Anda di halaman 1dari 3

Instalasi Mikrotik RouterOS v2.

Keterangan : Artikel ini ditulis oleh Guest Blogger, yaitu Ahriyan Ibrahim.

Mas Ahriyan Ibrahim bekerja pada PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Artikel yang
dibuat adalah artikel tentang instalasi dan konfigurasi Mikrotik Router, salah satu router
yang banyak digunakan selain Cisco router.

Mikrotik dapat digunakan dalam 2 tipe, yaitu dalam bentuk perangkat keras dan
perangkat lunak. Dalam bentuk perangkat keras, Mikrotik biasanya sudah diinstalasi pada
suatu board tertentu, sedangkan dalam bentuk perangkat lunak, Mikrotik merupakan satu
distro Linux yang memang dikhususkan untuk fungsi router. Mikrotik routerOS adalah
sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer
biasa menjadi router network yang handal,mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip
network dan jaringan wireless.
Fitur-fitur tersebut diantaranya : Firewall & Nat, Routing, Hotspot, Point to Point
Tunneling Protocol, DNS server, DHCP server, Hotspot, dan masih banyak lagi fitur
lainnya.
Komputer yang akan digunakan sebagai router network cukup dengan spesifikasi
menengah, di tempat saya bekerja, Mikrotik dipergunakan pada cpu Pentium III 800
Mhz, RAM 512 mb dan hdd 10 Gb sebagai firewall dan hotspot server untuk melayani
sekitar 150 user.
Berikut ini adalah step-step instalasi Mikrotik routerOS

Sebelumnya persiapkan dulu cd instalasi miktorik, kalau belum punya ya silahkan cari
pinjaman atau download dulu file ISO mikrotik di sini. Setelah cd siap maka masukkan
ke cdrom dan lakukan boot from cd.
pastikan komputer yang akan dipergunakan memiliki minimal satu ethernet card.
Setelah proses booting selesai maka akan muncul tampilan berikut (klik untuk gambar
yang lebih jelas):

Tampilan diatas adalah pilihan


paket-paket yang akan di install,
tekan ‘a’ untuk menginstall
semuanya dan diteruskan dengan
menekan ‘I’ untuk melanjutkan
proses instalasi.
Proses instalasi dilanjutkan
dengan pembuatan partisi dan
format harddisk, harap diingat
bahwa mikrotik akan mengambil
semua space yang ada di harddisk. karena itu tidak disarankan utk menginstall mikrotik
pada harddisk operasional yang berisi data-data penting seperti mp3 atau mungkin file avi
kesayangan anda. (lho kok data operasional penting mp3 dan avi .. jangan jangan )
Setelah melakukan pembuatan partisi dan memformat harddisk maka tahap terakhir
adalah menginstall paket-paket yang dipilih pada awal tadi ke dalam harddisk. setelah
selesai tekan enter untuk reboot.
Mikrotik yang baru saja di download dan di install adalah versi shareware yang hanya
bisa dipergunakan sementara dan akan bisa dipergunakan lebih lanjut bila melakukan
registrasi terlebih dahulu, tapi jangan khawatir, versi ini sudah cukup untuk dipakai
belajar kok.

Mikrotik telah selesai di install,


dan bisa dipergunakan dengan
login sebagai user admin dan
tanpa password. Selanjutnya
adalah setting network, sebagai
contoh mikrotik akan diberi
alamat ip 192.168.202.1 dengan
netmask 255.255.255.0.
Untuk itu ketikkan pada console
perintah berikut

/ip address add address=192.168.202.1


broadcast=192.168.202.255 network=192.168.202.0
netmask=255.255.255.0 interface=ether1

Nah sekarang mikrotik sudah bisa diremote baik dengan telnet maupun dengan Winbox.
Winbox adalah sebuah utility untuk melakukan remote ke server mikrotik kita dalam
mode GUI.
Untuk mendapatkan winbox, buka browser dan arahkan ke
http://192.168.202.1/winbox/winbox.exe
Berikut ini screenshot dari winbox tersebut
• pilihlah paket – paket dibawah ini untuk install OS Microtik :

System, dhcp, Advance Tools, RouTing, Security, Web – Proxy.

• ganti nama system sesuai dengan selera anda :

[admin@microtik] > system identity set name=warnet

Selanjutnya promt shell akan berubah menjadi :


Seperti yg anda inginkan :
[admin@warnet] >

• Ubahlah Password OS microtik anda dengan cara :

[admin@warnet] >user set admin password=………………………………

• aktivkan kedua Ethernet pada PC yang telah anda install OS Microtik :

[admin@warnet] >interface ethernet enable ether1


[admin@warnet] >interface ethernet enable ether2

• Berikan nama pada kedua ethernet untuk memudahkan konfigurasi :

[admin@warnet] >interface Ethernet set ether1 name=modem ===== Ethernet yg utk


modem
[admin@warnet] >interface ethernet set ether2 name=local === Ethernet yg untuk ke
HUB

• Masukan IP pada kedua landcard :

[admin@warnet] >ip address add interface=modem address= ( Diisi IP address dari


ISP ) / netmask
[admin@warnet] >ip address add interface=lokal address= 192.168.0.1/255.255.255.0

• masukkan IP gateway yg di berikan dari ISP :

[admin@warnet] > ip route add gateway=10.11.1.1560

• SETTING DNS :

[admin@warnet] >ip dns set primary-dns=10.11.155.1secondary-dns=10.11.155.2

setelah itu coba ping semua IP yang telah di setting di atas

Selamat mencoba..

Anda mungkin juga menyukai