P. 1
Kepmenkes-377-2007 Standar Profesi Perekam Medis

Kepmenkes-377-2007 Standar Profesi Perekam Medis

3.0

|Views: 1,438|Likes:
Dipublikasikan oleh ujangketul62

More info:

Published by: ujangketul62 on Nov 28, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2014

pdf

text

original

MENTERI KESEIiATAN REPUBlIK INDONESIA

KEPUTUSAN MENTERIKESEHA TAN REPUBUK INDONESIA NOMOR : 3771Menkes/SKlll1l2007

TENTANG

STANDAR PROFESI PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

Menimbang

Mengingat

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA.

bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan Pasal 21 Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun1 996 tentang Tenaga Kesehatan, dipandang perlu menetapkan Standar Pretest bagi Tenaga Perekam Medis dan Infermasi Kesehatan dangan Keputusan Menteri Kesehatan:

1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 1 ~O, Tambahan Lembaran Negara Nemer 3495);

2. Undang-Undang Nomer 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedekteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nemor 116, Tambahan Lembaran Negara Nemer 4431);

3. Undang-Undang Nornor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nemer 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) seba.gaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomer 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nemer 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nemer 32 Tahun 2004 (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomer 108, Tambahan Lembaran Negara Nornor 4548);

3. Peraturan Pemerintah Nomer 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional (Lembaran Negara Tahun 1994 Nemer 22, Tambahan Lembaran Negara Nomer3547);

4. Peraturan Pernerintah Nemor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nemor 49, Tambahan Lembaran Negara Nemor 3637);

5, Peraturan Pemerintah Nemer 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomer 54, Tarnbahan Lembaran Negara Nomor 3952):

6. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2001 Nemor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4090);

Menetapkan

Kesatu

Kedua

Ketiga

Keempat

Kellma

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

7. Peraturan Menterl Kesehatan RI No. 749al

Menkes/PerlXI1I1989 tentang Rekam Medis (Medical Record),

8. Keputusan Menteri PAN No.135/Kep/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Perekam Media dan Angka Kredltnya;

9. Keputusan Menterl Kesehatan Nomor

1457/MENKES/SKlXl2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota;

10 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor

1575/MENKES/PER/XII2005 tentanq Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan.

MEMUTUSKAN:

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG STANDAR PROFESI PEREKAM MEDISDAN INFORMASI KESEHATAN.

Standar Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan sebagaimana dlrnaksud dalam Diktum Kesatu tercantum dalarn Lampiran Keputusan inl.

Standar Profesl Perekam Medis dan Informasl Kesehatan sebagalmana dlmaksuc dalam Dlktum Kedua dlgunakan sebagai aeuan bagi tenaga prafesi rnanajernen informasi kesehatan dalarn menjalankan tugas profesinya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melakukan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan Keputusan inl dengan mengikutsertakan organisasi profesi terkalt, sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Keputusan lnl rnulal berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal 27 Maret 2007

~::=~ .....

RI KESEHATAN,

I FADILAH SUPARI, Sp.JP{K)

MENTERI KESEHATAN R.EPUBUK INDONESIA

Lampiran

Keputusan Menteri Kesehatan

Nomor : 377/Menkes/SKlUl/2007

Tanggal : 27 Maret 2007

STANDAR PROFESI PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan upaya pengelolaan berbagal sumber daya, baik oleh pemerintah maupun masyarakat sehingga dapat tersedla pelayanan kesehatan yang efislen, bermutu dan terjangkau. Hal ini memerlukan dukungan, komitmen, kemauan dan etika disertai semangat pernberdayaan yang memprioritaskan upaya kesehatan.

Tujuan di atas harus dilakukan secara terarah dan tepat melalui pelayanan manajernen informasi kesehatan yang berbasis pada data dan Informasi kesehatan yang berkualitas, terintegrasi dengan balk dan benar yang bersumber dari rekam medis. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan pasal 22 mengenai standar profesi dan kewajiban hukurn bahwa bagi tenaga kesehatan jenis tertentu dalarn melaksanakan lugas profesinya berkewajiban untuk membuat dan rnernellhara rekam medis. Cleh karena itu, pendayagunaan rekarn rnedls sabagai surnber lntorrnas! utama menjadl sernakin mampu memproses pengintegraslan data dan informasl secara lebih akurat, valid dan cepat.

Munculnya transformasi paradigma rekam medis dari tradisional menjadi manajemen informasl kesehatan pada pertengahan tahun 1990-8n merupakan retormasi baru di bidang lnforrnasi kesehatan yang dipicu oleh modernisasi perkembangan teknologi informesi dankomunlkasi. Pengelolaan rekam medis dengan format rekaman pada kertas (paper-based record) menjadi rekam kcsehatan yang berazaskan pada butiran informasi berbasis kornputer ( :omputer-based environment) yaitu rekam medis yang berbasis pada informasi C' engan menerapkan teknologi informasi kesehatan, Perekam Medis yang I rofeslonal wajib memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan siandar kompetensi dan kode etik prafesi.

Standar profesi ini disusun sebagai pedoman bagi tenaga profesi manajemen mlorrnasl kesehatan dalam menlngkatkan kuahtas surnber daya manusia dalam memberikan pelayanan kesehatan di Indonesia.

MENTERI. 'KES~TAN REPUBLIK INDONESlA

'8. Tujuan

Umum

Meningkatnya kualltas tenaga. Perekam Medis sesuai standar kompetensl dan etlka prefesi dalarn manajemen lntorrnaai kesehatan y.a.ng handal dl sarana pelayanan kesehatan dllndonesia.

Khusus .:

1. Meningkatnya kemampuan profesi dalam meIakukan klasifi·kasi dan kodefiklsasi penyakit, rnasalah-rnasalah yang berkaitan dengan kesehatan dan tindakan madis.

2. Meningkatnya kemampuan profesi dalam melakukan keprofesiannya berdasarkan aspek hukum danetika profesl.

3. Tersedianya manajemen informasl kesehatan yang efisien dan efektif.

4. Meningkatnya kernarnpuan prafesi dalam menjaga mutu pelayanan manajemen informasi kesehatan.

5. Meningkatny'a kemampuan profesi dalam menganalisis data dan menyajikan statlsttk kesehatan.

,6. Meningkatnya kemampuan prafesi dalam rnenqelolan unit kerja manajemeninformasi kesehatan dengan mendayagunakan sumber daya yang tersedla.

7. Tersedianya pola kemitraan dan kerjasama tim dalam pelayanan manajemen informasi kesehatan.

8, Tersedianya sistem pengembangan karlr tenaga Perekam Media

9. Tersedianya perlindungan hukum bag.1 tenaga Perekam Medis dan masyarakat dalarn pelayanan manaJemen inforrnas! kesehatan.

C. Penge~rtian

Terselenggaranya manajemen informasI kesehatan yang dlrnulai dar; d.ibuatnya rekarn medis seeara balk dan benar olah tenag.a kesehatan dl sarana pelayanan kesehatan. R.eKam medis kernudlan dikelola secara terencana melalui teknologi informasi dan komuntkasl yang berkelanjutan.

1;. Definisi

a) Rekarn rnedis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan (Keputusan Menteri Kesehatan no. 749 a/tahun 1989)

b) Rekam medis adalah fakta yang berkaitan dengan keadaan pasien, riwayat penyakit dan pengabatan masa latu serta saat ini yang ditulrs oleh profesi kesehatan yang rnernbertkan pelayanan kepada pasien tersebut (Health Information Management, Edna K Huffman, 1999)

c) Rekam media adalah berkas yang bertsi eatatan dan dokumen tentang identitas paslen, pernerlksaan, pengobatan, tindakan dan

MENTERt KESEHATAN REPUBUK INDONESIA

pelayanan lain kepada pasien di sarana pelayanan kesehatan (SK Men PAN nO.1351 tahun 2002).

d) Rekam kesehatan adalah kumpulan data keadaan kesehatan individu yang mendapat pelayanan kesehatan, meliputi data soslal pasien, catatan imunisasi, hasil pemeriksaan flsik sesua! dengan penyakit dan pengobatan yang diperoleh selama mendapat pelayanan kesehatan. (Health Information Management, Edna K Huffman, 1999)

e) Rekam rnedis elektronlk/rekarn kesehatanelektronik adalah keg.iatan mengkomputerisasikan 151 rekarn kesehatan dan proses yang berhubungan dengannya.

f) Tenaga kesehatan adalah tenaga yang bertanggung jawab dalam mengisi rekam medis adalah dokter umum/spesialis; dokter gigi/dokter gigl spesialis; serta tenaga kesehatan lain yang ikut memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada paslen (UU No. 29 tahun 2004)

g) Sarana pelayanan kesehatan adalah sarana pelayanan kesehatan rawat Jalan dan rawat inap yang dikelola oleh pernerintah maupun swasta.

h} Pelayanan informasi kesehatan adalah kegiatan pelayanan penunjang secara profesional yang berorientasi pada kebutuhan lnforrnasl kesehatan bagi pemberi layanan kesehatan, administrator dan manajemen pada sarana pelayanan kesehatan serta lnstansl lain yang berkepentlngan berdasarkan ilmu pengetahuan teknologi rekarn medis (sintesa ilmu soslal, ep!demiologl, terminatogi medis, biostatistik, prinsip hukurn meets dan teknotogi informasi). Pelayanan rekam medis/manajemen informasl kesehatan adalah keglatan pelayanan penunjang secara profeslonal yang berorientasi pada kepuasan peJanggan (SK MenPan no. 135/Kep/M.Pan 11212002 tentang Jabatan Fungsional Perekarn Medis dan Angka Kreditnya).

i) Administrator Informasi Kesehatan (Perekam Medis) merupakan prafesl yang memfokuskan kegiatannya pada data peJayanan kesehatan dan pengelolaan sumber informasf pelayanan kesehatan dengan menJabarkan slfat alami data, struktur dan menterjemahkannya ke berbagai bentuk informasi demi kemajuan kesehatan dan pelayanan kesehatan perorangan. paslen dan masyarakat (K.ongres V PORMIKI, tahun 2006).

j) Profesi Manajemen Inforrnasi Kesehatan berkewajiban untuk mengumpulkan, mengintegrasikan dan menganalisis data pelayanan kesehatan primer dan sekunder, mendeslrninasl informasi, menata sumber informasi bagi kepentingan riset, perencanaan dan evatuasl pelayanan kesehatan 'intas multi layanan sistem pelayanan kesehatan yang terinlegrasi.

k) Profeslonal Manajemen lnforrnasl Kesehatan berkewajiban untuk mengumpulkan, mengintegrasikan dan menganallsis data pe1ayanan kesehatan primer dan sekunder, rnendestmlnasl informasi, menata sumber informasi bagi kepentingan riset, perencanaan dan evaluasi pelayanan kesehatan lintas multi layanan sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi.

MENTERIKESEHATAN REPUBLIKINDONE$IA

2, 8atasan dan Ruang Lingkup

a). Ruang Lingkup Re'kam Medis

1) mengurnpulkan, mengintegrasikan, menqanalisis data pelayanan kesehatan primer den sekunder menyajikan dan mendesimlna.si informasl, rnenata sumber informasi bagi kepentingan riset, perencanaan, monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan;

2) membuat standar dan pedornan manajemen lnforrnasl kesehatan meliputi aspek legal dengan unsur keamanan (safety), kerahasiaan (confidential), sekuritas, privasi serta integrltas data;

3) rnanajemen cperaslonal unit karja rnanajernen lnformasl kesehatan, dibagi berdasarkan kemampuan sarana pelayanan kesehatan dalam menjalankan manajemen informasi kesehatan n ya.

b). Sentuk Pelayanan Rekam Medis

1) Pelayanan rekam medis berbasis kertas

Rekam medis manual (paper based document; adalah rekarn rnedls yang berisi lernbar adminis!rasl dan medis yang diolah ditatalassembling dan distrnpan secara manual.

2) Pelayanan rekam medis manual dan registrasi. kcmputertsas:

R.ekam rnedis berbasis komputerisasi, namun rnasib terbatas pada sistem pendaftaran (admission), data pasien masuk (transfer') dan pasien keluar terrnasuk meninggai (discharge). Pengol.ahaJl maslh terbatas pada sistern registrasisecara komputerisasi. Sedangkan lembar admlnlstrasi dan medis yang dlolah seeara manual.

3) Pelayanan Manajemen Informasi Kesehatan terbatas

Pelayanan rekarn medis yang diolah menJadi informasi dan penge.lolaannya secara kemputerisasi yang berjalan delam satu sistem secara otematis d! unit kerJa manajemen Informasi kesehata.n.

4) Pelayanan Sistem Informasi Terpadu

Computerized Patient Record (CPR). yang disusun dengsn mengambH dokumen langsung dari sistern image dan struktur sistem dokumen yang telah berubah.

5" Pelayanan MIK dengan Rekam Kesehatan Elektronik (WAN) Sistem pendokumentasian telah berubah dari Electronic Medlcal Record (EMR) menjadi Electronic Patient Record sampal dengan tingkat yang paling akhir dari pengembangan Helath Information System yakn! EHR (Electronic Health Record) - .Rekam Kesehatan Etektronlk.

3 Kualifikasi Pendldikan

a) Diploma 3 (D3) Rekam Medis dan Informasi Kesehatan yang dltempuh

selama 6 (enam) semester, deng.an gelar Ahli madya. -

MENTERIKESEHATA'N R.EPUBLIK INDONESIA

b) Diploma 4 (D4) Manajemen Informasi Kesehatan yang ditempuh selama 8 (delapan) semester, dengan gelar Sarjana. Salns Terapan MIK

e) Strata 1(51) Ma.najemenlnformasi Kesehatan yang ditempuh selama 8 (delapan) semester, dengan gelar Sarjana Manajemen lntorrnasl Kesehatan.

d) Strata 2 (52) Manajemen lnformast Kesehatan yang ditempuh selama 4 (ernpat) semester,deng!an geler Magister Manajemen Informasi Kesehatan.

n. KOMPETENSI ,PER:EKAM MEDIS

1. Klasiflkasi dan Kodifikasi Penyaklt, Mesalah-Masalah Yang Berkaitan Dengan Kesehatan dan Tlndakan Medjs

Deskrlpsl Kompetensi: Perekam Medls marnpu rnenetapkan kode penyakit dan tindakan dengan tepat sesuaiklasifikasi yang diberlakukan di Indonesia (ICD-10) tentang penyaklt dan tlndakan medis dalam pelayanan dan manajemen kesehatan

- --
No Kode Unit Kompetensi Judul' Unit Kompetensi
1. MIKKK.01.001· . .01 Menentukan norner kode d.iagnosis
pasien sesuai petunjuk dan
peraturan pada pedoman buku ICD
yang berlaku (ICD-1 0 Volume 2)
--
2. MI K. K K.01. 002.01 Mengumpulkan kode diagnosis
pasisn untuk memenuhi slstim
penge 10 laan, penyimpanan data
pelaporan untuk kebutuhananalisis
sebab tung'gal penyakit yang
dikembangkan
3. MIKKK01.003.01 Meng k lasitlkaslka n data kode
diagnosis yang akurat bagi
kepentingan informasi morbiditas
dan sistern pelaporan morbiditas
yang dlharuskan
4. MIK. KK.01.004.01 Menyajik.an inf.ormasi morbiditas
denganakurat dan tepat waktu baql
kepentinga n monitoring KLB
epldemiologi dan lalnnya
5. MIKK.K.01.005,01 Mengelola indeks penyakit dan
tlndakan guna kepentingan laporan
medis dan statlstlk serta
perrnlntaan informasi pasien secara
cepat dan t.erperinci.
6. MI.K.KK.01.010.01 Menjarnln validltas data untuk
-- -
registrasi penyakit
7. MIK.KK.01.011.01 Mengem ban 9 ka n dan
meng lrn p lementa sika n petunjuk
standar koding dan
pendokumentasian M'ENTERI ~ESEHATA" REPUBUK INDONESIA

2. Aspek Hukum Dan Etika Prafesi

Oeskripsi Kampetensi: Perekam Medis mampu mefakukan tuges dalam memberikan pelayanan rekarn medls daninformasi kesehatan yang bermutu tlnggl denglan memperhatikan perundangan dan etika prafesi yang berlaku.

No Kode UnIt Kompetensl Judul: Unit Kompetensi
1. MIK..HE.02.001.01 Memfasi I itasi pelepasan lnforrnasl
kesehatan kepada pasien maupun
pihak ketiga.
2. MI K.. HE .02.002.01 Menyiapkan informasi pasien
kepada pihak yang berhak.
3. MIK.HE.02.003.01 Menjaga keamanan alur permintaan
Informasi kesehatan pasien.
4. 'MIK.HE.02.004,01 Memelihara kerahasiaan Informasi
pasien.
5, MIK.HE.02.005.01 Mengidentiflkasl reslko tlnggi
dalam kerahasjaan informasi
kesehatan
-
6. MIK,HE.02.006.01 Mengeva I uas j faktor reslko dalarn
pendokumentastan dan
kerahaslaan informasi kesehatan.
7. MIK.HE.02.007.0 1 Melaksana,kan kebijakan dan
prosedur akses dalam pelepasan
lnforrnasl.
B. MI K. HE.02. OOB. 01 Melaksanakan kebija.kan dan
prosedur terkatt dengan peraturan
dokumentast.
9'. M'J K. H E.02 .009'. 01 Mengkoordinasikan keglatan
komite keamanan tntorrnasl
kesehatan.
10. MIK. H E.02.0 l' 0.0 1 Membuat pedoman training,
peraturan dan prosedur yang
terkait dengan informasi pelayanan
pasien. MENTERIKESEHATAN REPUBUK INDONESIA

3. Manajemen Rekam Madrs Dan lnforrnaal Kesehetan

Deskripsi Kompetensi; Perekam Medis rnarnpu mengelola rekam rnedis dan informasi kesehatan untuk rnemenuhl kebutuhan pelayanan medis. admlnlstrasl dan kebutuhan informasikesehatan sebagai bahan pengambilan keputusan di bidang kesehatan.

No Kode Unit Kompetensi. Judu) Unit Kompetensi
1 MIK.SR03.001.01 Meregistrasi atas semua kunjungan
yang ada di fasilitas pelayanan
kesehatan (registrasi pendaftaran
pasien rawat jalan dan rawat inap)
2 MIK.SR03.002.01 Memberikan nornor rakarn rnedis
secara berurutan dan sistematis
berdasarkan sistim yang digunakan
(penomoran seri, unit, seri unit).
3 MIK.SR.03.003.01 Menulis nama pasien dengan balk I
dan benar sesuei dengan sistem
yang digunakan
4 MIK.SR03.004.01 Membuat indeks pasien (kartu atau
media lalnnya)
5 MIK.SR.03.005.01 Menyusun (assembling) rekam
medis dengan balk dan benar
berdasarkan SOP yang ada
6 MIK.SR03 006.01 Menganalisis rekarn medis secara
kuantltatif dengan tepat meliputi
a. Kebenaran identlfikasi
b. Adanya laporan-Iaporan yang
panting
c. Autentikasi
d. Pendokumentasian yang baik
7 MIK.SR.03.007.01 Menganalisis rekarn medis secara
kualitatlf guna konsistensi lsi dan
mutu rekarn medis
8 MIK.SR.03.008.01 Menyimpan/menjajarken rekarn
medis berdasarkan sistem yang
digunakan (Straight Numerical,
Middle Digit dan Terminal Digit
Filing System)
9 M I K. SR. 03.009. a 1 Mengambil kembali (retrieval)
dengan cepat rekam medis yang
diperlukan untuk memenuhi
kebutuhan asuhan paslen dan
berbagai kebutuhan lainnya
10 MIK.SR.03.010.01 Melakukan penyusutan (retensi) MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

rekarn medis berdasarkan
peraturan dan perundang-
undangan yang berlaku
11 MIK.SR.03.011.01 Mendisain formulir rekarn medis.
- 4. MenJaga Mutu Rekam Medis

Deskripsi Kompetensi: Perekam Medis mampu rnerencanakan,

melaksanakah, mengevaluasl dan menilai mutu rekam medis.

Na Kade Unit Kompetensi Judul Unit Kompetensi
1 MIK.MU.04.001.01 Melaksanakan program keglatan
menjaga mutu (QA) rekarn medis.
2 MIK.MU.04.002.01 Melakukan pemeriksaan ulang
(quality review) MIK/rekam medls
3 MIK.MU.04.003.01 Melakukan analisls untuk mengkaji
kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman ("SWOT") MIKlrekam
medis.
4 MIK,MU.04.004.01 Menyelenggarakan kegiatan yang
merupakan prioritas sasaran mutu
pelayanan MIKlrekam medis
5 MIK.MU.04,OO5.01 Melakukan penilaian dan
memberlkan solusi terhadap
slstem komputerlsasi pelayanan
MIKIRM
6 M I K. M U. 04. 006,01 Mem persiapka n laporan untuk
badan akreditasi, lisensl dan
sertlfikasi dalam memenuhi
standar akreditasi dan kebijakan
yang terkait dengan Perekam
Medis (Perekam Medis)
7 MIK.MU,Q4.008.01 Memonitor kesesuaian kebijakan
dan prosedur agar tetap relevan
dengan manajemen data klinis.
8 MIK.MU.04.009.01 Meningkatkan kualitas data Idinis
dalam proses menjaga mutu
J MIKlrekam medis MENTERI KESEttATAN RE'PUBl1K INDO.NESIA

5. Statistlk Kesehatan

Deskrlps! Kompetensi: P.erekam Medis mampu menggunakan statistik kesehatan untuk menghasilkan informasi dan perkiraan (forcas1ing) yang bermutu sebagal dasar perencanaan dan pengambllan keputusan di bldang pelayanan kesehatan.

No Kode Unit Kompetensi Judul Unit Kompetensi
1 MIK.SK.05.D01.01 Mang I n denfikas i lnformasl yang
dibutuhkan sebagaI dasar
I pengambilan keputusan
2 MIK.SK.05.002.01 Mendisain formulir untuk tahep
pengumpulan data kesehatan
3 MI K. SK 05 .003. 0 1 Mengumpulkan data untuk
manajemen mutu, manajernen
penggunaan. manajemen resiko
dan penelitian lain yang
berhubungan dengan asuhan
paslen. -
4 MIK.SK05.004.01 Mengeloia data untuk penyusunan
laporan eflsiensl pelayanan pada
sarana pelayanan kesehatan.
5 MIK.SK.OS.OO5.01 Melakukan anaftsle statistik
sederhana
6 MIK.SK05.006.01 Men de mons t ra s ikan atau
presentasi data dan laporan
keberbagai pihak
7 MI K. S K.OS. 007.01 Mengigunakan aplikasi komputer
untuk pengumpulan, pengelahan
dan penyajian informasl kesehatan
8 MI K. SK.OS. 008.01 Memberi kontribusi penggunaan
fungsi data klinis, adrnlnlstrasl dan
data eksternal
g. MIK.SK.05.009.01 Mengumpulkan dan Menganalisa
data untuk (kebutuhan khusus)
proyek rlset klinis
10 MIK.SK.05.010.01 Menerapkan rencana manajemen
kualitas data (menjaga konsistensi
data)
11 MIK.SK.05.011.01 Monitoring pelaksanaan kebliakan
dan prosedur manajemen sumber
data organisasi
12 MIKSK.05.012.01 Mengelola Kualitas Data di Sarana
Pelayanan Kesehatan. MENTER. KESEHATAN REPUBLIK INDONESlA

6. Manajemen Unit Kerja Manajemen Informasi Kesehatanl Rekam Medis

Oeskripsi Kornpetensr: Perekam Medis mampu mengelola unit kerja yang berhubungan dengan perencanaan, penqorqanlsasian, penataan dan pengontrolan unit kerja manajemen informasi kesehatan (MIK) I rekarn medis (RM) di instaJansi pelayanan kesehatan.

No Kode Unit Kompetensi Judul unit Kompetensi
1 MIK.UK.06.001 01 Memprediksi kebutuhan informasi
dan teknlk dalam sistem pelayanan
kesehatan dimasa yang akan datang
2 MIK.UK.OS.OO2.01 Melaksanakan rencana strategis,
goal dan objektif untuk area
tanggung Jawabnya
3 MIK.UK.06.D03.01 Merencanakan kebutuhan sarana dan
prasarana unit kerja MIKJ RM untuk
memenuhf kebutuhan kerja
4 MIK.UK.OB.004.01 Menyusun anggaran/budget
5 MIK.UK.06.00S.01 Meng9unakan anggaran/budget
6 MIK.UK.OB.OO6.01 Menerapkan program orientasi dan
latihan staf bagi yang terkait dalarn
sistem data pelayanan kesehatan
7 M1K.UK.OB.OO7.01 Menyusun kebljakan dan prosedur
tentang slstern MIKI RM yang sesuai
hukurn, sertlflkasi, akreditasi, dan
kebutuhan setempat
-
8 MIK.UK.06.00B.01 Mengembangkan keblJakan dan
prosedur tentang MIK/ RM yang
sesuai hukurn, sertifikasi, akreditasi,
dan kebutuhan setempat
9 MIK.UK.OB.OQ9.D1 Mengimplementaslkan kebljakan dan
prosedur tentang sistem MIKI RM
yang sesual hukum, sertifikasi,
akreditasi, dan kebutuhan setempat
10 M I K. UK. 06.010.01 Mengevaluasl kebljakan dan
prosedur tentang MIKJ RM yang
sesuai hukum, sertifikasi, akreditasl,
dan kebutuhan setempat
11 MIK.UK.06.011.01 Menyusun analisa jabatan dan uralan
tugas Perekam Madis! Perekam
Medis
12 MIK.UK.06.012.01 Menyusun kebijakan dan prosedur
antar unit karja tentang arus
informasi setempat
13 M I K. U K. 06.013.01 Mengembangkan sistem MIKI RM
- MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESJA

sebagai bagian darl perencanaan
sistem informasi dalam sistem
pelayanan kesehatan
14 MIK.UK.06.014.01 Memecahkan masalah
pengembangan, sclusl, pembuatan
keputusan dan rencana startegi unit
kerja MIKIRM
15 M1K.UK06.015.01 Menyajikan informasi hasil kerja
penyelenggaraan MIK/RM gune
evaluasi kinerja unitnya
16 MIK.UK.06.016.01 Memonitor keadaan staf,
prod uktifitas dan arus kerja untuk
tujuan pengawasan
17 M1K.UK.06.017.01 Melaksanakan dokumentasi unit
kerja MIKI RM
18 MIK.UK.06.01B.01 Meningkatkan pel.pnrna saryankes
sesuel harapan pasien
19 MIKUK.06.019 01 Menylapkan profil rumah saklt
20 MIK.UK.06.020.01 Mengoperasikan komputer 9una
penyelenggaraan sistem MIKI RM MENTERIKESEHATAN REPUBUK INDONESIA

7. Kemitraan Prafesi

Deskripsi Kampetensi: Perekam Medis mampu berkolaborasl inter dan intra prafesl yang terkait datarn pe.layanan kesehatan

No Kode Unit Kompetensi Judul Unit Kompetensi
1 MIK.MP.07.001.01 Melaksanakan komunlkas: efektif
dengan sernua tinqkatan
2 MIK.MP.07.002.01 Mengikuti berbagai kegiatan
sosialisasi antar protest kesehatan,
non kesehatan dan antar organisasi
yang berkaitan dengen profesi
3 MIK.MP.07.003.01 Memberikan informasi database MIK
dengan efisien dan efektif
4 MIK.MP.07.004.01 Mengidentifikasi kebutuhan
infarmasi bagi pelanggan baik
Internal & ekternal
5 M1K.MP.07.005.01 Melaksanakan komunlkasi dengan
teknolagi rnutakhir (internet, e-mail,
fax, dll)
6 MIK.MP.07 006.01 Melaksanakan negosiasi dan
advokasl tentang pelayanan
MIKJrekam rnedls
...__
7 MIK.MP.07.007.D1 Memberikan konsultasi dalam
pengelolaan informasl kesehatan
sesuai dangan wewenang dan
tanggung jawabnya
8 MIK.MP.07.008.01 MenJalin kerjasama dengan Sagian
Sistem Informasi RS dalam
pengembangan teknologi baru
9 MIK.MP.07.009.01 Memberi konsultasi pendidikan dan
latihan bagl pengguna layanan
informasi MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

III. KODE ETIK

A. Mukadimah

Bahwa memajukan kesejahteraan umum adaJah salah satu tujuan naslanal yang rngin diWujudkan oleh bangsa Indonesia. Kesehatan merupakan salah satu wujud dari kesejahteraan naslonal dan mempunyal andil yang besar dalam pembangunan sumber daya manusia berkualitas yang dapat mendukung kelangsungan kehldupan bangsa dan terwujudnya cite-etta nasianal yaitu masyarakat adll dan makmur berdasarkan Pancaslla dan UUD 1945.

Rekam Medis dan Infarmasi Kesehatan merupakan aspek panting untuk mendukung keberhasilan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu pengembangan sistern dan penerapannya did ukung oleh tenaga profesi yang berkualltas. Karena Rekam Medis dan lnfcrmasl Kesehatan menyangkut kepentingan kerahasiaan pribadi pasien dan rahasia jabatan, maka Perekam MedJs rnerasa perlu untuk merumuskan pedoman slkap dan perilaku profesi, baik anggota Perhimpunan Profesional Perekam Medis Indonesia (PORMIKI) maupun Perekam Medis lainnya dalam mempertanggungjawabkan segala tindakan profesinya, baik kepada prafesi, pasien maupun masyarakat tuas.

Pedoman sikap dan perilaku Perekam Medis ini dirumuskan dalam rangka meningkatkan daya guna dan has!' gunapartlsipasi kelampok Perekam Medis dalam pernbanqunan nasianal khususnya pembangunan kesehatan, Maka berdasarkan pemiklran di atas, Kongres I PORMIKI menyepakati Kode Etik Perekam Medis sebagai berikut:

8. Pengertian

1. DEF1NISI PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN :

Seseorang yang teJah menyelesaikan pendidikan formal Rekam Medrs dan Informasi Kesehatan sehingga memiliki kompetensi yang dlakui oleh pemerintah dan prafesi serta mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh untuk melakukan kegiatan pelayanan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan pada unit pelayanan kesehatan.

2. DEFINISI KODE ETIK

Kode etik merupakan cir i profesi yang bersumber dar! nilai-nilai internal dan eks ernal suatu disiplin ilmu dan merupakan pernyataan komprehensif suatu profesi yang memberikan tuntutan bagi anggata dalam melaksanakan pengabdian profesi

3. DEFINISI KODE ETIK PEREKAM MEDIS

Pedoman sikap dan prtlaku Perekam Medis dalam menjalankan serta mempertanggungjawabkan sagala tindakan profesinya bali< kepada pretest. pasien, maupun masyarakat luas

MENTSRIKESEHATAN REPUBUK INDONESiA

C. KEWAJIBAN UMUM

1. 01 dalarn melaksanakan tugas protest, tlap Perekam Medis selalu bertindak demi keharmatan dirl, protest dan organisasi PORMIKI.

2. Perekam Medis selalu menjalankan tugas berdasarkan standar prafesi tertlnggi.

3, Perekam Medis lebih mengutamakan pelayanan daripada kepentingan pribadi dan selatu berusaha memberikan pelayanan yang sesual dengan kebutuhan pelayanan kesehatan yang bermutu.

4. Perekarn Medis wajib menyimpan dan menjaga data rekarn medis serta Informasi yang terkandung dl dalamnya sesual dengan ketentua n prosedur manajemen, ketetapan pimpinan institusi dan peraturen perundangan ya.ng berlaku.

5. Perekam Medis selalu menjunjung tinggi daktrin kerahasiaan dan hak atas informasi pasien yang terkait dengan identitas individuatau soslal.

6. Perekam Medis wajib rnelaksanakan tugas yang dlpercaya pimpinan kepadanya dengan penuh tanggungjawab, teliti dan akurat,

D. Perbuatanl tindakan yang bertentangan dengan kode etik :

1. Menerima ajakan kerjasama seseorang I orang untuk melakukan pekerjaan yang menyimpang dar! standar profesi yang berlaku.

2. Menyebarluaskan informasi yang terkandung dalarn rekam medis yang dapat merusak citra Perekam Madis.

3 Menerima imbalan jasa delam bentuk apapun atas tindaksn no.1 dan 2.

E. Peningkatan Pengetahuan Dan Kemampuan

Pen!ngkatan pengetahuan dan kemampuan profeslonal, baik anggata maupun organlsasi dituntut untuk menlngkatkan pengetahuan, kemampuan profesi melalui penerapan ilrnu dan teknologi yang berkaitan dengan perkembangan dl bidang Rekam Medls dan Informasi Kesehatan.

F. KewaJiban Terhadap Profesi

1. Perekam Medis wajib menr.egah terjadinya tindakan yang menyimpang dari Kade Etik Profesi.

2. Perekam Medis waj.ib meningkatkan mutu rekarn medis dan lntorrnasl kesehatan.

3. Perekam Medis wajib berpartisipasi aktif dan berupaya mengembangkan serta meningkatkan citra profesi.

4. Perekam Medis wajib menghormati dan mentaati peraturen dan kebljakan arganisasi profesi.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

H. Kewajiban Terhadap Diri Sendiri

1. Perekam Medis waJib menjaga kesehatan dlrinya agar dapat bekerja dengan balk.

2. Perekam Medis wajib meningkatkan pengetahuan dan ketrampllan sesual dengan perkembangan IPTEK yang ada.

L. Penutup

P.erekam Medls wajib menghayati dan mengamalkan Kode Etik profesinya.

IV. PENUTUP

Demikianlah Standar Profesi Perekam Medis Indonesia yang disusun oleh Dewan Plmplnan Pusat Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (DPP PORMIKJ). Semoga standar ini bermanfaat bagi seluruh Profesi Perekam Medis di Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di bidang Manajemen lnforrnasi Kesehatan.

FADILAH SUPARI, Sp. JP(K)

11

/

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->