Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ANORGANIK I
KIMIA BELERANG

STEFAN MARCO RUMENGAN

09 312 355

PENDIDIKAN KIMIA

UNIVERSITAS NEGERI MANADO

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

2010
KIMIA BELERANG

Tujuan Percobaan

Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah :

1. Mempelajari beberapa modifikasi belerang.

2. Memepelajari sifat asam sulfat (H2SO4)

Dasar Teori

Belerang

Belerang memiliki sifat alotropi yaitu kemampuan suatu zat untuk


terdapat lebih dari satu macam bentuk. Sifat fisika dari bentuk alotrop
suatu unsure itu sama, tetapi berbeda dalam kimianya.

Belerang rombik atau disebut juga belerang-α terdiri dari molekul S8.

Belerang monoklin disebut juga belerang-β.

Jika belerang dipanaskan perlahan-lahan dalam tabung reaksi akan melele


menjadi cairan kuning terdiri dari molekul S8. Titik leleh S-α 1130c dan titik
leleh S-β 1190c dan suhu transisi kedua modifikasi adalah 95,60c dan titik
leleh yang diamati bergantung pada kecepatan pemanasan.

Isotop

Belerang memiliki sebelas isotop. Dari empat isotop yang ada di


alam, tidak satupun yang bersifat radioaktif. Belerang dengan bentuk
yang sangat halus, dikenal sebagai bunga belerang, dan diperoleh dengan
cara sublimasi.

Senyawa-senyawa

Senyawa organik yang mengandung belerang sangat penting.


Kalsium sulfur, ammonium sulfat, karbon disulfida, belerang dioksida dan
asam sulfida adalah beberapa senyawa di antara banyak senyawa
belerang yang sangat penting

A. Asam Sulfat ( H2SO4)


Asam sulfat diproduksi dari belerang, oksigen, dan air melalui proses
kontak

Pada langkah pertama, belerang dipanaskan untuk mendapatkan sulfur


dioksida:

S (s) + O2 (g) → SO2 (g)

Sulfur dioksida kemudian dioksidasi menggunakan oksigen dengan


keberadaan katalis vanadium(V) oksida:

2 SO2 + O2(g) → 2 SO3 (g) (dengan keberadaan V2O5)

Sulfur trioksida diserap ke dalam 97-98% H2SO4 menjadi oleum


(H2S2O7), juga dikenal sebagai asam sulfat berasap. Oleum kemudian
diencerkan ke dalam air menjadi asam sulfat pekat.

H2SO4 (l) + SO3 → H2S2O7 (l)


H2S2O7 (l) + H2O (l) → 2 H2SO4 (l)

Perhatikan bahwa pelarutan langsung SO3 ke dalam air tidaklah


praktis karena reaksi sulfur trioksida dengan air yang bersifat eksotermik.
Reaksi ini akan membentuk aerosol korosif yang akan sulit dipisahkan.

SO3(g) + H2O (l) → H2SO4(l)

Sebelum tahun 1900, kebanyakan asam sulfat diproduksi dengan proses


bilik.

Bentuk-bentuk asam sulfat

Walaupun asam sulfat yang mendekati 100% dapat dibuat, ia


akan melepaskan SO3 pada titik didihnya dan menghasilkan asam
98,3%. Asam sulfat 98% lebih stabil untuk disimpan, dan
merupakan bentuk asam sulfat yang paling umum. Asam sulfat 98%
umumnya disebut sebagai asam sulfat pekat. Terdapat berbagai
jenis konsentrasi asam sulfat yang digunakan untuk berbagai
keperluan:

• 10%, asam sulfat encer untuk kegunaan laboratorium,


• 33,53%, asam baterai,
• 62,18%, asam bilik atau asam pupuk,
• 73,61%, asam menara atau asam glover,
• 97%, asam pekat.

Reaksi dengan air

Reaksi hidrasi asam sulfat sangatlah eksotermik. Selalu


tambahkan asam ke dalam air daripada air ke dalam asam. Air
memiliki massa jenis yang lebih rendah daripada asam sulfat dan
cenderung mengapung di atasnya, sehingga apabila air
ditambahkan ke dalam asam sulfat pekat, ia akan dapat mendidih
dan bereaksi dengan keras. Reaksi yang terjadi adalah
pembentukan ion hidronium:

H2SO4 + H2O → H3O+ + HSO4-

HSO4- + H2O → H3O+ + SO42-

Karena hidrasi asam sulfat secara termodinamika


difavoritkan, asam sulfat adalah zat pendehidrasi yang sangat baik
dan digunakan untuk mengeringkan buah-buahan. Afinitas asam
sulfat terhadap air cukuplah kuat sedemikiannya ia akan
memisahkan atom hidrogen dan oksigen dari suatu senyawa.
Sebagai contoh, mencampurkan pati (C6H12O6)n dengan asam sulfat
pekat akan menghasilkan karbon dan air yang terserap dalam asam
sulfat (yang akan mengencerkan asam sulfat):

(C6H12O6)n → 6n C + 6n H2O

Efek ini dapat dilihat ketika asam sulfat pekat diteteskan ke


permukaan kertas. Selulosa bereaksi dengan asam sulfat dan
menghasilkan karbon yang akan terlihat seperti efek pembakaran
kertas. Reaksi yang lebih dramatis terjadi apabila asam sulfat
ditambahkan ke dalam satu sendok teh gula. Seketika
ditambahkan, gula tersebut akan menjadi karbon berpori-pori yang
mengembang dan mengeluarkan aroma seperti karamel.

Alat dan Bahan

a) Alat : b) Bahan :

- 1 buah Pipet tetes - Gula (C12H22O11)

- 1 buah Plat tetes - H2SO4

- 1 buah Spatula - Asam asetat

- 3 buah Tabung reaksi - alcohol

- 2 buah Gelas kimia - serbuk belerang

- 1 buah Lumpang - air

- Pembakar spritus,macis.kawat kassa,kaki tiga

Prosedur Kerja

>> Modifikasi Belerang

a) Serbuk belerang diambil secukupnya dan di masukkan kedalam cawan


lalu dipanaskan dengan hati – hati,dijaga jangan sampai belerang menjadi
cair.Setelah belerang melebur atau menjadi berwarna kuning
coklat,pemanasan dihentikan dan di biarkan hingga membeku.Garis –
garis kristal yang terbentuk diamati.
b) Serbuk belerang diambil secukupnya dan dimasukkan kedalam tabung
reaksi,kemudian dipanaskan sambil digoyang-goyangkan.Lalu perubahan
warna viskositasnya di amati.

c) Belerang yang baru saja mendidih dituangkan kedalam gelas kimia yang
berisi air sampai batang yang panjang dan tipis terbentuk.

>> Sifat Asam Sulfat

a) Gula diambil secukupnya dan di masukkan ke dalam plat tetes,selanjutnya


diberikan beberapa tetes asam sulfat.Lalu,reaksi yang terjadi diamati.

b) 1 mL asam asetat dan 1 mL alcohol dimasukkan kedalam tabung


reaksi,lalu 1 mL H2SO4 ditambahkan kemudian tabung reaksi tersebut
dimasukkan kedalam gelas kimia yang berisi air lalu dipanaskan.

Hasil Percobaan

>> Modifikasi Belerang

a) Garis – garis Kristal tidak terbentuk karena mungkin terjadi sedikit


kesalahan teknis baik itu pada bahan yang digunakan (serbuk
belerang),alatnya maupun pada proses pemanasannya.Sehingga hanya
terjadi perubahan warna pada serbuk belerang,yaitu sebelum dipanaskan
berwarna kuning setelah dipanaskan menjadi berwarna orange kemerah-
merahan.

b) Setelah serbuk belerang dipanaskan warnanya berubah dari warna kuning


menjadi orange kemudian menjadi berwarna merah kecoklat – coklatan.

c) Pada percobaaan ini,belerang tidak sampai mencair karena mungkin


terjadi sedikit kesalahan/gangguan pada bahan yang digunakan (serbuk
belerang),alatnya maupun pada proses pemanasannya sehingga batang
yang panjang dan tipis tidak terbentuk.

>> Sifat Asam Sulfat

a) Setelah H2SO4 diteteskan ke gula,maka terjadi perubahan warna pada


gula.Gula menjadi berwarna coklat kehitam-hitaman dan beraroma seperti
karamel.
b) Setelah 1 mL asam asetat dan 1 mL alcohol dimasukkan kedalam tabung
reaksi,lalu 1 mL H2SO4 ditambahkan kemudian tabung reaksi tersebut
dipanaskan,maka dari hasil pengamatan tidak terjadi perubahan pada
campuran larutan-larutan tersebut hanya baunya lebih menyengat.
Persamaan reaksi yang terjadi :

H2SO4
CH3COOH + C2H5OH CH3COOC2H5 + H2O

Pembahasan

Perubahan belerang yang terjadi pada proses pemanasan dapat dijelaskan


sebagai berikut.Ketika belerang mula – mula mencair,cairan terdiri dari cincin
S8 yang campur aduk.Apabila susu dinaikkan, energy termal gerakan vibrasi
atom belerang dalam cincin,maka ikatan belerang – belerang mulai putus.Hal
ini menyebabkan rantai atom belerang membentuk electron tidak
berpasangan pada kedua ujungnya.Apabila pada salah satu ujung atom
belerang dari rantai mengikat atom belerang dari rantai lain,maka terbentuk
ikatan kovalen yaitu rantai S16.

Rangkaian ini dapat berlanjut terus membentuk rantai panjang


S24,S32,S40, dan seterusnya yang jalin – menjalin dan menyebabkan larutan
menjadi sangat kental.Apabila suhu lebih tinggi lagi,maka gerakan atom
belerang lebih kuat lagi,menyebabkan putusnya rantai panjang menjadi
potongan – potongan yang lebih kecil dan larutan kembali menjadi encer.

Apabila larutan encer didinginkan dengan cepat,misalnya dengan cara


memasukkannya kedalam air dingin,maka atom belerang tidak mempunyai
kesempatan membentuk cincin S8 kembali.Hasilnya adalah terbentuk larutan
yang sangat dingin yang disebut belerang amorf atau yang disebut juga
belerang plastik yang mempunyai sifat elastic seperti karet.Apabila
didiamkan,maka rantai SX dalam belerang amorf perlahan – lahan berubah
kembali menjadi cincin S8 berbentuk rombik yang sacara termodainamika
lebih stabil.

Salah satu sifat dari asam sulfat yaitu sebagai katalis dalam pembentukan
ester,seperti yang terjadi pada percobaan bagian (b) pada praktikum
mengenai sifat belerang.Reaksi yang terjadi adalah

H2SO4
CH3COOH + C2H5OH CH3COOC2H5 + H2O

selain bersifat sebagai katalis,H2SO4 juga memiliki afinitas yang kuat terhadap
air menyebabkan asam sulfat menjadi penarik air yang cukup efektif.Seperti
pada saat H2SO4 dimasukkan kedalam gula,asam ini menarik air dan
menyisakan benda hitam,seperti arang.
H2SO
C12H22O11 4 12C + 11H2O

Soal

1. Bagaimana unsur belerang di alam?


2. Sebutkan dua macam alatrop belerang? Dimana terletak perbedaan kedua
alotrop?
3. Jelaskan perubahan fisika yang terjadi jika belerang dipanaskan perlahan-
lahan sampai mendidih dan jelaskan perubahan struktur yang terjadi?
4. Apa yang dimaksud dengan belerang plastis?
5. Apa yang terjadi bila jika H2S dioksidasi. Jelaskan?
6. Sebutkan reaksi-reaksi penting dalam pembuatan asam sulfat menurut
proses kontak?
7. Sebutkan tiga sifat kimia penting dari asam sulfat dan berikan contohnya?
8. Bagaimana caranya menentukan ion sulfit dalam suatu larutan yang juaga
mengandung ion sulfat?

Jawaban

1. Belerang terjadi secara alamiah di sekitar daerah pegunungan dan hutan


tropis. Sulfur tersebar di alam sebagai pirit, galena, sinabar, stibnite,
gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain.

2. Dua alotrop belerang adalah belerang rombik dan belerang


monoklinik.Perbedaan pada kedua alotrop belerang ini adalah belerang
rombik atau disebut juga belerang -α terdiri dari molekul S8. Belerang
rombik ini melarut dalam alcohol, eter dan karbon disulfide dan hasil
penguapan perlahan- lahan dari larutan belerang dalam pelarut- pelarut
ini menghasilkan kristal octahedral.
sedangkan belerang monoklin disebut juga belerang -β . Belerang bentuk
ini mengkristal dari leburan belerang diatas 95,6°C berbentuk jarum-
jarum prisma. Molekul belerang -α terdiri dari cincin S8.

3. Jika belerang dipanaskan perlahan- lahan dalam tabung reaksi akan


meleleh menjadi cairan kuning terdiri dari molekul S8. titik leleh S α
113°C dan titik leleh S β . 119°C dan suhu transisi kedua modifikasi adalah
95,6°C, dan titik leleh yang diamati bergantung pada kecepatan
pemanasan. Jika suhu dinaikkan warna akan menjadi gelap, dan cairan
menjadi kental karena cincin S8 mulai putus dan membentuk rantai.
Kekentalan bertambah sampai mencapai maksimum pada 200°C ketika
cairan menjadi hitam. Jika suhu terus dinaikkan kekentalan berkurang
sampai pada titik didih 444,6°C. uap terdiri dari S6, S4, dn S2.
Apabila cairan belerang yang mendidih dituangkan kedalamair dingin,
akan diperoleh belerang plastic atau disebut juga belerang -γ berbentuk
rantai spiral. Jika didiamkan bentuk rantai berubah menjadi belerang
rombik bercincin S8.
4. Belerang plastis adalah salah satu bentuk dari belerang yang terbentuk
ketika larutan encer belerang didinginkan dengan cepat misalnya dengan
cara memasukkannya kedalam air dingin,maka atom belerang tidak
mempunyai kesempatan membentuk cincin S8 kembali.Sehingga
terbentuk larutan yang sangat dingin yang disebut belerang amorf atau
disebut juga belerang plastik yang mempunyai sifat elastic seperti karet.

5. Jika H2S dioksida yang terjadi adalah apabila H2Sbereaksi dengan oksigen
dalam air sehingga larutan jenuh H2S akan menjadi keruh setelah
beberapa hari.H2S berfungsi juga sebagai reduktor dengan menghasilkan
endapan belerang .

2H2S + O2 H2O + 2S

6. Belerang dipanaskan untuk mendapatkan sulfur dioksida:

S (s) + O2 (g) → SO2 (g)

Sulfur dioksida kemudian dioksidasi menggunakan oksigen dengan katalis


vanadium(V) oksida:

2 SO2 + O2(g) → 2 SO3 (g) (dengan katalis V2O5)

Sulfur trioksida diabsorbsi oleh H2SO4 pekat yang bereaksi dengan asam
tersebut menjadi asam disulfat.

H2SO4 (l) + SO3 → H2S2O7 (l)

Akhirnya H2S2O7 diencerrkan dengan air yang mengubah kembali senyawa


ini menjadi asam sulfat.

H2S2O7 (l) + H2O (l) → 2 H2SO4 (l)

7. a) Sebagai zat pengoksidasi


asam sulfat pekat dapat mengoksidasi tembaga (lihat reaksi dibawah)
karbon dan belerang sedang pada reaksi ini asam sulfat direduksi menjadi
belerang dioksida. Belerang dioksida dapat dibuat dengan cara
mereaksikan tembaga dengan asam sulfat pekat.
Cu(s) + 2 H2SO4(l) CuSO4(s) + 2H2O(l) + SO2(g)
Belerang dioksida melarut dalam air membentuk asam sulfat
SO2(g) + H2O(l) H2SO4(aq)
b) Sebagai zat pengering
biasanya, gas sebelum ditampung dialirkan melalui asam sulfat pekat.
Cara ini tidak dapat digunakan untuk gas yang dapat bereaksi H2SO4
seperti ammonia dan H2S.
c) Sebagai zat dehidrasi yaitu zat yang dapat menghilangkan air dari
senyawa.Contohnya
pada saat H2SO4 dimasukkan kedalam gula,asam ini menarik air dan
menyisakan benda hitam,seperti arang.

H2SO4

C12H22O11 12C + 11H2O


d) Sebagai katalis dalam pembentukan ester

H2SO4
CH3COOH + C2H5OH CH3COOC2H5 + H2O

d)Jika dicampur dengan garam nitrat atau klorida akan menghasilkan


asam
NaNO3 (s) + H2SO4 (l) KHSO4 (s) + HNO3 (g)
NaCl (s) + H2SO4 (l) NaHSO4 (s) + HCl (g)

8. Ion sulfit (SO32¯),ion sulfat (SO42¯)

Kesimpulan

Dari percobaan – percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa Belerang


memiliki sifat alotropi yaitu kemampuan suatu zat untuk terdapat lebih dari
satu macam bentuk. Sifat fisika dari bentuk alotropi suatu unsur itu
sama,tetapi berbeda dengan sifat kimianya.Akan tetapi perubahan bentuk
belerang tidak dapat diamati dengan jelas karena terdapat sedikit kesalahan
teknis seperti pada saat melakukan praktikum tentang modifikasi
belerang,dimana serbukbelerang tidak sampai mencair sehingga
terbentuknya belerang palstis tidak dapat diamati. Sifat – sifat asam sulfat
seperti ; sebagai katalis dan sebagai zat dehidrasi dapat terbukti seperti yang
terjadi pada saat asam sulfat diteteskan ke gula,gula berubah menjadi seperti
arang dan pada saat asam sulfat ditambahkan pada alcohol dan asam
asetat,larutan tersebut baunya menjadi lebih menyengat.