Polisi Tangkap Dua Tersangka Pembunuh Jefri Posted in Kriminal by Redaksi on September 19th, 2010

Solo(SIB) Jajaran Kepolisian Resor Kota Surakarta, berhasil menangkap dua tersangka kasus pembunuhan terhadap Jefri (25) warga asal Surabaya, yang terjadi di Cinderejo Lor, Gilingan, Banjarsari, Solo, Kamis (16/9). Dua tersangka kini diamankan di Markas Polresta Surakarta, bersama barang bukti berupa Yamaha Mio Nomor Polisi AD 5222 RN dan senjata clurit yang untuk menghabisi nyawa korban, kata Kapolresta Surakarta Komisaris Besar Polisi Nana Sudjana, saat gelar kasus di Solo, Sabtu.

Menurut Kapolres, dua tersangka yakni Agung Kristanto (23) warga Temunggungan Baru 167 Pengirian, Semampir, Surabaya sebagai pelaku utama kasus pembunuhan dan Joni Supriyadi (42) warga RT 03 RW 01 Morodipan, Gonilan, Kartasura, Sukoharjo atau yang membantu Agung menyiapkan senjata clurit. ³Sedangkan, tersangka lain Wardi alias Kincling (27) warga Winongan RT 14 RW 4 Palemrejo, Andong, Boyolali yang menyarankan tersangka Agung untuk melarikan diri tidak ditahan,´ kata Kapolresta.

Menurut Kapolresta, kronologi kejadian pembunuhan tersebut berawal dari tersangka Agung Kristanto yang mendatangi tempat tinggal Joko Sutrisno di Cinderejo Lor RT3 RW 04 Gilingan, Banjarsari atau di belakang Terminal Tistonadi Solo, pada Kamis (16/9) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kedatangan Agung tersebut untuk menanyakan pembagian uang yang masih dibawa Joko Sutrisno. Tetapi, tersangka ini justru mendapat sambutan tidak mengenakan. Bahkan, tersangka Agung justru dipukul dengan tangan kosong oleh korban Jefri sebagai teman dekat Joko. Joko Sutrisno kemudian berusaha melerai perkelaihan antara tersangka dengan korban, tetapi mereka malah cekcok mulut yang akhirnya, Joko menghantam tersangka dengan asbak dan korban juga ikut memukul pakai kayu. Tersangka tahu akan dikeroyok lalu menghindar dan menemui temannya bernama Joni Supriyadi yang sudah menunggu di depan warung untuk mengambil senjata clurit yang dibawanya.

Tersangka kemudian membuang barang bukti senjata clurit dan baju yang dipakai di Sungai Miri. ³Kami telah berkoordinasi dengan Polres Sragen dan Boyolali. namun masih bisa dicari dan ditemukan sedangkan nyawa tidak dapat dicari dan ditemukan lagi. Atas perbuatannya tersebut. tentang kejahatan yang menghilangn nyawa orang lain diancam hukuman 15 tahun penjara. (Ant/g) Dari kasus di atas kemudian muncul pertanyaan. sehingga berhasil menangkap tersangka. Namun. langsung melarikan diri dengan sepeda motor Yamaha Mio ke arah utara dengan meninggalkan temannya. pembunuhan itu diidentikkan dengan: 1. Sragen. Tersangka Agung setelah itu. ³ faktor apa yang meyakinkan sehingga kasus tersebut dikatakan pembunuhan dalam bentuk pokok (doodslag). Artinya. Polisi sudah mengetahui identitas tersangka. Hal ini tidak disetujui karena dalam kehidupan sehari-hari kata hilang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang ada kemudian tidak ada lagi. Di tubuh korban ada tujuh bekas luka sayatan akibat sabetan clurit itu. Jawaban: Pertama-tama kita harus mengetahui apa sebenarnya pembunuhan itu? Dalam kitab undangundang hukum pidana. Joni di lokasi kejadian. Korban masih berusaha berdiri dan dilarikan ke rumah sakit. Klego.´ kata Kapolresta. Menghilangkan nyawa orang lain. sehingga mereka dengan mudah menangkap Agung Kristanto bersama Wardi saat hindak melarikan diri di Sumber Agung. sesuatu yang tadinya ada dalam diri seseorang kemudian hilang karena perbuatan perbuatan orang lain. Boyolali. kata Kapolresta.Tersangka Agung saat berpapasan dengan korban Jefri langsung membacokkan cluritnya berkali-kali. . Tersangka melarikan diri dan bersembunyi di rumah Mardiko salah seorang teman ibunya dan dia juga menceritakan kejadian yang telah dialami. Tersangka kemudian diantar Wardi atau anak Mardiko untuk berobat di Puskesmas Klego Boyolali. tersangka Agung dapat dijerat Pasal 338 jo 351 ayat (3) KUHP. tetapi dia meninggal di perjalanan.

yang dimaksud dengan Pembunuhan adalah barang siapa dengan sengaja mengakibatkan matinya orang lain secara melawan hukum. Semampir. Boyolali yang menyarankan tersangka Agung untuk melarikan diri. Sementara dalam pengertian sehari-hari kata merampas digunakan untuk menyatakan sesuatu barang atau benda milik seseorang yang diambil secara paksa oleh orang lain untuk dimiliki dan dikuasai. Surabaya sebagai pelaku utama kasus pembunuhan dan Joni Supriyadi (42) warga RT 03 RW 01 Morodipan. Sukoharjo atau yang membantu Agung menyiapkan senjata clurit. Untuk lebih jelas. . mengapa kasus di atas termasuk pembunuhan pokok (doodslag) yang diatur dalam pasal 338 KUHP. Sedangkan. Andong. Gonilan. Hal ini terlalu ekstrim dan berlebihan karena tidak jelas dirampas dari mana.2.´ a. Kartasura. bisa manusia dan bisa badan hukum. tersangka lain Wardi alias Kincling (27) warga Winongan RT 14 RW 4 Palemrejo. Dalam mata kuliah delik-delik khusus. Barangsiapa adalah subjek hukum atau pelaku tindak pidana. Pada kasus di atas. Kembali pada topik pembahasan. maka ada baiknya kasus diatas dianalisis berdasarkan pasal 338 KUHP yang berbunyi: ³ barangsiapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain. Merampas nyawa orang lain. yang menjadi tersangka pelaku tindak pidana adalah Agung Kristanto (23) warga Temunggungan Baru 167 Pengirian. Pengertian ini merupaka pengertian pembunuhan yang sebenarnya yang akan saya gunakan selanjutnya. karena salah telah melakukan pembunuhan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya lima belas tahun. Kasus di atas dikatakan pembunuhan dalam bentuk pokok (doodslag) karena telah memenuhi rumusan dalam pasal 338 KUHP yang mengatur tentang pembunuhan pokok (doodslag).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful