Anda di halaman 1dari 2

1

2 September 2002

Nomor : 1859/D/T/2002
Lampiran : -
Perihal : Tata krama dan kepatutan dalam hal penerimaan mahasiswa baru.

Kepada Yth.:
Rektor Universitas/Institut Negeri
Rektor UI, IPB, UGM, ITB
Ketua Sekolah Tinggi Negeri
Direktur Politeknik Negeri

Sehubungan dengan masih adanya tatacara penerimaan mahasiswa baru yang menyimpang
dan tidak sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No.
28/DIKTI/Kep/2002 tanggal 5 Juni 2002 tentang Penyelenggaraan Program Reguler dan Non-
Reguler di Perguruan Tinggi Negeri, kami sampaikan dengan hormat beberapa penegasan
sebagai berikut :

Masih terdapat PTN yang melakukan ujian seleksi mahasiswa baru setelah pengumuman SPMB
untuk mengisi bangku kosong, hal ini jelas menunjukkan adanya standar ganda dalam proses
penerimaan mahasiswa baru.

Masih terdapat PTN yang melakukan seleksi khusus untuk penerimaan mahasiswa baru
lulusan SMU/SMK/MA tahun 2002 yang dimasukkan dalam kategori program ekstensi atau
non-reguler dengan perkuliahan penuh waktu dan besaran SPP yang jauh lebih tinggi daripada
mahasiswa reguler. Hal ini jelas bertentangan dengan ketentuan dalam Keputusan Dirjen
dimaksud.

Masih banyak praktek penerimaan mahasiswa baru di PTN pada berbagai jenjang dan jenis
program yang tidak sesuai kaidah dan kepatutan yang berlaku, sehingga menurunkan
martabat dan wibawa PTN tersebut.

Dengan kasus-kasus tersebut di atas, kami mohon agar seluruh PTN mematuhi ketentuan
yang berlaku khususnya Keputusan Dirjen Dikti No. 28/DIKTI/Kep/2002 dalam rangka
meningkatkan citra martabat dan wibawa PTN.

Penyimpangan dan pelanggaran terhadap butir 4 di atas, ataupun pelanggaran bentuk lainnya
dapat berakibat penghentian layanan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi kepada PTN,
termasuk antara lain penghentian pemberian dana pembangunan (DIP).

Demikian agar menjadi pedoman dan atas perhatian yang diberikan kami sampaikan terima
kasih.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi

Satryo Soemantri Brodjonegoro


NIP. 130 889 802

Tembusan Yth.:
Menteri Pendidikan Nasional (sebagai laporan)
2

Inspektur Jenderal Depdiknas


Sekretaris dan Direktur di Ditjen Dikti (untuk tindak lanjut).