Anda di halaman 1dari 22

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sejarah Perkembangan Pemeliharaan (Maintenance)
Pada generasi I, sebelum perang dunia II pemeliharaan peralatan di
Jepang menggunakan cara pemeliharaan lama (metode klasik) yaitu dengan
menggunakan sistem Breakdown Maintenance (BM). Dimana pemeliharaan
dilakukan setelah timbul kerusakan. Hal ini masih dapat dilakukan dikarenakan
oleh :
1. Mekanisasi industri tidak tinggi, sehingga Down Time bukan masalah.
2. Peralatan sangat sederhana dengan tingkat keandalan tinggi, (karena
rancangan dibuat berlebihan) dan mudah dirawat.
3. Tidak membutuhkan maintenance secara matematis, kecuali pembersihan
dan pelumasan, sehingga skill yang dibutuhkan rendah.
4. Preventive bukan prioritas utama
Generasi II, yaitu pada saat perang dunia II industri-industri di jepang
mulai mengalami kesulitan dengan kerusakan yang dihadapi. Hal ini disebabkan
oleh :
1. Meningkatnya mekanisasi peralatan, akibat dari meningkatnya kebutuhan
2. Sejak tahun 1950-an jenis mesin dan peralatan industri makin banyak dan
kompleks.
3. Down time menjadi perhatian utama, sehingga mulai tercipta konsep
Preventive Maintenance (1960) dan pelaksanaan overhaul dilakukan
secara periodik pada interval yang tetap
4. Peningkatan ongkos pemeliharan terhadap ongkos operasi, sehingga
meningkat pada sistem perencanaan dan penjadualan.

Dengan demikian pemeliharaan hanya akan segera dilakukan setelah
mesin/peralatan mengalami kerusakan, hal ini juga yang menyebabkan para

Universitas Sumatera Utara

insinyur pemeliharaan tidak punya waktu untuk memberikan ide-ide yang baik
bagi pengembangan dasar dalam usaha untuk meminimalkan kerusakan tersebut.
Sehingga pada generasi III yaitu sejak pertengahan tahun 1970-an, dengan
adanya peningkatan proses perubahan di industri jepang maupun dunia yang
memacu adanya sistem pemeliharaan Preventive Maintenance sebagai sistem
pemeliharaan yang tepat dan yang sering digunakan hingga saat ini, dan sejarah
pemeliharaan Breakdown Maintenance telah ditinggalkan.
Pengertian pemeliharaan (Maintenance) menurut JIS adalah semua
pengaturan dan kegiatan yang diperlukan untuk menjaga/memelihara suatu
peralatan pada kondisi siap pakai/siap operasi atau dengan memperbaikinya
sehingga bebas dari kerusakan. Sedangkan tujuan pemeliharaan dapat dibagi atas
beberapa tujuan, yaitu :
a. Berdasarkan pengertiannya, Tujuan pemeliharaan dibagi atas :
1. Tujuan pemeliharaan dalam arti sempit
Tujuannya adalah adalah suatu kegiatan untuk menjaga/memelihara
suatu peralatan/mesin dapat beroperasi dengan keadaan baik dan bebas
dari penurunan mutu baik peralatan/mesin maupun produk yang
dihasilkan.

2. Tujuan pemeliharaan dalam arti luas
Tujuannya adalah semua kegiatan yang dibutuhkan untuk menunjang
kelancaran produksi dan meningkatkan produktivitasnya yaitu dengan
cara :
1. Menyempurnakan peralatan/mesin
2. Menyempurnakan mutu produk
3. Penyerahan dan penyelesaian tepat waktu
4. Meningkatkan efisiensi dan biaya pemeliharaan yang ekonomis
5. Mengurangi kecelakaan dan meningkatkan moral kerja.
b. Tujuan pemeliharaan jika ditinjau dari segi teknis

Universitas Sumatera Utara

dll. Rencana kerja pemeliharaan bulanan. yang meliputi : a. Rencana kerja pemeliharaan untuk jangka waktu 10 tahun. Rencana kerja untuk penyempurnaan (Improvement) c. Rencana kerja pemeliharaan yang dibuat untuk perhitungan biaya/estimasi anggaran untuk satu tahun fiskal c. yang meliputi : a. Rencana kerja pemeliharaan tahunan a. Rencana kerja pemeliharaan berdasarkan kondisi peralatan b. Rencana perbaikan peralatan dari hasil koordinasi seksi operasi dengan seksi pemeliharaan Universitas Sumatera Utara . Rencana kerja yang dikontrakkan. Rencana kerja pembelian material dalam skala besar (Refractory Material). Rencana kerja pemeliharaan pencegahan (Preventive Maintenance) b. 2. Menyempurnakan bagian peralatan dan mesin agar mudah dipelihara dalam kondisi pemeliharaan yang spesifik dan jangka waktu tertentu (Maintainability). Rencana pekerjaan pemeliharaan yang tertunda pada bulan lalu c. 3. Menjaga kemampuan peralatan dan mesin demi melaksanakan fungsinya dalam kedaan dan waktu tertentu (Reability). Rencana pembaharuan (Renewal Plan) dan rekondisi peralatan d. 1.1 Dasar-dasar Perencanaan Pemeliharaan Dasar rencana kerja pemeliharaan merupakan rencana pokok (Master Plan) yang terdiri dari dasar strategis pemeliharaan jangka panjang. yaitu : 1. e. Rencana pembelian material seperti spare part. 2. minyak pelumas. 3.1. 2. Rencana kerja pemeliharaan tahunan yang diambil dari rencana kerja jangka panjang (Time Based) b. Memelihara keberadaan peralatan dan mesin agar siap pakai dalam kurun waktu tertentu (Availability).

2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram berikut : MAINTENANCE PLANNED UNPLANNED MAINTENANCE MAINTENANCE PREVENTIVE EMERGENCY MAINTENANCE MAINTENANCE CORRECTIVE MAINTENANCE SCHEDULED PREDICTIVE MAINTENANCE MAINTENANCE Gambar 2.1. 4. Rencana kerja pemeliharaan berdasarkan kondisi (Condition Based). Rencana kerja pemeliharaan mingguan dan harian. Rencana kerja pemeliharaan dari hasil koordinasi seksi operasi dan seksi pemeliharaan yang dilakukan sebelum memulai pekerjaan.2 Strategi Pemeliharaan (Maintenance Strategy) Pada dasarnya strategi pemeliharaan (Maintenance Strategy) ada dua macam yaitu. dimana perencanaan pemeliharaan (Planned Maintenance) dilakukan secara rutin (Preventive Maintenance) dengan jadual pemeliharaan yang telah ditentukan (Scheduled Maintenance) ataupun (Predictive Maintenance) sedangkan pemeliharaan diluar perencanaan (Unplanned Maintenance) adalah merupakan pemeliharaan darurat yang tidak diinginkan (Emergency Maintenance) yang terjadi diluar dugaan tetapi harus segera diperbaiki kembali (Corrective Maintenance).1 Diagram Maintenance Strategy Universitas Sumatera Utara . sebab hal tersebut sangat berpengaruh dalam proses produksi. b. yang meliputi : a. pemeliharaan yang direncanakan (Planned Maintenance) dan pemeliharaan diluar dari perencanaan (Unplanned Maintenance).

3 Pembagian Sistem Pemeliharaan Sistem pemeliharaan secara garis besar terdiri dari beberapa macam. Keuntungan melakukan pemeriksaan dan perbaikan secara priodik pada mesin-mesin adalah dapat diramalkannya total perbaikan pada seluruh equipment di suatu pabrik oleh para insinyur pemeliharaan. Seksi ini melakukan pemeriksaan rutin pada mesin-mesin dan pada saat terjadinya pembongkaran mesin seperti menyiapkan inspeksi dan membuat rencana perbaikan atau penggantian. Pengurangan kemungkinan kerusakan mesin/peralatan merupakan tujuan yang paling penting dalam dari sistem Preventive Maintenance. sehingga dengan demikian harus segera dilakukan perbaikan sebelum timbul kerusakan yang lebih parah lagi. suku cadang. Pemeliharaan peramalan dengan pengukuran (Conditional Based) Biaya perbaikan ini akan dapat diminimalkan apabila kita telah mengetahui kerusakan secara dini. Seksi pemeliharaan atau inspeksi adalah merupakan bagian dari sistem pemeliharaan rutin. Sistem Pemeliharaan Rutin (Preventive Maintenance) Prinsip kerja dari sistem pemeliharaan rutin (Preventive Maintenance) adalah melakukan pemeliharaan untuk mencegah atau mengurangi laju penurunan mutu mesin/peralatan sebelum mengalami kerusakan yang dilakukan dengan metode : a.2. termasuk pengontrolan biaya dan pengembangan teknis dari peralatan tersebut. Selanjutnya. sehingga dapat dibuat perencanaan pemeliharaan yang maksimal. bahan untuk perbaikan dan faktor lainnya. Bantuan dan laporan dari orang produksi akan sangat membantu bagian pemeliharaan. Universitas Sumatera Utara .1. Tipe pemeriksaan dan pemeliharaan preventif ini dibuat dengan mempertimbangkan ketersediaan tenaga kerja. yaitu: a. Pemeliharaan secara berkala (Time Based ) b. Untuk pendeteksian keadaan yang tidak normal dari mesin/peralatan sedini mungkin dilakukan oleh group inspeksi yang berada di bawah bagian pemeliharaan. kesalahan atau kerusakan dapat diramalkan lebih awal dengan melihat fenomena kenaikan getaran mesin atau dari performa mesin yang menurun.

Jika industri memakai sistem ini maka kerusakan mesin akan berulang berkali-kali dan frekuensi kerusakannya sama setiap tahunnya. sehingga umur mesin akan bertambah panjang hingga perbaikan hanya perlu dilakukan pada saat dilakukannya pembongkaran mesin-mesin berskala besar di pabrik tersebut. Universitas Sumatera Utara . maka beberapa mesin cadangan yang ada akan tidak terpakai. baru pemeliharaan akan dilakukan sesegera mungkin. Sifat lain dari sistem ini adalah data dan file informasi. unit-unit cadanganlah yang dipakai. Data-data dan informasi sehubungan dengan kerusakan dan perbaikan mesin/peralatan akan tersimpan dengan sistematis dan ini merupakan data dasar untuk merumuskan rencana-rencana pemeliharaan selanjutnya dan peningkatan fasilitas yang dilakukan oleh bagian pemeliharaan dan bagian inspeksi. Pada sistem ini untuk pembongkaran tahunan tidak ada karena pada saat dilakukan penyetelan atau perbaikan. Prinsip kerjanya yaitu jika ada mesin/peralatan yang sudah rusak. Industri yang menggunakan sistem ini dianjurkan untuk menyediakan cadangan mesin (stand by machine) bagi mesin-mesin yang vital. Dan hal ini memerlukan tenaga kerja tetap yang sangat banyak dibandingkan dengan sistem lain. dimana data dan file informasi perbaikan mesin/peralatan harus tetap dijaga. b. Data ini merupakan masukan yang sangat akurat untuk bagian pergudangan yang mengurusi suku cadang dan bahan untuk pemeliharaan rutin. maka mesin cadangan boleh dikurangi yang artinya hal tersebut akan dapat mengurangi biaya pemeliharaan. Sistem Pemeliharaan Setelah Rusak (Breakdown Maintenance) Pada awalnya semua industri menggunakan sistem ini. Sistem Breakdown Maintenance ini sudah banyak ditinggalkan oleh industri-industri karena sudah ketinggalan zaman karena tidak sistematik secara keseluruhannya dan banyak mengeluarkan biaya maupun waktu yang terbuang. Bila pemeliharaan rutin dilakukan dengan baik.

Menetapkan umur dari masing-masing mesin dan peralatan untuk menangkal munculnya masalah yang lebih besar lagi. Mencari dimana letak permasalahan dari sistem tersebut. dan lain-lain. 3. proses. memodifikasi rancangan mesin. bagian inspeksi dan pekerja seperti ahli bahan. Sistem Pemeliharaan Ulang (Corrective Maintenance ) Dengan meningkatnya sistem perkembangan bahan sehingga tidak sejalan dengan perkembangan pemeliharaan sistem preventive. Selanjutnya data-data perbaikan dan pemeriksaan rutin akan memungkinkan kita mendeteksi kemungkinan terjadinya kerusakan dan mempersiapan kerja untuk jenis pekerjaan tersebut. tetapi pemakaian bahan-bahan ini harus kita mengerti benar dan disesuaikan dengan Universitas Sumatera Utara . suku cadang mana yang mudah rusak. Meminimalkan frekuensi kerusakan pabrik setiap bulan dapat dilakukan dengan cara menjaga kualitas bahan. Sifat-sifat yang menonjol dari sistem pemeliharaan ulang adalah efisien dan erat hubungan diantara bagian perencana. kimia dan lain-lain.c. Bagian inspeksi dan perencanaan bekerja sama dengan bagian produksi dan pekerja lapangan akan menginformasikan kondisi masing-masing mesin dengan cara sebagai berikut : 1. Adakah cara lain untuk mencegah kerusakan tersebut. 4. Bagaimana perencanaan aslinya dan apakah kinerja berubah setelah masa pemeliharaan yang lama. Disinilah masalah yang muncul di lapangan dapat diatasi berkat adanya kerjasama dari seluruh bagian-bagian yang ada di pabrik. Dari informasi ini kita dapat menentukan prioritas unit mana yang harus segera di perbaiki. Setelah beberapa tahun pemeliharaan rutin dilaksanakan di pabrik dan dari data-data inspeksi yang dilakukan maka dapat diperoleh umur dan biaya pemeliharaan dari masing-masing mesin/peralatan. insinyur mesin. Untuk mengatasi hal tersebut maka dianjurkan untuk melakukan sistem pemeliharaan ulang (Corrective Maintenance). 2. Informasi dari penyediaan barang (Supplier) mengenai barang- barang/bahan yang terbaru akan sangat membantu perencanaan selanjutnya. Ini akan menghasilkan prosedur perbaikan yang tepat dan dapat meminimalkan waktu yang di pakai untuk pekerjaan tersebut.

Hal ini dilakukan dengan mempelajari/mengembangkan teknologi yang terbaru. Sistem Pemeliharaan Produktif (Produktif Maintenance ) Sistem pemeliharaan yang baik adalah berbeda untuk masing-masing pabrik. Universitas Sumatera Utara . dengan cara pendekatan inspeksi dan pekerjaan perbaikan pada waktu diadakannya pembongkaran mesin tahunan atau pemeliharaan yang lain-lain. dan dengan mengurangi biaya pemeliharaan tahunan. Hal ini disebabkan masing-masing pabrik berbeda pemakaian bahan dan energinya begitu juga dengan hasil produksinya. berkurangnya kerusakan. tetapi juga bertugas untuk memaksimumkan keuntungan pabrik dengan mengurangi jumlah kerusakan mesin/peralatan dan juga mengurangi biaya pemeliharaan. tenaga kerja tambahan dan penanaman modal diperlukan. Konsep pembiayaan pada pengembangan bahan untuk suku cadang mesin/peralatan tertentu sangatlah penting dan orang yang ahli bahan harus bekerja sama dengan bagian pemeliharaan. Awalnya pada pemeliharaan ulang. d. penurunan biaya perbaikan. ini adalah konsep pemeliharaan produktif. dan bertambah panjangnya umur fasilitas-fasilitas tersebut. Pengurangan kerusakan yang tidak diinginkan merupakan elemen yang penting bagi semua sistem pemeliharaan. Dengan demikian kondisi masing-masing mesin/peralatan sudah sangat terjamin. Pengurangan ini dapat diperoleh dengan kerja sama yang baik diantara bagian perencana dengan bagian inspeksi. Tugas dari seorang insinyur bagian pemeliharaan tidak hanya sebatas memelihara mesin dan peralatan yang ada saja. Optimasi perencanaan biaya pemeliharaan untuk pekerjaan lapangan pada saat pembongkaran mesin dan pekerjaan pemeliharaan harian dapat dievaluasi langsung melalui sifat-sifat dari mesin. tetapi modal tersebut akan kembali dalam waktu yang singkat dengan dinaikkannya pelayanan.keperluan pabrik. Sistem pemeliharaan ini dimulai dengan mengoptimumkan sistem pemeliharaan itu sendiri berkait dengan beberapa kondisi yang dialami pabrik tersebut. Tujuan dari pemeliharaan ini adalah untuk merencanakan pemeliharaan dari masing-masing fasilitas yang ada sesuai dengan umur masa pakainya.

2. 5. Bagian pemeriksaan dan pengawasan c. Mendaftarkan dan mengklassifikasikan semua permintaan-permintaan kerja yang diterima. Mengecek dan menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan. 2. dan penempatan pekerja pada lokasi yang sesuai. hingga mesin/peralatan cadangan dapat ditiadakan. Menyiapkan dan membuat perintah-perintah kerja. 4.Keperluan memasang mesin cadangan/peralatan ditentukan oleh hasil dari konsep pemeliharaan produktif. mesin-mesin/peralatan yang besar dan mahal diharapkan dapat berjalan secara rutin pada masa-masa pemeliharaan tersebut. 8. Bagian pengawasan bahan d. Menerima dan mengumpul semua permintaan-permintaan kerja. 2 Tugas-tugas Bagian Pemeliharaan Adapun tugas-tugas dasar dari seksi pemeliharaan dibagi atas beberapa bagian yaitu sebagai berikut : a. Biaya tambahan untuk unit-unit cadangan dapat dilakukan dengan membandingkan biaya investasi dengan uang yang kembali bila kiat memakai sistem pemeliharaan rutin untuk seluruh mesin yang ada dalam pabrik tersebut. Menyiapkan permintaan-permintaan kerja pemeliharaan tersebut. Menyetujui semua permintaan-permintaan kerja diatas dan juga permintaan kerja harian. Memonitor semua kegiatan-kegiatan pemeliharaan dan juga kemajuan Universitas Sumatera Utara . Mempelajari dan membuat pembagian kerja. 3. 7. 6. Bagian Perencanaan dan Penugasan Tugas-tugas bagian perencana dan penugasan adalah : 1. Bagian perencanaan dan penugasan b. Bagian pekerjaan bengkel. Bagian pekerjaan lapangan e. a. Secara umum.

b) Menyiapkan. dan pelumas yang dipakai pada pekerjaan- pekerjaan pemeliharaan. nya. b. 16. Melaporkan pada bahagian gudang perubahan pemakaian suku cadang. bahan habis pakai. laksanakan pekerjaan. 14. 17. dan permintaan pembongkaran mesin di bengkel. menjaga dan mempertimbangkan kembali program- program pembongkaran mesin periodik atau regular. dan mengatur rencana untuk perbaikan. 9. atau periodik yaitu : a) Menyiapkan. Menyiapkan. c) Menerima permintaan pemeriksaan dari bahagian produksi dan dari bahagian-bahagian lain yang terkait. Menyiapkan dan menyetujui laporan-laporan. Pemeriksaan atau bahan khusus dari bahagian teknikal atau perencanaan sangat diharapkan. Menerima dan menyimpan catatan jam kerja yang sebenarnya dan juga catatan equipment yang ada di pabrik termasuk bahan-bahan yang dipakai. 12. Siapkan. menjaga. Mengusulkan perbaikan atau modifikasi dari equipment dan fasilitas nya kepada orang-orang teknik. Menganalisa kinerja pemeliharaan keseluruhan. Mengecek laporan dari pekerjaan yang sudah selesai 10. melaksanakan pemeriksaan. Menjaga kestabilan dan mengkoordinasi biaya pemeliharaan tahunan. Untuk pembongkaran mesin yang regular (umum). 11. pemeliharaan atau pembongkaran secara besar-besaran. 15. Bagian Pemeriksaan dan Pengawasan Tugas-tugas pada bagian pemeriksaan dan pengawasan dibedakan atas : (1). 13.pekerjaan pemeriksaan dan laporkan pemerikasaan itu Universitas Sumatera Utara . Menerima dan menyimpan laporan status bahan dan permintaan pembelian bahan dari bahagian gudang.

perbaikan mesin dan pembongkaran tahunan. f) Membuat tatacara atau aturan pelaksanaan pekerjaan dalam keadaan darurat dan pembahagian kerjanya. j) Menganalisa dan menyarankan tatacara pemeliharaan yang sesuai berdasarkan catatan data-data dari mesin-mesin tersebut. e) Membuat saran yang diperlukan kepada bahagian perencanaan dan bengkel sehubungan dengan tatacara perbaikan equipment yang ada di pabrik termasuk bahan-bahan yang dipakai. l) Mempelajari dan mengusulkan perbaikan atau modifikasi peralatan pabrik dan fasilitas-fasilitas nya. kepada bahagian yang memerlukan nya d) Menyiapkan. Untuk pemeriksaan yang khusus Universitas Sumatera Utara . g) Membuat aturan pemeriksaan equipment dalam keadaan darurat. juga menyiapkan laporan akhir pemeriksaan dan masing-masing pekerjaan pemeliharaan tersebut. (2). n) Menganalisa semua hasil-hasil pemeriksaan dan membuat laporan- laporan inspeksi dan saran-saran. m) Mempelajari dan membuat rencana pemeriksaan tahunan dan menjaga biaya pemeriksaan tahunan agar tetap stabil untuk pemeliharaan yang regular. agar lebih baik sesuai dengan yang diperlukan oleh bahagian teknik. h) Menyiapkan laporan pemeriksaan i) Menyimpan catatan kerusakan-kerusakan mesin untuk semua equipment dalam pabrik dan mencatat item-item pemeliharaan yang besar-besar dari equipment dan sistim pepipaan. k) Meminta dan menerima bahan-bahan yang dipakai pada sewaktu pemeriksaan dilakukan dan juga bahan habis pakai. melaksanakan langkah-langkah awal dari masing- masing pekerjaan pemeliharaen dan perbaikan.

Bagian Pengawasan Bahan Tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh bagian pengawasan bahan adalah : a) Mempelajari. dan melaksanakan tatacara pengawasan bahan dari suku cadang. b) Menerima permintaan pekerjaan khusus. bengkel dan lain- lain. i) Menjaga dan meningkatkan kemampuan teknik dari para pekerja. dan lainnya. pelumas yang diperlukan Universitas Sumatera Utara . pemeriksaan. bahagian pemeriksaan. Pemeriksaan yang khusus artinya seperti pemeriksaan-pemeriksaan tanpa merusak (NDT). g) Merencanakan dan membuat rencana pemeriksaan tahunan dan menjaga agar biaya pemeriksaan tahunan tetap stabil. c) Mempelajari dan menyiapkan saran-saran untuk pemeriksaan khusus kebahagian perencanaan. pemeriksaan bahan. menjaga dan memikirkan kembali rencana-rencana pemeriksaan khusus dan tatacaranya. c. e) Merencanakan dan membuat tatacara pemeriksaan khusus untuk equipment pabrik dan fasilitas nya. analisa getaran. h) Menganalisa semua hasil-hasil pemeriksaan khusus. bahagian produksi dan bahagian-bahagian lain yang berhubungan. Merencanakan. adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan khusus adalah : a) Menyiapkan. j) Menerima permintaan suku cadang termasuk yang baru dan yang lama. f) Meminta dan menerima bahan-bahan dan bahan habis pakai. bahan habis pakai. melaksanakan pekerjaan- pekerjaan tersebut dan melaporkan hasilnya kebahagian perencanaan. d) Mempelajari dan menyiapkan tatacara pemeriksaan khusus dalam keadaan darurat.

beberapa permintaan bahan mungkin dapat disetujui oleh bahagian lapangan atau bahagian bengkel. pabrikasi dan juga modifikasi. pada pemeliharaan ditinjau dari metode statistik untuk semua pemakaian bahan. d) Menerima dari bahagian gudang perintah pembelian suku cadang. Bagian Pekerjaan Lapangan Yang dimaksud dengan pekerjaan lapangan ialah seperti pembersihan. bahan habis pakai. g) Menyimpan spesifikasi teknik dan informasi-informasi pasar yang tentang bahan-bahan yang terbaru. Juga meninjau kembali jumlah dari pemesanan bahan. suku cadang. pelumas dan lain-lain. pembangkaran mesin. h) Meninjau dan mempertimbangkan kembali agar simpanan suku cadang. atau pergantian suku cadang. bahan habis pakai dan pelumas. Mensyahkan permintaan pembelian bahan dan juga spesifikasi bahan tersebut. f) Memberi nasihat pada bahagian bengkel yang mengerjakan perbaikan suku cadang. penyetelan. bahan habis pakai dan pelumas. dan permintaan pembelian bahan untuk suku cadang yang baru. c) Menerima dan mempelajari kembali catatan-catatan permintaan harian dan bulanan dari bahagian pergudangan. b) Menerima dan memeriksa semua permintaan-permintaan bahan untuk pemeliharaan dan pekerjaan-pekerjaan perbaikan dari bahagian perencanaan dan pemeriksaan. pekerjaan modifikasi di lapangan dan sebagainya. i) Meninjau dan merubah spesifikasi bahan. adapun tugas-tugas lainnya yang harus dikerjakan oleh pekerja lapangan adalah : Universitas Sumatera Utara . pelumas dan bahan-bahan lain nya. bahan habis pakai. perbaikan. dan pelumas seminimum mungkin tersedia di gudang. e) Mempelajari dan menyiapkan spesifikasi bahan. d. bahan habis pakai.

bahan habis pakai. e. bahan habis pakai untuk setiap pekerjaan. perintah kerja dan pembagian kerja dari bahagian pemeriksaan dan perencanaan. pembongkaran mesin dan pekerjaan-pekerjaan pabrikasi. dan bahan-bahan lain yang diperlukan dari bahagian gudang. c) Mengatur dan mengkoordinasikan semua pekerjaan yang diterima dari bahagian perencanaan dan pemeriksaan. ijin bekerja di mesin- mesin yang berbahaya. pelumas dan juga bahan lain yang diperlukan. e) Menyiapkan dan meminta ijin masuk ke pabrik. d) Mengalokasikan para pekerja pada masing-masing pekerjaan. f) Menerima semua ijin-ijin tersebut dari bahagian produksi. j) Meminta pemeriksaan yang sudah selesai disyahkan oleh bahagian pemeriksaan. permintaan bahan. bahan habis pakai. Bagian Pekerjaan Bengkel Pekerjaan bengkel meliputi penyetelan. dan ijin keselamatan kerja dari bahagian produksi. m) Menjumlahkan dan menyimpan semua jam kerja dan membuat jam kerja yang sebenarnya dalam sebulan dari masing-masing pekerjaan. k) Untuk pekerjaan yang besar dan rumit yang melibatkan pekerjaan bengkel. bahan-bahan lain. perbaikan. seperti suku cadang. atau instrumentasi. bahan habis pakai. h) Membuat permintaan bahan tambahan untuk suku cadang. a) Menerima permintaan kerja. peralalan dan fasilitas- fasilitas kelapangan. b) Mempelajari dan menyiapkan tatacara pekerjaan secara detail dan perintah-perintah kerja yang diperlukan. listrik. g) Menerima semua suku cadang. i) Menyiapkan dan mengantarkan semua yang diperlukan. selain itu juga bertugas untuk : Universitas Sumatera Utara . yang memimpin pekerjaan ini haruslah orang yang bahagian nya paling banyak jenis pekerjaan nya. l) Menghitung dan menjumlahkan total jam kerja.

mengklasifikasikan dan membuat laporan jumlah jam kerja yang sebenarnya dalam sebulan untuk semua pekerjaan. pelumas dan bahan- bahan lain yang diperlukan dari bahagian gudang. k) Mempelajari dan meningkatkan catatan-catatan pekerjaan harian tersebut. bagian produksi. 2. g) Mempelajari dan menyiapkan permintaan-permintaan bahan tambahan seperti suku cadang. d) Merencanakan dan membagi tugas untuk pekerjaan-pekerjaan seperti pembongkaran mesin. kenderaan dan fasilitas-fasilitas lain nya. f) Menerima semua suku cadang. i) Menghitung dan menjumlahkan jam kerja total dan biaya bahan habis pakai untuk masing-masing pekerjaan. j) Menjumlahkan. h) Menyiapkan laporan perbaikan dan melaporkan ke bahagian yang bertanggung jawab. mengatur dan mengkoordinasi semua pekerjaan-pekerjaan yang ada dibengkel sesuai dengan permintaan kerja. teknikal. bahan habis pakai. bahan habis pakai. pembelian dan keuangan. penyimpanan bahan/material (gudang). pembagian tugas pada equipment. 3 Bahagian-bahagian yang berhubungan dengan pemeliharaan Adapun bahagian-bahagian yang berhubungan dalam pemeliharaan diantaranya adalah. e) Merencana dan membagi tugas untuk pekerjaan-pekerjaan dalam keadaan darurat. fasilitas kantor. bahan habis pakai. sistem perpipaan. c) Membagi. dan mengawasi program pemeliharaan didalam bengkel dan menjaga peralatan-peralatan termasuk suku cadang. permintaan bahan. keselamatan kerja. pemeliharaan dan pembongkaran pabrik tahunan. perintah kerja. Tanggung jawab dari masing- Universitas Sumatera Utara . pelumas dan bahan-bahan lainnya bila diperlukan. melakukan. a) Merencanakan. b) Menerima permintaan kerja.

Melaksanakan semua persiapan yang diperlukan untuk merawat seperti mengisolasi. 6.masing bahagian adalah sebagai berikut : a. 3. Memastikan semua persiapan untuk kerja pemeliharaan semua baik dan memberi ijin masuk pabrik. Menentukan dan meminta pekerjaan pemeliharaan dengan berkonsultasi pada bahagian-bahagian lain yang terkait. 5. biaya dari pemeliharaan. Mempelajari hal-hal yang dapat meningkatkan efisiensi operasi pabrik dan dapat menurunkan waktu. Menanda tangani dan mensyahkan laporan pekerjaan yang sudah selesai tersebut. dan keselamatan kerja untuk kerja-kerja pemeliharaan. Mempelajari dan menyiapkan modifikasi pabrik melalui penyelidikan seperti yang disebutkan pada item dan dengan mengadakan diskusi- Universitas Sumatera Utara . 4. Mengawasi kondisi operasi pabrik. juga melakukan analisa keselamatan kerja. Menerima laporan pekerjaan yang sudah selesai dan melakukan pengetesan ulang. 8. 7. Produksi 1. dan biaya-biaya pemeliharaan dari bagian perencanaan pemeliharaan. mencuci equipment dan pipa-pipa. Teknikal 1. ijin masuk kedaerah berbahaya. Mensyahkan permintaan-permintaan pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan dan pekerjaan pengawasan. pekerjaan modifikasi. 3. Memintakan pada bagian keselamatan kerja orang yang ahli pada menyiapkan pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan yang diperlukan. Menerima informasi-informasi secara periodik. 2. 2. Meneliti dan membantu para pekerja saat mereka melakukan pekerjaan lapangan. b.

Universitas Sumatera Utara . fasilitas. bahan-bahan ini termasuk untuk keselamatan kerja. c. pemeliharaan. 2. 5. peralatan keselamatan kerja dan bahan-bahan yang baru. keperluan-keperluan lain. mempelajari dan membuat saran untuk meningkatkan peralatan. menyimpan dan mensyahkan bahan-bahan yang ada. diskusi diantara bagian-bagian yang terkait. 2. jika pckcrjaan tersebut berbahaya. Menjaga keselamatan kerja pada saat berada dipabrik khususnya pada daerah-daerah yang berbahaya dan mudah terbakar. pelumas. Keselamatan Kerja. dan pembelian dan semua bahan-bahan. d. Menerima. suku cadang. Penyimpanan bahan/material (gudang) 1. bahan kimia. 1. dan patuhi larangan- larangan yang ada dan pastikan bekerja secara aman. bahan mentah dan lain-lain. dan melaporkan kebahagian pembelian dan gudang. Meminta alat pemadam kebakaran tambahan untuk bagian pendukung jika diperlukan. bahan habis pakai. 3. Bahan-bahan yang diperlukan untuk operasi disimpan didalam gudang. sebelum pekerjaan dimulai. Mempelajari dan meneliti stock minimum. melaporkan ke bahagian pengawasan bahan atau bagian pembelian. 4. Menyelidiki dan menjaga informasi-informasi terakhir dari teknologi produksi dan pemeliharaan. Menghadiri atau Mengunjungi pekerjaan-pckerjaan pemeliharaan atau pemeriksaan. 3. 5. Menyimpan data-data teknik dari semua mesin-mesin pabrik dengan baik. Menyiapkan dan memberi peringatan-peringatan keselamatan pada masing-masing equipment termasuk untuk kerja pemeriksaan. administrasi. 4.

Memeriksa lama waktu pengiriman barang. Menyelidiki dan mencari informasi-informasi pasar yang terbaru mengenai harga-harga equipment . 5. Menerima semua permintaan bahan dan kontrak untuk pembelian. e. Menyimpan catatan atau buku gudang. Memilih suplier dan menentukan biaya pembelian dengan melibatkan bagian-bagian lain yang terkait. Menerima semua permintaan-permintaan bahan dari pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan. mencatat dan membagikan biaya-biaya pemeliharaan kepada bagian-bagian lain yang terkait. 3. 4. Pembelian 1. 4. 4. 6. 1. 8. 5. Mencatat dan mengklasifikasikan item (1) dan (2) diatas untuk masing- masing equipment . Universitas Sumatera Utara . 9. dan pelaksana kerja (kontraktor). 3. 5. 6. Keuangan. bahan. f. 2. Mensyahkan tagihan pembayaran kebagian keuangan. Menerima dan mengevaluasi penawaran dari luar dengan berkonsultasi pada bagian-bagian lain yang terkait. 2. Menerima laporan jumlah jam kerja pemeliharaan dalam sebulan. Menerima permintaan pembelian dan melaporkan bukti pembayaran kepada bagian keuangan dan bagian lain yang berurusan dengan pembayaran. Menerima. Menyiapkan dan mensyahkan dokumen-dokumen tender. 7. Laporkan hasil bulanan item (c) dan (d) ke bagian-bagian yang terkait. Memeriksa semua bahan-bahan yang ada di gudang secara periodik. Mensyahkan permintaan pembelian. Mensyahkan laporan pembelian pada bagian-bagian yang terkait termasuk bagian keuangan.

2. Manpower. 2. Manhour. Material dan Consumable.4. Equipment. Tool. 3.4. penurunan kerusakan akan mengakibatkan naiknya eksistensi pabrik dan makin berkurangnya pembiayaan untuk perbaikan. gambar- gambar. Sebab dengan melakukan pekerjaan pemeliharaan tersebut sebuah perusahaan akan dapat memperoleh keuntungan- keuntungan sebagai berikut : 1. Secara otomatis.4 Instruksi-instruksi Umum Dalam Pemeliharaan Instruksi-instruksi umum dalam pemeliharaan sebuah pabrik dapat dilihat dari segi pentingnya pekerjaan pemeliharaan.2. pemeliharaan mesin yang beroperasi secara terus menerus (continue). Dapat ditentukannya pemeliharaan rutin terhadap item-item dari bagian mesin/peralatan yang benar-benar penting yang dapat berakibat fatal untuk keseluruhan pabrik tersebut. Memperpanjang umur pabrik dan dapat meramalkan kerusakan- kerusakan yang akan terjadi. Meminimalkan frekuensi kerusakan dan pengeluaran biaya untuk perbaikan termasuk upah. mingguan. pemeliharaan langsung dan tidak langsung. Diperoleh data dan pengumpulan informasi dari hasil pekerjaan pemeliharaan pabrik secara harian. dan informasi teknik lainnya juga merupakan data mentah yang penting.2 Pemeliharaan Mesin yang Beroperasi Terus Menerus Produksi yang tinggi dari sebuah pabrik yang beroperasi secara kontinu dan pada kapasitas penuh akan menghasilkan keuntungan tidak saja untuk pabrik Universitas Sumatera Utara . 2. 4.1 Pentingnya Pekerjaan Pemeliharaan Pentingnya pekerjaan pemeliharaan bagi sebuah perusahaan di zaman sekarang ini adalah sangat mutlak. bulanan maupun tahunan yang merupakan dasar informasi atau pertimbangan untuk sistem pemeliharaan kemasa depan yang lebih baik. Informasi tersebut dapat berupa data teknik. Penaksiran biaya-biaya dan waktu pemeliharaan yang seefektif mungkin.

tetapi tidak langsung mempengaruhi operasi itu sendiri. Pemeliharaan skala kecil. Pemeliharaan rutin seperti perbaikan dan penyetelan yang kecil-kecil. Penambahan-penambahan kecil seperti pemasangan peralatan untuk mesin-mesin cadangan. mengatur tataletak equipment . 2. 3. Menjaga kesinambungan operasi dan pemeliharaan. pekerjaan servis yang terjadwal maupun tidak. 3. Mengefisienkan operasi dan pemeliharaan 2. yaitu : 1. Untuk mendapatkan operasi pabrik yang paling ekonomis maka faktor- faktor berikut ini penting untuk diperhatikan.3 Pemeliharaan Langsung dan Tidak Langsung Pemeliharaan langsung adalah pekerjaan yang berhubungan dengan pemeliharaan dan perbaikan dari equipment produksi. menukar equipment . dalam keadaan terjadwal maupun tidak 3. Perbaikan berskala besar dari sebuah equipment yang penting. Memastikan kapasitas operasi pabrik sesuai dengan perencanaannya dan juga pemeliharaannya. 1. organisasi dari pemeliharaan pabrik dapat membuat Universitas Sumatera Utara .itu sendiri tetapi juga keuntungan bagi pabrik-pabrik lainnya yang Saling berhubungan (saling membutuhkan). Pembongkaran berskala besar dari equipment dan unit-unit produksi. pemeriksaan. Peremajaan dari equipment produksi seperti mengecat dan mengisolasi. dan memindahkan equipment . Dalam definisi ini termasuk item-item sebagai berikut : 1.4. Dengan defenisi ini. 2. Memperbaharui fasilitas-fasilitas. 2. Pemeliharaan tidak langsung dapat didefenisikan sebagai pekerjaan Pemeliharaan/pemeliharaan yang berhubungan dengan equipment produksi.

4. Memakai data standart yang berasal dari perusahaan-perusahaan atau dari jurnal-jurnal ilmiah.5 Manhour Manhour adalah waktu yang diperlukan untuk mengerjakan suatu pekerjaan dan biasanya dalam satu jam. maka ada dua metode yang bisa digunakan. dan mengkontrol beban pekerjaan pemeliharaan disesuaikan dengan keperluan pabrik dan ketersediaan tenaga kerja yang ada. Hubungan antara banyaknya Manpower dengan jumlah waktu operasi personal dan kaitan antara pegawai-pegawai pemeliharaan yang bisa diperoleh merupakan kajian yang sangat penting. 2. 2. Universitas Sumatera Utara . yaitu : 1.katalog.4. Waktu untuk pekerjaan khusus 2. memonitor. mengevaluasi. Tiap-tiap tenaga kerja untuk bisa menyelesaikan satu objek pekerjaan tidaklah sama kecekatan hasil pekerjaannya. Hal ini sangat penting untuk diketahui agar pekerjaan lebih efektif. Dalam memperhitungkan waktu yang diperlukan untuk suatu pekerjaan sangat bergantung pada pengalaman yang ada. Pada prinsipnya sedikit tenaga kerja (Manpower) dengan kapasitas dan kualitas kerja yang memuaskan adalah tujuan dari pemeliharaan yang maksimal.4 Manpower Manpower adalah jumlah tenaga kerja/pekerja yang diperlukan untuk suatu pekerjaan. Dengan demikian dapat diperoleh rata-rata waktu yang diperlukan pekerja (dengan kualifikasi pendidikan dan pengalaman yang sama) untuk tiap satuan hasil kerja. Hal tersebut diatas sangat penting untuk diperhitungkan guna memperhitungkan stadart biaya harian pekerja yang lebih efisien. Karena pengalaman memerlukan waktu yang lama. Sehingga bila perbedaan-perbedaan itu dikaji maka akan diperoleh gambaran tentang waktu penyelesaian persatuan unit kerja pemeliharaan mesin untuk personal yang berbeda-beda. Setiap pabrik akan mempunyai persoalan sendiri-sendiri dan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Untuk mengontrol (mengoptimalkan dan meningkatkan daya guna kerjanya) maka bagian perencana juga melakukan pengawasan yang dapat mencakup setiap pekerjaan pemeliharaan. martil. Material adalah bahan- bahan yang tidak habis pakai. Universitas Sumatera Utara . dan lain-lain.obeng. seperti : packing. Tool adalah peralatan kerja. Tenaga kerja pemeliharaan pada umumnya tersedia untuk pekerjaan- pekerjaan yang sudah terjadual selama seminggu. 2. bantalan . seperti : crane. Material dan Consumable Equipment adalah peralatan-peralatan yang besar yang digunakan untuk pekerjaan pemeliharaan. Tool. seperti : minyak gemuk.4. Indikator yang biasa ditemukan adalah persentase jam kerja yang terjadual. dapat langsung dipergunakan. Masing-masing peralatan biasanya disimpan atau ditempatkan pada tempat-tempat yang strategis terhadap lokasi pekerjaan pemeliharaan. Sehingga tidak memakan waktu yang lama untuk mengambil atau mencari peralatan tersebut.6 Equipment. guna menjaga pekerjaan dapat berjalan dengan kondusif. Setiap pemakaian peralatan tersebut harus memiliki laporan baik secara lisan maupun tulisan. dan lain-lain. Consumable adalah bahan-bahan yang habis pakai. mobil derek. seperti : tang. sabun. dan lain-lain. agar pada saat peralatan tersebut diperlukan dengan cepat. oli. Seorang perencana harus mengetahui dan mencatat jumlah Manpower yang ada (yang dibutuhkan) dan Manhour yang diperlukan untuk suatu pekerjaan pemeliharaan. dan lain-lain.