Anda di halaman 1dari 15

TUGAS INDIVIDU KIMIA UNSUR

Persenyawaan dari Golongan I A

“Natrium Bikarbonat dan Kalium Bitartart sebagai bahan baku pembuatan Garam Rochelle

Indah Ar

Disusun Oleh :

(0610920028)

Garam Rochelle ” Indah Ar Disusun Oleh : (0610920028) JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2009

1.1 Latar Belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Natrium bersama dengan kalium membentuk sekitar 4% berat dari lapisan kerak bumi. Persenyawaan dari kedua unsur tersebut sangatlah umum, serta mempunyai aplikasi kegunaan yang sangat luas. Natrium dan kalium merupakan elemen yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup, khususnya hewan. Logam murni dari natrium dan kalium ini, pertama kali disintesis oleh Humphrey Davy pada tahun 1807 dengan mengelektrolisis KOH dan NaOH (Lee,1981). Senyawa ini digunakan dalam jumlah besar. Salah satu senyawa yang tersusun atas unsur natrium dan kalium, berturut – turut yaitu natrium bikarbonat dan kalium bitartart. Senyawa tersebut mempunyai aplikasi yang sangat luas. Salah satunya yaitu, keduanya merupakan bahan baku utama pembuatan Kristal garam Rochelle atau Natrium kalium Tartart. Natrium Kalium tartart merupakan garam rangkap yang pertama kali disintesis pada tahun 1675 oleh seorang apoteker perancis Pierre Siegnette di La Rochelle, Perancis. Oleh karenanya, garam ini biasanya sering disebut garam Seignette atau garan Rochelle. Garam Rochelle bukan merupakan garam batu dimana garam batu tersebut hanya mineral sederhana yang terdiri dari Natrium dan klorida. Natrium Kalium tartart dan monokalium fosfat merupakan material pertama yang menunjukkan sifat piezoelektrik, yaitu saat material tersebut dikenai tekanan atau gaya mekanik ia akan memberikan tegangan listrik. Dari sifat yang unik ini, material tersebut khususnya Kristal garam Rochelle, digunakan secara luas dalam pembuatan mikrofo, pick-up gramofon serta headset. Selain itu,garam Rochelle juga tidak mudah mencair, sehingga ia dapat digunakan sebagai tranduser yang tidak akan memburuk (rusak) saat disimpan ditempat yang lembab (Anonymous,2009). Natrium bikarbonat yang biasanya disebut baking soda serta kalium bitartart atau krim tartart merupakan bahan baku utama penyusun garam rochelle. Karena garam rochelle merupakan garam dari golongan I A yang memiliki sifat khas dan mempunyai beberapa manfaat sehubungan dengan sifat

khasnya tersebut, maka pada penyusunan makalah ini akan dibahas mengenai metode sintesis garam rochelle secara sederhana serta dipaparkan pula beberapa kegunaan garam rochelle. Selain itu, dibahas pula ekstraksi natrium dan kalium dari alam dan beberapa manfaat persenyawaannya.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun Permasalahan diangkat pada makalah ini antara lain :

1. Bagaimana cara memperoleh Natrium dan Kalium dari alam?

2. Apa saja manfaat Natrium dan Kalium dalam persenyawaan?

3. Bagaimana cara mensintesis garam Rochelle ?

4. Bagaimana penggunaan garam tersebut sebagai bahan baku pembuatan produk lain sehubungan dengan piezoelektrisitas yang dimiliki kristalnya?

1.3 Tujuan

Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui cara memperoleh logam murni natrium dan kalium dari alam serta mengetahui manfaat – manfaat persenyawaannya. Selain itu, juga untuk mengetahui metode sintesis dari garam Rochelle serta mengetahui penggunaan garam tersebut sebagai bahan baku pembuatan produk lain.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Keberadaan da n Kelimpahan Natrium (Na) dan Kalium ( K) di Alam

Natrium da n kalium tidak pernah ditemukan dalam k eadaan bebas di alam. Keduanya berturut - turut merupakan elemen ketujuh dan kedelapan ( persen berat) ya ng paling melimpah di lapisan kerak bumi . NaCI dan KCl

terdapat dalam j umlah besar dalam air laut(Lee,1981). Loga m murninya sulit

dari mineral – mineralnya sehubungan deng an sifatnya yang

untuk didapatkan

sangat elektropo sitif.

an sifatnya yang untuk didapatkan sangat elektropo sitif. Sumber ter besar dari natrium adalah garam batu
an sifatnya yang untuk didapatkan sangat elektropo sitif. Sumber ter besar dari natrium adalah garam batu

Sumber ter besar dari natrium adalah garam batu (N aCl). Beberapa garam, misalny a NaCl, Na 2 B 4 O 7 .10H 2 O(borax), Na 2 CO 3 NaHCO 3 .2H2O (trona), NaNO 3 ( garam petre), dan Na 2 SO 4 (mirabilit) didapa tkan dari deposit

akibat evaporasi air laut seperti laut mati d an danau Garam Penyebaran sumber natrium di dunia, a ntara lain 19%

Amerika, 10% C hina, 9% USSR, 7% India, 8% Jerman ba rat, 6% Kanada. Inggris dan Aus tralia masing – masing 5 %, serta Peranc is dan Meksiko

garam batu. Di

masing – masin g 4%. Sebagian besar ditambang sebagai

yang terbentuk besar di USA.

Inggris, sekitar 7 5% diekstrak dalam larutan sebagi larutan g aram, di Jerman juga dilakukan m etode yang sama, yaitu sekitar 70% diekstra k sebagai larutan garam. Garam ’ solar’ didapatkan dari evaporasi air laut ya ng dilakukan di

negara – negara

panas. Misalnya di India, yaitu sekitar 2 2 % diproduksi

dengan metode t ersebut, dengan metode yang sama sekitar 26 % diproduksi di

Spanyol dan Per ancis. Metode ini juga biasanya digunakan di Australia.

Kalium bias anya ditemukan sebagai deposit KCl (silvite ), campuran dari

(silvinite) dan garam rangkap KCl.MgCl 2 . 6H 2 O (Karnalit).

disebut ”potas”.

Sumber utama d arikalium adalah penambangan depositnya (3 5% USSR, 25%

Kanada, 11% Ge rman Timur,7% German Barat, Perancis da n Amerika rata – rata 5 % dan isra el 4% ). Sejumlah besar recovery didapat da ri air laut dengan kadar garam tin ggi seperti laut mati dan Danau garam be sar di Amerika, dimana konsent rasinya sekitar 20 hingga 25 kali lebih t inggi dibanding

dengan air laut

merecovery kali um dari air laut biasa (Lee,1981).

biasa, secara ekonomis tidaklah mengu ntungkan untuk

KCL dan NaCl Garam kalium

yang terlarut biasanya dikumpulkan yang

2.2 Natrium Bikarb onat

Natrium bi karbonat atau disebut juga natrium hydro gen bikarbonat, merupakan seny awa kimia dengan rumus NaHCO 3 . Senya wa ini biasanya

berupa padatan

halus, sedikit t erasa alkalin menyerupai natrium karbon at. Senyawa ni

merupakan kom ponen dari mineral natron dan biasanya di temukan terlarut

dalam beberapa

sumber mineral lain. Bentuk mineral a laminya dikenal

putih yang kristalin namun terkadang beru pa serbuk putih

sebagai nahkoli t. Tiruan senyawa ini biasanya juga diprod uksi. Semenjak,

penggunaannya

semakin

meluas,

matrium

bikarbonat

ini mempunyai

beberapa nama

dagang antara lain baking soda, soda kue,

soda masak, dan

soda bokarbonat (Anonymous 4 ,2009).

soda masak, dan soda bokarbonat (Anonymous 4 ,2009). NaHCO 3 ba nyak dibuat dengan proses solvay,
soda masak, dan soda bokarbonat (Anonymous 4 ,2009). NaHCO 3 ba nyak dibuat dengan proses solvay,
soda masak, dan soda bokarbonat (Anonymous 4 ,2009). NaHCO 3 ba nyak dibuat dengan proses solvay,
soda masak, dan soda bokarbonat (Anonymous 4 ,2009). NaHCO 3 ba nyak dibuat dengan proses solvay,

NaHCO 3 ba nyak dibuat dengan proses solvay, yaitu reak si antara kalsium

karbonat, natriu m chlorida, ammonia dan karbon dioksida dal am air. Produksi

abu soda yang dengan karbon

NaHCO 3 secara

ditambang dala m bentuk

komersial, yaitu dengan cara melarutkan

bijih trona kemudian ditambah

dioksida berlebi h. NaHCO 3 akan diperoleh sebagai endapa n padat. Reaksi (Anonymous 4 ,20 09):

Na 2 CO 3 + CO 2 + H 2 O → 2NaHCO 3

70 °C, berangsur – angsur akan terdeko mposisi menjadi

natrium karbona t, air dan karbon dioksida. Proses konversi a kan berlangsung

cepat pada suhu 250 °C.Reaksi (Anonymous 4 ,2009):

Diatas suhu

2NaHCO 3 Na 2 CO 3 + H 2 O + CO 2

2.3 Kalium Bitarta rt

Kalium bita rart disebut juga kalium hydrogen tarart, den gan rumus kimia KC 4 H 5 O 6 dan be ntuk fisik serbuk Kristal putih dengan den sitas 1,05 g/cm 3 . Senyawa ini mer upakan hasil samping pembuatan wine. Kris talisasi senyawa ini biasanya terj adi dalam wadah pembuatan wine selama p roses fermentasi

wine di dalam

botol. Bentuk

angggur, jika ti dak dipisahkan akan dapat mengendapkan

mentahnya biasanya dikumpulkan dan di murnikan untuk

menghasilkan bu buk asam, berwarna putih dan tidak berba u yang nantinya

digunakan lebih

pembuatan prod uk lainnya(Anonymous 3 ,2009).

lanjut sebagai bahan baku atau bahan t ambahan dalam

,2009). lanjut sebagai bahan baku atau bahan t ambahan dalam Kalium bita rtart yang dicampur dengan
,2009). lanjut sebagai bahan baku atau bahan t ambahan dalam Kalium bita rtart yang dicampur dengan

Kalium bita rtart yang dicampur dengan cuka dapat di gunakan sebagai pembersih yang berbentuk seperti pasta. Dalam kimia, seny awa ini biasanya

digunakan seba gai standart pH buffer. Dimana kelebihan

garamnya yang

terlarut dalam

larutan

jenuh

akan

memberikan

pH

3,557 pada

25°C(Anonymou s 3 ,2009).

Senyawa ini juga dikenal sebagai krim tartart. Dalam makanan senyawa

ini biasanya digunakan sebagai agen penstabil putih telur, pencegah

kristalisasi dari sirup gula, mengurangi perubahan warna saat sayuran

didihkan, dikombinasikan dengan baking soda untuk membuat baking powder

(Anonymous 3 ,2009).

2.4 Garam Rochelle

Garam Rohelle merupakan serbuk atau butiran tidak berwarna hingga

putih kebiruan dengan struktur kristal ortorombik, yang merupakan garam

yang berasa asin dan dingin. Secara kimia, garam Rochelle ini merupakan

Natrium Sodiun Tartart KNa (C 4 H 4 O 6 )·4H 2 O, yang larut dalam airdan sedikit

larut dalam alcohol, dengan titik leleh 75 o C, spesifik grafity 1,79. Garam ini

menunjukkan gejala pembiasan ganda. Kristal dari garam rohelle sangat

mudah untuk disintesis dan biasanya sering digunakan sebagai bahan

pembuatan alat yang istrik sehubungan dengan sifatnya yang akan

memberikan tegangan saat dikenai tekanan mekanik yang disebut sebagi sifat

piezoelektrik (Pearson, 2009).

Berikut beberapa karakteristik dari garam Rochelle (Anonymous 2 ,2009):

CAS NO.

: 304-59-6 (Anhydrous), 6381-59-5 (Tetrahydrate)

FORMULA

: KNaC4H4O6·4H2O, NaHOOCCH(OH)CH(OH)COOK•4H2O

MOL WT.

: 282.21

TOXICITY

: -

SYNONYMS : Rochelle salt; Seignette salt tetrahydrate;

- DL-2,3Dihydroxybutanedioic acid,

- monopotassium monosodium salt tetrahydrate;

- (R*,R*)-(+-)-2,3-Dihydroxybutanedioic acid,

- monopotassium monosodium salt tetrahydrate;

- DL-Dihydroxysuccinic Acid,

- monopotassium monosodium salt tetrahydrate;

DERIVATION

:

-

Berikut beberapa sifat fisik maupun kimia dari garam Rochelle (Anonymous 2 ,2009):

PHYSICAL STATE MELTING POINT BOILING POINT SPECIFIC GRAVITY SOLUBILITY IN WATER pH NFPA RATINGS STABILITY

: white crystalline powder : 70 - 80 C : 220 °C : 1.79 : soluble : 7-8 in solution :Health: 1 Flammability: 0 Reactivity: 0 :Stable under ordinary conditions

ki mia

(Anonymous 2 ,20 09):

Struktur

garam

Rochelle

yang

ki mia (Anonymous 2 ,20 09): Struktur garam Rochelle yang mengadops si struktur cis Struktur kim

mengadops si

struktur

cis

Struktur kim ia garam Rochelle yang mengadopsi struk tur trans (a) dan struktur kriatal d alam bentuk tiga diensinya (Anonymous 2 ,20 09):

d alam bentuk tiga diensinya (Anonymous 2 ,20 09): (a) (b) Garam Ro chelle merupakan padatan

(a)

d alam bentuk tiga diensinya (Anonymous 2 ,20 09): (a) (b) Garam Ro chelle merupakan padatan

(b)

Garam Ro chelle merupakan padatan yang kristali n dengan efek

piezoelektrik ya ng besar, yaitu akan menginduksikan mu atan listrik pada

permukaannya s aat dikenai deformasi mekanik seperti tekan an atau tekukan.

Sifat ini sanga t bermanfaat untuk pembuatan alat ya ng memerlukan

sensitifitas akus tik atau vibrasional. Seperti halnya mater ial piezoelektrik

lainnya, garam

Material ini akan

C [131° F]) dan membutuhkan perlindungan untuk melaw an kelembapan.

Deformasi piezo elektrik sebanding dengan medan lisrik yan g diberikan dan

berbanding ter balik dengan polaritasnya. Sifat da sar ini yang

dipertimbangkan

Rochelle dapat

digunakan sebag ai tranduser peralatan elektronik seperti gen erator ultrasonic,

mikrofon, pick-u p fonograf serta resonator elektrokimia (Ano nymous 1 ,2009).

Rochelle akan menegang jika berada pad a medan listrik.

terdekomposisi pada temperature sedang hi ngga tinggi (55°

secara

elektrokimia,

bahwa

garam

3.1 Proses Ekstraks i

3.1.1

Natrium

BAB III

PEMBAHASAN

Natium d iisolasi dengan cara elektrolisis dari campur an leburan NaCl 40% dan CaCl 2 60% daam sel Downs. Campuran ini di lebur pada suhu

sekitar 600 0 C,

Sejumlah kecil kalsium akan terbentuk selama proses elektr olisis yang tidak akan larut dala m cairan natrium.

Downs s el merupakan bejana baja silinder dengan la pisan bata tahan api, tabung te rsebut tingginya sekitar 2,5 m dengan d iameter 1,5 m.

– tengah tabung

yang dikeliling i katoda baja. Lapisan logam tipis memisa hkan antara dua

elektroda. Men cegah agar natrium yang terbentuk di katoda tidak bercampur dengan gas K hlor yang dihasilkan oleh anoda. Pada pr oses elektrolisis,

lelehan natrium

ringan dibandi ng dengan elektrolitnya, kemudian dikum pulkan dibagian

ujung atas, sec ara berkala dipindahkan untuk ditampung (dialirkan men uju tabung penampung) yang kemudian batangan terlap is baja(Lee,1981).

akan naik, sebagaimana ia memiliki den sitas yang lebih

Anodanya beru pa batangan grafit yang berada ditengah

dimana NaCl murni akan melebur pad a suhu 803 0 C.

ditempat lainnya dikemas sebagai

Gambar sel elektrolisis
Gambar sel elektrolisis

3.1.2

Kalium

Untuk mengekstrak kalium, sebenarnya dapat digunakan dengan

metode yang sama dengan proses ekstraksi natrium. Yaitu dengan

mengelektrolisis cairan KCl. Namun, sel yang digunakan harus beroperasi

dengan suhu yang lebih tinggi,mengingat titik lebur KCl lebih tinggi

dibanding NaCl. Hal ini akan menyebabkan evaporasi yang merugikan.

Selain itu dari proses elektrolisis, kalium yang didapat akan sangat larut

dalam larutan garam sehingga akan mengurangi efisiensi elektrolisis

tersebut(Lee,1981).

Cathode: K + (l) + e - → K (l)

anode: Cl - (l) 1 / 2 Cl 2 (g) + e -

oleh karena itu, muncullah metode lain untuk mendapatkan kalium

murni. Kenyataan bahwa natrium merupakan agen pereduksi yang lebih

powerful dibanding dengan kalium dan natrium banyak tersedia. Maka,

digunakanlah metode reduksi lelehan KCl dengan logam natrium pada

temperatur 850 o C. Reaksi (Anonymous 5 ,2009):

Na + KCl K + NaCl

Ini merupakan reaksi kesetimbangan, dimana pada kondisi tersebut

kalium relative volatile sehingga bisadipindahkan dari system dengan mudah.

Kalium yang dihasilkan relative murni dari bahan – bahan pengotor. Sehingga

langsung bisa dimanfaatkan untuk proses selanjutnya(Anonymous 5 ,2009).

3.2 Manfaat Natrium bikarbonat dan Kalium bitartart sebagai bahan baku pembuatan garam rochelle

Natrium bikarbonat, diatas suhu 70 o C akan terdekomposisi menjadi

natrium karbonat. Pada suhu yang lebih tinggi, yaitu sekitar 250 o C konversi

akan berjalan cepat dan dapat dipastikan natrum bikarbonat akan

terdekomposisi seluruhnya menjadi natrium karbonat. Natrium karbonat hasil

dekomposisi inilah yang nantinya digunakan sebagai salah satu bahan baku

dalam sintesis kristal garam Rochelle.

Kalium bitartat jika direaksikan dengan baking soda (natrium

bikarbonat) akan membentuk suatu senyawa yang disebut baking powder.

Dengan kondisi yang terkontrol reaksi akan menghasilkan kristal garam

natrium kalium tartat yang sering disebut sebagai garam rochelle. Seperti

yang telah disebutkan sebelumnya, kristal garam rochelle ini mempunyai sifat

yang unik, yaitu piezoelektrik. Sehubungan dengan sifat tersebut kristal

garam rochelle digunakan secara luas untuk peralatan eleketronik.

3.2.1 Pembuatan Garam Rochelle

Alat dan bahan :

500 g NaHCO3

200 g KHC 4 H 4 O 6

Oven

Wadah pirex

Botol dengan penutupnya

2 buah beaker glass dengan ukuran 500 mL

Panci bergagang dengan air

Sendok ukur (1/2 sendok teh)

Sendok untuk mengaduk

Saringan

Kertas saring

Prosedur :

Pada reaksi yang pertama ini, akan terjdai konversi dari natrium

bikarbonat menjad natrium bikarbonat, dengan pemanasan yang mengakibat

terjadinya dekomposisi tersebut.

1. 500 g blok NaHCO 3 dimasukkan wadah yang sesuai ukurannya

2. Dipanaskan pada suhu 65 o C dalam oven selama 1 jam.

3. Temperature dinaikkan hingga 120 o C, dioven selama 1 jam.

4. Penambahan temperature diulangi 175 and 230 o C, masing – masing selama 1 jam.

5. Wadah dipindah kan dari oven, didinginkan pada suhu ruang.

6. Natrium karbonat yang dihasilkan ditempatkan pada wadah tertutup hingga penggunaan pada proses selanjutnya.

Pada reaksi yang kedua, KHC 4 H 4 O 6 dengan Na 2 CO 3 direaksikan untuk

menghasilkan garam Rochelle, KNaC 4 H 4 O 6 .

1.

200 g suspen se krim tartart dengan 250 mL air ditempat kan pada beaker glass yang me madai.

2. Beaker glass t ersebut dipanaskan pada pani bergagang yan g berisi air

3. Panci dipanas kan hingga air di dalamnya mendidih.

4. Ditambahkan

setengah sendok the natrium bokarbona t kedalam krim

gelembung –

tartart kemu dian diaduk, larutan akan menghasilkan

gelembung.

5. Ditambahkan natrium ikarbonat hingga tidak ada gelmebu ng yang

terbentuk.

6. Larutan panas

7. Larutan dipek atkan dengan cara evaporasi hingga larutan t ingga separo larutan awal.

8. filtrate diding inkan dan disimpan selama beberapa hari.

9. Dilakukan de kantasi atau filtrasi untuk mendaptkan Krista l yang dihsilkan.

10. Kristal dikeri ngkan

11. Untuk hasil y ang lebih maksimal sebaiknya dilakukan pem ekatan hingga larutan meng andung sedikit air

disaring dengan saringan atau kertas saring.

Dengan metode ini d ihasilkan sekitar 210 gram garam Rochelle

(Anonymous 7 ,2009)

sekitar 210 gram garam Rochelle (Anonymous 7 ,2009) pertimbuhan kristal g aram rochelle denga 3.2.2 Manfaat
sekitar 210 gram garam Rochelle (Anonymous 7 ,2009) pertimbuhan kristal g aram rochelle denga 3.2.2 Manfaat

pertimbuhan kristal g aram rochelle denga

3.2.2 Manfaat G aram Rochelle

kristal g aram rochelle denga 3.2.2 Manfaat G aram Rochelle kristal garam roche lle yan sudah

kristal garam roche lle yan sudah jadi

Garam Roche lle dimanfaatkan dalam berbagai bidang, mis alnya saja untuk

perut. Selain itu

piring cetakan,

sebagai zat aditif p ada makanan, deoksidator kaca dan memb uat termos, agen

digunakan pada

pengompleks dala m industri electroplating, pupuk kimia,

masih banyak keg unaan lainnya, antar lain untuk membuat

keperluan medis. D igunakan sebagai laksatif atau obat cuci

industri kaca, bahan baku pembuatan baking powder serta bahan baku pembuatan reagen fehling (Ninghai,2009). Sifat yang untuk dari Kristal garam Rochelle ini adalah kemampuannya untuk menghasilkan tegangan listrik pada permukaannya saat dikanai gaya mekanik seperti tekanan, regangan, tekukan dll. Sifat ini disebut piezoelektrik. Akibat dari piezoelektrizitas yang dimiliki Kristal garam Rochelle ini, maka ia banyak dimanfaatkan sebagi bahan baku pembuatan peralatan elektronik yang membutuhkan sensitifitas pada pergerakan yang mengenainya. Alat – alat tersebut antara lain mikrofon, heatset, tranduser dll.

3.2.3 Penggunaan Garam Rochelle pada mikofon.

Mikrofon merupakan salah satu contoh peralatan elektronik yang memanfaatkan fenomena piezoelektrisitas. Yaitu, kemampuan suatu material untuk menghasilkan tegangan saat dikenai tekanan, untuk mengubah vibrasi menjadi sinyal listrik. Kristal yang terdapat dalam mikrofon, dilengkapi dengan peralatan seperti tabung yang vakum dan berkatup. Impedansi output yang tinggi sebanding dengan impedansi inputnya. Namun akan sangat sulit diimbangi oleh transistor yang ada. Dengan adanya garam rochelle sebagai tranduser, dimana kristal garam ini mempunyai impedansi yang tinggi dan dapat mengubah vibrasi yang ada menjadi sinyal listrik, maka keberadaannya akan sangat membantu dimana mikrofon tidak perlu dilengkapi dengan transformer sinyal tambahan untuk mengubah impedansi tinggi yang dihasilkan oleh diafragma menjadi sinyal listrik yang siap diterima dan diproses lebih lanjut oleh transistor. Mikrofon jenis ini dikenal dengan sebutan mikrofon jenis piezoelektik (Anonymous 6 , 2009).

4.1 Kesimpulan

BAB IV

KESIMPULAN

Natrium dan kalium merupakan unsur yang tergolong sangat reaktif, sehingga di alam tidak pernah ditemukan dalam bentuk murninya. Sehingga untuk menghasilkan logamnya harus dilakukan proses ekstraksi dari mineralnya yang terdapat di alam. Untuk mendapatkan logam natrium murni, dilakukan elektrolisis leburan NaCl dengan CaCl 2 . Sedangkan untuk memperoleh logam kalium murni dilakukan reduksi dari KCl dengan logam natrium. Natrium mempunyai aplikasi yang sangat luas. Salah satu contohnya untuk membuat soda api (NaOH) yang merupakan basa kuat yang paling banyak penggunaannya. Dalam bentuk garam kloridanya (NaCl) merupakan bahan baku pembuatan Natrium bikarbonat yang dihasilkan melalui proses solvay. natrium bikarbonat yang direaksikan dengan kalium bitartart yang merupakan hasil samping pembuatan wine, akan menghasilkan suatu garam, yaitu garam natrium kalim bitartar atau sering disebut garam rochelle. Kristal dari garam ini, mempunyai sifat yang khas. Yaitu sifat piezoelektrik, dimana permukaannya akan memberikan tegangan listrik jika dikenai gaya mekanik. Dari sifat ini, garam rochelle banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan peralatan elektronik yang membutuhkan sensitivitas vibrasional, misalnya mikrofon, heatset serta tranduser.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, 2009,

http://en.wikipedia.org/wiki/Rochelle_salt, diakses tanggal 25 maret 09 Anonymous 1 ,2009 ROCHELLE SALT In Encyclopædia Britannica. Retrieved March 24, 2009, from Encyclopædia Britannica Online:

POTASSIUM SODIUM TARTRATE,

http://www.britannica.com/EBchecked/topic/505924/Rochelle-salt

Anonymous 2 ,2009, POTASSIUM SODIUM TARTRATE, TETRAHYDRATE,

http://www.chemicalland21.com/lifescience/foco/POTASSIUM%20SO

DIUM%20TARTRATE.htm, diakses tanggal 25 maret 09 Anonymous 3 , 2009, POTASSIUM BITARTRATE, http://en.wikipedia.org/wiki/ Potassium_Bitartrate, diakses tanggal 25 maret 09 Anonymous 4 , 2009, SODIUM BICARBONATE, http://en.wikipedia.org/wiki/ Sodium_Bicarbonate, diakses tanggal 25 maret 09 Anonymous 5 , 2009, POTASIUM : THE ESSENSIAL , http://www.webelements.com/potassium/ WebElements Periodic Table of

the Elements _ Potassium _ Essential information.htm, diakses tanggal 10 maret 09

MICROPHONE,

http://www.oldatheart.co.uk/microphones.html, diakses tanggal 25 maret

09

Anonymous 6 ,

2009,

SALT,

http://www.helpaddicts.com/ Clark, V.L.,2009,

FOOD INGGRIDIENT,

http://www.vlclark.com/foodaddive.html, diakses tanggal 25 maret 09 Lee,J.D.,1981, CONCISE INORGANIC CHEMISTRY, Mc Graw Hill Company : New York

Anonymous 7 ,2009,

PREPARATION

OF

ROCHELLE

Ninghai ,Zhejiang, 2009,

ROCHELLE

SALT,

http://00762.en.chemnet.com/suppliers/product/1207592/Rochelle-

Salt.html , diakses tanggal 25 maret 09

 

Pearson,

2009,

ROCHELLE

SALT,

http://www.infoplease.com/ce6/sci/A0842135.html,

maret 09

diakses

tanggal

25