Anda di halaman 1dari 54

Chapter 8

Dasar-dasar Perilaku
Kelompok

Mendefinisikan dan mengklasifikasikan Kelompok

Group (s)
Dua atau lebih orang berinteraksi
dan saling tergantung satu sama
lain, yang bersama-sama mencapai
sasaran khusus.

Formal Group Informal Group
Sebuah kelompok Sebuah kelompok yang
kerja yang dibatasi tidak distruktur secara
oleh struktur formal atau ditentukan
organisasi. secara organisasi-onal;
muncul sebagai respons
atas kebutuhan akan
kontak sosial.

Command Group Task Group
Sebuah kelompok Mereka yang bekerja
yang terdiri dari sama untuk menyele-
orang-orang yang saikan suatu
melapor langsung pekerjaan atau tugas.
kepada seorang
manejer.
Interest Group Friendship Group
Mereka yang Mereka bersatu
bekerja-sama untuk karena mereka
mempe-roleh memiliki satu ata
sasaran khusus yang lebih kesamaan ciri.
menjadi kepriha-
tinan setiap orang.

Mengapa orang bergabung dalam kelompok

• Keamanan
• Status
• Harga diri
• Afiliasi
• Kekuasaan
• Pencapaian tujuan

 Keamanan/Security
– Dengan bergabung dalam kelompok, orang dapat mengurangi ketidak-
amanan dari “kesendirian”. Orang merasa lebih kuat, keraguan diri yang
lebih rendah, dan lebih resisten terhadap ancaman ketika mereka
menjadi bagian dari sebuah kelompok.
 Status
– Menjadi bagian dari kelompok yang dipandang penting oleh orang lain
memberikan pengakuan dan status bagi anggota-anggotanya.
 Harga diri/Self-Esteem
– Kelompok dapat memberikan perasaan akan harga diri. Sebagai
tambahan di dalam menyampaikan status ke pada orang yang berada di
luar kelompok, keanggotaan dapat juga memberikan perasaan harga diri
yang lebih tinggi dari anggota kelompok dimaksud.
 Afiliasi/Affiliation
– Kelompok dapat memenuhi kebutuhan sosial. Orang menikmati interaksi
teratur di dalam kelompok. Untuk banyak orang, interaksi ini adalah cara
penting mereka untuk memenuhi kebutuhan afiliasi mereka.
 Kekuasaan/Power
– Apa yang tidak dapat dicapai secara individu sering menjadi mungkin
melalui tindakan kelompok. Ada kekuatan dalam jumlah.
 Pencapaian tujuan/Goal Achievement
– Ada saat kita memerlukan lebih dari satu orang untuk menyelesaikan
tugas tertentu; ada kebutuhan untuk menyatukan bakat, pengetahuan,
atau kekuatan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.

Tahap-tahap Perkembangan Kelompok Stage I Pre-stage 1 Forming c Stage II Stage III Storming Norming Stage IV Stage V Performing Adjourning .

. dicirikan oleh ketidakpastian. Norming Stage Tahap ketiga di dalam perkembangan kelompok.Model Lima-Tahap dari Perkembangan Kelompok Forming Stage tahap pertama di dalam perkembangan kelompok. Storming Stage Tahap kedua di dalam perkembangan kelompok. ditandai dengan hubungan yang dekat dan keterpaduan. ditandai dengan konflik dalam kelompok.

ketika kelompok bersifat fungsional secara penuh. ditandai dengan berkemas-kemas ketimbang menunjukan kinerja/prestasi. Adjourning Stage Tahap terakhir di dalam perkembangan kelompok bagi kelompok yang sifatnya sementara. .…Group Development (cont’d) Performing Stage Tahap keempat dari perkembangan kelompok.

 Norming ditandai dengan berkembangnya hubungan yang akrab dan kelompok memperlihatkan keterpaduannya. dan kepemimpinan kelompok. Ketika tahap ini selesai. tetapi menolak batasan- batasan yang diterapkan kelompok atas individualitas mereka. Tahap ini selesai ketika para anggota sudah mulai menganggap diri mereka sebagai bagian dari kelompok. struktur. Energi kelompok bergeser dari upaya saling mengenal dan memahami ke pelaksanaan tugas yang dihadapi. sebuah hirarki kepemimpinan yang relatif jelas akan muncul di dalam kelompok. Tahap ini selesai ketika struktur kelompok menjadi solid dan kelompok mengasimilasi harapan-harapan mengenai apa yang mendefinisikan perilaku anggota yang benar. …Group Development (cont’d)  Forming ditandai dengan ketidakpastian mengenai tujuan. Tahap ini kelompok bersiap-siap untuk pembubaran dirinya. Para anggota menerima keberadaan kelompok. Struktur berfungsi secara penuh dan diterima. ada satu tahap lagi yakni adjourning. .  Untuk kelompok permanen. Anggota “testing the waters” untuk menentukan jenis perilaku yang dapat diterima. performinh adalah tahap terakhir. team.  Storming adalah tahap terjadinya konflik di dalam kelompok. satuan tugas dan kelompok-kelompok sejenis yang sifatnya sementara. Ada perasaan kuat atas identitas kelompok. Tetapi untuk komite.  Performing terjadi ketika kemajuan tugas signifikan.

kelompok transisi antara 2. Transisi Transisititik titiktengah tengahjalan jalan aktivitas.6. Aktivitas Aktivitasdipercepat dipercepat .3. Perubahan Perubahanpenting penting 5. Menetapkan Menetapkanarah arahkelompok melewati transisi.Sebuah Model Alternatif: Kelompok yang Sifatnya sementara dengan Tenggat Waktu Punctuated- Equilibrium Model Kelompok Sekuensi Sekuensitindakan: tindakan: sementara 1.4. 4. Fase Fasepertama pertamadari dariinersia inersia inersia dan 3. Fase Fasekedua keduadari dariinersia inersia 6.5.2.1.

The Punctuated-Equilibrium Model a (High) Performance Phase 2 First Completion Meeting Transition Phase 1 (Low) A (A+B)/2 B Time .

yang terjadi persis ketika kelompok telah menggunakan separoh dari waktu mereka. – (2) fase pertama dari kegiatan kelompok adalah inersia. – (5) fase kedua inersia mengikuti transisi.The Punctuated-Equilibrium Model  The Punctuated-Equilibrium Model. . – (3) sebuah transisi terjadi pada akhir fase pertama. dan – (6) pertemuan terakhir kelompok ditandai dengan kegiatan yang dipercepat. – (4) transisi menginisiasi perubahan penting. Ditemukan bahwa – (1) pertemuan pertama menetapkan arah kelompok.

Model Perilaku Kelompok a Group Task Group member resources External Performance conditions Group and imposed on Process satisfaction the group Group Structure .

Efek dari Tempat Kerja  Kelompok adalah bagian dari sebuah tempat kerja yang lebih besar yang terdiri dari hal-hal berikut: – Strategi Organisasi – Infrastruktur Organisasi • Kepemimpinan • Aturan • Sumber daya • Evaluasi dan Ganjaran – Budaya Organisasi .

keterampilan dan kemampuan – menentukan parameter apa yang anggota dapat lakukan dan seberapa efektif mereka berkinerja di dalam sebuah kelompok  Karakteristik kepribadian – besaran efek dari karakteristik tunggal adalah kecil. konsekuensinya bagi perilaku kelompok adalah sangat signifikan.  Level kinerja potensial sebuah kelompok sangat tergantung pada sumberdaya yang anggota kelompok secara perorangan bawa ke dalam kelompok.Sumberdaya Anggota Kelompok  Pengetahuan. . tetapi dengan semua karakteristik kepribadian.

– Kepemimpinan formal – Peran-peran – Norma-norma – Status – Ukuran – Komposisi – Keterpaduan . Kelompok memiliki sebuah struktur yang membentuk perilaku para anggotanya.Struktur Kelompok  Kelompok bukan gerombolan yang tidak terorga- nisasi.

Identitas Peran Sikap dan perilaku tertentu yang konsisten dengan sebuah peran. Persepsi Peran Pandangan seseorang mengenai bagaimana dia diharapkan bertindak di dalam sebuah situasi tertentu.Struktur Kelompok – Peran-peran Peran Pola-pola perilaku yang diharapkan dari seseorang yang menempati posisi tertentu dari sebuah unit sosial. .

. Kontrak Psikologis Sebuah kesepakatan tidak tertulis yang menunjukan apa yang manajemen harapkan dari karyawan dan sebaliknya. Konflik Peran Sebuah situasi di mana seseorang diperhadapkan dengan harapan-harapan peran yang berbeda.Harapan Peran Bagaimana orang lain percaya bahwa seseorang harus bertindak di dalam situasi tertentu.

.Peran-peran di dalam Kelompok  Peran berorientasi tugas – Peran anggota kelompok untuk memastikan bahwa tugas kelompok diselesaikan.  Peran Pemeliharaan – Peran anggota kelompok untuk mempertahankan hubungan baik di dalam kelompok  Peran individual – Peran anggota kelompok yang tidak bersifat produktif untuk mempertahankan kelompok pada tugas.

setting time limits Seeking information and Asking group members for specific opinions factual information related to the task or problem Providing information and Sharing information or opinions related opinions to the task or problems Clarifying Helping one another understand ideas and suggestions that come up in the group Elaborating Building on one another’s ideas and suggestions Summarizing Reviewing the points covered by the group and the different ideas stated so that decisions can be based on full information Consensus Testing Periodic testing about whether the group is nearing a decision or needs to continue discussion .Peran berorientasi tugas Initiating Stating the goal or problem. making proposals about how to work on it.

Establishing a climate of acceptance in the group. relieving tensions Compromising Admitting error at times of group conflict Gatekeeping Making sure all members have a chance to express their ideas and feelings and preventing members from being interrupted Encouraging Helping a group member make his or her point. .Tugas berorientasi pemeliharaan Harmonizing Mediating conflict among other members. reconciling disagreements.

Norma Norma Standar perilaku yang dapat diterima di dalam sebuah kelompok yang dianut oleh anggota-anggota kelompok.Struktur Kelompok . Kelas-kelas Kelas-kelasNorma: Norma: •• Norma Normakinerja kinerja •• Norma Normapenampilan penampilan •• Norma Normapengaturan pengaturansosial sosial •• Norma Normaalokasi alokasisumberdaya sumberdaya .

Ini menjadi preseden penting.  Kejadian kritid dalam sejarah kelompok. . Seorang pengawas terluka karena berdiri terlalu dekat dengan mesin. Bagaimana Norma Muncul  Pernyatan eksplisit dari seorang anggota kelompok— sering penyelia kelompok atau anggota yang poerrful. Pemimpin kelompok. misalnya. dan sejak itu para anggota kelompok secara teratur saling memonitor satu dengan yang lain untuk memastikan bahwa tidak ada seorangpun selain operator yang berada dalam diameter dua meter dari mesin. mengatakan bahwa tidak ada pemakaian telepon untuk urusan pribadi selama jam kerja atau istirahat minum kopi tidak lebih dari 10 menit.

Anggota kelompok membawa harapan-harapan bersama mereka dari kelompok lain yang dulunya mereka menjadi anggota. Pola perilaku pertama yang muncul di dalam sebuah kelompok sering menjadi harapan kelompok. Primacy. . Kelompok mahasiswa yang saling bersahabat sering mengatur tempat duduk saling berdekatan pada hari pertama kuliah dan menjadi marah jika ada orang luar yang mengambil tempat duduk mereka di kelas selanjutnya.  Perilaku bawaan dari situasi masa lampau. Ini akan meningkatkan probabilitas bahwa harapan-harapan yang mereka bawa adalah konsisten dengan yang telah dianut oleh kelompok. Ini dapat menjelaskan mengapa kelompok-kelompok kerja lebih suka menambah anggota baru yang mirip dengan mereka yang ada sekarang ini dalam hal latar belakang dan pengalaman.

Mengapa Norma-norma diperkuat  Memfasilitasi daya tahan kelompok  Membuat perilaku dapat diprediksi  Meminimasi rasa malu/bersalah  Mengekspresikan nilai-nilai sentral  Mengklarifikasi identitas kelompok .

Norma: Positif  Mengatur perilaku indivisu  Membuat perilaku dapat diprediksi  Ketika diarahkan ke tujuan perusahaan. kemungkinan akibatnya adalah menurunnya kinerja. biasanya kkinerja kelompok jadi efektif Norma: Negatif  Hilangnya individualitas dan inisiatif  Terbentuknya level kinerja yang sedang saja  Jika norma bertentangan dengan tujuan perusahaan. .

Studi Hawthorne  Serangkaian studi yang dilakukan oleh Elton Mayo di Western Electric Company’s Hawthorne Works di Chicago antara 1924 dan 1932. .  Kesimpulan Penelitian/studi: – Perilaku dan sentimen peekrja sangat terkait. – Pengaruh (norma) kelompok signifikan di dalam mempengaruhi perilaku perorangan. – Uang bukan faktor penting di dalam menentukan output pekerja ketimbang standar. sentimen. – Sandar (norma) kelompok sangat efektif di dalam menentukan output pekerja perorangan. dan keamanan kelompok.

. Kelompok referensi/rujukan Kelompok-kelompok penting yang dimiliki orang atau yang orang tersebut berharap memilikinya dan norma-normanya orang-orang ingin mengkonformasikan.Norma (cont’d) Konformitas/Conformity Menyesuaikan perilaku agar sesuai dengan norma-norma kelompok.

anggotanya. atau kedua-duanya.Norma (cont’d) Perilaku Kerja Menyimpang Tindakan antisosial oleh anggota kelompok yang seara sengaja melanggar norma-norma yang sudah mapan dan berakibat pada konsekuensi-konsekuensi negatif bagi organisasi. .

Status Status Sebuah posisi atau peringkat yang terdefinisi secara sosial yang diberikan kepada kelompok atau anggota kelompok oleh orang lain. Struktur Kelompok . Norma kelompok Kesamaan Status Anggota Status Kelompok Budaya .

Ukuran Social Loafing /Kemalasan Sosial Kecenderungan orang-orang berupaya lebih sedikit ketika bekerja secara kolektif ketimbang ketika mereka kerja sendiri-sendiri. Ukuran Klompok . Kinerja Kesimpulan Kesimpulanlain: lain: • • Kelompok Kelompokanggotanya anggotanya ganjil ganjil bekerjalebih bekerja lebihbaik n) baik a a dari genap. Struktur Kelompok . pk s dari genap. ala ra m • • Kelompok Kelompokyang yangterdiri terdiridari n iha ke dari 77atau 9 orang berkinerja D k rn atau 9 orang berkinerja lebih al( lebihbaik baikketimbang ketimbangyangyang t u jumlahnya jumlahnya di atas ataudidi di atas atau k bawah A bawahitu.itu.

Ukuran Kelompok  Bukti Riset – Kelompok yang lebih kecil lebih cepat menyelesaikan tugas – Ketika menyelesaikan masalah. kelompok besar lebih baik – Kelompok besar berakibat “social loafing” – Kelompok dengan jumlah anggota ganjil lebih baik (untuk menghindari seri) – Kelompok antara 7 atau 9 mengkombinasikan yang terbaik dari kelompok kecil dan kelompok besar .

jenis kelamin. tingkat pendidikan. sebagi bagian dari sebuah organisasi.Komposisi Demografi Kelompok Sejauh mana anggota sebuah kelompok berbagi atribut demografis yang sama seeprti usia. lama kerja dengan organisasi. . ras. Cohorts Orang-orang yang.Struktur Kelompok . memiliki atribut yang sama. dan dampak atribut ini terhadap turnover.

Komposisi Kelompok  Dampak dari kelompok yang beragam: – Keragaman dalam kepribadian. seks dan pengalaman menimbulkan konflik. yang menstimulasi kreativitas dan ide-ide baru. yang mengarah ke pengambilan keputusan yang lebih baik – Keragaman budaya dalam kelompok awalnya mengarah ke kesulitan yang lebih besar di dalam membangun keterpaduan. . dan menjadi produktif • Masalah berlalu dengan waktu (biasanya 3 bulan) • Kelompok yang beragamn secara budaya melahirkan lebih banyak sudut pandang. memperoleh kepuasan.

2. Dorong Dorongkesepakatan kesepakatanatas atastujuan tujuankelompok kelompok 3. 5. Buat Buatkelompok kelompokyang yanglebih lebihkecil kecil 2. 6. perorangan. . Tingkatkan Tingkatkanstatus statuskelompok kelompokdan dankesulitan kesulitanuntuk untukmasuk. masuk.1. fisik. Perbanyak Perbanyakwaktu waktuuntuk untukbersama bersama 4.3. Isolasi Isolasikelompok kelompoksecara secarafisik.4.6. Meningkatkan Meningkatkanketerpaduan keterpaduankelompok: kelompok: 1. lain.5. 7.Struktur Kelompok – Keterpaduan/Cohesiveness Keterpaduan Sejauh mana anggota kelompok saling tertarik satu dengan yang lain dan etrmotivasi untuk tetap menjadi bagian dari kelompok. Berikan Berikanimbalan imbalankepada kepadakelompok kelompokbukan bukanperorangan.7. Stimulasi Stimulasipersaingan persaingandengan dengankelompok kelompoklain.

dan Produktivitas a Keterpaduan Tinggi Rendah Produktivitas Produktivitas Tinggi tinggi sedang Norma kinerja Rendah Produktivitas Produktivitas rendah Rendah ke sedang . Norma kinerja.Hubungan antara Keterpaduan kelompok.

– Tugas-tugas yang sederhana. – Kelompok kecil lebih cocok mengkoordinasi dan mempermudah implementasi tugas-tugas rumit. rutin standar tidak terlalu membutuhkan proses kelompok agar menjadi efektif dan berkinerja baik. .Tugas Kelompok  Pengambilan Keputusan – Kelompok besar mempermudah penumpulan informasi mengenai tugas-tugas yang rumit.

Pengambilan Keputusan Kelompok  Kelebihan  Kelemahan – Informasi lebih – Makan lebih lengkap banyak waktu – Pandangan lebih (lebih lambat) beragam – Tekanan – Keputusan lebih berkompromi bermutu (lebih meningkat akurat) – Dominasi oleh – Pemecahannya beberapa saja lebih diterima – Tanggungjawab yang ambiguis .

Keefektifan dan Efisiensi  Akurasi: Keputusan kelompok  Kecepatan: keputusan individu  Kreativitas: keputusan kelompok  Penerimaan: Keputusan kelompok  Efisiensi: Keputusan Individu .

bisa lebih konservatif atau risiko yang lebih tinggi. .Pengambilan keputusan kelompok (cont’d) Groupthink Fenomena di mana norma untuk bermufakat mengabaikan penilaian yang realistik dari alternatif tindakan lain. Groupshift Sebuah perubahan di dalam risiko keputusan antara keputusan kelompok dan keputusan individual yang diambil oleh anggota kelompok.

 Minimized Doubts. Para anggota yang memiliki keraguan atau titik pandang berbeda berupaya menghindar untuk menyimpang dari apa yang kelihatannya menjadi kemufakatan kelompok dengan berdiam diri dan bahkan meminimalisasi sendiri pentingnya keraguan mereka. Anggota kelompok merasionalisasi setiap resistensi/penolakan atas asumsi yang mereka buat. .Gejala fenomena Groupthink  Rationalized Resistance. mereka berperilaku seolah-olah terus memperkuat asumsi-asumsi tersebut.  Peer Pressure. Para anggota menerapkan tekanan-tekanan lang- sung kepada mereka yang memperlihatkan keraguan atas pan- dangan yang dianut kelompok atau mereka yang mempertanyakan validitas argumen yang mendukung alternatif yang dianut mayo- ritas. Tidak peduli seberapa kuat bukti yang bertentangan dengan asumsi dasar mereka.

ilusi kerentanan (the illusion of vulnerability).  Selain bukti anekdot yang mengindikasikan implikasi negatif dari groupthink di dalam setting organisasi. abstain dipandang sebagai “setuju”. tidak banyak penelitian empiris menyangkut hal ini. Pada kenyataannya. groupthink ba-nyak dikritik bahwa efeknya selalu negatif dan melebih-lebihkan kaitan antara proses pengambilan keputusan dengan hasilnya. . Illusion of Unanimity. Sebagai contoh. Jika seseorang tidak berbicara. Kelihatan ada ilusi kemufakatan. Dengan kata lain. diasumsikan bahwa dia setuju penuh.  Sebuah penelitian pada 1999 mengenai groupthink dengan menggunakan 30 team dari 5 korporasi besar menemukan bah- wa elemen-elemen groupthink mempengaruhi pengambilan ke- putusan secara berbeda. keyakinan akan moralitas kelompok dan ilusi kemufakatan secara positif berkaitan dengan kinerja team.

Apa yang menyebabkan Groupshift?  Diskusi menciptakan familiaritas antara enggota kelompok  Diskusi kelompok memotivasi orang-orang untuk mengambil risiko  Kelompok mendifusi tanggungjawab .

. di mana para anggota saling berinteraksi secara tatap muka. Nominal Group Technique (NGT) Sebuah metode pengambilan keputusan kelompok di mana para anggota bertemu tatap muka untuk mengumpulkan penilaian- penilaian mereka secara sistematis tetapi independen.Teknik-teknik Pengambilan Keputusan Kelompok Interacting Groups Ini khas kelompok.

sebelum dilakukan diskusi.  Kelompok kemudian mendiskusikan ide-ide untuk memperoleh kejelasan dan mengevaluasi mereka. setiap anggota secara independen menulis ide mereka mengenai sebuah masalah.  Setiap anggota kemudian secara diam-diam dan in- dependen memeringkat ide-ide tersebut. Tidak ada diskusi sampai semua ide dicatat.  Setelah periode senyap ini. Ide dengan peringkat tertinggu yang menjadi keputusan akhir.Nominal Group Technique (NGT)  Para anggota bertemu sebagai sebuah kelompok tetapi. . setiap anggota secara bergiliran mempresentasikan ide mereka sekali saja kepada kelompok.

Teknik-teknik Pengambilan Keputusan Kelompok Brainstorming Sebuah proses pengumpulan ide yang khususnya mendorong setiap dan semua alternatif. . Electronic Meeting Sebuah pertamuan di mana para anggota berinteraksi melalui komputer. sementara menahan setiap kritik atas alternatif-alternatif tersebut. memungkinkan anonimitas komentar-komentar dan agregasi pemungutan suara.

Efek dari Proses Kelompok a Keefektivan Kelompok potensial + Manfaat dari proses - Kerugian dari proses = Keefektivan kelompok aktual .

– Efek fasilitasi sosial: kecenderungan peningkatan atau penurunan kinerja sebagai respons atas kehadiran orang lain. .Memahami Proses Kelompok  Proses kelompok dapat berdampak pada keefektivan – Sinergi: sebuah tindakan dari dua atau lebih substansi yang dampaknya berbeda dari penjumlahan dari substansi-substansi tersebuut secara individual.

Membangun Kelompok Kerja yang lebih baik  Memberikan tugas-tugas yang sesuai  Memberikan dukungan organisasional  Membangun keterpaduan kelompok .

Memberikan tugas yang sesuai  Tugas kelompok sebaiknya pekerjaan yang utuh dan bermakna. . dengan hasil yang dapat terlihat  Hasil kerja kelompok atas tugas tersebut memiliki konsekuensi signifikan bagi orang lain  Tugas-tugas memberikan anggota kelompok otonomi yang cukup besar untuk menentukan apa yang mereka lakukan  Pekerjaan atas tugas dimaksud secara reguler memberikan umpan balik yang dapat dipercaya mengenai seberapa baik kinerja kelompok.

.Menyediakan dukungan organisasional  Tempatkan orang yang tepat pada kelompok  Sediakan Pelatihan kelompok yang cukup  Provide Adequate and Timely Information  Berikan sasaran yang menantang dan khas  Berikan ganjaran atas kinerja yang luar biasa  Arahkan ganjaran dan sasaran pada level kelompok.

Memangun keterpaduan kelompok  Tujuan yang jelas  Partisipasi  Ketidaksepakatan yang beradab/sopan  Komunikasi terbuka  Mendengarkan  Iklim tidak formal  Keputusan konsensus  Peran dan penugasan kerja yang jelas  Kepemimpinan bergantian  Keragaman gaya  Hubungan eksternal  Penilaian diri sendiri. .

Menseleksi Anggota Organisasi  Wawancara  Tes-tes tertulis  Tes-tes simulasi kinerja – Sampling pekerjaan – Pusat-pusat penilaian .

Melaksanakan sebuah pertamuan kelompok  Ikuti 12 langkah agar pertemuan lebih efektif dan efisien: – Siapkan agenda pertemuan – Bagikan agenda terlebih dahulu – Konsultasikan dengan peserta sebelum pertemuan – Upayakan para peserta mempelajari agenda – Tetapkan parameter waktu yang spesifik – Pertahankan diskusi terfokus – Dorong dan dukung partisipasi semua anggota – Pertahankan gaya yang berimbang – Dorong perbenturan ide – Jangan mendorong perbenturan kepriadian – Menjadi pendengar yang efektif – Berikan penutup yang pantas. .