Anda di halaman 1dari 50

KESEHATAN LINGKUNGAN

Dr. IRWIN ARAS


Bagian IKM/IKK FK-UNHAS
Pendahuluan
 Tahun 3000 sm (Minoa & Kreta) dan 1500 sm (Mesir
& Yahudi) : pembuangan air limbah, pengaturan air
minum, WC umum.
 Zaman Romawi Kuno : IMB, pencatatan hewan
piaraan.
 Abad I – VII : mulai memperhatikan lingkungan
dalam mengatasi epidemi/endemi penyakit.
 Buku Zon airs, waters and places (Hipocrates, 2400
tyl) : hubungan timbal balik antar penyakit dan
lingkungan.
Pendahuluan
 Sanitary Condition of The Labouring Population of
Great Britain (Edwin Chadwick, 1842) : Dewan
Umum Kesehatan mengontrol kondisi perumahan,
SPAL, air bersih dan tenaga kesehatan.
 Sanitary Condition of The Labouring Population in
New York (John C. Griscom, 1848) dan Report of The
Sanitary Commission on Massachussets (Samuel
Shattuck, 1850)
 Gordon dan Le Richt (1950) : teori ekologi untuk
menjelaskan peristiwa penyakit.
 Blum (1974) : Planning For Health, Development
and Application of Social Change Theory.
Pendahuluan
Peranan Lingkungan Fisik :
1. Penyebab timbulnya penyakit
2. Pencetus timbulnys penyakit
3. Medium transmisi penyakit
4. Reservoir bibit penyakit
5. Mempengaruhi perjalanan penyakit

Peningkatan kualitas lingkungan akan meningkatkan


Life Expectancy
I. Pengertian Lingkungan & Kesehatan Lingkungan
Lingkungan
 UU 23/1997, tentang Ketentuan Pokok Pengelolaan
Lingkungan Hidup ; kesatuan ruang dgn semua
benda,daya,keadaan dan mahluk hidup, termasuk manusia
dan prilakunyayang mempengaruhi kelangsungan peri
kehidupan dan kesehahteraan manusia dan mahluk
lainnya.
 Encyclopedia of Science and Technology (1960) :
sejumlah kondisi diluar dan mempengaruhi hal-hal yang
hidup termasuk manusia.
 Otto Soemarwoto ; jumlah semua benda yang dalam
ruang yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan
kita.
I. Pengertian Lingkungan & Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan
 WHO Expert Committee (1972) ; suatu keseimbangan
ekologi antara manusia dan lingkungannya agar dapat
menjamin sehat dari manusia.
 Purdom ; Environmental health is that aspect of public
health that is concerned with those forms of life, forces,
and condition in the surroundings of man that may exert
an influenceof human health and well being.
 Numenklatur Bidang Kesehatan ; penerapan prinsip
kesehatan dalam perubahan dan penyusunan sifat-sifat
fisik, kimia dan biologis dari lingkungan untuk
kepentingan kesehatan, kenyamanan dan keejahteraan
manusia.
I. Pengertian Lingkungan & Kesehatan Lingkungan
 Sanitasi Lingkungan
usaha mengendalikan dari semua faktor-faktor fisik
manusia yang mungkin menimbulkan hal-hal yang
merugikan bagi perkembangn fisik kesehatan dan daya
tahan hidup manusia.
 Hygiene
usaha kesehatan masyarakat yang mempelajari pengaruh
kondisi lingkungan thd kesehatan manusia upaya
mencegah timbulnya penyakit karena pengaruh
lingkungan kesehatan tsb, serta membuat kondisi
lingkungan sedemikian rupa sehingga terjamin
pemeliharaan kesehatan (Azrul Azwar).
I. Pengertian Lingkungan & Kesehatan Lingkungan

Klasifikasi Lingkungan
 Secara umum :  Wujudnya :
1. Litosfer 1. Fisik
2. Hidrosfer 2. Biologi
3. Atmosfer 3. Sosial

 Permasalahannya :  Ruang :
1. Makro 1. Eksternal
2. Meso 2. Internal
3. Mikro
I. Pengertian Lingkungan & Kesehatan Lingkungan
Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan :
1. Penyediaan air bersih
2. Air limbah, sampah dan tinja
3. Sanitasi makanan dan minuman
4. Pencemaran udara, air dan tanah
5. Pengawasan vektor
6. Perumahan dan bangunan lainnya
7. Kesehatan kerja
Hendrik L. Blum

Genetic

Health Service Health Status Behavior

Environment
2. Penyediaan Air Bersih

 Air kebutuhan vital bagi manusia, hewan dan


tumbuhan.
 80 % tubuh manusia terdiri dari air
 Dalam air terdapat mineral
 Digunakan di bidang pertanian, industri, sumber
energi dan penyediaan air domestik
 WHO : kebutuhan tiap orang negara maju 60 – 120 lt.
kebutuhan tiap orang negara berkembang 30 –
60 lt.
2. Penyediaan Air Bersih
Siklus Hidrologi
evaporation precipitation
12.900 km (0,1%)

surface runoff infiltration vegitation

surface water ground water transpiration


99,3 % 1.350 jt km 8.3 jt km (0,6%)
percolation well up

Total : 1.360 jt km
2. Penyediaan Air Bersih
Istilah dalam Hidrologi :
 Precipitation : pengembunan uap air menjadi hujan
 Evaporation : penguapan dr daratan/laut menuju atmosfer
 Transpiration : penguapan dari tanaman
 Percolation : masuknya air ke tanah via pori-pori tanah
 Surface runoff : aliran air ke sungai lalu ke laut
 Interflow : aliran masuk ke dalam tanah lalu keluar ke
sungai
 Ground water : air dalam tanah/antar lapisan tanah
2. Penyediaan Air Bersih

Sumber-sumber air
 Air permukaan :

air laut, sungai, rawa-rawa, dam, sawah, dll.


 Air tanah :

air tanah dangkal dan air tanah dalam


 Air angkasa :

air di atmosfer seperti hujan, salju dan embun


2. Penyediaan Air Bersih
Klasifikasi air
 Air kelas I :
tdk perlu pengolahan, tdk ada kontaminasi (surface water)
 Air kelas II :
hanya perlu didesinfeksi, kemungkinan kontaminasi kecil
 Air kelas III :
penyaringan (penjernihan) dan chlorinisasi (desinfeksi)
 Air kelas IV :
pengolahan lengkap (kelas III + presedimentasi)
 Air kelas V :
pengolahan spesifik (air laut)
2. Penyediaan Air Bersih
Syarat-syarat air bersih :
 Kualitas
 Syarat Fisik : suhu, warna, bau, rasa dan kekeruhan
 Syarat Kimia : kimia organik dan anorganik
 Syarat Mikrobiologi : kuman patogen / parasit, E.coli
 Syarat Radioaktif : sinar alfa dan sinar beta
 Kuantitas :
 Kebutuhan air perkotaan : 150-300 lt/org/hr
 Kebutuhan air pedesaan : 100-150 lt/org/hr
2. Penyediaan Air Bersih
Mekanisme penularan Strategi pencegahan
 Water borne disease  Perbaikan mutu air
kolera, typhoid, disentri  Cegah pemakaian
 Water washed diseae sembarang sumber
penyakit kulit, trachoma  Tingkatkan jumlah
 Water based disease
 Permudah jangkauan
schistosomiasis  Tigkatkan kebersihan
 Water related insect
disease  Kurangi kontak
DBD  Kendalikan populasi siput
 Water contaminated  Perbaikan pengelolaan air
disease  Gerakan 3 M
minamata syndrome  Hindari penggunaan
2. Penyediaan Air Bersih
Pengolahan Air Secara Sederhana

Bak I Bak II Bak III Bak IV


- kaporit - kerikil - arang batok - bak penampung
- AlSO4/tawas - ijuk hilangkan bau
- CaCO4 sdh steril chlor
3. Sanitasi Makanan
 Kebutuhan dasar : tumbuh, berkembang dan reproduksi
 Berasal dari lingkungan kajian pakar lingkungan
 Makanan dpt sbg harmful elements :
 media perkembangbiakan kuman
 media perantara penyebaran penyakit
 mudah terkontaminasi ; m.o atau racun
 Sanitasi makanan kebersihan dan kemurnian
makanan agar tdk menimbulkan penyakit sehingga tidak
merugikan konsumen.
 Usaha sanitasi : tindakan saniter sejak makanan dibeli,
disimpan, diolah dan disajikan.
 Makanan harus bersih, sehat, menarik dan bebas bahan
berbahaya.
3. Sanitasi Makanan
EFEK TOKSIK MIKROBIAL PD MAKANAN
 Intoksikasi makanan oleh racun mikroba
 Infeksi makanan oleh m.o via makanan
Racun Makanan Mikroba
 Staphyllococcus (75-85%)
GK : mual, muntah, sakit kepala dan keringat dingin
Kuman keluar saat direbus dan mati
Pertahankan kondisi makanan < 400 C
 Clostridium botulinum (exotoxin)
GK : ggn saraf, lever, konstipasi dan gagal nafas
Gejala timbul 12 jam – 10 hari stlh kontak.
Prevensi : proses yg benar, panaskan makanan kaleng,
kontrol pabrikasi
3. Sanitasi Makanan
 Aspergellus
pd tempat pengolahan makanan ternak ayam
tdk ada laporan pd manusia
 Salmonella
Infeksi krn konsumsi makanan terkontaminasi
Pembawa kumannya : insekta, ternak, piaraan &
manusia
3. Sanitasi Makanan
Racun Makanan Non Mikroba
1. Zat Goitrogenik :lobak cina (rutabaga), kubis (hyocianat),
kulit kacang merah (glycoside).
via susu sapi yg makan makanan tsb panaskan
2. Latyphus
Kacang polong genus latyphus lathyrism.
3. Haemaglutimin
Fovisum ; tanda anemia hemolitic, “rawfava beans”
4. Hidrogen Cianida
oleh singkong
5. Bumbu-bumbu
Myristicin (pala), ummelulone (daun salam), capsaican
(merica merah), dll.
3. Sanitasi Makanan
6. Racun-racun seafood
Puffeus (belut), dino lagellata (kerang), thiaminase
(kepiting dan udang).
Rx : mengosongkan lambung penderita.
7. Bahan tambahan makanan
Efek akumulasi berbahaya
Asam amino, vitamin, mineral, sakarin
3. Sanitasi Makanan
Kontaminasi Mikroba Dlm Makanan Segar
 Jarang makanan mentah bebas m.o
 Jenis bakteri dipengaruhi : sifat makanan, derajat pH,
kadar zat cair, temp lingk, prosedur pengolahan, dsb.
 Rusaknya makanan tergantung : aktifitas mikroba dan
aktifitas enzim makanan itu sendiri.
 Tanda kerusakan ; berubah warna, tekstur, bau dan rasa
 Penanggulangan : penanganan hati-hati, hygiene/sanitasi,
suhu/temperatur yang rendah, transportasi harus cepat
3. Sanitasi Makanan
 Ikan
sumber protein, mudah basi/busuk (enzim kuat). O.k proses
penangkapan.
 Kerang-kerangan
 Udang : diolah cepat. Busuk oleh bakteri atau autolisis
 Tiram-oyster : rendam chlorin, keluarkan dr cangkang, cuci bersih
 Remis besar : bersihkan dr pasir/lumpur, rendam chlorin
 Kepiting : jenis ttt rendam dlm sodium benzoat/asam sitrit encer spy
tahan lama
 Susu
mudah rusak oleh aktifitas bakteri, maka harus dipanaskan
sbg media penularan : mycobacterium tbc, brucella
sbg vektor penyakit dr manusia : typhoid, disentri, diare,
prevensi : pasteurisasi, pemanasan, pemusnahan m.o
3. Sanitasi Makanan
Kontaminasi Mikroba Dlm Makanan Matang/Diawetkan
 Makanan terhidrasi : jamur tumbuh bila pengepakan buruk
 Makanan diasapi, digarami/dimaniskan : L. viridescen,
L.leuconostoc sp. Warna hijau pd daging
 Makanan kalengan : metabolisme m.o hasilkan gas, kaleng
kembung. Yang tdk hasilkan gas ; Bacillus thermoacidurans,
Clostridium botulinum.
 Makanan dingin/beku : tercemar bila suhu tdk dipertahankan
 Makanan kering beku : tercemar oleh bakteri dlm bentuk

spora. Pengeringan ulang hrs cepat dan sangat rendah/tinggi


 Makanan difermentasi : kadar pH cegah pertumbuhan m.o
3. Sanitasi Makanan
Kontaminasi Cacing
 Cacing pita dan cacing gilig (trichinella)
 Cacing pita dibasmi dengan memanaskan
 Cacing gilig (trichinella) pada daging babi tahan panas.

Teknik Pengawetan Makanan


1. Moisture-solid balance : dehidrasi, penggulaan,
penggaraman.
2. Peragian : KH + m.o =pH rendah (asam), mis : tape
3. Penambahan zat kimia : pengasapan, pengasaman,
kendalikan kelembaban, kontrol pH, dst
4. Pengalengan suhu tinggi
5. Penggunaan suhu rendah : kurangi aktifitas enzim/rx kimia
6. Radiasi ionisasi
4. Pengendalian Tinja, Limbah & Sampah
I. TINJA
Pengelolaan tinja yang tidak saniter berdampak negatif
A. Sebagai sarang vektor
B. Sebagai sumber pencemaran lingkungan (air
minum)
C. Situasi lingkungan kurang baik
D. Menimbulkan bau busuk
E. Hubungan langsung
F. Hubungan tidak langsung
4. Pengendalian Tinja, Limbah & Sampah
Transmisi penyakit dari tinja
 Manusia adl reservoir dari faecal borne infection
 Agent penyebab reservoir cara transmisi
cara masuk pejamu rentan
Mata rantai penularan penyakit dari tinja :
air

tangan
Makanan/
tinja host
minuman
lalat

tanah
4. Pengendalian Tinja, Limbah & Sampah
Karakteristik Tinja
 Kuantitas tinja dipengaruhi makanan, kebiasaan,
kepercayaan, suhu, kelembaban, dsb.
 HB Gotaas : berat basah tinja+urine 1135-1570 gr/hari/org,
sedang berat kering 85-140 gr/hari/org.
 Komposisi : benda padat, zat organik (> 20%), dan zat
anorganik (nitrogen, sulfat, sulfur, dsb)
 Komposisi zat kimia : Ca, C, N, P2O5, K2O & bahan organik
 Komposisi bakteri : E.coli, S.paratyphii, S.typhii, S.ssp,
S.sonei, S.hexneri, S.dysentriae, V.cholera
 Komposisi virus : adenovirus, enterovirus, virus Hep.A, reo
virus, virus diare.
 Komposisi cacing : A.duodenale, A.lumbricoides,
S.japonicum, T.saginata, T.solium, T.trichuria.
4. Pengendalian Tinja, Limbah & Sampah
Pembuangan Tinja
Memenuhi syarat : kesehatan dan estetika
1. Cara pembuangan dry system :
 Di permukaan tanah
 WC lubang
 Beerput = night soil
 WC ember
2. Cara pembuangan water carried system :
 Air mengalir ; septic tank, comberan, kolam ikan
 Air tidak mengalir ; drops method, barput
4. Pengendalian Tinja, Air Limbah & Sampah
II. AIR LIMBAH
 Cairan buangan dari RT, industri atau tempat umum yang
mengandung bahan/zat berbahaya bagi manusia serta
mengganggu kelestarian lingkungan.
 Sumber air limbah : domestic waste, commercial waste,
industrial waste dan air yg berasal dr air hujan yang
bercampu air comberan
 Karakteristik fisik : air (99,9 %) + bahan padat dlm suspensi
 Karakteristi kimiawi : zat anorganik dr air bersih, dan zat
organik dr penguraian tinja, urine & sampah lainnya
 Karateristik bakteriologis : bakteri pathogen, organisme
golongan coli.
4. Pengendalian Tinja, Air Limbah & Sampah

Sarana pembuangan air limbah, tampak


1. Tidak mencemari sumber air bersih
2. Tidak menimbulkan genangan air
3. Tidak menimbulkan bau
4. Tidak timbul tempat berlindung & tempat kembang biak
Penyakit yang ditimbulkan oleh air limbah
a. Penyakit infeksi : poliomyelitis, cholera, T.abdominalis,
D.basiller, tubercullosis, antraks, dsb
b. Penyakit non infeksi : anemia, kerusakan fungsi otak, ginjal,
krom (otak), kanker pd kulit & saluran pencernaan, timbul
keracunan dan kerusakan pada organ hati.
4. Pengendalian Tinja, Air Limbah & Sampah
III. SAMPAH
“the useless, unwanted, or discarded materials, resulting from
society’s normal activities, waste may be solid, liquid, or
gasses” (American Public Work Association)

“sesuatu bahan/benda padat yang terjadi karena berhubungan


aktifitas manusia yang tak dipakai lagi, tak disenangi dan
dibuang dengan cara-cara saniter terkecuali yang berasal dari
tubuh manusia” (FKM-UI)

“all the wastes arising from human or animal activities that are
dicarded as useless or unwanted” (George Tchobanoglous)
4. Pengendalian Tinja, Air Limbah & Sampah
Jenis Sampah :
1. Kandungan zat kimia :
sampah organik dan sampah anorganik
2. Sifatnya :
sampah basah dan sampah kering
3. Bisa terbakar :
combustble waste dan noncombustable waste
4. Bisa membusuk :
putrecible waste dan nonputrecible waste
5. Karakteristiknya :
garbage, rubbish, ash, dead animal, street sweeping,
household refuse, abandon vehicle, industrial waste,
construction waste, demolition waste, sewage treatment
residu, special waste.
4. Pengendalian Tinja, Air Limbah & Sampah
6. Sumbernya :
domestic waste, commercial waste, street cleaning waste,
industrial waste, agricultural waste, mining waste,
institusional waste, public place wasteforest waste, sewage
treatment plant

Komposisi Sampah :
a. Komposisi fisik : sisa makanan, textil, kayu, plastik, gelas,
karton, kertas, logam, dst
b. Komposisi kimia : H, C, N, O dll
4. Pengendalian Tinja, Air Limbah & Sampah
Pengelolaan sampah perlu dipertimbangkan :
1. Mencegah terjadinya penyakit
2. Konservasi SDA
3. Mencegah gangguan estetika
4. Daur ulang/pemanfaatan
5. Kuantitas & kualitas sampah meningkat

Minimalisasi sampah :
a. Reduce : kurangi konsumsi
b. Reuse : pemanfaatan kembali
c. Recycling : mendaur-ulang / gunakan produk daur ulang
4. Pengendalian Tinja, Air Limbah & Sampah
Cara Pembuangan Sampah :
1. Reduction garbage
2. Dumping sea
3. Open dumping
4. Grinding system
5. Open burning promises
6. Hog feeding
7. Sanitary landfill
Untuk bahan berbahaya :
a. Land disposal
b. Insinerasi
4. Pengendalian Tinja, Air Limbah & Sampah
Sampah dan kesehatan :
a. Pengaruh langsung ; kontak langsung dgn sampah (bercun,
korosif thd tubuh, karsinogenik, kuman patogen dll.
b. Pengaruh tidak langsung ; pembusukan, pembakaran dan
pembuangan sampah. Efeknya berupa penyakit bawaan
vektor.
Pengaruh Positif Pengelolaan Sampah
1. Thd kesehatan : kepadatan populasi vektor dan insiden
penyakit berkurang.
2. Thd lingkungan : estetika lingkungan, sosial budaya,
pariwisata, penghematan biaya kesehatan
3. Manfaat lain : bahan timbunan, pupuk, pakan ternak dan
recycling
5. Perumahan
“ Rumah adalah suatu struktur fisik dimana orang
menggunakannya tempat berlindung dimana lingkungan
dari struktur tersebut termasuk semua fasilitas dan
pelayanan yang diperlukan, perlengkapan yang berguna
untuk kesehatan jasmani dan rohani serta keadaan sosialnya
yang baik untuk keluarga dan individu ” (WHO)

“ Rumah sehat adalah tempat untuk berlindung/bernaung dan


tempat untuk beristirahat sehingga menimbulkan kehidupan
yang sempurna baik fisik, rohani maupun sosial “
(Suharmadi, 1985)
5. Perumahan
Syarat Rumah Sehat (Winslow)
1. Memenuhi kebutuhan biologis
a. penghawaan (ventilasi)
b. pencahayaan
c. suhu ruangan
2. Memenuhi kebutuhan psikologis
bebas, nyaman, senang, tenang dan tentram
3. Menghindarkan terjadinya kecelakaan
Konstruksi/bahan harus kuat, pencegahan kecelakaan, unflammable
4. Menghindarkan terjadinya penyakit
air bersih/air minum, TPS, jamban, bebas kontaminasi,
hindari insanitary condition, hindari sarang vektor, dst
6. Vektor Penyakit
“ vektor adalah golongan arthropoda seperti nyamuk, pinjal,
caplak dll, yang dapat menularkan jasad renik atau parasit
darimanusia yang sakit kepada orang lainnya ”
(Nomenklatur Bidang Kesehatan)
“ vector is the vehicle by which an infectious agent is
transferred from an indected to asusceptible host “ (John
P. Fox, 1970)
2 Golongan besar vektor :
1. Arthropoda borne disease :
Crustacea, insecta, arachnoidea dan myriapoda
2. Rodentia borne disease :
Tunneling rodent, aquatic rodent, leaping rodent, tree-
dewling rodent
6. Vektor Penyakit
Mekanisme Penularan Penyakit oleh Vektor
1. Dengan 2 faktor kehidupan (vektor-manusia)
2. Dengan 3 faktor kehidupan (infectious agent-vektor-
manusia)
3. Dengan 4 faktor kehidupan (reservoir-infectious agent-
vektor-manusia)
Mekanisme Lainnya
a. Mechanical transport (passive trans) : bibit penyakit
dipindakan melalui bagian-bagian tubuh vektor. Mis :
dysentri, cacingan dll
b. Biological transmission (active trans ) : bibit penyakit
pindah dari host/reservoir ke host susceptible
6. Vektor Penyakit
Pengendalian Vektor Harus Perhatikan :
1. Siklus kehidupan vektor
2. Ekologi vektor
3. Tingkah laku vektor
4. Cara transmisi vektor
5. Cara vektor menularkan penyakit
Perencanaan Pengendalian Vektor :
1. Identifikasi masalah
2. Studi kelayakan
3. Percobaan lapangan
4. Amdal
5. Usulan program
6. Vektor Penyakit
Cara Pengendalian Vektor
1. Pengendalian kimia : insektisida, tapi dapat rsisten dan
persisten.
2. Pengendalian biologis : memelihara musuh alami dan
mengurangi fertilitas insekta
3. Pengendalian rekayasa : pengelolan lingkungan dengan
modifikasi dan atau manipuasi faktor-faktor lingkungan
atau interaksinya dengan manusia.
4. Pengendalian secara undang-undang
5. Pengendalian terintegrasi : meningkatkan partisipasi
masyarakat, kerjasama sektoral dll.
7. Pencemaran Lingkungan
I. Pencemaran lingkungan
II. Pencemaran udara
III. Pencemaran air
IV. Pencemaran tanah

Kandungan udara atmosfir :


N, O, Argon, Asam arang, Ne, He, Metana, Crypton, NO3,
H2, Xenon, NO2, Ozone
7. Pencemaran Lingkungan
Jenis Pencemaran Menurut Kejadiannya :
a. Antropogenic : industri, kendaraan bermotor, RT,
pembakaran secara sengaja, dll
b. Natural : gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, tanah
longsor, dll
Jenis Pencemaran Menurut Sumbernya :
a. Pencemaran primer : zatnya hampir tidak berubah sejak
dilepaskan di udara ; CO, Nox, Sox, dsb
b. Pencemaran sekunder : zatnya sudah berubah karena hasil
reaksi tertentu antar 2 atu lebih kontaminan ; H2SO4,
H2NO3, O3.
7. Pencemaran Lingkungan
Pengaruh Terhadap Kesehatan :
a. Oleh gas/uap : iritan thd saluran napas, mata
b. Oleh partikel : silicosis, asbestosis, bissinosis, antrakosis,
biriliosis, dsb
c. Oleh zat cair : menular mis. diare, cholera, dysentri. Tidak
menular mis. Kanker, rematik.
7. Pencemaran Lingkungan
Cara Penanggulangan Dampak Pencemaran Lingkungan :
A. Penanggulangan Non-Teknis
1. Penyajian informasi lingkungan
2. AMDAL
3. Perencanaan
4. Pengaturan dan pengawasan kegiatan
5. Menanamkan prilaku disiplin
B. Penanggulangan Teknis
1. Mengubah proses
2. Mengganti sumber energi
3. Mengelola limbah dan menambah alat bantu
Terima Kasih…………
minal ‘aidin wal faidzin

Dr. Irwin Aras


IKM/IKK FK-UNHAS

Anda mungkin juga menyukai