Anda di halaman 1dari 32

29

BAB III

TEMUAN HASIL PENELITIAN

A. Pemikiran Mahmud Yunus Tentang Pendidikan Islam

1. Tujuan dan Kurikulum Pendidikan Islam

Berkaitan dengan tujuan dan materi atau kurikulum pendidikan Islam

para ahli atau tokoh pendidikan Islam merumuskannya dengan beragam

argumentasi sesuai dengan persepsi dan pengalaman masing-masing tetapi

dalam pembahasan ini penulis tidak bermaksud menguraikan rumusan-

rumusan atau konteks jamanya para ahli tersebut, mengingat bahasan ini

secara konsen akan merumuskan yang menjadi pemikiran Mahmud Yunus

tentang pendidikan Islam sebagaimana telah dijelaskan pada Bab sebelumnya.

Menurut Mahmud Yunus tujuan pokok pendidikan Islam tergambar

dalam orientasi atau kurikulum pendidikan yang meliputi dua tujuan atau

orientasi yaitu pertama untuk membangun kecerdasan pribadi anak didik

(akhlak) dan kedua memberikan keahlian,26 kecakapan atau keterampilan

profesional anak didik dalam mengerjakan pekerjaanya.27 Rumusan ini

sekaligus menyempurnakan pendapat para Ulama tradisional sebelumnya

(pada saat itu) yang merumuskan tujuan pendidikan Islam dengan sangat

sederhana bahkan menurut Mahmud Yunus terlalu sempit dan kurang

sempurna dimana mereka(Ulama tradisional) mengatakan tujuan pendidikan

26
Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam, Hidakarya Agung, Jakarta, 1981, h.46
27
Mahmud Yunus, Pokok-pokok Pendidikan dan Pengajaran, At-Tarbiyah Watta’lim,
Gontor Ponorogo, h. 11

30

Islam hanyalah untuk beribadah atau untuk sekedar mempelajari agama Islam

atau pendalaman ilmu-ilmu ke-Islaman.28

Lebih jauh Mahmud Yunus berpandangan bahwa beribadah

merupakan perintah agama Islam, sedangkan setiap amaliyah atau pekerjaan

duniawi yang berkaitan erat dan menguatkan pengabdian kepada Allah SWT,

juga merupakan agama Islam, ini berarti termasuk juga tujuan pendidikan

Islam, tegasnya tujuan pendidikan Islam menurut Mahmud Yunus adalah

menyiapkan anak didik agar kelak (para lulsan) mempunyai keterampilan

profesional baik untuk mengerjakan amalan-amalan duniawi maupun amalan

ukhrowi, sehingga tercapai kebahagiaan dunia dan akhirat secara seimbang.29

Untuk kepentingan amaliyah akhirat atau supaya anak didik

mempunyai kecakapan dalam mengerjakan amalan-amalan akhirat maka harus

diajarkan pelajaran tauhid, akhlak, ibadah, sejarah islam dan pokok-pokok

ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an mengenai hukum halal, haram,

karena pada dasarnya manusia mempunyai banyak kecenderungan, pada garis

basarnya kecenderungan manusia itu ada dua yaitu kecenderungan menjadi

orang yang baik dan kecenderungan menjadi orang yang jahat, sedangkan

kecenderungan beragama termasuk kecenderungan manusia yang baik,30 dan

menjalankan kewajiban dan sunnah dan lain sebagainya. Dan agar anak didik

mempunyai keahlian dan ketetrampilan yang profesional dalam bidang amalan

duniawi maka harus diajarkan macam keilmuan yang secara khusus dan

28
Mahmud Yunus, Pokok-pokok..ibid, h. 15.
29
Mahmud Yunus, Sejarah Pend...Op. Cit, h. 47
30
Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Remaja Rosdakarya, Bandung,
2001, h. 35

31

langsung menciptakan profesi dan keahlian seperti bertani, berdagang,

berkebun, bertukang, menjadi guru, pegawai negeri, pekerja atau buruh dan

lain sebagainya sesuai bakat dan potensi masing anak didik.31

Meski demikian, dari kesemua meteri pelajaran yang diberikan kepada

anak didik. Mahmud Yunus sangat menekankan pentingnya pendidikan

akhlak, mengingat diutusnya Rasul SAW ke dunia untuk menyempurnakan

akhlak manusia,32 maka menurut Mahmud Yunus tugas pertama dan utama

para Ulama’, guru-guru agama Islam, pemimpin-pemimpin Islam adalah

mendidik anak-anak, pemuda-pemudi, calon penerus generasi bangsa dan

masyarakat umumnya supaya mereka berakhlak mulia dan bebudi pekerti

luhur. Hal ini bukan berarti mengabaikan pendidikan lainya (pendidikan

jasmani, aqali, dan amali). Semuanya penting hanya menurut Mahmud Yunus

pendidikan akhlak lebih penting dari semuanya terutama sebagai tugas dari

ulama dan guru-guru agama Islam.33

Di sekolah Jami’ah Al Islamiyah dan Normal Islam selain diajarkan

ilmu-ilmu keagamaan sebagaimana diterapkan dilembaga-lembaga pendidikan

Islam tradisional kala itu seperti : nahwu sharaf, fiqh, kalam, tafsir, hadits,

tasawuf, tarikh dan balaghoh, bahasa arab juga kedua lembaga pendidikan

tersebut diajarkan ilmu-ilmu umum seperti ilmu hayat, ilmu alam, ilmu pasti,

ekonomi, sejarah, ilmu bumi, tata negara, bahasa inggris dan belanda, ilmu

pendidikan, ilmu jiwa, ilmu kesehatan, olah raga, dan menggambar. Dari

31
Ibid, h. 19
32
Rochidin Wahab, Sejarah pendidikan Islam di Indonesia, Alfabeta, Bandung, 2004, h.
252
33
Op. Cit, h. 20

dan bahasa merupakan alat untuk memahami segala ilmu pengetahuan tersebut secara mandiri. tidak menjadi menu utama sebagaimana terjadi di lembaga-lembaga Islam tradisional ini sekaligus merefleksikan keseimbangan antara ilmu pengetahuan kegamaan dan ilmu pengetahuan umum. cakap. Gontor Ponorogo.12 . tangkas dan kepribadian utama yang diridhai Allah SWT. bahasa inggris dan belanda menjadi penting di Normal Islam bahkan dijadikan bahasa percakapan sehari- hari. Dengan diajarkanya tiga bahasa tersebut terutama bahasa arab praktis kitab kuning menjadi rujukan para siswa untuk memperaktekkan bahasa arab- nya. Baik ilmu pengetahuan keagamaan maupun ilmu pengetahuan umum menurut Mahmud Yunus akan bermuara pada tujuan pendidikan Islam yaitu membentuk Insan Kamil yang bertaqwa kepada Allah SWT. h. cerdas.34 hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an. karenanya pengajaran bahasa arab. Surat(28) Al-qoshos ayat 77. 32 gambaran materi pelajaran yang di pelajari di kedua lembaga pendidikan tersebut tergambar suatau sistem pendidikan yang sangat modern di saat itu. terampil. yang berbunyi :           34 Mahmud Yunus dan Kasim Bakri. meski prioritas pendidikan Islam kala itu tetap menempatkan pendidikan moral sebagai sentral pendidikan. 1986. Bagi Mahmud Yunus pendidikan adalah proses mempersiapkan anak didik untuk bisa mengembangkan ilmu pengetahuan secara mandiri. Baik dalam konsep (teori) maupun prakteknya selalu menekankan keseimbangan pendidikan jsmani dan rohani. Attarbiyah Wat Ta’lim.

kepadamu. 33                             Artinya : “Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. kesenian. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. 580 . merasakan keindahandan cakap dalam pekerjaan.” ( QS.35 Atau sesuai juga dengan hadits Nabi SAW. 2008. dengan demikian menurut penulis tujuan pendidikan Islam adalah membina kehidupan yang seimbang 35 Mahmud Yunus. Wazurriyyah. Al-qoshos : 77). Tafsir Qur’an Karim. Mahmud Yunus menegaskan tujuan pengajaran keterampilan (pekerjaan tangan) dan kesenian adalah mendidik tangan. olah raga. menumbuhkan perasaan. h. yang artinya :”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka hendaklah dengan ilmunya dan barang siapa yang manghendaki kehidupan akhirat maka hendaklah dengan ilmu dan barang siapa yang menghendaki kedua-duanya (keseimbangan) maka hendaklah menguasai ilmunya”. Proses integrasi kedua ilmu pengetahuan tersebut (ilmu agama dan umum) tercemin dalam kegiatan di sekolah maupun di asrama yang disediakan untuk siswa misalnya pendidikan keterampilan. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Jakarta. dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik.

Al- Ghozali.. 34 bagi anak didik melalui latihan kerohanian. penghalusan perasaan. Akhirnya penulis tegaskan bahwa gambaran pemikiran Mahmud Yunus tentang tujuan dan kurikulum pendidikan Islam diatas tampaknya sangat dipengaruhi oleh para pemikir tokoh-tokoh pendidikan Islam sebelumnya atau lainya seperti Ibnu Taymiyah. bercerita. h. Jakarta. h. menyalurkan bakat. Cit. peningkatan keterampilan yang kesemuanya dilakukan secara individual maupun kolektif sesuai dengan pesan moral yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Al Hadits... Dinamika Pendidikan Islam di Indonesia Paskakemerdekaan. latihan kebiasaan. 251 37 Nurhayati Djamas. pengembangan imajinasi.Op. peringatan dan hukuman. Metode dan Sistem Pendidikan Islam Dalam sistem pendidikan dikenal beberapa metode penyampaian pendidikan sebagaiman dikemukakan Muhammad Quthub dalam tulisanya. dan penggunaan 36 Rochidin Wahab. 2009. Muhammad Abduh. kecerdasan akal. Raja Grafindo Persada. memberikan pujian. yaitu pengetahuan agama. 2.36 Pemikiran tokoh-tokoh tersebut telah memberikan sumbangan yang besar bagi pembentukan pemikiran Mahmud Yunus tentang pendidikan Islam dimana dalam pikaran Mahmud Yunus menyiratkan adanya keterpaduan kurikulum. Ibnu Rusd yaitu menyiapkan anak-anak didik agar kelak setelah mereka dewasa cakap melakukan pekerjaan dunia dan amalan akhirat sehingga tercapai kebahagiaan dunia dan akhirat. diantaranya metode keteladanan. 183 . nasehat. Sejarah pendidikan.37 dan pengetahuan umum. penyucian diri.

9:39. Ma’arif. dan dalam penerapanya Mahmud Yunus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi pendidikan dan pembelajaran dan yang berlangsung. Oleh Salman Harun.39 Metode-metode yang di gunakan oleh M.5:27-30). Wazurriyyah. metode ini merupakan ciri khas pengajaran bahasa arab di Jami’ah Al Islamiyah dan Normal Islam sebagai lembaga eksperimen pertama Mahmud Yunus. nasehat. Tafsir Qur’an Karim. tentang peringatan (QS.Terjemahan “ Minhaju Al Terbiyah Al Islamiyah “. tentang keteladanan (QS. Sistem Pendidikan Islam. Quthub diatas adalah metode-metode yang banyak ditawarkan dan di lakukan oleh Mahmud Yunus. 4:36). karena metode-metode ini diambil dan banyak di agmbarkan dalam Al-Qur’an seperti cerita.74. tentang nasehat (QS. keteladanan.55). pujian kepada manusia yang berbuat baik dan peringatan kepada yang berbuat jahat. Disamping itu metode yang seringkali diterapkan Mahmud Yunus khususnya dalam pengajaran bahasa arab adalah metode langsung (Thariqoh Al Mubasyaroh) yaitu metode yang secara langsung mewajibkan siswa berbicara dalam bahasa arab. menurut Mahmud Yunus jika dalam sekolah-sekolah 38 M.33:21). karena dalam prakteknya Mehmud Yunus senantiasa menggunakan berbagai metode pengajaran dalam menyampaikan pelajaran kepada anak didik. 324-374 39 Diantara ayat-ayat Al-Qur’an tentang cerita (QS. 41:33-34). tentang pujian (QS. h.38 Metode-metode ini telah digunakan sejak Islam mulai berkembang sampai masa kejayaannya. 2008 . Penerapan metode langsung oleh Mahmud Yunus di kedua lembaga tersebut dilatari oleh kenyataan lembaga-lembaga pendidikan milik pemerintahan kolonial yang menerapkan langsung bahasa Belanda sebagai bahasa sehari-hari. 35 waktu senggang. Quthub. Lihat Mahmud Yunus.

. Cit.. Tokoh dan Pemimpin. 36 tersebut bahasa Belanda dijadikan sebagai bahasa pengantar. karena metode yang lebih menekankan pada aspek hafalan hanya akan melahirkan pemikiran yang stagnan. h. 246 . dengan kata lain untuk mencapai tujuan pengajaran aspek metode menjai lebih penting dari pada aspek lainya.40 Untuk metode langsung ini Mahmud Yunus telah mengarang sebuah buku panduan bahasa Arab saat beliau belajar di Mesir yaitu Darus Al Lughah Arabiyah sebanyak empat jilid yang kemudian setelah kembali ke tanah air tahun 1931 beliau mulai merealisasikan konsep pengajaran bahasa Arab tersebut di Jami’ah Al Islamiyah dan Normal Islam yang didirikanya sendiri. h. karena murid tidak diberikan kesempatan untuk berfikir secara kreatif dan produktif sesuai dengan nalar dan kemampuan sendiri sebab penerapan metode pengajran harus bersifat kondisional. 246 41 Ibid.Op. Dalam penerapan metode ini Mahmud Yunus lebih mengutamakan kamampuan berfikir daripada kemampuan menghafal. maka bahasa Arab pun bisa dijadikan bahasa pengantar dalam mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan agama atau ilmu-ilmu lainnya.41 Disamping itu dalam pandangan Mahmud Yunus metode lebih penting dari metreri pelajaran (At thariqu Ahammu minal Maadah). Sebab dalam kenyataan (dilapangan) banyak para guru yang cukup menguasai materi pelajaran tetapi tidak bisa mentransfer atau menyampaikan materi tersebut kepada anak didik. Selain itu dalam penerapan metode pada suatu pelajaran Mahmud Yunus sangat memperhatikan unsur psikologis murid sesuai dengan kaidah- 40 Didin Syafrudin.

2008. sudah barang tentu hal ini akan berjalan bila dibarengi dengan sikap keteladanan guru dalam berinteraksi dengan murid sehari-hari. pelajaran umum di masukkan 42 Zuhairini. pelaksanaan pengajaran di kedua lembaga tersebut dilakukan di kelas-kelas dengan jadwal dan kurikulum yang telah di tetapkan. 37 kaidah pengajaran modern yaitu perbuatan dengan contoh dan tiru teladan. dan psikomotorik. Jakarta. Ketika Mahmud Yunus mendirikan Jami’ah Al Islamiyah di Sungayang dan Normal Islam di Padang kemudian meperkenalkan kulliyatul Mu’allimin Al Islamiyah pada tahun 1931. Sistem perjenjangan tersebut terkait dengan meteri yang hendak diajarkan. Poko k-pokok. dan ‘Aliyah (MA).Ibid.42 dan juga selalu menekankan pentingnya penanaman moral dalam proses belajar mengajar. jenjang kelaspun diatur mulai dari Tingkat Dasar (MI). Sejarah Pendidikan Islam.. menghayati dan meneladani nilai-nilai moral yang ditanamkan oleh guru kepada murid. 85 . 209 43 Mahmud Yunus.. mencakup aspek kognitif. Menengah (MTs). Aspek kognitif dapat menjaikan murid selalu berfikir secara kritis dan rasional dalam menerima dan mendalami pelajaran.43 Dari sini jelas sekali bahwa konsep pemikiran yang di sosialisasikan Mahmud Yunus benar-benar komprehensif atau menyeluruh. aspek afektif menurut Mahmud Yunus agar murid mampu memahami. afaktif. h. kitab-kitab klasik oleh Mahmud Yunus di revisi dan di sesuaikan dengan silabus. sedangkan aspek psikomotorik dapat mengarahkan murid dalam mengembangkan potensi diri dan secara langsung dapat menerapkan atau mengamalkan pengetahuan yang dimilikinya.. h. Bumi Aksara.

Op. 102-108 . Meski demikian pelajaran agama yang menjadi esensi kitab kuning yang dalam penyajianya telah dikemas dan diselaraskan dengan tingkat atau jenjang anak didik tetap menjadi prioritas atau ditekankan oleh Mahmud Yunus dan di harapkan setelah menyelesaikan study di jenjang terakhir. Cit. Biologi) serta dijadikannya bahasa Arab sebagai pengantar bahasa sehari-hari disamping bahasa Inggris dan Belanda sehingga tercipta suasana ilmiah dan educatif di kedua lembaga Jami’ah Al Islamiyah dan Normal Islam tersebut.. h.. meja dan kursi untuk duduk para siswa ditambah lagi dengan dimasukannya pelajaran umum. 38 sejalan dengan pelajaran agama dan murid –murid di haruskan berkomunikasi dengan bahsa Arab. 44 Mahmud Yunus. meja.44 Jelasnya bila di lembaga-lembaga pendidikan tradisional menganut sistem individual (sorogan atau halaqoh) tanpa menggunakan papan tulis. dan dalam jangka waktu yang ditetapkan. dengan menggunakan papan tulis. Dari sini tampak sekali bahwa metode dan sistem pendidikanyang dilakuakan Mahmud Yunus diatas merupakan perubahan atau pembaharuan secara drastis terutama dengan dimasukannya pelajaran umum dalam kurikulum seperti praktikum IPA (Fisika. anak didik sudah mampu menelaah dan memahami kitab-kitab kuning yang besar maupun yang kecil dengan sendirinya tanpa harus dibacakan atau diterjemahkan sang kiyai sebagaimana lazimnya dalam metode sorogan atau halaqoh. kursi maka dikedua lembaga tersebut telah menganut sistem klasikal yang terpimpin dan terorganisir dalam bentuk perjenjangan kelas. Sejarah. Kimia.

Sejarah.45 sehingga tidak heran sejak berdiri tahun 1931-1946 Normal Islam. Hidakarya Agung.Op.. Yang tak kalah penting Mahmud Yunus juga menulis sebuah buku pegangan bagi guru-guru agama yang berisi tuntunan bagaimana cara terbaik dalam mengajarkan agama kepada siawa sesuai dengan umur dan jenjang pendidikannya mulai dari Tingkat Dasar SD/MI sampai dengan porguruan tinggi.47 Mahmud Yunus menerangkan beberapa kaidah mengajar diantaranya. mereka para alumni Normal Islam ini telah tersebar di berbagai daerah dan berkecimpung diberbagai kehidupan (profesi) masyarakat yang memegang peranan penting dalam upaya membangun bangsa setelah Indonesia merdeka.. Metodik Khusus Pendidikan Agama. 108 47 Mahmud Yunus.Cit. tulisan. pentingnya langkah appersepsi ketika memulai pelajarn sebelumnya atau pelajaran lama. agar mereka terbiasa hidup disiplin yang tinggi selama menempuh pendidikan di Normal Islam.. menumbuhkan minat siwa dengan pengaktifan panca indra mereka baik dengan lisan.Op. Inggris dan Belanda yang aktif.. setelah 45 Mahmud Yunus. maupun dengan alat peraga. perbuatan. tidak kurang 750 orang telah dilahirkan dari lembaga ini dengan kwalifikasi keahlian dan pengetahuan agama dan pengetahuan umum. Sejarah. 39 Untuk menghasilakan lulusan yang memuaskan (berkwalitas dan profesional) Mahmud Yunus mewajibkan siswanya untuk tinggal di asrama yang telah disiapkan oleh PGAI ( Pendidikan Guru Agama Islam ). 3 dan 117-118 .46 telah menghasilkan banyak alumni. h. h 157 46 Al-Jami’ah Islamiyah yang didirikan Mahmud Yunus bersamaan dengan Normal Islam (1931) pada tahun 1933 disatukan dengan Normal Islam karena kekurangan guru. Jakarta.Cit. dalam penyajian pelajaran kepada anak didik harus hidup. h. mampu menguasa bahasa Arab. Lihat Mahmud Yunus.

sesuai dengan meteri pelajaran dan kondisi murid. 40 membahas pelajaran lalu disimpulkan dan diakhiri dengan latihan atau ulangan.Op. akhlak. Pokok-pokok. yang diuraikan secara rinci dan sistematis. dan diselingi metode-metode yang lainnya.50 3.48 Menurut Mahmud Yunus guru sebaiknya hidup dan berada di tengah- tengah peserta didik sering berkomunikasi dengan mereka.49 Disamping menulis buku panduan bagi guru “Metodik Khusus Pengajaran Agama” Mahmud Yunus juga menulis secara khusus tentang metode mengajarkan keimanan. penyajian pelajaranpun harus disesuaikan dengan waktu dan suasana juga dengan metode yang berfareasi yaitu metode tanya jawab. dan menguasai pelajaran yang diberikan. dengan demikian siswa dilatih berfikir. sejarah Islam untuk anak-anak dan orang dewasa. Hidakarya Agung. dapat memecahkan masalah.Cit. Kelembagaan Pendidikan Islam Sebagaimana telah penulis sebutkan bahwa aplikasi dari pemikiran Mahmumud Yunus dalam pendidikan Islam di 48 Mahmud Yunus. mengetahui gejolak jiwa. metode diskusi. Metodik Pengajaran Agama dan Pokok-pokok Pengajaran. h. dengan kata lain dari penulisan buku ini adalah ingin meningkatkan profesionalitas dan kwalitas guru dalam melaksanakan tugasnya.. 83-84 50 Mahmud Yunus. h. kecenderungan potensi. ibadah. buku ini dengan jelas memberikan panduan khusus bagi para guru agar memiliki keterampilan dalam memilih dan menerapkan metode-metode penganjaran yang hendak diterapkan. bakat dan kemampuan muridnya. 79-81 49 Ibid. Jakarta . penuh kasih sayang.. minat anak didik.

34 dan 39 . menyatu baik dari segi usia. h. disamping itu secara kelembagaan program pendidikan yang dilakuakan berlangsung selama 12 tahun dengan jenjang sebagai berikut : 51 Mahmud Yunus. dan langakah awal yang dilakukan beliau adalah dengan mendirikannya sekolah Jami’ah Al Islamiyah dan Normal Islam di Padang Sumatera Barat. Jakarta. dan melaui kedua lembaga pendidikan Islam ini pemikiran Mahmud Yunus dimulai dengan mengklasifikasi murid dalam kelas-kelas dan membuat jenjang pendidikan berdasarkan tingkat usia anak didik. Pada kedua lembaga inilah beliau menerapkan pengetahuan dan pengalamanya dari Universitas Dar Al Ulum Kairo. maupun dari pengalaman pendidikan.51 Mahmud Yunus kemudian mengeluarkan ketentuan bagi anak berumur antara 6-8 tahun di perbolehkan masuk tingkat ibtidaiyah atau tingkat dasar. 41 Indonesia secara formal dimulai ketika beliau kembali ke Tanah Air studinya dari Mesir pada tahun 1931. Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia. Hidakarya Agung. 1997. klasifikasi dan perjenjangan ini sebelumnya pada masa itu di lembaga- lembaga pendidikan Islam di Indonesia belum mengenal sistem ini. yang ada pada masa itu anak didik membaur dalam kelas yang besar.

modernisai pendidikan Islam telah dimulai di Indonesia. Pemnaharuan Pendidikan Islam Indonesia (Kajian Tentang Pemikiran Mahmud Yunus) tulisan pada Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan GEMA Fakultas Tarbiyah IAIN Syahid Jakarta. pengajaran pengetahuan umum yang di tekankan pada kedua lembaga itu pada dasarnya tidaklah baru. Tingkat ‘Aliyah ( Masa Belajar sampai dengan 4 Tahun ) Jika diperhatikan program perjenjangan ini serupa dengan program pendidikan di Al Azhar dan Dar Al Ulum Mesir juga sejalan dengan sistem pendidikan nasional sekarang yaitu Pendidikan Dasar. pemikiran lainya yang di laukan Mahmud Yunus pada sekolah Jami’ah Al Islamiyah Sungayang dan Normal Islam padang yaitu pengenalan pengetahuan umum dan pembahuruan pengajaran bahasa Arab. edisi 2 April 2001. menengah. Tingkat Ibtidaiyah ( Masa Belajar 4 Tahun ) 2. Tingakat Tsanawiyah ( Masa Belajar sampai dengan 4 Tahun ) 3. 81 . 42 1. h. dan atas.52 Disamping itu. ini berarti bahwa adanya perjenjangan pada sekolah-sekolah yang di pimpin Mahmud Yunus merupakan model sekolah modern dengan kata lain sejak munculnya Jami’ah Al Islamiyah dan Normal Islam. karena Abdullah Ahmad pada tahun 1909 sebelumnya telah mengajarkan pengetahuan umum seperti berhitung denngan bahsa Belanda / Inggris di 52 Armei arief.

biologi ). Pustaka Pelajar. Sejarah Pergerakan Nasional dari Budi Utomo sampai Proklamasi 1908- 1945. 1994. Kebijakan ini berbeda dengan lembaga-lembaga pendidikan yang didirikan pemerintah kolonial belanda yang sangat diskriminatif terhadap rakyat miskin yang bukan dari kalangan kaya atau pejabat pemerintahan belanda. 43 Adabiyah School. h. Modernisasi sekolah Mahmud Yunus juga terlihat dari sikap keterbukaan dalam hal penerimaan dari siswa yang belajar di kedua lembaga tersebut. yang membolehkan siapa saja yang bersekolah di lembaga tersebut dengan syarat beragama Islam. Dengan beragam latar belakang. tata buku sebagaimana beliau pelajari di Dar Al Ulum bahkan mendirikan laboratorium IPA. ilmu dagang. Yogyakarta. antara masyarakat pribumi (Bumi Putra) dengan anak-anak Belanda atau kalangan Borjuis lainya. bedanya Mahmud Yunus menambahkan pelajaran umum lainya seperti ilmu alam ( fisika. melalui jenjang pendidikan tersebut Mahmud Yunus kemudian berkeinginan untuk menghilangkan kebodohan yang talah menjadi penyakit 53 Suhartono. Mahmud Yunus telah berjasa dalam mencerdaskan umat Islam Minangkabau umumnya atau Sumatra Barat khususnya. kimia. 22 .53 Dengan adanya Jami’ah Al Islamiyah di sungayang dan Normal Islam di Padang.

konsep pemikiran ini menunjukan bahwa Mahmud Yunus mempunyai keinginan menerapkan konsep pendidikan Link and Match yaitu konsep pendidikan yang berorientasi bagaiman para lulusanya atau alumni Sekolah Islam selain memiliki kemampuan akademis juga memiliki kemampuan profesional atau keahlian sesuai dengan tuntutan lapangan kerja. Keberhasilan Mahmud Yunus modernisasi sekolah Jami’ah Al Islamiyah dan Normal Islam semakin menguatkan keinginan Mahmud Yunus untuk mendirikan sekolah Islam Tinggi di Padang yang pada tanggal 7 November 1940 Mahmud Yunus kemudian mendirikan Sekolah Tinggi tersebut sekaligus menjabat sebagai Derekturnya.Cit. h. 44 masyarakat muslim pada saat itu terutama yang melanda generasi muda Islam Indonesia.Cit. Setelah Sekolah Tinggi Islam di bubarkan Mahmud Yunus kemudian mendirikan SGHA ( Sekolah Guru Hakim Agama ) di kota Raja Bukit Tinggi dari bandung juga mendirikan PGA ( Pendidikan Guru Agama ) di 8 kota. h.54 54 Armai Arief. 81 atau Didin Syafrudin. Op. 315 . namun sayang Sekolah Tinggi ini tidak berumur panjang karena pada tanggal 1 Maret 1942 pemerintahan Jepang melarang adanya Sekolah Tinggi tersebut. Op. dan yang jika diperhatikan.

Beberapa hal yang ingin penulis sampaikan menutup pembahasan pada Bab ini adalah : 55 Armei Arief. 45 Kaitanya dengan konsep Link and Match ini Mahmud Yunus ingin menerapkan sistem pengajaran ganda ( Double System Of Learning ) yakni sistem pengajaran yang memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan praktek kerja lapangan sesuai dengan pengetahuan yang diperolehnya. hal ini dapat dilihat dari tujuan pendirian SGHA ( Sekolah Guru Hakim Agama ) dan PGA ( Pendidikan Guru Agama ) dimana lulusan dari lembaga pendidikan ini diharapkan dapat bekerja sesuai dengan keterampilan yang dimilikinya. Ibid. h. penulis pada kesempatan ini ingin mencoba menganalisa atau sekedar meberi catatan dari potret konsep pendidikan Islam yang ditawarkan Mahmud Yunus sebagaimana yang telah penulis uraikan diatas.55 B. 81-82 . Analisis Terhadap Pemikiran Mahmud Yunus dalam Pendidikan Islam di Indonesia Melihat dari gambaran pemikiran Mahmud Yunus dalam konsep pendidikan Islam di Indonesia serta pengaruhnya terhadap proses sejarah pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia diatas.

Kedua bila di lembaga-lembaga pendidikan Islam tradisional pada saat itu masih menggunakan sistem individual tanpa menggunakan papan tulis. dan atas. diantaranya : 1. sistem perjenjangan ini sejalan dengan sistem pendidikan nasional sekarang mulai dari jenjang pendidikan dasar. meja dan kursi sebagai tempat belajar maka di lembaga pendidikan Mahmud Yunus telah mengan sistem klasikal yang terpimpin dan terorganisir dalam bentuk perjenjangan kelas dan dalam jangka waktu yang telah ditetepkan telah . Mahmud Yunus adalah peletak pertama dari sistem pendidikan modern secara formal di dunia pendidikan Islam Indonesia dengan beliau mendirikan Jami’ah Al Islamiyah dan Normal Islam sekaligus menjadi Derekturnya. Kemodernya lembaga pendidikan Mahmud Yunus diatas dapat dilihat pertama adanya perjenjangan anak didik yang belajar disana berdasarkan segi usia dan tingkat pendidikan perjenjangan ini untuk menetapkan materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. 46 Mahmud Yunus adalah tokoh pendidikan Islam di Indonesia. menengah. maupun melalui karya-karyanya yang cukup monumental. argumentasi ini didasarkan pada apa yang telah diberikan Mahmud Yunus dalam dunia pendidikan Islam baik melalui ide atau pemikiran.

47 menggunakan papan tulis. Kondisi ini berbeda dengan sekoalah- sekolah penjajah yang diskriminatif yang hanya menerima anak-anak Bumi Putera dari orang kaya (pribumi) dan anak-anak belanda sendiri. kimia. Kelima kemodernan lembaga pendidikan yang dipimpin Mahmud Yunus juga ditandai dengan adanya sikap keterbukaan dalam hal rekrutmen siswa. Ketiga dari konsep kurikulum lembaga pendidikan Mahmud Yunus bukan hanya mengajarkan materi pelajaran kegamaan semata tetapi ilmu pengetahuan umum bahkan Normal Islam mempunyai laboratorium tempat praktikum IPA ( fisika. Pemikiran Mahmud Yunus tentang konsep pendidikan Islam hingga saat ini masih aktual dan uptodete meski . yang membolehkan semua golongan dan darimana saja brasal. Keempat lembaga pendidikan Mahmud Yunus menjadikan bahasa Asing khususnya bahasa Arab ( disamping bahasa Inggris dan Belanda ) sebagai bahasa pengantar sekaligus sebagai bahasa komunikasi sehari-sehari secara aktif dengan menerapkan metode langsung di kelas. yang pada waktu itu belum ada lembaga pendidikan Islam yang memilikinya. meja dan kursi sebagaimana model sekolahan Belanda pada waktu itu. asalkan siswa tersebut beragama Islam. biologi ). 2.

48 disampaikan dan dibahasakan secara sederhana pada saat itu tetapi secara konsep pemikiran Mahmud Yunus tentang pendidikan Islam sangat visioneris atau berorentasi pada masa depan ( yang akan datang ). dengan kata lain sesungguhnya pendidikan Islam menurut Mahmud Yunus hendaknya dapat melahirkan sosok “intelektual yang Ulama dan Ulama yang intelaktual“. pada kurikulum . Mahmud Yunus merumuskan tujuan pendidikan Islam adalah meningakatkan kecerdasan intelektual dan memiliki keterampialan (keahlian) profesional. karenanya menurut Mahmud Yunus tujuan pendidikan Islam pada dasarnya adalah menyiapkan anak didik agar setelah mereka dewasa kelak dapat melakukan pekerjaan duniawi dan amalan akhirat untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Mahmud Yunus tidak sependapat dengan pendapat yang mengatakan tujuan pendidikan Islam itu hanya untuk ibadah dan hanya untuk mendalami ilmu-ilmu keagamaan semata. dianta pemikiranya itu. ini adalah pendapat yang sempit dan kurang sempurna. Pertama produk lambaga pendidikan Islam harus melahirkan Ulama – Intelektual dan Intelektual – Ulama. ini dibuktikan oleh Mahmud Yunus dengan memberikan pengajaran ilmu pengetahuan umum disamping ilmu pengetahuan keagamaan.

Bukit Tinggi dan Bandung). Jakarta.56 Kedua Mahmud Yunus sebagai pencetus konsep Link and Macht di dunia pendidikan Islam Indonesia dengan diterapkannya sistem pengajaran ganda ( Double System Of Learning ) yaitu pendidikan keagamaan dan pendidikan umum. dan dengan ilmu pengetahuan umum bertujuan agar anak didik mempunyai bekal keterampilan dan keahlian profesional sesuai dengan bidangnya. Pada hakekatnya Mahmud Yunus menerapkan konsep “Link and Match” yakni sebuah konsep yang menghendaki agar para lulusan dari sebuah sekolah selain memiliki kemampuan akademis juga memiliki kamampuan profesional sesuai dengan tuntutan lapangan kerja dan ini dibuktikan oleh Mahmud Yunus dengan mendirikan PGA ( Pendidikan Guru Agama ) di delapan kota besar (yaitu Tanjung Pinang. Padang. Ketiga Mahmud Yunus adalah tokoh pendidikan Islam yang memperkenalkan teori pendidikan didaktis 56 Lihat : Bahasan Tujuan dan Kurikulum dari Konsep Pemikiran Pendidikan Islam Mahmud Yunus . Bandung dan Panekasan) dan SGHA ( Sekolah Guru Hakim Agama ) di tiga kota (yaitu Kota Raja. Tanjung Karang. Banjar Masin. Kota Raja. 49 di Normal Islam dengan ilmu pengetahuan keagamaan di harapkan anak didik mempunyai bekal wawasan keagamaan serta mengamalkan dalam kehidupan sehari- hari.

ini ditandai dengan penerapan metode langsung ( Direct Method ) yang mendorong pada pelatihan kemampuan siswa secara langsung sebagai bahasa komunikasi sehari- hari dengan titik tekan pada empat kemampuan yaitu kemampuan benicara. dan demonstrasi. mendengar. 50 metodis modern atau lebih dikenal dengan strategi belajar mengajar pada pengajaran bahasa Arab Mahmud Yunus memperkenalkan teori strategi belajar mengajar bagaimana para siswa secara diktatis metode modern dapat menguasai bahasa Arab dengan cepat dan mudah. menyesuaikan materi ajar sesuai dengan situasi dan kondisi sosial budaya anak didik. merangsang siswa agar dapat mengkomunikasikan ide dan fikiranya sendiri dalam bahasa Arab sehingga pelajaran muthola’ah harus diutamakan. Keempat Mahmud Yunus pencentus pertama penerapan teori satu kesatuan (all in one system atau al ittihadiyah) dalam pendidikan Islam di Indonesia khususnya dalam penyampaian materi pengajaran bahasa Arab dan menolak pendekatan “terpisah” (furu’iyah) dimana pengajaran bahasa Arab dipisah-pisah seperti : . disajikan dalam bentuk dan kisah-kisah gambar. menulis dan membaca menggunakan bahasa dan pola-pola kalimat sederhana sesuai dengan kemampuan bahasa anak didik.

mutholaah. sebagaimana diterapkan dilembaga-lembaga pendidikan Islam tradisional. dan lain sebagainya. termasuk dalam pengajaran bahasa Arab. sebuah metode yang menggunakan pendekatan terpisah ( furu’iyah) lebih menyulitkan siswa. siswa dilatih berfikir sendiri. menurut Mahmud Yunus penyajian pelajaran kepada siswa harus hidup dan menimbulkan minat siswa yakni bagaimana para siswa dapat menguasai dan memahami materi ajar dengan mudah dan cepat. sharaf. secara tidak langsung Mahmud Yunus telah menerapkan konsep pendidikan “andragogi” yakni sebuah konsep yang . 51 nahwu. Kelima dalam pengajarannya Mahmud Yunus lebih menekankan keaktifan siswa beliau sendiri hanya sebagai fasilitator. dengan menumbuhkan kreatifitas berfikir dan bernalar dalam memecahkan masalahnya sendiri sesuai dengan kemampuanya. Menurut Mahmud Yunus pengajara bahasa Arab harus terdiri dari satu kesatuan diantara sub-sub materi ajar bahasa Arab. penerapan konsep pengajaran yang lebih menekankan tingkat partisipasi anak didik ini. untuk ini Mahmud Yunus menulis buku tantang Metodik Khusus Pendidikan Agama dan Metode Khusus Pengajaran Bahasa Arab. pendidik hanya mendampingi selama proses pembelajaran. muhadatsah.

Kelebihan atau Keunggulan Konsep Pemikiran Pendidikan Islam Mahmud Yunus Berbicara kelebihan atau ke unggulan konsep pemikiran Mahmud Yunus dalam pendidikan Islam adalah sama halnya membicarakan apa yang telah di gambarkan diatas karena kontribusi yang telah diberikan Mahmud Yunus baik berupa ide. 57 Lihat : Pembahasan Metode dan Sistem Pendidikan Islam . menyimpulkan dan menerapkan. mengolah. Dalam konsep pendidikan andragogi dikenal istilah Daur Belajar yaitu mengalami. 52 menempatkan siswa sebagai bagian dari subjek pendidikan. tetapi pada kali ini penulis ingin menggambarkan kelebihan atau keunggulan tersebut berdasarkan fokus pembahasan konsep pemikiran Mahmud Yunus tentang pendidikan Islam.57 3. mengungkapkan. pemikiran dan karya-karyanya telah memberi pengaruh yang signifikan bagi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Kelebihan dan kekurangan konsep pemikiran Mahmud Yunus dalam pendidikan Islam di Indonesia a. dan inilah yang telah dan ingin diterapkan oleh Mahmud Yunus dalam pembelajaran pendidikan Islam khususnya di lembaga pendidikan Islam Normal Islam yang didirikannya.

Lebih jauh melalui kurikulum yang diterapkan Mahmud Yunus telah memperkenalkan konsep pendidikan “Link and Match” yakni konsep pendidikan yang menghendaki para lulusannya disamping memiliki keahlian profesional sesuai dengan tuntutan lapangan kerja. 53 1). 2). yang berorientasi pada pencapaian kebahagiaan dunia dan akhirat. Kelebihan pada konsep metode dan sistem pendidikan Kelebihan pada konsep ini Mahmud Yunus dalam praktek pengajaranya secara langsung menerapkan . Kelebihan pada konsep tujuan dan kurikulum Kelebihan pada konsep ini terliahat dari obsesi Mahmud Yunus yang menginginkan alumni sekolah- sekolah Islam menjadi sosok muslim yang sempurna (Insan Kamil) dalam istilah lain menjadi Ulama- Intelektual dan Iintelektual-Ulama. dan ini terlihat dari penerapan kurikulum ganda (Double System Learning) dan juga mengajarkan pelajaran-pelajaran umum dimana sekolaha lain belum ada yang menerapkan praktikum IPA dan lain sebagainya. dan untuk yang terakhir ini Mahmud Yunus yang mempunyai ide dan pemikirannya sudah lebih maju dari jamanya.

dalam arti belum pernah dilakukan oleh tokoh-tokoh pendidikan Islam sebelumya. meningkatkan dan mengembangkan pendidikan agama Islam sebagai bagian integral dari sistem pendidikan yang di peruntukkan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kelebihan pada konsep kelembagaan . konsep pemikiranya dalam bidang pendidikan secara keseluruhan bersifat strategis dan merupakan karya perintis. 54 dan memperkenalkan metode pengajaran yang varian sesuai dengan situasi dan kondisi psikologis serta kemampuan anak didik. Mahmud Yunus salah seorang tokoh pendidikan Islam di Indonesia memiliki perhatian dan komitmen tinggi tehadap upaya membangun. memperkenalkan teori pengajaran All In One System atau teori satu kesatuan dalam pengajaran bahasa Arab dan lebih jauhnya Mahmud Yunus menerapkan konsep pendidikan “Andragogi” yang lebih menekankan pada tingkat partisipasi anak didik yang ini semua sebelumnya belum ada yang menerapkan atau memperkenalkan selain Mahmud Yunus. 3). menggunakan metode didaktik metodik modern. khususnya yang beragama Islam.

tetapi sekolah ini tidak lama ditutup karena mendapat . bersifat klasikal. meja dan kursi. menerapkan dislipin yang tinggi terutama dalam menerapkan bahasa Arab sebagai bahasa sehari-hari dan juga memiliki laboratorium IPA sebagai tempat praktikum anak didik. menggunakan alat-alat atau media pembelajaran seperti papan tulis. kurikulum yang tetap. meja dan kursi. Thaib Umar yang diawal berdirinya menerapkan sistem klasikal tetapi kemudian kembali ke sistem halaqoh kerena jumlah muridnya semakin banyak juga sekolah Adabiyah School (1990) yang didirikan oleh Abdullah Ahmad di Padang Panjang telah menggunakan papan tulis. Meski Normal Islam bukan satu-satunya lembaga pendidikan yang menerapkan sistem sekolah modern. 55 Menurut penulis pengelolaannya lembaga pendidikan Jami’ah Al Islamiyah dan Normal Islam yang di pimpin oleh Mahmud Yunus di kelola dan di manaj secara profesional dan terorganisir menurut prinsip-prinsip manajemen organisasi modern mulai dari menetapkan tujuan. memiliki asrama sekolah. sebelumnya ada Madras school (1910) milik HM. sistem perjenjangan.

meja dan kursi tempat belajar siswa tetapi Normal Islam lebih maju karena di manaj secara profesional. Pesantren.. yang pada tahun 1916 sekolah Adabiyah School pindah ke Padang dan di akui Belanda sebagai HIS pertama dari pendidikan Islam58 termasuk juga Diniyah School di Padang Panjang yang didirikan oleh Zainuddin Labai (1915- 1935) yang sudah menganut sistem klasikal. kurikulum yang terorganisir dan terpimpin juga memiliki Lab IPA yang ini tidak dilakukan atau tidak ada di sekolah-sekolah yang telah disebut diatas... b. Ibid.Cit. 63 dan Karel Steenbrink. Kelemahan Konsep Pemikiran Pendidikan Islam Mahmud Yunus 58 Mahmud Yunus. hanya bedanya di sekolah ini tidak mempunyai kurikulum yang tetap dan hanya mengajarkan pelajaran keagamaan semata di samping itu Rahman Al Yunusiah mendirikan Diniyah Puteri (1923) yang juga menganut sistem klasikal.Cit.Op..59 Dengan demikian meski sekolah-sekolah yang disebutkan diatas telah menganut sistem klasikal dan sudah menggunakan media pembelajaran seperti papan tulis. 39-40 59 Mahmud Yunus. Sejarah. 68-69 . h. 56 tantangan masyarakat yang menganggap sekolah ini sama dengan sekolah kafir Belanda.Op. h.. h.

sebab segala kelebihan yang terdapat pada konsep pemikiran Mahmud Yunus tentang pendidikan Islam tersebut bukan berarti tidak menyertakan kekurangan atau kelemahan. berkembang sesuai dengan konteks zaman. terutama jika kita lihat dari konteks pendidikan Islam saat ini. ini bisa difahami karena Mahmud Yunus dengan segala konsep pemikiranya hadir dalam konteks ruang dan waktu disisi lain semua pengetahuan atau teori keilmuan disamping menawarkan kebenaran relatif juga bersifat dinamis. dalam arti segala kelemahan dan kekurangan dari konsep pemikiran Mahmud Yunus tersebut dapat kita jadikan pelajaran untuk semakin membenahi atau memperbaharui dunia pendidikan Islam kita saat ini. Mengetahui beberapa hal yang menjadi kelemahan atau kekurangan konsep pemikiran Mahmud Yunus dalam pendidikan Islam di Indonesia menurut penulis menjadi penting. selama itu berangkat dari keinginan untuk melihat dan menjadikan kondisi pendidikan Islam menjadi lebih baik. kelemahan atau kekurangan konsep pemikiran Mahmud Yunus dalam pendidikan Islam itu menurut penulis hanya terlihat lebih banyak pada hal-hal yang tidak bersentuh atau luput dari pengamatan . 57 Setelah menggambarkan segala kelebihan atau keunggulan konsep pemikiran Mahmud Yunus dalam pendidikan Islam diatas kini penulis akan menggambarkan juga kelemahanya.

Selanjutnya jika dilihat dari karya-karyanya konsep pemikiran pendidikan Islam Mahmud Yunus lebih banyak di tujukan pada konsep pengajaran pada anak-anak mulai dari tingkat Ibtidaiyah sampai dengan Aliyah dan sedikit sekali ditujukan pada . Thaib Umar dan lain- lain. HM. Thaib Umar yang mengembangkan sistem klasikal dan banyak yang lainya jadi modernisasi yang di maksud adalah modern pada masanya. 58 Mahmud Yunus sendiri. baik pada aspek tujuan dan kurikulum. Meski telah disebutkan bahwa modernisasi lembaga pendidikan Islam secara fomal dimulai sejak hadirnya Jami’ah Al Islamiyah dan Nomal Islam yang didirikan oleh Mahmud Yunus akan tetapi sebenarnya apa yang dilakukan oleh Mahmud Yunus sesungguhnya sekedar meneruskan dari HM. terbesar pada masanya tetapi secara kelembagaan Mahmud Yunus bukan yang pertama meski tidak bisa dipungkuri pemikiran yang dilakukan Mahmud Yunus tentang pendidikan Islam sesuai keadan pada saat itu di Sumatra Barat. mereka telah melakukan modernisasi di lembaga pendidikan yang mereka pimpin di Adabiyah School antara lain Abdullah Ahmad atau Abdul Karim Amrullah misalnya yang menekankan pada penguasaan bahasa Arab untuk memahami kitab-kitab keagamaan fiqih atau lainya. metode dan sistem maupun kelambagaan pendidikan Islam.

pendidikan pra atau paska nikah. 59 orang-orang dewasa.60 Mahmud Yunus kurang menyoroti konsep pendidikan agama pada masa dini. surat kabar bahasa Arab. pendidikan Indonesia-non formal di keluarga dan masyarakat. pengembangan Bi’ah lughoh (lingkungan bahasa). terbatasnya guru bahasa apalagi native speaker dan lain sebagainya. padahal sebagaimana kata Karel Steenbrink meski dalam pendidikan bahasa Arab siswa tinggal di asrama dan dengan disiplin yang tinggi. Untuk pendidikan dan pengajaran bahasa Arab Mahmud Yunus terfokus pada penerapan metode langsung dan pendekatan sistem pengajaran All In One System (konsep pengajaran terpadu) kurang di barengi dengan aspek-aspek lainnya seperti sarana atau fasilitas pengajaran. kamus bahasa. menggunakan metode pengajaran modern akan tetapi tidak akan memberikan hasil yang maksimal jika sarana dan fasilitas pengajaran terbatas mulai dari buku-buku bahasa Arab. di tambah lagi kurangnya penghargaan masyarakat Islam sendiri 60 Lihat : Mahmud Yunus dalam “Pokok-pokok Pengajaran Pendidikan Islam atau Metodik Khusus Pendidikan Islam” Mahmud Yunus sedikit sekali membicarakan konsep pendidikan agama untuk orang-orang dewasa. padahal pendidikan di keluarga atau masyarakat menjadi signifikan untuk mendukung pendidikan di sekolah atau pendidikan lainya. pendidikan di lembaga non atau in fomal di keluarga atau masyarakat. . karena keterbatasan ini menurut Karel akan tetap menjadikan bahasa Arab kurang akrab dengan para siswa. buku-buku tentang bahasa Arab temasuk kamus bahasa Arab. laboratorium bahasa dan lainya.

Op..61 Inilah beberapa kelemahan atau kekurangan yang luput dari pengamatan Mahmud Yunus dalam konsep pemikiran terhapat pendidikan Islam di Indonesia. dan bahasan ini sekaligus menutup pembahasan konsep pemikiran Mahmud Yunus dalam pendidikan Islam di Indonesia sebagai tema utama dalam penulisan ini.. 60 terhadap bahasa Arab dibanding bahasa asing lainya seperti bahasa Inggris. h.Cit. 61 Karel. Pesantren. 180 .