Anda di halaman 1dari 5

ASSUMPTIONS ABOUT MANAGING INTERNAL INTEGRATION

Jika sebuah grup bertujuan menyelesaikan tugas yang mampu beradaptasi pada
lingkungan external,maka sebelumnya grup tersebut harus mampu
mengembangkan dan mengelola hubungan internal para anggotanya. Dalam
proses pembentukan dan pengembangan penyesuaian hubungan internal tersebut
mengalami beberapa masalah integral dimana grup tersebut harus mampu
menghadapinya, antara lain sebagai berikut :

1. Creating a common languange and conceptual categories

• Jika anggota organisasi tidak dapat berkomunikasi serta memahami satu sama
lainnya, maka sebuah kelompok sulit untuk terbentuk/terdefinisikan.

2. Defining group boundaries and citeria for inclusion and exclusion

• Sebuah grup harus mampu menentukan anggotanya sendiri, siapa saja
anggota yang berada di dalam dan di luar dan berdasarkan kriteria apa
kelompok tersebut dibentuk.

3. Distributing power and status

• Setiap anggota harus bekerja sesuai dengan tingkatan dan aturan masing –
masing dengan kriteria yang menjelaskan bagaimana anggotanya menjaga
dan kehilangan kekuasaannya dengan mengelola perasaan diinginkan dan
diabaikan.

4. Developing norms of intimacy, friendship and love

• Setiap kelompok harus bekerja berdasarkan aturan main untuk menjaga
hubungan antara rekan, hubungan antara lawan jenis dan bagaimana
menjaga sikap terhadap keterbukaan dan keakraban untuk mengatur tugas-
tugas organisasi. Konsensus ini sangat penting agar anggotanya dapat
mengelola perasaan kasih sayang dan cinta.

5. Defining and allocating rewards and punishments

• Setiap anggota harus mengetahui apa tindakan yang baik maupun tidak baik,
dan mana tindakan yang akan mendapatkan imbalan dan mana yang
mendapatkan hukuman.

Sedangkan bawahan . A. Ada yang menganggap konflik itu baik ada yang tidak. Contoh lain yang diungkap oleh penulis adalah. setiap anggotanya harus membangun sebuah sistem komunikasi dan bahasa yang menunjukan sesuai dengan kondisi yang sedang terjadi. terjadinya perbedaan persepsi antara bos dengan bawahannya di dalam sebuah meeting. penulis melakukan survei mengenai konflik yang dialami manajer dengan bawahannya. CREATING A COMMON LANGUAGE AND CONCEPTUAL CATEGORIES Untuk dapat menciptakan sebuah grup yang terintegrasi dengan baik. Hal ini menunjukan bahwa setiap manajer memiliki persepsi dan asumsi yang berbeda-beda tentang konflik itu sendiri. Jika tidak dianggap cuek dan tidak perduli. perbedaan persepsi dan asumsi tersebut merupakan akar dari permasalahan yang ada di dalam komunikasi. Pada chapter ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai internal integration issues tersebut yang akan difokuskan pada issue 1 sampai dengan 4. Setiap anggota grup harus mampu memahami makna dan maksud dari setiap bahasa dan komunikasi yang digunakan agar tidak terjadi salah pengertian antara sesama anggota grup itu sendiri. Penulis mengambil kesimpulan bahwa. kegagalan komunikasi terjadi karena adanya perbedaan asumsi dari para anggota. karena hal itulah perbedaan persepsi sering terjadi.6. Explaining the unexplainable – ideology and religion • Setiap grup sama dengan lingkungan masyarakat pasti akan dihadapkan pada situasi yang menimbulkan kecemasan yang menuntut mereka untuk menghadapinya sehingga terhindar dari hal – hal yang sulit untuk dijelaskan dan tidak terkontrol. ada pula yang mengatakan konflik itu merupakan suatu perbedaan pendapat yang sulit untuk ditemukan pemecahannya. Hal tersebut dapat dimulai dari hal yang paling dasar seperti dalam tingkat bahasa dan komunikasi sehari – hari. Seperti pada kasus yang ditulis oleh penulis. Setiap anggotanya harus belajar dan berusaha untuk memahami satu sama lain.Setiap manusia umumnya memiliki pandangan dan pemikiran sendiri akan suatu hal. Penulis mendapat pengertian yang berbeda-beda dari setiap manager. Umumnya. Seorang bos menginginkan bawahannya untuk lebih aktif dalam mengemukakan pendapatnya.

Bahasa dan komunikasi yang umum pada intinya merupakan dasar dari terjadinya semua komunikasi yang terjadi. berpikir di dalam meeting dia tidak disebut atasannya untuk mengemukakan pendapat sehingga dia merasa diabaikan. Siapa saja yang menjadi bagian dari grup itu dan mana yang tidak. bahasa dan komunikasi dasar merupakan akar dari terjadinya permasalahan. Hal ini sangat penting untuk menentukan anggota – anggota yang tepat. yang kemudian akan diwawancara oleh 5 – 10 orang berkepentingan di dalam perusahaan untuk menentukan apakah diterima atau tidak. DEFINING GROUP BOUNDARIES AND IDENTITY Untuk membentuk sebuah grup baru dapat berfungsi dengan baik. B. Anggota tersebut akan diberikan pilihan untuk memilih pekerjaan yang sesuai dengannya di dalam perusahaan . Biasanya. hal ini akan berpengaruh pada setiap kejadian yang akan terjadi di masa yang akan datang dan saling berhubungan. yang terpenting adalah dengan menentukan anggota – anggota dari grup itu sendiri. Dengan memahami dan memiliki asumsi yang sama. Oleh sebab itu. Keputusan akhirnya harus disetujui oleh semua yang mewawancarainya. Mereka menentukan anggota – anggota yang sesuai sebagai tim sukses ataupun staff biasa maupun anggota yang kurang mampu yang harus diterima dan mana yang tidak. Setiap konsensus dan kejadian kritis dan penting sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan asumsi dasar yang sama oleh para anggotanya. kriteria pemilihan anggotanya ditentukan oleh pemimpin maupun orang – orang dengan level manajemen yang tinggi dengan kriteria yang ditetapkan. Pada DEC proses penentuan didasarkan pada kemampuan tekhnikal maupun manajerial dari calon anggota. secara otomatis mereka akan menjadi anggota tetap di dalam DEC. Apabila pada tingkat dasar grup tidak dapat melakukan persamaan pemahaman dan asumsi maka akan terjadi banyak permasalahan. Ketika mereka diterima. Tetapi apabila anggota yang kompeten tersebut tidak menghasilkan hasil yang maksimal misal dikarenakan penempatan divisi atau keahlian yang salah.

Sedangkan pada Ciba Geigy. Seperti contoh yang terjadi didalam DEC dan Ciba-Geigi yang memiliki perbedaan dalam mengalokasikan kekuasaan dan status. Hal ini tidak baik bagi anggota karena dia akan sulit untuk menyesuaikan diri dan mengalami kebingungan dengan asumsi – asumsi yang diterimanya dari setiap grup. Di dalam lingkungan yang kompleks individu merupakan milik banyak organisasi. Perubahan lingkungan yang cepat dapat menjadi hambatan bagi anggota karena rotasi yang terjadi menyebabkan kegagalan. Kelompok harus bekerja berkaitan dengan tingkatan social. Pada Dec. sehingga identitas mereka tidak terikat secara eksklusif dengan salah satu organisasi. Setiap anggota yang dipilih bukan hanya sekedar pemilihan siapa anggota yang dipilih maupun tidak. latar belakang pendidikan menjadi kunci penting dalam penerimaan anggotanya. Latar belakang science menjadi kunci utama dalam kriteria yang diajukan oleh Ciba Geigy. karena setiap grup memiliki asumsi yang berbeda-beda. aturan – aturan dan criteria – criteria yang menjelaskan bagaimana anggota memperoleh. dan deskripsi pekerjaan tidak memiliki pengaruh besar daripada karakteristik pribadi. kekuasaan yang dimiliki seseorang berasal dari keberhasilan/kemampuan pribadi dan dukungan network (tim). kekuasaan. menjaga atau kehilangan kekuasaanya.yang sesuai untuknya atau di luar perusahaan. dan otoritas. tetapi lebih menjurus kepada progress ke depannya. DISTRIBUTING POWER AND STATUS Masalah penting dalam sebuah kelompok ialah bagaimana mengalokasikan pengaruh. Karakteristik pribadi seperti kemampuan untuk . Menyangkut tentang benefit yang akan diterima oleh anggota – anggota itu sendiri. Setiap kelompok memiliki cara yang berbeda dalam mendistribusikan kekuasaan dan status dalam kelompok. Perkembangan organisasi menyebabkan tingkat kompleksitas yang meningkat. Jabatan. baik dari segi hambatan maupun masalah yang bertambah. senioritas. C.

kesopanan. namun diarahkan pada ide bukan orang. sebaliknya. kemampuan untuk meyakinkan orang lain dan terbukti dalam menghadapi persoalan yang menekan. pendidikan. Kesimpulannya. mengeluarkan pendapat. . Pemimpin dalam Ciba-Geigi memiliki otoritas tertinggi yang memiliki kekuasaan untuk mengambil keputusan. Dalam Dec. keberhasilan system autoritas (pendistribusian kekuasaan/status) itu dipengaruhi nuansa bahasa-nada bicara (kelemahlembutan bicara. Pada Ciba-Geigi pengalokasian kekuasaan didasarkan pada latar belakang pribadi. Sosiologi menunjukan bahwa tata karma. Ciba-Geigy. dan untuk didengarkan. Dimana dia menganalisis budaya dalam aksi pada rapat tsb yang dihadiri oleh manager dari seluruh dunia. Iklim kerja ditekankan pada kesopanan. senioritas (jabatan). formalitas. dimana pemimpin rapat menghadapi kekecewaan dan kemarahan dari manager karena perubahan struktur organisasi dengan penjelasan yang baik dan bijaksana. setiap orang memiliki hak untuk berpartisipasi. Penulis memiliki pengalaman dalam meneliti rapat yang diadakan oleh British Oil Company tahun 1980s. morals. Namun. bernegosiasi. didalam group dan organisasi. loyalitas. maka harus ada keterlibatan orang lain dalam peng-implementasi-an ide tsb. dan setiap orang memiliki hak dan kewajiban dalam menolak atau menentang ide tsb. karena Dec memiliki diasumsikan bahwa ide-ide bagus bisa datang dari siapa pun. ramah tamah). Dimana ia menemukan bahwa. Kekuasaan dialokasikan untuk orang yang memiliki otoritas yang lebih tinggi (berdasarkan jabatan). norma mmpengaruhi pendistribusian kekuasaan / status. Perbedaan pendapat (agresi) disalurkan dalam rutinitas pekerjaan harian. Seperti contoh dalam rapat British. dan kebijaksanaan tidak pernah hilang dalam kehidupan sosial. memiliki sistem yang sangat formal dalam mengalokasikan kekuasaan. tidak semua orang dianggap cukup pintar dalam meng-evaluasi kualitas ide-nya.