Anda di halaman 1dari 16

Tim Redaksi

TESAURUS BAHASA INDONESIA


PUSAT BAHASA

Pemimpin Redaksi
Dendy Sugono

Penyelia
Sugiyono
Yeyen Maryani

Redaksi Pelaksana

Ketua
Dra. Meity Taqdir Qodratillah

Anggota
Adi Budiwiyanto
Dewi Puspita
Dora Amalia
Teguh Santoso

PUSAT BAHASA
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
KATA PENGANTAR

Sejak dikumandangkan sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia,


penggunaan bahasa Indonesia makin meluas ke berbagai bidang kehidupan,
bahkan berpeluang menjadi bahasa ilmu pengetahuan. Peluang itu makin
nyata setelah bahasa Indonesia diangkat sebagai bahasa negara (UUD
1945, Pasal 36) yang menempatkan bahasa itu sebagai bahasa resmi dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan bahasa pengantar pendidikan serta
bahasa dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Untuk itulah, diperlukan
pengembangan kosakata bahasa Indonesia dalam berbagai bidang ilmu,
terutama untuk kepentingan pendidikan anak bangsa.
Kekayaan kosakata suatu bahasa dapat menjadi indikasi kemajuan
peradaban bangsa pemilik bahasa itu karena kosakata merupakan sarana
pengungkap ilmu dan teknologi serta seni. Sejalan dengan perkembangan
yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia dari waktu ke waktu,
perkembangan kosakata terus menunjukkan kemajuan. Kemajuan itu makin
dipacu oleh perkembangan teknologi informasi yang mampu menerobos
batas ruang dan waktu. Dalam perkembangan yang begitu cepat telah tersedia
Kamus Bahasa Indonesia yang memuat kosakata bahasa Indonesia. Sebagaimana
kita ketahui, kamus itu membantu pengguna bahasa dalam memahami
makna kata. Sebaliknya, pengguna bahasa telah memiliki konsep, tetapi dia
tidak menemukan kata yang tepat untuk mengungkapkan konsep itu. Nah, di
situlah diperlukan tesaurus. Kini Pusat Bahasa telah mengeluarkan tesaurus
bahasa Indonesia yang disusun berdasarkan penelitian dalam berbagai ranah
penggunaan bahasa Indonesia. Tesaurus ini menyediakan deret kata yang
memiliki makna yang sama atau mendekati kesamaan.
Penerbitan Tesaurus Bahasa Indonesia Pusat Bahasa ini dapat membantu
pengguna bahasa Indonesia dalam mengungkapkan pikiran, gagasan,
pengalaman, dan perasaannya ke dalam bahasa Indonesia yang tepat.
Atas penerbitan Tesaurus ini saya menyampaikan terima kasih kepada
para penyusun yang telah melakukan penelitian, pengolahan, dan akhirnya
penyajian dalam bentuk buku ini.

Jakarta, 28 Oktober 2008 Dr. Dendy Sugono


Kepala Pusat Bahasa
DAFTAR ISI

Tim Redaksi iii

Sambutan Mendiknas v

Kata Pengantar vii

Daftar Isi ix

Petunjuk Pemakaian xi

A—Z 1—560
PETUNJUK PEMAKAIAN
TESAURUS ALFABETIS PUSAT BAHASA
EDISI PERTAMA

Tesaurus
Kata tesaurus berasal dari kata thesauros, bahasa Yunani, yang bermakna ‘khazanah’.Lambat
laun, kata tersebut mengalami perkembangan makna, yakni ‘buku yang dijadikan sumber
informasi’. Tesaurus berisi seperangkat kata yang saling bertalian maknanya. Pada dasarnya,
tesaurus merupakan sarana untuk mengalihkan gagasan ke dalam sebuah kata, atau sebaliknya.
Oleh karena itu, lazimnya tesaurus disusun berdasarkan gagasan atau tema. Namun, untuk
memudahkan pengguna dalam pencarian kata, penyusunan tesaurus pun berkembang, kini
banyak tesaurus yang dikemas berdasarkan abjad.
Tesaurus dibedakan dari kamus. Di dalam kamus dapat dicari informasi tentang
makna kata, sedangkan di dalam tesaurus dapat dicari kata yang akan digunakan untuk
mengungkapkan gagasan pengguna. Dengan demikian, tesaurus dapat membantu
penggunanya dalam mengungkapkan atau mengekspresikan gagasan sesuai dengan apa
yang dimaksud. Misalnya, pencarian kata lain untuk kata hewan, pengguna tesaurus dapat
mencarinya pada lema hewan.

hewan n binatang, dabat, fauna, sato, satwa

Sederet kata yang terdapat pada lema hewan tersebut menunjukkan bahwa kata tersebut
bersinonim sehingga dapat saling menggantikan sesuai dengan konteksnya. Tesaurus ini
berguna dalam pengajaran bahasa sehingga dapat dimanfaatkan oleh pengajar dan pelajar.
Di dalam tesaurus ini, pada sebagian lema dicantumkan pula antonimnya, dengan label
ant.

haram a 1 gelap (ki), ilegal, liar, pantang, sumbang, tabu, terlarang; 2 mulia, suci;
ant 1 halal
mengharamkan v melarang, memantang, mencegah, menegah, menolak;
ant menghalalkan
pengharaman n pencegahan, pelarangan, penegahan;
ant penghalalan

jaka n bujang, cowok (cak), jejaka, lajang, laki-laki, pemuda, perjaka, terunaant dara

Kesinoniman dalam lema-lema disusun berdasarkan abjad. Lema-lema itu merupakan


lema yang memiliki kesamaan makna yang berjalinan di antara kata dasar, kata turunan,
dan kelompok kata atau frasa. Lema yang bersinonim digunakan tanda koma (,). Lema
yang bersinonim mencakup kata-kata dari ragam baku, ragam percakapan sehari-hari,
kontemporer, ataupun arkais. Di dalam tesaurus ini hanya label ragam percakapan dan kiasan
yang dicantumkan, sedangkan label ragam yang lain tidak. Hal itu dilakukan agar kata-kata
dapat dimanfaatkan kembali dalam percakapan sehari-hari.

Dalam tesaurus ini, hiponim dicantumkan pula karena di dalam tesaurus lazimnya memuat
makna yang saling bertalian. Dengan demikian, pengguna dapat dengan mudah memperoleh
kata yang tepat sesuai dengan yang dikehendaki sehingga pengguna dapat memanfaatkan
kata itu untuk keperluan pragmatis.
xii
jahit v bordir, jelujur, kelim, obras, tisik, setik, sulam, suji, tekat

Satuan leksikal bordir, jelujur, kelim, dan seterusnya merupakan hiponim dari lema jahit.

Akronim yang sudah lazim disertakan pula sebagai lema dalam tesaurus ini karena
akronim tersebut sudah menjadi hal biasa dan sering digunakan dalam komunikasi sehari-
hari.

radar n pencari, pengesan, peninjau

Singkatan
a adjektiva
adv adverbia
ant antonim
cak cakapan

dsb dan sebagainya


ki kiasan

n nomina
num numeralia
p partikel
pron pronomina
v verba


N
nabi n rasul, utusan Tuhan menahaskan v mencelakakan, menjaha-
nada n 1 aksen, bunyi, intona- namkan, menyialkan;
si, irama, laras, tala, timbre; kenahasan n keapesan, kesialan, kesusah-
2 atmosfer, ekspresi, gaya, an, kecelakaan
karakter, sikap, suasana (ha- nahi n larangan
ti), tekanan; nahu n gramatika, paramasastra, sintaksis,
bernada v bersuara, berbunyi, berlafaz, tata bahasa
berucap, bertutur; naif a alamiah, bersahaja, bodoh, lugu, lurus,
senada 1 ki seirama, sejalan, senapas; 2 n masih hijau (ki), natural, polos, primitif,
selaras, setela, setem; seadanya, sederhana, simpel, wajar;
nada-nadanya n gelagatnya, tampaknya naik v bertambah, ke atas, maju, terangkat,
nadam n penjelasan, uraian terbang;
nadi n aorta, arteri, pembuluh (darah) ant turun
1
nadir n titik terendah, zero -- banding apel, memanjatkan perkara;
2
nadir a garib, jarang, langka -- darah berang, geram, gusar, makan ba-
3
nadir n inspektur, pengawas, pengontrol, wang (ki), membawang (ki), membengis,
penyelia, supervisor memberangsang, meraba, meradang, me-
nafi n ingkar, pembangkangan, pemungkir- rampang, murka, naik pitam, palak, sewot;
an, penampikan, penangkalan, penangkis- -- daun populer, tenar, terkenal, tersohor;
an, pencegahan, penegahan, penentangan, -- haji pergi haji;
penepisan, pengingkaran, penolakan, pe- -- pelaminan berkawin, bernikah, kawin,
nyanggahan, penyangkalan, perlawanan; menikah;
menafikan v memungkiri, menampik, menaik v 1 bertambah, maju, membesar,
mengingkari, meniadakan, menidakkan, melambung, melonjak, membengkak (ki),
menolak, menyangkal; membubung, memuncak, menanjak, men-
penafian n penampikan, pengingkaran, pe- celat, mengangkasa, meninggi, meningkat,
nolakan, penyangkalan merabung, mumbul; 2 mengendarai,
nafkah n bayaran, bonus, gaji, honor, imbal- menggandar, menumpang, menunggang,
an, komisi, mata pencaharian, pendapatan, merecak; 3 memanjat, menanjak, menda-
penghasilan, perolehan, rezeki, upah; 2 ma- ki;
kan (ki), dapur (ki), penghidupan, perut ant menurun
(ki), sambungan hidup menaiki v memanjat, membawa, mendaki,
nafsi 1 n individu, orang-seorang, pribadi; mendiami, menempati, mengemudikan,
2 a egoistis; mengendarai, menggagai, menggapai,
bernafsi-nafsi a egoistis, individualistis meninggali, menumpang, menunggangi,
nafsu n 1 ambisi, animo, antusiasme, api menyigai, meragang, meragas;
(ki), dorongan hati, gairah, gelora (ki), ant menuruni
hasrat, hawa nafsu, jiwa, kehendak, ke- menaikkan v melepaskan, memajukan,
inginan, kemauan kuat, roh, selera, se- memanjatkan, membangkitkan, membe-
mangat, sir, spirit, vitalitas, 2 hawa nafsu, sarkan, mempromosikan, memunculkan,
kemarahan, nafsi; menanjakkan, menerbangkan, mengang-
bernafsu 1 v berapi-api (ki), bergairah, ber- gung, mengangkat, mengatrol, menge-
gelora, berselera, bersemangat; 2 a agresif ataskan, mengembangkan, mengerek,
naga n dragon, hantu bumi, ular (besar) menggalakkan, mengibarkan, menimbul-
nagari n daerah, distrik, negeri kan, meninggikan, meningkatkan, men-
nah v 1 sudahlah, cukuplah, padalah; 2 ambil- julang, menjunjung, menonjolkan, me-
lah, terimalah rangsangkan, memasang, menambah;
nahak, ternahak v bangkit (perasaan), da- ant menurunkan
tang, terbit (selera) penaikan n deflasi, pelepasan, pemanjatan,
nahas a apes; pembesaran, penambahan, penanjakan, pe-
ant beruntung narikan, pendakian, penerbangan, peng-
334 najis • nanar
angkatan, pengembangan, pengibaran insting, intuisi, nurani, rasa hati, sifat (ba-
(bendera), peningkatan; waan)
ant penurunan naluriah a impulsif, instingtif, intuitif
kenaikan n ekskalasi, kejayaan, kemaju- nama n 1 asma, cap, gelar, identitas, jena-
an, kepesatan, penambahan, peningkatan, ma, julukan, kata, label, merek, panggilan,
perkembangan, pertambahan, pertumbuh- predikat, sapaan, sebutan, status, tanda,
an tengara, terma, titel; 2 kebaikan, kebesaran,
najis a jijik, kotor, muak kehormatan, kemasyhuran, kemegahan,
ant suci kemuliaan, merek (ki), nama baik, pamor,
nakal a badung, bandel, bangor, bengal, penghargaan, prestise, pujian, reputasi;
bengkok (ki), biadab, binal, buruk (kela- -- samaran alias (cak), nama lain, pedengan,
kuan), culas, curang, degil, dugal, gela- pseudonim, sandi asma;
dak, jahanam, jahat, jalang, kasar, kepala -- tempat toponimi;
batu, keras kepala, kotor (ki), kurang ajar, menamai v melabeli, memanggil, meme-
lacur, lancang, liar, licik, licin (ki), rusak (ki), reki, menandai, menengarai, mengecap,
mbeling (cak), sundal, tambeng, tambung, menggelari, menjuluki, menyapa, menye-
tekak, ugal-ugalan; but;
ant alim, patuh menamakan v memanggil, menganggap,
menakali v mencabuli, mencerobohi, mengecap, menjuluki, menyapa, menya-
mengganggu; takan, menyebut;
kenakalan n kebandelan, kebangoran, ke- ternama a beken, eminen, harum, kena-
bengalan, kebengkokan (ki), kebiadaban, maan, kesohor, kondang, populer, tenar,
keburukan, keculasan, kecurangan, kede- terhormat, teristimewa, terkemuka, terke-
gilan, kedugalan, kejahanaman, kejahat- nal, termasyur, terpegah, terpenting, ter-
an, kejalangan, kejelekan, kekasaran, ke- puji, tersohor, top, widita;
kotoran (ki), kekurangajaran, kelacuran, penamaan n penjulukan, penyebutan;
kelancangan, keliaran, kelicikan, kerusak- bernama v bercap, bergelar, berjenama, ber-
an (ki), kesundalan, ketambungan julukan, berlabel, bermerek, berpanggilan,
ant kealiman, kepatuhan bersebutan, bertanda;
nakara n beduk, geduk, gendang, gendang ra- kenamaan a ternama
ya, lengkara, tabuh namnam n anjing-anjing, puki anjing
nakhoda n juragan kapal, kapten, mualim, nampan n baki, dulang, panai, penampan,
pemimpin kapal; talam, tampan, tetampan
menakhodai v ki memimpin, mengepalai, namun p akan tetapi, tetapi, walakin
mengetuai nan p yang
nala, bernala-nala v memikirkan, memper- nanah n bisul, rebuk;
timbangkan bernanah v berbisul, maliau, merebuk
nalak, menalak v menggeru, mengerang, nanai n kera
menjerit (kuat-kuat), meraung, mengerung nanang v berpikir (dalam-dalam), berpikir
nalam, menalamkan v menggubah, menya- panjang, tafakur, termenung
jak; nanap v 1 melotot, membelalak, membela-
bernalam v bersajak, bersyair lang, membeliak, membuntang, mence-
nalar n akal budi, akal, jangkauan (pikir), ke- lang, mendelik, menjegil, menyalang; 2 ka-
kuatan pikir, kelogisan pikir, logika, man- get, tergegau, tergemap, terkejut, terke-
tik, otak, pikiran, rasio; siap, terkinjat, terperanjat, tersentak, ter-
bernalar v berpikir (logis), berlogika, ber- singahak;
akal, berotak (ki), berasio; menanap v memelototi
pernalaran n akal, budi, daya pikir, intelek, nanar a 1 berpendar, kliyengan (cak), mera-
mantik, otak, pikiran, rasio, jalan pikiran yang, pening, pusing; 2 bimbang, bingung,
naluri n dorongan hati, firasat, hati kecil, buncah, cemas, gagap, galau, ganar, ge-
nang • nasionalisme 335
lisah, gugup, hilang akal, histeris, kacau, nasab n anak cucu, baka, keturunan, perta-
kalut, keruh, khawatir, kusut, lopak-lapik, lian keluarga, zuriat
mamang, mangut, mencacau, panik, resah, nasabah n pelanggan, pengguna, pemakai,
risau, rusuh, sano, senewen (cak), terbang konsumen, klien
pikiran, was-was; 3 gelap mata, histeris, nasal n anuswara, sengau;
kalap, keselapan, lupa diri, mata gelap, penasalan n nasalisasi, penyengauan
mencamuk, mengamuk nasalisasi n penasalan
nang p nan, yang nasar n elang
nanggung adv hingga begitu, sampai begitu nasi n 1 n nasi kebuli, nasi kuning, nasi le-
nangka n kebabal, nangka muda, putik; ngat, nasi liwet, nasi uduk; padi; 2 peng-
–- belanda sirsak hidupan, rezeki;
nangkring v cak berjongkok, nongkrong (cak) -- kuning nasi kunyit, nasi punar
nantaboga n hantu bumi, naga, ular (besar) nasib n bintang, kadar, kodrat, peruntungan,
nanti 1 n beka, belakang, besok, esok, kelak, suratan, takdir, tulisan tangan, tulisan na-
kemudian, lusa, sebentar, tubin, tulat; 2 v sib, tuah;
tunggu; -- baik keberuntungan, kemujuran;
ant 1 sekarang; kini -- buruk kemalangan;
menanti v melamunkan, memimpikan, senasib n sepenanggungan, sependeritaan,
mencita-citakan, mengangankan, mengawal, seperjuangan
mengharap, menginginkan, menjaga, me- nasihat n 1 advis, advokasi, ajakan, ajaran,
amar, anjuran, fatwa, instruksi, kritik, pan-
nunggu, menyambut, menyongsong, me-
duan, pedoman, pendapat, pengarahan,
rindukan;
pesanan, petuah, petunjuk, rembuk, saran,
penanti n 1 penunggu, penyambut; 2 peng-
teguran, tuntunan, usul, usulan, wejangan,
awal, penjaga;
2 amanat, moral, pesan;
penantian n pengharapan, penungguan,
menasihati v berpendapat, memandu,
penyambutan, penyongsongan
membenari, memberi tahu, membujuk,
nanyan n batang cangkul, gagang cangkul,
memedomani, memerintah, memfatwakan,
gandar cangkul, kayu cangkul, tangkai memperingatkan, menegur, mengajak,
cangkul, taran cangkul mengajari, mengajarkan, menganjurkan,
napal n ampo menggurui, menginstruksikan, mengkritik,
napan n serentang, terentang menguliahi, mengusulkan, menuntun, me-
napas, bernapas v berasimilasi; nyarankan, menyelentik (ki), menyiangi
pernapasan n asimilasi, fotosintesis, res- kesalahan, merekomendasi;
pirasi; penasihat n advokat, guru, instruktur, kon-
senapas n ki seirama, sejala, senada selor, konsultan, mentor, pemandu, pem-
napuh n bengkunang, kancil, pelanduk bimbing, pengacara, penganjur, pengasuh,
nara n laki-laki, pahlawan, perwira penginstruksi, pengkritik, pengusul, pe-
narapati n raja nyaran, penyelia;
narapidana n orang hukuman, pesakitan, -- hukum advokat, ajuster, pembela, peng-
residivis, tawanan, terhukum, terpidana, acara
rantaian (ki), tahanan nasion n bangsa
narasi n deskripsi, kisahan, penceritaan, pe- nasional n dalam negeri, domestik, kebang-
maparan, pembeberan, penjelasan, pengi- saan, lokal
sahan, pemerian, riwayat, tuturan ant internasional
narasumber n informan, koresponden, pela- nasionalis n chauvinis, patriot, pembela ne-
por, penunjuk, punca, referensi, rujukan, gara, pencinta bangsa;
sanad nasionalisasi, menasionalisasi v mempri-
narator n pencerita, pengarang, penulis bumikan
narwastu n akar wangi nasionalisme n chauvinisme, patriotisme,
nas n 1 asnad, bukti, sisik melik, tanda; 2 teks semangat kebangsaan
336 nasionalistis • neolitikum
nasionalistis a chauvinistis, patriotis rajaan, kesultanan, medan, negeri, pro-
naskah n 1 dokumen, manuskrip, sahifah, vinsi, tanah air, tanah tumpah darah,
teks, tulisan; 2 skenario, skrip; 3 buram, wilayah, zamin, zona
draf, konsep, rancangan negasi n kontradiksi, pembantahan, pe-
nasofaring n epifaring mungkiran, penafian, penangkalan, pen-
Nasrani n Kristen, Masehi cegahan, penegahan, pengingkaran, pe-
nat n pasar harian, pekan sari niadaan, penolakan, penyanggahan, pe-
natang n jendela (kecil), tingkap (kecil) nyangkalan;
nati n si bebal, si bodoh, si dungu, si pandir, menegasikan v 1 membalikkan, membuka-
si tolol kan, menidakkan, menolak, menyangkal;
natijah n akibat, hasil, keputusan, kesudah- 2 memansukhkan, membatalkan, memen-
an, kesimpulan tahkan, menganulir, menggugurkan, meng-
natrium n sodium; hapuskan, meniadakan;
-- bikarbonat soda kue; penegasian n pementahan, pengingkaran,
-- hidroksida kaustik soda, soda api, soda penghapusan, penolakan
gosok; negatif a minus
-- karbonat abu soda, soda kristal ant positif
natur n 1 alam semesta, dunia, ekologi, kos- negeri n bumi, daerah, distrik, ibu pertiwi,
mos, lingkungan hidup; 2 atribut, karakter, janabijana, kampung halaman, kandang
kualitas, pembawaan, sifat, watak (ki), kota, nagari, praja, tanah air, tanah
natural a 1 alami, alamiah, biasa, jamak, tumpah darah, tempat kelahiran
lazim, lumrah, reguler, wajar; 2 bersahaja, -- orang rantau
jujur, lugu, naif, spontan, tulus negosiasi n kesepakatan, kompromi, musya-
naturalisasi n pewarganegaraan warah, pembicaraan, penawaran, pende-
naturalisme n faktualisme, realisme katan, perbincangan, perembukan, per-
naung, menaungi v 1 melindungi, mema- janjian, permufakatan, persepakatan, per-
gari, memayungi, membentengi, menca- setujuan, persidangan, perundingan, tran-
gari, meneduhi, mengayomi, menudungi, saksi;
menutupi, menyelimuti, merangkup; menegosiasikan v membicarakan, memu-
2 menjaga, menyuakakan; syawarahkan, menawar, merembukkan,
penaung n pelindung; merundingkan;
penaungan n pengayoman, penjagaan, per- bernegosiasi v berembuk, bermusyawa-
lindungan, suaka; rah, bertawaran, bertransaksi, berunding,
naungan n lindungan, pengayoman, asuh- tawar-menawar
an, kawalan, binaan, bimbingan, tudungan, nekara n genderang, kobah, lengkara, tabuh
panji-panji; nekat a bedegong, berani, bersikeras, dakar,
bernaung v bereda, berlindung, berpa- dangkar, degil, deging, kepala batu, ke-
yung, bersembunyi, bersuaka, berteduh ras hati, keras kepala, mengotot, senggang,
nautikal a kelautan, maritim tegar hati, tegar tengkuk, tegar, ungkal
navigasi n pelayaran, penerbangan, perja- neko-neko adv aneh-aneh, macam-macam
lanan nenek n aki, datuk, emak, embah, engkong,
nayaka n menteri eyang, kakek, nenekanda, nenenda, nini,
nayam n berujul, lanjam, mata bajak, mata ninik, ninik mamak, oma, opa;
tenggala, sungkal bajak -- moyang n bibit buwit, cikal bakal, kakek
nazar n hasrat, ikat janji, kaul, kehendak, ke- moyang, karuhun, leluhur, onyang, pen-
inginan, komitmen, niat, padan, sumpah, dahulu, pitarah, poyang
tekad nenen v cak menetek, menyusu, netek (cak)
nefrologi n ilmu ginjal nenes, menenes v meleleh, menetes, menitik,
negara n benua, daerah, desa, dukuh, dunia, mengalir
grama, jajahan, kampung, kawasan, ke- neolitikum n zaman batu baru
neraca • nilai 337
neraca n balans, dacin, dacing, mizan, pe- janji, berkaul, berkehendak, berkeinginan,
nimbang, timbangan berkemauan, bermaksud, bernazar, ber-
net n jaring, jala, rajut, sarang pikir, bertekad, bertujuan
neto a bersih, net (cak) nifak a hipokrit, inkonsistensi, munafik,
ant bruto pura-pura
netra n ain, alat penglihatan, indra penglihat- nikah, menikah v berbaur (ki), beristri, ber-
an, mata jodoh, berkawin, berkeluarga, bersemenda,
netral a 1 adil, objektif; 2 bebas, independen, bersuami, berumah tangga, duduk, janji,
nonblok; kawin, menempuh hidup baru, mengikat,
menetralkan v melenyapkan, membuang, naik ke pelaminan;
menawarkan; ant bercerai
penetralan n netralisasi; menikahi v mengawini;
kenetralan n netralitas menikahkan v mengawinkan, mempersua-
netralisasi n penetralan mikan, memperistrikan, mempersatukan,
netralitas n kenetralan, keobjektifan, objekti- menyandingkan, mempersandingkan, men-
vitas jodohkan, mempertemukan, memperjo-
ngarai n baruh, dataran rendah, kaki bukit, dohkan, memperbaurkan, mendudukkan;
kaki gunung, kanyon, lembah, lembang, ant menceraikan
lurah, tahang pernikahan n akad nikah, ijab kabul, ijab
ngengat n gagat nikah, perbauran, perikatan, perjodohan,
ngiang n denging; perkawinan, pertalian, pertemuan
mengiang v berdenging, jengang; ant perceraian
terngiang-ngiang v berkumandang (ki) 1
nila n 1 tarum; 2 biru
ngilu a 1 linu, nyeri, remai, sakit; 2 silu, sing- 2
nila n nilam, safir
kil nilai n angka, biji, harga, harkat, jumlah, ka-
ngos-ngosan v cak berkempul-kempul, dar, karat, kelas, kualitas, kuantitas, kurs,
engap-engap, gelagapan, gempul-gempul, mutu, perhitungan, peringkat, poin (cak),
kembang-kempis, megap-megap, mence- ponten, skala, taksiran, taraf, timbangan,
ngap, mencungap, mengagut-agut, me- tingkat, ukuran;
ngap-mengap (cak), terekeh-ekeh,ter- menilai v membandingkan, memonten,
engah-engah, terkapah-kapah, termengah- memperhitungkan, memeringkatkan,
mengah, tersengal-sengal memperkirakan, menaksir, mengevaluasi,
nia n kalar, kerah, leher baju menghargai, menghitung, mengira-ngira,
niagawan n pedagang mengukur, menimbang, menjumlahkan;
nian adv amat, begitu, benar, betul, sangat, penilai n juru banding, juru hitung, ju-
sekali, sungguh, terlalu, terlampau ru taksir, juru ukur, pengevaluasi, pen-
niat n angan-angan, cita-cita, hajat, harap- jumlah, penentu, pemeringkat, penaksir,
an, hasrat, ikrar, iktikad, ingatan, intensi, penghitung, pengiraan, pengukur;
janji, karsa, kasad, kaul, kecenderungan, penilaian n evaluasi, penjurian, penghar-
kehendak, keinginan, kemauan, maksud, gaan, penskalaan, pembandingan, peme-
nazar, rencana, tekad, tujuan; ringkatan, penaksiran, penjumlahan, pe-
meniatkan v memaksudkan, memikirkan, ngiraan, penghitungan, pengukuran;
menazarkan, mencita-citakan, mendoakan, ternilai v terbandingkan, terevaluasi, ter-
mengangankan, mengaulkan, meng- hargai, terhingga, terhitung, terjumlahkan,
harapkan, menghendaki, mengidamkan, terkirakan, terperingkatkan, tertaksir, ter-
mengikrarkan, menginginkan, meng- ukur;
impikan, menjanjikan; bernilai 1 v berharga, berfaedah, berguna,
berniat v beragak-agak, berancang, ber- bermanfaat, bermaslahat; 2 a konstruktif,
angan-angan, bercita-cita, berencana, ber- produktif; 3 v berbobot, berkualitas, ber-
hajat, berharap, berikrar, beriktikad, ber- mutu
338 1nilam • norma
1
nilam a nila, safir niduri (ki), menjahatkan, menjamah (ki),
-- pualam berbagai batu yg bercahaya menjelek-jelekkan, menjelekkan, menji-
nilik v berdandan, berhias, berkemas mak (cak), menyetubuhi, menyodok, me-
nilon n rami tiruan, sutra tiruan nyorong (cak), merodok, merogol, merusak;
nina bobo, meninabobokan v 1 mendaduh- ternoda v tercemar, terkotori, tercela, ter-
kan, mendadung, mengolek, menidurkan, hina, terluka, rusak, tercabuli, dicabuli, di-
menimang; 2 ki melenakan, melengahkan, perkosa, dirogol;
membius, menghanyutkan (ki) bernoda 1 v berbintik, bercacat, bercela,
nini n nenek bernoktah, bertelau, tercoreng; 2 kotor, na-
ant aki jis
nira n 1 lahang, legen, tuak; 2 kilang noktah n bintik, titik, tutul
nirai n barisan, banjaran, deretan, jajaran nol 1 n kosong (cak), zero; 2 a hampa, nihil
niraksara n buta aksara, buta huruf nomad n badui, batak, pengembara
nirmala a bersih, ceria, kalis, kudus, murni, nomenklatur n tata nama
suci, zakiah nomina n kata benda, substantif
nirwana n adnan, firdaus, surga nominal a simbolis, teoretis, tituler
ant neraka nominasi n pemilihan, pencalonan, seleksi
nisan n batu kubur, jirat, kayu kubur nomine n aspiran, calon, jago, kandidat,
1
nisbah n hubungan keluarga, nasab, per- kontestan, peserta, unggulan
talian keluarga nomor n 1 angka, bilangan; 2 bagian, jilid,
2
nisbah n perimbangan, proporsi, rasio volume; 3 cetakan, edisi, eksemplar, ke-
nisbi a relatif; luaran, kopi, lembaran, terbitan;
kenisbian n relativitas -- wahid 1 nomor satu; 2 ki cemerlang,
niscaya adv mesti, pasti, puguh, tentu, perlu istimewa, jempolan, super;
niskala a abstrak, khayali, maya, mujarad, penomoran n pengangkaan
tanwujud nomor satu n, menomorsatukan v membe-
ant nyata ratkan, mementingkan, memerlukan,
nitrogren n zat lemas memprioritaskan, mengedepankan, meng-
nobat n genderang, kobah, lengkara, nekara, istimewakan
tabuh; nomplok v cak 1 bertengger, hinggap, men-
menobatkan v melantik, membaiat, mem- clok (cak); 2 datang
baptis (ki), membenum (cak), menabalkan, nonaktif a bebas tugas, purnajabatan;
menahbiskan (ki), mengangkat, mengu- ant aktif
kuhkan, menjadikan; menonaktifkan v membebastugaskan
penobatan n inaugurasi, pelantikan, pem- ant mengaktifkan
baiatan, penabalan, pengangkatan, pengu- nona n dara, gadis, noni, perawan
kuhan ant tuan
nocat v melompat, meloncat nonblok a netral
noda n aib, belang, bercak, bintik, borok, ca- nongkrong v cak 1 jongkok, nangkring; 2 ber-
cat, calit, cela, keburukan, kejelekan, kotor- henti, memangkal, mengetem (cak)
an, nista, noktah, telau, titik, tumpasan; nongnong a nonong, jantuk, jenong
menodai v makan (ki), melalap (ki), nonsens n cak isapan jempol, omong kosong
melu-kai, melumangkan, memburukkan, nonstop a berkelanjutan, berkesinambung-
memfitnah, memojokkan, memerkosa, an, konstan, kontinu, persisten, terus-me-
mencabuli, mencacatkan, mencalit, men- nerus, tunak
celakan, mencemari, mencoreng, mendis- norak a cak kampungan, udik, vulgar
kreditkan, mengaibkan, mengejikan, meng- norma n adat, asas, aturan, cara, etika, hu-
gagahi (ki), menggarap (ki), menggauli kum, kaidah, kebiasaan, ketentuan, kon-
(cak), menghinakan, menghitamkan (ki), vensi, kultur, lagu, laku, langgam, metode,
menghujat, mengkhianati, mengotori, me- model, nilai, patokan, pedoman, pegangan,
normal • nyanyang 339
peraturan, pola, ragam, sistem, standar, menyalakan v memasang, membakar,
susunan, tata cara, tata tertib, tolok ukur, membangkitkan, memarakkan, memasang,
ukuran mengaktifkan, mengoperasikan, mengge-
normal a biasa, rata-rata, rerata, purata, ga- lorakan, menghidupkan, mengobarkan,
lib, jamak, konvensional, lazim, lumrah, menjalankan, menstarter, menyetel, me-
standar, tipikal, umum, wajar, medium nyulut, menyundut
ant abnormal; taknormal bernyala v bercahaya, cahaya;
normatif a dogmatis, kaku (ki), preskriptif bernyala-nyala v berapi-api, berkobar
not n titinada (-kobar), menggebu-gebu, menggelora,
nota n 1 catatan, girik, jurnal, katebelece (cak), menghebat, menjadi-jadi
laporan, memorandum, surat; 2 bon nyalang a tajam (ki), terbeliak;
notabene n ambil perhatian, catatan, tam- ant terkatup, terpejam
bahan menyalang v melotot, membelalak, mem-
notak v terkelupas, menggelupas belalang, membeliak, membuntang, men-
notasi n catatan celang, mendelik, menjegil, nanap
notes n bloknot nyalar adv selalu, senantiasa
notifikasi n catatan, deklarasi, informasi, pa- nyali n 1 empedu; 2 ki keberanian
riwara, pemberitahuan, pengumuman, pe- nyaman a adem, aman, bugar, damai, enak,
ringatan, proklamasi, publikasi fit, makmur, naim, nikmat, sedap, segar,
notula n catatan, notulen, risalah sehat, sejuk, selesa, senang, sip (cak), ten-
novel n roman teram;
novela n novelet menyamankan v menenangkan, menente-
nuansa n distingsi, gradasi, perbedaan, ramkan, menyegarkan, menyejukkan, me-
spektrum, telau; nyenangkan
bernuansa v bergradasi, bertelau-telau, kenyamanan n keamanan, kedamaian,
gradual keenakan, kemakmuran, kenaiman, kese-
nubuat n 1 wahyu; 2 nujum, orakel, ramalan, dapan, kesegaran, kesehatan, kesejukan,
tilikan, visi keselesaan, kesenangan, ketenteraman
nujum n astrologi, ramalan bintang, tenung, nyamik, nyamikan n camilan, kudapan,
tilikan; makanan kecil
menujum v memfaalkan, menenung, me- nyampang, senyampang adv 1 justru, kebe-
nilik, menujum, meramalkan, merasi; tulan, sementang, telanjurkan; 2 jika, kalau-
menujumkan v menenung, meramalkan kalau, sekiranya; 3 selagi, sementara
nukil, menukil v memungut, mengambil, nyampang-nyampang adv 1 hanya karena,
mengutip; mentang-mentang; 2 barangkali, boleh jadi,
menukilkan v 1 mengutip; 2 mencan- jangan-jangan, kalau-kalau, mungkin, se-
tumkan, mengukir; kiranya
nukilan n cukilan, cuplikan, fragmen, ku- nyamuk n nyamuk anopeles, nyamuk ga-
tipan, penggalan, petikan, sempalan jah, nyamuk harimau, nyamuk malaria,
nukleus n inti atom nyamuk serampang;
numeralia n kata bilangan -- pers ki beritawan, jurnalis, juru berita,
nur n binar, cahaya, kirana, pendar, sinar juru kabar, juru warta, koresponden, kuli
nurani n batin, fuad, jantung hati, kalbu, tinta (cak), peliput, pemberita, pewarta, re-
lubuk hati, relung hati, sanubari porter, wartawan
nutrisionis n ahli gizi nyamur n embun, ibun, uap air
nyak n mak, bu, mama, mbok nyanyang a asan tak asan, bingung, cemas,
nyala, menyala v bercahaya, bersinar, hidup, empot-empotan (cak), gamam, gelisah, ha-
mencolok, menggebu, menyorot, murup rap-harap cemas, kelesah, khawatir, ma-
(cak); mang, pusang, renyang, resah, risau, takut,
menyala-nyala v bernyala-nyala; was-was
340 nyanyar • nyut
nyanyar a benyek, bonyok, gambut, gembur, senyatanya adv sahaja, sebenarnya, seme-
lenyet, lodoh, lunak, mangnya, sesungguhnya;
nyanyi, menyanyi v bernyanyi, bersenan- kenyataan n bukti, fakta, hakikat, kebe-
dung, berkidung, berdendang, menem- naran, keterangan, kesaksian, realitas
bang, bersuara, berlagu, melantun, me- nyawa 1 n arwah, atma, hayat, jiwa, kehidup-
rinai; an, roh, semangat, spirit, sukma, umur,
menyanyikan v melagukan, melantunkan, usia; 2 semangat, spirit, vitalitas; 3 hidup,
membawakan, mendendangkan, menem- kehidupan, nasib;
bangkan, mengalunkan, mengidungkan, bernyawa v berarwah, beratma, berjiwa,
menyenandungkan, menyuarakan, meri- bernapas, bersemangat, berspirit, bersuk-
naikan; ma, hidup
penyanyi n biduan, pelagu, pelantun, pen- nyelekit a cak bengis, berbisa, bersanding,
dendang, penembang, vokalis; cempala mulut, cencala, keras, lancang
nyanyian n dendang, gita, irama, kidung, mulut, menusuk (ki), menyakitkan, me-
lagu, lantunan, senandung, suara, suluk, nyengat (ki), pedas, sengit, tajam
tembang; nyendih v bersandar, duduk bersangga
bernyanyi v berdendang, bergamat, ber- nyengir v menyeringai, menyernyih, meri-
kicau, berlagu, bersenandung, meratus, me- ngis
ricau, merinai, tarik suara nyenyai n bersela-sela, jarang, renggang, se-
nyapang n kawan, kenalan, konco (cak), te- rau
man nyenyak a cendera, enak (cak), jenak, lelap,
nyap-nyap v cak mengomel, merutuk nidera, pulas, renyap, senyap, terlena
nyaring a banter, berdengung, kencang, ke- nyenyat a hening, senyap, sepi, sunyi
ras, lantang, melengking, merdu, mersik, nyenyeh, menyenyeh a nyinyir, ringan li-
muluk, nyarik, pekak, santer, terang, ting- dah
gi nyentrik v cak eksentrik
menyaringkan v melantangkan, meme- nyeri n sakit;
kakkan, memerdukan, mengencangkan, -- haid dismenorea, senggugut;
mengeraskan, menguatkan, meninggikan -- pinggang lumbago, reumatik, sengal
nyata n jelas; pinggang
menyatakan v melaporkan, memaklumat- nyiru n badang, gadang, tampah, tampi
kan, memaklumkan, membentangkan, nyiur n kelambir, kelapa, kerambil
memberitahukan, membuktikan, memeri- nyolong v mencopet, mencuri, memaling,
kan, mempermaklumkan, memproklama- mengambil (diam-diam), menjarah;
sikan, mendeklarasikan, menerangkan, me- nyolong-nyolong adv diam-diam, sembu-
ngatakan, mengemukakan, mengetengah- nyi-sembunyi
kan, mengumumkan, mengungkapkan, nyonyong, menyonyong a manyun, mo-
mengusulkan, mengutarakan, menjelas- nyong
kan, menunjukkan, menyampaikan, me- nyonyor, menyonyor a bengkak
nyarankan; 1
nyunyut v menarik panjang-panjang, meng-
pernyataan n afirmasi, deklarasi, komu- hela, mengheret, menjujut, menyeret
nike, maklumat, pemberitahuan, peng- 2
nyunyut v berdenyut, mengembut
umuman, penjelasan, permakluman, prok- nyut n denyut;
lamasi; nyut-nyutan v berdenyut-denyut