Anda di halaman 1dari 25

PENCARIAN ZAT

ANTIMIKROBA BARU

LOGO
SUMBER ZAT ANTIMIKROBA
1. Mikroorganisme yang diisolasi dari tanah, air
atau udara, contoh : Streptomyces yang
memproduksi streptomisin dan tetrasiklin.
2. Bakteriofaga
3. Metabolit sekunder dari tumbuhan atau hewan
yang berkhasiat sebagai zat antimikroba
4. Semisintesis : molekul prekursor diproduksi
melalui fermentasi mikroorganisme, lalu
dimodifikasi secara kimia, contoh : penisilin dan
sefalosporin
5. Sintesis, contoh : kloramfenikol
INFORMASI SUMBER ZAT
ANTIMIKROBA
Penggunaan secara empiris oleh
masyarakat
Buku/pustaka pengobatan tradisional
Media massa : cetak dan elektronik
Penelitian lanjutan yang disarankan
TAHAP PENCARIAN ZAT ANTIMIKROBA
BARU

SELEKSI ANTIMIKROBA

PEMISAHAN ANTIMIKROBA

PEMURNIAN ANTIMIKROBA
Seleksi Zat Antimikroba dari Tanah/Air/Udara
SELEKSI ZAT ANTIMIKROBA DARI TANAH

encerkan inokulasi inkubasi


dekantasi 4x24 jam

Supernatan Koloni bakteri


suspensi tanah supernatan Media agar
encer dicungkil
+ NaCl fis

Uji aktivitas
antibakteri
inkubasi isolasi inkubasi
inokulasi

Zona hambat Media+bakteri


Suspensi Media cair uji
bakteri
(Biakan murni)
Kultur Non
Patogen
SELEKSI ZAT ANTIMIKROBA DARI TANAH

Sampel tanah disuspensikan dalam NaCl fis


steril  didekantasi  ambil supernatannya.

Supernatan diencerkan  diinokulasi pada


medium padat  inkubasi 4 x 24 jam pada
suhu ttt spy memproduksi zat antimikroba 
tumbuh berbagai koloni

Dengan alat perforator, koloni & medium


sekitarnya dicungkil  dipindahkan ke medium
+ mikroba uji  inkubasi  amati koloni2 mana
yang menghasilkan zone inhibisi  tanam
sebagai biakan murni
SELEKSI ZAT ANTIMIKROBA DARI TANAH
Ambil
sampel pd
interval
waktu ttt,
lalu
disentrifuga
inokulasi si Uji aktivitas

Saring dgn
bakteri filter
Media uji
Suspensi bakteri supernatan
Fermentasi
(Biakan murni) positif inkubasi
dlm media
cair

Zona hambat
terbesar
selama waktu
fermentasi
tertentu
PEMISAHAN ZAT ANTIMIKROBA DARI TANAH

Biakan murni difermentasi dalam medium cair


(fermentasi) tiap interval waktu ttt disampling
Sampel-sampel disentrifugasi, lalu
supernatannya disaring dengan filter bakteri
Tiap supernatan diuji aktivitas antimikrobanya
untuk menentukan supernatan mana yang
menghasilkan zona hambat terbesar  waktu
panen zat antimikroba
PEMISAHAN ZAT ANTIMIKROBA DARI TANAH

Uji aktivitas
inokulasi disentrifugasi

Saring dgn
bakteri filter
Media uji
Suspensi bakteri supernatan
Fermentasi
(Biakan murni) inkubasi
dlm media
cair sampai
waktu
ekstraksi
panen

Ekstrak pekat ekstrak


evaporasi
Zona hambat
terbesar
SELEKSI ZAT ANTIMIKROBA DARI TANAH

Biakan murni difermentasi dalam volume


medium cair yang lebih banyak sampai titik
maks fermentasi  disentrifugasi
Supernatan diekstraksi dengan berbagai pelarut
organik dalam corong pisah
Berbagai ekstrak diuji aktivitas antimikrobanya
kembali
Setelah diperoleh pelarut yang cocok,
supernatan diekstraksi dengan pelarut tersebut
 dipekatkan dengan rotary evaporator/freeze
drying
Tumbuh-tumbuhan

Dan lain-lain….
SELEKSI ZAT ANTIMIROBA DARI TUMBUHAN

Tumbuhan dideterminasi, bagian tumbuhan


diambil dan dibuat simplisia
Simplisia dihaluskan dan diayak sampai derajat
kehalusan tertentu  diekstraksi dengan pelarut
organik
Ekstrak dipekatkan dengan rotary
evaporator/freeze drying
Skrining fitokimia dilakukan terhadap
ekstrakkental untuk mengetahui golongan
senyawa yang terkandung di dalam ekstrak.
Ekstrak kental (konsentrasi 50%) diuji
aktivitasnya terhadap mikroba tertentu
PEMURNIAN ZAT ANTIMIKROBA

KLT KLT Fraksi dgn Rf


Ekstrak pekat fraksi2 sama digabung
K. kolom

evaporasi

Fraksi pekat

Uji aktivitas
Larutan2 dari kaca+penampak KLT preparatif
pita bercak -> kerok pita Fraksi prospektif
pelarut organik
Uji aktivitas,
evaporasi
KLT 2 dimensi Uji aktivitas
konsentrat Zat murni Kristal
KLT prep 2 murni
kristalisasi
dimensi
Uji kemurnian kristal
Penentuan struktur
PEMURNIAN ZAT ANTIMIROBA
Ekstrak kental ditutulkan pada KLT  dipisahkan
menggunakan berbagai pengembang 
disemprot penampak noda  diperoleh
pengembang yang dapat memisahkan berbagai
noda pada ekstrak sbg pengelusi pada
kromatografi kolom
Ekstrakkental dikromatografi kolom  tiap fraksi
ditampung  KLT kembali  fraksi2 dengan Rf
sama digabungkan, dipekatkan dan diuji aktivitas
antimikrobanya
Fraksi dengan aktivitas antimikroba terbaik di
KLT preparatif
PEMURNIAN ZAT ANTIMIROBA

Tutup sebagian KLT dengan kaca, lalu bagian


yg tampak disemprot dengan penampak noda 
pita-pita yang tertutup kaca dikerok &
dimasukkan dalam vial  tambah pelarut
organik yang mengendapkan silika gel
Tiap larutan dari masing2 pita diuji aktivitas
antimikrobanya  yang terbaik dipekatkan
Konsentrat di KLT 2 dimensi untuk mengetahui
kemurniannya  jika belum murni (terbentuk
ekor), dimurnikan dengan KLT preparatif 2
dimensi
PEMURNIAN ZAT ANTIMIROBA

Hasil pemurnian diuji aktivitas antimikrobanya 


dipekatkan untuk memperoleh kristal
Kemurnian kristal diuji melalui penentuan TL
(titik lelehnya)  jika rentang TL lebar, dilakukan
rekristalisasi
Kristal antimikroba di KLT bersama dengan zat-
zat antimiroba pembanding  dilihat kesamaan
Rf nya
Jika tidak ada yang sama, dilakukan elusidasi
struktur
UJI AKTIVITAS ANTIMIROBA
 Uji aktivitas antimikroba dapat dilakukan dengan 2 cara,
yaitu melalui metode turbidimetri dan metode difusi agar
 caranya sama dengan penentuan potensi antibiotika,
tetapi hanya 1 dosis, umumnya 50%.

Perbedaannya :
 uji aktivitas bersifat kualitatif, hanya menentukan
ada/tidaknya aktivitas atau mencari aktivitas antimikroba
terbaik dari suatu kelompok bahan
 Uji potensi antibiotika bersifat kuantitatif yang
menghasilkan prosentase kekuatan suatu antibiotika
terhadap antibiotika pembanding dari jenis yang sama
UJI BANDING ANTIMIROBA
 Untuk mendapatkan uji aktivitas mikroba yang bernilai
semi kuantitatif, maka dilakukan uji banding fraksi atau
kristal murni zat antimikroba terhadap antibiotika
pembanding dari jenis berbeda  cara yang sama
dengan uji potensi antibiotika
Perbedaannya :
 uji banding antimikroba bersifatsemi kuantitatif, artinya
perhitungan matematis yang dihasilkan harus duji
kebenarannya kembali secara mikrobiologi
 Uji potensi antibiotika bersifat kuantitatif yang
menghasilkan prosentasi kekuatan suatu antibiotika
terhadap antibiotika pembanding dari jenis yang sama
PROSEDUR UJI BANDING AKTIVITAS

Pengenceran konsentrasi zat uji dan antibiotik pembanding

Uji aktivitas

Pengukuran zona hambat

Pembuatan grafik dan persamaan garis (x = logaritma


konsentrasi (ppm); y = diameter hambat zat pembanding (mm))

Nilai banding aktivitas


CONTOH PERHITUNGAN

TETRASIKLIN
Y = 7,4561x – 2,1559
Pada x = 10 ppm, maka y = 5,3 mm

Untuk mendapatkan diameter hambat yang sama, berapa


konsentrasi zat uji ?

ZAT UJI
Y = 4,8588x – 12,99
Pada y = 5,3 mm, maka x = 3,764
Konsentrasi zat uji = antilog 3,764
= 5812 ppm
Nilai banding = konsentrasi zat uji
konsentrasi zat pembanding

= 5812 atau 1 : 0,00172


10

Artinya untuk menghasilkan derajat hambat yang sama,


1 ppm zat uji sebanding dengan 0,00172 ppm tetrasiklin
PENENTUAN MIC DAN MBC

MIC dan MBC digunakan untuk menghitung


dosis minimal/MEC zat antimikroba dalam suatu
sediaan
Penentuan MIC dan MBC sebaiknya dilakukan
terhadap fraksi atau kristal murni, setelah uji
aktivitas antimikroba
Variasi konsentrasi yang digunakan untuk
penentuan MIC dan MBC adalah pengenceran
konsentrasi yang dipakai untuk uji aktivitas
antimikroba.
UJI MIKROBILOGI LAIN PADA
SEDIAAN FARMASI
Uji stabilitas mikrobiologi  perhitungan koloni
mikroba.Uji ini dilakukan pada rentang waktu
tertentu utk mengetahui pengaruh waktu
penyimpanan thd stabilitas mikrobiologi sediaan
atau mengetahui efektivitas zat pengawet dalam
sediaan
Uji aktivitas antimikroba dari sediaan  aktivitas
antimikroba sediaan dibandingkan aktivitas zat
aktif saja  utk mengetahui pengaruh formulasi
sediaan thd aktivitas antimikroba zat aktifnya
Penentuan koefisien fenol dilakukan terhadap
sediaan antiseptika atau desinfektan