Anda di halaman 1dari 3

PENGERTIAN ARGUMENTASI

Menurut Buku 'Argumentasi dan Narasi' karya Gorys Keraf, Argumentasi adalah suatu bentuk
retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain,

Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan
tujuan untuk meyakinkan atau membujuk[rujukan?] pembaca. Dalam penulisan argumentasi isi dapat
berupa penjelasan, pembuktian, alasan, maupun ulasan obyektif dimana disertakan contoh, analogi, dan
sebab akibat.

Pengertian ARGUMENTASI Menurut kamus besar bhs. Indonesia, Adalah tulisan yang
bertujuan meyakinkan kepada pembaca untuk membuktikan kebenaran.

Karangan argumentasi adalah jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat
penulis dengan disertai bukti dan fakta (benar-benar terjadi).
Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan
terbukti.
Paragraf Argumentasi Adalah paragraf yang membuktikan suatu kebenaran. Untuk memperkuat
ide atau pendapat disertakan data pendukung. Tujuannya, pembaca menjadi yakin atas kebenaran yang
disampaikan penulis.
Paragraf Argumentasi adalah paragraf atau karangan yang membuktikan kebenaran tentang
sesuatu.
Untuk memperkuat ide atau pendapatnya penulis wacana argumetasi menyertakan data-data pendukung.
Tujuannya, pembaca menjadi yakin atas kebenaran yang disampaikan penulis.
Dalam paragraf argumentasi, biasanya ditemukan beberapa ciri yang mudah dikenali.
Ciri- ciri tersebut misalnya (1) ada pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulisnya;
(2) alasan, data, atau fakta yang mendukung; (3) pembenaran berdasarkan data dan fakta yang
disampaikan. Data dan fakta yang digunakan untuk menyusun wacana atau paragraf argumentasi dapat
diperoleh melalui wawancara, angket, observasi, penelitian lapangan, dan penelitian kepustakaan.
Pada akhir paragraf atau karangan, perlu disajikan kesimpulan.
Argumentasi bermakna ‘alasan’. Argumentasi berarti pemberian alasan yang kuat dan
meyakinkan. Dengan demikian, paragraf argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan
alasan, contoh, dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan. Alasan-alasan, bukti, dan sejenisnya,
digunakan penulis untuk mempengaruhi pembaca agar mereka menyetujui pendapat, sikap atau
keyakinan.
Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/kesimpulan dengan data/fakta
sebagai alasan/bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari
pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.

Ciri-ciri karangan argumentasi:


1. Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin.
2. Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain.
3. Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian.
4. Penutup berisi kesimpulan.
Contoh argumentasi Sebab-Akibat

Argumen yang dikembangkan dengan sebab akibat selalu menggunakan proses berpikir
yang bercorak khusus. Proses berpikir ini menyatakan bahwa suatu sebab tertentu akan
mencakup sebuah sebab yang sebanding. Pengembangan paragraf dengan cara sebab adalah
dengan menempatkan sebab sebagai inti dan akibat sebagai penjelasannya. Sebaliknya, dengan
menempatkan akibat sebagai inti untuk memahami bahwa akibat tersebut ditimbulkan oleh
sejumlah penyebab sebagai penjelasnya.

Contoh 1

Jalan Pasar Baru sangat macet dan semrawut. Lebih dari separuh jalan kendaraan tersita
oleh pedagang kaki lima. Untuk mengatasinya, pemerintah memasang pagar pemisah antara
jalan dan trotoar. Pagar ini berfungsi juga sebagai batas pemasangan tenda pedagang kaki lima
tempat mereka diizinkan berdagang. Pemasangan ini terpaksa dilakukan mengingat pelanggaran
pedagang kaki lima di lokasi itu sudah sangat keterlaluan sehingga menimbulkan kemacetan lalu
lintas.

Contoh2
Mengembangkan hubungan positif dengan orang lain sebenarnya bertujuan pada satu hal:
anda harus menjadi seorang pengamat manusia. Bila anda benar-benar mampuy mengerti
manusia atau orang, tahu akan ketakutan, harapan, dan impian mereka, maka akan memiliki
kemampuan mengembangkan hubungan tersebut. Berbicaralah dengan orang-orang.
Dengarkanlah keinginan hati mereka. Amatilah mereka dan pelajarilah cara mereka berpikir.
Tentu saja anda harus membaca buku dan mendengarkan pkaset raihlah apa yang anda peroleh
dari kebijakan orang lain, namun jangan abaikan bergaul dengan orang lain dan pelajarilah tabiat
mereka. Ini adalah sau gaya hidup yang harus dikembangkan, bukan satu studi ilmiah.

www.perpustakaan-online.blogspot.com/2008/04/karya-ilmiah.html

http://ellopedia.blogspot.com/2010/09/paragraf.html

http://adegustiann.blogsome.com/2009/02/02/pola-pengembangan-paragraf/

Langkah menyusun argumentasi:

1. Menentukan topik/tema
2. Menetapkan tujuan
3. Mengumpulkan data dari berbagai sumber
4. Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
5. Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi.

Tujuan argumentasi
1.Argumentasi bertujuan untuk mempengaruhi pembaca sehingga pembaca menyetujui bahwa
pendapat, sikap dan keyakinan kita benar.
2. Argumentasi memberi contoh, grafik, dan lain-lainnya untuk membuktikan bahwa sesuatu
yang kita kemukakan itu benar.
3. Penutup pada akhir argumentasi biasanya berupa kesimpulan atas sesuatu yang telah diuraikan
sebelumnya.

Tujuan yang ingin dicapai melalui pemaparan argumentasi ini, antara lain :
1. melontarkan pandangan / pendirian
2. mendorong atau mencegah suatu tindakan
3. mengubah tingkah laku pembaca
4. menarik simpati

Dilihat dari struktur informasinya, dalam paragraf argumentasi akan ditemukan:


1. Pendahuluan, bertujuan untuk menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian
pembaca kepada argumen yang akan disampaikan, atau menunjukkan dasar-dasar
mengapa argumentasi dikemukakan.
2. Tubuh argumen, bertujuan untuk membuktikan kebenaran yang akan disampaikan dalam
paragraf argumentasi sehingga kesimpulan yang akan dicapai juga benar. Kebenaran
yang disampaikan dalam tubuh argument harus dianalisis, disusun, dan dikemukakan
dengan mengadakan observasi, eksperimen, penyusun fakta, dan jalan pikiran yang logis.
3. Kesimpulan atau ringkasan, bertujuan untuk membuktikan kepada pembaca bahwa
kebenaran yang ingin disampaikan melalui proses penalaran memang dapat diterima
sebagai sesuatu yang logis.