Anda di halaman 1dari 2

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Yoghurt atau yogurt adalah dairy product yang dihasilkan melalui fermentasi bakteri pada
susu. Berbagai jenis susu dapat digunakan untuk membuat yoghurt, tapi produksi yoghurt yang
modern kini didominasi oleh susu sapi. Pembuatan yoghurt merupakan proses fermentasi dari gula
susu (laktosa) menjadi asam laktat yang menyebabkan tekstur yoghurt menjadi kental. Biasanya
yaghurt dijual dengan rasa buah, vanila, atau coklat, tapi ada juga tanpa penambahan rasa (plain).
Yoghurt dibuat dengan menambahkan bakteri yang menguntungkan ke dalam susu yang tidak
dipasteurisasi (untuk mengatur keseimbangan antara bakteri dan enzim dari susu) pada suhu dan
kondisi lingkungan yang dikontrol. Bakteri akan mengolah gula susu alami menjadi asam laktat. Hal
itu akan meningkatkan keasaman sehingga menyebabkan protein susu menyusut menjadi masa yang
padat atau kental. Peningkatan keasaman (pH 4-5) juga mencegah proliferasi (perbanyakan sel) dari
bakteri patogen lainnya. Umumnya kultur yoghurt melibatkan dua atau lebih bakteri yang berbeda
untuk proses fermentasi, biasanya yaitu Streptococcus salivarius dan thermophilus dan genus
Lactobacillus, seperti L.acidophilus, bulgaricus, casei dan bifidus.
Karena kultur yoghurt mengandung enzim-enzim yang dapat memecah laktosa, beberapa
individu yang menderita lactose intolerant dapat menikmati yoghurt tanpa efek yang merugikan.
Secara nutrisi, yoghurt memang kaya akan protein dan beberapa vitamin B serta mineral penting
lainnya.
Yoghurt umumnya dijual dengan penambahan kemanisan dan rasa, atau dengan
penambahan buah untuk menambah rasa alaminya. Produk yoghurt di AS umumnya ditambahkan
dengan pektin dan gelatin.
Ada beberapa jenis yoghurt, yaitu: Dahi yoghurt : berasal dari India Bulgarian yoghurt :
menggunakan kultur strain dari Bulgaria, yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus
thermophilus Greek yoghurt : dibuat dari susu yang telah dicampur dengan krim sehingga
kandungan lemaknya menjadi 10%. Bentuk lainnya bisa dalam bentuk standar (5%), rendah lemak
atau low fat (2 %), dan tanpa lemak atau non fat (0 %). Biasanya disajikan bersama dengan madu,
walnut, atau buah yang disediakan sebagai pencuci mulut Lassi yoghurt : minuman dengan bahan
dasar yoghurt. Berasal dari India dengan dua jenis rasa, yaitu rasa asin dan manis Kefir : minuman
susu fermentasi. Kini biasanya dinamakan yoghurt siap minum atau yoghurt smoothie Home-made
yoghurt : dapat dibuat dirumah dengan menggunakan sejumlah kecil kultur yoghurt aktif sebagai
kultur awal. Yoghurt akan menjadi kental atau memadat jika disimpan dalam refrigerator. Yoghurt
yang disimpan dalam refrigerator akan stabil atau tahan sampai satu minggu atau lebih.
Bila di nilai dari kandungan gizinya, yoghurt tidaklah kalah dengan susu pada umumnya. Hal
ini karena bahan dasar yoghurt adalah susu, bahkan ada beberapa kelebihan yoghurt yang tidak
dimiliki oleh susu murni yaitu :
1. Sangat cocok dikonsumsi oleh orang yang sensitif dengan susu (yang ditandai dengan diare)
karena laktosa yang terkandung pada susu biasa sudah disederhanakan dalam proses
fermentasi yoghurt.
2. Bila dikonsumsi secara rutin bahkan mampu menghambat kadar kolestrol dalam darah karena
yoghurt mengandung bakteri lactobasillus. Lactobasillus berfungsi menghambat pembentukan
kolestrol dalam darah kita yang berasal dari makanan yang kita makan seperti jeroan atau
daging.
3. Meningkatkan daya tahan tubuh kita karena yoghurt mengandung banyak bakteri baik
sehingga secara otomatis dapat menyeimbangkan bakteri jahat yang terdapat dalam susu kita.

1.2 Rumusan Masalah


- Apa saja bahan-bahan untuk membuat yoghurt?
- Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat yoghurt?
- Bagaimana cara membuat yogurt yang baik dan benar?
1.3 Tujuan dan Manfaat
- Memberikan pengetahuan tentang yoghurt.
- Mengetahui manfaat yoghurt.
- Mengetahui cara membuat susu fermentasi atau yoghurt dengan baik dan benar.