Anda di halaman 1dari 10

• Asuhan keperawatan

Diagnose keperawatan Tujuan Intervensi Rasional


Gangguan mobilitas fisik Tujuan jangka pendek : Mandiri :
berhubungan dengan postur Meningkatkan mobilitas fisik
tubuh yang tidak seimbang • Kaji tingkat mobilitas fisik • Mempengaruhi pilihan /
Tujuan jangka panjang : pengawasan keefektifan
Mempertahankan mobilitas intervensi
fisik dengan batas toleransi • Dorong partisipasi pada • Memberikan kesempatan
meningkat aktivitas terapeutik . untuk mengeluarkan
pertahankan rangsang energy, memfokuskan
lingkungan contoh, radio, kembali perhatian,
TV, Koran , barang mulik meningkatkan rasa control
pribadi, kunjungan diri/harga diri dan
keluarga/teman. membantu menurunkan
isolasi social
• Bantu dan ajarkan latihan • Meningkatkan kekuatan
rentang gerak sendi aktif otot dan sirkulasi
dan Pertahankan
kesejajaran tubuh selama
prosedur

• Libatkan keluarga dalam • Keluarga dapat


melakukan perawatan diri meringankan petugas dan
memberikan kenyamanan
pada klien

• Tingkatkan kembali ke • Meningkatkan kemampuan


aktivitas normal dalam melakukan ambulasi
Kolaborasi :

• Konsul dengan ahli terapi • Berguna dalam membuat


aktivitas individual /
fisik/okupasi dan / atau
program latihan. Pasien
rehabilitasi spesialis memerlukan bantuan
dengan gerakan, kekuatan
dan aktifitas yang
menggunakan alat bantu
seperti milwauke, boston
dan Charles bending brace.

Ketidakseimbangan Nutrisi Tujuan jangka panjang : Mandiri :


kurang dari kebutuhan tubuh Setelah 1 minggu perawatan,
berhubungan dengan kebutuhan nutrisi pasien • Pantau/kaji Berat badan • Memantau penurunan
menurunnya kontraktilitas seimbang/terpenuhi dengan pasien semula serta kenaikan berat badan
usus • Memberikan asupan • Meningkatkan pemasukan
Kriteria : makanan dengan porsi dan mencegah distensi
yang kecil tapi sering, gaster
masukkan makanan
• Berat badan naik ½ kg
kesukan pasien dalam
• Mencapai Body Mass perencanaan makanan
Index yang normal
• Memberikan Diet TKTP • Meningkatkan kebutuhan
kalori dan metabolisme

• Berikan minuman • Memaksimalkan


mengandung kalori bila masukkan kalori bila
dimungkinkan seperti jus kemampuan cerna oral
terbatas
Kolaborasi:

• Bekerja sama dengan ahli • Membantu dalam rencana


gizi diet untuk memenuhi
kebutuhan individual

Gangguan pertumbuhan dan Tujuan jangka pendek : • Amati perkembangan • Untuk mengetahui
perkembangan berhubungan • Mencapai kemungkinan kognitif, sosial, dan perkembangan kognitif,
dengan prognosis penyakit yang maksimal dalam psikomotor anak. sosial, dan psikomotor
perkembangan mental dan anak selama hospitalisasi.
fisik seperti dibuktikan
oleh hal-hal berikut: • Amati berat dan tinggi • Untuk mengetahui status
• Memenuhi kebutuhan- badan pada interval yang nutrisi yang
kebutuhan fisik dan regular. mempengaruhi
emosional pertumbuhan dan
Tujuan jangka panjang : perkembangan anak.
• Timbuh kembang anak
dapat dipertahankan • Bantu ibu dalam • Memberikan pengasuhan
secara optimal memberikan perawatan pada ibu meningkatkan
yang adekuat dan berikan self-esteem dan
dukungan padanya dengan meningkatkan pengasuhan
memberikan penghargaan anak.
untuk setiap tindakan yang
dilakukan.

• Memberikan jalan keluar • Karena kebutuhan-


untuk perawatan anak. kebutuhan komplek dari
Jalan keluar untuk anak maupun keluarganya,
keamanan di rumah. kesehatan dasar dan
Awasi keamanan akan dapat
penatalaksanaannya. dengan mudah dipenuhi.
• Berikan dukungan dan • Anak mungkin sering
penguatan yang tepat melakukan tindakan yang
terhadap aktivitas dapat menimbulkan
pengasuhan yang benar, frustasi pada orang tuanya,
sarankan untuk yang menyebabkan orang
menciptakan suatu tua menjauhi anaknya,
lingkungan yang tepat dan atau menyebabkan
rangsangan yang kegagalan untuk
berdasarkan pada petunjuk berkembangatau tindakan
anak. penyalahgunaan anak.

• Awasi status nutrisi: amati • Teknik pemberian


teknik pemberian makanan yang tepat akan
makanan yang dilakukan mempengaruhi asupan
ibu, berikan petunjuk yang nutrisi yang adekuat agar
berhubungan dengan pertumbuhan anak
masalah pemberian menjadi lebih optimal.
makanan, dan
bantu/berikan dorongan
pada ibu untuk memilih
makanan yang
mengandung kalori dan
zat gizi.

Gangguan citra tubuh atau Tujuan jangka pendek : • Anjurkan untuk • Ekspresi emosi membantu
konsep diri yang Meningkatkan citra tubuh mengungkapkan perasaan pasien mulai menerima
berhubungan dengan postur dan masalahnya kenyataan dan realitas
tubuh yang miring ke lateral Tujuan jangka panjang : hidup
Menggunakan keterampilan
koping dalam mengatasi citra
: tubuh • Beri harapan yang • Harapan yang tidak
realistik dan buat sasaran realistik menyebabkan
jangka pendek untuk pasien mengalami
memudahkan pencapaian kegagalan dan
menguatkan perasaan-
perasaan tidak berdaya

• Bantu pasien untuk • Koping memeberikan


mengidentifikasi gaya penguatan positif
koping yang positif meningkatkan harga diri
dan meningkatkan
gambaran diri

• Beri dorongan untuk • Meningkatkan rasa


melakukan komunikasi percaya diri untuk
dengan orang terdekat dan menerima persepsi orang
memerlukan sosialisasi tentang gambaran diri dan
dengan keluarga serta menunjukkan bahwa
teman perubahan pada tubuhnya
tidak menjadi masalah
untuk berkomunikasi

• Beri dorongan untuk • Menunjukkan bahwa


merawat diri sesuai perubahan pada tubuhnya
toleransi tidak menghalangi fungsi
bagian tersebut

Ansietas berhubungan Tujuan jangka pendek : • Catat palpitasi, • Perubahan pada tanda-
dengan konsep diri, - Klien maumenceritakan peningkatan tanda vital mungkin
perubahan terhadap status. dan mendiskusikan rasa denyut/frekuensi menunjukkan tingkat
takut. pernapasan. ansietas yang dialami
Tujuan jangka panjang : pasien atau merefleksikan
- Menunjukkan relaksasi gangguan-gangguan
dan melaporkan factor psikologi .
berkurangnya ansietas ke
tingkat yang dapat diatasi. • Pahami rasa • Perasaan adalah nyata dan
- Menunjukkan pemecahan takut/ansietas. Validasi membantu pasien untuk
masalah dan observasi dengan pasien, terbuka sehingga dapat
menggunakan sumber- misalnya “Apakah Anda mendiskusikan dan
sumber scara efektif. takut?” menghadapinya.

• Kaji tingkat/realita bahaya • Respons individu dapat


bagi pasien dan tingkat bervariasi tergantung
ansietas (misalnya rendah, pada pola cultural yang
sedang, parah) dengan dipelajari. Persepsi yang
mengamati tingkah laku menyimpang dari situasi
seprti tangan yang mungkin dapat
mencengkram, mata yang memperbesar perasaan.
membesar, respon yang
mengagetkan, merapat
pada keluarga/staf atau
penyerangan verbal/fisik.

• Identifikasi persepsi • Tampa memperhatikan


pasien/orang terdekat realitas situasi, persepsi
terhadap situasi. akan mempengaruhi
bagaimana setiap
inidividu menghadapi
penyakit/stress.

• Temani atau atur supaya • Dukungan yang terus


ada seseorang bersama menerus mungkin
pasien sesuai indikasi. membantu pasien
memperoleh kembali
control lokus internal dan
mengurangi ansietas/rasa
takut ke tingkat yang
dapat diatasi.

• Hindari harapan-harapan • Adalah tidak mungkin


kosong, misalnya bagi perawat untuk
pernyataan seperti “semua mengetahui bagaimana
akan berjalan lancer”. situasi khusus dapat
Lebih baik menyediakan dipecahkan dan harapan-
informasi yang spesifik, harapan palsu akan
misalnya “denyut jantung diinterpretasikan sebagai
anda teratur, rasa sakit kurangnya pemahaman
dapat dengan mudah ataupun kejujuran,
dikontrol dan ini yang kita isolasikan pasien lebih
inginkan”. lanjut. Pembagian
obervasi digunakan dalam
mengkaji
kondisi/prognosis yang
memberikan kesempatan
bagi pasien/orang terdekat
untuk merasa terjamin

Gangguan parenting Tujuan jangka pendek : • Tunjukkan sikap yang • Hal ini akan membuat
berhubungan dengan proses - Melibatkan orang tua peduli tentang dan juga anak merasa nyaman dan
hospitalisasi yang lama dalam segala pelaksanaan untuk anak. tenang saat menjalani
tindakan di rumah sakit proses perawatan
Tujuan jangka panjang :
- Keluarga menyesuaikan • Bantu orang tua • Penjelasan dari orang tua
diri terhadap penampilan menentukan cara terbaik akan lebih mudah diterima
dan perilaku anak selama untuk menyiapkan anak oleh anak dan Ini akan
dan setelah prosedur atau menghadapi hospitalisasi, sedikit mengurangi
di unit perawatan khusus prosedur dampak kekhawatiran
- Keluarga mengalami kepada anak.
penurunan kecemasan
• Siapkan keluarga untuk • Untuk megurangi
apa yang akan terjadi kecemasan karena
(mis. Prosedur, ) ketidaktahuan.

• Anjurkan keluarga untuk • Dengan bermain kondisi


menggunakan bermain psikis anak akan tetap
sebagai strategi koping stabil

Resiko nyeri yang Tujuan jangka pendek : • Atur posisi imobilisasi • Imobilisasi yang adekuat
berhubungan dengan posisi Resiko terjadinya nyeri
tubuh miring ke lateral. diminimalisir pada tulang belakang dapat mengurangi
pergerakan fragmen tulang
Tujuan jangka panjang :
Klien mampu melakukan yang menjadi unsure
ambulasi tanpa utama penyebab nyeri
mengkhawatirkan adanya
nyeri pada tulang belakang. Dan
posisi yang tepat
mempertahankan
kesejajaran tubuh untuk
meningkatkan rasa
nyaman.
• Anjurkan klien untuk • Menangkat beban,
tidak melakukan membungkuk atau
pengangkatan beban yang menunduk terlalu lama
berat, latihan yang merupakan faktor pencetus
berlebihan, mengendarai terjadinya nyeri
kendaraan,
menunduk/membungkuk
terlalu lama

• Ajarkan relaksasi tehnik- • Tehnik ini akan


tekhnik mengurangi melancarkan peredaran
ketegangan otot rangka darah sehingga kebutuhan
yang dapat mengurangi O2 pada jaringan
intensitas nyeri dan terpenuhi dan nyeri
meningkatkan relaksasi berkurang.

• Berikan kesempatan • Istirahat merelaksasikan


waktu istirahat bila terasa semua jaringan sehingga
nyerri dan berikan posisi menigkatkan kenyamanan
yang nyaman, misalnya dan meningkatkan
waktu tidur, belakang kesejajaran tubuh
tubuh kita diberi bantal
kecil.

• Tingkatkan pengetahuan • Pengetahuan tentang


tentang sebab-sebab nyeri sebab-sebab yeri
dan hubungkan dengan membantu mengurangi
berapa lama nyeri akan nyeri. Hal ini dapat
berlangsung. membantu menigkatkan
kepatuhan klien terhadap
rencana teurapetik.

Resiko gangguan pola nafas Tujuan jangka pendek : • Kaji frekuensi, kedalaman • Untuk menentukan kondisi
berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan dan kualitas pernapasan pernapasan pasien
penurunan ekspansi paru keperawatan pasien dapat serta pola pernapasan.
mempertahankan pola
pernapasan yang efektif • Auskultasi dada secara • Pernapasan pasien cepat
periodik, catat bila ada menimbulkan alkalosis
Tujuan jangka panjang: kelainan bunyi respiratorik, sednagkan
Pasien menunjukkan pernapasan. pernapasan pasien lambat
Frekuensi, irama dan menimbulkan asidosis (
kedalaman pernapasan peningkatan PaCO2)
normal sebagai tanda
meningkatnya ekspansi paru • Jumlahkan pernapasan • untuk menentukan jumlah
pasien selama 1 menit udara inspirasi dan
penuh dan bandingkan ekspirasi
untuk menyusun frekuensi
yang diinginkan
ventilator.

• Pertahankan tirah baring • Untuk mengoptimalkan


dengan kepala tempat pernapasan
tidur ditinggikan 30
sampai 45 derajat