Anda di halaman 1dari 13

Tim Redaksi

TESAURUS BAHASA INDONESIA


PUSAT BAHASA

Pemimpin Redaksi
Dendy Sugono

Penyelia
Sugiyono
Yeyen Maryani

Redaksi Pelaksana

Ketua
Dra. Meity Taqdir Qodratillah

Anggota
Adi Budiwiyanto
Dewi Puspita
Dora Amalia
Teguh Santoso

PUSAT BAHASA
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
KATA PENGANTAR

Sejak dikumandangkan sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia,


penggunaan bahasa Indonesia makin meluas ke berbagai bidang kehidupan,
bahkan berpeluang menjadi bahasa ilmu pengetahuan. Peluang itu makin
nyata setelah bahasa Indonesia diangkat sebagai bahasa negara (UUD
1945, Pasal 36) yang menempatkan bahasa itu sebagai bahasa resmi dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan bahasa pengantar pendidikan serta
bahasa dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Untuk itulah, diperlukan
pengembangan kosakata bahasa Indonesia dalam berbagai bidang ilmu,
terutama untuk kepentingan pendidikan anak bangsa.
Kekayaan kosakata suatu bahasa dapat menjadi indikasi kemajuan
peradaban bangsa pemilik bahasa itu karena kosakata merupakan sarana
pengungkap ilmu dan teknologi serta seni. Sejalan dengan perkembangan
yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia dari waktu ke waktu,
perkembangan kosakata terus menunjukkan kemajuan. Kemajuan itu makin
dipacu oleh perkembangan teknologi informasi yang mampu menerobos
batas ruang dan waktu. Dalam perkembangan yang begitu cepat telah tersedia
Kamus Bahasa Indonesia yang memuat kosakata bahasa Indonesia. Sebagaimana
kita ketahui, kamus itu membantu pengguna bahasa dalam memahami
makna kata. Sebaliknya, pengguna bahasa telah memiliki konsep, tetapi dia
tidak menemukan kata yang tepat untuk mengungkapkan konsep itu. Nah, di
situlah diperlukan tesaurus. Kini Pusat Bahasa telah mengeluarkan tesaurus
bahasa Indonesia yang disusun berdasarkan penelitian dalam berbagai ranah
penggunaan bahasa Indonesia. Tesaurus ini menyediakan deret kata yang
memiliki makna yang sama atau mendekati kesamaan.
Penerbitan Tesaurus Bahasa Indonesia Pusat Bahasa ini dapat membantu
pengguna bahasa Indonesia dalam mengungkapkan pikiran, gagasan,
pengalaman, dan perasaannya ke dalam bahasa Indonesia yang tepat.
Atas penerbitan Tesaurus ini saya menyampaikan terima kasih kepada
para penyusun yang telah melakukan penelitian, pengolahan, dan akhirnya
penyajian dalam bentuk buku ini.

Jakarta, 28 Oktober 2008 Dr. Dendy Sugono


Kepala Pusat Bahasa
DAFTAR ISI

Tim Redaksi iii

Sambutan Mendiknas v

Kata Pengantar vii

Daftar Isi ix

Petunjuk Pemakaian xi

A—Z 1—560
PETUNJUK PEMAKAIAN
TESAURUS ALFABETIS PUSAT BAHASA
EDISI PERTAMA

Tesaurus
Kata tesaurus berasal dari kata thesauros, bahasa Yunani, yang bermakna ‘khazanah’.Lambat
laun, kata tersebut mengalami perkembangan makna, yakni ‘buku yang dijadikan sumber
informasi’. Tesaurus berisi seperangkat kata yang saling bertalian maknanya. Pada dasarnya,
tesaurus merupakan sarana untuk mengalihkan gagasan ke dalam sebuah kata, atau sebaliknya.
Oleh karena itu, lazimnya tesaurus disusun berdasarkan gagasan atau tema. Namun, untuk
memudahkan pengguna dalam pencarian kata, penyusunan tesaurus pun berkembang, kini
banyak tesaurus yang dikemas berdasarkan abjad.
Tesaurus dibedakan dari kamus. Di dalam kamus dapat dicari informasi tentang
makna kata, sedangkan di dalam tesaurus dapat dicari kata yang akan digunakan untuk
mengungkapkan gagasan pengguna. Dengan demikian, tesaurus dapat membantu
penggunanya dalam mengungkapkan atau mengekspresikan gagasan sesuai dengan apa
yang dimaksud. Misalnya, pencarian kata lain untuk kata hewan, pengguna tesaurus dapat
mencarinya pada lema hewan.

hewan n binatang, dabat, fauna, sato, satwa

Sederet kata yang terdapat pada lema hewan tersebut menunjukkan bahwa kata tersebut
bersinonim sehingga dapat saling menggantikan sesuai dengan konteksnya. Tesaurus ini
berguna dalam pengajaran bahasa sehingga dapat dimanfaatkan oleh pengajar dan pelajar.
Di dalam tesaurus ini, pada sebagian lema dicantumkan pula antonimnya, dengan label
ant.

haram a 1 gelap (ki), ilegal, liar, pantang, sumbang, tabu, terlarang; 2 mulia, suci;
ant 1 halal
mengharamkan v melarang, memantang, mencegah, menegah, menolak;
ant menghalalkan
pengharaman n pencegahan, pelarangan, penegahan;
ant penghalalan

jaka n bujang, cowok (cak), jejaka, lajang, laki-laki, pemuda, perjaka, terunaant dara

Kesinoniman dalam lema-lema disusun berdasarkan abjad. Lema-lema itu merupakan


lema yang memiliki kesamaan makna yang berjalinan di antara kata dasar, kata turunan,
dan kelompok kata atau frasa. Lema yang bersinonim digunakan tanda koma (,). Lema
yang bersinonim mencakup kata-kata dari ragam baku, ragam percakapan sehari-hari,
kontemporer, ataupun arkais. Di dalam tesaurus ini hanya label ragam percakapan dan kiasan
yang dicantumkan, sedangkan label ragam yang lain tidak. Hal itu dilakukan agar kata-kata
dapat dimanfaatkan kembali dalam percakapan sehari-hari.

Dalam tesaurus ini, hiponim dicantumkan pula karena di dalam tesaurus lazimnya memuat
makna yang saling bertalian. Dengan demikian, pengguna dapat dengan mudah memperoleh
kata yang tepat sesuai dengan yang dikehendaki sehingga pengguna dapat memanfaatkan
kata itu untuk keperluan pragmatis.
xii
jahit v bordir, jelujur, kelim, obras, tisik, setik, sulam, suji, tekat

Satuan leksikal bordir, jelujur, kelim, dan seterusnya merupakan hiponim dari lema jahit.

Akronim yang sudah lazim disertakan pula sebagai lema dalam tesaurus ini karena
akronim tersebut sudah menjadi hal biasa dan sering digunakan dalam komunikasi sehari-
hari.

radar n pencari, pengesan, peninjau

Singkatan
a adjektiva
adv adverbia
ant antonim
cak cakapan

dsb dan sebagainya


ki kiasan

n nomina
num numeralia
p partikel
pron pronomina
v verba


O
oasis n oase, wahah mengobservasi v memantau, memonitor,
obat n penawar, remedi; meneliti, mengamati, meriset
-- guna guna-guna, obat obsesi n antusiasme, fiksasi, kegandrungan,
pengasih, pekasih; keinginan, kompleks, mania, mimpi
-- jerih bayaran, honorari- obsesif a gandrung, kompulsif
um, imbalan, persen, tip, uang lelah, upah; obsidian n batu gelas
-- merah yodium; obsolet a arkais, kuno, tua, usang
-- pencahar laksatif, peluntur, pencuci pe- ant baru
rut, purgatif; obstetri n ilmu kebidanan
mengobati v memulihkan, menyembuhkan; obstulen n bunyi
pengobat n penyembuh, pemuas; obstruksi n hambatan, rintangan, kendala
pengobatan n penyembuhan, terapi oceh, mengoceh v 1 berceloteh, meleter, men-
obeng n drei cacau, mencerabih, menceracau, menga-
obesitas n adipositas, kegemukan cau, mengigau, meraban (ki), meracau, me-
objek n 1 bahan, entitas, fenomena, gejala, ranyau, merayan, meremet, merepet, me-
materi, pokok, subjek, topik, wujud; 2 ala- ricau, meronyeh; 2 berkicau;
mat, bulan-bulanan (ki), incaran, korban, pengoceh n peleter, pengomel, pencomel,
sasaran, tujuan; perepet;
-- primer objek langsung; ocehan n 1 celotehan, kecek, kicauan (ki),
-- sekunder objek taklangsung omongan, tuturan, ucapan, ujaran; 2 bual-
objektif a adil, faktual, ilmiah, netral, ra- an, cakap angin, igauan (ki), isapan jempol,
sional kecap (ki), omong kosong
ant subjektif ocok, mengocok v mengobor, menghasut,
objektivitas n netralitas, rasionalitas mengacum, mengupak, mencucuk, men-
ant subjektivitas cundang, menggunjung, mengoja
obligasi n surat pinjaman, surat utang odokolonye n deklonyo (cak), minyak wangi,
obor n oncor, sigi, suluh, damar, ketaya, ja- parfum
mung; odoh a 1 buruk, jelek, keji; 2 bebal, bodoh,
mengobor (ki) v memprovokasi, mencu- pusung, sementung, tolol
cuk, mencundang, mengacum, menggili, odol n pasta gigi, tapal gigi
menggunjing, menghasut, mengocok, odoran n pewangi
mengoja, mengupak, menjuak; oga n cangklong, honcoe, pipa
mengobori v menyinari, menyuluhi, me- 1
ogah a enggan, segan
nerangi ant mau
obrak-abrik v acak-acakan 2
ogah, mengogah v menggoyahkan, meng-
obral, mengobral v 1 membanting harga; 2 ki guncang-guncang
memboroskan, mengumbar; ogak-ogak n badut, komedian, pelawak;
pengobralan n pemborosan berogak-ogak v berjenaka, melucu
obrol, mengobrol v berandai-andai, ber- ogel a 1 goyah, oleng; 2 kibas
bicara, berbincang-bincang, berbual-bual, ogok, mengogokkan v menunjuk-nunjuk-
bercakap-cakap, bercengkerama, bercerita, kan, memperlihatkan
berlabun-labun, beromong-omong, ber- ogok-ogok, mengogok-ogok v (berjalan)
tutur kata, memburas, merumpi; perlahan-lahan, (berjalan) bertatih, (berja-
mengobrolkan v menceritakan, membual- lan) lambat
kan; oja, mengoja v ki memanas-manasi (ki), me-
obrolan n barak, bual, cakap angin, celoteh, mancing (ki), memberangsangkan, mem-
kecek, kicauan, omong kosong, ocehan, provokasi, mengacum, mengasung, meng-
tahi angin gelitik (ki), menghasut, mengilik-ngilik (ki),
observasi n pemantauan, penelitian, peng- mengipasi (ki), menyirapkan
amatan, riset oke v cak akur, sepakat, setuju, ya
342 oknum • ombang-ambing
oknum n orang per orang, orang seorang, olek, mengolek v mendaduhkan, menda-
perseorangan dung, menidurkan, meninabobokan
oksigen n O2, zat asam, zat pembakar oleng a eleng, buncang, goyang, guncang,
okta- n delapan miring, mungut;
oktagon n segi delapan mengoleng v mengayun, menggelengkan,
oktroi n hak cipta, hak paten menggoyang;
okuler n optis, visual beroleng-oleng v berayun-ayun, berbuai-
okulis n ahli mata, dokter mata buai, bergoyang-goyang
okultis n dukun, orang pintar (ki), paranor- oles, mengoles v melumas, membalur, mem-
mal barut, memoles, memulas, menyapu
okultisme n klenik (cak), mistik, perdukun- oligofremia n lemah ingatan
an oliva n zaitun
1
olah n ulah; olok, olok-olok n 1 banyolan, canda, garah-
mengolah v memasak, mengadaptasi, me- garah, gurauan, kecandan, kelakar, selo-
ngerjakan, menggarap, menggodok; roh, sendau-gurau; 2 cemoohan, ejekan,
pengolahan n pengerjaan, penggarapan, travesti;
penggodokan; mengolok-olok, memperolok-olokkan v 1
seolah-olah adv bagai, penaka, seakan- meledek, mencela, mencemooh, mengata-
akan, selaku, seperti; ngatai, mengejek, menghina, meleceh-
olahan buatan, masakan kan, meremehkan, merendahkan, menye-
2
olah a 1 akal, cara, daya, gaya, laku, lagu, pelekan, mencebik, mencibir, mengecimus;
muslihat, ragam, 2 canda, kelakuan, pe- 2 memperolok;
rangai, tingkah laku; berolok-olok v bercanda, bercengkerama,
mengolah, berolah v berkelakuan, berpe- bergarah, bergurau, berkecandan, berkela-
rangai, bertingkah; kar, bermain-main, berseloroh;
memperolahkan v memperdayakan, mem- memperolok n memperbuat, memperga-
permainkan, memperolok-olokkan, mem- rahkan, mempermainkan, mempersenda-
persendakan, mengejek-ejekkan, menghi- kan, menokoh
nakan, mengolak-alikkan, menipu, me- om n pakcik, paklik, paman
nyindir ant tante
olahraga n gerak badan, latihan jasmani, oma n andung, emak, embah, eyang putri,
olah tubuh, sport nenek, nini, ninik, ninik mamak, nyai
olahragawan n atlet ant opa
1
olak, olakan n kisaran, pual, pusaran, pu- ombak n aliran, alun, arus, bena, gelombang,
taran; riak;
berolak v berkisar, berpusar, berpusing, mengombak v berdelan, bergelombang,
berputar beriak, mengalun;
2
olak 1 n hilir; 2 v kembali, ulang berombak a beriak, berkeluk-keluk, ber-
olang-oleng, berolang-oleng v terolek-olek, kerut, ikal (rambut), patah ombak
sempang-sempung ombang-ambing, mengombang-ambing-
oleh p cak 1 sama; 2 akibat, karena, sebab; 3 ba- kan v 1 mengambung-ambung, mengayun-
gi, untuk; ayunkan; 2 ki memendar-mendarkan, me-
peroleh v dapat, terima; mutarbalikkan, merisaukan, merusuhkan;
perolehan n akuisisi, bayaran, hasil, pen- terombang-ambing v 1 berhanyut-hanyut,
dapatan, penerimaan, penghasilan; mengempul, terapung-apung, terbabas,
memperoleh v mencapai, mendapat, me- terempas-empas, terjumbul-jumbul, terka-
nebus, menerima, mengantongi, meng- tung-katung, terkolek-kolek, tunggang-
gondol, menyabet, meraih, meraup, me- tunggit; 2 ki bimbang, bingung, galau,
rebut, mewarisi rambang, risau, rusuh, terkimbang-kim-
oleh-oleh n bawaan, buah tangan bang
omel • oplos 343
omel, mengomel v bersungut-sungut, ma- ongkang-ongkang v ayun-ayun (kaki), ung-
rah-marah, mencomel, menggerundel, kang-ungkang
menggerutu, merajuk, merengut, me- ongkos n 1 bea, belanja, biaya; 2 bayaran,
rongseng, merutuk, nyap-nyap (cak); upah;
mengomeli v memarahi, memberangi, -- perkara biaya perkara, pembasuh balai
mengajar, menggusari; (ki), pembasuh meja (ki);
omelan n kemarahan, kicauan, repetan mengongkosi v membiayai, menaja, men-
omnivor n omnivora, pemakan segala cukongi, mensponsori
omong v bicara, cakap, kecek; onomatope n tiruan bunyi
-- kosong bualan (ki), cakap angin, cerita, onyah-anyih, mengonyah-anyih v bermalas-
malas
isapan jempol, kecap (ki), rapik, tahi angin
onyok, mengonyok v memajukan, mengaju-
(cak); kan, menganjurkan, mengasongkan, me-
mengomong v berbicara, bercakap, ber- ngedepankan, mengunjukkan, menyodor-
kata, bertutur; kan, menyorongkan
mengomongkan v 1 membicarakan, mem- onyot, mengonyot v menarik, menyunyut,
percakapkan, memperkatakan, mencerita- merentangkan
kan; 2 menggosipkan, menggunjingkan; opa n cak aki, engkong, eyang kakung, ka-
omongan n 1 ocehan, perkataan, ucapan, kek
ujaran; 2 bahan pembicaraan, buah bibir, ant oma
buah cakap, buah mulut, buah percakapan, open a cermat, peduli, telaten, teliti;
buah tutur; ant ceroboh
beromong kosong v membual, mengecap, mengopeni v memelihara, merawat
mengecek, merapik, mereta-reta; oper, mengoper v 1 mengambil alih, meng-
beromong-omong v berandai-andai, ber- gantikan; 2 mengalihkan, menyerahkan,
memindahkan, memutasi, menempatkan,
bincang-bincang, berbual-bual, bercakap-
mengalihtugaskan, mengirim;
cakap, bercelatuk, berlabun-labun, bertu- operan n alihan, kiriman
tur kata, memburas, mengembur, meng- operasi n 1 bedah, bedel; 2 aktivitas, kampa-
obrol nye, kerja, praktik, proses, aplikasi;
ompong a rongak, rumpang mengoperasi v membedah, membedel;
onak n 1 cucuk, duri, susuh; 2 ki bisul, borok, mengoperasikan v melaksanakan, me-
kesulitan, penarung, pengganggu layani, memanipulasi, memproses, meng-
onar, keonaran n amuk, gara-gara, haru biru, aplikasikan, menjalankan, mendayaguna-
huru-hara, kecoh, kegaduhan, kekacauan, kan, mengaryakan, memasang;
kekalutan, keributan, kerusuhan, prahara, pengoperasian n operasionalisasi, penda-
sensasi yagunaan, pengaktifan, pelaksanaan;
oncor n obor, suluh beroperasi v bekerja, beraksi, berfungsi,
onderdil n komponen, suku cadang berpraktik, hidup, jalan, main
ondok, mengondokkan v menyembunyikan operasionalisasi n pengoperasian
opini n impresi, kesan, paham, pandangan,
onggok n gunduk, timbun, tonggok, tum-
pemikiran, pendapat, penilaian, perasaan,
puk; sikap, tilikan
menggonggokkan v melonggokkan, mem- opium n apiun, candu, madat
bumbun, menambun, menimbun, menin- oplah n tiras
dan, menumpuk; oplos v campur, racik, rampai, ramu, ran-
onggokan n bumbun, gundukan, lambak, cam;
longgokan, timbunan, tumpukan; mengoplos v mencampur, meracik, me-
teronggok v terlonggok, terponggok; rampai, meramu, merancam;
beronggok-onggok v berlambak, berlom- pengoplos n pencampur, peracik, peramu,
pok-lompok, bersusun-susun, bertimbun- perancam;
timbun, bertindan, bertindihan, bertum- oplosan n campuran, racikan, rampai, ra-
pang tindih, bertumpukan muan, rancaman
344 1
opname • orisinal
1
opname n pemotretan, pengabadian, peng- orang tua n 1 ayah bunda, ibu bapak, penang-
ambilan gambar, penjepretan (cak) gung, pengampu, wali; 2 ki sesepuh, to-
2
opname n rawat inap koh
oponen n antagonis, lawan, musuh, pesaing, ant anak
rival, seteru oranye n layung, lembayung, mambang ku-
oportunitas n kans (cak), kemungkinan, ke- ning, merah jingga
sempatan, peluang orasi n ceramah, khotbah, lektur, pidato
oposisi n antagonisme, antitesis orator n penceramah, pengkhotbah
opsi n alternatif, pilihan, preferensi orbit n jalur, lintasan, sirkuit;
opsional a mana suka mengorbit v memutari, mengedari, me-
optimal a ideal, maksimal, optimum, terbaik, ngelilingi;
tertinggi; mengorbitkan v ki melambungkan, melejit-
mengoptimalkan v memaksimalkan, kan, memasyhurkan, memopulerkan, me-
mengintensifkan, menumbuhkan naikkan, mengangkat
optimistis a berpengharapan, yakin 1
orde n sistem, susunan, tata
ant pesimistis 2
orde n mazhab, ordo, sekte
optimum 1 n puncak, titik tertinggi; 2 a ideal, order n 1 instruksi, perintah, rodi; 2 pekerjaan,
maksimum, optimal, sempurna, superlatif, permintaan, pesanan, proyek (cak)
terbaik, tertinggi, top, utama ordinansi n kanun, peraturan, qanun, regulasi,
optis a okuler, visual statuta
orak, mengorak v membuka, mengungkai, 1
ordo n mazhab, orde, sekte
mengurah, mengurai 2
ordo n bangsa, genus, kelas, marga, rum-
orak-arik n campur aduk, kacau balau pun, spesies, suku
oral a lisan, verbal organ n 1 alat, instrumen, perangkat, per-
orang n 1 anak Adam, keturunan Adam, kakas; 2 bagian, biro, kaukus, seksi, sel,
individu, insan, jiwa, kapita, kepala, ka- unit
rakter, manusia, oknum, persona, pribadi, organisasi n 1 badan, institusi, institut, lem-
sosok, umat, wong (cak); 2 bangsa, bani, baga, wadah; 2 formasi, jaringan, kompo-
kaum, suku, penduduk, warga negara; 3 sisi, konfigurasi, konstruksi, pola, sistem;
anak buah, pengikut; -- politik partai, puak;
-- asing ekspatriat, mendonan, pendatang, mengorganisasikan v 1 mengatur, meng-
turis; integrasikan, mengoordinasikan, men-
-- banyak kelimun, kerubungan, kerumun- strukturkan, menyistemkan, menyusun;
an, khalayak, massa, orang ramai, publik; 2 membangun, memobilisasi, mengelola,
-- belakang bini (cak), ibu, induk beras, mengerahkan;
istri, nyonya, pedusi, perempuan; pengorganisasian n koordinasi, mobilisasi,
-- besar pejabat, pembesar, penggede pengaturan, pengelolaan, penyusunan, sis-
(cak); tematisasi;
-- dagang 1 pedagang, saudagar; 2 orang terorganisasi 1 v bersistem, teratur, terstruk-
asing, pendatang, perantau; tur, tersusun, tertata; 2 a sistematis
-- gajian karyawan, pegawai, staf; organisator n aktivis, koordinator, pengelola,
-- halus jin, roh; pengorganisasi
-- melarat duafa, fakir, gelandangan; organisme n makhluk bernyawa, makhluk
-- perantauan anak dagang, anak rantau; hidup, organismus
-- pintar ki dukun, okultis, paranormal; orientasi n 1 arah, jurusan, kiblat, tujuan;
-- rendahan bawahan, buruh, kuli, pegawai 2 adaptasi, penyesuaian;
rendah; berorientasi v berkiblat, mengarah
-- suci aulia, kai, wali; orisinal a asli, otentik, sah, sejati, tulen, ber-
-- utan mawas, orang hutan; sih
-- utas belandong, penebang kayu; ant imitasi; tiruan
orisinalitas • ozon 345
orisinalitas n keabsahan, keaslian, kemur- otomatis a 1 mekanis; 2 impulsif, instingtif,
nian, kesahihan, kesejatian, otentitas spontan
ornamen n bunga, dekorasi, hiasan, motif, ant manual
patron, pola otomatisasi n mekanisasi
ornamental a dekoratif otonom a bebas, independen, mandiri, sen-
1
orok n bayi, jabang bayi, kanak-kanak anyir diri, swapraja, swasembada
(ki) otonomi n independensi, kedaulatan, ke-
2
orok, mengorok v bersendar, mendengkur mandirian
orong-orong n anjing tanah, gakang otopsi n bedah mayat, obduksi
ortodoks a doktrinal, kolot, konformis, kon- otoritas n daulat, daya, dominasi, kekuasaan,
servatif, konvensional, kuno kekuatan, pengaruh, yurisdiksi
ortodoksi n asabiyah, fanatisme, konformi- otoritatif a berkuasa, diktatorial, dogmatis,
tas, tradisionalisme kanonis, otokratis
osean n lautan, samudra, segara otoriter a absolut, adikara, despotis, dikta-
osifikasi n pembentukan tulang, penulangan torial, dogmatis, sewenang-wenang, tira-
osteologi n ilmu tulang nis
osteoporosis n keropos tulang, lapuk tulang otot n urat;
otak n 1 benak; 2 ki akal, budi, daya pikir, mengotot v berkeras hati, berkuat, ber-
mantik, nalar, pikiran, rasio; setegang, bersikeras, bersitegang, bersi-
-- besar otak depan, serebrum; teguh, dakar, dangkar, nekat, palak, tarik
-- encer ki cerdas, pintar urat
-- udang ki bebal, bodoh, otak ayam, tolol; oval a bulat panjang, bulat telur, lonjong
mengotaki v mendalangi, mengatur, me- ovarium n indung telur
rancang, merekayasa, merencanakan oven n dapur, perapian, tanur, tungku
otak-atik, mengotak-atik v memperbaiki, over 1 v oper; 2 adv lewat
mengutik-utik overaktif a berlebih, laku lajak
otek v gail-gail, goyah, goyang, gual-gail, ovulum n telur kecil
ruat ovum n sel telur, zigot
otentik a asli, bersih, faktual, kredibel, ori- 1
oyong n gambas, petola
sinal, real, sah, sejati, tulen 2
oyong a goyang, goyah
ant palsu; imitasi oyot n akar, tumbuhan merambat
otentisitas n keaslian, keotentikan, kemur- ozon n udara murni, O3;
nian, kesejatian, orisinalitas
pengozonan n ozonisasi
oto n mobil, otomobil