P. 1
Analisis Ekonomi Program Kesehatan

Analisis Ekonomi Program Kesehatan

|Views: 799|Likes:
Dipublikasikan oleh Nadya Fathia

More info:

Published by: Nadya Fathia on Nov 27, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

ANALISIS EKONOMI PROGRAM KESEHATAN

KELOMPOK 3 ISDARNIATI LUSI MARTA TILOFA MEGI FARADINA NADYA ELFATHIA NUR ¶AINI

SISTEMATIKA PENYAMPAIAN
A. Pembiayaan Pembangunan di Indonesia. B. Pembiayaan Untuk Program Pengawasan Penyakit Menular Pengalaman di Indonesia. C. Model Epidemiologi dan Analysis Cost Effectiveness Untuk Program Pengobatan Penyakit TBC di Indonesia.

yaitu pemerintah dan swasta. sedangkan sektor swasta lebih mengkhususkan pada perawatan penyembuhan serta memberikan pelayanan yang lebih baik untuk menarik pelanggan.A. Sektor RS pemerintah menyediakan yankes campuran yaitu perawatan dan penyembuhan. . Pembiayaan Pembangunan di Indonesia 1. Sistem Perawatan Kesehatan Ada 2 jenis sektor pelayanan kesehatan.

Lanjutan 2. Sekitar 35% pengeluaran kesehatan sumbernya dari pemerintah. . Pembiayaan dan Pengeluaran Perawatan Kesehatan. Ind Masih kurang dalam pembiayaan kesehatan dibanding dengan Negara berkembang lain yang sama income per kapitanya. sedangkan 65% dari non pemerintah termasuk organisasi swasta dan di luar kantong pengeluaran.

penyembuhan dan rehabilitasi. . Sektor Umum. pencegahan. pemerintah tingkat kabupaten. Kesehatan nasional yang termasuk promosi.Lanjutan 3. Dari anggaran2 Pempus. 4. Secara umum pemerintah bertanggung jawab terhadap pemb. sumber pembiayaan eksternal dan user charges. pemerintah tingkat propinsi. Sumber Dana.

Lanjutan 5. . Ada 2 sumber : 1) Pembayaran langsung melalui perorangan di luar ongkos tarif pelayanan dan pembelian obat2an. Dana Swasta. 2) Dengan perusahaan swasta yang besar dan perusahaan setempat yang menyediakan yankes langsung kpd pegawainya.

Ada 3 sumber utama informasi tentang pengeluaran perawatan kesehatan di Ind.6. survei kesehatan rumah tangga oleh BPStahun1981 dan1984. . Yaitu survei yg didiskusikan paling awal pd thn 1982/1983 dan 1985/1986. dan survei kesehatan rumah tangga thn 1985. Pembayaran Langsung dari Rumah Tangga.

Program yg sama disbt ASABRI dan PKTK. Adalah program pegawai pemerintah yang disebut ASKES. 8. Asuransi Kesehatan. PKTK Organisasi PKTK adalah orgnsasi yg dikembangkan olh Menkes & Menteri Tnga Krja yg menyediakan perawatan kshatan bagi para pekerja di sektor swasta.8jt pegawai negri & keluarganya melalui pemotongan gaji 2% dari daftar gaji. yaitu menyediakan perawatan utk personil militer & kel. yg mana pembayaran perawatan utk 3.7.nya serta utk pegawai di organisasi swasta. .

. Dana Sehat Dana sehat adalah organisasi di tingkat desa utk mengasuransikan anggota masy desa berdasarkan perawatan kshtan primer yg berbasic pd filsafat utk menolong diri sendiri.9.

B. sumbangan pemerintah setempat (propinsi) & kabupaten serta bantuan asing. Pembiayaan pengawasan Penyakit Menular. Hampir seluruh pengeluaran program pengawasan penyakit menular memperoleh sumber dana dari pmrintah pusat. Pembiayaan untuk Program Pengawasan Penyakit Menular Pengalaman di Indonesia. 1. .

2. utk mencapai satu tujuan pembangunan kesehatan nasional yaitu menurunkan infant mortality rate (IMR). . Pembiayaan Program Pengembangan Penyakit Diare (CDD) Tren penurunan anggaran CDD (communicable disease control) dlm 5thn terakhir mengharuskan menyusun prioitasyg lebih baik dlm program CDD.

. termasuk penyakit diare.3. Pengeluaran untuk pembelian antibiotik sekitar 40% dari seluruh anggaran obat-obatan. sedangkan penggunaannya masih tidak rasional. Efisiensi Biaya PengobatanPenyakit Diare Melalui Penggunaan Obat-obatan Secara Rasional Sebagian besar perawatan yg dilakukan dalam menyediakan fasilitas umum masih tidak rasional.

4) Pembelian obat-obatan untuk pusat kesehatan dan RS. Masalah Dalam Pembiayaan Pengawasan Penyakit Diare (CDD) 1) Pendidikan masyarakat. . 3) Training profesi medis dan paramedis. 2) Peran sektor swasta.4.

C. Bentuk Model Epidemiologi Ada 6 kelompok epidemiologi : 1) Kelompok tidak terinfeksi (s1) 2) Kelompok terinfeksi (s2) 3) Kelompok yg telah divaksinasi BCG (s3) 4) Kelompok yg mendapat penyinaran radiologi aktif (s4) 5) Kelompok yg berbasil TBC positif (s5) 6) Kelompok yg sudah sembuh (s6) . MODEL EPIDEMIOLOGI DAN ANALYSIS COST EFFECTIVENESS UNTUK PROGRAM PENGOBATAN PENYAKIT TBC DI INDONESIA 1.

Perkiraan Probabilitas Transisi Di indonesia vaksinasi BCG telah menyebar luas. Pada tahun 1980 statistik TBC yg diperlihatkan adalah menunjukkan bahwa resiko terinfeksi setiap tahun kurang lebih 4%.2. .

3. . Analysis Cost Effectiveness Analysis cost effectiveness adalah berdasarkan pada perbandingan antara biaya moneter program pengawasan khusus dan program yg memiliki keteraturan dalam arti memperkirakan prevented cases.

2) 100% regimen standar course. Hasil Penerapan Model Ada 3 strategi pengobatan TBC : 1) Strategi program pengobatan yg terdiri dari 35% regimen short course & 65% regimen standar course. .4. 3) 100% regimen short course.

Lanjutan Sbg dugaan. . tingkat kemanjuran dari regimen short course lbh tgi dri regimen standar course tapi tgkt kekembuhannya lbh rendah. Strategi short course mempunyai rasio cost effectiveness plg rendah.

. Arahan Kebijaksanaan Studi ini menyimpulkan bahwa aplikasi strategi short course utk program pengobatan TBC adlh dpt dibenarkan.5.

.KESIMPULAN Dari topik yg telah disampaikan diatas dpt ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar anggaran pemerintah dihabiskan untuk pembiayaan program kesehatan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->