Anda di halaman 1dari 18

Laporan Turun Lapang

MEMPELAJARI KOMUNIKASI BISNIS PADA KANTIN DAN CATERING


DAHLIA

Oleh :
Kelompok 6
Uswatun Khasanah A24080022
Yolanda D24080040
Agung Utomo F34070012
Arif Wicaksono Utomo G54061662
Nisrina Kharisma I24080085

Dosen
Ir. Yatri Indah Kusumastuti, M.Si

Asiten:
Isma Rosyida I34060189
Ahmad Aulia Arsyad I34061111

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT


FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sejak zaman dahulu kebutuhan manusia akan sandang, papan, dan


pangan terus berkembang. Hal ini disebabkan karena terus berkembangnya
kebutuhan serta gaya hidup manusia itu sendiri. Seiring dengan
perkembangan zaman timbullah ide-ide kreatif yang bertujuan untuk
meningkatkan tingkat taraf hidup bagi mereka yang ingin memenuhi
kebutuhannya. Ide-ide kreatif tersebut bisa berupa membuka suatu usaha
yang merupakan keahlian dari mereka masing-masing dan dapat dijual untuk
mendapatkan keuntungan yang tentu saja bertujuan untuk meningkatkan
taraf hidup tadi. Untuk mendukung usaha tersebut diperlukan kajian-kajian
mengenai faktor-faktor apa saja yang bisa dikembangkan untuk mendukung
berkembangnya usaha yang akan dijalani.

Pada tugas kali ini kami akan mengkaji permasalahan mengenai


komunikasi bisnis yang terjadi di unit bisnis Kantin dan Katering Dahlia.
Kantin dahlia sendiri berdiri pada tahun 2000, didirikan oleh Ibu Lia bersama
teman-temannya dengan modal patungan serta pinjaman dari BPMC. Kantin
yang menjadikan mahasiswa sebagai sasarannya tersebut merupakan jenis
usaha baru yang terus berkembang. Jumlah mahasiswa yang terus
meningkat tiap tahunnya diharapkan akan menjadi salah satu faktor penting
yang akan mengiringi perkembangan usaha milik Ibu Lia tersebut.

Komunikasi bisnis sendiri adalah pertukaran gagasan, pendapat,


informasi, instruksi, yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara
personal atau impersonal melalui symbol-simbol atau sinyal-sinyal untuk
mencapai tujuan organisasi. hal-hal yang terkait komunikasi bisnis di kantin
Dahlia sendiri meliputi: struktur manajemen, komunikasi internal, dan
komunikasi eksternal. Unsur internal dalam kasus ini adalah pegawai serta
Ibu Lia selaku pimpinan, serta unsur eksternal dalam kasus ini adalah
pelanggan, pemasok bahan baku, dll. Hasil dari kajian ini diharapkan dapat
mengetahui strategi pesan apa yang harus dikembangkan demi kemajuan
kantin Dahlia sendiri. Karena keberhasilan penyampaian pesan kepada

1
konsumen kantin Dahlia ( teknik pemasaran) sangat ditentukan oleh strategi
pesan.

B. Tujuan
Tujuan pembuatan makalah komunikasi bisnis yang merupakan hasil dari
turun lapangan ini adalah :
1. Memberikan informasi tentang sejarah dan tujuan didirikannya unit usaha
2. Menambah pengetahuan tentang struktur organisasi unit bisnis dan
fungsi-fungsi yang dijalankan oleh tiap-tiap bagian
3. Menambah wawasan tentang proses komunikasi internal yang dijalankan
oleh unit bisnis, kendala-kendala dan solusinya Serta proses komunikasi
eksternal (cara pemasaran dan promosi produk atau jasanya) yang
dijalankan oleh unit bisnis, kendala-kendala dan solusinya

2
II. PEMBAHASAN

A. Profil unit usaha

A.1. Sejarah terbentuknya usaha


Usaha kantin dan catering Dahlia ini pada awalnya didirikan pada tahun
2000. Awal mulanya, usaha yang dirintis ibu Lia ini bertempat di kost-kostan
bersama teman-teman kosannya. Usaha ini dimulai dari catering kecil-kecilan.
Pada tahun 2003 ibu Lia mulai membangun usahanya dengan membuka
usahanya tersebut dengan membangun sebuah tempat untuk didirikan rumah
makan atau catering dan akhirnya dikembangkan sampai sekarang, dan
sekarang ibu Lia sebagai pemilk tunggal. Selanjutnya usaha ini diberi nama
Kantin Dan Catering Dahlia yang sekarang bertempat di Jl.Bateng no 10
Dramaga, Bogor. Bentuk usaha kantin dan catering Dahlia ini termasuk usaha
baru dalam artian bukan merupakan pengembangan dari bisnis sebelumnya.

A.2. Profil usaha


1. Nama dan alamat perusahaan

Nama : Kantin Dan Catering Dahlia


Alamat : Jl.Bateng no 10 Darmaga-Bogor
Telepon : 0251- 8621550
Pemilik : Ibu Lia

2. Bentuk Usaha
Bentuk usaha memberikan gambaran tentang dalam bentuk apa usaha
tersebut dikembangkan atau dijalankan. Bentuk Usaha yang dijalankan oleh
kantin dan catering Dahlia adalah usaha makanan, berupa rumah makan dan

3
catering. Catering adalah usaha penyediaan jasa makanan di lokasi tertentu
seperti hotel, perumahan dan untuk acara-acara tertentu. Produk yang
ditawarkan dari kantin atau rumah makan Dahlia berupa makanan seperti nasi,
lauk pauk, dan sayuran. Sedangkan produk yang ditawarkan dari catering dahlia
adalah nasi kotak, kue (snack).

3. Modal usaha
Modal usaha dalam suatu kegiatan usaha juga memiliki peran penting
agar usaha dapat berjalan dengan lancar disebabkan ada dukungan modal yang
cukup. Setiap usaha pasti ada modal dalam menjalankan usahanya baik dalam
bentuk materi ataupun non-materi. Pada usaha kantin dan catering Dahlia ini
salah satu modalnya adalah modal materi yang awalnya diperoleh dengan cara
patungan dan pinjaman dari BPMC, namun sekarang usaha ini memiliki modal
yang berasal dari pribadi yaitu dari ibu Lia sendiri selaku pemilik.

4. Lokasi
Lokasi usaha yang bertempat di Jl.Bateng no 10 Darmaga-Bogor dipilih
karena lokasi tersebut dirasakan cukup strategis dan berdekatan dengan
kampus. Karena sasaran utama kantin dan catering Dahlia ini adalah
mahasiswa. Lokasi juga sering dilalui oleh mahasiswa. Ruang dan tata letak
tempat usaha ini tidak memakan ruangan yang banyak dan tampak minimalis,
sehingga lokasi tersebut semakin dirasakan layak untuk menjalankan usaha ini.
Persyaratan utama dari penentuan lokasi usaha kantin dan catering
Dahlia ini adalah kedekatan dengan pasar atau dekat dengan kampus dengan
mahasiswa sebagai sasarannya. Sehingga lokasi kantin dan catering Dahlia
dekat dengan jalan raya yang dekat kampus IPB sehingga mudah dijangka oleh
mahasiswa.

4
B. Struktur Manajemen

Manajer

Penanggung Penanggung Penanggung


jawab jawab jawab
bidang dapur bidang keuangan
karyawan

Koki
Pelayan Petugas Petugas
konsumen kebersihan kasir

Kantin dan catering dahlia sudah cukup terkenal dikalangan mahasiswa


sehingga omset per bulannya berkisar Rp 20.000.000,00- 30.000.000,00
tergantung dari jumlah banyaknya pelanggan dan ada tidaknya pesanan
catering. Managemen keuangan dari kantin dan catering dahlia ini diolah oleh ibu
Lia sendiri selaku pemilk yang dibantu dengan suaminya.
Karyawan merupakan pekerja yang terdapat di dalam suatu instansi,
perusahaan ataupun pada suatu usaha. Karyawan merupakan aspek yang dapat
mendukung keberhasilan suatu usaha. Pada suatu usaha biasanya karyawan
menempati posisi atau memiliki tugas tertentu. Pada usaha kantin dan catering
dahlia ini jumlah karyawannya adalah sebelas orang, yaitu empat orang bertugas
di dapur untuk memasak dan tujuh orang bertugas untuk melayani pelanggan
catering ataupun transaksi penjualan di kantin. Dalam pengoperasinnya ibu Lia
bertindak sebagai kasir dan mengatur segala pemasukan dan pengeluaran uang.
Walaupun kasir pada kantin ini masih manual, tetapi dalam pengolahan data
keuangan sudah dilakukan dengan bantuan program computer yang diatur oleh
ibu Lia dan suaminya.
karena tugas dari karyawan yang mau direkrut tidak terlalu susah maka
rekrutmen pegawai dilakukan dengan cara menerima rekomendasi dari kerabat
dekat manajer. Tugas-tugas pegawai akan dikoordinasi secara langsung tiap

5
harinya secara lisan maupun tertulis. manajer mengontrol langsung pekerjaan
pegawai. Pengontrolan yang dilakukan manajer tidak dijadwalkan, sehingga
pegawai cenderung selalu bekerja dengan memuaskan. Pada kantin dahlia
pertemuan diadakan sebulan sekali dan dibarengi dengan acara pengajian
maupun arisan.
C. Pengelolaan Pemasaran Produk
Pemasaran memainkan peranan yang sangat penting bagi kesuksesan
suatu usaha. Kunci utama bagi keberhasilan marketing adalah memahami
kebutuhan/ keinginan pelanggan. Dengan memahami hal ini dapat ditentukan
strategi pemasaran yang meungkinkan terpenuhinya kepuasan pelanggan
(Sumodiningrat, Gunawan.1994).
Kantin dan catering dahlia memiliki dua buah usaha yaitu kantin dan
catering, tetapi target pasar untuk pemasarannya sama. Pasar yang diinginkan
adalah tempat yang ramai dengan mahasiswa, hal tersebut dapat dilihat dari
target pelanggan yang dituju yaitu 90% mahasiswa dan 10% adalah masyarakat
umum. Seperti diketahui, jadwal kuliah yang padat dan tugas yang hampir setiap
minggu membuat mahasiswa pada umumnya cenderung membutuhkan
makanan yang instan atau cepat saji. Begitu juga dengan permasalahan
pemenuhan konsumsi disetiap acara mahasiswa, kantin dan catering dahlia
dengan usaha cateringnya mencoba memenuhi atau menjadi solusi terhadap
masalah tersebut.
Seiiring dengan berjalannya usaha ini. Kondisi pasar yang terjadi mau
tidak mau harus dihadapi oleh manajemen dari usaha tersebut. Kondisi pasar
yang dihadapi yaitu untuk kantin, pasar yang dihadapi cukup stabil karena
sasarannya mahasiswa, namun apabila libur panjang maka produksi akan
menurun karena sebagian besar mahasiswa pulang. Untuk catering, pasar yang
dihadapi kurang stabil karena pemesanan catering umumnya hanya pada hari
sabtu dan minggu. Namun karena pangsa pasar utamanya adalah mahasiswa
maka cukup baik karena hampir sepanjang tahun mahasiswa memilki acara dan
sebagian besar menggunakan catering.
Produk yang dihasilkan berupa makanan pada kantin yang termasuk
kedalam barang dan jasa catering yang termasuk kedalam produk jasa. Pada
kantin, makanan termasuk barang yang tidak tahan lama apabila bahan mentah
telah dijadikan sebuah masakan. Atribut produk adalah unsur-unsur produk yang
dipandang penting oleh konsumen untuk dijadikan dasar pengambilan

6
keputusan. Atribut produk terdiri atas merek, kemasan, labeling, dan layanan
pelengkap. Pada usaha ini atribut digunakan pada usaha catering yaitu merek,
kemasan dan labeling. Merek yang digunakan adalah sama seperti nama
usahanya yaitu DAHLIA, mereknya mudah diinget dengan kata yang simple.
Pada kemasan catering digunakan kemasan masakan catering pada umumnya
yaitu kotak makanan berbentuk segi empat dengan ukuran yang disesuaikan.
Kemasan ini berfungsi sebagai pelindung isi dari kerusakan atau berkurangnya
isi, dan kemudahan dalam distribusi. Pada pelabelan, label diberikan pada kotak
makanan catering sehingga memudahkan konsumen membaca dan
mengenalinya.
Dalam melakukan suatu usaha yang berbasis keuntungan, penetapan
harga merupakan salah satu factor yang dapat menentukan. Apabila strategi
penerapan yang dilakukan baik maka pengendalian keuntungan juga akan baik
(Sjaifudian, Hetifah, Dedi Haryadi, Maspiyati .1995). Pada kantin dan catering
Dahlia harga ditentukan dari perkiraan modal yang digunakan dan dilihat juga
dari harga pesaing, sehingga harga variatif namun cenderung standard.
Pemasaran kantin dan catering dahlia ini dilakukan dengan cara membuat
selebaran-selebaran,poster dan menempel daaftar-daftar menu beserta
harganya di sekitar kantin sehingga pelanggan dapat melihat harga-harga yang
ditawarkan darii menu kantin maupun menu catering.
No Menu-menu yang terdapat pada kantin dahlia Harga
1 Sop Ceria (sayuran seperti jagung manis, buncis, wortel) plus Rp.2000
● Bola udang RP.1000
● Seafood pelangi Rp.1000
● Chikuwa Rp. 1000
● Olahan kepiting Rp.2000
●Baso ikan Rp.1000
● Baso daging Rp.1000
2. Ayam tulang lunak Rp. 5000
3. Ikan bakar madu Rp.5000
4. Ayam bakar madu Rp.6000
5. Ayam kribo Rp.6000
6. Sate buntel Rp.3500
7. Sop tahu Rp.3500
Menu lainnya
7
Pasar produk atau jasa memiliki tingkat persaingan yang tinggi, dan
sangat mudah berubah. Karenanya sangat penting untuk mengetahui pesaing –
pesaing yang dihadapi. Di daerah sekitar tempat kantin dan catering Dahlia
beroperasi terdapat banyak rumah-rumah makan seperti rumah makan Yunani,
Rumah makan ASKILL, dan rumah makan lainnya. Rumah makan yang terdapat
di daerah tersebut beraneka ragam, kelebihan dari pesaing-pesaingnya adalah
penataan tempat yang lebih baik dari Dahlia, sehingga faktor tersebut bisa
menjadi saran agar usaha kantin dan catering Dahlia ini menjadi lebih baik.
Adapun untuk mengatasi persaingan dengan pesaing – pesaing lainnya kantin
dan catering Dahlia mengambil beberapa langkah unutk mengatasi
permasalahan tersebut, yaitu :
a. Diversifikasi produk contohnya pada rumah makan dan catering Dahlia
sekarang banyak produk-produk makanan yang khas dan unik yang tidak
dimilki rumah makan lain.
b. Peningkatan mutu dan rasa
c. Bersaing masalah harga (harga standar namun memuaskan)
d. Pemberian atau penyebutan nama-nama makanan yang unik sehingga
menarik pelanggan.
Contoh: TTM (tahu Telor Maknyus)
Ayam kribo, dll.

D. Penyelenggaraan konukiasi internal


Komunikasi bisnis merupakan cara manajemen berhubungan dengan
lingkungannya. Komunikasi bisnis menghubungkan antara manajemen dengan
lingkungan internal maupun eksternal organisasi (Kusumaastuti, 2009).
Komunikasi internal organisasi adalah proses penyampaian pesan antara
anggota-anggota organisasi yang terjadi untuk kepentingan organisasi, seperti
komunikasi antara pimpinan dengan bawahan, antara sesama bawahan, dsb
(Onong, 1994).
Seorang pelaku bisnis dalam kegiatan bisnisnya harus bisa membina
hubungan yang baik melalui aktivitas komunikasi dengan pemilik, manajemen,
dan karyawan. Sebab ketiga sasaran yang berada di dalam lingkungan bisnis
tersebut sangat berperan dan menentukan keberhasilan bisnis (Kusumaastuti,
2009).

8
Manfaat melakukan komunikasi internal dalam organisasi bisnis
diantaranya adalah karena komunikasi menghasilkan hubungan dan pengertian
yang lebih baik antara atasan dan bawahan. Selain itu, membantu berbagai
pihak untuk mengerti perlunya perubahan dan bagaimana seharusnya mengelola
perubahan itu (Kusumaastuti, 2009).
Terdapat tiga dimensi komunikasi internal. Pertama, komunikasi vertikal
yaitu komunikasi dari pimpinan ke staff, dan dari staf ke pimpinan dengan cara
timbal balik. Downward Communication adalah komunikasi atas ke bawah.
Contoh pimpinan memberikan instruksi, petunjuk, informasi, penjelasan, perintah,
pengumuman. Upward Communication dari bawah ke atas. Contoh staf
memberikan laporan, saran-saran, pengaduan, kritikan, kotak saran, dsb kepada
pimpinan. Kedua, komunikasi horisontal yaitu komunikasi mendatar, antara
anggota staf dengan anggota staf. Pesan dalam komunikasi ini bisa mengalir di
bagian yang sama di dalam organisasi atau mengalir antarbagian. Komunikasi
horizontal ini memperlancar pertukaran pengetahuan, pengalaman, metode, dan
masalah. Hal ini membantu organisasi untuk menghindari beberapa masalah dan
memecahkan yang lainnya, serta membangun semangat kerja dan kepuasan
kerja. Ketiga, komunikasi diagonal yaitu komunikasi antara pimpinan
seksi/bagian dengan pegawai seksi/bagian lain (Onong, 1994).
Bisnis kantin Dahlia merupakan organisasi yang berorientasi pada
keuntungan (profit orientation). Faktor pembeda usaha bisnis ini adalah
tujuannya berorientasi pada profit; spesialisasi individu dan unit di dalamnya lebih
terstruktur, contohnya karyawan ada yang di khususkan pada bagian memasak
saja sebagai koki tanpa mengurusi bagian lain; kesalingtergantungan antara
individu dan unit sangat tinggi karena hasil kerja dari masing-masing individu
mempengaruhi jalannya bisnis misalnya koki sangat membutuhkan unit-unit
untuk memasak; dan hirarki pada unit bisnis ini terstruktur.
Berdasarkan keterangan di atas mengenai komunikasi internal suatu
organisasi bisnis, kantin dahlia memiliki tiga dimensi komunikasi internal.
Pertama, Komunikasi vertikal (atas-bawah) yaitu intruksi atasan dalam hal
penyajian menu, teguran atasan, pengarahan dan petunjuk dalam hal pelayanan
terhadap konsumen. Sedangkan, komunikasi vertical (bawah-atas) laporan
penjualan harian dan usulan penambahan menu baru. Kedua, komunikasi
horizontal yaitu komunikasi antar karyawan (pelayan ke pelayan) dalam hal
pesanan konsumen, komunikasi antara koki saat proses memasak. Dan ketiga,

9
Komunikasi diagonal yaitu komunikasi antara koki dengan petugas kasir jika
petugas kasir lupa harga makanan, komunikasi antara penanggung jawab bidang
karyawan kepada koki jika mendadak mendapatkan ide masakan baru.

E. Penyelenggaraan komunikasi eksternal


Komunikasi dalam organisasi merupakan salah satu unsur yang sangat
penting untuk tercapainya tujuan administrasi/manajemen. Komunikasi
Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di
antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu.
Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis
antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
Komunikasi dalam organisasi atau disebut juga komunikasi manajemen
meliputi dua bagian berdasarkan tempat di mana khalayak sasaran berada, yaitu
Komunikasi Internal (Internal Communication) untuk khalayak anggota organisasi
dan Komunikasi Eksternal (External Communication) untuk khalayak di luar
anggota organisasi.
Komunikasi eksternal organisasi adalah komunikasi antara pimpinan
organisasi dengan khalayak di luar organisasi. Yang termasuk khalayak di luar
organisasi meliputi : khalayak sekitar (community), instansi pemerintah
(government), pers, dan pelanggan (customer).
Ruang lingkup komunikasi eksternal dalam komunikasi bisnis mencakup
komunikasi dengan pelanggan, penyalur, pemasok, dan agen regulator. Keempat
kelompok yang berada di luar organisasi/lembaga bisnis memiliki kepentingan
untuk kelangsungan bisnis. Kelompok tersebut selain menghidupi juga dihidupi
oleh organisasi/lembaga bisnis. Kelompok tersebut menentukan kemajuan bisnis
sehingga hubungan baik dengan kelompok ini harus dijaga dan dipertahankan
dan ditingkatkan, melalui kualitas dan kuantitas komunikasi.
Kelompok ini memiliki kepentingan yang tidak sama, misalnya pelanggan
yang memiliki hak untuk memilih dan menentukan produk yang akan digunakan.
Sedangkan penyalur adalah kelompok yang memiliki jaringan distribusi mereka
hanya mau menyalurkan produk yang dikehendaki pelanggan. Pemasok
menginginkan adanya transaksi dengan organisasi lembaga bisnis yang
memuaskan, sedangkan agen regulator, menginginkan adanya kepatuhan
terhadap peraturan.
Komunikasi eksternal terdiri dari jalur secara timbal balik:

10
a. Komunikasi dari organisasi kepada khalayak. Komunikasi ini dilaksanakan
umumnya bersifat informatif, yang dilakukan sedemikian rupa sehingga
khalayak merasa memiliki keterlibatan, setidaknya ada hubungan batin.
Komunikasi ini dapat melalui berbagai bentuk, seperti: majalah organisasi;
press release; artikel surat kabar atau majalah; pidato radio; film dokumenter;
brosur; leaflet; poster; konferensi pers.
b. Komunikasi dari khalayak kepada organisasi. Komunikasi dari khalayak
kepada organisasi merupakan umpan balik sebagai efek dari kegiatan dan
komunikasi yang dilakukan oleh organisasi, yang biasa disebut opini publik
(publik opinion)

Komunikasi Eksternal Kantin & Catering Dahlia

1. Stakeholder Eksternal dan Cara Komunikasi yang di Bangun


Komunikasi yang dijalin pihak Kantin & Catering Dahlia dengan pihak luar,
meliputi pelanggan, pemasok bahan baku, maupun beberapa pihak lain yang
berhubungan dengan kelangsungan usaha ini.
Komunikasi yang dibangun dengan pemasok/penyedia bahan baku, meliputi
kualitas barang yang diinginkan oleh pihak Kantin & Catering Dahlia, kesesuaian
harga, serta berbagai hal teknis tentang pengambilan barang serta banyak
jumlahnya.
Komunikasi dengan calon pelanggan dilakukan dengan media promosi
berupa melalui brosur , poster, dan leaflet maupun informasi dari mulut ke mulut.
Komunikasi dengan pelanggan dilakukan dengan pemberian layanan sebaik-
baiknya.

2. Cara Menangani Klaim Pelanggan


Sejak berdiri tahun 2003 hingga sekarang, ada beberapa masukan yang
didapatkan dari pelanggan seperti ketersediaan menu yang semakin beragam.
Karena berdasarkan data yang didapatkan, Kantin & Catering Dahlia yang
memang sebagian besar digunakan untuk tempat makan para mahasiswa ini,
ada beberapa orang diantara mereka menginginkan kreasi menu yang baru dan
unik. Menanggapi hal ini, pihak Kantin & Catering Dahlia segera meluncurkan
menu baru yang menjadi andalannya yakni menu Ayam Kribo.

11
F. Masalah-masalah dalam komunikasi
Dalam komunikasi terdapat masalah-masalah yang dapat
menghambat komunikasi berjalan dengan baik. Masalah tersebut
tergolong dalam hambatan-hambatan berikut ini :
1. Hambatan Teknis
Keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi. Dari sisi teknologi,
semakin berkurang dengan adanya temuan baru dibidang kemajuan
teknologi komunikasi dan informasi, sehingga saluran komunikasi dapat
diandalkan dan efesien sebagai media komunikasi.
jenis hambatan teknis dari komunikasi :
# Tidak adanya rencana atau prosedur kerja yang jelas
# Kurangnya informasi atau penjelasan
# Kurangnya ketrampilan membaca
# Pemilihan media [saluran] yang kurang tepat.

2. Hambatan Semantik
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian
pengertian atau idea secara secara efektif. Definisi semantik sebagai studi
atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa.
Kata-kata membantu proses pertukaran timbal balik arti dan pengertian
[komunikator dan komunikan], tetapi seringkali proses penafsirannya keliru.
TIDAK ADANYA hubungan antara Simbol [kata] dan apa yang disimbolkan
[arti atau penafsiran], dapat mengakibatkan kata yang dipakai ditafsirkan
sangat berbeda dari apa yang dimaksudkan sebenarnya.
Untuk menghindari mis komunikasi semacam ini, seorang komunikator
HARUS memilih kata-kata yang tepat sesuai dengan karakteristik
komunikannya, dan melihat kemungkinan penafsiran terhadap kata-kata yang
dipakainya.

12
3. Hambatan Manusiawi
Terjadi karena adanya faktor, emosi dan prasangka pribadi, persepsi,
kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan alat-alat
pancaindera seseorang, dll.

# Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia.


Perbedaan persepsi, perbedaan umur, perbedaan keadaan emosi,
ketrampilan mendengarkan, perbedaan status, pencairan informasi,
penyaringan informasi.

# Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi.


Suasana iklim kerja dapat mempengaruhi sikap dan perilaku staf dan
efektifitas komunikasi organisasi.

Pada kantin dan catering dahlia, masalah komunikasi terjadi saat atasan
menjelaskan sesuatu atau pada ilmu komunikasi disebut kesalahan semantic
atau bisa juga masalah terdapat pada kejelasan kata-kata yang digunakan pada
saat komunikasi misalnya pada saat pemesan menyampaikan pesanan kepada
kasir “ Nasi bungkus pake tempe dua” lalu kasir menyampaikan seperti itu dan
karyawan yang melayani salah menafsirkan, yang dimaksud adalah nasi
bungkusnya dua dengan lauk tempenya satu masing-masingnya. Masalah yang
terjadi juga dengan hambatan manusiawi seperti perbedaan keadaan emosi,
pegawai senior yang emosinya tinggi cenderung tidak sabaran jika bekerja sama
dengan pegawai yang baru.

13
III. PENUTUP

A. Kesimpulan
Usaha kantin dan catering Dahlia ini pada awalnya didirikan pada tahun
2000. Bentuk Usaha yang dijalankan oleh kantin dan catering Dahlia adalah
usaha makanan, berupa rumah makan dan catering. Pada usaha kantin dan
catering dahlia ini jumlah karyawannya adalah sebelas orang, yaitu empat orang
bertugas di dapur untuk memasak dan delapan orang bertugas untuk melayani
pelanggan catering ataupun transaksi penjualan di kantin. Bisnis kantin Dahlia
merupakan organisasi yang berorientasi pada keuntungan (profit orientation).
Faktor pembeda usaha bisnis ini adalah tujuannya berorientasi pada profit;
spesialisasi individu dan unit di dalamnya lebih terstruktur, contohnya karyawan
ada yang di khususkan pada bagian memasak saja sebagai koki tanpa
mengurusi bagian lain; kesalingtergantungan antara individu dan unit sangat
tinggi karena hasil kerja dari masing-masing individu mempengaruhi jalannya
bisnis misalnya koki sangat membutuhkan unit-unit untuk memasak; dan hirarki
pada unit bisnis ini terstruktur. Komunikasi yang dijalin pihak Kantin & Catering
Dahlia dengan pihak luar, meliputi pelanggan, pemasok bahan baku, maupun
beberapa pihak lain yang berhubungan dengan kelangsungan usaha ini.
Komunikasi dengan calon pelanggan dilakukan dengan media promosi berupa
melalui brosur , poster, dan leaflet maupun informasi dari mulut ke mulut.

B. Saran
Agar komunikasi antar karyawan dan manajer semakin baik maka perlu
direncanakannya komunikasi yang baik dengan mengadakna pertemuan rutin
setiap minggunya. Dalam struktur organisasi bisnis Dahlia ini tidak memiliki
bagian Promosi, atau Humas yang bertugas untuk mempromosikan keberadaan
Dahlia. Sehingga perlu adanya bagian ini untuk khusus bertanggung jawab
terhadap masalah dengan pelanggan maupun promosi-promosi apa yang akan
dilakukan untuk menambah jumlah pelanggan yang datang ke Dahlia.

14
DAFTAR PUSTAKA

Jiwanto, Gunawan., 1985. Komunikasi dalam Organisasi, Pusat Pengembangan


Manajemen & Andi Offset, Yogyakrta
Kusumaastuti, Yatri Indah.2009. Komuniksi Bisnis. IPB Press, Bogor.
Onong, Effendy. 1994. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja

Rosdakarya.

Onong Effendy.1994.Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek.Bandung: Remaja


Rosdakarya.
Pace R. Wayne and Faules, Don F, 2000.Komunikasi Organisasi, ROSDA,
Bandung
Sjaifudian, Hetifah, Dedi Haryadi, Maspiyati (1995), Strategi dan Agenda
Pengembangan Usaha Kecil, AKATIGA, Bandung.
Sumodiningrat, Gunawan (1994), "Tantangan dan Peluang Pengembangan
Usaha Kecil", Jurnal Tahunan CIDES, no.1, h.157-164.
Tubbs, Stewart L. – Moss, Sylvia, 2005. Human Communication: Konteks-
Konteks Komunikasi, Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Uchjana Effendi, Onong., 1992 Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek, Remaja
Rosdakarya, Bandung
Wiryanto.2005.Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: Grameia Wiiasarana
Indonesia.

15
Lampiran 1
Panduan Pertanyaan Turun Lapang

1. Bagaimana cara rekrutmen pegawai?


jawaban : karena tugas dari karyawan yang mau direkrut tidak terlalu susah
maka rekrutmen pegawai dilakukan dengan cara menerima rekomendasi dari
kerabat dekat manajer.

2. Bagaimana cara mengkoordinasikan tugas-tugas dengan pegawai?


Adakah pertemuan rutin?
Jawaban : tugas dikoordinasi secara langsung tiap harinya secara lisan
maupun tertulis. Pada kantin dahlia pertemuan diadakan sebulan sekali dan
dibarengi dengan acara pengajian maupun arisan.

3. Bagaimana cara mengontrol hasil pekerjaan pegawai?


Jawaban : manajer mengontrol langsung pekerjaan pegawai. Pengontrolan
yang dilakukan manajer tidak dijadwalkan, sehingga pegawai cenderung
selalu bekerja dengan memuaskan.

4. Informasi tentang apa saja yang diharapkan dari bawahan?


Jawaban: dikarenakan manajer langsung turun kelapangan dengan menjadi
kasir, manajer memperoleh semua informasi yang didapat, seperti tentang
keaadan penjualan, kondisi makanan dan informasi tentang pemesanan.

5. bentuk komunikasi tertulis


Jawaban : manajer akan menulis memo pesanan dan memo tugas kepada
pegawai kalau ada pemesanan yang banyak sehingga masing-masing tugas
pegawai akan lama jika dijabarkan dengan lisan.

6. Siapa saja stakeholder eksternal?


Jawaban : Komunikasi yang dijalin pihak Kantin & Catering Dahlia dengan
pihak luar, meliputi pelanggan, pemasok bahan baku,

16
7. Bagaimana cara menjalin komunikasi dengan stakeholder eksternal?
Jawaban : Komunikasi yang dibangun dengan pemasok/penyedia bahan
baku, meliputi kualitas barang yang diinginkan oleh pihak Kantin & Catering
Dahlia, kesesuaian harga, serta berbagai hal teknis tentang pengambilan
barang serta banyak jumlahnya. Komunikasi dengan calon pelanggan
dilakukan dengan media promosi berupa melalui brosur , poster, dan leaflet
maupun informasi dari mulut ke mulut.

8. Bagaimana cara menangani claim dari pelanggan?


Jawaban : kantin dahlia memiliki mading sehingga jika terdapat claim dari
pelanggan yang berupa saran atau masukan terhadap dahlia maka
perubahan yang dilakukan akan segera diinformasikan kepada pelanggan
dengan menempelkan info tersebut di mading. Mading terdapat di dekat pintu
masuk dahlia sehingga mudah dilihat oleh pelanggan.

17