Anda di halaman 1dari 12

PESEBARAN PATOGEN

(Laporan Praktikum Ilmu Penyakit Tumbuhan Umum)

Oleh
Anggita Cheriany
0914013075

JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2010
I . PENDAHULUAN

A . Latar Belakang

Penyebaran inokulum penyakit tumbuhan merupakan hal yang paling penting,


karena inokulum dapat menyebar, tumbuh, dan berkembang ke daerah-daerah
yang jauh tempatnya dari sumber inokulum. Inokulum dapat menyebar secara
aktif dan pasif. Penyebaran secara pasif ini sangat tergantung pada pembawanya,
tapi cara ini lebih efektif menyebarkan inokulum hingga jauh jaraknya. Agen-
agen pembawa ini dapat berupa air, angin, manusia, hewan, bahan tanaman itu
sendiri atau agen-agen lainnya. Misalnya penyebaran jamur. Banyak jamur parasit
yang penyebarannya terutama dilakukan oeh angin.

Oleh karena itu, praktikum penyebaran penyakit tumbuhan oleh angin ini sangat
perlu dan penting dilakukan agar .kita bisa membuktikan apakah benar pernyataan
teori tersebut atau untuk memperkuat argumen kita.

B . Tujuan Percobaan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui kemampuan
pesebaran patogen (spora jamur) melalui media angin .
II . METODOLOGI PERCOBAAN
A . Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan pada percobaan ini adalah kipas angin, objek glass,
mikroskop . Sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah larutan gula dan biakan
jamur Trichorderma viridae .

B . Cara Kerja
Adapun tata kerja untuk percobaan ini adalah
1. Dioleskan larutan gula pada objek glass
2. Dinyalakan kipas angin
3. Diambil biakan Trichorderma viridae .
4. Diletakan biakan tersebut didekat kipas angin
5. Dilakukan 3 tahap pada percobaan ini , 1m,2m,3m dengan selang waktu 1
menit
6. Diamati dibawah mikroskop terdapat spora atau tidak .
III . HASIL DAN PEMBAHASAN

A . Hasil Pengamatan
Tabel Hasil Pengamatan Kelas

KELOMPOK JUMLAH PESEBARAN


1M 2M 3M
1 + + -

2 - + +
3 - + +
4 - - -
5 - - -
6 - - -
7 - + -
8 - - -

B . Pembahasan

Pesebaran patogen adalah kemampuan patogen untuk mendapatkan inang yang


baru . Pesebaran patogen pada dasarnya dibagi dua yaitu :

1. Pesebaran patogen aktif

Pesebaran patogen aktif tidak memerlukan media lain untuk membantu


pesebarannya, melainkan dapat menggunaka bagian dari patogen itu
sendiri seperti spora pada jamur
2. Pesebaran patogen pasif

Pesebaran patogen pasif perlu adanya alat ataupun media yang membantu
pesebaran patogen seperti air, tanah, angin, bibit tanaman, alat-alat pertanian
dan serangga .

Penularan atau penyebaran patogen penyakit tanaman dipengaruhi oleh beberapa


faktor, di antaranya adalah:

1) Penyebaran oleh Angin

Penyebaran penyakit oleh angin bersifat tular udara (air-borne); seperti spora
jamur patogen pada daun, tangkai dan buah. Penyebaran oleh angin
mencakup: (a) mengangkat inokulum ke udara (take-off); (b) memindahkan
inokulum dari satu tempat ke tempat lain (flight); (c) menempatkan inokulum
pada inangnya dari atmosfer (deposisi).

2) Penyebaran oleh Air atau Hujan

Penyebaran penyakit oleh air atau hujan bersifat tular air (water-born).
Adanya titik air atau hujan pada eksudat bakteri menyebabkan sel bakteri
terpencar dan tresebar ke berbagai tempat kontak atau penetrasi. Tersedianya
air yang dibutuhkan spora jamur untuk berkecambah atau bakteri untuk
penetrasi mempercepat terjadinya infeksi pada tanaman.

3) Penyebaran oleh Serangga

Serangga akan mendepositokan atau mennggalkan inokulum yang dibawanya


ke bagian tanaman yang terluka (karena proses makan serangga).

4) Penyebaran oleh Benih & Bakal Tanaman Lain


Patogen atau inokulum (spora jamur atau sel bakteri) sering terbawa di dalam
benih atau bakal tanaman yang terinfeksi, sehingga dapat menyebarkan
penyakit ke daerah lain atau tanaman lain.

Angin ini mempengaruhi penyakit infeksi pada tanaman terutama melalui


peningkatan penyebaran patogen tanaman dan jumlah luka pada tanaman inang
dan dalam jumlah yang lebih kecil dapat mempercepat pengeringan permukaan
tanaman yang basah. Kebanyakan penyakit tanaman yang menyebar secara cepat
dan diasumsikan mempunyai proporsi epidemik yang besar yang disebabkan oleh
patogen jamur, bakteri, dan virus disebabkan oleh angin baik secara langsung atau
tidak langsung melalui vektor yang dapat terbawa dalam jarak jauh oleh angin.
Angin juga dapat menyebabkan permukaan tanaman terluka karena hembusan
kerasnya atau karena saling bersinggungan antar tanaman atau melalui pasir yang
diterbangkan dan hal ini memungkinkan terjadinya infeksi.

Banyak jamur parasit yang penyebarannya terutama dilakukan oleh angin karena
jamur membentuk dan membebaskan spora ke udara dalam jumlah yang tidak
terhitung, mempunyai ukuran yang kecil dan ringan sekali sehingga mudah
diangkut oleh angin dalam jarak jauh. Meskipun spora-spora jamur pada
umumnya terdapat dalam kapisan udara di dekat tanah, di lapisan udara yang
paling tingginya ribuan m pun masih terdapat spora. Pada kenyataannya penyakit
tertentu hanya dapat disebarkan oleh angin pada jarak pendek, bahkan sering
sangat pendek. Pada umumnya spora akan mati karena kekeringan dan sinar
matahari pada waktu disebarkan jarak jauh itu, sedangkan pada waktu mengendap
tidak tepat jatuh pada tumbuhan atau bagian yang yang rentan.

Penyebaran sebagian besar jamur patogenik tumbuhan dari suatu tumbuhan yang
sama bergantung pada kesempatan penyebaran oleh agensia-agensia seperti angin,
air, burung, serangga, hewan lain serta manusia. Jamur terutama disebarkan dalam
bentuk spora, penyebaran spora pada hampir semua jamur berlangsung secara
pasif, walaupun awal pelepasannya pada beberapa jenis jamur dibantu oleh
tekanan. Jauhnya spora tersebar bervariasi yang tergantung pada agensia
penyebarannya. Angin mungkin agensia penyebaran spora yang paling penting
dari sebagian besar jenis jamur, serta angin dapat membawa spora dengan jarak
yang jauh (Yunasfi, 2002). Dari literatur diatas, jika dibandingkan dengan tabel
kelas yang diperoleh dari percobaan yang telah dilakukan rata-rata data yang
didapat menunjukan bahwa pesebaran paling banyak yerjadi pada jarak 2 meter .
IV . KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah :

1) Pesebaran patogen adalah kemampuan patogen untuk mendapatkan


inang yang baru .
2) Pesebaran patogen aktif tidak memerlukan media lain untuk membantu
pesebarannya, melainkan dapat menggunaka bagian dari patogen itu
sendiri seperti spora pada jamur
3) Pesebaran patogen pasif perlu adanya alat ataupun media yang
membantu pesebaran patogen seperti air, tanah, angin, bibit tanaman,
alat-alat pertanian dan serangga .
4) Angin ini mempengaruhi penyakit infeksi pada tanaman terutama
melalui peningkatan penyebaran patogen tanaman dan jumlah luka
pada tanaman inang dan dalam jumlah yang lebih kecil dapat
mempercepat pengeringan permukaan tanaman yang basah.
DAFTAR PUSTAKA

Yunasfi, 2002. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Penyakit dan


Penyakit yang Disebabkan oleh Jamur.
http://library.usu.ac.id/download/fp/hutan_yusnafi.pdf. Diakses pada 28
November 2010 10.40

Fahrizayusro.2010. PENYEBARAN PENYAKIT


MELALUI ANGIN(http://fahrizayusroh.wordpress.com/2010/01/26/
penyebaran-penyakit-melalui-angin/) . Diakses pada 28 November
2010 10.44

Djafarudin, 1996. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Bumi Aksara. Yogyakarta.

ARANTHA'S CLUB.2010.Penyakit
Tanaman(http://aranthasclubhomevision.blogspot.com/2010/02/penyakit
-tanaman.html) Diakses pada 28 November 2010 10.46