Anda di halaman 1dari 11

Substitusi Part

Ninja 150 Pakai Kampas Kopling Scorpio

OTOMOTIFNET - Pernah ngalamin performa Kawasaki Ninja 150 Anda


mengendur? Padahal, servis rutin enggak pernah lewat. Inilah yang dialami Ahmad
Somad warga Kedoya, Jakbar. “Mulai tarikan bawah sampai atas terasa melempem.
Kenapa, nih?” gerutunya.

Karena merasa iba, seorang teman karib langsung menggiring tunggangannya ke


bengkel Scorpio Motor (SM) di daerah Meruya Selatan, Jakbar. Lalu bertemu dan
mendiskusikan dengan Heru, juragan SM tentang masalahnya.

Setelah dicek. Ternyata, kampas koplingnya sudah tipis. “Makanya tarikan rada
nahan. Harga part orisinal punya Ninja untuk satu setnya (6 lembar) seharga Rp 285
ribu, lo,” terang Heru lagi. Wah, lumayan mahal nih, Bos?

Sabar, kalo mau murah bisa kok pakai kampas kopling Yamaha Scorpio. “Ukurannya
sama, hanya beda ruas garis di dalam lingkaran yang lebih lebar dan tebal. Tapi
efeknya, akselerasi lebih enteng dibanding part aslinya,” ujarnya sambil menunjukkan
perbedaan itu (gbr.1).

Setelah kita tebus komponen Yamaha Scorpio seharga Rp 155 ribu (selisih 130 ribu
dengan Ninja) per setnya, lalu siapkan peralatan; obeng kembang, kunci T-8, T-10,
ring 10, ring 12 dan ring 14. Sudah? Nah, sekarang cara pasangnya.

Pertama buka dulu semua baut yang menempel pada bodi Ninja pakai obeng
kembang.  Lalu kendurkan dan lepas baut buangan oli mesin pakai kunci ring 14 dan
juga air radiator ikut dibuang dengan melepas baut bagian bawah dengan kunci ring
10.

Sambil menunggu semua cairan habis terbuang, giliran baut kick starternya dilepas
memakai kunci ring 12. Jika dirasa oli mesin dan air coolantnya sudah habis,
dilanjutkan melepas baut bak kopling yang berjumlah 10 buah menggunakan kunci T-
8 (gbr.2).

Setelah bak kopling terbuka, jadi kelihatan deh rumah koplingnya. Sekarang kita
copot keempat baut penahan pelat kopling dengan kunci T-10 (gbr.3). Kalo sudah,
lepas satu per satu kampas lamanya dan masukan kembali kampas pengganti yang
diselingi pelat gesek (gbr.4).

Finish deh, tinggal kita rakit ulang komponennya seperti sediakala. “Jangan lupa saat
pengisian air radiator harus dalam keadaan mesin hidup ya, agar semua cairan
coolantnya bersirkulasi,” pesan pria bersahaja ini.

Cegah Superkips Macet

ika Superkips Kawasaki Ninja 150RR macet, tentu tak bekerja optimal. Tenaga motor
berkurang dan kerak gas bekas numpuk tebal.

Perlu diketahui, Ninja150RR produksi 2006 ke atas, mengusung blok silinder kode
1855. Sedang produksi 2006 ke bawah kode blok silinder 1878. Ada perbedaan di
antara kedua blok ini, tapi ketidaksamaan itu nggak dibahas dulu ya.

“Macetnya Superkips sering terjadi pada blok 1855,” terang Alor, mekanik salah satu
dealer Kawasaki di Jl. Jati Makmur, No. 90, Pondok Gede Jakarta, Timur. Pada blok
1855 terdapat bos kuningan yang menjadi poros katup penunjang kerja Superkips.

Jika Superkips tidak membuka walaupun putaran mesin mencapai 7.000 rpm lebih
berarti ada masalah pada lubang dudukan bos kuningan itu. “Biar kembali lancar,
siapkan compon yang biasa digunakan sebagai pemoles cat baru dan kain halus saja”
sambung Alor.

Compon tersebut dioleskan secukupnya pada dinding lubang bos tadi, sambil digosok
sampai licin. “Cara ini lebih aman karena tidak banyak menggores metal,” papar Alor
yang berperawakan tinggi ini.

Namun masalah tidak selesai sampai di situ. Superkips tiap hari harus beroperasi.
“Cukup dalam keadaan persneling netral, buka gas melebihi 7.000 rpm, tapi jangan
tahan gas, buka tutup aja,” jelas Alor yang sering mendapat keluhan seperti itu dari
pelanggannya.

Kode Bearing
Tak Serupa Tapi Sama

Jenis motor berbeda bisa diikuti kode part yang berbeda juga. Padahal, barangnya
tetap aja sama. Seperti bearing alias bantalan bola besi yang punya ukuran sama
dengan melacak kodenya.

Coba cek deh kode bearing yang beredar. Misal, bearing roda belakang bebek. Itik
Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki rata-rata punya kode yang sama.
“Kemungkinan besar ada special treatment atau perlakukan khusus untuk bearing
yang sedikit mahal dibanding laher lain meski ukurannya sama,” bilang Priyono dari
divisi OEM & Business Development PT SKF Indonesia, Jakarta.

Supaya lebih jelas, mending tengok deh urutan yang mesti dicek konsumen. Ambil
contoh laher untuk roda belakang bebek, 6301. Kode punya arti yang bukan kode
buntut.

Angka 6 sama dengan ball bearing alias laher yang di dalamnya ada bola besi. Angka
3 lambang besarnya lingkar bearing bagian luar. Angka ini menunjukan dimensi
besarnya lingkar rumah bearing. Sedangkan angka 01, besarnya lubang sesuai as roda.
“Ini kode internasional. Semua produsen laher menggunakan ini,” bilang Priyono
yang berkantor di Tipar-Cakung, Jakarta Timur.

Selain itu, ada kode yang spesial dari tiap produsen bearing selain empat angka yang
wajib diketahui konsumen. Misalnya, laher 6201-RS1. RS untuk SKF berarti salah
satu sisi bearing ditutup rubber shield alias karet sil.

“Tiap produsen berbeda di soal kode. Gampangnya ambil patokan bawaan asli motor
aja supaya enggak bingung. Kalau memang pakai sil, sebagusnya beli juga yang pakai
sil. Tapi, intinya paling penting tetap empat angka paling depan,” ujar Priyono lagi.

Nah di edisi sekarang, kode bearing yang didaftar baru untuk roda depan. Laher
belakang menyusul ya.
KODE BEARING RODA DEPAN

BEBEK
6301 Generasi Astrea Grand, Supra X, dan Legenda, Suzuki Satria CW 120 dan Satria
F-150)
6201 Supra Fit sampai Karisma 125)
6300 Dipakai di satu sisi generasi Suzuki Tornado, Shogun 110-125, Satria 120R dan
S, Smash, Generasi Yamaha F1-Z, JupiterZ Jupiter MX 135LC, Vega, Kawasaki
Kaze, Blitz, dan ZX130
6200 Dipakai di satu sisi generasi Suzuki Tornado, Shogun 110- 125, Satria 120S dan
120R

SKUBEK
6201 Honda Vario
6300 Suzuki Spin, Yamaha Mio, Nouvo

MOTOR SPORT
6301-RS1 Honda GL Max, GL100, GL-Pro, GL Pro Neo Tech, Mega Pro, GL Max
Neo Tech, NSR150, Tiger 2000, Honda Win, Suzuki Thunder 125
6301-2RS1 Honda Tiger C/W
6301-Z Yamaha YT115
6300-Z Suzuki A100
6300-RS1 Suzuki RGR150
6201-RS1 Suzuki TS125 (sebelah kiri)
6201-Z Suzuki TS125 (sebelah kanan)
6302-Z Suzuki Thunder 250
6202 Yamaha RX-King, RX-Z, RZ-R, Kawasaki Ninja, Ninja R C/W,
6202-Z Yamaha RX-S

Ket:
1. RS = Rubber shield (bearing ditutup sil atau karet
2. Z = Bearing ditutup pelat

BEARING RODA BELAKANG

BEBEK
6201-RS1 Honda Supra Fit, Karisma, Kirana, Supra X 125
6201 (sebelah kiri dalam) Suzuki Bravo, Shogun 110, Shogun 125, Satria R, Smash
(full chain case), Tornado, Satria F-150
6201-Z (bagian kiri luar) Suzuki Bravo, Shogun 110, Shogun 125, Satria R, Smash,
Tornado GS, Satria F-150, Kawasaki ZX130
6300-Z (bagian kiri luar), Tornado GX
6301-Z (bagian kanan), Suzuki Bravo, Shogun 110, Shogun 125, Satria R, Smash,
Tornado GS atau GX, Satria F-150, Kawasaki ZX130
6301-RS1 Honda Supra Fit, Astrea Grand, Astrea Star, Karisma, Kirana, Legenda,
Supra, Supra X, Supra X 125, Yamaha F1-Z atau ZR, Sigma, Crypton, Vega, Jupiter-
Z, Jupiter MX 135 LC
6301-Z Yamaha F1-Z atau ZR, Sigma, Crypton, Vega, Jupiter-Z, Jupiter MX 135
6202-Z Generasi Kaze dan Blitz
6302-Z Generasi Kaze dan Blitz

MOTOR SPORT

6302-RS1/MT Honda GL-Max dan GL- Max Neo Tech, GL100, GL-Pro dan Pro Neo
Tech, Mega Pro
6202-RS1/MT Honda GL-Max dan GL-Max Neo Tech GL-Pro dan Pro Neo Tech
6203-RS1/MT Honda NSR150 dan Tiger 2000, Yamaha RX-125,
6301-RS1/MT Honda Win, Yamaha RX-King
6201-Z/C3MT (kiri) Suzuki A100 6202-Z/C3MT (kiri) RGR150, TS1256202-
RS1/C3MT (kiri) Suzuki Thunder 2506302-Z/C3MT (kiri-kanan) Thunder 1256301-
Z/C3MT (kanan) Suzuki A1006302-RS1/C3MT (kanan) RGR150, TS125, Thunder
2506202-RS1/MT Yamaha Scorpio6202/MT Yamaha YT115, RX-King, RX-Z, RZ-R

6202-Z/MT Yamaha YT115, RX-Z, RZ-R


6202/C3MT Kawasaki Ninja, Ninja R/CW
6302-Z/MT Kawasaki Ninja, Ninja R/CW

Jika Radiator Bocor, Cukup Dilas atau Ganti Baru?

OTOMOTIFNET - Walau beberapa bengkel kerap melakukan perbaikan macam


mengelas kebocoran. "Tapi mengelas bukan berarti menutup jalur radiator yang sudah
bocor. Tepatnya justru jalur yang bocor tersebut dibuntu," papar Anwar Lubis,
spesialis radiator yagn buka gerai di Jl. Srengseng Sawah No.23, Jakbar.

Sekarang ini bagaimana dengan pemilik kendaraan lawas yang masih memakai bahan
kuningan atau tembaga?

"Prinsipnya radiator jenis tersebut justru lebih kuat dan awet karena lebih tahan
banting. Hanya memang kalau sampai harus ganti dengan bahan yang sama akan
mahal banget akibat harga material naik," ulas Anwar lagi.

Keuntungannya, kalau sekadar mengalami kerusakan ringan, radiator jenis ini masih
bisa ditambal untuk mengatasi bocor. Biayanya berkisar mulai dari Rp 40 ribu per
titik kebocoran. Itupun masih tergantung besar atau kecil bocor yang terjadi. Cara ini
masih mengandung risiko bahwa titik bocor ada kemungkinan pindah ke jalur yang
lain.

Tapi awas masalah perawatan karena radiator rentan dengan kualitas air. Biasakan
untuk menguras tiap 5 ribu sampai 10 ribu kilometer. Bisa juga menggunakan radiator
coolant, asal sesuai spesifikasi yang direkomendasikan oleh pabrik.

Beda dengan versi aluminium yang sulit untuk dilas. Maka kalau terjadi kerusakan,
biasanya harus mengganti keseluruhan unit, minimal ganti kepala radiator.
Ongkosnya bisa jadi akan lebih murah ganti baru, daripada servis radiator lamanya.
Rante Kakak Lebih Murah

Zaman susah gini, kite kudu pinter. Mengenali semua komponen jadi penting, sebab
semua pabrikan bikin spare-parts sama untuk beberapa tipe motor, istilahnya
common-parts. Siapa tau, harganya lebih murah. Atau, jika pun gak sama persis,
dengan sedikit keringat, bisa dipake. Yang penting irit.

Misal, Kawasaki Ninja 150RR. Generasi baru motor 2-tak from PT Kawasaki Motor
Indonesia (KMI) ini punya kakak-kakak yang banyak common-parts-nya, yaitu versi
S, R, L dan M. “Sebagian komponen Ninja 150RR memang lebih mahal dari Ninja
lain. Sebab, sebagian masih diimpor,” ucap Reiner M. Sitorus, senior manager spare-
parts & service department PT KMI.

Salah satu part Ninja 150RR yang masih diimpor yaitu rantai dan gir. Makanya,
meski mirip, banderol sepaket gir dan rantai Ninja RR bisa 3 atau 4 lebih mahal dari
Ninja versi lain. “Kalo RR, seset rantai dan gir Rp 600.000 sampai 700.000. Sedang
punya R cuma Rp 200.000,” ujar Didik Sudadana, mekanik bengkel resmi Kawasaki
M-Tech di Sumarecon Gading Serpong, Tangerang.

Padahal komponen ini termasuk fast-moving alias cukup sering diganti. Dan apesnya,
penggantian rantai, baiknya diikuti penggantian sproket depan-belakang. Begitu juga
jika sproket diganti, rantai pun dianjurkan diganti juga.

Tapi diakui Didik, kadang sproket depan Ninja R beda dengan RR. Meski lubang
shaft gir RR dan R terlihat sama, ukuran R agak lebih kecil dari RR. Tapi bukan
berarti gak bisa dipake. “Kalo nggak pas, lubang shaft di gir cukup digerus pisau
kikir, sedikit aja,” sebut mekanik bujang itu.

Berikutnya gir belakang. Yang ini biasanya kagak bermasalah saling substitusi.
Bedanya, cuma diameter, gedean punya Ninja RR. Tapi jumlah mata gir standar sama,
38. Karena rantai Ninja RR lebih besar. “Mungkin ini yang bikin rantai dan gir RR
lebih mahal. Harusnya lebih kuat dari Ninja R,” jelas Didik.

Lebih kuat…, tapi lebih mahal. Ah…, cek isi kantong aja dulu. Kan gak ada salahnya
sedikit kikir dengan mengkikir. Maksud, lo!
Hati-Hati Memilih Radiator Coolant

Disinyalir, pakai cairan radiator coolant bisa bikin mesin lebih adem. Akan tetapi,
beberapa kejadian malah sebaliknya. Seperti beberapa pertanyaan masuk ke meja
redaksi di kolom Konsultasi, mesin malah overheat setelah ganti radiator coolant.
“Mesti hati-hati, karena karat dan kotoran di blok mesin bisa terangkat dan
menyumbat radiator,” saran Anwar Syarif Lubis, punggawa bengkel radiator Ridho di
Kebon Jeruk, Jakbar. Mau tahu triknya?

KURAS

Sebenarnya tidak haram kalau mau pakai radiator coolant. Menurut Anwar, mobil
baru bisa tahan sampai lima tahun dengan cairan pendingin bawaan pabrik. Apakah
mobil tua juga diperbolehkan pakai radiator coolant? “Yang penting kondisi saluran
pendingin pada mobil tersebut harus bersih,” bilang pria 38 tahun ini.

Maksud Anwar, apapun jenisnya, cairan coolant punya kecenderungan mengangkat


kotoran dan karat dari tempat penumpukannya. “Kalau mobil lama yang sebelumnya
pakai air biasa, setelah pakai coolant biasanya saluran pendingin justru tersumbat. Ya
karena kotorannya menyumbat pipa kapiler pada radiator atau water jacket (mantel
pendingin),” bebernya. Pipa kapiler mampat, air tidak lancar mengalir, mesin pun bisa
overheat.

Kebanyakan coolant punya efek


mengikis karat    
Cek kondisi cairan dari tutup radiator atau tabung reservoir

Pengurasan sebaiknya dilakukan dengan mencopot thermostat


  
Karat dan kotoran yang terkikis bakal menyumbat pipa kapiler
Nah, kalau Anda saat ini masih pakai air biasa dan ingin ganti pakai coolant, pastikan
sistem pendingin mobil dalam kondisi ideal. Indikatornya, adalah cairan pendingin.
Paling gampang, longok isi radiator dan tabung reservoirnya. Kalau cairannya bening,
masih aman buat dituang coolant.
Tetapi kalau sudah ada kecenderungan warna cokelat, sebaiknya dilakukan treatment
dulu. Seperti servis radiator untuk menghilangkan penumpukan kerak di pipa kapiler
dan cover atas bawahnya.
Kalaupun yakin radiator masih bagus (jajaran pipa tampak bersih saat diintip dari
tutup radiator), sebaiknya sistem pendingin dikuras total. Sekadar mengingatkan,
pengurasan dilakukan dengan mencopot slang radiator bagian atas.

Jika sedang servis radiator, menurut Anwar, slang bawah dikucurkan air langsung
keran. “Terpenting, copot dulu thermostatnya. Hal ini mencegah adanya penumpukan
kotoran di thermostat. Selain itu supaya saluran airnya tidak terhalang karena
thermostat sifatnya menutup jika suhunya dingin,” ulasnya panjang lebar.

Trik ini dianggap ampuh membilas kotoran di dalam mesin. Pembilasan dianggap
bersih jika air yang keluar dari slang atas benar-benar bening seperti air yang
dimasukkan dari slang bawah. Itu pertanda jika kotoran benar-benar terbilas habis.

Setelah perlakuan ini, radiator baru bersih dan siap dituang coolant. Oh ya, mengenai
jenis coolant yang kian beragam, Anwar mengajak untuk lebih bijak memilih.
“Memang banyak, kalau bisa cari yang punya PH netral,” sarannya. Tetapi sulit buat
mengecek, masak harus bawa-bawa PH meter. “Mungkin bisa dilihat dari harga. Yang
bagus memang agak mahal karena proses penyulingan air yang dipakai harus bagus,”
tutupnya seraya menyebut rata-rata banderol coolant berkualitas maksimal di atas Rp
40 ribuan.

Informasi diatas sebenarnya untuk radiator mobil, tapi pada prinsipnya kan sama-
sama radiator jg. Berguna untuk ninja kita jg bro.

Slang Pompa Oli Samping Terancam

Kawasaki Ninja 150 selalu jadi tantangan buat penyuka kebut. Tapi kudu waspada
jika sering seting karburator dan valve intake. “Kalau ndak hati-hati, bisa merusak
slang oli samping yang ke intake manifold,” wanti Didik Sudadana, mekanik bengkel
resmi Kawasaki M-Tech di Gading Serpong, Tangerang.

Didik kerap menemukan ini. Saat melakukan servis, Ninja R atau RR, taunya slang oli
samping itu udah patah. Patahnya di bagian sambungan antara slang dan besi babet
yang nyambung ke pompa oli. Posisinya di dekat gir depan.

“Mestinya slang ini awet sampai motor hancur. Menurut saya, kerusakan itu
disebabkan pas bongkar intake manifold. Saat nyopot slang oli samping dari intake
manifold. Baut pengikat slang ke pompa oli samping tidak dilepas dulu,” ujar
mekanik murah senyum yang juga adik begawan korek Ibnu Sambodo yang
mengawal tim balap Kawasaki Elf IRC NHK Rextor M-Tech.

Nah, problem ini akan jadi ranjau jika proses bongkar-pasang intake manifold selesai
dilakukan. Tanpa disadari oli samping gak naik ke karburator, malah menetes ke
sproket depan. Ujung-ujungnya asupan pelumas silinder berkurang. Akibat sisanya
tahu dong…, silinder blok bisa baret, atau minimal overheat.

Jadi, solusinya simpel. Jika bongkar pasang karbu dan intake manifold, wajib
ngendurin atau melepas baut pengikat slang pompa oli ke intake manifold. Sebab,
slang pompa oli ini kaku. Jika sering tertekuk, slang pasti akan patah.

PENGOBATANNYA

Harga slang pompa oli Ninja terhitung murah. Banderol di kisaran Rp 65.000.
Masalahnya, nggak setiap bengkel sedia stok. Mengatasi sementara, Didik punya
solusi menarik. “Cuma perlu sedotan air mineral gelas atau plastik isi pulpen,”
ujarnya.

Memakai plastik isi pulpen lebih mudah. Cukup susupkan isi pulpen ke kedua lubang
slang yang patah, lalu direkatkan pakai lem cair yang kuat (gbr. 1). Tapi, Didik lebih
suka pake sedotan air mineral. Sebab diameter lubang sedotan seukuran lubang slang
pompa oli samping. Hanya saja, saat dipasang kudu besarin lubang kedua ujung slang
pompa oli yang patah tadi dengan bor (gbr. 2)

Oto Tips Kawasaki Ninja 150


Panduan Jetting Karburator Kawasaki Ninja 150

OTOMOTIFNET - Ibarat jantung pada manusia, karburator jadi organ penting


dalam mesin motor. ‘Sakit’ sedikit, bisa pengaruhi ‘badan’ secara keseluruhan. Begitu
pun di Kawasaki Ninja 150 ini, settingan karbu, dalam hal ini spuyer, kerap
berhubungan sama komponen-komponen lain di mesin. Tentu hasil utama yang
diraih, performa yang baik.

Agar performa Ninja kesayangan tetap baik, bahkan bisa meningkat tentu perlu
penyetelan yang sesuai. Gerbangnya, tentu kebutuhan dari penunggangnya sendiri.
Akan digunakan sehari-hari, atau di ajang pacu.
Selain kondisi karburator yang tetap bersih, ada lagi yang perlu diperhatikan..
“Penyetelan karbu ini mesti dilakukan saat sudah mengetahui kondisi-kondisi lain di
mesin, serta tujuannya,” ungkap Andri Irwan, dari bengkel Chemonx di kawasan
Assirot, Kebayoran Lama, Jakbar.

Maksudnya, penyetelan pada spuyer mesti disesuaikan sama kondisi mesin yang ada.
Apakah sudah diporting/polished, atau ubah kompresi, atau malah masih kondisi
standar. Peruntukannya pun demikian, apakah sekadar agar enak digunakan sehari-
hari atau sudah untuk kebutuhan lain.

Hal ini diamini Tommy Bramudia dari Ngayun Speed di Kelapa Dua, Jakbar.
“Tergantung kebutuhannya, apakah untuk sekadar ubahan agar jadi enak dipakai
sehari-hari ada setelannya sendiri,” ujarnya.

Seperti ketika hanya mengandalkan kondisi motor standar dengan karbu standar,
tetapi sudah mengganti knalpot. “Cukup menaikkan spuyer pilot jet dari 22,5 jadi 25,
lantas setelan anginnya disetel lagi,” tuturnya. Setelan angin ini, misal standarnya dari
kondisi tertutup lantas dibuka 1,5 putaran, menjadi satu tiga perempat putaran.
Chemonx pun menyarankan demikian, “Bisa saja jika sesuai kebutuhan mesin dari
22,5 hingga 27,5,” katanya soal karburator standar, Mikuni 28 itu.

Memangnya gejala apa sih kalau settingan spuyer tidak pas? Tentunya tarikan akan
terasa tidak enak, seperti mesin meraung terlalu cepat, seperti dikatakan Tommy. “Di
putaran atas bisa macet, piston pun bisa pecah!” serunya. Berbahaya, bukan?

Nah, jika mau kondisi lebih enak lagi, tentu tak lagi andalkan karbu standar. Baik
Tommy maupun Chemonx menyarankan ganti karbu ukuran lebih besar lagi. “Misal
PWM 38 dan PWK 28,” jelas Chemonx.

Untuk karbu besar ini, tentu perlu perlakuan berbeda pada mesinnya. “Tak sekadar
porting polished, tetapi sudah mengubah intake manifold, serta coakan pada lubang
masuknya, lubang transfer pun sudah pasti diperhalus,” katanya.
Maklum suplai bahan bakar yang melimpah akan mubazir jika terhambat pada jalur-
jalur bahan bakar itu. Jadi, settingan pada karbu yang dilego Rp 2,5 jutaan itu pun
disesuaikan pula dengan kondisi mesinnya. “Umumnya pakai pilot jet 52 hingga 55
dengan main jet 168,” lanjutnya.

Sementara, jika ingin karakter di bawahnya, seperti biasa disebut korek harian,
dengan mengandalkan knalpot racing, porting polished serta penghalusan lubang
transfer, bisa pakai karbu PWK 28.

“Karbu PWK 28 ini banyak dipakai pengguna Ninja 150 RR,” ujar Chemonx. Sebab,
menurutnya skep karbu RR itu tidak krom, sehingga penyakitnya karbu seret. Jadi,
sekalian dapat performa lebih baik, karbu standar Mikuni 28 itu ditukar PWK 28 yang
berharga Rp 1,75 jutaan.

Settingan spuyernya pilot jet mulai 48 hingga 50 sementara main jet tak kerap diubah,
tetap 152. “Settingan ini pun tentu sangat berhubungan sama kondisi lainnya,”
ujarnya kemudian. Jadi bisa dilihat dari derajat pengapian juga, kondisi busi dan
lainnya. Jika terasa kurang pas, bisa saja pengapian dimajukan lagi.

Intinya, penyetelan spuyer ini sungguh bergantung pada kebutuhan dan kondisi mesin.
“Malah mesin sama-sama standar pun bisa jadi setelannya berbeda, tergantung
‘permintaan’ mesin,” ulas Tommy. Hal serupa dikatakan Andri Irwan alias Chemonx.