P. 1
jenis-jenis puisi

jenis-jenis puisi

|Views: 247|Likes:
Dipublikasikan oleh Jung Dila

More info:

Published by: Jung Dila on Nov 30, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/15/2013

pdf

text

original

y Puisi epik: suatu puisi yang di dalamnya mengandung cerita

kepahlawanan, baik kepahlawanan yang berhubungan dengan legenda,
kepercayaan, maupun sejarah.


KRAWANG-BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Krawang-
Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat
senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar
deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati
?

Kami bicara padamu dalam hening di
malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding
yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang
diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa
memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-
tulang berserakan



Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan
kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam
sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang
berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan
impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi







y Puisi Naratif : puisi yang di dalamnya mengandung suatu cerita menjadi
pelaku, perwatakan, setting, maupun rangkaian peristiwatertentu yang
menjalin suatu cerita.

MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA
I
Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga
Ke Wisconsin aku dapat beasiswa
Sembilan belas lima enam itulah tahunnya
Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia
Negeriku baru enam tahun terhormat
diakui dunia
Terasa hebat merebut merdeka dari
Belanda
Sahabatku sekelas, Thomas Stone
namanya,
Whitefish Bay kampung asalnya
Kagum dia pada revolusi Indonesia
Dia mengarang tentang pertempuran
Surabaya
Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama
Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya
Dadaku busung jadi anak Indonesia
Tom Stone akhirnya masuk West Point
Academy
Dan mendapat Ph.D. dari Rice University
Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S.
Army
Dulu dadaku tegap bila aku berdiri
Mengapa sering benar aku merunduk kini

II
Langit akhlak rubuh, di atas negeriku
berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang
Road, ebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan
Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan
Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di
belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.
III
Di negeriku, selingkuh birokrasi
peringkatnya di dunia nomor satu,
Di negeriku, sekongkol bisnis dan
birokrasi
berterang-terang curang susah dicari
tandingan,
Di negeriku anak lelaki anak perempuan,
kemenakan, sepupu
dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan
kakek
secara hancur-hancuran seujung kuku tak
perlu malu,
Di negeriku komisi pembelian alat-alat
berat, alat-alat ringan,
senjata, pesawat tempur, kapal selam,
kedele, terigu dan
peuyeum dipotong birokrasi
lebih separuh masuk kantung jas safari,
Di kedutaan besar anak presiden, anak
menteri, anak jenderal,
anak sekjen dan anak dirjen dilayani
seperti presiden,
menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati,
agar orangtua mereka bersenang hati,
Di negeriku penghitungan suara pemilihan
umum
sangat-sangat-sangat-sangat-sangat jelas
penipuan besar-besaran tanpa seujung
rambut pun bersalah perasaan,
Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah,
buku dan
sandiwara yang opininya bersilang tak
habis
dan tak utus dilarang-larang,
Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata
supaya berdiri pusat belanja modal


raksasa,
Di negeriku Udin dan Marsinah jadi
syahid dan syahidah,
ciumlah harum aroma mereka punya
jenazah,
sekarang saja sementara mereka kalah,
kelak perencana dan pembunuh itu di dasar
neraka
oleh satpam akhirat akan diinjak dan
dilunyah lumat-lumat,
Di negeriku keputusan pengadilan secara
agak rahasia
dan tidak rahasia dapat ditawar dalam
bentuk jual-beli,
kabarnya dengan sepotong SK
suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta
secara resmi,
Di negeriku rasa aman tak ada karena dua
puluh pungutan,
lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh
macam ancaman,
Di negeriku telepon banyak disadap, mata-
mata kelebihan kerja,
fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-
sebar,
Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat
jadi pertunjukan teror penonton antarkota
cuma karena sebagian sangat kecil bangsa
kita
tak pernah bersedia menerima skor
pertandingan
yang disetujui bersama,
Di negeriku rupanya sudah diputuskan
kita tak terlibat Piala Dunia demi
keamanan antarbangsa,
lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan
negara-negara kecil
karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut
serta,
sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton
lewat satelit saja,
Di negeriku ada pembunuhan, penculikan
dan penyiksaan rakyat terang-terangan di
Aceh,
Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng,
Nipah, Santa Cruz dan Irian,
ada pula pembantahan terang-terangan
yang merupakan dusta terang-terangan
di bawah cahaya surya terang-terangan,
dan matahari tidak pernah dipanggil ke
pengadilan sebagai
saksi terang-terangan,
Di negeriku budi pekerti mulia di dalam
kitab masih ada,
tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai
jarum hilang
menyelam di tumpukan jerami selepas
menuai padi.
IV
Langit akhlak rubuh, di atas negeriku
berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang
Road, Lebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan
Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan
Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di
belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.








y Puisi Lirik : puuisi yang berisi luapan batin individual penyairnya dengan
segala macam endapan pengalaman, sikap, maupun suasana batin yang
melingkupinya.


LIRIK CINTA SANG PENYAIR

Dari rahimnya yang sejati kau dilahirkan
Karena ia adalah ibumu,leluhur kehidupan
Hulu bagi sungai peradaban yang mengalir di tubuhmu
Yang begitu tulus dan gembira
Melepas setiap keberangkatanmu kapanpun juga

Sedang perjalanan langkahmu yang mengalun itu
Takan pernah keluar dari peta yang telah ditetapkan
Dan kau tak mungkin kuasa mengingkari gerak airnya
Hingga mencapai wujudmu yang sejati
Di muara sajak sajakmu











y Puisi Dramatik : salah satu jenis puisi yang secara objektif
menggambarkan perilaku seseorang, baik lewat lakuan, dialog, maupun
monolog sehingga mengandung suatu gambaran suatu gambaran kisah
tertentu.

AKU

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi











y Puisi Didaktik : puisi yang mengandung nilai -nilai kependidikan yang
umumnya di tampilkan secara eksplesit.

INI GURINDAAM PASAL YANG PERTAMA

Barang siapa tiada memegang agama
Segala-gala tiada boleh dibilang nama

Barang siapa mengenal yang empat
Maka yaitulah orang yang ma͛rifat

Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tegaknya tiada ia menyalah

Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri

Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang terpedaya

Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat















y Puisi Satirik : puisi yang mengandung sindiran atau kritik tentang
kepincangan atau ketidakberesan kehidupan suatu kelompok maupun
untuk masyarakat.

Ketika Burung Merpati Sore Melayang
Langit akhlak telah roboh di atas negeri
Karena akhlak roboh, hukum tak tegak
berdiri
Karena hukum tak tegak, semua jadi
begini
Negeriku sesak adegan tipu-menipu
Bergerak ke kiri, dengan maling kebentur
aku
Bergerak ke kanan, dengan perampok
ketabrak aku
Bergerak ke belakang, dengan pencopet
kesandung aku
Bergerak ke depan, dengan penipu
ketanggor aku
Bergerak ke atas, di kaki pemeras tergilas
aku
Kapal laut bertenggelaman, kapal udara
berjatuhan
Gempa bumi, banjir, tanah longsor dan
orang kelaparan
Kemarau panjang, kebakaran hutan
berbulan-bulan
Jutaan hektar jadi jerebu abu-abu
berkepulan
Bumiku demam berat, menggigilkan air
lautan
Beribu pencari nafkah dengan kapal
dipulangkan
Penyakit kelamin meruyak tak
tersembuhkan
Penyakit nyamuk membunuh bagai ejekan
Berjuta belalang menyerang lahan
pertanian
Bumiku demam berat, menggigilkan air
lautan
Lalu berceceran darah, berkepulan asap
dan berkobaran api
Empat syuhada melesat ke langit dari bumi
Trisakti
Gemuruh langkah, simaklah, di seluruh
negeri
Beribu bangunan roboh, dijarah dalam
huru-hara ini
Dengar jeritan beratus orang berlarian
dikunyah api
Mereka hangus-arang, siapa dapat
mengenal lagi
Bumiku sakit berat, dengarlah angin
menangis sendiri
Kukenangkan tahun ?47 lama aku jalan di
Ambarawa dan Salatiga
Balik kujalani Clash I di Jawa, Clash II di
Bukittinggi
Kuingat-ingat pemboman Sekutu dan
Belanda seantero negeri
Seluruh korban empat tahun revolusi
Dengan Mei ?98 jauh beda, jauh kalah
ngeri
Aku termangu mengenang ini
Bumiku sakit berat, dengarlah angin
menangis sendiri
Ada burung merpati sore melayang
Adakah desingnya kau dengar sekarang


Ke daun telingaku, jari Tuhan memberi
jentikan
Ke ulu hatiku, ngilu tertikam cobaan
Di aorta jantungku, musibah bersimbah
darah
Di cabang tangkai paru-paruku, kutuk
mencekik nafasku
Tapi apakah sah sudah, ini murkaMu?
Ada burung merpati sore melayang
Adakah desingnya kau dengar sekarang

y Puisi Romance : puisi yang berisi luapan rasa cinta seseorang
terhadap sang kekasih.

CINTAKU JAUH DI PULAU
Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak 'kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.











y Puisi Elegi : puisi ratapan yang mengungkapkan rasa pedih dan
kedukaan seseorang.

SENJA DI PELABUHAN KECIL

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
(Chairil Anwar)










y Puisi Ode : puisi yang berisi pujian terhadap seseorang yang memiliki
jasa ataupun sifat kepahlawanan.

Generasi Sekarang
Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang

Generasi sekarang di panjang masa
Menciptakan kemegahan baru
Pantoen keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia















y Puisi Hymne : puisi yang berisi pujian kepada tuhan maupun ungkapan
rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air.

Tanah Air-Ku Indonesia

Aku berdiri di hamparan rumput hijau
Melihat indahnya gunung-gunung tinggi
Lukisan indah nan sempurna Sang Kuasa
Untukmu Tanah Air Indonesia
Aku berlari ke pantai, diiringi hembusan angin laut
Terdengar deru ombak, mendera hati
Pasir putih melukiskan engkau di hatiku
Tanah Air tumpah darahku, Indonesia
Elok pesonamu, kaya citra Sang Khalik
Guratan indah terlukis padamu


Bagikan lukisan hidup dalam kanvas
Ibu pertiwi, Indonesia
Kini kau dilanda nestapa
Duka lara menembus sukmamu
Kerap kudengar jerit tangis ibu pertiwi
Tak mampu melakukan apapun
Tangisku tertumpah untukmu
Rinduku melihatmu kembali berjaya
Merah putih selalu berkibar tinggi
Harum mewangi sepanjang hayat

surat kabar. Thomas Stone namanya. perwatakan.S. Champs Élysées dan Mesopotamia Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata Dan kubenamkan topi baret di kepala Malu aku jadi orang Indonesia. agar orangtua mereka bersenang hati. pesawat tempur. kapal selam. menteri. Di negeriku khotbah. kedele. terigu dan peuyeum dipotong birokrasi lebih separuh masuk kantung jas safari. majalah. Army Dulu dadaku tegap bila aku berdiri Mengapa sering benar aku merunduk kini II Langit akhlak rubuh. ebuh Tun Razak. anak menteri. SMA kelas tiga Ke Wisconsin aku dapat beasiswa Sembilan belas lima enam itulah tahunnya Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda Sahabatku sekelas. senjata. alat-alat ringan. buku dan sandiwara yang opininya bersilang tak habis dan tak utus dilarang-larang. maupun rangkaian peristiwatertentu yang menjalin suatu cerita. selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu. Di kedutaan besar anak presiden. Di negeriku anak lelaki anak perempuan. doyong berderak-derak Berjalan aku di Roxas Boulevard. anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden. Whitefish Bay kampung asalnya Kagum dia pada revolusi Indonesia Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya Dadaku busung jadi anak Indonesia Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy Dan mendapat Ph. Maydan Tahrir dan Ginza Berjalan aku di Dam. Geylang Road. III Di negeriku. Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata supaya berdiri pusat belanja modal . MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA I Ketika di Pekalongan. jenderal. di atas negeriku berserak-serak Hukum tak tegak. setting. paman dan kakek secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu. sepupu dan cucu dimanja kuasa ayah. Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum sangat-sangat-sangat-sangat-sangat jelas penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan. anak jenderal. sekongkol bisnis dan birokrasi berterang-terang curang susah dicari tandingan. Berjalan aku di Sixth Avenue. sekjen dan dirjen sejati. Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat.D. kemenakan. dari Rice University Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U. Di negeriku.y Puisi Naratif : puisi yang di dalamnya mengandung suatu cerita menjadi pelaku.

Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada.raksasa. lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil karena Cina. ada pula pembantahan terang-terangan yang merupakan dusta terang-terangan di bawah cahaya surya terang-terangan. Maydan Tahrir dan Ginza Berjalan aku di Dam. Di negeriku rupanya sudah diputuskan kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa. India. . Tanjung Priuk. dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai saksi terang-terangan. Champs Élysées dan Mesopotamia Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata Dan kubenamkan topi baret di kepala Malu aku jadi orang Indonesia. Geylang Road. Nipah. Lebuh Tun Razak. sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja. IV Langit akhlak rubuh. tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi. Haur Koneng. Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah. Rusia dan kita tak turut serta. Berjalan aku di Sixth Avenue. sekarang saja sementara mereka kalah. lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman. Di negeriku telepon banyak disadap. fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebarsebar. kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat. Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli. matamata kelebihan kerja. ciumlah harum aroma mereka punya jenazah. penculikan dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh. Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan. kabarnya dengan sepotong SK suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi. doyong berderak-derak Berjalan aku di Roxas Boulevard. Lampung. Di negeriku ada pembunuhan. Santa Cruz dan Irian. di atas negeriku berserak-serak Hukum tak tegak. Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat jadi pertunjukan teror penonton antarkota cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita tak pernah bersedia menerima skor pertandingan yang disetujui bersama.

leluhur kehidupan Hulu bagi sungai peradaban yang mengalir di tubuhmu Yang begitu tulus dan gembira Melepas setiap keberangkatanmu kapanpun juga Sedang perjalanan langkahmu yang mengalun itu Takan pernah keluar dari peta yang telah ditetapkan Dan kau tak mungkin kuasa mengingkari gerak airnya Hingga mencapai wujudmu yang sejati Di muara sajak sajakmu . maupun suasana batin yang melingkupinya. sikap.y Puisi Lirik : puuisi yang berisi luapan batin individual penyairnya dengan segala macam endapan pengalaman. LIRIK CINTA SANG PENYAIR Dari rahimnya yang sejati kau dilahirkan Karena ia adalah ibumu.

AKU Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi . dialog. maupun monolog sehingga mengandung suatu gambaran suatu gambaran kisah tertentu. baik lewat lakuan.y Puisi Dramatik : salah satu jenis puisi yang secara objektif menggambarkan perilaku seseorang.

y Puisi Didaktik : puisi yang mengandung nilai -nilai kependidikan yang umumnya di tampilkan secara eksplesit. INI GURINDAAM PASAL YANG PERTAMA Barang siapa tiada memegang agama Segala-gala tiada boleh dibilang nama Barang siapa mengenal yang empat Maka yaitulah orang yang ma rifat Barang siapa mengenal Allah Suruh dan tegaknya tiada ia menyalah Barang siapa mengenal diri Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri Barang siapa mengenal dunia Tahulah ia barang yang terpedaya Barang siapa mengenal akhirat Tahulah ia dunia mudharat .

menggigilkan air lautan Lalu berceceran darah. jauh kalah ngeri Aku termangu mengenang ini Bumiku sakit berat. dengarlah angin menangis sendiri Ada burung merpati sore melayang Adakah desingnya kau dengar sekarang . siapa dapat mengenal lagi Bumiku sakit berat. hukum tak tegak berdiri Karena hukum tak tegak. Clash II di Bukittinggi Kuingat-ingat pemboman Sekutu dan Belanda seantero negeri Seluruh korban empat tahun revolusi Dengan Mei ?98 jauh beda. tanah longsor dan orang kelaparan Kemarau panjang. simaklah. dengan perampok ketabrak aku Bergerak ke belakang. di seluruh negeri Beribu bangunan roboh. kapal udara berjatuhan Gempa bumi. dijarah dalam huru-hara ini Dengar jeritan beratus orang berlarian dikunyah api Mereka hangus-arang. dengan pencopet kesandung aku Bergerak ke depan. kebakaran hutan berbulan-bulan Jutaan hektar jadi jerebu abu-abu berkepulan Bumiku demam berat. dengan penipu ketanggor aku Bergerak ke atas. di kaki pemeras tergilas aku Kapal laut bertenggelaman.y Puisi Satirik : puisi yang mengandung sindiran atau kritik tentang kepincangan atau ketidakberesan kehidupan suatu kelompok maupun untuk masyarakat. menggigilkan air lautan Beribu pencari nafkah dengan kapal dipulangkan Penyakit kelamin meruyak tak tersembuhkan Penyakit nyamuk membunuh bagai ejekan Berjuta belalang menyerang lahan pertanian Bumiku demam berat. banjir. berkepulan asap dan berkobaran api Empat syuhada melesat ke langit dari bumi Trisakti Gemuruh langkah. Ketika Burung Merpati Sore Melayang Langit akhlak telah roboh di atas negeri Karena akhlak roboh. semua jadi begini Negeriku sesak adegan tipu-menipu Bergerak ke kiri. dengarlah angin menangis sendiri Kukenangkan tahun ?47 lama aku jalan di Ambarawa dan Salatiga Balik kujalani Clash I di Jawa. dengan maling kebentur aku Bergerak ke kanan.

Ada burung merpati sore melayang Adakah desingnya kau dengar sekarang Puisi Romance : puisi yang berisi luapan rasa cinta seseorang CINTAKU JAUH DI PULAU Cintaku jauh di pulau. di angin mendayu. di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar. sekarang iseng sendiri Perahu melancar. sambil berkata: "Tujukan perahu ke pangkuanku saja. musibah bersimbah darah Di cabang tangkai paru-paruku. kalau 'ku mati. di perasaan penghabisan segala melaju Ajal bertakhta. angin membantu. bulan memancar. . tapi terasa aku tidak 'kan sampai padanya." Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! Perahu yang bersama 'kan merapuh! Mengapa Ajal memanggil dulu Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?! Manisku jauh di pulau. laut terang. ngilu tertikam cobaan Di aorta jantungku. kutuk mencekik nafasku Tapi apakah sah sudah. dia mati iseng sendiri. ini murkaMu? y terhadap sang kekasih.Ke daun telingaku. Di air yang tenang. gadis manis. jari Tuhan memberi jentikan Ke ulu hatiku.

pada cerita tiang serta temali. SENJA DI PELABUHAN KECIL Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang. desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. sedu penghabisan bisa terdekap (Chairil Anwar) . Kapal. rumah tua. masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat. perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. Tiada lagi. Aku sendiri. Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak. Ada juga kelepak elang menyinggung muram.y Puisi Elegi : puisi ratapan yang mengungkapkan rasa pedih dan kedukaan seseorang. Berjalan menyisir semenanjung.

y Puisi Ode : puisi yang berisi pujian terhadap seseorang yang memiliki jasa ataupun sifat kepahlawanan.JSJWFXN8JPFWFSL )NFYFXUZSHFPLZSZSLKFSYFXN 'JWINWNFPZIFSIFWNXFSF 2FSIFSLPJGF\FMPJYJRUFYGJWOZFSL  .SITSJXNF >FSLOFINPJSFSLPJSFSLFS 5FIF_FRFSIFQFRIZSNF  .JSJWFXNXJPFWFSLINUFSOFSLRFXF 2JSHNUYFPFSPJRJLFMFSGFWZ 5FSYTJSPJNSIFMFS. Generasi Sekarang .

Indonesia Elok pesonamu. Tanah Air-Ku Indonesia Aku berdiri di hamparan rumput hijau Melihat indahnya gunung-gunung tinggi Lukisan indah nan sempurna Sang Kuasa Untukmu Tanah Air Indonesia Aku berlari ke pantai. diiringi hembusan angin laut Terdengar deru ombak. mendera hati Pasir putih melukiskan engkau di hatiku Tanah Air tumpah darahku. kaya citra Sang Khalik Guratan indah terlukis padamu .y Puisi Hymne : puisi yang berisi pujian kepada tuhan maupun ungkapan rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air.

Bagikan lukisan hidup dalam kanvas Ibu pertiwi. Indonesia Kini kau dilanda nestapa Duka lara menembus sukmamu Kerap kudengar jerit tangis ibu pertiwi Tak mampu melakukan apapun Tangisku tertumpah untukmu Rinduku melihatmu kembali berjaya Merah putih selalu berkibar tinggi Harum mewangi sepanjang hayat .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->