Anda di halaman 1dari 1

rgs-mitra 1 of 1

9 Mei 2003

Nomor : 972/D/T/2003
Lampiran : -
Perihal : penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi

Kepada Yth.
Seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi

Kami sampaikan dengan hormat bahwa dengan berlakunya Keputusan Menteri Pendidikan Nasional
No. 017/U/2003 tanggal 7 Februari 2003 tentang Ujian Akhir Nasional Tahun ajaran 2002/2003,
maka kami perlu mengingatkan seluruh pimpinan perguruan tinggi perihal ketentuan mengenai
penerimaan mahasiswa baru.

Pada pasal 10 ayat (1) dari Keputusan tersebut tercantum bahwa :”Bagi yang lulus, dapat
melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi”. Implikasi dari pasal tersebut adalah bahwa
hanya mereka yang lulus (mempunyai Surat Tanda Kelulusan) SMU/SMK/MA yang dapat diterima
di perguruan tinggi.

Dengan demikian perguruan tinggi tidak dibenarkan menerima calon mahasiswa yang belum lulus
dan hanya memiliki Surat Tanda Tamat Belajar.

Bagi mereka yang belum lulus (belum mempunyai Surat Tanda Kelulusan) dapat menempuh
pendidikan tinggi (jika lolos seleksi) dengan status mahasiswa percobaan selama maksimum 1
(satu) tahun. Dalam kurun waktu 1 (satu) tahun tersebut mahasiswa percobaan diwajibkan
mengikuti ujian ulangan, hal ini dimungkinkan oleh pasal 10 ayat (3) Keputusan Menteri tersebut
di atas. Apabila dalam waktu 1 (satu) tahun mahasiswa percobaan tersebut belum lulus atau
belum mempunyai Surat Tanda Kelulusan maka yang bersangkutan tidak dapat melanjutkan studi
di perguruan tinggi. Status sebagai mahasiswa percobaan hanya dapat ditempuh 1 (satu) kali
selama mereka belum lulus SMU/SMK/MA.

Demikian agar seluruh pimpinan perguruan tinggi mematuhi ketentuan ini dan melaksanakannya.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi

ttd

Satryo Soemantri Brodjonegoro


NIP. 130 889 802

Tembusan Yth.:
1. Menteri Pendidikan Nasional (sebagai laporan)
2. Sekretaris Jenderal Depdiknas
3. Inspektur Jenderal Depdiknas
4. Direktur Jenderal Dikdasmen
5. Kepala Balitbang Depdiknas
6. Sekretaris dan Direktur di Ditjen Dikti
7. Koordinator Kopertis Wilayah I s/d XII