Anda di halaman 1dari 7

c 


   
p

Laporan Pengantar Hukum Indonesia


Hukum Lingkungan
oleh
Krishna Adi Pujangga
10/299362/HK/18463

Klasifikasi Terminologi
1.p Class Action : suatu tata cara pengajuan gugatan, dalam mana satu orang atau lebih yang
mewakili kelompok mengajukan gugatan untuk diri atau diri-diri mereka sendiri dan
sekaligus mewakili kelompok orang yang jumlahnya banyak, yang memiliki kesamaan
fakta atau dasar hukum antara wakil kelompok dan anggota kelompok dimaksud.
(www.pnpm-perdesaan.or.id/.../Gugatan%20x %20.pdf£
2.p Legal Standing : tata cara pengajuan gugatan secara perdata yang dilakukan oleh satu
atau lebih lembaga swadaya masyarakat yang memenuhi syarat atas suatu tindakan atau
perbuatan atau keputusan (www.scribd.com/.../GUGATAN-MASYARAKAT-MELALUI-
PENGADILAN-TERHADAP-KasusKasus-Lingkungan£
3.p Hukum Lingkungan : hukum yang mengatur tentang tatanan lingkungan (lingkungan
hidup£, di mana lingkungan mencakup semua benda dan kondisi, termasuk di dalamnya
manusia dan tingkah perbuatannya yang terdapat dalam ruang di mana manusia berada
dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia serta jasad-jasad
hidup lainnya. (http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Lingkungan£
4.p Departemen Pekerjaan Umum : Departemen yang memiliki peranan dalam bidang
pembangunan dan pembinaan prasarana guna memanfaatkan bumi dan air serta kekayaan
alam bagi kemakmuran rakyat, berlandaskan Pancasila.
5.p Tanggul : Pematang besar di sungai dsb untuk menahan air
6.p Sumber daya alam : sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan
kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan
hidup(http://organisasi.org/pengertian_sumber_daya_alam_dan_pembagian_macam_jeni
snya_biologi£
c   
 

1.p Perbedaan pengajuan class action dan legal standing


2.p Pengertian Hukum Lingkungan
3.p Ruang lingkup Hukum lingkungan
4.p Sumber hukum lingkungan
5.p Asas-asas hukum lingkungan

1.p Berikut perbedaan yang dimaksud antara class action dan legal standing organisasi
lingkungan (http://www.elsam.or.id/£
Yang dimaksud dengan pengertian standing kelompok masyarakat yang bertindak
untuk dan mewakili kepentingan publik dan kepentingn lingkungan, dan
kepentingan hukum disini biasanya dikaitkan dengan kepentingan kepemilikan
rorietary interest£ atau kerugian yang dialami langsung oleh Penggugat injury

 
 
p
c  
   
p

in act£. Istilah standing dapat diartikan secara luas yaitu akses orangperorangan
ataupun kelompok/organisasi di pengadilan sebagai pihak Penggugat
Sedangankan yang dimaksud dengan Class Action (Gugatan Perwakilan Kelompok£
adalah suatu tata cara pengajuan gugatan, dalam mana satu orang atau lebih yang
mewakili kelompok mengajukan gugatan untuk diri atau dirisendiri dan sekaligus
mewakili sekelompok orang yang jumlahnya banyak, yang memiliki kesamaan
fakta atau dasar hukum antara wakil kelompok dan anggota kelompok dimaksud.
Perwakilan kelompok dapat dibagi dalam :
1.p Wakil kelompok yaitu satu orang atau lebih yang menderita kerugian yang
mengajukan gugatan dan sekaligus mewakili kelompok oran yang lebih banyak
jumlahnya.
2.p Anggota kelompok yaitu sekelompok orang dalam jumlah banyak yang menderita
kerugian yang kepentingannya diwakili oleh wakil kelmpok di pengadilan .
3.p Sub kelompok yaitu pengelompokan anggota kelompok ke dalam kelompok yang
lebih kecil dalam satu gugatan berdasarkan perbedaan tngkat penderitaan dan /
atau jenis kerugian.
3

 



 



x 



 
c  Tergugat Tuntutan Keterangan



Legal Badan Hukum Îp Pemerintah Pemulihan Harus sesuai


Standing

üp Perusahan lingkungan dll dengan tujuan


Ngo/LSM

p Badan hukum organisasi anggaran


*p Individu dasar

Class Individu 1.p Pemerintah -pemulihan Mengalami


Action 2.p Perusahan keaadan kerugian
Kelompok 3.p Badan hukum lingkungan dll langsung maupun
Masyarakat -Ganti rugi berpotensi
4.p Individu mengalmi
kerugian

2.p Pengertian Hukum Lingkungan

÷p Munadjat Danusaputro, Hukum lingkungan adalah hukum yang mendasari


penyelenggaraan perlindungan dan tata pengelolaan serta peningkatan ketahanan
lingkungan. Munadjat membedakan antara hukum lingkungan modern yang
berorientasi kepada lingkungan atau ³environmental-oriented law´ dan hukum
lingkungan klasik yang berorientasi kepada penggunaan lingkungan atau ³use-
oriented law´.Hukum lingkungan modern menetapkan ketentuan dan norma-norma
guna mengatur tindak perbuatan manusia dengan tujuan untuk melindungi
lingkungan dari kerusakan dan kemerosotan mutunya demi untuk menjamin
kelestariannya agar dapat secara langsung terus menerus digunakan oleh generasi

 
 
p
c  
   
p

sekarang maupun generasi-generasi mendatang.Hukum lingkungan klasik


menetapkan ketentuan dan norma-norma dengan tujuan terutama sekali untuk
menjamin penggunaan dan eksploitasi sumber-sumber daya lingkungan dengan
berbagai akal dan kepandaian manusia guna mencapai hasil semaksimal mungkin,
dan dalam jangka waktu yang sesingkat-singkatnya

÷p Drupsteen, Hukum Lingkungan adalah hukum yang berhubungan dengan


lingkungan alam dalam arti seluas-luasnya. Ruang lingkupnya berkaitan dengan
dan ditentukan oleh ruang lingkup pengelolaan lingkungan.

3.p Berdasarkan Pasal 4 UU No 32 Tahun 2009 perlindungan dan pengelolaan lingkungan


hidup meliputi:
a. perencanaan;
b. pemanfaatan;
c. pengendalian;
d. pemeliharaan;
e. pengawasan; dan
f. penegakan hukum.

4.p Sumber Hukum Lingkungan


-p Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup
-p Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
mencabut UU No. 4 Tahun 1982 Tentang Ketentuan Pokok Pengelolaan
Lingkungan Hidup

5.p Asas ±asas hukum lingkungan : (http://betekfamily.blogspot.com/2009/06/azas-dan-


pengertian-dasar-hukum.html£
A. Asas Pencemar Membayar (the polluter-pays£.
Azas ini ditujukan kepada salah satu pangkal tolak berpikir kebijaksanaaan lingkungan
yang juga tercermin dari ketentuan UULH yaitu Siapa Yang mebayar Pencemaran?
Pada prinsipnya pencemar membayar mengandung makna bahwa pencemar harus
memikul biaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran. Oleh sebab itu kebijakan
prinsip lingkungahn ini ditujukan untuk pencegahan pencemaran, dan sarana yang
digunakan pemerintah adalah sarana peraturan/pengaturan berupa izin dan sarana
ekonomi yang terdiri dari pungutan (charges£ dan uang jaminan yang tujuan dari
pungutan dan uang jaminan adalah membiayai upaya pencegahan dan penanggulangan
pencemaran. Disamping itu pungutan pencemaran menjadi insentif bagi pencemar untuk
menghilangkan atau mengurangi pencemaran.

B. Asas the Best practicable means


Prinsip ini mengandung pengertian pengaturan yang bersifat pembatasan dan
pengendalian pencemaran diadakan seoptimal mungkin dengan melihat sarana dari segi

 
 
p
c  
   
p

teknik-teknik pencegahan dan mengendalikan pencemaran lingkungan dengan


menggunakan sarana-sarana teknik pencegahan dan pengendalian pencemaran yang
optimal, dan biaya yang juga optimal (prinsip ekonomis£.

C. Asas penanggulangan pada sumbernya (abatement at the source£


Penanggulangan pencemaran lingkungan yang langsung pada sumber-sumber yang
mengakibatakan pencemaran lingkungan disekitarnya, dengan menanggulangi pada
sumbernya maka pencemaran akan dapat dihentikan dan menghentikan pencemaran
terhadap lingkungan yang potensial tercemar.
Prinsip ini dapat disebut upaya penanggulangan dan pencegahan pencemaran sekaligus,
karena dengan penanggulangan pada sumbernya maka pencemaran dapat dihentikan dan
mencegah pencemaran lanjutan yang mungkin akan terjadi.

Berdasarkan Pasal 2 UU No 32 Tahun 2009 Perlindungan dan pengelolaan lingkungan


hidup dilaksanakan berdasarkan asas:
a.p tanggung jawab negara;
-p negara menjamin pemanfaatan sumber daya alam akan memberikan manfaat
yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan dan mutu hidup rakyat, baik generasi
masa kini maupun generasi masa depan.
-p negara menjamin hak warga negara atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.
-p negara mencegah dilakukannya kegiatan pemanfaatan sumber daya alam yang
menimbulkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup.

b.p kelestarian dan keberlanjutan;


setiap orang memikul kewajiban dan tanggung jawab terhadap generasi
mendatang dan terhadap sesamanya dalam satu generasi dengan melakukan upaya
pelestarian daya dukung ekosistem dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup.

c.p keserasian dan keseimbangan;


pemanfaatan lingkungan hidup harus memperhatikan berbagai aspek seperti
kepentingan ekonomi, sosial, budaya, dan perlindunganserta pelestarian
ekosistem.

d.p keterpaduan;
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dilakukan dengan memadukan
berbagai unsur atau menyinergikan berbagai komponen terkait.

e.p manfaat;
segala usaha dan/atau kegiatan pembangunan yang dilaksanakan disesuaikan
dengan potensi sumber daya alam dan lingkungan hidup untuk peningkatan
kesejahteraan masyarakat dan harkat manusia selaras dengan lingkungannya.

f.p kehati-hatian

 
 
p
c  
   
p

ketidakpastian mengenai dampak suatu usaha dan/atau kegiatan karena


keterbatasan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan merupakan
alasan untuk menunda langkah-langkah meminimalisasi atau menghindari
ancaman terhadap pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup.

g.p keadilan;
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus mencerminkan keadilan
secara proporsional bagi setiap warga negara, baik lintas daerah, lintas generasi,
maupun lintas gender.

h.p ekoregion;
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus memperhatikan
karakteristik sumber daya alam, ekosistem, kondisi geografis, budaya masyarakat
setempat, dan kearifan lokal.

i.p keanekaragaman hayati;


perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus memperhatikan upaya
terpadu untuk mempertahankan keberadaan, keragaman, dan keberlanjutan
sumber daya alam hayati yang terdiri atas sumber daya alam nabati dan sumber
daya alam hewani yang bersama dengan unsur nonhayati di sekitarnya secara
keseluruhan membentuk ekosistem.

j.p pencemar membayar;


setiap penanggung jawab yang usaha dan/atau kegiatannya menimbulkan
pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup wajib menanggung biaya
pemulihan lingkungan.

k.p partisipatif;
setiap anggota masyarakat didorong untuk berperan aktif dalam proses
pengambilan keputusan dan pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan
lingkungan hidup, baik secara langsung maupun tidak langsung.

l.p kearifan lokal;


dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus memperhatikan
nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat.

m.p tata kelola pemerintahan yang baik;


perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dijiwai oleh prinsip partisipasi,
transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan keadilan.

n.p otonomi daerah.


o.p Pemerintah dan pemerintah daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan
pemerintahan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan
memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah dalam bingkai Negara
Kesatuan Republik Indonesia.

 
 
p
c  
   
p

3
c  

1.p Untuk mengetahui sumber, ruang lingkup, dan pengertian hukum lingkungan.
2.p Untuk mengetahui perbedaan class action dan legal standing

 
 
p
c  
   
p

Daftar Pustaka

Hardjasoemantri, Koesnadi.1991.Hukum Tata Lingkungan.Yogyakarta: Gadjah Mada University


Pers

UU No 32 Tahun 2009 Tentang Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

www.pnpm-perdesaan.or.id/.../Gugatan%20x %20.pdf

www.scribd.com/.../GUGATAN-MASYARAKAT-MELALUI-PENGADILAN-TERHADAP-
KasusKasus-Lingkungan

http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Lingkungan

http://organisasi.org/pengertian_sumber_daya_alam_dan_pembagian_macam_jenisnya_biologi

http://www.elsam.or.id/

http://betekfamily.blogspot.com/2009/06/azas-dan-pengertian-dasar-hukum.html

http://legalitas.org

http://www.pu.go.id/2nd_index_profil.asp?Site_id=01010500

 
 
p