Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Pada era modern saat ini, persaingan di dunia manufaktur menjadi sangat ketat,

hal ini menyebabkan perusahaan harus mempunyai kemampuan yang baik dalam mengelola perusahaan agar tetap survive di dalam persaingan bisnis. Perusahaan harus menjaga kelancaran dalam proses produksi yang merupakan salah satu bagian terpenting untuk mencapai tujuan perusahaan. Proses produksi merupakan hal pokok dalam perusahaan manufaktur, oleh karena itu perencanaan peta kerja yang digunakan harus dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas produksi yang akhirnya memberikan hasil yang optimal bagi perusahaan. Perancangan peta kerja haruslah disesuaikan peranan dan fungsi pokok dari komponen-komponen sistem kerja. Sistem kerja di definisikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari manusia, mesin, peralatan, bahan metode, dan lingkungan kerja yang berdiri sebagai satu kesatuan yang mempunyai tujuan dan fungsi tertentu. Perancangan sistem kerja merupakan upaya-upaya merancang dan memperbaiki sistem kerja dengan

memperhatikan elemen-elemen sistem kerja tadi secara integral, sedemikian rupa sehingga kinerja dari sistem kerja tersebut meningkat secara menyeluruh. Sistem kerja yang baik akan mencapai optimalisasi kerja yang meliputi efisien dalam waktu (

menurangi idle dan biaya) dan menghasilkan produk secara optimal. Hal ini juga dilakukan oleh PT V4ST yang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Mini 4WD yang merupakan produk utama PT V4ST, saat ini pemasarannya mencakup pasar domestik Indonesia.PT V4ST merupakan industri yang sudah berjalan. Sebagai perusahan yang beranjak besar, pada tahun ini PT V4ST mendapatkan banyak permintaan untuk Mini 4WD. Dalam pemenuhan permintaan tersebut perancangan sistem kerja yang tepat sangat diperlukan. Salah satu perancangan sistem kerja yaitu melalui perancangan stasiun kerja yang efisien , tetapi dalam hal produktivitas tetap optimal. Perancangan dan pembagian stasiun kerja yang tepat dan sesuai dibutuhkan terutama dalam

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 1

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

penyesuaian lokasi, meminimasi backtracking , serta pemanfaatan waktu optimal ( meminimasi waktu idle).

1.2 Tujuan Penulisan Laporan Tujuan dari praktikum Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram adalah : 1. Memahami konsep operasi kerja dan mampu menentukan operasi kerja 2. Membuat Assembly Chart 3. Membuat Peta Proses Operasi ( Operation Process Chart / OPC) 4. Memahami konsep Presedence Diagram dan mampu membuat Presedence Diagram 5. Membuat diagram aliran (flow diagram)

1.3 Pembatasan Masalah Pembatasan masalah dalam praktikum ini meliputi input dari proses perakitan yaitu komponen Mini 4 WD sedangkan outputnya adalah elemen kerja, stasiun kerja, flow diagram, presedence diagram dan assembly chart

1.4 Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan yang digunakan dalam laporan ini adalah : BAB 1. PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang latar belakang, tujuan praktikum, pembatasan masalah, dan sistematika penulisan laporan. BAB II. TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi tentang pengukuran waktu kerja, peta kerja, precedence diagram, dan aspek-aspek ergonomi dalam perancangan stasiun kerja. BAB III. METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi tentang flowchart metodologi penelitian yang digunakan BAB IV. PENGOLAHAN DATA Bab ini berisi daftar komponen Mini 4 WD, daftar operasi kerja, assembly chart, peta proses operasi, presedence diagram dan flow diagram.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 2

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

BAB V. ANALISIS Pada bab ini berisi pembahasan mengenai assembly chart, precedence diagram, OPC, flow diagram, dan elemen kerja serta perbaikan. BAB IV.PENUTUP Bab ini berisi mengenai kesimpulan dan saran.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 3

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Pengukuran Waktu Kerja Waktu merupakan elemen yang sangat menentukan dalam merancang atau memperbaiki suatu sistem kerja. Peningkatan efisiensi suatu sistem kerja mutlak berhubungan dengan waktu kerja yang digunakan da1am berproduksi. Pengukuran waktu (time study) pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menentukan lamanya waktu kerja yang dibutuhkkan oleh seorang operator dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang spesifik, pada tingkat kecepatan kerja yang normal, serta dalam lingkungan kerja yang terbaik pada saat itu. Dengan demikian pengukuran waktu ini merupakan suatu proses kuatitatif, yang diarahkan untuk mendapatkan suatukriteria yang obyektif. Study mengenai pengukuran waktu kerja dilakukan untuk dapat melakukan perancangan atau perbaikan dari suatu sistem kerja. Untuk keperluan tersebut, dilakukan penentuan waktu baku, yaitu waktu yang diperlukan dalam bekerja dengan telah mempertimbangkan faktor-faktor diluar elemen pekerjaan yang dilakukan. Secara umum, teknik-teknik pengukuran waktu kerja dapat dikelompokkan menjadi : a. Secara Langsung Pengukuran kerja secara langsung adalah pengukuran kerja dengan pengamatan secara langsung pada suatu sistem kerja. Pengukuran kerja secara tidak langsung terdiri dari : Pengukuran waktu dengan jam henti (Stop Watch Jam ) Sampling pekerjaan ( Work Sampling ) b. Secara Tidak Langsung Pengukuran kerja secara tidak langsung adalah pengukuran kerja dengan menggunakan metode standar data. Pengukuran kerja secara tidak langsung antara lain meggunakan : Data Waktu Baku Data Waktu Gerakan, terdiri dari :

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 4

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

- Work Faktor (WF) System - Maynard Operation Sequece Time (MOST System ) - Motion Time Measurement ( MTM System ) 2.2 Peta Kerja Peta kerja atau sering disebut peta proses (process chart) merupakan alat komunikasi yang sistematis dan logis guna menganalisa proses kerja dari tahap awal sampai akhir. Melalui peta proses ini dapat diperoleh informasi-informasi yang diperlukan untuk memperbaiki metoda kerja, antara lain: 1. Benda kerja, berupa gambar kerja, jumlah, spesifikasi material, dimensi ukuran pekerjaan, dan lain-lain. 2. Macam proses yang dilakukan, jenis dan spesifikasi mesin, peralatan produksi, dan lain-lain. 3. Waktu operasi untuk setiap proses atau elemen kegiatan di samping total waktu penyelesaiannya. 4. Kapasitas mesin ataupun kapasitas kerja lainnya yang dipergunakan. 5. Dan lain sebagainya. Lewat peta-peta ini dapat dilihat semua langkah atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk ke pabrik hingga sampai akhirnya produk jadi dan siap dipasarkan. Apabila dilakukan studi yang seksama terhadap suatu peta kerja, maka pekerjaan dalam usaha memperbaiki metode kerja dari suatu proses produksi akan lebih mudah dilaksanakan. Perbaikan yang mungkin dilakukan antara lain dapat menghilangkan operasi-operasi yang tidak perlu. Pada dasarnya semua perbaikan tersebut ditujukan untuk mengurangi biaya produksi secara keseluruhan. (Sritomo, 2006) Contoh informasi-informasi yang diperlukan antara lain jumlah benda kerja yang harus dibuat, waktu operasi mesin, kapasitas mesin, bahan-bahan khusus yang harus disediakan, alat-alat khusus yang harus disediakan, dan sebagainya Di dalam pembuatan peta kerja akan dipergunakan simbol-simbol standard dari ASME Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (American Society of Mechanical Engineers) untuk Page 5

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

menggambarkan masing-masing aktivitas. Simbol –simbol ASME adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1 Macam-macam Simbol ASME

no 1

Simbol operasi

Keterangan Operasi, benda kerja mengalami perubahan sifat atau bentuk, baik fisik maupun kimiawi.

contoh Menyerut, menghaluskan, dan mengukur.

2

inpeksi

Pemeriksaan, terjadi apabila benda kerja atau peralatan mengalami pemeriksaan baik untuk segi kualitas maupun kuantitas.

Mengukur dimensi dan memeriksa kehalusan.

3

transpotasi

Transportasi, terjadi bila benda kerja, pekerja atau perlengkapan mengalami perpindahan tempat dan bukan bagian dari proses operasi.

Suatu obyek dipindahkan dari tempat perakitan ke gudang penyimpanan dan pemindahan barang dari mesin bubut ke mesin frais

4

delay

Menunggu, terjadi apabila benda kerja, pekerja atau perlengkapan tidak mengalami kegiatan apa-apa selain menunggu.

Bahan menunggu untuk diangkut ke tempat lain, menunggu diperiksa, dan lain sebagainya.

5

Sigitiga

Penyimpanan, terjadi apabila benda kerja disimpan untuk jangka waktu yang cukup lama.

Dokumen-dokumen dan bahan baku disimpan dalam gudang.

6

aktivitas ganda

Aktivitas gabungan, terjadi apabila antara aktivitas dan pemeriksaan dilakukan secara bersamaan atau dilakukan pada suatu tempat kerja.

Perakitan benda kerja.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 6

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

Pada dasarnya peta-peta kerja yang ada sekarang bisa dibagi dalam dua kelompok besar berdasarkan kegiatannya, yaitu: 1. Peta-peta kerja keseluruhan 2. Peta-peta kerja setempat Peta-peta kerja keseluruhan : a. Peta proses operasi b. Peta aliran proses c. Peta proses produk banyak d. Diagram aliran e. Assembly Chart Peta-peta kerja setempat: a. Peta pekerja dan mesin b. Peta kelompok kerja c. Peta tangan kiri dan tangan kanan (http://thesonofdevil.wordpress.com/2009/10/09/peta-peta-kerja)

2.2.1 Peta-peta Kerja Keseluruhan Suatu kegiatan disebut kegiatan kerja keseluruhan apabila kegiatan tersebut melibatkan sebagian besar atau semua fasilitas yang diperlukan untuk membuat produk yang bersangkutan. Sedangkan suatu kegiatan disebut kegiatan kerja setempat apabila kegiatan tersebut terjadi dalam suatu stasiun kerja biasanya hanya melibatkan orang dan fasilitas dalam jumlah terbatas. Peta-peta kerja yang termasuk kedalam dua kelompok besar diatas, antara lain: a) Peta Proses Operasi Peta proses operasi adalah peta kerja yang menggambarkan urutan kerja dengan jalan membagi pekerjaan tersebut ke dalam elemen-elemen operasi secara detail. Di sini tahapan proses operasi kerja harus diuraikan secara logis dan sistematis. Dengan demikian seluruh operasi kerja dapat digambarkan dari awal sampai menjadi produk akhir, sehingga analisa perbaikan dari masing-masing operasi kerja secara individual maupun uruturutannya secara keseluruhan akan dapat dilakukan. Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Page 7

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

Dengan adanya informasi-informasi yang bisa dicatat melalui peta proses operasi, dapat diperoleh banyak manfaat di antaranya dapat mengetahui kebutuhan akan mesin dan penganggarannya, memperkirakan kebutuhan akan bahan baku, sebagai alat untuk menentukan tata letak pabrik dan untuk latihan kerja, dan lain-lain. (Sutalaksana,2006)
Antena Speaker Menjangkau Plot Seri Menjangkau Menjangkau Plot Menjangkau Plot + Menjangkau Casing Belakang Menjangkau

23

18

13

8

3

1

24

Memegang

19

Memegang

14

Memegang

9

Memegang

4

Memegang

2

Memegang

25

Menggerakkan 20

Menggerakkan 15

Menggerakkan

10

Menggerakkan

5

Menggerakkan

26

Mengarahkan

21

Mengarahkan

16

Mengarahkan

Mengarahkan
11

6

Mengarahkan

7

Merakit Plot -

12

Merakit Plot + Merakit Plot seri Merakit Speaker Merakit Antene

17

22

27

Gambar 2.1 Diagram OPC (Operational Process Charts) HP Mainan

b) Peta Proses Produk Banyak Banyak kasus dijumpai, dimana sebuah pabrik harus mengerjakan sejumlah besar produk melalui proses yang menggunakan mesin ataupun yang menggunakan fasilitas produksi yang sama. Disni tata letak proses produksi harus bisa diatur sedemikian rupa sehingga mampu memberikan aktivitas perpindahan material yang paling minimal. Agar aktivitas material handling minimal, maka layout fasilitas produksi diatur menurut tipe “product layout” dimana hal ini mesin ataupun fasilitas produksi diatur secara berurutan sesuai dengan langkah – langkah pengerjaan yang telah digambarkan melalui peta proses operasi lainnya. Tetapi dalam kasus dimana mesin ataupun fasilitas produksi harus flexible dioperasikan untuk melayani pengerjaan Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Page 8

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

produk yang bermacam- macam jenisnya, maka tata letak fasilitas produksi yang paling tepat diaplikasikan disni adalah tipe “process layout”. Untuk memperoleh gambaran umum yang berkaitan dengan langkah – langkah pengerjaan dari setiap produk yang ada dan sekaligus bisa mendapatkan informasi tentang kesamaan proses dari produk satu dengan yang lainnya, maka pembuatan “Peta Proses Produk Banyak” akan sangat tepat diaplikasikan. (Sritomo Wignjosoebroto,2003).

Gambar 2.2 Peta Proses Produk Banyak

c) Peta Aliran Proses Informasi-informasi yang diperlukan untuk analisa setiap komponen dapat diperoleh melalui peta aliran proses. Peta aliran proses merupakan suatu diagram yang menunjukkan urutan dari operasi, pemeriksaan, transportasi, menunggu, dan penyimpanan yang terjadi selama satu proses atau suatu prosedur berlangsung. Di dalamnya memuat pula informasi-informasi yang diperlukan untuk analisa seperti waktu yang dibutuhkan dan jarak perpindahan. (Sutalaksana, 2006)

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 9

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

Perbedaan antara peta proses operasi dengan peta aliran proses, yaitu:  Peta aliran proses memperlihatkan semua aktivitas-aktivitas dasar, termasuk transportasi, menunggu, dan menyimpan. Sedangkan pada peta proses operasi, terbatas pada operasi dan pemeriksaan saja.  Peta aliran proses menganalisa setiap komponen yang akan diproses secara lebih lengkap dibanding peta proses operasi, dan memungkinkan untuk digunakan disetiap proses atau prosedur, baik di pabrik atau kantor. Dalam penerapannya, peta aliran proses memiliki kegunaan yang tentu saja sangat membantu, yaitu:  Bisa digunakan untuk mengetahui aliran bahan atau aktivitas manusia mulai dari awal masuk dalam suatu proses atau prosedur sampai aktivitas terakhir.  Peta ini dapat memberikan informasi mengenai waktu penyelesaian suatu proses atau prosedur.  Dapat digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan atau dilakukan oleh manusia selama proses atau prosedur berlangsung.  Sebagai alat untuk melakukan perbaikan-perbaikan proses atau metode kerja.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 10

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

Gambar 2.3 Peta Aliran Proses

d) Diagram Aliran Walaupun peta aliran proses merupakan suatu peta yang memuat informasi-informasi relatif lengkap sehubungan dengan proses dalam suatu pabrik atau kantor, tetapi peta tersebut tidak menunjukkan gambar dari arah aliran selama bekerja. Diagram aliran merupakan suatu gambaran menurut skala dari susunan lantai dan gedung, yang menunjukkan lokasi dari semua aktivitas yang terjadi dalam peta aliran proses. Diagram aliran proses memiliki kegunaan yang dijelaskan sebagai berikut:  Lebih memperjelas suatu peta aliran proses, apalagi jika arah aliran merupakan faktor yang penting.  Menolong dalam perbaikan tata letak tempat kerja. Diagram aliran berfungsi melengkapi peta aliran proses. Ini berarti penganalisaan suatu proses kerja akan lebih sempurna apabila telah diketahui dimana tempat mesin, tempat kerja, daerah kerja dan kemana saja arah Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Page 11

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

gerakan dari bahan serta perlengkapan atau orang selama proses tersebut berlangsung.

Gambar 2.4 Diagram Aliran

(Wignjosoebroto, Sritomo. Ergonomi Studi Gerak dan Waktu.Surabaya:Guna Widya.1995) e) Assembly Chart Diagram rakitan (assembly chart) adalah gambaran grafis dari uruturutan aliran komponen dan rakitan bagian ke dalam rakitan suatu produk, sehingga dapat dilihat: 1. komponen-komponen yang membentuk produk 2. bagaimana komponen-komponen bergabung bersama 3. keterkaitan antara komponen dengan rakitan bagian 4. urutan waktu penggabungan masing-masing komponen

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 12

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

Akan terlihat bahwa peta rakitan menunjukkan cara yang mudah untuk memahami : a. Komponen-komponen yang membentuk produk b. Bagaimana komponen-komponen ini bergabung bersama c. Komponen yang menjadi bagian suatu rakitan-bagian d. Aliran komponen ke dalam sebuah rakitan e. Keterkaitan antara komponen dengan rakitan-bagian f. Gambaran menyeluruh dari proses rakitan g. Urutan waktu komponen bergabung bersama h. Suatu gambaran awal dari pola aliran bahan Standar Pengerjaan dari Assembly Chart adalah sebagai berikut : a. Operasi terakhir yang menunjukkan rakitan suatu produk digambarkan dengan lingkaran berdiameter 12 mm dan harus dituliskan operasi itu di sebelah kanan lingkaran tersebut. b. Gambarkan garis mendatar dari lingkaran kearah kiri, tempatkan lingkaran berdiameter 6 mm pada bagian ujungnya, tunjukkan setiap komponen (nama, nomor komponen, jumlah, dsb) yang dirakit pada proses tersebut. c. Jika yang dihadapi adalah rakitan-bagian, maka buat garis tadi sebagian dan akhiri dengan lingkaran berdiameter 9 mm, garis yang menunjukkan komponen mandiri harus ditarik ke sebelah kiri dan diakhiri dengan diameter 6 mm. d. Jika operasi rakitan terakhir dan komponen-komponennya selesai dicatat, gambarkan garis tegak pendek dari garis lingkaran 9 mm ke atas, memasuki lingkaran 12 mm yang menunjukkan operasi rakitan sebelum operasi rakitan yang telah digambarkan pada langkah 2 dan langlah 3. e. Periksa kembali peta tersebut untuk meyakinkan bahwa seluruh komponen telah tercantum, masukkan nomer-nomor operasi rakitan bagian ke dalam lingkaran (jika perlu), komponen yang terdaftar di sebelah kiri diberi nomor urut dari atas ke bawah bagian sub assembly

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 13

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

Gambar 2.5 Assembly Chart

Lingkaran yang menunjukkan rakitan atau rakitan-bagian tidak selalu harus menunjukkan lintasan stasiun kerja atau lintasan rakitan atau bahkan lintasan orang, tapi hanya benar-benar menunjukkan urutan operasi yang harus dikerjakan. Waktu yang diperlukan oleh tiap operasi akan menentukan akan menetukan apa yang harus dilakukan operator. Tujuan utama dari peta rakitan adalah untuk menunjukkan keterkaitan , yang dapat juga digambarkan oleh sebuah „gambar terurai‟. Teknik-teknik ini dapat juga digunakan untuk mengajar pekerja yang tidak ahli untuk mengetahui urutan suatu rakitan yang rumit. (Apple,1990) 2.2.2 Peta-peta Kerja Setempat Peta kerja untuk kegiatan kerja setempat untuk menganalisa suatu stasiun kerja, maka peta kerja yang digunakan peta pekerja dan mesin serta peta tangan kiri dan tangan kanan sebagai alat untuk mempermudah perbaikan suatu tempat kerja dan gerakan pekerja, sehingga dicapai keadaan ideal untuk saat itu. a) Peta Pekerja dan Mesin Dalam beberapa hal , hubungan antara operator dan mesin sering bekerja secara silih berganti, yakni sementara mesin menganggur, operator bekerja atau sebaliknya. Pada hakekatnya waktu menganggur ini dalai suatu kerugian , maka dari itu waktu menganggur harus diminimumkan. Namun tentunya harus memperhitungkan kemampuan manusia dan mesinnya. Peta pekerja dan mesin dapat dikatakan merupakan grafik yang menggambarkan koordinasi antra waktu bekerja dan waktu mengganggur

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 14

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

dari kombinasi antara pekerja dan mesin. Dengan demikian peta ini merupakan alat yang baik digunakan untuk mengurangi waktu menggaggur.  Kegunaan peta pekerja dan mesin Informasi paling penting yang diperoleh melalui peta pekerja dan mesin adalah hubungan yang jelas antara waktu kerja operator dan waktu operasi mesin yang ditangainya. Dengan informasi ini, maka kita mempunyai data yang baik untuk melakukan penyelidikanj,

penganalisaan, dan perbaikan suatu pusat kerja sedemikian rupa sehingga efektivitas penggunaan pekerja dan mesin bisa ditingkatkan dan tentunya keseimbangan kerja antara pekerja dan mesin bisa diperbaiki. Peningkatan efektivitas penggunaan dan perbaikan keseimbangan kerja tersebut dapat dilakukan, misalnya dengan cara: Merubah tata letak tempat kerja. Tata letak tempat kerja merupakan salah satu faktor yang menentukan lamanya waktu penyelesaian suatu pekerjaan. Maka penataan kembali suatu tata letak tempat kerja diperlukan sekali. Mengatur kembali gerakan-gerakan kerja. Pada dasarnya , gerakan-gerakan kerja juga merupakan lamanya waktu penyelesaian suatu pekerjaan, sehingga penataan kembali gerakan-gerakan kerja yang dilakukan sangat diperlukan sekali. Merancang kembali mesin dan peralatan. Keadaan mesin dan peralatan sering kali perlu dirancang kembali, misalnya untuk mengurangi waktu mengangkut dan menghemat tenaga. Menambah pekerja bagi sebuah mesin atau sebaliknya, menambah mesin bagi seorang pekerja. Apabila kita menemukan bahwa efektivitas pekerja yang menangani sebuah atau beberapa mesin itu rendah , yaitu pekerja banyak menganggur, sementara ditempat lain banyak mesin yang menganggur, maka

menambahan tugas bagi pekerja tersebut mungkin dapat meningkatkan Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Page 15

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

efektivitas. Sebaliknya jika terdapat seorang pekerja yang terlampau sibuk dalam menangani tugasnya, sehingga tidak memungkinkan baginya

melepaskan lelah, tentu hal inipun akan merugikan. Pekerja yang terlampau lelah sering melakukan kesalahan-kesalahan, sehingga memungkinkan terjadinya kerusakan-kerusakan mesin atau menurunkan kualitas produksi. Jelas disini bahwa penambahan pekerja memungkinkan untuk mengatasi masalah ini. Dengan demikian keseimbangan antara pekerja dan mesin bisa diperoleh. b) Peta Proses Kelompok Kerja Peta ini dapat digunakan dalam suatu tempat kerja dimana untuk melaksanakan pekerjaan tersebut memerlukan kerja sama yang baik dari sekelompok pekerja. Jenis pekerjaan atau tempat kerja yang mungkin memerlukan analisa melalui peta proses kelompok kerja misalnya pekerjaan-pekerjaan pergudangan, pemeliharaan, atau pekerjaan-pekerjaan pengangkutan material lainnya. Setiap peta aliran proses dipetakan dalam arah mendatar, sehingga paralel satu sama lain, yang satu di atas atau di bawah yang lainnya. Jelaslah disini bahwa satu seri pekerjaan yang dilaksanakan oleh seorang operator sangat erat sekali hubungannya dengan seri operator-operator lainnya. Karena adanya kebergantungan tiap aktivitas, maka dalam peta proses kelompok kerja biasanya banyak dijumpai lambang-lambang kelambatan, yang menunjukkan bahwa suatu aktivitas sedang menunggu aktivitas lainnya. Peta ini juga dapat digunakan sebagai alat untuk menganalisa aktivitas suatu kelompok kerja. Masalah utama jika terjadi kerja sama antara sekelompok orang dimana satu aktivitas dengan lainnya saling bergantung adalah banyaknya dijumpai aktivitas-aktivitas menunggu (delay). Tujuan utama yang harus dianalisa dari kelompok kerja adalah meminimumkan waktu menunggu (delay). Dengan berkurangnya waktu menunggu berarti dapat tercapai tujuan lain yang lebih nyata di antaranya dapat mengurangi ongkos produksi atau proses dan dapat mempercepat waktu penyelesaian produk

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 16

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

atau proses. Keuntungan-keuntungan di atas bisa dicapai setelah dilakukan analisa yang teliti. c) Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan Peta ini menggambarkan semua gerakan-gerakan saat bekerja dan waktu mengganggur yang dilakukan oleh tangan kiri dan tangan kanan juga menunjukkan perbandingan antara tugas yang dibebankan pada tangan kiri dan tangan kanan ketika melakukan pekerjaan. Melalui peta ini kita bisa melihat semua operasi secara cukup lengkap, yang berarti mempermudah perbaikan operasi tersebut. peta ini sangat praktis untuk memperbaiki suatu pekerjaan manual dimana tiap siklus dari pekerja terjadi dengan cepat dan terus berulang, sedangkan keadaan lain, peta ini kurang praktis untuk dipakai sebagai alat analisa. Inilah sebabnya dengan menggunakan peta ini kita bisa melihat dengan jelas pola-pola gerakan yang tidak efisien dan bias melihat adanya pelanggaran terhadap prinsip-prinsip ekonomi gerakan yang terjadi pada saat pekerja manual tersebut berlangsung. Kegunaan peta tangan kiri dan tangan kanan. Menyeimbangkan gerakan kedua tangan dan mengurangi kelelahan. Dengan bantuan studi gerakan dan prinsip ekonomi gerakan , maka kita bisa menguraikan elemen pekerjaan lengkap menjadi elemen-elemen gerakan yang terperinci. Setiap elemen gerakan dari pekerjaan ini dibebankan kesetiap tangan kelelahan. Menghilangkan atau mengurangi gerakan-gerakan yang tidak efisien dan tidak produktif sehingga tentunya akan mempersingkat waktu kerja. Kemahiran untuk menguraikan suatu pekerjaan menjadi elemen-elemen gerakan dan kemudian memilih elemen-elemen mana saja yang efektif dan kurang efektif , tentunya akan mempengaruhi produktivitas kerja. Jika suatu pekerjaan sudah dilaksanakan secara efisien dan produktif, maka secara otomatis waktu penyelesaian pekerjaan tersebut merupakan waktu tersingkat saat itu. Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Page 17 sehingga seimbang agar mengurangi

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

Sebagai alat untuk menganalisa tata letak stasiun kerja. Tata letak tempat kerja juga memperngaruhi lamanya waktu

penyelesaian. Percobaan merubah-rubah tata letak peralatan selain dapat menemukan tata letak yang baik, ditinjau dari waktu dan jarak, juga kita dapat menemukan urutan-urutan pengerjaan yang lebih baik. Sebagai alat untuk melatih pekerjaan baru, dengan cara kerja yang ideal. Kiranya sudah jelaslah , bahwa peta tangan kiri dan tangan kanan menunjukan urutan-urutan pengerjaan yang lebih baik untuk saat itu. Peta ini dapat berfungsi sebagai penuntun terutama bagi pekerja-pekerja baru, sehingga akan lebih cepat.  Lambang-lambang yang dipergunakan Lambang-lambang ini merupakan modifikasi dari lambang yang digunakan oleh Gilberth, yaitu lingkaran kecil diganti dengan anak panah untuk kejadian transportasi dan menambah lambang baru untuk kejadian menunggu. Lambang-lambang standar dari ASME inilah yang akan digunakan dalam pembahasan-pembahasan selanjutnya,

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 18

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

Gambar 2.6 Peta Kerja Tangan Kiri dan Tangan Kanan

2.3

Presedence Diagram Precedence diagram digunakan sebelum melangkah pada penyelesaian menggunakan metode keseimbangan lintasan. Precedence diagram sebenarnya merupakan gambaran secara grafis dari urutan operasi kerja, serta

ketergantungan pada operasi kerja lainnya yang tujuannya untuk memudahkan pengontrolan dan perencanaan kegiatan yang terkait di dalamnya. (Baroto, 2002)

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 19

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

Adapun tanda yang dipakai dalam precedence diagram adalah:  Simbol lingkaran dengan huruf atau nomor di dalamnya untuk

mempermudah identifikasi asli dari suatu proses operasi.  Tanda panah menunjukkan ketergantungan dan urutan proses operasi. Dalm hal ini, operasi yang ada di pangkal panah berarti mendahului operasi kerja yang ada pada ujung anak panah.  Angka di atas simbol lingkaran adalah waktu standar yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap proses operasi.

Gambar 2.7 Presedence Diagram

2.4

Aspek-aspek Ergonomi Dalam Perancangan Stasiun Kerja Dalam merancang sebuah stasiun kerja, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut : a. Operasi Kerja Operasi kerja adalah urutan kerja yang dilakukan dalam suatu proses, baik proses produksi, perakitan, dan lain sebagainya. b. Elemen Kerja Elemen Kerja adalah pekerjaan yang harus dilakukan dalam suatu kegiatan perakitan. Elemen kerja merupakan kumpulan dari beberapa operasi kerja. Operasi kerja yang digabungkan menjadi elemen kerja biasanya operasi yang terlalu sedikit waktunya apabila diukur sehingga perlu penggabungan agar waktunya menjadi dapat diukur. Jika operasi kerja tersebut berdiri sendiri menjadi elemen kerja, maka akan terjadi sedikit kesulitan dalam mengukur

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 20

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

waktu bakunya. Sementara operasi kerja yang berdiri sendiri menjadi elemen kerja merupakan operasi kerja yang membutuhkan waktu cukup lama dalam pengerjaannya. Jika operasi kerja tersebut digabungkan dengan operasi kerja lainnya, maka akan memperbesar waktu proses elemen kerja tersebut. Misalnya inspeksi, operasi menyekrup berdiri menjadi suatu elemen kerja. Aktivitas elemen kerja lebih sedikit dari pada aktivitas pada operasi. (www.mmt.its.ac.id/liberary/wpconten) c. Stasiun Kerja Stasiun kerja adalah pengaturan komponen-komponen yang terlibat dalam kegiatan produksi yaitu menyangkut material, mesin / peralatan kerja, perkakas-perkakas pembantu, fasilitas-fasilitas penunjang, lingkungan fisik kerja dan operator. (www.its.ac.id) d. Waktu Stasiun Waktu stasiun adalah jumlah waktu dari satu atau beberapa operasi kerja yang dilakukan dalam suatu stasiun kerja.

Metode yang digunakan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan kerja adalah sebagai berikut: a) Identifikasi maksud dan tujuan operasi kerja (Perancangan komponen benda kerja, Pemilihan material, penetapan proses manufacturing, perencanaan proses set-up mesin dan perkakas, perbaikan kondisi lingkungan kerja, perencanaan proses pemindahan bahan) b) Analisa kerja dan prinsip ekonomi gerakan (prosedur yang dilakukan untuk menganalisa suatu operasi kerja baik yang menyangkut suatu elemen kerja yang bersifat produktif atau tidak) c) Aplikasi prinsip-prinsip ekonomi gerakan (Penggunaan badan/anggota tubuh manusia, tempat kerja, desain peralatan kerja yang dipergunakan, eliminasi kegiatan, kombinasi gerakan atau aktifitas kerja, penyederhanaan kegiatan) d) Studi gerakan untuk menganalisa metode kerja yang efektif dan efisien Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Page 21

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

(Mencari,

memilih,

memegang,

menjankau/membawa

tanpa

beban,

membawa dengan beban, memegang untuk memakai, melepas) (http://www.docstoc.com/docs/32590086/Modul-2)

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 22

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Mulai

Studi Pustaka

Perumusan Masalah Tujuan Praktikum Melakukan Proses Perakitan

Menentukan Operasi Kerja Membuat Assembly Chart

Membuat OPC

Membuat Presedence Diagram

Menentukan Stasiun Kerja (GIVEN)

Membuat Flow Diagram

Selesai
Gambar 3.1 Metodologi penelitian

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 23

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

Metodologi penelitian yang digunakan dalam praktikum perancangan peta kerja dan precedence diagram yaitu : 1. Studi Pustaka mengenai pengukuran waktu kerja, peta kerja, presedence diagram dan aspek- aspek ergonomi dalam perancangan stasiun kerja. 2. 3. 4. 5. Membuat perumusan masalah Menentukan tujuan praktikum Melakukan proses perakitan mini 4WD dan merekam proses perakitan Menentukan operasi kerja sesuai urutan yang dilakukan pada proses perakitan mini 4WD 6. 7. 8. 9. Membuat Assembly Chart perakitan mini 4WD Membuat Peta Proses Operasi perakitan mini 4WD Membuat Precdence diagram untuk menentukan stasiun kerja Menentukan stasiun kerja (data given).

10. Membuat Flow Diagram untuk menunjukkan layout stasiun kerja dan aliran material.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 24

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

BAB IV PENGOLAHANAN DATA

4.1 Daftar Komponen Mini 4WD Berikut adalah jumlah, nama, serta kode komponen pada Tamiya Mini 4WD :
Tabel 4. 1 Daftar Komponen Tamiya

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

Nama Komponen Gardan 4WD As Roda Chasis Gear Dinamo Dinamo Plat Belakang Kecil Plat belakang Besar Eyelet Roda Assy Pengunci body Penutup Batery Gear Besar Gear Kecil Sekrup Roller Besar Roller Kecil Body Ring Baut Bantalan Roller Besar Penutup Plat Depan Plat Depan Pengunci Dinamo Rumah Dinamo Bumper Belakang

Gambar 4WD AR C GD D PBK PBB Ey Rd KB TB GB GK S RB RK B R Bt BRB TPD PD KD RD BB BTR T

Kode

Jumlah 1 2 1 1 1 1 1 4 4 1 1 1 1 2 4 2 1 6 6 4 1 1 1 1 1 2 1 Page 25

26 Baterai 27 Tuas On/Off Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

4.2 Daftar Operasi Kerja
Tabel 4.2 Operasi Kerja Perakitan Mini 4WD

Stasiun Kerja : Perakitan Mini 4WD Operator : Noeraprilliady D.P No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Operasi Kerja Memasang bumper belakang ke chasis bagian belakang Menyekrupkan bumper belakang kanan ke chasis Menyekrupkan bumper belakang kiri ke chasis Memasang gear dinamo ke dinamo Memasang plat belakang besar ke rumah dinamo Memasang plat belakang kecil ke rumah dinamo assy Memasang dinamo assy ke rumah dinamo assy Memasang gardan 4WD ke chasis assy Memasang gear besar ke chasis assy Memasang rumah dinamo assy ke chasis assy Memasang roda assy belakang kanan ke as roda Memasang eyelet ke as roda assy belakang kanan Memasang as roda assy belakang kanan ke chasis assy Memasang eyelet ke as roda belakang kiri chasis assy Memasang roda assy ke as roda belakang chasis assy kiri Memasang Pengunci Dinamo ke chasis assy Memasang Gear kecil ke chasis assy Memasang roda assy depan kanan ke as roda Memasang eyelet ke as roda assy depan kanan Memasang roda assy ke as roda depan kanan chasis assy Memasang eyelet ke as roda depan kiri chasis assy Memasang roda assy ke as roda depan kiri chasis assy Memasang tuas on-off ke chasis assy Memasang plat depan ke chasis assy Memasang penutup plat depan ke chasis assy Memasang bantalan roller besar ke roller besar depan kanan Memasang baut ke roller besar depan kanan assy Memasang ring ke roller besar depan kanan assy Membaut roller besar depan kanan assy ke chasis assy Memasang bantalan roller besar ke roller besar depan kiri Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Waktu Mulai Proses 00:00,85 00:04,49 00:13,24 00:22,74 00:29,42 00:34,36 00:40,40 00:48,32 00:52,07 00:55,56 01:03,38 01:11,30 01:14,82 01:31,54 01:37,30 01:44,66 01:51,30 01:53,54 01:58,34 02:01,06 02:09,06 02:12,10 02:16,10 02:20,58 02:25,62 02:33,62 02:42,42 02:44,58 02:48,10 02:59,94 Waktu Selesai Proses 00:04,42 00:13,17 00:22,67 00:29,35 00:34,22 00:40,14 00:48,14 00:51,94 00:55,49 01:03,32 01:11,17 01:14,74 01:31,30 01:37,14 01:44,58 01:50,10 01:53,46 01:58,26 02:00,82 02:08,02 02:12,02 02:15,06 02:20,50 02:25,54 02:33,54 02:42,34 02:44,50 02:48,02 02:59,86 03:06,74 Waktu Proses 3.57 8.68 9.43 6.61 4.8 5.78 7.74 3.62 3.42 7.76 7.79 3.44 16.48 5.6 7.28 5.44 2.16 4.72 2.48 6.96 2.96 2.96 4.4 4.96 7.92 8.72 2.08 3.44 11.76 6.8 Page 26

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

Lanjutan Tabel 4.2

31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52

Memasang baut ke roller besar depan kiri assy Memasang ring ke roller besar depan kiri assy Membaut roller besar depan kiri assy ke chasis assy Memasang baut ke roller kecil kanan Memasang ring ke roller kecil kanan assy Membaut roller kecil kanan assy ke chasis assy Memasang baut ke roller kecil kiri Memasang ring ke roller kecil kiri assy Membaut roller kecil kiri assy ke chasis assy Memasang bantalan roller besar ke roller besar belakang kanan Memasang baut ke roller besar belakang kanan assy Memasang ring ke roller besar belakang kanan assy Membaut roller besar belakang kanan assy ke chasis assy Memasang bantalan roller besar ke roller besar belakang kiri Memasang baut ke roller besar belakang kiri assy Memasang ring ke roller besar belakang kiri assy Membaut roller besar belakang kiri assy ke chasis assy Memasang baterai ke chasis assy Memasang penutup baterai ke chasis assy Memasang body ke chasis assy Memasang pengunci body ke chasis assy Inspeksi

03:06,82 03:08,90 03:11,94 03:25,38 03:29,30 03:32,50 03:42,74 03:45,86 03:50,66 04:10,50 04:14,50 04:16,74 04:20,10 04:32,74 04:36,18 04:38,34 04:41,78 04:56,03 05:01,27 05:04,22 05:07,43 05:10,47

03:08,82 03:11,86 03:25,30 03:29,22 03:32,42 03:42,66 03:45,78 03:50,58 04:10,42 04:14,42 04:16,66 04:20,02 04:32,66 04:36,10 04:38,26 04:41,70 04:55,96 05:01,05 05:04,09 05:07,36 05:10,40 05:13,30 Total Waktu Waktu Inspeksi Waktu Operasi

2 2.96 13.36 3.84 3.12 10.16 3.04 4.72 19.76 3.92 2.16 3.28 12.56 3.36 2.08 3.36 14.18 5.02 2.82 3.14 2.97 2.83 304.4 2.83 301.57

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 27

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

4.3 Assembly Chart
C

Chasis (1) Bumper belakang (1)

BB

A1

Sekrup(2)
S

A2

Gardan (1)
GG

A3

GB

Gear Besar (1)

A4

GD

Gear Dinamo (1) Dinamo (1) Plat belakang Besar (1) Rumah Dinamo (1)

SSA 51

SA 5

A5

D

PBB

SSSA 52

SSA 52

RD

PBK

Plat belakang Kecil (1) As Roda (1) SSA 6

AR

SA 6

A6

Roda assy (1)
Rd

Ey

Eyelet (1) Eyelet (1) A7

Ey

Rd

Roda assy (1)

A8

KD

Pengunci dinamo (1)

A9

GK

Gear kecil (1)

A 10

AR

As roda (1)

SSA 11

SA 11

A 11

Rd

Roda assy (1) eyelet (1) eyelet (1)

Ey

Ey

A 12

Rd

Roda assy (1)

A 13

T

Tuas on/off (1)

A 14

PD

Plat depan (1)

A 15

penutup plat depan (1)
TPD

A 16

Roller besar (1)
RB

BRB

Bantalan roller besar (1) Baut (1) Ring (1) Roller besar (1) Bantalan roller besar (1) Baut (1) Ring (1) Roller kecil (1) Baut (1) Ring (1) Roller kecil (1)

SSSA 17

SSA 17

SA 17

A 17

Bt

R

RB

SSSA 18

SSA 18

SA 18

A 18

BRB

Bt

R

RK

SSA 19

SA 19

A 19

Bt

R

RK

SSA 20

SA 20

A 20

Bt

Baut (1) Ring (1) SSSA 21 SSA 21

R

RB

Roller besar (1) Bantalan roller besar (1) Baut (1) Ring (1) Roller besar (1) Bantalan roller besar (1) Baut (1) Ring (1) Batteray (2)

SA 21

A 21

BRB

Bt

R

RB

SSSA 22

SSA 22

SA 22

A 22

BRB

Bt

R

BTR

A 23

TB

Penutup batteray (1)

A 24

B

body (1)

A 25

KB

Pengunci body (1)

A 26

I

Inspeksi

Mini 4 WD

Gambar 4.1 Assembly Chart

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 28

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

4.4 OPC PETA PROSES OPERASI
Nama Proyek : Proses Perakitan Tamiya Dipetakan oleh : Kelompok 6 Tanggal Dipetakan : 11 November 2010
Pengunci body Body Penutup baterai Baterai Ring Roller besar Bantalan belakang roller kiri besar Baut Ring Roller besar Bantalan belakang roller kanan besar Baut Ring Roller kecil kiri Baut Ring Roller kecil kanan Baut Ring Roller besar depan kiri Bantalan roller besar Baut Ring Roller besar depan kanan Bantalan roller besar Baut Penutup Plat plat depan depan Tuas on-off Roda assy kanan Roda Eyelet Eyelet As roda depan kanan 4,72 memasang 2,48 2,00 41 3,28 46 memasang 3,44 28 memasang 3,62 8 memasang 42 memasang memasang 4,72 3,12 38 memasang 35 memasang 2,96 32 memasang 31 memasang 2,08 27 memasang 7,74 Obeng 7 memasang 19 memasang Gear kecil Pengunci dinamo Roda assy kiri Eyelet Eyelet Roda As roda belakang kanan 7,79 18 memasang 3,34 12 memasang 5,78 6 memasang 11 Gear besar Gardan Plat belakang kecil Plat belakang besar Gear Dinamo Rumah dinamo memasang 4,80 Sekrup kiri Sekrup kanan Bumper belakang Chasis 6,61 memasang 4 3,57 memasang 1 memasang

3,92 3,36 44 memasang 40 memasang 3,84 3,04 37 memasang 34 memasang

6,80 30 memasang

8,72 26

5

8,68 Obeng 9,43

2

menyekrup

2,08 3,36

2,16 45 memasang

3

menyekrup

3,42

9

memasang

7,76

10

memasang

16,48

13

memasang

5,60 14 memasang

7,28 15 5,44 memasang

16

memasang

2,16

17

memasang

6,96 20 2,96 21 memasang memasang

2,96

22

memasang

4,40

23

memasang

4,96

24

memasang

7,92

25

memasang

11,76 Obeng 13,36 Obeng 10,16 Obeng 19,76 Obeng 12,56 Obeng 14,18 Obeng 5,02 2,82

29

membaut

33 36 39

membaut membaut membaut

43

membaut

47

membaut

48 49

memasang memasang

3,14 2,97

50 51

memasang memasang

2,83

I-1

inspeksi

Keterangan: Aktivitas Operasi Inspeksi

Jumlah 51 1

Waktu 301,57 2,83

Gambar 4.2 Peta Proses Operasi

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 29

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

4.5 Presedence Diagram
Tabel 4.3 Daftar Predesessor

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37

Operasi Kerja Memasang bumper belakang ke chasis bagian belakang Menyekrupkan bumper belakang kanan ke chasis Menyekrupkan bumper belakang kiri ke chasis Memasang gear dinamo ke dinamo Memasang plat belakang besar ke rumah dinamo Memasang plat belakang kecil ke rumah dinamo assy Memasang dinamo assy ke rumah dinamo assy Memasang gardan 4WD ke chasis assy Memasang gear besar ke chasis assy Memasang rumah dinamo assy ke chasis assy Memasang roda assy belakang kanan ke as roda Memasang eyelet ke as roda assy belakang kanan Memasang as roda assy belakang kanan ke chasis assy Memasang eyelet ke as roda belakang kiri chasis assy Memasang roda assy ke as roda belakang chasis assy kiri Memasang Pengunci Dinamo ke chasis assy Memasang Gear kecil ke chasis assy Memasang roda assy depan kanan ke as roda Memasang eyelet ke as roda assy depan kanan Memasang roda assy ke as roda depan kanan chasis assy Memasang eyelet ke as roda depan kiri chasis assy Memasang roda assy ke as roda depan kiri chasis assy Memasang tuas on-off ke chasis assy Memasang plat depan ke chasis assy Memasang penutup plat depan ke chasis assy Memasang bantalan roller besar ke roller besar depan kanan Memasang baut ke roller besar depan kanan assy Memasang ring ke roller besar depan kanan assy Membautkan roller besar depan kanan assy ke chasis assy Memasang bantalan roller besar ke roller besar depan kiri Memasang baut ke roller besar depan kiri assy Memasang ring ke roller besar depan kiri assy Membautkan roller besar depan kiri assy ke chasis assy Memasang baut ke roller kecil kanan Memasang ring ke roller kecil kanan assy Membautkan roller kecil kanan assy ke chasis assy Memasang baut ke roller kecil kiri Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

predesessor 1 1,2 4,5,6 7,8,9 9,11,12 13 14 10,15 17,18,19 20 21 8,17,22,23,24 26 27 28 30 31 32 34 35 Page 30

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

Lanjutan Tabel 4.3

38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52

Memasang ring ke roller kecil kiri assy Membautkan roller kecil kiri assy ke chasis assy Memasang bantalan roller besar ke roller besar belakang kanan Memasang baut ke roller besar belakang kanan assy Memasang ring ke roller besar belakang kanan assy Membautkan roller besar belakang kanan assy ke chasis assy Memasang bantalan roller besar ke roller besar belakang kiri Memasang baut ke roller besar belakang kiri assy Memasang ring ke roller besar belakang kiri assy Membautkan roller besar belakang kiri assy ke chasis assy Memasang baterai ke chasis assy Memasang penutup baterai ke chasis assy Memasang body ke chasis assy Memasang pengunci body ke chasis assy Inspeksi

37 38 40 41 3,42 44 45 3,46 16,25 48 29,33,36,39,43,47,49 50 48

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 31

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

3,92' 40 40

2,16' 41 41

3,28' 42 42

12,56' 43 43

8,68' 3,57' 2

2

1

1 3

9,43'

3

3,36' 44 44

2,08' 45 45

3,36' 46 46

14,18' 47 47

4,40' 23 23

4,96' 24 24 2,16' 17 17

4,72' 18 18

6,96' 20 20

2,96' 21 21

2,96' 22 22

2,83' 52 52

2,48' 19 19

7,92' 25 25

5,02' 48 48

2,82' 49 49

3,14' 50 50

2,97' 51 51

3,62' 8 8

6,61' 4 4

4,80' 5

7,74' 7 7

7,76' 10 10 5,44'

5

5,78' 16 16 6 6

3,42' 9 9 16,48' 13 13 5,60' 14 14 7,28' 15 15

7,79' 11 11

3,44' 12 12

8,72' 26 26

2,08' 27 27

3,44' 28 28

11,76' 29 29 13,36' 33 33

6,80' 30 30

2,00' 31 31

2,96' 32 32

3,84' 34 34

3,12' 35 35

10,16' 36 36

3,04' 37 37

4,72' 38 38

19,76' 39 39

Gambar 4.3 Presedence Diagram

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 32

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

4.6 Flow Diagram Data dibawah ini merupakan gambar stasiun kerja dari PT Tami Jaya yang belum direstrukturisasi, yang belum mengimplementasikan ilmu keteknik industrian dalam perusahaannya.
3,92' 40 2,16' 41 3,28' 42 12,56' 43

8,68' 3,57' 2

1

9,43' 3

3,36' 44

2,08' 45

3,36' 46

14,18' 47

4,40' 23

4,96' 24

2,16' 17

4,72' 18

6,96' 20

2,96' 21

2,96' 22 52

2,83'

2,48' 19

7,92' 25

5,02' 48

2,82' 49

3,14' 50

2,97' 51

3,62' 8

6,61' 4

4,80' 5

7,74' 7 10

7,76'

5,44' 5,78' 16 6

3,42' 9

7,79' 11

16,48' 13

5,60' 14

7,28' 15

3,44' 12

8,72' 26

2,08' 27

3,44' 28

11,76' 29

6,80' 30

2,00' 31

2,96' 32

13,36' 33

3,84' 34

3,12' 35

10,16' 36

3,04' 37

4,72' 38

19,76' 39

Gambar 4.4 Stasiun Kerja

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 33

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

Berikut ini merupakan rekapan data dari penentuan stasiun kerja :
Tabel 4.4 Jumlah Stasiun Kerja dan Operasi Kerja

Stasiun Kerja 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Nomor Operasi Kerja 37, 38, 39 34, 35, 36, 23, 24 17, 18, 19, 20, 21, 22, 8 4, 5, 6, 7, 9 25, 10, 11, 12 13, 14, 15 16, 1, 2, 3 44, 45, 46, 47, 48 52, 30, 31, 32, 33 49, 26, 27, 28, 29 40, 41, 42, 43, 50, 51

Tabel 4.5 Stasiun Kerja, Nomor dan Nama Operasi Kerja

Stasiun Kerja 1

2

3

4

Nomor Operasi Kerja 37 38 39 34 35 36 23 24 17 18 19 20 21 22 8 4 5 6 7

Nama Operasi Kerja Memasang baut ke roller kecil kiri Memasang ring ke roller kecil kiri assy Membautkan roller kecil kiri assy ke chasis assy Memasang baut ke roller kecil kanan Memasang ring ke roller kecil kanan assy Membautkan roller kecil kanan assy ke chasis assy Memasang tuas on-off ke chasis assy Memasang plat depan ke chasis assy Memasang Gear kecil ke chasis assy Memasang roda assy depan kanan ke as roda Memasang eyelet ke as roda assy depan kanan Memasang roda assy ke as roda depan kanan chasis assy Memasang eyelet ke as roda depan kiri chasis assy Memasang roda assy ke as roda depan kiri chasis assy Memasang gardan 4WD ke chasis assy Memasang gear dinamo ke dinamo Memasang plat belakang besar ke rumah dinamo Memasang plat belakang kecil ke rumah dinamo assy Memasang dinamo assy ke rumah dinamo assy Page 34

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

Lanjutan Tabel 4.5

5

6

7

9 25 10 11 12 13 14 15 16 1 2 3 44 45 46 47 48 52 30 31 32 33 49 26 27 28 29 40 41 42 43 50 51

8

9

10

11

Memasang gear besar ke chasis assy Memasang penutup plat depan ke chasis assy Memasang rumah dinamo assy ke chasis assy Memasang roda assy belakang kanan ke as roda Memasang eyelet ke as roda assy belakang kanan Memasang as roda assy belakang kanan ke chasis assy Memasang eyelet ke as roda belakang kiri chasis assy Memasang roda assy ke as roda belakang chasis assy kiri Memasang Pengunci Dinamo ke chasis assy Memasang bumper belakang ke chasis bagian belakang Menyekrupkan bumper belakang kanan ke chasis Menyekrupkan bumper belakang kiri ke chasis Memasang bantalan roller besar ke roller besar belakang kiri Memasang baut ke roller besar belakang kiri assy Memasang ring ke roller besar belakang kiri assy Membautkan roller besar belakang kiri assy ke chasis assy Memasang baterai ke chasis assy Inspeksi Memasang bantalan roller besar ke roller besar depan kiri Memasang baut ke roller besar depan kiri assy Memasang ring ke roller besar depan kiri assy Membautkan roller besar depan kiri assy ke chasis assy Memasang penutup baterai ke chasis assy Memasang bantalan roller besar ke roller besar depan kanan Memasang baut ke roller besar depan kanan assy Memasang ring ke roller besar depan kanan assy Membautkan roller besar depan kanan assy ke chasis assy Memasang bantalan roller besar ke roller besar belakang kanan Memasang baut ke roller besar belakang kanan assy Memasang ring ke roller besar belakang kanan assy Membautkan roller besar belakang kanan assy ke chasis assy Memasang body ke chasis assy Memasang pengunci body ke chasis assy Page 35

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

Dalam membuat flow diagram, sebelumnya harus mengetahui tempat yang digunakan dalam proses perakitan Tamiya Mini 4WD . Proses perakitan Tamiya Mini 4WD pada kali ini dapat dilakukan di laboratorium PSK&E atau di ruang sidang dimana memiliki ruang yang cukup terbatas, sehingga rancangan stasiun kerja kami berbentuk U.
DIAGRAM ALIRAN Pekerjaan Nomor Pola Dipetakan Oleh Tanggal Dipetakan Aliran Perakitan Mini 4WD 1 Kelompok 6 15 November 2010

STASIUN 1

STASIUN 11

STASIUN 2

STASIUN 10

STASIUN 3

STASIUN 9

STASIUN 4

STASIUN 5

STASIUN 6

STASIUN 7

STASIUN 8

Gambar 4.5 Flow Diagram

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 36

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

BAB V ANALISIS

5.1 Analisis Operasi Kerja Operasi kerja merupakan kegiatan yang harus dilakukan dalam suatu proses produksi. Dengan melihat tabel operasi kerja yang ada, kita bisa mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan oleh operator dalam menyusun produk mini 4WD beserta waktu prosesnya. Untuk menyusun produk mini 4WD, kita harus melakukan 52 operasi kerja. Pada 52 operasi kerja tersebut yang membutuhkan waktu paling lama adalah kegiatan membautkan, seperti membautkan roller kecil kiri assy ke chasis assy, menyekrupkan bumper belakang kanan ke chasis assy, dan membautkan roller besar depan kanan assy ke chasis assy yang rata-rata membutuhkan waktu 10 sampai 20 detik. Selain itu memasang roda assy belakang kanan ke as roda juga membutuhkan waktu yang cukup lama. Yang membuat operasi kerja ini dilakukan dalam waktu yang lama karena operator mengalami kesulitan saat menyekrupkan karena ukuran sekrup yang kecil sedangkan tangan operator besar. Misalnya pada saat membautkan roller kecil kiri assy ke chassis assy membutuhkan waktu sebesar 19,76 detik, artinya operator sempat mengalami kesulitan saat harus membautkan roller kecil yang harus berulang-ulang memutar obeng. Waktu mulainya proses dihitung mulai saat tangan operator akan menjangkau atau mengambil benda kerja selanjutnya. Waktu mulainya proses belum tentu sama dengan waktu selesainya proses pada operasi kerja sebelumnya karena ada jeda waktu berapa milidetik saat operator melepaskan benda kerja dan akan menjangkau benda selanjutnya.

5.2 Analisis Assembly Chart Assembly chart yang ada di atas merupakan penggabungan dari komponen-komponen mini 4 WD yang kemudian dirangkai menjadi sub assembly. Sub-sub assembly ini nantinya akan di rangkai menjadi finish product mini 4 WD yang telah jadi. Komponen utama yang digunakan sebagai landasan Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Page 37

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

dalam assembly ini adalah chasis yang kemudian digabungkan dengan komponenkomponen lainnya seperti dinamo, gear besar, gear kecil, roda, batteray dan lainlain. Tiap-tiap komponen yang telah di assembly diberi nama assy yang diberi tanda lingkaran dengan diameter 9 mm berbeda dengan komponen yang diberi tanda lingkaran berdiamter 6 mm. Sedangkan sub assembly tersebut kemudian dirakit menjadi mini 4 WD yang diberi tanda lingkaran berdiameter 12 mm. Pada gambar assembly chart di atas terdapat tanda kotak yang berarti inspeksi yang dilakukan untuk memeriksa apakah proses assembly telah benar atau belum. Dalam assembly chart yang kami buat terdapat 26 komponen dua di antaranya terdapat dua buah benda yaitu batteray dan sekrup. Terdapat juga 5 sub sub sub assembly, 10 sub sub assembly, 9 sub assembly, 26 assembly dan 1 inspeksi serta produk jadi berupa mini 4 WD.

5.3 Analisis OPC Peta Proses Operasi merupakan suatu diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang akan dialami bahan baku mengenai urutan-urutan operasi dan pemeriksaan. Dari gambar OPC (Operation Process Chart), kita dapat mengetahui urutan proses kerja penyusunan Mini 4WD dari awal, yang masih berupa komponenkomponen, sampai akhir (finish product). Informasi lain yang dapat diketahui yaitu bahwa Mini 4WD memiliki 52 operasi kerja yang terdiri dari 51 kegiatan operasi dan 1 kegiatan inspeksi. Dari 51 kegiatan operasi diantaranya adalah memasang plat besar dan plat kecil ke rumah dinamo, membautkan roller, menyekrupkan bumper, dll. Kegiatan inspeksi dilakukan setelah kegiatan memasang baterai pada chasis assy, apakah baterai dapat menyala atau tidak dan juga memeriksa apakah semua komponen sudah terpasang dengan baik sehingga dapat menggerakkan roda. Di dalam peta proses operasi ini digambarkan seluruh operasi kerja dari awal sampai menjadi produk Mini 4WD. Bagian paling atas adalah kepala peta yang terdiri atas Judul, nama pembuat peta,dan tanggal pembuatan peta. Dicatatkan sebelah paling kanan adalah urutan operasi-operasi yang dirakitkan pada chasis Mini 4WD. Baris sebelah atas menunjukkan komponen-komponen yang dirakit. Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Page 38

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

Lambang lingkaran merupakan lambang operasi sedangkan lambang persegi merupakan lambang dari inspeksi atau kegiatan pemeriksaan. Nomor-nomor yang ada di dalam lingkaran adalah nomor urutan dari proses perakitan yang dijalankan. Waktu tiap-tiap operasi juga dicatatkan pada sebelah kiri lingkaran atau persegi disertai dengan proses yang dilakukan pada sebelah kanan. Proses yang dilakukan antara lain adalah memasang, menyekrupkan dan membautkan. Pada operasi yang membutuhkan alat tambahan juga dituliskan alat bantunya seperti obeng. Dalam peta ini juga ditunjukkan ringkasan dari peta yang menunjukkan terdapat 51 operasi dengan 1 inspeksi sehingga totalnya ada 52 dengan jumlah waktu operasi adalah 301,57 detik dan inspeksi 2,83 detik sehingga totalnya adalah 304,4 detik.

5.4 Analisis Presedence Diagram Pada precedence diagram menggambarkan operasi yang terjadi, keterkaitan antar operasi, waktu operasi dan komponen-komponen yang harus dirakit terlebih dahulu sebelum masuk ke operasi selanjutnya. Sehingga dapat diketahui operasi apa saja yang harus dilakukan terlebih dahulu. Selain itu precedence diagram juga membantu dalam menentukan stasiun kerja. Dari gambar presedence diagram dapat dilihat operasi independen yang dapat dilakukan tanpa menunggu operasi kerja yang lainnya dilakukan.Yaitu operasi kerja yang bernomor

1,4,5,6,8,9,11,12,17,18,19,23,24,26,30,34,37,40 dan 44. Sedangkan operasi kerja yang lain merupakan operasi kerja yang baru bisa dikerjakan dengan menunggu operasi kerja yang lainnya selesai dikerjakan.

5.5 Analisis Flow Diagram Dari flow diagram diatas dapat dilihat bahwa dari proses perakitan Mini 4WD terdapat 2 kegiatan yaitu operasi kerja dan inspeksi. Perakitan Mini 4WD dimulai dari stasiun pertama hingga ke-11, dimana pada stasiun ke-9 terdapat kegiaatan ganda yaitu operasi kerja dan inspeksi. Bentuk dari flow diagram yang dibuat adalah bentuk U, karena kami mengasumsikan tempat yang digunakan untuk perakitan Mini 4WD adalah Laboratorium PSK&E atau Ruang Sidang, dengan keadaan yang seperti itu maka Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Page 39

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

bentuk stasiun yang memungkinkan adalah U, karena jika linear atau zigzag membutuhkan ruang yang lebih luas.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 40

Laporan Praktikum Perancangan Teknik Industri Modul 3 Perancangan Peta Kerja dan Presedence Diagram Kelompok 6

BAB VI PENUTUP

6.1 Kesimpulan 1. Peta proses operasi merupakan peta kerja yang menggambarkan urutan kerja dengan cara membagi pekerjaan tersebut menjadi operasi-operasi kerja secara detail. 2. Operasi kerja merupakan pekerjaan yang harus dilakukan dalam suatu kegiatan perakitan. Pada praktikum ini terdapat 52 operasi kerja. Hal ini akan berpengaruh terhadap penentuan presedence diagram dan stasiun kerja. 3. Assembly Chart atau diagram perakitan merupakan sebuah grafik yang digunakan untuk menerangkan bagaimana komponen mengalir menjadi sub perakitan dan akhirnya menjadi produk jadi. Dari assembly chart kita dapat mengetahui komponen-komponen yang menyusun produk Mini 4WD mulai dari yang terkecil hingga menjadi suatu produk hasil perakitan dan dapat mengetahui keterkaitan antara satu komponen dengan komponen yang lainnya. 4. Presedence Diagram digunakan untuk mencari kombinasi stasiun kerja yang paling efektif dan efisien yang didasarkan atas pengelompokkan operasi-operasi kerja. 5. Flow diagram digunakan untuk mengevaluasi langkah-langkah proses dalam situasi yang lebih jelas, selain itu bisa dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan di dalam desain layout fasilitas produksi yang ada. Pada praktikum ini flow diagram berbentuk U. 6.2 Saran 1. Sebelum praktikum hendaknya praktikan mempelajari dan memahami terlebih dahulu mengenai materi praktikum agar praktikan dapat mengetahui teknik perakitan yang efisien. 2. Hendaknya saat praktikum, praktikan lebih berhati-hati dalam melakukan proses perakitan Mini 4WD agar tidak terdapat kerusakan pada komponen.

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Page 41

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful