Anda di halaman 1dari 2

1

Lampiran 1

PENJELASAN
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI
NOMOR : 1247/D/C/99, TANGGAL 14 MEI 1999
TENTANG
PERSYARATAN UNTUK DIANGKAT MENJADI GURU BESAR

Uraian ini kami sampaikan untuk memperjelas isi Surat Edaran Nomor
1247/D/C/99 tanggal 14 Mei 1999 tentang Persyaratan untuk diangkat menjadi
Guru Besar, sebagai berikut :

1. Jabatan Guru Besar


1. Guru Besar/Profesor yang terdiri atas Guru Besar dan Guru Besar
Madya adalah jenjang jabatan fungsional akademik tertinggi seorang
dosen di perguruan tinggi. Jabatan Guru Besar dapat dimiliki oleh dosen
biasa dan oleh dosen luar biasa. Oleh karena itu berdasarkan tugas
utamanya ada Guru Besar yang mengemban tugas sebagai dosen
biasa dan Guru Besar yang mengemban tugas sebagai dosen luar
biasa. Dengan demikian tidak ada istilah Guru Besar Luar Biasa, yang
ada adalah Guru Besar sebagai dosen biasa dan Guru Besar sebagai
dosen luar biasa.
2. Dosen adalah seseorang yang berdasarkan pendidikan dan keahliannya
diangkat oleh penyelenggara perguruan tinggi (Pemerintah/Badan
Hukum Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta) dengan tugas
mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat.
2. Pengangkatan menjadi Guru Besar Madya

Persyaratan untuk dapat diangkat menjadi Guru Besar Madya adalah


sebagai berikut :

1. Yang dapat diusulkan adalah dosen pada Program Pendidikan


Akademik yang diselenggarakan di Sekolah Tinggi, Institut dan
Universitas;
2. Memiliki jenjang jabatan fungsional akademik sekurang-kurangnya
Lektor berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara Nomor 59/MENPAN/1987;
3. Memiliki gelar Doktor dan/atau gelar Doktor Kehormatan (Doktor
Honoris Causa) yang diakui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan;
4. Mempunyai kemampuan membimbing mahasiswa Program Doktor;
5. Bagi yang tidak bergelar Doktor harus memiliki jenjang jabatan
fungsional lektor kepala dan, kemampuan membimbing mahasiswa
Program Doktor dapat ditunjukkan dengan salah satu atau lebih hal
berikut yang diperoleh selama masa karirnya.
1. Mempunyai karya ilmiah berbobot sebagai penulis utama yang
dipublikasi-kan sekurang-kurangnya 4 (empat) karya ilmiah
dalam jurnal ilmiah internasional, atau sekurang-kurangnya 8
(delapan) karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah
nasional terakreditasi atau sekurang-kurangnya telah
menghasilkan 2 (dua) paten yang diakui atau kombinasi
ketiganya. Tesis magister dari program yang diakui Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan dinilai sama dengan 2 (dua) karya
ilmiah publikasi nasional. Daftar jurnal ilmiah yang telah
diakreditasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dapat
2

dilihat pada Lampiran


2. Untuk publikasi yang diterbitkan di luar daftar jurnal ilmiah
tersebut, harus menyertakan identifikasi jurnal yang berupa
jurnal itu sendiri, atau keterangan mengenai susunan dewan
editor, mitra bestari (reviewer), dsb. untuk bahan pertimbangan
penilaian.
2. Mempunyai karya monumental yang mendapat pengakuan
nasional dan atau internasional. Untuk bidang tertentu karya
monumental dapat menggantikan karya ilmiah publikasi baik
nasional maupun internasional.
6. Butir 2.5.1 dan 2.5.2. harus dinilai dan mendapat rekomendasi tertulis
Senat Perguruan Tinggi termasuk penilaian non akademis (etika, moral
dsb).

3. Prosedur Pengajuan Usulan

1. Prosedur pengajuan usulan untuk diangkat menjadi Guru Besar Madya


adalah sebagai berikut :
1. Pengajuan usul disampaikan oleh Rektor/Ketua Perguruan
Tinggi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk
Perguruan Tinggi Swasta diusulkan melalui Koordinator
Kopertis;
2. Yang bersangkutan harus memenuhi Persyaratan Tentang
Angka Kredit Bagi Tenaga Pengajar Perguruan Tinggi (Surat
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor:
095/U/1988 dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan
Tinggi Nomor : 3265/D/T/89) serta Surat Edaran Direktur
Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor : 1247/D/C/99 tanggal 14 Mei
1999 beserta penjelasannya ini;
3. Usulan pengangkatan dinilai oleh Panitia Penilai Jabatan
Tenaga Pengajar Pusat Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan (Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor : 032/P/1999);
2. Prosedur untuk pengajuan Guru Besar Madya menjadi Guru Besar
mengikuti persyaratan yang tercantum pada butir 3.1.2.

Demikian untuk diketahui dan atas perhatian saudara, kami ucapkan terima
kasih.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi
Satryo Soemantri Brodjonegoro
NIP. 130 889 802