P. 1
PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 6 TAHUN 2008

PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 6 TAHUN 2008

|Views: 480|Likes:
Dipublikasikan oleh Komhukum Corp
PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 6 TAHUN 2008
TENTANG
PENYEDERHANAAN DAN PERCEPATAN STANDAR PROSEDUR OPERASI PENGATURAN DAN PELAYANAN PERTANAHAN UNTUK JENIS PELAYANAN PERTANAHAN TERTENTU
PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 6 TAHUN 2008
TENTANG
PENYEDERHANAAN DAN PERCEPATAN STANDAR PROSEDUR OPERASI PENGATURAN DAN PELAYANAN PERTANAHAN UNTUK JENIS PELAYANAN PERTANAHAN TERTENTU

More info:

Published by: Komhukum Corp on Dec 04, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2012

PERATUKAN imPALA HADAN PERTArIAIIAN NASIONAL NOMOR 6 TAHUN 2008

TBNTANO PENYEDERHANAAN DAN PERCEPATAN STANDAR PROSEDUR. OPERASI PENGATlJRAN DAN PELAY ANAN PERTANAIIAN VNfUK JENIS PELAY ANAN. PERTANAIIAN TERTENTU

_________ ~Peraturan Kepala BPN No.6 Th. 2008

PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBUK INDONESIA

NOMOR 6 TAHUN 2008

TEN TANG

PENYEDERHANAAN DAN PERCEPATAN STANDAR PROSEDUR OPERASI PENGATURAN DAN PELAYANAN PERTANAHAN UNTUK lENIS PELAYANAN PERTANAHAN TERTENTU

DENGAN RAHMATTUHAN YANG MAHA ESA

Menimbang

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBUK INDONESIA,

a. bahwa berdasarkan hasil evaluasi Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2005 tentang Standar Pengaturan Operasi Pelayanan Pertanahan dan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dipandang perlu dilakukan penyederhanaan dan percepatan pelayanan pertanahan tertentu kepada masyarakat terutama yang

berkaitan dengan jenis dan waktu

penyelesaian pelayanan pemeriksaan

(pengecekan) sertipikat, peralihan hak, hak tanggungan, pemecahan, pemisahan dan penggabungan sertipikat, perubahan hak milk untuk rumah tinggal dan ganti nama pada Kantor Pertanahan ;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dipandang perlu ditetapkan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia tentang Penyederhanaan dan Percepatan Standar Prosedur Operasi Pengaturan dan Pelayanan Pertanahan untuk Jenis Pelayanan Pertanahan Tertentu;

Penyederhanaan & Percepaton Stondar Prosedur Operasi Pengaturcn

il'"

Peraturan Kepala BPN No.6 Th. 2008, _

Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960

tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043);

2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3988);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1996 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1994 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan Atas Penghasllan Dari Perallhan Hak Atas Tanah Dan/atau Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nornor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3634);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah (Lernbaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3696);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2002 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Badan Pertanahan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 88, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4221);

6. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2006 tentang Badan Pertanahan Nasional;

7. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Baclan Pertanahan Naslonal Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan

Ij.t! . Penyederhanoan ft Percepatan Staxlar Prosedur Operas; Pengaturan

__________ Peraturon Kepala BPN No.6 Th. 2008

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah;

8. Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2005 tentang Standar Prosedur Operasi Pengaturan dan Pelayanan di Unr;kungan Badan Pertanahan Nasional;

9. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan

PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL TENTANG PENYEDERHANAAN DAN PERCEPATAN STANDAR PROSEDUR OPERASI PENGATURAN DAN PELAYANAN PERTANAHAN UNTUK JENIS PELAYANAN PERTANAHAN TERTENTU

Pasall

(1) Standar Prosedur Operasi Pengaturan dan Pelayanan (SPOPP) pelayanan pertanahan sebagaimana tercantum dalam lampiran I sampai dengan XIV yang merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dengan peraturan ini.

(2) Pelayanan pertanahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. Pemeriksaan (pengecekan) sertipikat;

b. Peralihan hak - Jual beli;

c. Peralihan hak - Pewarisan;

d. Peralihan hak - Hibah;

e. Peralihan hak - Tukar Menukar;

f. Peralihan hak - Pembagian hak bersama;

g. Hak tanggungan;

h. Hapusnya hak tanggungan - roya;

i. Pemecahan sertipikat - Perorangan;

PenyederhCllQQ1J & Percepatan Stcnlar Prosedur Operas' Pengaturan

Peraturan Kepa.la BPN NO.6 Th. 2008, _

j. Pemisahan sertipikat - Perorangan;

k. Penggabungan sertipikat - Perorangan;

I. Perubahan hak milik untuk rumah tinggal dengan ganti blanko;

m. Perubahan hak milik untuk rumah tinggal tanpa ganti blanko; dan

n. Ganti nama.

Pasal 2

(1) SPOPP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dilaksanakan oleh Kantor Pertanahan.

(2) Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional :

a. mengatur kewenangan penandatanganan dari Kepala Kantor Pertanahan atau pejabat yang ditunjuknya kepada pejabat yang ditunjuk dalam rangka kelancaran pelaksanaan peraturan ini ditetapkan dengan keputusan;

b. melaksanakan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan SPOPP ini sebagaimana mestinya; dan

c. melaporkan pelaksanaan peraturan ini kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia setiap 3 (tiga)bulan sekali.

Pasal3

Jangka waktu penyelesaian pelayanan pertanahan sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan ini terhitung sejak berkas diterima lengkap oleh Kantor Pertanahan dan telahlunas pembayaran yang ditetapkan peraturan perundang-undangan.

Pasal4

Dengan berlakunya peraturan ini, maka Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasienai Nemor 1 Tahun 2005 tentang Standar Prosedur Operasi Pengaturan dan Pelayanan di Lingkungan Badan Pertanahan Nasional, Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 7 Tahun 1998 tentang Kewenangan Menandatangani Buku Tanah,

__________ ---'Peraturan Kepala BPN No.6 Th. 2008

Surat Ukur, dan Sertipikat sepanjang mengatur jenis pelayanan pertanahan yang diatur dalam peraturan ini dan ketentuanketentuan lain yang bertentangan dengan peraturan ini dinyatakan tidak berlaku.

PasalS

Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 11 Jull 2008

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBUK INDONESIA,

Ttd

JOYO WINOTO, Ph.D

Penyederha'JQQ1J & Percepatan Standar Prosedur Operas; Pengaturan

, Lampiranl

: __ ~~~==ST==A~N_DA_R-.P_RO_S_E_D=U=R~O~P~E~RAS==~I_P_EN_G_A~TU-=RA==N~D_A~N~PE=LA==Y_AN~A_N __ ==~ __ ~

r- PEMERIKSAAN(PENGECEKAN)SERTIPIKAT

DASAR HUKUM PERSYARATAN BIAVA WAKTU KET.

1. Undang-Undang Nomor 5 1. Sertipikat hak atas tanah/ Rp. 25.000/ Paiin'9 lama

Tahun 1960 Sertipikat HMSRS Sertlplkat 1 (satu) hart

2. Peraturan Pemerintah 2. Fotocopy identitas dlri

Nomor 24 Tahun 1997 pemohon dan atau kuasanya

3. Peraturan Pemerlntah yang dilegallslr oleh pejabat

Nomor 46 Tahun 2002 yang berwenang.

4. Peraturan Menteri Negara 3. Surat kuasa, jika

Agrarla/Kepala BPN Nomor permohonannya dikuasakan.

3 Tahun 1997 4. Surat permohonan darl :

5. Instruksi Menteri Negara a. PPAT untuk keglatan

Agrarla/Kepala BPN Nomor peralihan/pembebanan hak

3 Tahun 1998 dengan akta PPATi

6. SE Kepala BPN Nomor b. Pemegang hak atau oleh

600-1900 tanggal 31 Juli kuasanya untuk kegiatan

2003 penggantian blanko lama dan pemecahan; atau

c. Kantor Lelang untuk

kegiatan pelelangan umum.

KEPALA BADAft PERTANAHAN NASIONAL REPUBUK INDONESIA

Ttd

lOYO WINOTO, Ph.D

Lampiran II

STAN DAR PROSEDUR OPERASI PENGATURAN DAN PELAYANAN PERAUHAN HAl< -lUAL BEU

DASARHUKUM

1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960

2. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 luncto UndangUndang Nomor 20 Tahun 2000

3. Peraturan Pemertntah Nomor 48 Tahun 1994 Juncto Peraturan Pemerlntah Nomor 27 Tahun 1996

4. Peraturan Pemerfntah Nomor 24 Tahun 1997

5. Peraturan Pemerfntah Nomor 46 Tahun 2002

6. Peraturan Menter! Negara Agrarta/Kepala BPN Nomor 3 Tahun 1997

7. SE Kepala BPN Nomor 600- 1900 tanggal31 lull 2003

PERSYARATAN

1. Surat:

a. Permohonan

b. Kuasa otentik, Jlka permohonannya dlkuasakan *).

2. Sertiplkat hak atas tanah/

Sertiplkat HMSRS.

3. Akta lual Bell dart PPAT.

4. Fotocopy Identitas dlrf pemegang hak, penerfma hak dan atau kuasanya yang dilegallslr oleh pejabat yang berwenang.

5. Bukti pelunasan : **)

a. BPHTBi

b. PPh Final.

6. Foto copy SPPT PBB tahun berjalan

7. Ijln Pemlndahan Hak, dalam hal di dalam sertiplkat/ keputusannya dicantumkan tanda yang menyatakan bahwa hak tersebut hanya boleh dipindahtangankan apablla telah diperoleh ijin dart Instansi yang berwenang;

BIAYA

WAKTU

Paling Lama *) 5 (lima) harf

Rp.25.000/ Sertiplkat

KET.

untuk daerah yang belum ada pejabat publlk yang berwenang untuk itu, dapat menggunakan surat kuasa di bawah tangan.

**) untuk yang terkena obyek BPHTB dan atau PPh

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBUK INDONESIA

Ttd

lOVO WlNOTO, Ph.D

Lampiran III

STANDAR PROSEDUR OPERASI PENGATURAN DAN PELAYANAN PERALIHAN HAK - PEWARISAN

DASAR HUKUM

PERSYARATAN

BIAYA WAKTU

KET.

1. Undang-Undang Nemer 5 Tahun 1960

2. Undang-Undang Nemer 21 Tahun 1997 Juncte Undang-Undang Nemer 20 Tahun 2000

3. Peraturan Pemerintah

Nemer 24 Tahun 1997

4. Peraturan Pemerintah

Nemor 46 Tahun 2002

5. Peraturan Menteri Negara Aqraria/Kepala BPN Nemer 3 Tahun 1997

6. SE Kepala BPN Nomor 600-1900 tanggal 31 Juli 2003

Rp. 25.000,- Paling Lama /Sertipikat 5 (lima) hari

1. Surat :

a. Permehonan,

b. Kuasa (jika yang

mengajukan permohonan bukan ahli waris yang bersangkutan).

2. Sertipikat hak atas

tanah/sertipikat HMSRS.

3. Surat Keterangan Waris

sesuai peraturan perundangundangan

4. Fotocopy identitas diri dan KK dari para ahli waris dan penerima kuasa yang masih berlaku yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.

5. Fote cepy SPPT PBB tahun berjalan.

6. Bukf pelunasan BPHTB, jika terkena/obvek BPHTB

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBlIK INDONESIA

Ttd

JOYO WINOTO, Ph.D

Lampiran IV

STAN DAR PROSEDUR OPERASI PENGATURAN DANPELAYANAN PERALIHAN HAl< - HIBAH

DASARHUKUM

1. Undang-Undang Nomor 5

Tahun 1960

2. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 Juncto UndangUndang Nomor 20 Tahun 2000

3. Peraturan Pemerintah

48 Tahun 1994

Peraturan Pemerintah 27 Tahun 1996

4. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997

5. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2002

6. Peraturan Menteri Negara

Agrarla/Kepala BPN Nomor 3 Tahun 1997

7. SE Kepala BPN Nomor 600- 1900 tanggal 31 Jull 2003

Nomor Juncto Nomor

PERSYARATAN

1. Surat:

a. Permohonan.

b. Kuasa otentik, jika

permohonannya dlkuasakan*).

2. Sertlplkat hak atas tanah/

Sertlplkat HMSRS.

3. Akta Hlbah dari PPAT.

4. Fotocopy Identitas dlri pemegang hak, penerima hak dan atau kuasanya yang dilegallSlr oleh pejabat yang berwenang.

5. Buktl pelunasan**) :

a. BPHTBi

b. PPh Final

6. Foto copy SPP1 PBB tahun berjalan

7. Ijln Pemindahan Hak, dalam hal dl dalam sertlplkatJ keputusannya dicantumkan tanda yang menyatakan bahwa hak tersebut hanya boleh dlpindahtangankan apablla telah dlperoleh Ijln dari instansl vanll berwenaOOi

BIAVA

WAKTU

KET.

untuk daerah yang belum ada pejabat publlk yang berwenang untuk ltu, dapat menggunakan surat kuasa dl bawah tangan.

**} untuk yang terkena obo'ek BPHTB dan atau PPh

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBUK INDONESIA

Ttd

JOYO WINOTO, Ph.D

Paling Lama *) 5 (lima) hari

Rp. 25.000,/Sertlplkat

Lampiran V

DASARHUKUM

STANDAR PROSEDUR OPERAS! PENGATURAN DAN PELAYANAN PERAUHAN HAK - TUKAR MENUKAR

KET.

1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960

2. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 luncto UndangUndang Nomor 20 Tahun 2000

3. Peraturan Pemerlntah Nomor 48 Tahun 1994 lunctu Peraturan Pemerlntah Nomor 27 Tahun 1996

4. Peraturan Pemerlntah Nomor 24 Tahun 1997

5. Peraturan Pemerlntah Nomor 46 Tahun 2002

6. Peraturan Menterl Negara Agrarla/Kepala BPN Nomor 3 Tahun 1997

7. SE Kepala BPN Nomor 600- 1900 tanggal 31 lull 2003

PERSYARATAN

1. Surat:

a. Permohonan;

b. Kuasa otentlk, jlka

permohonannya dlkuasakan*).

2. Sertlplkat hak atas

tanah/Sertipikat HMSRS

3. Akta Tukar Menukar darl PPAT.

4. Fotocopy Identltas dlrl pemegang ilak, penerlma hak dan atau kuasanya yang dllegallslr oleh pejabat yang berwenang

5. Bukti pelunasan **):

a. BPHTB;

b. PPh Rnal.

6. Foto copy SPPT PBa tahun beljalan.

7. IJln Pemlndahan Hak, dalam hal di dalam sertlplkat/keputusannya dlcantumkan tanda yang menyatakan bahwa hak tersebut hanya boleh dipindahtangankan apablla telah diperoleh ipn dar! I~nslyangberwena~;

BIAYA WAI1V

Rp. 25.000,- PalIng lama *)

/Sertlplkat 5 (Bma) hari

untuk daerah yang belum ada pejabat publik yang berwenang untok Ito, dapat menggunakan surat kuasa dl bawah tangan.

**) untuk yang terkena obyek BPHTB dan atau PPh

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBUK INDONESIA

Ttd

JOYO WlNOTO, Ph.D

Lampiran VI

DASARHUKUM

srANDAR PROSEDUR OPERAS! PENGATURAN DAN PELAYANAN PERAlIHAN HAl< - PEMBAGIAN HAl< BERSAMA

KET.

1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960

2. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 Juncto UndangUndang Nomor 20 Tahun 2000

3. Peraturan Pemerlntah Nomor 48 Tahun 1994 luncto Peraturan Pemerlntah Nomor 27 Tahun 1996

4. Peraturan Pemerlntah Nomor 24 Tahun 1997

5. Peraturan Pemerlntah Nomor 46 Tahun 2002

6. Peraturan Menterl Negara AgrarlaJKepala SPN Nomor 3 Tahun 1997

7. SE Kepala BPN Nomor 600- 1900 tanggal 31 lull 2003

PERSYARATAN

1. Surat:

a. Permohonan;

b. Kuasa otentlk, jlka

permohonannya dlkuasakan*}.

2. Sertlpikat hak atas tanah/

sertlpikat HMSRS.

3. Akta Pembaglan Hak Bersama dart PPAT.

4. Fotocopy identltas dlrl pemegang hak, penerlma hak dan atau kuasanya yang dllegallslr oleh pejabat yang berwenang.

5. Buktl pelunasan **}:

a. BPHTB;

b. PPh Final.

6. Foto copy SPPT PBS tahun berjalan

7. Ijln Pemlndahan Hak, dalam hal di dalam sertlplkat/keputusannya dicantumkan tanda yang menyatakan bahwa hak tersebut hanya boleh dlplndahtangankan apablla telah dlperoleh Ijln dar! Instansi vana berwenana;

lIAYA

WAKTU

Paling Lama *) 5 (lima) hart

Rp.25.000,ISertlplkat

untuk daerah yang belum ada pejabat publlk yang berwenang untuk itu, dapat menggunakan surat kuasa dl bawah tangan.

**} untuk yang terkena obyek BPHTB dan atau PPh

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBUK INDONESIA

Ttd

lOYO W1NOTO, Ph.D

Lampiran VII

DASAR HUKUM

STANDAR PROSEDUR OPERASI PENGATURAN DAN PELAYANAN HAKTANGGUNGAN(HT)

KET.

1. Undang-Undang Nomor 5

Tahun 1960

2. Undang-Undang Nomor 4

Tahun 1996

3. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997

4. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2002

5. Peraturan Menteri Negara

Agraria/Kepala BPN Nomor 3 Tahun 1997

6. SE Kepala BPN Nomor 600- 1900 tanggal 31 Juli 2003

a. Permohonan dari Penerima Hak Tanggungan (Kreditur);

b. Kuasa otentik, jika per-

mohonannya dikuasakan*)

2. Sertipikat hak atas tanahf

Sertipikat HMSRS

3. Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT).

4. Salinan APHT yang sudah diparaf oleh PPAT yang bersangkutan untuk disahkan sebagai salinan

oleh Kepala Kantor untuk

pembuatan sertipikat Hak

Tanggungan.

5. Fotocopy identitas diri pemberi HT (debitrur), penerima HT (Kreditur) dan atau kuasanya yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang .

6. Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT) apabila Pemberian Hak Tanggungan melalui Kuasa.

*) untuk daerah yang belum ada pejabat publik yang berwenang untuk itu, dapat menggunakan surat kuasa di bawah tangan.

Catatan :

untuk pelayanan Inl

dikenakan biaya sebesar

Rp. 25.000 dikalikan

banyaknya hak etas

tanah obyek HT.

PERSYARATAN BIAYA

WAKTU

1. Surat : Rp. 25.000,-

hari ke 7

KEPALA BAOAN PERTANAHAN NASIONAl REPUBLIK INDONESIA

Ttd

JOYO WINOTO, Ph.D

Lampiran VIII

STANDAR PROSEDUR OPERASI PENGATURANDAN PELAVANAN HAPUSNVAHAK TANGGUNGAN - ROVA

WAKTU

DASARHUKUM
1. Undang-Undang Nomer 5 Tahun 1.
1960
2. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2.
1996
3. Peraturan Pemerlntah Nomor 24
Tallun 1997
4. Peraturan Pemerlntah Nomor 46 3.
Tahun 2002
5. Peraturan Menterl Negara
Agrarla/Kepala BPN Nornar 3 4.
Tahun 1997
6. SE Kepala BPN No mer 600·1900
tanggal 31 Jull 2003 PERSYARATAN

Surat Permehonan darl pemegang hak atau kuasanya.

f'otocopy identltas dlrl pemegang hak, dan atau kuasa nya yang dllegallslr cleh pejabat yang berwenang. dengan memperlihatkan asllnya.

Sertlplkat hak atas tanah fSertlpikat HMSRS dan Sertlplkat Hak Tanggungan.

Sural. Pernyataan darl kredltur bahwa

hutanqnva telah lunas atau

Pemberslhan HT berdasarkan

penetapan perlngkat oleh Ketua

pengadUan;

BIAYA

paling lama 7 (tujuh) harl

KE.T.

Rp. 25.000,-

Catatan ;

- Roya 1 (setu) HT yang membebanl 1 (saw) hak atas tanah dlk.enakan blaya sebesar Rp. 25.000;

Roya 1 (satu.) HT yang membebanl lebih dari 1 (satu) hak atas tanah dlkenakan blaya sebesar Rp. 25.000 dlkallkan banyakny. hak atas tanah obyek HT. Roya leblh darl 1 (setu) Hl yang membebani 1 (satu hak atas tanah obyek Hl dlkenakan blaya sebesar Rp. 25.000 dikallkan banyaknya hak tanggungan yang dlhapus

Roya lebih dar! 1 (satu) H yang membebanl leblh dar 1 (satu) hak atas tanah obye'k HT dlkenakan blaya sebesar Rp.25.00G dikallkan banvaknva HT dan dlkalikan dengan banvak obvek hak atas tanah obvek HT.

KEPALA BAD.AN PERTANAHANNASION'AL REPUBLIK INDONESIA

Ttd

JOYO WINOTO, Ph.D

ST.ANDAR PROSEDUR OPERASl PENGATURAN DAN PELAYANAN PE'MECAHAN SERTIPIKAT -PERORANGAN

Lampiran IX

DASARHUKUM PERSYARATAN BIAYA WAKTU KET.
1. Undang-Undang Nomor 5 1. Permohonan yang disertai Rp. 25,000, Paling Lama Catatan :
Tahun 1960 alasan pemecahan. I sertipikat 15 (lima - Jika sertipikat
2. Peraturan Pemerintah 2. Fetecopy identitas diri yang belas) hari bidang-bidang tanah
Nomor 24 Tahun 1997 pemehon dan atau kuasanya diterbitkan untuk yang akan dipecah
3. Peraturan Pemerintah yang dilegalisir oleh pejabat Pemecahan tidak ada catatan
Nemor 46 Tahun 2002 yang berwenang. sampai (bersih).
4. Peraturan Menteri Negara 3. Sertipikat hak atas tanah dengan 5 - Biaya tersebut,
Agraria/Kepala BPN Nomor 4. Ijin Perubahan Penggunaan bidang dlluar biaya
3 Tahun 1997 Tanah, apabila terjadi pengukuran
S. SE Kepala BPN Nemer perubahan penggunaan
600-1900 tanggal 31 Juli Tanah.
2003 KEPALA BADANPERT.ANAHAN NASIONAl REPUBUK INDONESIA

Ttd

JOVO WINOTO, Ph.D

STAN DAR PROSEDUR OPERASI PENGATURAN DAN PELAYANAN PEMISAHAN SERnPIKAT - PERORANGAN

DASARHUKUM PERSYARATAN BIAYA WAKTU KET.
1. Undang-Undang Nemer 5 1. Permehenan yang dlsertai Rp. 25.000, Paling Lama catatan:
Tahun 1960 alasan pemecahan. / sertlplkat 15 (lima - Jlka sertiplkat
2. Peraturan Pemerintah 2. Fetocepy identitas dlri yang belas) hari bidang-bldang tanah
Nemer 24 Tahun 1997 pemehen dan atau kuasanya dlterbitkan untuk yang akan dipecah
3. Peraturan Pemerintah yang dilegalisir eleh pejabat Pemecahan tldak ada catatan
Nemer 46 Tahun 2002 yang berwenang. sampai (bersih).
4. Peraturan Menteri Negara 3. Sertipikat hak atas tanah. dengan 5 - Biaya tersebut,
Agraria/Kepala BPN Nemer 4. Ijin Perubahan Penggunaan bidang dil""r blaya
3 Tahun 1997 Tanah, apabila terjadi pengukuran
5. Sf Kepala BPN Nemer perubahan penggunaan
600-1900 tanggal 31 Jull tanah.
2003 KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

Ttd

lOVO WINOTO, Ph.D

STANDAR PROSEDUR OPERASI PENGATURAN DAN PELAYANAN PENGGABUNGAN SERTIPlKAT - PERORANGAN

, ,; Lampiran XI .

DASAR HUKUM PERSYARATAN BIAYA WAKTU KET.
1. Undang-Undang Nomor 5 L Permohonan yang disertai Rp. 25.000, Paling Lama Catatan :
Tahun 1960 alasan penggabungan. / sertipikat 15 (lima - Jika sertipikat
2. Peraturan Pemerintah 2. Fotocopy identitas diri yang belas) hari bidang-bidang tanah
Nomor 24 Tahun 1997 pemohon dan atau kuasanya diterbitkan untuk yang akan dipecah
3. Peraturan Pemerintah dengan memperlihatkan Pemecahan tidak ada catatan
Nomor 46 Tahun 2002 aslinya. sampai (berdn),
4. Peraturan Menteri Negara 3. Sertipikat hak atas tanah, denqan 5 - Biava tersebut,
Agraria/Kepala BPN Nomor bidang diluar biaya
3 Tahun 1997 pengukuran
5. SE Kepala BPN Nomor
600-1900 tanggal 31 Juli
2003 KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPU'BLIK INDONESIA

Ttd

lOYO WINOTO, Ph.D

Lampiran XII

DASARHUKUM

STAN DAR PROSEDUR OPERASI PENGATURAN DAN PELAYANAN PERUBAHAN HAK MIUK UNTUK RUMAH TlNGGAL DENGAN GANTI BLANKO

KET.

1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960

2. Peraturan Pemerlntah Nomor 24 Tahun 1997

3. Peraturan Pemerlntah Nomor 46 Tahun 2002

4. Peraturan Menterl Negara Agraria/KepaJa BPN Nomor 3 Tahun\1997

5. Keputusan Menterl Negara Agraria/KepaJa BPN Nomor 6 Tahun 1998

6. SE KepaJa BPN Nomor 600- 1900 tanggaJ 31 Juli 2003

PERSYARATAN

BIAYA

WAKTU

Paling Lama *) 7 (tujuh) harl

Rp.50.000,-

1. Surat:

a. Permohonan

b. Kuasa otentlk, jlka per-

mohonannya dlkuasakan*)

c. Pemyataan dan pemohon

bahwa yang bersangkutan akan mempunyal Hak Mlllk untuk rumah tlnggaJ tldak Jeblh darl 5 (lima) bidang yang seJuruhnya meliputl luas tidak Jeblh 5.000 M2

2. Fotocopy Identltas dirl pemohon dan atau kuasanya yang dllegallslr oleh pejabat yang berwenang.

3. Sertlplkat hak atas tanah yang luasnya 600 M2 atau kurang.

4. Foto copy SPPT PBB tahun berjaJan

5. 1MB atau Surat Keterangan KepaJa Desa/Lurah yang menyatakan bahwa rumah tersebut untuk rumah tlnggaJ

6. Buktl peJunasan pembayaran uang pemasukan

untuk daerah yang belum ada pejabat pubJik yang berwenang untuk ltu, dapat menggunakan surat kuasa dl bawah tangan.

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBUK INDONESIA

Ttd

JOYO WINOTO, Ph.D

~-- .. ----- ---------- - ------_ ----_. -~---~ - - - ---._

Lampiran XIII

STAN DAR PROSEDUR OPERASI PENGATURAN DAN PELAYANAN PERUBAHAN HAK MILIK UNTUK RUMAH TINGGAL TANPA GANTI BLANKO

DASAR HUKUM PERSY.ARATAN BIAYA WAKTU KET.
1. Undang-Undang Nomor 5 1. Surat : Rp. 25.000,- Paling lama *) untuk daerah yang
Tahun 1960 a. Permohonan /Sertipikat 7 (tujuh) harl belum ada pejabat
2. Peraturan Pemerintah Nomor b. Kuasa otentik, jlka per- publik yang
24 Tahun 1997 mohonannya dlkuasakan*) berwenang untuk itu,
3. Peraturan Pemerintah Namor c. Pernyataan dari pemohan dapat menggunakan
46 Tahun 2002 bahwa yang bersangkutan surat kuasa di bawah
4. Peraturan Menterl Negara akan mempunyai Hak Milik tangan.
Agraria/Kepala BPN Nomor 3 untuk rumah tinggal tidak lebih
Tahun\1997 dart 5 (lIma) bidang yang
5. Keputusan Menterl Negara seluruhnya meliputi luas tidak
Agraria/Kepala BPN Nomor 6 leblh 5.000 M2
Tahun 1998 2. Fotoc:opy identitas diri pernohon
6. SE Kepala BPN Nomor 600- dan atau kuasanva yang dllegalisir
1900 tanggal 31 Juli 2003 oleh pejabat yang berwenang.
3. Sertlpikat hak atas tanah yang
luasnya 600 M2 atau kurang.
4, Fota copy SPPT PBS tahun
berjalan IMB atau Surat
Keterangan Kepala Desai Lurah
yang menyatakan bahwa rumah
tersebut untuk rumah tinggal
S. Buktl pelunasan pembayaran uang
pemasukan KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBUK INDONESIA

Ttd

JOYO WINOTO, Ph.D

STANDAR PROSEDUR OPERASI PENGATURAN DAN PELAYANAN GANTINAMA

Lamplran XIV

DASARHUKUM PERSYARATAN BUYA WAKTU KIT.
1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1. Surat: Rp. 25.000,- PaUng Lama 1 *) untuk daerah yang
1960 a. Permohonan /Sertlpllcat (tujuh) han belum ada pejabat
2. Peraturan Pemerlntah Homor 24 b. Kuasa otentlk, jlka permohonan pubUk yang beAfenang
Tahun 1991 dlkuasakan *) untuk Itu, dapat
3. Peraturan Pemerlntah Nomor 46 2. Fotocopy Identltas dlrl pemohon dan menggunakan surat
Tahun 2002 atau kuasanya yang dllegallslr oleh kuasa ell bawah tangan.
4. Peraturan Menterl Negara pejabat yang berwenang.
Agrarla/Kepala BPN Nomor 3 3. Sertlplkat hak atas tanah
Tahun\1997 4. Identltas yang lama sesual data dl
5. SE Kepala BPN Nomor 600-1900 sertlplkat
~nggal 31 lull 2003 5. Untuk badan hukum dlbuktlkan aida
yang memuat adanya perubahan
nama dengan pengesahan darl
pejabat yang berwenang
6. Untuk Perorangan yang keeper-
dataannya tunduk pada hukum
perdata dlbuktlkan dengan penetapan
pengadllann
7. Untuk perorangan yang
keperdataannya tunduk pada hukum
adat dlbuktlkan dengan surat
pemyataan perubahan nama darl yang
bersangkutan dlketahul oleh Kepala
Desa/Lurah dan Camat setempat
8. Foto copy keputusan Pejabat yang
berwenana untuk Instansl Demerlntah KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBUK INDONESIA

TId

JOYO WINOTO, Ph.D

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->