Anda di halaman 1dari 39
“POSITIONING” KOMPETENSI TIK PADA JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN MENUJU SEBUAH KONVERGENSI Sebuah Upaya Menuju

“POSITIONING” KOMPETENSI TIK PADA JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN MENUJU SEBUAH KONVERGENSI

Sebuah Upaya Menuju Publisitas Teknologi Pendidikan yang Selaras dengan Kebutuhan Pasar

Oleh

Gde Putu Arya Oka

DISAMPAIKAN SEMINAR AKADEMIK BERTAJUK “ PENERAPAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN (PEREKAYASA PEMBELAJARAN, TENAGA PENGAMPU MATA PELAJARAN TEKNOLOGI ”

INFORMASI DAN KOMUNIKASI DAN PENGELOLA PERPUSTAKAAN SEKOLAH JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN, UNDIKSHA - SINGARAJA

TANGGAL

18 DESEMBER 2007

Seminar akademik TP 2008

0

“POSITIONING” KOMPETENSI TIK PADA JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN MENUJU SEBUAH KONVERGENSI

Sebuah Upaya Menuju Publisitas Teknologi Pendidikan yang Selaras dengan Kebutuhan Pasar

Oleh

Gde Putu Arya Oka

Positioning adalah sebuah strategi dan melalui strategi benchmarking publikasi yang tepat tentang kompetensi TIK di Jurusan Teknologi Pendidikan diharapkan khalayak umum secara pasti mengenal jurusan Teknologi pendidikan. Sebuah publikasi adalah bentuk promosi, oleh karenanya promosi tentang apa , bagaimana sebetulnya Jurusan Teknologi pendidikan perlu digagas secara kontinyu dengan berbagai pendekatan, dengan melibatkan metode-metode “benchmarking” yang tepat pula, oleh karena itu sebuah branded sudah menjadi keharusan bagi Jurusan Teknologi Pendidikan.

keyword : Teknologi Pendidikan, Teknologi Pembelajaran, ICT, KTSP

LATAR BELAKANG Jurusan Teknologi pendidikan yang berada dibawah naungan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha merupakan salah satu jurusan yang ada, dari sekian jurusan dan program studi yang terdapat di UNDIKHSA. Jurusan Teknologi Pendidikan dengan format serta profil seperti sekarang, dapat dikatakan terus berbenaj melalui penyempurnaan-penyerpunaan. Penyempurnaan ini terjadi dalam kelembagaan TP itu sendiri, kurikulum, sarana dan prasarana yang sepenuhnya telah digagas untuk menampilkan profil jurusan Teknologi pendidikan yang bersahaja. Bersahaja bukan saja pada takaran internal namun juga bersahaja pada output TP itu sendiri.

Salah satu usaha konkrit yang dilakukan sehubungan dengan telah dilakukan perbaikan- penyempurnaan di tubuh TP barangkali strategi untuk menguatkan “benchmarking” jurusan, melalui usaha publikasi seperti sekarang ini sudah menjadi kegiatan sepatutnya mendapat apresiasi yang sungguh-sungguh. “Branded” TP perlu diciptakan, dibangun diperlihara dirawat dan ada akhirnya branderd itu menjadi slogan dimana-mana. Benchmarking TP sebagai Teknolog pembelajaran dengan branded “Perekayasa atau rancang bangun” pembelajaran, guru TIK dan tenaga Pustakawan adalah serangkaian branded atau dalam dunia bisnis dikenal dengan merek dagang. Merek dagang ini yang harus dikenal di masyarakat luas sebagai pemakai out Teknologi Pendidikan. Siapa yang tidak kenal dengan Microsoft, windows, Intel, Pentium dan banyak lagi, adalah serangkaian branded yang berhasil dibangun dengan sempurna untuk meraup pasar potensial. Keberhasilan startegi benchmarking adalah branded yang melekat pada image produk tersebut. Dalam konteks ini yang menjadi ketertarikan sebagain orang untuk memiliki adalah karena factor Nilai. Faktor nilai (Value) ini akan menjadi sangat penting manakala tamatan TP berhadapan dan bersaing dengan dunia nyata/riil dengan tingkat kompetensi yang tinggi. Faktor nilai inilah yang telah dimiliki oleh seorang Bill Gate Raja software dunia yang telah diakui kepiawaiannya walupun tidak menuntaskan pendidikan disalah satu universitas paling bergensi di

Seminar akademik TP 2008

1

Amerika serikat karena droup out. Kalau kita tidak bisa menciptakan factor nilai maka yang harus dilakukan adalah meminjang factor nilai. Meminjam factor nilai ini saya ilustrasikan pada contoh kalau anda sebagai pegawai telkom, faktor nilainya ada pada branded TELKOM itu sendiri, dengan bekerja di Telkom anda telah meminjam nama besar TELKOM, kecuali si Made, atau si Putu bisa menciptakan sebuah nama besar sekaliber TELKOM. Billgate adalah pencipta faktor nilai dengan Microsofnya. Kaitannya denga tamatan TP sudah seharusnya memikirkan branded ini, apakah tamatan TP mampu untuk menciptakan faktor nilai atau cukup meminjam faktor nilai. Bahasa pasarnya adalah setiap tamatam tp harus mampu menjual dirinya dalam kontek marketingnya. Pada kesempatan ini kami akan membawakan presentasi dengan lingkup yang dirangkum topik “Standar isi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada jurusan Teknologi Pendidikan”

MAKSUD DAN TUJUAN

Dengan diselenggarakannya Seminar ini tentunya ada maksud dan tujuan yang kami sampaikan pada kahlayak umum (stakeholder). Maksud dan tujuan tersebut adalah :

1. Agar para stakeholder baik yang ruangk lingkup kawasan di jasa, industri, pendidikan,

pelatihan, pemerintah dapat lebih mengenal Visi dan misi kelembagaan, kurikulum jurusan Teknologi Pendidikan khususnya dalam sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi

2. Khususnya calon pemakai tamatan Teknologi pendidikan dapat mengetahui gambaran secara detail ruang lingkup kawasan teknologi pendidikan, kompetensi tamatan dan Profesi Teknologi Pendidikan yaitu sebagai Teknolog Teknolog Pendidikan/Teknologi Pembelajaran (Perekayasa Pembelajaran) , Guru TIK dan Pustakawan.

RUANG LINGKUP Makalah yang kami presentasikan hari ini akan mengacu pada maksud dan tujuan tersebut diatas, dimana dalam penyampaikan materi akan dibagi pada nara sumber yang kompeten. Pada kesempatan ini kami menyampaikan maksud presentasi dalam ruang lingkup kompetensi mahasiswa Jurusan Teknologi pendidikan dalam Perannya Sebagai Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi

A. Sekilas sistem pendidikan di Indonesia Pada bagian ini disajikan gambaran tentang sistem pendidikan di Indonesia, mulai dari pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Sistem pendidikan dasar menengah meliputi SMP, SMU/SMAN, dan SMK; sedangkan sistem pendidikan tinggi meliputi jalur pendidikan akademik dan jalur pendidikan diploma. Disamping itu, disajikan pula sistem pendidikan luar sekolah yang berupa pelatihan-pelatihan, kursus-kursus berbasis kompetensi, dan yang lainnya. Selengkapnya disajikan dalam Gambar dibawah. Ditinjau dari kesiapan memasuki lapangan kerja, lulusan SMK lebih tinggi peluangnya dibandingkan dengan lulusan SMU/MAN karena keahlian / ketrampilan yang dimiliki lebih baik daripada lulusan SMU/MAN. SMK memang dirancang untuk memenuhi tuntutan dunia kerja, sedangkan SMA dirancang untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Keduanya bisa melanjutkan ke pendidikan tinggi yang sama namun peluang SMU/MAN lebih tinggi karena materi test yang lebih berpihak kepada SMU/MAN. Lulusan SMK jurusan Teknik Elektro, dengan keahlian dasar yang dimiliki, bisa langsung menjadi seorang teknisi dengan sedikit penyesuaian/orientasi di pabrik. Namun u ntuk menangani persoalan-persoalan yang lebih rumit, dia harus mengikuti pelatihan - pelatihan tertentu terutama tentang ketrampilan menangani mesin-mesin produksi tertentu yang di bangku sekolah tidak mungkin diperoleh karena tidak mungkin sekolah membangun laboratorium yang fasilitasnya serupa dengan pabrik.

Seminar akademik TP 2008

2

Jenjang Pendidikan VS Jenjang Pekerjaan Keahlian / ketrampilan yang serupa dengan yang dimiliki oleh lulusan

Jenjang Pendidikan VS Jenjang Pekerjaan

Keahlian / ketrampilan yang serupa dengan yang dimiliki oleh lulusan SMK bisa juga diperoleh oleh lulusan SMP dengan mengikuti kursus-kursus yang sesuai, namun dengan cakupan kemampuan yang sangat terbatas. Dengan keahlian sederhana yang diperoleh melalui kursus ini, seseorang

bisa bekerja sebagai Operator pada industri seni. Kursuskursus diselenggarakan oleh lembaga- lembaga pendidikan luar sekolah yang memang layak atau kompeten untuk enyelenggarakannya. Karena itu perlu dibentuk lembagalembaga sertifikasi “profesi” (ketrampilam terbatas) yang diawasi dan diakreditasi oleh badan yang layak pula. Lulusan Diploma dengan kemampuan / keahlian yang dimilikinya bisa langsung menduduki pekerjaan teknisi level menengah. Keseimbangan antara kemampuan analisis dan kemampuan praktis membuat lulusan D3 kompeten untuk melaksanakan tugas-tugas seorang teknisi. Dengan sedikit pengalaman, ia akan mampu pula membantu tugas-tugas perancangan dan modifikasi mesin produksi. Lulusan Sarjana S1, S2, dan S3 pada kenyataannya dimanfaatkan kecerdasannya untuk memikirkan hal-hal yang bersifat manajerial dan pengembangan perusahaan jangka menengah

Idealnya, lulusan ini menduduki posisi seorang ahli yang diandalkan untuk

merancang produk baru.

dan panjang

B. Teknologi Informasi, Komunikasi (TIK ) dan Teknologi Pendidikan Dalam kesempatan ini ijinkan saya menyampaikan sepenggal ucapan Bung Karno sebagai Founder bangsa ini yaitu “ Biasakan Mulai dengan isitlah” penggalan ucapan beliau tentu

Seminar akademik TP 2008

3

mempunyai arti yang sangat baik untuk lebih awal sebelum pembicaraan ada kesepakatan tentang istilah dan makna yang dipakai, sehingga dalam proses pembiacaarn nantintya tidak menimbulkan bias yang terlalu jauh. “Mana mungkin apel dibandingkan dengan Apel mana kala kita berangkat dari titik tolak yang berbeda, jelas tidak akan ketemu.”demikian juga ucapan salah satu vendor besar piranti hardware komputer. Oleh karena itu dibawah ini akan kami paparkan batasan-batasan dari Teknologi, Teknologi informasi dan Komunikasi, serta Teknologi Pendidikan

Batasan Teknologi Pengertian teknologi yang utama adalah proses yang meningkatkan nilai tambah, Dimana proses tersebut menggunakan dan atau menghasilkan suatu produk tertentu. Produk yang digunakan dan atau yang dihasilkan tidak terpisah dari produk yang lain yang telah ada, dan karena itu menjadi bagian integral dari suatu sistem. (Yusufhadi Miaraso,2004)

Teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai sebelum sains dan teknik. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Akan tetapi, penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi (Wikipedia.org)

Informasi dan Komunikasi / Telematika / Infocom Informasi dan komunikasi atau sering disebut dengan Telematika mempunyai cakupan atau yang terlibat dalam batasan telematika adalah penyiaran dan teknologi informasi (mastel.2006). Lebih jauh juga dipaparkan bahwa Telematika adalah kegiatan tidak hanya bersekala nasional namun lebih lagi adalah berdimensi internasional mengingat aspek keterhubungan (interkoneksi) dengan jaringan apapun sangat penting. Sehingga batasan dari telematika lebih dilihat dari sudut Jasanya yaitu (jasa telekomunikasi dan informasinya) dan bukan teknologi yang digunakan dalam telekomunikasi tersebut. Begitu pula teknologi bagaimana informasi itu disajikan. Contohnya Kita mengenal dinas Infokom dalam suatu pemerintahan, dimana dinas ini mempunyai tugas tidak lebih sebagai unit penyedia informasi untuk pelayanan kepada masyarakat. Untuk sampai menjadi infromasi tentunya telah ada suatu proses sebelumnya. Bagaimana data yang ada diolah adalah cakupan dari Teknologi dari infokom itu sendiri.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) / ICT Batasan TIK/ICT dalam konteks istilah ini adalah lebih pada Penggunaannya. Pengunaannya tentu inheren dengan teknologinya. Beberapa batasan yang ada sehubungan dengan istilah TIK /ICT adalah :

Teknologi informasi adalah segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi informasi batasanya adalah segala ha yang berkaitan dengan alat bantu untuk memproses dan menstranfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

Sehingga kedua batasan ini disatukan akan menjadi segala aspek yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer pemindahan informasi antar media menggunakan teknologi tertentu. (Kurikulum 2004)

Seminar akademik TP 2008

4

Teknologi Pendidikan Sedangkan batasan teknologi pendidikan adalah Teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian dan penelitian proses, sumber dan sistem untuk belajar (AECT dalam Yusufhadi Miarso,2004)

Dalam kesempatan ini terntunya memakan waktu yang lebih banyak kalau batas-batasan tersebut diperdalam lagi dengan konsep , perkembangan dan lain sebagainya. Yang jelas kata teknologi inheren dengan jurusan Teknologi Pendidikan yang secara jelas pula telah mengadopsi semua karakteristik teknologi tersebut baik dalam takaran penggunaan, konsepsinya, proses, produk, aplikasi dan jasanya untuk pendidikan dan pembelajaran. Sehingga sungguh tepatlah bahwa jurusan Teknolopi Pendidikan bersanding dengan istilah Teknologi informasi dan komunikasi.

Kita telah mengakui bahwa TIK sebagai suatu produk dan proses telah berkembang demikian pesatnya sehingga tidak satupun bidang kehidupan yang tidak dirambahnya. Produk dan proses ini telah menjelma menjadi suatu aplikasi yang melekat, integrated dalam menciptakan nilai tambah dan memperingan tugas manusia. Perlu dicatat pula bahwa perkembangan TIK yang demikian pesat jangan sampai justru manusia menjadi korban dari perkembangan tersebut.

Sekedar untuk di ketahui bahwa teknologi sangat berenake ragan dengan variasi bentuk, fungsi dan sebagainya. Cabang Teknologi masa ini tersebut adalah :Bioteknologi Mikroteknologi Nanoteknologi Rekayasa biomedis Rekayasa listrik Teknologi antariksa Teknologi elektronik Teknologi Informasi Teknologi Instrumentasi Teknologi komputer Teknologi nuklir Teknologi penyimpanan energi Teknologi permesinan Teknologi persenjataan Teknologi telekomunikasi Teknologi tepat guna Teknologi transportasi Teknologi visual Teknologi energi Teknologi bahan . Sedangkan bidang utama teknologi yang sering kita baca dan dengar adalah seperti : Olah raga dan Rekreasi (Peralatan berkemah • Tempat bermain • Olah raga • Peralatan olah raga) Informasi, Industri Komunikasi, Komunikasi (Komunikasi • Grafis • Teknologi musik • Pengenalan suara • Teknologi Visual) Industri (Konstruksi • Financial engineering • Manufaktur • Mesin • Pertambangan, Militer (Bom • Senapan • Amunisi • Teknologi militer dan peralatan • Teknik kelautan • Pesawat tempur • Kapal perang • Rudal • Tank), Rumah tangga (Peralatan rumah tangga • Teknologi rumah tangga • Teknologi pendidikan • Teknologi pangan), Teknik (Teknik penerbangan • Teknik pertanian • Teknik arsitektur • Rekayasa biologi • Teknik biokimia • Teknik biomedis • Teknik kimia • Teknik sipil • Teknik komputer • Teknik konstruksi • Teknik listrik • Teknik elektro • Teknik lingkungan • Teknik industri • Teknik material • Teknik mesin • Teknik mekatronika • Teknik metalurgi • Teknik pertambangan • Teknik nuklir • Teknik perminyakan • Teknik perangkat lunak • Teknik struktur • Rekayasa jaringan), Kesehatan dan Keselamatan (Teknik Biomedis • Bioinformatika • Bioteknologi • Informatika kimiawi • Teknologi perlindungan kebakaran • Ilmu kesehatan • Farmasi • Teknik keselamatan • Teknik kesehatan) Transprotasi (Angkasa luar • Teknik penerbangan • Teknik perkapalan • Kendaraan bermotor • Teknologi luar angkasa • Transportasi)

Kawasan Sektor TIK Menkominfo sebagai sebuah lembaga yang berkompeten dan bertanggung jawab dalam TIK di tanah air telah mengupayakan langkah-langkah strategis ( untuk jangka waktu menengah dan panjang) dibidang TIK. Tentunya langkah ini merupakan spirit dari visi departemen ini “agar Terwujudnya masyarakat informasi yang sejahtera melalui penyelenggaraan komunikasi

dan informatika yang efektif dan efesien dalam kerangka negara kesatan Republik Indonesia”. Lebih sepesifik menkominfo telah memperjelas sektor TIK dalam sub sektor yaitu :

1. Infrastruktur TIK,

2. Industri TIK,

Seminar akademik TP 2008

5

3.

TIK untuk Pendidikan,

4. Pengelolaan TIK dan

5. Pelayanan publik TIK.

Tentunya dalam kesempatyan ini dua yang pertama tidak diulas lebih detail dalam kesempatan kali ini. Namun untuk TIK dalam Pendidikan, Pengelolaan TIK dan Pelayanan Publik akan berbaur dalam materi yang kami sampaikan pada acara ini. Perlu dicatat bahwa kelima subsektor itu salaing kerthubungan, kait mengkait baik dalam proses dan produknya.

Sedangkan apabila kita menengok rumusan tim perumus kompetensi SKKNI nampak terlihat dalam cakupan umum TIK dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) yang dipakai landasan pengembangan pendidikan TIK yang mana dalam prosesnya telah melibatkan semua unsur melalui sebuah konvensi (workshop Nasional) . Cakupan tersebut terbagii dalam ;

1. Deskripsi Umum

a. Bidang penelitian (research), untuk melakukan pengkajian dan pencarian suatu metode dan penerapan baru bagi penemuan bidang teknologi informasi.

b. Bidang pengembangan/pembuatan (development), untuk melakukan pembuatan produk teknologi informasi.

c. Bidang pengoperasian (operational), untuk melakukan penggunaan/ pengoperasian produk teknologi informasi sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

d. Bidang pemeliharaan (maintenance), untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan produk Teknologi Informasi supaya terus menerus dapat digunakan sampai batas waktu tertentu.

e. Bidang penerapan (implementation), untuk melakukan pemasangan dan instalasi Teknologi Informasi kepada bidang bidang pekerjaan yang membutuhkan.

Sedangkan cakupan bidang teknologi informasi berdasarkan perangkat yang terlibat dibedakan sebagai berikut:

a. Bidang Perangkat Keras (hardware), terdiri atas :

o Sistem input: perangkat untuk memerima data dan memasukkan ke dalam

pemroses

o Sistem pengolah/pemroses: perangkat untuk melakukan pengolahan

pemrosesan) data

o Sistem penyimpan: perangkat untuk menyimpan data baik data yang belum

diolah, data yang sedang diolah, atau data yang sudah diolah, untuk digunakan kembali pada pemrosesan yang akan datang.

o Sistem output: perangkat untuk menyampaikan (menampilkan)

hasil pengolahan data kepada pengguna.

b. Bidang PerangkatLunak (software), dapat berupa :

o

Perangkat lunak Sistem Operasi (operational system software) :

perangkatuntuk menjalankan atau mengoperasikan suatu sistem komputer

o

o

Perangkat lunak bahasa program (programming language software) : perangkatuntuk membuat produk aplikasi (Aplication software) ertentu.

Perangkat lunak paket aplikasi (Aplication software) :

perangkatyang digunakan untuk mengerjakan suatu pekerjaan tertentu.

c. Bidang Jaringan (Network), dapat berupa :

o Jaringan Lokal: berupa perangkat untuk menghubungkan suatu daerah yang sempit (lokal) atau tertentu.

o Jaringan Luas: berupa perangkatuntuk menghubungakan suatu pada daerah yang luas (wide).

sistem pada

sistem

d. Bidang Data (Data), dapat berupa jenis jenis data yang akan diolah ke

sistem, untuk dijadikan suatu informasi tertentu sesuai dengan

dalam

kebutuhan

Seminar akademik TP 2008

6

pengguna, meliputi data sinyal/indikator, data teks/tulisan, suara.

data gambar, dan data

2. Deskripsi Unit Kompetensi seperti misalnya Pemograman Komputer, Jaringan Komputer Sistem Administrasi dan Multiemedia Audio Visual

Kalau dilihat perpaduan dari kedua kawasan cakupan tersebut tidak berbeda karena substansinya tetap tidak berubah. Namun untuk sektor infrastruktur memang bukan menjadi tanggung jawab dunia pendidikan sehingga infrastruktur, industri TIK tidak menjadi hal yang harus masuk dalam kompetensi yang dicetuskan, Namun tidak menutup kemungkinan tamatan yang kompeten dengan kompetensi tertentu bisa saja bekerja di sektor untuk pembangunan infrastruktur dan dunia Industri. Baik industri jasa maupun industri manufaktur.

Kawasan Teknologi Pendidikan Hubungan yang kuat dapat kiranya dijelaskan bahwa antara cakupan TIK dan kawasan teknologi pendidikan sama sekali tidak bertolak belakang, relasi keduanya menunjukkan hubungan yang saling terkait. Untuk Kawasan Teknologi pendidikan dapat diilustrasikan seperti dibawah ini :

PENGEMBANGAN

Teknologi cetak Teknologi audio visual teknologi berbasis komputer teknologi terpadu

audio visual teknologi berbasis komputer teknologi terpadu PEMANFAATAN Pemanfaatan Media Difusi Inovasi
audio visual teknologi berbasis komputer teknologi terpadu PEMANFAATAN Pemanfaatan Media Difusi Inovasi

PEMANFAATAN

Pemanfaatan Media Difusi Inovasi Implementasi & Institusionalisasi Kebijakan &Regulasi

& Institusionalisasi Kebijakan &Regulasi DESAIN Desain sistem pembelajaran Desain Pesan Strategi
& Institusionalisasi Kebijakan &Regulasi DESAIN Desain sistem pembelajaran Desain Pesan Strategi
& Institusionalisasi Kebijakan &Regulasi DESAIN Desain sistem pembelajaran Desain Pesan Strategi

DESAIN

Desain sistem pembelajaran Desain Pesan Strategi Pembelajaran Karakteristik pebelajar

Teori Praktek
Teori
Praktek
Pembelajaran Karakteristik pebelajar Teori Praktek PENGELOLAAN Manajemen Proyek Manajemen sumber Manajemen
Pembelajaran Karakteristik pebelajar Teori Praktek PENGELOLAAN Manajemen Proyek Manajemen sumber Manajemen

PENGELOLAAN

Manajemen Proyek Manajemen sumber Manajemen sistem penyampaian manajemen informasi

sumber Manajemen sistem penyampaian manajemen informasi PENILAIAN Analisis Masalah Pengukuran acuan patokan
sumber Manajemen sistem penyampaian manajemen informasi PENILAIAN Analisis Masalah Pengukuran acuan patokan

PENILAIAN

Analisis Masalah

Pengukuran acuan

patokan

Evaluasi Formatif

Evaluasi Sumatif

diadopsi dari AECT

Seminar akademik TP 2008

7

Ilustrasi Hubungan Kawasan TIK dan Kawasan Teknologi Pendidikan

Kaswasan TP Kawasan TIK TIK Teori Praktek PENELITIAN DESAIN PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN PENERAPAN PEMANFATAN
Kaswasan TP
Kawasan TIK
TIK
Teori
Praktek
PENELITIAN
DESAIN
PENGEMBANGAN
PENGEMBANGAN
PENERAPAN
PEMANFATAN
PENGOPERASIAN
PENGELOLAAN
PEMELIHARAAN
PENILAIAN

Hubungan ilustrasi tersebut diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :

Kawasan TP – TIK merupakan dua buah kawasan (cluster) yang bukan saja bisa

berdiri sendiri namun juga antar kawasan ini mempunyai kolaborasi yang tidak timpang dan saling mendukung, melengkapi. Dimana Teori dak praktik pada kawasan TP dibangun dari dan didukung oleh kawasan TIK Kawasan desain TP bisa saja memanfaatkan hasil kajian dari kawasan TIK

Pengembangan baik pada kawasan TP dan TIK sama sama bertolak dari input,

proses, output Pemanfaatan pada kawasan TP dan Penerapan pada TIK hanyalah berbeda dalam

takaran teks saja, substansi kedua mengandung pengertian bahwa sama-sama melihat untuk tujuan aplikatif dan jasa yang tawarkan Pengelolaan pada kawasan Tp dan Pemeliharan pada kawasan TIK juga sangat

berhubungan dalam takaran bahwa aplikasi, layanan (jasa) dan teknologi haruslah di perliharan untuk kepentingan pembelajaran dan pengembangannya Penilaian pada kawasan TP sangat erat untuk meningkatkan penerapan, pengoperasian dan pengembangan TIK, dan penilaian pada kawasan TP ini bisa saja

menyasar semua komponen pada kompetensi TIK .Penilaian ini memberikan andil pada kawasan TIK untuk diteliti pada kawasan TIK sehingga hasil ini dapat memberikan sebuah ouput untuk teori dan praktek yang disesuaikan dengan kondisi dunia pendidikan

C. Implikasi Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) / Telematika terhadap dunia pendidikan

Kondisi saat ini, Usaha Pengembangan dan perkembangan TIK Perkembangan Teknologi informasi dan komunikasi yang kita nikmati seperti sekarang ini telah melalui serangkaian panjang perjalanan. Namun perkembangan di Indonesia sendiri tidaklah secepat di negara-negara barat. Perkembangan yang kita paling kita rasakan adalah Internet sebagai sebuah perkembangan yang signifikan sejak ditemukannya kartu ethernet sebagai bahasa protokol antar jaringan Teknologi jaringan. Perkembangan teknologi jaringan komputer tentunya tidak bisa berdiri sendiri tanpa kolaborasi yang akurat antara pemograman

Seminar akademik TP 2008

8

komputer dan multimedia. Perkembangan yang kita nikmati sekarang juga tidak terlepas dari dibangunnya infrastruktur baik dibidang teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Berbagai layanan (jasa) aplikasi dibidang infokom telah masuk dalam hitungan detik. Perkembangan terhadap teknologinya pun saban hari semakin baik. Dengan dukungan industri manufaktur TIK baik pada industri jasa dan industri manufaktor telah melengkapi proses untuk membangun electronic highway.

Para pembuat keputusan (regulator) melalui regulasinya telah dibuat tidak berdaya dengan kebijaksaaan negara-negara barat dalam menghembuskan isu globalisasi. Beberapa pertemuan telah digagas di tingkat internasional sehingga Republik ini yang telah menjadi bagian masyarakat dunia harus mau menganggukkan kepala untuk berpatisipasi aktif dalam proses ini, yang akhirnya melahirkan komitmen-komitmen yang harus dilaksanakan. Secara jujur diakui Indonesia masih kelabakan pendanaan, SDM untuk melaksanakan kesepakatan tersebut.

Ambil saja misalnya kesepakatan World Summit on the information society (WSIS) untuk mewujudkan masyarakat informasi tahun 2015, Deklarasi Millenium Development Goals (MDGS) 2011 dalam tantangan pemenuhan hak dasar manusia dengan indikator dan target yang spesifik bagi perbaikan kualitas manusia dan lingungan hidupnya. selengkapnya isi dari WSIStersebut seperti dibawah ini

selengkapnya isi dari WSIStersebut seperti dibawah ini Pemerintah sendiri baik yang ditangai oleh intansi

Pemerintah sendiri baik yang ditangai oleh intansi kementrian KOMINFO, PERHUBUNGAN, BRTI, BPPT dan Organisasi MASTEL telah mencoba membuat cetak biru dalam mempersiakan Republik menuju tatanan masyarakat informasi.

Insfrastruktur BRTI sendiri misalnya telah merancang cetak biru /Roadmap insfrastruktur TIK di Indonesia yang gambaran secara umum dapat dilihat ilustrasi dibawah ini :

Seminar akademik TP 2008

9

sumber :BRTI Arsitektur Komunikasi Indonesia Source : BRTI Seminar akademik TP 2008 1 0

sumber :BRTI

Arsitektur Komunikasi Indonesia

sumber :BRTI Arsitektur Komunikasi Indonesia Source : BRTI Seminar akademik TP 2008 1 0

Source : BRTI

Seminar akademik TP 2008

10

Digital Acces Index Indonesia (DAI)

Digital Acces Index Indonesia (DAI) Jaringan TIK Jaringan TIK di Indonesia tidak terlepas dari bidang Telekomunikasi

Jaringan TIK Jaringan TIK di Indonesia tidak terlepas dari bidang Telekomunikasi dibawah ini tampak beberapa data perkembangan tersebut :

terlepas dari bidang Telekomunikasi dibawah ini tampak beberapa data perkembangan tersebut : Seminar akademik TP 2008

Seminar akademik TP 2008

11

Berdasarkan angka-angka ini, Indonesia menduduki peringkat ke-51 dalam “Digital Access Index (DAI)” tahun 2002, yaitu

Berdasarkan angka-angka ini, Indonesia menduduki peringkat ke-51 dalam “Digital Access Index (DAI)” tahun 2002, yaitu memperoleh angka DAI sebesar 0,34 (dari maksimum 1,00). Dengan demikian masuk kelompok medium access, dibawah Mongolia (0,34). Angka DAI beberapa negara ASEAN terdapat dalam tabel (Mastel, cetak biru Telematika Indonesia)

dalam tabel (Mastel, cetak biru Telematika Indonesia) Dengan mengamati perkembangan-perkembangan beberapa tahun

Dengan mengamati perkembangan-perkembangan beberapa tahun terakhir ini serta faktor- faktor lain terkait, Direktorat Jenderal Postel dalam tahun 2003 mengeluarkan perkiraan kebutuhan (demand) akan jasa telematika ebagaimana terlihat dalam Tabel II – 3 dibawah ini.

Seminar akademik TP 2008

12

Proyeksi TIK kedepan

Proyeksi TIK kedepan Jardiknas : Jaringan Pendidikan Nasional Efektifitas pembelajaran TIK di dunia pendidikan tidak

Jardiknas : Jaringan Pendidikan Nasional

Efektifitas pembelajaran TIK di dunia pendidikan tidak terlepas dari keberadaan sarana dan prasarana (infrastruktur dan struktur) teknologi informasi dan komunikasi. Tanpa ini penerapan TIK untuk pendidikan hanya akan menjadi wacana diatas kertas yang tinggal menunggu kadaluarsa untuk akhirnya jatuh ke tong sampah. Proyeksi perkembangan TIK melalui konvergensi rupaya telah mulai mendapat perhatian pemerintah kalau boleh dibilang akibat tekanan-tekanan dan dipaksa (lihat komitmen WSIS diatas). Syukurlah pemerintah sejak tahun 2004 dan akhirnya tahun 2005 telah menaruh perhatian pada insfrastruktur jaringan TIK untuk pendidikan di Indonesia.

Salah satu usaha riil yang dilakukan pemerintah dalam mengembangkan infrastruktur TIK adalah Jardiknas ( Jaringan Pendidikan Nasional). Information and Communication Technology (ICT) Pendidikan Nasional

Integrasi ICT dalam pembelajaran.

Pemanfaatan ICT dalam pengelolaan manajemen pendidikan.

Pemanfaatan ICT dalam berbagai kegiatan pendidikan

.

Seminar akademik TP 2008

13

Manfaat ICT pada Pendidikan Nasional

Peningkatan kecepatan layanan informasi yang integral, interaktif, lengkap, akurat dan mudah didapat.

Memberikan pelayanan data dan informasi pendidikan secara terpadu.

Menciptakan budaya transparan dan akuntabel.

Merupakan media promosi pendidikan yang handal.

Meningkatkan komunikasi dan interaksi baik secara lokal maupun internasional.

Mengakses berbagai bahan ajar dari seluruh dunia, dan

Meningkatkan efisiensi dari berbagai kegiatan pendidikan.

Jejaring Pendidikan Nasional (JARDIKNAS)

JARDIKNAS merupakan Wide Area Network (WAN) Pendidikan skala Nasional

JARDIKNAS terdiri dari 4 zona jaringan, meliputi:

o

JARDIKNAS Kantor Dinas/Insitusi (DiknasNet)

o

JARDIKNAS Perguruan Tinggi (INHERENT)

o

JARDIKNAS Sekolah (SchoolNet)

o

JARDIKNAS Guru dan Siswa (TeacherNet and StudentNet)

Fungsi dan Pemanfaatan JARDIKNAS

JARDIKNAS Kantor Dinas/Institusi

o Transaksi data online SIM Pendidikan

JARDIKNAS Perguruan Tinggi

o Riset dan Pengembangan IPTEKS

JARDIKNAS Sekolah

o Akses Informasi dan e-Learning

JARDIKNAS Guru dan Siswa

o Akses informasi dan interaksi komunitas

Titik Koneksi Jardiknas Saat Ini:

Depdiknas Senayan Jakarta

33 Kantor Dinas Pendidikan Propinsi

441 Kantor Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten

30 LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan)

10 SKB

5 BPPLSP (Balai Pendidikan dan Pelatihan Luar Sekolah dan Pemuda)

12 P4TK (Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan)

32 Perguruan Tinggi Negeri (INHERENT)

38 Universitas/Poli Pendidikan Jarak Jauh Program D3-TKJ

17 Balai Bahasa

5 Kantor Bahasa

36 UPBJJ-UT (Unit Pendidikan Belajar Jarak Jauh – Universitas Terbuka)

17 Balai Teknologi Komunikasi

50 Dinas Kab/Kota

13 ICT Center Sister PJJ D3TKJ

5 Universitas PJJ PGSD & S2 Perencanaan

21 Unit Kerja Depdiknas Pusat

> 6500 sekolah se Indonesia

Seminar akademik TP 2008

14

Teknologi Jaringan

Zona

Zona Perguruan

Zona Kantor

Zona

Zona Guru dan Siswa

Teknologi

Tinggi

Dinas/Institusi

Sekolah

 

Serat Optik dan Satelit

Serat Optik,

   

Media

Akses

Wireline dan

Satelit

Wireless dan

Wireline

Seluler dan Wireline

Kapasitas

2 Mbps s/d 155 Mbps

256 Kbps s/d 2 Mbps

64 Kbps s/d 1 Mbps.

 

Jaringan

32 Kbps s/d 384 Kbps

(Bandwidth)

 

STM-1, VSAT IP Dedicated atau Leased Line

 

ADSL dan

 

Teknologi

Jaringan

MPLS, VPN IP, dan VSAT

Wireless 2.4

Ghz

ADSL, 3G/UMTS, GPRS, CDMA, Dial Up

Fasilitas dan Layanan JARDIKNAS

VOIP Edu

Video Conference System.

Data Center, Web Hosting dan Colocation Server.

Akses Internet (up to 150 Mbps).

Layanan Email (1 GB Mailbox – user@diknas.go.id)

Call Center & Helpdesk Services

Layanan Email (1 GB Mailbox – user@diknas.go.id) • Call Center & Helpdesk Services Seminar akademik TP

Seminar akademik TP 2008

15

Dari segi kurikulum, BSNP telah menggodok kompetensi yang menjadi pedoman yang mana dalam prosesnya telah
Dari segi kurikulum, BSNP telah menggodok kompetensi yang menjadi pedoman yang mana dalam prosesnya telah

Dari segi kurikulum, BSNP telah menggodok kompetensi yang menjadi pedoman yang mana dalam prosesnya telah melibatkan seluruh komponen anak bangsa. SKKNI dibuat untuk dijadikan dasar pengembangan SDM Indonesia untuk bidang TIK. Sehingga pemerintah dalam usaha mewujudkan tatanan masyarakat informasi mau tidak mau pemerintah harus menunjukkan komitmennya dengan langkah riil. Terutama mengembangkan infrastruktur dan SDM pada bidang TIK. Kovergensi dibidang TIK juga harus bisa diterapkan pada kurikulum oleh karena suatu usaha konvergensi mutlak diperlukan kalau tidak ingin Indonesia terus ketinggalan dari dengara lain (lihat Index DAI Indonesia).

Seminar akademik TP 2008

16

Salah satu dokumen tentang kesepakatan kompetensi TIK Implikasi Perkembangan TIK Dengan pesatnya perkembangan Teknologi

Salah satu dokumen tentang kesepakatan kompetensi TIK

Implikasi Perkembangan TIK

Dengan pesatnya perkembangan Teknologi informasi dan teknologi komunikasi baik pada jasa (layanan) aplikasi dan teknologinya sendiri, telah memformat ulang segi-segi kehidupan bangsa Indonesia. Seperti diketahui bahwa trend teknologi saat ini adalah menuju pada KONVERGENSI. Konvergensi merupakan integrasi yang progresif dari beberapa platform jaringan yang berbeda untuk menyalurkan layanan yang serupa dan atau layanan-layanan yang berbeda yang disalurkan pada platform jaringan yang sama.

Konvergensi adalah bersatunya layanan telekomunikasi, teknologi informasi, dan penyiaran (termasuk radio dan televisi). Penyelenggaraan jasa telekomunikasi merupakan kegiatan penyediaan atau pelayanan jasa telekomunikasi yang memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi melalui media apa aja, termasuk TV, siaran, radio dan multimedia.

Konvergensi yang sempurna terjadi pada jaringan masa depan. Dalam era konvergensi semua instrumen jaringan berbasis IP atau packet-based network. Aplikasi dan layanan akan terpisah dari jaringan transport / core.

Di sisi lain, jaringan akan bersifat terbuka, jaringan pita lebar terintegrasi, serta jaringan ubiquitous. Sedangkan network intelligence terdistribusi.

Sedangkan yang menjadi tenaga penggerak dari konvergensi tersebut adalah Kemajuan Teknologi itu sendiri, kebutuhan pelanggan dan kebutuhan penyelenggaran.

Seminar akademik TP 2008

17

Sehingga dampak konvergensi TIK pada saat ini adalah :

1. Perubahan gaya hidup

Tabel . Perubahan paradigma

adalah : 1. Perubahan gaya hidup Tabel . Perubahan paradigma Saat ini secara umum masyarakat Indonesia

Saat ini secara umum masyarakat Indonesia sudah mengalami ketergantungan yang mulai tinggi terhadap telepon bergerak. Koneksi online mulai populer baik untuk pengguna pribadi, keperluan bisnis maupun pendidikan.

Terjadi penggabungan antara konten online dengan offline. Sebagian besar konten masih disediakan secara offline dalam bentuk CD-ROM (VCD/DVD), majalah dan buku, sementara contact lists ada pada aplikasi dan perangkat.

Broadband access diperkenalkan dan digunakan, sedangkan e-commerce dan e-transaction belum populer.

Di masa mendatang, setiap orang dan segala sesuatu terhubung di mana saja dan kapan saja. Hal ini akan membentuk ‘komunitas dinamis tanpa batas’.

Tempat utama mencari konten adalah online. Koneksi dengan pita lebar sudah umum baik fixed maupun bergerak. Sedangkan e-commerce, e-transaction menjadi hal yang utama.

Jaringan yang konvergen akan meningkatkan efisiensi. Satu jaringan dapat dimanfaatkan untuk semua kebutuhan baik komunikasi suara, data, maupun video. Dengan demikian, biaya operasional akan semakin murah.

Jaringan masa depan menggunakan teknologi digital sehingga menghasilkan kapasitas yang lebih tinggi serta lebih tahan terhadap gangguan

Seminar akademik TP 2008

18

Era konvergensi memungkinkan migrasi yang mudah ke layanan baru yang ditawarkan oleh operator yang sama. Konsumen mempunyai kemampuan lebih untuk mengkonfigur dan mengelola layanan agar sesuai dengan kebutuhan mereka.

2. Pengaruh / Implikasi TIK terhadap Pendidikan (pembelajaran)

Berawal dari penggunaan “pembelajaran terprogram” dipertengahan tahun 1950 sampai dengan keberhasilan televisi pembelajaran yang menggunakan prinsip-prinsip desain pembelajaran (contohnya program Sesame street) pada khir tahun 1960, dan pengenalan microcomputer Apple II di tahun 1977, teknologi banyak mempengaruhi teknologi pembelajaran (seels,1989 dalam AECT).

Pengaruh teknologi untuk pendidikan menurut Solomon dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

1. Pengaruh Teknologi ( of technology) dua indikator yang penting disini adalah ketika mengeksplorasi pengaruh teknologi untuk pendidikan adalah a). Sistem penyampaian dan b) Pengaruhnya terhadap pembelajaran contoh dari sisi sistem penyampaian

teknologi dapat memberikan stimulus yang realistik

memberikan akses terhadap sejumlah besar informasi dalam waktu yang cepat

menghubungkan media informasi dan media dengan cepat, menghilangkan hamparan jarak antara pengajar dan pembelajar Contoh dari sisi pengaruh terhadap pembelajaran Lingkungan belajar yang menggunakan teknologi baru memberikan kesempatan pada peneliti untuk rinci lagi dalam menjelaskan peranan dan pengaruh intensif dan kompleks dalam belajar, dan akibat dari kemampuan bakat (Hanafi,1992 dalam AECT)

2. Penggunaan Teknologi (with technology) Teknologi dapat menjadi suatu kekuatan yang mendorong pada teori dan praktek yang lebih beorientasi pada kognisi contoh :

tersedianya media pembelajaran yang bervariasi digunakannya sarana berbasis komputer, penggunaan komputer ditempat kerja yang didesain secara otomatis dan menggunakan expert design system, kemuningkan besar akan meningkatkan produktifitas desainer dan akan mengurangi hambatan yang disebabkan oleh prosedur desain yang sistematik dan rinci, tanpa mengorbankan kualitas seperti yang diperoleh dengan cara menggunakan prosedur desain sistem pembelajaran tradasional. Meril, Li dan Jones (1990)

Sehingga dari kedua pengaruh tersebut kalau dilihat Karena TIK/ICT merupakan alat, media yang terbuka untuk mengembangkan , memperoleh dan menggunakan pengetahuan sebagai landasan pengembangan diri yang efektif maka melahirkan bentuk-bentuk yang dapat diidentifikasi sebagai berikut :

The fifth genertation of distance learning : berubahnynayn trend pendidikan kearah

elearning, on-line colaboration learning, infrasstructure for integrated acces, mobile learning pergeseran orientasi belajar dari outside-guided self-guided

pergeseran orientasi dari knowledge-as-possession knowledge –as-construction

mempengaruhi konsepsi pembelajaran. semula pokus pada pembelajaran semata- matasebagai suatu penyajian berbagai pengetahuan menjadi pembelajaran sebagai

Seminar akademik TP 2008

19

suatu bimbingan agar mampu melakukan explorasi sosial budaya yang kaya akan pengetahuan Pembauran teori belajar

contoh :

eleaning

explorasi sosial budaya yang kaya akan pengetahuan Pembauran teori belajar contoh : eleaning Seminar akademik TP
explorasi sosial budaya yang kaya akan pengetahuan Pembauran teori belajar contoh : eleaning Seminar akademik TP
explorasi sosial budaya yang kaya akan pengetahuan Pembauran teori belajar contoh : eleaning Seminar akademik TP
explorasi sosial budaya yang kaya akan pengetahuan Pembauran teori belajar contoh : eleaning Seminar akademik TP

Seminar akademik TP 2008

20

weblog mahasiswa TP http://tpundiksha.wordpress.com Ilustrasi Bentuk-bentuk Produk ICT untuk Pendidikan e-library

weblog mahasiswa TP http://tpundiksha.wordpress.com Ilustrasi Bentuk-bentuk Produk ICT untuk Pendidikan

Ilustrasi Bentuk-bentuk Produk ICT untuk Pendidikan e-library eLearning e-course / university e - S M S
Ilustrasi Bentuk-bentuk Produk ICT untuk Pendidikan e-library eLearning e-course / university e - S M S

e-library

Bentuk-bentuk Produk ICT untuk Pendidikan e-library eLearning e-course / university e - S M S email

eLearning

Produk ICT untuk Pendidikan e-library eLearning e-course / university e - S M S email e-chatting
Produk ICT untuk Pendidikan e-library eLearning e-course / university e - S M S email e-chatting

e-course / university

e-SMS

email

eLearning e-course / university e - S M S email e-chatting e-milis/forum e-game e-bookstore
eLearning e-course / university e - S M S email e-chatting e-milis/forum e-game e-bookstore
eLearning e-course / university e - S M S email e-chatting e-milis/forum e-game e-bookstore

e-chatting

e-course / university e - S M S email e-chatting e-milis/forum e-game e-bookstore e-encylopidia

e-milis/forum

e-game

e - S M S email e-chatting e-milis/forum e-game e-bookstore e-encylopidia e-data e-tutorial
e - S M S email e-chatting e-milis/forum e-game e-bookstore e-encylopidia e-data e-tutorial

e-bookstore

e-encylopidia

e-data

e-tutorial

 

telecon

ference

e-news

FTP

e-tutorial   telecon ference e-news FTP HTTP kamus online multimedia INTERNET Seminar akademik TP
HTTP
HTTP
  telecon ference e-news FTP HTTP kamus online multimedia INTERNET Seminar akademik TP 2008 2
  telecon ference e-news FTP HTTP kamus online multimedia INTERNET Seminar akademik TP 2008 2
  telecon ference e-news FTP HTTP kamus online multimedia INTERNET Seminar akademik TP 2008 2
  telecon ference e-news FTP HTTP kamus online multimedia INTERNET Seminar akademik TP 2008 2

kamus online

multimedia
multimedia
INTERNET
INTERNET
  telecon ference e-news FTP HTTP kamus online multimedia INTERNET Seminar akademik TP 2008 2 1

Seminar akademik TP 2008

21

Implikasi terhadap bisnis

Munculnya teknologi generasi mendatang akan mengubah peta bisnis telekomunikasi serta cara menjalankan bisnis secara umum. Akan terjadi transformasi struktur pasar telekomunikasi dari monopoli ke kompetisi.

Teknologi baru akan membuka lebih banyak kesempatan berusaha termasuk bagi pengusaha kecil, menengah dan koperasi untuk menjadi penyedia layanan.

Hal ini juga akan membuka peluang bagi pelaku usaha nasional maupun internasional untuk membangun bersama layanan teknologi informasi dan telekomunikasi di Indonesia. Untuk menjadi operator penyedia layanan tidak perlu syarat seperti dulu sebab tidak diperlukan investasi yang besar.

Pembangunan jaringan dan layanan di masa mendatang akan lebih mudah dan murah karena munculnya beragam perangkat keras, perangkat lunak yang sederhana dengan kemampuan tinggi. Pertumbuhan layanan dan konten yang menjadi faktor penting di masa depan.

Layanan baru dapat dibawa ke pasar (time to market) lebih cepat dan lebih murah. Akan terjadi perubahan dari single access menjadi multiple services. Biaya akan menjadi lebih murah karena fungsi kepintaran jaringan dipindahkan dari core network ke access.

Kompetisi telekomunikasi akan meningkat menjadi jauh lebih ketat.

Dampak terhadap regulasi

Munculnya teknologi baru yang tercermin dalam konvergensi menuntut adanya pembaharuan dalam hal regulasi. Regulasi yang memayungi infrastruktur telekomunikasi dapat dikelompokkan menjadi empat golongan yaitu regulasi yang terkait dengan bisnis (lisensi, interkoneksi, tarif, pengembangan industri dalam negeri), regulasi sumber daya (spektrum dan penomoran), regulasi proteksi konsumen (QoS, nomor portabel, standardisasi), serta regulasi pemerataan (USO).

a. Regulasi bisnis

Pemerintah Bandan Standar Nasional Indonesia (BNSP ) telah merancang draft Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia ( SKKNI) yang merupakan jawaban dari perkembangan pesatnya TIK dewasa ini. Dibentulnya Lembaga sertifikasi telematika merupakan pengejawantahan kompetensi gara terukur dalam penerapannya pada pasar kerja di Indonesia.

Sistem pemberian lisensi akan berubah dari semula menganut pola vertikal menjadi menganut pola horizontal.

Jaringan masa depan menuntut adanya model interkoneksi baru. Jaringan dan trafik berbasis IP dipastikan berpengaruh terhadap pengaturan interkoneksi. Regulasi harus memberikan jaminan terhadap perlakukan non-diskriminatif. Sedangkan pendefinisian parameter interkoneksi dalam lingkungan multi-service.

b. Regulasi sumber daya

Sedangkan menyangkut spektrum frekuensi, regulasi perlu menjamin akses yang sama terhadap spektrum yang dibutuhkan operator jaringan konvergen, menjamin

Seminar akademik TP 2008

22

kompetisi tidak dihambat oleh penetapan spektrum legacy ke operator incumbent untuk provisi fixed, fixed-mobile and mobile services.

Regulasi harus menjadi akses ke sumber penomoran, serta menjamin penomoran dan pengalamatan mencakup legacy, transisi dan layanan konvergen serta directory service lainnya.

c. Regulasi perlindungan konsumen

Regulasi harus mampu menjamin perlindungan bagi konsumen. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian ---tapi tidak terbatas pada hal-hal tersebut—antara lain kualitas layanan, provisi informasi, hak dan keberadaan pengelola, number portability, kewajiban operator; privasi dan keamanan.

Regulasi diharapkan mampu menciptakan standar dan interoperabilitas yang menjamin tidak ada delay dalam memperkenalkan layanan baru. Regulator hendaknya menggalang kegiatan standardisasi bila belum ada badan khusus untuk itu.

d. Regulasi pemerataan akses

Kebijakan keterjangkauan dan pemerataan akses merupakan kebijakan / regulasi yang sangat penting untuk dilaksanakan di Indonesia. Perlu antisipasi yang jelas agar konvergensi yang terjadi tidak akan menghambat pemerataan akses khususnya kebijakan USO harus dijamin tetap terselenggara dengan baik.

D. TIK di Jurusan Teknologi Pendidikan Sejak awal Jurusan Teknologi pendidikan telah berbenah. Baik dari sisi kelembagaan, personil (tenaga pendidik), kurikulum, sarana dan prasarana dengan mempertimbangkan kawasan- kawasan teknologi pendidikan Perkembangan ICT telah merasuk dan mau tidak harus diadopsi dengan pertimbangan diseusikan dengan kaidah-kaidah kawasan teknologi pendidikan dan profesi TP itu sendiri. Penyempurnaan sedang berjalan di semua lini. Semua ini dilakukan untuk menunjang visi dan misi teknologi pendidikan yang secara riil dapat dilihat dari kompetensi tamatan TP.

Sebelum mengulas hubungan kondisi kurikulum saat ini dengan kurikulum dari Badan Standar Kerja Nasional Indonesia dengan ditetapkanan SKKNI yang selanjutnya dirubah menjadi SKN, ada baiknya mereview kembali tentang Pilihan Lulusan TP seperti dibawah ini :

Kesehatan Pemerintah Sekolah Profesi TP Tempat ibadah, rumah, masyarakat Bisnis & Indsutri
Kesehatan
Pemerintah
Sekolah
Profesi TP
Tempat ibadah,
rumah, masyarakat
Bisnis &
Indsutri

Seminar akademik TP 2008

23

Bidang Kawan TP seperti dibawah ini :

PENGEMBANGAN

Teknologi cetak Teknologi audio visual teknologi berbasis komputer teknologi terpadu

DESAIN

Desain sismtem

pembelajaran

Desain Pesan

Strategi Pembelajaran

Karakteristik pebelajar

PEMANFAATAN

Pemanfaatan Media

Difusi Inovasi

Implemnetasi

&Institusionalisasi

Kebijakan &Regulasi

&Institusionalisasi Kebijakan &Regulasi Teori Praktek PENILAIAN Analisis Masalah Pengukuran acuan
&Institusionalisasi Kebijakan &Regulasi Teori Praktek PENILAIAN Analisis Masalah Pengukuran acuan
&Institusionalisasi Kebijakan &Regulasi Teori Praktek PENILAIAN Analisis Masalah Pengukuran acuan
&Institusionalisasi Kebijakan &Regulasi Teori Praktek PENILAIAN Analisis Masalah Pengukuran acuan
Teori Praktek
Teori
Praktek

PENILAIAN

Analisis Masalah Pengukuran acuan patokan Evaluasi Formatif Evaluasi Sumatif

PENGELOLAAN

Manajemen Proyek

Manajemen sumber

Manajemen sistem

penyampaian

manajemen informasi

sumber AECT

Seminar akademik TP 2008

24

Ilustrasi dibawah adalah sebuah ilustrasi bagan untuk memperjelas arah lulusan TP yang berkarir di lembaga pendidikan (sekolah)

Mahasiswa TP SEKOLAH Kompentensi MK TIK Teknolog Kawasan TP Peran Pembelajaran :Guru TIK Tugas Tugas
Mahasiswa TP
SEKOLAH
Kompentensi
MK TIK
Teknolog
Kawasan TP
Peran
Pembelajaran
:Guru
TIK
Tugas
Tugas
Perubahan Kurikulum
Kawasan TP
sebagai gambaran dibawah ini disajikan spektrum tenaga kependidikan Laboran Pustkawan Pengelola satuan Dik Pengajar
sebagai gambaran dibawah ini disajikan spektrum tenaga kependidikan
Laboran
Pustkawan
Pengelola satuan
Dik
Pengajar
TeknisiS.B
Pengawas
Pendidik
Peneliti
Pembimbing
Penilik
Pelatih
Penguji
Lain-lain
Pengembang
Kurikulum
Teknologi Pendidikan

Seminar akademik TP 2008

25

Beranjak dari ilustrasi diatas sangat perlu menampilkan kuriklulum TP. Matakuliah yang kami tampilkan disinin adalah mata kuliah yang mempunyai kadar dan kandungan TIK sehubungan peran Tamatan TP sebagai Guru TIK dengan tugas-tugas yang dilandasi kompetensi- komptensi dibidang TIK seperti dibawah ini :

No

 

Tampilan Mata Kuliah pada Kurikulum

 

2002

 

2006

1

Pengembangan media pendidikan I (Media Audio)

Media pembelajaran

2

Pengembangan media pendidikan II ( Foto dan slide pembelajaran)

Siaran radio pendidikan

3

Pembelejaran berasakan komputer

 

Pengenalan komputer

4

Pengembangan

media

pendidikan

III

(Produksi

Paket Aplikasi (word, excel, powerpoint)

TV/Video Pembelajaran)

 

5

Konsentrasi Mata kuliah Kompetensi lain

 

Mengenal prinsip dasar base

 

Rumpun Pengembangan Teknologi pembelajaran :

 

- media sederhana

 

- Media grafis

- Pengembangan paket belajar

 

- sinetron pendidikan

 

- Program siaran radio

 

- manajemen rumah produksi

- manajemen siaran radio dan televisi

Rumpun Pembelajaran bermedia komputer

 

- komputer sebagai alat bantu

 

- Desain web

 

- Pembelajaran berbantuan komputer

- Pengelolaan citra

 

- Multimedia I

- Multimedia II

Komputer desain Rumpun Jurnalistik

-

- Fotografi jurnalistik

- Media periklanan

6

 

Multimedia

7

 

Pengelolaan citra

8

 

Pemograman I

9

 

Pemograman II

10

 

Mengenal jaringan komputer

11

 

Desain web

12

 

Fotografi dan slide pembelajaran

13

 

Video pembelajaran

14

 

Sinetron pendidikan

 

KOMPETENSI TAMATAN

 
 

Keahlian khusus mengelola sistem pembelajaran Keashlian khusus pengembangan media

Perekayasa Pembelajaran Guru TIK Pustakawan

Berlakunya KBK Semasih berlakunya KBK disekolah baik itu di SMP, SMA, SMK kuriklum TP telah mampu melahirkan tamatan dengan peran praktis kawasan Teknologi Pendidikan dengan peran Guru TIK dengan tugas-tugas pengajaran dan pembelajaran. Hal tersebut diatas dapat dilihat dari perbandingan kurikulum TP dengan Kuriklum TIK di sekolah SM,SMA dan SMK sebagai berikut

Seminar akademik TP 2008

26

Kurikulum TP Vs SMA/SMK-KBK

Sebaran Mata kuliah dengan kandungan TIK pada Kurikulum TP

 

Kurikulum TIK

SMP/SMA

 

SMK

1 Media pembelajaran

TIK dan UMUM

A.Kompetensi Dasar TIK (5)

2 Siaran radio pendidikan

Aplikasi Multimedia

B.Kompetensi KKPI (21)

3 Pengenalan komputer

1.

etika dan K3

4 Paket Aplikasi (word, excel, powerpoint)

Pengolahan Gambar

2.

Konsep Dasar Perangkat keras dan lunak

5 Mengenal prinsip dasar base

6 Multimedia

Pengolah Kata

3.

Program pengolah Kata

7 Pengelolaan citra

4.

Program pengolah anggka

8 Pemograman I

Pengolah angka

5.

Presentasi

9 Pemograman II

6.

Pengolag Database

10 Mengenal jaringan komputer

Pemanfaatan database

7.

Internet

11 Desain web

Pemograman

C.

Kompetensi Grafis & Mulimedia (21)

12 Fotografi dan slide pembelajaran

   

D.

Kompetensi Bahasa pemogramnan dan RPL (21)

13 Video pembelajaran

Pemanfaatan

14 Sinetron pendidikan

 

intenet,mail, web

E.

Kompetensi menggunakan Jaringan lokal dan non lokal

 

(21)

   

Kompetensi Guru TIK

- Personal

- Profesional

- Pedagogik

- Soial

Berlakunya KTSP Berlakunya KTSP untuk tahun ajaran 2007/2008 sebagai jawaban atas kekurangan sistem pendidikan terutama masih jauh terjadinya kesenjangan antara out sekolah, PT dengan dunia Kerja. Seperti awal telah disebutkan perkembangan TIK sangat berpengaruh pada semua lini kehidupan umat manusia termasuk pendidikan. Arus globalisi mulai dari AFTA, WSIS telah membuah gerah pemerintah untuk mweujudkan tatanan masyarakat informasi. Seperti yang dikatakan DR. Ir. Gatot Hari Priowiyanto, Direktur Pendidikan Menengah dan Kejuruan dalam kata sambutan ditetapkannya SKKNI mengatakan Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pendidikan menengah dan kejuruan telah mengantisipasi perembangan TIK untuk menyipakan SDM yang handal sehingga disusunlah SKKNI yang sekarang telah berubah menjadi SKN (standar Kerja Nasional).

Menurut dokumen yang ada proses lahirnya SKKNI telah melibatkan berbagai komponen, melalui sebuah Konvensi nasional melibatkan para pakar.dan wakil dari organisasi-organisasi.

Perlu kiranya disini kam ulas sedikit tentang latar belakang, tujuan dan arah dari SKN ini.

Perjanjian ASEAN Free Trade Area (AFTA) telah satu tahun diberlakukan. Era Globalisasi dalam perdagangan bebas Asia Tenggara telah berlaku. Kondisi ersebut membawa dampak kepada persaingan yang semakin ketat dan tajam. Untuk menghadapi tantangan tersebut dibutuhkan usaha untuk meningkatkan d aya saing dan keunggulan dalam berkompetisi di semua sektor usaha, baik usaha bidang industri maupun jasa. Oleh sebab itu peningkatan kemampuan dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menjadi hal yang tidak dapat ditawar lagi. Untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi SDM, yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar kerja atau dunia kerja, diperlukan hubungan timbal balik antara

Seminar akademik TP 2008

27

pihak penyedia SDM (pendidik SDM) dengan dunia industri yang membutuhkan SDM. Hubungan tersebut dapat berupa keterbukaan dan kerja sama dalam menentukan standar kebutuhan kualifikasi (kompetensi) SDM yang dibutuhkan. Dengan kerja sama dan keterbukaan tersebut, pihak Industri dapat menjelaskan standar kebutuhan kualifikasi SDM yang dibutuhkan, sedangkan pihak penyedia SDM (pendidik SDM) dapat merumuskan pengembangan program SDM untuk memenuhi standar kebutuhan tersebut. Dukungan pihak pemerintah (birokrat) sangat menentukan terwujudnya standardisasi kebutuhan kualifikasi (kompetensi) SDM Indonesia. Dengan adanya dukungan dan kebijakan pemerintah dalam mendukung standardisasi kebutuhan kualifikasi SDM, maka kerja sama dan standardisasi yang dibuat dapat diimplementasikan sesuai dengan rencana.

Standar kebutuhan kualifikasi (kompetensi) SDM dapat diwujudkan dalam bentuk standar kompetensi keahlian yang merupakan refleksi dari kemampuan dan keahlian yang dimiliki oleh setiap orang yang akan bekerja pada bidang keahlian tersebut. Disamping itu, standar kompetensi keahlian tersebut harus memiliki kesetaraan dan ekuivalensi dengan standar sertifikasi yang telah dimiliki oleh masing masing produk yang telah berlaku mengikuti produk bidang keahlian tersebut.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS) bersama dengan Kadin Indonesia telah membentuk Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional (MPKN). Salah satu tugas pokok dan fungsi dari MPKN tersebut adalah memberikan masukan dalam merumuskan kebijakan pengembangan pendidikan menengah kejuruan. Salah satu masukannya adalah pembentukan standardisasi kompetensi bidang keahlian, yang dalam pelaksanaannya dilakukan oleh Kelompok Bidang Keahlian (KBK). Untuk memenuhi pembentukan standardisasi kompetensi keahlian tersebut, Departemen Pendidikan Nasional, melalui Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan (DIKMENJUR) telah bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi – PPPGT Bandung, untuk menyusun salah satu standar kompetensi, yaitu Standar Kompetensi Bidang Programer Komputer.

Tujuan Tujuan penyusunan standar kompetensi ini adalah untuk memperoleh standar kompetensi bidang keahlian programer komputer yang diharapkan akan mendapatkan pengakuan secara nasional. Pengakuan nasional suatu standar kompetensi akan dapat diperoleh jika penyusunan standar kompetensi tersebut :

a. Dikembangkan berdasarkan kebutuhan stakeholder dengan melalui studi dokumentasi secara komprehensif.

b. Dikembangkan dengan menggunakan acuan dan rujukan dari

tandarstandar

sejenis yang digunakan di negara lain atau skala

internasional.

c. Disusun bersama dengan perwakilan asosiasi profesi dan para pakar agar memudahkan dalam pencapaian konsensus dan pengakuan serta

Seminar akademik TP 2008

28

pemberlakuan secara nasional.

Dengan dikuasainya standar kompetensi tersebut oleh seseorang maka yang bersangkutan akan memahami :

a. bagaimana mengerjakan suatu tugas/pekerjaan,

b. bagaimana mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan,

c. apa yang harus dilakukan bilamana terjadi sesuatu yang berbeda dengan rencana semula,

d. bagaimana menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan masalah dan atau melaksanakan tugas/pekerjaan dengan kondisi yang berbeda.

Standar kompetensi dapat dimanfaatkan pada lembaga pendidikan dan pelatihan, perusahaan, dan lembaga sertifikasi profesi.

a. Pada lembaga pendidikan dan pelatihan :

Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai acuan dalam penyusunan kurikulum dan pengembangan pengajaran, sekaligus mendorong konsistensi dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, serta menetapkan kualifikasinya.

b. Pada dunia usaha/perusahaan Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai alat manajemen, terutama dalam :

o

Menentukan organisasi kerja dan perencanaan jabatan.

o

Membantu dalam evaluasi/penilaian karyawan dan

pengembangannya.

o

Membantu dalam merekrut tenaga kerja.

o Mengembangkan program pelatihan yang khas/spesifik sesuai dengan kebutuhan perusahaan. c. Pada lembaga sertifikasi profesi Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai acuan dalam penyusunan :

o

klasifikasi dan kualifikasi,

o

kriteria pengujian dan instrumen/alat ukur pengujian.

sumber : SKN jaringan Komputer dan Sistem Administrasi

Disamping apa yang telah diungkap diatas pemerintah melalui Badan Standar Nasional Pendidikan sampai saat ini telah membuat dan atau menunjuk lembaga Sertfikasi. Lembaga ini akan memberikan jasa sertifikadi terhadap semua pekerja yang akan memasuki pasar kerja. Sehingga dengan adanya standar kompdtensi yang telah ditetapkan bersama melibatkan semua komponen merupakan angin segar dalam usaha meningkatkan kualitas pekerja republik ini. Sampai saat BSNP telah menelorkan 61 surat keputusan untuk sektor- sektor yang dibuatkan SKNya.

Untuk unstuk sektor TIK Surat Keputusan yang mendasari SKN TIK untuk sektor tertentu seperti dibawah ini :

1. Kep.94/Men/VI/2005 :

sektor TIK sub sektor Programer Komputer (27 kompetensi (PK)

2. Kep.269/Men/VII/2006

:

sektor TIK sub sektor Jaringan Komputer dan Sistem

3. Kep. 272/Men/VII/2006

:

Adminsitrasi (JKSA) Sektor TIK sub sektor Computer Technical Support (CTS)

Seminar akademik TP 2008

29

Kaitannya dengan lahirnya Standar Kerja Nasional (SKN) disektor TIK maka kurikulum TP kembali dapat disandingkan dengan SKN sektor TIK untuk melihat dimanas posisi TP dan langkah strategis apa yang akan diambil lembaga.

Kurikulum TP VS SMA / SMK – KTSP

Sebaran Mata kuliah dengan kandungan TIK pada Kurikulum TP

 

SKN sektor TIK

 

SMP/SMA

 

SMK

1 Media pembelajaran

   

2 Siaran radio pendidikan

A. SUB SEKTOR OPERATOR 1.Umum ( 5 )

3 Pengenalan komputer

TIK ( KKPI )

4 Paket Aplikasi (word, excel, powerpoint)

 

2.

Inti

( 19 )

5 Mengenal prinsip dasar base

3.

Spesialisasi (3)

6 Multimedia

B.SUB SEKTOR PROGRAMER

7 Pengelolaan citra

1.

Bidang Keahlian manajemen

8 Pemograman I

 

(18)

9 Pemograman II

2.

Pemograman Umum (33)

10 Mengenal jaringan komputer

3.

4.

5.

Pemrograman Basis data (6)

Pemograman web ( 8 )

Pemograman Multimedia (3)

11 Desain web

12 Fotografi dan slide pembelajaran

 

6.

 

13 Video pembelajaran

Pemograman sistem embeded (5)

14 Sinetron pendidikan

 

7.

Pengembangan pengujian perangkat lunak (4)

 

8.

Pemograman dengan program aplikasi (14)

C.

SUB SEKTOR JARKOM

1. Umum 9

2. Inti 25

3. spesialisasi pengembangan jaringa 12

4. implementasi jaringan 17

5.pemeliharan jaringan 11

D.

SUB CTS 1.Umum 11 2.Inti 53 3.pilihan 16

E.

MULTIMEDIA AUDIO VISUAL 1.Umum 12

2. Inti 76

3. Khusus 7

Seminar akademik TP 2008

30

Dengan ditetapkannya Standar Kerja Nasional maka ada baiknya kita melihat profil beberapa perguruan tinggi yang menyelenggarakan dan membuka fakulutas, jurusan, prodi sektor TIK dengan berbagai sub sektornya.

NO

Nama

Fak, Jurusan, Prodi yang dibuka

Jalur Profesi

Ket

Universitas

 

1 Universitas

Teknik informatika

 

Jelas

Indonesia

2 ITB

 

Teknik elektro dan Informatika

 

Jelas

3 UT

 

Non

 

Non

 

4 UNDIKSHA

     
   

FTK : Manajemen informatika (D3) PendidikanTeknik Informatika dan Komputer (s1)

   

TP

Teknlolog

Tersebar

pembelajaran, Guru

TIK, Pustakawan

 

5 STIKOM

Sistem Komputer (S1)

Computer

system

Jelas

enginer,

computer

based

information

engginer,

computer

network

engineer,

computerized

system

engineer,

computer

control

engginer,

system

maintenance

manager

   

Sistem Informasi (S1)

Computer

based

Jelas

infomration

system

analyst,

application

analyst,

data

base

administration,

system

development

manager, Hardware

dan

sofware

integrator,

sofware

development

manager,

MIS

Manager,WEB

programer,

Web

master,

Network

administration

   

Komputer Multimedia (D3)

Broadcasting

TV,

Jelas

Video

PH,

Multimedia

Web

Hiuse,

Adverstising

agency,

Mass

Media,

Post

production

house,

Cinema

house,

Animation house

   

Komputer Grafik dan Cetak ( D3)

Printing company

jelas

manager, computer

graphics deigner,

product promotion

manager,

advertising agency,

offset printing

industry, repro

Seminar akademik TP 2008

31

     

hiuse, packcging

industry, product

design consultan

   

Managemen informatika (D3)

Computer base

information system

designer, database

administrator,

database desginer,

mananajemen

information system

manager, senior

programer,

6

UNSRI

D3 Manajemen Informatika

Staff EDP / IT

-

Administrasi

Departemen IT

- Technical Support

- Programmer

   

S1 Sistem Komputer

IT Manager / CIO / CTO

-

- Engineer di bidang

Software

dan

Network

-

Networking

Administrator

&

Design

-

Ahli Interfacing

   

S1 Sistem Informasi

IT Manager / CIO / CTO

Analis Systems dan design

-

Database Analys / Administrator

-

-

Software

Applications

   

S1 Teknik Komputer

Staff IT / EDP

-

Technical Support

Administrator Jaringan

-

-

Microcontroller

Engineering

   

S1 Teknik Informatika

IT Manager / CIO / CTO

Engineer di bidang Software dan Network

-

-

Rekayasa

Perangkat Lunak dan Networking

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah Dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah telah menetapkan tidak berakunya lagi KBK dan penggunaan KTSP untuk seluruh sekolah palng paling lambat tahun ajaran 2009/2010. Sejalan dengan hal tersebut kalau efektif KTSP bisa dimulai maka kita ada waktu 4 tahun untuk mempersiapkan diri dalam menyambut MDGs yang telah juga disepakati dalam WSIS. Untuk lebih merinci standar isi dan standar kompetensi yang dikembangkan oleh jurusan Teknologi Pendidikan melalui mata kuliah konsentrasi yang secara bertahap akan menjadi kurikulum teknologi pendidikan adalah seperti diperlihatkan dalam ilustrasi tabel dibawah ini :

Seminar akademik TP 2008

32

Posisi dan Daya Tawar Mata Kuliah TIK TP VS KTSP

1. Standar isi dan standar kompetensi yang dikembangkan untuk memenuhi kompetensi sektor TIK di SMP,SMA.,SMK pada jurusan TP sudak kompeten dengan subtansi TIK yang diwajibkan.

SK,SI, Indikator, KD TIK TP SMP, SMA 1 Media pembelajaran KKPI 2 Siaran radio pendidikan
SK,SI, Indikator, KD TIK TP
SMP, SMA
1 Media pembelajaran
KKPI
2 Siaran radio pendidikan
3 Pengenalan komputer
4 Paket Aplikasi (word, excel, powerpoint)
5 Mengenal prinsip dasar base
6 Multimedia
7 Pengelolaan citra
8 Pemograman I
SMK
Operator Komputer
9 Pemograman II
10 Mengenal jaringan komputer
11 Desain web
12 Fotografi dan slide pembelajaran
13 Video pembelajaran
CTS
PK
JKSA
MMAV
14 Sinetron pendidikan

2. STANDAR ISI, INDIKATOR TIK, SK + KD yang dikembangkan di TP tidak dikemas dalam satu program studi secara mengkhusus, namun kompetensi TIK ini tersebar atau disebarkan mata kuliah Keterampilan Berkarya dan Konsentrasi TIK

3. Standar isi TIK TP VS sektor TIK, sub sektor Operator sesuai Standar Kerja Nasional yang ditetapkan BSNP adalah seperti pada tabel dibawah :

TIK TP VS SUB SEKTOR OPERATOR

SUB SEKTOR OPERATOR

Umum

Inti

Spesialisasi

Jumlah

Kompetensi

SK

5

19

3

27

TIK TP

1. Pengenalan komputer,

2. Paket Aplikasi

3. Website

4.

5. Pengelolaan Citra

6. Data Base, dan

7. Pemograman Dasar

Jaringan

Adaftasi : antivirus dan trobleshooting

Seminar akademik TP 2008

33

TIK TP VS SUB SEKTOR PEMOGRAMAN

   

Sub Sektor Pemograman

   
 

Bid.Manaje

men

Pemogram

an

Umum

Basis data

Pemogram

an

Intenet/we

Pemog.Mu

ltimedia

Pemog.Sis

tem

embede

Pengujian

Perangkat

lunak

Pemog.

degn

prog Aplika

Jml

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

 

18

33

6

8

3

5

4

14

91

1.Pemograman I

   

2.Pemograman II

3. Internet/website

 

TIK TP

4. Jaringan.

 

5. Multimedia

Jumlah kompetensi diatas adalah level I – VI dan jenjang untuk S1 tentunya untuk sekolah menengah tidak sebanyak itu, perlu disesuaikan dengan kondisi sekolah menengah yang bersangkutan

 

TIK TP VS SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER DAN SISTEM ADMINISTRASI (JKSA)

 

SUB SEKTTOR JARINGAN KOMPUTER DAN SISTEM ADMINISTRASI

 

Jumlah

Umum

Inti

Spesialisa

si

Pengemba

ngan

Spes.Imlp.

Jaringan

Spes.Pem

eliharaan

jaringan

1

2

3

 

4

 

5

 

6

7

 

9

25

 

12

 

17

 

11

74

1. Data base

   

2. pemograman I dan II

3. Jaringan

TIK TP

Jumlah kompetensi diatas adalah level I -VI dan jenjang untuk S1 tentunya untuk sekolah menengah tidak sebanyak itu, perlu disesuaikan dengan kondisi sekolah menengah yangbersangkutan

 

TIK TP VS SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT ( CTS)

   

CTS

Jumlah

Umum

Inti

Pilihan

1

2

3

4

5

 

11

53

16

80

 

1. Pengenalan Komputer

   

2. Jaringan

TIK TP

Jumlah kompetensi diatas adalah level I - VI dan jenjang untuk S1 tentunya untuk sekolah menegah tidak sebanyak itu, perlu disesuaikan dengan kondisi sekolah menengah yangbersangkutan

 

Seminar akademik TP 2008

34

TIK TP VS MULTIMEDIA DAN AUDIO VISUAL

   

MM AU

 

Jumlah

 

Umum

Inti

Khusus

Versi 1

12

76

7

95

Versi 2

10

97

9

116

SMK

12

33

2

47

 

Catatan:

   

Versi 1 diambil dari SKN BSNP-LSP Telematika Versi dua TIM ITS SMK adalah MMAU direkomendasikan untuk SMA

 
 

1.Media pembelajaran

   

2 Siaran radio pendidikan

3 Multimedia

 

4 Pengelolaan citra

 

5 Pemograman multimedia

6 Fotografi dan slide pembelajaran

7 Video pembelajaran

8 Sinetron pendidikan

TP

9.Majemen Pendidikan 10.Teori Belajar dan Pembelajaran 11.Pengembangan sumber daya manusia 12.Inovasi Pendidikan 13.Pusat sumber belajar 14.Teknik penulisan buku sumber 15.Evakuasi program Pendidikan 16.Stategi Pembelajarab 17.Sistemm komunikasi Pendidikan

 
 

Untuk sektor ini TIK TP sangat kompeten, hal ini disebabkan karena adanya korelasi yang kuat antara mata kuliah TP.

 

KESIMPULAN Dari uraian diatas maka dapat kiranya ditarik beberapa catatan penting yang selanjutnya catatan

ini dapat menjadi fokus langkah permulaan untuk konvergensi standar isi kurikulum adalah sebagai berikut :

1. Agar tamatan TP dapat diterima oleh pasar seperti yang ditampilkan pada spektrum, perlu kiranya diperhatikan cakupan kompetensi guru TIK yang meliputi :

Personal , seorang grutu TIK harus menunjukkan pribadi yang berkepribadian

mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, berahlak mulia yang menjadi teladan bagi peserta didik Profesional, Kemampuan penguasaan materi pembelajaran TIK secara luas dan mendalam yang memungkinkan guru dapat membimbing peserta didik untuk memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan

Pedagogik, Kemampuan mengelola peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, serta pengembangan peserta didik berbasis TIK untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki

Seminar akademik TP 2008

35

Sosial ;Kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar terhadap perkembangan TIK

Ilustrasi :

PERSONAL PEDAGOGIK SOSIAL Guru TIK PROFESIONAL JKSA CTS KKPI OK PK MMAU
PERSONAL
PEDAGOGIK
SOSIAL
Guru TIK
PROFESIONAL
JKSA
CTS
KKPI
OK
PK
MMAU

2.

Setelah mencermati standar isi, SK,indikator dan KD yang dikembangkan di TP untuk sub sektor operator komputer, tamatan TP kompeten dengan pasar yang ada

3.

Sedangkan pada CTS kompetensi TP juga sangat berpeluang dan kompeten dengan mengadakan penyesuaian dengan SKN pada sub sektor ini

4.

untuk sektor Pemograman Komputer, standar isi yang dikembangkan oleh TP telah mengakomodir dalam mata kuliah, sehingga tamatan TP pada sub sektor ini juga sangat berpeluang dalam mengampu mata palajaran ini . Pada takaran apresiasi telah diakomodir operasi dasar, pengetahuan dan konsep, sedangkan pada takaran aplikatif produktif (pengolahan informasi untuk produktivitas , begitupun pula pada takaran evaluatif analisis ( pemeriksaan, eksploratif, menilai dan menguji)

5.

Akan lain halnya dengan tamatan TP perannya sebagai guru TIK sub sektor Multimedia dan Audio Visual tamatan TP sangat kompeten. Hal ini didasarkan pada banyak mata kuliah terutama keterampilan berkarya yang mensupport, saling berhubungan, saling melengkapi sehingga dapat dikatakan menjadi satu kesatuan mata rantai kompetensi. Menurut saya tidsak bisa dibayangkan seorang tamatan Tp tidak membekali dirinya dengan komptensi TIK. TIK di TP tidak bisa dipisahkan baik sebagai dasar atau yang didasari oleh kawasan TP dalam hal profesi TP dalam lingkup kawasan Pendidikan.

6.

Dengan demikian, mencermati point-poin diatas maka tamatan TP selain tamatan TP sebaga Teknolog Pendidikan oleh karena melekatnya profesi teknologi pendidikan secara langsung, jikalau ada pertanyaan tamatan kompetensi apakah yang paling tepat bagi seorang lulusan TP dalam konteks menjadi guru TIK? jawaban yang paling dapat dipertanggung jawabkan dan depend untuk kondisi saat ini adalah tamatan TP depend atau percaya diri untuk mengampu mata pelajaran TIK . Spesialisasi ini akan menjadi salah branded bagi tamatan teknologi pendidikan, disamping sebagai teknolog pembelajaran dengan kawasannya yang sudah jelas. Oleh karena itu keyakinan dan pemikiran saya bahwa tamatan TP dengan konvergensi antar kawasan dan bidang TP dengan perannya sebagai Guru TIK untuk kondisi saat ini sangat kompeten.

Seminar akademik TP 2008

36

SARAN

1. Karena pemerintah dalam hal ini Depdiknas telah membuat acuan yang jelas tentang standar isi sektor TIK dengan dibentuknya Badan Sertifikasi Nasional Pendidikan dan juga telah membentuk Lembaga Sertfikasi Profesi (LSP) contohnya LSP Telematika maka terhadap SKN yang telah ada, jurusan Teknologi Pendidikan perlu terus suatu uapaya penyempurnaan dan pengembangan secara kontinyu, dalam hal :

Redefinisi. Dalam konteks ini jurusan TP kedepan perlu mengadakan

penyesuaian-penyesuaian terutama paradigma konvergensi, istilah-istilah, konsepsinya, karakteristik, ruang lingkup yang diadopsi disesuaikan dengan kondisi TP demi sebuah tamatan yang kompeten. Reformat. Isitlah ini bukan berarti inheren dengan istilah format dalam memformat isi hardis sehingga pembersihan dilakukan secara ekstrim. Dalam konteks ini reformat dilakukan terhadap standar isi yang telah ada yang kiranya kurang atau tidak update untuk diajarkan disingkirkan untuk digantri dengan jenis yang lebih serasi untuk disandingkan dalam kerangka menata rangkaian kompetensi TIK di TP

Reorganisasi. Dalam konteks ini diperlukan penataulang struktur kuriklulum

sehingga tidak tumpang tindih. Contohnya ada mata kuliah yang semestinya dijarkan belakangan dari mata kuliah yang lain. Atau dasar lebih dahulu dibangun daripada mendirikan tiangnya terlebih dahulu Konvergensi. Istilah ini saya pakai karena menurut hemat saya konvergensi substansi dan konsepsinya sama dengan multi. Pengertian multi disini adalah tidak mungkin kita mengintegrasikan hanya satu kompetensi, satu sumber dan satu media. Justru konvergensi ini identik dengan multimedia.

Pembauran beberapa kompetensi, sumber dan konsepsi menjadi suatu adonan yang pas. Konvergensi sebagai sebuah trend yang juga diluar sana, terutama di

sektor Teknologi informasi dan komunikasi , telematika mengarah pada trend konvergensi ini. Konvergensi standar isi jurusan TP perlu diupayakan dan dilakukan karena konvergensi ini menyatakan keterkaitan yang yang akhirnya melahirkan sinergi yang berbobot. Kalau konvergensi ini diadposi pada kurikullum TP maka konvergensi disini mengarah pada sebuah intergrasi yang progresif. Alasan utama kenapa konvergensi ini saya tawarkan dan diadopsi karena beberapa faktor yang dapat diidentifikasi sebagai penggerak konvergensi yaitu :

1. Kemajuan teknolgi

2. kebutuhan pelanggan (sekolah)

3. kebutuhan pemerintah dalam meningkatkan SDM pekerja Indonesia

Seminar akademik TP 2008

37

KEPUSTAKAAN

Prawiradilaga, Dewi Salma dan Evelina Siregar,2004, Mozaik Teknologi Pendidikan,Jakarta :UNJ- Prenada Media

Miarso, Yusuf hadi, 2005, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan,Jakarta :Pustekom-Prenada Media

Sells,Barbara B, & Rita C.Richey, Teknologi Pembelajaran, Jakarta : UNJ

Depdiknas,2004,GBPP TIK Multimedia,Jakarta

,2003,KBK TIK, Jakarta

Depkominfo,2007,Pedoman Pelaksanaan Penelitian TIK, Jakarta

Mastel, 2006, Cetak Biru infrastruktur Telematika, Jakarta

, 2006, Cetak Biru Manufaktur telematika-Buku II, Jakarta

BRTI, 2007, Roadmap Konvergensi Telematika, Jakarta

Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi informatika dan elektonika, 2001, Indikator TIK 2001- buku 1, Jakarta : P3TIE-BPPT

Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi informatika dan elektonika, 2001, Indikator TIK 2001- buku 2, Jakarta : P3TIE-BPPT

http://puskur.net [diakses 20 Nopember 2007]

http://www.bnsp.org [diakses 20 Nopember 2007]

http://www.ut.ac.id [diakses 20 Nopember 2007]

http://www.lsp-telematika.or.id [diakses 20 Nopember 2007]

http://www.stikom.ac.id [diakses 20 Nopember 2007]

http://www.itb.ac.id [diakses 20 Nopember 2007]

http://www.ui.ac.id [diakses 20 Nopember 2007]

http://www.unsri.ac.id [diakses 20 Nopember 2007]

http://www.jardiknas.org [diakses 20 Nopember 2007]

Seminar akademik TP 2008

38