Anda di halaman 1dari 13

A.

Pengertian Sumber Belajar

Pengajaran adalah suatu proses sistematik yang meliputi banyak komponen.


Salah satu dari komponen sistem pengajaran adalah sumber belajar.

Dalam pengertian yang sederhana (hingga dewasa ini dunia pengajaran praktis
masih berpandangan) sumber belajar (learning resources) adalah guru dan bahan-
bahan pelajaran/ bahan ajar baik buku-buku bacaan atau semacamnya.1 Dalam desain
pengajaran yang biasa disusun guru terdapat salah satu komponen pengajaran yang
dirancang berupa sumber belajar/pengajaran yang umumnya diisi dengan buku-buku
rujukan (buku bacaan/anjuran)2. Pengertian sumber belajar sesungguhnya tidak
sesempit/sesederhana itu.

Bahwa segala daya yang dapat dipergunakan untuk kepentingan


proses/aktivitas pengajaran baik secara langsung maupun tidak langsung, di luar diri
peserta didik (lingkungan) yang melengkapi diri mereka pada saat pengajaran
berlangsung disebut sebagai sumber belajar3. Jadi,pengertian sumber belajar itu sangat
luas.

Sedangkan dalam arti yang lain juga kami temukan, bahwa sumber belajar
adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat
digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara
terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar
atau mencapai kompetensi tertentu.

Dan menurut Sadiman4, bahwa segala macam sumber yang ada di luar diri
seseorang (peserta didik) dan yang memungkinkan/memudahkan terjadinya proses
belajar disebut sebagai sumber belajar.Dengan peranan sumber-sumber belajar
(seperti: guru/dosen , buku , film , majalah , laboraturium , peristiwa atau sebagainya)
memungkinkan individu berubah dan tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti
menjadi mengerti, dari tidak terampil menjadi terampil, dan menjadikan individu
dapat membedakan antara yang baik dan tidak baik, mana yang terpuji dan yang tidak
terpuji dan sebagainya. Dengan kata lain, sesungguhnya tidak ada bahan yang jelas

1
Ahmad Rohani,Pengelolaan Pengajaran.(Jakarta: Rineka Cipta,2004),161.
2
Ibid.,
3
Ibid.,
4
Arif S Sadiman, Sistem Instruksional. ( Semarang: IKIP Semarang,1989),153.

1
mengenai sumber belajar, seba segala apa yang bisa mendatangkan manfaat atau
mendukung dan menunjang individu untuk berubah ke arah yang lebih positif,
dinamis (belajar), atau menuju perkembangan, dapat disebut sumber belajar. Bahkan
proses/aktivitas pengajaran itu sendiri dapat disebut sumber belajar.

Edgar Dale berpendapat , bahwa yang disebut sumber belajar itu adalah
pengalaman. Ia mengklasifikasikan pengalaman yang dapat dipakai sebagai sumber
belajar menurut jenjang tertentu yang berbentuk Cone of Experience. Di mana
urutannya adalah sebagai berikut :

1. Pengalaman langsung dan bertujuan (Direct purpose full experience)

2. Pengalaman tiruan ( Contrived experiences)

3. Pengalaman dramatisasi ( Dramatization experiences)

4. Pengalaman percontohan ( Demonstration experiences)

5. Pengalaman darmawisata( Field trips experiences)

6. Pengalaman pameran dan museum( Exhibition experiences)

7. Pengalaman televisi( Television experiences)

8. Pengalaman bergambar hidup (film)( Movie pictures experiences)

9. Pengalaman tetap,rekaman ,dan radio( Recording, radio, still pictures


experiences)

10. Pengalaman lambang visual( Visual symbols experiences)

11. Pengalaman lambang kata( Verbal symbols experiences)5

Edgar Dale mengatakan bahwa , kita (peserta didik) dapat belajar dengan:

 Mengalaminya secara langsung, dengan melakukannya atau berbuat (no 1-5)

 Mengamati orang lain melakukannya (no 6-9)

 Membaca (no 10-11)

5
Ahmad Rohani,Pengelolaan....................................,162-164

2
Bahwa pengalaman yang konkret perlu untuk setiap tingkat di atasnya. Setiap
ide atau teori betapapun abstraknya berasal dari alam konkret. Sebaliknya terlampau
banyak pengalaman langsung mungkin dapat menghambat ketercapaian pengertian
yang lebih abstrak. Karena itu, kedua-duanya (yang konkret dan yang abstrak) harus
berjalan. Tidak selalu yang abstrak itu lebih sulit dari yang konkret. Malah kadang
yang konkret bisa mengacaukan dari yang abstrak. Peta/bagan sering lebih mudah
daripada realitas sendiri. Makin tinggi ke arah puncak makin abstrak,tetapi tidak
selalu semakin sulit.

Kembali pada pengertian awal mengenai sumber belajar ,supaya lebih tegas,
maka kita dapat menyatakan bahwa dimaksud sumber belajar dalam pengajaran
adalah, segala apa(daya, lingkungan,pengalaman) yang (dapat) digunakan dan dapat
memudahkan pencapaian tujuan pengajaran/belajar,tersedia(sengaja
disediakan/dipersiapkan),baik yang langsung/tidak langsung,baik yang konkret/yang
abstrak.

Karena sumber belajar itu menjadi salah satu komponen sistem


pengajaran,maka ia harus bekerja sama ,saling berhubungan,dan saling
ketergantungan dengan komponen-komponen pengajaran lainnya, bahkan ia tidak
bisa ada/berjalan secara terpisah/sendiri tanpa berhubungan dengan komponen
lainnya.

B. Klasifikasi Sumber Belajar

AECT (Association of Education Communication Technology) melalui


karyanya The Definition of Educational Technology (1997) mengklasifikasikan
sumber belajar menjadi 6 yaitu6:

1. Message (pesan),yaitu informasi/ajaran yang diteruskan oleh komponen lain


dalam bentuk gagasan,fakta,arti,dan data. Termasuk dalam kelompok pesan
adalah semua bidang studi/mata kuliah atau bahan pengajaran yang diajarkan
kepada peserta didik,dan sebagainya

6
Ibid.,164-165.

3
2. People (orang), yakni manusia yang bertindak sebagai penyimpan,pengolah, dan
penyaji pesan. Termasuk kelompok ini misalnya, guru/dosen,tutor,peserta didik,
dan sebagainya.

3. Materials (bahan), yaitu perangkat lunak yang mengandung pesan untuk disajikan
melalui penggunaan alat/perangkat keras ataupun oleh dirinya sendiri. Berbagai
program media termasuk kategori materials ,seperti
transportasi,slide,film,audio,video,modul,majalah,buku,dan sebagainya.

4. Device (alat), yakni sesuatu(perangkat keras) yang digunakan intuk


menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan. Misalnya, overhead
proyektor, slide,video tape/recorder.pesawat radio/tv, dan sebagainya.

5. Technique (teknik),yaitu prosedur atau acuan yang dipersiapkan untuk


penggunaan bahan,peralatan,orang,lingkungan untuk menyampaikan pesan.
Misalnya,pengajaranberprogram/modul,simulasi,demonstrasi,tanyajawab,CBSA,
dan sebagainya.

6. Setting (lingkungan), yaitu situasi atau suasana sekitar di mana pesan


disampaikan. Baik lingkungan fisik; ruang kelas, gedung sekolah,
perpustakaan,laboraturium, taman, lapangan, dan sebagainya. Juga lingkungan
non-fisik; misalnya suasana belajar itu sendiri;
tenang,damai,ramai,bosan,melelahkan ,dan sebagainya.

Pengklasifikasian tersebut tidaklah tepisah-pisah namun saling berkaitan.


Dalam kenyataannya malah sulit dipisahkan secara parsial,misalnya; pada saat guru
menerangkan (proses pengajaran) cara penggunaan suatu alat dan memeragakan
penggunaan alat yang dimaksud,setidaknya, guru menggunakan 4 macam sumber
belajaryang berperan di sana; guru,alatnya,topik/pesan/informasi yang dijelaskan
tentang cara penggunaan alat tersebut, dan teknik penyajiannya yakni dengan
peragaan.

Kita dapat menggolongkan/mengklasifikasikan sumber belajar dari versi yang


lain yaitu sebagai berikut:

− Menurut sifat dasarnya sumber belajar ada 2 macam; sumber belajar insani
(human) dan non-insani ( non-human ).

4
− Menurut segi pengembangannya,sumber belajar ada 2 macam7.

a. Learning resources by design (sumber belajar yang dirancang/sengaja


dipergunakan untuk keperluan pengajaran,atau setelah diadakan seleksi)
yaitu sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan
sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar
yang terarah dan bersifat formal.

b. Learning resources by utilitarian ( sumber belajar yang tidak dirancang


untuk kepentingan tujuan belajar/pengajaran),yaitu segala sumber belajar
(lingkungan) yang ada di sekeliling sekolah dimanfaatkan guna
memudahkan peserta didik yang sedang belajar. Jadi sifatnya
insidental/seketika. Misalnya tokoh,pahlawan, masjid,pasar, dan
sebagainya.

C. Komponen/ Faktor Sumber Belajar

D. Fungsi dan Peranan Sumber Belajar

Fungsi Sumber belajar :

1. Untuk memotivasi peserta didik yang rendah semangat belajar

2. Dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran , menjadi daya dukung


kegiatan pengajaran. Misalnya dengan cara memperluas atau memperjelas
pelajaran dengan sumber belajar yang relevan

3. Dalam rangka mendukung program pengajaran yang melibatkan


aktifitas penyelidikan. Misalnya suatu sumber belajar yang dapat diobservasi,
dianalisis, diidentifikasi, didata dan sebagainya.

4. Penggunaan sumber belajar dapat membantu pemecahan suatu masalah

5. Untuk mendukung pengajaran presentas. Misalnya: penggunaan alat,


pendekatan, dan metode, strategi pengajaran, dan sebagainya.8

6. Pengembangan bahan ajar secara ilmiah dan obyektif

7
Depdiknas,Pedoman Merancang Sumber Belajar.(Jakarta: Depdiknas,2004)
8
Ahmad Rohani, Pengelolaan.................., 167

5
7. Mendukung terlaksananya program pembelajaran yang sistematis

8. Meningkatkan keberhasilan pembelajaran, karena peserta didik dapat


belajar lebih cepat dan menunjang penguasaan materi pembelajaran

9. Membantu pengajar dalam mengefisienkan waktu pembelajaran dan


menghasilkan pembelajaran yang efektif.9

Peranan Sumber Belajar dalam Proses Pembelajaran

Sumber belajar mempunyai peran yang sangat erat dengan pembelajaran yang
dilakukan, adapun peranan tersebut dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:

a. Peranan sumber belajar dalam pembelajaran Individual.

Pola komunikasi dalam belajar individual sangat dipengaruhi oleh peranan


sumber belajar yang dimanfaatkan dalam proses belajar. Titik berat pembelajaran
individual adalah pada peserta didik, sedang guru mempunyai peranan sebagai
penunjang atau fasilitator. Sehingga peranan sumber belajar sangat penting, pola
komunikasi dalam pembelajaran individual adalah sebagai berikut:

Dalam pembelajaran individual terdapat tiga pendekatan yang berbeda yaitu :

(1) Front line teaching method, dalam pendekatan ini guru berperan menunjukkan
sumber belajar yang perlu dipelajari.

(2) Keller Plan, yaitu pendekatan yang menggunakan teknik personalized system of
instruksional (PSI) yang ditunjang dengan berbagai sumber berbentuk audio visual
yang didesain khusus untuk belajar individual.

9
Munir..Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Cet.1 (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2008),
131

6
(3) Metode proyek, peranan guru cenderung sebagai penasehat dibanding pendidik,
sehingga peserta didiklah yang bertanggung jawab dalam memilih, merancang dan
melaksanakan berbagai kegiatan belajar.

Sumber belajar hendaknya dirancang berdasarkan prinsip: (a) Dialog, drama,


diskusi yang disajikan menarik melalui permainan, kombinasi warna dan suara. (b)
Persuasif dan bukan menggurui atau mendikte. (c) Pemilihan sumber belajar yang
tepat. (d) Bentuk sajiannya singkat, padat, jelas dan menyeluruh. Dalam pembelajaran
individual, peranan guru dalam interaksi dengan peserta didik lebih banyak sebagai
konsultan, pengelola belajar, pengarah, pembimbing, penerima hasil kemajuan belajar
peserta didik. Waktu yang digunakan untuk melaksanakan tugas dalam pembelajaran
individual 10 % dari total waktu belajar, oleh sebab itu frekwensi pertemuannya
jarang sekali.

b. Peranan Sumber Belajar dalam Belajar Klasikal

Pola komunikasi dalam belajar klasikal yang dipergunakan adalah komunikasi


langsung antara guru dengan peserta didik. Hasil belajar sangat tergantung oleh
kualitas guru, karena guru merupakan sumber belajar utama. Sumber lain seolah-olah
tidak ada peranannya sama sekali, karena frekuensi belajar didominari interaksinya
dengan guru. Bentuk Komunikasi dapat digambarkan sebagai berikut:

Pemanfaatan sumber belajar selain guru, sangat selektif dan sangat ketat di
bawah petunjuk dan kontrol guru. Di samping itu guru sering memaksakan
penggunaan sumber belajar yang kurang relevan dengan ciri-ciri peserta didik dan
tujuan belajar, hal ini terjadi karena sumber belajar yang tersedia terbatas. Peranan
Sumber Belajar secara keseluruhan seperti terlihat dalam pola komunikasinya selain
guru rendah. Keterbatasan penggunaan sumber belajar terjadi karena metode
pembelajaran yang utama hanyalah metode ceramah. Menurut Percipal and Ellington
(1984), bahwa perhatian yang penuh dalam belajar dengan metode ceramah (attention

7
spannya) makin lama makin menurun drastis. Misalnya dalam 50 menit belajar, maka
pada awal belajar attention spannya berkisar antara 12-15 menit, kemudian makin
mendekati akhir pelajaran turun menjadi 3-5 menit.

Di samping itu British Audio Visual Association (1985), menyatukam bahwa


75 % pengetahuan diperoleh melalui indera penglihatan, 13 % indera pendengaran, 6
% indera sentuhan dan rabaan dan 6 % indera penciuman dan lidah. Sedangkan hasil
penelitian yang dilakukan oleh perusahaan SOVOCOM COMPANY di Amerika
dalam Sadiman10, tentang kemampuan manusia dalam menyimpan pesan adalah :
verbal (tulisan) 20%, Audio saja 10%, visual saja 20%, Audio visual 50%. Tetapi
kalau proses belajar hanya menggunakan methode (a) Membaca saja, maka
pengetahuan yang mengendap hanya 10% (b) Mendengarkan saja pengetahuan yang
mengendap hanya 20%. (c) Melihat saja pengetahuan yang mengendap bisa 50%. Dan
(e) Mengungkapkan sendiri pengetahuan yang mengendap bisa 80%. (f)
Mengungkapkan sendiri dan mengulang pada kesempatan lain 90%. Dari penjelasan
tersebut diatas, bahwa guru harus pandai memilih dan mengkombinasikan metode
pembelajaran dengan belajar yang ada.

c. Peranan Sumber Belajar dalam Belajar Kelompok

Pola komunikasi dalam belajar kelompok, menurut Derek Rowntere dalam


bukunya Educational Technologi in Curriculum Development (1982), menyajikan dua
pola komunikasi yang secara umum ditetapkan dalam belajar yaitu pola:

10
Arif S Sadiman, Sistem...................................,155-156.

8
a. Buzz sessions (diskusi singkat) adalah kemampuan yang diperoleh peserta didik
untuk didiskusikan singkat sambil jalan. Sumber belajar yang digunakan adalah
materi yang digunakan sebelumnya.

b. Controllet discussion (diskusi dibawah kontrol guru), sumber belajarnya antara lain
adalah bab dari suatu buku, materi dari program audio visual, atau masalah dalam
praktek laboratorium

c. Tutorial adalah belajar dengan guru pembimbing, sumber belajarnya adalah


masalah yang ditemui dalam belajar, harian, bentuknya dapat bab dari buku, topik
masalah dan tujuan instruksional tertentu.

d. Team project (tim proyek) adalah suatu pendekatan kerjasama antar anggota
kelompok dengan cara mengenai suatu proyek oleh tim.

e. Simulasi (persentasi untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya).

f. Micro teaching, (proyek pembelajaran yang direkam dengan video).

g. Self helf group (kelompok swamandiri).11

Pada pelajaran yang didasarkan pada system pendekatan belajar yang


berorientasi pada guru/ lembaga pendidikan yang dianggap lebih tradisional dan yang
lebih banyak hambatannya. Peranan pusat belajar umumnya sangat berbeda. Disini
peranannya tidak tidak terlalu banyak dan bukan sebagai fasilitas belajar yang
penting, tetapi lebih bersifat sebagai alat bantu mengajar dan alat bantu dalam
perbaikan belajar (remedial). Pada sekolah dasar atau menengah, pusat sumber belajar
yang disentralisir dapat menyimpan dan meminjamkan kedua jenis media pendidikan
tersebut baik yang berupa media cetak maupun non cetak, dimana guru secara
individual dapat dengan mudah meminjam untuk digunakan pada kelas mereka. Pada
kondisi tertentu, sumber belajar paling sering digunakan seagai alat bantu mengajar
terutama pada pendekatan ekspositori yang dianggap masih tradisional daripada
digunakan untuk mengajar secara individual. Penggunaan pusat sumber belajar secara
individual oleh para pelajar yang mengikuti pelajaran secara tradisional (institution/

11
www. freeebook.info/search/peranan_sumber_belajar.html -

9
teacher centred) seringkali hnya bersift sukarela saja, walaupun para siswa sewaktu-
waktu dianjurkan untuk menggunakan sumber belajar tertentu oleh guru. 12

E. Kriteria Pemilihan Sumber Belajar

Memilih sumber belajar harus didasarkan atas kriteria tertentu yang secara
umum terdiri dari dua macam ukuran, yaitu kriteria umum dan kriteria berdasarkan
tujuan yang hendak dicapai. Kedua kriteria pemilihan sumber belajar tersebut berlaku
baik untuk sumber belajar yang dirancang maupun bagi sumber belajar yang
dimanfaatkan.

a. Kriteria Umum

Kriteria umum merupakan ukuran kasar dalam memilih pelbagai sumber


belajar, misalnya:

1) Ekonomis dalam pengertian murah. Ekonomis tidak berarti harganya selalu


harus rendah. Bisa saja dana pengadaan sumber belajar itu cukup tinggi, tetapi
pemanfaatannya dalam jangka panjang terhitung murah. Misalnya pengadaan
video tape recorder cukup mahal, namun untuk jangka panjang
pemanfaatannya terhitung murah.

2) Praktis dan sederhana, artinya tidak memerlukan pelayanan serta pengadaan


sampingan yang sulit dan langka, misalnya proyektor khusus seperti micro
projector untuk memproyeksikan micro slides, opaque projector untuk
memproyeksikan gambar, majalah folder, foto dan peta. Dan sederhana,
maksudnya tidak memerlukan pelayanan yang menggunakan keterampilan
khusus yang rumit. Semakain praktis dan sederhana sumber belajar itu,
semakin perlu diprioritaskan untuk dipilih dan digunakan.

3) Mudah diperoleh, artinya sumber belajar itu dekat, tidak perlu diadakan atau
dibeli di toko. Sumber belajar yang tidak dirancang lebih mudah diperoleh asal
jelas tujuannya dan dapat dicari di lingkungan sekitar.

12
Fred Peraval dan Henry Ellington, Teknologi Pendidikan, (Jakarta: Penerbit Erlangga, 1984), 127

10
4) Bersifat fleksibel, artinya bisa dimanfaatkan untuk pelbagai tujuan
instruksional dan tidak dipengaruhi oleh faktor luar, misalnya kemajuan
teknologi, nilai, budaya, keinginan pelbagai pemakai sumber belajar itu
sendiri. Suatu kaset video isi pesannya bisa dipakai untuk beberapa program
instruksional sesuai dengan budaya setempat sehingga kaset video sifatnya
fleksibel.

5) Komponen-komponennya sesuai dengan tujuan, merupakan kriteria yang


penting. Sering terjadi suatu sumber belajar mempunyai tujuan yang sesuai,
pesan yang dibawa cocok, tetapi keadaan fisik tidak terjangkau karena di luar
kemampuan disebabkan oleh biaya yang tinggi dan banyak memakan waktu.13

b. Kriteria Berdasarkan Tujuan

Beberapa kriteria memilih sumber belajar berdasarkan tujuan antara lain


adalah:

1) Sumber belajar guna memotivasi, terutama berguna untuk siswa yang lebih
rendah tingkatannya, dimaksudkan untuk memotivasi mereka terhadap mata
pelajaran yang diberikan. Dengan memanfaatkan darmawisata, gambar yang
menarik atau bercerita yang dapat merangsang siswa dalam mempelajari
pelajaran. Pemanfaatan sumber belajar tersebut bertujuan membangkitkan
ninat, mendorong partisipasi, merangsang pertanyaan, memperjelas masalah
dan sebagainya. Misalnya rekaman laporan hanya baik untuk tujuan perolehan
informasi, tetapi tidak tepat digunakan untuk membangkitkan motivasi.
Wawancara dengan narasumber yang ahli bidang tetentu mungkin lebih sesuai
dengan tujuan tersebut.

2) Sumber belajar untuk tujuan pengajaran, yaitu untuk mendukung kegiatan


belajar-mengajar. Kriteria ini paling umum dipakai guru dengan maksud untuk
memperluas bahan pelajaran, melengkapi pelbagai kekurangan bahan, sebagai
kerangka mengajar yang sistematis.

3) Sumber belajar untuk penelitian, merupakan bentuk yang dapat diobservasi,


dianalisis, dicatat secara teliti, dan sebagainya. Jenis sumber belajar ini

13
Depdiknas, Pedoman Merancang Sumber Belajar. (Jakarta: Depdiknas,2004)

11
diperoleh secara langsung dari masyarakat atau lingkungan. Sumber belajar
yang dirancang dapat membantunya melalui rekaman audio maupun video.

4) Sumber belajar untuk memecahakan masalah. Beberapa ciri yang perlu


diperhatikan, misalnya:

• Sebelum mulai perlu diketahui: Apakah masalah yang dihadapi sudah


cukup jelas sehingga bisa diperoleh sumber belajar yang tepat?
Apakah sumber belajar bisa dimanfaatkan? Di mana bisa
diperolehnya?

• Mempertimbangkan bukti-bukti: Apakah sumber belajar masih


aktual? Bagaimana jenisnya? Adakah sumber belajar lain yang dapat
digunakan?

• Membuat kesimpulan: Benarkah kesimpulan yang diambil atas dasar


sumber belajar itu?

5) Sumber belajar untuk presentasi. Ini hampir sama dengan yang dipergunakan
dalam kegiatan instruksional. Di sini lebih ditekankan sumber sebagai alat,
metode atau strategi penyampaian pesan. Fungsi sumber belajar ini bukan
sebagai penyampai pesan atau informasi ataupun data, melainkan sebagai
strategi, teknik atau metode. Jadi sumber belajar ini merupakan “perantara”
dari pesan yang ada dengan memperhatikan hal-hal yang sebagai berikut: Apa
masalah pengajaran yang dihadapi? Bagaimana sumber belajar bisa
membantunya? Bagaimana sumber belajar itu dapat dimanfaatkan oleh para
siswa dan guru? Berapa lama bisa dipakai? Apa yang diperlukan dalam
pemakainnya? Bagaimana dapat ditentukan mutunya? Apakah sumber itu
dapat diganti? Bagaimana cara memperolehnya?14

DAFTAR PUSTAKA

14
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Teknologi Pengajaran, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2003), 84-
86.

12
Rohani,Ahmad.2004.Pengelolaan Pengajaran.Jakarta: Rineka Cipta.

Sadiman,Arif S.1989. Sistem Instruksional. Semarang: IKIP Semarang.

Depdiknas.2004.Pedoman Merancang Sumber Belajar.Jakarta: Depdiknas.

Munir.2008.Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Cet.1 .Bandung:


Penerbit Alfabeta.

www. freeebook.info/search/peranan_sumber_belajar.html –

Peraval,Fred dan Henry Ellington.1984. Teknologi Pendidikan.Jakarta: Penerbit Erlangga.

Sudjana,Nana dan Ahmad Rivai.2003.Teknologi Pengajaran, Bandung: Sinar Baru


Algensindo

13

Anda mungkin juga menyukai