Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH

SENI MUSIK DAYAK

NAMA

Fathoni Septyadi
Guntur Al Rasyid

Kelas

X-2
KATA PENGANTAR
Puji syukur, karya tulis yang berjudul “ Seni Musik Dayak“ ini berhasil
dirampungkan. Karya tulis ini disusun berdasarkan data-data yang didapat
dari berbagai sumber. Pendekatan dan penyajian makalah ini pada dasarnya
membahas mengenai macam-macam jenis musik yang ada di Kalimantan
tengah, khususnya pada Suku Dayak..

Saya sebagai penulis telah berusaha menyusun karya tulis ini sebaik
mungkin. Akan tetapi, saya sadar bahwa karya tulis ini belumlah sempurna.
Oleh karena itu, semua kritik dan saran demi perbaikan karya tulis ini akan
saya sambut dengan senang hati.

Akhir kata, saya ucapakan terima kasih kepada Pak Purwadi selaku
guru pengajar Kesenian yang telah membimbing dalam membuat karya tulis
ini, sehingga karya tulis ini dapat terwujud.

Palangkaraya, 6 Agustus 2010

Penulis
SENI MUSIK

Seni musik memegang peranan penting dalam hidup keseharian Suku


Dayak, terlebih dimasa dahulu. Pewarisan budaya yang lebih dikenal dengan
istilah Tetek Tanum, terkadang menggunakan kecapi sebagai sarana. Tetek
Tanum adalah cara bercerita dengan kalimat berirama tentang asal usul
nenek moyang, sejarah masa lalu suku, tentang kepahlawanan pada
generasi penerus.
Dalam setiap upacara adat, pesta pernikahan, acara kematian, suara musik
dalam bentuk Gandang Garantung. Musik Gandang Garantung adalah
gabungan dari suara beberapa alat musik yaitu buah gandang atau kendang
yang dimainkan oleh satu orang. Garantung atau gong berjumlah lima buah, tiga gong
dimainkan oleh seorang dan dua lainnya dimainkan oleh orang
yang berbeda.

Pada umunya Suku Dayak gemar melantunkan ungkapan hati dan


perasaan , kisah-kisah kehidupan dan kepahlawanan sukunya dengan
kalimat berirama. Ekspresi kalimat yang dilantunkan dengan irama lagu
berbeda, misaknya Sansana Kayau memiliki irama lagu tertentu, begitu
pula Mohing Asang, Ngendau dan sebagainya.

Namun dari awal hingga akhir irama tersebut monoton dan diiringi
musik kecapi. Nyaris dalam setiap upacara adat dilengkapi dengan tradisi
tersebut.

Mansana Kayau

Mansana Kayau ialah kisah kepahlawanan yang dilagukan. Biasanya dinyanyikan


bersaut-sautan dua sampai empat orang, baik perempuan ataupun laki-laki.

Mansana Kayau Pulang

Mansana Kayau pulang ialah kisah yang dinyanyikan pada waktu malam
sebelum tidur oleh para orang tua kepada anak dan cucunya dengan
maksud membakar semangat anak turunannya untuk membalas dendam
kepada Tambun Bupati yang telah membunuh nenek moyang mereka.

Karungut

Karungut ialah sejenis pantun yang dilagukan. Dalam berbagai acara


karungut sering dilatunkan, misalnya pada acara penyambutan tamu yang
dihormati. Salah satu ekspresi kegembiraan dan rasa bahagia diungkapkan
dalam bentuk karungut. Terkadang ditemukan perulangan kata pada akhir
kalimat namun terkadang juga tidak. Untuk mengamati cara tutur orang
Dayak dalam mengekspresikan perasaan mereka, maka terjemahan dalam
Bahasa Indonesia dibuat dalam sebagaimana adanya kata per kata.

Mohing Asang

Mohing Asang ialah nyanyian perang. Bila panglima telah membunyikan


salentak tujuh kali, kemudian terdengar nyanyian Mohing Asang, itu
berarti sebuah perintah untuk menyerang dan maju.

Ngendau

Ngendau ialah senda gurau yang dilagukan. Biasanya dilakukan oleh para
remaja baik laki-laki ataupun perempuan secara bersaut-sautan. .

Kalalai-lalai

Kalalai-lalai ialah nyanyian yang disertai tari-tarian Suku Dayak Mama


di daerah Kotawaringin.

Natum

Natum ialah kisah sejarah masa lalu yang dilagukan .

Natum Pangpangal

Natum Pangpangal ialah ratap tangis kesedihan pada saat terjadi


kematian anggota keluarga yang dilagukan.

Dodoi

Dodoi ialah nyanyian ketika sedang berkayuh diperahu atau dirakit.

Dondong

Dondong ialah nyanyian pada saat menanam padi dan memotong padi.

Marung

Marung ialah nyanyian pada saat upacara atau pesta besar dan meriah.

Ngandan

Ngandan ialah nyanyian yang dinyanyikan oleh para lanjut usia yang
ditujukan kepada generasi muda sebagai pujian, sanjungan dan rasa kasih
sayang.
Mansana Bandar

Mansana artinya cerita epik yang dilagukan. Bandar ialah nama seorang
tokoh yang sangat dipuja dizamannya. Bandar hidup di zaman lewu uju dan
diyakini bahwa tokoh Bandar bukan hanya sekedar mitos. Hingga saat ini
orang-orang tertentu yang bernazar kepada tokoh Bandar. Keharuman
namanya karena pada kepribadiannya yang sangat simpatik dan menarik,
disamping memiliki sifat kepahlawanan dan kesaktian yang tiada duanya.

Banyak sansana tercipta untuk memuji dan mengagungkan tokoh Bandar


ini, namun dengan versi yang berbeda-beda.

Karunya

Karunya ialah nyanyian yang diiringi suara musik sebagai pemujaan


kepada Ranying Hatala.Dapat juga diadakan pada saat upacara
pengangkatan seorang pemimpin mereka atau untuk menyambut
kedatangan tamu yang sangat dihormati.

Baratabe
Baratabe ialah nyanyian untuk menyambut kedatangan pada tamu.

Kandan

Kandan ialah pantun yang dilagukan dan dilantunkan saut menyaut baik
oleh laki-laki atau perempuan dalam suatu pesta perkawinan. Apabila pesta
yang diadakan untuk menyambut tamu yang dihormati maka kalimat-
kalimat yang dilantunkan lebih bersifat kalimat pujian, sanjungan, doa dan
harapan mereka pada tamu yang dihormati tersebut. Tradisi ini biasa
ditemukan pada Suku Dayak Siang atau Murung di Kecamatan Siang dan
Murung, Kabupaten Barito Hulu.

Dedeo atau Ngaloak

Dedeo atau Ngaloak sama dengan Kandan hanya istilahnya saja yang berbeda,
karena Dedeo atau Ngaloak adalah tradisi Suku Dayak Dusun Tengah didaerah Barito
Tengah, Kalimantan Tengah.

Salengot

Salengot ialah pantun berirama yang biasa diadakan pada pesta


pernikahan, namun dalam upacara kematian Salengot terlarang oleh adat
untuk dilaksanakan. Salengot khusus dilakukan oleh laki-laki dalam
menceritakan riwayat hingga berlangsungnya pernikahan kedua mempelai
tersebut.
Alat musik yang biasa terdapat di dalam kebudayaan Suku Dayak adalah
sebagai berikut :

Garantung

Garantung adalah gong yang terdiri dari 5 atau 7 buah, terbuat dari
tembaga.

Sarun

Sarun ialah alat musik pukul yang terbuat dari besi atau logam. Bunyi
yang dihasilkan hanya lima nada.

Salung

Salung sama dengan Sarun, tetapi Salung terbuat dari bambu.

Kangkanung

Kangkanung ialah sejenis gong dengan ukuran lebih kecil berjumlah lima
biji, terbuat dari tembaga.

Gandang Mara

Gandang Mara ialah alat musik perkusi sejenis gendang dengan ukuran
setengah sampai tiga per empat meter. Bentuki silinder yang tewrbuat
dari kayu dan pada ujung permukaan di tutup kulit rusa yang telah di
keringkan. Kemudian di ikat rotan agar kencang dan lebih kencang lagi di
beri pasak.