Anda di halaman 1dari 3

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil
5.1.1 PenyiapanLarutanNaOH 0,1 N
Tabel 5.1 Data PenyiapanLarutanNaOH 0,1 N
NormalitasNaOH Volume larutan Volume NaOH 0,1 N
6N 500 ml 8,33 ml
5.1.2 StandarisasiNaOH0,1 N
Tabel 5.2 Data StandarisasiNaOH0,1 N
No V H2C2O4.2H2O V NaOH Konsentrasi NaOH

1 25 ml 30ml 0,0397 M
2 25 ml 33ml
Rata-rata 25 ml 31,5ml 0,0397 M
5.1.3Penentuan Kadar AsamAsetat
Tabel 5.3Data HasilPenentuanKadar AsamAsetat

V Asam Cuka Konsentrasi Kadar


No V NaOH
Apel Heinz CH3COOH CH3COOH
1 25 ml 214,5ml
0,877M 5,01%
2 25 ml 224ml
Rata-rata 25 ml 219,25ml 0,877M 5,01%

5.2 Pembahasan
Asidimetri adalah pengukuran konsentrasi asam dengan menggunakan larutan
baku basa, sedangkan alkalimetri adalah pengukuran konsentrasi basa dengan
menggunakan larutan baku asam. Oleh sebab itu, keduanya disebut juga sebaga
ititrasi asam-basa.
Dalam percobaan ini, sampel yang dianalisis adalah cuka apel Heinz. Karena
komponen bersifat asam dalam cuka adalah asam asetat, maka kadarnya dapat
ditentukan melalui titrasi dengan larutan baku NaOH.
Prosedur pertama adalah menyiapkan larutan baku, yaitu larutan NaOH 0,1N.
Caranya adalah dengan melarutkan V ml NaOH dengan aquadest sampai
volumenya mencapai 500 ml.
Prosedur kedua adalah menentukan kadar asam asetat dalam cuka apel
dengan mentitrasi cuka yang mengandung asam asetat itu dengan larutan baku
NaOH yang sudah diketahui konsentrasinya dengan tepat. Dituangkan 25 ml
sampel ke dalam erlenmeyer dan ditambahkan 2 tetes indikator phenolphthalein
sebagai penanda titik akhir titrasi. Kemudian larutan tersebut dititrasi dengan
larutan baku NaOH dari buret. Reaksinya :
CH3COOH + NaOH  CH3COONa + H2O
Sampel asam asetat (CH3COOH) dalam erlenmeyer akan habis bereaksi
dengan NaOH yang ditambahkan dari buret ketika warna larutan di erlenmeyer
berubah dari merah muda menjadi bening kembali. Titrasi dilakukan secara
duplo, yakni dilakukan minimal 2 kali. Hasil titrasi menunjukkan volume rata-
rata NaOH untuk mereaksikan sejumlah CH3COOH dalam
cukaanggurmerahadalah219,25 ml.
Dari reaksi di atas dapat disusun persamaan:
M as.asetat x Vas.asetat = MNaOH x VNaOH
Dan dari perhitungan dengan rumus di atas, diperoleh konsentrasi asam asetat
dalam cuka apel Heinzadalah 0,877M.

Gambar 5.1 Kurva Titrasi NaOH 0,1N terhadap sampel cukaapel Heinz
Pada sampel cuka, pH larutan sebelum penambahan NaOH adalah 1,2 dan
trayek pH tersebut terus meningkat seiring dengan bertambahnya volume NaOH
yang terpakai. Pada akhir titrasi, dimana 219,25 ml larutan NaOHterpakai, pH
larutan ini menjadi 8,849.
Ketika phenolphthalein ditambahkan ke larutan cuka, larutan berubah warna
menjadi merah rosa, kemudian dititrasi hingga pH nya netral yang ditandai
dengan larutan yang kembali menjadi bening. Kenaikan pH akibat penambahan
basa tidak dapat ditentukan secara sistematis .Hal ini disebabkan faktor waktu
yang digunakan dalam penetesan, kesempurnaan pengadukan, dan sebagainya.
Hasil yang diperoleh dari percobaan ini dapat menyimpang dari teori. Adapun
hal-hal yang menyebabkan terjadinya penyimpangan tersebut antara lain:
1. Tidak / kurang telitinya dalam pembacaan buret.
Pembacaan skala pada buret haruslah teliti, serta posisi mata harus sejajar
dengan posisi skala pada buret.
2. Kurang murninya bahan-bahan yang dipakai.
Bahan-bahan dan indikator yang digunakan harus benar-benar terjaga
kemurniannya, tidak terkontaminasi oleh zat lain. Wadah tempat
penyimpanannya harus tertutup rapat dan dijauhkan dari pemanasan langsung
seperti sinar matahari.
3. Kurang telitinya saat titrasi.
Titrasi seharusnya dilakukan setetes demi setetes hingga terjadi perubahan
warna pada larutan. Setelah terjadi perubahan warna, proses titrasi harus
dihentikan karena titik ekivalen telah tercapai.

Beri Nilai