MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA RUMAH SAKIT

YUYUN ARYA SULNI K11109273 KELAS B

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN AJARAN 2009/2010

Pentingnya manajemen kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit? 3.BAB I PENDAHULUAN A. Rumusan Masalah 1. Konsep Dasar manajemen kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit? . Apa yang di maksud manajemen kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit? 2. Latar Belakang B.

mulai dari pimpinan sanpai dengan staf pelaksana mempunyai komitmen. yang menjadi budaya dalam melaksanakan kesehatan dan keselamatan kerja di rumah sakit. perencanaan. perhatian dan kesadaran. dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman. Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (SMK3 RS) K3 RS dapat berjalan dengan baik jika seluruh komponen rumah sakit. penerapan. pelaksanaan. Tahapan Penerapan Sistem Manajemen K3 di RS  Tahap Persiapan  Tahap Perencanaan  Tahap Pelaksanaan/Penerapan  Tahap Monitoring dan Evaluasi  Tahap Tinjauan Ulang dan Peningkatan oleh Pihak Manajemen . kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. 1.BAB II PEMBAHASAN Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau Sistem Manajemen K3 (SMK3) adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan yang dibutuhkan bagi pengembangan. pengkajian dan pemeliharan kewajiban K3. Manajemen K3 RS Suatu proses kegiatan yang dimulai dengan tahap persiapan. karyawan. pencapaian. Penerapan Sistem Manajemen K3RS SMK3RS bertujuan menciptakan suatu sistem kesehatan dan keselamatan kerja di Rumah sakit dengan melibatkan unsure manajemen. efisien dan produkatif. pemahaman. monitoring dan evaluasi. 2. serta tahap tinjauan ulang dan peningkatan oleh pihak manajemen.

Dalam membuat peraturan RS harus membuat. Pengendalian faktor risiko dilaksanakan melalui 4 tingkatan pengendalian risiko yakni menghilangkan bahaya. penilaian serta pengendalian faktor risiko. Menetapkan cara penerapan K3 di RS. sumber daya disini mencakup orang (mempunyai tenaga K3). menggantikan sumber risiko dengan sarana/peralatan lain yang tingkat risikonya lebih rendah/tidak ada (engineering/rekayasa).1. perundangan dan ketentuan mengenai K3 . Bisa menggunakan jasa konsultan atau tanpa meggunakan jasa konsultan jika RS memiliki personil yang cukup mampu untuk mengorganisasikan dan mengarahkan orang. Penilaian faktor risiko adalah proses untuk menentukan ada tidaknya risiko dengan jalan melakukan penilaian bahaya potensial yang menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan. sarana. agar dapat diketahui. RS harus melakukan kajian dan identifikasi sumber bahaya. Perencanaan meliputi identifikasi sumber bahaya. Menetapkan sumber daya yang diperlukan. Identifikasi sumber bahaya Dapat dilakukan dengan mempertimbangkan Kondisi dan kejadian yang dapat menimbulkan potensi bahaya. 2. menetapkan dan melaksanakan standar operasional prosedur (SOP) sesuai dengan peraturan. Pelaksanaan harus dimulai dari direktur utama/direktur RS (manajemen puncak) dengan tindakan nyata. administrasi dan alat pelindung pribadi (APP). Tahap persiapan Mengacu pada SK Menkes 432/Menkes/SK/IV/2007 tentang pedoman manajemen K3 di RS. Peran. dipelajari. dihayati dan dilaksanakan oleh seluruh staf dan petugas RS. biasanya manajer unit kerja. Jenis kecelakaan dan PAK yang mungkin dapat terjadi. penilaian dan pengendalian factor risiko. Tahap Perencanaan RS harus membuat perencanaan yang efektif agar tercapai keberhasilan penerapan system manajemen K3 dengan sasaran yang jelas dan dapat diukur. waktu dan dana. tanggung jawab dan tugas anggota kelompok kerja perlu ditetapkan. Perencanaan K3 di RS dapat mengacu pada standar Sistem Manajemen K3RS diantaranya self assesment akreditasi K3RS dan SMK3. Anggota kelompok kerja sebaiknya terdiri atas seorang wakil dari setiap unit kerja. Membentuk kelompok kerja penerapan K3. Sedangkan mengenai kualifikasi dan jumlah anggota kelompok kerja disesuaikan dengan kebutuhan RS.

Tanggung jawab ini harus ditanamkan melalui adanya aturan yang jelas. Selanjutnya memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan program. diperbaharui dan harus dikomunikasikan serta disosialisasikan pada karyawan dan pihak yang terkait. terhadap tugas dan kewajiban masingmasing serta kerja sama dalam pelaksanaan K3. Tugas dan fungsi organisasi/unit pelaksana K3 RS Tugas pokok :  Memberi rekomendasi dan pertimbangan kepada direktur RS mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan K3  Merumuskan kebijakan. SOP ini harus dievaluasi. bimbingan dan latihan serta penegakkan disiplin. Pengorganisasian Pelaksanaan K3 di RS sangat tergantung dari rasa tanggung jawab manajemen dan petugas. a.lainnya yang berlaku. sasaran pencapaian dan jangka waktu pencapaian (SMART). Ketua organisasi/satuan pelaksana K3 RS secara spesifik harus mempersiapkan data dan informasi pelaksanaan K3 di semua tempat kerja. Indikator kinerja harus dapat diukur sebagai dasar penilaian kinerja K3 yang sekaligus merupakan informasi mengenai keberhasilan pencapaian SMK3 RS. maka perlu diidentifikasi penyimpangannya serta dicari pemecahannya. untuk mencapai sasaran harus ada monitoring. Program K3 RS harus menetapkan dan melaksanakan program K3RS. bahaya potensial dan risiko K3 yang bisa diukur. peraturan. kemudian mencari jalan pemecahannya serta mengkomunikasikannya kepada unit-unit kerja. sehingga dapat dilaksanakan dengan baik. untuk menilai sejauh mana program yang dilaksanakan telah berhasil. pedoman. Pola pembagian tanggung jawab. merumuskan permasalahan serta menganalisis penyebab timbulnya masalah bersama unit-unit kerja. Kalau masih terdapat kekurangan. petunjuk pelaksanaan dan prosedur  Membuat program K3RS Fungsi :  Mengumpulkan dan mengolah seluruh data dan informasi serta permasalahan yang berhubungan dengan K3  Membantu direktur RS mengadakan dan meningkatkan upaya promosi K3  Pelatihan dan penelitian K3 di RS . evaluasi dan dicatat serta dilaporkan. RS harus mempertimbangkan peraturan perundang-undangan. penyuluhan kepada semua petugas. satuan/indicator pengukuran.

Keanggotaan:  Organisasi/unit pelaksana K3 RS beranggotakan unsur-unsur dari petugas dan jajaran direksi RS. berkala dan khusus)  Penyediaan alat pelindung diri dan keselamatan kerja  Penyiapan pedoman pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat . Memberi nasehat tentang manajemen k3 di tempat kerja. Struktur organisasi K3 di RS Organisasi K3 berada 1 tingkat di bawah direktur. kebijakan.  Ketua organisasi/unit pelaksana K3 RS sebaiknya adalah salah satu manajemen tertinggi di RS atau sekurang-kurangnya manajemen dibawah langsung direktur RS. Organisasi/unit pelaksana K3 RS dipimpin oleh ketua. bukan kerja rangkap dan merupakan unit organisasi yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur RS. yang dibantu oleh unit K3 yang beranggotakan seluruh unit kerja di RS. Sekretaris dan anggota. Nama organisasinya adalah unit pelaksana K3 RS. Melaksanakan program K3 sesuai peraturan yang berlaku diantaranya:  Pemeriksaan kesehatan petugas (prakarya.  Organisasi/unit pelaksana K3 RS terdiri dari sekurang-kurangnya Ketua. karena berkaitan langsung dengan regulasi. 3.  Sekretaris organisasi/unit pelaksana K3 RS adalah seorang tenaga profesional K3 RS. Tahap Pelaksanaan/Penerapan Pelatihan K3 yang disesuaikan dengan kebutuhan individu dan kelompok di dalam organisasi RS. pembangunan gedung dan proses. Pengawasan terhadap pelaksanaan program K-3  Memberikan saran dan pertimbangan berkaitan dengan tindakan korektif  Koordinasi dengan unit-unit lain yang menjadi anggota K3RS. yaitu manajer K3 RS atau ahli K3. dan merekomendasikan sesuai kegiatannya  Berpartisipasi dalam perencanaan pembelian peralatan baru. biaya. kontrol bahaya.  Pelaksanaan tugas ketua dibantu oleh wakil ketua dan sekretaris serta anggota. Fungsinya memproses individu dengan perilaku tertentu agar berperilaku sesuai dengan yang telah ditentukan sebelumnya sebagai produk akhir dari pelatihan. mengeluarkan peraturan dan inisiatif pencegahan  Investigasi dan melaporkan kecelakaan. b. logistik dan SDM.

Pemantauan dan evaluasi meliputi: 1. gangguan kesehatan dan keselamatan  Memastikan dan menilai pengelolaan K3 telah dilaksanakan sesuai ketentuan  Menentukan langkah untuk mengendalikan bahaya potensial serta pengembangan mutu. fasilitas dan peralatan. Penempatan pekerja pada pekerjaan yang sesuai kondisi kesehatan  Pengobatan pekerja yang menderita sakit.  Menciptakan lingkungan kerja yang higienis secara teratur. Melaksanakan audit K3 Audit K3 yang meliputi falsafah dan tujuan. 3. pengembangan karyawan dan program pendidikan. evaluasi dan pengendalian. Tahap Monitoring dan Evaluasi Pada dasarnya pemantauan dan evaluasi K3 di RS adalah salah satu fungsi manajemen K3 RS yang berupa suatu langkah yang diambil untuk mengetahui dan menilai sampai sejauh mana proses kegiatan K3 RS itu berjalan. . Kegiatan lain adalah pengujian baik terhadap lingkungan maupun pemeriksaan terhadap pekerja berisiko seperti biological monitoring (Pemantauan secara Biologis). terutama oleh petugas K3 RS sehingga kejadian PAK dan KAK dapat dicegah sedini mungkin. kebijakan dan prosedur. dan mempertanyakan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan dari suatu kegiatan K3 RS dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Inspeksi K3 di RS dilakukan secara berkala. Inspeksi dan pengujian Inspeksi K3 merupakan suatu kegiatan untuk menilai keadaan K3 secara umum dan tidak terlalu mendalam. Pencatatan dan pelaporan K3 terintegrasi ke dalam system pelaporan RS (SPRS):  Pencatatan dan pelaporan K3  Pencatatan semua kegiatan K3  Pencatatan dan pelaporan KAK  Pencatatan dan pelaporan PAK 2. administrasi dan pengelolaan. melalui monitoring lingkungan kerja dari hazard yang ada  Melaksanakan biological monitoring  Melaksanakan surveilas kesehatan pekerja 4. Tujuan Audit K3 antara lain:  Untuk menilai potensi bahaya. karyawan dan pimpinan.

5. Emergency Response Plan (Rencana Tanggap Darurat): pelatihan evakuasi dan tanggap darurat secara periodic. Hydran. tertulis. dimengerti  Struktur organisasi dan sumber daya: dilist dan ditetapkan  Risk (HSE) Assessment: dibuat list bahaya. 4. Pengelolaan bahan berbahaya 6. Pengendalian dan penangananan limbah 8. pelatihan dan promosi 9. personel yang beresiko  Perencanaan dan prosedur tetap: rencana kendali bahaya dan penyusunan protap berdasarkan manual kerja dan MSDS  Implementasi  Evaluasi dan tinjauan ulang untuk peningkatan berkelanjutan. Pencatatan dan pelaporan . Tahap tinjauan ulang dan peningkatan oleh pihak manajemen Dari hasil monitoring dan evaluasi tersebut dilakukan peninjauan ulang dan peningkatan terhadap kebijakan. identifikasi. lokasi bahaya. prosedur. Pendidikan. Perbaikan dan pencegahan didasarkan atas hasil temuan dari audit. easy access. program dan kegiatan yang dilakukan secara periodik. perarturan. perangkat security. alat komunikasi. 5. penilaian risiko direkomendasikan kepada manajemen puncak. Langkah manajemen K3RS:  Kepemimpinan and komitmen (pimpinan memotivasi + komitmen ditandatangani)  Kebijakan dan strategi: jelas. APAR. 2. 3. Patient Safety (Jaminan keamanan pasien: no INOS. no worry. system fiendly). Sanitasi lingkungan 7. Fire safety (Keamanan dari ancaman bahaya kebakaran): pasif diinstal pada bangunan sebagai insulator dan aktif seperti sprinkel. pedoman. Lingkup kegiatan K3RS: 1. Workers Health (Kesehatan Pekerja dengan menjamin lingkungan-peralatan-metodeperilaku kerja sehat dan aman).

Tahapan Penerapan Sistem Manajemen K3 di RS yaitu Tahap Persiapan. Memiliki perwakilan keselamatan dan kesehatan yang terlibat secara aktif dan luas dalam kegiatan sistem manejemen keselamatan dan kesehatan. perencanaan. Memiliki pendekatan terhadap penilaian resiko dan identifikasi bahaya yang direncanakan. pelaksanaan. 7. 4. 8. Saran : Agar sistem manajemen keselamatan dan kesehatan efektif maka harus: 1. Tahap Monitoring dan Evaluasi. Memberikan perhatian yang konsisten terhadap pengawasan bahaya disumbernya. Tahap Pelaksanaan/Penerapan. Mendorong keterlibatan para pengawas dalam keselamatan dan kesehatan. 5. Memastikan tanggung jawab keselamatan dan kesehatan yang diidentifikasikan dan diintegrasikan dalam pembuatan undang-undang keselamatan dan kesehatan. Memiliki komite keselamatan dan kesehatan yang efektif. . serta tahap tinjauan ulang dan peningkatan oleh pihak manajemen. serta Tahap Tinjauan Ulang dan Peningkatan oleh Pihak Manajemen. Manajemen K3 RS merupakan suatu proses kegiatan yang dimulai dengan tahap persiapan.BAB III PENUTUP Kesimpulan : 1. 3. 2. 6. monitoring dan evaluasi. Memiliki para manejer senior yang mengambil peran aktif dalam keselamatan dan kesehatan. 2. Memiliki pendekatan yang menyeluruh terhadap pengawasan dan penyelidikan insiden tempat kerja. Tahap Perencanaan.

1-15.  Departemen Kesehatan RI Direktorat Jenderal PPM & PLP. Laporan Pelaksanaan K3 RSWS 2006 dan Program Kerja K3 RSWS 2007. Makassar : RSUP. . Makassar: Bagian IKM-IKK Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. 2007. DR Wahidin Sudirohusodo.DAFTAR PUSTAKA  Supari. Studi Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Di RSUP Dr. Makassar : RSUP. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Jakarta: DEPKES RI. Laporan Pelaksanaan K3 RSWS 2006 dan Program Kerja K3 RSWS 2007.  Departemen Kesehatan RI Direktorat Jenderal PPM & PLP. DR Wahidin Sudirohusodo. Peraturan Menteri Kesehatan RI dan Keputusan Direktur Jenderal PPM & PLP Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. DR Wahidin Sudirohusodo.  Buraena S. 2007.432/MENKES/SK/IV/2007 Tentang Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit.  Buraena S. 2004. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. h : 3 ± 5. 1998. Wahidin Sudirohusodo.  Zubeidi F & Putri D R. 2007. Jakarta: DEPKES RI.  Buraena S. 2005. Makassar: RSUP. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) RSUP. 1998. h. DR. Peraturan menteri kesehatan RI dan keputusan direktur jenderal PPM & PLP Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful