempat yang berbeda-beda (setiap buah
dipisahkan)
5. Merebus air sampai mendidih, kemudian setiap buah diblansir ±
8 menit menggunakan kain kasa
6. Setelah itu buah-buahan yang telah diblansir distukan dalam
panic (buah dalam keadaan panas) kemudian ditutup.
7. Pada saat diblansir, buah yang pertama kali diblansir adalah buah
yang tidak berwarna mulai dari kolang kaling, nenas, papaya, labu siam,
dan yang terakhir nangka.
8. Setelah semua buah diblansir, membuat larutan gula 50% dengan
menambahkan asam sitrat dengan tujuan untuk membersihkan gula.
9. Larutan gula yang telah jadi, dituang kedalam panci, tempat
penyatuan semua buah yang telah diblansir, lalu diaduk sampai rata,
10. Setelah itu panci ditutup rapat-rapat dan diperam (didiamkan) ±3
hari

C. Diagram aliran pembuatan cocktail

Buah

Dikupas kulitnya

Dibentuk/dipotong Larutan gula 50%

Dicuci bersih

Diblansir

Buah disatukan

Pemeraman ±3 hari

Cocktail
D. Pembahasan

Dalam proses pembuatan cocktail, buah terlebih dahulu diblansir.


Tujuan blansir yaitu:
a. Untuk melunakkan buah
b. Untuk menghilangkan getah pada buah
c. Untuk memunculkan warna asli buah
Apabila penambahan larutan gula 50% belum memberikan rasa manis pada buah
maka ditambahkan lagi larutan gula 40% .
Tujuan pemeraman dalam proses pembuatan cocktail yaitu agar buah-buahan
menyerap gula sehingga akan terasa manis.
Cocktail yang telah jadi (setelah melalui pemeraman ±3 hari) memiliki rasa yang
sangat manis dan tekstur buah semakin lunak.
BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan

Cockatil merupakan manisan buah yang diolah dengan menambahkan gula


dalam konsentrasi tinggi sehingga dapat mengawetkan buah-buahan tersebut.
Sebelum buah disatukan, terlebih dahulu buah diblansir agar lebih lunak, getahnya
hilang, dan warna aslinya lebih kelihatan.

Saran
- Sebaiknya dalam pembuatan cocktail, harus
menggunakan buah yang masih muda atau mengkal.
- Bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan harus dalam
bersih agar menghasilkan cocktail yang baik (higienis)