Anda di halaman 1dari 4

DARAH PADA MANUSIA DAN HEWAN VERTEBRATA DAN SIRKULASI DARAH PADA VERTEBRATA1

Nessa Nurhayati2, Nurul Afani2, Nurul Fatiah2, Siti Jumroh2


1
Judul Laporan Praktikum Fisiologi Hewan
2
Praktikan Fisiologi Hewan, Mahasiswa Pendidikan Biologi 2008

Abstrak

Hewan-hewan memerlukan sistem transportasi khusus untuk mendistribusikan oksigen dan zat-zat makanan ke sel-sel tubuh yang
memerlukannya, serta mengambil sisa metabolisme untuk diangkut ke alat-alat eksresi. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui
mikrosirkulasi pada hewan vertebrata, mengetahui bentuk-bentuk fibrin dan kristal hemin, serta mengetahui pengaruh rangsang mekanik, suhu
serta kimia terhadap aliran darah. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan tiga percobaan menggunakan hewan vertebrata yang
diambil mesentrium dan darahnya serta darah manusia. Larutan yang digunakan adalah KI, KCL dan asam asetat glacial. Selain itu juga
digunakan kristal hemin dan fibrin. Pada pengamatan mikrosirkulasi didapatkan hasil bahwa arterior merupakan pembuluh darah yang memilki
diameter paling besar dan memilki warna yang paling pekat. Pada pengamatan pengaruh rangsang, mesentrium katak yang diberi rangsang
mekanik, aliran darah bertambah cepat dan diberi rangsang dingin aliran menjadi lambat. Pada percobaan kristal hemin dan fibrin, didapatkan
hasil bahwa mencit memiliki kristal hemin bulat dan fibril berbentuk benang-benang panjang.

Kata Kunci : Mikrosirkulasi, arteriol, darah, katak, mencit, hemin, fibrin

PENDAHULUAN
Sistem sirkulasi adalah system transport yang mengantarkan O2 dan berbagai zat yang diabsorpsi dari traktus
gastrointestinal menuju ke jaringan, serta mengembalikan CO2 ke paru-paru dan hasil metabolisme lain menuju ke ginjal.
Sistem sirkulasi juga berperan dalam pengaturan suhu tubuh, dan mendistribusi hormone serta berbagai zat lain yang
mengautur fungsi sel. Darah yang merupakan pembawa berbagai zat tersebut dipompakan oleh jantung melalui suatu system
pembuluh darah yang tertutup. Darah membentuk sekitar 8% dari berat tubuh total dan memiliki volume rata-rata 5 liter pada
wanita dan 5,5 liter pada pria. Darah terdiri dari tiga jenis unsur sel khusus, eritrosit, leukosit dan trombosit yang terendam
dalam cairan kompleks plasma. Pergerakan konstan darah sewaktu mengalir melalui pembuluh darah menyebabkan unsur-
unsur sel tersebar relatif merata di dalam plasma.
Hewan-hewan memerlukan sistem transportasi khusus untuk mendistribusikan oksigen dan zat-zat makanan ke sel-sel
tubuh yang memerlukannya, serta mengambil sisa metabolisme untuk diangkut ke alat-alat eksresi. Hewan Amphibi
mempunyai jantung yang beruang 3 yaitu 2 atrium dan 1 ventrikel. Pada sekat antara serambi dan bilik terdapat katup. Ventrikel
akan memompakan darah ke dalam sebuah arteri bercabang yang mengarahkan darah melalui dua sirkuit yaitu Sirkuit pulmo
kutaneus dan sirkuit sistemik. Sepintas lalu, darah yang keluar dai ventrikel adalah darah dari campuran antara darah bersih
(teroksigenasi) dan darah kotor (terdeoksigenasi). Namun bila dicermati, ternyata darah yang mengalir ke otak Amphibia
ternyata selalu darah yang teroksigenasi.
Perbedaan struktural pada dinding arteri, vena, atau kapiler berkolerasi dengan fungsinya yang saling berlainan itu.
Kapiler hanya memiliki dinding pembuluh tipis yang terdiri atas endothelium dan membran basal. Struktur tersebut
mempermudah pertukaran zat antara darah dan cairan interstisial yang menggenangi sel itu. Arteri mempunyai lapisan tengah
dan lapisan luar yang lebih tebal dibandingkan dengan vena. Darah mengalir melalui pembuluh sistem sirkulasi dengan
kecepatan dan tekanan yang seragam. Dinding arteri yang lebih tebal menyediakan kekuatan dan elastisitas yang
mengakomodasi aliran darah yang dipompakan secara cepat pada tekanan tinggi melalui arteri oleh jantung, vena dengan
dinding yang lebih tipis mengririmkan darah kembali ke jantung dengan kecepatan dan tekanan rendah setelah darah itu
melewati hamparan kapiler. Darah mengalir melalui vena terutama sebagai akibat dari kerja otot, otot rangka menekan vena
dan menyebabkan darah mengalir melaluinya.
Aliran darah secara sederhana berarti jumlah darah yang melalui suatu titik tertentu di dalam sirkulasi dalam suatu
periode waktu tertentu. Di dalam aorta darah mengalir lebih dari seribu kali lebih cepat (sekitar 30 cm per detik) dibandingkan
dengan di dalam kapiler (0,026 cm per detik). Kecepatan aliran darah dipengaruhi oleh luas penampang pembuluh darah;
semakin besar jumlah luas keseluruhan penampang pembuluh darah, kecepatan aliran darahnya semakin lambat, dan
sebaliknya semakin sempit luas keseluruhan penampang pembuluh darah, kecepatan aliran darah di dalamnya semakin cepat.

METODOLOGI
Alat dan Bahan
Sample darah manusia, mencit, ayam, kadal, katak, dan ikan, katak hidup, metil violet, larutan (KCl 0,1 gram, KI 0,1 gram, dan
asam asetat glacial 100 ml), ijuk, air es, air panas, asam cuka, papan dan alat bedah, mikroskop, kaca objek, cover glass,
bunsen.

Cara Kerja
• Percobaan mikrosirkulasi
Membedah tubuh hewan dengan hati – hati. Angkat mesentrium pada usus, ambil seluas – luasnya mesentrium. Melakukan
pembedahan dengan cepat, agar langsung bisa di lihat di mikroskop. Percobaan ini membutuhkan jaringan yang masih hidup,
karena akan melihat aliran darah pada pembuluh darah yang ada di mesentrium. Mengamati mesentrium di bawah mikroskop,
dan menidentifikasi jenis pembuluh darahnya, warna, ukuran, arah aliran darah, dan kecepatan darahnya.

• Percobaan pengaruh rangsang pada katak


Cara kerja awal sama seperti percobaan mikrosirkulasi. Tetapi yang diamati adalah pengaruh rangsang terhadap kecepatan
aliran darah dan diameter pembuluh darahnya. Rangsangan pertama adalah mekanik, menusuk (jangan sampai bolong) salah
satu pembuluh, kemudian melepas tusukan dan melihat aliran darah setelah ditusuk beserta ukuran pembuluh darahnya.
Rangsangan kedua berupa dingin, teteskan air es pada pembuluh darah, kemudian lihat kecepatan aliran darahnya beserta
ukuran pembuluh darah setelah diteteskan air dingin. Rangsangan ketiga berupa panas, melakukan hal yang sama pada
rangsangan dingin, tetapi dirubah menjadi air panas. Rangsangan yang ke empat berupa kimia, teteskan asam cuka pada pada
pembuluh darah, kemudian lihat kecepatan aliran darahnya beserta ukuran pembuluh darah setelah diteteskan asam cuka.
Mencatat hasilnya.
• Percobaan kristal hemin dan fibrin
Mengambil sample (1 tetes) darah pada katak, ikan, kadal, mencit, ayam, dan manusia. Menaruh sample darah pada kaca
objek, kemudian menambahkan larutan satu tetes larutan yang mengandung KCl 0,1 gram, KI 0,1 gram, dan asam asetat
glacial 100 ml. Tutuplah dengan kaca penutup kemudian memanaskannya diatas nyala api yang kecil hingga larutan mendidih.
Tunggu hingga kering, kemudian mengamati di bawah mikroskop. Melihat adanya kristal hemin. Kemudian teteskan kaca objek
dengan zat warna metal violet. Mengamati di bawah miroskop adanya fibrin. Melakukan percobaan yang sama pada sampel
darah lainnya.

HASIL PENGAMATAN
• Percobaan mikrosirkulasi

Venula Kapiler Arterior


Katak Mencit Ikan Katak Mencit Ikan Katak Mencit Ikan
Merah Merah Merah Merah Merah Merah Merah Merah Merah
Warna
muda muda muda pekat pekat pekat
> > > Paling Paling Paling Paling Paling Paling
Diameter
kapiler kapiler kapiler kecil kecil kecil besar besar besar
Kecepatan Lama Sedang - Sedang - - Cepat Cepat -
aliran
darah
Keluar Keluar Keluar Keluar Keluar Keluar Masuk Masuk Masuk
Arah
dari dari dari dan dan dan ke ke ke
aliran
organ organ organ masuk masuk masuk organ organ organ
darah
organ organ organ

• Pengaruh Rangsang

Kecepatan Aliran Darah Diameter


Katak Mencit Katak Mencit
Mekanik (sapu Lebih cepat dari Tidak teramati Tidak teramati Tidak teramati
ijuk) sebelumnya
Lebih lambat dari Lebih cepat dari Tidak teramati Lebih kecil
Air Es
sebelumnya sebelumnya
Air Panas Tak ada aliran Tidak teramati Tidak teramati Tidak teramati
Kimia (larutan Tak ada aliran Tidak teramati Tidak teramati Tidak teramati
asam)

• Percobaan kristal hemin dan fibrin

Hemin Fibrin
Manusia Berbentuk butiran pasir berwarna merah Tidak terlihat
Mencit Berbentuk bulat Berbentuk benang – benang panjang
Ayam Berbentuk butiran pasir berwarna ungu Tidak terlihat
Kadal Belum diamati Belum diamati
Katak Belum diamati Belum diamati
Ikan Tidak terlihat jelas Serabut – serabut

ANALISIS
• Percobaan mikrosirkulasi
Pada percobaan mikrosirkulasi ini dilakukan pada mesentrium katak. Dan mengamati pembuluh darah yang ada. Pada
percobaan ini membutuhkan jaringan yang masih hidup, karena akan mengamati aliran darahnya. Dan di pengamatan dibawah
mikroskop ini ditemukan tiga jenis pembuluh darah, yaitu venula , kapiler, dan arteriol. Didapat ciri – ciri dari venula adalah
berwarna merah, diameter nya sedang, arah aliran darah ke luar organ, dan kecepatan aliran darahnya lambat. Untuk
pembuluh kapiler mempunyai ciri – ciri yaitu berwarna merah muda, diameternya paling kecil diantara 3 tipe ini, arah aliran
darahnya ada yang masuk ke organ dan ada juga yang keluar organ, dan kecepatan aliran darahnya sedang. Pada arteriol
mempunyai ciri – ciri berwarna merah pekat, diameternya paling besar diantara tiga tipe, aliran darahnya kearah organ,
kecepatan aliran darahnya cepat.
Pada mesentrium mencit dan ikan juga teramati venula mempunyai warna yang sama yaitu merah, diameter pembuluh
darahnya lebih besar dari kapiler, kecepatan aliran darah pada mencit sedang, tetapi pada ikan tidak terlihat kecepatannya.
Arah aliran darahnya sama yaitu keluar dari organ. Pembuluh kapiler nya mempunyai warna yang sama yaitu merah muda,
diameter nya juga sama yaitu paling kecil, kecepatan aliran darahnya tidak teramati, arah aliran darahnya sama yaitu keluar
masuk organ (dalam hal ini usus). Pada pembuluh darah arteriol mencit dan ikan, warnanya sama yaitu merah pekat,
dimeternya juga yang paling besar diantara pembuluh darah yang lain, aliran darahnya paling cepat pada mencit, tetapi ikan
tidak teramati, arah aliran darahnya semua masuk ke organ.
Dilihat dari perbedaan warna pembuluh darah, semakin pekat warna merah pada darah artinya makin banyak
mengandung CO2 . dan jika warna semakin muda maka kandungan O2 adalah banyak. Karena di dalam pembuluh darah
terdapat darah yang mengandung hemoglobin, hemoglobin ini mengandung Fe yang jika berikatan dengan oksigen maka
warna merahnya akan semakin muda. Jadi venula mengandung O2 yang sedang, kapiler mengandung O2 paling banyak, dan
yang paling sedikit mengandung O2 adalah arteriol.
Pada diameter pembuluh darah , arteriol mempunyai diameter terbesar, kemudian diikuti venula dan yang terakhir
adalah kapiler. Arteriol mempunyai dinding yang tebal karena darah yang mengalir dari jantung di pompa sangat kuat dengan
tekanan yang tinggi. Venula dengan dinding lebih tipis mengirimkan darah kembali ke jantung dengan kecepatan dan tekanan
rendah setelah darah itu melewati hamparan kapiler. (Campbell, 2002 : 49). Kapiler adalah pembuluh berdinding tipis (rata-rata
1 µm) yang terdiri dari selapis sel endotel pipih. Lumennya pun sangat sempit dibandingkan pembuluh lainnya, hal ini dapat
dikaitkan dengan fungsinya sebagai lokasi pertukaran gas dan nutrisi yang diistribusikan oleh eritrosit.
Pada kecepatan aliran darah yang paling cepat adalah arteriol, dan yang paling lambat adalah venula. Kemungkinan
hal ini karena arteriol mengalirkan darah dari jantung, darah yang dipompa oleh jantung mempunyai kecepatan yang sangat
cepat. Sedangkan venula aliran darahnya dari organ yang tidak dipompa. Arah aliran darah pada kapiler adalah keluar dan
masuk organ, hal ini dapat dikaitkan dengan fungsinya sebagai lokasi pertukaran gas dan nutrisi yang diistribusikan oleh darah.

• Percobaan pengaruh rangsang


Pengaruh rangsang terhadap kecepatan aliran darah dan diameter pembuluh darahnya diberi empat perlakuan, yaitu
ditekan dengan ijuk, pemberian air es, pemberian air panas, dan pemberian asam cuka. Saat ditekan dngan ijuk aliran darah
terhenti, kemudian dilepaskan tusukannya, aliran darah lebih cepat dari sebelumnya. Hal ini disebabkan karena saat aliran
darah tersumbat maka pembuluh darah tersebut akan mengalami dilatasi karena adanya relaksasi miogenik sebagai reaksi
hilangnya peregangan karena terhentinya aliran darah dan karena adanya perubahan komposisi kimia lokal, berkurangnya
pasokan O2 sehingga kerja aliran darah menjadi cepat. Bisa juga disebabkan oleh perbedaan tekanan pada aliran darah, ketika
tersumbat tekanan aliran darah menjadi tinggi, sehingga ketika dilepas, terkanan tersebut mendorong aliran darah menjadi lebih
cepat. Membesarnya pembuluh darah disebut vasodilatasi. Peningkatan aliran darah karena dilatasi pembuluh darah ini disebut
hiperemia reaktif.
Saat diteteskan air es aliran darah menjadi lambat. Menurut hipotesis, hal ini disebabkan mengkerutnya otot – otot
polos pada pembuluh darah karena terkena air es. Sehingga diameter pembuluh darah menjadi kecil yang disebut
vasokontriksi. Mengecilnya pembuluh darah ini menyebabkan resistensi arteriol meningkat dan terjadilah penurunan aliran
darah. (Sherwood, 2001). Bisa juga kemungkinan karena darah menjadi lebih kental, sehingga aliran darah menjadi lambat.
Pada saat diteteskan air panas, aliran darah darah tidak ada karena jaringan sudah mati. Seharusnya aliran darah menjadi
lebih cepat, karena air panas membuat dinding pembuluh darah menjadi lemas dan mudah membesar (vasodilatasi).
Vasodilatasi juga menyebabkan penurunan resistensi arteriol, sehingga akan lebih banyak darah yang mengalir ke daerah–
daerah dengan resistensi arteriol rendah. (Sherwood, 2001)
Rangsangan untuk kimiawi (asam cuka) juga tidak teramati karena jaringan sudah mati. Seharusnya penetesan asam
lemah (asam cuka) dapat merangsang potensial aksi otot polos dan meningkatkan produksi Ca2+ sitosol yang diproduksi di
Retikulum Endoplasmic system. Dengan meningkatnya kadar Ca2+, otot polos berkontraksi. Kontarksi tiba-tiba inilah yang
memompa darah pada area tersebut untuk terdorong ke depan dan mempercepat aliran darah.

• Percobaan kristal hemin dan fibrin

Darah yang ditetesi larutan yang mengandung KCl, KI, dan asam asetat glacial. KCl ini berfungsi untuk melisiskan
membran, KI berfungsi untuk mewarnai hemin, dan asam asetat glacial berfungsi untuk memisahkan heme dengan globin.
Pada pengamatan ini terlihat dari berbagai macam sampel darah. Pada manusia kristal hemin terlihat seperti butiran – butiran
pasir berwarana merah. Pada mencit terliahat berbentuk bulat. Dan pada ayam seperti butiran – butiran pasir yang berwarna
ungu. Seharusnya menurut referensi bentuk kristal hemin itu berbentuk panjang dan berwarna agak ungu. Pada fibrin, hanya
pada mencit terlihat yaitu berbentuk benang – benang panjang. Menurut referensi fibrin berbentuk seperti serabut dan benang –
benang. Fibrin adalah hasil dari pembekuan darah. Proses pembekuan darah , fibrinogen diubah menjadi fibrin. Fibrinogen
adalah suatu protein plasma yang larut dalam plasma, diproduksi oleh hati secara normal dan selalu ada dalam plasma. Fibrin
merupakan suatu molekul berbentuk benang dan tidak larut dalam plasma. Perubahan fibrinogen menjadi fibrin dikatalisis oleh
enzim trombin yang muncul pada pembuluh yang luka. Molekul fibrin melekat pada permukaan pembuluh yang rusak,
membentuk suatu saringan seperti jaringan untuk menahan elemen-elemen seluler darah. Masa hasilnya berupa gumpalan
berwarna merah, sebab banyak eritrosit yang terperangkap. Jaringan fibrin yang asli agak lemah, sebab benang fibrin menyatu
sangat longgar. Oleh sebab itu zat kimia yang mempautkan secra cepat antara benag yang berdekatan akan menguatkan dan
menstabilkan jaringan bekuan.

KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan sirkulasi darah dan kristal hemin serta fibrin dapat disimpulkan bahwa pembuluh darah ada 3
macam yaitu venula, kapiler, dan arteriol. Venula mempunyai warna merah, berdiameter sedang, aliran darah keluar dari organ,
kecepatan aliran darahnya lama. Kapiler mempunyai warna merah muda, berdiameter paling kecil, aliran darah keluar dan
masuk ke organ, kecepatan aliran darahnya sedang. Arteriol mempunyai warna merah pekat, berdiameter paling besar, arah
aliran darahnya masuk ke organ, kecepatan aliran darahnya cepat. Arteriol mempunyai dinding yang tebal
karena darah yang mengalir dari jantung di pompa sangat kuat dengan tekanan yang
tinggi. Makin pekat warna pembuluh darah maka kandungan darah pada pembuluh darahnya banyak CO2. Bentuk kristal
hemin adalah berbentuk panjang membentuk kristal. Bentuk fibrin adalah seperti serabut – serabut.

DAFTAR PUSTAKA
Leilani, Lian, dkk. 2007. Laporan praktikum fisiologi hewan. Jakarta : Universitas Negeri Jakarta
McLaughlin, Daniel, Jonathan Stamford, dan David White. 2007. Human physiology. New York: Taylor &Francis Group

Rusdi dkk. 2010. Penuntun Praktikum Fisiologi Hewan. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta

Sherwood. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Suripto, Drs, MS. 2010. Fisiologi Hewan. Bandung: Penerbit ITB


Pertanyaan dan jawaban
1 Gambarkanlah posisi valvula spiralis pada jantung katak!
Valvula spiralis berada di ujung aorta yang bercabang dua, yaitu ke kanan dan ke kir. Di cabang kanan dan kirinya masing
– masing bercabang 3.

2 Jelaskan dengan grafik hubungan antara luas total pembuluh darah, kecepatan aliran darah, dan tekanan darah dari aorta
sampai ke vena cava!

Pembuluh darah yang memiliki luas total terbesar ialah kapiler, yang merupakan percabangan terhalus dan tempat
pertukaran gas dan nutrisi dalam darah dan jaringan. Kecepatan aliran darah (velocity of flow) yang berbeda-beda mengalir
melalui berbagai segmen pohon vaskuler dan kecepatan aliran berbanding terbalik dengan luas potongan melintang total
semua pembuluh di tingkat sistem sirkulasi tertentu. Walaupun luas potongan melintang tiap kapiler sangat kecil dibandingkan
dengan pembuluh lainnya, jumlah luas potongan melintang semua kapiler jauh lebih besar dibandingkan luas penampang
pembuluh lain, terutama aorta. karena jumlah kapiler yang sangat banyak. Dengan demikian, kecepatan aliran darah melambat
ketika melalui kapiler. Kecepatan aliran darah akan bertambah ketika darah mengalir ke system vena, karena aliran darah ke
jantung dibantu oleh bebarapa faktor fisiologis, salah satunya ialah kontraksi katup vena.
Tekanan darah terbesar terjadi di aorta dan cabang arteri besar. Tekanan darah semakin menurun hingga ke vena,
karena tekanan yang diberikan oleh kontraksi ventrikel sinister semakin melemah ketika darah semakin jauh dari arah denyutan
jantung.