Anda di halaman 1dari 43

Kapitalisme

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari

Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa
melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut,
maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi
intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untung kepentingan-kepentingan
pribadi. Walaupun demikian, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki definisi universal
yang bisa diterima secara luas. Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah
sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa
perkembangan perbankan komersial Eropa di mana sekelompok individu maupun
kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun
melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti tanah dan
manusia guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. Untuk mendapatkan
modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin dahulu,
baru buruh sebagai operator mesin dan juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku
tersebut.

Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem perniagaan
yang dilakukan oleh pihak swasta. Di Eropa, hal ini dikenal dengan sebutan guild sebagai
cikal bakal kapitalisme. Saat ini, kapitalisme tidak hanya dipandang sebagai suatu
pandangan hidup yang menginginkan keuntungan belaka. Peleburan kapitalisme dengan
sosialisme tanpa adanya pengubahan menjadikan kapitalisme lebih lunak daripada dua atau
tiga abad yang lalu.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Perspektif filosofi kapitalisme


* 2 Kaum klasik kapitalis
o 2.1 Adam Smith
* 3 Lihat pula
* 4 Pranala luar

[sunting] Perspektif filosofi kapitalisme

Kapitalisme adalah salah satu pola pandang manusia dalam segala kegiatan ekonominya.
Perkembangannya tidak selalu bergerak ke arah positif seperti yang dibayangkan banyak
orang, tetapi naik turun. Kritik keberadaan kapitalis sebagai suatu bentuk penindasan
terhadap masyarakat kelas bawah adalah salah satu faktor yang menyebabkan aliran ini
banyak dikritik. Akan tetapi, bukan hanya kritik saja yang mengancam kapitalisme,
melainkan juga ideologi lain yang ingin melenyapkannya, seperti komunisme.
[sunting] Kaum klasik kapitalis

Pemerintah mendominasi bidang perdagangan selama berabad-abad namun kemudian


malah memunculkan ketimpangan ekonomi. Para pemikir ini mulai beranggapan bahwa
para borjuis, yang pada era sebelumnya mulai memegang peranan penting dalam ekonomi
perdagangan yang didominasi negara atau lebih dikenal dengan merkantilisme, seharusnya
mulai melakukan perdagangan dan produksi guna menunjang pola kehidupan masyarakat.
Beberapa ahli ini antara lain:
[sunting] Adam Smith

Adam Smith adalah tokoh ekonomi kapitalis klasik yang menyerang merkantilisme yang
dianggapnya kurang mendukung ekonomi masyarakat. Ia menyerang para psiokrat yang
menganggap tanah adalah sesuatu yang paling penting dalam pola produksi. Gerakan
produksi haruslah bergerak sesuai konsep MCM (Modal-Comodity-Money, modal-
komoditas-uang), yang menjadi suatu hal yang tidak akan berhenti karena uang akan
beralih menjadi modal lagi dan akan berputar lagi bila diinvestasikan. Adam Smith
memandang bahwa ada sebuah kekuatan tersembunyi yang akan mengatur pasar (invisible
hand), maka pasar harus memiliki laissez-faire atau kebebasan dari intervensi pemerintah.
Pemerintah hanya bertugas sebagai pengawas dari semua pekerjaan yang dilakukan oleh
rakyatnya.
Sistem Tata Ekonomi Kapitalisme, Sosialisme dan Komunisme - Definisi, Pengertian, Arti
& Penjelasan - Sejarah Teori Ilmu Ekonomi
Thu, 07/09/2006 - 8:17pm — godam64

1. Sistem Perekonomian / Tata Ekonomi Kapitalisme

Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh


kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi
baang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini
pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan
kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam
ekonomi.

Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan
kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba
sebesar-besarnya. Semua orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan
persaingan bebas dengan berbagai cara.

2. Sistem Perekonomian / Tata Ekonomi Sosialisme

Sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup
besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur
tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata
kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat
hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lng, dan
lain sebagainya.

Dalam sistem ekonomi sosialisme atau sosialis, mekanisme pasar dalam hal permintaan
dan penawaran terhadap harga dan kuantitas masih berlaku. Pemerintah mengatur berbagai
hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat.

3. Sistem Perekonomian / Tata Ekonomi Komunisme


Komunisme adalah suatu sistem perekonomian di mana peran pemerintah sebagai pengatur
seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Setiap orang tidak diperbolehkan memiliki
kekayaan pribadi, sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah. Semua unit
bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan
pemerataan ekonomi dan kebersamaan. Namun tujuan sistem komunis tersebut belum
pernah sampai ke tahap yang maju, sehingga banyak negara yang meninggalkan sistem
komunisme tersebut.
Ciri-ciri sistem ekonomi Kapitalis :

* Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi.

Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu. Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha
yang dipandang baik bagi dirinya.

* Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar

Pasar berfungsi memberikan “signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk harga-
harga. Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang
mengatur perekonomian menjadi efisien. Motif yang menggerakkan perekonomian
mencari laba.

* Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar


kepentingann (keuntungan) sendiri.

Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut


hedonisme).
Kebaikan-kebaikan sistem ekonomi Kapitalis

* Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.

* Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal
yang terbaik dirinya.
* Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang
diperlukan lebih kecil.

Kelemahan-kelemahan sistem ekonomi Kapitalis

* Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan
monopolistik.

* Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya


faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-
lain).

Kecenderungan Bisnis dalam sistem ekonomi Kapitalis


Perkembangan bisnis sangat dipengaruhi oleh sistem ekonomi yang berlaku.
Kecenderungan bisnis dalam kapitalisme dewasa ini:

* adanya spesialisasi

* adanya produksi massa

* adanya perusahaan berskala besar

* adanya perkembangan penelitian.

Sosialisme Dan Komunisme Marx

Oleh JJ Amstrong Sembiring


(Mahasiswa Magister Hukum Universitas Indonesia (UI))

Dosen : Dr. Jufrina Rizal, SH, MA


a. Sosialisme ilmiah menurut Marx :
Karl Marx pelopor utama gagasan “sosialisme ilmiah” dilahirkan tahun 1818 di kota Trier,
Jerman, Ayahnya ahli hukum dan diumur tujuh belas tahun Karl masuk Universitas Bonn
juga belajar hukum. Belakangan dia pindah ke Universitas Berlin dan kemudian dapat
gelar Doktor dalam ilmu Filsafat dari Universitas Jena.
Marx menolak pendasaran sosialisme pada pertimbangan_pertimbangan moral. Sosialisme
tidak akan datang karena dinilai baik atau karena kapitalisme dinilai jahat, melainkan
karena syarat-syarat obyektif penghapusan hak milik pribadi atau alat-alat produksi
terpenuhi.
Dan kapitalisme itu sendiri adalah sistem dimana alat-alat produksi dikuasai oleh
minoritas, kaum buruh dieksploitir, dan proses akumulasi kapital didorong oleh persaingan
antara perusahaan-perusahaan.
Ada juga kapitalisme negara (seperti halnya di negara Uni Soviet) dimana negara sendiri
kapitalisme negara bertindak seperti perusahaan besar, dan persaingan bisa mengambil
bentuk non-pasar seperti persaingan militer (seperti dalam Perang Dingin).
Sosialisme adalah sebuah masyarakat dimana kaum pekerja sendiri yang menguasai alat-
alat produksi dan merencanakan ekonomi secara demokratik dan semua ini secara
internasional.
Bilamana menilik di dalam sejarahnya, sosialisme muncul ketika feodalisme tersingkir,
dan masyarakat merdeka kapitalis muncul di dunia, maka muncullah suatu sistem untuk
penindasan dan eksploitasi terhadap golongan pekerja.
Disinilah berbagai doktrin sosialis muncul sebagai refleksi dari protes terhadap penindasan
ini. Dan sosialisme pada awalnya, bagaimanapun merupakan sosialisme utopis. Ia
mengkritik masyarakat kapitalis, mengutuknya, memimpikan keruntuhan kapitalisme. Ia
mempunyai gagasan akan adanya pemerintahan yang lebih baik. Ia berusaha membuktikan
kepada orang-orang bahwa eksploitasi itu tak bermoral. (red, akan tetapi disini perspektif
sosialisme Marx menolak pada pertimbangan-pertimbangan moral).
Namun sosialisme utopis tidak memberikan solusi nyata. Ia tak dapat menjelaskan sifat
sebenarnya dari perbudakan di bawah sisitem kapitalisme. Ia tak mampu mengungkapkan
hukum-hukum perkembangan kapitalis atau memperlihatkan kekuatan sosial apa yang
mampu membentuk suatu masyarakat yang baru.
Berbagai revolusi terjadi di eropa, khusunya di Perancis, mengingiringi kejatuhan
feodalisme, penghambahan, yang semakin lama semakin jelas mengungkapkan perjuangan
kelas-kelas sebagai basis dan kekuatan pendorong dari semua perkembangan.
Setiap kemenangan politis atas feodalisme merupakan hasil dari perlawanan serentak dan
tiba-tiba. Setipa negeri kapitalis berkembang di atas basis yang kurang lebih demokratis,
diakibatkan adanya perjuangan hidup-mati di antara kelas-kelas yang ada dalam
masyarakat kapitalistik. Inilah kemudian oleh Marx dibuat menjadi doktrin dari Perjuangan
Kelas.
Dan filosofi materialisme yang dipaparkan Marx menunjukkan jalan bagi proletariat untuk
bebas dari perbudakan spiritual yang membelenggu setiap kelas yang tertindas hingga kini.
Apa yang dipaparkan Marx bahwasanya materialisme adalah teori yang timbul secara
wajar didalam sebuah kelas buruh yang harus memperjuangkan pembebasan. Tetapi jelas
kita tidak boleh mengidentifikasikan materialisme historis hanya dengan materialisme saja.
Materialisme sudah muncul 2000 tahun sebelum lahirnya Marx, dan di abad ke-18
materialisme malah menjadi pendirian kelas borjuis. Apa yang membedakan materialisme
Marxis dari materialisme borjuis? Menurut Marx (dalam Tesis Tentang Feuerbach)
Kekurangan utama dari semua materialisme yang ada sampai sekarang -- termasuk
materialisme Feuerbach -- ialah bahwa hal ihwal, kenyataan, kepancainderaan,
digambarkan hanya dalam bentuk benda atau renungan, tetapi tidak sebagai aktivitas
pancaindra manusia, praktek, tidak secara subyektif.
Artinya, materialisme borjuis melihat manusia sebagai makhluk pasif, sebagai hasil atau
efek dari kondisi materiil “ sebagai obyek. Ini memang mencerminkan keadaan sehari-hari
manusia dalam masyarakat kapitalis: si buruh yang dikuasai oleh mesin di pabrik, kerja
sebagai "faktor produksi" yang tidak dibedakan dari faktor lain seperti tanah atau mesin,
dsb.
Namun materialisme mekanis ini tidak mampu menjadi 100% konsisten; orang tidak bisa
hidup menurut filsafat yang 100% fatalistis. Maka materialisme itu selalu
menyembunyikan pasal kekecualian yang memperbolehkan idealisme masuk melalui pintu
belakang, sebagai "pengetahuan", "ilmu" atau terkadang "kehendak" para elit.
Ajaran materialis bahwa manusia itu adalah hasil dari keadaan dan didikan, dan bahwa,
oleh karenanya, manusia yang berubah adalah hasil keadaan-keadaan lain, dan didikan
yang berubah, melupakan bahwa manusialah yang mengubah keadaan dan bahwa pendidik
itu sendiri memerlukan pendidikan.
Karena itu, ajaran ini menurut keharusan sampai membagi masyarakat menjadi dua bagian,
yang satu diantaranya lebih unggul daripada masyarakat. Marx mengatasi kontradiksi ini
melalui konsep praktek. "Terjadinya secara bersamaan perubahan keadaan dengan
perubahan aktivitas manusia bisa dibayangkan dan dimengerti secara rasional hanya
sebagai praktek yang merevolusionerkan."
Model untuk konsep ini adalah kerja manusia; kerja yang mengubah lingkungan alam dan
juga menciptakan manusia sendiri. Menurut Marx, pengertian Hegel atas aspek ini
merupakan keberhasilannya yang utama. Namun Hegel hanya mengerti kerja tersebut
sebagai "kerja mental yang abstrak".
Marx dapat berpikir lebih lanjut, sampai berhasil menjungkirbalikkan gagasan Hegel ini;
dia berhasil mengidentifikasi kerja manusia yang konkrit dan praktis sebagai dasar
perkembangan sejarah. Ini dimungkinkan, karena Marx sempat menyaksikan kerjaan dan
perjuangan kelas buruh “ suatu golongan sosial yang mampu untuk mentransformasikan
dan menguasai sistem sosial.
Konsep tentang peranan kerja, produksi dan kelas buruh ini yang menjadi titik tolak teori
historis Marxisme. Mulai dari titik tolak itu Marx mengembangkan konsep-konsep seperti
"kekuatan produksi", "hubungan produksi" dan "mode produksi" yang bermuara dalam
teori revolusi sosial.
Di dalam masyarakat, manusia memasuki hubungan-hubungan produksi yang
mencerminkan tahap-tahap tertentu dalam perkambangan kekuataan produksi. Hubungan-
hubugan tersebut merupakan struktur ekonomi masyarakat, dan di atas dasar itu timbul
sebuah superstruktur legal dan politik, dan kesadaran sosial tertentu. "Pada tahap-tahap
tertentu, kekuataan produksi materiil masyarakat bentrok dengan hubungan produksi yang
ada.
Hubungan itu berubah dari bentuk perkembangan kekuataan produksi menjadi belenggu-
belenggu untuk perkembangannya. Kemudian mulailah era revolusi sosial." Di sini kita
harus menerangkan satu masalah. Materialisme historis sering mengalami distorsi mekanis,
dimana dialektika antara kekuatan dengan hubungan produksi ditafsirkan sebagai
antagonisme antara alat-alat teknis dan sistem kepemilikan swasta. Kedua unsur itu
dimengerti seperti sesuatu yang independen dari manusia “ sebuah determinisme
teknologis. Maka kedua konsep Marxis tadi direduksi artiannya.
Namun buat Marx sendiri kekuataan produksi bukan hanya alat-alat seperti palu atau
mesin,melainkan semua kapasitas produktif kelas buruh: "¦kekuatan produktif yang
terbesar ialah kelas revolusioner sendiri." Di lain pihak, kepemilikan swasta hanya
merupakan "ucapan legal dari hubungan produksi". Maka kontradiksi antara kekuataan
dengan hubungan produksi bukan sesuatu yang terpisah dariperjuangan kelas, melainkan
perjuangan tersebut muncul dari, dan berlangsung atas dasar kekuataan dan hubungan
tersebut.
Dengan menelusuri perkembangan materialisme secara teoretis kita telah membuktikan
bahwa materialisme historis tidak lain adalah sejarah yang dilihat dari sudut pandang
proletariat. Analisis asul-usul historis menuju ke kesimpulan yang sama.
Pernyataan pertama tentang materialisme historis terdapat dalam buku Ideologi Jerman
yang terbit pada tahun 1845. Sebelum itu terbit dua buku lain yang penting, yakni naskah-
naskah Ekonomi dan Filosofis dan Pengantar Kritik Terhadap Filsafat Hukum Hegel yang
terbit pada tahun 1844. Naskah-Naskah tidak mulai dengan rumusan tentang "filsafat" atau
"alienasi" melainkan dengan perjuangan kelas.
Kalimat pertama menyatakan bahwa "Tingkat upah ditentukan oleh perjuangan pahit
antara sikap kapitalis dan si buruh." Analisis ekonomi yang dimuat dalam buku tersebut
masih kurang matang; tetapi analisis itu secara terang-terangan dijelaskan dari sudut
pandang kaum buruh yang menjadi "barang dagangan" dalam masyarakat kapitalis.
Kesengsaraan kaum buruh semakin meningkat dengan naiknya produktivitas kerja,
sedangkan masyarakat semakin terbagi dua -- antara kelas pemilik modal dan kelas buruh
yang tidak memiliki apa-apa.
Untuk menjelaskan keadaan itu Marx menganalisis kerja kaum buruh. Kaum buruh
menghasilkan kekayaan buat kaum pemilik modal sekaligus memproduksi kesengsaraan
diri sendiri karena kerja mereka teralienasi (terasing).
Maka Marx melihat peranan kerja yang mendua: kerja produktif sebagai cara untuk
menciptakan masyarakat, dan kerja teralienasi sebagai cara kaum buruh menciptakan
sistem serta kelas dominan yang menindas dan menghisap mereka sendiri. Dalam
kontradiksi ini Marx juga melihat harapan akan masa depan: dengan menghapuskan kerja
teralienasi itu, pembebasan manusia dapat tercapai.
Jadi dalam Naskah-Naskah tahun 1884 Marx sudah mengantisipasi titik tolak dan juga
kesimpulan-kesimpulan pokok materialisme historis. Namun jika kita mundur satu langkah
dan menyimak Pengantar ke Kritik Terhadap Filsafat Hukum Hegel (awal 1844) kita sudah
mendapati apa yang akan timbul lagi kelak sebagai hasil materialisme historis, yaitu
peranan revolusioner proletariat. "Tatkala proletariat menyatakan pembubaran tatanan
masyarakat yang ada, mereka hanya membuka rahasia eksistensi mereka sendiri, karena
proletariat ialah pembubaran tatanan tersebut."
Seperti sudah dicatat di atas, pengakuan Marx atas peranan itu justru berasal dari
pengamalannya diantara kalangan buruh revolusioner di Paris. Maka baik secara teoretis
maupun historis, rumusan-rumusan Marx tentang sejarah dan masyarakat bisa dilacak
kembali ke asal materiilnya, yaitu perjuangan proletarian.
Analisis Marxis tentang kapitalisme (yang biasanya disebut "ekonomi Marxis" walau
sebenarnya merupakan "kritik terhadap ekonomi politik") dimaksudkan untuk
menyediakan dasar ilmiah yang kuat untuk gerakan buruh dengan menjelaskan hukum
pergerakan mode produksi kapitalis.
Sudah jelas, bahwa semua analisis ini dijalankan dari sudut pandang kelas buruh
revolusioner, dengan t esis pokok sebagai berikut: analisis eksploitasi, bukti bahwa seluruh
tatanan sosial berdasarkan eksploitasi itu, serta ramalan bahwa sistem kapitalisme harus
ambruk persisnya karena dasar eksploitatifnya tersebut.
Meskipun begitu, aspek Marxisme ini begitu sering diajukan sebagai sesuatu yang
"obyektif" sehingga beberapa catatan diperlukan tentang asal-usal dan logika kritik Marx
terhadap ekonomi politik itu. Kritik Marx tentu saja merupakan penerapan materialisme
historis pada mode produksi kapitalis, dan seperti materialisme historis sendiri, kritik
tersebut berakar dalam analisis kerja “ lebih tepatnya kerja teralienasi.
Nota bene, ini bukan teori tentang perasaan subyektif kaum buruh terhadap kerja, atau
tentang kesadaran umat manusia pada umumnya ¸ melainkan sebuah teori yang persisnya
membahas kerja yang teralienasi “ dengan kata lain, kerja yang harus dijual pada orang
lain. (Kata "alienate" juga berarti menjual sesuatu pada orang lain yang "asing".)
Kerja teralienasi ialah kerja yang diupah (wage labour) “ dia bukan hanya kondisi dalam
otak orang tetapi juga merupakan fakta ekonomi yang konkrit. Namun fakta ini hanya
dapat dilihat atau dirasakan dari sudut pandang kelas buruh. Marx adalah seorang "filsuf"
dan" ekonom" yang pertama dalam sejarah yang meneliti proses kerja dari sudut. pandang
kaum buruh.
Betapa pentingnya teori alienasi bagi analisis Marxis terhadap kapitalisme dapat dilihat
dari dua aksioma Marx. Yang pertama, bahwa: "walau kepemilikan swasta tampaknya
dasar dan sebab dari kerja terasing, sebenarnya ialah akibatnya". Yang kedua: kapitalisme
mempunyai sifat dasar, bahwa tenaga kerja menjadi barang dagangan.
Sepanjang jalan ini, kritik generis yang dikembangkan Marx semasa masih muda tentang
kapitalisme secara umum, telah ditransformasikan dengan upaya yang telaten sehingga
menjadi alat analistis tajam yang sangat efektif untuk menelusuri semua seluk-beluk
perekonomian kapitalis.
Namun konsep awal tentang kerja teralienasi itu tidak dilupakan apalagi dipungkiri,
melainkan tetap menjadi jantung dari analisis Marx. Dalam Das Kapital Marx berkali-kali
mengungkit masalah
Secara Umum Pengertian Sosialisme
Dalam kehidupan sehari-hari sosialisme digunakan dalam banyak arti. Istilah sosialisme
selain digunakan untuk menunjukkan system ekonomi, juga digunakan untuk menunjukkan
aliran filsafat ideologi, cita-cita, ajaran-ajaran atau gerakan. Sosialisme sebagai gerakan
ekonomi muncul sebagai perlawanan terhadap ketidak adilan yang timbul dari sistem
kapitalisme.
John Stuart Mill (1806-1873), menyebutkan sebutan sosialisme menunjukkan kegiatan
untuk menolong orang-orang yang tidak beruntung dan tertindas dengan sedikit tergantung
dari bantuan pemerintah.
Sosialisme juga diartikan sebagai bentuk perekonomian di mana pemerintah paling kurang
bertindak sebagai pihak dipercayai oleh seluruh warga masyarakat, dan menasionalisasikan
industri-industri besar lain yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Dalam bentuk
yang paling lengkap sosialisme Negara, dan menghilangkan milik swasta (Blinton : 1981).
Dalam masyarakat sosialis hal yang menonjol adalah kolektivisme atau rasa kebersamaan.
Untuk mewujudkan rasa kebersamaan ini, alokasi produksi dan cara pendistribusian semua
sumber-sumber ekonomi diatur oleh negara.
Secara Umum Pengertian Kapitalisme
Faham Kapitalisme berasal dari Inggris abab 18, kemudian menyebar ke Eropa Barat dan
Amerika Utara. Sebagai akibat dari perlawanan terhadap ajaran Gereja, tumbuh aliran
pemikiran Liberalisme di negara-negara Eropa Barat. Aliran ini kemudian merambah
kesegala bidang termasuk bidang ekonomi.
Dasar filosofis pemikiran ekonomi Kapitalis bersumber dari tulisan Adam Smith dalam
bukunya An Inquri into the Nature and Cause of the wealth of Nation yang ditulis pada
tahun 1776. Isi buku tersebut sarat dengan pemikiran-pemikiran tingkah laku ekonomi
masyarakat. Dari dasar filosofi tersebut kemudian menjadi sistem ekonomi, dan pada
kahirnya kemudian mengakar menjadi ideologi yang mencerminkan suatu gaya hidup (way
of life).
Mith berpendapat manusia melakukan kegiatan ekonomi adalah dasar dorongan
kepentingan pribadi, yang bertindak sebagai tenaga pendorong yang membimbing manusia
mengerjakan apa saja asal masyarakat sedia membayar “Bukan berkat kemurahan tukang
daging, tukang pembuat Bir atau tukang pembuat Roti kita dapat makan siang”. Kata
Smith “akan tetapi karena memperhatikan kepentingan pribadi mereka. Kita berbicara
bukan kepada rasa kemanusian mereka, melainkan kepada cinta mereka kepada diri
mereka sendiri, dan janganlah sekali-sekali berbicara tentang keperluan-keperluan kita,
melainkan tentang keuntungan-keuntungan mereka”. (Robert L Heibroner, 1986. UI Press).
Motif kepentingan individu didorong oleh filsafat liberlisme kemudian melainkan system
ekonomi pasar bebas, pada akhirnya melahirkan ekonomi kapitalis.
Milton H. Spencer (1977), menulis dalam bukunya Contemporary Ecomics: “Kapitalisme
merupakan sebuah system oraganisasi ekonomi yang dicirikan oleh hak milik privat
(individu) atas alat-alat produksi dan distribusi (tanah, pabrik-pabrik, jalan kereta api, dan
sebagainya) dan pemanfatannya untuk mencapai laba dalam kondisi-kondisi yang sangat
kompetitif.”
Para individu memperoleh peransang agar aktiva mereka diamnfaatkan seproduktif
mungkin. Hal tersebut sangat mempengaruhi distribusi kekayaan serta pendapatan karena
individu-individu diperkenankan untuk menghimpun aktiva dan memberikannya kepada
para ahli waris secara mutlak apabila mereka meninggal.
Ia memungkinkan laju pertukaran yang tinggi oleh karena orang memiliki hak pemilikan
atas barang-barang sebelum hak tersebut dapat dialihkan kepada pihak lain.
Dengan demikian kapitalisme sangat erat hubungannya dengan pengejaran kepentingan
individu. Bagi Smith bila setiap individu diperbolehkan mengejar kepentingannya sendiri
tanpa adanya campur tangan pihak pemerintah, maka ia seakanj-akan dibimbing oleh
tangan yang tak nampak (the imvisible hand) untuk mencapai yang terbaik pada
masyarakat.
Kebebasan ekonomi tersebut juga diilhami oleh pendapat Legendre yang ditanya oleh
Menteri Keuangan Perancis pada masa pemerintahan Louis XII/ pada akhir abab 17, yakni
Jean bapiste Colbert. Bagaimana kiranya pemerintah dapat membantu dunia usaha,
Legendre menjawab : “Laisse nouis faire” (jangan menggangu kita, (leave us alone), kata
ini dikenal kemudian sebagai laissez faire. Dewasa ini prinsip laissez faire diartikan
sebagai tiadanya intervensi ekonomi dan kebebasan ekonomi.
Dengan kata lain dalam system kapitali berlaku, “ Free Fight Liberalism” (system
persaingan bebas). Siapa yang memilijki dan mampu menggunakan kekuatan modal
(capital) secara efektif dan efesien akan dapat memenangkan pertarungan bisnis. Faham
yang menggunakan kekuatan modal sebagai syarat memenangkan pertarungan ekonomi
disebut Kapitalisme.
b. Komunisme Menurut Marx :
Bahwasanya menurut Marx ciri_ciri inti dari masyarakat komunis tersebut adalah :
- Penghapusan hak milik pribadi atas alat-alat produksi
- Penghapusan adanya kelas-kelas social
- Penghapusan pembagian kerja

Menurut Marx komunisme menitik beratkan ada empat :


Pertama, Sekelumit kecil orang kaya hidup dalam kemewahan yang berlimpah, sedangkan
kaum pekerja yang teramat banyak jumlahnya hidup bergelimang papa sengsara. Kedua,
cara untuk merombak ketidakadilan ini dengan jalan melaksanakan sisitem sosialis yaitu
system dimana alat produksi dikuasai Negara dan bukannya oleh pribadi swasta. Ketiga,
pada umumnya salah satunya jalan paling praktis untuk melaksanakan sistem sosialis ini
adalah lewat revolusi kekerasan.Keempat, untuk menjaga kelanggengan sisitem sosialis
harus diatur oleh kediktatoran partai Komunis dalam jangka waktu yang memadai.
Tiga dari ide pertama sudah dicetuskan dengan jelas sebelum Marx, sedangkan ide
keempat berasal dari gagasan Marx mengenai “diktatur proletariat”. Sementara itu, masa
kediktatoran Soviet sekarang lebih merupakan hasil dari langkah-langkah Lenin dan Stalin
dari pada gagasan Marx.
Hal ini tampaknya menimbulkan anggapan bahwa pengaruh Marx dalam komunisme lebih
kecil dari kenyataan sebenarnya, dan penghargaan orang terhadap tulisan-tulisannya lebih
menyerupai sekedar etalasi untuk membenarkan sifat “keilmihan” daripada ide dan politik
yang sudah terlaksana dan diterima.
Sementara boleh jadi ada benarnya juga anggapan itu, namun tampaknya kelewat
berlebihan. Lenin misalnya, tidak sekedar menggap dirinya mengikuti ajaran-ajaran Marx,
tapi dia betul-betul membacanya, menghayatinya, dan menerimanya. Dia yakin betul yang
dilimpahkannya persis diatas rel yang dibentangkan Marx. Begitu juga terjadi pada diri
Mao Tse Tung dan pemuka-pemuka Komunis lain. Memang benar, ide-ide Marx mungkin
sudah disalah artikan dan ditafsirkan lain.
Mungkin bisa diperdebatkan bahwa Lenin, politikus praktis yang sesungguhnya
mendirikan Negara Komunis, memegang saham besar dalam hal membangun Komunisme
sebagai suatu ideologi yang begitu besar pengaruhnya di dunia.
Pendapat ini masuk akal Lenin benar-benar seorang tokoh penting. Tapi tulisan-tulisan
Marx begitu hebat pengaruhnya terhadap jalan pikiran bukan saja Lenin tapi juga pemuka-
pemuka Komunis lain.
Akhirnya sering dituding orang bahwa teori Marxis di bidang ekonomi sangatlah buruk
dan banyak keliru. Terlepas benar atau tidak, kita perlu meng-amininya tentu saja, tak bisa
juga dipungkiri banyak hipotesa “proyeksi kedepan” tertentu Marx terbukti atau tidaknya,
misalkan saja, bahwasanya Marx meramalkan bahwa dalam negeri-negeri kapitalis kaum
buruh akan semakin melarat dalam perjalanan sang waktu. Marx juga memperhitungkan
bahwa kaum menengah akan disapu dan sebagian besar orang-orangnya akan masuk
kedalam golongan proletariat dan hanya sedikit yang bisa bangkit dan masuk kedalam
kelas kapitalis.
Tapi terlepas apakah teori ekonominya benar atau salah, semua itu tidak ada sangkut
pautnya dengan pengaruh Marx. Bahwasanya arti penting seorang filosof terletak bukan
pada kebenaran pendapatnya tapi terletak pada masalah apakah buah pikirannya telah
menggerakkan orang bertindak atau tidak. Diukur dari sudut ini, tak perlu diragukan lagi
Karl Marx punya arti penting yang luar biasa hebatnya.
Secara Umum Pengertian Komunisme
Komunisme muncul sebagai aliran ekonomi, ibarat anak haram yang tidak disukai oleh
kaum kapitalis. Aliran ekstrim yang muncul dengan tujuan yang sama dengan sosialisme,
sering lebih bersifat gerakan ideologis dan mencoba hendak mendobrak sistem kapitalisme
dan system lainnya yang telah mapan.
Kampiun Komunis adalah Karl Marx. Sosok amat membenci Kapitalisme ini merupakan
korban saksi sejarah, betapa ia melihat para anak-abak dan wanita-wanita termasuk
keluarganya yang dieksploitir para kapitalis sehingga sebagian besar dari mereka terserang
penyakit TBC dan tewas, karena beratnya penderitaan yang mereka alami. Sementara hasil
jerih payah mereka dinikmati oleh para pemilik sumber daya (modal) yang disebutnya
kaum Borjuis.
Kata Komunisme secara historis sering digunakan untuk menggambarkan sistem-sistem
sosial di mana barang-barang dimiliki secara bersama-sama dan distribusikan untuk
kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-masing anggota masyarakat.
Produksi dan konsumsi berdasarkan motto mereka : from each according to his abilities to
each according to his needs. (dari setiap orang sesuai dengan kemampuan, untuk setiap
orang sesuai dengan kebutuhan).
Walaupun tujuan sosialisme dan komunisme sama, dalam mencapai tujuan tersebut sangat
berbeda. Komunisme adalah bentuk paling ektrim dari sosialisme.Bentuk sistem
perekonomian didasarkan atas system, dimana segala sesuatu serba dikomando.
Begitu juga karena dalam sistem komunisme Negara merupakan pengusa mutlak,
perekonomian komunis sering juga disebut sebagai “sistem ekonomi totaliter”, menunjuk
pada suatu kondisi social dimana pemerintah main paksa dalam menjalankan kebijakan-
kebijakannya, meskipun dipercayakan pada asosiasi-asosiasi dalam system social
kemasyarakatan yang ada. Sistem ekonomi totaliter dalam praktiknya berubah menjadi
otoriter, dimana sumber-sumber ekonomi dikuasai oleh segelintir elite yang disebut
sebagai polit biro yang terdiri dari elite-elite partai komunis.
Komunisme: Dari Filsafat ke Sistem Ekonomi

Oleh: Nurfarid

Mahasiswa Fakultas Usuludi Universitas Azhar, Dimyath Jadidah, Mesir.

Kehidupan manusia--sebagaimana hari ini sedang berlangsung--tidak mungkin akan terus


berlangsung diatas jalan (baca: sistem) yang sedang ditempuhnya. Ia harus melakukan
perubahan mendasar pada pondasi yang diatasnya ia dibangun. Perubahan yang akan
menjaganya dari kehancurannya, dan kehancuran karakteristiknya yang khas dan
mendasar.(1)

Manusia, yang diciptakan oleh Allah SWT untuk menjadi kholifah di muka bumi ini, tidak
akan mampu memainkan perannya untuk memakmurkan bumi ini, bahkan ia tidak akan
mampu melangsungkan kehidupannya….ia akan hancur, karena karakteristiknya
sebagaimanusia telah hancur. Ia akan terperosok kejurang yang paling dalam, karena ia
telah sesat…..keluar dari fitroh yang telah di gariskan oleh Allah Yang Maha Pencipta.

Karakteristiknya yang khas telah hancur ketika ia menganggap dirinya sebagai materi,
yang berasal dari materi dan tidak punya tujuan hidup selain untuk mengembangkan dan
menciptakan materi. Fitrohnya juga hancur ketika ia menuhankan materi, menganggap
bahwa alam ini diciptakan oleh materi, menganggap bahwa agama adalah khurofat
manusia semata. Atau dengan kata lain ia mengingkari segala seuatu diluar materi.
Semboyannya “Laa ilaha wal kaunu maddah”. Inilah gambaran umum dari idiologi yang
kita kenal dengan komunis (Syuyuu’iyah).

Walaupun tembok Berlin telah tumbang dan Uni Soviet sudah bubar, namun ini tidak
menjadi penghalang bagi kita untuk mengenal dan membahas tentang idiologi komunis.
Karena pada kenyataannya banyak diantara kita yang menganggap bahwa komunisme
adalah sistem ekonomi semata, sehingga berupaya untuk mengadopsi sistem ini di tengah
masyarakat Islam. Disamping itu, kita juga melihat bahwa idiologi ini telah mendarah
daging di tubuh pengikutnya dan telah membius banyak orang untuk melakukan
pemberontakan terhadap system kapitalis yang sekarang sedang menguasai dunia. Jadi, ia
mulai bangkit lagi setelah ketidak berdayaannya melawan Barat di Perang Dingin.
Sejarah Singkat Komunisme

Komunisme muncul ke panggung sejarah pada tahun 1917 M melalui revolusi kaum buruh
Rusia untuk menggulingkan system ke Kaisaran Rusia. Idiologi ini lahir dari rahim
Filsafat Karl Mark dan Enggel yang secara terang-terangan dipublikasikan pada tahun
1848 M. (2)

Setelah revolusi, Rusia dipimpin oleh seorang diktator berdarah yang bernama Lenin,
dalam setiap kebijakannya ia berusaha keras untuk menerapkan idiologi ini. Seperti
kebijakan kepemilikan tanah oleh negara. Kemudian sepeninggalnya, estapet
kepemimpinan dilanjutkan oleh Stalin—tokoh komunis yang lebih kejam daripada Lenin.
Stalin melakukan pembunuhan rahasia bagi orang atau kelompok yang menentangnya.
Bahkan selama berkuasa ia bertanggung jawab atas 42 juta jiwa manusia. Sepeninggal
Stalin, para pemimpin komunis mulai memperkuat kedudukanya didalam negri dan
memperlebar sayapnya keluar, pada tahun 1956 mereka melunakan Hongaria, tahun 1968
Yugoslavia, dan pada tahun 1979 mereka menginvasi Afganistan. (3)

Selain itu, komunis juga mampu mencengkramkan kukunya di Amerika Selatan dan
menjalarkan lidahnya di negara-negara Asia, dari mulai Cina, Kamboja, Vietnam bahkan
Negara kita Indonesia.

Komunisme—sebagaimana sudah disinggung sebelumnya—bukan hanya sistem ekonomi


semata, atau sistem politik semata, namun ia merupakan pandangan hidup yang bergerak
dalam semua sisi kehidupan. Idiologi ini dibangun diatas dua landasan utama, yaitu
materialisme dialektis dan materialisme historis.—yang insya Allah akan kita bahas pada
bagian selanjutnya.

*** **** ***

Materialisme Dialektis (Maadiyah Jadliyah)

Materialisme dialektis atau maadiyah jadliyah adalah pandangan khusus kaum materialis
terhadap alam, manusia dan kehidupan yang dibangun diatas landasan materi. Pandangan
ini menjelaskan bahwa segala apa yang ada dialam ini berasal dari satu sumber yaitu
materi. Dan setiap pergerakan yang terjadi di ala mini diatur melalui hukum materi.

Selain itu, pandangan ini juga dibangun diatas landasan adanya tanaqud (kontradiksi)
diantara materi. Maksudnya sesuatu meteri bisa terwujud apabila ia mampu menjadi naqid
bagi yang lainnya.

Pandangan ini merupakan satu runtutan dari Filsafat Hegel yang memandang bahwa awal
dari segala wujud adalah fikroh (ide), kemudian fikroh yang menciptakan dan
mengembangkan materi. Sementara Mark mengatakan sebalikanya bahwa materilah yang
terlebih dahulu ada, kemudian dari pergerakan dan perkembangan materi terbentuklah
fikroh. Oleh karena itu pandangan Hegel dinamakan dengan ‘Dialektika Ideal’, sedangkan
pandangan Mark dinamakan dengan ‘Dialektika Materialisme’ atau ‘Dialektika
Marksisme’.

Secara bahasa dialektika berasal dari bahasa Yunani ‘dialogos’ yang artinya ‘percakapan’
dan ‘perdebatan’. Sedangkan menurut istilah artinya cara pandang seseorang agar sampai
pada hakekat sesuatu dengan mengambil niali-nilai tanaqud terhadap lawan, hingga
mampu menglahkannya. Dengan kata lain Dialektika adalah fikroh dan nqidnya, kemudian
keduanya terbentuk menjadi dua naqid, dalam kondisi ini fikroh menguatkan posisinya
sedangkan naqid mengingkarinya…..

Kaum materialis Marksis menyuguhkan dua poin dalam dialektikanya; pertama, Meteri itu
azali dan abadi, adanya mendahului fikroh. Mereka meyakini bahwa alam ini tidak akan
berahir dan tidak ada batasnya. Ia adalah abadi dan akan selalu tetap abadi. Oleh karena itu
alam ghoib—alam diluar materi—itu tidak ada dan tidak akan pernah ada. Logikanya
kalau setiap yang wujud itu adalah materi, maka tidak ada alam lain selain alam mteri. oleh
kerena itu, hal ini menjelas bahwa segala bentuk yang beranekaragam di alam ini, yang ada
disekitar kita, memiliki kekhususan yang menyatukannya, yaitu ke-materi-annya.

Kedua, mereka meyakini adanya hukum materi yang mengatur alam semesta dan
kehidupam manusia. Hukum – hukum tersebut diramu menjadi empat poin, 1) Qonun
Tarobbut (hukum keterkaitan) yang menjelaskan bahwa segala sesuatu yang ada dialam ini
tidak berdiri sendiri, tidak juga bergerak sendiri-sendiri, tapi semuanya merupaka satu
kesatuan yang saling berkaitan. 2) Qonun Harokah (hukum pergerakan). Hukum ini
menjelaskan bahwa ala mini akan selalu bergerak, berkembang dan berubah, yang
merupakan suatu kenincayan dan lahir dari inti materinya, jadi antara materi dan
pergerakannya tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu siapapun tidak akan bisa bertanya
'darimana materi itu bisa bergerak?' atau 'siapa yang memberikan gerakan kepada materi
untuk bergerak?'---karena pergerakan itu berasal dari dirinya. Dari hukum ini dapat
dapahami bahwa tidak ada satupun fenomena yang terjadi dialam ini kecuali merupakan
hasil dari pergerakan dan perkembangan materi. 3) Qonun Tathowur (hukum evolusi).
Yaitu setiap materi yang ada dialam ini akan mengalami perubahan dalam kapasitas yang
besar, jumlah yang banyak, dan bersfat global. 4) Qonun Tanaqud (hukum kontradiksi).
Hukum ini menyatakan bahwa didalam setiap bentuk/materi di ala mini, terdapat berbagai
kontradiksi. Semuanya memiliki sisi positif dan negative, dahulu dan sekarang, punah atau
bergerak. Kontradiksi diatara kedua sisi ini merupakan bagian/kandungan inti dari
perubahannya. (4)

Materialisme Historis (Maadiyah Taarikhiyah)

Materialisme historis atau madiyah tarikhiyah merupakan landasan ke-dua dimana


dibangun diatasnya idiologi komunisme. Ia juga merupakan refleksi langsung dari
materialisme dialektis. Oleh karena itu tanpa materialisme maka tidak akan lahir
materialisme historis. Kita juga tidak akan mampu memahami Materialisme historis tanpa
memahami Materialisme dialektis.

Materialisme historis adalah suatu proses intepretasi sejarah manusia dengan dasar materi.
Sederhanya—disini—Mark menganggap sejarah manusia sebagai materi yang memuat
berbagai tanaqud dan berjalan sesuai dengan hukum materi. Sehingga kalau kita pelajari
lebih dalam lagi maka kita akan sampai pada satu kesimpulan bahwa teori materialisme
histories-nya Mark sangat terpengaruh oleh teori evolusi-nya Darwin yang mengatakan
‘peperangan/pertentangan adalah asal dari kehidupan’.

Teori ini dimulai dari satu kaidah bahwa produktifitas materi adalah asas kehidupan
manusia dan sejarahnya. Mark memandang bahwa menjadi keharusan bagi manusia untuk
menjadi pusat yang mampu menempatkannya dalam kehidupan ini, sebagaimana iua
dituntut untuk mampu menciptakan sejarah. Sebagaimana diketahui bahwa hidup ini tidak
lain hanya sebatas makan, minum, tempat tinggal, pakaian dan sebagainya, maka kerja
sejarah adalah bagaimana mampu menciptakan sarana-sarana yang layak untuk memenuhi
kebutuhan tadi. Kongkritnya kerja menciptakan materi. Oleh karena itu, kekuatan manusia
untuk mampu menciptakan materi merupakan unsure yang paling penting dalam
kehidupan. Karena ia merupakan ukuran dari segala sesuatu.

Dalam teori maadiyah tarikhiyah ini, Mark membagi perjalanan sejarah manusia kedalam
lima fase, sebagai berikut: fase pertama, yaitu sistem hidup bersama membadui. Fase ini
adalah fase perpindahan manusia dari alam hewannya menuju tingkat sempurna. Disini
manusia mulai memciptakan alat-alat kerja/berburu. Oleh kerena itu Sistem hidup bersama
sangat cocok sekali pada fase ini karena ia dituntut untuk saling tolong menolong dalam
menciptakan alat dan berjuang menghadapi berbagaimacam gejala alam. Jadi kebersamaan
mereka adalah kekuatan utama mereka untuk bisa bertahan hidup. Namun setelah manusia
mengenal sisitem bercocok tanam yang menuntut manusia untuk berkelompok dan
dikemudian hari memunculkan perang antar kelompok, maka berahirlah sistem hidup
bersama/badui. Dan mulailah manusia memasuki fase kedua yaitu sistem perbudakan.
Dengan munculnya berbagaimacam kelompok, maka sistem perbudakan adalah lompatan
besar yang mampu mendorong manusia maju kedepan. sistem ini biasanya dibangun diatas
dua asas: perang dan agama. Perang diamainkan oleh para raja, sedangkan agama
dimainkan oleh para rahib. Sedangkan masyarakat pada umumnya menjadi budak yang
dikerjakan untuk menciptakan materi.

Namun di Eropa terjadi hubungan yang sadis terhadap kaum budak, seabagaimana dikenal
dalam sejarah. Sehingga keadaan ini mengundang kaum budak untuk melakukan
pemberontakan melawan kaum feodal. Walaupun pemberontakan mereka tidak mampu
menggulingkan kaum feodalis, Namun dengan perkembangan materi dan ekonomi—
adanya penemuan alat pembajak dari besi--berhairlah sistem perbudakan, karena ketika itu
peran manusia digantikan oleh alat. Maka dari sini mulailah manusia memasuki fase ketiga
yaitu sistem feodal. (5) Dengan penguasaan terhadap wilayah atau tanah, yang seluas-
luasnya, manusia ketika itu mampu menciptakan materi/komoditi dengan jumlah yang
sangat besar. Sehingga hal ini mampu mengantarkannya pada kemakmuran.

Akan tetapi sistem ini menjadi neraka bagi para petani sebagai pengelola tanah. Nasib
mereka terlantarkan, bahkan tidak sedikit dari mereka yang mati karena kelaparan.
Sementara itu para penguasa bisa menikmati hasil dari pertaniannya. Maka mulailah kaum
petani memberontak melawan kaum feodalis untuk menuntut segala kedholiman dan
kejahatan yang menimpa mereka. Walaupun pemberontakan itu tidak berarti apa-apa
karena kuatnya posisi kaum feodalis yang berlindung dibalik benteng dan tentara. Namun
dengan perkembangan materi dan ekonomi yang menemukan berbagai alat yang mampu
menggantikan kerja tangan dan juga dengan meluasnya pemasaran perdagangan Eropa,
maka sistem feodal runtuh.

Dari sinilah mulai memasuki fase keempat, yaitu sistem kapitalis. Dibawah naungan sistem
ini terjadinya kemajuan yang pesat dalam berbagai sisi kehidupan, khususnya bidang ilmu
dan teknologi. Karena sistem ini akan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas dan
kuantitas produk demi meraih untung yang banyak. Begitu juga memalalui sisitem ini
terbentuknya manajemen baru produksi dengan saling bekerjasamanya sekolompok
individu didalam satu pekerjaan. Juga berkembangnya sarana informasi dan tranfortasi
untuk mendistribusikan barang-barang produksi didalam maupun luar nengri.

Namun lagi-lagi kemajuan dan kemakmuran yang dicapai hanya dinikamati oleh sebagian
kolompok saja, yaitu para pemilik modal. Bahkan realitas yang ada menunjukan yang kaya
semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.dengan kata lain sistem kapitalis telah
membagi masyarakat kedalam dua kelompok, kaum borjuis dan proletar.(6) Keduanya
saling bertentangan memperebutkan kesejahteraan masing-masing. Oleh kerena itu Mark
memandang bahwa harus ada sistem baru yang menggantikan sistem kapitalis dengan
sisitem yang tanpa kelompok dan mampu memperhatikan kesejahteraan kaum buruh.
Sistem inilah yang ia sebut dengan sistem sosialis/komunis. Dan inilah fase kelima dari
sejarah perjalanan hidup manusia.

Sistem Ekonomi Sosialis

Sitem ekonomi komunis dibangun diatas lima landasan: pertama, menutup hak
kepemilikan individu. Kedua, menghilangkan kelas/kasta dalam masyarakat. Ketiga,
memusatkan beban masyarakat kepada Negara. Kempat, persamaan dalam upah. Kelima,
menerapkan semboyan “dari semua sesuai dengan kemampuannya, dan untuk semua
sesuai dengan kebutuhannya”. Keenam, membunuh agama. Ketujuh, memberantas setiap
bentrokan yang terjadi dimasyarakat. Kedelapan, menghilangkan sisitem pemerintahan
dimasa depan dan sebagai gantinya mendirikan masyarakat sosialis yang saling
bekerjasama.(7)

Antara Islam dan Komunisme

Setelah kita mengetahui bahwa komunisme adalah ajaran yang bertitik tolak pada materi
semata dan mengingkari wujud Tuhan, bahkan dalam jejak sejarahnya idiologi ini telah
menimbulkan peperangan, pemberontakan, kemiskinan dan gejala-gejala social lainnya.
Maka sangat ironis sekali apabila ada dari sebagian masyarakat Islam yang ingin mencoba
melakuakan pendekatan antara komunisme dengan Islam. Selain itu ada sebagian Negara
Islam di Timur Tengah yang telah dan akan menjadi santapan Barat meminta dukungan dan
perlindungan ke sarang idiologi komunis ini.

Perbedaan antara Islam dan komunisme bisa dilihat dari dua sisi, pertama dari sisi ke-
Tuhanan. Ajaran Islam meyakini bahwa alam ini diciptakan oleh Allah dan bergerak sesuai
dengan hukum yang ditetapkan Allah, tidak diciptakan oleh materi , kemudian bergerak
sesuai dengan hukum materi sebagaimana yang di kalim Mark dalam dialektikanya.

Kedua, dari sisi kemanusiaan, Islam memandang bahwa manusia adalah manusia
sebagaimana Allah menamakannya manusia---bukan materi, bukan juga ciptaan materi
sebagaimana yang diklaim Mark---yang diciptakan Allah dengan tugas tertentu dan tujuan
tertentu. Manusia adalah manusia sebagaimana Allah telah memuliakannya sebagai
manusia---bukan alat, bukan juga ciptaano alat sebagaimana yang diklaim Mark. Maka
hubungan diantara sesamanya tidak seperti hubungan alat dengan alat.
Komunisme, walaupun menjungjung tinggi nilai keadilan dan persamaan sebagaimana
ajaran Islam menjungjungnya, namun itu tidak berarti Islam sama dengan komunisme,
karena ukuran keadilan dan persamaan diantara kedua madzhab ini sangat berbeda.
Keadilan dalam Islam tidak berarti harus sama rasa sama rata, tapi pemenuhan terhadap
sesuatu sesuai dengan hak-haknya.

Komunisme, walaupun membebankan negara untuk mengatur urusan-urusan warganya


sebagaimana halnya dalam sistem Islam, namun itu tidak berarti negara—dalam memenuhi
kebutuhan dan mengurusi warganya--harus menggiring warganya, laki-laki atau
perempuan, untuk turun berbondong-bondong keladang atau ketempat kerja, kemudian
mengancam ‘siapa yang tidak bekerja, maka tidak mendapat makan’. Dalam pandangan
Islam pembebanan urusan manusia tidak sepenuhnya dialihkan pada negara, namun
dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, kemudian masyarakat. Sedangkan negara
hanya berfungsi memberikan sarana pemenuhan kebeutuhan dan mengatur urusan yang
tidak bisa dilakukan oleh diri sendiri, keluarga ataupun masyarakat.

Apalagi Islam mengakui hak milik individu--bahkan harus menjaga dan


mengembangkannya—dengan batas-batas yang telah ditetapkan oleh syra’, tentunya ini
sangat berbeda dengan idiologi komunis yang tidak mengakuinya.

Oleh karena itu, Ironis sekali kalau ada orang yang ingin menyamakan Islam--sebagai
ajaran yang bersumber dari Allah Pencipta semesata Alam dan sebagai ajaran yang sesuai
dengan fitroh manusia —dengan komunisme yang merupakan ajaran yang bersumber dari
benda mati yang tidak bergerak dan tidak mampu menciptakan apapun, dan ajaran yang
menyimpang dari fitroh manusia.

Sungguh ironis memang…apabila kita—sebagai makhluk ber-Tuhan--meminta


perlindungan pada makhluk tak ber-Tuhan, sementara kekuatan itu hanya milik Tuhan.
Atau mencari dukungan kepada mahluk yang tak manusiawi, yang di masa Perang Dingin
menjadi musuh kita sendiri. Wallahu ‘alam bis showwab.

“Dan sungguh, inilah Jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan
(yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlan Dia
memerintahkan kamu agar kamu bertakwa”. (Qs. Al An’am: 153)
Komunisme
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Komunisme l • b • s
Hammer and sickle red on transparent.svg
Konsep Dasar
Hammer and sickle transparent.svg Filosofi Marxis
Hammer and sickle transparent.svg Perjuangan kelas
Hammer and sickle transparent.svg Internasionalisme proletarian
Hammer and sickle transparent.svg Partai komunis
Ideologi
Hammer and sickle transparent.svg Marxisme
Hammer and sickle transparent.svg Leninisme
Hammer and sickle transparent.svg Maoisme
Hammer and sickle transparent.svg Juche
Hammer and sickle transparent.svg Trotskyisme
Hammer and sickle transparent.svg Komunisme sayap kiri
Hammer and sickle transparent.svg Dewan komunisme
Hammer and sickle transparent.svg Komunisme anarkis
Hammer and sickle transparent.svg Komunisme keagamaan
Hammer and sickle transparent.svg Eurokomunisme
Internasionale
Hammer and sickle transparent.svg Liga komunis
Hammer and sickle transparent.svg Internasionale pertama
Hammer and sickle transparent.svg Internasionale kedua
Hammer and sickle transparent.svg Komintern
Hammer and sickle transparent.svg Internasionale keempat
Tokoh penting
Karl Marx 001.jpg Karl Marx
Engels.jpg Friedrich Engels
Kropotkin Nadar.jpg Pyotr Kropotkin
Lenin.jpg Vladimir Lenin
Rosa Luxemburg.jpg Rosa Luxemburg
JStalin Secretary general CCCP 1942.jpg Josef Stalin
LeTrotskyDB.jpg Leon Trotsky
Mao-short.gif Mao Zedong
Bidang terkait
Hammer and sickle transparent.svg Anarkisme
Hammer and sickle transparent.svg Antikapitalisme
Hammer and sickle transparent.svg Antikomunisme
Hammer and sickle transparent.svg Negara komunis
Hammer and sickle transparent.svg Simbolisme komunis
Hammer and sickle transparent.svg Kritikan pada komunis
Hammer and sickle transparent.svg Sentralisme demokratik
Hammer and sickle transparent.svg Kediktatoran proletariat
Hammer and sickle transparent.svg Sejarah komunis
Hammer and sickle transparent.svg Politik sayap kiri
Hammer and sickle transparent.svg Luxemburgisme
Hammer and sickle transparent.svg Kelas baru
Hammer and sickle transparent.svg Kiri baru
Hammer and sickle transparent.svg Pasca komunisme
Hammer and sickle transparent.svg Komunisme primitif
Hammer and sickle transparent.svg Sosialisme
Hammer and sickle transparent.svg Stalinisme
Hammer and sickle transparent.svg Ekonomi sosialis
Hammer and sickle transparent.svg Titoisme
Hammer and sickle transparent.svg Uni Soviet
Portal komunisme
Search Wikisource Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan
Perbedaan Asas Sosial-Demokrat dan Komunis

Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut faham ini berasal dari Manifest der
Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifes
politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis
sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi
kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh
dalam dunia politik.

Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap faham kapitalisme di
awal abad ke-19an, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani
hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan
tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme
antara penganut komunis teori dengan komunis revolusioner yang masing-masing
mempunyai teori dan cara perjuangannya yang saling berbeda dalam pencapaian
masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.
Daftar isi
[sembunyikan]
* 1 Ide dasar
* 2 Komunis Internasional
* 3 Maoisme
* 4 Indonesia dan komunisme
o 4.1 Sejarah Komunisme Di Indonesia
o 4.2 Komunisme di Indonesia
+ 4.2.1 Era pre-Perang Kemerdekaan RI
+ 4.2.2 Pascaperang Perang Kemerdekaan RI
* 5 Apakah Komunisme Telah Mati?
* 6 Lihat pula
* 7 Referensi
* 8 Pranala luar

[sunting] Ide dasar

Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan komunis internasional. Komunisme


atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh partai komunis di
seluruh dunia. sedangkan komunis internasional merupakan racikan ideologi ini berasal
dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme-Leninisme".

Dalam komunisme perubahan sosial harus dimulai dari pengambil alihan alat-alat produksi
melalui peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari
buruh atau yang lebih dikenal dengan proletar (lihat: The Holy Family [1]), namun
pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil dengan melalui perjuangan partai. Partai
membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank. Dapat diringkas perubahan sosial hanya
bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro. Inilah yang menyebabkan komunisme menjadi
"tumpul" dan tidak lagi diminati karena korupsi yang dilakukan oleh para pemimpinnya.

Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat


pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal atas
individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh
karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat
secara merata akan tetapi dalam kenyataannya hanya dikelolah serta menguntungkan para
elit partai, Komunisme memperkenalkan penggunaan sistim demokrasi keterwakilan yang
dilakukan oleh elit-elit partai komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung
demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam
paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada paham
liberalisme.

Secara umum komunisme berlandasan pada teori Dialektika materi oleh karenanya tidak
bersandarkan pada kepercayaan agama dengan demikian pemberian doktrin pada
rakyatnya, dengan prinsip bahwa "agama dianggap candu" yang membuat orang berangan-
angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran ideologi lain karena dianggap tidak
rasional serta keluar dari hal yang nyata (kebenaran materi).
[sunting] Komunis Internasional

Komunis internasional sebagai teori ideologi mulai diterapkan setelah meletusnya Revolusi
Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan
sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. Pada tahun 2005 negara yang
masih menganut paham komunis adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos.
Komunis internasional adalah teori yang disebutkan oleh Karl Marxis.
[sunting] Maoisme

Ideologi komunisme di Tiongkok agak lain daripada dengan Marxisme-Leninisme yang


diadopsi bekas Uni Soviet. Mao Zedong menyatukan berbagai filsafat kuno dari Tiongkok
dengan Marxisme yang kemudian ia sebut sebagai Maoisme. Perbedaan mendasar dari
komunisme Tiongkok dengan komunisme di negara lainnya adalah bahwa komunisme di
Tiongkok lebih mementingkan peran petani daripada buruh. Ini disebabkan karena kondisi
Tiongkok yang khusus di mana buruh dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari
kapitalisme.
[sunting] Indonesia dan komunisme

Indonesia pernah menjadi salah satu kekuatan besar komunisme dunia. Kelahiran PKI pada
tahun 1920an adalah kelanjutan fase awal dominasi komunisme di negara tersebut, bahkan
di Asia. Tokoh komunis nasional seperti Tan Malaka misalnya. Ia menjadi salah satu tokoh
yang tak bisa dilupakan dalam perjuangan di berbagai negara seperti di Cina, Indonesia,
Thailand, dan Filipina. Bukan seperti Vietnam yang mana perebutan kekuatan komunisme
menjadi perang yang luar biasa. Di Indonesia perubuhan komunisme juga terjadi dengan
insiden berdarah dan dilanjutkan dengan pembantaian yang banyak menimbulkan korban
jiwa. Dan tidak berakhir disana, para tersangka pengikut komunisme juga diganjar eks-
tapol oleh pemerintahan Orde Baru dan mendapatkan pembatasan dalam melakukan ikhtiar
hidup mereka.
[sunting] Sejarah Komunisme Di Indonesia
Kenetralan sebagian atau keseluruhan artikel ini dipertentangkan.
Silakan melihat pembicaraan di halaman diskusi artikel ini.
Keakuratan artikel ini diragukan dan artikel ini perlu diperiksa ulang dengan
mencantumkan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Lihat diskusi mengenai artikel ini di halaman diskusinya.

Komunisme di Indonesia memiliki sejarah yang kelam, kelahirannya di Indonesia tak jauh
dengan hadirnya para orang-orang buangan dari Belanda ke Indonesia dan mahasiswa-
mahasiswa jebolannya yang beraliran kiri. Mereka diantaranya Sneevliet, Bregsma, dan
Tan Malaka (yang terahir masuk setelah SI Semarang sudah terbentuk). Alasan kaum
pribumi yang mengikuti aliran tersebut dikarenakan tindakan-tindakanya yang melawan
kaum kapitalis dan pemerintahan, selain itu iming-iming propaganda PKI juga menarik
perhatian mereka. Gerakan Komunis di Indonesia diawali di Surabaya, yakni di dalam
diskusi intern para pekerja buruh kereta api Surabaya yang dikenal dengan nama VSTP.
Awalnya VSTP hanya berisikan anggota orang Eropa dan Indo Eropa. saja, namun setelah
berkembangnya waktu, kaum pribumi pun ikut di dalamnya. Salah satu anggota yang
menjadi besar adalah Semaoen kemudian menjadi ketua SI Semarang. Komunisme
Indonesia mulai aktif di Semarang, atau sering disebut dengan Kota Merah setelah menjadi
basis PKI di era tersebut. Hadirnya ISDV dan masuknya para pribumi berhalauan kiri ke
dalam SI (Sarekat Islam) menjadikan komunis sebagian cabangnya karena hak otonomi
yang diciptakan Pemerintah Hindia Belanda atas organisasi lepas menjadi salah satu
ancaman bagi pemerintah. ISDV menjadi salah satu organisasi yang bertanggung jawab
atas banyaknya pemogokan buruh di Jawa. Konflik dengan SI pusat di Yogyakarta
membuat personil organisasi ini keluar dari keanggotaan SI, setelah disiplin partai atas
usulan Haji Agus Salim disahkan oleh pusat SI. Namun ISDV yang berganti nama menjadi
PKI semakin kuat saja dan diantara pemimpin mereka dibuang keluar Hindia Belanda.
Kehancuran PKI fase awal ini bermula dengan adanya Persetujuan Prambanan yang
memutuskan akan ada pemberontakan besar-besaran di seluruh Hindia Belanda. Tan
Malaka yang tidak setuju karena komunisme di Indonesia kurang kuat mencoba
menghentikannya. Namun para tokoh PKI tidak mau menggubris usulan itu kecuali mereka
yang ada di pihak Tan Malaka. Pemberontakan itu terjadi pada tahun 1926-1927 yang
berakhir dengan kehancuran PKI dengan mudah oleh pemerintah Hindia Belanda. Para
tokoh PKI menganggap kegagalan itu karena Tan Malaka mencoba menghentikan
pemberontakan dan mempengaruhi cabang PKI untuk melakukanya.

Gerakan PKI lahir pula pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia yang diawali oleh
kedatangan Muso secara misterius dari Uni Sovyet ke Negara Republik (Saat itu masih
beribu kota di Yogyakarta). Sama seperti Soekarno dan tokoh pergerakan lain, Muso
berpidato dengan lantang di Yogyakarta dengan kepercayaanya yang murni komunisme.
Disana ia juga mendidik calon-calon pemimpin PKI seperti D.N. Aidit. Musso dan
pendukungnya kemudian menuju ke Madiun. Disana ia dikabarkan mendirikan Negara
Indonesia sendiri yang berhalauan komunis. Gerakan ini didukung oleh salah satu menteri
Soekarno, Amir Syarifuddin yang tidak jelas ideologinya. Divisi Siliwangi akhirnya maju
dan mengakhiri pemberontakan Muso ini. Beberapa ilmuwan percaya bahwa ini adalah
konflik intern antarmiliter Indonesia pada waktu itu.

Pasca Perang Kemerdekaan Indonesia tersebut PKI menyusun kekuatannya kembali.


Didukung oleh Soekarno yang ingin menyatukan semua aspek masyarakat Indonesia saat
itu, dimana antar ideologi menjadi musuh masing-masing, PKI menjadi salah satu
kekuatan baru dalam politik Indonesia. Permusuhan itu tidak hanya terjadi di tingkat atas
saja, melainkan juga di tingkat bawah dimana tingkat anarkisme banyak terjadi antara tuan
tanah dan para kaum rendahan. Namun Soekarno menjurus ke kiri dan menganak-emaskan
PKI. Akhirnya konflik dimana-mana terjadi. Ada suatu teori bahwa PKI dan militer yang
bermusuhan akan melakukan kudeta. Yakni PKI yang mengusulkan Angkatan Perang Ke 5
(setelah AURI, ALRI, ADRI dan Kepolisian) dan isu penyergapan TNI atas Presiden
Soekarno saat ulang tahun TNI. Munculah kecurigaan antara satu dengan yang lain.
Akhirnya dipercaya menjadi sebuah insiden yang sering dinamakan Gerakan 30
September.

Ada kemungkinan Indonesia menjadi negara komunis andai saja PKI berhasil berkuasa di
Indonesia. Namun hal tersebut tidak menjadi kenyataan setelah terjadinya kudeta dan
peng-kambing hitaman komunisme sebagai dalang terjadinya insiden yang dianggap
pemberontakan pada tahun 1965 yang lebih dikenal dengan Gerakan 30 September. Hal ini
juga membawa kesengsaraan luar biasa bagi para warga Indonesia dan anggota keluarga
yang dituduh komunis meskipun belum tentu kebenarannya. Diperkirakan antara 500.000
sampai 2 juta jiwa manusia dibunuh di Jawa dan Bali setelah peristiwa Gerakan 30
September. Hal ini merupakan halaman terhitam sejarah negara Indonesia. Para tertuduh
yang tertangkap kebanyakan tidak diadili dan langsung dihukum. Setelah mereka keluar
dari ruang hukuman mereka, baik di Pulau Buru atau di penjara, mereka tetap diawasi dan
dibatasi ruang geraknya dengan penamaan Eks Tapol.

Semenjak jatuhnya Presiden Soeharto, aktivitas kelompok-kelompok komunis, marxis, dan


haluan kiri lainnya mulai kembali aktif di lapangan politik Indonesia, walaupun belum
boleh mendirikan partai karena masih dilarang oleh pemerintah.
[sunting] Komunisme di Indonesia
[sunting] Era pre-Perang Kemerdekaan RI
[sunting] Pascaperang Perang Kemerdekaan RI

Setelah Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959, politik luar negeri Indonesia cenderung lebih
condong ke Blok Timur (Blok Komunis). mengapa seperti itu? karena Indonesia lebih
banyak melakukan kerja sama dengan negara komunis seperti Uni Soviet, Kamboja,
Vietnam, RC, maupun Korea Utara, berikut ini adalah langkah-langkah politik luar negeri
Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin : Presiden Soekarno menyampaikan pandangan
politik dunia yang berlawanan, yaitu OLDEFO (Old Established Forces), dan NEFO (New
Emerging Forces), Indonesia membentuk Poros Jakarta-Peking dan Poros Jakarta-
Phnompenh-Hanoi-Peking-Pyongyang yang membuat Indonesia termasuk dalam Negara
Blok Timur, Konfrontasi dengan Malaysia yang berujung dengan keluarnya Indonesia dari
PBB.
[sunting] Apakah Komunisme Telah Mati?

Banyak orang yang mengira komunisme 'mati' dengan bubarnya Uni Soviet di tahun 1991,
yang diawali dengan keputusan Presiden Mikhail Gorbachev. Namun komunisme yang
murni belum pernah terwujud dan tak akan terwujud selama revolusi lahir dalam bentuk
sosialisme (Uni Soviet dan negara-negara komunis lainnya). Dan walaupun komunis
sosialis hampir punah, partai komunis tetap ada di seluruh dunia dan tetap aktif
memperjuangkan hak-hak buruh, pelajar dan anti-imperialisme. Komunisme secara politis
dan ekonomi telah dilakukan dalam berbagai komunitas, seperti Kepulauan Solentiname di
Nikaragua.

Seperti yang digambarkan Anthony Giddens, komunisme dan sosialisme sebenarnya belum
mati. Ia akan menjadi hantu yang ingin melenyapkan kapitalisme selamanya. Saat ini di
banyak negara, komunisme berubah menjadi bentuk yang baru. Baik itu Kiri Baru ataupun
komunisme khas seperti di Kuba dan Vietnam. Di negara-negara lain, komunisme masih
ada didalam masyarakat, namun kebanyakan dari mereka membentuk oposisi terhadap
pemerintah yang berkuasa.
Sistem perekonomian
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk
mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di
negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem
ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam
beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam
sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem
ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.

Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut
mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies)
memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi
hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang
mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan
permintaan.
Ekonomi

Perekonomian terencana

Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai
wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah
memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan
pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian
masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor
produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya
menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba,
Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun
tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan
peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.
[sunting] Perekonomian pasar

Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan


sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang
yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang
diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.
[sunting] Perekonomian pasar campuran

Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara
sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di
dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan
negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika
Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi.
Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur,
pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara
perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan
privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.
Dalam kurun waktu selama 30 tahun sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok tahun
1949, pemerintah Tiongkok melaksanakan sistem ekonomi berencana. Target-target
perkembangan ekonomi di semua sektor direncanakan dan disusun oleh lembaga-lembaga
khusus negara. Dengan adanya sistem seperti itu, ekonomi Tiongkok dapat berkembang
mantap secara berencana dan terarah, namun sistem itu sekaligus dengan serius telah
membatasi vitalitas dan laju perkembangan ekonomi.

Pada akhir tahu 1970-an, Tiongkok mulai melakukan reformasi terhadap sistem ekonomi
berencana. Pada tahun 1978, Tiongkok melaksanakan sistem tanggung jawab di daerah
pedesaan yang terutama berupa sistem kontrak atas dasar keluarga yang dikaitkan dengan
hasil produksi. Pada tahun 1984, reformasi sistem ekonomi beralih ke kota dari pedesaan.
Pada tahun 1992, Tiongkok menetapkan arah reformasi untuk mendirikan sistem ekonomi
pasar sosialis.

Pada Oktober tahun 2003, Tiongkok telah menegaskan lebih lanjut target dan tugas
penyempurnaan sistem ekonomi pasar sosialis, yakni: sesuai dengan tuntutan
mempertimbangkan secara menyeluruh perkembangan kota dan desa, perkembangan
regional, perkembangan sosial dan ekonomi, perkembangan harmonis antara manusia dan
alam, serta perkembangan di dalam negari dan keterbukaan terhadap dunia luar,
mengembangkan peranan dasar pasar dalam alokasi sumber daya, mningkatkan vitalitas
dan daya saing perusahaan, menyempurnakan pengontrolan makro negara,
menyempurnakan fungsi pemerintah di bidang pengelolaan sosial dan layanan umum, dan
memberikan jaminn sistem yang kuat kepada pembangunan masyarakat cukup sejahtera
secara menyeluruh. Tugas utamanya ialah menyempurnakan sistem pokok ekonomi di
mana ekonomi milik negara merupakan bagian utama dan ekonomi multi kepemilikan
berkembang bersama, mendirikan sistem yang menguntungkan untuk mengubah struktur
ekonomi dualis antara kota dan desa, membentuk mekanisme yang mendorong
perkembangan harmonis ekonomi regional, membangun sistem pasar modern yang
seragam, terbuka dan bersaing secara tertib, menyempurnakan sistem pengontrolan makro,
sistem pengelolaan administrasi dan sistem hukum ekonomi, menyempurnakan sistem
penempatan kerja, distribusi pendapatan dan jaminan sosial, dan mendirikan mekanisme
yang mendorong perkembangan yang berkelanjutan di bidang ekonomi dan sosial.
Menurut rencana, sampai tahun 2010, Tiogkok akan membangun sistem ekonomi pasar
sosialis yang relatif sempurna, dan sampai tahun 2020, akan dibangun sistem ekonomi
pasar sosialis yang relatif matang.
Ekonomi campuran
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari

Ekonomi campuran adalah sistem perekonomian yang menggabungkan lebih dari satu
aspek sistem ekonomi. Biasanya, di dalam ekonomi campuran terdapat paduan unsur
kapitalisme dan sosialisme.
Pengertian Sistem Ekonomi Campuran
Filed under Ekonomi Islam no comments

Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem
sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti
juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis
tengah disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi
dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran tersebut.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran :

* Kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan oleh swasata

* Transaksi ekonomi terjadi di pasar, dan ada campuran tangan pemerintah

* Ada persaingan serta masih ada control dari pemerintah

Kebaikan sistem ekonomi campuran


* Kebebasan berusaha

* Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas

* Lebih mementingkan umum dari pada pribadi

Kelemahan sistem ekonomi campuran

* Beban pemerintah berat dari pada beban swasta

* Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan

Sulit menentukan batas ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta “ Sistem
ekonomi campuran banyak dianut oleh Negara berkembang”.
Ekonomi Indonesia
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Ekonomi Indonesia
Mata uang Rupiah
Tahun fiskal Tahun kalender
Organisasi perdagangan APEC, ASEAN, WTO
Statistik [1]
Peringkat PDB ke-15
PDB $863,6 milyar (2005)
Pertumbuhan PDB 4,8% (2004)
PDB per kapita $3.200 (2004)
PDB berdasarkan sektor pertanian (16.6%), industri (43.6%), jasa (39.9%) (2004)
Inflasi 6.6% (2004)
Pop di bawah garis kemiskinan 8.% (1998)
Tenaga kerja 105,7 juta (2004)
Tenaga kerja berdasarkan pekerjaan produksi 46%, pertanian 16%, jasa 39% (1999)
Pengangguran 8.7% (2004)
Industri utama minyak bumi dan gas alam; tekstil, perlengkapan, dan sepatu;
pertambangan, semen, pupuk kimia, plywood; karet; makanan; pariwisata
Perdagangan Internasional[2]
Ekspor $113,99 milyar (2007)
Komoditi utama minyak dan gas, plywood, tekstil, karet
Mitra dagang Jepang 22,3%, Amerika Serikat 12,1%, Singapura 8,9%, Korea Selatan
7,1%, Cina 6.2% (2003)
Impor $74,40 milyar (2007)
Komoditi utama mesin dan peralatan; kimia, bahan bakar, makanan
Mitra dagang Jepang 13%, Singapura 12,8%, Cina 9,1%, Amerika Serikat 8,3%, Thailand
5,2%, Australia 5,1%, Korea Selatan 4,7%, Arab Saudi 4,6% (2003)
Keuangan publik [3]
Utang pemerintah $454.3 milyar (56.2% dari GDP)
Pendapatan $40.91 milyar (2004)
Belanja $44,95 milyar (2004)
Bantuan ekonomi $43 milyar dari IMF (1997–2000)
Sunting

Indonesia memiliki ekonomi berbasis-pasar di mana pemerintah memainkan peranan


penting. Pemerintah memiliki lebih dari 164 BUMN dan menetapkan harga beberapa
barang pokok, termasuk bahan bakar, beras, dan listrik. Setelah krisis finansial Asia yang
dimulai pada pertengahan 1997, pemerintah menjaga banyak porsi dari aset sektor swasta
melalui pengambilalihan pinjaman bank tak berjalan dan asset perusahaan melalui proses
penstrukturan hutang.
[sunting] Latar belakang

Selama lebih dari 30 tahun pemerintahan Orde Baru Presiden Soeharto, ekonomi Indonesia
tumbuh dari GDP per kapita $70 menjadi lebih dari $1.000 pada 1996. Melalui kebijakan
moneter dan keuangan yang ketat, inflasi ditahan sekitar 5%-10%, rupiah stabil dan dapat
diterka, dan pemerintah menerapkan sistem anggaran berimbang. Banyak dari anggaran
pembangunan dibiayai melalui bantuan asing.

Pada pertengahan 1980-an pemerintah mulai menghilangkan hambatan kepada aktivitas


ekonomi. Langkah ini ditujukan utamanya pada sektor eksternal dan finansial dan
dirancang untuk meningkatkan lapangan kerja dan pertumbuhan di bidang ekspor non-
minyak. GDP nyata tahunan tumbuh rata-rata mendekati 7% dari 1987-1997, dan banyak
analisis mengakui Indonesia sebagai ekonomi industri dan pasar utama yang berkembang.

Tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dari 1987-1997 menutupi beberapa kelemahan
struktural dalam ekonomi Indonesia. Sistem legal sangat lemah, dan tidak ada cara efektif
untuk menjalankan kontrak, mengumpulkan hutang, atau menuntut atas kebangkrutan.
Aktivitas bank sangat sederhana, dengan peminjaman berdasarkan-"collateral"
menyebabkan perluasan dan pelanggaran peraturan, termasuk batas peminjaman.
Hambatan non-tarif, penyewaan oleh perusahaan milik negara, subsidi domestik, hambatan
ke perdagangan domestik, dan hambatan ekspor seluruhnya menciptakan gangguan
ekonomi.

Krisis finansial Asia Tenggara yang melanda Indonesia pada akhir 1997 dengan cepat
berubah menjadi sebuah krisis ekonomi dan politik. Respon pertama Indonesia terhadap
masalah ini adalah menaikkan tingkat suku bunga domestik untuk mengendalikan naiknya
inflasi dan melemahnya nilai tukar rupiah, dan memperketat kebijakan fiskalnya. Pada
Oktober 1997, Indonesia dan International Monetary Fund (IMF) mencapai kesepakatan
tentang program reformasi ekonomi yang diarahkan pada penstabilan ekonomi makro dan
penghapusan beberapa kebijakan ekonomi yang dinilai merusak, antara lain Program
Permobilan Nasional dan monopoli, yang melibatkan anggota keluarga Presiden Soeharto.
Rupiah masih belum stabil dalam jangka waktu yang cukup lama, hingga pada akhirnya
Presiden Suharto terpaksa mengundurkan diri pada Mei 1998. Di bulan Agustus 1998,
Indonesia dan IMF menyetujui program pinjaman dana di bawah Presiden B.J Habibie.
Presiden Gus Dur yang terpilih sebagai presiden pada Oktober 1999 kemudian
memperpanjang program tersebut.
[sunting] Kajian Pengeluaran Publik

Sejak krisis keuangan Asia di akhir tahun 1990-an, yang memiliki andil atas jatuhnya
rezim Suharto pada bulan Mei 1998, keuangan publik Indonesia telah mengalami
transformasi besar. Krisis keuangan tersebut menyebabkan kontraksi ekonomi yang sangat
besar dan penurunan yang sejalan dalam pengeluaran publik. Tidak mengherankan utang
dan subsidi meningkat secara drastis, sementara belanja pembangunan dikurangi secara
tajam.

Saat ini, satu dekade kemudian, Indonesia telah keluar dari krisis dan berada dalam situasi
dimana sekali lagi negara ini mempunyai sumber daya keuangan yang cukup untuk
memenuhi kebutuhan pembangunan. Perubahan ini terjadi karena kebijakan
makroekonomi yang berhati-hati, dan yang paling penting defisit anggaran yang sangat
rendah. Juga cara pemerintah membelanjakan dana telah mengalami transformasi melalui
"perubahan besar" desentralisasi tahun 2001 yang menyebabkan lebih dari sepertiga dari
keseluruhan anggaran belanja pemerintah beralih ke pemerintah daerah pada tahun 2006.
Hal lain yang sama pentingnya, pada tahun 2005, harga minyak internasional yang terus
meningkat menyebabkan subsidi minyak domestik Indonesia tidak bisa dikontrol,
mengancam stabilitas makroekonomi yang telah susah payah dicapai. Walaupun terdapat
risiko politik bahwa kenaikan harga minyak yang tinggi akan mendorong tingkat inflasi
menjadi lebih besar, pemerintah mengambil keputusan yang berani untuk memotong
subsidi minyak.

Keputusan tersebut memberikan US$10 milyar [4] tambahan untuk pengeluaran bagi
program pembangunan. Sementara itu, pada tahun 2006 tambahan US$5 milyar [5] telah
tersedia berkat kombinasi dari peningkatan pendapatan yang didorong oleh pertumbuhan
ekonomi yang stabil secara keseluruhan dan penurunan pembayaran utang, sisa dari krisis
ekonomi. Ini berarti pada tahun 2006 pemerintah mempunyai US$15 milyar [6] ekstra
untuk dibelanjakan pada program pembangunan. Negara ini belum mengalami 'ruang
fiskal' yang demikian besar sejak peningkatan pendapatan yang dialami ketika terjadi
lonjakan minyak pada pertengahan tahun 1970an. Akan tetapi, perbedaan yang utama
adalah peningkatan pendapatan yang besar dari minyak tahun 1970-an semata-mata hanya
merupakan keberuntungan keuangan yang tak terduga. Sebaliknya, ruang fiskal saat ini
tercapai sebagai hasil langsung dari keputusan kebijakan pemerintah yang hati hati dan
tepat.

Walaupun demikian, sementara Indonesia telah mendapatkan kemajuan yang luar biasa
dalam menyediakan sumber keuangan dalam memenuhi kebutuhan pembangunan, dan
situasi ini dipersiapkan untuk terus berlanjut dalam beberapa tahun mendatang, subsidi
tetap merupakan beban besar pada anggaran pemerintah. Walaupun terdapat pengurangan
subsidi pada tahun 2005, total subsidi masih sekitar US$ 10 milyar [7] dari belanja
pemerintah tahun 2006 atau sebesar 15 persen dari anggaran total.

Berkat keputusan pemerintahan Habibie (Mei 1998 - Agustus 2001) untuk


mendesentralisasikan wewenang pada pemerintah daerah pada tahun 2001, bagian besar
dari belanja pemerintah yang meningkat disalurkan melalui pemerintah daerah. Hasilnya
pemerintah propinsi dan kabupaten di Indonesia sekarang membelanjakan 37 persen [8]
dari total dana publik, yang mencerminkan tingkat desentralisasi fiskal yang bahkan lebih
tinggi daripada rata-rata OECD.

Dengan tingkat desentralisasi di Indonesia saat ini dan ruang fiskal yang kini tersedia,
pemerintah Indonesia mempunyai kesempatan unik untuk memperbaiki pelayanan
publiknya yang terabaikan. Jika dikelola dengan hati-hati, hal tersebut memungkinkan
daerah-daerah tertinggal di bagian timur Indonesia untuk mengejar daerah-daerah lain di
Indonesia yang lebih maju dalam hal indikator sosial. Hal ini juga memungkinkan
masyarakat Indonesia untuk fokus ke generasi berikutnya dalam melakukan perubahan,
seperti meningkatkan kualitas layanan publik dan penyediaan infrastruktur seperti yang
ditargetkan. Karena itu, alokasi dana publik yang tepat dan pengelolaan yang hati-hati dari
dana tersebut pada saat mereka dialokasikan telah menjadi isu utama untuk belanja publik
di Indonesia kedepannya.

Sebagai contoh, sementara anggaran pendidikan telah mencapai 17.2 persen [9] dari total
belanja publik- mendapatkan alokasi tertinggi dibandingkan sektor lain dan mengambil
sekitar 3.9 persen [10] dari PDB pada tahun 2006, dibandingkan dengan hanya 2.0 persen
dari PDB pada tahun 2001[11] - sebaliknya total belanja kesehatan publik masih dibawah
1.0 persen dari PDB [12]. Sementara itu, investasi infrastruktur publik masih belum
sepenuhnya pulih dari titik terendah pasca krisis dan masih pada tingkat 3.4 persen dari
PDB [13]. Satu bidang lain yang menjadi perhatian saat ini adalah tingkat pengeluaran
untuk administrasi yang luar biasa tinggi. Mencapai sebesar 15 persen pada tahun 2006
[14], menunjukkan suatu penghamburan yang signifikan atas sumber daya publik.