Anda di halaman 1dari 16

SISTEM KOORDINASI : HORMON

overview

SISTEM SYARAF
SISTEM ENDOKRIN

koordinasi

SISTEM RESPIRASI
SISTEM PENCERNAAN
SISTEM SIRKULASI
SISTEM EKSKRESI
SISTEM GERAK

© 2005 Laksmindra Fitria (fitonline2000@yahoo.com)


SISTEM KOORDINASI

SISTEM SYARAF SISTEM ENDOKRIN

- aksi bersifat segera - aksi lebih lambat


- untuk pengaturan cepat - pengaturan jangka panjang
contoh: contoh:
~ denyut jantung ~ pertumbuhan
~ kontraksi otot ~ perkembangan
- neuron dan serabut syaraf - sel-sel kelenjar endokrin dan
neuron di sistem syaraf pusat
- sekresi neurotransmitter - sekresi hormon
- komunikasi antar neuron - transport via sistem sirkulasi,
melalui synapsis melibatkan sistem reseptor

KOMUNIKASI NEURAL + KOMUNIKASI HORMONAL

KOMUNIKASI NEUROENDOKRIN

sekresi neurohormon

© 2005 Laksmindra Fitria (fitonline2000@yahoo.com)


KOMUNIKASI HUMORAL

Kelenjar Endokrin

Humor (cairan)

Hormon Neurohormon Hormonelike

masing-masing memiliki fungsi yang spesifik,


namun saling bekerja sama dalam menjalankan fungsinya
dan ada saling ketergantungan satu sama lain
MODEL
neurohormon hipotalamus

hormon adenohipofise

sel/jaringan/organ sasaran

produk
++
hormon lokal efek
+++
© 2005 Laksmindra Fitria (fitonline2000@yahoo.com)
BERBAGAI SINYAL KIMIA ANTARSEL

© 2005 Laksmindra Fitria (fitonline2000@yahoo.com)


5 KARAKTERISTIK HORMON:
1. Mampu menimbulkan efek yang signifikan dalam kadar yang sangat
rendah (10-6 - 10-12 M)
2. Sukar diisolasi, diidentifikasi, dan diukur secara akurat
3. Umurnya sangat pendek, disekresi setelah ada stimulasi dan segera
diinaktifkan oleh enzim yang khas

5 AKSI HORMON:
1. Secara langsung, dalam hitungan detik contoh:
epinefrin/adrenalin
2. Bekerja lambat, dalam hitungan jam - hari contoh:
estrogen

5 EFEK YANG DITIMBULKAN HORMON:


1. Efek kinetik
Migrasi pigmen, kontraksi otot, sekresi kelenjar
2. Efek metabolik
Nutrisi, pertumbuhan, perkembangan, reproduksi
3. Efek perilaku
Suatu hormon dapat menimbulkan efek lebih dari satu
Contoh: estrogen
Efek: 1. memunculkan ciri kelamin sekunder
2. perubahan tingkah laku
3. kontraksi otot uterus
(bekerja sama dengan oksitosin)

© 2005 Laksmindra Fitria (fitonline2000@yahoo.com)


5 KLASIFIKASI HORMON:
Berdasarkan struktur kimia dan sifat kelarutannya:
A. Hormon lemak - larut dalam pelarut lemak
Prostaglandin
Hormon asam lemak Tromboksan
Prostasiklin
Leukotrin
Hormon steroid Hormon seks
Hormon korteks adrenal

B. Hormon protein - larut dalam air


Epinefrin, norepinefrin
Hormon derivat asam amino Dopamin
Hormon tiroid (T4, T3) Melatonin
Hormon hipotalamus (RH, IH) Hormon
hipofise posterior
Hormon hipofise intermedia Kalsitonin
Glukagon
ACTH
Hormon polipeptida Endorfin
Timosin
Lipotropin
Somatostatin
GH
PRL
Insulin
Hormon protein
TSH
Gn (LH/ICSH, FSH)
PTH
Hormon glikoprotein

5 MEKANISME KERJA HORMON:


Melibatkan reseptor:
1. Hormon steroid t reseptor di sitosol dan nukleus
2. Hormon protein t reseptor di membran sel
© 2005 Laksmindra Fitria (fitonline2000@yahoo.com)
HORMON STEROID
¾ Berasal dari bahan dasar kolesterol, suatu molekul kompleks yang terdiri dari 4
cincin Š siklopentanaperhidrofenantren

C D

A B

¾ Fungsi: memacu perkembangan ciri kelamin sekunder ANABOLIC

STEROID:
- Senyawa sintetis menyerupai androgen (testosteron)
- Dulu biasa digunakan oleh atlet untuk memperindah dan
memperbesar otot serta menambah kekuatan fisik
- Efek samping: kerusakan hepar, penyakit jantung, gangguan
psikologis, menyebabkan kanker

HORMON PROTEIN
¾ Mengandung satu atau lebih gugus asam amino, satu atau lebih rantai
peptida
¾ Hormon glikoprotein Š hormon protein yang mengandung gugus
karbohidrat (contoh: hormon hipofise anterior)
¾ Fungsi: bermacam-macam, mulai dari yang spesifik hanya untuk satu
jaringan target saja hingga yang mempengaruhi seluruh tubuh secara umum
(target sangat luas).

SISTEM PATOLOGI :
- Penyebab?
- Kelebihan sekresi?
- Kekurangan sekresi?

© 2005 Laksmindra Fitria (fitonline2000@yahoo.com)


RESEPTOR INTRASEL

How steroid hormones work


Steroid hormones are lipid soluble and thus readily pass through the plasma membrane of cells into
the cytoplasma. There they bind to specific receptor proteins, forming a complex that enters the nucleus
and binds to specific regulatory sites of chromosomes. The binding activates the genes regulated by
the site and thus results in the production of specific proteins.

Contoh: Aldosteron

© 2005 Laksmindra Fitria (fitonline2000@yahoo.com)


RESEPTOR MEMBRAN
How peptide hormones work
(1) The peptide hormone binds with its
membran receptor.
(2) The hormone-receptor combination
triggers a series of biochemical
reactions that produces the second
messenger.
(3) The second messenger triggers a
series of reactions that lead to
altered cell functions.

How second messengers work


(1) Peptide hormones bind to specific
receptor sites on the surface of target
cells.
(2) The hormone-receptor complex
activates adenylate cyclase.
(3) Adenylate cyclase converts ATP into
cyclic AMP (cAMP) in the cell
cytoplasm. cAMP acts as second
messenger and activates enzymes
called protein kinases.
(4) Protein kinases catalyze a wide
variety of actions.
(5) Depending on the nature of the first
messenger, a variety of altered cell
functions may result. Because of the
presence of second messenger, the
effect on the cell is greatly amplified.

© 2005 Laksmindra Fitria (fitonline2000@yahoo.com)


BERBAGAI MACAM RESEPTOR MEMBRAN

1. Reseptor yang secara langsung 2. Reseptor yang mengaktivasi


mengontrol kanal membran proteinG dan membuka kanal Ca2+

3. Reseptor yang mengaktivasi protein G dan


meningkatkan sintesis second messenger

© 2005 Laksmindra Fitria (fitonline2000@yahoo.com)


4. Reseptor yang mengaktivasi protein G dan
meningkatkan sintesis mediator intrasel

5. Reseptor yang secara langsung 6. Reseptor yang memfosforilasi


mensisntesis mediator intrasel protein intrasel
© 2005 Laksmindra Fitria (fitonline2000@yahoo.com)
SINTESIS HORMON

HORMON PROTEIN HORMON STEROID


Bahan dasar Dari sintesis protein Simpanan kolesterol (ester)
Biosintesis mRNA t RER t badan Golgi Lipid droplet t mitokondria t SER
t vesikula/granula sekresi t t ? t sirkulasi
eksositosis t sirkulasi
Transportasi Hormon bebas (hidrofilik) Hormon diikat protein transpor (globulin,
albumin)
Penyimpanan Disimpan dalam vesikula/ Disintesis segera saat
granula sekresi (inaktif), dibutuhkan, sisa diinaktivasi
diaktivasi oleh stimulus, oleh enzim t diekskresikan
disekresikan secukupnya

© 2005 Laksmindra Fitria (fitonline2000@yahoo.com)


5 SEKRESI HORMON:
Pengaturan sekresi hormon dapat dilakukan oleh:
1. Komponen nonhormonal
2. Sistem syaraf
3. Hormon

5 REGULASI HORMON:
Mekanisme umpan balik positif dan umpan balik negatif yang
melibatkan:
- sistem syaraf
- aksis hipotalamo-hipofiseos homeostasis
- kelenjar endokrin
- produk sel-sel target

© 2005 Laksmindra Fitria (fitonline2000@yahoo.com)


MODEL KOMUNIKASI HORMONAL

PENGATURAN SEKRESI HORMON


1. Pengaturan oleh komponen nonhormonal

© 2005 Laksmindra Fitria (fitonline2000@yahoo.com)


2. Pengaturan sekresi hormon oleh sistem syaraf

3. Pengaturan sekresi hormon oleh hormon

© 2005 Laksmindra Fitria (fitonline2000@yahoo.com)

Anda mungkin juga menyukai