Anda di halaman 1dari 27

16

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar

Sistem kontrol proses terdiri atas sekumpulan piranti-piranti dan peralatan-peralatan


elektronik yang mampu menangani kestabilan, akurasi dan mengeliminasi transisi
status yang berbahaya dalam proses produksi. Masing-masing komponen dalam
sistem kontrol proses tersebut memegang peranan pentingnya masing-masing, tidak
peduli ukurannya. PLC (Programmable, menunjukkan kemampuannya dapat diubah-
ubah sesuai program yang dibuat dan kemampuannya dalam hal memori program
yang telah dibuat. Logic, menunjukkan kemampuannya dalam memproses input secara
aritmatik, yakni melakukan operasi negasi, mengurangi, membagi, mengalikan,
menjumlahkan & membandingkan. Controller, menunjukkan kemampuannya dalam
mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan keluaran yang diinginkan).
PLC(Programmable Logic Control) adalah sebuah alat yang digunakan untuk
menggantikan rangkaian sederetan relai yang dijumpai pada sistem kontrol proses
konvensional. PLC bekerja dengan cara mengamati masukan (melalui sensor-sensor
yang terkait), kemudian melakukan proses dan melakukan tindakan sesuai yang
dibutuhkan, yang berupa menghidupkan atau mematikan keluarannya (logik, 0 atau 1,
hidup atau mati). Program yang dibuat umumnya dinamakan diagram tangga atau
ladder diagram yang kemudian harus dijalankan oleh PLC yang bersangkutan.
Dengan kata lain, PLC menentukan aksi apa yang harus dilakukan pada instrumen
keluaran berkaitan dengan status suatu ukuran atau besaran yang diamati.
Menurut Suryono dan Tugino (2005:1), PLC (Programmable Logic Control) dapat
dibayangkan seperti sebuah personal komputer konvensional (konfigurasi internal
pada PLC mirip sekali dengan konfigurasi internal pada personal komputer). Akan
tetapi dalam hal ini PLC dirancang untuk pembuatan panel listrik (untuk arus kuat).
Jadi bisa dianggap PLC adalah komputernya panel listrik. Ada juga yang
menyebutnya dengan PC (programmable controlle). Dari beberapa pengertian tersebut
dapat disimpulkan bahwa PLC adalah sebuah peralatan kontrol otomatis yang

Universitas Sumatera Utara


17

mempunyai memori untuk menyimpan program masukan guna mengontrol peralatan


atau proses melalui modul masukan dan keluaran baik digital maupun analog. PLC
banyak digunakan pada aplikasi-aplikasi industri, misalnya pada proses pengepakan,
penanganan bahan, perakitan otomatis dan lain sebagainya. Dengan kata lain, hampir
semua aplikasi yang memerlukan kontrol listrik atau elektronik lainnya. Dengan
demikian, semakin kompleks proses yang harus ditangani semakin penting
penggunaan PLC untuk mempermudah proses-proses tersebut (dan sekaligus
menggantikan beberapa alat yang diperlukan). Selain itu sistem kontrol proses
konvensional memiliki beberapa kelemahan, antara lain:
a. Perlu kerja keras saat dilakukan pengkabelan.
b. Kesulitan saat dilakukan penggantian dan perbaikan.
c. Kesulitan saat dilakukan pelacakan kesalahan.
d. Saat terjadi masalah, waktu tunggu tidak menentu dan biasanya lama.
e. Biaya relatif mahal karena membutuhkan spare part relative banyak.
Sedangkan penggunaan kontroler PLC memiliki beberapa kelebihan dibandingkan
dengan sisitem kontrol proses konvensional, antara lain:
a. Dibandingkan dengan sistem kontrol proses konvensional, jumlah kabel yang
dibutuhkan bisa berkurang hingga 80%, wiring relatif sedikit.
b. PLC mengkonsumsi daya lebih rendah dibandingkan dengan system kontrol
proses konvensional (berbasis relai).
c. Fungsi diagnostik pada sebuah kontroler PLC membolehkan pendeteksian
kesalahan yang mudah dan cepat.
d. Perubahan pada urutan operasional atau proses atau aplikasi dapat dilakukan
dengan mudah, hanya dengan melakukan perubahan atau penggantian
program, baik melalui terminal konsol maupun komputer PC.
e. Tidak membutuhkan spare part yang banyak, perangkat kontroler sederhana.
f. Lebih murah dibandingkan dengan sistem konvensional, khususnya dalam kasus
penggunaan instrumen I/O yang cukup banyak dan fungsi operasional
prosesnya cukup kompleks.
g. Ketahanan PLC jauh lebih baik dibandingkan dengan relai automekanik.
h. Dokumentasi gambar sistem lebih sederhana dan mudah dimengerti.
i. Standarisasi sistem kontrol lebih mudah diterapkan.
j. Pemrograman yang ampuh dan disimpan didalam memori.

Universitas Sumatera Utara


18

k.Aplikasi yang universal karena suatu program ditetukan oleh fungsi yang
tersedia.
l. Commissioning dan troubleshooting lebih mudah dengan menggunkan fungsi
yang tersedia.
m. Programnya dapat menggunakan teks dan grafik.
n. Dapat menerima kondisi lingkungan yang berat.
o. Produksi yang relatif besar.
Tiap-tiap PLC pada dasarnya merupakan sebuah mikrokontroler (CPUnya PLC bisa
berupa mikrokontroller maupun mikroprosesor) yang dilengkapi dengan peripheral
yang dapat berupa masukan digital, keluaran digital atau relai. Perangkat lunak
programnya sama sekali berbeda dengan bahasa komputer seperti pascal, basis C dan
lain-lain. Programnya menggunakan apa yang dinamakan sebagai diagram tangga atau
ladder diagram. PLC(Programmable Logic Control)

2.2 Perangkat Keras

2.2.1 Zelio Logic Smart Relay

Smart relay adalah suatu alat yang dapat diprogram oleh suatu bahasa tertentu yang
biasa digunakan pada proses automasi. Smart relay memiliki ukuran yang kecil dan
relatif ringan. Zelio Logic smart relay didesain untuk automated systems yang biasa
digunakan pada aplikasi industri dan komersial. Untuk keperluan industri biasanya
digunakan untuk aplikasi small finishing, packaging dan juga proses produksi. Selain
itu juga digunakan untuk mesin-mesin yang berskala kecil sampai dengan yang skala
besar dan terkadang juga digunakan untuk home industry. Untuk sector komersial atau
bangunan biasa digunakan untuk alat penggulung, pintu masuk, instalasi listrik,
compressor dan lain-lain yang menggunakan sistem automasi.

Terdapat 2 tipe smart relay yaitu tipe compact dan tipe modular. Perbedaannya adalah
pada tipe modular dapat ditambahkan extension module sehingga dapat ditambahkan
input dan output. Meskipun demikian penambahan modul tersebut tetap terbatas hanya

Universitas Sumatera Utara


19

bisa ditambahkan sampai dengan 40 I/O. Selain itu untuk tipe modular juga dapat
dimonitor dengan jarak jauh dengan penambahan modul.

Fungsi smart relay adalah merupakan suatu bentuk khusus dari pengontrol berbasis
mikroprosesor yang memanfaatkan memori yang dapat deprogram untuk menyimpan
instruksi-instruksi dengan aturan tertentu dan dapat mengimplementasikan fungsi-
fungsi khusus seperti fungsi logika, sequencing, pewaktuan (timing), pencacahan
(counting) dan aritmetika dengan tujuan mengontrol mesin-mesin dan proses-proses
yang akan dilakukan secara otomatis dan berulang-ulang. Smart relay ini dirancang
sebaik mungkin agar mudah dioperasikan dan dapat diprogram oleh non-programmer
khusus. Oleh karena itu perancang smart relay telah menempatkan sebuah program
awal (interpreter) di dalam piranti ini yang memungkinkan pengguna meinput
program-program kontrol sesuai dengan kebutuhan mereka dalam kebutuhan mereka
dalam suatu bentuk bahasa pemrograman yang relatif sederhana dan mudah untuk
dimengerti dan dapat diubah atau diganti dengan mudah sesuai dengan kebutuhan.

Pemrograman yang digunakan pada smart relay telemecanique adalah dapat dilakukan
dengan dua cara yaitu dengan cara menggunakan tombool-tombol yang terdapat pada
smart relay sehingga dapat mengubah program secara langsung dari smart relay
tersebut. Selain itu pemrograman juga dapat menggunakan computer yang
menggunakan software ”Zelio Soft 2”.

Cara kerja smart relay pertama adalah memeriksa kondisi input. Smart relay akan
memeriksa setiap input yang ada. Kemudian semuanya akan diinputkan ke dalam
memori. Langkah kedua adalah mengeksekusi porogram pada suatu instruksi.
Sehingga kerja smart relay adalah berdasarkan program. Setiap kondisi ditentukan
oleh programnya. Langkah terakhir smart relay mengatur status pada perangkat
keluaran. Dapat kita lihat bahwa smart relay sangat penting dalam suatu proses.
Keuntungan menggunakan Smart Relays adalah:
- Pemrograman yang sederhana. Dengan adanya layar LCD yang besar dengan
backlight memungkinkan dilakukannya pemrograman melalui front panel atau
menggunakan Zelio Soft 2 Software.
- Instalasi yang mudah.

Universitas Sumatera Utara


20

- Harga lebih murah dibandingkan dengan menggunakan PLC.


- Fleksibel, kompak dan dapat ditambahkan modul tambahan bila diperlukan,
dual programming language, dan multiple power capabilities (12VDC,
24VDC, 24VAC dan 120 VAC).
- Open connectivity. Sistem Zelio dapat dimonitor secara jarak jauh dengan cara
menambahkan extension modul berupa modem. Juga tersedia modul modbus
sehingga Zelio dapat menjadi slave OLC dalam suatu jaringan PLC.

2.2.2 Smart Relay Telemecanique SR2 B201 BD Keluaran scheneider

Smart relay yang digunakan adalah merk Telemecanique SR2 B201 BD yang dibuat
oleh pabrikan Schneider. Smart relay ini merupakan Smart relay modular yang dapat
diexpand. Software yang digunakan untuk Smart relay ini adalah Zelio Soft 2. Yang
menggunakan bahasa ladder diagram atau bisa juga menggunakan function block
diagram. Smart relay yang digunakan dapat diexpand sesuai dengan kebutuhan.
Sehingga input maupun output dapat ditambahkan pada Smart Relay ini. Smart relay
ini juga memiliki layar yang dapat digunakan untuk melihat maupun mengganti
program yang telah diinput ke dalam Smart relay ini. Pada layar tersebut juga terdapat
backlight yang digunakan untuk menerangi layar tersebut untuk memudahkan
pembacaan pada layar tersebut. Smart relay ini juga memiliki data backup yang
dilakukan oleh EEPROM Flash memory. Komunikasi yang digunakan adalah jaringan
Modbus. Smart relay ini memiliki range power supply yang 24 VDC. Batasan
tegangan supplynya adalah 19,2-30 VDC. Arus nominalnya 70 mA tanpa extensions
jika menggunakan extensions 180 mA.

Universitas Sumatera Utara


21

Gambar 2.1 Smart Relay Telemecanique SR2 B201 BD buatan scheneider

Dari gambar di atas dapat kita lihat terdapat layar yang dapat digunakan untuk
melakukan pemrograman secara langsung dari smart relay tanpa harus menggunakan
perangkat komputer. Dengan adanya tombol-tombol yang telah disediakan kita dapat
memrogram dengan lebih mudah.

Zelio SR2 B201 BD merupakan smart relay generasi ke-2, jenis modular yang akan
dipakai ini dirancang untuk sebuah sistem otomasi. Adapun keunggulan dari tipe
modular ini adalah hanya membutuhkan supply 24 volt dengan I/O berjumlah 26
buah dan input analog berjumlah 16. Zelio SR2 B201 BD ini juga merupakan sebuah
smart PLC yang memiliki CPU, memory dan relay yang terintegrasi di dalamnya.
Selain itu juga, Zelio dengan tipe ini mampu untuk diekspansi jumlah input/output-
nya. Berbeda dengan PLC biasa, Zelio SR2 B201 BD memiliki input analog yang
berfungsi untuk memudahkan dalam penggunaan input berupa data analog dan
perbandingan tegangan.

Untuk memprogram modul Zelio SR2 B201 BD ini dapat menggunakan dua cara,
yaitu pertama dengan cara melalui panel depan modul Zelio dan kedua melalui
programming workshop zelio soft 2. Bahasa pemrograman pada zelio soft 2 terdapat
dua macam, yaitu ladder diagram dan FBD (Functional Block Diagram), akan tetapi
untuk penggunaan input analog hanya dapat digunakan pada bahasa pemrograman
FBD. Kedua bahasa pemrograman ini sama-sama mengimplementasikan Predefine
Function Block seperti timer dan counter serta fungsi-fungsi spesifik yang lain. Zelio

Universitas Sumatera Utara


22

merupakan kumpulan dari relay, dimana relay adalah sebuah device yang bekerja
berdasarkan gaya electromagnetic yang dapat menutup dan membuka sebuah kontak
switch. Relay pada mulanya dikembangkan untuk memudahkan dua kontrol
elektronik, yaitu remote control dan power amplification. Contoh dari power
amplification adalah starting relay pada sebuah mobil.

Kontak relay memiliki dua konfigurasi dasar yaitu Normally Open (NO) dan
Normally Closed (NC). Normally Open memiliki kondisi kontak open pada saat tidak
di-energized dan kontak akan close bila di-energized. Sedangkan Normally Closed
memiliki kondisi kontak closed pada saat tidak di-energized dan kontak akan open
bila di-energized. Berdasarkan perjanjian, symbol relay selalu menunjukkan kondisi
kontak pada saat tidak di-energized. Relay memiliki bermacam-macam variasi
konfigurasi kontak. Seperti double-pole/double-throw (DPDT), triple-pole/double-
throw (3PDT), double-pole/single-throw (DPST), single-pole/single-throw (SPST)
dan sebagainya.

Switch dan relay digunakan secara luas pada industri-industri untuk mengontrol
motor, mesin dan proses. Switch dapat menjalankan single machine on dan off, tetapi
berbeda dengan jaringan relay logic yang dapat mengontrol proses yang dijalankan,
menyalakan sebuah mesin, menunggui sampai proses selesai, kemudian menjalankan
proses berikutnya.

Zelio logic tipe modular yang dapat ditambahkan module sesuai dengan kebutuhan.
Tetapi penambahan module cukup terbatas. Hanya sampai 40 I/O saja. Smart relay ini
memiliki performa yang cukup baik dibandingkan dengan smart relay yang lain
karena memiliki bentuk yang kecil dan relatif lebih ringan dan memiliki jumlah input
dan output yang cukup banyak dibandingkan dengan smart relay lain yang seukuran
dan juga terdapat layar untuk memudahkan pengontrolan.

Programming dan instalasi yang mudah, Zelio Logic sangat cocok untuk semua
aplikasi. Zelio Logic ini juga fleksibel menawarkan dua macam Option, yang pertama
adalah compact version dimana pada versi ini memiliki konfigurasi yang fix,

Universitas Sumatera Utara


23

sedangkan untuk yang kedua yaitu Modular version, dapat ditambahkan extension
Modules serta 2 bahasa programming (FBD atau ladder).
- Secara independen, menggunakan tombol-tombol pada Zelio Logic smart relay
(ladder language)
- Menggunakan pemrograman pada PC menggunakan ”Zelio Soft 2 2” software.

2.1.2 Input dan Output (I/O)

Smart relay ini memiliki jumlah input 16 yang terdiri dari analog dan digital dan
memiliki output 10 relay normally open. Smart relay ini juga dapat digabungkan
dengan modul tambahan sehingga dapat memperbanyak jumlah input maupun jumlah
output sampai dengan total jumlah 40 I/O. Untuk discrete input memiliki tegangan
nominal 24V dan arusnya 4 mA dan untuk input analog 0-10 atau 0-24 VDC.
Impedansi inputnya 12K Ω . Untuk response time jika menggunakan ladder language
memerlukan 50 ms dan jika menggunakan block diagram memerlukan minimal 50 ms
dan maksimal 255 ms. Sedangkan untuk perangkat keluaran (output). Terdapat 2 tipe
karakteristik yaitu relay dan transistor. Untuk relay tipenya adalah normally open yang
akan menyala jika diberi logic 1 dan akan mati jika diberi logic 0. Batas beroperasinya
5-30 VDC dan 24-250 VAC. Arus termalnya 8 output bernilai 8A dan 2 output
bernilai 5A. Kapasitas switching minimal adalah 10 mA. Time respone untuk trip 10
ms dan untuk reset 5 ms. Untuk transistor batas operasinya 19,2-30V. Beban nominal
tegangan 24 VDC dan arusnya 0,5A. Time respone untuk trip dan resetnya kurang dari
1 ms. I/O pada smart relay ini dapat diberi modul tambahan sesuai dengan kebutuhan
tetapi terdapat keterbatasan dalam penambahan. Untuk analogue I/O extension
modules dengan 4 I/O, suplai menggunakan 24 VDC. Discrete I/O extension modules
dengan 6, 10, 14 I/O, suplai melalui Zelio Logic smart relay dengan voltage yang
sama.

Universitas Sumatera Utara


24

Power input digital input analog


Supply

Slot konektor ke PC.

Output Plc
Gambar 2.2 Zelio Logic Modular SR2 B201 BD

2.1. 3 Spesifikasi

Zelio tipe SR2 B201 BD memiliki jumlah I/O sebanyak 26 buah, dimana memiliki
input diskrit berjumlah 16, yang diantaranya berupa input analog berjumlah 6,
sedangkan output-nya berjumlah 10 buah bertipe relay. Zelio jenis ini disupplay
dengan tegangan DC 24Volt (antara 19,2-30 Volt).

Universitas Sumatera Utara


25

2.2.1. Bagian–bagian PLC

PLC sesungguhnya merupakan sistem mikrokontroler khusus untuk industri, artinya


seperangkat perangkat lunak dan keras yang diadaptasi untuk keperluan aplikasi
dalam dunia industri. Elemen-elemen sebuah PLC terdiri atas :

a. Central Processing Unit (CPU)


Adalah otak dalam PLC, merupakan tempat mengolah program sehingga sistem
kontrol yang telah di desain akan bekerja seperti yang telah diprogramkan. CPU
PLC ZELIO SR2 B201 BD Keluaran scheneider elektrik sangat bervariasi
macamnya tergantung pada masing-masing tipe PLC-nya. CPU ini juga
menangani komunikasi dengan piranti eksternal, interkonektifitas antar bagian-
bagian internal PLC, eksekusi program, manajemen memori, mengawasi atau
mengamati masukan dan memberikan sinyal ke keluaran (sesuai dengan proses
atau program yang dijalankan). Kontroler PLC memiliki suatu suatu rutin
kompleks yang digunakan untuk memeriksa memori agar dapat dipastikan memori
PLC tidak rusak yang diandai dengan lampu indikator pada badan PLC.
b. Terminal masukan (Power Supply )
Adalah terminal untuk memberi tegangan dari power supply ke CPU (100 sampai
240 VAC atau 24 VDC). Modul ini berupa switching power supply.
c. Terminal pertanahan fungsional (Functional Earth Terminal).
Adalah terminal pertanahan yang harus diketanahkan jika menggunakan tegangan
sumber AC.
d. Terminal keluaran Power Supply
ZELIO SR2 B201 BD Keluaran scheneider elektrik dengan sumber tegangan AC
dilengkapi dengan keluaran 24 VDC untuk mensuplai keluaran.
e. Terminal masukan (Terminal Input)
Adalah terminal yang menghubungkan ke rangkaian masukan.
f. Terminal keluaran (Terminal Output)
Adalah terminal yang menghubungkan ke rangkaian keluaran.
g. Indikator PC
Indikator yang memperlihatkan atau menampilkan status operasi atau mode dari
PC.

Universitas Sumatera Utara


26

h. Terminal pertanahan pengaman (Protective Out Terminal)


Adalah terminal pengaman pertanahan untuk mengurangi resiko kejutan listrik.
i. Indikator masukan (Indikator Input).
Menyala saat terminal masukan ON.
j. Indikator keluaran (Indikator Output)
Menyala saat terminal keluaran ON.
k. Memori PLC
1) IR (Internal Relay)
Bagian memori ini digunakan untuk menyimpan status keluaran dan
masukan PLC. Untuk ZELIO SR2 B201 BD Keluaran scheneider elektrik,
masing masing bit IR000 berhubungan langsung dengan terminal masukan,
misal IR000.00 (atau 000.00 saja) berhubungan langsung dengan masukan
ke-1 dan IR 000.05 (atau 000.05). Daerah IR terbagi atas tiga macam area,
yaitu area masukan, area keluaran dan area kerja. Untuk mengakses
memori ini cukup dengan angkanya saja, 000 untuk masukan, 010 untuk
keluaran dan 200 untuk memori kerjanya
2) SR (Special Relay)
Special relay adalah relai yang mempunyai fungsi-fungsi khusus seperti
untuk pencacah, interupsi dan status flags (misalnya pada intruksi
penjumlahan terdapat kelebihan digit pada hasilnya (carry flag), kontrol bit
PLC, informasi kondisi PLC, dan sistem clock (pulsa 1 detik; 0,2 detik dan
sebagainya).
3) Ar (Auxilary Relay)
Terdiri dari flags dan bit untuk tujuan-tujuan khusus. Dapat menunjukkan
kondisi PLC yang disebabkan oleh kegagalan sumber tegangan, kondisi
spesial I/O, kondisi input atau output unit, kondisi CPU PLC, kondisi
memori PLC.
4) LR (Link Relay)
Digunakan untuk data link pada PLC link system. Artinya untuk tukar-
menukar informasi antara dua PLC atau lebih dalam suatu sistem kontrol
yang saling berhubungan satu dengan yang lain dan menggunakan banyak
PLC. Terdiri dari 16 word, LR00 hingga LR15 atau 256 bit, LR00.00

Universitas Sumatera Utara


27

hingga LR15.15, untuk ZELIO SR2 B201 BD Keluaran scheneider


elektrik.
5) HR (Holding Relay)
Holding Relay digunakan untuk mempertahankan kondisi kerja rangkaian
PLC yang sedang dioperasikan apabila terjadi gangguan pada sumber
tegangan dan akan menyimpan kondisi kerja PLC walaupun sudah
dimatikan. Untuk ZELIO SR2 B201 BD Keluaran scheneider elektrik
daerah ini terdiri dari 20 word, HR00 hingga HR19 atau 320 bit. HR000.00
hingga HR19.15. Bit-bit HR ini dapat digunakan bebas didalam program
sebagaimana bit-bit kerja (works bit).
6) TR (Temporary Relay)
Berfungsi untuk penyimpanan sementara kondisi logika program pada
ladder diagram yang mempunyai titik percabangan khusus terdapat 8 bit,
TR00 hingga TR07, baik untuk ZELIO SR2 B201 BD Keluaran scheneider
elektrik
7) DM (Data Memory)
Berfungsi untuk penyimpanan data-data program karena isi DM tidak akan
hilang (reset) walaupun sumber tegangan PLC mati.
l. Peripheral port
Penghubung antara CPU dengan PC atau peralatan peripheral lainnya, yaitu
dengan menggunakan kabel data RS 232C adaptor atau RS 422).
m. Exspanssion I/O
Penghubung CPU ke exspanssion I/O unit untuk menambah 12 masukan dan 8
keluaran.
n. Programming console (PC)
PC berfungsi untuk memasukkan perintah atau program secara berurutan.
Adapun bagian–bagian dari program console adalah :
1) LCD display
Menampilkan program atau perintah yang dimasukkan ke dalam PLC.
2) Mode Pilihan
Memilih mode operasi pada PLC yaitu mode RUN, mode PROGRAM dan
mode MON (Monitor).
(a) RUN.

Universitas Sumatera Utara


28

Digunakan untuk mengoperasikan program tanpa dapat mengubah nilai


setting yang dapat diubah pada posisi mode MON.
(b) MONITOR (MON)
Digunakan untuk memonitor kerja program yang telah dibuat.
(c) PROGRAM
Digunakan untuk membuat program atau membuat modifikasi atau
perbaikan program sebelumnya.
3) Tombol–tombol instruksi (Instruction Keys)
Adalah tombol–tombol untuk memasukkan perintah kontak yang akan
digunakan. Tombol intruksi tersebut antara lain FUN, SFT, LOAD, AND,
OR, OUT, NOT, TR, LR, HR, DM, EXT, TIMER (TIM), COUNTER
(CNT), Shift Register SRCH, INS,DEL, WRITE, VER, CLEAR, PLAY
atau SET, REC.
4) Tombol–tombol operasi (Operasion Keys)
Adalah tombol–tombol untuk memasukkan perintah relai yang akan
dipergunakan.
5) Tombol–tombol nomor (Numeric Keys)
Adalah tombol–tombol untuk memasukkan nomor–nomor kontak relai dan
nilai pewaktu ataupun counter (0-9).

2.2.2. Masukan–masukan PLC

Kecerdasan sebuah sistem terotomasi sangat tergantung pada kemampuan sebuah PLC
untuk membaca sinyal dari berbagai macam jenis sensor dan piranti-piranti masukan
lainnya. Untuk bisa melakukan perubahan pada memori status masukan tersebut,
dibutuhkan sumber tegangan untuk memicu masukan. Pada gambar 12 ditunjukkan
contoh menghubungkan sebuah sensor dengan tipe keluaran sinking(menyedot arus)
dengan masukan PLC yang bersifat sourcing(memberikan arus).

Universitas Sumatera Utara


29

Gambar 2.3 Contoh menghubungkan sensor masukan

2.2.3. Keluaran PLC

Sistem terotomasi tidaklah akan lengkap jika tidak ada fasilitas keluaran, beberapa alat
atau piranti yang banyak digunakan adalah motor, solenoida, relai, lampu indikator
dan sebagainya. ZELIO SR2 B201 BD Keluaran scheneider elektrik menggunakan
keluaran berupa relai, dengan adanya relai ini, menghubungkan dengan piranti
eksternal menjadi lebih mudah. Pada gambar 13 ditunjukkan gambar rangkaian
internal rangkaian relai sebagai keluaran pada ZELIO SR2 B201 BD Keluaran
scheneider elektrik.

Gambar 2.4. Relai sebagai keluaran


Pada gambar diatas tampak bahwa CPU PLC betul-betul terisolasi dari luar, pertama
dengan menggunakan komponen optoisolator dan dari optoisolator ini digunakan

Universitas Sumatera Utara


30

untuk menggerakkan relai(terminal A dan B)dan sebuah dioda yang dipasang pararel
dengan relai sebagai pengaman arus balik yang terjadi saat pensaklaran.

Gambar 2.5. Contoh menghubungkan keluaran PLC dengan lampu

2.2.4. Sensor Cahaya

2.2.4.1 Dioda Laser

Dioda laser adalah LED yang dibuat khusus untuk dapat beroperasi sebagai laser.
Laser singkatan dari “light amplifications by stimulated of radiation” (amplifikasi
cahaya dengan emisi radiasi yang distimulasi). Tidak seperti LED, dioda laser
mempunyai lubang optis dibentuk dengan pelapisan sisi yang berlawanan dari chip
untuk menghasilkan dua permukaan pemantulan yang tinggi. (Frank D. Petruzela,
2002:244). Seperti LED, dioda laser adalah dioda sambungan PN yang pada level arus
tertentu akan memancarkan cahaya. Dioda laser tidak lebih dari suatu LED yang
dibuat dengan sangat teliti dengan lapisan–lapisan rata dan dua buah cermin kecil.
Cermin– cermin itu sangat berhadapan antara yang satu dengan yang lainnya dan
menghasilkan umpan balik internal yang menyebabkan terjadinya perangsangan emisi
dari radiasi (stimulated emulation of radiation). Emisi yang distimulasikan terjadi
secara alamiah bila suatu proses cahaya yang dipancarkan oleh elektron yang
dibangkitkan menyerang elektron kedua yang dibangkitkan dan memaksa untuk
mengadakan penggabungan kembali dengan suatu lubang hasilnya adalah terjadinya

Universitas Sumatera Utara


31

dua buah proton yang memiliki frekuensi dan perjalanan yang benar–benar identik
dalam fasa yang sempurna antara yang satu dengan yang lainnya. Emisi yang
disimulasikan merupakan suatu amplifikasi (penguatan) kemudian disimulasikan
bahan laser dan hasilnya adalah sinar laser.

Gambar 2.6. Dioda laser

Sebagian besar dioda laser dibuat dengan memproduksi lapisan presisi dari arsenida
galium (GaAs) atau semikonduktor penghasil cahaya yang lain, dioda laser dalam
rangkian ini digunakan sebagai pemancar yang berkas cahayanya dikenakan secara
langsung dengan LDR selaku sensor penerima cahaya.

2.2.4.2 LDR (Light Dependent Resistor)

LDR singkatan dari Light Dependent Resistor yang dibuat dari bahan semikonduktor
seperti silicon, selenium atau kadmium sulfida. Foton conductive ini mempunyai sifat
akan berkurang nilai resistansinya apabila tidak terdapat cahaya yang mengenainya
dan akan naik nilai resistansinya apabila cahaya jatuh padanya. (Paul Fay, 1984:36).

Gambar 2.7. LDR

2.2.5. Motor DC

Universitas Sumatera Utara


32

Motor adalah suatu mesin yang berfungsi mengubah tenaga listrik arus searah menjadi
tenaga gerak atau energi mekanik, dimana tenaga gerak tersebut berupa putaran
daripada rotor. Fungsi motor ini berdasarkan gejala bahwa suatu medan magnet
mengeluarkan gaya pada penghantar berarus. Prinsip kerjanya adalah apabila sebuah
kawat penghantar yang dialiri arus diletakkan antara dua buah kutub magnet, maka
pada kawat itu akan bekerja suatu gaya yang menggerakkan kawat itu (gaya lorentz).
Setiap konduktor yang mengalirkan arus mempunyai medan magnet disekelilingnya.
Kuat medan tergantung pada besarnya arus yang mengalir dalam konduktor tersebut.
Pada motor DC, konduktor pengalir arus dililitkan pada alur-alur jangkar. Jika jangkar
berputar maka dalam lilitan jangkar motor tersebut dibangkitkan gaya gerak listrik
(GGL) yang kemudian diubah menjadi energi mekanik dalam rotor. Kontruksi dari
motor DC terbagi atas beberapa bagian antara lain :
1) Stator atau bagian yang diam, terdiri dari:
Rumah stator (gandar) sebagai tempat jalan mengalirnya medan magnet
yang dihasilkan oleh kutub-kutub magnet, dan melindungi bagian-bagian
mesin lainnya, sehingga dibuat dari bahan feromagnetik.
2) Rotor yang berputar, terdiri dari jangkar, lilitan jangkar, komutator dan
sikat-sikat.

Gambar 2.8. Motor DC

Universitas Sumatera Utara


33

2.2.6 Komponen pendukung


2.2.6.2 Relai

Relai adalah suatu alat yang dioperasikan dengan listrik yang mengontrol
penghubungan rangkaian listrik (Frank D. Petruzella, 2004:191). Relai menempati
posisi penting dalam banyak sistem kontroL, bermanfaat untuk kontrol jarak jauh,
pengendalian arus dan tegangan tinggi dengan sinyal kendali bertegangan dan berarus
rendah. Susunan paling sederhana terdiri atas kumparan kawat penghantar yang
digulungkan pada former memutari teras magnet. Bila kumparan dienergikan oleh
arus, medan magnet yang dibangun menarik armature berporos, memaksanya bergerak
cepat kearah teras. Gerakan armatur ini melalui pengungkit dipakai untuk membuka
atau menutup kontak-kontak. Waktu kerja dan waktu lepas untuk relai armatur berada
dalam daerah 15 milidetik. Susunan semua kontaknya itu secara listrik terisolasi dari
rangkaian kumparan. Normal terbuka (normally open), kontak-kontak akan tertutup
bila relai diberi tegangan. Normal tertutup (normally close), kontak-kontak terbuka
bila diberi tegangan.

Gambar 2.10. Relai 12 Vollt 8 pin

2.2.6.3 Limit Switch

Sakelar batas atau limit switch merupakan saklar yang dapat dioperasikan secara
otomatis ataupun manual. Limit switch mampunyai fungsi yang sama yaitu
mempunyai kontak NO (Normaly Open) dan NC (Normally Close). Limit switch akan
bekerja jika ada benda yang menekan roller-nya, sehingga kedudukan kontak NO
menjadi NC dan kontak NC menjadi NO. Jika benda sudah diangkat, roller dari limit
switch kembali keposisi semula, demikian pula dengan kedudukan kontak-kontaknya.

Universitas Sumatera Utara


34

Gambar 2.10. Li mit Switch NC NO

2.2.6. 5 Saklar tombol tekan

Saklar tombol tekan adalah suatu jenis peralatan kontrol yang digunakan untuk
menghubungkan atau memutuskan rangkaian listrik. Saklar tombol tekan dioperasikan
secara manual dengan cara menekan tombolnya. Menurut kedudukan kontak-
kontaknya tombol tekan dapat dibagi menjadi dua yaitu, Normally Open (NO) dan
Normally Close (NC). Kontak NO kedudukan kontaknya dalam keadaan terbuka
sebelum tombol dioperasikan atau ditekan. Apabila kontak NO tersebut ditekan maka
kedudukan kontaknya akan berubah menjadi NC (tertutup), begitu juga sebaliknya
untuk kontak NC dan ketika tombol dilepas maka kedudukan kontaknya akan kembali
keposisi semula.

Gambar 2.11 Saklar

2.2.6.6 IC Catu daya

Didalam rangkaian catu daya biasanya tegangan keluaran dari rangkaian itu tidak
sesuai atau mendekati tegangan nominal yang diperlukan . untuk mengatasi masalah
tersebut biasanya dipasang IC catu daya. IC ini digunakan untuk lebih mengakuratkan
nilai tegangan keluaran. Dalam rangkaian ini menggunakan IC antara lain :
• LM 7805 (positif regulator) tegangan keluaran + 5 V.

Universitas Sumatera Utara


35

Gambar 2.11 IC Catu daya

2.3 Perangkat Lunak

2.3.1 Pemograman PLC(Programmable Logic Control)

1) Diagram Tangga (ladder diagram) dasar Menurut Putra Afgianto Eko (2004:57),
sebuah diagram tangga atau ladder diagram terdiri dari sebuah garis menurun ke
bawah pada sisi kiri dengan garis-garis bercabang ke kanan. Garis yang ada sebelah
kiri di sebut palang bis (bus bar), sedang kangaris-garis bercabang (The Branching
Lines) adalah barisinstruksi atau anak tangga. Sepanjang garis instruksi ditempatkan
berbagai macam kondisi yang terhubungkan ke instruksi lain disisi kanan. Kombinasi
logika dari konsisi-kondisi tersebutmenyatakan kapan dan bagaimana instruksi yang
ada di sisi kanan tersebut dikerjakan. Contoh diagram tangga ditunjukkan pada
gambar 4. Sepanjang garis intruksi bisa bercabang-cabang lagi kemudian bergabung
lagi. Garis-garis pasangan vertikal (seperti lambang kapasitor) itulah yang disebut
kondisi. Angka-angka yang terdapat pada masing-masing kondisi merupakan bit
operan intruksi. Status bit yang berkaitan dengan masing-masing kondisi tersebut
yang menentukan kondisi eksekusi dari intruksi berikutnya.

Gambar 2.12 Contoh Ladder Diagram

Universitas Sumatera Utara


36

2) Instruksi-instruksi tangga(ladder instrucstion) Instruksi tangga atau ladder


instrucstion adalah instruksiinstruksi yang terkait dengan kondisi-kondisi di dalam
diagram tangga. Instruksi-instruksi tangga, baik yang independen maupun kombinasi
atau gabungan dengan blok instruksi berikut atau sebelumnya, akan membentuk
kondisi eksekusi Putra Afgianto Eko (2004:62).

(a) LOAD (LD) dan LOAD NOT (LD NOT)

Kondisi pertama yang mengawali sembarang blok logika di dalam diagram tangga.
Masing-masing instruksi ini membutuhkan satu baris kode mnemonik dan kondisi
eksekusinya, seperti ditunjukkan pada gambar Gambar 2.13.

Gambar 2.13 Contoh intruksi LD dan LD NOT

(b) AND dan AND NOT

Jika terdapat dua atau lebih kondisi yang dihubungkan secara seri pada garis instruksi
yang sama, maka kondisi yang pertama menggunakan instruksi LD atau LD NOT dan
sisanya menggunakan instruksi AND atau AND NOT. Instruksi AND dapat
dibayangkan akan menghasilkan ON jika kedua kondisi yang terhubungkan dalam
kondisi ON semua, jika ada salah satu atau kedua-duanya dalam kondisi OFF maka
instruksi AND akan lalu menghasilkan OFF.

Universitas Sumatera Utara


37

Gambar 2.14 Contoh instruksi AND dan AND NOT

(c) OR dan OR NOT

Jika dua atau lebih kondisi dihubungkan secara pararel, artinya dalam garis instruksi
yang berbeda kemudian bergabung lagi dalam satu garis instruksi yang sama, maka
kondisi pertama terkait dengan instruksi LD atau LD NOT dan sisanya berkaitan
dengan instruksi OR atau OR NOT. Gambar 7 ditunjukkan tiga buah kondisi yang
berkaitan dengan LD NOT, OR NOT, dan OR. Sekali lagi masingmasing intruksi ini
membutuhkan satu baris kode mnemonik.

Gambar 2.15Contoh instruksi OR dan OR NOT

(d) OUT dan OUT NOT

Cara yang paling mudah untuk mengeluarkan hasil kombinasi kondisi eksekusi adalah
dengan menyambung langsung dengan keluaran melalui instruksi OUTPUT (OUT)
atau OUTPUT NOT (OUT NOT). Kedua instruksi ini digunakan untuk mengontrol bit
operan yang bersangkutan berkaitan dengan kondisi eksekusi apakah ON atau Off.

Universitas Sumatera Utara


38

Gambar 2.16 Contoh intruksi OUT dan OUT NOT

(e) Differentiate UP DIFU(13) dan Differentiate Down DIFD (14).

Intruksi DIFU(13) dan DIFD(14) digunakan untuk meng-On-kan bit operan hanya
satu siklus saja atau dengan kata lain hanya sesaat saja. Instruksi DIFU(13) digunakan
untuk meng-ON-kan bit operan sesaat saja saat terjadi transisi kondisi eksekusi dari
OFF ke ON. Sedangkan instruksi DIFD(14) digunakan untuk tujuan yang sama
dengan DIFU(13), hanya saja saat terjadi transisi kondisi eksekusi dari ON ke OFF.

Gambar 2.17 Contoh intruksi DIFD(14) dan DIFU(13)

(f) END

Instruksi terakhir yang harus dituliskan atau digambarkan dalam diagram tangga
adalah instruksi END. PLC akan mengerjakan semua instruksi dalam program dari
awal (baris pertama) hingga ditemui instruksi END yang pertama, sebelum kembali
lagi mengerjakan instruksi dari awal lagi, artinya instruksi-instruksi yang ada di

Universitas Sumatera Utara


39

bawah atau setelah instruksi END diabaikan. Jika suatu diagram tangga atau program
PLC tidak dilengkapi instruksi END, maka program tidak dapat dijalankan.

Gambar 2.18 Contoh intruksi END(01)


3) Kode Mnemonik

Menurut Putra Afgianto Eko(2004:60) diagram tangga tidak dapat langsung dikirim
ke PLC menggunakan konsol pemrograman (Programming Console). Untuk
mengirimkan diagram tangga menggunakan konsol pemrograman maka harus
dilakukan konversi diagram tangga ke kode-kode mnemonic (perangkat lunak Syswin
khusus Omron PLC Sysmac) dapat melakukan hal ini dengan otomatis. Kode
mnemonic menyediakan informasi yang sama persis dengan diagram tangga hanya
dalam bentuk yang langsung bisa diketikkan ke PLC yang bersangkutan (melalui
konsol pemrograman).
Contoh penyimpanan kode mnemonik ditunjukkan pada tabel 2.2
Tabel 2.2 Penyimpanan Kode Mnemonik

Universitas Sumatera Utara


40

4) Eksekusi Program

Saat eksekusi program dijalankan, unit CPU didalam PLC akan men-scan program
dari atas ke bawah, memeriksa semua kondisi dan mengerjakan semua intruksi terkait
ke arah bawah. Dengan demikian penting untuk menempatkan instruksi-instruksi
sesuai urutan yang seharusnya, sehingga program bisa bekerja atau berjalan sesuai
dengan yang di kehendaki. Dan CPU selalu mengerjakan instruksi dari kiri ke kanan
sebelum kembali lagi ke titik cabang kemudian mengerjakan pada garis instruksi
berikutnya dan seterusnya.

(a) Catatan Penting Pemrograman

Jumlah kondisi yang digunakan baik secara seri ataupun pararel tidak terbatas selama
tidak melampaui kapasitas memori dari PLC. Dengan demikian gunakan sebanyak
mungkin kondisi sesuai dengan kebutuhan pemrograman PLC, serumit mungkin.
Tetapi ada satu hal yang tidak boleh dilakukan yaitu menulis kondisi secara vertikal,
sebagaimana ditunjukkan pada gambar 11.

Gambar 2.19 Pemrograman yang salah

2.3.2 Software

Pemrograman yang dipakai pada smart relay ini adalah menggunakan software Zelio
Soft 2. Bahasa pemrograman yang dipakai adalah Ladder Diagram (LD) dan Function

Universitas Sumatera Utara


41

Block Diagram (FBD). Pada gambar Gambar 2.20 dapat kita lihat contoh layout
program yang menggunakan ladder diagram.

Gambar 2.20 Layout yang menggunakan ladder diagram

Pada ladder language terdapat dua macam symbol yang dapat digunakan yaitu ladder
symbol dan electrical symbol. Pada ladder symbol terdapat 120 baris yang dapat
digunakan untuk program. Fitur-fitur yang ada adalah timer, yang digunakan untuk
menghitung delay baik on/off. Counter yang digunakan untuk menghitung maju atau
mundur. Analogue comparator dan counter comparator yang digunakan untuk
membandingkan. Clock yang digunakan untuk range waktu yang valid selama
melakukan proses. Control relay yang digunakan sebagai internal relay. Input dan
output coil dan juga terdapat kolom comment untuk memberi komentar pada tiap
barisnya. Sedangkan gambar Gambar 2.21 adalah contoh layout yang menggunakan
FBD language. FBD menyediakn graphical programming yangberdasarkan kegunaan
dari function block.

Universitas Sumatera Utara


42

Gambar 2.21 Layout yang menngunakan FBD language

Selain itu Software ini juga dapat digunakan untuk simulasi, monitoring, dan
pengawasan. Selain itu juga dapat mengupload dan mendownload program. Dapat
dibuat dalam bentuk file. Meng-compile program secara otomatis. Selain itu juga
terdapat menu on-line help.

Universitas Sumatera Utara