Anda di halaman 1dari 2

Sosiologi Laras Qisthina Putri

X1/19

Pertanyaan:

1. Tuliskan atau buatlah sebuah narasi yang menggambarkan sikap pribadi anda berinteraksi
sosial dengan masyarakat yang tertimpa musibah Merapi!

2. Apa yang seharusnya diperbuat oleh Pemerintah yang tepat untuk mengatasi musibah dan
apa yang harus diperbuat oleh masyarakat atau perseorangan yang tertimpa musibah?

Jawab:

1. Saya sebagai seorang pelajar, melakukan hal-hal yang dapat saya lakukan sebisanya
untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah Merapi. Hal yang pertama saya
lakukan adalah berdoa untuk keselamatan masyarakat yang tertimpa musibah Merapi.
Saya berdoa agar tidak lagi jatuh korban, dan masyarakat diberi ketabahan atas musibah
yang menimpa. Kemudian saya berusaha menghubungi keluarga, kerabat dan teman-
teman saya yang berada di daerah sekitar Merapi untuk menanyakan kabar dan
memastikan keadaan mereka agar tidak kehilangan kontak. Tindakan saya selanjutnya
yaitu menyisihkan sebagian uang jajan dan menyumbangkan pakaian, dan barang-barang
yang masih layak pakai kepada korban Merapi. Sebagai seseorang yang belum memiliki
penghasilan sendiri, saya tidak mampu menyumbangkan sejumlah uang kepada
masyarakat yang tertimpa musibah Merapi tersebut, tetapi saya dapat dan telah
menyisihkan sebagian dari uang saku saya yang diberi orang tua, untuk mereka yang
lebih membutuhkan. Saya juga mengumpulkan pakaian-pakaian yang masih layak dan
pantas pakai, buku-buku, dan mainan-mainan yang masih berguna untuk disumbangkan.
Setelah itu, saya memantau keadaan Merapi melalui sarana telekomunikasi seperti
televisi, radio dan internet, agar saya bisa mengetahui keadaan terbaru yang benar dan
tidak sekedar termakan isu-isu. Hal-hal diatas merupakan sikap pribadi saya yang sudah
saya jalankan untuk berinteraksi sosial dengan masyarakat yang tertimpa musibah
Merapi.

2. Pemerintah seharusnya tanggap dan cepat dalam menangani musibah. Pemerintah


sebaiknya menyediakan tempat pengungsian sementara yang bersih dan aman untuk
tempat sementara para pengungsi. Pemerintah harus mengisolasi wilayah yang terkena
dampak bencana, untuk menghindari jatuhnya atau bertambahnya korban jiwa, serta
mengupayakan semaksimal mungkin rumah penduduk aman dari penjarahan. Pemerintah
harus menyediakan fasilitas memadai dan layak di pengungsian, seperti mandi cuci kakus
dengan jumlah cukup dan masalah makanan. Selain pemberian bantuan berupa material,
pemerintah juga mengupayakan hiburan agar mental pengungsi yang sedih dan galau tida
terus berlarut-larut yang dapat membahayakan kesehatan baik jasmani maupun
rohaninya. Pada saat terjadinya bencana biasanya begitu banyak pihak yang menaruh
perhatian dan mengulurkan tangan memberikan bantuan tenaga, moril maupun material.
Banyaknya bantuan yang datang sebenarnya merupakan sebuah keuntungan yang harus
dikelola dengan baik, agar setiap bantuan yang masuk dapat tepat guna, tepat sasaran,
tepat manfaat, dan terjadi efisiensi. Selain itu pemerintah juga harus mendistribusikan
bantuan secara merata dan terarah, agar pengungsi mendapat jatah bantuan maerata.

Bagi masyarakat atau perorangan yang tertimpa musibah, sebaiknya yakin bahwa cobaan
merupakan ujian dari Tuhan Yang Maha Esa, yang harus dihadapi dengan tabah dan
sabar, tidak dengan buruk sangka dan kemarahan. Selain itu, mereka juga harus bersikap
tanggap dan waspada, serta tidak sembrono. Bagi masyarakat atau perorangan yang
tertimpa musibah, sebaiknya mengikuti instruksi dan panduan pemerintah, untuk
meminimilisir resiko terkena bencana