Anda di halaman 1dari 23

1

STUDI KELAYAKAN USAHA PENDRIAN INDUSTRI SOYA-SOYA


SINBIOTIK DRINK

Disusun Oleh:

Farid Abdul Qohar F34070003


Sri Alam S. Nasution F34070006
Biantri Raynasari F34070007
Agung Utomo F34070012
Rima Rahmawati F34070009
Andini Widya Astuti F34070010
Alisia Rahmaisni F34070034
Amanda Caessara F34070073

A. JUDUL PROGRAM
Dr. Soy: Inovasi Produk Minuman Sinbiotik dengan Pemanfaatan Hasil
Samping Industri Tahu sebagai Bahan Dasar Produk Pangan Fungsional yang
Sehat dan Ekonomis.

B. LATAR BELAKANG
Isu lingkungan merupakan topik yang sangat hangat pada saat ini, banyak
peraturan yang dikeluarkan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat akan pentingnya perlindungan terhadap lingkungan. Industri
merupakan salah satu badan yang banyak berpartisipasi dalam kerusakan
lingkungan, hal ini disebabkan karena limbah yang dibuang ke lingkungan dalam
jumlah yang besar. Limbah yang boleh dibuang adalah limbah yang tidak
mengandung bahan organik, bahan beracun dan berbahaya (B3), dan tidak bersifat
korosif. Oleh karena itu perlu adanya pengelolaan limbah yang dilakukan oleh
industri sebelum limbah aman untuk dibuang ke lingkungan.
2

Industri tahu merupakan salah satu industri yang cukup banyak


menghasilkan limbah. Limbah yang paling banyak terbentuk adalah limbah padat
atau ampas tahu yang selama ini dijual untuk pakan ternak dan limbah cair yang
dibuang langsung tanpa pengolahan. Limbah ini mengandung bahan organik
tinggi, khususnya protein yang jika dibuang ke lingkungan sekitar tanpa proses
pengolahan akan berpotensi terhadap pencemaran pada badan air, seperti air
menjadi kotor dan bau menyengat. Akibatnya beberapa badan air sungai, irigasi,
serta simpanan air tanah menjadi tercemar yang akhirnya akan membahayakan
kesehatan dan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya pengolahan
yang tepat untuk limbah industri tahu sehingga akan memberikan nilai tambah
bagi industri tersebut
Masalah lain yang menjadi perhatian pemerintah adalah masalah
kesehatan masyarakat. Adapun nutrisi yang dibutuhkan manusia untuk dapat
hidup sehat adalah karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin, dan mineral. Selain
itu sebagai tambahan juga diperlukan komponen prebiotik dan probiotik yang
berfungsi dalam melancarkan pencernaan. Namun tidak semua lapisan masyarakat
mampu membeli makanan yang mengandung zat gizi tersebut. Hal ini disebabkan
harga bahan makanan yang relatif mahal.
Dengan adanya masalah kesehatan dan lingkungan ini, menghasilkan suatu
solusi yang dapat dilakukan untuk membantu pemerintah. Limbah dari industri
tahu yang masih mengandung bahan organik seperti ampas tahu dapat
dimanfaatkan untuk membuat suatu produk baru yang bergizi namun dapat
dinikmati semua kalangan. Ampas tahu tersebut akan diolah menjadi minuman
sinbiotik yang disebut Dr. Soy.
3

C. PERUMUSAN MASALAH
Secara khusus masalah yang melatarbelakangi program ini adalah :
1. Pemanfaatan ampas tahu yang belum optimal.
2. Kerusakan lingkungan yang diakibatkan pembuangan limbah dari
industri tahu.
3. Banyaknya masyarakat yang kurang mampu untuk menikmati
minuman yang mengandung prebiotik dan probiotik.
4. Kurangnya alternatif minuman kesehatan yang ada di pasaran dengan
memaksimalkan produk samping.

D. TUJUAN PROGRAM
Tujuan dari bisnis ini adalah :
1. Menciptakan inovasi produk baru berupa minuman sinbiotik yang bergizi,
ekonomis, dan bermanfaat untuk kesehatan.
2. Meningkatkan nilai tambah dari ampas tahu dengan pemanfaatan ampas
tahu sebagai bahan baku produk.
3. Mengembangkan jiwa kewirausahaan, tanggung jawab, kerjasama tim,
sertea menumbuhkan kemandirian untuk membuka lapangan kerja sendiri,
tidak lagi berorientasi mencari pekerjaan.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN


Luaran yang diharapkan dari program ini adalah inovasi produk baru
berupa minuman sinbiotik dari ampas tahu, yang sehat, bergizi, dan menyegarkan.
Pemanfaatan ampas tahu sebagai bahan baku tidak hanya menambah nilai tambah
pada limbah industri tahu, akan tetapi juga mengurangi jumlah limbah yang
dihasilkan. Kandungan protein di dalam ampas tahu yang cukup tinggi
menjadikan minuman sinbiotik memiliki nilai gizi yang baik. Minuman yang
bersumber ampas tahu sebagai hasil olahan kedelai menjadikannya memiliki
kadar lemak yang rendah, selain jenis lemaknya adalah lemak nabati sehingga
cocok dikonsumsi bagi orang yang sedang menjalani program diet. Kemasan yang
menarik, manfaat yang menyehatkan, serta harga yang terjangkau diharapkan
dapat menjadikan produk dapat diterima oleh masyarakat di semua kalangan.
4

Selain itu, luaran yang diharapkan adalah produk sinbiotik drink dapat menjadi
unit usaha yang mampu membuka peluang kerja sekaligus mengangkat
perekonomian masyarakat dengan meningkatkan nilai guna dan nilai ekonomi dari
bahan baku ampas tahu.

F. KEGUNAAN PROGRAM
Manfaat dari program ini antara lain :
1. Manfaat bagi mahasiswa
a. Melatih kemampuan mahasiswa untuk berwirausaha sebagai sarana
pembelajaran model industri pangan skala kecil.
b. Media pengembangan serta penerapan ilmu dan teknologi dari disiplin
ilmu yang telah diperoleh.
c. Merangsang pemikiran mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan dinamis.
d. Mengembangkan semangat kemandirian finansial, kemampuan kerja
dalam tim, dan keahlian manajemen secara professional.
2. Manfaat bagi perguruan tinggi
a. Perwujudan tridharma perguruan tinggi.
b. Meningkatkan kompetensi serta kualitas ilmu pengetahuan dan
teknologi yang dikembangkan oleh perguruan tinggi.
c. Meningkatkan citra positif perguruan tinggi sebagai salah satu pencetak
generasi muda pengubah bangsa ke arah yang positif.

3. Manfaat bagi lingkungan dan masyarakat


a. Menyediakan alternatif minuman sehat, bergizi, dan menyegarkan
dengan harga yang terjangkau.
b. Mengurangi jumlah limbah industri tahu berupa ampas tahu dengan
memanfaatkan ampas tahu sebagai bahan dasar pembuatan produk.
c. Menyerap tenaga kerja setempat dalam pendirian industri.
d. Menambah pendapatan pelaku industri tahu, karena ampas tahu yang
semula hanya berupa limbah menjadi bernilai jual sebagai bahan baku
pembuatan produk.
5

e. Memberikan edukasi pada masyarakat tentang pentingnya minuman


sinbiotik bagi kesehatan yang merupakan keunggulan dari minuman
Dr. Soy.

G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA


G.1. Profil Singkat dan Gambaran Usaha
Program kewirausahan ini merupakan salah satu kegiatan yang
bergerak dalam usaha minuman sinbiotik berbahan dasar ampas tahu. Ampas
tahu ini diolah menjadi minuman sinbiotik yang mrngandung prebiotik dan
probiotik. Minuman sinbiotik ini akan disajikan dengan kemasan cup yang
mudah untuk dikonsumsi kapan saja. Usaha ini akan berpusat di Bogor, Jawa
Barat. Keunggulan dari program kewirausahaan yang kami usulkan ini
adalah:
Produk minuman sinbiotik yang ekonomis dan bermanfaat untuk
kesehatan karena mengandungan kandungan gizi tinggi yaitu kaya
akan prebiotik dan probiotik.
Secara tidak langsung turut serta dalam meminimisasi limbah ampas
tahu dari industri tahu.
Meningkatkan nilai tambah pada ampas tahu dengan mengolahnya
menjadi produk minuman sinbiotik.

G.2. Aspek Produk


G.2.1. Deskripsi Produk
Produk kami bernama Dr. Soy, Dr berasal dari kata dokter dan
drink. Dokter identik dengan sesuatu yang dapat menyembuhkan/
menyehatkan manusia. Sedangkan drink mempunyai makna minnuman.
Kemudian Soy menujukkan bahwa produk kami berbahan dasar dari soya
(kedelai). Kami memberikan nama produk “Dr. Soy” karena kami ingin
menunjukkan bahwa minuman ini dapat menyehatkan tubuh manusia
karena berasal dari soya. Ampas tahu merupakan hasil samping dari
6

industri tahu yang mempunyai kadar protein dan serat yang tinggi. Untuk
menghasilkan Dr. Soy, ampas tahu ini akan diolah menjadi tepung ampas
tahu. Hal ini dilakukan agar memudahkan penyimpanan, memudahkan
aplikasi, dan mengoptimalisasikan serat dan protein.
Produk Dr. Soy mengandung probiotik dan prebiotik sehingga
memiliki manfaat ganda sebagai sumber nutrisi bagi probiotik dan sumber
oligosakarida. Probiotik merupakan sel mikrob yang menguntungkan
kesehatan dan kehidupan inang dan termasuk dalam kelompok bakteri
asam laktat (BAL). Adapun fungsi dari probiotik adalah menekan
pembusukan dalam usus, mencegah konstipasi, sebagai antibiotik alami,
sebagai stimulus imunitas dan antidiare. Kemudian prebiotik merupakan
serat makanan yang tidak dapat dihidrolisi enzim pencernaan. Prebiotik
berfungsi sebagai sumber nutrisi bakteri probiotik.

G.2.2. Desain Produk


Di bawah ini adalah contoh desain produk minuman Dr. Soy :

Gambar 1. Desain Produk Dr. Soy


G.2.3. Proses Produksi
Proses produksi adalah metodologi dalam proses pembuatan
produk agar tercipta kualitas yang maksimal. Adapun tahapan untuk
menghasilkan Dr. Soy, dimulai dari pembuatan tepung ampas tahu.
Diagram alir dari proses pembuatan tepung ampas tahu dapat dilihat pada
Gambar 2 di bawah ini:
7

Ampas tahu + NaHCO3 0,1% + Larutan pandan 10% (b/v)

Pengepresan

Sterilisasi

Pengeringan (oven 600C)

Penghancuran (disc mill)

Pengayakan (100 mesh)

Tepung ampas tahu

Gambar 2. Diagram Alir Pembuatan Tepung Ampas Tahu


Setelah dilakukan proses pembuatan tepung ampas tahu,
dilanjutkan dengan pengolahan tepung ampas tahu menjadi produk Dr.
Soy. Rincian proses pembuatannya dapat dilihat pada Gambar 3 di bawah
ini:
8

Tepung Ampas Tahu 35% + susu skim 8% + glukosa 3% + karagenan


0,2% + air

Pasteurisasi 70-800C selama 15 menit

Inokulasi kultur BAL

Inkubasi 24 jam, 370C

Penambahan larutan sukrosa dan flavor

Dr. Soy
Gambar 3. Diagram Alir Pengolahan Tepung Ampas Tahu

G.3. Aspek Pemasaran


G.3.1. Sudut Pandang Permintaan
Kesehatan masyarakat merupakan salah satu aspek yang mendapat
perhatian dari pemerintah. Dr. Soy merupakan produk minuman kesehatan
yang memiliki kandungan gizi yang tinggi yaitu, kaya akan prebiotik dan
probiotik dan memiliki harga yang ekonomis. Adapun nutrisi yang
dibutuhkan oleh manusia untuk dapat hidup sehat adalah karbohidrat,
lemak, protein, serat, vitamin dan mineral. Selain itu sebagai tambahan
juga diperlukan komponen prebiotik dan probiotik yang berfungsi dalam
melancarkan pencernaan.
Pada umumnya masyarakat Indonesia menginginkan suatu produk
yang berkualitas dengan harga yang ekonomis. Dengan adanya kebutuhan
9

akan nutrisi untuk setiap manusia dan keinginan untuk mendapatkan


produk yang ekonomis, permintaan akan produk minuman kesehatan yang
ekonomis akan semakin tinggi seiring dengan lajunya pertumbuhan
penduduk yang ada di Indonesia. Dari sini terlihat bahwa program ini
memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu bidang usaha yang
menjanjikan.

G.3.2. Sudut Pandang Penawaran


Kondisi permintaan yang tinggi semakin membuat usaha kami
untuk dapat menyediakan produk yang berkualitas agar dapat memenuhi
kebutuhan dan keinginan dengan segala fasilitas, pelayanan, dan
kemampuan manajerial yang professional. Penawaran yang kami berikan
tidak dipengaruhi oleh waktu karena produk kami sesuai untuk setiap
waktu bukan musiman. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan akan nutrisi
manusia untuk setiap harinya yang harus dipenuhi untuk dapat hidup
sehat.

G.3.3. Proyeksi Permintaan dan Penawaran


Peluang permintaan terhadap produk minuman kesehatan yang
kaya akan kandungan gizi adalah sangat tinggi. Kami memproyeksikan
akan semakin tinggi dari tahun ke tahun karena semakin meningkatnya
laju pertumbuhan penduduk Indonesia dan pemenuhan akan kebutuhan
nutrisi oleh setiap manusia untuk setiap harinya. Selain itu, kemampuan
kreatifitas dan manajerial yang baik sebagai upaya penawaran kami akan
mampu mendorong usaha produk minuman kesehatan ini untuk terus
berkembang di semua kalangan masyarakat terutama generasi muda yang
setiap harinya memiliki banyak aktifitas.

G.3.4. Analisis Persaingan Pasar


Sekarang ini, bisnis di bidang minuman kesehatan masih relatif
kecil di Indonesia. Selain itu, produk kami memiliki added value yaitu
mengolah limbah ampas tahu dan mengolahnya menjadi produk minuman
10

kesehatan yang ekonomis. Pelayanan secara professional untuk mencapai


kepuasan konsumen juga merupakan keunggulan dari usaha kami. Jadi,
kami yakin akan mampu menembus persaingan pasar yang ada.

G.3.5. Segmentasi, Targeting, dan Positioning.


Rencana bisnis yang akan dijalankan memiliki tujuan untuk
meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia dengan mengkonsumsi
produk minuman kesehatan ini. Tubuh yang sehat dapat diciptakan dengan
gaya hidup sehat. Bisnis ini mampu membidik semua kalangan konsumen.
Target konsumen untuk bisnis ini adalah masyarakat Indonesia yang kami
bedakan menjadi dua segmen, yaitu :
1. Konsumen Akhir
Kami memfokuskan pada kalangan muda yang merupakan generasi
penerus bangsa sebagai konsumen akhir dari produk kami meskipun
tidak menutup kemungkinan untuk kalangan lainnya.
2. Produsen
Kami memberikan peluang bagi Produsen seperti toko, warung,
supermarket, dll untuk menjual produk Dr. Soy kami.
Target utama dalam pemasaran produk ini adalah segmen pertama
yaitu, konsumen akhir. Diperkirakan bahwa segmen ini memiliki
kebutuhan atas manfaat dari produk tersebut. Kemudian untuk segmen
kedua yaitu, produsen merupakan target jangka panjang yang akan
dilakukan setelah target jangka pendek tercapai atau minimal
mengindikasikan tercapai.
Kami memposisikan produk Dr. Soy sebagai minuman berkualitas,
sehat dengan kandungan gizi yang cukup tinggi, serta harga terjangkau
dibanding dengan produk minuman yang lain yang berada di pasaran.
Selain itu produk ini merupakan terobosan baru sebagai produk pangan
fungsional, jadi tidak hanya rasanya saja yang enak, tetapi minuman ini
juga sangat menyehatkan. Jadi, positioning yang kami ciptakan adalah
minuman kesehatan sebagai produk pangan fungsional yang ekonomis dan
mengangkat budaya untuk hidup sehat.
11

G.3.6. Strategi Pemasaran


Dengan melihat tingkat persaingan yang ada serta permintaan yang
cenderung meningkat maka dibutuhkan stategi bisnis dalam bidang
pemasaran yang efektif dan efisien.
Jenis Strategi Pemasaran Dr. Soy adalah :
1. Strategi Pemasaran Sepanjang Siklus-Hidup Produk
 Tahap Perkenalan
Pada tahap ini, kami akan melakukan banyak promosi untuk
memperkenalkan produk-produk yang kami tawarkan agar
konsumen tertarik untuk membeli.
 Tahap Pertumbuhan
Pada tahap ini diperkirakan penjualan sermakin meningkat
sehingga perlu adanya perluasan produk dan pelayanan yang
profesional.
 Tahap Kedewasaan
Pada tahap ini kami akan mempertahankan pangsa pasar yang ada,
membangun loyalitas pelanggan, menekankan manfaat produk, dan
melakukan diversifikasi model produk.
2. Marketing Mix
a. Produk
Strategi produk adalah suatu strategi yang dilaksanakan oleh
suatu perusahaan yang berkaitan dengan produk yang dipasarkannya.
Strategi produk yang tepat akan menempatkan bisnis minuman
kesehatan ini dalam suatu posisi persaingan yang lebih unggul
daripada pesaingnya. Keunggulan produk Dr. Soy terletak pada
kandungan gizi yang tinggi yaitu kaya akan prebiotik dan probiotik
dengan harga yang relatif murah. Hal ini merupakan keunggulan
produk yang harus dikomunikasikan kepada konsumen sehingga
konsumen tertarik untuk mencoba, membeli dan akhirnya menjadi
pelanggan setia dari produk.
12

b. Harga
Harga adalah satu-satunya unsur dalam bauran pemasaran
yang menghasilkan pendapatan. Strategi penetapan harga dilakukan
sebelum produk dilempar ke pasaran. Penetapan harga dilakukan
berdasarkan analisis biaya produksi Dr. Soy. Perhitungan biaya
produksi tergantung pada beberapa variabel, antara lain biaya bahan
baku, tenaga kerja, dan peralatan produksi. Selain itu, penetapan harga
juga dilakukan dengan menganalisis harga-harga produk minuman
prebiotik lainnya. Dari hasil survey pasar diketahui harga produk
sejenis Dr. Soy sekitar Rp 3.500-an ke atas, sedangkan harga produk
Dr. Soy Rp. 2.000 dimana harga ini termasuk murah dibandingkan
produk minuman lainnya. Harga tersebut juga dinilai terjangkau oleh
target pemasaran dan sesuai kualitas produk yang dihasilkan.
c. Tempat dan Distribusi
Tempat dan distribusi diperlukan untuk memasarkan
Dr. Soy pada konsumen sasaran. Sistem distribusi produk ini
direncanakan menggunakan sistem distribusi secara langsung dan
tidak langsung dimana penyaluran produk secara langsung dilakukan
dari produsen ke konsumen, sedangkan penyaluran secara tidak
langsung yaitu melalui toko-toko atau pemesanan secara on line.
d. Promosi dan Iklan
Promosi dilakukan untuk menginformasikan produk dan
membujuk konsumen untuk membeli produk yang dipasarkan. Dalam
hal ini, produk ini memerlukan promosi yang lebih intensif karena
sebagai produk baru tentu saja masih banyak konsumen yang belum
mengenal produk Dr. Soy. Media promosi yang akan digunakan
adalah:
- Poster
- Iklan di Koran
13

Bentuk Strategi Pemasaran :


a. Direct Marketing
Kami menjual produk-produk kami secara langsung agar konsumen dapat
mengetahui dengan lebih jelas kualitas produk. Strategi yang digunakan
diantaranya :
- Word of mouth
Word of mouth merupakan salah satu media promosi yang sangat
efektif, selain itu media promosi ini tidak memakan biaya sama sekali.
Yang perlu dilakukan agar konsumen yang datang mau
mempromosikan Dr. Soy dengan metode word of mouth adalah dengan
memberikan pelayanan terbaik ketika produsen berhadapan langsung
dengan konsumen.
- Mengikuti bazaar
Dengan mengikuti bazaar akan membantu kami dalam
mempromosikan dan memasarkan produk minuman kesehatan ini.
b. On Line Marketing
Kami menggunakan internet sebagai media promosi Dr. Soy. Kami
menggunakan internet karena dapat menjangkau seluruh konsumen baik
kalangan atas maupun kalangan bawah, kalangan muda maupun kalangan
dewasa dan informasi dapat diakses kapan saja. Sosial networking yang
digunakan adalah :
- Website
- Blog
- Facebook
- Kaskus

G.4. Aspek Keuangan dan Ekonomi


Aspek keuangan dan ekonomi merupakan aspek penting yang harus
diketahui untuk menentukan keberlajutan bisnis yang dijalankan. Salah
satunya adalah analisis kelayakan usaha di bidang finansial. Analisis
Kelayakan Usaha digunakan untuk melihat bagaimanakah keunggulan
produk, peluang penjualan, biaya produksi, sehingga mendatangkan laba dan
14

layak untuk diproduksi dan menjamin keberlanjutan usaha setelah kegiatan


PKM Kewirausahaan diusulkan. Analisis sensitivitas usaha meliputi analisis
dengan Metode Payback Period, Metode Net Present Value (NPV), Metode
Internal Rate of Return (IRR) dan Analisis Titik Impas (Break Even Point)
Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup
pengeluaran investasi dengan aliran kas. Secara matematis rumus untuk
menghitung Payback Period adalah sebagai berikut :

Payback Period = Nilai Investasi __ X 1 Tahun

Kas Masuk Bersih

NPV yaitu selisih antara present value dari investasi dengan nilai
sekarang dari penerimaan-penerimaan kas bersih (aliran kas operasional
maupun aliran kas terminal) di masa yang akan datang. Jika nilai NPV lebih
besar dari 0 maka usulan usaha diterima, jika lebih kecil maka usulan usaha
ditolak, jika sama dengan 0 maka usulan usaha dapat diterima atau ditolak.
Secara matematis rumus untuk menghitung NPV adalah sebagai berikut

NPV = ∑ CFt . – Io

(1+ K)t

Dimana : CFt = Aliran kas pertahun pada periode t


Io = Investasi awal pada bulan ke 0
K = Suku Bunga
Metode Internal Rate of Return (IRR) digunakan untuk mencari
tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan
dimasa datang. Secara matematis rumus untuk menghitung IRR adalah
sebagai berikut :
Io = ∑ CFt .

(1+ IRR)t

Dimana : t = Tahun ke-


Io = Nilai Investasi awal
CFt = Arus Kas bersih
15

IRR = Tingkat bunga yang dicari harganya


Analisis titik impas adalah adalah suatu analisa yang digunakan untuk
mengetahui hubungan antara beberapa variabel dalam proses produksi dengan
pendapatan yang diterima perusahaan. Secara matematis rumus yang
digunakan untuk menghitung BEP adalah sebagai berikut :

BEP = __a__

P-b

Dimana : BEP = Tingkat produksi pada titik impas


a = Biaya Tetap Produksi
b = Biaya Variable
P = Harga

G.5. Aspek Manajemen


G.5.1 Struktur Organisasi Manajemen
Sebagai sebuah bisnis atau usaha yang bergerak di bidang produk
minuman kesehatan maka diperlukan struktur manajerial yang baik
sehingga tercipta kesesuaian visi dan misi organisasi yang diinginkan.

General Manajer
Alisia Rahmaisni

Manajer Desain Manajer Manajer Manajer


Produk Operasional Keuangan Pemasaran
Agung Utomo Andini Widya A. Anindita Sita Dewi Siti Irma E.

Gambar 4. Struktur Manajerial


G.5.2. Deskripsi Pekerjaan
General Manajer bertanggung jawab penuh terhadap segala
kegiatan yang ada meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian,
pengawasan, dan evaluasi kegiatan. Manajer Desain Produk bertanggung
jawab dalam desain produk yang dibuat. Manajer Operasional
16

bertanggung jawab dalam mengatur persiapan selama tahap persiapan dan


mekanisme proses produksi. Manajer Keuangan bertanggung jawab
mengatur sistem keuangan dan pembukuan. Manajer Pemasaran
bertanggung jawab menjalin kerjasama dengan pihak luar untuk
memperlancar proses pemasaran, menciptakan sistem pemasaran yang
baik, melakukan promosi produk, dan memasarkan produk ke tempat-
tempat strategis. Seluruh manajer saling berkoordinasi dengan general
manajer agar tercipta mekanisme sistem kerja yang baik.

H. METODE PELAKSANAAN PROGRAM


Program kewirausahaan ini dibagi dalam empat tahap. Tahap pertama
adalah tahap persiapan yang terdiri atas survey lokasi usaha, survei pasar bahan
baku dan tempat penyewaan alat, dan pengadaan bahan baku. Selanjutnya, tahap
kedua adalah tahap produksi yang meliputi produksi pembuatan tepung ampas
tahu, produksi Dr. Soy, analisis standar kelayakan, pengemasan dan pelabelan.
Pada saat tahap produksi sudah mencapai 70% sambil dilanjutkan ke tahap ketiga
yaitu tahap promosi dan pemasaran. Tahap terakhir adalah tahap evaluasi dan
pembuatan laporan kegiatan.
17

Survei lokasi usaha

Survei pasar bahan baku dan tempat penyewaan alat

Pengadaan bahan baku

70% proses
Pembuatan tepung ampas tahu produksi
berjalan
dilakukan
Pembuatan Dr. Soy promosi dan
pemasaran

Analisis standar kelayakan

Tidak
Sudah
memenuhi
standar

Ya

Pelabelan dan Pengemasan

Promosi dan Pemasaran

Evaluasi dan Pelaporan

Gambar 5. Diagram Alir Proses Usaha Dr. Soy


18

I. JADWAL KEGIATAN
Kegiatan PKM Kewirausahaan ini direncanakan berlangsung selama lima
bulan, rencana pelaksanaan ini tertera pada Tabel 1. di bawah ini:
Tabel 1. Rencana Jadwal Pelaksanaan Program
Kegiatan Bulan ke- 1 Bulan ke-2 Bulan Ke-3 Bulan ke-4 Bulan ke-5
No.
Pelaksanaan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Survei
1
lokasi usaha
Survei pasar
bahan baku
2 dan
penyewaan
alat
Pengadaan
3
bahan baku
Produksi
pembuatan
4
tepung
ampas tahu
Produksi Dr.
5
Soy
Analisis
6 standar
kelayakan
Pengemasan
7 dan
pelabelan
8 Promosi
9 Pemasaran
Evaluasi
10
kerja
Pembuatan
11
laporan
19

J. RANCANGAN BIAYA

Total
No Alat dan Bahan Kegunaan Jumlah Harga (Rp) Harga
(Rp)
1 Ampas tahu Bahan Baku 122,5 kg 1.000/kg 122.500
2 Susu Skim Bahan Baku 28 kg 27.000/kg 756.000
3 Gula Pasir Halus Bahan Baku 10,5 kg 9.500/kg 99.750
4 Karagenan Bahan Baku 0,7 kg 180.000/kg 126.000
Bakteri Asam
5 Bahan Baku 350 g 1.000/g 350.000
Laktat
6 Air Bahan Baku 189 lt 500/lt 94.500
7 Cup Bahan Baku 3.500 buah 150/buah 525.000
8 Label Bahan Baku 3.500 buah 150/buah 525.000
Listrik dan sewa Penunjang
9 1 unit 600.000/unit 600.000
rumah produksi Proses
10 Oven Peralatan Proses 1 unit 300.000/unit 300.000
1 unit
11 Alat Pengepres Peralatan Proses 100.000/unit 100.000
(sewa)
1 unit
12 Disk mill Peralatan Proses 100.000/unit 100.000
(sewa)
13 Autoklaf Peralatan Proses 1 unit 100.000/unit 100.000
14 Ayakan 100 Mesh Peralatan Proses 1 unit 100.000/unit 100.000
15 Timbangan Peralatan Proses 1 unit 500.000/unit 500.000
16 Mesin sealer Peralatan Proses 1 unit 600.000/unit 600.000
17 Wadah Peralatan Proses 5 buah 20.000/unit 100.000
Tempat
18 Izin Laboratotium 1 lokasi - 250.000
Penelitian
19 Uji umur simpan Uji masa simpan - - 100.000
Uji kandungan
20 Uji proksimat - - 300.000
gizi
21 Uji 19organoleptic Uji konsumen - - 200.000
22 Sertifikasi P-IRT Prototipe usaha - - 300.000
Pembuatan
23 Riset pasar - - 90.000
kuesioner
24 Pembuatan laporan - - - 100.000
25 Dokumentasi - - - 100.000
26 Transportasi - - - 100.000
27 Publikasi - - - 100.000
Total Biaya 6.738.750
20

K. LAMPIRAN
1. Biodata Ketua serta Anggota Kelompok
Ketua Pelaksana
a. Nama : Alisia Rahmaisni
b. NIM : F34070034
c. Fakultas/Program Studi : FATETA/ Teknologi Industri Pertanian
d. Perguruan Tinggi : Insitut Pertanian Bogor
TTD:
e. No. HP : 08567104939
f. Waktu Kegiatan PKM : 15 Jam/minggu

Anggota Pelaksana
a. Nama : Andini Widya Astuti
b. NIM : F34070010
c. Fakultas/Program Studi : FATETA/ Teknologi Industri Pertanian
d. Perguruan Tinggi : Institut Pertanian Bogor
TTD:
e. No. HP : 085624161116
f. Waktu Kegiatan PKM : 15 Jam/minggu

Anggota Pelaksana
a. Nama : Agung Utomo
b. NIM : F34070012
c. Fakultas/Program Studi : FATETA/ Teknologi Industri Pertanian
d. Perguruan Tinggi : Institut Pertanian Bogor
e. No. HP : 081362934409 TTD:

f. Waktu Kegiatan PKM : 15 Jam/minggu

Anggota Pelaksana
a. Nama : Siti Irma Erviana
b. NIM : F34070015
c. Fakultas/Program Studi : FATETA/ Teknologi Industri Pertanian
d. Perguruan Tinggi : Institut Pertanian Bogor
TTD:
e. No. HP : 085711696945
21

f. Waktu Kegiatan PKM : 15 Jam/minggu

Anggota Pelaksana
a. Nama : Anindita Sita Dewi
b. NIM : H14090010
c. Fakultas/Program Studi : FEM/ Ilmu Ekonomi
d. Perguruan Tinggi : Institut Pertanian Bogor
TTD:
e. No. HP : 085718186600
f. Waktu Kegiatan PKM : 15 Jam/minggu

2. Biodata Dosen Pembimbing


1. Nama Lengkap dan Gelar :
2. NIP :
3. Jabatan Fungsional :
4. Fakultas/program Studi :
5. Perguruan Tinggi :
6. Bidang Keahlian :
7. No. Hp :
TTD:
8. Waktu untuk kegiatan PKM :

3. Lain-lain

Analisis Biaya Produksi Kasar Dr. Soy


Asumsi untuk produksi 1 kg Dr. Soy (10 cup)
Harga Total Harga
No Alat dan Bahan Jumlah
(Rp) (Rp)
1 Ampas tahu 0,35 kg 1.000/kg 350
2 Susu Skim 0,08 kg 27.000/kg 2.160
3 Gula Pasir Halus 0,03 kg 9.500/kg 285
4 Karagenan 0,002 kg 180.000/kg 360
5 Bakteri Asam Laktat 1g 1.000/g 1.000
6 Air 0.54 lt 500/lt 270
7 Cup 10 buah 150/buah 1.500
22

8 Label 10 buah 150/buah 1.500


Listrik dan Sewa Rumah
9 1.700 1.700
Produksi
Total Biaya Produksi 9.125
Biaya Produksi per cup 912,5

Biaya Investasi Alat


No Alat dan Bahan Jumlah Harga Total Harga
(Rp) (Rp)
1 Oven 1 unit 600.000/unit 600.000
2 Alat Pengepres 1 unit 300.000/unit 300.000
3 Disk mill 1 unit 100.000/unit 100.000
(sewa)
4 Autoklaf 1 unit 100.000/unit 100.000
(sewa)
5 Ayakan 100 Mesh 1 unit 100.000/unit 100.000
6 Timbangan 1 unit 100.000/unit 100.000
7 Mesin sealer 1 unit 500.000/unit 500.000
8 Wadah 5 buah 20.000/unit 100.000
Total Biaya Investasi 1.900.000

Biaya Penyusutan (nilai akhir 10% dari nilai awal)


No. Alat dan Bahan Nilai Awal Nilai Akhir Umur Penyusutan
(Rp) (Rp) Ekonomis (Rp/bulan)
1 Oven 600.000 60.000 24 bulan 22.500
2 Alat Pengepres 300.000 30.000 24 bulan 11.250
3 Ayakan 100 Mesh 100.000 10.000 24 bulan 3.750
4 Timbangan 100.000 10.000 24 bulan 3.750
5 Mesin sealer 500.000 50.000 24 bulan 18.750
6 Wadah 100.000 10.000 24 bulan 3.750
Total Penyusutan per bulan 63.750

Biaya Variabel per bulan (70 kg Dr. Soy)


Harga Total Harga
No Alat dan Bahan Jumlah
(Rp) (Rp)
1 Ampas tahu 24,5 kg 1.000/kg 24.500
23

2 Susu Skim 5,6 kg 27.000/kg 151.200


3 Gula Pasir Halus 2,1 kg 9.500/kg 19.950
4 Karagenan 0,14 kg 180.000/kg 25.200
5 Bakteri Asam Laktat 70 g 1.000/g 70.000
* Air 37,8 lt 3.000/lt 18.900
6 Cup 700 buah 150/buah 105.000
7 Label 700 buah 150/buah 105.000
8 Listrik dan Sewa Alat 1.700 119.000
Total Biaya Variabel 638.750

Dengan asumsi biaya tetap hanya terdiri dari penyusutan saja, maka:
Total Biaya = Total Biaya Tetap (Penyusutan) + Total Biaya Variabel
= Rp 63.750 + Rp 638.750
= Rp 702.500

Biaya pokok = Total biaya/kapasitas produksi sebulan


= Rp 702.500 / 700 cup
= Rp 1.003,57/cup ≈ Rp 1.000/cup

Analisa titik impas


BEP = Biaya Tetap / (Harga produk – Biaya Tidak Tetap/unit)
= Rp63.750/ (Rp 2.000– Rp1000)
= 63,75 cup ≈ 64 cup