P. 1
Republika Yogya, Rabu (1-12-2010)

Republika Yogya, Rabu (1-12-2010)

|Views: 209|Likes:
Dipublikasikan oleh heri purwata

More info:

Published by: heri purwata on Nov 30, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2012

pdf

text

original

KANTOR PERWAKILAN DIY - JATENG

Jl Perahu No 4 Kotabaru Yogyakarta Telepon Redaksi : (0274) 566028 Telepon Sirkulasi : (0274) 541582 Telepon Iklannnnn : (0274) 544972 Layanan Pelanggan : (0274) 3050444

REPUBLIKA

Jawa Tengah & DIY
RABU, 1 DESEMBER 2010 24 DZULHIJAH 1431 H

Halaman >>

21

64 Duta Devisa Terkena HIV/AIDS
CILACAP — Niat mau mencari kerja tapi apa daya justru kemalangan yang didapat. Itulah derita yang seolah tiada akhir dialami para duta devisa atau tenaga kerja Indonesia (TKI). Menurut data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Cilacap, dari 236 kasus HIV/AIDS yang diderita para warga disana ternyata sebanyak 64 orang di antaranya adalah mantan TKI. Menurut Sekretaris KPA, Sarjono mengatakan dari 236 kasus HIV/AIDS di kabupaten ini, 64 kasus di antaranya menimpa mantan tenaga kerja Indonesia. “Jumlah tersebut berdasarkan data per September 2010 karena data bulan Oktober belum kami terima, masih divalidasi. Namun yang menarik, dari 236 kasus tersebut ternyata 64 orang di antaranya pernah bekerja di luar negeri sebagai TKI dan kemungkinan tertular saat masih bekerja di luar negeri,” katanya, Selasa (30/11) seperti dikutip Antara. Menurut dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cilacap maupun Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI Provinsi Jawa Tengah terkait kasus tersebut. Dalam hal ini, kata dia, KPA bersama dua instansi tersebut maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) pendamping berupaya memberikan pembekalan mengenai HIV/AIDS kepada para calon TKI sebelum diberangkatkan ke luar negeri khususnya yang bekerja di sektor informal. Terkait perincian 236 kasus HIV/AIDS tersebut, dia mengatakan, jumlah tersebut terdiri 179 kasus HIV dan 57 positif AIDS. Menurut dia, kasus HIV/AIDS di Cilacap hingga saat ini telah merenggut 33 korban jiwa. Disinggung mengenai kelompok terbesar dalam kasus HIV/AIDS, dia mengatakan, hal itu didominasi masyarakat umum yang mencapai 58 persen. “Masyarakat umum ini merupakan ibu rumah tangga, mantan TKI, maupun pekerja kantoran. Sedangkan kasus HIV/AIDS dari para pengguna jarum suntik atau narkoba jumlahnya sangat kecil karena hanya delapan persen,” jelasnya. Ia mengatakan, kasus HIV/AIDS dari para pengguna narkoba ini ditemukan dari para warga binaan yang mendekam di lembaga pemasyarakatan di Cilacap maupun Pulau Nusakambangan. Menurut dia, pemeriksaan HIV/AIDS warga binaan dilakukan rutin oleh Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile dari Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap. ■ ed: indra wisnu

Pojok Baca untuk Tunanetra
Yulianingsih

>> sisi lain <<

B

JEMBATAN PUTUS

IMAM BUDI UTOMO/REPUBLIKA

Lahar dingin yang menerjang sungai Kali Code, Senin (29/11) lalu membuat fasilitas warga seperti jembatan penyeberangan di perkampungan Ledok Code, Kotabaru rusak dan sebagian badannya terputus. Jembatan tersebut kini tak bisa dilewati sehingga lalu lintas warga kedua kampung yang dipisahkan sungai sejak Selasa (30/11) terpaksa harus memutar.

Pemadaman Listrik Masih Berlangsung
K L AT E N — K e r u g i a n yang harus dialami Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Klaten akibat erupsi Merapi mencapai Rp 2,3 miliar. Kerugian tersebut diketahui berdasarkan pendataan jaringan atau instalasi listrik yang rusak di sekitar lereng Merapi. Manager PLN APJ Klaten, I Ketut Wriyana mengatakan jaringan yang rusak tersebut seperti trafo, tiang listrik, sistem jaringan tegangan menengah (JTM) dan jaringan tegangan rendah (JTR). Dia menyebutkan JTM yang masih padam hingga saat ini mencapai 99,6 kms. Sementara JTR yang rusak sepanjang 9,8 kms. “Kalau untuk trafo yang padam sebanyak 193 buah, sementara yang rusak mencapai 22 buah, “ sebut Wriyana kepada wartawan di Klaten, Selasa (30/11). Kerusakan jaringan listrik tersebut, lanjutnya, berdampak pada terputusnya saluran perangkat jaringan listrik ke 14.629 pelanggan PLN. Hal ini mengakibatkan pemadaman sebagian wilayah masih dilakukan lantaran pihaknya belum dapat melakukan penyambungan jaringan yang rusak. “Pascaerupsi Merapi, kita sudah berusaha memperbaiki jaringan terutama untuk daerah aman. Sekarang kita mulai memperbaiki jaringan di Desa Balerante, “ ungkapnya. Pelanggan PLN yang berada di radius lima kilometer, ungkapnya, hingga saat ini masih belum dapat menikmati aliran listrik. Di kawasan tersebut, terdapat sekitar 254 pelanggan. “Kita belum memperbaiki kawasan itu, karena masih dalam zona bahaya, “ ujar Wriyana. Humas PLN APJ Klaten, Santoso menambahkan warga Klaten yang menjadi korban erupsi Merapi akan diberikan keringanan. Pihaknya akan menggratiskan tagihan rekening listrik bagi pelanggan PLN yang rumahnya rusak berat. “Bagi pelanggan yang saluran listriknya terputus karena erupsi Merapi juga tidak akan kita pungut biaya. Sementara pelanggan yang sempat mengungsi akan kita beri toleransi pembayaran rekening listrik hingga tanggal 20 Januari 2011, “ ujarnya. ■ ed: indra wisnu

Pakar Bahas Kearifan Lokal
Yulianingsih

UGM akan bangun Wisdom Park di Gedung Grha Sabha Pramana (GSP).
YOGYAKARTA — Sedikitnya 500 pakar budaya, ilmu pengetahuan dan pendidikan dari beberapa negara di dunia serta dari 30 perguruan tinggi di Indonesia akan membahas tentang kearifan lokal untuk solusi masalah dunia di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Kegiatan yang dikemas dalam tajuk World Conference on Science, Education and Culture (WISDOM 2010) ini sebenarnya sudah dilaksanakan November lalu namun akibat letusan Merapi kegiatan pertama pembahasan kearifan lokal se-dunia ini diundur menjadi tanggal 58 Desember 2010. “Rencana awal WISDOM digelar 8-11 November 2010 namun ditunda akibat erupsi Merapi. Saat ini kondisi berangsurangsur sudah aman, bahkan Bandara Adisucipto kembali normal,” terang Ketua Konferensi WISDOM 2010, Dr Wiendu Nuryanti, di UGM, Selasa (30/11). Menurutnya, kegiatan ini

digelar bersama dengan 30 perguruan tinggi di Indonesia baik negeri maupun swasta. Karenanya mengawali kegiatan itu pihaknya akan membangun Wisdom Park atau taman kearifan lokal di halaman Gedung Grha Sabha Pramana (GSP) UGM. Taman tersebut akan diisi penanaman 30 pohon secara bersama-sama sebagai simbol kearifan bersama. “Kegiatan ini akan terus berlangsung dan nanti bergilir penyelenggaranya,” terangnya. Menurutnya, hingga 29 November 2010, sedikitnya ada 490 peserta yang merupakan peneliti, dosen, dan guru besar di bidang ilmu pengetahuan, budaya dan pendidikan menyatakan diri akan ikut dalam kegiatan ini. Kegiatan yang diisi dengan kolokium membahas masalahmasalah kearifan lokal di bidang ilmu pengetahuan, pendidikan dan budaya ini akan dilakukan di tujuh sentra budaya dan seni yang berbeda di Yogyakarta antara lain di Rumah Seni Tembi, Rumah Batik Winotosastro, Museum Sonobudyo hingga Museum Affandi. Ketua Organizing Committee, Prof Atyanto Dharoko mengatakan, dalam kesempatan itu pihaknya akan menghadirkan pembicara kunci yaitu tokoh konservasi kreatif dunia, JeanMichel Cousteau dari Perancis.

Jean-Michel selain dikenal sebagai pemerhati lingkungan dan produser film bertema kelautan, juga menjabat sebagai Executive Vice President Cousteau Society dan pendiri serta Presiden Ocean Futures Society, sebuah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang konservasi kreatif kelautan dan pendidikan.

lind corner atau pojok baca di Perpustakaan Kota Yogyakarta yang diperuntukkan bagi penyandang tunanetra resmi dibuka, Selasa (30/11), setelah menjalani serangkaian proses uji coba sejak Agustus. “Ini adalah layanan tambahan di Perpustakaan Kota Yogyakarta yang didasari pada sebuah komitmen, yaitu semua orang memiliki kesetaraan hak atas akses memperoleh informasi,” kata Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Yogyakarta, Sri Sulastri di sela-sela acara peresmian Blind Corner Sri menambahkan, setiap orang seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk dapat menuntut ilmu. “Para tuna netra tidak dapat melihat tetapi lebih peka bisa menggunakan indera lainnya untuk berinteraksi dengan lingkungan. Atas dasar itulah Arpusda berupaya mengakomodasi kebutuhan para difabel dengan menyediakan perangkat komputer yang adaptif,” terangnya. Layanan ini kata dia, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tunanetra akan aksesibilitas informasi sebagai upaya menuju perpustakaan inklusif yang melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali. Menurut dia, sasaran utama dari layanan tersebut adalah penyandang tunanetra dan tidak terbatas untuk warga Kota Yogyakarta, tetapi untuk semua penyandang tunanetra yang sedang berada di kota tersebut. Ia mengatakan, layanan blind corner tersebut didasarkan pada sistem teknologi informasi, sehingga buku-buku koleksi di pojok baca tersebut berbentuk digital dan membutuhkan media komputer untuk dapat menikmati layanan tersebut. “Untuk sementara ini, baru ada satu unit komputer yang disediakan di blind corner, tetapi di masa yang akan datang, kami akan menambah perangkat komputer sehingga layanan bisa semakin baik,” paparnya. Apabila terdapat lebih dari satu penyandang tunanetra yang ingin menikmati layanan tersebut, lanjut dia, maka tunanetra bisa memanfaatkannya secara bersama-sama dengan mengeraskan suara yang keluar dari komputer alih-alih menggunakan head phone, sehingga suara bisa didengar bersama-sama. “Kami memanfaatkan perangkat lunak Jaws
Bersambung ke hlm 24 kol 1-2

The Spirit of Merapi
Sementara terkait dengan musibah letusan Gunung Merapi, seluruh peserta WISDOM 2010 imbuh Atyanto akan diajak melakukan lawatan ke beberapa desa dan lokasi pengungsian korban letusan Gunung Merapi. “Post-Merapi Eruption Social Program” ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi para peserta WISDOM 2010 untuk memahami The Spirit of Merapi yang menjadi akar kearifan lokal yang telah ada dalam masyarakat sekitar Merapi selama berabad-abad. “Kunjungan tersebut juga menunjukkan kepada para peserta WISDOM 2010, bagaimana kearifan lokal berperan sebagai sumber daya alam untuk menjaga Merapi dan penduduk di sekitarnya,” paparnya. WISDOM 2010 ini juga mengagendakan kolokium untuk mengenang hidup dan kontribusi Dr Ann Dunham Soetoro dan Prof Mubyarto.
■ ed: indra wisnu

PANTAU SUNGAI

ALFIAN SYAFRIL

Masyarakat yang tergabung dalam Pare Anom Community, memasang antena komunikasi di Rusunawa Cokrodirjan, Selasa (30/11). Paguyuban sosial yang bergerak pada bantuan komunikasi dan rescue ini secara intensif memantau sungai-sungai di Yogyakarta.

SYARIAH
Oleh Drs Syafaruddin Alwi MS* anggota Dewan Pengawas Syariah Bank BPD DIY Syariah

Musyarakah Mutanaqishah

K

egiatan di sektor riil khususnya usaha kecil menengah (UKM) sangat memerlukan dukungan permodalan yang bersumber dari perbankan termasuk perbankan syariah. Beberapa pengusaha UKM yang berkonsultasi dengan penulis pernah mengemukakan masalah keterbatasan permodalannya saat ini. Mereka ingin meningkatkan skala usahanya melalui peningkatan volume produksi dan jenis produk yang berorientasi ke pasar internasional. Kendala yang dihadapi adalah mereka belum sepenuhnya memahami

dan mengenal dengan baik jenis– jenis pembiayaan yang ditawarkan bank syariah. Pada kesempatan itu penulis menyarankan untuk musyarakah dengan bank syariah serta memanfaatkan fasilitas akad musyarakah sesuai dengan kebutuhannya Salah satu yang penulis rekomendasi adalah jenis musyarakah mutanaqishah (MMTQS) untuk dipertimbangkan sebagai alternatif pembiayaan investasi. Secara umum pengertian musyarakah adalah akad antara orangorang atau para pihak yang sepakat untuk berserikat dalam modal dan

keuntungan. Pada bank syariah, pembiayaan musyarakah ditujukan untuk pembiayaan modal kerja atau investasi yang sebagian dipenuhi oleh pihak bank sebagai penyertaan modal. Dalam penyertaan ini, bank berhak ikut serta dalam pengelolaan bisnis nasabah dengan risiko, jika terjadi kerugian, bank syariah ikut menanggung kerugian yang diderita usaha nasabah. Keikutsertaan bank syariah dalam pengelolaan usaha nasabah memberikan keuntungan pada nasabah karena bank syariah memiliki ahli-ahli yang bisa membantu manajemen usaha nasabah yang menjadi partner. MMTQS pembiayaan investasi merupakan pembiayaan yang diberikan oleh bank syariah dengan prinsip penyertaan secara bertahap dikurangi (decreasing ownwrship) melalui pengalihan kepemilikan ke nasabah bank syariah. Tujuan dari akad MMTQS membantu nasabah pada tahap tertentu agar dapat memenuhi kebutuhan dananya melalui penyertaan modal dari bank

syariah. Pada tahap berikutnya melalui surplus cashflow yang diperoleh, atau melalui penambahan modal sendiri, nasabah berpeluang mengurangi penyertaan modal bank syariah sampai tahap dimana kepemilikan modal sepenuhnya berada pada nasabah. Akad ini bermanfaat ketika nasabah kekurangan modal tetapi memiliki sumber modal potensial yang sementara belum dapat digunakan (misal dalam masih dalam bentuk piutang), sehingga nasabah melalui akad MMTQS, dapat memanfaatkan tawaran penyertaan modal dari bank syariah. Produk MMTQS juga memberikan manfaat bagi nasabah yang bisnisnya potensial mampu menghasilkan surplus cashflow yang besar sehingga diperhitungkan mampu mengurangi porsi kepemilikan modal secara bertahap. Ketentuan akad MMTQS terdiri dari akad musyarakah dan jual beli (Ba’i). Landasan hukum yang digunakan adalah Fatwa DSN No. 8 Tahun 2000,

tentang Pembiayaan Musyarakah, menjelaskan para mitra memiliki hak dan kewajiban tertentu, kerugian ditanggung bersama berdasarkan proporsi modal dan nisbah bagi hasil sesuai kesepakatan pada saat akad. Persoalannya adalah, musyarakah belum semenarik akad pembiayaan murabahah karena nasabah masih berpola pikir lebih menyukai membayar margin lebih kecil daripada “membayar” sebesar bagian keuntungan. Dalam hal ini bagi nasabah, skim murabahah lebih diminati daripada bagi hasil. Nasabah bank syariah yang banyak juga menjadi nasabah bank konvensional, selalu membandingkan antara membayar bunga sebagai cost of capital yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan membagi keuntungan. Bank syariah ke depan memang harus memperluas jenis produk unggulannya disertai sosialisasi yang intensif agar lebih dikenal dan diminati oleh calon nasabah. Bank syari-

ah harus berperan sebagai bagian dari back-up atau supporting system dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan UKM. Belajar dari Jepang, back-up system ini juga menjadi kekuatan UKM di Jepang. Survei yang penulis lakukan pada tahun 1986 di Kyoto Jepang, menunjukkan, back-up system inilah yang menjadi kekuatan para pengusaha boneka mainan di pedesaan yang menjamin kontinuitas produk dan pemasaran ke berbagai negara. Belajar dari itu, dukungan pembiayaan oleh bank syariah melalui berbagai jenis produk yang dilaunching bank syariah sangat penting artinya bagi penguatan ekonomi syariah. ■

Kantor Cabang Syariah Jln Cik Ditiro 34 Gedung Asri Yogyakarta Telp 0274 - 550740

Kantor kas Syariah AMC Medical Center (AMC) Jln HOS Cokroaminoto 17 Telp 0274 - 617978

kabar diy&jateng
Muswil PPP Digelar Awal Tahun Depan
SEMARANG — Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Provinsi Jawa Tengah memperkirakan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PPP Jawa Tengah dapat dihelat awal tahun 2011. Kepastian ini disampaikan setelah sejumlah agenda tahapan pelaksanaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) menuju Muswil ini telah terselesaikan di tingkat ranting dan cabang. Hingga saat ini musyawarah ranting (Musting) dan musyawarah cabang (Muscab) sudah selesai. Se-

REPUBLIKA

Halaman >> Rabu > 1 Desember 2010

22

>> kilas <<
dangkan tahapan musyawarah cabang (Muscab) sebagian sudah terselenggara. Antara lain di Banjarnegara, Kebumen, Rembang, Klaten dan Pemalang. “Ditargetkan Muscab di 35 kabupaten/kota ini akan rampung pada akhir tahun ini,” ungkap Sekretaris DPW PPP Jawa Tengah, Drs Alfasadun MM Akt, di Semarang, Selasa (30/11). Menurutnya, setelah Muscab selesai dilanjutkan Muswil untuk menuju Muktamar DPP PPP sebagai sarana konsolidasi untuk menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang. Alfasadun menilai dilihat dari perangkat organisasinya, PPP mampu menaikkan suara pada Pemilu 2014. Karena dengan Pemilu yang makin liberal, PPP telah mengubah peraturan pemilihan pengurus yang lebih luwes. ■ bowo pribadi ed: heri purwata

Lokakarya Pengembangan Kurikulum
YOGYAKARTA — Kelemahan pendidikan terletak pada sumber daya manusia (SDM) guru dan kurikulum yang diterapkan belum sepenuhnya menyentuh dunia nyata. Di antaranya, mengajarkan bagaimana kita harus belajar tentang ketrampilan hidup, bagaimana harus belajar memperjuangkan kehidupan secara eksis dengan menjunjung tinggi moral dan martabat. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, Prof Dr Sutrisno mengemukakan

hal tersebut pada seminar dan lokakarya Pengembangan Kurikulum Teaching School di Yogyakarta, Senin (29/11). Sutrisno juga mengharapkan kesejahteraan guru dan dosen yang semakin baik seharusnya dibarengi dengan profersionalitas guru. Saat ini, kata Sutrisno, masih banyak guru yang melakukan pembelajaran dengan cara lama, sebatas pada transfer pengetahuan semata. “Lokakarya Teaching School ini juga berkomitmen menyiapkan calon guru untuk berani menggunakan cara-cara baru mengajar dan berani meninggalkan cara-cara lama dalam mengajar yang sudah berpuluh tahun diterapkan di negeri ini,” jelas Sutrisno.
■ heri purwata ed: indra wisnu

Program Pensiun Sehat Sejahtera
Bowo Pribadi SEMARANG — Menyambut respon positif atas diluncurkannya program Pensiun Sehat Sejahtera (PSS), Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk akan memperbanyak program Corporate Social Responsibility (CSR) ini tahun 2011. Diharapkan tahun depan bisa merambah kepada 800 ribu nasabah di seluruh kantor cabang. “Tahun depan, program PSS ini akan dilaksanakan serentak di 400 kantor cabang BTPN di tanah air dengan jumlah penerima manfaat mencapai 800 ribuan,” ungkap Corporate Social Responsibility Head BTPN, Rizal Algamar, di Semarang, Selasa (30/11). Dijelaskan Rizal, sampai triwulan ketiga 2010 program PSS, yang diluncurkan 24 Juni 2009, baru menyentuh sedikitnya 3.170 nasabah yang tersebar di 141 kantor cabang BTPN. PSS merupakan program CSR yang terintegrasi dengan bisnis bagi para pensiunan. Konsep awal program ini digagas dengan menganalisa berbagai kebutuhan yang diinginkan pensiunan. Dari hasil analisis ini, kebutuhan para pensiunan (baik PNS maupun TNI/ Polri) yang paling utama adalah kesehatan, spiritual dan kekeluargaan. Sehingga hasil analisis kebutuhan pensiunan ini diformulasikan dalam program PSS. Yakni sebuah kepedulian yang bertujuan untuk memasyarakatkan kebiasaan hidup sehat dengan menghindari jatuh sakit. Sehingga para pensiunan dapat mencapai usia yang lebih panjang serta mendorong pandangan hidup positif, holistik dan tidak terbatas pada kesehatan jasmani maupun rohani. Program ini terdiri atas tiga pilar utama, yang pertama, meliputi pusat informasi yang menyajikan berbagai informasi kesehatan yang dibutuhkan para pensiunan dalam mengisi hari tua mereka. Kedua, menyelenggarakan berbagai konsultasi medis dan kesehatan lainnya. Termasuk menyelenggarakan berbagai seminar tentang kesehatan yang bermanfaat bagi para pensiunan secara reguler. Pilar ketiga, lanjutnya, menawarkan kesempatan untuk berwirausaha melalui program yang menggabungkan penyebarluasan informasi dan pelatihan wirausaha bagi para pensiunan maupun pra pensiun untuk memulai dan mengelola usaha. “Untuk pilar ketiga ini, salah satu fokus kegiatannya berupa pemberian pelatihan berwirausaha kepada para pensiunan maupun pra pensiun. Termasuk memberikan wawasan peluang usaha yang sesuai dengan para pensiunan,” imbuh Rizal. Pada awal diluncurkan, lanjutnya, PSS hanya dilakukan untuk 80 pensiunan penerima manfaat di empat kantor cabang. Program ini terus diperluas. ■ ed: heri purwata

BELAJAR MEMBATIK

BOWO PRIBADI/REPUBLIKA

Sejumlah siswa sekolah dasar (SD) tengah belajar membatik di Pusat Industri Kecil dan Kerajinan (PIKK) Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (30/11). Kegiatan ini diselenggarakan untuk menumbuhkan minat anak- anak terhadap seni batik.

Mengepras Bukit, Penyelesaian Tol Molor
Bowo Pribadi

Diprediksikan awal Desember pengeprasan Bukit Cemorosewu selesai.
SEMARANG — Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, akhirnya ‘buka suara’ terkait dengan molornya penyelesaian proyek pembangunan jalan tol Semarang- Solo seksi I. Dinas ini menuding, pengeprasan Bukit Cemorosewu dan Galepek (Ceper) di wilayah Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang menjadi kendala utama penyelesaian jalur tol seksi Semarang – Ungaran ini. Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah, Danang Atmodjo mengatakan, kontur bukit dan faktor cuaca menjadi penghambat utama penyelesaian proyek ini. Ia memperkirakan, pengeprasan bukit Cemorosewu ini dipastikan dapat selesai pada 6 Desember mendatang. “Sekarang tinggal sedikit dan separo pekerjaan

sudah rata,” jelasnya kepada wartawan di Semarang, Selasa (30/11). Kontur tanah di Bukit Cemorosewu ini, jelas Danang, sangat berbeda dibandingkan di Bukit Ceper. Curah hujan yang tinggi seringkali menyulitkan pengeprasan di Bukit Ceper. Ia pun juga mengharapkan pengeprasan Ceper juga cepat terselesaikan. Dengan catatan curah hujan yang turun di kawasan ini juga tidak terlalu tinggi. Saat ini ketinggian bukit yang tersisa tidak lebih dari enam meter dari ketinggian semula sekitar 35 meter. Setelah rata dengan jalan, pelaksana proyek akan segera melakukan pengerasan jalan untuk menghubungkan jalan tol SemarangUngaran. Sementara pembangunan akhir interchange di Ungaran, Danang mengatakan, masih menunggu proses pengeprasan bukit Ceper selesai terlebih dahulu. Danang berharap Seksi I Semarang – Ungaran dapat secepatnya selesai. Bahkan untuk mengejar tenggat waktu penyelesaian, pihak pelaksana proyek mendatangkan dua alat berat dari Kalimantan Timur.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, H Bibit Waluyo menghendaki untuk mengejar tenggat penyelesaian telah didatangkan dua alat berat untuk mempermudah pengeprasan bukit. Alat berat tersebut merupakan peralatan khusus untuk mengepras bukit yang didatangkan pelaksana proyek. Penambahan alat itu diharapkan mempermudah proses pengeprasan bukit yang merupakan salah satu kendala terberat. “Untuk selesai 100 persen dan dioperasikan pada tanggal 16 Desember diperkirakan memang belum akan tercapai. Namun kalau bukit menjadi rata bisa saja terealisasi pada tenggat waktu tersebut,” jelasnya. Sementara Manajer Operasional PT Istaka Karya, Herman Soepriyadi di Ungaran, Ahad (28/11) mengatakan, dua bukit yang saat ini masih dalam proses pengeprasan adalah bukit Cemoro Sewu di Kilometer 9+400 tepatnya di Desa Kalirejo, dan Bukit Ceper di Desa Sidomulyo Kecamatan Ungaran Timur. Ia mengatakan, ketinggian Bukit Ceper yang harus dikepras masih sekitar 15 atau 20 meter, sedangkan di Bukit Cemo-

rosewu masih 10 meter. Menurutnya, tanah yang perlu keruk dari kedua bukit tersebut masih sekitar 200.000 meter kubik. “Kami sudah berganti-berganti mendatangkan alat berat seperti eskavator dan bolduser yang besarbesar, tapi karena medannya sulit, alat tersebut sering mengalami kerusakan,” katanya seperti dikutip Antara. Menurut dia, akibat sering terjadi hujan, mengakibatkan pembangunan proyek tersebut terkendala, selain karena jalannya licin, juga mengakibatkan banyak alat berat dan truk pengangkut mengalami kerusakan. Ia menambahkan, struktur tanah di Bukit Cemorosewu cenderung keras karena bercampur dengan batu-batuan, sehingga menimbulkan kerusakan pada alat berat. Sedangkan struktur tanah di Bukit Ceper cenderung basah, sehingga jalan di bukit tersebut juga licin. “Kalau terjadi hujan biasanya para pekerja libur sampai tanahnya dipastikan kering, karena untuk menghindari kerusakan alat maupun menghindari bahaya kecelakaan,” katanya. ■ ed: heri purwata

Inna Garuda Hotel Jl. Malioboro 60 Yogyakarta (Depan Tiket Counter Garuda Indonesia) Senin - Jumat : 07.00 - 19.00, Sabtu - Minggu : 08.00 - 15.00 WIB Telp. 0274-563314 (Hunting), 566353 Ext. 8901 Fax.(0274) 549777

Mulia

”MULIA”

AUTHORIZED MONEY CHANGER

B U M I A RTA

Tanggal : 30 November 2010 CURRENCY
USD EURO AUD CAD GBP CHF SGD HKD JPY RM KWD WON NT BND NZD PHP THB YUAN SAR

BELI BN
8,875 12,050 8,750 8,750 14,200 9,025 6,825 1,135 107.50 2,825 30,000 7.25/7.75 273/283 6,800 6,800 190 290 1,320 2,300

TC
8,725 11,850 8,650 8,200 14,000 8,775 101.50

JUAL
8,975 12,175 8,900 8,900 14,500 9,175 6,950 1,210 110.00 2,925 31,500 8.75 313 6,950 6,950 230 315 1,395 2,425

Catatan : kurs sewaktu-waktu dapat berubah

MES

MASYARAKAT EKONOMI SYARIAH

Menjawab
T i m M E S Yo g y a k a r t a

D i a s u h

O l e h

Assalamu’alaikum Wr Wb Bapak/Ibu pengasuh ekonomi syariah, dalam banyak hal yang saya amati, pembahasan tentang ekonomi syariah lebih banyak menyoroti perbankan syariah. Saya sebagai seorang pegawai di lembaga keuangan mikro syariah menjumpai bahwa dalam praktik penentuan marjin atau laba pembiayaan (kredit) tidak ada panduan yang jelas dari sisi syariah sehingga lebih banyak didasarkan pada intuisi dan perbandingan dengan lembaga lain. Yang saya tanyakan, apakah syariah tidak memiliki panduan, setidaknya aturan main tentang bagaimana

Aturan Penentuan Marjin

caranya penentuan marjin ini? Kami berharap bisa dijelaskan dan terimakasih karenanya. Wassalamualaikum. Apriliyanto Yogyakarta Jawab: Saudara April yang kami hormati, keresahan yang saudara tanyakan sebenarnya sudah banyak ditanyakan dari sejak awal berdirinya perbankan syariah di Indonesia, yaitu mengenai panduan syariah dalam menentukan harga. Khusus mengenai keuangan perbankan, Dewan Syariah Nasional (DSN) telah mengeluarkan fatwa pada tahun

2000, misalnya tentang murabahah (fatwa DSN No 04/DSN-MUI/IV/2000) yang menjelaskan mengenai masalah harga atau marjin. Dalam fatwa ini dijelaskan bahwa harga barang harus secara transparan menjelaskan berapa harga beli barang dan biaya-biaya yang ditimbulkan dalam proses jual beli ditambah dengan marjin atau laba yang disepakati oleh pihak pembeli dan penjual. Fatwa ini tidak menjelaskan mengenai berapa besarnya marjin yang dituntun oleh syariah, kecuali aspek kesepakatan. Demikian pula dalam fatwa DSN lainnya tentang sewa dan jual beli jenis lain (salam, istisna) tidak dijelaskan dasar pertimbangan dalam menentukan ongkos sewa atau harga, yang pada intinya dikembalikan kepada kesepakatan antarpihak. Dalam praktik, sebagaimana dibahas bulan Juni 2010, penentuan marjin murabahah banyak diduga ada kemiripan dengan praktik yang ada di perbankan konvensional dan menggunakan bunga sebagai perbandingan. Pada dasarnya syariah telah memberikan

batasan atau pegangan kita dalam menentukan harga atau keuntungan dalam perdagangan secara umum. Sebagaimana dijelaskan Ibn ‘arabi (1148) bahwa syariah menghendaki terwujudnya perdagangan yang didasarkan pada ‘iwad al-mitsl atau kompensasi yang wajar dan adil. Dijelaskan setiap tambahan yang tanpa diikuti oleh ‘iwad atau kompensasi yang adil adalah riba. Oleh karena itu, ‘iwad yang menjadi dasar atau syarat dibolehkannya (halalnya) jual beli. Hal ini dikarenakan yang dinamakan perdagangan adalah pertukaran antara suatu nilai dengan nilai yang setara. Ketika seorang pedagang menjual suatu barang dengan harga yang lebih tinggi dari biaya input, maka marjin laba harus mengandung iwad. Perdangangan ini tidak sebatas jual beli murabahah, namun juga bentuk per tukaran lainnya seperti sewa menyewa, gadai, ataupun persekutuan (mudharabah dan musyarakah). Menurut syariah, iwad ini mesti memenuhi tiga prinsip. Pertama, prinsip laba (ghanm)

berjalan seiring dengan risiko pasar (gharm). Implikasinya, dibolehkan mengambil tingkat keuntungan yang lebih tinggi selama menanggung risiko yang lebih tinggi pula. Prinsip kedua adalah laba meski bersesuaian dengan kerja dan usaha atau nilai tambah yang diberikan (kasb). Sebagai misal, pembelian dengan model pesanan yang membuat penjual meski bekerja dan memesan barang terlebih dahulu dimungkinkan untuk diterapkan marjin yang lebih tinggi daripada pembelian langsung tanpa pesanan. Prinsip ketiga, adalah marjin mempertimbangkan biaya atau modal yang diinvestasikan (daman). Biaya yang dimaksudkan termasuk harga pokok pembelian dan biaya transaksi. Wallahu a’lam. ■ Redaksi: Rubrik “MES DIY Menjawab“ menerima pertanyaan seputar masalah ekonomi serta perbankan syariah dari pembaca. Pertanyaan dapat dikirimkan melalui email: mesdiy@yahoo.co.id, republika@gmail.com atau faks 0274-882589.

reportase

REPUBLIKA

Halaman >> Rabu > 1 Desember 2010

23

UP LAYAK ARANG’ HID URUH ‘DIL B

S

etiapkali menjelang diumumkannya upah minimum kota/kabupaten (UMK), selalu terjadi tarik ulur antara kalangan buruh dengan perusahaan. Bahkan tidak jarang memicu aksi buruh di berbagai daerah, lantaran buruh merasa dirugikan karena kenaikan upah, bahkan besarannya tidak sebanding dengan kebutuhan hidup layak (KHL). Rata-rata UMK yang diusulkan oleh setiap kabupaten/ kota ke Pemerintah Provinsi selalu hanya berdasarkan kebutuhan minimum (KHM). Untuk mendapatkan perlakuan yang lebih baik terkait upah, jaminan sosial dan kesehatan bagi kalangan buruh, ibarat pepatah ‘bagai pungguk merindukan bulan’. Upah yang dterima tetap saja tak mampu menutup kebutuhan kehidupannya, serta tidak mendapatkan jaminan sosial serta kesehatan yang memadai. Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo menetapkan upah minimum 35 kabupaten/kota tahun 2011, dengan rata-rata besaran Rp 780.801,44 per bulan atau masih di bawah angka kebutuhan hidup layak (KHL) yang mencapai Rp 830.108,4 perbulan. Besaran rata-rata upah minimum 2011 tersebut mengalami kenaikan sekitar 6,25 persen dibanding besaran UMK Provinsi Jawa Tengah tahun 2010 yang mencapai Rp 734. 874,08 per bulan. Sedangkan rata-rata pencapaian upah minimum 2011 terhadap angka survei kebutuhan hidup layak, mencapai 94,09 persen. Di mana, rata-rata besaran angka survei kebutuhan hidup layak 35 kabupaten/kota pada tahun 2011, mencapai Rp 830.108,4 per bulan. Sebelum ditetapkan, sejumlah serikat buruh/pekerja mendatangi Pemrov Jawa Tengah mendesak agar gubernur menetapkan upah minimum kabupaten/kota di wilayahnya setara dengan 100 persen angka kebutuhan hidup layak (KHL). Sekretaris Serikat Pekerja Nasional Jawa Tengah, Nanang Setiono menyatakan pencapaian upah yang sesuai kebutuhan hidup layak di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah selalu berubah-ubah. Padahal, sejak 2005 lalu Jawa Tengah sudah melakukan tahapan pencapaian besaran upah yang sesuai kebutuhan hidup layak. Ia menyontohkan, selama dua tahun lalu Kota Solo telah menetapkan upah sesuai kebutuhan hidup layak, tapi besaran upah 2011 yang diajukan justru melorot menjadi hanya 90 persen dari angka kebutuhan hidup layak. Nanang menegaskan meskipun angka hasil survei kebutuhan hidup layak secara nominal masih kecil, tapi pemerintah harus mencapai angka 100 persen kebutuhan layak tersebut. Namun kenyatannya yang ditetapkan Pemprov saat ini hanya 94,09 persen. Dalam penetapan yang didasari oleh keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 561.4/ 69/2010 tentang penetapan upah minimum 35 kabupaten/kota tahun 2011, besaran upah tertinggi dicapai oleh Kota Semarang yang mencapai Rp 961.323. Sementara upah minimum terendah pada Kabupaten Cilacap wilayah barat sebesar Rp 675 ribu.

menentukan besaran UMP, yakni mengacu pada KHL, bukan KHM. Meski ada kenaikan, kalau caranya seperti ini, tetap tidak akan menolong buruh yang kondisinya kembang-kempis,’’ kata Sekjen Aliansi Buruh Yogyakarta, Kirnadi. Meski rata-rata UMK baik di Jawa Tengah maupun DIY mengalami kenaikan, namun dengan laju inflasi serta terjadinya kenaikan har ga kebutuhan pokok serta kebutuhan sekunder, dengan upah yang diterima sesuai ketentuan sekalipun, kehidupan buruh masih saja tetap tak mampu menutup kebutuhan dasar hidupnya. Sementara, sebagian besar perusahaan juga masih mengabaikan jaminan sosial dan kesehatan buruh, bahkan memberi upah

ILUSTRASI: OCHIN/REPUBLIKA

di bawah UMK. Sodik (24), seorang buruh pabrik pengolahan kayu lapis di Temanggung mengatakan, gaji yang diterima memang sesuai dengan UMK tahun 2010, yaitu Rp 650 ribu per bulan. Angka ini, tentu tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Apalagi, Sodik harus menghidupi seorang anak dan isteri. ‘’Untuk mencukupi kebutuhan, terpaksa setiap hari kerja lembur, masuk pukul delapan, keluar pabrik pukul dua belas malam,’’ katanya. Dengan kerja seharian seperti itu, Sodik

mengaku baru mendapat penghasilan lumayan, yaitu sekitar Rp 1,4 juta perbulan. Ini tanpa jaminan sosial dan kesehatan. Kalau sakit, kata Sodik, harus berobat sendiri dan bila tidak masuk sehari gaji dipotong. Lebih mengenaskan lagi nasib Suwignyo (37), yang juga bekerja sebagai buruh pabrik kayu lapis di Kota Parakan. Ia mengaku hanya menerima Rp 10 ribu perhari, tanpa uang makan dan uang transpor.’’ Apa boleh buat, mencari pekerjaan sulit, ya dijalani saja,’’ katanya. Bahkan sebagian besar toko di daerah ini belum menerapkan UMK. “Sekitar 70 persen toko di daerah ini belum menerapkan upah minimum kabupaten (UMK) karena belum mampu menggaji berdasarkan UMK,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Temanggung, Sutar Widagdo sebagaimana dikutip Antara. “Hal ini banyak terjadi di pertokoan kecil atau kios. Mereka sebenarnya mampu membayar sesuai UMK, namun dengan catatan harus mengurangi jumlah pegawai sehingga akan terjadi PHK dan angka pengangguran meningkat,” katanya. Sementara itu, kenaikan Rp 60 ribu dari UMK tahun 2010 sebesar Rp 715 ribu menjadi Rp 775 ribu perbulan, oleh kalangan pekerja di Kabupaten Wonosobo juga dirasakan masih jauh dari cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka.’’Dengan menanggung dua anak, satu sudah duduk di kelas dua SMP dan satu di kelas enam SD, ya harus pontangpanting, pinjam sana-pinjam sini, padahal isteri saya juga punya pekerjaan sebagai tukang cuci,’’ aku Wahyudi, warga Temanggung yang bekerja di perusahaan pengolahan kayu di Sapuran Wonosobo. ■

Tim peliput: Neni Ridarineni, Bowo Pribadi, Eko Widiyatno Editor: Mohammad As’adi

Buruh Alami Kerugian Ganda

S

Kembang kempis
Sementara itu Pempov DIY menetapkan besaran UMP di daerahnya sebesar Rp 808 ribu. Besaran ini oleh kalangan buruh di daerah itu dirasakan tidak adil.’’ Semula kita berharap, ada perubahan mendasar dalam

elama ini penetapan pendapatan buruh melalui upah minimum provinsi (UMP) baik di Jawa Tengah maupun DIY, selalu saja hanya didasarkan untuk mencukupi kebutuhan hidup buruh lajang (sandang, pangan), dengan masa kerja 0 sampai 10 tahun. Hal itu belum termasuk jaminan sosial (kesehatan, kecelakaan kerja dan pendidikan). Padahal tidak kecil jumlah pekerja kita harus menanggung hidup isteri dan anak. Tak heran jika kehidupan kaum buruh kita bagai tak mau beranjak dari ‘kemiskinan’ mereka. Undang-undang Ketenagakerjaan mewajibkan bagi semua perusahaan untuk memberikan Jamsostek (jaminan sosial tenaga kerja). Bagi perusahaan yang tidak mematuhinya siap dipidana. Namun tampaknya, menurut Sekjen Aliansi Buruh Yogyakarta Kirnadi, selama ini negara membiarkan atas pelanggaran tersebut. ’’Bila buruh sakit, atau mengalami kecelakaan sampai meninggal tidak ada santunan. Karena itu buruh mengalami kerugian ganda,’’ kata Kirnadi pada Republika, Senin (29/11). Data secara nasional katanya, menunjukkan bahwa di Indonesia hanya delapan persen perusahaan yang memberikan Jamsostek kepada pekerjanya. ‘’Kalau di DIY saya belum mendapatkan data resmi, tetapi kemungkinan lebih 50 persen perusahaan yang tidak memberikan Jamsostek,’’ tutur dia. Menurut Kirnadi, pihaknya sudah mengusulkan kepada pemerintah agar dilakukan pengawasan terhadap ketentuan Undangundang yang mewajibkan semua perusahaan untuk memberikan Jamsostek, tetapi tidak ada progres dari negara. Berkaitan dengan UMP DIY tahun 2011 yang telah diputuskan Gubernur DIY, kata Krinadi, ABY menolak keputusan itu karena terlalu rendah dan sama dengan upah buruh terendah di Kabupaten Kulonprogo. ‘’Kalau didasarkan pada kebutuhan hidup

layak di Kabupaten Kulonprogo, ini tidak fair, sebab UMP kan untuk seluruh Provinsi DIY. Seharusnya pertimbangan penetapan UMP adalah hasil survei rata-rata dari lima kabupaten/kota.’’ Apalagi dalam praktiknya, perusahaan menerapkan UMP untuk semua buruh dengan tidak memperhitungkan masa kerja, serta tidak pernah memperhitungkan buruh yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Sehingga tidak bisa menjamin kesejahteraan buruh. ‘’Menurut survei kami, kebutuhan hidup layak buruh DIY sebesar Rp 1.118.000 dan itu baru untuk sandang dan pangan. Artinya, Kirnadi menambahkan, baru bisa untuk kebutuhan hidup yang layak, belum termasuk anggaran biaya sekolah anak.’’ Untuk membiayai anak seorang buruh serta kesehatan, harus dipenuhi dengan anggaran sendiri,’’ katanya. Sementara itu Ketua Perhimpunan Rakyat Pekerja DIY, Akbar Riewako mengatakan, UMP DIY yang telah diputuskan sebesar Rp 808 ribu belum memenuhi kebutuhan buruh. Seharusnya UMP DIY di atas Rp 1 juta, minimal sekitar Rp 1,4 juta. ‘’Secara kasat mata saja, apabila sekali makan biayanya sebesar Rp 10 ribu maka dalam sebulan hanya untuk kebutuhan makan sebesar Rp 900 ribu dan belum lagi kebutuhan hidup lain seperti kesehatan, beli pulsa dan lain-lain.’’ Penolakan serupa dilakukan Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Semarang. Mereka menyatakan menolak besaran upah minimum kabupaten/kota di Jateng tahun 2011. Mereka menuntut gubernur Jateng, segera merevisi SK gubernur No: 561.4/69/2009 tentang upah minimum dengan alasan penentuan UMK tak sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SPN Kota Semarang, Heru Budi Utoyo dalam keterangan persnya menyatakan,

pihaknya menolak penetapan besaran UMK di Kota Semarang yang hanya sebesar Rp 961.323. Seharusnya besaran UMK yang dihitung sesuai dengan ketentuan Per menaker trans No 17/MEN/VIII/2005. Yaitu sebesar Rp 1.047.543,10. Masih jauhnya UMK dari KHL juga diakui Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cilacap, Uong Suparno ‘’Tapi secara bertahap, kita akan terus berupaya agar UMK bisa sama dengan KHL,’’ katanya pada Republika. UMK Cilacap ditetapkan antara Rp 675 ribu hingga Rp 790 ribu per bulan. UMK tersebut terbagi untuk tiga zona wilayah. Yakni, Cilacap Kota Rp 790 ribu, Cilacap Timur Rp 691 ribu dan terendah Cilacap Barat Rp 675 ribu. Dia menyebutkan, berdasarkan hasil sur vei yang dilakukan pihaknya, KHL di wilayah Kabupaten Cilacap, juga terbagi dalam tiga zona. Untuk wilayah Cilacap Kota, KHL-nya senilai Rp 833.465, Cilacap Timur Rp 817. 066 dan Cilacap Barat Rp 808.798. ‘’Dengan demikian, UMK baru mencapai 94,5 persen. Masih kurang lima persen lagi agar bisa sesuai dengan KHL,’’ katanya. Dibandingkan dengan UMK tahun 2010, Uong mengaku, kenaikkan memang sangat kecil, hanya naik sekitar tiga sampai empat persen. Dengan demikian, masih jauh dari inflasi kabupaten yang mencapai di atas enam persen. Namun dia menyebutkan, UMK tersebut hanya merupakan batas terendah dari upah minimum yang harus diberikan oleh pihak pengusaha pada karyawannya. Dengan pengertian tersebut, maka pihak pengusaha diharapkan memberi upah di atas UMK, jika karyawan di perusahaannya sudah memiliki masa kerja di atas satu tahun. ‘’Ketentuan UMK tersebut, adalah hanya untuk karyawan memiliki masa kerja di bawah satu tahun. Kalau sudah memiliki masa kerja di atas satu tahun, mestinya ya tidak dibayar hanya sesuai dengan UMK,’’ jelasnya. ■

kabar ekbis
Gairahkan Bisnis Komputer Akhir Tahun
YOGYAKARTA — Dampak dari erupsi Merapi telah mengakibatkan bisnis komputer mengalami kelesuan. Daya beli masyarakat berkurang dan sebagian besar masyarakat lebih berkonsentrasi untuk memenuhi kebutuhan pokok. Demikian diungkapkan Hadi Santono, Ketua Apkomindo DIY dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi Republika di Yogyakarta, Selasa (30/11). Untuk menggairahkan bisnis komputer, pihaknya akan menggelar pameran komputer dengan topik ‘Apkom

REPUBLIKA

Halaman >> Rabu > 1 Desember 2010

24

>> kilas <<
Yes!’ yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), SabtuRabu (4-8/11). Dijelaskan Hadi Santono, konsep Apkom Yes! sebagai ajang cuci gudang akhir tahun sekaligus sebagai hadiah kepada para peserta pameran yang mengikuti pameran Apkomindo sejak awal tahun. Reward berupa pemberian diskon yang besar terhadap harga kapling pameran. Kata Hadi, ‘Apkom Yes!’ digelar di empat kota secara bersamaan yaitu Yogyakarta, Semarang, Surakarta dan Malang. “Sebagai pameran murah akhir tahun dengan memberikan harga kapling VIP lebih murah 30 persen dibanding pameran sebelumnya. Sedang Yes singkatan Year End Sale!,” kata Hadi. ■ heri purwata ed: indra wisnu

Minuman Instan Wortel Masuk Pasar Bebas
KARANGANYAR — Kelompok Tani Blumbang (KLB) Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, kini mengembangkan buah wortel menjadi produk minuman instan dalam kemasan modern. Produk ini sudah siap dipasarkan ke pasar bebas sehingga bisa memberi keuntungan bagi petani. “Pemasaran produk minuman instan dan bahan baku wortel ini sebenarnya sudah dimulai beberapa tahun lalu dan sekarang telah merambah ke daerah Pulau Jawa dan Bali,” kata Ketua Kelompok Tani Blum-

bang, Tri Mulyono, di Karanganyar, Selasa (30/11). Pemasaran ini dibantu Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Karanganyar. “Kami terima kasih kepada Dinas Pariwisata dan Budaya setiap melakukan pameran selalu mengajak kami untuk ikut promosi,” katanya seperti dikutip Antara. Kelompok tani yang beranggotakan 24 orang ini setiap hari mampu memproduksi bubuk wortel yang siap disedu sebanyak 250 kilogram dengan menghabiskan bahan baku dan 500 kilogram. . Produksi wortel dari Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, saja setiap hari tidak kurang dari 20 ton. “Produk ini untuk meningkatkan pendapatan petani,” katanya.
■ ed: heri purwata

Operator BRT Dilelang
SEMARANG -- Pemerintah Kota Semarang akan membuka lelang untuk operator bus rapid transit (BRT) Desember 2010. Karena masa kontrak PT Trans Semarang akan habis pada akhir tahun ini. “Desember 2010, PT Trans Semarang masa kontraknya habis sehingga harus dibuka lelang lagi,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Gurun Risyadmoko, di Semarang, Selasa (30/11). Gurun mengatakan lelang terbuka bagi umum dan bagi pihak yang bekerja di bidang transportasi. “Kontrak PT Trans Semarang sebelumnya hanya tiga bulan dan selesai Desember 2010,” katanya seperti dikutip Antara. Terkait dengan masa kontrak ke depan, Gurun mengaku, saat ini masih dikaji untuk mengetahui waktu yang tepat, apakah satu tahun, tiga tahun, atau lima tahun. “Jika waktunya lebih panjang, tentu akan lebih hemat. Tentu nanti akan ada evaluasi, jika di pertengahan operasi tidak sesuai dengan kontrak atau tidak mampu, tentu akan diganti. Ini untuk pelayanan masyarakat,” katanya. Ia menegaskan tahun depan diusahakan untuk pengoperasian BRT koridor dua dengan rute Banyumanik-Terboyo, setelah dioperasikannya BRT koridor satu rute Terminal Mangkang-Penggaron. Untuk kontrak operasional BRT oleh PT Trans Semarang, sampai saat ini masih dievaluasi termasuk dilihat dari sisi pendapatan. Ditanya soal utang PT Trans Semarang, Gurun mengatakan belum lama ini pihaknya telah menyurati PT Trans Semarang minta, agar perusahaan tersebut segera membayar utang. “Sebelum masa kontrak berakhir yakni Desember 2010, seluruh utang harus sudah dilunasi,” katanya tanpa menyebutkan berapa nilai utang itu.

Kurang diminati
Banyaknya utang PT Trans Semarang karena BRT kurang diminati masyarakat karena beberapa factor. Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota Semarang Prof Eko Budihardjo, mentahnya perencanaan BRT Semarang menyebabkan masyarakat kurang antusias menggunakan angkutan umum ini. “BRT yang merupakan proyek idaman Pemkot Semarang, perencanaan rute dan penempatan shelter-nya harus dipertimbangkan secara matang,” katanya. Hal tersebut, menurut mantan Rektor Undip Semarang, membuat masyarakat kurang melirik BRT yang dioperasikan sejak tahun lalu sebagai moda transportasi harian. “Kini banyak shelter yang terbengkalai tanpa karyawan dan ini seharusnya menjadi perhatian. Jangan sampai proyek ini menjadi sia-sia,” katanya. Ia menjelaskan salah satu bentuk ketidakmatangan perencanaan adalah tidak dikaitkannya rute dan shelter BRT dengan pusat permukiman penduduk. “Shelter hanya ditempatkan di pusat kota dan cukup jauh bagi para pejalan kaki,” lanjutnya.
■ ed: heri purwata

PELATIHAN WIRAUSAHA

HO-ARYA/ANTARA

Sejumlah nasabah dan calon nasabah pensiunan Bank BTPN mengikuti pelatihan wirausaha di kantor wilayah Bank BTPN di Semarang, Selasa, (30/11). Pelatihan tersebut merupakan hasil kerjasama dengan Bogasari serta bagian dari program Pensiun Sehat Sejahtera (PSS). Hingga saat ini lebih dari 300 ribu nasabah pensiunan telah menikmati program PSS di 141 kantor cabang.

Industri Keripik Daun Kekurangan Bahan Baku
Saat kesulitan mendapatkan bahan baku, permintaan justru meningkat.
YOGYAKARTA — Sejumlah pengelola industri rumah tangga keripik daun di Yogyakarta, saat ini terkendala bahan baku. Karena setelah erupsi Merapi beberapa waktu lalu tanaman sayuran banyak yang terkena abu dan mati. “Dampak erupsi Merapi tidak hanya mempengaruhi omzet penjualan. Tetapi juga mempengaruhi jumlah produksi yang menurun karena bahan baku untuk pembuatan keripik daun susah diperoleh. Bahan baku keripik daun yaitu daun singkong, bayam dan kemangi, hingga saat ini susah didapat,” kata pembuat aneka keripik daun di Sompilan, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Winarni, Selasa (30/11). Ia mengatakan akibat erupsi Merapi sejumlah petani sayur tidak dapat menyetori sayuran yang dijadikan bahan baku pembuatan keripik daun. “Hampir tiga pekan kami sulit mendapatkan bahan baku pembuatan keripik daun, di antaranya untuk daun singkong, bayam, dan kemangi. Sejumlah petani mengeluhkan jika tanaman sayuran untuk bahan baku tersebut terkena abu vulkanis dan rusak parah,” katanya. Meskipun demikian, kata Winarni, dirinya tetap memproduksi aneka keripik daun dengan jumlah bahan baku yang terbatas dan jumlah produksi yang terbatas pula. “Sebelum erupsi Merapi kami mampu memproduksi aneka keripik daun yang terdiri atas keripik daun bayam, singkong dan kemangi sekitar 7-10 kilogram per hari, namun saat ini hanya mampu memproduksi sekitar 5-6 kilogram per hari,” katanya. Sementara itu, ia mengatakan, dengan jumlah produksi yang terbatas, jumlah permintaan terhadap keripik daun justru mengalami peningkatan karena pangsa pasar camilan keripik ini telah sampai keluar kota. “Sejumlah permintaan terus berdatangan, dari dalam kota maupun luar kota Yogyakarta, kami terkadang kewalahan untuk memenuhi permintaan tersebut karena minimnya bahan baku produksi,” katanya seperti dikutip Antara. Menurutnya meskipun pihaknya mempunyai persedian stok keripik untuk di jual, tetapi hal tersebut tidak akan cukup untuk memenuhi permintaan konsumen dalam jangka waktu yang cukup lama. “Kami berharap agar aktivitas Merapi semakin membaik, sehingga aktivitas pertanian dan perindustrian akan kembali seperti semula. Pelaku industri seperti kami ini tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya pihak-pihak yang turut membantu pendistribusian bahan baku,” katanya. Terpuruk Sementara Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jawa Tengah mencatat lebih dari 37.000 UMKM di Kabupaten Magelang, Klaten, dan Boyolali terpuruk akibat erupsi Gunung Merapi. “Usaha-usaha yang terpuruk ini bergerak di bidang pertanian, jasa, industri, dan sebagainya,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Sudjarwanto dalam rapat kerja dengan Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jateng di Semarang, Selasa (30/11). Menurut dia, kerugian terbesar akibat erupsi Merapi terjadi di wilayah Kabupaten Magelang. Ia mengungkapkan, di Magelang terdapat sekitar 36.000 UMKM di bidang pertanian, jasa, dan industri yang terpuruk. Sedang sisanya, lanjut dia, tersebar di Kabupaten Klaten dan Boyolali. Selain itu, kata dia, dinas ini juga menginventarisasi sekitar 66 koperasi di tiga wilayah tersebut yang juga terdampak letusan Merapi. Ia menuturkan, jenis-jenis koperasi yang terpuruk akibat letusan Merapi ini di antaranya Koperasi Unit Desa, Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Serba Usaha, Koperasi Jasa Keuangan, dan sebaganinya. “Sebanyak 66 koperasi ini masing-masing tersebar 28 unit di Magelang, 30 unit di Boyolali, dan delapan unit di Klaten,” katanya. ■ ed: heri purwata

POJOK BACA.................................................dari hlm 21
untuk mendukung layanan ini, dan dari uji coba yang telah dilakukan, para penyandang tunanetra sepertinya tidak menemui kesulitan dalam mengoperasikannya,” lanjutnya seperti dirilis Antara. Koleksi yang dimiliki di blind corner tersebut adalah e-book sebanyak 119 judul, file digital sebanyak 310 judul, 26 judul digital talking book, buku umum sebanyak 11.470 judul dan tujuh judul majalah serta delapan judul surat kabar. Perpustakaan Kota Yogyakarta akan menyiagakan satu pustakawan untuk memberikan layanan kepada penyandang tunanetra yang ingin menikmati layanan blind corner tersebut. “Di kemudian hari, kami juga berencana menambah fasilitas keyboard braille bagi penyandang tunanetra, untuk semakin memudahkan mereka,” katanya. Sri mengemukakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi tentang layanan blind corner tersebut kepada beberapa pihak seperti Yaketunis Yogyakarta serta beberapa sekolah luar biasa. Arief Darmawan (26), mahasiswa Sosiologi UIN Sunan Kalijaga sudah biasa memanfaatkan fasilitas di universitas. “Ini membantu kuliah, dalam mencari referensi untuk bahan-bahan kuliah,” katanya.
■ ed: indra wisnu

REPUBLIK
RENTAL MOBIL
MJ Rent Avanza APV Kjang Inova Travelo ELF Mobil Manten Xenia Bus 7876569, 6656331, 632609, 08157994844 Stir Mobil Murah: Membantu Perpnj STNK, H:ULTRA 625420,Jl.Monjali87 487705 Nanggulan Maguwoharjo Sleman

AHLI SUMUR

ris Ba
KONVEKSI HANDPHONE

■ Terjangkau Harganya ■ Luas Peredarannya ■ Cepat Lakunya

Pemasangan Iklan Hubungi Bagian Iklan Telp. (0274) 541 582 dan (0274) 3050444.

ARSITEK
CV.Art Chietra Arsitektural Desain, Bangun/Renovasi (Exterior/Interior) Ditangan Arsitek (0274-49618494)

P.ISMAIL dari Blawong.Telp. 7806713/ 7885656.Ahli Sumur Bor,Sedot WC, Sal Buntu,Psg/Servis Pmp Air

AHLI POMPA AIR
Specialis Pompa air,Servis,Gali,Suntik Bor dalam 20-200m.Psg anti petir. Garansi.Telp.02748397624/0819037 52240

Pusat Produksi Kaos Trmurah Psn Skrg Bsk Jd,Kaos Bola-Volly-TrainingTo p i - B a j u - J a k e t - R o m p i SeragamSekolah-Batik-Bj Srgm Pramk &Prlngkpnnya-Sablon Pyung-GlasPiring-Mug-Bordir Komp-Slndang-Tas Skolah-TasKntr Dll,Cristal Jl Kauman 23 T:385852

Berlangganan
R E P U B L I K A
Hubungi (0274) 541582
Materi iklan dapat dikirim dalam bentuk CD atau E-mail: republikbaris@gmail.com, sebelum pukul 15.00 WIB

MOBIL DICARI
ANDA MAU JUAL MOBIL? Kami siap Beli Dengan Harga Sangat Istimewa. Plat Luar Kota Oke! 0274-7437993

KOMPUTER
Dicari hdp/mati LAPTOP, cpu, lcd proyektor, tv, mb, pro,print, spk, borongan/ satuan. Djmpt.T. 6948292, 0819846408

SKRIPSI
Siap Bantu Skripsi,Tesis&Desertasi semua jur.Era Jl.Janti Gedongkuning Blk STTL T.551461/0818277603

Service HP, Repair-Unlock,GSMCDMA-HP Cina,Segala Kerusakan.Al Hidayah Phone Ser vice Gamping 9591414

SERVICE
Griya Service TV, Parabola, Komputer, Hiter,Dispenser,AC,Kulkas,K.Gas,M. Cuci, P.Air, Sedot WC. Telp 0274381866

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->